Anda di halaman 1dari 34

PERSALINAN PADA PASIEN DENGAN KONDILOMA AKUMINATA

Pembimbing Dr.Maya Mewengkang, SpOG

Disusun oleh Ester Lingkubi (05164)

Kondiloma akuminata vegetasi bertangkai dengan permukaan berjonjot. . t4 predileksi : di perineum dan sekitar anus, sulkus koronarius, glans penis, muara uretra eksterna, korpus, dan pangkal penis. di daerah vulva dan tipe 6 dan 11 (resiko sekitarnya, introitus vagina, KONDILOMA kadang pada porsio uteri. rendah) AKUMINATA Penyebab :
tipe 31, 33, 45, 51, 52, 56, 58 dan 59 (resiko menengah) tipe 16 dan 18 (resiko tinggi) NEOPLASIA INTRAEPITELIAL SKUAMOSA DISPLASIA (NIS/CIN) SERVIKS & KANKER ANOGENITAL

PENDAHULUAN

Ko-infeksi dengan jenis HPV risiko tinggi terdeteksi pada sepertiga pasien dengan kondiloma.

PENDAHULUAN
Transmisi kondiloma akuminata sebagian besar secara seksual. ras Studi epidemiologis

merokok imunitas rendah kehamilan

Faktor resiko aktivitas seksual aktif mempunyai pasangan seks >1 penggunaan kontrasepsi oral

PENDAHULUAN
Masa inkubasi 2-3 bulan sampai 6-18 bulan atau lebih. Asimtomatik (tergantung pada ukuran dan lokasi anatomik dapat menyakitkan/pruritus) Lesi tunggal, multipel atau plak dapat berkembang, biasanya tampak perluasan 5-15 lesi atau lesi pedunkulata dengan diameter 1-10 mm. Warna : merah muda pada lesi akuminata,

Jenis lesi: Lembab : akuminata &/ makula Kering : papular & keratinisasi

PENDAHULUAN

Diagnosis : klinis berdasarkan inspeksi+cahaya terang+pembesaran Perendaman asam asetat ringan tidak digunakan rutin Biopsi jarang diperlukan Deteksi dan penentuan tipe HPV tidak direkomendasikan

PENDAHULUAN
Terapi : home therapy (larutan podophyllotoxin 0.5% atau krim 0.15%, krim imiquimod 5%) office therapy (larutan asam trikloroasetat 80-90%, pembedahan, cryotherapy, interferon) rujukan ke spesialis tertentu Beberapa obat seperti imiquimod,

PENDAHULUAN
Kondiloma akuminata + persalinan pervaginam jalan hambatan = lahir
penularan ke anaknya perdarahan >>

Kondiloma akuminata + seksio bila : hambatan jalan lahir cegah transmisi ibu ke anak

Terapi melenyapkan kondiloma dan menghilangkan virus. Tujuan terapi : kesembuhan/induksi remisi jangka panjang Pencegahan : praktik seks aman, vaksinasi HPV +kondiloma akuminata tidak memiliki peningkatan risiko kanker serviks, risiko umumnya rendah dan ada waktu yang cukup untuk menghilangkan lesi prakanker.

PENDAHULUAN

LAPORAN KASUS
IDENTITAS Nama Umur Pendidikan Pekerjaan Alamat Bangsa Agama Nama suami Pekerjaan MRS : Ny. M.A. : 18 tahun : SMP : Ibu rumah tangga : Malalayang : Indonesia : Kr. Protestan : Tn. F.R. : Supir : 3 Oktober 2011

LAPORAN KASUS
ANAMNESIS Nyeri perut bagian bawah ingin melahirkan dirasakan jarang-jarang. Pelepasan lendir campur darah (-), pelepasan air dari jalan lahir (), pergerakan janin dirasakan (+) pada saat masuk rumah sakit. Benjolan berlapis di daerah kemaluan, disadari sejak 2 bulan sebelum masuk rumah sakit. Awalnya tumbuh di sekitar anus bertambah banyak ke daerah kemaluan, semakin besar,nyeri (-),gatal (-). Suami pernah mengalami penyakit serupa sekitar 5 bulan lalu,

LAPORAN KASUS
Penderita sempat memeriksakan kehamilan di bidan setelah itu tapi pasien lupa bertanya dan tidak diberikan penjelasan mengenai benjolan tersebut. Keluhan nyeri ulu hati, nyeri kepala, pandangan kabur disangkal. Buang air besar (BAB) dan buang air kecil (BAK) biasa.

