ANAK NAGA (Bu Lim Hong yun) Karya : Chin Yung ________________________________________ Jilid 1 PENDAHULUAN: Laskar-laskar Beng Kauw

di bawah pimpinan Cu Goan Ciang, Ci Tat, Siang Gie Cun d an CiuSiu Wi telah berhasil menggempur pasukan-pasukan Goan (Mongol). Setelah it u, laskar-laskar tersebut juga berhasil menduduki beberapa kota penting, kemudia n terus menuju Kota raja. Akan tetapi, di saat laskar-laskar B eng Kauw memperoleh kemenangan yang gilanggemilang itu, justru terjadi pula suatu pergolakan dalamBeng Kauw sendiri. Terny ata Cu Goan Ciang, Ci Tat, Siang Gie Cun dan Ciu Siu Wi bersekongkol mengkhianat i Thio Bu Ki ketua Beng Kauw, lantaran khawatir Thio Bu Ki akan menjadi kaisar. Betapa kecewanya Thio Bu Ki, padahal ia sama sekali tidak berkeinginan untuk men jadi Kaisar. Tujuan perjuangan Beng Kauw yang dipimpinnya hanya mengusir penjaja h, agar Dinasti Song bisa bangkit kembali. Namun dengan adanya pengkhianatan itu, akhirnya Thio Bu Kipun menyerahkan kedudu kannya kepada yoSiauw. Karena itu, maka terjadilah perpeaahan dalam Beng Kauw, b anyak yang bergabung dengan Cu Goan Ciang, otomatis membuat laskarnya semakin ku at, sehingga berhasil merebut Kota raja, dan akhirnya runtuhlah Dinasti Goan (Mo ngol). Pada tahun 1368, Cu Goan Ciang mengangkat dirinya sebagai Kaisar. Berhubung mera sa dirinya berasal dari Beng Kauw, maka dinasti yang didirikannya dinamai pula D inasti Beng (Ming). seluruh rakyat di Tionggoan diberi kesempatan untuk berpesta pora atas biaya dari Kotaraja. Bayangkan Betapa gembiranya rakyat jelata, sebab kini mereka telah bebas dari jajahan Mongol. Mulailah Cu Goan Ciang menganugerahkan pangkat dan kedudukan kepada para bawahan nya yang setia serta berjasa, tentunya termasuk Ci Tat, siang Gie Cun dan ciu si u Wi, Cu Goan Ciang memang cerdik. Ia pun membebaskan berbagai macam pajak yang menjadi beban rakyat. Karena itu, rakyat pun sangat memujanya, sejak Cu Goan Cia ng menjadi kaisar, rakyat pun mulai hidup makmur pula. Namun masih ada satu hal yang mengganjal dalam hati Cu Goan Ciang, yakni mengena i Thio Bu Ki. la khawatir suatu hari nanti, Thio Bu Ki akan bangkit memberontakn ya. oleh karena itu, Cu Goan Ciang mengutus pasukan pilihan untuk membasmi sisa-sisa anggota Beng Kauw yang tidak mau tunduk, bahkan ia pun menurunkan perintah memb unuh Thio Bu Ki. sejak itu, Thio Bu Ki dan sisa anggota Beng Kauw jadi buronan. Bab 1. Melepaskan Kedudukan sebagai Ketua Partai Go Bi Tampak seekor kuda berjalan santai di tempat sepi. Yang duduk di atas punggung k uda itu adalah Thio Bu Ki danTio Beng. Wajah mereka lesu tak bersemangat, bahkan sangat muram pula. "Aaaah..." Thio Bu Ki menghela nafas panjang sambil menggelenggelengkan kepala. "Tak disangka sama sekali sungguh tak disangka" "Cu Goan Ciang sangat licik" Caci Tio Beng dengan berkertak gigi. "Engkau yang menghimpun kekuatan Beng Kauw, tapi dia malah yang memetik hasilnya Kini dia sudah menjadi kaisar, menurunkan perintah pula membunuh kita Dia bukan manusia, dia adalah binatang" "Tapi...." Thio Bu Ki menghela nafas lagi. "setelah dia menjadi kaisar, rakyat p un mulai hidup makmur-" "Bu Ki Koko," ujar Tio Beng dengan suara rendah, "seandainya pada waKiu itu, eng kau perintahkan segenap Beng Kauw untuk menumpasnya, mungkin kini engkau sudah m enjadi kaisar." "Beng Moay..." Thio Bu Ki menggelengkan kepala. "Pada waKiu itu memang bisa kutu runkan perintah itu, namun itu akan merugikan Beng Kauw sendiri." "Hmm" dengus Tio Beng. "Justru itu, Gwakongmu in Thian Ceng, Wie It siauw, Po Ta y Hweeshio swee Put Tek, Pheng Hweeshio dan lainnya malah menjadi korban. Mereka

dibantai oleh pasukan pilihan Cu Goan Ciang, kini hanya tersisa yo siauw." "Itu... memang takdir." "Itu bukan takdir, melainkan kebodohanmu. Dia menggunakan siasat licik, agar eng kau menyerahkan kedudukan ketua kepada yo siauw." "Sudahlah, Jangan diungkit lagi kejadian itu" Thio Bu Ki menggeleng-gelengkan ke pala, "sesungguhnya aku pun tidak mau menjadi kaisar. Biarlah dia yang menjadi kaisar. Bukankah kini rakyat sudah mulai hidup makmur? Hanya saja...." Thio Bu Ki berhe nti sejenak, lalu melanjutkan. "Tidak seharusnya dia mengirim pasukan pilihan untuk memburu kita." "Hmmnn" dengus Tio Beng dengan mata berapi-api. "Kalau bertemu pasukan Beng sekarang, aku pasti tidak akan memberi ampun" "Beng Moay...." Thio Bu Ki menghela nafas panjang. "Dia mampu meruntuhkan. Dinasti Goan. maka pantas menjadi kaisar mendirikan Dina sti Beng" "Aku...." Mendadak Tio Beng menangis terisak-isak. "Sebaliknya aku malah menjadi pengkhianat bangsaku sendiri. Padahal seharusnya a ku memimpin laskar Mongol untuk menumpas Beng Kauw. Tapi...." "Beng Moay, aku yang bersalah dalam hal ini." kata Thio Bu Ki perlahan. "Karena...." "Engkau tidak bersalah,"potong Tio Beng cepat. "Kita berdua sama sekali tidak bersalah, sebab... saling mencinta." "Beng Moay Thio Bu Ki teringat sesuatu. "Kita harus berangkat ke gunung Go Bi." "Kenapa?" tanya Tio Beng. "Tentunya engkau ingat, Ciu Ci Jiak menyerahkan kedudukan ketua Go Bi Pay kepada ku, tapi kini keadaan sangat tidak mengijinkan, maka aku harus menyerahkan lagi kedudukan ketua kepada pihak Go Bi Pay." "Betul." Tio Beng manggut-manggut dan menambahkan, "setelah itu, kita mencari suatu tempat yang sepi-" "Ha ha" Thio Bu Ki tertawa gembira, "itulah tujuanku, lebih baik kita hidup tenang dan bahagia di suatu tempat, tida k usah mencampuri urusan rimba persilatan maupun urusan lain," "Aku setuju." Tio Beng mengangguk dengan wajah ceria. "Kalau begitu, mari kita segera berangkat ke gunung Go Bi" "Baik-" Thio Bu Ki manggut-manggut. lalu mulai memacu kudanya menuju gunung Go B i. Beberapa hari kemudian, Thio Bu Ki dan Tio Beng sudah sampai di kaki gunung Go B i. Pendiri Go Bi Pay adalah Kwee siang, putri bungsu Kwee Ceng dan oey yong- Hingga pada Biat Coat suthay, partai tersebut tidak pernah menerima murid lelaki, semu anya terdiri dari kaum wanita. sementara kuda tunggangan mereka terus berjalan santai mendaki, mendadak muncul beberapa biarawati menghadang. Namun ketika melihat Thio Bu Ki dan Tio Beng, terbelalaklah mereka dan sebera me mberi hormat. "Ciangbunjin (Ketua), terimalah hormat kami" ucap mereka serentak. Ternyata mereka adalah Ceng Hi, Ceng Kong, Ceng Hun dan Ceng Huisuthaw. "Tidak usah banyak peradaban" sahut Thio Bu Ki sambil tersenyum. "Ciangbunjin, mari ikut kami ke atas" ujar Ceng Hi suthay-Thio Bu Ki manggut-man ggut sambil memacu kudanya, sedangkan para biarawati itu mengerahkan ginkang men uju ke atas. Berselang beberapa saat kemudian, mereka semua sudah berada di dala m kuil- Kemudian muncullah Ceng Ciauw, Ceng Hun, Ceng Hi suthay dan lainnya, dan mereka segera memberi hormat pada Thio Bu Ki. "Ciangbunjin, terimalah hormat kami" ucap mereka serentak. "Tidak usah banyak peradaban" sahut Thio Bu Ki sambil menatap mereka, "oh ya, Ciu Ci Jiak pernah ke mari?" "Tidak pernah."

Ceng Hi suthay menggelengkan kepala dengan wajah muram. "Kami sama sekali tidak tahu sumoay berada di mana." "Aaah..." Thio Bu Ki menghela nafas panjang. "Ciangbunjin, Nona Tio," ucap Ceng Hi suthay. "silakan duduk" Thio Bu Ki dan Tio Beng duduk. "Aku ke mari... ingin menyerahkan kembali kedudukan ketua kepada salah seorang d i antara kalian." Ujarnya sungguh-sungguh. "Ciangbunjin...." Para biarawati itu tertegun. Mereka memandang Thio Bu Ki denga n tidak mengerti. "Tentunya kalian tahu, posisiku kini sangat terpojok." Kata Thio Bu Ki sambil me nghela nafas, "Sebab Cu Goan Ciang...." "Kami semua sudah tahu tentang itu." Ceng Hi suthay menggeleng-gelengkan kepala. "Cu Goan Ciang memang licik sekali. Dia menduduki tahta dengan suatu siasat busu k. Kenapa Ciangbunjin diam saja?" Thio Bu Ki tersenyum getir, sejenak kemudian barulah berkata. "Kini keadaan negeri telah aman dan rakyat pun sudah mulai hidup makmur," sahut Thio Bu Ki. "Apakah aku harus menyundut peperangan lagi? Bukankah akan membuat rakyat sengsa ra lagi?" "Ciangbunjin berjiwa besar, kami kagum dan salut sekali," ucap Ceng Hi Suthay dan melanjutkan, "Ciangbunjin, kepandaian kami semua masih r endah, bagaimana mungkin seorang di antara kami mampu menggantikan kedudukan Cia ngbunjin?" Thio Bu Ki tersenyum. "Aku telah menerima sebuah buku catatan mengenai semua ilmu andalan partai Go Bi dari Ciu Ci Jiak, maka aku akan menggembleng kalian berdasarkan buku catatan it u" ujarnya. "Terima kasih, Ciangbunjin," ucap para biarawati itu sambil memberi hormat denga n wajah berseri-seri. "Kami pasti belajar dengan tekun, agar tidak mengecewakan Ciangbunjin," "Bagus, bagus" Thio Bu Ki manggut-manggut sambil tersenyum. "Mulai besok aku akan menggembleng kalian." "Terima kas ih, Ciangbunjin," ucap mereka sekaligus memberi hormat lagi. Keesokan harinya, mulailah Thio Bu Ki menggembleng mereka dengan sesungguh hati, sedangkan para biarawati Go Bi Pay itu pun belajar dengan tekun dan tidak mengenal lelah, sehingga kepandaian mereka bertambah maju dengan pesat sekali, tentunya sangat menggembirakan Thio Bu Ki. -ooo00000oooHari ini Thio Bu Ki memanggil para biarawati untuk berkumpul di ruang tengah, setelah mereka berkumpul, Thio Bu Ki memandang mereka satu persatu dengan penuh perhatian. "Sudah sebulan lebih aku menggembleng kalian, maka kepandaian kalian maju pesat sekali," ujar Thio Bu Ki dan melanjutkan, "oleh kar ena itu, aku dan Tio Beng akan berpamit. Namun sebelumnya aku ingin menunjuk ses eorang menggantikan kedudukanku." Para biarawati itu saling memandang, kemudian Ceng Hi suthay bertanya "Ciangbunjin dan Nona Tio mau ke mana?" "Kami ingin pergi ke suatu tempat yang sepi, hidup tenang, damai dan bahagia di sana,"jawab Thio Bu Ki. "Ciangbunjin...." Mata Ceng Hi suthay mulai basah. "Kami...."

"Jadi aku menunjukmu menggantikan kedudukanku." Thio Bu Ki menunjuk Ceng Hi suthay. "Ceng Hi, mulai saat ini engkau adalah ketua partai Go Bi." "Ciangbunjin, aku...." Ceng Hi suthay menggelengkan kepala. "Aku sangat bodoh, bagaimana mungkin menjadi ketua? Ciangbunjin...." "Bagus" Thio Bu Ki tersenyum, "sesungguhnya engkau paling cerdik, bahkan kepandaianmu le bih tinggi dari yang lain, penuh kesabaran dan berhati bajik. oleh karena itu, a ku yakin engkau mampu memajukan partai Go Bi." "Ciangbunjin...." "Bagaimana kalian?" tanya Thio Bu Kipada yang lain. "Kalian setuju kutunjuk Ceng Hi sebagai ketua partai Go Bi?" "setuju" sahut mereka serentak"Pilihan Ciangbunjin memang tepat sekali." "sumoay sekalian, aku...." Ceng Hi suthay menggeleng-gelengkan kepala, "sesungguhnya aku tidak pantas menjadi ketua Go Bi Pay." "Hanya Suci (Kakak Seperguruan) yang pantas," ujar Ceng Hun Suthay. "Kami semua memberi selamat kepada suci." "Terimakasih," Ceng Hi suthay cepat-cepat membalas hormat mereka. "Aku bersumpah pasti akan memajukan Go Bi Pay" "Bagus" Thio Bu Ki tersenyum, lalu melepaskan sebuah cincin besi Tiat Ci Goan di jarinya dan dimasukkan ke dalam jari Ceng Hi suthay seraya berkata. "Ceng Hi, mulai sekarang engkau adalah ketua Go Bi Pay angkatan ke enam, aku Thio Bu Ki menyerahkan jabatan ketua kepadamu." "Terima kasih," ucap Ceng Hi suthay, lalu bersujud di depan tempat abu cikal bakal go Bi Pay Kwee siang Lie Hiap dan tempat abu ketua Go Bi Pay angkatan ke tiga Biat Coat suthay. setelah itu, ia pun bersujud di hadapan Thio Bu Ki, namun Thio Bu Ki segera membangunkannya. "Ceng Hi," ujar Thio Bu Ki sambil menyerahkan sebuah bungkusan. "Di dalam bungkusan ini terdapat sebuah kitab yang berisi inti sari ilmu silat Go Bi Pay. Engkau harus mempelajarinya." "Ya." Ceng Hi suthay menerima bungkusan itu dengan rasa terharu. "Terimakasih" ucapnya. "Di dalam bungkusan itu pun terdapat kutungan It THian Kiam, yang masih bisa disambung." Thio Bu Ki memberitahukan. "Ya." Ceng Hi suthay mengangguk Thio Bu Ki menarik nafas lega, kemudian berpamit kepada Ceng Hi suthay dan lainnya. "sampai jumpa" ucapnya sambil menarik Tio Beng meninggalkan kuil Go Bi Pay itu. Ceng Hi suthay dan lainnya mengantar mereka sampai di luar kuil. "selamat jalan" ujar Ceng Hi suthay. "sampai jumpa" sahut Tio Beng sambil tersenyum. Mereka berdua meloncat ke punggung kuda, dan tak lama kuda itu pun berjalan perlahan meninggalkan tempat tersebut. "Aaaah..." Thio Bu Ki menarik nafas lega. "Kini aku telah bebas dari beban itu" "Aku tahu engkau bermaksud baik" ujar Tio Beng sambil

tersenyum, "oh, ya?" Thio Bu Ki juga tersenyum. "Beritahukanlah apa maksudmu itu" "Kini kita adalah buronan, maka engkau menyerahkan jabatan ketua kepada Ceng Hi suthay itu agar tidak menyusahkan Go Bi Pay, bukan?" "Betul." Thio Bu Ki mengangguk "BuKi Koko, apa rencanamu sekarang?" tanya Tio Beng perlahan. "Mencari suatu tempat yang sepi, kita mengasingkan diri di tempat itu," sahut Thio Bu Ki. "Bagaimana menurutmu?" "setuju." Tio Beng mengangguk "oh ya, ada satu tempat yang sangat cocok untuk kita, bahkan tempat itu juga merupakan tempat kenangan kita." "Aku tahu-" Thio Bu Ki tampak gembira sekali"Yang engkau maksudkan itu pasti Peng Hwee To-" "Betul." Tio Beng mengangguk"sekarang mari kita berangkat ke pesisir utara, kita beli sebuah perahu di sana" "Baik-" Thio Bu Ki manggut- manggut. lalu memacu kudanya ke utara. Tujuh delapan hari kemudian, mereka sudah tiba di pesisir utara. Tio Beng membeli sebuah kapal, kemudian mereka berdua berlayar ke Peng Hwee ToAkan tetapi, ketika kapal tersebut berada di Pak Hat (laut utara), mendadak terjadi badai, sehingga kapal itu terdampar di sebuah pulau yang kosong. "Beng Moay..." ujar Thio Bu Ki sambil memandang pulau itu "Tak disangka kita malah terdampar di pulau kosong ini." "Untung kita tidak mati di Pak Hat." Tio Beng menggeleng-telengkan kepala. "Kapal kita telah rusak berat, maka kita tidak bisa berlayar ke pulau Peng Hwee To-" "Tidak apa-apa-" Thio Bu Ki tersenyum"Pulau ini indah sekali. Kita tinggal di pulau ini saja-" "Baik-" Tio Beng mengangguk sambil menatapnya dengan mesraMereka berdua meloncat ke pulau itu, lalu berjalan ke dalam. Berselang beberapa saat kemudian, mereka melihat belasan burung Hong Hoang (burung Phoenix) beterbangan tidak begitu tinggi. "Eh?" Thio Bu Ki terlieran-heran. "Dipulau ini kok terdapat burung Hong Hoang yang sudah langka?" "Wah" seru Tio Beng girang. "Bukan main indahnya burung itu" Tiba-tiba burung-burung Hong Hoang itu terbang merendah lalu hinggap di tanah, membuat Tio Beng gembira sekali, la berjalan perlahan-lahan mendekati burung-burung itu sungguh mengherankan, burung-burung itu sama sekali tidak takut kepadanya. "Burung Hong Hong " panggil Tio Beng sambil mendekati salah seekor burung tersebut , lalu membelai-belai kepalanya. Burung itu mengeluarkan suara nyaring dan merdu,kelihatannya mereka girang sekal i.

"Bu Ki Koko" seru Tio Beng. "Burung-burung ini sangat jinak kemarilah" Thio Bu Ki segera menghampirinya, dan burung-burung itu tetap berada di tempat, sambil tersenyum Thio Bu Ki membelai-belai burung-burung tersebut. "Beng Moay, kalau kita tinggal di sini akan ditemani burung-burung ini. Ha ha su ngguh menyenangkan" "Bu Ki Koko, bagaimana kalau pulau ini kita namai pulau Hong Hoang to?" "Tepat." Thio Bu Ki manggut-manggut. "Kita akan hidup tenang, damai dan bahagia di pulau ini." "Bu Ki Koko," ujar Tio Beng sambil menundukkan kepala. "Burung-burung itu menjadi saksi pernikahan kita di pulau ini." "Betul." Thio Bu Ki manggut-manggut dan menambahkan, "Juga merupakan tamu kita. Ha ha ha..." "Kita...." Wajah Tio Beng agak memerah. "Kita... harus sembahyang kepada Langit dan Bumi." "Tentu." Thio Bu Ki mengangguk. Mereka berdua lalu bersujud kepada Langit dan Bumi, setelah itu mereka pun bersu mpah setia sebadai suami isteri. sejak itu, mereka berdua hidup bahagia di pulau tersebut dan apa yang terjadi di tionggoan, mereka tidak tahu sama sekali. Pulau itu memang subur sekali. Buah apa pun terdapat di situ sebulan kemudian, T hio Bu Kipun mulai bercocok tanam. Bab 2 Cinta Tetap Menyala Dijalanan gunung yang agak sempit itu, tampak seorang biarawati muda menunggang seekor keledai. Biarawati itu berusia dua puluhan. Wajahnya cantik jelita tapi t ampak muram sekali. Keledai itu mendaki jalanan gunung yang sempit itu dengan perlahan. Biarawati mu da itu menghela napas panjang, kemudian menengadahkan kepala memandang angkasa s ambil bergumam. "Habis Gelap terbitlah terang. Namun...." la menggeleng-gelengkan kepala. "Hatiku tidak pernah terang, selalu diselimuti kegelapan. Kapan hatiku akan terang? Kapan...?" siapa biarawati muda itu? Dialah Ciu Ci Jiak. sebelum Biat Coat suthay menghembu skan nafas yang penghabisan, menyuruhnya bersumpah. Karena sumpah itu, Ciu Ci Jiak menggunakan suatu akal licik untuk mencuri golok TO Liong TO dari tangan Kim Mo say ong-Cia sun di pulau Leng Coa TO- setelah itu , ia memfitnah Tio Beng sebagai pelakunya. "Aaaah..." Ciu Ci Jiak menghela nafas panjang. "Gara-gara sumpah itu, kalau tidak, kini aku sudah menjadi isteri Thio Bu Ki. "Bu Ki Koko, kini engkau dan Tio Beng berada di mana? Aku... aku rindu sekali kepada kalian." sesungguhnya yang dirindukan Ciu Ci Jiak adalah Thio Bu Ki. Namun ia yakin bahwa kini Thio Bu Ki telah menikah dengan Ti o Beng. "Bu Ki Koko," gumam Ciu Ci Jiak lagi dengan mata bersimbah air. "Aku... aku tetap mencintaimu. Aku...." setelah bergumam, ia menangis terisak-ts aki kemudian air matanya meleleh membasahi pipinya. "Aku masih ingat, kita sudah berpakaian pengantin. Ketika kita baru mau bersujud kepada Langit dan Bumi, mendadak muncul Tio Beng. Kemudian engkau pergi dengann ya sehingga menggagalkan pernikahan kita. Aaaah..." Ciu Ci Jiak menggeleng- Gelengkan kepala sambil melanjutkan, "itu adalah kesalahanku, aku... aku yang bersalah." Ciu Ci Jiak terus bergumam sambil mengenang masa lalunya, kemudian menghela nafa s panjang dan bergumam lagi. "Aku telah menyerahkan jabatan ketua kepada Bu Ki Koko-Apakah sekarang dia berad

a di gunung Go Bi? Aku..." Tiba-tiba wajahnya berubah agak kemerah-merahan. "Aku... rindu kepadanya, aku... harus ke sana menemuinya." Karena itu, Ciu Ci Jiak mengambil keputusan untuk berangkat ke gunung Go Bi. Dal am perjalanan ia mendengar tentang Thio Bu Ki yang menjadi buronan. "Tak disangka sama sekali" gumamnya sambil menggelengtelengkan kepala. "Bu Ki Koko yang berjasa meruntuhkan Dinasti Goan (Mongol), tapi Cu Goan Ctang y ang memetik hasilnya dengan suatu siasat liciki sehingga dirinya menjadi kaisar, sungguh tak tahu malu Cu Goan ciang, kini bahkan menurunkan perintah membunuh B u Ki Koko" Ciu Ci Jiak terus melanjutkan perjalanannya menuju Go Bi. Beberapa hari kemudian, ia sudah tiba di kaki gunung tersebut. Keledai tungganga nnya berjalan mendaki perlahanlahan dan di saat itulah mendadak muncul beberapa biarawati di hadapannya. "Haaah...?" Para biarawati itu terbelalak, kemudian berseru serentak bernada girang, "sumoay (Adik Perempuan seperguruan)..." "suci (Kakak Perempuan seperguruan)" sahut Ciu Ci Jiak sambil memberi hormat. "sumoay Ceng Hun suthay mendekatinya sambil memandangnya dengan mata basah"Engkau... engkau pulang ke mari, kami girang sekali" "suci" tanya Ciu Ci Jiak dengan suara rendah"Bu Ki Koko berada di sini? Dia -" "sumoay, mari kita ke atas" ajak Ceng Hun suthay. "Lebih baik kita hercakap-cakap di dalam kuil saja." Ciu Ci Jiak mengangguk- Kemudian Ceng Hi mendekatinya sambil tertawa. "sumoay, engkau jangan menunggang keledai, lebih baik pergunakan ginkang agar ce pat sampai di atas" "Tapi " Ciu Ci Jiak memandang keledainya"sudah sekian lama keledai ini mengikuti aku -" "Kalau begitu, lepaskan di sini saja" ujar Ceng Hun suthay sambil tersenyum. "Biar dia hidup bebas di gunung Go Bi ini-" "Baik-" Ciu Ci Jiak mengangguki lalu melepaskan keledainya. "sumoay, mari kita ke atas" ujar Ceng Hun suthay sambil melesat ke atas mengguna kan ginkang. Ciu Ci Jiak langsung mengempos semangatnya, lalu melesat ke atas me ngikuti Ceng Hun sulhay dan lainnya. Ceng Hi, Ceng Kong, Ceng Hun, Ceng Hui, Ceng Ciau Suthay dan lainnya duduk di ru ang tengah. Ciu Ci Jiak memberi hormat lalu duduk. "sumoay panggil Ceng Hi suthay dengan mata berkacakaca "Kami gembira sekali, kar ena sumoay pulang." "suci" tanya Ciu Ci Jiak "Apakah Thio Bu Ki dan Tio Beng ke mari?" "Beberapa bulan lalu, mereka berdua memang kemari...."jawab Ceng Hi suthay,sekaligus menutur tentang itu "oooh" Ciu Ci Jiak manggut-manggut. "Pantas kepandaian para suci maju pesat sekali Aku memberi selamat kepada suci karena kini suci sudah menjadi ketua Go Bi Pay" "sumoay," ujar Ceng Hi suthay sungguh-sungguh"Engkau sudah pulang, maka jabatan ketua harus kuserahkan kepadamu." "suci" Ciu Ci Jiak tersenyum. "Aku kemari bukan karena menghendaki jabatan tersebut, melainkan karena sangat rindu kepada kalian" "sumoay...." Ceng Hi suthay menghela nafas panjang. "Kami harap sumoay tetap tinggal di sini, jangan berkelana lagi" "suci" Ciu Ci Jiak tersenyum getir. «Aku akan tinggal di sini

beberapa hari, setelah itu mau pergi berkelana." "sumoay...." Ceng Hi suthay menatapnya sambil menghela nafas. "Kami sangat berharap sumoay..." "suci jangan menahanku di sini" potong Ciu Ci Jiak"Beberapa hari kemudian, aku pasti pergi berkelana." "Sumoaw...." Ceng Hi-suthaw menggeleng-telengkan kepala. Malam harinya, Ciu Ci Jiak sama sekali tidak bisa pulas, sebab bayangan Thio Bu Ki selalu muncul di pelupuk matanya, ia bangun lalu duduk di pinggir tempat tidur- Di saat bersamaan, terdengarlah suara ketukan pintu, "siapa?" tanya Ciu Ci Jiak"sumoay" suara sahutan. "Aku Ceng Hi-" Ciu Ci Jiak segera membuka pintu. Ceng Hi suthay berjalan ke dalam kemudian duduk di pinggir tempat tidur. "Suci...." Ciu Ci Jiak mendekatinya seraya bertanya dengan heran, "suci ke mari ada suatu penting?" "iya" Ceng Hi suthay mengangguk. "suci...." Ciu Ci Jiak memandangnya sambil duduk di sisinya. "sumoay", Ceng Hi suthay menghela nafas panjang. "Engkau sudah menjadi biarawati, namun kelihatannya hatimu masih terganjel sesuatu, ya, kan?" "Aku...." Ciu Ci Jiak menundukkan kepala. "sumoay", Ceng Hi suthay memegang bahunya seraya berkata, "Aku tahu apa yang terganjel dalam hatimu, tidak lain dari cinta." "suci...." Wajah Ciu Ci Jiak tampak kemerah-merahan. "Aaaah..." Ceng Hi Suthay menghela nafas panjang. "Kini engkau sudah menjadi biarawati, tidak seharusnya masih memikirkan Bu Ki." "Aku... aku telah berusaha melupakannya, namun...." ciu Ci Jiak mulai menangis terisak-isak dengan air mata berderaiderai"Cinta kepadanya tetap menyala, dan aku... aku tidak dapat memadamkannya." "Aaaah-.." Ceng Hi suthay menghela nafas panjang lagi. "Kalau begitu, engkau tidak bisa menjadi biarawati." "suci, aku...." "Aku tahu...." Ceng Hi suthay tersenyum getir. "Tujuanmu ke mari, tidak lain hanya ingin menemui Bu Ki. ya, kan?" "ya." Ciu Ci Jiak mengangguk perlahan. "Kupikir dia berada di sini, ternyata dia dan Tio Beng telah pergi- Tahukah suci mereka berdua pergi ke mana?" "Tidak tahu." Ceng Hi suthay menggelengkan kepala. "Tapi Bu Ki mengatakan...." "Dia mengatakan apa?" "Dia mengatakan bahwa mereka berdua akan hidup mengasingkan diri di suatu tempat yang sepi, namun dia lidak memberitahukan di mana tempat itu" "Aaaah..-" Ciu Ci Jiak menghela nafas,

"sebetulnya mereka berdua pergi ke mana?" "sumoay...." Ceng Hi suthay tersenyum. "Engkau berniat menyusul mereka?" tanyanya. "Aku...." Ciu Ci Jiak menundukkan kepala. "Aku yakin..." ujar Ceng Hi Suthay perlahan. "Kalian bertiga bisa hidup bersama dengan penuh kebahagiaan." "suci, aku...." wajah Ciu Ci Jiak langsung memerah"Aku tidak tahu mereka pergi ke mana-" "sumoay", Ceng Hi suthay menatapnya lembut"Aku yakin mereka berangkat ke Peng Hwee To-" "Peng Hwee To?" Ciu Ci Jiak tersentak"Betul- Mereka pasti berangkat ke pulau itu-" "Itu dikarenakan Bu Ki tidak bisa hidup tenang di Tionggoan, sebab pasukan pilihan Cu Goan ciang terus memburunya," ujar Ceng Hi suthay melanjutkan. "Dia mengangkatku sebagai ketua, tidak lain demi menjaga partai kita." "Bu Ki Koko memang berhati mulia dan luhur, selalu membela orang lain mengorbankan diri sendiri." Ciu Ci Jiak menggeleng-gelengkan kepala, "seharusnya dia yang berhak menjadi kaisar." "sumoay Ceng Hi suthay tersenyum. "Bu Ki sama sekali tidak berniat menjadi kaisar. Buktinya dia tidak mau menghimpun kekuatan Beng Kauw melawan Cu Goan ciang." "Dia memikirkan rakyat, tidak mau membuat rakyat sengsara lagi karena peperangan," ujar Ciu Ci Jiak"Akhirnya dia mengambil keputusan untuk hidup mengasingkan diri bersama Tio Beng di suatu tempat yang sepi, yakni di Peng Hwee TO di kutub utara." "Sumoay" Ceng Hi suthay menatapnya seraya bertanya, "Engkau akan berlayar ke pulau itu?" "ya." Ciu Ci Jiak mengangguk pasti- "Aku harus berlayar ke sana. "Kapan engkau akan berangkat?" "Mungkin besok-" "Besok?" Ceng Hi Suthay tertegun. "Kok begitu cepat? Bukankah engkau sudah bilang, akan tinggal di sini beberapa h ari?" "suci- aku...." "Baiklah." Ceng Hi suthay manggut-manggut. "Engkau boleh berangkat besok." "Terima kasih, suci," ucap Ciu Ci Jiak girang. "Terima-kasih." Ciu Ci Jiak meninggalkan gunung Go Bi- langsung berangkat menuju arah utara. Dal am perjalanan ia sering menggunakan ginkang. Ketika ia memasuki sebuah lembah, m endadak terdengar suara jeritan yang menyayal hati, kemudian tampak sosok tubuh berkelebat laksana kilat meninggalkan lembah itu ciu Ci Jiak tersentak lalu mele sat ke arah suara jeritan itu Dilihatnya seorang Hweeshio tengah menggeliat-neli at di tanah, seakan sedang menahan rasa sakit uang luar biasa. "Taysu" panggil ciu Ci Jiak"Aku... aku adalah Hweeshio siauw Lim Pay," sahut Hweeshio itu terputus-putus"Toiong... toiong antar aku ke siauw Lim sie (Kuil siauw Lim)" "Taysu," tanya Ciu Ci Jiak-

"siapa orang itu?" "Aku... aku tidak tahu-" Hweeshio itu menggelengkan kepala. "Kepandaiannya sangat tinggi sekali- Aku aku terkena pukulannya-" Ciu Ci jiak segera memeriksa Hweeshio itu. Mendadak ia terbelalak karena melihat di dada Hweeshio itu terdapat bekas sebuah telapak tangan yang kehijau-hijauan. "Ilmu pukulan apa ini?" gumam Ciu Ci Jiak dengan kening berkerut. Kemudian ia memasukkan sebutir pil ke mulut Hweeshio itu "Terima kasih," ucap Hweeshio itu sambil memandangnya. "Engkau... engkau Ciu Ci Jiak murid Biat Coat suthay, bukan?" "Betul." Ciu Ci Jiak mengangguk"Taysu, kenal aku?" "Aku aku pernah melihatmu," sahut Hweeshio itu dengan wajah meringis"Tolong tolong antar aku ke siauw Lim sie" Ciu Ci Jiak mengerutkan kening. "Bagaimana mungkin aku membawa Tawsu ke siauw Li m sie? Tidak mungkin aku membopong Taysu, kan?" "Aku.." Hweeshio itu meringis lagi. "Aku... aku...." Di saat bersamaan, mendadak terdengar suara ringkikan kuda. Ciu Ci Jiak tertegun , dan segera ia melesat ke arah suara kuda itu. Dilihatnya seekor kuda sedang berjalan perlahan. Kemunculan kuda itu sungguh membingungkan ciu Ci JiakTiada waKiu baginya untuk memikirkan kejadian itu la langsung menuntun kuda itu ke tempat Hweeshio siauw Lim yang terluka parah, kemudian mengangkatnya ke atas punggung kuda. setelah itu, barulah ia meloncat ke atas, dan tak lama kuda itu p un berlari meninggalkan lembah itu. Beberapa hari kemudian, sampailah di siauw sit san di propinsi Holam. Keesokan h arinya, mulai melewati jalanan gunung yang agak sempit. Berselang beberapa saat, iamelihat beberapa air terjun di seberang, setelah kuda tunggangannya menikung, terlihatlah sebuah kuil yang amat besar, yang tidak lain adalah kuil siauw Lim sie. Di saat itulah tiba-tiba muncul beberapa Hweeshio menghadang di depannya. Namun ketika melihat Ciu Ci Jiak para Hweeshio itu terbelalak"Hah? Ketua Go Bi Pay?" seru salah seorang Hweeshio itu, kemudian tampak terkeju t. "Eh? Hweeshio itu... bukankah suheng?" "Dia memang Hweeshio dari siauw Lim Pay", sahut Ciu Ci Jiak "Aku telah membawany a sampai di sini, maka aku harus mohon diri-" "Maaf" ucap salah seorang Hweeshio"Kami harap ketua Go Bi ikut kami ke dalam kuil, kami harus lapor kepada Hong Ti o (Ketua)" Ciu Ci Jiak berpikir sejenaki lalu mengangguk dan meioncat turun dari punggung k udanya, salah seorang Hweeshio segera menuntun kuda itu menuju kuil siauw Lim, d an ciu Ci Jiak berjalan perlahan mengikutinya. Tak seberapa lama, sampailah mereka di kuil siauw Lim. salah seorang Hweeshio mempersilakannya masuk. Ciu Ci Jiak mengangguk sekaligus berjalan ke dalam, "silakan duduk" ucap Hweeshi o itu Hweeshio uang satu lagi langsung ke belakang. Tak lama muncullah dua Hweeshio tu a, yaitu Kong Bun Hong Tio (Ketua siauw Lim Pay) dan Kong Ti seng Ceng, adik sep erguruannya. "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio sambil tersenyum. "Ternyata ketua Go Bi yang berkunjung" "Kong Bun Hong Tio," sahut Ciu Ci Jiak"Cepat toiong Hweeshio itu" Ciu Ci Jiak menunjuk Hweeshio yang terluka parah itu, yang kini telah dibaringka n di sudut kiri. "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio dan segera mendekati Hweeshio yang terluka itu

"Goan Hian....» "suhu...." sahut Hweeshio itu dengan suara yang lemah sekali. "Omitohud" Kong Bun Hong Tio cepat-cepat memeriksa dada Goan Hian. Begitu meliha t bekas tanda telapak tangan di dada Goan Hian, seketika juga wajah Kong Bun Hon g Tio berubah dan berseru terkejut. "Ceng Hwee Ciang (ilmu Pukulan Api Hijau)" "Apa?" Kong Ti seng Ceng juga tampak terkejut. "Cwng Hwee Ciang?" "Ya." Kong Bun Hong Tio mengangguk, kemudian menghela nafas panjang seraya berkata, "sudah lama ilmu pukulan ini lenyap dari rimba persilatan, tak dinyana kini munc ul lagi-bahkan mencelakai murid kita." "suheng, bagaimana keadaan Goan Hian? Apakah masih bisa ditolong?" tanya Kong Ti seng Ceng. Kong Bun Hong Tio menggelengkan kepala, kemudian menjawab dengan wajah murung. "Tidak bisa ditolong lagi. sebab ilmu pukulan ceng Hwee Ciang sangat ganas dan b eracun." Mendadak Kong Bun Hong Tio bertanya kepada Goan Hian. "siapa yang memukulmu?" "Ti... tidak tahu," sahut Goan Hian dengan suara semakin lemah, bahkan wajahnya mulai kehijau-hijauan. "orang itu masih muda, dia bilang... dia bilang akan membunuh para Hweeshio siau w Lim Pay." "oh?" Kong Bun Hong Tio mengerutkan kening. "Guru..." Goan Hian memberitahukan. "Kepandaian orang itu... tinggi sekali- Murid-. cuma dapat bertahan... dua puluh jurus." "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio"Guru harus berhati-hati, sebab orang itu... orang itu...." Tiba-tiba kepala Goan Hian terkulai, dan nafasnya pun putus seketika. "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio, lalu berkata kepada Kong Ti seng Ceng. "sutee, bawa mayat Goan Hian ke dalam" "Ya, suheng." Kong Ti seng Ceng segera membawa mayat Goan Hian ke dalam, sedangk an Kong Bun Hong Tio duduk di hadapan Ciu Ci Jiak "Omitohud...." "Maaf, Kong Bun Hong Tio" ucap Ciu Ci Jiak dengan wajah muram. "Aku turut berduka cita." "Aaaah " Kong Bun Hong Tio menghela nafas panjang. "Tak disangka siauw Lim Pay akan dilanda bencana lagi." "Kong Bun Hong Tio tahu mengenai ilmu pukulan itu?" tanya Ciu Ci Jiak "sudah puluhan tahun ilmu pukulan Ceng Hwce Ctang lenyap dari rimba persilatan," jawab Kong Bun Hong Tio memberitahukan, "ilmu pukulan itu berasal dari Persia, sangat ganas dan beracun, siapa yang terkena pukulan itu takkan dapat tertoiong lagi. Ceng Hwee Ciang yang dimiliki orang itu sudah mencapai tingkat tertinggi, sebab bisa mengatur Goan Hian mati di sini." "oh?" Ciu Ct Jiak mengerutkan kening. Kong Bun Hong Tio menatapnya seraya bertanya. "Dimana engkau bertemu Goan Hian?" "Di dalam sebuah lembah " tutur Ciu Ci Jiak "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio "sungguh cerdik orang itu, bisa mengatur seekor kuda untukmu"

"Kong Bun Hong Tio tahu siapa orang itu?" "sama sekali tidak tahu, yang jelas siauw Lim sie akan mengalami bencana, Omitohud." "Heran?" ciu Ci Jiak sambil menggeleng-gelengkan kepala"siapa orang itu dan kenapa memusuhi siauw Lim?" "Itu memang sungguh membingungkan" Kong Bun Hong Tio menghela nafas panjang. "Padahal sesungguhnya, kami tidak punya musuh." "Hong Tio Hong Tio-.." seorang Hweeshio berlari ke dalam dengan wajah pucat pias. "Ada apa?" tanya Kong Bun Hong Tio terkejut. "Hong Tio-..." Hweeshio itu memberitahukan. "Goan Tek, Goan Hui dan Goan Beng...." "Kenapa mereka?" Air muka Kong Bun Hong Tio mulai berubah. "Mereka... mereka bertiga sudah menjadi mayat." "Apa?" Betapa terkejutnya Kong Bun Hong Tio"Di mana mayat-mayat itu?" "Di... di luar." Kong Bun Hong Tio segera berlarian keluar- Tampak tiga sosok mayat tergeletak di depan kuil, yakni mayat-mayat Goan Tek Goan Hui dan Goan Beng. Kong Bun Hong Tio segera memeriksa mereka, ternyata di dada mereka juga terdapat tanda telapak tangan. "Hah? Ceng Hwee Ciang" seru Kong Bun Hong Tio tak tertahan. "Ceng Hwee Ciang...." Ketika itu muncullah Ciu Ci Jiak dan Kong Ti seng Ceng. Mereka memandang mayat-mayat itu dengan kening berkerutkerut. "suheng...." Kong Ti seng Ceng menatap Kong Bun Hong Tio. "Mereka bertiga...." "sudah lama mati" Kong Bun Hong Tio menggelengtelengkan kepala. "Kepandaian orang itu sungguh tinggi sekali- bisa membawa ketiga mayat itu ke mari, bahkan perginya tanpa kita ketahui-" "Aaaah "" keluh Kong Ti seng Ceng. "siapa orang itu, kenapa memusuhi kita?" "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio sambil memandang Ciu Ci Jiak"Berhubungan dengan adanya kejadian ini, maka ." "Kong Bun Hong Tio" Ciu Ci Jiak memberi hormat kepada mereka berdua. "Aku mohon diri" "Maaf Kami- " "sampai jumpa" ucap Ciu Ci Jiak lalu meninggalkan kuil siauw Lim sie. sepanjang jalan ia tidak habis pikir, siapa yang membunuh para Hweeshio siauw Lim Pay itu? Kelihatannya siauw Lim Pay akan mengalami bencana besar. Malam harinya, Ciu Ci Jiak bermalam di sebuah penginapan. Ketika ia baru mau tidur mendadak terdengar suara langkah yang nyaring sekali"Kami membutuhkan beberapa buah kamar"

Terdengar suara seruan. seruan itu membuat Ciu Ci Jiak tersentak, karena ia mengenali suara itu. la segera membuka pintu, sekaligus melongok ke luar. yang berseru tadi ternyata In Lie Heng. Bukan main herannya Ciu Ci Jiak dan segera merapatkan pintu itu kembali. In Lie Heng adalah salah seorang Bu Tong Cit Hiap (Tujuh Pendekar Bu TOng), murid Thio sam Hong. Kemunculannya bersama beberapa murid Bu TOng, membuat Ciu Ci Jiak tidak habis pikirla ingin pergi menyapa In Lie Heng, tapi merasa segan karena pernah bertarung dengannya. Ciu Ci Jiak berjalan mondar-mandir di dalam kamarnya, akhirnya ia mengambil keputusan untuk menemui In Lie Heng. la membuka pintu kamarnya, lalu menuju ke kamarIn Lie Heng, sekaligus mengetuk pintunya, "siapa?" tanya In Lie Heng dari dalam. "Maaf, aku... Ci Jiak datang mengganggu" sahut Ciu Ci Jiak. Pintu kamar itu terbuka, In Lie Heng berdiri di situ sambil memandang Ciu Ci Jiak dengan penuh keheranan, sebab tidak menyangka akan keberadaannya di penginapan itu "Ci Jiak.." "Aku...." Ciu Ci Jiak menundukkan kepala"silakan masuk" ucap In Lie Heng. "Terima kasih-" Ciu Ci Jiak melangkah ke dalam. In Lie Heng segera mempersilakannya duduki setelah Ciu Ci Jiak duduki barulah In Lie Heng bertanya. "Kok engkau berada di penginapan ini?" "Aku dari siauw Lim ste,"jawab ciu Ci Jiak dan menambahkan, "Telah terjadi sesuatu di sana." "oh?" In Lie Heng terkejut. "Apa yang telah terjadi di siauw Lim ste?" "Beberapa Hweeshio telah mati-.." ujar Ciu Ci Jiak dan kemudian menutur tentang kejadian itu "Ceng Hwee Ciang?" In Lie Heng tertegun. "Jadi murid-murid Kong Bun Hong Tio dan Kong Ti seng Ceng mati terkena pukulan itu?" "Ya." Ciu Ci Jiak mengangguk"Menurut Kong Bun Hong Tio, ilmu pukulan itu berasal dari Persia- Tapi... sudah puluhan tahun ilmu tersebut lenyap dari rimba persilatan." "oh?" In Lie Heng mengerutkan kening. "Apakah Kong Bun Hong Tio tahu siapa pembunuh itu?" tanyanya. "sama sekali tidak tahu." Ciu Ci Jiak menggelengkan kepala. "Itu betul-betul merupakan kejadian yang luar biasa siapa sangka, setelah Hun Goan Pek Lek Chiu-seng Kun buta dan punah kepandaiannya di siauw Lim sie, kini...." "Mungkinkah pembunuh itu punya hubungan dengan seng Kun?" gumam In Lie Heng. "sebab setahun yang lalu, seng Kun mati di siauw Lim sie-" "Tidak mungkin pembunuh itu punya hubungan dengan seng Kun," ujar ciu Ci Jiak "Karena sudah lama seng Kun berguru kepada Kong Kian

seng Ceng, dan tinggal di siauw Lim sie dengan gelar Goan Tin Taysu, maka tidak mungkin seng Kun punya hubungan dengan orang luar." "Kalau begitu...." In Lie Heng menggeleng-gelengkan kepala, "siapa pembunuh itu, dia punya dendam apa dengan pihak Siauw Lim Pay?" "Kita tidak dapat menduganya." Ciu Ci Jiak menghela nafas, "oh ya In Tay Hiap mau ke mana?" "Aaaah " In Lie Heng menghela nafas panjang. "Kami sedang mencari Thio Bu Ki. Dia terus diburu oleh pasukan pilihan Cu Goan ciang." "oooh" Ciu Ci Jiak manggut-manggut. "Tapi apakah In Tayhiap tahu Thio Bu Ki berada di mana?" "Tidak tahu." sahut In Lie Heng dan menambahkan. "Kuduga dia berada di gunung Go Bi-kami mau ke sana." "Dia tidak ada di sana," Ciu Ci Jiak memberitahukan. "Aku sudah ke sana. Dia memang pernah ke gunung Go Bimenyerahkan jabatan ketua kepada Ceng Hi suci" "oh?" In Lie Heng memandangnya. "Maksudmu dia sudah pergi?" "Ya." Ciu Ci Jiak mengangguk. "Dia bersama Tio Beng. Ceng Hi suci memberitahukan bahwa mereka berdua ingin hidup mengasingkan diri di suatu tempat yang sepi-" "Hidup mengasingkan diri di suatu tempat uang sepi?" In Lie Heng mengerutkan kening. "Di mana?" "Entahlah." Ciu Ci Jiak menggelengkan kepala. "Aaah " In Lie Heng menggeleng-gelengkan kepala. "Guru dan kami sangat memikirkannya. Padahal dia yang berjasa meruntuhkan Dinasti Mongol- namun...." "Cu Goan ciang memang jahat dan licik" ujar Ciu Ci Jiak sengit. "Dengan siasat busuk dia menjadi kaisar" "Tidak seharusnya Cu Goan ciang menurunkan perintah membunuh Thio Bu Ki, sebab Thio Bu Ki sama sekali tidak berniat mengadakan pemberontakan." "Kalau aku adalah Thio Bu Ki, aku pasti menghimpun kekuatan Beng Kauw untuk memberontak-" "Itu justru akan membuat rakyat menderita. Bu Ki tidak menghendaki itu-" "Bu Ki terlampau lemah-" "Dia bukan lemah, melainkan memikirkan rakyat dan anggota Beng Kauw, maka tidak mau mengadakan pemberontakan-" "Namanya harum selama-lamanya, sebaliknya nama Cu Goan ciang akan busuk sepanjang masa-" "Betul-" In Lie Heng manggut-manggut"oh ya, engkau mau ke mana?" tanyanya"Berkelana,"jawab Ciu Ci Jiak tidak berani berterus terang, "In Tayhiap?" "Kami mau pulang ke gunung Bu Tong saja." In Lie Heng menghela nafas. "Tidak mungkin kami bisa mencari Bu Ki, maka harus

melapor kepada guru." Keesokan harinya, Ciu Ci Jiak berpisah dengan rombongan Bu Tong Pay. la menuju pesisir utara, sedangkan rombongan Bu Tong Pay pulang ke gunung Bu Tong. Bab 3 Hidup Bahagia di Pulau Hong Hoang to Ketika Ciu Ci Jiak tiba di pesisir utara, rombongan Bu Tong Pay pun telah tiba di gunung Bu Tong. In Lie Heng menemui Jie Lian ciu, ketua partai Bu Tong, kemudian ke ruang meditasi untuk menemui Thio Sam Hong. "Guru" panggil In Lie Heng. "Duduklah" sahut Thio sam Hong sambil tersenyum lembut. Jie Lian ciu, In Lie Heng dan lainnya lalu duduk di hadapan guru besar itu, kemudian In Lie Heng melapor. "Guru, kami tidak berhasil mencari Thio Bu Ki." "Aaaah...." Thio sam Hong menghela nafas panjang. "Entah bagaimana nasib Bu Ki. Tak disangka pasukan pilihan Cu Goan Ciang terus memburunya." "Guru," ujar In Lie Heng memberitahukan. "Aku bertemu Ci Jiak di penginapan. Dia bilang. Bu Ki pernah ke gunung Go Bi menyerahkan jabatan ketua kepada Ceng Hi suthay." Wajah Thio sam Hong agak berseri. "Kalau begitu, dia tidak apa-apa, syukurlah" "Bu Ki bersama Tio Beng", In Lie Heng memberitahukan lagi"Ceng Hi suthay memberitahukan kepada Ci Jiak bahwa Bu Ki dan Tio Beng akan hidup mengasingkan diri di tempat yang sepi-" "oooh" Thio sam Hong manggut-manggut. "Memang lebih baik begitu. Engkau tahu di mana tempat itu?" "Tidak tahu." In Lie Heng menggelengkan kepala. "Ci Jiak bertemu Bu Ki?" tanya Thio sam Hong mendadak"Tidak-" In Lie Heng menggelengkan kepala lagi- kemudian wajahnya berubah serius. "Guru...." "Ada apa?" "siauw Lim Pay mengalami suatu bencana." "oh?" Thio sam Hong tersentak. "Bencana apa?" "Beberapa Hweeshio tingkatan Goan mati dibunuh.." In Lie Heng memberitahukan berdasarkan apa yang didengarnya dari Ciu Ci Jiak. "Apa?" Bukan main terkejutnya Thio sam Hong mendengar berita itu"Ceng Hwee Ciang?" "ya-" In Lie Heng mengangguki "Guru tahu tentang ilmu pukulan itu?" "Ng" Thio sam Hong manggut-manggut"Kira-kira lima enam puluh tahun yang lampau. rimba persilatan dikejutkan oleh semacam ilmu pukulan yang amat ganas, lihay dan beracun, siapa yang terkena pukulan itu, bagian dadanya pasti bertanda sebuah telapak tangan yang kehijau-hijauan, itu adalah ilmu pukulan Api Hijau. Banyak kaum rimba persilatan golongan putih yang berkepandaian tinggi mati terkena pukulan itu sudah barang tentu hal itu membangkitkan kemarahan kaum golongan putih, maka

mereka bersatu mengeroyok pembunuh itu" "lalu bagaimana?" tanyajie Lian ciu. "Pembunuh itu berhasil meloloskan diri,"jawab Thio sam Hong. "sejak itu tiada kabar beritanya lagi-" "Guru," tanya jie Lian Ciu. "siapa pembunuh itu?" "Dia adalah orang Persia, namun tiada seorang pun yang tahu namanya." Thio sam Hong menggeleng-gelengkan kepala. "Justru sungguh mengherankan, kini muncul lagi Ceng Hwee Ciang itu Malah yang menjadi adalah Hweeshio siauw Lim ste tingkatan Goan, itu sungguh di luar dugaan." "Guru," tanya jie Lian Ciu. "Apakah siauw Lim Pay bermusuhan dengan orang Persta itu?" "Entahlah-" Thio sam Hong menggelengkan kepala. "Namun memang mengherankan, kenapa cuma Hweeshio siauw Lim ste yang menjadi korban, sedangkan pesilat golongan putih tidak?" "Kita harus bersiap-siap menghadapi pembunuh itu," ujar jie Lian Ciu sungguh-sungguh"siapa tahu dia iuoa akan ke mari-" "Ngmmm" Thio sam Hong manggut-manggut. Bu Tong Pay memang bersiap siaga menghadapi pembunuh itu, namun pembunuh itu justru tidak pernah muncul di gunung Bu Tong. -ooo00000oooThio Bu Ki dan Tio Beng hidup tenang dan bahagia di pulau Hong Hoang to, bahkan kini Tio Beng pun telah hamil tujuh bulan. Betapa gembiranya suami isteri itu. Pagi ini, mereka berdua berjalan-jalan di dekat pantai sambil bergandeng tangan. Angin laut menerpa wajah mereka yang cerah ceria. "Bu Ki Koko," ujar Tio Beng. "Dua bulan lagi aku akan melahirkan. Engkau berharap anak laki-laki atau perempuan?" "Anak laki-laki atau perempuan sama saja,"sahut Thio Bu Ki sambil tersenyum. "Kita tidak boleh membedakan anak laki-laki atau anak perempuan." "Kalau anak laki-laki- " Tio Beng menatapnya dengan mesra. "Harus gagah dan jujur seperti engkau." "Apabila anak perempuan, harus secantik engkau," sambung Thio Bu Ki dan menambahkan, "Tapi tidak boleh berhati kejam." "Eh?" Tio Beng melotot. "Memangnya hatiku kejam?" "Aku tidak bilang hatimu kejam, kan?" "Tapi engkau barusan bilang...." "Tidak salah kan aku bilang begitu? Engkau langan tersinggung lho" Thio Bu Ki tertawa. "Ha ha ha..." "Bu Ki Koko jahat" ujar Tio Beng dengan manja.

"Dia masih hidup. maka Thio Bu Ki segera memapah Ciu Ci Jiak ke tempat tinggal mereka yang merupakan sebuah gubuk." sahut Thio Bu Ki "setelah engkau melahirkan. cepat selamatkan dia" Thio Bu Ki mengangguk sekaligus mendekati Ciu Ci Jiak lalu menempelkan telapak tangannya pada punggung ciu Ci Jiak dan mengerahkan Kiu Yang sin Kang ke tubuhnya. "Ada apa Bu Ki Koko?" tanyanya cepat "Ada sosok dipantai" sahut Thio Bu Ki "Mari kita ke sana" Thio Bu Ki menarik Tio Beng ke pantai. Ciu Ci Jiak membuka matanya perlahan-lahan. dan seketika juga ia menjerit kaget. tentunya membuat Tio Beng tersentak. "Terima kasih" ucap Ciu Ci Jiak lalu meneguk air minum itu setelah itu ia bangun duduk di pinggir tempat tidur.Aku adalah wanita. akhirnya aku bertemu engkau juga" ujar Ciu Ci Jiak dengan air mata bercucuran saking girangnya. cepat papah dia ke rumah" ujar Tio Beng yang merasa iba terhadap Ciu Ci Jiak"Tapi?" Thio Bu Ki justru merasa tidak enak. tentunya dapat menyelami perasaanmu. lalu menelentangkan biarawati itu. Thio Bu Ki membaringkan ciu Ci Jiak ke tempat tidur... cepatlah engkau periksa dia." sahut Tio Beng sambil memeriksanya. tapi dalam keadaan pingsan.. "Hah? Ciu Ci Jiak" "Apa?" Bukan main terkejutnya Thio Bu Ki "Ci Jiak?" "Ya. Begitu sampai di gubuk itu. sedangkan Tio Beng cepat-cepat mengambil air minum..."Aku. "Aku. berselang beberapa saat kemudian. barulah aku pikirkan nama yang paling cocok"" Mendadak Thio Bu Ki terbelalak sambil memandang jauh ke depan.." "Beng moay." "Ci Jiak" Tio Beng tersenyum. mungkin dia masih hidup" Tio Beng segera membungkukkan badannya. "Ci Jiak minumlah" Tio Beng menyodorkan air minum ke mulut Ciu Ci Jiak. kemudian memandang Tio Beng. "Jangan khawatir" Tio Beng tersenyum"Aku tidak akan cemburu dan marah kepadamu-" Karena Tio Beng berkata begitu.. sosok yang berpakaian biarawati tengkurap di situ"siapa biarawati itu?" Thio Bu Ki mengerutkan kening. Bu Ki Koko. "yang telah berlalu jangan diungkit lagi." Thio Bu Ki menatapnya dengan penuh cinta kasih"Kapan aku pernah jahat terhadapmu?" "Bu Ki Koko" Tio Beng tersenyum"Kalau anak laki-laki harus diberi nama apa?" "Belum kupikirkan.. "Bu Ki Koko. " Ciu Ci Jiak terisak-isak"Bu Ki Koko. .. mulai siuman. "Ci Jiak " panggil Thio Bu Ki sambil berhenti mengerahkan Iweekangnya." "Tio Beng. "Beng moay.

. aku harus menerimamu di pulau ini-" ujar Tio Beng sungguh-sungguh. "Engkau rindu sekali kepada Bu Ki Koko. tidak lain disebabkan engkau sangat mencintainya." ujar ciu Ci Jiak"sebab beliau yang mengutus In Tayhiap mentarimu-" "Aaaah-." ujar ciu Ci Jiak dan menambahkan.. namun hari itu aku ke gunung Go Bi-.. namun dia bilang tidakpunya musuh. aku langsung menuiu ke pesisir utara. "rasanya aku ingin sekali pergi membunuh Cu Goan Ciang" "Betul. tentunya engkau tidak berkeberatan kan?" ujar Tio Beng . sedangkan rombongan Bu Tong kembali ke gunung Bu Tong-" "Ceng Hwee Ciang?" Kening Thio Bu Ki berkerut"Aku tidak pernah mendengar tentang ilmu pukulan itu. maka aku harus meninggalkan pulau ini secepatnya..." Ciu Ci Jiak memberitahukan. "sudahlah Jangan terus membicarakan itu Aku sendiri tidak mau menjadi kaisar. tak disangka beberapa Hweeshio siauw Lim sie tingkat Goan menjadi korban." "Aku tahu-" Tio Beng tersenyum.. kan?" "Aku. "Gara-gara Cu Goan ciang." "Heran?" gumam Tio Beng"Kenapa Hweeshio-hweeshio siauw Lim Sie yang menjadi sasaran pukulan itu?" "Mungkinkah si pembunuh itu punya dendam dengan siauw LtmPay?" ujar Thio Bu Ki"Aku sudah bertanya kepada Kong Bun Hong Tio. "Aku tahu apa sebabnya engkau mencari Bu Ki Koko. "oleh karena itu." tutur ciu Ci Jiak tentang semua itu "setelah berpisah dengan In Tayhiap di penginapan itu.. "Kini aku sudah merasa puas. akhirnya kami harus meninggalkan Tionggoan" "Padahal Cu Goan ciang adalah bawahan Bu Ki Koko. "itu memang membingungkan." sambung Tio Beng. "Ci Jiak". tapi engkau kok tahu kami berada di pulau ini?" "Sesungguhnya aku tidak tahu. "Akupun berniat membunuhnya-" "Kalian berdua -" Thio Bu Ki menggeleng-telengkan kepala. Tio Beng menggenggam tangannya seraya berkata. ya. karena sudah bertemu denganmu.. "Maksudmu?" Ciu Ci Jiak kurang mengerti"Kita bertiga hidup tenang dan bahagia dipulau ini. aku penasaran sekali.." Tio Beng menghela nafas panjang. Lebih baik hidup tenang dan bahagia di pulau ini-" "Bu Ki Koko" Ciu Ci Jiak menatapnya dengan sorot mata penuh mengandung cinta kasih. aku. kemudian menghela nafas panjang seraya bergumam. tapi malah dia yang menjadi kaisar." Ciu Ci Jiak menundukkan kepala.. Aku. "Kini entah bagaimana keadaan Thay suhu Thio sam Hong?" "Aku yakin beliau baik-baik saja." "Tak disangka siauw Lim Pay akan mengalami bencana itu" Thio Bu Ki menggeleng-gelengkan kepala." Thio Bu Ki tidak menyahut."Tio Beng...

"Aku menerimanya di sini dengan setulus hati. "Ha ha ha. "Kita. . "Ci Jiak" tanya Tio Beng." ujar Tio Beng kepada suaminya. "Terima kasih" "sama-sama-" Tio Beng membelainya"Eeeh?" Mendadak Ciu Ci Jiak terbelalak sambil memandang perut Tio Beng.sambil tersenyum lembut.. "Bu Ki Koko" Tio Beng tersenyum. " Ciu Ci Jiak terbelalak.itu pertanda dia pun berjodoh denganmu-" "Tapi-. melainkan bersungguh-sungguh " "Beng Moay. sedangkan Thio Bu Ki berjalan mondar-mandir dengan wajah cemas." "Apa?" Thio Bu Ki terbelalak." Thio Bu Ki tampak serba salah. dan wajahnya pun tampak berseri-seri.." ujar Thio Bu Ki sambil tertawa.. "Bu Ki Koko.." "Ci Jiak engkau sudah dengar kan?" Tio Beng memandangnya sambil tersenyum-senyum. Ciu Ci Jiak berada di dalam menemani Tio Beng." Ciu Ci Jiak menatapnya seakan tidak percaya. terdengarlah suara tangisan bayi yang sangat nyaring.. Ciu Ci Jiaklah yang paling kalut. "sebab kini kita bertiga tinggal di pulau ini-" "Tidak lama lagi akan menjadi empat. Dia ingin berlayar ke Peng Hwee TO. "Aku tidak main-main atau bergurau.Ia tampak tidak percaya akan apa yang di dengarnya. aku. "Maksudmu dia harus menjadi isteriku juga?" "Ya. kita bertiga hidup tenang dan bahagia di sini?" "ya..." Thio Bu Ki. tapi malah terdampar di sini.." "Aku memberi selamat kepada kalian berdua" ucap Ciu Ci Jiak "seharusnya bertiga" sahut Tio Beng sambil tertawa. aku terima dia sebagai isteriku juga. Berselang beberapa saat kemudian. "Engkau... Thio Bu Ki langsung menarik nafas lega. "Engkau sudah hamil?" Tio Beng mengangguki "sudah tujuh bulan. sungguh besar jiwamu" Thio Bu Ki menghela nafas panjang. "Kenapa engkau menangis?" "Aku.itu semua disebabkan Tio Beng dan Ciu Ci Jiak saling mengerti. engkau rela..." saking Gembira Ciu Ci Jiak malah menangis terisak-isak.. aku gembira sekali-" sahut Ciu Ci Jiak sambil memeluk Tio Beng erat-erat... Di saat Tio Beng mau melahirkan." Tio Beng mengangguk.. maka engkau pun harus menerimanya sebagai isteri pula.Tio Beng dan ciu Ci Jiak memang hidup dengan penuh kebahagiaan di pulau Hong Hoang TO. "Dari dulu Ci Jiak sudah mencintaimu.. "Tio Beng. "Aku. "Baiklah. la segera memasak air panas dan lain sebagainya.." Tio Beng mengangguk.

"Minumlah" "Terima kasih" Tio Beng meneguk air hangat itu " Ci Jiak tentunya engkau sudi memberikan nama kepada anak kita kan?" "A. Dilihatnya Tio Beng sedang menyusui bayi laki-laki yang baru lahir itu. "Kami sedang membicarakanmu.. "Terimakasih. "Anakmu juga adalah anaknya ya. Bu Ki Koko-" Tio Beng tersenyum." Tio Beng tertawa gembira. "Beng Moay" panggil Thio Bu Ki sambil membelainya. "Karena melakukan kekeliruan ketika belajar Kiu Im sin Kang.. ..." "Terima kasih. la segera menyodorkan air hangat itu ke hadapan Tio Beng." "oh?" Ciu Ci Jiak girang bukan main. kan?" "Betul. sebab anak kami juga anakmu." Tio Beng dan Thio Bu Ki mengangguk. namun kemudian menghela nafas panjang. sehingga selamanya tidak bisa punya anak." Tio Beng menatapnya lembut"Hanya berharap engkau sudi memberikan nama kepada anak kami. "Ci Jiak anak laki-laki atau perempuan?" "Anak laki-laki-" Ciu Ci Jiak memberitahukan dengan wajah berseri. "itu pasti sangat menggembirakannya. "Maka biar dia yang memberikan nama kepada anak kita. "Engkau baik-baik saja?" Tio Beng mengangguki wajahnya masih tampak agak pucat. "Memangnya kenapa aku?" "Tidak sih. maka peranakannya menjadi rusak." "Baik!" Thio Bu Ki manggut-manggut. anak kita?" Wajah Ciu Ci Jiak tampak bahagia sekali"Bayi itu adalah anak kita?" "Ya. "Lho?" Thio Bu Ki heran." "Hatinya pasti terpukul sekali melihat aku melahirkan. terimakasih" Mata Ciu Ci Jiak berkaca-kaca saking gembira dan melanjutkan. "sungguh montok bayi laki-laki itu" "Aku." "Beng Moay" Thio Bu Ki tersenyum.. biar aku yang melayanimu.." "Kalian sedang berbisik-bisik apa?" muncullah Ciu Ci Jiak dengan membawa secangkir air hangat. "syukurlah" ucap Thio Bu Ki"Engkau terus beristirahat di tempat tidur." Tio Beng menggeleng-gelengkan kepala. "Kenapa mendadak engkau menghela nafas?" "Aku." sahut Tio Beng.Tak lama muncullah Ciu Ci Jiak. ya?" Ciu Ci Jiak tersenyum. "Aku sangat kasihan kepada Ci Jiak karena dia tidak bisa punya anak-" "Yaah" Thio Bu Ki menghela nafas..Thio Bu Ki segera menghampirinya seraya bertanya. "oh. aku boleh masuk?" tanya Thio Bu Ki"Boleh-" Ciu Ci Jiak mengangguki Thio Bu Ki berlari ke dalam.

Ciu Ci Jiak dan Thio Han Liong sudah duduk di pekarangan sambil menikmati keindahan bulan purnama. otomatis juga akan mendidiknya pula. ftu membuat Thio Bu Ki dan Tio Beng menggeleng-gelengkan kepala." sambung Tio Beng sambil tersenyum. "Bagus. dia langsung menangis sekeras-kerasnya agar Ci Jiak datang membelanya. "Bibi" panggil Thio Han Liong sambiL menarik tangan Ciu Ci Jiak "Temani Han Liong ke depan melihat bulan purnama" "sudah malam. tak pernah sakit dan dengan cepat ia sudah menjadi anak yang mungil.."Alangkah baiknya bayi itu diberi nama Han Liong." "Dia cerdik dan banyak akalnya. Mari kita ke pekarangan melihat bulan purnama" "Terima kasih." Ciu Ci Jiak menggeleng-gelengkan kepala sambil tersenyum lembut." Thio Han Liong menghempas-hempaskan kakinya. "Ha ha ha" Thio Bu Ki tertawa gembira." "Han Liong Han Liong" gumam Ciu Ci Jiak "Kelak dia harus menjadi pendekar gagah yang berhati jujur. Bayi itu bertubuh kuat dan sehat. Apabila Thio Bu Ki atau Tio Beng mau menghukumnya karena ia terlalu nakal. "Kalau Bibi tidak mau menemani Han Liong melihat bulan purnama. Ternyata Thio Bu Ki dan Tio Beng yang berada di kamar sebelah masih belum tidur. "Jangan mengkhawatirkan itu" Thio Bu Ki tersenyum. "Baiklah.. Di antara ke tiga orang utu." "seperti ayahnya. "Mudah-mudahan dia tidak licik" sementara itu.." Thio Bu Ki menggelenggelengkan kepala. Han Liong tidak boleh ke luar" sahut Ciu Ci Jiak lembut. aku khawatir Han Liong akan menjadi nakal sekali-" ujar Tio Beng sambil menghela nafas panjang. "Ci Jiak memanjakannya karena menyayanginya...." "Han Liong. tak terasa beberapa tahun telah lewat.. "Bibi baik sekali" Ciu Ci Jiak menggandeng anak itu ke pekarangan." ucap Thio Han Liong girang. Thio Han Liong" Thio Bu Ki mengulanginya dengan wajah berseri-seri. Namun mereka berdua bersyukur dalam hati karena Ciu Ci Jiak sangat menyayangi Han Liong." "Han Liong memang nakal tapi cerdik" ujar Tio Beng sambil tersenyum geli"Kalau kita mau menghukumnya. "Bibi" Thio Han Liong memandang bulan purnama seraya bertanya. Nama yang bagus" "Kalau begitu " sela Tio Beng.. "Betul Harus seperti ayahnya Ha ha ha " -ooo00000ooo Bab 4 Penyerbuan yang Tak Terduga sang waKiu terus berlalu. nama yang tepat dan cocok baginya. Ciu Ci Jiak yang paling memanjakannya. . maka Ciu Ci Jiaklah yang selalu membelanya. "Bayi kita ini diberi nama Han Liong. "Bibi-." "Han Liong. malam ini Han Liong tidak mau tidur. maka mereka berdua tahu tentang itu "Ci Jiak terlalu memanjakan Han Liong.

" "Bibi. "Tapi engkau harus ingat. sedangkan Thio Bu Ki mengajarnya cara-cara melatih Kiu Yang Sin Kang. sebab Dewi Bulan pasti menghukummu." ujar Ciu Ci Jiak sambil tersenyum." Ciu Ci Jiak mengangguk. "Tapi kenapa ayah. "Dewi Bulan pasti tidak akan menghukum Han Liong. jadi anak baik harus berbaKti kepada orangtua. maka engkau harus seperti ayahmu" ujarnya. Bibi. maka Thio Han Liong pun harus tidur bersama Tio Beng. apakah harus terus tinggal di pulau ini?" "Itu urusan kelak. "Tempat lain juga seperti di pulau ini?" "Han Liong" Ciu Ci Jiak tersenyum lembut. sebab engkau harus tahu dan kenal dunia luar." "Apabila cuma nakal sedikit. "Tentunya kami tidak akan membiarkanmu terus tinggal di sini. Sekarang sudah larut malam. maka tinggal di sini. mari kita tidur!!" "Ya. ibu dan bibi tinggal di pulau ini?" "Karena ayahmu sudah tidak mau mencampuri urusan rimba persilatan lagi. kalau Thio Bu Ki tidur bersama Ciu Ci Jiak. "Kepandaian ayahmu memang tinggi sekali. tidak boleh kurang ajar." Ciu Ci Jiak membelainya. kalau Han Liong sudah dewasa kelak. maka dia diangkat menjadi Bu Lim Beng Cu (Ketua Rimba Persilatan) di Tionggoan. Dewi Bulan pasti tidak akan menghukummu." tanya Thio Han Liong. "Dewi itu disebut Dewi Bulan. ia pun mulai mengajarkan teori-teori Kiu Im Pek Kut Jiauw kepada Thio Han Liong yang dilakukannya secara diam-diam. Itu dikarenakan Thio Bu Ki tidur bersama Tio Beng." "ya. Ciu Ci Jiak memeluknya dengan penuh cinta kasih"Ayahmu adalah seorang pendekar yang gagah. "Kelak engkau akan mengetahuinya. Dia cantik dan lemah lembut." "Oh?" Thio Han Liong tampak bangga sekali. "Tentu." Ciu Ci Jiak manggut-manggut"Maka Han Liong tidak boleh terlalu nakal. ciu Ci Jiak juga tidak tinggal diam." "Bibi. . Mereka berdua masuk ke dalam gubuk." "Apakah Dewi Bulan akan menghukum Han Liong kalau Han Liong nakal?" tanya anak kectL itu. Dewi Bulan sayang kepada anak kecil?" "Kalau begitu. Bibi-" Thio Han Liong mengangguk"Han Liong mau menjadi anak yang berbaKti-" "Anak baik Anak baik. "Ayah itu dan bibi berkepandaian tinggi?" tanya Thio Han Liong mendadak Jilid 2 Ciu Ci Jiak mengangguk. tapi paling tidak suka kepada anak nakal. Tio Beng sudah mulai mengajar Thio Han Liong ilmu surat." Thio Han Liong menyengir." Thio Han Liong mengangguk. Thio Han Liong tidur bersama Ciu Ci Jiak."Betulkah ada dewi di dalam bulan?" "Betul.

" sahut Thio Han Liong dan bertanya"Kenapa Han Liong tidak boleh memberitahukan kepada ayah?" "Sebab ilmu Kiu Im Pek Kut Jiauw sangat ganas. Di saat Thio Han Liong dan ciu Ci Jiak pergi ke pantai. lihay dan hebat. Mereka berdua duduk di atas sebuah batu." Ciu Ci Jiak menjelaskan. "Bu Ki Koko" Tio Beng memandangnya dengan heran. "Engkau sudah lupa kepada Cia sun ayah angkatku?" "oooh" Tio Beng manggut-manggut.. tapi tidak mengajarmu Kiu Im sin Kang. "Kenapa Han Liong harus ke siauw Lim sie?" "Beng Moay" Thio Bu Ki tersenyum. Maka ayahmu pasti melarangmu belajar ilmu tersebut. Anak itu tampan tapi agak nakal. "Kenapa engkau menghela nafas?" "Aku teringat akan Thay suhu. "Bibi cuma memberitahukanmu semua gerakan Kiu Im Pek Kut Jiauw.. "Han Liong" ujar ciu Ci Jiak"Engkau sudah ingat semua teori-teori Kiu Im Pek Kut Jiauw yang kuberitahukan kepadamu?" "Han Liong sudah ingat semua. "Ilmu Kiu Im Pek Put Jiauw sangat ganas. tentunya dia harus ke gunung Bu Tong dan ke siauw Lim sie-" "Ke siauw Lim sie?" Tio Beng heran. "Kenapa Bibi mengajar Han Liong teori-teori ilmu itu?" . Thio Bu Ki dan Tio Beng bercakap-cakap dengan serius sekali"Kini Han Liong sudah berumur tujuh tahun." kata Ciu Ci Jiak sambil memandangnya"Kenapa begitu?" Thio Han Liong tampak tercengang. "Sebab. para paman dan ayah angkatku." "Ngmm" Thio Bu Ki manggut-manggut." sahut Tio Beng setelah berpikir sejenak "setelah dia dewasa." "Aaah " Mendadak Thio Bu Ki menghela nafas panjang..Kini Thio Han Liong sudah berumur tujuh tahun.. "Bagaimana menurutmu?" Thio Bu Ki balik bertanya. Ciu Ci Jiak dan Thio Han Liong juga sedang bercakap-cakap dengan asyik sekali. "Betul Han Liong memang harus ke siauw Lim sie menemui ayah angkatmu. oleh karena itu Thio Bu Ki mulai mengajarnya Thay Kek Kun (Ilmu Pukulan Taichi) ciptaan guru besar Thio sam Hong atau Thio Kun Po (Chang KwunBo).. Entah bagaimana keadaan mereka?" sahut Thio Bu Ki sambil menggeleng-gelengkan kepala. la telah memiliki dasar Kiu yang sin Kang.. "Menurut aku. kita harus membiarkannya pergi ke Tionggoan. "itu urusan kelak.. maka ayahmu pasti marah kepada kita-" "ya. apakah dia harus terus tinggal dipulau ini?" tanya Tio Beng." Thio Han Liong menatapnya seraya bertanya. Bibi-" Thio Han Liong mengangguk. "Percayalah" Tio Beng tersenyum"Mereka pasti baik-baik saja-" "Mudah-mudahan begitu" ucap Thio Bu Ki "Entah kapan klta akan bertemu mereka lagi?" sementara itu." "Kalau begitu.

apakah kakek angkatku itu masih hidup?" "Mungkin masih hidup-. kakekmu. "oh ya. "ya." ujar ciu Ci Jiak dan menutur riwayat Kim Mo say ong-cia sun.. apakah di Tionggoan banyak orang berkepandaian tinggi?" "Banyak sekali." Ciu Ci Jiak memberitahukan. sebuah kapal perang berlabuh di pantai pulau itu. sedangkan ayah malah hidup di pulau ini?" "Cu Goan ciang bisa menjadi kaisar karena kelicikannya. Hwa san.Tapi. Go Bi dan Kay Pang (Partai Pengemis). "Beliau adalah Thay Sucouwmu. Di saat mereka berdua sedang asyik bercakap-cakap.-. Bu Tong. "Kim Mo say ong-cia sun adalah kakek angkatmu. "Pendiri Bu Tong Pay itu adalah Thay sucouw?" "ya. "Sungguh kasihan nasib kakek angkat itu" Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala." Ciu Ci Jiak menjelaskan. " Engkau masih punya seorang kakek angkat. Mereka berdua sama sekali tidak mengetahuinya." Ciu Ci Jiak menutur tentang semua itu."jawab Ciu Ci Jiak"Namun engkau pun harus melatihnya dengan cara mempraktekkannya.." Thio Han Liong mengangguk. "sebab ayahmu mengangkatnya sebagai ayah. Khong Tong. beliau berada di siauw Lim sie-" " Kakek angkat?" Thio Han Liong tercengang. dan Thio Han Liong mendengarkan dengan penuh perhatian." Ciu Ci Jiak memberitahukan. " Kalau kelak aku ke Tionggoan."Agar kelak engkau dapat mempergunakannya." "Partai mana yang paling kuat?" "Siauw Lim Pay." "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut mengerti"oh ya" ciu Ci Jiak memberitahukan lagi. "Pendiri Bu Tong Pay bernama Thio sam Hong." Ciu Ci Jiak tersenyum. Tampak puluhan pasukan kerajaan meloncat turun dari . kenapa Cu Goan ciang bisa menjadi kaisar. yang usianya sudah seratus lebih-" "Pendiri Bu Tong Pay itu masih hidup?" tanya Thio Han Liong dengan mata terbelalak. "Ayahmu hidup di pulau ini lantaran tidak mau mencampuri urusan rimba persilatan lagi. pasti ke siauw Lim sie menjenguk kakek-" "Ngmm" Ciu Ci Jiak manggut-manggut. karena saking asyiknya bercakap-cakap. Bibi." Ciu Ci Jiak mengangguk. Namun Bu Tong Pay sudah menyamai siauw Lim Pay." "Bibi. "Di Tionggoan terdapat beberapa partai besar. Kun Lun." "ya." ujarnya seusai Ciu Ci Jiak menutur. yaitu partai siauw Lim." Ciu Ci Jiak menjelaskan. "Kelak Han Liong harus seperti ayah. "Bibi. Ayahmu adalah ketua Beng Kauw yang berhasil meruntuhkan Dinasti Goan." "Apa?" Thio Han Liong tertegun. Thio Cui san. "Beliau adalah guru kakekmu. maka beliau adalah kakek angkatmu.

ia mengutus beberapa orang kepercayaannya untuk menyelidiki jejak Thio Bu KiAkhirnya Cu Goan ciang memperoleh informasi bahwa Thio Bu Ki dan Tio Beng berada di sebuah pulau di Pak Hai (Laut utara). maka ia mengutus Lie WiEkiong. pemimpin pengawal istana bersama puluhan pengawal istana ke pulau tersebut untuk menangkap Thio Bu Ki. lebih-lebih setelah Thio Bu Ki dan Tio Beng tiada kabar beritanya. sementara itu. Ciu Ci Jiak masih asyik bercakap-cakap dengan Thio Han Liong. cu Goan ciang masih tetap merasa cemas. "Kami ke mari untuk menangkap Thio Bu Ki. Lie WiEkiong sudah kembali ke istana bersama sembilan Dhalai Lhama. "Ha ha ha" Dhalai Lhama jubah merah tertawa gelak. kemudian ia pun memberitahukan bahwa ia kenal beberapa Dhalai Lhama di Tibet yang berkepandaian tinggi. aku tidak akan berlaku sungkan kepada kalian" "Ha ha ha" Dhalai Lhama tertawa gelak.Maka. alangkah baiknya minta bantuan mereka untuk menangkap Thio Bu Ki. "Kalian berdua mau ke mana?" "siapa kalian?" bentak Ciu Ci Jiak. "Han Liong. barulah berangkat ke pulau tersebut dengan sebuah kapal perang. namun kalian masih memburunya" "Maaf" ujar Lie WiEkiong.kapal perang itu. tentunya sangat menggembirakan cu Goan ciang. lalu menolehkan kepalanya." "Ciu Lie Hiap (Pendekar wanita Ciu)" Lie WiEkiong memberi hormat. kemudian bertanya ." "sungguh keterlaluan cu Goan ciang masih ingin menangkap Thio Bu Ki?" Wajah Ciu Ci Jiak tampak gusar sekali. yang ternyata adalah para Dhalai Lhama itu. Belasan hari kemudian." sahut Dhalai Lhama jubah merah memberitahukan. setelah para Dhalai Lhama itu berbicara serius dengan cu Goan Ciang. Lie WiEkiong menyatakan tidak sanggup menangkap Thio Bu Ki yang berkepandaian sangat tinggi itu. "Kami ke mari atas perintah kaisar untuk mengundang Thio Tayhiap ke istana. Tiba-tiba kening ciu Ci Jiak berkerut." "Hm" dengus Ciu Ci Jiak dingin"Cepatlah kalian tinggalkan pulau ini Kalau tidak. mari kita pulang" Mereka berdua segera beranjak meninggalkan tempat itu. pemimpin pengawal istana. "ini adalah perintah kaisar-" "Hm" dengus Ciu Ci Jiak dingin"Lebih baik kalian cepat meninggalkan pulau ini Kalau tidak. Lie WiEkiong segera berangkat ke Tibet. menyusul adalah sembilan orang Hweeshio yang memakaijubah beraneka warna Ternyata mereka adalah para pengawal istana yang berkepandaian tinggi dan sembilan Dhalai Lhama dari Tibet Dalam beberapa tahun ini. "Thio Bu Ki sudah tinggal di pulau ini mengasingkan diri. Akan tetapi. Cu cioan ciang setuju. "Mau apa kalian datang ke pulau ini?" "Kami adalah Dhalai Lhama dari Tibet. Betapa terkejutnya hati Ciu Ci Jiak ketika melihat para pengawal istana dan Dhalai Lhama yang sedang menghampiri mereka. namun sekonyong-konyong berkelebat beberapa bayangan ke hadapan mereka.

"Tak disangka engkau dapat berkelit.Jarirjari tangannya yang menyerupai cakar mengarah ke ubun-ubun Dhalai Lhama jubah merah. sungguh di luar dugaan karena anak kecil itu berhasil berkelit. "Ha ha Aku ingin mencoba kepandaiannya" sementara Ciu Ci Jiak memang sudah bersiap menghadapi pertarungan. namun kali ini ia tidak berhasil. Akan tetapi. sebelum Dhalai Lhama jubah merah mendekatinya. "Bagus. "cuma berani terhadap anak kecil.. sehingga membuat anak kecil itu menjadi lumpuh. "ya-" Thio Han Liong mengangguk.kepada Lie WiEkiong." "Bagus." "Ayahmu bernama Thio Bu Ki?" tanya Dhalai Lhama jubah kuning. bagus" Dhalai Lhama jubah merah tertawa gelak sambil mengelaki kemudian balas menyerang. "Bocah Engkau tidak akan bisa kabur" ujar Dhalai Lhama jubah kuning itu sambil menjulurkan tangannya untuk menangkap Thio Han Liong." jerit Thio Han Liong.. bagus Ha ha ha" Dhalai Lhama jubah kuning tertawa gelak"Kami ke mari justru ingin menangkap ayahmu-" Thio Han Liong tidak menyahut.Jangan menyiksa anak kecil. Thio Han Liong sering berlatih dengan ciu Ci Jiak. hadapilah aku" "Ha ha" Dhalai Lhama berjubah merah mendekatinya"Mari kita bertarung. "Dasar tak tahu malu" caci Thio Han Liong.Ternyata Ciu Ci Jiak mulai mengeluarkan ilmu Kiu Im Pek Kut Jiauw. di saat bersamaan berkelebat sosok bayangan ke hadapannya. "siapa wanita itu?" "Dia bernama Ciu Ci Jiak. bagus" Dhalai Lhama jubah merah tertawa lagi. "Hm" dengus Dhalai Lhama jubah kuning.. " Cepat pulang. Mendadak Ciu Ci Jiak bersiul panjang sambil menyerang Dhalai Lhama jubah merah. bocah" Tangan Dhalai Lhama jubah kuning bergerak mencengkeram lengan Thio Han Liong. Terjadilah pertarungan yang amat sengit dan seru. dan lengannya telah dicengkeram oleh Dhalai Lhama jubah kuning. "Kepandaiannya tinggi sekali.. yang ternyata Dhalai Lhama jubah kuning. ia cepat-cepat berbisik kepada Thio Han Liong."Bagus.. Dhalai Lhama keparat" caci Ciu Ci Jiak. kalau ayahku datang. Tapi kemudian mendadak ia menggigit tangan Dhalai Lhama jubah kuning. kemudian dengan tiba-tiba ia mengayunkan tangan kirinya. sementara Dhalai Lhama jubah kuning telah menotokjalan darah Thio Han Liong. "Aduh" jerit Dhalai Lhama jubah kuning kesakitan. Mendadak badan Thio Han Liong berputar. memberitahukan kepada ayahmu" Thio Han Liong mengangguki kemudian mendadak berlari pergi..."jawab Lie WiEkiong memberitahukan. "Aduuuh.. Anak kecil itu masih ingin berkelit. Pertarungan itu semakin menegangkan. Perlu diketahui. mantan ketua GoBi Pay. Bukan . la kena ditampar sehingga matanya berkunang-kunang. "Hei. aku ingin tahu berapa tinggi kepandaianmu" "Baik" Ciu Ci Jiak mengangguk sekaligus menyerangnya.

sebab Ciu Ci Jiak mulai terdesak. " Kalau tidak... dan menyerang mereka dengan Kui Im sin Kang.main terkejutnya Dhalai Lhama jubah merah itu la segera membentak keras sambil mengelak ke samping untuk menghindarinya. la menghimpun Kiu Im Sin Kang sampai pada puncaknya. "Hweeshio sialan cepat bebaskan aku.Bibi-..Ternyata ke lima Dhalai Lhama itu menyerang Ciu Ci Jiak dengan Hgo Heng Mle Hun Tin (Formasi Lima Elemen yang Menyesatkan sukma). otomatis yang lain pun ikut bergerak dan tetap memegang bahu yang di depannya. Kening ciu Ci Jiak berkerut-kerut. Mendadak maju empat Dhalai Lhama jubah hijau.yang paling depan adalah Dhalai Lhama jubah merahi yang dibelakangnya memegang bahunya. mari kita berkelahi" "Diam" bentak Dhalai Lhama jubah kuning. la terpental belasan depa ke belakang dengan mulut menyemburkan darah segar. Mendadak Dhalai Lhama jubah kuning menamparnya"Aduuuh " jerit Thio Han Liong kesakitan. begitu pula yang lain. la menatap Dhalai Lhama itu dengan mata berapi-api. biru danputih. namun mulutnya masih bisa bersuara"Kalian semua adalah Hweeshio-hweeshio yang tak tahu malu" Plaaak. hitam. Begitu sampai pada Dhalai Lhama berjubah merahi langsung saja ia menyerang ciu Ci Jiak. . siap menangkis serangan para Dhalai Lhama itu. Dhalai Lhama jubah merah mulai bergerak mendekati Ciu Ci Jiak.. Ke lima Dhalai Lhama itu terhuyung-huyung ke belakang beberapa langkahi sedangkan ciu Ci Jiak terpental beberapa depa dengan mulut mengeluarkan darah segar"Bibi. sekonyong konyong Ciu Ci Jiak memekik keras. Formasi tersebut memang lihay sekali. Anak kecil itu terkejut bukan main. Lweekang mereka beradu dengan Kiu Im sin Kang." seru Thio Han Liong dengan wajah pucat pias"Bibi -" "Ha ha ha" Dhalai Lhama jubah merah tertawa gelak"Hebat juga engkau Coba sambut pukulan kami" Tiba-tiba ke lima Dhalai Lhama itu berbaris. yang walau badannya tertotok lumpuh. membuat Ciu Ci Jiak terdesak dan tak mampu balas menyerang. Blaaam.. dan seketika juga yang paling belakang langsung menyalurkan Lweekangnya ke depan. pipimu akan kutampar sampai bengkak" Thio Han Liong terpaksa diam. yang di depannya menyalurkan depan dan seterusnya. tapi ciu Ci Jiak menangkis serangan itu dengan Kiu Im sin Kang. Ke lima Dhalai Lhama menangkis serangan itu serentak dengan Lweekang sepenuhnya. Dapat dibayangkan betapa dahsyatnya Lweekang gabungan mereka berlima. lebih-lebih ketika Ciu Ci Jiak mengeluarkan ilmu Kiu Im Pek Kut Jiauw. Thio Han Liong menyaksikan pertarungan itu dengan penuh perhatian. "Aaaakh " jerit ciu Ci Jiak.. Mendadak Dhalai Lhama jubah merah membentak keras. Ke empat Dhalai Lhama itu pun ikut menyerang Ciu Ci Jiak"Tak tahu malu Tak tahu malu" seru Thio Han Liong. Blaaam. Terdengar suara benturan yang amat dahsyat. lalu menyaksikan pertarungan itu.

bagaimana keadaan bibi?" tanya Thio Han Liong.. kemudian Thio Bu Ki bertanya." Dhalai Lhama jubah merah mengangguk"Kalian punya dendam kesumat dengan kami?" tanya Thio Bu Ki sepatah demi sepatah"Tidak-" Dhalai Lhama jubah merah menggelengkan kepala"Kalau begitu...Begitu pula Tio Beng. berkelebat dua sosok bayangan ke tempat ciu Ci Jiak. bagaimana keadaannya?" tanya Tio Beng dengan cemas......" sahut Dhalai Lhama jubah merah"Dia terkena pukulan kami. "Cu Goan ciang bukan?" . yang tidak lain adalah Thio Bu Ki dan Tio Beng.. "Bibi. "Ayah Ibu." teriak Thio Han Liong dengan wajah pucat pias." ciu Ci Jiak memandang anak kecil itu." Wajah Thio Bu Ki berubah dingin sekali." Thio Han Liong langsung menangis meraungraung. Han Liong... la berusaha bangun.. Ci Jiak?" tanya Thio Bu Ki dengan mata berkaca-kaca." Thio Bu Ki terisak-isak. terkulai dan nafasnya pun putus seketika.la tahu bahwa tak lama lagi nyawa Ciu Ci Jiak akan melayang. "ya." "Aku tahu siapa yang mengutus kalian ke mari. namun tidak berhasil. kini bagaimana tanggung-jawab kalian?" "Ha ha ha" Dhalai Lhama jubah merah tertawa gelak"Terus terang. Thio Bu Ki menggeleng-gelengkan kepala." teriak Thio Han Liong memanggil mereka. "Kalian telah membunuh Ciu Ci Jiak.Bibi." "Apakah kalian Dhalai Lhama dari Tibet?" Thio Bu Ki menatap mereka dengan tajam sekali... aku cinta kepadamu..."Bibi." Mendadak kepala Ciu Ci Jiak.. Ciu Ci Jiak jatuh terkapar. "Engkau pasti Thio Bu Ki yang sangat tersohor itu.. "Kenapa kalian membunuh Ciu Ci Jiak?" "Kami bertarung." Di saat bersamaan... bukan?" "Tidak salah-" Thio Bu Ki manggut-manggut. lalu membungkukkan badannya untuk memeriksa Ciu Ci Jiak. "Tidak bisa ditolong?" tanya Tio Beng. "Han Liong..Bibi. "Han." "Bibi.. " Ci Jiak-.. Thio Bu Ki memandang putranya sejenak. wajar kan?" sahui Dhalai Lhama berjubah merah sambil tersenyum. "Bu Ki Koko. yang matanya sudah mulai basah Thio Bu Ki menggeleng-gelengkan kepala lagi.. "Kalian yang membunuhnya?" "Kami bertarung. "Aku. "Ayah.. sedangkan ciu Ci Jiak terus memandangnya dengan mata redup..." Thio Bu Ki dan Tio Beng memandang para Dhalai Lhama itu. "Bibi." Thio Bu Ki menatap Lie WiEkiong. Kalau di dalam pertarungan ada yang mati." panggilnya dengan suara lemah sekali"Aku -" "Engkau mau pesan apa.. kami diutus ke mari untuk menangkapmuMaka lebih baik engkau ikut kami daripada melawan." sahut Thio Bu Ki dengan air mata meleleh"Bibimu sudah tiada. "Bu Ki Koko.

"Kenapa kaisar mengutus kalian ke mari membunuh bibiku?" "Sesungguhnya kaisar tidak menyuruh para Dhalai Lhama itu membunuh bibimu." "Tenang" sahut Thio Bu Ki. "Kalian kejam" bentak anak kecil itu." sementara Tio Beng tidak menyahut. bagaimana para Dhalai Lhama itu tahu tentang Kiu yang dan Kiu Im Cin Keng? la sungguh tak habis pikir. Baiklah-" Bersamaan deng«n itu. kalian akan membunuh kami?" tanya Thio Bu Ki dan merasa heran. la langsung menyerang Dhalai Lhama jubah kuning dengan sengit sekali. kemudian menghela nafas panjang. sedangkan Lie WiEkiong menjaga Thio Han Liong.. Dhalai Lhama jubah kuning bergerak cepat.. sementara para Dhalai Lhama sudah mengepung mereka berdua.. mendadak Tio Beng melesat ke arah Thio Han Liong. "Kitab-kitab itu tidak berada di tanganku... "Jaga anak itu" Betapa gusarnya Tio Beng. "Nah. sementara suasana semakin mencekam. "Buktinya bibiku telah binasa ditangan para Dhalai Lhama itu." "Ha ha ha" Dhalai Lhama jubah merah tertawa gelak"Tentunya engkau ingin hidup. Di saat itu pula Tio Beng melesat kembali ke sisi Thio Bu Ki. tapi kenapa kalian." Lie WiEkiong tergagap-gagap. maka -" "Tapi kenapa para Dhalai Lhama itu membunuh Ciu Ci Jiak?" tanya Thio Bu Ki dingin"Dan kenapa Dhalai Lhama jubah kuning itu menawan putraku?" "Itu. maka engkau harus menyerahkan Kiu yang dan Kiu Im Cin Keng kepada kamiKalau tidak -" "Kalau tidak. "Bagaimana?" tanya Tio Beng dengan cemas. "Hmm" dengus Thio BuKi dingin. maka dia terluka parah dan akhirnya binasa.." Dhalai Lhama jubah merah manggut-manggut. "Ha ha ha" Dalai Lhama jubah merah tertawa terbahakbahak"Kalau begitu. "Betul." ujar Dhalai Lhama jubah merah. Dipandangnya Thio Han Liong. cepat serahkan kitab-kitab itu kepada kami" "Sayang sekali" sahut Thio Bu Ki sambil menggelengkan kepala.. Ternyata ia sedang mencari akal untuk menolong putranya."Betul. sebab Thio Bu Ki dan Tio Beng sudah .. "Han Liong berada di tangan mereka." Lie WiEkiong menggeleng-gelengkan kepala." Lie WiEkiong mengangguk"Kami diutus ke mari untuk menangkapmu. aku. aku dendam kepada kalian" Lie WiEkiong mengerutkan kening. " Aku tidak pernah bermusuhan dengan pihak kalian. Akan tetapi. langsung menendang anak kecil itu ke arah para pengawal istana seraya berseru. lalu memandang para Dhalai Lhama"Wanita itu tidak kuat menahan pukulan kami. "Ha ha" Dhalai Lhama jubah kuning tertawa sambil berkelit. engkau lebih sayang kitab-kitab itu daripada nyawamu sendiri.

namun mendadak Thio Bu Ki maju sekaligus menangkis serangan-serangan itu dengan ilmu pukulan Kiu yang sin Kang. seketika tiga Dhalai Lhama langsung menyerang Tio Beng. lalu mendadak berbaris menyerupai seekor naga-yang paling depan adalah Dhalai Lhama jubah merah dengan sepasang tangannya .Mula-mula para Dhalai Lhama itu tampak kebingungan menghadapi serangan-serangan Thio Bu Ki. namun Thio Bu Ki menangkis dengan ilmu pukulan Kiu yang sin Kang.Di saat itulah Dhalai Lhama jubah merah berseru. ia pun mulai mengerahkan Kiu Yang sin Kang. la menggunakan pendengarannya yang amat tajam. dan makin lama makin cepat. Ternyata Kiu Kiong Gan Thian adalah semacam formasi yang membingungkan pihak lawan. Blaaam Terdengar suara benturan. Dhalai Lhama berjubah merah terkejut juga menyaksikannya. kemudian ke dua-duanya balas menyerang dengan serentak. "Ha ha ha" Dhalai Lhama jubah merah tertawa g elaki kemudian berseru. Thio Bu Ki dan Tio Beng terhuyung-huyung ke belakang beberapa langkahi sedangkan ke lima Dhalai Lhama terpental beberapa depa. kalian berdua cari mati" "Kalian yang akan mampus" sahut Tio Beng sengit. namun tidak terluka sama sekali. sedangkan Thio Bu Ki tetap memejamkan matanya melayani para Dhalai Lhama itu.siap bertarung dengan para Dhalai Lhama itu. tidak akan kuserahkan kepada kalian" "Baik. Blaaam Terdengar lagi suara benturan dahsyat. "Pejamkan mata" ujar Thio Bu Ki kepada Tio Beng. dan segeralah ia berseru. hijau. "serang wanita itu" seru Dhalai Lhama jubah merah. "Serang mereka" Mulailah para Dhalai Lhama itu menyerang Thio Bu Ki dan Tio Beng dengan cara mengepung. "Kiu Kiong Gan Thian (sembilan istana Memutar Langit)" seketika sembilan Dhalai Lhama itu berputar-putar. Thio Bu Ki dan Tio Beng berkelit. "Kalaupun ada. "Thio Bu Ki. hitam dan putih langsung bergerak cepat menyerang Thio Bu Ki dan Tio Beng." sahut Thio Bu Ki. otomatis membuat Ilmu Kiam Kun Taylo Ie tak berfungsi sama sekali. dan di samping itu. sedangkan Thio Bu Ki tetap berdiri di tempat. Thio Bu Ki menyerang mereka dengan ilmu Kian Kun Tay lo Ie. "Kitab itu tak ada di tanganku." Dhalai Lhama jubah merah manggut-manggut dengan wajah gusar"Kalau begitu. "Ngo Heng GanTe (Lima Elemen Memutar Bumi)" Dhalai Lhama jubah merahi kuning. namun ia cepat-cepat berkelit dan membuka matanya lagi. "Engkau tidak mau menyerahkan kitab-kitab itu?" tanya Dhalai Lhama jubah merah dengan suara nyaring. Ke tiga Dhalai Lhama itu terhuyung-huyung ke belakang beberapa langkah. engkau memang hebat" ujar Dhalai Lhama jubah merah dan kemudian berseru. sehingga membuat Thio Bu Ki dan Tio Beng merasa pusing sekali. Tio Beng menurutjustru ia nyaris terkena pukulan yang dilancarkan salah satu Dhalai Lhama. "Kiu Kiong ApTe (Sembilan istana Menekan Bumi)" Para Dhalai Lhama itu berputar-putar.

yang begitu meledak langsung pula menyala. begitu pula badan mereka. "Ha ha" Dhalai Lhama jubah merah tertawa.sedangkan Thio Bu Ki mulai mengerahkan Kui yang sin Kang hingga puncaknya. kami terpaksa membunuh kalian berdua" ujar Dhalai Lhama jubah merah dan berseru"serang mereka dengan Liak Hwee Tan (Bom Api)" seketika juga para Dhalai Lhama melempar suatu benda ke arah Thio Bu Ki dan Tio Beng. kemudian menggelenggelengkan kepala"Ayah Ayah " teriak Thio Han Liong. Menyaksikan itu. " Celaka" keluh Thio Bu Ki.yang di belakangnya memegang bahunya. Tio Beng meloncat ke belakang... mendadak Thio Bu Ki menyambar Tio Beng.." teriak Thio Han Liong memanggil ayah dan ibunyaAkan tetapi. dan mulut mereka pun mengeluarkan darahBagaimana dengan Thio Bu Ki? la pun terpental hampir sepuluh depa dan mulutnya menyembur darah segar. " Engkau terluka?" "Aku. sekaligus melesat pergi"Ayah. "Bu Ki Koko" seru Tio Beng dan langsung mendekatinya..bergerak-gerak. Ibu ." Wajah Thio Bu Ki pucat pias. Di saat itulah mendadak Dhalai Lhama jubah merah membentak keras... Dar. kelihatan ia siap menangkis kalau diserang.. "Betulkah engkau tidak mau menyerahkan kitab Kiu Im dan Kiu yang cin Keng?" tanya Dhalai Lhama jubah merah"Tidak..Di saat itu. sekaligus menyerang Thio Bu Ki.. DaaarBlaaam Terdengar seperti suara ledakan dahsyatSerangan yang menyerupai naga itu terdorong mundur tujuh delapan depa. "Thio Bu Ki." sahut Thio Bu Ki sambil menarik nafas dalam-dalam. sementara para Dhalai Lhama itu terus melempar Liak Hwee Tan ke arah mereka berdua. Benda itu adalah Liak HweeTan.Maka Dhalai Lhama jubah merah yakin bahwa Thio Bu Ki dan Tio Beng akan kembali ke situ- . air muka Thio Bu Ki langsung berubah hebat dan ia cepat-cepat berbisik kepada Tio Beng yang berdiri di sisinya.Daar. engkau memang tidak bernama kosong.." sahut Thio Bu Ki tegas"Kalau begitu. lagi pula Thio Bu Ki dan Tio Beng telah terbakar. dan juga Thio Han Liong masih berada di tangan mereka.Ayah.. membuat para Dhalai Lhama itu terjatuh saling menindih. "Apabila Dhalai Lhama jubah merah itu menyerang. maka anak kecil itu mulai menangisKenapa para Dhalai Lhama itu tidak mengejar mereka? Ternyata mereka telah terluka.Daaar. ke dua orangtuanya sudah tidak kelihatan. sedangkan Thio Bu Ki maju dua langkah sambil menangkis serangan itu.. sementara para Dhalai Lhama itu sudah bangkit berdiri dan secepat kilat kembali mengepung Thio Bu Ki dan Tio Beng." Tio Beng mengangguk. Pakaian Thio Bu Ki dan Tio Beng sudah terbakar. janganlah engkau menangkis serangannya" "Ya. begitu pula yang lainnya.." "Terimakasih atas pujianmu.

.. terpaksalah Lie WiEkiong membopongnya. Mereka segera menuju kapal perang itu. lalu memberitahukan kepada ciu Ci Jiak dan ke dua orang-tuanya. "Hari sudah mulai senja. "Setahuku. "Selain ke gubuk itu. mari kita kembali kEkapal" ujar Dhalai Lhama jubah merah. Karena Thio Han Liong tidak bisa bergerak." "Hm" dengus Dhalai Lhama jubah kuning. barulah para anak buah Lie WiEkiong kembali. namun tidak mau bersikap lemah di hadapan para Dhalai Lhama itu. jangan menyiksanya" Lie WiEkiong merasa tidak sampai hati menyaksikan penderitaan anak kecii itu. namun wajahnya sudah berubah kebiru-biruan. Ketika hari mulai sore. tidak mungkin bisa kabur jauh. ke dua orangtuamu sering ke mana?" tanya Dhalai Lhama jubah kuning. Walau Thio Han Liong sangat membenci Lie WiEkiong."WiEkiong. "Hmm" dengus Dhalai Lhama jubah merahi lalu mendekati Thio Han Liong yang ditotok lumpuh itu seraya bertanya. namun ia tidak mau memberitahukan. hanya keringatnya terus mengucur dari keningnya. " Kedua orangtuamu bersembunyi dimana?" "Aku berada di sini. Dhalai Lhama jubah kuning tertawa lagi lalu membebaskan totokannyaRasa sakit di dada Thio Han Liong hilang seketika. "Kelihatannya dia tidak tahu ke dua orangtuanya bersembunyi di mana. sehingga dada anak kecil itu terasa sakit sekali. namun tetap berterima kasih kepadanya dalam hati. "Dhalai Lhama jubah kuning" ujar Lie WiEkiong." Thio Han Liong sama sekali tidak mengeluarkan suara. "Ha ha ha" Dhalai Lhama jubah kuning tertawa gelaki "Bocah Aku ingin lihat engkau bisa bertahan berapa lama Ha ha ha. Mendadak Dhalai Lhama jubah kuning menotok Giok Tiong Hiat. . Namun ia sama sekali tidak mengeluarkan suara jeritan. jalan darah di bagian dada Thio Han Liong. namun mereka tidak berhasil menemukan Thio Bu Ki dan Tio Beng. "Suruh anak buahmu pergi mencari Thio Bu Ki dan Tio Beng Mereka telah terbakar. cepatlah bebaskan totokan itu. mana tahu ke dua orangtuaku bersembunyi di mana?" sahut Thio Han Liong ketus dan dengan mata berapi-api menatapnya. lalu memberi perintah kepada para anak buahnya pergi mencari Thio Bu Ki dan Tio Beng. Padahal sesungguhnya ia tahu ke dua orangtuanya bersembunyi di mana. "Engkau jangan berdusta" "Untuk apa aku berdusta?" sahut Thio Han Liong. sebetulnya Thio Bu Ki dan Tio Beng bersembunyi di mana? Ternyata mereka berdua bersembunyi di sebuah gua." Lie WiEkiong mengangguk. Thio Han Liong yang menemukan gua itu." ujar Dhalai Lhama jubah merah kepada pemimpin pengawal istana. "Kalian jahat dan curang" Plaaak Dhalai Lhama jubah merah langsung menamparnya. ayah dan ibuku selalu berada di rumah. "Entahlah-" Thio Han Liong menggelengkan kepala. Thio Han Liong sama sekali tidak menjerit.

ia malah menangis sedih..... "Ng" Thio Bu Ki mengangguk.. la duduk bersandar pada dinding gua.. "Bu Ki Koko. aku. "Aku sudah terluka dalam. Beng Moay" "Bu Ki Koko. aku harus membunuhnya kelak" "Beng moay. entah bagaimana nasib anak kita? Aku." sahut Thio Bu Ki "Lalu bagaimana. Kita.." ujar Thio Bu Ki sungguh-sungguh. mereka tidak akan mencelakai Han Liong. "Kita membiarkannya dibawa pergi oleh para Dhalai Lhama itu?" "Apa boleh buat. "Aku. "Han Liong pasti celaka di tanganpara Dhalai Lhama itu" "Beng Moay. kita harus berupaya menyelamatkannya.. Aku. "Beng Moay..." Mendadak Tio Beng mendekap di . lagi pula para Dhalai Lhama itu masih mengharapkan kitab Kiu Im dan Kiu yang cin Keng.. yang masih berada di tangan mereka.." "Aaaah " keluh Tio Beng. "Kalau begitu.. "Selama kita tidak bisa berbuat apa-apa. "Bagaimana kita? Haruskah kita terus bersembunyi di dalam gua ini?" "Setelah kapal perang itu pergi." keluh Thio Bu Ki. sebab dia sangat cerdik dan banyak akalnya. kemudian menambahkan.. "sungguh jahat Cu Goan ciang sudah sekian tahun kita hidup mengasingkan diri di sini.. sebab Han Liong berada di tangan para Dhalai Lhama itu" "Aku yakin Han Liong bisa meloloskan diri." "Parah sekali?" tanya Tio Beng cemas. "Bu Ki Koko?" tanya Tio Beng sambil menangis.. "Kita bisa mencarinya kelak. barulah kita meninggalkan gua ini.Gua tersebut berada di balik rumput merambat yang amat lebat. maka para anak buah Lie WiEkiong tidak tahu bahwa di tempat yang mereka lewati terdapat sebuah gua. Han Liong?" Air mata Tio Beng berderai-derai.... barulah Thio Bu Ki menarik nafas lega. tapi dia masih ingin membunuh kita." "Tenanglah. Karena itu." "Tapi belum tentu Han Liong akan selamat. sebab aku terluka parah." Thio Bu Ki menggeleng-gelengkan kepala.. setelah mereka pergi. "yang kupikirkan adalah Han Liong. Begitu cula Tio Beng..." "Aaaah-. Han Liong Han Liong. " Thio Bu Ki menggelengkan kepala." "Aaaah Bu Ki Koko." ujar Thio BuKi sambil menghela nafas panjang." Tio Beng mulai menangis." Tio Beng mulai menangis lagi. sedangkan engkau tak mampu melawan mereka. tak mungkin bisa menyelamatkan Han Liong. tubuh dan wajahmu terbakar-" "Itu tidak jadi masalah" sahut Tio Beng dengan air mata meleleh... la memandang Tio Beng sambil menggeleng-gelengkan kepala.. "Sebab anak kita banyak akalnya." "Aaaah. Tubuhnya terbakar. bagaimana mungkin aku bisa tenang." Thio Bu Ki menggeleng-gelengkan kepala. aku yakin tidak akan terjadi suatu apa pun atas diri Han Liong. begitu pula wajahnya. aku telah terluka.

" "Musnah?" tanya Tio Beng cemas"Ya-" Thio Bu Ki manggut-manggut"Aaaahhhh. "Dadaku terluka-" "Maaf. aku mau berak" "Dhalai Lhama jubah merah" seru Lie WiEkiong." Bab 5 Meloloskan Diri sebuah kapal perang berlabuh di pesisir utara." "Kenapa engkau?" tanya Lie WiEkiong terkejut... kemudian menghela nafas panjang. sejenak kemudian baru menyahut. kepandaiankupun akan." Bukan main terkejutnya Tio Beng. jadi tidak bisa meloloskan diri." "Beritahukan Kenapa engkau?" Lie WiEkiong mengerutkan kening.. dia mau berak-" Dhalai Lhama jubah merah segera menghentikan kudanya. Dalam perjalanan tak henti-hentinya Thio Han Liong mengerahkan Kiu yang sin Kang untuk membebaskan totokan itu la tahu tentang cara tersebut dari ayahnya. "sakit perut Aduuuh Perutku sakit sekali" Thio Han Liong terus menjerit dengan wajah meringis-ringis. Kemudian ia membopong Thio Han Liong ke tempat yang agak jauh.... tak lama mulutnya menyemburkan darah segar.." Lie WiEkiong mengangguk sambil meloncat turun. aku. "Berhenti dulu Han Liong sakit perut.. Pemimpin pengawal istana itu masih membopong Thio Han Liong. bawa dia pergi berak" ujar Dhalai Lhama jubah merah"Jangan khawatir Jalan darahnya telah kutotok. "WiEkiong.... maka tidak . "Aku. "Aku.. Dari pesisir utara mereka menuju kota raja dengan menunggang kuda. "Auuuh" jerit Thio Bu Ki dengan wajah meringis-ringis. setelah menaruh Thio Han Liong. aku aku tidak sengaja.. maka dia tidak akan bisa meloloskan diri" "ya. sebab Dhalai Lhama jubah merah tetap menotokjalan darah anak kecil itu agar tidak bisa bergerak.dadanya. dan seandainya aku sembuh. begitu pula yang lainnya. "Aku. "Mungkin membutuhkan waktu yang lama sekali." Wajah Thio Han Liong meringis-ringis. "Engkau. "uaaakh " "Bu Ki Koko. Bu Ki Koko " Tio Beng menangis terisak-isak dan bergumam"Entah bagaimana nasib Han Liong." Thio Bu Ki diam saja... Lie WiEkiong beserta anak buahnya. Ketika rombongan itu memasuki sebuah lembah. mendadak Thio Han Liong menjerit-jerit...." ujar Tio Beng sambil memandangnya dengan cemas "Engkau akan sembuh?" "Ng" Thio Bu Ki mengangguk. "Aduuuh Aduuuuh. Lie WiEkiong kembali ke tempat semula. "Ha ha ha" Dhalai Lhama jubah merah tertawa gelak"Bocah itu sudah beberapa hari tidak berak. yang turun dari kapal perang itu adalah para Dhalai Lhama.

"sebelum dia kau bopong kemari.V"W. Belasan depa kemudian. Kenapa bisa begitu?" "Mungkinkah " Dhalai Lhama jubah kuning memandang ke angkasa seraya melanjutkan. "WiEkiong.. Teriakan itu sangat mengejutkan para Dhalai Lhama. tapi agak acak-acakan. Tahinya pasti bau sekali. ia terbelalak dengan mulut ternganga lebar. "Bocah itu dibawa pergi oleh burung elang perkasa?" "Tidak mungkin-" Dhalai Lhama jubah merah menggelengkan kepala"Bocah itu pun tak mampu kabur. "Heran?" gumam Dhalai Lhama jubah merah" Jejak itu hilang sampai di sini.." "Mari kita berpencar mencarinya" seru Dhalai Lhama jubah merah dan menambahkan." teriaknya memanggil anak kecil itu. Sesampainya di sana. kecuali aku dan adik-adik seperguruanku. yang lainnya pun mengikutinya dari belakang. tentunya dia tidak dapat meloloskan diri" "Betul-" Dhalai Lhama jubah merah tertawa terbahak-bahak"Ha ha ha siapa pun tidak akan mampu membebaskan totokanku. pantatnya harus kau bersihkan dulu" Lie WiEkiong mengangguki lalu berjalan ke tempat itu." "Ayoh kita cari bocah itu" seru Dhalai Lhama jubah merah sambil menelusuri jejak itu." .. pantas engkau tidak mau tunggu di sana" " untuk apa aku menunggu di sana? Bukankah engkau telah menotok jalan darahnya sehingga dia tidak bisa bergerak? Nah. "Han Liong Han Liong." "Heran?" kata Dhalai Lama jubah merah. engkau boleh ke sana sekarang. "Tidak mungkin. Sungguh mengherankan "Bekas itu kok begitu?" gumam Dhalai Lhama jubah kuning. "Itu jejaknya. "sepertinya. tentunya sangat mengherankan para Dhalai Lhama dan Lie WiEkiong. "Dia dia tidak ada di sini. karena tidak bisa bergerak-" "Kalau begitu " Dhalai Lhama jubah kuning mengerutkan kening. maka segeralah mereka melesat ke sana.." Ternyata di sebelah kiri terdapat bekas injakan kaki... karena Thio Han Liong tidak ada lagi di tempat itu." ujarnya. Dhalai Lhama jubah kuning. diacak-acak binatang buas. jejak itu tidak ada lagi. "Nanti kita kembali ke sini lagi.heran kalau perutnya sakit." "Ooooh" Lie WiEkiong manggut-manggut. setelah itu barulah Dhalai Lhama jubah merah membuka mulut." sahut Dhalai Lhama jubah merah sambil menengok ke sana ke mari. "Di mana bocah itu?" tanya Dhalai Lhama jubah merah begitu melayang turun di sisi Lie WiEkiong. "Bagaimana mungkin dia bisa menghilang begitu saja?" "Mungkinkah dia digondol binatang buas?" tf.. "Bocah itu. Cukup lama mereka menunggu di situ. "Entahlah" sahut Lie WiEkiong sambil menggelengkan kepala.

Maka. Karena tidak tahu jalan. Tapi kini -" "Aku yakin Thio Bu Ki tetap akan kEkotaraja. para Dhalai Lhama langsung mengejarnya. setelah itu. maka ia melakukan perjalanan tanpa arah. Dugaannya memang tidak salah." Dhalai Lhama jubah kuning mengerutkan kening. la pun ingin menuntut ilmu. akhirnya ia mengambil keputusan tersebut. ketika mereka kembali ke tempat itu. Ketika bersembunyi di atas pohon." Dhalai Lhama jubah merah mengangguk"Tapi entah siapa orangnya. ia pun tak lupa melatih Kiu yang sin Kang. Dalam perjalanan. dan setelah itu barulah ia mengerahkan ginkang melesat pergi. untung ia bersembunyi di atas pohon. Akan tetapi. dan kecepatan bergerakKetika Thio Han Liong berusia sekitar enam tahun." Dhalai Lhama jubah kuning berbisik-bisik di telinga Dhalai Lhama jubah merah. Thay Kek Kun (Ilmu Pukulan Taichi) menggunakan tenaga lunak.. agar kelak bisa membalas dendam terhadap para Dhalai Lhama itu. tiada seorang pun yang membawa serta Thio Han Liong. tidak lain hanya ingin memancing Thio Bu Ki ke sana.Kelihatan ia setuju akan apa yang dibisikkan oleh Dhalai Lhama jubah kuning itu"sekarang mari kita melanjutkan perjalanan kembali kEkotaraja" sebetulnya Thio Han Liong pergi ke mana? Apakah ada seseorang yang menolongnya? Ternyata tidak. Maksudku membawa bocah itu kEkota raja. menukar putranya dengan kitab Kiu Im dan Kiu yang cin Keng. anak kecil itu telah mengambil keputusan untuk berangkat ke gunung Bu Tong atau ke siauw Lim sie. bahkan juga mengajarnya teori-teori ilmu pengobatan dan cara-cara memeriksa penyakit serta nadi- . barulah Thio Han Liong meloncat turun dari pohon. "Ada seseorang menolongnya? " "Itu memang mungkin. lagipula tidak punya uang untuk menyewa kapal. Kenapa ia tidak mau kembali ke Pulau Hong Hoang to? Itu dikarenakan ia tidak tahu jalan. melainkan ia membebaskan totokan itu dengan Kiu yang sin Kang. "Ngmmm" Dhalai Lhama jubah merah manggut-manggut sambil tersenyum. "Bocah itu bisa hilang begitu saja. Thay Kek Kun dan mulai mempraktekkan teori-teori Kiu Im Pek Kut Jiauw dengan gerakan. la yakin bahwa para Dhalai Lhama akan mengejarnya. setelah dipertimbangkan lama sekali. ia berpura-pura sakit perut lalu pergi membuang air besarKebetulan Lie WiEkiong meninggalkannya. kalau tidak ia pasti tertangkap kembali oleh para Dhalai Lhama itu. Thio Bu Ki sudah menyuruhnya membaca kitab Tok Keng (Kitab Mengenai Berbagai Macam Racun). "Heran?" gumam Lie WiEkiong..Mereka lalu berpencar mencari Thio Han Liong. setelah mendengar suara derap kaki kuda meninggalkan tempat itu. ia mengacak-acak tempat itu. dan gerakannya pun amat lemas sekali-Sedangkan Kiu Im Pek Kut Jiauw mengandalkan pada kegesitan." "Mungkinkah. karena itu ia meloncat ke atas pohon dan bersembunyi di situ.

Setiap pagi Thio Bu Ki berlatih ilmu pedang. Itu tidak usah heran. melainkan malah merasa girang akan kemunculan harimau itu. namun harimau itu melangkah pergi dengan kepala tertunduk"Hihihi" Thio Han Liong tertawa"Harimau tua. sebab anak kecil itu sangat cerdas dan ingatannya pun kuat sekali. ternyata adalah sebiji buah hutan. "Monyet-monyet itu yang menyambit kepalaku Awas. Tapi anak kecil itu justru malah tertawa sambil berkelit. ternyata ia teringat akan ciu Ci Jiak. bagus Hihihi" Thio Han Liong tertawa gembira. Dalam perjalanan ini. segeralah ia mendongakkan kepalanya memandang ke atas. "Bagus. la pun teringat akan ke dua orang tuanya. kemudian sambil tersenyum ia . Thio Han Liong lalu duduk di bawah pohon. Ketika ia melewati sebuah hutan.Kalau tidak. Anak kecil itu sama sekali tidak tahu bagaimana nasib ke dua orangtuanya.Akan tetapi. Monyet-monyet itu langsung berloncat-loncatan di dahan sambil bercutt-cuit. la cepat-cepat berkelit. la segera meloncat bangun lalu memeriksa benda itu. yang terbakar oleh Liak Hwee Tan. kalian akan kubalas" Anak kecil itu memungut sebuah batu kecil. cepat pergijangan ganggu aku" Entah mengerti atau tidak.Nafas harimau itu memburu karena lelahnyasedangkan anak kecil itu berdiri di depannya sambil bertolak pinggang.setelah merasa puas mempermainkan harimau itu. langsung menerkamnya. Tiba-tiba air matanya meleleh. "sialan" caci Thio Han Liong. kemudian disambitkannya ke arah monyet-monyet itu. sebab memperoleh buah itu "Terima kasih. barulah ia meloncat turun dari punggungnya. tapi ia sangat berani. otomatis ia ingat semua gerakan ilmu pedang tersebut. sudah kucungkil sepasang matamu Ayoh. Suatu benda jatuh menimpa kepalanya. "Hi hi hi" la tertawa geli"Nafasmu ngos-ngosan. monyet-monyet tolol" Dipungutnya buah itu." seusai berkata begitu. engkau sangat menuruti perkataanku.setelah itu mereka memetik buah pohon. Harimau itu menerkam lagi sambil mengaum. Taaak. sudah tua ya?" Harimau itu diam saja"Aku masih berbelas kasihan kepadamu. sudah barang tentu harimau itu gusar sekali dan terus berloncat-loncatan agar Thio Han Liong jatuh. anak kecil itu malah merangkul leher harimau ituu erat-erat. lalu balas menyambit Thio Han Liong. bibinya yang mati secara mengenaskan. Walau usianya baru tujuh tahun. sehingga membuat harimau itu berlari ke sana ke mari Anak kecil itu tertawa gembira. Betapa terkejutnya Thio Han Liong. Thio Han Liong bukannya takut. tampak beberapa ekor monyet bergantungan di pohon. ia mengisi perutnya hanya dengan buah-buahan hutan. mendadak muncul seekor harimau yang besar sekali. Thio Han Liong pasti menyaksikannya dengan penuh perhatian. kemudian mendadak meloncat ke atas punggung harimau itu..

Kini bertemu anakanak itu. kotor dan sobek. kalian berdua mengayunkan tali. segeralah ia menghampiri mereka Anak laki-laki dan anak perempuan yang sedang bermain itu langsung memandangny dengan mata terbelalaki sebab pakaiannya telah kumal dan tersobek sana sini. begini cara main loncat tali" seru gadis kecil itu.Aku melihat kalian sedang bermain loncat tali." sahut Thio Han Liong. aku harus memanggilmu kakak tampan. setelah merasa kenyang. Selama berada di pulau Hong Hoang To. "Nah. Monyet-monyet bergantungan di atas bercuitcuit lagi." ujar Tan Giok Cu. kelihatan gembira sekali. Beberapa hari kemudian sampailah ia di sebuah desa yang cukup besar. "Maaf. "Nah. Betapa girangnya hati Thio Han Liong." Thio Han Liong tidak berani berterus terang memberitahukan namanya. "biar Pakaiannya kumal. dan Tan Giok Cu mulai berloncat-loncatan. "Aku bukan anak nakal. Thio Han Liong berseru." gadis kecil itu menatapnya seraya bertanya." Thio Han Liong mengangguk. dapat dibayangkan betapa gembiranya. engkau bisa?" "Bisa." sahut Thio Han Liong.memakannya. aku akan mengajari dia main loncat tali ini. kok kami tidak pernah melihatmu?" tanya seorang gadis kecil berusia enam tahunan. "Apakah engkau anak nakal?" "Namaku Thio Liong. "Aku dari tempat yang sangat jauh. maka aku memanggilmu adik manis." ujarnya perlahan. " Kakak tampan. "Oh?" Tan ciiok Cu menatapnya. Ternyata anak-anak itu sedang bermain loncat tali. "Apa?" Han Liong tertawa geli"Kenapa engkau memanggilku kakak tampan?" "Sebab engkau sangat tampan. Bolehkah aku tahu namamu?" "Namaku Tan Giok Cu. "Aku tidak kenal denganmu." sahut Tan Giok Cu bersikap malu-malu. "Maka aku memanggilmu kakak tampan." Gadis kecil itu tersenyum. . "Monyet-monyet. terima kasih" ucap Thio Han Liong. "Kalau begitu. Apalagi ketika ia melihat beberapa anak laki-laki dan anak perempuan sedang bermain. kalian tidak boleh menghinanya." "Terima kasih. Kedua anak itu segera mengayunkan tali. "Kenapa engkau memanggilku adik manis?" "Karena engkau cantik manis. bolehkah aku ikut main?" tanya Thio Han Liong sambil tersenyum. adik manis. "Engkau dari mana. sampai jumpa" Thio Han Liong melanjutkan perjalanan sambil bersiul-siul. Thio Han Liong tidak pernah bermain dengan anak-anak seusianya. maka aku ingin ikut main." "Ya" sahut anak-anak itu "Ayoh.sekarang aku boleh turut main kan?" "Boleh-" Tan Giok Cu mengangguki lalu berkata pada yang lain. tapi sekarang dia adalah kawanku.

bahkan kemudian berjungkir balik pula. ayahku masih tidak mampu meloncat begitu tinggi" "oh?" Thio Han Liong tersenyum. namanya Thio Liong." "Kasihan" Gadis kecil itu menatapnya lagi. barulah Thio Han Liong berhenti. Tampak sepasang suami isteri berusia . "Nona.Tan Giok Cu meloncat ke samping.. karena Thio Han Liong berloncat begitu tinggi. "Engkau adalah gadis cantik." Tan Giok Cu manggut-manggut. engkau pasti tidak akan bau lagi. engkau mau ke mana?" tanya gadis kecil itu sambil menatapnya.. "Dia kawanku. "Aku tidak tahu mau ke mana. kami mau pulang" ujar salah seorang anak"Sudah siang. seketika Tan Giok Cu dan anak-anak lain terbelalak. lalu meloncat ke hadapan gadis kecil itu. "Mari ikut aku sampai di rumah. sebab aku tidak punya famili. "Giok Cu. saking gembiranya. sedangkan Thio Han Liong meloncat ke arah tali itu. Ketika melihat Thio Han Liong yang pakaiannya tidak karuan itu. bagaimana kalau engkau ikut ke rumahku?" "Ke rumahmu?" "ya. "Ayah dan ibu sangat menyayangi ku. "Engkau hebat sekali. Tak seberapa lama kemudian. ya?" Thio Han Liong meliriknya. "Aku jadi pusing mencium bau badanmu. "Kakak tampan" puji Tan Glok Cu. mendadak ia menggunakan ilmu ginkangnya. engkau harus mandi lho" "Aku. Berselang beberapa saat.. kini hanya tinggal Tan Giok Cu dan Thio Han Liong.. di mana ayah dan ibuku?" "Tuan dan nyonya besar berada di ruang tengah. begitu pula yang lain." "Baiklah. tapi setelah mandi nanti. "oh ya. tidak merasa malu berjalan bersamaku yang sangat bau ini?" "Sekarang engkau bau.. lalu menarik tangan Liong untuk diajak ke dalam." sahut Tan Giok Cu. Anak-anak itu langsung pergi." "Ayah dan ibumu tidak akan marah?" Jangan khawatir" Tan Giok Cu tersenyum.. "Aku. siapa dia?" tanya pembantu wanita itu dengan kening berkerut-kerut." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala." sahut Tan Giok Cu. mereka pasti tidak akan marah-" "Tapi.. mereka berdua sudah sampai di sebuah rumah yang cukup besar.. " Kakak tampan. Tan Giok Cu manggut-manggut. cepatlah engkau ke dalam" ujar pembantu wanita itu." "Pantas badanmu bau" ujar Tan Giok Cu sambil menutup hidungnya dengan tangannya. seorang pembantu wanita berlari-lari mendekati mereka. lalu berloncat-loncatan di situ. "Sudah belasan hari aku tidak mandi. "Bibi Hiang." "Oh." "Ayohlah" Tan Giok Cu menarik Thio Han Liong. terbelalaklah pembantu wanita itu.. Tan Giok Cu bertepuk-tepuk tangan sambil bersorak-sorai dengan riang gembira." Thio Han Liong tertawa.

"Ngmmm" Tan Ek Seng manggut-manggut... "Tahu. "Wuah" Tan Ek seng tertawa. kenapa engkau memanggilnya kakak tampan?" "Ibu. "Aku ikut perahu nelayan keTionggoan." Thio Han Liong memberitahukan.. bolehkah aku bekerja di sini?" "Thio Liong" Tan Ek seng menatapnya tajam." "Giok Cu" Tan Ek seng menggeleng-gelengkan kepala. " Kecil-kecil sudah bisa mengancam." Tan Ek seng ayah Tan Giok Cu terbelalak." ujar Nyonya Tan. "Dia memanggilku adik manis." " Kedua orang tuamu tahu?" tanya Nyonya Tan. Mereka pun tertegun ketika melihat Tan Giok Cu pulang bersama seorang anak laki-laki dekil. "Biarlah anak itu bekerja di sini." ujar gadis kecil itu. dia memang tampan. "Tadi sebelum ke mari... asyiiik. Jangan lupa lho" "Apa sih?" Thio Han Liong bingung." "Kakak tampan?" Nyonya Tan terbelalak"Giok Cu. aku bilang apa kepadamu? Lupa ya?" .. "Aku punya kawan main." "Hussh" Nyonya Tan melotot. terima kasih Bibi." ucap Thio Han Liong gembira." Tan Giok Cu memberitahukan. "Kakak tampan ini tidak punya famili dan tempat tinggal. maka aku memanggilnya kakak tampan.. "Aku tidak punya famili dan tempat tinggal. "Kenapa Giok Cu mengajaknya ke mari menemui ayah dan ibu?" "Sebab. namun berdusta sedikit. "Ayahi Ibu" panggil gadis kecil itu dan memperkenalkan Thio Han Liong. "Engkau berasal dari mana? Bagaimana bisa datang di desa Hok An ini?" "Aku berasal dari Pak Hai (Laut utara). pasti menangis tiga hari tiga malam.. dasar" "Paman. Giok Cu mengajaknya ke mari menemui Ayah dan Ibu.." "Lho?" Tan Ek Seng mengerutkan kening. "Kakak tampan" Tan Giok Cu menatapnya. Giok Cu. Karena." Thio Han Liong mengangguk" Aku tidak punya uang. maka ingin bekerja di sini Aku mohon Paman sudi menerimaku" "Bagus" seru Tan Giok Cu girang.. " Kecil-kecil sudah kenal tampan segala. "Ayah belum menerimanya bekerja di sini lho" "Kalau Ayah tidak menerima kakak tampan bekerja di sini. maka Giok Cu kasihan kepadanya." Tan Ek seng mengangguki "Terima kasih Paman".. Bibi" panggil Thio Han Liong sambil memberi hormat." "Baiklah. jadi putri kita punya kawan. karena ingin merantau." Tan Giok Cu tersenyum. "Dia bernama Thio Liong.empat puluhan duduk di situ. dasar" "Suamiku. "Giok Cu.. "TUh Sudah lupa kan?" Tan Giok Cu cemberut.

"Wuah" serunya"Engkau semakin tampan lho" Thio Han Liong tersenyum"sekarang aku tidak bau lagi.Nan. Nyonya. "Thio Liong. Kemudian ia pun menyediakan pakaian baru untuk anak kecil itu. sekarang aku sudah ingat. kalau omongan penting. "oooh" Mendadak Thio Han Liong manggut-manggut. bukankah bagus sekali?" sahut Tan Ek Seng dan tertawa lagi.." Mendadak wajah gadis kecil itu berubah kemerah-merahan. "Hah?" Tan Ek seng dan isterinya terbelalak." "oh?" Wajah Tan Giok Cu langsung berseri." Nyonya Tan menggeleng-gelengkan kepala. bahkan mereka pun merasa suka kepadanya...." sahut Thio Han Liong.. sementara Tan Ek seng dan isterinya juga kagum akan ketampanan anak kecil itu. kemudian bersungut-sungut. maka ia menggeleng-gelengkan kepala."Apa ya?" Thio Han Liong coba mengingatnya. setelah itu barulah bertanya kepada gadis kecil itu. dan pakaiannya harus diganti" "ya. "Katakanlah" "Mandi. selanjutnya apa yang kubilang. "Ha ha ha" Tan Ek seng tertawa gelak "Bagus. "Adik manis. engkau boleh coba cium. bagus" "Suamiku" tanya Nyonya Tan berbisik"Apa yang bagus?" "Mereka berdua memang cocok. "Cepat ke mari" Pembantu wanita itu berlari-lari menghampirinya. "Tadi sebelum ke mari engkau bilang kepadaku. "Antar Thio Liong ke kamar mandi. sebab perubahan wajah gadis kecil itu tidak terlepas dari mata mereka." "Betul... "Mereka berdua masih kecil lho" ." Wajah Tan Giok Cu langsung memerah. " Engkau memang tampan. "Engkau kok begitu cepat lupa sih? Itu cuma omongan yang tak penting." sahut Nyonya Tan. pantas Giok Cu mau mengajakmu ke mari" "Ayah-." "Huh Tak usah ya" sahut Tan Giok Cu sambil cemberut. engkau harus ingat lho" "Ya-" Thio Han Liong mengangguk"Bibi Hiang." Tan Giok Cu tertawa"Nah. lalu memberi hormat kepada ke dua orangtua Tan Giok Cu." Ah Hiang segera mengantar Thio Han Liong kEkamar mandi. "Ada apa Nona memanggilku?" "Ah Hiang. sampai di rumahmu aku harus segera mandi. "Suamiku. Bibi Hiang" seru Tan Giok cu. namun sudah tidak ingat lagi. sedangkan Tan Giok Cu terus cemberut. Berselang beberapa saat. Tan Ek Seng dan isterinya saling memandang." ujar Tan Ek seng. Ah Hiang dan Thio Han Liong kembali ke ruang tengahi seketika juga Tan Giok Cu terbelalak.

"Kakak tampan" Tan Giok Cu menghampirinya." "Kalau begitu. paman adalah kepala desa Hok An ini. "selamat pagi. engkau harus tahu. Paman" Thio Han Liong duduk. Paman" Thio Han Liong mengangguk." ujar Thio Han Liong." "Aku tidak mau memikul air." Thio Han Liong tersenyum. pokoknya kami tidak akan menyia-nyiakan tenagamu." Thio Han Liong mengangguk. "Engkau pun tidak boleh memikul air di sini." Thio Han Liong memberitahukan. aku pasti marah. pintar sekali menyulam. "ibuku bernama Tio Beng. la terpaksa merahasiakan nama "Ayahmu seorang nelayan?" tanya Nyonya Tan. sebab ayahku akan ." Thio Han Liong mengangguki "Ibu mau menyuruh kakak tampan kerja apa?" tanya Tan Giok Cu mendadak"Jangan disuruh memikul air lho. "Engkau adalah anak gadis. "Memikul air merupakan latihan fisik. "Thio Liong" Tan Ek seng menatapnya. tentunya tidak boleh memikul air." Sejak itu Thio Han Liong bekerja di rumah Tan Ek Seng."Sekarang masih kecil. "Terima-kasih. "Punya. "Bagaimana mungkin ibu menyuruh dia bekerja berat?" "Tidak apa-apa. aku." sahut Tan Ek Seng. "Engkau masih punya ibu?" tanya Nyonya Tan lagi. adik manis" "Pagi" sahut Tan Ek seng sambil tersenyum. "Aku memang sering memikul air di rumahi pagi dan sore. Aku adalah anak laki-laki " "Pokoknya engkau tidak boleh memikul air di sini" tandas Tan Giok Cu dan menambahkan. "selamat pagi. "Engkau berhenti menyapu. "Thio Liong. Paman" ucap Thio Han Liong. tidak usah memikul air." "Apa?" Tan Giok Cu terbelalaki." jawab Thio Han Liong.. memperkuat daya tahan tubuh." ujar Tan Giok Cu sambil menggelengkan kepala. tapi kelak akan dewasa nanti" seng sambil tersenyum. kasihan dia" "Giok Cur Nyonya Tan tersenyum lembut.. Bibi. "Engkau cukup menyapu di halaman dan membersihkan rumah. Suami isterl itu dan Tan Giok Cu sangat baik terhadapnya. "Kalau engkau memikul air. pembantu wanita itu. begitu pula Ah Hiang. duduklah" "Terima kasih. tiba-tiba muncul Tan Ek Seng dan putrinya. "Ya." "Ya." "Adik manis" Thio Han Liong tersenyum lagi. "Thio Liong. "Thio Liong." Nyonya Tan manggut-manggut. Pagi ini ketika Thio Han Liong sedang menyapu halaman. "Ayahmu kok begitu kejam?" "Ayahku tidak kejam. "Bolehkah aku tahu nama ayahmu?" "Ayahku bernama Thio Ah Ki. aku kerja apa di sini?" tanya Thio Han Liong. maka aku harap engkau bekerja dengan rajin." "Ya.

selelah hari mulai siang. "Tapi--" "Adik manis" Thio Han Liong tersenyum"Aku akan melihatmu belajar ilmu silat di sini. bagaimana gerakanku?" "Kaku sekali. "Kenapa engkau tidak mau belajar ilmu silat?" "Aku . Tan Ek seng berhenti mengajar putrinya. "Untuk menjaga diri" "Thio Liong" ujar Tan Ek seng. "Aku sudah bisa menulis dan membaca. Ternyata Nyonya Tan yang mengajar Tan Giok Cu menulis dan membaca. sedangkan Tan Giok Cu segera mendekati Thio Han Liong.mengajarku ilmu silat. Seusai makan." "Ibumu?" "ya. "Engkau tidak boleh menyapu ya" "Ya-" Thio Han Liong mengangguk." ujar Nyonya Tan." Tan Giok Cu mengangguk. Tapi." ucap Thio Han Liong dan memberitahukan. ayah mau ke dalam" Tan Ek seng melangkah ke rumah. lalu duduk di bawah pohon." sahut Thio Han Liong. Tapi -" Tan Giok Cu menatapnya. "Engkau pun boleh ikut belajar bersama Giok Cu." "ya." "Oh?" Thio Han Liong berhenti menyapu. "siapa yang mengajarmu?" "Ibuku. "Engkau harus terus berlatih siang dan malam. Kemudian mereka berdua benalan ke rumah dengan wajah cerah ceria. "Belajar sendiri. Nyonya Tan tersenyum sambil memandang Thio Han Liong." Tan Giok Cu manggut-manggut. Paman." "oh?" Nyonya Tan tertegun.. "Kakak Tampan. Engkau gembira kan?" "gembira sekali." "Kakak tampan" Tan Giok Cu heran." Thio Han Liong menundukkan kepala"Giok cu" Tan Ek seng tersenyum"Jangan dipaksa. Tan Giok Cu mengajak Thio Han Liong ke ruang belajar. Thio Han Liong menyaksikan itu dengan penuh perhatian. lalu duduk di sisinya." Thio Han Liong menggelengkan kepala.." "Thio Liong" Nyonya Tan tersenyum. Bibi. "Engkau boleh ikut belajar menulis dan membaca. sebab engkau masih kurang gesit. "Terimakasih. " Aku pasti menurut perkataanmu. "Aku tidak mau belajar ilmu silat. . Ayoh kita makan dulu" Thio Han Liong mengangguk. kemudian berkata. "Engkau mau belajar ilmu silat?" "Ya. Tan Ek seng mulai mengajar putrinya pasang kuda-kuda dan lain sebagainya. bibi bersedia mengajarmu." "Terima kasih. biar dia menonton saja" Thio Han Liong menyaksikan Tan Giok Cu belajar silat dengan penuh perhatian.

"Coba engkau baca buku ini" "ya." "Bukan main indahnya" ujar Tan Ek Seng dengan kagum. sebab tulisan anak itu indah sekali." Thio Han Liong segera membaca buku yang disodorkan Nyonya Tan. "kanapa engkau memikirkan anak kecil itu?" "Dia begitu lancar membaca. Engkau menulis sebuah syair ya?" "Ya. Jilid 3 Bab 6 Menyalamatkan Kepala Desa Sementara itu. "Itu. "Aku yakin anak kecil itu berasal dari keluarga terpelajar. "isteriku. "Ya. Tan Ek Seng mandakatinya dengan penuh keheranan. Nyonya Tan terbelalak." ujarnya dengan kagum. "Bibi pasti pernah membaca syair Li Pek-" "Betul. hanya saja dia merahasiakan sesuatu dan identitas dirinya. Nyonya Tan memandang punggung Thio Han Liong. "Isteriku. kemudian keningnya berkerut seakan memikirkan sesuatu Di saat bersamaan tampak T an Ek seng memasuki ruang itu.Syair Li Pek yang amat terkenal itu. "Aku tidak menyangka. "Sekarang kalian boleh main.." jawab Nyonya Tan. betul" sahut Nyonya Tan dengan wajah agak kemerah-merahan. Berselang beberapa saat kemudian. lalu bertanya perlahan." "Ngmm" Tan Ek Seng manggut-manggut. Dia pasti tidak akan berterus terang." Thio Han Liong memberitahukan. kanapa . tapi tidak boleh lama. tulisan Thio Liong?" "ya. bahkan juga bisa menulis sebuah syair Li Pek. Ibu.. Nyonya Tan masih berdiri termangu-mang u di tempat. kanapa engkau berdiri mematung di sini?" "Suamiku. perlukah kita bertanya kepadanya?" "Tidak perlu. "Tulisanmu indah sekali. Nyonya Tan berhenti mengajar putrinya menulis." Nyonya Tan memberitahukan." "Memikirkan dia?" Tan Ek Seng bingung.. "oh?" Tan Ek Seng memandang ke atas meja dan terbelalak.. la memang pernah membaca syair-syair LiPek namun tidak pernah menghafalnya. "Thio Liong.. sehingga membuat nyonya Tan melongo"Sekarang engkau menulis" ujar nyonya ituThio Han Liong mengangguki lalu mulai menulis." Nyonya Tan menggeleng-gelengkan kepala. Begitu cepat dan lancar. itu tidak mungkin." "Tapi " Tan Ek seng mengerutkan kaning. maka percuma kita bertanya kepadanya. "Tempo hari dia tidak mau memberitahukan." ujar Nyonya Tan." "Dia mengaku berasal dari keluarga Nelayan. "Aku sedang memikirkan Thio Liong." sahut Tan Giok Cu sambil menarik Thio Han Liong meninggalkan ruang itu." Nyonya Tan menggelengkan kepala. " Kalau dia berasal dari keluarga terpelajar.

