P. 1
47802395-MATERI-TRANSFORMATOR

47802395-MATERI-TRANSFORMATOR

|Views: 20|Likes:
Dipublikasikan oleh Irna_Transista_1080

More info:

Published by: Irna_Transista_1080 on Nov 05, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/16/2013

pdf

text

original

MATERI DASAR ELEKTRONIKA

TRASNFORMATOR

Transformator merupakan suatu peralatan listrik yang digunakan untuk mengubah besaran tegangan arus listrik bolak-balik (AC), seperti menaikkan atau menurunkan tegangan listrik (voltase). Transformator bekerja berdasarkan prinsip fluks listrik dan magnet dimana antara sisi sumber (primer) dan beban (sekunder) tidak terdapat hubungan secara fisik tetapi secara elektromagnetik (induksi-elektromagnet).

Transformator terdiri atas sebuah inti, yang terbuat dari besi berlapis dan dua buah kumparan (lilitan kawat), yaitu kumparan primer dan kumparan sekunder. Prinsip kerja transformator adalah berdasarkan hukum Ampere dan hukum Faraday, yaitu : arus listrik dapat menimbulkan medan magnet dan sebaliknya medan magnet dapat menimbulkan arus listrik. Jika pada salah satu kumparan pada transformator diberi arus bolak-balik (AC) maka jumlah garis gaya magnet akan berubah-ubah. Akibatnya pada sisi primer terjadi induksi. Sisi sekunder menerima garis gaya magnet dari sisi primer yang jumlahnya berubah-ubah pula. Maka di sisi sekunder juga timbul induksi, akibatnya antara dua ujung kumparan (lilitan) terdapat beda tegangan

Simbol transformator step-up 2. sehingga berfungsi sebagai penaik tegangan.MATERI DASAR ELEKTRONIKA Dalam transformator terdapat perhitungan untuk menentukan jumlah lilitan primer dan sekunder agar dapat dihasilkan keluaran dengan tegangan rendah dan arus besar. Step-Down . Transformator ini biasa ditemui pada pembangkit tenaga listrik sebagai penaik tegangan yang dihasilkan generator menjadi tegangan tinggi yang digunakan dalam transmisi jarak jauh. Step-Up DC. Rumus yang digunakan adalah : Keterangan : Np = Jumlah lilitan primer Ns = Jumlah lilitan sekunder Vp = Tegangan Input (primer) Vs = Tegangan Output (sekunder) Ip = Arus primer (Input) Is = Arus Output (sekunder) Jenis-jenis transformator 1.Transformator step-up adalah transformator yang memiliki lilitan sekunder lebih banyak daripada lilitan primer.

MATERI DASAR ELEKTRONIKA Transformator step-down memiliki lilitan sekunder lebih sedikit daripada lilitan primer. 4. Transformator jenis ini sangat mudah ditemui. sehingga untuk tarif daya yang sama lilitan sekunder bisa dibuat dengan kawat yang lebih tipis dibandingkan transformator biasa. terutama dalam adaptor AC-DC. sebagian lilitan primer juga merupakan lilitan sekunder. Keuntungan dari autotransformator adalah ukuran fisiknya yang kecil dan kerugian yang lebih rendah daripada jenis dua lilitan. Simbol transformator step-down 3. Autotransformator variabel Autotransformator variabel sebenarnya adalah autotransformator biasa yang sadapan tengahnya bisa diubah-ubah. Dalam transformator ini. dengan sadapan tengah.5 kali). sehingga berfungsi sebagai penurun tegangan. autotransformator tidak dapat digunakan sebagai penaik tegangan lebih dari beberapa kali lipat (biasanya tidak lebih dari 1. memberikan perbandingan lilitan primer-sekunder yang berubah-ubah . Simbol autotransformator Selain itu. Tetapi transformator jenis ini tidak dapat memberikan isolasi secara listrik antara lilitan primer dengan lilitan sekunder. Fasa arus dalam lilitan sekunder selalu berlawanan dengan arus primer. Autotransformator Transformator jenis ini hanya terdiri dari satu lilitan yang berlanjut secara listrik.