LAPORAN KASUS Riwayat penyakit dahulu


Penyakit jantung, paru, hati, ginjal, kencing manis, darah tinggi disangkal. Anamnesa Kebidanan Perkawinan Kawin : 1 Kali Umur saat menikah : 17 tahun Status Sekarang : Menikah Pemeriksaan Ante Natal (PAN) PAN 8x selama hamil di puskesmas, terakhir 2

LAPORAN KASUS
Riwayat Haid Haid pertama usia 15 tahun, siklus teratur, lamanya haid tiap siklus 3 hari. HPHT 4 januari 2011, dan TTP 11 Oktober 2011. Riwayat Keluarga Penderita menikah satu kali, yaitu dengan suami sekarang. Usia pernikahan 1 tahun. Keluarga Berencana Selama menikah dengan suami penderita menggunakan KB pil secara teratur Riwayat Kehamilan Terdahulu Ini merupakan kehamilan pertama.

LAPORAN KASUS
PEMERIKSAAN FISIK Umum Status Praesens Keadaan Umum : Tampak sakit. Kesadaran : Compos mentis. Tekanan darah: 110/70 mmHg Nadi : 88x/m. Pernapasan : 24x/m. Suhu badan : 36,2 0C. Berat badan : 61 kg. Tinggi badan : 161 cm. Gizi : Cukup.

LAPORAN KASUS
Kepala : mata konjungtiva anemis ringan, lain2 dbN Leher,dada,jantung,paru dbN Abdomen : hepar&lien sde Alat kelamin , tampak papul-papul kemerahan bertangkai di sekitar vulva dan perianal Anggota gerak, refleks, kulit dbN Status Obstetri : Pemeriksaan luar TFU 30 cm, Janin letak kepala, BJJ (+) 12-1312,pergerakan janin (+), His (-)

LAPORAN KASUS
Pemeriksaan dalam (PD) Inspeksi : Fluksus (-), fluor (+), vulva luar tampak kelompok papul kemerahan bertangkai. Inspekulo : Portio tebal lunak arah axial, pembukaan (-), presenting part kepala, Hodge I. PEMERIKSAAN LABORATORIUM Hb : 9,3 g/dL Leukosit : 11.500/mm3 Trombosit : 258.000/mm3 Eritrosit 4,34 Juta/L

LAPORAN KASUS
Diagnosa G1P0A0, 18 Tahun, hamil 39-40 minggu, belum inpartu + anemia + suspek kondiloma akuminata Janin Intra Uterin Tunggal Hidup Letak Kepala.

SIKAP/ TERAPI/ RENCANA Perbaiki KU (Rencana transfusi, blood smear lebih dulu) NST, USG Konsul Kulit dan Kelamin Observasi T, N, R, S, BJA

LAPORAN KASUS
Jawaban Konsul Kulit dan Kelamin Efloresensi : regio vulva dan perianal papul multipel eritematosa bertangkai ukuran 1-2 mm berkelompok, regio vulva vegetasi bertangkai berjonjot ukuran 3x4 cm Diagnosa : Kondiloma akuminata Advis : Bila pasien sudah selesai masa perawatan di bagian obsgin, dapat ke poliklinik kulit dan kelamin bersama pasangan untuk penanganan dan konseling.

LAPORAN KASUS
DIAGNOSA G1P0A0, 18 Tahun, hamil 39-40 minggu, belum inpartu + anemia + kondiloma akuminata, Janin Intra Uterin Tunggal Hidup Letak Kepala SIKAP/ TERAPI/ RENCANA Rencana seksio sesarea Sedia donor, setuju operasi Lapor konsulen Observasi T, N, R, S, BJA

LAPORAN KASUS
LAPORAN OPERASI Jenis anestesi : GA Insisi linea mediana inferior Cairan ketuban warna putih keruh 100 cc Jam 12.25 WITA lahir bayi perempuan, BBL: 3200 gr, PBL: 48 cm, Apgar Score: 5-7. Implantasi plasenta pada korpus uteri depan Uterus dijahit 2 lapis simpul dan jelujur Eksplorasi uterus bentuk normal, kedua tuba dan ovarium baik, dinding ovarium ditutup lapis demi lapis, kulit dijahit subkutikuler. Luka ditutup dengan gaas steril.

