ANAK NAGA (Bu Lim Hong yun) Karya : Chin Yung ________________________________________ Jilid 1 PENDAHULUAN: Laskar-laskar Beng Kauw

di bawah pimpinan Cu Goan Ciang, Ci Tat, Siang Gie Cun d an CiuSiu Wi telah berhasil menggempur pasukan-pasukan Goan (Mongol). Setelah it u, laskar-laskar tersebut juga berhasil menduduki beberapa kota penting, kemudia n terus menuju Kota raja. Akan tetapi, di saat laskar-laskar B eng Kauw memperoleh kemenangan yang gilanggemilang itu, justru terjadi pula suatu pergolakan dalamBeng Kauw sendiri. Terny ata Cu Goan Ciang, Ci Tat, Siang Gie Cun dan Ciu Siu Wi bersekongkol mengkhianat i Thio Bu Ki ketua Beng Kauw, lantaran khawatir Thio Bu Ki akan menjadi kaisar. Betapa kecewanya Thio Bu Ki, padahal ia sama sekali tidak berkeinginan untuk men jadi Kaisar. Tujuan perjuangan Beng Kauw yang dipimpinnya hanya mengusir penjaja h, agar Dinasti Song bisa bangkit kembali. Namun dengan adanya pengkhianatan itu, akhirnya Thio Bu Kipun menyerahkan kedudu kannya kepada yoSiauw. Karena itu, maka terjadilah perpeaahan dalam Beng Kauw, b anyak yang bergabung dengan Cu Goan Ciang, otomatis membuat laskarnya semakin ku at, sehingga berhasil merebut Kota raja, dan akhirnya runtuhlah Dinasti Goan (Mo ngol). Pada tahun 1368, Cu Goan Ciang mengangkat dirinya sebagai Kaisar. Berhubung mera sa dirinya berasal dari Beng Kauw, maka dinasti yang didirikannya dinamai pula D inasti Beng (Ming). seluruh rakyat di Tionggoan diberi kesempatan untuk berpesta pora atas biaya dari Kotaraja. Bayangkan Betapa gembiranya rakyat jelata, sebab kini mereka telah bebas dari jajahan Mongol. Mulailah Cu Goan Ciang menganugerahkan pangkat dan kedudukan kepada para bawahan nya yang setia serta berjasa, tentunya termasuk Ci Tat, siang Gie Cun dan ciu si u Wi, Cu Goan Ciang memang cerdik. Ia pun membebaskan berbagai macam pajak yang menjadi beban rakyat. Karena itu, rakyat pun sangat memujanya, sejak Cu Goan Cia ng menjadi kaisar, rakyat pun mulai hidup makmur pula. Namun masih ada satu hal yang mengganjal dalam hati Cu Goan Ciang, yakni mengena i Thio Bu Ki. la khawatir suatu hari nanti, Thio Bu Ki akan bangkit memberontakn ya. oleh karena itu, Cu Goan Ciang mengutus pasukan pilihan untuk membasmi sisa-sisa anggota Beng Kauw yang tidak mau tunduk, bahkan ia pun menurunkan perintah memb unuh Thio Bu Ki. sejak itu, Thio Bu Ki dan sisa anggota Beng Kauw jadi buronan. Bab 1. Melepaskan Kedudukan sebagai Ketua Partai Go Bi Tampak seekor kuda berjalan santai di tempat sepi. Yang duduk di atas punggung k uda itu adalah Thio Bu Ki danTio Beng. Wajah mereka lesu tak bersemangat, bahkan sangat muram pula. "Aaaah..." Thio Bu Ki menghela nafas panjang sambil menggelenggelengkan kepala. "Tak disangka sama sekali sungguh tak disangka" "Cu Goan Ciang sangat licik" Caci Tio Beng dengan berkertak gigi. "Engkau yang menghimpun kekuatan Beng Kauw, tapi dia malah yang memetik hasilnya Kini dia sudah menjadi kaisar, menurunkan perintah pula membunuh kita Dia bukan manusia, dia adalah binatang" "Tapi...." Thio Bu Ki menghela nafas lagi. "setelah dia menjadi kaisar, rakyat p un mulai hidup makmur-" "Bu Ki Koko," ujar Tio Beng dengan suara rendah, "seandainya pada waKiu itu, eng kau perintahkan segenap Beng Kauw untuk menumpasnya, mungkin kini engkau sudah m enjadi kaisar." "Beng Moay..." Thio Bu Ki menggelengkan kepala. "Pada waKiu itu memang bisa kutu runkan perintah itu, namun itu akan merugikan Beng Kauw sendiri." "Hmm" dengus Tio Beng. "Justru itu, Gwakongmu in Thian Ceng, Wie It siauw, Po Ta y Hweeshio swee Put Tek, Pheng Hweeshio dan lainnya malah menjadi korban. Mereka

