Anda di halaman 1dari 51

Fisiologi endokrin

Sistem endokrin, dalam kaitannya dengan sistem saraf, mengontrol dan memadukan fungsi tubuh. Kedua sistem ini bersama-sama bekerja untuk mempertahankan homeostasis tubuh. Fungsi mereka satu sama lain saling berhubungan, namun dapat dibedakan dengan karakteristik tertentu. Misalnya, medulla adrenal dan kelenjar hipofise posterior yang mempunyai asal dari saraf (neural). Jika keduanya dihancurkan atau diangkat, maka fungsi dari kedua kelenjar ini sebagian diambil alih oleh sistem saraf. Bila sistem endokrin umumnya bekerja melalui hormon, maka sistem saraf bekerja melalui neurotransmiter yang dihasilkan oleh ujung-ujung saraf.

Pendahuluan
Sistem endokrin merupakan sistem hormon dalam tubuh Hormon merupakan produk kimiawi yang dihasilkan oleh sel dalam konsentrasi yang sangat kecil Mereka ditransportasikan ke seluruh tubuh melalui darah.

Hormon bertugas mengatur dan mengkoordinir organ-organ yang berbeda dalam tubuh
isnadi.agus@yahoo.com

Ada dua jenis hormon


1. Peptida
Terbuat dari protein Aksinya cepat Masa kerjanya singkat Contoh: insulin dan ADH

2. Steroid
Aksinya lambat Masa kerjanya lama Contoh: Testosteron dan Progesteron

isnadi.agus@yahoo.com

Kontrol Hormon
Hormon mengendalikan dirinya sendiri melalui mekanisme feedback control

Feedback control pada dasarnya adalah penghentian produksi hormon ketika suplai hormon telah mencukupi
Ketika level hormon rendah, glandula akan mensekresikan lagi sampai levelnya meningkat lagi
isnadi.agus@yahoo.com

FUNGSI SISTIM ENDOKRIN


MENGKOORDINASI AKTIVITAS ANTAR ORGAN MENINGKATKAN AKTIVITAS ORGAN SEBAGAI RESPON ATAS PENINGKATAN KEBUTUHAN FISIOLOGIS TUBUH MEMELIHARA KONDISI NORMAL TUBUH

SISTEM ENDOKRIN MELIPUTI:


KELENJAR ENDOKRIN PESAN KIMIAWI / HORMON (YANG DIPRODUKSI OLEH KELENJAR ENDOKRIN) JARINGAN TARGET (YANG DIPENGARUHI OLEH HORMON)

HORMON
DIEDARKAN MELALUI PEREDARAN DARAH HANYA MEMPENGARUHI JARINGAN TARGET TERTENTU

3 JENIS AKSI HORMON:


Aksi endokrin: hormon didistribusikan dan berikatan dengan sel target yang letaknya jauh dari sel yang memproduksinya. Aksi parakrin: hormon berpengaruh lokal dengan cara berdifusi dari tempat dia diprosuksi ke sel-sel target yang ada disekitarnya. Aksi autokrin: hormone bekerja pada sel yang sama dengan sel yang memproduksinya.

Hormon

Target organ utama

Akibat fisiologik utama Promotes growth (indirectly), control of protein, lipid and carbohydrate metabolism Stimulates secretion of thyroid hormones Stimulates secretion of glucocorticoids Milk production Control of reproductive function

Growth hormon

Liver, adipose tissue

Thyroidstimulating hormone Anterior Pituitary Adrenocorticotro pic hormone Prolactin Luteinizing hormone Folliclestimulating hormone Antidiuretic hormone Oxytocin

Thyroid gland

Adrenal gland (cortex) Mammary gland Ovary and testis

Ovary and testis

Control of reproductive function

Kidney Ovary and testis

Conservation of body water Stimulates milk ejection and uterine contractions

Posterior Pituitary

I. KELENJAR TIROID
MENGATUR TINGKAT METABOLISME, METAMORFOSIS, PERTUMBUHAN, DAN REPRODUKSI MENDORONG JARINGAN TARGETNYA MENJADI LEBIH RESPONSIF TERHADAP STIMULASI OLEH HORMON LAIN, SISTEM SYARAF, ATAU PERUBAHAN LINGKUNGAN (CAHAYA ATAU TEMPERATUR)

II. KELENJAR PARATIROID


MENGATUR TINGKAT METABOLISME KALSIUM

DAN FOSFAT DALAM PLASMA DARAH DAN CAIRAN EKSTRASELULER

Glandula Adrenal
Glandula adrenal melekat di dorsal masing ren. Glandula adrenal terbagi menjadi bagaian dalam/medulla dan bagian luar/cortex

Medulla mensintesa hormon amin, sedang bagian cortex mensekresikan hormon steroid
www.sinauer.com

Stimulasi cortex oleh sistem nervus sympathetic the sympathetic menyebabkan pelepasan hormon ke dalam darah yang memacu terjadinya respon siap tempur atau agresif isnadi.agus@yahoo.com

Medulla adrenal terdiri dari neuron-neuron yang telah bermodifikasi dan mensekresikan 2 hormon; epinephrine dan norepinephrine Cortex adrenal menghasilkan beberapa hormon steroid yang dikelompokkan menjadi 3 yakni: mineralokortikoid, glucocorticoid, dan hormon sex
Mineralocorticoid mempertahankan keseimbangan elektrolit. Glucocorticoids menghasilkan long-term, slow response terhadap stres dengan meningkatkan levelnya melalui pemecahan lemak dan protein. Selain itu mereka juga menekan respon imun dan menghambat respon inflamasi (peradangan)
isnadi.agus@yahoo.com