Anda di halaman 1dari 6

PENGARUH JENIS PAKAN TERHADAP KANDUNGAN LEMAK SUSU SAPI

Tugas Mata Kulia Teknologi Pengolahan Susu

Jurusan/Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan

Oleh : CHARLES MONRIS H 0908098

FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2012

Pengaruh Jenis Pakan Terhadap Kandungan Lemak Susu Sapi Pendahuluan Susu merupakan salah satu produk pertanian yang sangat penting bagi kehidupan manusia karena memiliki kandungan gizi yang tinggi. Kandungan gizi tersebut yaitu protein, lemak, vitamin, dan mineral. Susu yang biasanya dikonsumsi biasanya berasal dari hewan ternak berupa sapi. Lemak merupakan salah satu komponen utama pada susu yang mempengaruhi nilai mutu dari susu tersebut. Lemak sangatlah diperlukan untuk menjaga kesehatan manusia. Selain sebagai sumber energi lemak juga berfungsi sebagai sumber dan pelarut bagi vitamin A, D, E, dan K. Besarnya kandungan lemak dari suatu susu sapi amatlah berpengaruh terhadap sifat dari susu yang dihasilkan. Besarnya kandungan lemak juga akan berpengaruh terhadap mutu dan sifat dari produk produk turunan susu. Oleh karena itu sangatlah penting bagi kita untuk mengetahui hal hal apa sajakah yang dapat mempengaruhi banyaknya kandungan lemak pada susu sapi. Kandungan zat gizi dari susu sapi sangatlah dipengaruhi oleh jenis pakannya. Karena dari pakan itulah zat zat untuk membentuk susu diperoleh. Pakan ternak sapi yang banyak digunakan adalah campuran dari hijau hijauan dan konsentrat. Konsentrat dipakai untuk pakan, selain karena harganya yang lebih murah dan jumlahnya banyak juga dipakai untuk melengkapi kebutuhan nutrisi yang tidak terdapat pada pakan hijau-hijauan. Landasan Teori Menurut Mc Donald (1999) Komposisi susu yang terpenting adalah lemak dan protein. Lemak susu terdiri atas trigliserida yang tersusun dari satu molekul gliserol dengan tiga molekul asam lemak melalui ikatan-ikatan ester. Asam lemak susu berasal dari aktivitas mikroba dalam rumen (lambung ruminansia) atau dari sintesis dalam sel sekretori. Asam lemak disusun rantai hidrokarbon dan golongan karboksil. Salah satu contoh dari asam lemak susu adalah asam butirat berbentuk asam lemak rantai pendek yang akan menyebabkan aroma tengik (Buckle et al,1987).

Kadar lemak didalam air susu adalah 3.45%. Kadar lemak sangat berarti dalam penentuan nilai gizi air susu. Bahan makanan hasil olahan dari bahan baku air susu seperti mentega, keju, krim, susu kental dan susu bubuk banyak mengandung lemak. Susunan lemak susu terdiri dari lemak majemuk, merupakan lemak murni dan terdiri dari 3 molekul asam lemak terikat pada suatu molekul glycerine. Lemak asam susu terdiri dari campuran beberapa asam lemak antara lain : a. Lemak sederhana yang memiliki asam lemak sama b. Lemak campuran yang terdiri dari beberapa macam lemak terikat pada glyserine Asam lemak yang terdapat didalam air susu terdiri dari 2 golongan yaitu asam lemak yang dapat larut (butyric, caproic,caprilic dan capric ) serta asam lemak yang tak dapat larut (leuric, myristic, palmitic dan oleic). BJ air susu 0.93 dan lebih ringan dari BJ air. Hal ini memungkinkan lemak mengapung atau membentuk lapisan di permukaan air susu apabila air susu didinginkan. Interval pemerahan sangat berpengaruh terhadap kadar lemak dalam susu. Keadaan ini sesuai dengan pendapat Putra (2009) yang menyatakan bahwa pemerahan susu sapi biasanya dilakukan dua kali sehari yaitu pagi dan sore hari untuk sapi yang memproduksi susu 25 liter perhari atau kurang, sedangkan pemerahan yang dilakukan lebih dari dua kali sehari biasanya dilakukan terhadap sapi-sapi yang memproduksi susu lebih dari 25 liter perhari. Pembahasan Ikawati (2011) melakukan suatu penelitian untuk mengetahui pengaruh waktu pemerahan terhadap kandungan lemak dari susu sapi perahan. Pengambilan sampel di lakukan dengan mengambil sampel susu segar yang berasal dari sepuluh ekor sapi. Lima ekor sapi di periksa pada hari pertama, lima ekor sapi di periksa pada hari berikutnya. Sapi yang dipilih adalah sapi yang sedang laktasi, dan waktu pengambilan sampel adalah pukul 04.00 WIB pagi dan pukul 14.00 siang WIB. Susu diperah dari empat kuartir kemudian ditampung dalam bak penampungan susu kemudian susu diambil dari bak sebanyak 500 ml untuk kemudian diuji kandungan lemaknya di lab. Pemerahan pagi hari ternak diberi pakan ampas tahu