dibantai oleh pasukan pilihan Cu Goan Ciang, kini hanya tersisa yo siauw." "Itu... memang takdir." "Itu bukan takdir, melainkan kebodohanmu. Dia menggunakan siasat licik, agar eng kau menyerahkan kedudukan ketua kepada yo siauw." "Sudahlah, Jangan diungkit lagi kejadian itu" Thio Bu Ki menggeleng-gelengkan ke pala, "sesungguhnya aku pun tidak mau menjadi kaisar. Biarlah dia yang menjadi kaisar. Bukankah kini rakyat sudah mulai hidup makmur? Hanya saja...." Thio Bu Ki berhe nti sejenak, lalu melanjutkan. "Tidak seharusnya dia mengirim pasukan pilihan untuk memburu kita." "Hmmnn" dengus Tio Beng dengan mata berapi-api. "Kalau bertemu pasukan Beng sekarang, aku pasti tidak akan memberi ampun" "Beng Moay...." Thio Bu Ki menghela nafas panjang. "Dia mampu meruntuhkan. Dinasti Goan. maka pantas menjadi kaisar mendirikan Dina sti Beng" "Aku...." Mendadak Tio Beng menangis terisak-isak. "Sebaliknya aku malah menjadi pengkhianat bangsaku sendiri. Padahal seharusnya a ku memimpin laskar Mongol untuk menumpas Beng Kauw. Tapi...." "Beng Moay, aku yang bersalah dalam hal ini." kata Thio Bu Ki perlahan. "Karena...." "Engkau tidak bersalah,"potong Tio Beng cepat. "Kita berdua sama sekali tidak bersalah, sebab... saling mencinta." "Beng Moay Thio Bu Ki teringat sesuatu. "Kita harus berangkat ke gunung Go Bi." "Kenapa?" tanya Tio Beng. "Tentunya engkau ingat, Ciu Ci Jiak menyerahkan kedudukan ketua Go Bi Pay kepada ku, tapi kini keadaan sangat tidak mengijinkan, maka aku harus menyerahkan lagi kedudukan ketua kepada pihak Go Bi Pay." "Betul." Tio Beng manggut-manggut dan menambahkan, "setelah itu, kita mencari suatu tempat yang sepi-" "Ha ha" Thio Bu Ki tertawa gembira, "itulah tujuanku, lebih baik kita hidup tenang dan bahagia di suatu tempat, tida k usah mencampuri urusan rimba persilatan maupun urusan lain," "Aku setuju." Tio Beng mengangguk dengan wajah ceria. "Kalau begitu, mari kita segera berangkat ke gunung Go Bi" "Baik-" Thio Bu Ki manggut-manggut. lalu mulai memacu kudanya menuju gunung Go B i. Beberapa hari kemudian, Thio Bu Ki dan Tio Beng sudah sampai di kaki gunung Go B i. Pendiri Go Bi Pay adalah Kwee siang, putri bungsu Kwee Ceng dan oey yong- Hingga pada Biat Coat suthay, partai tersebut tidak pernah menerima murid lelaki, semu anya terdiri dari kaum wanita. sementara kuda tunggangan mereka terus berjalan santai mendaki, mendadak muncul beberapa biarawati menghadang. Namun ketika melihat Thio Bu Ki dan Tio Beng, terbelalaklah mereka dan sebera me mberi hormat. "Ciangbunjin (Ketua), terimalah hormat kami" ucap mereka serentak. Ternyata mereka adalah Ceng Hi, Ceng Kong, Ceng Hun dan Ceng Huisuthaw. "Tidak usah banyak peradaban" sahut Thio Bu Ki sambil tersenyum. "Ciangbunjin, mari ikut kami ke atas" ujar Ceng Hi suthay-Thio Bu Ki manggut-man ggut sambil memacu kudanya, sedangkan para biarawati itu mengerahkan ginkang men uju ke atas. Berselang beberapa saat kemudian, mereka semua sudah berada di dala m kuil- Kemudian muncullah Ceng Ciauw, Ceng Hun, Ceng Hi suthay dan lainnya, dan mereka segera memberi hormat pada Thio Bu Ki. "Ciangbunjin, terimalah hormat kami" ucap mereka serentak. "Tidak usah banyak peradaban" sahut Thio Bu Ki sambil menatap mereka, "oh ya, Ciu Ci Jiak pernah ke mari?" "Tidak pernah."