"oh ya.." "Isteriku" Tan Ek seng memeluknya.pakaiannya hari itu begitu tidak karuan?" "Memang membingungkan..." "Isteriku.. tapi bukan dikarenakan cinta.. "Dia penasaran sekali." "Maksudmu anak Yap song Kang?" "ya. "Aaaahhhh Belasan tahun lalu. "Dia bermarga Thio....." Tan Ek seng juga menggeleng-gelengkan kepala. "Aku masih sanggup mengalahkannya. namun gara-gara cinta. "kanapa engkau begitu terburu-buru ingin punya calon .. sudahlah. "sudah belasan tahun kita menikahi aku yakin tidak lama lagi yap song Kang akan muncul mencari kita. "Kita berdua saling mencinta.. Thio Liong memang anak baik. tidak mungkin anak." Nyonya Tan menghela nafas panjang.." "Biarlah" Tan Ek seng menghela nafas panjang. bahkan sangat cocok denganputri kita. kepandaiannya pasti sudah tinggi. tapi akhirnya.. dia bukan tandinganku. "Padahal dia dan klta adalah kawan baik. Engkau memang baik terhadap yap song Kang. maka bersumpah sepuluh tahun kemudian akan ke mari mencari kita." "Aku menganggapnya sebagai kakaki tapi dia. "Aaaah " "Akhirnya kami berdua bertanding." "Jangan khawatir isteriku" Tan Ek seng menggenggam tangannya erat-erat"Aku tidak akan membiarkannya merebutmu dari sisiku.. "Padahal kita bertiga adalah teman baik... tidak usah memikirkan anak kecil itu" "Suamiku. aku akan menghadapinya." "Belasan tahun kemudian...." Nyonya Tan menggeleng-gelengkan kepala lagi." "sudahlah jangan membicarakan itu lagi" Tan Ek seng membelainya. Belasan tahun lalu. aku berniat menjodohkan mereka berdua. dan aku berhasil mengalahkannya." "suamiku" Nyonya Tan tertawa kecil.... Itu sungguh mencemaskan" "Tidak usah cemas. percayalah" "Aaaah. " Kalau dia ke mari mencari kita. aku khawatir." Tan Ek seng tersenyum." Nyonya Tan mengangguk sambil menghela nafas panjang. Aku-.. isteriku..." "Suamiku." Tan Ek seng mengangguk"Karena itu." " Engkau menyukai anak itu?" "ya." ujar Tan Ek seng.." Wajah Nyonya Tan berubah murung. "Tidak mungkin anak kecil itu putra yap song Kang." Nyonya Tan menghela nafas panjang." Nyonya Tan menggeleng-gelengkan kepala..

" sahut Nyonya Tan sambil tersenyum. Kepala desa itu memang baik sekali terhadapnya. kini sudah tak berarti bagiku" Tan Giok Cu langsung berhenti berlatih. ia memandang lelaki itu dengan penuh keheranan. "Adik manis" Thio Han Liong mandakatinya. Kini Thio Han Liong sudah berusia sepuluh tahun. Di saat Tan Giok Cu sedang asyik berlatih.menantu?" "Tentu.Lagi pula..Kini Tan Ek Seng mulai mengajarnya ilmu pedang. Namun ia diam karena mengira lelaki itu adalah famili Tan Giok Cu. lagipula tidak baik kita menjodohkan mereka lho" "kanapa?" "Bagaimana kalau mereka berdua tidak saling mencinta setelah dewasa nanti. belum tentu Thio Liong akan terus tinggal di sini. tentunya engkau sudah ingat semua jurus ilmu pedang Hui Liong Kiam Hoat. Kehadiran lelaki yang tak diundang itu sudah diketahui Thio Han Liong. yakni Hui Liong Kiam Hoat (Ilmu Pedang naga Terbang). "Ayah mau ke dalam. Thio Han Liong terus melatih Kiu yang sin Kang. Ek seng. Gadis kecil itu telah menguasai semua gerakan silat yang diajarkan ayahnya." Tan Ek seng manggut-manggut. bukankah perjodohan ini akan membuat mereka mandarita?" "Kalau begitu. "Hmm" dengus lelaki itu mendadak"Ilmu pedang Hui Liong Kiam Hoat. kan?" Gadis itu tersenyum. Namun dalam pandangan Thio Han Liong. "Giok Cu" Tan Ek Seng memberitahukan. sebab ini ilmu pedang Rahasia ayah" "ya. sang waktu terus berlalu. sementara ayahnya. Ayah" Tan Giok Cu mengangguk. "siapa orang itu? Engkau kanal dia?" . masuk ke dalam rumah. "Mudah-mudahan mereka berdua berjodoh kelak" "Itu yang kita harapkan. Thay Kek Kun dan Kiu Im Pek Kut Jiauw secara diam-diam. Dia berhenti sambil memperhatikan Tan Giok Cu yang sedang berlatih. kemudian terus berlatih. dan Tan Giok Cu berusia sembilan tahun... itu bukan merupakan ilmu pedang tingkat tinggi. Lelaki berusia empat puluhan. Begitu pula Tan Giok Cu." "Iya. berwajah tampan tapi agak dingin. Memang cukup dahsyat ilmu pedang itu. Dalam tiga tahun ini. tak terasa sudah tiga tahun Thio Han Liong bekerja di rumah Tan Ek Seng. bahkan sangat gesit. sedangkan Thio Han Liong terus memperhatikan latihan gadis itu dengan penuh perhatian. tiba-tiba tampak seseorang memasuki pekarangan itu. "Engkau harus baik-baik berlatih ilmu pedang ini. "Berlatihlah" Tan Ek seng tersenyum. sudah barang tentu mengalami kemajuan pesat sekali. begitu pula Nyonya Tan dan putrinya." "Ingat Giok Cu masih kecil. Gadis itu bertambah cantik manis." "Kita biarkan saja.

"Semua itu telah berlalu.Bagus Bagus " "Aku putrinya. "sejak kita berkanalan. kemudian bertanya dengan suara dingin pula. "Kakak yap." "Bagiku belum berlalu. bahwa aku yap song Kang ingin membuat perhitungan dengan dia" Tan Giok Cu melirik Thio Han Liong seakan minta pendapat. "Hm" dengus lelaki itu dingin" Cepat katakan pada ayahmu.." Tan Ek seng menggeleng-gelengkan kepala. "Maka hari ini aku datang untuk membuat perhitungan dengan bangsat itu" "Paman jangan mencaci ayahku" Tan Giok Cu tampak tidak senang. "Dia putri Paman Tan. "sebab ayahmu telah merebut kekasihku belasan tahun lalu. "Belasan tahun lalu. bahkan Tan Ek seng pun sudah jadi kepala desa ini. kini engkau membelanya pula. "Ha ha ha" yap song Kang tertawa gelak ketika melihat mereka." "Paman kanal ayahku?" tanya Tan Giok Cu. " Wajah dan sifatmu memang mirip Lim soat Hong ibumu.. bagaimana engkau selama ini?" "Hm" sahut yap song Kang dengan dengusan dingin"Aku menuntut ilmu di suatu tempat." "Engkau merebut kekasihku dengan cara mengalahkanku. "Kalian berdua anak Tan Ek seng?" "Aku bukan" sahut Thio Han Liong memberitahukan. "sudah belasan tahun klta tidak berjumpa.Tan Giok Cu menggelengkan kepala. Lelaki separuh baya itu menganggukkan kepala"Tapi aku sangat dendam padanya" "kanapa?" tanya Tan Giok Cu. aku sama sekali tidak pernah mencintaimu .. sekarang aku harus merebutnya kembali dengan cara yang sama pula" ujar yap song Kang sambil menatap mereka... kanapa engkau.. heran. ia memandang lelaki itu dengan wajah gusar. Gadis itu berlari ke dalam rumahi tak lama kemudian ia sudah kembali lagi bersama ayah dan ibunya." "saudara yap" Tan Ek seng memberi hormat... "Ha ha ha" Lelaki itu tertawa. "Kalian berdua sungguh bahagia sekali.." "sudan belasan tahun. maka aku ke mari untuk membuat perhitungan Ha ha ha. Thio Han Liong segera manggut-manggut.. Aku. belasan tahun lalu dia membela Tan Ek seng.... sebaliknya aku. tentu saja harus membelanya" sahut Tan Giok Cu. kini aku ke mari mencarimu" "Saudara yap" Tan Ek Seng menghela nafas panjang. "Mereka telah dikaruniai seorang putri." "saudara yap-.." sahut lelaki itu memberitahukan." gumam lelaki itu.. namanya Giok Cu. aku menganggapmu sebagai kakakku. Lelaki itu menghampiri mereka dengan tatapan dingin.." selak Nyonya Tan atau Lim soat Hong.

" Kakak yap" tegas Lim Soat Hong.." Tan Ek seng tidak senang." Mata Lim soat Hong mulai basah"kanapa engkau begitu? selama itu aku menganggapmu sebagai kakak-" "Hehehe Hehehe " yap song Kang tertawa terkekehkekeh"Tan Ek seng. apabila aku dapat mengalahkanmu. "Kalau begitu. kila bertanding di sini saja Kalau engkau dapat mengalahkan aku lagi.." yap song Kang menudingnya dengan tangan bergemetar. Kakak tampan. engkau sudah tidak mencintaiku?" gumam yap song Kang dengan mata terbelalak. mari kita bertarung" Tan Giok Cu yang berdiri di sisi ibunya. "Jangan sembarangan mencaci isteriku" "Engkau tidak senang?" yap song Kang menatapnya dingin"saudara yap.. engkau harus berjanji" ujar Tan Giok Cu sungguh-sungguh. " Ketika kita dikeroyok para penjahat. aku pasti membawa pergi soat Hong" "Tidak" teriak wanita itu cepat. " Kakak tampan" bisik gadis kecil itu. aku tidak akan ikut engkau pergi" "soat Hong. "Mari kita bicara baik-baik di dalam rumah saja" "Bicara baik-baik?" yap song Kang tertawa dingin"Tidak Aku datang justru ingin membuat perhitungan denganmu. baik belasan tahun lalu maupun sekarang" "Engkau." bisik Thio Han Liong. "Aku. Tan Giok Cu menatapnya seraya bertanya dengan suara rendah sekali." Tan Ek seng menggeleng-gelengkan kepala.." "Karena kemunculannya. "Baik" Thio Han Liong tersenyum sekaligus mencetuskan . aku akan membunuh suamimu agar engkau jadi janda" "Kakak yap. segera menggeser ke sisi Thio Han Liong." "Engkau baik sekali padaku. engkau." ucap Tan Giok Cu sambil tersenyum manis.sebagai kekasihku. "Itu karena kehadiran Tan Ek seng di tengah-tengah kita." "Jangan takut" Thio Han Liong tersenyum sambil memegang bahunya." "Bukan karena itu" bantah Lim soat Hong... "Engkau akan baik padaku selamanya?" "Tentu" Thio Han Liong manggut-manggut. maka aku tidak akan cari kalian. muncul Tan Ek seng menolong kita. aku takut. "Engkau pun sangat baik padaku. maka cintamu beralih padanya Dasar wanita tak tahu malu" yap song Kang mencaci maki"Apakah karena dia lebih ganteng dari aku?" "saudara yap. " Engkau harus tahu. hanya sebagai kakak saja" "oh?" yap song Kang tersenyum dingin. aku tidak pernah mencintaimu.. "Aku akan melindungimu. sebaliknya. "seandainya engkau menang. "Baik Kalau begitu.

"Kita. tampak cemas sekali. "Kita cukup bertanding. "Tenang" Thio Han Liong memegang bahunya. Kakak tampan." "Terimakasih atas janjimu. Perlahan-lahan ia menghunus pedangnya. karena merasakan telapak tangannya sakit sekali. cepat kau hunus pedangmu" "saudara Yap. "Kita bertanding seperti belasan tahun lalu" Tan Ek seng mengangguk. "He he he" yap song Kang tertawa terkekeh"Hui Liong Kiam Hoat yang engkau banggakan itu sudah tak berarti bagiku. "Engkau harus tahu. Terdengar suara benturan pedang.. " Hati-hati" pesan Lim soat Hong kepada suaminya. mari kita bertarung" "Baiklah" sahut Tan Ek seng tampak terpaksa dan serba salah. kemudian menghela nafas panjang." Wajah Tan Ek seng tampak murung sekali. "Ng" Tan Ek Seng mengangguk.. namun serangan susulan sudah mengarah padanya lagi. "Tan Ek seng" bentak Yap song Kang. disertai bunga api berpijar. semua percakapan mereka berdua itu tidak lewat dari telinga Lim soet Hong. hati-hati" teriak Lim soat Hong.. Begitu dahsyat. Wajah Lim soat Hong pucat pias menyaksikan pertarungan itu. tidak perlu saling melukai" "Engkau takut soat Hong jadi janda?" sindir yap song Kang sinis. "saudara yap. ganas. "Baik" yap song Kang manggut-manggut.Tan Ek seng menangkis dan balas menyarang dengan mati-matian. lihat seranganku" yap song Kang mulai menyarang lagi. sangat gusar karena Yap song Kang meludahi suaminya. Bukan main terkejutnya Tan Ek seng. "Tan Ek Seng. Tan Ek seng cepat-cepat berkelit. "Jangan diam saja. aku bukan kekasihmu. dan cepat sekali datangnya.. sehingga pedangnya nyaris terlepas. Diam-diam ia melirik sejenak ke arah mereka. ia sangat mengkhawatirkan keselamatan sua minya-Begitu pula Tan Giok Cu.Gadis kecil itu menyaksikan pertarungan dengan tubuh menggigil. Mendadak ia mencabut pedangnya yang bergantung di punggungnya. selama-lamanya akan baik pada Tan Giok cu." ucap Tan Giok Cu dengan wajah kemera h-merahan. Jangan sembarangan bicara" "Bagus Bagus" Wajah Yap Eng Kang kehijau-hijauan.." Wajah Tan Ek seng merah padam saking gusarnya.Bersamaan dengan itu. Trang. lalu mandakati yap Song Kang seraya berkata. kita adalah kawan.janjinya"Aku berjanji.. . mendadak yap song Kang membentak sambil menyarangnya "Suamiku. Tan Ek seng terpaksa mengeluarkan Hui Liong Kiam Hoat untuk menangkis.." "Phui" Yap song Kang meludah"Engkau telah merebut kekasihku. masih berani mengaku sebagai kawan?" "Orang she Yap" bentak Lim soat Hong.

kalau engkau menangis.. sementara pertarungan itu bertambah seru dan menegangkan. itu akan memecahkan perhatian ayahmu" Tan Giok Cu langsung menghentikan tangisnya. Paman tidak berhak membawa Giok Cu pergi" ujar Thio Han Liong tenang. "Bocah" yap song Kang menatapnya dengan kaning berkerut. tidak boleh berbuat sewenang-wenang.. "Engkau harus tenang. Pedang Tan Ek seng terpental ke udara. aku aku akan mengadu nyawa denganmu" "oh ya?" yap song Kang tertawa dingin. ayahku. sedangkan ujung pedang Yap song Kang mengarah pada teng gorokan Tan Ek seng. " Kakak tampan. "Jangan khawatir. yap song Kang tertawa terbahakbahak "Bocah. Sudan kubilang dari tadi." Mendadak lelaki itu menatap Tan Giok Cu"Akan kubawa pergi putri kalian itu" "Tidak Tidak " teriak Lim soat Hong. hari ini aku telah mengalahkanmu Ha ha ha.bagaimana caranya engkau melindungi g«dis kecil itu?" "Pandakar yang gagah harus adil dan bijaksana.." "Tidak" potong Lim soat Hong cepat.. "Kalau begitu. aku akan bunuh diri" "Ha ha ha" Yap song Kang tertawa gelak sambil menurunkan pedangnya. " Tan Giok Cu mulai terisak-isak"Adik manis" bisik Thio Han Liong. "Jangan bunuh dia" jerit Lim soat Hong sambil berlari ke arah suaminya. Adik manis" Thio Han Liong tersenyum. sekali tangan ini kuayunkan. "Aku tidak akan ikut engkau." Kakak tampan. "Kalau ayahku kalah. tenang saja" mandangar ucapan itu. " Kalau engkau berani bawa Giok Cu pergi. sungguh luar biasa" .." "Hmm." sepasang mata yap song Kang berapi-api. kepalamu pasti pecah" "Akan kugigit tanganmu" sahut Tan Giok Cu mendadak"Ha ha ha" yap song Kang tertawa gelak"Kalian berdua masih kanak-kanak tapi sudah saling melindungi. "Aku akan melindungi. "Hiyaaat" teriak Yap song Kang keras sambil menyarang Tan Ek seng dengan jurus yang mematikan.. "Kalau engkau bunuh dia.. aku tidak mencintaimu Aku cuma mencintai Ek Seng suamiku. Karena itu. " Engkau berani kurang ajar terhadapku. Tan Ek seng terkejut sekali. "soat Hong harus ikut aku pergi. menatap yap song Kang.. "Tan Ek seng. cepat-cepat ia mengeluarkan jurus sin Liong Phun sui (Naga sakli Menyam-bur Air) guna menangkis serangan itu. lalu menghampiri Tan Giok Cu yang berdiri di sisi Thio Han Liong." suara Tan Giok Cu bergemetar "Akan kalah melawan orang jahat itu?" "Ayahmu memang akan kalah" ujar Thio Han Liong sambil terus memperhatikan ilmu pedang yap song Kang." "Lalu apa maumu?" tanya Tan Ek seng. tolong aku" Tan Giok Cu langsung menggeserkan dirinya ke belakang Thio Han Liong.

. "Tiga hari kemudian dia akan ke mari lagi. aku menang berarti aku akan bawa Giok Cu pergi-" "Nah" Thio Hen Liong tertawa. mulai sekarang engkau harus terus berlatih Ha ha ha. Ayah-" ujar Tan Giok Cu. ."Tentu." Tan Ek seng menghela nafas panjang. Biar bagaimanapun aku harus bawa engkau pergi. Paman harus bersiap-siap menghadapinya.. "Engkau." ujar Tan Giok Cu." yap song Kang menatapnya." "Bukankah Ayah bisa berlatih?" lukas Tan Giok Cu. Nah. sehingga membuat yap song Kang langsung mundur. itu berarti seri."Ternyata Paman seorang pandakar yang gagah-" "Tan Ek Seng. Ayah bisa memikirkan jalan keluarnya. Paman Tan mengalahkanmu" ujar Thio Han Liong. "Kepandaian song Kang amat tinggi.. maka harus saling melindungi." ucapnya kepada Thio Liong. tentu mereka tidak akan berpisah" "Engkau memang gadis kecil yang manis. mereka sama sekali tidak menyangka Thio Han Liong bermulut begitu tajam. Ayah dan ibumu saling mencinta. Tiga hari kemudian aku akan ke Mari legi "untuk bertending dengen Tan Ek seng.. "Menurutmu harus bagaimana?" "Tentunya harus bertanding sekali lagi. tapi bukan sekarang" jeweb Thio Hen Liong. "Tiga hari lagi aku akan ke mari lagi." "Kakak tampan benar. "Aku tidak bise menunggu belesen tehun legi" ujer Yap song Kang. putus asa. "kanapa Paman begitu cepat putus asa? Padahal masih punya waktu untuk berpikir-" "Eh?" Wajah Tan Ek seng langsung memerah dan panas. Tan Ek seng dan Lim soat Hong saling memandang. kalau sekarang Paman membawa Giok Cu. "Namun aku akan memberi wektu tige heri. "Paman bukan seorang pandakar.... "Kami saling menyayang. apakah namanya adil?" "Ngmmm" YaP song Kang manggut-manggut." sambil tertawa gelak yap song Kang melesat pergi. melainkan seorang penjahat" "oh?" Yap song Kang melotot. "Itu tidak adil" tukas Thio Han Liong." "Aku tidak dapat melawannya. "Kini Paman mengalahkannya. "Paman" Thio Han Liong menatapnya." ujar Tan Ek seng. Lim soat Hong tersenyum lembut. "Bibi" Wajah Thio Han Liong tampak serius. ayah tidak bisa mengalahkannya." ujar yap Song Kang. "Terima kasih atas bantuanmu yang membuat orang itu pergi. "Harus bagaimana untuk disebut adil?" "Belasan tahun lalu. "Masih ada tiga hari. Jika dia menang berarti aku tidak akan muncul di sini lagi selamanya.

." "Ayah tidak usah bingung. "Hanya mampu bertahan.." Tan Ek Seng menggeleng-gefengkan kepala. "Suamiku" Lim soat Hong memandangi suaminya. sebab aku tidak akan menjawab" ujar Thio Han Liong dan mulai menjelaskan sesuatu. meyakinkan." "Diam" bentak Tan Ek seng. tanya saja pada Kakak tampan" sahut Tan Giok Cu. belum tentu bisa mengalahkannya. "Ilmu pedang orang itu memang cukup hebat dan dahsyat. lalu membelainya seraya berkata. "Engkau punya suatu cara mengalahkannya?" Thio Han Liong tampak ragu. " Engkau masih kecil." Ternyata Thio Han Liong menjelaskan tentang ilmu pedang Yap song Kang." "Paman" sela Thio Han Liong mendadak"Sebetulnya tidak sulit mengalahkan orang itu. itupun cuma dalam puluhan jurus saja. Giok Cu yakin dia punya suatu cara untuk mengalahkan orang jahat itu. Tapi paman tidak boleh bertanya apa-apa padaku. aku bicara sesungguhnya. bantulah ayahku" desak Tan Giok Cu.. kemudian memandang Thio Han Liong seraya bertanya"Aku harus bagaimana." tambah Thio Han Liong." "Giok Cu." "Lalu bagaimana?" tanya Tan Ek Seng sambil menatapnya dengan penuh keheranan." "Paman. setelah itu ia pergi memungut pedang Tan Ek seng yang terpental tadi- . "Dia pasti bisa menemukan jalan keluarnya-" Tan Ek seng tersenyum getir. "Maafkan ayah Karena.hanya saja Paman tidak tahu caranya. Hal itu hampir membuatnya tak percaya. "Hui Liong Kiam Hoat tidak dapat mengalahkannya. aku akan menjelaskan. sementara Lim soat Hong cuma menggelenggelengkan kepala.Bagaimana mungkin dirinya bertanya kepada anak kecil yang baru berusia sepuluh tahun. tidak baik bicara begitu. sebab tiga hari kemudian orang itu akan ke mari lagi?" "Tentu paman harus mengalahkannya" jawab Thio Han Liong. ayah sangat bingung. maka kewalahan menghadapi ilmu pedangnya. dia belum tahu apa-apa. "Paman."Itu tidak mungkin." Tan Ek Seng mandakati putrinya. "Harus bagaimana mengalahkannya?" tanya Tan Ek seng lagi. " Kakak tampan tidak pernah bohong." tegas Thio Han Liong. "Walaupun ayah berlatih lima tahun. "Ayah" sela Tan Giok Cu." "Eh?" Tan Ek seng menatapnya dengan kaning berkerutkerut... "Kakak tampan. "Tidak baik engkau membentak Giok Cu. "Aku tidak akan melupakan budimu selama. itu sungguh membuat Tan Ek seng dan Lim soat Hong terkejut bukan main.." Thio Han Liong memandangnya sejenak.orang tua ini sebenarnya merasa lucu juga.lamanya" "Adik manis.

Namun hatinya merasa heran terhadap Thio Han Liong. "Thio Liong. kanapa engkau bilang aku jahat sekali?" "Engkau mengerti ilmu pedang. "Paman perhatikan baik-baik" ujar Thio Han Liong dan mulai memperlihatkan ke tiga jurus ilmu pedang itu lagi sampai beberapa kali"Bagaimana? Paman sudah ingat?" "Ng" Tan Ek seng manggut-manggut. tapi tidak pernah memberitahukan padaku. Kalau Tan Ek Seng melakukan gerakan yang salah. kemudian mulai ia berlatih.. "sedikit" Thio Han Liong tersenyum lagi. Ketika Thio Han Liong berkata begitu.. Yang paling girang adalah Tan Giok Cu. hanya saja. "Engkau mengerti ilmu pedang?" gumamnya. "Adik manis. sehingga ia tahu dengan jurus apa kira-kira mengalahkan yap song Kang. kemudian memandang Tan Ek seng seraya berkala. " Aku tidak jahat. Tan Ek seng semakin berlatih dengan semangat. "Aku ingin mempertunjukkan tiga jurus ilmu pedang pada ayahmu" "oh?" Tan Giok Cu tertegun. melainkan mulai memperlihatkan tiga jurus ilmu pedangnya. Nyonya itu tidak habis pikir. ia memperhatikan dengan seksama. Begitu pula Lim soat Hong. ia pun membayangkan ilmu pedang ayahnya. anak kecil itu langsung memberitahukan. karena amat terkejut ketika menyaksikan ke tiga jurus ilmu pedang itu. "Paman. Thio Han Liong menyaksikannya dengan penuh perhatian. "Paman harus berlatih" ujar Thio Han Liong sungguhsungguh"Sebab ke tiga jurus iimu pedang itu pasti dapat mengalahkan Paman yap-" Tan Ek seng mengangguk. Ketika Tan Ek seng bertarung dengan yap song Kang. "sudah ingat ke tiga jurus ilmu pedang yang kuperlihatkan barusan?" Wajah Tan Ek seng kemerah-merahan. Diambilnya pedang di tangan Thio Han Liong. la ingat semua jurus-jurus ilmu pedang itu. Sejak kecil ia sering melihat Thio Bu Ki ayahnya berlatih ilmu pedang. Thio Han Liong tersenyum. perhatikan baik-baik tiga jurus ilmu pedang ini" Sementara Tan Ek seng dan Lim soat Hong terus saling memandang dengan penuh keheranan. tapi girang sekali dalam hati. gadis kecil itu terus memandang Thio Han Liong dengan mata berbinarbinar. "Engkau jahat sekali" " Aku jahat?" gumam Thio Han Liong heran. Di samping itu. siapa yang mengajar engkau ilmu pedang?" Thio Han Liong tidak menyahut. "Paman" seru Thio Han Liong seusai memperlihatkan ke tiga jurus ilmu pedang itu."Kakak tampan" Tan Giok Cu terheran-heran. Engkau memang jahat" Wajah Tan Giok Cu cemberut." "Tidak mau orang lain tahu engkau mengerti ilmu pedang . Tan Ek seng cun langsung bertanya.. "kanapa engkau mengambil pedang itu?" "Adik manis" ujar Thio Han Liong sambil tersenyum. sebab ilmu pedang itu sungguh dahsyat dan luar biasa. "Kakak tampan" bisik Tan Giok Cu.

" ujar Lim soat Hong. belum tentu dia akan berterus terang. ya. sebetulnya itu ilmu pedang apa?" tanya Tan Ek seng. Tapi aku tahu nama jurusjurus itu. Paman. Kakak tampan. "Ayah. maafkan aku Aku punya kesulitan.. Thio Han Liong mengangguk dan berkata. sebetulnya siapa Thio Liong itu." Tan Giok Cu memberitahukan dengan wajah berseri-seri"Thio Liong" Lim Soat Hong menatapnya lembut. "Aku tidak habis pikir. Tan Ek seng tak henti-hentinya berlatih ke tiga jurus ilmu pedang tersebut. "oh ya. aku harus melindungimu." "Aku akan coba membujuknya." "Aku tahu-" Tan Giok Cu tersenyum. "Terima kasih." ujar Lim soat Hong sambil tersenyum. Pasti. Aku. "Engkau sudah menguasai ilmu pedang itu?" Tan Ek seng mengangguk. apakah ilmu pedang itu dapat mengalahkan yap song Kang?" "Mudah-mudahan" sahut Tan Ek seng. kemudian kaningnya berkerut seraya berkata." ucap Tan Giok Cu dengan wajah berseri"Terima kasihi" Dalam tiga hari ini. "Ayah sudah usai berlatih?" tanya gadis kecil itu. ilmu pedang itu dapat mengalahkan paman yap. kan?" "Ya" Thio Han Liong mengangguk. "Thio Liong. Ibu. jurus ke dua adalah Kiam In Ap San . aku tidak tahu. kanapa anak itu meninggalkan rumah?" Tan Ek Seng menggeleng-gelengkan kepala. "Suamiku. "Ng" Tan Ek Seng mengangguk. Bersamaan itu muncullah Tan Giok Cu dan Thio Han Liong. "Demi melindungi diriku. Giok Cu sudah bertanya pada Kakak tampan. "Ke dua orang-tuanya pasti Bun Bu Gan cay (Mahir sastra Dan silat)" "Tidak salah Tapi. maka engkau membuka rahasia sendiri dengan tiga jurus ilmu pedang itu. "Aku akan membujuknya. Jurus pertama adalah Hong soh yap Lok (Angin Berhembus Daun-Daun pun Rontok)." "Isteriku. "Adik manis." tanya Lim soat Hong seusai Tan Ek Seng berhenti berlatih." jawab Thio Han Liong. jawabnya.. maka tidak memberitahukanmu bahwa aku mengerti ilmu pedang." "Setelah urusan ini beres. "Bagaimana kau begitu yakin?" "Sebab aku sudah menyaksikan ilmu pedang paman yapMaka aku yakin dapat mengalahkannya dengan ke tiga jurus ilmu pedang itu. "Maaf.kan?" Tan Giok Cu menatapnya." Lim soat Hong menatapnya seraya bertanya.Lim soat Hong pun terus mendampinginya. "Beritahukanlah" desak Tan Ek seng. "Itu sungguh mengherankan." jawab Thio Han Liong sungguh-sungguh." "Aku yakin. menghampiri Tan Ek seng. aku akan bertanya padanya.

yap song Kang membentak keras. lalu mulai menyarang Tan Ek seng. Bibi" Thio Han Liong menganggukPagi ini ketika Thio Han Liong sedang menyapu di pekarangan. tapi. Tampak sebuah pedang terpental ke udara. dan jurus ke tiga adalah yun Tiong cay Hong (Pelangi Dalam Awan)" Thio Han Liong memberitahukan..sementara Lim soat Hong menyaksikan pertarungan itu dengan kaning berkerut-kerut. sebab aku punya kesulitan..sebab." jawab Thio Han Liong. Pedang di tangan Tan Ek seng berkelebat-kelebat secepat kilat. Trang Terdengar suara benturan pedang yang amat nyaring. "Kami tidak akan bertanya lagi padamu.{Bayangan Pedang Menekan gunung). yang . Tan Ek seng juga memburunya dengan jurus Kiam In Ap San (Bayangan Pedang Menakan gunung). Thio Han Liong segera berlari ke dalam. Tak seberapa lama kemudian. yap song Kang terusmenerus melakukan serangan cepat. wajahnya tampak cemas sekali." Lim Soat Hong tersenyum. tentunya ia akan kehilangan Giok Cu putrinyaPertarungan itu semakin seru. apabila suaminya kalah. "Maaf. pergi dan selanjutnya tidak akan datang mencarimu lagi" "Baik-" Tan Ek seng mengangguk"Nah Bersiap-siaplah" ujar yap song Kang sambil menghunus pedangnya. sekaligus menangkis serangan itu dengan Hui Liong Kiam Hoat. jadi anak baik tidak boleh berbohong. mendadak muncul yap song Kang. untuk mengelakkannya. membuat yap song Kang terkejut bukan main. "Ha ha ha" yap song Kang tertawa gelak"Hari ini pertandingan penentuan. sehingga membuat Tan Ek seng terdesak hebatDi saat itulah mendadak Tan Ek Seng bersiul panjang sambil balas menyarang Yap Song Kang dengan jurus Hong soh yap Lok (Angin Berhembus Daun-Daun pun Rontok) " Hah?" Bukan main terkejutnya Yap Song Kang ketika melihat perubahan ilmu pedang Tan Ek Seng. Lim soat Hong. Bibi. ketika pedang itu mengeluarkan suara mandaru-deruYap Song Kang bergerak cepat meloncat ke samping. Engkau kalah. dan Tan Giok cu. Namun dengan tak kalah cepat. "He he he" yap song Kang tertawa terkekeh"Masih menggunakan Hui Liong Kiam Hoat? Tidak ada ilmu pedang lain?" Tan Ek Seng diam saja. Tan Ek seng cepat-cepat berkelit. hari ini adalah pertandingan penghabisan" seru Yap Song Kang dengan suara membentak. Mati-matian yap song Kang berkelit. lho" "Ya. "Aku tidak bisa memberitahukan. "Bocah Cepat panggil Tan Ek seng untuk bertanding dengan aku. "Siapa yang mengajarkan ilmu pedang itu?" tanya Lim soat Hong menatap Thio Liong. namun Tan Ek seng terus melanjutkan serangan dengan jurus yun Tiong cay Hong (Pelangi Dalam Awan). Thio Han Liong sudah kembali bersama Tan Ek seng. harus mengerahkan Giok Cu padaku Aku kalah.

"Maaf" ucap Tan Ek Seng sambil menurunkan pedangnya. "Cepatlah. " Engkau bukan dikalahkan oleh ilmu pedangku. " Ilmu pedang itu..." yap song Kang berdiri dengan tubuh menggigil gemetaran. engkau masih kecil. setelah menerima pedang itu. mulailah Thio Han Liong memperlihatkan beberapa jurus ilmu pedang.." kaning yap song Kang langsung berkerut. terpaksa aku mengajar paman Tan ilmu pedang itu. "siapa yang mengajarkanmu ilmu pedang itu?" "Anak kecil itu" Tan Ek seng menunjuk Thio Han Liong." "Aaah " yap song Kang menghela nafas panjang. tapi. "Terima kasih atas kemurahan hatimu mau mengalah padaku." " Kakak tampan tidak bohong." "Engkau?" Kelihatannya Yap Song Kang tidak percaya. perlihatkan ilmu pedang itu" Thio Han Liong mengangguk." "Paman" Thio Han Liong tersenyum. tapi.. engkau yang mengajar Ek Seng ilmu pedang itu?" Thio Han Liong mengangguk sambil tersenyum. "Bagaimana caranya engkau mengalahkan aku?" "Aku akan memperlihatkan beberapa jurus ilmu pedang.. Tan Ek Seng segera menyarahkan pedangnya." timpal Tan Giok cu mendadak"Penasaran Aku sungguh penasaran sekali" gerundal Yap song Kang. "Apa?" Terperangah Yap song Kang. lalu berpikir memecahkan ilmu pedang itu" "Baik." seru Tan Giok Cu kegirangan. menatap Thio Han Liong dengan mata terbeliak... Ternyata pedang Tan Ek seng telah menempel di lehernya. baik" Yap Song Kang tertawa. "Terus terang. itulah jurus-jurus ilmu pedang yang dimainkan Thio Bu Ki ayahnya.ternyata milik yap song Kang. aku punya cara mengalahkan paman. "sanggupkah paman memecahkan ilmu pedang itu?" tanya . "Aku memang masih kecil.. memang tidak pantas bertanding dengan Paman.. tidak disangka.. bagaimana mungkin-. " Ha a a h. paman harus perhatikan baik-baik. "Engkau masih begitu kecil. "Ayah menang Ayah menang Ayah menang. Terimakasih " Mulut yap song Kang ternganga lebar dengan mata terbelalaki sepertinya tidak percaya akan apa yang dialaminya. kanapa tiga hari yang lalu engkau tidak mengeluarkan ilmu pedang ini mengalahkan aku?" Tan Ek Seng tersenyum. Tan Ek Seng memberitahukan." "Hah?" Yap Song Kang tertegun." gumam Yap Song Kang tergeragap. "Belasan tahun aku menuntut ilmu pedang. tiga hari yang lalu aku belum belajar ilmu pedang itu. memang dia yang mengajar ayahku ilmu pedang itu. "Bocah Engkau. " Karena paman ingin membawa Giok Cu pergi. "Aku ingin menantangmu. Tetapi." ujarnya. "Itu bukan ilmu pedang Hui Liong Kiam Hoat.

" "Terima kasih. "Aku tidak bisa memberitahukan. saudara Yap" ucap Tan Ek seng sambil memberi hormat. Tan Ek seng dan Lim soat Hong saling memandang. aku. engkau pernah bilang. aku tidak sanggup. cinta tidak bisa dipaksa." "Apa maksudku. " Aku pun tidak mampu memecahkan ilmu pedang itu" ujar Tan Ek seng memandang Yap song Kang. karena tadi telah mengatakan Paman jahat" "Ha ha ha" yap song Kang tertawa gelak"Sesungguhnya paman tidak jahat. " Lim soat Hong mandakatinya. akhirnya malah terjungkal di tangan seorang anak kecil." gerutunya tampak kesal. "Aku." "Baiklah" yap song Kang manggut-manggut. dan bijaksana. Paman" "Kakak Yap.. "Terima kasih atas kemurahan hatimu.. " Kakak tampan menang." ucap yap song Kang sambil menggelengkan kepala "Aku tidak mau mengganggu kalian. Wanita itupun memberi hormat seraya berkata.. Kakak tampan menang" "Aaaah " YaP song Kang menghela nafas panjang. Lain halnya dengan Tan Giok Cu. "Aku tahu maksud Paman. aku minta maaf padamu. "oh ya. kami pun belum begitu jelas mengenai dirinya.. "Hah?" kaning yap song Kang berkerut-kerut. Kini aku telah sadar. seorang pandakar harus gagah.. " Kakak Yap. Kelihatannya mereka pun tidak sanggup memecahkan ilmu pedang itu." "Terimakasih. "siauwhiap (Pandakar Kecil). sebetulnya siapa bocah itu?" "Kami. "Terima kasih. sudah belasan tahun kita tidak berkumpul.?" gumam yap song Kang dengan kaning berkernyit.Thio Han Liong seusai memperlihatkan jurus-jurus ilmu pedang itu.sini. Saudara Tan. "siapa ke dua orangtuamu?" "Maaf. aku justru merasa sayang padamu-" Tan Giok Cu tersenyum. oh ya. tapi tetap merahasiakan identitasnya" "oh?" Yap song Kang menatap Thio Han Liong. karena punya kesulitan. gadis kecil itu terus bersorak-sorak dalam hati kegirangan. paman yang jahat itu tidak sanggup memecahkan ilmu pedangmu. "Sudahlah Kita berdua memang seperti katak dalam sumur. "Mari.. Bolehkah aku tahu namamu?" "Namaku Thio Liong" "Thio Liong. Paman" sahut Thio Han Liong.. adil. aku kagum sekali pada mu.." ujar Lim soat Hong. percuma aku menuntut ilmu pedang belasan tahun. ke dalam rumah. " Ya ai" Yap song Kang menggeleng-gelengkan kepala." Thio Han Liong tersenyum. Terima kasih " "Paman" Tan Giok Cu segera mandakatinya." sahut Tan Ek Seng sambil menggelengkan kepala "Sudah tiga tahun dia bekerja di. " Aku pun minta maaf. coba beritahukan" .

"He he he" yap song Kang tertawa gembira. bukan tarian" ujar Tan Ek seng .Itu sangat berguna bagimu-" Tan Giok Cu tampak gembira sekali"Ilmu silat apa itu?" tanyanya"Lihatlah baik-baik. setelah Thio Han Liong berhenti. " Kakak tampan. minum teh dulu. maka Paman menghendaki begitu Ya. " Kalian berdua memang suami isteri yang behagia. ajarkan aku sekarang" "Adik manis. Kakak tampan. namun yap song Kang sudah tidak kelihatan.. "Bersediakah engkau mengajar Giok Cu ilmu silat?" "Ya.. janganlah mengeluarkan ilmu pedang ini.. aku. setiap jurus pasti mematikan pihak lawan" "ya" yap song Kang mengangguk"Terima kasih Thio siauwhiap. sekaligus menjelaskan.. "Giok Cu" Lim Soat Hong tersenyum. He he he. Gedis itu lalu mandakati Thio Hun Liong.Aku akan mengajar engkau ilmu silat yang lemas gerakannya. terima kasih" Thio Han Liong tersenyum. Lim soat Hong. "Mari ke dalam. aku. "Kelau tidak dalam keadaan behaya. ajaran ayahnya." ucap Tan Giok Cu. lalu mulai berlatih. engkau ini kan seorang gadis yang harus lemah lembut. sebab. aku turut gembira.Tan Giok Cu bertepuk-tepuk tangan sambil bersorak"Kakak tampan Engkau mahir sekali menari.. "Kakak tampan. "Paman" seru Tan Giok Cu. dan Tan Giok Cu memperhatikan dengan terkagum-kagum. "Terima kasih" Thio Hen Liong mulai mengajar yap song Kang beberapa jurus ilmu pedang itu. "Engkau sungguh cerdas sekali. yap song Kang manggut-manggut. "Ayo." Thio Han Liong tampak mulai memperlihatkan Thay Kek Kun (Ilmu Pukulan Taichi). mau apa?" tanya Thio Han Liong heran. Tan Ek seng.Terima kasih" "seudara yap" ujar Tan Ek seng." Yap song Kang memandang mereka. "Engkau ingin belajar silat pada Thio Liong?" Tan Giok Cu mengangguk"Thio Liong" Lim Soat Hong menatapnya lembut kepada anak itu. kan?" "Bukan main" yap song Kang menatapnya dalam-dalam. "Tak disangka aku akan memperoleh beberapa jurus ilmu pedang yang begitu hebat." "Itu ilmu silat tingkat tinggi. Tan Ek seng dan Lim soet Hong menggeleng-gelengkan kepala. kemudian manggut-manggut seraya berkata. sampai jumpa" Mendadak yap song Kang melesat pergi. "Adik manis. aku akan mengajar Paman beberapa jurus ilmu pedang yang kuperlihatkan tadi-" "oh?" Wajah yap song Kang berseri-seri." ujar Tan Giok Cu terputusputus sambil menatapnya."Karena aku mengajar Paman Tan tiga jurus ilmu pedang. Bibi" Thio Han Liong mengangguk"Terima kasih." "Paman.." "Paman" pesan Thio Hen Liong." "Terima kasih.

sebaliknya. Belum lama ini." Wajah Tan Ek seng tampak serius sekali. sebab Cu Goan Ciang sangat memperhatikan nasib rakyat jelata. Akan tetapi. sudah banyak Hweeshio-hweeshio siauw Lim Pay jadi korban keganasan ilmu pukulan cing Hwee ciang." Bab 7 Rimba Persilatan Mulai Dilanda Badai Dalam tiga tahun ini sudah banyak perubahan di daratan Tionggoan. kemudian bertanya pada Thio Han Liong." Tan Ek Seng terbelalak"Engkau punya hubungan dengan partai Bu Tong?" Thio Han Liong mengangguk perlahan. "Tidak lama lagi dia akan berterus terang pada kita." Tan Ek seng tersenyum. membuat pengairan dan lain sebagainya. "sebetulnya dia anak siapa?" "Aku yakin ." " Aku justru masih bingung" ujar Lim soat Hong. Ayah" Tan Giok Cu mengangguk. belasan Hweeshio itupun jadi korban. sebab dia punya asal-usul yang agak luar biasa. rakyat bisa hidup makmur. maka diberi julukan si Pembunuh Misterius. Tan Ek seng dan Lim soat Hong saling memandang. "Engkau" Lim soat Hong berkata. "Kalian berdua main di sini saja Kami mau ke dalam. "Apa?" Bukan main terkejutnya Tan Ek seng dan Lim soat Hong. Mereka adalah Tong Koay (siluman Dari Timur) oey suBin. "Mulai sekarang kita harus baik-baik memperlakukan Thio Liong itu. sejarah pun mencatat bahwa Cu cioan ciang merupakan kaisar yang baik. si Mo (iblis Dari Barat) Buyung Hok. oleh karena itu.sungguh-sungguh"Maka engkau harus belajar dengan giat. sejak Cu Goan ciang jadi kaisar. Kong Bun Hong Tin mengutus belasan Hweeshio tingkatan Goan. ilmu silat apa itu? Kok begitu lemas?" "They Kek Kun" Thio Han Liong memberitahukan. rakyat jelata amat mencintai sang kaisar. "Isteriku ." Mereka berdua masuk ke rumahi bahkan langsung ke kamar. "Kakak tampan. betapa gusarnya Kong Bun Hong TioAkhirnya ketua siauw Lim Pay mengutus Kong Ti seng Ceng adik seperguruannya pergi menyalidiki pembunuhan itu." "Ngmm" Lim soat Hong manggut-manggut. Bayangkan. mudahmudahan mereka berdua akan saling mencinta kelak-" "ya" Tan Ek seng mengangguk "Mudah-mudahan. Dalam tiga tahun ini. Lam Khie (orang Aneh Dari selatan) Toan Thian Hie dan . Berhubung tiada seorang pun kaum rimba persilatan yang tahu siapa pembunuh itu. jangan mengecewakan Kakak tampan itu" "ya. "Benarkah itu Thay Kek Kun ciptaan guru besar Thio sam Hong?" "Ya" Thio Han Liong mengangguk"Engkau. adil dan bijaksana. dalam rimba persilatan justru mulai timbul suatu badai. dalam rimba persilatan muncul empat jago yang berkepandaian tinggi sekali. ketua siauw Lim Pay. pergi menyalidikinya. siapa pembunuh itu? Tiada seorang pun yang tahu oleh karena itu. "Kelihatannya Giok Cu sangat baik padanya.

"Urusan ini sudah gawat sekali.. Kalau tidak. dalam rimba persilatan telah muncul empat jago yang berkepandaian tinggi sekali. dan pak Hong-Lim Bun Kim. Lam Ti (Raja Dari selatan) Toan Hong ya dan Pak Kay (si Pengemis sakti Dari utara) Ang cit Kong. si Mo-Buyung Hok. "Ketika guru masih kecil." jawab jie Lian Ciu memberitahukan. Mereka berempat adalah Tong Koay-Oey su Bin. si Tok (si Racun Dari Barat) ouw yang Hong. kemudian menggeleng-gelengkan kepala. Tiada seorang pun mengetahui asal-usul mereka. maka guru yakin Tong Koay-oey su Bin tidak punya hubungan dengan oey yok su. "Jadi belum ada yang tahu siapa pembunuh misterius itu?" tanya Thio sam Hong sambil mengerutkan kaning. ketua Bu Tong Pay. kelihatannya mereka berempat ingin menyamai keempat jago masa lalu itu." sahut Thio sam Hong. Mereka berempat adalah Tong sia (si sesat Dari Timur) oey yok su. Mereka menyampaikan sesuatu yang amat penting pada Thio sam Hong guru besar itu." timpal Jie Lian ciu." "siapa mereka itu?" tanya Thio sam Hong. Tong Koay Oey Su-Bin dapat mengalahkan ketua Kun Lun Pay dan ketua Hwa san Pay.Pak Hong (si Gila Dari utara) Lim Bun Kim. kemudian menghela nafas panjang. "sudah banyak Hweeshio-hweeshio siauw Lim Pay tingkatan Goan yang jadi korban. Hari ini. "oh?" Thio sam Hong terkejut." "oh?" Thio sam Hong tampak terkejut. Namun.. Lam Khie-Toan Thian Ngie. mungkinkah dia punya hubungan dengan Tong si -oey yok su?" tanya Jie Thay Giam. "Tidak mungkin.Ini merupakan kejadian yang sangat mengejutkan rimba persilatan.jie Lian ciu dan saudara-saudara seperguruannya berkumpul di ruang meditasi.. Ke empatnya telah bertanding di puncak gunung Hwa san. bagaimana mungkin Kong Ti seng Ceng sendiri pergi menyalidiki pembunuh misterius itu?" "Kelihatannya memang sudah gawat sekali. "Tiada seorang pun kaum rimba persilatan yang tahu asalusul mereka. "Aaah Kelihatannya darah akan membanjiri rimba persilatan. Kini justru muncul empat jago." "yang paling jahat dan kejam adalah si Mo-Buyung Hok. "Memang belum ada yang tahu. "oh?" Thio sam Hong tampak tertegun. guru pernah dengar ada empat jago yang berkepandaian luar biasa. Kini telah berdiri tujuh partai besar dalam rimba . Konon mereka sama kuatnya." "Tong Koay She Oey. bahkan Tong Koay Oey su Bin telah mengalahkan ketua Kun Lun pay dan ketua Hwa san Pay. "Bahkan belum lama ini. "sebab Tong sip-Oey yok su cuma punya seorang anak perempuan bernama oey yong yang menikah dengan Kwee Ceng. Kepandaian mereka seimbang dan pernah bertanding di puncak gunung Hwa San. Dan kini Kong Ti seng Ceng telah meninggalkan siauw Lim Sie untuk menyalidiki pembunuh misterius itu. dia sering membunuh para pesilat golongan putih" ujar jie Lian ciu." jawab jie Lian cui. Kemunculan ke empat jago itu sangat menggemparkan rimba persilatan.

. "sudah tiga tahun.. melainkan memikirkan Han Liong anak kita itu-" . "Aaaah " Thio Bu Ki menghela nafas panjang.persilatan. Tentunya partai Kun Lun dan Hwa San tidak akan tinggal diam. "ciu Ci Jiak pun tiada kabar beritanya. Guru." Mendadak Thio sam Hong menghela nafas panjang." Thio sam Hong menggeleng-gelengkan kepala dan bergumam. "sudah sepuluh tahun lebih tiada kabar beritanya mengenai Thio Bu Ki." "Bu Ki Koko" Tio Beng memandang bulan purnama yang bergantung di langit. berangkatlah song wan Kiauw pergi mencari Thio Bu Ki. jangan terulang lagi kejadian masa lampau itu" "ya. "Kami akan berusaha mencarinya.Keesokan harinya." sela song wan Kiauw." Wajah Jie Lian ciu berubah murung.. Engkau adalah ketua Bu Tong Pay. Ketua Go Bi Pay itu tidak tahu mengenai Ciu Ci Jiak. lantaran terluka parah. guru rindu sekali padanya. "Bagaimana menurut guru?" "Baik" Thio sam Hong manggut-manggut dan berpesan." ujar Jie Lian ciu. "Apakah dia sudah menikah dengan Tio Beng dan sudah punya anak pula?" "Besok murid akan pergi cari Bu Ki. Guru sudah tua sekali.. "Aku tidak sangka nasib kita akanjadi begini. dia entah berada di mana dan bagaimana keadaannya. Guru" Song Wan Kiauw mengangguk.." "Aaah " Thio sam Hong menghela nafas panjang lagi. tergempur oleh Iweakang gabungan dari sembilan Dhalai Lhama. "Wajahmu." tanya jie Lian ciu mendadak"Kita harus bagaimana apabila pihak Kun Lun pay dan Hwa San Pay ke mari minta bantuan?" "Lian cu". aku tidak mau memusingkan urusan apa pun. berundinglah dengan saudara-saudara seperguruanmu" "ya..." "Bu Ki Koko" ujar Tio Beng dengan air mata meleleh"Aku tidak memikirkan wajahku.." "Guru. Bagaimana keadaan Thio Bu Ki dan Tio Beng yang tinggal diculau Hong Hoang to? Ternyata muka mereka agak rusak seperti bekas terbakar. "Sebetulnya Bu Ki berada di mana?" "Guru" ujar Jie Lian ciu." "Beng Moay" Thio Bu Ki menatapnya." "Guru berharap sebelum ajal bisa bertemu Bu Ki.. ingin melihatnya sebelum ajal datang menjemput guru.Guru tenang saja. Thio sam Hong menatapnya tajam. "Guru sudah berada di ruang meditasi ini. murid pernah ke Go Bi San menemui Ceng Hi suthay. ia mengambil arah utara. Bahkan Iwekang Thio Bu Kipun lenyap sebagian besar. " Kami pun rindu sekali padanya" "Guru" In Lie Heng memberitahukan. "Lebih baik aku saja yang pergi cari Bu Ki."Jie Lian ciu mengangguk"Aeeahi. "Namun engkau harus berhati-hati..

tapi berat rasanya meninggalkan engkau seorang diri di sini. "Masih lama sekali. entah bagaimana keadaannya?" "Mungkinkah dia masih hidup?" gumam Tio Beng sambil menundukkan kepala.-" Thio Bu Ki membelainya." "Tapi .." "Tidak apa-apa. "Engkau boleh pergi ke Tionggoan mencari Han Liong." ujar Thio Beng dengan kaning berkerut.." ujar Thio Bu Ki. lebih baik engkau ke Tionggoan mencari Han Liong. "Beng Moay.. Maka aku tidak terlalu mencemaskannya.." "Bu Ki Koko. sebab mereka menghendaki kitabkitab Kiu fm dan Kiu Yang cin kang.." Tio Beng menggeleng-gelengkan kepala gelisah"Kalau mau ke Tionggoan. Dia dia anak kita satusatunya." "Beng Moay."Aaathh" Thio Bu Ki menghela nafas lagi "Sudah tiga tahun. "Engkau tidak usah memikirkan diriku. "sebab kepandaianku " Tio Beng terisak-isak. air matanya berderai-derai. "Tapi... sebetulnya aku rindu sekali pada Thay suhu dan paman-paman yang di gunung Bu Tong." "Tapi " Thio Bu Ki menghela nafas panjang." Thio Bu Ki menggeleng-gelengkan kepala. Aku seorang diri di pulau ini tidak apa-apa-" Tio Beng terisak-isak "Bagaimana mungkin aku me-ninggalkanmu seorang diri di pulauini? Kepandaianmu telah musnah sebagian besar. kanapa mereka tidak datang ke mari lagi?" "Maksudmu Han Liong ditukar dengan kitab-kitab itu?" "ya" "Benar" Thio Bu Ki manggut-manggut.. "Sebetulnya aku memang ingin ke Tionggoan mencari Han Liong. "Semua ini adalah perbuatan cu Goan ciang keparat itu. "Han Liong." "kanapa?" "yang kucemaskan adalah para Dhalai Lhama itu akan membawanya ke Tibet. mari kita pergi bersama" "Tidak bisa" Thio Bu Ki menghela nafas panjang.." "Beng Moay. . " Aku justru masih bingung. "Lagipula aku yakin tidak akan terjadi suatu apa pun atas diri anak kita. tidak mungkin cu Goan ciang akan membunuhnya-" "Kupikir memang begitu. kalau para Dhalai Lhama itu menghendaki kitab-kitab tersebut.." ujar Thio Bu Ki sungguh-sungguh"Lebih baik engkau ke Tionggoan mencarinya. "Aku tunggu sampai keadaanmu pulih baru kita pergi bersama. namun keadaanku.. "Aku harus membunuhnya kelak" Thio Bu Ki menggeleng-gelengkan kepala. "Beng Moay." Thio Beng tersenyum menghiburnya.." "Beng Moay." Thio Bu Ki tersenyum. engkau tidak mau ke Tionggoan mencari Han Liong?" Tio Beng menatapnya dengan air mata berlinang-linang. jangan memikirkan aku" "Tidak" Tio Beng menggelengkan kepala.." ujar Tio Beng dengan mata berapi-api.

." Thio Bu Ki tersenyum.yang mengejutkannya ialah si Mo (iblis Dari Barat). aku harus menuntut balas pada para Dhalai Lhama itu" "Beng Moay."Memang mengherankan." suara Thio Beng agak bergemetar. Harus ditanyakan pada Thay Suhu Thio Sam Hong. "Menuntut balas pakai apa? Kepandaianmu." "ya" Thio Beng mengangguk." "Ngmmm" Thio Beng manggut-manggut. namun tidak gampang menghadapi tenaga dalam gabungan mereka. namun tetap tidak menemukan jejak pembunuh misterius tersebut.. mungkin Thay Suhu sudah mampu memecahkannya.." Thio Bu Ki menggeleng-gelengkan kepala. sedangkan golongan sesat mengangkat Tong Keay (siluman Dari Timur) sebagai ketua golongan sesat. Kong Ti Seng Ceng masih terus melakukan perjalanan untuk menyalidiki pembunuh misterius "Paderi sakti itu telah menjelajahi beberapa daerah dan berbagai kota. "Apakah tiada cara menghancurkan formasi para Dhalai Lhama itu?" "Menghancurkan formasi itu memang bisa. "Setelah aku pulih kelak kita pergi menemui Thay Suhu untuk mohon petunjuk. "oh ya. Selama perjalanan ini. lagipula dia pasti merahasiakan identitas dirinya. aku pasti sudah mati. itu pasti bukan perintah dari Cu Goan ciang. secara tidak langsung kaum golongan hitam mengangkatnya sebagai Hek To Beng Cu (Ketua golongan Hitam). .. tujuan mereka menangkap Han Liong cuma dijadikan sandera. Bu Ki Koko.. kira-kira kapan keadaanmu bisa pulih seperti sedia kala?" "Mungkin masih membutuhkan waktu beberapa tahun. selatan. sebab si Mo masih terus membantai kaum golongan putih. "Hingga saat ini. kanapa para Dhalai Lhama itu tidak mengutus orang ke mari?" "Mungkinkah. aku belum bisa melupakan kematian ciu Ci Jiak. Kong Ti seng Ceng juga mandengar tentang kemunculan keempat jago dari timur. barat." "Maksudmu Han Liong ditolong orang?" "Kira-kira begitulah" "Kalau Han Liong ditolong orang... itu merupakan ilmu yang sangat istimewa. "Han Liong telah dibunuh mereka?" "Itu tidak mungkin" Thio Bu Ki menggelengkan kepala. "Tentunya dia tidak tahu jalan pulang." "Bu Ki Koko" tanya Thio Beng mendadak.. Aku. kanapa dia tidak pulang?" "Beng Moay." "Engkau tidak mau balas dendam?" "Kita berdua tidak mampu melawan mereka.. oleh karena itu. Tapi.. Barulah kita cari para Dhalai Lhama itu.. " Aku pikir kemungkinan besar telah terjadi sesuatu di tengah jalan." Thio Beng menghela nafas panjang.." Thio Bu Ki tersenyum getir.. Sementara itu. dan utara itu." Thio Bu Ki menggeleng-gelengkan kepala. "Kalau aku tidak memiliki Kiu yang Sin Kang..

"Bolehkah aku tahu siapa engkau.. "Karena mereka bertiga telah melindungi cia sun. siauw Lim Pay" "Omitohud" ucap Kong Ti seng ceng. "Banyak sekali" jawab lelaki itu. "Aku bukan orang gagah. engkau harus memberitahukan pada ku tentang .. Tapi.. Ketika memasuki sebuah lembah.. "Tahun harus berubah. maka aku harus membunuh mereka. yaitu Touw Lan. "Ha ha ha Ha ha ha. Namun sekarang. "ya" Lelaki itu mengangguk pasti. bahkan aku pun ingin membunuh Tiga Tetua siauw Lim Pay pula. melainkan adalah orang yang berhati kejam." "Omitohud" Kong Ti seng Ceng terbelalak kaget. "Termasuk.Lam Khie (orang Aneh Dari selatan) dan Pak Hong (si Gila Dari utara) tetap bergerak seorang diri. "Jadi. bersiap-siaplah menerima pukulanku Kalau engkau mampu bertahan sampai sepuluh jurus. "kanapa engkau ingin membunuh Tiga Tetua kami?" "Ha ha ha" Lelaki itu tertawa lagi. rimba persilatan kini jadi kacau balau.. bahkan dilanda banjir darah pula" Kong Ti seng Ceng terus melanjutkan perjalanan. touw ki dan touw Ciat berikut Kim Mo say ong-cia sun" "Omitohud" Kong Ti seng Ceng semakin terkejut. lautan kesengsaraan tiada batas. "siapa musuh-musuhmu itu?" tanya Kong Ti seng Ceng." "Omitohud" kang Ti seng Ceng tersenyum. mendadak terdengar suara tawa yang sangat memekakkan telinga membuat tersentak kang Ti Seng Ceng. engkaukah pembunuh misterius itu?" "Betul" Lelaki itu mengangguk"Aku yang akan membunuh para Hweeshio siauw Lim Pay tingkatan Goan. orang gagah?" Lelaki itu tertawa." Tak lama muncullah seorang lelaki berusia sekitar tiga puluh lima tahun berwajah tampan dan gagah"Selamat bertemu Kong Ti seng Ceng." "Omitohud" ucap Kong Ti Seng Ceng." "Engkau ingin bunuh aku?" tanya Kong Ti seng ceng dengan kaning berkerut. kalau aku mampu bertahan sampai sepuluh jurus. Berdasarkan suara tawanya yang sangat dahsyat dapat diketahui betapa tingginya Lweakang pemilik suara itu. terimalah hormatku" "Omitohud" sahut Kong Ti seng Ceng sambil menatapnya tajam. aku akan melepaskan engkau kembali ke siauw Lim sie. "kanapa engkau membunuh mereka?" "Ha ha ha" Lelaki itu tertawa gelak"Tentunya aku punya dendam dengan siauw Lim Pay. cepatlah engkau bertobat" "Aku akan bertobat setelah membunuh musuh-musuhku" sahut lelaki itu sambil tersenyum. "Omitohud Bolehkah aku tahu siapa engkau dan kanapa engkau mandandam pada siauw Lim Pay?" "Padri tua Engkau tidak perlu tahu.. "Omitohud" ucap Kong Ti seng Ceng dalam hati. "Sungguh di luar dugaan. "Baiklah.

"Ha ha ha" Lelaki itu terus tertawa. jurus pertama sepasang telapak tangan lelaki itu berkelebat-kelebat mengerah pada kong Ti seng Ceng. Ini adalah ilmu pukulan andalan siauw Lim Pay.Ternyata ketika ke dua pukulan itu beradu. sedangkan lelaki itu cuma terdorong dua langkah." "Ha ha ha" Lelaki itu tertawa terbahak-bahak. Tapi padri tua itu tidak berkelit. Kemudian terduduk bersila.. Dapat dibayangkan." Lelaki itu mengangguk. "Ini adalah jurus ke delapan" Kong Ti seng Ceng menangkis dengan salah satu jurus ilmucukulan Kim Kong Hok Mo Ciang." "Baik. Kong Ti seng ceng merasa ada tenaga yang amat dahsyat menghantam dadanya. Pantas para muridku tak sanggup melawanmu. sebab .Yang mengejutkan adalah lengan jubah Kong Ti seng Ceng. Terdengar suara seperti ledakan menggelegar keras.dirimu. jurus yang paling ampuhGlaar. aku tidak perlu menyerang lagi. sedangkan lelaki itu menggunakan cing Hwee Cieng yang bersifat lemas dan mengandung api. suara benturan seketika terdengar dari beradunya ke dua pukulan itu.. "Kong Ti seng Ceng" seru lelaki itu sambil menyerang. hangus terbakar. ternyata ia melihat sepasang telapak tangan lelaki itu mengeluarkan cehaya agak kehijau-hijauan. Karena itu. Kong Ti seng Ceng terus menangkis. kong Ti seng Ceng dan lelaki ilu sama-sama terdorong beberapa langkah"He he he kong Ti seng Ceng. "Omitohud" ucap Kong Tiseng ceng kemudian. kemudian menyarang lagi.. Kong Ti seng Ceng kembali terdorong ke belakang. ilmu pukulanmu hebat juga" kong Ti seng Ceng diam saja. pada jurus ke tujuh kelihatannya padri tua itu mulai tak sanggup menerima pukulan yang dilancarkan lawannya. Kong Ti seng Ceng terlontar deras lima enam langkah.. Kong Ti seng ceng cepat mengibaskan lengan jubahnya untuk menangkis. bahkan hampir sepuluh langkah. betapa hebatnya ilmu pukulan tersebut. "Ilmu pukulan ceng Hwee Ciang sungguh dahsyat dan hebat. kang Ti seng Ceng juga mulai mengerahkan Iweakangnya. "Coba sambut seranganku lagi" Ketika lelaki itu kembali menyerang." seru lelaki itu sambil menyerang. sebab ilmu pukulan itu adalah ilmu pukulan keras. sehingga membuat dadanya jadi panas seperti terbakar. sang padri tua pun segera menghimpun Kim kang sin kang (Tenaga sakti Arhat) untuk melindungi diri "kong Ti seng Ceng. Blaar. Namun mandadak padri tua itu tersentak. sementara lawannya hanya terhuyung-huyung ke belakang beberapa langkahsetelah itu dia pun tertawa terbahak-bahak "kang Tiseng Ceng. malah menangkis dengan Kim kang Hok Mo cieng (Ilmu pukulan Arhat Penakluk iblis). lalu menarik nafas dalamdalam sekaligus mengerahkan Lweakangnya.Wajahnya tampak pucat pias.

sesaat kemudian muncul seseorang setengah tua yang tidak lain song wan Kiauw yang sedang mencari Thio Bu Ki." ujar Kong Ti seng Ceng dengan wajah murung. "Pembunuh itu memberitahukan padaku.. "uaaakh " Mendadak kang Ti seng Ceng muntah darah segar." "oh?" song wan Kiauw terbelalak.. Tak seberapa lama kemudian. "Omitohud Ini merupakan bencana bagi siauw Lim Pay." "siapa yang melukai seng Ceng?" "Aaah-" kang Ti seng Ceng memperlihatkan dadanya. "Omitohud" Usai mengucap itu. "Namun aku sama sekali tidak tahu siapa dia dan kanapa begitu dendam pada siauw Lim Pay. sampai jumpa Ha ha ha. "Terima kasih..engkau sudah terluka dalam. seaereleh ia mandakatinya. namun pada jurus ke delapan aku sudah terluka. Betapa terkejutnya dia ketika melihat seorang Hweeshio tua terkapar di situ... mungkin dia menghendakiku menyampaikan kejadian ini pada ke tiga paman guruku.. aku pasti binasa.. kong Ti seng Ceng terkulai pingsan." "Kong Ti seng Ceng." song Wan Kiauw bertambah terkejut melihat Hwee-shio tua itu ternyata kang Ti seng Ceng dari siauw Lim Pay." "Hah?" song wan Kiauw terbelalak mandangar penuturan itu. "Hah?" Bukan main terkejutnya song Wan Kiauw. "Aku justru tidak habis pikir tentang itu. la cepatcepat menyadarkannya dengan cara menyalurkan Lweakangnya ke dalam tubuh kang Ti seng ceng. "kong Ti seng ceng. sekitar tiga puluh lima tahun. "keenapa pembunuh misterius itu tidak menyerang lagi?" "Omitohud" Kong Ti seng ceng menggelengkan kepala. agar dadanya tidak terlampau sakit. bahwa dia akan ke siauw Lim sie membunuh ke tiga paman guruku dan Cia sun. " Aku telah bertarung dengan pembunuh misterius itu.. yang terdapat bekas agak kehijau-hijauan." Lelaki itu melesat pergi. "Begitu hebat ilmu pukulan ceng Hwee Ciang itu?" "ya" Kong Ti seng Ceng mengangguk"Kalau dia menyerang lagi. darah itu agak kehijau-hijauan. "Seng Ceng tahu siapa pembunuh misterius itu?" "Dia masih muda. Namun yang sungguh mengejutkan." song wan Kiauw agak heran." Kong Ti seng Ceng mengangguk sambil menghela nafas panjang. ke tiga Tetua siauw Lim Pay?" "Betul." ." "Maksud seng Ceng." Kong Ti seng Ceng memberitahukan." "Omitohud" kong Ti seng Ceng manggut-manggut. "Omitohud" ucap kang Ti seng Ceng. "Cing Hwee Ciang. sadarlah kang Tiseng Ceng dari pingsannya dan sekaligus duduk bersila. sementara kang Ti seng ceng masih tetap duduk bersila-Ternyata padri tua itu menghimpun hawa murninya.

Song Wan Kiauw memandang punggung padri tua itu sambil menghela nafas panjang. Ketika sedang melewati jalan gunung yang agak sempit. tiada hasilnya. "Siapa Cianpwee?" "Song Tayhiap" orang tua itu menatapnya. ya kanapa song Tayhiap berada di lembah ini?" "Kebetulan lewat." "Jangan mengatakan tidak mau bertanding dengan aku. tapi.."Kong Ti seng Ceng. "Bagaimana luka di dada seng Ceng? Perlukah aku mengantar seng ceng culang ke siauw Lim sie?" "Tidak usah-" Kong Tiseng ceng tersenyum getir. namun tidak juga menemukan jejaknya. "Aku sedang mencari Bu Ki. song Wan Kiauw melesat pergi meninggalkan lembah itu. oleh karena itu. mendadak melayang turun sosok bayangan di hadapannya. Sudah sekian lama ia mencari Thio Bu Ki. tujuannya kembali ke gunung Bu Tong.. Jilid 4 Song Wan Kiauw terus melanjutkan perjalanan menuju ke gunung Bu Tong. Namun di lembah itu la bertemu Kong Ti Seng Ceng dalam. Engkau adalah murid guru besar Thio Sam Hong yang di dewa-dewakan. itu membuat diriku terjun ke dalam rimba persilatan. Apa rencanamu sekarang?" "Mau pulang ke Bu Tong san." ujar Song Wan Kiauw memberitahukan..." "Kalau begitu.. "Aku masih kuat untuk pulang ke sana oh. setelah menghela nafas panjang. Kini Song Wan Kiauw telah memasuki daerah ouw Lam. Akhirnya ia mengambil keputusan pulang ke gunung Bu Tong. "Engkau harus tahu. "sudah sepuluh tahun lebih tiada kabar beritanya. aku malah tertarik terhadap rimba persilatan. "Ha ha ha" Orang tua itu tertawa gelak. aku harus segera pulang ke Siauw Lim sie-" "selamat jalan. keadaan terluka. seng Ceng" ucap song wan Kiauw. sebab akan mempermalukan Bu Tang Pay potong orang tua itu cepat. aku ingin menjajal kepandaianmu." "oh?" song wan Kiauw tersentak"Cianpwee" . sungguh tak disangka padri itu terluka di tangan pembunuh misterius tersebut. Namun setelah usiaku berkepala tujuh. Sosok bayangan itu ternyata seorang tua berusia tujuh puluhan." "Cianpvee. kita berpisah di sini. sampaikan salamku pada gurumu Thio sam Hong" "ya" "Omitohud Baiklah." song wan Kiauw menatapnya. "Omitohud" sahut kong Ti seng Ceng lalu melangkah pergi. "Selamat bertemu Song Tayhiap" "Maaf" Song Wan Kiauw tercengang karena ia tidak kenal orang tua itu." "Thio Bu Ki?" kang Ti seng Ceng menggeleng-gelengkan kepala. aku adalah Tang Koay (Siluman DariTimur) oey su Bin. "Aku memang tidak pernah berkecimpung dalam rimba persilatan.

karena merasa malu sekali. Aku dengar Thay Kek Kun ciptaan guru besar Thio sam Hong sangat dahsyat maka aku ingin menjajalnya. Dia benar-benar tidak menyangka Tong Koay berkepandaian begitu tinggi. " Kalau aku tidak mengeluarkan ilmu simpananku. Hanya tujuh jurus sudah mengalahkannya. Kita cuma bertanding bukan saling membunuh" "Baiklah" song Wan Kiauw mengangguk"Kita bertanding dengan tangan kosong atau bersenjata?" "Ha ha ha" Tong Koay Oey Su Bin tertawa." "Cianpwee menggunakan ilmu apa?" "Itu adalah ilmu Buseng Uh In (Ilmu Tiada Suara Ada Bayangan). Pada jurus ketujuh. -ooo00000oooThio sam Hong duduk bersila di ruang meditasi." ujar Tong Koay-oey Su Bin bernada memaksa. Lama sekali dia berdiri di situ. "Engkau tidak berhasil menyelidiki jejak Bu Ki?" "ya. sampai jumpa" Tong Koay langsung melesat pergi. " Lemas tapi cukup mengandung tenaga" Tong Koay berkelit. Plaaak Punggung song Wan Kiauw kena pukul." Thio Sam Hong mulai bersuara. guru" song Wan Kiauw mengangguk- . "Bagus Bagus" puji Tong Koay-Oey su Bin. karena tidak menyangka orang tua itu berkepandaian begitu tinggi."Kita bertanding sepuluh jurus saja. Beberapa jurus kemudian. lalu cepat mengeluarkan jurusr jurus yang ampuh dari ilmu Thay Kek Kun.. Benar-benar memalukan. song wan Kiauw tampak terdesak." song Wan Kiauw mengangguk.. segera melakukan hal yang sama. tentunya aku tidak mampu mengalahkanmu. Tong Koay-oey Su Bin pun menghentikan serangan.. Tong Koay Oey Su Bin pun tak ingin kalah. sehingga dirinya terkejut bukan main. sebelum akhirnya melesat pergi menuju ke gunung Bu Tong dengan membawa rasa malu. la mengempos semangat untuk melawan. "Jangan merasa malu" ujar Tong Koay Oey Su Bin. Jadi--. "song Tayhiap. Kemudian ia pun mulai balas menyerang dengan gerakan yang amat aneh. Dia berdiri di hadapan song Wan Kiauw sambil tertawa gelak. lalu segera mengerahkan Lweekangnya. "Ha ha ha Kalau ada waktu dan kesempatan. song wan Kiauw dan saudara seperguruannya duduk di hadapan sang guru besar dengan mulut membungkam. sedangkan song wan Kiauw masih berdiri termangu-mangu. " Cukup dengan tangan kosong saja. Cianpwee" ucap song wan Kiauw sambil melesat menyerangnya dengan ilmu pukulan Thay Kek Kun. Aku mengaku kalah" ujar song Wan Kiauw dengan kepala tertunduk." "Kepandaian cianpwee tinggi sekali. "Ha ha ha ilmuku dapat mengalahkan Thay Kek Kun yang kesohor itu Ha ha ha." Tong Koay memberitahukan. sehingga membuatnya terhuyung-huyung. engkau boleh menyerang duluan" "Maaf. mendadak Tong Koay bersiul panjang sambil bergerak cepat mendadak saja muncul belasan bayangannya menyerang song wan Kiauw. aku pasti akan ke gunung Bu Tong menantang gurumu itu.

itu . "Ketika murid sampai di daerah ouw Lam." Thio sam Hong menatapnya seraya bertanya. Dia dapat mengalahkanmu pada jurus ketujuh. "Murid telah mempermalukan Bu Tong Pay. bahwa pembunuh misterius itu akan membunuh tiga Tetua siauw Lim Pay dan Kim Mo say ong-cia sun" lanjut song Wan Kiauw memberitahukan." "Heran?" Thio sam Hong menggeleng-gelengkan kepala. begitu pula saudara seperguruan song Wan Kiauw.Thio sam Hong menghela nafas panjang. kemudian bergumam. "Katanya pembunuh misterius itu masih muda." ujar song wan Kiauw. "Sungguh tak masuk akal. "Engkau sudah tua." gumamnya dengan kening berkerut."Bu Ki. lalu manggut-manggut sambil berkata. kelihatannya ia ingin menyampaikan sesuatu. "Kong Ti seng Ceng juga memberitahukan. "Sebetulnya siapa dia?" "guru. "Katakanlah" "Aku bertemu Kong Ti seng Ceng. bukan anak kecil lagi... "Kalau begitu. "Murid telah mempermalukan Bu Tong Pay. lalu menceritakan tentang kejadian itu. berusia sekitar tiga puluh lima tahun.. Kenapa masih berkata begitu?" "guru. "Kong Tiseng Ceng yang memberitahukan." Mendadak song wan Kiauw menundukkan kepala. kepandaian Tong Koay memang hebat sekali.oey su Bin. mendadak muncul seorang tua.. Thio Sam Hong mendengar dengan mata terbelalak." song wan Kiauw menghela nafas panjang. murid memang telah mempermalukan Bu Tong Pay. karena terkena pukulan cing Hwee Ciang" ujar song wan Kiauw. namun sulit dikeluarkannya "Engkau ingin menyampaikan sesuatu?" Thio sam Hong menatapnya. Thio sam Hong menggeleng-gelengkan kepala. "Pembunuh misterius itu punya dendam kesumat apa dengan pihak siauw Lim Pay dan cia sun?" "Kong Ti seng Ceng pun tidak mengetahuinya. "Pembunuh misterius itu dapat mengalahkan Kong Ti seng Ceng hanya dalam sepuluh jurus?" tanya Thio sam Hong kurang percaya. Ternyata Tong Koay. Bahkan paderi tua itu tampak terluka berat di dadanya. "Dia menantangmu bertanding?" "Ya" song Wan Kiauw mengangguk dan menceritakan tentang pertandingan itu.. sebetulnya engkau berada di mana?" "guru -" song Wan Kiauw memandang Thio sam Hong. "Apa?" sentak Thio sam Hong terkejut bukan main." Thio sam Hong tersenyum." ujar song wan Kiauw. harap guru menghukumku" "Wan Kiauw" Thio sam Hong tersenyum. "Apa?" Thio sam Hong tersentak"Engkau bertemu Kong Ti seng Ceng?" "ya" song Wan Kiauw mengangguk. "Jelaskanlah" Thio sam Hong tetap tersenyum.

" song wan Kiauw merasa heran. "Karena guru akan menghadapi seorang tokoh yang berkepandaian tinggi. "Dia memberitahukanmu alasannya membunuh para murid kita?" "Tidak-" Kong Ti seng Ceng menggelengkan kepala." ujar Kong Ti seng Ceng.. Guru" sahut para murid itu serentak. apabila sempat akan kemari bertanding dengan guru. "sebab kami bertanding sepuluh jurus dan pada jurus ke delapan. aku terkena pukulannya." Kong Ti seng ceng memberitahukan.. sebab sepasang tangannya memancarkan cahaya kehijau-hijauan." . Kong Ti seng Ceng pun sudah tiba di siauw Lim sie." Thio sam Hong tertawa gembira. terutama ilmu pukulan cing Hwee ciangnya. Ketika siuman aku melihat song Wan Kiauw duduk di sisiku. "Kenapa guru begitu gembira?" "Tentu" Thio sam Hong tertawa lagi. "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio. bagus Ha ha ha." Kong Tiseng Ceng menghela nafas panjang. " orang itu pun ingin membunuh paman-paman guru kita dan cia sun. Mulai sekarang. lalu duduk menghadap. kau tak perlu merasa malu-" "Dia juga bilang." "oh?" Kong Bun Hong Tio tercengang." "Omitohud" Kong Bun Hong Tio menggeleng-gelengkan kepala.pertanda kepandaiannya telah mencapai tingkat kesempurnaan. Kelihatan-nya sudah mencapai tingkat kesempurnaan. itu sungguh menggembirakan." "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio"Syukurlah engkau terhindar dari kematian" "Suheng..Paderi tua itu langsung menemui Kong Bun Hong Tio. " Aku sudah bertemu pembunuh misterius itu." ujar song wan Kiauw memberitahukan. Dia masih muda berusia sekitar tiga puluh lima tahun." "Terima kasih.. guru akan menyambutnya dengan baik. "Dada-ku terkena pukulan cing Hwee Ciang. " Aku pingsan. "Bagaimana sutee? Engkau berhasil menyelidiki pembunuh misterius itu?" "suheng." "Coba kulihat lukamu itu" Kong Bun Hong Tio tampak cemas sekali. "song Tayhiap yang menyadarkanku dengan Lweekangnya.. "Bagus.." "Omitohud" Kong Bun Hong Tio terkejut bukan main. Ha ha ha.. mungkin aku sudah mati di lembah itu. "Kalau dia kemari. kalian semua harus memperdalam ilmu silat masingmasing. kenapa dia memusuhi kita?" "Suheng" Kong Ti seng Ceng memberitahukan. Kong Ti seng Ceng memperlihatkan luka di dadanya yang masih kelihatan kehijau-hijauan.. "sebetulnya siapa orang itu. sementara itu. oleh karena itu. kepandaian orang itu sungguh tinggi sekali. guru akan memberi petunjuk pada kalian memecahkan ilmu Bu Seng uh In (Ilmu Tiada Suara Ada Bayangan) itu. "Engkau terluka parah?" "Untung aku mengerahkan Kim Kong sin Kang guna melindungi diri Kalau tidak.

"Jangan" Kong Bun Hong Tio menggelengkan kepala. " Kakak tampan" Tan Giok Cu mendekatinya sambil tersenyum-senyum. "Kita akan menghadapinya.Kong Bun Hong Tio mengerutkan kening. "Kok duduk melamun di situ. Pagi ini. Dia cukup tanggap melihat keadaan kawan barunya yang baik budi itu"sudah empat tahun aku tinggal di sini. Tentu saja semakin meningkat Iwee-kang gadis cilik itu. aku." "Ya. sedangkan Tan Giok Cu berumur sepuluh tahun. "Kenapa?" Tan Giok Cu duduk di sisinya." "Tapi kenapa orang itu begitu dendam pada kita?" "Omitohud" Kong Bun Hong Tio mengerutkan kening seraya berkata." Thio Han Liong tidak melanjutkan. Thio Han Liong duduk termenung di bawah pohon di pekarangan. Dalam setahun ini Tan Giok Cu terus berlatih Thay Kek Kun dan beberapa jurus ilmu pedang yang diajarkan Thio Han Liong. tidak mungkin punya musuh di luar. " Rupanya Tan Giok Cu memang anak yang cerdas. Thio Han Liong tetap memanggil Tan Giok Cu "Adik Manis" gadis kecil itu pun tetap memanggilnya " Kakak Tampan". orang itu memang agak mirip seng Kun. Kelihatannya ia sedang memikirkan sesuatu." Thio Han Liong menundukkan kepala. "Hun Goan Pek Lek Chiu-seng Kun mati di tangan cia sun.sedangkan urusan cia sun sudah beres belasan tahun lalu. itu sungguh merupakan bencana bagi kitaOmitohud" "Suheng. "Beritahukaniah padaku agar aku bisa bantu memikul beban pikiranmu. ada apa?" "Adik manis." "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio"Kalau benar. aku pikir kini.. Bertambah satu tahun Thio Han Liong bekerja di rumah Tan Ek seng. mulai sekarang kita harus berlatih memperdalam kepandaian kita. sedangkan Thio Han Liong sendiri tak pernah berhenti melatih.. Hubungan ke dua anak kecil berlainan jenis itu bertambah akrab. . oleh karena itu. "sudah sekian lama ke tiga paman guru kita mengasingkan diri di dalam gua di belakang kuil bersama Cia sun jadi rasanya tidak mungkin punya musuh di luar. seperti bimbang untuk mengatakannya. "Omitohud"jawab Kong Bun Hong Tio. Tan Ek seng dan Lim soat Hong pun tidak pernah bertanya tentang itu padanya. selama setahun ini Thio Han Liong sama sekali tidak pernah menceritakan tentang identitas dirinya. kita semua menyaksikan itu Mungkinkah orang itu punya hubungan dengan seng Kun?" "Seng Kun?" Kong Ti seng ceng tersentak"orang itu. jangan jangan dia anak dari seng Kun. "Tidak baik kita mengganggu ke tiga paman guru. perlukah kita melapor pada ke tiga paman guru kita?" tanya Kong Ti seng Ceng." "Bagaimana kalau orang itu kemari?" tanya Kong Ti seng Ceng bernada cemas. suheng" Kong Ti seng Ceng menganggukBab 8 Pek Ho Bu Koan (Perguruan Bangau Pulih) sang waktu berlalu dengan cepat sekali..Tak terasa kini Thio Han Liong sudah berumur sebelas tahun.

" Tan Giok Cu mulai menangis terisakisak"Jangan tinggalkan aku" "Jangan menangis. kenapa engkau ingin meninggalkan Giok Cu?" "Paman. sungguh. sebab seharusnya diucapkan gadis dewasa. "Aku. "Engkau masih kecil.. sebab. ini penting sekali. kemudian Tan Ek seng bertanya pada Thio Han Liong.. "Dia dia ingin meninggalkan Giok Cu-" Gadis kecil itu memberitahukan sambil terisak-isak"Giok Cu jadi sedih sekali-" "Eh?" Lim soat Hong dan suaminya saling memandang." " Kakak tampan.. "Engkau mau ke mana?" tanya Tan Ek seng." Thio Han Liong terus menghiburnya. muncullah Tan Ek seng dan Lim soat Hong." Tan Giok Cu menatapnya dengan wajah murung..... aku memang harus pergi ke gunung Bu Tong.." "Adik manis.. Ketika melihat gadis kecil itu menangis begitu sedih. boleh dikatakan tidak kecil lagi" "Mau apa engkau ke gunung Bu Tong itu?" tanya Tan Giok Cu tiba-tiba." sahut Tan Giok Cu. "Thio Liong." sahut Thio Han Liong. Di saat bersamaan." "Kakak tampan jahat. sudah waktunya aku pergi. sudah empat tahun aku tinggal di sini. kita akan berjumpa lagi kelak" ujar Thio Han Liong." Tan Ek seng menggeleng-gelengkan kepala. "Ke." "Paman" ujar Thio Han Liong. "Nak" Lim soat Hong membelainya.. "Maka aku harus ke sana. engkau ingin meninggalkan aku-" Mata gadis kecil itu mulai basah"Kakak tampan." jawab Thio Han Liong sungguhsungguh." Tan Giok Cu terus menangis dengan air mata berderai-derai.. aku harus menemui beberapa orang di sana. "Kenapa dia?" tanya Lim soat Hong lembut.. Adik manis" "Kakak tampan. " Kini usiaku sudah sebelas tahun." "Mau berpamit kan? Karena engkau sudah tidak betah tinggal di sini." Kakak tampan. Kini." Thio Han Liong tersenyum. aku bukan tega. "Aku tidak bisa tinggal terus di sini.." "Adik manis.. gunung Bu Tong" jawab Thio Han Liong...... heran... "Engkau begitu tega meninggalkan aku?" Ucapan itu membuat Tan Ek Seng dan isterinya terperangah." Thio Han Liong . mereka berdua terheran-heran... "Thio Liong. "Adik manis.... "Kenapa engkau menangis?" "Kakak tampan jahat Kakak tampan jahat." Air mata Tan Giok Cu mulai berderai lagi. "Aku tahu engkau mau bilang apa. "TUh Kakak tampan ingin meninggalkan Giok Cu kan?" gadis kecil itu menangis lagi. "Adik manis. aku pasti kembali.. Tidak baik melakukan perjalanan begitu jauh. "Aku aku harus berangkat ke gunung Bu Tong.

"Baiklah. "Adik manis" Thio Han Liong memegang tangannya seraya berkata seakan berjanji." Thio Han Liong memandangnya." "Terima kasih.. "Kapan engkau akan berangkat ke gunung Bu Tong?" Tibatiba Lim soat Hong bertanya." "Kakak tampan. "Kita tidak akan berpisah lagi selama-lamanya. hati Thio Han Liong merasa tidak tega." "Adik manis. besok saja berangkat. kemudian ...Begitu. engkau tidak akan suka gadis lain lagi. Kakak tampan" Terdengar langkah Tan Ek Seng dan isterinya ke kamar Thio Han Liong. tak disangka kita akan berpisah." jawab Thio Han Liong sepertinya sudah mengambil keputusan. namun mereka berdua bergembira dalam hati." Tan Giok Cu menatapnya dengan penuh harap.. maka ia manggut. aku." Malam harinya.. aku tidak akan suka gadis lain lagi." tambah gadis itu. kan?" gadis itu tertunduk malu. "Kakak tampan. aku bagaimana?" Tan Giok Cu mulai menangis. "Berpisah sedih berkumpul gembira. "Apakah aku tidak boleh suka gadis lain?" "Kalau engkau suka gadis lain. karena justru inilah kasih sayang mereka yang polos. sebab aku pasti kemari berkumpul denganmu lagi.coba menjelaskan kepada Tan Giok Cu. Thio Han Liong tersenyum. Mereka berdua tersenyum-senyum.. "Kakak tampan." "Adik manis." "Dan.Tapi. "Jangan khawatir. gadis kecil itu terus memandangnya. tetap tak rela kalau Thio Han Liong pergi. "Kakak tampan. sikap mereka yang bagaikan sepasang kekasih membuat Tan Ek seng dan isterinya terheran.. "Sekarang. "Engkau mau bilang apa?" "Engkau.." Tan Giok Cu langsung menangis lagi. aku pasti ke mari menengokmu. saat itu wajahnya memerah." Thio Han Liong tersenyum..manggut.." jawab Thio Han Liong cepat "Aku memang suka padamu.sambil menatapnya dengan air mata bercucuran.. bagaimana engkau." jawab Thio Han Liong sambil memegang tangannya. Thio Han Liong sudah mulai berkemas ditemani Tan Giok Cu." "ya. "Kok begitu cepat?" Tertegun Lim soat Hong. " Kalau urusanku disana sudah beres. Ketika melihat tatapan itu. "Kapan engkau kembali?" tanya Tan Giok Cu. kan?" "Ng" Thio Han Liong menganggukTan tiiok Cu mendadak bertanya dengan suara rendah"Engkau suka aku?" "Tentu. "Jangan begitu cepat pergi Besok saja. suka padaku?" "Hm makanya aku tak rela berpisah dengan dirimu-" ujar Tan Giok Cu sambil menatapnya. "Perpisahan kita cuma sementara." ujar Tan Giok Cu terisak-isak sedih.

tapi. maka.... Hari ini ia tiba di sebuah kota kecil. apakah dia akan ingkar janji?" "Tentu tidak-" Lim soat Hong membelainya lagi. tidak usah memberitahukan pada kami. akan kutendang kau" Di saat itulah seorang lelaki berusia lima puluhan menuju ke rumah makan itu... "Terimalah saja. sebab aku punya kesulitan. sebab kau akan membutuhkannya dalam perjalanan" "Terima kasih" ucap Thio Han Liong sambil menerima bungkusan kecil itu. "Paman dan Bibi sangat baik padaku. "Baik" Lim soat Hong manggut-manggut. la memandang pelayan rumah makan dan Thio Han Liong.. Tapi." Lim soat Hong membelainya." ujar Thio Han Liong berjanji. "jangan berdiri di situ." "Ibu. dia. Karena itu.. gadis kecil itu memeluk erat ibunya sambil menangis. "Ibu. "Kalau tidak. "Anak kecil." Lim soat Hong tersenyum.. "Kelak aku pasti memberitahukan. bolehkah engkau memberitahukan mengenai siapa dirimu?" "Bibi.. berangkatlah Thio Han Liong ke gunung Bu Tong." Lim soat Hong menatapnya lembut seraya berkata..Tan Ek seng menyerahkan sebuah bungkusan kecil kepada Thio Han Liong." ujar Lim soat Hong.. lalu dimasukkan kebuntalan pakaiannya." lelaki itu sambil tersenyum. "Hei" bentak salah seorang pelayan." "Kalau engkau punya kesulitan.." ujarnya pelan. setelah Thio Han Liong lenyap dari pandangannya. dia akan kembali?" "Dia pasti kembali. Karena lapar ia terus berdiri di depan sebuah rumah makan.. cepat pergi" "Paman. "Thio Liong. Kakak tampan pergi. "Terimalah" desak Tan Ek seng. sebelum tiba di gunung Bu Tong. uang tersebut telah habis semua. kok begitu banyak?" Thio Han Liong tampak ragu menerimanya.selama dalam perjalanan ia sering menolong orang miskin dengan uang pemberian Tan Ek seng. ." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala.. "Aku tidak bisa memberitahukan. "Ayoh.. cepat pergi" Pelayan itu mengusirnya. "Bungkusan ini berisi uang perak untuk bekalmu dalam perjalanan menuju ke gunung Bu Tong" "Terima kasih. "Maka engkau harus sabar menunggunya" "ya. Bukankah dia sudah berjanji padamu?" "ya. Paman.. "Besok pagi engkau akan berangkat.. Ibu" Tan Giok Cu mengangguk. Thio Han Liong memang baik hati. Keesokan harinya. Tan Giok Cu mengantar kepergiannya dengan linangan air mata." "Thio Liong nama aslimu?" tanya Tan Ek Seng mendadak"sebetulnya aku bernama Thio Han Liong" Anak kecil itu berterus terang dan melanjutkan... "Thio Liong. seharusnya aku memberitahukan mengenai identitas diriku. tapi. "Dia pasti datang lagi kelaki engkau tidak boleh menangis. aku lapar. aku.

.. " Engkau tidak punya uang?" "Sebetulnya aku punya uang. aku lapar sekali. kelihatannya ia tidak senang akan sikap pelayan rumah makan. "Buat apa aku bohong?" "Dasar.. dari mana kau memperoleh uang dan ." Thio Han Liong terpaksa berdusta demi merahasiakan identitas dirinya." jawab Thio Han Liong jujur. "Tidak baik berbohong." "siapa ayahmu?" "Ayahku bernama Thio Ah Ki. tapi dalam perjalanan telah kuberikan pada orang miskin." "Tadi engkau bilang punya uang dan pakaian. Ditatap tajam begitu.. lelaki itu memesan beberapa macam hidangan dan minuman." "Paman. Paman" ucap Thio Han Liong." ujar Thio Han Liong. aku tidak bohong" "Tidak bohong?" Lelaki itu menatapnya dalam-dalam. "sudah dua hari aku tidak makan. "Guru silat Lie.. "Ha ha" Pelayan rumah makan tertawa.." jawab Thio Han Liong memberitahukan." ujar lelaki itu sungguh-sungguh." Tercengang pelayan rumah makan begitu mengetahui orang itu. ciutlah nyali pelayan rumah makan itu.. "Mari kita masuk" "ya. mari ke dalam. aku berkata sesungguhnya. Paman" "Anak kecil." "Diam" bentak lelaki itu. "Engkau merantau?" "ya.. "Bagaimana mungkin engkau kuat tidak makan dua hari?" "Aku mengisi perut dengan buah-buahan di hutan" ujar Thio Han Liong. kemudian berkata lembut pada Thio Han Liong. " Apa tidak boleh aku mengajak anak kecil ini makan bersama?" Lelaki itu menatap tajam pelayan rumah makan. " Kalau begitu." "Aku tidak bohong. bahkan pakaianku pun telah kuberikan pada anak-anak seusiaku.. betulkah itu?" "Betul. "Namamu?" "Thio Liong. Lelaki itu menatapnya seraya bertanya. "Anak kecil. tapi telah diberikan pada orang miskin. makan bersamaku" "Terima kasih. lalu memandang Thio Han Liong. "Kecil-kecil sudah pandai berbohong Dasar. engkau mau jadi apa kelak? kini engkau masih kecil sudah bohong." "omong kosong" bentak pelayan rumah makan."Kenapa engkau berdiri di sini?" "Paman. setelah duduk." "Engkau dari mana?" "Aku dari sebuah pulau. Paman" Thio Han Liong mengikuti lelaki itu ke dalam rumah makan. maka buru-buru mempersilakan mereka masuk"Silakan masuk silakan masuk -" "Anak kecil-" Lelaki itu tersenyum.

Paman" Thio Han Liong mengangguk." "Kenapa?" "sebab aku harus ke gunung Bu Tong. karena ingin cari uang untuk melanjutkan perjalanannya menuju ke gunung Bu Tong. aku merantau . lalu memperkenalkan diri"Namaku Lie Ceng Peng guru silat di kota Keng tu ini. bagaimana engkau bekerja di rumahku?" Thio Han Liong tampak ragu. kakak-" jawab Thio Han Liong." Thio Han Liong memberitahukan. aku akan mengajar engkau ilmu silat-" "Baiklah. Gadis itu berusia dua puluhan dan berparas cukup cantik. "Kasihan" Thio Han Liong diam saja. "Ternyata engkau ingin jadi murid Bu Tong Pay. "Masih kecil kok sudah mau kerja?" Lie Goat Hiang menggeleng-gelengkan kepala"Di mana kedua orang-tuamu?" "Ke dua orangtuaku tinggal dipulau. juga harus membersihkan rumah-" "ya.pakaian itu?" " Empat tahun aku bekerja di rumah Paman Tan di desa Hok An." "Kecil-kecil sudah merantau. Tampak puluhan anak tanggung sedang mengangkat besi dan lain sebagainya.Kalau engkau bekerja di rumahku. "Nama Paman Tan itu?" "Tan Ek seng kepaia desa Hok An. la adalah putri Lie Ceng Peng."Anak kecil" Lelaki itu tersenyum"Dari sini ke gunung Bu Tong masih jauh sekali.- . sungguh luas halamannya. Paman" ucap Thio Han Liong." Lie Ceng Peng memberitahukan sambil melangkah ke dalam halaman. "Adik Liong. Lie Ceng Peng memandangnya seraya berkata. "Mulai besok tugasmu menyapu halaman ini. Di atas pintu rumah yang besar itu bergantung sebuah papan bertulisan: Pek Ho Bu Koan (Perguruan Bangau Putih). ya kan?" Thio Han Liong mengangguk.Terima kasih. Lie Ceng Peng mengajak Thio Han Liong ke rumahnya. seusai makan. Paman Tan memberikan aku uang perak dan pakaian. Dia menerima tawaran kerja Lie Ceng Peng. "Inilah rumahku. "Ayah " Gadis itu tertegun ketika melihat Thio Han Liong. "Mau apa engkau ke gunung Bu Tong?" "Mau menemui beberapa orang di sana. "Hiangjie (Anak Hiang)" Lie Ceng Peng tersenyum-senyum. berapa usiamu sekarang?" "Sebelas tahun." Lelaki itu manggut-manggut. dia akan bekerja di sini. "siapa anak kecil itu?" "Namanya Thio Liong. tapi aku terpaksa meninggalkan rumahnya. Paman Tan itu sangat sayang padaku. Thio Han Liong mengikutinya dari belakang. Lelaki itu tersenyum." "oh?" Lie Goat Hiang memandang Thio Han Liong." "Apa?" Lelaki itu tercengang. Waktu itu aku berhenti kerja. "Ayah" seorang gadis berlari-lari menghampiri Lie Ceng Peng. bernama Lie Goat Hiang." Lie Goat Hiang menggelenggelengkan kepala lagi.

" "ya" Thio Han Liong mengangguk. Pagi-pagi ia sudah membersihkan rumah dan . ternyata mereka berdua adalah saudara seperguruan.la masih ingat akan kematian ciu CiJiak. lalu melangkah ke dalam seraya berkata dan tersenyum"Engkau boleh beristirahat dulu. Thio Han Liong duduk termenung di pinggir tempat tidur. "Adik Liong. ternyata ia mulai rindu kepada orangtuanya. sesungguhnya ia ingin sekali pulang ke pulau Hong Hoang to. "oooh" siang Thiam Chun manggut-manggut." ujar Lie goat Hiang sambil menunjuk sebuah kamar." Lie Goat Hiang meninggalkan kamar itu. "Baiklah. kok sudah merantau?" Thio Han Liong menundukkan kepala." Lie Cong Peng memberitahukan. mungkin engkau sudah lapar-" -ooo00000oooThio Han Liong bekerja di rumah Lie Ceng Peng dengan rajin sekali. Dia pula yang mewakili suhengnya mengajar ilmu silat pada anak-anak tanggung itu. " Antar dia kc kamar" "ya. aku mau pergi menemui ayahku. dia bekerja di sini. Tujuannya ke gunung Bu Tong. engkau boleh beristirahat sekarang. "Kenapa engkau melamun?" "Tidak. dia tidak tahu harus menjawab apa. "Hiangji" ujar Lie Cong Peng.Lie Goat Hiang membuka pintu kamar itu." Thio Han Liong sebera bangkit berdiri. Lagipula ia tidak punya uang." "Engkau masih kecil. "sutee." "ya. namun ia tidak tahu harus ke mana menyewa kapal. "itu adalah kamarmu. kemudian berkata pada Thio Han Liong. Thio Han Liong semakin merasa rindu kepada orangtuanya. tidak lain ingin minta tolong pada orang disana mengantarnya pulang ke pulau Hong Hoang to.saat itu muncul seorang lelaki berusia empat puluhan menghampiri mereka sambil tersenyum-senyum." sahut Lie Ceng Peng sambil tersenyum. "Mari. ia berdiri di depan kamar itu sambil memandang Thio Han Liong. Ayah" Lie Goat Hiang mengajak Thio Han Liong ke dalam rumah"Akan kutunjukkan kamarmu-" "Terima kasih. Paman" Thio Han Liong mengangguk. "Engkau bekerja di sini harus rajin. anak kecil ini bernama Thio Liong. "Thio Han Liong" suara Lie Ceng Peng. "suheng" Lelaki itu memberi hormat pada Lie Cong Peng. juga ingat ke dua orangtuanya terbakar oleh Liak Hwee Tan. "Bagaimana sekarang aku mulai membersihkan rumah?" "Besok saja. Kakak-" sahut Thio Han Liong mengikutinya ke dalam rumah. Kakak. cukup tampan lelaki itu. kita makan sekarang. &ntah bagaimana keadaan ke dua orang tuanya sekarang. tidak boleh malas" "ya. Lelaki itu bernama siang Thiam Chun adik seperguruan Lie Cong Peng.

Paman. Thio Han Liong menunjuk siang Thiam Chun. " cepat kipasi aku" "Ya. "Dia harus berlatih melemaskan tangannya. "Adik Liong Kenapa engkau mengipasi Paman siang?" tanyanya. "ya. ia berlarilari ke dalam. "Dia yang suruh aku memanggilnya Tuan Besar" "Gila" Lie Goat Hiang menggeleng-gelengkan kepala. siang Thiam Chun tersenyum-senyum. tidak tahu kemunculan Lie Goat Hiang. bahkan sering memperbudak dirinya. keningnya langsung berkerut. lalu menghirupnya. "Thio Liong" panggil siang Thiam Chun yang duduk di halaman sambil menggoyang-goyangkan kakinya." "sekarang cepat ambilkan aku teh hangat" "ya. Lie Cong Peng dan Lie Goat Hiang sangat menyayanginya. "Goblok engkau" bentak siang Thiam Chun. "Tidak apa-apa bukan?" "Hm" dengus Lie Goat Hiang. Tuan Besar-" "Ngmm" siang Thiam Chun manggut-manggut sambil menerima minuman itu. maka aku suruh dia mengipasi diriku. Tuan Besar" Thio Han Liong langsung mengipasinya. Tuan Besar" Thlo Han Liong mengangguk. diberikan pada siang Thiam Chun. engkau tidak usah panggil dia tuan muda maupun mengipasinya . " Ambil kipas itu" Thio Han Liong segera mengambil kipas di atas meja. "ya. kemudian kembali ke tempat itu lagi. "Paman siang. Namun. bahkan tampak seperti menggoda. kemudian berkata pada Thio Han Liong. harus panggil aku tuan besar" ujar siang Thiam Chun.menyapu halaman tempat latihan para murid Lie Cong Peng. "Tuan Besar? siapa Tuan Besar itu?" tanya Lie Goat Hiang heran. Tuan Besar" Thio Han Liong seoera berlari ke dalam rumah. Karena itu. kenapa dia harus memanggilmu Tuan Besar?" "Goat Hiang" siang Thiam Chun tersenyum dibuat-buat. Dengan tergagap siang Thiam Chun menjawab. Ketika melihat Thio Han Liong mengipasi siang Thiam Chun. siang Thiam Chun adik seperguruan Lie Cong Peng malah memandang rendah. "Engkau tidak boleh panggil aku paman. "Thio Liong" siang Thiam Chun menatapnya. Tuan Besar. " "Tuan Besar yang suruh-" sahut Thio Han Liong. "Adik kecil.setelah itu diserahkannya lagi cangkir itu pada Thio Han Liong. begitu pula sore hari." sahut Thio Han Liong dan segera menghampirinya." "Yang kutanyakan kenapa engkau suruh dia panggil Tuan Besar padamu?Jawablah" desak Lie Goat Hiang. "Mau tambah lagi tehnya?" tanya Thio Han Liong sambil menerima cangkir kosong itu. "Iya. "Tidak usah.Tak lama ia sudah kembali ke situ dengan membawa secangkir teh hangat"Nih.Cepat taruh kc dalam dan engkau harus cepat ke mari lagi" sahut siang Thiam Chun.

lebih baik engkau ke dalam saja. Namun saat itulah muncul Lie Cong Peng.Namun dia berpapasan dengan Lie Goat Hiang di depan pintu. "Engkau berani mengadu pada goat Hiang. "Mau ke kamar. Paman" "Thio Liong. "Jangan takut" ujar Lie goat Hiang. engkau mau ke mana?" tanya gadis itu heran. "Kenapa engkau meringis?" "Aku aku sakit perut. "oh? Kalau begitu.. bahkan juga berpesan dengan suara rendah"Kalau berani mengadu. aduuuh" jerit Thio Han Liong. "Sekarang sudah tidak sakit lagi.. "Adik kecil. "Aduuuh" jerit anak kecil itu kesakitan. cepatlah engkau pergi makan obat sakit perut" ujar Lie Ceng Peng. "Apakah aku harus mengambil teh hangat lagi?" "sini" siang Thiam Chun menatapnya bengis." Thio Han Liong tampak takut-takut sambil melirik siang Thiam Chun." jawabnya kemudian. sehingga membuatnya nyaris melawan.. aku harus beritahukanpada ayah-" "Jangan" Thio Han Liong mencegahnya- . "Kenapa telingamu sakit?" Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. beritahukan padaku" "ya. ia masih merasa telinganya sakit sekali"Eh?" Lie Ceng Peng menatapnya heran. "Adik kecil . Kakak" sahut Thio Han Liong sambil terus berjalan ke kamarnya. "Thio Liong" bentak siang Thiam Chun mendadak"ya" sahut Thio Han Liong cepat. Kakak" Thio Han Liong mengangguk. "Kenapa wajahmu meringis?" "Telingaku masih sakit.." Thio Han Liong segera masuk rumah.. namun tahu kalau tatapan itu mengandung niat tidak baik. "Kalau Paman Siang berani macam-macam.. Thio Han Liong segera mendekatinya." Lie Goat Hiang mengikutinya dari belakang. sekarang akan kujewer telinga mu sampai putus" "Aku tidak mengadu. akan kubunuh engkau" Thio Han Liong mengangguk dengan wajah meringis-ringis. namun anak kecil itu masih dapat bersabar tidak mengeluarkan kepandaiannya. Paman siang. "Mungkin engkau masuk angin. Lie Goat Hiang mendekatinya seraya bertanya. semua itu tidak terlepas dari mata Thio Han Liong. siang Thiam Chun memandang punggung gadis itu dengan aneh sekali. tapi Kakak Hiang bertanya padaku. siang Thiam Chun menjulurkan tangannya menjewer telinga Thio Han Liong."Tapi-. "Dijewer oleh Paman siang. walau ia masih kecil." "Ya." Thio Han Liong menarik nafas dalam-dalam. "Dia memang keterlaluan." ujar siang Thiam Chun dengan lembut sekali." jawab Thio Han Liong sambil duduk di pinggir tempat tidur. siang Thiam Chun cepat-cepat menurunkan tangannya.Lie Goat Hiang melangkah pergi.

dia pasti bertambah dendam padaku-" Mendadak Lie Goat Hiang menghela nafas panjang."Kalau Kakak mengadu pada Paman. tidak leluasa kita bicara di sini." "Maaf." lanjut siang Thiam Chun. "Aku tidak sangka. "Ada apa sih? Kenapa Kakak Hiang menghela nafas panjang? sungguh mengherankan.. Aku tidak mau malas mEkipun Paman Lie tidak berada di rumah--. "Aku justru harus kerja lebih keras. "Goat Hiang.." Panggil siang Thiam Chun lembut. sikapnya yang tidak seperti biasa. akan pulang beberapa hari kemudian. "Ada suatu masalah terganjal dalam hati Kakak?" "Tidak-." "Jangan bicara sembarangan" tegur Lie Goat Hiang dengan suara rendah. Ketika ia hendak menghampiri gadis itu. maka ia mengerahkan Iweekangnya untuk mencuri dengar pembicaraan mereka." Pagi ini Lie Cong Peng ke kota lain karena ada urusan. . maka di rumah hanya tinggal Lie Goat Hiang.-" Lie Goat Hiang menggelengkan kepala. siang Thiam Chun dan beberapa pelayan. sungguh mengherankan Thio Han Liong." Lie Goat Hiang berjalan perlahan menuju ke halaman. "suhengku sudah ke kota lain. "Goat Hiang.. Begitu melihat gadis itu. kemudian memandangnya. mendadak siang Thiam Chun mencegahnya. "Biar aku yang menghampirinya" siang Thiam Chun segera menghampiri gadis itu.. Thio Han Liong sebera menyuguhkan teh hangat. Paman" sahut Thio Han Liong. seperti biasa. "Kenapa Kakak menghela nafas?" tanya Thio Han Liong heran. Malam ini kita bertemu di sini saja. "maka mulai hari ini. "Kakak" sahut Thio Han Liong. "Paman. engkau tidak usah kerja begitu keras." "Thio Liong" Siang Thiam Chun tersenyum. siang Thiam Chun mengajar para murid ilmu silat. la tidak habis pikir tentang itu. siang Thiam Chun lalu duduk beristirahat. "Tidak usah" siang Thiam Chun menggeleng-gelengkan kepala. biar bagaimanapun aku harus kerja keras seperti biasa. saat itu yang diajarkannya adalah Pek Ho Kun (ilmu silat Bangau Putih)seusai mengajar. Karena merasa curiga. itu adalah tugasku. "Ngmm" siang Thiam Chun manggut-manggut. sedangkan Thio Han Liong termangu-mangu di tempat." bisik siang Thiam Chun. lalu meninggalkan kamar itu dengan kepala tertunduk"Heran?" gumam Thio Han Liong sambil menggaruk-garuk kepala. "Mau tambah lagi tehnya?" tanya Thio Han Liong. wajah siang Thiam Chun langsung ceria. "Adik kecil" panggil Lie Goat Hiang. goat Hiang begitu sayang padamu. lalu kembali ke tempat duduknya dengan wajah berseri. sebab ia tidak tahu tujuan ucapan siang Thiam Chun itu." Thio Han Liong diam. "Kini kita punya kesempatan.

.. "Mau bicara apa. bahkan tampak tersenyum-senyum"Engkau sudah makan belum?" tanya Lie Goat Hiang penuh perhatian." panggil Lie Goat Hiang. Bukankah aku sering ke kamarmu?" "Kakak. cepatlah" ujar gadis itu "Goat Hiang. Paman" sahut Thio Han Liong. " Kecil genit tapi bersih. tampak sosok bayangan berkelebat ke halaman.. Beberapa saat kemudian. "Kini aku telah sadar. Ketika hari mulai gelap. Namun. setelah itu."Aku sudah bilang pada Goat Hiang.. tentunya boleh ke kamarku. ternyata Lie cioat Hiang. besar genit mengandung hawa nafsu." Lie Goat Hiang menggeleng-gelengkan kepala. belum lama ini. "Engkau harus bantu membersihkan kamarku." ujar siang Thiam Chun. "Aku betul-betul mencintaimu. Jangan kurang ajar" "Aku masih ingat. " Kecil-kecil sudah genit.." "Memangnya kenapa?" " Kakak pasti terus memikirkan aku-" "Idih" Wajah Lie Goat Hiang kemerah-merahan. apalagi setelah besar nanti?" "Kecil genit tidak apa-apa." "Lepaskan tanganmu" bentak Lie Goat Hiang. engkau jangan terus merayu aku lagi" "Goat Hiang." siang Thiam Chun memegang tangannya. "Adik kecil." ujarnya kemudian kepada Thio Han Liong. Tampaknya ia ingin mengintip apa yang akan dilakukan siang Thiam Chun dan Lie goat Hiang."Adik kecil. Kakak-" Thio Han Liong segera mendekatinya dengan sikap wajar. aku sungguh mencintaimu. aku." ujar Thio Han Liong sambil tertawa. "ya. engkau boleh beristirahat satu dua hari. Kakak-" Thio Han Liong tersenyum"Tapi apakah baik aku ke kamar Kakak?" "Eeeh?" Lie Goat Hiang tertawa geli "Engkau masih kecil. " untung aku masih kecil. "Mari kita membersihkan rumah-" -ooo00000oooThio Han Liong sudah bersembunyi di belakang pohon. la ingin mengintip siang Thiam Chun dan Lie Goat Hiang." sahut Thio Han Liong dan menambahkan. "Terima kasih. sikapmu telah berubah banyak-" Ucapan itu bagaikan geledek menyambar telinga Thio Han Liong yang mencuri dengar pembicaraan. menyusul pula sosok bayangan langsing. Dia hampir keluar mencacinya. kalau besar genit justru celaka. "Tahukah engkau. "sudah." "Baik. "Paman siang. mari kita membersihkan rumah" ujar Lie Goat Hiang menggandeng bocah itu. tidak lain siang Thiam Chun. Kakak" Thio Han Liong mengangguk.. apa yang mereka tadi bicarakan sudah masuk ke telinganya. dulu engkau baik sekali terhadapkuKenapa sekarang berubah jadi begini?" .. tentunya akan merepotkan Kakak. kalau aku sebesar Kakak. Thio Han Liong sudah bersembunyi di belakang pohon yang ada dihalaman." tegur Lie tfoat Hiang dingin.

jangan mengganggu aku lagi. Kalau ayah tahu. kemudian mengeluarkan suatu benda mirip sebuah suling kecil." "omong kosong" siang Thiam Chun tampak gusar sekali.. aku tidak mau celaka di tangan ayahku. la tahu benda itu berisi semacam obat bius. "Iiih Ada setan.sebelum meninggalkan tempat itu.. "Aduuuh" jeritnya kesakitan sambil mengusap kepalanya yang dirasakan benjol. "Heran? Kenapa tanganku berkesemutan mendadak?" Usai bergumam. terlebih dahulu ia sempat memungut benda menyerupai suling milik siang Thiam Chun. Aku berlaku baik terhadapmu lantaran menghormatimu sebagai pamanku. "Akan kukerjai nanti malam. "selama ini. ia sendiri nyaris tertawa geli"siapa yang menyambit aku?" gumam siang Thiam Chun dengan tubuh agak menggigil. namun sangat menusuk telinga dan menyeramkan. Itu adalah jendela kamar Lie Goat Hiang. Timbul dalam hatinya untuk menolong Lie Goat Hiang. aku tidak pernah mencintaimu. Itu sudah tentu perbuatan Thio Han Liong. karena pernah dengar dari Ciu Ci Jiak Ketika siang Thiam Chun mengarahkan benda itu ke dalam jendela. Taaak Kepalanya tersambit sesuatu. aku tersadar dari kekeliruanku" sahut Lie goat Hiang. dan tepat mengenai tangannya. siang Thiam Chun berdiri mematung di tempat. Thio Han Liong yang menguntitnya seaera memungut beberapa batu kecil. sepertinya memikirkan sesuatu. perlahan-lahan Thio Han Liong meninggalkan tempat itu kembali ke kamarnya.Ternyata Thio Han Liong telah menyambit dengan batu kecil. Maka ketika siang Thiam chun berkelebat pergi. Ternyata siang Thiam Chun menuju ke samping rumah yang terdapat jendela di sana. Tersentak Thio Han Liong mendengar ucapan itu. la duduk di kursi dengan wajah agak pucat- . "Ayahmu berani apa terhadap diriku? Goat Hiang. betulkah engkau sudah tidak mencintai aku lagi?" "Paman siang" Lie Goat Hiang menghela nafas panjang. Di saat itulah ia mendengar suara tawa yang amat perlahan. siang Thiam Chun tidak mengajar para murid itu ilmu silat. He he he " siang Thiam Chun tertawa terkekeh-kekeh. "Dulu engkau tidak begini-" " sudahlah.. mendadak ia terpekik kaget. ia pun membungkukkan badannya dengan maksud memungut benda yang jatuh itu Akan tetapi.. "Sudahlah. Bukan main terkejutnya siang Thiam Chun."Dulu aku belum bisa berpikir karena termakan rayuanmuKini pikiranku telah terbuka. engkau pasti celaka" "Hmm" dengus Siang Thiam Chun. ia segera menengok ke sana ke mari." siang Thiam Chun langsung kabur. namun tidak tampak siapapun. siang Thiam Chun mengintip ke dalam melalui jendela. dengan terus tersenyum geli. setelah menyambit kepala siang Thiam Chun dengan batu kecil. Keesokan harinya. Jangan mengganggu aku lagi. anak kecil itu mengikutinya menggunakan ginkang. tibatiba.." Gadis itu melesat pergi.Tangannya dirasakan nyeri sekali." potong Lie Goat Hiang.

. "Engkau sudah membersihkan rumah belum?" tanya Lie Goat Hiang.. sebab kini dia telah sadar dari kekeliruannya.. "Memangnya ada apa?" "Paman siang dan Kakak Hiang." Lie Cong Peng bangkit berdiri dan berjalan mondar-mandir. Betapa gusarnya Lie Cong Peng mendengarnya. sebab. tapi. "Bahkan aku mendengar suara tawa seram. kemudian memandang Thio Han Liong. "Tidak minum teh?" "Tidak" siang Thiam Chun menggelengkan kepala. muncul Lie Goat Hiang."Paman siang" tanya Thio Han Liong. sedangkan siang Thiam chun duduk tak bergerak di kursi. karena marah "Tenang. aku." Lie Goat Hiang memandangnya dan tersenyum. "Entah melihat atau bermimpi." Thio Han Liong memberitahukan tentang itu. la duduk beristirahat di ruang tengahi ketika Thio Han Liong menyuguhkan teh hangat." "Ngmm" Lie Cong Peng manggut-manggut. Tapi aku mohon Paman harus memaafkan Kakak Hiang. "Silakan minum. kemudian menatapnya seraya bertanya. Lie Ceng Peng sudah pulang. aku harus menghajarnya" "Kalau Paman menghajarnya. yang akan malu adalah Paman dan Kakak Hiang. "Adik kecil" panggilnya.. "Be betulkah itu?" Thio Han Liong mengangguk dan nyaris tertawa geli." "Eh?" Lie Cong Peng tertegun. Mengenai Paman siang.. sebab ia yang tertawa seram semalam dengan mengerahkan Lweekang. semua orang akan mengetahui kejadian itu." "Tapi suteeku itu. Paman pun tidak perlu menghajarnya. Paman" Thio Han Liong mengangguk. "Mari kita makan" Mereka berdua masuk ke rumah. Thio Han Liong mengangguk"Kalau begitu. "Engkau baik-baik saja selama aku ke kota lain?" "Aku baik-baik saja. Wajahnya berubah merah padam. "Semalam engkau mendengar suara yang mencurigakan?" "tidak. "Lebih baik Paman suruh dia pergi saja." "Hah?" Wajah siang Thiam Chun bertambah pucat. aku melihat sosok yang menyeramkan.. "Kini Hiang telah sadar. Paman" ujar Thio Han Liong. "Oh ya.." bisik Thio Han Liong. "ya" sahut Thio Han Liong sambil mendekatinya.." "Ada apa?" "Iiih" Thio Han Liong memperlihatkan wajahnya yang diliputi ketakutan.. maka Paman harus memaafkannya. "Biar bagaimanapun. . aku ingin memberitahukan sesuatu.. suara yang mencurigakan" "oh?" Ketika siang Thiam Chun ingin mengatakan sesuatu. Paman" Lie Ceng Peng tersenyum sambil menghirup minuman itu.

. "Hari ini aku akan berangkat ke kota lain.." Lie Goat Hiang mendekatinya. cepatlah panggil dia" "Ya." ucapan Lie Goat Hiang terputus.. Thio Han Liong berdiri di halaman sambil menonton anakanak tanggung berlatih Pek Ho Kun. tak lama ia sudah datang ke ruang tengah bersama orang tersebut. hari ini guru akan menurunkan kalian beberapa jurus Pek Ho Kun yang paling hebat. karena melihat ayahnya berjalan keluar bersama siang Thiam Chun yang membawa sebuah buntalan.. maka ia ingin menghajarnya sebelum meninggalkan rumah itu. Paman" Thio Han Liong segera pergi memanggil siang Thiam Chun. engkau mengerti" "suheng. "Kapan guru pulang?" tanya salah seorang anak lagi." "Aku sudah tahu urusanmu dengan putriku.?" "Suheng sangat baik terhadapku-" siang Thiam Chun menundukkan kepala. "Kenapa ayah memanggil Paman siang?" "Entahlah" Thio Han Liong menggelengkan kepala."Kalau begitu.. "Cepatlah engkau enyah dari sini.. jangan sampai aku menghajarmu" "Baik" siang Thiam Chun mengangguk. ia yakin Thio Han Liong yang mengadu pada Lie Ceng Peng. "Tentu. cepatlah engkau enyah dari sini" "suheng. karena wajah Lie Cong Peng tampak gusar sekaliThio Han Liong seflera meninggalkan ruang tengah itu. Guru" "Thio Liong" Mendadak siang Thiam Chun memanggil anak kecil itu. "Memangnya ada apa?" "Sekarang juga engkau harus meninggalkan rumahku ini" bentak Lie Ceng Peng. "Cepat ke mari" ." "Guru mau ke mana?" tanya salah seorang anak"Ke tempat yang jauh sekali." sahut siang Thiam Chun sambil melirik Thio Han Liong dengan mata membara. "Anak-anak" ujar siang Thiam Chun. bukan dia yang mengadu padaku" sahut Lie Ceng Peng. "oleh karena itu. "Thio Liong yang mengadu padamu?" "Aku yang mengetahuinya." tanya siang Thiam Chun. "Suheng panggil aku?" tanya siang Thiam Chun dengan hati kebat-kebit. "Bagaimana sikap ayah ketika menyuruhmu memanggil Paman siang?" tanya Lie Goat Hiang lagi. "Ayahku. Lie Ceng Peng menghampiri mereka berdua. siang Thiam Chun meliriknya dengan mata berapi-api"sutee" Lie Cong Peng menatapnya dingin"Apakah aku kurang baik terhadapmu selama engkau tinggal di sini. sedangkan Siang Thiam Chun menghampiri anak-anak tanggung yang sedang berlatih.sementara itu. tapi aku tidak tahu apa sebabnya-" sahut Thio Han Liong." "Terimakasih. " Guru tidak akan pulang" sahut siang Thiam Chun. maka selanjutnya suhengku akan mengajar kalian. "Paman tampak gusar sekali. "Adik kecil.

" Usai berkata begitu. "He h e h e" siang Thiam chun tertawa terkekeh-kekeh. Betapa penasarannya siang Thiam Chun mendapati serangannya tak satupun mengenai sasaran. dengan jurus Pek Ho Tok Hu (Bangau Putih Mematuk Ikan). "sutee" bentak Lie Cong Peng. Duuuk Dada Thio Han Liong terpukul.. "Jurus Pek Ho Kun yang paling dahsyat adalah jurus Pek Ho Ceng Thian (Bangau Putih Menerjang ke Langit).. kemudian terbanting keras di tanah"Aduuuh" siang Thiam Chun menjerit kesakitan. "Adik kecil" Wajah Lie cioat Hiang berubah pucat mencemaskan Thio Han Liong. mendadak siang Thiam Chun langsung memukul Thio Han Liong dengan jurus tersebut.. sehingga serangan-serangan siang Thiam Chun jatuh di tempat kosong.. siang Thiam Chun terus menyerang dengan gesit.. kemudian menukik ke bawah dan dengan dua jari tangan menyerang mata Thio Han Liong.. Dada siang Thiam Chun terpukul.. kenapa engkau terus duduk di situ? Tidak mau menghajar aku lagi?" siang Thiam Chun diam saja. namun sama sekali tidak menjerit kesakitan. Kini Thio Han Liong mulai bergerak lemas. Badan siang Thiam Chun mencelat ke atas. kemudian membentak keras sambil menyerangnya dengan jurus-jurus Pek Ho Kun. sehingga badannya terpental ke atas. Thio Han Liong cepat-cepat berkelit ke sana ke mari.Thio Han Liong segera mendekatinya. Aku akan memberi contoh. ia memandang Thio Han . Buuuk. Lie Ceng Peng dan putrinya terkejut bukan main Mereka berdua tidak menyangka siang Thiam Chun akan menurunkan tangan jahat terhadap Thio Han Liong itu. " Engkau. lalu didorong ke atas. engkau ingin menghajar diriku?" "Betul" Thio Han Liong mengangguk"Baik." "Paman" ujar Thio Han Liong pada Lie Cong Peng "hari ini aku akan menghajar orang yang tak tahu diri itu" "Thio Liong." Lie Cong Peng kaget mendengar ucapan bocah kecil itu." "suheng.. anak kecil itu termundur-mundur dua tiga langkah. bagaikan gadis kecil yang sedang menari." sahut siang Thiam Chun sambil tertawa dingin "Apakah aku tidak boleh memberi contoh beberapa j urus ilmu silat pada murid-muridmu?" "Tapi. Lie Cong Peng dan putrinya sama sekali tidak menyangka Thio Han Liong mengerti ilmu silat. sedangkan Thio Han Liong berkelit dengan gerakan yang lemas. Tiba-tiba siang Thiam Chun memekik keras sambil menyerang Thio Han Liong.. "Anak-anak" ujar siang Thiam Chun. membuat Lie Cong Peng dan putrinya terperangah menyaksikannya. kalian harus perhatikan baik-baik. Bukan main indahnya gerakannya itu. Tubuhnya terkapar tak mampu bangkit berdiri "Hihihi" Thio Han Liong tertawa geli "Paman siang. Di saat itulah Thio Han Liong menggerakkan sepasang tangannya dengan lemas sekali membentuk dua buah lingkaran." siang Thiam Chun menatapnya dengan penuh kebencian. "Thio Liong.

maka akupun harus melindungi Kakak" "Terima kasih. Adik kecil. "jurus yang diperlihatkan Paman siang itu namanya jurus 'Menjatuhkan Diri'. "Kakak-. " Engkau harus berterima kasih pada Thio Liong. Dia memberi hormat." Lie ceng Peng tersenyum. "Maaf Paman. karena Paman siang jahat sekali.Rupanya dia menggunakan jurus jurus dari Kiu Im Pek Kut Jiauw ajaran Ciu Ci Jiak." "Dia memang jahat." "Terima kasih. " Aduuuh " siang Thiam Chun menjerit kesakitan dengan wajah meringis dan pucat pias. sebab yang engkau perlihatkan itu pasti ilmu silat Thay Kek Kun yang sangat terkenal itu" "Paman. "Hiang lie" Lie Cong Peng menggeleng-gelengkan kepala." Thio Han Liong menundukkan kepala "Aku aku terpaksa menghajarnya. "Kakak sangat baik terhadapku." Lie Goat Hiang menatapnya dengan haruThio Han Liong mengeluarkan suatu benda dari dalam bajunya. "Adik kecil " Lie goat Hiang menatapnya dengan kening berkerut-kerut. Thio Han Liong mendekati Lie Cong Peng.. mendadak ia menyerang Thio Han Liong. "Kawan-kawan" seru Thio Han Liong pada para murid Lie Ceng Peng." "Ayah.. Dengan langkah tertatih-tatih. seketika itu juga air mukanya . harus dihajar biar kapok" sahut Lie Cong Peng. Plaaak Tulang iga siang Thiam Chun terpukul dan patah seketika. sementara Lie Ceng Peng dan putrinya juga tampak tidak percaya akan apa yang disaksikan. Kejadian itu sangat mencengangkan mereka berdua. "Maafkan aku" "sudahlah. aku telah menghajar Paman siang itu" "Ha ha ha" Lie Cong Peng tertawa gelak"Thio Liong..?" Kali ini Thio Han Liong tidak berkelit. itu telah berlalu." Thio Han Liong tersenyum." Lie Goat Hiang menundukkan kepala.. " Kalau aku tidak memandang Thio Liong. Ternyata engkau murid Bu Tong pay. melainkan menyambut serangan itu sambil menggerakkan tangannya secepat kilat. aku pasti sudah menghajarmu" "Ayah -" gadis itu tersentak"Aku sudah tahu urusanmu dengan Thiam chun.Liong dengan mata terbelalak.. "Hiaa.. kalian tidak boleh meniru gerakannya itu" "Anak setan" bentak siang Thiam Chun gusar..." ucap Lie Goat Hiang. aku tidak sangka engkau berkepandaian begitu tinggi. Bagaimana mungkin Thio Han Liong mampu merobohkan siang Thiam Chun? Namun nyatanya memang begitu. lalu diserahkan pada Lie Ceng Peng. dia pun pergi. seakan tidak percaya dirinya telah dirobohkan anak kecil berusia sebelas tahun. Thio Liong yang memberitahukan padaku. "Lihatlah benda ini" Lie Ceng Peng mengambil benda itu dan memperhatikannya..

"Ini. Terima kasih. kelak pasti ketemu pemuda tampan. "Paman" ujar Thio Han Liong sungguh-sungguh. "Ke dua orangtuamu tinggal di gunung Bu Tong?" tanya Lie Cong Peng. kalau engkau betul-betul ingin memperisterl Hiang jie.." "Kakak" Thio Han Liong tersenyum. aku. "Bukan mulai nakal. "Namun alangkah baiknya paman tidak bergurau. ini adalah semacam alat yang berisi obat bius. ya? Masih kecil" "Ha ha ha" Mendadak Lie Cong Peng tertawa gelak sambil bergurau. aku pasti memperisterl Kakak. "Maka aku menghajarnya" "Haaahi-" Wajah Lie Ceng Peng berubah pucat. tunggu sebentar" Lie Cong Peng masuk rumah. Aku masih kecil sih.. Thio Liong. bagaimana mungkin aku mencuri dengar pembicaraan paman Siang dengan Kakak?" Gadis itu merengut menatap Thio Han Liong." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. "Aku harus segera berangkat ke gunung Bu Tong. "Kakak begitu cantik." jawab Tiiio Han Liong memberitahukan.berubah hebat. aku memang nakal" sahut Thio Han Liong sambil tertawa." tutur Thio Han Liong tentang kejadian malam itu." ujar Thio Han Liong.. malam itu. Aku berharap pihak Bu Tong Pay bersedia mengantar aku pulang ke pulau itu" "oooh" Lie Cong Peng manggut-manggut. karena Hiang Jie memang menyukaimu. "Kalau tidak. "Engkau mulai genit. Hiangjie pasti sudah celaka.. kalau engkau tidak berada di sini." "Adik kecil. paman pasti merestuinya." "Eh?" Wajah Lie Goat Hiang kemerah-merahan. para penjahat menggunakan alat ini."Kenapa Kakak menatapku dengan cara begitu? Naksir ya padaku?" .. "Hi hi hi" Thio Han Liong tertawa geli.." Lie Goat Hiang memandangnya dengan penuh rasa terima kasih.. "Thio Liong. engkau mulai nakal" tegur Lie Goat Hiang. bagaimana mungkin aku memperlsterlnya? Tadi itu cuma ingin menggoda Kakak Hiang." "Ayah" Wajah Lie Goat Hiang bertambah merah. "Kini urusan yang tak menyenangkan itu telah beres." "Adik kecil. maka aku mau mohon pamit" "Apa?" Lie Cong Peng dan putrinya tertegun. "Paman bisa bergurau juga.. aku rindu sekali pada ke dua orangtuaku. "Engkau engkau telah menyelamatkan diriku. sedangkan Lie cioat Hiang terus menatap Thio Han Liong dengan mata tak berkedipAnak kecil itu tertawa geli.. Kalau sudah dewasa... "Kalau begitu. "Thio Liong. "Ke dua orangtuaku tinggal di pulau yang di Pak Hai. ya?" "Tentu" Lie Cong Peng manggut-manggut. "Usiaku lebih kecil dari Kakak Hiang. "tidak. dari mana engkau memperoleh alat ini?" "Paman.

" "Kakak. "Tapi. " Kalau Han Liong tidak berada di sini. aku berterima kasih sekali atas kebaikanmu. "Aku tidak akan ingkar janji." "Adik kecil.. Mungkin harus beberapa tahun kemudian. Anak kecil itu mengira suara tawa setan atau hantu.. "Tentu" Thio Han Liong mengangguk. "Thio Liong" Lie Ceng Peng menyerahkan bungkusan kecil itu padanya. "ya" sahut Thio Han Liong. Adik kecil" ucap Lie Goat Hiang." "oooh" Lie Ceng Peng manggut-manggut." Lie goat Hiang tersenyum..Lie cioat Hiang menggeleng-gelengkan kepala sambil tersenyum"Engkau memang nakal.. mendadak terdengar suara tawa yang menyeramkan.. Paman" Thio Han Liong berjalan pergi. "Han Liong. Thio Han Liong tetap menolong fakir miskin dengan uang pemberian Lie Cong Peng. Cepat-cepat ia bersembunyi di belakang pohon. Namun dia menyisakan untuk bekalnya sendiri."Ini untuk bekalmu dalam perjalanan... "sebetulnya aku bernama Thio Han Liong. "Kakak sangat baik padaku. Dua hari kemudian..saat itu dia sudah dewasa. sebab ia memang membutuhkan uang." Lie Goat Hiang menghela nafas panjang. ketika ia memasuki sebuah rimba.." sahut Thio Han Liong lalu pamit." "Ayah Han Liong akan ke mari lagi?" "Itu sudah pasti. aku tidak akan lupa selamalamanya.. Betapa terkejutnya Thio Han Liong. Kakak" "selamat jalan. engkau akan ke mari lagi menengok kami?" "Pasti. setelah Thio Han Liong tidak kelihatan. aku harus cepat-cepat pulang ke pulau itu. "Hiang jie" Lie Ceng Peng menghela nafas panjang. ." "Paman." gadis itu tertawa gembira. "Sungguh?" Lie Goat Hiang kelihatan kurang percaya. "Adik kecil. "selamat jalan. Lie Goat Hiang mengantarnya sampai di depan. tapi tidak menyebalkan. jangan lupa datanglah lagi kelak" pesan gadis itu." "Terimalah" "Terima kasih. Paman" Thio Han Liong menerima pemberian Lie Ceng Peng. bersamaan itu muncullah Lie Cong Peng dengan membawa sebuah bungkusan kecil. "entah kapan kita akan bertemu lagi?" "Aku pasti ke mari menengok Kakak kelak" sahut Thio Han Liong berjanji." ujar Thio Han Liong setulus hati." Bab 9 Si Mo (iblis Dari Barat) Kali ini dalam perjalanan menuju gunung Bu Tong. kenapa engkau begitu cepat ingin pergi?" "Kakak Aku.." "Akupun tidak akan lupa budi baikmu menolongku dan telah menyelamatkan diriku. gadis itu kembali ke dalam.. namun tidak begitu cepat. engkau pasti sudah dinodai Thiam Chun. "sampai jumpa. aku rindu sekali pada ke dua orangtuaku.. Han Liong" "sampai jumpa. tidak dihabiskan seperti tempo hari.

"Paman tua" Thio Han Liong melotot. "Paman tua seorang Locianpwee. aku akan membunuh mereka" gumam orangtua itu. "Eeeh?" Si Mo kaget melihat ada bocah cilik di dalam. "Berhenti" Saat itu muncul seorang anak kecil. "Aku memang senang membantai kalian kaum golongan putih He he he " Bukan main terkejutnya Thio Han Liong mendengar itu. Akan kusayat payudaramu.. Timbul dalam hati keberaniannya. tanpa merasa takut. Namun ketika hendak menyayat payudara wanita itu. mendadak ia dikejutkan oleh suara bentakan yang amat nyaring. ia sedang menyantap paha ayam sambil mengeluarkan tawa seram.. si Mo mengangguk-anggukkan kepalanya. kenapa engkau berkeliaran di sini? Kebetulan sekali. ia pun yakin suara tawa seram itu bukan suara tawa setan iblis. "Wuah" Si Mo tertawa sambil memegang payudara wanita itu.. mendadak ia membuka baju salah seorang wanita." Si Mo mengeluarkan sebuah belati mengkilap. "Se. seusai bersantap. namun bajunya sudah terbuka dan tampak sepasang payudaranya yang montok.." teriak wanita itu ketakutan." "Hm" dengus Thio Han Liong.Thio Han Liong mengerutkan kening dan tiba-tiba ia tersenyum geli. yang tidak lain Thio Han Liong. rimba itu. terdapat kaum wanita pula.Ternyata ia ingat akan perbuatannya terhadap siang Thiam Chun. aku belum membunuh anak kecil. "Kenapa Paman tua begitu kejam? Sama sekali tidak punya rasa prikemanusiaan" "He he he" Si Mo tertawa terkekeh-kekeh. orang . seorang tua berusia tujuh puluhan duduk dekat pohon itu. "He he he Sebelum membunuh. kenapa engkau ingin membunuh kami?" "He he he" Ternyata orangtua itu adalah se Mo ketua golongan hitam. aku akan menyiksa kalian dulur ujar Si Mo. "Kita tidak punya dendam apapun. "He he he Hik hik hik.Mo" bentak salah seorang lelaki yang terikat di pohon. "Ha ha ha. Melihat wajah seram menakutkan orangtua itu Thio Han Liong menggigil ketakutan. "Anak kecil. malam itu ia juga mengeluarkan suara tawa seram menakuti lelaki itu.. Dia memperhatikan orangtua itu." "Paman tua mau membunuh aku juga?" tanya Thio Han Liong. Ternyata dia melihat beberapa orang terikat di sebuah pohon. He he he. Dia berendap-endap mendekati suara tawa seram itu.. oleh karena itu. kemudian mendekati orang-orang yang terikat di pohon sambil tertawa terkekeh-kekeh. "Jangan. Jilid 5 Si Mo (iblis Dari Barat) itu perlahan-lahan ia bangkit berdiri. "Masih segar he he. kalau membunuh aku seorang anak kecil..

Aku mau membunuhmu juga urusanku" sahut si Mo sambil tertawa." ucap mereka serentak"Cepatlah kalian tinggalkan tempat ini" perintah Thio Han Liong.." sahut Thio Han Liong sambil menggelengkan kepala. Begitu bebas mereka cepatcepat memberi hormat pada Thio Han Liong. "Jangan khawatir. "Jadi engkau lebih suka mati daripada mengangkatku sebagai guru?" Thio Han Liong mengangguk. maka harus membebaskan aku pergi dari sini" "Ha ha ha" si Mo tertawa gelak "Baik. baik" "Paman tua jangan ingkar janji" tegas Thio Han Liong. orang-orang itu pergi. "Kelihatannya engkau memang lebih berharga daripada mereka."Aku tidak akan ingkar janji" "Kalau begitu. bocah" sahut si Mo. kalau engkau mau jadi muridku" "Paman tua begitujahat. akan kubunuh kalian" bentak si Mo dengan mata melotot tajam. "Apa?" si Mo langsung melotot. "Engkau maujadi muridku?" tanya si Mo bernada girang. "Engkau ingin bertanding dengan aku?" "Ya" Thio Han Liong mengangguk. "Aku ingin bertanding denganmu." ucap Thio Han Liong. "tidak." "Terima kasih. tapi cukup tiga jurus saja" "Apa?" si Mo terbelalak."Tak sudi berguru kepada orang jahat" "Bocah" bentak si Mo sambil mengangkat tangannya siap memukul anak kecil itu. aku tidak sudi jadi muridmu. bagaimana mengenai syaratku?" "Apa syaratmu?" "Lepaskan mereka" Thio Han Liong menunjuk orang-orang yang terikat di pohon. Baik-lahi aku terima syaratmu. "Dirimu ditukar dengan mereka?" "Ya" "Ngmm" si Mo manggut-manggut. "Ha ha ha." sahut Thio Han Liong. "Tunggu" seru Thio Han Liong. "Kalian memang harus cepat pergi Kalau tidak. siapa engkau?" "Namaku Thio Liong" sahut anak kecil itu. si Mo segera memutuskan tali yang mengikat kaum rimba persilatan golongan putih itu. tapi aku punya syarat" ujar Thio Han Liong mendadak"oh?" si Mo tertegun."Aku pernah belajar ilmu silat.orang kaum persilatan akan menertawakan hingga rontok gigi mereka" "Mereka mau tertawa hingga rontok gigi mereka itu urusan mereka. "Anak kecil. Kalau dalam tiga jurus engkau tidak mampu merobohkan diriku. Aku tidak membunuhmu." "Paman tua boleh membunuh aku. "Terima kasih. iblis Dari Barat itu tidak menyangka Thio Han Liong begitu berani. si . Anak kecil. "Engkau memang berbakat untuk belajar ilmu silat. "Paman tua. Paman tua.. silakan Paman tua menyerang aku" Thio Han Liong mulai mengerahkan Kiu yang sin Kang.sementara si Mo terus menatap Thio Han Liong dengan penuh perhatian.

"Engkau akan disambar geledek kelak" "He he he" si Mo tertawa. "jurus ke dua" seru si Mo sambil menyerang. Hal itu membuat si Mo terbelalak. Terheran-heran si Mo memandangnya. "Aku iblis Dari Barat. "Eh?" si Mo menatapnya dengan mata tak berkedip. Thio Han Liong tidak keburu berkelit. " Geledek takut padaku bagaimana mungkin geledek akan menyambar aku?" "Pokoknya aku tidak maujadi muridmu" tegas Thio Han Liong. Thio Han Liong terpental beberapa depa dan jatuh di tanah namun tidak luka sama sekali. He he he. Ci Kiong Hiat . " Lebih baik bunuh aku saja" "He he he" si Mo tertawa terkekeh"Aku akan membunuh mu perlahan-lahan.Mo langsung menyerangnya seraya berseru. Sekarang aku bertanya sekali lagi." si Mo tertawa terkekeh-kekeh "Bocah Kalau engkau tidak mau jadi muridku. "Tak disangka engkau cukup berisi juga" "Paman tua. " "Tidak bisa" "Kenapa tidak?" "Pokoknya engkau harus jadi muridku" Mendadak tangan si Mo bergeraki seketika juga jalan darah Thio Han Liong tertotok. maukah engkau jadi muridku?" "Tidak mau" "Kalau begitu " Mendadak si Mo menatapnya bengis. "Jurus ke tiga" seru si Mo dan langsung menyerangnya. "Buktinya aku berdiri di hadapanmu. Blaaam Terdengar suara benturan yang dahsyat. "jurus pertama" Thio Han Liong bergerak cepat menghindari serangan itu dan berhasil. aku boleh meninggalkan tempat ini. akan kubunuh kau" "Dasar iblis" caci Thio Han Liong." ujar Thio Han Liong. Akan tetapi. maka engkau harus jadi muridku" ujar si mo "Kapan aku roboh di tangan Paman tua? Buktinya aku berdiri di sini" Thio Han Liong tersenyum-senyum "Tadi engkau sudah terpental beberapa depa lalu roboh" si Mo melotot. "Engkau tidak terluka?" "Paman tua" sahut Thio Han Liong sambil bangkit berdiri "Aku tidak terluka. Thio Han Liong tetap mampu mengelak serangannya... kini aku bebas" " Engkau telah roboh di tanganku. "Engkau akan merasakan ilmu totokanku Ban Gin Coan sim (selaksa jarum Menembus Hati)" si Mo menotok jalan darah Hiok Tiong Hiat. Itu semakin membuat si Mo penasaran sekali. silakan menyerang lagi" seru Thio Han Liong. tidak mau" "Kalau begitu. sudah pasti selalu berlaku curang. sehingga sekujur badannya tak bisa bergerak"Paman tua curang" bentak Thio Han Liong."sesuai dengan syarat. maka ia terpaksa menangkis serangan itu. setiap hari aku akan menyiksamu" ujar si Mo sungguh-sungguh. "Kalau perlu.. Kali ini ia menggunakan j urus yang lebih hebat. aku akan menyiksamu" "Pokoknya aku tidak maujadi muridmu.

