Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN PRAKTIKUM

FISIOLOGI TERNAK DASAR PREPARAT DARAH NATIF, WAKTU KOAGULASI, WAKTU PENDARAHAN DAN TEKANAN OSMOTIK

Oleh

WIDIASTUTI D1B4 11 010

JURUSAN PETERNAKAN FAKULTAS PETERNAKAN UNIVERSITAS HALUOLEO KENDARI 2012

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas karunia-Nya lah yang telah memberikan kekuatan, kesehatan dan lindungan dari hal-hal yang buruk sehingga penyusunan Laporan Praktikum Fisiologi Ternak ini dapat terselesaikan. Laporan praktikum dengan judul Preparat Darah Natif, Waktu Koagulasi, Waktu Pendarahan Dan Tekanan Osmotik ini disusun sebagai hasil dari praktikum yang telah dilaksanakan sebelumnya dan nantinya akan menjadi salah satu penilaian oleh dosen pengajar serta bahan belajar untuk para mahasiswa lain. Penyusun laporan praktikum ini menyadri bahwa masih ada kesalahankesalahan dalam penyusunan laporan praktikum ini, oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat diperlukan untuk kesempurnaan laporan-laporan selanjutnnya.

Kendari,

Mei 2012

Penyusun

DAFTAR ISI Hal. Halaman Judul ......................................................................................... Kata Pengantar ........................................................................................ Daftar Isi ................................................................................................... I. Pendahuluan...................................................................................... A. Latar Belakang .............................................................................. B. Tujuan dan Manfaat ...................................................................... II. Tinjauan Pustaka .............................................................................. III. Metodologi Praktikum ..................................................................... A. Waktu dan Tempat Pelaksanaan ................................................. B. Alat dan Bahan ............................................................................. C. Prosedur Kerja .............................................................................. IV. Hasil dan Pembahasan ..................................................................... V. Penutup ............................................................................................. A. Kesimpulan..................................................................................... B. Saran .............................................................................................. DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN I ii iii 1 1 2 3 7 7 7 9 10 13 13 13

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Darah merupakan jaringan yang berbentuk cairan yang mengalir ke seluruh tubuh melalui vena dan arteri yang memasok oksigen, dan bahan makanan ke seluruh jaringan tubuh serta mengambil karbondioksida dan sisa metabolisme dari jaringan. Darah memiliki dua komponen penyusun yaitu plasma dan sel darah. Plasma darah merupakan bagian dari komponen darah yang berwarna kekuning-kuningan yang jumlahnya sekitar 60% dari volume darah, sedangkan sel darah adalah komponen selluler dari darah termasuk sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit) dan keping-keping darah (trombosit). Volume darah di dalam tubuh sekitar sepertiga belas berat badan orang sehat, atau kurang lebih 4 5 liter. Bila cairan darah terlalu banyak atau terlalu sedikit, maka tubuh sendiri akan mengatur sekresi melalui keringat dan kencing atau urine sehingga kadar larutan dalam darah tetap dan tekanan osmosis dalam darahpun juga tetap. Darah mempunyai bebarapa fungsi yang penting untuk tubuh. Darah mengangkut zat-zat makanan dari alat pencernaan ke jaringan tubuh, hasil limbah metbolisme dari jaringan tubuh ke ginjal, dan hormon dari kelenjar endokrin ke target organ tubuh. Fungsi utama dari darah adalah sebagai media transport yaitu mengangkut oksigen ke jaringan dan mengembalikan karbondioksida dari jaringan ke paruparu, untuk mencapai gas ini sel darah mengandung protein khusus yaitu hemoglobin karena sewtiap sel darah merah mengandung sekitar 640 juta molekul hemoglobulin, selain itu darah juga berfungsi sebagai regulasi dan pertahanan tubuh, yaitu mencegah dari pendarahan dan pertahanan tubuh dari penyakit. Atas dasar inilah dilakukan praktikum mengenai darah I untuk mengetahui bentuk dan sifat-sifat darah diantaranya preparat darah natif, waktu koagulasi dan pendarahan, serta laju endap darah. Berdasarkan uraian diatas maka dianggap perlu dilakukan praktikum mengenai fisiologi tubuh seperti preparat darah natif, penentuan waktu koagulasi, penentuan waktu pendarahan dan tekanan osmotik darah.