Ceng Hi suthay menggelengkan kepala dengan wajah muram. "Kami sama sekali tidak tahu sumoay berada di mana." "Aaah..." Thio Bu Ki menghela nafas panjang. "Ciangbunjin, Nona Tio," ucap Ceng Hi suthay. "silakan duduk" Thio Bu Ki dan Tio Beng duduk. "Aku ke mari... ingin menyerahkan kembali kedudukan ketua kepada salah seorang d i antara kalian." Ujarnya sungguh-sungguh. "Ciangbunjin...." Para biarawati itu tertegun. Mereka memandang Thio Bu Ki denga n tidak mengerti. "Tentunya kalian tahu, posisiku kini sangat terpojok." Kata Thio Bu Ki sambil me nghela nafas, "Sebab Cu Goan Ciang...." "Kami semua sudah tahu tentang itu." Ceng Hi suthay menggeleng-gelengkan kepala. "Cu Goan Ciang memang licik sekali. Dia menduduki tahta dengan suatu siasat busu k. Kenapa Ciangbunjin diam saja?" Thio Bu Ki tersenyum getir, sejenak kemudian barulah berkata. "Kini keadaan negeri telah aman dan rakyat pun sudah mulai hidup makmur," sahut Thio Bu Ki. "Apakah aku harus menyundut peperangan lagi? Bukankah akan membuat rakyat sengsa ra lagi?" "Ciangbunjin berjiwa besar, kami kagum dan salut sekali," ucap Ceng Hi Suthay dan melanjutkan, "Ciangbunjin, kepandaian kami semua masih r endah, bagaimana mungkin seorang di antara kami mampu menggantikan kedudukan Cia ngbunjin?" Thio Bu Ki tersenyum. "Aku telah menerima sebuah buku catatan mengenai semua ilmu andalan partai Go Bi dari Ciu Ci Jiak, maka aku akan menggembleng kalian berdasarkan buku catatan it u" ujarnya. "Terima kasih, Ciangbunjin," ucap para biarawati itu sambil memberi hormat denga n wajah berseri-seri. "Kami pasti belajar dengan tekun, agar tidak mengecewakan Ciangbunjin," "Bagus, bagus" Thio Bu Ki manggut-manggut sambil tersenyum. "Mulai besok aku akan menggembleng kalian." "Terima kas ih, Ciangbunjin," ucap mereka sekaligus memberi hormat lagi. Keesokan harinya, mulailah Thio Bu Ki menggembleng mereka dengan sesungguh hati, sedangkan para biarawati Go Bi Pay itu pun belajar dengan tekun dan tidak mengenal lelah, sehingga kepandaian mereka bertambah maju dengan pesat sekali, tentunya sangat menggembirakan Thio Bu Ki. -ooo00000oooHari ini Thio Bu Ki memanggil para biarawati untuk berkumpul di ruang tengah, setelah mereka berkumpul, Thio Bu Ki memandang mereka satu persatu dengan penuh perhatian. "Sudah sebulan lebih aku menggembleng kalian, maka kepandaian kalian maju pesat sekali," ujar Thio Bu Ki dan melanjutkan, "oleh kar ena itu, aku dan Tio Beng akan berpamit. Namun sebelumnya aku ingin menunjuk ses eorang menggantikan kedudukanku." Para biarawati itu saling memandang, kemudian Ceng Hi suthay bertanya "Ciangbunjin dan Nona Tio mau ke mana?" "Kami ingin pergi ke suatu tempat yang sepi, hidup tenang, damai dan bahagia di sana,"jawab Thio Bu Ki. "Ciangbunjin...." Mata Ceng Hi suthay mulai basah. "Kami...."

"Jadi aku menunjukmu menggantikan kedudukanku." Thio Bu Ki menunjuk Ceng Hi suthay. "Ceng Hi, mulai saat ini engkau adalah ketua partai Go Bi." "Ciangbunjin, aku...." Ceng Hi suthay menggelengkan kepala. "Aku sangat bodoh, bagaimana mungkin menjadi ketua? Ciangbunjin...." "Bagus" Thio Bu Ki tersenyum, "sesungguhnya engkau paling cerdik, bahkan kepandaianmu le bih tinggi dari yang lain, penuh kesabaran dan berhati bajik. oleh karena itu, a ku yakin engkau mampu memajukan partai Go Bi." "Ciangbunjin...." "Bagaimana kalian?" tanya Thio Bu Kipada yang lain. "Kalian setuju kutunjuk Ceng Hi sebagai ketua partai Go Bi?" "setuju" sahut mereka serentak"Pilihan Ciangbunjin memang tepat sekali." "sumoay sekalian, aku...." Ceng Hi suthay menggeleng-gelengkan kepala, "sesungguhnya aku tidak pantas menjadi ketua Go Bi Pay." "Hanya Suci (Kakak Seperguruan) yang pantas," ujar Ceng Hun Suthay. "Kami semua memberi selamat kepada suci." "Terimakasih," Ceng Hi suthay cepat-cepat membalas hormat mereka. "Aku bersumpah pasti akan memajukan Go Bi Pay" "Bagus" Thio