Trafo penyesuai frekuensi 9. fluks magnet berhenti berubah. Transformator jenis ini menggunakan material inti yang cepat jenuh sehingga setelah arus primer mencapai titik tertentu. Trafo penyesuai impedansi Kerugian dalam transformator . Transformator isolasi Transformator isolasi memiliki lilitan sekunder yang berjumlah sama dengan lilitan primer. Transformator pulsa Transformator pulsa adalah transformator yang didesain khusus untuk memberikan keluaran gelombang pulsa.MATERI DASAR ELEKTRONIKA Simbol autotransformator variabel 5. Tetapi pada beberapa desain. Transformator seperti ini berfungsi sebagai isolasi antara dua kalang. 7. 6. yaitu saat arus pada lilitan primer berbalik arah. Karena GGL induksi pada lilitan sekunder hanya terbentuk jika terjadi perubahan fluks magnet. gulungan sekunder dibuat sedikit lebih banyak untuk mengkompensasi kerugian. sehingga tegangan sekunder sama dengan tegangan primer. Untuk penerapan audio. transformator hanya memberikan keluaran saat inti tidak jenuh. transformator jenis ini telah banyak digantikan oleh kopling kapasitor. Trafo penyaring frekuensi 10. 8. Transformator tiga fasa Transformator tiga fasa sebenarnya adalah tiga transformator yang dihubungkan secara khusus satu sama lain. Lilitan primer biasanya dihubungkan secara bintang (Y) dan lilitan sekunder dihubungkan secara delta (Δ).

Begitu juga antara inti trafo dan lilitan primer/skunder tidak boleh terhubung. Kerugian ini dapat dikurangi dengan menggunakan material inti reluktansi rendah. Kerugian kopling. Kerugian efek kulit. Kerugian ini sangat mempengaruhi efisiensi transformator untuk frekuensi tinggi. Kerugian ini dapat dikurang dengan menggunakan kawat Litz. Kerugian arus eddy (arus olak). Kerugian 2. 6. terjadi olakan fluks magnet pada material inti. jika terhubung maka trafo tersebut konslet (kecuali untuk jenis trafo tertentu yang memang didesain khusus untuk pemakaian tertentu). Kerugian ini dapat dikurangi dengan menggulung lilitan primer dan sekunder secara semi-acak (bank winding). Karena adanya fluks magnet yang berubah-ubah. Sedangkan antara lilitan primer dan skunder tidak boleh terhubung. Sebagaimana konduktor lain yang dialiri arus bolak-balik. jangan sampai salah atau trafo kita bakal . tembaga. tiap tep-nya biasanya ditulis tegangan kerjanya misalnya pada primernya 0V – 110V – 220V. jika terhubung maka trafo tersebut akan mengalami kebocoran arus jika digunakan. sehingga tidak semua fluks magnet yang diinduksikan primer memotong lilitan sekunder.MATERI DASAR ELEKTRONIKA 1. 5. arus cenderung untuk mengalir pada permukaan konduktor. Kerugian ini dapat dikurangi dengan menggulung lilitan secara berlapis-lapis antara primer dan sekunder. 4. Kerugian yang disebabkan oleh kapasitas liar yang terdapat pada lilitan-lilitan transformator. Kerugian I2. lalu cek lilitan primernya harus terhubung. Kerugian yang disebabkan oleh GGL masukan yang menimbulkan arus dalam inti magnet yang melawan perubahan fluks magnet yang membangkitkan GGL. Untuk frekuensi radio digunakan kawat geronggong atau lembaran tipis tembaga sebagai ganti kawat biasa. Secara fisik trafo yang bagus adalah trafo yang memiliki inti trafo yang rata dan rapat serta jika digunakan tidak bergetar. yaitu kawat yang terdiri dari beberapa kawat kecil yang saling terisolasi. Dalam penggunaannya perhatikan baik2 tegangan kerja trafo. Pemeriksaan Transformator Untuk mengetahui sebuah trafo masih bagus atau sudah rusak adalah dengan menggunakan AVO meter. sehingga efisiensi dayanya bagus. Kerugian histeresis.R dalam lilitan tembaga yang disebabkan oleh resistansi tembaga dan arus listrik yang mengalirinya. Kerugian ini berkurang kalau digunakan inti berlapislapisan. sedangkan untuk tegangan 110 volt gunakan 0V dan 110V. 3. Kerugian yang terjadi karena kopling primer-sekunder tidak sempurna. Hal ini memperbesar kerugian kapasitas dan juga menambah resistansi relatif lilitan. Kerugian kapasitas liar. untuk tegangan 220 volt gunakan tep 0V dan 220V. Demikian juga lilitan sekundernya juga harus terhubung. Kerugian yang terjadi ketika arus primer AC berbalik arah. Disebabkan karena inti transformator tidak dapat mengubah arah fluks magnetnya dengan seketika. Caranya posisikan AVO meter pada posisi Ohm meter.