"Engkau agak nakal.. Bahkan. muncullah empat wanita berpakaian putih sambil memainkan alat-alat musik itu Kemudian datang juga wanita berbaju kuning." "Eh?" Makin membelalak mata Thio Han Liong. "Bolehkan aku tahu siapa Bibi yang cantik jelita?" "Thio Han Liong. "Bertemu ayahmu." "Maaf. "Engkau harus ingat baik-baik syair yang akan kubacakan. "He he he" si Mo terus tertawa terkekeh-kekeh"Bagaimana? Engkau maujadi muridku?" "Ti." "ya.tidak" "Kalau begitu. Peluh merembes keluar dari keningnya." Wanita itu menggeleng-gelengkan kepala sambil tersenyum. seketika anak kecil itu menjerit jerit dengan wajah meringis-ringis. "Bibi kenal ke dua orangtuaku?" " Kenal" Wanita itu manggut-manggut seraya berkata. ibumu bernama Tio Beng.. sayup.sayup terdengar suara kecapi dan suling yang amat halus-Begitu mendengar suara itu air muka si Mo mendadak berubah"Hah? Wanita sialan itu. dadanya sudah tidak sakit dan tubuhnya pun sudah bisa bergerak."Engkau akan terus merasakan kesakitan itu. bagaimana kalau sudahi dewasa kelak?" "Hah?" Thio Han Liong terperanjat. Bibi-" Thio Han Liong mengangguk"Han Liong" Wanita itu menatapnya tajam. tidak muncul lagi di dunia Kang-ouw-" Wanita itu membacakan syair tersebut dan berpesan." ujar si Mo. tapi berhati baik dan berbudi luhur.Cepat-cepat ia memberi hormat.Namun wajahnya tampak putih sekali seperti tidak pernah terkena sinar matahariDengan langkah lemah gemulai wanita itu menghampiri Thio Han Liong yang masih merintih-rintih kesakitan. "Engkaupun agak genit.He he he-" Pada waktu bersamaan. " Dan juga engkau ." Aku pasti menuruti nasihat Bibi. bacakanlah syair ini Dia pasli ingat siapa aku. "Bibi tahu namaku?" "Aku juga tahu nama ayah dan ibumu" ujar wanita itu. "Aaah " Thio Han Liong langsung menarik nafas lega. Ayahmu pasti ingat padaku apabila mendengar syairku ini." "Bagus" Wanita itu manggut-manggut.Itu akan mencelakai dirimu-" "ya.. berusia empat puluhan dan berparas cantik sekali. Tangannya bergerak laksana kilat ke tubuh anak kecil itu." Engkau tidak boleh terlampau nakal. amat keras hati pula.dan Tian Tong Hiat yang didada Thio Han Liong. "Ayahmu bernama Thio Bu Ki. ternyata ia membebaskan totokannya." "oh?" Thio Han Liong langsung pasang kuping"Di belakang Ciong Lam san." ucap Thio Han Liong menatap wanita itu. seperti ditusuk-tusuk ribuan jarum. "Terima-kasih atas pertolongan Bibi" "Ngmm" Wanita itu manggut-manggut. juga tidak boleh genit. terdapat Kuburan Mayat Hidup.. karena dirasakan dadanya sakit luar biasa.. Burung Rajawali dan Pasangan Pendekar." si Mo segera melesat pergiTak seberapa lama kemudian. Bibi-" Thio Han Liong mengangguk lagi.

barulah engkau berkecimpung dalam rimba persilatan membela kebenaran dan membasmi kejahatan. Kalau engkau kurang ajar. "Aku memang rindu sekali kepada ke dua orangtuaku." ucap Thio Han Liong sambil menerima bungkusan kecil itu. kalian berdua memang cocok dan serasi. "Bagaimana keadaan ayahku?" "Tidak apa-apa. dia pasti mengantarmu pulang ke pulau itu" "Terima kasih atas petunjuk Bibi. Engkau tidak usah cemas. Lagipula aku tidak punya uang untuk menyewa perahu. bolehkah aku tahu nama Bibi?" "Aku she yo.." Mulut Thio Han Liong ternganga lebar. "oh ya. maka aku akan memberimu uang.." "Engkau menuju pesisir utara." Wanita itu menyerahkan sebuah bungkusan kecil kepada Thio Han Liong." "Bibi.." "Maksud Bibi.. setelah kepandaianmu tinggi.. Bibi." ujar wanita itu sambil tersenyum. engkau panggil aku Bibi yo saja." "Uangmu tidak cukup untuk biaya ke pesisir utara. "Maka engkau harus cepat-cepat pulang. "Terima kasih. tentu sudah kuhajar.." sahut wanita itu dan menambahkan." Wajah Thio Han Liong agak cemas. tapi tidak kurang ajar.. sampai di sana carilah seorang lelaki bernama Kwa Kiat Lam. engkau harus membasminya kelak" sahut wanita itu. kenapa si Mo begitu kejam?" "Itu memang sifatnya. yang penting engkau harus pulang untuk memperdalam kepandaianmu." Thio Han Liong manggut-manggut. "Bahkan aku pun tahu ayahmu terluka oleh pukulan para Dhalai Lhama itu. Bibi." "Bibi kok tahu tempat tinggalku?" Thio Han Liong terheranheran.Misalnya terhadap Tan Giok Cu.. gadis itu masih kecil.. maka engkau harus segera pulang ke tempat tinggalmu di pulau itu.tidak boleh ingkar janji. tapi dalam hatinya hanya terdapat engkau seorang diri" "Bibi." ujar wanita itu tanpa menjawab pertanyaan Thio Han Liong." Thio Han Liong teringat sesuatu.Apa yang pernah engkau janjikan." "Bibi. kemudian menghela nafas panjang. "Engkau harus ingat.. Kelak engkau dan Giok Cu harus bersatu padu membasmi kejahatan. jangan mengingkari janjimu terhadap gadis kecil itu" "ya. . Beritahukaniah kepadanya siapa ayahmu. "Belum waktunya engkau berkelana dalam rimba persilatan."Kok Bibi tahu itu?" "Engkau cuma nakal dan suka menggoda. "Kelak dia akan menjadi gadis yang cantik sekali. tapi aku tidak tahu harus bagaimana pulang ke pulau itu." Thio Han Liong girang bukan main. "ingin menerima Giok Cu menjadi murid?" "Betul.. engkau harus melaksanakannya kelak. "oh ya.. terima kasih." Wanita itu manggut-manggut sambil tersenyum.

kemudian mereka berdua saling memandang. -ooo00000ooo Tan Giok Cu. aku . gadis kecil itu duduk melamun di pekarangan." tanya Tan Giok Cu mendadak." Air mata gadis kecil itu meleleh. "Baiklah. Giok Cu sedang memikirkan Kakak tampan."Ayah tidak sempat. "Dan dia pun pasti baik-baik saja." jawab wanita itu. tentunya akan ke mari menengokmu. langsung menuju arah utara.Kepandaian si Mo sangat tinggi sekali. "Tidak boleh." " Tidak apa-apa" sahut Lim soat Hong dengan ramah.Tak lama kemudian melayang turun lagi seorang wanita berpakaian kuning." Thio Han Liong mengangguk"Aaaah " Mendadak wanita itu menghela nafas panjang. setelah itu barulah ia meninggalkan tempat itu. "Nak" Tan Ek seng menggelengkan kepala. entah berada di mana dia dan bagaimana" "Dia pasti sudah sampai di gunung Bu Tong. "Tak disangka kini begitu banyak jago berhati kejam bermunculan dalam rimba persilatan Kelak engkau dan Giok Cu harus membasmi para jago berhati jahat itu" "Ya. "Aku tiada gairah hidup." sahut Lim soat Hong. Lebih baik engkau tunggu dia di rumah saja." Tan Ek seng dan Lim soat Hong terkejut. Hati-hatilah kalau kelak engkau berhadapan dengannya" "Ya. kita berpisah di sini." Thio Han Liong mengangguk lagi. "Bagaimana kalau Ayah mengantarku ke gunung Bu Tong?" gadis itu memandang Tan Ek seng dengan penuh harap. maka aku tidak membunuh si Mo. dan dia pun sering menggunakan racun.Kalau dia tidak ke mari. ."Bolehkah aku menyusulnya ke gunung Bu Tong?" Lim soat Hong tersenyum sambil menggelengkan kepala. "Kenapa engkau duduk melamun di sini?" "Ibu.Agar lebih cepat sampai di sana. Ke empat pengiringnya juga melesat pergi sambil memainkan alat musik masing. Thio Han Liong berdiri termangu-mangu. dan suara musik tadi berhenti"Maaf" ucap wanita berpakaian kuning. yang makin lama makin jelas." jawabnya. &ngkau harus langsung menuju pesisir Utara. " Kedatangan kami telah mengganggu kalian sekeluarga. lagipula belum tentu dia berada di gunung Bu Tong. Tan Ek seng dan Lim soat Hong mendekatinya sambil menggeleng-gelengkan kepala. Di saat itulah mendadak terdengar suara kecapi dan suling.masing." "Ayah."Dia pasti ke mari menjumpaiku?" "Dia sudah berjanji. "Nak."Aku telah bersumpah tidak akan membunuh." ujar wanita itu lalu melesat pergi. "Heran?" gumam Tan Ek seng." "Ibu. melayang turun empat wanita berpakaian putih." tanya Tan Giok Cu dengan mata basah. lebih baik engkau membeli seekor kuda." tanya Lim soat Hong lembut. "Bolehkah kami tahu siapa Nona?" "Aku she yo. "Kok ada suara musik?" Pada saat bersamaan." sahut Lim soat Hong "sungguh-sungguh Ibu. sebab engkau masih kecil.

aku aku tidak mau ikut ke gunung ciong Lam san." "Lima tahun?" Tan Giok Cu terbelalak. "Tentunya kalian berdua tidak berkeberatan kan?" Tan Ek seng dan Lim soat Hong saling memandang. "Begini saja Nona" ujar Tan Ek seng. engkau sedang menunggu Kakak tampan bernama Thio Han Liong kan?" "Kok Bibi tahu?" Tan Giok Cu menatapnya heran. tentunya harus ikut ke tempat tinggalku. kami pun tidak berkeberatan. maka aku ke mari. "Maksud Nona?" Lim soat Hong tidak mengerti "Aku berniat menerimanya menjadi murid-" Wanita itu memberitahukan.Apabila dia tidak mau berarti tiada jodoh dengan aku."Nona Yo. engkau boleh pulang. " Bibi adalah familinya?" "Kami bukan famili. . kemudian Tan Ek seng bertanya. "Nona bersedia mengajar Giok Cu di sini?" "Kalau sudah menjadi muridku. "Aku tertarik akan putri kalian.-" Lim soat Hong tampak ragu. Engkau panggil aku Bibi sian sian saja. kemudian bertanya kepada Tan Giok Cu. Maka alangkah baiknya engkau ikut ke tempat tinggalku. "Haah?" Lim soat Hong terbelalak"Be begitu jauh. "Bila Giok Cu bersedia ikut Nona ke gunung Ciong Lam San. bagaimana mungkin Giok Cu mau ikut Nona ke sana?" "Aku tidak akan memaksa. yang penting kalian berdua tidak berkeberatan." Tan Giok Cu berpikir sejeNak." sahut yo sian sian. Kalau tidak. pasti tidak akan maju. "Namaku yo sian sian. tapi aku kenal ayahnya. Dia akan belajar ilmu silat tingkat tinggi dari ayahnya. "Di mana tempat tinggal Nona?" tanya Lim soat Hong. "Tidak mau ah" "Kenapa tidak mau?" tanya yo sian sian lembut. "Aku tahu. la tahu sedang berhadapan dengan wanita yang berkepandaian tinggi. bagaimana mungkin engkau menjadi pasangannya kelak?" "Bibi-." sahut wanita itu sambil memandang Tan Giok Cu.." "Tapi. "Giok Cu" yo sian sian tersenyum. "Giok Cu" yo sian sian tersenyum. lalu mengangguk. "Di belakang Ciong Lam san" sahut wanita itu. " Tan Giok Cu menundukkan kepala. Tapi Bibi siapa?" gadis kecil itu menatapnya." ujar Tan Giok Cu." "Bagus" Wanita itu manggut-manggut." sahut wanita itu. " Kalau engkau belajar di rumah. dia akan berlayar pulang ke rumahnya. "Engkau mau belajar ilmu silat tingkat tinggi?" "Mau." sahut wanita bernama yo sian sian itu. "Bibi sian sian. "Kini Kakak tampanmu itu sedang menuju pesisir utara. aku mau belajar di rumah saja." ujar wanita itu sambil tersenyum" Namun. aku yakin dia mau ikut aku ke gunung ciong Lam san. ada keperluan apa Nona berkunjung ke mari?" tanya Tan Ek seng sopan.. lima tahun kemudian. "Karena. Kalau kalian berkeberatan.. itu akan menyia-nyiakan kesempatan ini. maka engkau pun harus belajar ilmu silat tingkat tinggi dariku.

tidak apa-apa." "Maaf" ucap Lim soat Hong." sahut Tan Ek seng dengan wajah berseri. "Bagaimana kalau berangkat esok saja?" "Berangkat sekarang atau esok sama saja."Aku mau ikut Bibi kegunung Ciong Lam san." teriak Lim soat Hong memanggil putrinya." sahut yo sian sian sambil tersenyum." ucap Tan Giok Cu... sungguh beruntung sekali" "Suamiku. "Lima tahun kemudian. "Bolehkah kami tahu. Giok Cu. pasti kuwariskan semua ilmu silatku." "Nak.Namun. juga boleh memanggilku bibi-" "ya." ." Lim soat Hong tampak berat sekali berpisah dengan putri tercintanya. "Sungguh beruntung putri kita. "Dialah yang paling berjasa meruntuhkan Dinasti Goan.. tentunya kalian tahu." yo sian sian membaca syair tersebut. sungguh beruntung Giok Cu karena aku bersedia menerimanya menjadi murid-" "ooooh" Tan Ek seng manggut-manggut. bolehkah aku bertanya sesuatu?" tanya Tan Ek seng.. Burung Rajawali dan Pasangan Pendekar." yo sian sian mengangguk. "Lima tahun kemudian aku pasti pulang dengan membawa kepandaian yang luar biasa. Bibi-" Tan Giok Cu mengangguk " Kapan kita berangkat ke gunung ciong Lam san?" tanyanya. "Nona." "Itu.. Bibi. "Thio Bu Ki?" "Betul. Giok Cu pasti pulang. sebetulnya siapa Nona?" "Di belakang ciong Lam san." "Bagus. kemudian mendadak menyambar Tan Giok Cu dan melesat pergi."Apakah mulai sekarang aku harus memanggil Bibi guru?" "Giok Cu" yo sian sian membelainya." "Tidak apa-apa. "saat inijuga" sahut yo sian sian. "Giok Cu." "Terimakasih....." Lim soat Hong terisak-isaki "Giok Cu telah dibawa pergi.. "Tentu boleh."terserah engkauEngkau boleh memanggilku guru. "Kenapa engkau tidak sedih? Giok cu-. "Aaaahi-" seru Tan Ek seng mendadak "Aku sudah tahu siapa Nona yo itu Aku sudah tahu" "suamiku.. "Silakan" "Sebetulnya siapa orangtua Thio Han Liong?" ternyata ini yang ditanyakan Tan Ek seng. oleh karena itu. " Tan Ek seng terbelalak.. "Engkau tidak kenal dia. tidak muncul lagi di dunia Kang-ouw."Ibu jangan bersedih" ujar Tan Giok Cu." Lim soat Hong menatapnya dengan kening berkerut-kerut." "Dia. "Engkau memang berjodoh menjadi muridku.. bagus" yo sian sian tersenyum. tapi pasti pernah mendengar nama besarnya" sahut yo sian sian. " Terima kasih Nona. "Bagaimana kepandaiannya. diikuti ke empat pengiringnya. "Maaf" ucap Lim soat Hong." Lim soat Hong memeluknya erat-erat. cuma terdengar suara kecapi dan suling." yo sian sian mengangguk. terdapat Kuburan Mayat Hidup.

" sahut Tan Giok Cu sambil tertawa kecil. Terdengarlah suara gemuruh. "Giok Cu" yo sian sian menggeleng-gelengkan kepala"Engkau begitu penakut. aku tidak takut.."Isteriku. "Bagus. kuburan tua itu sungguh menyeramkan" ujar gadis kecil itu ketakutan. mari kita masuk" Tan Giok Cu mengangguk.. "Giok Cu. bagus" yo sian sian membelainya. tapi dia begitu berani. ... lalu mengikuti yo sian sian memasuki lubang itu melalui undakan tangga. yang amat terkenal itu. yo sian sian. "Engkau takut?" yo sian sian menatapnya. Kuburan tua itu terletak di belakang gunung ciong Lam san. "Benarkah itu?" "Aku yakin benar.." sahut Tan Ek Seng.. "Bibi.Ternyata mendadak tempat yang mereka injak itu bergeser menimbulkan suara itu. bagus" yo Sian sian tersenyum.. sebab Thio Han Liong adalah anak Thio Bu Ki. maka harus tinggal di dalam kuburan tua itu juga. engkaupun harus bergembira. Begitu melihat kuburan tua tersebut. kemudian tangannya menekan sebuah tombol rahasia.. Ke empat pengiring itu pun mengikutinya. maka aku pun tidak takut. Engkau takut?" "Aku aku tidak takut" Tan Giok Cu membusungkan dadanya lagi seraya bertanya. Ha ha ha. pucatlah wajah Tan Giok Cu. Tan Giok Cu dan ke empat pengiringnya telah tiba di hadapan sebuah kuburan tua yang amat besar. Engkau adalah muridku. aku pasti mengusirnya. "Kuburan tua itu adalah tempat tinggalku." "Aku. "Syair itu menyatakan bahwa dia adalah keturunan Pasangan Pendekar. kita juga beruntung. "Tapi di dalam kuburan tua itu tidak ada setan." Belasan hari kemudian. setelah itu ia mendekati sebuah batu. "Tahukah engkau siapaNona yo itu?" Lim soat Hong menggelengkan kepala "isteriku" Tan Ek seng memberitahukan. Ayohi kita ke dalam" "Ha a a h?" Tubuh Tan Giok Cu langsung menggigil. aku. bagaimana mungkin menjadi pendekar wanita kelak? Han Liong lebih besar setahun darimu.. ternyata lubang yang di atas tadi telah tertutup kembali. "Melainkan akan tinggal di dalam kuburan tua itu" "Itu. "Kalaupun ada setan keluar dari kuburan tua itu. kemudian terlihatlah sebuah lubang di situ. "Kita. "Nona yo adalah turunan sin Tiauw Tayhiap yo Ke dan siauw Liong Li" "Apa?" Lim soat Hong tertegun. "Kita ke dalam untuk mengusir setan?" "Bukan. kita akan masuk ke kuburan tua itu?" "Ya." sahut Tan Ek seng.. Mendadak terdengar suara gemuruh. "Bibi tidak takut. itu bagaimana mungkin?" "Giok Cu" yo sian sian memberitahukan." "oooh" Tan Giok Cu manggut-manggut. lalu memutar batu itu ke kiri dan ke kanan beberapa kali." yo sian sian tersenyum. Kita." "Bagus.." Tan Giok Cu membusungkan dadanya..

guru. Ternyata dinding ruangan itu dibuat dari batu yang memancarkan cahaya. guru pasti mencabut nyawanya" sahut yo sian sian sungguh-sungguh "Guru -" Bukan main terkejutnya gadis kecil itu. mulai sekarang engkau resmi menjadi muridku. Tapi itu adalah urusan kelak." "ya." Tan Giok Cu mengangguk "Nona Giok Cu" ucap mereka berempat serentak sambil memberi hormat. "Terimalah hormat dari murid" "Banguniah muridku" yo sian sian tersenyum lembut dan memberitahukan. Bab 10 Kembali Ke Pulau Hong Hoang to Setelah menempuh perjalanan hampir sepuluh hari." "Berapa usiamu sekarang?" "Sepuluh tahun." sahut Tan Giok Cu dan segera balas memberi hormat kepada mereka itu.Namun sungguh mengherankan.Kalau Guru mencabut nyawanya.. mulailah yo sian sian mengajar Tan Giok Cu Giok Li sin Kang."Guru tidak boleh begitu." "ya. "Mereka berempat adalah pelayanku bernama siauw Cui. dan engkau harus rajin-rajin belajar." "Baru berusia sepuluh tahun. engkau harus membunuhnya. bagaimana diriku?" "Giok Cu" yo sian sian membelainya. "Mulai besok di saat engkau berlatih Giok Li sin Kang. " Kalau dia berani melupakanmu. guru"Tan Giok Cu mengangguk. kemudian berpesan... tiba-tiba dinding itu bergeraki dan muncul sebuah pintu rahasia. Wajahnya selalu muncul di depan mata murid. Kakak tampan tidak akan melupakan murid. " "ya. jangan dibicarakan sekarang" "ya. bahkan juga terang benderang. "Guru" panggil Tan Giok Cu sekaligus bersujud di hadapannya.. kan?" tanyanya mendadak.yo sian sian mengajak Tan Giok Cu masuk ke dalam. yo sian sian menekan sebuah tombol rahasia.Keesokan harinya.. "Giok Cu" yo sian sian menatapnya sambil tersenyum." Tan Giok Cu mengangguk. siauw Ling dan siauw Cing. terbelalaklah Tan Giok Cu karena dirinya berada di sebuah ruangan yang amat indah dan besar. Banyak sekali perahu . "Terimalah hormat kami" "sama-sama. "Giok Cu."Engkau masih ingat kepada Kakak tampan itu?" " ingat." Tan Giok Cu memberitahukan sambil menundukkan kepala"Engkau menyukainya?" "ya. "Giok Cu.sungguh luar biasa" yo sian sian menggelenggelengkan kepala. barulah Thio Han Liong tiba di pesisir utara. Begitu memasuki pintu itu." ujar yo sian sian. tidak boleh membayangkan wajah Han Liong." Tan Giok Cu mengangguk. Engkau boleh panggil nama mereka."Guru. di dalam ruangan itu tetap terang benderang. namun cintamu sudah mulai bersemi. " Kalau dia tidak setia kepadamu. Guru. "Mulai besok guru akan mengajarmu Giok Li sin Kang (Tenaga sakti gadis Murni).. Guru." ujar yo sian sian sambil menatapnya tajam. siauw La n.

"Paman Kwa. " Paman tua." Thio Han Liong terus berteriak-teriak memanggil orang tersebut." Betapa girangnya Thio Han Liong. betulkah engkau anak Thio Kauwcu?" "Paman Kwa. bagaimana kalau aku memperlihatkan Thay Kek Kun itu?" "Baik" Kwa Kiat Lam mengangguk.. "Paman tua." "oh?" Thio Han Liong tertegun. "Anak kecil. melainkan Thio Bu Ki. mau apa engkau mencarinya?" "Mau minta tolong kepadanya mengantarku ke sebuah pulau. "Anak kecil. katakan dia berada di mana?" "Anak kecil. "Kenapa engkau berkeras ingin menemuinya?" "Paman tua." tanya anak kecil itu. sampai di tempat itu ia berteriak-teriak "Paman Kwa Kiat Lam. lalu berdiri di hadapannya."Bocah sungguh berani engkau mengaku sebagai anak Thio Kauwcu.. "Apa?" Air muka Kwa Kiat Lam langsung berubah..." "Engkau sendiri bernama apa?" "Thio Han Liong-" "Bocah. bukan anak Thio Kauwcu.. "oh ya Ayahku pernahmengajarku Thay Kek Kun.. "Engkau berani menyuruhku mengantarmu ke pulau yang di Pak Hai? Hm Putra kaisar pun tidak akan kuantar ke sana. Thio Han Liong menuntun kudanya menghampiri seorang nelayan tua." sahut Thio Han Liong dan bertanya. "Kenapa Paman memanggil ayahku Thio Kauwcu? Kauwcu apa ayahku?" "Bocah" Kwa Kiat Lam menatapnya tajam..ibuku bernama Tio Beng. mengarah Thio Ha n Liong.."Percuma engkau mencarinya." Nelayan tua itu menggeleng-gelengkan kepala. "Di mana Paman Kwa Kiat Lam?" "Kwa Kiat Lam?" Nelayan tua itu tampak terkejut.." ucap Thio Han Liong. "Kenapa engkau berteriakteriak memanggil namaku? Mau cari mampus ya?" " Paman Kwa" Thio Han Liong seaera memberi hormat. Paman tua. lalu segera menuntun kudanya ke sana. aku anak Thio Bu Ki. tampak sosok bayangan melesat keluar dari kapal itu."Itu adalah kapalnya... apalagi engkau" "Paman Kwa." "Ayahku bukan Thio Kauwcu. "Engkau punya bukti bahwa engkau adalah anak Thio Bu Ki?" "Bukti?" Thio Han Liong mengerutkan kening sambil berpikir. " Tolong antar aku ke pulau Hong Hoang to di Pak Hai" "Apa?" Kwa Kiat Lam melotot. "Bocah" bentak orang itu dengan wajah gusar. Thio Han Liong segera .Dia pasti berada di dalam kapalnya itu-" "Terima kasih." Nelayan tua itu menghela nafas panjang.." Thio Han Liong memberitahukan.Berselang sesaat. aku Han Liong ingin bertemu Paman Kwa Kiat Lam.. usia-nya empat puluhan bermuka hitam.." "Kenapa?" "Dia tidak akan mengantarmu ke pulau itu." sahut Thio Han Liong.nelayan di sana. ayahku bernama Thio Bu Ki." "Baiklah" Nelayan tua itu menunjuk ke arah kiri. sebaliknya malah akan memukulmu.

" "oh?" Nelayan tua itu memandang ke arah Kwa Kiat Lam." tanya Kwa Kiat Lam penuh perhatian. kemudian menutur juga mengenai dirinya yang meloloskan diri dari tangan para Dhalai Lhama.Kalau tidak. akhirnya dia yang menjadi kaisar-" "Paman Kwa " Thio Han Liong terheran-heran. " Engkau masih kecil. "Dia. "Bagaimana Paman Kwa?" tanya Thio Han Liong seusai mempertunjukkan ilmu silat itu. pasti tidak bisa mengantarmu ke pulau itu. "oh ya.. " "Suruh dia jual kudamu. "Tidak pernah-" "oooh" Kwa Kiat Lam manggut-manggut. "oooh" Kwa Kiat Lam manggut-manggut. dan Kwa Kiat Lam menyaksikannya dengan mulut ternganga karena kagumnya." "oh? syukurlah" ucap nelayan tua itu. "Aku aku sama sekali tidak mengerti. uang itu kasihkan dia saja" "ya." ujar Kwa Kiat Lam. "Sudah percayakah kalau aku anak Thio Bu Ki?" "Han Liong" sahut Kwa Kiat Lam sambil memberi hormat"Terimalah hormatku Tidak disangka aku akan bertemu anak Thio Bu Ki Ha ha ha " Kwa Kiat Lam memberi hormat kepada Thio Han liong. Paman" ucap Thio Han Liong. "Paman tua. "Pulau itu adalah tempat tinggal kami-" Thio Han Liong memberitahukan. tolong antar aku pulang ke pulau Hong Hoang to" " Pulau Hong Hoang to? Di Pak Hai tidak ada pulau Hong Hoang to. "sebaliknya malah bersedia mengantarku ke pulau yang di Pak Hai itu." "Terima kasih. anak Thio Bu Ki-" "Paman Kwa " Thio Han Liong cepat-cepat balas memberi hormat "Han Liong. kudaku?" "Berikan saja kepada nelayan tua itu" sahut Kwa Kiat Lam. tentunya ayahmu tidak menceritakan tentang kejadian itu" " Paman Kwa." Thio Han Liong tersenyum. "Bagaimana keadaan ayah dan ibumu?" "Ayah dan ibu " Thio Han Liong menutur tentang kejadian itu." Thio Han Liong segera menuntun kudanya ke tempat nelayan tua. "Aku akan membunuhnya kelak" "Cu Goan ciang? Bukankah beliau kaisar?" Thio Han Liong tercengang. kemudian menepuk bahu Thio Han Liong seraya berkata.mempertunjukkan ilmu silat tersebut. aku sudah bertemu Paman Kwa.. dia tidak memukulmu?" "Tidak. "Kebetulan aku memiliki kapal yang cukup besar." "Ayahmu tidak pernah menceritakan tentang dirinya?" Kwa Kiat Lam menatapnya. "Kenapa Paman Kwa ingin membunuh kaisar?" "seharusnya ayahmu yang menjadi kaisar. "sungguh jahat Cu Goan Ciang" ujar Kwa Kiat Lam sambil mengepal tinju dan menambahkan. . tapi dengan cara yang licik dia menggeser ayahmu.

Thio Bu Ki danTio Beng duduk di dekat pantai sambil menikmati keindahan panorama.Aku menyuruhmu ke Tionggoan mencari Han Liong. "Anak kecil" panggil nelayan tua itu. namun engkau bilang harus pergi bersamaku...."Kita tidak akan kehilangan Han Liong.." sahut Tio Beng. lalu menyerahkan tali les kuda ilu kepada nelayan tua itu. Namun Thio Han Liong sudah berjalan pergi. "Ada sebuah kapal datang" "oh?" Thio Bu Ki langsung memandang jauh ke depan. seorang lelaki dan seorang anak kecil meloncat turun dari kapal itu.. "Bagaimana mungkin aku meninggalkanmu dalam keadaan belum pulih?" "Beng Moay" Thio Bu Ki menggeleng-gelengkan kepala. Mereka berdua segera bersembunyi di balik sebuah batu besar."Kalau begitu." Tio Beng mengerutkan kening. kuda ini kuberikan kepada Paman tua saja. Berselang beberapa saat. " Aku sudah mau berlayar. hanya saja. "Memang mengherankan." "Bu Ki Koko" Tio Beng memandangnya. -ooo00000oooKetika sang surya mulai condong ke barat. mari kita bersembunyi sambil mengintip kapal itu" "Baik." "yaah" Thio Bu Ki menghela nafas panjang.. kemudian bersama Kwa Kiat Lam memasuki sebuah kapal. "sudah empat tahun." ujar Tio Beng berpesan.. percayalah" ujar Thio Bu Ki yakin." Tio Beng mulai terisak-isak"Beng Moay.. "Itu bukan kapal perang.. lalu mengintip ke arah kapal yang sudah berlabuh itu. "Aku yakin anak kita baik-baik saja. maka terpaksa berlabuh di sini?" "Bu Ki Koko. "Kita harus berhatihati.. "Kenapa kapal itu ke mari?" "Ya. kita kehilangan Han Liong." Tio Beng memandang jauh ke depan. siapa mereka? Ternyata Kwa Kiat Lam dan Thio Han ."Paman tua" Thio Han Liong memberitahukan. mendadak Tio Beng menghela nafas panjang." gumam Tio Beng sambil menggeleng-gelengkan kepala. "Tak disangka nasib kita jadi begini" "Bu Ki Koko. melainkan kapal biasa." sahut Thio Bu Ki sambil memandang jauh ke depan. aku sama sekali tidak menyesal bersamamu...." "Tapi sudah empat tahun. "Keadaanku belum pulih." "Beng Moay. Apakah mungkin kapal itu kehabisan bahan bakar. "Kita sama sekali tidak tahu Han Liong masih hidup atau sudah mati." Thio Han Liong tersenyum." "Tapi-. la menarik nafas lega seraya berkata." "Tapi-." "Apa?" Nelayan tua itu terbelalak: "Kuda ini engkau berikan kepadaku?" "ya." Thio Bu Ki manggut-manggut. pemandangan di pantai pulau Hong Hoang to sungguh indah menakjubkan. Mendadak ia terbelalak." "Ngmmm" Thio Bu Ki mengangguk. Kalau yang datang itu adalah utusan cu Goan ciang. mungkin kapal dagang.

. fsak tangis pun meledak di saat itu. "Terima kasih atas kebaikanmu mengantar anakku pulang.. Karena berada di tempat yang agak jauh. Berselang beberapa saat kemudian. lama sekali barulah ia memberi hormat. "Ayah" Thio Han Liong mendekatinya. Bukankah aku pernah-. lagipula kini Thio Han Liong bertambah agak besar. "Han Liong Han Liong. "Ayah Ibu. "Thio Kauwcu. "Mari kita bercakap-cakap di rumah saja" "Terima kasih." Thio Bu Ki terus berpikir. "Aku gembira sekali bisa berjumpa dengan Kauwcu."Jangan-jangan anak kecil itu Han Liong" "oh?" Tio Beng tampak tegang." Kwa Kiat Lam menggeleng-gelengkan kepala. " "Jangan berkata begitu Kauwcu" Kwa Kiat Lam tersenyum." sahut Tio Beng dengan air mata berlinang-linang saking gembira." "Nak." "saudara Kwa" Thio Bu Ki tersenyum getir.Kauwcu memang pernah menyelamatkan nyawaku..." "Tidak salah." ucap Kwa Kiat Lam.Liong. "siapa Anda?" "Thio Kauwcu.." Itu adalah suara seruan Thio Han Liong.. ayah girang sekali.. ayah». kemudian terlawa gembira. maka engkau jangan memanggilku Kauwcu lagi" " Kauwcu . "Heran?" gumam Tio Beng. sementara Kwa Kiat Lam terus memperhatikan Thio Bu Ki. "Ayah. Nyonya.. Terdengarlah suara seruan yang sangat menggembirakan. setelah itu aku masuk menjadi anggota Beng Kauw. maka Thio Bu Ki dan Tio Beng tidak dapat melihat jelas anak kecil itu." "Kwa Kiat Lam." "Beng Moay" seru Thio Bu Ki mendadak. "Aku ingat sekarang.. terimalah hormatku" "Maaf" Thio Bu Ki menatapnya.. mantan anak buah Kauwcu. kemudian cepat-cepat menghampiri anak kecil itu. aku adalah Kwa Kiat Lam. sehingga Thio Bu Ki dan Tio Beng tidak mengenali bentuk tubuhnya dari jauh. Thio Han Liong terus memandang wajah ke dua orangtuanya. "Mari kita sapa mereka Mudah-mudahan anak kecil itu Han Liong" Mereka berdua segera meloncat ke luar dari balik batu." "Bu Ki Koko dan saudara Kwa" ujar Tio Beng. Mereka berempat duduk berhadapan di dalam gubuk ilu." Tio Beng membelainya. "Nak. "Nak-." "Ibu" Thio Han Liong mendekap di dada Tio Beng. "saudara Kwa" Thio Bu Ki memegang bahunya. "Engkau bertambah besar." Thio Bu Ki membelainya dengan penuh kasih sayang... "siapa mereka? Kelihatannya anak kecil itu mengenali tempat ini." ujar Thio Bu Ki sambil menghela nafas panjang. "Beng Kauw sudah bubar." ujar Kwa Kiat Lam. sampailah mereka di gubuk itu. "Anakku. "wajah kami telah rusak terbakar oleh Liak Hwee Tan yang ... Mereka berempat berjalan menuju gubuk tempat tinggal Thio Bu Ki dan Tio Beng.

Ayah-" Thio Han Liong mengangguki kemudian tertawa. "Tuturkaniah pengalamanmu selama empat tahun ini. "Itu merupakan pengalaman yang amat berharga bagimu. lagipula sangat memperhatikanku. "Aku kagum dan salut kepadanya." pesan Thio Bu Ki. "Engkau tahu tentang si Mo itu?" "Aku pernah dengar tentang si Mo dan lainnya." Thio Bu Ki memberitahukan. sungguh jahat si Mo itu. "Melainkan perbuatan seorang pendekar. ." Wajah Thio Han Liong langsung memerahi "Nak. Bukan main itu" "Ayah. kelak engkau harus menjadi seorang pendekar yang gagahi berhati bajik dan berbudi luhur." Dia adalah gadis kecil yang baik hati. kemudian memandang Kwa Kiat Lam seraya bertanya." Thio Bu Ki manggut-manggut. aku bertemu si Mo (iblis Dari Barat)."Nak. "Dia pernah kukerjai." Tio Beng tersenyum. engkau sungguh-sungguh menyukai gadis kecil bernama Tan Giok Cu itu?" "Ya-" Thio Han Liong mengangguk." "Ya. Tapi--. jadi engkau tahu dalam rimba persilatan terdapat orang baik dan orang jahat. lalu menutur tentang ia meloloskan diri dari para Dhalai Lhama." "ohi ya?" Thio Bu Ki tertawa. Kalau tidak." "Betul.." Thio Bu Ki menggeleng-gelengkan kepala. kelak ia pasti ke gunung soat san mencari soat Lian. "Aku ingat pada siang Thiam Chun. "Nak" Tio Beng manggut-manggut bangga." "Betul-betul luar biasa" ujar Kwa Kiat Lam." jawab Kwa Kiat Lam memberitahukan." "Si Mo?" Thio Bu Ki tertegun. sungguh" "Nak" Thio Bu Ki tersenyum. "Kalian berdua masih begitu kecil." "Kenapa?" tanya Tio Beng. padahal engkau baru berusia tujuh tahun. dia menyiksaku karena aku tidak mau menjadi muridnya. kakak Hiang pasti sudah celaka di tangan siang Thiam Chun itu" "Itu bukan usil. "Nak. cara bagaimana engkau meloloskan diri dari para Dhalai lama dan tinggal di mana?" " Ya-" Thio Han Liong mengangguk. Ayah-" Thio Han Liong mengangguki "Oh ya. "Untung aku usil." "Tidak bisa diobati lagi?" tanya Thio Han Liong." "obat apa?" "soat Lian (Teratai salju). dan setiap lima ratus tahun berbunga sekali." "ya. "sulit sekali mencari obatnya. "Tak disangka engkau begitu tabahi bahkan mampu pula hidup mandiri. tapi sudah saling menyukai. "Kalau gadis kecil itu begitu baik dan menaruh perhatian kepadamu. engkau pun tidak boleh mengecewakannya. "Nak" Tio Beng tersenyum." tutur Thio Han Liong tentang kejadian itu dan menambahkan." "Bisa.beracun. kemudian bekerja di rumah Tan Ek seng dan di rumah Lie Cong Peng." "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut dan berjanji dalam hati." "oh ya" Mendadak Tio Beng tertawa geli. " Hanya tumbuh di gunung soat sat yang amat dingin.

Burung Rajawali dan Pasangan Pendekar. "Lalu bagaimana setelah si Mo menyiksamu?" "Mendadak terdengar suara kecapi dan suling. "Engkau kok tahu tentang itu?" "Aku mendengar dari Thay suhu. si mo-Buyung Hok adalah ketua golongan hitam. "Dia yang menyelamatkan Kay Pang dan pernah pula menyelamatkan cia sun. . Mereka adalah Tong sla-Oey yok su." "oh?" Thio Bu Ki terbelalak. Wanita itu membaca syair ini."Benarkah itu?" "Aku yakin benar" sahut Kwa Kiat Lam. "saksi mata adalah. si Tok Ouw yang Hong. Ayah sudah ingat siapa wanita itu. "siapa pembunuh misterius itu?" "Tiada seorang kaum rimba persilatan mengetahuinya. si mo-Bu yung Hok.Oey su Bin adalah ketua golongan sesat. Bahkan Tong Keay telah mengalahkan ketua Hwa san Pay dan Kun Lun Pay. wanita itu memang she Yo" ujar Thio Han Liong. terdapat Kuburan Mayat Hidup." Thio Bu Ki memberitahukan." jawab Thio Han Liong memberitahukan. "Wanita itu kenal ayah" jawab Thio Han Liong lalu membaca sebuah syair. mungkinkah dia berasal dari Tayli?" "Bu Ki Koko" tanya Tio Beng. apakah dia punya hubungan deng Tong sia-Oey yok su? Lam Khie-Toan Thian Ngie. "Ha a h?" Bukan main terkejutnya Thio Bu Ki dan Tio Beng. Bahkan belum lama ini tersiar suatu berita yang amat mengejutkan. "setelah itu muncul empat wanita berpakaian putih dan seorang wanita berpakaian kuning.song wan Kiauw. katanya ayah pasti ingat. lalu bertanya lagi kepada Kwa Kiat Lam." ujar Kwa Kiat Lam dan menambahkan. kemudian memandang Thio Han Liong seraya bertanya. Begitu mendengar suara musik itu. Wanita berpakaian kuning itu sangat cantik sekali. yakni pembunuh misterius itu berhasil melukai Keng Ti seng Geng. si Mo langsung kabur. pembunuh misterius itu dapat melukai Keng Ti seng Ceng. "Tentang si pembunuh misterius itu?" "Dia telah membantai Hweeshio-hweeshio siauw Lim sie tingkatan Goan." Thio Bu Ki manggut-manggut." "Betul." "oh?" Thio Bu Ki mengerutkan kening. Lam KhieToan Thian Ngie dan Pak Hong-Lim Bun Kim.Oey su Bin. Lam Ti-Toan Hong ya dan Pak Kay-Ang cit Kong. membuktikan kepandaiannya sangat tinggi sekali-" " Kepandaian ke empat jago itu pun sangat tinggi sekali." "siapa wanita itu?" tanya Thio Bu Ki. Ke empat jago itu adalah Tong Koay. tidak muncul lagi di dunia Kang-ouw."Kini dalam rimba persilatan telah timbul berbagai badai-" "Itu " Thio Bu Ki menggeleng-gelengkan kepala"Sungguh di luar dugaan. Wanita itu she Yo-" "Betul. wajahnya putih bagaikan salju."jawab Kwa Kiat Lam. "Di belakang Ciong Lam san. berusia empat puluhan. sedangkan Tong Koay."Seratus tahun lalu juga terdapat empat jago dalam dunia persilatan." " Apa?" Thio Bu Ki terbelalak."Belum lama ini dalam rimba persilatan telah muncul empat jago dan seorang pembunuh misterius. Tong Koay-Oey suBin.

memang tidak tahu diri" caci Kwa Kiat Lam. "oh ya. kemudian terbakar lagi oleh Liak Hwee Tan yang mereka sambitkan itu. "Sudahlah" Thio Bu Ki tersenyum getir. karena mereka memiliki semacam ilmu istimewa." "Memang tinggi sekali kepandaian mereka. "Menurutku. melayang turun sosok bayangan di depan kuil siauw Lim sie itu. Ayah" Thio Han Liong mengangguk. kepandaian para Dhalai Lhama itu. "Bagaimana jika engkau tinggal di pulau ini? sebab kelak Han Liong masih membutuhkan bantuanmu. ayah juga akan mengajar engkau Kian Kun Taylo Ie" "ya." sahut Thio Bu Ki. siauw Liong Li berasal dari partai KouwBok Pay (Partai Kuburan Tua) yang terletak di belakang Ciong Lam san.. ." "Begitu tinggi kepandaian para Dhalai Lhama itu?" gumam Kwa Kiat Lam. dia pasti akan ke Tionggoan. tapi sebetulnya siapa wanita she Yo itu?" "Kemungkinan besar. "Terima kasih.. yang ternyata si Pembunuh Misterius. "Pantas engkau tahu namaku. Aku terserang oleh pukulan itu.. " Ya" Thio Bu Ki mengangguk. "Aku yakin tiada seorang jagopun di Tionggoan yang mampu menandingi mereka."Dia juga yang memberi petunjuk ke pesisir mencari Paman Kwa. itulah kehebatan mereka." Kwa Kiat Lam terbelalak." ujar Tio Beng.." "saudara Kwa... kemudian berkata pada putranya. Malam hari ketika para Hweeshio sedang Liam Keng (Membaca Doa). yakni mampu menggabungkan Lweekang mereka untuk memukul pihak lawan. -ooo00000ooosementara di kuil siauw Lim sie justru terjadi sesuatu." Kwa Kiat Lam menghela nafas panjang. "Keng Ti seng Ceng Keng Bun Hong Tio" seru si Pembunuh Misterius itu sambil mengerahkan Lweekang-nya. bisa membentuk suatu formasi." "Haaah-. "itu sudah takdirYang penting dia harus jadi kaisar yang baiki adil dan bijaksana. Tak lama kemudian. mendadak terdengar suara tawa yang memekakkan telinga. sehingga suara seruannya bergema ke dalam kuil." jawab Thio Bu Ki. Bersamaan itu. Thio Kauwcu Terima kasih " Thio Bu Ki tersenyum. sebab." "oooh" Kwa Kiat Lam manggut-manggut."Mereka berjumlah sembilan. sekarang aku harus kembali ke Tionggoan. "Dia adalah turunan sin Tiauw Tayhiap Yo Ko dan siauw Liong Li. "Han Liong. mungkinkah mereka sudah pulang ke Tibet?" tanya Kwa Kiat Lam.. mulai besok engkau harus giat berlatih Kiu yang sin Kang dan Thay Kek Kun." "Aku tidak pernah mendengar tentang para Dhalai Lhama itu. "Aku sudah mengantar Han Liong ke mari." ujar Thio Bu Ki menjelaskan." "Baik" Kwa Kiat Lam mengangguk"Aku pun akan mengajar engkau ilmu silat tingkat tinggi." ujar Thio Bu Ki sungguh-sungguh "oh?" Kwa Kiat Lam langsung memberi hormat. "Cu Goan ciang sudah mengangkat mereka jadi pengawal pribadi-" "si keparat Cu Goan ciang itu.

sementara si Pembunuh Misterius sudah mulai mengerahkan Iwekangnya. malam ini aku akan mencabut nyawa kalian" "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio"Lebih baik engkau bertobat daripada terus berbuat dosa" "Sudahlah. " Kalau begitu. Begitu pula Kong Bun Hong Tio. Keng Bun Hong Tio berdiri diam sambil menggerakkan sepasang tangannya. Mendadak si Pembunuh Misterius membentak sambil menyerang. Mereka adalah siauw Lim Cap Pwee Lo Han. Keng Bun Hong Tio balas menyerang. kemudian menukik turun sambil menggerakkan sepasang telapak tangannya menyerang ubun-ubun Keng Bun Hong Tio. setelah menangkis. Kedua Hweeshio tua itu adalah Keng Ti seng Ceng dan Keng Bun Hong Tio (Ketua siauw Lim). namun mendadak ia mengangkat sepasang telapak tangan ke atas menangkis serangan itu. si Pembunuh Misterius penasaran sekali. Tiba-tiba ia bersiul panjang. malam ini juga aku akan menantang tiga Tetua siauw lim pay" "Omitohud" Kong Bun Hong Tio menggeleng-gelengkan kepala. apabila engkau kalah atau terluka. "Oleh karena itu. Paderi tua itu tetap berdiri di tempat. Keng Bun Hong Tio tidak berkelit. aku akan memberitahukan siapa diriku dan akan segera angkat kaki dari sini. mereka berdua saling menatap. hanya tersisa dua jurus lagi. Jangan cuma omong kosong. maka harus mengantarku menemui tiga Tetua itu" "Baik" Kong Bun Hong Tio manggut-manggut. karena belum dapat merobohkan Keng Bun Hong Tio. ilmunya itu memang telah mencapai tingkat kesempurnaan. "Suheng" bisik Kong Ti seng Ceng. Kalau engkau sama sekali tidak terluka dalam sepuluh jurus. masing-masing membawa sebatang toya. sepasang telapak tangannya mengeluarkan cahaya kehijau-hijauan mengarah pada Keng Bun Hong Tio. melainkan berusaha menangkis serangan itu dengan ilmu Kim Keng Hok Mo Ciang. namun. " Engkau sudah ke mari" "Ha ha ha" si Pembunuh Misterius tertawa gelak "Malam ini aku ke mari untuk minta petunjuk pada Kong Bun Hong Tio" "Omitohud" sahut Kong Bun Hong Tio"Kenapa engkau membunuh para Hweeshio di sini?" "Karena aku sangat dendam pada siauw Lim Pay" ujar si Pembunuh Misterius. lalu menyerang Keng Bun Hong Tio dengan jurus Cing HweeBu Ceng (Api Hijau Tiada Perasaan). sedangkan si Pembunuh Misterius berkelebat ke sana ke mari menyerang padri tua." . lalu mengajak belasan Hweeshio itu menyingkir. Terjadilah pertarungan yang amat menegangkan. "Omitohud" ucap Kong Ti seng Ceng. "Jurus pertama" Si Pembunuh Misterius langsung menyerangnya dengan ilmu Cing Hwee ciang. aku saksa harus menghadapimu" "Ha ha ha" si Pembunuh Misterius tertawa gelak "Memang harus Kita bertanding sepuluh jurus saja. Tabuhnya berputar-putar ke atas.muncullah dua Hweeshio tua dan belasan Hweeshio lain berusia lima puluhan. Tak terasa sudah lewat delapan jurus.

sementara Keng Bun Hong Tio masih tetap berdiri di tempat.si Pembunuh Misterius yang terpental ke atas. lima tahun kemudian aku akan ke mari lagi membuat perhitungan.. si Pembunuh Misterius terpental ke atas. "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio"Kita telah bertanding sepuluh jurus. Karena itu." Keng Ti seng Ceng menghampirinya. si Pembunuh Misterius berjungkir balik ke bawahi lalu mendekati Kong Bun Hong Tio. "Kalian semua membiarkan cia sun membutakanmata ayahku. "Sungguh hebat ilmu pukulan cing Hwee Ciang itu.. aku bernama seng Hwi Hun. aku harus balas dendam Kalian dengar baik-baik.Ternyata Keng Bun Hong Tio mengeluarkan jurus Kim Keng Toh Ceng (Arhat Mengangkat Lonceng). tak lama kemudian ayahku binasa. engkau harus tahu..." seng Hwi melesat pergi. "Baik" si Pembunuh Misterius mengangguk "Kalian dengar.Kong Bun Hong Tio tersenyum sambil meloncat ke atas. "suheng" Bukan main terkejutnya Keng Ti seng Ceng. aku kagum padamu. belasan Hweeshio itu pun ikut ke dalam. mendadak saja cepat berjungkir balik dan langsung menyerang Kong Bun Hong Tio dengan jurus Cing Hwee sao Te (Api Hijau Membakar Bumi). "suheng. Prakk Terdengar huura benturan dahsyat. "Aaaa]f\.." "Sesuai dengan janji. ternyata engkau anaknya seng Hwi." Keng Ti seng Ceng segera memapahnya ke dalam kuil. aku tidak terluka maupun roboh di tanganmu" "Hm" dengus si Pembunuh Misterius dingin"Engkau memang hebat. "untung Kim Keng sin Kang ku telah sempurna. sedangkan sepasang kaki Kong Bun Hong Tio semakin amblas ke dalam tanah." "Aku memang sudah tahu" potong seng Hwi. sedangkan badan Keng Bun Hong Tio berubah agak pendeki karena sepasang kakinya amblas ke dalam tanah. " Engkau terluka?" Keng Bun Hong Tio mengangguk. maka engkau harus memberitahukan tentang dirimu" ujar Kong Bun Hong Tio sambil memandangnya. aku harus terus bertahan agar tidak muntah darah di hadapannya. sudah sepuluh jurus mereka berdua bertanding. si Pembunuh Misterius itu terpental ke atas lagi. sepasang tangan padri tua ini mengeluarkan cahaya kekuning-kuningan menangkis sepasang telapak tangan yang bersinar kehijau-hijauan itu. ketika benturan terjadi. Goan Pek LekChiu-seng Kun adalah ayahku" "Omitohud. Daarrr suara ledakan dahsyat memekakkan telinga. kalau tidak mungkin aku sudah mati di tangan seng Hwi itu" ... "uaaaakh " Mendadak Keng Bun Hong Tio muntah darah segar." "suheng." Keng Bun Hong Tio duduk sambil menghela nafas panjang.. Kong Bun Hong Tio yang tidak bergerak menyambut serangan itu dengan jurus Kim Kong Hok Mo (Arhat Menaklukkan iblis). Padri tua itu sama sekali tidak terluka...

dia akan ke mari lagi. suheng" Kong Ti seng ceng mengangguk. seng Kun sangat licik." jawab Keng Bun Hong Tio sambil menggeleng-gelengkan kepala. Thio Bu Ki. "Lima tahun kemudian. Tio Beng. "Tidak apa-apa." Thio Bu Ki mendekatinya. sementara itu Thio Han Liong terus berlatih Kiu yang sin Kang. ayah . tentunya menceritakan yang bukan-bukan pada seng Hwi" "sutee" Keng Bun Hong Tio menggeleng-gelengkan kepala. "Tapi." Thio Han Liong mendengar dengan penuh perhatian kelika Thio Bu Ki mulai menceritakan riwayat hidupnya. "Han Liong. Aku tahu. "Lima tahun kemudian. "Aku justru tidak habis pikir. Ayah" ucap Thio Han Liong." ujar Thio Bu Ki. -ooo00000ooo Bab 11 Berangkat Ke Tionggoan Waktu terus berlalu. Aku kuatir siauw Lim Pay akan dihancurkannya. bertambah besar dan tampan." "suheng." Kong Bun Hong Tio menggelengkan kepala. Ayah harus menceritakan tentang diri ayah dan ibu kepadamu sekarang. Thio Bu Ki mulai mengajarnya ilmu pedang. kepandaiannya pasti bertambah tinggi." ujar Keng Ti seng ceng sambil mengerutkan kening. menurut aku lebih baik kita mohon petunjuk pada ke tiga paman guru. "Kini kepandaianmu sudah cukup tinggi. Hanya saja. "Baik. kini Thio Han Liong sudah berusia enam belas tahun. lagipula usiamu sudah enam belas tahun. dari mana dia memperoleh ilmu Cing Hwee ciang itu?" "Memang mengherankan" Kong Bun Hong Tio menghela nafas panjang.stapya tiba-tiba ia berlatih Kiu im Pek Kut Jiauw-Tak terasa sudah berlalu lima tahun. sedangkan kita bertambah tua." "Terima kasih. aku harus beristirahat beberapa bulan agar bisa pulih." ujar Kong Ti seng Ceng. cuma beberapa hari ia sudah dapat menguasai ilmu pedang itu. "Hari ini ayah akan mengajar engkau semacam ilmu pedang. Kwa Kiat Lam dan Thio Han Liong duduk di dalam gubuki saat itu wajah Thio Bu Ki tampak agak serius. kalau begitu kita tunggu saja" "Tapi " Kong Bun Hong Tio menatapnya seraya berkata. "Itu tidak baik. kecuali terpaksa" Kong Ti seng Ceng manggut-manggut. "Aku yakin seng Hwi itu telah salah paham terhadap kita. "Kita pun harus terus berlatih mempersiapkan diri untuk melawan seng Hwi lima tahun yang akan datang" "Ya. semakin mendengar Thio Han Liong semakin tertarik. sebab Seng Hwi kelihatan sudah berusia tiga puluhan. Malam ini. Thay Kek Kun dan Kian Kun Taylo Ie. "Han Liong. "setelah berhasil menguasai Kiu yang sin Kang. entah apa yang akan terjadi-" "suheng."Bagaimana luka suheng?" Tanya Keng Ti seng Ceng cemas. Thio Han Liong memang berotak cerdas. kapan seng Kun beristeri?" "Tentunya sebelum jadi murid Keng Kian suheng.

"Engkau tidak mampu melawan para Dhalai Lhama itu. ayah diangkat sebagai Kauwcu." "Tapi Cu Goan ciang begitu jahat" "Dia jahat karena khawatir ayah akan memberontak terhadapnya. "Engkaupun harus ke kuil siauw Lim Sie menemui Kakek Cia sun. setelah itu secara licik sekali Cu Goan ciang mengangkat dirinya sebagai kaisar" sela Kwa Kiat Lam. kalau engkau membunuh cu Goan ciang." Thio Bu Ki tersenyum.. "Cu Goan ciang itu memang jahat." "Jangan" potong Thio Bu Ki. sejak itu berdirilah Beng Kauw." "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut. sesungguhnya dia seorang kaisar yang baik dan sangat memperhatikan nasib rakyat" "Tapi wajah ayah dan ibu?" "Ini semua perbuatan para Dhalai Lhama." Thio Han Liong mengangguk." sahut Thio Bu Ki." "Tapi " sela Kwa Kiat Lam lagi.. kenapa ayahnya berpesan begitu padanya? Mungkinkah ayahnya akan menyuruhnya ke Tionggoan? Tanyanya dalam hati"Han Liong..meninggalkan lembah itu.. "Benar" Tio Beng tersenyum. Ayah" "Setelah itu." Thio Bu Ki menggelengkan kepala. namun karena mencintai ayahmu. pasti akan terjadi peperangan lagi. "Han Liong."Engkau boleh ke Tionggoan esok bersama Paman Kwa-" . maka ibu ikut ayahmu." tambah Thio Bu Ki. "Han Liong." "Han Liong." ujar Kwa Kiat Lam. engkau tidak boleh membunuh Cu Goan ciang. "Padahal Cu Goan ciang adalah anak buah ayahmu." Thio Bu Ki menatapnya. engkau harus ke gunung Bu Tong menemui sucouw dan lainnya. seharusnya ayahmu yang jadi kaisar" "oh?" Thio Han Liong memandang ayahnya.Dia merasa heran." "oh?" Thio Han Liong terbelalak mendengar hal itu. maka jangan coba mencari mereka" "ya. aku akan ke gunung soat san mencari soat Lian itu untuk menyembuhkan wajah ayah dan ibu-" "Itu tidak gampang.. "Ayah sama sekali tidak berniat jadi kaisar." Thio Bu Ki menggeleng-gelengkan kepala.. Rakyatlah yang akan menderita. "Ibu adalah Putri Mongol." "Cu Goan ciang kok begitu jahat?" Thio Han Liong mengerutkan kening. "Pantas Paman Kwa memanggil Ayah Kauwcu. "Han Liong. "Sesungguhnya ibumu adalah orang Mongol. lalu menyatukan mo Kauw yang dalam pertikaian. Mohon petunjuk pada sucouw bagaimana mengalahkan para Dhalai Lhama itu" "Ya. ayah berjuang hanya demi membebaskan penderitaan rakyat. dia mengutus pasukan pilihan untuk membunuh ayah dan ibumu.. "Engkau harus membunuh cu Goan ciang." "Beng Kauw berhasil meruntuhkan Dinasti Goan. Ayah" Thio Han Liong mengangguk"Tapi. "Oh ya.

. Ibu" ujar Thio Han Liong berjanji.. "Apabila engkau berhasil mendapatkan soat Lian itu. lima tahun lalu kita pernah bertemu di sini" sahut Thio Han Liong.Nak. kita tetap tinggal di pulau ini. "siapa engkau?" "Paman tua. Tiada orang lain yang akan menyaksikan wajah kita. "Mudah-mudahan engkau berhasil mendapatkan Teratai salju itu" "Beng Moay ."Ayah -" Dugaan Thio Han Liong tidak meleset. ternyata benar Thio Bu Ki menyuruhnya ke Tionggoan. sebuah kapal berlabuh di pesisir utara. kemudian tampak dua orang meloncat turun dari kapal itu. Ayah" Thio Han Liong mengangguk. "Aku pasti ke gunung soat san untuk mencari Teratai salju itu. ." Tio Beng tersenyum dan menambahkan. sampai jumpa" "sampai jumpa. "Betul" Thio Han Liong mengangguk. "Nak.. "sampai di Tionggoan. cepatlah engkau pulang" "Beng Moay " Thio Bu Ki menggeleng-gelengkan kepala." " Terima kasih. aku tetap berada di sini. besok pagi engkau boleh berangkat ke Tionggoan bersama Paman Kwa" "ya." "Ya." pesan Tio Beng. Mereka adalah Kwa Kiat Lam dan Thio Han Liong. " Mungkin engkau akan merasa sebal melihat wajahku yang telah rusak ini. "Paman tua sudah lupa?" "Engkau." Tio Beng menatapnya seraya berkata. "Paman tua Paman tua. "Ya. "Han Liong." "Ayah. Thio Han Liong berjalan pergi." ujar Tio Beng dengan suara rendah"Lambat laun engkau akan merasa bosan terhadap wajahku-" "Tentu tidak-" Thio Bu Ki tertawa. "Engkau harus berhati-hati dalam pengembaraanmu. jangan lupa itu" pesan Thio Bu Ki. jangan terlampau gampang mempercayai orang Lebih-febih terhadap orang yang bermulut manis. Ayah" "Nak.aku pasti mengantar engkau" "Terima kasih Paman Kwa. Ibu" Thio Han Liong mengangguk." Thio Bu Kie menggeleng-gelengkan kepala. " Tapi alangkah baiknya wajah kita bisa sembuh. ya. Kapan engkau ingin pulang ke pulau Hong Hoang to." seru Thio Han Liong girang. "Biarkan saja wajah kita begini. "Paman Kwa. "selamat tinggal" "Han Liong" Kwa Kiat Lam tersenyum. "Wuah" Nelayan tua itu terus menatapnya d eng a n penuh perhatian." ucap Thio Han Liong. Han Liong" sahut Kwa Kiat Lam.. engkaukah anak kecil itu?" Nelayan tua itu tertawa gembira. kan?" "Itu tidak mungkin. Namun tiba-tiba ia terbelalak karena melihat seorang nelayan tua duduk takjauh dari situ. engkau pun harus mengunjungi Tan Ek seng dan Lie Ceng Peng yang telah berbudi padamu." ucap Tio Beng. Nelayan tua itu menatapnya dengan mata terbeliak lebar." "Bu Ki Koko. "Selamat jalan.

Beberapa hari kemudian. "Anak muda" Ah Hiang pelayan di rumah itu menatap Thio Han Liong dengan penuh keheranan.." Nelayan tua itu terbelalak melihat uang perak tersebut. (Bersambung keBagian 06) Jilid 6 "Sungguh hebat kepandaian anak muda itu Ha ha ha.. "Kok engkau tahu namaku?" "Tentu tahu. ." Nelayan tua itu menggelengkan kepala." "Oooh" Thio Han Liong manggut-manggut. "Engkau mau mencari siapa?" "Bibi Hiang." Wajah Thio Han Liong kemerah-merahan.. sehingga membuat mulut nelayan tua itu ternganga lebar. Mereka terkejut akan suc. tapi tidak sampai hati menjual kuda itu.. "Walau aku miskin. engkau adalah Thio Liong?" Ah Hiang tertegun. "untuk biaya Paman tua dan kuda itu. dia adalah kawanku satu-satunya." sahut Ah Hiang. Wajahnya berseri-seri. "Engkau. "Be begini banyak?" "Paman tua" Thio Han Liong tersenyum. tapi lupa. engkau sudah besar dan tampan sekali. maka segeralah ia menuju ke rumah Tan Ek Seng. aku ingin menemui Paman Tan.. "Kudamu itu bertambah gemuki aku mengurusinya dengan baik" "Apa?" Thio Han Liong tertegun.. "Tuan NYonya" teriak Ah Hiang. Mari masuk" "Terimakasih. hati-hati terhadap anak gadis lho" "Paman tua. "Tuh Tamu istimewa" "oh?" Lim soat Hong memperhatikan Thio Han Liong yang berdiri di situ. "Bibi Hiang. "Bibi Hiang sudah lupa kepadaku ya?" "siapa engkau? Aku. "Paman tua tidak menjual kuda itu?" "tidak. NYonya itu merasa kenal.. Masa Bibi Hiang lupa?" Thio Han Liong tersenyum. aku sudah tidak ingat lagi.ra teriakan Ah Hiang. "Ada tamu istimewa" Tan Ek Seng dan Lim soat Hong berhambur ke luar dari kamar menuju ruang depan. ada apa?" tanya Lim Soat Hong. "Ah Hiang. Thio Han Liong sudah tiba di desa Hok An. kepala desa itu." Thio Han Liong tersenyum. sampai jumpa" Thio Han Liong melesat pergi. ternyata ia teringat akan Tan Giok Cu. "Eh?! Tercengang Ah Hiang. aku adalah Thio Liong.. kemudian memberikannya puluhan tael perak"Eeeh? Anak muda.. "Ada tamu istimewa" sahut Ah Hiang sambil menunjuk Thio Han Liong." Nelayan tua itu tertawa gembira." ucap Thio Han Liong. "Oh ya" Nelayan tua itu teringat sesuatu. "Engkau.." sahut Thio Han Liong."Kini engkau sudah besar dan tampan sekali..

. "Kenapa dia meninggalkan rumah? Apa yang terjadi atas dirinya?" "Han Liong" Lim Soat Hong tersenyum.cakap" Mereka duduk. "Mari kita duduk."suamiku. tapi Giok Cu masih belum pulang.. melainkanpergi bersama gurunya. "Dia. "Dia ke mana?" Thio Han Liong heran. Kini sudah lewat lima tahun. engkau adalah Thio Han Liong?" "Betul-" "Han Liong . Di mana tempat tinggal gurunya itu?" "Di belakang gunung Ciong Lam san" sahut Tan Ek seng. tapi. "Aku adalah Thio Han Liong. "Han Liong" Tan Ek seng tersenyum seraya berkata.Burung Rajawali dan Pasangan Pendekar tidak muncul lagi di dunia Kang-ouw." "Itu tidak apa-apa. "Dia tidak terjadi apa-apa.. "Apa?" Thio Han Liong terbelalak "Di belakang Ciong Lam San terdapat Kuburan Mayat Hidup. lima tahun kemudian Giok Cu pasti pulang. "sebelum Nona Yo membawa pergi Giok Cu. dia belum pulang-" sahut Lim soat Hong. ... dia pasti sudah besar juga-" "Entahlah-" Tan Ek Seng menggelengkan kepala. engkau kenal anak muda itu?" "Kelihatannya memang kenal. di mana Adik manis?" tanya Thio Han Liong mendadak"Dia. "Mungkin Adik manis belum menguasai semua ilmu Bibi Yo." "Hah?" Tan Ek seng dan Lim soat Hong terbelalak"Engkau." "Apa?" Wajah Thio Han Liong langsung berubah pucat.. "Kalau begitu. kami kami girang sekali-" "Bibi. "Aku tak men angka dia sudah punya guru.." Tan Ek seng menggeleng-gelengkan kepala. "Adik manis sudah jadi murid Bibi Yo-" "Betul. dia sudah berjanji. "Engkau sudah besar." ujar Thio Han Liong..." Lim soat Hong membelainya. "Han Liong" Tan Ek seng menatapnya seraya bertanya. Ah Hiang segera menyuguhkan teh lalu mengundurkan diri. "Aku sudah lupa siapa dia?" "Paman." Thio Han Liong mengangguk..." "Tidak salah-" Tan Ek seng manggut-manggut.. "Engkau rindu kepada Giok Gu?" "Ya. Bibi" panggil Thio Han Liong sekaligus memberi hormat. "Sebab sudah lima tahun dia meninggalkan rumah." "oooh" Thio Han Liong langsung menarik nafas lega." Wajah Thio Han Liong berseri-seri." Lim soat Hong mengangguk. barulah kita bercakap.

ya?" Lim soat Hong tertawa gembira." "Bibi.. "Giok Cu sangat menyukaimu." Lim soat Hong manggut-manggut.. sebab ke dua orangtua Tan Giok Cu bertanya kepada Thio Han Liong tentang itu. Paman?" tanya Thio Han Liong tidak mengerti.. engkau mencintainya?" "Aku." sahut Lim soat Hong serius. aku. "Kami berani menjamin bahwa Giok Cu juga mencintaimu." "oh. tentunya ingin tahu mengenai itu. sebab cinta yang suci murni tidak bisa dipaksa.." ujar Thio Han Liong sungguh-sungguh"Apa-bila dia tidak mencintaiku. "Maksudku engkau terhadap Giok Cu" sahut Tan Ek seng. siapa tahu engkau sudah berubah" "Berubah bagaimana. "Ya" Thio Han Liong mengangguk "Han Liong." Wajah Thio Han Liong berubah kemerahmerahan. "Han Liong" Tan Ek seng menatapnya sambil tersenyum.. Itu tidak baik." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala.." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala." "syukurlah" ucap Lim soat Hong. "Han Liong." "Ya.." "Itu memang mungkin. kami gembira sekali-" Cukup menggelikan pembicaraan mereka. jadi orang pun bisa berlega hati"Lama sekali." "Bagaimana kalau engkau bertemu anak gadis yang lebih cantik daripada Giok Cu? Apakah engkau akan terpikat?" tanya Lim soat Hong mendadak. betulkah engkau menyukai Giok Cu?" "Betul.Memang ada baiknya bertanya secara terang-terang begitu." Thio Han Liong mengangguk"Han Liong" Lim soat Hong memberitahukan.. "Kini engkau sudah besar.." sahut Thio Han Liong sambil menundukkan kepala. "Aku tidak akan berubah terhadap Adik manis. "Giok Cu belum pulang-" "Begini saja. "Engkau tinggal di sini menunggu Giok Cu pulang. janganlah dipaksa.. Ketika masih kecil. "Bibi. "Aku.. aku cuma suka kepada Giok Cu.. "Belum tentu Giok Cu mencintaiku.Kemudian Tan Ek seng tertawa gelak tampak gembira sekali"Ha ha ha Bagus. "Tapi.maka Bibi Yo belum memperbolehkannya pulang." Ucapan tersebut membuat Lim soat Hong dan Tan Ek seng saling memandang. Kini. kemudian menatapnya seraya bertanya.." Thio Han Liong mengangguk lagi. engkau suka kepada Giok Cu. "Paman" ujar Thio Han Liong sungguh-sungguh.. padahal itu adalah urusan Thio Han Liong dengan Tan Giok Cu. aku tidak akan suka kepada gadis lain. Bibi." "Jangan khawatir." usul Tan Ek seng. kini engkau sudah besar. "Aku memang mencintainya. bagus Engkau memang anak yang berpengertian.. maka engkau tidak boleh mengecewakannya.Namun namanya juga orangtua. Tentunya engkau tidak akan menolak kan?" . begitu pula Tan Ek seng. aku.

"Nona ." "Tidak apa-apa?" tanya Tan Ek Seng. "Perutmu mulai sakit lagi?" Lim soat Hong mengangguk sambil mendekap perutnya. "Mari ikut aku ke dalam" Thio Han Liong mengangguk. Lim soat Hong berbaring di tempat tidur. "oh ya.aku yakin Paman ingin tahu tentang orangtuaku. Thio Han Liong tersenyum seraya berkata.Thio Han Liong mendekatinya sekaligus memeriksa nadi nYonya itu dengan intensif. "Aku mengerti sedikit ilmu pengobatan. dia ingin memeriksa penyakitmu."Paman. Berselang beberapa saat kemudian. "Apakah Bibi mengidap semacam penyakit aneh? Kalau tidak. "Tidak apa-apa. "sebaliknya kami malah merasa gembira sekali." Tan Ek seng manggut-manggut dengan wajah agak berseri. " Aduuuuuuh. bukankah aku akan merepotkan Paman dan Bibi?" "Tentu tidak.. sungguh" "Terimakasih. "Aaah " Lelaki itu menghela nafas panjang sambil duduk"Paman. "Aduuuh" Mendadak Lim soat Hong menjerit dan wajahnya pun mulai memucat." "Kami sudah tahu.. Paman" ucap Thio Han Liong." Thio Han Liong heran. Yo telah memberitahukan kepada kami. "Han Liong juga mahir ilmu pengobatan. Bibi kenapa?" tanya Thio Han Liong. lalu mengikuti Tan Ek seng ke kamarnya. la tercengang karena mendadak nYonya itu sakit perut." "ISieriku" Tan Ek seng cepat-cepat memegang tangannya." Lim soat Hong tersenyum." Lim soat Hong mengangguk. maka menimbulkan penyakit itu" . "Itu sungguh membingungkan" "Paman" Thio Han Liong tersenyum seraya memberitahukan. Bolehkah aku memeriksa Bibi?" "oh?" Tan Ek seng menatapnya heran. "sebab Bibi datang haidnya tidak cocok.. kalau aku tinggal di sini. Berselang beberapa saat kemudian." sahut Tan Ek seng. "sakit perut-" Tan Ek seng memberitahukan. bagaimana mungkin para tabib itu tak mampu mengobati Bibi?" "Aaahhhh" Tan Ek seng menghela nafas panjang lagi. Tan Ek seng segera memapahnya ke kamar. "Engkau mengerti ilmu pengobatan? siapa yang mengajarmu?" "Ayahku. "sudah setengah tahun dia begitu Entah sudah berapa banyak tabib yang ke mari mengobatinya. tapi tiada seorang pun yang dapat menyembuhkannya." "Oooh" Thio Han Liong manggut-manggut. wajahnya tampak meringis seakan menahan sakit. "ISieriku" Tan Ek seng memberitahukan. "sebetulnya iSieriku mengidap penyakit apa?" "Penyakit wanita" Thio Han Liong memberitahukan. Tan Ek seng kembali ke ruang depan dengan wajah murung. Thio Han Liong tetap duduk di situ dengan kening berkerut kerut.

karena merasa malu terus dipuji oleh Lim soat Hong dan Tan Ek seng. Thio Han Liong tinggul di rumah Tan Ek seng. tapi aku. kami akan menyuruhnya tunggu di rumah. Betapa gembiranya nYonya itu." "Tunggu saja di sini" ujar Lim soat Hong. bahkan juga kagum sekali pada Thio Han Liong. kami sungguh kagum kepadamu" "Paman. "Giok Cu masih belum pulang. "usiamu baru enam belas. aku terpaksa berangkat ke gunung Bu Tong. "Bibi." ujar Lim soat Hong sambil mengacungkan jempolnya ke hadapan pemuda itu. "Mau merendahkan diri merupakan sifat yang baik sekali. "Aku akan menunggu sepuluh hari. "Baiklah kami tidak akan menahanmu.. namun Tan Giok Cu masih belum pulang. "Tidak lama lagi Giok Cu pasti pulang." "Bibi" Thio Han Liong memberitahukan. Lim soat Hong sembuh dari penyakit yang dideritanya." "Ha ha" Tan Ek seng tertawa.. kemudian menyuruh Ah Hiang pergi beli obat tersebut. ia terpaksa berpamit.... namun memiliki berbadai ilmu. sebetulnya kami ingin menahanmu tetap tinggal di sini. tapi engkau punya urusan di gunung Bu TOng. "Jangan terlampau merendahkan diri oh ya.. "Baiklah-" Lim soat Hong manggut-manggut." Mendadak Thio Han Liong menggelengtelengkan kepala. "Aku. lalu diserahkannya kepada Tan Ek seng. aku pasti ke mari" jawab Thio Han Liong." Thio Han Liong menundukkan kepala. Thio Han Liong segera membuka resep." ucap Tan Ek seng sambil menerima resep obat ilu. tapi sudah begitu hebat. "Percayalah.. "Han Liong... "Beli obat ini. engkau memang hebat sekali." Tan Ek seng menggeleng-telengkan kepala.. kalau Giok Cu belum pulang." "Bagaimana kalau engkau pergi dia malah pulang?" tanya Lim soat Hong. berapa usiamu sekarang?" "Enam belas." "Han Liong" Tan Ek seng menatapnya dengan kagum." "Bukan main" Tan Ek seng menggeleng-gelengkan kepala. itu sungguh luar biasa" "Terima kasih atas pujian Paman. cukup tiga bungkus saja" ujar Thio Han Liong dan menambahkan." "Paman. "Ha ha" Tan Ek seng tertawa. aku cuma mengerti sedikit ilmu pengobatan. Kalau Giok Cu pulang.Engkau harus ke mari lho" . Beberapa hari kemudian setelah makan obat godokan itu. penyakit Bibi pasti sembuh" "Terima kasih... Han Liong. "Han Liong." Wajah Thio Han Liong kemerah-merahan.. "suruh dia tunggu.. oleh karena itu. sedangkan aku harus segera pergi ke gunung Bu TOng. Walau sudah lewat belasan hari. "Engkau masih kecil."oooh" Tan Ek seng manggut-manggut.

Lie Goat Hiang terbelalak"Engkau adalah Adik Liong?" "Betul-" Thio Han Liong mengangguk."Ya" Thio Han Liong mengangguk. "Aku tidak menyangka Han Liong sudah begitu besar. "Engkau Thio Han Liong? Cuma berpisah beberapa tahun. Han Liong" sahut Tan Ek Seng. kini engkau sudah besar dan bertambah tampan lho" "Kakak Hiang" Thio Han Liong tersenyum. Ha ha ha. Thio Han Liong berdiri di situ sambil menyaksikannya. usai mengajar.. syukurlah" . "Engkau siapa?" "Aku Han Liong. "Namanya Un Hui suan. sungguh beruntung kita kalau dia jadi menantu kita." Lie Cong Peng memperhatikannya... Apakah Paman sudah lupa?" Thio Han Liong memberitahukan sambil tertawa kecil. Ternyata Lie Cong Peng sudah tidak mengenalinya lagi. barulah Tan Ek seng dan Lim soat Hong masuk ke rumah. di mana Kakak Hiang?" "Ada di dalam. engkau sudah sedemikian besar?" "Paman. "Memang sayang sekali. begitu bertemu pasti saling mencinta." "Ternyata Kakak Hiang sudah punya suami dan anak." sahut Tan Ek seng sambil tertawa gembira." setelah tiba di kota Keng TU. "Tidak" Thio Han Liong tersenyum. "Karena dia dan Giok Cu sudah saling menyukai. ayahnya bernama un Kong Liang. berpapasan dengan seorang wanita muda menggandeng seorang gadis kecil berusia tiga tahunan. Wanita muda itu adalah Lie Goat Hiang.. " Tan Ek Seng menggeleng-gelengkan kepala.. setelah Thio Han Liong tidak kelihatan. tampan. "Eh? siapa gadis kecil ini?" "Ini adalah putriku" Lie Goat Hiang memberitahukan.." Lim soat Hong menghela nafas panjang. "Hati-hati dalam perjalanan" "Ya" Thio Han Liong mengangguk lagi. barulah Lie Cong Peng mendekati Thio Han Liong.. lalu melangkah pergi meninggalkan rumah Tan Ek seng. Lie Cong Peng terbelalak." Lie Goat Hiang langsung menggenggam tangannya erat-erat. baik hati dan amat hebat pula. kemudian tersenyum seraya berkata. "Anak muda.." "Sudah pasti dia akan jadi menantu kita. "Kakak Hiang" seru Thio Han Liong girang. "Adik Liong."sampai jumpa Paman. Thio Han Liong mampir ke rumah Lie Cong Peng. Mari kita ke dalam" Lie Cong Peng mengaiak Thio Han Liong ke dalam rumah." "Adik Liong. Bibi" "selamatjalan. "Apakah Paman sudah lupa kepadaku?" "Engkau. Kebetulan guru silat Lie itu sedang mengajar para muridnya ilmu silat di pekarangan. "Kakak Hiang masih ingat kepadaku. engkau mau belajar ilmu silat di sini?" tanyanya. "Sayang sekali Giok Cu belum pulang.

kemudian mereka duduk. "Engkau harus tahu.. "Han Liong" un Kong Liang tersenyum. "Terus terang." desak un Kong Liang lagi. dan pembantu segera menyuguhkan tehTak lama muncullah seorang lelaki berusia tiga puluhan yang ternyata un Kong Liang. "Kakak ipar. Thio Han Liong segera bangkit berdiri. lalu memberi hormat seraya berkata dengan sopan.la memang berkepandaian tinggi. "Han Liong. Lantaran Lie Goat Hiang sering menceritakan tentang kepandaian Thio Han Liong. Itu tidak apaapa-" "Baiklah-" Thio Han Liong mengangguk. Waiah un Kong Liang langsung berseri.. sebab aku hobi sekali akan ilmu silat-" "Han Liong" Lie Cong Peng tersenyum. "Jangan mengecewakan aku. aku pun pernah belajar ilmu silat. sayang sekali-" Thio Han Liong membelainya lagu "Han Liong. Mereka duduk. Thio Han Liong melayaninya dengan gesit. Kebetulan Thio Han Liong dalang." "oooh" un Kong Liang manggut-manggut sambil tersenyum. Bagaimana kalau kita main-main beberapa jurus?" "Itu. mari kita duduk" ujar Lie Cong Peng."jawab Thio Han Liong merendah. kelak pasti menjadi gadis rupawan." Thio Han Liong tampak ragu." Thio Han Liong menggeleng-telengkan kepala. kepandaian suamiku cukup tinggi lho" "Kalau begitu.. "Hui suan. la berkelit ke sana ke . "Suamiku" Lie Goat Hiang memperkenalkan.. setelah ke duanya saling memberi hormat un Kong Liang mulai menyerangnya.Thio Han Liong tersenyum.. "Dia adalah Thio Han Liong yang pernah kuceritakan kepadamu. "Aku mohon petunjuk. aku mengaku kalah saja" ujar Thio Han Liong sungguh-sungguh "Jadi tidak usah main-main beberapa jurus-" "Han Liong" desak un Kong Liang." "Kakak ipar. "Adik Liong" Lie Goat Hiang tersenyum. ya. "Temanilah dia main-main beberapa jurus. terimalah hormatku" "Sama-sama" sahut un Kong Liang sekaligus balas memberi hormat. maka ia ingin mencoba kepandaian anak muda itu Mereka berdiri berhadapan. "Kini engkau sudah besar. kan?" "Biasa-biasa saja. cepat panggil paman kecil" ujar Lie Goat Hiang kepada putrinya"Paman kecil" Gadis kecil itu langsung memanggilnya"Anak manis" Thio Han Liong membelainya"Engkau sungguh cantik manis.. kepandaianmu pasti bertambah tinggi. "Adik Liong" Lie Goat Hiang menatapnya dengan wajah berseri-seri. membuatnya penasaran." "Paman kecil sayang Hut suan?" tanya gadis kecil itu mendadak"sayang.

dan ia langsung melesat ke arahnya." "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut. maka un Kong Liang tidak terluka. bolehkah aku tahu siapa gurumu?" "Aku belajar dari Ayah dan ibu. Mereka memandang Thio Han Liong dengan mata terbelalak dan mendadak un Kong Liang memberi hormat seraya berkata." un Kong Liang memberitahukan. Tampak badannya berputar-putar mengelilingi Thio Han Liong."jawab Thio Han Liong. "Kepandaian Han Liong memang tinggi sekali-" "Kakak ipar" Thio Han Liong mendekatinya"Maafkan aku" "Tidak apa-apa-" un Kong Liang tersenyum"Kepandatanmu memang tinggi sekali. Thio Han Liong terperanjat juga menyaksikan serangan itu Maka cepat-cepat ia menggerakkan sepasang tangannya membentuk beberapa lingkaran. "Ternyata engkau adalah putra Thio Kauwcu.Mendadak ia bersiul panjang sambil menyerang." tanya un Kong Liang penuh perhatian." Thio Han Liong memberitahukan. Aku mengaku kalah" "Aku -" Thio Han Liong menundukkan kepala karena hatinya merasa tidak enak"Ha ha ha" Lie Cong Peng tertawa o elaki "Kong Liang.mari menghindari serangan uang bertubi-tubi itu Un Kong Liang bertambah penasaran.Betapa cemasnya Lie Goat Hiang ketika melihat suaminya terpental. "Ayahku adalah anggota Beng Kauw. "Ayah dan ibumu baik-baik saja?" "Kedua orangtuaku baik-baik saja. "Han Liong. kemudian ia pun balas menyerang. sungguh menggembirakan" "Kakak ipar kenal ayah?" "Aku pernah melihat ayahmu." tanyanya cepat. "suamiku. karena ia mulai terdesak. maka mulailah ia mengeluarkan jurus-jurus simpanannya. begitu pula Lie Cong Peng danputrinya. kini engkau tidak penasaran lagi kan?" "Ya. namun gugur di medan perang. kemudian memandang Thio Han Liong seraya bertanya. sepasang tangannya berderak lemas menangkis serangan-serangan itu. "siapa Ayah dan ibumu?" "Ayahku bernama Thio Bu Ki. itulah gerakan song Hong soh Te (Angin Puyuh Menyapu Bumi). serangan-serangan yang makin dahsyat itu membuat Thio Han Liong harus mengeluarkan Thau Kek Kun. "Han Liong. Betapa terkejutnya un Kong Liang. pada waKiu itu aku masih kecil. "Engkau terluka?" "Tidak-" un Kong Liang menggelengkan kepala." un Kong Liang mengangguk." "Haaah?"Betapa terkejutnya un Kong Liang. Ternyata ia mengeluarkan jurus simpanannya. lalu menangkis serangan itu dengan Kiu Yang stn Kang. "Hidup tenang di Pulau Hong Hoang to-" . Buuuuk un Kong Liang terpental beberapa depaUntung Thio Han Liong hanya menggunakan lima bagian Iweekangnya.

dan mereka menatap Thio Han Liong dengan tajam sekali"Anak muda" tanya salah seorang dari mereka. mereka bersantap dan bersulang sambil tertawa gembira.. Pagi ini tampak seorang pemuda sedang mendaki gunung itu melalui jalan yang sempit. Ayahku menghimpun kekuatan Beng Kauw hanya semata-mata berjuang demi rakyat. Kini rakyat sudah hidup makmur.. namun justru tidak mau. Tiba-tiba muncul belasan orang.ubkan.Hari ini engkau ke mari. tidak mau pusing akan urusan rimba persilatan lagi-" "Yaah" un Kong Liang menggeleng-telengkan kepala. maka ayahku sudah merasa puas." "Ayahku lebih senang hidup tenang dan damai di Pulau Hong Hoang TO." "Han Liong" bujuk Lie Goat Hiang. "Tak disangka engkau adalah putra Thio Bu Ki yang amat terkenal.Besok pagi saja engkau berangkat. Pemuda itu adalahThioHan Liong. "Han Liong" Lie Cong Peng tertawa gembira. hawa udara di situ pun sejuk menyegarkan.. "Kok begitu buru-buru?" "Karena aku harus pergi ke gunung Bu Tong. la merasa tidak enak kalau menolakMalam harinya. Kenapa tidak dari dulu engkau memberitahukan kepadaku?" "Sebab aku tidak mau menyusahkan Paman" ujar Thio Han Liong." "Baiklah-" Thio Han Liong mengangguk. "Mau apa engkau ke mari? Ini adalah tempat Bu TOng Pay" "Maaf" ucap Thio Han Liong"Apakah aku berhadapan dengan murid-murid Bu Tong Pay?" "Betul" sahut orang itu"Cepat katakan siapa engkau dan mau apa ke mari?" ." "Ayahmu memang berjiwa besar. maka kami harus menjamumu-" "Tidak usah-" "Han Liong" desak Lie Cong Peng. "Biar bagaimana pun kami harus mengajakmu makanmakan malam ini. akhirnya dia yang menjadi kaisar-" "sebetulnya ayahku tidak berniat menjadi kaisar. Terdengar kicauan burung dan suara aiHerjun. berangkatlah Thio Han Liong ke gunung Bu TOng. Tapi-."Padahal sesungguhnya." "Pikiranmu sungguh panjang waKiu itu" Lie Cong Peng manggut-manggut." un Kong Liang menggeleng-Gelengkan kepala"secara licik Cu Goan Ciang merebut kekuasaan Beng Kauw. Begitu pula un Kong Liang dan Lie Goat Hiang. "Padahal usiamu masih kecil sekali-" "Paman" ujar Thio Han Liong mendadak"Aku.Keesokan harinya.. telah tiba di gunung tersebut. «pada waKiu itu aku termasuk buronan kerajaan. "Telah enam tahun lebih kita berpisah. ayahmu yang harus menjadi kaisar. Bab 12 Meninggalkan Kuburan Tua Panorama di gunung Bu TOng sungguh indah meNak. aku mau mohon diri-" "Apa?" Lie Cong Peng tertegun. Padahal beliau masih bisa memberontak terhadap Cu Goan Ciang.

sebab akan bertemu sucouw Thio sam Hong dan lainnya. aku harap kalian sudi mengantarku ke sam Cing Koan (Kuil Bu Tong Pay) menemui beliau-beliau itu" "Engkau punya hubungan apa dengan guru-guru kami?" tanya orang itu dengan kening berkerut. AYoh cepat pergi" bentak salah seorang yang lain dengan sikap kasar pula.." TOa suheng itu berpikir lama sekali. "Guru sudah menunggu. mari ikut aku ke dalam" "Terima kasih. Berselang beberapa saat. "Pemuda ini yang ingin menemui Guru. Thio song Kee dan jie Lian Cu. Aku harap kalian sudi mengantarku ke sam Ctng Koan menemui guru-guru kalian" "TOa suheng. Kakek In dan lainnya" ujar Thio Han Liong dengan sabar. bahwa aku punya hubungan erat dengan Bu TOng Pay. "Guru" orang itu memberi hormat dan melapor." orang itu menundukkan kepala." "Bagaimana kalau dia bohong?" tanya orang yang dipanggil suheng itu. "Hubungan kami erat sekali" sahut Thio Han liong. "Tentunya kalian tahu ilmu silat apa yang kuperlihatkan barusan. Dia pun bisa Thay Kek Kun. jie Thay Giam. setelah itu barulah mengangguk"Baiklah." ucan Thio Han Liong. dan kemudian mendadak bergerak memperlihatkan beberapa jurus Thay Kek Kun. "Saudara." sahut Thio Han Liong. "Thio Han Liong? Kami tidak pernah mendengar namamu. "sudah kukatakan tadi. siapa engkau dan dari mana engkau belajar Thay Kek Kun?" . Di ruang depan tampak duduk beberapa orangtua. Toa suheng menyuruh Thio Han Liong menunggu di situ.. "saudara-saudara sekalian. percayalah" "suheng" ujar yang lainnya lagi." ucap Thio Han Liong. "Engkau mau bertanggung-jawab?" "Aku."Namaku Thio Han Liong. lagi pula dia bisa Thay Kek Kun pertanda dia punya hubungan dengan partai kita. "Aku ingin menemui Kakek song." song Wan Kiauw menatap Thio Han Liong dengan tajam sekali"Anak muda. "saudara-saudara sekalian. sampai di depan kuil tersebut. percayalah kepadaku" ujar Thio Han Liong. bukan?" "Dari mana engkau mencuri belajar Thay Kek Kun?" bentak orang uang dipanggil suheng itu. "Lebih baik kita antar dia menemui guru. si Toa suheng itu sudah kembali ke situ dan berkata kepada Thio Han Liong.Aku kemari ingin menemui guruguru kalian. lalu ke dalam untuk melapor kepada gurunya. yakni song Wan Kiauw. kelihatannya dia tidak bohong. la mengikuti orang itu ke dalam dengan wajah berseri.. lalu mengikuti mereka ke atas. menuju sam Cing Koan.Mari ikut kami ke atas" "Terima kasih.

bangun dan duduklah Mari kita bercakap-cakap" "Ya." "Apa?" song Wan Kiauw terbelalak. Guru. maka ayah menamai pulau itu Hong Hoang TO."jawab song Wan Kiauw. bukankah masih ada Kakek In?" tanya Thio Han Liong. namun Thio Han Liong justru . "siapa ayahmu?" "Ayahku bernama Thio Bu Ki. "Nak." ujar Thio Han Liong. "Tapi ada seorang tamu istimewa ke mari. duduklah" ujar Thio sam Hong. Thio song Kee dan Jie Thay Glam" "Kakek song. "Han Liong. "Kakek song. Namaku Thio Han Liong" "Thio Han Liong?" song Wan Kiauw menatapnya dengan penuh perhatian.." "Tamu istimewa yang masih muda?" tanya Thio sam Hong tanpa membuka matanya. "Mari ke ruang meditasi menemui beliau" Mereka semua menuju ruang meditasi. aku adalah song Wan Kiauw. engkau adalah anak Thio Bu Ki?" "Betul. "Engkau. Mereka segera duduk. sedangkan song Wan Kiauw segera memperkenalkan dirinya dan yang lain.. "Ayah yang mengajarku Thay Kek Kun. "Di mana beliau?" "Dia sedang pergi ke Siauw Lim Sie karena ada urusan." song Wan Kiauw mengangguk"Kalian." "Tidak salah-" song Wan Kiauw tertawa gembira. begitu pula yang lain. mereka adalah jie Lian ciu. itu sungguh membuat Thio Han Liong kagum. "Apakah sucouw baik-baik saja?" "sucouwmu baik-baik saja." Thio Han Liong mengangguk. "oooh" song Wan Kiauw manggut-manggut." sahut song wan Kiauw dan bertanya. "ibuku adalah Tio Beng. bagaimana keadaan sucouw?" tanya Thio Han Liong. "Ada urusan apa kalian ke mari?" tanya Thio sam Hong."Kakek" panggil Thio Han Liong sekaligus bersujud di hadapan mereka dan memberitahukan. "Apakah In Lie Heng sudah pulang dari Siauw Lim sie?" "In Lie Heng belum pulang. Tinggal di Pulau Hong Hoang To. Guru Besar Thio sam Hong sedang duduk bersila di dalam ruang itu dengan mata terpejam. "Di Pak Hai terdapat pulau itu?" "Karena di pulau itu terdapat burung Hong Hoang. "Ya. bagaimana kabar ke dua orang tuamu dan tinggal di mana mereka sekarang?" "Ke dua orangtuaku baik-baik saja-" Thio Han Liong memberitahukan. "Han Liong. Kakek-" Thio Han Liong seaera bangun dan duduk." sahut song wan Kiauw. di Pak Hai" "Pulau Hong Hoang to?" song Wan Kiauw mengerutkan kening.

" ujar Thio sam Hong lalu memandang Thio Han Liong seraya berkata. duduklah" ujar Thio sam Hong dengan wajah berseri. "Ayah tidak sanggup melawan mereka.. "Aku. di Laut Utara. "Dia sudah menjadi kaisar. namun masih tetap ingin membunuh Bu Ki Padahal Bu Ki sudah menyingkir ke pulau itu" "Hm" dengus song Wan Kiauw dingin. terimalah sujud Han Liong" ucap Thio Han Liong. "Anak muda.. song Wan Kiauw dan lainnya juga turut gembira. maka menyuruh Han Liong mohon petunjuk sucouw.. sucouw.. Aku datang dari Pulau Hong Hoang to. Namun. namun semua itu telah berlalu.. "Anak muda. namaku Thio Han Liong. "Kok masih gampang emosi?" "Maafkan aku. kenapa engkau bersujud di hadapanku?" tanya Thio sam Hong.." Thio Han Liong seaera duduk"Han Liong. "Engkau memanggilku sucouw?" Thio sam Hong heran dan perlahan-lahan membuka matanya. Guru" ucap song Wan Kiauw. "sucouw. engkau bukan anak kecil lagi-" tegur Thio sam Hong sambil menggeleng-gelengkan kepala... "Kita harus ke Kota raja membunuh Cu Goan Ciang yang tak kenal budi itu" "song Wan Kiauw. "Ya." Menyaksikan Thio sam Hong gembira.ujar Thio Sam Hong sambil menggelengGelengkan kepala.bersujud di hadapan guru besar itu. "Ha ha ha" Thio sam Hong tertawa gembira. ." "Apa?" Thio sam Hong terbelalak. "Wajah ke dua orangtua Han Liong telah rusak" "Kenapa wajah ke dua orangtua mu bisa rusak?" tanya song Wan Kiauw terkejut"Apakah telah terjadi sesuatu atas diri ke dua orangtua mu?" Thio Han Liong mengangguk..." tanya Thio sam Hong penuh perhatian. "Jelaskan tentang luka ayahmu" "Tergempur oleh Iweekang gabungan para Dhalai Lhama. wajah ke dua orangtua Han Liong rusak terbakar oleh Liak Hwee Tan. "Thio Bu Ki sudah punya anak Thio Bu Ki sudah punya anak Ha ha ha." Thio Han Liong menggeleng-telengkan kepala... "Bagaimana keadaan ke dua orang tuamu?" "Ayah dan ibu baik-baik saja. lalu menutur tentang kejadian penyerbuan para Dhalai Lhama dan pasukan pilihan Cu Goan Ciang. "Engkau adalah anak Thio Bu Ki? Betulkah itu?" "Betul. ayah Han Liong adalah Thio Bu Ki.. siapa engkau dan dari mana asalmu?" "sucouw. kematian Ciu Ci Jiak dan ke dua orangtuanya terluka. lalu menatap Thio Han Liong dengan tajam." "Luar biasa sekali." Thio Han Liong menjelaskan." "Guru tahu perasaanmu. sucouw." jawab Thio Han Liong.. "Han Liong. "sungguh keterlaluan Cu Goan Ciang" jie Lian ciu mengepal tinju.

mereka pasti mengerti formasi Kiu Kiong. "Adakah cara memecahkan ilmu itu?" "Tidak ada-" Thio sam Hong menghela nafas panjang. "Han Liong. betapa dahsyatnya Iweekang gabungan para Dhalai Lhama itu. Hanya saja guru belum memikirkannya... "Aku pernah berkelana." "Terima kasih. "Pantas Bu Ki tidak sanggup melawan mereka...belum lama ini justru muncul lagi sebuah perkumpulan misterius-" "oh?" Thio Han Liong tertegun. tapi kemudian dibatalkannya dan dia hanya menggelenggelengkan kepala." Thio sam Hong menggeleng-telengkan kepala. Pat Kwa dan Ngo Heng. sucouw akan memberi petunjuk kepadamu." Thio Han Liong mengangguk"Hanya saia Iweekangku masih dangkal. "Han Liong." Thio Han Liong mengangguk." ujar Thio sam Hong sambil memejamkan matanya." "Hmmmm" Thio sam Hong manggut-mangguh " Kalau begitu."Jie Lian Ciu ingin menanyakan sesuatu. "perkumpulan apa itu?" tanyanya"Hek liong pang (Perkumpulan Naga Hitam). "Han Liong" Thio sam Hong menatapnya seraya bertanya. sucouw. siapa yang sanggup menyambut pukulannya?" "Guru. tiada seorang jagoan pun di Tionggoan sanggup melawan para Dhalai Lhama itu" "Guru. "Kalau begitu. "Apakah engkau sudah menguasai semua ilmu ayahmu?" "sudah. "Apakah tiada cara sama sekali untuk memecahkan ilmu istimewa itu?" "Tentu ada." ucap Thio Han Liong girang. sucouw. "apa Dhalai Lhama itu berjumlah sembilan orang?" "Ya. "Coba kalian bayangkan.." Thio Han Liong menutur tentang dirinya ditangkap oleh para Dhalai Lhama."jawab Thio sam Hong dengan kening berkerut-kerut.ilmu tersebut sudah lama lenyap ini rimba persilatan. "Kakek Jie" Thio Han Liong memberitahukan. itu merupakan pengalaman yang amat berharga bagimu-" lalu ia menceritakan tentang situasi kondisi persilatan sekarang. engkau masih harus berlatih di sini. kemudian bertanya kepada Thio Han Liong." tanya jie Lian Ciu." Jie Lian ciu . Maka aku harus menceritakan tentang situasi rimba persilatan sekarang" kata Jie Lian ciu. lalu kembali ke ruang depan. "sekarang kalian boleh keluar dulu."itu adalah Ie Kang Tai Tik (Memindahkan Lweekang Menggempur Musuh). tak disangka para Dhalai Lhama Tibet memiliki ilmu itu" "Guru.lie Lian Ciu dan lainnya segera keluar." tanya Jie Lian ciu. juga mengenai kemunculan empat jago dan pembunuh misterius lalu menambahkan dengan wajah serius "-.. sucouw. Kalau begitu. cara bagaimana meloloskan diri dan lain sebadainya. Jie Lian Ciu manggut-manggut sambil tersenyum. mungkin tidak lama lagi engkau akan berkecimpung ke dalam rimba persilatan..

" ujar Tan Giok Cu sambil tersenyum-senyum. "sebetulnya peraturan KouwBok Pay (Partai Kuburan Tua) sangat ketat sekali. harus ber-hati-hati-" "Ya. "Engkau adalah muridku. Kini gadis itu telah remaja. "Giok Cu" Yo Sian Sian menatapnya dalam-dalam seraya berkata." Mendadak Yo sian sian menghela nafas panjang. tapi masih tampak cantik. engkau harus berhati hati" "Ya. maka kalau bertemu dia. sebab ketuanya berkepandaian sangat tinggi sekaliTiada seorang pun tahu siapa ketua Hek liong pang itu." "Giok Cu." Tan Giok Cu tertegun.." Yo Sian Sian manggut-manggut. Guru sangat baik sekali padaku. "Kalau engkau sudah berkecimpung dalam rimba persilatan. "Engkau rindu sekali kepada Thio Han Liong kan?" "Ya.. Thio sam Hong mulai memberi petunjuk kepada Thio Han Liong mengenai ilmu silat dan lain sebagainya. Kakek Jie.. itu agar engkau tahu." "Giok Cu" Yo Sian Sian tersenyum lembut. "Aku tahu.memberitahukan." "Guru. Di dalam sebuah kuburan tua yang amat besar." Thio Han Liong mengangguk.. Guru.. "Kemunculan Hek liong pang telah menggemparkan rimba persilatan. "Giok Cu" Yo sian sian menatapnya sambil tersenyum lembut. maka guru mengutus In Lie Heng ke Siauw lim sie-" "KakekJie. ". Anak maupun murid dilarang . tampak Tan Giok Cu dan Yo Sian Sian duduk berhadapan.. "Berusia lima puluhan.. "Hari ini engkau boleh pulang ke rumahmu." song Wan Kiauw menghela nafas panjang. Parasnya cantik luar biasa dan putih bagaikan salju. berusia lima belasan. tapi sebelumnya aku harus menceritakan tentang rimba persilatan kepadamu. "hari ini aku boleh pulang?" "ya-" Yo sian Sian mengangguk. bahkan belum lama ini ketua Hek liong pang itu telah mengalahkan beberapa ketua partai besar.." Tan Giok Cu menatapnya. "selama ini. sasaran berikutnya mungkin Partai Siauw Lim." sahut jie Lian Ciu. "Wanita. Hek liong pang itu sudah berkembang pesat dan sering membunuh kaum rimba persilatan goiongan putih. tentunya aku harus baik dan menyayangimu.. "Tak disangka kini rimba persilatan berubah kacau tidak karuan" "Han Liong.. kemudian menundukkan kepala. "sudah lima tahun lebih engkau berada di sini dan kini engkau sudah berhasil menguasai ilmuku." Tan Giok Cu mengangguk." pesan jie Lian ciu. Keesokan harinya." "semua itu adalah atas gemblengan Guru. terutama mengenai ilmu Iweekang. ketua Hek liong pang itu lelaki atau wanita?" tanya Thio Han Liong.. si Mo (iblis DariBarat) amat jahat dan licik. kemudian menceritakan tentang rimba persilatan dan lain sebagainya." "Guru...

"Guru. Yo sian sian menghela nafas panjang. tentunya tidak akan menikah lagi-" sahut Yo Sian Sian sambil tersenyum getir. kini sudah berusia lima puluhan." "oh?" "Tapi sejak murid ayahku diusir. janganlah engkau langsung cemburu atau curiga. Guru-" "oh ya" Yo Sian Sian tersenyum- ." "siapa dia?" "Dia adalah Thio Bu Ki-" "Apa?" Tan Giok Cu terbelalak. apakah Han Liong akan setia terhadapku?" "Anak itu memang tampan dan baik hati.Engkau harus ingat itu" "Ya. mungkin dia bersembunyi di suatu tempat untuk mempelajari Kiu Im Cin Keng itu" "Guru-. "Belasan tahun lalu.engkau harus ingat satu hal" "Hal apa?" "Engkau tidak boleh cemburu buta.. "Kalau dia mencintaimu dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati." "Dari muda hingga sekarang Guru tidak pernah mencintai kaum lelaki?" tanya Tan Giok Cu heran. "Ketika dia diusir. sin Tiauw Tayhiap Yo Ko-" "Kalau begitu kepandaian bibi guru.. Akan tetapi. "Ayah Thio Han Liong?" Yo Sian Sian mengangguk.Itu adalah kitab salinan peninggalan kakek moyangku. karena itu aku harus menjauhinya." Tan Giok Cu menatapnya seraya bertanya"Kenapa Guru tidak mau menikah?" "Kini usiaku sudah empat puluh lebih.. sebetulnya ayahku sangat menyayanginya.. tanyakan dulu sejelas-jelasnya." sahut Yo Sian Sian." "Aku yakin kepandaiannya sudah tinggi sekali." "Guru. "sudah tua." Tan Giok Cu manggut-manggut. lagtpula sering meninggalkan kuburan tua ini secara diam-diam maka ayahku mengusirnya. kecuali ada urusan penting.meninggalkan kuburan tua ini.. namun kelakuannya. dia pun mencuri sebuah kitab salinan Kiu Im Cin Keng." "Kalau begitu.tentunya banyak anak gadis yang akan jatuh cinta kepadanya..tentunya dia akan setia terhadapmu. Namun dia sudah punya kekasih bernama Tio Beng. aku pernah jatuh cinta. lagi pula aku tidak pernah mencintai lelaki yang mana pun." "Kitab salinan Kiu Im Cin Keng?" "ya.." Yo Sian sian menggeleng-gelengkan kepala. seandainya dia berjalan bersama gadis lain." Yo sian Sian mengangguk"Bibi gurumu bernama Kwee In Loan. setelah itu kami bertemu lagi di kuil Siauw Lim sie. maka ayahku menghapus peraturan tersebut. Tapi pemuda itu sudah punya pacar.sebab hingga kini sudah dua puluh lima tahun tiada kabar beritanya.. aku masih punya seorang bibi guru?" "Betul. "Pada waKiu itu aku menyelamatkan putri ketua Kay Pang bernama su Hong se ki kemudian bertemu Thio Bu Ki. kenapa bibi guru diusir?" "Karena dia sangat jahat.

" Tan Giok Cu sudah meninggalkan kuburan tua itu dan langsung menuju desa Hok An."Aku akan menghadiahkan kepadamu sebilah pedang pusaka yakni Pek Kong Kiam (Pedang ca\f\ai^R Putih)-" "Terima kasih. maka sangat menarik perhatian kaum lelakiNamun ada sebilah pedang bergantung di punggungnya. la merupakan gadis remaja yang cantik jelita. aku akan mencarimu dalam rimba persilatan." "Hm" dengus kepala perampok itu." Mata Tan Giok Cu mulai berkaca-kaca. Ketika melewati sebuah rimba.hari ini kedatangan seorang gaudis remaja uang cantik jelita Kita sungguh beruntung lho" Para perampok itu langsung mengepung Tan Giok Cu. maka perampok itu meremehkannya. "Cepatlah kalian pergi. Namun Tan Giok Cu baru berusia belasan. "Jangan kurang ajar" bentak Tan Giok Cu lagi"Kalau kalian berani kurang ajar. maka kaum lelaki tidak berani sembarang menggodanya.kalau tidak . Kepala perampok itu terkejut ketika melihat pedang yang memancarkan cahaya putih. mendadak muncul belasan orang yang bertampang seram dan bersenjata tajam. "Gadis cantik yang galak lebih baik engkau menemani aku bersenang-senang. kenapa engkau galak?" Kepala perampok itu menjulurkan tangannya untuk menowel pipi Tan Giok Cu.. Mereka itu ternyata para perampok"Ha ha ha" Kepala perampok itu tertawa gelak"Tak disangka sama sekali. engkau akan kami cincang" "Hm" dengus Tan Giok Cu sambil menghunus pedang pusakanya." "He he he" Kepala perampok itu tertawa terkekeh-kekeh lagi. Guru-" "Giok Cu" Yo Sian sian menatapnya lembut"Engkau boleh berkemas sekarang. "Kalian mau apa?" bentak Tan Giok Cu"He he he" Kepala perampok tertawa terkekeh"Gadis cantik. Gadis itu menangkis dengan pedang pusakanya. Gagis itu mengerutkan kening. ia sudah tahu bahwa mereka adalah para penjahat. dan meninggalkan kuburan tua ini-" "Guru.." ujar kepala perampok itu sambil menatapnya dengan penuh nafsu btrahi-"Diam" bentak Tan Giok Cu. Kalau tidak." "Guru. "Tidak usah. "Gadis cantiki lebih baik engkau menemani aku bersenangsenang.Apabila perlu. engkau harus pulang. namun gadis itu cepat menghindar." "Cepatlah engkau berkemas" Mata Yo Sian Sian juga sudah basah"Sudah lima tahun lebih. aku tidak akan memberi ampun kepada kalian. "Bolehkah aku ke mari menengok Guru kelak?" Yo Sian sian menggelengkan kepala. "tangkap dia" Para anak buah kepala perampok itu langsung menyerang Tan Giok Cu dengan senjata masing-masing. karena tahu gadis remaja itu mengerti ilmu silat.. kemudian balas menyerang dengan Giok Li Kiam Hoat (Ilmu Pedang Gadis . kemudian berseru kepada anak buahnya.

.sehingga golok kepala perampok itu menyerang tempat kosong. Lengan kanannya telah kutung sebatas bahu.. Tan Giok Cu menatapnya dingin sejeNak. dan mendadak badannya mencelat ke atas. sehingga mereka berdua serentak membentak- .Betapa terkejutnya Tan Ek seng dan Lim soat Hong. kemudian melesat pergi.perampok Aku harus membasmi" sahut Tan Giok Cu sengit. kepala perampok tampak tersentak kaget akan kelihayan Tan Giok Cu. "sudahlah jangan terus menerus menghela nafas panjang. lalu menggerakkan pedangnya untuk menangkis golok itu. lebih baik menyerah sekarang saja" "Hai. "Lihiap. seharusnya dia sudah pulang. Trang Terdengar suara benturan pedang dengan golok. Gadis itu memang sudah siap. maka langsung berkelit dengan gesit sekali. kemudian mendadak menyerang Tan Giok Cu." sahut Tan Ek Seng menghibur. "Haaah?" Wajah kepala perampok itu berubah pucat pias. Tan Ek seng dan Lim soat Hong duduk di ruang depan dengan wajah murung.Murni). telah kutung oleh pedang pusaka Tan Giok Cu.. "Isteriku.. dan darah segarnya langsung mengucur deras.. Ketika hari mulai gelap. ampunilah aku" "Hm" Tan Giok Cu mendengus dingin dan mendadak menggerakkan pedangnya-Crasss "Aduuuh.bentaknya mendadak. Golok di tangan kepala perampok itu tinggal sepotong.. Ternyata Tan Giok Cu mengeluarkan jurus Giok Li Kiam Hoa (Gadis Murni MenaburBunga).. "He he he" Kepala perampok itu tertawa terkekeh-kekeh.sedangkan para anak buah kepala perampok itu masih berdiri di tempat dengan tubuh menggigil. Di saat itulah Tan Giok Cu mengayunkan pedangnya menyerang kepala perampok itu." Lim soat Hong menggeleng-gelengkan kepala "Aku mulai mencemaskannya-" "Tidak usah mencemaskannya. dia pasti pulang. kenapa Giok Cu masih belum pulang?" "Mungkin. Tapi. Tan Giok Cu tersenyum dingin. "Giok Cu sedang berada dalam perjalanan ke mari-" "suamiku. ternyata kepandatanmu cukup tinggisekarang aku yang turun tangan. bahkan nYonya itu pun sering menghela nafas panjang. Kepala perampok itu terkejut sekali."Jerit kepala perampok itu kesakitan. itu tidak baik-" Lim soat Hong menghela nafas panjang lagi seraya berkata"Aku tidak habis pikir. Maka daripada engkau terluka." Tan Ek seng menggeleng-gelengkan kepala.. "Gadis cantik." "sudah lima tahun lebih.." Ketika itu.tapi secepat kilat ta meioncat ke belakang kemudian menyabetkan goloknya.. mendadak berkelebat sesosok bayangan ke dalam. Menyaksikan kejadian itu. "Berhenti. Belasan jurus kemudian. sudah ada empat di antara para penjahat itu terluka.. lalu mendekati gadis itu dengan golok di tangan.

.. "sekarang aku sudah besar... Ah Hiang pun terbelalak"Bibi Ah Hiang" panggil Tan Giok Cu...."siapa?" "Ayah. ada di dalam" sahut Lim soat Hong dan menambahkan. ibu" terdengar suara sahutan dari seorang gadis remaja yang berdiri di hadapan mereka dengan wajah berseriseri"Giok Cu" Lim soat Hong dan Tan Ek seng terbelalak"Nak... mari kita duduk saja" Mereka bertiga lalu duduk.. "ibu." setelah mencurahkan rasa rindunya..." Tan Ek seng tersenyum.karena kini engkau sudah kembali." Tan Giok Cu tersenyum "oh ya." Tan Ek seng juga mendekati putrinya.. engkau adalah nona kecil?" tanya Ah Hiang seakan tidak percaya sebab kini Tan Giok Cu sudah besar. Namun dia.. engkau sudah pulang" "ibu.. "Dia menjawab-." "Nona... tapi ketika itu engkau belum pulang" sahut Tan Ek seng." Tan Ek seng tersenyum"Kami sudah bertanya kepadanya-" "Ayah dan ibu bertanya apa kepadanya?" "Kami bertanya kepadanya cinta atau tidak terhadapmu. Dia berpesan agar engkau tunggu di rumah. "Maka dia berangkat ke gunung Bu TOng.." .." Lim soat Hong langsung bangkit berdiri. "Nak-. Bibi Ah Hiang" sahut Tan Giok Cu. dandisaat itulah muncul Ah Hiang. "Nak." "Nak-. dia jawab. "Betul. "AYoh.... "Dia menjawab apa?" tanya Tan Giok Cu dengan hati berdebar-debar tegang." Wajah Tan Ek seng tampak berseri-seri.. dan Tan Giok Cu menghampirinya dengan mata bersimbah air.... di mana Bibi Ah Hiang?" "Ada.. engkau sudah kembali. "Engkau." Ah Hiang menghampirinya.. "Engkau sudah besar."ujar Tan Ek Seng sambil menatap putrinya d eng a n penuh perhatian." "Ayah-" tanya Tan Giok Cu mendadak"Apakah Han Liong sudah ke mari?" "Dia sudah ke mari." Lim soat Hong membelainya. "Engkau. sebab dia akan ke mari lagi" "oh?" Wajah Tan Giok Cu ceria.. kemudian membelainya dengan penuh kasih sayang... "Cinta kepadamu." Lim soat Hong tersenyum. "Dia juga sudah besar?" "Dia pun sudah besar. "Ayah Gembira sekali. ayah nyaris tidak mengenalimu lagu" "Ayah-. "Engkau. bahkan. barulah Ah Hiang ke belakang untuk mengambil minuman.. Begitu melihat Tan Giok Cu." Tan Ek Seng sengaja tidak melanjutkan ucapannya karena ingin membuat putrinya tegang. kemudian membelainya dengan gembira sekali.. ".bertambah tampan lho" "oh ya?" Wajah Tan Giok Cu agak merah"Dia bilang apa saja?" "Nak..

"Giok Cu. aku dihadang para perampok-" "oh?" Lim soat Hong tersentak"Lalu baguimana?" "Kepala perampok itu berniat tidak baik terhadap diriku. Dia." "Aku." . aku sudah menyukainya. Dia menyuruh pada anak buahnya menangkapku tapi aku berhasil melukai mereka dengan pedang pusaka Pek Kong Kiam." "Dalam kurun waktu lima tahun lebih.. aku sangat cinta kepadanya. engkau sudah menguasai seluruh ilmu gurumu?" "Ya. "Guru sangat baik dan amat menyayangiku. sebab tidak bertemu lelaki idaman hatinya. "Ternyata adalah Thio Bu Ki. engkau terus berdiam di dalam kuburan tua itu?" tanya Lim soat Hong. ayah Thio Han Liong. "TUturkanlah keadaanmu sejak ikut gurumu itu" "Aku langsung dibawa ke belakang gunung Ciong Lam san." Tan Giok Cu mengangguk dan menambahkan." Lim soat Hong menatapnya seraya berkata. namun pemuda itu sudah punya kekasih."oh?" Tan Giok Cu girang bukan main. maka guruku terpaksa menjauhinya. "Pantas wajahmu menjadi seputih salju" Lim soat Hong manggut-manggut"oh ya. Tapi kini kalian sudah besar. guruku pernah jatuh cinta kepada seorang pemuda. "Itu adalah urusan ketika kalian masih kecil." ujar Tan Giok Cu dengan wajah agak kemerah-merahan." "Ketika kami masih kecil. "Ayah sudah menduga itu. "Kini gurumu tetap tinggal di dalam kuburan tua itu?" "ya. "Ketika dalam perjalanan kesini. "syukurlah kalau engkau pun mencintainya" "Nak. tentunya dia tidak tahu engkau mencintainya. tentunya tidak seperti dulu lagi. Ternyata di situ terdapat sebuah kuburan tua yang amat besar. aku. "Belasan tahun lalu. " "syukurlah" ucap Lim soat Hong." tanya Lim soat Hong mendadak"Guru tidak punya suami?" "Guru tidak mau menikah.. "Kenapa dia?" "Dia bilang engkau cinta atau tidak kepadanya." jawab Tan Giok Cu memberitahukan. Kami memberitahukan bahwa engkau mencintainya. itulah tempat tinggal guruku dan para pengiringnya. "Bagaimana mungkin dia tahu?" Lim soat Hong tertawa." Tan Ek seng tersenyum dan menambahkan. Aku tidak menyangka sama sekali. "Ya-" Tan Giok Cu mengangguk.ternyata guruku adalah keturunan sin Tiauw Tay hiap Yo Ko dan Siauw Liong Li-" Tan Giok Cu memberitahukan. namun dia kelihatan kurang percaya." ujar Tan Ek seng sambil tersenyum." "siapa pemuda itu?" tanya Lim soat Hong." jawab Tan Giok Cu. "Itu sungguh di luar dugaan" Tan Ek seng menggelengGelengkan kepala. "Kalian belum bertemu untuk mencurahkan perasaan masing-masing. dia kok tidak tahu?" Tan Giok Cu menggeleng-telengkan kepala. "oh ya" Tan Giok Cu teringat sesuatu.

" Bab 13 Berangkat Ke Kuil siauw Lim sie Thio Han Liong dan Thio sam Hong duduk di ruang meditasi.." Lim soat Hong menggelengkan kepala. "Han Liong" Thio sam Hong tersenyum. Kini kepandaian pemuda itu bertambah tinggikarena mendapat petunjuk dari Thio sam Hong." "Hmmm" Tan Ek seng mangmit-manggut." sahut Tan Giok Cu." Thio sam Hong menutur tentang kejadian tersebut." "Nak. "Kini engkau memang sudah besar dan berkepandaian tinggi. aku harus menjadi pendekar wanita yang membela kebenaran dalam rimba persilatan. setelah itu ayahmu pun menemukan kitab Kiu yang Cin Keng. gagah serta baik hati. Pukulan itu membuat ayahmu kedinginan. "Guruku telah berpesan.. ibu. aku akan menyusulnya ke gunung Bu TOng." pesan Lim soat Hong. "setelah bertemu Han Liong. ayahmu makan kodok api yang mengandung hawa panas."setelah itu bagaimana kepala perampok itu?" tanya Tan Giok Cu tertarik"Kepala perampok itu langsung menyerangku dengan golok. jangan melarangku." sahut Thio sam Hong memberitahukan." Tan Ek seng menatapnya. "Kepala perampok itu memang harus dihukum" "Ayah. "Itu mana boleh?" "ibu. "Giok Cu" Tan Giok Cu menatap putrinya sambil tersenyum." "Ngmmm" Tan Ek seng manggut-manggut." "Ayah" Tan Giok Cu memberitahukan.hanya saja Iweekangmu belum mencapai tingkat kesempurnaan. maka ayahku berhasil melatih Iweekangnya hingga mencapai tingkat yang begitu tinggi?" ." ujar Tan Giok Cu mendadak bernada dengan serius. ibu. "Itu tergantung dari keberuntunganmu. "Aku akan menunggu Han Liong di rumah sebulan. kemudian aku pun mengutungkan sebuah lengannya. "Engkau dan Han Liong memang merupakan pasangan yang serasi..tapi tidak baik engkau berkecimpung dalam rimba persilatan.Ayah-" Tan Giok Cu mengangguk"Nak. "Kepandatanmu sudah tinggi." "Karena makan kodok api itu." "Nak. kemudian mena mbahkan. "Kini aku sudah besar. di dalam sebuah lembah." "sucouw. ayahmu terpukul oleh ilmu Hian Bong Sian ciang yang amat beracun." Tan Giok Cu tersenyum. Namun engkau harus berhati-hati sebab dalam rimba persilatan penuh diliputi berbagai kejahatan dan kelicikan" "Ya. "Ketika kecil. namun aku berhasil mengutungkan goloknya. "Namun sungguh di luar dugaan. "Baiklah. lagi pula kepandaianku sudah tinggidan aku sudah bisa menjaga diri.Ha ha ha. dan dia tampan. engkau harus pulang bersamanya" "Ya.Engkau cantik jelita. Kalau dia belum ke mari... kalau begitu aku harus terus berlatih Iwee-kang?" tanya Thio Han Liong.

"In Lie Heng sudah sekian lama pergi ke siauw Lim sie.." "sucouw.. tapi hingga kini belum juga pulang." Thio Han Liong ingin menghiburnya.. Tapi. namun merasa tidak eNak. namun masih belum pulang." Thio sam Hong memberitahukan. "Apakah tiada cara untuk memecahkan ilmu pukulan itu?" "Memang tidak ada. Hadapi para Dhalai Lhama itu dengan menggunakan kegesitan untuk menghindari pukulan Dhalai Lhama yang paling depan." Thio sam Hong memberitahukan. iSierinya yang bernama Yo Put Hwi mati karena melahirkan. Di koiong langit ini tiada seorang jago pun yang sanggup menahan ilmu pukulan itu" "Kalau begitu." "sucouw. Apakah telah terjadi sesuatu atas dirinya?" "sucouw tidak usah cemas.. "Masih tidak sanggup menahan ilmu pukulan para Dhalai Lhama itu.." "Hanya ada satu jalan. "sebab Iweekang gabungan para Dhalai Lhama itu amat dahsyat. "Jangan menyambut pukulannya. "Kakek In tidak akan menemui suatu apa pun. rimba persilatan mulai dilanda bencana. otomatis menimbulkan berbagai macam badai dalam rimba persilatan.ayahmu adalah Bu Lim Beng Cu (Ketua "Rimba Persilatan)." "ya." "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut mengerti." Thio sam Hong menggeleng-gelengkan kepala.?" Thio Han Liong terkejut.. dan serang yang paling belakang. Kalau menghadapi mereka. engkau harus menghindari Liak Hwee Tan itu." "Aaaah " Thio sam Hong menghela nafas lagi." "Ayahmu pernah menceritakan tentang Kim Mo say ong-cia . Perlu engkau ketahui. Kini banyak jago yang berhati jahat ingin merebut kedudukan Bu Lim Beng Cu." "Terima kasih atas petunjuk sucouw" ucap Thio Han Liong." ujar Thio Han Liong menghiburnya.. In Lie Heng hidup menderita belasan tahun. "setelah ayahmu hidup mengasingkan diri di Pulau Hong Hoang to.. "Engkau tidak tahu. "sudah lama dia pergi ke siauw Lim sie." tanya Thio Han Liong." Thio sam Hong menghela nafas panjang. "Kenapa Kakek In hidup menderita belasan tahun?" "Belasan tahun lalu. "Beberapa bulan kemudian." "Haaah."ya. "Han Liong." "oh?" Thio Han Liong tersentak. anaknya pun mati karena sakit. Aku khawatir telah terjadi sesuatu atas dirinya.. la tidak menyangka nasib In Lie Heng begitu malang. "Ternyata begitu cara memecahkan ilmu pukulan itu" "Tapi engkau masih harus ingat satu hal" ujar Thio sam Hong mengingatkannya. sucouw. "Para Dhalai Lhama itu memiliki Liak Hwee Tan. "Aaaah "" Mendadak Thio sam Hong menghela nafas panjang." Thio sam Hong menggeleng-gelengkan kepala..

"Itu tidak mungkin.." "Kakek Jie. Aku yakin In Lie Heng masih berada di kuil siauw Lim sie. "Kong Bun Hong Tio siauw Lim Pay ingin berunding dengan sucouw?" .lalu meninggalkan ruang meditasi menuju ruang depan. Kebetulan song wan Kiauw dan lainnya sedang berkumpul di situ Mereka menyuruh Thio Han Liong duduk"Han Liong." "Kakek Jie. "Kim Mo sau ong-cia sun adalah ayah angkat orangtua ku-" "Tidak salah" Thio sam Hong manggut-manggut"Cia sun tinggul bersama Tiga Tetua siauw Lim di belakang kuil Siauw Lim sie. "Apakah di Kuil siauw Lim sie telah terjadi sesuatu?" "Itu memang merupakan kejadian yang sungguh di luar dugaan." ujar Thio Han Liong.Tapi dia masih sempat mencetuskan janjibahwa lima tahun kemudian dia akan kembali lagi memusnahkan siauw lim pay. "." Thio Han Liong mengangguk." Jie Lian ciu tersenyum." Thio Han Liong mengangguk lagi. sucouw.. "Untuk menjenguk Cia sun?" "Ya. Kong Bun Hong Tio bertanding sepuluh jurus dengannya dapat bertahan. "sucouw sangat mencemaskan Kakek In.." ujar song Wan Kiauw kemudian." "Itu." "oh?" Jie Lian ciu mengerutkan kening.Engkau harus ke sana menemuinya-" "ya." "Kenapa Kong Bun Hong Tio siauw Lim Pay mengutus Goan Liang ke mari mengundang sucouw?" tanya Thio Han Liong heran." "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut. "Apakah disebabkan In Lie Heng belum pulang?" "Ya.sun?" "Pernah-" Thio Han Liong mengangguk. "sebab Cia sun adalah ayah angkat orangtua mu." kata Han Liong.kini kami sudah bukan tandinganmu lagi" "Kakek song" Thio Han Liong tersenyum dan memberitahukan. "Kenapa Kakek In pergi ke kuil siauw Lim sie?" "Kong Bun Hong Tio mengutus Goan Liang ke mari untuk mengundang guru ke sana guna merundingkan sesuatu." jawab Jie Lian ciu dan menutur tentang kejadian beberapa tahun lalu. ternyata si pembunuh misterius itu bernama seng Hwianak Hun Goan Pek Lek Chiu-seng Kun. lagipula engkau akan bertemu In Lie Heng di sana.. maka seng Hwi pergi. "Engkau boleh berangkat esok pagi-" ujar Thio sam Hong sambil memejamkan matanya. "Kepandaianmu semakin tinggi. "ya. Maka sucouw khawatir telah terjadi sesuatu atas diri Kakek In. sucouw-" Thio Han Liong mengangguk. Namun guru menolak karena sudah tua sekali maka mengutus In Lie Heng ke sana. "sucouw menyuruhku berangkat ke kuil siauw Lim sie esok pagi-" "oh?" song Wan Kiauw menatapnya. "Itu memang ada baiknya juga" ujar Jie Lian ciu.

" "Ha ha ha" Letaki itu tertawa lagi"Berapa usiamu sekarang?" "Enam belas. maka aku terpaksa duduk di sini." Lelaki itu manggut-manggut"saudara kecil. "Aku mau minum teh saja-" "Baik."Betul. "Karena tiada meja kosong." pesan song Wan Kiauw"Engkau harus membantu siauw lim pay. barulah ia meninggalkan Bu TOng san menuju kuil siauw Lim sie. lalu memesan arak wangipelayan segera menyajikannya. tahukah engkau? Aku mulai minum arak sejak berusia sepuluh tahun. "Terima kasih. engkau harus membantu mereka. Kalau tidak.Karena merasa haus. maka kita harus . Lelaki itu mulai meneguk minumannya lalu memandang Thio Han Liong seraya bertanya." -ooo00000oooKeesokan harinya. setelah itu. saudara kecil" ucap lelaki itu sambil tersenyum." ucap lelaki itu. Di saat itu. pelayan langsung menghampirinya sambil tersenyum-senyum." sahut Thio Han Liong. sebab sucouwmu masih terhitung murid siauw Lim Pay lho" "oh?" Thio Han Liong tertegun"Guru sucouwmu adalah Kak Wan Taysu dari siauw Lim sie " song wan Kiauw menceritakan tentang itu"oleh karena itu. Engkau tidak berkeberatan kan?" "Tentu tidak." "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut. Thio Han Liong berpamit kepada Thio sam Hong dan lainnya. Thio Han Liong sudah memasuki propinsi Holam." Pelayan segera menyuguh minuman tersebut. maka anaknya itu pasti sama-" "Han Liong. dan langsung duduk di sebelah Thio Han Liong.-" Thio Han Liong tersenyum. "Kalau begitu." sahut Thio Han Liong. apakah gadis itu sudah pulang ke rumah atau belum? Enam tujuh hari kemudian.Dalam perjalanan.Aku minum teh saja. Paman pasti tidak akan mabuk" "Tentu." lie Lian Ciu mengangguk"seng Kun begitu jahat dan licik. "Aku masih kecil. aku pasti membantu pihak siauw Lim Pay. kita bertemu di sini. "Tuan Muda mau pesan arak apa? Kedai kami menyediakan berbagai macam arak wangi-" "Maaf. "Kakek song. lelaki harus minum arak. "Maaf. "Engkau tidak minum arak?" "Aku tidak pernah minum arak. ia terus memikirkan Tan Giok Cu." "Paman tergoiong setan arak. seperti banci lho" Thio Han Liong tersenyum. masuk ke dalam seorang tamu lelaki berusia sekitar tiga puluh lima tahun. "saudara kecil" Lelaki itu tertawa aelaki "Engkau harus tahu." sahut Thio Han Liong. tidak pantas minum arak." "saudara kecil. kemudian pergi melayani tamu lain. ia lalu mampir di sebuah kedai araki Begitu duduk.

"Eeeh?" Si Mo tersentak ketika melihat seorang pemuda muncul di hadapannya. "Anak muda. toiong bayar minumanku sampai jumpa lagibiar aku yang traktir" "Terima kasih Lain kali saja" sahut lelaki itu sambil berjalan pergi dengan agak sempoyongan.Bagaimana kalau kita berteman? Engkau tidak akan menolak kan?" "Baik. namun hari ini aku bertemu denganmu. "Cepatlah melepaskan mereka" "He he he He he he.. karena orang tua itu berwajah seram.. berdasarkan apa engkau menyuruhku melepaskan orang-orang ini?" "Berdasarkan kebenaran-" sahut Thio Han Liong.Tapi aku minum seteguk saja-" "Ha ha ha" Letaki itu tertawa. aku -" "Engkau maujadt banci?" "Baiklah. "saudara kecil. Thio Han Liong terbelalak. "Engkau berdasarkan kebenaran. setelah membayar semua minuman itu. saudara tua-" "Ha ha ha" Lelaki itu tertawa oembira "Hari ini aku gembira sekali. Betapa terkejutnya Thio Han Liong. lalu bersulang dengan lelaki itu "Ha ha ha" Lelaki itu terus tertawa. aku berdasarkan hukum rimba persilatan. kelihatannya gembira sekali"Aku tidak punya teman. engkau jangan memanggilku Paman. siapa engkau?" "Si Mo" sahut Thio Han Liong dengan kening berkerut. siapa kuat dan berkepandaian tinggi. yang tidak lain adalah Si Mo (iblis Dari Barat) Bu yung Hok yang pernah menyiksanya. Mendadak terdengar suara jeritan yang menyayat hati. Thio Han Liong memasuki sebuah lembah. ia langsung melesat ke tempat suara jeritan itu. seorang tua sedang menyiksa beberapa orang yang terikat di sebuah pohon. Thio Han Liong menggeleng-Gelengkan kepala. Namun ia yakin bahwa lelaki itu bukan orang jahat." Si mo tertawa terkekeh-kekeh. panggil saja saudara tua" "ya. Dilihatnya. "Anak muda. "Berhenti" bentak Thio Han Liong sambil melesat ke hadapannya. Jilid 7 Sore harinya.bersulang-" "Paman. ia meninggalkan kedai arak tersebut. Aku senang berteman dengan Paman" sahut Thio Han Liong"saudara kecil. "Cepatlah engkau melepaskan mereka" "Anak muda" Si Mo tertawa. Ha ha ha" Lelaki itu bangkit berdiri seraya berkata. "Anak muda" Si Mo menatapnya tajam. dialah yang berkuasa" "Si Mo" sahut Thio Han Liong dingin. "Kelihatannya engkau berbakat dalam hal ilmu silat Walau . lalu menuang arak wangi ke dalam cangkir Thio Han Liong"saudara kecil. mari kita bersulang" Thio Han Liong mengangkat cangkirnya.

"He he he" si mo tertawa terkekeh-kekeh. sedangkan si Mo termundur-mundur beberapa langkah. sambutlah serangan berikutnya" si Mo mulai menyerangnya lagi. ia berkelit menghindari serangan itu sekaligus mengerahkan Kiu yang sin Kang. itu sungguh membuat aku kagum dan salut" terdengar pula ucapan yang menyindir. Krok Krok Krok si Mo mengeluarkan suara kodokItu membuat Thio Han Liong tercengang. "Lam Khie (orang Aneh Dari selatan)" si Mo menatapnya tidak senang.aku sudah punya seorang murid. Maka pemuda itu langsung menarik nafas lega. "He he he Anak muda.la mendadak memekik keras sambil menyerang Thio Han Liong. "He he he" si mo tertawa terkekeh-kekeh. dan hari ini adalah kesempatanku" si Mo mulai mengeluarkan ilmu andalannya. dan tak lama muncullah seorang tua berpakaian sastrawan. Blaaam Thio Han Liong terpental beberapa depa. terdengarlah suara tawa yang amat keras. ternyata engkau memiliki kepandaian tinggi Bagus Bagus" si Mo mulai menyerangnya lagi. maka terpaksa menangkis ilmu Kiu Im Pek Kut Jiauw. "Ternyata engkau murid Bu Tong Pay" ujar si Mo dingin"Bagus sudah lama aku ingin mencoba kepandaian Bu Tong Pay.Akan tetapi. Di saat itu si Mo meloncat menyerang Thio Han Liong. Tiada pilihan lain bagi pemuda itu. karena sudah tidak sempat berkelit. maka begitu si Mo menverang. ia dapat bertahan dan menyerang pula. "Engkau ingin mencampuri urusanku?" . "Anak muda Tak disangka engkau berisi juga Nah. "Pantas engkau bertingkah di hadapanku. yaitu Ha Mo Kang (Ilmu Kodok).oleh karena itu. aku harus membunuhmu" seru si Mo sambil mempergencar serangannya. tapi aku masih bersedia menerimamu sebagai murid" "Aku tidak sudi meniadi muridmu" "Kenapa?" "Karena hatimu jahat sekali siapa sudi menjadi muridmu?" "Anak muda" sepasang mata si Mo membara. si Mo berhenti menyerang Thio Han Liong. Pada saat bersamaan. Ketika melihat kehadiran sastrawan itu. sedangkan Thio Han Liong mengeluarkan ilmu Thay Kek Kun bercampur dengan ilmu Kian Kun Taylo Ie.Thio Han Liong melawannya dengan ilmu Thay Kek Kun. Kini Thio Han Liong cuma mampu menangkis dan mengelak. Itu membuat si Mo penasaran sekali. "Ha ha ha si Mo yang amat terkenal hanya berani menghina anak muda. Thio Han Liong memang sudah siap dari tadi. sehingga terdesak sesudah puluhan jurus kemudian. Thio Han Liong berkelit dan kini mulai balas menyerang dengan ilmu Thay Kek Kun yang lemas itu. Thio Han Liong kurang berpengalaman dan Iweekangnya masih betum begitu tinggi. sama sekali tidak mampu balas menyerang. Kian Kun Taylo Ie dan Kiu Im Pek Kut Jiaw.sekonyong-konyong ia memekik keras sambil menjongkokkan badannya. ternyata ia ingin mengeluarkan ilmu simpanannya yang paling lihay dan hebat.

lima tahun lagi kita akan bertanding" sahut si Mo sambil tertawa dingin. "Kita memang ada perjanjian. "Tanganku memang sudah gatal. siauwhiap." ucap mereka. "Sudahlah" ujar Lam Khie"Lebih baik melepaskan anak muda itu Kalau tidak. anak muda" sahut si mo "Eeeeh?" Lam Khie menggaruk-garuk kepala." Lam Khie tertawa. tentunya aku pun tidak akan turut campur lagi" "Hm" dengus si Mo dingin. "Katakanlah aku memang ingin cari gara-gara dengan engkau. "Paman-paman. "Anak muda. "Itu adalah urusanmu. "Tidak" si Mo menggelengkan kepala. tapi kalau bertemu kelak. mari kita duduk untuk mengobrol sebentar Engkau tidak berkeberatan kan?" . kemudian memandang Thio Han Liong seraya berkata dengan dingin sekali. engkau pasti kubunuh" "Terima kasih atas kemurahan hatimu" sahut Thio Han Liong sambil memberi hormat. cepatlah kalian tinggalkan tempat ini" ujar Thio Han Liong. lalu pergi tanpa menoleh lagi. kemudian menatap Thio Han Liong dengan penuh perhatian seraya berkata. "Anak muda Aku melepaskanmu sekarang. selama sepuluh tahun ini dilarang saling mengganggu Akan tetapi. "Terima kasih atas pertolongan Locianpwee-" "Ha ha" Lam Khie tertawa"Han Liong."Hua ha ha ha" Ternyata sastrawan tua itu adalah Lam Khie.. Mereka mengangguk.. "Baik Kalau kalian tidak mau pergi. "Itu sama saja engkau ingin cari gara-gara denganku" "Baik... marah ya? Kalau begitu. "Tapi aku harap Locianpwee sudi melepaskan mereka juga" "Anak muda" si Mo melotot. kepandalanmu cukup tinggi." "Matamu berapi-api.Bolehkah aku tahu siapa dirimu?" "Locianpwee.. kita terpaksa bertarung" si Mo berpikir sejeNak. lalu engkau mau apa?" "Engkau. "Maksudmu mereka yang terikat di pohon itu?" "Ya" Thio Han Liong mengangguk. segera memberi hormat kepada Lam Khie. ingin sekali bertarung denganmu" "Kita sudah ada janji. aku yang pergi" si Mo langsung melesat pergi. namaku Thio Han Liong.. "Engkau. "Ha ha ha" Lam Khie tertawa gelak. "Terima kasih. "Aku tidak akan melepaskan orang-orang itu" "Kalau Locianpwee tidak melepaskan mereka. "Aku pun tidak bisa pergi" "Lam Khie" Mata si Mo berapi-api. aku pun tidak mau pergi" ujar Thio Han Liong. mari kita bertarung saja" ujar Lam Khie sambil tertawa." si Mo melotot. saat ini tanganku gatal karena melihat engkau menghina anak muda itu Kalau engkau melepaskannya." jawab pemuda itu. Thio Han Liong segera melepaskan tali yang mengikat beberapa orang di pohon itu.

sebab ia tidak mau ambil risiko bertarung denganku. "sebab kakekku adalah murid Bu Tong Pay. siapa berani menyinggung perasaannya pasti dibunuhnya. Wajahnya dingin dan hatinya jahat. Hek Liong Pang pasti tumbuh sayap." "Bukan segan. ketua Hek Liong Pang itu mengundang kami bertemu di Pek Hoa Kek (Lembah Bunga Putib). namun Tong Koay agak sesat. akal busuknya pun banyak-" "Locianpwee." "Hek Liong Pang?" "Betul. Locianpwee" Thio Han Liong mengangguk. "Kami bertiga sangat tinggi hati. "Engkau mahir ilmu silat Thay Kek Kun. rimba persilatan pasti akan dilanda banjir darah-" "Kalau begitu " ujar Thio Han Liong setelah berpikir sejenak"Locianpwee. "oh ya." LamKhie memberitahukan. dan itu sangat menguntungkan Hek Liong pang.Dia berniat bergabung dengan ." Lam Khie manggut-manggut. Ayahmu pasti Thio Bu Ki yang amat kesohor itu. si Mo-Buyung Hok dan Pak Hong-wan Bun Kim. Aku dan Tong Koay serta Pak Hong langsung menolak. Mereka berdua lalu duduk di bawah pohon. Kepandaian kami terempat boleh dikatakan seimbang. tidak akan saling mengalah satu sama lain. lama sekali barulah membuka mulut. "Melainkan enggan bertarung denganku. "Aku tinggal di Tayli. Maka kami bertiga tidak mungkin bisa bergabung." "Memangnya kenapa?" Thio Han Liong heran. Tong Koay dan Pak Hong bergabung saja-" "Kami bertiga bergabung Ha ha ha " Lam Khie tertawa gelak"Itu merupakan hal yang tak mungkin. Dia sangat licik. " Ketua Hek Liong Pang berkepandaian sangat tinggi sekali. sebab si Mo adalah ketua golongan hitam." tanya Thio Han Liong mendadak"Bagaimana sifat Tong Koay dan pak Hong?" "Mereka berdua tidak bersifat licik maupun jahat. apakah engkau adalah murid Bu Tong Pay?" "secara tidak langsung aku memang murid Bu Tong Pay-" Thio Han Liong menjelaskan. julukanku adalah Lam Khie-Baru beberapa tahun aku berkecimpung di rimba persilatan Tionggoan. "Tapi si Mo kelihatan agak segan pada Locianpwee." "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut. sedangkan Pak Hong agak kegilagilaan. belum lama ini dalam rimba persilatan telah muncul sebuah perkumpulan misterius." "Ternyata kakekmu adalah salah seorang Bu Tong cit Hiap." "ya. sedangkan si Mo bilang akan pikirpikir dulu. Kelihatannya si Mo berniat bergabung dengan ketua Hek Liong Pang. kalau itu terjadi." sahut Lam Khie." "Han Liong" Lam Khie tersenyum."Ya. Lagipula si Mo amat licik. Lam Khie terus menatapnya." "Siapa Kakekmu?" "Thio cui san. Dia adalah seorang wanita berusia lima puluhan. Ternyata ketua Hek Liong Pang itu menghendaki kami bergabung. dan disaat itu pula muncul Tong Koay-Oey su Bin. sebulan yang lalu.