Bu Ki tersenyum, lalu melepaskan sebuah cincin besi Tiat Ci Goan di jarinya dan dimasukkan ke dalam jari Ceng Hi suthay seraya berkata. "Ceng Hi, mulai sekarang engkau adalah ketua Go Bi Pay angkatan ke enam, aku Thio Bu Ki menyerahkan jabatan ketua kepadamu." "Terima kasih," ucap Ceng Hi suthay, lalu bersujud di depan tempat abu cikal bakal go Bi Pay Kwee siang Lie Hiap dan tempat abu ketua Go Bi Pay angkatan ke tiga Biat Coat suthay. setelah itu, ia pun bersujud di hadapan Thio Bu Ki, namun Thio Bu Ki segera membangunkannya. "Ceng Hi," ujar Thio Bu Ki sambil menyerahkan sebuah bungkusan. "Di dalam bungkusan ini terdapat sebuah kitab yang berisi inti sari ilmu silat Go Bi Pay. Engkau harus mempelajarinya." "Ya." Ceng Hi suthay menerima bungkusan itu dengan rasa terharu. "Terimakasih" ucapnya. "Di dalam bungkusan itu pun terdapat kutungan It THian Kiam, yang masih bisa disambung." Thio Bu Ki memberitahukan. "Ya." Ceng Hi suthay mengangguk Thio Bu Ki menarik nafas lega, kemudian berpamit kepada Ceng Hi suthay dan lainnya. "sampai jumpa" ucapnya sambil menarik Tio Beng meninggalkan kuil Go Bi Pay itu. Ceng Hi suthay dan lainnya mengantar mereka sampai di luar kuil. "selamat jalan" ujar Ceng Hi suthay. "sampai jumpa" sahut Tio Beng sambil tersenyum. Mereka berdua meloncat ke punggung kuda, dan tak lama kuda itu pun berjalan perlahan meninggalkan tempat tersebut. "Aaaah..." Thio Bu Ki menarik nafas lega. "Kini aku telah bebas dari beban itu" "Aku tahu engkau bermaksud baik" ujar Tio Beng sambil

tersenyum, "oh, ya?" Thio Bu Ki juga tersenyum. "Beritahukanlah apa maksudmu itu" "Kini kita adalah buronan, maka engkau menyerahkan jabatan ketua kepada Ceng Hi suthay itu agar tidak menyusahkan Go Bi Pay, bukan?" "Betul." Thio Bu Ki mengangguk "BuKi Koko, apa rencanamu sekarang?" tanya Tio Beng perlahan. "Mencari suatu tempat yang sepi, kita mengasingkan diri di tempat itu," sahut Thio Bu Ki. "Bagaimana menurutmu?" "setuju." Tio Beng mengangguk "oh ya, ada satu tempat yang sangat cocok untuk kita, bahkan tempat itu juga merupakan tempat kenangan kita." "Aku tahu-" Thio Bu Ki tampak gembira sekali"Yang engkau maksudkan itu pasti Peng Hwee To-" "Betul." Tio Beng mengangguk"sekarang mari kita berangkat ke pesisir utara, kita beli sebuah perahu di sana" "Baik-" Thio Bu Ki manggut- manggut. lalu memacu kudanya ke utara. Tujuh delapan hari kemudian, mereka sudah tiba di pesisir utara. Tio Beng membeli sebuah kapal, kemudian mereka berdua berlayar ke Peng Hwee ToAkan tetapi, ketika kapal tersebut berada di Pak Hat (laut utara), mendadak terjadi badai, sehingga kapal itu terdampar di sebuah pulau yang kosong. "Beng Moay..." ujar Thio Bu Ki sambil memandang pulau itu "Tak disangka kita malah terdampar di pulau kosong ini." "Untung kita tidak mati di Pak Hat." Tio Beng menggeleng-telengkan kepala. "Kapal kita telah rusak berat, maka kita tidak bisa berlayar ke pulau Peng Hwee To-" "Tidak apa-apa-" Thio Bu Ki tersenyum"Pulau ini indah sekali. Kita tinggal di pulau ini saja-" "Baik-" Tio Beng mengangguk sambil menatapnya dengan mesraMereka berdua meloncat ke pulau itu, lalu berjalan ke dalam. Berselang beberapa saat kemudian, mereka melihat belasan burung Hong Hoang (burung Phoenix) beterbangan tidak begitu tinggi. "Eh?" Thio Bu Ki terlieran-heran. "Dipulau ini kok terdapat burung Hong Hoang yang sudah langka?" "Wah" seru Tio Beng girang. "Bukan main indahnya burung itu" Tiba-tiba burung-burung Hong Hoang itu terbang merendah lalu hinggap di tanah, membuat Tio Beng gembira sekali, la berjalan perlahan-lahan mendekati burung-burung itu sungguh mengherankan, burung-burung itu sama sekali tidak takut kepadanya. "Burung Hong Hong " panggil Tio Beng sambil mendekati salah seekor burung tersebut , lalu membelai-belai kepalanya. Burung itu mengeluarkan suara nyaring dan merdu,kelihatannya mereka girang sekal i.