untuk transformator ideal berlaku persamaan sebagai berikut : . tapi jika kita gunakan 12V dan 12V besarnya tegangan adalah 24 volt. magnetik yang ditimbulkan oleh arus listrik yang melalui kumparan. Dibuat dari lempengan-lempengan besi tipis yang berisolasi. Kumparan tersebut sebagai alat transformasi tegangan dan arus. Contoh misalnya 12V – CT – 12V. Komponen-Komponen Transformator / Trafo 1.MATERI DASAR ELEKTRONIKA hangus! Dan pada skundernya misalnya 0V – 3V – 6V – 12V dsb. gunakan 0V dan tegangan yang diperlukan. Atau dapat dikatakan efisiensi pada transformator ideal adalah 100 persen. Transformator Ideal Pada transformator ideal. Ada juga jenis trafo yang menggunakan CT (Center Tep) yang artinya adalah titik tengah. pertinak dan lain-lain. untuk mengurangi panas (sebagai rugi-rugi besi) yang ditimbulkan oleh arus pusar atau arus eddy (eddy current). Kumparan tersebut terdiri dari kumparan primer dan kumparan sekunder yang diisolasi baik terhadap inti besi maupun terhadap antar kumparan dengan isolasi padat seperti karton. artinya jika kita gunakan tep CT dan 12V maka besarnya tegangan adalah 12 volt. tidak ada energi yang diubah menjadi bentuk energi lain di dalam transformator sehingga daya listrik pada kumparan skunder sama dengan daya listrik pada kumparan primer. Kumparan Transformator Kumparan transformator adalah beberapa lilitan kawat berisolasi yang membentuk suatu kumparan atau gulungan. Inti Besi Inti besi berfungsi untuk mempermudah jalan fluksi. 2.

hal ini karena sebagian energi terbuang menjadi panas atau energi bunyi. • Energi listrik atau daya listrik yang hilang pada kawat transmisi jarak jauh dapat dihitung dengan persamaan energi dan daya listrik sebagai berikut: . Juga dengan arus kecil cukup digunakan kawat berpenampang relatif lebih kecil.MATERI DASAR ELEKTRONIKA Efisiensi Transformator Efisiensi transformator didefinisikan sebagai perbandingan antara daya listrik keluaran dengan daya listrik yang masuk pada transformator. Efisiensi transformator dapat dihitung dengan : Transmisi Listrik Jarak Jauh Pusat pembangkit listrik biasanya terletak jauh dari pemukiman atau pelanggan. Dengan arus listrik yang kecil maka energi yang hilang pada kawat transmisi (energi disipasi) juga kecil. dengan alasan sebagai berikut: • • Bila tegangan dibuat tinggi maka arus listriknya menjadi kecil. Transmisi energi listrik jarak jauh dilakukan dengan menggunakan tegangan tinggi. Pada transformator ideal efisiensinya 100 %. tetapi pada kenyataannya efisiensi tranformator selalu kurang dari 100 %. Sehingga listrik yang dihasilkan pusat pembangkit listrik perlu ditransmisikan dengan jarak yang cukup jauh. sehingga lebih ekonomis.

100 lilitan. Contoh Soal : Contoh cara menghitung jumlah lilitan sekunder : Untuk menyalakan lampu 10 volt dengan tegangan listrik dari PLN 220 volt digunakan transformator step down.MATERI DASAR ELEKTRONIKA W = energi listrik (joule) I = kuat arus listrik (ampere) R = hambatan (ohm) t = waktu P = daya listrik (watt) Transmisi energi listrik jarak jauh menggunakan tegangan tinggi akan mengurangi kerugian kehilangan energi listrik selama transmisi oleh disipasi. berapakah jumlah lilitan pada kumparan sekundernya ? Penyelesaian : Diketahui : Vp = 220 V Vs = 10 V Np = 1100 lilitan Ditanyakan : Ns = ………… ? Jawab : . Jika jumlah lilitan primer transformator 1.