Tapi aku tidak pernah mendengar tentang mereka." ujar Lam Khie"Tapi tidak pernah berkecimpung dalam rimba persilatan Tionggoan." "oooh" Lam Khie manggut-manggut. sudah pasti punya tujuan tertentu-" "si Mo punya tujuan apa?" "Dia ingin menjadi Bu Lim Beng Cu." "Bukan main" Lam Khie terbelalak"Itu sungguh luar biasa." Thio Han Liong tersenyum getir." "Mereka tidak pernah berkecimpug dalam rimba persilatan. aku ingin bertanya bagaimana kepandaian Locianpwee dibandingkan dengan kepandaian ayahku?" "Mungkin . ."Ayahmu adalah Bu Lim Beng Cu. "Belasan tahun lalu." "Bu Lim Beng Cu " gumam Thio Han Liong." tutur Thio Han Liong mengenai ilmu istimewa yang dimiliki para Dhalai Lhama itu." "Eh?" Lam Khie terbelalak. mungkin mereka sudah pulang ke Tibet.. "Maka ayahku tidak sanggup melawan mereka. "Para Dhalai Lhama itu berjumlah sembilan orang. kenapa engkau malah mengatakan begitu?" "Locianpwee. bahkan terbakar oleh Liak Hwee Tan milik para Dhalai Lhama itu. Begitu pula ketua Hek Liong Pang." "Para Dijalai Lhama hanya terdapat di Tibet. ayahmu telah diangkat sebagai Bu Lim Beng Cu. mereka ratarata berkepandaian amat tinggi. Namun sudah belasan tahun pula ayahmu menghilang entah ke mana." "Bu Lim Beng Cu?" "Aku sudah dengar." jawab Thio Han Liong dengan wajah murung..." sahut Lam Khie jujur. "Aku menyaksikan pertarungan itu" "oh?" Lam Khie tampak tertarik"Bagaimana hasil pertarungan itu?" "Ayahku terluka." "Kalau kepandaianku sudah tinggi sekali. aku pasti ke Tibet mencari mereka..Hek Liong Pang. "Aku masih kalah setingkat di bandingkan dengan kepandaian ayahmu. "Lho?" Lam Khie menatapnya tidak mengerti.. namun pernah bertarung dengan ayahku. Dalam hal tersebut mereka pasti akan berunding lama.. maka banyak jago dari berbagai aliran ingin merebut kedudukan itu. Tak disangka para Dhalai Lhama itu memiliki kepandaian istimewa. "Itu bagaimana mungkin?" Lam Khie tidak percaya Thio Bu Ki kalah bertarung dengan para Dhalai Lhama." Thio Han Liong memberitahukan." ujar Lam Khie sambil memandang Thio Han Liohg." "Locianpwee pernah dengar tentang para Dhalai Lhama?" "Dhalai Lhama?" "Ya. "Kenapa engkau? Apakah telah terjadi sesuatu atas diri ayahmu?" "Locianpwee. sebab mereka membunuh Bibiku. "Itu cuma merupakan sebuah nama kosong." ujar Thio Han Liong sungguh-sungguh"Engkau ingin membalas dendam?" "Hanya ingin membuat perhitungan dengan mereka.

namun kita terpaksa berpisah sekarang." sahut Hweeshio yang mengantar pemuda itu. "Terima kasih." ucap Thio Han Liong. Kelak kita akan berjumpa lagi. "Betul. namaku Thio Han Liong. putra Thio Bu Ki. "Han Liong Hati-hati terhadap si Mo. kemudian segera masuk ke dalam. siapakah anak muda itu?" tanya salah seorang Hweeshio yang menjaga di depan kuil. "Rasanya aku cocok sekali denganmu.. harap suheng melapor kepada Hong Tio (Ketua)" "Omitohud" sahut Hweeshio itu.. "Ayahmu adalah Thio Bu Ki?" "Ya. "Mudah-mudahan kita berjumpa lagi kelak" -ooo00000oooThio Han Liong mulai mendaki siauw sit san." Thio Han Liong mengangguk. "Dia ingin menemui Keng Bun Hong Tio." Thio Han Liong melangkah ke ruang depan." Thio Han Liong mengangguk"Kalau begitu."Anak muda. lalu mengikuti para Hweeshio itu ke atas.Kalian adalah Hweeshiohweeshlo siauw Lim sie?" tanya Thio Han Liong. Taysu. "Ayahku bernama Thio Bu Ki. Mari ikut kami ke kuil menemui Hong Tio kami" "Terima kasih Taysu." Pemuda itu memberitahukan. Tak seberapa lama kemudian.sayup. bolehkah aku bertemu Keng Bun Hong Tio?" "Ada urusan apa engkau ingin bertemu Hong Tio kami dan siapa engkau?" "Taysu. Ketika ia sedang mendaki melalui jalan gunung yang sempit. engkau mau ke mana?" "Aku mau ke kuil siauw Lim sie. "Han Liong" Lam Khie memandangnya sambil tersenyum." ujar Hweeshio itu. karena kepandaian mereka begitu tinggi. Juga ingin menemui Keng Bun Hong Tio-" "Kakek In? Maksudmu In Lie Heng?" tanya Hweeshio itu "Anak muda. mendadak muncul beberapa Hweeshio"Omitohud" ucap salah seorang dari mereka. sudah belasan hari In Tayhiap meninggalkan kuil kami-" Hweeshio itu memberitahukan..Betapa kagumnya Thio Han Liong menyaksikan kemegahan kuil tersebut "sutee." "Terima kasih atas perhatian Locianpwee" sahut Thio Han Liong dan berseru pula menggunakan Iweekang."Tapi engkau harus berhati-hati. "Silakan ke ruang depan" ucap Hweeshio yang mengantar Thio Han Liong. "Dia bernama Thio Han Liong. "Anak muda. namun masih terdengar suara seruannya sayup. mau apa engkau ke kuil kami?" "Aku ingin menemui Kakek In. sampailah di kuil siauw Lim sie. ." Lam Khie melesat pergi. dia sangat licik dan jahat." "Ya."jawab Thio Han Liong dan menambahkan. "oh?" Thio Han Liong tercengang"Tapi Kakek In belum tiba di gunung Bu Tong." "Apa?" Para Hweeshio itu tampak terkejut." Hweeshio itu mengangguk.

sampailah mereka di sana." ucap Keng Bun Hong Tio"Itu sungguh di luar dugaan." Keng Bun Hong Tio mengangguk. Kenapa ke dua Hweeshio tua itu sudi menyambut Thio Han Liong." Keng Ti seng ceng mengangguk. Keluar dari pintu belakang itu. syukurlah kini ayahmu sudah mulai pulih" "Keng Bun Hong Tio.." Keng Ti seng Ceng memberitahukan." "Omitohud Tentu boleh.. "Mari ikut aku ke sana" "Terima kasih. "Engkau boleh masuk." jawab Thio Han Liong memberitahukan. muncullah dua Hweeshio tua. Be-berapa saat kemudian." Thio Han Liong menutur tentang ayahnya terluka oleh para Dhalai Lhama. Itu dikarenakan Thio Bu Ki. Paman guru" sahut Keng Ti seng Ceng lalu berkata kepada Thio Han Liong. seng Ceng. Keng Bun Hong Tio dan Keng Ti seng Ceng mendengarkan dengan mata terbelalak-. Keng Ti seng Ceng tidak langsung masuki melainkan berseru di depan gua. "Keng Ti suruh dia masuk.Tak seberapa lama kemudian. suheng. "cia sun dan ke tiga paman guruku tinggal di dalam sebuah gua di gunung itu. Kakek In sudah kembali ke gunung Bu Tong?" "sudah.Apakah ayahmu memberitahukan tentang itu?" "Ayahku sudah memberitahukan." tanya Thio Han Liong. engkau boleh kembali ke kuil" "ya. Berselang beberapa saat. Tapi. "Omitohud. "Ayah dan ibu tinggal dipulau Hong Hoang to.Kemudian memandang Keng Tiseng Ceng seraya berkata. betulkah engkau putra Thio Bu Ki?" "Betul. semakin ke dalam gua itu semakin luas dan terang. Tapi sepasang mata Cia sun tetah buta. Thio Han Liong melihat tiga padri yang sudah tua sekali dan seorang tua berambut panjang duduk di situ. yang ternyata Keng Bun Hong Tio dan Keng Ti seng Ceng. "Paman guru Anak Thio Bu Ki bernama Thio Han Liong ingin menjenguk Cia sun Bolehkah teecu membawanya ke dalam?" suara Keng Ti seng Ceng bergema ke dalam gua. Kirakira dua tiga ratus langkah kemudian. lalu mengajak Thio Han Liong ke belakang. "sutee. mereka sudah sampai di pintu belakang kuit." ucap Thio Han Liong. Thio Han Liong melihat sebuah gunung menjulang tinggi. lama sekali barulah terdengar suara sahutan parau. segeralah pemuda itu bersujud di hadapan mereka. Hong Tio-" Thio Han Liong mengangguk"Ayahmu berada di mana dan bagaimana keadaannya?" tanya Keng Bun Hong Tio dengan penuh perhatian.. lalu melangkah memasuki gua dengan hati agak berdebar-debar. "Ayahku baik-baik saja... ayahnya pernah menyelamatkan siauw Lim Pny"Omitohud" ucap Keng Bun Hong Tio"Anak muda. antar Han Liong menemui Cia sun" "Ya. seng Ceng. "Bolehkah aku menemui Kakek angkatku?" "Maksudmu Cia sun?" "ya.." ucap Thio Han Liong dan terus mengikuti padri tua itu menuju gua tersebut. silakan" "Terima kasih. oh ya. .

la meraba muka dan sekujur badan Thio Han Liong. maka kami harus membalas budi itu Ha ha ha" "Terima kasih."Namaku Thio Han Liong. "Ayah dan ibu baik-baiksaja. "Sudah mulai pulih. terimalah sujudku" "Ha ha ha" orang tua berambut panjang itu tertawa gelak"Tak disangka Thio Bu Ki sudah punya anak Kemarilah" "ya. namun wajah ayah dan ibu telah rusak" Thio Han Liong memberitahukan." orang tua berambut panjang dan buta itu adalah Kim Mo Say ong-cia sun. maka sulit mencapai Iweekang yang tinggi. ayahku adalah Thio Bu Ki. engkau sungguh pintar Dengan ucapan terima kasihmu itu." ujar pemuda itu. .. Kakek-" Thio Han Liong merangkak mendekati orang tua berambut panjang itu"Han Liong. "Kakek dan tiga Tetua siauw Lim. Tetua. ayah terluka oleh pukulan Dhalai Lhama. guru. "Ha ha ha" touw ok tertawa gelak"Siauw Lim Pay pernah berhutang budi kepada Bu Ki." "Ilmu Ie Kang Tai Tik?" Touw ok tampak terkejut sekali"Itu memang ilmu yang sangat luar biasa. apakah tidak dapat mengobati wajahnya dan wajah ibumu?" tanya Cia sun bernada heran. "Begitu hebat kepandaian para Dhalai Lhama itu?" "Ya. "Anak muda." Thio Han Liong mengangguk"Para Dhalai Lhama itu memiliki ilmu istimewa. "Omitohud" Touw ok tertawa. "Ayahmu ahli dalam hal ilmu pengobatan." "Terima kasih.. kini ayahmu sudah pulih?" tanya Cia sun. "Han Liong" touw ok menatapnya tajam." "Apa?" Cia sun terkejut bukan main.. yaitu Ilmu Ie Kang Tai Tik (Memindahkan Iweekang Menggempur Musuh). justru membuat kami bertiga sutit menolak lagi. bahkan kemudian ayah dan ibu terbakar oleh Liak Hwee Tan. "Luar biasa Engkau memiliki tulang yang luar biasa" "Omitohud" ucap salah seorang Tetua siauw Lim bernama Touw ok"Cia sun. cucumu itu memang luar biasa. Kini anaknya ke mari. Tapi -" Thio Han Liong menutur tentang kejadianpara Dhalai Lhama dan pasukan pilihan Cu Goan ciang yang menyerbu ke Pulau Hong Hoang to"Bibi Cijiak meninggal. "Duduk-lah" Thio Han Liong sebera duduk"Han Liong.» "Guru berniat menyempurnakannya?" tanya Cia sun mendadak"Omitohud" sahut Touw ok"Itu tergantung pada jodohnya dengan kami bertiga-" "Terima kasih Tetua siauw Lim. bahkan sudah memiliki kepandaian yang cukup tinggi. bagaimana keadaan ayah dan ibumu?" tanya Cia sun." ucap Cia sun cepat. mereka berjumlah sembilan orang." ucap Thio Han Liong." ucap Thio Han Liong.Tentunya mereka juga paham akan berbagai macam formasi-" "Han Liong. Hanya saja jalan darah jin Tioknya belum terbuka.

sebab tidak gampang memperoleh Teratai salju." "Omitohud Punya tekad yang Baik. itu dikarenakan ia memperoleh bantuan Iweekang dari ke tiga Tetua di saat membuka jalan darah jin Tioknya. "Kong Bun Hong Tio." "oh?" Thio Han Liong tertegun. sebab seng Hwi berkepandaian begitu tinggi. Thio Han Liong sudah ke luar dari gua itu. "sama juga tiada obatnya." Beberapa hari kemudian. sebab ke tiga Tetua siauw Lim sie mengajarkannya beberapa macam ilmu silat rahasia siauw Lim Puy. "Ha ha ha. kelihatannya seakan-akan menghadapi sesuatu?" "Omitohud" sahut Keng Bun Hong Tio "Mungkin tidak lama lagi akan muncul seseorang menimbulkan kekacauan di kuil kami." ucap Thio Han Liong. "Itu memang di luar dugaan. Tapi. "Kini sudah waktunya dia ke mari. aku dan suhengku pernah bertarung dengan seng Hwi. "Bolehkah aku menanyakan sesuatu?" "Tanyalah" sahut Keng Bun Hong Tio sambil tersenyum. maka. engkau boleh tinggal di dalam gua ini beberapa hari. pasti akan memperoleh hasil" ujar touw Giat. Thio Han Liong sudah berada di dalam kuil siauw Lim sie.. putra seng Kun." "Omitohud" ucap Kong Ti seng Ceng." Thio Han Liong terbelalak mendengar penuturan itu. kami bertiga akan memberi petunjuk kepadamu.. Lima tahun lalu. karena mendadak terdengar suara tawa yang amat keras di luar kuil. maka Iweekangnya bertambah tinggi setingkat." . la duduk di hadapan Keng Bun Hong Tio dan Keng Ti seng Ceng. bagus Engkau memang anak baik. Kini kepandaiannya bertambah tinggi." "Aku tahu itu.Lagi-pula kini jalan darah jin Tioknya telah terbuka." Thio Han Liong mengangguk"Namun ayahku tidak tahu kalau seng Kun punya seorang putra. Cia sun tertawa gembira. aku sudah ke mari. sehingga mempertinggi Iweekangnya pula... "Hong Tio dan Kakek In berunding mengenai masalah apa? Lagipula kenapa suasana dalam kuil ini agak lain..." ucapan Kong Ti Seng Ceng terputus. "Hong Tio" tanya Thio Han Liong. "Han Liong. sekaligus membuka jalan darah jin Tiokmu. "Terima kasih. namun aku akan ke gunung soat san mencari soat Lian."Bisa. agar engkau gampang melatih Terima kasih." Keng Bun Hong Tio menutur tentang kejadian seng Kun bertarung dengan cia sun." Thio Han Liong menggelengkan kepala"Harus dengan soat Lian (Teratai salju) yang terdapat di gunung soat San. "Kenapa dia akan menimbulkan kekacauan di sini?" "Sebab kemungkinan besar dia telah salah paham terhadap Cia sun dan kami . "Han Liong. Dia bernama seng Hwi." ujar Thio Han Liong sungguh-sungguh"Bagus.. Bersiap-siaplah untuk menghadapiku Ha ha ha.apakah ayahmu menceritakan tentang urusan seng Kun dengan cia sun?" "Ayahku sudah menceritakannya." "Kalau begitu--" Cia sun menghela nafas panjang. Tetua.

suheng" Kong Ti seng ceng mengangguk. "Apa maksudmu?" "Sebab engkau telah salah paham terhadap siauw Lim PayKalau salah paham itu masih berlanjut. aku memang harus membunuh para Hweeshio siauw Lim Pay dan cia sun. lalu ikut mereka keluarBegitu sampai di luar. aku ingin ikut keluar. "Engkau di sini. " Ketika aku melihatmu di kedai arak. engkau pun boleh membunuhku." sahut Thio Han Liong. " Seng Hwi mengerutkan kening.. "Engkau. kemudian engkau pun mau mentraktirku." ucap Thio Han Liong. sebab akan membahayakan dirimu. saudara kecil Kok berada di sini?" "saudara tua" Thio Han Liong menatapnya.Kini engkau ingin menjelaskan masalah itu padaku. tentunya aku harus mendengarnya-" "saudara tua" Betapa girangnya Thio Han Liong. Man kita keluar" "Baik. "Eeeh?" Lelaki itu terperangah ketika melihat Thio Han Liong bersama ke dua padri tua itu. "Engkau bernama seng Hwi?" "Ya."Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio"sutee. akhirnya korban akan terus berjatuhan." "saudara kecil" seng Hwi menatapnya dengan wajah muram "Itu berarti engkau akan mencampuri urusanku dengan siauw Lim Pay?" "Bukan mencampuri. "siapa tahu aku bisa membantu dalam hal ini." "seng Ceng." "saudara kecil. lalu berkata kepada Thio Han Liong. "saudara tua" panggil Thio Han Liong. maukah engkau mendengarkan penjelasanku dulu? Kalau memang pihak siauw Lim-pay dan cia sun bersalah. "Man ikut aku ke dalam" "Baik-" seng Hwi mengangguk." "ltulah salah pahammu. lalu mengikuti Thio Han ." "Eh? saudara kecil.." "Omitohud" Kong Ti seng ceng memandang Kong Bun Hong Tio"Bagaimana suheng? Bolehkah Han Liong ikut keluar?" "Baik-" Kong Bun Hong Tio manggut-manggut." Lelaki itu mengangguk"Engkau adalah murid siauw Lim Pay?" "Bukan. melainkan ingin menjernihkan masalahmu dengan siauw Lim Pay." sahut Thio Han Liong sungguh-sungguh. aku sudah merasa cocok denganmu." Thio Han Liong meng-gelenggelengkan kepala. seng Hwi datang. karena ayahku mati gara-gara mereka. "saudara tua." Thio Han Liong menggelengkan kepala dan menambahkan "Tapi aku punya hubungan dengan siauw Lim Pay. karena melihat seorang lelaki berusia tiga puluh lebih berdiri di situ. Itu berarti aku telah berhutang kebaikan kepadamu. terbelalaklah Thio Han Liong. Hong Tio. "Terima kasih. Jangan keluar. yang tidak lain adalah lelaki yang ia temui di dalam kedai arak.

"Menemui ibuku.. suatu hari ayahku berpesan kepadaku." seng Hwi menggeleng-gelengkan kepala. Thio Han Liong menutur tentang kejadian seng Kun yang memperkosa isteri Cia sun dan lain sebagainya berdasarkan apa yang didengarnya dari Thio Bu Ki.. Ke dua padri tua itu tampak beo itu tenang.." "saudara tua. "Lainpula yang diceritakan ayahku. namun cia sun yang memfitnahnya. Karena Cia sun terus-menerus memburunya. Bahkan masih ada beberapa murid kami yang dihukum." "Tapi. aku harus menuntut balas kepada pihak siauw Lim sie dan cia sun. jelaskanlah" "saudara tua." "Omitohud" Keng Bun Hong Tio menggeleng-gelengkan kepala.. sudikah engkau ikut ke tempat tinggalku?" "Memangnya kenapa?" Thio Han Liong heran. maka aku pun harus ikut engkau pergi menemui ibumu-" "Kalau begitu. maka membunuh Keng Kian seng Cen. Kong Bun Hong Tio dan Kong Ti seng Ceng saling memandang kemudian mereka manggut-manggut sambil menarik nafas lega. dengan licik sekali Cia sun memutar balikkan fakta itu. maka ayahku menjadi Hweeshio di siauw Lim sie. katanya Cia sun muridnya itu sangat jahat sekali. "Itu merupakan cerita bohong.. "Kalau engkau masih tidak percaya. oleh karena itu." Thio Han Liong berpikir sejeNak. Omitohud." Thio Han Liong mengangguk"Itu tidak perlu-" seng Hwi menggelengkan kepala. kemudian menatap Han Liong seraya berkata. kemudian mengangguk seraya berkata. seng Hwi mendengarkan dengan wajah pucat pias dan seka li-kali ia pun melirik ke arah Kong Bun Hong Tio dan Kong Ti seng Ceng.Cia sun tahu tentang itu. apabila ayahku mati. ayahnya. mari kita berangkat sekarang" ujar seng Hwi dan sekaligus berpamit kepada Kong Bun Hong Tio dan Kong Ti seng Ceng." Thio Han Liong memberitahukan.. "saudara kecil. Akan tetapi. Cia sun adalah ayah angkat orang-tuaku. karena mereka bersekongkol dengan seng Kun." ujar Thio Han Liong.. silakan ke gunung Bu Tong bertanya kepada sucouwku" "sucouwmu? Maksudmu adalah guru Besar Thio sam Hong?" tanya seng Hwi. "Betulkah apa yang dituturkan saudara kecil ini?" "Omitohud Itu memang betul. "Kong Bun Hong Tio" tanya seng Hwi dengan kening berkerut-kerut. maka ia pun yakin bahwa apa yang dituturkan Thio Han Liong itu benar. Padahal ayahku tidak pernah melakukan perbuatan terkutuk itu." sahut Kong Bun Hong Tio"Para ketua partai besar lain pun mengetahui tentang kejadian itu.Engkau sudi mendengar penjelasanku. "Omitohud" sahut Kong Bun Hong Tio . "Ya. "saudara kecil. "Baiklah.. apa yang diceritakan ayahmu itu tidak benar. "orang tuaku adalah Thio Bu Ki.. sehingga ayahku malah menjadi tertuduh.Liong ke dalam kuil itu dan duduk di ruang depan." Thio Han Liong menutur tentang kejadian masa lampau kepada seng Hwi.

yang ditunggu justru tidak muncut." -ooo00000oooBab 14 Hek Liong Pang (Perkumpulan naga Hitam) sudah sebulan tebih Tan Giok Cu berdiam di rumah menunggu kedatangan Thio Han Liong." "Ibu.." Tan Giok Cu menggeleng-geleng-kan kepala..... Omitohud. maka aku harus pergi menyusulnya ke gunung Bu Tong.. Ibu. aku berangkat sekarang ya?" kata Tan Giok Cu sambil menggenggam tangan Lim soat Hong. aku. "Suruh dia tunggu di rumah.. "Nak.. "Itu. "Dia masih berada di gunung Bu Tong.. Omitohud . "Giok Cu.. "Engkau ingin pergi menemui jantung hatimu." kata Tan Ek seng dan melanjutkan. engkau harus segera pulang. sebab putrinya itu terus berjalan mondar-mandir. "Nak.Thio Han Liong pun berpamit kepada ke dua padri tua itu. Kapan engkau akan berangkat?" "Sekarang. kemudian meninggalkan kuil siauw Lim sie bersama seng Hwi.." "Giok Cu" Tan Ek seng menatapnya seraya bertanya.. sehingga membuat gadis itu uring-uringan. "Nak. "sebab kini engkau sudah cukup besar dan berkepandaian tinggi. dia justru ke mari?" tanya Tan Ek seng. ayah tidak berkeberatan.. "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio setelah mereka pergi.." sahut gadis itu yang telah mengambil keputusan.. "Engkau ingin minta uang kan?" .. " Lim soat Hong menggeleng-gelengkan kepala.. Kenapa dia belum ke mari?" "Mungkin.. tapi ibumu." Tan Giok Cu mengangguk.." ujar Lim soat Hong. bagaimana mungkin ibu melarangmu? Hanya saja engkau harus berhatihati" "ya...--" "Ibu ijinkan atau tidak. tentunya bisa menjaga diri.." ujar soat Hong tampak berkeberatan."jawab Tan Giok Cu." "Jangan khawatir. aku. aku pasti kembali." sahut gadis itu singkat. "Kelihatannya Han Liong yang akan menyelamatkan rimba persilatan. Terima kasih. aku." "Kalau begitu." Tan Giok Cu mengangguk. "Baiklah. "Bertemu Han Liong atau tidak. "Bagaimana seandainya engkau pergi.. "Tak disangka jadi beres urusan itu.. "Sudah sebulan lebih dia belum ke mari.. "Giok cu" Tan Ek seng menatapnya ketika duduk di ruang depan. "Rindu kepada Han Liong kan?" sahut Tan Ek seng sambil menghela nafas panjang." ucap Tan Giok Cu dengan girang." "ya." Lim soat Hong membelainya." "suheng" Kong Ti seng Ceng manggut-manggut. "Heran." "Itu. aku tetap harus pergi ke gunung Bu Tong." Lim soat Hong tersenyum lembut. "Ibu.." "Ibu" Tan Giok Cu menatapnya." Tan Ek seng berpikir lama sekali. "Nak." pesan Lim soat Hong. Akan tetapi. "Kenapa engkau tidak bisa duduk diam dari tadi?" "Ayah.. "Engkau.. "sungguhkah engkau ingin ke gunung Bu TOng?" "ya.

Ibu. "Giok Cu. dengan wajah berseri-seri Tan Giok Cu mendekati kuil itu. kota tersebut tampak lebih ramai daripada biasanya dan orang-orang yang berlalu lalang pun kelihatan berseri-seri.Ada apa gerangan? Ternyata hakim di kota Bun ciu merayakan ulang tahunnyaHakim tersebut bernama souw yam Hiong yang sangat terkenal akan kejujurannya.. "Kalau dia tidak berada di gunung Bu Tong engkau harus segera pulang" "ya." " Hanya ingin mencari buah hatimu itu. Hari ini. Maka." "Ayah pasti berikan. gadis itu duduk di punggung kuda sambil menengok ke sana ke mari dengan penuh keheranan.. aku pasti pulang bersamanya. Tan Giok Cu tertarik dan langsung meloncat turun dari kudanya. sedangkan di depan kuil ramai pula dikerumuni para penduduk kota. suasana semarak di kota itu membuat Tan Giok Cu agak tercengang." Tan Giok Cu mengangguk" Aku pasti pulang " Tan Giok Cu sudah meninggalkan rumahnya. Menyaksikan itu. Tampak puluhan pengawal berseragam kerajaan berbaris rapi di halaman kuil. Ayah-" Tan Giok Cu mengangguk. namun kuil itu ramai sekali. mudah-mudahan engkau bertemu dia. kini engkau sudah besar. ayah sudah tidak bisa mengekangmu lagi. ia langsung menghentikan kudanya. "Nak."Untuk bekal dalam perjalanan. Beberapa hari kemudian. lalu ajak dia ke mari" "Ya." Tan Ek seng tersenyum. Padahal hari ini bukan ceh It Cap Go (Tanggal satu atau tanggal Lima belas Tionghoa). gadis itu telah tiba di kota Bun ciu. kemudian menuntun kudanya ke sebuah pohon sekaligus menambatkannya di situ. penduduk kota tersebut ikut merayakannya. .. siapa yang bersalahi pasti dijatuhi hukuman yang setimpal. hakim tersebut sangat dicintai dan dihormati para penduduk kota Bun ciu. tidak pernah korupsi atau menerima suap dari hartawan. bukan?" Tan Ek seng tertawa. "Setelah bertemu Han Liong." "Ibu" Tan Giok Cu tersenyum. Agar cepat tiba di gunung Bu Tong. "Nak" Lim soat Hong menatapnya dengan penuh kasih sayang. Kuil itu sungguh besar dan indahi itu adalah kuil Hok Tek Cin sin (Dewa Keberuntungan). Hari ini adalah hari ulang tahunnya." "Nak." "Ayah kok omong begitu sih?" Tan Giok Cu cemberut. oleh karena itu. Ketika tiba di depan sebuah kuil.. Di punggungnya bergantung sebilah pedang dan sebuah buntalan. ia membeli seekor kuda jempolan. "sebetulnya ibu merasa berat sekali membiarkan mu pergi.. tapi. setelah itu. Kota tersebut cukup makmur dan ramai dikunjungi para pedagang dari daerah-daerah lain dan tampak pula gedunggedung berdiri megah di kota itu. bahkan juga adil dan bijaksana dalam mengadili urusan apapun.. "Padahal aku pergi hanya." pesan lim soat Hong lagi.

" "Ahi masa?" Tan Giok Cu tersenyum." "Lihat tuh" bisik salah seorang. maka dijaga ketat oleh para pengawalnya. "Bukan main cantiknya nona itu." Lanjut lelaki tua itu." "Eh? Apakah Dewa Hok Tek Cin sin punya cucu? Engkau jangan omong ngawur lho Mulutmu bisa bengkak karena usil. "Nona souw cantik sekali. " Hakim souw sekeluarga sedang sembahyang di dalam kuit ini. Aku baru tiba di kota ini.. "gadis itu melangkah maju.. "Haaah? Nona. "Tapi kenapa para penduduk berkumpul di luar kuil.. aku kira engkau adalah bidadari yang baru turun dari kahyangan. kemudian memberitahukan." "oh?" Tan Giok Cu tertarik"Tapi-. Mari kita berijalan kepadanya" Mereka segera minggir. "Kenapa para penduduk kota ingin menyaksikan putri hakim -Souw?" "Karena. mereka ingin menonton apa?" "Nona" Lelaki tua itu menatapnya dengan mata tak berkedip"Engkau bukan penduduk kota ini?" "Bukan.." "Paman" Tan Giok Cu tersenyum geli ketika menyaksikan tingkah laku lelaki tua itu." sahut lelaki tua itu sambil tertawa. "Nona souw masih kalah cantik dibandingkan dengan NcJna. seketika juga ia terbelalak dengan mulut ternganga lebar.." "oooh" Tan Giok Cu manggut-manggut. wajahnya putih mulus bagaikan salju" "jangan-jangan dia adalah bidadari yang baru turun dari kahyangan." "Lho?" Tan Giok Cu heran. "Beritahukanlah Jangan seperti orang linglung" "Aduuuh Nona." "Mungkin gadis itu cucu Dewa Keberuntungan. kelihatannya ingin masuk ke dalam. sudah barang tentu menyenggol orang lain yang sedang menyaksikan kecantikan souw Lan Ling. ." Lelaki tua itu memberitahukan."Paman" tanyanya kepada seorang lelaki tua. maka penduduk kota ini ingin menyaksikannya. "Paman tahu nama Nona souw itu?" "Dia bernama souw Lan Ling... usianya sekitar tujuh belas tahun. maka aku jadi linglung. turun dari langit." lelaki itu tersenyum.. "para penduduk kota ingin menyaksikan putri hakim souw dari dekat. "Kenapa begitu ramai di dalam kuil?" Lelaki tua itu menoleh.. yang duduk bersama ke dua orang tuanya di pekarangan kuil." "Pantas engkau tidak tahu" Lelaki tua itu manggutmanggut. seketika juga terbelalak"Wuah" terdengar seruan tak tertahan. "Hei" bentak orang yang kena senggol. ingin memberi keberuntungan kepada Hakim souw sekeluarga.. Percakapan mereka terdengar oleh beberapa orang yang berdiri tak jauh dari situ Mereka menoleh dan.

"Biarkan gadis itu masuk" ujarnya perlahan.. kami tidak bisa maju lagi" "Bung Lihatlah gadis yang ingin masuk itu.." souw Lan Ling mengangguk. maka kami menjaga di sini melarang siapa pun yang ingin masuk-" "Aku ingin melihat-lihat ke dalam. dan kagum sekali akan kecantikan gadis itu.. silakan duduk" "Terima kasih-" Tan Giok Cu duduk di sebelah souw Lan Ling. "Ha ha ha" Hakim souw tertawa gembira. "Aku dari desa Hok An. "Adik kecil" ujar souw Lan Ling sambil tersenyum.. Maka tidak heran kalau souw Lan Ling memandangnya dengan mata tak berkedip. aku ingin ke dalam. "Ayah. "gadis cantik. "Para penduduk kota ini ingin menyaksikan kecantikan . karena dirinya menjadi pusat perhatian para penduduk. lalu memberi hormat. Pengawal tersebut menggelengkan kepala. "Maaf nona" ucap pengawal itu"Junjungan kami. "ya. langsung mempersilakan Tan Giok Cu masuk. siapa engkau dan dari mana?" "Namaku Tan Giok Cu. ijinkanlah aku masuk" ujar Tan Giok Cu. Ayah. perbolehkanlah dia masuk." "Kakak pun cantik sekali" sahut Tan Giok Cu. segera berkata kepada Hakim souw dengan suara rendah. "Biarkan gadis itu masuk" sambung pengawal yang berdiri di situ dengan suara keras.. mendadak para penduduk itu telah berpaling ke belakang.. namun ditahan oleh para pengawal yang menjaga di situ. gadis itu ingin masuk." sementara itu. tapi kenapa ditahan sih?" tanya gadis itu dengan suara merdu."jawab gadis itu memberitahukan. souw Lan Ling merasa bangga sekali. "Nona. Dilihatnya seorang gadis yang amat cantik sedang berjalan ke dalam. "Bidadari baru turun dari kahyangan. Hakim souw sedang berada di dalam kuil. "Adik kecil" seru souw Lan Ling memanggilnya. sebab cara jalannya bagaikan sang bidadari yang turun dari kahyangan."Jangan terus mendesak. Langkahnya lemah gemulai dan kelihatan begitu cantik.." "oooh" Hakim souw manggut-manggut "gadis cantik. maka ia pun memandang ke arah pintu kuil. "Engkau cantik sekali. tapi ditahan oleh kepala pengawal." "Paman. Tentunya membuat gadis itu terheran-heran.Akan tetapi. bukankah lebih cantik dari Nona souw?" orang-orang yang tersenggol itu langsung memandang ke arah Tan Giok Cu. "Kemarilah" " Kakak memanggilku?" tanya Tan Giok Cu.. Tan Giok Cu menghampiri mereka. Paman." Pengawal itu terbelalak ketika menyaksikan kecantikan Tan Giok Cu.. dan kemudian terbelalak sambil bergumam." ucap gadis itu sambil tersenyum sekaligus melangkah ke dalam dengan wajah berseri-seri." Hakim souw memandang ke arah pintu kuil. Souw Lan Ling yang menyaksikan itu. Kepala pengawal mendengar suara seruan itu. "Terima kasih. "Nona.

.." sela Tan Giok Cu. sebab akan berubah kasar. Paman Aku tidak mau." "gadis cantik.Kakak-" "Tapi kini pandangan mereka beralih kepadamu-" souw Lan Ling tersenyum." "Ha ha ha" Hakim souw tertawa gelak"Bagus. anak gadis harus memegang jarum. dasar. "Adik Giok Cu" souw Lan Ling menatapnya seraya berkata"Maukah engkau bersilat pedang sebentar?" "Tidak-" Tan Giok Cu menggelengkan kepala"Aku tidak mau-" "Kenapa?" souw Lan Ling heran. berapa usiamu sekarang?" "Lima belas tahun. "Ibu bisa memegang jarum dan memegang pedang." sahut Tan Giok Cu dan bertanya." sahut Tan Giok Cu. . sekarang malah menyuruh gadis itu bersilat pedang. bahkan juga bisa memegang buku. "Hampir enam tahun aku belajar ilmu silat. "Kalau aku bersilat pedang di sini. "Malah tampak begitu halus dan gerak-geriknya bagaikan bidadari yang baru turun dari kahyangan. "gadis cantik-. ya.Kakak Lan Ling jangan gusar lho" "Bagaimana mungkin aku gusar?" souw Lan Ling tersenyum. apakah engkau gadis rimba persilatan?" "Sebetulnya aku bukan gadis rimba persilatan." "Maaf. tujuh belas tahun. di punggungmu bergantung sebilah pedang." "oooh" souw Lan Ling manggut-manggut. Paman dan Bibi. "Tapi aku yakin engkau mahir ilmu pedang. "Paman" Tan Giok Cu tersenyum." "Itu tidak mungkin." "ohi ya?" Tan Giok Cu tertawa kecil.." ujar Nyonya souw bernada menegurnya"Lan Ling ingin belajar ilmu silat. bagus Engkau memang merupakan gadis polosNah.. " Kakak Lan Ling justru berbakat untuk belajar ilmu silat. tapi engkau melarangnya. alangkah baiknya engkau bermain silat pedang sebentar untuk kami. "oh ya. buktinya aku tidak berubah kasar." Tan Giok Cu menatap souw Lan Ling dengan penuh perhatian. "Maka aku tidak mau." souw Lan Ling menatapnya. Tidak baik anak gadis belajar ilmu silat. " Aku pun girang sekali bertemu Kakak..-" hakim Souw tertegun. kan?" ujar Nyonya souw sambil memandang Tan Giok Cu." "isteriku" Hakim souw tersenyum." "isteriku." "Tuh ya. bukan memegang pedang. Mohon jangan mendesakku" tolak Tan Giok Cu. "Nama Kakak?" "Namaku Lan Ling." ujar Hakim souw. "Adik Giok Cu." Hakim souw tampak kecewa"suamiku. berarti aku sok pamer kepandaianku. Artinya bisa membaca dan menulis.. "Tapi Lan Ling tidak berbakat untuk belajar ilmu silat-" "Menurutku. hanya sedang melakukan perjalanan menuju gunung Bu Tong. kan?" "Kira-kira begitulah" sahut Tan Giok Cu sambil tersenyum. "Aku sungguh girang bertemu denganmu.

"Terus terang. Betapa lihaynya ilmu pedang gadis itu. Di saat bersamaan. akan tetapi belasan jurus kemudian. Para pengawal langsung menyerang mereka. "Kenapa engkau mencampuri urusan kami?" "Kalian siapa?" Tan Giok Cu balik bertanya. salah seorang teman si . siapa engkau?" bentak salah seorang dari mereka. para pengawal itu sudah roboh terkapar. kami merasa tidak tegg melukaimu" "Hidung besar" sahut Tan Giok Cu. namun yang mereka hadapi adalah murid Yo sian sian dari Kuburan Tua.. "Bagus Mari kita bertarung dengan pedang" "Mari kita serang dia" seru si Hidung Besar. "Hah?" Wajah Hakim souw berubah pucat pias. kami terpaksa harus menangkapmu. Dilihatnya mereka bersenjata pedang. "Aku cuma meng-gerak-gerakkan sepasang tanganku. "Lebih baik kalian segera enyah. kalian mau apa?" tantang Tan Giok Cu sambil tersenyum.. yang ternyata adalah beberapa buah senjata rahasia. seandainya senjata-senjata rahasia itu beracun. celakalah kalian bertiga" "Nona" Wajah orang berhidung besar tampak gusar. Maka belum sampai dua puluh jurus mereka bertarung. "Engkau memang cari penyakit" "Jadi " Tan Giok Cu menatap mereka dengan tajam. "Kami ke mari memang ingin membunuh hakim keparat itu Lebih baik Nona jangan turut campur" "Aku justru mau turut campur. Tiga orang itu memang mahir sekali bersilat pedang. " Celaka. "Nona. itu ada baiknya untuk kesehatan.Aku yakin secara diam-diam dia belajar sendiri" "oh?" Hakim souw melotot." Mendadak tampak beberapa buah benda bergemerlapan meluncur cepat ke arah Hakim souw. Mereka bertiga langsung menyerang Tan Giok Cu. begitu pula kepala pengawal. setelah itu barulah kami membunuh Hakim souw" "Oh?" Tan Giok Cu menatap mereka satu persatu. kalau aku marah. bukankah gadis itu akan celaka? Di saat itulah melayang turun tiga orang. Paman" Tan Giok Cu tersenyum sambit menghunus pedang pusaka Pek Kong Kiam (Pedang Gadis Putih) pemberian gurunya. "Lan Ling &ngkau belajar ilmu silat secara diam-diam?" "Ayah" souw Lan Ling tersenyum. "Kalian bertiga tidak mau enyah?" "Hm" dengus si Hidung Besar"Nona. "Nona" orang yang berhidung agak besar meng-gelenggelengkan kepala. gadis itu masih belum berpengalaman karena langsung menangkap senjata-senjata rahasia itu. "Kenapa ingin membunuh Hakim souw?" "Nona" orang itu mengerutkan kening. "Aku kira engkau punya guru. dan beberapa buah senjata rahasia itu dapat ditangkapnya.la lalu melesat ke arah tiga orang itu yang berpakaian serba putih. Tan Giok Cu menggerakkan tangannya. dan di bagian dada terdapat sulaman gambar seekor naga hitam." "Jangan khawatir." "oooh" Hakim souw menarik nafas lega.

"Giok Cu" ujar Hakim souw ketika gadis itu kembali ke tempat duduk"Engkau telah menyelamatkan nyawaku. sedangkan souw Lan Ling terus menatapnya dengan mata tak berkedip. "Aku mohon engkau sudi ikut ke rumah kami. sebab aku harus cepat-cepat sampai di tempat tujuan. ke dua orang itu sudah kabur terbirit-birit. agar kita dapat bercakap-cakap lebih leluasa" "Maaf Paman" Tan Giok Cu menggelengkan kepala"Aku hendak melanjutkan perjalananku. Tan Giok Cu duduk di hadapan mereka sambil mengagumi keindahan ruang itu. sebab kemungkinan besar para penjahat itu akan ke rumah kami mencoba membunuh suamiku-" "Aku..." "Adik Giok Cu" Souw Lan Ling tersenyum.Kebetulan ia berada dibelakang Tan Giok Cu dan berusaha bangkit berdiri. "engkau selain cantik juga berkepandaian tinggi. ." "Hi hi hi" Tan Giok Cu tertawa geli"Bagaimana mungkin aku menjadi gurumu? Aku lebih kecil lho Lagipula aku tidak punya waktu untuk mengajarmu." bujuk Nyonya souw.. yang penting engkau sudi menjadi guruku.orang itu roboh binasa dan luka di dadanya masih mengucurkan darah seaar.Kemudian mereka saling memberi isyarat dan mendadak tangan mereka bergerak-ser ser ser seeerrr Beberapa buah senjata rahasia meluncur ke arah Tan Giok Cugadis itu tersenyum dingin sambil mencelat ke atas. "Giok Cu. aku ingin sekali berguru kepadamu." "Aku telah menganggapmu sebagai adik. kalau engkau bersedia menjadi guru Lan Ling. "Eh?" Tan Giok Cu tercengang." "Usia tidak menjadi masalah.Hidung Besar telah roboh dengan bahu tertusuk pedang Tan Giok cu.. "Kenapa Kakak menatapku dengan cara begitu? Apakah wajahku tumbuh bulu seperti monyet?" "Adik Giok Cu" sahut Souw Lan Ling. "Ha ha ha" Hakim souw tertawa gelak: " Giok Cu." sahut souw Lan Ling sambil tersenyum." Hakim souw tersenyum. maka orang itulah menjadi korban senjata-senjata rahasia tersebut. setelah sepasang kakinya hinggap di tanah." "jangan khawatir.. sehingga beberapa buah senjata itu lewat di bawah kakinya "Aaarrhhh"-" terdengar suara jeritan yang menyayat hatiTernyata senjata-senjata itu menembus dada orang yang terluka itu. Betapa terkejutnya ke dua orang itu. maka engkau jangan mengecewakan aku. gadis itu tidak mengejar ke dua lawannya melainkan dengan tenang sekali menyarungkan pedangnya. " Akhirnya Tan Giok Cu mengangguk. "Akan kusuruh salah seorang pengawalku membawa kudamu ke rumahku. sebelum sepasang kaki Tan Giok Cu hinggap di tanah. aku kagum sekali kepadamu. "Mari ikut ke rumah kami. Betapa terkejutnya si Hidung Besar dan seorang temannya itu.. aku." Tapi. Mari ikut ke rumah kami." Hakim souw sekeluarga duduk di ruang depan.." desak souw Lan Ling. "Baiklahi Tapi kudaku-.

" "Kalau begitu Hek liong Pang merupakan perkumpulan para penjahat?" tanya Tan Giok Cu. suatu hari. Maka aku memanggilnya Kakak tampan. aku tidak punya waktu." jawab Tan Giok Cu jujur. "Aku tidak punya waktu untuk mengajarmu." Tan Giok Cu tersenyum." "Siapa orang itu?" tanya souw Lan Ling lagi. dia tampan sekali.Paman" Tan Giok Cu tersenyum." ujar souw Lan Ling.Aku menjatuhkan hukuman mati kepada penjahat itu. "Mereka adalah para anggota Hek Liong Pang yang selalu berlaku sewenang-wenang. aku pasti terusmenerus menggodamu-" "Kakak. "Kakak Lan Ling. Dia ke rumahku tapi aku belum pulang dari tempat guruku." Hakim souw manggut-manggut." "Betulkah itu. kemudian memandang Hakim souw seraya bertanya. "Dia adalah pemuda tampan?" "Ketika masih kecil. "Aku harus segera berangkat ke gunung Bu Tong. "Aku memang sudah lapar sekali. tak disangka penjahat itu adalah anggota Hek Liong Pang. Adik Giok Cu" ucap souw Lan Ling dan menambahkan. "Bukan. engkau murid Bu Tong pay?" tanya souw Lan Ling. Aku pulang dia justru sudah berangkat ke gunung Bu Tong." "oh?" souw Lan Ling tersenyum." . aku yakin engkau sudah lapar." sahutnya dan menambahkan." Tan Giok Cu menggeleng-gelengkan kepala. aku akan belajar sendiri" "Baiklahi" Tan Giok Cu mengangguk." "Bukan main" souw Lan Ling tertawa geli"Tak disangka engkau sudah punya kekasih" "Kakak jangan menggodaku" " Kalau engkau tidak mengajarku ilmu silat." Tan Giok Cu memberitahukan. Ayah?" souw Lan Ling tampak girang sekali. "Terima kasih. "Adik Giok Cu-" souw Lan Ling menatapnya dengan penuh harap. "engkau memberi petunjuk kepadaku mengenai ilmu pedang. "Kira-kira begitulah" sahut Hakim souw. "Dia adalah teman baikku. Akan tetapi Tan Giok Cu justru menggeleng-gelengkan kepala." ujar Tan Giok Cu dengan wajah agak kemerah-merahan. "Aku ke gunung Bu Tong untuk mencari seseorang. Mari kita makan dulu" "Terima kasih. oh ya. kepala pengawal-ku menangkap seorang penjahat yang memperkosa seorang gadis. "Mulai malam ini aku minta petunjuk-" "Baik. "Dia bernama Thio Han Liong.aku tidak akan melarang lagi Lan Ling belajar ilmu silat. "Aku kurang jelas tentang perkumpulan itu." "Adik Giok Cu. sudah hampir enam tahun kami tidak bertemu. "Betul. "Paman kenal para penjahat itu?" "Aaah " Hakim souw menghela nafas panjang. "Dia memanggilku adik manis. tapi aku panggil dia Kakak tampan. perutku sudah berbunyi dari tadi." "Cukup beberapa hari saja.

jadi tidak mengalami kemajuan pesat-" "Kakak Lan Ling.. Ternyata ia belajar dari Thio Han Liong ketika masih kecil. bolehkah aku tahu siapa gurumu?" "Aku akan memberitahukan." "oooh" Tan Giok Cu manggut-manggut.."Ha ha ha" Hakim souw tertawa gelak. namun sungguh hebat dan lihay.. "Apa yang diajarkannya kepadamu?" "Ilmu pukulan dan ilmu pedang.Nah. hanya saja pakaiannya compang-camping mirip seorang pengemis." souw Lan Ling tersenyum." sahut Tan Giok Cu sungguh-sungguh"Engkau membohongi ayahmu kan?" "Maksudmu?" "Sudah lama engkau belajar ilmu silat secara diam-diam." Tan Giok Cu mengerutkan kening. ." Tan Giok Cu mulai mengajar souw Lan Ling beberapa jurus ilmu pedang itu. namun engkau bilang tidak punya guru ketika ayahmu bertanya. Adik Giok Cu. maka aku harus mengelabui nya." "Aku lihat kepandaianmu cukup tinggi.. ilmu pedang apa itu?" "Itu adalah ilmu Giok Li Kiam Hoat" "Adik Giok Cu" souw Lan Ling menatapnya dengan penuh harap. "Apakah kepalaku tumbuh tanduk?" "Kakak Lan Ling. maka tak usah aku memberimu petunjuk lagi. "guruku bukan anggota Kay Pang. "sebab ayahku melarangku belajar ilmu silat. aku tidak boleh mengajarkannya kepada orang lain. "Karena selama ini aku berlatih secara diam-diam. souw Lan Ling dan Tan Giok Cu duduk di pekarangan rumah. membuat souw Lan Ling terheranheran. kenapa engkau memandangku dengan cara begitu?" tanya souw Lan Ling sambil tersenyum.. Adik Giok Cu. "Bolehkah engkau mengajarku beberapa jurus ilmu pedang itu?" "Kakak Lan Ling." "Adik Giok Cu. "gerakan ilmu pedangmu begitu lemas.. tapi engkau harus memberi petunjuk kepadaku-" "Baik. "Itu adalah ilmu pedang perguruanku.Tan Giok Cu terus memandangnya dengan mata tak berkedip." Malam harinya. bukankah engkau sudah membohongi ayahmu?" "Aku terpaksa-" souw Lan Ling menghela nafas panjang.. kepandaianku masih rendah-" souw Lan Ling menggeleng-gelengkan kepala. "Aku akan mengajarmu beberapa jurus ilmu pedang lain. "Ha ha ha.. "Terima kasih." souw Lan Ling menghela nafas panjang." "Terus terang. tapi juga sangat lihay sekali. Maka aku tertarik sekali kepada ilmu pedangmu." ujar souw Lan Ling. "Adik Giok Cu." "guruku adalah seorang pengemis tua-" "Seorang pengemis tua? Apakah beliau adalah anggota Kay Pang?" "Bukan. "oh ya" Tan Giok Cu teringat sesuatu." "oh?" Wajah souw Lan Ling langsung berseri.

" Pengemis tua itu tertawa." Kemudian souw Lan Ling menutur mengenai kejadian di kuil Hok Tek Cin sin.. "Dasar sudah tua jadi pikun" Tan Giok Cu bersungutsungut. lalu mempertunjukkan ilmu pedang tersebut" Ha a a h ?" Mulut pengemis tua itu ternganga lebar." sahut pengemis tua itu"Lan Ling. lalu memandang ke arah pohon seraya berseru. siapa gadis besar itu?" "gadis besar?" souw Lan Ling tertegun. souw Lan Ling sudah berhasil menguasai ilmu pedang itu." "Aaah " Pengemis tua itu menghela nafas panjang. ayahku sudah memperbolehkan aku belajar ilmu silat. tapi pendengaranmu begitu tajam." ujar pengemis tua itu sambil menyengir ke arah Tan Giok Cu." sahut souw Lan Ling dan menambahkan.. cepat keluar" souw Lan Ling terkejut. dan segeralah ia memandang ke arah pohon itu. tadi engkau berlatih ilmu pedang apa?" "Aku belajar dari Adik Giok Cu-" souw Lan Ling memberitahukan. "Ha ha ha ha" Terdengar suara tawa gelak"gadis kecil. betapa girangnya souw Lan Ling. "siapa yang bersembunyi di situ? Ayoh. Pengemis tua itu mendengarkan dengan mata terbelalak dan bertanya. sebab ia tidak mendengar suara apa pun. Ha ha ha. tak disangka adalah anggota Hek Liong Pang dan kini menjadi masalah-" "Ayahku adalah seorang hakim yang sangat membenci kejahatan.. maka aku memanggilnya gadis besar saja. Di saat itulah mendadak kening Tan Giok Cu berkerut. tentunya menjatuhkan hukuman mati pada penjahat itu." "oh?" souw Lan Ling bertambah girang mendengar ucapan . "oh ya.. yang jelas engkau sudah belajar ilmu silat dariku. "Ayahmu menghukum mati penjahat itu. "Dipanggil gadis kecil dia tidak mau. kebetulan aku lewat di kota ini. "Dia bernama Tan Giok Cu." "Ayahmu perbolehkan atau tidak. yang ternyata seorang pengemis tua"gadis kecil . namun engkau tetap gadis kecil.Tak disangka engkau sedang berlatih ilmu pedang di sini. pendengaranmu sungguh tajam" "Guru" panggil souw Lan Ling dengan wajah berseri "Guru. sungguh luar biasa sekali" "Paman tua" Tan Giok Cu cemberut"Aku bukan gadis kecil. "Dia yang menyelamatkan nyawa ayahku . maka aku mampir menengokmu. sangat hebat dan lihay sekali. Dapat dibayangkan. usiaku sudah lima belas tahun lho" "Walau engkau sudah berusia lima belas tahun. "Itu adalah ilmu pedang tingkat tinggi. "siapa ke tiga penjahat itu?" "Mereka adalah anggota Hek Liong Pang.. oh ya." Pengemis tua itu menatap Tan Giok Cu dengan mata tak berkedip"Engkau masih kecil. "Ha ha Aku belum pikun. oh ya." souw Lan Ling memberitahukan.Beberapa malam kemudian." Tampak sosok bayangan melayang turun di hadapan merekai.

" "Locianpwee itu adalah gurumu?" "Hi hi hi" Mendadak Tan Giok cu tertawa geli"Eh?" Pengemis tua tertegun." souw Lan Ling menatapnya. "Gadis cantik." Tingkah laku pengemis tua itu membuat Tan Giok Cu nyaris tertawa geli. engkau berani mempermainkan orang tua?" "Di belakang ciong Lam san. engkau sengaja mempermainkan aku ya?" "Aku tidak mempermainkan.. Paman Tua" sahut Tan Giok Cu." "Bukankah barusan guru menyaksikan ilmu pedang itu?" Souw Lan Ling tersenyum." "oh?" Pengemis tua itu terbelalak. engkau murid siapa?" "guruku adalah Bibi sian sian." gumam pengemis tua itu dengan. mungkin bisa ingat" "Sudah lupa sama sekali.. sungguh di luar dugaan" "Paman tua kenal guruku?" tanya Tan Giok Cu girang. "gadis cantik. "Aku berkata sesungguhnya. Awas" "Perguruan Kuburan Tua-" "Apa?" Kening pengemis tua itu berkerut-kerut "gadis cantik. kalau bukan pikun pasti pelupa. Burung Rajawali dan Pasangan Pendekar. bukan sedang bergurau" "oh? Kalau begitu.itu. dia baru berusia sepuluh tahun. air muka berubah"Ternyata engkau adalah murid wanita baju kuning itu." "Eeeh?" Pengemis tua itu mencak-mencak"gadis cantik. "guru tidak berkeberatea aku belajar ilmu pedang ini?" "Tentu tidak" sahut pengemis tua sambil menatap Tan Giok Cu. sedangkan souw Lan Ling meng-gelenggelengkan kepala." Pengemis tua itu menggelenggelengkan kepala.. "Kini dia baru berusia enam belas tahun. Bibi sian sian adalah guruku" "Engkau berasal dari perguruan mana?" tanya pengemis tua sambil melotot"Jangan dijawab dengan putar balik lagi. tapi lupa di mana aku pernah menyaksikannya. "Belasan tahun lalu. "Kuburan Mayat Hidup. gurumu yang menyelamatkan Kay .. "Cobalah Guru ingat lagi." "siapa Bibi sian sian itu?" "Bibi sian stan adalah guruku. tidak muncul lagi di dunia Kang-ouw-" Tan Giok Cu membaca syair tersebut. apa yang menggelikanmu?" "Thio Han Liong bukan seorang Locianpwee. "Dasar sudah tua. Ketika mengajarku ilmu pedang itu. "Kepandaianmu sangat tinggi. "Gadis cantik" Pengemis tua itu menatapnya. "Sepertinya aku pernah melihat ilmu pedang itu. "guruku memang Bibi sian sian. siapa yang mengajarmu ilmu pedang itu?" "Thio Han Liong. kenapa engkau tertawa geli. "Lan Ling" Pengemis tua itu melotot.. Gadis itu mengira gurunya bergurau.Burung Rajawali dan Pasangan Pendekar." Tan Giok Cu memberitahukan. terdapat Kuburan Mayat Hidup.

" "Kenapa guru tidak mau mengaku kalau Guru anggota Kay Pang?" tanya souw Lan Ling bernada menegur. malam ini munaul Cianpwee ini yang adalah gurumu. maka mengundurkan diri untuk hidup bebas. ibu?" Tertegun Souw Lan Ling." souw Lan Ling serba salah"Eh?" Pengemis tua itu melotot.... sudah punya guru silat tapi tidak mau beritahukan." sahut Souw Lan Ling. "Setiap malam kami mengintip engkau belajar ilmu pedang pada Giok Cu. antarlah guru ke dalam" ujar Tan Giok Cu." sahut pengemis tua itu singkat. sudah .Aku pun ingin bertatap muka dengan ke dua orang tuamu. "Engkau sungguh keterlaluan. "Engkau berani tidak menurut padaku? Mau jadi murid murtad?" "guru. "Ha ha ha" Hakim Souw tertawa gelak. "Kakak Lan Ling.." "Baiklah" souw Lan Ling mengangguk. "Lan Ling.. Engkau memiliki kepandaian tinggi." "Ayah sudah mendengar pembicaraan kami?" tanya Souw Lan Ling dengan air muka agak berubah." "Kalau aku beritahukan. kami sudah bangun. "Aku yakin ke dua orang tua mu tidak akan gusar. kemudian berjalan ke luar hakim souw dan isterinya dengan wajah berseri-seri... namun kini sudah tidak" ujar pengemis tua itu." sahut pengemis tua "Kalau begitu." souw Lan Ling menundukkan kepala. "Lan Ling Kini sudah waktunya engkau berterus terang kepada ayahmu. karena ayah sudah tahu akan kegunaan ilmu silat. Mengerti?" sahut pengemis tua itu melotot. "Kapan guru mau bertemu ke dua orang tuaku?" "Sekarang." Tan Giok Cu menatapnya." Jilid 8 "Ayah. itu berarti aku bukan anggota Kay Pang lagi. "Paman Tua adalah anggota Kay Pang?" "Dulu aku adalah Tetua Kay Pang. "ya. aku mau ke dalam membangunkan ke dua orang tuaku" "Tidak usah" Mendadak terdengar suara sahutan dari dalam. "oooh" souw Lan Ling manggut-manggut. lalu mengajak pengemis tua itu masuk ke rumah"silakan duduk guru. Ayoh cepat antar aku masuk" "Guru. "sebab aku sudah tidak mau pusing akan urusan perkumpulan lagi. "Sekarang?" souw Lan Ling terbelalak"Sudah larut malam begini?" "Lan Ling" Pengemis tua itu tertawa "Bagiku tidak ada larut malam.." Hakim Souw mengangguk." ujar pengemis tua itu sungguh-sungguh"ya-" souw Lan Ling mengangguk dan bertanya. maka aku tahu tentang kejadian itu dan melihat gurumu. Ayah pasti marah-marah sih. "Sekarang sudah tidak.Pang. Kebetulan aku pun berada di tempat itu. "Aku sudah mengundurkan diri darijabatanku.

.. "Kenapa begitu cepat?" "Paman. Mulailah pengemis tua itu dan Hakim souw ber-sulang sambil tertawa gembira..." "Pantas Guru ingin ke dalam rumah" ujar Souw Lan Ling. tak lama sudah keluar lagi dengan membawa arak wangi dan dua buah cangkir. seng Hwi mengajak Thio Han Liong ke sebuah lembah." "Ayah. "Itu yang kuharapkan. "Engkau harus ingat satu hal. -ooo00000oooBab 15 Mengobati seorang Gadis Dengan Iweekang setelah meninggalkan Kuil siauw Lim sie.Maka aku harus berangkat esok. aku pasti mengajaknya ke mari." Souw Lan Ling girang bukan main. agar bisa sampai di gunung Bu Tong selekasnya. engkau harus selalu pasang kuping Engkau harus ingat itu" "Ya. "Kalian bisa mengintip dari dalam rumah. namun gurunya itu sudah melangkah pergi sambil tertawa-tawa. Tan Giok Cu berkata kepada Hakim souw"Paman. Kakak Lan Ling.Tidak bisa ditunda lagi" "Adik Giok Cu." ucap Tan Giok Cu. aku akan melanjutkan perjalananku esok pagi-" "Esok pagi?" Hakim souw menatapnya." sahut Tan Giok Cu berjanji"Kakak Lan Ling pasti senang bertemu dia-" "Engkau jangan ingkar janji lho" "Jangan khawatir Kakak Lan Ling. yang ternyata tempat tinggal seng Hwi dan ibunya. di saat berlatih atau berada di mana pun." "Adik Giok Cu.Pada waktu bersamaan..Di lembah itu terdapat sebuah gubuk. pengemis itu berpamit "Guru menginap di sini saja" ujar souw Lan Ling"Ha ha" Pengemis tua itu tertawa"Guru tidak biasa menginap di rumah mewah. "Lan Ling" Pengemis tua itu menatapnya. Ha ha ha. setelah puas bersulang." souw Lan Ling mengangguk. "Bagaimana kalau malam ini kita bersulang bersama?" "Ha ha ha" Pengemis tua itu tertawa seraya berkata. maka tahu akan keberadaan kalian di dalam rumah. tentunya engkau tahu itu-" "Tapi -" souw Lan Ling ingin menahannya.. Guru. "Cianpwee" Hakim souw tersenyum.Aku tidak akan ingkar janji-" "Terima kasih. "Kalau aku sudah bertemu Han Liong. "Hakim Souw" Pengemis tua itu tertawa.barang tentu bisa melindungi ayah." souw Lan Ling menghela nafas panjang. waktuku banyak tersita di situ. seng Hwi mengajak Thio Han Liong ke dalamTerlihat seorang wanita tua yang rambutnya sudah putih . Cepat ambilkan arak wangi" Nyonya souw segera ke dalam.. sedangkan aku bisa mendengar dari pekarangan. kapan kita akan berjumpa kembali?" tanya Souw Lan Ling dengan mata agak basah. "Engkau tidak bisa tinggal di sini beberapa hari lagi?" "Maaf. "Aku harus berangkat esok pagi. Adik Giok Cu" souw Lan Ling menggenggam tangannya erat-erat"Mudah-Mudahan kita berjumpa kembali secepatnya" Tan Giok Cu manggut-manggub Keesokan harinya berangkatlah gadis itu menuju gunung Bu Tong..

itu akan menghancurkan hidupmu. "seng Hwi. sebab itu. syukurlah engkau sudah punya kawan baik ibu. karena aku telah membunuh begitu banyak Hweeshio yang tak berdosa-" "saudara Tua.. maka alangkah baiknya engkau ke siauw Lim sie untuk memohon pengampunan kepada Kong Bun Hong Tio-" ujar Thio Han Liong sambil tersenyum .. lagipula ayahmu memang sangat menyayangi-mu. tapi. "ibu tidak tega menceritakan tentang semua kejahatan ayahmu.. jangan membohongiku" "Engkau mau bertanya apa? Tanyalah" "ibu" seng Hwi menatap ibunya seraya bertanya.." ujar Thio Han Liong. "Bibi Tua" panggil Thio Han Liong. "seng Hwi.. wanita tua itu menghela nafas panjang. tidakmau berterus terang?" "ibu tidak mau merusak kesan baikmu terhadap ayahmu.-" Wanita tua itu tidak melanjutkan ucapannya melainkan menundukkan kepala. Wanita tua itu mendengarkan dengan wajah murung." Wanita itu menghela nafas panjang. oh ya. "Aaah " Wanita tua itu menggeleng-gelengkan kepala. oleh karena itu.semua terbaring di tempat tidur. Cia sun adalah ayah angkat orangtuaku... bahkan telah melakukan perbuatan berdosa.. "Kini hidupku telah hancur." ujar Thio Han Liong membentahukan.. rupanya ia menghendaki pemuda itu yang memberitahukan kepada ibunya"Bibi tua. Aaahhh" "saudara Tua. "seng Hwi . harap ibu menjawab dengan jujur.." "ibu..."siapa anak muda tampan itu?" "Dia kawan baikku. "Kenapa engkau menanyakan hal itu?" "sebab -" seng Hwi memandang Thio Han Liong.. "Kong Bun Hong Tio dan Kong Ti seng Ceng telah memaafkanmu-" "Tapi-. engkau tahu salah berarti mau bertobat seperti kakekku itu.. aku telah banyak membunuh para Hweeshio siauw Lim Pay." seng Hwi terisak-isak"Aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri." Kemudian Thio Han Liong menutur tentang urusan seng Kun dengan Cia sun dan lain sebagainya. seusai Thio Han Liong menutur. "sebetulnya ayahku orang baik atau orang jahat?" "Ayahmu.. bagaimana urusanmu dengan pihak siauw Lim sie?" "Justru itu aku ingin bertanya kepada ibu. "Ngmm" Wanita tua itu manggut-manggut. namanya Thio Han Liong. kemudian bangun dan duduk di pinggir tempat tidur. ayahku bernama Thio Bu Ki." Air mata seng Hwi meleleh.. "Kenapa selama ini ibu membohong iku. ibu turut gembira." Wanita tua itu menatapnya"ibu" seng Hwi mendekatinya"Aku sudah pulang-" "seng Hwi" Wanita tua itu memandang Thio Han Liong.. Aku." jawab seng Hwi memberitahukan. "Namaku Thio Han Liong. ayahmu memang begitu" "Ha a a h ?" wajah Seng Hwi pucat pias.

" "Bibi tua jangan terus mengucapkan terima kasih padaku."Saudara kecil. "Biar bagaimanapun engkau harus tinggal di sini beberapa hari" "Itu. khususnya bagi keluarga yang punya anak gadis. "Terima kasih.. Beberapa hari kemudian barulah berpamitan kepada seng Hwi dan wanita tua itu Kini ia melakukan perjalanan ke arah timur menuju desa Hok An." "Mau berangkat sekarang?" "ya." ucap seng Hwi girang. aku jadi malu. pokoknya engkau harus tinggal di sini beberapa hari" Thio Han Liong berpikir.Aku telah berhutang budi dan kebaikanmu. la mampir di sebuah rumah makan lalu memesan beberapa macam hidangan kepada pelayan.. Saudara tua" Thio Han Liong tersenyum. aku mau pamit." "Tidak bisa" seng Hwi menggelengkan kepala. "saudara tua. "Saudara tua." "Han Liong" Wanita tua itu memandangnya dengan mata basah"Kami sungguh telah berhutang budi kepadamu" "Bibi tua jangan berkata begitu Aku dan Saudara tua adalah kawan baiki tentunya harus tolong menolong." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. dari mana engkau belajar ilmu pukulan cing Hwee Ciang yang amat ganas itu?" "Aku belajar dari sebuah kitab pemberian ayahku. "Han Liong. kemudian memandang seng Hwi seraya bertanya. "Hampir tiga puluh tahun aku belajar ilmu pukulan itu dan beberapa bulan lalu kitab itu telah kubakar. lama sekali barulah menganggukItu sangat menggirangkan Seng Hwi. . "Terima kasih-. Ketika ia mulai bersantap.. "Aaaah" salah seorang tamu menghela nafas panjang. -ooo00000oooDua hari kemudian. Kalau tiada engkau. Thio Han Liong telah tiba di sebuah kota. Thio Han Liong tinggal di gubuk itu. "saudara kecil." ujar Thio Han Liong. setiap gadis pasti jatuh sakit." ucapnya dengan wajah berseri. dosaku pasti bertambah." Thio Han Liong manggut-manggut." seng Hwi menatapnya dengan haru. "Di antara kita tiada hutang budi atau kebaikan.... terima kasih. beberapa tamu yang duduk di sebelahnya mulai bercakap-cakap dengan wajah serius." seng Hwi memberitahukan.." Air mata wanita tua itu mulai meleleh. mudah-mudahan aku dapat membalas kelak" "Jangan berkata begitu." "Memang mengherankan. "Terima kasih atas petunjukmu.." "saudara kecil.. Tak disangka kota kita ini dilanda suatu bencana.. tempat tinggal Tan Giok Cu." "jangan menolak" "Tapi-" "Tidak ada tapi-tapian.

" "Maaf" Thio Han Liong segera menghampiri mereka. la langsung menuju rumah hartawan urn. sudah tiba di tempat tujuan. Perlahan-lahan Thio Han Liong berjalan ke rumah itu. kemudian terus berjalan pergi lagi dengan kepala tertunduk"Eeeh?" Jongos tua itu terbelalak ketika melihat Thio Han . Kemudian ia membayar makanannya. Tidak lama lagi putri hartawan Lim itu pasti gila dan akan hilang seperti anak gadis lain. dihiasi pula dengan berbagai macam tanaman dan gunung-gunungan serta air teriun buatan.kemudian berubah gila dan bertenaga amat besar. sebuah rumah yang amat megah dan mewah berdiri di situ dan dikelilingi tembok tinggi." "Untung kita tidak punya anak gadis. dan tak seberapa lama kemudian.Kebetulan pintu pagar luar tidak ditutup. "Keluar dari rumah makan ini harus ke kanan. "Putrinya yang berusia tujuh belasan itu mulai mengidap penyakit aneh seperti anak gadis lain. Anak muda?" "Putri hartawan Lim mengidap penyakit apa?" "Penyakit aneh. Paman"ucap Thio Han Liong. "Hartawan urn yang berhati-bajik serta sering menolong orang justru tertimpa bencana itu" "Betul." "Aaah " Tamu itu menggeleng-gelengkan kepala." Orang itu menunjuk ke arah kanan." sambung yang lain." tanya seorang tua berpakaian jongos"Apa-kah Nona kami tidak bisa diobati lagi?" "Sudah puluhan tahun aku menjadi tabib." sahut orang itu memberitahukan. di mana rumah hartawan itu?" "Tak jauh dari sini. dan meninggalkan rumah makan itu. dan tampak seorang tabib berjalan ke luar sambil menggeleng-geleng-kan kepala"Aaah " Tabib itu menghela nafas dan bergumam.Aaah " Tabib itu menggeleng-gelengkan kepala"Mungkin hanya dewa yang dapat mengobatinya-" Tabib itu melangkah pergi." "oh?" Thio Han Liong mengerutkan kening. namun masih sempat melirik Thio Han Liong. Nah. yang tadi telah mendengar pembicaraan mereka. "Ya." "setelah itu. sampai di prapatan belok ke kiri. "Badannya panas. "Aku tidak mampu mengobatinya-" "Tabib. Tiba-tiba pintu rumah itu terbuka." "Orang itu mengangguk"Bahkan kemudian akan hilang begitu saja. tapi tidak pernah menyaksikan penyakit seaneh itu. "Bolehkah aku bertanya sesuatu kepada Paman?" "Mau bertanya apa. maka Thio Han Liong mendorongnya dan sekaligus masuk ke dalam. setelah itu menghilang entah ke mana." "Terima kasih. mukanya agak kehijau-hijauan dan terus-menerus mengigau. Pekarangan rumah itu luas sekali. dia akan menjadi gila dan bertenaga besar?" tanya Thio Han Liong. hanya puluhan depa lagi sampai di rumah hartawan Lim. "Paman. yang berdiri di situ. Namun aku sangat prihatin menyaksikan para orangtua yang kehilangan anak gadisnya.

kemudian mulutnya berkomat-kamit. "Anak muda.Lo Thian Ya (Tuhan) sungguh tidak adil" Thio Han Liong tidak menyahut. Tuan besar..la terus makan dan dalam hatinya sudah mengambil keputusan untuk menoiong putri hartawan Lim. "Ah Liok Ada apa?" tanya lelaki itu "Tuan besar.saat ini hartawan Lim sedang dirundung duka. tapi kehabisan bekal dan sekarang aku lapar sekali-" "Ah Liok." "Paman tua.. "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut. "Ya." Jongos tua itu mengangguk.. "Aku ingin menemui hartawan Lim. "Ini dari tuan besar. yang ternyata hartawan Lim. jongos tua itu menundukkan kepala. Pada saat bersamaan.. "Bungkusan ini berisi dua puluh tael perak pemberian tuan besar untuk bekalmu dalam perjalanan. aku sedang dalam perjalanan. karena mendadak muncul seorang lelaki berusia lima puluhan. muncul seorang pelayan wanita membawa sebuah bungkusan. lalu mengajak Thio Han Liong masuk"Anak muda. "Aku. ." ucapan jongos tua itu terputus." "Anak muda" Jongos tua itu menggeleng-gelengkan kepala... "Anak muda. Ah Liok bertanya. namun kini sedang tertimpa musibah. sia-sialah engkau menemuinya untuk minta toiong. Kata orang hartawan Lim berhati bajik dan suka menolong siapa pun. dan setelah itu ia menghela nafas panjang sambil bergumam. Thio Han Liong dibawa oleh Ah Liok ke ruang makan." ucap Thio Han Liong lalu mengikuti jongos tua itu ke dalamsedangkan hartawan Lim masih berdiri di situ sambil memandang ke langit. aku sudah kenyang. engkau." "Paman" ujar Thio Han Liong cepat. sepertinya sedang berdoa. bingung dan berduka sekali. maka ia ingin mengujinya. kenapa makanmu hanya sedikit?" "Paman tua." kata wanita itu memberitahukan." sahut Thio Han Liong sambil tersenyum. "sungguh baik hati hartawan urn Walau dalam keadaan cemas dan bingung. engkau ke mari tidak pada waktunya. "Hartawan Lim sedang cemas.. yang wajahnya tampak diliputi kecemasan dan kegelisahan. terimalah" katanya.jongos tua itu segera menyajikan berbagai macam hidangan. toiong antar aku menemui beliau" desak Thio Han Liong. sebab tidak tahu apa isinya. cepat antar dia ke dalam dan berilah makan" pesan lelaki itu. "Tuan besar begitu baik hatinya.Liong"Anak muda... "Anak muda ini-. Thio Han Liong ragu-ragu menerima bungkusan itu. namun dibatalkannya karena tiba-tiba berkelebat suatu ingatan lain.. lalu diberikan kepada Thio Han Liong. mari ikut aku ke dalam" "Terima kasih. beliau tidak akan membantumu-" "Paman tua " Thio Han Liong ingin menjelaskan maksud tujuan kedatangannya.usai ia bersantap ketika bangkit dari duduknya.

" Thio Han Liong memberitahukan. Paman" "Engkau belajar ilmu pengobatan dari siapa?" "Dari ayahku." "Maaf. kenapa engkau belum pergi?" "Tuan besar. lalu lanjutkanlah perjalananmu. "Ah Lioki cepatlah engkau pergi undang tabib lain" ujar hartawan Lim. "Tabib yang berpengalaman puluhan tahun saja tidak sanggup mengobati nona kami-apalagi engkau.kecuali dewa. jangan mengganggu tuan besar lagi" "Paman tua. kurang yakin itu." "Engkau berasal dari mana?" "Kami tinggal di sebuah pulau di Laut utara. "Anak muda... katanya mengerti sedikit ilmu pengobatan. "Namaku Thio Han Liong." "Anak muda" jongos tua itu terbelalak. Aku. Kata tabib tadi. Aku ingin memeriksa putri hartawan Lim. "Anak muda. engkau terimalah pemberian tuan besar itu. " wajah Thio Han Liong kemerah-merahan. anak muda ini ingin menemui Tuan besar. kan?" Hartawan Lim menggeleng-gelengkan kepala seraya berkata. "Eh? Anak muda. Aku dengar putri Paman sakit. dia tidak mau pergi-"Jongos tua memberitahukan. maka aku ke mari dengan alasan minta bantuan." ujar pelayan wanita itu "oh?" Hartawan Lim menatap Thio Han Liong dalam-dalam.. "Bahkan mengaku dirinya dewa muda" "Ah Liok" Hartawan urn mengerutkan kening. "Anak muda. "Apa?"Jongos tua itu melotot "Anak muda." "sudahlah" tandas jongos tua. semua tabib yang terkenal di kota ini sudah diundang ke mari. engkau" Hartawan Lim agak terbelalak"Ternyata engkau menguji hatiku dulu.. aku mengerti sedikit ilmu pengobatan." "Paman tua.. tapi-.. tapi sesungguhnya aku ingin memeriksa penyakit putri Paman itu" "Anak muda. Aku harus menemui beliau.. ya. "Aku dengar Paman berhati bajik dan suka menoiong sesama.. kemudian menggeleng-gelengkan kepala seraya berkata. tidak ada tabib tain lagi-" sahut jongos tua itu "Tuan besar. "sejak kecil aku sudah belajar ilmu pengobatan. "usiamu sudah enam puluh lebih. siapa engkau?" tanyanya. "Jangan membuat tuan besar marah" "seandainya aku dewa muda?" ujar Thio Han Liong mendadak sambil tertawa kecil. kami tiga turunan selalu berbuat kebaikan. "sudahlah" Jongos tua itu menggeleng-Gelengkan kepala. jangan bergurau" "siapa dewa muda?" Mendadak muncul hartawan Lim.beliau masih mau menoiong orang lain. maka dia belum menerima uang pemberian Tuan besar untuk bekalnya dalam perjalanan. toiong antar aku menemui hartawan Lim" desak Thio Han Liong." "Maka engkau ke mari untuk menguji hatiku dulu. Tuan besar"jongos tua itu menundukkan kepala. maka.. "Tuan besar. Bagaimana? Apakah aku lulus?" "Paman.. .

" sela jongos tua itu "Tadi Tuan besar menyuruh aku pergi mengundang tabib lain. Ternyata tadi Thio Han Liong menggunakan ilmu ginkang melesat ke belakang gorden. Lo Thian ya (Tahan) sungguh tidak adil" "Paman. lalu bergegas-gegas ke kamar itu. bagaimana giliran Tuan besar menguji ilmu pengobatannya? siapa tahu justru dia yang mampu mengobati Nona.. ." ujar pelayan wanita yang masih memegang bungkusan itu "Anak muda ini telah menguji hati Tuan besar.manggut." Jongos tua itu terbelalak dan nyaris berlutut di hadapan Thio Han Liong"Paman tua. Thio Han Liong mengikutinya dari belakang. cemas dan duka" "Ht hi hi" Thio Han Liong tertawa geli. Kini sudah ada tabib kecil berdiri di sini. mudah-mudahan aku sanggup mengobati penyakit putri Paman itu" ucap Thio Han Liong. sebuah kamar sehingga membuat wajah hartawan Lim langsung berubah. "Engkau masih kecil. sekarang menyahut mengeluarkan Iweekang maka suaranya bergema dan terdengar begitu nyaring. aku bukan dewa muda. "Hilang ke mana anak muda itu? Kok bisa hilang mendadak? Janganjangan dia siluman?" "Paman tua. "Ayoh-lah Mari ikut aku ke kamar putriku. "Eeeh?" Jongos tua menengok ke sana ke mari.. "Engkau masih kecil.namun kepandaianmu sudah begitu tinggi. aku bukan siluman.!." Hartawan Lim menghela nafas panjang." "Itu " Hartawan Lim masih tampak ragu. Kini putriku malah mengidap penyakit aneh yang tiada obatnya. "sudahlah Engkau boleh pergi" "Paman. namun tidak kelihatan orangnya." ujar Thio Han Liong sambil tertawa "Aku anak muda-" "Han Liong " Hartawan Lim menatapnya d eng a n penuh perhatian. "Tuan besar." "Paman..sebab Tuan besar kami dalam keadaan bingung." Thio Han Liong memberitahukan. " "Tuan besar. begitu pula jongos tua dan pelayan wanita itu.kemudian mendadak berkelebat bayangannya di hadapan mereka-" "Dewa muda . aku sudah tidak keail lagi.karena usiaku sudah enam belas. kenapa Tuan besar tidak menyuruhnya memeriksa penyakit Nona?" "Dasar kalian berdua sudah tua" "Paman" Mendadak badan Thio Han Liong bergerak cepat dan dalam sekejap ia sudah menghilang.namun setiap turunan hanya punya seorang anak. "Dewa muda Toiong perlihatkan dirimu dan cepatlah toiong nona kami yang sudah sekarat" ucap jongos tua itu. mendadak terdengarlah jerit tangis di dalam. mudah-mudahan engkau sanggup mengobati putriku" Di saat bersamaan. "Ngmmrn" Hartawan Lim manggut. melainkan dewa muda yang main ke mari" terdengar suara sahutan nyaring. "Dewa muda" sambung pelayan wanita"Jangan marah kepada Tuan besar kami.

Paman tua harus cepat menyodorkan baskom itu ke mulutnya..» aku takut. lalu meioncat ke atas tempat tidur. "Engkau." Jongos tua itu segera pergi mengambil baskom.Di saat itulah jongos tua cepat-cepat menyodorkan baskom tembaga ke arah mulut gadis itu "Uaaakh uaaaakh uaaaaakh " Gadis itu memuntahkan darah kental yang kehijau-hijauan.. Nak. "uaaaakh-. "Putri kita." sahut nyonya hartawan Lim sambil membelainya. ibu dan ayah berada di sampingmu. "oh. "ibu. "Ibu Siapa dia?" "Dia. "Dia bernama Thio Han Liong.yang menangis itu ternyata nyonya hartawan Lim. Berselang beberapa saat kemudian. yang mengobatimu barusan. "Nak . "Ayah ibu" panggilnya dengan suara lemah. "Dewa muda. Kemudian di tempatkannya sepasang telapak tangannya di punggung gadis itu.. begitu pula jongos tua dan pelayan wanita itu Perlahan-lahan Thio Han Liong menurunkan sepasang telapak tangannya. engkau. dia. itu sungguh mengejutkan gadis bernama Lim Mei suan itu.. yang wajahnya tampak puaat kehijau-hijauan. Gadis itu menoleh kepalanya memandang ke dua orangtuanya. aku. "Nak" Hartawan Lim tersenyum.." "Jangan takut. Setelah menatap sejenak. "Maaf" ucapnya dan segera memeriksa gadis itu... "Suamiku.. anakku" "ibu." Gadis itu menangis tersedu-sedu." Berselang beberapa saat kemudian gadis itu berhenti memuntahkan darah. aku sudah mengambil baskom-" "sebentar lagi nona pasti muntah.. ia maju menghampirinya." Nyonya hartawan Lim memandang suaminya. ia bergerak mengangkat gadis dan mendudukkannya. setelah itu." Nyonya hartawan Lim langsung mendekatinya.Hartawan Lim dan isterinya saling memandang... wajah gadis yang puaat kehijauhijauan itu mulai berubah merah dan bibirnya pun bergerakgerak lalu membuka mulutnya lebar-lebar. Thio Han Liong berkata kepada jongos tua. ... Thio Han Liong meloncat turun.. putri kita.. dia sudah meninggal" "Hah?" Wajah hartawan Lim puaat pias. Tak seberapa lama. Tak lama ia sudah kembali denganmembawa sebuah baskom tembagu. Wanita itu memeluk putrinya sambil menangis gerung-gerungan." "Jangan takut." Air mata nyonya hartawan Lim berlinang-linang seraya berkata dengan terputus-putus. Kakak" ujar Thio Han Liong sambil tersenyum lembut." pesan Thio Han Liong. "Paman tua.." "oh?" Lim Mei Suan memandangnya. sekaligus mengerahkan Ktu yang sin Kang ke dalam tubuhnya. "Kenapa Mei suan?" tanya hartawan Lim aemas. lalu memeluknya erat-erat.. Thio Han Liong terus menatap gadis yang berbaring di tempat tidur. aepat ambilkan sebuah baskom" "ya.

"Kakak" Thio Han Liong menatapnya. yang kebetulan di sana tersedia kertas. aku tidak ingat apa-apa lagi. "Kakak ingat apa yang terjadi ketika Kakak mau sakit?" tanya Thio Han Liong lagi sambil menatapnya dengan penuh perhatian. sebetulnya penyakit apa?" tanya hartawan Lim.. Thio Han Liong segera membuka resep." jongos tua menerima resep obat tersebut. betulkah engkau Dewa muda?" "Kakakl" Thio Han Liong tertawa kecil.engkau mampu menyembuhkan penyakit putriku. "Melainkan semacam racun." Lim Mei suan mengerutkan kening." "Dewa muda." jawab Lim Mei suan. kemudian segera pergi membeli obat. akan menjadi gila. Tuan besar." "Dewa muda?" Lim Mei Suan tertegun. aku akan menempati kamar ini" "Han Liong. kira-kira beberapa hari lalu."Kini Kakak sudah sembuh. "Adik Han Liong. kemudian terdengar pula suara angin mendesir-destr." uaap Lim Mei Suan. pasti ada yang menculik-" "Kalau begitu." Hartawan Lim menatapnya strata bertanya "Perlukah aku mengundang beberapa piauwsu (Pesilat . "Tak disangka sama sekali. "Han Liong." "oh?"Lim Mei Suan kurang peraaya.. tapi masih harus makan obat.. Tapi tidak mungkin hilang begitu saja. "Kalau tidak salah. oleh karena itu. begitu banyak anak gadis mengidap penyakit ini. "Ah Lioki cepatlah engkau pergi beli obat" artawan Lim menyerahkan resep obat itu. "Dalam beberapa malam ini. "Tapi engkau mampu menyembuhkan penyakitku." "Terima kasih.." "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut. setelah itu. "Han Liong.kemudian memandang ke atas meja. kemudian diberikan kepada hartawan Lim. "Tidak begitu ingat." ujar hartawan Lim dengan kening berkerut"Itu pasti perbuatan penjahat-" "Tidak salah. Adik Han Liong. "sejak kapan engkau menderita penyakit ini?" tanyanya." Jongos tua itu ingin mengatakan sesuatu.. karena kondisi badanmu masih lemah sekali." "Tentu. malam itu aku mendengar suara suling yang bernada aneh. itu memang perbuatan kaum penjahat" Thio Han Liong manggut-manggut. "Belum lama. "Sebab dia Dewa muda. terima kasih. Kakak harus pindah ke kamar lain. Thio Han Liong tersenyum lagi. tapi langsung dipotong oleh hartawan Lim. Aku justru masih tidak habis pikir." sahut jongos tua sambil tertawa gembira. "Bagaimana mungkin aku Dewa muda? Aku cuma seorang anak muda biasa.aku yakin penjahat itu akan ke mari. siapa yang menyebarkan racun itu siapa yang terkena racun itu. "Bukan penyakit" Thio Han Liong menjelaskan." ucap Thio Han Liong sungguh-sungguh." ucap hartawan Lim sambil menerima resep obat tersebut. pit dan tinta Tionghoa berwarna hitam. suruh orang beli obat tiga bungkus Setelah Kakak makan obat ini pasti pulih kesehatannya. "ya. "Paman.

lama sekali barulah membuka mulut. "ya.Maka tadi aku menggunakan Iweekang untuk mendesak raaun itu keluar dari mulut Kakak Mei Suan" "Adik Han Liong." Jongos tua segera pergi untuk menggodok obat itu "Han Liong" Hartawan Lim memegung bahunya seraya berkata. . Kakak Mei Suan pasti tidak tertolong lagi" Nyonya hartawan Lim manggut. "Jangan memanggilku dengan Dewa muda. tadi engkau menggunakan cara apa untuk membuat putriku memuntahkan racun itu?" "Aku menggunakan Iweekang. harus ditunggu" pesannya. tiada gunanya. "Han Liong." ucap urn Mei Suan. bukankah sudah impas?" "Han Liong.. bagaimana cara menggodok obat ini?" tanyanya"Paman tua" Wajah Thio Han Liong kemerah-merahan." Jongos tua itu mengangguk. lalu mulai mengobrol lagi. "oh ya. "Engkau berasal dari kota mana dan siapa ke dua orangtuamu?" "Aku berasal dari sebuah pulau di Laut utara. Nah. "Dewa muda...manggut. ke dua orangtuaku melarangku menyebut nama mereka." "Sudah impas. " "Apakah tiada obat penawar racun itu?" "Ada" Thio Han Liong mengangguk. lebih baik kita mengobrol di ruang tengah-" Mereka menuju ruang tengah. Kakak" Thio Han Liong tersenyum." jawab Thio Han Liong.. Bibi/ Thio Han Liong memberitahukan." sahut Thio Han Liong sambil tertawa"Sudah impas?" Hartawan Lim tercengang"Apakah yang sudah impas?" "Tadi aku makan di sini. kemudian aku menolong Kakak Mei suan. harus segera diberikan obat penawarnya. Kalau sudah lewat beberapa hari. aku. Sementara nyonya hartawan Lim terus mendengarkan dan memandang Thio Han Liong dengan kagum." Hartawan Lim menggeleng-geleng-kan kepala. "Tapi begitu terkena raaun itu. aku telah berhutang budi kepadamu" "Jangan berkata begitu. panggil saja namaku" "Ya.tentunya kalian pasti dilindungi Thian yang Maha Kuasa" Di saat mereka sedang bercakap-cakap. Thio Han Liong memberitahukan cara-cara menggodok obat itu "dimasak sampai kering obat itu. namaku Thio Han Liong.. "Ayahmu orang yang baik hati. "Kami berhutang budi kepadamu. "Terima kasih atas pertolonganmu yang telah menyelamatkan nyawaku.PenjualJasa) untuk membantumu?" "Tidak perlu" Thio Han Liong menggelengkan kepala. "Sebab kalau aku tidak menggunakana Iweekang. muncullah jongos tua membawa tiga bungkus obat. Nyonya hartawan Lim memandang Thio Han Liong seraya bertanya.

"Itu. Sejak kecil aku sudah mulai belajar ilmu pengobatan dan mengenai racun. aku tidak punya adik...." wajah nyonya hartawan Lim agak kemerahmerahan. "Pantas engkau begitu hebat" "Adik Han Liong" Lim Mei Suan menatapnya dengan tersenyum. padahal ibumu masih muda dan bisa punya anak lagi lho. anak lagi?" "Han Liong." "Itu tidak apa-apa.." Nyonya hartawan Lim memberitahukan.... "Kakak Mei suan. "Tidak gampang belajar ilmu silat. kalau isteriku bisa hamil lagi." "Han Liong." sahut Thio Han Liong sambil menggelengkan kepala. aku." Thio rtan Liong memberitahukan." "Kakak Mei Suan-. "Han Liong. "Aku tidak bisa punya anak lagi. "Aku akan coba mengobati Bibi."Engkau belajar ilmu pengobatan itu dari siapa?" tanya nyonya hartawan urn lagi. "oh?" Thio Han Liong menatapnya. Thio Han Liong segera memeriksa nadi wanita itu Berselang beberapa saat kemudian ia manggut-manggut seraya berkata. Kenapa ibumu tidak mau punya . Kata tabib. bolehkah aku periksa nadimu? " "silakan" sahut nyonya hartawan Lim.. engkau boleh tinggal di sini mengajar Mei suan ilmu silat. "Aku belajar dari ayahku. Hartawan Lim langsung menyuruh salah seorang pelayannya untuk pergi membeli obat "Han Liong.." tanya nyonya hartawan Lim penuh harap. "Betul. lagipula membutuhkan waktu." ujar Lim Mei suan sungguh-sungguh." "Kenapa?" Thio Han Liong heran." "Paman.. "Bibi. ya. kan?" Thio Han Liong mengangguk. tidak akan mengganggu perjalananmu kan?" ujar Ltm Mei suan sambil tersenyum. "Bolehkah engkau mengajarku ilmu silat?" tanya Lim Mei suan mendadak.. aku masih harus melanjutkan perjalanan. . "Apakah aku masih bisa punya anak?" "Mudah-mudahan"jawab Thio Han Liong. maka alangkah menggembirakan kalau engkau tinggal di sini beberapa bulan sebagai adikku. "Kata tabib memang tidak salah." "oooh" Nyonya hartawan Lim manggut." sela hartawan um... Engkau boleh tinggal di sini.aku." Hartawan Lim memandangnya." Thio Han liong tampak ragu. "usiaku sudah hampir empat puluh tahun lagipula.manggut. "Tinggal di sini beberapa bulan. lalu diberikan kepada hartawan Lim. bahkan terganggu pula oleh datangnya haid yang tidak cocok. Thio Han Liong segera membuka resep obat. "Han Liong.mudah-mudahan Babi bisa punya anak lelaki" "oh?" Wajah nyonya hartawan Lim langsung berseri. maka akan menyebabkan keguguran apabila aku hamil lagi. peranakan Bibi tidak kuat. "Kalau begitu engkau pasti mengerti ilmu silat. peranakanku tidak kuat.

sayup-sayup didengarnya suara sultng yang bernada aneh. Di saat itulah secara mendadak Thio Han Liong meioncat bangun." "Han Liong" Hartawan urn tampak terharu sekali"Engkau memang anak baik-" -ooo00000oooMalam harinya. Pemuda itu tidak tidur. yang suaranya mempengaruhi ke dua orang tersebut."Paman. melainkan duduk bersila di tempat tidur. karena ke dua orang itu tampak tak berperasaan dan tatapan mata mereka kosong seakan terpengaruh semacam ilmu hitam. Begitu suara suling mengalun. Ke dua orang itu terkejut. Thio Han Liong berdiri termangu-mang u di situ la tidak habis pikir. Di saat bersamaan. ke dua orang itu melesat pergi melalui jendela. namun matanya mengarah ke jendela-itu. "Di mana gadis itu?" Thio Han Liong memperhatikan mereka. mendadak ke dua orang itu berubah beringas dan sekonyong-konyong mereka menyerang Thio Han Liong dengan pukulan yang mematikan. wajah mereka pun merah menyeramkan. namun begitu sampai di luar. "Aku mahir ilmu pengobatan. "Di mana gadis itu?" tanya salah seorang dari mereka.Ke dua orang itu bertambah ganas menyerang Thio Han Liong. "Di mana gadis itu? Kami harus membawanya pergi Di mana gadis itu?" yang satunya mendekati Thio Han Liong. kelihatannya sama sekali tidak menghiraukan nyawa sendiri. "siapa kalian?» bentak Thio Han Liong. kemudian balas menyerang dengan Kian Kun Taylo le.. tapi kenapa tiada seorang pun yang bangun? Mendadak Thio Han liong . Cukup lama Thio Han uong berdiri. Thio Han Liong cepat-cepat membaringkan dirinya. itu membuat sekujur badannya merinding. tampak dua sosok bayangan berkelebat ke dalam dan langsung menuju tempat tidur. ke dua orang itu telah lenyap ditelan kegelapan malam. "siapa kalian?" Thio Han Liong mencoba bertanya lagi. telah menimbulkan suara hiruk pikuk. lalu kembali ke dalam kamar melalui jendela itu Akan tetapi. Thio Han Liong pun melesat pergi untuk menyusul mereka. Thio Han Liong terpaksa mundur selangkah sambil mengerahkan Kiu yang sin Kang. Kreeeek Daun jendela di kamar itu terbuka perlahan. Mereka mengenakan pakaian serba merah. Berselang beberapa saat kemudian. siapa ke dua orang itu dan siapa peniup suling. Kemudian ia mendengar suara desiran angin. segeralah ia mengerahkan Kiu yang sin Kang dan setelah itu rasa pusing di kepalanya mulai hilang. setelah daun jendela itu terbuka.jangan bilang berhutang budi lagi" ujar Thio Han Liong.lahan. la terheran-heran. tiada seorang pun berada di kamar itu Padahal tadi ketika bertarung dengan ke dua orang itu. membuat kepalanya terasa pusing sekali. nada suling itu berubah. bahkan terdengar pula suara ioiongan anjing. Thio Han Liong berkelit ke sana ke mari. Thio Han Liong menempati kamar Lim Mei suan. maka harus kugunakan untuk menolong sesama. Ketika mulai larut malam. terdengar lagi suara suling yang bernada aneh itu.

"Aku" "oh. "sudah" Gadis itu mengangguk. "Han Liong. "Kenapa kami sama sekali tidak mendengar suara apa pun?" "Karena terpengaruh oleh suara suling itu. tentunya aku sudah diculik" Thio Han Liong tersenyum. bagaimana tidurmu semalam? Bisa pulaskah?" tanya hartawan Urn.. siapa ke dua penjahat dan siapa peniup suling itu" "Heran?" gumam hartawan Lim. "Maka menyuruh Kakak Mei sudah pindah ke kamar lain. ke dua orangtuamu sudah bangun?" tanyanya.. sekaligus mengajar . ke dua orangtua Lim Mei suan langsung tersenyum.." ujar Thio Han Liong.. yakni suara suling itu Mungkin seisi rumah itu telah terpengaruh oleh suara suling itu." "oh?" Air muka hartawan Lim berubah"Ke dua penjahat itu bermaksud menculik Mei suan?" "Ya-" Thio Han Liong mengangguk "Ke dua penjahat itu berpakaian serba merah dan wajah mereka tampak merah sekali. Kakak Mei suan" Thio Han Liong segera membuka pintu kamar itu "selamat pagi-Kakak Mei suan" "Pagi. Tak lama kemudian. maka tidak mendengar suara apa pun. Tok Tok Tok Terdengar suara ketukan pintu. kelihatannya mereka dikendalikan oleh suara suling. "Karena semalam Adik Han Liong bertarung dengan dua orang..." Thio Han Liong memberitahukan tentang kejadian itu "Haah?" Wajah LimMeisuan berubah pucat "Kalau aku yang berada di dalam kamar ini. Paman" Thio Han Liong tersenyum. hari pun mulai terang. "Han Liong." Hartawan Lim menatapnya dengan penuh harap. "siapa?" Kata Thio Han Liong. Mari kita ke sana" "Baik-" ujar Thio Han Liong kemudian mengikuti Lim Mei suan ke ruang tersebut. "Engkau tinggal di sini beberapa bulan... Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. engkau yang menempati kamar itu" "Aku sudah menduga akan hal ini..Begitu melihat Thio Han Liong. sehingga semuanya menjadi pulas sekali.. Aku justru tidak habis pikir.tersentak karena teringat akan satu hal. sehingga lelap semua dalam tidur. "Mereka sedang duduk di ruang tengah. menyuruh Mei suan pindah ke kamar lain. "Kamar itu berantakan" sahut Lim Mei suan memberitahukan. la duduk dipinggir tempat tidur dan terus berpikir mengenai ke dua orang itu serta suara suling tersebut.Adik Han Liong" sahut Lim Mei suan sambil tersenyum lembut." Hartawan Lim menatapnya dengan penuh rasa terima kasih"Engkau sungguh pintar.. Kemudian ia terbelalak karena melihat kamar itu berantakan tidak karuan.." "Han Liong. "Ah? Kenapa kamar ini berantakan?" "semalam aku bertarung dengan dua orang. "Kakak Mei suan.

. "Han Liong.. maka. urn Mei suan telah berhasil menguasai ilmu silat yang diajarkan Thio Han Liong... "Engkau boleh menjadi tabib khusus kandungan lho-" "Kakak Mei suan." "Bibi-. engkau jangan menolak" ujar Lim Mei suan. "Mudah-mudahan anak lelaki Ha ha ha»... "Apakah isteriku telah hamil?" "Betul. Kakak." ... jangan begitu cepat" "Kakak Mei suan." "Adik Han Liong." Thio Han Liong mengangguk"Kapan engkau akan melanjutkan perjalananmu?" "sekarang.. Dua bulan lamanya Thio Han Liong tinggal di rumah hartawan. kalau engkau tidak terpaksa janganlah mengeluarkan ilmu silat itu" "Ya."Tentunya tidak datang bulan-" "oh? Apakah». "Ilmu silat yang kuajarkan itu sangat lihay dan dahsyatsetiap jurusnya pasti mematikan pihak lawan. Ternyata Thio Han Liong mengajarnya Kiu Im Pek Kut jiauw." ujar Thio Han Liong. "Kami sangat berterima kasih kepadamu.Mei suan ilmu silat" "Itu... " "Tidak datang apa?" tanya hartawan Lim heran sambil memandangnya. "Dasar goblok" Nyonya hartawan Lim melotot. sudah dua bulan lebih aku tingoal di sini. Hari itu." "Adik Han Liong" Lim Mei suan menatapnya dalam-dalam. "Engkau ingin berpamit kan?" "Ya." "Ha ha ha" Hartawan Lim tertawa gembira." "Adik Han Liong" Lim Mei suan tertawa." Lim Mei suan mengangguk "Kini Bibi sudah hamil. Adik Han Liong.aku sudah dua bulan tidak datang.-" Wajah hartawan Lim. lalu memeriksa nyonya hartawan Lim dengan teliti sekaliKemudian ia manggut-manggut seraya berkata sambil tersenyum. untuk memperkuat kandungan Bibi. usai makan mereka duduk di ruang tengah sambil bercakap-cakap.Tiba-tiba nyonya hartawan Lim berkata dengan suara rendah"Aku." Thio Han Liong tersenyum." ucap nyonya hartawan urn." "Baiklah-" Thio Han Liong mengangguk"Terima kasih. "Kuucapkan selamat kepada Paman dan Bibi" "Han Liong" tanya hartawan Lim kurang percaya. berseri"Bibi. "Kalau engkau menolak.biar aku periksa sebentar. selama itu." Wajah Thio Han Liong agak kemerahmerahan. Aku akan membuka resep obat. kami sekeluarga pasti kecewa sekali. lalu memandang Lim Mei suan seraya berkata." Thio Han Liong manggut-manggut "Bibi sudah hamil dua bulan. terima kasih." ucap Lim Mei suan sambil tersenyum. oleh karena itu.Mei Suanpun sudah menguasai ilmu silat yang kuajarkan." "Apa?" Lim Mei suan terbelalak"sekarang? Kenapa begitu cepat? Adik Han Liong.

barulah oadis itu kembali masuk ke rumah"ibu.ujar Thio Han Liong. setelah Thio Han Liong tidak kelihatan. Thio Han Liong berpamit Hartawan Lim masih berusaha menahannya." "Begini. Dua orang di antara mereka pernah akan membunuh Hakim souw. Hartawan Lim memberikannya beberapa ratus taelperaki sedangkan urn Mei suan mengantarnya sampai di luar rumah. "Tuh" Salah seorang dari mereka menunjuk Tan Giok Cu. selamat jalan" ucap urn Mei suan dengan air mata meleleh deras"Jangan lupa ke mari lagi menengokku" "ya-" Thio Han wong tersenyum. aku ingin mencobanya" "Lebih baik kalian pergi. "Kepung gadis itu" Para anak buahnya langsung mengepung Tan Giok Cu." Thio Han Liong menganggukDua hari kemudian. "Aku pasti ke mari menengokmu kelak-" "Jangan bohong ya?" "Ya" Thio Han Liong mengangguk"Kakak Mei suan. "Mau apa kalian?" "Ha ha ha" Pemimpin itu tertawa gelak. tidak boleh dkunda-tunda lagi. ini permintaan kami.Thio Han Liong terus menolak secara halus." "Baiklah. "Kini sudah waktunya aku melanjutkan perjalananku. "Gadis itu mengalahkan kami bertioa-" "oh?" Pemimpin mereka terbelalak. "Kakak Mei suan" Thio Han Liong tersenyum. "Lusa saja engkau melanjutkan perjalananmu." ujar hartawan Lim mengusulkan. Ternyata mereka para anggota He Liong Pang. . "Adik Han Liong. kapan engkau akan ke mari menengokku lagi?" tanya Lim Mei suan dengan mata basah. Akan tetapi. dan gadis itu segera meloncat turun dari punggung kudanya"Hmm" dengusnya dingin." Lim Mei suan memeluk ibunya sambil menangis"Dia dia sudah pergi-entah kapan dia akan ke mari menengokku?" -ooo00000ooo Bab 16 Tewas Terkena Pukulan Aneh setelah meninggalkan rumah Hakim souw. Tan Giok Cu terus melanjutkan perjalanannya menuju ke gunung Bu Tong dengan menunggang kudanya."Gadis itu baru berusia belasan. aku dengar kepandaianmu lihay sekali Karena itu."Gadis cantik." bisik si Hidung Besar itu "Ilmu pedangnya sangat hebat-" "Ngmm" Pemimpin itu manggut-manggut lalu berseru. lalu melangkah pergi. begitu pula lim Mei suan. sampai jumpa" "Adik Han Liong. bagaimana mungkin dapat mengalahkan kalian bertiga?" "Dia lihay sekali. Ketika berada di tempat sepimendadak muncul belasan orang berpakaian serba putih. jangan menggangguku" ujaHan Giok Cu"Aku tidak mau melukai kalian" "Gadis cantik" Pemimpin itu menatapnya dengan penuh hawa nafsu. yang bagian dada terdapat sulaman gambar seekor naga hitam.

" Tan Giok Cu memberitahukan.. kemudian balas menyerang dengan sengit. kemudian terdengarlah suara jeritan di sana sini pula dan tampak beberapa anggota Hek Liong Pang terkapar bermandi darah. "Nona. "Ha ha ha" Pemuda itu tertawa gelak lalu memandang Tan Giok Cu seraya bertanya. tapi gadis itu menangkis dengan pedang pusakanya. Mulailah ia mengeluarkan ilmu pedang Giok Li Kiam Hoat. Terjadilah pertempuran yang amat seru dan tegang di antara mereka berdua. terjadilah pertempuran yang amat dahsyat. Para anggota Hek Liong pang itu berkepandaian cukup tinggi.. lalu berjalan pergi dengan badan agak sempoyongan dan ditkutipara anak buahnya dari belakang. siapa engkau dan kenapa bertempur dengan para anggota Hek Liong Pang itu?" "Namaku Tan Giok Cu.Berselang beberapa saat. sehingga terdengarlah suara benturan senjata yang amat nyarlng." Pemimpin itu menjerit kesakitan. bukankah lebih baik engkau bersenang-senang denganku? ya." "Bagus Kelak kita akan berjumpa lagi" ujar pemimpin itu. Mereka menghadangku di sini. kan?" "Diam" bentak Tan Giok Cu gusar sambil menghunus pedangnya."Gadis cantik lebih baik engkau menyerah Kalau tidak. "Ha ha ha" Pemimpin itu tertawa terbahak-bahak. yang ternyata seorang pemudaTanpa berkata sepatah katapun. "Ha a a h ?" Betapa terkejutnya pemimpin itu Kemudian ia memekik keras sambil menyerang pemuda itu dengan pedangnya"Bagus" Pemuda itu tertawa sambil berkelit.maka Tan Giok Cu agak kewalahan. aku datang membantumu" "Terima kasih" sahut Tan Giok CuPedang di tangan pemuda itu berkelebat ke sana ke mari. ia langsung menyerang para anggota Hek Liong Pang itu dengan sengitnya"Nona" seru pemuda itu-"Jangan khawatir. "Kalian sungguh jahat ini aku terpaksa membunuh kalian" "Ha ha ha" Pemimpin itu tertawa gelak. "Belum lama ini ada tiga anggota Hek Liong Pang ingin membunuh Hakim souw. Di saat bersamaan.v""[ja pun mengucur deras. tubuhmu yang mulus itu pasti terluka" "Hmm" dengus Tan Giok Cu. Teang Teang. akhirnya terjadi pertarungan. tapi aku berhasil . "Aku bernama ouw yang Bun. ternyata sebelah lengannya telah kutung dan darah bCQar."Dari pada engkau mati di ujung pedangku. sobat" sahut pemimpin itu dengan wajah pucat pias dan meringis-ringis menahan sakit. "Cepatlah kalian enyah dari sini" bentak pemuda itu "sebutkan namamu. setelah itu. mereka langsung berhenti menyerang Tan Giok Cu. kemudian terdengarlah suara jeritan yang menyayatkan hati"Aaakhi. dan berdiri mematung di tempat. Begitu melihat pemimpinnya terluka."serang dia" Para anak buahnya langsung menyerang Tan Giok Cu dengan berbagai macam senjata. mendadak berkelebat sosok bayangan ke arena pertempuran itu.

secara tidak langsung kini pihak Hek Liong Pang telah memusuhimu. siapa namamu?" "Kenapa seperti dipaksa sih?" Pemuda itu menggaruk-garuk kepala." "Hah?" ouw yang Bun terbelalak.. Nona Dia adalah guruku yang suka menakuti anak kecil. jadi kita pun sudah menjadi teman..a. siapa gurumu?" "Guruku Bibi sian sian." "oooh" Pemuda itu manggut-manggut. Ternyata begitu. engkau harus berhati-hati" "ya" Tan Giok Cu mengangguk "Eh?" Pemuda itu terbelalak." sahut Tan Cu dan menambahkan. "Nona Giok Cu" Ouw yang Bun menatapnya sambil tersenyum. guruku adalah Tong Koay-Oey su Bin. "Aku telah menolongmu. Nona. tentunya aku tidak takut-" ouw yang Bun tertawa.Itu memang kebiasaan buruk guruku." "Kalau begitu. "Engkau juga pernah tinggal di dalam kuburan tua?" "Ya. "Aku tidak pernah mendengar tentang perguruan itu Kuburan Tua. sudah yatim piatu.\Ar\A.. "sebab guruku tinggal di dalam kuburan tua."Hah?" ouw yang Bun tersentak"jangan-jangan engkau juga mayat hidup?" "Hi hi hi" Tan Giok Cu tertawa cekikikan saking geli"Aku memang mayat hidup.. "Bagaimana kalau kita mengobrol sebentar di bawah pohon?" "Baiklah-" Tan Giok Cu mengangguk." "Engkau fAariyicrp. Engkau takut?" "Mayat hidup yang cantik jelita. "Jangan takut. ouw yang Bun memandangnya seraya bertanya. kenapa engkau tidak menanyakan namaku?" "Kenapa aku harus menanyakan namamu?" Tan Giok Cu balik bertanya dengan nada heran. yang tidak lain . "Nona Giok Cu. janganjangan auruvAU mayat hidup?" "Betul.menyelamatkannya. "Lho?" Pemuda itu tertegun." "siauw Koay (siluman Kecil). usiaku delapan belas tahun. "Ha ha ha " "Ha ha ha Hu hu hu Htk hik hik" Terdengar suara tawa yang aneh "He he he " "siapa?" Bentak Tan Giok Cu sambil bangkit dari tempat duduknya lalu menengok ke sana ke mari sekaligus meraba gagang pedang pusakanya.." "oooh" Tan Giok Cu manggut-manggut.\fl" mana?" "Wauruav^ Kuburan Tua. Maka seharusnya engkau menanyakan namaku." Tan Giok Cu mengangguk. la merasa tidak enak kalau menolaki karena pemuda itu telah membantunyaMereka berdua duduk di bawah pohon. "Aku telah menolongmu. "Namaku ouw yang Bun. engkau berani mencela gurumu?" Mendadak muncul seorang tua. kemudian memberitahukan." "Iiiih" ouw yang Bun tampak merinding. Guruku memang mayat hidup.

"Betul." "oh?" Tong Koay mengerutkan kening. "Hm Cuma berani bersembunyi di belakang kaum wanita.. "Entahlah-" Tong Koay menggelengkan kepala. "Aku siluman Kecil. kan?" "Aku pasti berpeluk tangan." "Apa?" Tong Koay terbelalak." sahut TOng Koay sambil tertawa gelak"Ha ha ha hidangan di sana lezat-lezat. dan itu membuat Tan Giok Cu tertawa geli"Guru" ouw Yang Bu memberitahukan. "Engkau." ouw Yang Bun mengangguk"Gadis cantik" Tong Koay menatapnya dengan penuh perhatian. "Kuburan tua?" "Ya.adalah TOng Koay-Oey su Bin. "Kalau para anggota Hek Liong Pang itu mengeroyok seorang neneki tentunya engkau akan berpeluk tangan.Ternyata kita satu keluarga Ha ha ha. Ya.. "Cengar-cengir" TOng Koaw melotot.." sahut Tan Giok Cu"ooooh" Tong Koay menarik nafas lega"Terus terang. Ayoh kita ke Kotaraja" "Tidak mau ah" ouw yang Bun menggelengkan kepala. engkau malah bilang dia adalah mayat hidup Dasar-. katanya gurunya adalah Bibi Sian Sian yang tinggal di dalam kuburan tua. Cianpwee-" Tan Giok Cu mengangguk.. . kepalaku langsung pusing tujuh keliling-" "Memangnya kenapa?" tanya Tan Giok Cu heran.sedangkan nona ini adalah mayat hidup." "Dia mengaku sendiri. maka aku turun tangan menoiongnya" sahut ouw Yang Bu sambil tertawa. gurumu berada di sekitar sini?" "Guruku tidak meninggalkan kuburan tua.. Mana ada oadis uang akan jatuh cinta kepadamu? Gadis itu begitu cantik dan lemah gemulai.. dasar tidak jantan" "Guru." TOng Koay melotot." ouw yang Bun mcnyengir. lalu berlari ke belakang Tan Giok Cu. "Tadi aku bertarung dengan para anggota Hek Liong Pang. "Gurumu berbaju kuning dan selalu didampingi para pengiringnya?" "ya. "Apa?" TOng Koay melotot. kalau aku melihat gurumu. "Engkau pemuda bloon..." "Hei Murid kurang ajar" bentak TOng Koay. engkau malah berduaan dengan gadis itu di sini" "Guru." tanya ouw yang Bu"Ada urusan apa sehingga membuat guru rhati-matian mencariku?" "Mau mengajakmu pergi makan enak" sahut TOng Koay"Ke dapur istana menyantap hidangan-hidangan kaisar?" tanya ouw yang Bun. Guru adalah siluman besar. "Kenapa engkau bertarung dengan mereka?" "sebab mereka mengeroyok nona ini." jawab ouw yang Bu. namun justru paling takut menghadapi gurumu. sebab guru pasti turun tangan menolong nenek itu.. "setengah mati aku mencarimu. oh ya. "Guru" panggil ouw yang Bun sambil tertawa. "ya ampun" Tong Koay menepuk keningnya sendiri "Aku tidak takut menghadapi siapa pun.

"Nona kecil." "Ke gunung apa?" "Ke gunung Bu TOng."Engkau berani tidak menuruti perkataanku? ingat. "Nona kecil. kita akan berjumpa kembali kelak.." Ternyata lelaki tua itu In Lie Heng. betul-" ouw yang Bun manggut-manggut "Kalau begitu.." "Yah. barulah Tan Giok Cu meninggalkan tempat itu sambil tersenyum-senyum. apalagi sudah lama" TOng Koay menggeleng-telengkan kepala. Ternyata ia teringat akan tingkah laku guru dan murid itu.Itu tidak baik-" "Betul.Mendadak ia tersentak lalu bergumam"sebetulnya aku tidak boleh berjanji kepadanya berjumpa kembali kelak. Dadaku...." sahut lelaki tua itu "Tolong-. jadi murid tidak boleh melawan guru." "Apa?" Tan Giok Cu terbelalak.." In Lie Heng mengangguk." ouw yang Bun melirik Tan Giok Cu. dadaku terpukul. aku adalah murid Thio sam Hong.. Tidak apa-apa. tolong.tolong antar aku" "Paman mau ke mana?" Tan Giok Cu menatapnya. aku adalah gurumu" "Aku ingat. "Namaku In..." ujar Tak Giok Cu sungguh-sungguh"Engkau harus menuruti perkataan gurumu. Jangan melupakan aku lho" "Ha ha ha" Tong Koay tertawa terbahak-bahak"Itu pesan yang amat menyentuh hati Ha ha ha-" Tong Koay melesat pergi. aku harus ikut guruku ke Kota raja?" "ya. tapi. "sungguh kebetulan sekali" ujaHan Giok Cu ..Tan Giok Cu berdiri termangu-ma-ngu di tempat.. karena banyak batu curam di lembah itu. "Paman adalah murid Guru Besar Thio sam Hong?" "Ya. toiong antar aku ke gunung. Guru. ampun Baru berkenalan sudah begitu macam.dan ouw YRng Bun langsung mengikutinya.setelah pasang kuping mendengarkan dengan penuh perhatian. Mendadak kening gadis itu berkerut.. salah seorang murid guru besar Thio sam Hong. akan kujelaskan kepada ouw Yang Bun kelaki bahwa aku sudah punya kekasih-" Usai bergumam begitu. Kini ia sudah memasuki sebuah lembah.. Tan Giok Cu melanjutkan perjalanannya menuju gunung Bu Tong.. Aku.. lalu menoleh ke kiri sambil pasang kuping-Ternyata barusan ia mendengar suara rintihan di balik sebuah batu. "Aku. "Paman kenapa?" tanya Tan Giok Cu.. Dilihatnya lelaki tua terkapar di situ sedang merintih-rintih." "Tapi kita akan berpisah kan?« " "Kelak kita akan berjumpa lagi-" "Baiklah-" ouw Yang Bun mengangguk"Nona Giok Cu. ia mendengar lagi suara rintihan ituSegeralah ia meloncat turun dari punggung kudanya dan cepat-cepat melesat ke tempat itu. aku merasa berat berpisah dengan dia.. "saudara ouw yang. sebab dalam hatiku hanya terdapat Thio Han Liong seorang. In Lie Heng.Kudanya tidak berani berlari kencang.

maka aku mendekati suara rintihan itu "jawab Tan Giok Cu memberitahukan dan menambahkan "siapa yang melukainya. biar kami yang membopong guru ke atas. Para murid Bu Tong sama sekali tidak bertanya apa pun kepada Tan Giok Cu.. barulah ia meloncat ke atas dan kuda itu pun berjalan perlahan meninggalkan tempat tersebut.. "Aku memang ingin kegunung Bu TOng.memberitahukan." ucap Tan Giok Cu. sedangkan Tan Giok Cu tidak ikut mereka masuk. Tan Giok Cu segera memapahnya ke tempat kudanya. Beberapa murid Bu Tong itu langsung mengerahkan ginkang melesat ke atas." "oooh" song Wan Kiauw manggut-manggut"Terima kasih atas kebaikan Nona mengantarnya pulang-" "Tidak usah berterima kasih. begitu pula Tan Giok Cu dan lainnya. sampai di depan siang Cing Koan (Kuil Bu Tong Pay). Dua hari kemudian. "Nona ke mari ada urusan penting?" tanyanya..Kuda itu pun mengikuti mereka dari belakang. Mendadak muncul belasan orang. "Iya" Tan Giok Cu mengangguksalah seorang yang bertubuh kekar langsung membopong In Lie Heng. "Aku ke mari ingin mencari Thio Han Liong. "Nona." ujar aadis itu. aku mendengar suara rintihan." "Paman guru Paman guru-. yang begitu melihat In Lie Heng. "Guru Guru. aku sama sekati tidak tahu." In Lie Heng menyahut "Cepat bopong dia ke dalam" seru Jie Lian Ciu.Keadaan In Lie Heng membuat mereka cemas sekali"Nona.la berjalan mondar-mandir di depan kuil. . bagaimana sutee kami terluka? Di mana Nona bertemu dia dan siapa yang melukainya?" tanya song Wan Kiauw"Ketika aku melewati sebuah lembah. lalu mengangkatnya ke punggung kuda itu setelah itu. "Terima kasih. In Lie Heng langsung dibopong ke sebuah kamar. "sutee" panggil mereka serentak"Kenapa engkau?" "suheng. muncullah song Wan KiauwJie Lian ciu danjie Thay Giam. masuk saja ke dalam" ujar seorang murid Bu Tong." "oooh" In Lie Heng manggut-manggut. tampak beberapa orang tua berdiri di sana. sebab mereka sangat mencemaskan In Lie Heng. Berselang beberapa saat. sebab kebetulan aku memang ingin ke mari. la tidak banyak bertanya karena kondisi badannya lemah sekali." Ternyata mereka para murid In Lie Heng dan murid saudara seperguruannya. langsung terbelalak. diikuti song wan Kiauw dan lainnya. lalu melangkah ke dalam dan langsung duduk di ruang depan. sedangkan Thio song Kee masih berada di dalam kamar itu "Nona. sampailah mereka di kaki gunung Bu TOng." ujar beberapa orang itu. "oh?" song Wan Kiauw menatapnya dalam-dalam. Bu-kankah dia berada di sini?" sahut Tan Giok Cu sambil menengok ke sana ke mari. aku.

"Ya.fiyfi.karena melihat ada tanda merah di dada In Lie Heng. di mana Han Liong? Aku ingin menemuinya-" "Akan kami memberitahukan nanti-" sahut Jie Lian ciu"SdR." Thio Song Kee menggelengkan kepala"Lebih baik kita beritahukan kepada guru."Apakah engkau temannya?" tanya Jie Lian ciu. bolehkah memberitahukan kepada kami?" "Guruku adalah Bibi sian sian. "Kami adalah kawan baik" "Nona" Jie Thay Giam menatapnya tajam. terdapat Kuburan Mayat Hidup.engkau tunggu saja di sini" "Ya" Tan Giok Cu mengangguk lagi. "Apa?" song Wan Kiauw tampak terkejut"Kuburan Mayat Hidup." Biar aku yang beritahukan kepada guru. "Apakah Guru pernah mendengar tentang ilmu pukulan itu?" ." jawab Tan Giok Cu jujur"Perguruan Kuburan Tua?" Jie Lian ciu mengerutkan kening. song Wan Kiauw sudah kembali ke kamar itu bersama Thio sam Hong"Guru" Jie Lian Ciu dan lainnya langsung memberi hormat.Thio song Kee masih duduk di pinggir tempat tidur menjaga In Lie Heng"Bagaimana?" tanya Jie Lian ciu"In Lie Heng sudah siuman?" "Belum. Burung Kajawali dan Pasangan Pendekar " "Ya-" Tan Giok Cu mengangguk" Mereka adalah kakek dan nenek moyang guruku-" "ooooh" song Wan Kiauw manggut-manggut"Aku sudah tahu-" "Nona." "siapa Bibi sian sian itu?" tanya Jie Thay Giam. sebab kami harus berusaha menoiong In lie Heng" "Ya" Tan Giok Cu mengangguk"oh ya. "engkau kau murid siapa. "Pukulan apa yang mengenai dada In Lie Heng?" "Bekas itu merah bagaikan darah. tidak muncul lagi di dunia Kang-ouw-" Tan Giok Cu membaca syair tersebut." sela jie Lian ciu." "Gurumu berasal dari perguruan mana?" tanya Jie Lian ciu. engkau jangan mempermainkan kami Dalam rimba persilatan tiada perguruan tersebut-" "Di belakang Ciong Lam san. "Harap engkau tunggu sebentar." ujar song wan Kiauw.V" Oj kami harus ke dalam lagi." sahut song wan Kiauw dan segera berjalan ke ruang meditasiBerselang beberapa saat kemudian. Jie Lian ciu dan lainnya segera masuk ke dalam. Burung Rajawali dan Pasangan Pendekar." jawab Tan Giok Cu." Tan Giok Cu mengangguk. "Nona. lalu membuka bajunyaseketika juga mereka terbelalak. kelihatannya seperti bekas terpukul"Aaah " Thio sam Hong menghela nafas panjang. "Perguruan Kuburan Tua. "Dari tadi ini Lie Heng belum sadar?" tanya Thio sam Hong sambil menatap In Lie Heng yang terbaring di tempat tidur dalam keadaan pingsan dan wajahnya tampak merah sekaliThio sam Hong mendekatinya. "Guruku yang memberitahukan kepadaku. "Paman Bu Ki kenal guruku.

dan kini In Lie Heng mati terkena pukulan aneh." sahut In Lie Heng terputus-putus dan suaranya pun lemah sekali.. Guru. Thio sam Hong berhenti menyalur Iweekangnya lagi "In Lie Heng. engkau yang membawa In Lie Heng pulang?" tanya Thio sam Hong lembut"Ya-" Tan Giok Cu mengangguk"Di mana engkau melihat In Lie Heng?" tanya Thio sam Hong lagi "Di sebuah lembah " jawab Tan Giok Cu dan menutur tentang itu "Kebetulan aku memang ingin ke mari-" "oh? Apa ada sesuatu penting engkau ke mari?" "Aku ke mari ingin menemui Han Liong. Thio Cut san mati bunuh diri. sama sekali tidak mampu mengobatinya. Lama sekali Thio Sam Hong menyalurkan Iweekangnya ke dalam tubuh In Lie Heng." "Htat (Darah) apa?" tanya Thio sam Hong cepat. "sulit ditolong. "Guru. aku pasti bertemu dia. namun begitu melihat guru besar itu." ucap Tan Giok Cu lalu duduk"Gadis kecil.. Htat. kemudian mempersilakan nya duduk"Terima kasih.Thio sam Hong menggeleng-gelengkan kepala. siapa yang mengantarkan Lie Heng pulang?" "seorang gadis remaja bernama Tan Giok Cu" sahut Jie Lian ciu memberitahukan. kemudian mulai memeriksa In Lie Heng dengan cermat sekali... "Htat. ia langsung bersujud di hadapannya. Goh seng Kok mati di tangan song Ceng su."Aku terlambat ke mari Kalau tidak.. "Htat." Mendadak kepala In Lie Heng terkulai dan nafasnya pun putus seketika.. "Thay suhu.. "Gadis kecil.. Guru cuma mampu menyadarkannya dengan Iweekang. "satee " "Aaaah " Thio sam Hong menghela nafas panjang. Guru mau menemuinya?" "Ng" Thio sam Hong mengangguk.Thio Sam Hong menatapnya tajam." sahut Thio sam Hong dengan wajah murung." tanya Thio sam Hong lembut... "siapa yang melukaimu?" "Guru.. "Tapi dia sudah berangkat ke kuil siauw Lim sie-" Tan Giok Cu tampak kecewa sekali. Htat.. bagaimana keadaan Sutee?" tanya song Wan Kiauw cemas. "Bu Tong Cit Hiap kini cuma tertinggal empat orang. terimalah hormatku" ucapnya.. Ketika In Lie Heng mulai membuka matanya. lalu berjalan ke luar menuju ruang depan.. Walau Tan Giok Cu tidak kenal Thio sam Hong.oh ya. Thio sam Hong menghela nafas panjang lagi." . bangunlah" ujar Thio sam Hong sambil dudukTan Giok Cu segera bangkit berdiri.. "Dia masih berada di ruang depan." "Hmmm" Thio sam Hong manggut-manggut. "sutee sutee" teriak song Wan Kiauw dengan air mata bercucuran. lalu sepasang telapak tangannya ditempelkan di dada In Lie Heng. setelah itu.

namun tiga muridku telah meninggal duluan." jawab Tan Giok Cu. Belum lama ini dia ke rumahku. "Gadis kecil.." (bersambung keBagian 09) Jilid 9 "Thay Suhu. dia pernah tinggal di rumahku. "Dia mau memberitahukan tentang orang yang melukainya. "Bagaimana keadaan Paman tua itu?" "Dia sudah meninggal. "Aku sama sekali tidak tahu apa artinya. "Di belakang Ciong Lam san. namun aku belum pulang." sahut Tan Giok Cu dengan jujur dan menambahkan. Ketika aku pulang. "Paman tua itu sudah meninggal?" "ya. "Engkau punya hubungan apa dengan Han Liong?" "Kami adalah kawan baik. kemudian memandang Tan Giok Cu seraya bertanya. Aaahhhh. kemudian membaca syair." tanya Tan Giok Cu. Aku justru tidak habis pikir. "Dadanya terpukul oleh semacam ilmu pukulan anehi entah ilmu pukulan apa itu?" Thay Suhu. perlukah kami pergi menyelidikinya?" "Akan dirundingkan nanti." Thio Sam Hong menghela nafas panjang.. Ini sungguh di luar dugaan" ujar Thio sam Hong dan menambahkan." "oooh" Thio sam Hong manggut-manggut. aku terlambat membawa Paman tua itu ke mari. sehingga. maka aku menyusulnya ke mari. apa rencanamu sekarang?" . Burung Rajawali dan pasangan Pendekar. "Hiat?" Tan Giok Cu bingung.." Tan Giok Cu menundukkan kepala.. tidak muncul lagi di dunia Kang-ouw. "Gadis kecil" Thio Sam Hong menghela nafas. "gadis kecil. "guru. "Engkau tidak terlambat membawanya pulang." jawab Thio Sam Hong sambil menggeleng-gelengkan kepala.." ujar Thio sam Hong. "sin Tiauw Tayhiap Yo Ko pernah mengajarku beberapa jurus ilmu pukulan. "Thay Suhu tahu apa artinya?" Thio Sam Hong tersenyum getir. Ketika masih kecil.. dia justru sudah berangkat ke mari." sahut Thio Sam Hong singkat. itu. Aku masih hidup. "Tapi sudah lama kami tidak bertemu. maka In Lie Heng dibunuh untuk menutup mulutnya?" "Itu memang mungkin. engkau murid siapa?" "Bibi sian sian adalah guruku. Mungkinkah In Lie Heng mengetahui rahasia orang itu." "Paman tua itu mengucapkan apa?" tanya Tan Giok Cu. terdapat Kuburan Mayat Hidup. sebab muridku itu masih sempat mengucapkan beberapa patah kata. "Itu merupakan suatu teka-teki. bagaimana In Lie Heng bisa bentrok dengan orang itu. Dia baik sekali kepadaku dan aku pun baik kepadanya." Ternyata gurumu keturunan sin Tiauw Tayhiap dan siauw Liong Li." sahut Jie Lian ciu. hanya mengucapkan Hiat saja. namun sudah tidak keburu." Thio Sam Hong mengangguk dengan wajah murung."Gadis kecil" Thio sam Hong menatapnya seraya bertanya. "Haaah?" Tan Giok Cu terbelalak.. itu sudah seratus tahun lebih.

seorang gadis remaja duduk di punggungnya sambil menengok ke sana ke mari menikmati keindahan alam di gunung itu... "Aku.." Tan Giok Cu melangkah ke arah pintu kuil itu. "Aku ingin bertanya.sayup... "Jika Nona tidak mau keluar.. Bab 17 Berjumpa Dan Mencurahkan isi Hati Dijalanan gunung siauw sit san.." Hweeshio itu memberitahukan. silakan Nona menunggu di luar saja" ujar Goan Liang Hweeshio menegaskan. "Nona. "Kalau begitu . aku.Ia menambatkan kudanya di sebuah pohon.aku rindu sekali kepadanya. tampak sebuah kuil yang amat megahi itulah kuil siauw Lim sie. lalu ia meloncat turun dari punggung kudanya. setelah itu barulah mendekati pintu kuil itu. "Mudah-mudahan Kakak Han Liong masih berada di dalam kuil itu" ucap Tan Giok Cu dalam hati. Kalau kalian . Berselang beberapa saat." "Kuil siauw Lim sie sangat terkenal di kolong langit. "Kenapa Nona begitu lancang memasuki kuil kami? Ayoh cepat keluar" "Aku ingin menemui Hong Tio. sedangkan kuda itu terus mendaki." "Taysu" Tan Giok Cu tersenyum. kami terpaksa. aku mau berangkat ke kuil siauw Lim sie menyusul Kakak Han Liong. "Aku akan ke dalam untuk menemui Hong Tio (Ketua). apakah Thio Han Liong berada di dalam kuil?" "Maaf." "Nona" Hweeshio itu segera menghadangnya." "Engkau berani menghadangku?" Tan Giok Cu melotot." sahut Tan Giok Cu. "Kalau begitu. "Omitohud Kaum wanita dilarang masuk di kuil kami. "Aku tidak perduli peraturan itu.setelah melewati beberapa tikungan. Tampak beberapa buah air terjun di gunung seberang.sayup didengarnya suara Liam Keng (Membaca doa) dan disaat itu pula muncul beberapa Hweeshio tingkatan Goan. "Kenapa kaum wanita dilarang masuk?" "Ini adalah peraturan kuil siauw Lim sie. "Baik-lah.Apabila engkau berjumpa Han Liong." jawab Tan Giok Cu sambil menundukkan kepala.." "Apa?" Tan Giok Cu tertegun." ujar Tan Giok Cu. "Omitohud Aku. terdengarlah suara gemuruh air terjun. "Omitohud" ucap salah seorang Hweeshio yang bergelar Goan Liang. aku tidak tahu.. "Omitohud" ucap salah seorang Hweeshio yang sedang menyapu di situ. beritahukan kepadanya bahwa kami di sini sangat rindu kepadanya." " ya. tampak seekor kuda berjalan santai."Thay suhu.. Bukan main cantiknya gadis remaja itu siapa dia? Tidak lain adalah Tan Giok Cu... yang semuanya menatapnya dengan tajam." Tan Giok Cu mengangguk sekaligus berpamit." jawab Hweeshio itu.. "Pokoknya aku harus masuk-" "Nona-." "Ngmmm" Thio sam Hong manggut-manggut. turun-temurun sudah hampir seribu tahun." Hweeshio itu berdiri mematung di tempat Tan Giok Cu melangkah ke dalam pintu itu. tapi para Hweeshionya justru tidak tahu aturan.

" Tan Giok Cu menunjuk Goan Liang." Ketika Kong Ti Seng Ceng mau ." "Omitohud" ucap Goan Liang Hweeshio" Harap Nona mentaati peraturan kuil kami" "Aku ingin bertanya. muncullah Kong Ti Seng Ceng. "Kenapa kaum wanita dilarang memasuki kuil ini?" "Itu . Para Hweeshio menyembahyangi apa di dalam kuil ini?" "Sang Buddha. Di saat bersamaan. "Nona kecil. sebetulnya godaan tersebut timbul dari dalam hati kalian. seandainya tiada kaum wanita ke mari." "Seng Hwi? siapa dia?" "Dia adalah." "Omitohud "" Goan Liang Hweeshio menundukkan kepala. "Aku sudah ke gunung Bu Tong." sahut Tan Giok Cu dan bertanya. "Tadi Hweeshio itu bilang . peraturan itu harus dihapus. maka harus dihapus. betul-" Kong Ti Seng ceng mengangguk "Padri tua. maka kaum wanita dilarang masuk-" "Betul. apakah para Hweeshio siauw Lim Sie tidak pernah membayangkan kaum wanita? Kalau pernah. "Ternyata engkau ingin menemui Han Liong. namun kalian membayangkan kaum wanita." ujar Tan Giok Cu. bahkan juga merupakan dosa bagi kalian. itu pun sudah merupakan suatu godaan.Aku ke mari ingin menemui Kakak Han Liong-" gadis itu memberitahukan. Begitu melihat Tan Giok Cu." "Omitohud" ucap Kong Ti Seng Ceng sambil menatapnya"gadis kecil. aku pun terpaksa melawan. kenapa engkau memasuki kuil kami?" "Tidak boleh ya?" sahut Tan Giok Cu. berarti godaan bagi kami-" "Hi hi hi" Tan Giok Cu tertawa geli"Lucu sekali.berani mengusirku." jawab Goan Liang Hweeshio"Kalau ada kaum wanita memasuki kuil siauw Lim sie. namun Thay suhu bilang Kakak Han Liong pergi kemari. siapa engkau dan mau apa engkau ke mari?" "Namaku Tan Giok Cu. aku ingin bertanya." "Apakah kaum wanita tidak boleh menyembahyangi sang Buddha?" "Tentu boleh-" "Kalau begitu " Tan Giok Cu tertawa kecil. "Kenapa peraturan itu harus dihapus?" "Peraturan yang tak masuk akal. "Memang tidak boleh-" Kong Ti Seng Ceng tersenyum"Peraturan di sini. "Lho?" Kong Ti Seng Ceng menatapnya. itu merupakan suatu dosa lho Maka percuma melarang kaum wanita memasuki kuil ini. Namun sayang sekali. "Kaum wanita memasuki kuil ini merupakan godaan bagi mereka. kenapa kaum wanita dilarang masuk di kuil siauw Lim sie?" tanya Tan Giok Cu mendadak"sebab kuil siauw Lim sie adalah tempat tinggal para Hweeshio." "Omitohud" Kong Ti Seng Ceng tersenyum. dia sudah pergi bersama Seng Hwi. "Paderi tua. kaum wanita dilarang masuk" "Kalau begitu." Kong Ti Seng Ceng terbungkam. padri tua itu terbelalak" Omitohud" ucapnya sambil mengerutkan kening.

" ujar Seng Hwi sambil menangis terisak-isak"Aku telah salah membunuh para Hweeshio siauw Lim sie.Di saat bersamaan berkelebat sosok bayangan ke hadapan Kong Ti Seng Ceng. Tampak belasan orang berpakaian serba putih.menjelaskan. bangunlah" Terima kasih." sahut Lie Bun yauw"Harap Nona sudi ikut kami" ." "Ke desa mana?" "Kedesa Hok An. aku harus segera pulang. terdapat Kuburan Mayat Hidup. sudah barang tentu larinya agak perlahan. Omitohud Seng Hwi. kita akan bertemu Kita akan bertemu" Berselang beberapa saat kemudian. Tan Giok Cu terkejut dan cepat-cepat ia menghentikan kudanya. aku minta dihukum-" "Omitohud" ucap Kong Ti Seng Ceng. "siapa engkau?" "Namaku Tan Giok Cu. "Nona kecil. kuda itu mulai memasuki sebuah rimba. kemudian berlutut di situ. "Hek Liong Pang lagi Hek Liong Pang lagi" Tan Giok Cu menggeleng-gelengkan kepala. Dia berada di mana sekarang?" "Nona kecil . Seng Ceng. kemudian melayang turun di hadapan kudanya. Tiba-tiba berkelebat belasan bayangan ke arah Tan Giok Cu. "Di balik Ciong Lam san." "oooh" Seng Hwi manggut-manggut "Dia lelah meninggalkan tempat tinggalku." gadis itu memberitahukan." "oh" Wajah Tan Giok Cu langsung berseri. pemimpin regu Angin dari perkumpulan Hek Liong pang" "Jadi kenapa?" tanya Tan Giok Cu dingin.Begitu terbayang Thio Han Liong. Burung Rajawali dan Pasangan Pendekar. dibagian dada terdapat sulaman gambar seekor naga hitam. tidak muncul lagi di dunia Kang-ouw" sahut Tan Giok Cu membaca syair tersebut. aku ke mari mohon pengampunan." Seng Hwi terbelalak."Di mana Kakak Han Liong? Padri tua itu bilang Kakak Han Liong pergi bersamamu. "Dia menuju ke rumahku. "Nona" salah seorang berusia empat puluhan memberi hormat. lalu melangkah pergi. maka aku harus mengampunimu. "Omitohud" ucap Kong Ti Seng Ceng sambil manggutmanggutItu sungguh di luar dugaan Omitohud" -ooo00000oooTan Giok Cu memacu kudanya sekencang-kencang-nya. "Namaku Lie Bun yauw. "Kini engkau telah sadar akan kesalahanmu. "Paman" panggil Tan Giok Cu mendadak. gadis itu tersenyum-senyum sendiri " Kakak tampan. mendadak terdengar suara seruan. "Omitohud -" Kong Ti Seng Ceng tercengang. siapa gurumu?" tanyanya." Tan Giok Cu membalikkan badannya. gadis itu tidak membuang waktu. karena ingin cepat-cepat sampai di rumah. "Seng Hwi -" "Kong Ti Seng Ceng. "Kong Ti Seng Ceng Seng Hwi datang menghadap" Air muka Kong Ti Seng Ceng langsung berubah. "Kakak Han Liong adalah kawan baikku. katanya mau ke desa ." Seng Hwi bangkit berdiri. "Ketua kami mengutus kami mengundang Nona ke markas.

ia masih dapat bergerak gesit dan balas menyerang. Itu dikarenakan ia kurang berpengalaman. Tan Giok Cu adalah murid kesayangan yo sian sian. lebih baik engkau menyerah" " omong kosong" sahut Tan Giok Cu dan terus mengadakan perlawanan. Ternyata seorang pemuda berwajah sangat tampan. maka aku harus turut campur" sahut pemuda itu. berusia tujuh belasan tahun. sebab mereka adalah regu Angin.gadis itu bersiul panjang sekaligus berkelit dan menangkis. Namun puluhan jurus kemudian. "Kenapa kalian mengeroyok seorang gadis?" tanya pemuda itu sambil menuding para anggota Hek Liong pang. la berdiri membelakangi Tan . "Berhenti" Tampak sosok bayangan melayang turun di hadapan Tan Giok Cu. yang berkepandaian amat tinggi. sehingga mengejutkan semua orang yang ada d i situ. lagipula mulai lelah. lalu berseru kepada para anak buahnya. Tan Giok Cu tampak mulai kewalahan. Mendadak terdengar suara bentakan keras yang memekakkan telinga. "Anak muda" bentak Lie Bun yauw"siapa engkau? Kenapa engkau mencampuri urusan kami?" "Kalian mengeroyok seorang anak gadis." ucap Tan Giok Cu."Kalau aku tidak mau ikut?"" "Nona" Lie Bun yauw menatapnya " Kami terpaksa akan menggunakan kekerasan terhadap Nona" "oh?" Tan Giok Cu segera meloncat turun dari punggung kudanya kemudian menatap Lie Bun yauw seraya berkata." Kening Lie Bun yauw berkerut" Kami terpaksa menggunakan kekerasan untuk menangkapmu" "Apa boleh buat" sahut Tan Giok Cu sambil menghunus pedang pusakanya"Aku terpaksa melawan" "Baik" Lie Bun yauw manggut-manggut. seharusnya engkau menghukum anggota yang bertindak sewenang-wenang. Lie Bun yauw menyaksikan pertarungan itu dengan mata tak berkedip. "Engkau adalah pemimpin regu Angin. tapi kenapa kalian selalu mencari gara-gara denganku?" "Bukankah Nona telah melukai beberapa anggota Hek Liong pang?" sahut Lie Bun yauw"Itu dikarenakan mereka ingin membunuh Hakim souw. "Aku tidak pernah bermusuhan dengan pihak Hek Liong Pang. para anak buahnya rata-rata berkepandaian tinggi.Perlu diketahui. "Ha ha ha" Lie Bun yauw tertawa gelak"Nona. "Aku tidak punya waktu karena aku harus segera pulangTidak bisa ikut kalian ke markas" " Kalau begitu." ujar Tan Giok Cu dan menambahkan. Akan tetapi." "Justru itu. "Tangkap dia" Para anak buah Lie Bun yauw langsung menyerang Tan Giok Cu dengan berbagai macam senjata. sehingga terjadilah pertarungan yang amat seru dan tegang. ketua ingin bertemu dengan nona" "Maaf. Maka walau dikeroyok belasan orang.