"Bu Ki Koko" seru Tio Beng. "Burung-burung ini sangat jinak kemarilah" Thio Bu Ki segera menghampirinya, dan burung-burung itu tetap berada di tempat, sambil tersenyum Thio Bu Ki membelai-belai burung-burung tersebut. "Beng Moay, kalau kita tinggal di sini akan ditemani burung-burung ini. Ha ha su ngguh menyenangkan" "Bu Ki Koko, bagaimana kalau pulau ini kita namai pulau Hong Hoang to?" "Tepat." Thio Bu Ki manggut-manggut. "Kita akan hidup tenang, damai dan bahagia di pulau ini." "Bu Ki Koko," ujar Tio Beng sambil menundukkan kepala. "Burung-burung itu menjadi saksi pernikahan kita di pulau ini." "Betul." Thio Bu Ki manggut-manggut dan menambahkan, "Juga merupakan tamu kita. Ha ha ha..." "Kita...." Wajah Tio Beng agak memerah. "Kita... harus sembahyang kepada Langit dan Bumi." "Tentu." Thio Bu Ki mengangguk. Mereka berdua lalu bersujud kepada Langit dan Bumi, setelah itu mereka pun bersu mpah setia sebadai suami isteri. sejak itu, mereka berdua hidup bahagia di pulau tersebut dan apa yang terjadi di tionggoan, mereka tidak tahu sama sekali. Pulau itu memang subur sekali. Buah apa pun terdapat di situ sebulan kemudian, T hio Bu Kipun mulai bercocok tanam. Bab 2 Cinta Tetap Menyala Dijalanan gunung yang agak sempit itu, tampak seorang biarawati muda menunggang seekor keledai. Biarawati itu berusia dua puluhan. Wajahnya cantik jelita tapi t ampak muram sekali. Keledai itu mendaki jalanan gunung yang sempit itu dengan perlahan. Biarawati mu da itu menghela napas panjang, kemudian menengadahkan kepala memandang angkasa s ambil bergumam. "Habis Gelap terbitlah terang. Namun...." la menggeleng-gelengkan kepala. "Hatiku tidak pernah terang, selalu diselimuti kegelapan. Kapan hatiku akan terang? Kapan...?" siapa biarawati muda itu? Dialah Ciu Ci Jiak. sebelum Biat Coat suthay menghembu skan nafas yang penghabisan, menyuruhnya bersumpah. Karena sumpah itu, Ciu Ci Jiak menggunakan suatu akal licik untuk mencuri golok TO Liong TO dari tangan Kim Mo say ong-Cia sun di pulau Leng Coa TO- setelah itu , ia memfitnah Tio Beng sebagai pelakunya. "Aaaah..." Ciu Ci Jiak menghela nafas panjang. "Gara-gara sumpah itu, kalau tidak, kini aku sudah menjadi isteri Thio Bu Ki. "Bu Ki Koko, kini engkau dan Tio Beng berada di mana? Aku... aku rindu sekali kepada kalian." sesungguhnya yang dirindukan Ciu Ci Jiak adalah Thio Bu Ki. Namun ia yakin bahwa kini Thio Bu Ki telah menikah dengan Ti o Beng. "Bu Ki Koko," gumam Ciu Ci Jiak lagi dengan mata bersimbah air. "Aku... aku tetap mencintaimu. Aku...." setelah bergumam, ia menangis terisak-ts aki kemudian air matanya meleleh membasahi pipinya. "Aku masih ingat, kita sudah berpakaian pengantin. Ketika kita baru mau bersujud kepada Langit dan Bumi, mendadak muncul Tio Beng. Kemudian engkau pergi dengann ya sehingga menggagalkan pernikahan kita. Aaaah..." Ciu Ci Jiak menggeleng- Gelengkan kepala sambil melanjutkan, "itu adalah kesalahanku, aku... aku yang bersalah." Ciu Ci Jiak terus bergumam sambil mengenang masa lalunya, kemudian menghela nafa s panjang dan bergumam lagi. "Aku telah menyerahkan jabatan ketua kepada Bu Ki Koko-Apakah sekarang dia berad

a di gunung Go Bi? Aku..." Tiba-tiba wajahnya berubah agak kemerah-merahan. "Aku... rindu kepadanya, aku... harus ke sana menemuinya." Karena itu, Ciu Ci Jiak mengambil keputusan untuk berangkat ke gunung Go Bi. Dal am perjalanan ia mendengar tentang Thio Bu Ki yang menjadi buronan. "Tak disangka sama sekali" gumamnya sambil menggelengtelengkan kepala. "Bu Ki Koko yang berjasa meruntuhkan Dinasti Goan (Mongol), tapi Cu Goan Ctang y ang memetik hasilnya dengan suatu siasat liciki sehingga dirinya menjadi kaisar, sungguh tak tahu malu Cu Goan ciang, kini bahkan menurunkan perintah membunuh B u Ki Koko" Ciu Ci Jiak terus melanjutkan perjalanannya menuju Go Bi. Beberapa hari kemudian, ia sudah tiba di kaki gunung tersebut. Keledai tungganga nnya berjalan mendaki perlahanlahan dan di saat itulah mendadak muncul beberapa biarawati di hadapannya. "Haaah...?" Para biarawati itu