Demikian hal-hal yang melatar belakangi pelaksanaan praktikum fisiologi tubuh seperti preparat darah natif, penentuan waktu koagulasi, penentuan waktu pendarahan dan tekanan osmotik.

B. Tujuan dan Manfaat Tujuan yang ingin dicapai dari pelaksanaan praktikum ini adalah sebagai berikut : a. Untuk mengetahui bentuk-bentuk sel darah dan keping-keping darah (trombosit) b. Untuk mengatahui lama waktu keluarnya darah pertama sampai terbentuknya benang-benang fibrin c. Untuk mengetahui lama waktu darah berhenti keluar d. Untuk mengetahui hal-hal yang terjadi jika darah dicampur dengan larutan kimia. Manfaat yang dapat diperoleh dari pelaksanaan praktikum ini dapat menjadi sumber bacaan mengenai proses fisiologis dalam tubuh seperti preparat darah natif, waktu pendarahan, waktu koagulasi darah, dan tekanan osmotik darah.

II. TINJAUAN PUSTAKA A. Darah Darah memiliki dua komponen penyusun yaitu plasma dan sel darah. Plasma darah merupakan bagian dari komponen darah yang berwarna kekuningkuningan yang jumlahnya sekitar 60% dari volume darah, sedangkan sel darah adalah komponen selluler dari darah termasuk sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (Leukosit) dan keping-keping darah (trombosit). Darah merupakan jaringan yang berbentuk cairan yang mengalir ke seluruh tubuh melalui vena dan arteri yang memasok oksigen, dan bahan makanan ke seluruh jaringan tubuh serta mengambil karbondioksida dan sisa metabolisme dari jaringan (Anonim, 2009), dalam (Rahman, S. 2009). Fungsi darah pada tubuh manusia ataupun ternak adalah sebagai alat pengangkut air dan menyebarkannya ke seluruh tubuh, sebagai alat pengangkut oksigen dan akan menyebarkannya ke seluruh tubuh, mengangkut hasil oksidasi untuk dibuang melalui alat ekskresi, mengangkut getah hormone dari kelenjar bungtu atau endokrin, menjaga suhu temperature tubuh, mencegah infeksi dengan sel darah putih, antibody, dan sel darah beku, serta mengatur keseimbangan asaam basa dalam tubuh. darah berfungsi untuk mentransfor asam amino, asam lemak, mineral, dan bahan-bahan nutrisi lainnya darah juga mentransfor hormone dan vitamin kesel untuk mengatur proses metabolisme dalam sel. Melalui pertukaran ion-ion dan molekul pada cairan interstitial, darah membantu mempertahankan pH dan konsentrasi elktrolit pada cairan interstitial dalam batas-batas yang dibutuhkan untuk fungsi sel yang normal (Rahman, S. 2009). Darah terdiri daripada beberapa jenis korpuskula yang membentuk 45% bagian dari darah. Bagian 55% yang lain berupa cairan kekuningan yang membentuk medium cairan darah yang disebut plasma darah. Korpuskula darah terdiri dari:

a.

Sel darah merah atau eritrosit (sekitar 99%)

Gambar 1. Sel darah merah b. Sel darah putih atau leukosit (0,2%)

Gambar 2. Sel darah putih c. Plasma darah : Pada dasarnya adalah larutan air yang mengandung : albumin, bahan pembeku darah, immunoglobin (antibodi), hormon, berbagai jenis protein, berbagai jenis garam (Wikipedia, 2009).

Gambar 3. Plasma darah

Darah merupakan bagian dari tubuh yang jumlahnya 60-80% dari berat badan, dangan viskositas darah 4,5 kali lebih besar daripada air. Darah merupakan jaringan yang berbentuk cairan, terdiri dari dua bagian yaitu plasma darah dan sel darah. Plasma darah meliputi 55% volume darah merupakan substansi nonseluler, sedangkan 45% dari volume darah meliputi sel darah. Sel darah terdiri dari sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit (Ginzie, G.L. 2009).

