Anda di halaman 1dari 8

BRACHIONUS

PHYLUM : Trocheminthes KELAS : Rotatoria (Rotifera) SUBKELAS : Monogononta ORDO : Notommatida SUBORDO : Hydatinina FAMILIA : Brachionidae GENUS : Brochionus SPESIES : Brochionus plicatilis SPESIES LAIN YANG DIKENAL : Brochionus pala, Brochionus punctatus, Brochionus quadratus , Brochionus angualaris, Brochionus mollis

Karakteristik : Bentuk simetris, (menyerupai piala), kulit terdiri dari lapisan hipodermis dan kutikula, tubuh terbagi atas tiga bagian, yaitu : kepala, badan dan kaki atau ekor Ukuran tubuh 50 300 mikron dengan struktur yang sangat sederhana

Brochionus dari jenis Rotatoria atau Rotifera dicirikan dengan terdapatnya suatu bangunan yang disebut korona berbentuk bulat dan berbulu getar Brochionus masa hidupnya 8 12 hari

Makanannya : jasad-jasad renik yang ukuran lebih kecil, seperti ganggang renik, ragi bakteri serta protozoa Pengambilan makanan dilakukan dengan cara menggerakkan bulu-bulu getar pada koronanya sehingga menimbulkan arus air yang membawa makanan yang akan dimakannya Spesies Brochionus plicatilis bersifat penyaring tidak selektif (non selective filter feeder)

Ukuran makanan yang dapat dimakan kurang dari 20 mikron, jenis phytoplankton makanannya antara lain Chlorella, Dunaliella, Tetraselmis, Monochrysis, Nannochloris dan Spirulina

EKOLOGI Hidup di Perairan Tawar, payau dan laut Dapat juga dijumpai pada kolam-kolam yang telah dipupuk atau perairan mengandung bahan organik tersuspensi Bersifat euthermal , suhu optimal dapat hidup dan bereproduksi dengan baik pada suhu antara 22 o s/d 30 o C

Selain itu zooplankton ini juga bersifat euryhalin, betina dapat bertahan hidup pada salinitas 98 ppt. pH optimun untuk dapat hidup dan bereproduksi adalah 7,5 8,0
Seksualitas betina dan jantan terlihat menyolok, dimana jantan lebih kecil daripada betina, jantan muncul pada musim-musim tertentu, sedangkan jantan setiap musim berkembang biak dengan cara partenogenesis (tanpa kawin)

Zooplankton ini juga bereproduksi secara seksual, Ukuran zooplankton mempengaruhi laju pertumbuhan populasi, semakin besar ukurannya maka pertumbuhan populasi semakin mengecil
Pembibitan : Bibit dapat diambil dari perairan tawar, payau atau laut, kemudian dibiakkan di laboratorium dengan menggunakan air rebusan kotoran kuda atau pupk kandang lainnya.

Cara kultur : Rebus 800 ml kotoran kuda kering di dalam setiap 1 liter air, setelah mendidih didinginkan selanjutnya disaring, ambil air saringannya. Air kotoran kuda encerkan dengan air hujan yang telah direbus dengan perbandingan 1 : 2 Masukkan ke dalam galon, tebari bibit protozoa dan ganggang renik yang akan menjadi makanan Brachionus. Setelah 7 hari dapat ditebari bibit Brachionus, setelah dua minggu akan berkembang dengan baik dan dapat dijadikan bibit untuk kultur lebih besar

Cara lain dapat juga dilakukan dengan : menebar bibit Brochionus dari alam ke dalam medium air hijau (Green water) yang banyak mengandung phytoplankton (Chlorella dan tetraselmis)

Pembibitan harus dilakukan pada tempat yang mendapat sinar matahari