terbelalak, kemudian berseru serentak bernada girang, "sumoay (Adik Perempuan seperguruan)..." "suci (Kakak Perempuan seperguruan)" sahut Ciu Ci Jiak sambil memberi hormat. "sumoay Ceng Hun suthay mendekatinya sambil memandangnya dengan mata basah"Engkau... engkau pulang ke mari, kami girang sekali" "suci" tanya Ciu Ci Jiak dengan suara rendah"Bu Ki Koko berada di sini? Dia -" "sumoay, mari kita ke atas" ajak Ceng Hun suthay. "Lebih baik kita hercakap-cakap di dalam kuil saja." Ciu Ci Jiak mengangguk- Kemudian Ceng Hi mendekatinya sambil tertawa. "sumoay, engkau jangan menunggang keledai, lebih baik pergunakan ginkang agar ce pat sampai di atas" "Tapi " Ciu Ci Jiak memandang keledainya"sudah sekian lama keledai ini mengikuti aku -" "Kalau begitu, lepaskan di sini saja" ujar Ceng Hun suthay sambil tersenyum. "Biar dia hidup bebas di gunung Go Bi ini-" "Baik-" Ciu Ci Jiak mengangguki lalu melepaskan keledainya. "sumoay, mari kita ke atas" ujar Ceng Hun suthay sambil melesat ke atas mengguna kan ginkang. Ciu Ci Jiak langsung mengempos semangatnya, lalu melesat ke atas me ngikuti Ceng Hun sulhay dan lainnya. Ceng Hi, Ceng Kong, Ceng Hun, Ceng Hui, Ceng Ciau Suthay dan lainnya duduk di ru ang tengah. Ciu Ci Jiak memberi hormat lalu duduk. "sumoay panggil Ceng Hi suthay dengan mata berkacakaca "Kami gembira sekali, kar ena sumoay pulang." "suci" tanya Ciu Ci Jiak "Apakah Thio Bu Ki dan Tio Beng ke mari?" "Beberapa bulan lalu, mereka berdua memang kemari...."jawab Ceng Hi suthay,sekaligus menutur tentang itu "oooh" Ciu Ci Jiak manggut-manggut. "Pantas kepandaian para suci maju pesat sekali Aku memberi selamat kepada suci karena kini suci sudah menjadi ketua Go Bi Pay" "sumoay," ujar Ceng Hi suthay sungguh-sungguh"Engkau sudah pulang, maka jabatan ketua harus kuserahkan kepadamu." "suci" Ciu Ci Jiak tersenyum. "Aku kemari bukan karena menghendaki jabatan tersebut, melainkan karena sangat rindu kepada kalian" "sumoay...." Ceng Hi suthay menghela nafas panjang. "Kami harap sumoay tetap tinggal di sini, jangan berkelana lagi" "suci" Ciu Ci Jiak tersenyum getir. «Aku akan tinggal di sini

beberapa hari, setelah itu mau pergi berkelana." "sumoay...." Ceng Hi suthay menatapnya sambil menghela nafas. "Kami sangat berharap sumoay..." "suci jangan menahanku di sini" potong Ciu Ci Jiak"Beberapa hari kemudian, aku pasti pergi berkelana." "Sumoaw...." Ceng Hi-suthaw menggeleng-telengkan kepala. Malam harinya, Ciu Ci Jiak sama sekali tidak bisa pulas, sebab bayangan Thio Bu Ki selalu muncul di pelupuk matanya, ia bangun lalu duduk di pinggir tempat tidur- Di saat bersamaan, terdengarlah suara ketukan pintu, "siapa?" tanya Ciu Ci Jiak"sumoay" suara sahutan. "Aku Ceng Hi-" Ciu Ci Jiak segera membuka pintu. Ceng Hi suthay berjalan ke dalam kemudian duduk di pinggir tempat tidur. "Suci...." Ciu Ci Jiak mendekatinya seraya bertanya dengan heran, "suci ke mari ada suatu penting?" "iya" Ceng Hi suthay mengangguk. "suci...." Ciu Ci Jiak memandangnya sambil duduk di sisinya. "sumoay", Ceng Hi suthay menghela nafas panjang. "Engkau sudah menjadi biarawati, namun kelihatannya hatimu masih terganjel sesuatu, ya, kan?" "Aku...." Ciu Ci Jiak menundukkan kepala. "sumoay", Ceng Hi suthay memegang bahunya seraya berkata, "Aku tahu apa yang terganjel dalam hatimu, tidak lain dari cinta." "suci...." Wajah Ciu Ci Jiak tampak kemerah-merahan. "Aaaah..." Ceng Hi Suthay menghela nafas panjang. "Kini engkau sudah menjadi biarawati, tidak seharusnya masih memikirkan Bu Ki." "Aku... aku telah berusaha melupakannya, namun...." ciu Ci Jiak mulai menangis terisak-isak dengan air mata berderaiderai"Cinta kepadanya tetap menyala, dan aku... aku tidak dapat memadamkannya." "Aaaah-.." Ceng Hi suthay menghela nafas panjang lagi. "Kalau begitu, engkau tidak bisa menjadi biarawati." "suci, aku...." "Aku tahu...." Ceng Hi suthay tersenyum getir. "Tujuanmu ke mari, tidak lain hanya ingin menemui Bu Ki. ya, kan?" "ya." Ciu Ci Jiak mengangguk perlahan. "Kupikir dia berada di sini, ternyata dia dan Tio Beng telah pergi- Tahukah suci mereka berdua pergi ke mana?" "Tidak tahu." Ceng Hi suthay menggelengkan kepala. "Tapi Bu Ki mengatakan...." "Dia mengatakan apa?" "Dia mengatakan bahwa mereka berdua akan hidup mengasingkan diri di suatu tempat yang sepi, namun dia lidak memberitahukan di mana tempat itu" "Aaaah..-" Ciu Ci Jiak menghela nafas,

