Anda di halaman 1dari 10

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Ikan merupakan hewan poikiloterm, suhu tubuhnya akan menyesuaikan diri dengan suhu lingkungannya. Suhu media air akan mempengaruhi kandungan oksigen terlarut yang akan berakibat terhadap proses respirasi ikan. Ikan Nila (Oreochromis sp.) merupakan genus ikan yang dapat hidup dalam kondisi lingkungan yang ekstrim, sering kali ditemukan hidup normal pada habitat-habitat yang ikan dari jenis lain tidak dapat hidup.

1.2 Tujuan Praktikum Tujuan dari percobaan ini adalah akan menghitung konsumsi oksigen ikan nila yang sensitive terhadap kadar oksigen terlarut di media hidupnya.

1.3 Manfaat Praktikum Manfaat yang kita dapat kan dari praktikum ini diantaranya yaitu kita dapat mengetahui jumlah kebutuhan konsumsi oksigen pada ikan nila.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Ikan Nila Ikan Nila (Oreochromis sp) merupakan genus ikan yang dapat hidup dalam kondisi lingkungan yang ekstrim, sering kali ditemukan hidup normal pada habitat-habitat yang ikan dari jenis lain tidak dapat hidup.Klasifikasi ikan nila adalah : Filum Sub filum Kelas Sub kelas Ordo Sub ordo Famili Genus Spesies : Chordata : Vertebrata : Osteichtyes : Acanthopterigii : Percomorphii : Percoidea : Chiclidae : Oreochromis : Oreochromis sp

2.1.1 Morfologi Berdasarkan morfologinya, kelompok Oreocharmis memang berbeda dengan kelompok Tilapia. Secara umum, bentuk tubuh ikan nila memanjang dan ramping dengan sisik berukuran besar. Bentuk matanya besar dan menonjol dengan teoi berwarna putih. Gurat sisi (linea lateralis) terputus dibagian tengah

tubuh kemudian berlanjut lagi, tetapi letaknya lebih ke bawah dibandingkan dengan letak garis yang memanjang diatas sirip dada. Sirip punggung dan sirip dada berwarna hitam,pinggir sirip punggung berwarna abu-abu. Ikan nila memilki lima buah sirip, yakni sirip punggung (dorsal fin), sirip dada (pectoral fin), sirip perut (ventral fin), sirip anus (anal fin) dan sirip ekor (caudal fin). Sirip punggunya memanjang dari bagian atas tutup ingsang hingga bagian atas sirip ekor, terdapat juga sepasang sisrip dada dan sirip perut yang berukuran kecil. Sirip anusnya hanya satu buah dan berbentuk agak panjang, sedangkan sirip ekornya berbentuk bulat dan hanya berjumlah satu buah. Nila memiliki toleransi yang tinggi terhadap lingkungan hidupnya, sehingga dapat dipelihara didataran rendah yang berair payau hingga didaratan tinggi yang berair rawa. Habitat hidup ikan nila cukup beragam, yaitu sungai, danau, waduk, rawa, sawah, kolam ataupun tambak. Ikan nila dapat tumbuh secara normal pada kisaran suhu 14c - 38c. Akan tetapi, pada suhu 6c atau 42c ikan ini akan mengalami kematian. Selain suhu, faktor lain yang bisa mempengaruhi kehidupan ikan ini adalah salinitas atau kadar garam.

2.2 Sistem Pernafasan

System pernapasan (respirasi) ikan nila mengambil oksigen dan peranannya untuk proses metabolisme organ-organ tersebut dalam insang yang terdiri dari tulang lengkung insang dan tulang tipis insang 2.3 Dissolved Oxygen (DO) Dissolved Oxygen atau oksigen terlarut dibutuhkan oleh semua jasad hidup untuk pernapasan, proses metabolisme atau pertukaran zat yang kemudian menghasilkan energi untuk pertumbuhan dan pembiakan. Disamping itu, oksigen juga dibutuhkan untuk oksidasi bahan-bahan organik dan anorganik dalam proses aerobik. Sumber utama oksigen dalam suatu perairan berasal sari suatu proses difusi dari udara bebas dan hasil fotosintesis organisme yang hidup dalam perairan tersebut (SALMIN, 2000). Kecepatan difusi oksigen dari udara, tergantung dari beberapa faktor, antara lain : kekeruhan air, suhu, salinitas, dan pergerakan massa air dan udara seperti arus, gelombang dan pasang surut. Kadar oksigen dalam air laut akan bertambah dengan semakin rendahnya suhu dan berkurang dengan semakin tingginya salinitas. Pada lapisan permukaan, kadar oksigen akan lebih tinggi, karena adanya proses difusi antara air dengan udara bebas serta adanya proses fotosintesis. Dengan bertambahnya kedalaman akan terjadi penurunan kadar oksigen terlarut, karena proses fotosintesis semakin berkurang dan kadar oksigen yang ada banyak digunakan untuk pernapasan dan oksidasi bahan-bahan organik dan anorganik Keperluan organisme terhadap oksigen relatif bervariasi tergantung pada jenis, stadium dan aktifitasnya (ODUM, 1971)