B. Koagulasi Darah Koagulasi darah adalah transformasi darah dari sifat solution menjadi bentuk gel. Bentukan suatu bekuan di sumbat trombosit akan memperkuat dan menunjang sumbatan tersebut dapat menutupi lubang di pembuluh. Koagulasi merupakan mekanisme homeostatik yang difungsikan dalam proses koagulasi darah. Reaksi dasar koagulasi darah adalah perubahan protein plasma yang larut (fibrinogen) dari fibrin yang bersifat tidak larut. Proses tersebut memerlukan pengeluaran 2 pasang peptide 4c dari setiap molekul fibrinogen. Bagian yang tersisa (fibrin monomer) kemudian akan berpolimerasi rerga-, fibrin monomer lainnya membentuk fibrin (Kuspriyadani, R. 2011). Waktu koagulasi normal pada manusia yaitu 15 detik samapai 2 menit dan berakhir dalam waktu 5 menit. Sedangkan waktu koagulasi pada ternak seperti sapi 6,5 menit, kambing 2,5 menit, ayam 4,5 menit, kuda 11,5 menit, babi 3,5 menit, domba 2,5 menit dan anjing 2,5 menit (Frandson, 1992) dalam (Rahman, S. 2009). Mekanisme koagulasi atau proses koagulasi (penggumpalan darah) terjadi lewat mekanisme kompleks yang diakhiri dengan pembentukan benang fibrin (protein dalam plasma darah yang diubah oleh trombin/enzim pembeku darah dalam proses pembekuan darah). Mekanisme ini terjadi jika ada cedera didalam maupun dipermukaan tubuh. Kondisi darah mudah menggumpal bisa terjadi karena faktor keturunan maupun hal lain misalnya akibat infeksi maupun tingginya antibodi antikardiolipid (ACA) akibat gangguan autonium (Anonim, 2009).

Proses koagulasi darah biasanya juga dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti : Faktor I yaitu Fibrinogen, Faktor II yaitu Protombin, Faktor III yaitu Tromboplastin, Faktor IV yaitu Kalsium, Faktor V yaitu labil, Proakselerin, Acglobulin dan lain-lain (Rahman, S. 2009).

Gambar 4. Bagan koagulasi darah

C. Waktu Pendarahan Waktu pendarahan adalah waktu yang dibutuhkan kulit berdarah untuk berhenti setelah kulit berdarah. Darah dihapus tiap 30 detik atauluka direndam dalam larutan fisiologis (Sonjaya, 2008) dalam (Rahman, S. 2009). Sedangkan menurut (Anonim 2009), waktu pendarahan adalah interval waktu mulai timbulnya tetes darah dari pembuluh darah yang luka sampai darah berhenti mengalir keluar dari pembuluh darah. Waktu pendarahan diamati sebagai interval waktu timbulnya tetes darah dari mulai pembulh darah yang luka sampai darah terhenti mengalir keluar dari pembuluh darah. Penghentian pendarahan ini disebabkan oleh terbentuknya agregat pletelat yang menutupi calah pembuluh darah yang rusak (Anonim, 2009). Waktu pendarahan biasanya dapat juga diartikan sebagai waktu ulai keluarnya tetesan darah pertama sampai tidak ada lagi noda di kertas saring atau tissue. Faktor-faktor yang mempengaruhi waktu pendarahan suatu darah yaitu besar kecilnya luka, suhu, status kesehatan, umur, besarnya tubuh dan aktivitas, kadar hemaglobin dalam plasma dan kadar globulin dalam darah (Sonjaya, 2008) dalam (Rahman, S. 2009).

Waktu perdarahan normal antara 1 sampai 3 menit. Apabila melewati dari 10 menit, darah belum berhenti, hentikan percobaan karena tidak ada gunanya (Rochmat R (2009).