Contoh cara menghitung arus listrik sekunder dan arus listrik primer : Sebuah transformator step down mempunyai jumlah lilitan primer 1000 dan lilitan sekunder 200.MATERI DASAR ELEKTRONIKA Jadi. digunakan untuk menyalakan lampu 12 V. Tentukan : a. Ip = ………. Is = ………. ? Jawab : P=I.V . ? b. arus listrik primer Penyelesaian : Diketahui: Np = 1000 lilitan Ns = 200 Lilitan Vp = 12 V Ps = 48 W Ditanyakan : a.. 48 W. banyaknya lilitan sekunder adalah 50 lilitan.. arus listrik sekunder b.

Pp = ……….MATERI DASAR ELEKTRONIKA Jadi. daya primer. kuat arus sekunder adalah 0. kuat arus sekunder adalah 4 A Jadi. ? . Tentukan: a.. b.8 A Contoh cara menghitung daya transformator : Sebuah transformator mempunyai efisiensi 80%. daya sekunder Penyelesaian : Diketahui : Ditanyakan : a. Jika lilitan primer dihubungkan dengan tegangan 200 V dan mengalir kuat arus listrik 5 A.

daya primer transformator 1000 watt. ? Jawab : Jadi. Daya listrik 2 MW ditransmisikan sampai jarak tertentu melalui kabel berhambatan 0.01 ohm Ditanyakan: a.01 ohm.? . daya sekunder transformator 800 watt. menggunakan tegangan 200 Volt. jika: 1. Hitung daya listrik yang hilang oleh transmisi tersebut..MATERI DASAR ELEKTRONIKA b. 2. Ps = ……….106 watt R = 0. P(hilang) pada tegangan 200 Volt = ………. Jadi. menggunakan tegangan 400 kiloVolt ? Penyelesaian: Diketahui: P = 2 MW = 2.

Nilai ini sangat besar karena setengah dayanya akan hilang. energi yang hilang di perjalanan setiap detiknya hanya 0. energi yang hilang di perjalanan setiap detiknya 106 watt.105 volt = ………. Jadi.? Jadi.25 watt Contoh Soal 1. Sebuah trafo memiliki perbandingan lilitan 10 : 2 dihubungkan ke sumber listrik 100V untuk menyalakan sebuah lampu 25 W.MATERI DASAR ELEKTRONIKA b. Hitunglah tegangan listrik yang diserap oleh lampu dan kuat arus yang masuk kedalam trafo Jawab : . P(hilang) pada tegangan V= 4.

5W η = 75% Dit Ip = … Jawab: η = (Ps/Pp)X100 % 75 % = 7. Sebuah trafo memiliki perbandingan lilitan kumparan 10:1 dihubung-kan ke listrik 100 V untuk menyalakan sebuah lampu 7. Ip 10 = 100 .MATERI DASAR ELEKTRONIKA Diket: Np:Ns = 10 : 2 Vp = 100 V Ps = 25 W Dit. Ip = Ps 100 . Ip Ip = 0.5/Pp Pp = 7.1 A . Jika efisiensi trafo 75 %. Vs = … Ip = … Jawab: Np : Ns = Vp : Vs 10 : 2 = 100 : Vs Vs = 20 V Pp = Ps Vp . berapakah arus listrik pada kumparan primer? Diket: Np : Ns = 10:1 Vp = 100 V Ps = 7.5 W.25 A 2. Ip = 25 Ip = 0.75 = 10 W PERENCANAAN PENGGULUNGAN TRANSFORMATOR Pp = Vp .75 = 7.5/Pp X 100% 0.7/0.