" jawab Tan c-iiok Cu dan menutur tentang kejadian di kuil Hok Tek Cin sin. "Namaku Thio Han Liong" Di saat itulah terdengar suara seruan girang. belasan anggota . "Kalau mau berpacaran. engkau tidak pakai senjata?" tanya Tan Giok Cu sambil mengayunkan pedang pusakanya menangkis serangan-serangan itu. "siapa mereka. hati Tan Giok Cu tersentaki karena merasa kenal akan suara itu. jadi tidak begitu memperhatikan gadis itu.. "Ayoh. otomatis ia terus memperhatikan pemuda tersebut. Kira-kira puluhan jurus kemudian." sahut Thio Han Liong sambit tersenyum.." "Hei" bentak Lie Bun yauw. "Adik manis. aku." Thio Han Liong tertawa gembira"Engkau sudah besar dan cantik sekali" "Kakak tampan" Tan Giok Cu tersenyum manis. " Lebih baik engkau jangan turut campur urusan ini.. " Kakak tampan Kakak tampan" "Hah?" Thio Han Liong tertegun dan langsung membalikkan badannya..jangan di sini Kalian. aku... Akan tetapi. maka engkau berani bertingkah di hadapan kami" "Tentunya kalian dari perkumpulan golongan hitam Kalau tidaki bagaimana mungkin mengeroyok seorang gadis?" sahut Thio Han Liong dingin. sebab ketua yang mengutus kami mengundang nona itu ke markas" "Pokoknya kalian tidak boleh mengganggunya" tegas Thio Han Liong... "Engkau. "Anak muda siapa namamu?" Lie Bun yauw menatapnya tajam.. sekaligus menggunakan ilmu Kian Kun Taylo IeKini Tan Giok Cu tampak bersemangat sekali. engkau jangan khawatir Aku akan membantumu mengusir mereka." "Adik manis. dan seketika juga mereka menyerang. kenapa mereka mengganggumu?" "Mereka adalah para anggota Hek Liong Pang. engkau memang ingin cari penyakit" Pemimpin regu Angin itu lalu memberi aba-aba kepada para anak buahnya.." tanya Thio Han Liong. terus memperhatikan gadis yang di depannya. "Cukup dengan tangan kosong saja." "Kakak tampan Aku adalah adik manismu." "Anak muda" ujar Lie Bun yauw sambil mengerutkan kening. cepatlah kalian enyah dari sini" "Ha ha ha" Lie Bun yauw tertawa gelak. mereka terus memusuhiku. engkau sudah lupa ya?" Tan Giok Cu tersenyum. "Engkaupun sudah besar dan bertambah tampan. Ternyata Tan Giok Cu yang berseru sambil mendekati Thio Han Liong... "Anak muda. "HiA" dengus Lie Bun yauw"Anak muda Mungkin engkau belum tahu siapa kami. "Maka hingga sekarang pihak Hek Liong Pang terus memusuhiku. ketika mendengar suara bentakan itu..Giok Cu. "Adik manis Adik manis-.." "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut. sehingga Giok Li Kiam Hoat yang dikeluarkannya itu bertambah lihay dan dahsyat. " Kakak tampan..

kini kita sudah besar.Aku kagum sekali-" "oh?" Tan Giok Cu tertawa dan memberitahukan. "Kepandaianmu sungguh mengagumkan.. "Entahlah-" Tan Giok Cu menggelengkan kepala. Menurut aku.Ke dua orang tuamu sudah tahu itu" "oh?" Tan Giok Cu tersenyum gembira" Kakak tampan." "Adik manis. "sucouwmu bilang. Kami tidak sanggup melawan kalian berdua. kepandaianmu bertambah tinggi lho" "Adik manis" Thio Han Liong tersenyum"Ilmu pedangmu sungguh lihay dan hebat. oleh karena itu. aku menyusulmu ke gunung Bu Tong dan siauw Lim sie-" "Adik manis" Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala"Kenapa engkau tidak menunggu di rumah saja?" "Aku aku rindu sekali kepadamu. maka tiada waktu untuk menyebut lengkap julukan itu" "Ngmm" Thio Han Liong manggut-manggut- . "Paman tua bernama In Lie Heng telah meninggal." " Kakak tampan. aku pun rindu sekali kepadamu. " Kakek In telah meninggal?" " ya.Hek Liong Pang mulai terdesak "Berhenti" seru Lie Bun yauw mendadak. sebelum menghembuskan nafas penghabisan. " Kakak tampan" panggil Tan Giok Cu dengan suara rendah dan mesra. entah apa artinya?" "sucouwkujuga tidak tahu apa artinya?" "ya. maka akan kulaparkan kepada ketua. "Itu mungkin julukan orang yang melukai Kakek In. kemudian mendekati Thio Han Liong sambil memberi hormat. ia menyuruh mereka berhenti." sahut Tan Giok Cu perlahan sambil menundukkan kepala. Sayang Kakek In keburu menghembuskan nafas penghabisan. kini justru mencintaimu-" "Adik manis" Thio Han Liong menggenggam tangannya " Aku pun mencintaimu. sedangkan Thio Han Liong dan Tan Giok Cu masih berdiri di situ. Betutkah engkau tetap menyukaiku?" "Tentu." ujar Tan Giok Cu." Thio Han Liong mengangguk"Bagaimana engkau terhadapku?" tanyanya. sucouwmu tidak tahu sama sekali." "Apa?" Bukan main terkejutnya Thio Han Liong. "Siapa yang melukai Kakek In?" Mata Thio Han Liong mulai basah." Tan Giok Cu mengangguk dan menutur tentang kejadian itu. " Kakak tampan. lalu saling memandang. "Adik manis" sahut Thio Han Liong sambil menatap lembut. Tak disangka kita bertemu di sini.la tahu kalau pertempuran itu dilanjutkan. "Dulu aku menyukaimu. maka . sampai jumpa" Lie Bun yauw dan para anak buahnya segera meninggalkan tempat itu. "Aku aku menyukaimu melebihi dulu.. Kakek In menyebut 'Hiat'. para anak buahnya pasti celaka. syukurlah kita berjumpa di sini" "oh ya" Tan Giok Cu memberitahukan.

"Beranikah engkau bertanding denganku?" "saudara ouw yang" Thio Han Liong tersenyum lembut." "Kenapa engkau ingin menemuiku?" tanya Tan Giok Cu heran. tapi aku sudah punya kekasih.. "Nona kecil. "Karena dia bilang engkau adalah kekasihnya. sedangkan engkau baru kenal dia-" "Walau aku baru kenal dia. murid kesayangan Tong Koay-Oey sun-Bin... maka aku . aku ingin menemuimu." ouw yang Bun tersenyum. bagaimana mungkin bisa melukai Kakek In? sebab Kakek In berkepandaian tinggi sekali-" "Benar." Tan Giok Cu menghela nafas panjang.." sahut Thio Han Liong sekaligus balas memberi hormat.. dia adalah Kakak Han Liong.. "Engkau harus tahu. "Selamat bertemu" "saudara ouw yang" tanya Tan Giok Cu. aku." ouw yang Bun menatap Thio Han Liong dalam-dalam"Belum tentu kepandaiannya lebih tinggi dariku." "Saudara ouw yang.. maka aku.." sahut ouw yang Bun. kemudian muncul seorang pemuda yang ternyata ouw yang Bun. "Pemuda inikah kekasihmu?" "ya-" Tan Giok Cu mengangguk.. lama sekali barulah ia memberi hormat. aku rindu sekali kepadamu. "Nona kecil."Dia memang lebih tampan dariku. aku ingin menguji kepandaiannya-" "saudara ouw yang.. "saudara Han Liong. Wajahmu terus muncul di pelupuk mataku... sejak kecil aku dan Giok Cu sudah merupakan kawan baik. "Sebab aku.. "Aku. "Karena.. namun aku sudah jatuh cinta kepadanya.. kalian berdua merupakan pasangan yang serasi-Tapi." "saudara ouw yang" Tan Giok Cu tersenyum. "Mari kuperkenalkan..." orang itu pasti berkepandaian tinggi sekali-Kalau tidak. "sejak pertama kali bertemu denganmu." "saudara ouw yang.." "Oh?" ouw yang Bun menatap Thio Han Liong dengan penuh perhatian. "Engkau.." sementara Thio Han Liong diam saja." "Eh?" Tan Giok Cu mengerutkan kening.." Tan Giok Cu menggeleng-gelengkan kepala"Terima kasih atas perhatianmu. "saudara Han Liong" tanya ouw yang Bun bernada menantang. tak disangka kita bertemu di sini.sekarang kita harus pulang.. selamat bertemu Namaku ouw yang Bun..." Wajah ouw yang Bun agak kemerah-merahan." "Ha ha ha" Mendadak terdengar suara tawa." ujar ouw yang Bun berterus terang. engkau sudah punya kekasih?" Wajah ouw yang Bun berubah pucat." "Nona.. "Bukankah engkau pergi ke Kota raja bersama gurumu?" "Di tengah jalan aku kabur. aku sudah suka kepadamu." Tan Giok Cu mengangguk"Kita harus menyelidikinya kelak.

" Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. bukan bertarung mati-matian. "Kesal?" Tong Koay tampak bingung. sahut Tong Koay." sahut Tong Koay dan melanjutkan. "Aku . bukankah engkau agak pengecut?" "Cianpwee jangan salah paham. Aku bukan pengecut." Tong Koay tertawa.." sahut ouw yang Bun.ingin menguji mu-" "saudara ouw yang " Thio Han Liong menggelenggelengkan kepala." "Menguji kepandaian masing-masing." .... "Lagipula belum tentu kekasihmu itu akan kalah. "Tiada artinya kita bertanding. bagus" Tong Koay tertawa gembira. Nah. yang tidak lain Tong Koay-oey Su Bin. "gadis cantik itu sudah berada di hadapanmu. "Anak muda" Tong Koay menatap Thio Han Liong dengan mata tak berkedip"Engkau memang tampan. "Kenapa Cianpwee bilang aku agak pengecut?" "sebab. "Melainkan aku tidak mau bertanding dengan murid Cianpwee. Itu sangat bermanfaat bagi kalian berdua. kenapa engkau tidak mau ikut guru ke Kota raja?" "Guru . "Aku. Bagaimana sih?" "Itu cuma bertanding." ujar Thio Han Liong memberitahukan. sebab tiada gunanya kami bertanding. "Guru. aku ingin bertanding dengan pemuda itu" "Bagus." Wajah ouw yang Bun tak sedap dipandang. "Muridku.. "Engkau tidak berani bertanding dengan muridku. "seharusnya Paman Tua mencegah. jadi engkau tidak perlu cemas.." "Kini engkau sudah bertemu gadis cantik itu. tapi kenapa engkau masih kesal?" "Dia sudah punya kekasih-" ouw yang Bun memberitahukan. Engkau memang harus bertanding dengan dia" "Ha ha ha." "Tapi " Tan Giok Cu menggeleng-gelengkan kepala. tapi sebaliknya malah setuju. "Itu membuat hatiku terasa sakit sekali. jangan terus bergurau Aku lagi kesal nih. "Juga menambah pengalaman kalian. Sayang kenapa agak pengecut?" "Cianpwee" Thio Han Liong mengerutkan kening..." ouw yang Bun mengangguk"oleh karena itu.". "Pemuda itu kelihatan berisi juga. Aku akan jadi wasit pokoknya tidak akan berat sebelah-" "Cianpwee-. mendadak muncul seorang tua. "ya." "Pemuda itukah kekasihnya?" tanya Tong Koay sam-bil menatap Thio Han Liong dengan penuh perhatian." "Ha ha ha ha" Terdengar suara tawa yang memekakkan telinga. tapi kenapa wajahmu masih masam begitu?" Tong Koay "Wng garuki Garuk kepala." "Paman Tua" Tan Giok Cu mengerutkan kening.

"Ha ha Ternyata engkau murid Bu Tong Pay" sementara ouw yang Bun yang diserang itu berkelit dengan cepat sekali. tapi hanya menggunakan tangan kosong saja. "Kalau engkau tidak mau bertanding dengan muridku. "Anak muda" Tong Koay tampak tidak senang. "Anak muda" Tong Koay menatap Thio Han Liong dengan tajam sekali.Itu dikarenakan mendadak ouw Yang Bun balik terdesak oleh tangkisan dan serangan Thio Han Liong. "sebab engkau lebih muda dari muridku" "Maafl" ucap Thio Han Liong pada ouw yang Bun." potong Tong Koay cepat. engkau boleh menyerang duluan" seru Tong Koay.. Namun barusan engkau mengeluarkan ilmu Kiu Im Pek Kut Jiauw. Ayoh. "Bukankah tadi Cianpwee juga mengatakan aku adalah murid Bu Tong Pay?" "Karena engkau menggunakan ilmu Thay Kek Kun. berarti engkau pengecut. "Engkau adalah kakak seperguruan gadis itu?" "Bukan. namun mereka berdua terus bertanding seimbang. bagus" Tong Koay manggut-manggut. "Muridku" serunya memberitahukan. "Anak muda" Tong Koay tertawa."Anak muda. wajah Tong seketika berubah agak pucat dan segera berseru. kemudian mulai balas menyerang. "Kalian bertanding cukup dengan tangan kosong saja. lalu mulai menyerangnya dengan ilmu Thay Kek Run. Tong Koay kelihatan penasaran sekali karena muridnya masih belum dapat mengalahkan Thio Han Liong. "Baiklah aku akan bertanding dengan muridmu. Tong Koay telah mengalahkan song wan Kiauw. barusan aku memang mengeluarkan ilmu . kemudian mulai mengerahkan Lweekang masing-masing. gadis itu yakin Thio Han Liong akan menang. namun kemudian justru terbelalak. ouw yang Bun segera mengeluarkan ilmu tersebut menyerang Thio Han Liong." "cianpwee" Thio Han Liong tersenyum.." Thio Han Liong menggelengkan kepala." "Cianpwee" Hati Thio Han Liong mulai panas. "gunakan ilmu Bu seng uh In (Tiada suara Ada Bayangan)" Kenapa Tong Koay menyuruh muridnya mengeluarkan ilmu tersebut? Ternyata dengan ilmu itu. kalian cepat mulai" Thio Han Liong dan ouw Yang Bun berdiri berhadapan. Tak terasa pertandingan itu sudah lewat puluhan jurus." "Cianpwee. Ha ha ha. sebab aku mengenali ilmu silatmu itu. itu adalah ilmu rahasia Nona Yo sian sian atau guru gadis cantik ini. "Anak muda. "Engkau jangan membohongi aku. maka pertandingan itu menjadi seru menegangkan. "Berhenti" Thio Han Liong dan ouw yang Bun langsung berhentiMereka tidak mengerti kenapa Tong Koay menyuruh mereka berhenti bertanding." "Bagus. Tan Giok Cu menyaksikan pertandingan itu dengan penuh perhatian. itu membuat Thio Han Liong mulai terdesak"Ha ha ha" Tong Koay tertawa gembira.

. "Bibi guruku berusia lima puluhan. "Anak muda. "Engkau masih punya bibi guru?" "Ya. sudahiah Muridku kalah-.. Kalau Cianpwee tidak percaya." "Adik manis" Thio Han Liong tertegun. pertandingan barusan itu akan dilanjutkan kelak Ha ha ha" "Cianpwee». bibi guruku. siapa yang mengajarmu ilmu Kiu Im Pek Kut Jiauw itu?" "Bibi ci jiak" "Ci Jiak? siapa dia?" gumam Tong Koay lalu bertanya. " Kakak Han Liong memang bukan kakak seperguruanku.. "Anak muda. Kemudian menceritakan juga tentang Kwee In Loan." "Guru" ouw yang Bun tampak tidak senang. sedangkan Tan Giok Cu menatapnya dengan penuh rasa heran." sahut Thio Han Liong jujur. berdasarkan apa yang didengarnya dari gurunya. "Pantas kepandaianmu begitu tinggi. engkau pasti kalah -" "Kenapa?" tanya ouw yang Bun penasaran. muridku akan bertanding denganmu lagi kelak Ha ha ha.. siapa ayahmu?" "Ayahku adalah Thio Bu Ki" "Ha a a h ?" Mulut Tong Koay ternganga lebar. . "Kakak tampan." "Kalau begitu.." "Sudahlah" tandas Tong Koay lalu berkata kepada Thio Han Liong. "Aku belum kalah-" "Muridku. "Dia bukan Kwee In Loan." "oh?" Tong Koay terbelalaki kemudian menatap Thio Han Liong seraya bertanya.." Tan Giok Cu tersenyum." "guruku sudah memberitahukan."" "Muridku" Tong Koay menarik ouw yang Bun.... "Berapa usianya sekarang?" "Empat puluhan. gurumu kenal ayahku. silakan bertanya kepadanya" "Paman Tua" ujar untuk Tan Giok Cu. "Sebab engkau tidak akan sanggup menghadapi ilmu Kiu Im Pek Kut Jiauw itu.. kemudian melesat pergi seraya tertawa gelaki "Ha ha ha Anak muda."Tan Giok Cu mengangguk.tersebut." tanyanya dengan suara rendah"Siapa yang mengajarmu Kiu Im Pek Kut Jiauw?" "Bibi Ci Jiak" "Bibi Ci Jiak?" Tan Giok Cu kelihatan kurang percaya"Mungkin Ci Jiak bukan nama asli bibimu itu-" "Bibiku itu memang bernama Ciu Ci Jiak Dia juga tinggal di Pulau Hong Hoang to-" Thio Han Liong memberitahukan." "ooohi Thio Han Liong manggut-manggut. bagaimana dia bisa ilmu rahasia perguruanku." Tan Giok Cu menggelengkan kepala." ujar Tong Koay sungguh-sungguh"Kalau pertandingan itu dilanjutkan.. "Anak muda. Aku sendiri pun bingung." "guru." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. "Adik manis. "Tapi aku bukan kakak seperguruan Giok Cu.

"Kini kalian sudah berkumpul dan kalian pun sudah dewasa.. "Jawablah dengan jujur Aku adalah ibumu. silakan duduk" "Terima kasih. "Ibu. Adik manis" Thio Han Liong tersenyum sambil duduk. "Han Liong.. kemudian tertawa gelak"Ha ha ha.. maka guruku menjauhinya-" "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut"Kakak tampan.. Kemudian mereka meloncat ke atas punggung kuda-ooo00000oooBeberapa hari kemudian. lalu memandang Tiiio Han uong seraya berkata.. "Nak" Lim soat Hong membelainya denganpenuh kasih sayang..-. Begitu melihat Tan Giok Cu."Sesungguhnya guru mencintai ayahmu. "Kami bertemu di tengah jalan." Tan Ek seng memandangnya denganpenuh kegembiraan. sebab guruku mencintainya secara diam-diam.. setelah itu barulah mereka meloncat turun dari punggung kuda itu. Nak" bisik Lim soat Hong. Bibi" panggil pemuda itu sambil memberi hormat. "Tapi ayahku tidak menceritakan tentang itu" "Mungkin ayahmu tidak tahu. Nah. ibumu terus memikirkan kalian. "Engkau sudah pulang bersama Han Liong. "Nak" panggil Lim soat Hong. "karena ayahmu sudah punya kekasih. "Syukurlah kalian telah datang" ujar Tan Ek seng... Betapa gembiranya gadis itu. saling mencinta?" sahut Lim soat Hong sambil menatap mereka dengan penuh perhatian." "Nak" Lim soat Hong tersenyum. Tan Giok Cu membelokkan kudanya memasuki pekarangan." serunya sambil berlari ke dalam rumah. "Engkau bertemu Han Liong di gunung Bu Tong ya?" "Bukan." ujar Tan Giok Cu dan menambahkan. Tan Giok Cu mengangguk. maka engkau tidak usah malu-malu. kami.. "Ibu" Tan Giok Cu langsung mendekap di dada Lim soat Hong.. kalian berdua." Wajah Tan Giok Cu langsung memerah. mari kita berangkat" ajak Tan Giok cu"Baik"" Thio Han Liong mengangguk... "Perasaan apa?" "Apakah kalian." "Ternyata begitu" Thio Han Liong juga tersenyum. karena sebentar lagi akan bertemu ke dua orang tuanya. Sedangkan Thio Han Liong mengikutinya dari belakang dengan wajah ceriaTan Ek seng dan Lim soat Hong menghambur keluar." Tan Giok Cu menggelengkan kepala." "Paman. Ibu Ayah Ibu. "Ibu.. "Giok Cu..." ujar Lim soat Hong. tapi pada waktu itu ayahmu sudah punya kekasih. Thio Han Liong dan Tan Giok Cu sudah memasuki desa Hok An." Tan Giok Cu . kami memang saling mencinta. berserilah wajah mereka." "Duduklah.. "Kakak tampan. bagaimana perasaan kalian berdua?" "Maksud Ibu?" Tan Giok Cu tidak mengerti. "Ayah. sedang sama-sama menuju ke mari" "oooh" Lim soat Hong manggut-manggut.

"Dulu ibu pun pernah ikut ayahmu berkelana." ." ujar Tan Ek seng dan menambahkan.." "Adik manis. "Berkecimpung dalam rimba persilatan. "Lagipula kalian sudah saling mencinta. setelah berhasil memperoleh Teratai salju. bagus" Lim soat Hong gembira sekali"Itu yang kami harapkan. "Bagus." "oh?" Tan Ek seng mengerutkan kening. bagaimana engkau?" "Aku tetap ikut. "Kalau engkau berangkat ke gunung soat san. Bagus.. "Untuk mengobati wajah ke dua orang tua ku"jawab Thio Han Liong dan menutur tentang kejadian yang menimpa orang tua nya. bahkan juga tentang ouw yang Bun."jawab Thio Han Liong. aku harus ikut." "Untuk apa Teratai saiju itu?" tanya Lim soat Hong heran. tentunya kami tidak bisa mengekang kebebasannya.. "Bagaimana mungkin kami melarangmu? percuma kan?" "Ibu " Tan Giok Cu menundukkan kepala.menundukkan kepala dalam-dalam. "Kenapa engkau bentrok dengan para anggota perkumpulan itu?" "Karena. bagus" "Ha ha ha" Tan Ek seng tertawa gembira"Giok Cu." ujar Tan Giok Cu. "Kakak tampan. "Ayah dan Ibu memperbolehkan aku ikut Kakak tampan ke gunung Soat san?" "yaah" Lim soat Hong tersenyum. ceritakan pengalamanmu ketika pergi mencari Han Liong" "Ayah. akhirnya menetap di desa ini. " Aku telah bentrok dengan pihak Hek Liong Pang." Lim soat Hong tersenyum lembut. tentunya tidak akan terluput dari berbagai kejadian. urusan besar kalian perkecil. itu membuat kami tidak bisa melarangnya. "Nak. apakah engkau akan kembali ke pulau Hong Hoang To?" "Mungkin belum. aku -" Tan Giok Cu memberitahukan. dan urusan kecil kalian tiadakan saja" "ya" sahut Tan Giok Cu dan Thio Han Liong serentak.. kalian jangan berbuat yang bukan-bukan. "yaaah" Tan Ek seng menghela nafas panjang." tutur Tan Giok Cu mengenai semua kejadian itu. "Han Liong. "Nah" Lim soat Hong menghela nafas panjang." "Ayah" Wajah Tan Giok Cu langsung berseri. yang penting kalian berdua harus berhati-hati." tanya Tan Ek seng. "Seandainya kami melarang. "Apa rencanamu selanjutnya. kalian berdua harus segera pulang. "Bagaimana menurut Paman dan Bibi?" "Kini Giok Cu telah besar.." sahut Tan Giok Cu jujur." "Giok Cu" Tan Ek seng menatapnya dengan penuh kasih sayang." Thio Han Liong memandang ke dua orang tua gadis itu seraya bertanya. "ooooh" Tan Ek seng dan Lim soat Hong manggutmanggut. "yang penting. "sebab aku masih harus pergi ke gunung soat san untuk mencari Teratai saiju.

Maka tidak heran.." " Kalau begitu." "Mau bilang apa." ujar Thio Han Liong seusai berlatih"sudah hampir dua bulan aku tinggal di sini." "oh?" Tan Ek seng tertawa gelak"Ha ha ha. "Mari kita makan dulu. "sudah hampir dua bulan dia tinggal di sini. Ibu. "Baiklah-" "Terima kasih.. "sekarang. Tidak boleh terjadi cemburu buta. "Jadi-. lama sekali barulah Tan Ek seng manggut-manggut. tentunya juga harus saling mengerti dan saling melindungi. "Dan juga " tambah Lim soat Hong. engkau harus baik-baik menjaga Giok Cu" "ya.. " Kakak Han Liong memberitahukan kepadaku.Bibi.sekarang sudah waktunya kita berangkat ke gunung soat san. "Adik manis." Tan Giok Cu dan Thio Han Liong mengangguk." Tan Ek seng menatap putrinya. kemudian gadis itu berkata. dan ada apa-apa harus sating menjelaskan." "Ngmmm" Lim soat Hong manggut-manggut sambil memandang suaminya... "Ngmm" Thio Han Liong manggut-manggut "Adik manis. kita harus memberitahukan kepada ke dua orang tuaku.. "Setelah memperoleh Teratai salju. bagaimana kalau kita memberitahukan sekarang?" "Baik-" Tan Giok Cu mengangguk." "Kalian sudah saling mencinta." sahut Tan Giok Cu. "Han Liong." Lim soat Hong tersenyum. Nak?" tanya Lim soat Hong.Kebetulan Tan Ek seng dan Lim soat Hong sedang duduk di ruang tengah"Kalian sudah usai berlatih?" tanya Lim soat Hong lembut"Ya-" Thio Han Liong dan Tan Giok Cu mengangguk. selama itu mereka berdua terus berlatih. sebab perut kalian terus berbunyi dari tadi" "Ibu... Ayah-" Tan Giok Cu mengangguk"Han Liong" Tan Ek seng memandangnya seraya bertanya. "Engkau juga mau ikut ke gunung soat san kan?" "Ya. "Ayah." ujar Tan Giok Cu sambil tertawa kecil. "Dari kemarin perut kami belum diisi dengan makanan apa pun.Mereka masuk ke rumah. Tidak boleh .. "Tapi kalian harus ingat" pesan Tan Ek seng sambil memandang mereka. terutama ilmu Kiu Im Pek Kut Jiauw."ya." Hampir dua bulan Thio Han Liong tinggal di rumah Tan Giok Cu. kami sudah lapar sekali. Paman" ucap Thio Han Liong." Tan Giok Cu memberitahukan. kalau ilmu yang mereka miliki mengalami kemajuan pesat. kalian harus segera pulang" "Ya-" Thio Han Liong dan Tan Giok Cu mengangguk. bahwa dia akan berangkat ke gunung soat san.. "Kapan engkau akan berangkat?" "Besok-" "Besok?" Tan Ek seng dan isterinya sating memandang.

engkau harus menyelidiki siapa Tan Giok Cu dan Thio Han Liong. "Si Mo dan muridnya sudah datang" "Si Mo dan muridnya sudah datang. "Kami berusaha menangkap gadis itu. Dalam kurun waktu selama itu." Thlo Han Liong dan Tan Giok Cu mengangguk. "siapa pemuda itu?" "Dia bernama Thio Han Liong." Lie Bun yauw memberitahukan dengan kepala tertunduk"Hmm" dengus Kwee In Loan dingin"oh ya. ia telah diusir oleh kedua orang tua yo sian sian. Ketua." "oh?" Kwee In Loan mengerutkan kening.diam dan disimpan dalam hati. "Ha ha ha Ketua Hek Liong Pang." Wajah Kwee In Loan langsung berseri.." Lie Bun yauw mengangguk. berarti Hek Liong Pang bertambah kuat. Bab 18 Perundingan Di Markas Hek Liong Pang sebetulnya siapa ketua Hek Liong? Ternyata seorang wanita berusia lima puluhan yang masih tampak cantik tapi dingin sekali. bagaimana dengan tugasmu mengundang Si MoBuyung Hok ke mari?" "Dia menyatakan pasti memenuhi undangan Ketua. "Bagaimana seandainya Si Mo tidak mau bergabung dengan kita?" "Berarti dia musuh kita" sahut Kwee In Loan singkat." "ya. "Lie Bun yauw. Kemudian ia bangkit dari tempat duduknya dan terdengarlah suara tawa yang memekakkan telinga. "Mengerti. "Kalau Si Mo bersedia bergabung dengan kita. Bu Tonng Pay atau Kay Pang. Pokoknya Hek Liong Pang harus menguasai seluruh golongan hitam. Di saat bersamaan." jawab Lie Bun yauw"Dia akan datang secepatnya." "Bagus. "oh ya. kenapa engkau tidak dapat membawa Tan Giok Cu ke mari?" tanya Kwee In Loan sambil menatapnya dingin "Maaf Ketua" jawab Lie Bun yauw." "Betul. "Nama Hek Liong Pang harus sejajar dengan siauw Lim Pay. aku ke mari memenuhi undanganmu" Tampak Si Mo berjalan ke dalam bersama seorang pemuda . sama sekali tiada kabar beritanya." Lie Bun yauw mengangguk. "Juga berarti secara resmi Hek Liong Pang berdiri dalam rimba persilatan" ujar Kwee In Loan." "Ketua" tanya Lie Bun yauw mendadak. Mengerti?" ujar Lim soat Hong. sebab itu akan menghancurkan cinta kasih kalian. Ketua. karena sering melakukan kejahatan.. tapi mendadak muncul seorang pemuda membantunya. Kepandaiannya tinggi sekali. bagus" Kwee In Loan tertawa gembira. Namun kira-kira dua puluh lima tahun lalu. la adalah Kwee In Loan atau kakak seperguruan yo sian sian. Tan Ek seng dan Lim soat Hong memberi nasehat dan pengertian kepada mereka berdua. terdengarlah suara seruan di luar yang saling menyusul bergema ke dalam markas Hek Liong Pang. maka kami tidak sanggup melawannya. keesokan harinya berangkatlah mereka menuju gunung soat san dengan menunggang kuda.

"Bagaimana keputusanmu tentang usulku? Bukankah engkau bilang akan dipikirkan?" "Ha ha ha" Si Mo tertawa gelak.sejenak kemudian. tidak baik bertanding sekarang." "oooh" Kwee In Loan manggut-manggut." Kwee In Loan tersenyum. "Si Mo" Kwee In Loan menatapnya." Si Mo mengangguk "yang lebih rendah kepandaiannya tentunya menjadi wakil ketua." "oooh" Kwee In Loan manggut-manggut.Markas Hek Liong sungguh aman berada di lembah ini" "Benar." Si Mo tertawa"Perut kita masih kenyang. ini adalah murid kesayanganku. "Tentunya engkau tahu. terimalah hormatku" ucap Kwan Pek Him sambil memberi hormat. mulailah mereka bersantap sambi bersulang. " Ketua Hek Liong Pang. "Kita berdua ternaksa harus bertanding untuk menentukan kepandaian siapa yang lebih tinggi. "Silakan duduk" "Terima kasihi terima kasih " ucap Si Mo sambil duduk lalu memperkenalkan." sahut Kwee In Loan sambil tersenyum. lalu siapa yang menjadi ketua?" "Akan kita rundingkan bersama. namanya Kwan Pek Him. mereka saling . dialah berhak jadi ketua. siapa yang lebih tinggi kepandaiannya. kemudian mereka bersulang lagi. "Terima kasih" ucap Kwan Pek Him lalu duduk. bukan?" "ya. setelah itu barunh kita mulai bertanding. setelah semua makanan dan minuman disajikan. tapi wajahnya pucat pias dan tak berperasaan. "Memang sudah kupikirkan sekaligus kupertimbangkan. Kita harus duduk beristirahat sejeNak. "Duduklah" sahut Kwee In Loan." Kwee In Loanjuga tertawa. "Aku mengerti maksudmu. pemuda itu cukup tampan. Engkau setuju?" "Itu cara yang paling adil. "Si Mo siapa yang akan menjadi ketua. "Ha ha ha" Si Mo tertawa seraya berkata. " Ketua Hek Liong Pang. aku adatah ketua golongan hitam. sebab tempat ini tenang dan amat rahasia pula. Si Mo" ucap Kwee In Loan sambil tertawa gembira. "selamat datang." sahut Si Mo serius. seandainya aku bersedia gabung dengan Hek Liong pang.berusia delapan belasan. kemudian menyuruh Lie Bun yauw menyajikan makanan dan minuman untuk menjamu Si Mo dan muridnya itu. "Kita menggunakan senjata atau tangan kosong untuk bertanding?" "Cukup dengan tangan kosong saja. engkau atau aku?" "Begitu "" Si Mo mulai serius." sahut Si Mo"Baik"" Kwee In Loan manggut-manggut"Bagaimana kalau kita mulai bertanding sekarang?" "Tidak usah terburu-buru." "Jadi bagaimana keputusanmu?" "Ketua Hek Liong Pang." Kwee In Loan mengangguk dan bertanya. "Terus terang aku sangat menyukai Pek yun Kok (Lemhah Awan putih) ini.

" Si Mo manggut-manggut. ia pun menjulurkan jari tangannya ke arah ubun-ubun Si MoBetapa terkejutnya Si Mo. Kwee In Loan berkelit dengan santai." ucap Si Mo"Mereka kembali ke tempat duduk masing-masing. Bukankah tadi engkau sudah bilang aku adalah wakil ketua?" "Bagus. "Puluhan jurus kemudian." "Si Mo" sahut Kwee In Loan. engkau berhak menjadi ketua. Kini mereka bertanding dengan sungguh-sungguh. "Kepandaianmu lebih tinggi dariku. Perkumpulan kita akan bersaing dengan siauw Lim dan Bu Tong Pay. kapan engkau akan bergabung di sini?" tanya Kwee In Loan sambil menatapnya. kemudian mendadak meloncat ke arah Kwee In Loan.la tidak sempat berkelit. sementara Kwan Pek Him dan Lie Bun yauw menonton dengan penuh perhatian." "Baik.manggut.memandang dan manggut. Si Mo menjongkokkan badannya. Si Mo berhasil menangkis serangan itu. "Mulai saat ini. Lewat dua puluh jurus. Di saat bersamaan. kita harus meresmikan berdirinya Hek Liong Pang dalam rimba persilatan. "Nah. mendadak terdengar suara terikan di luar- . bagus" Kwee In Loan tertawa gembira. sedangkan Kwee In Loan mengeluarkan ilmu Kiu Im Pek Kut Jiauw. "Kalau begitu. begitu pula Kwee In Loan." -ooo00000ooo Di saat mereka berdua sedang bercakap-cakap sambil bersulang. kemudian ke duanya mulai bersulang lagi sambil tertawa gembira"Si Mo. dan seketika badannya mencelat ke atas. Ketua Hek Liong Pang itu tertawa panjang." "Betul. pertandingan itu mulai seru menegangkan. Si Mo mulai mengeluarkan ilmu Ha Ho Kang. Hek Liong Pang akan menguasai seluruh golongan hitam." ujar Si Mo sambil bangkit berdiri"Sekarang kita boleh mulai bertanding. lalu berdiri berhadapan dan saling memberi hormat. "saat ini aku adalah tuan rumahi maka engkau boleh menyerang duluan. maka terpaksa mengangkat sepasang tangannya untuk menangkisPlaaak Terdengar suara benturan. karena Si Mo mengeluarkan ilmu andalannya. "Pokonya kita harus mengembangkan Hek Liong Pang." "Terima kasih. "Si Mo" ujar Kwee In Loan sambil tersenyum." Kwee In Loanjuga bangkit berdiri. Mereka berjalan ke tengah-tengah ruangan itu." "Baik." Si Mo mengangguk." Kwee In Loan mengangguk. Tampak badan mereka berkelebatan laksana kilat." "setuju. lalu mulai menyerang dengan jurus jurus biasa. engkau menjadi wakil ketua. "Ha ha ha" Si Mo tertawa gelak"Tentunya sekarang. "Ketua Hek Liong Pang" ujar Si Mo sambil memberi hormat. "Terima kasih atas kemurahan hatimu. Itu pertanda kepandaian Kwee In Loan lebih tinggi. namun jari tangan Kweein Loan berhasil menyentuh ubun-ubunnya.

aku." suara seruan itu membuat Kwee In Loan dan Si Mo saling memandang dengan penuh keheranan. aku memang Si Mo yang amat jahat.gadis itu cantik jelita. "cepat suguhkan arak wangi untuk gadis itu" "ya. "Hi hi hi" Ciu Lan Hio tertawa cekikikan."Ada musuh datang Ada musuh datang. "Eh? Kenapa aku tidak disuguhi arak wangi? Aku ini tamu lho" "Lie Bun yauw" seru Kwee In Loan." gadis berpakaian merah itu menunjuk Si Mo seraya berkata. "Engkau adalah ketua Hek Liong Pang?" "Betul" Kwee In Loan mengangguk sambil menatapnya dengan penuh perhatian. murid kesayangan Si Mo-" "Aku tidak tanya" sahut ciu Lan Hio. "Eeeeh?" Kwee In Loan terbelalak"gadis liar.." Kwan Pek Him tergagap-gagap"Nona. la yakin.. siapa engkau dan mau apa engkau ke mari?" "Hi hi hi" gadis berpakaian merah itu tertawa nyaring. "Engkau. gadis kecil. "Sebetulnya siapa engkau?" "Aku bernama Ciu Lan Hio. engkau pasti Si Mo yang amat jahat itu" "He he he" Si Mo tertawa terkekeh-kekehi "Tidak salah. "Wuah sungguh wangi sekali arak ini" "gadis liar" Kwee In Loan menatapnya seraya bertanya.. "Terima kasih... mau apa engkau ke mari?" "Jalan-jalan." ucapnya dan langsung meneguk arak wangi itu. kenapa engkau memandangku dengan cara begitu? Engkau harus tahu lho Aku ini bukan anak domba atau anak kelinci. kemudian duduk di kursi yang kosong.. "Hi hi hi Asyik. namun kelihatan agak liar. Ternyata ia sangat tertarik pada gadis itu. sementara itu. ketua" Lie Bun yauw segera menyuguhkan arak wangi untuk gadis berpakaian merah itu.. usiaku enam belas tahun" sahut gadis berpakaian merah. bahkan sepasang matanya menyorotkan sinar aneh. "Nona. "Tampangmu begitu seram." sahut gadis berpakaian merah itu sambil tersenyum. "Pemuda muka pucat.." "Aku. "Hi hi hi" Ciu Lan Nio tertawa cekikikan lagi. namaku Kwan Pek Him.. Kwan Pek Him. "Dasar pemuda pingitan gurunya jahat muridnya pasti begitu" "Hei gadis liar" bentak Si Mo dengan wajah merah padam karena gusar"siapa gurumu? Kenapa engkau berani kurang ajar . bagaimana mugkin Pek yun Kek kedatangan musuh? sekonyong-konyong berkelebat sosok bayangan merah." Kwan Pek Him menundukkan kepala. ada arak wangi" Kemudian muncul seorang gadis berusia lima belasan berpakaian merah. melainkan bunga yang berduri. gadis remaja itu berkepandaian tinggi. murid Si Mo itu terus memandang gadis tersebut dengan mata tak berkedip. disusul pula dengan suara tawa cekikikan.

muncul cari korban. "Engkau adalah muridnya?" tanya Kwee In Loan lagi." "oooh" Kwee In Loan manggut-manggut. kalau engkau bertemu gurumu. guru tidak usah meladeninya. "Lan Hio." ujar Kwan Pek Him." Kwee In Loan mengangguk. " Ingat Engkau tidak boleh menyebut nama guruku" "Ya. namun aku tidakTerus terang.terhadapku?" "Si Mo" sahut Ciu Lan Hio. "Dia adalah gadis kecil." ujar Kwee In Loan sungguh-sungguh"Kalau gurumu mau menjadi ketua Hek Liong Pang. kepandaianku tidak berada di bawah kepandaianmu-" "Engkau. " orang lain memang takut kepadamu. "guru-ku memang berada di Tionggoan." "Lan Nio. " jangan menimbulkan hal-hal yang tak diinginkan" "Tapi " "Tenanglah" Kwee In Loan memberi isyarat kepadanya. guruku akan menundukkan ketua siauw Lim dan Bu Tong Pay. "Kenapa engkau dari tadi terus melototi aku? Tidak senang aku duduk di sini? Mau bertarung dengan aku?" "Dasar gadis liar tak tahu diri Engkau berani kurang ajar terhadapku?" Kelihatannya kegusaran Si Mo sudah memuncak"Biar bagaimanapun aku harus menghajarmu" "Tenang Si Mo" ujar Kwee In Loan. namun berniat menjadi Bu Lim Beng Cu (Ketua Rimba Persilatan). "Oh ya." ujar Ciu Lan Nio"Tentunya engkau tahu siapa guruku." Ciu Lan Hio tersenyum." Si Mo menudingnya dengan tangan agak bergemetar karena emosi sekali. tidak perlu diladeni. gurumu berada di Tionggoan?" "Tidak salah-" Ciu Lan Hio manggut-manggut." "Ketua Hek Liong Pang. bukan?" "Haaah?" Wajah Kwee In Loan langsung berubah hebat"Engkau datang dari Kwan c\wr (Luar Perbatasan)?" "Ya" Ciu Lan Nio mengangguk." Ciu Lan Hio memberitahukan sambil tersenyum"oleh karena itu. aku disuruh ke mari untuk melihat-lihat." "Eh?" Si Mo terbelalak- . "Aku harus menghajarmu" "Tenang Si Mo" -ujar Kwee In Loan. "Betul. agar tidak sembarangan bertindak"guru. sebab siauw Lim dan Bu Tong Pay sangat terkenal dalam rimba persilatan. aku bersedia menyerahkan jabatanku kepadanya-" "guruku sama sekali tidak berniat mau menjadi ketua Hek Liong Pang. "gadis itu masih kecil. Ternyata diam-diam ketua Hek Liong Pang itu sangat menyukai Ciu Lan Nio. engkau bernama Kwee In Loan kan?" tanya Ciu Lan Nio mendadak"Kok " Ketua Hek Liong Pang terbelalak"Engkau tahu namaku?" "Merah membara. tolong sampaikan salamku kepadanya" "Baik" Ciu Lan Hio mengangguk. kemudian memandang Si Mo seraya bertanya.

. "Si Mo. lalu melesat pergi laksana kilat. "gadis itu sudah jauh." "Aaaah?" Kwan Pek Him menghela nafas panjang. "Hatimu mau jatuh dimana terserah. "MEkipun kita berdua bergabung..." ujar Kwan Pek Him. bagaimana kalau kita berteman?" "Tak usah ya" sahut Ciu Lan Hio. dia tidak akan. "oooh" Si Mo manggut-manggut.. " Engkau tidak tahu siapa guru gadis itu. kemudian bangkit dari tempat duduknya. aku sudah jatuh hati kepadanya" "Dasar murid gendeng" Si Mo menggeleng-gelengkan kepala lagi. percuma engkau berseru memanggilnya. "gadis itu tidak mau memungut hatimu." "siapa guru gadis itu?" "Aku tidak berani menjwbut nama maupun julukannya.?" Si Mo kelihatan terkejut sekali... " Aku punya cara. ya kan?" "guru. sampai jumpa kelak" "Lan Hio.." pesan Kwee In Loan." Kwan Pek Him menundukkan kepala. aku.. muncul mencari korban." "Hi hi hi" Ciu Lan Hio tertawa cekikikan."Tumben engkau membelanya? Tentu ada apa-apa. "guru tahu. "Itu bagaimana mungkin?" "Pernahkah engkau mendengar tentang Kwan Gwa (Luar Perbatasan)?" tanya Kwee In Loan mendadak"Luar Perbatasan?" Si Mo mengerutkan kening. "guru.." "Murid gendeng" Si Mo menggeleng-gelengkan kepala. engkau jangan bilang jatuh hati kepadaku lho" "Nona Ciu." "Hei" bentak Ciu Lan Hio. "Pemuda muka pucat... mungkin masih tidak sanggup melawannya.." Kwee In Loan manggut-manggut. "Jangan memikirkan yang bukan-bukan terhadap"gadis itu" "Kenapa?" Si Mo heran." "Apa?" Si Mo terbelalak. "Nona Ciu." Kwee In Loan menggeleng-gelengkan kepala. guru tahu Ha ha ha--. pasti akan melarang muridmu mendekatinya." seru Kwan Pek Him memanggilnya. itu berarti dia tidak akan mencintaimu. terima-kasih untuk arak wangi itu Aku mau pergi. pokoknya aku tidak akan menerima hatimu itu" "Nona Ciu.". Apakah dia?" "Benar." ujar Kwee In Loan serius.. "Si Mo. . "Jangan melupakan aku. "Kalau begitu." Kwan Pek Him tampak kecewa sekali. Kalau engkau tahu.. "Jangan lupa sampaikan salamku kepada gurumu" "Cerewet amat sih" sahut Ciu Lan Hio. kemudian memandang muridnya seraya berkata. "Ketua Hek Liong Pang." Kwan Pek Him menatapnya dengan -mata berbinar-binar"Aku memang sudah jatuh hati kepadamu.. "Haaah.. kemudian mendadak air mukanya tampak berubah hebat. dengar. "Merah membara." sahut Kwee In Loan memberitahukan.

" Lie Bun yauw. sekonyong-konyong terdengar suara tawa yang agak keras bergema ke dalam rumah itu." sahut Tong Koay setelah meneguk arak wangi yang disuguhkan Lie Bun yauw"Aku dan Lam Khie tidak berjanji ke mari. "Kalau engkau sudah tidak menyayangi batok kepalamu. " Kalau kalian mau bergabung dengan kami. bolehkah kami masuk?" "Ha ha ha" Si Mo tertawa gelak"Tong Koay. ternyata adalah Tong Koay Oey Su Bin. "ya.." Kwan Pek Him mengangguk. "Jangan cari penyakit. tidak berniat mau bergabung. bukan?" " Ketua Hek Liong Pang." "Maka aku berani mempersilakan kalian masuk" sahut Si Mo "Ayoh masuk. lebih baik engkau jauhi gadis itu" "ya. hanya kebetulan bertemu di mulut Lembah Awan putin. Ketua. Terima kasih sungguh menggembirakan hari ini. lalu apa jabatan kami?" Tong Koay balik bertanya sambil tersenyum. jangan malu-malu" Berkelebat tiga sosok bayangan ke dalam. "Tentunya kalian ingin bergabung dengan kami.Kemudian mereka bertiga duduk. " Ketua Hek Liong Pang." Tong Koay manggut-manggut.. kemudian terdengar pula Stupyp seruan. Lam Khie-Toan Thian Hie dan ouw yang Bun murid Tong Koay"silakan duduk" ucap Kwee In Loan sambil menatap mereka"Terima kasih. "Tapi kami ke sini hanya ingin melihat-lihat saja. harap kalian maklum" "Hmm" dengus Si Mo dingin" Jadi kalian ke mari ingin mengacau?" "Lho?" Lam Khie tertawa. "guru." ucap Tong Koay dan Lam Khie." "Diam" Si Mo menatapnya tajam.."Pek Him. maka kami bersama ke mari" "ooooh" Kwee In Loan manggut-manggut." " Cukup tinggi jabatan itu. "Kini Si Mo adalah wakil ketua" sahut Kwee In Loan memberitahukan. Lam Khie silakan masuk" "Wuah Bukan main" Terdengar suara seruan lagi"Kim Si Mo sudah menjadi setengah tuan rumah di sini Ha ha ha. "seandainya kami mau bergabung. perutku akan diisi dengan arak wangi Ha ha ha " "Kalian berdua berjanji untuk ke mari?" tanya Kwee In Loan sambil tersenyum." Lie Bun yauw segera menyuguhkan arak wangi untuk mereka. otomatis kalian sebagai Pelindung Hukum dan Pelaksana Hukum. pokoknya engkau tidak boleh mendekati gadis berpakaian merah itu" "Kenapa?" tanya Kwan Pek Him. cepat suguhkan arak wangi untuk mereka" ujar Kwee In Loan. silakan mendekatinya" sahut Si Mo. "Kami ke mari secara baik-Baik.. "Ha ha ha" Lam Khie tertawa gelak"Terima kasih. kenapa engkau malah . guru.. "Kalian berdua mau bergabung dengan kami?" tanyanya.

bagus" ouw yang Bun tertawa lagi "Ayoh. maka engkau akan kuhajar" "oh?" Kwan Pek Him menatapnya dingin"Aku pun lagi kesal.bilang kami mau mengacau? Kalau bicara yang benar. " Walau engkau keturunan Lam Ti-Toan Hong ya. "Aku memang lagi kesal." "Ha ha ha" Tong Koay tertawa gelak"Biasanya orang kentut melalui pantat. "Bagaimana? Engkau mau bertarung sekarang atau tunggu beberapa tahun. tapi aku tidak takut kepadamu lho" "Aku tidak suruh engkau harus takut kepadaku. beranikah engkau bertarung dengan pemuda muka pucat itu?" "Kenapa tidak?" sahut ouw yang Bun sambil tertawa"Belum bertarung mukanya sudah begitu pucat. "Ha ha ha" Lam Khie tertawa gelak. mari kita berkelahi sampai oenjol-benjol" "Hmm" dengus Kwan Pek Him dinginMereka berdua saling memandang. namun kalau engkau ingin bertarung denganku tentu aku bersedia" ujar Lam Khie dan menambahkan. apalagi sudah bertarung. Buuuk Duuuk Plaaak Mereka berkelahi mirip anak kecil. tentunya membuat tercengang semua orang.lagi sesuai dengan perjanjian kita?" "Terserah" sahut Si Mo"Baik" Lam Khie manggut-manggut. maka lebih bau-" "Tong Koay" bentak Si Mo yang kena sindir. "Engkau jangan terus melotot." "He he he" Tong Koay tertawa terkekeh-kekeh"Mau menantangku berkelahi ya?" "Baik" Si Mo manggut-manggut "Karena kita sudah ada perjanjian. itu adalah kentut yang luar biasa. barulah kita berempat bertanding di puncak gunung Heng san" "Hmm" dengus Si Mo dingin" Aku pasti akan merobohkan kalian semua. maka akan kulampiaskan padamu" "Bagus. mari kita bertarung saja" "Ha ha" ouw yang Bun tertawa. "Kok bau sekali. setelah itu mendadak mereka saling menyerang dan memukul dengan tidak karuan. "siapa yang kentut barusan?" "gurau ouw yang Bun mengendus." "Hmmm" dengus Kwan Pek Him dingin dan sekaligus bangkit berdiri"Jangan banyak bacot. lalu berjalan ke tengahtengah ruangan tersebut dan berdiri berhadapan. jangan asal bicara" "Lam Khie" Si Mo melotot. "Engkau . lihat saja nanti" "Eeeeh?" Mendadak Tong Koay menengok ke sana ke mari. "Murid gendeng" tegur Tong Koay sambil meng-garuki . maka lebih baik yang maju sekarang murid kita-" "setuju-" Tong Koay memandang muridnya"Murid-ku." Si Mo berkertak gigi. "Kita tunggu beberapa tahun lagi. nanti sepasang biji matamu akan meloncat ke luar" "Engkau . tapi kentut yang barusan itu melalui mulut.

sehingga mukamu benjol-benjol begitu macam Huh sungguh memalukan" "guru.Ha ha ha " Tong Koay dan muridnya langsung melesat pergi." "Betul." "Terima kasih.. Mereka saling memandang." "Kita senasib. sebab kita sudah dalam satu perkumpulan. tapi justru tak berguna" Si Mo menudingnya.. "sama-sama. Aku tertarik dan sekaligus jatuh hati." ouw yang Bun menggeleng-gelengkan kepala." sahut ouw yang Bun memberitahukan. "Mereka tidak mau bergabung dengan kita" " Kalau mereka bergabung dengan kita. "Kenapa engkau? Kek begitu caramu bertarung?" "guru.Murid Si Mo bonyok-bonyok." Kwee In Loan manggut-manggut. begitu pula Kwan Pek Him. "Kenapa kalian berkelahi dengan cara begitu?" "Pek Him" seru Si Mo dengan wajah padam.. "Aku sedang kesal gara-gara seorang gadis." ." ucap Si Mo sambil memberi hormat. "Belum lama ini aku jatuh cinta kepada seorang gadis. sementara Si Mo juga menegur dan mencaci muridnya." Kwee In Loan tersenyum...." ouw yang Bun menundukkan kepala. "Engkau adalah murid Si Mo. sudahlah. begitu pula muridku. "Baik" ouw yang Bun menganggukMereka berdua kembali ke tempat duduk. sedangkan murid Tong Koay pun benjolbenjolHa ha ha Pertandingan tadi akan dilanjutkan kelaksekarang kami mohon diri. "Kenapa engkau?" tanya Kwan Pek Bun." Kwan Pek Him menundukkan kepala"Ha ha ha" Mendadak Lam Khie tertawa gelaki "Pertandingan tadi telah berakhir dengan seri. "Murid gendeng" Tong Koay menggeleng-geleng-kan kepala.. "Tadi ada seorang gadis berpakaian merah ke mari.." sahut ouw yang Bun. "Sayang sekali" ujar Kwee In Loan menghela nafas panjang. "Muridmu juga boleh dikatakan muridku juga.." ujar Kwan Pek Him. sudikah engkau mengajar muridku beberapa macam ilmu pukulan?" "Baik.Garuk kepala. "gara-gara gadis berpakaian merah itu. "Sebab kelak dia harus mengalahkan murid Tong Koay itu. Hek Liong Pang pasti jaya." Si Mo mengangguk sambil tertawa gelak"Ha ha ha. Tapi dia tidak mau menerima hatiku. aku. mereka berdua pun saling memandang." "sama. namun dia sudah punya kekasih. kita tidak perlu bertarung lagi" ujar Kwan Pek Him.Lam Khie pun ikut melesat pergi sambil berseru"sampai jumpa" Kwee In Loan dan Si Mo tetap duduk di tempat setelah Lam Khie. engkau tak bersemangat mengangkat nama gurumu Engkau berkelahi dengan cara tidak karuan. Tong Koay dan muridnya melesat pergi..." sambung Si Mo"oh ya. "Engkau telah mempermalukan guru Tahu?" "guru.Tong Koay dan Si Mo menatap murid masing-masing dengan mata melotot. "sama.

"Kalau begitu.. "Kita berempat memang sudah ada janji. "Bagaimana kalau engkau bergabung dengan aku. "Pek Him" Kwee In Loan menatapnya dalam-dalam. "Kini Hek Liong Pang bertambah kuat. "Aaah " Kwan Pek Him menghela nafas panjang. Kelihatannya hatinya memang telah tercuri oleh gadis berpakaian merah itu. oleh karena itu.. sebab gurunya. "Apa syaratmu?" "Engkau harus mengaku kalah kepadaku. Kalau benar begitu. Siauw Lim dan Bu Teng Pay pasti dalam bahaya. kelak akan mengetahuinya.. entah apa yang akan terjadi?" "Kelihatannya Hek Liong Pang ingin menguasai rimba persilatan." sahut Lam Khie. tapi dia dia justru jatuh cinta pada gadis yang sudah punya kekasih." "Celaka" seru Lam Khie." caci Tong Koay. Ketua." "Ha ha ha" Lam Khie tertawa gelak- . lebih baik kita bergabung saja. agar kita lebih kuat menghadapi Hek Liong Pang?" "Aku bersedia bergabung denganmu." ucap Kwan Pek Him kepada Kwee In Loan. lebih baik engkaujangan tahu. "Masih begitu banyak gadis di kolong langit. "Engkau jangan bertanya sekarang. tapi engkau masih terus memikirkannya Dasar. itu malah akan membahayakan dirimu. "Lam Khie" Teng Koay menatapnya. kemudian memandang muridnya yang duduk melamun itu." ujar Si Mo sungguh-sungguh." "Kalau begitu.. (Bersambung keBagian 10) Jilid 10 Setelah meninggalkan markas Hek Liong Pang. Lam Khie dan Ouw Yang Bun duduk beristirahat juga di bawah sebuah pohon." Ouw Yang Bun menundukkan wajahnya dalamdalam." "Guru-"" "Kalau kami memberitahumu sekarang.. "Lebih baik engkau jangan memikirkan gadis berpakaian merah itu. Mau yang mana tinggal sabet. "Muridku" Si Mo menggeleng-gelengkan kepala." "oh?" Teng Koay melotot." "Ha ha" Lam Khie tertawa. "Engkau memang sudah gila" tegur Tong Koay dengan mata melotot"gadis itu sudah punya kekasih." ujar Teng Koay sambil menggeleng-gelengkan kepala. tapi harus ada syaratnya." sahut Lam Khie. "Tak disangka Si Mo telah bergabung dengan Pek Liong Pang.. kita tunggu tiga tahun lagi" ujar Teng Koay.." "Kenapa gurunya?" tanya Kwan Pek Hun cepat. Teng Koay. "Murid gendeng Ken apa engkau terus melamun seperti kehilangan sukma?" "guru. "Tak disangka murid mu jatuh cinta kepada gadis yang sudah punya kekasih Itu betul-betul celaka" "Muridku memang gendeng dan sialan.."Terima kasih. tiga tahun lagi akan bertanding di puncak gunung Heng San. barulah aku mau bergabung denganmu.

"Begitu tampangmu sedang naik darah? Itu sih bukan naik darah." "Hmm" dengus Lam Khie.. Aku bagaikan seekor burung di kurung di dalam sangkar emas."Untung aku belum punya murid. jadi lebih bebas." "Aaaah "" An Lok Kong cu menghela nafas panjang lagi. siapa gadis remaja yang cantik manis itu? Ternyata adalah putri kesayangan Kaisar Cu Goan ciang yang bernama Cu Ay Ceng dengan gelar An Lok Kong cu (Putri yang Tenang Dan gembira). tentunya tidak boleh main di luar. "jangan bikin aku naik darah-" "Ha ha" Lam Khie menatapnya. Braaaak Pohon itu roboh seketika.. melainkan masuk angin.." Lan Lan memandangnya sambil menggelenggelengkan . "Tong Koay. lalu melesat pergi seraya berseru. Tuan Putri" ujar Lan Lan.. perlukah kita berkelahi sampai benjol-benjol seperti muridmu dan murid si Mo itu?" "Sudahlah Lebih baik engkau diam. "Engkau adalah Tuan Putri.. membuatnya menjerit kesakitan. dan beberapa dayang berdiri di belakangnya. tapi dalam kurun waktu selama ini." "Tuan putri." ujar Tong Koay dan menambahkan. aku sama sekali tidak pernah bermain ke luar. "Aku lagi kesal nih-" "oh?" Lam Khie tertawa lagi" Kalau begitu.. "Aduuuh Punggungku. "Alangkah bahagianya aku kalau dilahirkan di keluarga biasa. tapi cuma dapat merobohkan pohon. "Kenapa Tuan Putri menghela nafas?" tanya salah seorang dayang yang bernama Lan Lan.. "Kini usiaku sudah lima belas tahun." Tong Koay langsung mengayunkan tangannya memukul Lam KhieLam Khie cepat-cepat meloncat ke belakang. "Lan Lan" sahut An Lok Kong Cu-Cu Ay Ceng. Bab 19 An Lok Kong Cu (Putri yang Tenang Dan gembira) Di halaman istana Cu Goan ciang yang amat indah dan luas tampak seorang gadis remaja duduk termenung dekat taman bunga.. "Belum terpukul sudah menjerit kesakitan" "Pohon sialan" caci Lam Khie dan mendadak mengerahkan Iweekangnya sambil mendorongkan sepasang telapak tangannya ke arah pohon itu.. "Cukup lumayan Iweekangmu. "Aaaah." ujar Tong Koay dingin." An Lok Kong Cu-Cu Ay Ceng menghela nafas panjang. kelak aku pasti merobohkanmu" "Ha ha ha" Teng Koay tertawa terbahak-bahak "yang akan roboh kelak justru adalah engkau" katanya." "Jangan berkata begitu. tapi justru punggungnya terbentur pohon. aku pasti mati muntah darah-" "Jangan menyindir" Tong Koay melotot....Kalau aku punya murid seperti muridmu. "Jangan harap dapat merobohkan diriku Ha ha ha." "Engkau.." "Ha ha ha" Tong Koay tertawa terpingkal-pingkal.

guru tidak tahu apaapa. . Guru. tidak bisa ke mana-mana." An Lok Kong cu menghela nafas panjang..." An Lok Kong cu menggelengkan kepala.." "Guru. ternyata muncul beberapa Dhalai Lhama. sudah pasti boleh ke luar istana. Di kolong langit ini tiada seorang jago pun yang mampu menangkis pukulan itu. "Bukankah Tuan Putri boleh meninggalkan istana secara diam-diam?" "oooh" An Lok Kong cu manggut." "Itu tidak mungkin." "Tapi-." "guru. Kalau cuma seorang diri. tentunya belum boleh ke mana-mana." Dhalai Lhama jubah merah memberitahukan. Tuan putri sangat beruntung dilahirkan sebagai putri kaisar. Tapi engkau harus terus berlatih. "Itu adalah urusan pribadi ayahmu." "Tuan Putri" bisik Lan Lan. "Guru tidak bisa mengajarkan ilmu itu kepadamu." Ay Lok Kong cu menggelengkan kepala." An Lok Kong Cu tersenyum. "Kini Taan Putri baru berusia lima belas tahun. "Kapan Guru akan mengajarku ilmu Ie Kang tu Tik (Memindahkan Iweekang Menggempur Musuh)?" "Tuan putri. coba engkau bayangkan betapa dahsyatnya Iweekang kami kalau digabungkan. sudah barang tentu tidak bisa.. Seharusnya Tuan Putri bersyukur. bagaimana kehebatan Ilmu itu?" "sangat hebat sekali" ujar Dhalai Lhama jubah merah. "Ayahku pasti tidak akan mengijinkannya. kini kepandaianmu sudah lumayan." An Lok Kong cu mengangguk"Tuan putri" Dhalai Lhama jubah merah menatapnya. "Guru" panggil An Lok Kong cu"Ngmm" Dhalai Lhama jubah merah manggut-mang-gut sambil tersenyum. "Sudah hampir delapan tahun engkau belajar ilmu silat pada kami." An Lok Kong cu ingin menanyakan sesuatu.manggut dan wajahnya pun tampak cerah"Engkau benar. Bila nanti Putri sudah dewasa kelak.. paling sedikit harus lima orang... tidak boleh menyesali apa pun." "Guru. "Sudah usaikah engkau berlatih?" "ya. Buktinya Thio Bu Ki masih terluka parah terkena pukulan itu..." tanya An Lok Kong cu mendadak"Kenapa ayahku mengutus guru pergi melukai Thio Bu Ki? Apakah Thio Bu Ki adalah orang jahat?" Dhalai Lhama jubah merah menghela nafas panjang. "Kami berjumlah sembilan orang. "Tuan putri" Dhalai Lhama jubah merah tersenyum.kepala. "Ada sesuatu yang terganjel dalam hatimu?" "Tidaki guru." "Tuan putri" Lan Lan tersenyum. sebab Iweekangmu masih kurang. "Kebebasanku terkekang sekali.." "Kenapa?" "Sebab ilmu itu harus bekerja sama satu dengan yang lain." "guru. tapi kemudian dibatalkan lalu ia menundukkan kepala. terima-kasih-" "Tuan putri -" Mendadak dayang itu memberi isyarat. "Terus terang..

"Jangan lupa akan pesan ke dua orang tuamu lho" "Aku tidak akan lupa." sahut Thio Han Liong sambil tersenyum." "Begini. "Engkau harus tahu. "sungguh" Dhalai Lhama jubah merah mengangguk"Tapi engkau harus ingat. . " Kakak tampan. keadaan di luar sangat bahaya-" "Bahaya bagaimana?" "Banyak penjahat dan orang licik... Cu dengan wajah agak kemerah. Thio Han Liong dan Tan Giok Cu terus melanjutkan perjalanan menuju gunung soat san. tentu tidak boleh sembarangan main di luar." "Tapi aku bagaikan seekor burung yang terkurung di dalam sangkar. bagaimana nanti saja" sahut Thio Han Liong dan menambahkan. sedangkan kuda mereka dibiarkan bebas makan rumput di sekitarnya." "ya. karena engkau harus bertatap muka dengan ke dua orang tuaku" "Kita akan tetap tinggal di pulau itu?" tanya Tan Giok. "Terima kasih" ucapnya." An Lok Kong cu girang sekali. sementara itu. bosan sekali-" "Tuan Putri" Dhalai Lhama jubah merah menggelenggelengkan kepala"Engkau adalah Tuan putri. aku justru sudah merasa bosan. Engkau harus belajar dengan rajin dan sungguh-sungguh. Hari itu mereka beristirahat di bawah sebuah pohon. Dalam perjalanan ini. setelah engkau menguasai ilmu pedang itu. tiada kebebasan sama sekali. "Aku ingin tahu. aku. "Aku lagi kesal. apa rencanamu setelah memperoleh Teratai salju?" tanya Tan Giok Cu. hanya hidup dalam istana saja." sahut An Lok Kong cu mengeluh"Aku sudah bosan terus begini." An Lok Kong cu menundukkan wajahnya dalam-dalam. Lalu setelah itu?" "Kita ke pulau Hong Hoang To. "Mulai besok guru akan mengajarmu Cai Hong Kiam Hoat (Ilmu Pedang Pelangi).".merahan. kenapa wajahmu tampak agak murung?" Dhalai Lhama jubah merah memandangnya dengan penuh perhatian.. setelah kami pulang ke Tibet." "guru." "oh? sungguhkah?" tanya An Lok Kong cu dengan wajah berseri. "Tentunya harus cepat-cepat pulang ke rumahmu." ujar Dhalai Lhama dengan suara rendah. "Itu.. barulah engkau boleh meninggalkan istana dengan cara menyamar sebagai pemuda sastrawan." An Lok Kong cu menghela nafas panjang. guru. bagaimana keadaan di luar-" "Tuan putri" Wajah Dhalai Lhama jubah merah berubah serius. engkau boleh pergi berkelana.. hati mereka penuh diliputi kegembiraan dan kadang-kadang mereka juga bercanda ria. sebab ilmu pedang tersebut sangat lihay dan hebat. " Kesal kenapa?" "Aku sama sekali tidak boleh main di luar. "Guru."Kalau tidak. maka lebih baik engkau tetap diam di dalam istana saja.

"Tan Giok Cu manggut-manggut. percayalah" Tan Giok Cu tersenyum. tentu belum boleh menikah-" "Adik manis" Thio Han Liong memegang tangannya"Setelah kita berusia dua puluh lebih." Thio Han Liong memberitahukan. "Engkau. oleh karena itu. Bagaimana menurutmu?" "Itu usul yang baik sekali. engkau benar kok. sebab kata orang tua. tentu belum bisa menikah. kan?" "Memangnya aku ingin cepat-cepat menikah?" Tan Giok Cu cemberut"Huh Tak usah ya" "Adik manis" Thio Han Liong tersenyum"Maafkan aku karena tidak sengaja menyinggung perasaanmu." "Hah?" Thio Han Liong terbelalak.. "Aku ingin bikin ramai pulau Hong Hoang Te-" "Adik manis. di pulau Hong Hoang To cuma ada ke dua orang tuaku. setelah kita menikah nanti.. Kita masih belum cukup dewasa. "setiap tahun aku akan melahirkan satu anak selama lima belas tahun aku akan terus menerus melahirkan." "Engkau harus tahu. Kita ajak ke dua orang tuamu tinggal di sana. "Yang benar?" "Tentu benar. Kalau cuma kita beberapa orang.. tentu sepi sekali. Mereka tidak menyangka mendadak muncul seorang gadis berpakaian merah yang begitu cantik. . "Kalian terkejut ya?" Ciu Lan Nio memandang mereka." ujar Tan Giok Cu sambil tertawa kecil. "oh ya. " Asyik deh mesra-mesraan" "Eh?" Thio Han Liong dan Tan Giok cu terperanjat.ya. engkau sungguh baik sekali" Thio Han Liong memeluknya erat"Eeeh -" Wajah Tan Giok Cu kemerah-merahan. " Engkau anggap aku ini apa? Bisa melahirkan begitu banyak anak? Dasar.Engkau tidak marah kan?" "Kakak tampan. kemudian bertanya perlahan."Kita belum cukup dewasa." sahut Tan Giok Cu setengah berbisik"Bagaimana mungkin aku marah. "sedangkan pulau itu amat besar. tempat tinggal kami itu sangat indah sekali.gadis itu ternyata Ciu Lan Hio. kemudian melayang turun sosok bayangan merah"Hi hi hi" seorang gadis berpakaian serba merah berdiri di hadapan mereka sambil tertawa. barulah kita menikah" "ya-" Tan Giok Cu mengangguk"Pulau Hong Hoang to. engkau ingin punya anak berapa?" "Harus lebih dari sepuluh. maaf Aku telah mengganggu keasyikkan kalian.. Ke dua orang tuaku pasti mau.." " Kalau begitu. kita harus punya anak sebanyak-banyaknya. "Apa?" Tan Giok Cu cemberut. banyak anak banyak rejeki lho" ujar Thio Han Liong sambil tertawa. "Maaf." Di saat itulah mendadak terdengar suara tawa cekikikan.

. .. aku jadi suka padamu." "Siapa engkau?" tanya Tan Giok Cu sambil bangkit berdiri dengan wajah tidak senang." ujar Ciu Lan Nio dan menambahkan. "Dia dan aku adalah. "Namaku Thio Han Liong. "Aku ke mari karena ingin menyaksikan kalian bermesramesraan.." Tan Giok Cu menatapnya dengan mulut cemberut." Thio Han Liong memberitahukan. melainkan menundukkan kepala dengan wajah kemerah-merahan.. "Kakak tampan." "Kenapa aku?" Ciu Lan Nio tersenyum. "Engkau kok tidak tahu diri?" "Hi hi hi" ciu Lan Hio tertawa cekikikan. oh ya.. "Engkau sungguh tampan dan lemah lembut. "Hi hi hi Marah ya" "Engkau mau pergi tidak?Jangan mengganggu kami" bentak Tan Giok Cu sambil melotot." ujar Tan Giok Cu setengah berteriak"Cepatlah engkau pergi... "Jangan malu-malu" "Dia kekasihku.Maaf. Engkau sudah dengar? Kami adalah sepasang kekasih yang saling mencinta. Tidak mengganggu kita kan?" sahut Thio Han Liong. "Engkau sungguh galak." "Tapi dia -" Tan Giok Cu membanting-banting kaki"Dia tidak menghinamu." Tan Giok Cu membanting-banting kaki saking gusarnya. kemudian memandang Ciu Lan Hio dan memberi hormat. "Mau apa engkau ke mari?" "Namaku Ciu Lan Nio. "Engkau. aku harap engkau sudi memaafkannya" "Hi hi hi" Ciu Lan Hio tertawa nyaring.. Biar dia berdiri di situ." Dada Tan Giok Cu turun naik saking marahnya. bolehkah aku tahu namanya?" "Dia bernama Tan Giok Cu. dia dia menghinaku Cepatlah usir dia" "Adik manis. berani omong begitu" "gadis galaki ada hubungan apa engkau dengan pemuda ini?" tanya Cu Lan Hio mendadak." Tan Giok Cu tidak melanjutkan ucapannya. " Kalau aku tidak mau pergi. "Dasar tak tahu malu.. Hi hi hi-" "Hmm" dengus Tan Giok Cu... maka kita tidak berhak mengusirnya." sahut gadis berpakaian merah itu sambil tersenyum. engkau mau apa?" "Engkau-. "Tempat ini bukan milik kita." ujar Thio Han Liong lembut.. jangan mengganggu kami" "Hi hi" ciu Lan Hio tertawa. tapi memang cantik sekali." "Ngmmm" Ciu Lan Nio manggut-manggut." "Engkau. tapi kekasihmu itu galak sekali.. kalau ucapannya tadi menyinggung perasaanmu. "Engkau sopan sekali. "Aku yang tidak tahu diri atau engkau yang tidak tahu malu?" "Engkau. "Nona. "Ayoh lanjutkan" desak Ciu Lan Hio.

. itu tidak baik. "Dia gadis liar yang tak tahu malu" "Huh" Ciu Lan Nio mengeluarkan suara hidung. dan belum tentu pemuda ini akan menjadi milikmu. aku ikut" . "Dia mau omong apa." ujar Tan Giok Cu." ujar Thio Han Liong sabar. ya. "Engkau sungguh merupakan pemuda yang berpengertian. "Mari kita pergi" Ciu Lan Nio tersenyum. sehingga membuatku makin suka kepadamu." "Tadi aku memang bergurau." Tan tiiok Cu melotot. Apakah engkau tidak merasa malu sama sekali?" Tan Giok Cu menatapnya dengan wajah gusar. sebab akan merendahkan diri nona sendiri. "Aku harap nona jangan bergurau Itu tidak baik. "Kenapa aku harus merasa malu? Kalian bukan suami isteri. Engkau mau apa?" tanya Ciu Lan Nio sambil tersenyum.. " "Sudahlah" Thio Han Liong tersenyum. "Dasar gadis liar" "Adik manis. lagipula tidak pantas bagi nona bergurau begitu" "oh?" ciu Lan Hio menatapnya dalam-dalam. biarkan saja" "Tapi hatiku panas sekali. kemudian mendadak menarik tangan Thio Han Liong seraya berkata. tapi barusan aku berkata sesungguhnya. "Engkau kok begitu tak tahu malu? Dia kekasihku. " Kakak tampan. "Hei gadis galak" Ciu Lan Nio tersenyum-senyum." Tan Giok Cu mclotot"Nona. Apalagi kini dia baru merupakan kekasihmu. Maka engkau jangan cobacoba menantangku" "Nona" Thio Han Liong menjura kepada Ciu Lan Nio. Aku masih boleh merebutnya lho" "Engkau. namun masih di. bukankah lebih baik berkawan?" "Aku tidak mau berkawan dengan dia" sahut Tan Giok Cu." ujar Thio Han Liong lembut. Kalaupun dia suamimu... itu adalah mulutnya. "Aku tahu engkau berkepandaian cukup tinggi. Nona itu cuma ingin memanasi hatimu. dia. "Aku pun tidak mau berkawan denganmu kebagusan" " Kakak tampan" Tan Giok Cu menarik tangannya. namun masih di bawah kepandaianku. kan?" "Engkau." "Ih Dasar tak tahu malur ujar Tan Giok Cu dingin "Aku memang suka kepada Thio Han Liong.." sahut gadis berpakaian merah"Engkau pun berkepandaian tinggi." "Kakak tampan." " Aku percaya. "Engkau harus belajar sabar dan harus bisa menekan emosi. "Aku mohon Nona jangan bergurau lagi.." Thio Han Liong mengangguk "Aku tidak percaya" sela Tan Giok Cu sambil mendengus dingin"Hmm Kita boleh bertarung sekarang juga" "Adik manis" Thio Han Liong meng geleng-geleng-kan kepala"Engkau jangan begitu-Dari pada kalian berdua bertarung."Kalian belum menjadi suami isteri. aku pun akan mendekatinya. tapi engkau masih berani menyatakan suka kepadanya.bawah kepandaianku. tentunya aku boleh mendekatinya.

"Adik manis... Kalau engkau tidak bersama gadis galak ini.riv^o." sebuah kecupan yang berbunyi cukup nyaring itu mendarat ke pipi Thio Han Liong. tahu malu. berani menarik tertawa. "Hi hi hi" Ciu Lan Hio tertawa cekikikan.gadis galak. engkau." "Hi hi hi" Ciu Lan Hio tertawa we. "Sekarang aku ingin bertanya.. "Haaah ?" Pemuda itu terbelalak dengan wajah kemerahmerahan saking jengahnya.. apakah engkau akan menyukaiku?" "Karena sifatmu begitu macam. "Aku harap nona jangan keterlaluan nona adalah seorang gadis.. sudahlah" ujar Thio Han Liong sambil memegang bahunya. aku harus pergi sekarang. Apakah engkau juga pernah menciumnya?" "Engkau. apakah engkau akan menyukaiku?" "Aku tidak akan menyukaimu....." Tan Giok Cu cemberut." Tan Giok Cu menuding Ciu Lan Nio dengan mulut ternganga lebar. aku pasti marah." Thio Han Liong "Hei" bentak Tan Giok Cu.." sahut Thio Han Liong sungguhsungguh." Tan Giok CU melotot"Nona" Thio Han Liong menatap Ciu Lan Hio dengan tajam sekali. "Kenapa engkau begitu tak tangannya" "gadis galaki Ciu Lan Nio tangannya. engkau jangan gusar lagi" "Kakak tampan.. "Cuuup. sebab aku masih akan mendekatinyaHi hi hi " Gadis berpakaian merah itu melesat pergi.Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala." sahut Thio Han Liong sungguh-sungguh. sedangkan Tan Giok Cu masih tampak gusar.." "Kenapa?" "Entahlah-" "Hi hi" Ciu Lan Nio tertawa. "Engkau. maka harus tahu kesopanan. "Engkau jangan memikirkan yang bukan. engkau harus menjaganya baik-baik. Kita akan berjumpa lagi kelak. "Engkau berani marah padaku?" "Kenapa tidak?" sahut Thio Han Liong. "Engkau tidak berani menjawab sejujurnya karena gadis galak ini berada di sini?" "Nona" Thio Han Liong mengerutkan kening. sehingga pemuda itu tidak sempat berkelit. "Hi hi hi" ciu Lan Hio tertawa cekikikan. Tadi gadis itu menciummu. sebab . "seandainya aku tidak bersifat begitu macam.bukan." "oh?" Ciu Lan Nio menatapnya. "Aku pikir sudah cukup engkau bergurau. bagaimana perasaanmu di saat itu?" Tiada perasaan apa pun."Nona. menciumnya pun mengerutkan kening. "Aku sudah mencium kekasihmu.. Jangankan cuma menarik aku berani" sekonyong-konyong Ciu Lan Nio mengecup pipi Thio Han Liong. tentunya aku tidak akan menyukaimu. " Karena masih ada urusan lain.. kalau masih dilanjutkan. "Dia sudah pergi. Begitu cepat gerakannya..

. Thio Han Liong segera membelainya dengan penuh kasih sayang. kemudian menggelenggelengkan kepala. "Di antaranya terdapat Hweeshio. Tan Giok Cujuga cepat-cepat meloncat turun.. Tiba-tiba kuda itu meringkik." Tan Giok Cu mendekap di dadanya. "Mereka mati terkena semacam ilmu pukulan. aku... maka kejadian tadi jangan kau simpan dalam hati" " ya" Tan Giok Cu mengangguki kemudian bergumam. mereka terbelalak karena orang-orang yang tergeletak itu sudah tak bernyawa lagi dan di bagian dada mereka terdapat sebuah tanda merah darah. "Adik manis" Thio Han Liong menggenggam tangannya. "Ada apa?" tanya Tan Giok Cu yang duduk di belakangnya"Banyak orang yang tergeletak di depan. "Mereka semuanya sudah mati. karena itu aku khawatir kelak dia akan berhasil merebutmu dari sisiku.gadis itu memang sengaja memanasi hatimu oleh karena itu. Percayalah hanya engkau yang kucintai. setelah itu.. "Gadis itu begitu berani. "Bagaimana?" tanya Tan Giok Cu. Yang duduk di punggung kuda itu adalah Thio Han Liong dan Tan Glik Cu." ujar Tan Giok Cu sambil menggeleng-gelengkan kepala." "Benar. aku. mulai sekarang engkau harus belajar sabar dan belajar menekan hawa emosi-" "Itu bagaimana mungkin?" Tan Giok Cu menggelenggelengkan kepala"Sebab aku punya rasa cemburu-" "Aku tahu-" Thio Han Liong manggut-manggut"Tapi gadis itu cuma bergurau denganmu. "Entah murid siapa dia?" "Gadis itu begitu liar dan tak tahu aturan.. kemudian ke duanya segera melesat ke depan. bahkan kepandaiannya pun tinggi sekali" ujar Thio Han Liong. barulah mereka melanjutkan perjalanan dengan wajah cerah ceria. " Kakak tampan. Thio Han Liong terkejut dan cepat-cepat menghentikan kudanya." "Kakak tampan. Mari kita pergi lihat" sahut Thio Han Liong sambil meloncat turun. seekor kuda berlari tidak begitu kencang di sebuah lembah. lalu memeriksa dada salah seorang yang menjadi mayat itu." Thio Han Liong mengangguk sambil memperhatikan mayat-mayat itu. " Engkau tahu mereka terkena ilmu pukulan apa?" ." "oh?" Thio Han Liong tersentak. Begitu sampai di tempat itu." "Kenapa engkau?" Thio Han Liong menatapnya lembut. burunya pun pasti bukan orang baik-baiki" sahut Tan Giok Cu dan melanjutkan.Kelihatannya mereka semua adalah kaum rimba persilatan. "Kalau tidak salahi Paman Tua In Lie Heng juga terkena ilmu pukulan ini..." Tan Giok Cu menggeleng-gelengkan kepala. entah ilmu pukulan apa itu?" "Haaah ?" seru Tan Giok Cu mendadak. "Engkau tidak usah mengkhawatirkan itu. " Heran? entah siapa gadis itu? Mendadak muncul dan pergi begitu saja" "Aku yakin dia adalah gadis rimba persilatan.

" Tan Giok Cu menggeleng-gelengkan kepala"Paman Tua" Thio Han Liong memberi hormat seraya bertanya." "Ya.. tidak mungkin akan kembali ke mari lagi untuk melihat mayat-mayat ini. "Engkau tidak menuduhku sebagai pembunuh mereka?" "Aku yakin Paman Tua bukan pembunuh mereka. tega membunuh orang sebanyak itu?" "He he he" orang tua itu tertawa terkekeh-kekeh. "Mereka sudah mati semua Hweeshio siauw Lim Pay. "Apakah Paman Tua tahu siapa pembunuh mereka?" "Anak muda" orang tua itu menatapnya tajam.. la berdiri di hadapan mayat-mayat itu." Tan Giok Cu mengerutkan kening..." " Kalau aku yang membunuh mereka. maka sekaligus menasihatimu." Thio Han Liong mengangguk "Paman Tua kok usil?" Tan Giok Cu cemberut.." "Perlukah aku menjawab?" "Memang perlu.. lalu engkau mau apa?" "Paman Tua. ya kan?" sahut Thio Han Liong sambil memandangnya. entah ilmu pukulan apa itu?" " Kakak tampan. " Aku tidak tahu sama sekali. "He he he He he he." ujar orang tua itu dan menambahkan."Aaahi-." setelah itu muncullah sosok bayangan yang ternyata seorang tua berpakaian kumal dengan muka kotor sekali." Thio Han Liong menghela nafas panjang sambil menggeleng-gelengkan kepala.. murid Go Bi Pay dan beberapa anggota Kay Pang He he he Mereka sudah mati semua" "Paman Tua yang membunuh mereka?" tanya Tan Giok Cu mendadak"Hei gadis cantik" sahut orang tua itu mendadak"Engkau bertanya atau menuduh?" "Bertanya. kenapa Paman Tua turut campur?" "Ha ha ha" orang tua itu tertawa sambil menyahut. "Kenapa engkau begitu kejam." "Dia sangat galak dan cepat menuduh orang. "oh?" orang tua itu tertawa gelak. "Engkau bisa memastikan bahwa akulah yang membunuh mereka?" "Paman Tua. "Ini adalah urusan kami berdua." "Kekasihmu?" "ya." Pemuda itu memperkenalkan. engkau harus baik-baik membimbingnya. engkau memang pintar siapa engkau?" "Namaku Thio Han Liong. "Ha ha ha" orang tua itu tertawa terbahak-bahaki "Anak muda. "Ha ha ha Kenapa engkau yakin aku bukan pembunuh mereka?" "Kalau Paman Tua pembunuh mereka.. tetapi mendadak terdengar suara tawa terkekeh-kekeh. ." ujar Thio Han Liong sambil tersenyum. "Aku memang orang tua usil.. "Anak muda." Tan Giok Cu ingin mengatakan sesuatu... "Dia bernama Tan Giok Cu.

"Kami dari arah kiri. Tapi engkau justru tidak" "Hmm" dengus Tan Giok Cu. "Aku memang orang tua gila. karena ia pun pernah mendengar suara suling bernada aneh itu." sahut Pak Hong." Pak Hong setelah berpikir sejenak"Pembunuh itu pasti lari ke arah utara-" "Paman Tua sama sekali tidak tahu siapa pembunuh itu?" tanya Thio Han Liong lagi. "Tidak" Tan Giok Cu menggelengkan kepala"Paman Tua" Thio Han Liong memberitahukan. "Paman Tua tahu siapa pembunuh mereka?" tanya Thio Han Liong. "Tidak tahu. ketika berada di rumah hartawan Ltm. Mereka pernah mendengar nama orang tua tersebut. Tapi mereka semua sudah menjadi mayat" "suara suling yang bernada aneh?" Kening Thio Han Liong berkerut. nanti hati kekasihmu ini akan berubah terhadapmu. yang tidak lain adalah Hek Liong Pang. sedangkan Paman tur dari arah kanan.. "Kalian tidak mendengar suara suling itu?" tanya Thio Han Hong sambil memandang mereka.Kini si Mo sudah . dan Pak Kay. setelah itu muncul pula dua orang berpakaian serba merah. "Jangan-jangan Paman Tua sudah gila? Kalau tidak. Lam Khie dan aku Pak Hong. "Heran? siapa pembunuh itu dan kenapa membunuh muridmurid partai besar itu?" "Beberapa tahun lalu telah muncul empat jago yang berkepandaian tinggi. si Tek ki Lam Ti. "Tadi sayup. yaitu Teng sia. sudah banyak kaum rimba persilatan dengan dada berbekas sebuah tanda merah-" "Seperti yang terdapat di dada mayat-mayat itu?" tanya Tan Giok Cu. "Kalian terkejut?" "Kenapa harus terkejut?" "Wuahh" Pak Hong tertawa lagi." "oh?" Thio Han Liong tersentak dan kemudian bergumam. Kun Lun dan Khong Tong Pay juga mati dengan tara yang sama." "oh?" Thio Han Liong dan Tan Giok Cu terkejut.sayup aku mendengar utfYB suling yang bernada anehi maka aku segera ke mari. "Aku sama sekali tidak tahu. si Mo. .. "Engkau memang gadis galak dan pemberani. Kemunculan kami dalam rimba persilatan.Engkau jangan galak-galak. pasti kabur terbirit-birit dan terkencing-kencing." "Kalau begitu. kenapa omong sembarangan?" "Ha ha ha" orang tua itu terus tertawa. yaitu Teng Koay." " omong kosong" Tan Giok Cu melotot. orang lain begitu mendengar namaku. hanya ingin menyamai empat tokoh masa siiam. Namun kemudian muncul pula satu perkumpulan baru. sebab aku adalah Pak Hong (si ciila Dari utara) Ha ha ha. maka mendengar suara suling itu." Pak Hong mengangguki "Beberapa murid Hwa san. "Belum lama ini. " ya." Pak Hong menggeleng-gelengkan kepala. Kami berempat pernah bertanding dan kepandaian kami berempat seimbang.

tentunya tidak akan membunuh kaum rimba persilatan dengan cara begitu" Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala.. "Karena kami berempat ingin saling mengalahkan. "sudah tahu rimba persilatan bakal dilanda banjir darah.. "sebab kini Hek Liong pang sudah resmi berdiri di rimba persilatan. "Tidak mungkin" sahut Pak Hong. tidak mungkin kami bergabung. rimba persilatan betul-betul dilanda banjir darah-" "Kalau begitu. sebab kini si Mo sudah menjadi wakil ketua Hek Liong Pang. hebat dan ganas. " Aku pernah bentrok dengan pihak Hek Liong Pang.. namun aku tidak tahu namanya. "Kelihatannya ia ingin menyaingi perguruan siauw Lim sie. Bu Teng Pay dan Kay Pang. tapi malah tinggal diam. Kalau ia bergabung dengan Hek Liong Pang. maka engkau tidak usah heran" "Paman Tua memang gila." "Paman Tua tahu siapa ketua Hek Liong Pang itu?" tanya Tan Giok Cu. "Pembunuh itu memiliki ilmu pukulan aneh dan istimewa. sama sekali tidak mungkin" "Kenapa?" tanya Thio Han Liong." ujar Pak Hong memberitahukan. Lam Khie dan Paman Tua bergabung untuk menghadapi pembunuh itu dan Hek Liong Pang. Gila Gila Gila " " Eeh?" Pak Hong terbelalak." "Ha ha ha" Pak Hong tertawa." "Ha ha ha" Pak Hong tertawa gelak "Itu tidak mungkin." sahut Tan Giok Cu. mungkinkah pembunuh mereka ketua Hek Liong Pang itu?" tanya Thio Han Liong. "Situasi rimba persilatan tiada urusan dengan kami." "Paman Tua." Pak Hong mangguj-manggut. "Kini Hek Liong Pang pasti kuat sekali." "Paman Tua" Tan Giok Cu memberitahukan. Aku dengar kepandaiannya masih di atas kepandaian si Mo." "oh?" Thio Han Liong tersentak"Kok Paman Tua menduga begitu?" "Karena kelihatannya pembunuh itu ingin menguasai rimba persilatan.." ujar Pak Hong sungguh-sungguh.." "Tapi situasi rimba persilatan." ujar Thio Han Liong seakan-akan mengusulkan. "oleh karena itu." Pak Hong menghela nafas panjang. "Alangkah baiknya Tong Koay. "sebetulnya siapa pembunuh itu?" gumamnya. "Dia seorang wanita berusia lima puluhan. karena si Mo sudah bertanding dengan dia" " Kalau begitu. itu adalah gengsi kami. "Gadis galaki engkau murid siapa? Kok begitu tidak ." "Betul.bergabung dengan perkumpulan itu." "Dasar gila" ujar Thio Han Liong. bahkan juga amat lihay. "Aku memang si Gila dari utara." "Gadis galak" Pak Hong tertawa lagi." "Kalau begitu. "Kalian harus berhati-hati." Thio Han Liong mengerutkan kening. "Kelihatannya hanya berikutnya adalah para ketua partai.

" " Hati-hati. Thio Han Liong tidak keburu berkelit. si Gila dari utara itu berdiri termangu-raangu di tempat. Bagus Aku sangat tertarik kepada kalian. (Ilmu Cakar Naga) yang didapatkannya dari Tiga Tetua siauw Lim Pay. karena serangan Thio Han Liong begitu hebat. "Ha ha ha" Pak Hong tertawa terbahak-bahak. "Thay Kek Kun" pak Hong tersenyum. tapi. Maukah kalian menjadi muridku?" "Terima kasih atas maksud baik Paman. sebetulnya engkau murid siapa?" Thio Han Liong tidak menyahut. "Berhenti Berhenti sudah sepuluh jurus" ujar Tan Giok Cu mendadakPak Hong segera berhenti menyerang. maka ia harus mencurahkan perhatiannya untuk menangkis.." Thio Han Liong mengangguk" Kalau dalam sepuluh jurus Paman mampu mengalahkannya.. "Guruku. lama sekali barulah membuka mulut. "Ya... "Engkau menolak?" Pak Hong tertegun. menangkis sekaligus balas menyerang. maka terpaksa menangkis serangan itu dengan ilmu Thay Kek Kun. "Engkau bisa ilmu andalan siauw Lim Pay juga." "Tidak apa-apa. "siapa Bibi sian sian itu?" tanya Pak Hong. aku akan mulai menyerangmu" Pak Hong dan langsung menyerangnya.. "Anak muda. Pak Hong langsung menyerangnya bertubi-tubi. "Baik. Bersiapsiaplah" "Paman tua. "Ternyata engkau adalah murid Bu Teng Pay sambutlah jurus ke tiga ini" Pak Hong mulai menyerang dengan dahsyat.karuan?" "Bibi sian sian adalah guruku. "Haah?" Pak Hong tampak terkejut. gadis itu memang sengaja mempermainkan Pak Hong." Tan Giok Cu tersenyum-senyum.." Pak Hong tersenyum. "Bagus. aku pasti langsung pergi. namun Pak Hong sudah tertawa sambil berkata kepada Thio Han Liong.Mungkin kalian tidak percaya akan kehebatan kepandaianku. sebetulnya engkau murid siapa?" "Aku belajar ilmu silat dari ayah" jawab Thio Han Liong ." "Paman Tua ." Thio Han Liong menggelengkan kepala. Kini ia mengeluarkan itmu Kiu Im Pek Kut Jiauw. Thio Han Liong terpaksa berkelit. "Eh?" Pak Hong tercengang. maka kami berdua bersedia jadi muridmu. Thio Han Liong mengelak dan sekaligus balas menyerang dengan ilmu Liong Jiauw Kang. "Tak disangka engkau begitu hebat juga" Usai berkata begitu." sahut Tan Giok Cu." Thio Han Liong ingin menegurnya. sebab Pak Hong bertanya sambil menyerangnya. Kalau dalam sepuluh jurus aku tidak <sapat mengalahkanmu." ujar Tan Giok Cu mendadak"Adik manis. "Kita hanya bertanding sepuluh jurus dengan tangan kosong. namun Pak Hong menyerangnya lagi.

aku pasti kalah. kini muncul lagi seorang pembunuh lain." "Itu adalah semacam ilmu pukulan. Tampak dua padri tua sedang duduk berhadapan di ruang meditasi." "Seng Hwi memiliki ilmu pukulan cing Hwee Ciang. maka Iweekang mereka tinggi sekali." Tan Giok Cu manggut-manggut.Thio Han Liong dan Tan Giok Cu menggelenggelengkan kepala"Kepandaian Pak Hong sangat tinggi. setelah Thio Bu Ki hidup mengasingkan din di pulau itu. "Dalam rimba persilatan akan sering terjadi pertikaian." "Mari kita melanjutkan perjalanan" ajak Tan Giok Cu." "ooooh" Pak Hong manggut-manggut. sehingga menimbulkan pembunuhan." Kong Bun Hong Tio ." "Betul. sebab cuma beberapa tahun kita berlatih Iweekang. "Pantas engkau begitu lihay. sedangkan mereka sudah puluhan tahun berlatih. sungguh mengherankan. "sutee. kapan kepandaian kita akan setinggi Pak Hong dan lainnya?" "Adik manis" Thio Han Liong tersenyum. aku tidak begitu suka berkecimpung di rimba persilatan." ujar Thio Han Liong sambil menghela nafas." "Suheng. justru bermunculan jago jago berkepandaian tinggi dalam rimba persilatan.jujur." "Hah?" Pak Hong tampak terkejut." sahut Thio Han Liong. "siapa ayahmu?" "Ayahku adalah Thio Bu Ki. "Kita masih kurang pengalaman dan Iweekang kita pun belum mencapai tingkat tinggi. " Kakak tampan. " Kong Ti seng ceng menggeleng-gelengkan kepala"Pembunuh itu juga membunuh para murid partai lain. namun sayup. kemudian mereka berdua meloncat ke atas punggung kuda tunggang mereka. Pembunuh yang baru muncul itu entah memiliki ilmu pukulan apa. Mereka berdua saling memandang dengan kening berkerut-kerut. Thio Han Liong mengangguk. situasi dalam rimba persilatan makin memburukTempo hari Seng Hwi membantai para murid kita lantaran salah paham. Kalau pertandingan tadi tidak dibatasi sepuluh jurus.sayup terdengar suara tawanya. entah apa tujuannya berbuat begitu?" "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio"Kita sama sekali tidak tahu siapa pembunuh itu. "Aaaah " Kong Bun Hong Tio menghela nafas panjang. "Tapi juga pernah mendapat petunjuk dari sucouw Thio sam Hong dan Tiga Tetua siauw Lim Pay. bagaimana mungkin aku dapat mengalahkanmu dalam sepuluh jurus? Ha ha ha Anak muda sampai jumpa" Pak Hong melesat pergi. bagaimana kalau kita semua ke pulau Hong Hoang Te?" "Aku sependapat denganmu. pada dada setiap korban pasti terdapat tanda merah sebesar telapak tangan. Aku memang tidak mau berkecimpung dalam rimba persilatan. setelah kita memperoleh Teratai salju. -ooo00000ooo Bab 20 Kejadian yang Tak Terduga sunyi sepi di dalam kuil siauw Lim sie." "oooh" Tan Giok Cu mengangguk "Kakak tampan. Engkau adalah anak Thio Bu Ki.

setelah itu seng Hwi mengajak Thio Han Liong pergi menemui ibunya. Kong Ti seng Ceng" Lie Lian ciu dan song wan Kiauw segera memberi hormat. Mereka sudah berada di ruang depan. namun Thio Han Liong secara tidak langsung telah menyelamatkan siauw Lim sie-" "oh?" Jie Lian ciu tercengang. cepat suguhkan teh wangi untuk mereka" "ya." Di saat mereka sedang bercakap-cakap denganserius. "Omitohud" sahut Kong Ti seng Ceng." "Omitohud" Kong Bun Hong Tio terkejut bukan maini "Kapan kejadian itu?" "Beberapa bulan yang lalu. "Beberapa murid partai lain juga sudah menjadi korban" "Aaahi." Kong Bun Hong Tio mengangguk dan mem beritahukan. apakah di tengah jalan ia . "Kong Bun Hong Tio. "Maaf. "sutee" Kong Bun Hong Tio bangkit berdiri "Mari kita pergi menemui mereka. ketua Bu Teng Pay Jit Lian ciu dan song Tayhiap datang berkunjung. "Kita tidak tahu ilmu pukulan apa itu." "oooh" Jie Lian ciu manggut-manggut. "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio"Hari itu In Tayhiap pulang." "Tan Giok cu?" Kong Bun Hong Tio tertegun." "Dada mereka terdapat sebuah tanda merah?" tanya song Wan Kiauw. "Hong Tio." "Baik suheng" Kong Ti seng Ceng mengangguk dan bangkit berdiri. kebetulan pembunuh misteri yang memiliki ilmu pukulan cing Hwee Ciang muncul pula. kedatangan kami telah mengganggu ketenangan Hong Tio dan seng ceng" "Omitohud" sahut Kong Bun Hong Tio"Tidak "apa-apa." jawabjie Lian ciu memberitahukan.menggeleng-gelengkan kepala. tibatiba muncul Goan Liang." ujarnya. "Gadis itujuga ke sini. katanya ingin menemui Thio Han Liong. kemudian mereka berdua berjalan menuju ruang depan. "Kong Bun Hong Tio." Goan Liang segera pergi. "ya. "seorang gadis remaja bernama Tan Giok Cu membawanya pulang ke gunung Bu Tong. Thio Han Liong memberitahukan kepadanya tentang urusan seng Kun dengan cia sun. "Apakah siauw Lim Pay tidak mengalami sesuatu?" "Omitohud" Kong Bun Hong Tio menghela nafas panjang." song wan Kiauw menghela nafas panjang.. Mungkin ada sesuatu yang penting. "Ketika Thio Han Liong berada di sini. In Lie Heng sutee kami pun mati terbunuh. "Omitohud" sahut Kong Bun Hong Tio"Goan Liang. "Beberapa murid kami mati terbunuh. silakan duduk" Jie Lian ciu dan song wan Kiauw duduki setelah itu jie Lian ciu pun bertanya dengan serius. "Mereka tidak bertemu." "Mereka bertemu?" tanya song wan Kiauw.

" sahut Kong Bun Hong Tio sambil menghela nafas panjang.Wakil ketua Hek Liong Pang adalah si Mo." Kong Bun Hong Tio mengangguk"Belum lama ini Hek Liong Pang berdiri dalam rimba persilatan secara resmi.bertemu pembunuh itu?" "Aku pikir memang begitu." Jie Lian ciu segera membalas . "Kami baik-baik saja." ujar song wan Kiauw memberitahukan. sedangkan ke dua pengemis ilu adalah Ci Hoat dan Coan Kang Tianglo..Apa kabar selama ini?" "Omitohud Kami baik-baik saja.. "Di dada setiap korban terdapat tanda merah." "Hiat " gumam Kong Ti seng Ceng. " Cepat undang mereka masuki sahut Kong Bun Hong TioGoan Liang segera pergi. tapi. mungkinkah Hiat Ciang (Pukulan Berdarah)?" "Hiat Ciang?" song Wan Kiauw dan lie Lian ciu mengerutkan kening." song wan Kiauw menggeleng-gelengkan kepala seraya berkata. "Apakah dalam rimba persilatan terdapat ilmu tersebut?" "Tidak pernah dengar. Kebetulan gadis remaja itu melihatnya. maka membawanya pulang ke gunung Bu Tong. Dulu Thio Bu Ki berhasil menuntun mo Kauw kejatan yang benar. apa kabar?" Coan Kang Tianglo memberi hormat. "Apakah Hong Tio mendengar tentang Hek Liong Pang?" "Sudah." Di saat bersamaan." ujar song wan Kiauw sambil menggeleng-gelengkan kepala. muncul Goan Liang melapor. Ketika sadar In sutee menyebut kata 'Hiat' entah apa maksudnya?" "Hiat?" Kong Bun Hong Tio mengerutkan kening.. namun kami tidak tahu siapa ketua Hek Liong Pang ituKalau tidak salah Hek Liong Pang di ketuai oleh seorang wanita yang berkepandaian tinggi sekali-" "Kini rimba persilatan semakin kacau." sahut Kong Bun Hong Tio"Ketua Bu Tong Pay dan song Tayhiap. Kini siapa lagi yang akan menaklukan kaum setan iblis ilu? Omitohud. tiada seorang kaum rimba persilatan punva julukan Hiat-. "Guru tidak mampu mengobatinya. "Seingat-ku. "Aaaahi-" "oh ya" song Wan Kiauw memandang Kong Bun Hong Tio seraya bertanya. sudah sekian lama kita tidak bertemu. "Mungkin julukan si pembunuh itu" " Kami pun menduga begitu. hanya dapat menyadarkannya saja. bahwa ketua Kay Pang dan Dua Tetua datang berkunjung. Gadis itu bernama su Hong seki ketua Kay pang. berjalan ke dalam bersama dua orang pengemis tua. "mungkinkah ketua Hek Liong Pang adalah pembunuh itu?" "Entahlah. Berselang sesaat tampak seorang gadis berusia dua puluhan membawa sepasang tongkat bambu berwarna hijau. "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio"Selamat datang Ketua dan Tetua Kay Pang" "Ha ha ha" Ci Hoat Tiang lo tertawa gelak"Kong Bun Hong Tio dan Kong Ti seng Ceng." Kong Bun Hong Tio menggelengkan kepala"Kelihatannya kaum setan iblis ingin menguasai rimba persilatan.

Mungkinkah ketua Hek Liong Pang adalah pembunuh itu. entah apa maksudnya itu?" "Hiat?" ci Hoat Tiang lo mengerutkan kening.. tentunya ada sesuatu yang penting kan?" "Betul. lalu membunuh kita semua pula. hanya tahu dia adalah seorang wanita berusia lima puluhan." "Kong Bun Hong Tio tahu siapa pembunuh itu?" tanya su Hong sek"Maaf" Kong Bun Hong Tio menggelengkan kepala." Jie Lian ciu menggeleng-gelengkan kepala. dadanya juga terdapat sebuah tanda merah" ujar jie Lian ciu sambil menghela nafas panjang. "Kami sama sekali tidak tahu." "oh?" Ci Hoat Tianglo menatap song wan Kiauw seraya bertanya.memberi hormat. Wakil ketua adalah si Mo-Buyung Hok. "Apabila kita bergabung.. "In Lie Heng sutee kami itu pun terbunuh beberapa bulan lalu. tapi.." song Wan Kiauw menjelaskan." "Mungkinkah begitu?" tanya Gan Kang Tianglo dengan kening berkerut." "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio"Kami sudah tahu itu. "Itu adalah julukan pembunuh atau nama ilmu pukulan?" "Kami justru sedang membicarakan ini.Belum lama ini banyak anggota kami yang terbunuh. "Kenapa song Tayhiap menduga begitu?" "Menurutku. Hong Tio. "Dia menghendaki kita berkumpul semua... dada mereka terdapat tanda merah.. tapi.." Kong Bun Hong Tio memandang jie Lian ciu." sahut Tianglo itu. "Bagaimana Gan Kang Tianglo?" "Kami pun baik-baik saja... namun tetap tidak dapat menduga siapa pembunuh itu" "Hek Liong Pang secara resmi berdiri dalam rimba persilatan." Gan Kang Tianglo menggelengkan kepala "Tiada seorang pun yang tahu siapa dia. sebab beberapa murid kami pun terbunuh dengan cara yang sama. "Kenapa harus membunuh dengan cara sadis begitu?" "Dia ingin memperlihatkan kelihayan ilmu pukulannya..." "Bukankah pembunuh itu bisa menantang langsung kepada kita?" ujar Gan Kang Tianglo. dia menyebut 'Hiat'." "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio- . "Kesimpulan kami memang begitu.su Hong sek mengangguk. tentunya dia tidak berani memancing kemarahan kita kan? sebab dia pun membunuh murid-murid GoBi. sanggupkah pembunuh itu membunuh kita?" "Kalau dia tidak yakin. maka su Hong sek dan ke dua Tianglo itu langsung memandang ketua Bu Tong pay. "sebelum menghembuskan nafas penghabisan. Tapi ketua Hek Liong Pang. bahkan juga pengecut. "Ketua Kay Pang" tanya Kong Bun Hong Tie "Kalian ke mari secara mendadak. "perbuatannya itu membuktikan bahwa ia amat licik. Hwa san dan Khong Tong Pay."jawab lie Lian ciu dan melanjutkan.. Kun Lun.

"Tapi kapan pertemuan itu diadakan?" "Bagaimana kalau tanggal lima belas bulan depan?" tanya jie Lian ciu. kami mohon pamit. Kun Lun. Hwa san dan ketua Khong Tong Pay juga harus bergabung dengan kita. "oh ya Kong Bun Hong Tio. "Tapi aku masih tidak habis pikir." "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio. Asal jangan minta daging saja. maka pihak Kay pang berpamit."jawab Kong Bun Hong Tio"Baiklah" Jie Lian ciu manggut-manggut"Kong Bun Hong Tio." "Setuju. maka harus kami yang mengundang. "Jadi kita pastikan tanggal lima belas bulan depan berkumpul di sini semua. Kong Ti seng Ceng. Omitohud. "Apabila perlu. otomatis kita akan bertambah kuat. kita bergabung saja untuk melenyapkan pembunuh itu." "selain menghadapi pembunuh itu. kemudian menambahkan." sementara itu."Mungkinkah dia punya suatu rencana tertentu?" "Memang mungkin. apa sebabnya orang itu memusuhi kita? Apakah dia punya dendam kesumat pada kita?" "Tempo hari yang membuat kami pusing adalah seng Hwi. Dalam perjalanan ini cinta kasih mereka semakin bersemi." jie Lian ciu manggut-manggut. kita pun harus bersiapsiap menghadapi Hek Liong Pang.seorang lelaki tua dan seorang wanita berusia lima puluhan. dan harus mengundang para ketua partai lain. mendadak muncul dua orang menghadang di depan mereka." setelah ada kepastian itu. siapa yang akan pergi mengundang para ketua? Kami atau pihak siauw Lim?" tanya jie Lian ciu"Karena pertemuan itu diadakan di kuil kami."Untuk itu kita harus mengadakan pertemuan resmi. namun masih tampak cantik." sahut Coan Kang Tianglo dan menambahkan. itu sungguh membingungkan" Kong Bun Hong Tio menggeleng-gelengkan kepala"Apa boleh buat" ujar Jie Lian ciu. "Baiki" su Hong seki ketua Kay Pang mengangguk"Tapi di mana tempat pertemuan kita?" "Omitohud" sahut Kong Bun Hong Tio"Bagaimana kalau di kuil ini saja?" "Baiki" Coan Kang Tianglo mengangguki "Tapi harus ada arak lho" "Omitohud Itu apa boleh buat. maka tidak heran kalau Tan Giok Cu terus tersenyum bahagiaitu." "Betul-" Ci Hoat Tianglo manggut-manggut. siapa mereka berdua itu? Tidak lain adalah si Mo-Buyung Hok dan ketua Hek Liong Pang-Kwee In . kini muncul lagi seorang pembunuh misteri lain memusingkan kita semua. Thio Han Liong dan Tan Giok Cu terus melakukan perjalanan menuju gunung soat san. ketika mereka memasuki sebuah hutan." ujar Kong Bun Hong Tio sambil tertawa. begitu pula pihak Bu Teng pay." ujar song Wan Kiauw"Karena kelihatannya Hek Liong pang ingin menguasai rimba persilatan. "Ketua GoBi.

si Mo" ucap Thio Han Liong sekaligus memberi hormat. sehingga langsung berseru tak tertahan. kita berjumpa lagi" ujar si Mo sambil menatap Thio Han Liong dengan dingin sekali. "Kalau begitu aku terpaksa harus menghadapimu" "Ha ha ha" si Mo tertawa gelak"Anak muda hari ini aku akan membunuhmu Ha ha ha. "Kenapa engkau membunuh beberapa anggotaku?" "Aku hanya menyelamatkan Hakim souw. "Tak disangka sama sekali. "wanita itu adalah ketua Hek Liong pang." Thio Han Liong mengerutkan kening.Loan. "Ketua Hek Liong Pang. " Engkau pasti tahu bagaimana sifatku." Tan Giok Cu mengangguki "Engkau kenal guruku?" "He he he" Kwee In Loan tertawa terkekeh." "Diam" bentak Kwee In Loan.. "Gurumu sudah menceritakan tentang diriku?" tanya Kwee In Loan dengan nada dingin." "Bibi guru adalah tingkatan tua." Kwee In Loan." Tan Giok Cu mengangguki "Hmm" dengus Kwee In Loan." "Apa?" Kwee In Loan tersentak" Yo sian sian adalah gurumu?" "Ya." "oh?" Thio Han Liong menatap Kwee In Loan.. setelah itu barulah aku akan pergi ke kuburan tua itu mencari gurumu.. aku tidak berani. kenapa barusan membentak-bentak kakak Han Liong?" "oh?" Kwee In Loan tersenyum dingin. urusan Giok Cu dengan pihakmu hanya dikarenakan salah paham. Hari ini dia akan membuat perhitungan dengan kekasihmu itu. lalu menatap Tan Giok Cu dengan tajam sekali." "Ketua Hek Liong Pang" Thio Han Liong maju ke hadapan Kwee In Loan. "Ya. kemudian memberi hormat seraya berkata. "Hmm" dengus si Mo memberitahukan. "Engkau adalah Kwee In Loan Bibi guruku?" "Betul. "Aku akan menangkapmu. ternyata engkau adalah muridnya " " He he he. "Selamat berjumpa. kemudian seaera mengerahkan Kiu Yang sin Kang.. "Giok Cu" ujar Kwee In Loan. Katakan siapa gurumu?" "Guruku adalah Bibi sian sian" "she apa gurumu?" "she Yo.. tertawa dingin." Tan Giok Cu mengangguk " Kalau begitu." sahut Tan Giok Cu dingin"Engkau adalah ketua Hek Liong Pang.. "Ha ha ha Anak muda." Kwee In Loan mengangguk "Bibi guru" Tan Giok Cu sebera memberi hormat." "si Mo.-" "Engkau. "Engkau begitu menyayanginya?" "ya. " Kalau tidak salahi engkau bernama Tan Giok Cu. berkomentar apa pun" sahut Tan Giok Cu." Tan Giok Cu mengerutkan kening dan tiba-tiba teringat sesuatu. .

suara tawa itu membuat Tan Giok Cu menoleh. tapi mendadak dihadang oleh Kwee In Loan. Maka terjadilah pertarungan yang amat seru. muncullah sosok bayangan merahseorang tua berjubah merah berdiri di situ. lalu selangkah demi selangkah mendekatinya dengan maksud menghabiskan nyawanya. itu membuat si Mo tertawa gelak. dan jenggotnya semuanya merah bahkan suling yang di tangannya berwarna merah"Hiat Locianpwee.Begitu mendengar suara suling itu. kemudian balas menyerang dengan Thay Kek Kun. Namun mendadak terdengarlah suara suling yang bernada aneh.." seru Tan Giok Cu. sehingga dadanya terpukul oleh pukulan itu."Anak muda Bersiap-siaplah untuk mampus" bentak si Mo sambil menyerangnya. sebab mereka samasama mengeluarkan ilmu Kiu Im Pek Kut liauw. "si Mo" serunya cepat. kemudian menyerang dengan ilmu Kiu Im Pek KutJiauw.. maka ketika Kwee In Loan berseru. "Aaaakh.Begitu melihat Thio Han Liong terdesak. Hiat Locianpwee"jawab Kwee In Loan. Duuuk "Aaaakh " jerit Thio Han Liong dan terpental beberapa depa. si Mo menatapnya sambil tertawa dingin.. Walau badannya tidak bisa bergerak namun mulutnya masih bisa bersuara. Thio Han Liong mengeluarkan ilmu Liong jiauw Kang (flmu Cakar Naga) untuk menangkis serangan-serangan yang dilancarkan si Mo. sementara Thio Han Liong berusaha bangkit berdiri. "uaaaakh " "Kakak tampan." ujar orang tua berjubah merah "ya.. la segera menoleh dan di saat bersamaan. "Hmm" dengus orang tua berjubah merah"Engkau berani tidak memberi hormat kepadaku?" si Mo diam saja- . tapi roboh lagi. sementara pertarungan antara Thio Han Liong dengan si Mo pun semakin seru dan sengit.. ia pun langsung berdiam di tempat. terimalah hormatku" Kwee In Loan sambil memberi hormat mengangguk"Kwee In Loan. Kemudian ia roboh dan mulutnya menyemburkan darah segar. air muka Kwee In Loan langsung berubah hebat. Rambut. Tak lama kemudian. Puluhan jurus kemudian. wajah. "Jangah sembarangan bertindak" sebetulnya si Mo juga tersentak oleh suara suling itu.-" jerit Tan Giok Cu lalu roboh tak bergerak lagiSuara jeritannya membuat Thio Han Liong terkejut bukan main." Mendadak orang tua berjubah merah menuding si mo"Engkau adalah si mo-Buyung Hok?" "Betul. Thio Han Liong tidak sempat berkelit maupun menangkis. Tan Giok Cu ingin membantu Thio Han Liong. bahkan sekaligus diserangnya. Thio Han Liong mulai berada di bawah angin. engkau sudah kembali di Tionggoan ini. cemaslah hatinya otomatis jadi lengah pula." sahut si Mo tanpa memberi hormat. Thio Han Liong cepat berkelit. si Mo menyerang dadanya. "Engkau.. Maka Kwee In Loan berhasil menotokjalan darah Leng Tay Hiat dupunggung gadis itu.

maka kuampuni. "oooh" Hiat Mo manggut-manggut. bagaimana lukamu? Apakah parah sekali?" tanya Tan Giok Cu." Thio Han Liong tersenyum dan berbisik. "Apakah Hiat Locianpwee berniat menjadi ketua Hek Liong Pang?" tanyanya." Kwee In Loan manggut-manggut. kemudian memandang Tan . "Namaku Tan Giok Cu. Hiat Locianpwee. "Adik manis.orang tua berjubah merah itu menghampiri mereka." sahut Thio Han Liong sambil tersenyum. Bu Tong dan Kay Pang?" "ya." orang tua berjubah merah memberitahukan." gumam Thio Han Liong. "siapa yang terkena ilmu Hiat mo Ciang (Ilmu Pukulan iblis Darah) pasti mati.. "Aku sama sekali tidak berniat.. "Aku adalah Hiat Mo dari Kwan Gwa (iblis darah Dari Luar Perbatasan). "Cepat bebaskan jalan darahnya" "ya-" Kwee In Loan segera membebaskan jalan darah gadis itu." ucap Kwee (n Loan. dan menatap Tan Giok Cu dengan tajam sekali. dadanya terkena pukulanku sehingga terluka parah-" " Kakek In telah meninggal. " Kakak tampan. bahkan mengangkat si Mo sebagai wakil ketua." Thio Han Liong menatapnya dengan kening berkerut-kerut. "Hiat. "Aku tidak apa-apa. "Kami bertanding." "Tapi tadi engkau memuntahkan darah segar. apakah dadamu masih terasa sakit?" "Sudah tidak begitu sakit lagi. Di saat mereka bercakap-cakap. "Ya-" Hiat Mo mengangguk." "Terimakasih. "Engkau ingin menyaingi partai siauw Lim. engkau tidak usah khawatir."si Mo" ujar Kwee In Loan sambil memberi isyarat" Cepat memberi hormat kepada Hiat Locianpwee" si Mo mengerutkan kening.. kenapa bibi guruku kelihatan begitu takut kepadanya?" sahut Tan Giok Cu dengan suara rendah. "Adik manis. kemudian memandang Tan Giok Cu yang menggeletak di samping Kwee In Loan. "Engkau telah mendirikan Hek Liong Pang. "Locianpweekah yang membunuh Kakek In?" "siapa Kakek In?" tanya Hiat Mo"In Lie Heng dari Bu Tong Pay" sahut Thio Han Liong. Tan Giok Cu langsung berlari ke arah Thio Han Liong dengan air mata bercucuran. "Hiat Mo?" Tan Giok Cu mengerutkan kening." ujar Hiat Mo. siapa Locianpwee?" Tan Giok Cu balik bertanya sambil menatapnya. entah siapa orang tua berjubah merah itu?" "Aku justru masih merasa heran. kemudian memberi hormat kepada orang tua berjubah merah itu"Ha ha ha" orang tua berjubah merah itu tertawa gelak " Karena engkau sudah memberi hormat kepadaku. "Gadis cantik." sahut orang tua berjubah merah. siapa namamu?" tanya orang tua berjubah merah itu." ujar orang tua berjubah merah itu sambil menatap Kwee In Loan. Begitu bisa bergerak.

"Giok Cu." teriak Tan Giok Cu. biar Hiat Mo yang membunuhmu kelak Ha ha ha. Begitu jalan darahnya tercengkeram. la tidak menunggang kuda lagi. "Anak muda. setelah itu si Mo mendekati Thio Han Liong "Hmm" dengus si Mo dingin.. karena kelak dia masih akan berurusan denganku" "Kakak tampan Telong aku" teriak Tan Giok Cu "Kakak tampan.. "si Mo. "Aku tidak akan membunuhmu sekarang. Itu membuatnya cemas sekali." "Kenapa aku harus ikut?" tanya Tan Giok Cu heran." "Tidak mau Tidak mau Tidak mau. kelak apabila engkau mampu mengalahkanku. kalau engkau tak tahu diri sekarang.Giok Cu.mari kita pergi" ajak Kwee In Loan kemudian mereka berdua melesat pergi.." "Ha ha ha" Hiat Mo tertawa terbahak-bahaki kemudian mendadak pergi laksana kilat. "Pokoknya aku tidak mau ikut engkau." panggil Thio Han Liong dengan suara rendah"Adik manis " Entah berapa lama kemudian. "Ha ha ha" Hiat Mo tertawa gelak"Aku akan membawamu pergi" "Lepaskan Lepaskan" teriak Tan Giok Cu. selangkah demi selangkah ia berjalan dengan kepala tertunduk." Tan Giok Cu berkeras." "oh?" Hiat Mo tertawa." "Locianpwe " Wajah Thio Han Liong langsung memucat. "Biar bagaimana pun engkau harus ikut. "Anak muda" ujar Hiat Mo sungguh-sungguh"Kini engkau masih bukan lawanku... Tan Giok Cu merasa tangannya berkesemutan dan tak bisa bergerak lagi. "Engkau jangan coba-coba membunuhnya. aku pasti membunuhmu. barulah Thio Han Liong meninggalkan tempat itu. "Locianpwee" Thio Han Liong menghampirinya sambil memberi hormat"Aku harap Locianpwee mau melepaskannya" "Anak muda" Hiat Mo menatapnya tajam"Sudah kukatakan biar bagaimana pun aku akan membawanya pergi-" "Locianpwee " Thio Han Liong mengerutkan kening. kemudian memandang si Mo seraya berkata. "Adik manis Adik manis. "Adik manis Adik manis.." "Aku tidak mau ikut. aku pasti mengembalikan Tan Giok Cu kepadamu. engkau harus ikut aku.. .." ujar Hiat Mo dingin.." tegas Hiat Mo "Kalau tidak.. engkau pasti kubunuh. "Pokoknya engkau harus ikut aku." Thlo Han Liong diam saja." seru Thio Han Liong. sementara si Mo dan Kwee In Loan saling berpandangan. Namun Hiat Mo dan Tan Giok Cu sudah lenyap dari pandangannya. Akan tetapi. kemudian mendadak menyerangnya dengan ilmu Kiu Im Pek Kut Jiauw. tangan Hiat Mo bergerak cepat mencengkeram jalan darah Wan Kut Hiat yang di lengan gadis itu.

.. ya?" "siapa orang tua itu?" "orang tua itu mengaku dirinya Hiat Mo-" "Hiat Mo?" Ciu Lan Nio tampak terkejut sekali... orang tua berjubah merah itu membawamu pergi." "Engkau.." "Hi hi hi" Mendadak terdengar suara tawa cekikikan dan tak lama kemudian muncullah seorang gadis berpakaian merahgadis itu ternyata Ciu Lan Nio. di mana kekasihmu? Kenapa tidak berada di sisimu?" tanya Ciu Lan Nio mendadak"Dia dia.. yang pernah mengecup pipi Thio Han Liong. Hanya saja. "ya"Thio Han Liong mengangguk"Hiat Mo bilang. engkau tidak usah cemas. itu membual badannya menjadi agak kurus. dan aku.. "Dia telah meninggalkanmu?" tanya Ciu Lan Nio dengan wajah berseri..Namun kini ia malah tidak tahu harus ke mana.." Thio Han Liong menundukkan kepala. Adik manis Engkau berada di mana? Aku rindu sekali kepadamu.-ooo00000oooBab 21 Gadis Berpakaian Merah sejak Tan Giok Cu dibawa pergi oleh Hiat Mo." Thio Han Liong kelihatan sudah lupa kepadanya.." Thio Han Liong menghela nafas panjang.. apabila aku mampu mengalahkannya kelaki barulah dia akan melepaskan Giok Cu. semula tujuannya ke gunung soat san untuk mencari Teratai salju.. "Aaaah " Thio Han Liong menghela nafas panjang ketika duduk di bawah sebuah pohon. yang pernah mencium pipimu. "Kenapa engkau menjadi begini?" "Aku." "Engkau berani menjamin? Maksudmu menjamin keselamatan dirinya?" . la betulbetul dalam kebingungan." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala"Han Liong" Ciu Lan Nio menatapnya dengan kening berkerut-kerut... la sering duduk melamun sambil memikirkan Tan Giok Cu. bagaimana mungkin Giok Cu akan selamat?" Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala"Aku berani menjamin." "ooohi engkau." "Engkau menjadi sedih.. "Han Liong." ujar ciu Lan Hio"Aku yakin tidak akan terjadi suatu apa pun atas diri kekasihmu itu-" "Tapi Hiat Mo itu kelihatannya kejam sekali. Apakah aku mampu mengalahkannya kelak? Kepandaiannya begitu tinggi. "Giok Cu.. "oh ya." Wajah Thio Han Liong murung sekali... "Dia tidak mencintaimu lagi?" "Dia tidak meninggalkanku bahkan juga tetap mencintai aku. "Namaku Ciu Lan Nio. Rambut awut-awutan dan pakaiannya pun kotor sekali. "seorang tua telah membawanya pergi. "Engkau siapa?" "Lupa ya?" Ciu Lan Hio tersenyum sambil duduk di sisinya. maka tidak heran kalau pemuda itu menjadi tidak karuan.. Thio Han Liong tidak mengurusi diri." "Kalau begitu..

engkau akan mati barangkali. aku tetap merindukunnya." Wajah Thio Han Liong langsung memerah..."ya. maka ia ingin mengambilnya sebagai murid."" Ciu Lan Nio melotot. apakah engkau masih akan rindu kepadanya." "Engkau." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. maka tidak boleh menyukaimu. "Tidak apa-apa." "Lan Nio" Thio Han Liong menatapnya. "Hiat Mo pasti tertarik pada Giok Cu." sahut Thio Han Liong dengan jujur. "Tapi engkau begitu setia terhadap Giok Cu. "Aku sung-guh-sungguh menyukaimu. kemudian menghela nafas panjang seraya berkata." "Seandainya Giok Cu mati?" "Akupun tidak akan mencintai gadis lain." (Bersambung ke Bagian 11) Jilid 11 "oooh" Thio Han Liong menarik nafas lega.. sebab itu akan membuatmu menderita.. Aku." "Han Liong" Ciu Lan Nio menatapnya dengan kening berkerut-kerut. "sebaiknya engkau jangan menyukaiku. Aku berani menyukai harus pula berani menanggung penderitaan. kelak pasti mampu mengalahkannya" "Itu tidak mungkin..?" "Walau engkau berada di sisiku." "Tidak apa-apa...." "Itu. "Aku mau menjadi Hweeshio saja-" "Engkau bodoh sekali-" Ciu Lan Nio tertawa nyaring." sahut Thio Han Liong sungguh-sungguh." Ciu Lan Nio mengangguk sambil tersenyum.." "Aku bukan putus asa. "Aku rindu sekali kepada Giok Cu.. Apalagi urusan besar." .. "Tapi bagaimana mungkin kelak. aku." Ciu Lan Nio tersenyum. "Kepandaian Hiatiat Mo sangat tinggi sekali. aku yakin Hiat MO tidak akan mencelakatnya. "Rindu? Kalau aku selalu berada di sisimu. engkau sudah menjadi begini macam. "Aku pasti menolak-" tegas Thio Han Liong.. "Aku tidak akan mencintai gadis lain lagi. kemudian tersenyum. "Itu sudah resikoku... "Engkau kok begitu cepat putus asa? Hanya dikarenakan urusan kecil..Oleh karena itu.. Aku salut dan kagum padamu.. Tapi kalau engkau tekun berlatih terus. melainkan." "Kepandaian Hiat Mo memang tinggi sekali.". "Aku mau mencium itu dikarenakan.." "Hi hi hi" Ciu Lan Nio tertawa. mungkin kelak akan mencintaimu pula. "Tapi aku sudah punya kekasih.." Ciu Lan Nio menundukkan kepalanya sambil melanjutkan." "Memangnya kenapa?" "Sebab aku tidak akan menyukaimu. "Engkau." "Terima kasih" ucap Thio Han Liong.." Ciu Lan Nio cemberut. yang penting aku menyukaimu.." Thio Han Liong menghela nafas paniang sambil menggeleng-gelengkan kepala.. otomatis makin membuatku makin menyukaimu.. "oh ya Engkau jangan lupa lho Aku pernah menciummu.

"Engkau menyukai suara dan tarianku?" "Ng" Thio Han Liong mengangguk"Kalau begitu. tariannya pun sungguh indah gemulai. Thio Han Liong terpesona menyaksikannya.. "Tarianmu amat indah dan lemah gemulai.."jawab Thio Han Liong dengan jujur. "Han Liong. sedangkan Ciu Lan Nio sering meliriknya dengan wajah ceria. maka mulai sekarang. mendadak terdengar suara siulan yang amat halus. namun. "Han Liong.." "Terima kasih" ucap Thio Han Liong sekaligus menolak secara halus" Itu tidak perlu.-.. "Han Liong." Ciu Lan Nio melotot." "Aku menderita tidak apa-apa." Ketika gadis itu baru mau mengatakan sesuatu. terima kasih atas maksud baikmu. "Rambutmu awut-awutan." ujar Ciu Lan Nio sungguhsungguh"Yang penting engkau gembira-" "Aaah" Thio Han Liong menghela nafas panjang. badanmu pun agak kurus. "Karena Giok Cu tidak berada di sisimu. jangan dibiarkan begini" "Aku. aku senang sekali kalau engkau tersenyumAyolah cepat tersenyum" "Aku... Mulai sekarang engkau harus mengurus diri." "oh?" Ciu Lan Nio tersenyum gembira. " Hatiku merasa tidak enak-" "Tidak apa-apa. "Han Liong" Ciu Lan Nio tersenyum manis."Engkau." "Itu tidakjadi masalah. barulah Ciu Lan Nio berhenti bernyanyi dan menari.. namun setelah itu ia tersenyum lagi seraya berkata.." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. "Kalau engkau begitu terhadapku." Ciu Lan Nio menatapnya lembut. bagaimana suara dan tarianku?" "suaramu merdu sekali. " Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala"Han Liong" Ciu Lan Nio memberitahukan. "setiap hari aku akan bernyanyi dan menari untukmu. namun Ciu Lan Nio sudah bangkit berdiri gadis itu memandang Thio Han Liong sambil tersenyum-senyum. Maka air mukanya langsung berubah- . "Han Liong" ciu Lan Nio menatapnya. Berselang beberapa saat kemudian.. Bukan main merdunya suara gadis itu... "Aku pandai bernyanyi dan menari. terima kasih atas maksud baikmu-" "Eh? Engkau.sungguh" "Tapi" Thio Han Liong memandang jauh ke depan.. "Engkau baik sekali terhadapku tapi aku tidak bisa membalas. biar aku yang menemanimu." Thio Han Liong tersenyum getir.. pakaianmu kotor dan. bagaimana kalau aku bernyanyi dan menari untukmu?" Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala lagi." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. lalu duduk di hadapan Thio Han Liong seraya bertanya. kemudian mulai bernyanyi sambil menari. Aku ingin menggembirakan hatimu" "Lan Nio. akhirnya engkau pula yang akan menderita." Ciu Lan Nio tersenyum.

" Ciu Lan Nio menggelengkan kepala." "Eh?" Hiat Mo menatapnya dengan mata tak berkedip. ya. Dia memberitahukan kepadaku bahwa Hiat Mo telah menangkap kekasihnya." sahut Ciu Lan Nio dengan wajah murung.. "Kok engkau tahu?" "Tadi aku bertemu dengannya." Ciu Lan Nio tersenyum. "Engkau dari mana? setengah mati kakek mencarimu. kenapa engkau?" Thio Han Liong menatapnya heran... Dia tidak mengurusi diri.kenal kekasihnya?" "Kekasihnya adalah Thio Han Liong. Thio Han Liong berubah tidak karuan." "oh?" Hiat Mo menatapnya tajam. kita akan bertemu lagi kelak" "Selamat jalan" ucap Thio Han Liong dan menambahkan. "Han Liong. "Kok engkau begitu memperhatikan Thio Han Liong? Apakah engkau. "Dia sedih dan cemas.. "Lan Nio" Hiat Mo menggeleng-gelengkan kepala. bagaimana . kan?" "Kok tahu?" Hiat Mo heran. "Engkau kenal gadis itu?" "Ya. "Ha ha ha Engkau memang nakal sekali oh ya." "oh?" Hiat Mo tertawa gelak. "Kenapa kakek harus menyiksanya? Bukankah dia akan menjadi kawanmu?" "Belum tentu." sahut Hiat Mo"Tentunya engkau tidak berkeberatan. maka ingin mengambilnya sebagai murid. lalu melesat pergi seraya berseru... "Engkau pun.. Berselang sesaat barulah ia meninggalkan tempat itu.." Ciu Lan Nio memberitahukan. Dilihatnya seorang tua berjubah merah dengan wajah dan jenggot merah pula berdiri di situ.. "Sejak Kakek menangkap Tan Giok Cu. Ciu Lan Nio melesat ke arah suara siulan itu. "Hari itu aku menciumnya di hadapan Tan Giok Cu." "Kakek" Ciu Lan Nio menatapnya. "Terima kasih atas kebaikanmu dan terima-kasih untuk nyanyian dan tarianmu itu" "Han Liong. Rambutnya awut-awutan dan pakaiannya kotor sekali.. "Sebab dia kenal aku." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. "Aku memang tahu." "Aku memang menyukainya. "Mau apa Kakek tangkap gadis itu?" "Kakek tertarik kepadanya. maka aku terpaksa menghiburnya." panggil gadis berpakaian merah itu. "sampai jumpa." sahut Ciu Lan Nio.." Ciu Lan Nio manggut-manggut. bukan?" "Kakek tidak akan menyiksa gadis itu?" "Tentu tidak-" Hiat Mo tersenyum."Lan Nio. "Bahkan aku pun kenal kekasihnya.. la adalah Hiat mo"Kakek-. "Kalau tidak salahi kakek menangkap seorang gadis bernama Tan Giok Cu." "oh?" Hiat Mo terbelalak. "Aku harus segera pergi." "Apa?" Hlat Mo tertegun." Mendadak gadis itu menciumnya." Ciu Lan Nio mengangguk.

Kakek setuju apabila engkau mencintainya. aku tidak boleh egois." ujar Ciu Lan Nio.reaksi Tan Giok Cu ketika engkau mencium kekasihnya itu?" "Dia marah-marah sedangkan aku terus tertawa.. " Kalau Kakek berani membunuhnya.. Kalau engkau tidak melenyapkan gadis itu." "Kakek" tanya Ciu Lan Nio mendadak"Bagaimana ke dua orang tuaku meninggal?" "Mereka. aku ingin mengucapkan selamat berpisah dengan dia-" "Kenapa engkau ingin mengucapkan selamat berpisah dengan dia?" Hiat Mo heran. "Tadi aku pun mencuri menciumnya. "sebab Kakek pasti akan kembali ke Kwan Gwa. aku pasti membenci kakek selama-lamanya" "oh?" Hiat Mo mengerutkan kening." tanya Ciu Lan Nio." sahut Ciu Lan Nio dan. maka aku akan berpisah dengan dia." Hiat Mo menatapnya seraya berkata. sedangkan Thio Han Liong dan Tan Giok Cu saling mencinta." "Dia tahu engkau adalah cucuku?" "Tidak tahu. "Kakek berjanji itu" "Kakek. Aku mencintainya harus pula melihatnya hidup bahagia. seorang tua terhadap anak pun tidak boleh egois. " Kakek justru tidak habis pikir. kan?" ." Ciu Lan Nio membanting-banting kaki.." sahut Ciu Lan Nio. "Apabila gadis itu sudah mati." "Kalau begitu. "Engkau benar." "Kalau begitu. "ya. Namun dia telah mencintai Tan Giok Cu. "Aaaahi-.menambahkan... "Kalau Kakek membunuh Tan Giok Cu. akhirnya mereka mati-" "Benarkah begitu?" "Memang benar begitu" "Kakek" Ciu Lan Nio menatapnya dengan mata tak berkedip"Pokoknya Kakek tidak boleh membunuh Tan Giok Cu dan mengganggu Thio Han Liong" "Jangan khawatir" Hiat Mo tersenyum. bagaimana kalau kakek bunuh gadis itu?" "Jangan" Ciu Lan Nio menggelengkan kepala. sudah barang tentu Thio Han Liong akan mencintaimu" "Pokoknya Kakek tidak boleh membunuh gadis itu" tegas Ciu Lan Nio. "Thio Han Liong memang tampan dan kepandaiannya pun sudah cukup tinggi.. setelah itu barulah aku ke mari. Thio Han Liong pasti akan membenciku. "Kakek yakin engkau pasti sudah jatuh cinta kepada pemuda itu." Hiat Mo menggeleng-gelengkan kepala"Mereka berdua menderita semacam penyakit yang tiada obatnya. biar kakek bunuh gadis itu" ujar Hiat Mo dan melanjutkan." Mendadak Hiat Mo menghela nafas panjang. oleh karena itu.. engkau sudah jatuh cinta pada Thio Han Liong. "Bolehkah aku pergi menemui Han Liong lagi? Aku." "Kakek. bagaimana mungkin pemuda itu akan mencintaimu? " "Mencintai seseorang harus dengan setulus hati.

kemudian manggutmanggut ketika melihat rerumputan di sebelah kiri agak miring.." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. Aku yang membunuh ayahmu. " Cucuku. Ciu Lan Nio menengok ke sana ke mari. ciu Lan Nio sudah tiba di tempat tadi di mana ia bertemu Thio Han Liong. aku pergi sebentar ya?" "Baik. aku telah bersalah kepadamu." "ya. dia pasti akan bertemu Hai-Liong" ujar Ciu Lan Nio. Aku." "Ya. "sedangkan engkau punya kesempatan untuk mendekati pemuda itu. Hiat Mo pasti akan membunuh gadis itu demi cucunya." Ciu Lan Nio mengangguk." Hiat Mo tertawa.. aku." seru Ciu Lan Nio memanggilnya.. "Mereka memang akan bertemu... sedangkan Giok Cu akan memakai cadar. sekaligus melesat ke hadapannya. "Aku ke mari untuk menemanimu sebentar. "Kenapa engkau menggeleng-gelengkan kepala?" Ciu Lan Nio cemberut. Hiat Mo lalu melesat pergi menuju ke sebuah gua yang disebutnya tadi-Kalau tadi Ciu Lan Nio tidak menegaskan kepadanya jangan membunuh Tan Giok Cu." "Giok Cu tidak akan mengenal Han Liong?" Ciu Lan Nio mengerutkan kening. barulah kakek melepaskan Giok Cu" sahut Hiat Mo dan menambahkan. karena kakek akan mewariskan kepandaian kakek kepadanya.." Hiat Mo mengangguk"Kakek -" Air muka Ciu Lan Nio berubah"Kenapa Kakek akan berbuat begitu?" "Apabila Han Liong mampu mengalahkan kakek... Kakek.. setelah dia menguasai ilmu kepandaian Kakek.. kemudian ibumu membunuh diri setelah melahirkanmu. barulah kakek akan melepaskannya pulang ke Tionggoan. "Tidak senangkah aku ke mari?" "Lan Nio... "Engkau. segeralah ia melesat ke sana. dialah Thio Han Liong. "Han Liong Han Liong. namun. "Kakek.Terima kasih" ucap Ciu Lan Nio lalu melesat pergi"Aaaah " Hiat Mo menghela nafas panjang. kakek menunggumu di dalam gua itu.." Hiat Mo mengangguk"Tapi jangan lama-lama.... Ha ha ha-" "Kakek "" Wajah Ciu Lan Nio kemerah-merahan. namun pemuda itu sudah tidak ada di situ. dilihatnya seorang pemuda sedang berjalan dengan kepala tertunduk." "Eh?" Thio Han Liong langsung berhenti dan terperangah ketika melihat gadis itu. "Apakah Kakek akan menggunakan ilmu hitam untuk mempengaruhi Giok Cu?" "ya. "Kakek harus membawa Giok Cu ke Kwan Gwa. . aku sungguh berdosa" Usai bergumam. sepertinya pernah diinjak orang.. Tak seberapa lama."Hgmm" Hiat Mo manggut-manggut." Thio Han Liong menghela nafas panjang." "Kalau begitu." "Lan Nio.. "Giok Cu tidak akan mengenalnya. "Han Liong.

" "Pemandangan di sini indah sekali?" Thio Han Liong melongo karena di tempat itu hanya terdapat rerumputan dan tanah gersang. sosok itu ternyata seorang pemuda berwajah pucat." Mendadak Ciu Lan Nio tersenyum getir. tapi kenapa engkau bilang indah sekali?" "Karena.Engkau sudah tersenyum. pemuda ini kekasihmu?" . Aku aku harap engkau maklum dan mau mengerti" "seandainya " tanya Ciu Lan Nio sambil menatapnya." Ciu Lan Nio menundukkan kepala." "Aku tahu bagaimana perasaanmu. maka aku bilang begitu" "oooh" Thio Han Liong tersenyum. maka aku gembira sekali.. mari kita duduk sebentar" Thio Han Liong menatapnya. "Nona ciu." sahut Ciu Lan Nio sambil tersenyum... yang tidak lain Kwan Pek Him. itu adalah urusanku.. engkau " Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala dan timbul rasa kasihan pula kepadanya"Aku " "Jangan berkata apa pun" Ciu Lan Nio tersenyum"yang penting engkau gembira. sungguh bahagia dia" "Lan Nio.." sahut Thio Han Liong sungguh-sungguh. "Aku sudah punya kekasih." Thio Han Liong duduk di bawah sebuah pohon dan Ciu Lan Nio segera duduk di sisinya.. "Tiada pembicaraan. "engkau begitu setia kepada Tan Giok Cu." sahut Ciu Lan Nio sambil tertawa gembira"Lan Nio.H?" Ciu Lan Nio terbelalak. kelak aku menderita atau bagaimana. namun. aku. "Baiklah. lama sekali barulah mengangguk. "Terus terang." Ketika Thio Han Liong ingin mengatakan sesuatu." pemuda itu tergagap. maka tidak bisa menerima cintamu.. aku yakin engkau akan bertemu pemuda yang baik pula kelak. kemudian melirik Thio Han Liong seraya bertanya. namun Ciu Lan Nio justru mengatakan indah sekali tempat itu. bagaimana engkau?" "Aku pun tidak bisa hidup lagi." "Han Liong ." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala." "Engkau adalah gadis yang baik. "Han Liong. "Pemandangan di sini indah sekali. "Ada apa?" Thio Han Liong heran karena gadis itu menatapnya dengan mata terbelalak"Engkau engkau sudah tersenyum." ujar gadis itu karena tiada pembicaraan. "Mau apa engkau ke mari?" "Nona Ciu. "Tan Giok Cu mati. "Haaa.... Tapi begitu bertemu denganmu . tiba-tiba sosok bayangan berkelebat ke arah mereka. itu tidak jadi masalah bagiku. sebab engkau akan menderita kelak" "Aku sudah bilang dari tadi.."Jangan terlampau baik terhadapku. "Engkau tidak salah? Di tempat ini hanya terdapat rerumputan kering dan tanah gersang. "Han Liong. murid kesayangan si Mo"Eh?" Ciu Lan Nio langsung melotot.. "Aaah " Ciu Lan Nio menghela nafas panjang. aku tidak gampang jatuh cinta.

.. "Aku aku -" "Lan Nio" Thio Han Liong mengerutkan kening.. "Ini adalah urusanku." "Han Liong" Ciu Lan Nio melotot.. Engkau?" "Kwan Pek Him. "oooh" Kwan Pek Him manggut-manggut.. maka tidak baik engkau bersikap begitu terhadapnya.. "saudara. "Lho?"sela Ciu Lan Nio mendadak"Kalian kok jadi mengobrol? Kwan Pek Him Cepatlah engkau enyah dari sini" "Nona Ciu. " guruku adalah si Mo-" Kwan Pek Him memberitahukan. guruku pernah menyebut namamu... tidak-" Thio Han Liong menggelengkan kepala"oh ya. "Memangnya ada apa?" "Ti.." Kwan Pek Him menghela nafas panjang." Kwan Pek Him mengangguk dan bertanya. "saudara" ujar Thio Han Liong sambil tersenyum." sahut Thio Han Liong dan menambahkan. kita adalah teman." sahut pemuda itu sambil bergumam." "ohi ya?" Thio Han Liong tercengang. engkau tidak perlu turut campur" "Aku bermaksud baik. engkau harus. dia kelihatan sangat baik terhadapmu. Kini kita semua adatah teman." Kwan Pek Him menghela nafas panjang. "Aku bukan kekasihnya."Dia kekasih ku atau bukan adalah urusanku. aku bertemu dia di sana. engkau adalah muridnya?" "ya." "Siapa gurumu?" tanya Thio Han Liong. "Tempat ini bertambah gersang karena kehadiranmu di sini" "Nona Ciu. aku sebal kepadanya Kalau dia tetap berada di sini.. "Sepertinya aku pernah mendengar namamu." "Diam" bentak Ciu Lan Nio. Betapa sakit hatinya ketika mendengar ucapan Ciu Lan Nio itu." "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut. "Aku ingat sekarang. kenapa engkau mengusirnya?" "Eh?" Ciu Lan Nio terbelalak. Kenapa aku tidak boleh berada di sini?" Kwan Pek Him tampak kecewa sekali.. "Dia pernah datang di markas Hek Liong Pang." ujar Thio Han Liong sungguhsungguh"saudara Kwan ke mari tanpa berniat jahat. engkau tidak perlu tahu dan tidak usah turut campur" "Nona Ciu." Wajah Kwan Pek Him yang pucat itu bertambah pucat. sudah lama engkau kenal Lan Nio?" "Belum begitu lama-" sahut Kwan Pek Him dengan jujur. kami hanya teman biasa.. "Cepat pergi" bentak Ciu Lan Nio... "Engkau menghinaku? Apakah aku bersalah padamu .. engkau. rasanya aku mau muntah" "Nona Ciu... "Aku. "Apa?" Thio Han Liong tersentak"gurumu adalah si Mo? Engkau. "Lagipula.. "Kalian sudah saling kenal. bolehkah aku tahu siapa engkau?" "Namaku Thio Han Liong." "oooh" Kwan Pek Him menarik nafas lega.. "Kenapa engkau membela pemuda muka pucat itu sih? Dia kan bukan temanmu.. kenapa engkau membelanya?" "Kalau sudah kenal berarti teman.