Oksigen berperan sebagai pengoksidasi dan pereduksi bahan kimia beracun menjadi senyawa lain yang lebih sederhana dan tidak beracun. Disamping itu, oksigen juga sangat dibutuhkan oleh mikroorganisme untuk pernapasan. Organisme tertentu, seperti mikroorganisme, sangat berperan dalam menguraikan senyawa kimia beracun rnenjadi senyawa lain yang Iebih sederhana dan tidak beracun. Karena peranannya yang penting ini, air buangan industri dan limbah sebelum dibuang ke lingkungan umum terlebih dahulu diperkaya kadar oksigennya. Oksigen memegang peranan penting sebagai indikator kualitas perairan, karena oksigen terlarut berperan dalam proses oksidasi dan reduksi bahan organik dan anorganik. Dalam kondisi aerobik, peranan oksigen adalah untuk mengoksidasi bahan organik dan anorganik dengan hasil akhirnya adalah nutrien yang pada akhirnya dapat memberikan kesuburan perairan. Dalam kondisi anaerobik, oksigen yang dihasilkan akan mereduksi senyawa-senyawa kimia menjadi lebih sederhana dalam bentuk nutrien dan gas.

BAB III ALAT DAN BAHAN

2.1. Alat 1. Wadah plastic untuk tempat percobaan 2. DO meter untuk mengukur kadar O2 terlarut 3. Timer / stopwatch untuk mengamati waktu 4. Timbangan untuk mengukur bobot ikan 5. Cling wrap bahan untuk pelapis/penutup (terbuat dari plastik)

2.2. Bahan 1. Ikan nila 2. Air

BAB IV CARA KERJA

1. Siapkan wadah plastik yang telah diisi air penuh 2. Ukur oksigen terlarutnya dengan menggunakan DO meter, catat hasilnya. 3. Timbang ikan, lalu catat bobotnya 4. Masukkan ikan dengan hati-hati tanpa ada air yang memercik 5. Tutup wadah percobaan dengan cling wrap, agar tidak ada kontak dengan udara luar 6. Wadah percobaan dibiarkan selama30 menit 7. Setelah selesai, penutup plastic dibuka, ikan dipindahkan secara hati-hati ,jangan sampai terjadi percikan air, lalu ukur oksigen terlarut pada media air wadah percobaan tersebut dengan menggunakan DO, catat hasilnya. 8. Hitung DO akhir (DO awal - DO akhir) adalah konsumsi oksigen ikan tersebut

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Data Kel. 1 Kel. 2 Kel. 3 Kel. 4 BobotIkan (g) 81 119 78 44 DO awal (mg/l) 3,6 3,6 3,6 3,6 DO akhir (mg/l) 2,3 0,9 1,5 1,1 Konsumsi O2 (mg/l) 1,3 2,7 2,1 2,5

4.2 Pembahasan Ikan dapat hidup di dalam air dan mengkonsumsi oksigen karena ikan mempunyai insang. Kelangsungan hidup ikan sangat ditentukan oleh

kemapuannya memperoleh oksigen yang cukup dari lingkungannya. Oksigen sebagai bahan pernapasan dibutuhkan oleh sel untuk berbagai metabolisme Berkurangnya oksigen terlarut dalam perairan, tentu saja akan mempengaruhi fisiologi respirasi ikan, dan hanya ikan yang memiliki sistem respirasi yang sesuai dapat bertahan hidup. Berdasarkan hasil percobaan kelompok kami, hasilnya menunjukkan konsumsi oksigen ikan nila dengan bobot badan 81gram adalah sebesar 1,3 mg/g/30 menit. Berat ikan dan volume ikan dapat berpengaruh terhadap konsumsi oksigen.

BAB VI KESIMPULAN

Kebutuhan oksigen bagi ikan mempunyai dua aspek yaitu kebutuhan lingkungan bagi spesies tertentu dan kebutuhan konsumtif yang bergantung pada keadaan metabolisme ikan.Perbedaan kebutuhan oksigen dalam suatu lingkungan bagi ikan dari spesies tertentu disebabkan oleh adanya perbedaan struktur molekul sel darah ikan, yang mempengaruhi hubungan antara tekanan parsial oksigen dalam air dan derajat kejenuhan oksigen dalam sel darah. Ikan memerlukan oksigen guna pembakaran bahan bakarnya (makanan) untuk menghasilkan aktivitas, seperti aktivitas berenang, pertumbuhan,

reproduksi, atau sebaliknya. Setelah kami melakukan pengamatan dan perhitungan didapat bahwa hasil yang diperoleh kebutuhan oksigen ikan nila dengan bobot badan 81gram adalah sebesar 1,3 mg/g/30 menit.

BAB VII DAFTAR PUSTAKA


http://ahmadf0842.student.ipb.ac.id/2010/06/21/hello-world/

http://putraderita.com/2012/03/-konsumsi-oksigen.html

http://akuakulturunhas.com/2009/03/air-sebagai-lingkungan-hidup.html