ANAK NAGA (Bu Lim Hong yun) Karya : Chin Yung ________________________________________ Jilid 1 PENDAHULUAN: Laskar-laskar Beng Kauw

di bawah pimpinan Cu Goan Ciang, Ci Tat, Siang Gie Cun d an CiuSiu Wi telah berhasil menggempur pasukan-pasukan Goan (Mongol). Setelah it u, laskar-laskar tersebut juga berhasil menduduki beberapa kota penting, kemudia n terus menuju Kota raja. Akan tetapi, di saat laskar-laskar B eng Kauw memperoleh kemenangan yang gilanggemilang itu, justru terjadi pula suatu pergolakan dalamBeng Kauw sendiri. Terny ata Cu Goan Ciang, Ci Tat, Siang Gie Cun dan Ciu Siu Wi bersekongkol mengkhianat i Thio Bu Ki ketua Beng Kauw, lantaran khawatir Thio Bu Ki akan menjadi kaisar. Betapa kecewanya Thio Bu Ki, padahal ia sama sekali tidak berkeinginan untuk men jadi Kaisar. Tujuan perjuangan Beng Kauw yang dipimpinnya hanya mengusir penjaja h, agar Dinasti Song bisa bangkit kembali. Namun dengan adanya pengkhianatan itu, akhirnya Thio Bu Kipun menyerahkan kedudu kannya kepada yoSiauw. Karena itu, maka terjadilah perpeaahan dalam Beng Kauw, b anyak yang bergabung dengan Cu Goan Ciang, otomatis membuat laskarnya semakin ku at, sehingga berhasil merebut Kota raja, dan akhirnya runtuhlah Dinasti Goan (Mo ngol). Pada tahun 1368, Cu Goan Ciang mengangkat dirinya sebagai Kaisar. Berhubung mera sa dirinya berasal dari Beng Kauw, maka dinasti yang didirikannya dinamai pula D inasti Beng (Ming). seluruh rakyat di Tionggoan diberi kesempatan untuk berpesta pora atas biaya dari Kotaraja. Bayangkan Betapa gembiranya rakyat jelata, sebab kini mereka telah bebas dari jajahan Mongol. Mulailah Cu Goan Ciang menganugerahkan pangkat dan kedudukan kepada para bawahan nya yang setia serta berjasa, tentunya termasuk Ci Tat, siang Gie Cun dan ciu si u Wi, Cu Goan Ciang memang cerdik. Ia pun membebaskan berbagai macam pajak yang menjadi beban rakyat. Karena itu, rakyat pun sangat memujanya, sejak Cu Goan Cia ng menjadi kaisar, rakyat pun mulai hidup makmur pula. Namun masih ada satu hal yang mengganjal dalam hati Cu Goan Ciang, yakni mengena i Thio Bu Ki. la khawatir suatu hari nanti, Thio Bu Ki akan bangkit memberontakn ya. oleh karena itu, Cu Goan Ciang mengutus pasukan pilihan untuk membasmi sisa-sisa anggota Beng Kauw yang tidak mau tunduk, bahkan ia pun menurunkan perintah memb unuh Thio Bu Ki. sejak itu, Thio Bu Ki dan sisa anggota Beng Kauw jadi buronan. Bab 1. Melepaskan Kedudukan sebagai Ketua Partai Go Bi Tampak seekor kuda berjalan santai di tempat sepi. Yang duduk di atas punggung k uda itu adalah Thio Bu Ki danTio Beng. Wajah mereka lesu tak bersemangat, bahkan sangat muram pula. "Aaaah..." Thio Bu Ki menghela nafas panjang sambil menggelenggelengkan kepala. "Tak disangka sama sekali sungguh tak disangka" "Cu Goan Ciang sangat licik" Caci Tio Beng dengan berkertak gigi. "Engkau yang menghimpun kekuatan Beng Kauw, tapi dia malah yang memetik hasilnya Kini dia sudah menjadi kaisar, menurunkan perintah pula membunuh kita Dia bukan manusia, dia adalah binatang" "Tapi...." Thio Bu Ki menghela nafas lagi. "setelah dia menjadi kaisar, rakyat p un mulai hidup makmur-" "Bu Ki Koko," ujar Tio Beng dengan suara rendah, "seandainya pada waKiu itu, eng kau perintahkan segenap Beng Kauw untuk menumpasnya, mungkin kini engkau sudah m enjadi kaisar." "Beng Moay..." Thio Bu Ki menggelengkan kepala. "Pada waKiu itu memang bisa kutu runkan perintah itu, namun itu akan merugikan Beng Kauw sendiri." "Hmm" dengus Tio Beng. "Justru itu, Gwakongmu in Thian Ceng, Wie It siauw, Po Ta y Hweeshio swee Put Tek, Pheng Hweeshio dan lainnya malah menjadi korban. Mereka

dibantai oleh pasukan pilihan Cu Goan Ciang, kini hanya tersisa yo siauw." "Itu... memang takdir." "Itu bukan takdir, melainkan kebodohanmu. Dia menggunakan siasat licik, agar eng kau menyerahkan kedudukan ketua kepada yo siauw." "Sudahlah, Jangan diungkit lagi kejadian itu" Thio Bu Ki menggeleng-gelengkan ke pala, "sesungguhnya aku pun tidak mau menjadi kaisar. Biarlah dia yang menjadi kaisar. Bukankah kini rakyat sudah mulai hidup makmur? Hanya saja...." Thio Bu Ki berhe nti sejenak, lalu melanjutkan. "Tidak seharusnya dia mengirim pasukan pilihan untuk memburu kita." "Hmmnn" dengus Tio Beng dengan mata berapi-api. "Kalau bertemu pasukan Beng sekarang, aku pasti tidak akan memberi ampun" "Beng Moay...." Thio Bu Ki menghela nafas panjang. "Dia mampu meruntuhkan. Dinasti Goan. maka pantas menjadi kaisar mendirikan Dina sti Beng" "Aku...." Mendadak Tio Beng menangis terisak-isak. "Sebaliknya aku malah menjadi pengkhianat bangsaku sendiri. Padahal seharusnya a ku memimpin laskar Mongol untuk menumpas Beng Kauw. Tapi...." "Beng Moay, aku yang bersalah dalam hal ini." kata Thio Bu Ki perlahan. "Karena...." "Engkau tidak bersalah,"potong Tio Beng cepat. "Kita berdua sama sekali tidak bersalah, sebab... saling mencinta." "Beng Moay Thio Bu Ki teringat sesuatu. "Kita harus berangkat ke gunung Go Bi." "Kenapa?" tanya Tio Beng. "Tentunya engkau ingat, Ciu Ci Jiak menyerahkan kedudukan ketua Go Bi Pay kepada ku, tapi kini keadaan sangat tidak mengijinkan, maka aku harus menyerahkan lagi kedudukan ketua kepada pihak Go Bi Pay." "Betul." Tio Beng manggut-manggut dan menambahkan, "setelah itu, kita mencari suatu tempat yang sepi-" "Ha ha" Thio Bu Ki tertawa gembira, "itulah tujuanku, lebih baik kita hidup tenang dan bahagia di suatu tempat, tida k usah mencampuri urusan rimba persilatan maupun urusan lain," "Aku setuju." Tio Beng mengangguk dengan wajah ceria. "Kalau begitu, mari kita segera berangkat ke gunung Go Bi" "Baik-" Thio Bu Ki manggut-manggut. lalu mulai memacu kudanya menuju gunung Go B i. Beberapa hari kemudian, Thio Bu Ki dan Tio Beng sudah sampai di kaki gunung Go B i. Pendiri Go Bi Pay adalah Kwee siang, putri bungsu Kwee Ceng dan oey yong- Hingga pada Biat Coat suthay, partai tersebut tidak pernah menerima murid lelaki, semu anya terdiri dari kaum wanita. sementara kuda tunggangan mereka terus berjalan santai mendaki, mendadak muncul beberapa biarawati menghadang. Namun ketika melihat Thio Bu Ki dan Tio Beng, terbelalaklah mereka dan sebera me mberi hormat. "Ciangbunjin (Ketua), terimalah hormat kami" ucap mereka serentak. Ternyata mereka adalah Ceng Hi, Ceng Kong, Ceng Hun dan Ceng Huisuthaw. "Tidak usah banyak peradaban" sahut Thio Bu Ki sambil tersenyum. "Ciangbunjin, mari ikut kami ke atas" ujar Ceng Hi suthay-Thio Bu Ki manggut-man ggut sambil memacu kudanya, sedangkan para biarawati itu mengerahkan ginkang men uju ke atas. Berselang beberapa saat kemudian, mereka semua sudah berada di dala m kuil- Kemudian muncullah Ceng Ciauw, Ceng Hun, Ceng Hi suthay dan lainnya, dan mereka segera memberi hormat pada Thio Bu Ki. "Ciangbunjin, terimalah hormat kami" ucap mereka serentak. "Tidak usah banyak peradaban" sahut Thio Bu Ki sambil menatap mereka, "oh ya, Ciu Ci Jiak pernah ke mari?" "Tidak pernah."

Ceng Hi suthay menggelengkan kepala dengan wajah muram. "Kami sama sekali tidak tahu sumoay berada di mana." "Aaah..." Thio Bu Ki menghela nafas panjang. "Ciangbunjin, Nona Tio," ucap Ceng Hi suthay. "silakan duduk" Thio Bu Ki dan Tio Beng duduk. "Aku ke mari... ingin menyerahkan kembali kedudukan ketua kepada salah seorang d i antara kalian." Ujarnya sungguh-sungguh. "Ciangbunjin...." Para biarawati itu tertegun. Mereka memandang Thio Bu Ki denga n tidak mengerti. "Tentunya kalian tahu, posisiku kini sangat terpojok." Kata Thio Bu Ki sambil me nghela nafas, "Sebab Cu Goan Ciang...." "Kami semua sudah tahu tentang itu." Ceng Hi suthay menggeleng-gelengkan kepala. "Cu Goan Ciang memang licik sekali. Dia menduduki tahta dengan suatu siasat busu k. Kenapa Ciangbunjin diam saja?" Thio Bu Ki tersenyum getir, sejenak kemudian barulah berkata. "Kini keadaan negeri telah aman dan rakyat pun sudah mulai hidup makmur," sahut Thio Bu Ki. "Apakah aku harus menyundut peperangan lagi? Bukankah akan membuat rakyat sengsa ra lagi?" "Ciangbunjin berjiwa besar, kami kagum dan salut sekali," ucap Ceng Hi Suthay dan melanjutkan, "Ciangbunjin, kepandaian kami semua masih r endah, bagaimana mungkin seorang di antara kami mampu menggantikan kedudukan Cia ngbunjin?" Thio Bu Ki tersenyum. "Aku telah menerima sebuah buku catatan mengenai semua ilmu andalan partai Go Bi dari Ciu Ci Jiak, maka aku akan menggembleng kalian berdasarkan buku catatan it u" ujarnya. "Terima kasih, Ciangbunjin," ucap para biarawati itu sambil memberi hormat denga n wajah berseri-seri. "Kami pasti belajar dengan tekun, agar tidak mengecewakan Ciangbunjin," "Bagus, bagus" Thio Bu Ki manggut-manggut sambil tersenyum. "Mulai besok aku akan menggembleng kalian." "Terima kas ih, Ciangbunjin," ucap mereka sekaligus memberi hormat lagi. Keesokan harinya, mulailah Thio Bu Ki menggembleng mereka dengan sesungguh hati, sedangkan para biarawati Go Bi Pay itu pun belajar dengan tekun dan tidak mengenal lelah, sehingga kepandaian mereka bertambah maju dengan pesat sekali, tentunya sangat menggembirakan Thio Bu Ki. -ooo00000oooHari ini Thio Bu Ki memanggil para biarawati untuk berkumpul di ruang tengah, setelah mereka berkumpul, Thio Bu Ki memandang mereka satu persatu dengan penuh perhatian. "Sudah sebulan lebih aku menggembleng kalian, maka kepandaian kalian maju pesat sekali," ujar Thio Bu Ki dan melanjutkan, "oleh kar ena itu, aku dan Tio Beng akan berpamit. Namun sebelumnya aku ingin menunjuk ses eorang menggantikan kedudukanku." Para biarawati itu saling memandang, kemudian Ceng Hi suthay bertanya "Ciangbunjin dan Nona Tio mau ke mana?" "Kami ingin pergi ke suatu tempat yang sepi, hidup tenang, damai dan bahagia di sana,"jawab Thio Bu Ki. "Ciangbunjin...." Mata Ceng Hi suthay mulai basah. "Kami...."

"Jadi aku menunjukmu menggantikan kedudukanku." Thio Bu Ki menunjuk Ceng Hi suthay. "Ceng Hi, mulai saat ini engkau adalah ketua partai Go Bi." "Ciangbunjin, aku...." Ceng Hi suthay menggelengkan kepala. "Aku sangat bodoh, bagaimana mungkin menjadi ketua? Ciangbunjin...." "Bagus" Thio Bu Ki tersenyum, "sesungguhnya engkau paling cerdik, bahkan kepandaianmu le bih tinggi dari yang lain, penuh kesabaran dan berhati bajik. oleh karena itu, a ku yakin engkau mampu memajukan partai Go Bi." "Ciangbunjin...." "Bagaimana kalian?" tanya Thio Bu Kipada yang lain. "Kalian setuju kutunjuk Ceng Hi sebagai ketua partai Go Bi?" "setuju" sahut mereka serentak"Pilihan Ciangbunjin memang tepat sekali." "sumoay sekalian, aku...." Ceng Hi suthay menggeleng-gelengkan kepala, "sesungguhnya aku tidak pantas menjadi ketua Go Bi Pay." "Hanya Suci (Kakak Seperguruan) yang pantas," ujar Ceng Hun Suthay. "Kami semua memberi selamat kepada suci." "Terimakasih," Ceng Hi suthay cepat-cepat membalas hormat mereka. "Aku bersumpah pasti akan memajukan Go Bi Pay" "Bagus" Thio Bu Ki tersenyum, lalu melepaskan sebuah cincin besi Tiat Ci Goan di jarinya dan dimasukkan ke dalam jari Ceng Hi suthay seraya berkata. "Ceng Hi, mulai sekarang engkau adalah ketua Go Bi Pay angkatan ke enam, aku Thio Bu Ki menyerahkan jabatan ketua kepadamu." "Terima kasih," ucap Ceng Hi suthay, lalu bersujud di depan tempat abu cikal bakal go Bi Pay Kwee siang Lie Hiap dan tempat abu ketua Go Bi Pay angkatan ke tiga Biat Coat suthay. setelah itu, ia pun bersujud di hadapan Thio Bu Ki, namun Thio Bu Ki segera membangunkannya. "Ceng Hi," ujar Thio Bu Ki sambil menyerahkan sebuah bungkusan. "Di dalam bungkusan ini terdapat sebuah kitab yang berisi inti sari ilmu silat Go Bi Pay. Engkau harus mempelajarinya." "Ya." Ceng Hi suthay menerima bungkusan itu dengan rasa terharu. "Terimakasih" ucapnya. "Di dalam bungkusan itu pun terdapat kutungan It THian Kiam, yang masih bisa disambung." Thio Bu Ki memberitahukan. "Ya." Ceng Hi suthay mengangguk Thio Bu Ki menarik nafas lega, kemudian berpamit kepada Ceng Hi suthay dan lainnya. "sampai jumpa" ucapnya sambil menarik Tio Beng meninggalkan kuil Go Bi Pay itu. Ceng Hi suthay dan lainnya mengantar mereka sampai di luar kuil. "selamat jalan" ujar Ceng Hi suthay. "sampai jumpa" sahut Tio Beng sambil tersenyum. Mereka berdua meloncat ke punggung kuda, dan tak lama kuda itu pun berjalan perlahan meninggalkan tempat tersebut. "Aaaah..." Thio Bu Ki menarik nafas lega. "Kini aku telah bebas dari beban itu" "Aku tahu engkau bermaksud baik" ujar Tio Beng sambil

tersenyum, "oh, ya?" Thio Bu Ki juga tersenyum. "Beritahukanlah apa maksudmu itu" "Kini kita adalah buronan, maka engkau menyerahkan jabatan ketua kepada Ceng Hi suthay itu agar tidak menyusahkan Go Bi Pay, bukan?" "Betul." Thio Bu Ki mengangguk "BuKi Koko, apa rencanamu sekarang?" tanya Tio Beng perlahan. "Mencari suatu tempat yang sepi, kita mengasingkan diri di tempat itu," sahut Thio Bu Ki. "Bagaimana menurutmu?" "setuju." Tio Beng mengangguk "oh ya, ada satu tempat yang sangat cocok untuk kita, bahkan tempat itu juga merupakan tempat kenangan kita." "Aku tahu-" Thio Bu Ki tampak gembira sekali"Yang engkau maksudkan itu pasti Peng Hwee To-" "Betul." Tio Beng mengangguk"sekarang mari kita berangkat ke pesisir utara, kita beli sebuah perahu di sana" "Baik-" Thio Bu Ki manggut- manggut. lalu memacu kudanya ke utara. Tujuh delapan hari kemudian, mereka sudah tiba di pesisir utara. Tio Beng membeli sebuah kapal, kemudian mereka berdua berlayar ke Peng Hwee ToAkan tetapi, ketika kapal tersebut berada di Pak Hat (laut utara), mendadak terjadi badai, sehingga kapal itu terdampar di sebuah pulau yang kosong. "Beng Moay..." ujar Thio Bu Ki sambil memandang pulau itu "Tak disangka kita malah terdampar di pulau kosong ini." "Untung kita tidak mati di Pak Hat." Tio Beng menggeleng-telengkan kepala. "Kapal kita telah rusak berat, maka kita tidak bisa berlayar ke pulau Peng Hwee To-" "Tidak apa-apa-" Thio Bu Ki tersenyum"Pulau ini indah sekali. Kita tinggal di pulau ini saja-" "Baik-" Tio Beng mengangguk sambil menatapnya dengan mesraMereka berdua meloncat ke pulau itu, lalu berjalan ke dalam. Berselang beberapa saat kemudian, mereka melihat belasan burung Hong Hoang (burung Phoenix) beterbangan tidak begitu tinggi. "Eh?" Thio Bu Ki terlieran-heran. "Dipulau ini kok terdapat burung Hong Hoang yang sudah langka?" "Wah" seru Tio Beng girang. "Bukan main indahnya burung itu" Tiba-tiba burung-burung Hong Hoang itu terbang merendah lalu hinggap di tanah, membuat Tio Beng gembira sekali, la berjalan perlahan-lahan mendekati burung-burung itu sungguh mengherankan, burung-burung itu sama sekali tidak takut kepadanya. "Burung Hong Hong " panggil Tio Beng sambil mendekati salah seekor burung tersebut , lalu membelai-belai kepalanya. Burung itu mengeluarkan suara nyaring dan merdu,kelihatannya mereka girang sekal i.

"Bu Ki Koko" seru Tio Beng. "Burung-burung ini sangat jinak kemarilah" Thio Bu Ki segera menghampirinya, dan burung-burung itu tetap berada di tempat, sambil tersenyum Thio Bu Ki membelai-belai burung-burung tersebut. "Beng Moay, kalau kita tinggal di sini akan ditemani burung-burung ini. Ha ha su ngguh menyenangkan" "Bu Ki Koko, bagaimana kalau pulau ini kita namai pulau Hong Hoang to?" "Tepat." Thio Bu Ki manggut-manggut. "Kita akan hidup tenang, damai dan bahagia di pulau ini." "Bu Ki Koko," ujar Tio Beng sambil menundukkan kepala. "Burung-burung itu menjadi saksi pernikahan kita di pulau ini." "Betul." Thio Bu Ki manggut-manggut dan menambahkan, "Juga merupakan tamu kita. Ha ha ha..." "Kita...." Wajah Tio Beng agak memerah. "Kita... harus sembahyang kepada Langit dan Bumi." "Tentu." Thio Bu Ki mengangguk. Mereka berdua lalu bersujud kepada Langit dan Bumi, setelah itu mereka pun bersu mpah setia sebadai suami isteri. sejak itu, mereka berdua hidup bahagia di pulau tersebut dan apa yang terjadi di tionggoan, mereka tidak tahu sama sekali. Pulau itu memang subur sekali. Buah apa pun terdapat di situ sebulan kemudian, T hio Bu Kipun mulai bercocok tanam. Bab 2 Cinta Tetap Menyala Dijalanan gunung yang agak sempit itu, tampak seorang biarawati muda menunggang seekor keledai. Biarawati itu berusia dua puluhan. Wajahnya cantik jelita tapi t ampak muram sekali. Keledai itu mendaki jalanan gunung yang sempit itu dengan perlahan. Biarawati mu da itu menghela napas panjang, kemudian menengadahkan kepala memandang angkasa s ambil bergumam. "Habis Gelap terbitlah terang. Namun...." la menggeleng-gelengkan kepala. "Hatiku tidak pernah terang, selalu diselimuti kegelapan. Kapan hatiku akan terang? Kapan...?" siapa biarawati muda itu? Dialah Ciu Ci Jiak. sebelum Biat Coat suthay menghembu skan nafas yang penghabisan, menyuruhnya bersumpah. Karena sumpah itu, Ciu Ci Jiak menggunakan suatu akal licik untuk mencuri golok TO Liong TO dari tangan Kim Mo say ong-Cia sun di pulau Leng Coa TO- setelah itu , ia memfitnah Tio Beng sebagai pelakunya. "Aaaah..." Ciu Ci Jiak menghela nafas panjang. "Gara-gara sumpah itu, kalau tidak, kini aku sudah menjadi isteri Thio Bu Ki. "Bu Ki Koko, kini engkau dan Tio Beng berada di mana? Aku... aku rindu sekali kepada kalian." sesungguhnya yang dirindukan Ciu Ci Jiak adalah Thio Bu Ki. Namun ia yakin bahwa kini Thio Bu Ki telah menikah dengan Ti o Beng. "Bu Ki Koko," gumam Ciu Ci Jiak lagi dengan mata bersimbah air. "Aku... aku tetap mencintaimu. Aku...." setelah bergumam, ia menangis terisak-ts aki kemudian air matanya meleleh membasahi pipinya. "Aku masih ingat, kita sudah berpakaian pengantin. Ketika kita baru mau bersujud kepada Langit dan Bumi, mendadak muncul Tio Beng. Kemudian engkau pergi dengann ya sehingga menggagalkan pernikahan kita. Aaaah..." Ciu Ci Jiak menggeleng- Gelengkan kepala sambil melanjutkan, "itu adalah kesalahanku, aku... aku yang bersalah." Ciu Ci Jiak terus bergumam sambil mengenang masa lalunya, kemudian menghela nafa s panjang dan bergumam lagi. "Aku telah menyerahkan jabatan ketua kepada Bu Ki Koko-Apakah sekarang dia berad

a di gunung Go Bi? Aku..." Tiba-tiba wajahnya berubah agak kemerah-merahan. "Aku... rindu kepadanya, aku... harus ke sana menemuinya." Karena itu, Ciu Ci Jiak mengambil keputusan untuk berangkat ke gunung Go Bi. Dal am perjalanan ia mendengar tentang Thio Bu Ki yang menjadi buronan. "Tak disangka sama sekali" gumamnya sambil menggelengtelengkan kepala. "Bu Ki Koko yang berjasa meruntuhkan Dinasti Goan (Mongol), tapi Cu Goan Ctang y ang memetik hasilnya dengan suatu siasat liciki sehingga dirinya menjadi kaisar, sungguh tak tahu malu Cu Goan ciang, kini bahkan menurunkan perintah membunuh B u Ki Koko" Ciu Ci Jiak terus melanjutkan perjalanannya menuju Go Bi. Beberapa hari kemudian, ia sudah tiba di kaki gunung tersebut. Keledai tungganga nnya berjalan mendaki perlahanlahan dan di saat itulah mendadak muncul beberapa biarawati di hadapannya. "Haaah...?" Para biarawati itu terbelalak, kemudian berseru serentak bernada girang, "sumoay (Adik Perempuan seperguruan)..." "suci (Kakak Perempuan seperguruan)" sahut Ciu Ci Jiak sambil memberi hormat. "sumoay Ceng Hun suthay mendekatinya sambil memandangnya dengan mata basah"Engkau... engkau pulang ke mari, kami girang sekali" "suci" tanya Ciu Ci Jiak dengan suara rendah"Bu Ki Koko berada di sini? Dia -" "sumoay, mari kita ke atas" ajak Ceng Hun suthay. "Lebih baik kita hercakap-cakap di dalam kuil saja." Ciu Ci Jiak mengangguk- Kemudian Ceng Hi mendekatinya sambil tertawa. "sumoay, engkau jangan menunggang keledai, lebih baik pergunakan ginkang agar ce pat sampai di atas" "Tapi " Ciu Ci Jiak memandang keledainya"sudah sekian lama keledai ini mengikuti aku -" "Kalau begitu, lepaskan di sini saja" ujar Ceng Hun suthay sambil tersenyum. "Biar dia hidup bebas di gunung Go Bi ini-" "Baik-" Ciu Ci Jiak mengangguki lalu melepaskan keledainya. "sumoay, mari kita ke atas" ujar Ceng Hun suthay sambil melesat ke atas mengguna kan ginkang. Ciu Ci Jiak langsung mengempos semangatnya, lalu melesat ke atas me ngikuti Ceng Hun sulhay dan lainnya. Ceng Hi, Ceng Kong, Ceng Hun, Ceng Hui, Ceng Ciau Suthay dan lainnya duduk di ru ang tengah. Ciu Ci Jiak memberi hormat lalu duduk. "sumoay panggil Ceng Hi suthay dengan mata berkacakaca "Kami gembira sekali, kar ena sumoay pulang." "suci" tanya Ciu Ci Jiak "Apakah Thio Bu Ki dan Tio Beng ke mari?" "Beberapa bulan lalu, mereka berdua memang kemari...."jawab Ceng Hi suthay,sekaligus menutur tentang itu "oooh" Ciu Ci Jiak manggut-manggut. "Pantas kepandaian para suci maju pesat sekali Aku memberi selamat kepada suci karena kini suci sudah menjadi ketua Go Bi Pay" "sumoay," ujar Ceng Hi suthay sungguh-sungguh"Engkau sudah pulang, maka jabatan ketua harus kuserahkan kepadamu." "suci" Ciu Ci Jiak tersenyum. "Aku kemari bukan karena menghendaki jabatan tersebut, melainkan karena sangat rindu kepada kalian" "sumoay...." Ceng Hi suthay menghela nafas panjang. "Kami harap sumoay tetap tinggal di sini, jangan berkelana lagi" "suci" Ciu Ci Jiak tersenyum getir. «Aku akan tinggal di sini

beberapa hari, setelah itu mau pergi berkelana." "sumoay...." Ceng Hi suthay menatapnya sambil menghela nafas. "Kami sangat berharap sumoay..." "suci jangan menahanku di sini" potong Ciu Ci Jiak"Beberapa hari kemudian, aku pasti pergi berkelana." "Sumoaw...." Ceng Hi-suthaw menggeleng-telengkan kepala. Malam harinya, Ciu Ci Jiak sama sekali tidak bisa pulas, sebab bayangan Thio Bu Ki selalu muncul di pelupuk matanya, ia bangun lalu duduk di pinggir tempat tidur- Di saat bersamaan, terdengarlah suara ketukan pintu, "siapa?" tanya Ciu Ci Jiak"sumoay" suara sahutan. "Aku Ceng Hi-" Ciu Ci Jiak segera membuka pintu. Ceng Hi suthay berjalan ke dalam kemudian duduk di pinggir tempat tidur. "Suci...." Ciu Ci Jiak mendekatinya seraya bertanya dengan heran, "suci ke mari ada suatu penting?" "iya" Ceng Hi suthay mengangguk. "suci...." Ciu Ci Jiak memandangnya sambil duduk di sisinya. "sumoay", Ceng Hi suthay menghela nafas panjang. "Engkau sudah menjadi biarawati, namun kelihatannya hatimu masih terganjel sesuatu, ya, kan?" "Aku...." Ciu Ci Jiak menundukkan kepala. "sumoay", Ceng Hi suthay memegang bahunya seraya berkata, "Aku tahu apa yang terganjel dalam hatimu, tidak lain dari cinta." "suci...." Wajah Ciu Ci Jiak tampak kemerah-merahan. "Aaaah..." Ceng Hi Suthay menghela nafas panjang. "Kini engkau sudah menjadi biarawati, tidak seharusnya masih memikirkan Bu Ki." "Aku... aku telah berusaha melupakannya, namun...." ciu Ci Jiak mulai menangis terisak-isak dengan air mata berderaiderai"Cinta kepadanya tetap menyala, dan aku... aku tidak dapat memadamkannya." "Aaaah-.." Ceng Hi suthay menghela nafas panjang lagi. "Kalau begitu, engkau tidak bisa menjadi biarawati." "suci, aku...." "Aku tahu...." Ceng Hi suthay tersenyum getir. "Tujuanmu ke mari, tidak lain hanya ingin menemui Bu Ki. ya, kan?" "ya." Ciu Ci Jiak mengangguk perlahan. "Kupikir dia berada di sini, ternyata dia dan Tio Beng telah pergi- Tahukah suci mereka berdua pergi ke mana?" "Tidak tahu." Ceng Hi suthay menggelengkan kepala. "Tapi Bu Ki mengatakan...." "Dia mengatakan apa?" "Dia mengatakan bahwa mereka berdua akan hidup mengasingkan diri di suatu tempat yang sepi, namun dia lidak memberitahukan di mana tempat itu" "Aaaah..-" Ciu Ci Jiak menghela nafas,

"sebetulnya mereka berdua pergi ke mana?" "sumoay...." Ceng Hi suthay tersenyum. "Engkau berniat menyusul mereka?" tanyanya. "Aku...." Ciu Ci Jiak menundukkan kepala. "Aku yakin..." ujar Ceng Hi Suthay perlahan. "Kalian bertiga bisa hidup bersama dengan penuh kebahagiaan." "suci, aku...." wajah Ciu Ci Jiak langsung memerah"Aku tidak tahu mereka pergi ke mana-" "sumoay", Ceng Hi suthay menatapnya lembut"Aku yakin mereka berangkat ke Peng Hwee To-" "Peng Hwee To?" Ciu Ci Jiak tersentak"Betul- Mereka pasti berangkat ke pulau itu-" "Itu dikarenakan Bu Ki tidak bisa hidup tenang di Tionggoan, sebab pasukan pilihan Cu Goan ciang terus memburunya," ujar Ceng Hi suthay melanjutkan. "Dia mengangkatku sebagai ketua, tidak lain demi menjaga partai kita." "Bu Ki Koko memang berhati mulia dan luhur, selalu membela orang lain mengorbankan diri sendiri." Ciu Ci Jiak menggeleng-gelengkan kepala, "seharusnya dia yang berhak menjadi kaisar." "sumoay Ceng Hi suthay tersenyum. "Bu Ki sama sekali tidak berniat menjadi kaisar. Buktinya dia tidak mau menghimpun kekuatan Beng Kauw melawan Cu Goan ciang." "Dia memikirkan rakyat, tidak mau membuat rakyat sengsara lagi karena peperangan," ujar Ciu Ci Jiak"Akhirnya dia mengambil keputusan untuk hidup mengasingkan diri bersama Tio Beng di suatu tempat yang sepi, yakni di Peng Hwee TO di kutub utara." "Sumoay" Ceng Hi suthay menatapnya seraya bertanya, "Engkau akan berlayar ke pulau itu?" "ya." Ciu Ci Jiak mengangguk pasti- "Aku harus berlayar ke sana. "Kapan engkau akan berangkat?" "Mungkin besok-" "Besok?" Ceng Hi Suthay tertegun. "Kok begitu cepat? Bukankah engkau sudah bilang, akan tinggal di sini beberapa h ari?" "suci- aku...." "Baiklah." Ceng Hi suthay manggut-manggut. "Engkau boleh berangkat besok." "Terima kasih, suci," ucap Ciu Ci Jiak girang. "Terima-kasih." Ciu Ci Jiak meninggalkan gunung Go Bi- langsung berangkat menuju arah utara. Dal am perjalanan ia sering menggunakan ginkang. Ketika ia memasuki sebuah lembah, m endadak terdengar suara jeritan yang menyayal hati, kemudian tampak sosok tubuh berkelebat laksana kilat meninggalkan lembah itu ciu Ci Jiak tersentak lalu mele sat ke arah suara jeritan itu Dilihatnya seorang Hweeshio tengah menggeliat-neli at di tanah, seakan sedang menahan rasa sakit uang luar biasa. "Taysu" panggil ciu Ci Jiak"Aku... aku adalah Hweeshio siauw Lim Pay," sahut Hweeshio itu terputus-putus"Toiong... toiong antar aku ke siauw Lim sie (Kuil siauw Lim)" "Taysu," tanya Ciu Ci Jiak-

"siapa orang itu?" "Aku... aku tidak tahu-" Hweeshio itu menggelengkan kepala. "Kepandaiannya sangat tinggi sekali- Aku aku terkena pukulannya-" Ciu Ci jiak segera memeriksa Hweeshio itu. Mendadak ia terbelalak karena melihat di dada Hweeshio itu terdapat bekas sebuah telapak tangan yang kehijau-hijauan. "Ilmu pukulan apa ini?" gumam Ciu Ci Jiak dengan kening berkerut. Kemudian ia memasukkan sebutir pil ke mulut Hweeshio itu "Terima kasih," ucap Hweeshio itu sambil memandangnya. "Engkau... engkau Ciu Ci Jiak murid Biat Coat suthay, bukan?" "Betul." Ciu Ci Jiak mengangguk"Taysu, kenal aku?" "Aku aku pernah melihatmu," sahut Hweeshio itu dengan wajah meringis"Tolong tolong antar aku ke siauw Lim sie" Ciu Ci Jiak mengerutkan kening. "Bagaimana mungkin aku membawa Tawsu ke siauw Li m sie? Tidak mungkin aku membopong Taysu, kan?" "Aku.." Hweeshio itu meringis lagi. "Aku... aku...." Di saat bersamaan, mendadak terdengar suara ringkikan kuda. Ciu Ci Jiak tertegun , dan segera ia melesat ke arah suara kuda itu. Dilihatnya seekor kuda sedang berjalan perlahan. Kemunculan kuda itu sungguh membingungkan ciu Ci JiakTiada waKiu baginya untuk memikirkan kejadian itu la langsung menuntun kuda itu ke tempat Hweeshio siauw Lim yang terluka parah, kemudian mengangkatnya ke atas punggung kuda. setelah itu, barulah ia meloncat ke atas, dan tak lama kuda itu p un berlari meninggalkan lembah itu. Beberapa hari kemudian, sampailah di siauw sit san di propinsi Holam. Keesokan h arinya, mulai melewati jalanan gunung yang agak sempit. Berselang beberapa saat, iamelihat beberapa air terjun di seberang, setelah kuda tunggangannya menikung, terlihatlah sebuah kuil yang amat besar, yang tidak lain adalah kuil siauw Lim sie. Di saat itulah tiba-tiba muncul beberapa Hweeshio menghadang di depannya. Namun ketika melihat Ciu Ci Jiak para Hweeshio itu terbelalak"Hah? Ketua Go Bi Pay?" seru salah seorang Hweeshio itu, kemudian tampak terkeju t. "Eh? Hweeshio itu... bukankah suheng?" "Dia memang Hweeshio dari siauw Lim Pay", sahut Ciu Ci Jiak "Aku telah membawany a sampai di sini, maka aku harus mohon diri-" "Maaf" ucap salah seorang Hweeshio"Kami harap ketua Go Bi ikut kami ke dalam kuil, kami harus lapor kepada Hong Ti o (Ketua)" Ciu Ci Jiak berpikir sejenaki lalu mengangguk dan meioncat turun dari punggung k udanya, salah seorang Hweeshio segera menuntun kuda itu menuju kuil siauw Lim, d an ciu Ci Jiak berjalan perlahan mengikutinya. Tak seberapa lama, sampailah mereka di kuil siauw Lim. salah seorang Hweeshio mempersilakannya masuk. Ciu Ci Jiak mengangguk sekaligus berjalan ke dalam, "silakan duduk" ucap Hweeshi o itu Hweeshio uang satu lagi langsung ke belakang. Tak lama muncullah dua Hweeshio tu a, yaitu Kong Bun Hong Tio (Ketua siauw Lim Pay) dan Kong Ti seng Ceng, adik sep erguruannya. "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio sambil tersenyum. "Ternyata ketua Go Bi yang berkunjung" "Kong Bun Hong Tio," sahut Ciu Ci Jiak"Cepat toiong Hweeshio itu" Ciu Ci Jiak menunjuk Hweeshio yang terluka parah itu, yang kini telah dibaringka n di sudut kiri. "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio dan segera mendekati Hweeshio yang terluka itu

"Goan Hian....» "suhu...." sahut Hweeshio itu dengan suara yang lemah sekali. "Omitohud" Kong Bun Hong Tio cepat-cepat memeriksa dada Goan Hian. Begitu meliha t bekas tanda telapak tangan di dada Goan Hian, seketika juga wajah Kong Bun Hon g Tio berubah dan berseru terkejut. "Ceng Hwee Ciang (ilmu Pukulan Api Hijau)" "Apa?" Kong Ti seng Ceng juga tampak terkejut. "Cwng Hwee Ciang?" "Ya." Kong Bun Hong Tio mengangguk, kemudian menghela nafas panjang seraya berkata, "sudah lama ilmu pukulan ini lenyap dari rimba persilatan, tak dinyana kini munc ul lagi-bahkan mencelakai murid kita." "suheng, bagaimana keadaan Goan Hian? Apakah masih bisa ditolong?" tanya Kong Ti seng Ceng. Kong Bun Hong Tio menggelengkan kepala, kemudian menjawab dengan wajah murung. "Tidak bisa ditolong lagi. sebab ilmu pukulan ceng Hwee Ciang sangat ganas dan b eracun." Mendadak Kong Bun Hong Tio bertanya kepada Goan Hian. "siapa yang memukulmu?" "Ti... tidak tahu," sahut Goan Hian dengan suara semakin lemah, bahkan wajahnya mulai kehijau-hijauan. "orang itu masih muda, dia bilang... dia bilang akan membunuh para Hweeshio siau w Lim Pay." "oh?" Kong Bun Hong Tio mengerutkan kening. "Guru..." Goan Hian memberitahukan. "Kepandaian orang itu... tinggi sekali- Murid-. cuma dapat bertahan... dua puluh jurus." "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio"Guru harus berhati-hati, sebab orang itu... orang itu...." Tiba-tiba kepala Goan Hian terkulai, dan nafasnya pun putus seketika. "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio, lalu berkata kepada Kong Ti seng Ceng. "sutee, bawa mayat Goan Hian ke dalam" "Ya, suheng." Kong Ti seng Ceng segera membawa mayat Goan Hian ke dalam, sedangk an Kong Bun Hong Tio duduk di hadapan Ciu Ci Jiak "Omitohud...." "Maaf, Kong Bun Hong Tio" ucap Ciu Ci Jiak dengan wajah muram. "Aku turut berduka cita." "Aaaah " Kong Bun Hong Tio menghela nafas panjang. "Tak disangka siauw Lim Pay akan dilanda bencana lagi." "Kong Bun Hong Tio tahu mengenai ilmu pukulan itu?" tanya Ciu Ci Jiak "sudah puluhan tahun ilmu pukulan Ceng Hwce Ctang lenyap dari rimba persilatan," jawab Kong Bun Hong Tio memberitahukan, "ilmu pukulan itu berasal dari Persia, sangat ganas dan beracun, siapa yang terkena pukulan itu takkan dapat tertoiong lagi. Ceng Hwee Ciang yang dimiliki orang itu sudah mencapai tingkat tertinggi, sebab bisa mengatur Goan Hian mati di sini." "oh?" Ciu Ct Jiak mengerutkan kening. Kong Bun Hong Tio menatapnya seraya bertanya. "Dimana engkau bertemu Goan Hian?" "Di dalam sebuah lembah " tutur Ciu Ci Jiak "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio "sungguh cerdik orang itu, bisa mengatur seekor kuda untukmu"

"Kong Bun Hong Tio tahu siapa orang itu?" "sama sekali tidak tahu, yang jelas siauw Lim sie akan mengalami bencana, Omitohud." "Heran?" ciu Ci Jiak sambil menggeleng-gelengkan kepala"siapa orang itu dan kenapa memusuhi siauw Lim?" "Itu memang sungguh membingungkan" Kong Bun Hong Tio menghela nafas panjang. "Padahal sesungguhnya, kami tidak punya musuh." "Hong Tio Hong Tio-.." seorang Hweeshio berlari ke dalam dengan wajah pucat pias. "Ada apa?" tanya Kong Bun Hong Tio terkejut. "Hong Tio-..." Hweeshio itu memberitahukan. "Goan Tek, Goan Hui dan Goan Beng...." "Kenapa mereka?" Air muka Kong Bun Hong Tio mulai berubah. "Mereka... mereka bertiga sudah menjadi mayat." "Apa?" Betapa terkejutnya Kong Bun Hong Tio"Di mana mayat-mayat itu?" "Di... di luar." Kong Bun Hong Tio segera berlarian keluar- Tampak tiga sosok mayat tergeletak di depan kuil, yakni mayat-mayat Goan Tek Goan Hui dan Goan Beng. Kong Bun Hong Tio segera memeriksa mereka, ternyata di dada mereka juga terdapat tanda telapak tangan. "Hah? Ceng Hwee Ciang" seru Kong Bun Hong Tio tak tertahan. "Ceng Hwee Ciang...." Ketika itu muncullah Ciu Ci Jiak dan Kong Ti seng Ceng. Mereka memandang mayat-mayat itu dengan kening berkerutkerut. "suheng...." Kong Ti seng Ceng menatap Kong Bun Hong Tio. "Mereka bertiga...." "sudah lama mati" Kong Bun Hong Tio menggelengtelengkan kepala. "Kepandaian orang itu sungguh tinggi sekali- bisa membawa ketiga mayat itu ke mari, bahkan perginya tanpa kita ketahui-" "Aaaah "" keluh Kong Ti seng Ceng. "siapa orang itu, kenapa memusuhi kita?" "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio sambil memandang Ciu Ci Jiak"Berhubungan dengan adanya kejadian ini, maka ." "Kong Bun Hong Tio" Ciu Ci Jiak memberi hormat kepada mereka berdua. "Aku mohon diri" "Maaf Kami- " "sampai jumpa" ucap Ciu Ci Jiak lalu meninggalkan kuil siauw Lim sie. sepanjang jalan ia tidak habis pikir, siapa yang membunuh para Hweeshio siauw Lim Pay itu? Kelihatannya siauw Lim Pay akan mengalami bencana besar. Malam harinya, Ciu Ci Jiak bermalam di sebuah penginapan. Ketika ia baru mau tidur mendadak terdengar suara langkah yang nyaring sekali"Kami membutuhkan beberapa buah kamar"

Terdengar suara seruan. seruan itu membuat Ciu Ci Jiak tersentak, karena ia mengenali suara itu. la segera membuka pintu, sekaligus melongok ke luar. yang berseru tadi ternyata In Lie Heng. Bukan main herannya Ciu Ci Jiak dan segera merapatkan pintu itu kembali. In Lie Heng adalah salah seorang Bu Tong Cit Hiap (Tujuh Pendekar Bu TOng), murid Thio sam Hong. Kemunculannya bersama beberapa murid Bu TOng, membuat Ciu Ci Jiak tidak habis pikirla ingin pergi menyapa In Lie Heng, tapi merasa segan karena pernah bertarung dengannya. Ciu Ci Jiak berjalan mondar-mandir di dalam kamarnya, akhirnya ia mengambil keputusan untuk menemui In Lie Heng. la membuka pintu kamarnya, lalu menuju ke kamarIn Lie Heng, sekaligus mengetuk pintunya, "siapa?" tanya In Lie Heng dari dalam. "Maaf, aku... Ci Jiak datang mengganggu" sahut Ciu Ci Jiak. Pintu kamar itu terbuka, In Lie Heng berdiri di situ sambil memandang Ciu Ci Jiak dengan penuh keheranan, sebab tidak menyangka akan keberadaannya di penginapan itu "Ci Jiak.." "Aku...." Ciu Ci Jiak menundukkan kepala"silakan masuk" ucap In Lie Heng. "Terima kasih-" Ciu Ci Jiak melangkah ke dalam. In Lie Heng segera mempersilakannya duduki setelah Ciu Ci Jiak duduki barulah In Lie Heng bertanya. "Kok engkau berada di penginapan ini?" "Aku dari siauw Lim ste,"jawab ciu Ci Jiak dan menambahkan, "Telah terjadi sesuatu di sana." "oh?" In Lie Heng terkejut. "Apa yang telah terjadi di siauw Lim ste?" "Beberapa Hweeshio telah mati-.." ujar Ciu Ci Jiak dan kemudian menutur tentang kejadian itu "Ceng Hwee Ciang?" In Lie Heng tertegun. "Jadi murid-murid Kong Bun Hong Tio dan Kong Ti seng Ceng mati terkena pukulan itu?" "Ya." Ciu Ci Jiak mengangguk"Menurut Kong Bun Hong Tio, ilmu pukulan itu berasal dari Persia- Tapi... sudah puluhan tahun ilmu tersebut lenyap dari rimba persilatan." "oh?" In Lie Heng mengerutkan kening. "Apakah Kong Bun Hong Tio tahu siapa pembunuh itu?" tanyanya. "sama sekali tidak tahu." Ciu Ci Jiak menggelengkan kepala. "Itu betul-betul merupakan kejadian yang luar biasa siapa sangka, setelah Hun Goan Pek Lek Chiu-seng Kun buta dan punah kepandaiannya di siauw Lim sie, kini...." "Mungkinkah pembunuh itu punya hubungan dengan seng Kun?" gumam In Lie Heng. "sebab setahun yang lalu, seng Kun mati di siauw Lim sie-" "Tidak mungkin pembunuh itu punya hubungan dengan seng Kun," ujar ciu Ci Jiak "Karena sudah lama seng Kun berguru kepada Kong Kian

seng Ceng, dan tinggal di siauw Lim sie dengan gelar Goan Tin Taysu, maka tidak mungkin seng Kun punya hubungan dengan orang luar." "Kalau begitu...." In Lie Heng menggeleng-gelengkan kepala, "siapa pembunuh itu, dia punya dendam apa dengan pihak Siauw Lim Pay?" "Kita tidak dapat menduganya." Ciu Ci Jiak menghela nafas, "oh ya In Tay Hiap mau ke mana?" "Aaaah " In Lie Heng menghela nafas panjang. "Kami sedang mencari Thio Bu Ki. Dia terus diburu oleh pasukan pilihan Cu Goan ciang." "oooh" Ciu Ci Jiak manggut-manggut. "Tapi apakah In Tayhiap tahu Thio Bu Ki berada di mana?" "Tidak tahu." sahut In Lie Heng dan menambahkan. "Kuduga dia berada di gunung Go Bi-kami mau ke sana." "Dia tidak ada di sana," Ciu Ci Jiak memberitahukan. "Aku sudah ke sana. Dia memang pernah ke gunung Go Bimenyerahkan jabatan ketua kepada Ceng Hi suci" "oh?" In Lie Heng memandangnya. "Maksudmu dia sudah pergi?" "Ya." Ciu Ci Jiak mengangguk. "Dia bersama Tio Beng. Ceng Hi suci memberitahukan bahwa mereka berdua ingin hidup mengasingkan diri di suatu tempat yang sepi-" "Hidup mengasingkan diri di suatu tempat uang sepi?" In Lie Heng mengerutkan kening. "Di mana?" "Entahlah." Ciu Ci Jiak menggelengkan kepala. "Aaah " In Lie Heng menggeleng-gelengkan kepala. "Guru dan kami sangat memikirkannya. Padahal dia yang berjasa meruntuhkan Dinasti Mongol- namun...." "Cu Goan ciang memang jahat dan licik" ujar Ciu Ci Jiak sengit. "Dengan siasat busuk dia menjadi kaisar" "Tidak seharusnya Cu Goan ciang menurunkan perintah membunuh Thio Bu Ki, sebab Thio Bu Ki sama sekali tidak berniat mengadakan pemberontakan." "Kalau aku adalah Thio Bu Ki, aku pasti menghimpun kekuatan Beng Kauw untuk memberontak-" "Itu justru akan membuat rakyat menderita. Bu Ki tidak menghendaki itu-" "Bu Ki terlampau lemah-" "Dia bukan lemah, melainkan memikirkan rakyat dan anggota Beng Kauw, maka tidak mau mengadakan pemberontakan-" "Namanya harum selama-lamanya, sebaliknya nama Cu Goan ciang akan busuk sepanjang masa-" "Betul-" In Lie Heng manggut-manggut"oh ya, engkau mau ke mana?" tanyanya"Berkelana,"jawab Ciu Ci Jiak tidak berani berterus terang, "In Tayhiap?" "Kami mau pulang ke gunung Bu Tong saja." In Lie Heng menghela nafas. "Tidak mungkin kami bisa mencari Bu Ki, maka harus

melapor kepada guru." Keesokan harinya, Ciu Ci Jiak berpisah dengan rombongan Bu Tong Pay. la menuju pesisir utara, sedangkan rombongan Bu Tong Pay pulang ke gunung Bu Tong. Bab 3 Hidup Bahagia di Pulau Hong Hoang to Ketika Ciu Ci Jiak tiba di pesisir utara, rombongan Bu Tong Pay pun telah tiba di gunung Bu Tong. In Lie Heng menemui Jie Lian ciu, ketua partai Bu Tong, kemudian ke ruang meditasi untuk menemui Thio Sam Hong. "Guru" panggil In Lie Heng. "Duduklah" sahut Thio sam Hong sambil tersenyum lembut. Jie Lian ciu, In Lie Heng dan lainnya lalu duduk di hadapan guru besar itu, kemudian In Lie Heng melapor. "Guru, kami tidak berhasil mencari Thio Bu Ki." "Aaaah...." Thio sam Hong menghela nafas panjang. "Entah bagaimana nasib Bu Ki. Tak disangka pasukan pilihan Cu Goan Ciang terus memburunya." "Guru," ujar In Lie Heng memberitahukan. "Aku bertemu Ci Jiak di penginapan. Dia bilang. Bu Ki pernah ke gunung Go Bi menyerahkan jabatan ketua kepada Ceng Hi suthay." Wajah Thio sam Hong agak berseri. "Kalau begitu, dia tidak apa-apa, syukurlah" "Bu Ki bersama Tio Beng", In Lie Heng memberitahukan lagi"Ceng Hi suthay memberitahukan kepada Ci Jiak bahwa Bu Ki dan Tio Beng akan hidup mengasingkan diri di tempat yang sepi-" "oooh" Thio sam Hong manggut-manggut. "Memang lebih baik begitu. Engkau tahu di mana tempat itu?" "Tidak tahu." In Lie Heng menggelengkan kepala. "Ci Jiak bertemu Bu Ki?" tanya Thio sam Hong mendadak"Tidak-" In Lie Heng menggelengkan kepala lagi- kemudian wajahnya berubah serius. "Guru...." "Ada apa?" "siauw Lim Pay mengalami suatu bencana." "oh?" Thio sam Hong tersentak. "Bencana apa?" "Beberapa Hweeshio tingkatan Goan mati dibunuh.." In Lie Heng memberitahukan berdasarkan apa yang didengarnya dari Ciu Ci Jiak. "Apa?" Bukan main terkejutnya Thio sam Hong mendengar berita itu"Ceng Hwee Ciang?" "ya-" In Lie Heng mengangguki "Guru tahu tentang ilmu pukulan itu?" "Ng" Thio sam Hong manggut-manggut"Kira-kira lima enam puluh tahun yang lampau. rimba persilatan dikejutkan oleh semacam ilmu pukulan yang amat ganas, lihay dan beracun, siapa yang terkena pukulan itu, bagian dadanya pasti bertanda sebuah telapak tangan yang kehijau-hijauan, itu adalah ilmu pukulan Api Hijau. Banyak kaum rimba persilatan golongan putih yang berkepandaian tinggi mati terkena pukulan itu sudah barang tentu hal itu membangkitkan kemarahan kaum golongan putih, maka

mereka bersatu mengeroyok pembunuh itu" "lalu bagaimana?" tanyajie Lian ciu. "Pembunuh itu berhasil meloloskan diri,"jawab Thio sam Hong. "sejak itu tiada kabar beritanya lagi-" "Guru," tanya jie Lian Ciu. "siapa pembunuh itu?" "Dia adalah orang Persia, namun tiada seorang pun yang tahu namanya." Thio sam Hong menggeleng-gelengkan kepala. "Justru sungguh mengherankan, kini muncul lagi Ceng Hwee Ciang itu Malah yang menjadi adalah Hweeshio siauw Lim ste tingkatan Goan, itu sungguh di luar dugaan." "Guru," tanya jie Lian Ciu. "Apakah siauw Lim Pay bermusuhan dengan orang Persta itu?" "Entahlah-" Thio sam Hong menggelengkan kepala. "Namun memang mengherankan, kenapa cuma Hweeshio siauw Lim ste yang menjadi korban, sedangkan pesilat golongan putih tidak?" "Kita harus bersiap-siap menghadapi pembunuh itu," ujar jie Lian Ciu sungguh-sungguh"siapa tahu dia iuoa akan ke mari-" "Ngmmm" Thio sam Hong manggut-manggut. Bu Tong Pay memang bersiap siaga menghadapi pembunuh itu, namun pembunuh itu justru tidak pernah muncul di gunung Bu Tong. -ooo00000oooThio Bu Ki dan Tio Beng hidup tenang dan bahagia di pulau Hong Hoang to, bahkan kini Tio Beng pun telah hamil tujuh bulan. Betapa gembiranya suami isteri itu. Pagi ini, mereka berdua berjalan-jalan di dekat pantai sambil bergandeng tangan. Angin laut menerpa wajah mereka yang cerah ceria. "Bu Ki Koko," ujar Tio Beng. "Dua bulan lagi aku akan melahirkan. Engkau berharap anak laki-laki atau perempuan?" "Anak laki-laki atau perempuan sama saja,"sahut Thio Bu Ki sambil tersenyum. "Kita tidak boleh membedakan anak laki-laki atau anak perempuan." "Kalau anak laki-laki- " Tio Beng menatapnya dengan mesra. "Harus gagah dan jujur seperti engkau." "Apabila anak perempuan, harus secantik engkau," sambung Thio Bu Ki dan menambahkan, "Tapi tidak boleh berhati kejam." "Eh?" Tio Beng melotot. "Memangnya hatiku kejam?" "Aku tidak bilang hatimu kejam, kan?" "Tapi engkau barusan bilang...." "Tidak salah kan aku bilang begitu? Engkau langan tersinggung lho" Thio Bu Ki tertawa. "Ha ha ha..." "Bu Ki Koko jahat" ujar Tio Beng dengan manja.

cepat selamatkan dia" Thio Bu Ki mengangguk sekaligus mendekati Ciu Ci Jiak lalu menempelkan telapak tangannya pada punggung ciu Ci Jiak dan mengerahkan Kiu Yang sin Kang ke tubuhnya. Thio Bu Ki membaringkan ciu Ci Jiak ke tempat tidur. tentunya dapat menyelami perasaanmu. mulai siuman. Ciu Ci Jiak membuka matanya perlahan-lahan. barulah aku pikirkan nama yang paling cocok"" Mendadak Thio Bu Ki terbelalak sambil memandang jauh ke depan." Thio Bu Ki menatapnya dengan penuh cinta kasih"Kapan aku pernah jahat terhadapmu?" "Bu Ki Koko" Tio Beng tersenyum"Kalau anak laki-laki harus diberi nama apa?" "Belum kupikirkan. lalu menelentangkan biarawati itu.. dan seketika juga ia menjerit kaget... maka Thio Bu Ki segera memapah Ciu Ci Jiak ke tempat tinggal mereka yang merupakan sebuah gubuk. "Ci Jiak minumlah" Tio Beng menyodorkan air minum ke mulut Ciu Ci Jiak. "Aku. "Jangan khawatir" Tio Beng tersenyum"Aku tidak akan cemburu dan marah kepadamu-" Karena Tio Beng berkata begitu. "Ci Jiak " panggil Thio Bu Ki sambil berhenti mengerahkan Iweekangnya.. mungkin dia masih hidup" Tio Beng segera membungkukkan badannya. sedangkan Tio Beng cepat-cepat mengambil air minum. akhirnya aku bertemu engkau juga" ujar Ciu Ci Jiak dengan air mata bercucuran saking girangnya. " Ciu Ci Jiak terisak-isak"Bu Ki Koko." "Beng moay. sosok yang berpakaian biarawati tengkurap di situ"siapa biarawati itu?" Thio Bu Ki mengerutkan kening. cepat papah dia ke rumah" ujar Tio Beng yang merasa iba terhadap Ciu Ci Jiak"Tapi?" Thio Bu Ki justru merasa tidak enak.. Begitu sampai di gubuk itu. berselang beberapa saat kemudian. cepatlah engkau periksa dia. "Dia masih hidup. "Bu Ki Koko. Bu Ki Koko. "yang telah berlalu jangan diungkit lagi.. kemudian memandang Tio Beng." "Ci Jiak" Tio Beng tersenyum. . "Beng moay.. "Terima kasih" ucap Ciu Ci Jiak lalu meneguk air minum itu setelah itu ia bangun duduk di pinggir tempat tidur." sahut Tio Beng sambil memeriksanya. tapi dalam keadaan pingsan.Aku adalah wanita. "Ada apa Bu Ki Koko?" tanyanya cepat "Ada sosok dipantai" sahut Thio Bu Ki "Mari kita ke sana" Thio Bu Ki menarik Tio Beng ke pantai. tentunya membuat Tio Beng tersentak. "Hah? Ciu Ci Jiak" "Apa?" Bukan main terkejutnya Thio Bu Ki "Ci Jiak?" "Ya.."Aku." "Tio Beng.." sahut Thio Bu Ki "setelah engkau melahirkan.

. "Engkau rindu sekali kepada Bu Ki Koko.. aku. "Kini entah bagaimana keadaan Thay suhu Thio sam Hong?" "Aku yakin beliau baik-baik saja." Tio Beng menghela nafas panjang. tapi engkau kok tahu kami berada di pulau ini?" "Sesungguhnya aku tidak tahu. ya."Tio Beng. Lebih baik hidup tenang dan bahagia di pulau ini-" "Bu Ki Koko" Ciu Ci Jiak menatapnya dengan sorot mata penuh mengandung cinta kasih." sambung Tio Beng. "oleh karena itu. tentunya engkau tidak berkeberatan kan?" ujar Tio Beng . namun hari itu aku ke gunung Go Bi-." ujar ciu Ci Jiak"sebab beliau yang mengutus In Tayhiap mentarimu-" "Aaaah-. maka aku harus meninggalkan pulau ini secepatnya. Aku.." "Tak disangka siauw Lim Pay akan mengalami bencana itu" Thio Bu Ki menggeleng-gelengkan kepala. "rasanya aku ingin sekali pergi membunuh Cu Goan Ciang" "Betul." Ciu Ci Jiak memberitahukan. sedangkan rombongan Bu Tong kembali ke gunung Bu Tong-" "Ceng Hwee Ciang?" Kening Thio Bu Ki berkerut"Aku tidak pernah mendengar tentang ilmu pukulan itu. "Ci Jiak". namun dia bilang tidakpunya musuh. "Gara-gara Cu Goan ciang. "itu memang membingungkan.. tak disangka beberapa Hweeshio siauw Lim sie tingkat Goan menjadi korban." tutur ciu Ci Jiak tentang semua itu "setelah berpisah dengan In Tayhiap di penginapan itu... kan?" "Aku." ujar ciu Ci Jiak dan menambahkan. Tio Beng menggenggam tangannya seraya berkata. aku langsung menuiu ke pesisir utara. aku penasaran sekali.." "Heran?" gumam Tio Beng"Kenapa Hweeshio-hweeshio siauw Lim Sie yang menjadi sasaran pukulan itu?" "Mungkinkah si pembunuh itu punya dendam dengan siauw LtmPay?" ujar Thio Bu Ki"Aku sudah bertanya kepada Kong Bun Hong Tio.. tidak lain disebabkan engkau sangat mencintainya." "Aku tahu-" Tio Beng tersenyum." Ciu Ci Jiak menundukkan kepala... "sudahlah Jangan terus membicarakan itu Aku sendiri tidak mau menjadi kaisar." Thio Bu Ki tidak menyahut.. karena sudah bertemu denganmu. "Aku tahu apa sebabnya engkau mencari Bu Ki Koko.. akhirnya kami harus meninggalkan Tionggoan" "Padahal Cu Goan ciang adalah bawahan Bu Ki Koko. "Akupun berniat membunuhnya-" "Kalian berdua -" Thio Bu Ki menggeleng-telengkan kepala. kemudian menghela nafas panjang seraya bergumam. "Maksudmu?" Ciu Ci Jiak kurang mengerti"Kita bertiga hidup tenang dan bahagia dipulau ini. tapi malah dia yang menjadi kaisar. "Kini aku sudah merasa puas. aku harus menerimamu di pulau ini-" ujar Tio Beng sungguh-sungguh.

. "Engkau sudah hamil?" Tio Beng mengangguki "sudah tujuh bulan....sambil tersenyum lembut. Dia ingin berlayar ke Peng Hwee TO. "Kita. Di saat Tio Beng mau melahirkan." Ciu Ci Jiak menatapnya seakan tidak percaya. melainkan bersungguh-sungguh " "Beng Moay." Thio Bu Ki.itu semua disebabkan Tio Beng dan Ciu Ci Jiak saling mengerti." ujar Thio Bu Ki sambil tertawa. "Aku menerimanya di sini dengan setulus hati.. "Kenapa engkau menangis?" "Aku.Ia tampak tidak percaya akan apa yang di dengarnya." "Aku memberi selamat kepada kalian berdua" ucap Ciu Ci Jiak "seharusnya bertiga" sahut Tio Beng sambil tertawa. "Tio Beng. "Bu Ki Koko" Tio Beng tersenyum.. sungguh besar jiwamu" Thio Bu Ki menghela nafas panjang. Thio Bu Ki langsung menarik nafas lega. "Dari dulu Ci Jiak sudah mencintaimu..." "Apa?" Thio Bu Ki terbelalak. sedangkan Thio Bu Ki berjalan mondar-mandir dengan wajah cemas." Tio Beng mengangguk. .. aku terima dia sebagai isteriku juga. aku gembira sekali-" sahut Ciu Ci Jiak sambil memeluk Tio Beng erat-erat. "Aku tidak main-main atau bergurau. dan wajahnya pun tampak berseri-seri. terdengarlah suara tangisan bayi yang sangat nyaring.. la segera memasak air panas dan lain sebagainya.. "Ha ha ha." "Ci Jiak engkau sudah dengar kan?" Tio Beng memandangnya sambil tersenyum-senyum. tapi malah terdampar di sini. "Baiklah." Tio Beng mengangguk.itu pertanda dia pun berjodoh denganmu-" "Tapi-. kita bertiga hidup tenang dan bahagia di sini?" "ya. "Engkau. aku.. "Ci Jiak" tanya Tio Beng." saking Gembira Ciu Ci Jiak malah menangis terisak-isak.. "Maksudmu dia harus menjadi isteriku juga?" "Ya.. maka engkau pun harus menerimanya sebagai isteri pula.." Thio Bu Ki tampak serba salah. "sebab kini kita bertiga tinggal di pulau ini-" "Tidak lama lagi akan menjadi empat. Berselang beberapa saat kemudian. "Terima kasih" "sama-sama-" Tio Beng membelainya"Eeeh?" Mendadak Ciu Ci Jiak terbelalak sambil memandang perut Tio Beng. "Aku. Ciu Ci Jiaklah yang paling kalut. Ciu Ci Jiak berada di dalam menemani Tio Beng. engkau rela... " Ciu Ci Jiak terbelalak. "Bu Ki Koko..Tio Beng dan ciu Ci Jiak memang hidup dengan penuh kebahagiaan di pulau Hong Hoang TO." ujar Tio Beng kepada suaminya.

. sebab anak kami juga anakmu.. maka peranakannya menjadi rusak." Tio Beng menatapnya lembut"Hanya berharap engkau sudi memberikan nama kepada anak kami." sahut Tio Beng.. "Maka biar dia yang memberikan nama kepada anak kita.. biar aku yang melayanimu. namun kemudian menghela nafas panjang.. "syukurlah" ucap Thio Bu Ki"Engkau terus beristirahat di tempat tidur. "Karena melakukan kekeliruan ketika belajar Kiu Im sin Kang.. "Minumlah" "Terima kasih" Tio Beng meneguk air hangat itu " Ci Jiak tentunya engkau sudi memberikan nama kepada anak kita kan?" "A." "Beng Moay" Thio Bu Ki tersenyum. Bu Ki Koko-" Tio Beng tersenyum. terimakasih" Mata Ciu Ci Jiak berkaca-kaca saking gembira dan melanjutkan. la segera menyodorkan air hangat itu ke hadapan Tio Beng.Tak lama muncullah Ciu Ci Jiak. "oh." "Terima kasih. "Lho?" Thio Bu Ki heran." "Kalian sedang berbisik-bisik apa?" muncullah Ciu Ci Jiak dengan membawa secangkir air hangat. "Engkau baik-baik saja?" Tio Beng mengangguki wajahnya masih tampak agak pucat. aku boleh masuk?" tanya Thio Bu Ki"Boleh-" Ciu Ci Jiak mengangguki Thio Bu Ki berlari ke dalam." Tio Beng dan Thio Bu Ki mengangguk. "Aku sangat kasihan kepada Ci Jiak karena dia tidak bisa punya anak-" "Yaah" Thio Bu Ki menghela nafas. "Kami sedang membicarakanmu. "Memangnya kenapa aku?" "Tidak sih. "Kenapa mendadak engkau menghela nafas?" "Aku.Thio Bu Ki segera menghampirinya seraya bertanya. ya?" Ciu Ci Jiak tersenyum. "Anakmu juga adalah anaknya ya. "itu pasti sangat menggembirakannya.." "Baik!" Thio Bu Ki manggut-manggut. kan?" "Betul." Tio Beng menggeleng-gelengkan kepala." Tio Beng tertawa gembira. "sungguh montok bayi laki-laki itu" "Aku. "Ci Jiak anak laki-laki atau perempuan?" "Anak laki-laki-" Ciu Ci Jiak memberitahukan dengan wajah berseri. "Beng Moay" panggil Thio Bu Ki sambil membelainya. anak kita?" Wajah Ciu Ci Jiak tampak bahagia sekali"Bayi itu adalah anak kita?" "Ya. . Dilihatnya Tio Beng sedang menyusui bayi laki-laki yang baru lahir itu." "oh?" Ciu Ci Jiak girang bukan main. sehingga selamanya tidak bisa punya anak. "Terimakasih." "Hatinya pasti terpukul sekali melihat aku melahirkan.

" "Dia cerdik dan banyak akalnya.. Namun mereka berdua bersyukur dalam hati karena Ciu Ci Jiak sangat menyayangi Han Liong.. tak pernah sakit dan dengan cepat ia sudah menjadi anak yang mungil. maka Ciu Ci Jiaklah yang selalu membelanya. Ciu Ci Jiak dan Thio Han Liong sudah duduk di pekarangan sambil menikmati keindahan bulan purnama." Thio Han Liong menghempas-hempaskan kakinya. nama yang tepat dan cocok baginya. dia langsung menangis sekeras-kerasnya agar Ci Jiak datang membelanya. "Bibi" Thio Han Liong memandang bulan purnama seraya bertanya. Ternyata Thio Bu Ki dan Tio Beng yang berada di kamar sebelah masih belum tidur. Di antara ke tiga orang utu." "Han Liong Han Liong" gumam Ciu Ci Jiak "Kelak dia harus menjadi pendekar gagah yang berhati jujur." Ciu Ci Jiak menggeleng-gelengkan kepala sambil tersenyum lembut. "Bibi-.." Thio Bu Ki menggelenggelengkan kepala. "Ha ha ha" Thio Bu Ki tertawa gembira. "Bibi baik sekali" Ciu Ci Jiak menggandeng anak itu ke pekarangan. "Jangan mengkhawatirkan itu" Thio Bu Ki tersenyum. "Bibi" panggil Thio Han Liong sambiL menarik tangan Ciu Ci Jiak "Temani Han Liong ke depan melihat bulan purnama" "sudah malam." sambung Tio Beng sambil tersenyum. "Mudah-mudahan dia tidak licik" sementara itu. Bayi itu bertubuh kuat dan sehat.. maka mereka berdua tahu tentang itu "Ci Jiak terlalu memanjakan Han Liong. Apabila Thio Bu Ki atau Tio Beng mau menghukumnya karena ia terlalu nakal." "seperti ayahnya." ucap Thio Han Liong girang. Han Liong tidak boleh ke luar" sahut Ciu Ci Jiak lembut." "Han Liong memang nakal tapi cerdik" ujar Tio Beng sambil tersenyum geli"Kalau kita mau menghukumnya. Mari kita ke pekarangan melihat bulan purnama" "Terima kasih. "Betul Harus seperti ayahnya Ha ha ha " -ooo00000ooo Bab 4 Penyerbuan yang Tak Terduga sang waKiu terus berlalu. otomatis juga akan mendidiknya pula. ftu membuat Thio Bu Ki dan Tio Beng menggeleng-gelengkan kepala. Ciu Ci Jiak yang paling memanjakannya. malam ini Han Liong tidak mau tidur."Alangkah baiknya bayi itu diberi nama Han Liong. "Bayi kita ini diberi nama Han Liong. "Kalau Bibi tidak mau menemani Han Liong melihat bulan purnama. "Ci Jiak memanjakannya karena menyayanginya. "Baiklah. "Bagus. tak terasa beberapa tahun telah lewat. aku khawatir Han Liong akan menjadi nakal sekali-" ujar Tio Beng sambil menghela nafas panjang..." "Han Liong. Nama yang bagus" "Kalau begitu " sela Tio Beng." "Han Liong. ... Thio Han Liong" Thio Bu Ki mengulanginya dengan wajah berseri-seri.

"Dewi Bulan pasti tidak akan menghukum Han Liong. "Tentunya kami tidak akan membiarkanmu terus tinggal di sini. "Tapi kenapa ayah. jadi anak baik harus berbaKti kepada orangtua. apakah harus terus tinggal di pulau ini?" "Itu urusan kelak." Thio Han Liong menyengir. ia pun mulai mengajarkan teori-teori Kiu Im Pek Kut Jiauw kepada Thio Han Liong yang dilakukannya secara diam-diam. tapi paling tidak suka kepada anak nakal." "Apabila cuma nakal sedikit." "ya." tanya Thio Han Liong." "Bibi. Itu dikarenakan Thio Bu Ki tidur bersama Tio Beng." Ciu Ci Jiak manggut-manggut"Maka Han Liong tidak boleh terlalu nakal. "Tapi engkau harus ingat." Ciu Ci Jiak mengangguk. sedangkan Thio Bu Ki mengajarnya cara-cara melatih Kiu Yang Sin Kang. maka Thio Han Liong pun harus tidur bersama Tio Beng. sebab Dewi Bulan pasti menghukummu." Ciu Ci Jiak membelainya. ciu Ci Jiak juga tidak tinggal diam. ibu dan bibi tinggal di pulau ini?" "Karena ayahmu sudah tidak mau mencampuri urusan rimba persilatan lagi. maka engkau harus seperti ayahmu" ujarnya. kalau Thio Bu Ki tidur bersama Ciu Ci Jiak. maka dia diangkat menjadi Bu Lim Beng Cu (Ketua Rimba Persilatan) di Tionggoan. Bibi-" Thio Han Liong mengangguk"Han Liong mau menjadi anak yang berbaKti-" "Anak baik Anak baik. "Ayah itu dan bibi berkepandaian tinggi?" tanya Thio Han Liong mendadak Jilid 2 Ciu Ci Jiak mengangguk."Betulkah ada dewi di dalam bulan?" "Betul. Bibi. Tio Beng sudah mulai mengajar Thio Han Liong ilmu surat. "Tentu. "Tempat lain juga seperti di pulau ini?" "Han Liong" Ciu Ci Jiak tersenyum lembut. Dewi Bulan pasti tidak akan menghukummu. "Kelak engkau akan mengetahuinya. mari kita tidur!!" "Ya. "Kepandaian ayahmu memang tinggi sekali. Mereka berdua masuk ke dalam gubuk. "Dewi itu disebut Dewi Bulan." "Oh?" Thio Han Liong tampak bangga sekali." Thio Han Liong mengangguk." "Apakah Dewi Bulan akan menghukum Han Liong kalau Han Liong nakal?" tanya anak kectL itu. . tidak boleh kurang ajar. kalau Han Liong sudah dewasa kelak. Thio Han Liong tidur bersama Ciu Ci Jiak. Ciu Ci Jiak memeluknya dengan penuh cinta kasih"Ayahmu adalah seorang pendekar yang gagah." ujar Ciu Ci Jiak sambil tersenyum. sebab engkau harus tahu dan kenal dunia luar." "Bibi. Dia cantik dan lemah lembut. maka tinggal di sini. Sekarang sudah larut malam. Dewi Bulan sayang kepada anak kecil?" "Kalau begitu.

.. tapi tidak mengajarmu Kiu Im sin Kang. maka ayahmu pasti marah kepada kita-" "ya. Di saat Thio Han Liong dan ciu Ci Jiak pergi ke pantai. Entah bagaimana keadaan mereka?" sahut Thio Bu Ki sambil menggeleng-gelengkan kepala. "Kenapa engkau menghela nafas?" "Aku teringat akan Thay suhu. Mereka berdua duduk di atas sebuah batu. "Bibi cuma memberitahukanmu semua gerakan Kiu Im Pek Kut Jiauw. Thio Bu Ki dan Tio Beng bercakap-cakap dengan serius sekali"Kini Han Liong sudah berumur tujuh tahun." Thio Han Liong menatapnya seraya bertanya.... "Menurut aku. "Kenapa Bibi mengajar Han Liong teori-teori ilmu itu?" ." "Ngmm" Thio Bu Ki manggut-manggut." "Kalau begitu. "Bagaimana menurutmu?" Thio Bu Ki balik bertanya. "Sebab.. kita harus membiarkannya pergi ke Tionggoan. "Kenapa Han Liong harus ke siauw Lim sie?" "Beng Moay" Thio Bu Ki tersenyum. la telah memiliki dasar Kiu yang sin Kang." sahut Tio Beng setelah berpikir sejenak "setelah dia dewasa. apakah dia harus terus tinggal dipulau ini?" tanya Tio Beng." sahut Thio Han Liong dan bertanya"Kenapa Han Liong tidak boleh memberitahukan kepada ayah?" "Sebab ilmu Kiu Im Pek Kut Jiauw sangat ganas. lihay dan hebat.Kini Thio Han Liong sudah berumur tujuh tahun. Maka ayahmu pasti melarangmu belajar ilmu tersebut. "Engkau sudah lupa kepada Cia sun ayah angkatku?" "oooh" Tio Beng manggut-manggut." kata Ciu Ci Jiak sambil memandangnya"Kenapa begitu?" Thio Han Liong tampak tercengang. "Bu Ki Koko" Tio Beng memandangnya dengan heran. tentunya dia harus ke gunung Bu Tong dan ke siauw Lim sie-" "Ke siauw Lim sie?" Tio Beng heran. "Han Liong" ujar ciu Ci Jiak"Engkau sudah ingat semua teori-teori Kiu Im Pek Kut Jiauw yang kuberitahukan kepadamu?" "Han Liong sudah ingat semua. "Ilmu Kiu Im Pek Put Jiauw sangat ganas." "Aaah " Mendadak Thio Bu Ki menghela nafas panjang. Bibi-" Thio Han Liong mengangguk. Ciu Ci Jiak dan Thio Han Liong juga sedang bercakap-cakap dengan asyik sekali. para paman dan ayah angkatku." Ciu Ci Jiak menjelaskan.. "Betul Han Liong memang harus ke siauw Lim sie menemui ayah angkatmu. Anak itu tampan tapi agak nakal. "itu urusan kelak. oleh karena itu Thio Bu Ki mulai mengajarnya Thay Kek Kun (Ilmu Pukulan Taichi) ciptaan guru besar Thio sam Hong atau Thio Kun Po (Chang KwunBo). "Percayalah" Tio Beng tersenyum"Mereka pasti baik-baik saja-" "Mudah-mudahan begitu" ucap Thio Bu Ki "Entah kapan klta akan bertemu mereka lagi?" sementara itu.

Khong Tong. "Beliau adalah Thay Sucouwmu. kakekmu. sebuah kapal perang berlabuh di pantai pulau itu. "sebab ayahmu mengangkatnya sebagai ayah.. beliau berada di siauw Lim sie-" " Kakek angkat?" Thio Han Liong tercengang. " Engkau masih punya seorang kakek angkat. Ayahmu adalah ketua Beng Kauw yang berhasil meruntuhkan Dinasti Goan. "Kelak Han Liong harus seperti ayah. " Kalau kelak aku ke Tionggoan. Thio Cui san.. apakah di Tionggoan banyak orang berkepandaian tinggi?" "Banyak sekali. "oh ya. "Kim Mo say ong-cia sun adalah kakek angkatmu." Thio Han Liong mengangguk." Ciu Ci Jiak memberitahukan.Tapi. "Bibi. "Sungguh kasihan nasib kakek angkat itu" Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. "Pendiri Bu Tong Pay itu adalah Thay sucouw?" "ya. yaitu partai siauw Lim." "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut mengerti"oh ya" ciu Ci Jiak memberitahukan lagi." "Partai mana yang paling kuat?" "Siauw Lim Pay. apakah kakek angkatku itu masih hidup?" "Mungkin masih hidup-."Agar kelak engkau dapat mempergunakannya. sedangkan ayah malah hidup di pulau ini?" "Cu Goan ciang bisa menjadi kaisar karena kelicikannya. "ya. maka beliau adalah kakek angkatmu. Di saat mereka berdua sedang asyik bercakap-cakap. Bu Tong.-. "Ayahmu hidup di pulau ini lantaran tidak mau mencampuri urusan rimba persilatan lagi. Hwa san." "ya. Go Bi dan Kay Pang (Partai Pengemis). yang usianya sudah seratus lebih-" "Pendiri Bu Tong Pay itu masih hidup?" tanya Thio Han Liong dengan mata terbelalak. "Pendiri Bu Tong Pay bernama Thio sam Hong. Tampak puluhan pasukan kerajaan meloncat turun dari ." Ciu Ci Jiak menjelaskan. kenapa Cu Goan ciang bisa menjadi kaisar. Bibi. dan Thio Han Liong mendengarkan dengan penuh perhatian." "Apa?" Thio Han Liong tertegun." ujarnya seusai Ciu Ci Jiak menutur."jawab Ciu Ci Jiak"Namun engkau pun harus melatihnya dengan cara mempraktekkannya. Kun Lun." "Bibi. Namun Bu Tong Pay sudah menyamai siauw Lim Pay." Ciu Ci Jiak mengangguk. "Beliau adalah guru kakekmu." Ciu Ci Jiak menutur tentang semua itu." Ciu Ci Jiak memberitahukan. "Di Tionggoan terdapat beberapa partai besar." Ciu Ci Jiak menjelaskan." ujar ciu Ci Jiak dan menutur riwayat Kim Mo say ong-cia sun. pasti ke siauw Lim sie menjenguk kakek-" "Ngmm" Ciu Ci Jiak manggut-manggut. karena saking asyiknya bercakap-cakap. Mereka berdua sama sekali tidak mengetahuinya." Ciu Ci Jiak tersenyum.

lebih-lebih setelah Thio Bu Ki dan Tio Beng tiada kabar beritanya. kemudian bertanya . "Mau apa kalian datang ke pulau ini?" "Kami adalah Dhalai Lhama dari Tibet. Tiba-tiba kening ciu Ci Jiak berkerut. namun sekonyong-konyong berkelebat beberapa bayangan ke hadapan mereka. "Thio Bu Ki sudah tinggal di pulau ini mengasingkan diri. "Ha ha ha" Dhalai Lhama jubah merah tertawa gelak. "Kalian berdua mau ke mana?" "siapa kalian?" bentak Ciu Ci Jiak. Lie WiEkiong menyatakan tidak sanggup menangkap Thio Bu Ki yang berkepandaian sangat tinggi itu. "ini adalah perintah kaisar-" "Hm" dengus Ciu Ci Jiak dingin"Lebih baik kalian cepat meninggalkan pulau ini Kalau tidak. Akan tetapi. lalu menolehkan kepalanya. Betapa terkejutnya hati Ciu Ci Jiak ketika melihat para pengawal istana dan Dhalai Lhama yang sedang menghampiri mereka. mari kita pulang" Mereka berdua segera beranjak meninggalkan tempat itu. menyusul adalah sembilan orang Hweeshio yang memakaijubah beraneka warna Ternyata mereka adalah para pengawal istana yang berkepandaian tinggi dan sembilan Dhalai Lhama dari Tibet Dalam beberapa tahun ini. Lie WiEkiong segera berangkat ke Tibet.Maka. Ciu Ci Jiak masih asyik bercakap-cakap dengan Thio Han Liong. cu Goan ciang masih tetap merasa cemas. barulah berangkat ke pulau tersebut dengan sebuah kapal perang. sementara itu. maka ia mengutus Lie WiEkiong. Lie WiEkiong sudah kembali ke istana bersama sembilan Dhalai Lhama." "Ciu Lie Hiap (Pendekar wanita Ciu)" Lie WiEkiong memberi hormat." sahut Dhalai Lhama jubah merah memberitahukan. namun kalian masih memburunya" "Maaf" ujar Lie WiEkiong. kemudian ia pun memberitahukan bahwa ia kenal beberapa Dhalai Lhama di Tibet yang berkepandaian tinggi.kapal perang itu. pemimpin pengawal istana. "Kami ke mari atas perintah kaisar untuk mengundang Thio Tayhiap ke istana. pemimpin pengawal istana bersama puluhan pengawal istana ke pulau tersebut untuk menangkap Thio Bu Ki." "Hm" dengus Ciu Ci Jiak dingin"Cepatlah kalian tinggalkan pulau ini Kalau tidak. aku tidak akan berlaku sungkan kepada kalian" "Ha ha ha" Dhalai Lhama tertawa gelak. yang ternyata adalah para Dhalai Lhama itu. Cu cioan ciang setuju. "Kami ke mari untuk menangkap Thio Bu Ki. setelah para Dhalai Lhama itu berbicara serius dengan cu Goan Ciang. tentunya sangat menggembirakan cu Goan ciang. "Han Liong." "sungguh keterlaluan cu Goan ciang masih ingin menangkap Thio Bu Ki?" Wajah Ciu Ci Jiak tampak gusar sekali. alangkah baiknya minta bantuan mereka untuk menangkap Thio Bu Ki. ia mengutus beberapa orang kepercayaannya untuk menyelidiki jejak Thio Bu KiAkhirnya Cu Goan ciang memperoleh informasi bahwa Thio Bu Ki dan Tio Beng berada di sebuah pulau di Pak Hai (Laut utara). Belasan hari kemudian.

Akan tetapi. "Aduuuh. Tapi kemudian mendadak ia menggigit tangan Dhalai Lhama jubah kuning. hadapilah aku" "Ha ha" Dhalai Lhama berjubah merah mendekatinya"Mari kita bertarung. "cuma berani terhadap anak kecil. Anak kecil itu masih ingin berkelit.kepada Lie WiEkiong.. Mendadak badan Thio Han Liong berputar. memberitahukan kepada ayahmu" Thio Han Liong mengangguki kemudian mendadak berlari pergi. "siapa wanita itu?" "Dia bernama Ciu Ci Jiak." "Bagus. aku ingin tahu berapa tinggi kepandaianmu" "Baik" Ciu Ci Jiak mengangguk sekaligus menyerangnya. sungguh di luar dugaan karena anak kecil itu berhasil berkelit. Perlu diketahui. Terjadilah pertarungan yang amat sengit dan seru.Ternyata Ciu Ci Jiak mulai mengeluarkan ilmu Kiu Im Pek Kut Jiauw... di saat bersamaan berkelebat sosok bayangan ke hadapannya. sementara Dhalai Lhama jubah kuning telah menotokjalan darah Thio Han Liong. "Tak disangka engkau dapat berkelit. "Hei. "ya-" Thio Han Liong mengangguk. Mendadak Ciu Ci Jiak bersiul panjang sambil menyerang Dhalai Lhama jubah merah." "Ayahmu bernama Thio Bu Ki?" tanya Dhalai Lhama jubah kuning.Jangan menyiksa anak kecil. la kena ditampar sehingga matanya berkunang-kunang. sehingga membuat anak kecil itu menjadi lumpuh. mantan ketua GoBi Pay.."jawab Lie WiEkiong memberitahukan.. "Bagus. ia cepat-cepat berbisik kepada Thio Han Liong. namun kali ini ia tidak berhasil.Jarirjari tangannya yang menyerupai cakar mengarah ke ubun-ubun Dhalai Lhama jubah merah." jerit Thio Han Liong.. kemudian dengan tiba-tiba ia mengayunkan tangan kirinya. bagus" Dhalai Lhama jubah merah tertawa lagi."Bagus. "Hm" dengus Dhalai Lhama jubah kuning.. yang ternyata Dhalai Lhama jubah kuning. sebelum Dhalai Lhama jubah merah mendekatinya. kalau ayahku datang. "Dasar tak tahu malu" caci Thio Han Liong. Pertarungan itu semakin menegangkan. "Kepandaiannya tinggi sekali. bagus" Dhalai Lhama jubah merah tertawa gelak sambil mengelaki kemudian balas menyerang.. bagus Ha ha ha" Dhalai Lhama jubah kuning tertawa gelak"Kami ke mari justru ingin menangkap ayahmu-" Thio Han Liong tidak menyahut. dan lengannya telah dicengkeram oleh Dhalai Lhama jubah kuning. Thio Han Liong sering berlatih dengan ciu Ci Jiak. bocah" Tangan Dhalai Lhama jubah kuning bergerak mencengkeram lengan Thio Han Liong. " Cepat pulang. "Bocah Engkau tidak akan bisa kabur" ujar Dhalai Lhama jubah kuning itu sambil menjulurkan tangannya untuk menangkap Thio Han Liong. "Aduh" jerit Dhalai Lhama jubah kuning kesakitan. Bukan . Dhalai Lhama keparat" caci Ciu Ci Jiak. "Ha ha Aku ingin mencoba kepandaiannya" sementara Ciu Ci Jiak memang sudah bersiap menghadapi pertarungan.

yang paling depan adalah Dhalai Lhama jubah merahi yang dibelakangnya memegang bahunya.Ternyata ke lima Dhalai Lhama itu menyerang Ciu Ci Jiak dengan Hgo Heng Mle Hun Tin (Formasi Lima Elemen yang Menyesatkan sukma). yang walau badannya tertotok lumpuh. Terdengar suara benturan yang amat dahsyat. dan menyerang mereka dengan Kui Im sin Kang.. Blaaam. Begitu sampai pada Dhalai Lhama berjubah merahi langsung saja ia menyerang ciu Ci Jiak. Ke lima Dhalai Lhama itu terhuyung-huyung ke belakang beberapa langkahi sedangkan ciu Ci Jiak terpental beberapa depa dengan mulut mengeluarkan darah segar"Bibi. sekonyong konyong Ciu Ci Jiak memekik keras. lalu menyaksikan pertarungan itu. sebab Ciu Ci Jiak mulai terdesak. Blaaam.. la menatap Dhalai Lhama itu dengan mata berapi-api.. Lweekang mereka beradu dengan Kiu Im sin Kang.Bibi-. Mendadak Dhalai Lhama jubah merah membentak keras. namun mulutnya masih bisa bersuara"Kalian semua adalah Hweeshio-hweeshio yang tak tahu malu" Plaaak. Mendadak Dhalai Lhama jubah kuning menamparnya"Aduuuh " jerit Thio Han Liong kesakitan. Anak kecil itu terkejut bukan main.. biru danputih. Mendadak maju empat Dhalai Lhama jubah hijau. Thio Han Liong menyaksikan pertarungan itu dengan penuh perhatian. la terpental belasan depa ke belakang dengan mulut menyemburkan darah segar. dan seketika juga yang paling belakang langsung menyalurkan Lweekangnya ke depan.. membuat Ciu Ci Jiak terdesak dan tak mampu balas menyerang. yang di depannya menyalurkan depan dan seterusnya.main terkejutnya Dhalai Lhama jubah merah itu la segera membentak keras sambil mengelak ke samping untuk menghindarinya. "Aaaakh " jerit ciu Ci Jiak." seru Thio Han Liong dengan wajah pucat pias"Bibi -" "Ha ha ha" Dhalai Lhama jubah merah tertawa gelak"Hebat juga engkau Coba sambut pukulan kami" Tiba-tiba ke lima Dhalai Lhama itu berbaris. pipimu akan kutampar sampai bengkak" Thio Han Liong terpaksa diam. Kening ciu Ci Jiak berkerut-kerut. Dhalai Lhama jubah merah mulai bergerak mendekati Ciu Ci Jiak. hitam. siap menangkis serangan para Dhalai Lhama itu. Formasi tersebut memang lihay sekali.. tapi ciu Ci Jiak menangkis serangan itu dengan Kiu Im sin Kang. Ke lima Dhalai Lhama menangkis serangan itu serentak dengan Lweekang sepenuhnya. la menghimpun Kiu Im Sin Kang sampai pada puncaknya. "Hweeshio sialan cepat bebaskan aku. mari kita berkelahi" "Diam" bentak Dhalai Lhama jubah kuning. lebih-lebih ketika Ciu Ci Jiak mengeluarkan ilmu Kiu Im Pek Kut Jiauw. Ke empat Dhalai Lhama itu pun ikut menyerang Ciu Ci Jiak"Tak tahu malu Tak tahu malu" seru Thio Han Liong. Dapat dibayangkan betapa dahsyatnya Lweekang gabungan mereka berlima. otomatis yang lain pun ikut bergerak dan tetap memegang bahu yang di depannya. . begitu pula yang lain. " Kalau tidak.

terkulai dan nafasnya pun putus seketika.." teriak Thio Han Liong dengan wajah pucat pias. "Kenapa kalian membunuh Ciu Ci Jiak?" "Kami bertarung. lalu membungkukkan badannya untuk memeriksa Ciu Ci Jiak.." "Bibi. wajar kan?" sahui Dhalai Lhama berjubah merah sambil tersenyum... aku cinta kepadamu. bukan?" "Tidak salah-" Thio Bu Ki manggut-manggut.." Dhalai Lhama jubah merah mengangguk"Kalian punya dendam kesumat dengan kami?" tanya Thio Bu Ki sepatah demi sepatah"Tidak-" Dhalai Lhama jubah merah menggelengkan kepala"Kalau begitu.. "Bu Ki Koko." Thio Bu Ki menatap Lie WiEkiong. Ciu Ci Jiak jatuh terkapar. "Han Liong." Thio Bu Ki terisak-isak. "Bibi. "Han. yang tidak lain adalah Thio Bu Ki dan Tio Beng.." "Apakah kalian Dhalai Lhama dari Tibet?" Thio Bu Ki menatap mereka dengan tajam sekali." panggilnya dengan suara lemah sekali"Aku -" "Engkau mau pesan apa. namun tidak berhasil. "Ayah... kami diutus ke mari untuk menangkapmuMaka lebih baik engkau ikut kami daripada melawan. bagaimana keadaannya?" tanya Tio Beng dengan cemas." Thio Bu Ki dan Tio Beng memandang para Dhalai Lhama itu..." Di saat bersamaan. "ya.. sedangkan ciu Ci Jiak terus memandangnya dengan mata redup.Bibi... Kalau di dalam pertarungan ada yang mati.." ciu Ci Jiak memandang anak kecil itu.Bibi." Mendadak kepala Ciu Ci Jiak. "Cu Goan ciang bukan?" .." sahut Dhalai Lhama jubah merah"Dia terkena pukulan kami. "Bu Ki Koko. kemudian Thio Bu Ki bertanya. "Tidak bisa ditolong?" tanya Tio Beng.." sahut Thio Bu Ki dengan air mata meleleh"Bibimu sudah tiada.. "Aku.. Thio Bu Ki memandang putranya sejenak. Ci Jiak?" tanya Thio Bu Ki dengan mata berkaca-kaca." Wajah Thio Bu Ki berubah dingin sekali... "Ayah Ibu.Begitu pula Tio Beng.. "Kalian telah membunuh Ciu Ci Jiak. kini bagaimana tanggung-jawab kalian?" "Ha ha ha" Dhalai Lhama jubah merah tertawa gelak"Terus terang.. Thio Bu Ki menggeleng-gelengkan kepala. la berusaha bangun. " Ci Jiak-... yang matanya sudah mulai basah Thio Bu Ki menggeleng-gelengkan kepala lagi..la tahu bahwa tak lama lagi nyawa Ciu Ci Jiak akan melayang." Thio Han Liong langsung menangis meraungraung. "Bibi. "Kalian yang membunuhnya?" "Kami bertarung. bagaimana keadaan bibi?" tanya Thio Han Liong."Bibi." "Aku tahu siapa yang mengutus kalian ke mari. Han Liong... "Engkau pasti Thio Bu Ki yang sangat tersohor itu." teriak Thio Han Liong memanggil mereka. berkelebat dua sosok bayangan ke tempat ciu Ci Jiak.

.. Di saat itu pula Tio Beng melesat kembali ke sisi Thio Bu Ki." ujar Dhalai Lhama jubah merah. la langsung menyerang Dhalai Lhama jubah kuning dengan sengit sekali. "Han Liong berada di tangan mereka. mendadak Tio Beng melesat ke arah Thio Han Liong. cepat serahkan kitab-kitab itu kepada kami" "Sayang sekali" sahut Thio Bu Ki sambil menggelengkan kepala. Ternyata ia sedang mencari akal untuk menolong putranya. "Kenapa kaisar mengutus kalian ke mari membunuh bibiku?" "Sesungguhnya kaisar tidak menyuruh para Dhalai Lhama itu membunuh bibimu. maka engkau harus menyerahkan Kiu yang dan Kiu Im Cin Keng kepada kamiKalau tidak -" "Kalau tidak." "Ha ha ha" Dhalai Lhama jubah merah tertawa gelak"Tentunya engkau ingin hidup. sementara suasana semakin mencekam. langsung menendang anak kecil itu ke arah para pengawal istana seraya berseru. tapi kenapa kalian. kalian akan membunuh kami?" tanya Thio Bu Ki dan merasa heran. "Buktinya bibiku telah binasa ditangan para Dhalai Lhama itu. aku. aku dendam kepada kalian" Lie WiEkiong mengerutkan kening. bagaimana para Dhalai Lhama itu tahu tentang Kiu yang dan Kiu Im Cin Keng? la sungguh tak habis pikir. "Nah.." Lie WiEkiong menggeleng-gelengkan kepala. lalu memandang para Dhalai Lhama"Wanita itu tidak kuat menahan pukulan kami. sementara para Dhalai Lhama sudah mengepung mereka berdua. Dhalai Lhama jubah kuning bergerak cepat.. maka dia terluka parah dan akhirnya binasa.. "Betul. Akan tetapi." Lie WiEkiong mengangguk"Kami diutus ke mari untuk menangkapmu. "Jaga anak itu" Betapa gusarnya Tio Beng.. "Ha ha ha" Dalai Lhama jubah merah tertawa terbahakbahak"Kalau begitu. Baiklah-" Bersamaan deng«n itu." "Tenang" sahut Thio Bu Ki. sebab Thio Bu Ki dan Tio Beng sudah . maka -" "Tapi kenapa para Dhalai Lhama itu membunuh Ciu Ci Jiak?" tanya Thio Bu Ki dingin"Dan kenapa Dhalai Lhama jubah kuning itu menawan putraku?" "Itu. engkau lebih sayang kitab-kitab itu daripada nyawamu sendiri. " Aku tidak pernah bermusuhan dengan pihak kalian. "Kitab-kitab itu tidak berada di tanganku."Betul. kemudian menghela nafas panjang. sedangkan Lie WiEkiong menjaga Thio Han Liong.. "Bagaimana?" tanya Tio Beng dengan cemas." Dhalai Lhama jubah merah manggut-manggut.. "Ha ha" Dhalai Lhama jubah kuning tertawa sambil berkelit." Lie WiEkiong tergagap-gagap. "Hmm" dengus Thio BuKi dingin." sementara Tio Beng tidak menyahut. Dipandangnya Thio Han Liong. "Kalian kejam" bentak anak kecil itu.

Blaaam Terdengar lagi suara benturan dahsyat.Mula-mula para Dhalai Lhama itu tampak kebingungan menghadapi serangan-serangan Thio Bu Ki. "Serang mereka" Mulailah para Dhalai Lhama itu menyerang Thio Bu Ki dan Tio Beng dengan cara mengepung. lalu mendadak berbaris menyerupai seekor naga-yang paling depan adalah Dhalai Lhama jubah merah dengan sepasang tangannya . namun ia cepat-cepat berkelit dan membuka matanya lagi. "Kiu Kiong ApTe (Sembilan istana Menekan Bumi)" Para Dhalai Lhama itu berputar-putar. sedangkan Thio Bu Ki tetap memejamkan matanya melayani para Dhalai Lhama itu. otomatis membuat Ilmu Kiam Kun Taylo Ie tak berfungsi sama sekali. "Kitab itu tak ada di tanganku. namun Thio Bu Ki menangkis dengan ilmu pukulan Kiu yang sin Kang. dan di samping itu. Dhalai Lhama berjubah merah terkejut juga menyaksikannya. Thio Bu Ki dan Tio Beng terhuyung-huyung ke belakang beberapa langkahi sedangkan ke lima Dhalai Lhama terpental beberapa depa. Thio Bu Ki dan Tio Beng berkelit. Ternyata Kiu Kiong Gan Thian adalah semacam formasi yang membingungkan pihak lawan. "Ngo Heng GanTe (Lima Elemen Memutar Bumi)" Dhalai Lhama jubah merahi kuning. dan segeralah ia berseru. sehingga membuat Thio Bu Ki dan Tio Beng merasa pusing sekali. "serang wanita itu" seru Dhalai Lhama jubah merah. "Kalaupun ada. la menggunakan pendengarannya yang amat tajam. Tio Beng menurutjustru ia nyaris terkena pukulan yang dilancarkan salah satu Dhalai Lhama. hijau. namun tidak terluka sama sekali. hitam dan putih langsung bergerak cepat menyerang Thio Bu Ki dan Tio Beng. Ke tiga Dhalai Lhama itu terhuyung-huyung ke belakang beberapa langkah. tidak akan kuserahkan kepada kalian" "Baik. "Kiu Kiong Gan Thian (sembilan istana Memutar Langit)" seketika sembilan Dhalai Lhama itu berputar-putar. ia pun mulai mengerahkan Kiu Yang sin Kang. dan makin lama makin cepat. "Engkau tidak mau menyerahkan kitab-kitab itu?" tanya Dhalai Lhama jubah merah dengan suara nyaring." Dhalai Lhama jubah merah manggut-manggut dengan wajah gusar"Kalau begitu. Thio Bu Ki menyerang mereka dengan ilmu Kian Kun Tay lo Ie." sahut Thio Bu Ki. engkau memang hebat" ujar Dhalai Lhama jubah merah dan kemudian berseru.siap bertarung dengan para Dhalai Lhama itu. namun mendadak Thio Bu Ki maju sekaligus menangkis serangan-serangan itu dengan ilmu pukulan Kiu yang sin Kang. Blaaam Terdengar suara benturan. kalian berdua cari mati" "Kalian yang akan mampus" sahut Tio Beng sengit. "Pejamkan mata" ujar Thio Bu Ki kepada Tio Beng. "Thio Bu Ki. kemudian ke dua-duanya balas menyerang dengan serentak. sedangkan Thio Bu Ki tetap berdiri di tempat. "Ha ha ha" Dhalai Lhama jubah merah tertawa g elaki kemudian berseru.Di saat itulah Dhalai Lhama jubah merah berseru. seketika tiga Dhalai Lhama langsung menyerang Tio Beng.

begitu pula badan mereka." sahut Thio Bu Ki tegas"Kalau begitu. Di saat itulah mendadak Dhalai Lhama jubah merah membentak keras. begitu pula yang lainnya.... mendadak Thio Bu Ki menyambar Tio Beng.. engkau memang tidak bernama kosong. sekaligus menyerang Thio Bu Ki. " Celaka" keluh Thio Bu Ki. lagi pula Thio Bu Ki dan Tio Beng telah terbakar. "Betulkah engkau tidak mau menyerahkan kitab Kiu Im dan Kiu yang cin Keng?" tanya Dhalai Lhama jubah merah"Tidak. sementara para Dhalai Lhama itu sudah bangkit berdiri dan secepat kilat kembali mengepung Thio Bu Ki dan Tio Beng. kami terpaksa membunuh kalian berdua" ujar Dhalai Lhama jubah merah dan berseru"serang mereka dengan Liak Hwee Tan (Bom Api)" seketika juga para Dhalai Lhama melempar suatu benda ke arah Thio Bu Ki dan Tio Beng. kelihatan ia siap menangkis kalau diserang..sedangkan Thio Bu Ki mulai mengerahkan Kui yang sin Kang hingga puncaknya. "Ha ha" Dhalai Lhama jubah merah tertawa.. maka anak kecil itu mulai menangisKenapa para Dhalai Lhama itu tidak mengejar mereka? Ternyata mereka telah terluka. dan mulut mereka pun mengeluarkan darahBagaimana dengan Thio Bu Ki? la pun terpental hampir sepuluh depa dan mulutnya menyembur darah segar. kemudian menggelenggelengkan kepala"Ayah Ayah " teriak Thio Han Liong. Tio Beng meloncat ke belakang." Tio Beng mengangguk. Dar. "Apabila Dhalai Lhama jubah merah itu menyerang.Ayah. janganlah engkau menangkis serangannya" "Ya. yang begitu meledak langsung pula menyala.Daar. DaaarBlaaam Terdengar seperti suara ledakan dahsyatSerangan yang menyerupai naga itu terdorong mundur tujuh delapan depa.bergerak-gerak.. " Engkau terluka?" "Aku. membuat para Dhalai Lhama itu terjatuh saling menindih. sekaligus melesat pergi"Ayah.." teriak Thio Han Liong memanggil ayah dan ibunyaAkan tetapi.Maka Dhalai Lhama jubah merah yakin bahwa Thio Bu Ki dan Tio Beng akan kembali ke situ- . ke dua orangtuanya sudah tidak kelihatan. sedangkan Thio Bu Ki maju dua langkah sambil menangkis serangan itu.Daaar. air muka Thio Bu Ki langsung berubah hebat dan ia cepat-cepat berbisik kepada Tio Beng yang berdiri di sisinya. Benda itu adalah Liak HweeTan... "Bu Ki Koko" seru Tio Beng dan langsung mendekatinya... sementara para Dhalai Lhama itu terus melempar Liak Hwee Tan ke arah mereka berdua.Di saat itu. Pakaian Thio Bu Ki dan Tio Beng sudah terbakar. "Thio Bu Ki." sahut Thio Bu Ki sambil menarik nafas dalam-dalam. Menyaksikan itu.yang di belakangnya memegang bahunya. Ibu ." Wajah Thio Bu Ki pucat pias.. dan juga Thio Han Liong masih berada di tangan mereka." "Terimakasih atas pujianmu.

Mereka segera menuju kapal perang itu. "Hari sudah mulai senja. namun tidak mau bersikap lemah di hadapan para Dhalai Lhama itu. "Selain ke gubuk itu. "Ha ha ha" Dhalai Lhama jubah kuning tertawa gelaki "Bocah Aku ingin lihat engkau bisa bertahan berapa lama Ha ha ha. cepatlah bebaskan totokan itu. jalan darah di bagian dada Thio Han Liong. ayah dan ibuku selalu berada di rumah. "Kelihatannya dia tidak tahu ke dua orangtuanya bersembunyi di mana. tidak mungkin bisa kabur jauh. "Suruh anak buahmu pergi mencari Thio Bu Ki dan Tio Beng Mereka telah terbakar. Namun ia sama sekali tidak mengeluarkan suara jeritan. Ketika hari mulai sore. jangan menyiksanya" Lie WiEkiong merasa tidak sampai hati menyaksikan penderitaan anak kecii itu.. "Hmm" dengus Dhalai Lhama jubah merahi lalu mendekati Thio Han Liong yang ditotok lumpuh itu seraya bertanya.. lalu memberitahukan kepada ciu Ci Jiak dan ke dua orang-tuanya. namun mereka tidak berhasil menemukan Thio Bu Ki dan Tio Beng. barulah para anak buah Lie WiEkiong kembali. Padahal sesungguhnya ia tahu ke dua orangtuanya bersembunyi di mana. namun tetap berterima kasih kepadanya dalam hati. "Setahuku. Thio Han Liong sama sekali tidak menjerit. Mendadak Dhalai Lhama jubah kuning menotok Giok Tiong Hiat."WiEkiong." ujar Dhalai Lhama jubah merah kepada pemimpin pengawal istana. sebetulnya Thio Bu Ki dan Tio Beng bersembunyi di mana? Ternyata mereka berdua bersembunyi di sebuah gua. " Kedua orangtuamu bersembunyi dimana?" "Aku berada di sini." Thio Han Liong sama sekali tidak mengeluarkan suara. namun ia tidak mau memberitahukan." "Hm" dengus Dhalai Lhama jubah kuning. lalu memberi perintah kepada para anak buahnya pergi mencari Thio Bu Ki dan Tio Beng. Dhalai Lhama jubah kuning tertawa lagi lalu membebaskan totokannyaRasa sakit di dada Thio Han Liong hilang seketika. mana tahu ke dua orangtuaku bersembunyi di mana?" sahut Thio Han Liong ketus dan dengan mata berapi-api menatapnya. terpaksalah Lie WiEkiong membopongnya. Thio Han Liong yang menemukan gua itu. "Dhalai Lhama jubah kuning" ujar Lie WiEkiong. sehingga dada anak kecil itu terasa sakit sekali. . "Engkau jangan berdusta" "Untuk apa aku berdusta?" sahut Thio Han Liong. "Entahlah-" Thio Han Liong menggelengkan kepala. mari kita kembali kEkapal" ujar Dhalai Lhama jubah merah." Lie WiEkiong mengangguk. ke dua orangtuamu sering ke mana?" tanya Dhalai Lhama jubah kuning. "Kalian jahat dan curang" Plaaak Dhalai Lhama jubah merah langsung menamparnya. namun wajahnya sudah berubah kebiru-biruan. Karena Thio Han Liong tidak bisa bergerak. hanya keringatnya terus mengucur dari keningnya. Walau Thio Han Liong sangat membenci Lie WiEkiong.

. Kita..... yang masih berada di tangan mereka... "Kita bisa mencarinya kelak.... Karena itu. "Sebab anak kita banyak akalnya." Thio Bu Ki menggeleng-gelengkan kepala. "Kalau begitu. sebab dia sangat cerdik dan banyak akalnya. "Kita membiarkannya dibawa pergi oleh para Dhalai Lhama itu?" "Apa boleh buat... tapi dia masih ingin membunuh kita." Mendadak Tio Beng mendekap di . "yang kupikirkan adalah Han Liong. barulah Thio Bu Ki menarik nafas lega. aku harus membunuhnya kelak" "Beng moay." "Tapi belum tentu Han Liong akan selamat.." Tio Beng mulai menangis lagi. "Bu Ki Koko?" tanya Tio Beng sambil menangis. Begitu cula Tio Beng. entah bagaimana nasib anak kita? Aku. Han Liong?" Air mata Tio Beng berderai-derai.. "Ng" Thio Bu Ki mengangguk. sedangkan engkau tak mampu melawan mereka.. setelah mereka pergi. la memandang Tio Beng sambil menggeleng-gelengkan kepala. tubuh dan wajahmu terbakar-" "Itu tidak jadi masalah" sahut Tio Beng dengan air mata meleleh. Tubuhnya terbakar..." "Aaaah-. "Aku. kita harus berupaya menyelamatkannya. "Han Liong pasti celaka di tanganpara Dhalai Lhama itu" "Beng Moay. Aku. tak mungkin bisa menyelamatkan Han Liong." keluh Thio Bu Ki. "Selama kita tidak bisa berbuat apa-apa. "Beng Moay.." ujar Thio Bu Ki sungguh-sungguh.. aku telah terluka. bagaimana mungkin aku bisa tenang." "Parah sekali?" tanya Tio Beng cemas. sebab aku terluka parah. aku yakin tidak akan terjadi suatu apa pun atas diri Han Liong. aku.Gua tersebut berada di balik rumput merambat yang amat lebat. lagi pula para Dhalai Lhama itu masih mengharapkan kitab Kiu Im dan Kiu yang cin Keng." "Aaaah. la duduk bersandar pada dinding gua.. maka para anak buah Lie WiEkiong tidak tahu bahwa di tempat yang mereka lewati terdapat sebuah gua." "Tenanglah. "sungguh jahat Cu Goan ciang sudah sekian tahun kita hidup mengasingkan diri di sini. mereka tidak akan mencelakai Han Liong." "Aaaah " keluh Tio Beng." ujar Thio BuKi sambil menghela nafas panjang." "Aaaah Bu Ki Koko. sebab Han Liong berada di tangan para Dhalai Lhama itu" "Aku yakin Han Liong bisa meloloskan diri. "Bu Ki Koko. "Bagaimana kita? Haruskah kita terus bersembunyi di dalam gua ini?" "Setelah kapal perang itu pergi.. kemudian menambahkan... Han Liong Han Liong. begitu pula wajahnya... " Thio Bu Ki menggelengkan kepala. "Aku sudah terluka dalam." sahut Thio Bu Ki "Lalu bagaimana. Beng Moay" "Bu Ki Koko. ia malah menangis sedih." Tio Beng mulai menangis." Thio Bu Ki menggeleng-gelengkan kepala. barulah kita meninggalkan gua ini.

. "Auuuh" jerit Thio Bu Ki dengan wajah meringis-ringis. aku mau berak" "Dhalai Lhama jubah merah" seru Lie WiEkiong. kemudian menghela nafas panjang. setelah menaruh Thio Han Liong." Bab 5 Meloloskan Diri sebuah kapal perang berlabuh di pesisir utara. Lie WiEkiong kembali ke tempat semula." "Beritahukan Kenapa engkau?" Lie WiEkiong mengerutkan kening. "Berhenti dulu Han Liong sakit perut." Bukan main terkejutnya Tio Beng...." Thio Bu Ki diam saja. Dalam perjalanan tak henti-hentinya Thio Han Liong mengerahkan Kiu yang sin Kang untuk membebaskan totokan itu la tahu tentang cara tersebut dari ayahnya. aku. "uaaakh " "Bu Ki Koko. maka tidak . Kemudian ia membopong Thio Han Liong ke tempat yang agak jauh... "WiEkiong. "Ha ha ha" Dhalai Lhama jubah merah tertawa gelak"Bocah itu sudah beberapa hari tidak berak..... bawa dia pergi berak" ujar Dhalai Lhama jubah merah"Jangan khawatir Jalan darahnya telah kutotok." Lie WiEkiong mengangguk sambil meloncat turun. "Aku. dia mau berak-" Dhalai Lhama jubah merah segera menghentikan kudanya." "Musnah?" tanya Tio Beng cemas"Ya-" Thio Bu Ki manggut-manggut"Aaaahhhh. tak lama mulutnya menyemburkan darah segar. sebab Dhalai Lhama jubah merah tetap menotokjalan darah anak kecil itu agar tidak bisa bergerak.. dan seandainya aku sembuh.. kepandaiankupun akan. jadi tidak bisa meloloskan diri. "Dadaku terluka-" "Maaf.. "Aku." Wajah Thio Han Liong meringis-ringis. begitu pula yang lainnya.. yang turun dari kapal perang itu adalah para Dhalai Lhama. Pemimpin pengawal istana itu masih membopong Thio Han Liong. maka dia tidak akan bisa meloloskan diri" "ya.dadanya. "Mungkin membutuhkan waktu yang lama sekali.. "Engkau." "Kenapa engkau?" tanya Lie WiEkiong terkejut.. Ketika rombongan itu memasuki sebuah lembah. aku aku tidak sengaja. "Aduuuh Aduuuuh.. mendadak Thio Han Liong menjerit-jerit. "Aku. Lie WiEkiong beserta anak buahnya." ujar Tio Beng sambil memandangnya dengan cemas "Engkau akan sembuh?" "Ng" Thio Bu Ki mengangguk. sejenak kemudian baru menyahut. Dari pesisir utara mereka menuju kota raja dengan menunggang kuda. Bu Ki Koko " Tio Beng menangis terisak-isak dan bergumam"Entah bagaimana nasib Han Liong.. "sakit perut Aduuuh Perutku sakit sekali" Thio Han Liong terus menjerit dengan wajah meringis-ringis.

"Heran?" gumam Dhalai Lhama jubah merah" Jejak itu hilang sampai di sini." "Ooooh" Lie WiEkiong manggut-manggut. yang lainnya pun mengikutinya dari belakang. tentunya sangat mengherankan para Dhalai Lhama dan Lie WiEkiong. "Entahlah" sahut Lie WiEkiong sambil menggelengkan kepala.." ujarnya. "Bagaimana mungkin dia bisa menghilang begitu saja?" "Mungkinkah dia digondol binatang buas?" tf." sahut Dhalai Lhama jubah merah sambil menengok ke sana ke mari. "Itu jejaknya." "Heran?" kata Dhalai Lama jubah merah. karena tidak bisa bergerak-" "Kalau begitu " Dhalai Lhama jubah kuning mengerutkan kening. Cukup lama mereka menunggu di situ. "Han Liong Han Liong.. karena Thio Han Liong tidak ada lagi di tempat itu... "Bocah itu dibawa pergi oleh burung elang perkasa?" "Tidak mungkin-" Dhalai Lhama jubah merah menggelengkan kepala"Bocah itu pun tak mampu kabur.V"W. kecuali aku dan adik-adik seperguruanku. engkau boleh ke sana sekarang.. "Di mana bocah itu?" tanya Dhalai Lhama jubah merah begitu melayang turun di sisi Lie WiEkiong." teriaknya memanggil anak kecil itu. Sungguh mengherankan "Bekas itu kok begitu?" gumam Dhalai Lhama jubah kuning." "Ayoh kita cari bocah itu" seru Dhalai Lhama jubah merah sambil menelusuri jejak itu. Sesampainya di sana. Tahinya pasti bau sekali. "Nanti kita kembali ke sini lagi. "Bocah itu. Dhalai Lhama jubah kuning. "Tidak mungkin." . Belasan depa kemudian. jejak itu tidak ada lagi. ia terbelalak dengan mulut ternganga lebar. "WiEkiong. tapi agak acak-acakan." "Mari kita berpencar mencarinya" seru Dhalai Lhama jubah merah dan menambahkan." Ternyata di sebelah kiri terdapat bekas injakan kaki.heran kalau perutnya sakit. Kenapa bisa begitu?" "Mungkinkah " Dhalai Lhama jubah kuning memandang ke angkasa seraya melanjutkan. "sepertinya. tentunya dia tidak dapat meloloskan diri" "Betul-" Dhalai Lhama jubah merah tertawa terbahak-bahak"Ha ha ha siapa pun tidak akan mampu membebaskan totokanku. "Dia dia tidak ada di sini. Teriakan itu sangat mengejutkan para Dhalai Lhama. setelah itu barulah Dhalai Lhama jubah merah membuka mulut.. diacak-acak binatang buas. pantatnya harus kau bersihkan dulu" Lie WiEkiong mengangguki lalu berjalan ke tempat itu. maka segeralah mereka melesat ke sana.. "sebelum dia kau bopong kemari. pantas engkau tidak mau tunggu di sana" " untuk apa aku menunggu di sana? Bukankah engkau telah menotok jalan darahnya sehingga dia tidak bisa bergerak? Nah.

Kenapa ia tidak mau kembali ke Pulau Hong Hoang to? Itu dikarenakan ia tidak tahu jalan. Akan tetapi. Dugaannya memang tidak salah. dan gerakannya pun amat lemas sekali-Sedangkan Kiu Im Pek Kut Jiauw mengandalkan pada kegesitan. "Bocah itu bisa hilang begitu saja. Thay Kek Kun dan mulai mempraktekkan teori-teori Kiu Im Pek Kut Jiauw dengan gerakan.Kelihatan ia setuju akan apa yang dibisikkan oleh Dhalai Lhama jubah kuning itu"sekarang mari kita melanjutkan perjalanan kembali kEkotaraja" sebetulnya Thio Han Liong pergi ke mana? Apakah ada seseorang yang menolongnya? Ternyata tidak. Ketika bersembunyi di atas pohon. Dalam perjalanan. ia mengacak-acak tempat itu. untung ia bersembunyi di atas pohon. tiada seorang pun yang membawa serta Thio Han Liong. karena itu ia meloncat ke atas pohon dan bersembunyi di situ. tidak lain hanya ingin memancing Thio Bu Ki ke sana. setelah mendengar suara derap kaki kuda meninggalkan tempat itu. maka ia melakukan perjalanan tanpa arah. "Ngmmm" Dhalai Lhama jubah merah manggut-manggut sambil tersenyum. "Heran?" gumam Lie WiEkiong. menukar putranya dengan kitab Kiu Im dan Kiu yang cin Keng. ia pun tak lupa melatih Kiu yang sin Kang. dan kecepatan bergerakKetika Thio Han Liong berusia sekitar enam tahun. setelah dipertimbangkan lama sekali. Thio Bu Ki sudah menyuruhnya membaca kitab Tok Keng (Kitab Mengenai Berbagai Macam Racun).. akhirnya ia mengambil keputusan tersebut. para Dhalai Lhama langsung mengejarnya. ia berpura-pura sakit perut lalu pergi membuang air besarKebetulan Lie WiEkiong meninggalkannya. anak kecil itu telah mengambil keputusan untuk berangkat ke gunung Bu Tong atau ke siauw Lim sie." "Mungkinkah. setelah itu. melainkan ia membebaskan totokan itu dengan Kiu yang sin Kang. kalau tidak ia pasti tertangkap kembali oleh para Dhalai Lhama itu. ketika mereka kembali ke tempat itu." Dhalai Lhama jubah kuning berbisik-bisik di telinga Dhalai Lhama jubah merah.." Dhalai Lhama jubah merah mengangguk"Tapi entah siapa orangnya. barulah Thio Han Liong meloncat turun dari pohon. agar kelak bisa membalas dendam terhadap para Dhalai Lhama itu. Tapi kini -" "Aku yakin Thio Bu Ki tetap akan kEkotaraja. la pun ingin menuntut ilmu. Karena tidak tahu jalan. dan setelah itu barulah ia mengerahkan ginkang melesat pergi. "Ada seseorang menolongnya? " "Itu memang mungkin.Mereka lalu berpencar mencari Thio Han Liong." Dhalai Lhama jubah kuning mengerutkan kening. bahkan juga mengajarnya teori-teori ilmu pengobatan dan cara-cara memeriksa penyakit serta nadi- . Thay Kek Kun (Ilmu Pukulan Taichi) menggunakan tenaga lunak. la yakin bahwa para Dhalai Lhama akan mengejarnya. Maka. Maksudku membawa bocah itu kEkota raja. lagipula tidak punya uang untuk menyewa kapal.

cepat pergijangan ganggu aku" Entah mengerti atau tidak. Tiba-tiba air matanya meleleh. sehingga membuat harimau itu berlari ke sana ke mari Anak kecil itu tertawa gembira.Setiap pagi Thio Bu Ki berlatih ilmu pedang. kalian akan kubalas" Anak kecil itu memungut sebuah batu kecil. Itu tidak usah heran. barulah ia meloncat turun dari punggungnya. Betapa terkejutnya Thio Han Liong. kemudian disambitkannya ke arah monyet-monyet itu. Thio Han Liong lalu duduk di bawah pohon. la segera meloncat bangun lalu memeriksa benda itu. ternyata ia teringat akan ciu Ci Jiak. Taaak.setelah itu mereka memetik buah pohon. la pun teringat akan ke dua orang tuanya. bibinya yang mati secara mengenaskan. Tapi anak kecil itu justru malah tertawa sambil berkelit. langsung menerkamnya.. lalu balas menyambit Thio Han Liong. kemudian mendadak meloncat ke atas punggung harimau itu. monyet-monyet tolol" Dipungutnya buah itu. sudah kucungkil sepasang matamu Ayoh. segeralah ia mendongakkan kepalanya memandang ke atas. kemudian sambil tersenyum ia . otomatis ia ingat semua gerakan ilmu pedang tersebut. namun harimau itu melangkah pergi dengan kepala tertunduk"Hihihi" Thio Han Liong tertawa"Harimau tua. mendadak muncul seekor harimau yang besar sekali. Harimau itu menerkam lagi sambil mengaum. Ketika ia melewati sebuah hutan.setelah merasa puas mempermainkan harimau itu. Dalam perjalanan ini. "Hi hi hi" la tertawa geli"Nafasmu ngos-ngosan. Anak kecil itu sama sekali tidak tahu bagaimana nasib ke dua orangtuanya." seusai berkata begitu. Thio Han Liong pasti menyaksikannya dengan penuh perhatian. Monyet-monyet itu langsung berloncat-loncatan di dahan sambil bercutt-cuit. sebab memperoleh buah itu "Terima kasih. engkau sangat menuruti perkataanku. "sialan" caci Thio Han Liong. sudah tua ya?" Harimau itu diam saja"Aku masih berbelas kasihan kepadamu. tapi ia sangat berani. melainkan malah merasa girang akan kemunculan harimau itu. ternyata adalah sebiji buah hutan. bagus Hihihi" Thio Han Liong tertawa gembira. anak kecil itu malah merangkul leher harimau ituu erat-erat. "Monyet-monyet itu yang menyambit kepalaku Awas. la cepat-cepat berkelit.Kalau tidak. "Bagus.Nafas harimau itu memburu karena lelahnyasedangkan anak kecil itu berdiri di depannya sambil bertolak pinggang. ia mengisi perutnya hanya dengan buah-buahan hutan. Suatu benda jatuh menimpa kepalanya. sudah barang tentu harimau itu gusar sekali dan terus berloncat-loncatan agar Thio Han Liong jatuh. yang terbakar oleh Liak Hwee Tan. Walau usianya baru tujuh tahun. tampak beberapa ekor monyet bergantungan di pohon.Akan tetapi. sebab anak kecil itu sangat cerdas dan ingatannya pun kuat sekali. Thio Han Liong bukannya takut.

kok kami tidak pernah melihatmu?" tanya seorang gadis kecil berusia enam tahunan. Kedua anak itu segera mengayunkan tali." gadis kecil itu menatapnya seraya bertanya. .Aku melihat kalian sedang bermain loncat tali. sampai jumpa" Thio Han Liong melanjutkan perjalanan sambil bersiul-siul. aku harus memanggilmu kakak tampan. Kini bertemu anakanak itu. kelihatan gembira sekali." sahut Tan Giok Cu bersikap malu-malu. Monyet-monyet bergantungan di atas bercuitcuit lagi. Thio Han Liong tidak pernah bermain dengan anak-anak seusianya. Bolehkah aku tahu namamu?" "Namaku Tan Giok Cu. "Aku dari tempat yang sangat jauh." ujar Tan Giok Cu. aku akan mengajari dia main loncat tali ini. "Monyet-monyet. "Nah. "biar Pakaiannya kumal. "Nah. Ternyata anak-anak itu sedang bermain loncat tali. "Engkau dari mana. "Maaf. maka aku memanggilmu adik manis. bolehkah aku ikut main?" tanya Thio Han Liong sambil tersenyum. "Aku tidak kenal denganmu. "Maka aku memanggilmu kakak tampan." sahut Thio Han Liong. "Apa?" Han Liong tertawa geli"Kenapa engkau memanggilku kakak tampan?" "Sebab engkau sangat tampan." sahut Thio Han Liong. "Apakah engkau anak nakal?" "Namaku Thio Liong. begini cara main loncat tali" seru gadis kecil itu." ujarnya perlahan." Thio Han Liong mengangguk.sekarang aku boleh turut main kan?" "Boleh-" Tan Giok Cu mengangguki lalu berkata pada yang lain. Betapa girangnya hati Thio Han Liong. engkau bisa?" "Bisa. adik manis. "Oh?" Tan ciiok Cu menatapnya. dapat dibayangkan betapa gembiranya. "Aku bukan anak nakal. Apalagi ketika ia melihat beberapa anak laki-laki dan anak perempuan sedang bermain. setelah merasa kenyang." "Terima kasih.memakannya." Gadis kecil itu tersenyum. kotor dan sobek. tapi sekarang dia adalah kawanku. Selama berada di pulau Hong Hoang To. kalian berdua mengayunkan tali. kalian tidak boleh menghinanya. maka aku ingin ikut main." Thio Han Liong tidak berani berterus terang memberitahukan namanya. segeralah ia menghampiri mereka Anak laki-laki dan anak perempuan yang sedang bermain itu langsung memandangny dengan mata terbelalaki sebab pakaiannya telah kumal dan tersobek sana sini. terima kasih" ucap Thio Han Liong. Beberapa hari kemudian sampailah ia di sebuah desa yang cukup besar. Thio Han Liong berseru." "Ya" sahut anak-anak itu "Ayoh. " Kakak tampan. dan Tan Giok Cu mulai berloncat-loncatan. "Kalau begitu. "Kenapa engkau memanggilku adik manis?" "Karena engkau cantik manis.

. sebab aku tidak punya famili. cepatlah engkau ke dalam" ujar pembantu wanita itu. bagaimana kalau engkau ikut ke rumahku?" "Ke rumahmu?" "ya. siapa dia?" tanya pembantu wanita itu dengan kening berkerut-kerut. mereka pasti tidak akan marah-" "Tapi. "oh ya. lalu meloncat ke hadapan gadis kecil itu. Ketika melihat Thio Han Liong yang pakaiannya tidak karuan itu. ayahku masih tidak mampu meloncat begitu tinggi" "oh?" Thio Han Liong tersenyum. lalu menarik tangan Liong untuk diajak ke dalam." "Ayohlah" Tan Giok Cu menarik Thio Han Liong. tidak merasa malu berjalan bersamaku yang sangat bau ini?" "Sekarang engkau bau. seketika Tan Giok Cu dan anak-anak lain terbelalak. "Bibi Hiang. engkau mau ke mana?" tanya gadis kecil itu sambil menatapnya. "Engkau adalah gadis cantik. begitu pula yang lain. "Engkau hebat sekali. "Mari ikut aku sampai di rumah. tapi setelah mandi nanti." "Oh. terbelalaklah pembantu wanita itu." "Ayah dan ibumu tidak akan marah?" Jangan khawatir" Tan Giok Cu tersenyum.. engkau harus mandi lho" "Aku. Berselang beberapa saat.. mendadak ia menggunakan ilmu ginkangnya." "Baiklah. di mana ayah dan ibuku?" "Tuan dan nyonya besar berada di ruang tengah." sahut Tan Giok Cu.. barulah Thio Han Liong berhenti. "Aku tidak tahu mau ke mana. "Sudah belasan hari aku tidak mandi. bahkan kemudian berjungkir balik pula. "Nona. "Dia kawanku.. engkau pasti tidak akan bau lagi... Tak seberapa lama kemudian. "Aku jadi pusing mencium bau badanmu.. "Ayah dan ibu sangat menyayangi ku.Tan Giok Cu meloncat ke samping." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala.. mereka berdua sudah sampai di sebuah rumah yang cukup besar. "Kakak tampan" puji Tan Glok Cu. ya?" Thio Han Liong meliriknya. karena Thio Han Liong berloncat begitu tinggi. "Aku." "Kasihan" Gadis kecil itu menatapnya lagi. Tan Giok Cu bertepuk-tepuk tangan sambil bersorak-sorai dengan riang gembira. Tan Giok Cu manggut-manggut. namanya Thio Liong." "Pantas badanmu bau" ujar Tan Giok Cu sambil menutup hidungnya dengan tangannya. kini hanya tinggal Tan Giok Cu dan Thio Han Liong. Anak-anak itu langsung pergi. saking gembiranya. lalu berloncat-loncatan di situ. kami mau pulang" ujar salah seorang anak"Sudah siang. sedangkan Thio Han Liong meloncat ke arah tali itu. Tampak sepasang suami isteri berusia ." Tan Giok Cu manggut-manggut." Thio Han Liong tertawa. " Kakak tampan." sahut Tan Giok Cu. "Giok Cu. seorang pembantu wanita berlari-lari mendekati mereka.

. aku bilang apa kepadamu? Lupa ya?" . Jangan lupa lho" "Apa sih?" Thio Han Liong bingung. "Kenapa Giok Cu mengajaknya ke mari menemui ayah dan ibu?" "Sebab. "Tadi sebelum ke mari." ujar gadis kecil itu." "Lho?" Tan Ek Seng mengerutkan kening. maka Giok Cu kasihan kepadanya. "Tahu. "Aku punya kawan main. "TUh Sudah lupa kan?" Tan Giok Cu cemberut. maka ingin bekerja di sini Aku mohon Paman sudi menerimaku" "Bagus" seru Tan Giok Cu girang." " Kedua orang tuamu tahu?" tanya Nyonya Tan. Mereka pun tertegun ketika melihat Tan Giok Cu pulang bersama seorang anak laki-laki dekil.... "Ayah belum menerimanya bekerja di sini lho" "Kalau Ayah tidak menerima kakak tampan bekerja di sini." Tan Ek seng mengangguki "Terima kasih Paman".. asyiiik... pasti menangis tiga hari tiga malam. " Kecil-kecil sudah kenal tampan segala." "Kakak tampan?" Nyonya Tan terbelalak"Giok Cu. "Ayahi Ibu" panggil gadis kecil itu dan memperkenalkan Thio Han Liong. Karena." Thio Han Liong memberitahukan." Tan Ek seng ayah Tan Giok Cu terbelalak.." "Baiklah. "Giok Cu. "Engkau berasal dari mana? Bagaimana bisa datang di desa Hok An ini?" "Aku berasal dari Pak Hai (Laut utara). kenapa engkau memanggilnya kakak tampan?" "Ibu. karena ingin merantau. "Ngmmm" Tan Ek Seng manggut-manggut.. "Biarlah anak itu bekerja di sini. Giok Cu." Tan Giok Cu memberitahukan. terima kasih Bibi." ujar Nyonya Tan. "Dia bernama Thio Liong." Thio Han Liong mengangguk" Aku tidak punya uang. " Kecil-kecil sudah bisa mengancam. bolehkah aku bekerja di sini?" "Thio Liong" Tan Ek seng menatapnya tajam. dasar" "Paman... "Wuah" Tan Ek seng tertawa." Tan Giok Cu tersenyum. dia memang tampan." "Giok Cu" Tan Ek seng menggeleng-gelengkan kepala." "Hussh" Nyonya Tan melotot. Giok Cu mengajaknya ke mari menemui Ayah dan Ibu. "Aku tidak punya famili dan tempat tinggal. namun berdusta sedikit.. "Kakak tampan" Tan Giok Cu menatapnya. "Kakak tampan ini tidak punya famili dan tempat tinggal. "Aku ikut perahu nelayan keTionggoan. Bibi" panggil Thio Han Liong sambil memberi hormat. "Dia memanggilku adik manis. jadi putri kita punya kawan." ucap Thio Han Liong gembira. dasar" "Suamiku.empat puluhan duduk di situ. maka aku memanggilnya kakak tampan.

lalu memberi hormat kepada ke dua orangtua Tan Giok Cu." sahut Thio Han Liong. "Ha ha ha" Tan Ek seng tertawa gelak "Bagus." ujar Tan Ek seng. selanjutnya apa yang kubilang. engkau harus ingat lho" "Ya-" Thio Han Liong mengangguk"Bibi Hiang. kalau omongan penting. sebab perubahan wajah gadis kecil itu tidak terlepas dari mata mereka."Apa ya?" Thio Han Liong coba mengingatnya." Wajah Tan Giok Cu langsung memerah." Ah Hiang segera mengantar Thio Han Liong kEkamar mandi.... bahkan mereka pun merasa suka kepadanya. sampai di rumahmu aku harus segera mandi.. namun sudah tidak ingat lagi." Mendadak wajah gadis kecil itu berubah kemerah-merahan." "Betul. "oooh" Mendadak Thio Han Liong manggut-manggut. Bibi Hiang" seru Tan Giok cu. "Antar Thio Liong ke kamar mandi. " Engkau memang tampan. "Hah?" Tan Ek seng dan isterinya terbelalak. dan pakaiannya harus diganti" "ya. "Adik manis.Nan. "Cepat ke mari" Pembantu wanita itu berlari-lari menghampirinya. "Ada apa Nona memanggilku?" "Ah Hiang." Nyonya Tan menggeleng-gelengkan kepala.. sementara Tan Ek seng dan isterinya juga kagum akan ketampanan anak kecil itu. "Engkau kok begitu cepat lupa sih? Itu cuma omongan yang tak penting. sekarang aku sudah ingat. "Katakanlah" "Mandi. bukankah bagus sekali?" sahut Tan Ek Seng dan tertawa lagi." "Huh Tak usah ya" sahut Tan Giok Cu sambil cemberut." Tan Giok Cu tertawa"Nah. setelah itu barulah bertanya kepada gadis kecil itu. kemudian bersungut-sungut.. Berselang beberapa saat." "oh?" Wajah Tan Giok Cu langsung berseri. "Thio Liong.. "Wuah" serunya"Engkau semakin tampan lho" Thio Han Liong tersenyum"sekarang aku tidak bau lagi. "Mereka berdua masih kecil lho" . Tan Ek Seng dan isterinya saling memandang. maka ia menggeleng-gelengkan kepala. bagus" "Suamiku" tanya Nyonya Tan berbisik"Apa yang bagus?" "Mereka berdua memang cocok. sedangkan Tan Giok Cu terus cemberut. engkau boleh coba cium. pantas Giok Cu mau mengajakmu ke mari" "Ayah-." sahut Nyonya Tan. Ah Hiang dan Thio Han Liong kembali ke ruang tengahi seketika juga Tan Giok Cu terbelalak. Nyonya. Kemudian ia pun menyediakan pakaian baru untuk anak kecil itu. "Suamiku. "Tadi sebelum ke mari engkau bilang kepadaku.

begitu pula Ah Hiang." sahut Tan Ek Seng. tapi kelak akan dewasa nanti" seng sambil tersenyum. kasihan dia" "Giok Cur Nyonya Tan tersenyum lembut." "Ya. Pagi ini ketika Thio Han Liong sedang menyapu halaman. memperkuat daya tahan tubuh. sebab ayahku akan ." ujar Tan Giok Cu sambil menggelengkan kepala. "Bolehkah aku tahu nama ayahmu?" "Ayahku bernama Thio Ah Ki. pintar sekali menyulam. "Engkau cukup menyapu di halaman dan membersihkan rumah. "Thio Liong." "Apa?" Tan Giok Cu terbelalaki. paman adalah kepala desa Hok An ini. "Ya. "Ayahmu kok begitu kejam?" "Ayahku tidak kejam. "Memikul air merupakan latihan fisik. Bibi. "ibuku bernama Tio Beng." Thio Han Liong memberitahukan. duduklah" "Terima kasih. Suami isterl itu dan Tan Giok Cu sangat baik terhadapnya. la terpaksa merahasiakan nama "Ayahmu seorang nelayan?" tanya Nyonya Tan. "Bagaimana mungkin ibu menyuruh dia bekerja berat?" "Tidak apa-apa." "Ya. tentunya tidak boleh memikul air. Paman" ucap Thio Han Liong. "Aku memang sering memikul air di rumahi pagi dan sore. "Kakak tampan" Tan Giok Cu menghampirinya." "Kalau begitu. tidak usah memikul air." Thio Han Liong mengangguki "Ibu mau menyuruh kakak tampan kerja apa?" tanya Tan Giok Cu mendadak"Jangan disuruh memikul air lho. Aku adalah anak laki-laki " "Pokoknya engkau tidak boleh memikul air di sini" tandas Tan Giok Cu dan menambahkan. "Thio Liong." Sejak itu Thio Han Liong bekerja di rumah Tan Ek Seng. aku pasti marah. aku." ujar Thio Han Liong. "selamat pagi. "Engkau pun tidak boleh memikul air di sini. tiba-tiba muncul Tan Ek Seng dan putrinya. "Terima-kasih. Paman" Thio Han Liong mengangguk. "Engkau masih punya ibu?" tanya Nyonya Tan lagi.. "Engkau adalah anak gadis." Thio Han Liong mengangguk."Sekarang masih kecil. pokoknya kami tidak akan menyia-nyiakan tenagamu." Thio Han Liong tersenyum.. maka aku harap engkau bekerja dengan rajin. pembantu wanita itu. "Engkau berhenti menyapu. "Thio Liong" Tan Ek seng menatapnya. "selamat pagi. aku kerja apa di sini?" tanya Thio Han Liong." jawab Thio Han Liong. "Thio Liong. "Kalau engkau memikul air." Nyonya Tan manggut-manggut. Paman" Thio Han Liong duduk. "Punya." "Adik manis" Thio Han Liong tersenyum lagi." "Aku tidak mau memikul air. engkau harus tahu. adik manis" "Pagi" sahut Tan Ek seng sambil tersenyum.

" "Kakak tampan" Tan Giok Cu heran." "ya. Seusai makan. "Aku tidak mau belajar ilmu silat. Bibi. "Tapi--" "Adik manis" Thio Han Liong tersenyum"Aku akan melihatmu belajar ilmu silat di sini." "Terima kasih." Thio Han Liong menggelengkan kepala. "Untuk menjaga diri" "Thio Liong" ujar Tan Ek seng. selelah hari mulai siang. "Belajar sendiri. Thio Han Liong menyaksikan itu dengan penuh perhatian. lalu duduk di sisinya. Nyonya Tan tersenyum sambil memandang Thio Han Liong. "Engkau pun boleh ikut belajar bersama Giok Cu. Ayoh kita makan dulu" Thio Han Liong mengangguk. "Engkau boleh ikut belajar menulis dan membaca. " Aku pasti menurut perkataanmu. "Terimakasih. "siapa yang mengajarmu?" "Ibuku. biar dia menonton saja" Thio Han Liong menyaksikan Tan Giok Cu belajar silat dengan penuh perhatian. "Aku sudah bisa menulis dan membaca." Tan Giok Cu manggut-manggut." "Thio Liong" Nyonya Tan tersenyum. .." "Ibumu?" "ya. "Engkau harus terus berlatih siang dan malam.mengajarku ilmu silat. kemudian berkata." ujar Nyonya Tan. "Kakak Tampan. Tapi -" Tan Giok Cu menatapnya. Paman." Tan Giok Cu mengangguk. ayah mau ke dalam" Tan Ek seng melangkah ke rumah." "oh?" Nyonya Tan tertegun. lalu duduk di bawah pohon. bagaimana gerakanku?" "Kaku sekali. Tan Giok Cu mengajak Thio Han Liong ke ruang belajar. Engkau gembira kan?" "gembira sekali.. "Kenapa engkau tidak mau belajar ilmu silat?" "Aku . Ternyata Nyonya Tan yang mengajar Tan Giok Cu menulis dan membaca." ucap Thio Han Liong dan memberitahukan. bibi bersedia mengajarmu. sebab engkau masih kurang gesit. "Engkau tidak boleh menyapu ya" "Ya-" Thio Han Liong mengangguk. Tan Ek seng berhenti mengajar putrinya." Thio Han Liong menundukkan kepala"Giok cu" Tan Ek seng tersenyum"Jangan dipaksa. Kemudian mereka berdua benalan ke rumah dengan wajah cerah ceria." "Oh?" Thio Han Liong berhenti menyapu." sahut Thio Han Liong. sedangkan Tan Giok Cu segera mendekati Thio Han Liong. Tan Ek seng mulai mengajar putrinya pasang kuda-kuda dan lain sebagainya. Tapi. "Engkau mau belajar ilmu silat?" "Ya.

"Bibi pasti pernah membaca syair Li Pek-" "Betul. "Itu." ujarnya dengan kagum. tulisan Thio Liong?" "ya. betul" sahut Nyonya Tan dengan wajah agak kemerah-merahan. maka percuma kita bertanya kepadanya. Nyonya Tan terbelalak. "Aku sedang memikirkan Thio Liong." Thio Han Liong memberitahukan. Ibu." Nyonya Tan menggelengkan kepala. "oh?" Tan Ek Seng memandang ke atas meja dan terbelalak."Coba engkau baca buku ini" "ya. sebab tulisan anak itu indah sekali. "isteriku. "Isteriku. " Kalau dia berasal dari keluarga terpelajar. Nyonya Tan memandang punggung Thio Han Liong. "Aku tidak menyangka. Nyonya Tan masih berdiri termangu-mang u di tempat." Nyonya Tan memberitahukan. tapi tidak boleh lama.. kanapa engkau berdiri mematung di sini?" "Suamiku. kemudian keningnya berkerut seakan memikirkan sesuatu Di saat bersamaan tampak T an Ek seng memasuki ruang itu. la memang pernah membaca syair-syair LiPek namun tidak pernah menghafalnya. lalu bertanya perlahan." Thio Han Liong segera membaca buku yang disodorkan Nyonya Tan. "Sekarang kalian boleh main. itu tidak mungkin." "Memikirkan dia?" Tan Ek Seng bingung. Tan Ek Seng mandakatinya dengan penuh keheranan." "Bukan main indahnya" ujar Tan Ek Seng dengan kagum. kanapa . perlukah kita bertanya kepadanya?" "Tidak perlu. Berselang beberapa saat kemudian. Engkau menulis sebuah syair ya?" "Ya. "Tempo hari dia tidak mau memberitahukan. sehingga membuat nyonya Tan melongo"Sekarang engkau menulis" ujar nyonya ituThio Han Liong mengangguki lalu mulai menulis. "Tulisanmu indah sekali." "Dia mengaku berasal dari keluarga Nelayan." ujar Nyonya Tan.." Nyonya Tan menggeleng-gelengkan kepala.Syair Li Pek yang amat terkenal itu." sahut Tan Giok Cu sambil menarik Thio Han Liong meninggalkan ruang itu.. Nyonya Tan berhenti mengajar putrinya menulis." jawab Nyonya Tan. Dia pasti tidak akan berterus terang. Begitu cepat dan lancar. bahkan juga bisa menulis sebuah syair Li Pek.." "Ngmm" Tan Ek Seng manggut-manggut. Jilid 3 Bab 6 Menyalamatkan Kepala Desa Sementara itu." "Tapi " Tan Ek seng mengerutkan kaning. "Ya.. hanya saja dia merahasiakan sesuatu dan identitas dirinya. "kanapa engkau memikirkan anak kecil itu?" "Dia begitu lancar membaca. "Aku yakin anak kecil itu berasal dari keluarga terpelajar. "Thio Liong.

