Anda di halaman 1dari 14

I.

Judul

: Uji Kuantitatif Lipida : Senin/15 Oktober 2012 : Senin/15 Oktober 2012

II. Hari/Tanggal Percobaan III. Hari/Tanggal Selesai Percobaan

IV. Tujuan Percobaan : 1. Menentukan Angka Peroksida 2. Menentukan Asam lemak bebas (FFA) V. Dasar Teori : Lipid adalah senyawa organik yang diperoleh dari proses dehidrogenasi endotermal rangkaian hidrokarbon. Lipid kadang disebut lemak. Lipid juga meliputi molekul molekul seperti asam lemak dan turunan-turunannya termasuk trigliserida, digliserida, monogliserida, fisfolipid, juga metabolit yang mengandung sterol, seperti kolesterol. Meskipun manusia dan mamalia memiliki metabolism untuk memecah dan membentuk lipid, beberapa lipid tidak dapat dihasilkan melalui cara ini dan harus diperoleh melalui makanan. Bilangan peroksida didefinisikan sebagai jumlah meq peroksida dalam setiap 1000 gram (1kg) minyak atau lemak. Bilangan peroksida ini menunjukkan tingkat kerusakan lemak atau minyak. Penentuan bilangan peroksida didasarkan pada pengukuran sejumlah iod yang dibebaskan dari kalium iodide melalui reaksi oksidasi oleh peroksida pada suhu ruang didalam medium asam asetat/ chloroform. Proses oksida dapat berlangsung bila terjadi kontak antara sejumlah oksigen dengan minyak dan lemak. Asam lemak bebas terbentuk karena proses oksidasi dan hidrolisa asam. Asam lemak bebas ditentukan sebagai kandungan asam lemak yang terdapat paling banyak dalam minyak tertentu. Pada minyak kelapa sawit asam lemak yang terbanyak adalah palmiat, minyak kelapa asam laurat, minyak jagung/kedelai asam linuleat, susu asam oleat. Tingginya asam lemak bebas dapat mengakibatkan rendemen minyak turun. Hasil asam lemak bebas ini disebabkan adanya reaksinya hidrolisa pada minyak. Reaksi ini dipercepat dengan faktor panas, air, keasaman, dan katalisator (enzim). Semakin lama reaksi berlangsung maka semakin tinggi kadar asam lemak bebas yang terbentuk. Pada kelapa sawit bermutu baik yang mengandung asam lemak (FFA, Free Fatty Acid) tidak lebih dari 25% pada saat pengapalan. Kualitas standar minyak kelapa sawit mengandung tidak lebih dari 5% FFA. Setelah pengolahan, kelapa sawit bermutu akan menghasilkan rendemen minyak 22,1% - 22,2% (tertinggi) dan kadar asam lemak bebas 1,7%-2,1% (terendah). Pada titrasi Iodometrik digunakan larutan standar natrium tiosulfat (Na2S2O3). Metode titrasi iodometri langsung mengacu kepada titrasi dengan suatu larutan iod standar. Metode titrasi iodometri tidak langsung berkenaan denga titrasi dari iod yang dibebaskan dalam reaksi kimia, dengan reaksi : I2 + 2e 2ITitrasi iodometri langsung digunakan suatu larutan iod dalam kalium iodida, dan spesi reaktifnya adalah ion I3-, dengan reaksi : I3- + 2 S2O323I- + S4O62Iodin bekerja sebagai indicator yang member warna ungu atau merah lembayung yang kuat kepada pelarut-pelarut sebagai karbon tetraklorida atau kloroform dan kadang kadang digunakan untuk mengetahui titik akhir titrasi. Lipid adalah senyawa organik yang diperoleh dari proses dehidrogenasi endotermal rangkaian hidrokarbon. Lipid bersifat amfifilik, artinya lipid mampu membentuk struktur seperti vesikel, liposom, atau membran lain dalam lingkungan basah. Lipid biologis