"sebetulnya mereka berdua pergi ke mana?" "sumoay...." Ceng Hi suthay tersenyum. "Engkau berniat menyusul mereka?" tanyanya. "Aku...." Ciu Ci Jiak menundukkan kepala. "Aku yakin..." ujar Ceng Hi Suthay perlahan. "Kalian bertiga bisa hidup bersama dengan penuh kebahagiaan." "suci, aku...." wajah Ciu Ci Jiak langsung memerah"Aku tidak tahu mereka pergi ke mana-" "sumoay", Ceng Hi suthay menatapnya lembut"Aku yakin mereka berangkat ke Peng Hwee To-" "Peng Hwee To?" Ciu Ci Jiak tersentak"Betul- Mereka pasti berangkat ke pulau itu-" "Itu dikarenakan Bu Ki tidak bisa hidup tenang di Tionggoan, sebab pasukan pilihan Cu Goan ciang terus memburunya," ujar Ceng Hi suthay melanjutkan. "Dia mengangkatku sebagai ketua, tidak lain demi menjaga partai kita." "Bu Ki Koko memang berhati mulia dan luhur, selalu membela orang lain mengorbankan diri sendiri." Ciu Ci Jiak menggeleng-gelengkan kepala, "seharusnya dia yang berhak menjadi kaisar." "sumoay Ceng Hi suthay tersenyum. "Bu Ki sama sekali tidak berniat menjadi kaisar. Buktinya dia tidak mau menghimpun kekuatan Beng Kauw melawan Cu Goan ciang." "Dia memikirkan rakyat, tidak mau membuat rakyat sengsara lagi karena peperangan," ujar Ciu Ci Jiak"Akhirnya dia mengambil keputusan untuk hidup mengasingkan diri bersama Tio Beng di suatu tempat yang sepi, yakni di Peng Hwee TO di kutub utara." "Sumoay" Ceng Hi suthay menatapnya seraya bertanya, "Engkau akan berlayar ke pulau itu?" "ya." Ciu Ci Jiak mengangguk pasti- "Aku harus berlayar ke sana. "Kapan engkau akan berangkat?" "Mungkin besok-" "Besok?" Ceng Hi Suthay tertegun. "Kok begitu cepat? Bukankah engkau sudah bilang, akan tinggal di sini beberapa h ari?" "suci- aku...." "Baiklah." Ceng Hi suthay manggut-manggut. "Engkau boleh berangkat besok." "Terima kasih, suci," ucap Ciu Ci Jiak girang. "Terima-kasih." Ciu Ci Jiak meninggalkan gunung Go Bi- langsung berangkat menuju arah utara. Dal am perjalanan ia sering menggunakan ginkang. Ketika ia memasuki sebuah lembah, m endadak terdengar suara jeritan yang menyayal hati, kemudian tampak sosok tubuh berkelebat laksana kilat meninggalkan lembah itu ciu Ci Jiak tersentak lalu mele sat ke arah suara jeritan itu Dilihatnya seorang Hweeshio tengah menggeliat-neli at di tanah, seakan sedang menahan rasa sakit uang luar biasa. "Taysu" panggil ciu Ci Jiak"Aku... aku adalah Hweeshio siauw Lim Pay," sahut Hweeshio itu terputus-putus"Toiong... toiong antar aku ke siauw Lim sie (Kuil siauw Lim)" "Taysu," tanya Ciu Ci Jiak-

"siapa orang itu?" "Aku... aku tidak tahu-" Hweeshio itu menggelengkan kepala. "Kepandaiannya sangat tinggi sekali- Aku aku terkena pukulannya-" Ciu Ci jiak segera memeriksa Hweeshio itu. Mendadak ia terbelalak karena melihat di dada Hweeshio itu terdapat bekas sebuah telapak tangan yang kehijau-hijauan. "Ilmu pukulan apa ini?" gumam Ciu Ci Jiak dengan kening berkerut. Kemudian ia memasukkan sebutir pil ke mulut Hweeshio itu "Terima kasih," ucap Hweeshio itu sambil memandangnya. "Engkau... engkau Ciu Ci Jiak murid Biat Coat suthay, bukan?" "Betul." Ciu Ci Jiak mengangguk"Taysu, kenal aku?" "Aku aku pernah melihatmu," sahut Hweeshio itu dengan wajah meringis"Tolong tolong antar aku ke siauw Lim sie" Ciu Ci Jiak mengerutkan kening. "Bagaimana mungkin aku membawa Tawsu ke siauw Li m sie? Tidak mungkin aku membopong Taysu, kan?" "Aku.." Hweeshio itu meringis lagi. "Aku... aku...." Di saat bersamaan, mendadak terdengar suara ringkikan kuda. Ciu Ci Jiak tertegun , dan segera ia melesat ke arah suara kuda itu. Dilihatnya seekor kuda sedang berjalan perlahan. Kemunculan kuda itu sungguh membingungkan ciu Ci JiakTiada waKiu baginya untuk memikirkan kejadian itu la langsung menuntun