Koker Koker atau rumah atau tempat mengulung kumparan primer dan sekunder c. Penentuan Gulungan atau volt Pada system penggulungan trafo. Kern Kern atau teras besi lunak yang terbentuk dari kumparan besi lunak yang mengandung silicon yang berbentuk seperti : huruf E dan I b. Kerugian seperti ini sekitar 20% sampai 30% dari tembaga gulunganPrimer. maka tenaga primer harus lebih 20% sampai 25% dari tenaga sekunder. Yang harus selalu diingat bahwa setiap kali tegangan gulungan sekunder diberi beban tegangannya akan turun. Kawat email Kawat email yang terbuat dari tembaga yang dilapiskan bahan isolasi yang tahan panas. Apabila kita ingin merencanakan gulungan sekunder 100 watt. Seperti kerugian kawat email dan kerugian panas tidak diperhitungkan. biasa terjadi penyimpangan kerugian. Oleh sebab itu untuk menghitung gulungan pervolt kita dapat memakai rumus : Circle per second x 1 gulungan Keliling besi kern untuk koker Untuk menghindarkan panasnya transformator tenaga kita dapat memakai standar 56 circle/second sebagai dasar perhitungan.MATERI DASAR ELEKTRONIKA Bahan–bahan yang diperlukan untuk menggulung suatu transformator antara lain : a. Jadi rumus perhitungan jumlah gulungan per volt : 56 x 1 gulungan Keliling besi kern untuk koker . Keterangan : I2 = arus yang mengalir ke beban E1 = tegangan gulungan primer dari PLN E2 = tegangan gulungan sekunder Di negara kita tegangan listrik berfrekuensi sekitar 50 sampai 60 circle/second.

Untuk menetapkan besar jumlah gulung per volt dipakai ketentuan : Rumus : gpv = f / O Dimana Gpv = jumlah gulung per volt f = frekuensi listrik (50 Hz) O = luas irisan teras diukur dengan cm2. lebar tempat gulungan kawat 2.5 cm dan tinggi 2 cm. Besar jumlah gulungan per volt ? Jawab : gpv = f / O f = 50 Hz O = 2. (hasil kali dari lebar dan tinggi tempat gulungan Contoh 1 : Sebuah tempat gulung kawat transformator mempunyai ukuran lebar 2. Jawab : .5 cm dan tinggi 2 cm. Berapa jumlah gulungan atau banyaknya lilitan untuk kawatprimer dan sekunder.MATERI DASAR ELEKTRONIKA GULUNG PER VOLT Yang dimaksud dengan gulungan per volt yaitu sejumlah gulungan kawat yang disesuaikan untuk tegangan sebesar 1 Volt.5 x 2 = 5 Cm2 gpv = 50 / 5 = 10 gulung / volt (setiap 10 lilitan kawat berlaku untuk tegangan sebesar 1 volt) Contoh 2 : Dibutuhkan sebuah transformator dengan tegangan 220 V untuk gulung primer dan tegangan 6 V digulungan sekundernya.

maka akan mengakibatkan kawat menjadi panas dan jika arus yang melaluinya jauh lebih besar dari kemampuan kawat.5 x 2 = 5 cm2 gpv = 50 / 5 = 10 Jadi untuk gulung primer dibutuhkan sejumlah 220 x 10 = 2200 lilitan. kawat akan terbakar dan putus. Transformator jala-jala umumnya mempunyai gulungan yang bercabang guna menyesuaikan tegangan. Dikehendaki gulungan primer untuk dipasang pada tegangan 110 V atau 220 V dan gulungan sekunder yang menghasilkan tegangan 6 V dan 9 V. yang . maka bila gulung primer dihubungkan kepada tegangan listrik jala–jala sebesar 220 V. Contoh 3 Suatu alat memakai tenaga listrik 400 Watt dipasang pada tegangan 20 V. Dengan jumlah lilitan tersebut diatas. Berapa garis tengah kawat yang dibutuhkan untuk menghubungkan alat tersebut ke sumber aliran? W E I = = = W/E I = 400/200 400 200 I Watt Volt Ampere = 2 Agar mampu dilewati arus sebesar 2 A dipakai kawat dengan ukuran garis tengah 1 mm. Untuk gulungan sekunder dibutuhkan 6 x 10 = 60 lilitan. Mengingat selalu adanya tenaga hilang di tansformator jumlah lilitan digulungan sekunder ditambahkan 10% = 60 +6 = 66 lilitan. GARIS TENGAH KAWAT Garis tengah atau tebal kawat tembaga menentukan kemampuan kawat dilalui arus listrik.MATERI DASAR ELEKTRONIKA O = 2. gulungan sekundernya menghasilkan tegangan sebesar 6 volt.5 cm dan tinggi 2 cm. Contoh perencanaan mengulung trafo Perencanakan sebuah transformator jala-jala dengan data-data sebagai berikut : Teras besi yang dipergunakan mempunyai lebar 2. Bila listrik yang mengalir di dalam kawat melebihi kemapuan dari kawat.