seluruhnya atau sebagiannya berasal dari dua jenis subsatuan atau "blok bangunan" biokimia: gugus ketoasil dan gugus isoprena.[4] Dengan menggunakan pendekatan ini, lipid dapat dibagi ke dalam delapan kategori:[5] asil lemak, gliserolipid, gliserofosfolipid, sfingolipid, sakarolipid, dan poliketida (diturunkan dari kondensasi subsatuan ketoasil); serta lipid sterol dan lipid prenol (diturunkan dari kondensasi subsatuan isoprena). Meskipun istilah lipid kadang-kadang digunakan sebagai sinonim dari lemak. Lipid juga meliputi molekul-molekul seperti asam lemak dan turunan-turunannya (termasuk tri-, di, dan monogliserida dan fosfolipid, juga metabolit yang mengandung sterol, seperti kolesterol. Meskipun manusia dan mamalia memiliki metabolisme untuk memecah dan membentuk lipid, beberapa lipid tidak dapat dihasilkan melalui cara ini dan harus diperoleh melalui makanan.

VI. Alat dan Bahan Gelas Kimia Pipet Ukur Buret Erlenmeyer Minyak/Lemak Larutan Asam Asetat-kloroform (3:2) Larutan KI jenuh Na2S2O3 0,1 N Larutan Pati 1% Larutan NaOH 0,1 N Larutan Baku Oksalat 0,1 N Indikator PP 1% Etanol 96%

VII.ALUR KERJA 1. Penentuan Angka Peroksida


5 gram Sampel Minyak
Ditimbang dalam erlenmeyer +30 mL Larutan Asam AsetatKloroform Digoyangkan sampai larut + 0,5 mL KI jenuh Didiamkan 20 menit sesekali digoyangkan +0,5 mL larutan Pati 1% Dititrasi denagn Na2S2O3 0,01 N sampai jernih

5 gram Larutan Blanko


Ditimbang dalam erlenmeyer +30 mL Larutan Asam AsetatKloroform Digoyangkan sampai larut + 0,5 mL KI jenuh Didiamkan 20 menit sesekali digoyangkan +0,5 mL larutan Pati 1% Dititrasi denagn Na2S2O3 0,01 N sampai jernih

Volume Na2S2O3 2. Penentuan Asam Lemak Bebas (FFA) 6 gram Minyak


Ditimbang dalam erlenmeyer +10 mL alkohol 96% + 5-8 tetes PP Dititrasi dengan 0,05 N NaOH samapi warna merah jambu

Volume Na2S2O3

6 gram Larutan Blanko


Ditimbang dalam erlenmeyer +10 mL alkohol 96% + 5-8 tetes PP Dititrasi dengan 0,05 N NaOH samapi warna merah jambu

Volume NaOH

Volume NaOH

VIII. HASIL PENGAMATAN


No 1. Prosedur Kerja Penentuan Angka Peroksida 5 gram Sampel Minyak
Ditimbang dalam erlenmeyer +30 mL Larutan Asam AsetatKloroform Digoyangka n sampai larut + 0,5 mL KI jenuh Didiamkan 20 menit sesekali digoyangkan +0,5 mL larutan Pati 1% Dititrasi denagn Na2S2O3 0,01 N sampai jernih

5 gram Larutan Blanko


Ditimbang dalam erlenmeyer +30 mL Larutan Asam AsetatKloroform Digoyangka n sampai larut + 0,5 mL KI jenuh Didiamkan 20 menit sesekali digoyangkan +0,5 mL larutan Pati 1% Dititrasi denagn Na2S2O3 0,01 N sampai jernih

Hasil Pengamatan Sebelum Sesudah - Minyak : Coklat SAMPEL : Minyak + Larutan kehitaman Asetat-Kloroform : - Asam asetatLarut, warna kuning Kloroform : muda jernih tak + KI : Larut, warna berwarna kuning - KI jenuh : +aquades : Larut kuning jernih - Na2S2O3 : jernih warna kuning +Pati : tetap warna tak berwarna kuning - Larutan Pati : + Na2S2O3 larutan jernih tak sampel tetap tak ada berwarna - Larutan Blanko : perubahan warna, sehingga titrasi tidak air jernih dapat dilakukan Larutan Blanko : Blanko + Larutan Asetat-Kloroform : Larut, jernih tak berwarna + KI : Larut, larutan jernih agak kekuningan +aquades : jernih agak kekuningan +Pati : ungu muda jernih + Na2S2O3 : jernih tak

Dugaan / Reaksi

Kesimpulan sampel : -

I2 + 2e I3 + 2 S2O3 3I- + S4O622-

2I- Bilangan Peroksida


Bilangan Peroksida Blanko : 44

Volume Na2S2O3

Volume Na2S2O3

2.