." Nyonya Tan menggeleng-gelengkan kepala lagi." "Isteriku" Tan Ek seng memeluknya.. "Dia bermarga Thio. "Tidak mungkin anak kecil itu putra yap song Kang. Aku-. "Padahal dia dan klta adalah kawan baik. maka bersumpah sepuluh tahun kemudian akan ke mari mencari kita. Engkau memang baik terhadap yap song Kang..." "Jangan khawatir isteriku" Tan Ek seng menggenggam tangannya erat-erat"Aku tidak akan membiarkannya merebutmu dari sisiku." Nyonya Tan mengangguk sambil menghela nafas panjang.." Tan Ek seng tersenyum.... "sudah belasan tahun kita menikahi aku yakin tidak lama lagi yap song Kang akan muncul mencari kita. sudahlah. "Kita berdua saling mencinta. "Dia penasaran sekali. percayalah" "Aaaah." "Belasan tahun kemudian." "Maksudmu anak Yap song Kang?" "ya. isteriku.pakaiannya hari itu begitu tidak karuan?" "Memang membingungkan.. aku khawatir." Nyonya Tan menggeleng-gelengkan kepala." Wajah Nyonya Tan berubah murung. "Aku masih sanggup mengalahkannya.. Itu sungguh mencemaskan" "Tidak usah cemas. dia bukan tandinganku.. "Aaaah " "Akhirnya kami berdua bertanding. tidak usah memikirkan anak kecil itu" "Suamiku." Tan Ek seng mengangguk"Karena itu." Tan Ek seng juga menggeleng-gelengkan kepala." Nyonya Tan menghela nafas panjang." "sudahlah jangan membicarakan itu lagi" Tan Ek seng membelainya." "Biarlah" Tan Ek seng menghela nafas panjang. bahkan sangat cocok denganputri kita.. " Kalau dia ke mari mencari kita. "Padahal kita bertiga adalah teman baik. kepandaiannya pasti sudah tinggi. Belasan tahun lalu. tapi bukan dikarenakan cinta. Thio Liong memang anak baik. dan aku berhasil mengalahkannya." "suamiku" Nyonya Tan tertawa kecil." "Suamiku... tidak mungkin anak." "Isteriku... "kanapa engkau begitu terburu-buru ingin punya calon .. namun gara-gara cinta...... "Aaaahhhh Belasan tahun lalu.." " Engkau menyukai anak itu?" "ya.. tapi akhirnya." Nyonya Tan menghela nafas panjang. "oh ya. aku berniat menjodohkan mereka berdua." "Aku menganggapnya sebagai kakaki tapi dia..." ujar Tan Ek seng.. aku akan menghadapinya.

kemudian terus berlatih. kini sudah tak berarti bagiku" Tan Giok Cu langsung berhenti berlatih. Namun dalam pandangan Thio Han Liong. dan Tan Giok Cu berusia sembilan tahun. Ek seng. yakni Hui Liong Kiam Hoat (Ilmu Pedang naga Terbang). "Mudah-mudahan mereka berdua berjodoh kelak" "Itu yang kita harapkan. lagipula tidak baik kita menjodohkan mereka lho" "kanapa?" "Bagaimana kalau mereka berdua tidak saling mencinta setelah dewasa nanti. berwajah tampan tapi agak dingin. sang waktu terus berlalu. Dia berhenti sambil memperhatikan Tan Giok Cu yang sedang berlatih." "Kita biarkan saja. Begitu pula Tan Giok Cu. Kini Thio Han Liong sudah berusia sepuluh tahun.. Thay Kek Kun dan Kiu Im Pek Kut Jiauw secara diam-diam. tiba-tiba tampak seseorang memasuki pekarangan itu. belum tentu Thio Liong akan terus tinggal di sini. Namun ia diam karena mengira lelaki itu adalah famili Tan Giok Cu. Kepala desa itu memang baik sekali terhadapnya." sahut Nyonya Tan sambil tersenyum. bukankah perjodohan ini akan membuat mereka mandarita?" "Kalau begitu. Kehadiran lelaki yang tak diundang itu sudah diketahui Thio Han Liong." Tan Ek seng manggut-manggut..menantu?" "Tentu. bahkan sangat gesit. sebab ini ilmu pedang Rahasia ayah" "ya. itu bukan merupakan ilmu pedang tingkat tinggi." "Ingat Giok Cu masih kecil. "Berlatihlah" Tan Ek seng tersenyum..Lagi pula. Lelaki berusia empat puluhan. masuk ke dalam rumah. Gadis itu bertambah cantik manis. "Engkau harus baik-baik berlatih ilmu pedang ini. kan?" Gadis itu tersenyum." "Iya. Dalam tiga tahun ini. "Hmm" dengus lelaki itu mendadak"Ilmu pedang Hui Liong Kiam Hoat. ia memandang lelaki itu dengan penuh keheranan. sementara ayahnya. sudah barang tentu mengalami kemajuan pesat sekali. begitu pula Nyonya Tan dan putrinya. Thio Han Liong terus melatih Kiu yang sin Kang. sedangkan Thio Han Liong terus memperhatikan latihan gadis itu dengan penuh perhatian. Memang cukup dahsyat ilmu pedang itu. tentunya engkau sudah ingat semua jurus ilmu pedang Hui Liong Kiam Hoat.Kini Tan Ek Seng mulai mengajarnya ilmu pedang. Ayah" Tan Giok Cu mengangguk. "Giok Cu" Tan Ek Seng memberitahukan. "Adik manis" Thio Han Liong mandakatinya. Gadis kecil itu telah menguasai semua gerakan silat yang diajarkan ayahnya. "Ayah mau ke dalam. tak terasa sudah tiga tahun Thio Han Liong bekerja di rumah Tan Ek Seng. Di saat Tan Giok Cu sedang asyik berlatih. "siapa orang itu? Engkau kanal dia?" .

..." "saudara yap" Tan Ek seng memberi hormat. bahwa aku yap song Kang ingin membuat perhitungan dengan dia" Tan Giok Cu melirik Thio Han Liong seakan minta pendapat. " Wajah dan sifatmu memang mirip Lim soat Hong ibumu. Lelaki itu menghampiri mereka dengan tatapan dingin. aku sama sekali tidak pernah mencintaimu . "Ha ha ha" Lelaki itu tertawa. sebaliknya aku.... tentu saja harus membelanya" sahut Tan Giok Cu. kanapa engkau.. "Kalian berdua sungguh bahagia sekali. Thio Han Liong segera manggut-manggut." "Bagiku belum berlalu. bagaimana engkau selama ini?" "Hm" sahut yap song Kang dengan dengusan dingin"Aku menuntut ilmu di suatu tempat. maka aku ke mari untuk membuat perhitungan Ha ha ha. "Kakak yap.. Aku.." selak Nyonya Tan atau Lim soat Hong. "Hm" dengus lelaki itu dingin" Cepat katakan pada ayahmu. "Ha ha ha" yap song Kang tertawa gelak ketika melihat mereka. kemudian bertanya dengan suara dingin pula. kini engkau membelanya pula.Tan Giok Cu menggelengkan kepala. "Kalian berdua anak Tan Ek seng?" "Aku bukan" sahut Thio Han Liong memberitahukan. "Mereka telah dikaruniai seorang putri.. bahkan Tan Ek seng pun sudah jadi kepala desa ini. kini aku ke mari mencarimu" "Saudara yap" Tan Ek Seng menghela nafas panjang. "sebab ayahmu telah merebut kekasihku belasan tahun lalu." sahut lelaki itu memberitahukan." Tan Ek seng menggeleng-gelengkan kepala. aku menganggapmu sebagai kakakku. sekarang aku harus merebutnya kembali dengan cara yang sama pula" ujar yap song Kang sambil menatap mereka." "saudara yap-. "Belasan tahun lalu. heran. belasan tahun lalu dia membela Tan Ek seng.Bagus Bagus " "Aku putrinya." "Engkau merebut kekasihku dengan cara mengalahkanku." "Paman kanal ayahku?" tanya Tan Giok Cu. ia memandang lelaki itu dengan wajah gusar...." "sudan belasan tahun. "Semua itu telah berlalu. "Dia putri Paman Tan. "sejak kita berkanalan. namanya Giok Cu.. Lelaki separuh baya itu menganggukkan kepala"Tapi aku sangat dendam padanya" "kanapa?" tanya Tan Giok Cu. "sudah belasan tahun klta tidak berjumpa.." gumam lelaki itu.. Gadis itu berlari ke dalam rumahi tak lama kemudian ia sudah kembali lagi bersama ayah dan ibunya. "Maka hari ini aku datang untuk membuat perhitungan dengan bangsat itu" "Paman jangan mencaci ayahku" Tan Giok Cu tampak tidak senang.

. "Kalau begitu. segera menggeser ke sisi Thio Han Liong. mari kita bertarung" Tan Giok Cu yang berdiri di sisi ibunya. apabila aku dapat mengalahkanmu. aku takut.sebagai kekasihku." Tan Ek seng tidak senang." "Bukan karena itu" bantah Lim soat Hong. engkau." Tan Ek seng menggeleng-gelengkan kepala. kila bertanding di sini saja Kalau engkau dapat mengalahkan aku lagi. engkau sudah tidak mencintaiku?" gumam yap song Kang dengan mata terbelalak. " Ketika kita dikeroyok para penjahat. Kakak tampan." yap song Kang menudingnya dengan tangan bergemetar. aku pasti membawa pergi soat Hong" "Tidak" teriak wanita itu cepat. "Engkau pun sangat baik padaku. "Itu karena kehadiran Tan Ek seng di tengah-tengah kita." bisik Thio Han Liong. "Mari kita bicara baik-baik di dalam rumah saja" "Bicara baik-baik?" yap song Kang tertawa dingin"Tidak Aku datang justru ingin membuat perhitungan denganmu." ucap Tan Giok Cu sambil tersenyum manis. "seandainya engkau menang. Tan Giok Cu menatapnya seraya bertanya dengan suara rendah sekali. sebaliknya. maka cintamu beralih padanya Dasar wanita tak tahu malu" yap song Kang mencaci maki"Apakah karena dia lebih ganteng dari aku?" "saudara yap. "Jangan sembarangan mencaci isteriku" "Engkau tidak senang?" yap song Kang menatapnya dingin"saudara yap." "Karena kemunculannya. "Baik Kalau begitu... "Aku. " Kakak tampan" bisik gadis kecil itu." Mata Lim soat Hong mulai basah"kanapa engkau begitu? selama itu aku menganggapmu sebagai kakak-" "Hehehe Hehehe " yap song Kang tertawa terkekehkekeh"Tan Ek seng.. "Engkau akan baik padaku selamanya?" "Tentu" Thio Han Liong manggut-manggut. "Baik" Thio Han Liong tersenyum sekaligus mencetuskan . maka aku tidak akan cari kalian. aku tidak akan ikut engkau pergi" "soat Hong. hanya sebagai kakak saja" "oh?" yap song Kang tersenyum dingin. engkau harus berjanji" ujar Tan Giok Cu sungguh-sungguh. aku akan membunuh suamimu agar engkau jadi janda" "Kakak yap.. baik belasan tahun lalu maupun sekarang" "Engkau. "Aku akan melindungimu.." "Jangan takut" Thio Han Liong tersenyum sambil memegang bahunya. " Engkau harus tahu. aku tidak pernah mencintaimu.. muncul Tan Ek seng menolong kita." "Engkau baik sekali padaku. " Kakak yap" tegas Lim Soat Hong.

Perlahan-lahan ia menghunus pedangnya. "Tan Ek seng" bentak Yap song Kang." "Phui" Yap song Kang meludah"Engkau telah merebut kekasihku. Tan Ek seng cepat-cepat berkelit. Kakak tampan. mari kita bertarung" "Baiklah" sahut Tan Ek seng tampak terpaksa dan serba salah. karena merasakan telapak tangannya sakit sekali. lalu mandakati yap Song Kang seraya berkata. "Baik" yap song Kang manggut-manggut. lihat seranganku" yap song Kang mulai menyarang lagi. cepat kau hunus pedangmu" "saudara Yap. Tan Ek seng terpaksa mengeluarkan Hui Liong Kiam Hoat untuk menangkis. "saudara yap.. ganas. "Kita cukup bertanding. Terdengar suara benturan pedang. Wajah Lim soat Hong pucat pias menyaksikan pertarungan itu. Diam-diam ia melirik sejenak ke arah mereka..Bersamaan dengan itu." "Terimakasih atas janjimu. semua percakapan mereka berdua itu tidak lewat dari telinga Lim soet Hong. tampak cemas sekali. "Engkau harus tahu. Mendadak ia mencabut pedangnya yang bergantung di punggungnya. "Tan Ek Seng. "Ng" Tan Ek Seng mengangguk. dan cepat sekali datangnya.Tan Ek seng menangkis dan balas menyarang dengan mati-matian. "Tenang" Thio Han Liong memegang bahunya. aku bukan kekasihmu. disertai bunga api berpijar. "Jangan diam saja. "Kita bertanding seperti belasan tahun lalu" Tan Ek seng mengangguk. sangat gusar karena Yap song Kang meludahi suaminya.Gadis kecil itu menyaksikan pertarungan dengan tubuh menggigil." Wajah Tan Ek seng tampak murung sekali. tidak perlu saling melukai" "Engkau takut soat Hong jadi janda?" sindir yap song Kang sinis. Begitu dahsyat. hati-hati" teriak Lim soat Hong. kemudian menghela nafas panjang. masih berani mengaku sebagai kawan?" "Orang she Yap" bentak Lim soat Hong. " Hati-hati" pesan Lim soat Hong kepada suaminya. . Trang. ia sangat mengkhawatirkan keselamatan sua minya-Begitu pula Tan Giok Cu.. selama-lamanya akan baik pada Tan Giok cu. Bukan main terkejutnya Tan Ek seng.... namun serangan susulan sudah mengarah padanya lagi. "Kita." Wajah Tan Ek seng merah padam saking gusarnya. mendadak yap song Kang membentak sambil menyarangnya "Suamiku.. sehingga pedangnya nyaris terlepas." ucap Tan Giok Cu dengan wajah kemera h-merahan.janjinya"Aku berjanji. Jangan sembarangan bicara" "Bagus Bagus" Wajah Yap Eng Kang kehijau-hijauan. "He he he" yap song Kang tertawa terkekeh"Hui Liong Kiam Hoat yang engkau banggakan itu sudah tak berarti bagiku. kita adalah kawan.

Tan Ek seng terkejut sekali." Mendadak lelaki itu menatap Tan Giok Cu"Akan kubawa pergi putri kalian itu" "Tidak Tidak " teriak Lim soat Hong.. "soat Hong harus ikut aku pergi. " Kalau engkau berani bawa Giok Cu pergi. ayahku. aku tidak mencintaimu Aku cuma mencintai Ek Seng suamiku. Karena itu. "Kalau engkau bunuh dia. itu akan memecahkan perhatian ayahmu" Tan Giok Cu langsung menghentikan tangisnya. sekali tangan ini kuayunkan.. lalu menghampiri Tan Giok Cu yang berdiri di sisi Thio Han Liong. yap song Kang tertawa terbahakbahak "Bocah." sepasang mata yap song Kang berapi-api.. kepalamu pasti pecah" "Akan kugigit tanganmu" sahut Tan Giok Cu mendadak"Ha ha ha" yap song Kang tertawa gelak"Kalian berdua masih kanak-kanak tapi sudah saling melindungi. tolong aku" Tan Giok Cu langsung menggeserkan dirinya ke belakang Thio Han Liong. " Kakak tampan." "Hmm." suara Tan Giok Cu bergemetar "Akan kalah melawan orang jahat itu?" "Ayahmu memang akan kalah" ujar Thio Han Liong sambil terus memperhatikan ilmu pedang yap song Kang. hari ini aku telah mengalahkanmu Ha ha ha. sementara pertarungan itu bertambah seru dan menegangkan. tenang saja" mandangar ucapan itu. " Tan Giok Cu mulai terisak-isak"Adik manis" bisik Thio Han Liong.. "Engkau harus tenang. Paman tidak berhak membawa Giok Cu pergi" ujar Thio Han Liong tenang. " Engkau berani kurang ajar terhadapku. "Kalau begitu. tidak boleh berbuat sewenang-wenang. Pedang Tan Ek seng terpental ke udara.. aku akan bunuh diri" "Ha ha ha" Yap song Kang tertawa gelak sambil menurunkan pedangnya. menatap yap song Kang. sedangkan ujung pedang Yap song Kang mengarah pada teng gorokan Tan Ek seng. "Kalau ayahku kalah. "Hiyaaat" teriak Yap song Kang keras sambil menyarang Tan Ek seng dengan jurus yang mematikan." "Tidak" potong Lim soat Hong cepat. "Jangan bunuh dia" jerit Lim soat Hong sambil berlari ke arah suaminya.. kalau engkau menangis.. "Bocah" yap song Kang menatapnya dengan kaning berkerut. sungguh luar biasa" . "Aku akan melindungi. "Tan Ek seng.." Kakak tampan." "Lalu apa maumu?" tanya Tan Ek seng.bagaimana caranya engkau melindungi g«dis kecil itu?" "Pandakar yang gagah harus adil dan bijaksana. aku aku akan mengadu nyawa denganmu" "oh ya?" yap song Kang tertawa dingin. Sudan kubilang dari tadi. "Aku tidak akan ikut engkau. "Jangan khawatir. Adik manis" Thio Han Liong tersenyum. cepat-cepat ia mengeluarkan jurus sin Liong Phun sui (Naga sakli Menyam-bur Air) guna menangkis serangan itu.

. itu berarti seri." Tan Ek seng menghela nafas panjang. "Harus bagaimana untuk disebut adil?" "Belasan tahun lalu. "Kini Paman mengalahkannya.. ayah tidak bisa mengalahkannya. Tan Ek seng dan Lim soat Hong saling memandang. "Paman bukan seorang pandakar. "Menurutmu harus bagaimana?" "Tentunya harus bertanding sekali lagi. "Kepandaian song Kang amat tinggi." "Bukankah Ayah bisa berlatih?" lukas Tan Giok Cu. tapi bukan sekarang" jeweb Thio Hen Liong. maka harus saling melindungi. "Aku tidak bise menunggu belesen tehun legi" ujer Yap song Kang. Lim soat Hong tersenyum lembut. kalau sekarang Paman membawa Giok Cu. "Tiga hari kemudian dia akan ke mari lagi. "Engkau... Jika dia menang berarti aku tidak akan muncul di sini lagi selamanya. putus asa. mulai sekarang engkau harus terus berlatih Ha ha ha. aku menang berarti aku akan bawa Giok Cu pergi-" "Nah" Thio Hen Liong tertawa. apakah namanya adil?" "Ngmmm" YaP song Kang manggut-manggut. "Namun aku akan memberi wektu tige heri. Nah. "Kami saling menyayang."Ternyata Paman seorang pandakar yang gagah-" "Tan Ek Seng." ujar yap Song Kang. melainkan seorang penjahat" "oh?" Yap song Kang melotot. Paman Tan mengalahkanmu" ujar Thio Han Liong. Biar bagaimanapun aku harus bawa engkau pergi." sambil tertawa gelak yap song Kang melesat pergi." yap song Kang menatapnya. "kanapa Paman begitu cepat putus asa? Padahal masih punya waktu untuk berpikir-" "Eh?" Wajah Tan Ek seng langsung memerah dan panas." ucapnya kepada Thio Liong. "Masih ada tiga hari." "Kakak tampan benar. Ayah bisa memikirkan jalan keluarnya. "Bibi" Wajah Thio Han Liong tampak serius. sehingga membuat yap song Kang langsung mundur." ujar Tan Ek seng." "Aku tidak dapat melawannya. tentu mereka tidak akan berpisah" "Engkau memang gadis kecil yang manis. Tiga hari kemudian aku akan ke Mari legi "untuk bertending dengen Tan Ek seng. Paman harus bersiap-siap menghadapinya. "Tiga hari lagi aku akan ke mari lagi."Tentu.. Ayah dan ibumu saling mencinta.. mereka sama sekali tidak menyangka Thio Han Liong bermulut begitu tajam. "Itu tidak adil" tukas Thio Han Liong. "Paman" Thio Han Liong menatapnya. Ayah-" ujar Tan Giok Cu. "Terima kasih atas bantuanmu yang membuat orang itu pergi.. ." ujar Tan Giok Cu.

" Ternyata Thio Han Liong menjelaskan tentang ilmu pedang Yap song Kang. Tapi paman tidak boleh bertanya apa-apa padaku." Tan Ek Seng menggeleng-gefengkan kepala. " Kakak tampan tidak pernah bohong." "Paman" sela Thio Han Liong mendadak"Sebetulnya tidak sulit mengalahkan orang itu... "Hanya mampu bertahan." tambah Thio Han Liong.. Hal itu hampir membuatnya tak percaya. meyakinkan. maka kewalahan menghadapi ilmu pedangnya. itupun cuma dalam puluhan jurus saja. dia belum tahu apa-apa. "Harus bagaimana mengalahkannya?" tanya Tan Ek seng lagi. bantulah ayahku" desak Tan Giok Cu. setelah itu ia pergi memungut pedang Tan Ek seng yang terpental tadi- . sebab tiga hari kemudian orang itu akan ke mari lagi?" "Tentu paman harus mengalahkannya" jawab Thio Han Liong.lamanya" "Adik manis. "Engkau punya suatu cara mengalahkannya?" Thio Han Liong tampak ragu. lalu membelainya seraya berkata. belum tentu bisa mengalahkannya. itu sungguh membuat Tan Ek seng dan Lim soat Hong terkejut bukan main. aku bicara sesungguhnya. "Paman. sebab aku tidak akan menjawab" ujar Thio Han Liong dan mulai menjelaskan sesuatu. ayah sangat bingung." "Giok Cu." "Lalu bagaimana?" tanya Tan Ek Seng sambil menatapnya dengan penuh keheranan. "Walaupun ayah berlatih lima tahun.hanya saja Paman tidak tahu caranya. "Kakak tampan.. "Maafkan ayah Karena. "Ayah" sela Tan Giok Cu. aku akan menjelaskan. " Engkau masih kecil. kemudian memandang Thio Han Liong seraya bertanya"Aku harus bagaimana. "Dia pasti bisa menemukan jalan keluarnya-" Tan Ek seng tersenyum getir." "Eh?" Tan Ek seng menatapnya dengan kaning berkerutkerut.. "Suamiku" Lim soat Hong memandangi suaminya." "Ayah tidak usah bingung.orang tua ini sebenarnya merasa lucu juga. "Tidak baik engkau membentak Giok Cu. "Ilmu pedang orang itu memang cukup hebat dan dahsyat. Giok Cu yakin dia punya suatu cara untuk mengalahkan orang jahat itu." tegas Thio Han Liong.."Itu tidak mungkin. "Hui Liong Kiam Hoat tidak dapat mengalahkannya." Thio Han Liong memandangnya sejenak." Tan Ek Seng mandakati putrinya. tidak baik bicara begitu. sementara Lim soat Hong cuma menggelenggelengkan kepala." "Paman.Bagaimana mungkin dirinya bertanya kepada anak kecil yang baru berusia sepuluh tahun. "Aku tidak akan melupakan budimu selama. tanya saja pada Kakak tampan" sahut Tan Giok Cu." "Diam" bentak Tan Ek seng.

. Kalau Tan Ek Seng melakukan gerakan yang salah.."Kakak tampan" Tan Giok Cu terheran-heran. karena amat terkejut ketika menyaksikan ke tiga jurus ilmu pedang itu. Tan Ek seng semakin berlatih dengan semangat. gadis kecil itu terus memandang Thio Han Liong dengan mata berbinarbinar. "Aku ingin mempertunjukkan tiga jurus ilmu pedang pada ayahmu" "oh?" Tan Giok Cu tertegun. Begitu pula Lim soat Hong. melainkan mulai memperlihatkan tiga jurus ilmu pedangnya. "Thio Liong. Ketika Thio Han Liong berkata begitu.. "sudah ingat ke tiga jurus ilmu pedang yang kuperlihatkan barusan?" Wajah Tan Ek seng kemerah-merahan. Di samping itu. Thio Han Liong menyaksikannya dengan penuh perhatian. kanapa engkau bilang aku jahat sekali?" "Engkau mengerti ilmu pedang. kemudian memandang Tan Ek seng seraya berkala. la ingat semua jurus-jurus ilmu pedang itu. Sejak kecil ia sering melihat Thio Bu Ki ayahnya berlatih ilmu pedang. sebab ilmu pedang itu sungguh dahsyat dan luar biasa. sehingga ia tahu dengan jurus apa kira-kira mengalahkan yap song Kang. "Engkau jahat sekali" " Aku jahat?" gumam Thio Han Liong heran. Namun hatinya merasa heran terhadap Thio Han Liong. "Paman. tapi tidak pernah memberitahukan padaku. "Paman harus berlatih" ujar Thio Han Liong sungguhsungguh"Sebab ke tiga jurus iimu pedang itu pasti dapat mengalahkan Paman yap-" Tan Ek seng mengangguk. "Engkau mengerti ilmu pedang?" gumamnya. "Adik manis. Nyonya itu tidak habis pikir. ia pun membayangkan ilmu pedang ayahnya. Yang paling girang adalah Tan Giok Cu. Ketika Tan Ek seng bertarung dengan yap song Kang. Thio Han Liong tersenyum. "sedikit" Thio Han Liong tersenyum lagi. " Aku tidak jahat. anak kecil itu langsung memberitahukan. Diambilnya pedang di tangan Thio Han Liong. tapi girang sekali dalam hati. kemudian mulai ia berlatih. perhatikan baik-baik tiga jurus ilmu pedang ini" Sementara Tan Ek seng dan Lim soat Hong terus saling memandang dengan penuh keheranan. "kanapa engkau mengambil pedang itu?" "Adik manis" ujar Thio Han Liong sambil tersenyum. hanya saja. Engkau memang jahat" Wajah Tan Giok Cu cemberut. "Paman perhatikan baik-baik" ujar Thio Han Liong dan mulai memperlihatkan ke tiga jurus ilmu pedang itu lagi sampai beberapa kali"Bagaimana? Paman sudah ingat?" "Ng" Tan Ek seng manggut-manggut. Tan Ek seng cun langsung bertanya. "Paman" seru Thio Han Liong seusai memperlihatkan ke tiga jurus ilmu pedang itu. siapa yang mengajar engkau ilmu pedang?" Thio Han Liong tidak menyahut. "Kakak tampan" bisik Tan Giok Cu." "Tidak mau orang lain tahu engkau mengerti ilmu pedang . ia memperhatikan dengan seksama.

"Suamiku. "Ayah sudah usai berlatih?" tanya gadis kecil itu. Paman. "Engkau sudah menguasai ilmu pedang itu?" Tan Ek seng mengangguk. Tan Ek seng tak henti-hentinya berlatih ke tiga jurus ilmu pedang tersebut. apakah ilmu pedang itu dapat mengalahkan yap song Kang?" "Mudah-mudahan" sahut Tan Ek seng. kemudian kaningnya berkerut seraya berkata. aku harus melindungimu. ilmu pedang itu dapat mengalahkan paman yap." jawab Thio Han Liong sungguh-sungguh. "oh ya. "Thio Liong. "Itu sungguh mengherankan." tanya Lim soat Hong seusai Tan Ek Seng berhenti berlatih. maka engkau membuka rahasia sendiri dengan tiga jurus ilmu pedang itu. Tapi aku tahu nama jurusjurus itu. kan?" "Ya" Thio Han Liong mengangguk. "Bagaimana kau begitu yakin?" "Sebab aku sudah menyaksikan ilmu pedang paman yapMaka aku yakin dapat mengalahkannya dengan ke tiga jurus ilmu pedang itu. "Ng" Tan Ek Seng mengangguk. kanapa anak itu meninggalkan rumah?" Tan Ek Seng menggeleng-gelengkan kepala. maka tidak memberitahukanmu bahwa aku mengerti ilmu pedang." "Aku akan coba membujuknya. ya. "Ayah. jawabnya." "Isteriku. "Beritahukanlah" desak Tan Ek seng." Lim soat Hong menatapnya seraya bertanya." "Aku yakin. "Terima kasih.. sebetulnya siapa Thio Liong itu.. "Demi melindungi diriku. jurus ke dua adalah Kiam In Ap San . "Aku akan membujuknya." "Aku tahu-" Tan Giok Cu tersenyum. "Maaf. Jurus pertama adalah Hong soh yap Lok (Angin Berhembus Daun-Daun pun Rontok)." jawab Thio Han Liong.Lim soat Hong pun terus mendampinginya. menghampiri Tan Ek seng. Aku. Thio Han Liong mengangguk dan berkata." "Setelah urusan ini beres. sebetulnya itu ilmu pedang apa?" tanya Tan Ek seng." ujar Lim soat Hong sambil tersenyum. "Adik manis." Tan Giok Cu memberitahukan dengan wajah berseri-seri"Thio Liong" Lim Soat Hong menatapnya lembut. aku akan bertanya padanya. Pasti. Kakak tampan. Ibu. Bersamaan itu muncullah Tan Giok Cu dan Thio Han Liong. aku tidak tahu." ucap Tan Giok Cu dengan wajah berseri"Terima kasihi" Dalam tiga hari ini. "Ke dua orang-tuanya pasti Bun Bu Gan cay (Mahir sastra Dan silat)" "Tidak salah Tapi. "Aku tidak habis pikir. maafkan aku Aku punya kesulitan." ujar Lim soat Hong. belum tentu dia akan berterus terang.kan?" Tan Giok Cu menatapnya. Giok Cu sudah bertanya pada Kakak tampan.

yang . "Maaf. Tak seberapa lama kemudian. "Kami tidak akan bertanya lagi padamu. Tan Ek seng juga memburunya dengan jurus Kiam In Ap San (Bayangan Pedang Menakan gunung). Thio Han Liong segera berlari ke dalam. harus mengerahkan Giok Cu padaku Aku kalah. untuk mengelakkannya. yap song Kang terusmenerus melakukan serangan cepat. Engkau kalah. sehingga membuat Tan Ek seng terdesak hebatDi saat itulah mendadak Tan Ek Seng bersiul panjang sambil balas menyarang Yap Song Kang dengan jurus Hong soh yap Lok (Angin Berhembus Daun-Daun pun Rontok) " Hah?" Bukan main terkejutnya Yap Song Kang ketika melihat perubahan ilmu pedang Tan Ek Seng. tentunya ia akan kehilangan Giok Cu putrinyaPertarungan itu semakin seru. apabila suaminya kalah. "Aku tidak bisa memberitahukan. Lim soat Hong. "Siapa yang mengajarkan ilmu pedang itu?" tanya Lim soat Hong menatap Thio Liong. sekaligus menangkis serangan itu dengan Hui Liong Kiam Hoat. Tan Ek seng cepat-cepat berkelit. "He he he" yap song Kang tertawa terkekeh"Masih menggunakan Hui Liong Kiam Hoat? Tidak ada ilmu pedang lain?" Tan Ek Seng diam saja. Bibi" Thio Han Liong menganggukPagi ini ketika Thio Han Liong sedang menyapu di pekarangan.. jadi anak baik tidak boleh berbohong. Bibi. pergi dan selanjutnya tidak akan datang mencarimu lagi" "Baik-" Tan Ek seng mengangguk"Nah Bersiap-siaplah" ujar yap song Kang sambil menghunus pedangnya.sebab. dan jurus ke tiga adalah yun Tiong cay Hong (Pelangi Dalam Awan)" Thio Han Liong memberitahukan. lho" "Ya. Tampak sebuah pedang terpental ke udara. ketika pedang itu mengeluarkan suara mandaru-deruYap Song Kang bergerak cepat meloncat ke samping. Namun dengan tak kalah cepat. mendadak muncul yap song Kang. membuat yap song Kang terkejut bukan main. wajahnya tampak cemas sekali. dan Tan Giok cu. Thio Han Liong sudah kembali bersama Tan Ek seng.yap song Kang membentak keras. hari ini adalah pertandingan penghabisan" seru Yap Song Kang dengan suara membentak." Lim Soat Hong tersenyum. Pedang di tangan Tan Ek seng berkelebat-kelebat secepat kilat.. tapi. Trang Terdengar suara benturan pedang yang amat nyaring. Mati-matian yap song Kang berkelit. "Bocah Cepat panggil Tan Ek seng untuk bertanding dengan aku.sementara Lim soat Hong menyaksikan pertarungan itu dengan kaning berkerut-kerut. sebab aku punya kesulitan. "Ha ha ha" yap song Kang tertawa gelak"Hari ini pertandingan penentuan.{Bayangan Pedang Menekan gunung). namun Tan Ek seng terus melanjutkan serangan dengan jurus yun Tiong cay Hong (Pelangi Dalam Awan)." jawab Thio Han Liong. lalu mulai menyarang Tan Ek seng.

" " Kakak tampan tidak bohong. Tan Ek Seng memberitahukan. tapi. "Terus terang." seru Tan Giok Cu kegirangan. "Ayah menang Ayah menang Ayah menang. mulailah Thio Han Liong memperlihatkan beberapa jurus ilmu pedang." kaning yap song Kang langsung berkerut. "Engkau masih begitu kecil." "Engkau?" Kelihatannya Yap Song Kang tidak percaya." "Aaah " yap song Kang menghela nafas panjang." "Paman" Thio Han Liong tersenyum. engkau yang mengajar Ek Seng ilmu pedang itu?" Thio Han Liong mengangguk sambil tersenyum. terpaksa aku mengajar paman Tan ilmu pedang itu. aku punya cara mengalahkan paman. setelah menerima pedang itu. "Apa?" Terperangah Yap song Kang.. tidak disangka. paman harus perhatikan baik-baik. baik" Yap Song Kang tertawa.. "Bagaimana caranya engkau mengalahkan aku?" "Aku akan memperlihatkan beberapa jurus ilmu pedang. memang dia yang mengajar ayahku ilmu pedang itu.ternyata milik yap song Kang... tapi. "Aku memang masih kecil. kanapa tiga hari yang lalu engkau tidak mengeluarkan ilmu pedang ini mengalahkan aku?" Tan Ek Seng tersenyum. Tan Ek Seng segera menyarahkan pedangnya. tiga hari yang lalu aku belum belajar ilmu pedang itu." ujarnya.. "siapa yang mengajarkanmu ilmu pedang itu?" "Anak kecil itu" Tan Ek seng menunjuk Thio Han Liong. lalu berpikir memecahkan ilmu pedang itu" "Baik. bagaimana mungkin-. " Karena paman ingin membawa Giok Cu pergi. "Cepatlah. memang tidak pantas bertanding dengan Paman.. Terimakasih " Mulut yap song Kang ternganga lebar dengan mata terbelalaki sepertinya tidak percaya akan apa yang dialaminya.. "Aku ingin menantangmu." "Hah?" Yap Song Kang tertegun.. "Belasan tahun aku menuntut ilmu pedang. "Terima kasih atas kemurahan hatimu mau mengalah padaku. Ternyata pedang Tan Ek seng telah menempel di lehernya. perlihatkan ilmu pedang itu" Thio Han Liong mengangguk. " Ha a a h. "sanggupkah paman memecahkan ilmu pedang itu?" tanya ." yap song Kang berdiri dengan tubuh menggigil gemetaran." timpal Tan Giok cu mendadak"Penasaran Aku sungguh penasaran sekali" gerundal Yap song Kang. "Itu bukan ilmu pedang Hui Liong Kiam Hoat.. Tetapi. itulah jurus-jurus ilmu pedang yang dimainkan Thio Bu Ki ayahnya." gumam Yap Song Kang tergeragap.. menatap Thio Han Liong dengan mata terbeliak. engkau masih kecil. "Bocah Engkau. " Engkau bukan dikalahkan oleh ilmu pedangku. "Maaf" ucap Tan Ek Seng sambil menurunkan pedangnya. " Ilmu pedang itu.

seorang pandakar harus gagah.." gerutunya tampak kesal. oh ya. gadis kecil itu terus bersorak-sorak dalam hati kegirangan. akhirnya malah terjungkal di tangan seorang anak kecil..?" gumam yap song Kang dengan kaning berkernyit. percuma aku menuntut ilmu pedang belasan tahun. dan bijaksana. aku tidak sanggup. adil." ujar Lim soat Hong. karena tadi telah mengatakan Paman jahat" "Ha ha ha" yap song Kang tertawa gelak"Sesungguhnya paman tidak jahat. Bolehkah aku tahu namamu?" "Namaku Thio Liong" "Thio Liong. "Aku. Paman" sahut Thio Han Liong." "Terima kasih. " Lim soat Hong mandakatinya. karena punya kesulitan. "oh ya. "Aku tahu maksud Paman. tapi tetap merahasiakan identitasnya" "oh?" Yap song Kang menatap Thio Han Liong. cinta tidak bisa dipaksa. Paman" "Kakak Yap." Thio Han Liong tersenyum." "Terimakasih. " Aku pun minta maaf. " Kakak tampan menang. ke dalam rumah. coba beritahukan" . Kakak tampan menang" "Aaaah " YaP song Kang menghela nafas panjang." "Apa maksudku. Tan Ek seng dan Lim soat Hong saling memandang. Terima kasih " "Paman" Tan Giok Cu segera mandakatinya. sebetulnya siapa bocah itu?" "Kami. sudah belasan tahun kita tidak berkumpul..Thio Han Liong seusai memperlihatkan jurus-jurus ilmu pedang itu. "Aku tidak bisa memberitahukan.." "Baiklah" yap song Kang manggut-manggut. "Terima kasih atas kemurahan hatimu." sahut Tan Ek Seng sambil menggelengkan kepala "Sudah tiga tahun dia bekerja di. aku justru merasa sayang padamu-" Tan Giok Cu tersenyum. Kini aku telah sadar. "Hah?" kaning yap song Kang berkerut-kerut..sini." ucap yap song Kang sambil menggelengkan kepala "Aku tidak mau mengganggu kalian. Kelihatannya mereka pun tidak sanggup memecahkan ilmu pedang itu. " Kakak Yap. aku kagum sekali pada mu. aku. engkau pernah bilang. "siauwhiap (Pandakar Kecil). saudara Yap" ucap Tan Ek seng sambil memberi hormat. " Aku pun tidak mampu memecahkan ilmu pedang itu" ujar Tan Ek seng memandang Yap song Kang. "siapa ke dua orangtuamu?" "Maaf. "Sudahlah Kita berdua memang seperti katak dalam sumur.. aku minta maaf padamu.. kami pun belum begitu jelas mengenai dirinya. "Mari. "Terima kasih. " Ya ai" Yap song Kang menggeleng-gelengkan kepala. Lain halnya dengan Tan Giok Cu.. Wanita itupun memberi hormat seraya berkata. paman yang jahat itu tidak sanggup memecahkan ilmu pedangmu. Saudara Tan.

" ucap Tan Giok Cu. maka Paman menghendaki begitu Ya. aku. "Engkau sungguh cerdas sekali. terima kasih" Thio Han Liong tersenyum." "Terima kasih.Aku akan mengajar engkau ilmu silat yang lemas gerakannya. namun yap song Kang sudah tidak kelihatan. ajarkan aku sekarang" "Adik manis. "Ayo. janganlah mengeluarkan ilmu pedang ini. aku. dan Tan Giok Cu memperhatikan dengan terkagum-kagum. " Kalian berdua memang suami isteri yang behagia. aku akan mengajar Paman beberapa jurus ilmu pedang yang kuperlihatkan tadi-" "oh?" Wajah yap song Kang berseri-seri. setelah Thio Han Liong berhenti. "Bersediakah engkau mengajar Giok Cu ilmu silat?" "Ya. yap song Kang manggut-manggut. "Giok Cu" Lim Soat Hong tersenyum." "Paman" pesan Thio Hen Liong. mau apa?" tanya Thio Han Liong heran." Thio Han Liong tampak mulai memperlihatkan Thay Kek Kun (Ilmu Pukulan Taichi). "Engkau ingin belajar silat pada Thio Liong?" Tan Giok Cu mengangguk"Thio Liong" Lim Soat Hong menatapnya lembut kepada anak itu. setiap jurus pasti mematikan pihak lawan" "ya" yap song Kang mengangguk"Terima kasih Thio siauwhiap." ujar Tan Giok Cu terputusputus sambil menatapnya. lalu mulai berlatih." Yap song Kang memandang mereka. sekaligus menjelaskan. bukan tarian" ujar Tan Ek seng .. "Kelau tidak dalam keadaan behaya.Terima kasih" "seudara yap" ujar Tan Ek seng. kemudian manggut-manggut seraya berkata. Lim soat Hong.. sebab.." "Paman. Gedis itu lalu mandakati Thio Hun Liong. sampai jumpa" Mendadak yap song Kang melesat pergi. engkau ini kan seorang gadis yang harus lemah lembut." "Itu ilmu silat tingkat tinggi. "Kakak tampan. Tan Ek seng. Kakak tampan. "He he he" yap song Kang tertawa gembira.. Tan Ek seng dan Lim soet Hong menggeleng-gelengkan kepala. "Adik manis. "Mari ke dalam. aku turut gembira."Karena aku mengajar Paman Tan tiga jurus ilmu pedang.Tan Giok Cu bertepuk-tepuk tangan sambil bersorak"Kakak tampan Engkau mahir sekali menari. minum teh dulu. Bibi" Thio Han Liong mengangguk"Terima kasih.. ajaran ayahnya. kan?" "Bukan main" yap song Kang menatapnya dalam-dalam. "Terima kasih" Thio Hen Liong mulai mengajar yap song Kang beberapa jurus ilmu pedang itu. "Tak disangka aku akan memperoleh beberapa jurus ilmu pedang yang begitu hebat.. "Paman" seru Tan Giok Cu. He he he.Itu sangat berguna bagimu-" Tan Giok Cu tampak gembira sekali"Ilmu silat apa itu?" tanyanya"Lihatlah baik-baik. " Kakak tampan.

sejak Cu Goan ciang jadi kaisar. Berhubung tiada seorang pun kaum rimba persilatan yang tahu siapa pembunuh itu. Mereka adalah Tong Koay (siluman Dari Timur) oey suBin. ilmu silat apa itu? Kok begitu lemas?" "They Kek Kun" Thio Han Liong memberitahukan. siapa pembunuh itu? Tiada seorang pun yang tahu oleh karena itu. sebaliknya. maka diberi julukan si Pembunuh Misterius. mudahmudahan mereka berdua akan saling mencinta kelak-" "ya" Tan Ek seng mengangguk "Mudah-mudahan. Ayah" Tan Giok Cu mengangguk." Wajah Tan Ek seng tampak serius sekali.sungguh-sungguh"Maka engkau harus belajar dengan giat. belasan Hweeshio itupun jadi korban. "Mulai sekarang kita harus baik-baik memperlakukan Thio Liong itu. "sebetulnya dia anak siapa?" "Aku yakin . Dalam tiga tahun ini. ketua siauw Lim Pay. "Apa?" Bukan main terkejutnya Tan Ek seng dan Lim soat Hong." Bab 7 Rimba Persilatan Mulai Dilanda Badai Dalam tiga tahun ini sudah banyak perubahan di daratan Tionggoan. "Kakak tampan. "Kalian berdua main di sini saja Kami mau ke dalam. Kong Bun Hong Tin mengutus belasan Hweeshio tingkatan Goan. kemudian bertanya pada Thio Han Liong. "Kelihatannya Giok Cu sangat baik padanya. "Tidak lama lagi dia akan berterus terang pada kita. membuat pengairan dan lain sebagainya. Akan tetapi." " Aku justru masih bingung" ujar Lim soat Hong. Lam Khie (orang Aneh Dari selatan) Toan Thian Hie dan ." Tan Ek Seng terbelalak"Engkau punya hubungan dengan partai Bu Tong?" Thio Han Liong mengangguk perlahan. Belum lama ini. si Mo (iblis Dari Barat) Buyung Hok. Bayangkan. dalam rimba persilatan justru mulai timbul suatu badai. "Isteriku . Tan Ek seng dan Lim soat Hong saling memandang. jangan mengecewakan Kakak tampan itu" "ya. sejarah pun mencatat bahwa Cu cioan ciang merupakan kaisar yang baik. "Benarkah itu Thay Kek Kun ciptaan guru besar Thio sam Hong?" "Ya" Thio Han Liong mengangguk"Engkau. oleh karena itu. rakyat bisa hidup makmur. pergi menyalidikinya. sebab dia punya asal-usul yang agak luar biasa. betapa gusarnya Kong Bun Hong TioAkhirnya ketua siauw Lim Pay mengutus Kong Ti seng Ceng adik seperguruannya pergi menyalidiki pembunuhan itu. sudah banyak Hweeshio-hweeshio siauw Lim Pay jadi korban keganasan ilmu pukulan cing Hwee ciang." "Ngmm" Lim soat Hong manggut-manggut." Mereka berdua masuk ke rumahi bahkan langsung ke kamar." Tan Ek seng tersenyum. sebab Cu Goan Ciang sangat memperhatikan nasib rakyat jelata. adil dan bijaksana. "Engkau" Lim soat Hong berkata. rakyat jelata amat mencintai sang kaisar. dalam rimba persilatan muncul empat jago yang berkepandaian tinggi sekali.

Kemunculan ke empat jago itu sangat menggemparkan rimba persilatan. mungkinkah dia punya hubungan dengan Tong si -oey yok su?" tanya Jie Thay Giam. ketua Bu Tong Pay. Kepandaian mereka seimbang dan pernah bertanding di puncak gunung Hwa San." timpal Jie Lian ciu. Kini justru muncul empat jago. Lam Khie-Toan Thian Ngie. kemudian menghela nafas panjang. maka guru yakin Tong Koay-oey su Bin tidak punya hubungan dengan oey yok su. "Aaah Kelihatannya darah akan membanjiri rimba persilatan. Hari ini." jawab jie Lian cui. Ke empatnya telah bertanding di puncak gunung Hwa san. kelihatannya mereka berempat ingin menyamai keempat jago masa lalu itu." "Tong Koay She Oey.jie Lian ciu dan saudara-saudara seperguruannya berkumpul di ruang meditasi." jawab jie Lian Ciu memberitahukan. Tong Koay Oey Su-Bin dapat mengalahkan ketua Kun Lun Pay dan ketua Hwa san Pay. "Jadi belum ada yang tahu siapa pembunuh misterius itu?" tanya Thio sam Hong sambil mengerutkan kaning. Mereka berempat adalah Tong Koay-Oey su Bin.Pak Hong (si Gila Dari utara) Lim Bun Kim." sahut Thio sam Hong." "siapa mereka itu?" tanya Thio sam Hong. Mereka menyampaikan sesuatu yang amat penting pada Thio sam Hong guru besar itu. "oh?" Thio sam Hong tampak tertegun.. Kalau tidak." "oh?" Thio sam Hong tampak terkejut. Mereka berempat adalah Tong sia (si sesat Dari Timur) oey yok su. "Tidak mungkin.Ini merupakan kejadian yang sangat mengejutkan rimba persilatan. dalam rimba persilatan telah muncul empat jago yang berkepandaian tinggi sekali. dan pak Hong-Lim Bun Kim. "Memang belum ada yang tahu. Dan kini Kong Ti seng Ceng telah meninggalkan siauw Lim Sie untuk menyalidiki pembunuh misterius itu. bahkan Tong Koay Oey su Bin telah mengalahkan ketua Kun Lun pay dan ketua Hwa san Pay.. Kini telah berdiri tujuh partai besar dalam rimba . Lam Ti (Raja Dari selatan) Toan Hong ya dan Pak Kay (si Pengemis sakti Dari utara) Ang cit Kong. "oh?" Thio sam Hong terkejut. "Bahkan belum lama ini. Tiada seorang pun mengetahui asal-usul mereka. Konon mereka sama kuatnya. si Tok (si Racun Dari Barat) ouw yang Hong. guru pernah dengar ada empat jago yang berkepandaian luar biasa. Namun. kemudian menggeleng-gelengkan kepala. "sebab Tong sip-Oey yok su cuma punya seorang anak perempuan bernama oey yong yang menikah dengan Kwee Ceng. "sudah banyak Hweeshio-hweeshio siauw Lim Pay tingkatan Goan yang jadi korban.." "yang paling jahat dan kejam adalah si Mo-Buyung Hok. si Mo-Buyung Hok. dia sering membunuh para pesilat golongan putih" ujar jie Lian ciu. "Urusan ini sudah gawat sekali. "Ketika guru masih kecil. bagaimana mungkin Kong Ti seng Ceng sendiri pergi menyalidiki pembunuh misterius itu?" "Kelihatannya memang sudah gawat sekali. "Tiada seorang pun kaum rimba persilatan yang tahu asalusul mereka.

" Wajah Jie Lian ciu berubah murung. berundinglah dengan saudara-saudara seperguruanmu" "ya." Mendadak Thio sam Hong menghela nafas panjang." "Bu Ki Koko" ujar Tio Beng dengan air mata meleleh"Aku tidak memikirkan wajahku.." tanya jie Lian ciu mendadak"Kita harus bagaimana apabila pihak Kun Lun pay dan Hwa San Pay ke mari minta bantuan?" "Lian cu".Keesokan harinya. lantaran terluka parah. " Kami pun rindu sekali padanya" "Guru" In Lie Heng memberitahukan. "Aaaah " Thio Bu Ki menghela nafas panjang. "Kami akan berusaha mencarinya. ingin melihatnya sebelum ajal datang menjemput guru. "Namun engkau harus berhati-hati. "ciu Ci Jiak pun tiada kabar beritanya. "sudah tiga tahun. berangkatlah song wan Kiauw pergi mencari Thio Bu Ki. guru rindu sekali padanya. "Guru sudah berada di ruang meditasi ini." "Aaah " Thio sam Hong menghela nafas panjang lagi. aku tidak mau memusingkan urusan apa pun. Guru" Song Wan Kiauw mengangguk." "Guru berharap sebelum ajal bisa bertemu Bu Ki. ia mengambil arah utara. "Aku tidak sangka nasib kita akanjadi begini. Thio sam Hong menatapnya tajam. Tentunya partai Kun Lun dan Hwa San tidak akan tinggal diam. Guru sudah tua sekali. murid pernah ke Go Bi San menemui Ceng Hi suthay. Bahkan Iwekang Thio Bu Kipun lenyap sebagian besar. "Bagaimana menurut guru?" "Baik" Thio sam Hong manggut-manggut dan berpesan. melainkan memikirkan Han Liong anak kita itu-" .." "Beng Moay" Thio Bu Ki menatapnya.. Engkau adalah ketua Bu Tong Pay.. "Apakah dia sudah menikah dengan Tio Beng dan sudah punya anak pula?" "Besok murid akan pergi cari Bu Ki.."Jie Lian ciu mengangguk"Aeeahi." "Guru.. "Lebih baik aku saja yang pergi cari Bu Ki. "sudah sepuluh tahun lebih tiada kabar beritanya mengenai Thio Bu Ki." Thio sam Hong menggeleng-gelengkan kepala dan bergumam..persilatan.. tergempur oleh Iweakang gabungan dari sembilan Dhalai Lhama." sela song wan Kiauw. Ketua Go Bi Pay itu tidak tahu mengenai Ciu Ci Jiak. "Wajahmu.. "Sebetulnya Bu Ki berada di mana?" "Guru" ujar Jie Lian ciu." "Bu Ki Koko" Tio Beng memandang bulan purnama yang bergantung di langit. Bagaimana keadaan Thio Bu Ki dan Tio Beng yang tinggal diculau Hong Hoang to? Ternyata muka mereka agak rusak seperti bekas terbakar.." ujar Jie Lian ciu.Guru tenang saja. jangan terulang lagi kejadian masa lampau itu" "ya. dia entah berada di mana dan bagaimana keadaannya. Guru.

"Beng Moay. "Tapi. " Aku justru masih bingung.. jangan memikirkan aku" "Tidak" Tio Beng menggelengkan kepala." Thio Bu Ki tersenyum. "Aku harus membunuhnya kelak" Thio Bu Ki menggeleng-gelengkan kepala." "kanapa?" "yang kucemaskan adalah para Dhalai Lhama itu akan membawanya ke Tibet." ujar Thio Bu Ki sungguh-sungguh"Lebih baik engkau ke Tionggoan mencarinya. sebab mereka menghendaki kitabkitab Kiu fm dan Kiu Yang cin kang." ujar Thio Bu Ki.."Aaathh" Thio Bu Ki menghela nafas lagi "Sudah tiga tahun." "Beng Moay. "Engkau tidak usah memikirkan diriku.." "Tidak apa-apa.. "Beng Moay." "Tapi . "Semua ini adalah perbuatan cu Goan ciang keparat itu. "sebab kepandaianku " Tio Beng terisak-isak." ujar Tio Beng dengan mata berapi-api. air matanya berderai-derai..-" Thio Bu Ki membelainya. kalau para Dhalai Lhama itu menghendaki kitab-kitab tersebut." "Beng Moay. Aku seorang diri di pulau ini tidak apa-apa-" Tio Beng terisak-isak "Bagaimana mungkin aku me-ninggalkanmu seorang diri di pulauini? Kepandaianmu telah musnah sebagian besar. "Masih lama sekali.. "Aku tunggu sampai keadaanmu pulih baru kita pergi bersama. Maka aku tidak terlalu mencemaskannya. kanapa mereka tidak datang ke mari lagi?" "Maksudmu Han Liong ditukar dengan kitab-kitab itu?" "ya" "Benar" Thio Bu Ki manggut-manggut. . Dia dia anak kita satusatunya. entah bagaimana keadaannya?" "Mungkinkah dia masih hidup?" gumam Tio Beng sambil menundukkan kepala.. engkau tidak mau ke Tionggoan mencari Han Liong?" Tio Beng menatapnya dengan air mata berlinang-linang. "Lagipula aku yakin tidak akan terjadi suatu apa pun atas diri anak kita." Tio Beng menggeleng-gelengkan kepala gelisah"Kalau mau ke Tionggoan.." ujar Thio Beng dengan kaning berkerut. "Sebetulnya aku memang ingin ke Tionggoan mencari Han Liong. lebih baik engkau ke Tionggoan mencari Han Liong. sebetulnya aku rindu sekali pada Thay suhu dan paman-paman yang di gunung Bu Tong.. namun keadaanku." "Tapi " Thio Bu Ki menghela nafas panjang. "Han Liong. tapi berat rasanya meninggalkan engkau seorang diri di sini." Thio Bu Ki menggeleng-gelengkan kepala." "Bu Ki Koko." "Beng Moay. mari kita pergi bersama" "Tidak bisa" Thio Bu Ki menghela nafas panjang.. tidak mungkin cu Goan ciang akan membunuhnya-" "Kupikir memang begitu." Thio Beng tersenyum menghiburnya... "Engkau boleh pergi ke Tionggoan mencari Han Liong..

selatan. "Tentunya dia tidak tahu jalan pulang." Thio Bu Ki menggeleng-gelengkan kepala... namun tetap tidak menemukan jejak pembunuh misterius tersebut.yang mengejutkannya ialah si Mo (iblis Dari Barat). Harus ditanyakan pada Thay Suhu Thio Sam Hong. "Setelah aku pulih kelak kita pergi menemui Thay Suhu untuk mohon petunjuk. sedangkan golongan sesat mengangkat Tong Keay (siluman Dari Timur) sebagai ketua golongan sesat." Thio Bu Ki tersenyum. kanapa para Dhalai Lhama itu tidak mengutus orang ke mari?" "Mungkinkah. namun tidak gampang menghadapi tenaga dalam gabungan mereka. Sementara itu... kanapa dia tidak pulang?" "Beng Moay. "Menuntut balas pakai apa? Kepandaianmu. lagipula dia pasti merahasiakan identitas dirinya. secara tidak langsung kaum golongan hitam mengangkatnya sebagai Hek To Beng Cu (Ketua golongan Hitam). mungkin Thay Suhu sudah mampu memecahkannya.. aku harus menuntut balas pada para Dhalai Lhama itu" "Beng Moay. aku belum bisa melupakan kematian ciu Ci Jiak.. . aku pasti sudah mati. oleh karena itu.." "Ngmmm" Thio Beng manggut-manggut." "Engkau tidak mau balas dendam?" "Kita berdua tidak mampu melawan mereka." "ya" Thio Beng mengangguk. "Kalau aku tidak memiliki Kiu yang Sin Kang."Memang mengherankan. Selama perjalanan ini. Bu Ki Koko. itu merupakan ilmu yang sangat istimewa. barat. dan utara itu." suara Thio Beng agak bergemetar..." Thio Beng menghela nafas panjang. itu pasti bukan perintah dari Cu Goan ciang. Aku.. Kong Ti seng Ceng juga mandengar tentang kemunculan keempat jago dari timur. Barulah kita cari para Dhalai Lhama itu." Thio Bu Ki tersenyum getir." Thio Bu Ki menggeleng-gelengkan kepala." "Maksudmu Han Liong ditolong orang?" "Kira-kira begitulah" "Kalau Han Liong ditolong orang. sebab si Mo masih terus membantai kaum golongan putih.. Kong Ti Seng Ceng masih terus melakukan perjalanan untuk menyalidiki pembunuh misterius "Paderi sakti itu telah menjelajahi beberapa daerah dan berbagai kota. " Aku pikir kemungkinan besar telah terjadi sesuatu di tengah jalan... "oh ya. "Hingga saat ini. tujuan mereka menangkap Han Liong cuma dijadikan sandera.. "Apakah tiada cara menghancurkan formasi para Dhalai Lhama itu?" "Menghancurkan formasi itu memang bisa. kira-kira kapan keadaanmu bisa pulih seperti sedia kala?" "Mungkin masih membutuhkan waktu beberapa tahun. Tapi. "Han Liong telah dibunuh mereka?" "Itu tidak mungkin" Thio Bu Ki menggelengkan kepala." "Bu Ki Koko" tanya Thio Beng mendadak.

"Aku bukan orang gagah. bersiap-siaplah menerima pukulanku Kalau engkau mampu bertahan sampai sepuluh jurus. "Omitohud Bolehkah aku tahu siapa engkau dan kanapa engkau mandandam pada siauw Lim Pay?" "Padri tua Engkau tidak perlu tahu. "Sungguh di luar dugaan. bahkan aku pun ingin membunuh Tiga Tetua siauw Lim Pay pula. Berdasarkan suara tawanya yang sangat dahsyat dapat diketahui betapa tingginya Lweakang pemilik suara itu. "Baiklah." "Engkau ingin bunuh aku?" tanya Kong Ti seng ceng dengan kaning berkerut.." "Omitohud" Kong Ti seng Ceng terbelalak kaget. lautan kesengsaraan tiada batas.. touw ki dan touw Ciat berikut Kim Mo say ong-cia sun" "Omitohud" Kong Ti seng Ceng semakin terkejut. terimalah hormatku" "Omitohud" sahut Kong Ti seng Ceng sambil menatapnya tajam." Tak lama muncullah seorang lelaki berusia sekitar tiga puluh lima tahun berwajah tampan dan gagah"Selamat bertemu Kong Ti seng Ceng. "siapa musuh-musuhmu itu?" tanya Kong Ti seng Ceng. orang gagah?" Lelaki itu tertawa. Namun sekarang. siauw Lim Pay" "Omitohud" ucap Kong Ti seng ceng. engkau harus memberitahukan pada ku tentang . kalau aku mampu bertahan sampai sepuluh jurus.. mendadak terdengar suara tawa yang sangat memekakkan telinga membuat tersentak kang Ti Seng Ceng.. engkaukah pembunuh misterius itu?" "Betul" Lelaki itu mengangguk"Aku yang akan membunuh para Hweeshio siauw Lim Pay tingkatan Goan. "Omitohud" ucap Kong Ti seng Ceng dalam hati. "Termasuk. rimba persilatan kini jadi kacau balau.. aku akan melepaskan engkau kembali ke siauw Lim sie. "kanapa engkau membunuh mereka?" "Ha ha ha" Lelaki itu tertawa gelak"Tentunya aku punya dendam dengan siauw Lim Pay..Lam Khie (orang Aneh Dari selatan) dan Pak Hong (si Gila Dari utara) tetap bergerak seorang diri. bahkan dilanda banjir darah pula" Kong Ti seng Ceng terus melanjutkan perjalanan. "ya" Lelaki itu mengangguk pasti. "Karena mereka bertiga telah melindungi cia sun." "Omitohud" kang Ti seng Ceng tersenyum. "kanapa engkau ingin membunuh Tiga Tetua kami?" "Ha ha ha" Lelaki itu tertawa lagi. maka aku harus membunuh mereka. melainkan adalah orang yang berhati kejam. Ketika memasuki sebuah lembah." "Omitohud" ucap Kong Ti Seng Ceng. "Banyak sekali" jawab lelaki itu. cepatlah engkau bertobat" "Aku akan bertobat setelah membunuh musuh-musuhku" sahut lelaki itu sambil tersenyum. yaitu Touw Lan. "Jadi. "Ha ha ha Ha ha ha. "Tahun harus berubah. Tapi. "Bolehkah aku tahu siapa engkau.

bahkan hampir sepuluh langkah. ternyata ia melihat sepasang telapak tangan lelaki itu mengeluarkan cehaya agak kehijau-hijauan. malah menangkis dengan Kim kang Hok Mo cieng (Ilmu pukulan Arhat Penakluk iblis). sang padri tua pun segera menghimpun Kim kang sin kang (Tenaga sakti Arhat) untuk melindungi diri "kong Ti seng Ceng. hangus terbakar. kang Ti seng Ceng juga mulai mengerahkan Iweakangnya.Yang mengejutkan adalah lengan jubah Kong Ti seng Ceng. Ini adalah ilmu pukulan andalan siauw Lim Pay. "Ilmu pukulan ceng Hwee Ciang sungguh dahsyat dan hebat. jurus pertama sepasang telapak tangan lelaki itu berkelebat-kelebat mengerah pada kong Ti seng Ceng. aku tidak perlu menyerang lagi.Ternyata ketika ke dua pukulan itu beradu. Terdengar suara seperti ledakan menggelegar keras." "Ha ha ha" Lelaki itu tertawa terbahak-bahak. kong Ti seng Ceng dan lelaki ilu sama-sama terdorong beberapa langkah"He he he kong Ti seng Ceng. betapa hebatnya ilmu pukulan tersebut. Pantas para muridku tak sanggup melawanmu. ilmu pukulanmu hebat juga" kong Ti seng Ceng diam saja. Dapat dibayangkan. Namun mandadak padri tua itu tersentak..." Lelaki itu mengangguk." "Baik..dirimu. Blaar. suara benturan seketika terdengar dari beradunya ke dua pukulan itu. kemudian menyarang lagi. Kong Ti seng ceng merasa ada tenaga yang amat dahsyat menghantam dadanya. Kemudian terduduk bersila. Kong Ti seng Ceng kembali terdorong ke belakang. Karena itu. Kong Ti seng Ceng terus menangkis." seru lelaki itu sambil menyerang. pada jurus ke tujuh kelihatannya padri tua itu mulai tak sanggup menerima pukulan yang dilancarkan lawannya. "Ini adalah jurus ke delapan" Kong Ti seng Ceng menangkis dengan salah satu jurus ilmucukulan Kim Kong Hok Mo Ciang. sedangkan lelaki itu cuma terdorong dua langkah. "Kong Ti seng Ceng" seru lelaki itu sambil menyerang. lalu menarik nafas dalamdalam sekaligus mengerahkan Lweakangnya. sebab ilmu pukulan itu adalah ilmu pukulan keras.. sehingga membuat dadanya jadi panas seperti terbakar. "Omitohud" ucap Kong Tiseng ceng kemudian. sedangkan lelaki itu menggunakan cing Hwee Cieng yang bersifat lemas dan mengandung api. Tapi padri tua itu tidak berkelit. "Coba sambut seranganku lagi" Ketika lelaki itu kembali menyerang. sementara lawannya hanya terhuyung-huyung ke belakang beberapa langkahsetelah itu dia pun tertawa terbahak-bahak "kang Tiseng Ceng. Kong Ti seng ceng cepat mengibaskan lengan jubahnya untuk menangkis. sebab . Kong Ti seng Ceng terlontar deras lima enam langkah. "Ha ha ha" Lelaki itu terus tertawa.Wajahnya tampak pucat pias. jurus yang paling ampuhGlaar.

" "Kong Ti seng Ceng." "Maksud seng Ceng.. " Aku telah bertarung dengan pembunuh misterius itu." Kong Ti seng Ceng memberitahukan.. Namun yang sungguh mengejutkan." Kong Ti seng Ceng mengangguk sambil menghela nafas panjang. "Omitohud Ini merupakan bencana bagi siauw Lim Pay." "siapa yang melukai seng Ceng?" "Aaah-" kang Ti seng Ceng memperlihatkan dadanya. agar dadanya tidak terlampau sakit. ke tiga Tetua siauw Lim Pay?" "Betul. "Aku justru tidak habis pikir tentang itu. "Namun aku sama sekali tidak tahu siapa dia dan kanapa begitu dendam pada siauw Lim Pay. la cepatcepat menyadarkannya dengan cara menyalurkan Lweakangnya ke dalam tubuh kang Ti seng ceng. "Pembunuh itu memberitahukan padaku. "Terima kasih." "Omitohud" kong Ti seng Ceng manggut-manggut. sadarlah kang Tiseng Ceng dari pingsannya dan sekaligus duduk bersila. kong Ti seng Ceng terkulai pingsan. sesaat kemudian muncul seseorang setengah tua yang tidak lain song wan Kiauw yang sedang mencari Thio Bu Ki. "keenapa pembunuh misterius itu tidak menyerang lagi?" "Omitohud" Kong Ti seng ceng menggelengkan kepala. darah itu agak kehijau-hijauan.. Betapa terkejutnya dia ketika melihat seorang Hweeshio tua terkapar di situ. "kong Ti seng ceng. yang terdapat bekas agak kehijau-hijauan.. mungkin dia menghendakiku menyampaikan kejadian ini pada ke tiga paman guruku." "Hah?" song wan Kiauw terbelalak mandangar penuturan itu." ." song wan Kiauw agak heran. "Seng Ceng tahu siapa pembunuh misterius itu?" "Dia masih muda. seaereleh ia mandakatinya. sekitar tiga puluh lima tahun. namun pada jurus ke delapan aku sudah terluka. "Cing Hwee Ciang.engkau sudah terluka dalam. sampai jumpa Ha ha ha. bahwa dia akan ke siauw Lim sie membunuh ke tiga paman guruku dan Cia sun.. "Hah?" Bukan main terkejutnya song Wan Kiauw. "uaaakh " Mendadak kang Ti seng Ceng muntah darah segar.." song Wan Kiauw bertambah terkejut melihat Hwee-shio tua itu ternyata kang Ti seng Ceng dari siauw Lim Pay. "Begitu hebat ilmu pukulan ceng Hwee Ciang itu?" "ya" Kong Ti seng Ceng mengangguk"Kalau dia menyerang lagi. sementara kang Ti seng ceng masih tetap duduk bersila-Ternyata padri tua itu menghimpun hawa murninya.." Lelaki itu melesat pergi. Tak seberapa lama kemudian." ujar Kong Ti seng Ceng dengan wajah murung.." "oh?" song wan Kiauw terbelalak. "Omitohud" Usai mengucap itu. aku pasti binasa. "Omitohud" ucap kang Ti seng Ceng.

aku harus segera pulang ke Siauw Lim sie-" "selamat jalan. seng Ceng" ucap song wan Kiauw. Apa rencanamu sekarang?" "Mau pulang ke Bu Tong san." "Cianpvee. mendadak melayang turun sosok bayangan di hadapannya.. tiada hasilnya.. "sudah sepuluh tahun lebih tiada kabar beritanya. song Wan Kiauw melesat pergi meninggalkan lembah itu. sungguh tak disangka padri itu terluka di tangan pembunuh misterius tersebut. Namun di lembah itu la bertemu Kong Ti Seng Ceng dalam. Jilid 4 Song Wan Kiauw terus melanjutkan perjalanan menuju ke gunung Bu Tong. "Bagaimana luka di dada seng Ceng? Perlukah aku mengantar seng ceng culang ke siauw Lim sie?" "Tidak usah-" Kong Tiseng ceng tersenyum getir. "Selamat bertemu Song Tayhiap" "Maaf" Song Wan Kiauw tercengang karena ia tidak kenal orang tua itu. Kini Song Wan Kiauw telah memasuki daerah ouw Lam. ya kanapa song Tayhiap berada di lembah ini?" "Kebetulan lewat. "Ha ha ha" Orang tua itu tertawa gelak. Song Wan Kiauw memandang punggung padri tua itu sambil menghela nafas panjang." song wan Kiauw menatapnya." "Jangan mengatakan tidak mau bertanding dengan aku. Akhirnya ia mengambil keputusan pulang ke gunung Bu Tong. "Aku memang tidak pernah berkecimpung dalam rimba persilatan. tujuannya kembali ke gunung Bu Tong. Namun setelah usiaku berkepala tujuh. itu membuat diriku terjun ke dalam rimba persilatan. setelah menghela nafas panjang. "Aku sedang mencari Bu Ki. Ketika sedang melewati jalan gunung yang agak sempit. kita berpisah di sini. "Siapa Cianpwee?" "Song Tayhiap" orang tua itu menatapnya." "Thio Bu Ki?" kang Ti seng Ceng menggeleng-gelengkan kepala." "Kalau begitu. "Omitohud" sahut kong Ti seng Ceng lalu melangkah pergi.. "Engkau harus tahu. Sudah sekian lama ia mencari Thio Bu Ki. "Aku masih kuat untuk pulang ke sana oh." "oh?" song wan Kiauw tersentak"Cianpwee" . Sosok bayangan itu ternyata seorang tua berusia tujuh puluhan."Kong Ti seng Ceng. namun tidak juga menemukan jejaknya. aku malah tertarik terhadap rimba persilatan." ujar Song Wan Kiauw memberitahukan. tapi.. oleh karena itu. sebab akan mempermalukan Bu Tang Pay potong orang tua itu cepat. sampaikan salamku pada gurumu Thio sam Hong" "ya" "Omitohud Baiklah.. aku adalah Tang Koay (Siluman DariTimur) oey su Bin. aku ingin menjajal kepandaianmu. Engkau adalah murid guru besar Thio Sam Hong yang di dewa-dewakan. keadaan terluka.

sehingga membuatnya terhuyung-huyung. sebelum akhirnya melesat pergi menuju ke gunung Bu Tong dengan membawa rasa malu. "Ha ha ha ilmuku dapat mengalahkan Thay Kek Kun yang kesohor itu Ha ha ha. sedangkan song wan Kiauw masih berdiri termangu-mangu. segera melakukan hal yang sama. "Engkau tidak berhasil menyelidiki jejak Bu Ki?" "ya. guru" song Wan Kiauw mengangguk- . " Kalau aku tidak mengeluarkan ilmu simpananku. mendadak Tong Koay bersiul panjang sambil bergerak cepat mendadak saja muncul belasan bayangannya menyerang song wan Kiauw. karena tidak menyangka orang tua itu berkepandaian begitu tinggi. aku pasti akan ke gunung Bu Tong menantang gurumu itu. engkau boleh menyerang duluan" "Maaf. Lama sekali dia berdiri di situ. lalu cepat mengeluarkan jurusr jurus yang ampuh dari ilmu Thay Kek Kun. song wan Kiauw tampak terdesak.. -ooo00000oooThio sam Hong duduk bersila di ruang meditasi. Plaaak Punggung song Wan Kiauw kena pukul. la mengempos semangat untuk melawan. sehingga dirinya terkejut bukan main. Pada jurus ketujuh. sampai jumpa" Tong Koay langsung melesat pergi." "Cianpwee menggunakan ilmu apa?" "Itu adalah ilmu Buseng Uh In (Ilmu Tiada Suara Ada Bayangan). Aku dengar Thay Kek Kun ciptaan guru besar Thio sam Hong sangat dahsyat maka aku ingin menjajalnya. Dia benar-benar tidak menyangka Tong Koay berkepandaian begitu tinggi." Thio Sam Hong mulai bersuara. Kita cuma bertanding bukan saling membunuh" "Baiklah" song Wan Kiauw mengangguk"Kita bertanding dengan tangan kosong atau bersenjata?" "Ha ha ha" Tong Koay Oey Su Bin tertawa. Tong Koay Oey Su Bin pun tak ingin kalah. song wan Kiauw dan saudara seperguruannya duduk di hadapan sang guru besar dengan mulut membungkam.. tentunya aku tidak mampu mengalahkanmu. Dia berdiri di hadapan song Wan Kiauw sambil tertawa gelak. " Lemas tapi cukup mengandung tenaga" Tong Koay berkelit."Kita bertanding sepuluh jurus saja. " Cukup dengan tangan kosong saja. "Bagus Bagus" puji Tong Koay-Oey su Bin. "Jangan merasa malu" ujar Tong Koay Oey Su Bin. Cianpwee" ucap song wan Kiauw sambil melesat menyerangnya dengan ilmu pukulan Thay Kek Kun. karena merasa malu sekali. Beberapa jurus kemudian. "song Tayhiap. Kemudian ia pun mulai balas menyerang dengan gerakan yang amat aneh." Tong Koay memberitahukan. lalu segera mengerahkan Lweekangnya." song Wan Kiauw mengangguk. Aku mengaku kalah" ujar song Wan Kiauw dengan kepala tertunduk. Benar-benar memalukan." "Kepandaian cianpwee tinggi sekali. Jadi--. Tong Koay-oey Su Bin pun menghentikan serangan. Hanya tujuh jurus sudah mengalahkannya.. "Ha ha ha Kalau ada waktu dan kesempatan." ujar Tong Koay-oey Su Bin bernada memaksa.

Thio sam Hong menghela nafas panjang." ujar song wan Kiauw. itu ." "Heran?" Thio sam Hong menggeleng-gelengkan kepala. sebetulnya engkau berada di mana?" "guru -" song Wan Kiauw memandang Thio sam Hong.. Dia dapat mengalahkanmu pada jurus ketujuh.oey su Bin." Mendadak song wan Kiauw menundukkan kepala.. "Sebetulnya siapa dia?" "guru.. "Engkau sudah tua. Thio sam Hong menggeleng-gelengkan kepala. berusia sekitar tiga puluh lima tahun. Kenapa masih berkata begitu?" "guru." Thio sam Hong tersenyum. namun sulit dikeluarkannya "Engkau ingin menyampaikan sesuatu?" Thio sam Hong menatapnya. Ternyata Tong Koay. "Katanya pembunuh misterius itu masih muda."Bu Ki." song wan Kiauw menghela nafas panjang. "Murid telah mempermalukan Bu Tong Pay." gumamnya dengan kening berkerut. "Apa?" Thio sam Hong tersentak"Engkau bertemu Kong Ti seng Ceng?" "ya" song Wan Kiauw mengangguk. Bahkan paderi tua itu tampak terluka berat di dadanya. "Kong Tiseng Ceng yang memberitahukan. bahwa pembunuh misterius itu akan membunuh tiga Tetua siauw Lim Pay dan Kim Mo say ong-cia sun" lanjut song Wan Kiauw memberitahukan. Thio Sam Hong mendengar dengan mata terbelalak. "Kong Ti seng Ceng juga memberitahukan. "Ketika murid sampai di daerah ouw Lam. mendadak muncul seorang tua. "Kalau begitu. begitu pula saudara seperguruan song Wan Kiauw. harap guru menghukumku" "Wan Kiauw" Thio sam Hong tersenyum. lalu manggut-manggut sambil berkata. "Pembunuh misterius itu dapat mengalahkan Kong Ti seng Ceng hanya dalam sepuluh jurus?" tanya Thio sam Hong kurang percaya. lalu menceritakan tentang kejadian itu. "Apa?" sentak Thio sam Hong terkejut bukan main. "Pembunuh misterius itu punya dendam kesumat apa dengan pihak siauw Lim Pay dan cia sun?" "Kong Ti seng Ceng pun tidak mengetahuinya. bukan anak kecil lagi.. kepandaian Tong Koay memang hebat sekali. kelihatannya ia ingin menyampaikan sesuatu." ujar song wan Kiauw." Thio sam Hong menatapnya seraya bertanya.. kemudian bergumam. "Sungguh tak masuk akal. karena terkena pukulan cing Hwee Ciang" ujar song wan Kiauw. "Jelaskanlah" Thio sam Hong tetap tersenyum. "Murid telah mempermalukan Bu Tong Pay. murid memang telah mempermalukan Bu Tong Pay. "Dia menantangmu bertanding?" "Ya" song Wan Kiauw mengangguk dan menceritakan tentang pertandingan itu. "Katakanlah" "Aku bertemu Kong Ti seng Ceng.

" "Terima kasih." "oh?" Kong Bun Hong Tio tercengang.." "Omitohud" Kong Bun Hong Tio menggeleng-gelengkan kepala. kenapa dia memusuhi kita?" "Suheng" Kong Ti seng Ceng memberitahukan. kau tak perlu merasa malu-" "Dia juga bilang. Guru" sahut para murid itu serentak. sementara itu. "Bagaimana sutee? Engkau berhasil menyelidiki pembunuh misterius itu?" "suheng. Mulai sekarang. Ha ha ha... kalian semua harus memperdalam ilmu silat masingmasing. guru akan menyambutnya dengan baik. oleh karena itu. "sebab kami bertanding sepuluh jurus dan pada jurus ke delapan." "Omitohud" Kong Bun Hong Tio terkejut bukan main. "Kalau dia kemari. itu sungguh menggembirakan.pertanda kepandaiannya telah mencapai tingkat kesempurnaan.. mungkin aku sudah mati di lembah itu.. "Dada-ku terkena pukulan cing Hwee Ciang." "Coba kulihat lukamu itu" Kong Bun Hong Tio tampak cemas sekali. "song Tayhiap yang menyadarkanku dengan Lweekangnya. apabila sempat akan kemari bertanding dengan guru. kepandaian orang itu sungguh tinggi sekali.." song wan Kiauw merasa heran. Kelihatan-nya sudah mencapai tingkat kesempurnaan. "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio." "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio"Syukurlah engkau terhindar dari kematian" "Suheng. " orang itu pun ingin membunuh paman-paman guru kita dan cia sun. guru akan memberi petunjuk pada kalian memecahkan ilmu Bu Seng uh In (Ilmu Tiada Suara Ada Bayangan) itu. " Aku sudah bertemu pembunuh misterius itu. "Bagus.Paderi tua itu langsung menemui Kong Bun Hong Tio. bagus Ha ha ha. "Kenapa guru begitu gembira?" "Tentu" Thio sam Hong tertawa lagi. Dia masih muda berusia sekitar tiga puluh lima tahun." ujar song wan Kiauw memberitahukan. terutama ilmu pukulan cing Hwee ciangnya." Kong Tiseng Ceng menghela nafas panjang. Kong Ti seng Ceng pun sudah tiba di siauw Lim sie. Ketika siuman aku melihat song Wan Kiauw duduk di sisiku." ujar Kong Ti seng Ceng.." . Kong Ti seng Ceng memperlihatkan luka di dadanya yang masih kelihatan kehijau-hijauan. sebab sepasang tangannya memancarkan cahaya kehijau-hijauan. "sebetulnya siapa orang itu. aku terkena pukulannya. "Dia memberitahukanmu alasannya membunuh para murid kita?" "Tidak-" Kong Ti seng Ceng menggelengkan kepala. "Engkau terluka parah?" "Untung aku mengerahkan Kim Kong sin Kang guna melindungi diri Kalau tidak. lalu duduk menghadap." Thio sam Hong tertawa gembira.. " Aku pingsan." Kong Ti seng ceng memberitahukan. "Karena guru akan menghadapi seorang tokoh yang berkepandaian tinggi.

"Tidak baik kita mengganggu ke tiga paman guru. " Kakak tampan" Tan Giok Cu mendekatinya sambil tersenyum-senyum. "Kok duduk melamun di situ. "Jangan" Kong Bun Hong Tio menggelengkan kepala. Tan Ek seng dan Lim soat Hong pun tidak pernah bertanya tentang itu padanya." "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio"Kalau benar. sedangkan Tan Giok Cu berumur sepuluh tahun. mulai sekarang kita harus berlatih memperdalam kepandaian kita." Thio Han Liong menundukkan kepala. perlukah kita melapor pada ke tiga paman guru kita?" tanya Kong Ti seng Ceng. seperti bimbang untuk mengatakannya.Tak terasa kini Thio Han Liong sudah berumur sebelas tahun." "Ya.Kong Bun Hong Tio mengerutkan kening. tidak mungkin punya musuh di luar. sedangkan Thio Han Liong sendiri tak pernah berhenti melatih.." "Tapi kenapa orang itu begitu dendam pada kita?" "Omitohud" Kong Bun Hong Tio mengerutkan kening seraya berkata. Dalam setahun ini Tan Giok Cu terus berlatih Thay Kek Kun dan beberapa jurus ilmu pedang yang diajarkan Thio Han Liong. Kelihatannya ia sedang memikirkan sesuatu. aku. "Omitohud"jawab Kong Bun Hong Tio. "Kenapa?" Tan Giok Cu duduk di sisinya. selama setahun ini Thio Han Liong sama sekali tidak pernah menceritakan tentang identitas dirinya... orang itu memang agak mirip seng Kun. itu sungguh merupakan bencana bagi kitaOmitohud" "Suheng.sedangkan urusan cia sun sudah beres belasan tahun lalu. . oleh karena itu. "Kita akan menghadapinya. "Beritahukaniah padaku agar aku bisa bantu memikul beban pikiranmu." Thio Han Liong tidak melanjutkan. Dia cukup tanggap melihat keadaan kawan barunya yang baik budi itu"sudah empat tahun aku tinggal di sini. aku pikir kini. Thio Han Liong tetap memanggil Tan Giok Cu "Adik Manis" gadis kecil itu pun tetap memanggilnya " Kakak Tampan". kita semua menyaksikan itu Mungkinkah orang itu punya hubungan dengan seng Kun?" "Seng Kun?" Kong Ti seng ceng tersentak"orang itu. Thio Han Liong duduk termenung di bawah pohon di pekarangan. Pagi ini. "sudah sekian lama ke tiga paman guru kita mengasingkan diri di dalam gua di belakang kuil bersama Cia sun jadi rasanya tidak mungkin punya musuh di luar. " Rupanya Tan Giok Cu memang anak yang cerdas. Tentu saja semakin meningkat Iwee-kang gadis cilik itu. jangan jangan dia anak dari seng Kun. "Hun Goan Pek Lek Chiu-seng Kun mati di tangan cia sun. ada apa?" "Adik manis." "Bagaimana kalau orang itu kemari?" tanya Kong Ti seng Ceng bernada cemas. suheng" Kong Ti seng Ceng menganggukBab 8 Pek Ho Bu Koan (Perguruan Bangau Pulih) sang waktu berlalu dengan cepat sekali. Bertambah satu tahun Thio Han Liong bekerja di rumah Tan Ek seng. Hubungan ke dua anak kecil berlainan jenis itu bertambah akrab.

"Engkau mau ke mana?" tanya Tan Ek seng. "Aku tahu engkau mau bilang apa... ini penting sekali. aku memang harus pergi ke gunung Bu Tong. "Aku... sebab seharusnya diucapkan gadis dewasa.." "Kakak tampan jahat. Di saat bersamaan. kita akan berjumpa lagi kelak" ujar Thio Han Liong.." "Mau berpamit kan? Karena engkau sudah tidak betah tinggal di sini. "Kenapa dia?" tanya Lim soat Hong lembut." Kakak tampan. Kini. "Aku tidak bisa tinggal terus di sini." "Adik manis." Air mata Tan Giok Cu mulai berderai lagi." Tan Giok Cu terus menangis dengan air mata berderai-derai. aku bukan tega." Tan Giok Cu menatapnya dengan wajah murung. kemudian Tan Ek seng bertanya pada Thio Han Liong. muncullah Tan Ek seng dan Lim soat Hong. sungguh... aku harus menemui beberapa orang di sana.... "Kenapa engkau menangis?" "Kakak tampan jahat Kakak tampan jahat." Tan Giok Cu mulai menangis terisakisak"Jangan tinggalkan aku" "Jangan menangis. Ketika melihat gadis kecil itu menangis begitu sedih." Thio Han Liong terus menghiburnya. "Engkau begitu tega meninggalkan aku?" Ucapan itu membuat Tan Ek Seng dan isterinya terperangah.. sebab. "Aku aku harus berangkat ke gunung Bu Tong.. "Maka aku harus ke sana." Thio Han Liong tersenyum.. gunung Bu Tong" jawab Thio Han Liong. "Nak" Lim soat Hong membelainya.. "Ke." jawab Thio Han Liong sungguhsungguh.. kenapa engkau ingin meninggalkan Giok Cu?" "Paman. " Kini usiaku sudah sebelas tahun. "Dia dia ingin meninggalkan Giok Cu-" Gadis kecil itu memberitahukan sambil terisak-isak"Giok Cu jadi sedih sekali-" "Eh?" Lim soat Hong dan suaminya saling memandang. "TUh Kakak tampan ingin meninggalkan Giok Cu kan?" gadis kecil itu menangis lagi. sudah empat tahun aku tinggal di sini.." Tan Ek seng menggeleng-gelengkan kepala... aku pasti kembali.. "Adik manis.. mereka berdua terheran-heran. sudah waktunya aku pergi." "Adik manis. "Thio Liong. boleh dikatakan tidak kecil lagi" "Mau apa engkau ke gunung Bu Tong itu?" tanya Tan Giok Cu tiba-tiba. "Adik manis. "Engkau masih kecil.." "Paman" ujar Thio Han Liong. Adik manis" "Kakak tampan.. "Thio Liong. heran....." " Kakak tampan. Tidak baik melakukan perjalanan begitu jauh. engkau ingin meninggalkan aku-" Mata gadis kecil itu mulai basah"Kakak tampan." sahut Thio Han Liong." sahut Tan Giok Cu." Thio Han Liong .

" Tan Giok Cu menatapnya dengan penuh harap... Thio Han Liong tersenyum. "Kakak tampan. "Kakak tampan. "Baiklah. suka padaku?" "Hm makanya aku tak rela berpisah dengan dirimu-" ujar Tan Giok Cu sambil menatapnya." "Terima kasih. saat itu wajahnya memerah.. aku pasti ke mari menengokmu.. "Perpisahan kita cuma sementara." "Adik manis.. sikap mereka yang bagaikan sepasang kekasih membuat Tan Ek seng dan isterinya terheran. namun mereka berdua bergembira dalam hati. "Adik manis" Thio Han Liong memegang tangannya seraya berkata seakan berjanji.sambil menatapnya dengan air mata bercucuran... tetap tak rela kalau Thio Han Liong pergi. maka ia manggut." Tan Giok Cu langsung menangis lagi. tak disangka kita akan berpisah. "Kok begitu cepat?" Tertegun Lim soat Hong." Thio Han Liong tersenyum.. aku." jawab Thio Han Liong cepat "Aku memang suka padamu. hati Thio Han Liong merasa tidak tega. Ketika melihat tatapan itu." "Dan.coba menjelaskan kepada Tan Giok Cu." "Kakak tampan." Thio Han Liong memandangnya. "Kapan engkau akan berangkat ke gunung Bu Tong?" Tibatiba Lim soat Hong bertanya." tambah gadis itu. Thio Han Liong sudah mulai berkemas ditemani Tan Giok Cu." Malam harinya. gadis kecil itu terus memandangnya." "ya.Begitu. karena justru inilah kasih sayang mereka yang polos. engkau tidak akan suka gadis lain lagi. "Kapan engkau kembali?" tanya Tan Giok Cu. "Engkau mau bilang apa?" "Engkau.manggut.. "Berpisah sedih berkumpul gembira. "Apakah aku tidak boleh suka gadis lain?" "Kalau engkau suka gadis lain. "Kita tidak akan berpisah lagi selama-lamanya." jawab Thio Han Liong sambil memegang tangannya. "Jangan begitu cepat pergi Besok saja.. "Sekarang. besok saja berangkat. aku tidak akan suka gadis lain lagi." "Adik manis. kemudian . "Kakak tampan. " Kalau urusanku disana sudah beres. sebab aku pasti kemari berkumpul denganmu lagi." jawab Thio Han Liong sepertinya sudah mengambil keputusan.Tapi. "Jangan khawatir. kan?" gadis itu tertunduk malu." ujar Tan Giok Cu terisak-isak sedih. aku bagaimana?" Tan Giok Cu mulai menangis. kan?" "Ng" Thio Han Liong menganggukTan tiiok Cu mendadak bertanya dengan suara rendah"Engkau suka aku?" "Tentu. Kakak tampan" Terdengar langkah Tan Ek Seng dan isterinya ke kamar Thio Han Liong. bagaimana engkau.. Mereka berdua tersenyum-senyum.

" Lim soat Hong membelainya..." ujarnya pelan. Kakak tampan pergi. "Paman dan Bibi sangat baik padaku... Karena lapar ia terus berdiri di depan sebuah rumah makan.. Bukankah dia sudah berjanji padamu?" "ya. dia akan kembali?" "Dia pasti kembali. Karena itu. "Terimalah" desak Tan Ek seng. "Terimalah saja. "Bungkusan ini berisi uang perak untuk bekalmu dalam perjalanan menuju ke gunung Bu Tong" "Terima kasih. tapi. tidak usah memberitahukan pada kami. berangkatlah Thio Han Liong ke gunung Bu Tong. "jangan berdiri di situ. aku. sebelum tiba di gunung Bu Tong. "Ibu... "Maka engkau harus sabar menunggunya" "ya. "Baik" Lim soat Hong manggut-manggut." "Ibu. Tapi.. "Dia pasti datang lagi kelaki engkau tidak boleh menangis." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala...... Hari ini ia tiba di sebuah kota kecil. bolehkah engkau memberitahukan mengenai siapa dirimu?" "Bibi. uang tersebut telah habis semua. sebab kau akan membutuhkannya dalam perjalanan" "Terima kasih" ucap Thio Han Liong sambil menerima bungkusan kecil itu. sebab aku punya kesulitan." ujar Thio Han Liong berjanji. "Hei" bentak salah seorang pelayan.selama dalam perjalanan ia sering menolong orang miskin dengan uang pemberian Tan Ek seng. seharusnya aku memberitahukan mengenai identitas diriku. "Thio Liong." ujar Lim soat Hong.. maka. "Aku tidak bisa memberitahukan." Lim soat Hong tersenyum. tapi. "Thio Liong.. "Ayoh. "Kalau tidak. dia.. cepat pergi" "Paman..Tan Ek seng menyerahkan sebuah bungkusan kecil kepada Thio Han Liong. . lalu dimasukkan kebuntalan pakaiannya. aku lapar.. kok begitu banyak?" Thio Han Liong tampak ragu menerimanya. Ibu" Tan Giok Cu mengangguk.. setelah Thio Han Liong lenyap dari pandangannya. cepat pergi" Pelayan itu mengusirnya. "Besok pagi engkau akan berangkat. apakah dia akan ingkar janji?" "Tentu tidak-" Lim soat Hong membelainya lagi. "Kelak aku pasti memberitahukan." Lim soat Hong menatapnya lembut seraya berkata. Paman." "Kalau engkau punya kesulitan. Thio Han Liong memang baik hati." lelaki itu sambil tersenyum. "Anak kecil. la memandang pelayan rumah makan dan Thio Han Liong. akan kutendang kau" Di saat itulah seorang lelaki berusia lima puluhan menuju ke rumah makan itu. Keesokan harinya. Tan Giok Cu mengantar kepergiannya dengan linangan air mata." "Thio Liong nama aslimu?" tanya Tan Ek Seng mendadak"sebetulnya aku bernama Thio Han Liong" Anak kecil itu berterus terang dan melanjutkan. gadis kecil itu memeluk erat ibunya sambil menangis.

"Mari kita masuk" "ya. bahkan pakaianku pun telah kuberikan pada anak-anak seusiaku. "Ha ha" Pelayan rumah makan tertawa." "omong kosong" bentak pelayan rumah makan. betulkah itu?" "Betul." ujar Thio Han Liong. " Apa tidak boleh aku mengajak anak kecil ini makan bersama?" Lelaki itu menatap tajam pelayan rumah makan. aku berkata sesungguhnya." jawab Thio Han Liong memberitahukan." "Paman. "Bagaimana mungkin engkau kuat tidak makan dua hari?" "Aku mengisi perut dengan buah-buahan di hutan" ujar Thio Han Liong. " Kalau begitu. Paman" ucap Thio Han Liong." Tercengang pelayan rumah makan begitu mengetahui orang itu. "Guru silat Lie." "Tadi engkau bilang punya uang dan pakaian." "Diam" bentak lelaki itu. kemudian berkata lembut pada Thio Han Liong."Kenapa engkau berdiri di sini?" "Paman. " Engkau tidak punya uang?" "Sebetulnya aku punya uang.. maka buru-buru mempersilakan mereka masuk"Silakan masuk silakan masuk -" "Anak kecil-" Lelaki itu tersenyum.. Paman" Thio Han Liong mengikuti lelaki itu ke dalam rumah makan. tapi dalam perjalanan telah kuberikan pada orang miskin. Ditatap tajam begitu. "Anak kecil..." "Aku tidak bohong. "Buat apa aku bohong?" "Dasar. dari mana kau memperoleh uang dan .. "sudah dua hari aku tidak makan. ciutlah nyali pelayan rumah makan itu." Thio Han Liong terpaksa berdusta demi merahasiakan identitas dirinya. "Kecil-kecil sudah pandai berbohong Dasar. lalu memandang Thio Han Liong." "siapa ayahmu?" "Ayahku bernama Thio Ah Ki." jawab Thio Han Liong jujur. Lelaki itu menatapnya seraya bertanya. makan bersamaku" "Terima kasih. "Tidak baik berbohong. tapi telah diberikan pada orang miskin.. "Namamu?" "Thio Liong. engkau mau jadi apa kelak? kini engkau masih kecil sudah bohong.. aku lapar sekali. kelihatannya ia tidak senang akan sikap pelayan rumah makan. aku tidak bohong" "Tidak bohong?" Lelaki itu menatapnya dalam-dalam. "Engkau merantau?" "ya. lelaki itu memesan beberapa macam hidangan dan minuman.." "Engkau dari mana?" "Aku dari sebuah pulau." ujar lelaki itu sungguh-sungguh. mari ke dalam. Paman" "Anak kecil.. setelah duduk.

lalu memperkenalkan diri"Namaku Lie Ceng Peng guru silat di kota Keng tu ini. ya kan?" Thio Han Liong mengangguk. Gadis itu berusia dua puluhan dan berparas cukup cantik. "Masih kecil kok sudah mau kerja?" Lie Goat Hiang menggeleng-gelengkan kepala"Di mana kedua orang-tuamu?" "Ke dua orangtuaku tinggal dipulau. Lie Ceng Peng mengajak Thio Han Liong ke rumahnya. "Kasihan" Thio Han Liong diam saja. "Nama Paman Tan itu?" "Tan Ek seng kepaia desa Hok An. kakak-" jawab Thio Han Liong. Paman Tan memberikan aku uang perak dan pakaian. berapa usiamu sekarang?" "Sebelas tahun. dia akan bekerja di sini.pakaian itu?" " Empat tahun aku bekerja di rumah Paman Tan di desa Hok An." Thio Han Liong memberitahukan." "Apa?" Lelaki itu tercengang. aku merantau . "Ternyata engkau ingin jadi murid Bu Tong Pay.Terima kasih. sungguh luas halamannya. Lie Ceng Peng memandangnya seraya berkata. aku akan mengajar engkau ilmu silat-" "Baiklah.- . "Mau apa engkau ke gunung Bu Tong?" "Mau menemui beberapa orang di sana."Anak kecil" Lelaki itu tersenyum"Dari sini ke gunung Bu Tong masih jauh sekali." "oh?" Lie Goat Hiang memandang Thio Han Liong." "Kenapa?" "sebab aku harus ke gunung Bu Tong. "siapa anak kecil itu?" "Namanya Thio Liong. la adalah putri Lie Ceng Peng. "Hiangjie (Anak Hiang)" Lie Ceng Peng tersenyum-senyum. Tampak puluhan anak tanggung sedang mengangkat besi dan lain sebagainya. "Ayah" seorang gadis berlari-lari menghampiri Lie Ceng Peng. juga harus membersihkan rumah-" "ya. "Mulai besok tugasmu menyapu halaman ini." Lie Goat Hiang menggelenggelengkan kepala lagi." Lelaki itu manggut-manggut.Kalau engkau bekerja di rumahku. Paman" Thio Han Liong mengangguk. karena ingin cari uang untuk melanjutkan perjalanannya menuju ke gunung Bu Tong. "Ayah " Gadis itu tertegun ketika melihat Thio Han Liong. tapi aku terpaksa meninggalkan rumahnya. Paman Tan itu sangat sayang padaku. Lelaki itu tersenyum. bernama Lie Goat Hiang. Dia menerima tawaran kerja Lie Ceng Peng. bagaimana engkau bekerja di rumahku?" Thio Han Liong tampak ragu." Lie Ceng Peng memberitahukan sambil melangkah ke dalam halaman." "Kecil-kecil sudah merantau. seusai makan. Thio Han Liong mengikutinya dari belakang. Di atas pintu rumah yang besar itu bergantung sebuah papan bertulisan: Pek Ho Bu Koan (Perguruan Bangau Putih). Waktu itu aku berhenti kerja. "Adik Liong. Paman" ucap Thio Han Liong. "Inilah rumahku.

"Mari. Lelaki itu bernama siang Thiam Chun adik seperguruan Lie Cong Peng. "itu adalah kamarmu. dia bekerja di sini." Lie Cong Peng memberitahukan.saat itu muncul seorang lelaki berusia empat puluhan menghampiri mereka sambil tersenyum-senyum. "Adik Liong. "Thio Han Liong" suara Lie Ceng Peng. Lagipula ia tidak punya uang." "Engkau masih kecil. Tujuannya ke gunung Bu Tong. cukup tampan lelaki itu. Ayah" Lie Goat Hiang mengajak Thio Han Liong ke dalam rumah"Akan kutunjukkan kamarmu-" "Terima kasih. kok sudah merantau?" Thio Han Liong menundukkan kepala." Lie Goat Hiang meninggalkan kamar itu. Dia pula yang mewakili suhengnya mengajar ilmu silat pada anak-anak tanggung itu. "sutee. "suheng" Lelaki itu memberi hormat pada Lie Cong Peng." ujar Lie goat Hiang sambil menunjuk sebuah kamar." sahut Lie Ceng Peng sambil tersenyum. juga ingat ke dua orangtuanya terbakar oleh Liak Hwee Tan.Lie Goat Hiang membuka pintu kamar itu. tidak lain ingin minta tolong pada orang disana mengantarnya pulang ke pulau Hong Hoang to. ternyata ia mulai rindu kepada orangtuanya. engkau boleh beristirahat sekarang. Kakak-" sahut Thio Han Liong mengikutinya ke dalam rumah. "Baiklah. Thio Han Liong semakin merasa rindu kepada orangtuanya. namun ia tidak tahu harus ke mana menyewa kapal." "ya." "ya" Thio Han Liong mengangguk. aku mau pergi menemui ayahku. "oooh" siang Thiam Chun manggut-manggut. Thio Han Liong duduk termenung di pinggir tempat tidur. &ntah bagaimana keadaan ke dua orang tuanya sekarang. "Hiangji" ujar Lie Cong Peng. ia berdiri di depan kamar itu sambil memandang Thio Han Liong. kemudian berkata pada Thio Han Liong. lalu melangkah ke dalam seraya berkata dan tersenyum"Engkau boleh beristirahat dulu. ternyata mereka berdua adalah saudara seperguruan. "Engkau bekerja di sini harus rajin. Kakak. Pagi-pagi ia sudah membersihkan rumah dan . kita makan sekarang.la masih ingat akan kematian ciu CiJiak. "Bagaimana sekarang aku mulai membersihkan rumah?" "Besok saja. anak kecil ini bernama Thio Liong. " Antar dia kc kamar" "ya. sesungguhnya ia ingin sekali pulang ke pulau Hong Hoang to. tidak boleh malas" "ya. mungkin engkau sudah lapar-" -ooo00000oooThio Han Liong bekerja di rumah Lie Ceng Peng dengan rajin sekali. "Kenapa engkau melamun?" "Tidak. dia tidak tahu harus menjawab apa. Paman" Thio Han Liong mengangguk." Thio Han Liong sebera bangkit berdiri.

keningnya langsung berkerut. maka aku suruh dia mengipasi diriku. kemudian kembali ke tempat itu lagi. Ketika melihat Thio Han Liong mengipasi siang Thiam Chun. Namun. Dengan tergagap siang Thiam Chun menjawab. begitu pula sore hari. kemudian berkata pada Thio Han Liong. Lie Cong Peng dan Lie Goat Hiang sangat menyayanginya. harus panggil aku tuan besar" ujar siang Thiam Chun. "Adik Liong Kenapa engkau mengipasi Paman siang?" tanyanya. "Mau tambah lagi tehnya?" tanya Thio Han Liong sambil menerima cangkir kosong itu. lalu menghirupnya. Tuan Besar" Thlo Han Liong mengangguk." "Yang kutanyakan kenapa engkau suruh dia panggil Tuan Besar padamu?Jawablah" desak Lie Goat Hiang. ia berlarilari ke dalam. Tuan Besar" Thio Han Liong langsung mengipasinya. bahkan sering memperbudak dirinya." sahut Thio Han Liong dan segera menghampirinya. " Ambil kipas itu" Thio Han Liong segera mengambil kipas di atas meja. Thio Han Liong menunjuk siang Thiam Chun. siang Thiam Chun tersenyum-senyum. "Thio Liong" panggil siang Thiam Chun yang duduk di halaman sambil menggoyang-goyangkan kakinya. Tuan Besar-" "Ngmm" siang Thiam Chun manggut-manggut sambil menerima minuman itu. "Thio Liong" siang Thiam Chun menatapnya. "Goblok engkau" bentak siang Thiam Chun. kenapa dia harus memanggilmu Tuan Besar?" "Goat Hiang" siang Thiam Chun tersenyum dibuat-buat. "Engkau tidak boleh panggil aku paman. "Dia harus berlatih melemaskan tangannya.menyapu halaman tempat latihan para murid Lie Cong Peng.setelah itu diserahkannya lagi cangkir itu pada Thio Han Liong. " cepat kipasi aku" "Ya. "Iya. Karena itu. "Tidak usah. "ya. "Adik kecil. "Tuan Besar? siapa Tuan Besar itu?" tanya Lie Goat Hiang heran.Cepat taruh kc dalam dan engkau harus cepat ke mari lagi" sahut siang Thiam Chun. "Dia yang suruh aku memanggilnya Tuan Besar" "Gila" Lie Goat Hiang menggeleng-gelengkan kepala. diberikan pada siang Thiam Chun. bahkan tampak seperti menggoda. Tuan Besar" Thio Han Liong seoera berlari ke dalam rumah. tidak tahu kemunculan Lie Goat Hiang. " "Tuan Besar yang suruh-" sahut Thio Han Liong. "ya. "Tidak apa-apa bukan?" "Hm" dengus Lie Goat Hiang. Paman.Tak lama ia sudah kembali ke situ dengan membawa secangkir teh hangat"Nih. engkau tidak usah panggil dia tuan muda maupun mengipasinya . "Paman siang. siang Thiam Chun adik seperguruan Lie Cong Peng malah memandang rendah. Tuan Besar." "sekarang cepat ambilkan aku teh hangat" "ya.

aduuuh" jerit Thio Han Liong. "Apakah aku harus mengambil teh hangat lagi?" "sini" siang Thiam Chun menatapnya bengis. Kakak" Thio Han Liong mengangguk.. Lie Goat Hiang mendekatinya seraya bertanya. Paman siang. "oh? Kalau begitu." Thio Han Liong menarik nafas dalam-dalam. engkau mau ke mana?" tanya gadis itu heran. "Adik kecil...Namun dia berpapasan dengan Lie Goat Hiang di depan pintu."Tapi-. tapi Kakak Hiang bertanya padaku. siang Thiam Chun menjulurkan tangannya menjewer telinga Thio Han Liong. walau ia masih kecil.. sekarang akan kujewer telinga mu sampai putus" "Aku tidak mengadu. siang Thiam Chun memandang punggung gadis itu dengan aneh sekali. Paman" "Thio Liong. sehingga membuatnya nyaris melawan." "Ya. "Engkau berani mengadu pada goat Hiang. "Dia memang keterlaluan. Thio Han Liong segera mendekatinya. semua itu tidak terlepas dari mata Thio Han Liong. aku harus beritahukanpada ayah-" "Jangan" Thio Han Liong mencegahnya- . akan kubunuh engkau" Thio Han Liong mengangguk dengan wajah meringis-ringis. "Sekarang sudah tidak sakit lagi. bahkan juga berpesan dengan suara rendah"Kalau berani mengadu. "Mau ke kamar. "Thio Liong" bentak siang Thiam Chun mendadak"ya" sahut Thio Han Liong cepat." Lie Goat Hiang mengikutinya dari belakang. namun tahu kalau tatapan itu mengandung niat tidak baik. Kakak" sahut Thio Han Liong sambil terus berjalan ke kamarnya. "Kalau Paman Siang berani macam-macam. "Dijewer oleh Paman siang. "Adik kecil . "Kenapa telingamu sakit?" Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala." ujar siang Thiam Chun dengan lembut sekali. ia masih merasa telinganya sakit sekali"Eh?" Lie Ceng Peng menatapnya heran. "Kenapa engkau meringis?" "Aku aku sakit perut.. beritahukan padaku" "ya.." jawabnya kemudian. Namun saat itulah muncul Lie Cong Peng." Thio Han Liong segera masuk rumah. "Mungkin engkau masuk angin." Thio Han Liong tampak takut-takut sambil melirik siang Thiam Chun.Lie Goat Hiang melangkah pergi. siang Thiam Chun cepat-cepat menurunkan tangannya. lebih baik engkau ke dalam saja." jawab Thio Han Liong sambil duduk di pinggir tempat tidur. "Jangan takut" ujar Lie goat Hiang. "Kenapa wajahmu meringis?" "Telingaku masih sakit. "Aduuuh" jerit anak kecil itu kesakitan. cepatlah engkau pergi makan obat sakit perut" ujar Lie Ceng Peng. namun anak kecil itu masih dapat bersabar tidak mengeluarkan kepandaiannya.

" bisik siang Thiam Chun." Thio Han Liong diam. "Goat Hiang. "suhengku sudah ke kota lain. "Kenapa Kakak menghela nafas?" tanya Thio Han Liong heran. "Paman. "Aku justru harus kerja lebih keras. Ketika ia hendak menghampiri gadis itu. "Aku tidak sangka. sungguh mengherankan Thio Han Liong. "Ada apa sih? Kenapa Kakak Hiang menghela nafas panjang? sungguh mengherankan. saat itu yang diajarkannya adalah Pek Ho Kun (ilmu silat Bangau Putih)seusai mengajar. "Biar aku yang menghampirinya" siang Thiam Chun segera menghampiri gadis itu. "Adik kecil" panggil Lie Goat Hiang."Kalau Kakak mengadu pada Paman." lanjut siang Thiam Chun. Paman" sahut Thio Han Liong. engkau tidak usah kerja begitu keras. lalu meninggalkan kamar itu dengan kepala tertunduk"Heran?" gumam Thio Han Liong sambil menggaruk-garuk kepala. siang Thiam Chun mengajar para murid ilmu silat. tidak leluasa kita bicara di sini. "Kakak" sahut Thio Han Liong. akan pulang beberapa hari kemudian.. Begitu melihat gadis itu.. mendadak siang Thiam Chun mencegahnya. Malam ini kita bertemu di sini saja. Karena merasa curiga. siang Thiam Chun dan beberapa pelayan. biar bagaimanapun aku harus kerja keras seperti biasa." Pagi ini Lie Cong Peng ke kota lain karena ada urusan." "Maaf. maka ia mengerahkan Iweekangnya untuk mencuri dengar pembicaraan mereka. kemudian memandangnya." "Jangan bicara sembarangan" tegur Lie Goat Hiang dengan suara rendah. goat Hiang begitu sayang padamu.. "Kini kita punya kesempatan. seperti biasa.-" Lie Goat Hiang menggelengkan kepala. "Ada suatu masalah terganjal dalam hati Kakak?" "Tidak-. "Tidak usah" siang Thiam Chun menggeleng-gelengkan kepala. . sedangkan Thio Han Liong termangu-mangu di tempat.. maka di rumah hanya tinggal Lie Goat Hiang." "Thio Liong" Siang Thiam Chun tersenyum. "Goat Hiang. "Mau tambah lagi tehnya?" tanya Thio Han Liong. itu adalah tugasku." Panggil siang Thiam Chun lembut. siang Thiam Chun lalu duduk beristirahat. dia pasti bertambah dendam padaku-" Mendadak Lie Goat Hiang menghela nafas panjang. la tidak habis pikir tentang itu. wajah siang Thiam Chun langsung ceria. sikapnya yang tidak seperti biasa." Lie Goat Hiang berjalan perlahan menuju ke halaman. Thio Han Liong sebera menyuguhkan teh hangat. Aku tidak mau malas mEkipun Paman Lie tidak berada di rumah--. "maka mulai hari ini. lalu kembali ke tempat duduknya dengan wajah berseri. sebab ia tidak tahu tujuan ucapan siang Thiam Chun itu. "Ngmm" siang Thiam Chun manggut-manggut.

menyusul pula sosok bayangan langsing. tentunya akan merepotkan Kakak." "Memangnya kenapa?" " Kakak pasti terus memikirkan aku-" "Idih" Wajah Lie Goat Hiang kemerah-merahan. "Aku betul-betul mencintaimu...."Aku sudah bilang pada Goat Hiang. Kakak-" Thio Han Liong tersenyum"Tapi apakah baik aku ke kamar Kakak?" "Eeeh?" Lie Goat Hiang tertawa geli "Engkau masih kecil. "Kini aku telah sadar. kalau besar genit justru celaka. la ingin mengintip siang Thiam Chun dan Lie Goat Hiang. cepatlah" ujar gadis itu "Goat Hiang. Dia hampir keluar mencacinya. Jangan kurang ajar" "Aku masih ingat." panggil Lie Goat Hiang. besar genit mengandung hawa nafsu. ternyata Lie cioat Hiang. "Adik kecil. "ya. Paman" sahut Thio Han Liong. tampak sosok bayangan berkelebat ke halaman. apalagi setelah besar nanti?" "Kecil genit tidak apa-apa.. dulu engkau baik sekali terhadapkuKenapa sekarang berubah jadi begini?" ." ujar Thio Han Liong sambil tertawa." sahut Thio Han Liong dan menambahkan. kalau aku sebesar Kakak." Lie Goat Hiang menggeleng-gelengkan kepala. aku sungguh mencintaimu. Ketika hari mulai gelap." tegur Lie tfoat Hiang dingin. apa yang mereka tadi bicarakan sudah masuk ke telinganya. "Paman siang. Namun. bahkan tampak tersenyum-senyum"Engkau sudah makan belum?" tanya Lie Goat Hiang penuh perhatian. Beberapa saat kemudian. "Mari kita membersihkan rumah-" -ooo00000oooThio Han Liong sudah bersembunyi di belakang pohon. "sudah. belum lama ini." ujarnya kemudian kepada Thio Han Liong. " untung aku masih kecil. setelah itu. Kakak" Thio Han Liong mengangguk." siang Thiam Chun memegang tangannya. "Terima kasih. sikapmu telah berubah banyak-" Ucapan itu bagaikan geledek menyambar telinga Thio Han Liong yang mencuri dengar pembicaraan. Kakak-" Thio Han Liong segera mendekatinya dengan sikap wajar. " Kecil-kecil sudah genit. Bukankah aku sering ke kamarmu?" "Kakak. tentunya boleh ke kamarku. Tampaknya ia ingin mengintip apa yang akan dilakukan siang Thiam Chun dan Lie goat Hiang."Adik kecil. engkau boleh beristirahat satu dua hari." "Baik." "Lepaskan tanganmu" bentak Lie Goat Hiang.." ujar siang Thiam Chun. " Kecil genit tapi bersih. aku... "Tahukah engkau. mari kita membersihkan rumah" ujar Lie Goat Hiang menggandeng bocah itu. Thio Han Liong sudah bersembunyi di belakang pohon yang ada dihalaman. "Engkau harus bantu membersihkan kamarku. tidak lain siang Thiam Chun. "Mau bicara apa. engkau jangan terus merayu aku lagi" "Goat Hiang.

terlebih dahulu ia sempat memungut benda menyerupai suling milik siang Thiam Chun.. siang Thiam Chun berdiri mematung di tempat. namun sangat menusuk telinga dan menyeramkan. aku tidak pernah mencintaimu. "Aduuuh" jeritnya kesakitan sambil mengusap kepalanya yang dirasakan benjol. Jangan mengganggu aku lagi." potong Lie Goat Hiang. "Iiih Ada setan. siang Thiam Chun mengintip ke dalam melalui jendela.Ternyata Thio Han Liong telah menyambit dengan batu kecil.. "Akan kukerjai nanti malam. Di saat itulah ia mendengar suara tawa yang amat perlahan. anak kecil itu mengikutinya menggunakan ginkang. "Heran? Kenapa tanganku berkesemutan mendadak?" Usai bergumam. dan tepat mengenai tangannya."Dulu aku belum bisa berpikir karena termakan rayuanmuKini pikiranku telah terbuka. Kalau ayah tahu. aku tidak mau celaka di tangan ayahku. ia sendiri nyaris tertawa geli"siapa yang menyambit aku?" gumam siang Thiam Chun dengan tubuh agak menggigil. perlahan-lahan Thio Han Liong meninggalkan tempat itu kembali ke kamarnya. betulkah engkau sudah tidak mencintai aku lagi?" "Paman siang" Lie Goat Hiang menghela nafas panjang.. sepertinya memikirkan sesuatu." Gadis itu melesat pergi." "omong kosong" siang Thiam Chun tampak gusar sekali. Taaak Kepalanya tersambit sesuatu. ia pun membungkukkan badannya dengan maksud memungut benda yang jatuh itu Akan tetapi. engkau pasti celaka" "Hmm" dengus Siang Thiam Chun. Tersentak Thio Han Liong mendengar ucapan itu. tibatiba. "Dulu engkau tidak begini-" " sudahlah. "Sudahlah.. Aku berlaku baik terhadapmu lantaran menghormatimu sebagai pamanku. Itu adalah jendela kamar Lie Goat Hiang. Ternyata siang Thiam Chun menuju ke samping rumah yang terdapat jendela di sana. la duduk di kursi dengan wajah agak pucat- . setelah menyambit kepala siang Thiam Chun dengan batu kecil. kemudian mengeluarkan suatu benda mirip sebuah suling kecil. siang Thiam Chun tidak mengajar para murid itu ilmu silat. "selama ini.. ia segera menengok ke sana ke mari.Tangannya dirasakan nyeri sekali.sebelum meninggalkan tempat itu. Keesokan harinya. mendadak ia terpekik kaget." siang Thiam Chun langsung kabur. la tahu benda itu berisi semacam obat bius. Itu sudah tentu perbuatan Thio Han Liong. dengan terus tersenyum geli. jangan mengganggu aku lagi. Thio Han Liong yang menguntitnya seaera memungut beberapa batu kecil. Bukan main terkejutnya siang Thiam Chun. He he he " siang Thiam Chun tertawa terkekeh-kekeh. Timbul dalam hatinya untuk menolong Lie Goat Hiang. aku tersadar dari kekeliruanku" sahut Lie goat Hiang. namun tidak tampak siapapun. karena pernah dengar dari Ciu Ci Jiak Ketika siang Thiam Chun mengarahkan benda itu ke dalam jendela. "Ayahmu berani apa terhadap diriku? Goat Hiang. Maka ketika siang Thiam chun berkelebat pergi.

"Mari kita makan" Mereka berdua masuk ke rumah. tapi. "Entah melihat atau bermimpi. sebab ia yang tertawa seram semalam dengan mengerahkan Lweekang." "Tapi suteeku itu. la duduk beristirahat di ruang tengahi ketika Thio Han Liong menyuguhkan teh hangat." bisik Thio Han Liong... "Semalam engkau mendengar suara yang mencurigakan?" "tidak."Paman siang" tanya Thio Han Liong. "Adik kecil" panggilnya." "Hah?" Wajah siang Thiam Chun bertambah pucat. muncul Lie Goat Hiang. Lie Ceng Peng sudah pulang. "Memangnya ada apa?" "Paman siang dan Kakak Hiang. Wajahnya berubah merah padam. "Kini Hiang telah sadar. . Betapa gusarnya Lie Cong Peng mendengarnya.. suara yang mencurigakan" "oh?" Ketika siang Thiam Chun ingin mengatakan sesuatu. "Oh ya.. sedangkan siang Thiam chun duduk tak bergerak di kursi. yang akan malu adalah Paman dan Kakak Hiang." Thio Han Liong memberitahukan tentang itu. "Be betulkah itu?" Thio Han Liong mengangguk dan nyaris tertawa geli. semua orang akan mengetahui kejadian itu. sebab. "ya" sahut Thio Han Liong sambil mendekatinya. karena marah "Tenang.. "Bahkan aku mendengar suara tawa seram. Thio Han Liong mengangguk"Kalau begitu." Lie Cong Peng bangkit berdiri dan berjalan mondar-mandir. "Engkau baik-baik saja selama aku ke kota lain?" "Aku baik-baik saja.. "Lebih baik Paman suruh dia pergi saja. "Engkau sudah membersihkan rumah belum?" tanya Lie Goat Hiang. Paman" ujar Thio Han Liong. Paman" Lie Ceng Peng tersenyum sambil menghirup minuman itu. aku melihat sosok yang menyeramkan. "Biar bagaimanapun." Lie Goat Hiang memandangnya dan tersenyum. "Tidak minum teh?" "Tidak" siang Thiam Chun menggelengkan kepala. sebab kini dia telah sadar dari kekeliruannya. kemudian menatapnya seraya bertanya. aku..." "Ada apa?" "Iiih" Thio Han Liong memperlihatkan wajahnya yang diliputi ketakutan. Paman" Thio Han Liong mengangguk." "Ngmm" Lie Cong Peng manggut-manggut. Mengenai Paman siang. maka Paman harus memaafkannya. kemudian memandang Thio Han Liong.. "Silakan minum. aku harus menghajarnya" "Kalau Paman menghajarnya. aku ingin memberitahukan sesuatu. Tapi aku mohon Paman harus memaafkan Kakak Hiang." "Eh?" Lie Cong Peng tertegun.. Paman pun tidak perlu menghajarnya.

maka ia ingin menghajarnya sebelum meninggalkan rumah itu. Thio Han Liong berdiri di halaman sambil menonton anakanak tanggung berlatih Pek Ho Kun. tapi aku tidak tahu apa sebabnya-" sahut Thio Han Liong. "Ayahku. "Cepat ke mari" . karena melihat ayahnya berjalan keluar bersama siang Thiam Chun yang membawa sebuah buntalan.. engkau mengerti" "suheng. "Kenapa ayah memanggil Paman siang?" "Entahlah" Thio Han Liong menggelengkan kepala. "Hari ini aku akan berangkat ke kota lain.. "oleh karena itu. "Tentu. maka selanjutnya suhengku akan mengajar kalian. hari ini guru akan menurunkan kalian beberapa jurus Pek Ho Kun yang paling hebat. " Guru tidak akan pulang" sahut siang Thiam Chun.. Lie Ceng Peng menghampiri mereka berdua.sementara itu. "Suheng panggil aku?" tanya siang Thiam Chun dengan hati kebat-kebit. bukan dia yang mengadu padaku" sahut Lie Ceng Peng. tak lama ia sudah datang ke ruang tengah bersama orang tersebut. sedangkan Siang Thiam Chun menghampiri anak-anak tanggung yang sedang berlatih. "Bagaimana sikap ayah ketika menyuruhmu memanggil Paman siang?" tanya Lie Goat Hiang lagi." tanya siang Thiam Chun.. "Thio Liong yang mengadu padamu?" "Aku yang mengetahuinya. cepatlah panggil dia" "Ya. Paman" Thio Han Liong segera pergi memanggil siang Thiam Chun. "Kapan guru pulang?" tanya salah seorang anak lagi.?" "Suheng sangat baik terhadapku-" siang Thiam Chun menundukkan kepala. karena wajah Lie Cong Peng tampak gusar sekaliThio Han Liong seflera meninggalkan ruang tengah itu. Guru" "Thio Liong" Mendadak siang Thiam Chun memanggil anak kecil itu. siang Thiam Chun meliriknya dengan mata berapi-api"sutee" Lie Cong Peng menatapnya dingin"Apakah aku kurang baik terhadapmu selama engkau tinggal di sini. "Anak-anak" ujar siang Thiam Chun." ucapan Lie Goat Hiang terputus." "Aku sudah tahu urusanmu dengan putriku."Kalau begitu.. jangan sampai aku menghajarmu" "Baik" siang Thiam Chun mengangguk. "Cepatlah engkau enyah dari sini. "Paman tampak gusar sekali." "Terimakasih. "Memangnya ada apa?" "Sekarang juga engkau harus meninggalkan rumahku ini" bentak Lie Ceng Peng.." "Guru mau ke mana?" tanya salah seorang anak"Ke tempat yang jauh sekali. cepatlah engkau enyah dari sini" "suheng." sahut siang Thiam Chun sambil melirik Thio Han Liong dengan mata membara. ia yakin Thio Han Liong yang mengadu pada Lie Ceng Peng. "Adik kecil." Lie Goat Hiang mendekatinya.

Lie Ceng Peng dan putrinya terkejut bukan main Mereka berdua tidak menyangka siang Thiam Chun akan menurunkan tangan jahat terhadap Thio Han Liong itu. namun sama sekali tidak menjerit kesakitan. Lie Cong Peng dan putrinya sama sekali tidak menyangka Thio Han Liong mengerti ilmu silat. sehingga badannya terpental ke atas. kenapa engkau terus duduk di situ? Tidak mau menghajar aku lagi?" siang Thiam Chun diam saja. ia memandang Thio Han .. anak kecil itu termundur-mundur dua tiga langkah. " Engkau." "Paman" ujar Thio Han Liong pada Lie Cong Peng "hari ini aku akan menghajar orang yang tak tahu diri itu" "Thio Liong." "suheng. dengan jurus Pek Ho Tok Hu (Bangau Putih Mematuk Ikan). bagaikan gadis kecil yang sedang menari." sahut siang Thiam Chun sambil tertawa dingin "Apakah aku tidak boleh memberi contoh beberapa j urus ilmu silat pada murid-muridmu?" "Tapi. Kini Thio Han Liong mulai bergerak lemas. Buuuk. "Anak-anak" ujar siang Thiam Chun. "He h e h e" siang Thiam chun tertawa terkekeh-kekeh. kemudian terbanting keras di tanah"Aduuuh" siang Thiam Chun menjerit kesakitan. Betapa penasarannya siang Thiam Chun mendapati serangannya tak satupun mengenai sasaran. kalian harus perhatikan baik-baik." siang Thiam Chun menatapnya dengan penuh kebencian.. siang Thiam Chun terus menyerang dengan gesit. kemudian menukik ke bawah dan dengan dua jari tangan menyerang mata Thio Han Liong. Tiba-tiba siang Thiam Chun memekik keras sambil menyerang Thio Han Liong..." Lie Cong Peng kaget mendengar ucapan bocah kecil itu. "Adik kecil" Wajah Lie cioat Hiang berubah pucat mencemaskan Thio Han Liong. Duuuk Dada Thio Han Liong terpukul. Thio Han Liong cepat-cepat berkelit ke sana ke mari. "Thio Liong.. "Jurus Pek Ho Kun yang paling dahsyat adalah jurus Pek Ho Ceng Thian (Bangau Putih Menerjang ke Langit). kemudian membentak keras sambil menyerangnya dengan jurus-jurus Pek Ho Kun. Bukan main indahnya gerakannya itu. "sutee" bentak Lie Cong Peng. membuat Lie Cong Peng dan putrinya terperangah menyaksikannya. Badan siang Thiam Chun mencelat ke atas. Di saat itulah Thio Han Liong menggerakkan sepasang tangannya dengan lemas sekali membentuk dua buah lingkaran... mendadak siang Thiam Chun langsung memukul Thio Han Liong dengan jurus tersebut.Thio Han Liong segera mendekatinya. sedangkan Thio Han Liong berkelit dengan gerakan yang lemas. sehingga serangan-serangan siang Thiam Chun jatuh di tempat kosong. engkau ingin menghajar diriku?" "Betul" Thio Han Liong mengangguk"Baik. Dada siang Thiam Chun terpukul. Aku akan memberi contoh... lalu didorong ke atas." Usai berkata begitu. Tubuhnya terkapar tak mampu bangkit berdiri "Hihihi" Thio Han Liong tertawa geli "Paman siang.

?" Kali ini Thio Han Liong tidak berkelit." Lie ceng Peng tersenyum..." "Dia memang jahat. itu telah berlalu. kalian tidak boleh meniru gerakannya itu" "Anak setan" bentak siang Thiam Chun gusar. lalu diserahkan pada Lie Ceng Peng.. karena Paman siang jahat sekali. "Adik kecil " Lie goat Hiang menatapnya dengan kening berkerut-kerut. sementara Lie Ceng Peng dan putrinya juga tampak tidak percaya akan apa yang disaksikan. "Kawan-kawan" seru Thio Han Liong pada para murid Lie Ceng Peng. Kejadian itu sangat mencengangkan mereka berdua.." Lie Goat Hiang menatapnya dengan haruThio Han Liong mengeluarkan suatu benda dari dalam bajunya. "Hiang lie" Lie Cong Peng menggeleng-gelengkan kepala. mendadak ia menyerang Thio Han Liong. aku pasti sudah menghajarmu" "Ayah -" gadis itu tersentak"Aku sudah tahu urusanmu dengan Thiam chun. " Kalau aku tidak memandang Thio Liong. melainkan menyambut serangan itu sambil menggerakkan tangannya secepat kilat. Thio Liong yang memberitahukan padaku. Dia memberi hormat. "Kakak sangat baik terhadapku. harus dihajar biar kapok" sahut Lie Cong Peng." Thio Han Liong menundukkan kepala "Aku aku terpaksa menghajarnya. "Lihatlah benda ini" Lie Ceng Peng mengambil benda itu dan memperhatikannya. maka akupun harus melindungi Kakak" "Terima kasih. aku tidak sangka engkau berkepandaian begitu tinggi. Adik kecil. Bagaimana mungkin Thio Han Liong mampu merobohkan siang Thiam Chun? Namun nyatanya memang begitu.." "Ayah.. aku telah menghajar Paman siang itu" "Ha ha ha" Lie Cong Peng tertawa gelak"Thio Liong." Thio Han Liong tersenyum. Dengan langkah tertatih-tatih. Ternyata engkau murid Bu Tong pay.." Lie Goat Hiang menundukkan kepala." "Terima kasih. "Kakak-. Plaaak Tulang iga siang Thiam Chun terpukul dan patah seketika. seketika itu juga air mukanya . "Hiaa. Thio Han Liong mendekati Lie Cong Peng. seakan tidak percaya dirinya telah dirobohkan anak kecil berusia sebelas tahun. " Aduuuh " siang Thiam Chun menjerit kesakitan dengan wajah meringis dan pucat pias. " Engkau harus berterima kasih pada Thio Liong." ucap Lie Goat Hiang. dia pun pergi.. "Maafkan aku" "sudahlah. "jurus yang diperlihatkan Paman siang itu namanya jurus 'Menjatuhkan Diri'..Liong dengan mata terbelalak. "Maaf Paman. sebab yang engkau perlihatkan itu pasti ilmu silat Thay Kek Kun yang sangat terkenal itu" "Paman.Rupanya dia menggunakan jurus jurus dari Kiu Im Pek Kut Jiauw ajaran Ciu Ci Jiak.

ya?" "Tentu" Lie Cong Peng manggut-manggut. karena Hiang Jie memang menyukaimu. "Paman" ujar Thio Han Liong sungguh-sungguh." "Adik kecil." "Adik kecil. "Kakak begitu cantik.. "Thio Liong. aku rindu sekali pada ke dua orangtuaku. "Kalau begitu. "Paman bisa bergurau juga. Kalau sudah dewasa. "Kalau tidak. "Bukan mulai nakal.... "Engkau mulai genit.. "Ini. malam itu. ya? Masih kecil" "Ha ha ha" Mendadak Lie Cong Peng tertawa gelak sambil bergurau. Thio Liong. bagaimana mungkin aku memperlsterlnya? Tadi itu cuma ingin menggoda Kakak Hiang. ini adalah semacam alat yang berisi obat bius.. "Kini urusan yang tak menyenangkan itu telah beres. tunggu sebentar" Lie Cong Peng masuk rumah. engkau mulai nakal" tegur Lie Goat Hiang. sedangkan Lie cioat Hiang terus menatap Thio Han Liong dengan mata tak berkedipAnak kecil itu tertawa geli.berubah hebat.." "Eh?" Wajah Lie Goat Hiang kemerah-merahan.. kalau engkau tidak berada di sini. "Hi hi hi" Thio Han Liong tertawa geli. bagaimana mungkin aku mencuri dengar pembicaraan paman Siang dengan Kakak?" Gadis itu merengut menatap Thio Han Liong." ujar Thio Han Liong."Kenapa Kakak menatapku dengan cara begitu? Naksir ya padaku?" . "Aku harus segera berangkat ke gunung Bu Tong." Lie Goat Hiang memandangnya dengan penuh rasa terima kasih.. dari mana engkau memperoleh alat ini?" "Paman." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. aku memang nakal" sahut Thio Han Liong sambil tertawa. Aku masih kecil sih. "Ke dua orangtuaku tinggal di pulau yang di Pak Hai. paman pasti merestuinya. "Engkau engkau telah menyelamatkan diriku. para penjahat menggunakan alat ini." "Ayah" Wajah Lie Goat Hiang bertambah merah. "tidak. "Ke dua orangtuamu tinggal di gunung Bu Tong?" tanya Lie Cong Peng. "Namun alangkah baiknya paman tidak bergurau.. kelak pasti ketemu pemuda tampan. maka aku mau mohon pamit" "Apa?" Lie Cong Peng dan putrinya tertegun. aku. Aku berharap pihak Bu Tong Pay bersedia mengantar aku pulang ke pulau itu" "oooh" Lie Cong Peng manggut-manggut. "Usiaku lebih kecil dari Kakak Hiang." tutur Thio Han Liong tentang kejadian malam itu. "Maka aku menghajarnya" "Haaahi-" Wajah Lie Ceng Peng berubah pucat. "Thio Liong. Hiangjie pasti sudah celaka.. Terima kasih. aku pasti memperisterl Kakak." jawab Tiiio Han Liong memberitahukan." "Kakak" Thio Han Liong tersenyum. kalau engkau betul-betul ingin memperisterl Hiang jie.

.saat itu dia sudah dewasa. Cepat-cepat ia bersembunyi di belakang pohon... setelah Thio Han Liong tidak kelihatan." Bab 9 Si Mo (iblis Dari Barat) Kali ini dalam perjalanan menuju gunung Bu Tong. "sampai jumpa.." "oooh" Lie Ceng Peng manggut-manggut. jangan lupa datanglah lagi kelak" pesan gadis itu. "Tapi. "Hiang jie" Lie Ceng Peng menghela nafas panjang.. aku tidak akan lupa selamalamanya. "Han Liong. . Lie Goat Hiang mengantarnya sampai di depan." gadis itu tertawa gembira. "Tentu" Thio Han Liong mengangguk. tapi tidak menyebalkan.. "sebetulnya aku bernama Thio Han Liong. kenapa engkau begitu cepat ingin pergi?" "Kakak Aku.Lie cioat Hiang menggeleng-gelengkan kepala sambil tersenyum"Engkau memang nakal. Anak kecil itu mengira suara tawa setan atau hantu. aku rindu sekali pada ke dua orangtuaku. namun tidak begitu cepat. engkau pasti sudah dinodai Thiam Chun. aku berterima kasih sekali atas kebaikanmu." "Akupun tidak akan lupa budi baikmu menolongku dan telah menyelamatkan diriku. "Aku tidak akan ingkar janji. "selamat jalan. ketika ia memasuki sebuah rimba."Ini untuk bekalmu dalam perjalanan.." sahut Thio Han Liong lalu pamit." Lie Goat Hiang menghela nafas panjang. mendadak terdengar suara tawa yang menyeramkan. "Kakak sangat baik padaku. "Sungguh?" Lie Goat Hiang kelihatan kurang percaya. Kakak" "selamat jalan. Namun dia menyisakan untuk bekalnya sendiri. "Thio Liong" Lie Ceng Peng menyerahkan bungkusan kecil itu padanya. "Adik kecil. Mungkin harus beberapa tahun kemudian. Paman" Thio Han Liong berjalan pergi." "Kakak. "ya" sahut Thio Han Liong. Adik kecil" ucap Lie Goat Hiang." "Adik kecil. Han Liong" "sampai jumpa. aku harus cepat-cepat pulang ke pulau itu. sebab ia memang membutuhkan uang. " Kalau Han Liong tidak berada di sini. gadis itu kembali ke dalam." "Ayah Han Liong akan ke mari lagi?" "Itu sudah pasti..." "Terimalah" "Terima kasih." Lie goat Hiang tersenyum. tidak dihabiskan seperti tempo hari. "entah kapan kita akan bertemu lagi?" "Aku pasti ke mari menengok Kakak kelak" sahut Thio Han Liong berjanji." "Paman.." ujar Thio Han Liong setulus hati. Betapa terkejutnya Thio Han Liong.. Paman" Thio Han Liong menerima pemberian Lie Ceng Peng. Thio Han Liong tetap menolong fakir miskin dengan uang pemberian Lie Cong Peng.. engkau akan ke mari lagi menengok kami?" "Pasti.. Dua hari kemudian. bersamaan itu muncullah Lie Cong Peng dengan membawa sebuah bungkusan kecil.

ia pun yakin suara tawa seram itu bukan suara tawa setan iblis. aku akan membunuh mereka" gumam orangtua itu. Ternyata dia melihat beberapa orang terikat di sebuah pohon. kemudian mendekati orang-orang yang terikat di pohon sambil tertawa terkekeh-kekeh. Namun ketika hendak menyayat payudara wanita itu. "Kita tidak punya dendam apapun." teriak wanita itu ketakutan.Mo" bentak salah seorang lelaki yang terikat di pohon. Timbul dalam hati keberaniannya. seusai bersantap.. namun bajunya sudah terbuka dan tampak sepasang payudaranya yang montok. terdapat kaum wanita pula. "Se. "Berhenti" Saat itu muncul seorang anak kecil. "Paman tua" Thio Han Liong melotot. "Masih segar he he. yang tidak lain Thio Han Liong.. kalau membunuh aku seorang anak kecil. "Ha ha ha. "Jangan. seorang tua berusia tujuh puluhan duduk dekat pohon itu. "Eeeh?" Si Mo kaget melihat ada bocah cilik di dalam. Melihat wajah seram menakutkan orangtua itu Thio Han Liong menggigil ketakutan." "Hm" dengus Thio Han Liong.. "Aku memang senang membantai kalian kaum golongan putih He he he " Bukan main terkejutnya Thio Han Liong mendengar itu.Ternyata ia ingat akan perbuatannya terhadap siang Thiam Chun. He he he. "Kenapa Paman tua begitu kejam? Sama sekali tidak punya rasa prikemanusiaan" "He he he" Si Mo tertawa terkekeh-kekeh. ia sedang menyantap paha ayam sambil mengeluarkan tawa seram.. Dia memperhatikan orangtua itu. Jilid 5 Si Mo (iblis Dari Barat) itu perlahan-lahan ia bangkit berdiri. mendadak ia dikejutkan oleh suara bentakan yang amat nyaring... "He he he Hik hik hik. "He he he Sebelum membunuh. si Mo mengangguk-anggukkan kepalanya. kenapa engkau berkeliaran di sini? Kebetulan sekali. malam itu ia juga mengeluarkan suara tawa seram menakuti lelaki itu. aku belum membunuh anak kecil.Thio Han Liong mengerutkan kening dan tiba-tiba ia tersenyum geli. aku akan menyiksa kalian dulur ujar Si Mo." Si Mo mengeluarkan sebuah belati mengkilap.. "Paman tua seorang Locianpwee. rimba itu. kenapa engkau ingin membunuh kami?" "He he he" Ternyata orangtua itu adalah se Mo ketua golongan hitam. "Anak kecil. mendadak ia membuka baju salah seorang wanita. oleh karena itu. tanpa merasa takut. orang . Dia berendap-endap mendekati suara tawa seram itu. "Wuah" Si Mo tertawa sambil memegang payudara wanita itu." "Paman tua mau membunuh aku juga?" tanya Thio Han Liong. Akan kusayat payudaramu.

"Engkau maujadi muridku?" tanya si Mo bernada girang. "Aku ingin bertanding denganmu. iblis Dari Barat itu tidak menyangka Thio Han Liong begitu berani."Tak sudi berguru kepada orang jahat" "Bocah" bentak si Mo sambil mengangkat tangannya siap memukul anak kecil itu. tapi cukup tiga jurus saja" "Apa?" si Mo terbelalak. "Kalian memang harus cepat pergi Kalau tidak. bagaimana mengenai syaratku?" "Apa syaratmu?" "Lepaskan mereka" Thio Han Liong menunjuk orang-orang yang terikat di pohon. "Tunggu" seru Thio Han Liong. Kalau dalam tiga jurus engkau tidak mampu merobohkan diriku.. maka harus membebaskan aku pergi dari sini" "Ha ha ha" si Mo tertawa gelak "Baik. baik" "Paman tua jangan ingkar janji" tegas Thio Han Liong. "Dirimu ditukar dengan mereka?" "Ya" "Ngmm" si Mo manggut-manggut.sementara si Mo terus menatap Thio Han Liong dengan penuh perhatian." ucap Thio Han Liong. Begitu bebas mereka cepatcepat memberi hormat pada Thio Han Liong. "Jadi engkau lebih suka mati daripada mengangkatku sebagai guru?" Thio Han Liong mengangguk. kalau engkau mau jadi muridku" "Paman tua begitujahat. "Jangan khawatir. aku tidak sudi jadi muridmu. "Terima kasih. akan kubunuh kalian" bentak si Mo dengan mata melotot tajam. "Engkau memang berbakat untuk belajar ilmu silat. "Ha ha ha."Aku pernah belajar ilmu silat. siapa engkau?" "Namaku Thio Liong" sahut anak kecil itu. "Engkau ingin bertanding dengan aku?" "Ya" Thio Han Liong mengangguk." sahut Thio Han Liong sambil menggelengkan kepala. "tidak. "Kelihatannya engkau memang lebih berharga daripada mereka. Aku tidak membunuhmu." "Terima kasih." ucap mereka serentak"Cepatlah kalian tinggalkan tempat ini" perintah Thio Han Liong. Aku mau membunuhmu juga urusanku" sahut si Mo sambil tertawa." "Paman tua boleh membunuh aku." sahut Thio Han Liong. "Paman tua. "Anak kecil. silakan Paman tua menyerang aku" Thio Han Liong mulai mengerahkan Kiu yang sin Kang.orang kaum persilatan akan menertawakan hingga rontok gigi mereka" "Mereka mau tertawa hingga rontok gigi mereka itu urusan mereka. si . bocah" sahut si Mo. tapi aku punya syarat" ujar Thio Han Liong mendadak"oh?" si Mo tertegun. orang-orang itu pergi. Paman tua. "Apa?" si Mo langsung melotot. si Mo segera memutuskan tali yang mengikat kaum rimba persilatan golongan putih itu. Baik-lahi aku terima syaratmu."Aku tidak akan ingkar janji" "Kalau begitu. Anak kecil..

. Hal itu membuat si Mo terbelalak.Mo langsung menyerangnya seraya berseru. "Kalau perlu. Ci Kiong Hiat . aku akan menyiksamu" "Pokoknya aku tidak maujadi muridmu. Sekarang aku bertanya sekali lagi. " Lebih baik bunuh aku saja" "He he he" si Mo tertawa terkekeh"Aku akan membunuh mu perlahan-lahan.. aku boleh meninggalkan tempat ini." si Mo tertawa terkekeh-kekeh "Bocah Kalau engkau tidak mau jadi muridku. Thio Han Liong tidak keburu berkelit. akan kubunuh kau" "Dasar iblis" caci Thio Han Liong. kini aku bebas" " Engkau telah roboh di tanganku."sesuai dengan syarat. Thio Han Liong terpental beberapa depa dan jatuh di tanah namun tidak luka sama sekali. "jurus ke dua" seru si Mo sambil menyerang. "Tak disangka engkau cukup berisi juga" "Paman tua. maka engkau harus jadi muridku" ujar si mo "Kapan aku roboh di tangan Paman tua? Buktinya aku berdiri di sini" Thio Han Liong tersenyum-senyum "Tadi engkau sudah terpental beberapa depa lalu roboh" si Mo melotot. sudah pasti selalu berlaku curang. He he he." ujar Thio Han Liong. maukah engkau jadi muridku?" "Tidak mau" "Kalau begitu " Mendadak si Mo menatapnya bengis. Itu semakin membuat si Mo penasaran sekali. "Jurus ke tiga" seru si Mo dan langsung menyerangnya. "Engkau tidak terluka?" "Paman tua" sahut Thio Han Liong sambil bangkit berdiri "Aku tidak terluka. "Engkau akan merasakan ilmu totokanku Ban Gin Coan sim (selaksa jarum Menembus Hati)" si Mo menotok jalan darah Hiok Tiong Hiat. tidak mau" "Kalau begitu. "Buktinya aku berdiri di hadapanmu. Blaaam Terdengar suara benturan yang dahsyat. "jurus pertama" Thio Han Liong bergerak cepat menghindari serangan itu dan berhasil. " Geledek takut padaku bagaimana mungkin geledek akan menyambar aku?" "Pokoknya aku tidak maujadi muridmu" tegas Thio Han Liong. Terheran-heran si Mo memandangnya. Akan tetapi. sehingga sekujur badannya tak bisa bergerak"Paman tua curang" bentak Thio Han Liong. "Engkau akan disambar geledek kelak" "He he he" si Mo tertawa. silakan menyerang lagi" seru Thio Han Liong. " "Tidak bisa" "Kenapa tidak?" "Pokoknya engkau harus jadi muridku" Mendadak tangan si Mo bergeraki seketika juga jalan darah Thio Han Liong tertotok.. Thio Han Liong tetap mampu mengelak serangannya. Kali ini ia menggunakan j urus yang lebih hebat. "Eh?" si Mo menatapnya dengan mata tak berkedip. setiap hari aku akan menyiksamu" ujar si Mo sungguh-sungguh. maka ia terpaksa menangkis serangan itu. "Aku iblis Dari Barat.

juga tidak boleh genit. Peluh merembes keluar dari keningnya. dadanya sudah tidak sakit dan tubuhnya pun sudah bisa bergerak. "Bibi kenal ke dua orangtuaku?" " Kenal" Wanita itu manggut-manggut seraya berkata." ujar si Mo. Ayahmu pasti ingat padaku apabila mendengar syairku ini.tidak" "Kalau begitu. ibumu bernama Tio Beng. Bibi-" Thio Han Liong mengangguk"Han Liong" Wanita itu menatapnya tajam." "ya.. Burung Rajawali dan Pasangan Pendekar.dan Tian Tong Hiat yang didada Thio Han Liong." Aku pasti menuruti nasihat Bibi.. bacakanlah syair ini Dia pasli ingat siapa aku. amat keras hati pula. Bahkan. tidak muncul lagi di dunia Kang-ouw-" Wanita itu membacakan syair tersebut dan berpesan.. "Engkau harus ingat baik-baik syair yang akan kubacakan.." "Bagus" Wanita itu manggut-manggut.Cepat-cepat ia memberi hormat."Engkau akan terus merasakan kesakitan itu. " Dan juga engkau . "Terima-kasih atas pertolongan Bibi" "Ngmm" Wanita itu manggut-manggut.sayup terdengar suara kecapi dan suling yang amat halus-Begitu mendengar suara itu air muka si Mo mendadak berubah"Hah? Wanita sialan itu. "Bibi tahu namaku?" "Aku juga tahu nama ayah dan ibumu" ujar wanita itu. bagaimana kalau sudahi dewasa kelak?" "Hah?" Thio Han Liong terperanjat." Wanita itu menggeleng-gelengkan kepala sambil tersenyum." "oh?" Thio Han Liong langsung pasang kuping"Di belakang Ciong Lam san. seperti ditusuk-tusuk ribuan jarum. "Bolehkan aku tahu siapa Bibi yang cantik jelita?" "Thio Han Liong.. terdapat Kuburan Mayat Hidup. karena dirasakan dadanya sakit luar biasa. "He he he" si Mo terus tertawa terkekeh-kekeh"Bagaimana? Engkau maujadi muridku?" "Ti.Namun wajahnya tampak putih sekali seperti tidak pernah terkena sinar matahariDengan langkah lemah gemulai wanita itu menghampiri Thio Han Liong yang masih merintih-rintih kesakitan. "Bertemu ayahmu. Tangannya bergerak laksana kilat ke tubuh anak kecil itu." Engkau tidak boleh terlampau nakal." ucap Thio Han Liong menatap wanita itu.He he he-" Pada waktu bersamaan. tapi berhati baik dan berbudi luhur. "Ayahmu bernama Thio Bu Ki. "Engkaupun agak genit.Itu akan mencelakai dirimu-" "ya. Bibi-" Thio Han Liong mengangguk lagi. seketika anak kecil itu menjerit jerit dengan wajah meringis-ringis." si Mo segera melesat pergiTak seberapa lama kemudian." "Eh?" Makin membelalak mata Thio Han Liong. "Engkau agak nakal. ternyata ia membebaskan totokannya. "Aaah " Thio Han Liong langsung menarik nafas lega. sayup. muncullah empat wanita berpakaian putih sambil memainkan alat-alat musik itu Kemudian datang juga wanita berbaju kuning. berusia empat puluhan dan berparas cantik sekali." "Maaf.