kemudian ujung dari akhir gulungan disalurkan keluar sebagai cabang untuk kemudian digulung lagi sebanyak 1100 lilitan lagi untuk tegangan 2200 V. Selanjutnya untuk menentukan tebal atau diameter kawat digulung primer dan digulung sekunder dilakukan sebagai berikut: Tebal kawat sekunder : Karena gulung sekunder telah ditentukan mempunyai besar arus 500 mA. Tentukan berapa jumlah gulung primer dan gulung sekunder beserta cabang-cabangnya. EI = tegangan primer.5 x 2 = 5 Cm2 gpv = 50/5 = 10 Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah gulungan primer untuk 110 V : 110 X 10 = 1100 lilitan gulung primer untuk 220 V : 220 X 10 = 2200 lilitan. . WL = tenaga digulung primer. Berapa ukuran tebal kawat yang dibutuhkan. gulungan sekunder untuk 9 V : 9 X 10 = 90 lilitan + 10% = 99 lilitan. diperlukan kawat yang mempunyai diameter 0. Besar arus primer: II = WL/EI Dimana : II = besar arus primer. tetapi cukup mencabang sebagai berikut: Digulung dulu sebanyak 1100 lilitan untuk 110 V. untuk kemudian ditambah gulungan lagi sebesar 33 lilitan buat tegangan 9 V.5 mm (dilihat di daftar tebal kawat) Tebal kawat primer : Untuk menentukan tebal kawat untuk kawat gulungan primer harus diketahui besar arus primer .MATERI DASAR ELEKTRONIKA menghasilkan arus 500 mA. Demikian halnya pada gulungan sekunder: kawat digulung dulu sebesar 66 lilitan untuk tegangan 6 V kemudian di cabang. Cara menggulung kawatnya untuk tegangan 110 V dan 220 V tidak digulung sendiri-sendiri. Pemecahannya: 0 = 2. gulungan sekunder untuk 6 V : 6 X 10 = 60 lilitan + 10% = 66 lilitan.

Besar arus dan tegangan sekunder telah diketahui yaitu: 9 V.625 Watt dibutuhkan 5. W2 = tegangan sekunder. (500mA) Besar tegangan sekunder : W2 = 0 X 0.5 mm.25 X W2 = 1. E2 = tegangan sekunder. Besar tegangan sekunder W2 = E2 X 12.25 x W2 (rendemen dianggap 80%) W1 = besar tegang digulung primer W2 = besar tegangan digulung sekunder.025 A = 25 mA. Tebal kawat sekunder 0. Antara syaf satu dengan yang lainnya diberi isolasi kertas tipis. untuk 220 V. Pembuatan cabang dari lilitan dilakukan dengan .25 X 4. Tebal kawat 0.5 Watt Besar tegangan primer : W1 = 1.MATERI DASAR ELEKTRONIKA Karena besar tegangan primer juga belum diketahui. diberi cabang dan ditambah 33 lilitan untuk 9 V.6 Watt Besar arus primer : I1 = W1/E1 I1 = 5. 0. diberi cabang kemudian digulung lagi sebanyak 1100 lilitan. Dari keterangan di atas transformator yang direncanakan mempunyai ukuran-ukuran seperti dibawah ini: Jumlah gulung primer untuk 110 V : 1100 lilitan. maka dapat ditentukan dengan memakai rumus : W1 = 1.15 mm. Menurut daftar tebal kawat primer untuk untuk 25 mA berukuran: 0. Gulung sekunder untuk 6 V : 66 lilitan.5 = 5.5 A.5 = 4. Cara menggulung kawat trafo dilakukan dengan melilitkan kawat secara merata syaf demi syaf.15 mm.6/220 = 0.

. pada lobang tempat gulungan dimasukkan sepotong kayu ukuran yang sesuai yang pada kedua belah ujung intinya dimasukkan as dari logam yang berhubungan dengan alat pemutar. manggulung lagi kawat sampai selesai. Apakah bagian primer atau sekunder yang digulung terlebih dulu tidak menjadi soal karena keduanya akan memberikan hasil yang sama. untuk kemudian dilanjutkan Guna melakukan itu semua.MATERI DASAR ELEKTRONIKA membengkokkan kawat diluar lilitan.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->