LAPORAN KASUS
OBSERVASI POST OP KU post operasi TD: 120/80 N: 82X/menit R: 24X/menit Kontraksi uterus baik, perdarahan 600cc, diuresis 500cc Diagnosa Post Operasi:P1A0 ,18 Tahun, Post SCTP a.i. kondiloma akuminata Instruksi pasca bedah Kontrol T, N, R, S, diuresis, perdarahan, kesadaran Puasa sampai flatus (+), peristaltik (+) IVFD: RL:Dextrosa 5% = 2:2 14 gtt/mnt Inj. Ceftriaxone 3x1 gr

Vit. C 1x1 amp Kaltrofen Supp 1 X II Cek Lab Hematologi 2 dan 6 Jam Post Operatif Rencana transfusi darah 350cc bila Hb 2 jam post operatif < 10 g/dL

LAPORAN KASUS

Hasil Lab 2 jam Post Operatif Hb 9,0 g/dL Eri 4,28 juta U/L Leu 10.500 U/L Trom 290.000 U/L 37,2% Hasil Lab Hematologi 6 jam Post Operatif

Ht

Follow 6 Okt 2011 -up S Keluhan (-) Flatus (+) BAB (-) BAK (+) O KU: Cukup Kes: CM T: 120/80mmHg N: 80x/m R: 24x/m S: 36,4C Status puerpuralis: Mammae Laktasi : +/+ Infeksi : -/Abdomen Kontraksi

7 Okt 2011 Keluhan (-) Flatus (+) BAB/BAK (+) KU: Cukup Kes: CM T: 130/80mmHg N: 84X/m R: 24X/m S: 36,4C Status puerpuralis: Mammae Laktasi : +/+ Infeksi : -/Abdomen Kontraksi

8 Okt 2011 Keluhan (-)

9 Okt 2011 Keluhan (-)

KU: Cukup Kes: CM T: 120/80mmHg N: 80X/m R: 24X/m S: 36,2C Status puerpuralis: Mammae Laktasi : +/+ Infeksi : -/Abdomen Kontraksi uterus: Baik

KU: Cukup Kes: CM T: 120/80mmHg N: 84X/m R: 20X/m S: 36,4C Status puerpuralis: Mammae Laktasi : +/+ Infeksi : -/Abdomen Kontraksi

A P1A0, 18 Tahun, post SCTP Hari I a.i kondiloma akuminata P IVFD

P1A0, 18 Tahun, post SCTP Hari II a.i kondiloma akuminata IVFD

P1A0, 18 Tahun, post SCTP Hari

P1A0, 18 Tahun, post SCTP Hari

IV a.i kondiloma V a.i kondiloma akuminata Cefadroxyl akuminata Cefadroxyl

RL:Dextrosa
5% =14 gtt/mnt Inj. Ceftriaxone -

RL:Dextrosa
5% = AFF Kateter AFF -

3x500 mg tab
Metronidazole 3x500 mg tab

3x500 mg tab
Metronidazole 3x500 mg tab

3x1 gr iv
Metronidazole 3x500mg drips iv Inj Vit C 1x1 amp iv

Cefadroxyl
3x500 mg tab

Vit. C 3x100
mg tab Sulfa-ferrous 3x1 tab

Vit. C 3x100
mg tab

Metronidazole 3x500 mg tab

Sulfa-ferrous 3x1 tab

Vit. C 3x100 mg tab

Diet makan biasa

Diet makan biasa

PEMBAHASAN DIAGNOSIS
berdasarkan anamnesis dan inspeksi visual, serta hasil konsultasi dengan dokter ahli kulit Pada pasien Teori dan kelamin.
Lesi tidak menimbulkan keluhan Bertambah besar seiring usia kehamilan Pasangan pernah memiliki penyakit yang serupa di kulit genitalnya,sembuh spontan Efloresensi: pada regio vulva dan perianal papul multipel eritematosa bertangkai ukuran 1-2 mm Asimtomatik Bertambah besar (keadaan basah/fluor albus,perubahan hormonal, imunitas pada kehamilan) Menular lwt hub seks, dapat regresi spontan

vegetasi bertangkai dengan permukaan berjonjot, dengan tempat predileksi pada wanita di daerah vulva dan sekitarnya, introitus vagina,

PEMBAHASAN
Pada pasien ini, persalinan dilakukan secara seksio sesarea, sebab terdapat lesi kondiloma berukuran 3x4 cm di vulva yang jelas menghalangi jalan lahir.