Penentuan Asam lemak Bebas 6 gram Minyak


Ditimbang dalam erlenmeyer +10 mL alkohol 96% + 5-8 tetes PP Dititrasi dengan 0,05 N NaOH samapi warna merah jambu

- Minyak : coklat kehitaman Alkohol 96% : jernih tak berwarna NaOH : jernih tak berwarna Aquades : jernih PP : jernih tak berwarna

Volume NaOH 6 gram Larutan Blanko


Ditimbang dalam erlenmeyer +10 mL alkohol 96% + 5-8 tetes PP Dititrasi dengan 0,05 N NaOH samapi warna merah jambu

berwarna V1 : 1,6 mL V2 : 2,7 mL V3 : 2,3 mL Minyak + alkohol : awalnya timbul gelembung, kelamaan larut berwarna kuning. +PP larutan berwarna kuning. + NaOH : larutan berubah menjadi warna merah jambu. V1 : 1 mL V2 : 1,4 mL V3 : 1,3 mL Aquades + alkohol : jernih tak berwarna, ketika ditambahkan PP tetap jernih tak berwarna. Ketika dititrasi dengan NaOH warna berubah menjadi ungu muda. V = 0,2 mL

% FFA sampel : 0,52% %FFA blanko : 0,042 %

Volume NaOH Reaksi percobaan 2

IX. PEMBAHASAN 1. Penentuan Bilangan Peroksida Telah dilakukan percobaan yang berjudul Uji Kuntitatif pada Lipida dan terdapat dua percobaan. percobaan pertama yang kami lakukan adalah Penentuan Bilangan Peroksida, dimana bilangan peroksida merupakan jumlah meq peroksida dalam setiap 1000 gram (1kg) minyak atau lemak. Bilangan peroksida ditentukan berdasarkan jumlah iodin yang dibebaskan dari KI melalui reaksi oksidasi oleh peroksida dalam lemak/minyak pada suhu ruang dalam medium asam asetat-kloroform. 5 gram sampel minyak yang berwujud cair berwana hitam kecoklatan dicampur dengan 30 mL larutan asam asetat-kloroform yang berwujud cair tak berwarna dilarutkan hingga sempurna dan warna larutan berubah menjadi kuning muda. Fungsi dari penambahan asam asetat-kloroform adalah sebagai pelarut. karena minyak merupakan kelompok yang termasuk pada golongan lipid , yaitu senyawa organik yang terdapat di alam serta tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organik non-polar misalnya, Kloroform(CHCl3), benzena dan hidrokarbon lainnya, lemak dan minyak dapat larut dalam pelarut tersebut karena minyak mempunyai polaritas yang sama dengan pelarut tersebut. Kemudian ditambahkan 0,5 mL larutan KI jenuh yang berwujud cair, kuning jernih dan larutan menjadi kuning jernih. Fungsi dari penambahan KI adalah untuk membebaskan iodine yang ditandai terbentuknya warna kuning pada sampel. kemudian larutan didiamkan selama 20 menit dan sesekali digoyang dan ditambah 30 mL aquades hal ini bertujuan agar larutan bisa bercampur merata. Sebelum melakukan dititrasi dengan Na2S2O3 larutan ditambahkan larutan pati 1 % terlebih dahulu. Penambahan pati berfungsi sebagai indicator adanya I2. Ternyata setelah ditambahkan larutan pati larutan tidak berubah warna dan menunjukkan bahwa larutan tidak mengandung I2. Sehingga titrasi belum bisa dilakukan dan kami belum bisa melakukan analisis kuantitatif penentuan bilangan peroksida. Tujuan penentuan Bilangan peroksida ini adalah untuk mengetahui tingkat kerusakan lemak atau minyak, dimana kerusakan ini diakibatkan oleh reaksi oksida yang menghasilkan peroksida, asam lemak, aldehid, dan keton. Nilai bilangan peroksida menunjukkan jumlah peroksida yang terkandung dalam minyak/lemak. Artinya, semakain tinggi nilai bilangan peroksida, maka minyak/lemak semakin jelek. Karena sampel minyak yang kami gunakan kemungkinan mengandung antioksidan yang tinggi yang membuat sampel tidak bisa dititrasi sehingga kami belum bisa melakukan analisis kuantitatif penentuan bilangan peroksida Larutan Blangko Pada percobaan ini dilakukan hal yang sama seperti percobaan sebelumnya hanya saja mengganti sampel dengan larutan blangko. Setelah penambahan larutan pati 1 % terjadi peubahan warna menjadi ungu muda jernih. Perubahan warna ini mengindikasikan bahwa adanya I2. Sehingga dapat kami lakukan langkah selanjutnya yaitu titrasi dengan Na2S2O3. Dari percobaan ini diperoleh volume titrasi sebanyak - Erlenmeyer I = 1,6mL - Erlenmeyer II = 2,7mL - Erlenmeyer III = 2,1mL Reaksi yang terjadi I2 + 2S2O32I2 + S4 O62Angka peroksida yang dihitung menggunakan rumus ( ) ( ) Didapatkan angka peroksida masing-masing volume Na2S2O3 yaitu 32, 54 dan 46, dan didapatkan angka peroksida rata-rata blanko yaitu 44. 2. Penentuan Asam Lemak Bebas (FFA)