." "Maksud Bibi. kemudian menghela nafas panjang..tidak boleh ingkar janji. tentu sudah kuhajar. "Bahkan aku pun tahu ayahmu terluka oleh pukulan para Dhalai Lhama itu." Thio Han Liong teringat sesuatu. Kalau engkau kurang ajar. "oh ya." Wanita itu menyerahkan sebuah bungkusan kecil kepada Thio Han Liong."Kok Bibi tahu itu?" "Engkau cuma nakal dan suka menggoda. "Aku memang rindu sekali kepada ke dua orangtuaku. sampai di sana carilah seorang lelaki bernama Kwa Kiat Lam.Apa yang pernah engkau janjikan. maka aku akan memberimu uang." "Bibi. Kelak engkau dan Giok Cu harus bersatu padu membasmi kejahatan. Engkau tidak usah cemas. gadis itu masih kecil." Thio Han Liong manggut-manggut. yang penting engkau harus pulang untuk memperdalam kepandaianmu." ujar wanita itu tanpa menjawab pertanyaan Thio Han Liong. kalian berdua memang cocok dan serasi. setelah kepandaianmu tinggi. "Belum waktunya engkau berkelana dalam rimba persilatan.. tapi aku tidak tahu harus bagaimana pulang ke pulau itu." "Bibi.. engkau harus membasminya kelak" sahut wanita itu." "Bibi kok tahu tempat tinggalku?" Thio Han Liong terheranheran. Beritahukaniah kepadanya siapa ayahmu. "Maka engkau harus cepat-cepat pulang. "oh ya." "Uangmu tidak cukup untuk biaya ke pesisir utara. Bibi. "Bagaimana keadaan ayahku?" "Tidak apa-apa.. bolehkah aku tahu nama Bibi?" "Aku she yo." Wajah Thio Han Liong agak cemas.. "ingin menerima Giok Cu menjadi murid?" "Betul. dia pasti mengantarmu pulang ke pulau itu" "Terima kasih atas petunjuk Bibi.. terima kasih." ucap Thio Han Liong sambil menerima bungkusan kecil itu.. tapi tidak kurang ajar. kenapa si Mo begitu kejam?" "Itu memang sifatnya. barulah engkau berkecimpung dalam rimba persilatan membela kebenaran dan membasmi kejahatan. Lagipula aku tidak punya uang untuk menyewa perahu." ujar wanita itu sambil tersenyum. .." "Engkau menuju pesisir utara." sahut wanita itu dan menambahkan... tapi dalam hatinya hanya terdapat engkau seorang diri" "Bibi. "Kelak dia akan menjadi gadis yang cantik sekali. maka engkau harus segera pulang ke tempat tinggalmu di pulau itu. "Engkau harus ingat." Thio Han Liong girang bukan main." Wanita itu manggut-manggut sambil tersenyum. "Terima kasih.Misalnya terhadap Tan Giok Cu. Bibi. engkau panggil aku Bibi yo saja.. engkau harus melaksanakannya kelak." Mulut Thio Han Liong ternganga lebar. jangan mengingkari janjimu terhadap gadis kecil itu" "ya.

masing. lagipula belum tentu dia berada di gunung Bu Tong. "Baiklah." Thio Han Liong mengangguk"Aaaah " Mendadak wanita itu menghela nafas panjang.Kalau dia tidak ke mari." tanya Lim soat Hong lembut. "Tidak boleh." "Ibu. lebih baik engkau membeli seekor kuda. Giok Cu sedang memikirkan Kakak tampan. "Heran?" gumam Tan Ek seng. kita berpisah di sini." Air mata gadis kecil itu meleleh. Thio Han Liong berdiri termangu-mangu." "Ayah." ujar wanita itu lalu melesat pergi. "Nak" Tan Ek seng menggelengkan kepala. " Kedatangan kami telah mengganggu kalian sekeluarga. melayang turun empat wanita berpakaian putih." " Tidak apa-apa" sahut Lim soat Hong dengan ramah. Tan Ek seng dan Lim soat Hong mendekatinya sambil menggeleng-gelengkan kepala."Aku telah bersumpah tidak akan membunuh."Dia pasti ke mari menjumpaiku?" "Dia sudah berjanji. "Bagaimana kalau Ayah mengantarku ke gunung Bu Tong?" gadis itu memandang Tan Ek seng dengan penuh harap. "Tak disangka kini begitu banyak jago berhati kejam bermunculan dalam rimba persilatan Kelak engkau dan Giok Cu harus membasmi para jago berhati jahat itu" "Ya. Ke empat pengiringnya juga melesat pergi sambil memainkan alat musik masing. tentunya akan ke mari menengokmu. "Kenapa engkau duduk melamun di sini?" "Ibu. Hati-hatilah kalau kelak engkau berhadapan dengannya" "Ya. kemudian mereka berdua saling memandang. gadis kecil itu duduk melamun di pekarangan. entah berada di mana dia dan bagaimana" "Dia pasti sudah sampai di gunung Bu Tong." jawab wanita itu. dan suara musik tadi berhenti"Maaf" ucap wanita berpakaian kuning. &ngkau harus langsung menuju pesisir Utara." sahut Lim soat Hong. dan dia pun sering menggunakan racun. Lebih baik engkau tunggu dia di rumah saja. setelah itu barulah ia meninggalkan tempat itu."Bolehkah aku menyusulnya ke gunung Bu Tong?" Lim soat Hong tersenyum sambil menggelengkan kepala. maka aku tidak membunuh si Mo." tanya Tan Giok Cu mendadak. ." tanya Tan Giok Cu dengan mata basah. "Kok ada suara musik?" Pada saat bersamaan. "Bolehkah kami tahu siapa Nona?" "Aku she yo."Ayah tidak sempat." Thio Han Liong mengangguk lagi." sahut Lim soat Hong "sungguh-sungguh Ibu. "Aku tiada gairah hidup. -ooo00000ooo Tan Giok Cu. sebab engkau masih kecil. Di saat itulah mendadak terdengar suara kecapi dan suling." jawabnya.Agar lebih cepat sampai di sana. aku . "Dan dia pun pasti baik-baik saja." Tan Ek seng dan Lim soat Hong terkejut.Kepandaian si Mo sangat tinggi sekali. langsung menuju arah utara. "Nak.Tak lama kemudian melayang turun lagi seorang wanita berpakaian kuning. yang makin lama makin jelas.

"Maksud Nona?" Lim soat Hong tidak mengerti "Aku berniat menerimanya menjadi murid-" Wanita itu memberitahukan.-" Lim soat Hong tampak ragu. Kalau tidak. Engkau panggil aku Bibi sian sian saja. Tapi Bibi siapa?" gadis kecil itu menatapnya. Kalau kalian berkeberatan." sahut wanita bernama yo sian sian itu. "Di mana tempat tinggal Nona?" tanya Lim soat Hong." ujar wanita itu sambil tersenyum" Namun." sahut yo sian sian. "Tentunya kalian berdua tidak berkeberatan kan?" Tan Ek seng dan Lim soat Hong saling memandang. "Bibi sian sian. aku yakin dia mau ikut aku ke gunung ciong Lam san.Apabila dia tidak mau berarti tiada jodoh dengan aku. bagaimana mungkin engkau menjadi pasangannya kelak?" "Bibi-.. " Bibi adalah familinya?" "Kami bukan famili. "Aku tahu." "Lima tahun?" Tan Giok Cu terbelalak. la tahu sedang berhadapan dengan wanita yang berkepandaian tinggi. "Di belakang Ciong Lam san" sahut wanita itu. bagaimana mungkin Giok Cu mau ikut Nona ke sana?" "Aku tidak akan memaksa. " Tan Giok Cu menundukkan kepala. ada keperluan apa Nona berkunjung ke mari?" tanya Tan Ek seng sopan. lalu mengangguk. engkau boleh pulang. "Karena. "Begini saja Nona" ujar Tan Ek seng. "Haah?" Lim soat Hong terbelalak"Be begitu jauh. Dia akan belajar ilmu silat tingkat tinggi dari ayahnya. aku aku tidak mau ikut ke gunung ciong Lam san. "Giok Cu" yo sian sian tersenyum. kami pun tidak berkeberatan.. itu akan menyia-nyiakan kesempatan ini. "Aku tertarik akan putri kalian." "Bagus" Wanita itu manggut-manggut. ." Tan Giok Cu berpikir sejeNak. aku mau belajar di rumah saja. yang penting kalian berdua tidak berkeberatan. engkau sedang menunggu Kakak tampan bernama Thio Han Liong kan?" "Kok Bibi tahu?" Tan Giok Cu menatapnya heran. maka engkau pun harus belajar ilmu silat tingkat tinggi dariku. Maka alangkah baiknya engkau ikut ke tempat tinggalku. "Giok Cu" yo sian sian tersenyum. pasti tidak akan maju." "Tapi. "Bila Giok Cu bersedia ikut Nona ke gunung Ciong Lam San. tapi aku kenal ayahnya. "Nona bersedia mengajar Giok Cu di sini?" "Kalau sudah menjadi muridku." sahut wanita itu sambil memandang Tan Giok Cu. " Kalau engkau belajar di rumah. "Tidak mau ah" "Kenapa tidak mau?" tanya yo sian sian lembut." sahut wanita itu. kemudian Tan Ek seng bertanya. dia akan berlayar pulang ke rumahnya. maka aku ke mari." ujar Tan Giok Cu. "Namaku yo sian sian."Nona Yo. "Kini Kakak tampanmu itu sedang menuju pesisir utara. "Engkau mau belajar ilmu silat tingkat tinggi?" "Mau. tentunya harus ikut ke tempat tinggalku. lima tahun kemudian.. kemudian bertanya kepada Tan Giok Cu.

"Silakan" "Sebetulnya siapa orangtua Thio Han Liong?" ternyata ini yang ditanyakan Tan Ek seng.." "Terimakasih. terdapat Kuburan Mayat Hidup." yo sian sian membaca syair tersebut." "Itu. "Thio Bu Ki?" "Betul. "saat inijuga" sahut yo sian sian." . Giok Cu pasti pulang. oleh karena itu." Lim soat Hong terisak-isaki "Giok Cu telah dibawa pergi.." yo sian sian mengangguk. "Kenapa engkau tidak sedih? Giok cu-. pasti kuwariskan semua ilmu silatku. tidak apa-apa. Bibi-" Tan Giok Cu mengangguk " Kapan kita berangkat ke gunung ciong Lam san?" tanyanya. "Lima tahun kemudian aku pasti pulang dengan membawa kepandaian yang luar biasa.." "Maaf" ucap Lim soat Hong. "Tentu boleh. sebetulnya siapa Nona?" "Di belakang ciong Lam san. "Aaaahi-" seru Tan Ek seng mendadak "Aku sudah tahu siapa Nona yo itu Aku sudah tahu" "suamiku." "Bagus. "Engkau memang berjodoh menjadi muridku."Ibu jangan bersedih" ujar Tan Giok Cu." teriak Lim soat Hong memanggil putrinya.. "Lima tahun kemudian.." ucap Tan Giok Cu. Bibi. tentunya kalian tahu. "Bagaimana kepandaiannya. diikuti ke empat pengiringnya.Namun. "Giok Cu.." Lim soat Hong memeluknya erat-erat. bolehkah aku bertanya sesuatu?" tanya Tan Ek seng. " Tan Ek seng terbelalak... kemudian mendadak menyambar Tan Giok Cu dan melesat pergi. "Engkau tidak kenal dia. "Sungguh beruntung putri kita. bagus" yo sian sian tersenyum." sahut yo sian sian sambil tersenyum..." sahut Tan Ek seng dengan wajah berseri. Giok Cu. " Terima kasih Nona. tapi pasti pernah mendengar nama besarnya" sahut yo sian sian."terserah engkauEngkau boleh memanggilku guru. "Bolehkah kami tahu. sungguh beruntung Giok Cu karena aku bersedia menerimanya menjadi murid-" "ooooh" Tan Ek seng manggut-manggut. "Bagaimana kalau berangkat esok saja?" "Berangkat sekarang atau esok sama saja." "Dia."Apakah mulai sekarang aku harus memanggil Bibi guru?" "Giok Cu" yo sian sian membelainya. "Maaf" ucap Lim soat Hong. juga boleh memanggilku bibi-" "ya. Burung Rajawali dan Pasangan Pendekar..." "Tidak apa-apa."Aku mau ikut Bibi kegunung Ciong Lam san." "Nak." Lim soat Hong tampak berat sekali berpisah dengan putri tercintanya. cuma terdengar suara kecapi dan suling." Lim soat Hong menatapnya dengan kening berkerut-kerut." yo sian sian mengangguk. "Dialah yang paling berjasa meruntuhkan Dinasti Goan. "Nona. tidak muncul lagi di dunia Kang-ouw.. sungguh beruntung sekali" "Suamiku.

Ha ha ha.... sebab Thio Han Liong adalah anak Thio Bu Ki.. "Tahukah engkau siapaNona yo itu?" Lim soat Hong menggelengkan kepala "isteriku" Tan Ek seng memberitahukan. yang amat terkenal itu. Tan Giok Cu dan ke empat pengiringnya telah tiba di hadapan sebuah kuburan tua yang amat besar. engkaupun harus bergembira. bagaimana mungkin menjadi pendekar wanita kelak? Han Liong lebih besar setahun darimu. kemudian tangannya menekan sebuah tombol rahasia.. mari kita masuk" Tan Giok Cu mengangguk. setelah itu ia mendekati sebuah batu. tapi dia begitu berani. "Benarkah itu?" "Aku yakin benar. kita juga beruntung. aku tidak takut. kemudian terlihatlah sebuah lubang di situ.. "Kita ke dalam untuk mengusir setan?" "Bukan." sahut Tan Giok Cu sambil tertawa kecil. Ayohi kita ke dalam" "Ha a a h?" Tubuh Tan Giok Cu langsung menggigil. "Kita." "oooh" Tan Giok Cu manggut-manggut. "Nona yo adalah turunan sin Tiauw Tayhiap yo Ke dan siauw Liong Li" "Apa?" Lim soat Hong tertegun." "Bagus." Tan Giok Cu membusungkan dadanya. "Bibi tidak takut.Ternyata mendadak tempat yang mereka injak itu bergeser menimbulkan suara itu. "Kuburan tua itu adalah tempat tinggalku. ternyata lubang yang di atas tadi telah tertutup kembali. Begitu melihat kuburan tua tersebut. . aku pasti mengusirnya. Engkau takut?" "Aku aku tidak takut" Tan Giok Cu membusungkan dadanya lagi seraya bertanya." sahut Tan Ek seng. maka aku pun tidak takut."Isteriku. Kuburan tua itu terletak di belakang gunung ciong Lam san. "Engkau takut?" yo sian sian menatapnya.." "Aku. "Melainkan akan tinggal di dalam kuburan tua itu" "Itu.. "Giok Cu. itu bagaimana mungkin?" "Giok Cu" yo sian sian memberitahukan. kita akan masuk ke kuburan tua itu?" "Ya. Terdengarlah suara gemuruh. Engkau adalah muridku. "Tapi di dalam kuburan tua itu tidak ada setan." Belasan hari kemudian." sahut Tan Ek Seng. bagus" yo Sian sian tersenyum. lalu mengikuti yo sian sian memasuki lubang itu melalui undakan tangga. Ke empat pengiring itu pun mengikutinya. "Bagus. aku. "Giok Cu" yo sian sian menggeleng-gelengkan kepala"Engkau begitu penakut. bagus" yo sian sian membelainya. pucatlah wajah Tan Giok Cu. Kita. kuburan tua itu sungguh menyeramkan" ujar gadis kecil itu ketakutan.. lalu memutar batu itu ke kiri dan ke kanan beberapa kali. maka harus tinggal di dalam kuburan tua itu juga." yo sian sian tersenyum. "Bibi.. "Kalaupun ada setan keluar dari kuburan tua itu.. Mendadak terdengar suara gemuruh. "Syair itu menyatakan bahwa dia adalah keturunan Pasangan Pendekar. yo sian sian..

" "Berapa usiamu sekarang?" "Sepuluh tahun."Guru tidak boleh begitu.. Begitu memasuki pintu itu."Engkau masih ingat kepada Kakak tampan itu?" " ingat. tiba-tiba dinding itu bergeraki dan muncul sebuah pintu rahasia."Guru. Ternyata dinding ruangan itu dibuat dari batu yang memancarkan cahaya.Namun sungguh mengherankan. namun cintamu sudah mulai bersemi." ujar yo sian sian. bagaimana diriku?" "Giok Cu" yo sian sian membelainya. guru"Tan Giok Cu mengangguk. guru. "Mulai besok guru akan mengajarmu Giok Li sin Kang (Tenaga sakti gadis Murni). barulah Thio Han Liong tiba di pesisir utara. "Mulai besok di saat engkau berlatih Giok Li sin Kang. Guru. "Terimalah hormat dari murid" "Banguniah muridku" yo sian sian tersenyum lembut dan memberitahukan. mulai sekarang engkau resmi menjadi muridku." Tan Giok Cu mengangguk. Banyak sekali perahu .. Bab 10 Kembali Ke Pulau Hong Hoang to Setelah menempuh perjalanan hampir sepuluh hari. Wajahnya selalu muncul di depan mata murid." Tan Giok Cu mengangguk "Nona Giok Cu" ucap mereka berempat serentak sambil memberi hormat.Kalau Guru mencabut nyawanya.. kemudian berpesan. " Kalau dia berani melupakanmu. Engkau boleh panggil nama mereka.sungguh luar biasa" yo sian sian menggelenggelengkan kepala. Tapi itu adalah urusan kelak." Tan Giok Cu mengangguk. mulailah yo sian sian mengajar Tan Giok Cu Giok Li sin Kang." "Baru berusia sepuluh tahun. Guru. dan engkau harus rajin-rajin belajar. "Giok Cu" yo sian sian menatapnya sambil tersenyum.. "Giok Cu. "Giok Cu. bahkan juga terang benderang. "Guru" panggil Tan Giok Cu sekaligus bersujud di hadapannya. "Mereka berempat adalah pelayanku bernama siauw Cui.. Kakak tampan tidak akan melupakan murid." sahut Tan Giok Cu dan segera balas memberi hormat kepada mereka itu. kan?" tanyanya mendadak." "ya. tidak boleh membayangkan wajah Han Liong.yo sian sian mengajak Tan Giok Cu masuk ke dalam. di dalam ruangan itu tetap terang benderang. "Terimalah hormat kami" "sama-sama.. guru pasti mencabut nyawanya" sahut yo sian sian sungguh-sungguh "Guru -" Bukan main terkejutnya gadis kecil itu. siauw La n." "ya. jangan dibicarakan sekarang" "ya.Keesokan harinya." Tan Giok Cu memberitahukan sambil menundukkan kepala"Engkau menyukainya?" "ya. " Kalau dia tidak setia kepadamu. engkau harus membunuhnya. terbelalaklah Tan Giok Cu karena dirinya berada di sebuah ruangan yang amat indah dan besar. siauw Ling dan siauw Cing. " "ya." ujar yo sian sian sambil menatapnya tajam. yo sian sian menekan sebuah tombol rahasia.

tampak sosok bayangan melesat keluar dari kapal itu.." "Ayahku bukan Thio Kauwcu.nelayan di sana." Thio Han Liong terus berteriak-teriak memanggil orang tersebut."Bocah sungguh berani engkau mengaku sebagai anak Thio Kauwcu. "Di mana Paman Kwa Kiat Lam?" "Kwa Kiat Lam?" Nelayan tua itu tampak terkejut. aku Han Liong ingin bertemu Paman Kwa Kiat Lam." "Kenapa?" "Dia tidak akan mengantarmu ke pulau itu..Berselang sesaat." sahut Thio Han Liong dan bertanya. sampai di tempat itu ia berteriak-teriak "Paman Kwa Kiat Lam. bukan anak Thio Kauwcu." "oh?" Thio Han Liong tertegun.. Paman tua. apalagi engkau" "Paman Kwa. "Kenapa engkau berkeras ingin menemuinya?" "Paman tua.." Nelayan tua itu menghela nafas panjang. "Paman Kwa."Percuma engkau mencarinya." "Baiklah" Nelayan tua itu menunjuk ke arah kiri. Thio Han Liong menuntun kudanya menghampiri seorang nelayan tua.. "Anak kecil." tanya anak kecil itu...ibuku bernama Tio Beng. "Engkau punya bukti bahwa engkau adalah anak Thio Bu Ki?" "Bukti?" Thio Han Liong mengerutkan kening sambil berpikir. "Bocah" bentak orang itu dengan wajah gusar." sahut Thio Han Liong. "Kenapa engkau berteriakteriak memanggil namaku? Mau cari mampus ya?" " Paman Kwa" Thio Han Liong seaera memberi hormat. Thio Han Liong segera . lalu segera menuntun kudanya ke sana. lalu berdiri di hadapannya." ucap Thio Han Liong.." Nelayan tua itu menggeleng-gelengkan kepala. "Anak kecil. sebaliknya malah akan memukulmu." Betapa girangnya Thio Han Liong. mau apa engkau mencarinya?" "Mau minta tolong kepadanya mengantarku ke sebuah pulau.. betulkah engkau anak Thio Kauwcu?" "Paman Kwa."Itu adalah kapalnya. " Paman tua.Dia pasti berada di dalam kapalnya itu-" "Terima kasih.. aku anak Thio Bu Ki. "oh ya Ayahku pernahmengajarku Thay Kek Kun. katakan dia berada di mana?" "Anak kecil. "Paman tua..." "Engkau sendiri bernama apa?" "Thio Han Liong-" "Bocah. usia-nya empat puluhan bermuka hitam. "Apa?" Air muka Kwa Kiat Lam langsung berubah. "Kenapa Paman memanggil ayahku Thio Kauwcu? Kauwcu apa ayahku?" "Bocah" Kwa Kiat Lam menatapnya tajam.." Thio Han Liong memberitahukan. melainkan Thio Bu Ki. " Tolong antar aku ke pulau Hong Hoang to di Pak Hai" "Apa?" Kwa Kiat Lam melotot.. bagaimana kalau aku memperlihatkan Thay Kek Kun itu?" "Baik" Kwa Kiat Lam mengangguk. mengarah Thio Ha n Liong. ayahku bernama Thio Bu Ki. "Engkau berani menyuruhku mengantarmu ke pulau yang di Pak Hai? Hm Putra kaisar pun tidak akan kuantar ke sana.

"sebaliknya malah bersedia mengantarku ke pulau yang di Pak Hai itu. "Aku aku sama sekali tidak mengerti. "Bagaimana keadaan ayah dan ibumu?" "Ayah dan ibu " Thio Han Liong menutur tentang kejadian itu. "sungguh jahat Cu Goan Ciang" ujar Kwa Kiat Lam sambil mengepal tinju dan menambahkan. "Kebetulan aku memiliki kapal yang cukup besar. "Aku akan membunuhnya kelak" "Cu Goan ciang? Bukankah beliau kaisar?" Thio Han Liong tercengang.Kalau tidak. "Tidak pernah-" "oooh" Kwa Kiat Lam manggut-manggut.mempertunjukkan ilmu silat tersebut. " Engkau masih kecil." Thio Han Liong segera menuntun kudanya ke tempat nelayan tua. "Dia. akhirnya dia yang menjadi kaisar-" "Paman Kwa " Thio Han Liong terheran-heran. pasti tidak bisa mengantarmu ke pulau itu. "Kenapa Paman Kwa ingin membunuh kaisar?" "seharusnya ayahmu yang menjadi kaisar. "oh ya. "Paman tua. dia tidak memukulmu?" "Tidak. Paman" ucap Thio Han Liong." "Ayahmu tidak pernah menceritakan tentang dirinya?" Kwa Kiat Lam menatapnya. dan Kwa Kiat Lam menyaksikannya dengan mulut ternganga karena kagumnya." tanya Kwa Kiat Lam penuh perhatian. " "Suruh dia jual kudamu. "oooh" Kwa Kiat Lam manggut-manggut. kemudian menutur juga mengenai dirinya yang meloloskan diri dari tangan para Dhalai Lhama." "oh? syukurlah" ucap nelayan tua itu." "oh?" Nelayan tua itu memandang ke arah Kwa Kiat Lam.. anak Thio Bu Ki-" "Paman Kwa " Thio Han Liong cepat-cepat balas memberi hormat "Han Liong. "Pulau itu adalah tempat tinggal kami-" Thio Han Liong memberitahukan. tentunya ayahmu tidak menceritakan tentang kejadian itu" " Paman Kwa. uang itu kasihkan dia saja" "ya. kemudian menepuk bahu Thio Han Liong seraya berkata." ujar Kwa Kiat Lam. kudaku?" "Berikan saja kepada nelayan tua itu" sahut Kwa Kiat Lam. aku sudah bertemu Paman Kwa. tolong antar aku pulang ke pulau Hong Hoang to" " Pulau Hong Hoang to? Di Pak Hai tidak ada pulau Hong Hoang to." Thio Han Liong tersenyum." "Terima kasih. "Bagaimana Paman Kwa?" tanya Thio Han Liong seusai mempertunjukkan ilmu silat itu. tapi dengan cara yang licik dia menggeser ayahmu.. . "Sudah percayakah kalau aku anak Thio Bu Ki?" "Han Liong" sahut Kwa Kiat Lam sambil memberi hormat"Terimalah hormatku Tidak disangka aku akan bertemu anak Thio Bu Ki Ha ha ha " Kwa Kiat Lam memberi hormat kepada Thio Han liong.

" "Ngmmm" Thio Bu Ki mengangguk. Mendadak ia terbelalak. kemudian bersama Kwa Kiat Lam memasuki sebuah kapal."Paman tua" Thio Han Liong memberitahukan." Thio Bu Ki manggut-manggut. lalu mengintip ke arah kapal yang sudah berlabuh itu. percayalah" ujar Thio Bu Ki yakin.. mendadak Tio Beng menghela nafas panjang."Kita tidak akan kehilangan Han Liong. mari kita bersembunyi sambil mengintip kapal itu" "Baik. Mereka berdua segera bersembunyi di balik sebuah batu besar." Tio Beng mengerutkan kening.. lalu menyerahkan tali les kuda ilu kepada nelayan tua itu. la menarik nafas lega seraya berkata.. "Tak disangka nasib kita jadi begini" "Bu Ki Koko. maka terpaksa berlabuh di sini?" "Bu Ki Koko.. "Kita sama sekali tidak tahu Han Liong masih hidup atau sudah mati.." gumam Tio Beng sambil menggeleng-gelengkan kepala." "Apa?" Nelayan tua itu terbelalak: "Kuda ini engkau berikan kepadaku?" "ya." "Tapi-. hanya saja.. namun engkau bilang harus pergi bersamaku. "Keadaanku belum pulih." "yaah" Thio Bu Ki menghela nafas panjang." sahut Thio Bu Ki sambil memandang jauh ke depan. kita kehilangan Han Liong.. "Ada sebuah kapal datang" "oh?" Thio Bu Ki langsung memandang jauh ke depan." Thio Han Liong tersenyum. Berselang beberapa saat." "Beng Moay.Aku menyuruhmu ke Tionggoan mencari Han Liong. siapa mereka? Ternyata Kwa Kiat Lam dan Thio Han . "Anak kecil" panggil nelayan tua itu. Kalau yang datang itu adalah utusan cu Goan ciang." ujar Tio Beng berpesan. " Aku sudah mau berlayar." "Bu Ki Koko" Tio Beng memandangnya. "Kenapa kapal itu ke mari?" "Ya. "Bagaimana mungkin aku meninggalkanmu dalam keadaan belum pulih?" "Beng Moay" Thio Bu Ki menggeleng-gelengkan kepala.. "sudah empat tahun.. mungkin kapal dagang. Thio Bu Ki danTio Beng duduk di dekat pantai sambil menikmati keindahan panorama. Namun Thio Han Liong sudah berjalan pergi." "Tapi-. "Kita harus berhatihati.. -ooo00000oooKetika sang surya mulai condong ke barat... seorang lelaki dan seorang anak kecil meloncat turun dari kapal itu." Tio Beng mulai terisak-isak"Beng Moay." "Tapi sudah empat tahun. aku sama sekali tidak menyesal bersamamu. "Aku yakin anak kita baik-baik saja.." sahut Tio Beng. kuda ini kuberikan kepada Paman tua saja. "Memang mengherankan. Apakah mungkin kapal itu kehabisan bahan bakar." Tio Beng memandang jauh ke depan. melainkan kapal biasa. "Itu bukan kapal perang. pemandangan di pantai pulau Hong Hoang to sungguh indah menakjubkan."Kalau begitu.

"Thio Kauwcu." "saudara Kwa" Thio Bu Ki tersenyum getir." Thio Bu Ki membelainya dengan penuh kasih sayang.. "Anakku. Berselang beberapa saat kemudian. ayah». "Nak." "Tidak salah." sahut Tio Beng dengan air mata berlinang-linang saking gembira.. lagipula kini Thio Han Liong bertambah agak besar. Terdengarlah suara seruan yang sangat menggembirakan. "Heran?" gumam Tio Beng." ucap Kwa Kiat Lam. terimalah hormatku" "Maaf" Thio Bu Ki menatapnya. Mereka berempat duduk berhadapan di dalam gubuk ilu. maka engkau jangan memanggilku Kauwcu lagi" " Kauwcu . "Terima kasih atas kebaikanmu mengantar anakku pulang. kemudian cepat-cepat menghampiri anak kecil itu." "Bu Ki Koko dan saudara Kwa" ujar Tio Beng." Thio Bu Ki terus berpikir. aku adalah Kwa Kiat Lam. Bukankah aku pernah-. fsak tangis pun meledak di saat itu. "Engkau bertambah besar.. Thio Han Liong terus memandang wajah ke dua orangtuanya. "Ayah" Thio Han Liong mendekatinya. "Ayah." ujar Thio Bu Ki sambil menghela nafas panjang. lama sekali barulah ia memberi hormat.. "Mari kita sapa mereka Mudah-mudahan anak kecil itu Han Liong" Mereka berdua segera meloncat ke luar dari balik batu."Jangan-jangan anak kecil itu Han Liong" "oh?" Tio Beng tampak tegang. "siapa Anda?" "Thio Kauwcu. "Han Liong Han Liong. "Aku gembira sekali bisa berjumpa dengan Kauwcu. ayah girang sekali.. sementara Kwa Kiat Lam terus memperhatikan Thio Bu Ki. sehingga Thio Bu Ki dan Tio Beng tidak mengenali bentuk tubuhnya dari jauh.... "saudara Kwa" Thio Bu Ki memegang bahunya.Kauwcu memang pernah menyelamatkan nyawaku. "Nak-." "Kwa Kiat Lam..." Tio Beng membelainya. kemudian terlawa gembira. maka Thio Bu Ki dan Tio Beng tidak dapat melihat jelas anak kecil itu." ujar Kwa Kiat Lam.." "Nak. Nyonya. mantan anak buah Kauwcu. setelah itu aku masuk menjadi anggota Beng Kauw. "siapa mereka? Kelihatannya anak kecil itu mengenali tempat ini. sampailah mereka di gubuk itu." Itu adalah suara seruan Thio Han Liong. " "Jangan berkata begitu Kauwcu" Kwa Kiat Lam tersenyum.Liong. Karena berada di tempat yang agak jauh. "Ayah Ibu. "Beng Kauw sudah bubar.." Kwa Kiat Lam menggeleng-gelengkan kepala... "Mari kita bercakap-cakap di rumah saja" "Terima kasih. Mereka berempat berjalan menuju gubuk tempat tinggal Thio Bu Ki dan Tio Beng." "Ibu" Thio Han Liong mendekap di dada Tio Beng." "Beng Moay" seru Thio Bu Ki mendadak. "Aku ingat sekarang. "wajah kami telah rusak terbakar oleh Liak Hwee Tan yang .

"sulit sekali mencari obatnya. kemudian memandang Kwa Kiat Lam seraya bertanya. "Nak" Tio Beng tersenyum. padahal engkau baru berusia tujuh tahun. lalu menutur tentang ia meloloskan diri dari para Dhalai Lhama." "Bisa." Thio Bu Ki manggut-manggut. cara bagaimana engkau meloloskan diri dari para Dhalai lama dan tinggal di mana?" " Ya-" Thio Han Liong mengangguk. lagipula sangat memperhatikanku. "Tak disangka engkau begitu tabahi bahkan mampu pula hidup mandiri." jawab Kwa Kiat Lam memberitahukan. "Tuturkaniah pengalamanmu selama empat tahun ini. "Itu merupakan pengalaman yang amat berharga bagimu." "Kenapa?" tanya Tio Beng. "Aku ingat pada siang Thiam Chun.. "Engkau tahu tentang si Mo itu?" "Aku pernah dengar tentang si Mo dan lainnya." pesan Thio Bu Ki." Thio Bu Ki menggeleng-gelengkan kepala." "Betul-betul luar biasa" ujar Kwa Kiat Lam." "Betul. Ayah-" Thio Han Liong mengangguki kemudian tertawa. kelak engkau harus menjadi seorang pendekar yang gagahi berhati bajik dan berbudi luhur." "oh ya" Mendadak Tio Beng tertawa geli. Ayah-" Thio Han Liong mengangguki "Oh ya. Tapi--. " Hanya tumbuh di gunung soat sat yang amat dingin. "Untung aku usil. Kalau tidak." Tio Beng tersenyum. dan setiap lima ratus tahun berbunga sekali. "Dia pernah kukerjai." "Ya. . aku bertemu si Mo (iblis Dari Barat). kemudian bekerja di rumah Tan Ek seng dan di rumah Lie Cong Peng." "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut dan berjanji dalam hati. sungguh jahat si Mo itu. kakak Hiang pasti sudah celaka di tangan siang Thiam Chun itu" "Itu bukan usil. engkau pun tidak boleh mengecewakannya." "obat apa?" "soat Lian (Teratai salju). sungguh" "Nak" Thio Bu Ki tersenyum. "Kalian berdua masih begitu kecil. "Kalau gadis kecil itu begitu baik dan menaruh perhatian kepadamu." "Si Mo?" Thio Bu Ki tertegun." tutur Thio Han Liong tentang kejadian itu dan menambahkan." "Tidak bisa diobati lagi?" tanya Thio Han Liong. kelak ia pasti ke gunung soat san mencari soat Lian. Bukan main itu" "Ayah. "Nak." Thio Bu Ki memberitahukan. dia menyiksaku karena aku tidak mau menjadi muridnya.beracun. tapi sudah saling menyukai." Wajah Thio Han Liong langsung memerahi "Nak." "ohi ya?" Thio Bu Ki tertawa. engkau sungguh-sungguh menyukai gadis kecil bernama Tan Giok Cu itu?" "Ya-" Thio Han Liong mengangguk. jadi engkau tahu dalam rimba persilatan terdapat orang baik dan orang jahat. "Melainkan perbuatan seorang pendekar. "Aku kagum dan salut kepadanya. "Nak" Tio Beng manggut-manggut bangga."Nak." "ya." Dia adalah gadis kecil yang baik hati.

pembunuh misterius itu dapat melukai Keng Ti seng Ceng. si Tok Ouw yang Hong. Begitu mendengar suara musik itu." "oh?" Thio Bu Ki mengerutkan kening. Tong Koay-Oey suBin. "Ha a h?" Bukan main terkejutnya Thio Bu Ki dan Tio Beng." "oh?" Thio Bu Ki terbelalak. sedangkan Tong Koay. si mo-Buyung Hok adalah ketua golongan hitam. si mo-Bu yung Hok. "Tentang si pembunuh misterius itu?" "Dia telah membantai Hweeshio-hweeshio siauw Lim sie tingkatan Goan." "siapa wanita itu?" tanya Thio Bu Ki. Wanita berpakaian kuning itu sangat cantik sekali. mungkinkah dia berasal dari Tayli?" "Bu Ki Koko" tanya Tio Beng. "Lalu bagaimana setelah si Mo menyiksamu?" "Mendadak terdengar suara kecapi dan suling."Seratus tahun lalu juga terdapat empat jago dalam dunia persilatan."jawab Kwa Kiat Lam. kemudian memandang Thio Han Liong seraya bertanya.Oey su Bin."Benarkah itu?" "Aku yakin benar" sahut Kwa Kiat Lam. yakni pembunuh misterius itu berhasil melukai Keng Ti seng Geng. Ke empat jago itu adalah Tong Koay. Bahkan Tong Keay telah mengalahkan ketua Hwa san Pay dan Kun Lun Pay. apakah dia punya hubungan deng Tong sia-Oey yok su? Lam Khie-Toan Thian Ngie. lalu bertanya lagi kepada Kwa Kiat Lam."Belum lama ini dalam rimba persilatan telah muncul empat jago dan seorang pembunuh misterius.Oey su Bin adalah ketua golongan sesat. "Engkau kok tahu tentang itu?" "Aku mendengar dari Thay suhu. wajahnya putih bagaikan salju. terdapat Kuburan Mayat Hidup. Lam Ti-Toan Hong ya dan Pak Kay-Ang cit Kong. Ayah sudah ingat siapa wanita itu. "Di belakang Ciong Lam san." ujar Kwa Kiat Lam dan menambahkan." jawab Thio Han Liong memberitahukan. .song wan Kiauw."Kini dalam rimba persilatan telah timbul berbagai badai-" "Itu " Thio Bu Ki menggeleng-gelengkan kepala"Sungguh di luar dugaan. wanita itu memang she Yo" ujar Thio Han Liong. Burung Rajawali dan Pasangan Pendekar." "Betul." Thio Bu Ki manggut-manggut." Thio Bu Ki memberitahukan." " Apa?" Thio Bu Ki terbelalak. Wanita itu she Yo-" "Betul. Wanita itu membaca syair ini. membuktikan kepandaiannya sangat tinggi sekali-" " Kepandaian ke empat jago itu pun sangat tinggi sekali. si Mo langsung kabur. katanya ayah pasti ingat. tidak muncul lagi di dunia Kang-ouw. Lam KhieToan Thian Ngie dan Pak Hong-Lim Bun Kim. Bahkan belum lama ini tersiar suatu berita yang amat mengejutkan. "Wanita itu kenal ayah" jawab Thio Han Liong lalu membaca sebuah syair. "setelah itu muncul empat wanita berpakaian putih dan seorang wanita berpakaian kuning. berusia empat puluhan. "saksi mata adalah. "siapa pembunuh misterius itu?" "Tiada seorang kaum rimba persilatan mengetahuinya. "Dia yang menyelamatkan Kay Pang dan pernah pula menyelamatkan cia sun. Mereka adalah Tong sla-Oey yok su.

"oh ya.. sebab.. mulai besok engkau harus giat berlatih Kiu yang sin Kang dan Thay Kek Kun." "Aku tidak pernah mendengar tentang para Dhalai Lhama itu. mungkinkah mereka sudah pulang ke Tibet?" tanya Kwa Kiat Lam. "Cu Goan ciang sudah mengangkat mereka jadi pengawal pribadi-" "si keparat Cu Goan ciang itu. "Dia adalah turunan sin Tiauw Tayhiap Yo Ko dan siauw Liong Li.. .." "oooh" Kwa Kiat Lam manggut-manggut. yang ternyata si Pembunuh Misterius." "saudara Kwa." "Memang tinggi sekali kepandaian mereka. melayang turun sosok bayangan di depan kuil siauw Lim sie itu. Bersamaan itu. siauw Liong Li berasal dari partai KouwBok Pay (Partai Kuburan Tua) yang terletak di belakang Ciong Lam san." ujar Tio Beng. sekarang aku harus kembali ke Tionggoan. Aku terserang oleh pukulan itu. bisa membentuk suatu formasi. kemudian berkata pada putranya." ujar Thio Bu Ki menjelaskan." ujar Thio Bu Ki sungguh-sungguh "oh?" Kwa Kiat Lam langsung memberi hormat."Mereka berjumlah sembilan. sehingga suara seruannya bergema ke dalam kuil. itulah kehebatan mereka.. karena mereka memiliki semacam ilmu istimewa. "Bagaimana jika engkau tinggal di pulau ini? sebab kelak Han Liong masih membutuhkan bantuanmu." "Begitu tinggi kepandaian para Dhalai Lhama itu?" gumam Kwa Kiat Lam. -ooo00000ooosementara di kuil siauw Lim sie justru terjadi sesuatu. Ayah" Thio Han Liong mengangguk. Malam hari ketika para Hweeshio sedang Liam Keng (Membaca Doa). "Aku sudah mengantar Han Liong ke mari." Kwa Kiat Lam menghela nafas panjang." "Baik" Kwa Kiat Lam mengangguk"Aku pun akan mengajar engkau ilmu silat tingkat tinggi." sahut Thio Bu Ki. Tak lama kemudian. "Keng Ti seng Ceng Keng Bun Hong Tio" seru si Pembunuh Misterius itu sambil mengerahkan Lweekang-nya.. kemudian terbakar lagi oleh Liak Hwee Tan yang mereka sambitkan itu." "Haaah-. Thio Kauwcu Terima kasih " Thio Bu Ki tersenyum. "Sudahlah" Thio Bu Ki tersenyum getir. "Pantas engkau tahu namaku. "itu sudah takdirYang penting dia harus jadi kaisar yang baiki adil dan bijaksana. "Aku yakin tiada seorang jagopun di Tionggoan yang mampu menandingi mereka. mendadak terdengar suara tawa yang memekakkan telinga. yakni mampu menggabungkan Lweekang mereka untuk memukul pihak lawan. ayah juga akan mengajar engkau Kian Kun Taylo Ie" "ya. memang tidak tahu diri" caci Kwa Kiat Lam. dia pasti akan ke Tionggoan. " Ya" Thio Bu Ki mengangguk. tapi sebetulnya siapa wanita she Yo itu?" "Kemungkinan besar. "Menurutku. "Han Liong." jawab Thio Bu Ki."Dia juga yang memberi petunjuk ke pesisir mencari Paman Kwa. kepandaian para Dhalai Lhama itu. "Terima kasih.." Kwa Kiat Lam terbelalak.

Keng Bun Hong Tio berdiri diam sambil menggerakkan sepasang tangannya. lalu mengajak belasan Hweeshio itu menyingkir.muncullah dua Hweeshio tua dan belasan Hweeshio lain berusia lima puluhan. Terjadilah pertarungan yang amat menegangkan. Kedua Hweeshio tua itu adalah Keng Ti seng Ceng dan Keng Bun Hong Tio (Ketua siauw Lim). Mendadak si Pembunuh Misterius membentak sambil menyerang. "Jurus pertama" Si Pembunuh Misterius langsung menyerangnya dengan ilmu Cing Hwee ciang. sepasang telapak tangannya mengeluarkan cahaya kehijau-hijauan mengarah pada Keng Bun Hong Tio. Kalau engkau sama sekali tidak terluka dalam sepuluh jurus. sedangkan si Pembunuh Misterius berkelebat ke sana ke mari menyerang padri tua. Keng Bun Hong Tio balas menyerang. namun mendadak ia mengangkat sepasang telapak tangan ke atas menangkis serangan itu. "Suheng" bisik Kong Ti seng Ceng. si Pembunuh Misterius penasaran sekali." . mereka berdua saling menatap. Tabuhnya berputar-putar ke atas. malam ini aku akan mencabut nyawa kalian" "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio"Lebih baik engkau bertobat daripada terus berbuat dosa" "Sudahlah. lalu menyerang Keng Bun Hong Tio dengan jurus Cing HweeBu Ceng (Api Hijau Tiada Perasaan). ilmunya itu memang telah mencapai tingkat kesempurnaan. melainkan berusaha menangkis serangan itu dengan ilmu Kim Keng Hok Mo Ciang. Paderi tua itu tetap berdiri di tempat. Begitu pula Kong Bun Hong Tio. "Omitohud" ucap Kong Ti seng Ceng. " Engkau sudah ke mari" "Ha ha ha" si Pembunuh Misterius tertawa gelak "Malam ini aku ke mari untuk minta petunjuk pada Kong Bun Hong Tio" "Omitohud" sahut Kong Bun Hong Tio"Kenapa engkau membunuh para Hweeshio di sini?" "Karena aku sangat dendam pada siauw Lim Pay" ujar si Pembunuh Misterius. aku saksa harus menghadapimu" "Ha ha ha" si Pembunuh Misterius tertawa gelak "Memang harus Kita bertanding sepuluh jurus saja. setelah menangkis. hanya tersisa dua jurus lagi. karena belum dapat merobohkan Keng Bun Hong Tio. kemudian menukik turun sambil menggerakkan sepasang telapak tangannya menyerang ubun-ubun Keng Bun Hong Tio. Tiba-tiba ia bersiul panjang. " Kalau begitu. Jangan cuma omong kosong. malam ini juga aku akan menantang tiga Tetua siauw lim pay" "Omitohud" Kong Bun Hong Tio menggeleng-gelengkan kepala. Keng Bun Hong Tio tidak berkelit. masing-masing membawa sebatang toya. apabila engkau kalah atau terluka. Mereka adalah siauw Lim Cap Pwee Lo Han. "Oleh karena itu.sementara si Pembunuh Misterius sudah mulai mengerahkan Iwekangnya. Tak terasa sudah lewat delapan jurus. namun. aku akan memberitahukan siapa diriku dan akan segera angkat kaki dari sini. maka harus mengantarku menemui tiga Tetua itu" "Baik" Kong Bun Hong Tio manggut-manggut.

"suheng" Bukan main terkejutnya Keng Ti seng Ceng. Padri tua itu sama sekali tidak terluka. aku harus terus bertahan agar tidak muntah darah di hadapannya." Keng Bun Hong Tio duduk sambil menghela nafas panjang. "Sungguh hebat ilmu pukulan cing Hwee Ciang itu.." "Aku memang sudah tahu" potong seng Hwi." seng Hwi melesat pergi." Keng Ti seng Ceng menghampirinya.." Keng Ti seng Ceng segera memapahnya ke dalam kuil. "Aaaa]f\.. kalau tidak mungkin aku sudah mati di tangan seng Hwi itu" . ternyata engkau anaknya seng Hwi. si Pembunuh Misterius itu terpental ke atas lagi. "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio"Kita telah bertanding sepuluh jurus. lima tahun kemudian aku akan ke mari lagi membuat perhitungan. maka engkau harus memberitahukan tentang dirimu" ujar Kong Bun Hong Tio sambil memandangnya. sementara Keng Bun Hong Tio masih tetap berdiri di tempat. belasan Hweeshio itu pun ikut ke dalam. si Pembunuh Misterius terpental ke atas." "suheng. Kong Bun Hong Tio yang tidak bergerak menyambut serangan itu dengan jurus Kim Kong Hok Mo (Arhat Menaklukkan iblis).. sedangkan badan Keng Bun Hong Tio berubah agak pendeki karena sepasang kakinya amblas ke dalam tanah. sepasang tangan padri tua ini mengeluarkan cahaya kekuning-kuningan menangkis sepasang telapak tangan yang bersinar kehijau-hijauan itu. aku tidak terluka maupun roboh di tanganmu" "Hm" dengus si Pembunuh Misterius dingin"Engkau memang hebat.. mendadak saja cepat berjungkir balik dan langsung menyerang Kong Bun Hong Tio dengan jurus Cing Hwee sao Te (Api Hijau Membakar Bumi). aku bernama seng Hwi Hun.. si Pembunuh Misterius berjungkir balik ke bawahi lalu mendekati Kong Bun Hong Tio.Kong Bun Hong Tio tersenyum sambil meloncat ke atas. Daarrr suara ledakan dahsyat memekakkan telinga.si Pembunuh Misterius yang terpental ke atas. tak lama kemudian ayahku binasa. aku harus balas dendam Kalian dengar baik-baik.Ternyata Keng Bun Hong Tio mengeluarkan jurus Kim Keng Toh Ceng (Arhat Mengangkat Lonceng).. Goan Pek LekChiu-seng Kun adalah ayahku" "Omitohud.. "uaaaakh " Mendadak Keng Bun Hong Tio muntah darah segar. "Baik" si Pembunuh Misterius mengangguk "Kalian dengar. Karena itu. Prakk Terdengar huura benturan dahsyat. sudah sepuluh jurus mereka berdua bertanding. " Engkau terluka?" Keng Bun Hong Tio mengangguk. aku kagum padamu. "Kalian semua membiarkan cia sun membutakanmata ayahku. engkau harus tahu. ketika benturan terjadi. "untung Kim Keng sin Kang ku telah sempurna." "Sesuai dengan janji. "suheng. sedangkan sepasang kaki Kong Bun Hong Tio semakin amblas ke dalam tanah...

entah apa yang akan terjadi-" "suheng. Ayah" ucap Thio Han Liong. "Lima tahun kemudian. sementara itu Thio Han Liong terus berlatih Kiu yang sin Kang. kepandaiannya pasti bertambah tinggi. sebab Seng Hwi kelihatan sudah berusia tiga puluhan. -ooo00000ooo Bab 11 Berangkat Ke Tionggoan Waktu terus berlalu. lagipula usiamu sudah enam belas tahun. bertambah besar dan tampan. "Lima tahun kemudian." "Terima kasih. tentunya menceritakan yang bukan-bukan pada seng Hwi" "sutee" Keng Bun Hong Tio menggeleng-gelengkan kepala. Thay Kek Kun dan Kian Kun Taylo Ie. kini Thio Han Liong sudah berusia enam belas tahun. Thio Bu Ki mulai mengajarnya ilmu pedang." jawab Keng Bun Hong Tio sambil menggeleng-gelengkan kepala. dia akan ke mari lagi. "Kita pun harus terus berlatih mempersiapkan diri untuk melawan seng Hwi lima tahun yang akan datang" "Ya. kecuali terpaksa" Kong Ti seng Ceng manggut-manggut. dari mana dia memperoleh ilmu Cing Hwee ciang itu?" "Memang mengherankan" Kong Bun Hong Tio menghela nafas panjang. Thio Bu Ki.stapya tiba-tiba ia berlatih Kiu im Pek Kut Jiauw-Tak terasa sudah berlalu lima tahun. Thio Han Liong memang berotak cerdas." Kong Bun Hong Tio menggelengkan kepala. "Kini kepandaianmu sudah cukup tinggi." ujar Thio Bu Ki. semakin mendengar Thio Han Liong semakin tertarik. "Han Liong. Aku kuatir siauw Lim Pay akan dihancurkannya." ujar Keng Ti seng ceng sambil mengerutkan kening. Tio Beng. "Itu tidak baik. menurut aku lebih baik kita mohon petunjuk pada ke tiga paman guru. seng Kun sangat licik. aku harus beristirahat beberapa bulan agar bisa pulih. suheng" Kong Ti seng ceng mengangguk. Aku tahu. cuma beberapa hari ia sudah dapat menguasai ilmu pedang itu. Kwa Kiat Lam dan Thio Han Liong duduk di dalam gubuki saat itu wajah Thio Bu Ki tampak agak serius. ayah . "Aku justru tidak habis pikir." ujar Kong Ti seng Ceng. "Tapi." "suheng. "Hari ini ayah akan mengajar engkau semacam ilmu pedang. kalau begitu kita tunggu saja" "Tapi " Kong Bun Hong Tio menatapnya seraya berkata. Ayah harus menceritakan tentang diri ayah dan ibu kepadamu sekarang. kapan seng Kun beristeri?" "Tentunya sebelum jadi murid Keng Kian suheng. "setelah berhasil menguasai Kiu yang sin Kang. "Baik. "Han Liong." Thio Han Liong mendengar dengan penuh perhatian kelika Thio Bu Ki mulai menceritakan riwayat hidupnya. sedangkan kita bertambah tua. "Tidak apa-apa. "Aku yakin seng Hwi itu telah salah paham terhadap kita."Bagaimana luka suheng?" Tanya Keng Ti seng Ceng cemas. Hanya saja." Thio Bu Ki mendekatinya. Malam ini.

"Engkau harus membunuh cu Goan ciang. "Pantas Paman Kwa memanggil Ayah Kauwcu.." "Cu Goan ciang kok begitu jahat?" Thio Han Liong mengerutkan kening. pasti akan terjadi peperangan lagi." Thio Bu Ki menatapnya. dia mengutus pasukan pilihan untuk membunuh ayah dan ibumu.meninggalkan lembah itu. "Han Liong. maka jangan coba mencari mereka" "ya." "oh?" Thio Han Liong terbelalak mendengar hal itu." Thio Bu Ki menggelengkan kepala.. engkau harus ke gunung Bu Tong menemui sucouw dan lainnya.. seharusnya ayahmu yang jadi kaisar" "oh?" Thio Han Liong memandang ayahnya. "Cu Goan ciang itu memang jahat." Thio Bu Ki menggeleng-gelengkan kepala. engkau tidak boleh membunuh Cu Goan ciang. Ayah" "Setelah itu. "Engkaupun harus ke kuil siauw Lim Sie menemui Kakek Cia sun."Engkau boleh ke Tionggoan esok bersama Paman Kwa-" . ayah diangkat sebagai Kauwcu. namun karena mencintai ayahmu. "Han Liong. "Sesungguhnya ibumu adalah orang Mongol. kenapa ayahnya berpesan begitu padanya? Mungkinkah ayahnya akan menyuruhnya ke Tionggoan? Tanyanya dalam hati"Han Liong. "Ayah sama sekali tidak berniat jadi kaisar." "Jangan" potong Thio Bu Ki." "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut. "Padahal Cu Goan ciang adalah anak buah ayahmu." sahut Thio Bu Ki.. setelah itu secara licik sekali Cu Goan ciang mengangkat dirinya sebagai kaisar" sela Kwa Kiat Lam." "Beng Kauw berhasil meruntuhkan Dinasti Goan. "Ibu adalah Putri Mongol. "Oh ya. "Benar" Tio Beng tersenyum. kalau engkau membunuh cu Goan ciang.Dia merasa heran.. sejak itu berdirilah Beng Kauw. ayah berjuang hanya demi membebaskan penderitaan rakyat." Thio Bu Ki tersenyum.." tambah Thio Bu Ki. maka ibu ikut ayahmu. "Han Liong. Rakyatlah yang akan menderita. "Engkau tidak mampu melawan para Dhalai Lhama itu." "Tapi Cu Goan ciang begitu jahat" "Dia jahat karena khawatir ayah akan memberontak terhadapnya. sesungguhnya dia seorang kaisar yang baik dan sangat memperhatikan nasib rakyat" "Tapi wajah ayah dan ibu?" "Ini semua perbuatan para Dhalai Lhama." ujar Kwa Kiat Lam. aku akan ke gunung soat san mencari soat Lian itu untuk menyembuhkan wajah ayah dan ibu-" "Itu tidak gampang." "Tapi " sela Kwa Kiat Lam lagi. Mohon petunjuk pada sucouw bagaimana mengalahkan para Dhalai Lhama itu" "Ya." Thio Han Liong mengangguk. lalu menyatukan mo Kauw yang dalam pertikaian.." "Han Liong. Ayah" Thio Han Liong mengangguk"Tapi.

jangan terlampau gampang mempercayai orang Lebih-febih terhadap orang yang bermulut manis. Namun tiba-tiba ia terbelalak karena melihat seorang nelayan tua duduk takjauh dari situ. "selamat tinggal" "Han Liong" Kwa Kiat Lam tersenyum." seru Thio Han Liong girang. "Nak.. "Engkau harus berhati-hati dalam pengembaraanmu. "Selamat jalan. aku tetap berada di sini.. ya. Han Liong" sahut Kwa Kiat Lam." "Ya. cepatlah engkau pulang" "Beng Moay " Thio Bu Ki menggeleng-gelengkan kepala. sebuah kapal berlabuh di pesisir utara. "Mudah-mudahan engkau berhasil mendapatkan Teratai salju itu" "Beng Moay . "Biarkan saja wajah kita begini. engkaukah anak kecil itu?" Nelayan tua itu tertawa gembira.Nak. Ayah" "Nak. Ibu" ujar Thio Han Liong berjanji. jangan lupa itu" pesan Thio Bu Ki. " Tapi alangkah baiknya wajah kita bisa sembuh. ternyata benar Thio Bu Ki menyuruhnya ke Tionggoan."Ayah -" Dugaan Thio Han Liong tidak meleset. Ibu" Thio Han Liong mengangguk." pesan Tio Beng. lima tahun lalu kita pernah bertemu di sini" sahut Thio Han Liong. ." " Terima kasih. "Apabila engkau berhasil mendapatkan soat Lian itu." Thio Bu Kie menggeleng-gelengkan kepala. kan?" "Itu tidak mungkin. Tiada orang lain yang akan menyaksikan wajah kita. engkau pun harus mengunjungi Tan Ek seng dan Lie Ceng Peng yang telah berbudi padamu. "Ya." "Ayah. "Paman Kwa." Tio Beng tersenyum dan menambahkan." "Bu Ki Koko. "Betul" Thio Han Liong mengangguk.. "Aku pasti ke gunung soat san untuk mencari Teratai salju itu. Thio Han Liong berjalan pergi. " Mungkin engkau akan merasa sebal melihat wajahku yang telah rusak ini.." ucap Thio Han Liong. "Wuah" Nelayan tua itu terus menatapnya d eng a n penuh perhatian. "Paman tua sudah lupa?" "Engkau. sampai jumpa" "sampai jumpa. "sampai di Tionggoan. Kapan engkau ingin pulang ke pulau Hong Hoang to." Tio Beng menatapnya seraya berkata. Ayah" Thio Han Liong mengangguk." ujar Tio Beng dengan suara rendah"Lambat laun engkau akan merasa bosan terhadap wajahku-" "Tentu tidak-" Thio Bu Ki tertawa. "Han Liong. "Paman tua Paman tua. kemudian tampak dua orang meloncat turun dari kapal itu. Nelayan tua itu menatapnya dengan mata terbeliak lebar." ucap Tio Beng. "siapa engkau?" "Paman tua. besok pagi engkau boleh berangkat ke Tionggoan bersama Paman Kwa" "ya. kita tetap tinggal di pulau ini. Mereka adalah Kwa Kiat Lam dan Thio Han Liong.aku pasti mengantar engkau" "Terima kasih Paman Kwa.

Mereka terkejut akan suc. kepala desa itu." "Oooh" Thio Han Liong manggut-manggut... "untuk biaya Paman tua dan kuda itu. "Ah Hiang." Nelayan tua itu terbelalak melihat uang perak tersebut.ra teriakan Ah Hiang. "Kudamu itu bertambah gemuki aku mengurusinya dengan baik" "Apa?" Thio Han Liong tertegun." Nelayan tua itu menggelengkan kepala. "Oh ya" Nelayan tua itu teringat sesuatu. . Mari masuk" "Terimakasih." ucap Thio Han Liong.. ada apa?" tanya Lim Soat Hong. kemudian memberikannya puluhan tael perak"Eeeh? Anak muda." sahut Ah Hiang. Wajahnya berseri-seri. "Be begini banyak?" "Paman tua" Thio Han Liong tersenyum. sehingga membuat mulut nelayan tua itu ternganga lebar." Thio Han Liong tersenyum.." Wajah Thio Han Liong kemerah-merahan. "Engkau. dia adalah kawanku satu-satunya. "Engkau mau mencari siapa?" "Bibi Hiang. engkau adalah Thio Liong?" Ah Hiang tertegun. "Bibi Hiang sudah lupa kepadaku ya?" "siapa engkau? Aku. aku sudah tidak ingat lagi.. ternyata ia teringat akan Tan Giok Cu... aku ingin menemui Paman Tan. hati-hati terhadap anak gadis lho" "Paman tua. "Bibi Hiang. "Walau aku miskin. (Bersambung keBagian 06) Jilid 6 "Sungguh hebat kepandaian anak muda itu Ha ha ha. NYonya itu merasa kenal. "Tuan NYonya" teriak Ah Hiang. Masa Bibi Hiang lupa?" Thio Han Liong tersenyum." Nelayan tua itu tertawa gembira.. "Kok engkau tahu namaku?" "Tentu tahu."Kini engkau sudah besar dan tampan sekali. "Tuh Tamu istimewa" "oh?" Lim soat Hong memperhatikan Thio Han Liong yang berdiri di situ. "Anak muda" Ah Hiang pelayan di rumah itu menatap Thio Han Liong dengan penuh keheranan. tapi lupa. "Ada tamu istimewa" sahut Ah Hiang sambil menunjuk Thio Han Liong..." sahut Thio Han Liong. tapi tidak sampai hati menjual kuda itu. "Eh?! Tercengang Ah Hiang. engkau sudah besar dan tampan sekali. "Engkau. sampai jumpa" Thio Han Liong melesat pergi. Beberapa hari kemudian. "Paman tua tidak menjual kuda itu?" "tidak.. maka segeralah ia menuju ke rumah Tan Ek Seng. aku adalah Thio Liong. "Ada tamu istimewa" Tan Ek Seng dan Lim soat Hong berhambur ke luar dari kamar menuju ruang depan. Thio Han Liong sudah tiba di desa Hok An.

dia sudah berjanji. dia pasti sudah besar juga-" "Entahlah-" Tan Ek Seng menggelengkan kepala. "Dia ke mana?" Thio Han Liong heran. "Dia.. "Engkau sudah besar.cakap" Mereka duduk. "Aku adalah Thio Han Liong.." "Apa?" Wajah Thio Han Liong langsung berubah pucat. Ah Hiang segera menyuguhkan teh lalu mengundurkan diri.... melainkanpergi bersama gurunya." "oooh" Thio Han Liong langsung menarik nafas lega.Burung Rajawali dan Pasangan Pendekar tidak muncul lagi di dunia Kang-ouw.." "Itu tidak apa-apa. "Mari kita duduk. "Kenapa dia meninggalkan rumah? Apa yang terjadi atas dirinya?" "Han Liong" Lim Soat Hong tersenyum." Tan Ek seng menggeleng-gelengkan kepala. "Han Liong" Tan Ek seng tersenyum seraya berkata. "Aku sudah lupa siapa dia?" "Paman." Wajah Thio Han Liong berseri-seri." Thio Han Liong mengangguk. Kini sudah lewat lima tahun." "Hah?" Tan Ek seng dan Lim soat Hong terbelalak"Engkau. di mana Adik manis?" tanya Thio Han Liong mendadak"Dia. "Han Liong" Tan Ek seng menatapnya seraya bertanya." Lim soat Hong membelainya. "Apa?" Thio Han Liong terbelalak "Di belakang Ciong Lam San terdapat Kuburan Mayat Hidup. engkau kenal anak muda itu?" "Kelihatannya memang kenal.. . Di mana tempat tinggal gurunya itu?" "Di belakang gunung Ciong Lam san" sahut Tan Ek seng. "Aku tak men angka dia sudah punya guru." "Tidak salah-" Tan Ek seng manggut-manggut."suamiku. lima tahun kemudian Giok Cu pasti pulang." ujar Thio Han Liong. "Kalau begitu.. "Sebab sudah lima tahun dia meninggalkan rumah. kami kami girang sekali-" "Bibi. tapi.. engkau adalah Thio Han Liong?" "Betul-" "Han Liong . "Dia tidak terjadi apa-apa.. tapi Giok Cu masih belum pulang. "Engkau rindu kepada Giok Gu?" "Ya... "sebelum Nona Yo membawa pergi Giok Cu. "Adik manis sudah jadi murid Bibi Yo-" "Betul." Lim soat Hong mengangguk. Bibi" panggil Thio Han Liong sekaligus memberi hormat. dia belum pulang-" sahut Lim soat Hong. "Mungkin Adik manis belum menguasai semua ilmu Bibi Yo. barulah kita bercakap.

begitu pula Tan Ek seng. engkau suka kepada Giok Cu." Ucapan tersebut membuat Lim soat Hong dan Tan Ek seng saling memandang. Tentunya engkau tidak akan menolak kan?" ." Wajah Thio Han Liong berubah kemerahmerahan.Kemudian Tan Ek seng tertawa gelak tampak gembira sekali"Ha ha ha Bagus. "Paman" ujar Thio Han Liong sungguh-sungguh." Lim soat Hong manggut-manggut.Namun namanya juga orangtua. kemudian menatapnya seraya bertanya. aku. "Han Liong" Tan Ek seng menatapnya sambil tersenyum.." "Bagaimana kalau engkau bertemu anak gadis yang lebih cantik daripada Giok Cu? Apakah engkau akan terpikat?" tanya Lim soat Hong mendadak. "Kami berani menjamin bahwa Giok Cu juga mencintaimu. kini engkau sudah besar." sahut Thio Han Liong sambil menundukkan kepala. aku cuma suka kepada Giok Cu. Kini. janganlah dipaksa.... siapa tahu engkau sudah berubah" "Berubah bagaimana." usul Tan Ek seng... "Aku tidak akan berubah terhadap Adik manis.. kami gembira sekali-" Cukup menggelikan pembicaraan mereka. Itu tidak baik." "Ya." Thio Han Liong mengangguk lagi. Bibi." "Jangan khawatir.. ya?" Lim soat Hong tertawa gembira.. bagus Engkau memang anak yang berpengertian. tentunya ingin tahu mengenai itu. sebab cinta yang suci murni tidak bisa dipaksa. "Kini engkau sudah besar." "Bibi." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. Paman?" tanya Thio Han Liong tidak mengerti.Memang ada baiknya bertanya secara terang-terang begitu.maka Bibi Yo belum memperbolehkannya pulang. engkau mencintainya?" "Aku. "Tapi. "Engkau tinggal di sini menunggu Giok Cu pulang." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. "Giok Cu sangat menyukaimu. "Han Liong... "Aku memang mencintainya." ujar Thio Han Liong sungguh-sungguh"Apa-bila dia tidak mencintaiku. "Maksudku engkau terhadap Giok Cu" sahut Tan Ek seng. "Aku. Ketika masih kecil.. betulkah engkau menyukai Giok Cu?" "Betul.." Thio Han Liong mengangguk"Han Liong" Lim soat Hong memberitahukan." "syukurlah" ucap Lim soat Hong.. maka engkau tidak boleh mengecewakannya. "Bibi. padahal itu adalah urusan Thio Han Liong dengan Tan Giok Cu. sebab ke dua orangtua Tan Giok Cu bertanya kepada Thio Han Liong tentang itu. aku tidak akan suka kepada gadis lain. "Belum tentu Giok Cu mencintaiku. "Giok Cu belum pulang-" "Begini saja. jadi orang pun bisa berlega hati"Lama sekali. aku." sahut Lim soat Hong serius.." "oh. "Ya" Thio Han Liong mengangguk "Han Liong." "Itu memang mungkin.

Lim soat Hong berbaring di tempat tidur. "Perutmu mulai sakit lagi?" Lim soat Hong mengangguk sambil mendekap perutnya." "Tidak apa-apa?" tanya Tan Ek Seng. "sakit perut-" Tan Ek seng memberitahukan. "Aaah " Lelaki itu menghela nafas panjang sambil duduk"Paman. kalau aku tinggal di sini. Thio Han Liong tetap duduk di situ dengan kening berkerut kerut. Tan Ek seng kembali ke ruang depan dengan wajah murung. "Engkau mengerti ilmu pengobatan? siapa yang mengajarmu?" "Ayahku. Bolehkah aku memeriksa Bibi?" "oh?" Tan Ek seng menatapnya heran. Bibi kenapa?" tanya Thio Han Liong. Berselang beberapa saat kemudian. "Aduuuh" Mendadak Lim soat Hong menjerit dan wajahnya pun mulai memucat." Tan Ek seng manggut-manggut dengan wajah agak berseri. la tercengang karena mendadak nYonya itu sakit perut. "Han Liong juga mahir ilmu pengobatan. wajahnya tampak meringis seakan menahan sakit." Thio Han Liong heran. tapi tiada seorang pun yang dapat menyembuhkannya. "oh ya. "sudah setengah tahun dia begitu Entah sudah berapa banyak tabib yang ke mari mengobatinya. " Aduuuuuuh.aku yakin Paman ingin tahu tentang orangtuaku. bukankah aku akan merepotkan Paman dan Bibi?" "Tentu tidak." "Kami sudah tahu.Thio Han Liong mendekatinya sekaligus memeriksa nadi nYonya itu dengan intensif. "Mari ikut aku ke dalam" Thio Han Liong mengangguk." "Oooh" Thio Han Liong manggut-manggut." sahut Tan Ek seng. "ISieriku" Tan Ek seng memberitahukan. "sebab Bibi datang haidnya tidak cocok. bagaimana mungkin para tabib itu tak mampu mengobati Bibi?" "Aaahhhh" Tan Ek seng menghela nafas panjang lagi. sungguh" "Terimakasih. dia ingin memeriksa penyakitmu. Thio Han Liong tersenyum seraya berkata. "Nona . Tan Ek seng segera memapahnya ke kamar. Berselang beberapa saat kemudian." "ISieriku" Tan Ek seng cepat-cepat memegang tangannya. Paman" ucap Thio Han Liong. lalu mengikuti Tan Ek seng ke kamarnya. Yo telah memberitahukan kepada kami. "Itu sungguh membingungkan" "Paman" Thio Han Liong tersenyum seraya memberitahukan.. "sebaliknya kami malah merasa gembira sekali." Lim soat Hong tersenyum." Lim soat Hong mengangguk. "Apakah Bibi mengidap semacam penyakit aneh? Kalau tidak. "Tidak apa-apa."Paman.. "Aku mengerti sedikit ilmu pengobatan.. "sebetulnya iSieriku mengidap penyakit apa?" "Penyakit wanita" Thio Han Liong memberitahukan. maka menimbulkan penyakit itu" .

Thio Han Liong tinggul di rumah Tan Ek seng. aku terpaksa berangkat ke gunung Bu Tong. aku cuma mengerti sedikit ilmu pengobatan.." ujar Lim soat Hong sambil mengacungkan jempolnya ke hadapan pemuda itu. oleh karena itu.. namun Tan Giok Cu masih belum pulang. Walau sudah lewat belasan hari. "Baiklah-" Lim soat Hong manggut-manggut." "Paman." Thio Han Liong menundukkan kepala... sedangkan aku harus segera pergi ke gunung Bu TOng. itu sungguh luar biasa" "Terima kasih atas pujian Paman. Beberapa hari kemudian setelah makan obat godokan itu. "Baiklah kami tidak akan menahanmu." Tan Ek seng menggeleng-telengkan kepala." Wajah Thio Han Liong kemerah-merahan. "Tidak lama lagi Giok Cu pasti pulang. namun memiliki berbadai ilmu." "Ha ha" Tan Ek seng tertawa.. "Han Liong. tapi sudah begitu hebat. "suruh dia tunggu. "Engkau masih kecil. sebetulnya kami ingin menahanmu tetap tinggal di sini. Lim soat Hong sembuh dari penyakit yang dideritanya. "Mau merendahkan diri merupakan sifat yang baik sekali. kalau Giok Cu belum pulang. "Ha ha" Tan Ek seng tertawa... "Bibi."oooh" Tan Ek seng manggut-manggut. engkau memang hebat sekali." "Tunggu saja di sini" ujar Lim soat Hong.." "Bagaimana kalau engkau pergi dia malah pulang?" tanya Lim soat Hong. "Aku akan menunggu sepuluh hari. "Giok Cu masih belum pulang." "Bibi" Thio Han Liong memberitahukan." ucap Tan Ek seng sambil menerima resep obat ilu." "Han Liong" Tan Ek seng menatapnya dengan kagum. "Jangan terlampau merendahkan diri oh ya.. kemudian menyuruh Ah Hiang pergi beli obat tersebut. tapi aku. karena merasa malu terus dipuji oleh Lim soat Hong dan Tan Ek seng. "Percayalah. "Han Liong. penyakit Bibi pasti sembuh" "Terima kasih. Kalau Giok Cu pulang." Mendadak Thio Han Liong menggelengtelengkan kepala. kami akan menyuruhnya tunggu di rumah. Thio Han Liong segera membuka resep.. berapa usiamu sekarang?" "Enam belas. "usiamu baru enam belas.. bahkan juga kagum sekali pada Thio Han Liong. "Aku. lalu diserahkannya kepada Tan Ek seng. tapi engkau punya urusan di gunung Bu TOng. ia terpaksa berpamit.. "Beli obat ini. cukup tiga bungkus saja" ujar Thio Han Liong dan menambahkan. Han Liong. Betapa gembiranya nYonya itu. aku pasti ke mari" jawab Thio Han Liong...Engkau harus ke mari lho" . kami sungguh kagum kepadamu" "Paman." "Bukan main" Tan Ek seng menggeleng-gelengkan kepala.

"Memang sayang sekali. Mari kita ke dalam" Lie Cong Peng mengaiak Thio Han Liong ke dalam rumah. Ternyata Lie Cong Peng sudah tidak mengenalinya lagi. Han Liong" sahut Tan Ek Seng. "Namanya Un Hui suan. "Anak muda. tampan."sampai jumpa Paman. "Adik Liong. sungguh beruntung kita kalau dia jadi menantu kita.. usai mengajar.. berpapasan dengan seorang wanita muda menggandeng seorang gadis kecil berusia tiga tahunan. "Hati-hati dalam perjalanan" "Ya" Thio Han Liong mengangguk lagi." "Sudah pasti dia akan jadi menantu kita. Lie Goat Hiang terbelalak"Engkau adalah Adik Liong?" "Betul-" Thio Han Liong mengangguk." Lie Cong Peng memperhatikannya. "Tidak" Thio Han Liong tersenyum. Apakah Paman sudah lupa?" Thio Han Liong memberitahukan sambil tertawa kecil. barulah Tan Ek seng dan Lim soat Hong masuk ke rumah. "Engkau siapa?" "Aku Han Liong. lalu melangkah pergi meninggalkan rumah Tan Ek seng. kini engkau sudah besar dan bertambah tampan lho" "Kakak Hiang" Thio Han Liong tersenyum... "Sayang sekali Giok Cu belum pulang. "Karena dia dan Giok Cu sudah saling menyukai.. "Eh? siapa gadis kecil ini?" "Ini adalah putriku" Lie Goat Hiang memberitahukan. Lie Cong Peng terbelalak. "Kakak Hiang masih ingat kepadaku. di mana Kakak Hiang?" "Ada di dalam. engkau mau belajar ilmu silat di sini?" tanyanya."Ya" Thio Han Liong mengangguk. " Tan Ek Seng menggeleng-gelengkan kepala. Kebetulan guru silat Lie itu sedang mengajar para muridnya ilmu silat di pekarangan." setelah tiba di kota Keng TU. "Aku tidak menyangka Han Liong sudah begitu besar. baik hati dan amat hebat pula. kemudian tersenyum seraya berkata. "Kakak Hiang" seru Thio Han Liong girang. syukurlah" . begitu bertemu pasti saling mencinta. setelah Thio Han Liong tidak kelihatan." "Adik Liong. Thio Han Liong mampir ke rumah Lie Cong Peng. "Engkau Thio Han Liong? Cuma berpisah beberapa tahun.. Wanita muda itu adalah Lie Goat Hiang. barulah Lie Cong Peng mendekati Thio Han Liong." Lie Goat Hiang langsung menggenggam tangannya erat-erat." sahut Tan Ek seng sambil tertawa gembira.." Lim soat Hong menghela nafas panjang. "Apakah Paman sudah lupa kepadaku?" "Engkau. ayahnya bernama un Kong Liang. Bibi" "selamatjalan." "Ternyata Kakak Hiang sudah punya suami dan anak. Thio Han Liong berdiri di situ sambil menyaksikannya.. Ha ha ha. engkau sudah sedemikian besar?" "Paman.

" desak un Kong Liang lagi.la memang berkepandaian tinggi. Itu tidak apaapa-" "Baiklah-" Thio Han Liong mengangguk. "Hui suan.. "Han Liong" un Kong Liang tersenyum. dan pembantu segera menyuguhkan tehTak lama muncullah seorang lelaki berusia tiga puluhan yang ternyata un Kong Liang. mari kita duduk" ujar Lie Cong Peng. membuatnya penasaran.. la berkelit ke sana ke . Mereka duduk." "Paman kecil sayang Hut suan?" tanya gadis kecil itu mendadak"sayang. "Kini engkau sudah besar. "Temanilah dia main-main beberapa jurus.. Bagaimana kalau kita main-main beberapa jurus?" "Itu. "Adik Liong" Lie Goat Hiang menatapnya dengan wajah berseri-seri. "Dia adalah Thio Han Liong yang pernah kuceritakan kepadamu.. kan?" "Biasa-biasa saja. kepandaian suamiku cukup tinggi lho" "Kalau begitu. "Kakak ipar. lalu memberi hormat seraya berkata dengan sopan.kemudian mereka duduk." "oooh" un Kong Liang manggut-manggut sambil tersenyum. Kebetulan Thio Han Liong dalang." Thio Han Liong menggeleng-telengkan kepala. kepandaianmu pasti bertambah tinggi. sayang sekali-" Thio Han Liong membelainya lagu "Han Liong." "Kakak ipar. aku pun pernah belajar ilmu silat. cepat panggil paman kecil" ujar Lie Goat Hiang kepada putrinya"Paman kecil" Gadis kecil itu langsung memanggilnya"Anak manis" Thio Han Liong membelainya"Engkau sungguh cantik manis. "Engkau harus tahu. aku mengaku kalah saja" ujar Thio Han Liong sungguh-sungguh "Jadi tidak usah main-main beberapa jurus-" "Han Liong" desak un Kong Liang. Waiah un Kong Liang langsung berseri. maka ia ingin mencoba kepandaian anak muda itu Mereka berdiri berhadapan. setelah ke duanya saling memberi hormat un Kong Liang mulai menyerangnya. "Aku mohon petunjuk.. Lantaran Lie Goat Hiang sering menceritakan tentang kepandaian Thio Han Liong. "Adik Liong" Lie Goat Hiang tersenyum."jawab Thio Han Liong merendah. Thio Han Liong segera bangkit berdiri. "Suamiku" Lie Goat Hiang memperkenalkan.Thio Han Liong tersenyum. "Han Liong. terimalah hormatku" "Sama-sama" sahut un Kong Liang sekaligus balas memberi hormat." Thio Han Liong tampak ragu. "Jangan mengecewakan aku. sebab aku hobi sekali akan ilmu silat-" "Han Liong" Lie Cong Peng tersenyum.. ya. "Terus terang. kelak pasti menjadi gadis rupawan. Thio Han Liong melayaninya dengan gesit.

"siapa Ayah dan ibumu?" "Ayahku bernama Thio Bu Ki. kemudian ia pun balas menyerang." tanyanya cepat. itulah gerakan song Hong soh Te (Angin Puyuh Menyapu Bumi). sepasang tangannya berderak lemas menangkis serangan-serangan itu. kemudian memandang Thio Han Liong seraya bertanya."jawab Thio Han Liong." "Haaah?"Betapa terkejutnya un Kong Liang. serangan-serangan yang makin dahsyat itu membuat Thio Han Liong harus mengeluarkan Thau Kek Kun.Mendadak ia bersiul panjang sambil menyerang. "Han Liong. "Ayah dan ibumu baik-baik saja?" "Kedua orangtuaku baik-baik saja. Thio Han Liong terperanjat juga menyaksikan serangan itu Maka cepat-cepat ia menggerakkan sepasang tangannya membentuk beberapa lingkaran. Tampak badannya berputar-putar mengelilingi Thio Han Liong. namun gugur di medan perang. "suamiku." tanya un Kong Liang penuh perhatian. maka mulailah ia mengeluarkan jurus-jurus simpanannya. "Hidup tenang di Pulau Hong Hoang to-" . lalu menangkis serangan itu dengan Kiu Yang stn Kang.Betapa cemasnya Lie Goat Hiang ketika melihat suaminya terpental." Thio Han Liong memberitahukan. Aku mengaku kalah" "Aku -" Thio Han Liong menundukkan kepala karena hatinya merasa tidak enak"Ha ha ha" Lie Cong Peng tertawa o elaki "Kong Liang. kini engkau tidak penasaran lagi kan?" "Ya.mari menghindari serangan uang bertubi-tubi itu Un Kong Liang bertambah penasaran. bolehkah aku tahu siapa gurumu?" "Aku belajar dari Ayah dan ibu. "Ternyata engkau adalah putra Thio Kauwcu. "Han Liong. Ternyata ia mengeluarkan jurus simpanannya. dan ia langsung melesat ke arahnya. Mereka memandang Thio Han Liong dengan mata terbelalak dan mendadak un Kong Liang memberi hormat seraya berkata. karena ia mulai terdesak. "Engkau terluka?" "Tidak-" un Kong Liang menggelengkan kepala. maka un Kong Liang tidak terluka. sungguh menggembirakan" "Kakak ipar kenal ayah?" "Aku pernah melihat ayahmu. Buuuuk un Kong Liang terpental beberapa depaUntung Thio Han Liong hanya menggunakan lima bagian Iweekangnya." un Kong Liang memberitahukan. begitu pula Lie Cong Peng danputrinya." un Kong Liang mengangguk. Betapa terkejutnya un Kong Liang. "Kepandaian Han Liong memang tinggi sekali-" "Kakak ipar" Thio Han Liong mendekatinya"Maafkan aku" "Tidak apa-apa-" un Kong Liang tersenyum"Kepandatanmu memang tinggi sekali." "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut. "Ayahku adalah anggota Beng Kauw. pada waKiu itu aku masih kecil.

Bab 12 Meninggalkan Kuburan Tua Panorama di gunung Bu TOng sungguh indah meNak. namun justru tidak mau. Pemuda itu adalahThioHan Liong. dan mereka menatap Thio Han Liong dengan tajam sekali"Anak muda" tanya salah seorang dari mereka. maka ayahku sudah merasa puas. ayahmu yang harus menjadi kaisar. "Biar bagaimana pun kami harus mengajakmu makanmakan malam ini. Kini rakyat sudah hidup makmur. Terdengar kicauan burung dan suara aiHerjun. Tiba-tiba muncul belasan orang. Padahal beliau masih bisa memberontak terhadap Cu Goan Ciang. tidak mau pusing akan urusan rimba persilatan lagi-" "Yaah" un Kong Liang menggeleng-telengkan kepala. "Han Liong" Lie Cong Peng tertawa gembira.Hari ini engkau ke mari." "Pikiranmu sungguh panjang waKiu itu" Lie Cong Peng manggut-manggut." "Ayahmu memang berjiwa besar.Keesokan harinya." "Ayahku lebih senang hidup tenang dan damai di Pulau Hong Hoang TO. hawa udara di situ pun sejuk menyegarkan. akhirnya dia yang menjadi kaisar-" "sebetulnya ayahku tidak berniat menjadi kaisar. Ayahku menghimpun kekuatan Beng Kauw hanya semata-mata berjuang demi rakyat.. mereka bersantap dan bersulang sambil tertawa gembira." "Baiklah-" Thio Han Liong mengangguk. "Mau apa engkau ke mari? Ini adalah tempat Bu TOng Pay" "Maaf" ucap Thio Han Liong"Apakah aku berhadapan dengan murid-murid Bu Tong Pay?" "Betul" sahut orang itu"Cepat katakan siapa engkau dan mau apa ke mari?" . Tapi-. berangkatlah Thio Han Liong ke gunung Bu TOng. la merasa tidak enak kalau menolakMalam harinya. Pagi ini tampak seorang pemuda sedang mendaki gunung itu melalui jalan yang sempit. telah tiba di gunung tersebut..ubkan. "Kok begitu buru-buru?" "Karena aku harus pergi ke gunung Bu Tong. "Tak disangka engkau adalah putra Thio Bu Ki yang amat terkenal. Kenapa tidak dari dulu engkau memberitahukan kepadaku?" "Sebab aku tidak mau menyusahkan Paman" ujar Thio Han Liong.Besok pagi saja engkau berangkat."Padahal sesungguhnya. aku mau mohon diri-" "Apa?" Lie Cong Peng tertegun." un Kong Liang menggeleng-Gelengkan kepala"secara licik Cu Goan Ciang merebut kekuasaan Beng Kauw. "Padahal usiamu masih kecil sekali-" "Paman" ujar Thio Han Liong mendadak"Aku. «pada waKiu itu aku termasuk buronan kerajaan." "Han Liong" bujuk Lie Goat Hiang. maka kami harus menjamumu-" "Tidak usah-" "Han Liong" desak Lie Cong Peng.. "Telah enam tahun lebih kita berpisah. Begitu pula un Kong Liang dan Lie Goat Hiang..

Aku harap kalian sudi mengantarku ke sam Ctng Koan menemui guru-guru kalian" "TOa suheng. "Guru" orang itu memberi hormat dan melapor. "sudah kukatakan tadi. dan kemudian mendadak bergerak memperlihatkan beberapa jurus Thay Kek Kun. Toa suheng menyuruh Thio Han Liong menunggu di situ. mari ikut aku ke dalam" "Terima kasih. "Lebih baik kita antar dia menemui guru. percayalah" "suheng" ujar yang lainnya lagi." ucap Thio Han Liong." ucan Thio Han Liong. lagi pula dia bisa Thay Kek Kun pertanda dia punya hubungan dengan partai kita. si Toa suheng itu sudah kembali ke situ dan berkata kepada Thio Han Liong.Mari ikut kami ke atas" "Terima kasih. lalu ke dalam untuk melapor kepada gurunya."Namaku Thio Han Liong. "saudara-saudara sekalian. yakni song Wan Kiauw. "Hubungan kami erat sekali" sahut Thio Han liong. sebab akan bertemu sucouw Thio sam Hong dan lainnya. "Aku ingin menemui Kakek song. Berselang beberapa saat. siapa engkau dan dari mana engkau belajar Thay Kek Kun?" .Aku kemari ingin menemui guruguru kalian. "Pemuda ini yang ingin menemui Guru. "Tentunya kalian tahu ilmu silat apa yang kuperlihatkan barusan. AYoh cepat pergi" bentak salah seorang yang lain dengan sikap kasar pula. "Saudara. Di ruang depan tampak duduk beberapa orangtua. percayalah kepadaku" ujar Thio Han Liong. aku harap kalian sudi mengantarku ke sam Cing Koan (Kuil Bu Tong Pay) menemui beliau-beliau itu" "Engkau punya hubungan apa dengan guru-guru kami?" tanya orang itu dengan kening berkerut." "Bagaimana kalau dia bohong?" tanya orang yang dipanggil suheng itu. kelihatannya dia tidak bohong. "Guru sudah menunggu. "Engkau mau bertanggung-jawab?" "Aku. setelah itu barulah mengangguk"Baiklah. la mengikuti orang itu ke dalam dengan wajah berseri.. jie Thay Giam. "saudara-saudara sekalian. bahwa aku punya hubungan erat dengan Bu TOng Pay.." TOa suheng itu berpikir lama sekali. menuju sam Cing Koan. Kakek In dan lainnya" ujar Thio Han Liong dengan sabar.." sahut Thio Han Liong. sampai di depan kuil tersebut." orang itu menundukkan kepala." song Wan Kiauw menatap Thio Han Liong dengan tajam sekali"Anak muda. lalu mengikuti mereka ke atas. Dia pun bisa Thay Kek Kun. Thio song Kee dan jie Lian Cu. bukan?" "Dari mana engkau mencuri belajar Thay Kek Kun?" bentak orang uang dipanggil suheng itu. "Thio Han Liong? Kami tidak pernah mendengar namamu.

itu sungguh membuat Thio Han Liong kagum.. "Apakah sucouw baik-baik saja?" "sucouwmu baik-baik saja. Guru Besar Thio sam Hong sedang duduk bersila di dalam ruang itu dengan mata terpejam. "Han Liong. "Engkau. Thio song Kee dan Jie Thay Glam" "Kakek song."jawab song Wan Kiauw." sahut song wan Kiauw dan bertanya. "Ya. "Ada urusan apa kalian ke mari?" tanya Thio sam Hong. engkau adalah anak Thio Bu Ki?" "Betul. mereka adalah jie Lian ciu. di Pak Hai" "Pulau Hong Hoang to?" song Wan Kiauw mengerutkan kening." "Apa?" song Wan Kiauw terbelalak. "Han Liong. bagaimana keadaan sucouw?" tanya Thio Han Liong. maka ayah menamai pulau itu Hong Hoang TO."Kakek" panggil Thio Han Liong sekaligus bersujud di hadapan mereka dan memberitahukan. "Di Pak Hai terdapat pulau itu?" "Karena di pulau itu terdapat burung Hong Hoang. "Mari ke ruang meditasi menemui beliau" Mereka semua menuju ruang meditasi. aku adalah song Wan Kiauw. "siapa ayahmu?" "Ayahku bernama Thio Bu Ki. bukankah masih ada Kakek In?" tanya Thio Han Liong. begitu pula yang lain." sahut song wan Kiauw. "oooh" song Wan Kiauw manggut-manggut. bagaimana kabar ke dua orang tuamu dan tinggal di mana mereka sekarang?" "Ke dua orangtuaku baik-baik saja-" Thio Han Liong memberitahukan." ujar Thio Han Liong. Kakek-" Thio Han Liong seaera bangun dan duduk. sedangkan song Wan Kiauw segera memperkenalkan dirinya dan yang lain." "Tamu istimewa yang masih muda?" tanya Thio sam Hong tanpa membuka matanya. "Nak. "Kakek song. Guru. namun Thio Han Liong justru . Namaku Thio Han Liong" "Thio Han Liong?" song Wan Kiauw menatapnya dengan penuh perhatian.." song Wan Kiauw mengangguk"Kalian. bangun dan duduklah Mari kita bercakap-cakap" "Ya. "Ayah yang mengajarku Thay Kek Kun. "Di mana beliau?" "Dia sedang pergi ke Siauw Lim Sie karena ada urusan." "Tidak salah-" song Wan Kiauw tertawa gembira. "Tapi ada seorang tamu istimewa ke mari. "Apakah In Lie Heng sudah pulang dari Siauw Lim sie?" "In Lie Heng belum pulang." Thio Han Liong mengangguk. "ibuku adalah Tio Beng. duduklah" ujar Thio sam Hong. Tinggal di Pulau Hong Hoang To. Mereka segera duduk.

" "Guru tahu perasaanmu.. kenapa engkau bersujud di hadapanku?" tanya Thio sam Hong. sucouw. siapa engkau dan dari mana asalmu?" "sucouw." "Apa?" Thio sam Hong terbelalak. di Laut Utara. "sungguh keterlaluan Cu Goan Ciang" jie Lian ciu mengepal tinju.. ayah Han Liong adalah Thio Bu Ki.ujar Thio Sam Hong sambil menggelengGelengkan kepala." Thio Han Liong seaera duduk"Han Liong." jawab Thio Han Liong.. terimalah sujud Han Liong" ucap Thio Han Liong. Guru" ucap song Wan Kiauw. lalu menatap Thio Han Liong dengan tajam." ujar Thio sam Hong lalu memandang Thio Han Liong seraya berkata." Thio Han Liong menjelaskan." Menyaksikan Thio sam Hong gembira. Aku datang dari Pulau Hong Hoang to... . "Wajah ke dua orangtua Han Liong telah rusak" "Kenapa wajah ke dua orangtua mu bisa rusak?" tanya song Wan Kiauw terkejut"Apakah telah terjadi sesuatu atas diri ke dua orangtua mu?" Thio Han Liong mengangguk..... "Bagaimana keadaan ke dua orang tuamu?" "Ayah dan ibu baik-baik saja. sucouw. duduklah" ujar Thio sam Hong dengan wajah berseri.. lalu menutur tentang kejadian penyerbuan para Dhalai Lhama dan pasukan pilihan Cu Goan Ciang. "Anak muda." Thio Han Liong menggeleng-telengkan kepala." tanya Thio sam Hong penuh perhatian. "Engkau memanggilku sucouw?" Thio sam Hong heran dan perlahan-lahan membuka matanya. "Kita harus ke Kota raja membunuh Cu Goan Ciang yang tak kenal budi itu" "song Wan Kiauw." "Luar biasa sekali. "Ayah tidak sanggup melawan mereka. "Han Liong. namun masih tetap ingin membunuh Bu Ki Padahal Bu Ki sudah menyingkir ke pulau itu" "Hm" dengus song Wan Kiauw dingin..bersujud di hadapan guru besar itu. "Jelaskan tentang luka ayahmu" "Tergempur oleh Iweekang gabungan para Dhalai Lhama. engkau bukan anak kecil lagi-" tegur Thio sam Hong sambil menggeleng-gelengkan kepala. namun semua itu telah berlalu. song Wan Kiauw dan lainnya juga turut gembira.. wajah ke dua orangtua Han Liong rusak terbakar oleh Liak Hwee Tan. "Anak muda. "Dia sudah menjadi kaisar. "Aku. "Ha ha ha" Thio sam Hong tertawa gembira. "sucouw. namaku Thio Han Liong. Namun. "Kok masih gampang emosi?" "Maafkan aku. "Engkau adalah anak Thio Bu Ki? Betulkah itu?" "Betul. maka menyuruh Han Liong mohon petunjuk sucouw. "Thio Bu Ki sudah punya anak Thio Bu Ki sudah punya anak Ha ha ha. kematian Ciu Ci Jiak dan ke dua orangtuanya terluka.. "Ya..

mungkin tidak lama lagi engkau akan berkecimpung ke dalam rimba persilatan." "Terima kasih. sucouw akan memberi petunjuk kepadamu.. "perkumpulan apa itu?" tanyanya"Hek liong pang (Perkumpulan Naga Hitam). "Han Liong."jawab Thio sam Hong dengan kening berkerut-kerut.belum lama ini justru muncul lagi sebuah perkumpulan misterius-" "oh?" Thio Han Liong tertegun. Kalau begitu." ucap Thio Han Liong girang.lie Lian Ciu dan lainnya segera keluar. "Kakek Jie" Thio Han Liong memberitahukan. "Coba kalian bayangkan.. "Aku pernah berkelana. tak disangka para Dhalai Lhama Tibet memiliki ilmu itu" "Guru." tanya jie Lian Ciu. mereka pasti mengerti formasi Kiu Kiong.ilmu tersebut sudah lama lenyap ini rimba persilatan. Pat Kwa dan Ngo Heng. cara bagaimana meloloskan diri dan lain sebadainya. sucouw. "Apakah engkau sudah menguasai semua ilmu ayahmu?" "sudah.. sucouw." ujar Thio sam Hong sambil memejamkan matanya. "Kalau begitu. "Pantas Bu Ki tidak sanggup melawan mereka. "Apakah tiada cara sama sekali untuk memecahkan ilmu istimewa itu?" "Tentu ada." tanya Jie Lian ciu.. "sekarang kalian boleh keluar dulu."itu adalah Ie Kang Tai Tik (Memindahkan Lweekang Menggempur Musuh)." "Hmmmm" Thio sam Hong manggut-mangguh " Kalau begitu. Hanya saja guru belum memikirkannya. Maka aku harus menceritakan tentang situasi rimba persilatan sekarang" kata Jie Lian ciu. sucouw.. "Han Liong" Thio sam Hong menatapnya seraya bertanya. juga mengenai kemunculan empat jago dan pembunuh misterius lalu menambahkan dengan wajah serius "-. lalu kembali ke ruang depan." Jie Lian ciu . Jie Lian Ciu manggut-manggut sambil tersenyum." Thio Han Liong mengangguk"Hanya saia Iweekangku masih dangkal. betapa dahsyatnya Iweekang gabungan para Dhalai Lhama itu. tapi kemudian dibatalkannya dan dia hanya menggelenggelengkan kepala. siapa yang sanggup menyambut pukulannya?" "Guru.. tiada seorang jagoan pun di Tionggoan sanggup melawan para Dhalai Lhama itu" "Guru. "apa Dhalai Lhama itu berjumlah sembilan orang?" "Ya.. engkau masih harus berlatih di sini. "Adakah cara memecahkan ilmu itu?" "Tidak ada-" Thio sam Hong menghela nafas panjang. "Han Liong. itu merupakan pengalaman yang amat berharga bagimu-" lalu ia menceritakan tentang situasi kondisi persilatan sekarang. kemudian bertanya kepada Thio Han Liong." Thio sam Hong menggeleng-telengkan kepala." Thio Han Liong menutur tentang dirinya ditangkap oleh para Dhalai Lhama." Thio Han Liong mengangguk."Jie Lian Ciu ingin menanyakan sesuatu.

"Kalau engkau sudah berkecimpung dalam rimba persilatan.. itu agar engkau tahu. sebab ketuanya berkepandaian sangat tinggi sekaliTiada seorang pun tahu siapa ketua Hek liong pang itu. kemudian menceritakan tentang rimba persilatan dan lain sebagainya. sasaran berikutnya mungkin Partai Siauw Lim." Yo Sian Sian manggut-manggut." ujar Tan Giok Cu sambil tersenyum-senyum. Keesokan harinya. Guru sangat baik sekali padaku.. "hari ini aku boleh pulang?" "ya-" Yo sian Sian mengangguk." "Guru." pesan jie Lian ciu." "Giok Cu... Di dalam sebuah kuburan tua yang amat besar. ketua Hek liong pang itu lelaki atau wanita?" tanya Thio Han Liong. harus ber-hati-hati-" "Ya." Tan Giok Cu tertegun. tentunya aku harus baik dan menyayangimu. maka guru mengutus In Lie Heng ke Siauw lim sie-" "KakekJie.memberitahukan. "Wanita. Thio sam Hong mulai memberi petunjuk kepada Thio Han Liong mengenai ilmu silat dan lain sebagainya. tapi sebelumnya aku harus menceritakan tentang rimba persilatan kepadamu. "Hari ini engkau boleh pulang ke rumahmu.. "Tak disangka kini rimba persilatan berubah kacau tidak karuan" "Han Liong. "Engkau rindu sekali kepada Thio Han Liong kan?" "Ya. "Engkau adalah muridku." "Giok Cu" Yo Sian Sian tersenyum lembut." "semua itu adalah atas gemblengan Guru." Mendadak Yo sian sian menghela nafas panjang. tapi masih tampak cantik... "sudah lima tahun lebih engkau berada di sini dan kini engkau sudah berhasil menguasai ilmuku. bahkan belum lama ini ketua Hek liong pang itu telah mengalahkan beberapa ketua partai besar. berusia lima belasan. "Berusia lima puluhan.. terutama mengenai ilmu Iweekang.. Anak maupun murid dilarang . "Giok Cu" Yo Sian Sian menatapnya dalam-dalam seraya berkata. Parasnya cantik luar biasa dan putih bagaikan salju. "sebetulnya peraturan KouwBok Pay (Partai Kuburan Tua) sangat ketat sekali. "Aku tahu. Kakek Jie. engkau harus berhati hati" "Ya. "selama ini. "Kemunculan Hek liong pang telah menggemparkan rimba persilatan. kemudian menundukkan kepala. Guru.. maka kalau bertemu dia." Thio Han Liong mengangguk. tampak Tan Giok Cu dan Yo Sian Sian duduk berhadapan. "." Tan Giok Cu mengangguk. si Mo (iblis DariBarat) amat jahat dan licik.." sahut jie Lian Ciu..." song Wan Kiauw menghela nafas panjang." Tan Giok Cu menatapnya. Hek liong pang itu sudah berkembang pesat dan sering membunuh kaum rimba persilatan goiongan putih. Kini gadis itu telah remaja. "Giok Cu" Yo sian sian menatapnya sambil tersenyum lembut." "Guru.

meninggalkan kuburan tua ini." Tan Giok Cu menatapnya seraya bertanya"Kenapa Guru tidak mau menikah?" "Kini usiaku sudah empat puluh lebih.." "Kalau begitu. aku masih punya seorang bibi guru?" "Betul. Tapi pemuda itu sudah punya pacar. kecuali ada urusan penting." "Dari muda hingga sekarang Guru tidak pernah mencintai kaum lelaki?" tanya Tan Giok Cu heran.. aku pernah jatuh cinta. "Ketika dia diusir. "Pada waKiu itu aku menyelamatkan putri ketua Kay Pang bernama su Hong se ki kemudian bertemu Thio Bu Ki.Engkau harus ingat itu" "Ya.tentunya dia akan setia terhadapmu." Yo sian Sian mengangguk"Bibi gurumu bernama Kwee In Loan. lagtpula sering meninggalkan kuburan tua ini secara diam-diam maka ayahku mengusirnya. setelah itu kami bertemu lagi di kuil Siauw Lim sie. sin Tiauw Tayhiap Yo Ko-" "Kalau begitu kepandaian bibi guru. janganlah engkau langsung cemburu atau curiga. Yo sian sian menghela nafas panjang. "Ayah Thio Han Liong?" Yo Sian Sian mengangguk. mungkin dia bersembunyi di suatu tempat untuk mempelajari Kiu Im Cin Keng itu" "Guru-... "Guru. namun kelakuannya. "Kalau dia mencintaimu dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati. tentunya tidak akan menikah lagi-" sahut Yo Sian Sian sambil tersenyum getir." sahut Yo Sian Sian." "Kitab salinan Kiu Im Cin Keng?" "ya. kini sudah berusia lima puluhan. Akan tetapi." "Guru." Tan Giok Cu manggut-manggut...engkau harus ingat satu hal" "Hal apa?" "Engkau tidak boleh cemburu buta. "Belasan tahun lalu. maka ayahku menghapus peraturan tersebut. karena itu aku harus menjauhinya.. apakah Han Liong akan setia terhadapku?" "Anak itu memang tampan dan baik hati. tanyakan dulu sejelas-jelasnya. dia pun mencuri sebuah kitab salinan Kiu Im Cin Keng." "siapa dia?" "Dia adalah Thio Bu Ki-" "Apa?" Tan Giok Cu terbelalak. Guru-" "oh ya" Yo Sian Sian tersenyum- ." Yo Sian sian menggeleng-gelengkan kepala. lagi pula aku tidak pernah mencintai lelaki yang mana pun.sebab hingga kini sudah dua puluh lima tahun tiada kabar beritanya.." "Aku yakin kepandaiannya sudah tinggi sekali. kenapa bibi guru diusir?" "Karena dia sangat jahat.tentunya banyak anak gadis yang akan jatuh cinta kepadanya." "oh?" "Tapi sejak murid ayahku diusir. sebetulnya ayahku sangat menyayanginya. "sudah tua. seandainya dia berjalan bersama gadis lain.Itu adalah kitab salinan peninggalan kakek moyangku. Namun dia sudah punya kekasih bernama Tio Beng.

Apabila perlu. Namun Tan Giok Cu baru berusia belasan. "tangkap dia" Para anak buah kepala perampok itu langsung menyerang Tan Giok Cu dengan senjata masing-masing. "Cepatlah kalian pergi. "Bolehkah aku ke mari menengok Guru kelak?" Yo Sian sian menggelengkan kepala. engkau akan kami cincang" "Hm" dengus Tan Giok Cu sambil menghunus pedang pusakanya." Tan Giok Cu sudah meninggalkan kuburan tua itu dan langsung menuju desa Hok An.. engkau harus pulang. kenapa engkau galak?" Kepala perampok itu menjulurkan tangannya untuk menowel pipi Tan Giok Cu. aku tidak akan memberi ampun kepada kalian. Guru-" "Giok Cu" Yo Sian sian menatapnya lembut"Engkau boleh berkemas sekarang."Aku akan menghadiahkan kepadamu sebilah pedang pusaka yakni Pek Kong Kiam (Pedang ca\f\ai^R Putih)-" "Terima kasih." "He he he" Kepala perampok itu tertawa terkekeh-kekeh lagi. "Gadis cantik yang galak lebih baik engkau menemani aku bersenang-senang. Kalau tidak." "Cepatlah engkau berkemas" Mata Yo Sian Sian juga sudah basah"Sudah lima tahun lebih. kemudian berseru kepada anak buahnya. Ketika melewati sebuah rimba.. "Gadis cantiki lebih baik engkau menemani aku bersenangsenang. mendadak muncul belasan orang yang bertampang seram dan bersenjata tajam.. Gadis itu menangkis dengan pedang pusakanya." "Hm" dengus kepala perampok itu. karena tahu gadis remaja itu mengerti ilmu silat. "Jangan kurang ajar" bentak Tan Giok Cu lagi"Kalau kalian berani kurang ajar." Mata Tan Giok Cu mulai berkaca-kaca. la merupakan gadis remaja yang cantik jelita. kemudian balas menyerang dengan Giok Li Kiam Hoat (Ilmu Pedang Gadis . namun gadis itu cepat menghindar.kalau tidak . maka perampok itu meremehkannya. maka kaum lelaki tidak berani sembarang menggodanya. Mereka itu ternyata para perampok"Ha ha ha" Kepala perampok itu tertawa gelak"Tak disangka sama sekali. "Tidak usah. Kepala perampok itu terkejut ketika melihat pedang yang memancarkan cahaya putih. "Kalian mau apa?" bentak Tan Giok Cu"He he he" Kepala perampok tertawa terkekeh"Gadis cantik. dan meninggalkan kuburan tua ini-" "Guru. ia sudah tahu bahwa mereka adalah para penjahat. maka sangat menarik perhatian kaum lelakiNamun ada sebilah pedang bergantung di punggungnya. aku akan mencarimu dalam rimba persilatan.hari ini kedatangan seorang gaudis remaja uang cantik jelita Kita sungguh beruntung lho" Para perampok itu langsung mengepung Tan Giok Cu. Gagis itu mengerutkan kening." ujar kepala perampok itu sambil menatapnya dengan penuh nafsu btrahi-"Diam" bentak Tan Giok Cu." "Guru.

Gadis itu memang sudah siap. kemudian melesat pergi. Tapi. Lengan kanannya telah kutung sebatas bahu. Maka daripada engkau terluka. "Berhenti.Betapa terkejutnya Tan Ek seng dan Lim soat Hong.. telah kutung oleh pedang pusaka Tan Giok Cu.Murni). Ketika hari mulai gelap. maka langsung berkelit dengan gesit sekali. lalu menggerakkan pedangnya untuk menangkis golok itu. "sudahlah jangan terus menerus menghela nafas panjang.. Ternyata Tan Giok Cu mengeluarkan jurus Giok Li Kiam Hoa (Gadis Murni MenaburBunga). "Giok Cu sedang berada dalam perjalanan ke mari-" "suamiku.. "Haaah?" Wajah kepala perampok itu berubah pucat pias. seharusnya dia sudah pulang..." Tan Ek seng menggeleng-gelengkan kepala. ternyata kepandatanmu cukup tinggisekarang aku yang turun tangan. dan darah segarnya langsung mengucur deras. "He he he" Kepala perampok itu tertawa terkekeh-kekeh." sahut Tan Ek Seng menghibur. sudah ada empat di antara para penjahat itu terluka. Kepala perampok itu terkejut sekali.." Ketika itu. "Isteriku. lalu mendekati gadis itu dengan golok di tangan. kepala perampok tampak tersentak kaget akan kelihayan Tan Giok Cu. bahkan nYonya itu pun sering menghela nafas panjang. "Gadis cantik. dan mendadak badannya mencelat ke atas.. Tan Ek seng dan Lim soat Hong duduk di ruang depan dengan wajah murung... dia pasti pulang. Tan Giok Cu menatapnya dingin sejeNak. "Lihiap.. itu tidak baik-" Lim soat Hong menghela nafas panjang lagi seraya berkata"Aku tidak habis pikir. lebih baik menyerah sekarang saja" "Hai. ampunilah aku" "Hm" Tan Giok Cu mendengus dingin dan mendadak menggerakkan pedangnya-Crasss "Aduuuh."Jerit kepala perampok itu kesakitan. kenapa Giok Cu masih belum pulang?" "Mungkin. Golok di tangan kepala perampok itu tinggal sepotong. mendadak berkelebat sesosok bayangan ke dalam.tapi secepat kilat ta meioncat ke belakang kemudian menyabetkan goloknya. Trang Terdengar suara benturan pedang dengan golok. Tan Giok Cu tersenyum dingin. kemudian mendadak menyerang Tan Giok Cu. Belasan jurus kemudian.perampok Aku harus membasmi" sahut Tan Giok Cu sengit.sehingga golok kepala perampok itu menyerang tempat kosong." "sudah lima tahun lebih. sehingga mereka berdua serentak membentak- .. Di saat itulah Tan Giok Cu mengayunkan pedangnya menyerang kepala perampok itu. Menyaksikan kejadian itu.bentaknya mendadak.sedangkan para anak buah kepala perampok itu masih berdiri di tempat dengan tubuh menggigil." Lim soat Hong menggeleng-gelengkan kepala "Aku mulai mencemaskannya-" "Tidak usah mencemaskannya.

"Ayah Gembira sekali.. bahkan. "ibu. barulah Ah Hiang ke belakang untuk mengambil minuman.." Lim soat Hong tersenyum.bertambah tampan lho" "oh ya?" Wajah Tan Giok Cu agak merah"Dia bilang apa saja?" "Nak. kemudian membelainya dengan gembira sekali." Tan Ek Seng sengaja tidak melanjutkan ucapannya karena ingin membuat putrinya tegang.. ".. "Cinta kepadamu. ibu" terdengar suara sahutan dari seorang gadis remaja yang berdiri di hadapan mereka dengan wajah berseriseri"Giok Cu" Lim soat Hong dan Tan Ek seng terbelalak"Nak. engkau sudah pulang" "ibu."siapa?" "Ayah." Tan Giok Cu tersenyum "oh ya.. "Engkau. ada di dalam" sahut Lim soat Hong dan menambahkan. "AYoh.... dia jawab... "Dia menjawab apa?" tanya Tan Giok Cu dengan hati berdebar-debar tegang. Begitu melihat Tan Giok Cu.. "Nak..karena kini engkau sudah kembali... "Nak-." "Nak-.. "Betul. mari kita duduk saja" Mereka bertiga lalu duduk. sebab dia akan ke mari lagi" "oh?" Wajah Tan Giok Cu ceria." setelah mencurahkan rasa rindunya... kemudian membelainya dengan penuh kasih sayang.. Namun dia." "Ayah-" tanya Tan Giok Cu mendadak"Apakah Han Liong sudah ke mari?" "Dia sudah ke mari. engkau sudah kembali." Lim soat Hong membelainya...... di mana Bibi Ah Hiang?" "Ada." "Nona. "sekarang aku sudah besar. dan Tan Giok Cu menghampirinya dengan mata bersimbah air.. "Engkau sudah besar. "Dia menjawab-." Wajah Tan Ek seng tampak berseri-seri."ujar Tan Ek Seng sambil menatap putrinya d eng a n penuh perhatian.. ayah nyaris tidak mengenalimu lagu" "Ayah-." Ah Hiang menghampirinya. tapi ketika itu engkau belum pulang" sahut Tan Ek seng.." Lim soat Hong langsung bangkit berdiri.." . Ah Hiang pun terbelalak"Bibi Ah Hiang" panggil Tan Giok Cu. "Dia juga sudah besar?" "Dia pun sudah besar... engkau adalah nona kecil?" tanya Ah Hiang seakan tidak percaya sebab kini Tan Giok Cu sudah besar.. "Engkau. Bibi Ah Hiang" sahut Tan Giok Cu.. Dia berpesan agar engkau tunggu di rumah. dandisaat itulah muncul Ah Hiang..." Tan Ek seng juga mendekati putrinya." Tan Ek seng tersenyum"Kami sudah bertanya kepadanya-" "Ayah dan ibu bertanya apa kepadanya?" "Kami bertanya kepadanya cinta atau tidak terhadapmu.. "Maka dia berangkat ke gunung Bu TOng. "Engkau." Tan Ek seng tersenyum.

"Ternyata adalah Thio Bu Ki. "Belasan tahun lalu. dia kok tidak tahu?" Tan Giok Cu menggeleng-telengkan kepala. maka guruku terpaksa menjauhinya. "Pantas wajahmu menjadi seputih salju" Lim soat Hong manggut-manggut"oh ya." "Ketika kami masih kecil. Dia menyuruh pada anak buahnya menangkapku tapi aku berhasil melukai mereka dengan pedang pusaka Pek Kong Kiam. namun dia kelihatan kurang percaya.. aku dihadang para perampok-" "oh?" Lim soat Hong tersentak"Lalu baguimana?" "Kepala perampok itu berniat tidak baik terhadap diriku." Lim soat Hong menatapnya seraya berkata." . Ternyata di situ terdapat sebuah kuburan tua yang amat besar." Tan Ek seng tersenyum dan menambahkan." "Dalam kurun waktu lima tahun lebih." ujar Tan Ek seng sambil tersenyum. Aku tidak menyangka sama sekali. aku sangat cinta kepadanya."oh?" Tan Giok Cu girang bukan main. "Ketika dalam perjalanan kesini. "Giok Cu. "Itu adalah urusan ketika kalian masih kecil. engkau terus berdiam di dalam kuburan tua itu?" tanya Lim soat Hong." "Aku. Tapi kini kalian sudah besar. "Guru sangat baik dan amat menyayangiku. namun pemuda itu sudah punya kekasih. sebab tidak bertemu lelaki idaman hatinya." Tan Giok Cu mengangguk dan menambahkan. ayah Thio Han Liong. " "syukurlah" ucap Lim soat Hong. "Ya-" Tan Giok Cu mengangguk. guruku pernah jatuh cinta kepada seorang pemuda. "TUturkanlah keadaanmu sejak ikut gurumu itu" "Aku langsung dibawa ke belakang gunung Ciong Lam san. tentunya tidak seperti dulu lagi. itulah tempat tinggal guruku dan para pengiringnya. aku sudah menyukainya." jawab Tan Giok Cu." jawab Tan Giok Cu memberitahukan. "syukurlah kalau engkau pun mencintainya" "Nak. "Kini gurumu tetap tinggal di dalam kuburan tua itu?" "ya. "oh ya" Tan Giok Cu teringat sesuatu. "Ayah sudah menduga itu." tanya Lim soat Hong mendadak"Guru tidak punya suami?" "Guru tidak mau menikah. aku. engkau sudah menguasai seluruh ilmu gurumu?" "Ya. Kami memberitahukan bahwa engkau mencintainya. "Itu sungguh di luar dugaan" Tan Ek seng menggelengGelengkan kepala. "Bagaimana mungkin dia tahu?" Lim soat Hong tertawa. tentunya dia tidak tahu engkau mencintainya. Dia.." "siapa pemuda itu?" tanya Lim soat Hong." ujar Tan Giok Cu dengan wajah agak kemerah-merahan.ternyata guruku adalah keturunan sin Tiauw Tay hiap Yo Ko dan Siauw Liong Li-" Tan Giok Cu memberitahukan. "Kalian belum bertemu untuk mencurahkan perasaan masing-masing. "Kenapa dia?" "Dia bilang engkau cinta atau tidak kepadanya.

. dan dia tampan.hanya saja Iweekangmu belum mencapai tingkat kesempurnaan. ayahmu terpukul oleh ilmu Hian Bong Sian ciang yang amat beracun. "Ketika kecil.Ha ha ha. kemudian aku pun mengutungkan sebuah lengannya.Engkau cantik jelita." "Nak." "Hmmm" Tan Ek seng mangmit-manggut." ujar Tan Giok Cu mendadak bernada dengan serius.tapi tidak baik engkau berkecimpung dalam rimba persilatan. di dalam sebuah lembah. "Guruku telah berpesan. "setelah bertemu Han Liong. "Han Liong" Thio sam Hong tersenyum." sahut Thio sam Hong memberitahukan. ibu. "Engkau dan Han Liong memang merupakan pasangan yang serasi.Ayah-" Tan Giok Cu mengangguk"Nak." Lim soat Hong menggelengkan kepala." "Karena makan kodok api itu. Kini kepandaian pemuda itu bertambah tinggikarena mendapat petunjuk dari Thio sam Hong." sahut Tan Giok Cu. "Itu mana boleh?" "ibu." pesan Lim soat Hong. setelah itu ayahmu pun menemukan kitab Kiu yang Cin Keng." Bab 13 Berangkat Ke Kuil siauw Lim sie Thio Han Liong dan Thio sam Hong duduk di ruang meditasi." Tan Giok Cu tersenyum. "Aku akan menunggu Han Liong di rumah sebulan.. Kalau dia belum ke mari. namun aku berhasil mengutungkan goloknya. "Kepala perampok itu memang harus dihukum" "Ayah. Pukulan itu membuat ayahmu kedinginan. lagi pula kepandaianku sudah tinggidan aku sudah bisa menjaga diri. ibu."setelah itu bagaimana kepala perampok itu?" tanya Tan Giok Cu tertarik"Kepala perampok itu langsung menyerangku dengan golok.. maka ayahku berhasil melatih Iweekangnya hingga mencapai tingkat yang begitu tinggi?" . kalau begitu aku harus terus berlatih Iwee-kang?" tanya Thio Han Liong. ayahmu makan kodok api yang mengandung hawa panas. aku harus menjadi pendekar wanita yang membela kebenaran dalam rimba persilatan." Tan Ek seng menatapnya." "Nak. "Kepandatanmu sudah tinggi." Thio sam Hong menutur tentang kejadian tersebut. gagah serta baik hati. "Kini aku sudah besar.." "Ayah" Tan Giok Cu memberitahukan. Namun engkau harus berhati-hati sebab dalam rimba persilatan penuh diliputi berbagai kejahatan dan kelicikan" "Ya.." "Ngmmm" Tan Ek seng manggut-manggut. jangan melarangku. engkau harus pulang bersamanya" "Ya. kemudian mena mbahkan. "Baiklah. aku akan menyusulnya ke gunung Bu TOng." "sucouw. "Kini engkau memang sudah besar dan berkepandaian tinggi. "Namun sungguh di luar dugaan. "Giok Cu" Tan Giok Cu menatap putrinya sambil tersenyum. "Itu tergantung dari keberuntunganmu.

. "Aaaah "" Mendadak Thio sam Hong menghela nafas panjang. namun masih belum pulang. "Para Dhalai Lhama itu memiliki Liak Hwee Tan.ayahmu adalah Bu Lim Beng Cu (Ketua "Rimba Persilatan). tapi hingga kini belum juga pulang." "Ayahmu pernah menceritakan tentang Kim Mo say ong-cia ." Thio sam Hong memberitahukan. Apakah telah terjadi sesuatu atas dirinya?" "sucouw tidak usah cemas... "In Lie Heng sudah sekian lama pergi ke siauw Lim sie." Thio sam Hong menggeleng-gelengkan kepala. In Lie Heng hidup menderita belasan tahun.. "sebab Iweekang gabungan para Dhalai Lhama itu amat dahsyat." "Terima kasih atas petunjuk sucouw" ucap Thio Han Liong.. rimba persilatan mulai dilanda bencana. Perlu engkau ketahui.. Kini banyak jago yang berhati jahat ingin merebut kedudukan Bu Lim Beng Cu." Thio sam Hong memberitahukan. dan serang yang paling belakang." "Haaah." "sucouw.." "oh?" Thio Han Liong tersentak."ya. "sudah lama dia pergi ke siauw Lim sie. otomatis menimbulkan berbagai macam badai dalam rimba persilatan.?" Thio Han Liong terkejut. "Beberapa bulan kemudian. "Apakah tiada cara untuk memecahkan ilmu pukulan itu?" "Memang tidak ada." Thio sam Hong menggeleng-gelengkan kepala. la tidak menyangka nasib In Lie Heng begitu malang. "Kakek In tidak akan menemui suatu apa pun." "ya..." "Aaaah " Thio sam Hong menghela nafas lagi. sucouw. anaknya pun mati karena sakit. "Han Liong. "Engkau tidak tahu." "Hanya ada satu jalan." "sucouw." ujar Thio Han Liong menghiburnya.. iSierinya yang bernama Yo Put Hwi mati karena melahirkan. "Jangan menyambut pukulannya. namun merasa tidak eNak." Thio Han Liong ingin menghiburnya. engkau harus menghindari Liak Hwee Tan itu. Aku khawatir telah terjadi sesuatu atas dirinya. Di koiong langit ini tiada seorang jago pun yang sanggup menahan ilmu pukulan itu" "Kalau begitu." "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut mengerti. Tapi." Thio sam Hong menghela nafas panjang. Hadapi para Dhalai Lhama itu dengan menggunakan kegesitan untuk menghindari pukulan Dhalai Lhama yang paling depan. "Kenapa Kakek In hidup menderita belasan tahun?" "Belasan tahun lalu." tanya Thio Han Liong. "Masih tidak sanggup menahan ilmu pukulan para Dhalai Lhama itu. "Ternyata begitu cara memecahkan ilmu pukulan itu" "Tapi engkau masih harus ingat satu hal" ujar Thio sam Hong mengingatkannya. Kalau menghadapi mereka. "setelah ayahmu hidup mengasingkan diri di Pulau Hong Hoang to.

"Apakah disebabkan In Lie Heng belum pulang?" "Ya. "sucouw menyuruhku berangkat ke kuil siauw Lim sie esok pagi-" "oh?" song Wan Kiauw menatapnya. Aku yakin In Lie Heng masih berada di kuil siauw Lim sie. "Kong Bun Hong Tio siauw Lim Pay ingin berunding dengan sucouw?" .sun?" "Pernah-" Thio Han Liong mengangguk.lalu meninggalkan ruang meditasi menuju ruang depan.. maka seng Hwi pergi.Tapi dia masih sempat mencetuskan janjibahwa lima tahun kemudian dia akan kembali lagi memusnahkan siauw lim pay. sucouw. "Kim Mo sau ong-cia sun adalah ayah angkat orangtua ku-" "Tidak salah" Thio sam Hong manggut-manggut"Cia sun tinggul bersama Tiga Tetua siauw Lim di belakang kuil Siauw Lim sie. "Untuk menjenguk Cia sun?" "Ya. Maka sucouw khawatir telah terjadi sesuatu atas diri Kakek In." jawab Jie Lian ciu dan menutur tentang kejadian beberapa tahun lalu." Thio Han Liong mengangguk. "Kenapa Kakek In pergi ke kuil siauw Lim sie?" "Kong Bun Hong Tio mengutus Goan Liang ke mari untuk mengundang guru ke sana guna merundingkan sesuatu. Kebetulan song wan Kiauw dan lainnya sedang berkumpul di situ Mereka menyuruh Thio Han Liong duduk"Han Liong.Engkau harus ke sana menemuinya-" "ya." "Kenapa Kong Bun Hong Tio siauw Lim Pay mengutus Goan Liang ke mari mengundang sucouw?" tanya Thio Han Liong heran. "sebab Cia sun adalah ayah angkat orangtua mu. "Apakah di Kuil siauw Lim sie telah terjadi sesuatu?" "Itu memang merupakan kejadian yang sungguh di luar dugaan..." "Kakek Jie. ternyata si pembunuh misterius itu bernama seng Hwianak Hun Goan Pek Lek Chiu-seng Kun.." "Kakek Jie.kini kami sudah bukan tandinganmu lagi" "Kakek song" Thio Han Liong tersenyum dan memberitahukan." "oh?" Jie Lian ciu mengerutkan kening. "Itu memang ada baiknya juga" ujar Jie Lian ciu." ujar song Wan Kiauw kemudian." Thio Han Liong mengangguk lagi. "Engkau boleh berangkat esok pagi-" ujar Thio sam Hong sambil memejamkan matanya. "sucouw sangat mencemaskan Kakek In. sucouw-" Thio Han Liong mengangguk." ujar Thio Han Liong. "." Jie Lian ciu tersenyum. Namun guru menolak karena sudah tua sekali maka mengutus In Lie Heng ke sana. Kong Bun Hong Tio bertanding sepuluh jurus dengannya dapat bertahan." "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut. "ya. "Itu tidak mungkin. "Kepandaianmu semakin tinggi." kata Han Liong." "Itu. lagipula engkau akan bertemu In Lie Heng di sana.

pelayan langsung menghampirinya sambil tersenyum-senyum. "Kalau begitu." ucap lelaki itu. seperti banci lho" Thio Han Liong tersenyum. tahukah engkau? Aku mulai minum arak sejak berusia sepuluh tahun." lie Lian Ciu mengangguk"seng Kun begitu jahat dan licik. "Terima kasih. apakah gadis itu sudah pulang ke rumah atau belum? Enam tujuh hari kemudian. Paman pasti tidak akan mabuk" "Tentu." pesan song Wan Kiauw"Engkau harus membantu siauw lim pay." "saudara kecil. "Aku mau minum teh saja-" "Baik." sahut Thio Han Liong." "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut. saudara kecil" ucap lelaki itu sambil tersenyum. masuk ke dalam seorang tamu lelaki berusia sekitar tiga puluh lima tahun. maka anaknya itu pasti sama-" "Han Liong.-" Thio Han Liong tersenyum. Lelaki itu mulai meneguk minumannya lalu memandang Thio Han Liong seraya bertanya. setelah itu. sebab sucouwmu masih terhitung murid siauw Lim Pay lho" "oh?" Thio Han Liong tertegun"Guru sucouwmu adalah Kak Wan Taysu dari siauw Lim sie " song wan Kiauw menceritakan tentang itu"oleh karena itu. kita bertemu di sini." "Paman tergoiong setan arak. "Maaf." "Ha ha ha" Letaki itu tertawa lagi"Berapa usiamu sekarang?" "Enam belas.Karena merasa haus. ia terus memikirkan Tan Giok Cu. lelaki harus minum arak. "Kakek song. kemudian pergi melayani tamu lain. tidak pantas minum arak." sahut Thio Han Liong." Pelayan segera menyuguh minuman tersebut. "Aku masih kecil. Di saat itu. ia lalu mampir di sebuah kedai araki Begitu duduk. engkau harus membantu mereka. "Tuan Muda mau pesan arak apa? Kedai kami menyediakan berbagai macam arak wangi-" "Maaf." Lelaki itu manggut-manggut"saudara kecil. "saudara kecil" Lelaki itu tertawa aelaki "Engkau harus tahu. Kalau tidak. Thio Han Liong berpamit kepada Thio sam Hong dan lainnya."Betul. lalu memesan arak wangipelayan segera menyajikannya. maka kita harus ." -ooo00000oooKeesokan harinya. Engkau tidak berkeberatan kan?" "Tentu tidak. dan langsung duduk di sebelah Thio Han Liong. "Karena tiada meja kosong." sahut Thio Han Liong. "Engkau tidak minum arak?" "Aku tidak pernah minum arak. Thio Han Liong sudah memasuki propinsi Holam. maka aku terpaksa duduk di sini. aku pasti membantu pihak siauw Lim Pay. barulah ia meninggalkan Bu TOng san menuju kuil siauw Lim sie.Dalam perjalanan.Aku minum teh saja.

Thio Han Liong terbelalak. ia langsung melesat ke tempat suara jeritan itu. Namun ia yakin bahwa lelaki itu bukan orang jahat. "Anak muda. yang tidak lain adalah Si Mo (iblis Dari Barat) Bu yung Hok yang pernah menyiksanya." Si mo tertawa terkekeh-kekeh. Betapa terkejutnya Thio Han Liong.Tapi aku minum seteguk saja-" "Ha ha ha" Letaki itu tertawa.Bagaimana kalau kita berteman? Engkau tidak akan menolak kan?" "Baik. karena orang tua itu berwajah seram. Jilid 7 Sore harinya. aku -" "Engkau maujadt banci?" "Baiklah. Aku senang berteman dengan Paman" sahut Thio Han Liong"saudara kecil. kelihatannya gembira sekali"Aku tidak punya teman. Mendadak terdengar suara jeritan yang menyayat hati. berdasarkan apa engkau menyuruhku melepaskan orang-orang ini?" "Berdasarkan kebenaran-" sahut Thio Han Liong. "Eeeh?" Si Mo tersentak ketika melihat seorang pemuda muncul di hadapannya.bersulang-" "Paman. "Engkau berdasarkan kebenaran.. aku berdasarkan hukum rimba persilatan. Thio Han Liong memasuki sebuah lembah. siapa engkau?" "Si Mo" sahut Thio Han Liong dengan kening berkerut. toiong bayar minumanku sampai jumpa lagibiar aku yang traktir" "Terima kasih Lain kali saja" sahut lelaki itu sambil berjalan pergi dengan agak sempoyongan. mari kita bersulang" Thio Han Liong mengangkat cangkirnya. saudara tua-" "Ha ha ha" Lelaki itu tertawa oembira "Hari ini aku gembira sekali. "Cepatlah engkau melepaskan mereka" "Anak muda" Si Mo tertawa. Ha ha ha" Lelaki itu bangkit berdiri seraya berkata. namun hari ini aku bertemu denganmu. siapa kuat dan berkepandaian tinggi. seorang tua sedang menyiksa beberapa orang yang terikat di sebuah pohon. Thio Han Liong menggeleng-Gelengkan kepala. "saudara kecil. setelah membayar semua minuman itu. dialah yang berkuasa" "Si Mo" sahut Thio Han Liong dingin. ia meninggalkan kedai arak tersebut. panggil saja saudara tua" "ya. "Anak muda" Si Mo menatapnya tajam. "Kelihatannya engkau berbakat dalam hal ilmu silat Walau . Dilihatnya. engkau jangan memanggilku Paman. "Anak muda. "Cepatlah melepaskan mereka" "He he he He he he. lalu bersulang dengan lelaki itu "Ha ha ha" Lelaki itu terus tertawa. "Berhenti" bentak Thio Han Liong sambil melesat ke hadapannya.. lalu menuang arak wangi ke dalam cangkir Thio Han Liong"saudara kecil.

"He he he" si mo tertawa terkekeh-kekeh. Itu membuat si Mo penasaran sekali. Ketika melihat kehadiran sastrawan itu. ternyata ia ingin mengeluarkan ilmu simpanannya yang paling lihay dan hebat. maka terpaksa menangkis ilmu Kiu Im Pek Kut Jiauw. Maka pemuda itu langsung menarik nafas lega.sekonyong-konyong ia memekik keras sambil menjongkokkan badannya. maka begitu si Mo menverang.Thio Han Liong melawannya dengan ilmu Thay Kek Kun. terdengarlah suara tawa yang amat keras. yaitu Ha Mo Kang (Ilmu Kodok). karena sudah tidak sempat berkelit. sedangkan si Mo termundur-mundur beberapa langkah. sambutlah serangan berikutnya" si Mo mulai menyerangnya lagi. "Ternyata engkau murid Bu Tong Pay" ujar si Mo dingin"Bagus sudah lama aku ingin mencoba kepandaian Bu Tong Pay. dan hari ini adalah kesempatanku" si Mo mulai mengeluarkan ilmu andalannya. sama sekali tidak mampu balas menyerang. itu sungguh membuat aku kagum dan salut" terdengar pula ucapan yang menyindir. sedangkan Thio Han Liong mengeluarkan ilmu Thay Kek Kun bercampur dengan ilmu Kian Kun Taylo Ie.oleh karena itu. Thio Han Liong memang sudah siap dari tadi.Akan tetapi. "Lam Khie (orang Aneh Dari selatan)" si Mo menatapnya tidak senang. Krok Krok Krok si Mo mengeluarkan suara kodokItu membuat Thio Han Liong tercengang. si Mo berhenti menyerang Thio Han Liong. Kian Kun Taylo Ie dan Kiu Im Pek Kut Jiaw. ternyata engkau memiliki kepandaian tinggi Bagus Bagus" si Mo mulai menyerangnya lagi. "Pantas engkau bertingkah di hadapanku. ia berkelit menghindari serangan itu sekaligus mengerahkan Kiu yang sin Kang. Tiada pilihan lain bagi pemuda itu. Blaaam Thio Han Liong terpental beberapa depa. "He he he" si mo tertawa terkekeh-kekeh.la mendadak memekik keras sambil menyerang Thio Han Liong. Di saat itu si Mo meloncat menyerang Thio Han Liong. tapi aku masih bersedia menerimamu sebagai murid" "Aku tidak sudi meniadi muridmu" "Kenapa?" "Karena hatimu jahat sekali siapa sudi menjadi muridmu?" "Anak muda" sepasang mata si Mo membara. Pada saat bersamaan. dan tak lama muncullah seorang tua berpakaian sastrawan. "Engkau ingin mencampuri urusanku?" . "He he he Anak muda. sehingga terdesak sesudah puluhan jurus kemudian. Kini Thio Han Liong cuma mampu menangkis dan mengelak. "Anak muda Tak disangka engkau berisi juga Nah. aku harus membunuhmu" seru si Mo sambil mempergencar serangannya. "Ha ha ha si Mo yang amat terkenal hanya berani menghina anak muda. ia dapat bertahan dan menyerang pula. Thio Han Liong kurang berpengalaman dan Iweekangnya masih betum begitu tinggi. Thio Han Liong berkelit dan kini mulai balas menyerang dengan ilmu Thay Kek Kun yang lemas itu.aku sudah punya seorang murid.

lalu engkau mau apa?" "Engkau. Mereka mengangguk. selama sepuluh tahun ini dilarang saling mengganggu Akan tetapi. "Aku pun tidak bisa pergi" "Lam Khie" Mata si Mo berapi-api. aku pun tidak mau pergi" ujar Thio Han Liong. "Aku tidak akan melepaskan orang-orang itu" "Kalau Locianpwee tidak melepaskan mereka. ingin sekali bertarung denganmu" "Kita sudah ada janji. "Kita memang ada perjanjian. "Anak muda Aku melepaskanmu sekarang.." si Mo melotot. "Terima kasih."Hua ha ha ha" Ternyata sastrawan tua itu adalah Lam Khie.. aku yang pergi" si Mo langsung melesat pergi. "Paman-paman. marah ya? Kalau begitu. kepandalanmu cukup tinggi." Lam Khie tertawa. "Tapi aku harap Locianpwee sudi melepaskan mereka juga" "Anak muda" si Mo melotot." "Matamu berapi-api. "Anak muda. Thio Han Liong segera melepaskan tali yang mengikat beberapa orang di pohon itu.. "Terima kasih atas pertolongan Locianpwee-" "Ha ha" Lam Khie tertawa"Han Liong. tentunya aku pun tidak akan turut campur lagi" "Hm" dengus si Mo dingin.Bolehkah aku tahu siapa dirimu?" "Locianpwee. mari kita bertarung saja" ujar Lam Khie sambil tertawa. namaku Thio Han Liong. "Itu adalah urusanmu. "Sudahlah" ujar Lam Khie"Lebih baik melepaskan anak muda itu Kalau tidak.. "Tanganku memang sudah gatal. "Maksudmu mereka yang terikat di pohon itu?" "Ya" Thio Han Liong mengangguk.. segera memberi hormat kepada Lam Khie. kemudian memandang Thio Han Liong seraya berkata dengan dingin sekali. saat ini tanganku gatal karena melihat engkau menghina anak muda itu Kalau engkau melepaskannya. tapi kalau bertemu kelak. "Baik Kalau kalian tidak mau pergi. lalu pergi tanpa menoleh lagi. "Ha ha ha" Lam Khie tertawa gelak. "Tidak" si Mo menggelengkan kepala. engkau pasti kubunuh" "Terima kasih atas kemurahan hatimu" sahut Thio Han Liong sambil memberi hormat. siauwhiap. "Itu sama saja engkau ingin cari gara-gara denganku" "Baik. kemudian menatap Thio Han Liong dengan penuh perhatian seraya berkata. kita terpaksa bertarung" si Mo berpikir sejeNak. mari kita duduk untuk mengobrol sebentar Engkau tidak berkeberatan kan?" . "Katakanlah aku memang ingin cari gara-gara dengan engkau." jawab pemuda itu. anak muda" sahut si mo "Eeeeh?" Lam Khie menggaruk-garuk kepala. cepatlah kalian tinggalkan tempat ini" ujar Thio Han Liong. lima tahun lagi kita akan bertanding" sahut si Mo sambil tertawa dingin. "Engkau.." ucap mereka.

" sahut Lam Khie. Wajahnya dingin dan hatinya jahat. Lagipula si Mo amat licik. Ayahmu pasti Thio Bu Ki yang amat kesohor itu. "Melainkan enggan bertarung denganku. sebab si Mo adalah ketua golongan hitam." "Memangnya kenapa?" Thio Han Liong heran." "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut. namun Tong Koay agak sesat. siapa berani menyinggung perasaannya pasti dibunuhnya." "Bukan segan. julukanku adalah Lam Khie-Baru beberapa tahun aku berkecimpung di rimba persilatan Tionggoan. sedangkan si Mo bilang akan pikirpikir dulu." "ya. Maka kami bertiga tidak mungkin bisa bergabung. Aku dan Tong Koay serta Pak Hong langsung menolak. si Mo-Buyung Hok dan Pak Hong-wan Bun Kim. Mereka berdua lalu duduk di bawah pohon." "Siapa Kakekmu?" "Thio cui san. sebulan yang lalu." tanya Thio Han Liong mendadak"Bagaimana sifat Tong Koay dan pak Hong?" "Mereka berdua tidak bersifat licik maupun jahat. "Tapi si Mo kelihatan agak segan pada Locianpwee. "oh ya. "Aku tinggal di Tayli. akal busuknya pun banyak-" "Locianpwee. "sebab kakekku adalah murid Bu Tong Pay. Hek Liong Pang pasti tumbuh sayap. Dia adalah seorang wanita berusia lima puluhan. Dia sangat licik. sebab ia tidak mau ambil risiko bertarung denganku. Locianpwee" Thio Han Liong mengangguk. rimba persilatan pasti akan dilanda banjir darah-" "Kalau begitu " ujar Thio Han Liong setelah berpikir sejenak"Locianpwee. dan itu sangat menguntungkan Hek Liong pang." Lam Khie manggut-manggut. sedangkan Pak Hong agak kegilagilaan. ketua Hek Liong Pang itu mengundang kami bertemu di Pek Hoa Kek (Lembah Bunga Putib). "Engkau mahir ilmu silat Thay Kek Kun. "Kami bertiga sangat tinggi hati. lama sekali barulah membuka mulut. Lam Khie terus menatapnya.Dia berniat bergabung dengan ." "Hek Liong Pang?" "Betul. apakah engkau adalah murid Bu Tong Pay?" "secara tidak langsung aku memang murid Bu Tong Pay-" Thio Han Liong menjelaskan. Kelihatannya si Mo berniat bergabung dengan ketua Hek Liong Pang. Kepandaian kami terempat boleh dikatakan seimbang. belum lama ini dalam rimba persilatan telah muncul sebuah perkumpulan misterius." "Han Liong" Lam Khie tersenyum. dan disaat itu pula muncul Tong Koay-Oey su Bin." LamKhie memberitahukan. Ternyata ketua Hek Liong Pang itu menghendaki kami bergabung."Ya. Tong Koay dan Pak Hong bergabung saja-" "Kami bertiga bergabung Ha ha ha " Lam Khie tertawa gelak"Itu merupakan hal yang tak mungkin. kalau itu terjadi. tidak akan saling mengalah satu sama lain. " Ketua Hek Liong Pang berkepandaian sangat tinggi sekali." "Ternyata kakekmu adalah salah seorang Bu Tong cit Hiap.