Teori : seksio sesarea diindikasikan pada pasien dengan kondiloma akuminata yang letak dan ukurannya dapat menghambat jalan lahir, sebab dapat menyebabkan distorsia bahu bayi.
Untuk persalinan pada pasien dengan kondiloma akuminata sebenarnya dapat dilakukan per vaginam dan bila harus dilakukan episiotomi,

Untuk pengobatan lesi kondiloma akuminata pada wanita hamil hati2 krn beberapa obat seperti imiquimod, sinekatekhins, podofillin, and podofilox tidak aman untuk digunakan oleh wanita hamil.

PEMBAHASAN

Jika kondiloma harus diobati selama kehamilan, cryotherapy tampaknya menjadi pilihan terbaik. Pengobatan topikal yang tampaknya memiliki keamanan yang terbaik dalam pengobatan kondiloma yang terjadi selama kehamilan adl asam trikloroasetat (TCA) atau BCA 80%-90% diaplikasikan ke lesi.

PEMBAHASAN
Setelah operasi, jumlah perdarahan dari vagina harus dipantau secara ketat, dan fundus uterus sering harus diidentifikasi oleh palpasi. Selama perawatan, yang harus diperhatikan adalah tanda vital, terapi cairan dan diet, fungsi Kandung Kemih dan Usus, Ambulasi, perawatan luka operasi, laboratorium darah, dan perawatan payudara/pemberian ASI. Pada pasien ini tidak terjadi masalah selama masa perawatan setelah persalinan, dan dirawat di rumah sakit selama 4 hari, sesuai dengan teori dimana ibu umumnya dipulangkan pada hari ketiga atau keempat postpartum bila tidak terdapat

PEMBAHASAN
KOMPLIKASI Ibu : hambatan jalan lahir dan perdarahan seksio sesarea infeksi, perdarahan, trauma kandung kemih, emboli paru dan keluhan kandung kencing, serta kemungkian ruptur rahim spontan pada kehamilan mendatang. Pada pasien ini belum ditemukan komplikasi. Bayi : papilomatosis laring, konjungtivitis dan pertumbuhan kondiloma akuminata pada kulit

PROGNOSIS Prognosis umum : dubia ad malam. Persalinan dengan seksio sesarea darurat dikaitkan dengan resiko hampir sembilan kali lipat terhadap kematian ibu dibandingkan dengan persalinan per vaginam, bahkan seksio sesarea elektif dikaitkan dengan risiko hampir tiga kali lipat persalinan per vaginam. Pre-op : operasi emergensi, persiapan kurang maksimal Durante-op : resiko anestesi umum, cedera organ lain (kandung kemih, saluran kemih), perdarahan, tromboemboli

PEMBAHASAN

Prognosis untuk lesi kondiloma akuminata sendiri adalah dubia ad bonam sebab walau penyakit ini tidak mengancam nyawa dan dapat mengalami regresi spontan,14 bila terjadi ko-infeksi dengan jenis HPV risiko sedang/tinggi dapat terjadi perkembangan NIS transien 30-40% dan berhubungan dengan risiko diikuti perkembangan kanker serviks 16 kali lipat. Namun, sebagian besar NIS mengalami regresi spontan dalam 2 tahun pada wanita berusia < 25-30 tahun. Sekitar 15% dari lesi NIS bertahan dan berpotensi berkembang menjadi kanker serviks dalam ratarata 12-13 tahun.

PEMBAHASAN

PEMBAHASAN
Usia pasien ini 19 tahun dengan status gizi cukup dan walaupun selama 4 hari perawatan post operatif kondiloma akuminata belum mengalami regresi, namun berdasarkan penelitian 30% pasien dengan kondiloma mengalami regresi setelah 4 bulan. Kondiloma akuminata dapat pula mengalami rekurensi. Bahkan dengan terapi, rekurensi terjadi dalam 3 bulan pada 25-67 persen kasus. Rekurensi sering terjadi pada tempat kondiloma sebelumnya.

PENUTUP
Saran/Nasihat Pulang Bagi ibu dianjurkan melakukan perawatan diri dan bayi, serta memeriksakan diri ke dokter bila terjadi masalah selama masa nifas. Untuk perencanaan kehamilan kembali jangan berjarak selama lebih kurang satu tahun dari persalinan sekarang, untuk memberi kesempatan pada luka untuk sembuh dengan baik. Dianjurkan memakai kontrasepsi selain kontrasepsi oral. Bila hamil kembali, harus diawasi dengan pemeriksaan antenatal yang baik dan harus

SEKIAN & TERIMA KASIH


All regards,

Ester_Lingkubi