Pada percobaan penentuan asam lemak bebas ini bertujuan untuk mengatahui berapa banyak asam lemak yang telah dibebaskan. Mekanisme pada percobaan kedua ini, adalah untuk larutan uji, 6 gram sampel minyak/lemak ditimbang dalam tabung erlenmeyer, kemudian ditambahkan 10 mL etanol 96%. Campuran minyak dan etanol, pertama ditambhakan larutan terdapat gelembung, tetapi setelah dicampur dan dikocok. Larutan menjadi homogen berwarna kuning. Setelah itu campuran larutan tersebut ditambahkan indikator phenophtalein (PP), larutan tetap berwarna kuning. Kemudian larutan tersebut dititrasi dengan larutan NaOH 0,1 N. Tujuan dititrasi ini adalah untuk mengetahui volume NaOH yang digunakan untuk menistrasi analit. Setelah dititrasi dengan NaOH larutan tersebut berubah warna menjadi merah jambu. Warna ini disebabkan karena indikator berubah warna pada titik ekivalen. Dan volume yang digunakan untuk titrasi yang pertama, volume yang digunakan adalah sebanyak 1mL. Volume NaOH yang digunakan pada titrasi yang kedua dann ketiga adalah 1,4 mL dan 1,3 mL. Reaksi yang etrjadi pada percobaan ini adalah sebagai berikut :

+ NaOH

Hasil volume NaOH yang dihasilkan dari volume NaOH yang digunakan untuk mentitrasi tersebut digunakan untuk menghitung kadar FFA yang terjandung dlam sampel minyak yang kami gunakan praktikum. Adapun penghitungan Kadar FFA berdasarkan volume NaOH yang dibutuhkan adalah digunakan rumus penghitungan kadar FFA sebagai berikut : ( ) ( ) Berdasarkan rumus diatas dan dengan menggunakan volume NaOH yang digunakan untuk titrasi maka dihasilkan %FFa untuk volume NaOH 1mL adalah 0,059831 % ; untuk volume NaOH 1,4mL % Ffa sebesar 0,55558 % dan pada volume NaOH 1,3 mL menghasilkan %FFA sebesar 0,4273667%. Dan rata - rata dari % FFA untuk sampel minyak yang kami teliti adalah sebesar 0,5270856%. Dari hasil perhitungan diatas dapat kita ketahui kadar FFA yang terkandung dalam minyak sampel yang kita gunakan adalah 0,52%. Hal ini mengindikasikan bahwa minyak sampel yang kami teliti mengandung asam lemak bebas sebesar 0,52%. Hasil yang kami peroleh ini menunjukkan bahwa minyak sampel yang kami gunakan hanya mengandung asam lemak bebas yang sangat minim. Artinya minyak yang kami gunakan masih cukup bagus digunakan, karena hasil indikasi kadar FFA sebesar 0,52% menunjukkan bahwa minyak tersebut hanya mengalami kerusakan minyak yang sewajarnya. Karena minyak bisa dikatakan benar benar rusak jika kadar FFA sebesar .... Selain kita menguji larutan uji sebagai sampel yang kita analisis, kita juga menggunakan larutan blanko sebagai pembanding. Langkah pertama adalah 6 gram aquades ditambah 10mL etanol dan 5-8 tetes PP. Campuran larutan ini menghasilkan larutan jernih tak berwarna. Langkah selanjutnya adalah dititrasi dengan NaOH, dan volume yang digunakan untuk mentitrasi larutan tersebut sebanyak 0,2 mL (satu tetes). Warna larutan setelah dititrasi adalah berubah menjadi ungu. Warna ungu ini desebabkn indikator PP berubah warna setelah mencapai titik ekuivalen. Larutan blanko ini digunakan untuk membandingkan warna larutan uji dan blanko setelah dititrasi. Reaksi yang terjadi pada perlakuan blanko ini adalah sebagai berikut : H2O + H3O+ +