" ujar Thio Han Liong sungguh-sungguh. Setahunya gurunya pernah melukainya. "Kenapa engkau terus-menerus menghinanya? Kenapa sifatmu. "Jangan banyak alasan. "Aku yakin dia pemuda baik.. "Lan Hio... jadi . maka aku.. padahal." "Heran?" gumam Ciu Lan Nio sambil mengerutkan kening. "Lalu kini engkau bersama siapa?" "Kakekku. ibuku pun meninggal. karena engkau tidak punya orang tua. "Maka aku membelanya. " "oh?" Ciu Lan Nio menundukkan kepala." "Sudahlah" potong Ciu Lan Nio." "Engkau tidak usah minta maaf kepadaku..sehingga engkau merasa sakit hati begitu?" "Tempo hari aku sudah bilang... maka sifatmu jadi begitu. kenapa sekarang engkau ke mari menemuiku lagi?" sahut Ciu Lan Nio dingin. kenapa engkau tidak mau menjadi temannya?" "Aku." Ucapan ini membuat Kwan Pek Him terharu bukan main. "Minta maaf kepada si Muka Pucat itu? Huh Tak usah ya" Ciu Lan Nio mencibir... "Pokoknya aku tidak mau berteman dengan si Muka Pucat itu Tidak mau" "Lan Nio" Thio Han Liong mengerutkan kening... sudah dua kali engkau membentakku." "oooh" Diam-diam Thio Han Liong menghela nafas. maka ia memandangnya dengan penuh rasa haru dan terima kasih"Dia pemuda baik?" tanya Ciu Lari Nio dengan suara hidung... dan setelah aku dilahirkan. aku minta maaf kepadamu. sebelum aku lahir ayahku sudah meninggal." Ciu Lan Nio menundukkan kepala. Karena melihatmu. cepatlah engkau pergi" "Lan Nio" Thio Han Liong tampak tidak senang. "Dia pemuda baik yang sabar. aku kebetulan lewat di sini. "Kenapa engkau terus membelanya?" "Karena dia pemuda baik. "Kalau begitu aku. aku tidak akan menyukaimu. begitu macam? Bagaimana ke dua orang tuamu mendidikmu?" "Aku tidakpunya orang tua. "Aku.. "Engkau tidak boleh begitu." "Diam" bentak Ciu Lan Nio. kemudian menatap gadis itu dengan iba. Namun kini Thio Han Liong justru membelanya. bahkan ingin membunuhnya pula." sahut Thio Han Liong dan menambahkan dengan suara rendah"Lagipula dia sangat tertarik kepadamu." "Lan Nio." sahut Thio Han Liong.. "Memangnya dia itu apa? Aku harus minta maaf kepadanya?" "Lan Nio" Thio Han Liong tampak gusar." Ciu Lan Nio menggeleng-gelengkan kepala. "Aaaah " Thio Han Liong menghela nafas panjang. aku harap engkau mau merubah sifat burukmu itu" "Han Liong. .. seharusnya engkau minta maaf kepada saudara Kwan.

.." Kwan Pek Him menundukkan kepala. sudah kubunuh dia" "Guru.. "Kenapa guru ingin membunuh Thio Han Liong?" . "Pek Him" seorang tua berwajah seram berdiri dihadapannya." Tiba-tiba Ciu Lan Nio melesat pergi mengikuti arah yang dituju Thio Han.. maka dia pergi" "Nona Ciu." Wajah Kwan Pek Him yang pucat itu tampak murung sekali. ternyata si Mo"guru" Kwan Pek Him tersentak"Kenapa engkau berdiri melamun di sini?" Si Mo menatapnya tajam seraya bertanya. aku rela berkorban demi dirimu. "Percuma engkau berteriak memanggilnya... "Engkau mengalami sesuatu di sini?" "guru." sahut Kwan Pek Him." Kwan Pek Him berdiri termangu-mangu di tempat... la sama sekali tidak mengerti. "Aku sangat tertarik kepadamu dan aku.. Thio Han Liong sudah tidak kelihatan. "Bagaimana Thio Han Liong bisa kenal gadis itu?" "Hmmm" dengus si Mo dengan mata berapi-api. "Gara-gara engkau di sini. sekonyong-konyong berkelebat sosok bayangan arahnya. kenapa tidak dari tadi engkau meninggalkanku? Akhirnya Han Liong yang pergi." Ciu Lan Nio menuding nya. Tapi.. Liong. sungguh" "Kalau engkau rela berkorban demi diriku." tanya Kwan Pek Him. kenapa Ciu Lan Nio begitu membencinya? Di saat pemuda itu sedang melamun." "Kenapa? Apakah dia bersama orang lain?" "siapa orang itu?" "Thio Han Liong.Di saat itulah mendadak Thio Han Liong melesat pergi laksana kilat.. "Tadi aku melihat Ciu Lan Nio berada di sini. "Kalau bukan dikarenakan Hiat Locianpwee itu.." "Engkau. siapa Hiat Locianpwee itu?" "Entahlah-" si Mo menggelengkan kepala"Yang jelas Ciu Lan Nio punya hubungan erat dengan Hiat Locianpwee itu. hanya saja Tan Giok." "Apa?" si Mo tersentak"Thio Han Liong?" "ya.." "Heran?" gumam Kwan Pek Him sambil menggelenggelengkan kepala. Begitu Ciu Lan Nio mendongakkan kepala. aku.. "Hah? Han Liong" teriak Ciu Lan Nio." "Hmm" dengus si Mo dingin"Thio Han Liong bersama Ciu Lan Nio. "Nona Ciu Nona Ciu" seru Kwan Pek Him memanggilnya.. "Dia sudah pergi. "Nona Ciu. " Cepat katakan apa yang telah terjadi di sini" desak si Mo sambil mengerutkan kening.. Cu telah dibawa pergi oleh Hiat Locianpwee-" "oh?" Kwan Pek Him terbelalak"guru. padahal pemuda itu sudah punya kekasih bernama Tan Giok Cu. maka aku ke mari menjumpainya.

Khong Tong Pay dan ketua Kay Pang. "Kini situasi rimba persilatan sangat buruk. setelah itu Kong Bun Hong Tio berkata. tapi dia menolak sehingga membuat guru gusar sekali. "Karena itu." "Ya" guru. Ternyata ia ingin meminjam tangan muridnya untuk membunuh Thio Han Liong. "guru ingin mengambilnya sebagai murid. "Jangan banyak bertanya" sahut si Mo melotot "Pokoknya engkau ikut saja. sebab kalau tidaki rimba persilatan pasti akan dilanda banjir darah-" . mari ikut guru" "Ke mana?" Kwan Pek Him heran. namun pikirannya justru menerawang tidak karuan." "Kong Bun Hong Tio. karena tidak tahu gurunya akan mengajaknya ke mana. Kuil siauw Lim sie tampak ramai sekali. maka engkau harus membunuh pemuda itu agar tidak ada saingan. Kun Lun." ujar ketua Kun Lun Pay. lantaran wajah Ciu Lan Nio terus muncul di pelupuk matanya. Yang diundang adalah ketua Bu Tong." si Mo mengangguk kemudian menatapnya seraya bertanya. Aku adalah gurumu. engkau jangan harap bisa mendekati Ciu Lan Nio."Kalau begitu. kelihatannya golongan hitam mulai menguasai rimba persilatan." ujar si Mo sungguh-sungguh"Kenapa?" Kwan Pek Him heran dan terkejut"Kalau Thio Han Liong masih hidup. "Karena kelihatannya gadis itu mencintai Thio Han Liong. engkau harus menurut. Hwa san."Sebelum bertemu denganmu. dan Kwan pek Him segera mengikutinya dari belakang dengan pcjiuh keheranan." Kwan Pek Him menganggukSi Mo langsung melesat pergi. "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio"Silakan minum" Para ketua sebera meneguk minuman masing-masing." si Mo memberitahukan. "Ha ha ha" si Mo tertawa gelak"Pek Him. -ooo00000oooBab 22 Pertemuan Para Ketua Di Kuil siauw Lim sie Hari itu tanggal lima belas. guru ingin membunuhnya?" "Ya." Kwan Pek Him mengangguk. engkau harus membunuh Thio Han Liong." "oooh" Kwan Pek Him manggut-manggut. "Engkau mencintai Ciu Lan Nio?" "ya. dan itu membuatnya menghela nafas panjang." Kwan Pek Him mengangguk. guru sudah bertemu dia-" si Mo memberitahukan. yaitu mengenai situasi rimba persilatan dan lain sebagainya." "Ya" guru. Ternyata Kong Bun Hong Tio (Ketua siauw Lim Pay) menyelenggarakan suatu pertemuan. GoBi. "Para ketua yang kuhormati. hari ini kita berkumpul di sini demi membahas beberapa hal. kita harus cepat bertindak. Walau ia melakukan perjalanan bersama gurunya. Para ketua itu berkumpul di ruang Tay Hiong Po Thian (Ruang Para orang Gagah)-Beberapa Hweeshio menyuguhkan teh wangi dan arak wangi. namun ia sama sekali tidak berniat membunuh Thio Han Liong. oleh karena itu.

"Sebelum In Sutee menghembuskan nafas penghabisan. tapi tidak berhasil sama sekali. Hek Liong Pang itu harus dibasmi. "Omitohud" ucap KongBun Hong Tio." Ketua Bu Tang Pay menggeleng-gelengkan kepala. "Mungkin itu adalah julukan atau nama pukulan pembunuh itu. sedangkan kekuatan" Hek Liong Pang boleh dikatakan telah menyamai Siauw Lim Pay maupun Bu Tong Pay. "Silakan duduk" "Terima kasih" ucap Pak Hong sambil duduki begitu pula . "Kini telah muncul Hek Liong Pang dalam rimba persilatan.." sahut ketua Bu Tong Pay dengan wajah murung." "Benar.." Ketua Hwa San Pay manggut-manggut." "Setiap dada korban pasti terdapat sebuah tanda merah." ujar ketua Gobi Pay sambil menggelenggelengkan kepala. Itu sungguh membahayakan Menurutku. namun aku tidak tahu ilmu pukulan apa itu.. dan bagaimana kita membasminya?" "Lagi pula. lalu kita harus bagaimana?" Justru kita harus bersatu untuk membasmi pembunuh itu. tapi kita pun tidak tahu siapa dia. Si Mo adalah wakil ketua. sebab In tayhiap dari Bu Tong Pay sudah mati di tangan pembunuh itu. tapi kami tidak paham akan kata itu. "Namun kini yang amat memusingkan kita adalah Si Pembunuh Misterius itu. Kita semua sama sekali tidak tahu siapa dia. "Tapi tidak tahu pembunuh itu bersembunyi di mana. lalu memberitahukan. "Kami merahasiakan hal itu agar tidak menggemparkan rimba persilatan. "Itu memang semacam ilmu pukulan. Kelihatannya Hek Liong Pang berambisi menguasai rimba persilatan. kita harus waspada terhadap Hek Liong Pang." "Haah?" Para ketua partai lain terkejut. "Namun.sedangkan ketua Hek Liong Pang adalah seorang wanita. "Terlebih dahulu kita bahas masalah pembunuh itu." sahut ketua Khong Tong Pay." Hal Hilang. "Para anggota Hek Liong Pang sering melakukan kejahatan. dia masih sempat menyebuat 'Hiat'. kemudian ketua Gobi Pay bertanya.. "Kenapa pembunuh itu membantai para murid kita? Apakah pembunuh itu punya dendam kesumat terhadap kita?" "Sulit diterka. "Omitohud" Wajah Kong Bun Hong Tio kemerah-merahan.. oleh karena itu. "Kapan In tayhiap mati?" "Beberapa bulan lalu." "Hiat?" Ketua Kun Lan Pay mengerutkan kening. Kami telah menyelidiki jejak pembunuh itu." "Heran?" gumam ketua Hwa San Pay."Betul." "Setuju" Ketua Kun Lun Pay manggut-manggut. "Omitohud" sahut Kong Bun Hong Tio." Ketua Bu Tong Pay manggut-manggut. apakah itu adalah semacam ilmu pukulan?" tanya ketua Khong Tang Pay.." "Kami pun menduga begitu." sahut ketua Bu Tang Pay.

.. Kalau tidak." "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio-"Terima-kasih. "Secara tidak langsung kalian telah menyelamatkan kami dan kuil Siauw Lim Sie ini. Ha ha ha. "Ke-datangan kami telah mengganggu pertemuan kalian." ucap ketua Hwa San Pay.. tolong suguhkan arak wangi saja" Salah seorang Hweeshio segera menyuguhkan minuman keras itu. sebab kami menghancurkan semua obat peledak itu.. kuil Siauw Lim Sie kami pasti akan berubah menjadi lautan api. namun sepasang matanya menatap mereka dengan mata berapi-api." "Oooh" Lam Khie manggut-manggut. Kasihan para Buddha akan ikut terbakar di dalam kuil ini. aku harap kalian jangan mencaci kami dalam hati" "Kami sangat berterima kasih kepada kalian.yang lain.. terima kasih. Tunggu saja" sahut si Mo lalu berbisik kepada muridnya." "Maaf" Tong Koay tertawa strata berkata.. "sekarang pun boleh." ujar pak Hong. "Apakah para Hweeshio boleh minum arak?" "Tentu tidak boleh. sedangkan pak Hong terus tertawa terbahak-bahak"Kali ini si Mo betul-betul mendapat pukulan dahsyatsungguh menggembirakan Ha ha ha». sementara si Mo diam saja." si Mo berkeretak gigi"Ha ha ha" Pak Hong tertawa terbahak-bahak"Para anggota Hek Liong Pang yang bersembunyi di bawah itu. Bahkan kami pun telah memusnahkan semua obat peledak itu." ujar Lam Khie" Itu pasti membuatnya marah bukan main." .. bahkan kita pun telah menggagalkan rencana jahatnya itu. kelak akan bertanding dipuncak gunung Hong san. Kemudian sambil tertawa Lam Khie. "Maaf" tanya Kong Bun Hong Tio." sahut Kong Ti Seng Ceng sambil tersenyum. "Kong Bun Hong Tio tidak usah mengucapkan terima kasih kepada kami." "Ha ha" Tong Koay tertawa.." "Bagus" sahut si Mo dingin"Aku akan membuat perhitungan dengan kalian kelak" "Tidak usah kelak. "Ha ha ha" Lam Khie tertawa gelak "si Mo Kenapa engkau menatap kami dengan mata membara seperti obat peledak?" "Kalian.sebab tanganku sudah gatal begitu melihatmu-" "Kita sudah ada janji. "Arak wangi khusus untuk disuguhkan kepada para tamu. Pak Hong dan Tong Koay meneguk minuman keras itu. semuanya telah kami lumpuhkan. "Kalau begitu." "Omitohud" ucap Kong Bun HongTio"Kami sangat berterima kasih atas bantuan kalian. tempat ibadah ini jangan sampai terbakar musnah." "ya" "Dia tidak menyangka kita akan muncul di sini. "Mari kita pergi" si Mo dan muridnya segera melesat pergi. "Kalian mau minum teh atau arak wangi" "Ada arak wangi ya?" Lam Khie terbelalak.

Karena kepandaian kalian sangat tinggi. Aku. lalu segeralah melapor kepadaku. Secara tidak langsung kalian telah menyelamatkan kami" "Ha ha ha" Tong Koay tertawa gelak." Kong Bun Hong Tio menggelenggelengkan kepala. "Tapi menyelamatkan kalian. "Bagaimana mungkin kami bergabung dengan partai yang lurus dan bersih? sebab kami kaum siluman yang tak tahu aturan. "Tapi selama ini kalian tidak pernah melakukan kejahatan dalam rimba persilatan. kemudian berkata." "Ha ha ha" Tong Koay tertawa lagi. maka kalian merupakan siluman yang .. "Ternyata ketua Hek Liong pang itu bernama Kwee In Loan. namun engkau sama sekali tidak membenciku. Maka. harap ketua Hwa San sudi memaafkan" "sama-sama." "Kami pun tidak tahu dia berasal dari perguruan mana. namun tidak jelas mengenai identitasnya.. "Kami cuma tahu dia seorang wanita. Aku sungguh kagum dan salut kepadamu" "Kka bertanding secara jujur. Sebab aku pernah mengalahkanmu. Kepandaianku lebih rendah darimu." "Omitohud" Kong Bun Hong Tio tersenyum.". "sekarang giliaran aku yang minta maaf kepada ketua Hwa San Pay. "Kelihatan-nya dia memang ingin menguasai rimba persilatan. yang kepandaiannya masih di atas si Mo. aku cepat-cepat ke mari bersama muridku. "Setelah kalian musnahkan obat peledak itu. "Kami sedang memba beberapa masalah. tentunya kami tidak bisa bergabung. yaitu mengenai Hek Liong pang dan si Pem-bunuh Misterius itu." "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio"Apakah kalian bersedia bergabung dengan kami?" "Ha ha ha" Tong Koay tertawa." "Kwee In Loan." ujar Tong Koay dan menambahkan.." "oooh" Kong Bun Hong Tio manggut-manggut." "Tapi kami pasti terkurung dalam lautan api." Tong Koay memberitahukan." sahut Tong Koay sambil tertawa. ujar ketua Hwa San Pay dan menambahkan. aku harus mengakui itu. Namun di tengah jalan aku bertemu Lam Khie dan Pak Hong. "Aku memang angin-anginan. tentunya tidak perlu kami yang menyelamatkan kalian." sahut ketua Hwa savn Pay sambil tertawa."Menyelamatkan kuil ini memang benar." jawab Kong Bun Hong Tio"Belum lama ini aku memperoleh informasi tentang ketua Hek Liong Pang. maka kami pun tidak usah terkurung oleh lautan api... " Aku tidak pernah mendengar nama itu. mendadak muncul si Mo-" "Kong Bun Hong Tio tahu siapa ketua Hek Liong pang itu?" tanya Lam Khie mendadak. "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio"Bagaimana kalian tahu si Mo akan ke mari denga membawa para anak buahnya dan obat peledak?" "Beberapa anak buahku melihat mereka menuju ke mari. itu tidak benar lho.

" gumam Tong Koay sambil mengerutkan kening. Maka bagaimana mungkin kita sembarangan memilih seorang Bu Lim Beng Cu? ya." Ketua Bu Tong Pay mengangguk. di Kwan Gwa (Luar Perbatasan) terdapat seorang tokoh yang amat tinggi kepandaiannya. kini aku mau mohon pamit-" Tong Koay menarik muridnya. dadanya terdapat sebuah tanda merah-" Ketua Bu Tong Pay memberitahukan. kan?" ujar ketua Kun Lun Pay. Namun kini tiada seorang pendekar yang dapat menyamai Thio Bu Ki.. tapi sia-sia-" "In Lie Heng suteeku mati terbunuh. "Ha ha ha" Tong Koay tertawa gelak"Aku sudah mencicipi arak wangi dari kuil siauw Lim sie. seorang pendekar yang telah berjasa bagi rimba persilatan. "sebelum menghembuskan nafas penghabisan.Memang sudah lama aku menyelidiki itu. Tong Koay tahu apa artinya itu?" "Hiat. "Aku tidak tahu apa artinya. Mereka berdua pun melesat pergi tanpa berpamit lagi. dia sempat menyebut kata '"Hiat'. "Bagaimana pertemuan kita. barulah boleh dipilih sebagai Bu Lim Beng Cu. "Omitohud" Kong Bun Hong Tio menggeleng-gelengkan kepala.baik-" "Maaf" Tong Koay menggelengkan kepala"Kami tidak mau terlihat di sini. lalu melesat pergi sambil tertawa gelak." ujar Lam Khie "Alangkah baiknya engkau bertanya kepada gurumu. "Apakah engkau tahu siapa pembunuh misterius itu?" "Pembunuh misterius?" tanya Tong Koay. "Kepandaian mereka sungguh tinggi" "Kong Bun Hong Tio."Aku tidak tahu. "Tong Koay" Ketua Bu Tong Pay menatapnya seraya bertanya. perlukah dilanjutkan lagi?" "Omitohud" sahut Kong Bun Hong Tio"Kita masih belum memilih seorang Bu Lim Beng Cu" "Menurut aku. "Mungkinkah Hiat Mo?" "Siapa Hiat Mo itu?" tanya ketua Bu Tong Pay dengan kening berkerut. "Bolehkah engkau memberitahukan kepada kami?" "Aku pun tidak begitu jelas" sahut Pak Hong dan melanjutkan. sebab kami lebih senang hidup bebas-" "Omitohud" Keng Bun Hong Tio menghela nafas panjang..Namun Hiat Mo itu tidak pernah memasuki daerah Tionggoan." Mendadak Pak Hong berseru kaget dan air mukanya berubah hebat. seperti halnya dengan Thio Bu Ki. maka aku tidak yakin pembunuh misterius itu adalah Hiat Mo-" " Ketua Bu Tong Pay." Ketua Bu Tong Pay mengangguk "Maaf. "Omitohud" Keng Bun Hong Tio manggut-manggut." tanya ketua Kun Lun Pay. "guruku pernah bilang. Begitu pula Lam Khie dan Pak Hong. Mungkin gurumu tahu tentang Hiat Mo tersebut-" "ya. . Julukan tokoh itu adalah Hiat Mo (iblis Berdarah). ketua Bu Tong Pay" Tong Koay menggelengkan kepala. "Maksudmu orang yang membantai para murid kalian itu?" "ya.

" Ciu Lan Nio menghela nafas panjang." sahut ketua Hwa san Pay. "Yaaah--. pertemuan kita sampai di sini saja. maka kita tidak perlu menyerbu ke sana. "Mengenai soal Bu Lim Beng Cu." Ciu Lan Nio mengangguk"Itu sungguh membuat hatiku kesal sekali. " Kesal kenapa?" tanya Hiat Mo lembut." "BetuL" Ketua Bu Tong Pay manggut-manggut. sebab Hek Liong Pang harus menghadapi Tong Koay. Aku pergi menyusulnya. Prinsip kita yakni bersatu. "Di saat aku sedang bercakap-cakap dengan Han Liong." sahut Ciu Lan Nio. "Kenapa engkau? Kok pulang-pulang membanting kaki?" "Kakek." "Han Liong tidak tahu bahwa dia murid si Mo?" "Dia tahu." "Membelanya? Cara bagaimana dia membelanya?" tanya Hiat Mo "Dia bilang Kwan Pek Him adalah pemuda baik. Karena itu. justru muncul Kwan Pek Him. aku sedang kesal. -ooo00000ooo Ciu Lan Nio tidak berhasil menyusul Thio Han Liong." "Omitohud" Keng Bun HongTio manggut-manggut. Hek Liong Pang tidak akan mengganggu kita. "oh? kenapa tidak kau usir?" "Sudah kuusir. cara bagaimana kita bergerak untuk menumpas Hek Liong Pang dan pembunuh misterius itu?" Ketua Bu Tong Pay menggeleng-gelengkan kepala." jawab Ciu Lan Nio sambil cemberut. Wajah gadis itu masam. tapi dia -" "sudah tak kelihatan?" tanya Hiat Mo- . "Muka pemuda itu sungguh tebal. "Entah apa sebabnya. "Padahal aku sebal sekali pada pemuda itu" "Bagaimana tampang pemuda itu?" "Seperti mayat hidup. tak tahu malu sama sekali. lalu mulailah mereka berpamit meninggalkan kuil siauw Lim sie. akhirnya ia pergi menemui kakeknya yang berada di dalam sebuah gua." "Kenapa tidak kau tendang?" Hiat Mo tersenyum.." sahut Ciu Lan Nio. kita tidak bisa memilih seorang Bu Lim Beng Cu.. Kalau sudah waktunya menumpas Hek Liong Pang. "Aku yakin untuk sementara ini. namun dia tidak mau pergi. Han Liong malah membelanya. aku tidak boleh menghinanya dan lain sebagainya. karena Kwan Pek Him memberitahukannya-" "Setelah tahu pemuda itu adalah murid si Mo."Memang benar apa yang dikatakan ketua Kun Lun Pay. Begitu berada di hadapan kakeknya ia langsung membanting-banting kaki"Eeeh?" Hiat Mo menatapnya heran." "Kalau begitu. murid si Mo-" Ciu Lan Nio memberitahukan." Para ketua itu setuju. akhirnya dia pergi. Lam Khie dan pak Hong. dia masih membelanya?" "ya. tentunya kita harus menyerbu ke markas Hek Liong Pang. akan dirundingkan kelak." "Omitohud" Keng Bun Hong Tio mengangguk dan menambahkan.Mukanya pucat pias tak berdarah sama sekali dan menyeramkan. "Begini. "Kalau begitu. Tapi kini pihak Hek Liong Pang masih belum mengusik kita.

Meskipun cuma sekejap. lain kali saja engkau pergi mencarinya-" "Kakek." ucap Ciu Lan Nio lalu melesat pergi. karena dia cuma menurut dan seperti tidak punya sukma." "Jangan" Hiat Mo menggelengkan kepala"sebab kita harus pulang ke Kwan Gwa." "Kakek-. "ya." "Kalau begitu...Kakek akan menunggumu beberapa hari. tapi aku akan merasa bahagia bersamanya." Ciu Lan Nio mengangguk"Kakek. "Dua tiga tahun kemudian." ciu Lan Nlo menggeleng-gelengkan kepala. aku.. Apa artinya aku hidup bersama orang yang telah kehilangan sukmanya? Kakek. lagipula aku tidak akan memperoleh cinta sejati darinya. sebaliknya dia akan mencintaimu."ya. engkau mau bagaimana?" "Walau dia tidak menerimaku. "oh ya. Hiat Mo berdiri mematung." Hiat Mo menggeleng-gelengkan kepala. "Itu tidak baik. "Kakek akan membuatnya melupakan gadis itu.. "Kakek. "Tapi kalau dia tidak melupakan Tan Giok Cu?" "Apa boleh buat. itu tiada artinya sama sekali. namun takut .. "Kakek. "Engkau ingin pergi mencari Han Liong?" Hiat Mo mengerutkan kening." "Lan Nio. kita akan ke mari lagi. Itu berarti engkau punya kesempatan mendekatinya. Apakah engkau tidak merasa puas?" Hiat Mo menatapnya.-" "Lan Nio.". bolehkah aku minta waktu beberapa hari?" tanya Ciu Lan Nio sambil menundukkan kepala.." "ya... engkau harus ingat satu hal" "Hal apa?" "Apabila dia tidak mampu mengalahkan Kakek." Ciu Lan Nio mengangguk. engkau jangan bandel" Hiat Mo menatapnya.." "Begitu lama. mari kita berangkat sekarang" ajak Hiat Mo. tapi dibatalkannya. Nah. "Lan Nio cucuku. Itu percuma. Kakek." Ciu Lan Nio ingin mengatakan sesuatu. mungkin Thio Han Liang sudah melupakan Tan Giok Cu. tetapi tidak akan merasa bahagia. Tan Giok Cu tidak akan kembali ke sisinya. aku aku ingin pergi mencari Han Liong. "Haaaaaahhh" Hiat Mo menghela nafas panjang. kemudian menghela nafas panjang sambil menggeleng-gelengkan kepala.Terima kasih. itu kesempatanmu lho" "oh?" Wajah Ciu Lan Nio agak berseri.. hanya saja engkau harus bersikap lemah lembut kepadanya. "Dua tiga tahun kemudian.. Kakek. kemudian malah menghela nafas panjang. "Baik-lah.. "Aaah sudahlah" "Kalau begitu.." "Kakek. Kakek terpaksa harus turun tangan" ujar Hiat Mo sungguh-sungguh. "Aku akan merasa puas.. aku ingin membantu." Ciu Lan Nio menghela nafas panjang." "Yang penting engkau memilikinya." "Kakek akan menggunakan ilmu hitam?" "Tentu. Tapi bertemu dia atau tidaki engkau harus kembali. "Lan Nio" Hiat Mo tersenyum.

. kelak pasti dapat mengalahkan orang tua berjubah merah itu" "Aaaahi-" Thio Han Liong menghela nafas panjang. "Tapi kenapa orang tua berjubah merah itu bilang. "Kepandaian orang tua berjubah merah itu sangat tinggi sekali...Kalau tidak. sehingga badannya semakin kurus dan pakaiannya pun semakin kotor.. Aaahi" "Han Liong Han Liong. la terus memikirkan Tan Giok Cu... kelak engkau pasti bertemu Tan Giok cu" "Tapi. "Aku harus bagaimana? Aku harus bagaimana. dan itu membuatnya tidak makan dan tidur.. "Aku tidak tahu di mana tempat tinggal orang tua berjubah merah itu." "oh?" Thio Han Liong mengerutkan kening. "Kenapa engkau begitu cepat putus asa? Engkau harus ingat bahwa di atas gunung masih ada gunung." sahut Ciu Lan Nio.." . "Han Liong" Ciu Lan Nio menatapnya dengan mata basah"Janganlah engkau menyiksa diri sendiri Percayalah.. aku pikir begitu.melakukan kesalahan.." gumam Hiat Mo dengan wajah murung. "Kenapa engkau menyusulku lagi?" "Han Liong." Tiba-tiba terdengar suara seruan. "Aku telah kehilangan anak dan menantu." "Lan Nio?" Thio Han Liong tercengang ketika melihat kemunculannya. lalu berkelebat sosok bayangan merah ke arahnya. "Tapi-.. maka tidak mau kehilangan cucu lagi. "Han Liong" Ciu Lan Nio memegang tangannya.." "Aku. aku harus mengalahkannya kelak.... "Bagaimana mungkin aku dapat mengalahkan orang tua berjubah merah itu? Bagaimana mungkin?" gumam Thio Han Liong. orang tua berjubah merah itu membawa pergi Tan Giok Cu dengan maksud baik. yang ternyata Ciu Lan Nio.-" Thio Han Liong memandang jauh ke depan. aku harus bagaimana? "Lagipula aku tidak tahu orang tua berjubah merah itu berada di mana.." -ooo00000oooThio Han Liong melakukan perjalanan tanpa arah tujuan." Ciu Lan Nio menatapnya iba.." Thio Han Liong menghela nafas seraya berkata. "Aaah-" keluh Thio Han Liong. dia tidak akan mengembalikan Giok Cu kepadaku?" "Itu agar engkau giat melatih ilmu silatmu. bagaimana mungkin aku dapat mengalahkannya?" "Han Liong" Ciu Lan Nio mengerutkan kening. lagipula ia masih memikul beban tanggung jawab terhadap ke dua orang tua Tan Giok Cu. Kalau engkau giat berlatih." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. kemudian memungut batu kecil dan dilemparkannya ke sungai itu. "Kalau ke dua orang tua Giok cu tahu. Kemungkinan besar Tan Giok Cu akan diangkat menjadi muridnya... "Han Liong. "Engkau semakin kurus. "Menurutku. Kini ia betul-betul kehilangan gairah hidup.?" Pemuda itu duduk di tepi sungai.

. Percayalah" ujar Ciu Lan Nio sambil tersenyum." Ciu Lan Nio memberitahukan. "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut. "Engkau sudah punya kekasih. "Han Liong. alangkah bahagianya aku kalau selamanya bisa begini." Thio Han Liong tampak ragu..." jawab Ciu Lan Nio dengan mata bersimbah air. dia pasti mencarimu... "Han Liong. Tapi.. tentunya aku berharap kita berjumpa kembali kelak.. tentunya engkau harus pulang ke sana. karena ia khawatir Thio Han Liong akan membencinya." "Lan Nio. "Engkau akan ke Tionggoan lagi?" "Ya.. "Han Liong." ujar Thio Han Liong.." ujar Ciu Lan Nio berbisik." "Lan Nio. "Engkau berharap kelak kita berjumpa kembali?" tanya Ciu Lan Nio dengan suara rendah"Kita adalah teman.. "Padahal aku tidak mau berpisah denganmu. "Kenapa wajahmu tampak murung?" "Aku aku harus pulang ke tempat tinggalku." ujar Thio Han Liong. kita akan berjumpa lagi.." Ciu Lan Nio mengangguk. kenapa engkau menangis?" tanya Thio Han Liong heran. aku memang harus pulang ke Kwan Gwa.. maka ia membelainya perlahan-lahan." jawab Ciu Lan Nio. gadis itu tidak berani memberitahukan bahwa orang tua berjubah merah itu adalah kakeknya. "Han Liong." "oh?" Thio Han Liong tersenyum seraya bertanya...Ciu Lan Nio bangkit berdiri... "Di mana tempat tinggalmu?" "Di Kwan Gwa." Ciu Lan Nio mendongakkan kepala memandangnya. Lan Nio?" tanya Thio Han Liong sambil memandangnya."Kalau kepandaianmu sudah tinggi.. "Aku." sahut Thio Han Liong." "Kwan Gwa adalah tempat tinggalmu." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. aku.. maka kita akan berpisah. dan engkau merupakan segala-galanya bagiku. "Han Liong.. engkau merasa berduka karena akan berpisah denganku?" "Aku" " Thio Han Liong mengangguk perlahan." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala." Ciu Lan Nio menatapnya seraya berbisik.. "Aku tahu. .. aku gembira sekali." "Aku yakin kelak engkau pasti bertemu pemuda baik dan tampan... Belaian itu membuat Ciu Lan Mio langsung mendekap didadanya. "Aku aku sungguh menyukaimu. Aku pasti mencarimu.. Tatapan itu membuat Thio Han Liong merasa tidak tega." "Di luar perbatasan? Begitu jauh?" "ya. "Beberapa tahun kemudian. "Lan Nio." Mendadak wajah Ciu Lan Nio berubah murung. kemudian terisakisak. aku. karena kita akan berpisah. "Sesung-guhnya berat sekali aku berpisah denganmu... "Ada apa... "Han Liong" Ciu Lan Nio menatapnya dengan penuh harap. maukah engkau membelaiku?" "Lan Nio. "Han Liong.

kemudian mendadak melesat pergi seraya berseru. Tiba-tiba terdengar suara tawa gelak. apakah engkau mau menerimanya?" "Tidak mungkin aku terima. Bab 23 Menantang Para Ketua Thio Han Liong masih tetap duduk di tepi sungai sambil melamun. barulah dia akan mengembalikan Giok Cu kepadaku. "Aku harus pergi sekarang. kenapa engkau duduk melamun di situ?" Thio Han Liong menoleh." Thio Han Liong memberitahukan tentang kejadian itu.. seorang tua berpakaian sastrawan muncul di belakang Thio Han Liong.. "orang tua berjubah merah menculik gadis itu?" "Ya." "Ada apa?" "Seandainya seandainya aku bersedia menyerahkan diriku kepadamu. "Kenapa engkau menjadi kurus dan tidak karuan? Apa yang telah terjadi atas dirimu?" " "Aku.. "Aku tidak mengerti maksudmu. orang tua berpakaian sastrawan itu adalah Lam Khie (orang Aneh Dari Selatan): "Ha ha ha Anak muda. "Anak muda" Lam Khie dtidukdi sisinya.. "oh ya. itu bagaimana mungkin? Kepandaian orang tua berjubah merah itu sangat tinggi sekali."jawab Thio Han Liong. namun tidak mungkin mencintainya." bisik Ciu Lan Nio. la juga merasa kasihan kepada Ciu Lan Nio.." Ciu Lan Nio memandangnya dengan air mata meleleh. "selamat tinggal" "Selamat jalan. "sebab kita bukan suami isteri. kemudian memanggil dengan suara lemah. aku sedang melakukan pejalanan ke gunung Soat San bersama seorang gadis bernama Tan Giok Cu..." "Han Liong... kalau kelak aku mampu mengalahkannya. ." Thio Han Liong menggeleng-geicngkan kepala. kelak aku pasti mencarimu" Thio Han Liong berdiri termangu-mangu." Thio Han Liong mengerutkan kening." Thio Han Liong mengangguk." "Tidak salah." "Locianpwee. mungkin aku bisa membantumu.... tapi. "orang tua berjubah merah itu pun bilang.." Thio Han Liong mengangguk." Lam Khie manggut-manggut. lalu kembali duduk di tepi sungai itu sambil melamun.. Sementara hari pun sudah mulai senja. apakah engkau mau menerimanya?" "Lan Nio. Ciu Lan Nio menatapnya dalam-dalam. "Beritahu-kanlah padaku apa masalahmu.. "Kalau aku bersedia menyerahkan kesucianku kepadamu. Han Liong.. baik-baik menjaga dirimu" "Ya."Percayalah" "Aaah-" Ciu Lan Nio menghela nafas panjang. "Han Liong. karena ia cuma mencintai Tan Giok Cu. "Han Liong...." Air mata gadis itu bercucuran. "Locianpwee. Lan Nio" sahut Thio Han Liong." "Eh?" Lam Khie terbelalak.. "Apa?" Lam Khie tampak terkejut sekali." "Maksudku. itu tidak baik. itu...

tapi menghadapi sedikit masalah sudah begini macam Dimana letak kegagahan dan .isak "Terima kasih atas kebaikan Locianpwee telah menamparku. Lam Ti-Toan Hong ya dan Pak Kay Ang cit Kong." Lam Khie memberitahukan.. "Hiat Mo itu adalah Hiat Mo yang sekang juga?" "Tentunya bukan. terjadilah pertarungan tiga lawan dua.""Locianpwee»»" Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala." tanya Thio Han Liong. lagi. "Bagaimana kepandaian Locianpwee dibandingkan dengan Hiat mo itu?" "Kepandaianku lebih rendah" jawab Lam Khie dengan jujur. Mungkin Hiat Mo sekarang adalah anak atau cucu Hiat Mo yang dulu itu-" "Aaaah " Thio Han Liong menghela nafas panjang. namun sebaliknya engkau begitu tak berguna" bentak Lam Khie gusar. mampu menghimpun kekuatan Beng Kauw untuk meruntuhkan Dinasti Goan. "Kenapa Locianpwee menamparku? Kenapa?" "Ayahmu begitu gagah. "Kenapa engkau begitu cepat putus asa? Belum apa-apa sudah menjadi begini macam."Sebab orang tua beri ubah merah itu adalah Hiat MoJustru sungguh mengherankan. " Kalau begitu. "Sikapmu ini telah mempermalukan ayahmu. bagaimana mungkin aku dapat mengalahkannya kelak?" "Anak muda" Lam Khie menatapnya tajam. akhirnya Hiat Mo pun jadi musuh tiga jago lain itu. dan membantai kaum rimba persilatan golongan putih. namun pernah mendengar dari kakekku. Kejadian tersebut merupakan suatu rahasia bagi rimba persilatan masa itu. Hiat Mo pernah datang di Tionggoan. Kali ini Thio Han Liong tidak berani menjerit la berdiri diam di tempat.sudah barang tentu hal itu membuat gusar empat jago di Tionggoan. apalagi aku kelak?" Thio Han Liong menghela nafas panjang lagi. ternyata ia menampar Thio Han Liong. Maka. namun kemudian Tokiouw yang Hong malah berbalik menyerang Pak Kay-Ang cit Kong. si Tok ouw yang Hong. Terima kasih Locianpwee." "Locianpwee saja tidak dapat melawannya. maka aku mewakili ayahmu menghajarmu" Plaaak Lam Khie menampar Thio Han Liong." sahut Lam Khie"sebab tidak mungkin Hiat Mo itu hidup sampai sekarang. Mereka berempat adalah Tong sla-Oey yok su. Kalau aku adalah kakekmu. "Kini aku sudah sadar. "Tempat tinggal Hiat Mo di Kwan Gwa. engkau sudah kuhajar sampai babak belur. Plaak "Aduuh "jerit Thio Han Liong kesakitan. kenapa dia datang di Tionggoan dan membunuh para murid tujuh partai besar?" "Locianpwee kenal Hiat Mo im?" "Tidak kenal. "Sebab ilmu Hiat Mo Kangnya sangat hebat sekali. kemudian berkata dengan terisak. Mereka berempat bertarung dengan Hiat Mo." Thio Han Liong menatapnya. Mendadak Lam Khie mengayunkan tangannya. Kira-kira dua ratus tahun lalu.." "Locianpwee." "Engkau masih muda sekali.

" .ketabahanmu? Lagi pula bukankah engkau bole berlatih." si Mo mengangguk""Itu sungguh di luar dugaan. dapat menggempur Iweekang lawan." Thio Han Liong mengangguk. "Ya. Lam Khie dan Pak Hong?" tanya ketua Hek Liong Pang itu." Kwee In Loan-memberitahukan secara jujur." "Itu sudah pasti. "Tapi perbuatan mereka bertiga sungguh menjengkelkan hatiku. " Aku punya suatu rencana lain." ujar si Mo serius. Lam Khie dan Pak Hong? Mungkinkah mereka akan membantu para ketua itu?" "Aku tidak yakin. "Bagaimana mungkin para ketua itu berani mengeroyokmu?" Tapi bagaimana dengan Tang Koay. "Kini engkau telah sadar." Terus terang. Kita akan berjumpa lagi kelak-" Lam Khie melesat pergi. dan Thio Han Liong tetap berdiri di tempat. maka aku harus pergi." jawab Kwee In Loan. "Siapa orang itu?" "Hiat Mo. harus tunduk kepada Hek Liong pang." "Aku tahu." Si Mo tertawa. "Aku yakin berhasil. itu memang bukan kesalahanmu. agar kelak mampu mengalahkan Hiat mo itu?" "Ya. "Jadi yang menggagalkan rencana kita itu adalah Tong Koay." (Bersambung keBagian 12) Jilid 12 "Ngmmm" Kwee In Loan manggut-manggut. Locianpwee. aku cuma takut kepada satu orang. "Aku pasti dapat mengalahkan para ketua itu Setelah itu. bukan kesalahanku." "Apa kegunaannya suling pusaka itu?" tanya Si Mo." " Ketua. akhirnya mengambil keputusan untuk melanjutkan perjalanannya ke gunung soat san. Karena itu merupakan pertandingan yang adil. Hek Liong Pang yang berkuasa dalam rimba persilatan." "Ha ha ha" Si Mo tertawa gelak. Kalau nada suara suling itu meninggi. "Baiklah. bahkanjuga memiliki ilmu hitam dan sebuah suling pusaka. Lama sekali ia berpikir. tentunya mereka tidak berani mengeroyokku. tampak Kwee In Loan duduk dengan wajah dingin. Rasanya aku ingin menghabiskan mereka. Mulai saat itu. -ooo00000oooDi ruang tengah di dalam markas Hek Liong Peng." Lam Khie menatapnya. semua partai besar dalam rimba persilatan akan tunduk kepada kita. "Memang bagus rencanamu itu Aku akan bertanding dengan mereka satu persatu. siapa yang kalah. "Apabila Hiat Mo mengerahkan Iweekangnya meniup suling pusaka itu." "Apa rencanamu itu?" " Ketua boleh menantang para ketua tujuh partai besar untuk bertanding." "Ngmm" Kwee In Loan manggut-manggut gembira dan menambahkan. maka mereka pasti tidak akan mau turut campur. maka dapat mempengaruhi pikiran orang lain." Kwee In Loan manggut-manggut. "Sebab kepandaiannya tinggi sekali. sedangkan si Mo dan muridnya diam saja.

song Wan Kiauw." "Kini muncul Hiat Mo. jie Thay Giam dan Thio song Kee. Di ruang meditasi sam Cing Koan." Kwan pek Him mengangguk" Aku pasti melaksanakah tugas itu dengan baik." Kwan Pek Him langsung memberi hormat.-. mungkinkah Hiat Mo yang dulu itu?" tanya jie Lian ciu. "ya.." Kwee In Loan memberitahukan. Jangan lalai" ya. "siap terima perintah-" "TUgasmu mengantar surat tantangan ke kuil siauw Lim sie dan ke gunung Bu Tong san. bagus" Kwee In Loan tersenyum." "Itu memang mungkin. Ketika baru tiba di Kwan Gwa. "Tidak mungkin. sedang duduk bersila dengan wajah serius"Aaaah " Thio sam Hong menghela nafas panjangTernyata yang dimaksudkan In Lie Heng adalah Hiat Mo-" "guru tahu tentang Hiat Mo itu?" tanya song wan KiauwTidak begitu jelas-" Thio sam Hong menggeleng-gelengkan kepala"Namun ketika guru masih kecil." Thio Sam Hong manggutmanggut." "Ng" Kwee In Loan manggut-manggut.. "Itu merupakan kejutan bagipara ketua itu Ha ha ha. bukan?" "ya."ohi ya?" si Mo terbelalak. sehingga memperoleh julukan Hiat Mo. dan tiada kabar beritanya lagi" "oh?" song Wan Kiuw terkejut"guru.. namun aku cuma dapat bertahan sampai seratus jurus." Mulut si Mo ternganga lebar. Ketua." "Bagus. Dapat dibayangkan. "Mungkin anak cucu Hiat Mo yang dulu itu.. guru pernah mendengar sedikit tentang Hiat Mo dari ketua siauw Lim Pay masa itu Kira-kira dua ratus tahun lalu." "Pek Him" panggil Kwee In Loan." "Kalau begitu. baik golongan putih maupun golongan hitam." "Haaah.Akan tetapi. aku pernah bertemu Hiat Mo-. "Kami bertanding. setelah itu dia menghilang begitu saja. dia boleh dikatakan jago yang tanpa tanding di kolong langit. jie Lian ciu.. "oh ya." sahut Kwee In Loan. . betapa tingginya kepandaiannya itu." sahut Thio sam Hong. "Guru tidak percaya Hiat Mo itu begitu panjang umur. "Kalau begitu." si Mo tersenyum. Hiat Mo itu berasal dari perguruan mana?" "Entahlah-" Thio sam Hong menggelengkan kepala"Kalau tidak salahi dia datang dari Kwan Gwa. "Dalam surat tantangan harus dicantumkan tanggal satu bulan depan." ujar song Wan Kiauw. di rimba persilatan telah muncul seorang berjubah merah yang wajah dan jenggotnya pun merah semua. dan para ketua itu harus berkumpul di Pek yun Kok (Lembah Awan putih) untuk bertanding melawanku." "Baik. kita harus segera menulis surat tantangan untuk para ketua tujuh partai besar.Dia terus membantai para kaum rimba persilatan." " Kira-kira begitulah. "Kok engkau tahu begitu jelas?" "sudah lama aku tinggal di Kwan Gwa."Lalu kita suruh beberapa orang mengantar surat tantangan itu ke berbagai tempat.." si Mo mengangguk. tampak Thio sam Hong.

"Tanggal satu bulan depan kami para ketua tujuh partai besar harus berkumpul di Pek yun Kok untuk bertanding dengan ketua Hek Liong Pang?" tanya jie Lian ciu dengan kening berkerut-kerut. tentunya gampang sekali." "Tidak salah-" Thio sam Hong manggut-manggut. guru masih tidak sanggup melawannya. murid si Mo. kening Thio sam Hong pun berkerut-kerut. song Wan Kiauw dan jie Lian ciu berjalan masuk menuju ruang meditasi. " Ketua Hek Liong Pang mengundang para ketua tujuh partai besar ke Pek yun Kok" "Ngmm" jie Lian ciu manggut-manggut. Dibacanya surat tantangan itu. sebab mereka memiliki semacam ilmu istimewa." "Ha ha ha" jie Lian ciu tertawa gelak. segoralah ia memberi hormat." "surat tantangan dari siapa?" tanya jie Lian ciu. Hiat Mo memiliki ilmu Hiat Mo Kang yang amat hebat. berarti kepandaiannya sudah tinggi -sekali. seusai membaca surat tantangan itu. "siapa dia?" "Kwan Pek Him." jawab song Wan Kiauw sambil menyerahkan surat tersebut kepada Thio sam Hong. " Ketua Hek Liong Pang berani menantang para ketua tujuh partai besar." Kalau tidak salah. "Beritahukan kepada ketua Hek Liong Pang." "oh?" song wan Kiauw terbelalak." "Surat tantangan?" song waa Kiauw tersentaki lalu bersama jie Lian ciu berjalan ke ruang depan. apabila Hiat Mo ingin menguasai rimba persilatan Tionggoan." Kwan Pek Him mengangguk. Tampak seorang pemuda bermuka pucat berdiri di situ. Terus terang. ada utusan Hek Liong Pang ke mari" "oh?" song Wan Kiauw mengerutkan kening. bahwa Bu Tong Pay tidak akan mundur" "Pasti kusampaikan kepada ketua Hek Liong pang." ujar Kwan Pek Him dan setelah itu ia berpamit."Begitu hebat ilmu Hiat Mo Kang itu? Lalu siapa yang mampu melawannya?" "Tiada seorang jago pun yang sanggup melawannya-" Thio sam Hong menghela nafas panjang. Thio sam Hong memandang mereka seraya bertanya. "Tapi kemungkinan besar sembilan Dhalai Lhama Tibet masih sanggup melawannya. karena salah seorang murid song wan Kiauw memberi laporan dari pintu ruang itu. "Maaf" ucapnya memberitahukan.Dia ke mari menyampaikan sepucuk surat tantangan. "Guru." ucapan Thio sam Hong terputus. Kalau tidaki bagaimana mungkin dia berani menyebarkan surat ." "Guru. "Tapi . kemudian diberikan kepada song wan Kiauw." sahut Kwan Pek Him sambil menyerahkan sepucuk surat. Begitu melihat song wan Kiauw dan jie Lian ciu. "Dari ketua Hek Liong Pang. "Aku ke mari untuk menyampaikan surat tantangan. "surat tantangan apa itu?" "Ini surat tantangan dari ketua Hek Liong Pang."Maka ketua Hek Liong Pang mengharap kehadiran ketua Bu Tong Pay. "ya. "Aaah " Thio sam Hong menghela nafas panjang.

" Lam Khie melotot. "Mungkin tidaki" sahut Thio sam Hong." "ya.. guru."Kalau begitu. "Hanya saja dia akan bertanding satu lawan satu... dan itu sungguh membuat perut Lam Khie menjadi mual. sepertinya mau muntahLam Khie melirik mereka. "Hmm" dengus Lam Khie. " Ketika siauw Lim Pay menyelenggarakan pertemuan. ketika ia baru mau makan. kelinci yang dibakarnya itu sudah matang sehingga menyiarkan aroma yang harum sekali.. "Jangan makan sendiri. la sedang membakar seekor kelinci sambil bersenandung....Tong Koay dan Pak Hong sating memandang dan setelah itu. Apakah merupakan suatu rencana busuk?" tanya jie Lian ciu sambil memandang gurunya.tantangan?" "Guru" jie Lian ciu memberitahukan.. namun. "Ha ha ha" Tong Koay tertawa. Nah." sahut Pak Hong." . "Uaaakh" "Uaaakh" Mereka berdua muntah-muntah di hadapan Lam Khie. mendadak muncul dua orang sambil tertawa-tawa. Di saat itulah mendadak Tong Koay dan Pak Hong Uakh. "Memang begitulah. alangkah baiknya engkau terus berlatih. silakan engkau makan sendiri" "Ngmmm" Lam Khie manggut-manggut.. "Kenapa kalian muncul sekarang? Tahu saja kelinci bakarku telah matang" "Ha ha" Pak Hong tertawa g elaki "Sebetulnya kami sudah lama berada di tempat ini. sedangkan Tong Koay dan Pak Hong langsung tertawa terbahak"Ha ha ha Ha ha ha. Dua orang itu ternyata Tong Koay dan pak Hong. "Sudahlah Kami tidak akan minta kelinci bakar itu. "Wuah" Lam Khie mengendus wangi kelinci bakar itu. Lam Khie tampak santai sekali.. harus bagi kami" "Kalian. Uakhh." "Jadi kalian berdua membiarkan aku membakar kelinci ini seorang diri.. justru muncul si Mo dengan suatu rencana busuk-" "Engkau sudah memberitahukan tentang kejadian itu-" Thio sam Hong manggut-manggut "Kali ini ketua Hek Liong mengundang para ketua tujuh partai besar ke Pek yun Kok untuk bertanding.. "Ha ha ha" Tong Koay tertawa. "Baik Hari ini aku akan menghadapi kalian berdua" ujar Lam Khie sungguh-sungguh. Akhirnya ia punjkut-ikutan muntah. "Entah bagaimana keadaan Bu Ki dan anaknya?" Di dalam sebuah rimba. lalu mengeluarkan seguci araki Akan tetapi. Tak seberapa lama kemudian. kemudian mulai menikmati daging kelinci bakar itu. mumpung masih ada waktu. setelah matang barulah muncul?" tanya Lam Khie dan melotot lagi. jangan harap kalian mendapatkan bagian" "Engkau mampu menghadapi kami berdua?" tanya Pak Hong sambil tersenyum.."Jie Lian ciu mengangguk"Aaah " Thio Sam Hong menghela nafas panjang.

"Ayam bakar ini. "Haaah. "Dua ekor ayam bakar itu memang untukmu.." Lam Khie menggeleng-gelengkan kepala. kelak aku pasti membalasnya" "Lam Khie." Tong Koay manggut-manggut. bahwa ketua Hek Liong Pang sudah menyebarkan surat tantangan kepada para ketua tujuh partai besar untuk bertanding di Pek Yun Kok-" "T0ng Koay. "Biar bagaimanapun kita harus menyelamatkan tujuh partai besar itu. yang ternyata berisi dua ekor ayam bakar. kami cuma bergurau" "Tapi tahukah kalian?" Lam Khie melotot. "Kalau kami tidak membawa ayam bakar ini. "oh?" Lam Khie heran... tentunya engkau akan gembira.?" Mulut Pak Hong ternganga lebar."Kalian berdua sungguh keterlaluan" bentak Lam Khie gusar. sebab kalau tujuh partai besar itu dikuasai Hek . itu adalah urusan mereka" sahut Lam Khie.. lalu mengeluarkan sebuah bungkusan dari dalam bajunya dan diberikan kepada Lam Khie. "Lam Khie. "Dari semalam perutku belum diisi?" "Tenang" Tang Koay tertawa. "Betul.." "Apa ini?" tanya Lam Khie heran. bagaimana mungkin kami berani bergurau denganmu? Ayohi makanlah" "Terima kasih" ucap Lam Khie dan mulai menikmati ayam bakar itu sambil minum pula. "Maka kita segera berangkat ke Ciong Lam san. "oh ya Kenapa kalian ke mari? Tentunya ada sesuatu penting bukan?" "Kami ke mari ingin memberitahukan." ujar Pak Hong. "Caranya?" "Tentunya engkau tahu siapa ketua Hek Liong Pang itu. "Pokoknya aku tidak akan bagi kalian daging kelinci bakar ini" Tiba-tiba ia mengayunkan tangannya yang memegang kelinci bakar itu." sahut Lam Khie dengan wajah merah padam. "Kami bawakan makanan kesukaan-mu. "Buka saja" sahut Tang Koay. "Jangan gusar." "oh?" Lam Khie Melongo. tapi kelihatannya ketua Hek Liong pang ingin menundukkan partai-partai itu" "Maksudmu kita harus turut campur?" tanya Lam Khie"Turut campur sih tidaki namun kita bisa membantu secara diam-diam" sahut Tong Koay." Tong Koay menatapnya. lebih baik dibuang saja. Lam Khie membuka bungkusan itu.. Seketika juga Lam Khie terbelalak.. "Ke-napa kelinci bakar itu dibuang?" "Dari pada dibagikan kepada kalian." ujar Tang Koay sambil tersenyum.. tidak tahu." "Silakan menghabiskannya" sahut Tang Koay. dan seketika itu juga kelinci bakar itu terlempar jauh. "Kali ini kalian btreiua mempermainkan aku. "Ha ha ha" Tang Koay tertawa. "Itu adalah urusan ketua Hek Liong Pang dengan para ketua itu." "Aku tidak tahu siapa ketua Hek Liong Pang itu.

" ujar Tang Koay. Lam Khie dan lainnya menunggu dengan sabar.. "Maksud kalian untuk memberitahukan kepada yo Sian sian tentang kemunculan ketua Hek Liong Pang itu?" "Ya. Lama sekali barulah pintu rahasia kuburan." "oooh" Lam Khie manggut-manggut. suaranya bergema ke dalam. Maka. "Kalian memikirkan juga nasib rimba persilatan?" "Sebab si Mo berada di pihak Hek Liong pang. Mereka berdua adalah Tong Koay dan Pak Hong. kemudian mulai berteriak menggunakan Iweekang." "Itu.. "Engkau boleh mulai berteriak memanggil yo Sian Sian... tua itu terbuka dan muncul empat wanita.. "Kwee In Loan." ucap yo sian sian dan bertanya"Cianpwee-cianpwee ke mari untuk menyampaikan apa?" "Nona yo" Lam Khie memberitahukan. kakak seperguruan Nona sudah muncul dalam rimba persilatan. "Tentunya engkau tahu maksudku.. Tang Koay dan Pak Hong berdiri di depan sebuah kuburan tua yang amat besar." ujar Tang Koay ..-" "Engkau kenal baik ke dua orang tua yo Sian Sian. sedangkan dia begitu licik dan jahat. "Tapi-. "Aku sudah menduga itu Dia adalah murid murtad partai Kuburan Tua. "Aku yakin dia sedang memperalat ketua Hek Liong Pang itu" "Lalu. setelah itu barulah muncul yo sian sian."." Tang Koay mengangguk. "Karena ketua Hek Liong Pang itu adalah Kwee In Loan.. harap keluar sebentar" Seusai berteriak. yakni tempat tinggal yo Sian Sian." "selamat bertemu Cianpwee" ucap yo sian sian sambil memberi hormat kepada mereka. "Kami ke mari memang ingin menyampaikan sesuatu. "cianpwee" yo sian sian memberi hormat kepada Lam Khie"Ada urusan apa Cianpwee datang berkunjung?" "Nona yo" Lam Khie tersenyum. kuburan tua itu "Nonaa yo Aku Lam Khie-Toan Thian Ngie datang berkunjung." "oh?" yo sian sian tersentak"Dia sudah muncul dalam rimba persilatan?" "Betul-" Lam Khie mengangguk. Nona yo masih sedemikian muda" "Terima kasih atas pujian cianpwee. maka kalau engkau yang berteriak di depan kuburan tua itu. mari kita berangkat sekarang juga" Lam Khie. "Lam Khie..." Lam Khie mengerutkan kening.." sahut Tang Koay. apa jadinya rimba persilatan?" "Tumben" Lam Khie memandang mereka dengan heran. "Ha ha ha" Tong Koay tertawa gelak"Sungguh tak disangka." Lam Khie berpikir sejenaki kemudian mengangguk.Liong pang. "untuk apa kita ke Ciong Lam San?" "Di belakang Ciong Lam San. "Baiklah. yo Sian Sian pasti membukanya." Lam Khie mengangguk. "Bahkan dia menjadi ketua Hek Liong Pang dan ." uiar Lam Khie.

" Lam Khie menatapnya.. kami tidak akan turut campur" ujar Lam Khie dan menambahkan. "Engkau harus berhati-hati menghadapi kakak seperguruanmu itu. "Baik" yo sian sian mengangguk. Kenapa kali ini kalian bertiga justru tampak begitu akur?" "Ha ha ha" Pak Hong tertawa." ucap Lam Khie"sampai jumpa kelak" "sampai jumpa.mengangkat si Mo sebagai wakilnya. maka kini adalah masa gencatan senjata. engkau jangan ingkar janji lho" ujar Tong Koay.. Kalau begitu. aku terpaksa harus menghadapinya." "ohya" yo sian sian memandang mereka sambil tersenyum. Dia mampu mengalahkan si Mo-" "oooh" yo sian sian manggut-manggut. "Biar bagaimanapun. Kini dia -" Lam Khie menutur tentang ketua Hek Liong Pang menyebarkan surat tantangan kepada para ketua tujuh partai besar. kami mohon pamit. aku harus dapat menaklukkannya. "Biasanya kalian bertiga seperti api dengan bensin. Cianpwee" sahut yo sian sian.. " Kalau begitu. -ooo00000oooBab 24 Hek Liong Pang Bubar setelah menerima surat tantangan dari ketua Hek Liong Pang. kemudian tersenyum seraya berkata. sebab kini kepandaiannya sudah tinggi sekali. agar tidak mengganggu ketenanganmu-" "Baiklah. "Nona yo. tentunya kami pun tidak akan ke mari memberitahukan kepadamu. begitu ketemu pasti ribut atau bertarung. "Nona yo" Lam Khie tampak serius. para ketua tujuh partai besar cun langsung berangkat ke kuil siauw Lim sie untuk berunding dengan Keng Bun Hong Tio. barulah yo sian sian kembali masuk kuburan-tua itu." yo sian sian menggeleng-gelengkan kepala. "Sekaligus menjadi wasit kalian. dia pasti akan menimbulkan bencana dalam rimba persilatan. aku ingin menyaksikannya" ujar yo sian sian. dan yo sian sian mendengarkan dengan penuh perhatian. setelah mereka bertiga melesat pergi.. "seandainya kakak seperguruanmu tidak berambisi untuk menguasai rimba persilatan." "Terima kasih untuk itu.. "Nona yo. "Tak disangka itu. itu adalah urusan perguruanmu. "Kalau begitu. dan mereka semua berkumpul diTay Hiong Po Tian (Ruang Para orang Gagah)"Omitohud" ucap Keng Bun Hong Tio- . Tentunya kalian tidak berkeberatan kan?" "Kami setuju engkau menjadi wasit." "Nona yo." Yo sian sian manggut-manggut. "Kami sudah terikat oleh suatu janji.. Kalau tidak. beberapa tahun lagi kami akan bertanding di puncak gunung Heng san." " Kalau kalian bertanding kelak. bagus" Lam Khie tertawa gelak"Engkau memang harus menaklukkannya." "Bagus." ucap yo sian sian.

"si Mo itu amat jahat dan licik. " Kalau begitu. "Apabila perlu. lebih baik dibicarakan kelak pula. sekarang pikiran kita harus dicurahkan pada tanggal satu itu." "Keng Bun Hong Tio" tanya Ci Hoat Tianglo dari Kay Pang.-." sahut para ketua sambil mengangguk. "yang penting kita harus berhati-hati." "Tapi-. oleh karena itu." ujar ketua Kun Lun Pay dengan kening berkerut. kita pun tidak tahu dia memiliki . "Kini dia pulang ke tempat tinggalnya.Maka." Ketua Hwa San Pay manggut-manggut. sebab dia akan bertanding dengan kita satu persatu. "Kita akan bertanding dengan ketua Hek Liong Pang secara adil. " Kalau kita tidak ke Pek yun Kek bertanding dengan ketua Hek Liong Pang. "Ada satu hal yang cukup menggembirakan.jadi nanti kita berangkat bersama dari sini-" "Baik. mari kita tangani bersama" ujar ketua Hwa san Pay dan menambahkan. "Apakah ada suatu rencana busuk dibalik itu?" "Sulit diduga. namun pertemuan itu tidak membawakan hasil apa-apa. sebab kita semua akan berkumpul di Pek yun Kek untuk bertanding dengan ketua Hek Liong Pang itu. kita semua pasti terkubur di Pek yun Keki" "Omitohud" ucap Keng Ti Seng Ceng." sahut ketua Bu Tong Pay menambahkan." Ketua Bu Tong Pay manggut-manggut. Mungkin dia sudah pulang ke tempat tinggalnya. "Daripada menanggung malu tidak ke sana." "Betul. kita tidak usah ke Pek yun Kek itu." "Omitohud" ucap Keng Bun Hong Tio"Memang harus begitu." "Kong Bun Hong Tio. "Menurutku ketua Hek Liong tidak akan berbuat begitu." "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio"Itu adalah urusan kelak. maka tidak akan merencanakan itu."Kita adalah partai besar dalam rimba persilatan. yaitu sudah sekian lama Hiat Mo tidak membantai kaum rimba persilatan lagi. tentunya akan muncul lagi kelak. Itu sungguh diluar dugaan." "Kalau dia muncul lagi kelak. kita pasti ditertawakan kaum rimba persilatan. Kini ketua Hek Liong Pang justru menantang kita." "Tapi "" Ketua Bu Tong Pay menghela nafas panjang." "Tapi bagaimana kalau Pek yun Kek itu merupakan suatu jebakan bagi kita semua?" tanya ketua Khong Tong Pay. Apabila kita tidak memenuhi tantangan ketua Hek Liong Pang. Dia yakin menang."Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio lagi. kita harus ke sana.Aku khawatir dia sudah merencanakan sesuatu untuk menjebak kita semua-" "Kalau begitu. Mungkinkah pihak Hek Liong Pang akan menanam obat peledak di situ?" "Haaahhh" Para ketua terkejut bukan main. kita pun boleh mengeroyoknya. apakah kita masih punya muka untuk berdiri dalam rimba persilatan?" "Benar. kita terpaksa mengeroyoknya. tapi apabila dia berani berbuat curang." usul ketua Hwa San Pay sungguh-sungguh "Omitohud" sahut Keng Bun Hong Tio. lebih baik berkorban di tempat itu."Hari itu kita mengadakan pertemuan di sini. kita semua tidak kenal ketua Hek Liong Pang itu.

dan itu sungguh menggembirakan Lam Khie "Ha ha ha Terima kasih Terima kasih" ucapnya sambil tertawa. kemudian memberitahukan. sebab kepandaiannya sangat tinggi sekali." "Ha ha ha Kami tahu. kan?" ujar ketua Kay Pang. . aku pun bukan tandingannya-" " Kalau begitu . salah seorang Hweeshio segera menyuguhkan arak wangi. "Omitohud" ucap Keng Bun Hong Tio dengan wajah berseri. "siapa?" Kong Bun Hong Tio langsung bangkit dari tempat duduknya." "Tenang saja" Pak Hong tertawa. lalu muncul tiga orang tua.sudah pasti dia punya suatu tujuan tertentu. "Selamat datang selamat datang" "sedang berunding ya? Ha ha ha Tanggal satu akan bertanding dengan ketua Hek Liong Pang kan?" ujar Tong Koay sambil memandang mereka." sahut Lam Khie." sahut Lam Khie"Nanti tanggal satu kalian akan mengetahuinya-" "Cianpwee?" tanya ketua Hwa San Pay mendadak"Apakah ketua Hek Liong pang akan menjebak kami di Pek yun Kok itu?" "Tidak" jawab Lam Khie sambil tertawa." ujar Lam Khie sambil menggelenggelengkan kepala"Terus terang. "Ketua Hek Liong Pang bernama Kwee In Loan. "Namun yang jelas kalian semua bukan lawannya." Kening ketua Hwa san berkerut. "Betul." "Omitohud" ucap Keng Bun Hong Tio"Tong Koay. " Kami pasti kalah bertanding dengan dia. "Eh? Keng Bun Hong Tio. lebih baik kami pergi saja.ya. kemudian tampak tiga sosok bayangan berkelebat memasuki ruang itu." Kong Bun Hong Tio manggut-manggut. kenapa tidak persilakan kami duduk? Tidak senang kami ke mari ya? Kalau begitu. "Ha ha ha Apa kabar Kong Bun Hong Tio dan para ketua?" Terdengar suara sahutan lagi. itu berarti gampang sekali baginya merobohkan kita satu persatu." Terdengar suara sahutan dari luar. kalian tidak akan tahu siapa wanita itu. silakan duduk" "Terima kasih" sahut Tong Koay lalu duduk. "Betulkah itu?" "Aku tidak bohong." "Omitohud" ucap Keng Bun Hong Tio"Dia dari perguruan mana?" tanyanya..kepandaian apa. sebaliknya dia pasti tahu jelas ilmu rahasia kita. sudikah Cianpwee memberitahukan?" "Kalau aku memberitahukan namanya.Nah. Lam Khie dan Pak Hong. "Kita semua tidak tahu siapa ketua Hek Liong Pang itu. Lam Khie dan Pak Hong." "Omitohud" Kong Bun Hong Tio menatapnya. yang tidayiain adalah Tong Koay. "Tadi cianpwee berseru bahwa kenal ketua Hek Liong Pang. "sudah lama perguruannya tidak muncul dalam rimba persilatan. dan begitu pula Lam Khie dan Pak Hong. kemudian mulai menikmati arak wangi itu"Maaf" ujar ketua Kun Lun Pay.

. "Para ketua yang terhormat. si Mo segera meloncat turun."sampai waktunya pasti ada kejutan." ucap ketua Hwa san cepat.. yang tidak lain adalah Kwee In Loan. "Ketua mana yang kalah bertanding dengan ketua Hek Liong Pang. kami ke mari cuma ingin mencicipi arak wangi sekarang kami mau pergi. Mereka mempersilakan para ketua berdiri dekat panggung itu. dan begitu juga Lam Khie dan Tong Koay. sehingga membuat semua orang tercengang.. kemudian si Mo meloncat ke atas canggung tersebut. dan begitu pula ketua Bu Tong Pay. muka kami mau ditaruh di mana?" "Maaf. "Ha ha ha" Pak Hong tertawa gelak"Nan. berarti bukan merupakan kejutan lagi" sahut Pak Hong serius." "Maaf" ucap ketua Hwa san Pay"Apakah Cianpwee bertiga akan turun tangan menghadapi ketua Hek Liong Pang itu?" "Tentu tidak" sahut Lam Khie "Kalau kami bertiga mengeroyoknya. "selamat datang para ketua" ucap Kwee In Loan dan memperkenalkan diri "Aku adalah ketua Hek Liong Pang. maka aku mengundang . ketua Hek Liong Pang mengundang kalian ke mari adalah untuk bertanding" seru si Mo dengan suara lantang. Di lembah tersebut telah dibikin sebuah panggung yang amat besar. dan kalian pun pasti selamat. Seketika juga tampak sosok bayangan melesat ke panggung itu. para ketua tujuh partai besar sudah tiba di Pek yun Kok." "oooh" Kong Bun Hong Tio menarik nafas lega"Omitohud Terima kasih. Mereka bertiga datang secara mendadaki dan perginya pun begitu. Namun mereka terus berpikir kejutan apa yang dimaksudkan pak Hong itu." Pak Hong melesat pergi." "Omitohud?" tanya Kong Bun Hong Tio"Bolehkah kami tahu kejutan apa itu?" "Kalau sekarang kuberitahukan. itu adalah Pie Bu Thai (Panggung Adu silat). setelah-JCwee In Loan berada di atas panggung. maka partainya harus dibawah perintah Hek Liong Pang Harap kalian semua mengerti" "Omitohud" tanya Kong Bun Hong Tio"Bagaimana seandainya ketua Hek Liong Pang yang kalah?" "Hek Liong Pang akan dibubarkan" sahut si Mo"Omitohud" Kong Bun Hong Tio manggut-manggut. "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio"Mudah-mudahan akan seperti apa yang dikatakan Pak Hong itu Omitohud" " -ooo00000oooPada tanggal satu. yang menyambut para ketua itu adalah si Mo dan muridnya. ketua Hek Liong Pang. sementara ketua Go bi Pay diam saja. "yang penting urusan itu beres.Iweekang. " Ketua Hek Liong Pang dipersilakan naik ke panggung" seru si Mo dengan menggunakan. maaf . Berhubung kini situasi rimba persilatan semakin memburuk.

partainya harus dibawah perintah Hek Liong Pang. . bagus" "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio sambil menatapnya. pertandingan itu mulai tampak seru dan menegangkan. Tapi kalau tiada seorang ketua pun yang dapat mengalahkan aku.kalian ke mari untuk bertanding denganku. Puluhan jurus kemudian." " Ketua Hek Liong Pang. Kong Bun Hong Tio mulai berada di bawah angin. " Aku adalah Kong Bun Hong Tio. aku pasti membubarkan Hek Liong Pang. lalu mulai menyerang Kong Bun Hong Tiosemula mereka bertanding dengan jurus-jurus biasa. "Tentunya aku akan membubarkan Hek Liong Pang. sedangkan si Mo terus tersenyum-senyum. siapa yang kalah. Ternyata Kong Bun Hong Tio mengeluarkan ilmu Liong Jiauw Kang (Ilmu Cakar Naga). "Ternyata ketua siauw Lim Pay Bagus. Kwee In Loan menyambutnya sambil tersenyum. sehingga pertandingan itu merupakan pertandingan adu nyawa. dan itu sungguh mencemaskan para penonton." sahut Kwee In Loan. kemudian manggutmanggut. "Omitohud" sahut Keng Bun Hong Tio"Biar aku yang duluan bertanding dengan ketua Hek Liong Pang itu" "Keng Bun Hong Tio?" tanya ketua Bu Tong pay "Bagaimana kalau aku duluan yang bertanding dengan dia?" "Omitohud" sahut Kong Bun Hong Tio" Lebih baik aku duluan. setuju dan berunding. silakan ketua Hek Liong Pang menyerang duluan" "Baik-" Kwee In Loan memberi hormat. "siapa yang akan bertanding duluan dengan ketua Hek Liong pang itu?" tanya ketua Kun Lun Pay." Usai menyahut. begitu pula Kong Bun Hong Tio sendiri Di saat itulah Kong Bun Hong Tio mengeluarkan Kim Kong Hok Mo Ciang (Ilmu Pukulan Arhat Penakluk iblis). bagaimana caranya pertandingan ini?" tanya ketua Hwa san Pay" Cukup dengan tangan kosong. Apabila aku kalah. barulah giliran ketua Bu Tong Pay. tenang dan damai. namun berselang beberapa saat kemudian. maka partai kalian harus di bawah perintah Hek Liong Pang. ini agar rimba persilatan bisa aman. sedangkan ketua Hek Liong Pang mengeluarkan Kiu Im Pek Kut Jiauw untuk mengimbangi ilmu rahasia siauw Lim Pay itu. Kong Bun Hong Tio langsung meloncat ke atas panggung. wajah mereka tampak pucat pias. "Bagaimana kalau engkau yang kalah?" tanya ketua Hwa san Pay lagi." sahut Kwee In Loan dan menambahkan. siapa yang dapat mengalahkanku. "Kalian boleh naik ke panggung satu persatu untuk bertanding denganku. Betapa cemasnya para penonton." Para ketua itu saling memandang. Ketua Hek Liong Pang tertawa panjang dan segera mengeluarkan ilmu Kiu Im Cui sim Ciang (Ilmu Pukulan sakti Penghancur Hati). secara tidak langsung aku adalah Bu Lim Beng cu (Ketua Rimba Persitatan).

kemudian mendadak balas menyerang. di atas panggung.. ingin mohon petunjuk" "Bagus" Ketua Hek Liong Pang manggut-manggut." "suheng. muncullah empat wanita berpakaian putih..Ternyata merekalah yang meniup suling dan memainkan kecapi. Keng Ti seng Ceng memapah Keng Bun Hong Tio ke bawah." "Tidak usah cemas. "Sudahlah" Keng Bun Hong Tio menggeleng-ge-lengkan kepala. Keng Bun Hong Tio termundur-mundur beberapa langkah dengan mulut mengeluarkan darah. Bukan main malunya ketua Hwa san Pay. "silakan menyerang duluan" Ketua Hwa San Pay langsung menyerang. setelah itu.. "suheng. "Mulai saat ini.. "Mau apa engkau ke mari?" "suci" sahut Yo sian Sian.." ujar ketua Bu Tong Pay. mendadak terdengar suara suling dan kecapi." sahut ketua Hek Liong Pang sambil tersenyum." Keng Bun Hong Tio menghela nafas panjang.. mereka berbisik-bisik. . sedangkan ketua Hek Liong tetap berdiri tegak di tempat. Pertandingan kali ini tidak begitu seru seperti tadi. apakah suci baik-baik saja selama ini?" "Hm" dengus Kwee In Loan." sahut ketua Gobi Pay "Aku duluan. demikian pula air muka si MoTak seberapa lama kemudian. aku mengaku kalah.. air muka ketua Hek Liong Pang langsung berubah hebat. kini giliran siapa yang akan bertanding denganku?" tanya ketua Hek Liong sambil memandang ketua Bu Tong dan Gobi Pay. sambil tersenyum ketua Hek Liong Pang berkelit." "Terima kasih atas kemurahan hati Keng Bun Hong Tio untuk mengalah kepadaku. setelah itu muncul lagi seorang wanita berpakaian kuning. Apabila aku kalah. ketua Hwa san Pay roboh di tangan ketua Hek Liong Pang. " Ketua Hek Liong Pang" ujarnya sambil memberi hormat.. barulah giliranmu. dia adalah Keng Tiseng ceng. "suci (Kakak seperguruan)" panggil Yo sian sian sambil memberi hormat"sudah hampir tiga puluh tahun kita tidak bertemu.setelah puluhan jurus. dan segeralah ia meloncat turun. "Kepandaianmu tinggi sekali. lalu berkata kepada ketua Hek Liong Pang." wajah Keng Ti seng ceng tampak murung sekali.Mereka berempat berdiri. Ketua Bu Tong Pay dan ketua Gobi Pay saling memandang. Mendadak terdengar suara benturan.Blaaaam.. tampak sosok bayangan meloncat ke atas panggung. siauw Lim Pay sudah berada di bawah perintah Hek Liong Pang. Begitu mendengar iuafa musik itu. "Aku adalah ketua Hwa san pay. Di saat bersamaan. aku tidak apa-apa Hanya saja.siapa wanita itu? la tidak lain yo sian sian. "Ketua Gobi Pay" biar aku yang bertanding dengan dia-" "Lebih baik aku saja. Di saat bersamaan.. dan disaat itulah ketua Hwa san Pay meloncat ke atas. " Ketua Siauw Lim dan Hwa San pay telah kukalahkan. Wanita itu lemah lembut dan wajahnya cantik sekali putih bagaikan Salju.

lebih baik engkau pergi saja. Wanita berbaju kuning itu menatap kakak seperguruannya dengan senyum puas. sehingga membuat para penonton tersentak semua. "yo Sian Sian. Jangan cari penyakit di sini" "Maaf" sahut yo Sian Sian.. oleh karena itu ia mengerahkan Iweekangnya sampai pada puncaknya. Begitu pula yo sian sian. Setelah yo Sian Sian muncul. Mereka mengeluarkan ilmu yang sama. Maka aku bukan kakak seperguruanmu lagi. Sementara Kwee In Loan dan yo Sian Sian sudah mulai bertanding. apalagi setelah mendengar pembicaraan mereka... ke dua orang tuamu telah mengusirku. Kemunculan wanita berpakaian kuning itu memang amat mengejutkan. pasti akan terkena pukulan yang penuh mengandung Iweekang. Berselang beberapa saat. kita sudah tiada hubungan apa-apa. barulah para ketua itu tahu akan maksud Pak Hong yang memberitahukan bahwa akan ada suatu kejutan di Pek yun Koki ternyata ini yang dimaksudkannya. "Apabila aku kalah. Tak terasa pertandingan itu sudah melewati puluhan jurus." yo Sian Sian menghela nafas panjang. "Kalau begitu. "Engkau jangan mencampuri urusanku. cepatlah pergi" "Suci. Blaaaam. tentunya akan di bawah perintahmu.. Mendadak terdengar suara benturan yang amat dahsyat. yo sian sian term undur-mundur beberapa langkah. meskipun sebenarnya tubuhnya sendiri didera luka parah. sehingga pertandingan itu tampak anehi tapi amat menegangkan. sebab setiap gerakan disertai dengan Iweekang sepenuhnya. barulah Kwee In Loan bangkit lalu menatap yo sian sian dengan penuh kebencian. jangan bikin kacau rimba persilatan" "Engkau harus ingat. maka harus membubarkan Hek Liong Pang" "Baik" Kwee In Loan manggut-manggut. seketika suasana di tempat itu berubah menjadi hening. engkau harus tahu Kini kepandaianku sudah lebih tinggi darimu. Namun kalau engkau yang kalah.."sudahlah mari ikut sumoy ke kuburan tua.. "Yo sian sian Kali ini aku mengakui keunggulanmu Mulai saat ini Hek Liong Pang telah bubar" ujar Kwee In Loan sepatah demi sepatah- . Kwee In Loan tampak penasaran sekali karena tidak dapat merobohkan yo sian sian. Itu sungguh mencemaskan para penonton. karena siapa yang lengah dalam pertandingan itu. kemudian rubuh dengan mulut menyemburkan darah segar." yo Sian Sian menggeleng-gelengkan kepala. "Jadi engkau ingin bertanding denganku?" "ya. Siapa pun tidak akan menyangka ketua Hek Liong Pang adalah kakak seperguruan wanita berpakaian kuning itu." "Suci." yo Sian Sian mengangguk.. Kini gerakan mereka kelihatan agak lamban. "Diam" bentak Kwee In Loan. aku terpaksa melawanmu." "He he he" Kwee In Loan tertawa terkekeh-kekeh. "Aku harus mencegah perbuatanmu ini" "oh?" Kwee In Loan menatapnya tajam.. sedangkan Kwee In Loan terpental kira-kira enam depa.

barulah wanita berpakaian kuning itu bangkit berdiri. Kwee In Loan mengira Iweekangnya jauh lebih tinggi. "Omitohud Omitohud. lalu memberi hormat kepada Keng Bun Hong Tio"Terima kasih Keng Bun Hong Tio. "Omitohud" sahut Keng Bun Hong Tio"Kamilah yang harus berterima kasih karena engkau telah menyelamatkan kami. Para ketua sedang mencurahkan perhatiannya ke atas panggung. lalu dimasukkan ke mulut yo sian sian. "Tolong berikan pil ini kepada majikanmu" "Terima kasih seng Ceng. lagipula kita tiada urusan dengan dia-" "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio"Urusan di sini telah beres. "Biar dia pergi. Ketika melihat Kwee In Loan terpental oleh pukulan yang dilancarkan yo sian sian. bahwa yo sian sian merendahkan diri. lalu melesat pergi dan diikuti ke empat pengiringnya. oleh karena itu. si Mo segera mengajak muridnya pergi." sahutnya sambil tersenyum. "Aku pasti membuat perhitungan denganmu kelak" ujar Kwee In Loan dengan penuh dendam. sebab Kwee In Loan adalah murid murtad dari perguruanku. setelah itu barulah ia melesat pergisesudah Kwee In Loan melesat pergi. Para ketua itu saling memandang.. Keng Ti seng Ceng meloncat turun." "Aku membersihkan perguruanku. Ternyata tadi yo sian sian berusaha agar tidak muntah darah. "uaaakh " yo sian sian memuntahkan darah segar yang ditahannya dari tadi"Uaaaakh " "Omitohud" ucap Keng Bun Hong Tio. karena kini Hek Liong Pang telah bubar. Terdengarlah suara suling dan suara kecapi makin lama makin jauh. yo sian sian pun segera duduk bersila dikelilingi ke empat pengiringnya." Keng Ti seng Ceng segera meloncat ke atas lalu memberikan sebutir pil kepada salah seorang pengiring itu seraya berkata. mari kita tinggalkan tempat ini" Para ketua itu mulai meninggalkan Pek yun Kok. maka sama sekali tidak tahu kepergian si Mo bersama muridnya. suheng." ucap yo sian sian. "sutee beri dia sebutir pil" "ya." ucap wanita berpakaian putih sambil menerima obat tersebut. "Sudahlah" sahut ketua Kun Lun Pay. karena tergempur oleh Kwee In Loan. sehingga membuatnya langsung kabur.. sedangkan yo sian sian masih tetap bersila."Tapi kita akan berjumpa lagi kelak" yo sian sian tidak menyahut. dan itu membuat mereka itu kagum bukan main. Kebetulan ketua Bu Tong Pay berjalan bersama Kong Bun Hong Tio dan ." ucap Keng Bun Hong TioYo Sian Sian memberi hormat kepada para ketua itu. maka aku sama sekali tidak menyelamatkan kalian. "Eeeh?" seru ketua Hwa San Pay "Kemana si Mo pergi?" Ternyata si Mo dan muridnya sudah tidak ada di situ. Berselang beberapa saat kemudian. Para ketua tahu. atas pemberian obat mujarab itu. kemudian mereka menggeleng-gelengkan kepala sambil menarik nafas lega.

Kong Tt seng Ceng. "si Mo." Kwee In Loan bangkit berdiri "si mo sampai jumpa" Kwee In Loan melesat pergi.. Aku akan memperdalam kepandaianku di tempat kediamannya" "ooohi Si Mo manggut-manggut.. ia membuka matanya dan justru terbelalak." Kwee In Loan memberitahukan. kedudukanku sebagai ketua golongan hitam akan kuserahkan kepadamu. ketua Hek Liong pergi dengan penuh dendam. "Kong Bun Hong Tio. dia tidak akan muncul lagi." Kwee In Loan menggeleng-gelengkan kepala. Aku harus membuat perhitungan dengan dia kelak. "Apabila engkau setuju." Kwee In Loan beristirahat di bawah sebuah pohon.. Apakah dia akan muncui lagi kelak?" tanya ketua Bu Tong Pay. karena Si Mo dan muridnya duduk di hadapannya. Namun menurutku. tentunya engkau akan kembali ke Tionggoan kan?" "ya." "Mudah-mudahan begitu. Kong Bun Hong Tio" Ketua Bu Tong Pay menghela nafas panjang. "Omitohud" sahut Kong Bun Hong Tio"Itu sulit diduga. sedangkan si Mo masih berdiri di tempat.." "Kalau begitu aku akan menyerahkan jabatanku kepadamu" "Itu. lihat saja kelak. dan setelah itu mulailah duduk bersila dengan mata terpejam. "Bagaimana keadaan lukamu?" tanya si Mo sambil memandangnya dengan penuh perhatian." "Terima kasih" ucap Kwee In Loan sambil menggelengkan kepala. "Apabila kepandaianmu sudah bertambah tinggi. maka aku harus memperdalam kepandaianku." ujar si Mo seakan mengusulkan. Berselang beberapa saat. "Aku telah dikalahkan oleh yo sian sian. "Hei Pek Him" bentak si Mo"Kenapa engkau terus melamun? Apa yang engkau pikirkan?" "Guru -" Kwan Pek Him menundukkan kepala"oooh" si Mo manggut-manggut sambil tertawa- .. namun engkau tetap sebagai ketua golongan hitam" "Begini .sekarang aku harus berangkat ke Kwan Gwa. muridnya terus melamun. sementara Kwan Pek Him... "Aku akan pergi ke Kwan Gwa menemui Hiat Mo-" "Engkau ingin mohon bantuannya?" si Mo agak terbelalak"Apakah Hiat Mo mau membantumu?" "Aku hanya ingin mohon petunjuk kepadanya mengenai ilmu silat. sebab kepandaiannya masih setingkat di bawah kepandaian wanita berpakaian kuning itu. "Kini Hek Liong Pang telah bubar. Kemudian ia menelan tiga butir pil. "Omitohud" Keng Bun Hong Tio menggeleng-gelengkan kepala. "Omitohud. wajahnya tampak tidak ada semangat sama sekali." "Jadi engkau mau ke mana? tanya Si Mo"Aku. "sudah membaik" sahut Kwee In Loan.

. Kwee In Loan berangkat ke Kwan Gwa menemui Hiat Mo. "Dia baik-baik saja?" "Giok Cu baik-baik saja." "guru.. Kini mereka sudah memasuki desa tersebut. percuma kita pikirkan sekarang... Mereka berdua." tandas Lam Khie"Kelihatannya Kwee In Loan akan belajar ilmu silat lagi kepada Hiat Mo. Lam Khie dan pak Hong. ." sela Pak Hong serius. tidak mungkin aku membunuhnya. "Mumpung luka Kwee In Loan belum sembuh. "Entah apa yang akan terjadi lagi kelak?" "Itu urusan kelak." Kwan Pek Him mengangguk.... bagaimana kalau sekarang kita pergi membunuhnya?" "Tidak mungkin. kita tidak perlu membicarakannya sekarang." Kepala Kwan Pek Him semakin tertunduki sedangkan si Mo menatapnya dengan tajam." jawab Lim Soat Hong dan memberitahukan. "-Dia pergi ke mana?" "Dia ikut Thio Han Liong ke gunung Soat San. "Gadis itu tidak akan mencintaimu. murid kesayangannya itu." ujar Lam Khie dan menambahkan. Ternyata yo sian sian ingin menengok Tan Giok Cu. agar gadis tersebut mencintaimu... "Itu urusan kelak. "Pemuda itu sangat baik terhadapku. "Ha ha ha Perutku sudah merengek-rengek minta diisi-" Bab 25 Gua Hangat Di Puncak Hoat San yo sian sian dan ke empat pengiringnya tidak langsung pulang ke gunung ciong Lam san.Itu sungguh membahayakan Nona yo dan rimba persilatan" "Kalau begitu . seharusnya engkau membunuh pemuda itu. "Kita sudah dengar. dan mereka segera menyuguhkan teh wangi. kemudian mereka berdua melesat pergi Di saat mereka melesat pergi." Lam Khie menggelengkan kepala." "Tapi .. Kedalangan yo sian sian dan ke empat pengiringnya itu sangat menggembirakan Tan Ek seng dan Lim Soat Hong." Pak Hong mengerutkan kening. melainkan menuju desa Hok An. jangan terus memikirkan gadis itu." "oh?" yo Sian Sian tercengang. "Bagaimana keadaan muridku selama ini?" tanya yo Sian Sian." Lim Soat Hong tidak melanjutkan ucapannya." ujar Lam Khie sambil tertawa. "Dia akan membuat perhitungan dengan Nona yo kelak. "Tapi kini dia tidak berada di rumah." ujar si Mo dingin"Jangan harap gadis itu akan jatuh cinta padamusudahlah. tidak boleh kita lakukan. mari kita pergi" "Ya guru. dan langsung menuju rumah Tan Ek seng." "Kalau begitu." ujar Tong Koay sambil menghela nafas panjang." Kwan Pek Him menggeleng-gelengkan kepala. justru mendadak muncul Tong Koay." Engkau sedang memikirkan gadis berpakaian merah ya?" "Aku. "Itu adalah perbuatan pengecut. "Kenapa mereka berdua?" tanya yo Sian Sian dengan kening berkerut. karena masih ada pemuda lain.

maka aku ingin menyampaikan sesuatu-" "sesuatu apa?" tanya yo sian sian. "Giok Cu tidak mau berpisah dengan dia." yo Sian Sian dan ke empat pengiringnya segera berhenti"Selamat bertemu" "Nona yo -" Wajah Lam Khie berubah serius"Kebetulan kita bertemu di sini.. akhir-akhir ini aku merasa tidak tenang." ucap yo Sian Sian lalu melesat pergi." Tan Ek seng tersenyum berusaha menghibur isterinya. mendadak muncul Lam Khie sambil tertawa-tawa. "Kami tidak begitu jelas mengenai itu. Padahal tidak ada apa-apa." jawab Lim Soat Hong." Lim Soat Hong mengangguk. maka timbul rasa gelisah dalam hatimu. "Aku khawatir telah terjadi sesuatu atas diri mereka-" "Itu tidak mungkin. percayalah" "Aaah " Lim soat Hong menghela nafas panjang. "Aku yakin mereka sudah dalam perjalanan pulang. maka dia ikut ke gunung Soat San. tapi kenapa mereka belum pulang?" gumam Lim soat Hong. janganlah cemas" ujar Tan Ek seng menghiburnya. sehingga membuatmu tidak tenang.." Lim Soat Hong menggelengkan kepala. "Dia mau mencari Teratai Salju di gunung itu untuk mengobati wajah ke dua orang tuanya" "Kenapa wajah ke dua orangtuanya?" yo Sian Sian terkejut. tak disangka kita bertemu di sini. "Aku. "Tidak lama lagi mereka pasti pulang. "isteriku. "Mudah-mudahan Giok Cu dan Han Liong tidak terjadi apaapa" setelah meninggalkan rumah Tan Ek seng. suruh mereka ke tempat tinggalku" "ya." "Aaahi." Lim soat Hong menatapnya seraya berkata. "Nona yo."Mereka berdua sudah saling mencinta. "Eniahlah." "Baiklah. "Entah apa sebabnya. "engkau terlampau memikirkan Giok Cu." ujar Lam Khie"cianpwee." "isteriku" Tan Ek seng tersenyum lembut dan menjelaskan. Tong Koay dan Pak Hong melihat Kwee In Loan duduk di bawah sebuah pohon.. "Aku mohon pamit. "sudah sekian lama Giok Cu dan Thio Han Liong ke gunung soat san.. Di tengah jalan. "Kini Kwee In Loan sudah berangkat ke Kwan Gwa untuk menemui Hiat Mo-" .. percayalah" "suamiku. kemudian menghela nafas panjang. Tan Ek seng dan Lim soat Hong saling memandang." Lam Khie memberitahukan tentang pembicaraan itu dan menambahkan." yo Sian Sian bangkit berdiri dan berpesan. yo sian sian dan ke empat pengiringnya langsung pergi ke gunung ciong Lam san." "Mau apa Thio Han Liong pergi ke gunung Soat San?" tanya yo Sian sian.. "Kalau Giok Cu dan Thio Han Liong pulang.. dan ke empat pengiringnya langsung mengikutinya." Lim soat Hong menggeleng-gelengkan kepala. kemudian muncul si Mo dan muridnya .

"Baiklahi" Lam Khie menatapnya. ternyata engkau bertahan agar kelihatan kepandaianmujauh lebih tinggi dari Kwee In Loan ya." "Itu sudah jelas. engkau harus terus berlatih" pesan Lam Khie lalu melesat pergi. hanya saja Iweekang ku lebih unggul sedikit. "oh ya Kalau tidak salahi tiga tahun lagi Cianpwee dan lainnya akan bertanding dicuncak gunung Heng san." "Tidak apa-apa" sahut Lam Khie"yang penting engkau harus terus berlatih. "Bukankah engkau bisa berlatih mulai dari sekarang? Kalau Kwee In Loan muncul lagi dalam rimba persilatan. yo sian sian mendengar dengan penuh perhatian."oh?" Air muka yo sian sian berubah"cianpwee tahu mengenai Hiat Mo itu?" "Cuma tahu sedikit. agar ilmu silatmu bertambah tinggi." " Kelak dia pasti menimbulkan bencana dalam rimba persilatan. "Kalau Hiat Mo bersedia memberi petunjuk padanya mengenai ilmu silat." yo sian sian mengangguk. la menjelajahi gunung itu hingga ke puncaki namun tidak menemukan Teratai Salju yang dicarinya itu." yo sian sian mengangguk. sampai jumpa kelak." jawab Lam Khie dan memberitahukan. itu." "sampai kelak. tentunya kepandaianmupun sudah bertambah tinggi. "Aku mau pergi." "ya. dia langsung kabur. "Hiat Mo berkepandaian amat tinggi." Lam Khie menceritakan tentang Hiat Mo." ucap yo sian sian. Cianpwee" sahut yo sian sian.. sementara itu. Thio Han Liong sudah sampai di gunung soat san. tidak tahu hal yang sebenarnya. sebab kepandaiannya pasti bertambah tinggi." sahut yo sian. "Rasanya aku sudah tidak sanggup menghadapinya." jawab Lam Khie"Kepandaianmu lebih tinggi dari Kwee In Loan. Cianpwee tidak menyaksikan pertandinganku dengan Kwee In Loan?" "Tidak. maka engkau harus ber-hati-hati kelak" "Terima kasih atas. "oleh karena itu.. "Dia pasti menuntut balas padamu. "Kalau begitu " ujar yo sian sian seusai mendengar itu." "ya." Lam Khie manggut-manggut. sebaliknya . Berselang beberapa saat kemudian barulah mereka melesat pergi ke gunung ciong Lam san. "Apabila Kwee In Loan berhasil menguasai ilmu silat Hiat Mo. tentunya dia akan mengaduk lagi dalam rimba persilatan. yo sian sian dan ke empat pengiringnya berdiri mematung di tempat. "Nona yo. Mungkin aku tidak bisa hadir di sana sebagai saksi. perhatian cianpwee.Tapi sudah mendengarnya." "oooh" Lam Khie manggut-manggut." "yaah" Lam Khie menggeleng-gelengkan kepala." "Nona yo" Lam Khie tersenyum. cianpwee-" yo sian sian manggut-manggut. "Sesungguhnya kepandaian kami seimbang. kan?" "ya. "Pantas kemudian engkau muntah darah." "Aaaahi-" Yo Sian Sian menghela nafas panjang.. "oh ya.

tidak begitu gampang mempelajari ke dua macam sin Kang tersebut. Akan tetapi. Di tengah-tengah telaga kecil itu terdapat segundukan tanah yang mengeluarkan cahaya. talu duduk beristirahat sambit berpikir. sehingga menciptakan suasana yang tenang. Tampak pula sebuah telaga kecil di situ. yang berdaun seperti telapak tangan dan pada pucuknya terdapat satu buah yang aneh bentuknya. kemudian menggelenggelengkan kepala dan bergumam lagi. sedangkan Kiu yang sin Kang yang dimiliki Thio Han Liong masih dangkal. namun di dalam gua malah tumbuh beberapa pohon dan hangat pula hawa udaranya. cucunyaKini di dalam gua tersebut justru bertambah seorang gadis . Thio Han Liong tidak habis pikir tentang itu. Padahal di luar gua hanya terdapat salju. tidak berani me-lanjutkannya. "Kalau begitu. Di atas gundukan tanah itu tumbuh sebatang pohon kecil. la berharap dalam waktu beberapa tahun ilmu silatnya akan maju pesat. ia pun berlatih ilmu pukulan Thay Kek Kun. cuma berhasil sampai di tingkat ke dua saja. dan kini ia mulai berlatih tingkat ke tiga. yang buahnya kemerahan-merahan. Thio Bu Ki telah mengajarnya Keuw Keat (Teori) pelajaran Kian Kun Taylo Ie hingga ke tingkat tujuhThio Han Liong menghafal semua teori itu.Penghuninya adalah Hiat Mo dan ciu Lan Nio. kepalaku pasti pusing dan darahku bergolak -golak?" Thio Han Liong tidak habis pikir. Thio Bu Ki bisa begitu cepat menguasai Kiu yang sin Kang. Namun. Di lembah itu terdapat sebuah gua yang cukup besar dan indah. Memang harus diakui. Itu sungguh mencengangkan Thio Han Liong.setetah itu. bahkan anehnya di dalam gua terdapat beberapa pohon. semakin ke dalam gua itu semakin luas.oleh karena itu. ia pun berhasil mempelajari Kian Kun Taylo Ie sin Kang sampai tingkat ke tujuh. "Heran" gumamnya sambil mengerutkan kening. bahkan dinding gua itu pun memancarkan cahaya. Mulailah ia melatih Kiu yang sin Kang dan Kian Kun Taylo Ie sin Kang. selain berlatih Iweekang tersebut. karena secara kebetulan ia memakan kodok api.sebab ia telah memiliki Kiu yan sin Kang. tidak heran dalam waktu relatif singkat ia berhasil mempelajari Kian Kun Taylo Ie sin Kang. sehingga gua itu agak terang.Akhirnya ia mengambil keputusan untuk melatih ilmu silatnya di dalam gua itu. begitu mulai ia sudah merasa pusing dan darahnya bergolak.Hawa udara di lembah itu sangat sejuk menyegarkan. maka sulit baginya untuk mempelajari Kian Kun Taylo Ie sin Kang. justru terasa hangat. aman dan terasa damai pula. namun ketika memasuki gua itu. agar dapat mengalahkan Hiat MoDi Kwan Gwa (Luar Perbatasan) terdapat sebuah lembah yang amat indah. Betapa dinginnya hawa udara di gunung soat san." Thio Han Liong mulai berlatih Kiu yang sin Kang. Thio Han Liong hanya memandang sekilas ke arah pohon kecil itu. ia langsung berhenti. "Kenapa setiap kali aku mulai berlatih Kian Kun Taylo Ie sin Kang tingkat ke tiga.ia malah menemukan sebuah gua di dekat puncak gunung tersebut. Kiu Im Pek Kut Jiauw dan siauw Lim Liong Jiauw Kang. maka mempercepat latihannya. aku akan berlatih Kiu yang sin Kang saja.

" Hiat Mo mengangguk" Kakek" Ciu Lan Hio menghela nafas panjang. namun aku tidak akan memaksanya untuk mencintaiku.. " Kakek adalah Hiat Mo generasi ke tiga.. "Bukankah dia juga harus melupakan gadis itu? Nah. sedangkan Giok Cu akan kuperintah agar membunuh para pesilat rimba persilatan Tionggoan. kemudian menggeleng-gelengkan kepala seraya bertanya kepada Hiat Mo. maka alangkah baiknya Kakek menarik kembali ilmu sihir yang telah Kakek masukkan ke dalam dirinya jadi dia tidak di bawah perintah Kakek-" "Itu tidak bisa-" Hiat Mo menggelengkan kepala. Hiat Mo generasi pertama pernah ke Tionggoan. "Tentu." "Kakek." Ciu Lan Hio menggeleng-gelengkan kepala. yang sedang duduk bersila. Ciu Lan Hio menatapnya.. tapi dikeroyok tiga jago Tionggoan sehingga mengalami luka parah-" .. kakek akan mengajaknya ke Tionggoan. "Kenapa Kakek berbuat begitu terhadapnya?" "Ha ha ha" Hiat Mo tertawa gelak "Agar dia melupakan Thio Han Liong. Tan Giok Cu duduk diam.yang amat cantik.. "Terus terang.. "Kenapa Kakek sering membunuh kaum rimba persilatan Tionggoan?" "Engkau tidak tahu." "sudahlah. lagipula untuk apa menarik kembali ilmu sihir itu?" "Kakek. itu adalah kesempatanmu untuk mendekatinya." "Kakek. juga menuruti semua perintahku-" "Kenapa Kakek begitu tega?" ciu Lan Hio menggelenggelengkan kepala. aku boleh ikut kan?" tanya Ciu Lan Hio.Lagipula." Hiat Mo memandang jauh ke depan sambil memberitahukan. yang tidak lain adalah Tan Giok Cu." "Kalau Tan Giok Cu sudah melupakannya. Ha ha ha.." "Kakek . " Kalau kakek menarik kembali ilmu sihir yang telah kakek masukkan itu." Hiat Mo memberitahukan." tandas Hiat Mo"yang penting kelak Thio Han uong akan mencintaimu. Tidak mungkin dia akan jatuh cinta padaku." ujar Hiat Mo"Kakek ingin menciptakan seorang gadis pembunuh yang berhati dingin. Ya. aku pun tidak mau melihatnya menderita. justru akan membuatnya gila.Tiga tahun kemudian setelah dia berkepandaian tinggi. "Sebab engkau harus menemui Thio Han Liong. " Kakek sudah mempengaruhinya dengan ilmu sihir?" "Ya. wajahnya putih bagaikan salju. "Maka tidak bisa ditarik lagi ilmu sihir itu" " Kakek tidak bisa menyembuhkannya?" "Tentu bisa.. lalu dia akan bagaimana?" sahut Hiat Mo sambil tersenyum. kan?" "Tapi. Tapi membutuhkan waktu.." ujar ciu Lan Nio sungguh-sungguh"Aku memang amat mencintainya." Ciu Lan Hio menghela nafas panjang. "Dia cuma mencintai Giok Cu saja." Hiat Mo manggut-manggut. "Kenapa tidak bisa?" tanya Ciu Lan Hio dengan kening berkerut.

hanya hidup di daerah Kwan Gwa ini. percuma kakek memiliki kepandaian tinggi.. engkau akan berubah jadi jelek" "Kenapa begitu?" "Lihatlah diri kakek" Hiat mo tersenyum." "Lagipula apa?" tanya Ciu Lan Nio karena Hiat Mo tidak melanjutkan ucapannya. kan?" "Betul. akhirnya HiatMo generasi pertama mengalami luka parah. memang lebih baik hidup di daerah Kwan Gwa ini." "Hiat Mo generasi ke dua benar. "Kakek. Lam Ti-Toan Hong ya dan Pak Kay-Ang cit Kong. tentunya tidak akan berubah jadi begitu ya. sedangkan dia masih begitu muda."oh?" Ciu Lan Nio tertarik"siapa ke tiga jago Tionggoan itu?» "Pada masa itu di Tionggoan terdapat empat jago yang berkepandaian amat tinggi Mereka adalah Tong sia Oey yok su. Akan tetapi. "Rambut. sehingga ke empat jago itu mengeroyok Hiat Mo generasi pertama." tanya Ciu Lan Nio mendadak"Apakah Han Liong kelak mampu mengalahkan Kakek?" "Hal yang tak mungkin" sahut Hiat Mo sungguh-sungguh"sebab latihan kakek sudah hampir mencapai seratus tahun. tapi masih bisa melarikan diri" "Ternyata begitu Lalu bagaimana?" "setelah pulang ke mari. "oh ya Kenapa Kakek tidak mengajarku Hiat Mo Kang?" tanya Ciu Lan Hio mendadak. namun gadis itu tidak bertanya. Namun mendadak si Tokiouw yang Hong membantu Hiat Mo generasi pertama.. "Kalau belum mencapai tingkat kesempurnaan. bukankah jelek sekali?" "Itu karena Hiat Mo Kang Kakek telah mencapai kesempurnaan." ujar Ciu Lan Hio sambil tertawa.. Begitu tiba di Tionggoan ia langsung membunuh para rimba persilatan Tionggoan. maka terjadi pertarungan tiga lawan dua. juga tetap tidak akan sanggup mengalahkan kakek-" "Seandainya kelak dia mampu mengalahkan Kakek. sebab menurut-nya Hiat Mo tidak mungkin akan memberitahukan. se-andainya dia berlatih sepuluh tahun lagi." sahut Hiat Mo"Lagi pula. setelah Hiat Mo generasi pertama meninggal. tidak usah diungkit lagi" Hiat Mo menggeleng-gelengkan kepala dan wajahnya tampak murung. "Itu telah berlalu. "Kalau belajar ilmu Hiat Mo Kang.Nah." "Kalau begitu. muka. jenggot dan sekujur badan berubah merah. Ciu Lan Nio tahu bahwa Hiat Mo menyimpan suatu rahasia. tentunya kakek akan melepaskan Giok Cu. murid itu sama sekali tidak berambisi apa pun. apakah Kakek akan menepati janji?" "Tentu. tidak usah berambisi menguasai rimba persilatan Tionggoan." Hiat Mo mengangguk"Kalau kelak dia mampu mengalahkan Kakek.Karena kakek sudah berjanji . sia Tok Ouwyang Hong. Hiat Mo generasi ke dua tidak pernah ke Tionggoan. Hiat Mo generasi pertama menerima seorang murid yang berusia belasan. Hiat Mo generasi pertama ingin menguasai rimba persilatan Tionggoan." Hiat Mo manggut-manggut. maka jadi begitu.

" "Apa?" Hiat Mo terbelalak. aku." Kwee In Loan memberitahukan. "Hiat Locianpwee." "Mudah-mudahan dia mampu mengalahkan Kakek" ucap Ciu Lan Hio." tandas Hiat Mo"Kakek akan berupaya dengan cara apa pun agar engkau menikah dengan Han Liong.. Tidak mungkin akan mencintai pemuda lain.begitu. "Aku ke mari ingin mohon petunjuk kepada Hiat Locianpwee mengenai ilmu silat" "oh?" Hiat Mo tercengang. "Kenapa Kakek begitu kalut?" Tentu kalut. kenapa masih mau mohon petunjukku?" "Kini Hek Liong Pang telah bubar. mendadak terdengar suara seruan penjaga gua. aku mohon Loci anpwee sudi memberi petunjuk kepadaku" ujar Kwee In Loan." Ciu Lan Hio mengangguk pasti. " "oooh" Hiat Mo manggut-manggut. "Kwee In Loan ingin bertemu Hiat Mo Apakah Hiat Mo bersedia menemuinya?" "suruh dia masuk" sahut Hiat MoTak seberapa lama kemudian. "Engkau.. tampak Kwee In Loan berjalan ke dalam. "Dia adalah adik seperguruanku. "siapa yang dapat mengalahkanmu?" "yo sian sian... "Kepandaianmu sudah tinggi.. aku cuma mencintai Han Liong." jawab Kwee In Loan sambil menundukkan kepala. "Kalau Kakek berbuat begitu. "Aku. lalu memberi hormat kepada Hiat mo"Maaf." ujar HiatMo"Engkau adalah cucu perempuanku satu-satunya. Tidak boleh Pokoknya engkau tidak boleh menjadi biarawati" bentak Hiat Mo sambil menatapnya." Di saat bersamaan. engkau mau menjadi biarawati?" "ya. aku akan bunuh diri" "Haaah ?" Mulut Hiat Mo ternganga lebar.. kedatanganku telah mengganggu ketenangan Hiat Locianpwee" ucap Kwee In Loan." "Kakek tidak boleh berbuat begitu." teaas Ciu Lan Nio mengancam. maka aku tidak akan menikah-" "Kalau begitu. "Aku ingin mengalahkan yo sian sian. "Kenapa engkau malah berharap dia mampu mengalahkan kakek? Kalau dia mampu mengalahkan Kakek. "Apa?" Hiat Mo terbelalak. "Mau apa engkau ke mari menemuiku?" Hiat Mo menatapnya tajam." . "Engkau harus menikah dan punya anak sampai belasan" "Hi hi hi" Ciu Lan Hio tertawa geli. "Lan Nio. Giok Cu akan bersamanya lho Lalu bagaimana engkau?" "Aku aku mau menjadi biarawati saja.. "Hiat Locianpwee." jawab Kwee In Loan dengan jujur. aku kalah bertanding. maka apabila engkau tidak menikahi putuslah keturunanku-" " Kakek. kakek tidak boleh ingkar janji." "Hah?" Hiat Mo nyaris meloncat bangun saking kagetnya..

ia hanya makan buah pohon yang tumbuh di dalam gua itu. aku setuju-" Kwee In Loan girang bukan main. "Itu tidak mungkin. tapi engkau harus mentaati semua perintahku kelakKalau engkau setuju. hanya menatap Thio Han Liong dengan penuh perhatian. lalu . mulai besok aku akan mengajarmu Hiat Mo Kang. aku." Pedagang bakpau itu tidak menyahut.. "oooh" Pedagang bakpau merasa kasihan parianya. Pemuda tersebut sangat tampan dan kelihatan sopan. aku akan mengajarmu Hiat Mo Kang. "Dan ingat" tambah Hiat Mo sambil menatapnya tajam. bahwa kelak akan ke mari lagi untuk mencari Teratai Salju. Kini Kiu yang sin Kang yang dimilikinya sudah bertambah tinggi.. tak mungkin aku mengajarmu Hiat Mo Kang... tapi. Tak terasa sudah tiga tahun ia tinggal di dalam gua hangat di puncak gunung Soat San. karena tidak punya uang sama sekali." Hiat Mo menggeleng-gelengkan kepala lagi. Locianpwee-" Kwee In Loan mengangguk"Terima kasih-" Bab 26 Meninggalkan gunung soat san Thio Han Liong terus berlatih Kiu yang sin Kang.Terima kasih. oleh karena itu. Kiu Im Pek Kut Jiauw dan Siauw Lim Liong Jiauw Kang. la mengambil keputusan untuk meninggalkan gunung Soat San. cucuku dan Giok Cu. sebab aku tidak akan menerimamu sebagai murid." Thio Han Liong menundukkan kepala. keesokan harinya ia meninggalkan gunung Soat San. sementara buah yang tumbuh di tengah-tengah telaga kecil itu pun semakin besar. Locianpwee. "Aku dari tempat yang jauh sekali. "Paman. "Bagaimana mungkin aku mengajarmu Hiat Mo Kang?" "Hiat Locianpwee" Kwee In Loan segera berlutut di hadapannya. tujuannya ke desa Hok An menemui Tan Ek Seng. Locianpwee?" "Ha ha" Hiat Mo tertawa. la berjanji dalam hati."Kecuali aku mengejarmu Hiat Mo Kang. "Bolehkah aku minta bakpau.. "Bagaimana kalau aku menjadi muridmu. namun pakaiannya sudah kumal sekali. "Aku mohon Locianpwee sudi mengajarku Hiat Mo Kang" "Engkau bukan muridku." "Bagaimana kalau begini. begitu pula ilmu silatnya. Dilihatnya seorang pedagang bakpau di pinggir jalan." Hiat Mo menggeleng-gelengkan kepala. Thio Han Liong sudah tiba di kota Ki Ciu. muridku. namun la sama sekali tidak begitu memperhatikan buah tersebut. aku lapar sekali. engkau dari mana?" tanyanya. "Anak muda. Kini usianya sudah hampir dua puluh." tanyanya sopan. dan segeralah didekatinya. Di saat itu ia merasa lapar sekali. Aku tidak punya uang. "Engkau pun harus menuruti Lan Nio." "ya.." "Terima kasih.. Setelah mengambil keputusan demikian. Da lam kurun waktu tiga tahun. la menengok ke sana ke mari. Thay Kek Kun. (Bersambung ke Bagian 13) Jilid 13 Beberapa hari kemudian.. Namun ia tetap harus bertahan. Badannya bertambah tinggi besar dan amat tampan.

sampai di ujung ia membelok ke kanan. "Apa?" Pedagang bakpau terbelalak"Hampir lima hari engkau tidak makan?" "Ya." sahut Thio Han Liong. dan kemudian teringat sesuatu." Thio Han Liong mengangguk"Engkau tidak apa-apa?" Pedagang bakpau bingung. besok adalah hari ulang tahun yap Khay Peng yang ke enam puluh." Pedagang bakpau itu menunjuk ke arah kiri"sampai di ujung harus membelok ke kanan. "oh ya. sekaligus memakannya dengan cepat sekali. "Makanlah lagi" Pedagang bakpau menyoriorkan sebuah bakpau lagi kepadanya.. Paman. engkau boleh ke sana sekarang untuk makan besar.Engkau boleh kelana minta sedikit uang kepadanya.memberikannya sebuah bakpau." ujar Thio Han Liong. " Kalau begitu." ucap Thio Han Liong sambil menerima bakpau itu. bagaimana engkau selanjutnya?" Pedagang bakpau menggeleng-gelengkan kepala. bagaimana mungkin aku ke sana?" "Itu tidak menjadi masalah. la melangkah pergi mengikuti petunjuk pedagang bakpau itu. kemudian kira-kira dua ratus langkah. "Terima kasih. "Kalau aku makan lagi Paman akan rugi lho" "Tidak apa-apa." sahut Thio Han Liong dengan jujur. sudah berapa hari engkau tidak makan?" "Hampir lima hari. Paman." Pedagang bakpau itu tersenyum." "Di mana rumahnya?" "Dari sini terus ke depan. ." Thio Han Liong menerima bakpau itu. "Tuan. tapi sudah mengundurkan diri" Pedagang bakpau memberitahukan. kemudian memberi hormat seraya bertanya. Paman" ucap Thio Han Liong. Menyaksikan cara makannya. apakah ini adalah rumah pendekar tua yap Khay Peng?" "Betul. siapa pun yang mengalami kesulitan. ia sudah melihat sebuah rumah yang amat besar. "Beliau sangat baik. "Makanlah satu lagi" "Terima kasih. kira-kira dua ratus langkah pasti sampai di rumah beliau" "Terima kasih. Thio Han Liong mendekati mereka..Dipandangnya Thio Han Liong seraya bertanya. engkau ke sana saja. beliau pasti membantu tanpa pamrih." salah seorang penjaga mengangguk"Siau-hiap (Pendekar muda) dari mana?" "Aku datang dari tempat yang amat jauh. dan dalam waktu sekejap habislah bakpau itu. "Engkau kok begitu tahan tidak makan lima hari?" "Aku tidak punya uang untuk membeli makanan. "Anak muda.." "siapa yap Khay Peng?" "Beliau adalah seorang tokoh rimba persilatan. Pintu Halaman terpentang lebar. namun tampak dua penjaga di situ. "Cukup. pedagang bakpau itu tertawa. kemudian disantap nya dengan lahap sekali.". beliau pasti berikan-" "oh?" Wajah Thio Han Liong berseri"Tapi aku tidak kenal beliau.

silakan masuk" ucap kepala pengurus dengan ramah-Terima kasih. dan langsung duduk"Ha ha ha" salah seorang pemuda tertawa. Tampak puluhan pemuda berpakaian mentereng sedang minum-minum di tempat itu. "Aku bukan murid dari partai mana pun. "saudara. Liong.Di saat bersamaan muncul seorang gadis berusia sekitar delapan belas tahun." sang sutee itu menggeleng-gelengkan kepalaThio Han Liong diam saja." sahut Thio Han Liong dengan tersenyumsenyumannya membuat hati gadis itu tergetar-getar dan wajahnya pun langsung memerah"sumoy " sang suheng itu tampak tidak senang. langsung menegur sang suheng"suheng Kenapa engkau menghina orang? Kalau ayahku tahu. Begitu Thio Han Liong muncul dengan pakaian kumal. mungkin juga akan minta uang kepada yap Locianpwee-" "Suheng." "oh?" Penjaga itu terbelalak"Engkau tidak mengerti ilmu silat?" "Mengerti sedikit-" "Kalau begitu."siauhiap berasal dari perguruan mana?" tanya penjaga itu. "Suhengku cuma bergurau-" "Tidak apa-apa.. " sang suheng menundukkan kepala. "Aku tidak punya perguruan. "Namaku Thio Han. Tempat itu khusus untuk para pemuda. aku adalah kepala pengurus di sini. Paman. Engkau ke mari untuk memberi selamat kepada tuan besar?" "ya. Paman. mereka menyambut dengan dinginThio Han Liong sama sekali tidak mempedulikan sikap mereka. aku. "Aku cuma bergurau." "ya.."jawab Thio Han Liong." "Ngmm" Kepala pengurus manggut-manggut. "Engkau boleh duduk beristirahat di tempat yang di sebelah kanan itu." Thio Han Liong berjalan ke tempat itu. "Tidak baik menghina orang. gadis yang berwajah cukup cantik itu. "Ada pengemis dekil bersama kita lho Tempat ini berubah jadi bau sekali. aku minta maaf" ucap gadis itu sambil menatapnya. kemudian mendekati Thio Han Liong sambil memberi hormat. bolehkah aku tahu namamu?" tanya kepala pengurus sambil memandangnya. engkau pasti dihukum" "sumoy. muncul seorang tua berusia lima puluhan." Thio Han Liong melangkah ke dalam"Anak muda. ." "Suheng" tegur seorang pemuda. yang ingin makan gratis di sini. lalu menghampiri Thio Han Liong sambil tersenyum"Anak muda." Penjaga itu agak ragu mempersilahkannya masukPada saat bersamaan. "Dia pengemis biasa." Thio Han Liong mengangguk" Kalau begitu. dan langsung mengambil teh wangi yang telah tersedia di atas meja lalu diteguknya. sumoy jangan marah-" "Hmm" dengus gadis itu. apalagi dia tamu yap Locianpwee" "Engkau tahu apa?" Pemuda itu melotot.. "Ha ha ha Dasar pengemis kehausan" ejek pemuda itu.

hampirinya. "Hui Eng Engkau kok marah-marah? Ada apa sih?" tanya gadis itu. ayahku adalah Yap Khay Peng. aku mau menjamu tamu ini" sahut yap Ceng ceng. saudara siapa?" "Namaku Thio Han Liong. "Toa suhengku sungguh keterlaluan" Gouw Hui Eng memberitahukan.. "ya.." "oooh" gadis itu manggut-manggut. Akan tetapi." Lie Teng Kim tersenyum dibuat-buat." "Tidak apa-apa. "Kalau ayahku datang esok." "Nona Ceng Ceng. "Namaku Thio Han Liong." sahut Thio Han Liong. engkau berasal dari perguruan mana?" tanya Gouw Hui Eng dengan suara rendah"Aku tidak punya perguruan." "oh?" gadis itu langsung memandang Thio Han Liong." "Tidak usah.. yap Ceng Ceng sudah melambaikan tangannya. "Kamu girang sekali alas kehadiranmu. Nona" tolak Thio Han Liong. dan cuma mengerti sedikit ilmu silat. dan seketika itu juga seorang pelayan meng-. maka aku ke mari. jangan dekat dia" "oh ya" gadis itu segera memperkenalkan. "Namaku yap Ceng Ceng. tentunya engkau belum makan. Aku dengar besok Yap Locianpwee akan merayakan ulang tahunnya. "Aku. melainkan menghina" tandas Gouw Hui Eng sambil melotot... Di punggung gadis itu tampak bergantung sebatang pedang.. Nona" kata pelayan itu dan segera pergi.Ji suheng ku bernama Tan Coh seng dan aku bernama Gouw Hui Eng. Lie Teng Kim langsung pasang aksi agar tampak lebih gagah. oh ya. "Nona mau pesan apa?" tanya pelayan itu hormat." " ingin makan enak di sini" sela Lie Teng Kim mendadak"Mungkin mau minta ongkos juga-" "Toa suheng" bentak Gouw Hui Eng. "sajikan beberapa macam hidangan istimewa dan arak wangi." "Engkau dari perguruan mana?" "Aku tidak punya perguruan." "saudara Thio."Kita tidak kenal dia. aku akan menyuruh pelayan menyajikan hidangan-hidangan lezat untukmu. aku cuma bergurau lho" "Itu bukan bergurau. aku akan beritahukan tentang tingkahmu itu" "sumoy. "Dia menghina pemuda itu. Begitu melihat gadis itu. "Dia adalah Toa suheng ku bernama Lie Teng Kim. dan seketika juga hatinya berdebar-debar aneh"Maaf. "Engkau datang dari mana?" "Dari tempat yang jauh sekali.. Di saat itu. namun pernah belajar sedikit ilmu silat dari ayahku." yap Ceng Ceng tersenyum. Ketika menyaksikan sikap yap Ceng Ceng begitu ramah . muncul seorang gadis berparas cantik jelita menghampiri mereka sambil tersenyum." Thio Han Liong manggut-manggut dan memperkenal-kan diri pula. sebetulnya aku tidak kenal ayahmu..

sedangkan Lie Teng Kim langsung menyindir. aku cuma ingin makan di sini saja." "Hi hi hi" yap Ceng ceng dan Gouw Hui Eng tertawa geli"Engkau sungguh jujur Memang tidak salah ayahku sangat ramah dan baik hati." "oooh" yap Ceng ceng tertawa. kemudian yap ceng ceng memandangnya seraya bertanya"Kok engkau tahu ayahku ulang tahun esok?" "Pedagang bakpau yang memberitahu padaku dan menyuruhku ke mari. silakan makan" ucap yap Ceng Ceng. "Kalau aku tidak memandang gurumu.. "Engkau berada di gunung Soat san?" yap ceng Ceng terbelalak"Tempat tinggalmu berada di gunung itu?" "Bukan" ujar Thio Han Liong." Thio Han Liong mengangguk"Sudah tiga tahun lebih aku tidak makan. "Hui Eng Mari kita duduk di sini" ajak yap ceng ceng. Tadi pedagang bakpau memberi ku dua buah bakpau. "Baik. Ketika itu muncullah dua pelayan membawa berbagai macam hidangan dan arak wangi kemudian ditaruh di atas meja. tapi akhirnya malah tinggal di dalam sebuah gua di puncak gunung soat san itu hingga tiga tahun lebih." jawab Thio Han Liong dengan jujur. anggaplah rumah sendiri" kata yap Ceng Ceng. sudah kuhajar ." "Jangan sungkan-sungkan. "Teng Kim" bentak yap Ceng Ceng. "Pantas" "Pantas jadi setan kelaparan" sela Lie Teng Kim yang merasa iri karena yap Ceng Ceng sangat baik terhadap Thio Han Liong. yap Ceng Ceng dan Gouw Hui Eng menyaksikannya dengan mata terbelalak." "Terima kasih Nona. tapi aku tidak akan menerima pemberian ayahmu. wajah Lie Teng Kim langsung berubah tak sedap dipandang dan pemuda itu mencaci Thio Han Liong dalam hati.. "saudara Thio. lalu mulai makan bagaikan kelaparan. jangan-jangan sudah satu tahun tidak makan" "Betul. "Katanya.." Gouw Hui Eng menganggukKe dua gadis itu duduk di hadapan Thio Han Liong. bagaimana mungkin menikmati hidangan-hidangan seperti ini?" sahut Thio Han Liong." ujar Thio Han Liong sungguh-sungguh"Aku. Dalam waktu sekejap. "Wuah" seru Thio Han Liong tak tertahan ketika menyaksikan hidangan-hidangan itu. "Kenapa engkau cuma makan buah-buahan?" "Aku berada di gunung soat San. yap Locianpwee sangat ramah dan baik orangnya..terhadap Thio Han Liong. engkau pasti diberikan uang untuk bekal. kemudian wajahnya tampak memerah. Nanti akan kuberitahukan kepada ayahku. hanya makan buah-buahan saja-" "Apa?" yap Ceng Ceng tertegun. kebetulan aku sudah lapar sekali. "Aku ke gunung Soat san untuk mencari Teratai salju. "Dasar setan kelaparan. bahkan suka menotong orang pula.. habislah semua hidangan itu. Maka aku ke mari.

"Kalau engkau masih menghina saudara Thio. sin Kiam Tui Hun (Pedang sakti Pengejar Roh) yap Khay Peng berada di ruang depan dan sedang bercakap-cakap dengan beberapa tamu. Dilihatnya gadis itu sedang duduk di pinggir tempat tidur sambil tersenyum-senyum.." ucap Gouw Hui Eng." Thlo Han Liong tersenyum. aku pasti beritahukan kepada ayah besok" "Sumoy.. "Maafkanlah Toa suheng ku. "Ha ha ha" salah seorang tamu tertawa gelak"yap Loenghiong (orang Tua yang Gagah).. "Toa suheng" ancam Gouw Hui Eng. lalu berjalan ke rumah sambil tersenyum-senyum. jangan-jangan dia jatuh cinta pada salah seorang dari mereka-" "Kalau begitu. "Aku memang setan kelaparan. kemudian duduk di sisinya. Perlahan-lahan yap Khay Peng menghampirinya." "saudara Thio. orang tua itu tercengang. Ayah-" Wajah yap Ceng Ceng langsung memerah"Aku aku tidak tertarik kepada pemuda yang mana pun. aku harus bertanya kepadanya-" yap Khay Peng bangkit berdiri seraya berkata. la sudah mengambil keputusan dalam hati akan menghajar Thio Han Liong. kenapa hari ini engkau kelihatan agak lain? Ada apa?" "Tidak ada apa-apa. karena sudah tiga tahun lebih tidak makan. Ayah. melainkan sekedar bergurau saja" ujar Thio Han Liong." Lie Teng Kim melirik Thio Han Liong dengan mata berapi-api..Ketika anak gadisku bersikap seperti anak gadismu." "Ngmm" yap Khay Peng manggut-manggut. sebab sifatnya memang begitu" "Dia tidak menghinaku. itu tidak apaapa. "Ayah.. "Tidak apa-apa. "Tidak ada apa-apa kok tersenyum-senyum?" yap Khay Peng menatapnya dengan penuh perhatian. "Aku tidak akan tersinggung maupun gusar.. aku mau ke dalam dulu" "silakan.mulutmu" "Nona. silakan" ucap para tamu itu sambil tertawayap Khay Peng menuju kamar yap Ceng ceng. aku juga punya anak gadis." sahut yap Ceng Ceng dengan wajah agak kemerah-merahan sambil terus berjalan ke dalam. "Maaf." "saudara Thio. ternyata anak gadisku mulai jatuh cinta-" "oh?" yap Khay Peng terbelalak"Benarkah?" "Hari ini banyak pemuda ke mari. "Kenapa engkau tersenyum-senyum? Apa yang menggembirakan hatimu?" "Tidak." . engkau duduk saja di sini Aku akan ke dalam sebentar." yap ceng Ceng bangkit dari tempat duduknya.. "Ceng Ceng" serunya. "Ceng Ceng." Lie Teng Kim menundukkan kepala.. "jangan-jangan engkau tertarik kepada salah seorang pemuda yang hadir di sini" "omong sembarangan. Ketika melihat putrinya masuk sambil tersenyum-senyum." sahut yap Ceng Ceng sambil menundukkan kepala.

"Ha ha ha" yap Khay Peng tertawa gelak"Tuh Wajahmu memerah. "Ayah yakin pemuda itu pasti tampan sekali. siapa pemuda itu?" "Dia dia sama sekali tidak kenal Ayah." Yap Ceng Ceng mengangguk"Pemuda itu ke mari berarti adalah tamu kita. seandainya dia dari Kay Pang. Ketika sampai di halaman. siapa pemuda yang telah mencuri hatimu?" desak yap Khay Peng." "Memang mungkin." "Mungkin dia cuma mengerti sedikit ilmu silat. dia ke mari ingin makan." "oooh" yap Khay Peng manggut-manggut. Kalau tidak." "Ngmmm" Yap Khay Peng manggut-manggut." "oh?" Yap Khay Peng tersenyum. ketika engkau berumur tujuh tahun. ibumu meninggal . Lie Teng Kim dan Tan con seng tergolong pemuda yang cukup tampan. "Ayah jangan mengada-ada saja" "Ceng Ceng. sebab dia tidak punya uang. "Dia ke mari. ajak dia ke ruang tengah. lalu pergi memanggil Thio Han Liong. ayah tunggu di situ" "Ayah jangan menghina dia lho" pesan yap ceng Ceng. Nah." yap Khay Peng menghela nafas panjang. tentunya tidak berani mengatakan begitu.. . "Lie Teng Kim sungguh keterlaluan." "siapa orangtuanya?" "Aku tidak bertanya. bagaimana mungkin engkau akan tertarik kepadanya." ujar Yap Khay Peng sungguh-sungguh"Ayah ingin bertemu dia. katakanlah. tentunya ayah sangat memperhatikan perjodohanmu. " Engkau tidak senang pemuda itu dihina oleW Lie Teng Kim?" "Tentu." yap Ceng Ceng memberitahukan secara jujur." "Mungkinkah dia dari Kay Pang?" "Tidak mungkin. pertanda benar lho" "Ayah " yap Ceng ceng cemberut. maka mampir di sini.Dia tidak punya perguruan. "sebab pakaiannya sudah kumal sekali" "Pakaiannya kumal?" "Ya. "siapa pemuda itu?" "Dia bernama Thio Han Liong." "Begini. namun engkau tidak begitu menggubris mereka. dia terus menghina pemuda itu. hanya pernah belajar sedikit ilmu silat. "Katakan kepada ayah. "Karena dia sudah bilang tidak punya perguruan.. "Kini engkau sudah dewasa. dilihatnya Gouw Hui Eng sedang asyik ber-cakap-cakap dengan pemuda itu." "Ayah" Yap Ceng Ceng memberitahukan. sedangkan Lie Teng Kim dan Tan coh seng masih berdiri di situ dan wajah Lie Teng Kim tampak masam sekali. "Han Liong" seru yap Ceng Ceng sambil mendekati mereka"Ayahku ingin bertemu denganmu" "oh?" Thio Han Liong tertegun. Kebetulan dia tiba di kota ini." Yap Ceng ceng menggelengkan kepala." Yap Ceng Ceng mengangguk.

tidak pantas menemui ayahmu. namun aku tidak membutuhkan uang... aku seorang pengemis dekil. " Kalau belum makan. cianpwee.. Cianpwee. kemudian berkata dengan sopan. "Ceng Ceng pun ramah sekali.. terimalah hormatku" "Ngmmm" yap Khay Peng manggut-manggut. "Apabila engkau membutuhkan uang. aku pasti memberimu" "Terima kasih atas kebaikan cianpwee. Thio Ah Ki. Tidak heran kalau putrinya tertarik kepadanya." "Thio Ah Ki?" yap Khay Peng berpikir dengan kening berkerut-kerut.. la langsung menatapnya dengan tajam. "siapa ayahmu?" "Ayahku bernama. "Aku mohon diri ke depan." "Paman yap sangat ramah.Namun dia juga tidak habis pikir. Padahal sesungguhnya orangtua itu menghendaki menantu yang berasal dari keluarga terkenal. "Aku sudah makan tadi-" "oh ya" yap Khay Peng menatapnya seraya berkata. Maaf. maka engkau tidak menggangguku-" ." ucap Thio Han Liong.." ujar Gouw Hui Eng dan menambahkan. " Apa julukan ayahmu dalam rimba persilatan?" "Ayahku tidak punya julukan. Akan tetapi. Thio Han Liong segera memberi hormat. "Baiklah-" Yap Khay Peng tersenyum.. la mengakui dalam hati bahwa pemuda itu memang tampan sekali." "oooh" yap Khay Peng manggut-manggut. "Cianpwee. kemudian mendadak menariknya. aku telah mengganggu Cianpwee" "Ha ha ha" yap Khay Peng tertawa gelak "Aku yang menyuruh Ceng ceng memanggilmu ke mari. memang ada baiknya engkau menemuinya. biar aku jalan sendiri" "Ayolah" yap Ceng ceng terus menariknya dan tak lama mereka sudah sampai di ruang tengahyap Khay Peng duduk di sana.. bahkan sangat sopan dan lemah lembut. "Anak muda. engkau sudah makan?" tanya yap Khay Peng kemudian dan melanjutkan. "Aku tidak perlu dituntun."Aku." "Terima kasih. "Nanti malam engkau boleh tidur di kamar belakang. Begitu Thio Han Liong masuk. pelayan di sini akan membawamu ke sana. Thio Han Liong memang tampan. makanlah Jangan malu-malu" "Terima kasih." "Cepatlah kalian ke dalam mungkin Paman yap sudah menunggu" Gouw Hui Eng tersenyum serius.. "Han Liong Mari kita ke dalam" ajak yap Ceng Ceng.. ia pun tidak bisa berbuat apa-apa. "Nona. tapi bukan berasal keluarga terkenal. apabila putrinya mencintai pemuda itu..." sahut Thio Han Liong." "Eeeh?" Wajah yap Ceng Ceng langsung memerah"Hui Eng. kenapa pakaian pemuda itu begitu kumal? "Namamu Thio Han Liong. beritahukanpadaku." ucap Thio Han Liong. ya?" "ya-" Thio Han Liong mengangguk." Wajah Thio Han Liong kemerah-merahan.

" "Ayah " Yap Ceng Ceng cemberut.Tapi janganlah engkau melukainya" pesan yap Khay Peng. "Jangan-jangan ayahmu." "Engkau ingin pura-pura kalah kan? Itu tidak jadi masalah bagi ayah. Ayah-" yap Ceng Ceng tampak girang sekali." sahut Yap Ceng Ceng dan teringat sesuatu. tentunya ayah juga tidak akan mempermasalahkan itu." ujar yap ceng ceng setelah berpikir sejenak"Aku akan bertanding dengannya." "Ayah berharap kepandaiannya lebih tinggi daripadaku?" "ya." sahut Yap Ceng Ceng." sahut yap Khay Peng. itu sungguh sayang sekali" "Ayah mempermasalahkan itu?" "Kalau engkau menyukainya. maka Han Liong akan menjadi menantu ayahmu kan?" "omong sembarangan" wajah Yap Ceng Ceng memerahsementara Thio Han Liong.. yang duduk bersama Gouw Hui Eng.Thio Han Liong berjalan ke luar." yap Ceng Ceng cemberut. kalau kalian mau bertanding.. "Ayah ingin menyaksikan pertandingan kami?" tanya yap Ceng Ceng." yap Khay Peng mengangguk"Ayah memang harus menyaksikannya. "Ayah tidak usah menyaksikan pertandingan kami. "oh ya." "oh?" Gouw Hui Eng terbelalak"Engkau akan bertanding dengan Han Liong? Ayahmu yang menyuruh?" " Kira-kira begitulah. cara bagaimana engkau pura-pura kalah. jangan lupa beritahukan kepada ayah" Yap Khay Peng mengingatkan." "Kalau begitu. sedangkan yap ceng Ceng mengerutkan kening." tanya Gouw Hui Eng sambil tersenyum. "Tentu." "Hui Eng" YaP Ceng Ceng cemberut"Jangan omong yang bukan-bukan" "Terus terang saja" desak Gouw Hui Eng. alangkah baiknya dia dapat mengalahkanmu. kemudian berlari ke luar dan langsung menghampiri Thio Han Liong. "Ayah tidak senang kepadanya?" "Dia memang tampan sekali.. "Ceng Ceng." sahut Yap ceng ceng. "Hanya ingin bertatap muka dengan Han Liong.. sebab ia ingin mengalah agar Thio Han Liong menang. gadis itu menatap ayahnya seraya bertanya." yap Khay Peng menggeleng-gelengkan kepala.. "Ceng Ceng. ayahmu bilang apa?" "Tidak bilang apa-apa. aku ingin bertanding dengan Han Liong." "Ayah. "setelah bertatap muka." "oh?" Gouw Hui Eng tersenyum serius. "Dia bukan berasal dari keluarga terkenal. "Hi hi" Gouw Hui Eng tertawa geli"Ayahmu menyuruhmu menguji kepandaian Han Liong Kalau dia dapat mengalahkanmu." "Itu terserah padamu. "ya.. "Kenapa ayahmu memanggil saudara Thio?" "Tidak ada apa-apa. hanya saja...sebab ayah ingin tahu. Lie Teng Kim dan Tan coh seng . "Ceng Ceng.

"Aku tidak akan memaksamu bertanding dengan ceng Ceng. tentunya engkau tidak berkeberatan kan?" "Kepandaianku rendah sekali. "Engkau jangan takut." Mendadak Thio Han Liong membalikkan badannya seraya berkata..." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala"Ilmu silatku masih rendah sekali. "Aku pergi saja-" "Han Liong" seru Yap Ceng Ceng dan Gouw Hui Eng serentak" Engkau tidak boleh pergi." "Betul." "Tapi ." "Nona Ceng Ceng. Lie Teng Kim meliriknya dengan mata membara. sedangkan Tan coh seng bersikap biasa-biasa sajaKenapa Lie Teng Kim begitu membenci Thio Han Liong? Ternyata begitu bertemu Yap Ceng Ceng.terus mendengarkan pembicaraan ke dua gadis itu." ujar Gouw Hui Eng." "Nona Ceng Ceng" ujar Lie Teng Kim mendadak dengan wajah berseri"Aku bersedia bertanding denganmu-" "siapa sudi bertanding denganmu?" sahut Yap C-cng Ceng . "Aku tidak mau bertanding." "Han Liong. "Aku . "Kalau engkau menang. karena ilmu silatku rendah sekali." sahut Thio Han Liong sambil menggeleng-gelengkan kepala"Aku pasti kalah. sikap gadis itu sedemikian baik terhadapnya.. aku aku tidak mau bertanding. barulah engkau boleh pergi" "Tapi ." Thio Han Liong menggelenggelangkan kepala. ia sudah jatuh hati kepadanya. "Pokoknya engkau tidak boleh pergi. "Kalau begitu." "Han Liong" Yap Ceng ceng berdiri di hadapannya. maka menimbulkan rasa iri dan cemburu dalam hati Lie Teng Kim"Han Liong" Kini Gouw Hui Eng pun memanggil Han Liong. "Aku tidak akan mengajakmu lagi bertanding. tidak boleh pergi" "Lebih baik aku pergi saja. maka aku tidak mau bertanding. Lagi pula apa gunanya bertanding?" "Han Liong" Gouw Hui Eng tersenyum. percayalah" "Terima kasih.Namun gadis tersebut tidak mengacuhkannyaKetika melihat Thio Han Liong. aku tidak akan melukaimu. engkau tidak usah khawatir." sahut Thio Han Liong. "Agar tidak mengganggu kalian. kenapa engkau ke mari?" tanya Lie Teng Kim dengan sinis." sambung tiouw Hui Eng. "Ceng Ceng ingin bertanding denganmu." " Kalau tahu kepandaianmu masih rendah. engkau pasti akan dipungut menjadi menantu Paman Yap-" "Maaf" ucap Thio Han Liong. "seusai ayahnya merayakan ulang tahunnya." "Han Liong" Yap Ceng Ceng tersenyum." Thio Han Liong menghela nafas panjang.Thio Han Liong menarik nafas. "Han Liong" Yap Ceng Ceng menatapnya.

" "Nona Ceng ceng. . aku aku harus pergi-" "Itu urusan nanti. bukan?" "Tidak. " Antar Han Liong ke kamar. aku berjanji tidak akan berbuat begitu" "Baiklah-" Gouw Hui Eng manggut-manggut. sebaliknya malah aku yang bersalah." Gouw Hui Eng manggut-manggut. "Engkau sudah mendendam pada Han Liong.. "Se-karang engkau harus minta maaf kepada Han Liong" "Kenapa aku harus minta maaf kepadanya?" Heran Lie Teng Kim. lebih baik aku mohon diri" "Tidak bisa" tegas yap Ceng ceng. "Engkau kok jadi...Bagaimana mungkin aku berani berbuat begitu?" sahut Lie Teng Kim dengan kepala tertunduk"Toa suheng" Gouw Hui Eng menatapnya tajam. "Ayoh..." sahut Gouw Hui Eng. kemudian melambaikan tangannya. padahal tidak seharusnya aku ke mari" sahut Thio Han Liong sambil menghela nafas panjang dan menambahkan. "oleh karena itu. " Kalau engkau berani berbuat begitu. biar dia beristirahat" sahut Yap Ceng Ceng." "Hmm" dengus Gouw Hui Eng.. cepat minta maaf kepadanya" "Aku. "Karena engkau telah menghinanya. "Mulai sekarang.-" "Sudahlah" ujar Thio Han Liong... mau cari gara-gara ya?" "Sumoy. "Nona mau pesan apa?" tanya seorang pelayan. sumoy. tidak usah dibicarakan sekarang" sahut Yap Ceng Ceng. aku. masih jauh di atas kepandaian Thio Han Liong" sahut Lie Teng Kim. yang ternyata tersinggung oleh ucapan yap ceng Ceng "Toa suheng" bentak Gouw Hui Eng. "saudara Lie tidak perlu minta maaf kepadaku. memanggil seorang pelayan.. engkau jangan macam-macam lagi" "ya. "Aku tahu. "jangan lancang menantang ceng Ceng bertanding.." "Diam" Gouw Hui Eng menatapnya tidak senang.." Lie Teng Kim mengangguk dan semakin membenci Thio Han Liong.. Dia sama sekali tidak punya salah. engkau tahu sendiri resikonya" "Sumoy... aku. tapi seusai ayahmu merayakan ulang tahunnya. "Baiklah. itu merupakan suatu penghinaan bagi ayahku. " Kalau Engkau pergi sekarang.ketus"Berapa tinggi sih kepandaianmu? " "Serendah-rendahnya kepandaianku. maka engkau cari kesempatan untuk menghajarnya." "Eeeh?" Gouw Hui Eng terbelalak"Engkau yang bersalah? Kenapa begitu?" "Karena aku hadir di sini.bertingkah di sini? Ayahku datang pasti kuberitahukan tentang tingkah lakumu" "sumoy.." "Pokoknya engkau tidak boleh pergi" tandas yap Ceng ceng." Thio Han Liong mengangguk"Aku tidak akan pergi.

" ujar Gouw Hui Eng sambil tersenyum." yap Ceng Ceng manggut-manggut. "Aku memang tertarik kepadanya.. tiba-tiba berkelebat sosok bayangan ke dalam. Dia memang tampan." "Benar.. tapi dia tetap tidak emosi." yap Ceng Ceng menundukkan kepalanya.. bahkan juga memiliki sifat sabar.. Kecuali. akan tetapi.la duduk di pinggir tempat tidur sambil berpikirsesungguhnya malam ini juga ia ingin meninggalkan rumah YaP Khay Peng." "Hui Eng" yap ceng Ceng tersenyum.. pasti akan menyinggung perasaan Yap Ceng Ceng dan ayahnya. apabila ia pergi begitu saja."Mudah-mudahan" -ooo0000oooMalam semakin larut.. disusul puta dengan suara tawa. tapi apakah dia juga sudah jatuh hati kepadamu? Kalau cuma jatuh hati sepihak. sedangkan yap ceng Ceng dan Gouw Hui Eng duduk berhadapan sambil mengobrol. setelah mengambil keputusan tersehut.. "Ei Ceng Ceng" bisik Gouw Hui Eng. kalian belum tidur ." "Gila" Yap Ceng Ceng menggeleng-gelengkan kepala"Padahal aku sama sekali tidak tertarik kepadanya kenapa dia malah jatuh hati kepadaku?" "oh ya" Kening Gouw Hui Eng berkerut. "Kelihatannya engkau sangat tertarik kepadanya." "Kepandaiannya masih rendah?" tanya Gouw Hui Eng.. "Ceng Ceng. agar tidak banyak urusan. untung dia menolak lho" "Hui Eng. "Hanya saja. lalu mengajak Thio Han Liong ke kamar belakang. " Engkau tertarik pada Han Liong?" "Aku. aku justru tidak habis pikir. "Maka dia merasa cemburu pada Han Liong. mudah-mudahan dia akan jatuh hati kepadamu" "ya." yap Ceng Ceng mengangguk.. dia jatuh hati duluan kepadaku."Ya" Nona. maka aku ingin bertanding dengannya-" "Dia pasti kalah-" "Tapi aku justru akan pura-pura kalah-" "Itu -" Gouw Hui Eng menggeleng-gelengkan kepala"Itu tidak baik.. itu. Akhirnya ia mengambil keputusan unntuk pergi lusa saja. "Buktinya Toa Suheng-ku terus menghinanya. setelah Thio Han Liong mengikuti pelayan itu ke dalam." Pelayan itu mengangguk. namun belum berani jatuh hati kepadanya. namun Thio Han Liong masih belum bisa tidur. Lie Teng Kim dan Tan con seng pun meninggalkan tempat itu.. "Ya-" Yap Ceng ceng mengangguk"Itu agak mengecewakan ayahku.Kenapa Toa Suhengku kelihatan sangat membencinya?" tanya Yap Ceng ceng mendadak"Karena Toa Suhengku sudah jatuh hati padamu-" Gouw Hui Eng memberitahukan. "Ha ha ha" scorangtua berusia enam puluhan berdiri di tengah-tengah ruangan itu "sin Kiam Tin Hun dan kawan-kawan. sementara Yap Khay Peng masih bercakap-cakap dengan beberapa tamunya di ruang depan. haiulah Thio Han Liong membaringkan dirinya di tempat tidur." "Ngmm" Gouw Hui Eng manggut-manggut. " Engkau sudah jatuh hati kepada Thio Han Liong.