15-20 kg, kulit ketela pohon 5 kg, dan pemerahan sore sapi diberi pakan ampas tahu 15-20 kg, kulit ketela pohon 5 kg, dan hijauan 5-10 kg. Dari hasil percobaan diperoleh data seperti berikut : Waktu Pagi Sore Lemak 2,92a0,42 2,21b0,38

Tabel 1.1 Rata-rata kandungan lemak pagi dan sore hari Dari tabel 1.1 di atas diperoleh data bahwa kandungan lemak dari susu yang diperah pada pagi hari ternyata lebih banyak daripada susu yang diperah pada sore hari. Superskrip yang berbeda pada data tersebut menunjukkan bahwa keduanya adalah berbeda secara nyata. Hal ini di sebabkan karena pakan hijauan yang diberikan pada peternakan ini diberikan pada sore hari setelah sapi di perah. Pakan hijauan menyebabkan kadar lemak susu tinggi karena lemak susu tergantung dari kandungan serat kasar dalam pakan. Kadar lemak susu dipengaruhi oleh pakan karena sebagian besar dari komponen susu disintesis dalam ambing dari substrat yang sederhana yang berasal dari pakan (Maheswari, 2004). Pemberian hijauan yang hanya diberikan pada sore hari menyebabkan produksi susu pagi hari berikutnya lebih banyak bila dibandingkan produksi sore hari (Sodono, 1999). Pakan hijauan berhubungan erat dengan kadar lemak air susu, karena kadar lemak air susu dipengaruhi oleh produksi asam asetat dalam ransum sapi yang berasal dari bahan pakan hijauan berserat kasar tinggi. Asam asetat merupakan prekusor atau sumber pembentuk lemak air susu. Konsentrat merupakan pakan tambahan yang melengkapi kebutuhan zat pakan utama yakni protein dan lemak yang belum dapat terpenuhi dari hijauan (Ramelan, 2001). Pakan berupa hijauan kaya akan protein sehingga baik diberikan pada sapi perah untuk mingkatkan produksi susu. Pakan yang terlalu banyak konsentrat akan menyebabkan kadar lemak yang terkandung didalam susu rendah. Sementara itu pakan yang terlalu banyak berupa hijauan menyebabkan kadar lemak susu tinggi karena lemak susu tergantung dari kandungan serat kasar dalam pakan.

Kesimpulan Dari uraian di atas dapat diambil suatu kesimpulan bahwa pengaruh waktu pemerahan terhadap kandungan kadar lemak pada susu sapi tidaklah terlalu relevan. Dikarenakan kadar lemak yang tinggi pada pemerahan di pagi hari disebabkan karena setelah pemerahan di sore hari, ternak sapi mendapatkan pakan berupa hijau-hijauan dan bukan konsentrat seperti pada pemerahan setelah di pagi hari. Jadi faktor utama yang menyebabkan banyak sedikitnya kandungan lemak pada susu adalah jenis pakan yang digunakan, dimana dengan menggunakan pakan yang berupa hijau-hijauan akan menghasilkan kadar lemak yang lebih tinggi. Hijau-hijauan dapat meningkatkan kadar lemak pada susu, dikarenakan banyaknya lemak pada susu tergantung dari banyaknya serat kasar yang terdapat pada pakan.

DAFTAR PUSTAKA Buckle, K.A ., R.A. Edwards, G.H Fleet, dan M. Wooton. 1987. Ilmu Pangan. U.I Press. Jakarta.(diterjemahkan oleh Hari Purnomo dan Adiono). Ikawati, Anita. 2011. Analisi Kandungan Protein dan Lemak Susu Hasil Pemerahan Pagi dan Sore Pada Peternakan Sapi Perah di Wonocolo Surabaya.Universitas Airlangga. Surabaya. Maheswari, R.R.A. 2004. Penanganan dan Pengolahan Hasil Ternak Perah. Bogor: Institut Pertanian Bogor. Mc.Donald, D.1999. Protein Susu. http://www.livestocktrall.uiuc.edu /dairynet / paperDisplay.cfm. [18 November 2007] Putra, A. 2009. Potensi Penerapan Produksi Bersih pada Usaha Peternakan Sapi Perah (Studi kasus Pemerahan Susu Sapi Moeria Kudus Jawa Tengah). [Thesis]. Semarang, Universitas Diponegoro. Ramelan. 2001. Efisiensi Produksi pada Sapi Perah Dara dan Laktasi Akibat Penyuntikan Diponegoro. Sudono, A. Fina, R. dan Budi , S. 2003. Beternak Sapi Perah Secara Intensif. Cet -1. Agromedika Pustaka. Jakarta. PMSG.[Thesis]. Fakultas Peternakan Universitas