H3O+ + NaOH Na+ + 2H2O Dengan menggunakan rumus ( )

Didapatkan Asam lemak bebas untuk blanko didapatkan sebesar 0,042% . X. KESIMPULAN 1. Bilangan Peroksida sampel minyak tidak dapat ditentukan karena banyaknya pengoksidan dalam sampel minyak, bilangan peroksida blanko adalah 44. 2. Asam lemak bebas (FFA) dalam sampel minyak adalah sebesar 0,52 %, Asam Lemak bebas (FFA) blanko sebesar 0,042 %.

XI. Jawaban Pertanyaan 1. Tuliskan semua reaksi yang menyertai uji asam lemak pada percobaan ini! Jawab : Percobaan 1 : I2 + 2e 2I2I3 + 2 S2O3 3I- + S4O62Percobaan 2 :

+ NaOH

H2O +

H3O+ +

H3O+ + NaOH Na+ + 2H2O 2. Sebutkan yang termasuk asam lemak esensial bagi tubuh. Mengapa asam karboksilat bukan merupakan asam lemak essensial? Jawab : o Asam Lemak esensial : Asam linoleat (18:2 omega 6), linoleat (18:3, omega 3) dan arahidonat (20:4 omega 6), DHA (Asam Dokosaheksaeoat), EPA (Asam Eikosapentaenoat), ALA (Asam Alfalinolenat) dan GLA (Gamma Linolenic Acid). o Asam lemak esensial adalah asam lemak tak jenuh poli , sedangkan asam lemak adalah asam karboksilat yang terdiri dari asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh. Sehingga asam karboksilat bukan asam lemak esensial. 3. Apa perbedaan asam lemak jenuh dan tak jenuh pada proses oksidasi? Jawab : Asam lemak jenuh : jika dioksidasi tidak banyak radikal bebas yang dilepaskan.

Asam lemah tak jenuh : jika dioksidasi banyak radikal bebas yang dilepas yang menyehatkan tubuh.

4. Apa perbedaan antara minyak dan lemak ditinjau dari struktur molekulnya? Jawab :

Struktur Kimia Lemak

Struktur Kimia Minyak

XII.Daftar Pustaka Anonim. 2012. Uji Lipida. http://www.scribd.com/doc/32769327/UJI-LIPID . Diakses 19 Oktober 2012 Lehninger. A.L. 1982. Dasar-Dasar Biokimia Jilid 1. Jakarta : Erlangga. Yuanita, Leny, dkk. 2010. Perangkat Pembelajaran Biokimia Petunjuk Praktikum. Surabaya : Unesa University Press.

LAMPIRAN PERHITUNGAN 1. Angka Peroksida : o Untuk sampel tidak dapat ditentukan karena banyaknya antioksidan. o Untuk blanko : Dengan rumus : ( ) ( ) Erlenmeyer I = 1,6mL

Erlenmeyer II = 2,7mL

Erlenmeyer III = 2,1mL

Sehingga,

2. Asam lemak bebas : o Untuk sampel : Dengan rumus :

) ( )

V1 : 1 mL

V2 : 1,4 mL

V3 : 1,3 mL

Sehingga ,

o Untuk blanko :

LAMPIRAN FOTO No. Gambar

Keterangan

Sampel minyak asetat-kloroform

asam

Sampel minyak + asam asetat-kloroform + larutan KI jenuh

Sampel minyak + asam asetat-kloroform + larutan KI jenuh + larutan pati 1%

Larutan Blangko

Larutan blangko + asam asetat-kloroform + larutan KI jenuh

Larutan blangko + asam asetat-kloroform + larutan KI jenuh + larutan pati 1%