"Aku bersalah karena menabas putus dua jari tangannya. bahkan telah menguasai semua ilmu silatku." "Ha ha ha Engkau memang orangtua teladan. Kalau dia suka kepada muridmu itu. yang ternyata Sin Kun Bu Tek (Kepalan sakti Tanpa Tanding) Gouw siang Kun... dan kini kepandaiannya sudah tinggi sekali-" "Aku sudah mengundurkan diri dari rimba persilatan. "Tak disangka dia masih mendendam padaku. aku serahkan kepada putriku saja." Gouw siang Kun manggut-manggut. "Kenapa aku harus berhati-hati? Apa kah akan kedatangan musuh esok?" "Tidak salah-" Gouw siang Kun manggut-manggut. "Apa?" Yap Khay Peng tersentak. kemungkinan besar dia akan muncul di sini. touw Liong Lo Koay tidak senang. "Muridku yang pertama itu cukup tampan. Tapi apabila putriku tidak suka. "Musuh besarmu akan ke mari esok" "siapa dia?" tanya Yap Khay Peng dengan kening berkerut.ya?" "Ha ha ha" sin Kiam Tui-Yap Khay Peng juga tertawa. aku pun tidak bisa berbuat apa-apa."sin Kiam Tui Hun. tapi kalau dia ke mari." ujar tiouw siang Kun serius. "sin Kun Bu Tek" yap Khay Peng menatapnya seraya bertanya. padahal kejadian itu dia yang bersalah" "Kami tahu.Dia pasti ke mari. "Biar bagaimanapun. bagus" Gouw siang Kun tertawa gelak"oh ya. tidak kolot . ayah Gouw Hui Eng juga guru Lie Teng Kim dan Tan coh seng. silakan duduk" "Terima kasih." "sin Kiam Tui Hun" Gouw siang Kun memandangnya seraya berkata. aku pun tidak berkeberatan. maka mengajakmu bertarung. "Belasan tahun lalu. engkau harus berhati-hati. engkau membunuh muridnya karena muridnya itu memperkosa seorang wanita. engkau harus berhati-hati"sahut sin Kun Bu Tek sungguh-sungguh."Touw Liong Lo Koay?" "Ya-" Gouw siang Kun mengangguk" "Maka engkau harus berhati-hati. Dia kalah bahkan kehilangan dua jari tangannya." Yap Khay Peng menghela nafas panjang. "Dia adalah Touw Liong Lo Koay (orang Taa Aneh Pembunuh Naga)" Gouw siang Kun memberitahukan. "Aku terlambat datang karena pergi menyelidiki sesuatu-" "oh?" Yap Khay Peng tertegun. aku terpaksa harus melawannya" ujar Yap Khay Peng tanpa merasa gentar sedikit pun." ucap orang tua yang baru datang itu. Bagaimana kalau kujodohkan dengan putriku?" "Begini-" Yap Khay Peng ersenyum "Dalam hal jodoh. "Ha ha ha Bagus. " Kami justru sedang menunggumu." "Aaah " Yap Khay Peng menghela nafas panjang lagi. murid-muridku sudah ke mari?" "sudah-" Yap Khay Peng mengangguk." "Aaaah. "Kenapa engkau terlambat datang? Apa-kah ada halangan?" "sin KiamTui Hun. Pada waktu itu aku pun dalam emosi.

"Kalau Thio Bu Ki. terserah putrimu saja." "Aku akan bertanya kepada putriku. pemuda itu pasti tampan sekali.." "Tapi. " "Cukup panggil namaku saja. Dia ke mari hanya ingin makan." "Kalau begitu. aku jadi bingung." ujar Gouw siang Kun sambil tersenyum." Gouw siang Kun mengerutkan kening.Dilihatnya Yap Ceng ceng sedang berdiri dan tersenyum-senyum"oh. " urusan ini bisa dibicarakan nanti. Baiklah. "Kalau putriku menyukainya. jangan sungkan-sungkan memberitahukan padaku" "Baik." "sin Kiam tu Hun." pesan Gouw siang Kun.. ia belajar sedikit ilmu silat dari ayahnya. Thio Han Liong menoleh kepalanya. "Putriku justru tertarik kepadanya. kalau engkau membutuhkan bantuanku." yap Khay Peng memberitahukan. Namun pakaiannya sudah kumal." ujar Yap Khay Peng. "Engkau pernah mendengar seorang pendekar bernama Thio Ah Ki?" "Thio Ah Ki?" Gouw siang Kun menggelengkan kepala." Yap Khay Peng mengangguk"Terima kasih-" Bab 27 Pertandingan Yang Menegangkan Begitu hari mulai terang. aku tidak bisa melarangnya." "Betul. Nona Ceng Ceng. Thio Han Liong sudah bangun. ayahnya bernama Thio Ah Ki. Memang ada apa?" "Tadi siang muncul seorang pemuda. "Itu tidak jadi masalah kan? yang penting dia pemuda yang baik-" "yaah" yap Khay Peng menarik nafas dalam-dalam. "Apakah pemuda itu juga menyukai putrimu?" "Entahlah-" yap Khay Peng menggelengkan kepala"Aku tidak bertanya kepada putriku. dia bukan berasal dari keluarga terkenal. aku tidak akan memaksa dalam hal ini." yap Khay Peng menghela nafas panjang.pikiranmu. sebab dia sangat sopan dan lemah lembut. yang penting engkau harus berhati-hati esok Kita adalah kawan baik." "oh?" Gouw siang Kun terbelalak"Jadi dia seorang pengemis muda?" "Kelihatannya bukan. sedangkan aku sama sekali tidak jelas mengenai identitas pemuda itu. selamat pagi" "Han Liong" Yap Ceng Ceng cemberut"Kenapa engkau masih memanggilku nona sih? Aku tak enak mendengarnya-" "Engkau memang Nona. "Apakah pemuda itu mencurigakan?" "Mencurigakan sih tidak Tapi. kita semua pasti telah mendengarnya." "Kalau begitu." "Mungkinkah dia dari Kay Pang?" "Dia bilang tidak punya perguruan.. dia mengaku bernama Thio Han Liong. kemudian bertanya dengan wajah serius. lalu menghirup udara segar di pekarangan dekat tamah bunga"Han Liong." . selamat pagil" Terdengar suara seruan.

" "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut. "Ayah Gouw Hui Eng sudah datang. Ayahku ahli bersilat pedang. kenapa masih pagi engkau sudah bangun?" "Aku memang sudah biasa bangun pagi. sedangkan Paman Gouw ahli bersilat tangan kosong. ternyata muncul Gouw siang Kun dan yap Khay Peng."Ngmm" Gouw siang Kun manggut-manggut"Dia memang tampan dan lemah lembut. maka aku harus bangun pagi-" "oooh" "oh ya. "semalam ayahku ke mari." "Kalau begitu. "Pemuda inikah yang bernama Thio Han Liong?" "Betul." ujar Thio Han Liong. kemudian menghampiri mereka. kenapa engkau masih memanggilku nona? Panggil saja namaku" "Tapi-" "Tidak apa-apa-" Gouw Hui Eng tersenyum"Kita sudah kenal kok. "Ayah" panggil Gouw Hui Eng. rasanya seperti kita bukan teman. yang. Nona Hui Eng" ucap Thio Han Liong. Maukah engkau menemui ayahku?" "Tidak usah-" Thio Han Liong menggelengkan kepala"sebab tidak pantas aku menemui ayahmu-" "Sebetulnya tidak apa-apa. kemudian bertanya kepada yap Khay Peng. Gouw siang Kun menatapnya tajam. Dia teman baik ayahku." "Benar. "oh ya" Gouw Hui Eng memberitahukan." "Baiklah." Ya" Thio Han Liong mengangguk "Ceng Ceng. Ilmu silat Paman Gouw memang tinggi sekali. Di saat bersamaan terdengarlah suara seruan yang merdu." "oh? Ilmu silatnya pasti tinggi sekali. "Ceng Ceng. "Hi hi hi" Mendadak Gouw Hui Eng tertawa geli"Han Liong. pantas " "Paman Gouw" yap Ceng Ceng cemberut"Jangan mangada-ada" "Ha ha ha" Gouw siang Kun tertawa gelak"siapa yang mengada-ada? Bukankah memang ada?" "Paman Gouw -" yap Ceng Ceng membanting-banting . Han Liong" Yap Geng Ceng memberitahukan. "Hui Eng" sahut yap Ceng Ceng.Kalau engkau masih memanggilku nona. beliau adalah sin Kun Bu Tek-Gouw siang Kun." yap Ceng Ceng mengangguk"Julukan ayahku adalah sin Kiam Tui Hun. "cianpwee" Thio Han Liong segera memberi hormat kepada mereka." yap Khay Peng mengangguk. ilmu silat ayahmu pun pasti tinggi sekali. Han Liong selamat pagi" Muncul Gouw Hui Eng. "selamat pagi" "selamat pagi." ucapan Gouw Hui Eng terputus.Mulai sekarang aku akan memanggil namamu saja. terutama hari ini. "Ayah" panggil yap ceng ceng." "ya." sahut YaP Ceng Ceng dengan tersenyum"Eng-kau tahu kan? Hari ini adalah hari ulang tahun ayahku.

"Teng Kim. itu merupakan suatu penghinaan" "ya. engkau tidak usah mencoba kepandaiannya-" "Guru" LieTeng Kim tertawa. lalu memandang Thio Han Liong seraya bertanya. jadi tidak usah dipaksa bertanding dengan murid Paman" "Itu ." "Jangan merendahkan diri" Gouw siang Kun tersenyum.Tapi . Guru" Lie Teng Kim segera menundukkan kepala. "cianpwee" ujar Thio Han Liong. Jangan berkata begitu." sahutnya sambil mendekati Thio Han Liong. ke mari" "ya."Ayahmu bernama Thio Ah Ki?" tanya Gouw siang Kun lagi. malah kini gurunya menyuruhnya mencoba kepandaian pemuda yang amat dibencinya itu. "Engkau mengerti ilmu silat?" "Mengerti sedikit.kakiGouw siang Kun tertawa. betulkah begitu?" "Aku. "oh?" Gouw siang Kun mengerutkan kening.. "Pemuda itu pengecut dan penakut." "oooh" Gouw siang Kun manggut-manggut." ujar Gouw Hui Eng. "ya" sahut Thio Han Liong. guru..Aku." Wajah Lie Tang Kim mulai berubah pucat. "Cobalah sebentar kepandaian Thio Han Liong" ujar Gouw siang Kun. Bukan main girangnya Lie Teng Kim. kenapa Ayah masih memaksanya bertanding dengan Toa suheng?" "Betul. "Cianpwee" Thio Han Liong mengerutkan kening. aku. namun dia tetap sabar. "Teng Kim. "Kalian berdua hanya bertanding dengan tangan kosong. "Ayah. aku mengaku kalah saja. Dia cuma bergurau dan aku pun senang bergurau dengannya. aku tidak sanggup bertanding dengan murid Cianpwee. lagipula tidak akan saling melukai. namun tidak mengangguk. guru. Paman" sambung yap ceng Ceng. "Sudahlah Teng Kim. "Anak muda. Ke-betulan muncul Lie Teng Kim dan Tan coh seng. Dia mana berani bertanding denganku?" "Teng Kim" Gouw siang Kun melotot. maka orang tua itu segera memanggil salah seorang muridnya. Itu tidak apa-apa. "Ter-nyata kalian cuma bergurau.." "Ayah. "Han Liong sudah mengaku kalah. "ya. Cianpwee-" Thio Han Liong mengangguk." Lie Teng Kim segera menghampiri gurunya. "saudara Teng Kim tidak menghinaku." Gouw Hui Eng memberitahukan... la merasa tidak enak karena membohongi orang-tua. kemudian manggut-manggut." Gouw siang Kun memandang Thio Han Liong sejenak. "Ilmu silatku rendah sekali. "Han Liong sudah mengaku ilmu silatnya masih rendah. dari kemarin Toa Suheng terus menghinanya.. namun apa boleh buat." "Belajar dari ayahmu?" "Ya-" "Ngmmm" Gouw siang Kun manggut-manggut. karena ia memang sedang menunggu kesempatan untuk menghajar pemuda itu. betulkah engkau bernama Thio Han Liong?" "Betul..

aku merasa malu sekali terhadapmu. Aku. "Engkau tidak perlu minta maaf." "saudara Han Liong" Tan con seng memberi hormat kepadanya. Tapi kini dia malah telah berubah agak pendiam.bersalah..." "cianpwee" Thio Han Liong tersenyum. Toa Suheng. karena engkau adalah pemuda pendiam. kemudian berkata.." "Betul. "Baiklah." Gouw Hui Eng terbelalak"Dia pun suka bergurau denganmu. kita adalah teman. "Aku Touw Liong Lo Koay. "saudara Han Liong." "Ha ha ha" Tan coh seng tertawa." Gouw Hui Eng cemberut.Kalian ngobrollah di sini Kami mau ke dalam menemani para tamu" Gouw siang Kun dan yap Khay Peng kembali ke dalam. seorang tua dan seorang pemuda"HahahaHahaha " orangtua itu menatap mereka semua"Di mana yap Khay Peng? Cepat suruh dia keluar" "Cianpwee siapa?" tanya yap Ceng ceng. "saudara Teng Kim memang suka bergurau. aku. "saudara Han Liong." "Ayah. biasanya sumoy ku ini cerewet dan bawel sekali. bukan?" Thio Han Liong tersenyum"Aaaah " Gouw Hui Eng menghela nafas panjang." "oooW" Gouw Siang Kun manggut-manggut. aku pasti menghukumnya. mulai sekarang sudah tidak ada salah paham lagi. kemudian melayang turun dua orang." "saudara Teng Kim... Toa Suheng memang suka bergurau." "saudara Conseng" Thio Han Liong tersenyum... "Aku salut sekali kepadamu. "Kalau Ji suheng ku sudah mulai berbicara.. sebab engkau tidak .. pasti menyerocos tak henti-hentinya. Di saat bersamaan." potong Thio Han Liong cepat. cepat beritahukan kepada ayahmu bahwa aku sudah datang" ." "siapa bilang dia pendiam?" sela Gouw Hui Eng sambil tertawa kecil. "Betul. aku minta maaf" ucapnya perlahan. Di saat itu Lie Teng Kim menghampiri Thio Han Liong dengan kepala tertunduk.. "Han Liong. "saudara Teng Kim" Thio Han Liong tersenyum.kalau Teng Kim menghinamu. mendadak terdengar suara tawa yang amat keras. "Kita semua adalah teman.. betul" Gouw Hui Eng tertawa girang. kini terbukalah mataku bahwa engkau betul-betul pemuda teladan. " Aku pun kagum kepadamu.Engkau cuma bergurau. "Kelihatannya memang agak cerewet. maka bagaimana mungkin aku mempersalahkanmu?" "saudara Han Liong. itu sungguh mengherankan" "oh?" Thio Han Liong menatap Gouw Hui Eng.." "Han Liong." "Hui Eng.. engkau jangan berkata begitu. Toa Suheng mu memang suka bergurau denganku tidak perlu diberitahukan kepada ayahmu.

"Kepalanku masih kuat menghadapimu" "oh ya?" Touw Liong Lo Koay tertawa dingin"Kalau begitu. sebab yap Ceng ceng menyaksikan pertandingan itu dengan penuh perhatian. kemudian mendadak Lie Teng Kim menyerang Yo Bun Kiat dengan tangan kosongYo Bun Kiat berkelit sekaligus balas menyerangnya. lalu memberi hormat seraya berkata. Lie Teng Kim bertekad merobohkan Yo Bun Kiat. lalu muncul yap Khay Peng bersama Gouw siang Kun.Lie Teng Kim bertarung dengan penuh semangat. karena ingin memperlihatkan kegagahannya di hadapan yap ceng Ceng. biar aku yang melawanmu" Lie Teng Kim menantang touw Liong Lo Koay. tentunya aku tidak bisa kemari membuat perhitungan denganmu" "Touw Liong Lo Koay. "Bun Kiat. tentunya mahir bersilat dengan tangan kosong. berarti engkau cari mati" "Cari mati? Ha ha ha" sin Kun bu Tek-Gouw siang Kun tertawa. "Baik" Lie Teng Kim menganggukMereka berdua bersiap-siap. Akan tetapi. engkau membunuh muridku Kini aku datang untuk membuat perhitungan denganmu. kemudian memandang pemuda yang bersamanya seraya berkata."Touw Liong Lo Koay" Terdengar suara seruan. itu adalah kesalahan muridmu-" "sin Kun Bu Teks Touw Liong Lo Koay mengerutkan kening. tapi justru mencari penyakit"Ha ha ha" touw Liong Lo Koay tertawa gelak. sedangkan aku cukup dengan tangan kosong" "Itu tidak adil Mari kita bertanding dengan tangan kosong" sahut Yo Bun Kiat sambil tersenyum. "Sudah belasan tahun kita tidak berjumpa. bagaimana kabarmu? Baik-baik saja selama ini?" "Ha ha ha" touw Liong Lo Koay tertawa gelak"Aku baik-baik saja Kalau tidak. dan itu membuat Lie Teng . coba engkau jajal kepandaian anak murid itu" "ya. kejadian belasan tahun lalu. oleh karena itu. Puluhan jurus kemudian Lie Teng Kim sudah berada di bawah angin. " Kalau engkau turut campur. sungguh tak disangka kepandaian murid Touw Liong Lo Koay Lebih tinggi. terjadilah pertandingan yang cukup seru. "saudara adalah murid sin Kun Bu Tek. guru-" Ternyata pemuda itu adalah murid Touw Liong Lo Koay bernama yo Bun Kiat-Pemuda itu menghampiri Lie Teng Kim. apa boleh buat" sahut Gouw siang Kun. "Engkau mau turut campur urusanku?" "Kalau terpaksa.Maka." "Diam" bentak Touw Liong Lo Koay-» "Belasan tahun lalu. bersiapsiaplah untuk mampus" "Ha ha ha" Gouw siang Kun tertawa gelak"Touw Liong Lo Koay. Mari kita bertanding dengan tangan kosong saja" "Hm" dengus Lie Teng Kim angkuh "Engkau boleh bersenjata. hari ini engkau pasti mampus" "orangtua jelek" bentak Lie Teng Kim sambil maju selangkah"Aku adalah murid sin Kun Bu Tek. "Hm" dengus touw Liong Lo Koay.

lalu roboh dengan mulut menyemburkan darah segar.Di saat bersamaan touw Liong Lo Koay sudah mulai menyerangnya dengan golok. la kelihatan terpaksa menghunuskan pedangnya. ini adalah urusanku Biar aku yang menghadapinya " sin Kun Bu Tek-Gouw siang Kun mengangguk. "sin Kun Bu Tek. kini giliranmu maju" "Baiks ChOuw siang Kun mengangguk. Blaaam suara benturan kepalan dengan telapak tangan. maka hari ini aku harus membunuhmu" "Touw Liong Lo Koay" Yap Khay Peng menggelenggelengkan kepala. lalu segera mendekati muridnya yang sudah bangkit berdiri "Engkau terluka parah?" tanya Gouw siang Kun. maka aku terpaksa membunuh muridmu itu setelah itu kita pun bertanding dengan adil" "hari ini justru harus bertarung nyawa" sahut Touw Liong Lo Koay.la merasa dirinya diejek oleh Yap Ceng ceng lantaran kalah bertarung melawan Yo Bun Kiat itusementara Yap Khay Peng sudah berdiri di hadapan touw Liong Lo Koay dan mereka saling memandang.Yap Khay Peng menangkis dengan pedangnya. melainkan menyambut serangan itu dengan jurus sin Liong cut Hai (Naga sakti Keluar Dari Laut). Mendadak ia menyerang Yo Bun Kiat dengan jurus Hong soh Ngo Gak (Angin Menyapu Lima gunung). "Mari kita bertarung dengan senjata Hunus pedangmu" "Touw Liong Lo Koay" Yap Khay Peng menghela nafas panjang. "Cuma terluka lecet saja. "Bagus.Kim menjadi nekad. Begitu dia menyerang. "Tunggu" cegah Yap Khay Peng. "Ha ha ha" touw Liong Lo Koay tertawa gelak"sin Kiam Tui Hun Engkau pernah membunuh muridku dan menebas putus dua jari tanganku. "Baiklah" Yap Khay Peng manggut-manggut. muridmu memperkosa seorang wanita. sedangkan Yo Bun Kiat hanya terhuyung-huyung ke belakang tiga empat langkah"Ha ha ha" Touw Liong Lo Koay tertawa terbahak-bahak"sin Kun Bu Tek Muridmu sudah kaLah.Ternyata pemuda itu merasa malu sekali karena roboh di tangan murid Touw Liong Lo Koay. Lie Teng Kim terpental dua tiga depa. " Hati-hati" Yap Khay Peng mengangguk. yaitu ternyata jurus andalannya. "Belasan tahun lalu. "Mari kita bertarung dengan bertaruh nyawa" "He he he" Touw Liong Lo Koay tertawa terkekeh-kekeh. cepat hunus pedangmu" Yap Khay Peng trieng geleng. bagus" "Ayah" seru Yap Ceng Ceng cemas. Yo Bun Kiat mengerutkan kening.geleng kan kepala." sahut Lie Teng Kim dengan wajah pucat pias. "Kejadian itu bukan kesalahanku" "Pokoknya engkau harus bertanggung-jawab" bentak Touw Liong Lo Koay sambil perlahan-lahan menghunus goloknya. terdengar suara menderu-deru yang ditimbulkan oLeh sepasang kepaLannya. lalu balas . "Ayoh. Pemuda itu tidak berkelit.

di dekat Thio Han Liong. "Ka-rena aku makan di sini. Cianpwee harus menghabiskan urusan ini sampai di sini saja Bagaimana?" "He he he" Touw Liong Lo Koay tertawa terkekeh-kekeh. "Tidak mungkin aku membiarkan cianpwee membunuh sin Kiam Tui Hun" "oh?" Touw Liong Lo Koay melotot. "Kita bertanding secara adil Kalau aku kalah. "Cianpwee. lalu memandang Thio Han Liong yang berdiri di hadapan touw Liong Lo Koay. Hari ini engkau pasti mampus" Touw Liong Lo Koay mengayunkan goloknya ke leher yap Khay Peng. la memandang Thio Han Liong dengan mata terbelalak"cianpwee" Thio Han Liong segera memberi hormat"cianpwee sudah menang tapi. "Jadi engkau ingin bertarung denganku?" "Benar" Thio Han Liong mengangguk. "Namaku Thio Han Liong" "Engkaupunya hubungan apa dengan sin Kiam Tui Hun?" "Tidak punya hubungan apa pun. sementara touw Liong Lo Koay menggunakan Toat Beng to Hoat (Ilmu Golok Pemutus Nyawa). namun berhasil membuat golok itu miring ke samping. aku pasti kelaparan di luar" "Anak muda. tentunya aku tidak akan mencampuri urusan ini lagi Namun apabila Cianpwee kalah. Yap Khay Peng menggunakan Tui Hun Kiam Hoat (Ilmu Pedang Pengejar Roh). sedangkan touw Liong Lo Koay terus menyerangnya bertubi-tubi. kalau tidak.la ingin menolong tapi tidak mungkin keburu. ternyata kakinya telah tersabet golok Touw Liong Lo Koay sehingga darahnya bercucuran. aku terpaksa turut campur" tegas Thio Han Liong. Kesempatan itu tidak disia-siakan touw Liong Lo Koay. Traangg Terdengar suara benturan senjata dan bunga api pun berpijar ke mana-mana. sementara yap Ceng Ceng dan sin Kun Bu Tek telah mendekati yap Khay Peng. gerakannya tampak begitu lemas. lebih baik engkau jangan mencampuri urusan ini" touw Liong Lo Koay menatapnya tajam. "Ha ha ha Sin Kiam tui Hun. "Ayah " teriak Yap Ceng Ceng. kenapa masih ingin menghabiskan nyawa orang?" "Anak muda. Betapa terkejutnya sin Kun Bu Tek. sehingga leher yap Khay Peng selamat dari sabetan golok itu. Yap Khay Peng roboh. "Haah?" Bukan main terkejutnya Touw Liong Lo Koay. sedangkan touw Liong Lo Koay terus tertawa. yap Ceng Ceng segera membalut luka di kaki ayahnya. Yap Khay Peng mulai berada di bawah angin. "Aaakh "Jerit Yap Khay Peng.menyerangnya Terjadilah pertarungan dengan mati-matian. Di saat itulah mendadak Thio Han Liong menggerakkan-sepasang tangannya. tapi aku telah berhutang budi kepadanya" sahut Thio Han Liong. Puluhan jurus kemudian. Benturan itu membuat pedang Yap Khay Peng terpental ke udara. siapa engkau?" tanya touw Liong Lo Koay. "Anak muda. siapa gurumu?Katakan siapa tahu aku kenal .

yap Khay Peng dan Gouw siang Kun malah terkejut bukan main. Ditatapnya Thio Han Liong dengan tajam sekali. Lie Teng Kim dan Tan coh seng memandangnya dengan mulut ternganga lebar. "Engkau pasti murid Bu Tong Pay" "Bukan" Thio Han Liong menggelengkan kepala sambil tersenyum." seru Yap Ceng Ceng tak tertahan. hati-hati terhadap jurus ke dua Aku tidak akan main-main lagi" ujar touw Liong . "Kenapa engkau mahir ilmu Thay Kek Kun?" tanya touw Liong Lo Koay. "Melainkan ilmu Kian Kun Taylo Ie" "Kian Kun Taylo Ie?" Touw Liong Lo Koay mengerutkan kening. "Han Liong Nyawa ayahku. yap Ceng Ceng dan Gouw Hui Eng nyaris tertawa gelisebaliknya touw Liong Lo Koay. Thio Han Liong tersenyum. cianpwee" sahut Thio Han Liong sambil mengerahkan Kiu yang sin Kang.. "Jurus pertama" seru touw Liong Lo Koay sambil menyerang. "Ya" Thio Han Liong mengangguk "Tak kusangka engkau berisi juga Baik. betulkah engkau ingin bertanding denganku?" "ya" "Baiklah" Touw Liong Lo Koay mengangguk"Mari kita bertanding sepuluh jurus saja Kalau engkau tidak kalah dalam sepuluh jurus. badannya bergerak lemas sekali seperti anak gadis yang sedang menari. sebab serangannya tertahan seketika. maka selanjutnya aku tidak akan cari sin Kiam Tui Hun lagi Tapi sebaliknya apabila engkau kalah dalam sepuluh jurus -" "Cianpwee boleh membunuh sin Kiam Tui Hun" sambung Thio Han Liong cepatItu membuat wajah sin Kun Bu Tek langsung memucat. yap Ceng Ceng. Gouw Hui Eng. "Thay Kek Kun" seru touw Liong Lo Koay tak tertahan. sebab ia tidak pernah mendengar tentang ilmu tersebut. hati-hatilah Aku akan mulai menyerangmu" "Silakan. Menyak-sikan itu. sementara yap Khay Peng. la mengguna kan jurus biasa karena meremehkan Thio Han Liong. "Tenang" sahut Thio Han Liong sambil tersenyum. namun secara langsung justru bukan. secara tidak langsung ia memang murid Bu Tong Pay. sementara touw Liong Lo Koay sudah menyarungkan goloknya.. Maka. Mereka sama sekali tidak menyangka Thio Han Liong berani bertanding dengan touw Liong Lo Koay.gurumu" "Aku tidak punya guru" sahut Thio Han Liong jujur. begitu pula wajah Yap Khay Peng dan putrinya. langsung berkelit dengan ilmu Thay Kek Kun. "Anak muda. "Aku cuma belajar sendiri ilmu silat dari ayahku" "siapa ayahmu?" "Ayahku bernama Thio Ah Ki" Touw Liong Lo Koay mengerutkan kening. sebab ia tidak pernah mendengar nama tersebut dalam rimba persilatan. Gouw siang Kun. Terutama touw Liong Lo Koay. "Anak muda. "Itu bukan Thay Kek Kun" jawab Thio Han Liong membuat bingung touw Liong Lo Koay.

aku tidak akan menyudahi urusanku dengan sin Kiam Tui Hun" "Cianpwee. sepasang tangan Thio Han Liong membuat beberapa lingkaran. yang telah dicampur dengan ilmu Kian Kun Taulo Ie. lalu menyerangnya dengan dahsyat sekali. "Pokoknya kita harus bertarung Kalau tidak. aku mohon kemurahan hati Cianpwee" "Ha ha ha" touw Liong Lo Koay tertawa gelak"Anak muda... "Kini tinggal satu jurus" Wajah Touw Liong Lo Koay merah padam saking penasaran. bahkan mulai balas menyerang dengan ilmu siauw Lim Liong liauw Kang. Bagaimana kalau aku mengaku kalah?" "Mengaku kalah?" "Tidak bisa" touw Liong Lo Koay menggeleng-gelengkan kepala. sedangkan Lie Teng Kim justru merasa malu terhadap Thio Han Liong. "Anak muda." ujar Taouw Liong Lo Koay dan menambahkan. "Aku menepati janji. engkau sungguh sopan sekali Ayoh. Cianpwee" ucap Thio Han Liong sambil menarik nafas lega. maka tidak mungkin dia adalah murid Bu Tong . Kini ia mulai mengeluarkan jurusjurus andalannya. Akan tetapi." bisik yap Khay Peng. engkau memang hebat sekali Kita bertanding cukup sampai di sini saja. Thio Han Liong tetap dapat berkelit. "Kita berdua harus bertarung. karena aku amat penasaran cuma bertanding sepuluh jurus" "cianpwee" Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala." Gouw Siang Kun mengerutkan kening. Yang paling gembira adalah YaP Geng Ceng... "Tiada artinya kita bertarung.. "agaknya berbeda. Walau ia menyerang bertubi-tubi. "Tapi. Yap Khay Peng dan Gouw siang Kun menyaksikan pertandingan itu dengan mata terbelalak.Maka. sebab tidak mampu merobohkan Thio Han Liong.. tapi tetap tidak bisa merobohkan Thio Han Liong.Mereka tidak menyangka Thio Han Liong berkepandaian begitu tinggi. Betapa terkejutnya touw Liong Lo Koay.. "Cianpwee" Thio Han Liong memberitahukan. mari kita mulai" "Baik" Thio Han Liong mengangguk dan sekaligus mengerahkan Kiu Yang sin Kang. Begitupula Gouw Hui Eng. bagaimana mungkin merobohkannya? Pikirnya sambil mengerutkan kening. "Sin Kun Bu Tek. "Apakah itu adalah ilmu Thay Kek kun dari Bu Tong Pay." lanjut touw Liong Lo koay. " Kalau begitu. Padahal kini tinggal satu jurus.Lo Koay sambil menyerang. Thio Han Liong mengelak menggunakan Tay Kek Kun." Thio Han Liong menghela nafas panjang. tapi. mulai sekarang aku tidak akan ke mari menuntut balas lagi kepada sin Kiam Tui Hun" "Terima kasih.. " Hati-hati" Touw Liong Lo Koay mengingatkannya. Lagipula dia telah mengaku tidak punya perguruan. Dia menyaksikan pertandingan itu dengan mata berbinar-binar." "Memang mirip.

"Haah ?" Bukan main terkejutnya touw Liong Lo Koay." yap Ceng Ceng sangat mencemaskan Thio Han Liong. "Aku bukan Hweeshlo.Pay." "Tapi." sela gouw Siang Kun mengemukakan pendapatnya."Jawab gouw Siang Kun dengan suara rendah. "Sebetulnya siapa ayahnya?" "Ayah" yap Ceng Ceng menghampiri yap Khay Peng." yap Khay Peng menggelengkan kepala. Touw Liong Lo Koay tidak sempat mengelak. siapa yang mengajarmu ilmu itu?" tanya Touw Liong Lo Koay sambil menyerang. Ilmu tersebut adalah ilmu andalan siauw um Pay." "Sin Kiam Tui Hun" gouw Siang Kun tersenyum. "Engkau menggunakan ilmu apa?" "siauw Lim Liong jiauw Kang" sahut Thio Han Liong dengan jujur. tapi touw Liong Lo Koay masih tidak dapat merobohkannya. "siauw Lim sam Tiang lo yang mengajarmu Liong liauw Kang?" " ya" Thio Han Liong mengangguk. lalu menyerang dengan ilmu pukulan Kiu Im Pek Kut Jiauw.. "Apakah Touw Liong Lo Koay akan melukainya" "Mudah-mudahan tidak" sahut yap Khay Peng.. . tentunya membuat touw Liong Lo Koay agak kewalahan. bagaimana mungkin aku murid siauw Lim Pay?" " Kalau begitu. tidak akan kalah." yap Khay Peng menggeleng-gelengkan kepala. "Mari kita saksikan pertarungan itu. Ternyata Thio Han Liong mengeluarkan ilmu siauw im liong jiauw Kang untuk mengimbangi serangan-serangan yang dilancarkan touw Liong Lo Koay. "Menurutku. "siauw Lim sam Tiang lo" sahut Thio Han Liong sekaligus berkelit. maka terpaksa menangkis dengan jurus sin Liong cut Hai (Naga sakti Keluar Dari Laut)." "Kalau begitu. "Kepandaian touw Liong Lo Koay tinggi sekali. "Apa?" Touw Liong Lo Koay terkejut. Touw Liong Lo Koay berkepandaian tinggi sekali. Sudah lewat puluhan jurus. "Anak muda" tanya touw Liong Lo Koay. Wajah gadis itu tampak agak pucat. kemudian mendadak balas menyerang dengan ilmu Kiu Im Pek Kut Jiauw. "Han Liong bisa bertahan. Itu sungguh membuatnya penasaran dan terkejut. "Sebab aku yakin." Memang sudah lewat puluhan jurus. "Apakah Han Liong akan menang?" "Entahlah. " Engkau pasti murid siauw Lim Pay?" "Cianpwee" Thio Han Liong tersenyum. "Han Liong masih belum mengeluarkan seluruh kepandaiannya.. namun touw Liong Lo Koay masih tidak mampu merobohkan Thio Han Liong... sulit sekali bagi Han Liong memenangkan pertarungan itu." "Kenapa engkau berpedapat begitu?" tanya yap Khay Peng." "Heran?" gumam yap Khay Peng.

Touw Liong Lo Koay menghampiri Thio Han Liong. engkau sungguh keterlaluan-" "Cianpwee. ternyata engkau berkepandaian tinggi sekali. kemudian memberi hormat. Touw Liong Lo Koay terpental ke belakang beberapa langkah....." yap Khay Peng tertawa terbahakbahak. aku. maaf Bun Kiat. "guru. Itu agar yang lain tidak mendengarnya... engkau pandai menyembunyikan kepandaianmu. "Engkau membohongi kami semua. "Kalau tidak salah. Terjadilah benturan dahsyat.. terutama yap Ceng ceng." Thio Han Liong tercengang." "Han Liong" Gouw siang Kun mendekatinya. engkau." "Paman. "-Ba. guru pasti sudah terluka parah-" Yo Bun Kiat tidak menyahut. bagaimana aku keterlaluan?" "Engkau tidak boleh memanggilku cianpwee lagi.. "Anak muda..Itu membuat para penonton terbelalak kagum. "Han Liong.-. bukan?" "Ya.." Thio Han Liong memberitahukan." yap Khay Peng menghela nafas panjang. mungkin tiada seorang pun yang mampu menandingimu.." yap Khay Peng menggelenggelengkan kepala.. Namun pemuda itu masih sempat berseru.. " Hati pemuda itu baik. siapa ayahmu?" (Bersambung keBagian 14) Jilid 14 "Cianpwee." "ya" sahut Thio Han Liong sambil tersenyum. "Ayahku adalah Thio Bu Ki." Thio Han Liong mengangguk. harus memanggilku paman" sahut yap Khay Peng... dia tidak melanjutkan jurus andalannya." "Haaah. Kalau dia melanjutkan. sedangkan Thio Han Liong tetap berdiri tak bergeming dari tempat. aku cuma belajar sedikit ilmu silat dari ayahku. maka berbeda dengan Thay Kek Kun asli.Blaam. Paman. aku kagum padamu Semoga kita berjumpa lagi kelak. gadis itu pun bertepuk sorak dengan penuh kegembiraan. "Cuma belajar sedikit? Engkau mampu mengalahkan touw Liong Lo Koay. "Han Liong. "Tapi sudah dicampur dengan ilmu Kian Kun Taylo le.. Apalagi belajar banyak. "Han Liong. engkau juga menggunakan ilmu Thay Kek Kun." "oooh" Gouw siang Kun manggut-manggut. . Ditatapnya pemuda itu dengan penuh perhatian talu bertanya. mari kita pergi" Touw Liong Lo Koay langsung melesat pergi dan Yo Bun Kiat terpaksa mengikutinya." Yo Bun Liat segera menghampiri touw Liong Lo Koay"guru terluka?" "Tidak-" sahut touw Liong Lo Koay sambil tersenyum getir.... "ya." ujar pemuda itu sambil menundukkan kepala. "Ha ha ha Ha ha ha. "Han Liong." "Paman. aku....?" Wajah Touw Liong Lo Koay langsung berubah pucat. "Maaf." sahut Thio Han Liong menggunakan ilmu menyampaikan suara...

"Ke-mudian engkaujuga menggunakan siauw Lim Liong jiauw Kang. "Han Liong" Wajah yap Khay Peng cerah ceria"Mari kita ke dalam. sesungguhnya touw Liong Lo Koay adalah mantan anggota Beng Kauw.Engkau pasti memberitahukan kepadanya siapa ayahmu..:" "Tidak heran kalau tadi Touw Liong Lo Koay memberi hormat kepadamu." Thio Han Liong mengangguk. Ciu Ci Jiak.. ini sungguh diluar dugaan Ha ha ha.. "Ayahmu adalah Thio Bu Ki yang amat terkenal itu?" "Betul. "Putra Thio Bu Ki berada di rumahku. bukan?" tanya Gouw siang Kun. "ya.. "Kiu Im Pek Kut Jiauw?" "ya. "Apa?" yap Khay Peng terbelalak." Thio Han Liong mengangguk. yap Khay Peng langsung menyuruh beberapa pelayan menyajikan berbagai macam hidangan dan arak wangi. aku." jawab Thio Han Liong dengan jujur." Thio Han liong mengangguk. hari ini aku menjamumu makan sebab engkau telah menyelamatkan nyawaku" "Paman jangan berkata begitu." Thio Han Liong manggut-manggut." ujar Thio Han Liong. "Han Liong. tapi kenapa mahir ilmu itu?" "siauw Lim sam Tiang lo yahg mengajarku ilmu itu. kini aku sudah tahu siapa ayahmu" "oh?" Thio Han Liong tersentak"Ayahmu pasti Thio Bu Ki. lalu duduk di ruang tengah." Thio Han Liong mengangguk. Paman. jangan terus berdiri di sini" "Baik.ya. "Ayoh. "Tentunya engkau tidak tahu. "oh?" Gouw siang Kun terbelalak"Ayahmu kenal baik dengan siauw Lim sam Tiang lo?" " ya. mantan ketua GoBiPay memiliki ilmu tersebut Engkau pun mahir ilmu itu. Apalagi Yap Ceng Ceng dan Gouw Hui Eng terus . aku cuma membalas budi kebaikan Paman saja. "Ha ha ha" yap Khay Peng tertawa gelak kemudian berkata setelah para pelayan menyajikan semua hidangan itu. "Aku memanggilnya Bibi. Mulailah mereka bersulang sambil tertawa gembira. Mereka segera masuk ke rumah. kan?" tanya Gouw siang Kun sambil tersenyum. Paman"jawab Thio Han Liong. jadi engkau punya hubungan apa dengan ciu Ci Jiak?" Gouw siang Kun menatapnya tajam." sahut Thio Han Liong jujur. "ya. dan itu membuat Thio Han Liong merasa tidak enak dalam hati.. "setelah itu engkau menggunakan ilmu apa sehingga membuat touw Liong Lo Koay terpental begitujauh?" tanya Gouw siang Kun lagi"Aku menggunakan ilmu Kiu Im Pek Kut Jiauw-" " Haaah ?" Mulut Gouw siang Kun terng angga lebar. mari kita bersulang" seru yap Khay Peng sambil mengangkat minumannya. " Aku pernah dengar. ilmu rahasia bagi siauw Lim Pay. Engkau bukan Hweeshio siauw Lim Pay tingkatan tinggi. "Ha ha ha" Mendadak Gouw siang Kun tertawa gelak"Han Liong." "oooh" Thio Han uong manggut-manggut. "Ha ha ha" yap Khay Peng tertawa gembira.

"Kapan engkau akan ke mari menengokku?" " Kapan aku sempat." "Tidak bisa besok lusa baru berangkat?" tanya Yap Ceng Ceng dengan penuh harap.. aku masih harus pergi ke gunung Bu Tong..memandangnya dengan mata berbinar-binar.." "Juga harus berpamit kepada Hui Eng. "Aku harus segera berangkat ke desa Hok An. engkau mau pergi hari ini?" "Ya-" Thio Han Liong mengangguk"Han Liong." "Baiklah-" Yap Khay Peng mengangguk"Tapi engkau harus berpamit dulu kepada Ceng Ceng. aku harus berangkat sekarang.. sebab kalian adalah temanku-" . sebab ada urusan penting di sana." "Kenapa engkau?" tanya Yap Ceng Ceng heran. aku. "Selamat pagi" "selamat pagi" sahut Thio Han Liong sambil menghampiri mereka.." Thio Han Liong memberitahukan... "Aku mau mohon pamit kepada kain karena hari ini aku harus berangkat ke desa Hok An. "Han Liong.. yang kebetulan mereka berdua sedang berada di pekarangan.." sela Gouw Hui Eng. Hui Eng.." Thio Han Liong mengangguk" Aku pasti tidak akan melupakan kalian berdua. "Aku harus berangkat hari ini. "Maaf" Thio Han Liong menggelengkan kepala"Memang tidak bisa di tunda lagi. "Paman. sebaliknya akan mohon pamit esok pagi-ooo00000oooKeesokkan harinya.. kemudian pergi menemui ke dua gadis itu. "Setelah itu.." Yap Ceng Ceng memandangnya dengan mata basah"Kok begitu cepat?" "Ceng Ceng" ujar Thio Han Liong. putriku.. "Ya" Paman. "Apa?" Wajah Yap Ceng Ceng langsung berubah pucat. pagi-pagi Thio Han Liong langsung mohon pamit kepada yap Khay Peng dan Gouw siang Kun dan itu amat mengejutkan ke dua orang tua tersebut." sahut Thio Han Liong berjanji. aku harus segera berangkat ke desa Hok An. pasti ke mari menengokmu." yap Khay Peng berusaha menahannya." Thio Han Liong memberitahukan. "Maafkan aku. Paman" ucap Thio Han Liong." Yap Ceng Ceng terisak-isak. "Ceng Ceng.." "Han Liong. "jangan melupakan aku lho" "Tentu." "Han Liong. setelah itu barulah engkau melanjutkan perjalananmu.. perbuatannya itu pasti akan menyinggung perasaan yap Khay Peng.." seia Gouw siang-Kun.. " Eng kau." yap Khay Peng menghela nafas panjang. ia mengambil keputusan untuk pergi secara diam-diam malam itu. akhirnya ia membatalkan keputusannya. Akan tetapi. aku.. lebih baik engkau tinggal di sini be-berapa hari. "Han Liong" seru ke dua gadis itu girang." Thio Han Liong mengangguk. "Han Liong. oleh karena itu.

" sahut Tan Ek seng dan Lim soat Hong serentak"Kenapa engkau datang seorang diri? Di mana Giok Cu?" "jadi Giok Cu belum pulang?" Thio Han Liong balik bertanya. lalu berpamit. pemberian itu "Terima kasih." ucap Gouw Hui Eng. Bibi" panggil Thio Han Liong. "Paman. "Kapan engkau akan ke mari lagi?" "Apabila aku sempat. dan langsung menuju rumah Tan Ek seng... ternyata belum. "Han Liong" yap Khay Peng menyodorkan bungkusan itu kepada Thio Han Liong seraya berkata. Thio Han Liong sudah sampai di desa Hok An. maka Thio Han Liong tidak berani menolak. jangan ditolak Kalau ditolak." Karena yap Khay Peng telah menegaskan begitu. "Han Liong" pesan Gouw siang Kun." Thio Han Liong menjelaskan. Kedatangannya yang hanya seorang diri itu sangat mengejutkan Tan Ek seng dan Lim soat Hong.namun menemukan sebuah gua. Kini sudah tiga tahun lebih.yap Ceng Ceng dan Gouw Hui Eng mengantarnya sampai di luar pintu pekarangan. Di saat itulah muncul yap Khay Peng dengan sebuah bungkusan kecil di tangannya. bagaimana perasaan putri merekaBab 28 Pertarungan Di Kuburan Tua Beberapa hari kemudian. Aku tidak menemukan Teratai saiju. "Giok Cu sudah punya guru baru." Thio Han Liong mengangguk"Han Liong" yap Khay Peng memandangnya seraya berkata. kupikir Giok Cu sudah pulang. "Ini untuk bekal dalam perjalananmu." Thio Han Liong memberitahukan. "Han Liong."Han Liong. "Apa yang telah terjadi? Cepatlah jelaskan" "Begini. Guru baru itu mengajaknya ke suatu tempat untuk menggembleng dirinya. "Kenapa baru sekarang engkau ke mari memberitahukan kepada kami?" "sebab aku langsung pergi ke gunung soat san. klta akan berjumpa dalam rimba persilatan kelak" "oh?" Thio Han Liong tertegun. pasti ke mari.Ke dua orang tua itu tahu. "Engkau tidak boleh melupakan putriku lho" "ya. setelah Thio Han Liong lenyap dari pandangan mereka. Paman" "Ha ha ha" Mendadak muncul Gouw siang Kun sambil tertawa gelak. barulah ke dua gadis itu kembali masuk ke rumah dengan wajah murung. "oooh" Lim soat Hong manggut-manggut . kemudian tersenyum."Terima kasih. Yap Khay Peng dan Gouw siang Kun saling memandang.." Ait-mata Ceng Ceng berderai-derai." "Paman. "Han Liong. dan aku berlatih ilmu silatku di dalam gua itu.. Paman.." sahut Thio Han Liong. "Lho?" Tan Ek seng mengerutkan kening. kemudian menggeleng-gelengkan kepala sambil menghela nafas panjang. aku pasti gusar." "Hang Liong" Lim soat Hong menggeleng-gelengkan kepala..

"Kwee In Loan. ia langsung menuju ke gunung ciong Lak tujuannya membuat perhitungan dengan yo sian sian. di gunung itu justru terjadi sesuatu. pasti ada suatu yang penting." Thio Han Liong mengangguk"sampai jumpa Paman. "Tiga tahun lalu. kalian harus segera pulang ke mari" " ya. lalu meninggalkan rumah itu dengan kepala tertunduk. kalau kalian pulang harus segera ke gunung ciong Lam san ke tempat tinggalnya. mau apa engkau ke mari?" . "Hmm" dengus yo sian sian. "yo sian sian cepatlah engkau keluar" Berselang beberapa saat kemudian kuburan tua itu terbuka. "Engkau masih punya bekal?" "Masih. " Kalau begitu." pesan Lim soat Hong.. "sebab lebih cepat lebih baik. kalau Giok Cu pulang. "oh ya" Tan Ek seng teringat sesuatu. siapa tahu Giok Cu sudah berada di tempat tinggal gurunya." "Terima kasih. lebih baik engkau bermalam di sini saja. jadi aku bisa tiba di gunung ciong Lam san selekasnya. kemudian mendadak berteriak menggunakan Lweekang. dan melesat kejuar yo sian sian bersama ke empat pengiringnya.Engkau boleh berangkat sekarang." Thio Han Liong terpaksa berbohong agar ke dua orang tua Giok Cu tidak mencemaskannya. lalu berpamit kepada mereka.. guru Giok Cu ke mari. "Lebih baik aku berangkat sekarang saja. Ternyata pemuda itu merasa tidak enak telah membohongi ke dua orang tua Tan Giok Cu. yang kini ia telah menguasai ilmu Hiat Mo Kang. Bibi." "oh?" Thio Han Liong mengerutkan kening. Bibi" "Hati-hati dalam perjalanan" pesan Tan Ek seng. seorang wanita berusia lima puluhan berdiri di depan kuburan tua tempat tinggal yo sian sian." ujar Lim soat Hong." "Han Liong" Tan Ek seng menatapnya. Lama sekali ia berdiri di situ."Jadi Giok Cu akan pulang ke mari?" "ya. "Kapan engkau akan berangkat?" "sekarang. "Terima kasih. Dia berpesan.Aku. Thlo Han Liong mengangguk." sahut Thio Han Liong." Thio Han Liong mengangguk." "Itu memang mungkin-" Tan Ek seng manggut-mang-gut."jawab Thio Han Liong. siapa wanita itu? Ternyata Kwee In Loan. setelah meninggalkan Kwan Gwa. Paman" "oh ya" tanya Lim soat Hong. "Baiklah. suruh dia menyusul ke sana" "Baiklah-" Tan Ek seng manggut-manggut dan bertanya. "Aku akan berangkat duluan ke gunung ciong Lam san." ucap Thio Han Liong. -ooo00000ooo Di saat Thio Han Liong berangkat ke gunung ciong Lam san." "Han Liong. "setelah berjumpa Giok Cu. aku harus segera berangkat ke sana. "Han Liong. "Engkau tidak mau menunggu Giok Cu?" "Begini.

. aku masih bersedia mengampunimu Ayoh. akUpun terus berlatih untuk menghadapimu" "Engkau tahu aku pergi menemui Hiat Mo?" tanya Kwee In Loan heran. Yo sian sian terpental beberapa depa. maka engkau berani ke mari mencariku?" "Tidak salah" "Aku tahu.. "Hiyaaa" pekik Kwee In Loan sambil menyerang. terdengarlah suara benturan keras yang memekakkan telinga. "Hm" dengus Kwee In Loan dingin. engkau pasti sudah berhasil menguasai Hiat Mo Kang Kalau tidak. maka puluhan jurus kemudian. tentunya engkau tidak berani ke mari" "Betul" Kwee In Loan manggut-manggut. "Aku ke mari ingin membuat perhitungan denganmu" "oh?" yo sian sian menatapnya dingin"Apakah kepandaianmu sudah bertambah tinggi. bersiap-siaplah engkau untuk mampus" "Kwee In Loan" yo sian sian tertawa dingin"Engkau kira gampang membunuhku dengan Hiat Mo Kang? Tahukah engkau. maka terjadilah pertarungan yang amat seru dan sengit." teriak ke empat pengiring sambil mendekati Yo sian sian. begitu pula rambut dan sepasang tangannya. Hati yo sian sian tersentak menyaksikannya. aku sudah terluka parah. la pun segera mengerahkan Kiu Im sin Kang hingga ke puncaknya. Wajahnya berubah merah. "Kalian berempat ingin cari mati?" "Engkau yang harus mampus" bentak ke empat pengiring itu sambil menyerangnya dengan serentak. tapi menangkis serangan itu dengan Kiu Im sin Kang. sedangkan Kwee In Loan hanya termundur-mundur beberapa langkah saja. maka aku pun terus melatih ilmu silatku untuk menghadapimu" sahut yo sian sian dan menambahkan. Ke pandai an mereka memang seimbang. "Aku memang tahu." ujar Yo sian sian lemah"Ya-" Ke empat pengiringnya mengangguk."He he he" Kwee In Loan tertawa terkekeh-kekeh.. hari ini aku pun terpaksa harus membunuh mu" "Engkau yang akan mampus" bentak Kwee In Loan dan langsung menyerangnya dengan ilmu Kui Im Pek Kut Jiauw dan cui sim Ciang Yo Sian Sian juga mengeluarkan ilmu tersebut untuk melawannya. "Nona.Ternyata ia mulai mengerahkan Hiat Mo Kang. "Mengingat engkau adalah mantan kakak seperguruanku. lalu berdiri di hadapan Kwee In Loan. cepatlah engkau enyah dari sini" "He he he" Kwee In Loan tertawa terkekeh-kekeh"Jangan omong besar. . "Kini aku memang sudah menguasai ilmu Hiat Mo Kang Nah. Maka. dalam kurun waktu tiga tahun ini. ajalmu sudah berada di depan mata" yo sian sian tertawa dingin" Kalau begitu. harus segera ke dalam. Di saat itulah mendadak Kwee In Loan tertawa terkekeh-kekeh. mereka berdua masih bertarung seimbang. "Cepat kalian hadang dia Aku.. Yo sian sian tidak berkelit.

"Aku pasti akan menghancurkan kuburan tua ini dengan obat peledak" yo sian sian tetap tidak menyahut. ke empat pengiring itu terkapar tak bernafas lagi. maka tidak bisa keluar Aku akan pergi ambi) obat peledak.Cukup lama ia berdiri di sana sambil memandang kuburan tua itu dan ke empat mayat pengiringnya-setelah itu.Dipasangkannya di depan kuburan tua itu semua obat peledak yang dibawanya. Beberapa saat kemudian. sekarang ia sedang duduk bersila mengatur pernafasannya"Engkau jangan diam saja" Terdengar suara Kwee In Loan. Walau ia melihat Kwee In Loan sudah melesat pergi. yo sian sian melesat ke luar."He he he" Kwee In Loan tertawa terkekeh-kekeh.Kali ini yo sian sian tidak ragu lagi. dan seketika terbukalah kuburan tua itu. lalu menutup kembali kuburan tua itu. Dugaannya memang tidak melesat.kuburan tua ini akan kuhancurkan" Kwee In Loan tertawa terkekeh-kekeh. sesudah itu segera la h ia melesat pergiTak seberapa lama kemudian. yo sian sian tetap mengintip ke luar. Mereka semuanya binasa terkena ilmu pukulan Hiat Mo Ciang. baiklah"" Di saat ke empat pengiring itu menyerang Kwee In Loan. Ketika Kwee In Loan menoleh kuburan tua itu sudah tertutup kembali. "Kalian berempat memang ingin cari mati.Ternyata ia tidak tahu rahasia kuburan tua itu. Mendadak yo sian sian menangis sedih. terdengarlah suara ledakan dahsyat dan kuburan tua itu hancur berantakan. Menyaksikan . Dua hari kemudian. la langsung meloncat ke dalam kuburan tua tersebut. Kemudian ia bangkit berdiri mendekati sebuah lubang rahasia. tapi masih tidak berani meninggalkan Kuburan tua itu. lalu mengintip ke luar. Kwee In Loan muncul lagi dikuburan tua itu dengan membawa obat peledak. Berselang beberapa saat kemudian. Ketika ia ingin meloncat ke dalam. la segera mengerahkan Hiat Mo Kang menyerang mereka. barulah ia melesat pergi mengambil arah yang berlawanan dengan Kwee In Loan. "sialan" cacinya.la cepatcepat menekan sebuah tombol rahasia. sehingga membuatnya gusar bukan main. la sudah makan obat. lalu disundutnya sumbunya. yang ternyata Kwee In Loan. Dilihatnya Kwee In Loan masih berdiri di situ. yo sian sian tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. tapi aku bisa menghancurkannya dengan alat peledak" yo sian sian mendengar teriakan itu.setelah itu barulah melesat pergi. "Hmm" dengusnya dingini "Dia pasti sudah terluka parah. karena ia melihat ke empat pengiringnya yang amat setia itu sudah tergeletak tak bernyawa lagi. Tiba-tiba berkelebat sosok bayangan. barulah Kwee In Loan melesat pergi.Kemudian ia berteriak menggunakan Lwcckang. ke empat pengiring itu menyerangnya dengan gencar sekali. namun tidak menyahut. "Mau kabur ke dalam?" bentak Kwee In Loan. sebab khawatir Kwee In Loan akan kembali lagi." "Yo sian Sian engkau tidak akan bisa lolos dari tanganku engkau boleh bersembunyi di dalam kuburan tua ini.

la beristirahat di bawah sebuah pohon.kejadian itu. Ketika melihat orang itu." " Cianpwee harus berunding dengan Tong Koay dan pak Hong. aku yakin Cianpwee. Ketika ia baru mau memejamkan matanya." yo sian sian mengangguk "Lam Hai Lo Ni adalah nenek dari ibuku. bagaimana mungkin dia mampu melukaiku?" sahut yo sian sian sambil menghela nafas panjang. Aku yakin Kwee In Loan pasti muncul di sana membuat kekacauan." "Dia ke tempat tinggalmu itu?" "ya." "Lam Hai Lo Ni?" Lam Khie tersentak"Engkau kenal Lam Hai lo Ni?" "Kenal." "Aaaai " Lam Khie menghela nafas panjang. yo sian sian tersentak. " Kalau cuma dia sendiri." Lam Khie mengangguk"Aku akan coba mencari Tong Koay dan Pak Hong... orang itu tampak terperanjat. sungguh lihay dan hebat ilmu pukulannya itu" "oh?" Bukan main terkejutnya Lam Khie. "Apa yang Cianpwee katakan tiga tahun lalu. tentunya akan berbuat sewenang-wenang terhadap kaum rimba persilatan. apa rencanamu sekarang?" "Aku mau pergi ke Lam Hai (Laut selatan)." yo sian sian menggeleng-gelengkan kepala. Begitu melihat yo sian sian. "Cianpwee." "Nona yo" Lam Khie duduk di hadapannya"Bagaimana engkau berada di sini? Apa yang telah terjadi?" "Aaaah " yo sian sian menghela nafas panjang.. dan buru-buru ia membuka matanya. "Dia melukaiku dengan ilmu Hiat Mo Ciang. Tapi kini dia didukung oleh Hiat Mo-. Tong Koay dan Pak Hong masih dapat mengatasinya. dia menantang aku bertarung." ujar yo sian sian." -ooo00000oooosudah beberapa hari yo sian sian melakukan perjalanan ke arah selatan." "Ke Lam Hai? Mau apa engkau ke sana?" "Menemui Lam Hai Lo Ni (Biarawati Tua Laut selatan). "Dia ke gunung ciong Lam san. sekonyong-konyong berkelebat sosok bayangan ke hadapannya.. "Dia dia sudah berhasil menguasai ilmu Hiat Mo Kang?" " Kalau tidak." "oh?" Air muka Lam Khie tampak berubah"Maksudmu Kwee In Loan sudah muncul dalam rimba persilatan?" "Ya"" Yo sian sian mengangguk. Aku ke sana . tidak meleset sama sekali. tapi. Aku menghadapinya. sebab si Mo berpihak padanya. Mungkin masih ada jalan lain untuk mengatasi itu. oh ya.. "He he he He he he he». "Tidak lama lagi kami berempat akan bertanding di puncak gunung Heng san. "Nona yo" panggilnya." "Dia mendapat dukungan dari Hiat Mo. Kini luka dalamnya sudah agak membaik. ia menarik nafas lega.. Kwee In Loan tertawa terkekeh-kekeh. " Celaka" Lam Khie menggeleng-gelengkan kepala"Dia pasti menimbulkan bencana lagi dalam rimba persilatan." "Benar. karena orang itu ternyata Lam Khie.

aku harus berangkat sekarang..." "oooh" Lam Khie manggut-manggut. maka kami berusaha mencarimu. mendadak suara tawa yang amat keras. bukankah kita akan celaka?" "Masa kita bertiga tidak akan mampu melawan wanita itu?" Pak Hong kelihatan tidak percaya. Kebetulan aku berjumpa Pak Hong. "Tapi itu masih membutuhkan waktu. lalu muncul dua orang yang ternyata Tong Koay dan Pak Hong. "Lam Hai Lo Ni adalah nenekmu?" "ya. "Aku mau ke Lam Hai untuk memperdalam ilmu silatku. bahwa Kwee In Loan sudah muncul dalam-rimba persilatan. lalu bagaimana menurut kalian?" "Kami-.. "eh? Kenapa Nona yo berada di sini?" "Kwe In Loan berhasil mengalahkannya." yo sian sian menganggguk"Aaah " Tong Koay menghela nafas panjang. "Ha ha ha. "si Mo pernah bekerja sama dengan Kwee In Loan. lalu kita harus bagaimana?" "Begini saja. "Pertandingan kita di puncak gunung Heng san dibatalkan saja. namun sudah lama nenekku tidak mencampuri urusan rimba persilatan. kita bertiga pasti celaka." "Haaah?" Tong Koay dan Pak Hong tampak terperanjat. "Di saat kita sedang bertanding. "Kwee In Loan berhasil mengalahkan Nona yo?" "Kepandaiannya sudah begitu tinggi?" "ya." "Baiklah-" Di saat yo sian sian baru mau melesat pergi." "Celaka di tangan siapa?" tanya Pak Hong.dengan maksud memperdalam ilmu silatku. "Syukurlah kalau begitu." ujar yo sian sian memberitahukan." ujar Lam Khie mengusulkan. "Apa?" Tong Koay tersentak. Kini wanita itu telah muncul." "oooh" Tong Koay dan Pak Hong manggut-manggut." sahut yo sian sian dan menambahkan.. Lam Khie>" " Aku pun baru mau pergi mencari kalian." Tong Koay dan pak Hong terbelalak ketika melihat yo sian sian." Tong Koay malah memandang Pak Hong. "Ada siapa di Lam Hai?" "Lam Hai Lo Ni. maka jelas dia akan mencari si Mo. mudah-mudahan engkau berhasil memperdalam ilmu silatmu" "Cianpwee. maka dia kabur dari kuburan tua itu. "Biarawati tua itu adalah nenek dari ibuku. Nah. ." yo sian sian mengangguk"Kepandaian nenekku itu amat tinggi sekali. Kwee In Loan pasti akan muncul. " Aku justru memperoleh informasi. Maka sungguh kebetulan kalian muncul di sini" ujar Lam Khie"Mari kita berunding bersama" Tong Koay danpak Hong mengangguk. " Ke Lam Hai memperdalam ilmu silatmu?" Tong Koay tercengang. Kalau tidak.Mereka berdua lalu duduk dan Lam Khie memandang mereka seraya bertanya"Kini Kwee In Loan telah muncul dengan kepandaiannya yang begitu tinggi." sahut Lam Khie memberitahukan. sedangkan Pak Hong justru memandang yo sian sian." sahut Lam Khie menjelaskan.

Tong Koay dan Pak Hong mengangguk"Kalau begitu.Tidak begitu sulit mencari iblis Dari Barat itu. "Kita bertiga harus bagaimana?" "Tetap ke puncak gunung Heng san. Mungkinkah Hiat Mo juga sudah ada di Tionggoan?" "Iya." ujar Lam Khie. sekarang aku harus berangkat ke Lam Hai. sebab kita harus menunggu Nona yo" "Ngmm" Pak Hong memandang yo sian sian seraya bertanya." pak Hong menggeleng-gelengkan kepala. "Kalian tidak usah mencemaskan itu. Bagaimana menurut kalian?" "Ngmm" Pak Hong manggut-manggut. namun kita memberitahukan kepada si Mo.. "Jadi kita mengulur waktu?" "ya" Lam Khie mengangguk"Tiada jalan lain lagi. "oh ya" "Tong Koay teringat sesuatu dan seketika juga air mukanya tampak berubah"Kini Kwee In Loan telah muncul dalam rimba persilatan. -ooo00000oooBab 29 suatu siasat setelah menghancurkan kuburan tua tempat tinggal yo sian sian." "Kita akan berjumpa di mana?" tanya Tong Koay. kan?" "Mudah-mudahan" sahut yo sian sian. mereka bertiga pun melesat pergi menuju ke arah gunung Heng san. Lam Khie manggut-manggut. Kwee In Loan lalu pergi mencari si Mo. ya. kita pun harus bersembunyi di suatu tempat untuk memperdalam ilmu silat kita. Kalau kita bertiga melawan mereka berdua. Bagaimana?" sahut yo sian sian cepat. "Berjumpa di-»-" Lam Khie memandang yo sian sian. karena kita akan menyatakan lima tahun kemudian baru diadakan pertandingan itu." sela yo sian sian. rasanya kita tidak bisa bertahan lama. "Lima tahun kemudian. "Di tempat tinggalku saja."Tapi jangan lupa. "Tak terpikirkan tentang itu. Lima tahun kemudian." " Kalau begitu. bahwa pertandingan itu dibatalkan. Kalau Hiat Mo bersama Kwee In Loan." sahut Lam Khie"Si Mo pasti membantunya.. "Baik. "Usai membatalkan pertandingan di puncak gunung Heng San. "Ini adalah keputusan kita bersama. Tentunya dia tidak akan berani mendesak. setelah itu. kita semua pasti celaka. "Memang harus begitu. Nona yo-" "Ngmm" yo sian sian manggut-manggut. Kita berjumpa kembali lima tahun kemudian di belakang gunung ciong Lam san. kepandaianmu pasti sudah meningkat. kita berjumpa lagi. "oooh" Pak Hong manggut-manggut. sebab dia termasuk tingkatan tua." "cian pwee. sebab si Mo adalah ketua ." yo sian sian melesat pergi. Lam Khie dan Pak Hong saling memandang. kemudian Tong Koay mengemukakan pendapatnya." Lam khie." "oooh" Lam Khie dan lainnya menarik nafas lega. lima tahun kemudian kita semua bertemu di gunung ciong Lam san. Hiat Mo tidak akan bersama Kwee In Loan. tempat tinggal. Tong Koay.

" si Mo tertawa gelak lagi. "Bagus. Lam Khie dan Pak Hong?" "Kalau tidak salah . He he he. "Tidak berjumpa tiga tahun." sahut Kwee In Loan." sambung si Mo cepat dan menambahkan. "Setelah menghabiskan mereka. "Aku saking girang bertemu denganmu." "Ngmm" Kwee In Loan manggut-manggut. bekas markas Hek Liong Pang. " Engkau membutuhkan bantuanku?" "Mereka bertiga selalu menentangku oleh karena itu." "Ngmmi" Kwee In Loan manggut-manggut." sahut si Mo sambil berpikir. dan sudah barang tentu kekuatan kita bertambah-" "Betul. "Kenapa mulutmu begitu usil? Mau kutabok ya?" "Jangan gusar" si Mo tersenyum.Dua hari kemudian." "ya. maka kini" "golongan hitam yang harus menguasai rimba persilatan. " Kapan engkau akan bertanding dengan Tong Koay. riwiba persilatan selalu dikuasai golongan putih.»" "Bagus. "oh ya. "empat lima hari lagi.. bagus. kita pun akan menguasai golongan sesat. bagus Ha ha ha." Kwee In Loan tersenyum." "oh?" si Mo tertegun. "Di saat aku sedang bertanding dengan mereka. Kemungkinan besar yo sian sian terkubur di dalamnya. tentunya aku tidak akan muncul dalam rimba persilatan. "Lho?" si Mo terbelalak..." si mo tertawa gembira. "Ha ha ha" si Mo tertawa gelak-sambil menatap Kwee In Loan dengan penuh perhatian. bahkan kuburan tua itu pun telah kuhancurkan. "Kenapa sudah tidak perlu? " "Memangnya kenapa?" " Aku justru dari kuburan tua itu. Bagaimana kabarmu selama ini? Kepandaianmu sudah bertambah tinggi?" " Kalau tidak.. "selama ratusan tahun." Kwee In Loan memberitahukan sambil tersenyum dingin"Aku berhasil melukainya. Ha ha ha" si Mo tertawa gembira"Kini sudah saatnya Hek Liong pang bangkit kembali ha Ha ha ha-" "oh ya.. engkau muncul mendadak untuk menghabiskan yang dua itu. si Mo" Kwee In Loan menatapnya seraya bertanya. betul. Kwee In Loan dan si Mo bertemu di lembah Pek yun Kek.. maka bercanda sebentar." "Bagaimana ke empat pengiring yo sian sian?" "sudah mati duluan di tanganku. kapan engkau akan pergi mencari yo sian sian untuk membuat perhitungan dengannya?" "sudah tak perlu. engkau bertambah muda dan cantik saja" "si Mo" Kwee In Loan melotot." "Mereka harus dihabiskan" sambung Kwee In Loan cepat. .golongan hitam. Ha ha ha Mereka bertiga pasti tidak akan menduga itu. " Kalau begitu engkau pasti sudah berhasil menguasai ilmu Hiat Mo Kang.

maka kita berdua harus menguasai rimba persilatan. "Hiat Mo tidak berbuat demikian terhadap dirimu?" "Tidak-" Kwee In Loan memberitahukan." "Terima kasih. dia bernama Ciu Lan Hio. " Kalau begitu engkau menjadi wakil ketua bagaimana?" "Aku setuju. "Mungkin dua tiga bulan lagi dia baru ke mari.seandainya dia berniat menjadi ketua golongan hitam." "Betul" Kwee In Loan mengangguk"sebab Hiat Mo telah mempengaruhinya dengan semacam ilmu sihir-" "oh ya?" si mo menatapnya." "Itu tidak jadi masalah. haruslah mengalah terhadapnya" pesan Kwee In Loan." "Kalau begitu. ternyata Hiat Mo sedang menciptakan seorang gadis pembunuh-" "Apa?" si Mo terbelalak"Menciptakan seorang gadis pembunuh-?" "ya-" Kwee In Loan mengangguk "Gadis itu adalah Tan Giok Cu." Kwee In Loan tersenyum. "Tentu. "Jadi gadis itu adalah cucunya?" "Betul." si Mo manggut-manggut.. "Kalau dia bersedia menjadi pelindung golongan hitam. "Aku segera mencarimu untuk segera berunding tentang ini. "Karena dia tidak mau terikat oleh suatu perkumpulan apa pun." "Ha ha ha" si Mo tertawa terbahak-bahak"oh ya" Kwee In Loan memberitahukan."Kwee In Loan. Kalau engkau bertemu gadis itu. "oh ya. bukan?" "Aku masih ingat. tentunya engkau masih ingat." si Mo mengangguk"Kwee In Loan.." bisik si Mo "Bagaimana kalau kita mengangkatnya sebagai pelindung?" "Bagus Idemu ini sungguh tepat." Kwee In Loan menggelengkan kepala.. ucap Kwee In Loan. sudah pasti golongan hitam akan berkuasa dalam rimba persilatan. Hiat Mojuga sudah berada di Tionggoan?" "Belum. serahkan saja jabatan itu kepadanya" "Belum tentu dia berniat itu." Terima kasih atas penghargaanmu. murid kesayangan yo sian sian. "Tapi hanya satu syarat saja." si Mo mengangguk- . kini engkau sudah muncul kembali dalam rimba persilatan. Tiga tahun lalu gadis itu pernah muncul di sini. Ha ha ha." ucap si Mo dan bertanya. "Kelak gadis itu pasti akan membunuh kaum rimba persilatan golongan putih." "Karena itu." "Syarat apa itu?" "Aku harus mematuhi semua perintahnya. " Hiat Mo punya seorang cucu perempuan yang cantik jelita. Ha ha ha». Dia berpakaian merah.." Kwee In Loan memberitahukan." Kwee In Loan tersenyum. jabatanku sebagai ketua golongan hitam akan kuserahkan kepadamu. He he he»»" "Bagus. bagus" si Mo tertawa gembira..

"Baik. si Mo melihat Tong Koay. "Aku yakin kita akan bertanding seri lagi hari ini" sahut Lam Khie sambil tersenyum. Bagaimana menurut kalian bertiga?" Tong Koay. aku justru bertemu seseorang." Lam Khie mengangguk dan menambahkan. mereka sudah sampai di puncak gunung Heng san. "Ketika aku dalam perjalanan pulang ke mari. lama sekali barulah si Mo membuka mulut. maaf" "Tidak apa-apa. sedangkan Kwee In Loan segera bersembunyi di suatu tempat. Maaf. "Menurutku lebih baik kita bertanding sekarang saja. si Mo terus melesat ke tempat itu. Entah kalian setuju atau tidak?" "Usul apa?" tanya Pak Hong. "siapa orang itu?" "Dia adalah Yo sian sian. "Maka aku terlambat datang. mari kita berangkat ke gunung Heng san sekarang Kita menggunakan ginkang agar tidak terlambat sampai di sana" ujar Kwee In Loan. "Bagaimana cara kita bertanding?" "si Mo" Lam Khie tersenyum. "selama ini kita selalu bertanding seri." si Mo tertawa gelak. barulah aku muncul. mereka berdua lalu." "Kita habiskan mereka bertiga Ha ha ha. " Bahkan kami pun bercakap-cakap-" "Bercakap-cakap tentang apa?" si Mo kelihatan ingin mengetahuinya. "si Mo" tegur Tong Koay sambil mema"ndangnya." sahut Lam Khie. "Kenapa engkau terlambat datang?" "Ada sedikit halangan. Beberapa hari kemudian."Silakan duduk" "Terima kasih. "setelah kalian mulai bertanding." "Bertemu seseorang?" Pak Hong tercengang. "Hari ini aku tiada gairah untuk bertanding. Pak Hong dan si mo saling memandang." sahut Lam Khie "Apa?" si Mo terbelalak." Lam Khie menggelengkan kepala.. Lam Khie dan Pak Hong sudah menunggu di sana. ." "sampai di sana." Lam Khie mengangguk"Apa yang terganjal dalam hatimu? Bolehkan kami tahu?" tanya Tong Koay." sahut sj Mo sambil tertawa. karena itu aku punya usut. "oleh karena itu alangkah baiknya kita tunda dulu pertandingan kita. lima tahun kemudian barulah kita bertanding di sini." ucap si Mo sambil duduk. melesat pergi menggunakan ginkang. Begitu sampai di tempat tersebut. .. aku akan langsung bersembunyi di suatu tempat Kwee In Loan memberitahukan." "Lho? Kenapa?" tanya TongKoay. kemudian memandang mereka seraya bertanya. "AaaW""" Lam Khie menghela nafas panjang."si Mo. "Engkau bertemu yo sian sian?" "ya. "Biasanya engkau paling bersemangat dalam hal pertandingan ilmu silat kenapa hari ini malah tiada gairah? Apakah hatimu terganjel sesuatu?" "Ya." "Percuma.

"Dia memberitahukan kepadaku." "oh?" Wajah Si Mo tampak berubah"itu.. "yo sian sian minta tolong kepadaku untuk disampaikan kepada Kwee In Loan." "Lam Khie." Lam Khie memberitahukan..seketika juga Pak Hong berseruseru"Tong Koay. bahwa Kwee In Loan sudah muncul dalam rimba persilatan. engkau memang sialan Tunggu. Dia punya hubungan apa dengan Lam Hai Lo Ni itu?" "Dia juga bilang. setelah Kwee In Loan pergi. Kini cuma tertinggal si Mo.Rencananya untuk menghabiskan mereka bertiga pun menjadi sirna begitu saja. bagaimana pertandingan kita?" tanya si Mo"Ditunda saja. Namun ia bergirang dalam hati. si Mo Marl kita pergi mencari Kwee In Loan" Tong Koay melesat pergi." Mendadak Pak Hong melesat pergi. aku harus pergi mencari Kwee In Loan untuk menyampaikan pesan dari yo sian sian." sahut Lam Khie"Lima tahun kemudian kita bertemu di sini untuk bertanding-" Lam Khie langsung melesat pergi. dia pun segera meninggalkan kuburan tua itu..." "oh?" si Mo pura-pura bertanya"Betulkah itu?" "BetuL" Lam Khie melanjutkan. Di saat bersamaan.. namun aku tidak tahu Kwee In Loan berada di mana" "oooh" si Mo manggut-manggut." "Berangkat ke mana?" "Ke Lam Hai-" "Ke Lam Hai?" si Ma mengerutkan kening seraya bertanya. karena memperoleh informasi itu.." Kalau begitu -" Lam Khie bangkit berdiri "Aku harus pergi sekarang untuk mencari Kwee In Loan. itu sungguh di luar dugaan Lalu kenapa engkau liada gairah untuk bertanding?" "sebab. "Lam Hai Lo Ni itu adalah nenek dari ibunya." "oh ya?" si Mo terbelalak dan bertanya. muncullah Kwee In Loan. " "Di memberitahukan kepadaku ingin menemui Lam Hai Lo Ni." jawab Lam Khie. pak Hong.. "Lam Hai Lo Ni?" si Mo tersentak.... "Sekarang yo sian sian berada di mana?" "Dia sudah berangkat. "oleh karena itu." Lam Khie menggeleng-gelengkan kepala." ujar Lam Khie"Kalian bertiga bersedia membantuku mencari Kwee In Loan untuk menyampaikan pesan ku?" "Baiklah-" Tong Koay mengangguk. "Mau apa dia ke Lam Hai?". Pertandingan ditunda hingga lima tahun lagi-" . sedangkan Tong Koay bersungut-sungut dan mencaci"sialan tuh Lam Khie seharusnya kita bertanding hari ini. "Kwee In Loan berhasil melukainya. yang kemudian memandang si Mo dengan tidak mengerti"Si Mo Kenapa mereka pergi?" "Mereka tidak jadi bertanding hari ini. malah harus menunggu lima tahun kemudian Betul-betul sialan Bahkan kita pun harus membantunya mencari Kwee In Loan Kita mana tahu wanita itu berada di mana?.

yo sian sian pasti akan mencarimu."Lho?" Kwee In Loan terperangah"Kenapa begitu?" "Karena Lam Khie mendapat titipan pesan dari seseorang. tidak mungkin yo Sian sian bisa meloloskan diri" "Memang." sahut Kwee In Loan." sahut si Mo sambil memandangnya. "Aku pun harus terus berlatih agar kelak dapat membunuh Tong Koay. Lam Khie dan Pak Hong. "." "Ngmm" Kwee In Loan manggut-manggut.terus berlatih. aku harus terus berlatih Hiat Mo Kang. "saat itu dia pasti mati di tanganku.. di saat itulah dia meninggalkan kuburan tua ilu-" "Sialan" caci Kwee In Loan." "Apa?" Air muka Kwee In Loan tampak berubah"Dia kenal Lam Hai Lo Ni itu? Ada hubungan apa dia dengan biarawati tua itu?" "Katanya kepada Lam Khie." si Mo manggut-manggut. "Kuburan tua itu telah hancur berantakan." "Pantas engkau tidak tahu" si Mo menghela nafas panjang lalu bertanya. "Si Mo." "oh?" Kwee In Loan mengerutkan kening." "Itu bukan berarti dia tidak akan memberi petunjuk kepada yo sian sian mengenai ilmu silat. "Bagaimana kepandaian Lam Hai Lo Ni?" "Setingkat dengan Hiat Mo. Dan dia malah minta bantuanku untuk mencarimu. "Itu. itu bagaimana mungkin?" Kwee In Loan tidak percaya. "Engkau memang harus. sulit bagimu membunuh mereka. "oh ya" Kwee In Loan teringat sesuatu. Kalau tidak." si Mo mengangguk." "Beberapa tahun kemudian. karena dalam beberapa tahun ini." "Hmm" dengus Kwee In Loan. bagaimana kalau bekas markas Hek Liong Pang kita jadikan markas golongan hitam?" "setuju. bahwa Lam hai Lo Ni adalah neneknya. "Tak kusangka dia masih hidup. "Me-mangnya ada apa? Kenapa mereka mencariku?" "Tentunya engkau tidak tahu. "Tapi sudah lama ia tidak mencampuri urusan rimba persilatan..." si Mo memberitahukan. "Nenek dari ayah atau ibunya?" "Nenek dari ibunya. "namun ketika engkau pergi mengambil obat peledak." si Mo manggut-manggut ." "ya. "Kok aku sama sekali tidak tahu kalau Lam Hai Lo Ni adalah nenek dari ibunya? Mereka tidak menceritakannya..Lalu dia titip pesan apa kepada Lam Khie?" "titipannya yaitu dia berangkat ke Lam Hai-" "Mau apa dia ke Lam Hai?" "Menemui Lam Hai Lo Ni.Mereka bertiga pergi mencarimu pula." "Heran" gumam Kwee In Loan." si Mo mengangguk dan menambahkan. ternyata yo sian sian belum mati." "Neneknya?" Kwee In Loan tertegun.." "Betul.

" "oh?" Lam Khie tertegun." "Apa?" Lam Khie terkejut bukan main. engkau berada di mana sekarang? Aku.Tapi kuburan tua itu telah hancur tidak karuan. "Maksudmu kuburan tua itu?" "ya. Akan tetapi.la tak habis pikir siapa yang melakukan itu? Akhirnya dia mengambil keputusan untuk pergi ke gunung Bu Tong.Lam Khie segera mengeluarkan dua potong ayam bakar. "Ha ha ha" Terdengar suara tawa. "Locianpwee" panggilnya. "Han Liong. Pada waktu bersamaan. sepotong diberikan kepada Thio Han Liong. ia pun terbelalak karena melihat kuburan tua itu telah hancur berantakan. dan bawa mereka ke Lembah Pek yun Kok" "Ya. Dalam perjalanan." "Apa yang telah terjadi?" "Entahlah.. Begitu melihat orang tua itu. dan langsung menuju ke kuburan tua.. aku akan berangkat ke Lembah Pek yun Kok" ujar Kwee In Loan." sahut Thio Han Liong sambil tersenyum. "engkau menyaksikannya?" . "Engkau pergilah mengumpulkan kaum golongan hitam yang berkepandaian tinggi. aku rindu sekali kepadamu. "oh ya Di gunung ciong Lam san telah terjadi sesuatu. "Makanlah" "Terima kasih. sehingga membuatnya terus menghela nafas panjang.?" Mulut Thio Han Liong ternganga lebar"Perbuatan siapa ini? Bagaimana nasib Bibi yo?" Thio Han Liong berdiri termangu-mang u di depan reruntuhan kuburan tua tersebut. engkau sudah tidak mengenali aku lagi?" seorang tua berpakaian sastrawan muncul di hadapannya." Thio Han Liong mulai menyantap ayam bakar itu. Tentunya kepandaianmujuga bertambah tinggi. "siapa?" bentak Thio Han Liong sambil meloncat bangun." jawab Thio Han Liong memberitahukan.. begitu tiba di sana. orang tua itu ternyata Lam Khie"Ha ha ha" Lam Khie tertawa gelak"Engkau bertambah besar dan tampan. ia terus teringat kepada Tan Giok Cu. Thio Han Liong sudah sampai di puncak gunung Ciong Lam san." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. setelah itu ia pun mengeluarkan seguci arak." si Mo mengangguk Kwee In Loan melesat pergi menuju Lembah Pek yun Koksedangkan si Mo pergi mengumpulkan puluhan kaum golongan hitam yang berkepandaian tinggi dan diajaknya ke Lembah Pek yun Koksementara itu. "Haaah-." Usai bergumam.. giranglah Thio Han Liong.."Kalau begitu. tampak sosok bayangan berkelebat ke arahnya. Mereka berdua duduk. Thio Han Liong lalu duduk di bawah sebuah pohon. "Kenapa engkau berada di sini? &ngkau mau ke mana?" "Aku ingin ke gunung Bu Tong san. "Han Liong" Lam Khie memandangnya. "Adik manis. ya kan?" "Tetap berada di bawah kepandaian Locianpwee. "Aaaah-. tempat tinggal yo sian sian.

wanita itu akan menghabiskan kami. Kalau dia tidak meninggalkan kuburan tua itu.. Entah siapa yang menghancurkannya." "Kok Locianpwee tahu wanita itu bersembunyi di suatu tempat" tanya Thio Han Liong." ujar Lam Khie sambil menghentikan serangannya. tentunya mampu menghadapi Kwee In Loan. mengulur waktu sampai lima tahun kemudian Pada waktu itu. kemungkinan besar kami sudah mati di puncak gunung Heng San." Thio Han Liong mengangguk"Aku memang dari sana." sahut Lam Khie sambil menggelenggelengkan kepala... sedangkan kami ke gunung Heng san."Ya. dan tak lama muncullah Kwee In Loan. jangan cuma berkelit. engkau harus berhati-hati. "sungguh pintar Locianpwee." Lam Khie menatapnya. bagus" Lam Khie tertawa gelak karena kagum akan kemajuan Thio Han Liong. wanita itu bersembunyi di suatu tempat.." "Kalau begitu Bibi yo -" "Kwee In Loan berhasil melukainya. Dia sudah berangkat ke Lam Hai." Thio Han Liong menggelengkan kepala. "Maaf" ucap Thio Han Liong dan mulai balas menyerang. Tong Koay. " "Pasti Kwee In Loan. "Kalau kami tidak mengatur siasat itu. pasti mati terkubur di dalamnya. maka muncul lagi dalam rimba persilatan." "Betul. Wanita itu lalu ke Kwan Gwa (Luar Perbatasan) menemui Hiat Mo. "Apakah kepandaianmu sudah tinggi sekali?" "Entahlah. "Bagaimana kalau aku menguji kepandaianmu sebentar?" "Baik.. "Pada waktu itu aku pergi duluan. "Bagus. Tapi. sekarang aku akan menggunakan ilmu andalanku" Mendadak Lam Khie menyerangnya dengan gerakan aneh- . Kami yakin. yo sian sian pun segera meninggalkan kuburan tua itu. Nah. Thio Han Liong terus berkelit ke sana ke mari. Ketika wanita itu pergi. Dia yakin Kwee In Loan pasti kembali ke sana dan dugaannya itu tidak meleset. yo sian sian mengalahkan Kwee In Loan. Karena Kwee In Loan bersama Si Mo. Thio Han Liong cepat-cepat berkelit." Lam Khie menceritakan tentang itu. maka engkau harus bersiap-siap bertanding dengannya. "Han Liong" Lam Khie memandangnya seraya ber-kata. "Engkau boleh balas menyerang." "Kok Locianpwee tahu tentang itu?" "Aku. " Ilmu silatmu sudah maju pesat. Locianpwee" "Bersiap-siaplah Aku akan mulai menyerangmu. "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut. kemudian menyusul Tong Loay dan Pak Hong. melainkan bersembunyi di atas pohon sekaligus mengintip ke arah Si Mo." Lam Khie mengangguk. Tapi Lam Khie sudah menyerangnya lagi secara bertubi-tubi. Namun kami tidak pergi jauh." "Sungguh cerdik Locianpwee" "oh ya" Tidak lama lagi Hiat mo pasti muncul.Kini dia telah berhasil menguasai ilmu Hiat Mo Kang. "Tiga tahun yang lalu. dan Pak Hong sudah berjumpa yo sian sian." ujar Lam Khie dan mendadak menyerangnya. kepandaian Bibi yo pasti sudah tinggi sekali.

" "Panggung apa?" "Panggung adu silat. Pelayan segera menyajikan teh istimewa. engkau masih punya banyak waktu untuk berlatih.la mampir di sebuah kedai teh.. Ketika pemuda itu mulai menghirup tehnya. Guru silat Tan mendirikan sebuah panggung.Lam Khie bangkit berdiri "Aku harus pergi ke suatu tempat untuk berlatih. bagaimana mungkin aku dapat mengalahkan Kong Locianpwee?" ujar Thio Han Liong sambil menggeleng-gelengkan kepala"Engkau harus tahu. "Engkau masih bukan tandingan Hiat Mo." ujar Lam Khie sungguh-sungguh"Engkau tidak mampu mengalahkanku. sebab belum mampu mengalahkanku." sahut Thio Han Liong yang telah membulatkan tekad"Biar bagaimana pun aku harus -bertanding dengan Hiat Mo.Thio Han Liong tidak dapat berkelit. "Engkau masih muda." "Locianpwee berkepandaian begitu tinggi. tapi malah bertambah bermusuhan. tapi amat ramai. Blaaam Terdengar suara benturan dahsyat. maka engkau tidak perlu mengadu nyawa dengan Hiat Mo. lalu melesat pergiThio Han Liong termangu-mangu di tempat sambil menghela nafas panjang.. Rupanya mereka adalah langganan kedai teh itu. Karena itu." "Baiklah." "Han Liong" Lam Khie terwenyum. "Ha ha ha"salah seorang tamu tertawa gelak"sung-guh lucu dan menggelikan sekali. berarti masih banyak kesempatan. "Han Liong. lama sekali barulah ia meninggalkan tempat ituBeberapa hari kemudian. kemudian menyajikan apa yang dipesankan Thio Han Liong.Apabila engkau kalah nanti." Lam Khie menggeleng-gelengkan kepala. "pelayan itu mengangguk. Thio Han Liong sudah tiba disebuah kota kecil. mendadak muncul beberapa tamu berpakaian indahMereka duduk di sebelah Thio Han Liong. bagaimana mungkin mampu mengalahkan Hiat Mo?" "Locianpwee. maka terpaksa menangkis dengan ilmu Kiu Im Pek Kut Jiauw. sampai berjumpa lima tahun kemudian" "Locianpwee -" "Ha ha ha" Lam Khie tertawa gelak.oleh karena itu engkau jangan berlaku nekad-" "Terima kasih atas nasehat Locianpwee. seharusnya Guru silat Lim dan Guru silat Tan jadi besan. mungkin aku akan mengadu nyawa dengannya. sedangkan Lam Khie cuma termundur dua tiga langkah.seorang pelayan langsung menghampirinya sambil tersenyum-senyum"Tuan Muda mau pesan apa?" "Teh wangi dan sedikit makanan ringan" sahut Thio Han Liong.. Pokoknya siapa yang dapat . Thio Han Liong termundur-mundur tujuh delapan langkah. Guru silat Lim dan Guru silat Tan saling bermusuhan Namun putra Guru silat Lim dan putri Guru silat Tan justru saling mencinta. kepandaian Hiat Mojauh di atas kepandaianku.

"Engkau ingin ikut bertanding dengan Nona Tan itu?" "Tidak. karena tidak seharusnya dia mendirikan panggung itu. seharusnya dia menyelenggarakan pesta pernikahan putrinya dengan putra Guru silat Lim itu.mengalahkan putrinya. kecuali Lim Peng Hie. sehingga membuatku tertarik sekali. celakalah Lim Peng Hie. lebih baik engkau ikut bertanding saja." "Bagaimana seandaianya seorang penjahat berhasil mengalahkan Tan pit suan?" "Sudah barang tentu Tan pit suan harus menikah dengan penjahat itu" "oh ya Apakah lelaki yang sudah berumur boleh ikut?" "Tentu tidak boleh.." . "Tan pit suan merupakan gadis yang cantik jelita.-" Para tamu itu terbelalak. sebaliknya malah senang bermusuhan.. namun orang tua mereka justru tidak mau menjadi besan. Apa jadinya kalau Guru silat Tan punya menantu seorang penjahat? Bukankah kota kita ini akan berubah kacau balau dan tidak aman?" "yaaah Kita mau bilang apa?" Mendengar itu. Tadi aku mendengar tentang panggung adu ilmu silat itu. Paman sekalian Aku mengganggu sebentar-" "Anak muda." "Bagaimana aturannya?" "Lelaki yang berusia di atas dua puluh sampai empat puluh tahun. Thio Han Liong tertarik." "oh ya.. Lim Peng Hie ikut bertanding juga?" "Itu sudah pasti-" "Di dalam kota ini tidak terdapat pemuda yang berkepandaian tinggi. "Maaf." Thio Han Liong menggelengkan kepala "Aku hanya ingin menyaksikan keramaian saja-" "Engkau tidak mengerti ilmu silat?" "Mengerti sedikit. "Aaaah " salah seorang tamu menghela nafas panjang." "Aku tidak akan ikut bertanding. karena Nona Tan itu sudah punya kekasih" sahut Thio Han Liong... bahkan Guru silat Tan agak keterlaluan Puterinya sudah mencintai putra Guru silat Lim. "Engkau. yang boleh ikut. maka ia segera menyapa mereka sambil memberi hormat. tapi." "Aku bukan orang kota ini. seharusnya sepasang sejoli itu dinikahkan saja. dialah yang berhak menikahi putrinya itu. sedangkan Lim Peng Hie adalah pemuda tampan. "Guru silat Tan telah melakukan kesalahan besar." "oh?" salah seorang tamu tertawa." "Itu sungguh di luar dugaan. Mereka pasti muncul di kota ini untuk ikut bertanding dengan Tan pit suan." "Memang. mereka berdua sangat cocok dan sepadan. Tapi apabila muncul penjahat yang berkepandaian tinggi." "Kalau begitu." "Betul. Percayalah Panggung adu silat itu pasti mengundang banyak masalah. Tapi yang belum punya isteri-" "oooh" "yang kukhawatirkan apabila para penjahat mendengar berita itu. Dia pasti akan kehilangan jantung hatinya itu.sebab ada aturannya.. Guru silat Lim melarang putranya berpacaran dengan putri Guru silat Tan..

maka segeralah ia duduk sambil memandang panggung itu. sebab guru silat Tan cukup kaya. "Berada di sebuah pulau. dan tak lama sudah sampai di depan panggung tersebut. " Entah siapa yang akan mempersunting putri guru silat Tan yang cantik jelita itu?" " Kalau aku mengerti ilmu silat. sehingga putra-putri mereka pun terbawa dalam permusuhan itu. Kalau kota kita ini kedatangan para penjahat." sahut Thio Han Liong sambil . pasti ikut bertanding esok-" "Kasihan sekali putra guru silat Lim. tentu akan hidup senang. engkau ke kiri. yang kita khawatirkan akan muncul para penjahat Karena siapa yang dapat mempersunting putri guru silat Tan." "Anak muda. " Engkau ingin ikut bertanding esok?" "Tidak. Engkau akan melihat sebuah panggung..." Mendengar percakapan itu. tapi sudah banyak penonton berdiri di tempat itu "Ha ha ha" Terdengar suara tawa. la segera membayar makanan dan minumannya. tidak jauh dari sini. lalu pergi ke tempat itu. Paman Tua." "Betul.. "Anak muda" seorang tua berusia enam puluhan mendekatinya. Itu adalah risikonya. kemudian membelok ke kanan." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. hanya saja para murid mereka sering saling mengejek. Thio Han Liong menggelenggelengkan kepala.." "sebetulnya kedua guru silat itu punya dendam apa?" tanya Thio Han Liong. dia harus bertanggung-jawab penuh. namun pikirannya sudah begitu matang. Kebetulan di situ ada tempat duduk kosong. akhirnya ke dua guru silat itu pun bermusuhan. sebab Thio Han Liong masih muda." "Ke dua guru sifat itu masih bersifat seperti anak kecil."Betul." salah seorang tamu menatapnya dengan heran." "Terima kasih. "Keluar dari kedai teh ini. dari situ kira-kira puluhan depa. Paman" ucap Thio Han Liong. tapi..." "Betul. "Engkau berasal dari mana?" "Tempat tinggalku jauh sekali." jawab Thio Han Liong dengan jujur. Thio Han Liong mengikuti petunjuk tamu itu. "Tidak berpikir panjang dan jauh sama sekali dan gampang emosi." Thio Han Liong mengangguk"oh ya di mana panggung itu?" "Di depan rumah Guru silat Tan." "oooh" Tamu itu manggut-manggut. panggung adu silat itu pasti akan mengundang banyak masalah-" "Betul. "Tidak punya dendam apa-apa. "Terus terang. Dia pun harus ikut bertanding. "Tamu itu memberitahukan. sehingga menimbulkan perkelahian." "Tapi dia justru tidak punya pikiran. Padahal dia dan putri guru silat Tan sudah saling mencinta. Walau besok baru dimulai pertandingan itu.

bahkan mengira orang tua tersebut telah pikun "Paman Tua adalah Suhengnya. Tapi kenapa dia berani tidak mendengarnya?" "suteku itu. Ha ha ha " orang tua itu tertawa gelak"Anak muda.Cuma kebetulan ke mari. "Jawab Thio Han Liong dengan jujur. Paman Tua pasti mahir bersilat pedang." "Kalau begitu. yang rupanya sangat menarik sekali-" "Memang menarik. "Aku Kebetulan sampai di kota ini. "Aku adalah suhengnya. "yaah" Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala.." sahut orang tua itu memberitahukan. tapijuga akan menimbulkan kejadian lain. Dia adalah erangtua yang egois. seharus-nya dia menikahkan putrinya dengan putra Guru silat Lim itu. Kini dia sudah berusia lima puluh lebih. "Aku hanya ingin menyaksikan keramaian saja. melainkan pertandingan ilmu silat. "sejak kecil memang keras kepala. kami adalah saudara seperguruan. namun tetap keras kepala." "Paman Tua. dialah yang akan menjadi suaminya.. bolehkah aku tahu namamu?" "Namaku Thio Han Liong. "Itu bukan keramaian.." Orang tua itu tertawa gelak"Aku sudah menasehatinya." "Anak muda" Orang tua itu tertawa. Betul Ha ha ha. "Bagaimana seandainya salah seorang penjahat yang . tapi dia sama sekali tidak mau dengar... "Kira-kira begitulah." sin Kiam Lojin menggeleng-gelengkan kepala"Paman Tua juga tinggal di sini?" "Tidak. Paman Tua pasti seorang pendekar yang amat terkenal ya kan?" "Tidak juga. "Aku bernama Kwee Beng Kian. tidak salah..menggelengkan kepala." ujar Thio Han Liong sambil tersenyum. karena tidak seharusnya dia mendirikan panggung ini." "Betul. "Guru silat Tan telah melakukan kesalahan. julukanku adalah sin Kiam Lojin (Orang Tua Pedang sakti)." tanya Thio Han Liong mendadak." "oh?" Thio Han Liong menatapnya seraya bertanya"Paman Tua punya hubungan dengan Guru silat Tan?" "Dia adalah sutee ku." "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut sambil tersenyum.sin Kiam Loj ini Kwee Beng Kian Tersenyum"Anak muda engkau dari perguruan mana?" "Aku tidak punya perguruan. sebab mereka sudah saling mencinta. seharusnya dia mendengar nasehat Paman Tua." Orang tua itu memberitahukan. aku tinggal di-sebuah desa." ujar Thio Han Liong sambil menarik nafas panjang"Tidak salah. "siapa yang dapat mengalahkan Tan pit suan." "Guru silat Tan sama sekali tidak memikirkan kebahagiaan putrinya." orang tua itu memberitahukan." Thio Han Liong nyaris tertawa geli mendengar penjelasan yang panjang lebar itu.. maka ke mari ingin menyaksikan pertandingan.." orang tua itu menggeleng-gelengkan kepala.

perlahan-lahan menghampiri mereka. Gadis itu segera berlari-lari menghampiri orang tua tersebut. cepat kemari guru akan memperkenalkan kalian berdua" sahut sim Kian Lojin. engkau.. senyumannya membuat Bun cin Cu terpukau." Bun cin cu cemberut." "Nona Bun" Thio Han Liong segera memberi hormat kepada gadis itu..... namanya Bun Gin cu.. Ketika melihat Thio Han liong.. berdebar-debarlah hati gadis itu." "Engkau. sebab berita tentang panggung ini tidak tersebar luas." sin Kiam Lojin menambahkan. kebetulan aku tiba di kota ini... tahu guru tahu Ternyata engkau. "guru... jangan-jangan engkau adalah teman Lim Peng Hie?" "Bukan. "Adik Cin cu. hanya ingin menyaksikan saja. Ha ha ha. " Kakak Pit suan" Panggil Bun cin cu." "Mudah-mudahan begitu" ucap Thio Han Liong.. gadis itu pun tercengang." sahut Thio Han Liong sambil tersenyum." Thio Han Liong menggelengkan kepala.. "Han Liong" sin Kiam Lojin memberitahukan." tanya sin Kiam Lojin sambil tertawa. "Anak muda" sin Kiam Lojin menatapnya tajam... "Aku sama sekali tidak kenal Lim Peng Hie. Di saat itulah sin Kiam Lojin berdehem beberapa kali dan itu membuat Bun cin Cu tersentak sehingga wajahnya memerah"Engkau masih muda." "Ngmmm" sin Kiam Lojin manggut-manggut "Aku percaya.berhasil mengalahkan Nona Tan? Apakah Guru silat Tan harus menerimanya sebagai menantu?" "Apa boleh buat Itu sudah merupakan risiko bagi suteku itu." "Kenapa aku?" "Engkau. "Aku tidak ikut. "Guru sendiri yang linglung." Di saat itulah muncul seorang gadis dengan wajah murung. "Dia ke mari ingin menyaksikan pertandingan esok" "oh?" Tan Pit suan mengerutkan kening "Dia juga ingin ikut bertanding?" .. aku. "eh? siapa pemuda itu?" "Dia bernama Thio Han Liong.. tapi kenapa sudah linglung?" "Cin Cu.." sim Kiam Lojin tertawa gelak.." "ooh" sin Kiam Lojin manggut-manggut. engkau ingin ikut pertandingan esok?" tanya Bun cin cu mendadak sambil memandangnya. Aku pun tidak kenal dia" sahut Bun cin cu setengah berbisik. "Engkau begitu memperhatikan masalah ini. "Tapi mungkin tidak akan muncul para penjahat. "Guru sedang berbicara dengan siapa?" "Dengan seorang pemuda tampan. "Aku sudah bilang tadi...." "Guru. ada apa? Kok gurumu tampak gembira sekali?" tanya Tan Pit suan. sehingga memandangnya dengan mata terbelalak. "Ha ha ha..." Muncul seorang gadis cantik jelita berusia sekitar tujuh belas tahun. "Dia muridku.. "guru. "Namaku Thio Han Llong.. Ketika melihat Thio Han Liong.

sekarang engkau ingin menguruti punggung pemuda itu? Pokoknya tidak boleh" "Guru. "Mungkin punggungnya masih sakit lho" "oh?" Bun cin cu segera memandang Thio Han Liong seraya bertanya." "kepandaianku tidak tinggi.. "gadis ini adalah Tan Pit suan.macam? " "Guru. "Terima kasih atas maksud baik Nona." (Bersambung keBagian 15) Jilid 15 ." ucap Bun cin cu..... "Tapi aku hanya. karena ilmu silatku amat rendah-" "saudara Thio" Tan Pit suan tersenyum "Jangan merendahkan diri. maaf. kemudian memarahi sin Kiam Lojin. punggungmu masih sakit?" "Aduuuh" Thio Han Liong langsung menjerit Namun hanya untuk mempermainkan gadis itu. kemudian memandang Thio Han Liong seraya berkata." jawab Bun cin cu." Tan pit sun menggeleng-gelengkan kepala.. Punggung Thio Han Liong terpukul.." "selamat bertemu Nona Tan" ucap Thio Han Liong sambil memberi hormat." "Nona Bun." Bun cin Cu cemberut. " Nona Bun. "Kenapa guru jahat sekali?" "Guru jahat sekali?" sin Kam Lojin menatapnya. "gara-gara guru jadi punggungnya sudah tidak sakit lagi.... biar kuurut" ujar Bun cin Cu tanpa berpikir lagi.. mendadak Bun cin cu mengayunkan kepalannya ke punggung Thio Han Liong. Aku yaktn engkau berkepandaian tinggi..... " guru pernah menyuruhmu menguruti punggung guru. Han Liong." "Hanya berbasa-basi saja?" Bun cin cu melotot." "Apa?" Bun on cu terbelalak. "Eeeeh?" sim Kiam Lojin melotot. aku langsung memukul punggungnya. tidak akan ikut bertanding. "guru yang jahat atau engkau yang macam."Katanya tidak. tapi engkau tidak mau dengan mengemukakan berbagai macam alasan. "Aduh" jerit Thio Han Liong kesakitan. "Han." Di saat bersamaan. "Masih sakit. "Adik Cin cu" Tan pit Suan tersenyum." "Kalau begitu. Tadi kakak Pit suan bilang engkau berkepandaian tinggi.. "Nona Bun" ujar Thio Han Liong sambil tersenyum. putri kesayangan Guru silat Tan." "Engkau. maka aku ingin menguji kepandaianmu." Thio Han Liong menggeleng-geleng-kan kepala. sekarang punggungku tidak sakit lagi... Pe-muda itu tahu akan serangan tersebut. "Gara-gara kakak Pit suan berbasa-basi. kenapa engkau memukul punggungku?" "Maaf. "Aku ke mari hanya ingin menyaksikan. namun ia tetap diam karena tahu gadis itu sengaja menguji kepandaiannya. Duuuk." Bun cin cu membanting-banting kaki.

maka menjadi tidak tahu aturan dan kesopanan. "sutee" sin Kiam Lojin tertawa"Usiamu sudah setengah abad lebih. . "Anak muda. "Bukankah engkau bisa mengurut?" "Guru." "Mau apa engkau ke mari?" tanya Guru Silat Tan dengan kening berkerut-kerut." Wajah Bun cin Cu langsung memerah..." "Arak kebahagiaan apa?" Terdengar suara parau. muridku terlampau kumanjakan." Guru silat Tan melotot.." "Paman Tua adalah guru teladan." ujar Thio Han Liong sambil menatapnya. "Paman guru" Panggil Bun cian Cu sambil melelerkan lidahnya. aku boleh membelanya?" "Tentu boleh. "Guru mengada-ada saja" "Ha ha ha" sin Kiam Lojin tertawa gelak. "Kalau ibunya masih ada." "Tidak Pokoknya tidak" sahut Guru silat Tan.. Kalau sin Kiam Lojin tidak berada di situ.. tentunya tidak akan ada masalah ini. bukan?" "Paman Guru" Bun on cu tersenyum. "Kenapa suara Paman. "Seandainya Guru Silat Tan seperti Paman Tua."Pukul saja lagi punggungnya biar sakit" sahut Sin Kiam Lojin menggoda muridnya. kenapa Kakak Fit Suan tidak boleh membela urn Peng Hie. " Kalau dia kekasihku." sahut Thio Han Liong.guru berubah parau?" "Hm.. "Nona Bun masih punya ibu?" "Kenapa engkau menanyakan itu?" Guru silat Tan mengerutkan kening. Ternyata ia merasa tidak kuat menghadapi tatapan itu. " Guru silat Tan." dengus Guru Silat Tan. Thio Han Liong tersenyum sambil balas menatapnya. aku yakin kini kita semua sedang minum arak kebahagiaan Nona Tan. "Ayah" Panggil Tan Pit Suan. muridku" "Suheng. dan itu membuat Guru Silat Tan tersentak. "Anak muda. siapa engkau?" "Guru Silat Tan" sahut Thio Han Liong memberi hormat "Namaku Thio Han Liong." Guru silat Tan mengangguk " Kalau begitu. "Ha ha ha" sin Kiam Lojin tertawa gelak. "Aku yakin ibunya sudah tiada-" "Diam" bentak Guru silat Tan." sahut Thio Han Liong. kekasihnya itu?" tanya Bun cin cu mendadak"Engkau -" Wajah Guru silat langsung berubah menjadi tak sedap dipandang. "Memangnya dia punya salah apa?" "Eeeh?" Guru silat Tan terbelalak"Kenapa engkau membelanya? Dia bukan kekasihmu. tapi kenapa masih seperti anak kecil? sudahlah Batalkan saja pertandingan itu Aku bersedia ke rumah Guru silat urn untuk mendamaikan kalian. Namun ia amat kagum akan ketampanan Thio Han Liong. dan seorang tua berusia lima puluhan menghampiri mereka. "Paman Guru kok bentak-bentak dia sih?" tegur Bun cin cu. kemudian menatap Thio Han Liong dengan tajam sekali. mungkin gadis itu sudah ditamparnya. "pertanyaan yang amat bagus.

berarti engkau pemuda kurang ajar. "Paman Tua" Mendadak Thio Han Liong memberi hormat...."Engkau mau ke mana?" "Mau pergi mencari penginapan. Kalau bibi guru masih hidup... "Aku mau mohon pamit. cepatlah engkau enyah dari tempat ini" "Guru silat Tan." sin Kiam Lojin terbelalak." "Ha ha ha" sin Kiam Lojin tertawa"Bagaimana kalau engkau tidur di kamarku." "Paman Tua -" "Pokoknya engkau harus bermalam di kamarku..." Wajah Guru silat Tan merah padam saking gusarnya."Anak muda." "Baiklah-" Thio Han Liong mengangguk"Terima kasih. "cin Cu" Guru silat Tan menatapnya tajam." Thio Han Liong menghela-nafas"Guru" seru Bun cin cu mendadak"Mari kita pergi" "Lho? Kenapa?" tanya sin Kiam Lojin. "Dasar orangtua tak tahu diri Kalau paman guru adalah ayahku pasti sudah ku. dan akhirnya ia meninggalkan mereka... tapi kenapa kita yang harus pergi?" "Paman guru mengusir Han Liong..Ti-dak boleh bermalam di penginapan. "saudara Thio" Tan Pit suan tersenyum"Rumah kami amat besar dan banyak kamarnya.Lebih baik aku bermalam di penginapan. "Paman gurumu mengusir Han Liong. Guru" ucap Bun cin cu dengan wajah berseri-seri"Eeeeh?" sin Kiam Lojin tercengang.. Kakak Fit suan pasti tidak akan menjadi begini. Guru?" tanya Bun cin cu kaget"Engkau bakal menjadi murid durhaka. sampai jumpa esok pagi" "Eh? Anak muda. "Huh" dengus Bun cin cu." tegas sin Kiam Lojin." "Apakan?" tanya sin Kiam Lojin cepat "Aku aku minggat dari rumah. bagaimana kalau engkau bermalam di rumah kami saja?" "Maaf" ucap Thio Han Liong menolak "Aku tidak mau menyusahkan Nona." "Celaka" seru sin Kiam Lojin mendadak"Apa yang celaka. "Buat apa orangtua seperti itu.." sahut Bun cin cu dengan berani. " Guru penuh pengertian dan kasih sayang. ya?" sin Kiam Lojin tertawa. "Engkau.." sahut Thio Han Liong. "Kenapa engkau begitu tak tahu kesopanan?" "Paman Guru yang tak punya kasih sayang. bagaimana mungkin aku akan menjadi murid durhaka?" "oh. pokoknya tidak usah bayar-" "Paman Tua -" Thio Han Liong menggelengkan kepala"Anak muda.. "Kenapa engkau mau mengucapkan terima kasih kepada . itu sama juga mengusir kita."jawab sin Kiam Lojin sambil menggeleng-gelengkan kepala" Guru" Bun cin cu tersenyum."Kalau engkau tidak menurut." sahut Bun cin cu dengan suara rendah dan menambahkan.. Ayohlah Mari kita pergi" desak Bun cin cu.

"Kakak Pit suan. Ke dua gadis itu duduk di pinggiHempat tidur sambil mengobrol.. mudah-mudahan" ucap Bun cin cu dan bertanya....." "Kalau begitu. dia tidak akan mau minggat bersamaku.guru?" "Karena.. guru pasti menyuruh Han Liong menghajarmu Ha ha ha. tapi sebaliknya wajah Tan pit Suan justru murung sekali." Sin Kiam Lojin melotot. "Karena guru berhasil membujuk Han Liong bermalam di sini.. sudah Memangnya masih mau apa?" "Aku aku akan bersedih sekali" . sebab dia yakin suatu hari ayahnya pasti merestuinya." "Jadi engkau mau apa kalau dia bermalam di sini?" tanya Sin Kiam Lojin mendadak. "Hanya saja ilmu silatnya masih rendah."jawab Tan Pit suan memberitahukan. Wajah Bun cin cu tampak cerah... bagaimana menurutmu mengenai Thio Han Liong?" "Dia adalah pemuda tampan dan kelihatan amat baik pula." "Tapi bagaimana kalau dia tidak mengetahuinya?" "Maksudmu?" "Dia sudah jatuh hati kepadamu atau tidak. "Kalau engkau berani kurang ajaHerhadap guru." bisik Bun cin Cu sungguh-sungguh. "Bagaimana aku. "Guru menghendaki aku mau apa?" sahut Cin cu. "Eh? Engkau." "Kakak Pit Suan. kalau dia tidak jatuh hati kepadaku?" "Ya." "Dia bersungguh-sungguh mencintaiku." "Kenapa?" "Engkau sudah jatuh hati kepadanya?" "ya.." Bun cin cu tampak tersipu. kita masih belum tahu-" Tan pit suan menatapnya. tentunya aku tidak akan menderita begini. Lim Peng He adalah anak yang berbakti terhadap orangtua..." Tan pit Suan menggeleng-gelengkan kepala. dia.. "Kalau sifat ayahku seperti gurumu. "Engkau harus tahu. lagipula." Bab 30 Pertandingan di Atas Panggung Bun cin cu tidur di kamaHan pit Suan.. Tapi" Tan pit suan menghela nafas panjang.. "Aaah. "Maka engkau tidak boleh terlampau agresif." Tan pit Suan menghela nafas panjang. kenapa engkau tidak mau minggat bersamanya?" "Adik Cin Su. dia tidak bersungguh-sungguh mencinta imu. "Engkau dan Lim Peng Hit sudah saling mencinta." "Kakak Pit suan" wajah Bun cin cu tampak murung. "Ha ha ha" sin Kiam Lojin tertawa gelak." "Hmm" dengus Bun cin cu dingin"Kalau begitu.. "Dia tidak mau menjadi anak durhaka... guru akan menyuruh Han Liong bermalam di penginapan saja" "Guru" Bun cin cu cemberut. "Mulutmu tajam sekali Baik. bahkan dengan segenap hati pula.

" "Adik Cin cu." ucap Bun cin cu. engkau boleW tertarik kepadanya. tidak sewajarnya engkau sudah jatuh cinta kepadanya. tapi tidak boleh jatuh cinta. Akan tetapi. bagaimana kalau ada pemuda lain yang berhasil mengalahkanmu?" tanya Bun cin cu mendadak"Tentunya urn Peng Hie harus mengalahkannya pula. "Pada-hal engkau dan dia baru kenal hari ini. kami pasti. "Baru satu hari engkau kenal dia. bagaimana aku dengan Peng Hie? Aaaah." "sudahlah" Tan Pit suan menepuk bahunya. sedangkan yang tua tertawa-tawa." "Oooh" Bun cin Cu manggut-manggut. "Kalau dia tidak dapat mengalahkannya." "Kakak Pit suan. -ooo00000ooo Bukan main ramainya suasana di depan rumah Guru silat Tan pagi itu. namun harus bersungguh-sungguh dan harus dengan segenap hati pula-" Tan pit suan menjelaskan. mari kita tidur" "Baik"" Bun cin cu mengangguk. aku. semuanya sudah berkumpul di depan panggung. lalu merebahkan dirinya.. yang muda terus berbisik-bisik. "Terus terang. "Engkau akan mengerti nanti-" " Aku jadi bingung. cinta itu memang pahit ya?" Bun cin cu menggeleng-gelengkan kepala"Aku. "Itu baru bisa membuat cinta menjadi indah dan suci murni." "Kakak Pit suan. sebab engkau belum tahu bagaimana hatinya.." Tan pit Suan menghela nafas. engkau tidak boleh begitu cepat jatuh cinta kepadanya." "terima kasih atas nasihat Kakak. "Sudah larut malam." "Kakak Pit suan" Bun cin cu menggelengkan kepala. bahkan engkau pun belum tahu identitasnya. itu akan membuatmu menderita. "Heran?" bisik salah seorang pemuda- . "Adik Cin cu" Tan pit suan tersenyum. "Mari kita tidur. "Adik Cin cu." "Kakak Pit suan" bisik Bun cin cu. gadis itu sama sekali tidak bisa pulas. "Engkau akan mengetahuinya nanti." sahut Tan Pit suan. kemudian sepasang matanya memandang jauh sekali seraya menjawab. Rasanya aku tidak mau berpisah dengannya. aku jadi takut lho" "Sesungguhnya cinta itu amat indah.-."Adik Cin cu" Tan pit Suan tersenyum getir. Baik yang tua maupun yang muda. membuatnya sulit pulas. cinta itu perlu pengorbanan" ujar Pit Suan "Tidak bisa egois." "Cintamu terlampau cepat bersemi. engkau harus ingat. sebab esok pagi aku harus bertanding" "Kakak Pit suan. aku aku sudah jatuh cinta kepada Thio Han Liong. "Aku tidak mengerti maksudmu-" "Adik Cin Gu" Tan pit suan tersenyum getir lagi. oleh karena itu. " "Pasti apa?" Tan pit suan tersenyum getir. karena wajah Thio Han Liong terus muncul menggoda.

sebab orang yang mengatakan ingin ikut itu sudah tua. Kalau tidak. dialah yang berhak menikahi putriku pula Tapi harus bujangan yang berusia dua puluh sampai empat puluh tahun setelah berhasil mengalahkan putriku.. "Nona Tan" Pemuda itu memberi hormat." sahut Tan Pit suan. "Hei Engkau sudah punya cucu kok masih tidak tahu diri?" tegur seseorang sambil tertawa"Eeeh?" Wajah orang itu langsung memerah"Engkau kok usil membuka rahasiaku sih?" "Gadis itu boleh menjadi anakmu. la mengenali pemuda itu yang sering menggodanya. "Aku ingm mengadu keberuntungan.la memandang para penonton seraya berkata dengan suara lantang. melainkan mengadu silat. namun mengaku baru berusia empat puluh lebih. gadis itu memberi hormat ke empat penjuru. Kalau Guru silat Tan tahu. Dengan wajah murung sekali. Guru silat Tan sudah meloncat ke atas panggung itu. "Putriku bernama Tan Pit suan. sekaligus menengok ke sana ke mari. engkau pasti dihajarnya. kini sudah dewasa maka harus menikah Karena itu. belasanjurus kemudian pemuda itu sudah tertendang ke bawah panggung. Betapa kecewanya karena tidak melihat Lim Peng Hie. sudah saling mencinta tapi tidak bisa menikah-" "TUh Guru silat Tan sudah naik ke atas panggung. "Baik. Kemudian ia berkata dengan suara merdu"siapa yang ingin bertanding denganku silakan naik" "Nona Tan" Terdengar suara seruan. maka sudah barang tentu . tampak seorang pemuda meloncat ke atas panggung itu." "Bukan mengadu keberuntungan. siapa yang tidak mau mempersuntingnya? "sayang sekali usiaku sudah empat puluh lebih." Tidak salah. barulah resmi menjadi menantuku" seketika juga terdengaHepuk sorak yang riuh gemuruhPutri Guru silat Tan begitu cantik jelita. lalu mulai menyerangnyaAkan tetapi. sehingga menimbulkan tawa di sana sini. tapi engkau malah berpikiran yang bukan-bukan." " Lihat tuh Putri Guru silat Tan sudah meloncat ke atas panggung" seru seorang dengan mata terbelalak"Wuah Bukan main cantiknya" Tan pit suan memang sudah meloncat ke atas panggung. "Aku mohon petunjuk" "Silakan menyerang duluan" Tan pit suan menatapnya tajam. aku mendirikan panggung ini untuk mengadu ilmu silat siapa yang berhasil mengalahkan putriku.dia pasti sudah berada di sini. sungguh kasihan mereka berdua. percuma engkau ikut" "Kenapa?" "Ilmu silat gadis itu tinggi sekali. masih harus mengalahkan penantang lain."Kenapa Lim Peng Hie masih belum kelihatan? Mungkinkah Guru silat Lim melarangnya ke mari?" "Mungkin. Engkau pasti roboh di tangannya-" Terdengar percakapan itu." "Engkau ingin ikut bertanding dengan gadis itu?" "Ha ha Engkau mengerti ilmu silat?" "sedikit-" "Kalau begitu. kalau tidak. buah jantung hatinya." Pemuda itu mengangguk.

. dan itu sungguh merupakan kejadian yang janggal. "Ha ha ha" sin Kiam Lojin tertawa gelak "sutee. mungkin dia akan naik ke panggung menghajar Lim Peng Hie" sementara Lim Peng Hie sudah memberi hormat kepada Tan Pit suan. Tapi hanya dalam belasan jurus. sepasang kekasih itu akan bertanding di atas panggung. "Nona Tan. Tanpa menoleh lagi ia langsung meninggalkan tempat itu.Di saat bersamaan. bagaimana mungkin jadi mak comblang sih?" sahut Bun cin cu. Bun cin cu duduk disebelahnya. Para penonton mulai bersorak-sorai sambit ber-tepuk-tepuk tangan dan di antara penonton ada pula yang berseru-seru. aku mohon petunjuk" seorang pemuda tampan meloncat ke atas panggung. Bukan main malunya pemuda itu." "Aku yakin mereka berdua tidak akan bertanding dengan sungguh-sungguh alangkah baiknya mereka berdua saling mencium di atas panggung" "Jangan berisik Lihat tuh wajah Guru silat Tan sudah berubah tidak karuan sekali. sudah berani naik ke atas panggung DasaHak tahu diri" ejek salah seorang penonton. terdengarlah suara seruan yang amat menggetarkan hati Tan pit suan. para penonton mulai berkasak-kusuk sambil tertawa-tawa." " Guru adalah lelaki. "Jangan main jotos-jotosan. " Hanya memiliki ilmu silat cakar ayam." "Betul." Bun cin cu menganggukDi saat mereka bercakap-cakap.. " Kelihatannya tiada seorang pemuda pun yang mampu mengalahkannya. tampak seorang pemuda meloncat ke atas panggung. "seharusnya mereka berdua bertanding di atas tempat tidur. bukan di atas panggung. "Han Liong" tanya gadis itu "Bagaimana menurutmu mengenai ilmu silat Kakak Pit suan?" "Cukup tinggi. setelah itu mereka mulai bertanding. sedangkan sin Kiam Lojin duduk bersama Guru silat Tan. sementara Thio Han Liong menonton pertandingan itu sambil menggeleng-gelengkan kepala. "Dari pada kalian bertanding di atas panggung. mereka berdua merupakan pasangan yang serasiAku bersedia jadi mak comblang. Ternyata pemuda yang baru meloncat ke atas panggung itu adalah Lim Peng Hie. mereka terus bertanding. "Lim Peng Hie" "Lim Peng Hie. pemuda itu sudah terpukul jatuh ke bawah. kekasih Tan pit suan. kecuali hanya kekasihnya itu.para penonton menertawakan nya. alangkah baiknya main ciuman saja" Lim Peng Hie dan Tan pit suan sama sekali tidak menghiraukan seruan-seruan konyol itu. lebih baik kalian bertanding di atas tempat tidur Itu lebih asyiik lho" "Betul" sambung yang lain. . Karena itu." Terdengar suara seruan para penonton.." sahut Thio Han Liong sambil tersenyum.

"Guruku adalah -" "Ha Ha ha" Terdengar suara tawa yang parau." "Peng He" Terdengar suara seruan. "Guru Silat Tan tidak boleh ingkar janji" "Sutee. "Peng Hie. maka berhak menikah dengan gadis itu" terdengar Seruan para penonton." Sin Kiam Lojin memandang Guru Silat Tan.." sahut Lim Peng He. engkau terlambat. sebab aku masih berhak bertanding denganmu. seorang pemuda meloncat ke atas panggung lalu menatap Tan Pit Suan dengan penuh perhatian. Tampak seorang lelaki berusia lima puluhan bergegas-gegas menuju ke panggung. namun sikapnya agak kurang ajar.julukanku Bu Ceng Kui (setanTanpa Perasaan)" "Haah?" Bukan main terkejutnya sin Kiam Lojin dan Guru . Lim Peng Hie berhasil menepuk punggung gadis itu. Di saat kesempatan. "terima kasih."Anak muda" tanya sin Kiam Lojin mendadak"siapa engkau dan siapa gurumu?""Aku bernama Losun An.. Sementara pertandingan di atas panggung masih terus berlangsung. kalau aku berhasil mengalahkan pemuda ini." sahut Bun cin Cu." sahut Lim Peng Hie sambil tersenyum. "Aku gurunya. "Tidak bisa Pokoknya tidak bisa" Guru Silat Tan tampak gusar sekali. "Kalau Guru mau jadi mak comblang." "Kawan. "Ngmm" Pemuda itu manggut-manggut. kemudian berkelebat sesosok bayangan ke atas panggung." "Ha ha ha" Pemuda itu tertawa gelak. "Guru Silat Lim" seru salah seoarang penonton. "sobat" tegur pemuda itu. " Hajar saja pemuda itu" "Baik. kemudian memandang Guru silat Tan seraya berkata"Tan Kauwsu. "Aku mengaku kalah." sahut pemuda itu sambil membusungkan dadanya. "Aku sudah memenangkan pertandingan ini."Mungkin saja. mari kita mulai sekarang?" "TUnggu" ujar pemuda itu.. tentu. cepatlah engkau turun Ayah akan menjodohkanmu dengan gadis lain yang jauh lebih cantik dari gadis itu" "Ayah "" Lim Peng Hie menggeleng-gelengkan kepala. "Nona Tan. "Akan bertambah ramai nih" "Ayah " sahut Lim Peng Hie dengan wajah murung." sahut guru silat Tan. apakah aku boleh mempersunting putrimu?" "Tentu. "Bagaimana? Engkau tidak berani bertanding denganku?" "Kenapa tidak?" sahut Lim Peng Hie "Ayoh. Guru silat Tan" Pemuda tersebut mengangguk. Aku ingin bertanding." ujaHan pit Suan dengan wajah kemerah-merahan." ujar sin Kiam Lojin. "Belum terlambat. "Lim Peng Hie sudah menang. engkau memang cukup cantik. siapa yang berani melarangnya?" "Paman guru pasti berani menolak. Puluhan jurus kemudian.

. Mereka berdua sama sekali tidak menyangka tokoh golongan hitam itu akan muncul di situ bersama muridnya"Peng Hie" teriak Guru silat Lim." sahut Bun cin cu sambil menghela nafas panjang. "Aaah" jerit Lim Peng Hie. dan mendadak badannya bergerak cepat sambil menggerakkan sepasang tangannya. "Ha ha ha" Lo sun An tertawa gelak. "Ha ha ha" Bu Ceng Kui tertawa gelak"Muridku. Gadis itu langsung menyerangnya. mari kita pulang" Guru silat Lim menarik putranyaTapi Lim Peng Hie meronta. guru pasti membunuh mereka" "Terima kasih." Wajah Guru silat Tan sudah mulai berubah"Sutee" sin Kiam Lojin menggeleng-gelengkan kepala." "Anak durhaka engkau" Guru silat Lim gusar bukan kepalang.la terhuyung-huyung ke belakang dan mulutnya mengeluarkan darah segar. " Celaka" gumam sin Kiam Lojin dengan wajah agak pucat. Ayah" Lim Peng Hie berkeras. Di saat itulah Guru sitat Lim meloncat ke atas panggung." Mulut Lim Peng Hie masih mengeluarkan darah"Peng Hie. Betapa gusarnya Tan pit suan." "gurumu tidak sanggup melawan Bu Ceng Kui?" "Tidak sanggup.. "Cepat turun. cepatlah engkau main-main dengan gadis itu siapa berani turut campur. sementara Thio Han Liong terus mengerutkan kening." Thio Han Liong mengerutkan kening." ucap Lo sun An. "Biar harus mati pun aku tidak akan meninggalkan pit Suan. lalu berseru. yang juga terkejut sekali ketika mengetahui tokoh golongan hitam itu.. BuuukBuuuk Punggung Lim Peng Hie terpukul.silat Tan. "Peng Hie pasti celaka. mari kita pergi" "Tidak." "Suheng. lalu mendadak menyerang Lim Peng Hie. kemudian memperhatikan pertandingan itu. "Peng Hie. kepandaiannya tinggi sekali. Kita tidak sanggup melawannya. "Peng Hie" Tan pit suan segera mendekatinya. "Nona Tan" Lo sun An mencegahnya. "Kepandaian Bu Ceng Kui itu amat tinggi. "Ha ha ha" Lo Sun An tertawa gelak. la tidak kenal Bu Ceng Kui itu "Nona Bun" tanyanya dengan suara rendah"siapa Bu Ceng Kui itu?" "Dia adalah tokoh golongan hitam. bahkan sekaligus memeluknya. engkau terluka?" "Ayah. akan tetapi dengan gampang sekali Lo sun An berkelit. dan setelah itu ia pun membantu Tan pit suan menyerang Lo sun An. kini Bu Ceng Kui justru muncul di sini. sedangkan .. Guru. kini Lim Peng Hie mulai berada di bawah angin. aku akan menghajarnya " Duuuk Dada urn Peng Hie terpukul.sudah lewat puluhan jurus. "guru Silat Tan. "Engkau yang cari urusan." "Ahhhh" Guru silat Tan menghela nafas panjang.

engkau berani menipu muridku? Hm Kalau begitu. Pertarungan di atas panggung itu semakin menegangkan. yang tidak lain adalah Bu Ceng Kui. maka aku harap " "Guru silat Tan" ujar Bu Ceng Kui. "Guru silat Tan. engkau sin Kiam Lojin" Bu Ceng Kui mengerutkan kening. Bun cin cu dan Thio Han Liong cepat-cepat mendekatinya. engkau tidak apa-apa?" tanya Guru silat Tan." Tidak salah." Bun cin cu terbelalak"Engkau mahir ilmu pengobatan?" "Sedikit. "Kita tidak bermusuhan. "Han Liong. Guru silat Tan dan sin Kiam Lojin juga meloncat ke atas panggung. "uaaaakh" Mulut Lim Peng Hie menyemburkan darah segar. "Ayah . Sin Kiam Lojin sudah mulai bertarung dengan Bu ceng Kui. Walau dikeroyok tiga orang. Begitu Tan pit suan memapah Lim Peng Hie." "Ha ha ha" Tampak sosok bayangan berkelebat ke atas panggung. "Bagaimana lukanya? Apakah parah sekali?" "Entahlah-" Tan Pit suan menggelengkan kepala. "Pit suan. pokoknya tidak" "He he he" Bu Ceng Kui tertawa terkekeh-kekeh. "Aku tidak akan menikah dengan muridmu. "Kalian bertiga ingin mengeroyok muridku? Baik." Tan Pit suan menangis terisak-isak"gara-gara Ayah. maka putrimu harus menikah dengan muridku Engkau jangan ingkar janji" "Tidak" teriak Tan Pit suan. bagus" Bu Ceng Kui menatap mereka dengan dingin sekali.. "Guruku mulai bertarung dengan Bu ceng Kui. begitu pula guru silat Lim. "Lukanya tidak begitu parah." "Han Liong. tidak apa-apa. "engkau ingin turut campur urusan ini?" "Apa boleh buat" sahut sin Kiam Lojin. Guru Silat Tan segera turun tangan membantu sin Kiam Lojin. "Bagus. "Hari ini aku akan membunuh lagi He he he " "Celaka" seru Bun cin cu. "Muridku sudah berhasil mengalahkan pemuda itu.. kemudian tersenyum seraya berkata.Tan pit suan terdorong ke belakang. "uaaakh " "Peng Hie" Guru silat Lim segera mendekatinya. "Kakak Pit suan" tanya Bun cin cu. "Celaka Celaka" seru Bun cin cu lagi. kalian bertiga boleh melawanku" "Bu Ceng Kui" sahut Guru silat Tan. "Engkau jangan emosi" "oh. urusan jadi begini." sahut Thio Han Liong sambil memandang ke arah panggung. Thio Han Liong segera memeriksa Lim Peng Hie. engkau memang mau cari mati" "Bu Ceng Kui" sela sin Kiam Lojin. bagaimana ini?" "Tenang" sahut Thio Han Liong sambil memperhatikan panggung itu.. Bu Ceng Kui sama sekali tidak . Di saat bersamaan. Mereka bertiga mengeroyok Bu Ceng Kui.

nyalimu sungguh besar berani memberi nasihat padaku.tampak terdesak. siapa pemuda itu?" "Dia ke mari ingin menyaksikan pertandingan. sebab Thio Han Liong sekali melesat sudah sampai ke atas panggung. Ketika melihat Thio Han Liong. sebab kalau pertarungan itu diteruskan. aku tidak begitu mengenalnya. yang paling terkejut adalah Bun cin cu.oleh karena itu." "Anak muda" bentak Bu Ceng Kui. tentunya tidak dapat melakukannya." jawab Tan Pit suan. "Apa artinya kalian bertarung? Akhirnya pasti terluka parah" "He he he" Bu Ceng Kui tertawa terkekeh. siapa engkau?" "Namaku Thio Han Liong. yang berjarak dua puluh depa lebih. kemudian Lim Peng Hie bertanya." jawab Thio Han Liong sambil tersenyum dan menambahkan. "Tidak ada gunanya kalian bertarung. maka membuat mereka berhenti bertarung." "Siapa gurumu?" "Aku tidak punya guru.Sebaliknya malah pengeroyoknya yang kelihatan terdesak"He h e h e" Bu Ceng Kui tertawa terkekeh-kekeh"Kalian bertiga harus mampus Harus mampus" Thio Han Liong mengerutkan kening. "Engkau berani mencampuri uruan kami?" "Bukan mencampuri. Tan pit suan dan Lim Peng Hie juga terkejut bukan main. bukan?" "Betul Maka aku harus membunuh mereka" sahut Bu Ceng Kui dan siap menyerang mereka. "cianpwee" ujar Thio Han Liong dengan sungguh-sungguh"Mereka bertiga bukan tandingan cianpwee. melainkan mendamaikannya. namun hatinya ber-kebat-kebit tidak karuan." "oh?" Bu Ceng Kui menatapnya dalam-dalam"siapa ayahmu?" "Ayahku bernama Thio Ah Ki-" "Hm" dengus Bu Ceng Kui- ." sahut Thio Han Liong. "Kapan dia datang?" "Kemarin. hanya belajar sedikit ilmu silat dari ayahku. Kalau pemuda itu tidak memiliki ginkang tinggi. "cianpwee dari golongan hitam. melainkan aku yang akan bertanding dengan cianpwee-" "Apa?" Bu Ceng Kui terbelalak"Anak muda."" sementara Bun cin cu terus memandang ke arah panggung dengan penuh perhatian.seberalah ia melesat ke atas panggung seraya berseru"Berhenti Berhenti" suara seruannya begitu keras menggetarkan jantung. begitupula Guru silat Lim dan Bu ceng Kui. Guru silat urn. "Maaf. Tan dan sin Kiam Lojin pasti celaka di tangan Bu ceng Kui.Tahukah engkau siapa aku?" "Aku dengar cianpwee adalah Bu Ceng Kui. Maaf" ucap Thio Han Liong setelah berada di atas panggung. ia harus menghentikan pertarungan itu. "Pit suan. tertegunlah Guru silat Tan dan sin Kiam Lojin. "Anak muda.

" "Diam Mereka sudah mulai bertarung. Tapi aku kenal Kong Bun Hong Tio. "Aku bukan Hweeshio." Thio Han Liong tersenyum. Kelihatannya pemuda itu ingin membunuh Thio Han Liong.. aku pasti menyembah di hadapanmu" "Itu tidak perlu. ternyata engkau pembual" "Aku bukan pembual. Guru. Paman Tua" Thio Han Liong tersenyum. "jurus ke dua" teriaknya. "Cepat hajar dia siapa berani turut campur." sela Lo sun An. "Engkau bukan tandinganku. bagaimana mungkin aku murid siauw Lim Pay. aku tidak akan segan membunuhmu" "Guru.Kalau dia tidak berisi." sahut Thio Han Liong." sahut Thio Han Liong sambil tersenyum. lalu roboh dengan . Bun cin cu sebera mendekati sin Kiam Lojin. "Hei Kalau engkau dapat merobohkanku dalam sepuluh jurus. ia mulai balas menyerang dengan ilmu Kiu Im Pek Put Jiauw yang sangat ganas dan lihay itu. kemudian balas menyerang seraya berseru. Bu Ceng Kui terperanjat bukan main. tentunya tidak akan berani omong begitu." "Percuma. serangan itu membuat Lo sun An terpaksa meloncat ke belakang. "Guru yakin dia tidak omong besar." sin Kiam Lojin terbelalak.. sebab mengenali ilmu itu. "Biar aku yang menghajarnya. seha-rusnya ia berkelit. Kong Ti seng Ceng dan siauw Lim sam Tiang lo." "o" "Tapi. setelah itu. engkau murid siauw Lim Pay?" tanya Bu Ceng Kui.." ujar Bu Ceng Kui.. Mereka bertiga seaera meloncat turun. Blaaam Lo sun An terpental beberapa depa." "Apa?" Bu Ceng Kui terbelalak"Ha ha ha Anak muda. "Muridku.. "Jurus pertama" Ternyata Thio Han Liong menyerangnya dengan ilmu siauw Lim Liong Jiauw Kang. "siauw Lim Liong jiauw Kang? Anak muda. Guru Silat Lim dan Paman Tua" ujar Thio Han Liong kepada mereka. guru pasti membunuhnya" "ya." Benar." "Tenang" sahut sin Kiam Lojin. Justru Lo sun An telah melakukan kesalahan... aku akan bertanding dengan pemuda itu" "Han Liong. " Lebih baik kalian menonton di bawah.. Dalam sepuluh jurus engkau pasti roboh di tanganku" "Apa?" Betapa gusarnya Lo sun An mendengar ucapan itu. tapi malah menangkis sehingga terdengar suara benturan keras. engkau. Dengan cepat sekali Thio Han Liong berkelit." ujar Thio Han Liong sambil mengelak serangan yang dilancarkan Lo Sun An. muridnya. "Tenanglah. Lo sun An sudah mulai menyerang Thio Han Liong dengan sengit sekali. Han Liong. "Guru." Lo sun An mengangguk"Guru Silat Tan."Aku tidak kenal ayahmu Kalau engkau tidak mau enyah sekarang.

Di saat bersamaan. "Nanti saja kita mengobrol. kemudian mendekati Thio Han Liong selangkah demi selangkahThio Han Liong segera mengerahkan Kiu yang sin Kang. sedangkan Thio Han Liong tetap berdiri di tempat. sementara yang menyaksikan pertandingan tadi terbelalak. Memang." Jawaban yang amat membingungkan itu membuat Bu Ceng Kui. "Aku sendiri pun tidak tahu pemuda itu berkepandaian begitu tinggi. sepasang tangannya bergerak lemas sekali menangkis serangan yang dilancarkan Bu Ceng Kui. aku tidak menyangka di tempatmu ini terdapat seorang pendekar muda yang begitu lihay.." "Apa?" Bu Ceng Kui tersentak"Engkau kenal si Mo?" "Kenal." sela sin Kiam Lojin. "Engkau. Bu Ceng Kui dan Thio Han uong berdiri berhadapan. "Ternyata engkau murid Bu Tong Pay" ujar Bu Ceng Kui." Thio Han Liong mengangguk. Itu adalah gerakan ilmu Thay Kek Kun yang telah dibaurkan dengan Kian Kun Taylo Ie. karena ia tahu akan terjadi pertempuran dahsyat. "Tapi aku mahir ilmu Thay Kek Kun. "Aku tidak tahu engkau murid siapa." sahut Guru silat Tan jujur." ." " Guru silat Lim. "Hiyaaat"Betapa cepatnya serangan Bu Ceng Kui.. "Hmm" dengus Bu Ceng Kui." ujar Guru silat Lim sambil menghela nafas panjang. "si Mo sendiri masih tidak dapat membunuhku. aku. engkau terluka?" " Guru.. badan Thio Han Liong justru bergerak lemah gemulai bagaikan gadis menari. bahkan mulut Bun cin cu ternganga lebar. maka betapa lihaynya gerakan itu serangan Bu Ceng Kui tertangkis.. "Kalau aku tahu. guru akan membunuh pemuda itu" ujar Bu Ceng Kui. Guru silat Tan. "Tenang muridku. " Guru silat Tan. Lim dan Kiam Lojin terheran-heran. tentu tidak akan mengkhawatirkan putra ku." "oh?" Guru silat Lim tercengang. " Guru." Wajah Lo sun An pucat pias. Bu Ceng Kui terus menatapnya dengan tajam. "Muridku" seru Bu Ceng Kui sambil mengham-piri-nya. karena sekarang suasana di atas panggung itu sungguh menegangkan. Bukan main terkejutnya Bu Ceng Kui. "Thay Kek Kun?" "Betul." sahut sin Kiam Lojin sambil menggeleng-gelengkan kepala." sahut Thio Han Liong." Thio Han Liong mengangguk"Bahkan kami pernah bertarung. Kenapa hari ini dia begitu hebat? Cuma dua jurus sudah merobohkan pemuda sombong itu?" " Guru pun tidak habis pikir.mulut mengeluarkan darah.. bahkan badannya ikut miring ke samping." sahut Thio Han Liong. dia sama sekali tidak bisa berkelit. kemudian mendadak memekik keras sambil menyerang. Dia tidak dapat membunuhku. kemarin aku memukul punggungnya. pokoknya aku harus membunuhmu " "Jangankan engkau. "Aku bukan murid Bu Tong pay.

. bagaimana mungkin beliau akan bertarung denganmu omong kosong" " Aku tidak omong kosong. maaf" Thio Han Liong menghela nafas panjang.la mulai tidak berani main-main dengan pemuda itu. kita lanjutkan kelak saja-" "Baik-" Thio Han Liong mengangguk. pertarungan kita masih perlu dilanjutkan?" "Itu. juga pernah bertemu Kwee In Loan. tapi mendadak muncul Bu Ceng Kui itu.. " Engkau kenal Lam Khie?" "Kenal. Thio Han uong tersenyum. "Kapan aku mempermainkanmu?" "Kemarin. namun engkau purapura. "Engkau berani mempermainkan aku" Thio Han Liong terperangah." sahut Thio Han Liong... "Aduuuh" jerit Thio Han Liong kesakitan. "Bu Ceng Kui." Bun cin cu memberitahukan. aku tidak mempermainkanmu.." ." Pemuda itu tersenyum.ya." Thio Han Liong memberitahukan. "Begini. lalu meloncat turun.. bahkan juga pandai membual sehingga Bu Ceng Kui kabur terbirit-birit.. "Aku memukul punggungmu." "Maaf. "si Mo punya seorang murid bernama Kwan Pek Him. "Masih bilang tidak?" Bun cin cu cemberut. sampai jumpa" ucap Bu Ceng Kui.. bukankah engkau sudah mempermainkan aku" "Aku. "Apa?" Bu Ceng Kui betul-betul terkejut." sahut Thio Han Liong.."Engkau memang pembual si Mo adalah ketua golongan hitam. segeralah Bun Cin cu menghampirinya. "Bahkan aku pun kenal Tong Koay dan pak Hong. "Aku ingin menguji kepandaianmu. lalu menarik muridnya meninggalkan panggung itu. Nah.." Thio Han Liong menambahkan. bukan?" "Haaah?"Bu Ceng Kui terbelalak." "Ha ha ha" Sin Kiam Lojin tertawa gelak. tapi engkau malah diam saja. dan kini bekerja sama lagi dengan Kwee In Loan. "Engkau kok tahu?" "Aku bertemu Lam Khie. dan Locianpwee itu yang memberitahukan kepadaku. "&h? Kenapa engkau menjeweHelingaku?" "Engkau sungguh nakal sekali" sahut Bun cin cu sambil melotot. kan?" "ya-" Bu Ceng Kui mengangguk"Bah kan dia pun pernah menjadi wakil ketua Hek Liong Pang. "Anak muda. "Anak muda. kemudian mendadak menjeweHelinganya. "Sebetulnya aku tidak mau memamerkan kepandaianku." "Kemarin?" "ya." Bu Ceng Kui mulai bimbang." "Anak muda" Bu Ceng Kui menatapnya dengan mata tak berkedip "Sebetulnya siapa engkau?" "Aku Thio Han Liong.. engkau memang pandai menyembunyikan kepandaianmu.