D. Tekanan Osmotik Tekanan osmotik adalah tekanan yang terbentuk dalam larutan akibat osmosis saring yang berlangsung dalam larutan tersebut. Semakin besar konsentrasi zat terlarut, maka semakin besar tekanan osmotiknya. Dengan demikian, tekanan osmotik adalah suatu ukuran daya tarik larutan terhadap molekul air (Primadani, R. 2006) Peristiwa pembesaran molekul pelarut dari pelarut dalam larutan atau dari larutan lebih encer kelarutan lebih pekat melalui membran semipermiabel. Ketika terjadi perbedaan hidrostatika maksimum antara suatu larutan dengan pelarutnya disebut tekanan osmotik (Hoff, 2000) dalam (Primadani, Robby. 2006) Tekanan osmotik suatu larutan adalah tekanan potensial yang dinyatakan dalam istilah gaya atau tekanan yang dibutuhkan untuk menghentikan osmosis air selanjutnya (Anonim, 2009). Tekanan osmotik suatu larutan bergantung pada jumlah partikel zat terlarut per volume unit larutan. Dengan demikian, konsentrasi jumlah molar (jumlahmolekul atau ion dalam larutan) dan bukan persentase konsentrasi dalam larutan yang menentukan tekanan osmotik potensial larutan (Chairunnissa, M. M.. 2011). Larutan isotonik adalah suatu larutan yang mempunyai konsentrasi zat terlarut yang sama (tekanan osmotik yang sama) seperti larutan yang lain, sehingga tidak ada pergerakan air. Larutan hipertonik adalah suatu larutan dengan konsentrasi zat terlarut lebih tinggi (tekanan osmotik yang lebih tinggi) dari pada yang lain sehingga air bergerak ke luar sel. Larutan hipotonik adalah suatu larutan dengan konsentrasi zat terlarut lebih rendah (tekanan osmotik lebih rendah) dari pada yang lain sehingga air bergerak ke dalam sel (Chairunnissa, M. M.. 2011).

Gambar 5. Larutan Hipertonik, Isotonik dan Hipotonik

III. METODOLOGI PRAKTIKUM

A. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Praktikum ini dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 15 Mei 2012 pukul 15.30 17.00 WITA, bertempat di Laboratorium Reproduksi Jurusan Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Haluoleo, Kendari.

B. Alat dan Bahan Alat dan kegunaan pada praktikum preparat darah natif, waktu koagulasi, waktu pendarahan dan larutan osmotik dapat dilihat pada Tabel dibawah ini. Tabel 1. Alat dan kegunaan pada praktikum preparat darah natif, waktu koagulasi, waktu pendarahan dan larutan osmotik Alat Kaca Penutup Kaca Objek Pipet Tetes Jarum Pentul Mikroskop Penunjuk waktu Kegunaan Untuk menutup sampel pada kaca objek Sebagai tempat sampel untuk diamati Untuk mengambil darah dari jari dan meneteskan ke atas tabung Untuk melukai jari tangan Untuk melihat sampel darah pada kaca obyek Sebagai penunjuk waktu

Bahan dan kegunaan pada praktikum preparat darah natif, waktu koagulasi, waktu pendarahan dan larutan osmotik dapat dilihat pada Tabel dibawah ini. Tabel 2. Bahan dan kegunaan pada praktikum preparat darah natif, waktu koagulasi, waktu pendarahan dan larutan osmotik Bahan Tissue/Kapas Larutan NaCl 0,6 %, 0,9 % , 1,2 % Sampel Darah Alkohol 70 % Kegunaan Untuk mengeringkan/membersihkan Sebagai pelarut campuran sampel darah Sebagai objek yang diamati Untuk membersihakan permukaan jari dan jarum sebelum melukai jari tangan.

C. Prosedur Kerja 1. Preparat darah natif a. Meneteskan 1-2 tetes larutan NaCl 0,9 % dan satu tetes darah keatas kaca objek yang telah dibersihkan terlebih dahulu. b. Kedua tetesan tersebut lalu dicampur dan ditutup dengan kaca penutup. c. Sampel tersebut diamati dibawah mikroskop dengan pembesaran 10x.

2. Penentuan waktu koagulasi a. Meneteskan darah dari ujungjari ke ataskaca objek. b. Mengaduk darah secara perlahan dengan menggunakan jarum sambil mengangkat beberapa kali untuk melihat koagulasi terjadi atau benang fibrin terlihat. c. Mencatat waktu mulai dari darah diteteskan sampai terjadi koagulasi atau benang fibrin sudah terlihat.

