Anda di halaman 1dari 4

Dimensi Kesosialan

UUSPN Nomor 2 Tahun 1989

BAB V JENJANG PENDIDIKAN Bagian Ketiga Pendidikan Menengah Pasal 15 1. Pendidikan menengah diselenggarakan untuk melanjutkan dan meluaskan pendidikan dasar serta menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan mengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial, budaya dan alam sekitar serta dapat mengembangkan kemampuan lebih lanjut dalam dunia kerja atau pendidikan tinggi. Keterkaitan dengan Dimensi Kesosialan : pendidikan menengah diharapkan peserta didik dapat bersosialisai dengan cara mengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial, budaya dan alam sekitar serta dapat mengembangkan kemampuan lebih lanjut dalam dunia kerja atau pendidikan tinggi. BAB IV SATUAN, JALUR DAN JENIS PENDIDIKAN Pasal 10 2. Jalur pendidikan sekolah merupakan pendidikan yang diselenggarakan di sekolah melalui kegiatan belajar-mengajar secara berjenjang dan

bersinambungan. 3. Jalur pendidikan luar sekolah merupakan pendidikan yang diselenggarakan di luar sekolah melalui kegiatan belajar-mengajar yang tidak harus berjenjang dan bersinambungan. Keterkaitan dengan Dimensi Kesosialan : dalam sebuah penddikan terdapat interaksi sosial yaitu proses pendidikan diselenggarakan di sekolah melalui kegiatan belajar-mengajar (interaksi sosial antara guru dan murid) secara berjenjang dan bersinambungan maupun yang tidak harus berjenjang dan bersinambungan.

UUSPN Nomor 30 Tahun 2003

BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 16. Pendidikan berbasis masyarakat adalah penyelenggaraan pendidikan

berdasarkan kekhasan agama, sosial, budaya, aspirasi, dan potensi masyarakat sebagai perwujudan pendidikan dari, oleh, dan untuk masyarakat. 20. Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Keterkaitan dengan Dimensi Kesosialan : dalam sistem pembelajaran terjadi interaksi sosial antara pendidik dan peserta didik BAB III PRINSIP PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN Pasal 4 (6) Pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan. Keterkaitan dengan Dimensi Kesosialan : dalam hal ini berarti dibutuhkannya interaksi sosial untuk mensukseskan peyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan

BAB IV HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA, ORANG TUA, MASYARAKAT, DAN PEMERINTAH Bagian Kesatu Hak dan Kewajiban Warga Negara Pasal 5 (2) Warga negara yang memiliki kelainan fisik, emosional, mental, intelektual, dan/atau sosial berhak memperoleh pendidikan khusus. Keterkaitan dengan Dimensi Kesosialan : setiap orang berhak mendapatkan pendidikan meskipun orang tersebut mengalami kelainan sosial

Bagian Kesebelas Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus. Pasal 32 (1) Pendidikan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik, emosional, mental, sosial, dan/atau memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa. (2) Pendidikan layanan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik di daerah terpencil atau terbelakang, masyarakat adat yang terpencil, dan/atau mengalami bencana alam, bencana sosial, dan tidak mampu dari segi ekonomi. Keterkaiatan dengan Dimensi Kesosialan : pendidikan khusus diberikan kepada orang yang menderita kelainan termasuk kelainan sosial BAB X KURIKULUM Pasal 37 (1) Kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat: a. Pendidikan agama; b. Pendidikan kewarganegaraan; c. Bahasa; d. Matematika; e. Ilmu pengetahuan alam; f. Ilmu pengetahuan sosial; g. Seni dan budaya; h. Pendidikan jasmani dan olahraga; i. Keterampilan/kejuruan; dan j. Muatan lokal. Keterkaitan dengan Dimensi Kesosialan : dalam kurikulum pendidikan di Indonesia wajib memasukkan Ilmu Pengetahuan Sosial sebagai salah satunya

BAB XII SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN Pasal 45 (1) Setiap satuan pendidikan formal dan nonformal menyediakan sarana dan prasarana yang memenuhi keperluan pendidikan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan potensi fisik, kecerdasan intelektual, sosial, emosional, dan kejiwaan peserta didik. Ketekaiatan dengan Dimensi Kesosialan : baik pendidikan formal maupun non formal menyediakan saran untuk mengembangkan potesi sosial peserta didik Bagian Kedua Pendidikan Berbasis Masyarakat Pasal 55 (1) Masyarakat berhak menyelenggarakan pendidikan berbasis masyarakat pada pendidikan formal dan nonformal sesuai dengan kekhasan agama, lingkungan sosial, dan budaya untuk kepentingan masyarakat. Keterkaiatan dengan Dimensi Kesosialan : dalam hal ini masyarakat berhak Masyarakat berhak menyelenggarakan pendidikan berbasis masyarakat sesuai dengan lingkungan sosial dan sebagainya