"Itu cuma merupakan sebuah nama kosong. kenapa engkau malah mengatakan begitu?" "Locianpwee." tutur Thio Han Liong mengenai ilmu istimewa yang dimiliki para Dhalai Lhama itu." Thio Han Liong memberitahukan. Tak disangka para Dhalai Lhama itu memiliki kepandaian istimewa. maka banyak jago dari berbagai aliran ingin merebut kedudukan itu..Hek Liong Pang. Dalam hal tersebut mereka pasti akan berunding lama." "Mereka tidak pernah berkecimpug dalam rimba persilatan." "Eh?" Lam Khie terbelalak..." sahut Lam Khie jujur. "Lho?" Lam Khie menatapnya tidak mengerti. sudah pasti punya tujuan tertentu-" "si Mo punya tujuan apa?" "Dia ingin menjadi Bu Lim Beng Cu." "oooh" Lam Khie manggut-manggut." "Bu Lim Beng Cu " gumam Thio Han Liong. aku pasti ke Tibet mencari mereka. namun pernah bertarung dengan ayahku.. aku ingin bertanya bagaimana kepandaian Locianpwee dibandingkan dengan kepandaian ayahku?" "Mungkin ." ujar Lam Khie sambil memandang Thio Han Liohg." "Bu Lim Beng Cu?" "Aku sudah dengar." "Bukan main" Lam Khie terbelalak"Itu sungguh luar biasa." "Kalau kepandaianku sudah tinggi sekali. Namun sudah belasan tahun pula ayahmu menghilang entah ke mana." "Para Dijalai Lhama hanya terdapat di Tibet. sebab mereka membunuh Bibiku. "Aku menyaksikan pertarungan itu" "oh?" Lam Khie tampak tertarik"Bagaimana hasil pertarungan itu?" "Ayahku terluka.. "Belasan tahun lalu. "Para Dhalai Lhama itu berjumlah sembilan orang. Tapi aku tidak pernah mendengar tentang mereka.. ayahmu telah diangkat sebagai Bu Lim Beng Cu. Begitu pula ketua Hek Liong Pang. "Aku masih kalah setingkat di bandingkan dengan kepandaian ayahmu." Thio Han Liong tersenyum getir. "Kenapa engkau? Apakah telah terjadi sesuatu atas diri ayahmu?" "Locianpwee. . "Itu bagaimana mungkin?" Lam Khie tidak percaya Thio Bu Ki kalah bertarung dengan para Dhalai Lhama. "Maka ayahku tidak sanggup melawan mereka. mereka ratarata berkepandaian amat tinggi."Ayahmu adalah Bu Lim Beng Cu. bahkan terbakar oleh Liak Hwee Tan milik para Dhalai Lhama itu." "Locianpwee pernah dengar tentang para Dhalai Lhama?" "Dhalai Lhama?" "Ya." jawab Thio Han Liong dengan wajah murung. mungkin mereka sudah pulang ke Tibet." ujar Thio Han Liong sungguh-sungguh"Engkau ingin membalas dendam?" "Hanya ingin membuat perhitungan dengan mereka." ujar Lam Khie"Tapi tidak pernah berkecimpung dalam rimba persilatan Tionggoan.

mau apa engkau ke kuil kami?" "Aku ingin menemui Kakek In. putra Thio Bu Ki. "Terima kasih. Ketika ia sedang mendaki melalui jalan gunung yang sempit. Kelak kita akan berjumpa lagi. mendadak muncul beberapa Hweeshio"Omitohud" ucap salah seorang dari mereka."jawab Thio Han Liong dan menambahkan." Thio Han Liong mengangguk"Kalau begitu." sahut Hweeshio yang mengantar pemuda itu. ." "Apa?" Para Hweeshio itu tampak terkejut. sudah belasan hari In Tayhiap meninggalkan kuil kami-" Hweeshio itu memberitahukan. "Ayahmu adalah Thio Bu Ki?" "Ya. "Rasanya aku cocok sekali denganmu." Pemuda itu memberitahukan. sampailah di kuil siauw Lim sie. harap suheng melapor kepada Hong Tio (Ketua)" "Omitohud" sahut Hweeshio itu. "Han Liong" Lam Khie memandangnya sambil tersenyum.." ujar Hweeshio itu.Betapa kagumnya Thio Han Liong menyaksikan kemegahan kuil tersebut "sutee. "Ayahku bernama Thio Bu Ki. "Silakan ke ruang depan" ucap Hweeshio yang mengantar Thio Han Liong. Mari ikut kami ke kuil menemui Hong Tio kami" "Terima kasih Taysu." Thio Han Liong melangkah ke ruang depan. karena kepandaian mereka begitu tinggi. "Betul." Thio Han Liong mengangguk.. namun kita terpaksa berpisah sekarang." "Terima kasih atas perhatian Locianpwee" sahut Thio Han Liong dan berseru pula menggunakan Iweekang.. namaku Thio Han Liong."Anak muda. "oh?" Thio Han Liong tercengang"Tapi Kakek In belum tiba di gunung Bu Tong. siapakah anak muda itu?" tanya salah seorang Hweeshio yang menjaga di depan kuil. "Han Liong Hati-hati terhadap si Mo. kemudian segera masuk ke dalam." "Ya.Kalian adalah Hweeshiohweeshlo siauw Lim sie?" tanya Thio Han Liong. engkau mau ke mana?" "Aku mau ke kuil siauw Lim sie."Tapi engkau harus berhati-hati.sayup. Tak seberapa lama kemudian. namun masih terdengar suara seruannya sayup. Juga ingin menemui Keng Bun Hong Tio-" "Kakek In? Maksudmu In Lie Heng?" tanya Hweeshio itu "Anak muda. bolehkah aku bertemu Keng Bun Hong Tio?" "Ada urusan apa engkau ingin bertemu Hong Tio kami dan siapa engkau?" "Taysu." ucap Thio Han Liong. "Dia ingin menemui Keng Bun Hong Tio." Lam Khie melesat pergi. Taysu. "Mudah-mudahan kita berjumpa lagi kelak" -ooo00000oooThio Han Liong mulai mendaki siauw sit san. "Dia bernama Thio Han Liong. lalu mengikuti para Hweeshio itu ke atas. "Anak muda." Hweeshio itu mengangguk. dia sangat licik dan jahat.

" "Omitohud Tentu boleh. Keng Ti seng Ceng tidak langsung masuki melainkan berseru di depan gua. Tapi sepasang mata Cia sun tetah buta. sampailah mereka di sana. "Ayah dan ibu tinggal dipulau Hong Hoang to. "Bolehkah aku menemui Kakek angkatku?" "Maksudmu Cia sun?" "ya.Apakah ayahmu memberitahukan tentang itu?" "Ayahku sudah memberitahukan." Keng Ti seng Ceng memberitahukan. seng Ceng. "cia sun dan ke tiga paman guruku tinggal di dalam sebuah gua di gunung itu. Paman guru" sahut Keng Ti seng Ceng lalu berkata kepada Thio Han Liong." Keng Bun Hong Tio mengangguk. lalu melangkah memasuki gua dengan hati agak berdebar-debar. yang ternyata Keng Bun Hong Tio dan Keng Ti seng Ceng. Thio Han Liong melihat sebuah gunung menjulang tinggi. Tapi. Thio Han Liong melihat tiga padri yang sudah tua sekali dan seorang tua berambut panjang duduk di situ. ayahnya pernah menyelamatkan siauw Lim Pny"Omitohud" ucap Keng Bun Hong Tio"Anak muda. engkau boleh kembali ke kuil" "ya." ucap Thio Han Liong dan terus mengikuti padri tua itu menuju gua tersebut. syukurlah kini ayahmu sudah mulai pulih" "Keng Bun Hong Tio. Keluar dari pintu belakang itu. "Paman guru Anak Thio Bu Ki bernama Thio Han Liong ingin menjenguk Cia sun Bolehkah teecu membawanya ke dalam?" suara Keng Ti seng Ceng bergema ke dalam gua. lalu mengajak Thio Han Liong ke belakang. ." jawab Thio Han Liong memberitahukan. "sutee.. "Ayahku baik-baik saja." ucap Thio Han Liong." Keng Ti seng ceng mengangguk.. muncullah dua Hweeshio tua. lama sekali barulah terdengar suara sahutan parau....Kemudian memandang Keng Tiseng Ceng seraya berkata. Kakek In sudah kembali ke gunung Bu Tong?" "sudah.Tak seberapa lama kemudian.. "Mari ikut aku ke sana" "Terima kasih. mereka sudah sampai di pintu belakang kuit. Kirakira dua tiga ratus langkah kemudian. Berselang beberapa saat. semakin ke dalam gua itu semakin luas dan terang. Itu dikarenakan Thio Bu Ki. silakan" "Terima kasih." ucap Keng Bun Hong Tio"Itu sungguh di luar dugaan." Thio Han Liong menutur tentang ayahnya terluka oleh para Dhalai Lhama. "Engkau boleh masuk. "Keng Ti suruh dia masuk." tanya Thio Han Liong. oh ya. Be-berapa saat kemudian. suheng. betulkah engkau putra Thio Bu Ki?" "Betul. Hong Tio-" Thio Han Liong mengangguk"Ayahmu berada di mana dan bagaimana keadaannya?" tanya Keng Bun Hong Tio dengan penuh perhatian. antar Han Liong menemui Cia sun" "Ya. segeralah pemuda itu bersujud di hadapan mereka. "Omitohud. seng Ceng. Keng Bun Hong Tio dan Keng Ti seng Ceng mendengarkan dengan mata terbelalak-. Kenapa ke dua Hweeshio tua itu sudi menyambut Thio Han Liong.

" ujar pemuda itu. "Ayah dan ibu baik-baiksaja. "Begitu hebat kepandaian para Dhalai Lhama itu?" "Ya. namun wajah ayah dan ibu telah rusak" Thio Han Liong memberitahukan. "Ha ha ha" touw ok tertawa gelak"Siauw Lim Pay pernah berhutang budi kepada Bu Ki." ucap Thio Han Liong." ucap Thio Han Liong. "Sudah mulai pulih. bahkan kemudian ayah dan ibu terbakar oleh Liak Hwee Tan. guru. mereka berjumlah sembilan orang.Tentunya mereka juga paham akan berbagai macam formasi-" "Han Liong.. "Omitohud" Touw ok tertawa. justru membuat kami bertiga sutit menolak lagi." ucap Cia sun cepat. ayahku adalah Thio Bu Ki.» "Guru berniat menyempurnakannya?" tanya Cia sun mendadak"Omitohud" sahut Touw ok"Itu tergantung pada jodohnya dengan kami bertiga-" "Terima kasih Tetua siauw Lim. Tetua. "Anak muda. la meraba muka dan sekujur badan Thio Han Liong. bahkan sudah memiliki kepandaian yang cukup tinggi. maka kami harus membalas budi itu Ha ha ha" "Terima kasih. Kakek-" Thio Han Liong merangkak mendekati orang tua berambut panjang itu"Han Liong. yaitu Ilmu Ie Kang Tai Tik (Memindahkan Iweekang Menggempur Musuh). engkau sungguh pintar Dengan ucapan terima kasihmu itu." Thio Han Liong mengangguk"Para Dhalai Lhama itu memiliki ilmu istimewa. kini ayahmu sudah pulih?" tanya Cia sun. cucumu itu memang luar biasa. ayah terluka oleh pukulan Dhalai Lhama. . "Kakek dan tiga Tetua siauw Lim."Namaku Thio Han Liong." "Terima kasih. bagaimana keadaan ayah dan ibumu?" tanya Cia sun. Hanya saja jalan darah jin Tioknya belum terbuka. "Han Liong" touw ok menatapnya tajam. "Ayahmu ahli dalam hal ilmu pengobatan. "Luar biasa Engkau memiliki tulang yang luar biasa" "Omitohud" ucap salah seorang Tetua siauw Lim bernama Touw ok"Cia sun. apakah tidak dapat mengobati wajahnya dan wajah ibumu?" tanya Cia sun bernada heran.. "Duduk-lah" Thio Han Liong sebera duduk"Han Liong." "Ilmu Ie Kang Tai Tik?" Touw ok tampak terkejut sekali"Itu memang ilmu yang sangat luar biasa. maka sulit mencapai Iweekang yang tinggi. Kini anaknya ke mari. terimalah sujudku" "Ha ha ha" orang tua berambut panjang itu tertawa gelak"Tak disangka Thio Bu Ki sudah punya anak Kemarilah" "ya.." orang tua berambut panjang dan buta itu adalah Kim Mo Say ong-cia sun." "Apa?" Cia sun terkejut bukan main. Tapi -" Thio Han Liong menutur tentang kejadianpara Dhalai Lhama dan pasukan pilihan Cu Goan ciang yang menyerbu ke Pulau Hong Hoang to"Bibi Cijiak meninggal.

"Kong Bun Hong Tio.Lagi-pula kini jalan darah jin Tioknya telah terbuka. Dia bernama seng Hwi. sekaligus membuka jalan darah jin Tiokmu." ." Thio Han Liong terbelalak mendengar penuturan itu. "Kini sudah waktunya dia ke mari. Tapi. "Bolehkah aku menanyakan sesuatu?" "Tanyalah" sahut Keng Bun Hong Tio sambil tersenyum." ucapan Kong Ti Seng Ceng terputus. "Han Liong." Thio Han Liong mengangguk"Namun ayahku tidak tahu kalau seng Kun punya seorang putra. "Itu memang di luar dugaan. "Han Liong. karena mendadak terdengar suara tawa yang amat keras di luar kuil.apakah ayahmu menceritakan tentang urusan seng Kun dengan cia sun?" "Ayahku sudah menceritakannya. maka. aku sudah ke mari. "Kenapa dia akan menimbulkan kekacauan di sini?" "Sebab kemungkinan besar dia telah salah paham terhadap Cia sun dan kami . "Terima kasih." ucap Thio Han Liong. namun aku akan ke gunung soat san mencari soat Lian." Beberapa hari kemudian. sebab ke tiga Tetua siauw Lim sie mengajarkannya beberapa macam ilmu silat rahasia siauw Lim Puy. Thio Han Liong sudah ke luar dari gua itu. pasti akan memperoleh hasil" ujar touw Giat. agar engkau gampang melatih Terima kasih.. "Hong Tio dan Kakek In berunding mengenai masalah apa? Lagipula kenapa suasana dalam kuil ini agak lain." Keng Bun Hong Tio menutur tentang kejadian seng Kun bertarung dengan cia sun. itu dikarenakan ia memperoleh bantuan Iweekang dari ke tiga Tetua di saat membuka jalan darah jin Tioknya. bagus Engkau memang anak baik.. la duduk di hadapan Keng Bun Hong Tio dan Keng Ti seng Ceng. Lima tahun lalu. sebab seng Hwi berkepandaian begitu tinggi.. Bersiap-siaplah untuk menghadapiku Ha ha ha. Kini kepandaiannya bertambah tinggi." "Kalau begitu--" Cia sun menghela nafas panjang.. aku dan suhengku pernah bertarung dengan seng Hwi. kami bertiga akan memberi petunjuk kepadamu.. maka Iweekangnya bertambah tinggi setingkat. kelihatannya seakan-akan menghadapi sesuatu?" "Omitohud" sahut Keng Bun Hong Tio "Mungkin tidak lama lagi akan muncul seseorang menimbulkan kekacauan di kuil kami. "sama juga tiada obatnya." "Omitohud" ucap Kong Ti seng Ceng. sehingga mempertinggi Iweekangnya pula." Thio Han Liong menggelengkan kepala"Harus dengan soat Lian (Teratai salju) yang terdapat di gunung soat San. Tetua. "Hong Tio" tanya Thio Han Liong." ujar Thio Han Liong sungguh-sungguh"Bagus.."Bisa. "Ha ha ha." "Omitohud Punya tekad yang Baik. putra seng Kun." "oh?" Thio Han Liong tertegun. engkau boleh tinggal di dalam gua ini beberapa hari." "Aku tahu itu. Thio Han Liong sudah berada di dalam kuil siauw Lim sie.. Cia sun tertawa gembira. sebab tidak gampang memperoleh Teratai salju.

"saudara tua" panggil Thio Han Liong. terbelalaklah Thio Han Liong. kemudian engkau pun mau mentraktirku." ucap Thio Han Liong. Man kita keluar" "Baik. maukah engkau mendengarkan penjelasanku dulu? Kalau memang pihak siauw Lim-pay dan cia sun bersalah." "saudara kecil. akhirnya korban akan terus berjatuhan." "seng Ceng. "Eeeh?" Lelaki itu terperangah ketika melihat Thio Han Liong bersama ke dua padri tua itu. seng Hwi datang." sahut Thio Han Liong sungguh-sungguh. "Engkau." "ltulah salah pahammu." Thio Han Liong menggelengkan kepala dan menambahkan "Tapi aku punya hubungan dengan siauw Lim Pay. yang tidak lain adalah lelaki yang ia temui di dalam kedai arak. aku ingin ikut keluar." Lelaki itu mengangguk"Engkau adalah murid siauw Lim Pay?" "Bukan. "saudara tua. saudara kecil Kok berada di sini?" "saudara tua" Thio Han Liong menatapnya. engkau pun boleh membunuhku. Jangan keluar. sebab akan membahayakan dirimu. "Engkau bernama seng Hwi?" "Ya." "saudara kecil" seng Hwi menatapnya dengan wajah muram "Itu berarti engkau akan mencampuri urusanku dengan siauw Lim Pay?" "Bukan mencampuri. karena melihat seorang lelaki berusia tiga puluh lebih berdiri di situ. lalu ikut mereka keluarBegitu sampai di luar. " Ketika aku melihatmu di kedai arak. Hong Tio. "Man ikut aku ke dalam" "Baik-" seng Hwi mengangguk. "Engkau di sini." Thio Han Liong meng-gelenggelengkan kepala. "siapa tahu aku bisa membantu dalam hal ini. lalu berkata kepada Thio Han Liong.Kini engkau ingin menjelaskan masalah itu padaku.." sahut Thio Han Liong. "Terima kasih. melainkan ingin menjernihkan masalahmu dengan siauw Lim Pay." "Omitohud" Kong Ti seng ceng memandang Kong Bun Hong Tio"Bagaimana suheng? Bolehkah Han Liong ikut keluar?" "Baik-" Kong Bun Hong Tio manggut-manggut. tentunya aku harus mendengarnya-" "saudara tua" Betapa girangnya Thio Han Liong. "Apa maksudmu?" "Sebab engkau telah salah paham terhadap siauw Lim PayKalau salah paham itu masih berlanjut."Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio"sutee." "Eh? saudara kecil. suheng" Kong Ti seng ceng mengangguk. aku sudah merasa cocok denganmu. " Seng Hwi mengerutkan kening. lalu mengikuti Thio Han . karena ayahku mati gara-gara mereka. aku memang harus membunuh para Hweeshio siauw Lim Pay dan cia sun. Itu berarti aku telah berhutang kebaikan kepadamu..

"saudara kecil. maka membunuh Keng Kian seng Cen. dengan licik sekali Cia sun memutar balikkan fakta itu." seng Hwi menggeleng-gelengkan kepala.Engkau sudi mendengar penjelasanku." Thio Han Liong memberitahukan.Cia sun tahu tentang itu. "Menemui ibuku.. sudikah engkau ikut ke tempat tinggalku?" "Memangnya kenapa?" Thio Han Liong heran. "Betulkah apa yang dituturkan saudara kecil ini?" "Omitohud Itu memang betul." Thio Han Liong mengangguk"Itu tidak perlu-" seng Hwi menggelengkan kepala.. seng Hwi mendengarkan dengan wajah pucat pias dan seka li-kali ia pun melirik ke arah Kong Bun Hong Tio dan Kong Ti seng Ceng. "Lainpula yang diceritakan ayahku. mari kita berangkat sekarang" ujar seng Hwi dan sekaligus berpamit kepada Kong Bun Hong Tio dan Kong Ti seng Ceng." "Omitohud" Keng Bun Hong Tio menggeleng-gelengkan kepala. namun cia sun yang memfitnahnya. Omitohud. Bahkan masih ada beberapa murid kami yang dihukum." Thio Han Liong menutur tentang kejadian masa lampau kepada seng Hwi.. "Omitohud" sahut Kong Bun Hong Tio . jelaskanlah" "saudara tua.." Thio Han Liong berpikir sejeNak. Cia sun adalah ayah angkat orang-tuaku." "Tapi. Thio Han Liong menutur tentang kejadian seng Kun yang memperkosa isteri Cia sun dan lain sebagainya berdasarkan apa yang didengarnya dari Thio Bu Ki." ujar Thio Han Liong. "Itu merupakan cerita bohong. kemudian menatap Han Liong seraya berkata.. Kong Bun Hong Tio dan Kong Ti seng Ceng saling memandang kemudian mereka manggut-manggut sambil menarik nafas lega. kemudian mengangguk seraya berkata. Padahal ayahku tidak pernah melakukan perbuatan terkutuk itu.. "Baiklah. apabila ayahku mati. maka ayahku menjadi Hweeshio di siauw Lim sie. Akan tetapi." sahut Kong Bun Hong Tio"Para ketua partai besar lain pun mengetahui tentang kejadian itu. aku harus menuntut balas kepada pihak siauw Lim sie dan cia sun. "Kalau engkau masih tidak percaya. maka aku pun harus ikut engkau pergi menemui ibumu-" "Kalau begitu..Liong ke dalam kuil itu dan duduk di ruang depan. "Kong Bun Hong Tio" tanya seng Hwi dengan kening berkerut-kerut. oleh karena itu. "orang tuaku adalah Thio Bu Ki. "Ya.. suatu hari ayahku berpesan kepadaku. Ke dua padri tua itu tampak beo itu tenang. sehingga ayahku malah menjadi tertuduh. "saudara kecil." "saudara tua. ayahnya. maka ia pun yakin bahwa apa yang dituturkan Thio Han Liong itu benar.. Karena Cia sun terus-menerus memburunya. apa yang diceritakan ayahmu itu tidak benar. silakan ke gunung Bu Tong bertanya kepada sucouwku" "sucouwmu? Maksudmu adalah guru Besar Thio sam Hong?" tanya seng Hwi. karena mereka bersekongkol dengan seng Kun. katanya Cia sun muridnya itu sangat jahat sekali.

"sungguhkah engkau ingin ke gunung Bu TOng?" "ya.. "Heran. bagaimana mungkin ibu melarangmu? Hanya saja engkau harus berhatihati" "ya." kata Tan Ek seng dan melanjutkan. Ibu. "Nak... sehingga membuat gadis itu uring-uringan.--" "Ibu ijinkan atau tidak." "Ibu" Tan Giok Cu menatapnya." sahut gadis itu yang telah mengambil keputusan.. "Nak." ujar Lim soat Hong." sahut gadis itu singkat. yang ditunggu justru tidak muncut." Tan Giok Cu mengangguk.. " Lim soat Hong menggeleng-gelengkan kepala.. sebab putrinya itu terus berjalan mondar-mandir." "ya...." "Giok Cu" Tan Ek seng menatapnya seraya bertanya." Lim soat Hong tersenyum lembut.." Tan Ek seng berpikir lama sekali. "Dia masih berada di gunung Bu Tong.. aku pasti kembali. aku.. "Engkau ingin pergi menemui jantung hatimu. "Engkau." Lim soat Hong membelainya. Terima kasih." "Ibu. Kapan engkau akan berangkat?" "Sekarang." ujar soat Hong tampak berkeberatan. "Baiklah. "Kelihatannya Han Liong yang akan menyelamatkan rimba persilatan." "Kalau begitu. "Sudah sebulan lebih dia belum ke mari." Tan Giok Cu mengangguk." "suheng" Kong Ti seng Ceng manggut-manggut. "Itu. "Nak.. Kenapa dia belum ke mari?" "Mungkin. "Ibu. Akan tetapi. aku berangkat sekarang ya?" kata Tan Giok Cu sambil menggenggam tangan Lim soat Hong." "Itu." ucap Tan Giok Cu dengan girang. "Giok Cu. "Rindu kepada Han Liong kan?" sahut Tan Ek seng sambil menghela nafas panjang. Omitohud .... "Bagaimana seandainya engkau pergi." -ooo00000oooBab 14 Hek Liong Pang (Perkumpulan naga Hitam) sudah sebulan tebih Tan Giok Cu berdiam di rumah menunggu kedatangan Thio Han Liong.." Tan Giok Cu menggeleng-geleng-kan kepala. engkau harus segera pulang.."jawab Tan Giok Cu. aku. dia justru ke mari?" tanya Tan Ek seng. "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio setelah mereka pergi.. tapi ibumu.. "Kenapa engkau tidak bisa duduk diam dari tadi?" "Ayah. "Nak. kemudian meninggalkan kuil siauw Lim sie bersama seng Hwi..Thio Han Liong pun berpamit kepada ke dua padri tua itu." pesan Lim soat Hong." "Jangan khawatir. ayah tidak berkeberatan.. "Engkau ingin minta uang kan?" . maka aku harus pergi menyusulnya ke gunung Bu Tong. "Suruh dia tunggu di rumah. tentunya bisa menjaga diri.. "Bertemu Han Liong atau tidak. "Tak disangka jadi beres urusan itu. "Giok cu" Tan Ek seng menatapnya ketika duduk di ruang depan... aku.. aku tetap harus pergi ke gunung Bu Tong.. Omitohud. "sebab kini engkau sudah cukup besar dan berkepandaian tinggi..

. Beberapa hari kemudian. "Giok Cu. setelah itu." "Ibu" Tan Giok Cu tersenyum.. "Setelah bertemu Han Liong. oleh karena itu. ia langsung menghentikan kudanya. Ibu."Untuk bekal dalam perjalanan. aku pasti pulang bersamanya.. Kuil itu sungguh besar dan indahi itu adalah kuil Hok Tek Cin sin (Dewa Keberuntungan). Kota tersebut cukup makmur dan ramai dikunjungi para pedagang dari daerah-daerah lain dan tampak pula gedunggedung berdiri megah di kota itu. gadis itu telah tiba di kota Bun ciu. lalu ajak dia ke mari" "Ya. bukan?" Tan Ek seng tertawa." Tan Ek seng tersenyum. ia membeli seekor kuda jempolan. gadis itu duduk di punggung kuda sambil menengok ke sana ke mari dengan penuh keheranan. Menyaksikan itu. namun kuil itu ramai sekali.. "Nak" Lim soat Hong menatapnya dengan penuh kasih sayang. "Padahal aku pergi hanya. mudah-mudahan engkau bertemu dia. kota tersebut tampak lebih ramai daripada biasanya dan orang-orang yang berlalu lalang pun kelihatan berseri-seri. ayah sudah tidak bisa mengekangmu lagi. Hari ini. Ketika tiba di depan sebuah kuil." pesan lim soat Hong lagi. dengan wajah berseri-seri Tan Giok Cu mendekati kuil itu. Tampak puluhan pengawal berseragam kerajaan berbaris rapi di halaman kuil.. penduduk kota tersebut ikut merayakannya. . hakim tersebut sangat dicintai dan dihormati para penduduk kota Bun ciu. Hari ini adalah hari ulang tahunnya. "sebetulnya ibu merasa berat sekali membiarkan mu pergi.Ada apa gerangan? Ternyata hakim di kota Bun ciu merayakan ulang tahunnyaHakim tersebut bernama souw yam Hiong yang sangat terkenal akan kejujurannya." Tan Giok Cu mengangguk" Aku pasti pulang " Tan Giok Cu sudah meninggalkan rumahnya.." " Hanya ingin mencari buah hatimu itu. suasana semarak di kota itu membuat Tan Giok Cu agak tercengang. kini engkau sudah besar. Padahal hari ini bukan ceh It Cap Go (Tanggal satu atau tanggal Lima belas Tionghoa). "Nak. bahkan juga adil dan bijaksana dalam mengadili urusan apapun." "Nak." "Ayah pasti berikan. Maka. Ayah-" Tan Giok Cu mengangguk. sedangkan di depan kuil ramai pula dikerumuni para penduduk kota. Di punggungnya bergantung sebilah pedang dan sebuah buntalan. siapa yang bersalahi pasti dijatuhi hukuman yang setimpal. Tan Giok Cu tertarik dan langsung meloncat turun dari kudanya. "Kalau dia tidak berada di gunung Bu Tong engkau harus segera pulang" "ya. tapi." "Ayah kok omong begitu sih?" Tan Giok Cu cemberut. kemudian menuntun kudanya ke sebuah pohon sekaligus menambatkannya di situ. tidak pernah korupsi atau menerima suap dari hartawan. Agar cepat tiba di gunung Bu Tong.

" sahut lelaki tua itu sambil tertawa... seketika juga ia terbelalak dengan mulut ternganga lebar.. Percakapan mereka terdengar oleh beberapa orang yang berdiri tak jauh dari situ Mereka menoleh dan."Paman" tanyanya kepada seorang lelaki tua. "Nona souw cantik sekali." "oh?" Tan Giok Cu tertarik"Tapi-." "Mungkin gadis itu cucu Dewa Keberuntungan." "Lho?" Tan Giok Cu heran. "Kenapa begitu ramai di dalam kuil?" Lelaki tua itu menoleh. kemudian memberitahukan... maka aku jadi linglung.. turun dari langit. kelihatannya ingin masuk ke dalam." "Ahi masa?" Tan Giok Cu tersenyum. "Paman tahu nama Nona souw itu?" "Dia bernama souw Lan Ling. aku kira engkau adalah bidadari yang baru turun dari kahyangan. seketika juga terbelalak"Wuah" terdengar seruan tak tertahan. "Kenapa para penduduk kota ingin menyaksikan putri hakim -Souw?" "Karena. ingin memberi keberuntungan kepada Hakim souw sekeluarga. "para penduduk kota ingin menyaksikan putri hakim souw dari dekat.. sudah barang tentu menyenggol orang lain yang sedang menyaksikan kecantikan souw Lan Ling. "Beritahukanlah Jangan seperti orang linglung" "Aduuuh Nona." "Paman" Tan Giok Cu tersenyum geli ketika menyaksikan tingkah laku lelaki tua itu. maka dijaga ketat oleh para pengawalnya. usianya sekitar tujuh belas tahun. "Nona souw masih kalah cantik dibandingkan dengan NcJna. "Tapi kenapa para penduduk berkumpul di luar kuil.." lelaki itu tersenyum. "Bukan main cantiknya nona itu. maka penduduk kota ini ingin menyaksikannya. " Hakim souw sekeluarga sedang sembahyang di dalam kuit ini. "Haaah? Nona..." "Pantas engkau tidak tahu" Lelaki tua itu manggutmanggut." "Eh? Apakah Dewa Hok Tek Cin sin punya cucu? Engkau jangan omong ngawur lho Mulutmu bisa bengkak karena usil. yang duduk bersama ke dua orang tuanya di pekarangan kuil." Lelaki tua itu memberitahukan. Aku baru tiba di kota ini." "oooh" Tan Giok Cu manggut-manggut. ." Lanjut lelaki tua itu. wajahnya putih mulus bagaikan salju" "jangan-jangan dia adalah bidadari yang baru turun dari kahyangan. "Hei" bentak orang yang kena senggol." "Lihat tuh" bisik salah seorang. mereka ingin menonton apa?" "Nona" Lelaki tua itu menatapnya dengan mata tak berkedip"Engkau bukan penduduk kota ini?" "Bukan. Mari kita berijalan kepadanya" Mereka segera minggir. "gadis itu melangkah maju.

namun ditahan oleh para pengawal yang menjaga di situ.. "Biarkan gadis itu masuk" sambung pengawal yang berdiri di situ dengan suara keras." ucap gadis itu sambil tersenyum sekaligus melangkah ke dalam dengan wajah berseri-seri.. silakan duduk" "Terima kasih-" Tan Giok Cu duduk di sebelah souw Lan Ling. "gadis cantik. souw Lan Ling merasa bangga sekali. "Bidadari baru turun dari kahyangan. "Adik kecil" seru souw Lan Ling memanggilnya. "ya. Langkahnya lemah gemulai dan kelihatan begitu cantik.. karena dirinya menjadi pusat perhatian para penduduk. langsung mempersilakan Tan Giok Cu masuk."jawab gadis itu memberitahukan. "Biarkan gadis itu masuk" ujarnya perlahan. "Nona. dan kemudian terbelalak sambil bergumam. gadis itu ingin masuk. Maka tidak heran kalau souw Lan Ling memandangnya dengan mata tak berkedip." "Kakak pun cantik sekali" sahut Tan Giok Cu. Hakim souw sedang berada di dalam kuil.. dan kagum sekali akan kecantikan gadis itu.. kami tidak bisa maju lagi" "Bung Lihatlah gadis yang ingin masuk itu." Hakim souw memandang ke arah pintu kuil. siapa engkau dan dari mana?" "Namaku Tan Giok Cu. bukankah lebih cantik dari Nona souw?" orang-orang yang tersenggol itu langsung memandang ke arah Tan Giok Cu.. "Maaf nona" ucap pengawal itu"Junjungan kami. Paman. "Aku dari desa Hok An. sebab cara jalannya bagaikan sang bidadari yang turun dari kahyangan. perbolehkanlah dia masuk. maka ia pun memandang ke arah pintu kuil. maka kami menjaga di sini melarang siapa pun yang ingin masuk-" "Aku ingin melihat-lihat ke dalam. Dilihatnya seorang gadis yang amat cantik sedang berjalan ke dalam. "Para penduduk kota ini ingin menyaksikan kecantikan ." "oooh" Hakim souw manggut-manggut "gadis cantik. "Kemarilah" " Kakak memanggilku?" tanya Tan Giok Cu. tapi ditahan oleh kepala pengawal. "Nona." "Paman. "Adik kecil" ujar souw Lan Ling sambil tersenyum. tapi kenapa ditahan sih?" tanya gadis itu dengan suara merdu. Tan Giok Cu menghampiri mereka.." sementara itu.." souw Lan Ling mengangguk. "Terima kasih. lalu memberi hormat. aku ingin ke dalam.. "Engkau cantik sekali.Akan tetapi. Souw Lan Ling yang menyaksikan itu. Ayah. segera berkata kepada Hakim souw dengan suara rendah. "Ayah. Tentunya membuat gadis itu terheran-heran. ijinkanlah aku masuk" ujar Tan Giok Cu. Pengawal tersebut menggelengkan kepala." Pengawal itu terbelalak ketika menyaksikan kecantikan Tan Giok Cu. Kepala pengawal mendengar suara seruan itu."Jangan terus mendesak. "Ha ha ha" Hakim souw tertawa gembira. mendadak para penduduk itu telah berpaling ke belakang.

sekarang malah menyuruh gadis itu bersilat pedang." "Itu tidak mungkin." Hakim souw tampak kecewa"suamiku. di punggungmu bergantung sebilah pedang." sela Tan Giok Cu. " Kakak Lan Ling justru berbakat untuk belajar ilmu silat. tapi engkau melarangnya. "Adik Giok Cu" souw Lan Ling menatapnya seraya berkata"Maukah engkau bersilat pedang sebentar?" "Tidak-" Tan Giok Cu menggelengkan kepala"Aku tidak mau-" "Kenapa?" souw Lan Ling heran." "gadis cantik." "oooh" souw Lan Ling manggut-manggut." "Ha ha ha" Hakim souw tertawa gelak"Bagus. Artinya bisa membaca dan menulis. "Tapi aku yakin engkau mahir ilmu pedang.." ujar Nyonya souw bernada menegurnya"Lan Ling ingin belajar ilmu silat. alangkah baiknya engkau bermain silat pedang sebentar untuk kami.Kakak Lan Ling jangan gusar lho" "Bagaimana mungkin aku gusar?" souw Lan Ling tersenyum." souw Lan Ling menatapnya." Tan Giok Cu menatap souw Lan Ling dengan penuh perhatian.. . "Ibu bisa memegang jarum dan memegang pedang.-" hakim Souw tertegun. Tidak baik anak gadis belajar ilmu silat. apakah engkau gadis rimba persilatan?" "Sebetulnya aku bukan gadis rimba persilatan." "ohi ya?" Tan Giok Cu tertawa kecil. "Maka aku tidak mau. "Paman" Tan Giok Cu tersenyum. "gadis cantik-." "isteriku." "Maaf. bagus Engkau memang merupakan gadis polosNah. bukan memegang pedang. "Adik Giok Cu. kan?" "Kira-kira begitulah" sahut Tan Giok Cu sambil tersenyum. buktinya aku tidak berubah kasar. "Tapi Lan Ling tidak berbakat untuk belajar ilmu silat-" "Menurutku.Kakak-" "Tapi kini pandangan mereka beralih kepadamu-" souw Lan Ling tersenyum.. "Kalau aku bersilat pedang di sini. kan?" ujar Nyonya souw sambil memandang Tan Giok Cu. anak gadis harus memegang jarum.. bahkan juga bisa memegang buku. Mohon jangan mendesakku" tolak Tan Giok Cu. "Aku sungguh girang bertemu denganmu. berarti aku sok pamer kepandaianku. tujuh belas tahun." sahut Tan Giok Cu dan bertanya. "Malah tampak begitu halus dan gerak-geriknya bagaikan bidadari yang baru turun dari kahyangan. berapa usiamu sekarang?" "Lima belas tahun. "Nama Kakak?" "Namaku Lan Ling.." sahut Tan Giok Cu. "oh ya." "Tuh ya." ujar Hakim souw. dasar. Paman dan Bibi. hanya sedang melakukan perjalanan menuju gunung Bu Tong. "Hampir enam tahun aku belajar ilmu silat.." "isteriku" Hakim souw tersenyum. " Aku pun girang sekali bertemu Kakak. ya. Paman Aku tidak mau. sebab akan berubah kasar.

para pengawal itu sudah roboh terkapar. Mereka bertiga langsung menyerang Tan Giok Cu. kalau aku marah. "Hah?" Wajah Hakim souw berubah pucat pias. itu ada baiknya untuk kesehatan. "Terus terang." Mendadak tampak beberapa buah benda bergemerlapan meluncur cepat ke arah Hakim souw. begitu pula kepala pengawal. celakalah kalian bertiga" "Nona" Wajah orang berhidung besar tampak gusar. Tiga orang itu memang mahir sekali bersilat pedang." "Jangan khawatir. "Aku kira engkau punya guru. "Nona. "Bagus Mari kita bertarung dengan pedang" "Mari kita serang dia" seru si Hidung Besar. kami merasa tidak tegg melukaimu" "Hidung besar" sahut Tan Giok Cu. "Engkau memang cari penyakit" "Jadi " Tan Giok Cu menatap mereka dengan tajam. Maka belum sampai dua puluh jurus mereka bertarung. namun yang mereka hadapi adalah murid Yo sian sian dari Kuburan Tua.Aku yakin secara diam-diam dia belajar sendiri" "oh?" Hakim souw melotot. Betapa lihaynya ilmu pedang gadis itu. "Kenapa ingin membunuh Hakim souw?" "Nona" orang itu mengerutkan kening. "Lan Ling &ngkau belajar ilmu silat secara diam-diam?" "Ayah" souw Lan Ling tersenyum. dan beberapa buah senjata rahasia itu dapat ditangkapnya. siapa engkau?" bentak salah seorang dari mereka. kami terpaksa harus menangkapmu.. seandainya senjata-senjata rahasia itu beracun. salah seorang teman si . "Aku cuma meng-gerak-gerakkan sepasang tanganku. akan tetapi belasan jurus kemudian. Tan Giok Cu menggerakkan tangannya. Para pengawal langsung menyerang mereka. Di saat bersamaan. kalian mau apa?" tantang Tan Giok Cu sambil tersenyum." "oooh" Hakim souw menarik nafas lega. dan di bagian dada terdapat sulaman gambar seekor naga hitam. "Kami ke mari memang ingin membunuh hakim keparat itu Lebih baik Nona jangan turut campur" "Aku justru mau turut campur. " Celaka. gadis itu masih belum berpengalaman karena langsung menangkap senjata-senjata rahasia itu. Dilihatnya mereka bersenjata pedang. Paman" Tan Giok Cu tersenyum sambit menghunus pedang pusaka Pek Kong Kiam (Pedang Gadis Putih) pemberian gurunya. "Kalian bertiga tidak mau enyah?" "Hm" dengus si Hidung Besar"Nona.la lalu melesat ke arah tiga orang itu yang berpakaian serba putih. bukankah gadis itu akan celaka? Di saat itulah melayang turun tiga orang. "Kenapa engkau mencampuri urusan kami?" "Kalian siapa?" Tan Giok Cu balik bertanya. "Lebih baik kalian segera enyah. "Nona" orang yang berhidung agak besar meng-gelenggelengkan kepala. yang ternyata adalah beberapa buah senjata rahasia.. setelah itu barulah kami membunuh Hakim souw" "Oh?" Tan Giok Cu menatap mereka satu persatu.

Kemudian mereka saling memberi isyarat dan mendadak tangan mereka bergerak-ser ser ser seeerrr Beberapa buah senjata rahasia meluncur ke arah Tan Giok Cugadis itu tersenyum dingin sambil mencelat ke atas.. sebelum sepasang kaki Tan Giok Cu hinggap di tanah. Betapa terkejutnya ke dua orang itu. maka engkau jangan mengecewakan aku. aku. Mari ikut ke rumah kami. aku ingin sekali berguru kepadamu." "Hi hi hi" Tan Giok Cu tertawa geli"Bagaimana mungkin aku menjadi gurumu? Aku lebih kecil lho Lagipula aku tidak punya waktu untuk mengajarmu." "Aku telah menganggapmu sebagai adik. "Mari ikut ke rumah kami. sedangkan souw Lan Ling terus menatapnya dengan mata tak berkedip.Hidung Besar telah roboh dengan bahu tertusuk pedang Tan Giok cu." Tapi. ke dua orang itu sudah kabur terbirit-birit." Hakim souw sekeluarga duduk di ruang depan. "engkau selain cantik juga berkepandaian tinggi.Kebetulan ia berada dibelakang Tan Giok Cu dan berusaha bangkit berdiri. yang penting engkau sudi menjadi guruku. Betapa terkejutnya si Hidung Besar dan seorang temannya itu. aku kagum sekali kepadamu.. "Ha ha ha" Hakim souw tertawa gelak: " Giok Cu.. "Giok Cu. " Akhirnya Tan Giok Cu mengangguk. setelah sepasang kakinya hinggap di tanah." "Adik Giok Cu" Souw Lan Ling tersenyum. "Baiklahi Tapi kudaku-. sebab kemungkinan besar para penjahat itu akan ke rumah kami mencoba membunuh suamiku-" "Aku.. . maka orang itulah menjadi korban senjata-senjata rahasia tersebut." sahut souw Lan Ling sambil tersenyum." Hakim souw tersenyum." "jangan khawatir.." bujuk Nyonya souw.orang itu roboh binasa dan luka di dadanya masih mengucurkan darah seaar. kalau engkau bersedia menjadi guru Lan Ling. gadis itu tidak mengejar ke dua lawannya melainkan dengan tenang sekali menyarungkan pedangnya.. agar kita dapat bercakap-cakap lebih leluasa" "Maaf Paman" Tan Giok Cu menggelengkan kepala"Aku hendak melanjutkan perjalananku. "Giok Cu" ujar Hakim souw ketika gadis itu kembali ke tempat duduk"Engkau telah menyelamatkan nyawaku. "Kenapa Kakak menatapku dengan cara begitu? Apakah wajahku tumbuh bulu seperti monyet?" "Adik Giok Cu" sahut Souw Lan Ling." desak souw Lan Ling. Tan Giok Cu duduk di hadapan mereka sambil mengagumi keindahan ruang itu. "Akan kusuruh salah seorang pengawalku membawa kudamu ke rumahku. sebab aku harus cepat-cepat sampai di tempat tujuan." "Usia tidak menjadi masalah. "Aku mohon engkau sudi ikut ke rumah kami.. "Eh?" Tan Giok Cu tercengang. sehingga beberapa buah senjata itu lewat di bawah kakinya "Aaarrhhh"-" terdengar suara jeritan yang menyayat hatiTernyata senjata-senjata itu menembus dada orang yang terluka itu.

" Tan Giok Cu menggeleng-gelengkan kepala. Adik Giok Cu" ucap souw Lan Ling dan menambahkan." "Adik Giok Cu. "Kakak Lan Ling. "Aku ke gunung Bu Tong untuk mencari seseorang. oh ya. "Dia bernama Thio Han Liong. sudah hampir enam tahun kami tidak bertemu. tak disangka penjahat itu adalah anggota Hek Liong Pang." Tan Giok Cu memberitahukan. "Kira-kira begitulah" sahut Hakim souw. perutku sudah berbunyi dari tadi." jawab Tan Giok Cu jujur. "Betul." "Bukan main" souw Lan Ling tertawa geli"Tak disangka engkau sudah punya kekasih" "Kakak jangan menggodaku" " Kalau engkau tidak mengajarku ilmu silat." ." ujar souw Lan Ling. kepala pengawal-ku menangkap seorang penjahat yang memperkosa seorang gadis." "Cukup beberapa hari saja.aku tidak akan melarang lagi Lan Ling belajar ilmu silat.Aku menjatuhkan hukuman mati kepada penjahat itu. engkau murid Bu Tong pay?" tanya souw Lan Ling." "oh?" souw Lan Ling tersenyum.Paman" Tan Giok Cu tersenyum. "Dia adalah pemuda tampan?" "Ketika masih kecil. "Aku kurang jelas tentang perkumpulan itu. aku tidak punya waktu. "Paman kenal para penjahat itu?" "Aaah " Hakim souw menghela nafas panjang. suatu hari. dia tampan sekali. "Aku tidak punya waktu untuk mengajarmu. "Aku memang sudah lapar sekali." "Kalau begitu Hek liong Pang merupakan perkumpulan para penjahat?" tanya Tan Giok Cu. Dia ke rumahku tapi aku belum pulang dari tempat guruku. "Mulai malam ini aku minta petunjuk-" "Baik." "Betulkah itu. aku pasti terusmenerus menggodamu-" "Kakak." "Siapa orang itu?" tanya souw Lan Ling lagi. "Bukan. Aku pulang dia justru sudah berangkat ke gunung Bu Tong. aku akan belajar sendiri" "Baiklahi" Tan Giok Cu mengangguk. Ayah?" souw Lan Ling tampak girang sekali. "Adik Giok Cu-" souw Lan Ling menatapnya dengan penuh harap. "engkau memberi petunjuk kepadaku mengenai ilmu pedang. "Aku harus segera berangkat ke gunung Bu Tong. tapi aku panggil dia Kakak tampan. Maka aku memanggilnya Kakak tampan. Mari kita makan dulu" "Terima kasih. aku yakin engkau sudah lapar. "Dia adalah teman baikku. "Dia memanggilku adik manis. "Mereka adalah para anggota Hek Liong Pang yang selalu berlaku sewenang-wenang." Tan Giok Cu tersenyum." Hakim souw manggut-manggut." sahutnya dan menambahkan. kemudian memandang Hakim souw seraya bertanya. Akan tetapi Tan Giok Cu justru menggeleng-gelengkan kepala." ujar Tan Giok Cu dengan wajah agak kemerah-merahan. "Terima kasih.

Adik Giok Cu." "Aku lihat kepandaianmu cukup tinggi." sahut Tan Giok Cu sungguh-sungguh"Engkau membohongi ayahmu kan?" "Maksudmu?" "Sudah lama engkau belajar ilmu silat secara diam-diam. "Ha ha ha. "Apa yang diajarkannya kepadamu?" "Ilmu pukulan dan ilmu pedang.. "Aku akan mengajarmu beberapa jurus ilmu pedang lain. "Itu adalah ilmu pedang perguruanku. "Adik Giok Cu. tapi juga sangat lihay sekali...Tan Giok Cu terus memandangnya dengan mata tak berkedip. "gerakan ilmu pedangmu begitu lemas." ujar souw Lan Ling." "guruku adalah seorang pengemis tua-" "Seorang pengemis tua? Apakah beliau adalah anggota Kay Pang?" "Bukan. "guruku bukan anggota Kay Pang. . aku tidak boleh mengajarkannya kepada orang lain. Maka aku tertarik sekali kepada ilmu pedangmu.Nah.. tapi engkau harus memberi petunjuk kepadaku-" "Baik." souw Lan Ling tersenyum. ilmu pedang apa itu?" "Itu adalah ilmu Giok Li Kiam Hoat" "Adik Giok Cu" souw Lan Ling menatapnya dengan penuh harap. maka aku harus mengelabui nya." "oooh" Tan Giok Cu manggut-manggut.. bolehkah aku tahu siapa gurumu?" "Aku akan memberitahukan. "Apakah kepalaku tumbuh tanduk?" "Kakak Lan Ling. kenapa engkau memandangku dengan cara begitu?" tanya souw Lan Ling sambil tersenyum."Ha ha ha" Hakim souw tertawa gelak." Tan Giok Cu mulai mengajar souw Lan Ling beberapa jurus ilmu pedang itu.. "Terima kasih.." Malam harinya. jadi tidak mengalami kemajuan pesat-" "Kakak Lan Ling. bukankah engkau sudah membohongi ayahmu?" "Aku terpaksa-" souw Lan Ling menghela nafas panjang. namun sungguh hebat dan lihay." "Terus terang. hanya saja pakaiannya compang-camping mirip seorang pengemis. souw Lan Ling dan Tan Giok Cu duduk di pekarangan rumah. Adik Giok Cu. maka tak usah aku memberimu petunjuk lagi. membuat souw Lan Ling terheranheran. "Bolehkah engkau mengajarku beberapa jurus ilmu pedang itu?" "Kakak Lan Ling. kepandaianku masih rendah-" souw Lan Ling menggeleng-gelengkan kepala." "Adik Giok Cu.." souw Lan Ling menghela nafas panjang. "oh ya" Tan Giok Cu teringat sesuatu. "Karena selama ini aku berlatih secara diam-diam. namun engkau bilang tidak punya guru ketika ayahmu bertanya. "sebab ayahku melarangku belajar ilmu silat." Tan Giok Cu mengerutkan kening. Ternyata ia belajar dari Thio Han Liong ketika masih kecil." "oh?" Wajah souw Lan Ling langsung berseri.

souw Lan Ling sudah berhasil menguasai ilmu pedang itu. namun engkau tetap gadis kecil. maka aku mampir menengokmu. kebetulan aku lewat di kota ini. "oh ya. Pengemis tua itu mendengarkan dengan mata terbelalak dan bertanya. "Ha ha ha ha" Terdengar suara tawa gelak"gadis kecil.. Ha ha ha.. lalu mempertunjukkan ilmu pedang tersebut" Ha a a h ?" Mulut pengemis tua itu ternganga lebar. Dapat dibayangkan." sahut souw Lan Ling dan menambahkan. yang ternyata seorang pengemis tua"gadis kecil ." Pengemis tua itu tertawa. ayahku sudah memperbolehkan aku belajar ilmu silat." sahut pengemis tua itu"Lan Ling. oh ya. siapa gadis besar itu?" "gadis besar?" souw Lan Ling tertegun." "Aaah " Pengemis tua itu menghela nafas panjang. "Ayahmu menghukum mati penjahat itu." Kemudian souw Lan Ling menutur mengenai kejadian di kuil Hok Tek Cin sin. sangat hebat dan lihay sekali." Pengemis tua itu menatap Tan Giok Cu dengan mata tak berkedip"Engkau masih kecil." souw Lan Ling memberitahukan. maka aku memanggilnya gadis besar saja. betapa girangnya souw Lan Ling. tapi pendengaranmu begitu tajam. tadi engkau berlatih ilmu pedang apa?" "Aku belajar dari Adik Giok Cu-" souw Lan Ling memberitahukan. "Dipanggil gadis kecil dia tidak mau." Tampak sosok bayangan melayang turun di hadapan merekai. "Itu adalah ilmu pedang tingkat tinggi. "siapa ke tiga penjahat itu?" "Mereka adalah anggota Hek Liong Pang. lalu memandang ke arah pohon seraya berseru." "oh?" souw Lan Ling bertambah girang mendengar ucapan . "Ha ha Aku belum pikun. oh ya. yang jelas engkau sudah belajar ilmu silat dariku. "siapa yang bersembunyi di situ? Ayoh. "Dia yang menyelamatkan nyawa ayahku .. sungguh luar biasa sekali" "Paman tua" Tan Giok Cu cemberut"Aku bukan gadis kecil. cepat keluar" souw Lan Ling terkejut." ujar pengemis tua itu sambil menyengir ke arah Tan Giok Cu. sebab ia tidak mendengar suara apa pun. Di saat itulah mendadak kening Tan Giok Cu berkerut. usiaku sudah lima belas tahun lho" "Walau engkau sudah berusia lima belas tahun. "Dasar sudah tua jadi pikun" Tan Giok Cu bersungutsungut.Tak disangka engkau sedang berlatih ilmu pedang di sini.. pendengaranmu sungguh tajam" "Guru" panggil souw Lan Ling dengan wajah berseri "Guru.. tentunya menjatuhkan hukuman mati pada penjahat itu.Beberapa malam kemudian. "Dia bernama Tan Giok Cu. dan segeralah ia memandang ke arah pohon itu." "Ayahmu perbolehkan atau tidak. tak disangka adalah anggota Hek Liong Pang dan kini menjadi masalah-" "Ayahku adalah seorang hakim yang sangat membenci kejahatan.

engkau sengaja mempermainkan aku ya?" "Aku tidak mempermainkan. "Gadis cantik. Ketika mengajarku ilmu pedang itu. engkau berani mempermainkan orang tua?" "Di belakang ciong Lam san. apa yang menggelikanmu?" "Thio Han Liong bukan seorang Locianpwee. "Cobalah Guru ingat lagi." Pengemis tua itu menggelenggelengkan kepala. "Kuburan Mayat Hidup." "Bukankah barusan guru menyaksikan ilmu pedang itu?" Souw Lan Ling tersenyum. "guruku memang Bibi sian sian." souw Lan Ling menatapnya.. "Lan Ling" Pengemis tua itu melotot. gurumu yang menyelamatkan Kay . "Aku berkata sesungguhnya. tapi lupa di mana aku pernah menyaksikannya. Paman Tua" sahut Tan Giok Cu. "Kepandaianmu sangat tinggi. "Kini dia baru berusia enam belas tahun.. sedangkan souw Lan Ling meng-gelenggelengkan kepala. kenapa engkau tertawa geli. kalau bukan pikun pasti pelupa. "guru tidak berkeberatea aku belajar ilmu pedang ini?" "Tentu tidak" sahut pengemis tua sambil menatap Tan Giok Cu. Burung Rajawali dan Pasangan Pendekar. Bibi sian sian adalah guruku" "Engkau berasal dari perguruan mana?" tanya pengemis tua sambil melotot"Jangan dijawab dengan putar balik lagi. bukan sedang bergurau" "oh? Kalau begitu. terdapat Kuburan Mayat Hidup. "Dasar sudah tua.. tidak muncul lagi di dunia Kang-ouw-" Tan Giok Cu membaca syair tersebut. mungkin bisa ingat" "Sudah lupa sama sekali. siapa yang mengajarmu ilmu pedang itu?" "Thio Han Liong. engkau murid siapa?" "guruku adalah Bibi sian sian." "Locianpwee itu adalah gurumu?" "Hi hi hi" Mendadak Tan Giok cu tertawa geli"Eh?" Pengemis tua tertegun." gumam pengemis tua itu dengan." "oh?" Pengemis tua itu terbelalak.." Tingkah laku pengemis tua itu membuat Tan Giok Cu nyaris tertawa geli. sungguh di luar dugaan" "Paman tua kenal guruku?" tanya Tan Giok Cu girang.. dia baru berusia sepuluh tahun." "Eeeh?" Pengemis tua itu mencak-mencak"gadis cantik. "Sepertinya aku pernah melihat ilmu pedang itu." Tan Giok Cu memberitahukan." "siapa Bibi sian sian itu?" "Bibi sian stan adalah guruku. Awas" "Perguruan Kuburan Tua-" "Apa?" Kening pengemis tua itu berkerut-kerut "gadis cantik. air muka berubah"Ternyata engkau adalah murid wanita baju kuning itu.Burung Rajawali dan Pasangan Pendekar. Gadis itu mengira gurunya bergurau. "Gadis cantik" Pengemis tua itu menatapnya. "gadis cantik.itu. "Belasan tahun lalu.

namun kini sudah tidak" ujar pengemis tua itu." sahut pengemis tua "Kalau begitu." "Ayah sudah mendengar pembicaraan kami?" tanya Souw Lan Ling dengan air muka agak berubah." sahut pengemis tua itu singkat." souw Lan Ling menundukkan kepala.. maka mengundurkan diri untuk hidup bebas. itu berarti aku bukan anggota Kay Pang lagi. "Kakak Lan Ling.. "Engkau berani tidak menurut padaku? Mau jadi murid murtad?" "guru. "Lan Ling Kini sudah waktunya engkau berterus terang kepada ayahmu. "Sekarang sudah tidak. kami sudah bangun. sudah .Aku pun ingin bertatap muka dengan ke dua orang tuamu." "Kalau aku beritahukan. maka aku tahu tentang kejadian itu dan melihat gurumu.Pang.." sahut Souw Lan Ling. "Setiap malam kami mengintip engkau belajar ilmu pedang pada Giok Cu.." souw Lan Ling serba salah"Eh?" Pengemis tua itu melotot. "Kapan guru mau bertemu ke dua orang tuaku?" "Sekarang. karena ayah sudah tahu akan kegunaan ilmu silat. "Aku sudah mengundurkan diri darijabatanku." ujar pengemis tua itu sungguh-sungguh"ya-" souw Lan Ling mengangguk dan bertanya. "oooh" souw Lan Ling manggut-manggut." Hakim Souw mengangguk. lalu mengajak pengemis tua itu masuk ke rumah"silakan duduk guru. "Lan Ling. "Paman Tua adalah anggota Kay Pang?" "Dulu aku adalah Tetua Kay Pang. Engkau memiliki kepandaian tinggi." "Baiklah" souw Lan Ling mengangguk. Ayah pasti marah-marah sih. Kebetulan aku pun berada di tempat itu. "Ha ha ha" Hakim Souw tertawa gelak. Ayoh cepat antar aku masuk" "Guru.. kemudian berjalan ke luar hakim souw dan isterinya dengan wajah berseri-seri." Tan Giok Cu menatapnya.. "Aku yakin ke dua orang tua mu tidak akan gusar. sudah punya guru silat tapi tidak mau beritahukan.. antarlah guru ke dalam" ujar Tan Giok Cu." "Kenapa guru tidak mau mengaku kalau Guru anggota Kay Pang?" tanya souw Lan Ling bernada menegur. "ya. Mengerti?" sahut pengemis tua itu melotot. aku mau ke dalam membangunkan ke dua orang tuaku" "Tidak usah" Mendadak terdengar suara sahutan dari dalam. "Engkau sungguh keterlaluan." Jilid 8 "Ayah.. "sebab aku sudah tidak mau pusing akan urusan perkumpulan lagi. "Sekarang?" souw Lan Ling terbelalak"Sudah larut malam begini?" "Lan Ling" Pengemis tua itu tertawa "Bagiku tidak ada larut malam. malam ini munaul Cianpwee ini yang adalah gurumu. ibu?" Tertegun Souw Lan Ling.

Maka aku harus berangkat esok. "Aku harus berangkat esok pagi. maka tahu akan keberadaan kalian di dalam rumah." sahut Tan Giok Cu berjanji"Kakak Lan Ling pasti senang bertemu dia-" "Engkau jangan ingkar janji lho" "Jangan khawatir Kakak Lan Ling." souw Lan Ling mengangguk." Souw Lan Ling girang bukan main.Aku tidak akan ingkar janji-" "Terima kasih. Guru. pengemis itu berpamit "Guru menginap di sini saja" ujar souw Lan Ling"Ha ha" Pengemis tua itu tertawa"Guru tidak biasa menginap di rumah mewah. aku pasti mengajaknya ke mari... seng Hwi mengajak Thio Han Liong ke dalamTerlihat seorang wanita tua yang rambutnya sudah putih .. "Engkau harus ingat satu hal. yang ternyata tempat tinggal seng Hwi dan ibunya. "Lan Ling" Pengemis tua itu menatapnya.Tidak bisa ditunda lagi" "Adik Giok Cu. di saat berlatih atau berada di mana pun. tak lama sudah keluar lagi dengan membawa arak wangi dan dua buah cangkir..barang tentu bisa melindungi ayah.. seng Hwi mengajak Thio Han Liong ke sebuah lembah. engkau harus selalu pasang kuping Engkau harus ingat itu" "Ya." ucap Tan Giok Cu. Tan Giok Cu berkata kepada Hakim souw"Paman.. "Kenapa begitu cepat?" "Paman. "Bagaimana kalau malam ini kita bersulang bersama?" "Ha ha ha" Pengemis tua itu tertawa seraya berkata. setelah puas bersulang. "Hakim Souw" Pengemis tua itu tertawa. Cepat ambilkan arak wangi" Nyonya souw segera ke dalam. -ooo00000oooBab 15 Mengobati seorang Gadis Dengan Iweekang setelah meninggalkan Kuil siauw Lim sie." souw Lan Ling menghela nafas panjang. kapan kita akan berjumpa kembali?" tanya Souw Lan Ling dengan mata agak basah. agar bisa sampai di gunung Bu Tong selekasnya. "Cianpwee" Hakim souw tersenyum..Di lembah itu terdapat sebuah gubuk." "Adik Giok Cu. Mulailah pengemis tua itu dan Hakim souw ber-sulang sambil tertawa gembira. "Engkau tidak bisa tinggal di sini beberapa hari lagi?" "Maaf.. tentunya engkau tahu itu-" "Tapi -" souw Lan Ling ingin menahannya." "Pantas Guru ingin ke dalam rumah" ujar Souw Lan Ling.Pada waktu bersamaan. Ha ha ha. Kakak Lan Ling. waktuku banyak tersita di situ." "Ayah. sedangkan aku bisa mendengar dari pekarangan. "Kalau aku sudah bertemu Han Liong. Adik Giok Cu" souw Lan Ling menggenggam tangannya erat-erat"Mudah-Mudahan kita berjumpa kembali secepatnya" Tan Giok Cu manggut-manggub Keesokan harinya berangkatlah gadis itu menuju gunung Bu Tong. namun gurunya itu sudah melangkah pergi sambil tertawa-tawa. "Kalian bisa mengintip dari dalam rumah. aku akan melanjutkan perjalananku esok pagi-" "Esok pagi?" Hakim souw menatapnya. "Itu yang kuharapkan.

maka alangkah baiknya engkau ke siauw Lim sie untuk memohon pengampunan kepada Kong Bun Hong Tio-" ujar Thio Han Liong sambil tersenyum . karena aku telah membunuh begitu banyak Hweeshio yang tak berdosa-" "saudara Tua. engkau tahu salah berarti mau bertobat seperti kakekku itu. harap ibu menjawab dengan jujur. "Kenapa engkau menanyakan hal itu?" "sebab -" seng Hwi memandang Thio Han Liong.-" Wanita tua itu tidak melanjutkan ucapannya melainkan menundukkan kepala. "ibu tidak tega menceritakan tentang semua kejahatan ayahmu.. "Kini hidupku telah hancur..." Kemudian Thio Han Liong menutur tentang urusan seng Kun dengan Cia sun dan lain sebagainya. seusai Thio Han Liong menutur. "Kenapa selama ini ibu membohong iku. "seng Hwi. syukurlah engkau sudah punya kawan baik ibu.. rupanya ia menghendaki pemuda itu yang memberitahukan kepada ibunya"Bibi tua..semua terbaring di tempat tidur. tapi. Aku. namanya Thio Han Liong. ayahku bernama Thio Bu Ki." Air mata seng Hwi meleleh."siapa anak muda tampan itu?" "Dia kawan baikku.. "sebetulnya ayahku orang baik atau orang jahat?" "Ayahmu. bagaimana urusanmu dengan pihak siauw Lim sie?" "Justru itu aku ingin bertanya kepada ibu. aku telah banyak membunuh para Hweeshio siauw Lim Pay. ibu turut gembira. tidakmau berterus terang?" "ibu tidak mau merusak kesan baikmu terhadap ayahmu.. "seng Hwi ." jawab seng Hwi memberitahukan.. oleh karena itu." Wanita tua itu menatapnya"ibu" seng Hwi mendekatinya"Aku sudah pulang-" "seng Hwi" Wanita tua itu memandang Thio Han Liong. itu akan menghancurkan hidupmu. oh ya.. Aaahhh" "saudara Tua. jangan membohongiku" "Engkau mau bertanya apa? Tanyalah" "ibu" seng Hwi menatap ibunya seraya bertanya. sebab itu." ujar Thio Han Liong membentahukan. "Bibi Tua" panggil Thio Han Liong. "Aaah " Wanita tua itu menggeleng-gelengkan kepala. Wanita tua itu mendengarkan dengan wajah murung.. "seng Hwi. lagipula ayahmu memang sangat menyayangi-mu. "Namaku Thio Han Liong. kemudian bangun dan duduk di pinggir tempat tidur. "Kong Bun Hong Tio dan Kong Ti seng Ceng telah memaafkanmu-" "Tapi-. "Ngmm" Wanita tua itu manggut-manggut.. bahkan telah melakukan perbuatan berdosa.. wanita tua itu menghela nafas panjang." ujar Thio Han Liong. ayahmu memang begitu" "Ha a a h ?" wajah Seng Hwi pucat pias..." "ibu.." seng Hwi terisak-isak"Aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri.. Cia sun adalah ayah angkat orangtuaku.." Wanita itu menghela nafas panjang.

Aku telah berhutang budi dan kebaikanmu." ucapnya dengan wajah berseri." Thio Han Liong manggut-manggut. kemudian memandang seng Hwi seraya bertanya." "Tidak bisa" seng Hwi menggelengkan kepala." "Mau berangkat sekarang?" "ya. -ooo00000oooDua hari kemudian. tempat tinggal Tan Giok Cu. "Terima kasih-. la mampir di sebuah rumah makan lalu memesan beberapa macam hidangan kepada pelayan. "Terima kasih." "Bibi tua jangan terus mengucapkan terima kasih padaku. Ketika ia mulai bersantap. Beberapa hari kemudian barulah berpamitan kepada seng Hwi dan wanita tua itu Kini ia melakukan perjalanan ke arah timur menuju desa Hok An." seng Hwi memberitahukan. dari mana engkau belajar ilmu pukulan cing Hwee Ciang yang amat ganas itu?" "Aku belajar dari sebuah kitab pemberian ayahku." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. "Di antara kita tiada hutang budi atau kebaikan. lama sekali barulah menganggukItu sangat menggirangkan Seng Hwi. pokoknya engkau harus tinggal di sini beberapa hari" Thio Han Liong berpikir. . Kalau tiada engkau.. "Aaaah" salah seorang tamu menghela nafas panjang. terima kasih. setiap gadis pasti jatuh sakit." ucap seng Hwi girang. "Biar bagaimanapun engkau harus tinggal di sini beberapa hari" "Itu. "saudara tua. Saudara tua" Thio Han Liong tersenyum.. Thio Han Liong tinggal di gubuk itu."Saudara kecil.. Thio Han Liong telah tiba di sebuah kota. "Hampir tiga puluh tahun aku belajar ilmu pukulan itu dan beberapa bulan lalu kitab itu telah kubakar.." Air mata wanita tua itu mulai meleleh." "Han Liong" Wanita tua itu memandangnya dengan mata basah"Kami sungguh telah berhutang budi kepadamu" "Bibi tua jangan berkata begitu Aku dan Saudara tua adalah kawan baiki tentunya harus tolong menolong. "Han Liong.. aku mau pamit. khususnya bagi keluarga yang punya anak gadis." seng Hwi menatapnya dengan haru." "Memang mengherankan. Tak disangka kota kita ini dilanda suatu bencana. "saudara kecil.." "saudara kecil.." "jangan menolak" "Tapi-" "Tidak ada tapi-tapian.." ujar Thio Han Liong. dosaku pasti bertambah. beberapa tamu yang duduk di sebelahnya mulai bercakap-cakap dengan wajah serius. "Terima kasih atas petunjukmu. "Saudara tua. aku jadi malu.. mudah-mudahan aku dapat membalas kelak" "Jangan berkata begitu..

" "Aaah " Tamu itu menggeleng-gelengkan kepala. sampai di prapatan belok ke kiri. dia akan menjadi gila dan bertenaga besar?" tanya Thio Han Liong. hanya puluhan depa lagi sampai di rumah hartawan Lim.Aaah " Tabib itu menggeleng-gelengkan kepala"Mungkin hanya dewa yang dapat mengobatinya-" Tabib itu melangkah pergi. yang tadi telah mendengar pembicaraan mereka. dan tak seberapa lama kemudian. sebuah rumah yang amat megah dan mewah berdiri di situ dan dikelilingi tembok tinggi. "Ya. dan meninggalkan rumah makan itu." "Maaf" Thio Han Liong segera menghampiri mereka. dan tampak seorang tabib berjalan ke luar sambil menggeleng-geleng-kan kepala"Aaah " Tabib itu menghela nafas dan bergumam. Pekarangan rumah itu luas sekali. la langsung menuju rumah hartawan urn. setelah itu menghilang entah ke mana. Namun aku sangat prihatin menyaksikan para orangtua yang kehilangan anak gadisnya. mukanya agak kehijau-hijauan dan terus-menerus mengigau." "oh?" Thio Han Liong mengerutkan kening. "Badannya panas. Nah. Tidak lama lagi putri hartawan Lim itu pasti gila dan akan hilang seperti anak gadis lain.Kebetulan pintu pagar luar tidak ditutup. "Bolehkah aku bertanya sesuatu kepada Paman?" "Mau bertanya apa." "Untung kita tidak punya anak gadis. "Putrinya yang berusia tujuh belasan itu mulai mengidap penyakit aneh seperti anak gadis lain." tanya seorang tua berpakaian jongos"Apa-kah Nona kami tidak bisa diobati lagi?" "Sudah puluhan tahun aku menjadi tabib. sudah tiba di tempat tujuan. "Keluar dari rumah makan ini harus ke kanan. kemudian terus berjalan pergi lagi dengan kepala tertunduk"Eeeh?" Jongos tua itu terbelalak ketika melihat Thio Han . tapi tidak pernah menyaksikan penyakit seaneh itu. Perlahan-lahan Thio Han Liong berjalan ke rumah itu." Orang itu menunjuk ke arah kanan." "setelah itu. maka Thio Han Liong mendorongnya dan sekaligus masuk ke dalam.kemudian berubah gila dan bertenaga amat besar. Anak muda?" "Putri hartawan Lim mengidap penyakit apa?" "Penyakit aneh. "Aku tidak mampu mengobatinya-" "Tabib. Tiba-tiba pintu rumah itu terbuka. "Paman. dihiasi pula dengan berbagai macam tanaman dan gunung-gunungan serta air teriun buatan. di mana rumah hartawan itu?" "Tak jauh dari sini. "Hartawan urn yang berhati-bajik serta sering menolong orang justru tertimpa bencana itu" "Betul." sahut orang itu memberitahukan." "Orang itu mengangguk"Bahkan kemudian akan hilang begitu saja. namun masih sempat melirik Thio Han Liong. yang berdiri di situ. Paman"ucap Thio Han Liong." sambung yang lain." "Terima kasih. Kemudian ia membayar makanannya.

"Aku ingin menemui hartawan Lim." Jongos tua itu mengangguk. Pada saat bersamaan. Thio Han Liong dibawa oleh Ah Liok ke ruang makan.. "Anak muda. aku sudah kenyang." ucapan jongos tua itu terputus. maka ia ingin mengujinya.. Thio Han Liong ragu-ragu menerima bungkusan itu. "Tuan besar begitu baik hatinya. toiong antar aku menemui beliau" desak Thio Han Liong. "Anak muda ini-. Tuan besar. beliau tidak akan membantumu-" "Paman tua " Thio Han Liong ingin menjelaskan maksud tujuan kedatangannya. sia-sialah engkau menemuinya untuk minta toiong. tapi kehabisan bekal dan sekarang aku lapar sekali-" "Ah Liok. muncul seorang pelayan wanita membawa sebuah bungkusan. kenapa makanmu hanya sedikit?" "Paman tua. sebab tidak tahu apa isinya. "Hartawan Lim sedang cemas.. "Ya. lalu diberikan kepada Thio Han Liong." ucap Thio Han Liong lalu mengikuti jongos tua itu ke dalamsedangkan hartawan Lim masih berdiri di situ sambil memandang ke langit." sahut Thio Han Liong sambil tersenyum.. "sungguh baik hati hartawan urn Walau dalam keadaan cemas dan bingung. karena mendadak muncul seorang lelaki berusia lima puluhan. "Aku. jongos tua itu menundukkan kepala. "Ini dari tuan besar.jongos tua itu segera menyajikan berbagai macam hidangan. namun kini sedang tertimpa musibah." "Paman tua.." "Paman" ujar Thio Han Liong cepat. yang wajahnya tampak diliputi kecemasan dan kegelisahan..saat ini hartawan Lim sedang dirundung duka. namun dibatalkannya karena tiba-tiba berkelebat suatu ingatan lain. bingung dan berduka sekali." "Anak muda" Jongos tua itu menggeleng-gelengkan kepala. aku sedang dalam perjalanan. yang ternyata hartawan Lim.Lo Thian Ya (Tuhan) sungguh tidak adil" Thio Han Liong tidak menyahut.. terimalah" katanya. Ah Liok bertanya.usai ia bersantap ketika bangkit dari duduknya.la terus makan dan dalam hatinya sudah mengambil keputusan untuk menoiong putri hartawan Lim.. "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut. engkau ke mari tidak pada waktunya. mari ikut aku ke dalam" "Terima kasih. engkau. .. Kata orang hartawan Lim berhati bajik dan suka menolong siapa pun. "Bungkusan ini berisi dua puluh tael perak pemberian tuan besar untuk bekalmu dalam perjalanan.. lalu mengajak Thio Han Liong masuk"Anak muda." kata wanita itu memberitahukan. "Ah Liok Ada apa?" tanya lelaki itu "Tuan besar. dan setelah itu ia menghela nafas panjang sambil bergumam. sepertinya sedang berdoa. kemudian mulutnya berkomat-kamit.Liong"Anak muda. "Anak muda. cepat antar dia ke dalam dan berilah makan" pesan lelaki itu.

maka dia belum menerima uang pemberian Tuan besar untuk bekalnya dalam perjalanan. "Jangan membuat tuan besar marah" "seandainya aku dewa muda?" ujar Thio Han Liong mendadak sambil tertawa kecil. kemudian menggeleng-gelengkan kepala seraya berkata. maka.." "Maka engkau ke mari untuk menguji hatiku dulu. toiong antar aku menemui hartawan Lim" desak Thio Han Liong. dia tidak mau pergi-"Jongos tua memberitahukan. "sudahlah" Jongos tua itu menggeleng-Gelengkan kepala. jangan mengganggu tuan besar lagi" "Paman tua.. Tuan besar"jongos tua itu menundukkan kepala." Thio Han Liong memberitahukan. Aku dengar putri Paman sakit.. kenapa engkau belum pergi?" "Tuan besar. siapa engkau?" tanyanya." "Anak muda" jongos tua itu terbelalak. katanya mengerti sedikit ilmu pengobatan. Aku. kami tiga turunan selalu berbuat kebaikan. "Bahkan mengaku dirinya dewa muda" "Ah Liok" Hartawan urn mengerutkan kening." "sudahlah" tandas jongos tua. Paman" "Engkau belajar ilmu pengobatan dari siapa?" "Dari ayahku. kurang yakin itu.." "Engkau berasal dari mana?" "Kami tinggal di sebuah pulau di Laut utara. "Eh? Anak muda." ujar pelayan wanita itu "oh?" Hartawan Lim menatap Thio Han Liong dalam-dalam. anak muda ini ingin menemui Tuan besar. "Aku dengar Paman berhati bajik dan suka menoiong sesama.. aku mengerti sedikit ilmu pengobatan. "Anak muda. Kata tabib tadi. "usiamu sudah enam puluh lebih. ." "Maaf. Aku ingin memeriksa putri hartawan Lim. jangan bergurau" "siapa dewa muda?" Mendadak muncul hartawan Lim. lalu lanjutkanlah perjalananmu. " wajah Thio Han Liong kemerah-merahan. tapi sesungguhnya aku ingin memeriksa penyakit putri Paman itu" "Anak muda. engkau" Hartawan Lim agak terbelalak"Ternyata engkau menguji hatiku dulu.. semua tabib yang terkenal di kota ini sudah diundang ke mari. tidak ada tabib tain lagi-" sahut jongos tua itu "Tuan besar. "Anak muda. Bagaimana? Apakah aku lulus?" "Paman. kan?" Hartawan Lim menggeleng-gelengkan kepala seraya berkata. "Namaku Thio Han Liong. Aku harus menemui beliau. "Tuan besar.beliau masih mau menoiong orang lain. "Tabib yang berpengalaman puluhan tahun saja tidak sanggup mengobati nona kami-apalagi engkau.. "Anak muda. "Ah Lioki cepatlah engkau pergi undang tabib lain" ujar hartawan Lim.. maka aku ke mari dengan alasan minta bantuan. "sejak kecil aku sudah belajar ilmu pengobatan.kecuali dewa.." "Paman tua. "Apa?"Jongos tua itu melotot "Anak muda. ya. engkau terimalah pemberian tuan besar itu.. tapi-.

mendadak terdengarlah jerit tangis di dalam.namun setiap turunan hanya punya seorang anak." Jongos tua itu terbelalak dan nyaris berlutut di hadapan Thio Han Liong"Paman tua. "Dewa muda Toiong perlihatkan dirimu dan cepatlah toiong nona kami yang sudah sekarat" ucap jongos tua itu. " "Tuan besar. "Ayoh-lah Mari ikut aku ke kamar putriku.. cemas dan duka" "Ht hi hi" Thio Han Liong tertawa geli. "sudahlah Engkau boleh pergi" "Paman. "Ngmmrn" Hartawan Lim manggut.karena usiaku sudah enam belas.kemudian mendadak berkelebat bayangannya di hadapan mereka-" "Dewa muda . mudah-mudahan engkau sanggup mengobati putriku" Di saat bersamaan. sekarang menyahut mengeluarkan Iweekang maka suaranya bergema dan terdengar begitu nyaring." ujar Thio Han Liong sambil tertawa "Aku anak muda-" "Han Liong " Hartawan Lim menatapnya d eng a n penuh perhatian. "Engkau masih kecil. aku sudah tidak keail lagi. Lo Thian ya (Tahan) sungguh tidak adil" "Paman. sebuah kamar sehingga membuat wajah hartawan Lim langsung berubah. aku bukan siluman. Kini putriku malah mengidap penyakit aneh yang tiada obatnya. Ternyata tadi Thio Han Liong menggunakan ilmu ginkang melesat ke belakang gorden. . "Engkau masih kecil. bagaimana giliran Tuan besar menguji ilmu pengobatannya? siapa tahu justru dia yang mampu mengobati Nona." ujar pelayan wanita yang masih memegang bungkusan itu "Anak muda ini telah menguji hati Tuan besar. namun tidak kelihatan orangnya. mudah-mudahan aku sanggup mengobati penyakit putri Paman itu" ucap Thio Han Liong. kenapa Tuan besar tidak menyuruhnya memeriksa penyakit Nona?" "Dasar kalian berdua sudah tua" "Paman" Mendadak badan Thio Han Liong bergerak cepat dan dalam sekejap ia sudah menghilang.sebab Tuan besar kami dalam keadaan bingung.." Hartawan Lim menghela nafas panjang. "Dewa muda" sambung pelayan wanita"Jangan marah kepada Tuan besar kami. begitu pula jongos tua dan pelayan wanita itu. "Eeeh?" Jongos tua menengok ke sana ke mari. Thio Han Liong mengikutinya dari belakang. lalu bergegas-gegas ke kamar itu. aku bukan dewa muda.namun kepandaianmu sudah begitu tinggi.manggut." Thio Han Liong memberitahukan." "Itu " Hartawan Lim masih tampak ragu." "Paman. "Hilang ke mana anak muda itu? Kok bisa hilang mendadak? Janganjangan dia siluman?" "Paman tua. melainkan dewa muda yang main ke mari" terdengar suara sahutan nyaring. "Tuan besar..!. Kini sudah ada tabib kecil berdiri di sini." sela jongos tua itu "Tadi Tuan besar menyuruh aku pergi mengundang tabib lain.

begitu pula jongos tua dan pelayan wanita itu Perlahan-lahan Thio Han Liong menurunkan sepasang telapak tangannya. .. aepat ambilkan sebuah baskom" "ya. Berselang beberapa saat kemudian.. anakku" "ibu. "uaaaakh-." Nyonya hartawan Lim langsung mendekatinya. Gadis itu menoleh kepalanya memandang ke dua orangtuanya. Thio Han Liong berkata kepada jongos tua. Thio Han Liong meloncat turun.. yang wajahnya tampak puaat kehijau-hijauan." Nyonya hartawan Lim memandang suaminya. dia sudah meninggal" "Hah?" Wajah hartawan Lim puaat pias." Air mata nyonya hartawan Lim berlinang-linang seraya berkata dengan terputus-putus. "ibu. lalu meioncat ke atas tempat tidur. sekaligus mengerahkan Ktu yang sin Kang ke dalam tubuhnya. "Kenapa Mei suan?" tanya hartawan Lim aemas... "Ayah ibu" panggilnya dengan suara lemah.. Tak lama ia sudah kembali denganmembawa sebuah baskom tembagu.." Berselang beberapa saat kemudian gadis itu berhenti memuntahkan darah.Hartawan Lim dan isterinya saling memandang." Jongos tua itu segera pergi mengambil baskom. Paman tua harus cepat menyodorkan baskom itu ke mulutnya. aku. "oh." Gadis itu menangis tersedu-sedu. Kemudian di tempatkannya sepasang telapak tangannya di punggung gadis itu. Tak seberapa lama.Di saat itulah jongos tua cepat-cepat menyodorkan baskom tembaga ke arah mulut gadis itu "Uaaakh uaaaakh uaaaaakh " Gadis itu memuntahkan darah kental yang kehijau-hijauan." "oh?" Lim Mei Suan memandangnya..." "Jangan takut.. ia maju menghampirinya. ibu dan ayah berada di sampingmu. engkau. Thio Han Liong terus menatap gadis yang berbaring di tempat tidur. yang mengobatimu barusan. itu sungguh mengejutkan gadis bernama Lim Mei suan itu. ia bergerak mengangkat gadis dan mendudukkannya..» aku takut.. "Putri kita...." "Jangan takut. "Nak .. dia. "Maaf" ucapnya dan segera memeriksa gadis itu." pesan Thio Han Liong. Wanita itu memeluk putrinya sambil menangis gerung-gerungan. setelah itu.yang menangis itu ternyata nyonya hartawan Lim. putri kita. Setelah menatap sejenak. "Dia bernama Thio Han Liong. wajah gadis yang puaat kehijauhijauan itu mulai berubah merah dan bibirnya pun bergerakgerak lalu membuka mulutnya lebar-lebar." sahut nyonya hartawan Lim sambil membelainya. "Ibu Siapa dia?" "Dia. "Nak" Hartawan Lim tersenyum. lalu memeluknya erat-erat. aku sudah mengambil baskom-" "sebentar lagi nona pasti muntah. Nak. "Dewa muda. Kakak" ujar Thio Han Liong sambil tersenyum lembut. "Engkau. "Suamiku.. "Paman tua.

"sejak kapan engkau menderita penyakit ini?" tanyanya. "Bukan penyakit" Thio Han Liong menjelaskan."Kini Kakak sudah sembuh. kemudian diberikan kepada hartawan Lim." Hartawan Lim menatapnya strata bertanya "Perlukah aku mengundang beberapa piauwsu (Pesilat . suruh orang beli obat tiga bungkus Setelah Kakak makan obat ini pasti pulih kesehatannya." ucap Thio Han Liong sungguh-sungguh. "Kakak" Thio Han Liong menatapnya. "Adik Han Liong. yang kebetulan di sana tersedia kertas." ujar hartawan Lim dengan kening berkerut"Itu pasti perbuatan penjahat-" "Tidak salah. malam itu aku mendengar suara suling yang bernada aneh." sahut jongos tua sambil tertawa gembira. betulkah engkau Dewa muda?" "Kakakl" Thio Han Liong tertawa kecil." "Dewa muda. Tuan besar." Lim Mei suan mengerutkan kening. "Tidak begitu ingat.. Adik Han Liong. oleh karena itu.aku yakin penjahat itu akan ke mari. "Sebab dia Dewa muda. pasti ada yang menculik-" "Kalau begitu. kemudian terdengar pula suara angin mendesir-destr." ucap hartawan Lim sambil menerima resep obat tersebut. karena kondisi badanmu masih lemah sekali. Aku justru masih tidak habis pikir. "Kalau tidak salah. "Kakak ingat apa yang terjadi ketika Kakak mau sakit?" tanya Thio Han Liong lagi sambil menatapnya dengan penuh perhatian. Thio Han Liong tersenyum lagi. aku tidak ingat apa-apa lagi. "Bagaimana mungkin aku Dewa muda? Aku cuma seorang anak muda biasa. "Paman. sebetulnya penyakit apa?" tanya hartawan Lim. Kakak harus pindah ke kamar lain." "oh?"Lim Mei Suan kurang peraaya. "Ah Lioki cepatlah engkau pergi beli obat" artawan Lim menyerahkan resep obat itu. "Han Liong. "Han Liong." jawab Lim Mei suan. kira-kira beberapa hari lalu. tapi langsung dipotong oleh hartawan Lim. "Tak disangka sama sekali. siapa yang menyebarkan racun itu siapa yang terkena racun itu." "Dewa muda?" Lim Mei Suan tertegun." "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut." jongos tua menerima resep obat tersebut. aku akan menempati kamar ini" "Han Liong.kemudian memandang ke atas meja. "Dalam beberapa malam ini." uaap Lim Mei Suan. pit dan tinta Tionghoa berwarna hitam. "Melainkan semacam racun. akan menjadi gila. kemudian segera pergi membeli obat." Jongos tua itu ingin mengatakan sesuatu. "ya. terima kasih. itu memang perbuatan kaum penjahat" Thio Han Liong manggut-manggut." "Terima kasih.." "Tentu. Tapi tidak mungkin hilang begitu saja. begitu banyak anak gadis mengidap penyakit ini. tapi masih harus makan obat.. setelah itu.engkau mampu menyembuhkan penyakit putriku. "Tapi engkau mampu menyembuhkan penyakitku.. "Belum lama. Thio Han Liong segera membuka resep..

bukankah sudah impas?" "Han Liong. Kalau sudah lewat beberapa hari. ke dua orangtuaku melarangku menyebut nama mereka. "Kami berhutang budi kepadamu. "ya. muncullah jongos tua membawa tiga bungkus obat. harus ditunggu" pesannya. "Dewa muda. namaku Thio Han Liong." "Sudah impas. "Han Liong. bagaimana cara menggodok obat ini?" tanyanya"Paman tua" Wajah Thio Han Liong kemerah-merahan. lama sekali barulah membuka mulut.. harus segera diberikan obat penawarnya." Hartawan Lim menggeleng-geleng-kan kepala. panggil saja namaku" "Ya. Kakak Mei Suan pasti tidak tertolong lagi" Nyonya hartawan Lim manggut.manggut. lebih baik kita mengobrol di ruang tengah-" Mereka menuju ruang tengah." Jongos tua itu mengangguk. aku telah berhutang budi kepadamu" "Jangan berkata begitu. kemudian aku menolong Kakak Mei suan. "Jangan memanggilku dengan Dewa muda. Nyonya hartawan Lim memandang Thio Han Liong seraya bertanya.PenjualJasa) untuk membantumu?" "Tidak perlu" Thio Han Liong menggelengkan kepala. Sementara nyonya hartawan Lim terus mendengarkan dan memandang Thio Han Liong dengan kagum." sahut Thio Han Liong sambil tertawa"Sudah impas?" Hartawan Lim tercengang"Apakah yang sudah impas?" "Tadi aku makan di sini. Kakak" Thio Han Liong tersenyum." jawab Thio Han Liong. aku..." ucap urn Mei Suan. Nah. "Engkau berasal dari kota mana dan siapa ke dua orangtuamu?" "Aku berasal dari sebuah pulau di Laut utara. "Ayahmu orang yang baik hati. "Sebab kalau aku tidak menggunakana Iweekang.tentunya kalian pasti dilindungi Thian yang Maha Kuasa" Di saat mereka sedang bercakap-cakap. "oh ya. Thio Han Liong memberitahukan cara-cara menggodok obat itu "dimasak sampai kering obat itu. . lalu mulai mengobrol lagi.. "Tapi begitu terkena raaun itu. " "Apakah tiada obat penawar racun itu?" "Ada" Thio Han Liong mengangguk." Jongos tua segera pergi untuk menggodok obat itu "Han Liong" Hartawan Lim memegung bahunya seraya berkata.Maka tadi aku menggunakan Iweekang untuk mendesak raaun itu keluar dari mulut Kakak Mei Suan" "Adik Han Liong. tadi engkau menggunakan cara apa untuk membuat putriku memuntahkan racun itu?" "Aku menggunakan Iweekang. Bibi/ Thio Han Liong memberitahukan.. tiada gunanya. "Terima kasih atas pertolonganmu yang telah menyelamatkan nyawaku.

"Kalau begitu engkau pasti mengerti ilmu silat. tidak akan mengganggu perjalananmu kan?" ujar Ltm Mei suan sambil tersenyum. aku. "Pantas engkau begitu hebat" "Adik Han Liong" Lim Mei Suan menatapnya dengan tersenyum."Engkau belajar ilmu pengobatan itu dari siapa?" tanya nyonya hartawan urn lagi. "Betul.. peranakan Bibi tidak kuat." Thio Han liong tampak ragu. bahkan terganggu pula oleh datangnya haid yang tidak cocok. Kenapa ibumu tidak mau punya .. "Itu. padahal ibumu masih muda dan bisa punya anak lagi lho..." Hartawan Lim memandangnya. Thio Han Liong segera memeriksa nadi wanita itu Berselang beberapa saat kemudian ia manggut-manggut seraya berkata. engkau boleh tinggal di sini mengajar Mei suan ilmu silat..mudah-mudahan Babi bisa punya anak lelaki" "oh?" Wajah nyonya hartawan Lim langsung berseri. anak lagi?" "Han Liong. ya." ujar Lim Mei suan sungguh-sungguh. "Apakah aku masih bisa punya anak?" "Mudah-mudahan"jawab Thio Han Liong." wajah nyonya hartawan Lim agak kemerahmerahan." tanya nyonya hartawan Lim penuh harap. kalau isteriku bisa hamil lagi. Hartawan Lim langsung menyuruh salah seorang pelayannya untuk pergi membeli obat "Han Liong.. lalu diberikan kepada hartawan Lim." "Kakak Mei Suan-.. peranakanku tidak kuat. "Aku tidak bisa punya anak lagi. "Tinggal di sini beberapa bulan. aku masih harus melanjutkan perjalanan.aku..." "oooh" Nyonya hartawan Lim manggut... ." sahut Thio Han Liong sambil menggelengkan kepala." "Han Liong. "Bibi. "Kata tabib memang tidak salah.." "Paman. maka alangkah menggembirakan kalau engkau tinggal di sini beberapa bulan sebagai adikku." "Itu tidak apa-apa. Thio Han Liong segera membuka resep obat. "oh?" Thio Han Liong menatapnya. lagipula membutuhkan waktu. kan?" Thio Han Liong mengangguk. Engkau boleh tinggal di sini." "Kenapa?" Thio Han Liong heran. "Aku belajar dari ayahku." Thio rtan Liong memberitahukan. Sejak kecil aku sudah mulai belajar ilmu pengobatan dan mengenai racun. "Bolehkah engkau mengajarku ilmu silat?" tanya Lim Mei suan mendadak. "Tidak gampang belajar ilmu silat.. Kata tabib. maka akan menyebabkan keguguran apabila aku hamil lagi. bolehkah aku periksa nadimu? " "silakan" sahut nyonya hartawan Lim. "Aku akan coba mengobati Bibi. "Kakak Mei suan." Nyonya hartawan Lim memberitahukan." sela hartawan um. "Han Liong. "usiaku sudah hampir empat puluh tahun lagipula. "Han Liong.manggut. aku tidak punya adik.

lalu kembali ke dalam kamar melalui jendela itu Akan tetapi. Kreeeek Daun jendela di kamar itu terbuka perlahan. "Di mana gadis itu? Kami harus membawanya pergi Di mana gadis itu?" yang satunya mendekati Thio Han Liong. namun matanya mengarah ke jendela-itu. karena ke dua orang itu tampak tak berperasaan dan tatapan mata mereka kosong seakan terpengaruh semacam ilmu hitam. ke dua orang itu melesat pergi melalui jendela. Di saat bersamaan. terdengar lagi suara suling yang bernada aneh itu. "Di mana gadis itu?" Thio Han Liong memperhatikan mereka. Thio Han Liong menempati kamar Lim Mei suan. siapa ke dua orang itu dan siapa peniup suling. Thio Han Liong cepat-cepat membaringkan dirinya. sayup-sayup didengarnya suara sultng yang bernada aneh. segeralah ia mengerahkan Kiu yang sin Kang dan setelah itu rasa pusing di kepalanya mulai hilang. Thio Han Liong pun melesat pergi untuk menyusul mereka. la terheran-heran. kelihatannya sama sekali tidak menghiraukan nyawa sendiri. telah menimbulkan suara hiruk pikuk. tapi kenapa tiada seorang pun yang bangun? Mendadak Thio Han liong .jangan bilang berhutang budi lagi" ujar Thio Han Liong."Paman. itu membuat sekujur badannya merinding. Pemuda itu tidak tidur. Thio Han Liong berdiri termangu-mang u di situ la tidak habis pikir. Di saat itulah secara mendadak Thio Han Liong meioncat bangun. tiada seorang pun berada di kamar itu Padahal tadi ketika bertarung dengan ke dua orang itu. "siapa kalian?" Thio Han Liong mencoba bertanya lagi. melainkan duduk bersila di tempat tidur. Thio Han Liong berkelit ke sana ke mari. Berselang beberapa saat kemudian. tampak dua sosok bayangan berkelebat ke dalam dan langsung menuju tempat tidur. kemudian balas menyerang dengan Kian Kun Taylo le. Cukup lama Thio Han uong berdiri. "Di mana gadis itu?" tanya salah seorang dari mereka. Ke dua orang itu terkejut.lahan. maka harus kugunakan untuk menolong sesama. mendadak ke dua orang itu berubah beringas dan sekonyong-konyong mereka menyerang Thio Han Liong dengan pukulan yang mematikan.. "Aku mahir ilmu pengobatan. bahkan terdengar pula suara ioiongan anjing. membuat kepalanya terasa pusing sekali. Begitu suara suling mengalun.Ke dua orang itu bertambah ganas menyerang Thio Han Liong. Thio Han Liong terpaksa mundur selangkah sambil mengerahkan Kiu yang sin Kang. ke dua orang itu telah lenyap ditelan kegelapan malam. setelah daun jendela itu terbuka. wajah mereka pun merah menyeramkan." "Han Liong" Hartawan urn tampak terharu sekali"Engkau memang anak baik-" -ooo00000oooMalam harinya. yang suaranya mempengaruhi ke dua orang tersebut. nada suling itu berubah. Kemudian ia mendengar suara desiran angin. "siapa kalian?» bentak Thio Han Liong. Mereka mengenakan pakaian serba merah. namun begitu sampai di luar. Ketika mulai larut malam.

" "oh?" Air muka hartawan Lim berubah"Ke dua penjahat itu bermaksud menculik Mei suan?" "Ya-" Thio Han Liong mengangguk "Ke dua penjahat itu berpakaian serba merah dan wajah mereka tampak merah sekali.. tentunya aku sudah diculik" Thio Han Liong tersenyum. "Engkau tinggal di sini beberapa bulan. "Han Liong. "siapa?" Kata Thio Han Liong...Begitu melihat Thio Han Liong. yakni suara suling itu Mungkin seisi rumah itu telah terpengaruh oleh suara suling itu. ke dua orangtua Lim Mei suan langsung tersenyum. Tak lama kemudian. sehingga lelap semua dalam tidur. siapa ke dua penjahat dan siapa peniup suling itu" "Heran?" gumam hartawan Lim. menyuruh Mei suan pindah ke kamar lain. la duduk dipinggir tempat tidur dan terus berpikir mengenai ke dua orang itu serta suara suling tersebut.Adik Han Liong" sahut Lim Mei suan sambil tersenyum lembut. "Kamar itu berantakan" sahut Lim Mei suan memberitahukan. engkau yang menempati kamar itu" "Aku sudah menduga akan hal ini. "Kenapa kami sama sekali tidak mendengar suara apa pun?" "Karena terpengaruh oleh suara suling itu. "Aku" "oh. hari pun mulai terang.. "Karena semalam Adik Han Liong bertarung dengan dua orang. maka tidak mendengar suara apa pun." "Han Liong. Aku justru tidak habis pikir. Kemudian ia terbelalak karena melihat kamar itu berantakan tidak karuan. sekaligus mengajar . Kakak Mei suan" Thio Han Liong segera membuka pintu kamar itu "selamat pagi-Kakak Mei suan" "Pagi. "Mereka sedang duduk di ruang tengah." Thio Han Liong memberitahukan tentang kejadian itu "Haah?" Wajah LimMeisuan berubah pucat "Kalau aku yang berada di dalam kamar ini... "Han Liong. "sudah" Gadis itu mengangguk. Paman" Thio Han Liong tersenyum. "Ah? Kenapa kamar ini berantakan?" "semalam aku bertarung dengan dua orang. Mari kita ke sana" "Baik-" ujar Thio Han Liong kemudian mengikuti Lim Mei suan ke ruang tersebut.. ke dua orangtuamu sudah bangun?" tanyanya.. bagaimana tidurmu semalam? Bisa pulaskah?" tanya hartawan Urn..." ujar Thio Han Liong." Hartawan Lim menatapnya dengan penuh rasa terima kasih"Engkau sungguh pintar.. "Kakak Mei suan. kelihatannya mereka dikendalikan oleh suara suling. Tok Tok Tok Terdengar suara ketukan pintu." Hartawan Lim menatapnya dengan penuh harap. Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala.tersentak karena teringat akan satu hal. "Maka menyuruh Kakak Mei sudah pindah ke kamar lain.. sehingga semuanya menjadi pulas sekali.

"Apakah isteriku telah hamil?" "Betul.. kalau engkau tidak terpaksa janganlah mengeluarkan ilmu silat itu" "Ya..Tiba-tiba nyonya hartawan Lim berkata dengan suara rendah"Aku. urn Mei suan telah berhasil menguasai ilmu silat yang diajarkan Thio Han Liong." Lim Mei suan mengangguk "Kini Bibi sudah hamil." ucap Lim Mei suan sambil tersenyum. berseri"Bibi." "Bibi-." Thio Han Liong tersenyum... usai makan mereka duduk di ruang tengah sambil bercakap-cakap. Adik Han Liong. untuk memperkuat kandungan Bibi. sudah dua bulan lebih aku tingoal di sini. Ternyata Thio Han Liong mengajarnya Kiu Im Pek Kut jiauw. terima kasih." ." "Adik Han Liong" Lim Mei suan tertawa." Thio Han Liong mengangguk"Kapan engkau akan melanjutkan perjalananmu?" "sekarang." "Baiklah-" Thio Han Liong mengangguk"Terima kasih.. Kakak. kami sekeluarga pasti kecewa sekali."Tentunya tidak datang bulan-" "oh? Apakah».aku sudah dua bulan tidak datang. oleh karena itu. " "Tidak datang apa?" tanya hartawan Lim heran sambil memandangnya. "Kalau engkau menolak. Aku akan membuka resep obat. lalu memandang Lim Mei suan seraya berkata. "Mudah-mudahan anak lelaki Ha ha ha»." ujar Thio Han Liong." "Apa?" Lim Mei suan terbelalak"sekarang? Kenapa begitu cepat? Adik Han Liong. lalu memeriksa nyonya hartawan Lim dengan teliti sekaliKemudian ia manggut-manggut seraya berkata sambil tersenyum." Thio Han Liong manggut-manggut "Bibi sudah hamil dua bulan." "Adik Han Liong. Hari itu... jangan begitu cepat" "Kakak Mei suan." ucap nyonya hartawan urn. engkau jangan menolak" ujar Lim Mei suan. Dua bulan lamanya Thio Han Liong tinggal di rumah hartawan. "Engkau ingin berpamit kan?" "Ya...biar aku periksa sebentar." "Adik Han Liong" Lim Mei suan menatapnya dalam-dalam. "Kuucapkan selamat kepada Paman dan Bibi" "Han Liong" tanya hartawan Lim kurang percaya. "Engkau boleh menjadi tabib khusus kandungan lho-" "Kakak Mei suan. "Dasar goblok" Nyonya hartawan Lim melotot. "Han Liong.-" Wajah hartawan Lim. "Kami sangat berterima kasih kepadamu.Mei Suanpun sudah menguasai ilmu silat yang kuajarkan... "Ilmu silat yang kuajarkan itu sangat lihay dan dahsyatsetiap jurusnya pasti mematikan pihak lawan. selama itu." "Ha ha ha" Hartawan Lim tertawa gembira." Wajah Thio Han Liong agak kemerahmerahan. maka.Mei suan ilmu silat" "Itu.

"Gadis cantik. selamat jalan" ucap urn Mei suan dengan air mata meleleh deras"Jangan lupa ke mari lagi menengokku" "ya-" Thio Han wong tersenyum. Akan tetapi. dan gadis itu segera meloncat turun dari punggung kudanya"Hmm" dengusnya dingin. tidak boleh dkunda-tunda lagi. bagaimana mungkin dapat mengalahkan kalian bertiga?" "Dia lihay sekali.ujar Thio Han Liong."Gadis itu baru berusia belasan. lalu melangkah pergi. "Aku pasti ke mari menengokmu kelak-" "Jangan bohong ya?" "Ya" Thio Han Liong mengangguk"Kakak Mei suan." ujar hartawan Lim mengusulkan. Ternyata mereka para anggota He Liong Pang. ini permintaan kami. Dua orang di antara mereka pernah akan membunuh Hakim souw. sampai jumpa" "Adik Han Liong." Thio Han Liong menganggukDua hari kemudian. setelah Thio Han Liong tidak kelihatan. Ketika berada di tempat sepimendadak muncul belasan orang berpakaian serba putih. "Adik Han Liong." "Baiklah. kapan engkau akan ke mari menengokku lagi?" tanya Lim Mei suan dengan mata basah. aku dengar kepandaianmu lihay sekali Karena itu. jangan menggangguku" ujaHan Giok Cu"Aku tidak mau melukai kalian" "Gadis cantik" Pemimpin itu menatapnya dengan penuh hawa nafsu. "Lusa saja engkau melanjutkan perjalananmu. "Kepung gadis itu" Para anak buahnya langsung mengepung Tan Giok Cu." Lim Mei suan memeluk ibunya sambil menangis"Dia dia sudah pergi-entah kapan dia akan ke mari menengokku?" -ooo00000ooo Bab 16 Tewas Terkena Pukulan Aneh setelah meninggalkan rumah Hakim souw. begitu pula lim Mei suan. yang bagian dada terdapat sulaman gambar seekor naga hitam. Thio Han Liong berpamit Hartawan Lim masih berusaha menahannya. "Gadis itu mengalahkan kami bertioa-" "oh?" Pemimpin mereka terbelalak." bisik si Hidung Besar itu "Ilmu pedangnya sangat hebat-" "Ngmm" Pemimpin itu manggut-manggut lalu berseru. Tan Giok Cu terus melanjutkan perjalanannya menuju ke gunung Bu Tong dengan menunggang kudanya. aku ingin mencobanya" "Lebih baik kalian pergi. Hartawan Lim memberikannya beberapa ratus taelperaki sedangkan urn Mei suan mengantarnya sampai di luar rumah." "Begini. "Kini sudah waktunya aku melanjutkan perjalananku. barulah oadis itu kembali masuk ke rumah"ibu. "Tuh" Salah seorang dari mereka menunjuk Tan Giok Cu.Thio Han Liong terus menolak secara halus. . "Mau apa kalian?" "Ha ha ha" Pemimpin itu tertawa gelak. "Kakak Mei suan" Thio Han Liong tersenyum.

"Gadis cantik lebih baik engkau menyerah Kalau tidak.. dan berdiri mematung di tempat. tapi gadis itu menangkis dengan pedang pusakanya. siapa engkau dan kenapa bertempur dengan para anggota Hek Liong Pang itu?" "Namaku Tan Giok Cu. sobat" sahut pemimpin itu dengan wajah pucat pias dan meringis-ringis menahan sakit." Pemimpin itu menjerit kesakitan. kan?" "Diam" bentak Tan Giok Cu gusar sambil menghunus pedangnya. yang ternyata seorang pemudaTanpa berkata sepatah katapun. Begitu melihat pemimpinnya terluka. "Belum lama ini ada tiga anggota Hek Liong Pang ingin membunuh Hakim souw. "Aku bernama ouw yang Bun. Terjadilah pertempuran yang amat seru dan tegang di antara mereka berdua. ia langsung menyerang para anggota Hek Liong Pang itu dengan sengitnya"Nona" seru pemuda itu-"Jangan khawatir. tubuhmu yang mulus itu pasti terluka" "Hmm" dengus Tan Giok Cu. "Nona. bukankah lebih baik engkau bersenang-senang denganku? ya." Tan Giok Cu memberitahukan.v""[ja pun mengucur deras."Dari pada engkau mati di ujung pedangku. tapi aku berhasil . Di saat bersamaan.maka Tan Giok Cu agak kewalahan. Mereka menghadangku di sini. sehingga terdengarlah suara benturan senjata yang amat nyarlng. setelah itu. mereka langsung berhenti menyerang Tan Giok Cu. terjadilah pertempuran yang amat dahsyat. "Ha a a h ?" Betapa terkejutnya pemimpin itu Kemudian ia memekik keras sambil menyerang pemuda itu dengan pedangnya"Bagus" Pemuda itu tertawa sambil berkelit. "Kalian sungguh jahat ini aku terpaksa membunuh kalian" "Ha ha ha" Pemimpin itu tertawa gelak. mendadak berkelebat sosok bayangan ke arena pertempuran itu. kemudian terdengarlah suara jeritan di sana sini pula dan tampak beberapa anggota Hek Liong Pang terkapar bermandi darah."serang dia" Para anak buahnya langsung menyerang Tan Giok Cu dengan berbagai macam senjata.Berselang beberapa saat.. Teang Teang. lalu berjalan pergi dengan badan agak sempoyongan dan ditkutipara anak buahnya dari belakang. "Ha ha ha" Pemuda itu tertawa gelak lalu memandang Tan Giok Cu seraya bertanya. kemudian balas menyerang dengan sengit. ternyata sebelah lengannya telah kutung dan darah bCQar. akhirnya terjadi pertarungan. "Ha ha ha" Pemimpin itu tertawa terbahak-bahak. Para anggota Hek Liong pang itu berkepandaian cukup tinggi. Mulailah ia mengeluarkan ilmu pedang Giok Li Kiam Hoat. kemudian terdengarlah suara jeritan yang menyayatkan hati"Aaakhi. "Cepatlah kalian enyah dari sini" bentak pemuda itu "sebutkan namamu. aku datang membantumu" "Terima kasih" sahut Tan Giok CuPedang di tangan pemuda itu berkelebat ke sana ke mari." "Bagus Kelak kita akan berjumpa lagi" ujar pemimpin itu.

Engkau takut?" "Mayat hidup yang cantik jelita. Ternyata begitu.menyelamatkannya.. "Aku telah menolongmu. Guruku memang mayat hidup. tentunya aku tidak takut-" ouw yang Bun tertawa. "Jangan takut. jadi kita pun sudah menjadi teman... "Namaku ouw yang Bun. usiaku delapan belas tahun. "Aku tidak pernah mendengar tentang perguruan itu Kuburan Tua. sudah yatim piatu. guruku adalah Tong Koay-Oey su Bin. secara tidak langsung kini pihak Hek Liong Pang telah memusuhimu.\fl" mana?" "Wauruav^ Kuburan Tua. "Engkau juga pernah tinggal di dalam kuburan tua?" "Ya." "siauw Koay (siluman Kecil). yang tidak lain . "Nona Giok Cu. kemudian memberitahukan. Maka seharusnya engkau menanyakan namaku.a.\Ar\A. engkau harus berhati-hati" "ya" Tan Giok Cu mengangguk "Eh?" Pemuda itu terbelalak.. Nona."Hah?" ouw yang Bun tersentak"jangan-jangan engkau juga mayat hidup?" "Hi hi hi" Tan Giok Cu tertawa cekikikan saking geli"Aku memang mayat hidup." "Hah?" ouw yang Bun terbelalak. "Aku telah menolongmu." "Engkau fAariyicrp. la merasa tidak enak kalau menolaki karena pemuda itu telah membantunyaMereka berdua duduk di bawah pohon. janganjangan auruvAU mayat hidup?" "Betul.Itu memang kebiasaan buruk guruku." "oooh" Pemuda itu manggut-manggut. Nona Dia adalah guruku yang suka menakuti anak kecil.." sahut Tan Cu dan menambahkan. "Lho?" Pemuda itu tertegun." "Kalau begitu." "oooh" Tan Giok Cu manggut-manggut. engkau berani mencela gurumu?" Mendadak muncul seorang tua. "Bagaimana kalau kita mengobrol sebentar di bawah pohon?" "Baiklah-" Tan Giok Cu mengangguk. siapa gurumu?" "Guruku Bibi sian sian. "Nona Giok Cu" Ouw yang Bun menatapnya sambil tersenyum. ouw yang Bun memandangnya seraya bertanya. siapa namamu?" "Kenapa seperti dipaksa sih?" Pemuda itu menggaruk-garuk kepala." Tan Giok Cu mengangguk. kenapa engkau tidak menanyakan namaku?" "Kenapa aku harus menanyakan namamu?" Tan Giok Cu balik bertanya dengan nada heran. "sebab guruku tinggal di dalam kuburan tua." "Iiiih" ouw yang Bun tampak merinding. "Ha ha ha " "Ha ha ha Hu hu hu Htk hik hik" Terdengar suara tawa yang aneh "He he he " "siapa?" Bentak Tan Giok Cu sambil bangkit dari tempat duduknya lalu menengok ke sana ke mari sekaligus meraba gagang pedang pusakanya.

katanya gurunya adalah Bibi Sian Sian yang tinggal di dalam kuburan tua. "Aku siluman Kecil. Guru adalah siluman besar. "Entahlah-" Tong Koay menggelengkan kepala. dasar tidak jantan" "Guru. "Kenapa engkau bertarung dengan mereka?" "sebab mereka mengeroyok nona ini." sahut Tan Giok Cu"ooooh" Tong Koay menarik nafas lega"Terus terang.. "Cengar-cengir" TOng Koaw melotot.." tanya ouw yang Bu"Ada urusan apa sehingga membuat guru rhati-matian mencariku?" "Mau mengajakmu pergi makan enak" sahut TOng Koay"Ke dapur istana menyantap hidangan-hidangan kaisar?" tanya ouw yang Bun." TOng Koay melotot. gurumu berada di sekitar sini?" "Guruku tidak meninggalkan kuburan tua. engkau malah berduaan dengan gadis itu di sini" "Guru. kalau aku melihat gurumu. kan?" "Aku pasti berpeluk tangan. "ya ampun" Tong Koay menepuk keningnya sendiri "Aku tidak takut menghadapi siapa pun." "Apa?" Tong Koay terbelalak... maka aku turun tangan menoiongnya" sahut ouw Yang Bu sambil tertawa. Ya. Ayoh kita ke Kotaraja" "Tidak mau ah" ouw yang Bun menggelengkan kepala.Ternyata kita satu keluarga Ha ha ha. Mana ada oadis uang akan jatuh cinta kepadamu? Gadis itu begitu cantik dan lemah gemulai.." "oh?" Tong Koay mengerutkan kening. "Hm Cuma berani bersembunyi di belakang kaum wanita.. dan itu membuat Tan Giok Cu tertawa geli"Guru" ouw Yang Bu memberitahukan. kepalaku langsung pusing tujuh keliling-" "Memangnya kenapa?" tanya Tan Giok Cu heran. lalu berlari ke belakang Tan Giok Cu. engkau malah bilang dia adalah mayat hidup Dasar-. oh ya.." "Dia mengaku sendiri. Cianpwee-" Tan Giok Cu mengangguk. . namun justru paling takut menghadapi gurumu." ouw yang Bun mcnyengir. "Gurumu berbaju kuning dan selalu didampingi para pengiringnya?" "ya.. "Guru" panggil ouw yang Bun sambil tertawa.sedangkan nona ini adalah mayat hidup." ouw Yang Bun mengangguk"Gadis cantik" Tong Koay menatapnya dengan penuh perhatian. "Tadi aku bertarung dengan para anggota Hek Liong Pang." sahut TOng Koay sambil tertawa gelak"Ha ha ha hidangan di sana lezat-lezat. "Engkau pemuda bloon.adalah TOng Koay-Oey su Bin. "setengah mati aku mencarimu. "Engkau. "Apa?" TOng Koay melotot." jawab ouw yang Bu. "Kalau para anggota Hek Liong Pang itu mengeroyok seorang neneki tentunya engkau akan berpeluk tangan. sebab guru pasti turun tangan menolong nenek itu." "Hei Murid kurang ajar" bentak TOng Koay. "Betul.. "Kuburan tua?" "Ya.

" "Apa?" Tan Giok Cu terbelalak. sebab dalam hatiku hanya terdapat Thio Han Liong seorang. aku adalah murid Thio sam Hong. Aku. toiong antar aku ke gunung. "Nona kecil. Guru.Itu tidak baik-" "Betul. ampun Baru berkenalan sudah begitu macam." In Lie Heng mengangguk. ia mendengar lagi suara rintihan ituSegeralah ia meloncat turun dari punggung kudanya dan cepat-cepat melesat ke tempat itu. aku merasa berat berpisah dengan dia. Dadaku..Mendadak ia tersentak lalu bergumam"sebetulnya aku tidak boleh berjanji kepadanya berjumpa kembali kelak.dan ouw YRng Bun langsung mengikutinya. "saudara ouw yang. aku harus ikut guruku ke Kota raja?" "ya.... lalu menoleh ke kiri sambil pasang kuping-Ternyata barusan ia mendengar suara rintihan di balik sebuah batu.. aku adalah gurumu" "Aku ingat.." sahut lelaki tua itu "Tolong-.. jadi murid tidak boleh melawan guru. barulah Tan Giok Cu meninggalkan tempat itu sambil tersenyum-senyum." "Ke gunung apa?" "Ke gunung Bu TOng. "Namaku In." ujar Tak Giok Cu sungguh-sungguh"Engkau harus menuruti perkataan gurumu. tapi. Dilihatnya lelaki tua terkapar di situ sedang merintih-rintih. "Paman kenapa?" tanya Tan Giok Cu. kita akan berjumpa kembali kelak. Jangan melupakan aku lho" "Ha ha ha" Tong Koay tertawa terbahak-bahak"Itu pesan yang amat menyentuh hati Ha ha ha-" Tong Koay melesat pergi. akan kujelaskan kepada ouw Yang Bun kelaki bahwa aku sudah punya kekasih-" Usai bergumam begitu.tolong antar aku" "Paman mau ke mana?" Tan Giok Cu menatapnya...Kudanya tidak berani berlari kencang." "Tapi kita akan berpisah kan?« " "Kelak kita akan berjumpa lagi-" "Baiklah-" ouw Yang Bun mengangguk"Nona Giok Cu. Tan Giok Cu melanjutkan perjalanannya menuju gunung Bu Tong.." ouw yang Bun melirik Tan Giok Cu.. "Nona kecil." "Yah. karena banyak batu curam di lembah itu.. salah seorang murid guru besar Thio sam Hong. "sungguh kebetulan sekali" ujaHan Giok Cu .." Ternyata lelaki tua itu In Lie Heng.setelah pasang kuping mendengarkan dengan penuh perhatian. apalagi sudah lama" TOng Koay menggeleng-telengkan kepala. betul-" ouw yang Bun manggut-manggut "Kalau begitu.. Tidak apa-apa. dadaku terpukul. Mendadak kening gadis itu berkerut. Ternyata ia teringat akan tingkah laku guru dan murid itu. "Aku. In Lie Heng... tolong. Kini ia sudah memasuki sebuah lembah.Tan Giok Cu berdiri termangu-ma-ngu di tempat."Engkau berani tidak menuruti perkataanku? ingat.. "Paman adalah murid Guru Besar Thio sam Hong?" "Ya.

yang begitu melihat In Lie Heng. begitu pula Tan Giok Cu dan lainnya." ucap Tan Giok Cu. Tan Giok Cu segera memapahnya ke tempat kudanya.Kuda itu pun mengikuti mereka dari belakang. bagaimana sutee kami terluka? Di mana Nona bertemu dia dan siapa yang melukainya?" tanya song Wan Kiauw"Ketika aku melewati sebuah lembah. sampailah mereka di kaki gunung Bu TOng. . sampai di depan siang Cing Koan (Kuil Bu Tong Pay). "oh?" song Wan Kiauw menatapnya dalam-dalam." Ternyata mereka para murid In Lie Heng dan murid saudara seperguruannya. "Guru Guru. sedangkan Tan Giok Cu tidak ikut mereka masuk. "Nona ke mari ada urusan penting?" tanyanya." "Paman guru Paman guru-. Berselang beberapa saat. "Nona. la tidak banyak bertanya karena kondisi badannya lemah sekali. sedangkan Thio song Kee masih berada di dalam kamar itu "Nona." ujar beberapa orang itu. maka aku mendekati suara rintihan itu "jawab Tan Giok Cu memberitahukan dan menambahkan "siapa yang melukainya. langsung terbelalak. biar kami yang membopong guru ke atas.Keadaan In Lie Heng membuat mereka cemas sekali"Nona.memberitahukan. sebab mereka sangat mencemaskan In Lie Heng.la berjalan mondar-mandir di depan kuil. "Aku memang ingin kegunung Bu TOng." ujar aadis itu. tampak beberapa orang tua berdiri di sana. masuk saja ke dalam" ujar seorang murid Bu Tong. Bu-kankah dia berada di sini?" sahut Tan Giok Cu sambil menengok ke sana ke mari... aku mendengar suara rintihan." In Lie Heng menyahut "Cepat bopong dia ke dalam" seru Jie Lian Ciu. lalu melangkah ke dalam dan langsung duduk di ruang depan.. sebab kebetulan aku memang ingin ke mari. Beberapa murid Bu Tong itu langsung mengerahkan ginkang melesat ke atas. "Aku ke mari ingin mencari Thio Han Liong. aku sama sekati tidak tahu." "oooh" song Wan Kiauw manggut-manggut"Terima kasih atas kebaikan Nona mengantarnya pulang-" "Tidak usah berterima kasih. aku. Dua hari kemudian. Para murid Bu Tong sama sekali tidak bertanya apa pun kepada Tan Giok Cu. lalu mengangkatnya ke punggung kuda itu setelah itu. muncullah song Wan KiauwJie Lian ciu danjie Thay Giam. "Iya" Tan Giok Cu mengangguksalah seorang yang bertubuh kekar langsung membopong In Lie Heng. diikuti song wan Kiauw dan lainnya." "oooh" In Lie Heng manggut-manggut. Mendadak muncul belasan orang. barulah ia meloncat ke atas dan kuda itu pun berjalan perlahan meninggalkan tempat tersebut. In Lie Heng langsung dibopong ke sebuah kamar. "sutee" panggil mereka serentak"Kenapa engkau?" "suheng. "Terima kasih.

V" Oj kami harus ke dalam lagi." sahut song wan Kiauw dan segera berjalan ke ruang meditasiBerselang beberapa saat kemudian. "Nona.engkau tunggu saja di sini" "Ya" Tan Giok Cu mengangguk lagi. "Guruku yang memberitahukan kepadaku. "Perguruan Kuburan Tua. lalu membuka bajunyaseketika juga mereka terbelalak." sela jie Lian ciu. "Pukulan apa yang mengenai dada In Lie Heng?" "Bekas itu merah bagaikan darah. terdapat Kuburan Mayat Hidup." ujar song wan Kiauw.karena melihat ada tanda merah di dada In Lie Heng. Jie Lian ciu dan lainnya segera masuk ke dalam. "Paman Bu Ki kenal guruku.Thio song Kee masih duduk di pinggir tempat tidur menjaga In Lie Heng"Bagaimana?" tanya Jie Lian ciu"In Lie Heng sudah siuman?" "Belum. sebab kami harus berusaha menoiong In lie Heng" "Ya" Tan Giok Cu mengangguk"oh ya. "Apakah Guru pernah mendengar tentang ilmu pukulan itu?" ." Thio Song Kee menggelengkan kepala"Lebih baik kita beritahukan kepada guru. engkau jangan mempermainkan kami Dalam rimba persilatan tiada perguruan tersebut-" "Di belakang Ciong Lam san. "Apa?" song Wan Kiauw tampak terkejut"Kuburan Mayat Hidup. di mana Han Liong? Aku ingin menemuinya-" "Akan kami memberitahukan nanti-" sahut Jie Lian ciu"SdR." Tan Giok Cu mengangguk. song Wan Kiauw sudah kembali ke kamar itu bersama Thio sam Hong"Guru" Jie Lian Ciu dan lainnya langsung memberi hormat. "Harap engkau tunggu sebentar." Biar aku yang beritahukan kepada guru. "Dari tadi ini Lie Heng belum sadar?" tanya Thio sam Hong sambil menatap In Lie Heng yang terbaring di tempat tidur dalam keadaan pingsan dan wajahnya tampak merah sekaliThio sam Hong mendekatinya." "Gurumu berasal dari perguruan mana?" tanya Jie Lian ciu. bolehkah memberitahukan kepada kami?" "Guruku adalah Bibi sian sian. Burung Rajawali dan Pasangan Pendekar." jawab Tan Giok Cu. kelihatannya seperti bekas terpukul"Aaah " Thio sam Hong menghela nafas panjang.fiyfi. "Kami adalah kawan baik" "Nona" Jie Thay Giam menatapnya tajam. Burung Kajawali dan Pasangan Pendekar " "Ya-" Tan Giok Cu mengangguk" Mereka adalah kakek dan nenek moyang guruku-" "ooooh" song Wan Kiauw manggut-manggut"Aku sudah tahu-" "Nona. "engkau kau murid siapa." jawab Tan Giok Cu jujur"Perguruan Kuburan Tua?" Jie Lian ciu mengerutkan kening. tidak muncul lagi di dunia Kang-ouw-" Tan Giok Cu membaca syair tersebut." "siapa Bibi sian sian itu?" tanya Jie Thay Giam. "Ya."Apakah engkau temannya?" tanya Jie Lian ciu.

Htat.. Guru.. dan kini In Lie Heng mati terkena pukulan aneh. sama sekali tidak mampu mengobatinya. "sulit ditolong. Guru mau menemuinya?" "Ng" Thio sam Hong mengangguk. aku pasti bertemu dia." Mendadak kepala In Lie Heng terkulai dan nafasnya pun putus seketika. Htat.Thio sam Hong menggeleng-gelengkan kepala. "Bu Tong Cit Hiap kini cuma tertinggal empat orang. Walau Tan Giok Cu tidak kenal Thio sam Hong. Thio sam Hong menghela nafas panjang lagi. Guru cuma mampu menyadarkannya dengan Iweekang. "Dia masih berada di ruang depan. bagaimana keadaan Sutee?" tanya song Wan Kiauw cemas."Aku terlambat ke mari Kalau tidak. lalu sepasang telapak tangannya ditempelkan di dada In Lie Heng.oh ya. kemudian mempersilakan nya duduk"Terima kasih.. Thio sam Hong berhenti menyalur Iweekangnya lagi "In Lie Heng. "siapa yang melukaimu?" "Guru.... "Gadis kecil.. namun begitu melihat guru besar itu. Ketika In Lie Heng mulai membuka matanya. lalu berjalan ke luar menuju ruang depan." ucap Tan Giok Cu lalu duduk"Gadis kecil. bangunlah" ujar Thio sam Hong sambil dudukTan Giok Cu segera bangkit berdiri. siapa yang mengantarkan Lie Heng pulang?" "seorang gadis remaja bernama Tan Giok Cu" sahut Jie Lian ciu memberitahukan.. "Guru..." sahut In Lie Heng terputus-putus dan suaranya pun lemah sekali. "Tapi dia sudah berangkat ke kuil siauw Lim sie-" Tan Giok Cu tampak kecewa sekali. kemudian mulai memeriksa In Lie Heng dengan cermat sekali. setelah itu.. "Htat. "Thay suhu.. "Htat. Goh seng Kok mati di tangan song Ceng su. terimalah hormatku" ucapnya." sahut Thio sam Hong dengan wajah murung. engkau yang membawa In Lie Heng pulang?" tanya Thio sam Hong lembut"Ya-" Tan Giok Cu mengangguk"Di mana engkau melihat In Lie Heng?" tanya Thio sam Hong lagi "Di sebuah lembah " jawab Tan Giok Cu dan menutur tentang itu "Kebetulan aku memang ingin ke mari-" "oh? Apa ada sesuatu penting engkau ke mari?" "Aku ke mari ingin menemui Han Liong. Thio Cut san mati bunuh diri.. ia langsung bersujud di hadapannya." "Hmmm" Thio sam Hong manggut-manggut." ..Thio Sam Hong menatapnya tajam. "satee " "Aaaah " Thio sam Hong menghela nafas panjang.. "sutee sutee" teriak song Wan Kiauw dengan air mata bercucuran." "Htat (Darah) apa?" tanya Thio sam Hong cepat." tanya Thio sam Hong lembut. Lama sekali Thio Sam Hong menyalurkan Iweekangnya ke dalam tubuh In Lie Heng.

"Gadis kecil" Thio sam Hong menatapnya seraya bertanya. "Di belakang Ciong Lam san. dia justru sudah berangkat ke mari. itu sudah seratus tahun lebih." sahut Thio Sam Hong singkat. "sin Tiauw Tayhiap Yo Ko pernah mengajarku beberapa jurus ilmu pukulan. "Hiat?" Tan Giok Cu bingung. Ketika aku pulang. "Paman tua itu sudah meninggal?" "ya. kemudian membaca syair. sehingga... "gadis kecil. maka aku menyusulnya ke mari. "Dia mau memberitahukan tentang orang yang melukainya. "Gadis kecil. "Thay Suhu tahu apa artinya?" Thio Sam Hong tersenyum getir. engkau murid siapa?" "Bibi sian sian adalah guruku." jawab Thio Sam Hong sambil menggeleng-gelengkan kepala." Tan Giok Cu menundukkan kepala. apa rencanamu sekarang?" . "Tapi sudah lama kami tidak bertemu. namun aku belum pulang.." sahut Jie Lian ciu. perlukah kami pergi menyelidikinya?" "Akan dirundingkan nanti. "Gadis kecil" Thio Sam Hong menghela nafas. namun sudah tidak keburu. kemudian memandang Tan Giok Cu seraya bertanya." "oooh" Thio sam Hong manggut-manggut. itu." Thio Sam Hong mengangguk dengan wajah murung. "Engkau punya hubungan apa dengan Han Liong?" "Kami adalah kawan baik.. "Engkau tidak terlambat membawanya pulang. aku terlambat membawa Paman tua itu ke mari. Dia baik sekali kepadaku dan aku pun baik kepadanya. maka In Lie Heng dibunuh untuk menutup mulutnya?" "Itu memang mungkin. "Aku sama sekali tidak tahu apa artinya." (bersambung keBagian 09) Jilid 9 "Thay Suhu. Burung Rajawali dan pasangan Pendekar..." Ternyata gurumu keturunan sin Tiauw Tayhiap dan siauw Liong Li. Mungkinkah In Lie Heng mengetahui rahasia orang itu. Aaahhhh. "Itu merupakan suatu teka-teki. "Haaah?" Tan Giok Cu terbelalak. tidak muncul lagi di dunia Kang-ouw." Thio Sam Hong menghela nafas panjang." ujar Thio sam Hong." tanya Tan Giok Cu. hanya mengucapkan Hiat saja. terdapat Kuburan Mayat Hidup. Aku justru tidak habis pikir. "Dadanya terpukul oleh semacam ilmu pukulan anehi entah ilmu pukulan apa itu?" Thay Suhu. "Bagaimana keadaan Paman tua itu?" "Dia sudah meninggal. Aku masih hidup. bagaimana In Lie Heng bisa bentrok dengan orang itu. dia pernah tinggal di rumahku. namun tiga muridku telah meninggal duluan. Ketika masih kecil. Belum lama ini dia ke rumahku.." jawab Tan Giok Cu. sebab muridku itu masih sempat mengucapkan beberapa patah kata." sahut Tan Giok Cu dengan jujur dan menambahkan. "guru. Ini sungguh di luar dugaan" ujar Thio sam Hong dan menambahkan." "Paman tua itu mengucapkan apa?" tanya Tan Giok Cu.

. apakah Thio Han Liong berada di dalam kuil?" "Maaf."Thay suhu.. "Kenapa Nona begitu lancang memasuki kuil kami? Ayoh cepat keluar" "Aku ingin menemui Hong Tio. "Nona." Tan Giok Cu mengangguk sekaligus berpamit." sahut Tan Giok Cu. "Kalau begitu .aku rindu sekali kepadanya. aku tidak tahu.. "Pokoknya aku harus masuk-" "Nona-. "Omitohud Kaum wanita dilarang masuk di kuil kami. "Baik-lah. aku. turun-temurun sudah hampir seribu tahun..." "Taysu" Tan Giok Cu tersenyum. terdengarlah suara gemuruh air terjun." jawab Tan Giok Cu sambil menundukkan kepala..." Tan Giok Cu melangkah ke arah pintu kuil itu.. silakan Nona menunggu di luar saja" ujar Goan Liang Hweeshio menegaskan. tampak sebuah kuil yang amat megahi itulah kuil siauw Lim sie. "Kalau begitu..setelah melewati beberapa tikungan." Hweeshio itu memberitahukan. "Aku ingin bertanya. "Mudah-mudahan Kakak Han Liong masih berada di dalam kuil itu" ucap Tan Giok Cu dalam hati. kami terpaksa. lalu ia meloncat turun dari punggung kudanya. "Omitohud" ucap salah seorang Hweeshio yang sedang menyapu di situ. beritahukan kepadanya bahwa kami di sini sangat rindu kepadanya. "Aku." Hweeshio itu berdiri mematung di tempat Tan Giok Cu melangkah ke dalam pintu itu..sayup didengarnya suara Liam Keng (Membaca doa) dan disaat itu pula muncul beberapa Hweeshio tingkatan Goan. Tampak beberapa buah air terjun di gunung seberang. tapi para Hweeshionya justru tidak tahu aturan. tampak seekor kuda berjalan santai. "Aku tidak perduli peraturan itu. yang semuanya menatapnya dengan tajam.sayup. "Aku akan ke dalam untuk menemui Hong Tio (Ketua). "Jika Nona tidak mau keluar. "Omitohud" ucap salah seorang Hweeshio yang bergelar Goan Liang." ujar Tan Giok Cu." "Apa?" Tan Giok Cu tertegun. aku mau berangkat ke kuil siauw Lim sie menyusul Kakak Han Liong. "Omitohud Aku." jawab Hweeshio itu.Apabila engkau berjumpa Han Liong." "Ngmmm" Thio sam Hong manggut-manggut. setelah itu barulah mendekati pintu kuil itu.seorang gadis remaja duduk di punggungnya sambil menengok ke sana ke mari menikmati keindahan alam di gunung itu." " ya." "Engkau berani menghadangku?" Tan Giok Cu melotot. "Kenapa kaum wanita dilarang masuk?" "Ini adalah peraturan kuil siauw Lim sie. Kalau kalian ." "Kuil siauw Lim sie sangat terkenal di kolong langit.. Bukan main cantiknya gadis remaja itu siapa dia? Tidak lain adalah Tan Giok Cu.Ia menambatkan kudanya di sebuah pohon." "Nona" Hweeshio itu segera menghadangnya.. sedangkan kuda itu terus mendaki. Bab 17 Berjumpa Dan Mencurahkan isi Hati Dijalanan gunung siauw sit san.. Berselang beberapa saat.

sebetulnya godaan tersebut timbul dari dalam hati kalian." ujar Tan Giok Cu. "Kaum wanita memasuki kuil ini merupakan godaan bagi mereka. "Paderi tua. "Kenapa kaum wanita dilarang memasuki kuil ini?" "Itu . kenapa kaum wanita dilarang masuk di kuil siauw Lim sie?" tanya Tan Giok Cu mendadak"sebab kuil siauw Lim sie adalah tempat tinggal para Hweeshio. peraturan itu harus dihapus. siapa engkau dan mau apa engkau ke mari?" "Namaku Tan Giok Cu. maka kaum wanita dilarang masuk-" "Betul. namun kalian membayangkan kaum wanita." "Seng Hwi? siapa dia?" "Dia adalah. betul-" Kong Ti Seng ceng mengangguk "Padri tua." "Omitohud "" Goan Liang Hweeshio menundukkan kepala. namun Thay suhu bilang Kakak Han Liong pergi kemari. aku pun terpaksa melawan. "Lho?" Kong Ti Seng Ceng menatapnya. "Aku sudah ke gunung Bu Tong. Para Hweeshio menyembahyangi apa di dalam kuil ini?" "Sang Buddha. itu pun sudah merupakan suatu godaan. seandainya tiada kaum wanita ke mari. "Memang tidak boleh-" Kong Ti Seng Ceng tersenyum"Peraturan di sini. "Kenapa peraturan itu harus dihapus?" "Peraturan yang tak masuk akal." Kong Ti Seng Ceng terbungkam.berani mengusirku. Begitu melihat Tan Giok Cu." "Omitohud" ucap Goan Liang Hweeshio" Harap Nona mentaati peraturan kuil kami" "Aku ingin bertanya. "Tadi Hweeshio itu bilang . Di saat bersamaan. maka harus dihapus. kaum wanita dilarang masuk" "Kalau begitu." sahut Tan Giok Cu dan bertanya. kenapa engkau memasuki kuil kami?" "Tidak boleh ya?" sahut Tan Giok Cu. aku ingin bertanya. berarti godaan bagi kami-" "Hi hi hi" Tan Giok Cu tertawa geli"Lucu sekali. padri tua itu terbelalak" Omitohud" ucapnya sambil mengerutkan kening." jawab Goan Liang Hweeshio"Kalau ada kaum wanita memasuki kuil siauw Lim sie. muncullah Kong Ti Seng Ceng. "Nona kecil. Namun sayang sekali. apakah para Hweeshio siauw Lim Sie tidak pernah membayangkan kaum wanita? Kalau pernah. bahkan juga merupakan dosa bagi kalian." Tan Giok Cu menunjuk Goan Liang." Ketika Kong Ti Seng Ceng mau . "Ternyata engkau ingin menemui Han Liong." "Omitohud" ucap Kong Ti Seng Ceng sambil menatapnya"gadis kecil.Aku ke mari ingin menemui Kakak Han Liong-" gadis itu memberitahukan. dia sudah pergi bersama Seng Hwi." "Omitohud" Kong Ti Seng Ceng tersenyum. itu merupakan suatu dosa lho Maka percuma melarang kaum wanita memasuki kuil ini." "Apakah kaum wanita tidak boleh menyembahyangi sang Buddha?" "Tentu boleh-" "Kalau begitu " Tan Giok Cu tertawa kecil.

"Seng Hwi -" "Kong Ti Seng Ceng. "Namaku Lie Bun yauw. aku minta dihukum-" "Omitohud" ucap Kong Ti Seng Ceng. Tampak belasan orang berpakaian serba putih. tidak muncul lagi di dunia Kang-ouw" sahut Tan Giok Cu membaca syair tersebut." "Ke desa mana?" "Kedesa Hok An." Seng Hwi bangkit berdiri. "Hek Liong Pang lagi Hek Liong Pang lagi" Tan Giok Cu menggeleng-gelengkan kepala." Tan Giok Cu membalikkan badannya. "Paman" panggil Tan Giok Cu mendadak. aku harus segera pulang. Tiba-tiba berkelebat belasan bayangan ke arah Tan Giok Cu. Dia berada di mana sekarang?" "Nona kecil .Di saat bersamaan berkelebat sosok bayangan ke hadapan Kong Ti Seng Ceng. "Nona kecil. maka aku harus mengampunimu. karena ingin cepat-cepat sampai di rumah. siapa gurumu?" tanyanya. terdapat Kuburan Mayat Hidup. "Di balik Ciong Lam san.menjelaskan. mendadak terdengar suara seruan. Tan Giok Cu terkejut dan cepat-cepat ia menghentikan kudanya."Di mana Kakak Han Liong? Padri tua itu bilang Kakak Han Liong pergi bersamamu." sahut Lie Bun yauw"Harap Nona sudi ikut kami" . aku ke mari mohon pengampunan. "Kong Ti Seng Ceng Seng Hwi datang menghadap" Air muka Kong Ti Seng Ceng langsung berubah. bangunlah" Terima kasih. "Kakak Han Liong adalah kawan baikku. kemudian melayang turun di hadapan kudanya. dibagian dada terdapat sulaman gambar seekor naga hitam. gadis itu tersenyum-senyum sendiri " Kakak tampan. gadis itu tidak membuang waktu. "Ketua kami mengutus kami mengundang Nona ke markas. "Kini engkau telah sadar akan kesalahanmu." ujar Seng Hwi sambil menangis terisak-isak"Aku telah salah membunuh para Hweeshio siauw Lim sie. Seng Ceng. katanya mau ke desa . "siapa engkau?" "Namaku Tan Giok Cu." gadis itu memberitahukan. kuda itu mulai memasuki sebuah rimba. "Dia menuju ke rumahku." "oooh" Seng Hwi manggut-manggut "Dia lelah meninggalkan tempat tinggalku." Seng Hwi terbelalak." "oh" Wajah Tan Giok Cu langsung berseri. lalu melangkah pergi. Burung Rajawali dan Pasangan Pendekar. kemudian berlutut di situ. pemimpin regu Angin dari perkumpulan Hek Liong pang" "Jadi kenapa?" tanya Tan Giok Cu dingin. "Omitohud -" Kong Ti Seng Ceng tercengang.Begitu terbayang Thio Han Liong. "Omitohud" ucap Kong Ti Seng Ceng sambil manggutmanggutItu sungguh di luar dugaan Omitohud" -ooo00000oooTan Giok Cu memacu kudanya sekencang-kencang-nya. kita akan bertemu Kita akan bertemu" Berselang beberapa saat kemudian. Omitohud Seng Hwi. sudah barang tentu larinya agak perlahan. "Nona" salah seorang berusia empat puluhan memberi hormat.

ia masih dapat bergerak gesit dan balas menyerang. lalu berseru kepada para anak buahnya. sebab mereka adalah regu Angin. Akan tetapi. lagipula mulai lelah. Tan Giok Cu adalah murid kesayangan yo sian sian."Kalau aku tidak mau ikut?"" "Nona" Lie Bun yauw menatapnya " Kami terpaksa akan menggunakan kekerasan terhadap Nona" "oh?" Tan Giok Cu segera meloncat turun dari punggung kudanya kemudian menatap Lie Bun yauw seraya berkata. Namun puluhan jurus kemudian. Mendadak terdengar suara bentakan keras yang memekakkan telinga. "Aku tidak pernah bermusuhan dengan pihak Hek Liong Pang. "Berhenti" Tampak sosok bayangan melayang turun di hadapan Tan Giok Cu.gadis itu bersiul panjang sekaligus berkelit dan menangkis. para anak buahnya rata-rata berkepandaian tinggi. sehingga mengejutkan semua orang yang ada d i situ. Lie Bun yauw menyaksikan pertarungan itu dengan mata tak berkedip. "Kenapa kalian mengeroyok seorang gadis?" tanya pemuda itu sambil menuding para anggota Hek Liong pang." "Justru itu.Perlu diketahui. Itu dikarenakan ia kurang berpengalaman. "Ha ha ha" Lie Bun yauw tertawa gelak"Nona. lebih baik engkau menyerah" " omong kosong" sahut Tan Giok Cu dan terus mengadakan perlawanan. la berdiri membelakangi Tan . tapi kenapa kalian selalu mencari gara-gara denganku?" "Bukankah Nona telah melukai beberapa anggota Hek Liong pang?" sahut Lie Bun yauw"Itu dikarenakan mereka ingin membunuh Hakim souw. ketua ingin bertemu dengan nona" "Maaf. "Aku tidak punya waktu karena aku harus segera pulangTidak bisa ikut kalian ke markas" " Kalau begitu. sehingga terjadilah pertarungan yang amat seru dan tegang. "Tangkap dia" Para anak buah Lie Bun yauw langsung menyerang Tan Giok Cu dengan berbagai macam senjata. maka aku harus turut campur" sahut pemuda itu. yang berkepandaian amat tinggi. seharusnya engkau menghukum anggota yang bertindak sewenang-wenang. "Engkau adalah pemimpin regu Angin. Ternyata seorang pemuda berwajah sangat tampan. "Anak muda" bentak Lie Bun yauw"siapa engkau? Kenapa engkau mencampuri urusan kami?" "Kalian mengeroyok seorang anak gadis." ujar Tan Giok Cu dan menambahkan. Maka walau dikeroyok belasan orang. Tan Giok Cu tampak mulai kewalahan." Kening Lie Bun yauw berkerut" Kami terpaksa menggunakan kekerasan untuk menangkapmu" "Apa boleh buat" sahut Tan Giok Cu sambil menghunus pedang pusakanya"Aku terpaksa melawan" "Baik" Lie Bun yauw manggut-manggut. berusia tujuh belasan tahun." ucap Tan Giok Cu.

"Ayoh. cepatlah kalian enyah dari sini" "Ha ha ha" Lie Bun yauw tertawa gelak. "Anak muda siapa namamu?" Lie Bun yauw menatapnya tajam... engkau jangan khawatir Aku akan membantumu mengusir mereka. "Adik manis Adik manis-.. "Engkau. "siapa mereka.. aku." sahut Thio Han Liong sambit tersenyum. sebab ketua yang mengutus kami mengundang nona itu ke markas" "Pokoknya kalian tidak boleh mengganggunya" tegas Thio Han Liong. " Kakak tampan Kakak tampan" "Hah?" Thio Han Liong tertegun dan langsung membalikkan badannya. "Adik manis. kenapa mereka mengganggumu?" "Mereka adalah para anggota Hek Liong Pang.. "Engkaupun sudah besar dan bertambah tampan. "Cukup dengan tangan kosong saja. engkau tidak pakai senjata?" tanya Tan Giok Cu sambil mengayunkan pedang pusakanya menangkis serangan-serangan itu. aku.. ketika mendengar suara bentakan itu.. " Kakak tampan. "Namaku Thio Han Liong" Di saat itulah terdengar suara seruan girang. Ternyata Tan Giok Cu yang berseru sambil mendekati Thio Han Liong.. sekaligus menggunakan ilmu Kian Kun Taylo IeKini Tan Giok Cu tampak bersemangat sekali. belasan anggota .Giok Cu.. "Maka hingga sekarang pihak Hek Liong Pang terus memusuhiku. engkau memang ingin cari penyakit" Pemimpin regu Angin itu lalu memberi aba-aba kepada para anak buahnya. Kira-kira puluhan jurus kemudian." "Anak muda" ujar Lie Bun yauw sambil mengerutkan kening. maka engkau berani bertingkah di hadapan kami" "Tentunya kalian dari perkumpulan golongan hitam Kalau tidaki bagaimana mungkin mengeroyok seorang gadis?" sahut Thio Han Liong dingin.." "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut..jangan di sini Kalian. sehingga Giok Li Kiam Hoat yang dikeluarkannya itu bertambah lihay dan dahsyat. " Lebih baik engkau jangan turut campur urusan ini. "Anak muda. "Kalau mau berpacaran... otomatis ia terus memperhatikan pemuda tersebut." "Kakak tampan Aku adalah adik manismu. jadi tidak begitu memperhatikan gadis itu. terus memperhatikan gadis yang di depannya.." Thio Han Liong tertawa gembira"Engkau sudah besar dan cantik sekali" "Kakak tampan" Tan Giok Cu tersenyum manis. engkau sudah lupa ya?" Tan Giok Cu tersenyum. hati Tan Giok Cu tersentaki karena merasa kenal akan suara itu." "Adik manis. mereka terus memusuhiku.. dan seketika juga mereka menyerang." "Hei" bentak Lie Bun yauw." jawab Tan c-iiok Cu dan menutur tentang kejadian di kuil Hok Tek Cin sin. Akan tetapi." tanya Thio Han Liong. "HiA" dengus Lie Bun yauw"Anak muda Mungkin engkau belum tahu siapa kami.