3. Penentuan waktu pendarahan a. Mengeluarkan darah dari salah satu ujung jari dengan menggunakan jarum pentul. b. Mengusap darah dengan menggunakan kapas/tissue sampai darah tidakkeluar lagi. c. Mencatat waktu selama darah mulai keluar sampai tidak keluar lagi.

4. Tekanan osmotik a. Memberi tanda pada tabung reaksi secara berturut-turut. b. Memasukkan larutan NaCl 0,6 %, 0,9 % da n 1,2 % kedalam masingmasing tabung reaksi sesuai tanda yang telah diberi sebelumnya. c. Setiap tabung ditetesi 1-2 tetes darah dari ujung jari. d. Mencampur keduan sampel tersebut sampai homogen dengan cara mengocok secara perlahan dan hati-hati e. Mengamati larutan tersebut dibawah mikroskop cahaya dengan pembesaran 10 kali.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Preparat Darah Natif Keterangan : 1. Eritrosit 2. Leukosit 3. Plasma darah

Gambar 6. Preparat darah natif (Pembesaran 10x) Pada pengamatan ini, sampel darah yang diamati dibawah mikroskop dengan pembesaran 10x dan nampak pada sampel tersebut keping sel darah merah dan sel darah putih yang masih bergerak seperti air mengalir. Hal ini sesuai dengan Mikrajuddin (2004), yang menyatakan bahwa darah manusi ataupun hewan terdiri dari dua kompoen penting yaitu sel-sel darah dan plasma darah (cairan drah). Dimana sel-sel darah itu sendiri terdiri dari sel drah merah dan sel drah putih serta kepng darah, sedangkan cairan darah terdiri dari cairan darah (Plasma darah). Lebih lanjut Anonim (2009) dalam (Rahman, S. 2009) yang menyatakan bahwa susunan darah terdiri dari sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), keeping-keping darah (trombosit), dan plasma darah. Pada praktikum ini ditemukan sel darah putih (leukosit), hal ini dikarenakan cirri-ciri dan spesifikasi leukosit yang memiliki inti atau nukleus.

B. Waktu Koagulasi Berdasarkan hasil praktikum pada pengamatan waktu koagulasi mulai dari darah diteteskan diatas kaca objek sampai muncul benang fibrin membutuhkan waktu 2 menit 46 detik. Hal ini sesuai dengan Frandson (1992), bahwa waktu koagulasi normal pada manusia yaitu 15 detik sampai 2 menit dan

berakhir dalam waktu 5 menit. Sedangkan waktu koagulasi pada ternak seperti sapi 6,5 menit, kambing 2,5 menit, ayam 4,5 menit, kuda 11,5 menit, babi 3,5 menit, domba 2,5 menit dan anjing 2,5 menit.

C. Waktu Pendarahan Berdasarkan hasil praktikum pada pengamatan penentuan waktu pendarahan mulai dari darah dikeluarkan dari ujung jari dengan menggunakan jarum pentul sampai dengan darah berhenti keluar, membutuhkan waktu selama 2 menit 1detik. Hal ini sesuai dengan Rochmat R (2009) bahwa waktu perdarahan normal antara 1 sampai 3 menit. Apabila melewati dari 10 menit, darah belum berhenti, hentikan percobaan karena tidak ada gunanya

D. Tekanan osmotik a. Larutan NaCl 0,6 %

Benang fibrin

Gambar 7. Campuran darah dan larutan NaCl 0,6 % (Pembesaran 10 kali) Berdasarkan hasil pengamatan pada sampel darah yang dicampur dengan larutan NaCl 0,6 % didapat hasil seperti Gambar 2 diatas. Pada gambar diatas terlihat ada benang-benang fibrin yang sangat jelas atau tampak lebih besar.

b. Larutan NaCl 0,9 % Benang fibrin

Gambar 8. Campuran darah dan larutan NaCl 0,9 % (Pembesaran 10 kali) Berdasarkan hasil pengamatan pada praktikum tekanan osmotik, diperoleh seperti gambar 3. Pada gambar diatas terlihat benang-benang fibrin yang sudah tidak terlalu terlihat jelas dan ukurannya mengecil dari sebelumnya.