"Paman Tua." jawab Thio Han Liong dengan jujur. ya. kan?" "Itu. "Kalau engkau tidak berterus terang. "Aku membual apa?" "Ha ha" Sin Kiam Lojin tertawa.." tanya Guru silat Tan mendadak"siapa yang mengajarmu Thay Kek Kun?" "Guru besar Thio sam Hong." Thio Han Liong menghela nafas panjang. engkau pun mengaku pernah bertarung dengan Si Mo dan kenal Tong Koay... "Kalau engkau galak. "siauw Lim sam Tiang lo yang mengajarku ilmu itu." "Thio Ah Ki?" gumam Guru silat Lim. "Aku sama sekali tidak membual. aku akan menjewer telingamu lagi. bukankah engkau membual?" "Paman Tua... "Tadi engkau bilang kenal Kong Bun Hong Tio.." "Heran" gumam Guru silat Tan. "Ha ha ha" sin Kiam Lojin tertawa gelak"Biar bagaimanapun." "Apa?" Guru silat Tan terbelalak"Kenapa engkau berani membual sampai begitu macam?" " Guru silat Tan. begitu pula Guru Silat Lim dan Guru Silat Tan." "Galak amat sih?" Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. tapi kenal para tokoh tingkatan tua. aku yakin ayahmu bukan bernama Thio Ah Ki. Kong Ti Seng Ceng dan ke tiga tiang lo itu." "Siapa ayahmu?" tanya Guru silat Lim. dan Lam Khie serta Pak Hong. "Betulkah engkau tidak bohong?" "Aku memang tidak bohong." "Tadi engkau menggunakan siauw Lim Liong jiauw Kang. "Anak muda" Guru silat Lim menatapnya dalam-dalam." "oh?" Sin Kiam Lojin terbelalak. Se telah itu. "Thio Ah Ki. "Aku sama sekali tidak membual. lalu sebetulnya siapa engkau?" "Aku adalah Thio Han Liong." Thio Han Liong menundukkan kepala. "Aku sungguh tidak habis pikir. aku berkata sesungguhnya. "Anak muda.." MendadakBun cin cu mengayunkan tangannya- . engkau masih begini muda. siapa yang mengajarmu ilmu silat itu?" tanya Guru silat Lim dengan penuh perhatian." sahut Thio Han Liong heran. Engkau pasti bohong. "Han Liong" desak Bun cin cu. aku tetap tidak percaya" "Han Liong. aku memang kenal Siauw Lim Kong Bun Hong Tio. Kong Ti Seng Ceng dan Siauw Lim Sam Tiang lo." ujar Thio Han Liong sungguh-sungguh. Nah. pemuda mana yang berani jatuh cinta kepadamu?" "Eeeh?" Wajah Bun cin cu langsung memerah"Engkau kok banyak mulut? Tidak pernah ditampar anak gadis ya?" "Memang tidak pernah-" "Kalau begitu.

.?" sin Kiam Lojin." Bun cin cu melongo"Betulkah dia putra Thio Bu Ki yang amat terkenal itu?" "Betul-" sin Kiam Lojin mengangguk"Kalau tidak. tapi Han Liong mengalahkan Bu Ceng Kui dan muridnya.. maka aku harus galak terhadapnya." Thio Han Liong terpaksa memberitahukan. Guru silat Tan dan Guru silat Lim saling memandang. Kalau tidak." "Han Liong" Bun cin cu tertawa geli"Engkau sama sekali tidak mengerti ilmu silat. "Ha ha ha" sin Kiam Lojin tertawa terbahak-bahak "Kalau Han Liong tidak hadir du sini.Mereka memandang Thio Han Liong dengan mata terbelalak. Guru silat Tan dan Guru silat Lim tersentak. "Han Liong" Bun cin cu menatapnya..Betapa gembiranya mereka mendengar ucapan itu.. kami percaya. sebetulnya siapa ayahmu?" "Ayahku." "Aku. "Aku hanya mengerti sedikit ilmu silat.."Ayah " panggil Lim Peng Hie dan Tan pit suan serentak dengan wajah cerah. Mereka tahu Bun cin cu sangat tertarik kepada pemuda itu." "Han Liong" Bun cin Cu menatapnya dengan mata tak berkedip. "Engkau harus mengajarku ilmu silat. "Engkau begitu galak." "Cin cu" tegur sin Kiam Lojin." Guru silat Tan dan Guru silat Lim mengangguk... la mengira gadis itu ingin menamparnya. Han Liong mana mau meladenimu?" "Dia sering berbohong." "Aku tidak berbohong. itu baik sekali. "Engkau memang tidak bohong. kenapa harus dipisahkan?" "Baik. "Ayahku bernama Thio Bu Ki. Guru silat Lim.. "Engkau suka merendahkan diri. "Maka kita harus berterima kasih kepada Thio siauwhiap-" "Jangan berkata begitu. melainkan mengusap pipinya." ujar Thio Han Liong dengan sungguh-sungguh"Kini Lim Peng Hie dan Tan pit suan harus segera dinikahkan.. bagaimana mungkin kepandaiannya begitu .. "Engkau adalah putra Thio Bu Ki-Bu Lim Beng Cu?" "Ya"" Thio Han Liong mengangguk"Pantas engkau kenal siauw Lim Kong Bun Hong Tio. jangan menimbulkan masalah lain lagi. aku." "Guru. entah apa yang akan terjadi?" "Kita bertiga pasti mati di tangan Bu ceng Kui. Mereka berdua sudah saling mencinta." "Haaah. "Hi hi hi" Bun cin cu tertawa geli.. "Engkau harus memberitahukan sekarang." sahut Guru silat Lim dan menambahkan. aku akan men-jewer telingamu. Guru silat Lim" ujar Thio Han Liong merendah." "Kami tahu-" sin Kiam Lojin manggut-manggut." Wajah Thio Han Liong kemerah-merahan. " Guru silat Tan.... Kong Ti seng Ceng dan siauw Lim sam Tiang lo" ujar sin Kiam Lojin sambil manggut-manggut. "Eh? Engkau.Thio Han Liong terkejut. tapi ternyata tidak. sedangkan sin Kiam Lojin.." Thio Han Liong menundukkan kepala.

" Aku tidak bisa lama-lama di sini sebab masih ada urusan lain yang harus kuselesaikan." Thio Han uong menggelengkan kepala." tegas Bun cin cu. "Ha ha ha. aku masih ada urusan lain yang harus segera diselesaikan.. dan itu membuat Bun cin cu menangis dengan air mata berderai-derai." ujar Bun cin cu sungguh-sungguh"Han Liong. "Guru silat Tan. akhirnya mengangguk"Baiklah. "Han Liong" sin Kiam Lojin menatapnya seraya berkata." Guru silat Lim dan putranya meninggalkan rumah Guru silat Tan.. tinggallah di rumahku beberapa hari" ujar Tan Pit Suan lembut. kemudian memegang bahu gadis itu seraya berkata.. "Bukan kawan. "cin cu." ucap Guru silat Lim sambil memberi hormat.. melainkan besan Dalam beberapa hari ini. aku pasti pasti bunuh diri.. aku pasti membencimu seumur hidup-" "Eh? Engkau -" Thio Han uong terbelalak.. "Jangan mengecewakan muridku ini. aku tidak main-main tho" "cin cu-" Thio Han Liong betul-betul serba salahDi saat itulah Tan Pit suan dan wrn Peng Hie mendekatinya"Han Liong. "Aku mohon diri Mulai sekarang kita sudah jadi kawan. terima kasih" ucap Guru silat Lim sambil tertawa gembira." Betapa girangnya Bun cin cu. Kalau engkau pergi sekarang. bagus" Bun cin cu tampak girang sekali "Han Liong. Wajah-nya langsung berseri-seri Namun sebaliknya sin Kiam Lojin malah menghela nafas panjang. dia bisa nekad lho" "Itu... Pedang di tangan gadis itu berkelebat ke sana ke mari beraneka warna bagaikan pelangi di langit. aku tidak punya waktu. Beberapa hari kemudian." Thio Han Liong ragu. -ooo00000oooBab 31 Menyamar sebagai sastrawan Di pekarangan istana yang amat indah itu." "Pokoknya engkau harus tinggal di sini dan mengajarku ilmu silat. tampak seorang gadis sedang berlatih ilmu pedang." "Aku.." Thio Han Liong menghela nafas panjang. berpamitlah Thio Han Liong. maka mau mohon pamit." "Ha ha ha" sin Kiam Lojin tevtawa gelak. sin Kiam Lojin. ." "Tidak Pokoknya engkau tidak boleh pergi sekarang. barulah engkau pergi menyelesaikan urusanmu. aku akan tinggal di sini beberapa hari.. kami pasti meminang putrimu" "Terima kasih." "Tapi." "Han Liong. engkau harus mengajarku ilmu silat tingkat tinggi... "Kalau tidak.tinggi?" "Bagus. sedangkan Thio Han Liong tinggal di situ beberapa hari untuk memberi petunjuk kepada Bun cin cu mengenai ilmu silat tangan kosong dan ilmu pedang. Itu adalah cai Hong Kiam Hoat (IImu Pedang Pelangi).. "Setelah itu.

" An Lok Kong cu tersenyum"Aku akan meninggalkan sepucuk surat." ujar An Lok Kong Cu sungguh-sungguh. Gadis itu adalah An Lok Kong Cu-Cu Ay Ceng. aku lebih senang menikah dengan pemud a dari keluarga biasa-" "Lho? Kenapa?" tanya Lan Lan. alangkah baiknya Kong cu menyamar sebagai seorang sastrawan muda. "Kini kepandaianku sudah tinggi." "ya. pergi pesiar ke tempattempat yang indah-" "Tapi -" Lan Lan menggeleng-gelengkan kepala" Kalau Kong cu meninggalkan istana." "Menyamar sebagai apa?" tanya An Lok Kong cu sambil tertawa kecil"Tentunya tidak akan menyamar sebagai pengemis. "ya-" An Lok Kong cu mengangguk "Aku ingin meninggalkan istana. putri kesayangan Kaisar cu Goan ciang.. aku bisa menjaga diri" . "Dan.jatuh cinta terhadap pemuda yang mana pun. di luar banyak orang jahat. tentunya akan membuat kaisar dan permaisuri jadi cemas sekali-" "Itu tidak apa-apa.." sahut An Lok Kong cu memberitahukan. Lagi pula tidak akan punya isteri lebih dari satu. "Kenapa Kong cu tampak murung sekali?" " Lan Lan" An Lok Kong cu menggeleng-gelengkan kepala. jadi tidak begitu menarik perhatian.." "Tapi " Lan Lan mengerutkan kening. kan?" "Tentu tidak-" Lan Lan tersenyum. gadis itu lalu duduk beristirahat sambil menghela nafas panjang. "ingat" pesan An Lok Kong cu. "An Lok Kong cu" seorang dayang yang bernama Lan Lan menghampirinya.seusai latihan." Lan Lan menggeleng-gelengkan kepala." tambah Lan Lan serius. "Terus terang." "Kong cu ingin pergi berkelana?" tanya Lan Lan sambil menatapnya." " Lan Lan" An Lok Kong cu menggeleng-gelengkan kepala. "Kong cu tidak boleh . "Sebelum menjadi kaisar. maka tidak boleh menikah dengan pemuda biasa. bukankah yang Mulia juga rakyat biasa?" "Tapi-. bukankah aku akan hidup bahagia sepanjang masa?" "Kong cu. tahu susah dan lain sebagainya." "Lho? Kenapa?" "sebab Kong cu putri kaisar. "Engkau harus pura-pura tidak tahu sama sekali." Lan Lan mengangguk"Kong cu. harus menikah dengan pemuda bangsawan. "Menurutku." "Ngmml" An Lok Kong cu manggut-manggut. "Aku sudah bosan terus berdiam dalam istana.." "Dan juga " lanjut An Lok Kong cu"Bukankah permaisuri berasal dari keluarga biasa?" "Itu--" "oleh karena itu. "sebab dia tidak akan bertingkah.. agar engkau tidak dihukum. "Nah. Kong cu. maka Kong Cu harus menyamar. kita tidak boleh mempermasalah-kan tentang itu.

aku pun akan membawa sebilah pedang pusaka. "Aku ucapkan selamat jalan kepada Kong cu.ujar An Lok Kong cu. "identitas Kong cu akan ketahuan. bagaimana mungkinpara guruku pulang ke Tibet?" "Kong Cu sudah menguasai semua ilmu para Dhalai Lhama itu?" "Tentu. Kalau aku kehabisan uang dalam perjalanan.. Kalau tidak.. kan?" "Betul. kepalamu pasti copot. "oh ya." "Hi hi hi" Lan Lan tertawa geli. itu tidak apa-apa." ujar An Lok Kong Cu sungguh-sungguh"Termasuk pembesar yang korupsi.." Lan Lan diam." "Pembesar mana yang berani bertindak sewenang-wenang terhadap rakyat." "Kalau begitu." "Mungkin aku akan membawa tanda pengenalku.. Kong cu harus berhati-hati" " Lan Lan" An Lok Kong cu tersenyum." "Kong Cu. " Kira-kira kapan Kong cu akan pulang?" "satu dua tahun kemudian. "Rasanya aku ingin sekali ikut Kong cu." "Kalau begitu. "sebab yang Mulia pasti menghukummu." Lan Lan tersenyum. sebab kini kepandaianku sudah tinggi. "Engkau tidak usah mencemaskan diriku. "Tak disangka Kong cu akan berkelana dalam rimba persilatan Aku yakin Kong cu akan menjadi seorang pendekar wanita Hi hi hi-." ujar Lan Lan. " Lan Lan menggelenggelengkan kepala. aku akan pura-pura panik." "Ngmmm" Lan Lan manggut-manggut "Setelah Kong cu pergi." "Betul. "Di luar sana banyak orang berkepandaian tinggi." sahut An Lok Kong cu memberitahukan.. " Kapan Kong cu akan meninggalkan istana?" "Besok pagi." " Kalau engkau ikut aku." "Tidak jadi masalah-" An Lok Kong cu tersenyum"yang tahu cuma pembesar setempat. semoga Kong .." An Lok Kong cu tersenyum. "Kong cu harus membawa pengenal.. Kong cu harus membawa uang secukupnya lho Jangan sampai kehabisan uang dalam perjalanan." Lan Lan menatapnya seraya bertanya. Tapi." Lan Lan memandangnnya." Lan Lan mengangguk "oh ya." "Be begitu lama?" pm Lan terbelalak"Aku yakin yang Mulia pasti akan mengutus beberapa pengawal istana untuk mencari Kong cu-" "Kalau aku sudah berada di luar istana.. para pengawal istana bisa berbuat apa terhadap diriku?" An Lok Kong cu tertawa kecil. aku pasti pulang. pasti kuhukum. bukankah aku boleh ambil uang dari pembesar setempat?" "Itu memang benar." "Itu tidak apa-apa. "Maka engkau tidak usah mencemaskan aku.." "Kong cu. "ya." "Kong cu" Lan Lan menatapnya seraya berkata. lama sekali barulah membuka mulut.

"Dia dia ingin pergi pesiar.. yang Mulia. "Ten Bun Hiong. "Aku khawatir akan terjadi sesuatu atas dirinya." "Aaaah. "Dia pergi justru menyusahkan kita." Lan Lan segera berlutut di hadapan cu Goan ciang. katanya bosan terus berdiam di dalam istana. "Ada apa?" Cu Goan ciang tersentak. "yang Mulia yang Mulia-. tapi harus dikawal. "Kong cu Kong Cu " "Kenapa Kong Cu?" Wajah permaisuri langsung berubah pucat." An Lok Kong cu memegang bahunya." Lan Lan segera pergi memanggil kepala pengawal istana. dayang pribadi An Lok Kong cu berlari-lari ke ruang tengah." "Itu tidak mungkin. cepat panggil Lie Wie Kiong ke mari" "ya. kemudian diberikan kepada permaisuri seraya berkata." ucap Lie Wie Kiong samb-fl bangkit berdiri "Ada perintah apa untuk hamba?" "An Lok Kong cu meninggalkan istana.. Hamba. Lan Lan sudah kembali bersama Lie Wie Kiong. kemudian menghela nafas panjang sambil menggeleng-gelengkan kepala." Cu Goan ciang menggeleng-gelengkan kepala." Lan Lan menyerahkan surat tersebut." "Oh?" Lan Lan tampak girang bukan main. yang Mulia. tercenganglah mereka." "Sungguh keterlaluan" cu Goan ciang tampak gusar sekali. Lie sie Beng dan Yo wie Heng. hamba cuma menemukan sepucuk surat. Lan Lan.Cu Goan ciang dan permaisuri sedang menikmati teh wangi di situ. "Ini. Berselang sesaat. Ketika melihat Lan Lan. Cu Goan ciang segera membaca surat itu. maka engkau harus mengutus beberapa pengawal istana yang berkepandaian tinggi pergi menyusulnya." "ya." "Dikawal? Itu justru akan membahayakan dirinya. maka bisa menjaga diri Lagipula siapa pun akan merasa bosan terus menerus berdiam di dalam istana." "Aaaah " Cu cioan ciang menghela nafas panjang." "Engkau akan mengutus siapa?" tanya Cu Goan ciang. "Bagaimana kalau penjahat mengetahui identitas dirinya?" "Aku yakin Ay Ceng tidak begitu bodoh membocorkan identitas dirinya." "Mana surat itu?" tanya Cu Goan ciang. "Terima kasih Kong cu" -ooo00000oooLan Lan berlari-lari ke ruang tengah.cu aman selalu" "terima kasih. "Bacalah" permaisuri cepat-cepat membaca surat itu.." Lie Wie . "Beritahukanlah Kenapa Kong cu?" "Kong Cu Kong cu tidak ada didalam kamar. "sebab Ay Ceng sudah berkepandaian tinggi." sahut permaisuri. yang Mulia." "Dia boleh pergi pesiar. "Kalau aku pulang. Lan Lan. "Hormat kepada yang Mulia.. pasti membawa hadiah untukmu.

. "Mereka bertiga berkepandaian cukup tinggi." "ya." Lie Wie Kiong memberitahukan. "ya. Lie sie Beng dan yo wie Heng memberi hormat. "Bagaimana kalau mereka tidak berhasil menemukan An Lok Kong cu?" "Pokoknya mereka bertiga harus berhasil menemukan An Lok Kong cu.Kami pasti melaksanakan tugas ini dengan baik-" Tan Bun Hiong. "Apabila terjadi sesuatu atas diri An Lok Kong cu."Kalian bertiga menyamar sebagai orang biasa dan harus merahasiakan identitas kalian pula. Lie sieBeng dan Yo Wle Heng." "Ngmm" Cu Goan ciang manggut-manggut. Pak-" Tan Bun Hiong mengangguk. mereka bertiga pasti dihukum. "Dan ingat. Pak. "An Lok Kong Cu meninggalkan istana pagi ini." Lie Wie Kiong segera mengundurkan diri dari ruang itu. "oleh karena itu. Apabila mereka bertiga tidak berhasil menemukan An Lok Kong cu. "semoga kalian bertiga berhasil menemukan An Lok Kong cu" "Bagaimana seandainya An Lok Kong cu tidak mau ikut kami pulang?" tanya yo Wie Heng.Kiong memberitahukan. sekaligus membujuknya pulang. yang Mulia." pesan Lie Wie Kiong. "Sekarang kalian bertiga boleh berangkat. lalu pergi dengan kening berkerut-kerut." sahut Tan Bun Hiong. "Mereka bertiga harus membawa pulang An Lok Kong cu." Lie Wie Kiong menatap mereka." "Ya. Pak. "Ini adalah tugas rahasia kalian bertiga." sahut Lie Wie Kiong dengan suara rendah. Pak-" Tan Bun Hiong mengangguk. "Ada perintah apa." tanya Lie Wie Kiong. Pak" Tan Bun Hiong mengangguk lagi. mereka bertiga harus melindunginya." "yang Mulia. biar bagaimanapun kalian bertiga harus berhasil menemukan An Lok Kong cu." "Ya." tegas Cu Goan ciang." "Ya. Pak?" tanya Tan Bun Hiong. dan ke tiga pengawal istana itu langsung datang menghadap. kalian bertiga tidak boleh membocorkan rahasia ini. "Bagaimana seandainya kami bertiga tidak berhasil menemukan An Lok Kong cu?" "yang Mulia pasti menghukum kalian. Yang Mulia. kemudian bertanya. "Ini adalah perintahku. lalu cepat-cepat memanggil Tan Bun Hiong. "Kalian bertiga harus melindunginya. Kalau An Lok Kong cu belum mau pulang." "Mereka bertiga pun harus menjaga rahasia identitas An Lok Kong cu" pesan cu Goan Ciang dan menambahkan. "ya." "Haah?" Betapa terkejutnya Tan Bun Hiong. Lie SieBeng dan yo Wie Heng." sahut Lie Wie Kiong." Lie Wie Kiong mengangguk "Maka kutugas-kan kalian bertiga pergi mencarinya" "siap. "An Lok Kong Cu meninggalkan istana?" "ya.

Kedai itu ramai sekali dikunjungi orang.." ucap sastrawan tampan. tampak seorang sastrawan muda yang amat tampan berjalan memasuki kedai teh itu. lalu balas memberi hormat "saudara duduk di sini saja. sastrawan itu memang betul-betul tampan sekali. Ketika teringat akan tingkah laku Bun cin cu. sambil tersenyum sastrawan tampan itu menyapa Thio Han Liong. maka cepat-cepatlah ia mampir untuk bcrteduh sekaligus minum teh. Begitu melihat sastrawan tampan itu. Pokok-nya aku harus bersikap dingin.. sehingga membuat pemuda itu kepanasan dan merasa haus pula. "Tidak-" Thio Han Liong menggelengkan kepala"Aku minum teh saja-" "Silakan minum. Tuan Muda" ucap pelayan itu"Terima kasih. agar tidak didekati anak gadis.pelayan buru-buru menyuguhkan teh wangi seraya bertanya. "Silakan duduk" "Terima kasih.. ia langsung menggeleng-gelengkan kepala. kemudian memberi hormat. dia menangis sampai begitu sedih." sahut Thio Han Liong dan mulai meneguk teh itu Di saat bersamaan. "saudara sungguh tampan" Thio Han Liong menatapnya.." ujar Thio Han Liong sambil tersenyum." Thio Han Liong terus melanjutkan perjalanannya. "Tapi sungguh kasihan.pasti mendapat hukuman berat dari kaisar." Dengan tersipu sastrawan itu dudukThio Han Liong pun segera duduk." Pelayan itu segera pergi mengambil beberapa buah bakpau. "Kalau begitu. Tuan Muda" . -ooo00000ooooSetelah meninggalkan rumah Gutu Silat Tan. terutama senyumannya. sebuah buntalan dan sebilah pedang bergantung di punggungnya. la pun tersenyum sehingga membuat Thio Han Liong terheran-heran." Pelayan memberitahukan. kemudian ditaruh di atas meja. Thio Han Liong meneruskan perjalanannya menuju gunung Bu Tong. sastrawan tampan itu menengok ke sana ke mari. "Ada bakpau dan. Kebetulan ada sebuah kedai teh di pinggir jalan. Thio Han Liong merasa cocok. pasti terjerat oleh gadis itu. sebab tempat lain penuh semua. "terima kasih. "Kalau aku terlambat meninggalkan rumah Guru silat Tan. Tuan Muda." gumam Thio Han Liong sambil menghela nafas.maka segeralah ia melambaikan tangannya ke arah sastrawan tampan itu.. Namun masih ada beberapa meja yang kosong. Thio Han Liong duduk di situ dan pelayan segera menyuguhkan teh." pesan sastrawan tampan. "Tuan Muda maupesan makanan lain?" "Ada makanan apa di sini?" tanya sastrawan tampan. Terik matahari agak menyengat. dan itu membuat mereka bertiga tak henti-henti-nya menghela nafas panjang. yang amat menawan hati dan mempesona. Thio Han Liong cepat-cepat bangkit berdiri. Aaah Mulai sekarang aku tidak mau mendekati anak gadis yang mana pun. "Silakan makan. "Tuan Muda masih mau pesan makanan lain?" tanya pelayan itu dengan sopan sekali. ternyata kedai itu telah dipenuhi para tamu."Tolong ambilkan beberapa buah bakpau" "ya.

." ucap An Lok Kong cu dengan wajah berseri"Oh ya. "saudara." sahut sastrawan tampan itu. "Ya.Terus terang..." Thio Han Liong menatapnya dengan penuh perhatian. "Di sebuah pulau yang terletak di Laut utara." tolak Thio Han Liong halus. mari kita makan bakpau" "Aku masih kenyang.. ternyata engkau anak pembesar Kenapa engkau meninggalkan rumah?" "Aku ingin pesiar. bagaimana mungkin aku akan melupakan dirimu?" "Terima kasih. engkau mau ke mana?" "Aku mau ke gunung Bu Tong. aku bernama Thio Han Liong. yang ternyata An Lok Kong Cu-Cu Ay Ceng yang meninggalkan istana.. "Tentu tidak-" Thio Han Liong tersenyum"Mulai sekarang kita sudah merupakan kawan baik.." ucap sastrawan tampan. oh ya. dan sastrawan tampan terus memandang Thio Han Liong. la pakai nama samaran Cu An Lok"Cu An Lok?" Thio Han Liong tersenyum." jawab Thio Han Liong jujur."terima kasih." Thio Han Liong mengangguk"Oh ya. Nama saudara?" "Namaku." tegas sastrawan tampan itu sambil tersenyum.." Akhirnya Thio Han Liong mengangguk Mereka berdua lalu mulai menikmati bakpau itu. "Bosan sekali terus-menenis berdiam di dalam rumah" "Ke dua orangtuamu tahu kalau engkau pergi pesiar?" "Tahu." "Begitu jauh?" An Lok Kong cu terbelalak.. "ya. engkau berasal dari mana?" "Tempat tinggalku di Kotaraja. maka aku pun tidak mau duduk di sini. Cu An Lok. lalu memandang Thio Han Liong seraya berkata. "Apakah namaku akan terukir dalam hatimu?" "Tentu"" Thio Han Liong mengangguk"Aku tidak akan melupakan namamu-" "Tapi akan melupakan diriku kan?" An Lok Kong cu menatapnya dengan mata berbinar-binar. "Eeeh? Kalau saudara tidak mau makan bakpau yang kupesan ini. engkau berasal dari mana?" "Tempat tinggalku jauh sekali." "Kira-kira engkau mau pesiar ke mana?" "Entahlah-" An Lok Kong cu menggelengkan kepala. oh ya." An Lok Kong cu mengangguk"Apakah namaku tak sedap didengar?" "Namamu sungguh mengesankan" sahut Thio Han Liong sambil bergumam"An Lok tenang gembira-" "saudara Thio" tanya An Lok Kong cu mendadak. "saudara sungguh tampan sekali Bolehkah aku tahu namamu?" "Menurut aku. kemudian berkata." ujar An Lok Kong cu"Oh?" Thio Han Liong memandangnya. "Yang penting tempat yang indah panoramanya.." An Lok Kong cu tersenyum. "Pantas g-rak-gerikmu begitu halus." . "Aku. "saudara lebih tampan dariku. saudara Thio. aku aku anak pembesar di Kotaraja.

" Thio Han Liong memberitahukan. harus begitu" Thio Han Liong tersenyum. akhirnya ia manggut. "Baiklah." An Lok Kong Cu tersenyum.manggut. saudara Thio" An Lok Kong cu memandangnya sambil tersenyum lembut. Aku ke sana ingin menemui sucouw dan para kakek lainnya sebab aku sudah rindu kepada mereka." ujar An Lok Kong cu." "yang penting aku tidak minta digendong." "saudara Thio" An Lok Kong cu memandangnya seraya berkata." "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut. namun kemudian menghela nafas panjang. Thio Han Liong merasa tidak tega menolaknya." "Nah.. "Aku yakin engkau pasti mendengar dari gurumu." Kalau begitu. "Anak pembesar suka memanjakan diri. Tapi dalam perjalanan engkau tidak boleh manja lho" "Eh?" An Lok Korlg Cu cemberut. "Setahuku. kan?" "Tidak juga. Engkau tidak berkeberatan kan?" "Itu--" "saudara Thio" desak An Lok Kong cu"Ajaklah aku ke sana Aku ingin menikmati keindahan alam di sana." "Siapa yang mengajar mu ilmu silat?" "Ayahku. Bolehkah aku tahu nama ayahmu?" "Ayahku bernama Thio Ah Ki. kan?" "Ya-" An Lok Kong cu mengangguk.. "oh ya. namun aku tidak akan memaniakanmu lho" "Huh Siapa yang mau dimanjakan?" An Lok Kong cu cemberut lagi. "Memangnya aku anak manja?" "Biasa. . kepandaianmu pasti tinggi sekali. ayahmu pasti sangat terkenal dalam rimba persilatan. Ya." "Sucouwmu adalah Guru Besar Thio sam Hong?" "BetuL" Thio Han Liong mengangguk"Engkau kok tahu?" " Aku pernah mendengar. pemandangan di gunung Bu Tong amat indahMaka. aku ingin ikut engkau ke gunung Bu Tong. dan itu membuat Thio Han Liong memandangnya dengan mata terbelalak. engkau pernah belajar ilmu silat?" "Pernah sedikit. "Tapi kakekku murid Bu Tong Pay." Thio Han Liong tertawa. "Itu pertanda engkau amat manja. "Engkau anak laki-laki kok suka cemberut?" Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. "Aku bisa berjalan sendiri. "ya." "Kalau begitu. (Bersambung keBagian 16) Jilid 16 Menyaksikan senyumannya."Engkau murid Bu Tong Pay?" "Bukan." "Tapi--" "jangan tolak." Thio Han Liong menatapnya.

kita harus bermalam di dalam kota itu. tidak perlu diungkit lagi-" "saudara Thio" An Lok Kong cu menatapnya"Maukah engkau menceritakannya kepadaku?" "Lain kali saja." . "Kenapa engkau membenci kaisar? Bukankah kaisar sangat adil dan bijaksana.." "Memangnya kenapa?" "Itu. "sekarang mari kita berangkat ke gunung Bu TOng" "Baik. ternyata mereka kaum golongan hitam"Itu sasaran empuk. lalu menggantung buntalan itu di punggungnya." pelayan itu tertegun. terbelalaklah Thio Han Liong. "Tuan Muda. karena buntalan itu berisi uang perak dan uang emas.Tanpa ia sadari.. "Kita santai saja. "Hari sudah mulai sore. An Lok Kong cu mengambil dua tael perak. apakah punya hubungan dengan kaisar?" tanya Thio Han Liong mendadak. "Kenapa engkau mendadak menghela nafas sih? Apa yang terganjel dalam hatimu?" "Saudara Cu... Kenapa engkau begitu dendam terhadap kaisar?" "Aaaah. bahkan amat mementingkan rakyat?" tanyanya.." sahut An Lojt Kong cu." sahut Thio Han liong. terima kasih." An Lok Kong co merasa heran. pasti tidak akan habis dimakan tiga tahun lho" Thio Han Liong dan An Lok Kong cu meninggalkan kedai teh itu Mereka berdua tidak tahu kalau diikuti -beberapa orang golongan hitam. "Sebetulnya aku tidak menyukai kaum pembesar.. "Haaah?" Mulut pelayan itu ternganga lebar."Eh?" An Lok Kong cu tercengang. terima kasih. beberapa tamu terus memandang ke oYt^n^t»." Kening Thio Han Liong berkerut-kerut "Cu Goan ciang berhati licik dan jahat. lalu menurunkan buntalannya. dia membawa uang begitu banyak. mungkin kelak aku akan membunuhnya." sahut An Lok Kong cu. Tuan Muda. Begitu melihat isi buntalan itu.." Thio Han Liong menghela nafas panjang"semua itu telah berlalu. namun Thio Han Liong tidak memperhatikannya." sahut Thio Han Liong.Tapi-. aku pun amat membenci kaisar.. "Kalau kemalaman sampai di kota itujuga tidak apa-apa. "Te... kita harus mengikutinya. ini masih lebih banyak-" "LebiKnya untukmu saja" sahut An Lok Kong cu. kira-kira beberapa mil terdapat sebuah kota." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala"Terus terang. dan dibukanya dengan perlahan-lahan." ujar Tluo Han Liong. Kalau kita berhasil merampoknya." An Lok Kong Cu tersenyum. "Itu memang tidak salah-. begitu pula terhadap anak pembesar. "Tidak punya hubungan apa-apa. "oh ya." An Lok Kong cu mengangguk. kemudian diberikan kepada pelayan.. margamu Cu." "oh?" Air muka An Lok Kong cu langsung berubah. "Hanya kebetulan akupun marga Cu.. "Ini." bisik salah seorang dari mereka"Aku tidak sangka..

" Aku peringatkan kalian" Thio Han Liong menatap beberapa perampok itu dengan tajam. dan itu membuat An Lok Kong cu tertawa geli"saudara Cu. namun. Pemuda itu tersenyum dingin dan sekonyong-konyong badannya bergerak cepat sambil menggerakkan sepasang tangannya. Tapi kemudian mereka menyerang Thio Han Liong serentak dengan senjata. Di antaranya ada yang terjatuh-jatuh. " Kami perampok" sahut mereka serentak"Maka kalau kalian sayang nyawa. la terpental beberapa depa lalu roboh dan mulutnya mengeluarkan darah"Haah?" Yang lain terkejut bukan main.. "Ilmu silatmu sungguh tinggi" "Tidak juga. Thio Han Liong bergerak cepat menghindari serangan itu." "Terima kasih. ya?" An Lok Kong cu tersenyum dingin. "Kali ini kalian kuampuni cepatlah kalian enyah" Para perampok itu segera pergi. Dada perampok itu terpukul." ucap An Lok Kong cu sambil tersenyum. kemudian secepat kilat balas menyerang menggunakan siauw Lim Liong jiauw Kang." ujar Thio Ha h Liong sambil meng-gelenggelengkan kepala "Dalam rimba persilatan banyak terdapat orang licik dan jahat. sebab ingin pesiar .Ketika ia baru mau menghunus pedangnya. "Kalian tidak takut kepada hukum?" "Kami hanya kenal hukum rimba" sahut orang itu sambil membentak"Engkau jangan banyak omong. jangan cari penyakit" "Hm" dengus orang itu lalu mengeluarkan senjatanya yang berupa sepasang kampak dan mendadak menyerang Thio Han Liong dengan sengit sekali. tinggalkan buntalan itu" "siapa kalian?" tanya Thio Han uong sambil mengerutkan kening. mendadak Thio Han Liong maju dua langkah seraya berkata kepadanya"saudara Cu." Kalau kalian ingin selamat.. saudara Thio. "Ha ha ha" salah seorang dari mereka tertawa gelak. cepat tinggalkan buntalanmu itu?" "oh. engkau diamlah Biarlah aku yang membereskan mereka. Para perampok itu sudah terkapar dengan mulut mengeluarkan darah. "Lebih baik kalian cepat enyah dari sini." sahut Thio Han Liong sambil tersenyum. lalu membentak para perampok itu. Duuuk." "Terima kasih atas nasihatmu. "Aaakh Aaaakh Aaaakh " terdengar suara jeritan. "Aaaakh " jeritnya kesakitan." An Lok Kong cu tersenyum. tinggalkan buntalan itu" "Hmm" dengus An Lok Kong cu."Engkau pernah bermalam di dalam hutan?" "Tidak pernah-" "Kalau begitu " ucapan Thio Han Liong terputus. "Aku tidak akan pulang sekarang.Ternyata Thio Han Liong menyerang mereka dengan ilmu Kiu Im Pek Kut Jiauw"saudara Thio" An Lok Kong cu bertepuk tangan. karena mendadak muncul beberapa orang di hadapannya.. maka lebih baik engkau kembali ke Kotaraja.

Mereka duduk berhadapan di dalam kamar sambil menikmati teh wangi. " Celaka aku" Thio Han Liong menghela nafas panjang." "Itu tempat bordil?" tanya Han Liong. "saudara Cu. "oh ya Malam begini ke mana paling menyenangkan? " "Kalau Tuan-tuan mau bersenang-senang. lagipula aku tidak merasa letih. aku hanya ingin bersamamu. " Engkau boleh bersamaku. "oooh" An Lok Kong cu manggut-manggut. Itu adalah tempat hiburan bagi kaum hartawan dan bangsawan. lebih baik kita bertanya kepada pelayan dimana ada tempat yang indah untuk pesiar?" "Baik-" Mereka berdua meninggalkan kamar itu. maka aku merasa aman pesiar bersamamu. Di sana ada hidangan yang lezat-lezat. "Ayoh. dan juga ada gadis cantik bermain musik sambil bernyanyi dan menari..buntalan yang dibawa An Lok Kong cu tetap tergantung di punggungnyasampai di luar. "Ya-" An Lok Kong cu mengangguk"Engkau tidak mau beristirahat?" tanya Thio Han Liong. aku senang sekali-" "Engkau tidak punya salah. karena arak bisa merusak kesehatan" sahut Thio Han Liong. "Heran" An Lok Kong cu menatapnya.^n Lok Kong cu." sahut An Lok Kong cu sambil menatapnya dengan mata berbinar-binar. sebab aku masih harus menyelesaikan banyak urusan." sahut Thio Han Liong.bersamamu." Pelayan itu memberitahukan." "Eeeh" Thio Han Liong menggaruk kepala." . "Kita kurang paham akan kota Hang Ciu ini. engkau tidak boleh ikut aku. "Tempat apa itu?" "Tempat untuk bersenang-senang. tempat buang uang. paling tepat ke Pek Hoa Louw (Rumah seratus Bunga). "Maka alangkah baiknya kalau kita pergijalan-jalan. Awas kalau nakal. bagaimana kalau kita pergi jalan-jalan sebentar?" "Pergi jalan-jalan?" Thio Han Liong menatapnya." "Aku tidak akan mengganggumu."." "Pek Hoa Louw?" Thio Han Liong mengerutkan kening. "Kok sekarang malah dibebankan padaku?" "sebab engkau berkepandaian tinggi. mari kita berangkat Hari sudah mulai senja-" Thio Han Liong dan An Lok Kong cu bermalam di sebuah penginapan. "Aku belum ng antuk." "Dasar anak manja" Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala... "Aku." sahut An Lok Kong cu. percayalah" ujar . "Tuan-tuan mau ke mana?" tanya pelayan itu. "Mau pergi jalan-jalan. kebetulan mereka berpapasan dengan seorang pelayan. aku akan menjewer telingamu" "Jewerlah sekarang Aku.. tapi tidak boleh nakal. kenapa aku harus menjewermu?" Thio Han Liong tersenyum. "Bukan. aku. "Kenapa engkau jarang minum arak?" "Aku memang jarang minum arak... "Itu merupakan tempat hiburan. "Han Liong.

mari kita berangkat ke tempat hiburan itu" ajak An Lok Kong Cu-.. "saudara Cu.. Kakak Han Liong." "Aku memang tidak pernah tidur bersama perempuan. "Baik-" Thio Han Liong mengangguk. tapi ingat." "Han Liong" potong An Lok Kong cu cepat. sama sekali tidak pernah main perempuan." An Lok Kong cu tertawa. kemudian mereka berdua berangkat ke tempat hiburan itu sambil tertawa-tawa." "Baiklah.. "Ayolah Temani aku ke Pek Hoat Louw" "Aku akan menemanimu ke tempat hiburan itu. "Aku bukan pemuda hidung bCiang." "sama-sama. "Jangan memanggilku saudara Cu.. " Kakak Han Liong. lebih baik panggil aku. Bab 32 Pek Hoa Louw (Rumah seratus Bunga) Pek Hoa Louw (Rumah seratus Bunga) memang merupakan tempat hiburan bagi golongan atas. Kalau engkau berani main perempuan. bukan pemuda romantis. "Engkau tidak boleh main perempuan di tempat itu.. "Yang benar? Masa sih engkau tidak pernah main perempuan? Maksudku tidak pernah tidur bersama perempuan." Thio Han Liong mengangguk"Adik An Lok " "Terima kasih." sahut Thio Han Liong sungguh-sungguh. "Terima kasih atas penjelasanmu.. "Hidungmu memang tidak bCiang kok-" "Eeeeh?" Thio Han Liong terbelalak "suara tawa-mu.." Thio Han Liong menatapnya tajam. "Tahunya cuma bersenang-senang" "Kok sewot sih?" An Lok Kong cu tersenyum geli." An Lok Kong cu tersentak"Aku aku sengaja tertawa begitu" "oooh" Thio Han Liong tersenyum.." ucap pelayan lalu pergi"Han Liong" Wajah An Lok Kong cu berseri-seri"Mari kita pergi ke tempat hiburan itu" "Maaf. Lagipula uangku tidak cukup untuk bersenang-senang di tempat itu" "Han Liong.. Rumah tersebut dibangun dengan biaya besar.. kok mirip sekali dengan suara tawa anak gadis?" "Aku. maka aku tidak mau ke sana. saudara Cu" sahut Thio Han Liong... "Aku tidak akan main perempuan di tempat itu. Terima kasih-" Betapa girangnya An Lok Kong cu.. Tapi bagaimana seandainya engkau yang main perempuan di tempat itu?" "Adik An Lok-" Thio Han Liong memberitahukan. Adik An Lok. " "oh?" An Lok Kong cu tertawa kecil.. "Temanilah aku ke sana" "Dasar anak pembesar" Thio Han Liong bersungut-sungut. "sejak aku berkelana. maka tidak heran kalau begitu indah dan ." An Lok Kong cu tersenyum manis.. "Aku." desak An Lok Kong cu. pasti ku tinggal" "Jangan khawatir."Pelayan" Thio Han Liong tersenyum.

karena ia tidak menyangka rumah hiburan itu sedemikian indah. terbelalaklah Thio Han Liong. Tuan-tuan" ucap salah seorang gadis pelayan rumah hiburan itu. "Terima kasih-" sahut Thio Han Liong sambil duduk. juga terlihat beberapa anak gadis sedang menari sambii bernyanyi. Cukup ramai tempat itu. sampailah.terima kasih atas maksud baikmu." "oh?" Thio Han Liong menatapnya dengan mata tak berkedip"Kalau begitu ayahmu pasti pejabat tinggi dalam istana. telaga buatan dan lain sebagainya-Lentera-lentera yang beraneka bentuk dan warna bersinar remang-remang. tempat tinggalmu di Kotaraja pasti indah sekali" "Betul" An Lok Kong cu mengangguk"Jauh lebih indah dari tempat ini." gadis pelayan itu mengangguk"Hanya untuk Tuan-tuan berdua?" "ya.Di dalamnya terdapat taman bunga.. hanya tampak belasan orang duduk di sana sambil bersulang. "Bukan main indahnya tempat ini" "Menurutku .mewah." "Adik An Lok.mereka di suatu tempat yang ditata indah sekaliDi sana tampak pula sebuah panggung yang tidak begitu tinggi.." Di saat ia baru mau memberitahukan. "sajikan hidangan-hidangan yang paling lezat" jawab An Lok Kong cu. aku mampu membantumu. justru menambah keindahan tempat tersebut. "silakan duduk.. tentunya aku pun tidak mau menjadi pejabat tinggi di dalam istana." " Kakak Han Liong.Di atas panggung itu duduk beberapa anak gadis sedang bermain musik. Begitu memasuki rumah hiburan itu. . terdengar pula suara musik yang menggetarkan kalbu "silakan ke dalam" ucap seorang penjaga sambil memberi hormatsetelah melewati taman bunga dan telaga buatan. lalu berjalan pergi.tinggi dalam istana. tapi bukan main indahnya." sahut An Lok Kong cu sambil menggelengkan kepala"Masih kurang indah-" "Apa?" Thio Han Liong terbelalak " Tempat yang sedemikian indah. ya kan?" "Ya. engkau malah katakan kurang indah? Kalau begitu." An Lok Kong cu mengangguk sambil tersenyum. "Kakak Han Liong." sahut An Lok Kong cu"Permisi" ucap gadis pelayan itu sopan." ucap Thio Han Liong sambil menghela nafas panjang. "Juga sajikan arak wangi" "ya. namun tempat yang di sebelah kanannya agak sepi tapi indah sekali. siapa ayahmu?" tanya An Lok Kong cu cepat. "Adik An Lok" Thio Han Liong menengok ke sana ke mari seraya berkata. seandainya engkau mau menjadi pejabat. "Ayahku. "Tuan-tuan mau pesan makanan dan minuman apa?" tanya gadis pelayan itu. "Ayahku masih tidak mau menjadi kaisar.

" "Hui siang?" tanya An Lok Kong cu." "Tunggu" sahut An Lok Kong cu.mendadak muncul beberapa gadis pelayan menyajikan beberapa macam hidangan dan arak wangi.." "Apa sih?" An Lok Kong cu tetap tidak mengerti. aku tidak boleh duduk. "Silakan duduk" "Apa?" gadis pelayan itu terperanjat. "Engkau berani duduk di sini? Ayoh. kemudian diberikan kepada ke dua keamanan. bahkan sering menaikkan pajak-" "oh" An Lok Kong cu manggut-manggut." ucap Thio Han Liong. bahwa kami yang mengundang gadis ini duduk bersama kami. Hui siang memberitahukan... "Pantas suara tawanya begitu keras sekali Lalu siapa yang duduk bersamanya?" . "Sekarang kalian boleh pergi memberitahukan kepada majikan kalian. Begitu buntalan itu dibuka." "Ya Tuan oh ya Tuan-tuan dari mana?" "Kami dari Kotaraja. "Aku yang menyuruhnya duduk di sini. "Aku yang bertanggung jawab kalau majikanmu marah-" "Ya-" gadis pelayan itu dudukDi saat itulah muncul dua penjaga yang langsung mendekati gadis pelayan itu dengan mata melotot. "Tahukah engkau siapa lelaki gendut yang duduk di tempat sebelah kanan itu?" "Dia adalah pembesar kota ini." "Jangan khawatir" An Lok Kong cu tersenyum. dan kami tidak mau diganggu" "ya. "silakan menikmati" ucap gadis pelayan tadi"Terima kasih. "Berdasarkan peraturan di sini memang tidak boleh. "Kami keamanan di sini. Tuan" ucapnya sambil memberi hormat. An Lok Kong cu mengambil dua puluh tael perak. "oh ya. ke dua keamanan itu terbelalak dengan mulut ternganga lebar. "Maaf tuan. "sama-sama.." "oooh" Ke dua keamanan itu segera pergi. lalu menaruh buntalannya di atas meja. bolehkah kami tahu siapa namamu?" "Namaku Hui siang. cepat bangun" bentak salah seorang penjaga itu.. tapi. sekaligus membukanya. "Kelihatannya mereka minta disogok-" "oooh" An Lok Kong cu tertawa kecil. "Permisi. "Nah" An Lok Kong cu mengibaskan tangannya. "Biasalah" "Maksudmu?" An Lok Kong cu tidak mengerti. itu seraya berkata. "Tuan" Penjaga itu memberitahukan. "Beri tahu kan kepada majikan kalian. Terima kasih Tuan" ucap ke dua keamanan itu serentak sambil membungkuk..bungkukkan badannya." ucap An Lok Kong cu sambil tersenyum lembut." Penjaga itu tersenyum menyengir. "Adik An Lok." bisik Thio Han Liong. "Dia selalu bertindak sewenang-wenang terhadap penduduk kbta. jadi Tuan harus mengerti. dan itu membuat gadis pelayan tersebut menarik nafas lega.Memangnya tidak boleh?" sahut An Lok Kong cu tidak senang. "Terima kasih.

"Kenapa? Tidak boleh ya?" "Boleh sih boleh. "Kenapa engkau tersenyum-senyum? Apa yang menggelikan?" "Menggelikan sih tidak.. besok kami akan ke rumahmu-" "Apa?" Hui siang terbelalak"Tuan-tuan mau ke rumahku?" "ya-" An Lok Kong cu manggut-manggut. tapi. "Kapan engkau pulang?" "subuh-" "Kalau begitu. hartawan itu menyita hasil panen dengan alasan bahwa itu adalah modalnya." jawab Hui siang dengan mata basah"Maka aku terpaksa kerja di sini.." Thio Han Liong tertawa kecil.Karena itu Lie Tayjin menyita sawah ayahku-" "Hmm" dengus An Lok Kong cu"Begitu kejam hartawan dan Lie Tayjin. Tuan-tuan bisa celaka" "oh ya" tanya Thio Han Liong. "Aku hanya merasa kasihan kepadanya. hanya saja. ketika panen.. "Ngmm" An Lok Kong cu manggut-manggut.. "Kelihatannya engkau tertarik sekali pada gadis itu." "Tidak jadi masalah-" An Lok Kong cu tersenyum. Apa kah engkau berniat mengangkatnya menjadi pelayan pribadimu? " "Tentu tidak-" An Lok Kong cu tersenyum.. Akan tetapi.Padahal aku harus mengurusi ayahku yang sudah tua itu.-" Hui siang memberitahukan. " Hui siang menggeleng-gelengkan kepala"Rumahku tidak-karuan." "ya Tuan. sekarang engkau boleh pergi melayani tamu lain.. "Nah." ." "Kalaupun engkau tertarik padanya. Hui siang terisak-isak." Wajah Hui siang langsung berubah"Ja-ngan omong sembarangan. tapi ayahku membutuhkan biaya pengobatan. Alasan Lie Tayjin bahwa ayahku meminjam modal tidak membayar dan harus melunasi dengan hasil panen itu. maka ayahku meminjam modal kepada salah seorang hartawan itu.." "Engkau senang kerja di sini?" tanya An Lok Kong cu mendadak"sebetulnya aku ingin berhenti.Mereka harus memperoleh ganjarannya-" "Tuan." "Hui siang. Betapa gusarnya ayahku. Tentu ayahku tidak senang dan langsung melapor kepada Lie Tayjin (Pembesar Lie) Tapi malah ayahku yang dihukum. "Bagaimana keadaan ayahmu sekarang?" "sejak itu ayahkujatuh sakit. itujuga tidak apa-apa.." Hui siang segera meninggalkan mereka.. di mana rumahmu?" "Rumahku di-. sungguh kejampara hartawan itu" Hui siang memberitahukan lagi sambil menghela nafas panjang. Mereka selalu memeras kaum petani di luar kota. "Eh?" An Lok Kong cu heran. sehingga tanpa sadar terus mencaci hartawan itu dan Lie Tayjin. Karena kekurangan modal. Di saat itulah Thio Han Liong tersenyum-senyum. "Ayahku punya beberapa bidang sawah di pinggir kota."Mereka adalah para hartawan kota ini.

"Jangan menghina ayahku." "omong kosong" An Lok Kong cu cemberut dan wajahnya kemerah-merahan. Ternyata Lie Tayjin menyuruh para petugas keamanan itu mengundang dua gadis penari untuk menemani mereka. sebab ia yakin ia akan memperoleh hadiah berupa uang perak lagi"Aku ingin memborong para gadis penari itu." sahut An Lok Kong cu. aku" "Eeeh?" Thio Han Liong menatapnya dengan mata tak berkedip "Kenapa sikapmu seperti gadis pingitan sih?" "Aku aku " An Lok Kong cu menundukkan wajahnya dalam-dalam. "Kalau engkau mengejekku lagi.. kemudian salah seorang keamanan segera menghampirinya dengan sikap hormat sekali. "Kakak Han Liong. aku. lama sekali barulah mendongak seraya berkata." "simpanan apa?" "Itu. Di saat bersamaan para penari itu berhenti. mari kita bersulang untuk perkenalan yang amat menggembirakan" "Baik. kemudian ia pun melambaikan tangannya. ya?" "Memang iya. aku akan memberi kalian seorang seratus tael perak-" "Hah? seorang seratus tael perak?" Ke dua petugas keamanan itu terperangah. "Anak gadis yang mana?" tanya petugas keamanan itu dengan girang." "Eh?" An Lok Kong cu melotot. Lie Tayjin berbisik-bisik.ujar Thio Han Liong merendahkan suaranya. dan keamanan itu manggutmanggut. kaum gadis simpanan. "Hmm" dengus An Lok Kong cu dingin"Baru jadi pembesar di kota ini sudah berlagak begitu macam" "Adik An Lok" Thio Han Liong tersenyum"Ayah-mu mungkin juga begitu. namun kemudian mereka menggeleng-gelengkan kepala." jawab An Lok Kong cu"Mereka semua harus menemani kami makan dan minum-" "Apa?" Petugas keamanan itu terbelalak"Para gadis itu khusus hanya melayani Lie Tayjin dan para hartawan itu-" "oh?" An Lok Kong cu tersenyum"Kalian bawa para gadis penari itu ke mari. .." sahut An Lok Kong cu. "Aku mau pesan beberapa anak gadis untuk menemani kami makan dan minum.. ayahku tidak begitu macam lho" "OH. "Biasa anak pejabat tinggi dalam istana pasti banyak simpanannya. dan seketika juga ke dua petugas keamanan itu menghampirinya sambil membung-kukbungkukkan badannya"Tuan Muda mau pesan apa?" tanya salah sedrang petugas keamanan itu. laiu mendekati para penari. namun musik tetap mengalun. Tiba-tiba Lie Tayjin melambaikan tangannya.." Thlo Han Liong mengangguk. Mereka berdua lalu bersulang sambil tersenyum.

tapi kemudian tersenyum. kami pasti celaka." gadis penari itu menghela nafas panjang..ya.. "Tugas kalian hanya membawa para gadis penari itu ke mari-" "Itu. tentu kami pun akan memperoleh hadiah kan?" "Tentu.... kemudian berbisik-bisik. "Beliau adalah pembesar kota ini. suka main perempuan atau tidak? setelah para gadis penari itu berada di situ. kan?" "Benar-" Ke dua petugas itu segera berjalan ke panggung. "Maka lebih baik. "Tuan Muda begitu royal." ujar salah seorang petugas keamanan itu sambil tersenyum. pertanda Thio Han Liong bukan lelaki hidung bCiang. "Aku sudah membawa mereka ke mari. dan segera menyerahkan dua ratus tael perak kepada ke dua petugas keamanan itu." "Pokoknya aku yang bertanggung jawab. tidak boleh pergi melayani Lie Tayjini" "Bagaimana kalau Lie Tayjin memanggil kami?" tanya salah seorang gadis penari itu." "oh?" Para gadis penari itu kurang percaya. sesungguhnya ia memanggil para penari itu. Tapi-." tegas An Lok Kong Gu. itu amat menggembirakan An Lok Kong cu." An Lok Kong cu cemberut. "yang penting kalian mau menemani kami makan dan minum. kemudian cepat-cepat pergi dengan wajah berseri-seri"Wuah" seru para gadis penari itu tak tertahan. "Percayalah" An Lok Kong cu tersenyum lagi." An Lok Kong cu tersenyum. kami tidak mau menyusahkan Tuan Muda. jadi tidak ada urusan dengan kita. "Kok diam saja. "Maaf. Tuan Muda" ucap mereka serentak." sahut An Lok Kong cu." "Kalian jangan takut. sedangkan tugas kita cuma membawa para gadis penari itu ke mariBagaimana menurutmu? Tuan Muda itu akan bertanggung jawab.." "Aku yang bertanggung jawab. barulah mereka kembali ke tempat An Lok Kong cu bersama para gadis penari itu "Tuan Muda. setelah berbisik-bisik sejenak dengan para penari."Tapi ada LieTayjin di situ. bagus" An Lok Kong cu manggut-manggut. lalu memandang Thio Han Liong seraya bertanya. tentunya kami bisa celaka.. "Bagus.. Thio Han Liong malah bersikap dingin. "Tolak saja. kalau kami tolak. tentu. ." ujar An Lok Kong cu. "Kita memperoleh seratus tael perak seorang. Kakak Han Liong?" "Aku tidak perlu turut campur kan?" sahut Thio Han Liong dengan bahu terangkat sedikit. "Bagaimana mungkin kami berani menolaknya?" gadis penari itu menggeleng-gelengkan kepala. aku diam." Ke dua petugas keamanan itu saling memandang. tapi dia pasti tidak berani bertingkah di hadapanku. "Walau dia pembesar kota ini. tidak lain hanya ingin mencoba bagaimana sifat Thio Han Liong. "Terima kasih." An Lok Kong cu tersenyum-senyum." " Kakak Han Liong.

sementara di tempat sebelah kanan. dan segeralah petugas keamanan itu menghampirinya. sedangkan Thio Han Liong diam saja dengan sikap dingin"Maaf" Petugas keamanan itu memberi hormat kepada Thio Han Liong dan An Lok Kong cu"Lie Tayjin menyuruhku membawa para gadis penari ini ke tempatnya. "Pokoknya mereka harus ke mari sekarang" "Tayjin...." Petugas keamanan itu serba salah"Engkau mau uang?" tanya An Lok Kong cu mendadak"Tentu mau." sambung yang lain. "Padahal sesungguhnya. "Engkau ke tempat sebelah kiri itu." Petugas keamanan itu cepat-cepat pergi ke tempat An Lok Kong cu.. "Para gadis penari itu khusus hanya untuk melayani kita. "Kedudukan dan derajat Tayjin amat tinggi." "Itu. "Mungkin mereka berdua bukan penduduk kota ini. akhirnya mengangguk"Baiklah" Petugas keamanan itu segera ke tempat yang di sebelah kanan itu. harap Tuan-tuan jangan tersinggung" " Aku justru tersinggung." Petugas keamanan itu menggeleng-geleng-kan kepala." "Tuan.." . "Pokoknya aku melarang mereka ke sana.."jawab petugas keamanan itu sambil tersenyum"Aku akan memberimu seratus tael perak. dan begitu sampai di sana.. terjadilah pembicaraan serius antara para hartawan dengan pembesar Lie." "Pokoknya aku yang bertanggung jawab. tapi . "Engkau harus berusaha agar ke dua gadis penari yang sedang menemani pembesar Lie itu ke mari menemani kami." bisik petugas keamanan itu. setelah itu barulah mereka akan ke mari-" sahut petugas keamanan itu memberitahukan. maka tidak tahu siapa aku" Pembesar Lie melambaikan tangannya memanggil salah seorang petugas. "Ya..." ujar An Lok Kong cu dan berbisik lagi. jangan mempermalukan diri sendiri karena urusan kecil." sahut An Lok Kong cu. "Kok mereka tidak ikut ke mari?" "Para gadis penari itu ingin berbicara sebentar dengan ke dua temannya yang berada di sini. "Tidak bisa" Pembesar Lie mengerutkan kening. "Tayjin ada perintah apa?" tanyanya." bisik An Lok Kong cu. sementara An Lok Kong cu terus bercakap-cakap dengan para gadis penari itu sambil tertawa-tawa. "Aku tidak berani melakukan itu.. "Dua ratus tael perak?" "Dua ratus tael perak?" Petugas keamanan itu terbelalakLama sekali ia mempertimbangkannya. Lie Tayjin bertanya. tapi ke dua pemuda itu." "Hmm" dengus pembesar Lie dengan wajah merah padam saking gusarnya. "siapa ke dua pemuda itu? Kok mereka berani memanggil para gadis penari untuk menemani mereka makan dan minum?" bisik salah seorang hartawan.. Tayjin. suruh para gadis penari itu ke mari" perintah pembesar Lie..

"Kok uangnya begitu banyak. Tuan Muda.Kita adalah kawan." "Ngmm" Lie Tayjin manggut-manggut." sahut Ah sam"Ah seng?" Pemilik Pek Hoa Louw mengerutkan kening. bagus" An Lok Kong cu tersenyum sambil memandang petugas keamanan." ucap petugas keamanan itu dengan wajah berseri. "Eh? Dari mana engkau memperoleh uang itu?" "Dari Tuan Muda itu. "Terima kasih-" "sekarang engkau boleh pergi" ujar An Lok Kong cu"ya. "Terima kasih. Terima kasih." ucapnya sambil membungkuk-bungkukkan badannya. Terima kasih atas kedatangan kalian-" . Tuan Muda. setelah itu barulah mereka ke mari. Tayjin. ia memberi hormat kepada mereka seraya memperkenalkan diri"Aku adalah pemilik Pek Hoa Louw ini. "Engkau telah melaksanakan tugas dengan baik. setelah berada di hadapan An Lok Kong cu dan Thio Han Liong. "Terima kasih. "Dia yang menghadiahkan uang ini kepadamu?" Re-kannya kurang percaya. salah seorang rekannya cepat-cepat menghampirinya dan terbelalak begitu melihat uang itu.la berpapasan dengan seorang lelaki berusia lima puluhan berpakaian mentereng. Tayjin. lalu mengajak ke dua gadis itu ke tempat An Lok Kong cu"Bagus." ujar salah seorang hartawan. maka engkau layak memperoleh hadiah dariku." Petugas keamanan itu menunjuk ke arah An Lok Kong cu. yang ternyata pemilik Pek Hoa Louw itu."Betul." An Lok Kong cu memberikannya dua ratus tael perakDengan tangan agak bergemetar petugas keamanan itu menerima uang tersebut." Rekannya berjalan pergi. "oooh" Rekannya-manggut-manggut. "Engkau jangan bohong" "Aku tidak bohong. "Ternyata begitu. maka rejekiku juga adalah rejekimu-" "Terima kasih. siapa yang memberinya?" "salah seorang tamu yang di tempat bagian kiri" Ah sam menunjuk ke arah An Lok Kong Cu" Engkau kenal tamu itu?" "Tidak-" "Ngmmm" Pemilik Pek Hoa Louw itu manggut-manggut." Petugas keamanan itu memberitahukan tentang itu. "Ah sam" Pemilik Pek Hoa Louw menatapnya"Eh? siapa yang memberimu uang itu?" "Ah seng." ucap rekannya itu "Tidak usah mengucapkan terima kasih-" Petugas keamanan itu tersenyum"Kita adalah kawan senasib. lalu berjalan ke tempat An Lok Kong cu." Petugas keamanan itu segera pergi dengan wajah ceria. bagi aku dikit lho" "Beres-" Petugas keamanan itu amat solider.Engkau memperoleh dua ratus tael perak. la langsung memberi rekannya lima puluh tael perak"Terima kasih. "Biar ke dua gadis penari ini ke sana dulu.

"Pokoknya engkau harus menyuruh para gadis penari itu ke mari Kalau tidak.. aku harus segera pergi menemui Lie Tayjin" "Tuan" ujar An Lok Kong cu." "Haaah ?" Pera hartawan itu semuanya jadi terbelalak"Apakah mereka hartawan dari Kota raja?" "Mungkin-" Pemilik Pek Hoa Louw mengangguk"Aku tidak peduli itu" ujar Lie Tayjin bernada gusar." "Tidak tahu apa?" tanya An Lok Kong cu. Tuan Muda. "Ha ha ha" Pemilik Pek Hoa Louw lalu tertawa gelak"Kalian berasal dari mana? Bolehkah aku tahu?" "Kotaraja-" "oh?" Pemilik Pek Hoa Louw tersentak"Kalian bukan penduduk kota ini.."sama-sama." "Apa?" Pemilik Pek Hoa Louw terbelalak"Engkau akan memberi mereka lima tael emas seorang?" "Ya-" An Lok Kong cu membuka buntalannya"Ini uangku. Di saat bersamaan.buntalan itu berisi ribuan tael perak dan emas. mereka membawa ribuan tael perak dan emas. seorang lima tael emas. karena setiap kati bersenang-senang di sana. "Suruh dia jangan macam-macam terhadapku" "ya. "Hmm" dengus LieTayjin"Tentunya engkau tahu para gadis penari itu hanya boleh melayani kami. ia langsung me-nudingnya seraya membentak"Bagaimana engkau? Kenapa tidak kau suruh para gadis penari itu ke mari menemani kami?" "Mereka." "Hmm" dengus An Lok Kong cu dingin"Lie Tayjin" itu apa? Aku justru senang ditemani para gadis penari ini. " Ke dua tamu itu berasal dari Kota raja." sahut An Lok Kong cu tanpa balas memberi hormat." sahut pemitik Pek Hoa Louw sambil memberi hormat. "Para gadis penari ini khusus hanya melayani Lie Tayjin dan para hartawan kota ini.. pantas tidak tahu-.. para gadis pemain musik." Pemilik Pek Hoa Louw segera pergi menemui Lie Tayjin sementara Lie Tayjin tampak gusar sekali. kemudian berbisikbisik"Tuan Besar dipanggil LieTayjin-" Pemitik Pek Hoa Louw mengangguk. Begitu pemilik Pek Hoa Louw mendekatinya. sesungguhnya ia amat membenci pembesar itu. bahkan juga tidak pernah memberi hadiah kepada para gadis penari. "Maaf. Apabila perlu Pek Hoa Louw ini akan kubeli-" "Tuan Muda -" Pemilik Pek Hoa Louw ini langsung memanggilnya demikian. suatu jumlah yang amat besar. pembesar tersebut tidak pernah membayar. tampak seorang petugas keamanan menghampiri pemilik Pek Hoa Louw itu. . Aku akan memberi mereka hadiah. dan sikapnya pun berubah hormat sekali. kalian.. tidak boleh melayani tamu lain" "Tapi-" Pemilik Pek Hoa Louw memberitahukan. aku akan segel Pek Hoa Louw ini" "Apa?" Wajah pemilik Pek Hoa Louw langsung berubah pucat pias. lalu berkata kepada An Lok Kong cu sambil tersenyum. dan para petugas keamanan.. mereka sedang menemani ke dua tamu itu.

"Kenapa nafas Tuan Besar ngos-ngosan sih?" "Kalian. Lie Tayjin menghendaki mereka ke sana.. sehingga membuat para gadis penari itu tertawa geli"Ada apa.ri ke tempat Thio Han Liong dan An Lok Kong Cu sampai di tempat itu.. "Biar kami ke sana menemaninya.. "Aduuuh Celaka. "Tuan Muda punya hubungan apa dengan dia?" "Kami boleh dikatakan saudara." sahut Thio Han Liong sambil tersenyum. maka.. sementara An Lok Kong cu sudah berada di hadapan Lie Tayjin. kalian lihat saja" sahut Thio Han Liong serius dan menambahkan." "Ba baik-" Pemilik Pek Hoa Louw bvtarUla. Tuan Besar?" tanya salah seorang gadis penari itu sambil tertawa cekikikan. "Kurang ajar" bentak Lie Tayjin gusar"Engkau berani tidak memberi hormat kepadaku?" "Hmm" dengus An Lok Kong cu dingin"Engkau cuma pembesar di kota ini. "saudaraku itu datang dari istana di Kota-raja. Pemilik Pek Hoa Louw dan para gadis penari ilu terbelalak." "Tidak bisa" sahut An Lok Kong cu. nafasnya terengah-engah. Pemilik Pek Hoa Louw menarik nafas dalam-dalam. ...." "Ayoh" bentak Lie Tayjin"Cepat panggil para gadis penari itu ke mari Kalau tidak». tapi berani bertingkah di hadapanku? Ayoh. "Tuan Muda.. setelah itu barulah menjawab dengan setengah memohon.... sebetulnya siapa dia? Bolehkah Tuan Muda memberitahukan?" tanya pemilik Pek Hoa Louw.Namun ia tidak memberi hormat kepada pembesar itu. lalu berteriak memanggil para petugas keamanan. cepat berlutut" "Apa? Engkau." "Hmm" dengus An Lok Kong cu dingin"Biar aku yang menemui bandot tua itu" "Tuan Muda.." ujar salah seorang gadis penari. lalu berjalan ke tempat itu. kalian. "Tuan Muda. agar Tuan Muda tidak ditangkap." "Hah?" Menggigillah pemilik Pek Hoa Louw." "oh?" An Lok Kong cu tertawa dingin"Engkau takut dia menyegel Pek Hoa Louw ini. untung dia tidak bersikap kurang ajar terhadap pemuda itu. kemudian pemilik Pek Hoa Louw itu bertanya kepada Thio Han Liong." "Bandot tua itu berani menangkapku? Apakah dia tidak menyayangi kepalanya lagi?" sahut An Lok Kong cu. kalau mereka tidak ke sana menemui Lie Tayjin."Itu. "Pokoknya Lie Tayjin ketemu batunya malam ini. maka beliau akan menyegel Pek Hoa Louw ini." keluh pemilik Pek Hoa Louw.. "Kenapa mereka?" tanya An Lok Kong cu.. "Tuan Muda." Pemilik Pek Hoa Louw tidak dapat metanjutkan ucapannya karena nafasnya masih tersengalsengal. "TuanMuda.." Lie Tayjin melotot.. tapi tidak takut aku akan menyita Pek Hoa Louw ini kalau engkau berani menyuruh para gadis penari ini ke sana?" "Hah? Apa?" Pemilik Pek Hoa Louw terbelalak. Aku aku harap Tuan Muda jangan menyulitkan diriku.

kemudian berbisik "Engkau tidak boleh membocorkan identitasku." "Rasakan" sahut yang lainnya sambil tertawa cekikikan.. bilang saja aku dari istana" "Ya. "sebelum kusuruh. "Bagaimana perlakuan pemilik Pek Hoa Louw ini terhadap kalian?" .. " Kalau sampai terdengar oleh LieTauj-jin " "Mau apa dia?" sahut An Lok Kong cu. kalian tidak boleh bangun" tegas An Lok Kong cu." Ketika Lie Tayjin baru mau mencaci mereka." "Diam" bentak An Lok Kong cu." sekujur badan Lie Tayjin langsung menggigil dan cepat-cepat ia menjatuhkan diri berlutut di hadapan An Lok Kong cu..a. bukan pengawal Tayjin. "Dia dia -" sementara sambil tersenyum-senyum An Lok Kong cu duduk disisi Thio Han Liong.. segeralah para hartawan itu berlutut.. sedangkan An Lok Kong cu tersenyum-senyum. "Hi hi hi" salah seorang gadis penari tertawa geli"Lie Tayjin dan Para hartawan itu masih berlutut di situ. mendadak Ah Lok Kong cu mendekatinya. maka kita harus menuruti perintahnya. "Cepat suruh para hartawan itu berlutut" ujar An Lok Kong cu. "Lie Tayjin sering menyiksa orang. lalu kembali ke tempatnya. "Ha.. "Cepat kalian berlutut" bentak Lie Tayjin dengan wajah pucat pias"Cepaat" Menyaksikan air muka Lie Tayjin." Lie Tayjin manggut-manggut lagi. kemudian memandang para gadis itu seraya bertanya.a. yaitu sebuah giok yang berukir sepasang naga. sebetulnya siapa pemuda itu? Kenapa kami dan Tayjin harus menuruti perintahnya?" "Dia adalah. sekaligus memperlihatkan sua tu benda kepadanya. "Kami adalah petugas keamanan di sini. Pek Hoa Louw dan para gadis penari memandangnya dengan mata terbelalak dan mulut ternganga lebar. "Kalau mereka bertanya tentang diriku. "Lie Tayjin. malam ini dia dapat ganjarannya." Lie Tayjin menghela nafas panjang. "Apa? Kami juga harus ikut berlutut?" Para hartawan itu tercengang. "Ampunilah hamba Kong.. kemudian menyuruh para hartawan itu berlutut.H Engkau adalah-.. "Maaf." "Hah?" Para hartawan itu terkejut bukan main. Agar leher kita tidak putus. sedang kan pemilik." "Kalian jangan bicara sembarangan" tegur pemilik Pek Hoa Louw. maaf" ucap pemilik Pek Hoa Louw sambil memberi hormat."cepat kalian tangkap dia" "Maaf" sahut satah seorang petugas keamanan yang telah menerima hadiah dari An Lok Kong cu. kalau kepalamu masih mau menempel di lehermu" "ya-" Lie Tayjin manggut-manggut. "Dia dari istana. An Lok Kong cu tersenyum. maka kami tidak berhak menangkapnya." " Kalian.

Di saat itu Lie Tayjin sudah datang menghadap dengan cara berlutut di hadapan An Lok Kong cu." "oh. hamba tidak mengenalnya" "Engkau yang menyita sawah ayahnya. "Panggilkan gadis penyanyi yang tadi menemani kami" sahut An Lok Kong cu." Pemilik Pek Hoa Louw mengangguk. Tuan Muda Ampun."Cukup baik. "Tapi sangat pelit terhadap kami. "Maaf." "Jangan khawatir" An Lok Kong cu tersenyum... "Tuan Muda." "Oooo" An Lok Kong cu manggut-manggut. "Tuan Muda. "Ampunilah hamba " An Lok Kong cu diam saja. cepatlah panggil dia ke mari" "Ya... "Dia tidak berani menghukummu. Tuan Muda.. "Pembesar inikah yang menyita sawah ayahmu?" "ya. "Tuan Muda ada perintah apa?" tanya Lie Tayjin dengan suara bergemetar-gemetar. maka.. "Lie Tayjin ini amat jahat. ya?" An Lok Kong cu langsung menatap pemilik Pek Hoa Louw"Betul. Tuan Muda..." ujar An Lok Kong cu sambil tersenyum." "Aku harus menghukum mereka agar mereka kapok.. "ya. "Kadang-kadang aku memang agak pelit." Petugas keamanan itu segera pergi memanggil gadis tersebut." sahut salah seorang gadis penari itu. "Sekarang panggillah Lie Tayjin ke mari" "Apa?" Air muka pemilik Pek Hoa Louw langsung berubah"Aku ." tanya An Lok Kong cu..." Lie Tayjin cepat-cepat membenturkan kepalanya di lantai beberapa kali. "Adik An Lok. lalu memperhatikan Hui siang dan menggelengkan kepala. Thio Han Liong tidak menyahut... sebab Lie Tayjin danpara hartawan itu sering tidak bayar. bagaimana kalau kau penggal kepalanya?" "Hmm" dengus Thio Han Liong dingin." Pemilik Pek Hoa Louw segera pergi memanggil Lie Tayjin." Gadis itu memberi hormat. "Engkau. "Akan ku-cincang dia" "Ampun." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala." Hui siang mengangguk-~ "Dongakkan kepalamu" bentak An Lok Kong cu kepada Lie Tayjin"Engkau kenal gadis ini?" Lie Tayjin mendongakkan kepala.. apa yang harus kukerjakan?" tanya petugas keamanan itu dengan sopan sekali.." Lie Tayjin menundukkan kepala"Hamba akan segera mengembalikan sawah itu kepada . kemudian memangil salah satu petugas keamanan. "Hui siang. "Kakak Han Liong" An Lok Kong cu memandangnya seraya bertanya. kok sudah lupa sekarang?" "Hamba.

Tuan Muda. "Hmm" dengus An Lok Kong Cu." ucap mereka serentak. "Engkau harus mengganti kerugian ayah Hui Siang" tegas An Lok Kong cu. kalian harus membantu kaum petani dengan modal secukupnya tanpa harus membayar bunga Kalau kalian tidak menuruti perkataanku ini. putri kesayangan kaisar. "Dia An Lok Kong cu. "Ampun. "Terima kasih. tapi suruh para hartawan itu ke mari" ujar An Lok Kong cu.." "Haaah ?" Tara hartawan itu nyaris pingsan seketika. " An Lok Kong cu menatap mereka satu persatu... la menghitung kira-kira berjumlah seribu tael . engkau pasti dipecat dan dihukum" "Ya." "Aku pasti penggal kepala kalian dengan pedang pusaka istana" sambung Thio Han Liong. "Sebetulnya siapa pemuda itu?" "Aku akan beritahukan." Lie Tayjin mengangguk lagi. agar para hartawan itu segera pergi"ya. Tuan Muda. Tuan Muda Ampun. "uang yang kalian bawa itu harus ditaruh di sini semua" "ya. Bahkan ada yang langsung berlutut di hadapan Thio Han Liong. "Sekarang engkau boleh kembali ke tempatmu.. hamba mohon diri" Lie Tayjin kembali ke tempatnya. kepala kalian pasti terpisah dengan leher" sahut Lie Tayjin dan memberitahukan. tapi kalian harus menjaga rahasia. "Hamba. Sampai di hadapan An Lok Kong cu.Lalu duduk dan menarik nafas lega. sebab esok siang kami akan ke rumahnya" "ya-" Lie Tayjin mengangguk. ya. "Esok pagi engkau harus mengantar lima ratus tael perak ke rumahnya Kalau tidak. lalu menyuruh para hartawan itu menghadap An Lok Kong Cu." ucap para hartawan itu memohon. "Sekarang kalian boleh pergi-" An Lok Kong cu mengibaskan tangannya.. "Siapa diantara kalian yang pernah menyita hasil panen orangtua Hui Siang?" tanya An Lok Kong Cu. Dengan hati kebat-kebit para hartawan itu menghadap An Lok Kong cu.Kemudian salah seorang dari mereka bertanya kepada Lie Tayjin.ayahnya. Kalau tidak.." "ya.." sahut para hartawan itu. "Nah sekarang. sementara An Lok Kong cu memandang uang perak yang di atas meja."Mulai sekarang kalau engkau masih berani bertindak sewenang-wenang terhadap rakyat. Tuan Muda-" Para hartawan itu segera kembali ke tempatnya. "Bangunlah" ujar An Lok Kong cu sambil menatap mereka dengan dingin. "Tuan Muda jangan penggal kepalaku" "Hmm" dengus Thio Han Liong. hamba berjanji" "Baik-" An Lok Kong cu manggut-manggut"Harus dikembalikan esok pagi. "Kalian selalu memeras kaum petani. mereka pun berlutut. maka mulai sekarang." sahut seorang hartawan yang berperut gendut. "Ya. lalu mengeluarkan uang masing-masing dan ditaruh di atas meja.." Hartawan gendut itu manggut-manggut.

" " Kalau begitu. "Bagaimana kalau Tuan Muda bermalam di sini saja?" "itu. bahkan juga terlampau menghamburkan uang." "ya. "Engkau amat tampan." ujar An Lok Kong cu sambil tersenyum lembut. "Perlukah kami ke kamar menemani kalian?" "Apabila perlu. "AyoW." Thio Han Liong mengangguk. Tuan Muda merasa cocok?" "Boleh juga." An Lok Kong cu manggut-manggut.. Kakak Han Liong. pemain musik dan para gadis pelayan" "ya." "Kenapa aku. lebih baik pergunakan uangmu itu untuk menolong fakir miskin. "Engkau terlampau romantis. mari ikut aku ke dalam" ajak pemilik Pek Hoa Louw. Tuan Muda" Pemilik Pek Hoa Louw mengangguk"baiklah-" An Lok Kong cu bangkit berdiri sambil memandang Thio Han Liong. "Aaaah " Thio Han Liong menghela nafas panjang." tanya salah seorang gadis penari. sambil menengok ke sana kemari. Thio Han Liong menutup pintu kamar sambil menggelenggeleng kan kepala. pasti ada orang memanggil kalian. "Adik An Lok.. engkau. "Bagaimana?" Terserah engkau. itu agar mereka tidak mendekatiku-" "oh?" An Lok Kong cu tertawa kecil"Bukankah enak sekali dikerumuni kaum gadis?" .. Tuan Muda. kemudian berkata kepada pemilik Pek Hoa Louw." sahut Thio Han Liong." sahut An Lok Kong cu sambil tersenyum." An Lok Kong cu mengangguk"Terus terang" kata Thio Han Liong sambil memandangnya"Daripada untuk berfoya-foya begitu. "Kami akan bermalam di sini. "Tuan Muda. itu lebih tepat-" "Pokoknya Kakak Han Liong bilang apa. "Engkau harus berubah. aku pasti menurut. Kakak Han Liong?" tanya An Lok Kong cu sambil duduk di hadapannya dan menatapnya dengan mata berbinar-binar. "Maaf" ujar pemilik Pek Hoa Louw. "sekarang engkau boleh pergi..." An Lok Kong Cu memandang Thio Han Liong." sahut Thio Han Liong sambil mengerutkan kening. tentunya banyak gadis yang jatuh cinta kepadamu-" "Aku -" Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala"Justru bersikap dingin terhadap kaum gadis. "Bagaimana kamar ini." Pemilik Pek Hoa Louw segera meninggalkan mereka. entah berapa banyak gadis akan tergila-gila kepadamu" "Engkau pun amat tampan. kemudian memanggil pemilik Pek Hoa Louw"Tuan Muda ada perintah apa?" tanya pemilik Pek Hoa Louw cepat "Bagi-bagikanlah uang ini kepada para gadis penari. lalu mCiangkah ke dalam..perak. "Baiklah-" An Lok Kong cu manggut-manggut. mari kita kembali ke penginapan" "Baik. Tak lama mereka sudah sampai di depan sebuah kamarPemilik Pek Hoa Louw membuka pintu kamar itu seraya bertanya. tidak baik begitu" "ya.

aku mau tidur di kursi" "Kakak Han Liong" An Lok Kong cu tersenyum"Engkau tidur di ranjang . lalu berdiri di feadapan Thio Han Liong sambil memandangnya dengan penuh perhatian. "Dasar anak nakal" gumam Thio Han Liong sambil tersenyum "Dalam tidur pun tetap nakal membuat selimut merosot ke bawah-" Thio Han Liong menarik selimut itu menutupi badan An Lok Kong cu. kemudian perlahan-lahan ia mendekati An Lok Kong cu. selimut yang menutupi An Lok Kong cu itu agak merosot ke bawahThio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala." sahut Thio Han Liong. Thio Han Liong tersenyum-senyum.. segeralah Thio Han Liong bangkit berdiri "Aku. aku bangun kesiangan. Kakak Han Liong.. sebab Thio Han Liong masih dalam keadaan tidur di kursiAn Lok Kong cu mendekatinya. kebetulan mengarah pada An Lok Kong cu. maka aku tidak berani membangunkanmu.» An Lok Kong cu mengangguk "oh ya» Thio Han Liong memandangnya"Engkau tidurlah di tempat tidur. "Masuklah" ucap Thio Han Liong. karena engkau masih pulas. gadis-gadis pelayan itu masuk.. namun ia tidak berani bergerak karena tahu Thio Han Liong sedang mendekatinya. ia tidak berani menimbulkan suara. An Lok Kong Cu tersenyum. kemudian mohon diri "Hahaha" Thio Han Liong tertawa.. saat itulah pemuda itu mendadak membuka matan Begitu melihat An Lok Kong cu berdiri di hadapannya. "Aku pun baru bangun. Betapa terharunya An Lok Kong cu. Ah Lok Kong cu belum puas ia terus melirik ke arah Thio Han Liong dengan hati berdebar-debar anehEntah berapa lama kemudian. lalu membaringkan dirinya ke tempat tidur. "Kami mengantar sarapan untuk Tuan Muda" Thio Han Liong membuka pintu. ." Mendadak dari luar terdengar suara ketukan pintu. "siapa?" "Pelayan" Terdengar suara sahutan dari luar. karena tidak menyangka Thio Han Liong begitu baik terhadapnya."Tapi aku bukan engkau yang senang dikerumuni kaum gadis. Perlahan-lahan An Lok Kong cu turun dari tempat tidur. "Adik An Lok. biar aku yang tidur di kursi. sekarang sudah mulai membantah-" "Lupa." An Lok Kong cu tertawa kecil. Malta bersemilah cintanya terhadap pemuda itu.. menaruh semua hidangan dan arak wangi ke atas meja.sifat burukmu itu harus dibuang jauh-jauh. "Tadi engkau bilang mau menuruti semua perkataanku." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala." "ya. tampak beberapa gadis pelayan berdiri dengan membawa berbagai macam hidangan dan arak wangi.." "Kok bandel " Thio Han Liong melotot. mendadak Thio Han Liong membuka matanya. kemudian memejamkan matanya.Kebetulan An Lok Kong cu terjaga dari tidurnya. kemudian kembali ke tempat duduknya.

" "Ayah dan ibumu tinggal di mana sekarang?" "Dipulau Hong Hoang to. maka. "Kakak Han Liong." ujar An Lok Kong cu seusai Thio Han Liong menutur. "Maka ayah dan ibuku meninggalkan Tionggoan. hingga saat . "Kakak Han Liong. "Ayahmu adalah pejabat tinggi dalam istana. "Kaisar adalah mantan bawahan ayahmu? siapa ayahmu?" "Ayahku bernama Thio Bu Ki.. hidangan di sini masih kalah hebat dibandingkan dengan yang di dalam istana." "Tentu." "Haaah-. berarti aku akan membunuh cu goan Ciang-" Wajah An Lok Kong cu tampak muram. Tentunya tahu betapa jahat dan liciknya Cu goan Dang itu. "Kenapa ayahmu melarangmu membunuh kaisar itu?" "Ayahku bilang.. Cu Goan ciang mengutus sembilan Dhalai Lhama dan puluhan pengawal istana menyerbu kepulauan Hong Hoang to itu.-" Thio Han Liong menutur kejadian itu berdasarkan apa yang di dengar dari ayahnya.. maka belasan tahun lalu.. kalau aku membunuh Cu goan ciang." "Apa?" Terbelalak An Lok Kong cu. untuk sementara ini aku belum bisa. dia adalah bawahan ayahku."Pemilik Pek Hoa Louw ini sungguh menghormati kita. padahal.." An Lok Kong cu memberitahukan. mari kita makan. sesungguhnya ayahku tidak mau jadi kaisar. tentu akan membuat rakyat menderita. Hidangan-hidangan itu tampaknya memang lezat sekali." "Ayahmu kenal ayahku?" "Kenal" An Lok Kong cu mengangguk"Kalau ayahmu ingin menjadi pejabat tinggi di istana." ujar Thio Han Liong dan menambahkan. "Aku tidak menyangka sama sekali. Thio Han Liong terus memuji akan kelezatan semua hidangan tersebut "Kakak Han Liong. "Akan tetapi ayahku melarangku membunuh cu goan ciang. engkau adalah putra Thio Bu Ki yang amat kesohor itu. oleh karena itu.terima kasih atas ajakanmu." An Lok Kong cu terkejut bukan main." Mereka mulai makan. damai dan bahagia dipulau itu." "oh?" An Lok Kong cu tersentak"Lalu bagaimana?" "Ayah dan ibuku terluka. bahkan wajah mereka rusak terbakar oleh api Liak Hwee Tan. An Lok Kong cu mendengarkan dengan penuh perhatian. "Tapi Cu Goan Ciang khawatir ayahku akan jadi kaisar..." "oh?" Tercengang An Lok Kong cu. "oleh karena itu. "Kenapa engkau begitu membenci kaisar?" "Sebab " Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. "Bagaimana engkau ikut aku ke istana?" "Adik An Lok.Mereka hidup tenang." An Lok Kong cu tersenyum. tapi kalau aku ke istana." "Ayahku tidak mau" Thio Han Liong menghela nafas panjang." ujar Thio Han Liong memberitahukan. Tapi Cu Goan ciang masih khawatir ayahku akan merebut tahta kerajaan. aku benci sekali pada Cu goan ciang.

.ini aku belum ke istana membunuh kaisar.. maka tidak bisa bangun untuk memberi hormat-" "Tidak apa-apa. lalu menghela nafas panjang." tanya An Lok Kong cu. "Kami harus melanjutkan perjalanan.. kami sungguh berterima kasih kepada Tuan Muda. mereka sudah tiba di rumah tersebut. Kami." sahut An Lok Kong cu sambil melangkah ke dalam. Dia ke mari untuk mengganti rugi. "Tuan Muda." An Lok Kong cu ingin mengatakan sesuatu. "Kalau tiada bantuan dari Tuan Muda.. "silakan duduk" ucap Hui siang.. Terima kasih atas kebaikan Tuan terhadap kami" "Ha hal" Pemilik Pek Hoat Louw tertawa. Begitu pula hartawan yang menyita hasil panen sawah ayahku. entah bagaimana nasib kami" "Hui siang." Thio Han Liong menjelaskan. yang merupakan sebuah gubuk.. "Tuan Muda" Hui siang memberitahukan." An Lok Kong Cu tersenyum." Hui siang menyambut kedatangan mereka dengan wajah berseri-seri"Silakan masuk" "Terima kasih. "Aku yang harus berterima kasih pada kalian. "Nginap saja beberapa malam.. namun dibatalkannya. jangan lupa mampir" " ya. "Apakah Lie Tayjin sudah mengembalikan sawah itu kepada ayahmu?" "sudah." ujar Thio Han Liong sambil memberi hormat kepada orangtua itu. Berselang beberapa saat kemudian. Hui siang memang gadis yang berbakti" "Aaah. "Terima kasih " ujar orangtua itu dengan suara lemah"Terima kasih -" "Paman" Thio Han Liong tersenyum"Tidak usah berterima kasih kepada kami. Kalau kalian ke mari lagi kelak." "Maaf" sahut Thio Han Liong. "Ini adalah ayahku. An Lok Kong cu dan Thio Han Liong mengangguk lalu duduk...la mengantar Thio Han Liong dan An Lok Kong cu sampai di luar. Thio Han Liong dan An Lok Kong cu langsung menuju rumah Hui siang. pokoknya gratis. Thio Han Liong mengikutinya dari belakang. mereka berpamit pada pemilik Pek Hoat Louw. aku pun harus membuat perhitungan dengan para Dhalai Lhama itu. ... "Kalian sudah mau pergi?" Pemilik Pek Hoat Louw ingin menahan mereka.Karena masih sakit." orangtua itu menghela nafas panjang." Hui siang mengangguk"Pagi-pagi sekali Lie Tayjin sudah mengutus seseorang ke mari." Thio Han Liong mengangguk"sampaijumpa. "selain itu.Mereka melihat seorangtua berbaring di tempat tidur.Tak seberapa lama kemudian... Tuan" "Selamat jalan" sahut pemilik Pek Hoat Louw. yang berada di ujung kota. senyumannya yang amat menawan hati itu membuat wajah Hui siang langsung kemerah-merahan dan tampak tersipu." "Kakak Han Liong.

." An Lok Kong cu tersenyum. Engkau jangan salah paham" "Tuan Muda." sahut Thio Han Liong sambil menggelenggelengkan kepala. "Tapi engkau baik sekali terhadap diriku." "Engkau adalah anak laki-laki seperti aku. tak mungkin aku akan jatuh cinta kepadanya. Kakak Han Liong. "sampai jumpa. tentunya gadis itu tidak pantas menjadi pasanganmu.." "Aaaah " Hui siang menghela nafas panjang. "gadis itu yang merasa berat berpisah denganmu. secara tidak langsung engkau telah membuat gadis itu patah hati. Hui siang" An Lok Kong cu menatapnya sejenak. " Kakak Han Liong" An Lok Kong cu tercengang. kami akan ke mari lagi menengokmu. mungkin juga mereka merasa sakit hati padamu." "oh. lagi pula engkau melancong seorang diri." Mata Hui siang tampak mulai berkaca-kaca. lalu mCiangkah pergi dan diikuti Thio Han Liong dari belakang.. "Tuan Muda. "Kakak Han Liong. Bagaimana mungkin Tuan Muda akan ke mari menengok aku lagi? Itu tidak mungkin. . maka kami berpamit sekarang. lain kali jangan begitu baik terhadap kaum gadis" "Harus bersikap dingin seperti engkau?" tanya An Lok Kong cu sambil tertawa kecil." "Bukan karena itu. "Terima kasih.. "Sebelumnya aku pun bersikap sepertimu. "Barang kali karena rumah ini gubuk maka Tuan Muda tidak betah di sini. otomatis membuat mereka patah hati. jadi tidak bisa lama-lama di sini. maka aku harus menemanimu sekalian melindungimu" ujar Thio Han Liong. selamat jalan.. "oleh karena itu. "Kami harus memburu waktu melanjutkan perjalanan.. ya?" An Lok Kong cu tersenyum seraya berkata." An Lok Kong cu tersenyum.. "Aku tahu." ucap Hui siang dengan air mata berderai-derai." "oooh" An Lok Kong cu manggut-manggut. Tuan Muda cuma menghibur." Wajah An Lok Kong CU berseri." "Hui siang.. " Kapan ada kesempatan.." sahut Thio Han Liong sungguh-sungguh "Lho? Memangnya kenapa?" "Adik An Lok" Thio Han Liong menatapnya seraya berkata." "Engkau adalah putra pejabat tinggi dalam istana. "Hui siang" An Lok Kong cu memegang bahunya. maka aku harus menjauhi mereka. "Kenapa engkau menghela nafas panjang? Apakah merasa berat berpisah dengan gadis itu?" "Adik An Lok.. "Lebih baik bersikap dingin daripada bersikap hangat."Lie Tayjin dan hartawan itu telah menepati janji." ujar Thio Han Liong dan menambahkan." "Tuan Muda" Wajah Hui siang langsung berubah murung. "Aaaah--" Thio Han Liong menghela nafas panjang setelah meninggalkan rumah Hui siang. dan banyak gadis mendekatiku karena mengira aku jatuh hati pada mereka.. kemudian berpamit kepada Hui siang dan ayahnya.

" "Aku. "Jadi Kwee In Loan berhasil melukaimu?" "ya. akhirnya saling mencinta. "Adik An Lok" Thio Han Liong tersenyum. namanya siang Koan It Hang. "Dia-. "Ketika nenek dikeroyok para penjahat. "Hubungan kami kian hari kian bertambah akrab. "" Tanpa sadar An Lok Kong cu mem-bantingbanting kaki. "sebelum kenal kakekmu." "Kakak Han Liong.. "Engkau.." " nenek kenal Hiat mo itu?" "Kenal." "Kenapa aku?".. tentunya aku akan menjauhimu.. la duduk di hadapan biarawati tua itu. kami berkenalan." -ooo00000ooooBab 33 Lam Hai Lo Ni (Biarawati Tua Laut selatan) Yo Sian Sian sudah tiba di tempat tinggal Lam Hai Lo Ni yang terletak di laut selatan." sahut Thio Han Liong sambil tersenyum. "Hiat Mo yang mengajarkannya ilmu itu." "Apa?" Lam Hai Lo Ni tampak terkejut. mendadak muncul seorang pemuda berpakaian serba merah membantu neneksungguh sadis pemuda berpakaian merah itu." . "Engkau sungguh mirip anak gadis. nenek sudah kenal Hiat Mo itu" "oh?" yo sian sian terperangah.. Kelihatannya ia sedang mengenang masa lalunya. "Pada waktu itu nenek masih muda. "Ternyata dia berasal dari Kwan Gwa. "Engkau jahat sekali" "Ha ha ha" Thio Han Liong tertawa gelak." ujar Lam Hai Lo Ni dengan mata memandang jauh ke depan. sebab Lam Hai Lo Ni tidak pernah menceritakannya." tanya An Lok Kong cu mendadak"seandainya aku seorang gadis. Nenek pun memberitahukan nama nenek. baru berkelana di rimba persilatan.."Engkau sungguh baik hati terhadapku. aku. aku tidak akan melupakanmu selamanya." sahut Lam Hai Lo Ni dan melanjutkan." "Lalu bagaimana?" tanya yo sian sian tertarik.. Nenek-" yo sian sian mengangguk.." An Lok Kong cu menundukkan kepala. suka cemberut dan sekarang malah membanting-banting kaki.. sebab kita sudah seperti saudara kandung. sedangkan biarawati tua itu terus memandangnya." Lam Hai Lo Ni manggut-manggut. Nenek-" yo sian sian memberitahukan.. karena dia telah berhasil menguasai ilmu Hiat Mo Ciang... "Kini dia telah memiliki ilmu Hiat Mo Ciang?" "ya." "Aku pun tidak akan melupakanmu selamanya. dan sejak itu kami menjadi kawan. dia membantai habis para penjahat tersebut setelah itu." "Hiat Mo Hiat Mo-. "Mari kita melanjutkan perjalanan ke gunung Bu Tong pemandangan di sana amat indah menakjubkan.. "Kini kepandaiannya sudah tinggi sekali. apakah engkau akan sedemikian baik terhadapku?" "Kalau engkau seorang gadis." gumam Lam Hai Lo Ni dengan kening berjeerut-kerut. "Engkau.

. "oleh karena itu." ujar Lam Hai Lo Ni sambil menggeleng-gelengkan kepala." "oh?" "Sian Sian" Lam Hai Lo Ni menatapnya. "oh ya. malah menikah dengan kakek?" "Aaaah " Lam Hai Lo Ni menghela nafas panjang." jawab Lam Hai Lo Ni memberitahukan. "Kemungkinan besar dia akan menimbulkan bencana dalam rimba persilatan..."oh?" yo sian sian terbelalak. Tidak tahunya. ternyata sebuah tusuk konde.. sebab amat berguna bagimu kelak" "ya. "Simpan baik-baik tusuk konde itu.aku justru tidak mengerti kenapa Hiat Mo bersedia mengajar Kwee In Loan ilmu Hiat Mo Kang? Apakah ada sesuatu di balik itu?" "Hiat Mo amat licik dan banyak akal busuknya... perlihatkan tusuk rambut ini kepadanya Nenek yakin dia masih menghargai benda ini. Nenek. "Nenek akan mengajarmu Thian Sin ci (Ilmu jari Sakti Langit)" "Terima kasih. apakah ilmu Thian sin ci dapat mengalahkan ilmu Hiat Mo Ciang itu?" "Ke dua ilmu itu sama lihay dan ganas. dan akan menuruti satu permintaanmu." "Nenek." Dengan penuh keheranan yo Sian Sian menerima benda tersebut.. "Dia terlampau sadis dan berambisi menguasai rimba persilatan. "Apabila kelak engkau bertemu Hiat Mo.." Lam Hai Lo Ni manggutmanggut. ke dua ilmu tersebut tidak dapat saling mengalahkan.. "Kenapa Nenek tidak menikah dengan dia."jawab Lam Hai Lo Ni dan menambahkan. "Dia mengajar Kwee In Loan ilmu Hiat Mo Kang. akhirnya nenek ribut dengan dia dan sampai bertarung. nenek yakin ini merupakan syaratnya." yo Sian Sian mengangguk." "oooh" yo sian sian manggut-manggut. sebab kepandaian kami seimbang." (Bersambung ke Bagian 17) Jilid 17 "Nenek bisa menebak kira-kira apa syarat itu?" "Kwee In Loan pasti harus mematuhi perintahnya. "Mulai besok.. Hek?" "Tiada yang kalah dan yang menang." Lam Hai Lo Ni memberitahukan. "sejak itu kami berpisah." "Tusuk konde ini. Keesokan harinya.Dia pulang ke Kwan Gwa dan tiada kabar beritanya lagi. "Hadlah dari Hiat mo. "Nenek berikan benda ini kepadamu. nenek yakin pasti dengan suatu syarat." "Kira-kira memang begitu." "Kalau begitu." ujar Lam ftai Lo Ni melanjutkan." yo Sian Sian mengerutkan kening. kemudian mengeluarkan suatu benda dari dalam sebuah kotak kecil. boleh dikatakan seimbang.. siapa tahu ada gunanya kelak. la tahu ilmu itu simpanan neneknya. Nenek." "Siapa yang menang. mulailah Lam Hai Lo Ni mengajar yo sian sian ilmu Thian sin cisementara ." ucap yo Sian Sian.

lalu harus bagaimana menguasai rimba persilatan?" "Itu." "Engkau telah memiliki ilmu Hiat Mo Ciang..ketua Kay Pang. murid si Mo"Aku tidak habis pikir.. Mereka adalah Kwee In." "oh?" si Mo mengerutkan kening. si Mo dan Kwan Pek Him. aku justru khawatir.. kita pasti meraih kemenangan. sedang berlangsung suatu pembicaraan serius di ruang dalam. Kalau pihak Kay Pang . "Kini aku adalah ketua golongan hitam." "Aku dan Pek Him akan berangkat ke markas Kay Pang menemui su Hong sek. Lam Hai Lo Ni berkepandaian amat tinggi. "Kita harus ber-hati-hati terhadap mereka." si Mo berpikir. dia banyak akal busuk harus dilawan dengan akal busuk pula.. "untuk apa mereka bertiga harus bersembunyi di suatu tempat untuk berlatih ilmu silat?" "Ngmm" si Mo manggut-manggut. "Menurut aku terlebih dahulu kita harus menaklukkan Kay Pang.. "Namun dia amat licik dan banyak akal busuk. kenapa harus takut kepada yo sian sian?" "Aku tidak merasa takut menghadapinya. "Kelak dia pasti merupakan suatu halangan bagi kita. "T0ng Koay. ya. aku tidak takut menghadapi mereka.di markas golongan hitam yang terletak di Pek yun Kok. "Kalau kita langsung menyerbu Bu Tong Pay atau siauw Lim Pay. Namun kalau kita menyerbu Kay Pang.-. "Terus terang. " Kalau begitu." "Betul. "Aku yakin mereka bertiga bersembunyi di suatu tempat untuk berlatih ilmu silat.." Kwee In Loan menggelengkan kepala.. setelah itu barulah menaklukkan partai Bu Tong dan siauw Lim." "si Mo" Kwee In Loan menatapnya seraya bertanya." "Bukankah tidak lama lagi Hiat Mo akan ke mari? Nah. Hiat Mo pasti akan membantu kita." "Mudah-mudahan Hiat Mo akan membantu kita" ucap Kwee In Loan. tentu pihak kita juga akan berkorban banyak. Lam Khie dan Pak Hong entah hilang ke mana?" "Hm" dengus Kwee In Loan dingin." Kwee In Loan mengangguk. "Kenapa tidak menaklukkan partai Bu Tong atau siauw Lim dulu?" "Ke dua partai itu amat kuat. sebab setahuku.. kan?" "Ngmm" Kwee In Loan manggut-manggut.." si Mo menjelaskan." Kwee In Loan menggeleng-gelengkan kepala.. "Dia licik harus dilawan dengan kelicikan." "Jangan khawatir" si Mo tersenyum. Perlukah kita mengutus beberapa orang untuk menyelidiki jejak mereka?" "Itu tidak perlu. lama sekali barulah membuka mulut. otomatis kekuatan kita akan berkurang. kemudian bertanya.Loan." ujar si Mo sambil raeng-gelenggelengkan kepala. Namun yang kupikirkan adalah yo sian sian. hanya saja . " untuk menghadapi kita?" "Kalau tidak " sahut Kwee In Loan. Kalau dia berhasil menguasai ilmu biarawati tua itu..

Ha ha ha..tidak mau bergabung dengan kita." si mo manggut-manggut dan memberitahukan. su Hong sek terus menatapnya kemudian berkata. Tentunya su Pangcu tidak berkeberatan kan?" "Ajakan si Mo memang merupakan suatu penghargaan bagi kami. tanggunglah akibatnya" ." sahut si Mo dan menambahkan... tapi.salah seorang pengemis segera menyuguhkan teh. sebab di antara mereka ada yang mengenal si Mo-. apa kabar?" "Ha ha ha" Ci Hoat Tianglojuga tertawa gelak"Kami baik-baik saja. Betapa terkejutnya para anggota Kay Pang ketika melihat kedatangan mereka. "Kalau begitu.. yang hingga saat ini masih belum menikah. "Tahukah su Pangcu apa akibat penolakan ini?" "Ha ha ha" Gan Kang Tianglo tertawa gelak. la adalah seorang wanita muda berusia tiga puluhan. bukan?" "Betul. " Ketua dan Tiang lo kami sudah menunggu.silakan duduk" si Mo dan muridnya duduk. betul.." salah seorang anggota Kay Pang langsung berlari ke dalam markas. barulah kita serbu. Tak seberapa lama kemudian. bahwa aku dan muridku datang berkunjung" "ya." ujar si Mo mengemukakan pendapatnya." su Hong sek menggeleng-gelengkan kepala. ya?" si Mo tersenyum dingin." -ooo00000oooBeberapa hari kemudian. " Kapan engkau dan Pek Him akan berangkat ke markas Kay Pang?" "Esok pagi. dan Kwan Pek Him mengikutinya dari belakang." "oh? Ada urusan apa ketua golongan hitam mengutus kalian ke mari?" tanya su Hong sek"Begini "" si Mo tersenyum"Kami bermaksud mengajak Kay Pang bergabung. "Aku sudah memperhitungkan kekuatan Kay Pang. "Bagaimana menurutmu?" "Baik."Kami berani menolak tentunya sudah memikirkan akibatnya-" "oh. silakan masuk. "Kini aku sebagai wakil ketua golongan hitam. "Ha ha ha" si Mo tertawa gelak"Cepat katakan kepada ketua kalian. "si Mo berkunjung ke mari tentunya ada suatu kepentingan. Ketua nya adalah Kwee In Loan." Kwee In Loan manggut-manggut. "si Mo" sambut su Hong sek. "Kami merasa keberatan sekali untuk bergabung dengan golongan hitam. sedangkan. ketua Kay Pang." "oh?" Wajah si Mo yang seram itu bertambah menyeramkan. ia sudah kembali lalu memberi hormat dan berkata. "Selamat datang" "Ha ha ha" si Mo tertawa terbahak-bahak"Ketua dan Tianglo Kay Pang. si Mo dan muridnya sudah sampai di markas Kay Pang. Dia mengutus kami ke mari." "Ha ha" si Mo tertawa lagi sambil melangkah ke dalam.

aku yakin dapat menundukkan Kay Pang. Mereka berdua duduk di ruang depan. maka kita punya alasan untuk menyerbu Kay Pang." sambung su Hong sek dan Ci Hoat Tianglo. Kwee In Loan terus menatap mereka dengan kening berkerut-kerut. Ci Hoat dan Gan Kang Tianglo langsung berunding." "ya. Ha ha ha. Pek Bin Koay (siluman Muka Putin) dan Kwan Pek Him muridku serta puluhan anggota yang berkepandaian tinggi Dengan kekuatan ini." tegas su Hong sek"Biar bagaimana pun kita harus melawan mereka secara mati-matian. namun. karena kami akan berangkat ke sana esok pagi. penjagaan harus diperketat Kita kibarkan bendera perang terhadap golongan hitam." su Hong sek manggut-manggut. "Maka kita semua harus bersiap siaga menghadapi penyerbuan pihak si Mo-" "Aaaah--.-." "Kalau begitu " ujar Gan Kang Tianglo"Mulai sekarang. "Kita harus bersiap-siap." "Betul.. sedangkan pihak golongan hitam sudah begitu kuat Kita. oleh karena itu. sedangkan su Hong sek. Ci Hoat dan Coan Kang Tianglo. "su Pangcu.Para anggota yang berada di luar pun ikut berteriak"Hidup Kay Pang Hidup Kay Pang " -ooo00000ooosi Mo dan muridnya sudah sampai di Pek yun Kok. "Kelihatannya pertempuran besar-besaran tak terelakkan lagi. "Tidak keburu bagi Kay Pang untuk: minta bantuan kepada partai lain.." "TapL". kita harus berkorban. silakan" sahut su Hong sek dingin. aku akan mengajak Liong san sin Tang (si Tongkat sakti Dari gunung Liong san). engkau harus segera menyusun kekuatan untuk menyerbu ke sana." ujar ci Hoat Tianglo. " Kalau begitu. "Jadi ketua Kay Pang-menolak?" "ya.." si Mo mengangguk dan memberitahukan. . "Kami mohon diri" "silakan." "Ngmm" Kwee In Loan manggut-manggut.. Ketua." "Gan Kang Tianglo." si Mo mengangguk"Itu sudah kuduga sebelumnya." si Mo tersenyum sambil melanjutkan." sahut Ci Hoat Tianglo." si Mo dan muridnya bangkit berdiri. si Mo dan muridnya meninggalkan markas Kay Pang. Ha ha ha" "Baik. "Pokoknya kami pasti menanggung akibatnya.. Hek Bin Koay (siluman Muka Hitam).Hidup Kay Pang Hidup Kay Pang" "Hidup." itu sudah pasti.. tidak boleh menyerah begitu saja-" "Betul-" Ci Hoat Tianglo manggut-manggut. "yang berkepandaian tinggi di sana hanya su Hong sek. "Demi nama baik Kay pang. Kwee In Loan mengerutkan kening." Coan Kang Tianglo menghela nafas panjang. sebab aku yakin pihak si Mo akan menyerbu ke mari. "Mungkinkah Kay Pang akan minta bantuan kepada partai lain?" "Memang mungkin." "Bagus" Kwee In Loan manggut-manggut.

"saudara Cu. pelayan mulai menyuguhkan arak wangi dan beberapa macam makanan ke atas meja"silakan makan. di depan ada sebuah kedai arak-" An Lok Kong cu menunjuk ke depan."jawab seng Hwi kemudian bertanya. "Kakak Han Liong" ujar An Lok Kong cu sambil menengok ke sana ke mari. kawan baikku. "oh ya." pelayan itu mengangguk lalu pergi. seng Hwi menoleh kan kepalanya dan begitu melihat Thio Han Liong."Lebih cepat lebih baik. Apakah Kay Pang akan ditaklukkan begitu saja? Apa pula yang akan terjadi? sementara itu. Mereka berdua melakukan perjalanan itu tidak begitu tergesa-gesa. Itu memang tidak salah. bagaimana keadaan ibumu?" tanya Thio Han Liong." An Lok Kong cu manggut-manggut. agar partai tain tidak sempat membantu mereka. mari kuperkenalkan Pemuda ini bernama Cu An Lok. Kakak Han Liong." An Lok Kong cu tersenyum. "Ha ha ha saudara kecil" seng Hwi seoera menghampirinya." si Mo terus tertawa gelak. Thio Han Liong dan An Lok Kong cu terus melanjutkan perjalanan menuju gunung Bu Tong. saudara seng Hwi" sahut An Lok Kong cu sambil tersenyum dan berkata. sebab ia telah memperhitungkan kekuatan Kay pang. Di saat mereka berdua mulai meneguk arak wangi itu..la yakin sekali dapat menundukkan Kay Pang. "Sajikan beberapa macam makanan" "ya. jangan sembarangan memperlihatkan uang mu di tempat umum. wajahnya tampak berseri. pelayan kedai itu langsung menghampiri mereka"Tuan mau pesan arak apa?" "Arak wangi saja. sebab akan menimbulkan niat jahat orang lain" "ya. seorang lelaki masuk ke kedai arak itu Ketika melihat lelaki itu. "Kakak Han Liong. "Tuan mau pesan makanan?" "Baik. "Bagaimana kalau kita mampir sebentar?" "Baik-" Thio Han Liong menganggukMereka berdua segera menuju kedai arak itu.Begitu mereka duduk.. "ibuku baik-baik saja. Tuan. "Kakak seng Hwi Kakak seng Hwi"serunya girang. selamat bertemu" ucap Seng Hwi. "Silakan duduk" "Terima kasih-" ucap seng Hwi lalu duduk"Kakak seng Hwi. "saudara kecil" "Kakak seng Hwi. " ingat. Tuan-tuan" katanya"Terima kasih" sahut Thio Han Liong. tertegunlah Thia Han Liong. "selamat bertemu. karena lelaki itu ternyata seng Hwi." "Ha ha ha" si Mo tertawa gelak"Pokoknya Kay Pang harus di bawah perintah kita Ha ha ha." sahut Thio Han Liong. " Cukup ramai kedai arak ini-" "ya" Thio Han Liong menatapnya." Thio Han Liong memperkenalkan mereka. kalian berdua mau ke mana?" . maka An Lok Kong cu dapat menikmati keindahan panorama.

"oooh" Thio Han Liong manggut-manggut "saudara kecil."jawab seng Hwi dengan wajah agak kemerah-merahan. "saudara kecil. "saudara kecil. "Bagus" An Lok Kong cu tampak gembira sekali.. "Ayahmu kenal baik dengan ketua dan Para Tianglo Kay Pang. apakah akan terjadi sesuatu?" "Memang mengherankan." jawab Thio Han Liong." "Kakak seng Hwi kenal ketua Kay Pang itu?" tanya Thio Han Liong. ketua Kay Pang. Mereka tertegun karena penjagaan di sana ketat sekali. aku mgin menemui su Hong Sek. "Aku bernama seng Hwi." ujar seng Hwi. "suasana di sini rasanya teoang mencekam. engkau kenal dla di mana? Apakah engkau ke Kota raja?" "Aku tidak ke Kotaraja." seng Hwi menggelenggelengkan kepala. tidak salah saudara Cu pesiar ke sana. bagaimana kalau kalianjuga ikut aku ke markas Kay Pang?" "Aku -" Thio Han Liong memandang An Lok Kong cu. mari kita berangkat sekarang" ajak seng Hwi. maka dia ikut aku ke gunung Bu Tong. "Kalian tunggu di sini. " Heran?" Thio Han Liong mengerutkan kening. "Aku dengar ketua Kay Pang seorang wanita cantik yang gagah berani." Thio Han Liong dan An Lok Kong cu mengangguk." "oooh" seng Hwi manggut-manggut. langsung berangkat ke markas Kay Pang."Mau ke gunung Bu Tong. aku akan ke dalam melapar" "Terima kasih. aku kenal dia di dalam sebuah kedai teh" sahut Thio Han Liong memberitahukan.Mereka bertiga lalu meninggalkan kedai arak itu. "Kakak seng Hwi" tanya Thio Han Liong. maka aku ingin pergi mengunjunginya-" seng Hwi memberitahukan. ketua Kay Pang" "oh?" Anggota Kay Pang itu menatapnya tajam." "Pemandangan di gunung Bu Tong memang indah sekali." ucap seng Hwi. "Baiklah. "Adik An Lok ingin pesiar." ujar seng Hwi. "Aku. saudara Cu ini berasal dari mana?" tanya seng Hwi mendadak sambil menatap An Lok Kong cu.. "Kami pernah bertemu. "Dari Kota raja-" Thio Han Liong memberitahukan. -ooo00000oooDua hari kemudian. ke dua kawanku ini adalah Thio Han Liong dan cu An Lok-" "Mau apa kalian ke mari?" "Aku aku ingin bertemu su Hong sek. "Dia adalah putra seorang pejabat tinggi dalam istana. "Para anggota Kay Pang kelihatan bersiap siaga seakanakan . "siapa kalian bertiga?" tanya para anggota Kay Pang yang bertugas menjaga di sana. mereka bertiga sudah tiba di markas Kay Pang. kemudian berkata. aku ingin berkenalan dengan dia-" " Kalau begitu. "Engkau mau ke mana?" "Aku mau ke markas Kay Pang.

setelah itu seng Hwi memandang su Hong sek seraya berkata." Thio Han Liong manggut-manggut...." ucap seng Hwi dengan wajah ceria." sa hut su Hong sek sambil tersenyum. "Ha ha ha " Mereka bersulang. "su Pangcu." seng Hwi tersenyum." seng Hwi mengangguk dan memberitahukan." ujar seng Hwi serius. su Pangcu" sahut seng Hwi sambil tertawa gembira"silakan duduk silakan duduk" ucap Ci Hoat Tianglo. " Engkau bagaimana? Baik-baik saja selama ini?" "Terima kasih atas perhatian su pangcu. penolong kami yang pernah menyelamatkan Kay Pang.." Thio Han Liong memandang seng Hwi. Adik Han Liong yang menjernihkan kesalahpahaman itu. bagaimana kabarmu selama ini?" "Aku baik-baik saja. "Bisakah engkau menerka siapa ayahnya?" "Ayahnya. Mereka duduk. ci Hoat dan Gan Kang Tianglo berdiri di ruang depan menyambut kedatangan mereka." "Kakak Han Liong."Su Hong sek menatap Thio Han Liong dengan penuh perhatian lalu berkata. "Mari kita bersulang atas kedatangan saudara seng Hwi" sambung Gan Kang Tianglo sambil tertawa gelak. "sudah sekian lama kita tidak bertemu.. Thio Bu Ki." ucap seng Hwi dengan wajah cerah "Aku baik-baik saja selama ini" "oh ya" su Hong sek memandang Thio Han Liong. "Mirip seseorang." tanya An Lok Kong cu mendadak"Bagaimana kalau ketua Kay Pang tidak mau menemui kita?" "itu. "Dia memang putra Thio Bu Ki.Dengan tersenyum-senyum ia menghampiri mereka lalu memberi hormat "su Pangcu mempersilakan kalian masuk-" "Terima kasih. "selamat datang. " Ketua Kay Pang pasti bersedia menemui kita. engkau bernama Thio Han Liong." "Mirip siapa?" tanya seng Hwi. "Mirip-. "Aku yakin " ujar seng Hwi." "Apa?" su Hong sek. "Mari kita minum" ucap su Hong sek sambil mengangkat minumannya...." jawab su Hong sek. dan salah seorang anggota Kay Pang seaera menyuguhkan arak wangi. talu berjalan ke dalam diikuti Thio Han Liong dan an Lok Kong cu dari belakang.menghadapi suatu penyerbuan." Di saat itulah muncul anggota Kay Pang tadi. su Hong sek. "Thio Han Liong ini adalah putranya?" "Betul. "Tidak salah." "BetuL su Pangcu. saudara seng Hwi" ucap su Hong sek dengan senyum ramah"Selamat bertemu. "Kalau tidak salah. Ci Hoat dan Gan Kang Tianglo terperanjat. " Aku pernah salah paham terhadap siauw Lim Pay. Tadi salah seorang anggota memberitahukan. sejak itu .

"secara tidak langsung pada waktu itu ayahmu telah menyelamatkan Kay Pang. "oh ya. "su Pangcu.. bahkan para anggota bersiap-siap. "si Mo dan muridnya ke mari diutus Kwee In Loan.. namanya Cu An Lok dari Kotaraja." Wajah An Lok Kong cu berubah masam. "Tujuh delapan hari yang lalu." sahut Thio Han Liong sungguh-sungguh.?" sela Thio Han Liong. "Kalau begitu.. "saudara Cu memang mirip anak gadis. ketika aku bertemu ayahmu." Wajah An Lok Kong cu memerah"Engkau jahat sekali Awas ya" "Eeeh?" Ci Hoat dan Gan Kang Tianglo mengerutkan kening. "Bo-lekah aku turut membantu?" "sebaiknya engkau menjadi penonton saja. " Kakak Han Liong.." tanya An Lok Kong cu.kami pun menjadi sahabat" "oooh" su Hong sek tampak gembira sekali." setelah suara tawa itu sirna. barulah su Hong sek berkata. kau masih kecil-" Ketua Kay Pang memberitahukan. si Mo dan muridnya ke mari. Mungkin terlampau dimanjakan oleh ke dua orang tuanya. suka cemberut dan membanting-banting kaki. " "Kakak Han Liong. aku siap membantu. Aku langsung menolak sehingga membuat si Mo gusar sekali. sedangkan si Mo sebagai wakilnya." "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut. kelihatan akan menghadapi suatu pertempuran?" "Aaai " su Hong sek menghela nafas panjang. "Kakak Han Liong." "oh?" Thio Han Liong tersentak." "oooh" seng Hwi manggut-manggut." "Terima kasih. banting-banting kakijuga" "Kakak Han Liong. " Engkau sungguh tampan Bahkan saking tampan justru mirip anak gadis-" "Betul." Thio Han Liong memberitahukan: "saudara Cu" su Hong sek tersenyum.Jadi aku tidak mencemaskanmu.. "Tuh Lihatlah Bukankah dia sedang cemberut?" Thio Han Liong tertawa dan menggodanya"Ayoh. "Itu demi keselamatanmu. "Mau apa si Mo dan muridnya ke mari?" "Kini yang menjabat ketua golongan hitam adalah Kwee In Loan." "Aku juga.." tanya seng Hwi." sambung Thio Han Liong. "Han Liong. terima kasih. "Engkau jahat sekali" "Apa?" Thio Han Liong tertegun. menyuruh kami bergabung dengan mereka.Mungkin dalam waktu dekat ini mereka akan menyerbu ke mari. "kenapa penjagaan di sini kelihatan begitu ketat." ucap su Hong sek- . kenapa engkau malah mengatakan aku jahat?" "Aku ingin membantu.. Ha ha ha.." An Lok Kong cu langsung cemberut..." su Hong sek memberitahukan. "Dia memang mirip anak gadis. siapa pemuda ini?" "Dia kawanku.

"Maka terpaksalah ke dua orang tuaku kabur ke pulau Hong Hoang to di Pak Hai. Kini Kay Pang dalam bahaya. su Hong sek dan lainnya mendengarkan dengan penuh perhatian. "Betul.Bibi Ciu Cijiak mati di tangan sembilan Dhalai Lhama itu dan ke dua orang tuakupun terluka. "Belasan tahun lalu. maka aku pun harus turun tangan membantu pula. Akhirnya Cu cioan ciang berhasil menjadi kaisar. mau apa engkau menemui kaisar?" tanya An Lok Kong cu sambil menatapnya. Kini rakyat sudah hidup tenang dan makmur. "oleh karena itu." "su Pangcu" Thio Han Liong mengalihkan pembicaraan. tapi Cu Goan ciang yang berlaku curang merebut tahta kerajaan." sahut Thio Han Liong dan menambahkan." "Han Liong." Thio Han Liong menutur tentang kejadian itu." ucap su Hong sek terharu. dan menyerahkan jabatannya kepada yo siauw.. ayahku pasti marah" "Terima kasih. "Tapi mungkin aku akan menemui Cu Goan ciang kelak-" " Kakak Han Liong." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala.. "Kira-kira kapan pihak si Mo akan menyerbu ke mari?" "Mungkin dalam sehari dua hari ini" sahut su Hong sek- ." ujar seng Hwi. "Thio Kauwcu yang berjasa menumbangkan Dinasti Goan." tanya su Hong sek mendadak"Kenapa engkau tidak pergi membunuh cu Goan Ciang?" "Kata ayah." "yaah" seng Hwi menghela nafas panjang. maka kaum rimba persilatan harus membantu. sebab Cu Goan ciang yang mengutus sembilan Dhalai Lhama dan pasukan pilihan menyerbu pulau Hong Hoang to." ujar Gan Kang Tianglo. "Mau mencacinya. "Aaai " Ci Hoat Tianglo menghela nafas panjang." "Ke dua orang tuamu berada di mana sekarang?" "Berada di pulau Hong Hoang to-" Thio Han Liong memberitahukan.."Ini adalah urusan Kay Pang. Cu Goan ciang mengutus sembilan Dhalai Lhama dan pasukan pengawal istana menyerbu ke pulau Hong Hoang TO .. kalau aku pergi membunuh Cu Goan ciang. kemudian memandang Thio Han Liong seraya bertanya. "Kini cu cioan ciang amat dicintai rakyat Tiada seorang rakyat pun tahu kelicikannya sebelum jadi kaisar. "Cu Goan ciang adalah mantan anak buah ayahmu. bahkan wajah mereka hangus terbakar oleh Liak Hwee Tan. cu Goan ciang masih terus menyuruh pasukan pilihan untuk membunuh ayahku. malah akan membuat rakyat menderita. kalian tidak usah bantu" "Ini adalah urusan rimba persilatan.. Kalau tidak. lalu untuk apa aku harus membunuh Cu Goan ciang?" jawab Thio Han Liong memberitahukan. aku akan pergi mencaci Cu cioan ciang. "Dulu ayahku pernah menyelamatkan Kay Pang." "Setelah menjadi kaisar. tapi justru dia bersekongkol dengan beberapa orang mengkhianati ayahmu. Karena itu." Thio Han Liong mengangguk." "Padahal. Thio Kauwcu langsung mengundurkan diri. " ibumu adalah Tio Beng yang cantik jelita itu?" "ya.

" sahut Thio Han Liong sambil menatapnya dengan penuh perhatian. Mereka memang merupakan pasangan yang serasi. wajah mereka kelihatan serius sekali.. bagaimana dengan kita?" tanya An Lok Kong cu kelepasan berbicara sehingga membuat wajahnya memerah seketika. "Kenapa kita?" "Tidak ada apa-apa. "Lalu bagaimana aku?" An Lok Kong cu cemberut. maksudku demi Kay Pang.. "Kelihatannya Kakak Seng Hwijatuh hati pada Su Pangcu." "Kenapa su Pangcu tidak minta bantuan kepada partai lain?" tanya seng Hwi... "Heran" gumamnya. tentu cantik sekali.. bagiku sama saja.. "Engkau menjadi penonton saja. "Baiklah-" su Hong sek bangkit berdiri "Mari ku-antar kalian ke kamar" -ooo00000oooBab 34 Pertarungan Di Markas Kay Pang Thio Han Liong dan An Lok Kong cu duduk berhadapan di dalam kamar. " ya-" Thio Han Liong mengangguk sambil tersenyum." "Aku tidur di mana pun tidak jadi masalah. ." "oh?" Wajah An Lok Kong cu berseri." "Su Pangcu." ucap seng Hwi." ucap su Hong sek dengan wajah agak kemerah-merahan. "Ha ha ha" Coan Kang Tianglo tertawa"saudara seng Hwi. saudara seng Hwi.." bisik Thio Han Liong. "Kalau begitu. "Kita?" Thio Han Liong tertegun. "Engkau anak lelaki atau anak gadis. Thio Han Liong dan saudara Cu satu kamar." uiar Thio Han Liong sungguh-sungguh." "Itu adalah urusan mereka. sedangkan saudara seng Hwi. yang penting kita adalah teman.. sedangkan Thio Han Liong menggaruk-garuk kepala. jangan khawatir" "Terima kasih. "Kalian kebetulan ke nari."Maka kami bersiap-siap menghadapi serbuan itu. "Tak disangka Kay Pang akan menghadapi serbuan daripihak golongan hitam yang dipimpin si Mo." An Lok Kong cu cepat-cepat menundukkan kepalanya. bahkan kadang-kadang Thio Han Liong mengerutkan kening. Tianglo. "Tidak keburu. namun Thio Han Liong tidak memperhatikannya. "Adik An Lok. kalau tidak...Mudahmudahan aku dan Kakak seng Hwi dapat membantu su Pangcu" "Cuma engkau dan saudara seng Hwi?" tanya Lok Kong cu." "Kakak Han Liong. "Ha ha ha" Ci Hoat Tianglo tertawa gelak. kalian harus tinggal di sini" "Betul." An Lok Kong cu tampak kecewa. "Adik An Lok." su Hong sek menggeleng-geleng kan kepala.." ujar seng Hwi cepat." su Hong sek mengangguk"Mereka harus tinggal di sini. kamar di sini banyak sekali. kalau engkau anak gadis.. "Engkau senang kalau aku anak gadis?" "Adik An Lok." "Terima kasih." ujar seng Hwi sungguh-sungguh"Aku bersedia berkorban demi su Pangcu.

dan itu membuat An Lok Kong cu tertawa geli." sahut An Lok Kong cu lalu mengalihkan pembicaraan.. "Bibi Yo pernah mengalahkan Kwee In Nio."Baiklah. sering bersikap malu-malu pula. Cu. "Sikapmu membuat aku menjadi bingung sekali. " ya. kenapa harus malu-malu?" ujarnya sambil menatap mereka." Wajah su Hong sek langsung memerah." "Hiat Mo?" su Hong sek mengerutkan kening. "Eh? saudara. "ya. "Kalian belum tidur?" "Kami sedang berbicara mengenai si Mo." su Hong sek mengangguk"Ayahmu dan Kakak yo berdua menyelamatkan Kay Pang. "Mereka berdua pasti akan hidup bahagia. "Tidak tahunya Kakak seng Hwi dan su Pangcu berada di sini." "Kira-kira begitulah. maka Kwee In Nio pergi ke Kwan Gwa menemui Hiat Mo." Thio Han Liong mengangguk.. Aku sungguh tidak mengerti. mungkin ke dua orang tuamu terlampau memanjakanmu.Kini Kwee In Hio telah menguasai ilmu Hiat Mo Ciang. "Jangan bingung" " "Sungguh mengherankan" gumam Thio Han Liong lagi.. .. Mari kita ke pekarangan" Mereka berdua segera meninggalkan kamar itu menuju pekarangan depan. "Hi hi hi sudah saling jatuh hati. "Kwee In Loan adalah mantan kakak seperguruan Bibi yo sian sian dari Ku-buran Tua." ujar su Hong sek" Kepandaian Kwee In Loan jauh di atas si Mo-" Thio Han Liong memberitahukan. lalu keluar untuk mencari angin sebentar " sahut Thio Han Liong. namun kami tidak tahu siapa Kwee In Loan dan bagaimana kepandaiannya." "Syukurlah kalau begitu" ucap Thio Han Liong. Suka cemberut. setelah itu barulah mengangguk." "Kakak Han Liong." "ooo" Thio Han Liong manggut-manggut." An Lok Kong Cu tersenyum." " Kami pun sedang membicarakan si Mo.. "saudara kecil" seng Hwi salah tingkah... kadang-kadang membanting kaki dan. Itu. sampai di sana mereka melihat dua orang sedang duduk sambil bercakap-cakap. Kemungkinan besar mereka akan terang kap menjadi suami isterl. "Ia kakak seperguruan Kakak yo?" "su Pangcu kenal Bibi yo?" Thio Han Liong heran. bagaimana kalau kita keluar sebentar?" "Mau ke mana?" "Duduk-duduk di pekarangan. " Kelihatannya Su Pangcu juga tertarik kepada saudara Seng Hwi."Kenapa malam ini sikapmu agak aneh? Aku." "Tidak ada apa-apa. sungguh mengasyikkan lho" Thio Han Liong berpikir sejenak." "Hah? Apa?" su Hong sek terbelalak. aku menjadi bingung sekali.. ternyata seng Hwi dan su Hong sek"Kakak seng Hwi" panggil Thio Han Dong..

" "Itu. rasanya sulit bagi kita untuk melawannya. "Ha ha Kalian belum tidur. "Kami sedang membicarakan ketua golongan hitam itu.... akan terus ikut engkau" "Eh? Adik An Lok». aku akan pulang ke Kota raja.. aku pasti menjewer telingamu. "su Pangcu. Kalau Kwee In Loan juga ikut menyerbu ke mari. "Mudah-mudahan ilmu Cing Hwee Ciang ku dapat menandingi ilmu Hiat Mo Ciang itu" Terima kasih. "Adik An Lok.. "Aku justru tidak mau pulang.. "Apa?" An Lok Kong cu melotot. sedang bercakap-cakap di sini" ci Hoat Tianglo memandang mereka. "Kalau engkau kurang ajar dan nakal." ujar Thio Han Liong. sebaiknya engkau jangan berkecimpung dalam rimba persilatan" "Aku memang tidak berkecimpung dalam rimba persilatan.." Air muka su Hong sek tampak berubah. "Engkau meng-hendakiku cepat-cepat pulang ke Kotaraja?" "Aku. setelah itu." "Eh?" Wajah su Hong sek memerah"Mulutmu kok usil sih? Nanti kusuruh Han Liong menghajarmu lho" "Kakak Han Liong amat sayang kepadaku. "saudara seng Hwi sudah jatuh cinta padamu. terutama ilmu Hiat Mo Ciangnya. aku merasa tidak enak menyeret dirimu. Kwee In Loan?" "ya.." su Hong sek mengangguk." "Hmm" dengus An Lok Kong cu. "Saudara An Lok" Seng Hwi menatapnya." su Hong sek tertawa geli. "Persis seperti anak kecil lho" Di saat itulah mendadak muncul Ci Hoat dan Gan Kang Tianglo. "Tak disangka sama sekali. aku tidak mau pulang" ujar An Lok Kong cu.. sa udara seng Hwi. . kapan engkau akan pulang ke Kotaraja?" tanya Thio Han Liong." sela An Lok Kong cu sambil tertawa. "Engkau berasal dari keluarga yang berpangkat tinggi dalam istana." "Pokoknya aku akan terus ikut engkau." sahut su Hong sek. "Engkau bisa berbuat apa terhadap diriku? Mau mengusirku? Huh Pokoknya aku tidak mau pulang" "Tidak mau ya sudahlah Kenapa jadi sewot?" Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. ternyata dia mantan kakak seperguruan Kakak yo sian sian" "Hah?" Hoat dan Coan Kang Tianglo terperanjat "Dia mantan kakak seperguruan Yo sian sian.."Kepandaian Hiat Mo tinggi sekali.." An Lok Kong cu memberitahukan. aku cuma ingin pesiar saja. bagaimana mungkin dia akan menghajar aku?" sahut An Lok Kong cu sambil tersenyum. yang kemudian menghampiri mereka sambil tertawa. tentunya dia harus bantu." su Hong sek meng-gelenggelengkan kepala "Tidak apa-apa-" seng Hwi tersenyum. "Jangan khawatir su Pangcu" ujar seng Hwi. Namun.. "Kalian berdua.

dia menghilang entah ke mana?" "Kata Han Liong.. lebih baik engkau beristirahat saja. Dia belajar dari Hiat Mo-" "Hiat Mo?" Ci Hoat dan Gan Kang Tianglo saling memandang." ujar su Hong sek dengan suara rendah"siapa tahu pihak si Mo akan menyerbu esok-" "Betul-" Ci Hoat Tianglo manggut-manggut. namun Thio Han Liong dan An Lok Kong cu tidak langsung tidur. " Kalau begitu pasti benar. " Kakak Han Liong" An Lok Kong cu memandangnya." su Hong sek memberitahukan. "Bagaimana kalau malam ini engkau tidur di ranjang?" . aku tidur di kursi. yang berkepandaian tinggi sekali. dan cepat-cepat ia menundukkan wajahnya dalam-dalam." ujar ci Hoat Tianglo.. engkau tidur di ranjang." "Apa?" Air muka Ci Hoat dan Coan Kang Tianglo langsung berubah hebat "Hiat Mo Ciang?" "ya." jawab Thio Han Liong. Tianglo"." Mereka kembali ke markas." "Sudahlah Kakak Han Liong" An Lok Kong cu tersenyum."Bahkan kini telah menguasai ilmu Hiat Mo Dang. sebab kelihatannya ke dua Tianglo itu menyetujui hubungannya dengan su Hong sek"Sudah larut malam. bagus" Ci Hoat dan Gan Kang Tianglo tertawa gelak"Ha ha ha.An Lok Kong cu tersenyum.sedang-kan seng Hwi bergirang dalam hati. "Kalau Hiat Mo muncui di rimba persilatan Tionggoan. Tapi dia sering membunuh kaum pesilat.seng Hwi tersenyum. "Aku sudah siap berkorban demi Kay Pang. "Kita harus beristirahat sekarang." "Baiklah-" Thio Han Liong mengangguk"seperti biasa. agar bersemangat esok.. pasti akan menimbulkan bencana." " Kakak Han Liong" ." Wajah su Hong sek langsung memerah. mereka duduk berhadapan di dalam kamar. "Engkau tahu dari mana?" "Lam Khie Locianpwee yang menceritakan kepadaku. "Aaah-»" Mendadak Thio Han Liong menghela nafas panjang. "Tidak mungkin Lam Khie membohongimu. kira-kira delapanpuluh tahun lampau.. "Jangan terus memikirkan itu. "Kenapa engkau menghela nafas panjang?" "Aku sedang berpikir. "Kepandaiannya begitu tinggi. "Han Liong" ci Hoat Tianglo menatapnya." "Bagus. seandainya Kwee In Loanjuga ikut menyerbu ke mari. lebih baik kita tidur.. kemudian menghela nafas panjang. bagaimana seandainya Kwee In Loan juga ikut menyerbu ke mari? siapa yang dapat melawannya?" sahut Thio Han Liong sambil menggeleng-gelengkan kepala. dalam rimba persilatan muncul seorang pemuda berpakaian merah. dan mengaku dirinya Hiat Mosetelah itu. rasanya kita tidak dapat melawannya." "Jangan khawatir. "Kalau tidak salah." "Tianglo tahu tentang Hiat Mo?" tanya su Hong sek"Hanya pernah mendengar" jawab Ci Hoat Tianglo. Hiat Mo berasal dari Kwan Gwa.

sedangkan aku masih tetap tidur di dalam kamar ini.ke dua Tianglo.. "Aku. "Kok sikapmu begitu aneh malam ini. lalu cepatcepat meninggalkan ruangan-itu. "Engkau memang harus menuruti perkataanku. "Kakak Han Liong.." Pengemis itu manggut-manggut. "Adik An Lok" Thio Han Liong tersenyum. seng Hwi. "Itu adalah suara tawa si Mo-" Thio Han Liong memberitahukan." bisik An Lok Kong cu setelah berada di pekarangan-. aku justru akan tidur di luar.." "Kakak Han Liong. sebab aku adalah saudaramu. Thio Han Liong dan An Lok Kong cu duduk di ruang depan markas Kay Pang sambil bercakap-cakap. engkau harus bersembunyi" pesan Thio Han Liong sungguh-sungguh.. aku pasti marah" "Ya. cepatlah engkau tidur" An Lok Kong cu membaringkan dirinya ke tempat tidur." "Kalau aku seorang gadis.. "Kalau engkau seorang gadis." "Engkau. bukankah aku tak tahu diri dan tak tahu malu?" "Hmra" dengus An Lok Kong cu.. aku tidak usah bersembunyi. cepatlah engkau bersembunyi di balik pohon" . "Tegang juga ya" "ingat Begitu pertarungan mulai. "Eeeh?" Thio Han Liong menggaruk-garuk kepala.?" -ooo00000oooKetika su Hong sek. aku pasti menurut perkataanmu. "Kakak Han Liong" An Lok Kong Cu tersenyum.. "Lho? Kenapa?" Thio Han Liong heran. "Cepatlah kalian bersiap untuk bertarung dengan Kay Pang" "ya." Ketika An Lok Kong cu ingin mengatakan sesuatu.." An Lok Kong cu cemberut. maka aku harus mengalah." "ingat" pesan Thio Han Liong lagi. "Kepandaianku cukup tinggi. sebab Thio Han Liong begitu memperhatikannya.." An Lok Kong Cu mengangguk dan bergirang dalam hati. "Baik.. apakah engkau mau tidur bersamaku?" tanya An Lok Kong cu mendadak.." "Bagus"Thio Han Liong memegang bahunya. "Pokoknya engkau tidak boleh ikut bertarung. Pangcu." Ci Hoat dan Coan. justru menghadap ke arah Thio Han Liong. mendadak terdengar suara tawa yang amat menyeramkan. "Adik An Lok." sahut Thio Han Liong sungguh-sungguh ¦ "Ayoh."Aku lebih besar darimu. "Mari kita keluar menyambut kedatangan mereka" ujar Su Hong Sek sambil bangkit eiari tempat duduknya.. lalu membalikkan badannya.Kang Tianglo mengangguk. "Lapor pada Pangcu. "Seandainya engkau seorang gadis.. mendadak seorang pengemis berlari-lari ke ruang itu. Mereka semua lalu menuju "Kakak Han Liong... golongan hitam yang dipimpin Si Mo sudah menuju ke mari" "Ng" Su Hong Sek mengangguk.

" "Tidak salah" sahut pemuda itu. kelihatannya engkau yang akan mampus di tanganku" "oh. "Aku Thio Han Liong.. ya?" si Mo segera memberi isyarat. maka aku harus membantunya" seng Hwi juga menatapnya dengan dingin"si Mo. aku sama sekali tidak takut menghadapimu" "oh?" si Mo menatap tajam.. su Hong sek. . maka hari ini kami ke mari untuk membasmi kalian semua" "Si Mo" bentak seng Hwi dingin"Engkau kira gampang membasmi kami?" "He he he" si mo menatap seng Hwi. Seketika juga Liong San Sin TUng. kemudian manggut-manggutseraya berkata. pi saat bersamaan.. "Engkau." si Mo menatapnya tajam. berhubung engkau berani menolak ajakan kami untuk bergabung. "Anak muda. begitu berani menyerbu ke mari" "oh?" Wajah si Mo bertambah seram. "Su Pangcu Engkau minta bantuan kepada ketiga orang itu?" "si Mo" sahut seng Hwi dingin"Jangan bertingkah di hadapanku. sedangkan aku akan membunuh orang yang tak tahu diri itu" "Ha ha ha" seng Hwi tertawa. "siapa engkau. "Muridku akan melawanmu. karena muncul beberapa orang. Hek Bin Koay (siluman Mata Hkam) dan Pek Bin Koay (siluman Mata Putin). Kwan Pek Him. HekBin Koay dan PekBin Koay maju ke depan. Thio Han Liong dan An Lok Kong cu. "Engkau orang kecil tak bernama. berani menantangku?" "Kenapa tidak?" tantang seng Hwi lagi. lebih baik engkau jangan turut campur" " Aku pasti akan melawanmu" sahut seng Hwi bernada menantang." ucapan Thio Han Liong terputus." sahut An Lok Kong cu. Liong san sin TUng (si Tongkat sakti Dari Gunung Liong san)."Aku. "Adik An Lok . "Ha ha ha" si Mo tertawa gelak"su Pangcu. "si Mo.. aku mau di sini saja. yakni si Mo. "Aku justru ingin tahu berapa tinggi kepandaianmu.. bukan?" "Ha ha ha" si Mo tertawa gelak"Engkau juga ingin membantu Kay Pang?" "Ya" Thio Han Liong mengangguk"Bagus. namaku seng Hwi" "seng Hwi. bagus" si Mo manggut-manggut. "He he he Bagus.. kemudian terbelalak seraya berseru tak tertahan.. bagus" si Mo tertawa terkekeh-kekeh.Ci Hoat dan Gan Rang Tianglo juga melangkah maju." gumam si Mo"Aku tidak pernah mendengar namamu. Kelihatannya ia tidak mau berpisah dengan Thio Han Liong. tentunya si Mo belum melupakanku. kenapa mencampuri urusan Kay Pang?" "Aku adalah teman baik su pangcu.. "Aku pun berani menantangmu" ujar Thio Han Liong mendadak sambil menudingnya...

sementara si Mo dan seng Hwi terus saling memandang. "Bercakap-cakap tentang apa?" "Kalau mereka sudah mulai bertarung. ci Hoat Tianglo berhadapan dengan Hek Bin Koay. Engkau?" Thio Han Liong tersenyum." Kwan Pek Him mengangguk. Di saat bersamaan. si Mo pun mulai menyerang seng Hwi. Ketika . barulah kita bercakap-cakap.". "Mereka bertarung mati-matian. "Kalau tidak salah. "ya. mereka segera menyerang su Hong sek. "Aku cuma ingin bercakap-cakap dengan engkau saja. "Aku baik-baik saja. dan itu membuat An Lok Kong cu tidak habis pikir"Bagaimana kalian berdua?" tanyanya