Hek Liong Pang mulai terdesak "Berhenti" seru Lie Bun yauw mendadak. kepandaianmu bertambah tinggi lho" "Adik manis" Thio Han Liong tersenyum"Ilmu pedangmu sungguh lihay dan hebat. "Siapa yang melukai Kakek In?" Mata Thio Han Liong mulai basah..Aku kagum sekali-" "oh?" Tan Giok Cu tertawa dan memberitahukan. kemudian mendekati Thio Han Liong sambil memberi hormat. aku menyusulmu ke gunung Bu Tong dan siauw Lim sie-" "Adik manis" Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala"Kenapa engkau tidak menunggu di rumah saja?" "Aku aku rindu sekali kepadamu. sampai jumpa" Lie Bun yauw dan para anak buahnya segera meninggalkan tempat itu. maka akan kulaparkan kepada ketua. " Kakak tampan" panggil Tan Giok Cu dengan suara rendah dan mesra. Sayang Kakek In keburu menghembuskan nafas penghabisan. kini kita sudah besar.. "sucouwmu bilang. "Aku aku menyukaimu melebihi dulu. sebelum menghembuskan nafas penghabisan. Menurut aku." "Apa?" Bukan main terkejutnya Thio Han Liong. Kami tidak sanggup melawan kalian berdua." sahut Tan Giok Cu perlahan sambil menundukkan kepala. entah apa artinya?" "sucouwkujuga tidak tahu apa artinya?" "ya." " Kakak tampan. "Entahlah-" Tan Giok Cu menggelengkan kepala." Thio Han Liong mengangguk"Bagaimana engkau terhadapku?" tanyanya." ujar Tan Giok Cu. "Kepandaianmu sungguh mengagumkan. sedangkan Thio Han Liong dan Tan Giok Cu masih berdiri di situ.Ke dua orang tuamu sudah tahu itu" "oh?" Tan Giok Cu tersenyum gembira" Kakak tampan. sucouwmu tidak tahu sama sekali. "Itu mungkin julukan orang yang melukai Kakek In.la tahu kalau pertempuran itu dilanjutkan. "Adik manis" sahut Thio Han Liong sambil menatap lembut. maka tiada waktu untuk menyebut lengkap julukan itu" "Ngmm" Thio Han Liong manggut-manggut- . Kakek In menyebut 'Hiat'. " Kakek In telah meninggal?" " ya. " Kakak tampan. maka ." Tan Giok Cu mengangguk dan menutur tentang kejadian itu. ia menyuruh mereka berhenti. "Dulu aku menyukaimu. Tak disangka kita bertemu di sini. lalu saling memandang. kini justru mencintaimu-" "Adik manis" Thio Han Liong menggenggam tangannya " Aku pun mencintaimu. oleh karena itu. "Paman tua bernama In Lie Heng telah meninggal. aku pun rindu sekali kepadamu." "Adik manis. syukurlah kita berjumpa di sini" "oh ya" Tan Giok Cu memberitahukan. para anak buahnya pasti celaka. Betutkah engkau tetap menyukaiku?" "Tentu.

" "Oh?" ouw yang Bun menatap Thio Han Liong dengan penuh perhatian. "Nona kecil. "Aku.. lama sekali barulah ia memberi hormat.. "saudara Han Liong. "Engkau harus tahu. engkau sudah punya kekasih?" Wajah ouw yang Bun berubah pucat. aku sudah suka kepadamu.. "Beranikah engkau bertanding denganku?" "saudara ouw yang" Thio Han Liong tersenyum lembut. "Nona kecil. "Engkau." orang itu pasti berkepandaian tinggi sekali-Kalau tidak. "Selamat bertemu" "saudara ouw yang" tanya Tan Giok Cu... "sejak pertama kali bertemu denganmu." Tan Giok Cu menghela nafas panjang.. aku ingin menemuimu. "Mari kuperkenalkan.... "saudara Han Liong" tanya ouw yang Bun bernada menantang." sahut Thio Han Liong sekaligus balas memberi hormat. kalian berdua merupakan pasangan yang serasi-Tapi...." sementara Thio Han Liong diam saja. "Karena dia bilang engkau adalah kekasihnya. sejak kecil aku dan Giok Cu sudah merupakan kawan baik.. aku." "saudara ouw yang..." "Eh?" Tan Giok Cu mengerutkan kening. "Karena." "Saudara ouw yang." Wajah ouw yang Bun agak kemerah-merahan.. "Pemuda inikah kekasihmu?" "ya-" Tan Giok Cu mengangguk. selamat bertemu Namaku ouw yang Bun. "Sebab aku. tak disangka kita bertemu di sini.." "Kenapa engkau ingin menemuiku?" tanya Tan Giok Cu heran.." "Ha ha ha" Mendadak terdengar suara tawa."Dia memang lebih tampan dariku. "Bukankah engkau pergi ke Kota raja bersama gurumu?" "Di tengah jalan aku kabur. bagaimana mungkin bisa melukai Kakek In? sebab Kakek In berkepandaian tinggi sekali-" "Benar. aku rindu sekali kepadamu. tapi aku sudah punya kekasih.. dia adalah Kakak Han Liong. maka aku . Wajahmu terus muncul di pelupuk mataku." ujar ouw yang Bun berterus terang." ouw yang Bun menatap Thio Han Liong dalam-dalam"Belum tentu kepandaiannya lebih tinggi dariku.. murid kesayangan Tong Koay-Oey sun-Bin." Tan Giok Cu menggeleng-gelengkan kepala"Terima kasih atas perhatianmu. namun aku sudah jatuh cinta kepadanya. sedangkan engkau baru kenal dia-" "Walau aku baru kenal dia.sekarang kita harus pulang.." "saudara ouw yang" Tan Giok Cu tersenyum." ouw yang Bun tersenyum. maka aku. kemudian muncul seorang pemuda yang ternyata ouw yang Bun." sahut ouw yang Bun... aku ingin menguji kepandaiannya-" "saudara ouw yang.." Tan Giok Cu mengangguk"Kita harus menyelidikinya kelak." "Nona.

" "Tapi " Tan Giok Cu menggeleng-gelengkan kepala. Engkau memang harus bertanding dengan dia" "Ha ha ha. kenapa engkau tidak mau ikut guru ke Kota raja?" "Guru . "Melainkan aku tidak mau bertanding dengan murid Cianpwee. "Tiada artinya kita bertanding." "Menguji kepandaian masing-masing. "Kesal?" Tong Koay tampak bingung. mendadak muncul seorang tua. bukankah engkau agak pengecut?" "Cianpwee jangan salah paham." ouw yang Bun mengangguk"oleh karena itu. "Pemuda itu kelihatan berisi juga. tapi sebaliknya malah setuju.." "Pemuda itukah kekasihnya?" tanya Tong Koay sam-bil menatap Thio Han Liong dengan penuh perhatian. Bagaimana sih?" "Itu cuma bertanding. "ya. bagus" Tong Koay tertawa gembira. "seharusnya Paman Tua mencegah.. "gadis cantik itu sudah berada di hadapanmu. tapi kenapa engkau masih kesal?" "Dia sudah punya kekasih-" ouw yang Bun memberitahukan." ujar Thio Han Liong memberitahukan.. "Aku . tapi kenapa wajahmu masih masam begitu?" Tong Koay "Wng garuki Garuk kepala.." sahut ouw yang Bun." sahut Tong Koay dan melanjutkan. aku ingin bertanding dengan pemuda itu" "Bagus. "Anak muda" Tong Koay menatap Thio Han Liong dengan mata tak berkedip"Engkau memang tampan. sahut Tong Koay. "Juga menambah pengalaman kalian. jangan terus bergurau Aku lagi kesal nih.. Nah. "Guru." "Kini engkau sudah bertemu gadis cantik itu." "Ha ha ha ha" Terdengar suara tawa yang memekakkan telinga. "Lagipula belum tentu kekasihmu itu akan kalah.. bukan bertarung mati-matian." Wajah ouw yang Bun tak sedap dipandang. Aku akan jadi wasit pokoknya tidak akan berat sebelah-" "Cianpwee-. Sayang kenapa agak pengecut?" "Cianpwee" Thio Han Liong mengerutkan kening.. Itu sangat bermanfaat bagi kalian berdua." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. sebab tiada gunanya kami bertanding.. Aku bukan pengecut. "Engkau tidak berani bertanding dengan muridku." Tong Koay tertawa." . jadi engkau tidak perlu cemas. "Itu membuat hatiku terasa sakit sekali.". yang tidak lain Tong Koay-oey Su Bin.ingin menguji mu-" "saudara ouw yang " Thio Han Liong menggelenggelengkan kepala. "Aku. "Kenapa Cianpwee bilang aku agak pengecut?" "sebab." "Paman Tua" Tan Giok Cu mengerutkan kening. "Muridku.

"Engkau adalah kakak seperguruan gadis itu?" "Bukan." Thio Han Liong menggelengkan kepala. gadis itu yakin Thio Han Liong akan menang. "Ha ha Ternyata engkau murid Bu Tong Pay" sementara ouw yang Bun yang diserang itu berkelit dengan cepat sekali. sebab aku mengenali ilmu silatmu itu. Ha ha ha." potong Tong Koay cepat. "Kalau engkau tidak mau bertanding dengan muridku." "Cianpwee." "Cianpwee" Hati Thio Han Liong mulai panas. "sebab engkau lebih muda dari muridku" "Maafl" ucap Thio Han Liong pada ouw yang Bun." "Bagus."Anak muda. bagus" Tong Koay manggut-manggut. kalian cepat mulai" Thio Han Liong dan ouw Yang Bun berdiri berhadapan. Namun barusan engkau mengeluarkan ilmu Kiu Im Pek Kut Jiauw." "cianpwee" Thio Han Liong tersenyum. "Anak muda. "Engkau jangan membohongi aku. "Kalian bertanding cukup dengan tangan kosong saja. "Muridku" serunya memberitahukan.Itu dikarenakan mendadak ouw Yang Bun balik terdesak oleh tangkisan dan serangan Thio Han Liong. wajah Tong seketika berubah agak pucat dan segera berseru. Ayoh. itu adalah ilmu rahasia Nona Yo sian sian atau guru gadis cantik ini. "Bukankah tadi Cianpwee juga mengatakan aku adalah murid Bu Tong Pay?" "Karena engkau menggunakan ilmu Thay Kek Kun. "Baiklah aku akan bertanding dengan muridmu. maka pertandingan itu menjadi seru menegangkan. "Berhenti" Thio Han Liong dan ouw yang Bun langsung berhentiMereka tidak mengerti kenapa Tong Koay menyuruh mereka berhenti bertanding. "Anak muda" Tong Koay menatap Thio Han Liong dengan tajam sekali.. lalu mulai menyerangnya dengan ilmu Thay Kek Run. berarti engkau pengecut. itu membuat Thio Han Liong mulai terdesak"Ha ha ha" Tong Koay tertawa gembira. "gunakan ilmu Bu seng uh In (Tiada suara Ada Bayangan)" Kenapa Tong Koay menyuruh muridnya mengeluarkan ilmu tersebut? Ternyata dengan ilmu itu.. barusan aku memang mengeluarkan ilmu . engkau boleh menyerang duluan" seru Tong Koay. "Anak muda" Tong Koay tampak tidak senang. Tong Koay telah mengalahkan song wan Kiauw. namun mereka berdua terus bertanding seimbang. tapi hanya menggunakan tangan kosong saja. ouw yang Bun segera mengeluarkan ilmu tersebut menyerang Thio Han Liong. Tong Koay kelihatan penasaran sekali karena muridnya masih belum dapat mengalahkan Thio Han Liong. Tan Giok Cu menyaksikan pertandingan itu dengan penuh perhatian. "Anak muda" Tong Koay tertawa. kemudian mulai balas menyerang. Tak terasa pertandingan itu sudah lewat puluhan jurus. namun kemudian justru terbelalak. kemudian mulai mengerahkan Lweekang masing-masing.

"" "Muridku" Tong Koay menarik ouw yang Bun." "Sudahlah" tandas Tong Koay lalu berkata kepada Thio Han Liong. " Kakak Han Liong memang bukan kakak seperguruanku. pertandingan barusan itu akan dilanjutkan kelak Ha ha ha" "Cianpwee». silakan bertanya kepadanya" "Paman Tua" ujar untuk Tan Giok Cu. "Adik manis." "guruku sudah memberitahukan." ujar Tong Koay sungguh-sungguh"Kalau pertandingan itu dilanjutkan.." "oh?" Tong Koay terbelalaki kemudian menatap Thio Han Liong seraya bertanya." "Kalau begitu. bagaimana dia bisa ilmu rahasia perguruanku." sahut Thio Han Liong jujur." tanyanya dengan suara rendah"Siapa yang mengajarmu Kiu Im Pek Kut Jiauw?" "Bibi Ci Jiak" "Bibi Ci Jiak?" Tan Giok Cu kelihatan kurang percaya"Mungkin Ci Jiak bukan nama asli bibimu itu-" "Bibiku itu memang bernama Ciu Ci Jiak Dia juga tinggal di Pulau Hong Hoang to-" Thio Han Liong memberitahukan. Aku sendiri pun bingung. engkau pasti kalah -" "Kenapa?" tanya ouw yang Bun penasaran... bibi guruku.. Kalau Cianpwee tidak percaya.." "ooohi Thio Han Liong manggut-manggut. "Pantas kepandaianmu begitu tinggi. kemudian melesat pergi seraya tertawa gelaki "Ha ha ha Anak muda. "Aku belum kalah-" "Muridku. sudahiah Muridku kalah-. siapa ayahmu?" "Ayahku adalah Thio Bu Ki" "Ha a a h ?" Mulut Tong Koay ternganga lebar. "Dia bukan Kwee In Loan..."Tan Giok Cu mengangguk.. "Kakak tampan." Tan Giok Cu menggelengkan kepala. "Tapi aku bukan kakak seperguruan Giok Cu. gurumu kenal ayahku." "guru. "Anak muda.. "Anak muda. sedangkan Tan Giok Cu menatapnya dengan penuh rasa heran. "Bibi guruku berusia lima puluhan.. Kemudian menceritakan juga tentang Kwee In Loan. ." "Adik manis" Thio Han Liong tertegun. "Anak muda." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. "Sebab engkau tidak akan sanggup menghadapi ilmu Kiu Im Pek Kut Jiauw itu. siapa yang mengajarmu ilmu Kiu Im Pek Kut Jiauw itu?" "Bibi ci jiak" "Ci Jiak? siapa dia?" gumam Tong Koay lalu bertanya. muridku akan bertanding denganmu lagi kelak Ha ha ha. "Engkau masih punya bibi guru?" "Ya. "Berapa usianya sekarang?" "Empat puluhan." Tan Giok Cu tersenyum..tersebut. berdasarkan apa yang didengarnya dari gurunya." "Guru" ouw yang Bun tampak tidak senang.

"Nak" panggil Lim soat Hong." serunya sambil berlari ke dalam rumah. tapi pada waktu itu ayahmu sudah punya kekasih. saling mencinta?" sahut Lim soat Hong sambil menatap mereka dengan penuh perhatian. setelah itu barulah mereka meloncat turun dari punggung kuda itu.. Ibu Ayah Ibu. "Giok Cu.. kalian berdua."Sesungguhnya guru mencintai ayahmu. "Ibu" Tan Giok Cu langsung mendekap di dada Lim soat Hong. Sedangkan Thio Han Liong mengikutinya dari belakang dengan wajah ceriaTan Ek seng dan Lim soat Hong menghambur keluar. kami memang saling mencinta." "Nak" Lim soat Hong tersenyum. "Jawablah dengan jujur Aku adalah ibumu. kami.. karena sebentar lagi akan bertemu ke dua orang tuanya... "Perasaan apa?" "Apakah kalian. "Engkau bertemu Han Liong di gunung Bu Tong ya?" "Bukan. "Kini kalian sudah berkumpul dan kalian pun sudah dewasa. silakan duduk" "Terima kasih.. Begitu melihat Tan Giok Cu." "Paman. "Ibu. "Tapi ayahku tidak menceritakan tentang itu" "Mungkin ayahmu tidak tahu. Kemudian mereka meloncat ke atas punggung kuda-ooo00000oooBeberapa hari kemudian." "Ternyata begitu" Thio Han Liong juga tersenyum. Tan Giok Cu membelokkan kudanya memasuki pekarangan.. kemudian tertawa gelak"Ha ha ha. sebab guruku mencintainya secara diam-diam. berserilah wajah mereka. "karena ayahmu sudah punya kekasih. Nah.-. lalu memandang Tiiio Han uong seraya berkata." Tan Ek seng memandangnya denganpenuh kegembiraan. "Ibu. ibumu terus memikirkan kalian. Bibi" panggil pemuda itu sambil memberi hormat. Thio Han Liong dan Tan Giok Cu sudah memasuki desa Hok An.. "Syukurlah kalian telah datang" ujar Tan Ek seng. "Nak" Lim soat Hong membelainya denganpenuh kasih sayang. maka guruku menjauhinya-" "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut"Kakak tampan. sedang sama-sama menuju ke mari" "oooh" Lim soat Hong manggut-manggut." ujar Lim soat Hong. "Ayah.. "Han Liong...." ujar Tan Giok Cu dan menambahkan. "Kakak tampan.. Betapa gembiranya gadis itu." Wajah Tan Giok Cu langsung memerah. maka engkau tidak usah malu-malu.. Tan Giok Cu mengangguk. Nak" bisik Lim soat Hong. bagaimana perasaan kalian berdua?" "Maksud Ibu?" Tan Giok Cu tidak mengerti.. "Engkau sudah pulang bersama Han Liong.." Tan Giok Cu menggelengkan kepala. "Kami bertemu di tengah jalan." Tan Giok Cu .." "Duduklah. Adik manis" Thio Han Liong tersenyum sambil duduk. mari kita berangkat" ajak Tan Giok cu"Baik"" Thio Han Liong mengangguk.

"ooooh" Tan Ek seng dan Lim soat Hong manggutmanggut. "Lagipula kalian sudah saling mencinta. "Berkecimpung dalam rimba persilatan.. bagaimana engkau?" "Aku tetap ikut. " Aku telah bentrok dengan pihak Hek Liong Pang." "Untuk apa Teratai saiju itu?" tanya Lim soat Hong heran.menundukkan kepala dalam-dalam." sahut Tan Giok Cu jujur. aku -" Tan Giok Cu memberitahukan." . tentunya kami tidak bisa mengekang kebebasannya. "Dulu ibu pun pernah ikut ayahmu berkelana.. bagus" "Ha ha ha" Tan Ek seng tertawa gembira"Giok Cu." "oh?" Tan Ek seng mengerutkan kening. aku harus ikut.. bagus" Lim soat Hong gembira sekali"Itu yang kami harapkan. bahkan juga tentang ouw yang Bun. "sebab aku masih harus pergi ke gunung soat san untuk mencari Teratai saiju. "Kakak tampan." "Giok Cu" Tan Ek seng menatapnya dengan penuh kasih sayang. setelah berhasil memperoleh Teratai salju. "Apa rencanamu selanjutnya. yang penting kalian berdua harus berhati-hati. "yang penting. dan urusan kecil kalian tiadakan saja" "ya" sahut Tan Giok Cu dan Thio Han Liong serentak. "Untuk mengobati wajah ke dua orang tua ku"jawab Thio Han Liong dan menutur tentang kejadian yang menimpa orang tua nya. "Kenapa engkau bentrok dengan para anggota perkumpulan itu?" "Karena." tanya Tan Ek seng. "Bagaimana menurut Paman dan Bibi?" "Kini Giok Cu telah besar. "Bagus." ujar Tan Giok Cu." Lim soat Hong tersenyum lembut. "Nak. "Seandainya kami melarang. "Kalau engkau berangkat ke gunung soat san. "Han Liong.." tutur Tan Giok Cu mengenai semua kejadian itu. kalian jangan berbuat yang bukan-bukan. Bagus.. "Nah" Lim soat Hong menghela nafas panjang. "Ayah dan Ibu memperbolehkan aku ikut Kakak tampan ke gunung Soat san?" "yaah" Lim soat Hong tersenyum." "Adik manis. itu membuat kami tidak bisa melarangnya." Thio Han Liong memandang ke dua orang tua gadis itu seraya bertanya." "Ayah" Wajah Tan Giok Cu langsung berseri. "Bagaimana mungkin kami melarangmu? percuma kan?" "Ibu " Tan Giok Cu menundukkan kepala. akhirnya menetap di desa ini. kalian berdua harus segera pulang. apakah engkau akan kembali ke pulau Hong Hoang To?" "Mungkin belum."jawab Thio Han Liong. tentunya tidak akan terluput dari berbagai kejadian. "yaaah" Tan Ek seng menghela nafas panjang." ujar Tan Ek seng dan menambahkan. ceritakan pengalamanmu ketika pergi mencari Han Liong" "Ayah. urusan besar kalian perkecil.

" "Kalian sudah saling mencinta. Ibu.Kebetulan Tan Ek seng dan Lim soat Hong sedang duduk di ruang tengah"Kalian sudah usai berlatih?" tanya Lim soat Hong lembut"Ya-" Thio Han Liong dan Tan Giok Cu mengangguk." "Ngmmm" Lim soat Hong manggut-manggut sambil memandang suaminya. terutama ilmu Kiu Im Pek Kut Jiauw. "Setelah memperoleh Teratai salju..sekarang sudah waktunya kita berangkat ke gunung soat san. "Ngmm" Thio Han Liong manggut-manggut "Adik manis. "Han Liong. Nak?" tanya Lim soat Hong. kalau ilmu yang mereka miliki mengalami kemajuan pesat. Tidak boleh .Bibi.. Maka tidak heran.. "Ayah. Tidak boleh terjadi cemburu buta. sebab perut kalian terus berbunyi dari tadi" "Ibu. " Kakak Han Liong memberitahukan kepadaku. bagaimana kalau kita memberitahukan sekarang?" "Baik-" Tan Giok Cu mengangguk." "Mau bilang apa.. Paman" ucap Thio Han Liong." Tan Ek seng menatap putrinya." " Kalau begitu. "Tapi kalian harus ingat" pesan Tan Ek seng sambil memandang mereka. lama sekali barulah Tan Ek seng manggut-manggut. dan ada apa-apa harus sating menjelaskan. "Mari kita makan dulu. "sudah hampir dua bulan dia tinggal di sini. "Engkau juga mau ikut ke gunung soat san kan?" "Ya." ujar Thio Han Liong seusai berlatih"sudah hampir dua bulan aku tinggal di sini. tentunya juga harus saling mengerti dan saling melindungi. "Kapan engkau akan berangkat?" "Besok-" "Besok?" Tan Ek seng dan isterinya sating memandang. selama itu mereka berdua terus berlatih. engkau harus baik-baik menjaga Giok Cu" "ya.. kemudian gadis itu berkata."ya. kami sudah lapar sekali.." ujar Tan Giok Cu sambil tertawa kecil. kita harus memberitahukan kepada ke dua orang tuaku. "Baiklah-" "Terima kasih. "Jadi-. "sekarang." Tan Giok Cu dan Thio Han Liong mengangguk.." sahut Tan Giok Cu. "Dan juga " tambah Lim soat Hong.. kalian harus segera pulang" "Ya-" Thio Han Liong dan Tan Giok Cu mengangguk." Tan Giok Cu memberitahukan.. "Dari kemarin perut kami belum diisi dengan makanan apa pun." Lim soat Hong tersenyum. "Adik manis. Ayah-" Tan Giok Cu mengangguk"Han Liong" Tan Ek seng memandangnya seraya bertanya. bahwa dia akan berangkat ke gunung soat san." Hampir dua bulan Thio Han Liong tinggal di rumah Tan Giok Cu..Mereka masuk ke rumah." "oh?" Tan Ek seng tertawa gelak"Ha ha ha.

sama sekali tiada kabar beritanya. Di saat bersamaan. "Bagaimana seandainya Si Mo tidak mau bergabung dengan kita?" "Berarti dia musuh kita" sahut Kwee In Loan singkat.diam dan disimpan dalam hati. "Lie Bun yauw. "oh ya.. bagaimana dengan tugasmu mengundang Si MoBuyung Hok ke mari?" "Dia menyatakan pasti memenuhi undangan Ketua.. Namun kira-kira dua puluh lima tahun lalu. "Kalau Si Mo bersedia bergabung dengan kita. Bab 18 Perundingan Di Markas Hek Liong Pang sebetulnya siapa ketua Hek Liong? Ternyata seorang wanita berusia lima puluhan yang masih tampak cantik tapi dingin sekali. "Juga berarti secara resmi Hek Liong Pang berdiri dalam rimba persilatan" ujar Kwee In Loan. la adalah Kwee In Loan atau kakak seperguruan yo sian sian. sebab itu akan menghancurkan cinta kasih kalian." "ya. "Ha ha ha Ketua Hek Liong Pang. "Mengerti. Pokoknya Hek Liong Pang harus menguasai seluruh golongan hitam. "Si Mo dan muridnya sudah datang" "Si Mo dan muridnya sudah datang. Kemudian ia bangkit dari tempat duduknya dan terdengarlah suara tawa yang memekakkan telinga. "siapa pemuda itu?" "Dia bernama Thio Han Liong. Dalam kurun waktu selama itu. Bu Tonng Pay atau Kay Pang. "Nama Hek Liong Pang harus sejajar dengan siauw Lim Pay. Ketua. Tan Ek seng dan Lim soat Hong memberi nasehat dan pengertian kepada mereka berdua. karena sering melakukan kejahatan. keesokan harinya berangkatlah mereka menuju gunung soat san dengan menunggang kuda. Ketua." Lie Bun yauw mengangguk." "Betul. engkau harus menyelidiki siapa Tan Giok Cu dan Thio Han Liong." jawab Lie Bun yauw"Dia akan datang secepatnya. kenapa engkau tidak dapat membawa Tan Giok Cu ke mari?" tanya Kwee In Loan sambil menatapnya dingin "Maaf Ketua" jawab Lie Bun yauw. aku ke mari memenuhi undanganmu" Tampak Si Mo berjalan ke dalam bersama seorang pemuda ." Thlo Han Liong dan Tan Giok Cu mengangguk." "oh?" Kwee In Loan mengerutkan kening." Wajah Kwee In Loan langsung berseri." Lie Bun yauw mengangguk. Mengerti?" ujar Lim soat Hong. ia telah diusir oleh kedua orang tua yo sian sian. bagus" Kwee In Loan tertawa gembira." "Ketua" tanya Lie Bun yauw mendadak. Kepandaiannya tinggi sekali. berarti Hek Liong Pang bertambah kuat." Lie Bun yauw memberitahukan dengan kepala tertunduk"Hmm" dengus Kwee In Loan dingin"oh ya. terdengarlah suara seruan di luar yang saling menyusul bergema ke dalam markas Hek Liong Pang." "Bagus. tapi mendadak muncul seorang pemuda membantunya. maka kami tidak sanggup melawannya. "Kami berusaha menangkap gadis itu.

kemudian mereka bersulang lagi. "Terima kasih" ucap Kwan Pek Him lalu duduk. siapa yang lebih tinggi kepandaiannya. tidak baik bertanding sekarang. "Aku mengerti maksudmu." sahut Si Mo serius. bukan?" "ya. dialah berhak jadi ketua. "Bagaimana keputusanmu tentang usulku? Bukankah engkau bilang akan dipikirkan?" "Ha ha ha" Si Mo tertawa gelak." Kwee In Loanjuga tertawa. Kita harus duduk beristirahat sejeNak. "selamat datang. lalu siapa yang menjadi ketua?" "Akan kita rundingkan bersama.Markas Hek Liong sungguh aman berada di lembah ini" "Benar. mulailah mereka bersantap sambi bersulang. Si Mo" ucap Kwee In Loan sambil tertawa gembira. Engkau setuju?" "Itu cara yang paling adil. terimalah hormatku" ucap Kwan Pek Him sambil memberi hormat. setelah itu barunh kita mulai bertanding. kemudian menyuruh Lie Bun yauw menyajikan makanan dan minuman untuk menjamu Si Mo dan muridnya itu. seandainya aku bersedia gabung dengan Hek Liong pang. aku adatah ketua golongan hitam. "Duduklah" sahut Kwee In Loan. mereka saling ." "oooh" Kwee In Loan manggut-manggut. "Memang sudah kupikirkan sekaligus kupertimbangkan. sebab tempat ini tenang dan amat rahasia pula. "Kita berdua ternaksa harus bertanding untuk menentukan kepandaian siapa yang lebih tinggi. engkau atau aku?" "Begitu "" Si Mo mulai serius." Kwee In Loan mengangguk dan bertanya. "Si Mo siapa yang akan menjadi ketua. "Terus terang aku sangat menyukai Pek yun Kok (Lemhah Awan putih) ini." "Jadi bagaimana keputusanmu?" "Ketua Hek Liong Pang. tapi wajahnya pucat pias dan tak berperasaan." Si Mo mengangguk "yang lebih rendah kepandaiannya tentunya menjadi wakil ketua." sahut Si Mo"Baik"" Kwee In Loan manggut-manggut"Bagaimana kalau kita mulai bertanding sekarang?" "Tidak usah terburu-buru." sahut Kwee In Loan sambil tersenyum. "Tentunya engkau tahu. ini adalah murid kesayanganku. "Kita menggunakan senjata atau tangan kosong untuk bertanding?" "Cukup dengan tangan kosong saja." Kwee In Loan tersenyum. "Silakan duduk" "Terima kasihi terima kasih " ucap Si Mo sambil duduk lalu memperkenalkan." Si Mo tertawa"Perut kita masih kenyang. setelah semua makanan dan minuman disajikan. pemuda itu cukup tampan.berusia delapan belasan. "Si Mo" Kwee In Loan menatapnya. " Ketua Hek Liong Pang.sejenak kemudian. namanya Kwan Pek Him. "Ha ha ha" Si Mo tertawa seraya berkata. " Ketua Hek Liong Pang." "oooh" Kwee In Loan manggut-manggut.

engkau berhak menjadi ketua. Tampak badan mereka berkelebatan laksana kilat. dan seketika badannya mencelat ke atas. Si Mo berhasil menangkis serangan itu. Kini mereka bertanding dengan sungguh-sungguh. Si Mo menjongkokkan badannya. sementara Kwan Pek Him dan Lie Bun yauw menonton dengan penuh perhatian." "Betul.memandang dan manggut. Mereka berjalan ke tengah-tengah ruangan itu. lalu berdiri berhadapan dan saling memberi hormat. Bukankah tadi engkau sudah bilang aku adalah wakil ketua?" "Bagus. "Ha ha ha" Si Mo tertawa gelak"Tentunya sekarang. Di saat bersamaan.la tidak sempat berkelit. "saat ini aku adalah tuan rumahi maka engkau boleh menyerang duluan. Ketua Hek Liong Pang itu tertawa panjang. karena Si Mo mengeluarkan ilmu andalannya." Si Mo manggut-manggut. "Mulai saat ini. "Puluhan jurus kemudian. Perkumpulan kita akan bersaing dengan siauw Lim dan Bu Tong Pay. engkau menjadi wakil ketua." ucap Si Mo"Mereka kembali ke tempat duduk masing-masing. kita harus meresmikan berdirinya Hek Liong Pang dalam rimba persilatan. Itu pertanda kepandaian Kwee In Loan lebih tinggi. maka terpaksa mengangkat sepasang tangannya untuk menangkisPlaaak Terdengar suara benturan. "Terima kasih atas kemurahan hatimu." "Baik." Si Mo mengangguk. "Kepandaianmu lebih tinggi dariku." -ooo00000ooo Di saat mereka berdua sedang bercakap-cakap sambil bersulang. kapan engkau akan bergabung di sini?" tanya Kwee In Loan sambil menatapnya." Kwee In Loan mengangguk. bagus" Kwee In Loan tertawa gembira." ujar Si Mo sambil bangkit berdiri"Sekarang kita boleh mulai bertanding." "Baik. kemudian mendadak meloncat ke arah Kwee In Loan. Kwee In Loan berkelit dengan santai." Kwee In Loanjuga bangkit berdiri. pertandingan itu mulai seru menegangkan. lalu mulai menyerang dengan jurus jurus biasa. "Ketua Hek Liong Pang" ujar Si Mo sambil memberi hormat. namun jari tangan Kweein Loan berhasil menyentuh ubun-ubunnya." "setuju. mendadak terdengar suara terikan di luar- ." "Si Mo" sahut Kwee In Loan. "Nah. begitu pula Kwee In Loan. Hek Liong Pang akan menguasai seluruh golongan hitam. "Kalau begitu. kemudian ke duanya mulai bersulang lagi sambil tertawa gembira"Si Mo.manggut. Si Mo mulai mengeluarkan ilmu Ha Ho Kang. "Si Mo" ujar Kwee In Loan sambil tersenyum. sedangkan Kwee In Loan mengeluarkan ilmu Kiu Im Pek Kut Jiauw. ia pun menjulurkan jari tangannya ke arah ubun-ubun Si MoBetapa terkejutnya Si Mo. Lewat dua puluh jurus. "Pokonya kita harus mengembangkan Hek Liong Pang." "Terima kasih.

." suara seruan itu membuat Kwee In Loan dan Si Mo saling memandang dengan penuh keheranan. "Pemuda muka pucat. "Hi hi hi" Ciu Lan Hio tertawa cekikikan. mau apa engkau ke mari?" "Jalan-jalan. kemudian duduk di kursi yang kosong. "Hi hi hi" Ciu Lan Nio tertawa cekikikan lagi. bahkan sepasang matanya menyorotkan sinar aneh. ketua" Lie Bun yauw segera menyuguhkan arak wangi untuk gadis berpakaian merah itu. namaku Kwan Pek Him. "Sebetulnya siapa engkau?" "Aku bernama Ciu Lan Hio. "Dasar pemuda pingitan gurunya jahat muridnya pasti begitu" "Hei gadis liar" bentak Si Mo dengan wajah merah padam karena gusar"siapa gurumu? Kenapa engkau berani kurang ajar . disusul pula dengan suara tawa cekikikan." Kwan Pek Him menundukkan kepala. murid Si Mo itu terus memandang gadis tersebut dengan mata tak berkedip. Kwan Pek Him.gadis itu cantik jelita.." ucapnya dan langsung meneguk arak wangi itu. "Tampangmu begitu seram. gadis kecil.. namun kelihatan agak liar. melainkan bunga yang berduri.. usiaku enam belas tahun" sahut gadis berpakaian merah.. "Wuah sungguh wangi sekali arak ini" "gadis liar" Kwee In Loan menatapnya seraya bertanya. "Engkau adalah ketua Hek Liong Pang?" "Betul" Kwee In Loan mengangguk sambil menatapnya dengan penuh perhatian. "Eeeeh?" Kwee In Loan terbelalak"gadis liar. aku. siapa engkau dan mau apa engkau ke mari?" "Hi hi hi" gadis berpakaian merah itu tertawa nyaring. sementara itu. gadis remaja itu berkepandaian tinggi." Kwan Pek Him tergagap-gagap"Nona. murid kesayangan Si Mo-" "Aku tidak tanya" sahut ciu Lan Hio. Ternyata ia sangat tertarik pada gadis itu. aku memang Si Mo yang amat jahat. "Nona. kenapa engkau memandangku dengan cara begitu? Engkau harus tahu lho Aku ini bukan anak domba atau anak kelinci. la yakin. engkau pasti Si Mo yang amat jahat itu" "He he he" Si Mo tertawa terkekeh-kekehi "Tidak salah. "Hi hi hi Asyik. "Terima kasih. ada arak wangi" Kemudian muncul seorang gadis berusia lima belasan berpakaian merah." "Aku. "Eh? Kenapa aku tidak disuguhi arak wangi? Aku ini tamu lho" "Lie Bun yauw" seru Kwee In Loan..." gadis berpakaian merah itu menunjuk Si Mo seraya berkata.."Ada musuh datang Ada musuh datang. "Engkau." sahut gadis berpakaian merah itu sambil tersenyum.. bagaimana mugkin Pek yun Kek kedatangan musuh? sekonyong-konyong berkelebat sosok bayangan merah. "cepat suguhkan arak wangi untuk gadis itu" "ya.

guru tidak usah meladeninya." Ciu Lan Hio tersenyum. "Oh ya. Ternyata diam-diam ketua Hek Liong Pang itu sangat menyukai Ciu Lan Nio. aku bersedia menyerahkan jabatanku kepadanya-" "guruku sama sekali tidak berniat mau menjadi ketua Hek Liong Pang. " jangan menimbulkan hal-hal yang tak diinginkan" "Tapi " "Tenanglah" Kwee In Loan memberi isyarat kepadanya. "Engkau adalah muridnya?" tanya Kwee In Loan lagi." Kwee In Loan mengangguk." "Eh?" Si Mo terbelalak- . "guru-ku memang berada di Tionggoan. "Lan Hio. sebab siauw Lim dan Bu Tong Pay sangat terkenal dalam rimba persilatan. kalau engkau bertemu gurumu. guruku akan menundukkan ketua siauw Lim dan Bu Tong Pay. kepandaianku tidak berada di bawah kepandaianmu-" "Engkau. "Aku harus menghajarmu" "Tenang Si Mo" -ujar Kwee In Loan. agar tidak sembarangan bertindak"guru. " Ingat Engkau tidak boleh menyebut nama guruku" "Ya. tidak perlu diladeni. namun aku tidakTerus terang. aku disuruh ke mari untuk melihat-lihat." Si Mo menudingnya dengan tangan agak bergemetar karena emosi sekali. " orang lain memang takut kepadamu." "oooh" Kwee In Loan manggut-manggut." Ciu Lan Hio memberitahukan sambil tersenyum"oleh karena itu. kemudian memandang Si Mo seraya bertanya. namun berniat menjadi Bu Lim Beng Cu (Ketua Rimba Persilatan)." ujar Ciu Lan Nio"Tentunya engkau tahu siapa guruku. "Dia adalah gadis kecil. muncul cari korban. tolong sampaikan salamku kepadanya" "Baik" Ciu Lan Hio mengangguk. "Kenapa engkau dari tadi terus melototi aku? Tidak senang aku duduk di sini? Mau bertarung dengan aku?" "Dasar gadis liar tak tahu diri Engkau berani kurang ajar terhadapku?" Kelihatannya kegusaran Si Mo sudah memuncak"Biar bagaimanapun aku harus menghajarmu" "Tenang Si Mo" ujar Kwee In Loan. gurumu berada di Tionggoan?" "Tidak salah-" Ciu Lan Hio manggut-manggut.terhadapku?" "Si Mo" sahut Ciu Lan Hio." "Lan Nio." ujar Kwan Pek Him. "Betul. engkau bernama Kwee In Loan kan?" tanya Ciu Lan Nio mendadak"Kok " Ketua Hek Liong Pang terbelalak"Engkau tahu namaku?" "Merah membara. bukan?" "Haaah?" Wajah Kwee In Loan langsung berubah hebat"Engkau datang dari Kwan c\wr (Luar Perbatasan)?" "Ya" Ciu Lan Nio mengangguk. "gadis itu masih kecil." "Ketua Hek Liong Pang." ujar Kwee In Loan sungguh-sungguh"Kalau gurumu mau menjadi ketua Hek Liong Pang.

. muncul mencari korban.."." "Apa?" Si Mo terbelalak. "Si Mo. "Itu bagaimana mungkin?" "Pernahkah engkau mendengar tentang Kwan Gwa (Luar Perbatasan)?" tanya Kwee In Loan mendadak"Luar Perbatasan?" Si Mo mengerutkan kening. aku sudah jatuh hati kepadanya" "Dasar murid gendeng" Si Mo menggeleng-gelengkan kepala lagi. "Merah membara. mungkin masih tidak sanggup melawannya." Kwee In Loan manggut-manggut. "oooh" Si Mo manggut-manggut. dia tidak akan.. "guru. Apakah dia?" "Benar.. "gadis itu sudah jauh." Kwee In Loan menggeleng-gelengkan kepala. "Jangan melupakan aku." Kwan Pek Him tampak kecewa sekali." ujar Kwee In Loan serius. kemudian mendadak air mukanya tampak berubah hebat." "siapa guru gadis itu?" "Aku tidak berani menjwbut nama maupun julukannya. lalu melesat pergi laksana kilat. pasti akan melarang muridmu mendekatinya." "Murid gendeng" Si Mo menggeleng-gelengkan kepala." seru Kwan Pek Him memanggilnya. kemudian bangkit dari tempat duduknya."Tumben engkau membelanya? Tentu ada apa-apa. "Ketua Hek Liong Pang." pesan Kwee In Loan. "Hatimu mau jatuh dimana terserah. " Engkau tidak tahu siapa guru gadis itu. "MEkipun kita berdua bergabung. sampai jumpa kelak" "Lan Hio. "Jangan memikirkan yang bukan-bukan terhadap"gadis itu" "Kenapa?" Si Mo heran. "guru tahu. "Nona Ciu." Kwan Pek Him menundukkan kepala. "Haaah. "Pemuda muka pucat." "Aaaah?" Kwan Pek Him menghela nafas panjang.?" Si Mo kelihatan terkejut sekali. terima-kasih untuk arak wangi itu Aku mau pergi. "Kalau begitu. "gadis itu tidak mau memungut hatimu." ujar Kwan Pek Him. kemudian memandang muridnya seraya berkata. percuma engkau berseru memanggilnya.. pokoknya aku tidak akan menerima hatimu itu" "Nona Ciu. guru tahu Ha ha ha--. itu berarti dia tidak akan mencintaimu.." "Hi hi hi" Ciu Lan Hio tertawa cekikikan. ya kan?" "guru.." sahut Kwee In Loan memberitahukan.. engkau jangan bilang jatuh hati kepadaku lho" "Nona Ciu..." Kwan Pek Him menatapnya dengan -mata berbinar-binar"Aku memang sudah jatuh hati kepadamu. bagaimana kalau kita berteman?" "Tak usah ya" sahut Ciu Lan Hio.. " Aku punya cara. ... dengar. "Jangan lupa sampaikan salamku kepada gurumu" "Cerewet amat sih" sahut Ciu Lan Hio... Kalau engkau tahu.. "Si Mo." "Hei" bentak Ciu Lan Hio. aku.

.Kemudian mereka bertiga duduk. "Tentunya kalian ingin bergabung dengan kami. "Ha ha ha" Lam Khie tertawa gelak"Terima kasih. lebih baik engkau jauhi gadis itu" "ya." ucap Tong Koay dan Lam Khie. bolehkah kami masuk?" "Ha ha ha" Si Mo tertawa gelak"Tong Koay. hanya kebetulan bertemu di mulut Lembah Awan putin. silakan mendekatinya" sahut Si Mo. bukan?" " Ketua Hek Liong Pang. Lam Khie silakan masuk" "Wuah Bukan main" Terdengar suara seruan lagi"Kim Si Mo sudah menjadi setengah tuan rumah di sini Ha ha ha. "Kalian berdua mau bergabung dengan kami?" tanyanya. "Tapi kami ke sini hanya ingin melihat-lihat saja. pokoknya engkau tidak boleh mendekati gadis berpakaian merah itu" "Kenapa?" tanya Kwan Pek Him.. otomatis kalian sebagai Pelindung Hukum dan Pelaksana Hukum. Terima kasih sungguh menggembirakan hari ini. maka kami bersama ke mari" "ooooh" Kwee In Loan manggut-manggut. "Jangan cari penyakit. ternyata adalah Tong Koay Oey Su Bin. "seandainya kami mau bergabung." sahut Tong Koay setelah meneguk arak wangi yang disuguhkan Lie Bun yauw"Aku dan Lam Khie tidak berjanji ke mari. "Kalau engkau sudah tidak menyayangi batok kepalamu. guru.." Kwan Pek Him mengangguk. lalu apa jabatan kami?" Tong Koay balik bertanya sambil tersenyum."Pek Him. Lam Khie-Toan Thian Hie dan ouw yang Bun murid Tong Koay"silakan duduk" ucap Kwee In Loan sambil menatap mereka"Terima kasih. Ketua. sekonyong-konyong terdengar suara tawa yang agak keras bergema ke dalam rumah itu. " Ketua Hek Liong Pang. jangan malu-malu" Berkelebat tiga sosok bayangan ke dalam. "Kini Si Mo adalah wakil ketua" sahut Kwee In Loan memberitahukan." "Diam" Si Mo menatapnya tajam. tidak berniat mau bergabung. kenapa engkau malah ." Tong Koay manggut-manggut." " Cukup tinggi jabatan itu. "ya. perutku akan diisi dengan arak wangi Ha ha ha " "Kalian berdua berjanji untuk ke mari?" tanya Kwee In Loan sambil tersenyum.. " Lie Bun yauw. cepat suguhkan arak wangi untuk mereka" ujar Kwee In Loan. harap kalian maklum" "Hmm" dengus Si Mo dingin" Jadi kalian ke mari ingin mengacau?" "Lho?" Lam Khie tertawa. "guru." "Maka aku berani mempersilakan kalian masuk" sahut Si Mo "Ayoh masuk.. "Kami ke mari secara baik-Baik." Lie Bun yauw segera menyuguhkan arak wangi untuk mereka. " Kalau kalian mau bergabung dengan kami. kemudian terdengar pula Stupyp seruan.

lihat saja nanti" "Eeeeh?" Mendadak Tong Koay menengok ke sana ke mari. tapi aku tidak takut kepadamu lho" "Aku tidak suruh engkau harus takut kepadaku." "Ha ha ha" Tong Koay tertawa gelak"Biasanya orang kentut melalui pantat. "siapa yang kentut barusan?" "gurau ouw yang Bun mengendus. maka akan kulampiaskan padamu" "Bagus. itu adalah kentut yang luar biasa. "Kita tunggu beberapa tahun lagi. "Engkau jangan terus melotot. barulah kita berempat bertanding di puncak gunung Heng san" "Hmm" dengus Si Mo dingin" Aku pasti akan merobohkan kalian semua. "Aku memang lagi kesal.lagi sesuai dengan perjanjian kita?" "Terserah" sahut Si Mo"Baik" Lam Khie manggut-manggut. apalagi sudah bertarung. "Bagaimana? Engkau mau bertarung sekarang atau tunggu beberapa tahun.bilang kami mau mengacau? Kalau bicara yang benar. jangan asal bicara" "Lam Khie" Si Mo melotot. " Walau engkau keturunan Lam Ti-Toan Hong ya." Si Mo berkertak gigi. beranikah engkau bertarung dengan pemuda muka pucat itu?" "Kenapa tidak?" sahut ouw yang Bun sambil tertawa"Belum bertarung mukanya sudah begitu pucat. mari kita berkelahi sampai oenjol-benjol" "Hmm" dengus Kwan Pek Him dinginMereka berdua saling memandang. tentunya membuat tercengang semua orang. maka lebih baik yang maju sekarang murid kita-" "setuju-" Tong Koay memandang muridnya"Murid-ku. "Engkau . "Ha ha ha" Lam Khie tertawa gelak. maka engkau akan kuhajar" "oh?" Kwan Pek Him menatapnya dingin"Aku pun lagi kesal. bagus" ouw yang Bun tertawa lagi "Ayoh. Buuuk Duuuk Plaaak Mereka berkelahi mirip anak kecil. "Kok bau sekali. nanti sepasang biji matamu akan meloncat ke luar" "Engkau . lalu berjalan ke tengahtengah ruangan tersebut dan berdiri berhadapan. setelah itu mendadak mereka saling menyerang dan memukul dengan tidak karuan. namun kalau engkau ingin bertarung denganku tentu aku bersedia" ujar Lam Khie dan menambahkan. tapi kentut yang barusan itu melalui mulut. mari kita bertarung saja" "Ha ha" ouw yang Bun tertawa. "Murid gendeng" tegur Tong Koay sambil meng-garuki ." "Hmmm" dengus Kwan Pek Him dingin dan sekaligus bangkit berdiri"Jangan banyak bacot." "He he he" Tong Koay tertawa terkekeh-kekeh"Mau menantangku berkelahi ya?" "Baik" Si Mo manggut-manggut "Karena kita sudah ada perjanjian. maka lebih bau-" "Tong Koay" bentak Si Mo yang kena sindir.

" ." ouw yang Bun menggeleng-gelengkan kepala.. "sama-sama. Aku tertarik dan sekaligus jatuh hati.. Tapi dia tidak mau menerima hatiku. "Sayang sekali" ujar Kwee In Loan menghela nafas panjang. Mereka saling memandang. mereka berdua pun saling memandang. sebab kita sudah dalam satu perkumpulan.. Tong Koay dan muridnya melesat pergi.Murid Si Mo bonyok-bonyok. begitu pula Kwan Pek Him..Ha ha ha " Tong Koay dan muridnya langsung melesat pergi. namun dia sudah punya kekasih. Hek Liong Pang pasti jaya. sehingga mukamu benjol-benjol begitu macam Huh sungguh memalukan" "guru." sambung Si Mo"oh ya. aku. "Aku sedang kesal gara-gara seorang gadis. "Belum lama ini aku jatuh cinta kepada seorang gadis. engkau tak bersemangat mengangkat nama gurumu Engkau berkelahi dengan cara tidak karuan. "Tadi ada seorang gadis berpakaian merah ke mari. "Baik" ouw yang Bun menganggukMereka berdua kembali ke tempat duduk." ouw yang Bun menundukkan kepala." Kwee In Loan tersenyum. "Murid gendeng" Tong Koay menggeleng-geleng-kan kepala. kita tidak perlu bertarung lagi" ujar Kwan Pek Him." ucap Si Mo sambil memberi hormat. "sama. "Engkau adalah murid Si Mo." Si Mo mengangguk sambil tertawa gelak"Ha ha ha.." sahut ouw yang Bun.." "Kita senasib. "gara-gara gadis berpakaian merah itu.Lam Khie pun ikut melesat pergi sambil berseru"sampai jumpa" Kwee In Loan dan Si Mo tetap duduk di tempat setelah Lam Khie. "Engkau telah mempermalukan guru Tahu?" "guru. sudikah engkau mengajar muridku beberapa macam ilmu pukulan?" "Baik." Kwan Pek Him menundukkan kepala"Ha ha ha" Mendadak Lam Khie tertawa gelaki "Pertandingan tadi telah berakhir dengan seri. sudahlah... "Kenapa kalian berkelahi dengan cara begitu?" "Pek Him" seru Si Mo dengan wajah padam..Tong Koay dan Si Mo menatap murid masing-masing dengan mata melotot." ujar Kwan Pek Him. begitu pula muridku. "Muridmu juga boleh dikatakan muridku juga." "Betul. "Kenapa engkau? Kek begitu caramu bertarung?" "guru." sahut ouw yang Bun memberitahukan.Garuk kepala." Kwee In Loan manggut-manggut.. "Sebab kelak dia harus mengalahkan murid Tong Koay itu. tapi justru tak berguna" Si Mo menudingnya." "Terima kasih.. sedangkan murid Tong Koay pun benjolbenjolHa ha ha Pertandingan tadi akan dilanjutkan kelaksekarang kami mohon diri." "sama. sementara Si Mo juga menegur dan mencaci muridnya. "Kenapa engkau?" tanya Kwan Pek Bun. "Mereka tidak mau bergabung dengan kita" " Kalau mereka bergabung dengan kita.

"Bagaimana kalau engkau bergabung dengan aku.. "Engkau jangan bertanya sekarang. "Kalau begitu. barulah aku mau bergabung denganmu." "oh?" Teng Koay melotot." "Guru-"" "Kalau kami memberitahumu sekarang." "Kenapa gurunya?" tanya Kwan Pek Hun cepat. Teng Koay. Kalau benar begitu. (Bersambung keBagian 10) Jilid 10 Setelah meninggalkan markas Hek Liong Pang.. Ketua. "Tak disangka murid mu jatuh cinta kepada gadis yang sudah punya kekasih Itu betul-betul celaka" "Muridku memang gendeng dan sialan. "Kita berempat memang sudah ada janji. lebih baik kita bergabung saja." "Ha ha" Lam Khie tertawa. "Lebih baik engkau jangan memikirkan gadis berpakaian merah itu. sebab gurunya. kemudian memandang muridnya yang duduk melamun itu. oleh karena itu. tapi engkau masih terus memikirkannya Dasar. Lam Khie dan Ouw Yang Bun duduk beristirahat juga di bawah sebuah pohon. Mau yang mana tinggal sabet." sahut Lam Khie. Kelihatannya hatinya memang telah tercuri oleh gadis berpakaian merah itu. "Tak disangka Si Mo telah bergabung dengan Pek Liong Pang.." sahut Lam Khie. "Pek Him" Kwee In Loan menatapnya dalam-dalam." caci Tong Koay." Ouw Yang Bun menundukkan wajahnya dalamdalam. "Aaah " Kwan Pek Him menghela nafas panjang. Siauw Lim dan Bu Teng Pay pasti dalam bahaya.. tiga tahun lagi akan bertanding di puncak gunung Heng San." "Ha ha ha" Lam Khie tertawa gelak- . kita tunggu tiga tahun lagi" ujar Teng Koay.. entah apa yang akan terjadi?" "Kelihatannya Hek Liong Pang ingin menguasai rimba persilatan. kelak akan mengetahuinya." ujar Teng Koay sambil menggeleng-gelengkan kepala.." "Kalau begitu. itu malah akan membahayakan dirimu. agar kita lebih kuat menghadapi Hek Liong Pang?" "Aku bersedia bergabung denganmu. "Muridku" Si Mo menggeleng-gelengkan kepala. lebih baik engkaujangan tahu." "Celaka" seru Lam Khie." ucap Kwan Pek Him kepada Kwee In Loan. "Apa syaratmu?" "Engkau harus mengaku kalah kepadaku." ujar Si Mo sungguh-sungguh. "Masih begitu banyak gadis di kolong langit.. "Lam Khie" Teng Koay menatapnya. "Engkau memang sudah gila" tegur Tong Koay dengan mata melotot"gadis itu sudah punya kekasih. "Kini Hek Liong Pang bertambah kuat.."Terima kasih. tapi harus ada syaratnya. "Murid gendeng Ken apa engkau terus melamun seperti kehilangan sukma?" "guru. tapi dia dia justru jatuh cinta pada gadis yang sudah punya kekasih.

tapi cuma dapat merobohkan pohon." ujar Tong Koay dingin." ujar Tong Koay dan menambahkan. "Aduuuh Punggungku.. "Tong Koay." "Jangan berkata begitu. tapi dalam kurun waktu selama ini. jadi lebih bebas. tapi justru punggungnya terbentur pohon. "Alangkah bahagianya aku kalau dilahirkan di keluarga biasa. Aku bagaikan seekor burung di kurung di dalam sangkar emas. Tuan Putri" ujar Lan Lan.Kalau aku punya murid seperti muridmu."Begitu tampangmu sedang naik darah? Itu sih bukan naik darah." "Engkau. membuatnya menjerit kesakitan." "Hmm" dengus Lam Khie. siapa gadis remaja yang cantik manis itu? Ternyata adalah putri kesayangan Kaisar Cu Goan ciang yang bernama Cu Ay Ceng dengan gelar An Lok Kong cu (Putri yang Tenang Dan gembira).."Untung aku belum punya murid.." Lan Lan memandangnya sambil menggelenggelengkan ." "Tuan putri. Bab 19 An Lok Kong Cu (Putri yang Tenang Dan gembira) Di halaman istana Cu Goan ciang yang amat indah dan luas tampak seorang gadis remaja duduk termenung dekat taman bunga. "Kenapa Tuan Putri menghela nafas?" tanya salah seorang dayang yang bernama Lan Lan. tentunya tidak boleh main di luar. Braaaak Pohon itu roboh seketika. melainkan masuk angin.." An Lok Kong Cu-Cu Ay Ceng menghela nafas panjang.. "jangan bikin aku naik darah-" "Ha ha" Lam Khie menatapnya.. lalu melesat pergi seraya berseru. "Kini usiaku sudah lima belas tahun. dan beberapa dayang berdiri di belakangnya." "Ha ha ha" Tong Koay tertawa terpingkal-pingkal..." "Aaaah "" An Lok Kong cu menghela nafas panjang lagi. aku sama sekali tidak pernah bermain ke luar.. "Lan Lan" sahut An Lok Kong Cu-Cu Ay Ceng.. perlukah kita berkelahi sampai benjol-benjol seperti muridmu dan murid si Mo itu?" "Sudahlah Lebih baik engkau diam.... "Belum terpukul sudah menjerit kesakitan" "Pohon sialan" caci Lam Khie dan mendadak mengerahkan Iweekangnya sambil mendorongkan sepasang telapak tangannya ke arah pohon itu. kelak aku pasti merobohkanmu" "Ha ha ha" Teng Koay tertawa terbahak-bahak "yang akan roboh kelak justru adalah engkau" katanya. "Aaaah. "Cukup lumayan Iweekangmu." Tong Koay langsung mengayunkan tangannya memukul Lam KhieLam Khie cepat-cepat meloncat ke belakang. "Aku lagi kesal nih-" "oh?" Lam Khie tertawa lagi" Kalau begitu. aku pasti mati muntah darah-" "Jangan menyindir" Tong Koay melotot. "Engkau adalah Tuan Putri. "Jangan harap dapat merobohkan diriku Ha ha ha.

Kalau cuma seorang diri. "Kami berjumlah sembilan orang." An Lok Kong cu ingin menanyakan sesuatu. "Guru" panggil An Lok Kong cu"Ngmm" Dhalai Lhama jubah merah manggut-mang-gut sambil tersenyum. paling sedikit harus lima orang." "Kenapa?" "Sebab ilmu itu harus bekerja sama satu dengan yang lain. "Kapan Guru akan mengajarku ilmu Ie Kang tu Tik (Memindahkan Iweekang Menggempur Musuh)?" "Tuan putri. "Kini Taan Putri baru berusia lima belas tahun." An Lok Kong Cu tersenyum.kepala. tentunya belum boleh ke mana-mana. "Kebebasanku terkekang sekali. Tapi engkau harus terus berlatih. bagaimana kehebatan Ilmu itu?" "sangat hebat sekali" ujar Dhalai Lhama jubah merah. "Bukankah Tuan Putri boleh meninggalkan istana secara diam-diam?" "oooh" An Lok Kong cu manggut." Ay Lok Kong cu menggelengkan kepala." tanya An Lok Kong cu mendadak"Kenapa ayahku mengutus guru pergi melukai Thio Bu Ki? Apakah Thio Bu Ki adalah orang jahat?" Dhalai Lhama jubah merah menghela nafas panjang. guru tidak tahu apaapa." "Guru. "Itu adalah urusan pribadi ayahmu. terima-kasih-" "Tuan putri -" Mendadak dayang itu memberi isyarat.. kini kepandaianmu sudah lumayan. Seharusnya Tuan Putri bersyukur. "Ayahku pasti tidak akan mengijinkannya.." Dhalai Lhama jubah merah memberitahukan. "Tuan putri" Dhalai Lhama jubah merah tersenyum. "Sudah usaikah engkau berlatih?" "ya. "Ada sesuatu yang terganjel dalam hatimu?" "Tidaki guru.. sudah pasti boleh ke luar istana." "Tuan putri" Lan Lan tersenyum." "Tuan Putri" bisik Lan Lan." "Itu tidak mungkin. sebab Iweekangmu masih kurang." An Lok Kong cu menggelengkan kepala.." "guru. Guru.. tapi kemudian dibatalkan lalu ia menundukkan kepala. tidak bisa ke mana-mana.. Bila nanti Putri sudah dewasa kelak. coba engkau bayangkan betapa dahsyatnya Iweekang kami kalau digabungkan." An Lok Kong cu menghela nafas panjang.. ternyata muncul beberapa Dhalai Lhama." "Tapi-. Buktinya Thio Bu Ki masih terluka parah terkena pukulan itu. Tuan putri sangat beruntung dilahirkan sebagai putri kaisar. Di kolong langit ini tiada seorang jago pun yang mampu menangkis pukulan itu.... ." "Guru." "guru." An Lok Kong cu mengangguk"Tuan putri" Dhalai Lhama jubah merah menatapnya. sudah barang tentu tidak bisa. "Sudah hampir delapan tahun engkau belajar ilmu silat pada kami. "Guru tidak bisa mengajarkan ilmu itu kepadamu.. tidak boleh menyesali apa pun. "Terus terang.manggut dan wajahnya pun tampak cerah"Engkau benar.

. Dalam perjalanan ini." sahut Thio Han Liong sambil tersenyum.merahan.". Hari itu mereka beristirahat di bawah sebuah pohon. barulah engkau boleh meninggalkan istana dengan cara menyamar sebagai pemuda sastrawan. " Kakak tampan." "guru. Thio Han Liong dan Tan Giok Cu terus melanjutkan perjalanan menuju gunung soat san. kenapa wajahmu tampak agak murung?" Dhalai Lhama jubah merah memandangnya dengan penuh perhatian. tentu tidak boleh sembarangan main di luar. Engkau harus belajar dengan rajin dan sungguh-sungguh. hanya hidup dalam istana saja." An Lok Kong cu girang sekali." "ya. engkau boleh pergi berkelana. sebab ilmu pedang tersebut sangat lihay dan hebat." An Lok Kong cu menundukkan wajahnya dalam-dalam. "Itu. "Guru. "Tentunya harus cepat-cepat pulang ke rumahmu. "Engkau harus tahu.. setelah engkau menguasai ilmu pedang itu. "Aku ingin tahu. apa rencanamu setelah memperoleh Teratai salju?" tanya Tan Giok Cu.. tiada kebebasan sama sekali.. guru. "sungguh" Dhalai Lhama jubah merah mengangguk"Tapi engkau harus ingat." sahut An Lok Kong cu mengeluh"Aku sudah bosan terus begini. . Cu dengan wajah agak kemerah." "Begini. "Mulai besok guru akan mengajarmu Cai Hong Kiam Hoat (Ilmu Pedang Pelangi). keadaan di luar sangat bahaya-" "Bahaya bagaimana?" "Banyak penjahat dan orang licik." An Lok Kong cu menghela nafas panjang. sedangkan kuda mereka dibiarkan bebas makan rumput di sekitarnya. "Aku lagi kesal. setelah kami pulang ke Tibet. Lalu setelah itu?" "Kita ke pulau Hong Hoang To." "Tapi aku bagaikan seekor burung yang terkurung di dalam sangkar. "Terima kasih" ucapnya. bosan sekali-" "Tuan Putri" Dhalai Lhama jubah merah menggelenggelengkan kepala"Engkau adalah Tuan putri.."Kalau tidak. sementara itu." "oh? sungguhkah?" tanya An Lok Kong cu dengan wajah berseri. bagaimana keadaan di luar-" "Tuan putri" Wajah Dhalai Lhama jubah merah berubah serius. bagaimana nanti saja" sahut Thio Han Liong dan menambahkan. maka lebih baik engkau tetap diam di dalam istana saja. karena engkau harus bertatap muka dengan ke dua orang tuaku" "Kita akan tetap tinggal di pulau itu?" tanya Tan Giok." ujar Dhalai Lhama dengan suara rendah. "Jangan lupa akan pesan ke dua orang tuamu lho" "Aku tidak akan lupa. aku justru sudah merasa bosan. " Kesal kenapa?" "Aku sama sekali tidak boleh main di luar. aku. hati mereka penuh diliputi kegembiraan dan kadang-kadang mereka juga bercanda ria.

ya.gadis itu ternyata Ciu Lan Hio. setelah kita menikah nanti. sebab kata orang tua. kan?" "Memangnya aku ingin cepat-cepat menikah?" Tan Giok Cu cemberut"Huh Tak usah ya" "Adik manis" Thio Han Liong tersenyum"Maafkan aku karena tidak sengaja menyinggung perasaanmu. tentu belum bisa menikah.. di pulau Hong Hoang To cuma ada ke dua orang tuaku. "Kalian terkejut ya?" Ciu Lan Nio memandang mereka.Engkau tidak marah kan?" "Kakak tampan. "Yang benar?" "Tentu benar. "oh ya. kita harus punya anak sebanyak-banyaknya. Bagaimana menurutmu?" "Itu usul yang baik sekali. " Engkau anggap aku ini apa? Bisa melahirkan begitu banyak anak? Dasar." "Engkau harus tahu.."Tan Giok Cu manggut-manggut. "Aku ingin bikin ramai pulau Hong Hoang Te-" "Adik manis. engkau ingin punya anak berapa?" "Harus lebih dari sepuluh." Di saat itulah mendadak terdengar suara tawa cekikikan. "Engkau.." ujar Tan Giok Cu sambil tertawa kecil." "Hah?" Thio Han Liong terbelalak. percayalah" Tan Giok Cu tersenyum. .. " Asyik deh mesra-mesraan" "Eh?" Thio Han Liong dan Tan Giok cu terperanjat. tentu sepi sekali. barulah kita menikah" "ya-" Tan Giok Cu mengangguk"Pulau Hong Hoang to." sahut Tan Giok Cu setengah berbisik"Bagaimana mungkin aku marah."Kita belum cukup dewasa.. Kalau cuma kita beberapa orang. kemudian melayang turun sosok bayangan merah"Hi hi hi" seorang gadis berpakaian serba merah berdiri di hadapan mereka sambil tertawa. engkau benar kok. Kita ajak ke dua orang tuamu tinggal di sana. tentu belum boleh menikah-" "Adik manis" Thio Han Liong memegang tangannya"Setelah kita berusia dua puluh lebih. banyak anak banyak rejeki lho" ujar Thio Han Liong sambil tertawa. "sedangkan pulau itu amat besar. engkau sungguh baik sekali" Thio Han Liong memeluknya erat"Eeeh -" Wajah Tan Giok Cu kemerah-merahan. Kita masih belum cukup dewasa. tempat tinggal kami itu sangat indah sekali. oleh karena itu. "setiap tahun aku akan melahirkan satu anak selama lima belas tahun aku akan terus menerus melahirkan. "Maaf. maaf Aku telah mengganggu keasyikkan kalian. Mereka tidak menyangka mendadak muncul seorang gadis berpakaian merah yang begitu cantik." Thio Han Liong memberitahukan. Ke dua orang tuaku pasti mau. "Apa?" Tan Giok Cu cemberut. kemudian bertanya perlahan." " Kalau begitu.

" Tan Giok Cu membanting-banting kaki saking gusarnya. maka kita tidak berhak mengusirnya. "Ayoh lanjutkan" desak Ciu Lan Hio." sahut gadis berpakaian merah itu sambil tersenyum." Thio Han Liong memberitahukan. kemudian memandang Ciu Lan Hio dan memberi hormat." ujar Tan Giok Cu setengah berteriak"Cepatlah engkau pergi. "Nona. kalau ucapannya tadi menyinggung perasaanmu.. . "Namaku Thio Han Liong. "Mau apa engkau ke mari?" "Namaku Ciu Lan Nio.." "Siapa engkau?" tanya Tan Giok Cu sambil bangkit berdiri dengan wajah tidak senang. "Engkau sopan sekali." "Engkau. "Tempat ini bukan milik kita.. dia dia menghinaku Cepatlah usir dia" "Adik manis. "Kakak tampan... "Engkau kok tidak tahu diri?" "Hi hi hi" ciu Lan Hio tertawa cekikikan. berani omong begitu" "gadis galaki ada hubungan apa engkau dengan pemuda ini?" tanya Cu Lan Hio mendadak. "Aku yang tidak tahu diri atau engkau yang tidak tahu malu?" "Engkau.Maaf.." ujar Ciu Lan Nio dan menambahkan. tapi memang cantik sekali." "Tapi dia -" Tan Giok Cu membanting-banting kaki"Dia tidak menghinamu. "Engkau sungguh tampan dan lemah lembut. "Jangan malu-malu" "Dia kekasihku. melainkan menundukkan kepala dengan wajah kemerah-merahan. Tidak mengganggu kita kan?" sahut Thio Han Liong. Engkau sudah dengar? Kami adalah sepasang kekasih yang saling mencinta... "Dia dan aku adalah." ujar Thio Han Liong lembut. "Aku ke mari karena ingin menyaksikan kalian bermesramesraan. Hi hi hi-" "Hmm" dengus Tan Giok Cu." Dada Tan Giok Cu turun naik saking marahnya." "Kenapa aku?" Ciu Lan Nio tersenyum. bolehkah aku tahu namanya?" "Dia bernama Tan Giok Cu." Tan Giok Cu menatapnya dengan mulut cemberut..." Tan Giok Cu tidak melanjutkan ucapannya." "Ngmmm" Ciu Lan Nio manggut-manggut. aku jadi suka padamu.. "Dasar tak tahu malu. "Engkau. aku harap engkau sudi memaafkannya" "Hi hi hi" Ciu Lan Hio tertawa nyaring. "Engkau sungguh galak. oh ya. engkau mau apa?" "Engkau-.. "Hi hi hi Marah ya" "Engkau mau pergi tidak?Jangan mengganggu kami" bentak Tan Giok Cu sambil melotot. " Kalau aku tidak mau pergi. Biar dia berdiri di situ.. jangan mengganggu kami" "Hi hi" ciu Lan Hio tertawa. tapi kekasihmu itu galak sekali.

"Hei gadis galak" Ciu Lan Nio tersenyum-senyum. "Kenapa aku harus merasa malu? Kalian bukan suami isteri. "Dia gadis liar yang tak tahu malu" "Huh" Ciu Lan Nio mengeluarkan suara hidung. sebab akan merendahkan diri nona sendiri."Kalian belum menjadi suami isteri. kemudian mendadak menarik tangan Thio Han Liong seraya berkata. itu tidak baik. "Engkau harus belajar sabar dan harus bisa menekan emosi. "Dasar gadis liar" "Adik manis." ujar Thio Han Liong sabar. "Aku tahu engkau berkepandaian cukup tinggi. dia.. Apakah engkau tidak merasa malu sama sekali?" Tan Giok Cu menatapnya dengan wajah gusar... "Aku mohon Nona jangan bergurau lagi. dan belum tentu pemuda ini akan menjadi milikmu." " Aku percaya. tapi engkau masih berani menyatakan suka kepadanya. "Engkau sungguh merupakan pemuda yang berpengertian." Tan Giok Cu mclotot"Nona.. Kalaupun dia suamimu. aku pun akan mendekatinya. "Dia mau omong apa." Tan tiiok Cu melotot. Nona itu cuma ingin memanasi hatimu. "Aku pun tidak mau berkawan denganmu kebagusan" " Kakak tampan" Tan Giok Cu menarik tangannya. lagipula tidak pantas bagi nona bergurau begitu" "oh?" ciu Lan Hio menatapnya dalam-dalam. Apalagi kini dia baru merupakan kekasihmu. biarkan saja" "Tapi hatiku panas sekali. ya." ujar Tan Giok Cu." "Tadi aku memang bergurau. "Engkau kok begitu tak tahu malu? Dia kekasihku. Aku masih boleh merebutnya lho" "Engkau.. tentunya aku boleh mendekatinya." "Kakak tampan." sahut gadis berpakaian merah"Engkau pun berkepandaian tinggi." Thio Han Liong mengangguk "Aku tidak percaya" sela Tan Giok Cu sambil mendengus dingin"Hmm Kita boleh bertarung sekarang juga" "Adik manis" Thio Han Liong meng geleng-geleng-kan kepala"Engkau jangan begitu-Dari pada kalian berdua bertarung. bukankah lebih baik berkawan?" "Aku tidak mau berkawan dengan dia" sahut Tan Giok Cu. Engkau mau apa?" tanya Ciu Lan Nio sambil tersenyum. kan?" "Engkau. itu adalah mulutnya. sehingga membuatku makin suka kepadamu.bawah kepandaianku. " "Sudahlah" Thio Han Liong tersenyum. namun masih di bawah kepandaianku. "Mari kita pergi" Ciu Lan Nio tersenyum.. aku ikut" . " Kakak tampan. "Aku harap nona jangan bergurau Itu tidak baik." "Ih Dasar tak tahu malur ujar Tan Giok Cu dingin "Aku memang suka kepada Thio Han Liong. Maka engkau jangan cobacoba menantangku" "Nona" Thio Han Liong menjura kepada Ciu Lan Nio. tapi barusan aku berkata sesungguhnya." ujar Thio Han Liong lembut. namun masih di.

tentunya aku tidak akan menyukaimu." Thio Han Liong "Hei" bentak Tan Giok Cu. "Adik manis. sedangkan Tan Giok Cu masih tampak gusar. engkau harus menjaganya baik-baik. sudahlah" ujar Thio Han Liong sambil memegang bahunya. sehingga pemuda itu tidak sempat berkelit. Kita akan berjumpa lagi kelak.. "Hi hi hi" Ciu Lan Hio tertawa cekikikan. "Aku sudah mencium kekasihmu. sebab . apakah engkau akan menyukaiku?" "Aku tidak akan menyukaimu.. berani menarik tertawa." "Kenapa?" "Entahlah-" "Hi hi" Ciu Lan Nio tertawa. Jangankan cuma menarik aku berani" sekonyong-konyong Ciu Lan Nio mengecup pipi Thio Han Liong. "Cuuup.. "Dia sudah pergi. "Aku harap nona jangan keterlaluan nona adalah seorang gadis. "Engkau..riv^o. "seandainya aku tidak bersifat begitu macam." Tan Giok Cu cemberut.Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala." sahut Thio Han Liong sungguhsungguh. apakah engkau akan menyukaiku?" "Karena sifatmu begitu macam.. bagaimana perasaanmu di saat itu?" Tiada perasaan apa pun.. "Kenapa engkau begitu tak tangannya" "gadis galaki Ciu Lan Nio tangannya. "Hi hi hi" ciu Lan Hio tertawa cekikikan. maka harus tahu kesopanan. "Engkau berani marah padaku?" "Kenapa tidak?" sahut Thio Han Liong."Nona." Tan Giok Cu menuding Ciu Lan Nio dengan mulut ternganga lebar.. " Karena masih ada urusan lain. "Aku pikir sudah cukup engkau bergurau." "Hi hi hi" Ciu Lan Hio tertawa we.. Apakah engkau juga pernah menciumnya?" "Engkau.... engkau. tahu malu. kalau masih dilanjutkan. "Engkau jangan memikirkan yang bukan." sebuah kecupan yang berbunyi cukup nyaring itu mendarat ke pipi Thio Han Liong. Kalau engkau tidak bersama gadis galak ini. engkau jangan gusar lagi" "Kakak tampan. Tadi gadis itu menciummu. "Sekarang aku ingin bertanya. menciumnya pun mengerutkan kening. aku harus pergi sekarang. Begitu cepat gerakannya. aku pasti marah. sebab aku masih akan mendekatinyaHi hi hi " Gadis berpakaian merah itu melesat pergi. "Engkau tidak berani menjawab sejujurnya karena gadis galak ini berada di sini?" "Nona" Thio Han Liong mengerutkan kening.gadis galak." Tan Giok CU melotot"Nona" Thio Han Liong menatap Ciu Lan Hio dengan tajam sekali...." "oh?" Ciu Lan Nio menatapnya.bukan. "Haaah ?" Pemuda itu terbelalak dengan wajah kemerahmerahan saking jengahnya." sahut Thio Han Liong sungguh-sungguh..

. bahkan kepandaiannya pun tinggi sekali" ujar Thio Han Liong. "Entah murid siapa dia?" "Gadis itu begitu liar dan tak tahu aturan.. barulah mereka melanjutkan perjalanan dengan wajah cerah ceria. " Kakak tampan. "Gadis itu begitu berani.Kelihatannya mereka semua adalah kaum rimba persilatan. kemudian ke duanya segera melesat ke depan. aku. Percayalah hanya engkau yang kucintai.. Tan Giok Cujuga cepat-cepat meloncat turun... mereka terbelalak karena orang-orang yang tergeletak itu sudah tak bernyawa lagi dan di bagian dada mereka terdapat sebuah tanda merah darah." Thio Han Liong mengangguk sambil memperhatikan mayat-mayat itu. seekor kuda berlari tidak begitu kencang di sebuah lembah. maka kejadian tadi jangan kau simpan dalam hati" " ya" Tan Giok Cu mengangguki kemudian bergumam. Mari kita pergi lihat" sahut Thio Han Liong sambil meloncat turun. "Adik manis" Thio Han Liong menggenggam tangannya. " Engkau tahu mereka terkena ilmu pukulan apa?" .. Begitu sampai di tempat itu." Tan Giok Cu menggeleng-gelengkan kepala. setelah itu." "oh?" Thio Han Liong tersentak." ujar Tan Giok Cu sambil menggeleng-gelengkan kepala. karena itu aku khawatir kelak dia akan berhasil merebutmu dari sisiku. kemudian menggelenggelengkan kepala..gadis itu memang sengaja memanasi hatimu oleh karena itu. " Heran? entah siapa gadis itu? Mendadak muncul dan pergi begitu saja" "Aku yakin dia adalah gadis rimba persilatan. Thio Han Liong segera membelainya dengan penuh kasih sayang. aku. "Bagaimana?" tanya Tan Giok Cu. Yang duduk di punggung kuda itu adalah Thio Han Liong dan Tan Glik Cu. "Mereka semuanya sudah mati. "Di antaranya terdapat Hweeshio. "Kalau tidak salahi Paman Tua In Lie Heng juga terkena ilmu pukulan ini.. Thio Han Liong terkejut dan cepat-cepat menghentikan kudanya. entah ilmu pukulan apa itu?" "Haaah ?" seru Tan Giok Cu mendadak. burunya pun pasti bukan orang baik-baiki" sahut Tan Giok Cu dan melanjutkan. "Engkau tidak usah mengkhawatirkan itu." "Kenapa engkau?" Thio Han Liong menatapnya lembut." "Kakak tampan." Tan Giok Cu mendekap di dadanya. lalu memeriksa dada salah seorang yang menjadi mayat itu. "Mereka mati terkena semacam ilmu pukulan." "Benar. Tiba-tiba kuda itu meringkik. mulai sekarang engkau harus belajar sabar dan belajar menekan hawa emosi-" "Itu bagaimana mungkin?" Tan Giok Cu menggelenggelengkan kepala"Sebab aku punya rasa cemburu-" "Aku tahu-" Thio Han Liong manggut-manggut"Tapi gadis itu cuma bergurau denganmu. "Ada apa?" tanya Tan Giok Cu yang duduk di belakangnya"Banyak orang yang tergeletak di depan.

"oh?" orang tua itu tertawa gelak. tega membunuh orang sebanyak itu?" "He he he" orang tua itu tertawa terkekeh-kekeh." Thio Han Liong mengangguk "Paman Tua kok usil?" Tan Giok Cu cemberut. "Aku memang orang tua usil..." ujar orang tua itu dan menambahkan. entah ilmu pukulan apa itu?" " Kakak tampan." Tan Giok Cu menggeleng-gelengkan kepala"Paman Tua" Thio Han Liong memberi hormat seraya bertanya."Aaahi-. "He he he He he he.. "Ha ha ha Kenapa engkau yakin aku bukan pembunuh mereka?" "Kalau Paman Tua pembunuh mereka. engkau memang pintar siapa engkau?" "Namaku Thio Han Liong. kenapa Paman Tua turut campur?" "Ha ha ha" orang tua itu tertawa sambil menyahut." "Perlukah aku menjawab?" "Memang perlu. "Ini adalah urusan kami berdua.. "Anak muda. ya kan?" sahut Thio Han Liong sambil memandangnya.. "Dia bernama Tan Giok Cu. "Engkau bisa memastikan bahwa akulah yang membunuh mereka?" "Paman Tua. lalu engkau mau apa?" "Paman Tua. "Engkau tidak menuduhku sebagai pembunuh mereka?" "Aku yakin Paman Tua bukan pembunuh mereka. "Apakah Paman Tua tahu siapa pembunuh mereka?" "Anak muda" orang tua itu menatapnya tajam. tetapi mendadak terdengar suara tawa terkekeh-kekeh." "Ya." Tan Giok Cu ingin mengatakan sesuatu. " Aku tidak tahu sama sekali.. murid Go Bi Pay dan beberapa anggota Kay Pang He he he Mereka sudah mati semua" "Paman Tua yang membunuh mereka?" tanya Tan Giok Cu mendadak"Hei gadis cantik" sahut orang tua itu mendadak"Engkau bertanya atau menuduh?" "Bertanya." Pemuda itu memperkenalkan. engkau harus baik-baik membimbingnya. la berdiri di hadapan mayat-mayat itu." setelah itu muncullah sosok bayangan yang ternyata seorang tua berpakaian kumal dengan muka kotor sekali. "Kenapa engkau begitu kejam." Thio Han Liong menghela nafas panjang sambil menggeleng-gelengkan kepala. maka sekaligus menasihatimu." Tan Giok Cu mengerutkan kening. "Mereka sudah mati semua Hweeshio siauw Lim Pay." "Kekasihmu?" "ya." ujar Thio Han Liong sambil tersenyum." " Kalau aku yang membunuh mereka..... "Ha ha ha" orang tua itu tertawa terbahak-bahaki "Anak muda. .. tidak mungkin akan kembali ke mari lagi untuk melihat mayat-mayat ini." "Dia sangat galak dan cepat menuduh orang.

dan Pak Kay. yaitu Teng sia. setelah itu muncul pula dua orang berpakaian serba merah." Pak Hong setelah berpikir sejenak"Pembunuh itu pasti lari ke arah utara-" "Paman Tua sama sekali tidak tahu siapa pembunuh itu?" tanya Thio Han Liong lagi. nanti hati kekasihmu ini akan berubah terhadapmu. Tapi engkau justru tidak" "Hmm" dengus Tan Giok Cu. "Aku sama sekali tidak tahu. "Engkau memang gadis galak dan pemberani. si Mo. si Tek ki Lam Ti. "Jangan-jangan Paman Tua sudah gila? Kalau tidak." sahut Pak Hong. . sudah banyak kaum rimba persilatan dengan dada berbekas sebuah tanda merah-" "Seperti yang terdapat di dada mayat-mayat itu?" tanya Tan Giok Cu. yaitu Teng Koay. Mereka pernah mendengar nama orang tua tersebut. "Tidak tahu. yang tidak lain adalah Hek Liong Pang. orang lain begitu mendengar namaku. Namun kemudian muncul pula satu perkumpulan baru. kenapa omong sembarangan?" "Ha ha ha" orang tua itu terus tertawa." "oh?" Thio Han Liong dan Tan Giok Cu terkejut.. hanya ingin menyamai empat tokoh masa siiam. sedangkan Paman tur dari arah kanan. "Kami dari arah kiri." Pak Hong menggeleng-gelengkan kepala. Tapi mereka semua sudah menjadi mayat" "suara suling yang bernada aneh?" Kening Thio Han Liong berkerut. Kun Lun dan Khong Tong Pay juga mati dengan tara yang sama. "Tidak" Tan Giok Cu menggelengkan kepala"Paman Tua" Thio Han Liong memberitahukan. karena ia pun pernah mendengar suara suling bernada aneh itu. "Heran? siapa pembunuh itu dan kenapa membunuh muridmurid partai besar itu?" "Beberapa tahun lalu telah muncul empat jago yang berkepandaian tinggi.sayup aku mendengar utfYB suling yang bernada anehi maka aku segera ke mari. "Aku memang orang tua gila.. " ya. maka mendengar suara suling itu. "Kalian terkejut?" "Kenapa harus terkejut?" "Wuahh" Pak Hong tertawa lagi." " omong kosong" Tan Giok Cu melotot. "Belum lama ini." "Kalau begitu." "oh?" Thio Han Liong tersentak dan kemudian bergumam. "Tadi sayup. Lam Khie dan aku Pak Hong. pasti kabur terbirit-birit dan terkencing-kencing. Kami berempat pernah bertanding dan kepandaian kami berempat seimbang.Engkau jangan galak-galak. Kemunculan kami dalam rimba persilatan. sebab aku adalah Pak Hong (si ciila Dari utara) Ha ha ha.Kini si Mo sudah ." Pak Hong mengangguki "Beberapa murid Hwa san. ketika berada di rumah hartawan Ltm. "Paman Tua tahu siapa pembunuh mereka?" tanya Thio Han Liong. "Kalian tidak mendengar suara suling itu?" tanya Thio Han Hong sambil memandang mereka.

sebab kini si Mo sudah menjadi wakil ketua Hek Liong Pang." ujar Thio Han Liong seakan-akan mengusulkan." "Dasar gila" ujar Thio Han Liong.." "Betul. namun aku tidak tahu namanya." sahut Tan Giok Cu.. "sudah tahu rimba persilatan bakal dilanda banjir darah." "Ha ha ha" Pak Hong tertawa gelak "Itu tidak mungkin. "Karena kami berempat ingin saling mengalahkan. maka engkau tidak usah heran" "Paman Tua memang gila. Aku dengar kepandaiannya masih di atas kepandaian si Mo.bergabung dengan perkumpulan itu." "Kalau begitu. "Kini Hek Liong Pang pasti kuat sekali. tidak mungkin kami bergabung." Pak Hong menghela nafas panjang. " Aku pernah bentrok dengan pihak Hek Liong Pang. bahkan juga amat lihay." "Paman Tua" Tan Giok Cu memberitahukan. "Kalian harus berhati-hati.. Bu Teng Pay dan Kay Pang. "Kelihatannya ia ingin menyaingi perguruan siauw Lim sie." "Gadis galak" Pak Hong tertawa lagi." Pak Hong mangguj-manggut.." "Tapi situasi rimba persilatan. "Dia seorang wanita berusia lima puluhan. itu adalah gengsi kami. "Situasi rimba persilatan tiada urusan dengan kami. "Pembunuh itu memiliki ilmu pukulan aneh dan istimewa.. tapi malah tinggal diam." Thio Han Liong mengerutkan kening. rimba persilatan betul-betul dilanda banjir darah-" "Kalau begitu. "Tidak mungkin" sahut Pak Hong. tentunya tidak akan membunuh kaum rimba persilatan dengan cara begitu" Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. mungkinkah pembunuh mereka ketua Hek Liong Pang itu?" tanya Thio Han Liong. "sebetulnya siapa pembunuh itu?" gumamnya." "Paman Tua tahu siapa ketua Hek Liong Pang itu?" tanya Tan Giok Cu. "Kelihatannya hanya berikutnya adalah para ketua partai. karena si Mo sudah bertanding dengan dia" " Kalau begitu. Gila Gila Gila " " Eeh?" Pak Hong terbelalak. sama sekali tidak mungkin" "Kenapa?" tanya Thio Han Liong. Lam Khie dan Paman Tua bergabung untuk menghadapi pembunuh itu dan Hek Liong Pang." "oh?" Thio Han Liong tersentak"Kok Paman Tua menduga begitu?" "Karena kelihatannya pembunuh itu ingin menguasai rimba persilatan. "sebab kini Hek Liong pang sudah resmi berdiri di rimba persilatan. "Gadis galaki engkau murid siapa? Kok begitu tidak . hebat dan ganas." ujar Pak Hong memberitahukan. "oleh karena itu." "Ha ha ha" Pak Hong tertawa. Kalau ia bergabung dengan Hek Liong Pang. "Alangkah baiknya Tong Koay." "Paman Tua. "Aku memang si Gila dari utara." ujar Pak Hong sungguh-sungguh.

" " Hati-hati. maka ia harus mencurahkan perhatiannya untuk menangkis.. si Gila dari utara itu berdiri termangu-raangu di tempat. "Tak disangka engkau begitu hebat juga" Usai berkata begitu. Maukah kalian menjadi muridku?" "Terima kasih atas maksud baik Paman." sahut Tan Giok Cu.. karena serangan Thio Han Liong begitu hebat. Bersiapsiaplah" "Paman tua. sebetulnya engkau murid siapa?" Thio Han Liong tidak menyahut. Bagus Aku sangat tertarik kepada kalian. "Eh?" Pak Hong tercengang." Thio Han Liong ingin menegurnya. Thio Han Liong tidak keburu berkelit. "siapa Bibi sian sian itu?" tanya Pak Hong. Kalau dalam sepuluh jurus aku tidak <sapat mengalahkanmu. aku pasti langsung pergi." "Paman Tua ." Pak Hong tersenyum. Thio Han Liong terpaksa berkelit.Mungkin kalian tidak percaya akan kehebatan kepandaianku. namun Pak Hong sudah tertawa sambil berkata kepada Thio Han Liong.. maka kami berdua bersedia jadi muridmu." "Tidak apa-apa. Thio Han Liong mengelak dan sekaligus balas menyerang dengan ilmu Liong Jiauw Kang. "Ya. "Haah?" Pak Hong tampak terkejut. "Ha ha ha" Pak Hong tertawa terbahak-bahak. maka terpaksa menangkis serangan itu dengan ilmu Thay Kek Kun." Tan Giok Cu tersenyum-senyum. (Ilmu Cakar Naga) yang didapatkannya dari Tiga Tetua siauw Lim Pay." Thio Han Liong menggelengkan kepala. "Berhenti Berhenti sudah sepuluh jurus" ujar Tan Giok Cu mendadakPak Hong segera berhenti menyerang. sebetulnya engkau murid siapa?" "Aku belajar ilmu silat dari ayah" jawab Thio Han Liong .karuan?" "Bibi sian sian adalah guruku. Kini ia mengeluarkan itmu Kiu Im Pek Kut Jiauw. Pak Hong langsung menyerangnya bertubi-tubi." Thio Han Liong mengangguk" Kalau dalam sepuluh jurus Paman mampu mengalahkannya. tapi. "Guruku. "Engkau menolak?" Pak Hong tertegun. gadis itu memang sengaja mempermainkan Pak Hong. "Bagus. namun Pak Hong menyerangnya lagi." ujar Tan Giok Cu mendadak"Adik manis. "Kita hanya bertanding sepuluh jurus dengan tangan kosong. menangkis sekaligus balas menyerang. "Engkau bisa ilmu andalan siauw Lim Pay juga. "Thay Kek Kun" pak Hong tersenyum. "Ternyata engkau adalah murid Bu Teng Pay sambutlah jurus ke tiga ini" Pak Hong mulai menyerang dengan dahsyat. "Baik.. lama sekali barulah membuka mulut. aku akan mulai menyerangmu" Pak Hong dan langsung menyerangnya... "Anak muda. sebab Pak Hong bertanya sambil menyerangnya.

aku tidak begitu suka berkecimpung di rimba persilatan. sungguh mengherankan. entah apa tujuannya berbuat begitu?" "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio"Kita sama sekali tidak tahu siapa pembunuh itu." Kong Bun Hong Tio . -ooo00000ooo Bab 20 Kejadian yang Tak Terduga sunyi sepi di dalam kuil siauw Lim sie. "Dalam rimba persilatan akan sering terjadi pertikaian." "Betul. situasi dalam rimba persilatan makin memburukTempo hari Seng Hwi membantai para murid kita lantaran salah paham. setelah kita memperoleh Teratai salju. Engkau adalah anak Thio Bu Ki. justru bermunculan jago jago berkepandaian tinggi dalam rimba persilatan." "Mari kita melanjutkan perjalanan" ajak Tan Giok Cu. pada dada setiap korban pasti terdapat tanda merah sebesar telapak tangan. Tampak dua padri tua sedang duduk berhadapan di ruang meditasi." ujar Thio Han Liong sambil menghela nafas. kemudian mereka berdua meloncat ke atas punggung kuda tunggang mereka." sahut Thio Han Liong. sehingga menimbulkan pembunuhan. Mereka berdua saling memandang dengan kening berkerut-kerut. aku pasti kalah. maka Iweekang mereka tinggi sekali. "Kita masih kurang pengalaman dan Iweekang kita pun belum mencapai tingkat tinggi. Kalau pertandingan tadi tidak dibatasi sepuluh jurus. "Pantas engkau begitu lihay." "ooooh" Pak Hong manggut-manggut. Aku memang tidak mau berkecimpung dalam rimba persilatan. Pembunuh yang baru muncul itu entah memiliki ilmu pukulan apa. kapan kepandaian kita akan setinggi Pak Hong dan lainnya?" "Adik manis" Thio Han Liong tersenyum. sedangkan mereka sudah puluhan tahun berlatih.sayup terdengar suara tawanya. namun sayup. "sutee." "Seng Hwi memiliki ilmu pukulan cing Hwee Ciang. Thio Han Liong mengangguk. setelah Thio Bu Ki hidup mengasingkan din di pulau itu." "Hah?" Pak Hong tampak terkejut. "Tapi juga pernah mendapat petunjuk dari sucouw Thio sam Hong dan Tiga Tetua siauw Lim Pay. " Kakak tampan." Tan Giok Cu manggut-manggut. " Kong Ti seng ceng menggeleng-gelengkan kepala"Pembunuh itu juga membunuh para murid partai lain.jujur. kini muncul lagi seorang pembunuh lain. "siapa ayahmu?" "Ayahku adalah Thio Bu Ki." "oooh" Tan Giok Cu mengangguk "Kakak tampan. bagaimana kalau kita semua ke pulau Hong Hoang Te?" "Aku sependapat denganmu.Thio Han Liong dan Tan Giok Cu menggelenggelengkan kepala"Kepandaian Pak Hong sangat tinggi." "Itu adalah semacam ilmu pukulan. bagaimana mungkin aku dapat mengalahkanmu dalam sepuluh jurus? Ha ha ha Anak muda sampai jumpa" Pak Hong melesat pergi. sebab cuma beberapa tahun kita berlatih Iweekang." "Suheng. "Aaaah " Kong Bun Hong Tio menghela nafas panjang.

"Apakah siauw Lim Pay tidak mengalami sesuatu?" "Omitohud" Kong Bun Hong Tio menghela nafas panjang. "Gadis itujuga ke sini." song wan Kiauw menghela nafas panjang. apakah di tengah jalan ia . "Mereka tidak bertemu. "ya. kemudian mereka berdua berjalan menuju ruang depan.. "Kong Bun Hong Tio. Mereka sudah berada di ruang depan. "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio"Hari itu In Tayhiap pulang. Mungkin ada sesuatu yang penting." "Dada mereka terdapat sebuah tanda merah?" tanya song Wan Kiauw. kebetulan pembunuh misteri yang memiliki ilmu pukulan cing Hwee Ciang muncul pula." jawabjie Lian ciu memberitahukan. kedatangan kami telah mengganggu ketenangan Hong Tio dan seng ceng" "Omitohud" sahut Kong Bun Hong Tio"Tidak "apa-apa. "Hong Tio. katanya ingin menemui Thio Han Liong. "Maaf. setelah itu seng Hwi mengajak Thio Han Liong pergi menemui ibunya.menggeleng-gelengkan kepala." "Tan Giok cu?" Kong Bun Hong Tio tertegun. silakan duduk" Jie Lian ciu dan song wan Kiauw duduki setelah itu jie Lian ciu pun bertanya dengan serius." Goan Liang segera pergi." "Omitohud" Kong Bun Hong Tio terkejut bukan maini "Kapan kejadian itu?" "Beberapa bulan yang lalu. ketua Bu Teng Pay Jit Lian ciu dan song Tayhiap datang berkunjung." ujarnya. namun Thio Han Liong secara tidak langsung telah menyelamatkan siauw Lim sie-" "oh?" Jie Lian ciu tercengang. "Kita tidak tahu ilmu pukulan apa itu. "seorang gadis remaja bernama Tan Giok Cu membawanya pulang ke gunung Bu Tong." Di saat mereka sedang bercakap-cakap denganserius." Kong Bun Hong Tio mengangguk dan mem beritahukan. "Omitohud" sahut Kong Bun Hong Tio"Goan Liang. "Ketika Thio Han Liong berada di sini." "Mereka bertemu?" tanya song wan Kiauw. "Beberapa murid partai lain juga sudah menjadi korban" "Aaahi. cepat suguhkan teh wangi untuk mereka" "ya. "Omitohud" sahut Kong Ti seng Ceng. Thio Han Liong memberitahukan kepadanya tentang urusan seng Kun dengan cia sun." "Baik suheng" Kong Ti seng Ceng mengangguk dan bangkit berdiri. "Beberapa murid kami mati terbunuh. "sutee" Kong Bun Hong Tio bangkit berdiri "Mari kita pergi menemui mereka." "oooh" Jie Lian ciu manggut-manggut. Kong Ti seng Ceng" Lie Lian ciu dan song wan Kiauw segera memberi hormat. In Lie Heng sutee kami pun mati terbunuh. "Kong Bun Hong Tio. tibatiba muncul Goan Liang.

. "Di dada setiap korban terdapat tanda merah. " Cepat undang mereka masuki sahut Kong Bun Hong TioGoan Liang segera pergi. apa kabar?" Coan Kang Tianglo memberi hormat. "Guru tidak mampu mengobatinya." ujar song wan Kiauw memberitahukan. Kini siapa lagi yang akan menaklukan kaum setan iblis ilu? Omitohud. tiada seorang kaum rimba persilatan punva julukan Hiat-." sahut Kong Bun Hong Tio sambil menghela nafas panjang. bahwa ketua Kay Pang dan Dua Tetua datang berkunjung. maka membawanya pulang ke gunung Bu Tong." Kong Bun Hong Tio menggelengkan kepala"Kelihatannya kaum setan iblis ingin menguasai rimba persilatan." sahut Kong Bun Hong Tio"Ketua Bu Tong Pay dan song Tayhiap. Berselang sesaat tampak seorang gadis berusia dua puluhan membawa sepasang tongkat bambu berwarna hijau. namun kami tidak tahu siapa ketua Hek Liong Pang ituKalau tidak salah Hek Liong Pang di ketuai oleh seorang wanita yang berkepandaian tinggi sekali-" "Kini rimba persilatan semakin kacau. "Apakah dalam rimba persilatan terdapat ilmu tersebut?" "Tidak pernah dengar." song wan Kiauw menggeleng-gelengkan kepala seraya berkata.." Kong Bun Hong Tio mengangguk"Belum lama ini Hek Liong Pang berdiri dalam rimba persilatan secara resmi. "Aaaahi-" "oh ya" song Wan Kiauw memandang Kong Bun Hong Tio seraya bertanya. tapi. "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio"Selamat datang Ketua dan Tetua Kay Pang" "Ha ha ha" Ci Hoat Tiang lo tertawa gelak"Kong Bun Hong Tio dan Kong Ti seng Ceng. "mungkinkah ketua Hek Liong Pang adalah pembunuh itu?" "Entahlah. Dulu Thio Bu Ki berhasil menuntun mo Kauw kejatan yang benar. Gadis itu bernama su Hong seki ketua Kay pang." "Hiat " gumam Kong Ti seng Ceng. "Kami baik-baik saja. "Mungkin julukan si pembunuh itu" " Kami pun menduga begitu.Apa kabar selama ini?" "Omitohud Kami baik-baik saja.bertemu pembunuh itu?" "Aku pikir memang begitu." Jie Lian ciu segera membalas . muncul Goan Liang melapor.. hanya dapat menyadarkannya saja." ujar song wan Kiauw sambil menggeleng-gelengkan kepala. Kebetulan gadis remaja itu melihatnya. Ketika sadar In sutee menyebut kata 'Hiat' entah apa maksudnya?" "Hiat?" Kong Bun Hong Tio mengerutkan kening. sudah sekian lama kita tidak bertemu. "Seingat-ku. berjalan ke dalam bersama dua orang pengemis tua. "Apakah Hong Tio mendengar tentang Hek Liong Pang?" "Sudah." Di saat bersamaan. mungkinkah Hiat Ciang (Pukulan Berdarah)?" "Hiat Ciang?" song Wan Kiauw dan lie Lian ciu mengerutkan kening. sedangkan ke dua pengemis ilu adalah Ci Hoat dan Coan Kang Tianglo.Wakil ketua Hek Liong Pang adalah si Mo.

. "Kesimpulan kami memang begitu. Wakil ketua adalah si Mo-Buyung Hok." "Bukankah pembunuh itu bisa menantang langsung kepada kita?" ujar Gan Kang Tianglo. "Kami sama sekali tidak tahu. Mungkinkah ketua Hek Liong Pang adalah pembunuh itu. "Itu adalah julukan pembunuh atau nama ilmu pukulan?" "Kami justru sedang membicarakan ini.memberi hormat. entah apa maksudnya itu?" "Hiat?" ci Hoat Tiang lo mengerutkan kening. "Kenapa harus membunuh dengan cara sadis begitu?" "Dia ingin memperlihatkan kelihayan ilmu pukulannya." Jie Lian ciu menggeleng-gelengkan kepala. hanya tahu dia adalah seorang wanita berusia lima puluhan. Kun Lun. namun tetap tidak dapat menduga siapa pembunuh itu" "Hek Liong Pang secara resmi berdiri dalam rimba persilatan.. "Apabila kita bergabung. Hong Tio." song Wan Kiauw menjelaskan. tapi. "Kenapa song Tayhiap menduga begitu?" "Menurutku."jawab lie Lian ciu dan melanjutkan.. maka su Hong sek dan ke dua Tianglo itu langsung memandang ketua Bu Tong pay." "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio"Kami sudah tahu itu." "oh?" Ci Hoat Tianglo menatap song wan Kiauw seraya bertanya. dadanya juga terdapat sebuah tanda merah" ujar jie Lian ciu sambil menghela nafas panjang. Hwa san dan Khong Tong Pay. "Ketua Kay Pang" tanya Kong Bun Hong Tie "Kalian ke mari secara mendadak." "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio- .. sebab beberapa murid kami pun terbunuh dengan cara yang sama.Belum lama ini banyak anggota kami yang terbunuh.su Hong sek mengangguk. tentunya ada sesuatu yang penting kan?" "Betul.. dia menyebut 'Hiat'.. sanggupkah pembunuh itu membunuh kita?" "Kalau dia tidak yakin." "Mungkinkah begitu?" tanya Gan Kang Tianglo dengan kening berkerut." sahut Tianglo itu." "Kong Bun Hong Tio tahu siapa pembunuh itu?" tanya su Hong sek"Maaf" Kong Bun Hong Tio menggelengkan kepala. Tapi ketua Hek Liong Pang. dada mereka terdapat tanda merah... tapi.. "Dia menghendaki kita berkumpul semua. bahkan juga pengecut. "In Lie Heng sutee kami itu pun terbunuh beberapa bulan lalu.. "perbuatannya itu membuktikan bahwa ia amat licik. lalu membunuh kita semua pula. "sebelum menghembuskan nafas penghabisan.. tentunya dia tidak berani memancing kemarahan kita kan? sebab dia pun membunuh murid-murid GoBi.. "Bagaimana Gan Kang Tianglo?" "Kami pun baik-baik saja." Gan Kang Tianglo menggelengkan kepala "Tiada seorang pun yang tahu siapa dia." Kong Bun Hong Tio memandang jie Lian ciu.

" ujar Kong Bun Hong Tio sambil tertawa. maka pihak Kay pang berpamit. "Jadi kita pastikan tanggal lima belas bulan depan berkumpul di sini semua."Mungkinkah dia punya suatu rencana tertentu?" "Memang mungkin. kemudian menambahkan. kita bergabung saja untuk melenyapkan pembunuh itu." setelah ada kepastian itu. dan harus mengundang para ketua partai lain." ujar song Wan Kiauw"Karena kelihatannya Hek Liong pang ingin menguasai rimba persilatan. kini muncul lagi seorang pembunuh misteri lain memusingkan kita semua. begitu pula pihak Bu Teng pay. kita pun harus bersiapsiap menghadapi Hek Liong Pang."Untuk itu kita harus mengadakan pertemuan resmi. itu sungguh membingungkan" Kong Bun Hong Tio menggeleng-gelengkan kepala"Apa boleh buat" ujar Jie Lian ciu. "oh ya Kong Bun Hong Tio. namun masih tampak cantik." "selain menghadapi pembunuh itu. mendadak muncul dua orang menghadang di depan mereka."jawab Kong Bun Hong Tio"Baiklah" Jie Lian ciu manggut-manggut"Kong Bun Hong Tio. "Ketua GoBi. Dalam perjalanan ini cinta kasih mereka semakin bersemi. otomatis kita akan bertambah kuat. "Apabila perlu." sahut Coan Kang Tianglo dan menambahkan. maka harus kami yang mengundang. siapa yang akan pergi mengundang para ketua? Kami atau pihak siauw Lim?" tanya jie Lian ciu"Karena pertemuan itu diadakan di kuil kami." "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio." "Setuju. siapa mereka berdua itu? Tidak lain adalah si Mo-Buyung Hok dan ketua Hek Liong Pang-Kwee In . "Baiki" su Hong seki ketua Kay Pang mengangguk"Tapi di mana tempat pertemuan kita?" "Omitohud" sahut Kong Bun Hong Tio"Bagaimana kalau di kuil ini saja?" "Baiki" Coan Kang Tianglo mengangguki "Tapi harus ada arak lho" "Omitohud Itu apa boleh buat. Asal jangan minta daging saja." "Betul-" Ci Hoat Tianglo manggut-manggut." jie Lian ciu manggut-manggut. ketika mereka memasuki sebuah hutan. Kong Ti seng Ceng. Kun Lun. kami mohon pamit. apa sebabnya orang itu memusuhi kita? Apakah dia punya dendam kesumat pada kita?" "Tempo hari yang membuat kami pusing adalah seng Hwi. Hwa san dan ketua Khong Tong Pay juga harus bergabung dengan kita. "Tapi kapan pertemuan itu diadakan?" "Bagaimana kalau tanggal lima belas bulan depan?" tanya jie Lian ciu.seorang lelaki tua dan seorang wanita berusia lima puluhan." sementara itu. Thio Han Liong dan Tan Giok Cu terus melakukan perjalanan menuju gunung soat san. Omitohud. maka tidak heran kalau Tan Giok Cu terus tersenyum bahagiaitu. "Tapi aku masih tidak habis pikir.

" Thio Han Liong mengerutkan kening." "Diam" bentak Kwee In Loan. kita berjumpa lagi" ujar si Mo sambil menatap Thio Han Liong dengan dingin sekali..." Tan Giok Cu mengangguki "Hmm" dengus Kwee In Loan. setelah itu barulah aku akan pergi ke kuburan tua itu mencari gurumu." "oh?" Thio Han Liong menatap Kwee In Loan. sehingga langsung berseru tak tertahan. "Selamat berjumpa. kemudian seaera mengerahkan Kiu Yang sin Kang. ternyata engkau adalah muridnya " " He he he. Hari ini dia akan membuat perhitungan dengan kekasihmu itu. Katakan siapa gurumu?" "Guruku adalah Bibi sian sian" "she apa gurumu?" "she Yo." Tan Giok Cu mengangguk " Kalau begitu. "Engkau adalah Kwee In Loan Bibi guruku?" "Betul. "Engkau begitu menyayanginya?" "ya. " Kalau tidak salahi engkau bernama Tan Giok Cu. . "Ketua Hek Liong Pang. " Engkau pasti tahu bagaimana sifatku. "Hmm" dengus si Mo memberitahukan. "Kalau begitu aku terpaksa harus menghadapimu" "Ha ha ha" si Mo tertawa gelak"Anak muda hari ini aku akan membunuhmu Ha ha ha." "Bibi guru adalah tingkatan tua. urusan Giok Cu dengan pihakmu hanya dikarenakan salah paham." Tan Giok Cu mengerutkan kening dan tiba-tiba teringat sesuatu. kenapa barusan membentak-bentak kakak Han Liong?" "oh?" Kwee In Loan tersenyum dingin." "Ketua Hek Liong Pang" Thio Han Liong maju ke hadapan Kwee In Loan. "Kenapa engkau membunuh beberapa anggotaku?" "Aku hanya menyelamatkan Hakim souw." Tan Giok Cu mengangguki "Engkau kenal guruku?" "He he he" Kwee In Loan tertawa terkekeh." "Apa?" Kwee In Loan tersentak" Yo sian sian adalah gurumu?" "Ya. berkomentar apa pun" sahut Tan Giok Cu." sahut Tan Giok Cu dingin"Engkau adalah ketua Hek Liong Pang.. kemudian memberi hormat seraya berkata." "si Mo.. aku tidak berani. si Mo" ucap Thio Han Liong sekaligus memberi hormat. "Ya.. "Gurumu sudah menceritakan tentang diriku?" tanya Kwee In Loan dengan nada dingin.-" "Engkau." Kwee In Loan. "Tak disangka sama sekali. "Ha ha ha Anak muda. "Giok Cu" ujar Kwee In Loan.. "wanita itu adalah ketua Hek Liong pang. "Aku akan menangkapmu.Loan. lalu menatap Tan Giok Cu dengan tajam sekali. tertawa dingin." Kwee In Loan mengangguk "Bibi guru" Tan Giok Cu sebera memberi hormat.

kemudian balas menyerang dengan Thay Kek Kun. Hiat Locianpwee"jawab Kwee In Loan. la segera menoleh dan di saat bersamaan. lalu selangkah demi selangkah mendekatinya dengan maksud menghabiskan nyawanya. Rambut. engkau sudah kembali di Tionggoan ini. ia pun langsung berdiam di tempat. si Mo menatapnya sambil tertawa dingin. suara tawa itu membuat Tan Giok Cu menoleh.-" jerit Tan Giok Cu lalu roboh tak bergerak lagiSuara jeritannya membuat Thio Han Liong terkejut bukan main. cemaslah hatinya otomatis jadi lengah pula. Thio Han Liong mengeluarkan ilmu Liong jiauw Kang (flmu Cakar Naga) untuk menangkis serangan-serangan yang dilancarkan si Mo.Begitu melihat Thio Han Liong terdesak. Puluhan jurus kemudian. Duuuk "Aaaakh " jerit Thio Han Liong dan terpental beberapa depa. "si Mo" serunya cepat. "Hmm" dengus orang tua berjubah merah"Engkau berani tidak memberi hormat kepadaku?" si Mo diam saja- . air muka Kwee In Loan langsung berubah hebat. "Aaaakh. sebab mereka samasama mengeluarkan ilmu Kiu Im Pek Kut liauw. Walau badannya tidak bisa bergerak namun mulutnya masih bisa bersuara. "Jangah sembarangan bertindak" sebetulnya si Mo juga tersentak oleh suara suling itu. kemudian menyerang dengan ilmu Kiu Im Pek KutJiauw. bahkan sekaligus diserangnya.. Maka terjadilah pertarungan yang amat seru. sementara Thio Han Liong berusaha bangkit berdiri. Thio Han Liong tidak sempat berkelit maupun menangkis. Thio Han Liong cepat berkelit. dan jenggotnya semuanya merah bahkan suling yang di tangannya berwarna merah"Hiat Locianpwee." sahut si Mo tanpa memberi hormat. muncullah sosok bayangan merahseorang tua berjubah merah berdiri di situ. sehingga dadanya terpukul oleh pukulan itu. Namun mendadak terdengarlah suara suling yang bernada aneh.." seru Tan Giok Cu." ujar orang tua berjubah merah "ya. itu membuat si Mo tertawa gelak. wajah." Mendadak orang tua berjubah merah menuding si mo"Engkau adalah si mo-Buyung Hok?" "Betul.. sementara pertarungan antara Thio Han Liong dengan si Mo pun semakin seru dan sengit. tapi mendadak dihadang oleh Kwee In Loan. terimalah hormatku" Kwee In Loan sambil memberi hormat mengangguk"Kwee In Loan.. si Mo menyerang dadanya.Begitu mendengar suara suling itu. Thio Han Liong mulai berada di bawah angin. maka ketika Kwee In Loan berseru."Anak muda Bersiap-siaplah untuk mampus" bentak si Mo sambil menyerangnya. tapi roboh lagi. Kemudian ia roboh dan mulutnya menyemburkan darah segar. Tan Giok Cu ingin membantu Thio Han Liong. Tak lama kemudian. Maka Kwee In Loan berhasil menotokjalan darah Leng Tay Hiat dupunggung gadis itu. "uaaaakh " "Kakak tampan. "Engkau...

" sahut Thio Han Liong sambil tersenyum. "Adik manis." ujar orang tua berjubah merah itu sambil menatap Kwee In Loan.." orang tua berjubah merah memberitahukan. entah siapa orang tua berjubah merah itu?" "Aku justru masih merasa heran. "Aku adalah Hiat Mo dari Kwan Gwa (iblis darah Dari Luar Perbatasan). "Ya-" Hiat Mo mengangguk. "Cepat bebaskan jalan darahnya" "ya-" Kwee In Loan segera membebaskan jalan darah gadis itu. Hiat Locianpwee. kemudian memandang Tan . "Engkau telah mendirikan Hek Liong Pang. siapa Locianpwee?" Tan Giok Cu balik bertanya sambil menatapnya." "Tapi tadi engkau memuntahkan darah segar. maka kuampuni." Thio Han Liong tersenyum dan berbisik." sahut orang tua berjubah merah." "Terimakasih. "Adik manis. Begitu bisa bergerak. Di saat mereka bercakap-cakap." ujar Hiat Mo." ucap Kwee (n Loan."si Mo" ujar Kwee In Loan sambil memberi isyarat" Cepat memberi hormat kepada Hiat Locianpwee" si Mo mengerutkan kening. "oooh" Hiat Mo manggut-manggut. "Hiat Mo?" Tan Giok Cu mengerutkan kening. bahkan mengangkat si Mo sebagai wakil ketua.orang tua berjubah merah itu menghampiri mereka." gumam Thio Han Liong. "Aku sama sekali tidak berniat. " Kakak tampan. "Aku tidak apa-apa. siapa namamu?" tanya orang tua berjubah merah itu. dadanya terkena pukulanku sehingga terluka parah-" " Kakek In telah meninggal." Thio Han Liong menatapnya dengan kening berkerut-kerut. kemudian memandang Tan Giok Cu yang menggeletak di samping Kwee In Loan. "Engkau ingin menyaingi partai siauw Lim. Tan Giok Cu langsung berlari ke arah Thio Han Liong dengan air mata bercucuran. "Hiat. engkau tidak usah khawatir. bagaimana lukamu? Apakah parah sekali?" tanya Tan Giok Cu.. apakah dadamu masih terasa sakit?" "Sudah tidak begitu sakit lagi. "Namaku Tan Giok Cu.. Bu Tong dan Kay Pang?" "ya. dan menatap Tan Giok Cu dengan tajam sekali. "Kami bertanding. kenapa bibi guruku kelihatan begitu takut kepadanya?" sahut Tan Giok Cu dengan suara rendah. "Gadis cantik. "Locianpweekah yang membunuh Kakek In?" "siapa Kakek In?" tanya Hiat Mo"In Lie Heng dari Bu Tong Pay" sahut Thio Han Liong." Kwee In Loan manggut-manggut. "Apakah Hiat Locianpwee berniat menjadi ketua Hek Liong Pang?" tanyanya. kemudian memberi hormat kepada orang tua berjubah merah itu"Ha ha ha" orang tua berjubah merah itu tertawa gelak " Karena engkau sudah memberi hormat kepadaku. "siapa yang terkena ilmu Hiat mo Ciang (Ilmu Pukulan iblis Darah) pasti mati.

. "Pokoknya engkau harus ikut aku. Tan Giok Cu merasa tangannya berkesemutan dan tak bisa bergerak lagi.." ujar Hiat Mo dingin. "Adik manis Adik manis. Itu membuatnya cemas sekali. sementara si Mo dan Kwee In Loan saling berpandangan." "Ha ha ha" Hiat Mo tertawa terbahak-bahaki kemudian mendadak pergi laksana kilat. barulah Thio Han Liong meninggalkan tempat itu. kelak apabila engkau mampu mengalahkanku.mari kita pergi" ajak Kwee In Loan kemudian mereka berdua melesat pergi. kemudian memandang si Mo seraya berkata. "Giok Cu.." tegas Hiat Mo "Kalau tidak.. aku pasti mengembalikan Tan Giok Cu kepadamu. Namun Hiat Mo dan Tan Giok Cu sudah lenyap dari pandangannya. setelah itu si Mo mendekati Thio Han Liong "Hmm" dengus si Mo dingin. . "si Mo... la tidak menunggang kuda lagi. "Ha ha ha" Hiat Mo tertawa gelak"Aku akan membawamu pergi" "Lepaskan Lepaskan" teriak Tan Giok Cu. "Pokoknya aku tidak mau ikut engkau. "Engkau jangan coba-coba membunuhnya.. selangkah demi selangkah ia berjalan dengan kepala tertunduk. kemudian mendadak menyerangnya dengan ilmu Kiu Im Pek Kut Jiauw." seru Thio Han Liong. kalau engkau tak tahu diri sekarang." panggil Thio Han Liong dengan suara rendah"Adik manis " Entah berapa lama kemudian. "Aku tidak akan membunuhmu sekarang." teriak Tan Giok Cu. "Adik manis Adik manis. engkau pasti kubunuh. aku pasti membunuhmu. tangan Hiat Mo bergerak cepat mencengkeram jalan darah Wan Kut Hiat yang di lengan gadis itu." "Locianpwe " Wajah Thio Han Liong langsung memucat. karena kelak dia masih akan berurusan denganku" "Kakak tampan Telong aku" teriak Tan Giok Cu "Kakak tampan. Begitu jalan darahnya tercengkeram. engkau harus ikut aku." Tan Giok Cu berkeras. Akan tetapi." Thlo Han Liong diam saja." "Kenapa aku harus ikut?" tanya Tan Giok Cu heran... "Biar bagaimana pun engkau harus ikut." "Aku tidak mau ikut.Giok Cu." "oh?" Hiat Mo tertawa.. "Anak muda. "Anak muda" ujar Hiat Mo sungguh-sungguh"Kini engkau masih bukan lawanku. biar Hiat Mo yang membunuhmu kelak Ha ha ha." "Tidak mau Tidak mau Tidak mau. "Locianpwee" Thio Han Liong menghampirinya sambil memberi hormat"Aku harap Locianpwee mau melepaskannya" "Anak muda" Hiat Mo menatapnya tajam"Sudah kukatakan biar bagaimana pun aku akan membawanya pergi-" "Locianpwee " Thio Han Liong mengerutkan kening.

"Dia telah meninggalkanmu?" tanya Ciu Lan Nio dengan wajah berseri.." ujar ciu Lan Hio"Aku yakin tidak akan terjadi suatu apa pun atas diri kekasihmu itu-" "Tapi Hiat Mo itu kelihatannya kejam sekali." "Engkau berani menjamin? Maksudmu menjamin keselamatan dirinya?" ...." "Kalau begitu. Hanya saja... apabila aku mampu mengalahkannya kelaki barulah dia akan melepaskan Giok Cu.... "Kenapa engkau menjadi begini?" "Aku.." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala"Han Liong" Ciu Lan Nio menatapnya dengan kening berkerut-kerut. yang pernah mencium pipimu. di mana kekasihmu? Kenapa tidak berada di sisimu?" tanya Ciu Lan Nio mendadak"Dia dia.-ooo00000oooBab 21 Gadis Berpakaian Merah sejak Tan Giok Cu dibawa pergi oleh Hiat Mo. "seorang tua telah membawanya pergi. dan aku." "ooohi engkau. "Han Liong. maka tidak heran kalau pemuda itu menjadi tidak karuan. engkau tidak usah cemas. "Namaku Ciu Lan Nio. "Engkau siapa?" "Lupa ya?" Ciu Lan Hio tersenyum sambil duduk di sisinya.." "Engkau menjadi sedih.. "Aaaah " Thio Han Liong menghela nafas panjang ketika duduk di bawah sebuah pohon.." "Engkau.. semula tujuannya ke gunung soat san untuk mencari Teratai salju. ya?" "siapa orang tua itu?" "orang tua itu mengaku dirinya Hiat Mo-" "Hiat Mo?" Ciu Lan Nio tampak terkejut sekali. "Dia tidak mencintaimu lagi?" "Dia tidak meninggalkanku bahkan juga tetap mencintai aku. "Giok Cu. la sering duduk melamun sambil memikirkan Tan Giok Cu. itu membual badannya menjadi agak kurus.. orang tua berjubah merah itu membawamu pergi." Wajah Thio Han Liong murung sekali. bagaimana mungkin Giok Cu akan selamat?" Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala"Aku berani menjamin.. la betulbetul dalam kebingungan. Rambut awut-awutan dan pakaiannya pun kotor sekali. Thio Han Liong tidak mengurusi diri... Apakah aku mampu mengalahkannya kelak? Kepandaiannya begitu tinggi. "ya"Thio Han Liong mengangguk"Hiat Mo bilang. yang pernah mengecup pipi Thio Han Liong..." "Hi hi hi" Mendadak terdengar suara tawa cekikikan dan tak lama kemudian muncullah seorang gadis berpakaian merahgadis itu ternyata Ciu Lan Nio." Thio Han Liong menghela nafas panjang." Thio Han Liong menundukkan kepala.Namun kini ia malah tidak tahu harus ke mana." Thio Han Liong kelihatan sudah lupa kepadanya. "oh ya. Adik manis Engkau berada di mana? Aku rindu sekali kepadamu.

otomatis makin membuatku makin menyukaimu." "Han Liong" Ciu Lan Nio menatapnya dengan kening berkerut-kerut.." "Hi hi hi" Ciu Lan Nio tertawa.." Wajah Thio Han Liong langsung memerah. "Tapi engkau begitu setia terhadap Giok Cu." "Engkau. aku tetap merindukunnya." "Kepandaian Hiat Mo memang tinggi sekali. "Tapi aku sudah punya kekasih."" Ciu Lan Nio melotot.. engkau akan mati barangkali." sahut Thio Han Liong sungguh-sungguh..Oleh karena itu.. "sebaiknya engkau jangan menyukaiku. "Aku mau mencium itu dikarenakan.. kemudian menghela nafas panjang seraya berkata. maka ia ingin mengambilnya sebagai murid... aku. Aku berani menyukai harus pula berani menanggung penderitaan. kemudian tersenyum." Ciu Lan Nio cemberut. Tapi kalau engkau tekun berlatih terus. "Engkau kok begitu cepat putus asa? Hanya dikarenakan urusan kecil.. "Aku mau menjadi Hweeshio saja-" "Engkau bodoh sekali-" Ciu Lan Nio tertawa nyaring. "Itu sudah resikoku." Ciu Lan Nio tersenyum. "Aku pasti menolak-" tegas Thio Han Liong. "Aku rindu sekali kepada Giok Cu." (Bersambung ke Bagian 11) Jilid 11 "oooh" Thio Han Liong menarik nafas lega." "Terima kasih" ucap Thio Han Liong. sebab itu akan membuatmu menderita.. apakah engkau masih akan rindu kepadanya. mungkin kelak akan mencintaimu pula. "Tapi bagaimana mungkin kelak. Aku salut dan kagum padamu. "Aku tidak akan mencintai gadis lain lagi.. "oh ya Engkau jangan lupa lho Aku pernah menciummu." Thio Han Liong menghela nafas paniang sambil menggeleng-gelengkan kepala."ya.." "Itu. yang penting aku menyukaimu.". "Aku sung-guh-sungguh menyukaimu.. kelak pasti mampu mengalahkannya" "Itu tidak mungkin.." "Tidak apa-apa. "Rindu? Kalau aku selalu berada di sisimu." "Memangnya kenapa?" "Sebab aku tidak akan menyukaimu.?" "Walau engkau berada di sisiku.." "Seandainya Giok Cu mati?" "Akupun tidak akan mencintai gadis lain. Aku." . "Tidak apa-apa.." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala.. melainkan. "Kepandaian Hiatiat Mo sangat tinggi sekali.. Apalagi urusan besar.. engkau sudah menjadi begini macam." Ciu Lan Nio mengangguk sambil tersenyum.. maka tidak boleh menyukaimu." "Lan Nio" Thio Han Liong menatapnya." Ciu Lan Nio menundukkan kepalanya sambil melanjutkan. aku yakin Hiat MO tidak akan mencelakatnya.. "Hiat Mo pasti tertarik pada Giok Cu." "Aku bukan putus asa." sahut Thio Han Liong dengan jujur.. "Engkau..

kemudian mulai bernyanyi sambil menari. "Aku pandai bernyanyi dan menari. lalu duduk di hadapan Thio Han Liong seraya bertanya." Ciu Lan Nio melotot." "Aku menderita tidak apa-apa. bagaimana kalau aku bernyanyi dan menari untukmu?" Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala lagi. "Han Liong.... "Han Liong" Ciu Lan Nio tersenyum manis. Mulai sekarang engkau harus mengurus diri. pakaianmu kotor dan.."jawab Thio Han Liong dengan jujur." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. Thio Han Liong terpesona menyaksikannya. "Han Liong." "Itu tidakjadi masalah. "Rambutmu awut-awutan." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala.sungguh" "Tapi" Thio Han Liong memandang jauh ke depan. "setiap hari aku akan bernyanyi dan menari untukmu. sedangkan Ciu Lan Nio sering meliriknya dengan wajah ceria. namun Ciu Lan Nio sudah bangkit berdiri gadis itu memandang Thio Han Liong sambil tersenyum-senyum. "Engkau menyukai suara dan tarianku?" "Ng" Thio Han Liong mengangguk"Kalau begitu. badanmu pun agak kurus. Berselang beberapa saat kemudian. maka mulai sekarang." Thio Han Liong tersenyum getir.. "Kalau engkau begitu terhadapku." Ciu Lan Nio menatapnya lembut." Ciu Lan Nio tersenyum. "Han Liong.. akhirnya engkau pula yang akan menderita.. tariannya pun sungguh indah gemulai. "Karena Giok Cu tidak berada di sisimu. bagaimana suara dan tarianku?" "suaramu merdu sekali. "Han Liong" ciu Lan Nio menatapnya. Bukan main merdunya suara gadis itu.." "Terima kasih" ucap Thio Han Liong sekaligus menolak secara halus" Itu tidak perlu. barulah Ciu Lan Nio berhenti bernyanyi dan menari..-.. terima kasih atas maksud baikmu-" "Eh? Engkau. "Engkau baik sekali terhadapku tapi aku tidak bisa membalas.. "Tarianmu amat indah dan lemah gemulai. Aku ingin menggembirakan hatimu" "Lan Nio. biar aku yang menemanimu." "oh?" Ciu Lan Nio tersenyum gembira. mendadak terdengar suara siulan yang amat halus. namun setelah itu ia tersenyum lagi seraya berkata. " Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala"Han Liong" Ciu Lan Nio memberitahukan. jangan dibiarkan begini" "Aku.. terima kasih atas maksud baikmu. Maka air mukanya langsung berubah- . namun. aku senang sekali kalau engkau tersenyumAyolah cepat tersenyum" "Aku." ujar Ciu Lan Nio sungguhsungguh"Yang penting engkau gembira-" "Aaah" Thio Han Liong menghela nafas panjang. " Hatiku merasa tidak enak-" "Tidak apa-apa.." Ketika gadis itu baru mau mengatakan sesuatu."Engkau.

"Sebab dia kenal aku.."Lan Nio.. "Dia sedih dan cemas." "oh?" Hiat Mo menatapnya tajam.." "oh?" Hiat Mo terbelalak. "Han Liong.kenal kekasihnya?" "Kekasihnya adalah Thio Han Liong. "Kok engkau tahu?" "Tadi aku bertemu dengannya.. "Bahkan aku pun kenal kekasihnya. lalu melesat pergi seraya berseru. maka aku terpaksa menghiburnya." Ciu Lan Nio mengangguk. "Engkau pun." "oh?" Hiat Mo tertawa gelak. bagaimana . "Sejak Kakek menangkap Tan Giok Cu. Thio Han Liong berubah tidak karuan. kita akan bertemu lagi kelak" "Selamat jalan" ucap Thio Han Liong dan menambahkan. Dia memberitahukan kepadaku bahwa Hiat Mo telah menangkap kekasihnya. "Aku harus segera pergi." Ciu Lan Nio memberitahukan." sahut Ciu Lan Nio dengan wajah murung. kenapa engkau?" Thio Han Liong menatapnya heran. maka ingin mengambilnya sebagai murid." sahut Ciu Lan Nio.. kan?" "Kok tahu?" Hiat Mo heran.. "Engkau dari mana? setengah mati kakek mencarimu. "Mau apa Kakek tangkap gadis itu?" "Kakek tertarik kepadanya. "Kenapa kakek harus menyiksanya? Bukankah dia akan menjadi kawanmu?" "Belum tentu." panggil gadis berpakaian merah itu. Berselang sesaat barulah ia meninggalkan tempat itu." "Kakek" Ciu Lan Nio menatapnya." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala." "Apa?" Hlat Mo tertegun." sahut Hiat Mo"Tentunya engkau tidak berkeberatan. "Terima kasih atas kebaikanmu dan terima-kasih untuk nyanyian dan tarianmu itu" "Han Liong." "Aku memang menyukainya. la adalah Hiat mo"Kakek-. Dia tidak mengurusi diri." Ciu Lan Nio menggelengkan kepala. "Engkau kenal gadis itu?" "Ya. "sampai jumpa.." "Eh?" Hiat Mo menatapnya dengan mata tak berkedip.. Ciu Lan Nio melesat ke arah suara siulan itu. Rambutnya awut-awutan dan pakaiannya kotor sekali.. ya.." Ciu Lan Nio manggut-manggut. "Hari itu aku menciumnya di hadapan Tan Giok Cu..." Mendadak gadis itu menciumnya. bukan?" "Kakek tidak akan menyiksa gadis itu?" "Tentu tidak-" Hiat Mo tersenyum. "Ha ha ha Engkau memang nakal sekali oh ya. "Lan Nio" Hiat Mo menggeleng-gelengkan kepala." Ciu Lan Nio tersenyum. "Kok engkau begitu memperhatikan Thio Han Liong? Apakah engkau. "Aku memang tahu. "Kalau tidak salahi kakek menangkap seorang gadis bernama Tan Giok Cu. Dilihatnya seorang tua berjubah merah dengan wajah dan jenggot merah pula berdiri di situ.

aku ingin mengucapkan selamat berpisah dengan dia-" "Kenapa engkau ingin mengucapkan selamat berpisah dengan dia?" Hiat Mo heran... setelah itu barulah aku ke mari." "Kakek." "Dia tahu engkau adalah cucuku?" "Tidak tahu. "Kakek yakin engkau pasti sudah jatuh cinta kepada pemuda itu. "Aaaahi-.menambahkan. Kalau engkau tidak melenyapkan gadis itu. Aku mencintainya harus pula melihatnya hidup bahagia. akhirnya mereka mati-" "Benarkah begitu?" "Memang benar begitu" "Kakek" Ciu Lan Nio menatapnya dengan mata tak berkedip"Pokoknya Kakek tidak boleh membunuh Tan Giok Cu dan mengganggu Thio Han Liong" "Jangan khawatir" Hiat Mo tersenyum. kan?" .. "Engkau benar. "Kakek berjanji itu" "Kakek. engkau sudah jatuh cinta pada Thio Han Liong." sahut Ciu Lan Nio dan." Hiat Mo menatapnya seraya berkata. "Thio Han Liong memang tampan dan kepandaiannya pun sudah cukup tinggi. "Tadi aku pun mencuri menciumnya.. " Kalau Kakek berani membunuhnya. bagaimana kalau kakek bunuh gadis itu?" "Jangan" Ciu Lan Nio menggelengkan kepala. sedangkan Thio Han Liong dan Tan Giok Cu saling mencinta." Ciu Lan Nio membanting-banting kaki. "Kalau Kakek membunuh Tan Giok Cu." Mendadak Hiat Mo menghela nafas panjang. "ya. biar kakek bunuh gadis itu" ujar Hiat Mo dan melanjutkan. seorang tua terhadap anak pun tidak boleh egois." tanya Ciu Lan Nio." ujar Ciu Lan Nio. Namun dia telah mencintai Tan Giok Cu. "sebab Kakek pasti akan kembali ke Kwan Gwa.." "Kakek" tanya Ciu Lan Nio mendadak"Bagaimana ke dua orang tuaku meninggal?" "Mereka. maka aku akan berpisah dengan dia.reaksi Tan Giok Cu ketika engkau mencium kekasihnya itu?" "Dia marah-marah sedangkan aku terus tertawa. sudah barang tentu Thio Han Liong akan mencintaimu" "Pokoknya Kakek tidak boleh membunuh gadis itu" tegas Ciu Lan Nio. Kakek setuju apabila engkau mencintainya." "Kalau begitu. "Bolehkah aku pergi menemui Han Liong lagi? Aku. oleh karena itu. "Apabila gadis itu sudah mati. aku tidak boleh egois... " Kakek justru tidak habis pikir." sahut Ciu Lan Nio. aku pasti membenci kakek selama-lamanya" "oh?" Hiat Mo mengerutkan kening. Thio Han Liong pasti akan membenciku." Hiat Mo menggeleng-gelengkan kepala"Mereka berdua menderita semacam penyakit yang tiada obatnya. bagaimana mungkin pemuda itu akan mencintaimu? " "Mencintai seseorang harus dengan setulus hati." "Kalau begitu.

" Hiat Mo tertawa. dilihatnya seorang pemuda sedang berjalan dengan kepala tertunduk. kakek menunggumu di dalam gua itu.. "Mereka memang akan bertemu. "sedangkan engkau punya kesempatan untuk mendekati pemuda itu.. "Aku ke mari untuk menemanimu sebentar." Ciu Lan Nio mengangguk. karena kakek akan mewariskan kepandaian kakek kepadanya." "Lan Nio. dialah Thio Han Liong. sepertinya pernah diinjak orang. "Han Liong Han Liong. namun pemuda itu sudah tidak ada di situ." Hiat Mo mengangguk"Tapi jangan lama-lama.. "Kenapa engkau menggeleng-gelengkan kepala?" Ciu Lan Nio cemberut. sekaligus melesat ke hadapannya.. Ciu Lan Nio menengok ke sana ke mari. "Kakek.."Hgmm" Hiat Mo manggut-manggut. "Apakah Kakek akan menggunakan ilmu hitam untuk mempengaruhi Giok Cu?" "ya." "Ya. sedangkan Giok Cu akan memakai cadar. Aku. barulah kakek melepaskan Giok Cu" sahut Hiat Mo dan menambahkan. "Han Liong.. dia pasti akan bertemu Hai-Liong" ujar Ciu Lan Nio." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala.. aku sungguh berdosa" Usai bergumam. aku pergi sebentar ya?" "Baik." "Kalau begitu. . Aku yang membunuh ayahmu.Terima kasih" ucap Ciu Lan Nio lalu melesat pergi"Aaaah " Hiat Mo menghela nafas panjang. setelah dia menguasai ilmu kepandaian Kakek." "Giok Cu tidak akan mengenal Han Liong?" Ciu Lan Nio mengerutkan kening." "ya.. Tak seberapa lama.. Kakek. kemudian ibumu membunuh diri setelah melahirkanmu. aku. namun.. "Engkau.. barulah kakek akan melepaskannya pulang ke Tionggoan. "Giok Cu tidak akan mengenalnya.." seru Ciu Lan Nio memanggilnya." "Eh?" Thio Han Liong langsung berhenti dan terperangah ketika melihat gadis itu... segeralah ia melesat ke sana. "Kakek harus membawa Giok Cu ke Kwan Gwa. "Tidak senangkah aku ke mari?" "Lan Nio. Ha ha ha-" "Kakek "" Wajah Ciu Lan Nio kemerah-merahan." Hiat Mo mengangguk"Kakek -" Air muka Ciu Lan Nio berubah"Kenapa Kakek akan berbuat begitu?" "Apabila Han Liong mampu mengalahkan kakek.. " Cucuku.. ciu Lan Nio sudah tiba di tempat tadi di mana ia bertemu Thio Han Liong. Hiat Mo pasti akan membunuh gadis itu demi cucunya.. Hiat Mo lalu melesat pergi menuju ke sebuah gua yang disebutnya tadi-Kalau tadi Ciu Lan Nio tidak menegaskan kepadanya jangan membunuh Tan Giok Cu. kemudian manggutmanggut ketika melihat rerumputan di sebelah kiri agak miring.." Thio Han Liong menghela nafas panjang. aku telah bersalah kepadamu.

" "Engkau adalah gadis yang baik.. "Aku sudah punya kekasih. namun. maka tidak bisa menerima cintamu. tiba-tiba sosok bayangan berkelebat ke arah mereka. aku. "Mau apa engkau ke mari?" "Nona Ciu." sahut Ciu Lan Nio sambil tertawa gembira"Lan Nio.." ujar gadis itu karena tiada pembicaraan.." Mendadak Ciu Lan Nio tersenyum getir." pemuda itu tergagap. kemudian melirik Thio Han Liong seraya bertanya." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. "Ada apa?" Thio Han Liong heran karena gadis itu menatapnya dengan mata terbelalak"Engkau engkau sudah tersenyum. aku tidak gampang jatuh cinta."Jangan terlampau baik terhadapku.H?" Ciu Lan Nio terbelalak." Ketika Thio Han Liong ingin mengatakan sesuatu. sebab engkau akan menderita kelak" "Aku sudah bilang dari tadi. "Han Liong. kelak aku menderita atau bagaimana. sosok itu ternyata seorang pemuda berwajah pucat.Engkau sudah tersenyum. yang tidak lain Kwan Pek Him." "Aku tahu bagaimana perasaanmu. "Tiada pembicaraan.... "Pemandangan di sini indah sekali. murid kesayangan si Mo"Eh?" Ciu Lan Nio langsung melotot.. mari kita duduk sebentar" Thio Han Liong menatapnya. "Tan Giok Cu mati. "Han Liong. maka aku bilang begitu" "oooh" Thio Han Liong tersenyum." Ciu Lan Nio menundukkan kepala.. pemuda ini kekasihmu?" . namun Ciu Lan Nio justru mengatakan indah sekali tempat itu. Tapi begitu bertemu denganmu ." Thio Han Liong duduk di bawah sebuah pohon dan Ciu Lan Nio segera duduk di sisinya. tapi kenapa engkau bilang indah sekali?" "Karena. engkau " Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala dan timbul rasa kasihan pula kepadanya"Aku " "Jangan berkata apa pun" Ciu Lan Nio tersenyum"yang penting engkau gembira. maka aku gembira sekali. itu tidak jadi masalah bagiku. bagaimana engkau?" "Aku pun tidak bisa hidup lagi. "Engkau tidak salah? Di tempat ini hanya terdapat rerumputan kering dan tanah gersang.. "Nona ciu.. "Aaah " Ciu Lan Nio menghela nafas panjang. sungguh bahagia dia" "Lan Nio. aku yakin engkau akan bertemu pemuda yang baik pula kelak.." "Pemandangan di sini indah sekali?" Thio Han Liong melongo karena di tempat itu hanya terdapat rerumputan dan tanah gersang." "Han Liong . lama sekali barulah mengangguk. Aku aku harap engkau maklum dan mau mengerti" "seandainya " tanya Ciu Lan Nio sambil menatapnya.. "Terus terang. "Haaa. "Baiklah." sahut Thio Han Liong sungguh-sungguh. "engkau begitu setia kepada Tan Giok Cu." sahut Ciu Lan Nio sambil tersenyum. itu adalah urusanku.

engkau tidak perlu turut campur" "Aku bermaksud baik.. "Ini adalah urusanku... "Apa?" Thio Han Liong tersentak"gurumu adalah si Mo? Engkau." "Han Liong" Ciu Lan Nio melotot.. "Aku bukan kekasihnya. kenapa engkau membelanya?" "Kalau sudah kenal berarti teman. Kenapa aku tidak boleh berada di sini?" Kwan Pek Him tampak kecewa sekali. maka tidak baik engkau bersikap begitu terhadapnya. "Engkau menghinaku? Apakah aku bersalah padamu . sudah lama engkau kenal Lan Nio?" "Belum begitu lama-" sahut Kwan Pek Him dengan jujur." Wajah Kwan Pek Him yang pucat itu bertambah pucat. "Kalian sudah saling kenal. "Kenapa engkau membela pemuda muka pucat itu sih? Dia kan bukan temanmu. "Cepat pergi" bentak Ciu Lan Nio." Kwan Pek Him menghela nafas panjang." "ohi ya?" Thio Han Liong tercengang. "oooh" Kwan Pek Him manggut-manggut.. engkau harus. "saudara. "Sepertinya aku pernah mendengar namamu. "Aku ingat sekarang. engkau.. "Dia pernah datang di markas Hek Liong Pang. "Lagipula. dia kelihatan sangat baik terhadapmu... kenapa engkau mengusirnya?" "Eh?" Ciu Lan Nio terbelalak. aku bertemu dia di sana..." "oooh" Kwan Pek Him menarik nafas lega.. "Tempat ini bertambah gersang karena kehadiranmu di sini" "Nona Ciu. "Aku aku -" "Lan Nio" Thio Han Liong mengerutkan kening." "Siapa gurumu?" tanya Thio Han Liong. "saudara" ujar Thio Han Liong sambil tersenyum. Betapa sakit hatinya ketika mendengar ucapan Ciu Lan Nio itu." Kwan Pek Him menghela nafas panjang." "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut. aku sebal kepadanya Kalau dia tetap berada di sini. rasanya aku mau muntah" "Nona Ciu.." sahut Thio Han Liong dan menambahkan.." sahut pemuda itu sambil bergumam. kami hanya teman biasa. kita adalah teman. tidak-" Thio Han Liong menggelengkan kepala"oh ya. guruku pernah menyebut namamu. "Memangnya ada apa?" "Ti.." "Diam" bentak Ciu Lan Nio. " guruku adalah si Mo-" Kwan Pek Him memberitahukan.."Dia kekasih ku atau bukan adalah urusanku." Kwan Pek Him mengangguk dan bertanya.. bolehkah aku tahu siapa engkau?" "Namaku Thio Han Liong. Engkau?" "Kwan Pek Him. "Aku.. engkau tidak perlu tahu dan tidak usah turut campur" "Nona Ciu. engkau adalah muridnya?" "ya..." ujar Thio Han Liong sungguhsungguh"saudara Kwan ke mari tanpa berniat jahat. "Lho?"sela Ciu Lan Nio mendadak"Kalian kok jadi mengobrol? Kwan Pek Him Cepatlah engkau enyah dari sini" "Nona Ciu.. Kini kita semua adatah teman.

. aku tidak akan menyukaimu... "Aku yakin dia pemuda baik... "Aku." "Engkau tidak usah minta maaf kepadaku. "Kenapa engkau terus-menerus menghinanya? Kenapa sifatmu. Setahunya gurunya pernah melukainya. maka ia memandangnya dengan penuh rasa haru dan terima kasih"Dia pemuda baik?" tanya Ciu Lari Nio dengan suara hidung. kenapa engkau tidak mau menjadi temannya?" "Aku.. kemudian menatap gadis itu dengan iba." sahut Thio Han Liong dan menambahkan dengan suara rendah"Lagipula dia sangat tertarik kepadamu." "Sudahlah" potong Ciu Lan Nio. cepatlah engkau pergi" "Lan Nio" Thio Han Liong tampak tidak senang.. maka aku. "Jangan banyak alasan. jadi ." Ciu Lan Nio menundukkan kepala. dan setelah aku dilahirkan. . padahal.. "Kalau begitu aku... aku minta maaf kepadamu. ibuku pun meninggal. "Maka aku membelanya. "Memangnya dia itu apa? Aku harus minta maaf kepadanya?" "Lan Nio" Thio Han Liong tampak gusar." Ucapan ini membuat Kwan Pek Him terharu bukan main. aku harap engkau mau merubah sifat burukmu itu" "Han Liong. " "oh?" Ciu Lan Nio menundukkan kepala. sebelum aku lahir ayahku sudah meninggal. "Dia pemuda baik yang sabar. aku kebetulan lewat di sini." "oooh" Diam-diam Thio Han Liong menghela nafas. Karena melihatmu." sahut Thio Han Liong.." ujar Thio Han Liong sungguh-sungguh.." "Lan Nio." "Heran?" gumam Ciu Lan Nio sambil mengerutkan kening. "Kenapa engkau terus membelanya?" "Karena dia pemuda baik." Ciu Lan Nio menggeleng-gelengkan kepala.. karena engkau tidak punya orang tua. Namun kini Thio Han Liong justru membelanya.." "Diam" bentak Ciu Lan Nio.. kenapa sekarang engkau ke mari menemuiku lagi?" sahut Ciu Lan Nio dingin. "Pokoknya aku tidak mau berteman dengan si Muka Pucat itu Tidak mau" "Lan Nio" Thio Han Liong mengerutkan kening. begitu macam? Bagaimana ke dua orang tuamu mendidikmu?" "Aku tidakpunya orang tua. maka sifatmu jadi begitu.sehingga engkau merasa sakit hati begitu?" "Tempo hari aku sudah bilang. bahkan ingin membunuhnya pula. "Minta maaf kepada si Muka Pucat itu? Huh Tak usah ya" Ciu Lan Nio mencibir. "Aaaah " Thio Han Liong menghela nafas panjang. "Lan Hio. sudah dua kali engkau membentakku. seharusnya engkau minta maaf kepada saudara Kwan. "Lalu kini engkau bersama siapa?" "Kakekku.. "Engkau tidak boleh begitu.