c. Larutan NaCl 1,2 %

Eritrosit

Gambar 9. Campuran darah dan NaCl 1,2 % (Pembesaran 10 kali) Berdasarkan hasil pengamatan pada praktikum tekanan osmotik,diperoleh hasil seperti gambar 4. Pada gambar diatas, benang-benang fibrin sudah tidak terlihat tetapi hanya terlihat sel-sel darah dengan bentuk bulatan-bulatan yang sangat kecil. Berdasarkan ke-3 hasil pengamatan pada praktikum tekanan osmotik ternyata sesuai dengan yang dikemukakan oleh (Primadani R, 2006), bahwa pada larutan NaCl dengan konsentrasi kecil, sel-sel darah merah merah ukurannya lebih besar dibandingkan dengan konsentrasi yang pekat. Pada konsentrasi yang tinggi

sel-sel menjadi lebih kecil dan jaraknya saling berdekatan, yang mana hal demikian terjadi karena adanya suatu tekanan dari larutan tersebut sehingga menyebabkan sel-sel tersebut akhirnya mengalami proses hemolisis yaitu peristiwa keluarnya hemoglobin di dalam sel menuju cairan disekelilingnya karena adanya tekanan osmotik.

V. PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil pengamatan pada praktikum tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa : 1. Darah adalah cairan yang terdapat pada semua hewan tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan metabolisme dan juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri. Darah memiliki dua komponen penyusun yaitu plasma, sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (Leukosit) dan kepingkeping darah (trombosit). 2. Waktu koagulasi pada pengamatan yang telah dilakukan mulai dari darah diteteskan diatas kaca objek sampai muncul benang fibrin membutuhkan waktu 2 menit 46 detik. Hal ini sesuai waktu koagulasi normal pada manusia yaitu 15 detik sampai 2 menit dan berakhir dalam waktu 5 menit. 3. Berdasarkan hasil praktikum pada pengamatan penentuan waktu pendarahan mulai dari darah dikeluarkan dari ujung jari dengan menggunakan jarum pentul sampai dengan darah berhenti keluar, membutuhkan waktu selama 2 menit 1detik. Hal ini sesuai dengan waktu perdarahan normal antara 1 sampai 3 menit. Apabila melewati dari 10 menit, darah belum berhenti, hentikan percobaan karena tidak ada gunanya. 4. Tekanan osmotik adalah suatu ukuran daya tarik larutan terhadap molekul air.

B. Saran Saran yang dapat diajukan pada praktikum ini adalah alat dan bahan laboratorium dilengkapi agar pada praktikum selanjutnya, mahasiswa dapat praktek dengan cara satu orang satu alat. Jadi, mahasiswa bisa praktek sendirisendiri dan tidak lagi secara bergiliran.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim , 2009. Osmosis dan Tekanan osmosis, (online) (http://www.geocities.com. Diakses pada tanggan 20 Mei 2012). Ginzie, Gita Lala. 2009. Fisiologi Ternak Darah, (online), (www.scribd.com. Diakses pada tanggal 19 Mei 2012). Chairunnissa, Mutiara Maghfira. 2011. Menentukan Tahanan Osmotik Sel-sel Darah Merah. (http://katahatimutiara.wordpress.com. Diakses pada tanggal 21 Mei 2012). Ratih Kuspriyadani. 2011. Laporan Praktikum Fisiologi Hewan, (online), (http://ratihkuspriyadani.blogspot.com. Diakses pada tanggal 20 Mei 2012). Primadani, Robby. 2006. Toleransi Osmotik Erytrosit Terhadap Berbagai Tingkat Medium Pada Hewan Poikilotermik. FMIPA. Banjarmasin. Rahman, Supardi. 2009. Laporan Fisiologi Ternak II, (online), (http://doddyrahman.blogspot.com. Diakses pada tanggal 20 Mei 2012). Wikipedia, 2009. Komponen darah, (online), (http://wikipedia.com. diakses pada tanggal 20 mei 2012.