"Engkau mengalami sesuatu di sini?" "guru. padahal pemuda itu sudah punya kekasih bernama Tan Giok Cu..Di saat itulah mendadak Thio Han Liong melesat pergi laksana kilat. "Pek Him" seorang tua berwajah seram berdiri dihadapannya. kenapa tidak dari tadi engkau meninggalkanku? Akhirnya Han Liong yang pergi." Kwan Pek Him berdiri termangu-mangu di tempat." "Engkau. "Hah? Han Liong" teriak Ciu Lan Nio.." Ciu Lan Nio menuding nya.." "Hmm" dengus si Mo dingin"Thio Han Liong bersama Ciu Lan Nio. kenapa Ciu Lan Nio begitu membencinya? Di saat pemuda itu sedang melamun..." Kwan Pek Him menundukkan kepala.. Begitu Ciu Lan Nio mendongakkan kepala.. aku. Liong. maka dia pergi" "Nona Ciu. siapa Hiat Locianpwee itu?" "Entahlah-" si Mo menggelengkan kepala"Yang jelas Ciu Lan Nio punya hubungan erat dengan Hiat Locianpwee itu. maka aku ke mari menjumpainya. hanya saja Tan Giok. "Nona Ciu Nona Ciu" seru Kwan Pek Him memanggilnya. Tapi... aku rela berkorban demi dirimu. "Kenapa guru ingin membunuh Thio Han Liong?" .." tanya Kwan Pek Him. "Tadi aku melihat Ciu Lan Nio berada di sini." "Kenapa? Apakah dia bersama orang lain?" "siapa orang itu?" "Thio Han Liong. " Cepat katakan apa yang telah terjadi di sini" desak si Mo sambil mengerutkan kening." Wajah Kwan Pek Him yang pucat itu tampak murung sekali." "Heran?" gumam Kwan Pek Him sambil menggelenggelengkan kepala. la sama sekali tidak mengerti. "Aku sangat tertarik kepadamu dan aku. sungguh" "Kalau engkau rela berkorban demi diriku. "Percuma engkau berteriak memanggilnya. sudah kubunuh dia" "Guru. Cu telah dibawa pergi oleh Hiat Locianpwee-" "oh?" Kwan Pek Him terbelalak"guru.." Tiba-tiba Ciu Lan Nio melesat pergi mengikuti arah yang dituju Thio Han.." sahut Kwan Pek Him. "Kalau bukan dikarenakan Hiat Locianpwee itu." "Apa?" si Mo tersentak"Thio Han Liong?" "ya.. "Nona Ciu. "Dia sudah pergi. ternyata si Mo"guru" Kwan Pek Him tersentak"Kenapa engkau berdiri melamun di sini?" Si Mo menatapnya tajam seraya bertanya... Thio Han Liong sudah tidak kelihatan. "Bagaimana Thio Han Liong bisa kenal gadis itu?" "Hmmm" dengus si Mo dengan mata berapi-api. "Gara-gara engkau di sini.. sekonyong-konyong berkelebat sosok bayangan arahnya.

maka engkau harus membunuh pemuda itu agar tidak ada saingan. Walau ia melakukan perjalanan bersama gurunya." "Ya" guru." "Kong Bun Hong Tio. namun ia sama sekali tidak berniat membunuh Thio Han Liong. lantaran wajah Ciu Lan Nio terus muncul di pelupuk matanya. karena tidak tahu gurunya akan mengajaknya ke mana. engkau jangan harap bisa mendekati Ciu Lan Nio."Kalau begitu. Kun Lun. "Karena kelihatannya gadis itu mencintai Thio Han Liong. guru sudah bertemu dia-" si Mo memberitahukan. Khong Tong Pay dan ketua Kay Pang. Para ketua itu berkumpul di ruang Tay Hiong Po Thian (Ruang Para orang Gagah)-Beberapa Hweeshio menyuguhkan teh wangi dan arak wangi. "Para ketua yang kuhormati. "guru ingin mengambilnya sebagai murid. mari ikut guru" "Ke mana?" Kwan Pek Him heran. namun pikirannya justru menerawang tidak karuan. engkau harus menurut." si Mo memberitahukan." "Ya" guru. kita harus cepat bertindak. "Jangan banyak bertanya" sahut si Mo melotot "Pokoknya engkau ikut saja. Ternyata ia ingin meminjam tangan muridnya untuk membunuh Thio Han Liong. "Kini situasi rimba persilatan sangat buruk. hari ini kita berkumpul di sini demi membahas beberapa hal. "Ha ha ha" si Mo tertawa gelak"Pek Him." Kwan Pek Him mengangguk. Hwa san." ujar ketua Kun Lun Pay." "oooh" Kwan Pek Him manggut-manggut." si Mo mengangguk kemudian menatapnya seraya bertanya. Kuil siauw Lim sie tampak ramai sekali. GoBi. Ternyata Kong Bun Hong Tio (Ketua siauw Lim Pay) menyelenggarakan suatu pertemuan. "Karena itu. engkau harus membunuh Thio Han Liong. yaitu mengenai situasi rimba persilatan dan lain sebagainya. guru ingin membunuhnya?" "Ya." Kwan Pek Him menganggukSi Mo langsung melesat pergi. dan itu membuatnya menghela nafas panjang." Kwan Pek Him mengangguk. Aku adalah gurumu. oleh karena itu. "Engkau mencintai Ciu Lan Nio?" "ya. -ooo00000oooBab 22 Pertemuan Para Ketua Di Kuil siauw Lim sie Hari itu tanggal lima belas."Sebelum bertemu denganmu." ujar si Mo sungguh-sungguh"Kenapa?" Kwan Pek Him heran dan terkejut"Kalau Thio Han Liong masih hidup. setelah itu Kong Bun Hong Tio berkata. sebab kalau tidaki rimba persilatan pasti akan dilanda banjir darah-" . kelihatannya golongan hitam mulai menguasai rimba persilatan. "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio"Silakan minum" Para ketua sebera meneguk minuman masing-masing. tapi dia menolak sehingga membuat guru gusar sekali. Yang diundang adalah ketua Bu Tong. dan Kwan pek Him segera mengikutinya dari belakang dengan pcjiuh keheranan.

"Namun." "Heran?" gumam ketua Hwa San Pay. "Kenapa pembunuh itu membantai para murid kita? Apakah pembunuh itu punya dendam kesumat terhadap kita?" "Sulit diterka.. kemudian ketua Gobi Pay bertanya." "Setuju" Ketua Kun Lun Pay manggut-manggut. "Para anggota Hek Liong Pang sering melakukan kejahatan." Ketua Bu Tong Pay manggut-manggut. sedangkan kekuatan" Hek Liong Pang boleh dikatakan telah menyamai Siauw Lim Pay maupun Bu Tong Pay. "Omitohud" sahut Kong Bun Hong Tio. "Mungkin itu adalah julukan atau nama pukulan pembunuh itu.." Ketua Hwa San Pay manggut-manggut. apakah itu adalah semacam ilmu pukulan?" tanya ketua Khong Tang Pay. dan bagaimana kita membasminya?" "Lagi pula. tapi kami tidak paham akan kata itu. namun aku tidak tahu ilmu pukulan apa itu. oleh karena itu. "Namun kini yang amat memusingkan kita adalah Si Pembunuh Misterius itu. "Omitohud" ucap KongBun Hong Tio. lalu memberitahukan. "Itu memang semacam ilmu pukulan. "Tapi tidak tahu pembunuh itu bersembunyi di mana." "Haah?" Para ketua partai lain terkejut.." "Setiap dada korban pasti terdapat sebuah tanda merah." sahut ketua Bu Tong Pay dengan wajah murung. "Kapan In tayhiap mati?" "Beberapa bulan lalu. tapi tidak berhasil sama sekali.sedangkan ketua Hek Liong Pang adalah seorang wanita." Ketua Bu Tang Pay menggeleng-gelengkan kepala. Si Mo adalah wakil ketua. "Kami merahasiakan hal itu agar tidak menggemparkan rimba persilatan. Kita semua sama sekali tidak tahu siapa dia. "Sebelum In Sutee menghembuskan nafas penghabisan. tapi kita pun tidak tahu siapa dia. Kami telah menyelidiki jejak pembunuh itu. Hek Liong Pang itu harus dibasmi. Itu sungguh membahayakan Menurutku. Kelihatannya Hek Liong Pang berambisi menguasai rimba persilatan. "Omitohud" Wajah Kong Bun Hong Tio kemerah-merahan." Hal Hilang. "Terlebih dahulu kita bahas masalah pembunuh itu." sahut ketua Khong Tong Pay." "Benar."Betul. "Silakan duduk" "Terima kasih" ucap Pak Hong sambil duduki begitu pula . dia masih sempat menyebuat 'Hiat'.. lalu kita harus bagaimana?" Justru kita harus bersatu untuk membasmi pembunuh itu." ujar ketua Gobi Pay sambil menggelenggelengkan kepala. kita harus waspada terhadap Hek Liong Pang. "Kini telah muncul Hek Liong Pang dalam rimba persilatan." "Kami pun menduga begitu..." sahut ketua Bu Tang Pay." "Hiat?" Ketua Kun Lan Pay mengerutkan kening. sebab In tayhiap dari Bu Tong Pay sudah mati di tangan pembunuh itu.

terima kasih. kelak akan bertanding dipuncak gunung Hong san. Kemudian sambil tertawa Lam Khie. sedangkan pak Hong terus tertawa terbahak-bahak"Kali ini si Mo betul-betul mendapat pukulan dahsyatsungguh menggembirakan Ha ha ha». aku harap kalian jangan mencaci kami dalam hati" "Kami sangat berterima kasih kepada kalian." .. Ha ha ha. "Kalau begitu." ucap ketua Hwa San Pay. "Apakah para Hweeshio boleh minum arak?" "Tentu tidak boleh. Pak Hong dan Tong Koay meneguk minuman keras itu...sebab tanganku sudah gatal begitu melihatmu-" "Kita sudah ada janji." ujar Lam Khie" Itu pasti membuatnya marah bukan main. Bahkan kami pun telah memusnahkan semua obat peledak itu." "Bagus" sahut si Mo dingin"Aku akan membuat perhitungan dengan kalian kelak" "Tidak usah kelak." sahut Kong Ti Seng Ceng sambil tersenyum." "Omitohud" ucap Kong Bun HongTio"Kami sangat berterima kasih atas bantuan kalian. sebab kami menghancurkan semua obat peledak itu. Kasihan para Buddha akan ikut terbakar di dalam kuil ini.." "Ha ha" Tong Koay tertawa. Kalau tidak. "sekarang pun boleh. "Secara tidak langsung kalian telah menyelamatkan kami dan kuil Siauw Lim Sie ini.." ujar pak Hong." "Maaf" Tong Koay tertawa strata berkata." si Mo berkeretak gigi"Ha ha ha" Pak Hong tertawa terbahak-bahak"Para anggota Hek Liong Pang yang bersembunyi di bawah itu. "Mari kita pergi" si Mo dan muridnya segera melesat pergi. bahkan kita pun telah menggagalkan rencana jahatnya itu... "Ke-datangan kami telah mengganggu pertemuan kalian. "Kalian mau minum teh atau arak wangi" "Ada arak wangi ya?" Lam Khie terbelalak. sementara si Mo diam saja. "Arak wangi khusus untuk disuguhkan kepada para tamu." "Oooh" Lam Khie manggut-manggut.yang lain.." "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio-"Terima-kasih. "Maaf" tanya Kong Bun Hong Tio. "Ha ha ha" Lam Khie tertawa gelak "si Mo Kenapa engkau menatap kami dengan mata membara seperti obat peledak?" "Kalian. tempat ibadah ini jangan sampai terbakar musnah. Tunggu saja" sahut si Mo lalu berbisik kepada muridnya. namun sepasang matanya menatap mereka dengan mata berapi-api. "Kong Bun Hong Tio tidak usah mengucapkan terima kasih kepada kami. semuanya telah kami lumpuhkan. tolong suguhkan arak wangi saja" Salah seorang Hweeshio segera menyuguhkan minuman keras itu." "ya" "Dia tidak menyangka kita akan muncul di sini. kuil Siauw Lim Sie kami pasti akan berubah menjadi lautan api.

tentunya kami tidak bisa bergabung. itu tidak benar lho." "Ha ha ha" Tong Koay tertawa lagi." "Tapi kami pasti terkurung dalam lautan api. Kepandaianku lebih rendah darimu. namun engkau sama sekali tidak membenciku. "Aku memang angin-anginan." "Kami pun tidak tahu dia berasal dari perguruan mana. Secara tidak langsung kalian telah menyelamatkan kami" "Ha ha ha" Tong Koay tertawa gelak." Tong Koay memberitahukan. Aku."." "Omitohud" Kong Bun Hong Tio tersenyum. Maka. "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio"Bagaimana kalian tahu si Mo akan ke mari denga membawa para anak buahnya dan obat peledak?" "Beberapa anak buahku melihat mereka menuju ke mari. yaitu mengenai Hek Liong pang dan si Pem-bunuh Misterius itu. tentunya tidak perlu kami yang menyelamatkan kalian. Namun di tengah jalan aku bertemu Lam Khie dan Pak Hong." "Kwee In Loan. "Kami cuma tahu dia seorang wanita. maka kalian merupakan siluman yang ."Menyelamatkan kuil ini memang benar. "Tapi menyelamatkan kalian. "Ternyata ketua Hek Liong pang itu bernama Kwee In Loan. namun tidak jelas mengenai identitasnya." Kong Bun Hong Tio menggelenggelengkan kepala. "Bagaimana mungkin kami bergabung dengan partai yang lurus dan bersih? sebab kami kaum siluman yang tak tahu aturan." sahut ketua Hwa savn Pay sambil tertawa. "Tapi selama ini kalian tidak pernah melakukan kejahatan dalam rimba persilatan. "Setelah kalian musnahkan obat peledak itu. mendadak muncul si Mo-" "Kong Bun Hong Tio tahu siapa ketua Hek Liong pang itu?" tanya Lam Khie mendadak. "sekarang giliaran aku yang minta maaf kepada ketua Hwa San Pay..." ujar Tong Koay dan menambahkan.. harap ketua Hwa San sudi memaafkan" "sama-sama. lalu segeralah melapor kepadaku. yang kepandaiannya masih di atas si Mo." sahut Tong Koay sambil tertawa. Karena kepandaian kalian sangat tinggi. Aku sungguh kagum dan salut kepadamu" "Kka bertanding secara jujur." "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio"Apakah kalian bersedia bergabung dengan kami?" "Ha ha ha" Tong Koay tertawa. aku cepat-cepat ke mari bersama muridku.. Sebab aku pernah mengalahkanmu. "Kami sedang memba beberapa masalah. " Aku tidak pernah mendengar nama itu.. aku harus mengakui itu. ujar ketua Hwa San Pay dan menambahkan. maka kami pun tidak usah terkurung oleh lautan api." "oooh" Kong Bun Hong Tio manggut-manggut. kemudian berkata. "Kelihatan-nya dia memang ingin menguasai rimba persilatan." jawab Kong Bun Hong Tio"Belum lama ini aku memperoleh informasi tentang ketua Hek Liong Pang.

di Kwan Gwa (Luar Perbatasan) terdapat seorang tokoh yang amat tinggi kepandaiannya. lalu melesat pergi sambil tertawa gelak. tapi sia-sia-" "In Lie Heng suteeku mati terbunuh. . Mereka berdua pun melesat pergi tanpa berpamit lagi." Ketua Bu Tong Pay mengangguk. Begitu pula Lam Khie dan Pak Hong. dadanya terdapat sebuah tanda merah-" Ketua Bu Tong Pay memberitahukan. "guruku pernah bilang. "Omitohud" Kong Bun Hong Tio menggeleng-gelengkan kepala.Memang sudah lama aku menyelidiki itu. Tong Koay tahu apa artinya itu?" "Hiat. "Mungkinkah Hiat Mo?" "Siapa Hiat Mo itu?" tanya ketua Bu Tong Pay dengan kening berkerut.baik-" "Maaf" Tong Koay menggelengkan kepala"Kami tidak mau terlihat di sini. "Kepandaian mereka sungguh tinggi" "Kong Bun Hong Tio." ujar Lam Khie "Alangkah baiknya engkau bertanya kepada gurumu. Julukan tokoh itu adalah Hiat Mo (iblis Berdarah). "Omitohud" Keng Bun Hong Tio manggut-manggut. maka aku tidak yakin pembunuh misterius itu adalah Hiat Mo-" " Ketua Bu Tong Pay.Namun Hiat Mo itu tidak pernah memasuki daerah Tionggoan. "Aku tidak tahu apa artinya. Mungkin gurumu tahu tentang Hiat Mo tersebut-" "ya. Namun kini tiada seorang pendekar yang dapat menyamai Thio Bu Ki."Aku tidak tahu. Maka bagaimana mungkin kita sembarangan memilih seorang Bu Lim Beng Cu? ya. kan?" ujar ketua Kun Lun Pay. seorang pendekar yang telah berjasa bagi rimba persilatan.. barulah boleh dipilih sebagai Bu Lim Beng Cu. ketua Bu Tong Pay" Tong Koay menggelengkan kepala. sebab kami lebih senang hidup bebas-" "Omitohud" Keng Bun Hong Tio menghela nafas panjang. perlukah dilanjutkan lagi?" "Omitohud" sahut Kong Bun Hong Tio"Kita masih belum memilih seorang Bu Lim Beng Cu" "Menurut aku. "Tong Koay" Ketua Bu Tong Pay menatapnya seraya bertanya." gumam Tong Koay sambil mengerutkan kening. kini aku mau mohon pamit-" Tong Koay menarik muridnya. "Apakah engkau tahu siapa pembunuh misterius itu?" "Pembunuh misterius?" tanya Tong Koay." tanya ketua Kun Lun Pay." Ketua Bu Tong Pay mengangguk "Maaf. seperti halnya dengan Thio Bu Ki. "Bolehkah engkau memberitahukan kepada kami?" "Aku pun tidak begitu jelas" sahut Pak Hong dan melanjutkan. "Ha ha ha" Tong Koay tertawa gelak"Aku sudah mencicipi arak wangi dari kuil siauw Lim sie. "sebelum menghembuskan nafas penghabisan. dia sempat menyebut kata '"Hiat'." Mendadak Pak Hong berseru kaget dan air mukanya berubah hebat. "Bagaimana pertemuan kita.. "Maksudmu orang yang membantai para murid kalian itu?" "ya.

maka kita tidak perlu menyerbu ke sana." sahut Ciu Lan Nio. tentunya kita harus menyerbu ke markas Hek Liong Pang. Lam Khie dan pak Hong. namun dia tidak mau pergi. tak tahu malu sama sekali." "Omitohud" Keng Bun Hong Tio mengangguk dan menambahkan." "BetuL" Ketua Bu Tong Pay manggut-manggut."Memang benar apa yang dikatakan ketua Kun Lun Pay. sebab Hek Liong Pang harus menghadapi Tong Koay..Mukanya pucat pias tak berdarah sama sekali dan menyeramkan. Wajah gadis itu masam. Prinsip kita yakni bersatu. "Di saat aku sedang bercakap-cakap dengan Han Liong." "Membelanya? Cara bagaimana dia membelanya?" tanya Hiat Mo "Dia bilang Kwan Pek Him adalah pemuda baik. dia masih membelanya?" "ya. "Mengenai soal Bu Lim Beng Cu. kita tidak bisa memilih seorang Bu Lim Beng Cu. "Padahal aku sebal sekali pada pemuda itu" "Bagaimana tampang pemuda itu?" "Seperti mayat hidup. Aku pergi menyusulnya. "Begini. "Aku yakin untuk sementara ini. " Kesal kenapa?" tanya Hiat Mo lembut.. "Yaaah--. karena Kwan Pek Him memberitahukannya-" "Setelah tahu pemuda itu adalah murid si Mo. "Muka pemuda itu sungguh tebal. akhirnya ia pergi menemui kakeknya yang berada di dalam sebuah gua. -ooo00000ooo Ciu Lan Nio tidak berhasil menyusul Thio Han Liong." jawab Ciu Lan Nio sambil cemberut." Para ketua itu setuju." sahut Ciu Lan Nio. "Kenapa engkau? Kok pulang-pulang membanting kaki?" "Kakek. aku sedang kesal." "Han Liong tidak tahu bahwa dia murid si Mo?" "Dia tahu. Hek Liong Pang tidak akan mengganggu kita. "oh? kenapa tidak kau usir?" "Sudah kuusir. cara bagaimana kita bergerak untuk menumpas Hek Liong Pang dan pembunuh misterius itu?" Ketua Bu Tong Pay menggeleng-gelengkan kepala." "Omitohud" Keng Bun HongTio manggut-manggut. pertemuan kita sampai di sini saja. "Kalau begitu." Ciu Lan Nio mengangguk"Itu sungguh membuat hatiku kesal sekali. "Entah apa sebabnya. tapi dia -" "sudah tak kelihatan?" tanya Hiat Mo- . Begitu berada di hadapan kakeknya ia langsung membanting-banting kaki"Eeeh?" Hiat Mo menatapnya heran." "Kenapa tidak kau tendang?" Hiat Mo tersenyum. aku tidak boleh menghinanya dan lain sebagainya. akan dirundingkan kelak. lalu mulailah mereka berpamit meninggalkan kuil siauw Lim sie. Kalau sudah waktunya menumpas Hek Liong Pang. murid si Mo-" Ciu Lan Nio memberitahukan." "Kalau begitu." sahut ketua Hwa san Pay. justru muncul Kwan Pek Him. Han Liong malah membelanya. Karena itu." Ciu Lan Nio menghela nafas panjang. Tapi kini pihak Hek Liong Pang masih belum mengusik kita. akhirnya dia pergi.

" Ciu Lan Nio mengangguk.. Apakah engkau tidak merasa puas?" Hiat Mo menatapnya.. engkau mau bagaimana?" "Walau dia tidak menerimaku. Tapi bertemu dia atau tidaki engkau harus kembali." "Kakek." ucap Ciu Lan Nio lalu melesat pergi. sebaliknya dia akan mencintaimu. "Lan Nio cucuku.." "Jangan" Hiat Mo menggelengkan kepala"sebab kita harus pulang ke Kwan Gwa." "Kalau begitu. "Itu tidak baik. engkau harus ingat satu hal" "Hal apa?" "Apabila dia tidak mampu mengalahkan Kakek." Ciu Lan Nio menghela nafas panjang. mari kita berangkat sekarang" ajak Hiat Mo. "Kakek akan membuatnya melupakan gadis itu. Hiat Mo berdiri mematung. "Kakek. "Aaah sudahlah" "Kalau begitu." ciu Lan Nlo menggeleng-gelengkan kepala. Kakek terpaksa harus turun tangan" ujar Hiat Mo sungguh-sungguh. Tan Giok Cu tidak akan kembali ke sisinya. "Kakek. aku ingin membantu. tetapi tidak akan merasa bahagia.. "oh ya. karena dia cuma menurut dan seperti tidak punya sukma.." "Kakek akan menggunakan ilmu hitam?" "Tentu." Ciu Lan Nio mengangguk"Kakek. lain kali saja engkau pergi mencarinya-" "Kakek."ya. lagipula aku tidak akan memperoleh cinta sejati darinya." "Kakek-. Kakek. "Dua tiga tahun kemudian. "Tapi kalau dia tidak melupakan Tan Giok Cu?" "Apa boleh buat. itu tiada artinya sama sekali. Meskipun cuma sekejap.Kakek akan menunggumu beberapa hari. engkau jangan bandel" Hiat Mo menatapnya. "Aku akan merasa puas." Hiat Mo menggeleng-gelengkan kepala. bolehkah aku minta waktu beberapa hari?" tanya Ciu Lan Nio sambil menundukkan kepala." "ya. mungkin Thio Han Liang sudah melupakan Tan Giok Cu. "Dua tiga tahun kemudian.. "ya. "Lan Nio" Hiat Mo tersenyum." "Begitu lama.". Itu berarti engkau punya kesempatan mendekatinya.." "Yang penting engkau memilikinya. tapi dibatalkannya.. kita akan ke mari lagi.. kemudian menghela nafas panjang sambil menggeleng-gelengkan kepala.. namun takut . Itu percuma. hanya saja engkau harus bersikap lemah lembut kepadanya.. aku.Terima kasih. Nah.. "Baik-lah. aku aku ingin pergi mencari Han Liong. Apa artinya aku hidup bersama orang yang telah kehilangan sukmanya? Kakek. "Haaaaaahhh" Hiat Mo menghela nafas panjang. itu kesempatanmu lho" "oh?" Wajah Ciu Lan Nio agak berseri. Kakek. "Engkau ingin pergi mencari Han Liong?" Hiat Mo mengerutkan kening.." Ciu Lan Nio ingin mengatakan sesuatu. tapi aku akan merasa bahagia bersamanya.. kemudian malah menghela nafas panjang." "Lan Nio.-" "Lan Nio.

. "Aku tidak tahu di mana tempat tinggal orang tua berjubah merah itu. Kemungkinan besar Tan Giok Cu akan diangkat menjadi muridnya. "Han Liong. bagaimana mungkin aku dapat mengalahkannya?" "Han Liong" Ciu Lan Nio mengerutkan kening. sehingga badannya semakin kurus dan pakaiannya pun semakin kotor.. "Kepandaian orang tua berjubah merah itu sangat tinggi sekali... "Menurutku.. "Kenapa engkau begitu cepat putus asa? Engkau harus ingat bahwa di atas gunung masih ada gunung. "Han Liong" Ciu Lan Nio menatapnya dengan mata basah"Janganlah engkau menyiksa diri sendiri Percayalah." sahut Ciu Lan Nio. Kini ia betul-betul kehilangan gairah hidup.melakukan kesalahan." "oh?" Thio Han Liong mengerutkan kening.. aku harus bagaimana? "Lagipula aku tidak tahu orang tua berjubah merah itu berada di mana.-" Thio Han Liong memandang jauh ke depan. "Bagaimana mungkin aku dapat mengalahkan orang tua berjubah merah itu? Bagaimana mungkin?" gumam Thio Han Liong. la terus memikirkan Tan Giok Cu. "Han Liong" Ciu Lan Nio memegang tangannya." . "Kenapa engkau menyusulku lagi?" "Han Liong...." -ooo00000oooThio Han Liong melakukan perjalanan tanpa arah tujuan." Thio Han Liong menghela nafas seraya berkata. "Tapi kenapa orang tua berjubah merah itu bilang.. "Aku harus bagaimana? Aku harus bagaimana.. kemudian memungut batu kecil dan dilemparkannya ke sungai itu. aku harus mengalahkannya kelak.?" Pemuda itu duduk di tepi sungai. aku pikir begitu. maka tidak mau kehilangan cucu lagi. "Kalau ke dua orang tua Giok cu tahu.Kalau tidak.. orang tua berjubah merah itu membawa pergi Tan Giok Cu dengan maksud baik.. dan itu membuatnya tidak makan dan tidur. yang ternyata Ciu Lan Nio.." "Lan Nio?" Thio Han Liong tercengang ketika melihat kemunculannya. "Aaah-" keluh Thio Han Liong.. Aaahi" "Han Liong Han Liong. lagipula ia masih memikul beban tanggung jawab terhadap ke dua orang tua Tan Giok Cu.. "Tapi-. "Aku telah kehilangan anak dan menantu." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. dia tidak akan mengembalikan Giok Cu kepadaku?" "Itu agar engkau giat melatih ilmu silatmu. Kalau engkau giat berlatih. "Engkau semakin kurus. kelak pasti dapat mengalahkan orang tua berjubah merah itu" "Aaaahi-" Thio Han Liong menghela nafas panjang." Ciu Lan Nio menatapnya iba.." "Aku." gumam Hiat Mo dengan wajah murung. kelak engkau pasti bertemu Tan Giok cu" "Tapi. lalu berkelebat sosok bayangan merah ke arahnya.." Tiba-tiba terdengar suara seruan..

. "Aku." Ciu Lan Nio menatapnya seraya berbisik." "Aku yakin kelak engkau pasti bertemu pemuda baik dan tampan.." "Lan Nio. "Han Liong. kemudian terisakisak.." Mendadak wajah Ciu Lan Nio berubah murung. "Han Liong" Ciu Lan Nio menatapnya dengan penuh harap.. kenapa engkau menangis?" tanya Thio Han Liong heran..... "Han Liong. "Padahal aku tidak mau berpisah denganmu. ... "Han Liong.. aku. "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut." Thio Han Liong tampak ragu. Tapi.. "Han Liong. "Engkau sudah punya kekasih.." ujar Ciu Lan Nio berbisik. maka ia membelainya perlahan-lahan. Lan Nio?" tanya Thio Han Liong sambil memandangnya. dan engkau merupakan segala-galanya bagiku. Tatapan itu membuat Thio Han Liong merasa tidak tega.. "Ada apa.. "Han Liong." Ciu Lan Nio memberitahukan. "Kenapa wajahmu tampak murung?" "Aku aku harus pulang ke tempat tinggalku." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. karena ia khawatir Thio Han Liong akan membencinya." "Lan Nio. Percayalah" ujar Ciu Lan Nio sambil tersenyum."Kalau kepandaianmu sudah tinggi.. dia pasti mencarimu.." jawab Ciu Lan Nio dengan mata bersimbah air." sahut Thio Han Liong. "Engkau berharap kelak kita berjumpa kembali?" tanya Ciu Lan Nio dengan suara rendah"Kita adalah teman. maka kita akan berpisah. Aku pasti mencarimu. "Sesung-guhnya berat sekali aku berpisah denganmu.... Belaian itu membuat Ciu Lan Mio langsung mendekap didadanya." Ciu Lan Nio mendongakkan kepala memandangnya. kita akan berjumpa lagi. "Engkau akan ke Tionggoan lagi?" "Ya.. aku memang harus pulang ke Kwan Gwa." Ciu Lan Nio mengangguk.. "Beberapa tahun kemudian." ujar Thio Han Liong. "Di mana tempat tinggalmu?" "Di Kwan Gwa." "oh?" Thio Han Liong tersenyum seraya bertanya. aku." "Kwan Gwa adalah tempat tinggalmu. "Aku tahu." "Di luar perbatasan? Begitu jauh?" "ya.. alangkah bahagianya aku kalau selamanya bisa begini." ujar Thio Han Liong. tentunya aku berharap kita berjumpa kembali kelak.." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. maukah engkau membelaiku?" "Lan Nio. karena kita akan berpisah... gadis itu tidak berani memberitahukan bahwa orang tua berjubah merah itu adalah kakeknya.. tentunya engkau harus pulang ke sana. "Han Liong. "Lan Nio. "Aku aku sungguh menyukaimu. engkau merasa berduka karena akan berpisah denganku?" "Aku" " Thio Han Liong mengangguk perlahan.." jawab Ciu Lan Nio. aku gembira sekali.Ciu Lan Nio bangkit berdiri.

la juga merasa kasihan kepada Ciu Lan Nio..."jawab Thio Han Liong." "Locianpwee. barulah dia akan mengembalikan Giok Cu kepadaku. aku sedang melakukan pejalanan ke gunung Soat San bersama seorang gadis bernama Tan Giok Cu." "Tidak salah. "Beritahu-kanlah padaku apa masalahmu."Percayalah" "Aaah-" Ciu Lan Nio menghela nafas panjang. ." Lam Khie manggut-manggut... karena ia cuma mencintai Tan Giok Cu. kemudian memanggil dengan suara lemah.. itu.. "Kalau aku bersedia menyerahkan kesucianku kepadamu. baik-baik menjaga dirimu" "Ya.. mungkin aku bisa membantumu. "selamat tinggal" "Selamat jalan.." "Ada apa?" "Seandainya seandainya aku bersedia menyerahkan diriku kepadamu. apakah engkau mau menerimanya?" "Lan Nio. kenapa engkau duduk melamun di situ?" Thio Han Liong menoleh. itu bagaimana mungkin? Kepandaian orang tua berjubah merah itu sangat tinggi sekali.. Han Liong... lalu kembali duduk di tepi sungai itu sambil melamun.. "Aku harus pergi sekarang. seorang tua berpakaian sastrawan muncul di belakang Thio Han Liong.. "oh ya. kelak aku pasti mencarimu" Thio Han Liong berdiri termangu-mangu.." Thio Han Liong mengangguk.. "Kenapa engkau menjadi kurus dan tidak karuan? Apa yang telah terjadi atas dirimu?" " "Aku.. apakah engkau mau menerimanya?" "Tidak mungkin aku terima. "Han Liong. Tiba-tiba terdengar suara tawa gelak. tapi." "Maksudku." "Eh?" Lam Khie terbelalak.. namun tidak mungkin mencintainya. "Apa?" Lam Khie tampak terkejut sekali.." "Han Liong. "orang tua berjubah merah menculik gadis itu?" "Ya. "Aku tidak mengerti maksudmu.." Thio Han Liong memberitahukan tentang kejadian itu. "Han Liong. "Anak muda" Lam Khie dtidukdi sisinya." Thio Han Liong menggeleng-geicngkan kepala." Ciu Lan Nio memandangnya dengan air mata meleleh. Sementara hari pun sudah mulai senja. Bab 23 Menantang Para Ketua Thio Han Liong masih tetap duduk di tepi sungai sambil melamun. "Locianpwee. Lan Nio" sahut Thio Han Liong. orang tua berpakaian sastrawan itu adalah Lam Khie (orang Aneh Dari Selatan): "Ha ha ha Anak muda. kemudian mendadak melesat pergi seraya berseru." Thio Han Liong mengerutkan kening." Air mata gadis itu bercucuran. "sebab kita bukan suami isteri. "orang tua berjubah merah itu pun bilang.. itu tidak baik. kalau kelak aku mampu mengalahkannya. Ciu Lan Nio menatapnya dalam-dalam." Thio Han Liong mengangguk..." bisik Ciu Lan Nio.

"Tempat tinggal Hiat Mo di Kwan Gwa. akhirnya Hiat Mo pun jadi musuh tiga jago lain itu." sahut Lam Khie"sebab tidak mungkin Hiat Mo itu hidup sampai sekarang." "Engkau masih muda sekali. tapi menghadapi sedikit masalah sudah begini macam Dimana letak kegagahan dan . "Sikapmu ini telah mempermalukan ayahmu. maka aku mewakili ayahmu menghajarmu" Plaaak Lam Khie menampar Thio Han Liong. "Hiat Mo itu adalah Hiat Mo yang sekang juga?" "Tentunya bukan.. si Tok ouw yang Hong. namun kemudian Tokiouw yang Hong malah berbalik menyerang Pak Kay-Ang cit Kong.. Kali ini Thio Han Liong tidak berani menjerit la berdiri diam di tempat. Terima kasih Locianpwee. kemudian berkata dengan terisak. Hiat Mo pernah datang di Tionggoan. Mungkin Hiat Mo sekarang adalah anak atau cucu Hiat Mo yang dulu itu-" "Aaaah " Thio Han Liong menghela nafas panjang. "Sebab ilmu Hiat Mo Kangnya sangat hebat sekali."Sebab orang tua beri ubah merah itu adalah Hiat MoJustru sungguh mengherankan. lagi. Kalau aku adalah kakekmu." "Locianpwee. namun sebaliknya engkau begitu tak berguna" bentak Lam Khie gusar. namun pernah mendengar dari kakekku. "Kenapa Locianpwee menamparku? Kenapa?" "Ayahmu begitu gagah. apalagi aku kelak?" Thio Han Liong menghela nafas panjang lagi. engkau sudah kuhajar sampai babak belur. Kejadian tersebut merupakan suatu rahasia bagi rimba persilatan masa itu. bagaimana mungkin aku dapat mengalahkannya kelak?" "Anak muda" Lam Khie menatapnya tajam. Mereka berempat bertarung dengan Hiat Mo. Mendadak Lam Khie mengayunkan tangannya. Mereka berempat adalah Tong sla-Oey yok su. "Kenapa engkau begitu cepat putus asa? Belum apa-apa sudah menjadi begini macam." tanya Thio Han Liong. Lam Ti-Toan Hong ya dan Pak Kay Ang cit Kong.sudah barang tentu hal itu membuat gusar empat jago di Tionggoan." "Locianpwee saja tidak dapat melawannya. dan membantai kaum rimba persilatan golongan putih. Kira-kira dua ratus tahun lalu. "Bagaimana kepandaian Locianpwee dibandingkan dengan Hiat mo itu?" "Kepandaianku lebih rendah" jawab Lam Khie dengan jujur." Thio Han Liong menatapnya.isak "Terima kasih atas kebaikan Locianpwee telah menamparku. kenapa dia datang di Tionggoan dan membunuh para murid tujuh partai besar?" "Locianpwee kenal Hiat Mo im?" "Tidak kenal." Lam Khie memberitahukan.""Locianpwee»»" Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. Maka. " Kalau begitu. terjadilah pertarungan tiga lawan dua. Plaak "Aduuh "jerit Thio Han Liong kesakitan. mampu menghimpun kekuatan Beng Kauw untuk meruntuhkan Dinasti Goan. "Kini aku sudah sadar. ternyata ia menampar Thio Han Liong.

semua partai besar dalam rimba persilatan akan tunduk kepada kita. aku cuma takut kepada satu orang. sedangkan si Mo dan muridnya diam saja." Si Mo tertawa." Lam Khie menatapnya. bahkanjuga memiliki ilmu hitam dan sebuah suling pusaka. "Aku pasti dapat mengalahkan para ketua itu Setelah itu. Kalau nada suara suling itu meninggi." ujar si Mo serius. Karena itu merupakan pertandingan yang adil.ketabahanmu? Lagi pula bukankah engkau bole berlatih." "Ha ha ha" Si Mo tertawa gelak." Kwee In Loan manggut-manggut." "Aku tahu. "Baiklah." si Mo mengangguk""Itu sungguh di luar dugaan." "Apa kegunaannya suling pusaka itu?" tanya Si Mo. bukan kesalahanku. Locianpwee. agar kelak mampu mengalahkan Hiat mo itu?" "Ya. tentunya mereka tidak berani mengeroyokku." " Ketua." "Ngmm" Kwee In Loan manggut-manggut gembira dan menambahkan. siapa yang kalah. "Jadi yang menggagalkan rencana kita itu adalah Tong Koay." (Bersambung keBagian 12) Jilid 12 "Ngmmm" Kwee In Loan manggut-manggut. maka mereka pasti tidak akan mau turut campur. Lam Khie dan Pak Hong? Mungkinkah mereka akan membantu para ketua itu?" "Aku tidak yakin. "Apabila Hiat Mo mengerahkan Iweekangnya meniup suling pusaka itu. dapat menggempur Iweekang lawan. akhirnya mengambil keputusan untuk melanjutkan perjalanannya ke gunung soat san. dan Thio Han Liong tetap berdiri di tempat. Mulai saat itu. -ooo00000oooDi ruang tengah di dalam markas Hek Liong Peng." Terus terang. tampak Kwee In Loan duduk dengan wajah dingin. itu memang bukan kesalahanmu. Lam Khie dan Pak Hong?" tanya ketua Hek Liong Pang itu. "Siapa orang itu?" "Hiat Mo." jawab Kwee In Loan. "Kini engkau telah sadar. Hek Liong Pang yang berkuasa dalam rimba persilatan. Kita akan berjumpa lagi kelak-" Lam Khie melesat pergi." "Itu sudah pasti. "Bagaimana mungkin para ketua itu berani mengeroyokmu?" Tapi bagaimana dengan Tang Koay. maka aku harus pergi. "Memang bagus rencanamu itu Aku akan bertanding dengan mereka satu persatu." Kwee In Loan-memberitahukan secara jujur. "Sebab kepandaiannya tinggi sekali. "Ya. Rasanya aku ingin menghabiskan mereka. "Aku yakin berhasil. " Aku punya suatu rencana lain. Lama sekali ia berpikir." "Apa rencanamu itu?" " Ketua boleh menantang para ketua tujuh partai besar untuk bertanding. maka dapat mempengaruhi pikiran orang lain. "Tapi perbuatan mereka bertiga sungguh menjengkelkan hatiku. harus tunduk kepada Hek Liong pang." Thio Han Liong mengangguk." .

dan para ketua itu harus berkumpul di Pek yun Kok (Lembah Awan putih) untuk bertanding melawanku." " Kira-kira begitulah..-.. sedang duduk bersila dengan wajah serius"Aaaah " Thio sam Hong menghela nafas panjangTernyata yang dimaksudkan In Lie Heng adalah Hiat Mo-" "guru tahu tentang Hiat Mo itu?" tanya song wan KiauwTidak begitu jelas-" Thio sam Hong menggeleng-gelengkan kepala"Namun ketika guru masih kecil.." Mulut si Mo ternganga lebar." "Kalau begitu." "Ng" Kwee In Loan manggut-manggut. "Dalam surat tantangan harus dicantumkan tanggal satu bulan depan. "Guru tidak percaya Hiat Mo itu begitu panjang umur. "Kok engkau tahu begitu jelas?" "sudah lama aku tinggal di Kwan Gwa. "Tidak mungkin. bukan?" "ya. "ya. Ketua. jie Thay Giam dan Thio song Kee. di rimba persilatan telah muncul seorang berjubah merah yang wajah dan jenggotnya pun merah semua." "Bagus." Kwan pek Him mengangguk" Aku pasti melaksanakah tugas itu dengan baik. bagus" Kwee In Loan tersenyum." "Itu memang mungkin." si Mo tersenyum.. dia boleh dikatakan jago yang tanpa tanding di kolong langit." Kwee In Loan memberitahukan. kita harus segera menulis surat tantangan untuk para ketua tujuh partai besar. Hiat Mo itu berasal dari perguruan mana?" "Entahlah-" Thio sam Hong menggelengkan kepala"Kalau tidak salahi dia datang dari Kwan Gwa. baik golongan putih maupun golongan hitam." "Haaah. . mungkinkah Hiat Mo yang dulu itu?" tanya jie Lian ciu." "Baik. dan tiada kabar beritanya lagi" "oh?" song Wan Kiuw terkejut"guru. betapa tingginya kepandaiannya itu. Ketika baru tiba di Kwan Gwa. "Mungkin anak cucu Hiat Mo yang dulu itu." "Kini muncul Hiat Mo. song Wan Kiauw.Akan tetapi."Lalu kita suruh beberapa orang mengantar surat tantangan itu ke berbagai tempat." si Mo mengangguk. namun aku cuma dapat bertahan sampai seratus jurus. guru pernah mendengar sedikit tentang Hiat Mo dari ketua siauw Lim Pay masa itu Kira-kira dua ratus tahun lalu.. aku pernah bertemu Hiat Mo-. jie Lian ciu. Dapat dibayangkan." ujar song Wan Kiauw.Dia terus membantai para kaum rimba persilatan. sehingga memperoleh julukan Hiat Mo. "siap terima perintah-" "TUgasmu mengantar surat tantangan ke kuil siauw Lim sie dan ke gunung Bu Tong san. "Itu merupakan kejutan bagipara ketua itu Ha ha ha. Di ruang meditasi sam Cing Koan." Kwan Pek Him langsung memberi hormat.." "Pek Him" panggil Kwee In Loan." sahut Thio sam Hong. tampak Thio sam Hong. "Kalau begitu. Jangan lalai" ya."ohi ya?" si Mo terbelalak." sahut Kwee In Loan. "Kami bertanding." Thio Sam Hong manggutmanggut. setelah itu dia menghilang begitu saja. "oh ya.

" Ketua Hek Liong Pang berani menantang para ketua tujuh partai besar."Begitu hebat ilmu Hiat Mo Kang itu? Lalu siapa yang mampu melawannya?" "Tiada seorang jago pun yang sanggup melawannya-" Thio sam Hong menghela nafas panjang. "surat tantangan apa itu?" "Ini surat tantangan dari ketua Hek Liong Pang. "Dari ketua Hek Liong Pang." jawab song Wan Kiauw sambil menyerahkan surat tersebut kepada Thio sam Hong. kemudian diberikan kepada song wan Kiauw. "Tanggal satu bulan depan kami para ketua tujuh partai besar harus berkumpul di Pek yun Kok untuk bertanding dengan ketua Hek Liong Pang?" tanya jie Lian ciu dengan kening berkerut-kerut. "Maaf" ucapnya memberitahukan." sahut Kwan Pek Him sambil menyerahkan sepucuk surat. tentunya gampang sekali. "Beritahukan kepada ketua Hek Liong Pang. segoralah ia memberi hormat. "Aaah " Thio sam Hong menghela nafas panjang." Kalau tidak salah." "Guru." "surat tantangan dari siapa?" tanya jie Lian ciu. sebab mereka memiliki semacam ilmu istimewa. "Tapi ."Maka ketua Hek Liong Pang mengharap kehadiran ketua Bu Tong Pay. karena salah seorang murid song wan Kiauw memberi laporan dari pintu ruang itu. seusai membaca surat tantangan itu. bahwa Bu Tong Pay tidak akan mundur" "Pasti kusampaikan kepada ketua Hek Liong pang. "Guru. Dibacanya surat tantangan itu." ujar Kwan Pek Him dan setelah itu ia berpamit. kening Thio sam Hong pun berkerut-kerut. "Tapi kemungkinan besar sembilan Dhalai Lhama Tibet masih sanggup melawannya." "Surat tantangan?" song waa Kiauw tersentaki lalu bersama jie Lian ciu berjalan ke ruang depan.Dia ke mari menyampaikan sepucuk surat tantangan. murid si Mo. guru masih tidak sanggup melawannya. Hiat Mo memiliki ilmu Hiat Mo Kang yang amat hebat. "ya." "oh?" song wan Kiauw terbelalak. song Wan Kiauw dan jie Lian ciu berjalan masuk menuju ruang meditasi. ada utusan Hek Liong Pang ke mari" "oh?" song Wan Kiauw mengerutkan kening. berarti kepandaiannya sudah tinggi -sekali." "Tidak salah-" Thio sam Hong manggut-manggut. "siapa dia?" "Kwan Pek Him. Kalau tidaki bagaimana mungkin dia berani menyebarkan surat . "Aku ke mari untuk menyampaikan surat tantangan. Thio sam Hong memandang mereka seraya bertanya. Terus terang." ucapan Thio sam Hong terputus. apabila Hiat Mo ingin menguasai rimba persilatan Tionggoan." "Ha ha ha" jie Lian ciu tertawa gelak. Tampak seorang pemuda bermuka pucat berdiri di situ. " Ketua Hek Liong Pang mengundang para ketua tujuh partai besar ke Pek yun Kok" "Ngmm" jie Lian ciu manggut-manggut. Begitu melihat song wan Kiauw dan jie Lian ciu." Kwan Pek Him mengangguk.

justru muncul si Mo dengan suatu rencana busuk-" "Engkau sudah memberitahukan tentang kejadian itu-" Thio sam Hong manggut-manggut "Kali ini ketua Hek Liong mengundang para ketua tujuh partai besar ke Pek yun Kok untuk bertanding. alangkah baiknya engkau terus berlatih."Jie Lian ciu mengangguk"Aaah " Thio Sam Hong menghela nafas panjang. "Entah bagaimana keadaan Bu Ki dan anaknya?" Di dalam sebuah rimba." "Jadi kalian berdua membiarkan aku membakar kelinci ini seorang diri. "Hanya saja dia akan bertanding satu lawan satu. guru. "Memang begitulah." Lam Khie melotot. "Wuah" Lam Khie mengendus wangi kelinci bakar itu." sahut Pak Hong.... namun. "Ha ha ha" Tong Koay tertawa. kelinci yang dibakarnya itu sudah matang sehingga menyiarkan aroma yang harum sekali.. la sedang membakar seekor kelinci sambil bersenandung. setelah matang barulah muncul?" tanya Lam Khie dan melotot lagi. mendadak muncul dua orang sambil tertawa-tawa.tantangan?" "Guru" jie Lian ciu memberitahukan. Lam Khie tampak santai sekali. "Baik Hari ini aku akan menghadapi kalian berdua" ujar Lam Khie sungguh-sungguh....." "ya. jangan harap kalian mendapatkan bagian" "Engkau mampu menghadapi kami berdua?" tanya Pak Hong sambil tersenyum.. "Uaaakh" "Uaaakh" Mereka berdua muntah-muntah di hadapan Lam Khie. ketika ia baru mau makan. silakan engkau makan sendiri" "Ngmmm" Lam Khie manggut-manggut.. sedangkan Tong Koay dan Pak Hong langsung tertawa terbahak"Ha ha ha Ha ha ha. mumpung masih ada waktu. Apakah merupakan suatu rencana busuk?" tanya jie Lian ciu sambil memandang gurunya. Di saat itulah mendadak Tong Koay dan Pak Hong Uakh." . "Jangan makan sendiri. "Hmm" dengus Lam Khie. "Kenapa kalian muncul sekarang? Tahu saja kelinci bakarku telah matang" "Ha ha" Pak Hong tertawa g elaki "Sebetulnya kami sudah lama berada di tempat ini."Kalau begitu...Tong Koay dan Pak Hong sating memandang dan setelah itu. Tak seberapa lama kemudian. Nah. "Mungkin tidaki" sahut Thio sam Hong. "Sudahlah Kami tidak akan minta kelinci bakar itu. harus bagi kami" "Kalian. lalu mengeluarkan seguci araki Akan tetapi. " Ketika siauw Lim Pay menyelenggarakan pertemuan. dan itu sungguh membuat perut Lam Khie menjadi mual.. Akhirnya ia punjkut-ikutan muntah. sepertinya mau muntahLam Khie melirik mereka. "Ha ha ha" Tong Koay tertawa. Uakhh. kemudian mulai menikmati daging kelinci bakar itu. Dua orang itu ternyata Tong Koay dan pak Hong.

. lalu mengeluarkan sebuah bungkusan dari dalam bajunya dan diberikan kepada Lam Khie. "Lam Khie. bagaimana mungkin kami berani bergurau denganmu? Ayohi makanlah" "Terima kasih" ucap Lam Khie dan mulai menikmati ayam bakar itu sambil minum pula. "Kali ini kalian btreiua mempermainkan aku. "Ayam bakar ini. "oh?" Lam Khie heran." "oh?" Lam Khie Melongo. Lam Khie membuka bungkusan itu. kami cuma bergurau" "Tapi tahukah kalian?" Lam Khie melotot. "Dari semalam perutku belum diisi?" "Tenang" Tang Koay tertawa. "Buka saja" sahut Tang Koay. "oh ya Kenapa kalian ke mari? Tentunya ada sesuatu penting bukan?" "Kami ke mari ingin memberitahukan." "Apa ini?" tanya Lam Khie heran." sahut Lam Khie dengan wajah merah padam." "Silakan menghabiskannya" sahut Tang Koay. "Dua ekor ayam bakar itu memang untukmu. "Haaah. "Ke-napa kelinci bakar itu dibuang?" "Dari pada dibagikan kepada kalian. tidak tahu. yang ternyata berisi dua ekor ayam bakar. dan seketika itu juga kelinci bakar itu terlempar jauh.. "Kami bawakan makanan kesukaan-mu. "Kalau kami tidak membawa ayam bakar ini.. "Pokoknya aku tidak akan bagi kalian daging kelinci bakar ini" Tiba-tiba ia mengayunkan tangannya yang memegang kelinci bakar itu. tapi kelihatannya ketua Hek Liong pang ingin menundukkan partai-partai itu" "Maksudmu kita harus turut campur?" tanya Lam Khie"Turut campur sih tidaki namun kita bisa membantu secara diam-diam" sahut Tong Koay.." Tong Koay menatapnya. itu adalah urusan mereka" sahut Lam Khie.." ujar Tang Koay sambil tersenyum." "Aku tidak tahu siapa ketua Hek Liong Pang itu." Lam Khie menggeleng-gelengkan kepala. "Jangan gusar. "Caranya?" "Tentunya engkau tahu siapa ketua Hek Liong Pang itu. "Ha ha ha" Tang Koay tertawa.?" Mulut Pak Hong ternganga lebar. "Maka kita segera berangkat ke Ciong Lam san." ujar Pak Hong. bahwa ketua Hek Liong Pang sudah menyebarkan surat tantangan kepada para ketua tujuh partai besar untuk bertanding di Pek Yun Kok-" "T0ng Koay. "Betul.. kelak aku pasti membalasnya" "Lam Khie.. tentunya engkau akan gembira. "Itu adalah urusan ketua Hek Liong Pang dengan para ketua itu. lebih baik dibuang saja." Tong Koay manggut-manggut."Kalian berdua sungguh keterlaluan" bentak Lam Khie gusar. "Biar bagaimanapun kita harus menyelamatkan tujuh partai besar itu.. sebab kalau tujuh partai besar itu dikuasai Hek . Seketika juga Lam Khie terbelalak.

"Kalian memikirkan juga nasib rimba persilatan?" "Sebab si Mo berada di pihak Hek Liong pang. yakni tempat tinggal yo Sian Sian." Lam Khie mengerutkan kening.". sedangkan dia begitu licik dan jahat. "Lam Khie.." uiar Lam Khie. yo Sian Sian pasti membukanya. apa jadinya rimba persilatan?" "Tumben" Lam Khie memandang mereka dengan heran. mari kita berangkat sekarang juga" Lam Khie..Liong pang.. suaranya bergema ke dalam. "Engkau boleh mulai berteriak memanggil yo Sian Sian. "Kwee In Loan. Mereka berdua adalah Tong Koay dan Pak Hong. "Bahkan dia menjadi ketua Hek Liong Pang dan . "Ha ha ha" Tong Koay tertawa gelak"Sungguh tak disangka." "selamat bertemu Cianpwee" ucap yo sian sian sambil memberi hormat kepada mereka.. "cianpwee" yo sian sian memberi hormat kepada Lam Khie"Ada urusan apa Cianpwee datang berkunjung?" "Nona yo" Lam Khie tersenyum. "Tentunya engkau tahu maksudku." Tang Koay mengangguk." ujar Tang Koay . "Aku yakin dia sedang memperalat ketua Hek Liong Pang itu" "Lalu. "Baiklah.-" "Engkau kenal baik ke dua orang tua yo Sian Sian. "Aku sudah menduga itu Dia adalah murid murtad partai Kuburan Tua. Maka. "untuk apa kita ke Ciong Lam San?" "Di belakang Ciong Lam San. Lama sekali barulah pintu rahasia kuburan. "Kami ke mari memang ingin menyampaikan sesuatu. "Tapi-. harap keluar sebentar" Seusai berteriak." ucap yo sian sian dan bertanya"Cianpwee-cianpwee ke mari untuk menyampaikan apa?" "Nona yo" Lam Khie memberitahukan." ujar Tang Koay. setelah itu barulah muncul yo sian sian. Lam Khie dan lainnya menunggu dengan sabar. maka kalau engkau yang berteriak di depan kuburan tua itu." "Itu. tua itu terbuka dan muncul empat wanita. "Maksud kalian untuk memberitahukan kepada yo Sian sian tentang kemunculan ketua Hek Liong Pang itu?" "Ya." sahut Tang Koay." Lam Khie berpikir sejenaki kemudian mengangguk. kuburan tua itu "Nonaa yo Aku Lam Khie-Toan Thian Ngie datang berkunjung. kemudian mulai berteriak menggunakan Iweekang." "oooh" Lam Khie manggut-manggut.." "oh?" yo sian sian tersentak"Dia sudah muncul dalam rimba persilatan?" "Betul-" Lam Khie mengangguk... kakak seperguruan Nona sudah muncul dalam rimba persilatan. Nona yo masih sedemikian muda" "Terima kasih atas pujian cianpwee.." Lam Khie mengangguk.. "Karena ketua Hek Liong Pang itu adalah Kwee In Loan.. Tang Koay dan Pak Hong berdiri di depan sebuah kuburan tua yang amat besar..

Cianpwee" sahut yo sian sian. Dia mampu mengalahkan si Mo-" "oooh" yo sian sian manggut-manggut. kemudian tersenyum seraya berkata. aku terpaksa harus menghadapinya. "Nona yo" Lam Khie tampak serius. aku harus dapat menaklukkannya. dan mereka semua berkumpul diTay Hiong Po Tian (Ruang Para orang Gagah)"Omitohud" ucap Keng Bun Hong Tio- . Kenapa kali ini kalian bertiga justru tampak begitu akur?" "Ha ha ha" Pak Hong tertawa." ucap yo sian sian." ucap Lam Khie"sampai jumpa kelak" "sampai jumpa.. -ooo00000oooBab 24 Hek Liong Pang Bubar setelah menerima surat tantangan dari ketua Hek Liong Pang. setelah mereka bertiga melesat pergi. maka kini adalah masa gencatan senjata. Kalau tidak.mengangkat si Mo sebagai wakilnya.. beberapa tahun lagi kami akan bertanding di puncak gunung Heng san. "Kalau begitu.." "Nona yo." Lam Khie menatapnya.. kami tidak akan turut campur" ujar Lam Khie dan menambahkan. "Baik" yo sian sian mengangguk. "seandainya kakak seperguruanmu tidak berambisi untuk menguasai rimba persilatan. engkau jangan ingkar janji lho" ujar Tong Koay. aku ingin menyaksikannya" ujar yo sian sian.. Kini dia -" Lam Khie menutur tentang ketua Hek Liong Pang menyebarkan surat tantangan kepada para ketua tujuh partai besar. "Nona yo." "ohya" yo sian sian memandang mereka sambil tersenyum. "Nona yo." " Kalau kalian bertanding kelak. agar tidak mengganggu ketenanganmu-" "Baiklah.. "Kami sudah terikat oleh suatu janji. "Biasanya kalian bertiga seperti api dengan bensin." yo sian sian menggeleng-gelengkan kepala. "Engkau harus berhati-hati menghadapi kakak seperguruanmu itu. dia pasti akan menimbulkan bencana dalam rimba persilatan. "Sekaligus menjadi wasit kalian. " Kalau begitu. "Tak disangka itu. bagus" Lam Khie tertawa gelak"Engkau memang harus menaklukkannya. kami mohon pamit. tentunya kami pun tidak akan ke mari memberitahukan kepadamu. Tentunya kalian tidak berkeberatan kan?" "Kami setuju engkau menjadi wasit." Yo sian sian manggut-manggut. barulah yo sian sian kembali masuk kuburan-tua itu. Kalau begitu. begitu ketemu pasti ribut atau bertarung. dan yo sian sian mendengarkan dengan penuh perhatian. sebab kini kepandaiannya sudah tinggi sekali. "Biar bagaimanapun. itu adalah urusan perguruanmu. para ketua tujuh partai besar cun langsung berangkat ke kuil siauw Lim sie untuk berunding dengan Keng Bun Hong Tio." "Bagus." "Terima kasih untuk itu.

"Kita akan bertanding dengan ketua Hek Liong Pang secara adil. kita pun boleh mengeroyoknya." "Tapi "" Ketua Bu Tong Pay menghela nafas panjang. sebab kita semua akan berkumpul di Pek yun Kek untuk bertanding dengan ketua Hek Liong Pang itu. yaitu sudah sekian lama Hiat Mo tidak membantai kaum rimba persilatan lagi. oleh karena itu. lebih baik berkorban di tempat itu." usul ketua Hwa San Pay sungguh-sungguh "Omitohud" sahut Keng Bun Hong Tio. Dia yakin menang. Kini ketua Hek Liong Pang justru menantang kita." sahut ketua Bu Tong Pay menambahkan." ujar ketua Kun Lun Pay dengan kening berkerut." "Omitohud" ucap Keng Bun Hong Tio"Memang harus begitu.Maka. " Kalau kita tidak ke Pek yun Kek bertanding dengan ketua Hek Liong Pang. Apabila kita tidak memenuhi tantangan ketua Hek Liong Pang. sebab dia akan bertanding dengan kita satu persatu. kita pasti ditertawakan kaum rimba persilatan." Ketua Bu Tong Pay manggut-manggut. "Ada satu hal yang cukup menggembirakan. kita tidak usah ke Pek yun Kek itu. "si Mo itu amat jahat dan licik. tentunya akan muncul lagi kelak. "yang penting kita harus berhati-hati. kita terpaksa mengeroyoknya."Kita adalah partai besar dalam rimba persilatan. " Kalau begitu." "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio"Itu adalah urusan kelak. "Daripada menanggung malu tidak ke sana."Hari itu kita mengadakan pertemuan di sini. Mungkinkah pihak Hek Liong Pang akan menanam obat peledak di situ?" "Haaahhh" Para ketua terkejut bukan main." "Keng Bun Hong Tio" tanya Ci Hoat Tianglo dari Kay Pang. Itu sungguh diluar dugaan. kita harus ke sana." "Tapi-. namun pertemuan itu tidak membawakan hasil apa-apa. tapi apabila dia berani berbuat curang.-." Ketua Hwa San Pay manggut-manggut. kita semua pasti terkubur di Pek yun Keki" "Omitohud" ucap Keng Ti Seng Ceng.jadi nanti kita berangkat bersama dari sini-" "Baik. "Apabila perlu. kita semua tidak kenal ketua Hek Liong Pang itu." "Kong Bun Hong Tio. lebih baik dibicarakan kelak pula. mari kita tangani bersama" ujar ketua Hwa san Pay dan menambahkan. kita pun tidak tahu dia memiliki .Aku khawatir dia sudah merencanakan sesuatu untuk menjebak kita semua-" "Kalau begitu. "Kini dia pulang ke tempat tinggalnya." sahut para ketua sambil mengangguk." "Kalau dia muncul lagi kelak. "Apakah ada suatu rencana busuk dibalik itu?" "Sulit diduga. Mungkin dia sudah pulang ke tempat tinggalnya. apakah kita masih punya muka untuk berdiri dalam rimba persilatan?" "Benar. sekarang pikiran kita harus dicurahkan pada tanggal satu itu. "Menurutku ketua Hek Liong tidak akan berbuat begitu."Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio lagi." "Betul." "Tapi bagaimana kalau Pek yun Kek itu merupakan suatu jebakan bagi kita semua?" tanya ketua Khong Tong Pay. maka tidak akan merencanakan itu.

kan?" ujar ketua Kay Pang. kenapa tidak persilakan kami duduk? Tidak senang kami ke mari ya? Kalau begitu." ujar Lam Khie sambil menggelenggelengkan kepala"Terus terang.kepandaian apa." "Omitohud" ucap Keng Bun Hong Tio"Dia dari perguruan mana?" tanyanya." Kong Bun Hong Tio manggut-manggut. " Kami pasti kalah bertanding dengan dia. sebaliknya dia pasti tahu jelas ilmu rahasia kita. kemudian memberitahukan. "Betulkah itu?" "Aku tidak bohong. sebab kepandaiannya sangat tinggi sekali. aku pun bukan tandingannya-" " Kalau begitu . lebih baik kami pergi saja." "Ha ha ha Kami tahu. dan itu sungguh menggembirakan Lam Khie "Ha ha ha Terima kasih Terima kasih" ucapnya sambil tertawa." sahut Lam Khie. kalian tidak akan tahu siapa wanita itu.Nah. kemudian tampak tiga sosok bayangan berkelebat memasuki ruang itu." "Omitohud" ucap Keng Bun Hong Tio"Tong Koay." sahut Lam Khie"Nanti tanggal satu kalian akan mengetahuinya-" "Cianpwee?" tanya ketua Hwa San Pay mendadak"Apakah ketua Hek Liong pang akan menjebak kami di Pek yun Kok itu?" "Tidak" jawab Lam Khie sambil tertawa." "Tenang saja" Pak Hong tertawa. "Betul. "Omitohud" ucap Keng Bun Hong Tio dengan wajah berseri. yang tidayiain adalah Tong Koay. kemudian mulai menikmati arak wangi itu"Maaf" ujar ketua Kun Lun Pay.ya. "Ketua Hek Liong Pang bernama Kwee In Loan.sudah pasti dia punya suatu tujuan tertentu. "Selamat datang selamat datang" "sedang berunding ya? Ha ha ha Tanggal satu akan bertanding dengan ketua Hek Liong Pang kan?" ujar Tong Koay sambil memandang mereka. . salah seorang Hweeshio segera menyuguhkan arak wangi. "Namun yang jelas kalian semua bukan lawannya. dan begitu pula Lam Khie dan Pak Hong. Lam Khie dan Pak Hong. "Eh? Keng Bun Hong Tio. lalu muncul tiga orang tua." "Omitohud" Kong Bun Hong Tio menatapnya. silakan duduk" "Terima kasih" sahut Tong Koay lalu duduk.. "Tadi cianpwee berseru bahwa kenal ketua Hek Liong Pang. "Kita semua tidak tahu siapa ketua Hek Liong Pang itu." Kening ketua Hwa san berkerut. "Ha ha ha Apa kabar Kong Bun Hong Tio dan para ketua?" Terdengar suara sahutan lagi." Terdengar suara sahutan dari luar. sudikah Cianpwee memberitahukan?" "Kalau aku memberitahukan namanya. "siapa?" Kong Bun Hong Tio langsung bangkit dari tempat duduknya. Lam Khie dan Pak Hong. itu berarti gampang sekali baginya merobohkan kita satu persatu. "sudah lama perguruannya tidak muncul dalam rimba persilatan.

dan kalian pun pasti selamat. "Ketua mana yang kalah bertanding dengan ketua Hek Liong Pang. Mereka bertiga datang secara mendadaki dan perginya pun begitu. maaf ." Pak Hong melesat pergi. " Ketua Hek Liong Pang dipersilakan naik ke panggung" seru si Mo dengan menggunakan. maka partainya harus dibawah perintah Hek Liong Pang Harap kalian semua mengerti" "Omitohud" tanya Kong Bun Hong Tio"Bagaimana seandainya ketua Hek Liong Pang yang kalah?" "Hek Liong Pang akan dibubarkan" sahut si Mo"Omitohud" Kong Bun Hong Tio manggut-manggut." ucap ketua Hwa san cepat. Mereka mempersilakan para ketua berdiri dekat panggung itu. Di lembah tersebut telah dibikin sebuah panggung yang amat besar. yang menyambut para ketua itu adalah si Mo dan muridnya. sehingga membuat semua orang tercengang. sementara ketua Go bi Pay diam saja.. berarti bukan merupakan kejutan lagi" sahut Pak Hong serius." "oooh" Kong Bun Hong Tio menarik nafas lega"Omitohud Terima kasih. dan begitu juga Lam Khie dan Tong Koay. ketua Hek Liong Pang. Namun mereka terus berpikir kejutan apa yang dimaksudkan pak Hong itu." "Omitohud?" tanya Kong Bun Hong Tio"Bolehkah kami tahu kejutan apa itu?" "Kalau sekarang kuberitahukan. kemudian si Mo meloncat ke atas canggung tersebut. "Para ketua yang terhormat.Iweekang. setelah-JCwee In Loan berada di atas panggung.. "Ha ha ha" Pak Hong tertawa gelak"Nan. Berhubung kini situasi rimba persilatan semakin memburuk. maka aku mengundang . "selamat datang para ketua" ucap Kwee In Loan dan memperkenalkan diri "Aku adalah ketua Hek Liong Pang. dan begitu pula ketua Bu Tong Pay."sampai waktunya pasti ada kejutan. "yang penting urusan itu beres. kami ke mari cuma ingin mencicipi arak wangi sekarang kami mau pergi. "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio"Mudah-mudahan akan seperti apa yang dikatakan Pak Hong itu Omitohud" " -ooo00000oooPada tanggal satu. si Mo segera meloncat turun. itu adalah Pie Bu Thai (Panggung Adu silat).." "Maaf" ucap ketua Hwa san Pay"Apakah Cianpwee bertiga akan turun tangan menghadapi ketua Hek Liong Pang itu?" "Tentu tidak" sahut Lam Khie "Kalau kami bertiga mengeroyoknya. para ketua tujuh partai besar sudah tiba di Pek yun Kok. Seketika juga tampak sosok bayangan melesat ke panggung itu. muka kami mau ditaruh di mana?" "Maaf. yang tidak lain adalah Kwee In Loan. ketua Hek Liong Pang mengundang kalian ke mari adalah untuk bertanding" seru si Mo dengan suara lantang.

"Bagaimana kalau engkau yang kalah?" tanya ketua Hwa san Pay lagi. secara tidak langsung aku adalah Bu Lim Beng cu (Ketua Rimba Persitatan)." " Ketua Hek Liong Pang. siapa yang kalah. . maka partai kalian harus di bawah perintah Hek Liong Pang. Betapa cemasnya para penonton." sahut Kwee In Loan dan menambahkan. dan itu sungguh mencemaskan para penonton. sedangkan si Mo terus tersenyum-senyum. pertandingan itu mulai tampak seru dan menegangkan. bagus" "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio sambil menatapnya. "Kalian boleh naik ke panggung satu persatu untuk bertanding denganku. aku pasti membubarkan Hek Liong Pang. sedangkan ketua Hek Liong Pang mengeluarkan Kiu Im Pek Kut Jiauw untuk mengimbangi ilmu rahasia siauw Lim Pay itu. ini agar rimba persilatan bisa aman. Ketua Hek Liong Pang tertawa panjang dan segera mengeluarkan ilmu Kiu Im Cui sim Ciang (Ilmu Pukulan sakti Penghancur Hati). bagaimana caranya pertandingan ini?" tanya ketua Hwa san Pay" Cukup dengan tangan kosong. partainya harus dibawah perintah Hek Liong Pang. lalu mulai menyerang Kong Bun Hong Tiosemula mereka bertanding dengan jurus-jurus biasa. setuju dan berunding. tenang dan damai. "Omitohud" sahut Keng Bun Hong Tio"Biar aku yang duluan bertanding dengan ketua Hek Liong Pang itu" "Keng Bun Hong Tio?" tanya ketua Bu Tong pay "Bagaimana kalau aku duluan yang bertanding dengan dia?" "Omitohud" sahut Kong Bun Hong Tio" Lebih baik aku duluan.kalian ke mari untuk bertanding denganku. namun berselang beberapa saat kemudian. " Aku adalah Kong Bun Hong Tio." Usai menyahut. Puluhan jurus kemudian. Kong Bun Hong Tio mulai berada di bawah angin. siapa yang dapat mengalahkanku. kemudian manggutmanggut." Para ketua itu saling memandang. Apabila aku kalah. sehingga pertandingan itu merupakan pertandingan adu nyawa. Tapi kalau tiada seorang ketua pun yang dapat mengalahkan aku. Ternyata Kong Bun Hong Tio mengeluarkan ilmu Liong Jiauw Kang (Ilmu Cakar Naga). barulah giliran ketua Bu Tong Pay. "siapa yang akan bertanding duluan dengan ketua Hek Liong pang itu?" tanya ketua Kun Lun Pay. begitu pula Kong Bun Hong Tio sendiri Di saat itulah Kong Bun Hong Tio mengeluarkan Kim Kong Hok Mo Ciang (Ilmu Pukulan Arhat Penakluk iblis). silakan ketua Hek Liong Pang menyerang duluan" "Baik-" Kwee In Loan memberi hormat." sahut Kwee In Loan. Kong Bun Hong Tio langsung meloncat ke atas panggung. wajah mereka tampak pucat pias. Kwee In Loan menyambutnya sambil tersenyum. "Ternyata ketua siauw Lim Pay Bagus. "Tentunya aku akan membubarkan Hek Liong Pang.

"Mau apa engkau ke mari?" "suci" sahut Yo sian Sian. setelah itu muncul lagi seorang wanita berpakaian kuning... "suheng. kemudian mendadak balas menyerang. demikian pula air muka si MoTak seberapa lama kemudian. lalu berkata kepada ketua Hek Liong Pang.setelah puluhan jurus. setelah itu. ingin mohon petunjuk" "Bagus" Ketua Hek Liong Pang manggut-manggut. apakah suci baik-baik saja selama ini?" "Hm" dengus Kwee In Loan. "Kepandaianmu tinggi sekali. sambil tersenyum ketua Hek Liong Pang berkelit. "Aku adalah ketua Hwa san pay.Mereka berempat berdiri... barulah giliranmu. kini giliran siapa yang akan bertanding denganku?" tanya ketua Hek Liong sambil memandang ketua Bu Tong dan Gobi Pay. sedangkan ketua Hek Liong tetap berdiri tegak di tempat. Apabila aku kalah. "suci (Kakak seperguruan)" panggil Yo sian sian sambil memberi hormat"sudah hampir tiga puluh tahun kita tidak bertemu." "suheng. Begitu mendengar iuafa musik itu. Mendadak terdengar suara benturan. di atas panggung. " Ketua Siauw Lim dan Hwa San pay telah kukalahkan.. "Sudahlah" Keng Bun Hong Tio menggeleng-ge-lengkan kepala. mereka berbisik-bisik.Ternyata merekalah yang meniup suling dan memainkan kecapi." Keng Bun Hong Tio menghela nafas panjang. aku tidak apa-apa Hanya saja." ujar ketua Bu Tong Pay. Di saat bersamaan. ketua Hwa san Pay roboh di tangan ketua Hek Liong Pang. muncullah empat wanita berpakaian putih.. Ketua Bu Tong Pay dan ketua Gobi Pay saling memandang.Blaaaam. Pertandingan kali ini tidak begitu seru seperti tadi. Keng Bun Hong Tio termundur-mundur beberapa langkah dengan mulut mengeluarkan darah.. . aku mengaku kalah. " Ketua Hek Liong Pang" ujarnya sambil memberi hormat. tampak sosok bayangan meloncat ke atas panggung. "silakan menyerang duluan" Ketua Hwa San Pay langsung menyerang. mendadak terdengar suara suling dan kecapi." wajah Keng Ti seng ceng tampak murung sekali. dia adalah Keng Tiseng ceng.. "Mulai saat ini. Wanita itu lemah lembut dan wajahnya cantik sekali putih bagaikan Salju." sahut ketua Gobi Pay "Aku duluan.." "Tidak usah cemas.. dan segeralah ia meloncat turun. "Ketua Gobi Pay" biar aku yang bertanding dengan dia-" "Lebih baik aku saja. air muka ketua Hek Liong Pang langsung berubah hebat. Di saat bersamaan.siapa wanita itu? la tidak lain yo sian sian. Keng Ti seng Ceng memapah Keng Bun Hong Tio ke bawah." "Terima kasih atas kemurahan hati Keng Bun Hong Tio untuk mengalah kepadaku. dan disaat itulah ketua Hwa san Pay meloncat ke atas." sahut ketua Hek Liong Pang sambil tersenyum. Bukan main malunya ketua Hwa san Pay. siauw Lim Pay sudah berada di bawah perintah Hek Liong Pang.

" yo Sian Sian menggeleng-gelengkan kepala. Kini gerakan mereka kelihatan agak lamban. "Apabila aku kalah. Siapa pun tidak akan menyangka ketua Hek Liong Pang adalah kakak seperguruan wanita berpakaian kuning itu. Blaaaam." yo Sian Sian mengangguk. maka harus membubarkan Hek Liong Pang" "Baik" Kwee In Loan manggut-manggut. tentunya akan di bawah perintahmu. Begitu pula yo sian sian. Berselang beberapa saat.. "Jadi engkau ingin bertanding denganku?" "ya.. "Yo sian sian Kali ini aku mengakui keunggulanmu Mulai saat ini Hek Liong Pang telah bubar" ujar Kwee In Loan sepatah demi sepatah- . sehingga pertandingan itu tampak anehi tapi amat menegangkan.. karena siapa yang lengah dalam pertandingan itu. sebab setiap gerakan disertai dengan Iweekang sepenuhnya." "Suci. "Diam" bentak Kwee In Loan.. Itu sungguh mencemaskan para penonton. kita sudah tiada hubungan apa-apa. barulah Kwee In Loan bangkit lalu menatap yo sian sian dengan penuh kebencian. seketika suasana di tempat itu berubah menjadi hening." "He he he" Kwee In Loan tertawa terkekeh-kekeh. barulah para ketua itu tahu akan maksud Pak Hong yang memberitahukan bahwa akan ada suatu kejutan di Pek yun Koki ternyata ini yang dimaksudkannya. sehingga membuat para penonton tersentak semua. "Engkau jangan mencampuri urusanku. Mereka mengeluarkan ilmu yang sama. Namun kalau engkau yang kalah. kemudian rubuh dengan mulut menyemburkan darah segar. Mendadak terdengar suara benturan yang amat dahsyat.. lebih baik engkau pergi saja. Jangan cari penyakit di sini" "Maaf" sahut yo Sian Sian. engkau harus tahu Kini kepandaianku sudah lebih tinggi darimu. Wanita berbaju kuning itu menatap kakak seperguruannya dengan senyum puas. oleh karena itu ia mengerahkan Iweekangnya sampai pada puncaknya. jangan bikin kacau rimba persilatan" "Engkau harus ingat. "Kalau begitu. apalagi setelah mendengar pembicaraan mereka. Maka aku bukan kakak seperguruanmu lagi. Kwee In Loan tampak penasaran sekali karena tidak dapat merobohkan yo sian sian. pasti akan terkena pukulan yang penuh mengandung Iweekang. Tak terasa pertandingan itu sudah melewati puluhan jurus. meskipun sebenarnya tubuhnya sendiri didera luka parah. Kemunculan wanita berpakaian kuning itu memang amat mengejutkan. ke dua orang tuamu telah mengusirku. yo sian sian term undur-mundur beberapa langkah." yo Sian Sian menghela nafas panjang.. Setelah yo Sian Sian muncul. "Aku harus mencegah perbuatanmu ini" "oh?" Kwee In Loan menatapnya tajam. "yo Sian Sian.. sedangkan Kwee In Loan terpental kira-kira enam depa. Sementara Kwee In Loan dan yo Sian Sian sudah mulai bertanding."sudahlah mari ikut sumoy ke kuburan tua. aku terpaksa melawanmu. cepatlah pergi" "Suci..

"sutee beri dia sebutir pil" "ya." ucap wanita berpakaian putih sambil menerima obat tersebut. Ketika melihat Kwee In Loan terpental oleh pukulan yang dilancarkan yo sian sian. sedangkan yo sian sian masih tetap bersila. karena kini Hek Liong Pang telah bubar. suheng. barulah wanita berpakaian kuning itu bangkit berdiri."Tapi kita akan berjumpa lagi kelak" yo sian sian tidak menyahut.. Para ketua sedang mencurahkan perhatiannya ke atas panggung. atas pemberian obat mujarab itu." "Aku membersihkan perguruanku. lalu memberi hormat kepada Keng Bun Hong Tio"Terima kasih Keng Bun Hong Tio. "uaaakh " yo sian sian memuntahkan darah segar yang ditahannya dari tadi"Uaaaakh " "Omitohud" ucap Keng Bun Hong Tio. oleh karena itu. Para ketua tahu. "Sudahlah" sahut ketua Kun Lun Pay. yo sian sian pun segera duduk bersila dikelilingi ke empat pengiringnya. lagipula kita tiada urusan dengan dia-" "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio"Urusan di sini telah beres. sehingga membuatnya langsung kabur." sahutnya sambil tersenyum. si Mo segera mengajak muridnya pergi. "Omitohud" sahut Keng Bun Hong Tio"Kamilah yang harus berterima kasih karena engkau telah menyelamatkan kami." ucap Keng Bun Hong TioYo Sian Sian memberi hormat kepada para ketua itu. "Omitohud Omitohud.. Kwee In Loan mengira Iweekangnya jauh lebih tinggi. "Aku pasti membuat perhitungan denganmu kelak" ujar Kwee In Loan dengan penuh dendam." ucap yo sian sian." Keng Ti seng Ceng segera meloncat ke atas lalu memberikan sebutir pil kepada salah seorang pengiring itu seraya berkata. setelah itu barulah ia melesat pergisesudah Kwee In Loan melesat pergi. dan itu membuat mereka itu kagum bukan main. maka sama sekali tidak tahu kepergian si Mo bersama muridnya. Para ketua itu saling memandang. Terdengarlah suara suling dan suara kecapi makin lama makin jauh. Kebetulan ketua Bu Tong Pay berjalan bersama Kong Bun Hong Tio dan . "Biar dia pergi. bahwa yo sian sian merendahkan diri. Ternyata tadi yo sian sian berusaha agar tidak muntah darah. lalu melesat pergi dan diikuti ke empat pengiringnya. lalu dimasukkan ke mulut yo sian sian. maka aku sama sekali tidak menyelamatkan kalian. Berselang beberapa saat kemudian. mari kita tinggalkan tempat ini" Para ketua itu mulai meninggalkan Pek yun Kok. karena tergempur oleh Kwee In Loan. "Eeeh?" seru ketua Hwa San Pay "Kemana si Mo pergi?" Ternyata si Mo dan muridnya sudah tidak ada di situ. sebab Kwee In Loan adalah murid murtad dari perguruanku. "Tolong berikan pil ini kepada majikanmu" "Terima kasih seng Ceng. Keng Ti seng Ceng meloncat turun. kemudian mereka menggeleng-gelengkan kepala sambil menarik nafas lega.

.. namun engkau tetap sebagai ketua golongan hitam" "Begini . kedudukanku sebagai ketua golongan hitam akan kuserahkan kepadamu." ujar si Mo seakan mengusulkan. "Aku telah dikalahkan oleh yo sian sian. "sudah membaik" sahut Kwee In Loan. wajahnya tampak tidak ada semangat sama sekali." "Jadi engkau mau ke mana? tanya Si Mo"Aku. "Omitohud" Keng Bun Hong Tio menggeleng-gelengkan kepala. Apakah dia akan muncui lagi kelak?" tanya ketua Bu Tong Pay. ketua Hek Liong pergi dengan penuh dendam. Kong Bun Hong Tio" Ketua Bu Tong Pay menghela nafas panjang. tentunya engkau akan kembali ke Tionggoan kan?" "ya." Kwee In Loan bangkit berdiri "si mo sampai jumpa" Kwee In Loan melesat pergi. "Kong Bun Hong Tio. ia membuka matanya dan justru terbelalak. Aku harus membuat perhitungan dengan dia kelak. "Hei Pek Him" bentak si Mo"Kenapa engkau terus melamun? Apa yang engkau pikirkan?" "Guru -" Kwan Pek Him menundukkan kepala"oooh" si Mo manggut-manggut sambil tertawa- ..sekarang aku harus berangkat ke Kwan Gwa. sementara Kwan Pek Him. "Omitohud" sahut Kong Bun Hong Tio"Itu sulit diduga. "si Mo. "Bagaimana keadaan lukamu?" tanya si Mo sambil memandangnya dengan penuh perhatian.... maka aku harus memperdalam kepandaianku. "Apabila kepandaianmu sudah bertambah tinggi. lihat saja kelak. sebab kepandaiannya masih setingkat di bawah kepandaian wanita berpakaian kuning itu. "Aku akan pergi ke Kwan Gwa menemui Hiat Mo-" "Engkau ingin mohon bantuannya?" si Mo agak terbelalak"Apakah Hiat Mo mau membantumu?" "Aku hanya ingin mohon petunjuk kepadanya mengenai ilmu silat." Kwee In Loan memberitahukan. "Omitohud.Kong Tt seng Ceng. dan setelah itu mulailah duduk bersila dengan mata terpejam. dia tidak akan muncul lagi." Kwee In Loan beristirahat di bawah sebuah pohon. Aku akan memperdalam kepandaianku di tempat kediamannya" "ooohi Si Mo manggut-manggut. Namun menurutku." "Terima kasih" ucap Kwee In Loan sambil menggelengkan kepala. "Apabila engkau setuju. Berselang beberapa saat." "Mudah-mudahan begitu.." "Kalau begitu aku akan menyerahkan jabatanku kepadamu" "Itu. Kemudian ia menelan tiga butir pil. "Kini Hek Liong Pang telah bubar. karena Si Mo dan muridnya duduk di hadapannya. sedangkan si Mo masih berdiri di tempat." Kwee In Loan menggeleng-gelengkan kepala. muridnya terus melamun.

"Bagaimana keadaan muridku selama ini?" tanya yo Sian Sian." ujar si Mo dingin"Jangan harap gadis itu akan jatuh cinta padamusudahlah. melainkan menuju desa Hok An. "-Dia pergi ke mana?" "Dia ikut Thio Han Liong ke gunung Soat San." Kepala Kwan Pek Him semakin tertunduki sedangkan si Mo menatapnya dengan tajam..Itu sungguh membahayakan Nona yo dan rimba persilatan" "Kalau begitu ." Lam Khie menggelengkan kepala. karena masih ada pemuda lain. Ternyata yo sian sian ingin menengok Tan Giok Cu. "Itu adalah perbuatan pengecut.. agar gadis tersebut mencintaimu.. tidak boleh kita lakukan." "Tapi . "Ha ha ha Perutku sudah merengek-rengek minta diisi-" Bab 25 Gua Hangat Di Puncak Hoat San yo sian sian dan ke empat pengiringnya tidak langsung pulang ke gunung ciong Lam san." "Kalau begitu." Kwan Pek Him menggeleng-gelengkan kepala." Lim Soat Hong tidak melanjutkan ucapannya. mari kita pergi" "Ya guru. "Kita sudah dengar." ujar Tong Koay sambil menghela nafas panjang.." tandas Lam Khie"Kelihatannya Kwee In Loan akan belajar ilmu silat lagi kepada Hiat Mo. dan mereka segera menyuguhkan teh wangi. "Entah apa yang akan terjadi lagi kelak?" "Itu urusan kelak. Kedalangan yo sian sian dan ke empat pengiringnya itu sangat menggembirakan Tan Ek seng dan Lim Soat Hong." ujar Lam Khie sambil tertawa. "Tapi kini dia tidak berada di rumah.." ujar Lam Khie dan menambahkan. kemudian mereka berdua melesat pergi Di saat mereka melesat pergi.. "Gadis itu tidak akan mencintaimu." sela Pak Hong serius. Kwee In Loan berangkat ke Kwan Gwa menemui Hiat Mo. bagaimana kalau sekarang kita pergi membunuhnya?" "Tidak mungkin." "oh?" yo Sian Sian tercengang.. dan langsung menuju rumah Tan Ek seng. kita tidak perlu membicarakannya sekarang. seharusnya engkau membunuh pemuda itu. "Itu urusan kelak. justru mendadak muncul Tong Koay. . "Pemuda itu sangat baik terhadapku." Kwan Pek Him mengangguk. murid kesayangannya itu.." Pak Hong mengerutkan kening." jawab Lim Soat Hong dan memberitahukan. "Dia baik-baik saja?" "Giok Cu baik-baik saja. Mereka berdua." "guru. "Kenapa mereka berdua?" tanya yo Sian Sian dengan kening berkerut. Lam Khie dan pak Hong... jangan terus memikirkan gadis itu. Kini mereka sudah memasuki desa tersebut. "Mumpung luka Kwee In Loan belum sembuh. "Dia akan membuat perhitungan dengan Nona yo kelak." Engkau sedang memikirkan gadis berpakaian merah ya?" "Aku. tidak mungkin aku membunuhnya. percuma kita pikirkan sekarang.

dan ke empat pengiringnya langsung mengikutinya. "Aku mohon pamit. percayalah" "suamiku." "Aaahi."Mereka berdua sudah saling mencinta. "Entah apa sebabnya. kemudian menghela nafas panjang. mendadak muncul Lam Khie sambil tertawa-tawa." yo Sian Sian dan ke empat pengiringnya segera berhenti"Selamat bertemu" "Nona yo -" Wajah Lam Khie berubah serius"Kebetulan kita bertemu di sini.. "Aku." yo Sian Sian bangkit berdiri dan berpesan. yo sian sian dan ke empat pengiringnya langsung pergi ke gunung ciong Lam san." ujar Lam Khie"cianpwee. Tan Ek seng dan Lim soat Hong saling memandang. maka timbul rasa gelisah dalam hatimu.." "Baiklah. maka dia ikut ke gunung Soat San. tapi kenapa mereka belum pulang?" gumam Lim soat Hong. "Aku khawatir telah terjadi sesuatu atas diri mereka-" "Itu tidak mungkin. Di tengah jalan. janganlah cemas" ujar Tan Ek seng menghiburnya. "Tidak lama lagi mereka pasti pulang." Lam Khie memberitahukan tentang pembicaraan itu dan menambahkan. percayalah" "Aaah " Lim soat Hong menghela nafas panjang. Padahal tidak ada apa-apa. "Kalau Giok Cu dan Thio Han Liong pulang. "Eniahlah.. Tong Koay dan Pak Hong melihat Kwee In Loan duduk di bawah sebuah pohon. "Mudah-mudahan Giok Cu dan Han Liong tidak terjadi apaapa" setelah meninggalkan rumah Tan Ek seng." Tan Ek seng tersenyum berusaha menghibur isterinya. "isteriku.. "Kami tidak begitu jelas mengenai itu." Lim Soat Hong mengangguk." jawab Lim Soat Hong." ucap yo Sian Sian lalu melesat pergi. sehingga membuatmu tidak tenang. "Aku yakin mereka sudah dalam perjalanan pulang." Lim soat Hong menggeleng-gelengkan kepala.. suruh mereka ke tempat tinggalku" "ya. "Kini Kwee In Loan sudah berangkat ke Kwan Gwa untuk menemui Hiat Mo-" . "Nona yo.. kemudian muncul si Mo dan muridnya ." "isteriku" Tan Ek seng tersenyum lembut dan menjelaskan." Lim soat Hong menatapnya seraya berkata. "sudah sekian lama Giok Cu dan Thio Han Liong ke gunung soat san. tak disangka kita bertemu di sini." "Mau apa Thio Han Liong pergi ke gunung Soat San?" tanya yo Sian sian. "Giok Cu tidak mau berpisah dengan dia. "Dia mau mencari Teratai Salju di gunung itu untuk mengobati wajah ke dua orang tuanya" "Kenapa wajah ke dua orangtuanya?" yo Sian Sian terkejut. maka aku ingin menyampaikan sesuatu-" "sesuatu apa?" tanya yo sian sian. akhir-akhir ini aku merasa tidak tenang." Lim Soat Hong menggelengkan kepala.. "engkau terlampau memikirkan Giok Cu.

"Aku mau pergi." ucap yo sian sian." "ya." "Tidak apa-apa" sahut Lam Khie"yang penting engkau harus terus berlatih. Cianpwee tidak menyaksikan pertandinganku dengan Kwee In Loan?" "Tidak. itu. tidak tahu hal yang sebenarnya. engkau harus terus berlatih" pesan Lam Khie lalu melesat pergi. Mungkin aku tidak bisa hadir di sana sebagai saksi. tentunya kepandaianmupun sudah bertambah tinggi. "Kalau Hiat Mo bersedia memberi petunjuk padanya mengenai ilmu silat.." "yaah" Lam Khie menggeleng-gelengkan kepala. "Baiklahi" Lam Khie menatapnya. "Rasanya aku sudah tidak sanggup menghadapinya.Tapi sudah mendengarnya. sementara itu. "Nona yo.." "oooh" Lam Khie manggut-manggut." jawab Lam Khie dan memberitahukan. "Kalau begitu " ujar yo sian sian seusai mendengar itu. kan?" "ya. "Bukankah engkau bisa berlatih mulai dari sekarang? Kalau Kwee In Loan muncul lagi dalam rimba persilatan. cianpwee-" yo sian sian manggut-manggut. Thio Han Liong sudah sampai di gunung soat san. Berselang beberapa saat kemudian barulah mereka melesat pergi ke gunung ciong Lam san." yo sian sian mengangguk." "Itu sudah jelas. sebab kepandaiannya pasti bertambah tinggi. tentunya dia akan mengaduk lagi dalam rimba persilatan. "oleh karena itu. yo sian sian dan ke empat pengiringnya berdiri mematung di tempat. ternyata engkau bertahan agar kelihatan kepandaianmujauh lebih tinggi dari Kwee In Loan ya. "oh ya. sebaliknya ." yo sian sian mengangguk." "sampai kelak." "ya. "Pantas kemudian engkau muntah darah.. hanya saja Iweekang ku lebih unggul sedikit." " Kelak dia pasti menimbulkan bencana dalam rimba persilatan. "Apabila Kwee In Loan berhasil menguasai ilmu silat Hiat Mo. maka engkau harus ber-hati-hati kelak" "Terima kasih atas."oh?" Air muka yo sian sian berubah"cianpwee tahu mengenai Hiat Mo itu?" "Cuma tahu sedikit." jawab Lam Khie"Kepandaianmu lebih tinggi dari Kwee In Loan. perhatian cianpwee. la menjelajahi gunung itu hingga ke puncaki namun tidak menemukan Teratai Salju yang dicarinya itu. "Hiat Mo berkepandaian amat tinggi. sampai jumpa kelak. yo sian sian mendengar dengan penuh perhatian. "oh ya Kalau tidak salahi tiga tahun lagi Cianpwee dan lainnya akan bertanding dicuncak gunung Heng san. "Sesungguhnya kepandaian kami seimbang." Lam Khie menceritakan tentang Hiat Mo. "Dia pasti menuntut balas padamu." "Aaaahi-" Yo Sian Sian menghela nafas panjang. dia langsung kabur. agar ilmu silatmu bertambah tinggi." "Nona yo" Lam Khie tersenyum. Cianpwee" sahut yo sian sian." Lam Khie manggut-manggut." sahut yo sian.

maka sulit baginya untuk mempelajari Kian Kun Taylo Ie sin Kang. yang buahnya kemerahan-merahan. maka mempercepat latihannya. Itu sungguh mencengangkan Thio Han Liong. namun ketika memasuki gua itu. begitu mulai ia sudah merasa pusing dan darahnya bergolak. Padahal di luar gua hanya terdapat salju. tidak begitu gampang mempelajari ke dua macam sin Kang tersebut. Akan tetapi. "Kalau begitu. Memang harus diakui. Di lembah itu terdapat sebuah gua yang cukup besar dan indah.sebab ia telah memiliki Kiu yan sin Kang. bahkan dinding gua itu pun memancarkan cahaya. selain berlatih Iweekang tersebut. sehingga menciptakan suasana yang tenang. yang berdaun seperti telapak tangan dan pada pucuknya terdapat satu buah yang aneh bentuknya. Thio Han Liong tidak habis pikir tentang itu. "Heran" gumamnya sambil mengerutkan kening. Thio Bu Ki bisa begitu cepat menguasai Kiu yang sin Kang.ia malah menemukan sebuah gua di dekat puncak gunung tersebut. Thio Bu Ki telah mengajarnya Keuw Keat (Teori) pelajaran Kian Kun Taylo Ie hingga ke tingkat tujuhThio Han Liong menghafal semua teori itu. karena secara kebetulan ia memakan kodok api. justru terasa hangat. cuma berhasil sampai di tingkat ke dua saja. tidak heran dalam waktu relatif singkat ia berhasil mempelajari Kian Kun Taylo Ie sin Kang. sehingga gua itu agak terang. Namun." Thio Han Liong mulai berlatih Kiu yang sin Kang.oleh karena itu. ia pun berlatih ilmu pukulan Thay Kek Kun. la berharap dalam waktu beberapa tahun ilmu silatnya akan maju pesat. sedangkan Kiu yang sin Kang yang dimiliki Thio Han Liong masih dangkal. Betapa dinginnya hawa udara di gunung soat san. aku akan berlatih Kiu yang sin Kang saja. Kiu Im Pek Kut Jiauw dan siauw Lim Liong Jiauw Kang. tidak berani me-lanjutkannya. semakin ke dalam gua itu semakin luas. ia langsung berhenti.Akhirnya ia mengambil keputusan untuk melatih ilmu silatnya di dalam gua itu. agar dapat mengalahkan Hiat MoDi Kwan Gwa (Luar Perbatasan) terdapat sebuah lembah yang amat indah.Hawa udara di lembah itu sangat sejuk menyegarkan. Di atas gundukan tanah itu tumbuh sebatang pohon kecil. Di tengah-tengah telaga kecil itu terdapat segundukan tanah yang mengeluarkan cahaya. aman dan terasa damai pula. dan kini ia mulai berlatih tingkat ke tiga. ia pun berhasil mempelajari Kian Kun Taylo Ie sin Kang sampai tingkat ke tujuh.setetah itu. kepalaku pasti pusing dan darahku bergolak -golak?" Thio Han Liong tidak habis pikir. Thio Han Liong hanya memandang sekilas ke arah pohon kecil itu. Tampak pula sebuah telaga kecil di situ. namun di dalam gua malah tumbuh beberapa pohon dan hangat pula hawa udaranya. bahkan anehnya di dalam gua terdapat beberapa pohon. talu duduk beristirahat sambit berpikir. "Kenapa setiap kali aku mulai berlatih Kian Kun Taylo Ie sin Kang tingkat ke tiga. cucunyaKini di dalam gua tersebut justru bertambah seorang gadis . kemudian menggelenggelengkan kepala dan bergumam lagi.Penghuninya adalah Hiat Mo dan ciu Lan Nio. Mulailah ia melatih Kiu yang sin Kang dan Kian Kun Taylo Ie sin Kang.

Tan Giok Cu duduk diam. aku pun tidak mau melihatnya menderita." Ciu Lan Hio menggeleng-gelengkan kepala.. " Kakek adalah Hiat Mo generasi ke tiga... Tapi membutuhkan waktu. Ciu Lan Hio menatapnya.." Hiat Mo manggut-manggut. "Terus terang. yang sedang duduk bersila. "Kenapa Kakek sering membunuh kaum rimba persilatan Tionggoan?" "Engkau tidak tahu." tandas Hiat Mo"yang penting kelak Thio Han uong akan mencintaimu. juga menuruti semua perintahku-" "Kenapa Kakek begitu tega?" ciu Lan Hio menggelenggelengkan kepala. "Dia cuma mencintai Giok Cu saja. " Kalau kakek menarik kembali ilmu sihir yang telah kakek masukkan itu." "sudahlah." "Kakek.. " Kakek sudah mempengaruhinya dengan ilmu sihir?" "Ya. yang tidak lain adalah Tan Giok Cu. "Bukankah dia juga harus melupakan gadis itu? Nah. tapi dikeroyok tiga jago Tionggoan sehingga mengalami luka parah-" . kakek akan mengajaknya ke Tionggoan. kan?" "Tapi. "Sebab engkau harus menemui Thio Han Liong.." Hiat Mo memberitahukan. sedangkan Giok Cu akan kuperintah agar membunuh para pesilat rimba persilatan Tionggoan. kemudian menggeleng-gelengkan kepala seraya bertanya kepada Hiat Mo. Hiat Mo generasi pertama pernah ke Tionggoan. Ha ha ha. justru akan membuatnya gila.." "Kakek . "Maka tidak bisa ditarik lagi ilmu sihir itu" " Kakek tidak bisa menyembuhkannya?" "Tentu bisa." Ciu Lan Hio menghela nafas panjang. namun aku tidak akan memaksanya untuk mencintaiku. itu adalah kesempatanmu untuk mendekatinya. aku boleh ikut kan?" tanya Ciu Lan Hio.." "Kalau Tan Giok Cu sudah melupakannya. wajahnya putih bagaikan salju." Hiat Mo mengangguk" Kakek" Ciu Lan Hio menghela nafas panjang. "Kenapa Kakek berbuat begitu terhadapnya?" "Ha ha ha" Hiat Mo tertawa gelak "Agar dia melupakan Thio Han Liong." Hiat Mo memandang jauh ke depan sambil memberitahukan. lagipula untuk apa menarik kembali ilmu sihir itu?" "Kakek.Tiga tahun kemudian setelah dia berkepandaian tinggi. "Kenapa tidak bisa?" tanya Ciu Lan Hio dengan kening berkerut." ujar Hiat Mo"Kakek ingin menciptakan seorang gadis pembunuh yang berhati dingin.Lagipula. Ya." ujar ciu Lan Nio sungguh-sungguh"Aku memang amat mencintainya. lalu dia akan bagaimana?" sahut Hiat Mo sambil tersenyum. maka alangkah baiknya Kakek menarik kembali ilmu sihir yang telah Kakek masukkan ke dalam dirinya jadi dia tidak di bawah perintah Kakek-" "Itu tidak bisa-" Hiat Mo menggelengkan kepala. "Tentu." "Kakek.. Tidak mungkin dia akan jatuh cinta padaku.yang amat cantik.

" Hiat Mo manggut-manggut. "Kalau belum mencapai tingkat kesempurnaan. jenggot dan sekujur badan berubah merah. "Kakek. sia Tok Ouwyang Hong. "oh ya Kenapa Kakek tidak mengajarku Hiat Mo Kang?" tanya Ciu Lan Hio mendadak." ujar Ciu Lan Hio sambil tertawa. sedangkan dia masih begitu muda." Hiat Mo mengangguk"Kalau kelak dia mampu mengalahkan Kakek." "Hiat Mo generasi ke dua benar. apakah Kakek akan menepati janji?" "Tentu. se-andainya dia berlatih sepuluh tahun lagi." "Kalau begitu. murid itu sama sekali tidak berambisi apa pun. Begitu tiba di Tionggoan ia langsung membunuh para rimba persilatan Tionggoan. Hiat Mo generasi ke dua tidak pernah ke Tionggoan.." tanya Ciu Lan Nio mendadak"Apakah Han Liong kelak mampu mengalahkan Kakek?" "Hal yang tak mungkin" sahut Hiat Mo sungguh-sungguh"sebab latihan kakek sudah hampir mencapai seratus tahun. setelah Hiat Mo generasi pertama meninggal.."oh?" Ciu Lan Nio tertarik"siapa ke tiga jago Tionggoan itu?» "Pada masa itu di Tionggoan terdapat empat jago yang berkepandaian amat tinggi Mereka adalah Tong sia Oey yok su. Hiat Mo generasi pertama ingin menguasai rimba persilatan Tionggoan. muka. "Kalau belajar ilmu Hiat Mo Kang. maka terjadi pertarungan tiga lawan dua.Nah. sebab menurut-nya Hiat Mo tidak mungkin akan memberitahukan. tapi masih bisa melarikan diri" "Ternyata begitu Lalu bagaimana?" "setelah pulang ke mari. bukankah jelek sekali?" "Itu karena Hiat Mo Kang Kakek telah mencapai kesempurnaan. engkau akan berubah jadi jelek" "Kenapa begitu?" "Lihatlah diri kakek" Hiat mo tersenyum. sehingga ke empat jago itu mengeroyok Hiat Mo generasi pertama.. juga tetap tidak akan sanggup mengalahkan kakek-" "Seandainya kelak dia mampu mengalahkan Kakek. Ciu Lan Nio tahu bahwa Hiat Mo menyimpan suatu rahasia. Hiat Mo generasi pertama menerima seorang murid yang berusia belasan. akhirnya HiatMo generasi pertama mengalami luka parah. tidak usah diungkit lagi" Hiat Mo menggeleng-gelengkan kepala dan wajahnya tampak murung. namun gadis itu tidak bertanya." "Lagipula apa?" tanya Ciu Lan Nio karena Hiat Mo tidak melanjutkan ucapannya." sahut Hiat Mo"Lagi pula. Namun mendadak si Tokiouw yang Hong membantu Hiat Mo generasi pertama. tentunya kakek akan melepaskan Giok Cu. tentunya tidak akan berubah jadi begitu ya. kan?" "Betul. Lam Ti-Toan Hong ya dan Pak Kay-Ang cit Kong. "Rambut. hanya hidup di daerah Kwan Gwa ini. "Itu telah berlalu. percuma kakek memiliki kepandaian tinggi. tidak usah berambisi menguasai rimba persilatan Tionggoan. Akan tetapi.Karena kakek sudah berjanji . maka jadi begitu. memang lebih baik hidup di daerah Kwan Gwa ini.

kakek tidak boleh ingkar janji. maka aku tidak akan menikah-" "Kalau begitu.. aku akan bunuh diri" "Haaah ?" Mulut Hiat Mo ternganga lebar." jawab Kwee In Loan dengan jujur. "Engkau harus menikah dan punya anak sampai belasan" "Hi hi hi" Ciu Lan Hio tertawa geli. Tidak mungkin akan mencintai pemuda lain. lalu memberi hormat kepada Hiat mo"Maaf. aku kalah bertanding.." Di saat bersamaan. aku. "Kwee In Loan ingin bertemu Hiat Mo Apakah Hiat Mo bersedia menemuinya?" "suruh dia masuk" sahut Hiat MoTak seberapa lama kemudian. Tidak boleh Pokoknya engkau tidak boleh menjadi biarawati" bentak Hiat Mo sambil menatapnya. engkau mau menjadi biarawati?" "ya. "Hiat Locianpwee. "Kepandaianmu sudah tinggi.." teaas Ciu Lan Nio mengancam. "Dia adalah adik seperguruanku.begitu. "Hiat Locianpwee. "Mau apa engkau ke mari menemuiku?" Hiat Mo menatapnya tajam. "Apa?" Hiat Mo terbelalak. " "oooh" Hiat Mo manggut-manggut. "Aku ke mari ingin mohon petunjuk kepada Hiat Locianpwee mengenai ilmu silat" "oh?" Hiat Mo tercengang. "siapa yang dapat mengalahkanmu?" "yo sian sian." jawab Kwee In Loan sambil menundukkan kepala. tampak Kwee In Loan berjalan ke dalam.." "Hah?" Hiat Mo nyaris meloncat bangun saking kagetnya.. "Aku. kedatanganku telah mengganggu ketenangan Hiat Locianpwee" ucap Kwee In Loan. "Lan Nio. aku cuma mencintai Han Liong." tandas Hiat Mo"Kakek akan berupaya dengan cara apa pun agar engkau menikah dengan Han Liong. Giok Cu akan bersamanya lho Lalu bagaimana engkau?" "Aku aku mau menjadi biarawati saja." "Apa?" Hiat Mo terbelalak. "Aku ingin mengalahkan yo sian sian.. "Kenapa engkau malah berharap dia mampu mengalahkan kakek? Kalau dia mampu mengalahkan Kakek." ." "Kakek tidak boleh berbuat begitu. aku mohon Loci anpwee sudi memberi petunjuk kepadaku" ujar Kwee In Loan. "Engkau. mendadak terdengar suara seruan penjaga gua." Kwee In Loan memberitahukan. "Kalau Kakek berbuat begitu. maka apabila engkau tidak menikahi putuslah keturunanku-" " Kakek." Ciu Lan Hio mengangguk pasti. "Kenapa Kakek begitu kalut?" Tentu kalut." ujar HiatMo"Engkau adalah cucu perempuanku satu-satunya..." "Mudah-mudahan dia mampu mengalahkan Kakek" ucap Ciu Lan Hio. kenapa masih mau mohon petunjukku?" "Kini Hek Liong Pang telah bubar.

"Bagaimana kalau aku menjadi muridmu. aku lapar sekali. muridku. Locianpwee. ia hanya makan buah pohon yang tumbuh di dalam gua itu. "Itu tidak mungkin.. Locianpwee-" Kwee In Loan mengangguk"Terima kasih-" Bab 26 Meninggalkan gunung soat san Thio Han Liong terus berlatih Kiu yang sin Kang. Setelah mengambil keputusan demikian. Tak terasa sudah tiga tahun ia tinggal di dalam gua hangat di puncak gunung Soat San. sementara buah yang tumbuh di tengah-tengah telaga kecil itu pun semakin besar." "Terima kasih. aku akan mengajarmu Hiat Mo Kang. "Anak muda. oleh karena itu. la menengok ke sana ke mari." Hiat Mo menggeleng-gelengkan kepala lagi. Kini usianya sudah hampir dua puluh. Locianpwee?" "Ha ha" Hiat Mo tertawa. "Engkau pun harus menuruti Lan Nio." Hiat Mo menggeleng-gelengkan kepala. sebab aku tidak akan menerimamu sebagai murid. "Aku dari tempat yang jauh sekali. la berjanji dalam hati." Thio Han Liong menundukkan kepala. Thay Kek Kun. "oooh" Pedagang bakpau merasa kasihan parianya." "ya. "Paman. Aku tidak punya uang... Da lam kurun waktu tiga tahun. "Aku mohon Locianpwee sudi mengajarku Hiat Mo Kang" "Engkau bukan muridku. aku setuju-" Kwee In Loan girang bukan main.. tapi. Dilihatnya seorang pedagang bakpau di pinggir jalan. Badannya bertambah tinggi besar dan amat tampan. tak mungkin aku mengajarmu Hiat Mo Kang. hanya menatap Thio Han Liong dengan penuh perhatian. engkau dari mana?" tanyanya."Kecuali aku mengejarmu Hiat Mo Kang. keesokan harinya ia meninggalkan gunung Soat San. "Bagaimana mungkin aku mengajarmu Hiat Mo Kang?" "Hiat Locianpwee" Kwee In Loan segera berlutut di hadapannya." Pedagang bakpau itu tidak menyahut. "Bolehkah aku minta bakpau. tapi engkau harus mentaati semua perintahku kelakKalau engkau setuju. aku. dan segeralah didekatinya. (Bersambung ke Bagian 13) Jilid 13 Beberapa hari kemudian. namun pakaiannya sudah kumal sekali. lalu . Kini Kiu yang sin Kang yang dimilikinya sudah bertambah tinggi. la mengambil keputusan untuk meninggalkan gunung Soat San. namun la sama sekali tidak begitu memperhatikan buah tersebut. mulai besok aku akan mengajarmu Hiat Mo Kang.. cucuku dan Giok Cu. Namun ia tetap harus bertahan. Kiu Im Pek Kut Jiauw dan Siauw Lim Liong Jiauw Kang.. karena tidak punya uang sama sekali." "Bagaimana kalau begini. tujuannya ke desa Hok An menemui Tan Ek Seng.. Thio Han Liong sudah tiba di kota Ki Ciu. Pemuda tersebut sangat tampan dan kelihatan sopan. begitu pula ilmu silatnya. Di saat itu ia merasa lapar sekali." tanyanya sopan..Terima kasih. "Dan ingat" tambah Hiat Mo sambil menatapnya tajam. bahwa kelak akan ke mari lagi untuk mencari Teratai Salju.

engkau ke sana saja. engkau boleh ke sana sekarang untuk makan besar. Paman. Menyaksikan cara makannya." Thio Han Liong mengangguk"Engkau tidak apa-apa?" Pedagang bakpau bingung." Pedagang bakpau itu tersenyum. "Engkau kok begitu tahan tidak makan lima hari?" "Aku tidak punya uang untuk membeli makanan." ucap Thio Han Liong sambil menerima bakpau itu. "Kalau aku makan lagi Paman akan rugi lho" "Tidak apa-apa. sudah berapa hari engkau tidak makan?" "Hampir lima hari. kemudian disantap nya dengan lahap sekali.."." sahut Thio Han Liong. besok adalah hari ulang tahun yap Khay Peng yang ke enam puluh. "Beliau sangat baik. " Kalau begitu. namun tampak dua penjaga di situ." ujar Thio Han Liong." salah seorang penjaga mengangguk"Siau-hiap (Pendekar muda) dari mana?" "Aku datang dari tempat yang amat jauh.memberikannya sebuah bakpau." sahut Thio Han Liong dengan jujur.." Pedagang bakpau itu menunjuk ke arah kiri"sampai di ujung harus membelok ke kanan." Thio Han Liong menerima bakpau itu. Pintu Halaman terpentang lebar. "Terima kasih. siapa pun yang mengalami kesulitan. sampai di ujung ia membelok ke kanan. .Dipandangnya Thio Han Liong seraya bertanya.. kira-kira dua ratus langkah pasti sampai di rumah beliau" "Terima kasih." "siapa yap Khay Peng?" "Beliau adalah seorang tokoh rimba persilatan. "Anak muda. "Tuan. bagaimana mungkin aku ke sana?" "Itu tidak menjadi masalah. "Makanlah lagi" Pedagang bakpau menyoriorkan sebuah bakpau lagi kepadanya.Engkau boleh kelana minta sedikit uang kepadanya. beliau pasti membantu tanpa pamrih. Paman. la melangkah pergi mengikuti petunjuk pedagang bakpau itu. beliau pasti berikan-" "oh?" Wajah Thio Han Liong berseri"Tapi aku tidak kenal beliau. bagaimana engkau selanjutnya?" Pedagang bakpau menggeleng-gelengkan kepala. Thio Han Liong mendekati mereka. "Apa?" Pedagang bakpau terbelalak"Hampir lima hari engkau tidak makan?" "Ya. kemudian kira-kira dua ratus langkah. "Cukup. dan kemudian teringat sesuatu. sekaligus memakannya dengan cepat sekali. kemudian memberi hormat seraya bertanya. pedagang bakpau itu tertawa." "Di mana rumahnya?" "Dari sini terus ke depan. apakah ini adalah rumah pendekar tua yap Khay Peng?" "Betul. "oh ya. Paman" ucap Thio Han Liong. dan dalam waktu sekejap habislah bakpau itu. "Makanlah satu lagi" "Terima kasih. ia sudah melihat sebuah rumah yang amat besar. tapi sudah mengundurkan diri" Pedagang bakpau memberitahukan.

langsung menegur sang suheng"suheng Kenapa engkau menghina orang? Kalau ayahku tahu." Thio Han Liong melangkah ke dalam"Anak muda. silakan masuk" ucap kepala pengurus dengan ramah-Terima kasih. Paman. Liong. "Dia pengemis biasa. "Tidak baik menghina orang.." Thio Han Liong berjalan ke tempat itu. dan langsung mengambil teh wangi yang telah tersedia di atas meja lalu diteguknya. ." "Ngmm" Kepala pengurus manggut-manggut. lalu menghampiri Thio Han Liong sambil tersenyum"Anak muda. "Suhengku cuma bergurau-" "Tidak apa-apa. aku adalah kepala pengurus di sini. kemudian mendekati Thio Han Liong sambil memberi hormat.. sumoy jangan marah-" "Hmm" dengus gadis itu. Tampak puluhan pemuda berpakaian mentereng sedang minum-minum di tempat itu. "Ada pengemis dekil bersama kita lho Tempat ini berubah jadi bau sekali. "Ha ha ha Dasar pengemis kehausan" ejek pemuda itu." "ya. Begitu Thio Han Liong muncul dengan pakaian kumal. "Aku bukan murid dari partai mana pun."siauhiap berasal dari perguruan mana?" tanya penjaga itu. mungkin juga akan minta uang kepada yap Locianpwee-" "Suheng. gadis yang berwajah cukup cantik itu. "Engkau boleh duduk beristirahat di tempat yang di sebelah kanan itu." "oh?" Penjaga itu terbelalak"Engkau tidak mengerti ilmu silat?" "Mengerti sedikit-" "Kalau begitu. Tempat itu khusus untuk para pemuda. Paman. yang ingin makan gratis di sini. " sang suheng menundukkan kepala." Penjaga itu agak ragu mempersilahkannya masukPada saat bersamaan. "Namaku Thio Han.. "saudara. "Aku cuma bergurau. engkau pasti dihukum" "sumoy. dan langsung duduk"Ha ha ha" salah seorang pemuda tertawa."jawab Thio Han Liong. aku." sahut Thio Han Liong dengan tersenyumsenyumannya membuat hati gadis itu tergetar-getar dan wajahnya pun langsung memerah"sumoy " sang suheng itu tampak tidak senang. bolehkah aku tahu namamu?" tanya kepala pengurus sambil memandangnya. "Aku tidak punya perguruan.Di saat bersamaan muncul seorang gadis berusia sekitar delapan belas tahun. apalagi dia tamu yap Locianpwee" "Engkau tahu apa?" Pemuda itu melotot." "Suheng" tegur seorang pemuda. muncul seorang tua berusia lima puluhan. mereka menyambut dengan dinginThio Han Liong sama sekali tidak mempedulikan sikap mereka." Thio Han Liong mengangguk" Kalau begitu. aku minta maaf" ucap gadis itu sambil menatapnya." sang sutee itu menggeleng-gelengkan kepalaThio Han Liong diam saja. Engkau ke mari untuk memberi selamat kepada tuan besar?" "ya.

saudara siapa?" "Namaku Thio Han Liong. Nona" tolak Thio Han Liong. engkau berasal dari perguruan mana?" tanya Gouw Hui Eng dengan suara rendah"Aku tidak punya perguruan. Di punggung gadis itu tampak bergantung sebatang pedang." "oooh" gadis itu manggut-manggut. oh ya. "Aku. "Namaku yap Ceng Ceng. Begitu melihat gadis itu. Akan tetapi." "Tidak apa-apa. Di saat itu. melainkan menghina" tandas Gouw Hui Eng sambil melotot. sebetulnya aku tidak kenal ayahmu. "Dia menghina pemuda itu. "Namaku Thio Han Liong. "Nona mau pesan apa?" tanya pelayan itu hormat. aku mau menjamu tamu ini" sahut yap Ceng ceng. "Kalau ayahku datang esok. dan seketika itu juga seorang pelayan meng-. aku cuma bergurau lho" "Itu bukan bergurau. "Toa suhengku sungguh keterlaluan" Gouw Hui Eng memberitahukan. Nona" kata pelayan itu dan segera pergi. "Hui Eng Engkau kok marah-marah? Ada apa sih?" tanya gadis itu." yap Ceng Ceng tersenyum." "saudara Thio. "Kamu girang sekali alas kehadiranmu. ayahku adalah Yap Khay Peng.. tentunya engkau belum makan."Kita tidak kenal dia. Aku dengar besok Yap Locianpwee akan merayakan ulang tahunnya. muncul seorang gadis berparas cantik jelita menghampiri mereka sambil tersenyum..." Thio Han Liong manggut-manggut dan memperkenal-kan diri pula. hampirinya. yap Ceng Ceng sudah melambaikan tangannya. jangan dekat dia" "oh ya" gadis itu segera memperkenalkan. dan cuma mengerti sedikit ilmu silat." "Engkau dari perguruan mana?" "Aku tidak punya perguruan.Ji suheng ku bernama Tan Coh seng dan aku bernama Gouw Hui Eng.. "Engkau datang dari mana?" "Dari tempat yang jauh sekali. Ketika menyaksikan sikap yap Ceng Ceng begitu ramah . "Dia adalah Toa suheng ku bernama Lie Teng Kim. namun pernah belajar sedikit ilmu silat dari ayahku. maka aku ke mari. aku akan beritahukan tentang tingkahmu itu" "sumoy. dan seketika juga hatinya berdebar-debar aneh"Maaf..." Lie Teng Kim tersenyum dibuat-buat.. Lie Teng Kim langsung pasang aksi agar tampak lebih gagah. "ya. aku akan menyuruh pelayan menyajikan hidangan-hidangan lezat untukmu. "sajikan beberapa macam hidangan istimewa dan arak wangi." " ingin makan enak di sini" sela Lie Teng Kim mendadak"Mungkin mau minta ongkos juga-" "Toa suheng" bentak Gouw Hui Eng.." "oh?" gadis itu langsung memandang Thio Han Liong." "Nona Ceng Ceng." sahut Thio Han Liong." "Tidak usah.

anggaplah rumah sendiri" kata yap Ceng Ceng. tapi akhirnya malah tinggal di dalam sebuah gua di puncak gunung soat san itu hingga tiga tahun lebih.. "Kalau aku tidak memandang gurumu. "Engkau berada di gunung Soat san?" yap ceng Ceng terbelalak"Tempat tinggalmu berada di gunung itu?" "Bukan" ujar Thio Han Liong. Tadi pedagang bakpau memberi ku dua buah bakpau. kemudian wajahnya tampak memerah. "Kenapa engkau cuma makan buah-buahan?" "Aku berada di gunung soat San." Thio Han Liong mengangguk"Sudah tiga tahun lebih aku tidak makan.. "Wuah" seru Thio Han Liong tak tertahan ketika menyaksikan hidangan-hidangan itu. engkau pasti diberikan uang untuk bekal. Dalam waktu sekejap. Ketika itu muncullah dua pelayan membawa berbagai macam hidangan dan arak wangi kemudian ditaruh di atas meja. bahkan suka menotong orang pula. sedangkan Lie Teng Kim langsung menyindir. "Hui Eng Mari kita duduk di sini" ajak yap ceng ceng. "Pantas" "Pantas jadi setan kelaparan" sela Lie Teng Kim yang merasa iri karena yap Ceng Ceng sangat baik terhadap Thio Han Liong. wajah Lie Teng Kim langsung berubah tak sedap dipandang dan pemuda itu mencaci Thio Han Liong dalam hati. tapi aku tidak akan menerima pemberian ayahmu. "Aku ke gunung Soat san untuk mencari Teratai salju. kebetulan aku sudah lapar sekali.. sudah kuhajar . hanya makan buah-buahan saja-" "Apa?" yap Ceng Ceng tertegun. "Baik.. Maka aku ke mari. kemudian yap ceng ceng memandangnya seraya bertanya"Kok engkau tahu ayahku ulang tahun esok?" "Pedagang bakpau yang memberitahu padaku dan menyuruhku ke mari. "Dasar setan kelaparan. Nanti akan kuberitahukan kepada ayahku. yap Ceng Ceng dan Gouw Hui Eng menyaksikannya dengan mata terbelalak.terhadap Thio Han Liong." "oooh" yap Ceng ceng tertawa. bagaimana mungkin menikmati hidangan-hidangan seperti ini?" sahut Thio Han Liong." jawab Thio Han Liong dengan jujur. lalu mulai makan bagaikan kelaparan. aku cuma ingin makan di sini saja.." ujar Thio Han Liong sungguh-sungguh"Aku." Gouw Hui Eng menganggukKe dua gadis itu duduk di hadapan Thio Han Liong. silakan makan" ucap yap Ceng Ceng. yap Locianpwee sangat ramah dan baik orangnya." "Hi hi hi" yap Ceng ceng dan Gouw Hui Eng tertawa geli"Engkau sungguh jujur Memang tidak salah ayahku sangat ramah dan baik hati." "Jangan sungkan-sungkan. "Teng Kim" bentak yap Ceng Ceng. jangan-jangan sudah satu tahun tidak makan" "Betul. "Katanya. habislah semua hidangan itu." "Terima kasih Nona. "saudara Thio.

la sudah mengambil keputusan dalam hati akan menghajar Thio Han Liong." . orang tua itu tercengang. karena sudah tiga tahun lebih tidak makan. aku mau ke dalam dulu" "silakan. "jangan-jangan engkau tertarik kepada salah seorang pemuda yang hadir di sini" "omong sembarangan.. "Kalau engkau masih menghina saudara Thio. Dilihatnya gadis itu sedang duduk di pinggir tempat tidur sambil tersenyum-senyum.Ketika anak gadisku bersikap seperti anak gadismu." yap ceng Ceng bangkit dari tempat duduknya. "Tidak apa-apa.. engkau duduk saja di sini Aku akan ke dalam sebentar.. "Ayah. "Ceng Ceng.. Ayah. "Aku memang setan kelaparan. "Ha ha ha" salah seorang tamu tertawa gelak"yap Loenghiong (orang Tua yang Gagah). silakan" ucap para tamu itu sambil tertawayap Khay Peng menuju kamar yap Ceng ceng. "Maafkanlah Toa suheng ku. jangan-jangan dia jatuh cinta pada salah seorang dari mereka-" "Kalau begitu. "Ceng Ceng" serunya.." ucap Gouw Hui Eng." Lie Teng Kim menundukkan kepala." sahut yap Ceng Ceng dengan wajah agak kemerah-merahan sambil terus berjalan ke dalam. "Maaf. Ayah-" Wajah yap Ceng Ceng langsung memerah"Aku aku tidak tertarik kepada pemuda yang mana pun.. kenapa hari ini engkau kelihatan agak lain? Ada apa?" "Tidak ada apa-apa. itu tidak apaapa. sebab sifatnya memang begitu" "Dia tidak menghinaku. "Toa suheng" ancam Gouw Hui Eng. ternyata anak gadisku mulai jatuh cinta-" "oh?" yap Khay Peng terbelalak"Benarkah?" "Hari ini banyak pemuda ke mari.." Lie Teng Kim melirik Thio Han Liong dengan mata berapi-api." "saudara Thio. "Kenapa engkau tersenyum-senyum? Apa yang menggembirakan hatimu?" "Tidak.. aku pasti beritahukan kepada ayah besok" "Sumoy." sahut yap Ceng Ceng sambil menundukkan kepala. lalu berjalan ke rumah sambil tersenyum-senyum. "Tidak ada apa-apa kok tersenyum-senyum?" yap Khay Peng menatapnya dengan penuh perhatian. melainkan sekedar bergurau saja" ujar Thio Han Liong. Perlahan-lahan yap Khay Peng menghampirinya. kemudian duduk di sisinya." "Ngmm" yap Khay Peng manggut-manggut. sin Kiam Tui Hun (Pedang sakti Pengejar Roh) yap Khay Peng berada di ruang depan dan sedang bercakap-cakap dengan beberapa tamu." Thlo Han Liong tersenyum. Ketika melihat putrinya masuk sambil tersenyum-senyum. "Aku tidak akan tersinggung maupun gusar.mulutmu" "Nona. aku juga punya anak gadis. aku harus bertanya kepadanya-" yap Khay Peng bangkit berdiri seraya berkata." "saudara Thio.

Kalau tidak.." yap Ceng Ceng memberitahukan secara jujur. "Katakan kepada ayah. "sebab pakaiannya sudah kumal sekali" "Pakaiannya kumal?" "Ya. siapa pemuda yang telah mencuri hatimu?" desak yap Khay Peng. hanya pernah belajar sedikit ilmu silat. "Dia ke mari." yap Khay Peng menghela nafas panjang. "Ayah jangan mengada-ada saja" "Ceng Ceng. "Kini engkau sudah dewasa. "Ayah yakin pemuda itu pasti tampan sekali. ibumu meninggal . sedangkan Lie Teng Kim dan Tan coh seng masih berdiri di situ dan wajah Lie Teng Kim tampak masam sekali.Dia tidak punya perguruan. Nah.. bagaimana mungkin engkau akan tertarik kepadanya." "Memang mungkin. tentunya ayah sangat memperhatikan perjodohanmu." "oooh" yap Khay Peng manggut-manggut. . ajak dia ke ruang tengah." "Begini." Yap Ceng Ceng mengangguk"Pemuda itu ke mari berarti adalah tamu kita." "siapa orangtuanya?" "Aku tidak bertanya. "siapa pemuda itu?" "Dia bernama Thio Han Liong. ketika engkau berumur tujuh tahun." "Mungkinkah dia dari Kay Pang?" "Tidak mungkin. tentunya tidak berani mengatakan begitu." "Ayah" Yap Ceng Ceng memberitahukan."Ha ha ha" yap Khay Peng tertawa gelak"Tuh Wajahmu memerah. seandainya dia dari Kay Pang. namun engkau tidak begitu menggubris mereka." "Mungkin dia cuma mengerti sedikit ilmu silat." Yap Ceng Ceng mengangguk. "Karena dia sudah bilang tidak punya perguruan. ayah tunggu di situ" "Ayah jangan menghina dia lho" pesan yap ceng Ceng. maka mampir di sini. " Engkau tidak senang pemuda itu dihina oleW Lie Teng Kim?" "Tentu. dia terus menghina pemuda itu." "Ngmmm" Yap Khay Peng manggut-manggut. lalu pergi memanggil Thio Han Liong." ujar Yap Khay Peng sungguh-sungguh"Ayah ingin bertemu dia. sebab dia tidak punya uang. Kebetulan dia tiba di kota ini. dilihatnya Gouw Hui Eng sedang asyik ber-cakap-cakap dengan pemuda itu. Ketika sampai di halaman." "oh?" Yap Khay Peng tersenyum. pertanda benar lho" "Ayah " yap Ceng ceng cemberut. dia ke mari ingin makan. "Han Liong" seru yap Ceng Ceng sambil mendekati mereka"Ayahku ingin bertemu denganmu" "oh?" Thio Han Liong tertegun. "Lie Teng Kim sungguh keterlaluan. katakanlah." Yap Ceng ceng menggelengkan kepala. siapa pemuda itu?" "Dia dia sama sekali tidak kenal Ayah. Lie Teng Kim dan Tan con seng tergolong pemuda yang cukup tampan.

beritahukanpadaku. kemudian mendadak menariknya. Tidak heran kalau putrinya tertarik kepadanya. "Aku mohon diri ke depan.." "Terima kasih.. " Apa julukan ayahmu dalam rimba persilatan?" "Ayahku tidak punya julukan. "Han Liong Mari kita ke dalam" ajak yap Ceng Ceng." "Paman yap sangat ramah. ya?" "ya-" Thio Han Liong mengangguk. " Kalau belum makan. "Cianpwee. ia pun tidak bisa berbuat apa-apa. la langsung menatapnya dengan tajam. "Nona. kenapa pakaian pemuda itu begitu kumal? "Namamu Thio Han Liong.." "Thio Ah Ki?" yap Khay Peng berpikir dengan kening berkerut-kerut. cianpwee... "Aku sudah makan tadi-" "oh ya" yap Khay Peng menatapnya seraya berkata. "Ceng Ceng pun ramah sekali. Cianpwee." ucap Thio Han Liong. biar aku jalan sendiri" "Ayolah" yap Ceng ceng terus menariknya dan tak lama mereka sudah sampai di ruang tengahyap Khay Peng duduk di sana." "Cepatlah kalian ke dalam mungkin Paman yap sudah menunggu" Gouw Hui Eng tersenyum serius. Maaf. Akan tetapi.." "oooh" yap Khay Peng manggut-manggut.. tidak pantas menemui ayahmu. "siapa ayahmu?" "Ayahku bernama." Wajah Thio Han Liong kemerah-merahan. Thio Han Liong memang tampan. aku telah mengganggu Cianpwee" "Ha ha ha" yap Khay Peng tertawa gelak "Aku yang menyuruh Ceng ceng memanggilmu ke mari. engkau sudah makan?" tanya yap Khay Peng kemudian dan melanjutkan. Thio Han Liong segera memberi hormat.. tapi bukan berasal keluarga terkenal." ucap Thio Han Liong. maka engkau tidak menggangguku-" ." "Eeeh?" Wajah yap Ceng Ceng langsung memerah"Hui Eng. kemudian berkata dengan sopan.. Begitu Thio Han Liong masuk.. makanlah Jangan malu-malu" "Terima kasih." ujar Gouw Hui Eng dan menambahkan. "Baiklah-" Yap Khay Peng tersenyum."Aku. "Aku tidak perlu dituntun.. "Anak muda. "Apabila engkau membutuhkan uang. namun aku tidak membutuhkan uang. terimalah hormatku" "Ngmmm" yap Khay Peng manggut-manggut. aku seorang pengemis dekil. bahkan sangat sopan dan lemah lembut.. la mengakui dalam hati bahwa pemuda itu memang tampan sekali. memang ada baiknya engkau menemuinya. Thio Ah Ki. apabila putrinya mencintai pemuda itu. "Nanti malam engkau boleh tidur di kamar belakang." sahut Thio Han Liong. pelayan di sini akan membawamu ke sana. aku pasti memberimu" "Terima kasih atas kebaikan cianpwee. Padahal sesungguhnya orangtua itu menghendaki menantu yang berasal dari keluarga terkenal.Namun dia juga tidak habis pikir.

Ayah-" yap Ceng Ceng tampak girang sekali.. "setelah bertatap muka. "Jangan-jangan ayahmu. "Hanya ingin bertatap muka dengan Han Liong. "Ayah tidak usah menyaksikan pertandingan kami." "oh?" Gouw Hui Eng tersenyum serius.sebab ayah ingin tahu. cara bagaimana engkau pura-pura kalah." "Ayah." ujar yap ceng ceng setelah berpikir sejenak"Aku akan bertanding dengannya." "Hui Eng" YaP Ceng Ceng cemberut"Jangan omong yang bukan-bukan" "Terus terang saja" desak Gouw Hui Eng.. Lie Teng Kim dan Tan coh seng ." sahut Yap ceng ceng. "Tentu." tanya Gouw Hui Eng sambil tersenyum. sebab ia ingin mengalah agar Thio Han Liong menang. yang duduk bersama Gouw Hui Eng." "Kalau begitu." "oh?" Gouw Hui Eng terbelalak"Engkau akan bertanding dengan Han Liong? Ayahmu yang menyuruh?" " Kira-kira begitulah. kemudian berlari ke luar dan langsung menghampiri Thio Han Liong. "Hi hi" Gouw Hui Eng tertawa geli"Ayahmu menyuruhmu menguji kepandaian Han Liong Kalau dia dapat mengalahkanmu. "Ayah ingin menyaksikan pertandingan kami?" tanya yap Ceng Ceng. aku ingin bertanding dengan Han Liong. "oh ya." sahut Yap Ceng Ceng dan teringat sesuatu. alangkah baiknya dia dapat mengalahkanmu. kalau kalian mau bertanding. "Ceng Ceng. "Ceng Ceng. gadis itu menatap ayahnya seraya bertanya. "ya..Thio Han Liong berjalan ke luar. ayahmu bilang apa?" "Tidak bilang apa-apa. "Kenapa ayahmu memanggil saudara Thio?" "Tidak ada apa-apa." yap Khay Peng mengangguk"Ayah memang harus menyaksikannya. tentunya ayah juga tidak akan mempermasalahkan itu.." "Itu terserah padamu. itu sungguh sayang sekali" "Ayah mempermasalahkan itu?" "Kalau engkau menyukainya." yap Khay Peng menggeleng-gelengkan kepala..Tapi janganlah engkau melukainya" pesan yap Khay Peng." sahut yap Khay Peng." "Ayah " Yap Ceng Ceng cemberut. "Dia bukan berasal dari keluarga terkenal." yap Ceng Ceng cemberut. "Ceng Ceng. hanya saja. jangan lupa beritahukan kepada ayah" Yap Khay Peng mengingatkan." "Engkau ingin pura-pura kalah kan? Itu tidak jadi masalah bagi ayah. "Ayah tidak senang kepadanya?" "Dia memang tampan sekali." "Ayah berharap kepandaiannya lebih tinggi daripadaku?" "ya. maka Han Liong akan menjadi menantu ayahmu kan?" "omong sembarangan" wajah Yap Ceng Ceng memerahsementara Thio Han Liong...." sahut Yap Ceng Ceng. sedangkan yap ceng Ceng mengerutkan kening.

" "Nona Ceng Ceng. aku tidak akan melukaimu." Mendadak Thio Han Liong membalikkan badannya seraya berkata.Namun gadis tersebut tidak mengacuhkannyaKetika melihat Thio Han Liong. Lie Teng Kim meliriknya dengan mata membara. sedangkan Tan coh seng bersikap biasa-biasa sajaKenapa Lie Teng Kim begitu membenci Thio Han Liong? Ternyata begitu bertemu Yap Ceng Ceng." "Han Liong. "Aku . "Kalau engkau menang. "Aku pergi saja-" "Han Liong" seru Yap Ceng Ceng dan Gouw Hui Eng serentak" Engkau tidak boleh pergi. maka menimbulkan rasa iri dan cemburu dalam hati Lie Teng Kim"Han Liong" Kini Gouw Hui Eng pun memanggil Han Liong." "Betul." ujar Gouw Hui Eng. maka aku tidak mau bertanding." "Han Liong" Yap Ceng Ceng tersenyum. aku aku tidak mau bertanding." sahut Thio Han Liong. karena ilmu silatku rendah sekali. "Ceng Ceng ingin bertanding denganmu." "Han Liong" Yap Ceng ceng berdiri di hadapannya." sahut Thio Han Liong sambil menggeleng-gelengkan kepala"Aku pasti kalah.. "Engkau jangan takut." "Tapi ." "Nona Ceng Ceng" ujar Lie Teng Kim mendadak dengan wajah berseri"Aku bersedia bertanding denganmu-" "siapa sudi bertanding denganmu?" sahut Yap C-cng Ceng . "Agar tidak mengganggu kalian.. "Kalau begitu. "seusai ayahnya merayakan ulang tahunnya. "Aku tidak akan mengajakmu lagi bertanding." sambung tiouw Hui Eng. kenapa engkau ke mari?" tanya Lie Teng Kim dengan sinis." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala"Ilmu silatku masih rendah sekali. ia sudah jatuh hati kepadanya. tentunya engkau tidak berkeberatan kan?" "Kepandaianku rendah sekali. Lagi pula apa gunanya bertanding?" "Han Liong" Gouw Hui Eng tersenyum. percayalah" "Terima kasih.. "Aku tidak mau bertanding.terus mendengarkan pembicaraan ke dua gadis itu. sikap gadis itu sedemikian baik terhadapnya. engkau pasti akan dipungut menjadi menantu Paman Yap-" "Maaf" ucap Thio Han Liong. "Pokoknya engkau tidak boleh pergi. "Aku tidak akan memaksamu bertanding dengan ceng Ceng. tidak boleh pergi" "Lebih baik aku pergi saja." " Kalau tahu kepandaianmu masih rendah. barulah engkau boleh pergi" "Tapi ." Thio Han Liong menggelenggelangkan kepala. "Han Liong" Yap Ceng Ceng menatapnya. engkau tidak usah khawatir.Thio Han Liong menarik nafas." Thio Han Liong menghela nafas panjang.

. " Kalau engkau berani berbuat begitu. bukan?" "Tidak." "Eeeh?" Gouw Hui Eng terbelalak"Engkau yang bersalah? Kenapa begitu?" "Karena aku hadir di sini.." "Pokoknya engkau tidak boleh pergi" tandas yap Ceng ceng. " Kalau Engkau pergi sekarang. Dia sama sekali tidak punya salah." "Nona Ceng ceng.. "Nona mau pesan apa?" tanya seorang pelayan. aku aku harus pergi-" "Itu urusan nanti. maka engkau cari kesempatan untuk menghajarnya. aku.bertingkah di sini? Ayahku datang pasti kuberitahukan tentang tingkah lakumu" "sumoy. aku berjanji tidak akan berbuat begitu" "Baiklah-" Gouw Hui Eng manggut-manggut. "Engkau sudah mendendam pada Han Liong. sebaliknya malah aku yang bersalah." Thio Han Liong mengangguk"Aku tidak akan pergi. "oleh karena itu. . biar dia beristirahat" sahut Yap Ceng Ceng..Bagaimana mungkin aku berani berbuat begitu?" sahut Lie Teng Kim dengan kepala tertunduk"Toa suheng" Gouw Hui Eng menatapnya tajam. itu merupakan suatu penghinaan bagi ayahku. kemudian melambaikan tangannya. "saudara Lie tidak perlu minta maaf kepadaku. sumoy.-" "Sudahlah" ujar Thio Han Liong. tidak usah dibicarakan sekarang" sahut Yap Ceng Ceng. aku...." Lie Teng Kim mengangguk dan semakin membenci Thio Han Liong." "Diam" Gouw Hui Eng menatapnya tidak senang.. "Karena engkau telah menghinanya.. yang ternyata tersinggung oleh ucapan yap ceng Ceng "Toa suheng" bentak Gouw Hui Eng. lebih baik aku mohon diri" "Tidak bisa" tegas yap Ceng ceng. "Aku tahu. "Mulai sekarang. "Baiklah. tapi seusai ayahmu merayakan ulang tahunnya. padahal tidak seharusnya aku ke mari" sahut Thio Han Liong sambil menghela nafas panjang dan menambahkan.ketus"Berapa tinggi sih kepandaianmu? " "Serendah-rendahnya kepandaianku. engkau tahu sendiri resikonya" "Sumoy.. mau cari gara-gara ya?" "Sumoy. "jangan lancang menantang ceng Ceng bertanding. "Se-karang engkau harus minta maaf kepada Han Liong" "Kenapa aku harus minta maaf kepadanya?" Heran Lie Teng Kim. "Engkau kok jadi. engkau jangan macam-macam lagi" "ya. cepat minta maaf kepadanya" "Aku.. memanggil seorang pelayan. "Ayoh....." "Hmm" dengus Gouw Hui Eng." sahut Gouw Hui Eng. " Antar Han Liong ke kamar." Gouw Hui Eng manggut-manggut. masih jauh di atas kepandaian Thio Han Liong" sahut Lie Teng Kim.

" "Benar. tiba-tiba berkelebat sosok bayangan ke dalam. apabila ia pergi begitu saja. "Aku memang tertarik kepadanya. lalu mengajak Thio Han Liong ke kamar belakang. mudah-mudahan dia akan jatuh hati kepadamu" "ya. bahkan juga memiliki sifat sabar.la duduk di pinggir tempat tidur sambil berpikirsesungguhnya malam ini juga ia ingin meninggalkan rumah YaP Khay Peng.. " Engkau tertarik pada Han Liong?" "Aku."Mudah-mudahan" -ooo0000oooMalam semakin larut. tapi dia tetap tidak emosi.." yap Ceng Ceng mengangguk. "Maka dia merasa cemburu pada Han Liong. tapi apakah dia juga sudah jatuh hati kepadamu? Kalau cuma jatuh hati sepihak. "Ha ha ha" scorangtua berusia enam puluhan berdiri di tengah-tengah ruangan itu "sin Kiam Tin Hun dan kawan-kawan. namun belum berani jatuh hati kepadanya. "Hanya saja. " Engkau sudah jatuh hati kepada Thio Han Liong. kalian belum tidur ." Pelayan itu mengangguk. Akhirnya ia mengambil keputusan unntuk pergi lusa saja. "Buktinya Toa Suheng-ku terus menghinanya." "Kepandaiannya masih rendah?" tanya Gouw Hui Eng. namun Thio Han Liong masih belum bisa tidur." yap Ceng Ceng menundukkan kepalanya." "Gila" Yap Ceng Ceng menggeleng-gelengkan kepala"Padahal aku sama sekali tidak tertarik kepadanya kenapa dia malah jatuh hati kepadaku?" "oh ya" Kening Gouw Hui Eng berkerut. pasti akan menyinggung perasaan Yap Ceng Ceng dan ayahnya. agar tidak banyak urusan.. maka aku ingin bertanding dengannya-" "Dia pasti kalah-" "Tapi aku justru akan pura-pura kalah-" "Itu -" Gouw Hui Eng menggeleng-gelengkan kepala"Itu tidak baik." "Ngmm" Gouw Hui Eng manggut-manggut. "Ya-" Yap Ceng ceng mengangguk"Itu agak mengecewakan ayahku. haiulah Thio Han Liong membaringkan dirinya di tempat tidur."Ya" Nona. akan tetapi..Kenapa Toa Suhengku kelihatan sangat membencinya?" tanya Yap Ceng ceng mendadak"Karena Toa Suhengku sudah jatuh hati padamu-" Gouw Hui Eng memberitahukan.. itu. Lie Teng Kim dan Tan con seng pun meninggalkan tempat itu. setelah Thio Han Liong mengikuti pelayan itu ke dalam." ujar Gouw Hui Eng sambil tersenyum.. setelah mengambil keputusan tersehut. "Kelihatannya engkau sangat tertarik kepadanya. sedangkan yap ceng Ceng dan Gouw Hui Eng duduk berhadapan sambil mengobrol.. Kecuali. sementara Yap Khay Peng masih bercakap-cakap dengan beberapa tamunya di ruang depan. "Ceng Ceng. Dia memang tampan." "Hui Eng" yap ceng Ceng tersenyum." yap Ceng Ceng manggut-manggut. aku justru tidak habis pikir.. untung dia menolak lho" "Hui Eng. "Ei Ceng Ceng" bisik Gouw Hui Eng. disusul puta dengan suara tawa.. dia jatuh hati duluan kepadaku...

"Muridku yang pertama itu cukup tampan. maka mengajakmu bertarung. "Aku bersalah karena menabas putus dua jari tangannya. " Kami justru sedang menunggumu. kemungkinan besar dia akan muncul di sini. Pada waktu itu aku pun dalam emosi."Touw Liong Lo Koay?" "Ya-" Gouw siang Kun mengangguk" "Maka engkau harus berhati-hati. "Kenapa engkau terlambat datang? Apa-kah ada halangan?" "sin KiamTui Hun. touw Liong Lo Koay tidak senang." "Aaah " Yap Khay Peng menghela nafas panjang lagi." "Ha ha ha Engkau memang orangtua teladan. "Biar bagaimanapun." ucap orang tua yang baru datang itu. "Apa?" Yap Khay Peng tersentak. dan kini kepandaiannya sudah tinggi sekali-" "Aku sudah mengundurkan diri dari rimba persilatan. Bagaimana kalau kujodohkan dengan putriku?" "Begini-" Yap Khay Peng ersenyum "Dalam hal jodoh. aku pun tidak berkeberatan. aku serahkan kepada putriku saja. "Musuh besarmu akan ke mari esok" "siapa dia?" tanya Yap Khay Peng dengan kening berkerut. "Belasan tahun lalu." "sin Kiam Tui Hun" Gouw siang Kun memandangnya seraya berkata. tapi kalau dia ke mari."sin Kiam Tui Hun. tidak kolot . murid-muridku sudah ke mari?" "sudah-" Yap Khay Peng mengangguk. engkau harus berhati-hati"sahut sin Kun Bu Tek sungguh-sungguh. bagus" Gouw siang Kun tertawa gelak"oh ya. "sin Kun Bu Tek" yap Khay Peng menatapnya seraya bertanya.. "Dia adalah Touw Liong Lo Koay (orang Taa Aneh Pembunuh Naga)" Gouw siang Kun memberitahukan. silakan duduk" "Terima kasih." ujar tiouw siang Kun serius. Kalau dia suka kepada muridmu itu." "Aaaah. aku pun tidak bisa berbuat apa-apa. engkau harus berhati-hati." Yap Khay Peng menghela nafas panjang. Dia kalah bahkan kehilangan dua jari tangannya. "Kenapa aku harus berhati-hati? Apa kah akan kedatangan musuh esok?" "Tidak salah-" Gouw siang Kun manggut-manggut.Dia pasti ke mari. padahal kejadian itu dia yang bersalah" "Kami tahu. Tapi apabila putriku tidak suka. "Aku terlambat datang karena pergi menyelidiki sesuatu-" "oh?" Yap Khay Peng tertegun. yang ternyata Sin Kun Bu Tek (Kepalan sakti Tanpa Tanding) Gouw siang Kun. "Ha ha ha Bagus. bahkan telah menguasai semua ilmu silatku.ya?" "Ha ha ha" sin Kiam Tui-Yap Khay Peng juga tertawa. aku terpaksa harus melawannya" ujar Yap Khay Peng tanpa merasa gentar sedikit pun." Gouw siang Kun manggut-manggut. "Tak disangka dia masih mendendam padaku. engkau membunuh muridnya karena muridnya itu memperkosa seorang wanita.. ayah Gouw Hui Eng juga guru Lie Teng Kim dan Tan coh seng.

" "Mungkinkah dia dari Kay Pang?" "Dia bilang tidak punya perguruan. ayahnya bernama Thio Ah Ki.Dilihatnya Yap Ceng ceng sedang berdiri dan tersenyum-senyum"oh. dia mengaku bernama Thio Han Liong. "Kalau putriku menyukainya. ia belajar sedikit ilmu silat dari ayahnya. yang penting engkau harus berhati-hati esok Kita adalah kawan baik." "Betul." yap Khay Peng menghela nafas panjang. aku tidak bisa melarangnya. selamat pagi" "Han Liong" Yap Ceng Ceng cemberut"Kenapa engkau masih memanggilku nona sih? Aku tak enak mendengarnya-" "Engkau memang Nona." "Aku akan bertanya kepada putriku. dia bukan berasal dari keluarga terkenal." "Kalau begitu." Gouw siang Kun mengerutkan kening. Thio Han Liong sudah bangun. sedangkan aku sama sekali tidak jelas mengenai identitas pemuda itu. Namun pakaiannya sudah kumal. "Putriku justru tertarik kepadanya." yap Khay Peng memberitahukan.." "sin Kiam tu Hun. jangan sungkan-sungkan memberitahukan padaku" "Baik. terserah putrimu saja." ujar Yap Khay Peng." "Kalau begitu." ." "Tapi.. aku tidak akan memaksa dalam hal ini.pikiranmu." Yap Khay Peng mengangguk"Terima kasih-" Bab 27 Pertandingan Yang Menegangkan Begitu hari mulai terang. Dia ke mari hanya ingin makan. Thio Han Liong menoleh kepalanya. "Engkau pernah mendengar seorang pendekar bernama Thio Ah Ki?" "Thio Ah Ki?" Gouw siang Kun menggelengkan kepala. kemudian bertanya dengan wajah serius. lalu menghirup udara segar di pekarangan dekat tamah bunga"Han Liong. Baiklah. " urusan ini bisa dibicarakan nanti. pemuda itu pasti tampan sekali." pesan Gouw siang Kun." "oh?" Gouw siang Kun terbelalak"Jadi dia seorang pengemis muda?" "Kelihatannya bukan. selamat pagil" Terdengar suara seruan. sebab dia sangat sopan dan lemah lembut. "Apakah pemuda itu mencurigakan?" "Mencurigakan sih tidak Tapi. "Apakah pemuda itu juga menyukai putrimu?" "Entahlah-" yap Khay Peng menggelengkan kepala"Aku tidak bertanya kepada putriku. aku jadi bingung. kalau engkau membutuhkan bantuanku." ujar Gouw siang Kun sambil tersenyum.. Nona Ceng Ceng. "Kalau Thio Bu Ki. "Itu tidak jadi masalah kan? yang penting dia pemuda yang baik-" "yaah" yap Khay Peng menarik nafas dalam-dalam. " "Cukup panggil namaku saja. kita semua pasti telah mendengarnya. Memang ada apa?" "Tadi siang muncul seorang pemuda.

terutama hari ini. Gouw siang Kun menatapnya tajam. "selamat pagi" "selamat pagi." yap Ceng Ceng mengangguk"Julukan ayahku adalah sin Kiam Tui Hun. Nona Hui Eng" ucap Thio Han Liong. yang. kemudian bertanya kepada yap Khay Peng. "Ayah Gouw Hui Eng sudah datang. Ayahku ahli bersilat pedang. rasanya seperti kita bukan teman. "Ayah" panggil Gouw Hui Eng. maka aku harus bangun pagi-" "oooh" "oh ya. "Hi hi hi" Mendadak Gouw Hui Eng tertawa geli"Han Liong. sedangkan Paman Gouw ahli bersilat tangan kosong." ucapan Gouw Hui Eng terputus.Mulai sekarang aku akan memanggil namamu saja." "Baiklah." ujar Thio Han Liong. "oh ya" Gouw Hui Eng memberitahukan. pantas " "Paman Gouw" yap Ceng Ceng cemberut"Jangan mangada-ada" "Ha ha ha" Gouw siang Kun tertawa gelak"siapa yang mengada-ada? Bukankah memang ada?" "Paman Gouw -" yap Ceng Ceng membanting-banting ." "Benar. ilmu silat ayahmu pun pasti tinggi sekali. "Pemuda inikah yang bernama Thio Han Liong?" "Betul. "Ceng Ceng. Maukah engkau menemui ayahku?" "Tidak usah-" Thio Han Liong menggelengkan kepala"sebab tidak pantas aku menemui ayahmu-" "Sebetulnya tidak apa-apa. Han Liong" Yap Geng Ceng memberitahukan."Ngmm" Gouw siang Kun manggut-manggut"Dia memang tampan dan lemah lembut. Dia teman baik ayahku.Kalau engkau masih memanggilku nona." sahut YaP Ceng Ceng dengan tersenyum"Eng-kau tahu kan? Hari ini adalah hari ulang tahun ayahku. kemudian menghampiri mereka." yap Khay Peng mengangguk." "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut. Ilmu silat Paman Gouw memang tinggi sekali. beliau adalah sin Kun Bu Tek-Gouw siang Kun. ternyata muncul Gouw siang Kun dan yap Khay Peng." "Kalau begitu. "Ayah" panggil yap ceng ceng." Ya" Thio Han Liong mengangguk "Ceng Ceng. "semalam ayahku ke mari. "Hui Eng" sahut yap Ceng Ceng. kenapa masih pagi engkau sudah bangun?" "Aku memang sudah biasa bangun pagi. kenapa engkau masih memanggilku nona? Panggil saja namaku" "Tapi-" "Tidak apa-apa-" Gouw Hui Eng tersenyum"Kita sudah kenal kok." "oh? Ilmu silatnya pasti tinggi sekali." "ya. Di saat bersamaan terdengarlah suara seruan yang merdu. "cianpwee" Thio Han Liong segera memberi hormat kepada mereka. Han Liong selamat pagi" Muncul Gouw Hui Eng.

"Ilmu silatku rendah sekali.kakiGouw siang Kun tertawa. Cianpwee-" Thio Han Liong mengangguk. jadi tidak usah dipaksa bertanding dengan murid Paman" "Itu . "Ter-nyata kalian cuma bergurau. namun dia tetap sabar. "Cianpwee" Thio Han Liong mengerutkan kening." Gouw Hui Eng memberitahukan. maka orang tua itu segera memanggil salah seorang muridnya. itu merupakan suatu penghinaan" "ya.Aku.. Ke-betulan muncul Lie Teng Kim dan Tan coh seng. guru. engkau tidak usah mencoba kepandaiannya-" "Guru" LieTeng Kim tertawa. "Han Liong sudah mengaku kalah. ke mari" "ya. "Anak muda.. "Teng Kim.. betulkah begitu?" "Aku." Lie Teng Kim segera menghampiri gurunya. Bukan main girangnya Lie Teng Kim.. "Cobalah sebentar kepandaian Thio Han Liong" ujar Gouw siang Kun. Paman" sambung yap ceng Ceng.." "Belajar dari ayahmu?" "Ya-" "Ngmmm" Gouw siang Kun manggut-manggut. "Han Liong sudah mengaku ilmu silatnya masih rendah. Dia mana berani bertanding denganku?" "Teng Kim" Gouw siang Kun melotot. la merasa tidak enak karena membohongi orang-tua. aku mengaku kalah saja. kenapa Ayah masih memaksanya bertanding dengan Toa suheng?" "Betul." ujar Gouw Hui Eng. kemudian manggut-manggut. "Ayah.Tapi ." Gouw siang Kun memandang Thio Han Liong sejenak." sahutnya sambil mendekati Thio Han Liong. "ya" sahut Thio Han Liong." "Ayah. lalu memandang Thio Han Liong seraya bertanya.. "cianpwee" ujar Thio Han Liong.. betulkah engkau bernama Thio Han Liong?" "Betul. namun apa boleh buat. "Teng Kim. dari kemarin Toa Suheng terus menghinanya. Itu tidak apa-apa. "Sudahlah Teng Kim. aku tidak sanggup bertanding dengan murid Cianpwee." "oooh" Gouw siang Kun manggut-manggut. "oh?" Gouw siang Kun mengerutkan kening. "Kalian berdua hanya bertanding dengan tangan kosong. Jangan berkata begitu. "saudara Teng Kim tidak menghinaku."Ayahmu bernama Thio Ah Ki?" tanya Gouw siang Kun lagi. "Pemuda itu pengecut dan penakut. malah kini gurunya menyuruhnya mencoba kepandaian pemuda yang amat dibencinya itu. "ya. Guru" Lie Teng Kim segera menundukkan kepala. Dia cuma bergurau dan aku pun senang bergurau dengannya." "Jangan merendahkan diri" Gouw siang Kun tersenyum." Wajah Lie Tang Kim mulai berubah pucat. aku. karena ia memang sedang menunggu kesempatan untuk menghajar pemuda itu. "Engkau mengerti ilmu silat?" "Mengerti sedikit. namun tidak mengangguk. lagipula tidak akan saling melukai. guru.

"saudara Teng Kim" Thio Han Liong tersenyum." "Betul." "saudara Teng Kim.." "siapa bilang dia pendiam?" sela Gouw Hui Eng sambil tertawa kecil. mulai sekarang sudah tidak ada salah paham lagi. Aku. seorang tua dan seorang pemuda"HahahaHahaha " orangtua itu menatap mereka semua"Di mana yap Khay Peng? Cepat suruh dia keluar" "Cianpwee siapa?" tanya yap Ceng ceng. cepat beritahukan kepada ayahmu bahwa aku sudah datang" . Di saat itu Lie Teng Kim menghampiri Thio Han Liong dengan kepala tertunduk.Kalian ngobrollah di sini Kami mau ke dalam menemani para tamu" Gouw siang Kun dan yap Khay Peng kembali ke dalam. "saudara Han Liong. karena engkau adalah pemuda pendiam." potong Thio Han Liong cepat. biasanya sumoy ku ini cerewet dan bawel sekali. "Kelihatannya memang agak cerewet." "cianpwee" Thio Han Liong tersenyum. mendadak terdengar suara tawa yang amat keras." "Hui Eng. aku merasa malu sekali terhadapmu. kita adalah teman. "Kalau Ji suheng ku sudah mulai berbicara. itu sungguh mengherankan" "oh?" Thio Han Liong menatap Gouw Hui Eng." "Han Liong. bukan?" Thio Han Liong tersenyum"Aaaah " Gouw Hui Eng menghela nafas panjang. aku." Gouw Hui Eng cemberut. kini terbukalah mataku bahwa engkau betul-betul pemuda teladan. "Kita semua adalah teman." "saudara Han Liong" Tan con seng memberi hormat kepadanya. maka bagaimana mungkin aku mempersalahkanmu?" "saudara Han Liong." "Ayah. "Han Liong.." Gouw Hui Eng terbelalak"Dia pun suka bergurau denganmu. sebab engkau tidak . "Betul. kemudian melayang turun dua orang.. Di saat bersamaan." "Ha ha ha" Tan coh seng tertawa.. Toa Suheng.. Toa Suheng mu memang suka bergurau denganku tidak perlu diberitahukan kepada ayahmu. aku minta maaf" ucapnya perlahan.." "saudara Conseng" Thio Han Liong tersenyum.bersalah. Toa Suheng memang suka bergurau... "saudara Han Liong. "Aku salut sekali kepadamu.. pasti menyerocos tak henti-hentinya. "Engkau tidak perlu minta maaf. "saudara Teng Kim memang suka bergurau. aku pasti menghukumnya. " Aku pun kagum kepadamu.. "Aku Touw Liong Lo Koay." "oooW" Gouw Siang Kun manggut-manggut.Engkau cuma bergurau. engkau jangan berkata begitu..kalau Teng Kim menghinamu.. betul" Gouw Hui Eng tertawa girang. "Baiklah.. kemudian berkata. Tapi kini dia malah telah berubah agak pendiam.

oleh karena itu. "Engkau mau turut campur urusanku?" "Kalau terpaksa. engkau membunuh muridku Kini aku datang untuk membuat perhitungan denganmu. dan itu membuat Lie Teng ." "Diam" bentak Touw Liong Lo Koay-» "Belasan tahun lalu. bagaimana kabarmu? Baik-baik saja selama ini?" "Ha ha ha" touw Liong Lo Koay tertawa gelak"Aku baik-baik saja Kalau tidak. kejadian belasan tahun lalu. "Baik" Lie Teng Kim menganggukMereka berdua bersiap-siap. "Bun Kiat. lalu muncul yap Khay Peng bersama Gouw siang Kun. sebab yap Ceng ceng menyaksikan pertandingan itu dengan penuh perhatian. "Sudah belasan tahun kita tidak berjumpa. Puluhan jurus kemudian Lie Teng Kim sudah berada di bawah angin. sedangkan aku cukup dengan tangan kosong" "Itu tidak adil Mari kita bertanding dengan tangan kosong" sahut Yo Bun Kiat sambil tersenyum. karena ingin memperlihatkan kegagahannya di hadapan yap ceng Ceng. coba engkau jajal kepandaian anak murid itu" "ya. "Kepalanku masih kuat menghadapimu" "oh ya?" Touw Liong Lo Koay tertawa dingin"Kalau begitu.Lie Teng Kim bertarung dengan penuh semangat. Mari kita bertanding dengan tangan kosong saja" "Hm" dengus Lie Teng Kim angkuh "Engkau boleh bersenjata. kemudian memandang pemuda yang bersamanya seraya berkata. apa boleh buat" sahut Gouw siang Kun. "Hm" dengus touw Liong Lo Koay. Akan tetapi. sungguh tak disangka kepandaian murid Touw Liong Lo Koay Lebih tinggi. lalu memberi hormat seraya berkata. "saudara adalah murid sin Kun Bu Tek. tentunya mahir bersilat dengan tangan kosong. tentunya aku tidak bisa kemari membuat perhitungan denganmu" "Touw Liong Lo Koay. tapi justru mencari penyakit"Ha ha ha" touw Liong Lo Koay tertawa gelak. terjadilah pertandingan yang cukup seru. guru-" Ternyata pemuda itu adalah murid Touw Liong Lo Koay bernama yo Bun Kiat-Pemuda itu menghampiri Lie Teng Kim. biar aku yang melawanmu" Lie Teng Kim menantang touw Liong Lo Koay."Touw Liong Lo Koay" Terdengar suara seruan. " Kalau engkau turut campur. bersiapsiaplah untuk mampus" "Ha ha ha" Gouw siang Kun tertawa gelak"Touw Liong Lo Koay. itu adalah kesalahan muridmu-" "sin Kun Bu Teks Touw Liong Lo Koay mengerutkan kening. kemudian mendadak Lie Teng Kim menyerang Yo Bun Kiat dengan tangan kosongYo Bun Kiat berkelit sekaligus balas menyerangnya. hari ini engkau pasti mampus" "orangtua jelek" bentak Lie Teng Kim sambil maju selangkah"Aku adalah murid sin Kun Bu Tek.Maka. Lie Teng Kim bertekad merobohkan Yo Bun Kiat. berarti engkau cari mati" "Cari mati? Ha ha ha" sin Kun bu Tek-Gouw siang Kun tertawa.

sedangkan Yo Bun Kiat hanya terhuyung-huyung ke belakang tiga empat langkah"Ha ha ha" Touw Liong Lo Koay tertawa terbahak-bahak"sin Kun Bu Tek Muridmu sudah kaLah. la kelihatan terpaksa menghunuskan pedangnya. maka aku terpaksa membunuh muridmu itu setelah itu kita pun bertanding dengan adil" "hari ini justru harus bertarung nyawa" sahut Touw Liong Lo Koay. kini giliranmu maju" "Baiks ChOuw siang Kun mengangguk. "sin Kun Bu Tek.la merasa dirinya diejek oleh Yap Ceng ceng lantaran kalah bertarung melawan Yo Bun Kiat itusementara Yap Khay Peng sudah berdiri di hadapan touw Liong Lo Koay dan mereka saling memandang.geleng kan kepala. "Ha ha ha" touw Liong Lo Koay tertawa gelak"sin Kiam Tui Hun Engkau pernah membunuh muridku dan menebas putus dua jari tanganku. "Baiklah" Yap Khay Peng manggut-manggut. lalu balas . Blaaam suara benturan kepalan dengan telapak tangan. Mendadak ia menyerang Yo Bun Kiat dengan jurus Hong soh Ngo Gak (Angin Menyapu Lima gunung). "Ayoh." sahut Lie Teng Kim dengan wajah pucat pias. Lie Teng Kim terpental dua tiga depa. cepat hunus pedangmu" Yap Khay Peng trieng geleng. "Mari kita bertarung dengan bertaruh nyawa" "He he he" Touw Liong Lo Koay tertawa terkekeh-kekeh. Begitu dia menyerang. maka hari ini aku harus membunuhmu" "Touw Liong Lo Koay" Yap Khay Peng menggelenggelengkan kepala. "Cuma terluka lecet saja. Yo Bun Kiat mengerutkan kening.Di saat bersamaan touw Liong Lo Koay sudah mulai menyerangnya dengan golok. lalu segera mendekati muridnya yang sudah bangkit berdiri "Engkau terluka parah?" tanya Gouw siang Kun. "Belasan tahun lalu. "Mari kita bertarung dengan senjata Hunus pedangmu" "Touw Liong Lo Koay" Yap Khay Peng menghela nafas panjang. bagus" "Ayah" seru Yap Ceng Ceng cemas. yaitu ternyata jurus andalannya. " Hati-hati" Yap Khay Peng mengangguk. "Tunggu" cegah Yap Khay Peng. "Bagus. melainkan menyambut serangan itu dengan jurus sin Liong cut Hai (Naga sakti Keluar Dari Laut). muridmu memperkosa seorang wanita. terdengar suara menderu-deru yang ditimbulkan oLeh sepasang kepaLannya.Ternyata pemuda itu merasa malu sekali karena roboh di tangan murid Touw Liong Lo Koay. "Kejadian itu bukan kesalahanku" "Pokoknya engkau harus bertanggung-jawab" bentak Touw Liong Lo Koay sambil perlahan-lahan menghunus goloknya. ini adalah urusanku Biar aku yang menghadapinya " sin Kun Bu Tek-Gouw siang Kun mengangguk. lalu roboh dengan mulut menyemburkan darah segar. Pemuda itu tidak berkelit.Kim menjadi nekad.Yap Khay Peng menangkis dengan pedangnya.

"Ha ha ha Sin Kiam tui Hun.la ingin menolong tapi tidak mungkin keburu. Di saat itulah mendadak Thio Han Liong menggerakkan-sepasang tangannya. aku pasti kelaparan di luar" "Anak muda. la memandang Thio Han Liong dengan mata terbelalak"cianpwee" Thio Han Liong segera memberi hormat"cianpwee sudah menang tapi. "Anak muda. "Cianpwee. namun berhasil membuat golok itu miring ke samping. ternyata kakinya telah tersabet golok Touw Liong Lo Koay sehingga darahnya bercucuran. tapi aku telah berhutang budi kepadanya" sahut Thio Han Liong. "Ayah " teriak Yap Ceng Ceng. kenapa masih ingin menghabiskan nyawa orang?" "Anak muda. Puluhan jurus kemudian. "Aaakh "Jerit Yap Khay Peng. "Tidak mungkin aku membiarkan cianpwee membunuh sin Kiam Tui Hun" "oh?" Touw Liong Lo Koay melotot. "Ka-rena aku makan di sini. siapa engkau?" tanya touw Liong Lo Koay. yap Ceng Ceng segera membalut luka di kaki ayahnya. sehingga leher yap Khay Peng selamat dari sabetan golok itu. sementara yap Ceng Ceng dan sin Kun Bu Tek telah mendekati yap Khay Peng. siapa gurumu?Katakan siapa tahu aku kenal . di dekat Thio Han Liong. aku terpaksa turut campur" tegas Thio Han Liong. lebih baik engkau jangan mencampuri urusan ini" touw Liong Lo Koay menatapnya tajam. sedangkan touw Liong Lo Koay terus menyerangnya bertubi-tubi. tentunya aku tidak akan mencampuri urusan ini lagi Namun apabila Cianpwee kalah. "Kita bertanding secara adil Kalau aku kalah.menyerangnya Terjadilah pertarungan dengan mati-matian. lalu memandang Thio Han Liong yang berdiri di hadapan touw Liong Lo Koay. Yap Khay Peng menggunakan Tui Hun Kiam Hoat (Ilmu Pedang Pengejar Roh). Betapa terkejutnya sin Kun Bu Tek. Yap Khay Peng roboh. kalau tidak. Kesempatan itu tidak disia-siakan touw Liong Lo Koay. sedangkan touw Liong Lo Koay terus tertawa. Yap Khay Peng mulai berada di bawah angin. "Jadi engkau ingin bertarung denganku?" "Benar" Thio Han Liong mengangguk. "Haah?" Bukan main terkejutnya Touw Liong Lo Koay. sementara touw Liong Lo Koay menggunakan Toat Beng to Hoat (Ilmu Golok Pemutus Nyawa). Benturan itu membuat pedang Yap Khay Peng terpental ke udara. Hari ini engkau pasti mampus" Touw Liong Lo Koay mengayunkan goloknya ke leher yap Khay Peng. "Namaku Thio Han Liong" "Engkaupunya hubungan apa dengan sin Kiam Tui Hun?" "Tidak punya hubungan apa pun. gerakannya tampak begitu lemas. Traangg Terdengar suara benturan senjata dan bunga api pun berpijar ke mana-mana. Cianpwee harus menghabiskan urusan ini sampai di sini saja Bagaimana?" "He he he" Touw Liong Lo Koay tertawa terkekeh-kekeh.

"Ya" Thio Han Liong mengangguk "Tak kusangka engkau berisi juga Baik. "Anak muda. yap Ceng Ceng dan Gouw Hui Eng nyaris tertawa gelisebaliknya touw Liong Lo Koay." seru Yap Ceng Ceng tak tertahan. sebab ia tidak pernah mendengar tentang ilmu tersebut. sebab ia tidak pernah mendengar nama tersebut dalam rimba persilatan. "Anak muda. Menyak-sikan itu. "Aku cuma belajar sendiri ilmu silat dari ayahku" "siapa ayahmu?" "Ayahku bernama Thio Ah Ki" Touw Liong Lo Koay mengerutkan kening. cianpwee" sahut Thio Han Liong sambil mengerahkan Kiu yang sin Kang. yap Khay Peng dan Gouw siang Kun malah terkejut bukan main. yap Ceng Ceng. langsung berkelit dengan ilmu Thay Kek Kun. "Thay Kek Kun" seru touw Liong Lo Koay tak tertahan. "Tenang" sahut Thio Han Liong sambil tersenyum. begitu pula wajah Yap Khay Peng dan putrinya. "Melainkan ilmu Kian Kun Taylo Ie" "Kian Kun Taylo Ie?" Touw Liong Lo Koay mengerutkan kening. "Han Liong Nyawa ayahku. badannya bergerak lemas sekali seperti anak gadis yang sedang menari. Maka. Mereka sama sekali tidak menyangka Thio Han Liong berani bertanding dengan touw Liong Lo Koay. "Kenapa engkau mahir ilmu Thay Kek Kun?" tanya touw Liong Lo Koay. Terutama touw Liong Lo Koay. Gouw siang Kun. maka selanjutnya aku tidak akan cari sin Kiam Tui Hun lagi Tapi sebaliknya apabila engkau kalah dalam sepuluh jurus -" "Cianpwee boleh membunuh sin Kiam Tui Hun" sambung Thio Han Liong cepatItu membuat wajah sin Kun Bu Tek langsung memucat. hati-hati terhadap jurus ke dua Aku tidak akan main-main lagi" ujar touw Liong . namun secara langsung justru bukan. Gouw Hui Eng. Ditatapnya Thio Han Liong dengan tajam sekali. "Itu bukan Thay Kek Kun" jawab Thio Han Liong membuat bingung touw Liong Lo Koay. secara tidak langsung ia memang murid Bu Tong Pay. sebab serangannya tertahan seketika. "Engkau pasti murid Bu Tong Pay" "Bukan" Thio Han Liong menggelengkan kepala sambil tersenyum. la mengguna kan jurus biasa karena meremehkan Thio Han Liong. Thio Han Liong tersenyum. sementara yap Khay Peng. "Jurus pertama" seru touw Liong Lo Koay sambil menyerang.gurumu" "Aku tidak punya guru" sahut Thio Han Liong jujur... hati-hatilah Aku akan mulai menyerangmu" "Silakan. Lie Teng Kim dan Tan coh seng memandangnya dengan mulut ternganga lebar. sementara touw Liong Lo Koay sudah menyarungkan goloknya. betulkah engkau ingin bertanding denganku?" "ya" "Baiklah" Touw Liong Lo Koay mengangguk"Mari kita bertanding sepuluh jurus saja Kalau engkau tidak kalah dalam sepuluh jurus.

"Tapi. Padahal kini tinggal satu jurus.. karena aku amat penasaran cuma bertanding sepuluh jurus" "cianpwee" Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. "Apakah itu adalah ilmu Thay Kek kun dari Bu Tong Pay. "Anak muda. "Tiada artinya kita bertarung." "Memang mirip.. Betapa terkejutnya touw Liong Lo Koay." ujar Taouw Liong Lo Koay dan menambahkan. Yap Khay Peng dan Gouw siang Kun menyaksikan pertandingan itu dengan mata terbelalak. Akan tetapi. "agaknya berbeda.Mereka tidak menyangka Thio Han Liong berkepandaian begitu tinggi. Dia menyaksikan pertandingan itu dengan mata berbinar-binar.Lo Koay sambil menyerang. yang telah dicampur dengan ilmu Kian Kun Taulo Ie. sebab tidak mampu merobohkan Thio Han Liong." lanjut touw Liong Lo koay. " Kalau begitu. engkau sungguh sopan sekali Ayoh. bagaimana mungkin merobohkannya? Pikirnya sambil mengerutkan kening.. "Cianpwee" Thio Han Liong memberitahukan. mari kita mulai" "Baik" Thio Han Liong mengangguk dan sekaligus mengerahkan Kiu Yang sin Kang. Kini ia mulai mengeluarkan jurusjurus andalannya. "Pokoknya kita harus bertarung Kalau tidak. Thio Han Liong tetap dapat berkelit. "Sin Kun Bu Tek." Thio Han Liong menghela nafas panjang. Walau ia menyerang bertubi-tubi. tapi." bisik yap Khay Peng. "Kini tinggal satu jurus" Wajah Touw Liong Lo Koay merah padam saking penasaran. Cianpwee" ucap Thio Han Liong sambil menarik nafas lega.Maka. Lagipula dia telah mengaku tidak punya perguruan.." Gouw Siang Kun mengerutkan kening. aku tidak akan menyudahi urusanku dengan sin Kiam Tui Hun" "Cianpwee. Bagaimana kalau aku mengaku kalah?" "Mengaku kalah?" "Tidak bisa" touw Liong Lo Koay menggeleng-gelengkan kepala. tapi tetap tidak bisa merobohkan Thio Han Liong. bahkan mulai balas menyerang dengan ilmu siauw Lim Liong liauw Kang.. engkau memang hebat sekali Kita bertanding cukup sampai di sini saja.. maka tidak mungkin dia adalah murid Bu Tong .. mulai sekarang aku tidak akan ke mari menuntut balas lagi kepada sin Kiam Tui Hun" "Terima kasih. Thio Han Liong mengelak menggunakan Tay Kek Kun. sepasang tangan Thio Han Liong membuat beberapa lingkaran. "Aku menepati janji. Begitupula Gouw Hui Eng. lalu menyerangnya dengan dahsyat sekali. aku mohon kemurahan hati Cianpwee" "Ha ha ha" touw Liong Lo Koay tertawa gelak"Anak muda. sedangkan Lie Teng Kim justru merasa malu terhadap Thio Han Liong. " Hati-hati" Touw Liong Lo Koay mengingatkannya. "Kita berdua harus bertarung. Yang paling gembira adalah YaP Geng Ceng..

maka terpaksa menangkis dengan jurus sin Liong cut Hai (Naga sakti Keluar Dari Laut). Touw Liong Lo Koay tidak sempat mengelak. "Mari kita saksikan pertarungan itu. "Aku bukan Hweeshlo. " Engkau pasti murid siauw Lim Pay?" "Cianpwee" Thio Han Liong tersenyum.. "Apakah Touw Liong Lo Koay akan melukainya" "Mudah-mudahan tidak" sahut yap Khay Peng. Touw Liong Lo Koay berkepandaian tinggi sekali. "siauw Lim sam Tiang lo yang mengajarmu Liong liauw Kang?" " ya" Thio Han Liong mengangguk. tentunya membuat touw Liong Lo Koay agak kewalahan. lalu menyerang dengan ilmu pukulan Kiu Im Pek Kut Jiauw.." sela gouw Siang Kun mengemukakan pendapatnya. siapa yang mengajarmu ilmu itu?" tanya Touw Liong Lo Koay sambil menyerang. "Engkau menggunakan ilmu apa?" "siauw Lim Liong jiauw Kang" sahut Thio Han Liong dengan jujur. "Anak muda" tanya touw Liong Lo Koay." "Heran?" gumam yap Khay Peng. namun touw Liong Lo Koay masih tidak mampu merobohkan Thio Han Liong. "Menurutku. "Apa?" Touw Liong Lo Koay terkejut." "Tapi. tidak akan kalah. sulit sekali bagi Han Liong memenangkan pertarungan itu."Jawab gouw Siang Kun dengan suara rendah. Wajah gadis itu tampak agak pucat. "Apakah Han Liong akan menang?" "Entahlah. kemudian mendadak balas menyerang dengan ilmu Kiu Im Pek Kut Jiauw.. .Pay. "Han Liong masih belum mengeluarkan seluruh kepandaiannya. Ternyata Thio Han Liong mengeluarkan ilmu siauw im liong jiauw Kang untuk mengimbangi serangan-serangan yang dilancarkan touw Liong Lo Koay. bagaimana mungkin aku murid siauw Lim Pay?" " Kalau begitu. Sudah lewat puluhan jurus. Ilmu tersebut adalah ilmu andalan siauw um Pay." "Kenapa engkau berpedapat begitu?" tanya yap Khay Peng. "Sebetulnya siapa ayahnya?" "Ayah" yap Ceng Ceng menghampiri yap Khay Peng." Memang sudah lewat puluhan jurus. Itu sungguh membuatnya penasaran dan terkejut." yap Khay Peng menggelengkan kepala. "Sebab aku yakin. "Han Liong bisa bertahan." yap Ceng Ceng sangat mencemaskan Thio Han Liong.. "siauw Lim sam Tiang lo" sahut Thio Han Liong sekaligus berkelit." "Kalau begitu." "Sin Kiam Tui Hun" gouw Siang Kun tersenyum.. "Haah ?" Bukan main terkejutnya touw Liong Lo Koay." yap Khay Peng menggeleng-gelengkan kepala. "Kepandaian touw Liong Lo Koay tinggi sekali. tapi touw Liong Lo Koay masih tidak dapat merobohkannya.

" "ya" sahut Thio Han Liong sambil tersenyum. Kalau dia melanjutkan. terutama yap Ceng ceng. "Kalau tidak salah." "Paman.." sahut Thio Han Liong menggunakan ilmu menyampaikan suara. aku cuma belajar sedikit ilmu silat dari ayahku." yap Khay Peng menggelenggelengkan kepala. Touw Liong Lo Koay menghampiri Thio Han Liong." "Han Liong" Gouw siang Kun mendekatinya. aku kagum padamu Semoga kita berjumpa lagi kelak. "Ayahku adalah Thio Bu Ki. aku. "Engkau membohongi kami semua..... Namun pemuda itu masih sempat berseru. Terjadilah benturan dahsyat. siapa ayahmu?" (Bersambung keBagian 14) Jilid 14 "Cianpwee. Itu agar yang lain tidak mendengarnya. dia tidak melanjutkan jurus andalannya.. aku.. ternyata engkau berkepandaian tinggi sekali. "Maaf." "Paman. "Han Liong. engkau juga menggunakan ilmu Thay Kek Kun.. "-Ba. ." Thio Han Liong mengangguk... "Han Liong.?" Wajah Touw Liong Lo Koay langsung berubah pucat. "Anak muda.. "ya. "Cuma belajar sedikit? Engkau mampu mengalahkan touw Liong Lo Koay." Thio Han Liong memberitahukan.." "Haaah.. "Han Liong.. maka berbeda dengan Thay Kek Kun asli." Thio Han Liong tercengang. bukan?" "Ya.-.. sedangkan Thio Han Liong tetap berdiri tak bergeming dari tempat." yap Khay Peng tertawa terbahakbahak." yap Khay Peng menghela nafas panjang.. "Ha ha ha Ha ha ha. kemudian memberi hormat. " Hati pemuda itu baik. Apalagi belajar banyak.Blaam." Yo Bun Liat segera menghampiri touw Liong Lo Koay"guru terluka?" "Tidak-" sahut touw Liong Lo Koay sambil tersenyum getir. bagaimana aku keterlaluan?" "Engkau tidak boleh memanggilku cianpwee lagi. Ditatapnya pemuda itu dengan penuh perhatian talu bertanya... guru pasti sudah terluka parah-" Yo Bun Kiat tidak menyahut. "guru.." ujar pemuda itu sambil menundukkan kepala.. gadis itu pun bertepuk sorak dengan penuh kegembiraan. harus memanggilku paman" sahut yap Khay Peng. "Han Liong. engkau sungguh keterlaluan-" "Cianpwee...." "oooh" Gouw siang Kun manggut-manggut.Itu membuat para penonton terbelalak kagum. engkau pandai menyembunyikan kepandaianmu. Paman. mari kita pergi" Touw Liong Lo Koay langsung melesat pergi dan Yo Bun Kiat terpaksa mengikutinya. Touw Liong Lo Koay terpental ke belakang beberapa langkah. "Tapi sudah dicampur dengan ilmu Kian Kun Taylo le. maaf Bun Kiat. engkau. mungkin tiada seorang pun yang mampu menandingimu..

. "Han Liong" Wajah yap Khay Peng cerah ceria"Mari kita ke dalam." Thio Han Liong mengangguk.. "Ayahmu adalah Thio Bu Ki yang amat terkenal itu?" "Betul. tapi kenapa mahir ilmu itu?" "siauw Lim sam Tiang lo yahg mengajarku ilmu itu. Paman"jawab Thio Han Liong. jangan terus berdiri di sini" "Baik. sesungguhnya touw Liong Lo Koay adalah mantan anggota Beng Kauw. mantan ketua GoBiPay memiliki ilmu tersebut Engkau pun mahir ilmu itu. aku cuma membalas budi kebaikan Paman saja. "Ha ha ha" yap Khay Peng tertawa gembira. Apalagi Yap Ceng Ceng dan Gouw Hui Eng terus .. "ya. Engkau bukan Hweeshio siauw Lim Pay tingkatan tinggi. bukan?" tanya Gouw siang Kun. "Ha ha ha" Mendadak Gouw siang Kun tertawa gelak"Han Liong. Paman. "setelah itu engkau menggunakan ilmu apa sehingga membuat touw Liong Lo Koay terpental begitujauh?" tanya Gouw siang Kun lagi"Aku menggunakan ilmu Kiu Im Pek Kut Jiauw-" " Haaah ?" Mulut Gouw siang Kun terng angga lebar." Thio Han liong mengangguk. yap Khay Peng langsung menyuruh beberapa pelayan menyajikan berbagai macam hidangan dan arak wangi." Thio Han Liong manggut-manggut." Thio Han Liong mengangguk. "Kiu Im Pek Kut Jiauw?" "ya. "oh?" Gouw siang Kun terbelalak"Ayahmu kenal baik dengan siauw Lim sam Tiang lo?" " ya. jadi engkau punya hubungan apa dengan ciu Ci Jiak?" Gouw siang Kun menatapnya tajam. kini aku sudah tahu siapa ayahmu" "oh?" Thio Han Liong tersentak"Ayahmu pasti Thio Bu Ki.ya.. kan?" tanya Gouw siang Kun sambil tersenyum. Ciu Ci Jiak.Engkau pasti memberitahukan kepadanya siapa ayahmu." "oooh" Thio Han uong manggut-manggut. aku. Mereka segera masuk ke rumah.." Thio Han Liong mengangguk. "Aku memanggilnya Bibi. mari kita bersulang" seru yap Khay Peng sambil mengangkat minumannya. ini sungguh diluar dugaan Ha ha ha.:" "Tidak heran kalau tadi Touw Liong Lo Koay memberi hormat kepadamu. dan itu membuat Thio Han Liong merasa tidak enak dalam hati. "Han Liong. "Ayoh. ilmu rahasia bagi siauw Lim Pay."Ke-mudian engkaujuga menggunakan siauw Lim Liong jiauw Kang. "Apa?" yap Khay Peng terbelalak." ujar Thio Han Liong. "Ha ha ha" yap Khay Peng tertawa gelak kemudian berkata setelah para pelayan menyajikan semua hidangan itu. "ya. " Aku pernah dengar." sahut Thio Han Liong jujur. Mulailah mereka bersulang sambil tertawa gembira. lalu duduk di ruang tengah. "Tentunya engkau tidak tahu. "Putra Thio Bu Ki berada di rumahku. hari ini aku menjamumu makan sebab engkau telah menyelamatkan nyawaku" "Paman jangan berkata begitu." jawab Thio Han Liong dengan jujur.

." "Juga harus berpamit kepada Hui Eng. pasti ke mari menengokmu." Yap Ceng Ceng terisak-isak. aku masih harus pergi ke gunung Bu Tong. sebaliknya akan mohon pamit esok pagi-ooo00000oooKeesokkan harinya. sebab kalian adalah temanku-" . "Apa?" Wajah Yap Ceng Ceng langsung berubah pucat. "Maafkan aku.. aku harus segera berangkat ke desa Hok An..." yap Khay Peng berusaha menahannya..." Yap Ceng Ceng memandangnya dengan mata basah"Kok begitu cepat?" "Ceng Ceng" ujar Thio Han Liong. "Maaf" Thio Han Liong menggelengkan kepala"Memang tidak bisa di tunda lagi.memandangnya dengan mata berbinar-binar.. sebab ada urusan penting di sana. ia mengambil keputusan untuk pergi secara diam-diam malam itu." seia Gouw siang-Kun. akhirnya ia membatalkan keputusannya. " Eng kau. Akan tetapi. putriku.. "Selamat pagi" "selamat pagi" sahut Thio Han Liong sambil menghampiri mereka. oleh karena itu. aku. pagi-pagi Thio Han Liong langsung mohon pamit kepada yap Khay Peng dan Gouw siang Kun dan itu amat mengejutkan ke dua orang tua tersebut... aku harus berangkat sekarang. Hui Eng." sela Gouw Hui Eng." Thio Han Liong mengangguk" Aku pasti tidak akan melupakan kalian berdua." Thio Han Liong mengangguk." "Han Liong.. "Aku harus segera berangkat ke desa Hok An. "Ya" Paman...." Thio Han Liong memberitahukan. perbuatannya itu pasti akan menyinggung perasaan yap Khay Peng." "Kenapa engkau?" tanya Yap Ceng Ceng heran. aku. "Han Liong. kemudian pergi menemui ke dua gadis itu. Paman" ucap Thio Han Liong. "Kapan engkau akan ke mari menengokku?" " Kapan aku sempat. "Ceng Ceng. "Han Liong.." "Tidak bisa besok lusa baru berangkat?" tanya Yap Ceng Ceng dengan penuh harap. yang kebetulan mereka berdua sedang berada di pekarangan. setelah itu barulah engkau melanjutkan perjalananmu." sahut Thio Han Liong berjanji. "jangan melupakan aku lho" "Tentu." "Baiklah-" Yap Khay Peng mengangguk"Tapi engkau harus berpamit dulu kepada Ceng Ceng." "Han Liong. "Aku harus berangkat hari ini. "Paman.. "Han Liong" seru ke dua gadis itu girang. lebih baik engkau tinggal di sini be-berapa hari. engkau mau pergi hari ini?" "Ya-" Thio Han Liong mengangguk"Han Liong. "Setelah itu." yap Khay Peng menghela nafas panjang. "Aku mau mohon pamit kepada kain karena hari ini aku harus berangkat ke desa Hok An.." Thio Han Liong memberitahukan..

Kini sudah tiga tahun lebih. "Lho?" Tan Ek seng mengerutkan kening. Paman. Yap Khay Peng dan Gouw siang Kun saling memandang. lalu berpamit. "Ini untuk bekal dalam perjalananmu." Thio Han Liong menjelaskan. "Han Liong. jangan ditolak Kalau ditolak. "Han Liong" pesan Gouw siang Kun.. Di saat itulah muncul yap Khay Peng dengan sebuah bungkusan kecil di tangannya. kupikir Giok Cu sudah pulang.. "Kapan engkau akan ke mari lagi?" "Apabila aku sempat.. "oooh" Lim soat Hong manggut-manggut . kemudian menggeleng-gelengkan kepala sambil menghela nafas panjang. Aku tidak menemukan Teratai saiju. "Han Liong" yap Khay Peng menyodorkan bungkusan itu kepada Thio Han Liong seraya berkata.yap Ceng Ceng dan Gouw Hui Eng mengantarnya sampai di luar pintu pekarangan." "Paman. Kedatangannya yang hanya seorang diri itu sangat mengejutkan Tan Ek seng dan Lim soat Hong. setelah Thio Han Liong lenyap dari pandangan mereka. kemudian tersenyum. Guru baru itu mengajaknya ke suatu tempat untuk menggembleng dirinya."Han Liong. "Paman. Bibi" panggil Thio Han Liong. "Kenapa baru sekarang engkau ke mari memberitahukan kepada kami?" "sebab aku langsung pergi ke gunung soat san. aku pasti gusar." Karena yap Khay Peng telah menegaskan begitu. Thio Han Liong sudah sampai di desa Hok An. "Engkau tidak boleh melupakan putriku lho" "ya. "Giok Cu sudah punya guru baru.."Terima kasih.namun menemukan sebuah gua." sahut Thio Han Liong. Paman" "Ha ha ha" Mendadak muncul Gouw siang Kun sambil tertawa gelak. "Apa yang telah terjadi? Cepatlah jelaskan" "Begini. dan langsung menuju rumah Tan Ek seng. dan aku berlatih ilmu silatku di dalam gua itu." Ait-mata Ceng Ceng berderai-derai.Ke dua orang tua itu tahu. pasti ke mari. pemberian itu "Terima kasih." ucap Gouw Hui Eng." Thio Han Liong memberitahukan.. klta akan berjumpa dalam rimba persilatan kelak" "oh?" Thio Han Liong tertegun." sahut Tan Ek seng dan Lim soat Hong serentak"Kenapa engkau datang seorang diri? Di mana Giok Cu?" "jadi Giok Cu belum pulang?" Thio Han Liong balik bertanya. maka Thio Han Liong tidak berani menolak." "Hang Liong" Lim soat Hong menggeleng-gelengkan kepala. ternyata belum.. bagaimana perasaan putri merekaBab 28 Pertarungan Di Kuburan Tua Beberapa hari kemudian. barulah ke dua gadis itu kembali masuk ke rumah dengan wajah murung. "Han Liong." Thio Han Liong mengangguk"Han Liong" yap Khay Peng memandangnya seraya berkata.

"oh ya" Tan Ek seng teringat sesuatu. dan melesat kejuar yo sian sian bersama ke empat pengiringnya. lalu meninggalkan rumah itu dengan kepala tertunduk. Bibi" "Hati-hati dalam perjalanan" pesan Tan Ek seng. kemudian mendadak berteriak menggunakan Lweekang. Bibi. pasti ada suatu yang penting." "oh?" Thio Han Liong mengerutkan kening. Ternyata pemuda itu merasa tidak enak telah membohongi ke dua orang tua Tan Giok Cu. Dia berpesan.Engkau boleh berangkat sekarang. siapa wanita itu? Ternyata Kwee In Loan. "Kwee In Loan. "Baiklah. lebih baik engkau bermalam di sini saja." Thio Han Liong mengangguk"sampai jumpa Paman." ujar Lim soat Hong." ucap Thio Han Liong. mau apa engkau ke mari?" . Lama sekali ia berdiri di situ.. "Aku akan berangkat duluan ke gunung ciong Lam san. lalu berpamit kepada mereka. "Engkau masih punya bekal?" "Masih. "sebab lebih cepat lebih baik. "Han Liong." "Itu memang mungkin-" Tan Ek seng manggut-mang-gut. siapa tahu Giok Cu sudah berada di tempat tinggal gurunya."Jadi Giok Cu akan pulang ke mari?" "ya. jadi aku bisa tiba di gunung ciong Lam san selekasnya. "yo sian sian cepatlah engkau keluar" Berselang beberapa saat kemudian kuburan tua itu terbuka. -ooo00000ooo Di saat Thio Han Liong berangkat ke gunung ciong Lam san." "Han Liong. "Hmm" dengus yo sian sian. "setelah berjumpa Giok Cu. suruh dia menyusul ke sana" "Baiklah-" Tan Ek seng manggut-manggut dan bertanya.. "Kapan engkau akan berangkat?" "sekarang. "Lebih baik aku berangkat sekarang saja." Thio Han Liong mengangguk." "Terima kasih." "Han Liong" Tan Ek seng menatapnya. aku harus segera berangkat ke sana." sahut Thio Han Liong." pesan Lim soat Hong." Thio Han Liong terpaksa berbohong agar ke dua orang tua Giok Cu tidak mencemaskannya.Aku. Paman" "oh ya" tanya Lim soat Hong. kalian harus segera pulang ke mari" " ya. "Engkau tidak mau menunggu Giok Cu?" "Begini. kalau Giok Cu pulang. " Kalau begitu. "Tiga tahun lalu. di gunung itu justru terjadi sesuatu. "Terima kasih."jawab Thio Han Liong. seorang wanita berusia lima puluhan berdiri di depan kuburan tua tempat tinggal yo sian sian. guru Giok Cu ke mari. yang kini ia telah menguasai ilmu Hiat Mo Kang. ia langsung menuju ke gunung ciong Lak tujuannya membuat perhitungan dengan yo sian sian. setelah meninggalkan Kwan Gwa. kalau kalian pulang harus segera ke gunung ciong Lam san ke tempat tinggalnya. Thlo Han Liong mengangguk.

tentunya engkau tidak berani ke mari" "Betul" Kwee In Loan manggut-manggut. engkau pasti sudah berhasil menguasai Hiat Mo Kang Kalau tidak. cepatlah engkau enyah dari sini" "He he he" Kwee In Loan tertawa terkekeh-kekeh"Jangan omong besar. "Cepat kalian hadang dia Aku. ajalmu sudah berada di depan mata" yo sian sian tertawa dingin" Kalau begitu. maka puluhan jurus kemudian. terdengarlah suara benturan keras yang memekakkan telinga. bersiap-siaplah engkau untuk mampus" "Kwee In Loan" yo sian sian tertawa dingin"Engkau kira gampang membunuhku dengan Hiat Mo Kang? Tahukah engkau. akUpun terus berlatih untuk menghadapimu" "Engkau tahu aku pergi menemui Hiat Mo?" tanya Kwee In Loan heran. Wajahnya berubah merah. Maka. maka aku pun terus melatih ilmu silatku untuk menghadapimu" sahut yo sian sian dan menambahkan. aku masih bersedia mengampunimu Ayoh. tapi menangkis serangan itu dengan Kiu Im sin Kang. Yo sian sian tidak berkelit. Di saat itulah mendadak Kwee In Loan tertawa terkekeh-kekeh. mereka berdua masih bertarung seimbang. Hati yo sian sian tersentak menyaksikannya. . sedangkan Kwee In Loan hanya termundur-mundur beberapa langkah saja.. harus segera ke dalam. dalam kurun waktu tiga tahun ini. lalu berdiri di hadapan Kwee In Loan. "Mengingat engkau adalah mantan kakak seperguruanku. la pun segera mengerahkan Kiu Im sin Kang hingga ke puncaknya. "Kalian berempat ingin cari mati?" "Engkau yang harus mampus" bentak ke empat pengiring itu sambil menyerangnya dengan serentak." ujar Yo sian sian lemah"Ya-" Ke empat pengiringnya mengangguk. "Kini aku memang sudah menguasai ilmu Hiat Mo Kang Nah.. hari ini aku pun terpaksa harus membunuh mu" "Engkau yang akan mampus" bentak Kwee In Loan dan langsung menyerangnya dengan ilmu Kui Im Pek Kut Jiauw dan cui sim Ciang Yo Sian Sian juga mengeluarkan ilmu tersebut untuk melawannya. "Hm" dengus Kwee In Loan dingin. aku sudah terluka parah. maka engkau berani ke mari mencariku?" "Tidak salah" "Aku tahu. maka terjadilah pertarungan yang amat seru dan sengit.. begitu pula rambut dan sepasang tangannya. Yo sian sian terpental beberapa depa."He he he" Kwee In Loan tertawa terkekeh-kekeh. "Nona. "Aku ke mari ingin membuat perhitungan denganmu" "oh?" yo sian sian menatapnya dingin"Apakah kepandaianmu sudah bertambah tinggi." teriak ke empat pengiring sambil mendekati Yo sian sian. "Aku memang tahu.. Ke pandai an mereka memang seimbang. "Hiyaaa" pekik Kwee In Loan sambil menyerang.Ternyata ia mulai mengerahkan Hiat Mo Kang.

karena ia melihat ke empat pengiringnya yang amat setia itu sudah tergeletak tak bernyawa lagi. ke empat pengiring itu menyerangnya dengan gencar sekali. la sudah makan obat. Walau ia melihat Kwee In Loan sudah melesat pergi. barulah ia melesat pergi mengambil arah yang berlawanan dengan Kwee In Loan. "Kalian berempat memang ingin cari mati. "Mau kabur ke dalam?" bentak Kwee In Loan. Menyaksikan . Ketika ia ingin meloncat ke dalam. "sialan" cacinya.Kemudian ia berteriak menggunakan Lwcckang. namun tidak menyahut.kuburan tua ini akan kuhancurkan" Kwee In Loan tertawa terkekeh-kekeh. Berselang beberapa saat kemudian.Cukup lama ia berdiri di sana sambil memandang kuburan tua itu dan ke empat mayat pengiringnya-setelah itu. Ketika Kwee In Loan menoleh kuburan tua itu sudah tertutup kembali. baiklah"" Di saat ke empat pengiring itu menyerang Kwee In Loan. sesudah itu segera la h ia melesat pergiTak seberapa lama kemudian.Dipasangkannya di depan kuburan tua itu semua obat peledak yang dibawanya. yo sian sian tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Dilihatnya Kwee In Loan masih berdiri di situ." "Yo sian Sian engkau tidak akan bisa lolos dari tanganku engkau boleh bersembunyi di dalam kuburan tua ini. sebab khawatir Kwee In Loan akan kembali lagi. lalu disundutnya sumbunya. Mereka semuanya binasa terkena ilmu pukulan Hiat Mo Ciang. tapi masih tidak berani meninggalkan Kuburan tua itu.setelah itu barulah melesat pergi. Mendadak yo sian sian menangis sedih. lalu mengintip ke luar. sekarang ia sedang duduk bersila mengatur pernafasannya"Engkau jangan diam saja" Terdengar suara Kwee In Loan. la segera mengerahkan Hiat Mo Kang menyerang mereka. Tiba-tiba berkelebat sosok bayangan. "Aku pasti akan menghancurkan kuburan tua ini dengan obat peledak" yo sian sian tetap tidak menyahut."He he he" Kwee In Loan tertawa terkekeh-kekeh. Dua hari kemudian. barulah Kwee In Loan melesat pergi.Kali ini yo sian sian tidak ragu lagi. "Hmm" dengusnya dingini "Dia pasti sudah terluka parah. Kemudian ia bangkit berdiri mendekati sebuah lubang rahasia. Kwee In Loan muncul lagi dikuburan tua itu dengan membawa obat peledak.Ternyata ia tidak tahu rahasia kuburan tua itu. tapi aku bisa menghancurkannya dengan alat peledak" yo sian sian mendengar teriakan itu. lalu menutup kembali kuburan tua itu. maka tidak bisa keluar Aku akan pergi ambi) obat peledak. ke empat pengiring itu terkapar tak bernafas lagi. yo sian sian melesat ke luar. yang ternyata Kwee In Loan. Dugaannya memang tidak melesat. yo sian sian tetap mengintip ke luar. la langsung meloncat ke dalam kuburan tua tersebut. terdengarlah suara ledakan dahsyat dan kuburan tua itu hancur berantakan. dan seketika terbukalah kuburan tua itu. Beberapa saat kemudian.la cepatcepat menekan sebuah tombol rahasia. sehingga membuatnya gusar bukan main.

" "Ke Lam Hai? Mau apa engkau ke sana?" "Menemui Lam Hai Lo Ni (Biarawati Tua Laut selatan). Tong Koay dan Pak Hong masih dapat mengatasinya. aku yakin Cianpwee. sungguh lihay dan hebat ilmu pukulannya itu" "oh?" Bukan main terkejutnya Lam Khie." " Cianpwee harus berunding dengan Tong Koay dan pak Hong. dia menantang aku bertarung. "Cianpwee. "Dia melukaiku dengan ilmu Hiat Mo Ciang. "He he he He he he he». Aku ke sana ." yo sian sian menggeleng-gelengkan kepala. Kwee In Loan tertawa terkekeh-kekeh. dan buru-buru ia membuka matanya." "Lam Hai Lo Ni?" Lam Khie tersentak"Engkau kenal Lam Hai lo Ni?" "Kenal. tidak meleset sama sekali. Begitu melihat yo sian sian. sekonyong-konyong berkelebat sosok bayangan ke hadapannya. apa rencanamu sekarang?" "Aku mau pergi ke Lam Hai (Laut selatan). "Dia dia sudah berhasil menguasai ilmu Hiat Mo Kang?" " Kalau tidak. Aku yakin Kwee In Loan pasti muncul di sana membuat kekacauan. Tapi kini dia didukung oleh Hiat Mo-." "oh?" Air muka Lam Khie tampak berubah"Maksudmu Kwee In Loan sudah muncul dalam rimba persilatan?" "Ya"" Yo sian sian mengangguk. "Apa yang Cianpwee katakan tiga tahun lalu. karena orang itu ternyata Lam Khie. tapi.kejadian itu." Lam Khie mengangguk"Aku akan coba mencari Tong Koay dan Pak Hong. " Celaka" Lam Khie menggeleng-gelengkan kepala"Dia pasti menimbulkan bencana lagi dalam rimba persilatan. orang itu tampak terperanjat. Mungkin masih ada jalan lain untuk mengatasi itu.." "Benar." ujar yo sian sian... Ketika melihat orang itu. "Nona yo" panggilnya. yo sian sian tersentak. Aku menghadapinya. "Dia ke gunung ciong Lam san. oh ya. la beristirahat di bawah sebuah pohon. bagaimana mungkin dia mampu melukaiku?" sahut yo sian sian sambil menghela nafas panjang.. sebab si Mo berpihak padanya. "Tidak lama lagi kami berempat akan bertanding di puncak gunung Heng san. Kini luka dalamnya sudah agak membaik." -ooo00000oooosudah beberapa hari yo sian sian melakukan perjalanan ke arah selatan." "Dia mendapat dukungan dari Hiat Mo. " Kalau cuma dia sendiri. tentunya akan berbuat sewenang-wenang terhadap kaum rimba persilatan." "Nona yo" Lam Khie duduk di hadapannya"Bagaimana engkau berada di sini? Apa yang telah terjadi?" "Aaaah " yo sian sian menghela nafas panjang.. Ketika ia baru mau memejamkan matanya.." yo sian sian mengangguk "Lam Hai Lo Ni adalah nenek dari ibuku." "Aaaai " Lam Khie menghela nafas panjang." "Dia ke tempat tinggalmu itu?" "ya. ia menarik nafas lega.

" ujar yo sian sian memberitahukan. "Biarawati tua itu adalah nenek dari ibuku. Maka sungguh kebetulan kalian muncul di sini" ujar Lam Khie"Mari kita berunding bersama" Tong Koay danpak Hong mengangguk." yo sian sian menganggguk"Aaah " Tong Koay menghela nafas panjang. Nah. "Ha ha ha." sahut Lam Khie menjelaskan. mendadak suara tawa yang amat keras. namun sudah lama nenekku tidak mencampuri urusan rimba persilatan. "Kwee In Loan berhasil mengalahkan Nona yo?" "Kepandaiannya sudah begitu tinggi?" "ya. bahwa Kwee In Loan sudah muncul dalam-rimba persilatan. kita bertiga pasti celaka. Kini wanita itu telah muncul." yo sian sian mengangguk"Kepandaian nenekku itu amat tinggi sekali. "eh? Kenapa Nona yo berada di sini?" "Kwe In Loan berhasil mengalahkannya..dengan maksud memperdalam ilmu silatku. Lam Khie>" " Aku pun baru mau pergi mencari kalian. lalu bagaimana menurut kalian?" "Kami-." "Haaah?" Tong Koay dan Pak Hong tampak terperanjat. maka dia kabur dari kuburan tua itu. "Apa?" Tong Koay tersentak. bukankah kita akan celaka?" "Masa kita bertiga tidak akan mampu melawan wanita itu?" Pak Hong kelihatan tidak percaya. Kebetulan aku berjumpa Pak Hong." Tong Koay dan pak Hong terbelalak ketika melihat yo sian sian..." "oooh" Tong Koay dan Pak Hong manggut-manggut. aku harus berangkat sekarang. maka jelas dia akan mencari si Mo." "Celaka di tangan siapa?" tanya Pak Hong. "Aku mau ke Lam Hai untuk memperdalam ilmu silatku. Kwee In Loan pasti akan muncul. lalu kita harus bagaimana?" "Begini saja. sedangkan Pak Hong justru memandang yo sian sian." ujar Lam Khie mengusulkan. "Syukurlah kalau begitu." sahut Lam Khie memberitahukan. maka kami berusaha mencarimu. " Aku justru memperoleh informasi. Kalau tidak." "Baiklah-" Di saat yo sian sian baru mau melesat pergi." sahut yo sian sian dan menambahkan. "Lam Hai Lo Ni adalah nenekmu?" "ya." Tong Koay malah memandang Pak Hong. mudah-mudahan engkau berhasil memperdalam ilmu silatmu" "Cianpwee.." "oooh" Lam Khie manggut-manggut. . lalu muncul dua orang yang ternyata Tong Koay dan Pak Hong. "Tapi itu masih membutuhkan waktu. "Di saat kita sedang bertanding. "Pertandingan kita di puncak gunung Heng san dibatalkan saja. " Ke Lam Hai memperdalam ilmu silatmu?" Tong Koay tercengang.Mereka berdua lalu duduk dan Lam Khie memandang mereka seraya bertanya"Kini Kwee In Loan telah muncul dengan kepandaiannya yang begitu tinggi. "si Mo pernah bekerja sama dengan Kwee In Loan. "Ada siapa di Lam Hai?" "Lam Hai Lo Ni.

sebab dia termasuk tingkatan tua. Bagaimana?" sahut yo sian sian cepat. Hiat Mo tidak akan bersama Kwee In Loan. sebab kita harus menunggu Nona yo" "Ngmm" Pak Hong memandang yo sian sian seraya bertanya. lima tahun kemudian kita semua bertemu di gunung ciong Lam san. kita berjumpa lagi." "Kita akan berjumpa di mana?" tanya Tong Koay. Kwee In Loan lalu pergi mencari si Mo. Tong Koay dan Pak Hong mengangguk"Kalau begitu. Lima tahun kemudian. tempat tinggal. Nona yo-" "Ngmm" yo sian sian manggut-manggut. "Memang harus begitu. "Berjumpa di-»-" Lam Khie memandang yo sian sian. -ooo00000oooBab 29 suatu siasat setelah menghancurkan kuburan tua tempat tinggal yo sian sian. Tentunya dia tidak akan berani mendesak. rasanya kita tidak bisa bertahan lama. kita semua pasti celaka."Tapi jangan lupa. Kalau Hiat Mo bersama Kwee In Loan. setelah itu. kan?" "Mudah-mudahan" sahut yo sian sian. "Tak terpikirkan tentang itu." Lam khie. ya. "Di tempat tinggalku saja. kepandaianmu pasti sudah meningkat. bahwa pertandingan itu dibatalkan. sekarang aku harus berangkat ke Lam Hai." " Kalau begitu. Lam Khie manggut-manggut. Bagaimana menurut kalian?" "Ngmm" Pak Hong manggut-manggut." "oooh" Lam Khie dan lainnya menarik nafas lega.. Kalau kita bertiga melawan mereka berdua. kemudian Tong Koay mengemukakan pendapatnya. "Lima tahun kemudian. mereka bertiga pun melesat pergi menuju ke arah gunung Heng san.." yo sian sian melesat pergi. "oooh" Pak Hong manggut-manggut. "Jadi kita mengulur waktu?" "ya" Lam Khie mengangguk"Tiada jalan lain lagi." pak Hong menggeleng-gelengkan kepala. karena kita akan menyatakan lima tahun kemudian baru diadakan pertandingan itu. "Kalian tidak usah mencemaskan itu." ujar Lam Khie. sebab si Mo adalah ketua . "oh ya" "Tong Koay teringat sesuatu dan seketika juga air mukanya tampak berubah"Kini Kwee In Loan telah muncul dalam rimba persilatan. namun kita memberitahukan kepada si Mo. Mungkinkah Hiat Mo juga sudah ada di Tionggoan?" "Iya. "Ini adalah keputusan kita bersama. "Usai membatalkan pertandingan di puncak gunung Heng San. Lam Khie dan Pak Hong saling memandang." sahut Lam Khie"Si Mo pasti membantunya. Kita berjumpa kembali lima tahun kemudian di belakang gunung ciong Lam san.Tidak begitu sulit mencari iblis Dari Barat itu. Tong Koay. kita pun harus bersembunyi di suatu tempat untuk memperdalam ilmu silat kita. "Baik." sela yo sian sian." "cian pwee. "Kita bertiga harus bagaimana?" "Tetap ke puncak gunung Heng san.

. "Tidak berjumpa tiga tahun. maka bercanda sebentar. bahkan kuburan tua itu pun telah kuhancurkan." "oh?" si Mo tertegun.golongan hitam.Dua hari kemudian. bagus Ha ha ha. "selama ratusan tahun. engkau muncul mendadak untuk menghabiskan yang dua itu." Kwee In Loan memberitahukan sambil tersenyum dingin"Aku berhasil melukainya. Bagaimana kabarmu selama ini? Kepandaianmu sudah bertambah tinggi?" " Kalau tidak. Ha ha ha Mereka bertiga pasti tidak akan menduga itu. maka kini" "golongan hitam yang harus menguasai rimba persilatan. Kwee In Loan dan si Mo bertemu di lembah Pek yun Kek.. Kemungkinan besar yo sian sian terkubur di dalamnya. " Engkau membutuhkan bantuanku?" "Mereka bertiga selalu menentangku oleh karena itu." sambung si Mo cepat dan menambahkan. kapan engkau akan pergi mencari yo sian sian untuk membuat perhitungan dengannya?" "sudah tak perlu. "empat lima hari lagi. "Aku saking girang bertemu denganmu. "Kenapa mulutmu begitu usil? Mau kutabok ya?" "Jangan gusar" si Mo tersenyum." Kwee In Loan tersenyum. betul. "oh ya... si Mo" Kwee In Loan menatapnya seraya bertanya." si Mo tertawa gelak lagi. "Di saat aku sedang bertanding dengan mereka. .." "Mereka harus dihabiskan" sambung Kwee In Loan cepat. tentunya aku tidak akan muncul dalam rimba persilatan. bekas markas Hek Liong Pang. kita pun akan menguasai golongan sesat. "Ha ha ha" si Mo tertawa gelak-sambil menatap Kwee In Loan dengan penuh perhatian. "Bagus. engkau bertambah muda dan cantik saja" "si Mo" Kwee In Loan melotot.»" "Bagus. Ha ha ha" si Mo tertawa gembira"Kini sudah saatnya Hek Liong pang bangkit kembali ha Ha ha ha-" "oh ya." "Bagaimana ke empat pengiring yo sian sian?" "sudah mati duluan di tanganku. dan sudah barang tentu kekuatan kita bertambah-" "Betul.." sahut si Mo sambil berpikir." si mo tertawa gembira. "Setelah menghabiskan mereka. Lam Khie dan Pak Hong?" "Kalau tidak salah . "Kenapa sudah tidak perlu? " "Memangnya kenapa?" " Aku justru dari kuburan tua itu. " Kalau begitu engkau pasti sudah berhasil menguasai ilmu Hiat Mo Kang. riwiba persilatan selalu dikuasai golongan putih. " Kapan engkau akan bertanding dengan Tong Koay. "Lho?" si Mo terbelalak. He he he." "ya." "Ngmmi" Kwee In Loan manggut-manggut. bagus." sahut Kwee In Loan." "Ngmm" Kwee In Loan manggut-manggut.

sudah pasti golongan hitam akan berkuasa dalam rimba persilatan." Kwee In Loan menggelengkan kepala.. " Kalau begitu engkau menjadi wakil ketua bagaimana?" "Aku setuju. Ha ha ha." si Mo mengangguk"Kwee In Loan. "Kalau dia bersedia menjadi pelindung golongan hitam. haruslah mengalah terhadapnya" pesan Kwee In Loan.. Tiga tahun lalu gadis itu pernah muncul di sini." "Syarat apa itu?" "Aku harus mematuhi semua perintahnya." "Itu tidak jadi masalah. "Karena dia tidak mau terikat oleh suatu perkumpulan apa pun. "Tentu. "Aku segera mencarimu untuk segera berunding tentang ini." "Ha ha ha" si Mo tertawa terbahak-bahak"oh ya" Kwee In Loan memberitahukan. maka kita berdua harus menguasai rimba persilatan. ternyata Hiat Mo sedang menciptakan seorang gadis pembunuh-" "Apa?" si Mo terbelalak"Menciptakan seorang gadis pembunuh-?" "ya-" Kwee In Loan mengangguk "Gadis itu adalah Tan Giok Cu. murid kesayangan yo sian sian. "Kelak gadis itu pasti akan membunuh kaum rimba persilatan golongan putih. kini engkau sudah muncul kembali dalam rimba persilatan." "Kalau begitu. "Hiat Mo tidak berbuat demikian terhadap dirimu?" "Tidak-" Kwee In Loan memberitahukan. Dia berpakaian merah."Kwee In Loan. serahkan saja jabatan itu kepadanya" "Belum tentu dia berniat itu." Kwee In Loan tersenyum." si Mo manggut-manggut. ucap Kwee In Loan." ucap si Mo dan bertanya. "Jadi gadis itu adalah cucunya?" "Betul." Terima kasih atas penghargaanmu. Kalau engkau bertemu gadis itu. bukan?" "Aku masih ingat.seandainya dia berniat menjadi ketua golongan hitam.." bisik si Mo "Bagaimana kalau kita mengangkatnya sebagai pelindung?" "Bagus Idemu ini sungguh tepat. dia bernama Ciu Lan Hio." si Mo mengangguk- .. "oh ya. Ha ha ha». "Mungkin dua tiga bulan lagi dia baru ke mari." "Terima kasih." Kwee In Loan memberitahukan. bagus" si Mo tertawa gembira. " Hiat Mo punya seorang cucu perempuan yang cantik jelita. jabatanku sebagai ketua golongan hitam akan kuserahkan kepadamu. tentunya engkau masih ingat.. He he he»»" "Bagus." Kwee In Loan tersenyum. Hiat Mojuga sudah berada di Tionggoan?" "Belum." "Betul" Kwee In Loan mengangguk"sebab Hiat Mo telah mempengaruhinya dengan semacam ilmu sihir-" "oh ya?" si mo menatapnya. "Tapi hanya satu syarat saja." "Karena itu.

"Baik." "Kita habiskan mereka bertiga Ha ha ha. Beberapa hari kemudian." sahut sj Mo sambil tertawa." "Percuma. "Hari ini aku tiada gairah untuk bertanding. lima tahun kemudian barulah kita bertanding di sini. mari kita berangkat ke gunung Heng san sekarang Kita menggunakan ginkang agar tidak terlambat sampai di sana" ujar Kwee In Loan. Lam Khie dan Pak Hong sudah menunggu di sana."Silakan duduk" "Terima kasih. aku justru bertemu seseorang." "sampai di sana."si Mo. karena itu aku punya usut. "Aku yakin kita akan bertanding seri lagi hari ini" sahut Lam Khie sambil tersenyum. "Bagaimana cara kita bertanding?" "si Mo" Lam Khie tersenyum." ucap si Mo sambil duduk. mereka berdua lalu. "oleh karena itu alangkah baiknya kita tunda dulu pertandingan kita.." sahut Lam Khie "Apa?" si Mo terbelalak. "Biasanya engkau paling bersemangat dalam hal pertandingan ilmu silat kenapa hari ini malah tiada gairah? Apakah hatimu terganjel sesuatu?" "Ya. "Ketika aku dalam perjalanan pulang ke mari. lama sekali barulah si Mo membuka mulut. Bagaimana menurut kalian bertiga?" Tong Koay. sedangkan Kwee In Loan segera bersembunyi di suatu tempat. si Mo melihat Tong Koay. "Engkau bertemu yo sian sian?" "ya. kemudian memandang mereka seraya bertanya. "selama ini kita selalu bertanding seri. si Mo terus melesat ke tempat itu. ." Lam Khie menggelengkan kepala. "Menurutku lebih baik kita bertanding sekarang saja. barulah aku muncul." "Bertemu seseorang?" Pak Hong tercengang. melesat pergi menggunakan ginkang. aku akan langsung bersembunyi di suatu tempat Kwee In Loan memberitahukan." sahut Lam Khie." Lam Khie mengangguk"Apa yang terganjal dalam hatimu? Bolehkan kami tahu?" tanya Tong Koay. "Kenapa engkau terlambat datang?" "Ada sedikit halangan. "setelah kalian mulai bertanding." si Mo tertawa gelak.. "siapa orang itu?" "Dia adalah Yo sian sian. Pak Hong dan si mo saling memandang. "Maka aku terlambat datang." Lam Khie mengangguk dan menambahkan. Maaf. " Bahkan kami pun bercakap-cakap-" "Bercakap-cakap tentang apa?" si Mo kelihatan ingin mengetahuinya. "si Mo" tegur Tong Koay sambil mema"ndangnya. . Begitu sampai di tempat tersebut. maaf" "Tidak apa-apa." "Lho? Kenapa?" tanya TongKoay. Entah kalian setuju atau tidak?" "Usul apa?" tanya Pak Hong. "AaaW""" Lam Khie menghela nafas panjang. mereka sudah sampai di puncak gunung Heng san.

" Lam Khie memberitahukan. setelah Kwee In Loan pergi.Rencananya untuk menghabiskan mereka bertiga pun menjadi sirna begitu saja. dia pun segera meninggalkan kuburan tua itu. "Lam Hai Lo Ni itu adalah nenek dari ibunya. "Lam Hai Lo Ni?" si Mo tersentak. "yo sian sian minta tolong kepadaku untuk disampaikan kepada Kwee In Loan. "Sekarang yo sian sian berada di mana?" "Dia sudah berangkat.." Lam Khie menggeleng-gelengkan kepala. engkau memang sialan Tunggu.." "oh?" si Mo pura-pura bertanya"Betulkah itu?" "BetuL" Lam Khie melanjutkan." jawab Lam Khie." Mendadak Pak Hong melesat pergi. "Kwee In Loan berhasil melukainya. Dia punya hubungan apa dengan Lam Hai Lo Ni itu?" "Dia juga bilang." sahut Lam Khie"Lima tahun kemudian kita bertemu di sini untuk bertanding-" Lam Khie langsung melesat pergi...." "oh ya?" si Mo terbelalak dan bertanya. "Mau apa dia ke Lam Hai?"... Di saat bersamaan. pak Hong. muncullah Kwee In Loan. yang kemudian memandang si Mo dengan tidak mengerti"Si Mo Kenapa mereka pergi?" "Mereka tidak jadi bertanding hari ini. Namun ia bergirang dalam hati.seketika juga Pak Hong berseruseru"Tong Koay." Kalau begitu -" Lam Khie bangkit berdiri "Aku harus pergi sekarang untuk mencari Kwee In Loan. aku harus pergi mencari Kwee In Loan untuk menyampaikan pesan dari yo sian sian.." "Berangkat ke mana?" "Ke Lam Hai-" "Ke Lam Hai?" si Ma mengerutkan kening seraya bertanya. bagaimana pertandingan kita?" tanya si Mo"Ditunda saja. Pertandingan ditunda hingga lima tahun lagi-" .. karena memperoleh informasi itu. si Mo Marl kita pergi mencari Kwee In Loan" Tong Koay melesat pergi." "Lam Khie. sedangkan Tong Koay bersungut-sungut dan mencaci"sialan tuh Lam Khie seharusnya kita bertanding hari ini."Dia memberitahukan kepadaku. " "Di memberitahukan kepadaku ingin menemui Lam Hai Lo Ni. bahwa Kwee In Loan sudah muncul dalam rimba persilatan. itu sungguh di luar dugaan Lalu kenapa engkau liada gairah untuk bertanding?" "sebab. "oleh karena itu.." "oh?" Wajah Si Mo tampak berubah"itu. namun aku tidak tahu Kwee In Loan berada di mana" "oooh" si Mo manggut-manggut." ujar Lam Khie"Kalian bertiga bersedia membantuku mencari Kwee In Loan untuk menyampaikan pesan ku?" "Baiklah-" Tong Koay mengangguk. Kini cuma tertinggal si Mo. malah harus menunggu lima tahun kemudian Betul-betul sialan Bahkan kita pun harus membantunya mencari Kwee In Loan Kita mana tahu wanita itu berada di mana?.

" si Mo manggut-manggut ." si Mo manggut-manggut.Mereka bertiga pergi mencarimu pula." "Itu bukan berarti dia tidak akan memberi petunjuk kepada yo sian sian mengenai ilmu silat. "Kok aku sama sekali tidak tahu kalau Lam Hai Lo Ni adalah nenek dari ibunya? Mereka tidak menceritakannya." "Pantas engkau tidak tahu" si Mo menghela nafas panjang lalu bertanya. "Bagaimana kepandaian Lam Hai Lo Ni?" "Setingkat dengan Hiat Mo. ternyata yo sian sian belum mati.. "Tak kusangka dia masih hidup." "Heran" gumam Kwee In Loan. bahwa Lam hai Lo Ni adalah neneknya. Kalau tidak. bagaimana kalau bekas markas Hek Liong Pang kita jadikan markas golongan hitam?" "setuju. itu bagaimana mungkin?" Kwee In Loan tidak percaya. "Itu." si Mo mengangguk dan menambahkan." "Betul. "Tapi sudah lama ia tidak mencampuri urusan rimba persilatan." si Mo mengangguk." sahut Kwee In Loan. "oh ya" Kwee In Loan teringat sesuatu.Lalu dia titip pesan apa kepada Lam Khie?" "titipannya yaitu dia berangkat ke Lam Hai-" "Mau apa dia ke Lam Hai?" "Menemui Lam Hai Lo Ni." "Hmm" dengus Kwee In Loan. "namun ketika engkau pergi mengambil obat peledak." sahut si Mo sambil memandangnya. Lam Khie dan Pak Hong." "Beberapa tahun kemudian." "Neneknya?" Kwee In Loan tertegun. "Kuburan tua itu telah hancur berantakan." "Ngmm" Kwee In Loan manggut-manggut." "ya. "Si Mo. aku harus terus berlatih Hiat Mo Kang.. "Aku pun harus terus berlatih agar kelak dapat membunuh Tong Koay. "saat itu dia pasti mati di tanganku. "Engkau memang harus." "oh?" Kwee In Loan mengerutkan kening. "Nenek dari ayah atau ibunya?" "Nenek dari ibunya.terus berlatih. yo sian sian pasti akan mencarimu. tidak mungkin yo Sian sian bisa meloloskan diri" "Memang. Dan dia malah minta bantuanku untuk mencarimu." si Mo memberitahukan."Lho?" Kwee In Loan terperangah"Kenapa begitu?" "Karena Lam Khie mendapat titipan pesan dari seseorang. karena dalam beberapa tahun ini. di saat itulah dia meninggalkan kuburan tua ilu-" "Sialan" caci Kwee In Loan. ".. "Me-mangnya ada apa? Kenapa mereka mencariku?" "Tentunya engkau tidak tahu.. sulit bagimu membunuh mereka." "Apa?" Air muka Kwee In Loan tampak berubah"Dia kenal Lam Hai Lo Ni itu? Ada hubungan apa dia dengan biarawati tua itu?" "Katanya kepada Lam Khie..

dan bawa mereka ke Lembah Pek yun Kok" "Ya. ia terus teringat kepada Tan Giok Cu..?" Mulut Thio Han Liong ternganga lebar"Perbuatan siapa ini? Bagaimana nasib Bibi yo?" Thio Han Liong berdiri termangu-mang u di depan reruntuhan kuburan tua tersebut.. sepotong diberikan kepada Thio Han Liong.. Dalam perjalanan." sahut Thio Han Liong sambil tersenyum. "Adik manis. Akan tetapi. "Makanlah" "Terima kasih.Lam Khie segera mengeluarkan dua potong ayam bakar. Pada waktu bersamaan.Tapi kuburan tua itu telah hancur tidak karuan. aku rindu sekali kepadamu." si Mo mengangguk Kwee In Loan melesat pergi menuju Lembah Pek yun Koksedangkan si Mo pergi mengumpulkan puluhan kaum golongan hitam yang berkepandaian tinggi dan diajaknya ke Lembah Pek yun Koksementara itu. aku akan berangkat ke Lembah Pek yun Kok" ujar Kwee In Loan. "Han Liong" Lam Khie memandangnya. "Haaah-. sehingga membuatnya terus menghela nafas panjang. Mereka berdua duduk." "Apa?" Lam Khie terkejut bukan main. "Locianpwee" panggilnya. "oh ya Di gunung ciong Lam san telah terjadi sesuatu. "Kenapa engkau berada di sini? &ngkau mau ke mana?" "Aku ingin ke gunung Bu Tong san. "siapa?" bentak Thio Han Liong sambil meloncat bangun. orang tua itu ternyata Lam Khie"Ha ha ha" Lam Khie tertawa gelak"Engkau bertambah besar dan tampan." "oh?" Lam Khie tertegun.."Kalau begitu. "Aaaah-. "engkau menyaksikannya?" ." Thio Han Liong mulai menyantap ayam bakar itu. tempat tinggal yo sian sian. "Ha ha ha" Terdengar suara tawa. engkau berada di mana sekarang? Aku. "Engkau pergilah mengumpulkan kaum golongan hitam yang berkepandaian tinggi." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. Thio Han Liong sudah sampai di puncak gunung Ciong Lam san. begitu tiba di sana. ya kan?" "Tetap berada di bawah kepandaian Locianpwee. "Maksudmu kuburan tua itu?" "ya. dan langsung menuju ke kuburan tua.la tak habis pikir siapa yang melakukan itu? Akhirnya dia mengambil keputusan untuk pergi ke gunung Bu Tong. Begitu melihat orang tua itu. ia pun terbelalak karena melihat kuburan tua itu telah hancur berantakan. engkau sudah tidak mengenali aku lagi?" seorang tua berpakaian sastrawan muncul di hadapannya. tampak sosok bayangan berkelebat ke arahnya. giranglah Thio Han Liong.. "Han Liong. setelah itu ia pun mengeluarkan seguci arak. Tentunya kepandaianmujuga bertambah tinggi." jawab Thio Han Liong memberitahukan." Usai bergumam. Thio Han Liong lalu duduk di bawah sebuah pohon." "Apa yang telah terjadi?" "Entahlah.

mengulur waktu sampai lima tahun kemudian Pada waktu itu.. kemudian menyusul Tong Loay dan Pak Hong." "Sungguh cerdik Locianpwee" "oh ya" Tidak lama lagi Hiat mo pasti muncul. sedangkan kami ke gunung Heng san. "Han Liong" Lam Khie memandangnya seraya ber-kata. sekarang aku akan menggunakan ilmu andalanku" Mendadak Lam Khie menyerangnya dengan gerakan aneh- ." Lam Khie mengangguk." ujar Lam Khie sambil menghentikan serangannya." Lam Khie menceritakan tentang itu.. " "Pasti Kwee In Loan. melainkan bersembunyi di atas pohon sekaligus mengintip ke arah Si Mo.Kini dia telah berhasil menguasai ilmu Hiat Mo Kang. "Engkau boleh balas menyerang." Thio Han Liong menggelengkan kepala.. Namun kami tidak pergi jauh. yo sian sian pun segera meninggalkan kuburan tua itu. Thio Han Liong cepat-cepat berkelit. wanita itu bersembunyi di suatu tempat." sahut Lam Khie sambil menggelenggelengkan kepala. Kalau dia tidak meninggalkan kuburan tua itu. Entah siapa yang menghancurkannya." "Betul. kepandaian Bibi yo pasti sudah tinggi sekali. "Bagaimana kalau aku menguji kepandaianmu sebentar?" "Baik. "Tiga tahun yang lalu. Wanita itu lalu ke Kwan Gwa (Luar Perbatasan) menemui Hiat Mo."Ya. kemungkinan besar kami sudah mati di puncak gunung Heng San. jangan cuma berkelit." "Kok Locianpwee tahu wanita itu bersembunyi di suatu tempat" tanya Thio Han Liong. Dia yakin Kwee In Loan pasti kembali ke sana dan dugaannya itu tidak meleset. maka muncul lagi dalam rimba persilatan. Karena Kwee In Loan bersama Si Mo. pasti mati terkubur di dalamnya. "Apakah kepandaianmu sudah tinggi sekali?" "Entahlah." "Kok Locianpwee tahu tentang itu?" "Aku. Locianpwee" "Bersiap-siaplah Aku akan mulai menyerangmu. "Maaf" ucap Thio Han Liong dan mulai balas menyerang. yo sian sian mengalahkan Kwee In Loan. maka engkau harus bersiap-siap bertanding dengannya." "Kalau begitu Bibi yo -" "Kwee In Loan berhasil melukainya. Thio Han Liong terus berkelit ke sana ke mari. dan tak lama muncullah Kwee In Loan. Kami yakin. "sungguh pintar Locianpwee.. Tong Koay. dan Pak Hong sudah berjumpa yo sian sian. "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut." ujar Lam Khie dan mendadak menyerangnya. Dia sudah berangkat ke Lam Hai.. bagus" Lam Khie tertawa gelak karena kagum akan kemajuan Thio Han Liong. " Ilmu silatmu sudah maju pesat." Lam Khie menatapnya. Tapi Lam Khie sudah menyerangnya lagi secara bertubi-tubi. tentunya mampu menghadapi Kwee In Loan. Tapi. wanita itu akan menghabiskan kami. Nah. "Pada waktu itu aku pergi duluan. Ketika wanita itu pergi. engkau harus berhati-hati. "Bagus." Thio Han Liong mengangguk"Aku memang dari sana. "Kalau kami tidak mengatur siasat itu.

Pokoknya siapa yang dapat ." sahut Thio Han Liong yang telah membulatkan tekad"Biar bagaimana pun aku harus -bertanding dengan Hiat Mo. maka engkau tidak perlu mengadu nyawa dengan Hiat Mo." Lam Khie menggeleng-gelengkan kepala. Guru silat Tan mendirikan sebuah panggung." "Locianpwee berkepandaian begitu tinggi. Guru silat Lim dan Guru silat Tan saling bermusuhan Namun putra Guru silat Lim dan putri Guru silat Tan justru saling mencinta." "Baiklah. mungkin aku akan mengadu nyawa dengannya. sebab belum mampu mengalahkanku.Apabila engkau kalah nanti.. "Han Liong.oleh karena itu engkau jangan berlaku nekad-" "Terima kasih atas nasehat Locianpwee. "Engkau masih bukan tandingan Hiat Mo. maka terpaksa menangkis dengan ilmu Kiu Im Pek Kut Jiauw. mendadak muncul beberapa tamu berpakaian indahMereka duduk di sebelah Thio Han Liong. "Engkau masih muda. lalu melesat pergiThio Han Liong termangu-mangu di tempat sambil menghela nafas panjang. Blaaam Terdengar suara benturan dahsyat. bagaimana mungkin mampu mengalahkan Hiat Mo?" "Locianpwee. kepandaian Hiat Mojauh di atas kepandaianku." ujar Lam Khie sungguh-sungguh"Engkau tidak mampu mengalahkanku. Rupanya mereka adalah langganan kedai teh itu. Thio Han Liong sudah tiba disebuah kota kecil. engkau masih punya banyak waktu untuk berlatih.." "Han Liong" Lam Khie terwenyum. sedangkan Lam Khie cuma termundur dua tiga langkah. lama sekali barulah ia meninggalkan tempat ituBeberapa hari kemudian. "Ha ha ha"salah seorang tamu tertawa gelak"sung-guh lucu dan menggelikan sekali..seorang pelayan langsung menghampirinya sambil tersenyum-senyum"Tuan Muda mau pesan apa?" "Teh wangi dan sedikit makanan ringan" sahut Thio Han Liong. bagaimana mungkin aku dapat mengalahkan Kong Locianpwee?" ujar Thio Han Liong sambil menggeleng-gelengkan kepala"Engkau harus tahu.la mampir di sebuah kedai teh. berarti masih banyak kesempatan. kemudian menyajikan apa yang dipesankan Thio Han Liong. "pelayan itu mengangguk. Thio Han Liong termundur-mundur tujuh delapan langkah. tapi amat ramai. sampai berjumpa lima tahun kemudian" "Locianpwee -" "Ha ha ha" Lam Khie tertawa gelak." "Panggung apa?" "Panggung adu silat.Thio Han Liong tidak dapat berkelit. seharusnya Guru silat Lim dan Guru silat Tan jadi besan. Ketika pemuda itu mulai menghirup tehnya. Karena itu. Pelayan segera menyajikan teh istimewa. tapi malah bertambah bermusuhan.Lam Khie bangkit berdiri "Aku harus pergi ke suatu tempat untuk berlatih.

" "Bagaimana seandaianya seorang penjahat berhasil mengalahkan Tan pit suan?" "Sudah barang tentu Tan pit suan harus menikah dengan penjahat itu" "oh ya Apakah lelaki yang sudah berumur boleh ikut?" "Tentu tidak boleh. Percayalah Panggung adu silat itu pasti mengundang banyak masalah. "Engkau." "Itu sungguh di luar dugaan. Guru silat Lim melarang putranya berpacaran dengan putri Guru silat Tan. Apa jadinya kalau Guru silat Tan punya menantu seorang penjahat? Bukankah kota kita ini akan berubah kacau balau dan tidak aman?" "yaaah Kita mau bilang apa?" Mendengar itu. "Guru silat Tan telah melakukan kesalahan besar. lebih baik engkau ikut bertanding saja. mereka berdua sangat cocok dan sepadan." "Aku tidak akan ikut bertanding. karena Nona Tan itu sudah punya kekasih" sahut Thio Han Liong. Dia pasti akan kehilangan jantung hatinya itu." "Betul. sebaliknya malah senang bermusuhan. karena tidak seharusnya dia mendirikan panggung itu. Tapi apabila muncul penjahat yang berkepandaian tinggi." "Kalau begitu. dialah yang berhak menikahi putrinya itu. Paman sekalian Aku mengganggu sebentar-" "Anak muda." "oh ya. "Engkau ingin ikut bertanding dengan Nona Tan itu?" "Tidak. "Aaaah " salah seorang tamu menghela nafas panjang. tapi.." "Bagaimana aturannya?" "Lelaki yang berusia di atas dua puluh sampai empat puluh tahun. yang boleh ikut. celakalah Lim Peng Hie. namun orang tua mereka justru tidak mau menjadi besan.sebab ada aturannya. seharusnya dia menyelenggarakan pesta pernikahan putrinya dengan putra Guru silat Lim itu.mengalahkan putrinya." . seharusnya sepasang sejoli itu dinikahkan saja. Thio Han Liong tertarik. sedangkan Lim Peng Hie adalah pemuda tampan." "Aku bukan orang kota ini. kecuali Lim Peng Hie. sehingga membuatku tertarik sekali.... "Tan pit suan merupakan gadis yang cantik jelita." Thio Han Liong menggelengkan kepala "Aku hanya ingin menyaksikan keramaian saja-" "Engkau tidak mengerti ilmu silat?" "Mengerti sedikit. "Maaf." "oh?" salah seorang tamu tertawa.. Lim Peng Hie ikut bertanding juga?" "Itu sudah pasti-" "Di dalam kota ini tidak terdapat pemuda yang berkepandaian tinggi...-" Para tamu itu terbelalak. bahkan Guru silat Tan agak keterlaluan Puterinya sudah mencintai putra Guru silat Lim." "Memang. Tapi yang belum punya isteri-" "oooh" "yang kukhawatirkan apabila para penjahat mendengar berita itu. Tadi aku mendengar tentang panggung adu ilmu silat itu. Mereka pasti muncul di kota ini untuk ikut bertanding dengan Tan pit suan. maka ia segera menyapa mereka sambil memberi hormat.

. Thio Han Liong mengikuti petunjuk tamu itu." "Betul. Paman Tua. Kalau kota kita ini kedatangan para penjahat." "oooh" Tamu itu manggut-manggut. "Engkau berasal dari mana?" "Tempat tinggalku jauh sekali. sehingga putra-putri mereka pun terbawa dalam permusuhan itu. "Tidak berpikir panjang dan jauh sama sekali dan gampang emosi. " Engkau ingin ikut bertanding esok?" "Tidak. "Anak muda" seorang tua berusia enam puluhan mendekatinya. engkau ke kiri."Betul." "sebetulnya kedua guru silat itu punya dendam apa?" tanya Thio Han Liong. pasti ikut bertanding esok-" "Kasihan sekali putra guru silat Lim. Itu adalah risikonya." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. yang kita khawatirkan akan muncul para penjahat Karena siapa yang dapat mempersunting putri guru silat Tan. tapi. Engkau akan melihat sebuah panggung. "Berada di sebuah pulau." Mendengar percakapan itu. maka segeralah ia duduk sambil memandang panggung itu. sebab guru silat Tan cukup kaya.." salah seorang tamu menatapnya dengan heran." "Ke dua guru sifat itu masih bersifat seperti anak kecil.. Dia pun harus ikut bertanding." "Anak muda.." "Terima kasih.. sehingga menimbulkan perkelahian. dari situ kira-kira puluhan depa. kemudian membelok ke kanan. namun pikirannya sudah begitu matang. hanya saja para murid mereka sering saling mengejek. Padahal dia dan putri guru silat Tan sudah saling mencinta." sahut Thio Han Liong sambil . tapi sudah banyak penonton berdiri di tempat itu "Ha ha ha" Terdengar suara tawa. dia harus bertanggung-jawab penuh. akhirnya ke dua guru silat itu pun bermusuhan. "Terus terang. sebab Thio Han Liong masih muda. Thio Han Liong menggelenggelengkan kepala. lalu pergi ke tempat itu. tidak jauh dari sini. "Keluar dari kedai teh ini. tentu akan hidup senang. dan tak lama sudah sampai di depan panggung tersebut. Walau besok baru dimulai pertandingan itu. " Entah siapa yang akan mempersunting putri guru silat Tan yang cantik jelita itu?" " Kalau aku mengerti ilmu silat." Thio Han Liong mengangguk"oh ya di mana panggung itu?" "Di depan rumah Guru silat Tan. panggung adu silat itu pasti akan mengundang banyak masalah-" "Betul. la segera membayar makanan dan minumannya.." "Tapi dia justru tidak punya pikiran. "Tamu itu memberitahukan. Paman" ucap Thio Han Liong. "Tidak punya dendam apa-apa. Kebetulan di situ ada tempat duduk kosong." "Betul." jawab Thio Han Liong dengan jujur.

." ujar Thio Han Liong sambil menarik nafas panjang"Tidak salah. "yaah" Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. "Aku Kebetulan sampai di kota ini. seharusnya dia mendengar nasehat Paman Tua. Paman Tua pasti seorang pendekar yang amat terkenal ya kan?" "Tidak juga. "sejak kecil memang keras kepala. "Aku bernama Kwee Beng Kian. "Kira-kira begitulah. "siapa yang dapat mengalahkan Tan pit suan.. "Itu bukan keramaian." sahut orang tua itu memberitahukan. "Guru silat Tan telah melakukan kesalahan. Ha ha ha " orang tua itu tertawa gelak"Anak muda. "Bagaimana seandainya salah seorang penjahat yang ." orang tua itu memberitahukan. Betul Ha ha ha. bolehkah aku tahu namamu?" "Namaku Thio Han Liong. Tapi kenapa dia berani tidak mendengarnya?" "suteku itu. "Jawab Thio Han Liong dengan jujur. "Aku adalah suhengnya. bahkan mengira orang tua tersebut telah pikun "Paman Tua adalah Suhengnya.. maka ke mari ingin menyaksikan pertandingan. yang rupanya sangat menarik sekali-" "Memang menarik." "Betul." Orang tua itu memberitahukan." orang tua itu menggeleng-gelengkan kepala. julukanku adalah sin Kiam Lojin (Orang Tua Pedang sakti).." "Paman Tua..Cuma kebetulan ke mari.." tanya Thio Han Liong mendadak.." "Kalau begitu. kami adalah saudara seperguruan. tapi dia sama sekali tidak mau dengar. Paman Tua pasti mahir bersilat pedang.menggelengkan kepala. karena tidak seharusnya dia mendirikan panggung ini. tapijuga akan menimbulkan kejadian lain." "oh?" Thio Han Liong menatapnya seraya bertanya"Paman Tua punya hubungan dengan Guru silat Tan?" "Dia adalah sutee ku." ujar Thio Han Liong sambil tersenyum. "Aku hanya ingin menyaksikan keramaian saja. Dia adalah erangtua yang egois. sebab mereka sudah saling mencinta." Orang tua itu tertawa gelak"Aku sudah menasehatinya." Thio Han Liong nyaris tertawa geli mendengar penjelasan yang panjang lebar itu. seharus-nya dia menikahkan putrinya dengan putra Guru silat Lim itu." "Anak muda" Orang tua itu tertawa." "Guru silat Tan sama sekali tidak memikirkan kebahagiaan putrinya." sin Kiam Lojin menggeleng-gelengkan kepala"Paman Tua juga tinggal di sini?" "Tidak. aku tinggal di-sebuah desa. Kini dia sudah berusia lima puluh lebih.sin Kiam Loj ini Kwee Beng Kian Tersenyum"Anak muda engkau dari perguruan mana?" "Aku tidak punya perguruan. dialah yang akan menjadi suaminya. tidak salah. namun tetap keras kepala.. melainkan pertandingan ilmu silat." "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut sambil tersenyum.

. "guru." "Ngmmm" sin Kiam Lojin manggut-manggut "Aku percaya." sahut Thio Han Liong sambil tersenyum.." Thio Han Liong menggelengkan kepala." "ooh" sin Kiam Lojin manggut-manggut. kebetulan aku tiba di kota ini. "Aku sudah bilang tadi.. jangan-jangan engkau adalah teman Lim Peng Hie?" "Bukan. "Engkau begitu memperhatikan masalah ini.. Di saat itulah sin Kiam Lojin berdehem beberapa kali dan itu membuat Bun cin Cu tersentak sehingga wajahnya memerah"Engkau masih muda." "Engkau." Bun cin cu cemberut.. "eh? siapa pemuda itu?" "Dia bernama Thio Han Liong. hanya ingin menyaksikan saja. Gadis itu segera berlari-lari menghampiri orang tua tersebut." Muncul seorang gadis cantik jelita berusia sekitar tujuh belas tahun.. "guru. Ketika melihat Thio Han Liong. tapi kenapa sudah linglung?" "Cin Cu. "Anak muda" sin Kiam Lojin menatapnya tajam... "Aku tidak ikut." sim Kiam Lojin tertawa gelak. "Guru sendiri yang linglung. "Tapi mungkin tidak akan muncul para penjahat. engkau ingin ikut pertandingan esok?" tanya Bun cin cu mendadak sambil memandangnya. Ketika melihat Thio Han liong. Ha ha ha.. "Dia muridku.." tanya sin Kiam Lojin sambil tertawa. cepat kemari guru akan memperkenalkan kalian berdua" sahut sim Kian Lojin.. "Ha ha ha. ada apa? Kok gurumu tampak gembira sekali?" tanya Tan Pit suan. "Aku sama sekali tidak kenal Lim Peng Hie. senyumannya membuat Bun cin Cu terpukau. gadis itu pun tercengang. "Han Liong" sin Kiam Lojin memberitahukan.. "Adik Cin cu.. sebab berita tentang panggung ini tidak tersebar luas." "Mudah-mudahan begitu" ucap Thio Han Liong.." "Kenapa aku?" "Engkau." "Guru.. namanya Bun Gin cu." "Nona Bun" Thio Han Liong segera memberi hormat kepada gadis itu. "Guru sedang berbicara dengan siapa?" "Dengan seorang pemuda tampan. Aku pun tidak kenal dia" sahut Bun cin cu setengah berbisik. " Kakak Pit suan" Panggil Bun cin cu.berhasil mengalahkan Nona Tan? Apakah Guru silat Tan harus menerimanya sebagai menantu?" "Apa boleh buat Itu sudah merupakan risiko bagi suteku itu. aku. engkau.. "Dia ke mari ingin menyaksikan pertandingan esok" "oh?" Tan Pit suan mengerutkan kening "Dia juga ingin ikut bertanding?" ..." Di saat itulah muncul seorang gadis dengan wajah murung...." sin Kiam Lojin menambahkan.. tahu guru tahu Ternyata engkau.. sehingga memandangnya dengan mata terbelalak.. perlahan-lahan menghampiri mereka... berdebar-debarlah hati gadis itu. "Namaku Thio Han Llong.

kemudian memarahi sin Kiam Lojin.macam? " "Guru.. Duuuk. " guru pernah menyuruhmu menguruti punggung guru." "selamat bertemu Nona Tan" ucap Thio Han Liong sambil memberi hormat." Di saat bersamaan. "Aduh" jerit Thio Han Liong kesakitan.." Tan pit sun menggeleng-gelengkan kepala. "gara-gara guru jadi punggungnya sudah tidak sakit lagi..." (Bersambung keBagian 15) Jilid 15 . "Eeeeh?" sim Kiam Lojin melotot.. "gadis ini adalah Tan Pit suan. sekarang engkau ingin menguruti punggung pemuda itu? Pokoknya tidak boleh" "Guru. "Terima kasih atas maksud baik Nona. maka aku ingin menguji kepandaianmu..." ucap Bun cin cu. Aku yaktn engkau berkepandaian tinggi.." Thio Han Liong menggeleng-geleng-kan kepala.. maaf. namun ia tetap diam karena tahu gadis itu sengaja menguji kepandaiannya. "Gara-gara kakak Pit suan berbasa-basi. tapi engkau tidak mau dengan mengemukakan berbagai macam alasan. putri kesayangan Guru silat Tan. "Aku ke mari hanya ingin menyaksikan. Punggung Thio Han Liong terpukul." "Kalau begitu." "Engkau.. tidak akan ikut bertanding. "Kenapa guru jahat sekali?" "Guru jahat sekali?" sin Kam Lojin menatapnya." Bun cin Cu cemberut. kemudian memandang Thio Han Liong seraya berkata. karena ilmu silatku amat rendah-" "saudara Thio" Tan Pit suan tersenyum "Jangan merendahkan diri." "kepandaianku tidak tinggi. aku langsung memukul punggungnya." "Nona Bun. "Mungkin punggungnya masih sakit lho" "oh?" Bun cin cu segera memandang Thio Han Liong seraya bertanya. kenapa engkau memukul punggungku?" "Maaf. biar kuurut" ujar Bun cin Cu tanpa berpikir lagi.."Katanya tidak. "Han. "Masih sakit. Han Liong.. Tadi kakak Pit suan bilang engkau berkepandaian tinggi.. Pe-muda itu tahu akan serangan tersebut. punggungmu masih sakit?" "Aduuuh" Thio Han Liong langsung menjerit Namun hanya untuk mempermainkan gadis itu." jawab Bun cin cu.. "guru yang jahat atau engkau yang macam. mendadak Bun cin cu mengayunkan kepalannya ke punggung Thio Han Liong. "Adik Cin cu" Tan pit Suan tersenyum." "Apa?" Bun on cu terbelalak.. "Nona Bun" ujar Thio Han Liong sambil tersenyum. sekarang punggungku tidak sakit lagi..." Bun cin cu membanting-banting kaki.." "Hanya berbasa-basi saja?" Bun cin cu melotot. "Tapi aku hanya. " Nona Bun.

dan seorang tua berusia lima puluhan menghampiri mereka.. "Paman guru" Panggil Bun cian Cu sambil melelerkan lidahnya." "Tidak Pokoknya tidak" sahut Guru silat Tan. mungkin gadis itu sudah ditamparnya." Guru silat Tan melotot. "Seandainya Guru Silat Tan seperti Paman Tua." Guru silat Tan mengangguk " Kalau begitu. "Kalau ibunya masih ada." ujar Thio Han Liong sambil menatapnya." Wajah Bun cin Cu langsung memerah. tentunya tidak akan ada masalah ini.. "pertanyaan yang amat bagus. . Namun ia amat kagum akan ketampanan Thio Han Liong." sahut Thio Han Liong. bukan?" "Paman Guru" Bun on cu tersenyum.."Pukul saja lagi punggungnya biar sakit" sahut Sin Kiam Lojin menggoda muridnya. "Paman Guru kok bentak-bentak dia sih?" tegur Bun cin cu." sahut Thio Han Liong. "Nona Bun masih punya ibu?" "Kenapa engkau menanyakan itu?" Guru silat Tan mengerutkan kening. siapa engkau?" "Guru Silat Tan" sahut Thio Han Liong memberi hormat "Namaku Thio Han Liong. "Guru mengada-ada saja" "Ha ha ha" sin Kiam Lojin tertawa gelak.guru berubah parau?" "Hm." "Mau apa engkau ke mari?" tanya Guru Silat Tan dengan kening berkerut-kerut. "Anak muda. "Ha ha ha" sin Kiam Lojin tertawa gelak. "Bukankah engkau bisa mengurut?" "Guru. muridku terlampau kumanjakan. Ternyata ia merasa tidak kuat menghadapi tatapan itu. dan itu membuat Guru Silat Tan tersentak. kekasihnya itu?" tanya Bun cin cu mendadak"Engkau -" Wajah Guru silat langsung berubah menjadi tak sedap dipandang." "Paman Tua adalah guru teladan. Kalau sin Kiam Lojin tidak berada di situ. tapi kenapa masih seperti anak kecil? sudahlah Batalkan saja pertandingan itu Aku bersedia ke rumah Guru silat urn untuk mendamaikan kalian.. "Aku yakin ibunya sudah tiada-" "Diam" bentak Guru silat Tan." "Arak kebahagiaan apa?" Terdengar suara parau." dengus Guru Silat Tan. aku boleh membelanya?" "Tentu boleh. "Anak muda. "Ayah" Panggil Tan Pit Suan.. Thio Han Liong tersenyum sambil balas menatapnya. "sutee" sin Kiam Lojin tertawa"Usiamu sudah setengah abad lebih. "Kenapa suara Paman. maka menjadi tidak tahu aturan dan kesopanan. " Guru silat Tan. " Kalau dia kekasihku. muridku" "Suheng.. "Memangnya dia punya salah apa?" "Eeeh?" Guru silat Tan terbelalak"Kenapa engkau membelanya? Dia bukan kekasihmu. aku yakin kini kita semua sedang minum arak kebahagiaan Nona Tan. kemudian menatap Thio Han Liong dengan tajam sekali. kenapa Kakak Fit Suan tidak boleh membela urn Peng Hie.

"Paman Tua" Mendadak Thio Han Liong memberi hormat.. "Kenapa engkau begitu tak tahu kesopanan?" "Paman Guru yang tak punya kasih sayang. "Kenapa engkau mau mengucapkan terima kasih kepada ." "Ha ha ha" sin Kiam Lojin tertawa"Bagaimana kalau engkau tidur di kamarku." "Baiklah-" Thio Han Liong mengangguk"Terima kasih.." tegas sin Kiam Lojin. "Dasar orangtua tak tahu diri Kalau paman guru adalah ayahku pasti sudah ku. "Huh" dengus Bun cin cu."jawab sin Kiam Lojin sambil menggeleng-gelengkan kepala" Guru" Bun cin cu tersenyum. tapi kenapa kita yang harus pergi?" "Paman guru mengusir Han Liong. ya?" sin Kiam Lojin tertawa.. Guru?" tanya Bun cin cu kaget"Engkau bakal menjadi murid durhaka." sahut Bun cin cu dengan suara rendah dan menambahkan.." "Celaka" seru sin Kiam Lojin mendadak"Apa yang celaka. Ayohlah Mari kita pergi" desak Bun cin cu.. berarti engkau pemuda kurang ajar." sin Kiam Lojin terbelalak. dan akhirnya ia meninggalkan mereka. "Aku mau mohon pamit." Thio Han Liong menghela-nafas"Guru" seru Bun cin cu mendadak"Mari kita pergi" "Lho? Kenapa?" tanya sin Kiam Lojin."Kalau engkau tidak menurut. "Engkau.. " Guru penuh pengertian dan kasih sayang. Guru" ucap Bun cin cu dengan wajah berseri-seri"Eeeeh?" sin Kiam Lojin tercengang. bagaimana kalau engkau bermalam di rumah kami saja?" "Maaf" ucap Thio Han Liong menolak "Aku tidak mau menyusahkan Nona.." "Paman Tua -" "Pokoknya engkau harus bermalam di kamarku.. Kalau bibi guru masih hidup. "Paman gurumu mengusir Han Liong.Lebih baik aku bermalam di penginapan.." Wajah Guru silat Tan merah padam saking gusarnya. "saudara Thio" Tan Pit suan tersenyum"Rumah kami amat besar dan banyak kamarnya. sampai jumpa esok pagi" "Eh? Anak muda... bagaimana mungkin aku akan menjadi murid durhaka?" "oh." "Apakan?" tanya sin Kiam Lojin cepat "Aku aku minggat dari rumah. Kakak Fit suan pasti tidak akan menjadi begini.. "Buat apa orangtua seperti itu... itu sama juga mengusir kita.. cepatlah engkau enyah dari tempat ini" "Guru silat Tan." sahut Thio Han Liong.Ti-dak boleh bermalam di penginapan. pokoknya tidak usah bayar-" "Paman Tua -" Thio Han Liong menggelengkan kepala"Anak muda."Engkau mau ke mana?" "Mau pergi mencari penginapan."Anak muda. "cin Cu" Guru silat Tan menatapnya tajam." sahut Bun cin cu dengan berani.

. "Engkau dan Lim Peng Hit sudah saling mencinta.. "Hanya saja ilmu silatnya masih rendah." Tan pit Suan menggeleng-gelengkan kepala. kenapa engkau tidak mau minggat bersamanya?" "Adik Cin Su. sudah Memangnya masih mau apa?" "Aku aku akan bersedih sekali" .." "Kenapa?" "Engkau sudah jatuh hati kepadanya?" "ya.. kita masih belum tahu-" Tan pit suan menatapnya. "Kakak Pit suan.. "Eh? Engkau. dia. dia tidak akan mau minggat bersamaku.guru?" "Karena." "Kakak Pit suan" wajah Bun cin cu tampak murung. "Mulutmu tajam sekali Baik. "Guru menghendaki aku mau apa?" sahut Cin cu.. kalau dia tidak jatuh hati kepadaku?" "Ya. mudah-mudahan" ucap Bun cin cu dan bertanya. "Bagaimana aku." Bab 30 Pertandingan di Atas Panggung Bun cin cu tidur di kamaHan pit Suan. sebab dia yakin suatu hari ayahnya pasti merestuinya.." "Hmm" dengus Bun cin cu dingin"Kalau begitu." Tan pit Suan menghela nafas panjang. dia tidak bersungguh-sungguh mencinta imu. "Dia tidak mau menjadi anak durhaka. bahkan dengan segenap hati pula. "Engkau harus tahu." "Dia bersungguh-sungguh mencintaiku. guru akan menyuruh Han Liong bermalam di penginapan saja" "Guru" Bun cin cu cemberut.." Sin Kiam Lojin melotot.." "Jadi engkau mau apa kalau dia bermalam di sini?" tanya Sin Kiam Lojin mendadak. Wajah Bun cin cu tampak cerah.. lagipula." "Tapi bagaimana kalau dia tidak mengetahuinya?" "Maksudmu?" "Dia sudah jatuh hati kepadamu atau tidak."jawab Tan Pit suan memberitahukan. tapi sebaliknya wajah Tan pit Suan justru murung sekali.. "Ha ha ha" sin Kiam Lojin tertawa gelak. bagaimana menurutmu mengenai Thio Han Liong?" "Dia adalah pemuda tampan dan kelihatan amat baik pula." "Kakak Pit Suan. Tapi" Tan pit suan menghela nafas panjang." "Kalau begitu." Bun cin cu tampak tersipu. "Karena guru berhasil membujuk Han Liong bermalam di sini... "Maka engkau tidak boleh terlampau agresif. "Kalau engkau berani kurang ajaHerhadap guru." bisik Bun cin Cu sungguh-sungguh. guru pasti menyuruh Han Liong menghajarmu Ha ha ha. "Aaah. Lim Peng He adalah anak yang berbakti terhadap orangtua.. tentunya aku tidak akan menderita begini. "Kalau sifat ayahku seperti gurumu... Ke dua gadis itu duduk di pinggiHempat tidur sambil mengobrol...

-. Rasanya aku tidak mau berpisah dengannya. tapi tidak boleh jatuh cinta. bahkan engkau pun belum tahu identitasnya. karena wajah Thio Han Liong terus muncul menggoda." "Kakak Pit suan. "Engkau akan mengerti nanti-" " Aku jadi bingung. cinta itu perlu pengorbanan" ujar Pit Suan "Tidak bisa egois."Adik Cin cu" Tan pit Suan tersenyum getir. Akan tetapi. bagaimana aku dengan Peng Hie? Aaaah. engkau harus ingat." ucap Bun cin cu." "terima kasih atas nasihat Kakak. " "Adik Cin cu. engkau boleW tertarik kepadanya. sebab esok pagi aku harus bertanding" "Kakak Pit suan. "Sudah larut malam. "Engkau akan mengetahuinya nanti. gadis itu sama sekali tidak bisa pulas. Baik yang tua maupun yang muda.. aku aku sudah jatuh cinta kepada Thio Han Liong." "sudahlah" Tan Pit suan menepuk bahunya. yang muda terus berbisik-bisik." "Kakak Pit suan" Bun cin cu menggelengkan kepala. sebab engkau belum tahu bagaimana hatinya. " "Pasti apa?" Tan pit suan tersenyum getir. sedangkan yang tua tertawa-tawa. "Kalau dia tidak dapat mengalahkannya. "Heran?" bisik salah seorang pemuda- . tidak sewajarnya engkau sudah jatuh cinta kepadanya. bagaimana kalau ada pemuda lain yang berhasil mengalahkanmu?" tanya Bun cin cu mendadak"Tentunya urn Peng Hie harus mengalahkannya pula.. "Adik Cin cu. -ooo00000ooo Bukan main ramainya suasana di depan rumah Guru silat Tan pagi itu. "Itu baru bisa membuat cinta menjadi indah dan suci murni. mari kita tidur" "Baik"" Bun cin cu mengangguk." "Kakak Pit suan" bisik Bun cin cu. engkau tidak boleh begitu cepat jatuh cinta kepadanya." "Cintamu terlampau cepat bersemi. cinta itu memang pahit ya?" Bun cin cu menggeleng-gelengkan kepala"Aku. "Terus terang. lalu merebahkan dirinya. namun harus bersungguh-sungguh dan harus dengan segenap hati pula-" Tan pit suan menjelaskan. aku." Tan pit Suan menghela nafas. aku jadi takut lho" "Sesungguhnya cinta itu amat indah. oleh karena itu. "Aku tidak mengerti maksudmu-" "Adik Cin Gu" Tan pit suan tersenyum getir lagi." "Oooh" Bun cin Cu manggut-manggut. itu akan membuatmu menderita. "Pada-hal engkau dan dia baru kenal hari ini. "Adik Cin cu" Tan pit suan tersenyum. "Mari kita tidur. semuanya sudah berkumpul di depan panggung. kami pasti. kemudian sepasang matanya memandang jauh sekali seraya menjawab." "Kakak Pit suan." sahut Tan Pit suan. "Baru satu hari engkau kenal dia. membuatnya sulit pulas.

la mengenali pemuda itu yang sering menggodanya. belasanjurus kemudian pemuda itu sudah tertendang ke bawah panggung.. lalu mulai menyerangnyaAkan tetapi." Pemuda itu mengangguk. "Putriku bernama Tan Pit suan." "Bukan mengadu keberuntungan. Dengan wajah murung sekali." sahut Tan Pit suan. siapa yang tidak mau mempersuntingnya? "sayang sekali usiaku sudah empat puluh lebih. Engkau pasti roboh di tangannya-" Terdengar percakapan itu. Kemudian ia berkata dengan suara merdu"siapa yang ingin bertanding denganku silakan naik" "Nona Tan" Terdengar suara seruan. kalau tidak. melainkan mengadu silat. masih harus mengalahkan penantang lain." Tidak salah." "Engkau ingin ikut bertanding dengan gadis itu?" "Ha ha Engkau mengerti ilmu silat?" "sedikit-" "Kalau begitu. Guru silat Tan sudah meloncat ke atas panggung itu. sudah saling mencinta tapi tidak bisa menikah-" "TUh Guru silat Tan sudah naik ke atas panggung.dia pasti sudah berada di sini. Kalau tidak. gadis itu memberi hormat ke empat penjuru. tapi engkau malah berpikiran yang bukan-bukan."Kenapa Lim Peng Hie masih belum kelihatan? Mungkinkah Guru silat Lim melarangnya ke mari?" "Mungkin. aku mendirikan panggung ini untuk mengadu ilmu silat siapa yang berhasil mengalahkan putriku. buah jantung hatinya. sehingga menimbulkan tawa di sana sini. dialah yang berhak menikahi putriku pula Tapi harus bujangan yang berusia dua puluh sampai empat puluh tahun setelah berhasil mengalahkan putriku. Kalau Guru silat Tan tahu. namun mengaku baru berusia empat puluh lebih. percuma engkau ikut" "Kenapa?" "Ilmu silat gadis itu tinggi sekali. "Baik. "Aku ingm mengadu keberuntungan." " Lihat tuh Putri Guru silat Tan sudah meloncat ke atas panggung" seru seorang dengan mata terbelalak"Wuah Bukan main cantiknya" Tan pit suan memang sudah meloncat ke atas panggung. sungguh kasihan mereka berdua. barulah resmi menjadi menantuku" seketika juga terdengaHepuk sorak yang riuh gemuruhPutri Guru silat Tan begitu cantik jelita. "Hei Engkau sudah punya cucu kok masih tidak tahu diri?" tegur seseorang sambil tertawa"Eeeh?" Wajah orang itu langsung memerah"Engkau kok usil membuka rahasiaku sih?" "Gadis itu boleh menjadi anakmu. sebab orang yang mengatakan ingin ikut itu sudah tua. tampak seorang pemuda meloncat ke atas panggung itu. engkau pasti dihajarnya. maka sudah barang tentu . Betapa kecewanya karena tidak melihat Lim Peng Hie.la memandang para penonton seraya berkata dengan suara lantang. sekaligus menengok ke sana ke mari. "Nona Tan" Pemuda itu memberi hormat. "Aku mohon petunjuk" "Silakan menyerang duluan" Tan pit suan menatapnya tajam. kini sudah dewasa maka harus menikah Karena itu.

. aku mohon petunjuk" seorang pemuda tampan meloncat ke atas panggung. sementara Thio Han Liong menonton pertandingan itu sambil menggeleng-gelengkan kepala. kekasih Tan pit suan. sudah berani naik ke atas panggung DasaHak tahu diri" ejek salah seorang penonton. Bukan main malunya pemuda itu. setelah itu mereka mulai bertanding. "Dari pada kalian bertanding di atas panggung. mereka berdua merupakan pasangan yang serasiAku bersedia jadi mak comblang. Tapi hanya dalam belasan jurus. "Ha ha ha" sin Kiam Lojin tertawa gelak "sutee. pemuda itu sudah terpukul jatuh ke bawah. Ternyata pemuda yang baru meloncat ke atas panggung itu adalah Lim Peng Hie." " Guru adalah lelaki. "Lim Peng Hie" "Lim Peng Hie. bagaimana mungkin jadi mak comblang sih?" sahut Bun cin cu. Tanpa menoleh lagi ia langsung meninggalkan tempat itu." sahut Thio Han Liong sambil tersenyum. " Kelihatannya tiada seorang pemuda pun yang mampu mengalahkannya. para penonton mulai berkasak-kusuk sambil tertawa-tawa. "Han Liong" tanya gadis itu "Bagaimana menurutmu mengenai ilmu silat Kakak Pit suan?" "Cukup tinggi. lebih baik kalian bertanding di atas tempat tidur Itu lebih asyiik lho" "Betul" sambung yang lain." Bun cin cu menganggukDi saat mereka bercakap-cakap." "Betul. Karena itu. "Jangan main jotos-jotosan. tampak seorang pemuda meloncat ke atas panggung. alangkah baiknya main ciuman saja" Lim Peng Hie dan Tan pit suan sama sekali tidak menghiraukan seruan-seruan konyol itu. . "seharusnya mereka berdua bertanding di atas tempat tidur. sepasang kekasih itu akan bertanding di atas panggung. kecuali hanya kekasihnya itu. bukan di atas panggung." Terdengar suara seruan para penonton.. mungkin dia akan naik ke panggung menghajar Lim Peng Hie" sementara Lim Peng Hie sudah memberi hormat kepada Tan Pit suan. terdengarlah suara seruan yang amat menggetarkan hati Tan pit suan. Bun cin cu duduk disebelahnya. mereka terus bertanding. Para penonton mulai bersorak-sorai sambit ber-tepuk-tepuk tangan dan di antara penonton ada pula yang berseru-seru." "Aku yakin mereka berdua tidak akan bertanding dengan sungguh-sungguh alangkah baiknya mereka berdua saling mencium di atas panggung" "Jangan berisik Lihat tuh wajah Guru silat Tan sudah berubah tidak karuan sekali.Di saat bersamaan. sedangkan sin Kiam Lojin duduk bersama Guru silat Tan. "Nona Tan. dan itu sungguh merupakan kejadian yang janggal. " Hanya memiliki ilmu silat cakar ayam..para penonton menertawakan nya.

maka berhak menikah dengan gadis itu" terdengar Seruan para penonton. namun sikapnya agak kurang ajar." ujaHan pit Suan dengan wajah kemerah-merahan. "Guru Silat Lim" seru salah seoarang penonton. Di saat kesempatan. apakah aku boleh mempersunting putrimu?" "Tentu.. engkau memang cukup cantik. "Akan bertambah ramai nih" "Ayah " sahut Lim Peng Hie dengan wajah murung. engkau terlambat. sebab aku masih berhak bertanding denganmu."Anak muda" tanya sin Kiam Lojin mendadak"siapa engkau dan siapa gurumu?""Aku bernama Losun An. cepatlah engkau turun Ayah akan menjodohkanmu dengan gadis lain yang jauh lebih cantik dari gadis itu" "Ayah "" Lim Peng Hie menggeleng-gelengkan kepala. "terima kasih. "sobat" tegur pemuda itu. kemudian memandang Guru silat Tan seraya berkata"Tan Kauwsu. Puluhan jurus kemudian."Mungkin saja." sahut pemuda itu sambil membusungkan dadanya." "Kawan. "Aku gurunya. "Belum terlambat.. Sementara pertandingan di atas panggung masih terus berlangsung. "Ngmm" Pemuda itu manggut-manggut. kemudian berkelebat sesosok bayangan ke atas panggung. "Guru Silat Tan tidak boleh ingkar janji" "Sutee.julukanku Bu Ceng Kui (setanTanpa Perasaan)" "Haah?" Bukan main terkejutnya sin Kiam Lojin dan Guru . siapa yang berani melarangnya?" "Paman guru pasti berani menolak." sahut guru silat Tan. "Aku mengaku kalah. Guru silat Tan" Pemuda tersebut mengangguk." sahut Bun cin Cu." sahut Lim Peng Hie sambil tersenyum." "Peng He" Terdengar suara seruan. "Peng Hie. Aku ingin bertanding. tentu. "Aku sudah memenangkan pertandingan ini." "Ha ha ha" Pemuda itu tertawa gelak. "Nona Tan. mari kita mulai sekarang?" "TUnggu" ujar pemuda itu. " Hajar saja pemuda itu" "Baik. "Lim Peng Hie sudah menang. seorang pemuda meloncat ke atas panggung lalu menatap Tan Pit Suan dengan penuh perhatian." sahut Lim Peng He." ujar sin Kiam Lojin. "Guruku adalah -" "Ha Ha ha" Terdengar suara tawa yang parau. Tampak seorang lelaki berusia lima puluhan bergegas-gegas menuju ke panggung. "Tidak bisa Pokoknya tidak bisa" Guru Silat Tan tampak gusar sekali.. "Kalau Guru mau jadi mak comblang. kalau aku berhasil mengalahkan pemuda ini. "Bagaimana? Engkau tidak berani bertanding denganku?" "Kenapa tidak?" sahut Lim Peng Hie "Ayoh." Sin Kiam Lojin memandang Guru Silat Tan. Lim Peng Hie berhasil menepuk punggung gadis itu.

"Peng Hie pasti celaka. Gadis itu langsung menyerangnya. "Nona Tan" Lo sun An mencegahnya." "Suheng." sahut Bun cin cu sambil menghela nafas panjang." Wajah Guru silat Tan sudah mulai berubah"Sutee" sin Kiam Lojin menggeleng-gelengkan kepala.. sementara Thio Han Liong terus mengerutkan kening. dan setelah itu ia pun membantu Tan pit suan menyerang Lo sun An. lalu berseru.. mari kita pulang" Guru silat Lim menarik putranyaTapi Lim Peng Hie meronta. mari kita pergi" "Tidak.sudah lewat puluhan jurus. kepandaiannya tinggi sekali. guru pasti membunuh mereka" "Terima kasih. "guru Silat Tan. akan tetapi dengan gampang sekali Lo sun An berkelit. BuuukBuuuk Punggung Lim Peng Hie terpukul.la terhuyung-huyung ke belakang dan mulutnya mengeluarkan darah segar. "Cepat turun." Thio Han Liong mengerutkan kening. aku akan menghajarnya " Duuuk Dada urn Peng Hie terpukul. kemudian memperhatikan pertandingan itu. "Engkau yang cari urusan. la tidak kenal Bu Ceng Kui itu "Nona Bun" tanyanya dengan suara rendah"siapa Bu Ceng Kui itu?" "Dia adalah tokoh golongan hitam. "Ha ha ha" Bu Ceng Kui tertawa gelak"Muridku. "Peng Hie. sedangkan . "Peng Hie" Tan pit suan segera mendekatinya.." ucap Lo sun An. cepatlah engkau main-main dengan gadis itu siapa berani turut campur. Di saat itulah Guru sitat Lim meloncat ke atas panggung. Betapa gusarnya Tan pit suan. "Biar harus mati pun aku tidak akan meninggalkan pit Suan. lalu mendadak menyerang Lim Peng Hie. Mereka berdua sama sekali tidak menyangka tokoh golongan hitam itu akan muncul di situ bersama muridnya"Peng Hie" teriak Guru silat Lim.. "Ha ha ha" Lo Sun An tertawa gelak. "Kepandaian Bu Ceng Kui itu amat tinggi. " Celaka" gumam sin Kiam Lojin dengan wajah agak pucat. yang juga terkejut sekali ketika mengetahui tokoh golongan hitam itu. kini Bu Ceng Kui justru muncul di sini." "Anak durhaka engkau" Guru silat Lim gusar bukan kepalang. "Aaah" jerit Lim Peng Hie. kini Lim Peng Hie mulai berada di bawah angin. Ayah" Lim Peng Hie berkeras. Guru. bahkan sekaligus memeluknya." "Ahhhh" Guru silat Tan menghela nafas panjang. "Ha ha ha" Lo sun An tertawa gelak.silat Tan. engkau terluka?" "Ayah. dan mendadak badannya bergerak cepat sambil menggerakkan sepasang tangannya." "gurumu tidak sanggup melawan Bu Ceng Kui?" "Tidak sanggup. Kita tidak sanggup melawannya." Mulut Lim Peng Hie masih mengeluarkan darah"Peng Hie.

pokoknya tidak" "He he he" Bu Ceng Kui tertawa terkekeh-kekeh. urusan jadi begini. "engkau ingin turut campur urusan ini?" "Apa boleh buat" sahut sin Kiam Lojin... engkau sin Kiam Lojin" Bu Ceng Kui mengerutkan kening." "Han Liong. Pertarungan di atas panggung itu semakin menegangkan. "Aku tidak akan menikah dengan muridmu. "Celaka Celaka" seru Bun cin cu lagi. "Guru silat Tan.. kalian bertiga boleh melawanku" "Bu Ceng Kui" sahut Guru silat Tan. Sin Kiam Lojin sudah mulai bertarung dengan Bu ceng Kui. engkau memang mau cari mati" "Bu Ceng Kui" sela sin Kiam Lojin. Thio Han Liong segera memeriksa Lim Peng Hie. Bu Ceng Kui sama sekali tidak . Guru Silat Tan segera turun tangan membantu sin Kiam Lojin. "Han Liong. "Ayah . "Muridku sudah berhasil mengalahkan pemuda itu. "Kalian bertiga ingin mengeroyok muridku? Baik. "Lukanya tidak begitu parah." "Ha ha ha" Tampak sosok bayangan berkelebat ke atas panggung. Guru silat Tan dan sin Kiam Lojin juga meloncat ke atas panggung. "Hari ini aku akan membunuh lagi He he he " "Celaka" seru Bun cin cu. "Guruku mulai bertarung dengan Bu ceng Kui." Tidak salah. Bun cin cu dan Thio Han Liong cepat-cepat mendekatinya. engkau berani menipu muridku? Hm Kalau begitu. maka putrimu harus menikah dengan muridku Engkau jangan ingkar janji" "Tidak" teriak Tan Pit suan. "Bagaimana lukanya? Apakah parah sekali?" "Entahlah-" Tan Pit suan menggelengkan kepala." sahut Thio Han Liong sambil memandang ke arah panggung. Di saat bersamaan. "Engkau jangan emosi" "oh. yang tidak lain adalah Bu Ceng Kui. Walau dikeroyok tiga orang. bagaimana ini?" "Tenang" sahut Thio Han Liong sambil memperhatikan panggung itu. engkau tidak apa-apa?" tanya Guru silat Tan." Tan Pit suan menangis terisak-isak"gara-gara Ayah. maka aku harap " "Guru silat Tan" ujar Bu Ceng Kui.Tan pit suan terdorong ke belakang. "Bagus. "uaaakh " "Peng Hie" Guru silat Lim segera mendekatinya. kemudian tersenyum seraya berkata. bagus" Bu Ceng Kui menatap mereka dengan dingin sekali. "Pit suan. Begitu Tan pit suan memapah Lim Peng Hie." Bun cin cu terbelalak"Engkau mahir ilmu pengobatan?" "Sedikit. "uaaaakh" Mulut Lim Peng Hie menyemburkan darah segar. "Kakak Pit suan" tanya Bun cin cu. "Kita tidak bermusuhan. Mereka bertiga mengeroyok Bu Ceng Kui. begitu pula guru silat Lim. tidak apa-apa.

Tan pit suan dan Lim Peng Hie juga terkejut bukan main. "Apa artinya kalian bertarung? Akhirnya pasti terluka parah" "He he he" Bu Ceng Kui tertawa terkekeh. Guru silat urn." "Anak muda" bentak Bu Ceng Kui."" sementara Bun cin cu terus memandang ke arah panggung dengan penuh perhatian. Kalau pemuda itu tidak memiliki ginkang tinggi. "Engkau berani mencampuri uruan kami?" "Bukan mencampuri. nyalimu sungguh besar berani memberi nasihat padaku. yang berjarak dua puluh depa lebih. bukan?" "Betul Maka aku harus membunuh mereka" sahut Bu Ceng Kui dan siap menyerang mereka. maka membuat mereka berhenti bertarung.oleh karena itu.Sebaliknya malah pengeroyoknya yang kelihatan terdesak"He h e h e" Bu Ceng Kui tertawa terkekeh-kekeh"Kalian bertiga harus mampus Harus mampus" Thio Han Liong mengerutkan kening.Tahukah engkau siapa aku?" "Aku dengar cianpwee adalah Bu Ceng Kui. aku tidak begitu mengenalnya. tentunya tidak dapat melakukannya. Maaf" ucap Thio Han Liong setelah berada di atas panggung. siapa pemuda itu?" "Dia ke mari ingin menyaksikan pertandingan. siapa engkau?" "Namaku Thio Han Liong." jawab Tan Pit suan. sebab Thio Han Liong sekali melesat sudah sampai ke atas panggung.tampak terdesak. kemudian Lim Peng Hie bertanya. "Pit suan." "oh?" Bu Ceng Kui menatapnya dalam-dalam"siapa ayahmu?" "Ayahku bernama Thio Ah Ki-" "Hm" dengus Bu Ceng Kui- . hanya belajar sedikit ilmu silat dari ayahku. Ketika melihat Thio Han Liong. ia harus menghentikan pertarungan itu." sahut Thio Han Liong. melainkan aku yang akan bertanding dengan cianpwee-" "Apa?" Bu Ceng Kui terbelalak"Anak muda. begitupula Guru silat Lim dan Bu ceng Kui. "Tidak ada gunanya kalian bertarung. "Kapan dia datang?" "Kemarin. melainkan mendamaikannya. "Maaf.seberalah ia melesat ke atas panggung seraya berseru"Berhenti Berhenti" suara seruannya begitu keras menggetarkan jantung. tertegunlah Guru silat Tan dan sin Kiam Lojin. "cianpwee" ujar Thio Han Liong dengan sungguh-sungguh"Mereka bertiga bukan tandingan cianpwee. Tan dan sin Kiam Lojin pasti celaka di tangan Bu ceng Kui. namun hatinya ber-kebat-kebit tidak karuan. "cianpwee dari golongan hitam. yang paling terkejut adalah Bun cin cu." "Siapa gurumu?" "Aku tidak punya guru. sebab kalau pertarungan itu diteruskan. "Anak muda." jawab Thio Han Liong sambil tersenyum dan menambahkan.

Tapi aku kenal Kong Bun Hong Tio. aku akan bertanding dengan pemuda itu" "Han Liong." sahut Thio Han Liong." Benar. engkau..." sela Lo sun An. aku pasti menyembah di hadapanmu" "Itu tidak perlu. "Tenanglah." ujar Bu Ceng Kui." "Apa?" Bu Ceng Kui terbelalak"Ha ha ha Anak muda. Kelihatannya pemuda itu ingin membunuh Thio Han Liong. ternyata engkau pembual" "Aku bukan pembual." sahut Thio Han Liong sambil tersenyum. bagaimana mungkin aku murid siauw Lim Pay. " Lebih baik kalian menonton di bawah." ujar Thio Han Liong sambil mengelak serangan yang dilancarkan Lo Sun An." "Diam Mereka sudah mulai bertarung. "siauw Lim Liong jiauw Kang? Anak muda. "Jurus pertama" Ternyata Thio Han Liong menyerangnya dengan ilmu siauw Lim Liong Jiauw Kang. "Guru.. "Hei Kalau engkau dapat merobohkanku dalam sepuluh jurus. Justru Lo sun An telah melakukan kesalahan. serangan itu membuat Lo sun An terpaksa meloncat ke belakang. seha-rusnya ia berkelit. Paman Tua" Thio Han Liong tersenyum..." "o" "Tapi. kemudian balas menyerang seraya berseru. "jurus ke dua" teriaknya. "Engkau bukan tandinganku. aku tidak akan segan membunuhmu" "Guru. sebab mengenali ilmu itu.."Aku tidak kenal ayahmu Kalau engkau tidak mau enyah sekarang." sin Kiam Lojin terbelalak. tapi malah menangkis sehingga terdengar suara benturan keras. Bun cin cu sebera mendekati sin Kiam Lojin. "Biar aku yang menghajarnya. Lo sun An sudah mulai menyerang Thio Han Liong dengan sengit sekali.." "Tenang" sahut sin Kiam Lojin. setelah itu. lalu roboh dengan . Dengan cepat sekali Thio Han Liong berkelit. engkau murid siauw Lim Pay?" tanya Bu Ceng Kui." "Percuma. "Muridku. Mereka bertiga seaera meloncat turun. ia mulai balas menyerang dengan ilmu Kiu Im Pek Put Jiauw yang sangat ganas dan lihay itu.." Lo sun An mengangguk"Guru Silat Tan. Blaaam Lo sun An terpental beberapa depa. "Guru yakin dia tidak omong besar." Thio Han Liong tersenyum. Bu Ceng Kui terperanjat bukan main. Han Liong. tentunya tidak akan berani omong begitu. muridnya. guru pasti membunuhnya" "ya. "Cepat hajar dia siapa berani turut campur. Dalam sepuluh jurus engkau pasti roboh di tanganku" "Apa?" Betapa gusarnya Lo sun An mendengar ucapan itu. "Aku bukan Hweeshio.Kalau dia tidak berisi. Guru Silat Lim dan Paman Tua" ujar Thio Han Liong kepada mereka. Guru. Kong Ti seng Ceng dan siauw Lim sam Tiang lo.

Guru silat Tan. Memang. "Thay Kek Kun?" "Betul. Di saat bersamaan. aku. aku tidak menyangka di tempatmu ini terdapat seorang pendekar muda yang begitu lihay. Bu Ceng Kui dan Thio Han uong berdiri berhadapan. bahkan mulut Bun cin cu ternganga lebar. "si Mo sendiri masih tidak dapat membunuhku. engkau terluka?" " Guru. Dia tidak dapat membunuhku. badan Thio Han Liong justru bergerak lemah gemulai bagaikan gadis menari. tentu tidak akan mengkhawatirkan putra ku." sela sin Kiam Lojin. karena sekarang suasana di atas panggung itu sungguh menegangkan. "Engkau. Itu adalah gerakan ilmu Thay Kek Kun yang telah dibaurkan dengan Kian Kun Taylo Ie. "Aku tidak tahu engkau murid siapa. karena ia tahu akan terjadi pertempuran dahsyat. "Hiyaaat"Betapa cepatnya serangan Bu Ceng Kui. kemudian mendekati Thio Han Liong selangkah demi selangkahThio Han Liong segera mengerahkan Kiu yang sin Kang. " Guru silat Tan." "oh?" Guru silat Lim tercengang. "Nanti saja kita mengobrol. "Muridku" seru Bu Ceng Kui sambil mengham-piri-nya." " Guru silat Lim." Jawaban yang amat membingungkan itu membuat Bu Ceng Kui." sahut Guru silat Tan jujur. Bu Ceng Kui terus menatapnya dengan tajam. dia sama sekali tidak bisa berkelit." sahut sin Kiam Lojin sambil menggeleng-gelengkan kepala." sahut Thio Han Liong." . "Aku bukan murid Bu Tong pay. maka betapa lihaynya gerakan itu serangan Bu Ceng Kui tertangkis. Kenapa hari ini dia begitu hebat? Cuma dua jurus sudah merobohkan pemuda sombong itu?" " Guru pun tidak habis pikir. "Hmm" dengus Bu Ceng Kui.mulut mengeluarkan darah. guru akan membunuh pemuda itu" ujar Bu Ceng Kui. pokoknya aku harus membunuhmu " "Jangankan engkau.. Lim dan Kiam Lojin terheran-heran. " Guru. "Tapi aku mahir ilmu Thay Kek Kun.. kemarin aku memukul punggungnya. sepasang tangannya bergerak lemas sekali menangkis serangan yang dilancarkan Bu Ceng Kui." Thio Han Liong mengangguk"Bahkan kami pernah bertarung." Wajah Lo sun An pucat pias. Bukan main terkejutnya Bu Ceng Kui... "Ternyata engkau murid Bu Tong Pay" ujar Bu Ceng Kui. "Tenang muridku. sedangkan Thio Han Liong tetap berdiri di tempat. kemudian mendadak memekik keras sambil menyerang. "Aku sendiri pun tidak tahu pemuda itu berkepandaian begitu tinggi. bahkan badannya ikut miring ke samping.." sahut Thio Han Liong." "Apa?" Bu Ceng Kui tersentak"Engkau kenal si Mo?" "Kenal. "Kalau aku tahu." Thio Han Liong mengangguk." ujar Guru silat Lim sambil menghela nafas panjang. sementara yang menyaksikan pertandingan tadi terbelalak.

bukankah engkau sudah mempermainkan aku" "Aku. bukan?" "Haaah?"Bu Ceng Kui terbelalak. tapi engkau malah diam saja." Pemuda itu tersenyum. "&h? Kenapa engkau menjeweHelingaku?" "Engkau sungguh nakal sekali" sahut Bun cin cu sambil melotot. bagaimana mungkin beliau akan bertarung denganmu omong kosong" " Aku tidak omong kosong." "Anak muda" Bu Ceng Kui menatapnya dengan mata tak berkedip "Sebetulnya siapa engkau?" "Aku Thio Han Liong.. "Aduuuh" jerit Thio Han Liong kesakitan.... "Engkau kok tahu?" "Aku bertemu Lam Khie. Thio Han uong tersenyum. kemudian mendadak menjeweHelinganya.. "Sebetulnya aku tidak mau memamerkan kepandaianku." "Maaf. "Bu Ceng Kui. "Apa?" Bu Ceng Kui betul-betul terkejut." Thio Han Liong memberitahukan.. maaf" Thio Han Liong menghela nafas panjang. "Kapan aku mempermainkanmu?" "Kemarin.." "Kemarin?" "ya." "Ha ha ha" Sin Kiam Lojin tertawa gelak. pertarungan kita masih perlu dilanjutkan?" "Itu."Engkau memang pembual si Mo adalah ketua golongan hitam. "Anak muda." Bun cin cu memberitahukan. dan kini bekerja sama lagi dengan Kwee In Loan. sampai jumpa" ucap Bu Ceng Kui. "Aku memukul punggungmu. "Bahkan aku pun kenal Tong Koay dan pak Hong. lalu menarik muridnya meninggalkan panggung itu.. "Aku ingin menguji kepandaianmu." Bu Ceng Kui mulai bimbang. segeralah Bun Cin cu menghampirinya. dan Locianpwee itu yang memberitahukan kepadaku. "Masih bilang tidak?" Bun cin cu cemberut... "Begini." Thio Han Liong menambahkan. " Engkau kenal Lam Khie?" "Kenal. bahkan juga pandai membual sehingga Bu Ceng Kui kabur terbirit-birit. kita lanjutkan kelak saja-" "Baik-" Thio Han Liong mengangguk." . tapi mendadak muncul Bu Ceng Kui itu. Nah. engkau memang pandai menyembunyikan kepandaianmu.. lalu meloncat turun. aku tidak mempermainkanmu. kan?" "ya-" Bu Ceng Kui mengangguk"Bah kan dia pun pernah menjadi wakil ketua Hek Liong Pang. "si Mo punya seorang murid bernama Kwan Pek Him.la mulai tidak berani main-main dengan pemuda itu. juga pernah bertemu Kwee In Loan." sahut Thio Han Liong." sahut Thio Han Liong.ya. "Engkau berani mempermainkan aku" Thio Han Liong terperangah. "Anak muda. namun engkau purapura.

aku yakin ayahmu bukan bernama Thio Ah Ki. begitu pula Guru Silat Lim dan Guru Silat Tan. "Aku membual apa?" "Ha ha" Sin Kiam Lojin tertawa." Thio Han Liong menundukkan kepala." "Apa?" Guru silat Tan terbelalak"Kenapa engkau berani membual sampai begitu macam?" " Guru silat Tan. "Thio Ah Ki. "Aku sungguh tidak habis pikir." "Siapa ayahmu?" tanya Guru silat Lim. "Aku sama sekali tidak membual." "Galak amat sih?" Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. Kong Ti Seng Ceng dan Siauw Lim Sam Tiang lo. aku tetap tidak percaya" "Han Liong. siapa yang mengajarmu ilmu silat itu?" tanya Guru silat Lim dengan penuh perhatian. "Betulkah engkau tidak bohong?" "Aku memang tidak bohong.. Engkau pasti bohong." Thio Han Liong menghela nafas panjang." "Heran" gumam Guru silat Tan. pemuda mana yang berani jatuh cinta kepadamu?" "Eeeh?" Wajah Bun cin cu langsung memerah"Engkau kok banyak mulut? Tidak pernah ditampar anak gadis ya?" "Memang tidak pernah-" "Kalau begitu.. "Kalau engkau galak. "Anak muda" Guru silat Lim menatapnya dalam-dalam." tanya Guru silat Tan mendadak"siapa yang mengajarmu Thay Kek Kun?" "Guru besar Thio sam Hong. dan Lam Khie serta Pak Hong. engkau pun mengaku pernah bertarung dengan Si Mo dan kenal Tong Koay." ujar Thio Han Liong sungguh-sungguh. "Kalau engkau tidak berterus terang. engkau masih begini muda. "Aku sama sekali tidak membual. "Ha ha ha" sin Kiam Lojin tertawa gelak"Biar bagaimanapun. "Han Liong" desak Bun cin cu.. Nah." "Thio Ah Ki?" gumam Guru silat Lim. tapi kenal para tokoh tingkatan tua. "siauw Lim sam Tiang lo yang mengajarku ilmu itu. "Tadi engkau bilang kenal Kong Bun Hong Tio.. Se telah itu." MendadakBun cin cu mengayunkan tangannya- ." "oh?" Sin Kiam Lojin terbelalak. "Anak muda. lalu sebetulnya siapa engkau?" "Aku adalah Thio Han Liong.." jawab Thio Han Liong dengan jujur." "Tadi engkau menggunakan siauw Lim Liong jiauw Kang. bukankah engkau membual?" "Paman Tua. kan?" "Itu.. ya.. aku akan menjewer telingamu lagi. aku memang kenal Siauw Lim Kong Bun Hong Tio." sahut Thio Han Liong heran. Kong Ti Seng Ceng dan ke tiga tiang lo itu."Paman Tua. aku berkata sesungguhnya.

" Guru silat Tan. "Aku hanya mengerti sedikit ilmu silat. maka aku harus galak terhadapnya. Guru silat Tan dan Guru silat Lim tersentak.. Guru silat Lim." sahut Guru silat Lim dan menambahkan... "Engkau memang tidak bohong.Mereka memandang Thio Han Liong dengan mata terbelalak." "Han Liong" Bun cin cu tertawa geli"Engkau sama sekali tidak mengerti ilmu silat." Bun cin cu melongo"Betulkah dia putra Thio Bu Ki yang amat terkenal itu?" "Betul-" sin Kiam Lojin mengangguk"Kalau tidak..... "Ayahku bernama Thio Bu Ki.Betapa gembiranya mereka mendengar ucapan itu.. entah apa yang akan terjadi?" "Kita bertiga pasti mati di tangan Bu ceng Kui." Thio Han Liong menundukkan kepala. Kong Ti seng Ceng dan siauw Lim sam Tiang lo" ujar sin Kiam Lojin sambil manggut-manggut." "Kami tahu-" sin Kiam Lojin manggut-manggut. "Engkau adalah putra Thio Bu Ki-Bu Lim Beng Cu?" "Ya"" Thio Han Liong mengangguk"Pantas engkau kenal siauw Lim Kong Bun Hong Tio. kami percaya.. tapi Han Liong mengalahkan Bu Ceng Kui dan muridnya. "Engkau harus mengajarku ilmu silat. "Hi hi hi" Bun cin cu tertawa geli."Ayah " panggil Lim Peng Hie dan Tan pit suan serentak dengan wajah cerah." "Han Liong" Bun cin Cu menatapnya dengan mata tak berkedip. aku akan men-jewer telingamu. "Engkau begitu galak." "Aku tidak berbohong. Mereka berdua sudah saling mencinta. Han Liong mana mau meladenimu?" "Dia sering berbohong... itu baik sekali." "Haaah. "Ha ha ha" sin Kiam Lojin tertawa terbahak-bahak "Kalau Han Liong tidak hadir du sini." Thio Han Liong terpaksa memberitahukan." ujar Thio Han Liong dengan sungguh-sungguh"Kini Lim Peng Hie dan Tan pit suan harus segera dinikahkan.Thio Han Liong terkejut.. tapi ternyata tidak. sedangkan sin Kiam Lojin. Guru silat Lim" ujar Thio Han Liong merendah." Guru silat Tan dan Guru silat Lim mengangguk. "Maka kita harus berterima kasih kepada Thio siauwhiap-" "Jangan berkata begitu." "Cin cu" tegur sin Kiam Lojin." "Aku. Kalau tidak. "Engkau harus memberitahukan sekarang. kenapa harus dipisahkan?" "Baik. "Han Liong" Bun cin cu menatapnya. Mereka tahu Bun cin cu sangat tertarik kepada pemuda itu.. "Engkau suka merendahkan diri.." "Guru. la mengira gadis itu ingin menamparnya. melainkan mengusap pipinya." Wajah Thio Han Liong kemerah-merahan.?" sin Kiam Lojin. "Eh? Engkau. bagaimana mungkin kepandaiannya begitu . jangan menimbulkan masalah lain lagi. sebetulnya siapa ayahmu?" "Ayahku. Guru silat Tan dan Guru silat Lim saling memandang. aku..

kami pasti meminang putrimu" "Terima kasih. Kalau engkau pergi sekarang. barulah engkau pergi menyelesaikan urusanmu.. Beberapa hari kemudian." "Aku. "Ha ha ha." Thio Han Liong ragu. "Jangan mengecewakan muridku ini. aku masih ada urusan lain yang harus segera diselesaikan." "Han Liong. "Han Liong" sin Kiam Lojin menatapnya seraya berkata." "Ha ha ha" sin Kiam Lojin tevtawa gelak." ujar Bun cin cu sungguh-sungguh"Han Liong. "Setelah itu. maka mau mohon pamit. " Aku tidak bisa lama-lama di sini sebab masih ada urusan lain yang harus kuselesaikan. dan itu membuat Bun cin cu menangis dengan air mata berderai-derai.. tampak seorang gadis sedang berlatih ilmu pedang. sin Kiam Lojin.... Pedang di tangan gadis itu berkelebat ke sana ke mari beraneka warna bagaikan pelangi di langit... aku pasti membencimu seumur hidup-" "Eh? Engkau -" Thio Han uong terbelalak. kemudian memegang bahu gadis itu seraya berkata. aku akan tinggal di sini beberapa hari. terima kasih" ucap Guru silat Lim sambil tertawa gembira. "Kalau tidak. "Aku mohon diri Mulai sekarang kita sudah jadi kawan.. aku tidak main-main tho" "cin cu-" Thio Han Liong betul-betul serba salahDi saat itulah Tan Pit suan dan wrn Peng Hie mendekatinya"Han Liong. akhirnya mengangguk"Baiklah.. "Bukan kawan.. bagus" Bun cin cu tampak girang sekali "Han Liong." "Pokoknya engkau harus tinggal di sini dan mengajarku ilmu silat." Thio Han Liong menghela nafas panjang. aku pasti pasti bunuh diri.. Wajah-nya langsung berseri-seri Namun sebaliknya sin Kiam Lojin malah menghela nafas panjang. tinggallah di rumahku beberapa hari" ujar Tan Pit Suan lembut. melainkan besan Dalam beberapa hari ini. engkau harus mengajarku ilmu silat tingkat tinggi. "cin cu." Thio Han uong menggelengkan kepala. . sedangkan Thio Han Liong tinggal di situ beberapa hari untuk memberi petunjuk kepada Bun cin cu mengenai ilmu silat tangan kosong dan ilmu pedang." Guru silat Lim dan putranya meninggalkan rumah Guru silat Tan.. -ooo00000oooBab 31 Menyamar sebagai sastrawan Di pekarangan istana yang amat indah itu." "Tapi. dia bisa nekad lho" "Itu. Itu adalah cai Hong Kiam Hoat (IImu Pedang Pelangi)." Betapa girangnya Bun cin cu." "Tidak Pokoknya engkau tidak boleh pergi sekarang. aku tidak punya waktu." tegas Bun cin cu. "Guru silat Tan.tinggi?" "Bagus." ucap Guru silat Lim sambil memberi hormat.. berpamitlah Thio Han Liong.

"Dan.. "Kini kepandaianku sudah tinggi. gadis itu lalu duduk beristirahat sambil menghela nafas panjang. "An Lok Kong cu" seorang dayang yang bernama Lan Lan menghampirinya. harus menikah dengan pemuda bangsawan. "sebab dia tidak akan bertingkah. "Kong cu tidak boleh ." tambah Lan Lan serius. "ya-" An Lok Kong cu mengangguk "Aku ingin meninggalkan istana. aku lebih senang menikah dengan pemud a dari keluarga biasa-" "Lho? Kenapa?" tanya Lan Lan. "Nah.seusai latihan. Gadis itu adalah An Lok Kong Cu-Cu Ay Ceng. jadi tidak begitu menarik perhatian. bukankah yang Mulia juga rakyat biasa?" "Tapi-. "Terus terang." An Lok Kong cu tersenyum"Aku akan meninggalkan sepucuk surat." ujar An Lok Kong Cu sungguh-sungguh. "Menurutku. pergi pesiar ke tempattempat yang indah-" "Tapi -" Lan Lan menggeleng-gelengkan kepala" Kalau Kong cu meninggalkan istana. bukankah aku akan hidup bahagia sepanjang masa?" "Kong cu. "Aku sudah bosan terus berdiam dalam istana. Kong cu.jatuh cinta terhadap pemuda yang mana pun. "Sebelum menjadi kaisar.. putri kesayangan Kaisar cu Goan ciang. "ingat" pesan An Lok Kong cu. maka tidak boleh menikah dengan pemuda biasa.." Lan Lan menggeleng-gelengkan kepala. Lagi pula tidak akan punya isteri lebih dari satu." "Tapi " Lan Lan mengerutkan kening." "Dan juga " lanjut An Lok Kong cu"Bukankah permaisuri berasal dari keluarga biasa?" "Itu--" "oleh karena itu." "Ngmml" An Lok Kong cu manggut-manggut. di luar banyak orang jahat." "Kong cu ingin pergi berkelana?" tanya Lan Lan sambil menatapnya." "Lho? Kenapa?" "sebab Kong cu putri kaisar. aku bisa menjaga diri" ." " Lan Lan" An Lok Kong cu menggeleng-gelengkan kepala. kan?" "Tentu tidak-" Lan Lan tersenyum." Lan Lan mengangguk"Kong cu.." "ya." "Menyamar sebagai apa?" tanya An Lok Kong cu sambil tertawa kecil"Tentunya tidak akan menyamar sebagai pengemis. tentunya akan membuat kaisar dan permaisuri jadi cemas sekali-" "Itu tidak apa-apa. "Engkau harus pura-pura tidak tahu sama sekali.. agar engkau tidak dihukum. alangkah baiknya Kong cu menyamar sebagai seorang sastrawan muda. maka Kong Cu harus menyamar. tahu susah dan lain sebagainya. kita tidak boleh mempermasalah-kan tentang itu. "Kenapa Kong cu tampak murung sekali?" " Lan Lan" An Lok Kong cu menggeleng-gelengkan kepala." sahut An Lok Kong cu memberitahukan.

" "Pembesar mana yang berani bertindak sewenang-wenang terhadap rakyat." "Kalau begitu." Lan Lan diam." "Kong Cu. itu tidak apa-apa.." "Hi hi hi" Lan Lan tertawa geli. kan?" "Betul." "Kong cu" Lan Lan menatapnya seraya berkata." ujar An Lok Kong Cu sungguh-sungguh"Termasuk pembesar yang korupsi." "Betul. "Tak disangka Kong cu akan berkelana dalam rimba persilatan Aku yakin Kong cu akan menjadi seorang pendekar wanita Hi hi hi-." Lan Lan memandangnnya.." "Kong cu." sahut An Lok Kong cu memberitahukan. semoga Kong . aku pun akan membawa sebilah pedang pusaka. Kalau aku kehabisan uang dalam perjalanan. sebab kini kepandaianku sudah tinggi. Kalau tidak. "oh ya. Kong cu harus berhati-hati" " Lan Lan" An Lok Kong cu tersenyum.." An Lok Kong cu tersenyum. "Engkau tidak usah mencemaskan diriku. "Rasanya aku ingin sekali ikut Kong cu. "Kong cu harus membawa pengenal." "Be begitu lama?" pm Lan terbelalak"Aku yakin yang Mulia pasti akan mengutus beberapa pengawal istana untuk mencari Kong cu-" "Kalau aku sudah berada di luar istana. kepalamu pasti copot. "Di luar sana banyak orang berkepandaian tinggi. "ya..." Lan Lan mengangguk "oh ya. "identitas Kong cu akan ketahuan. aku pasti pulang..." Lan Lan tersenyum. "Aku ucapkan selamat jalan kepada Kong cu. " Kira-kira kapan Kong cu akan pulang?" "satu dua tahun kemudian. " Lan Lan menggelenggelengkan kepala. "sebab yang Mulia pasti menghukummu. Tapi.." "Kalau begitu." Lan Lan menatapnya seraya bertanya.ujar An Lok Kong cu. " Kapan Kong cu akan meninggalkan istana?" "Besok pagi." " Kalau engkau ikut aku. bagaimana mungkinpara guruku pulang ke Tibet?" "Kong Cu sudah menguasai semua ilmu para Dhalai Lhama itu?" "Tentu." ujar Lan Lan." "Tidak jadi masalah-" An Lok Kong cu tersenyum"yang tahu cuma pembesar setempat. para pengawal istana bisa berbuat apa terhadap diriku?" An Lok Kong cu tertawa kecil. pasti kuhukum. lama sekali barulah membuka mulut." "Mungkin aku akan membawa tanda pengenalku. "Maka engkau tidak usah mencemaskan aku." "Ngmmm" Lan Lan manggut-manggut "Setelah Kong cu pergi.." "Itu tidak apa-apa. bukankah aku boleh ambil uang dari pembesar setempat?" "Itu memang benar. aku akan pura-pura panik. Kong cu harus membawa uang secukupnya lho Jangan sampai kehabisan uang dalam perjalanan.

maka engkau harus mengutus beberapa pengawal istana yang berkepandaian tinggi pergi menyusulnya. tercenganglah mereka." "Aaaah " Cu cioan ciang menghela nafas panjang." "Itu tidak mungkin.. hamba cuma menemukan sepucuk surat. "Ada apa?" Cu Goan ciang tersentak." "Dikawal? Itu justru akan membahayakan dirinya." Lan Lan menyerahkan surat tersebut. Ketika melihat Lan Lan." Lie Wie . "Ini. "Bacalah" permaisuri cepat-cepat membaca surat itu.. Hamba. yang Mulia. pasti membawa hadiah untukmu." Lan Lan segera pergi memanggil kepala pengawal istana. Lan Lan. dayang pribadi An Lok Kong cu berlari-lari ke ruang tengah. maka bisa menjaga diri Lagipula siapa pun akan merasa bosan terus menerus berdiam di dalam istana. yang Mulia. "Aku khawatir akan terjadi sesuatu atas dirinya.Cu Goan ciang dan permaisuri sedang menikmati teh wangi di situ. Lan Lan. cepat panggil Lie Wie Kiong ke mari" "ya. "Bagaimana kalau penjahat mengetahui identitas dirinya?" "Aku yakin Ay Ceng tidak begitu bodoh membocorkan identitas dirinya. "Hormat kepada yang Mulia. Lie sie Beng dan Yo wie Heng." sahut permaisuri. "Kalau aku pulang.. kemudian menghela nafas panjang sambil menggeleng-gelengkan kepala. yang Mulia." "Mana surat itu?" tanya Cu Goan ciang. Berselang sesaat. katanya bosan terus berdiam di dalam istana.cu aman selalu" "terima kasih." "Sungguh keterlaluan" cu Goan ciang tampak gusar sekali. Cu Goan ciang segera membaca surat itu. "sebab Ay Ceng sudah berkepandaian tinggi.. kemudian diberikan kepada permaisuri seraya berkata." Cu Goan ciang menggeleng-gelengkan kepala. "yang Mulia yang Mulia-. "Terima kasih Kong cu" -ooo00000oooLan Lan berlari-lari ke ruang tengah." ucap Lie Wie Kiong samb-fl bangkit berdiri "Ada perintah apa untuk hamba?" "An Lok Kong cu meninggalkan istana. "Dia dia ingin pergi pesiar. tapi harus dikawal." "Oh?" Lan Lan tampak girang bukan main." An Lok Kong cu memegang bahunya. Lan Lan sudah kembali bersama Lie Wie Kiong. "Beritahukanlah Kenapa Kong cu?" "Kong Cu Kong cu tidak ada didalam kamar. "Dia pergi justru menyusahkan kita." "ya. "Kong cu Kong Cu " "Kenapa Kong Cu?" Wajah permaisuri langsung berubah pucat." "Dia boleh pergi pesiar. "Ten Bun Hiong." Lan Lan segera berlutut di hadapan cu Goan ciang." "Aaaah." "Engkau akan mengutus siapa?" tanya Cu Goan ciang.

" "yang Mulia. "Sekarang kalian bertiga boleh berangkat. Lie SieBeng dan yo Wie Heng." Lie Wie Kiong memberitahukan. "An Lok Kong Cu meninggalkan istana?" "ya. "Ini adalah tugas rahasia kalian bertiga. "ya. Lie sie Beng dan yo wie Heng memberi hormat." "ya. lalu pergi dengan kening berkerut-kerut. kalian bertiga tidak boleh membocorkan rahasia ini. mereka bertiga harus melindunginya. Yang Mulia. "Bagaimana kalau mereka tidak berhasil menemukan An Lok Kong cu?" "Pokoknya mereka bertiga harus berhasil menemukan An Lok Kong cu." "Ya. ." sahut Lie Wie Kiong dengan suara rendah. biar bagaimanapun kalian bertiga harus berhasil menemukan An Lok Kong cu. Apabila mereka bertiga tidak berhasil menemukan An Lok Kong cu." sahut Lie Wie Kiong." Lie Wie Kiong mengangguk "Maka kutugas-kan kalian bertiga pergi mencarinya" "siap. "Apabila terjadi sesuatu atas diri An Lok Kong cu. dan ke tiga pengawal istana itu langsung datang menghadap. lalu cepat-cepat memanggil Tan Bun Hiong." tegas Cu Goan ciang. "Ada perintah apa." pesan Lie Wie Kiong. "ya." "Ya. "Mereka bertiga harus membawa pulang An Lok Kong cu. Pak. "Kalian bertiga harus melindunginya. "Dan ingat.Kami pasti melaksanakan tugas ini dengan baik-" Tan Bun Hiong." Lie Wie Kiong menatap mereka."Kalian bertiga menyamar sebagai orang biasa dan harus merahasiakan identitas kalian pula. "Bagaimana seandainya kami bertiga tidak berhasil menemukan An Lok Kong cu?" "yang Mulia pasti menghukum kalian. mereka bertiga pasti dihukum. Pak. kemudian bertanya. yang Mulia." "Mereka bertiga pun harus menjaga rahasia identitas An Lok Kong cu" pesan cu Goan Ciang dan menambahkan." sahut Tan Bun Hiong. Pak" Tan Bun Hiong mengangguk lagi. "Ini adalah perintahku. "Mereka bertiga berkepandaian cukup tinggi. "oleh karena itu." "Haah?" Betapa terkejutnya Tan Bun Hiong. sekaligus membujuknya pulang.Kiong memberitahukan. Pak-" Tan Bun Hiong mengangguk." "Ya. Kalau An Lok Kong cu belum mau pulang. "An Lok Kong Cu meninggalkan istana pagi ini. Lie sieBeng dan Yo Wle Heng." tanya Lie Wie Kiong." "Ngmm" Cu Goan ciang manggut-manggut. Pak-" Tan Bun Hiong mengangguk." Lie Wie Kiong segera mengundurkan diri dari ruang itu. Pak?" tanya Tan Bun Hiong. "semoga kalian bertiga berhasil menemukan An Lok Kong cu" "Bagaimana seandainya An Lok Kong cu tidak mau ikut kami pulang?" tanya yo Wie Heng.

"Silakan makan. "Kalau aku terlambat meninggalkan rumah Guru silat Tan. "Tuan Muda maupesan makanan lain?" "Ada makanan apa di sini?" tanya sastrawan tampan. Pokok-nya aku harus bersikap dingin. sebab tempat lain penuh semua. Tuan Muda." Pelayan memberitahukan. tampak seorang sastrawan muda yang amat tampan berjalan memasuki kedai teh itu. Aaah Mulai sekarang aku tidak mau mendekati anak gadis yang mana pun." ujar Thio Han Liong sambil tersenyum.. dia menangis sampai begitu sedih." pesan sastrawan tampan..." ucap sastrawan tampan.pasti mendapat hukuman berat dari kaisar. ia langsung menggeleng-gelengkan kepala. maka cepat-cepatlah ia mampir untuk bcrteduh sekaligus minum teh. Ketika teringat akan tingkah laku Bun cin cu." gumam Thio Han Liong sambil menghela nafas. pasti terjerat oleh gadis itu. "Tapi sungguh kasihan. kemudian memberi hormat. dan itu membuat mereka bertiga tak henti-henti-nya menghela nafas panjang. terutama senyumannya. "terima kasih. lalu balas memberi hormat "saudara duduk di sini saja. "Kalau begitu. "saudara sungguh tampan" Thio Han Liong menatapnya.pelayan buru-buru menyuguhkan teh wangi seraya bertanya. sebuah buntalan dan sebilah pedang bergantung di punggungnya. sehingga membuat pemuda itu kepanasan dan merasa haus pula. sastrawan tampan itu menengok ke sana ke mari. ternyata kedai itu telah dipenuhi para tamu. la pun tersenyum sehingga membuat Thio Han Liong terheran-heran. sambil tersenyum sastrawan tampan itu menyapa Thio Han Liong.. -ooo00000ooooSetelah meninggalkan rumah Gutu Silat Tan. Kedai itu ramai sekali dikunjungi orang. Thio Han Liong cepat-cepat bangkit berdiri. sastrawan itu memang betul-betul tampan sekali. Terik matahari agak menyengat. yang amat menawan hati dan mempesona." sahut Thio Han Liong dan mulai meneguk teh itu Di saat bersamaan. "Silakan duduk" "Terima kasih. Tuan Muda" . Thio Han Liong meneruskan perjalanannya menuju gunung Bu Tong. Thio Han Liong merasa cocok." Pelayan itu segera pergi mengambil beberapa buah bakpau.maka segeralah ia melambaikan tangannya ke arah sastrawan tampan itu. Kebetulan ada sebuah kedai teh di pinggir jalan. Begitu melihat sastrawan tampan itu. agar tidak didekati anak gadis." Dengan tersipu sastrawan itu dudukThio Han Liong pun segera duduk. Tuan Muda" ucap pelayan itu"Terima kasih. "Ada bakpau dan.." Thio Han Liong terus melanjutkan perjalanannya."Tolong ambilkan beberapa buah bakpau" "ya. Thio Han Liong duduk di situ dan pelayan segera menyuguhkan teh. "Tuan Muda masih mau pesan makanan lain?" tanya pelayan itu dengan sopan sekali. "Tidak-" Thio Han Liong menggelengkan kepala"Aku minum teh saja-" "Silakan minum. Namun masih ada beberapa meja yang kosong. kemudian ditaruh di atas meja.

.. bagaimana mungkin aku akan melupakan dirimu?" "Terima kasih." An Lok Kong cu mengangguk"Apakah namaku tak sedap didengar?" "Namamu sungguh mengesankan" sahut Thio Han Liong sambil bergumam"An Lok tenang gembira-" "saudara Thio" tanya An Lok Kong cu mendadak. "Eeeh? Kalau saudara tidak mau makan bakpau yang kupesan ini.." sahut sastrawan tampan itu. oh ya... engkau berasal dari mana?" "Tempat tinggalku jauh sekali. "Pantas g-rak-gerikmu begitu halus. "Tentu tidak-" Thio Han Liong tersenyum"Mulai sekarang kita sudah merupakan kawan baik." Thio Han Liong mengangguk"Oh ya.. yang ternyata An Lok Kong Cu-Cu Ay Ceng yang meninggalkan istana. "Apakah namaku akan terukir dalam hatimu?" "Tentu"" Thio Han Liong mengangguk"Aku tidak akan melupakan namamu-" "Tapi akan melupakan diriku kan?" An Lok Kong cu menatapnya dengan mata berbinar-binar." Thio Han Liong menatapnya dengan penuh perhatian.Terus terang." tegas sastrawan tampan itu sambil tersenyum. dan sastrawan tampan terus memandang Thio Han Liong. "Aku." "Kira-kira engkau mau pesiar ke mana?" "Entahlah-" An Lok Kong cu menggelengkan kepala."terima kasih. lalu memandang Thio Han Liong seraya berkata. la pakai nama samaran Cu An Lok"Cu An Lok?" Thio Han Liong tersenyum. maka aku pun tidak mau duduk di sini. engkau mau ke mana?" "Aku mau ke gunung Bu Tong." An Lok Kong cu tersenyum." ujar An Lok Kong cu"Oh?" Thio Han Liong memandangnya. "Di sebuah pulau yang terletak di Laut utara." tolak Thio Han Liong halus. "saudara. "Ya. ternyata engkau anak pembesar Kenapa engkau meninggalkan rumah?" "Aku ingin pesiar. oh ya. aku bernama Thio Han Liong. "ya. engkau berasal dari mana?" "Tempat tinggalku di Kotaraja. "saudara lebih tampan dariku." jawab Thio Han Liong jujur. saudara Thio." "Begitu jauh?" An Lok Kong cu terbelalak. Cu An Lok." ucap sastrawan tampan... kemudian berkata. Nama saudara?" "Namaku. "Bosan sekali terus-menenis berdiam di dalam rumah" "Ke dua orangtuamu tahu kalau engkau pergi pesiar?" "Tahu. "Yang penting tempat yang indah panoramanya." Akhirnya Thio Han Liong mengangguk Mereka berdua lalu mulai menikmati bakpau itu. "saudara sungguh tampan sekali Bolehkah aku tahu namamu?" "Menurut aku.. aku aku anak pembesar di Kotaraja. mari kita makan bakpau" "Aku masih kenyang." ucap An Lok Kong cu dengan wajah berseri"Oh ya." .

Tapi dalam perjalanan engkau tidak boleh manja lho" "Eh?" An Lok Korlg Cu cemberut." Thio Han Liong memberitahukan. harus begitu" Thio Han Liong tersenyum. kepandaianmu pasti tinggi sekali." "yang penting aku tidak minta digendong.. pemandangan di gunung Bu Tong amat indahMaka. "Engkau anak laki-laki kok suka cemberut?" Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. "Tapi kakekku murid Bu Tong Pay. Ya." "Siapa yang mengajar mu ilmu silat?" "Ayahku." ujar An Lok Kong cu. "oh ya." "Nah." "Kalau begitu. namun kemudian menghela nafas panjang. "Aku bisa berjalan sendiri. kan?" "Tidak juga. "Itu pertanda engkau amat manja. "Baiklah. "Setahuku. (Bersambung keBagian 16) Jilid 16 Menyaksikan senyumannya." Thio Han Liong menatapnya. "Memangnya aku anak manja?" "Biasa." "Tapi--" "jangan tolak." Thio Han Liong tertawa. aku ingin ikut engkau ke gunung Bu Tong."Engkau murid Bu Tong Pay?" "Bukan. Thio Han Liong merasa tidak tega menolaknya. namun aku tidak akan memaniakanmu lho" "Huh Siapa yang mau dimanjakan?" An Lok Kong cu cemberut lagi.manggut. dan itu membuat Thio Han Liong memandangnya dengan mata terbelalak. Aku ke sana ingin menemui sucouw dan para kakek lainnya sebab aku sudah rindu kepada mereka." "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut." An Lok Kong Cu tersenyum. ayahmu pasti sangat terkenal dalam rimba persilatan. "Aku yakin engkau pasti mendengar dari gurumu. Bolehkah aku tahu nama ayahmu?" "Ayahku bernama Thio Ah Ki." Kalau begitu. kan?" "Ya-" An Lok Kong cu mengangguk. engkau pernah belajar ilmu silat?" "Pernah sedikit. . "Anak pembesar suka memanjakan diri.. saudara Thio" An Lok Kong cu memandangnya sambil tersenyum lembut." "Sucouwmu adalah Guru Besar Thio sam Hong?" "BetuL" Thio Han Liong mengangguk"Engkau kok tahu?" " Aku pernah mendengar. "ya. akhirnya ia manggut." "saudara Thio" An Lok Kong cu memandangnya seraya berkata. Engkau tidak berkeberatan kan?" "Itu--" "saudara Thio" desak An Lok Kong cu"Ajaklah aku ke sana Aku ingin menikmati keindahan alam di sana.

"Sebetulnya aku tidak menyukai kaum pembesar. beberapa tamu terus memandang ke oYt^n^t»." Thio Han Liong menghela nafas panjang"semua itu telah berlalu."Eh?" An Lok Kong cu tercengang.. An Lok Kong cu mengambil dua tael perak.. "Haaah?" Mulut pelayan itu ternganga lebar. "oh ya. dan dibukanya dengan perlahan-lahan. aku pun amat membenci kaisar. terbelalaklah Thio Han Liong. tidak perlu diungkit lagi-" "saudara Thio" An Lok Kong cu menatapnya"Maukah engkau menceritakannya kepadaku?" "Lain kali saja. namun Thio Han Liong tidak memperhatikannya. "Tuan Muda." An Lok Kong Cu tersenyum." "Memangnya kenapa?" "Itu. kemudian diberikan kepada pelayan. "Kalau kemalaman sampai di kota itujuga tidak apa-apa. terima kasih." sahut An Lojt Kong cu." An Lok Kong co merasa heran.. lalu menggantung buntalan itu di punggungnya. "Hari sudah mulai sore. apakah punya hubungan dengan kaisar?" tanya Thio Han Liong mendadak." "oh?" Air muka An Lok Kong cu langsung berubah. "sekarang mari kita berangkat ke gunung Bu TOng" "Baik.. "Kenapa engkau mendadak menghela nafas sih? Apa yang terganjel dalam hatimu?" "Saudara Cu.. "Kenapa engkau membenci kaisar? Bukankah kaisar sangat adil dan bijaksana. ini masih lebih banyak-" "LebiKnya untukmu saja" sahut An Lok Kong cu. "Hanya kebetulan akupun marga Cu." . "Tidak punya hubungan apa-apa. "Ini.. bahkan amat mementingkan rakyat?" tanyanya. "Kita santai saja. lalu menurunkan buntalannya. begitu pula terhadap anak pembesar." An Lok Kong cu mengangguk. kita harus mengikutinya." pelayan itu tertegun. Tuan Muda. kita harus bermalam di dalam kota itu." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala"Terus terang. Kalau kita berhasil merampoknya.." ujar Tluo Han Liong." Kening Thio Han Liong berkerut-kerut "Cu Goan ciang berhati licik dan jahat.. "Itu memang tidak salah-. terima kasih... kira-kira beberapa mil terdapat sebuah kota. Kenapa engkau begitu dendam terhadap kaisar?" "Aaaah.. ternyata mereka kaum golongan hitam"Itu sasaran empuk. karena buntalan itu berisi uang perak dan uang emas. pasti tidak akan habis dimakan tiga tahun lho" Thio Han Liong dan An Lok Kong cu meninggalkan kedai teh itu Mereka berdua tidak tahu kalau diikuti -beberapa orang golongan hitam.." sahut Thio Han liong..Tapi-. dia membawa uang begitu banyak." sahut An Lok Kong cu." bisik salah seorang dari mereka"Aku tidak sangka. "Te. mungkin kelak aku akan membunuhnya. Begitu melihat isi buntalan itu.Tanpa ia sadari. margamu Cu." sahut Thio Han Liong.

maka lebih baik engkau kembali ke Kotaraja."Engkau pernah bermalam di dalam hutan?" "Tidak pernah-" "Kalau begitu " ucapan Thio Han Liong terputus. " Kami perampok" sahut mereka serentak"Maka kalau kalian sayang nyawa. la terpental beberapa depa lalu roboh dan mulutnya mengeluarkan darah"Haah?" Yang lain terkejut bukan main. "Ha ha ha" salah seorang dari mereka tertawa gelak. ya?" An Lok Kong cu tersenyum dingin. kemudian secepat kilat balas menyerang menggunakan siauw Lim Liong jiauw Kang. mendadak Thio Han Liong maju dua langkah seraya berkata kepadanya"saudara Cu." "Terima kasih. Pemuda itu tersenyum dingin dan sekonyong-konyong badannya bergerak cepat sambil menggerakkan sepasang tangannya. "Aku tidak akan pulang sekarang... Tapi kemudian mereka menyerang Thio Han Liong serentak dengan senjata. "Ilmu silatmu sungguh tinggi" "Tidak juga. jangan cari penyakit" "Hm" dengus orang itu lalu mengeluarkan senjatanya yang berupa sepasang kampak dan mendadak menyerang Thio Han Liong dengan sengit sekali." "Terima kasih atas nasihatmu." ucap An Lok Kong cu sambil tersenyum. Thio Han Liong bergerak cepat menghindari serangan itu. engkau diamlah Biarlah aku yang membereskan mereka. tinggalkan buntalan itu" "Hmm" dengus An Lok Kong cu. cepat tinggalkan buntalanmu itu?" "oh. "Lebih baik kalian cepat enyah dari sini." ujar Thio Ha h Liong sambil meng-gelenggelengkan kepala "Dalam rimba persilatan banyak terdapat orang licik dan jahat. tinggalkan buntalan itu" "siapa kalian?" tanya Thio Han uong sambil mengerutkan kening." Kalau kalian ingin selamat. " Aku peringatkan kalian" Thio Han Liong menatap beberapa perampok itu dengan tajam. "Aaakh Aaaakh Aaaakh " terdengar suara jeritan. namun. "Kali ini kalian kuampuni cepatlah kalian enyah" Para perampok itu segera pergi.Ternyata Thio Han Liong menyerang mereka dengan ilmu Kiu Im Pek Kut Jiauw"saudara Thio" An Lok Kong cu bertepuk tangan. sebab ingin pesiar .Ketika ia baru mau menghunus pedangnya. dan itu membuat An Lok Kong cu tertawa geli"saudara Cu. "Kalian tidak takut kepada hukum?" "Kami hanya kenal hukum rimba" sahut orang itu sambil membentak"Engkau jangan banyak omong. Para perampok itu sudah terkapar dengan mulut mengeluarkan darah." sahut Thio Han Liong sambil tersenyum.. saudara Thio. Di antaranya ada yang terjatuh-jatuh." An Lok Kong cu tersenyum. lalu membentak para perampok itu. "Aaaakh " jeritnya kesakitan. Dada perampok itu terpukul. karena mendadak muncul beberapa orang di hadapannya. Duuuk.

"Tempat apa itu?" "Tempat untuk bersenang-senang. Di sana ada hidangan yang lezat-lezat. "Heran" An Lok Kong cu menatapnya. paling tepat ke Pek Hoa Louw (Rumah seratus Bunga)." "Eeeh" Thio Han Liong menggaruk kepala." "Dasar anak manja" Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. "oooh" An Lok Kong cu manggut-manggut. "Bukan." "Itu tempat bordil?" tanya Han Liong." "Pek Hoa Louw?" Thio Han Liong mengerutkan kening.^n Lok Kong cu. "Kenapa engkau jarang minum arak?" "Aku memang jarang minum arak. "saudara Cu." "Aku tidak akan mengganggumu. bagaimana kalau kita pergi jalan-jalan sebentar?" "Pergi jalan-jalan?" Thio Han Liong menatapnya.buntalan yang dibawa An Lok Kong cu tetap tergantung di punggungnyasampai di luar. sebab aku masih harus menyelesaikan banyak urusan. kebetulan mereka berpapasan dengan seorang pelayan. mari kita berangkat Hari sudah mulai senja-" Thio Han Liong dan An Lok Kong cu bermalam di sebuah penginapan.. "Tuan-tuan mau ke mana?" tanya pelayan itu. " Celaka aku" Thio Han Liong menghela nafas panjang. "Mau pergi jalan-jalan. "Maka alangkah baiknya kalau kita pergijalan-jalan. "Kok sekarang malah dibebankan padaku?" "sebab engkau berkepandaian tinggi." sahut An Lok Kong cu. "Han Liong. kenapa aku harus menjewermu?" Thio Han Liong tersenyum. "Aku. Mereka duduk berhadapan di dalam kamar sambil menikmati teh wangi. aku hanya ingin bersamamu. aku akan menjewer telingamu" "Jewerlah sekarang Aku. dan juga ada gadis cantik bermain musik sambil bernyanyi dan menari.." . "Itu merupakan tempat hiburan. karena arak bisa merusak kesehatan" sahut Thio Han Liong.. tapi tidak boleh nakal. "Ya-" An Lok Kong cu mengangguk"Engkau tidak mau beristirahat?" tanya Thio Han Liong. engkau tidak boleh ikut aku.bersamamu. "Ayoh. lagipula aku tidak merasa letih. "Aku belum ng antuk.." sahut Thio Han Liong.".. lebih baik kita bertanya kepada pelayan dimana ada tempat yang indah untuk pesiar?" "Baik-" Mereka berdua meninggalkan kamar itu. " Engkau boleh bersamaku." Pelayan itu memberitahukan. tempat buang uang. "Kita kurang paham akan kota Hang Ciu ini." sahut An Lok Kong cu sambil menatapnya dengan mata berbinar-binar. "oh ya Malam begini ke mana paling menyenangkan? " "Kalau Tuan-tuan mau bersenang-senang. maka aku merasa aman pesiar bersamamu. aku senang sekali-" "Engkau tidak punya salah.. percayalah" ujar . Awas kalau nakal. Itu adalah tempat hiburan bagi kaum hartawan dan bangsawan. aku.

" "sama-sama. "Tahunya cuma bersenang-senang" "Kok sewot sih?" An Lok Kong cu tersenyum geli. "saudara Cu. Adik An Lok. Rumah tersebut dibangun dengan biaya besar. mari kita berangkat ke tempat hiburan itu" ajak An Lok Kong Cu-." desak An Lok Kong cu.. "Aku. "Aku bukan pemuda hidung bCiang. bukan pemuda romantis.. "Temanilah aku ke sana" "Dasar anak pembesar" Thio Han Liong bersungut-sungut. Terima kasih-" Betapa girangnya An Lok Kong cu. saudara Cu" sahut Thio Han Liong.. maka tidak heran kalau begitu indah dan .." sahut Thio Han Liong sungguh-sungguh."Pelayan" Thio Han Liong tersenyum." An Lok Kong cu tersentak"Aku aku sengaja tertawa begitu" "oooh" Thio Han Liong tersenyum." ucap pelayan lalu pergi"Han Liong" Wajah An Lok Kong cu berseri-seri"Mari kita pergi ke tempat hiburan itu" "Maaf. Bab 32 Pek Hoa Louw (Rumah seratus Bunga) Pek Hoa Louw (Rumah seratus Bunga) memang merupakan tempat hiburan bagi golongan atas. pasti ku tinggal" "Jangan khawatir. " Kakak Han Liong. "Aku tidak akan main perempuan di tempat itu." An Lok Kong cu tertawa.. Tapi bagaimana seandainya engkau yang main perempuan di tempat itu?" "Adik An Lok-" Thio Han Liong memberitahukan. "sejak aku berkelana. "Terima kasih atas penjelasanmu. lebih baik panggil aku.. kemudian mereka berdua berangkat ke tempat hiburan itu sambil tertawa-tawa.." "Baiklah. "Hidungmu memang tidak bCiang kok-" "Eeeeh?" Thio Han Liong terbelalak "suara tawa-mu." Thio Han Liong menatapnya tajam. "Ayolah Temani aku ke Pek Hoat Louw" "Aku akan menemanimu ke tempat hiburan itu... "Engkau tidak boleh main perempuan di tempat itu." An Lok Kong cu tersenyum manis. "Yang benar? Masa sih engkau tidak pernah main perempuan? Maksudku tidak pernah tidur bersama perempuan.." "Aku memang tidak pernah tidur bersama perempuan. tapi ingat.. Lagipula uangku tidak cukup untuk bersenang-senang di tempat itu" "Han Liong. Kalau engkau berani main perempuan. maka aku tidak mau ke sana." "Han Liong" potong An Lok Kong cu cepat. "Baik-" Thio Han Liong mengangguk." Thio Han Liong mengangguk"Adik An Lok " "Terima kasih.... "Jangan memanggilku saudara Cu. " "oh?" An Lok Kong cu tertawa kecil. kok mirip sekali dengan suara tawa anak gadis?" "Aku. sama sekali tidak pernah main perempuan. Kakak Han Liong..

Di atas panggung itu duduk beberapa anak gadis sedang bermain musik. terbelalaklah Thio Han Liong. engkau malah katakan kurang indah? Kalau begitu. tempat tinggalmu di Kotaraja pasti indah sekali" "Betul" An Lok Kong cu mengangguk"Jauh lebih indah dari tempat ini. tapi bukan main indahnya." sahut An Lok Kong cu sambil menggelengkan kepala"Masih kurang indah-" "Apa?" Thio Han Liong terbelalak " Tempat yang sedemikian indah. ya kan?" "Ya." gadis pelayan itu mengangguk"Hanya untuk Tuan-tuan berdua?" "ya. seandainya engkau mau menjadi pejabat. "sajikan hidangan-hidangan yang paling lezat" jawab An Lok Kong cu.. terdengar pula suara musik yang menggetarkan kalbu "silakan ke dalam" ucap seorang penjaga sambil memberi hormatsetelah melewati taman bunga dan telaga buatan.. "Ayahku masih tidak mau menjadi kaisar. siapa ayahmu?" tanya An Lok Kong cu cepat. lalu berjalan pergi." sahut An Lok Kong cu"Permisi" ucap gadis pelayan itu sopan." ucap Thio Han Liong sambil menghela nafas panjang. hanya tampak belasan orang duduk di sana sambil bersulang." "Adik An Lok." "oh?" Thio Han Liong menatapnya dengan mata tak berkedip"Kalau begitu ayahmu pasti pejabat tinggi dalam istana. "Juga sajikan arak wangi" "ya. namun tempat yang di sebelah kanannya agak sepi tapi indah sekali. juga terlihat beberapa anak gadis sedang menari sambii bernyanyi. Tuan-tuan" ucap salah seorang gadis pelayan rumah hiburan itu. Begitu memasuki rumah hiburan itu..Di dalamnya terdapat taman bunga. telaga buatan dan lain sebagainya-Lentera-lentera yang beraneka bentuk dan warna bersinar remang-remang." An Lok Kong cu mengangguk sambil tersenyum.mereka di suatu tempat yang ditata indah sekaliDi sana tampak pula sebuah panggung yang tidak begitu tinggi. "Adik An Lok" Thio Han Liong menengok ke sana ke mari seraya berkata. "silakan duduk. "Bukan main indahnya tempat ini" "Menurutku . Cukup ramai tempat itu. sampailah. tentunya aku pun tidak mau menjadi pejabat tinggi di dalam istana. aku mampu membantumu. justru menambah keindahan tempat tersebut. "Ayahku.tinggi dalam istana.terima kasih atas maksud baikmu.mewah." " Kakak Han Liong." Di saat ia baru mau memberitahukan. "Kakak Han Liong. . karena ia tidak menyangka rumah hiburan itu sedemikian indah. "Tuan-tuan mau pesan makanan dan minuman apa?" tanya gadis pelayan itu. "Terima kasih-" sahut Thio Han Liong sambil duduk.

bungkukkan badannya. lalu menaruh buntalannya di atas meja." "Hui siang?" tanya An Lok Kong cu. Tuan" ucapnya sambil memberi hormat. sekaligus membukanya.. "Aku yang bertanggung jawab kalau majikanmu marah-" "Ya-" gadis pelayan itu dudukDi saat itulah muncul dua penjaga yang langsung mendekati gadis pelayan itu dengan mata melotot. bolehkah kami tahu siapa namamu?" "Namaku Hui siang.. dan itu membuat gadis pelayan tersebut menarik nafas lega. itu seraya berkata. "sama-sama." bisik Thio Han Liong. "Dia selalu bertindak sewenang-wenang terhadap penduduk kbta. "Kami keamanan di sini. "Biasalah" "Maksudmu?" An Lok Kong cu tidak mengerti. Hui siang memberitahukan. "Sekarang kalian boleh pergi memberitahukan kepada majikan kalian. "Aku yang menyuruhnya duduk di sini.mendadak muncul beberapa gadis pelayan menyajikan beberapa macam hidangan dan arak wangi. "Maaf tuan. "Adik An Lok. tapi." ucap An Lok Kong cu sambil tersenyum lembut. "Silakan duduk" "Apa?" gadis pelayan itu terperanjat." "Jangan khawatir" An Lok Kong cu tersenyum. "Engkau berani duduk di sini? Ayoh. kemudian diberikan kepada ke dua keamanan. "Nah" An Lok Kong cu mengibaskan tangannya. "Permisi." Penjaga itu tersenyum menyengir. Terima kasih Tuan" ucap ke dua keamanan itu serentak sambil membungkuk. bahkan sering menaikkan pajak-" "oh" An Lok Kong cu manggut-manggut.. jadi Tuan harus mengerti." ucap Thio Han Liong. cepat bangun" bentak salah seorang penjaga itu. "Terima kasih.. bahwa kami yang mengundang gadis ini duduk bersama kami." "Ya Tuan oh ya Tuan-tuan dari mana?" "Kami dari Kotaraja. "Kelihatannya mereka minta disogok-" "oooh" An Lok Kong cu tertawa kecil. "Pantas suara tawanya begitu keras sekali Lalu siapa yang duduk bersamanya?" . "silakan menikmati" ucap gadis pelayan tadi"Terima kasih. An Lok Kong cu mengambil dua puluh tael perak." "Tunggu" sahut An Lok Kong cu. dan kami tidak mau diganggu" "ya. ke dua keamanan itu terbelalak dengan mulut ternganga lebar. aku tidak boleh duduk. "Tahukah engkau siapa lelaki gendut yang duduk di tempat sebelah kanan itu?" "Dia adalah pembesar kota ini. "Tuan" Penjaga itu memberitahukan.." "oooh" Ke dua keamanan itu segera pergi. Begitu buntalan itu dibuka.." "Apa sih?" An Lok Kong cu tetap tidak mengerti. "oh ya. "Berdasarkan peraturan di sini memang tidak boleh. "Beri tahu kan kepada majikan kalian.Memangnya tidak boleh?" sahut An Lok Kong cu tidak senang.

. "Eh?" An Lok Kong cu heran. "Aku hanya merasa kasihan kepadanya." jawab Hui siang dengan mata basah"Maka aku terpaksa kerja di sini.." "Engkau senang kerja di sini?" tanya An Lok Kong cu mendadak"sebetulnya aku ingin berhenti." "Tidak jadi masalah-" An Lok Kong cu tersenyum. itujuga tidak apa-apa. Alasan Lie Tayjin bahwa ayahku meminjam modal tidak membayar dan harus melunasi dengan hasil panen itu. Akan tetapi. Hui siang terisak-isak. besok kami akan ke rumahmu-" "Apa?" Hui siang terbelalak"Tuan-tuan mau ke rumahku?" "ya-" An Lok Kong cu manggut-manggut. Apa kah engkau berniat mengangkatnya menjadi pelayan pribadimu? " "Tentu tidak-" An Lok Kong cu tersenyum.." . Di saat itulah Thio Han Liong tersenyum-senyum. tapi ayahku membutuhkan biaya pengobatan.." "Hui siang.-" Hui siang memberitahukan.. Tentu ayahku tidak senang dan langsung melapor kepada Lie Tayjin (Pembesar Lie) Tapi malah ayahku yang dihukum. "Ngmm" An Lok Kong cu manggut-manggut.... "Bagaimana keadaan ayahmu sekarang?" "sejak itu ayahkujatuh sakit. sehingga tanpa sadar terus mencaci hartawan itu dan Lie Tayjin. tapi. "Kenapa engkau tersenyum-senyum? Apa yang menggelikan?" "Menggelikan sih tidak. Betapa gusarnya ayahku.. hartawan itu menyita hasil panen dengan alasan bahwa itu adalah modalnya. hanya saja.Padahal aku harus mengurusi ayahku yang sudah tua itu. sungguh kejampara hartawan itu" Hui siang memberitahukan lagi sambil menghela nafas panjang." Thio Han Liong tertawa kecil." Hui siang segera meninggalkan mereka.Mereka harus memperoleh ganjarannya-" "Tuan. sekarang engkau boleh pergi melayani tamu lain. "Kenapa? Tidak boleh ya?" "Boleh sih boleh. "Kapan engkau pulang?" "subuh-" "Kalau begitu. maka ayahku meminjam modal kepada salah seorang hartawan itu." "ya Tuan. "Nah.Karena itu Lie Tayjin menyita sawah ayahku-" "Hmm" dengus An Lok Kong cu"Begitu kejam hartawan dan Lie Tayjin. Mereka selalu memeras kaum petani di luar kota. di mana rumahmu?" "Rumahku di-."Mereka adalah para hartawan kota ini. " Hui siang menggeleng-gelengkan kepala"Rumahku tidak-karuan. "Kelihatannya engkau tertarik sekali pada gadis itu." Wajah Hui siang langsung berubah"Ja-ngan omong sembarangan." "Kalaupun engkau tertarik padanya. "Ayahku punya beberapa bidang sawah di pinggir kota. Karena kekurangan modal. ketika panen. Tuan-tuan bisa celaka" "oh ya" tanya Thio Han Liong.

" "Eh?" An Lok Kong cu melotot. ya?" "Memang iya.." "omong kosong" An Lok Kong cu cemberut dan wajahnya kemerah-merahan. "Aku mau pesan beberapa anak gadis untuk menemani kami makan dan minum. aku. namun musik tetap mengalun. Tiba-tiba Lie Tayjin melambaikan tangannya. namun kemudian mereka menggeleng-gelengkan kepala. aku" "Eeeh?" Thio Han Liong menatapnya dengan mata tak berkedip "Kenapa sikapmu seperti gadis pingitan sih?" "Aku aku " An Lok Kong cu menundukkan wajahnya dalam-dalam. kaum gadis simpanan. "Kakak Han Liong.ujar Thio Han Liong merendahkan suaranya.. "Jangan menghina ayahku. kemudian ia pun melambaikan tangannya. ayahku tidak begitu macam lho" "OH." jawab An Lok Kong cu"Mereka semua harus menemani kami makan dan minum-" "Apa?" Petugas keamanan itu terbelalak"Para gadis itu khusus hanya melayani Lie Tayjin dan para hartawan itu-" "oh?" An Lok Kong cu tersenyum"Kalian bawa para gadis penari itu ke mari. dan seketika juga ke dua petugas keamanan itu menghampirinya sambil membung-kukbungkukkan badannya"Tuan Muda mau pesan apa?" tanya salah sedrang petugas keamanan itu." "simpanan apa?" "Itu. lama sekali barulah mendongak seraya berkata. Lie Tayjin berbisik-bisik. "Biasa anak pejabat tinggi dalam istana pasti banyak simpanannya. "Kalau engkau mengejekku lagi." sahut An Lok Kong cu. "Hmm" dengus An Lok Kong cu dingin"Baru jadi pembesar di kota ini sudah berlagak begitu macam" "Adik An Lok" Thio Han Liong tersenyum"Ayah-mu mungkin juga begitu. Mereka berdua lalu bersulang sambil tersenyum. ." Thlo Han Liong mengangguk. mari kita bersulang untuk perkenalan yang amat menggembirakan" "Baik.. Di saat bersamaan para penari itu berhenti." sahut An Lok Kong cu. kemudian salah seorang keamanan segera menghampirinya dengan sikap hormat sekali.. "Anak gadis yang mana?" tanya petugas keamanan itu dengan girang. aku akan memberi kalian seorang seratus tael perak-" "Hah? seorang seratus tael perak?" Ke dua petugas keamanan itu terperangah. dan keamanan itu manggutmanggut. sebab ia yakin ia akan memperoleh hadiah berupa uang perak lagi"Aku ingin memborong para gadis penari itu. laiu mendekati para penari. Ternyata Lie Tayjin menyuruh para petugas keamanan itu mengundang dua gadis penari untuk menemani mereka.

"Tapi ada LieTayjin di situ. kemudian berbisik-bisik. "Tolak saja.. tidak lain hanya ingin mencoba bagaimana sifat Thio Han Liong." "oh?" Para gadis penari itu kurang percaya. "Tuan Muda begitu royal. Tapi-." ujar An Lok Kong cu. suka main perempuan atau tidak? setelah para gadis penari itu berada di situ. Thio Han Liong malah bersikap dingin." An Lok Kong cu tersenyum-senyum. "Kok diam saja.. "Percayalah" An Lok Kong cu tersenyum lagi. dan segera menyerahkan dua ratus tael perak kepada ke dua petugas keamanan itu." "Kalian jangan takut." An Lok Kong cu cemberut. lalu memandang Thio Han Liong seraya bertanya.. "Kita memperoleh seratus tael perak seorang... aku diam. "Maaf. "Aku sudah membawa mereka ke mari. "Bagus. itu amat menggembirakan An Lok Kong cu.. kalau kami tolak. "Maka lebih baik. kemudian cepat-cepat pergi dengan wajah berseri-seri"Wuah" seru para gadis penari itu tak tertahan. kan?" "Benar-" Ke dua petugas itu segera berjalan ke panggung." gadis penari itu menghela nafas panjang. kami pasti celaka. . sedangkan tugas kita cuma membawa para gadis penari itu ke mariBagaimana menurutmu? Tuan Muda itu akan bertanggung jawab." "Pokoknya aku yang bertanggung jawab.ya. tapi dia pasti tidak berani bertingkah di hadapanku. tentunya kami bisa celaka." "Aku yang bertanggung jawab." ujar salah seorang petugas keamanan itu sambil tersenyum. setelah berbisik-bisik sejenak dengan para penari. "Tugas kalian hanya membawa para gadis penari itu ke mari-" "Itu. tentu. Kakak Han Liong?" "Aku tidak perlu turut campur kan?" sahut Thio Han Liong dengan bahu terangkat sedikit. "Bagaimana mungkin kami berani menolaknya?" gadis penari itu menggeleng-gelengkan kepala. "Beliau adalah pembesar kota ini. Tuan Muda" ucap mereka serentak. tidak boleh pergi melayani Lie Tayjini" "Bagaimana kalau Lie Tayjin memanggil kami?" tanya salah seorang gadis penari itu. jadi tidak ada urusan dengan kita. "yang penting kalian mau menemani kami makan dan minum. kami tidak mau menyusahkan Tuan Muda." An Lok Kong cu tersenyum. tapi kemudian tersenyum." Ke dua petugas keamanan itu saling memandang." " Kakak Han Liong. "Terima kasih." tegas An Lok Kong Gu." sahut An Lok Kong cu. pertanda Thio Han Liong bukan lelaki hidung bCiang. sesungguhnya ia memanggil para penari itu. barulah mereka kembali ke tempat An Lok Kong cu bersama para gadis penari itu "Tuan Muda.. bagus" An Lok Kong cu manggut-manggut. tentu kami pun akan memperoleh hadiah kan?" "Tentu.. "Walau dia pembesar kota ini.

"Tidak bisa" Pembesar Lie mengerutkan kening. sedangkan Thio Han Liong diam saja dengan sikap dingin"Maaf" Petugas keamanan itu memberi hormat kepada Thio Han Liong dan An Lok Kong cu"Lie Tayjin menyuruhku membawa para gadis penari ini ke tempatnya. "Kok mereka tidak ikut ke mari?" "Para gadis penari itu ingin berbicara sebentar dengan ke dua temannya yang berada di sini. Lie Tayjin bertanya...." sahut An Lok Kong cu." ." ujar An Lok Kong cu dan berbisik lagi." Petugas keamanan itu cepat-cepat pergi ke tempat An Lok Kong cu. "Mungkin mereka berdua bukan penduduk kota ini.. terjadilah pembicaraan serius antara para hartawan dengan pembesar Lie.. "Engkau harus berusaha agar ke dua gadis penari yang sedang menemani pembesar Lie itu ke mari menemani kami. setelah itu barulah mereka akan ke mari-" sahut petugas keamanan itu memberitahukan." bisik petugas keamanan itu.." "Hmm" dengus pembesar Lie dengan wajah merah padam saking gusarnya.. "Aku tidak berani melakukan itu. dan begitu sampai di sana. "Dua ratus tael perak?" "Dua ratus tael perak?" Petugas keamanan itu terbelalakLama sekali ia mempertimbangkannya." bisik An Lok Kong cu." Petugas keamanan itu menggeleng-geleng-kan kepala." "Itu. "Para gadis penari itu khusus hanya untuk melayani kita. suruh para gadis penari itu ke mari" perintah pembesar Lie. tapi ke dua pemuda itu. dan segeralah petugas keamanan itu menghampirinya. "Padahal sesungguhnya. akhirnya mengangguk"Baiklah" Petugas keamanan itu segera ke tempat yang di sebelah kanan itu. harap Tuan-tuan jangan tersinggung" " Aku justru tersinggung. "Engkau ke tempat sebelah kiri itu. Tayjin..sementara di tempat sebelah kanan.. "Pokoknya aku melarang mereka ke sana. "Tayjin ada perintah apa?" tanyanya. sementara An Lok Kong cu terus bercakap-cakap dengan para gadis penari itu sambil tertawa-tawa. "Kedudukan dan derajat Tayjin amat tinggi.... jangan mempermalukan diri sendiri karena urusan kecil." "Pokoknya aku yang bertanggung jawab. "Pokoknya mereka harus ke mari sekarang" "Tayjin. "Ya. "siapa ke dua pemuda itu? Kok mereka berani memanggil para gadis penari untuk menemani mereka makan dan minum?" bisik salah seorang hartawan."jawab petugas keamanan itu sambil tersenyum"Aku akan memberimu seratus tael perak. maka tidak tahu siapa aku" Pembesar Lie melambaikan tangannya memanggil salah seorang petugas." Petugas keamanan itu serba salah"Engkau mau uang?" tanya An Lok Kong cu mendadak"Tentu mau." sambung yang lain." "Tuan. tapi .

"Ah sam" Pemilik Pek Hoa Louw menatapnya"Eh? siapa yang memberimu uang itu?" "Ah seng." Petugas keamanan itu segera pergi dengan wajah ceria. Tayjin." "Ngmm" Lie Tayjin manggut-manggut. "Biar ke dua gadis penari ini ke sana dulu. Tuan Muda. la langsung memberi rekannya lima puluh tael perak"Terima kasih. bagus" An Lok Kong cu tersenyum sambil memandang petugas keamanan. setelah itu barulah mereka ke mari." ujar salah seorang hartawan. Tayjin." Rekannya berjalan pergi. Tuan Muda. "Eh? Dari mana engkau memperoleh uang itu?" "Dari Tuan Muda itu. "Engkau jangan bohong" "Aku tidak bohong." An Lok Kong cu memberikannya dua ratus tael perakDengan tangan agak bergemetar petugas keamanan itu menerima uang tersebut. ia memberi hormat kepada mereka seraya memperkenalkan diri"Aku adalah pemilik Pek Hoa Louw ini. yang ternyata pemilik Pek Hoa Louw itu.Kita adalah kawan. "Terima kasih. maka engkau layak memperoleh hadiah dariku. salah seorang rekannya cepat-cepat menghampirinya dan terbelalak begitu melihat uang itu." ucap petugas keamanan itu dengan wajah berseri. "Kok uangnya begitu banyak. siapa yang memberinya?" "salah seorang tamu yang di tempat bagian kiri" Ah sam menunjuk ke arah An Lok Kong Cu" Engkau kenal tamu itu?" "Tidak-" "Ngmmm" Pemilik Pek Hoa Louw itu manggut-manggut. lalu mengajak ke dua gadis itu ke tempat An Lok Kong cu"Bagus. "Engkau telah melaksanakan tugas dengan baik. setelah berada di hadapan An Lok Kong cu dan Thio Han Liong." Petugas keamanan itu menunjuk ke arah An Lok Kong cu. "Ternyata begitu. "Dia yang menghadiahkan uang ini kepadamu?" Re-kannya kurang percaya." Petugas keamanan itu memberitahukan tentang itu." ucapnya sambil membungkuk-bungkukkan badannya. Terima kasih. lalu berjalan ke tempat An Lok Kong cu." ucap rekannya itu "Tidak usah mengucapkan terima kasih-" Petugas keamanan itu tersenyum"Kita adalah kawan senasib. Terima kasih atas kedatangan kalian-" ." sahut Ah sam"Ah seng?" Pemilik Pek Hoa Louw mengerutkan kening. "Terima kasih-" "sekarang engkau boleh pergi" ujar An Lok Kong cu"ya."Betul. "oooh" Rekannya-manggut-manggut. maka rejekiku juga adalah rejekimu-" "Terima kasih. "Terima kasih.Engkau memperoleh dua ratus tael perak. bagi aku dikit lho" "Beres-" Petugas keamanan itu amat solider.la berpapasan dengan seorang lelaki berusia lima puluhan berpakaian mentereng.

" sahut pemitik Pek Hoa Louw sambil memberi hormat. " Ke dua tamu itu berasal dari Kota raja. "Para gadis penari ini khusus hanya melayani Lie Tayjin dan para hartawan kota ini. para gadis pemain musik.buntalan itu berisi ribuan tael perak dan emas. Begitu pemilik Pek Hoa Louw mendekatinya. kemudian berbisikbisik"Tuan Besar dipanggil LieTayjin-" Pemitik Pek Hoa Louw mengangguk. dan para petugas keamanan. ia langsung me-nudingnya seraya membentak"Bagaimana engkau? Kenapa tidak kau suruh para gadis penari itu ke mari menemani kami?" "Mereka. "Ha ha ha" Pemilik Pek Hoa Louw lalu tertawa gelak"Kalian berasal dari mana? Bolehkah aku tahu?" "Kotaraja-" "oh?" Pemilik Pek Hoa Louw tersentak"Kalian bukan penduduk kota ini. mereka membawa ribuan tael perak dan emas. sesungguhnya ia amat membenci pembesar itu." "Apa?" Pemilik Pek Hoa Louw terbelalak"Engkau akan memberi mereka lima tael emas seorang?" "Ya-" An Lok Kong cu membuka buntalannya"Ini uangku. tidak boleh melayani tamu lain" "Tapi-" Pemilik Pek Hoa Louw memberitahukan. kalian... Tuan Muda. "Maaf." "Hmm" dengus An Lok Kong cu dingin"Lie Tayjin" itu apa? Aku justru senang ditemani para gadis penari ini. "Pokoknya engkau harus menyuruh para gadis penari itu ke mari Kalau tidak. lalu berkata kepada An Lok Kong cu sambil tersenyum. Di saat bersamaan. bahkan juga tidak pernah memberi hadiah kepada para gadis penari.. karena setiap kati bersenang-senang di sana." sahut An Lok Kong cu tanpa balas memberi hormat."sama-sama." "Haaah ?" Pera hartawan itu semuanya jadi terbelalak"Apakah mereka hartawan dari Kota raja?" "Mungkin-" Pemilik Pek Hoa Louw mengangguk"Aku tidak peduli itu" ujar Lie Tayjin bernada gusar. ." "Tidak tahu apa?" tanya An Lok Kong cu.. aku harus segera pergi menemui Lie Tayjin" "Tuan" ujar An Lok Kong cu. Aku akan memberi mereka hadiah. seorang lima tael emas. suatu jumlah yang amat besar." Pemilik Pek Hoa Louw segera pergi menemui Lie Tayjin sementara Lie Tayjin tampak gusar sekali. "Hmm" dengus LieTayjin"Tentunya engkau tahu para gadis penari itu hanya boleh melayani kami. "Suruh dia jangan macam-macam terhadapku" "ya. dan sikapnya pun berubah hormat sekali. Apabila perlu Pek Hoa Louw ini akan kubeli-" "Tuan Muda -" Pemilik Pek Hoa Louw ini langsung memanggilnya demikian. tampak seorang petugas keamanan menghampiri pemilik Pek Hoa Louw itu... pembesar tersebut tidak pernah membayar. aku akan segel Pek Hoa Louw ini" "Apa?" Wajah pemilik Pek Hoa Louw langsung berubah pucat pias. pantas tidak tahu-. mereka sedang menemani ke dua tamu itu.

" Pemilik Pek Hoa Louw tidak dapat metanjutkan ucapannya karena nafasnya masih tersengalsengal. "saudaraku itu datang dari istana di Kota-raja. "Pokoknya Lie Tayjin ketemu batunya malam ini. sebetulnya siapa dia? Bolehkah Tuan Muda memberitahukan?" tanya pemilik Pek Hoa Louw. Lie Tayjin menghendaki mereka ke sana." sahut Thio Han Liong sambil tersenyum." "Ba baik-" Pemilik Pek Hoa Louw bvtarUla." "Bandot tua itu berani menangkapku? Apakah dia tidak menyayangi kepalanya lagi?" sahut An Lok Kong cu. lalu berjalan ke tempat itu. tapi tidak takut aku akan menyita Pek Hoa Louw ini kalau engkau berani menyuruh para gadis penari ini ke sana?" "Hah? Apa?" Pemilik Pek Hoa Louw terbelalak. kemudian pemilik Pek Hoa Louw itu bertanya kepada Thio Han Liong.ri ke tempat Thio Han Liong dan An Lok Kong Cu sampai di tempat itu." Lie Tayjin melotot. kalian lihat saja" sahut Thio Han Liong serius dan menambahkan. Pemilik Pek Hoa Louw menarik nafas dalam-dalam... Tuan Besar?" tanya salah seorang gadis penari itu sambil tertawa cekikikan... "Tuan Muda... "Tuan Muda." "Hah?" Menggigillah pemilik Pek Hoa Louw. Aku aku harap Tuan Muda jangan menyulitkan diriku. "Aduuuh Celaka. Pemilik Pek Hoa Louw dan para gadis penari ilu terbelalak. sehingga membuat para gadis penari itu tertawa geli"Ada apa.." "Tidak bisa" sahut An Lok Kong cu."Itu." keluh pemilik Pek Hoa Louw. kalau mereka tidak ke sana menemui Lie Tayjin. tapi berani bertingkah di hadapanku? Ayoh. "Kurang ajar" bentak Lie Tayjin gusar"Engkau berani tidak memberi hormat kepadaku?" "Hmm" dengus An Lok Kong cu dingin"Engkau cuma pembesar di kota ini.. . kalian.... "Kenapa mereka?" tanya An Lok Kong cu... setelah itu barulah menjawab dengan setengah memohon. maka.. "TuanMuda. untung dia tidak bersikap kurang ajar terhadap pemuda itu." "Ayoh" bentak Lie Tayjin"Cepat panggil para gadis penari itu ke mari Kalau tidak». sementara An Lok Kong cu sudah berada di hadapan Lie Tayjin.Namun ia tidak memberi hormat kepada pembesar itu. nafasnya terengah-engah. lalu berteriak memanggil para petugas keamanan." ujar salah seorang gadis penari.. agar Tuan Muda tidak ditangkap. "Tuan Muda. "Tuan Muda punya hubungan apa dengan dia?" "Kami boleh dikatakan saudara. cepat berlutut" "Apa? Engkau. "Kenapa nafas Tuan Besar ngos-ngosan sih?" "Kalian." "Hmm" dengus An Lok Kong cu dingin"Biar aku yang menemui bandot tua itu" "Tuan Muda." "oh?" An Lok Kong cu tertawa dingin"Engkau takut dia menyegel Pek Hoa Louw ini. "Biar kami ke sana menemaninya.. maka beliau akan menyegel Pek Hoa Louw ini.

"Lie Tayjin. "Dia dia -" sementara sambil tersenyum-senyum An Lok Kong cu duduk disisi Thio Han Liong.. "Ha. "Lie Tayjin sering menyiksa orang." Lie Tayjin menghela nafas panjang.. lalu kembali ke tempatnya.H Engkau adalah-." Ketika Lie Tayjin baru mau mencaci mereka. kemudian menyuruh para hartawan itu berlutut. "Bagaimana perlakuan pemilik Pek Hoa Louw ini terhadap kalian?" . "Apa? Kami juga harus ikut berlutut?" Para hartawan itu tercengang." "Hah?" Para hartawan itu terkejut bukan main. bilang saja aku dari istana" "Ya. "Maaf. bukan pengawal Tayjin. malam ini dia dapat ganjarannya. sekaligus memperlihatkan sua tu benda kepadanya." "Kalian jangan bicara sembarangan" tegur pemilik Pek Hoa Louw. kemudian memandang para gadis itu seraya bertanya. maaf" ucap pemilik Pek Hoa Louw sambil memberi hormat. sedangkan An Lok Kong cu tersenyum-senyum. maka kita harus menuruti perintahnya. "Dia dari istana. yaitu sebuah giok yang berukir sepasang naga. Agar leher kita tidak putus. "Kalau mereka bertanya tentang diriku.. "sebelum kusuruh. mendadak Ah Lok Kong cu mendekatinya." "Diam" bentak An Lok Kong cu. "Ampunilah hamba Kong. "Cepat suruh para hartawan itu berlutut" ujar An Lok Kong cu. kalian tidak boleh bangun" tegas An Lok Kong cu. sedang kan pemilik. Pek Hoa Louw dan para gadis penari memandangnya dengan mata terbelalak dan mulut ternganga lebar.." sekujur badan Lie Tayjin langsung menggigil dan cepat-cepat ia menjatuhkan diri berlutut di hadapan An Lok Kong cu.. segeralah para hartawan itu berlutut. sebetulnya siapa pemuda itu? Kenapa kami dan Tayjin harus menuruti perintahnya?" "Dia adalah.." " Kalian." "Rasakan" sahut yang lainnya sambil tertawa cekikikan. An Lok Kong cu tersenyum. "Hi hi hi" salah seorang gadis penari tertawa geli"Lie Tayjin dan Para hartawan itu masih berlutut di situ.a. "Cepat kalian berlutut" bentak Lie Tayjin dengan wajah pucat pias"Cepaat" Menyaksikan air muka Lie Tayjin."cepat kalian tangkap dia" "Maaf" sahut satah seorang petugas keamanan yang telah menerima hadiah dari An Lok Kong cu." Lie Tayjin manggut-manggut lagi. kalau kepalamu masih mau menempel di lehermu" "ya-" Lie Tayjin manggut-manggut. maka kami tidak berhak menangkapnya. " Kalau sampai terdengar oleh LieTauj-jin " "Mau apa dia?" sahut An Lok Kong cu.. "Kami adalah petugas keamanan di sini..a. kemudian berbisik "Engkau tidak boleh membocorkan identitasku.

." Petugas keamanan itu segera pergi memanggil gadis tersebut. "Akan ku-cincang dia" "Ampun." Pemilik Pek Hoa Louw mengangguk. "ya.. "Sekarang panggillah Lie Tayjin ke mari" "Apa?" Air muka pemilik Pek Hoa Louw langsung berubah"Aku ... kemudian memangil salah satu petugas keamanan. "Adik An Lok. apa yang harus kukerjakan?" tanya petugas keamanan itu dengan sopan sekali." "oh. "Dia tidak berani menghukummu.. "Panggilkan gadis penyanyi yang tadi menemani kami" sahut An Lok Kong cu." ujar An Lok Kong cu sambil tersenyum. "Pembesar inikah yang menyita sawah ayahmu?" "ya." "Oooo" An Lok Kong cu manggut-manggut. "Kakak Han Liong" An Lok Kong cu memandangnya seraya bertanya.... lalu memperhatikan Hui siang dan menggelengkan kepala." "Jangan khawatir" An Lok Kong cu tersenyum. ya?" An Lok Kong cu langsung menatap pemilik Pek Hoa Louw"Betul. "Kadang-kadang aku memang agak pelit." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala.. "Lie Tayjin ini amat jahat. "Tuan Muda ada perintah apa?" tanya Lie Tayjin dengan suara bergemetar-gemetar. kok sudah lupa sekarang?" "Hamba..." "Aku harus menghukum mereka agar mereka kapok." Lie Tayjin cepat-cepat membenturkan kepalanya di lantai beberapa kali. "Maaf." tanya An Lok Kong cu."Cukup baik. "Tuan Muda.. Tuan Muda Ampun. sebab Lie Tayjin danpara hartawan itu sering tidak bayar. Tuan Muda. "Engkau. "Ampunilah hamba " An Lok Kong cu diam saja. hamba tidak mengenalnya" "Engkau yang menyita sawah ayahnya. Tuan Muda... "Hui siang. "Tapi sangat pelit terhadap kami." Gadis itu memberi hormat." Pemilik Pek Hoa Louw segera pergi memanggil Lie Tayjin. cepatlah panggil dia ke mari" "Ya. Thio Han Liong tidak menyahut.." sahut salah seorang gadis penari itu. maka. "Tuan Muda." Lie Tayjin menundukkan kepala"Hamba akan segera mengembalikan sawah itu kepada . bagaimana kalau kau penggal kepalanya?" "Hmm" dengus Thio Han Liong dingin." Hui siang mengangguk-~ "Dongakkan kepalamu" bentak An Lok Kong cu kepada Lie Tayjin"Engkau kenal gadis ini?" Lie Tayjin mendongakkan kepala. Di saat itu Lie Tayjin sudah datang menghadap dengan cara berlutut di hadapan An Lok Kong cu.

mereka pun berlutut. lalu menyuruh para hartawan itu menghadap An Lok Kong Cu. "Hamba. "Bangunlah" ujar An Lok Kong cu sambil menatap mereka dengan dingin. Tuan Muda-" Para hartawan itu segera kembali ke tempatnya. hamba mohon diri" Lie Tayjin kembali ke tempatnya. agar para hartawan itu segera pergi"ya.. "Nah sekarang. "Tuan Muda jangan penggal kepalaku" "Hmm" dengus Thio Han Liong. kalian harus membantu kaum petani dengan modal secukupnya tanpa harus membayar bunga Kalau kalian tidak menuruti perkataanku ini. Tuan Muda Ampun. Sampai di hadapan An Lok Kong cu. "Sekarang engkau boleh kembali ke tempatmu. engkau pasti dipecat dan dihukum" "Ya." "Haaah ?" Tara hartawan itu nyaris pingsan seketika. Bahkan ada yang langsung berlutut di hadapan Thio Han Liong." sahut para hartawan itu. ya. lalu mengeluarkan uang masing-masing dan ditaruh di atas meja.."Mulai sekarang kalau engkau masih berani bertindak sewenang-wenang terhadap rakyat.. tapi suruh para hartawan itu ke mari" ujar An Lok Kong cu. "Sebetulnya siapa pemuda itu?" "Aku akan beritahukan. "Dia An Lok Kong cu. putri kesayangan kaisar." ucap mereka serentak." sahut seorang hartawan yang berperut gendut.. Kalau tidak. "Esok pagi engkau harus mengantar lima ratus tael perak ke rumahnya Kalau tidak.Lalu duduk dan menarik nafas lega. "Terima kasih. Tuan Muda. Dengan hati kebat-kebit para hartawan itu menghadap An Lok Kong cu. "uang yang kalian bawa itu harus ditaruh di sini semua" "ya. maka mulai sekarang. " An Lok Kong cu menatap mereka satu persatu.. "Ya. kepala kalian pasti terpisah dengan leher" sahut Lie Tayjin dan memberitahukan. hamba berjanji" "Baik-" An Lok Kong cu manggut-manggut"Harus dikembalikan esok pagi." Lie Tayjin mengangguk lagi." "ya." ucap para hartawan itu memohon. "Kalian selalu memeras kaum petani. sementara An Lok Kong cu memandang uang perak yang di atas meja." "Aku pasti penggal kepala kalian dengan pedang pusaka istana" sambung Thio Han Liong..Kemudian salah seorang dari mereka bertanya kepada Lie Tayjin. "Hmm" dengus An Lok Kong Cu..ayahnya." Hartawan gendut itu manggut-manggut. sebab esok siang kami akan ke rumahnya" "ya-" Lie Tayjin mengangguk. Tuan Muda. tapi kalian harus menjaga rahasia. "Engkau harus mengganti kerugian ayah Hui Siang" tegas An Lok Kong cu.. "Siapa diantara kalian yang pernah menyita hasil panen orangtua Hui Siang?" tanya An Lok Kong Cu. "Sekarang kalian boleh pergi-" An Lok Kong cu mengibaskan tangannya. la menghitung kira-kira berjumlah seribu tael . "Ampun.

" tanya salah seorang gadis penari. "Baiklah-" An Lok Kong cu manggut-manggut. Tak lama mereka sudah sampai di depan sebuah kamarPemilik Pek Hoa Louw membuka pintu kamar itu seraya bertanya. tentunya banyak gadis yang jatuh cinta kepadamu-" "Aku -" Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala"Justru bersikap dingin terhadap kaum gadis. pemain musik dan para gadis pelayan" "ya. "Engkau harus berubah." " Kalau begitu. Thio Han Liong menutup pintu kamar sambil menggelenggeleng kan kepala. itu agar mereka tidak mendekatiku-" "oh?" An Lok Kong cu tertawa kecil"Bukankah enak sekali dikerumuni kaum gadis?" . mari kita kembali ke penginapan" "Baik. "Engkau amat tampan. "AyoW." "Kenapa aku. Tuan Muda." "ya.. bahkan juga terlampau menghamburkan uang. sambil menengok ke sana kemari. Kakak Han Liong.. lalu mCiangkah ke dalam. "Engkau terlampau romantis. lebih baik pergunakan uangmu itu untuk menolong fakir miskin." Thio Han Liong mengangguk. entah berapa banyak gadis akan tergila-gila kepadamu" "Engkau pun amat tampan. "Tuan Muda." sahut Thio Han Liong sambil mengerutkan kening." ujar An Lok Kong cu sambil tersenyum lembut. "Bagaimana kamar ini. Kakak Han Liong?" tanya An Lok Kong cu sambil duduk di hadapannya dan menatapnya dengan mata berbinar-binar. engkau. "Bagaimana?" Terserah engkau." Pemilik Pek Hoa Louw segera meninggalkan mereka... tidak baik begitu" "ya." An Lok Kong cu manggut-manggut. aku pasti menurut. kemudian memanggil pemilik Pek Hoa Louw"Tuan Muda ada perintah apa?" tanya pemilik Pek Hoa Louw cepat "Bagi-bagikanlah uang ini kepada para gadis penari." An Lok Kong cu mengangguk"Terus terang" kata Thio Han Liong sambil memandangnya"Daripada untuk berfoya-foya begitu. "sekarang engkau boleh pergi. kemudian berkata kepada pemilik Pek Hoa Louw. "Aaaah " Thio Han Liong menghela nafas panjang." sahut Thio Han Liong." An Lok Kong Cu memandang Thio Han Liong.perak. Tuan Muda" Pemilik Pek Hoa Louw mengangguk"baiklah-" An Lok Kong cu bangkit berdiri sambil memandang Thio Han Liong. "Perlukah kami ke kamar menemani kalian?" "Apabila perlu. Tuan Muda merasa cocok?" "Boleh juga. itu lebih tepat-" "Pokoknya Kakak Han Liong bilang apa.. "Kami akan bermalam di sini. "Maaf" ujar pemilik Pek Hoa Louw. "Adik An Lok. pasti ada orang memanggil kalian." sahut An Lok Kong cu sambil tersenyum. mari ikut aku ke dalam" ajak pemilik Pek Hoa Louw. "Bagaimana kalau Tuan Muda bermalam di sini saja?" "itu..

"Aku pun baru bangun." "Kok bandel " Thio Han Liong melotot.. kebetulan mengarah pada An Lok Kong cu. "Dasar anak nakal" gumam Thio Han Liong sambil tersenyum "Dalam tidur pun tetap nakal membuat selimut merosot ke bawah-" Thio Han Liong menarik selimut itu menutupi badan An Lok Kong cu. aku mau tidur di kursi" "Kakak Han Liong" An Lok Kong cu tersenyum"Engkau tidur di ranjang . kemudian perlahan-lahan ia mendekati An Lok Kong cu."Tapi aku bukan engkau yang senang dikerumuni kaum gadis... tampak beberapa gadis pelayan berdiri dengan membawa berbagai macam hidangan dan arak wangi. kemudian kembali ke tempat duduknya. Kakak Han Liong. sebab Thio Han Liong masih dalam keadaan tidur di kursiAn Lok Kong cu mendekatinya. lalu berdiri di feadapan Thio Han Liong sambil memandangnya dengan penuh perhatian.. gadis-gadis pelayan itu masuk. karena tidak menyangka Thio Han Liong begitu baik terhadapnya. aku bangun kesiangan.. "Kami mengantar sarapan untuk Tuan Muda" Thio Han Liong membuka pintu. selimut yang menutupi An Lok Kong cu itu agak merosot ke bawahThio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. namun ia tidak berani bergerak karena tahu Thio Han Liong sedang mendekatinya.» An Lok Kong cu mengangguk "oh ya» Thio Han Liong memandangnya"Engkau tidurlah di tempat tidur. Perlahan-lahan An Lok Kong cu turun dari tempat tidur. kemudian mohon diri "Hahaha" Thio Han Liong tertawa. "Adik An Lok." Mendadak dari luar terdengar suara ketukan pintu. "siapa?" "Pelayan" Terdengar suara sahutan dari luar. segeralah Thio Han Liong bangkit berdiri "Aku. saat itulah pemuda itu mendadak membuka matan Begitu melihat An Lok Kong cu berdiri di hadapannya. lalu membaringkan dirinya ke tempat tidur. Malta bersemilah cintanya terhadap pemuda itu. menaruh semua hidangan dan arak wangi ke atas meja." "ya. . mendadak Thio Han Liong membuka matanya." An Lok Kong cu tertawa kecil. biar aku yang tidur di kursi. sekarang sudah mulai membantah-" "Lupa.Kebetulan An Lok Kong cu terjaga dari tidurnya. Thio Han Liong tersenyum-senyum. Betapa terharunya An Lok Kong cu." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. karena engkau masih pulas. ia tidak berani menimbulkan suara. maka aku tidak berani membangunkanmu. Ah Lok Kong cu belum puas ia terus melirik ke arah Thio Han Liong dengan hati berdebar-debar anehEntah berapa lama kemudian.sifat burukmu itu harus dibuang jauh-jauh. "Masuklah" ucap Thio Han Liong. An Lok Kong Cu tersenyum. kemudian memejamkan matanya. "Tadi engkau bilang mau menuruti semua perkataanku." sahut Thio Han Liong..

"Maka ayah dan ibuku meninggalkan Tionggoan.. hingga saat . maka." Mereka mulai makan.-" Thio Han Liong menutur kejadian itu berdasarkan apa yang di dengar dari ayahnya. "Tapi Cu Goan Ciang khawatir ayahku akan jadi kaisar. berarti aku akan membunuh cu goan Ciang-" Wajah An Lok Kong cu tampak muram. Tentunya tahu betapa jahat dan liciknya Cu goan Dang itu. "Kakak Han Liong." An Lok Kong cu memberitahukan. "Kakak Han Liong. engkau adalah putra Thio Bu Ki yang amat kesohor itu. "Kenapa engkau begitu membenci kaisar?" "Sebab " Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala.. hidangan di sini masih kalah hebat dibandingkan dengan yang di dalam istana. Tapi Cu Goan ciang masih khawatir ayahku akan merebut tahta kerajaan. padahal." ujar An Lok Kong cu seusai Thio Han Liong menutur.. Thio Han Liong terus memuji akan kelezatan semua hidangan tersebut "Kakak Han Liong. An Lok Kong cu mendengarkan dengan penuh perhatian. sesungguhnya ayahku tidak mau jadi kaisar." "oh?" An Lok Kong cu tersentak"Lalu bagaimana?" "Ayah dan ibuku terluka." "Tentu. "Bagaimana engkau ikut aku ke istana?" "Adik An Lok. "Kaisar adalah mantan bawahan ayahmu? siapa ayahmu?" "Ayahku bernama Thio Bu Ki." ujar Thio Han Liong memberitahukan. Cu Goan ciang mengutus sembilan Dhalai Lhama dan puluhan pengawal istana menyerbu kepulauan Hong Hoang to itu. tapi kalau aku ke istana." "Ayahmu kenal ayahku?" "Kenal" An Lok Kong cu mengangguk"Kalau ayahmu ingin menjadi pejabat tinggi di istana. "Kenapa ayahmu melarangmu membunuh kaisar itu?" "Ayahku bilang.Mereka hidup tenang. aku benci sekali pada Cu goan ciang. bahkan wajah mereka rusak terbakar oleh api Liak Hwee Tan." "Ayahku tidak mau" Thio Han Liong menghela nafas panjang. damai dan bahagia dipulau itu. tentu akan membuat rakyat menderita. "Aku tidak menyangka sama sekali." An Lok Kong cu tersenyum." An Lok Kong cu terkejut bukan main.. maka belasan tahun lalu. "Ayahmu adalah pejabat tinggi dalam istana. "Akan tetapi ayahku melarangku membunuh cu goan ciang." "Haaah-. oleh karena itu. "oleh karena itu. Hidangan-hidangan itu tampaknya memang lezat sekali." "Ayah dan ibumu tinggal di mana sekarang?" "Dipulau Hong Hoang to.terima kasih atas ajakanmu. mari kita makan. untuk sementara ini aku belum bisa.." "Apa?" Terbelalak An Lok Kong cu.. kalau aku membunuh Cu goan ciang." "oh?" Tercengang An Lok Kong cu." ujar Thio Han Liong dan menambahkan. dia adalah bawahan ayahku."Pemilik Pek Hoa Louw ini sungguh menghormati kita..

... namun dibatalkannya. senyumannya yang amat menawan hati itu membuat wajah Hui siang langsung kemerah-merahan dan tampak tersipu. "Kalau tiada bantuan dari Tuan Muda.. Berselang beberapa saat kemudian." orangtua itu menghela nafas panjang. "Apakah Lie Tayjin sudah mengembalikan sawah itu kepada ayahmu?" "sudah. jangan lupa mampir" " ya. "Terima kasih " ujar orangtua itu dengan suara lemah"Terima kasih -" "Paman" Thio Han Liong tersenyum"Tidak usah berterima kasih kepada kami. aku pun harus membuat perhitungan dengan para Dhalai Lhama itu." An Lok Kong cu ingin mengatakan sesuatu.Tak seberapa lama kemudian.ini aku belum ke istana membunuh kaisar. mereka berpamit pada pemilik Pek Hoat Louw. Kalau kalian ke mari lagi kelak." ujar Thio Han Liong sambil memberi hormat kepada orangtua itu. "Tuan Muda" Hui siang memberitahukan. "Kalian sudah mau pergi?" Pemilik Pek Hoat Louw ingin menahan mereka.." Thio Han Liong menjelaskan.. mereka sudah tiba di rumah tersebut. Terima kasih atas kebaikan Tuan terhadap kami" "Ha hal" Pemilik Pek Hoat Louw tertawa...Mereka melihat seorangtua berbaring di tempat tidur." tanya An Lok Kong cu.Karena masih sakit. Tuan" "Selamat jalan" sahut pemilik Pek Hoat Louw. Thio Han Liong mengikutinya dari belakang." An Lok Kong Cu tersenyum. "Nginap saja beberapa malam. An Lok Kong cu dan Thio Han Liong mengangguk lalu duduk. "silakan duduk" ucap Hui siang. ." sahut An Lok Kong cu sambil melangkah ke dalam. maka tidak bisa bangun untuk memberi hormat-" "Tidak apa-apa.la mengantar Thio Han Liong dan An Lok Kong cu sampai di luar. Begitu pula hartawan yang menyita hasil panen sawah ayahku.. Dia ke mari untuk mengganti rugi. entah bagaimana nasib kami" "Hui siang. Hui siang memang gadis yang berbakti" "Aaah. yang merupakan sebuah gubuk." Thio Han Liong mengangguk"sampaijumpa. "Aku yang harus berterima kasih pada kalian. "Tuan Muda. pokoknya gratis.. Kami. kami sungguh berterima kasih kepada Tuan Muda.." "Kakak Han Liong." Hui siang mengangguk"Pagi-pagi sekali Lie Tayjin sudah mengutus seseorang ke mari. "Ini adalah ayahku." Hui siang menyambut kedatangan mereka dengan wajah berseri-seri"Silakan masuk" "Terima kasih. "selain itu.. lalu menghela nafas panjang.. "Kami harus melanjutkan perjalanan." "Maaf" sahut Thio Han Liong. Thio Han Liong dan An Lok Kong cu langsung menuju rumah Hui siang. yang berada di ujung kota.

" "Hui siang. " Kakak Han Liong" An Lok Kong cu tercengang." ucap Hui siang dengan air mata berderai-derai.. "Tapi engkau baik sekali terhadap diriku. "Hui siang" An Lok Kong cu memegang bahunya... "Kami harus memburu waktu melanjutkan perjalanan. lain kali jangan begitu baik terhadap kaum gadis" "Harus bersikap dingin seperti engkau?" tanya An Lok Kong cu sambil tertawa kecil." "Tuan Muda" Wajah Hui siang langsung berubah murung. secara tidak langsung engkau telah membuat gadis itu patah hati. otomatis membuat mereka patah hati. selamat jalan. "Aaaah--" Thio Han Liong menghela nafas panjang setelah meninggalkan rumah Hui siang. "oleh karena itu. maka aku harus menjauhi mereka. " Kapan ada kesempatan..." "Bukan karena itu." "oh. "Lebih baik bersikap dingin daripada bersikap hangat. maka aku harus menemanimu sekalian melindungimu" ujar Thio Han Liong. "Sebelumnya aku pun bersikap sepertimu. tentunya gadis itu tidak pantas menjadi pasanganmu.. jadi tidak bisa lama-lama di sini. ya?" An Lok Kong cu tersenyum seraya berkata. "Kakak Han Liong. Engkau jangan salah paham" "Tuan Muda. "Terima kasih." "Aaaah " Hui siang menghela nafas panjang... Bagaimana mungkin Tuan Muda akan ke mari menengok aku lagi? Itu tidak mungkin." "Engkau adalah putra pejabat tinggi dalam istana. Kakak Han Liong.. maka kami berpamit sekarang. tak mungkin aku akan jatuh cinta kepadanya. "sampai jumpa. "Aku tahu. lagi pula engkau melancong seorang diri. Tuan Muda cuma menghibur. Hui siang" An Lok Kong cu menatapnya sejenak. "Barang kali karena rumah ini gubuk maka Tuan Muda tidak betah di sini."Lie Tayjin dan hartawan itu telah menepati janji." ujar Thio Han Liong dan menambahkan. ." sahut Thio Han Liong sambil menggelenggelengkan kepala." "oooh" An Lok Kong cu manggut-manggut. lalu mCiangkah pergi dan diikuti Thio Han Liong dari belakang. dan banyak gadis mendekatiku karena mengira aku jatuh hati pada mereka.. kemudian berpamit kepada Hui siang dan ayahnya." sahut Thio Han Liong sungguh-sungguh "Lho? Memangnya kenapa?" "Adik An Lok" Thio Han Liong menatapnya seraya berkata." "Engkau adalah anak laki-laki seperti aku. kami akan ke mari lagi menengokmu. "Kenapa engkau menghela nafas panjang? Apakah merasa berat berpisah dengan gadis itu?" "Adik An Lok." Mata Hui siang tampak mulai berkaca-kaca." An Lok Kong cu tersenyum." An Lok Kong cu tersenyum. "gadis itu yang merasa berat berpisah denganmu. "Tuan Muda.. mungkin juga mereka merasa sakit hati padamu." Wajah An Lok Kong CU berseri.

sedangkan biarawati tua itu terus memandangnya. baru berkelana di rimba persilatan.." sahut Thio Han Liong sambil tersenyum. "Ketika nenek dikeroyok para penjahat." sahut Lam Hai Lo Ni dan melanjutkan. "Hubungan kami kian hari kian bertambah akrab. "Kini dia telah memiliki ilmu Hiat Mo Ciang?" "ya." -ooo00000ooooBab 33 Lam Hai Lo Ni (Biarawati Tua Laut selatan) Yo Sian Sian sudah tiba di tempat tinggal Lam Hai Lo Ni yang terletak di laut selatan..."Engkau sungguh baik hati terhadapku." "Aku. aku tidak akan melupakanmu selamanya." tanya An Lok Kong cu mendadak"seandainya aku seorang gadis." gumam Lam Hai Lo Ni dengan kening berjeerut-kerut." Lam Hai Lo Ni manggut-manggut... nenek sudah kenal Hiat Mo itu" "oh?" yo sian sian terperangah. "Mari kita melanjutkan perjalanan ke gunung Bu Tong pemandangan di sana amat indah menakjubkan. "Dia-. "Engkau jahat sekali" "Ha ha ha" Thio Han Liong tertawa gelak. "Engkau. "Pada waktu itu nenek masih muda." "Aku pun tidak akan melupakanmu selamanya. aku.. "Engkau sungguh mirip anak gadis.. dia membantai habis para penjahat tersebut setelah itu. sebab Lam Hai Lo Ni tidak pernah menceritakannya.. "Hiat Mo yang mengajarkannya ilmu itu. la duduk di hadapan biarawati tua itu.." "Apa?" Lam Hai Lo Ni tampak terkejut." "Hiat Mo Hiat Mo-." "Kakak Han Liong. mendadak muncul seorang pemuda berpakaian serba merah membantu neneksungguh sadis pemuda berpakaian merah itu. "" Tanpa sadar An Lok Kong cu mem-bantingbanting kaki. "Kini kepandaiannya sudah tinggi sekali. Nenek pun memberitahukan nama nenek. "Engkau. Nenek-" yo sian sian mengangguk.. Nenek-" yo sian sian memberitahukan. namanya siang Koan It Hang. sebab kita sudah seperti saudara kandung." " nenek kenal Hiat mo itu?" "Kenal. apakah engkau akan sedemikian baik terhadapku?" "Kalau engkau seorang gadis. suka cemberut dan sekarang malah membanting-banting kaki." An Lok Kong cu menundukkan kepala. "sebelum kenal kakekmu. tentunya aku akan menjauhimu. Kelihatannya ia sedang mengenang masa lalunya... dan sejak itu kami menjadi kawan." ujar Lam Hai Lo Ni dengan mata memandang jauh ke depan. akhirnya saling mencinta. "Adik An Lok" Thio Han Liong tersenyum." "Kenapa aku?". karena dia telah berhasil menguasai ilmu Hiat Mo Ciang.." . "Jadi Kwee In Loan berhasil melukaimu?" "ya. kami berkenalan." "Lalu bagaimana?" tanya yo sian sian tertarik. "Ternyata dia berasal dari Kwan Gwa.

" yo Sian Sian mengangguk." Lam Hai Lo Ni memberitahukan."oh?" yo sian sian terbelalak. Nenek.Dia pulang ke Kwan Gwa dan tiada kabar beritanya lagi." "Nenek.aku justru tidak mengerti kenapa Hiat Mo bersedia mengajar Kwee In Loan ilmu Hiat Mo Kang? Apakah ada sesuatu di balik itu?" "Hiat Mo amat licik dan banyak akal busuknya. "oleh karena itu." "Siapa yang menang.. akhirnya nenek ribut dengan dia dan sampai bertarung... nenek yakin ini merupakan syaratnya." ujar Lam ftai Lo Ni melanjutkan." "oh?" "Sian Sian" Lam Hai Lo Ni menatapnya. ke dua ilmu tersebut tidak dapat saling mengalahkan. Tidak tahunya. "Dia terlampau sadis dan berambisi menguasai rimba persilatan. perlihatkan tusuk rambut ini kepadanya Nenek yakin dia masih menghargai benda ini.. "Simpan baik-baik tusuk konde itu." "Tusuk konde ini." "Kira-kira memang begitu. boleh dikatakan seimbang. "Nenek berikan benda ini kepadamu... "Dia mengajar Kwee In Loan ilmu Hiat Mo Kang. sebab amat berguna bagimu kelak" "ya. mulailah Lam Hai Lo Ni mengajar yo sian sian ilmu Thian sin cisementara . "Kemungkinan besar dia akan menimbulkan bencana dalam rimba persilatan. Hek?" "Tiada yang kalah dan yang menang." Lam Hai Lo Ni manggutmanggut."jawab Lam Hai Lo Ni dan menambahkan. nenek yakin pasti dengan suatu syarat. malah menikah dengan kakek?" "Aaaah " Lam Hai Lo Ni menghela nafas panjang. Keesokan harinya.. ternyata sebuah tusuk konde. "Apabila kelak engkau bertemu Hiat Mo. "Nenek akan mengajarmu Thian Sin ci (Ilmu jari Sakti Langit)" "Terima kasih. "oh ya." ucap yo Sian Sian." jawab Lam Hai Lo Ni memberitahukan. Nenek." Dengan penuh keheranan yo Sian Sian menerima benda tersebut. "Hadlah dari Hiat mo. apakah ilmu Thian sin ci dapat mengalahkan ilmu Hiat Mo Ciang itu?" "Ke dua ilmu itu sama lihay dan ganas." "oooh" yo sian sian manggut-manggut. kemudian mengeluarkan suatu benda dari dalam sebuah kotak kecil. "Kenapa Nenek tidak menikah dengan dia. dan akan menuruti satu permintaanmu. "sejak itu kami berpisah. la tahu ilmu itu simpanan neneknya.." "Kalau begitu. "Mulai besok... siapa tahu ada gunanya kelak." yo Sian Sian mengerutkan kening. sebab kepandaian kami seimbang." (Bersambung ke Bagian 17) Jilid 17 "Nenek bisa menebak kira-kira apa syarat itu?" "Kwee In Loan pasti harus mematuhi perintahnya.." ujar Lam Hai Lo Ni sambil menggeleng-gelengkan kepala.

" "Engkau telah memiliki ilmu Hiat Mo Ciang. "Kini aku adalah ketua golongan hitam.. Perlukah kita mengutus beberapa orang untuk menyelidiki jejak mereka?" "Itu tidak perlu." "Betul." si Mo berpikir. otomatis kekuatan kita akan berkurang. murid si Mo"Aku tidak habis pikir. Kalau pihak Kay Pang . Namun yang kupikirkan adalah yo sian sian.." "Bukankah tidak lama lagi Hiat Mo akan ke mari? Nah. "Kelak dia pasti merupakan suatu halangan bagi kita.. ya." "Jangan khawatir" si Mo tersenyum." "si Mo" Kwee In Loan menatapnya seraya bertanya. Namun kalau kita menyerbu Kay Pang." "oh?" si Mo mengerutkan kening. "Dia licik harus dilawan dengan kelicikan.. kemudian bertanya. setelah itu barulah menaklukkan partai Bu Tong dan siauw Lim.di markas golongan hitam yang terletak di Pek yun Kok. "Kenapa tidak menaklukkan partai Bu Tong atau siauw Lim dulu?" "Ke dua partai itu amat kuat. hanya saja . aku tidak takut menghadapi mereka. si Mo dan Kwan Pek Him. sedang berlangsung suatu pembicaraan serius di ruang dalam.ketua Kay Pang. Lam Hai Lo Ni berkepandaian amat tinggi. "Menurut aku terlebih dahulu kita harus menaklukkan Kay Pang.." Kwee In Loan mengangguk. kan?" "Ngmm" Kwee In Loan manggut-manggut. "Terus terang. kita pasti meraih kemenangan. " untuk menghadapi kita?" "Kalau tidak " sahut Kwee In Loan. aku justru khawatir.." Kwee In Loan menggeleng-gelengkan kepala. "Kita harus ber-hati-hati terhadap mereka. "Namun dia amat licik dan banyak akal busuk.-.." Kwee In Loan menggelengkan kepala. "T0ng Koay.." ujar si Mo sambil raeng-gelenggelengkan kepala. kenapa harus takut kepada yo sian sian?" "Aku tidak merasa takut menghadapinya. dia banyak akal busuk harus dilawan dengan akal busuk pula. " Kalau begitu. Lam Khie dan Pak Hong entah hilang ke mana?" "Hm" dengus Kwee In Loan dingin." si Mo menjelaskan.. Hiat Mo pasti akan membantu kita." "Mudah-mudahan Hiat Mo akan membantu kita" ucap Kwee In Loan..Loan. "Aku yakin mereka bertiga bersembunyi di suatu tempat untuk berlatih ilmu silat. "untuk apa mereka bertiga harus bersembunyi di suatu tempat untuk berlatih ilmu silat?" "Ngmm" si Mo manggut-manggut." "Aku dan Pek Him akan berangkat ke markas Kay Pang menemui su Hong sek. sebab setahuku. "Kalau kita langsung menyerbu Bu Tong Pay atau siauw Lim Pay. Mereka adalah Kwee In. lama sekali barulah membuka mulut.. tentu pihak kita juga akan berkorban banyak. lalu harus bagaimana menguasai rimba persilatan?" "Itu. Kalau dia berhasil menguasai ilmu biarawati tua itu.

" Ketua dan Tiang lo kami sudah menunggu. "si Mo" sambut su Hong sek. "Kini aku sebagai wakil ketua golongan hitam. tapi. "Bagaimana menurutmu?" "Baik.. "Selamat datang" "Ha ha ha" si Mo tertawa terbahak-bahak"Ketua dan Tianglo Kay Pang. Tentunya su Pangcu tidak berkeberatan kan?" "Ajakan si Mo memang merupakan suatu penghargaan bagi kami. Ha ha ha. sebab di antara mereka ada yang mengenal si Mo-." "Ha ha" si Mo tertawa lagi sambil melangkah ke dalam. "Ha ha ha" si Mo tertawa gelak"Cepat katakan kepada ketua kalian.salah seorang pengemis segera menyuguhkan teh.." "oh?" Wajah si Mo yang seram itu bertambah menyeramkan. dan Kwan Pek Him mengikutinya dari belakang. barulah kita serbu. "Tahukah su Pangcu apa akibat penolakan ini?" "Ha ha ha" Gan Kang Tianglo tertawa gelak." -ooo00000oooBeberapa hari kemudian. apa kabar?" "Ha ha ha" Ci Hoat Tianglojuga tertawa gelak"Kami baik-baik saja. ketua Kay Pang. Betapa terkejutnya para anggota Kay Pang ketika melihat kedatangan mereka. Ketua nya adalah Kwee In Loan. silakan masuk. bukan?" "Betul. "Kalau begitu." ujar si Mo mengemukakan pendapatnya." su Hong sek menggeleng-gelengkan kepala. ia sudah kembali lalu memberi hormat dan berkata.tidak mau bergabung dengan kita." salah seorang anggota Kay Pang langsung berlari ke dalam markas. betul.. "Kami merasa keberatan sekali untuk bergabung dengan golongan hitam." sahut si Mo dan menambahkan. sedangkan. su Hong sek terus menatapnya kemudian berkata. bahwa aku dan muridku datang berkunjung" "ya. tanggunglah akibatnya" ." "oh? Ada urusan apa ketua golongan hitam mengutus kalian ke mari?" tanya su Hong sek"Begini "" si Mo tersenyum"Kami bermaksud mengajak Kay Pang bergabung. yang hingga saat ini masih belum menikah. Tak seberapa lama kemudian. "si Mo berkunjung ke mari tentunya ada suatu kepentingan. " Kapan engkau dan Pek Him akan berangkat ke markas Kay Pang?" "Esok pagi." si mo manggut-manggut dan memberitahukan. si Mo dan muridnya sudah sampai di markas Kay Pang.silakan duduk" si Mo dan muridnya duduk. Dia mengutus kami ke mari.."Kami berani menolak tentunya sudah memikirkan akibatnya-" "oh. "Aku sudah memperhitungkan kekuatan Kay Pang. la adalah seorang wanita muda berusia tiga puluhan.. ya?" si Mo tersenyum dingin." Kwee In Loan manggut-manggut.

" si Mo tersenyum sambil melanjutkan." Coan Kang Tianglo menghela nafas panjang. penjagaan harus diperketat Kita kibarkan bendera perang terhadap golongan hitam. Mereka berdua duduk di ruang depan. "Pokoknya kami pasti menanggung akibatnya. sebab aku yakin pihak si Mo akan menyerbu ke mari. aku yakin dapat menundukkan Kay Pang." "Gan Kang Tianglo." sambung su Hong sek dan Ci Hoat Tianglo. karena kami akan berangkat ke sana esok pagi." sahut Ci Hoat Tianglo. si Mo dan muridnya meninggalkan markas Kay Pang." su Hong sek manggut-manggut. sedangkan su Hong sek. . sedangkan pihak golongan hitam sudah begitu kuat Kita. oleh karena itu... "Maka kita semua harus bersiap siaga menghadapi penyerbuan pihak si Mo-" "Aaaah--. aku akan mengajak Liong san sin Tang (si Tongkat sakti Dari gunung Liong san).. Kwee In Loan mengerutkan kening. "Kita harus bersiap-siap." si Mo mengangguk"Itu sudah kuduga sebelumnya. "Tidak keburu bagi Kay Pang untuk: minta bantuan kepada partai lain. Ketua..-. "su Pangcu. tidak boleh menyerah begitu saja-" "Betul-" Ci Hoat Tianglo manggut-manggut." "Kalau begitu " ujar Gan Kang Tianglo"Mulai sekarang.Para anggota yang berada di luar pun ikut berteriak"Hidup Kay Pang Hidup Kay Pang " -ooo00000ooosi Mo dan muridnya sudah sampai di Pek yun Kok. silakan" sahut su Hong sek dingin. kita harus berkorban. namun. "Demi nama baik Kay pang." tegas su Hong sek"Biar bagaimana pun kita harus melawan mereka secara mati-matian. engkau harus segera menyusun kekuatan untuk menyerbu ke sana. "Kami mohon diri" "silakan. Ha ha ha.. Ci Hoat dan Coan Kang Tianglo." "Betul." si Mo mengangguk dan memberitahukan. " Kalau begitu." "Ngmm" Kwee In Loan manggut-manggut." "ya. maka kita punya alasan untuk menyerbu Kay Pang. "Mungkinkah Kay Pang akan minta bantuan kepada partai lain?" "Memang mungkin. "Kelihatannya pertempuran besar-besaran tak terelakkan lagi.. Ha ha ha" "Baik. Hek Bin Koay (siluman Muka Hitam)." itu sudah pasti." si Mo dan muridnya bangkit berdiri.Hidup Kay Pang Hidup Kay Pang" "Hidup." ujar ci Hoat Tianglo. Ci Hoat dan Gan Kang Tianglo langsung berunding. "Jadi ketua Kay Pang-menolak?" "ya. Pek Bin Koay (siluman Muka Putin) dan Kwan Pek Him muridku serta puluhan anggota yang berkepandaian tinggi Dengan kekuatan ini. "yang berkepandaian tinggi di sana hanya su Hong sek." "TapL"." "Bagus" Kwee In Loan manggut-manggut. Kwee In Loan terus menatap mereka dengan kening berkerut-kerut.

"Ha ha ha saudara kecil" seng Hwi seoera menghampirinya. sebab ia telah memperhitungkan kekuatan Kay pang. maka An Lok Kong cu dapat menikmati keindahan panorama. selamat bertemu" ucap Seng Hwi. jangan sembarangan memperlihatkan uang mu di tempat umum. karena lelaki itu ternyata seng Hwi. Thio Han Liong dan An Lok Kong cu terus melanjutkan perjalanan menuju gunung Bu Tong. kalian berdua mau ke mana?" . mari kuperkenalkan Pemuda ini bernama Cu An Lok. "saudara Cu. "Bagaimana kalau kita mampir sebentar?" "Baik-" Thio Han Liong menganggukMereka berdua segera menuju kedai arak itu. "oh ya. kawan baikku. wajahnya tampak berseri. pelayan kedai itu langsung menghampiri mereka"Tuan mau pesan arak apa?" "Arak wangi saja. "ibuku baik-baik saja. "Kakak Han Liong. seorang lelaki masuk ke kedai arak itu Ketika melihat lelaki itu. " Cukup ramai kedai arak ini-" "ya" Thio Han Liong menatapnya.. "Silakan duduk" "Terima kasih-" ucap seng Hwi lalu duduk"Kakak seng Hwi. tertegunlah Thia Han Liong. Tuan. Itu memang tidak salah. agar partai tain tidak sempat membantu mereka." "Ha ha ha" si Mo tertawa gelak"Pokoknya Kay Pang harus di bawah perintah kita Ha ha ha. " ingat. seng Hwi menoleh kan kepalanya dan begitu melihat Thio Han Liong. "selamat bertemu. "Tuan mau pesan makanan?" "Baik.la yakin sekali dapat menundukkan Kay Pang. bagaimana keadaan ibumu?" tanya Thio Han Liong.. "Sajikan beberapa macam makanan" "ya."jawab seng Hwi kemudian bertanya.Begitu mereka duduk."Lebih cepat lebih baik. Di saat mereka berdua mulai meneguk arak wangi itu. saudara seng Hwi" sahut An Lok Kong cu sambil tersenyum dan berkata." An Lok Kong cu tersenyum. "saudara kecil" "Kakak seng Hwi. di depan ada sebuah kedai arak-" An Lok Kong cu menunjuk ke depan." si Mo terus tertawa gelak." An Lok Kong cu manggut-manggut." Thio Han Liong memperkenalkan mereka. Tuan-tuan" katanya"Terima kasih" sahut Thio Han Liong. sebab akan menimbulkan niat jahat orang lain" "ya. pelayan mulai menyuguhkan arak wangi dan beberapa macam makanan ke atas meja"silakan makan. Kakak Han Liong. "Kakak seng Hwi Kakak seng Hwi"serunya girang." sahut Thio Han Liong." pelayan itu mengangguk lalu pergi. Apakah Kay Pang akan ditaklukkan begitu saja? Apa pula yang akan terjadi? sementara itu. "Kakak Han Liong" ujar An Lok Kong cu sambil menengok ke sana ke mari. Mereka berdua melakukan perjalanan itu tidak begitu tergesa-gesa.

Mereka tertegun karena penjagaan di sana ketat sekali. "Kakak seng Hwi" tanya Thio Han Liong." jawab Thio Han Liong. aku ingin berkenalan dengan dia-" " Kalau begitu." ucap seng Hwi. engkau kenal dla di mana? Apakah engkau ke Kota raja?" "Aku tidak ke Kotaraja. "Ayahmu kenal baik dengan ketua dan Para Tianglo Kay Pang." "Kakak seng Hwi kenal ketua Kay Pang itu?" tanya Thio Han Liong. aku kenal dia di dalam sebuah kedai teh" sahut Thio Han Liong memberitahukan." seng Hwi menggelenggelengkan kepala. "Aku dengar ketua Kay Pang seorang wanita cantik yang gagah berani. maka aku ingin pergi mengunjunginya-" seng Hwi memberitahukan. "Baiklah. "Engkau mau ke mana?" "Aku mau ke markas Kay Pang."Mau ke gunung Bu Tong. "Para anggota Kay Pang kelihatan bersiap siaga seakanakan .. aku mgin menemui su Hong Sek. langsung berangkat ke markas Kay Pang." "oooh" seng Hwi manggut-manggut. "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut "saudara kecil. tidak salah saudara Cu pesiar ke sana." ujar seng Hwi. "Dari Kota raja-" Thio Han Liong memberitahukan." Thio Han Liong dan An Lok Kong cu mengangguk. "Dia adalah putra seorang pejabat tinggi dalam istana. " Heran?" Thio Han Liong mengerutkan kening. ke dua kawanku ini adalah Thio Han Liong dan cu An Lok-" "Mau apa kalian ke mari?" "Aku aku ingin bertemu su Hong sek. "siapa kalian bertiga?" tanya para anggota Kay Pang yang bertugas menjaga di sana. "suasana di sini rasanya teoang mencekam. bagaimana kalau kalianjuga ikut aku ke markas Kay Pang?" "Aku -" Thio Han Liong memandang An Lok Kong cu. ketua Kay Pang. "Kami pernah bertemu." ujar seng Hwi."jawab seng Hwi dengan wajah agak kemerah-merahan. "saudara kecil. aku akan ke dalam melapar" "Terima kasih. saudara Cu ini berasal dari mana?" tanya seng Hwi mendadak sambil menatap An Lok Kong cu. "Kalian tunggu di sini.. ketua Kay Pang" "oh?" Anggota Kay Pang itu menatapnya tajam. apakah akan terjadi sesuatu?" "Memang mengherankan. "Aku bernama seng Hwi." "Pemandangan di gunung Bu Tong memang indah sekali. -ooo00000oooDua hari kemudian. mereka bertiga sudah tiba di markas Kay Pang. mari kita berangkat sekarang" ajak seng Hwi. "Bagus" An Lok Kong cu tampak gembira sekali.Mereka bertiga lalu meninggalkan kedai arak itu. kemudian berkata. "saudara kecil. "Aku. "Adik An Lok ingin pesiar. maka dia ikut aku ke gunung Bu Tong.

"Mirip seseorang. "Thio Han Liong ini adalah putranya?" "Betul." "Kakak Han Liong. "su Pangcu.menghadapi suatu penyerbuan. "Mari kita bersulang atas kedatangan saudara seng Hwi" sambung Gan Kang Tianglo sambil tertawa gelak. bagaimana kabarmu selama ini?" "Aku baik-baik saja.. "Mirip-.." jawab su Hong sek. "Dia memang putra Thio Bu Ki." Thio Han Liong memandang seng Hwi. Mereka duduk." tanya An Lok Kong cu mendadak"Bagaimana kalau ketua Kay Pang tidak mau menemui kita?" "itu. saudara seng Hwi" ucap su Hong sek dengan senyum ramah"Selamat bertemu." Di saat itulah muncul anggota Kay Pang tadi." ucap seng Hwi dengan wajah cerah "Aku baik-baik saja selama ini" "oh ya" su Hong sek memandang Thio Han Liong. su Pangcu" sahut seng Hwi sambil tertawa gembira"silakan duduk silakan duduk" ucap Ci Hoat Tianglo. dan salah seorang anggota Kay Pang seaera menyuguhkan arak wangi. "Tidak salah.. "Mari kita minum" ucap su Hong sek sambil mengangkat minumannya. "selamat datang.." seng Hwi mengangguk dan memberitahukan. "Bisakah engkau menerka siapa ayahnya?" "Ayahnya. setelah itu seng Hwi memandang su Hong sek seraya berkata. "Ha ha ha " Mereka bersulang." seng Hwi tersenyum.Dengan tersenyum-senyum ia menghampiri mereka lalu memberi hormat "su Pangcu mempersilakan kalian masuk-" "Terima kasih." sa hut su Hong sek sambil tersenyum. sejak itu ." Thio Han Liong manggut-manggut. Adik Han Liong yang menjernihkan kesalahpahaman itu." "Mirip siapa?" tanya seng Hwi. "Aku yakin " ujar seng Hwi." "Apa?" su Hong sek." "BetuL su Pangcu. " Aku pernah salah paham terhadap siauw Lim Pay. "sudah sekian lama kita tidak bertemu.. engkau bernama Thio Han Liong. Tadi salah seorang anggota memberitahukan.." ucap seng Hwi dengan wajah ceria. ci Hoat dan Gan Kang Tianglo berdiri di ruang depan menyambut kedatangan mereka. " Ketua Kay Pang pasti bersedia menemui kita.. talu berjalan ke dalam diikuti Thio Han Liong dan an Lok Kong cu dari belakang. Ci Hoat dan Gan Kang Tianglo terperanjat. "Kalau tidak salah. Thio Bu Ki. " Engkau bagaimana? Baik-baik saja selama ini?" "Terima kasih atas perhatian su pangcu."Su Hong sek menatap Thio Han Liong dengan penuh perhatian lalu berkata. su Hong sek. penolong kami yang pernah menyelamatkan Kay Pang." ujar seng Hwi serius..

"Tuh Lihatlah Bukankah dia sedang cemberut?" Thio Han Liong tertawa dan menggodanya"Ayoh. " Engkau sungguh tampan Bahkan saking tampan justru mirip anak gadis-" "Betul. "Bo-lekah aku turut membantu?" "sebaiknya engkau menjadi penonton saja. "Han Liong. ketika aku bertemu ayahmu." An Lok Kong cu langsung cemberut. menyuruh kami bergabung dengan mereka.kami pun menjadi sahabat" "oooh" su Hong sek tampak gembira sekali. "Tujuh delapan hari yang lalu." su Hong sek memberitahukan. terima kasih.." "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut. si Mo dan muridnya ke mari. "Mau apa si Mo dan muridnya ke mari?" "Kini yang menjabat ketua golongan hitam adalah Kwee In Loan.. kenapa engkau malah mengatakan aku jahat?" "Aku ingin membantu." setelah suara tawa itu sirna.. namanya Cu An Lok dari Kotaraja." tanya An Lok Kong cu. " "Kakak Han Liong.." Wajah An Lok Kong cu memerah"Engkau jahat sekali Awas ya" "Eeeh?" Ci Hoat dan Gan Kang Tianglo mengerutkan kening. banting-banting kakijuga" "Kakak Han Liong. "oh ya. sedangkan si Mo sebagai wakilnya. "secara tidak langsung pada waktu itu ayahmu telah menyelamatkan Kay Pang. "kenapa penjagaan di sini kelihatan begitu ketat." Wajah An Lok Kong cu berubah masam.Mungkin dalam waktu dekat ini mereka akan menyerbu ke mari.." tanya seng Hwi." "oooh" seng Hwi manggut-manggut. "saudara Cu memang mirip anak gadis. aku siap membantu. Aku langsung menolak sehingga membuat si Mo gusar sekali. "Kakak Han Liong. "Engkau jahat sekali" "Apa?" Thio Han Liong tertegun." "Terima kasih." Thio Han Liong memberitahukan: "saudara Cu" su Hong sek tersenyum. "Kalau begitu. Mungkin terlampau dimanjakan oleh ke dua orang tuanya. "si Mo dan muridnya ke mari diutus Kwee In Loan. siapa pemuda ini?" "Dia kawanku. barulah su Hong sek berkata." sahut Thio Han Liong sungguh-sungguh.. suka cemberut dan membanting-banting kaki. "Itu demi keselamatanmu.. bahkan para anggota bersiap-siap. kelihatan akan menghadapi suatu pertempuran?" "Aaai " su Hong sek menghela nafas panjang..?" sela Thio Han Liong. " Kakak Han Liong. "su Pangcu.." ucap su Hong sek- .. Ha ha ha.Jadi aku tidak mencemaskanmu. "Dia memang mirip anak gadis." sambung Thio Han Liong. kau masih kecil-" Ketua Kay Pang memberitahukan." "Aku juga." "oh?" Thio Han Liong tersentak.

" "Padahal. bahkan wajah mereka hangus terbakar oleh Liak Hwee Tan. mau apa engkau menemui kaisar?" tanya An Lok Kong cu sambil menatapnya. Kalau tidak. "Dulu ayahku pernah menyelamatkan Kay Pang. "Thio Kauwcu yang berjasa menumbangkan Dinasti Goan. kalau aku pergi membunuh Cu Goan ciang. "oleh karena itu.. malah akan membuat rakyat menderita. Karena itu. dan menyerahkan jabatannya kepada yo siauw. "Maka terpaksalah ke dua orang tuaku kabur ke pulau Hong Hoang to di Pak Hai. Kini Kay Pang dalam bahaya." ujar seng Hwi. "Belasan tahun lalu. tapi justru dia bersekongkol dengan beberapa orang mengkhianati ayahmu. maka aku pun harus turun tangan membantu pula." "Han Liong." "su Pangcu" Thio Han Liong mengalihkan pembicaraan. Cu Goan ciang mengutus sembilan Dhalai Lhama dan pasukan pengawal istana menyerbu ke pulau Hong Hoang TO ." sahut Thio Han Liong dan menambahkan."Ini adalah urusan Kay Pang." "Setelah menjadi kaisar." "Ke dua orang tuamu berada di mana sekarang?" "Berada di pulau Hong Hoang to-" Thio Han Liong memberitahukan. Thio Kauwcu langsung mengundurkan diri. Akhirnya Cu cioan ciang berhasil menjadi kaisar. maka kaum rimba persilatan harus membantu. "Kira-kira kapan pihak si Mo akan menyerbu ke mari?" "Mungkin dalam sehari dua hari ini" sahut su Hong sek- . "Aaai " Ci Hoat Tianglo menghela nafas panjang." Thio Han Liong mengangguk. sebab Cu Goan ciang yang mengutus sembilan Dhalai Lhama dan pasukan pilihan menyerbu pulau Hong Hoang to. kalian tidak usah bantu" "Ini adalah urusan rimba persilatan. tapi Cu Goan ciang yang berlaku curang merebut tahta kerajaan..." ujar Gan Kang Tianglo." Thio Han Liong menutur tentang kejadian itu. aku akan pergi mencaci Cu cioan ciang. "Mau mencacinya. "Betul." tanya su Hong sek mendadak"Kenapa engkau tidak pergi membunuh cu Goan Ciang?" "Kata ayah. cu Goan ciang masih terus menyuruh pasukan pilihan untuk membunuh ayahku. lalu untuk apa aku harus membunuh Cu Goan ciang?" jawab Thio Han Liong memberitahukan. ayahku pasti marah" "Terima kasih. su Hong sek dan lainnya mendengarkan dengan penuh perhatian. " ibumu adalah Tio Beng yang cantik jelita itu?" "ya.Bibi Ciu Cijiak mati di tangan sembilan Dhalai Lhama itu dan ke dua orang tuakupun terluka.. kemudian memandang Thio Han Liong seraya bertanya." "yaah" seng Hwi menghela nafas panjang. "Tapi mungkin aku akan menemui Cu Goan ciang kelak-" " Kakak Han Liong." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. "Kini cu cioan ciang amat dicintai rakyat Tiada seorang rakyat pun tahu kelicikannya sebelum jadi kaisar. Kini rakyat sudah hidup tenang dan makmur.." ucap su Hong sek terharu. "Cu Goan ciang adalah mantan anak buah ayahmu.

kamar di sini banyak sekali. "Engkau anak lelaki atau anak gadis.." An Lok Kong cu tampak kecewa." uiar Thio Han Liong sungguh-sungguh."Maka kami bersiap-siap menghadapi serbuan itu.." "oh?" Wajah An Lok Kong cu berseri. "Heran" gumamnya. Mereka memang merupakan pasangan yang serasi. "Kalau begitu. bagaimana dengan kita?" tanya An Lok Kong cu kelepasan berbicara sehingga membuat wajahnya memerah seketika. bahkan kadang-kadang Thio Han Liong mengerutkan kening.." "Itu adalah urusan mereka. kalau tidak." "Terima kasih." sahut Thio Han Liong sambil menatapnya dengan penuh perhatian." su Hong sek menggeleng-geleng kan kepala. . "Engkau menjadi penonton saja.. Thio Han Liong dan saudara Cu satu kamar." An Lok Kong cu cepat-cepat menundukkan kepalanya. sedangkan saudara seng Hwi." ujar seng Hwi cepat. "Tidak keburu.. "Lalu bagaimana aku?" An Lok Kong cu cemberut.. "Kelihatannya Kakak Seng Hwijatuh hati pada Su Pangcu. kalian harus tinggal di sini" "Betul. "Tak disangka Kay Pang akan menghadapi serbuan daripihak golongan hitam yang dipimpin si Mo." ucap su Hong sek dengan wajah agak kemerah-merahan. "Ha ha ha" Coan Kang Tianglo tertawa"saudara seng Hwi. Tianglo. sedangkan Thio Han Liong menggaruk-garuk kepala.. tentu cantik sekali. maksudku demi Kay Pang. wajah mereka kelihatan serius sekali." "Kakak Han Liong.. " ya-" Thio Han Liong mengangguk sambil tersenyum.. "Engkau senang kalau aku anak gadis?" "Adik An Lok." "Su Pangcu." ucap seng Hwi. "Baiklah-" su Hong sek bangkit berdiri "Mari ku-antar kalian ke kamar" -ooo00000oooBab 34 Pertarungan Di Markas Kay Pang Thio Han Liong dan An Lok Kong cu duduk berhadapan di dalam kamar. "Kalian kebetulan ke nari. "Ha ha ha" Ci Hoat Tianglo tertawa gelak.Mudahmudahan aku dan Kakak seng Hwi dapat membantu su Pangcu" "Cuma engkau dan saudara seng Hwi?" tanya Lok Kong cu." bisik Thio Han Liong. jangan khawatir" "Terima kasih. "Kita?" Thio Han Liong tertegun. "Adik An Lok.. bagiku sama saja." su Hong sek mengangguk"Mereka harus tinggal di sini.. kalau engkau anak gadis. yang penting kita adalah teman." "Kenapa su Pangcu tidak minta bantuan kepada partai lain?" tanya seng Hwi." "Aku tidur di mana pun tidak jadi masalah. saudara seng Hwi." ujar seng Hwi sungguh-sungguh"Aku bersedia berkorban demi su Pangcu. "Adik An Lok. namun Thio Han Liong tidak memperhatikannya.. "Kenapa kita?" "Tidak ada apa-apa.

Aku sungguh tidak mengerti."Baiklah. sungguh mengasyikkan lho" Thio Han Liong berpikir sejenak.. Kemungkinan besar mereka akan terang kap menjadi suami isterl. "Bibi Yo pernah mengalahkan Kwee In Nio.. mungkin ke dua orang tuamu terlampau memanjakanmu. dan itu membuat An Lok Kong cu tertawa geli. sering bersikap malu-malu pula. Mari kita ke pekarangan" Mereka berdua segera meninggalkan kamar itu menuju pekarangan depan. lalu keluar untuk mencari angin sebentar " sahut Thio Han Liong." "Hah? Apa?" su Hong sek terbelalak." su Hong sek mengangguk"Ayahmu dan Kakak yo berdua menyelamatkan Kay Pang.. Itu. kenapa harus malu-malu?" ujarnya sambil menatap mereka."Kenapa malam ini sikapmu agak aneh? Aku.. "Ia kakak seperguruan Kakak yo?" "su Pangcu kenal Bibi yo?" Thio Han Liong heran. "ya." "Kakak Han Liong. "saudara kecil" seng Hwi salah tingkah." " Kami pun sedang membicarakan si Mo. "Mereka berdua pasti akan hidup bahagia.." ujar su Hong sek" Kepandaian Kwee In Loan jauh di atas si Mo-" Thio Han Liong memberitahukan. "Hi hi hi sudah saling jatuh hati..Kini Kwee In Hio telah menguasai ilmu Hiat Mo Ciang. "Kalian belum tidur?" "Kami sedang berbicara mengenai si Mo. "Kwee In Loan adalah mantan kakak seperguruan Bibi yo sian sian dari Ku-buran Tua. "Jangan bingung" " "Sungguh mengherankan" gumam Thio Han Liong lagi." "Tidak ada apa-apa.. namun kami tidak tahu siapa Kwee In Loan dan bagaimana kepandaiannya. maka Kwee In Nio pergi ke Kwan Gwa menemui Hiat Mo." "ooo" Thio Han Liong manggut-manggut. setelah itu barulah mengangguk. ternyata seng Hwi dan su Hong sek"Kakak seng Hwi" panggil Thio Han Dong." "Kira-kira begitulah." "Syukurlah kalau begitu" ucap Thio Han Liong. kadang-kadang membanting kaki dan. "Tidak tahunya Kakak seng Hwi dan su Pangcu berada di sini. Cu. "Eh? saudara. " ya." An Lok Kong Cu tersenyum. "Sikapmu membuat aku menjadi bingung sekali. sampai di sana mereka melihat dua orang sedang duduk sambil bercakap-cakap. Suka cemberut." Wajah su Hong sek langsung memerah.. bagaimana kalau kita keluar sebentar?" "Mau ke mana?" "Duduk-duduk di pekarangan." sahut An Lok Kong cu lalu mengalihkan pembicaraan. . aku menjadi bingung sekali. " Kelihatannya Su Pangcu juga tertarik kepada saudara Seng Hwi." "Hiat Mo?" su Hong sek mengerutkan kening." Thio Han Liong mengangguk..

"Apa?" An Lok Kong cu melotot.. "su Pangcu. ternyata dia mantan kakak seperguruan Kakak yo sian sian" "Hah?" Hoat dan Coan Kang Tianglo terperanjat "Dia mantan kakak seperguruan Yo sian sian. terutama ilmu Hiat Mo Ciangnya." "Itu. "Saudara An Lok" Seng Hwi menatapnya." sahut su Hong sek. sedang bercakap-cakap di sini" ci Hoat Tianglo memandang mereka. Namun. "Engkau berasal dari keluarga yang berpangkat tinggi dalam istana. Kalau Kwee In Loan juga ikut menyerbu ke mari. "Jangan khawatir su Pangcu" ujar seng Hwi. tentunya dia harus bantu. yang kemudian menghampiri mereka sambil tertawa. "Tak disangka sama sekali. "Adik An Lok.." Air muka su Hong sek tampak berubah. "Kami sedang membicarakan ketua golongan hitam itu.." su Hong sek meng-gelenggelengkan kepala "Tidak apa-apa-" seng Hwi tersenyum." ujar Thio Han Liong.. "Engkau bisa berbuat apa terhadap diriku? Mau mengusirku? Huh Pokoknya aku tidak mau pulang" "Tidak mau ya sudahlah Kenapa jadi sewot?" Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. . "Engkau meng-hendakiku cepat-cepat pulang ke Kotaraja?" "Aku. aku akan pulang ke Kota raja... setelah itu." sela An Lok Kong cu sambil tertawa.. sebaiknya engkau jangan berkecimpung dalam rimba persilatan" "Aku memang tidak berkecimpung dalam rimba persilatan.... akan terus ikut engkau" "Eh? Adik An Lok». "Kalau engkau kurang ajar dan nakal. "Kalian berdua.. aku pasti menjewer telingamu." "Hmm" dengus An Lok Kong cu. "Ha ha Kalian belum tidur. bagaimana mungkin dia akan menghajar aku?" sahut An Lok Kong cu sambil tersenyum. "saudara seng Hwi sudah jatuh cinta padamu. "Persis seperti anak kecil lho" Di saat itulah mendadak muncul Ci Hoat dan Gan Kang Tianglo. Kwee In Loan?" "ya. aku tidak mau pulang" ujar An Lok Kong cu.. sa udara seng Hwi." "Pokoknya aku akan terus ikut engkau. aku merasa tidak enak menyeret dirimu." su Hong sek mengangguk." su Hong sek tertawa geli."Kepandaian Hiat Mo tinggi sekali. "Mudah-mudahan ilmu Cing Hwee Ciang ku dapat menandingi ilmu Hiat Mo Ciang itu" Terima kasih. rasanya sulit bagi kita untuk melawannya." An Lok Kong cu memberitahukan. "Aku justru tidak mau pulang." "Eh?" Wajah su Hong sek memerah"Mulutmu kok usil sih? Nanti kusuruh Han Liong menghajarmu lho" "Kakak Han Liong amat sayang kepadaku. aku cuma ingin pesiar saja. kapan engkau akan pulang ke Kotaraja?" tanya Thio Han Liong.

bagaimana seandainya Kwee In Loan juga ikut menyerbu ke mari? siapa yang dapat melawannya?" sahut Thio Han Liong sambil menggeleng-gelengkan kepala. "Bagaimana kalau malam ini engkau tidur di ranjang?" ." ujar su Hong sek dengan suara rendah"siapa tahu pihak si Mo akan menyerbu esok-" "Betul-" Ci Hoat Tianglo manggut-manggut. agar bersemangat esok.. "Kenapa engkau menghela nafas panjang?" "Aku sedang berpikir. yang berkepandaian tinggi sekali.An Lok Kong cu tersenyum.seng Hwi tersenyum. engkau tidur di ranjang." Mereka kembali ke markas. rasanya kita tidak dapat melawannya.." "Sudahlah Kakak Han Liong" An Lok Kong cu tersenyum." jawab Thio Han Liong."Bahkan kini telah menguasai ilmu Hiat Mo Dang." "Baiklah-" Thio Han Liong mengangguk"seperti biasa. kemudian menghela nafas panjang. "Jangan terus memikirkan itu. "Kalau tidak salah.. dia menghilang entah ke mana?" "Kata Han Liong. pasti akan menimbulkan bencana. "Engkau tahu dari mana?" "Lam Khie Locianpwee yang menceritakan kepadaku. "Kepandaiannya begitu tinggi. "Kita harus beristirahat sekarang. Dia belajar dari Hiat Mo-" "Hiat Mo?" Ci Hoat dan Gan Kang Tianglo saling memandang. namun Thio Han Liong dan An Lok Kong cu tidak langsung tidur.." "Tianglo tahu tentang Hiat Mo?" tanya su Hong sek"Hanya pernah mendengar" jawab Ci Hoat Tianglo. Tianglo". "Han Liong" ci Hoat Tianglo menatapnya. bagus" Ci Hoat dan Gan Kang Tianglo tertawa gelak"Ha ha ha. "Tidak mungkin Lam Khie membohongimu." Wajah su Hong sek langsung memerah. lebih baik engkau beristirahat saja. dan cepat-cepat ia menundukkan wajahnya dalam-dalam. " Kakak Han Liong" An Lok Kong cu memandangnya. aku tidur di kursi. "Kalau Hiat Mo muncui di rimba persilatan Tionggoan. "Aku sudah siap berkorban demi Kay Pang. " Kalau begitu pasti benar. Hiat Mo berasal dari Kwan Gwa. Tapi dia sering membunuh kaum pesilat." " Kakak Han Liong" . seandainya Kwee In Loanjuga ikut menyerbu ke mari.." "Bagus." "Jangan khawatir. kira-kira delapanpuluh tahun lampau. lebih baik kita tidur. "Aaah-»" Mendadak Thio Han Liong menghela nafas panjang. mereka duduk berhadapan di dalam kamar. dalam rimba persilatan muncul seorang pemuda berpakaian merah." su Hong sek memberitahukan.sedang-kan seng Hwi bergirang dalam hati. dan mengaku dirinya Hiat Mosetelah itu. sebab kelihatannya ke dua Tianglo itu menyetujui hubungannya dengan su Hong sek"Sudah larut malam." ujar ci Hoat Tianglo." "Apa?" Air muka Ci Hoat dan Coan Kang Tianglo langsung berubah hebat "Hiat Mo Ciang?" "ya.

. "Lapor pada Pangcu. aku justru akan tidur di luar.. "Eeeh?" Thio Han Liong menggaruk-garuk kepala... bukankah aku tak tahu diri dan tak tahu malu?" "Hmra" dengus An Lok Kong cu.. "Baik. apakah engkau mau tidur bersamaku?" tanya An Lok Kong cu mendadak."Aku lebih besar darimu..Kang Tianglo mengangguk. "Adik An Lok." bisik An Lok Kong cu setelah berada di pekarangan-. "Kalau engkau seorang gadis." "ingat" pesan Thio Han Liong lagi. "Seandainya engkau seorang gadis. Pangcu. aku tidak usah bersembunyi. sebab aku adalah saudaramu... sedangkan aku masih tetap tidur di dalam kamar ini." Pengemis itu manggut-manggut. cepatlah engkau tidur" An Lok Kong cu membaringkan dirinya ke tempat tidur.ke dua Tianglo. justru menghadap ke arah Thio Han Liong. aku pasti marah" "Ya. "Tegang juga ya" "ingat Begitu pertarungan mulai. lalu membalikkan badannya." sahut Thio Han Liong sungguh-sungguh ¦ "Ayoh. "Kakak Han Liong." "Kalau aku seorang gadis. "Mari kita keluar menyambut kedatangan mereka" ujar Su Hong Sek sambil bangkit eiari tempat duduknya. Mereka semua lalu menuju "Kakak Han Liong. aku pasti menurut perkataanmu. engkau harus bersembunyi" pesan Thio Han Liong sungguh-sungguh.. "Kepandaianku cukup tinggi. sebab Thio Han Liong begitu memperhatikannya. "Kok sikapmu begitu aneh malam ini. cepatlah engkau bersembunyi di balik pohon" .. "Engkau memang harus menuruti perkataanku." An Lok Kong Cu mengangguk dan bergirang dalam hati. "Lho? Kenapa?" Thio Han Liong heran." Ci Hoat dan Coan... mendadak terdengar suara tawa yang amat menyeramkan. mendadak seorang pengemis berlari-lari ke ruang itu. golongan hitam yang dipimpin Si Mo sudah menuju ke mari" "Ng" Su Hong Sek mengangguk.?" -ooo00000oooKetika su Hong sek.. "Itu adalah suara tawa si Mo-" Thio Han Liong memberitahukan. "Kakak Han Liong" An Lok Kong Cu tersenyum. "Pokoknya engkau tidak boleh ikut bertarung. "Aku." "Engkau." Ketika An Lok Kong cu ingin mengatakan sesuatu. maka aku harus mengalah. seng Hwi. "Cepatlah kalian bersiap untuk bertarung dengan Kay Pang" "ya. Thio Han Liong dan An Lok Kong cu duduk di ruang depan markas Kay Pang sambil bercakap-cakap." "Kakak Han Liong." An Lok Kong cu cemberut." "Bagus"Thio Han Liong memegang bahunya. "Adik An Lok" Thio Han Liong tersenyum. lalu cepatcepat meninggalkan ruangan-itu...

." sahut An Lok Kong cu." ucapan Thio Han Liong terputus. namaku seng Hwi" "seng Hwi. ya?" si Mo segera memberi isyarat." gumam si Mo"Aku tidak pernah mendengar namamu. berani menantangku?" "Kenapa tidak?" tantang seng Hwi lagi.. "Aku pun berani menantangmu" ujar Thio Han Liong mendadak sambil menudingnya. "Anak muda. bagus" si Mo tertawa terkekeh-kekeh. berhubung engkau berani menolak ajakan kami untuk bergabung. "Aku Thio Han Liong. kemudian terbelalak seraya berseru tak tertahan. aku sama sekali tidak takut menghadapimu" "oh?" si Mo menatap tajam. lebih baik engkau jangan turut campur" " Aku pasti akan melawanmu" sahut seng Hwi bernada menantang. "He he he Bagus. "Engkau orang kecil tak bernama.. kemudian manggut-manggutseraya berkata. tentunya si Mo belum melupakanku. Kwan Pek Him... sedangkan aku akan membunuh orang yang tak tahu diri itu" "Ha ha ha" seng Hwi tertawa. Hek Bin Koay (siluman Mata Hkam) dan Pek Bin Koay (siluman Mata Putin).. kenapa mencampuri urusan Kay Pang?" "Aku adalah teman baik su pangcu.. Thio Han Liong dan An Lok Kong cu.. "Adik An Lok . maka aku harus membantunya" seng Hwi juga menatapnya dengan dingin"si Mo. HekBin Koay dan PekBin Koay maju ke depan.. "Ha ha ha" si Mo tertawa gelak"su Pangcu. "Muridku akan melawanmu. Seketika juga Liong San Sin TUng.Ci Hoat dan Gan Rang Tianglo juga melangkah maju. kelihatannya engkau yang akan mampus di tanganku" "oh. "si Mo."Aku." "Tidak salah" sahut pemuda itu. su Hong sek. "siapa engkau. bukan?" "Ha ha ha" si Mo tertawa gelak"Engkau juga ingin membantu Kay Pang?" "Ya" Thio Han Liong mengangguk"Bagus. yakni si Mo. "Engkau. bagus" si Mo manggut-manggut." si Mo menatapnya tajam.. maka hari ini kami ke mari untuk membasmi kalian semua" "Si Mo" bentak seng Hwi dingin"Engkau kira gampang membasmi kami?" "He he he" si mo menatap seng Hwi. pi saat bersamaan. Liong san sin TUng (si Tongkat sakti Dari Gunung Liong san). "Aku justru ingin tahu berapa tinggi kepandaianmu. Kelihatannya ia tidak mau berpisah dengan Thio Han Liong. "Su Pangcu Engkau minta bantuan kepada ketiga orang itu?" "si Mo" sahut seng Hwi dingin"Jangan bertingkah di hadapanku. . aku mau di sini saja. karena muncul beberapa orang. begitu berani menyerbu ke mari" "oh?" Wajah si Mo bertambah seram.

"ya. dan itu membuat An Lok Kong cu tidak habis pikir"Bagaimana kalian berdua?" tanyanya sambil mengerutkan kening." "Oooh" An Lok Kong cu manggut-manggut. "Akupun baik-baik saja. sedang Kwan Pek Him mendekati Thio Han Liong.Engkau tidak pernah bertemu dia?" "yaah" Kwan Pek Him menghela nafas. Ketika . sementara si Mo dan seng Hwi terus saling memandang.su Hong sek berhadapan dengan Liong san sin TUng." Kwan Pek Him mengangguk"oh ya." " gurunya adalah Si Mo yang amat jahat dan kejam. "serang" seketika juga para anak buahnya menyerang para anggota Kay Pang. kalian berdua malah asyik mengobrol" "Biarkan saja" sahut Thio Han Liong." "Engkau rindu sekali kepadanya?" tanya Thio Han Liong sambil tersenyum. mereka segera menyerang su Hong sek. sengit dan dahsyat sedangkan Thio Hail Liong dan Kwan Pek Himpun terus bercakap-cakap dengan serius sekali. "Kalau mereka seperti kalian." sahut Kwan Pek Him. "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut. Kwee In Loan yang menjadi ketua. "saudara Kwan" tanya Thio Han Liong. Maka terjadilah pertarungan