kuda itu ke tempat Hweeshio siauw Lim yang terluka parah, kemudian mengangkatnya ke atas punggung kuda. setelah itu, barulah ia meloncat ke atas, dan tak lama kuda itu p un berlari meninggalkan lembah itu. Beberapa hari kemudian, sampailah di siauw sit san di propinsi Holam. Keesokan h arinya, mulai melewati jalanan gunung yang agak sempit. Berselang beberapa saat, iamelihat beberapa air terjun di seberang, setelah kuda tunggangannya menikung, terlihatlah sebuah kuil yang amat besar, yang tidak lain adalah kuil siauw Lim sie. Di saat itulah tiba-tiba muncul beberapa Hweeshio menghadang di depannya. Namun ketika melihat Ciu Ci Jiak para Hweeshio itu terbelalak"Hah? Ketua Go Bi Pay?" seru salah seorang Hweeshio itu, kemudian tampak terkeju t. "Eh? Hweeshio itu... bukankah suheng?" "Dia memang Hweeshio dari siauw Lim Pay", sahut Ciu Ci Jiak "Aku telah membawany a sampai di sini, maka aku harus mohon diri-" "Maaf" ucap salah seorang Hweeshio"Kami harap ketua Go Bi ikut kami ke dalam kuil, kami harus lapor kepada Hong Ti o (Ketua)" Ciu Ci Jiak berpikir sejenaki lalu mengangguk dan meioncat turun dari punggung k udanya, salah seorang Hweeshio segera menuntun kuda itu menuju kuil siauw Lim, d an ciu Ci Jiak berjalan perlahan mengikutinya. Tak seberapa lama, sampailah mereka di kuil siauw Lim. salah seorang Hweeshio mempersilakannya masuk. Ciu Ci Jiak mengangguk sekaligus berjalan ke dalam, "silakan duduk" ucap Hweeshi o itu Hweeshio uang satu lagi langsung ke belakang. Tak lama muncullah dua Hweeshio tu a, yaitu Kong Bun Hong Tio (Ketua siauw Lim Pay) dan Kong Ti seng Ceng, adik sep erguruannya. "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio sambil tersenyum. "Ternyata ketua Go Bi yang berkunjung" "Kong Bun Hong Tio," sahut Ciu Ci Jiak"Cepat toiong Hweeshio itu" Ciu Ci Jiak menunjuk Hweeshio yang terluka parah itu, yang kini telah dibaringka n di sudut kiri. "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio dan segera mendekati Hweeshio yang terluka itu

"Goan Hian....» "suhu...." sahut Hweeshio itu dengan suara yang lemah sekali. "Omitohud" Kong Bun Hong Tio cepat-cepat memeriksa dada Goan Hian. Begitu meliha t bekas tanda telapak tangan di dada Goan Hian, seketika juga wajah Kong Bun Hon g Tio berubah dan berseru terkejut. "Ceng Hwee Ciang (ilmu Pukulan Api Hijau)" "Apa?" Kong Ti seng Ceng juga tampak terkejut. "Cwng Hwee Ciang?" "Ya." Kong Bun Hong Tio mengangguk, kemudian menghela nafas panjang seraya berkata, "sudah lama ilmu pukulan ini lenyap dari rimba persilatan, tak dinyana kini munc ul lagi-bahkan mencelakai murid kita." "suheng, bagaimana keadaan Goan Hian? Apakah masih bisa ditolong?" tanya Kong Ti seng Ceng. Kong Bun Hong Tio menggelengkan kepala, kemudian menjawab dengan wajah murung. "Tidak bisa ditolong lagi. sebab ilmu pukulan ceng Hwee Ciang sangat ganas dan b eracun." Mendadak Kong Bun Hong Tio bertanya kepada Goan Hian. "siapa yang memukulmu?" "Ti... tidak tahu," sahut Goan Hian dengan suara semakin lemah, bahkan wajahnya mulai kehijau-hijauan. "orang itu masih muda, dia bilang... dia bilang akan membunuh para Hweeshio siau w Lim Pay." "oh?" Kong Bun Hong Tio mengerutkan kening. "Guru..." Goan Hian memberitahukan. "Kepandaian orang itu... tinggi sekali- Murid-. cuma dapat bertahan... dua puluh jurus." "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio"Guru harus berhati-hati, sebab orang itu... orang itu...." Tiba-tiba kepala Goan Hian terkulai, dan nafasnya pun putus seketika. "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio, lalu berkata kepada Kong Ti seng Ceng. "sutee, bawa mayat Goan Hian ke dalam" "Ya, suheng." Kong Ti seng Ceng segera membawa mayat Goan Hian ke dalam, sedangk an Kong Bun Hong Tio duduk di hadapan Ciu Ci Jiak "Omitohud...." "Maaf, Kong Bun Hong Tio" ucap Ciu Ci Jiak dengan wajah muram. "Aku turut berduka cita." "Aaaah " Kong Bun Hong Tio menghela nafas panjang. "Tak disangka siauw Lim Pay akan dilanda bencana lagi." "Kong Bun Hong Tio tahu mengenai ilmu pukulan itu?" tanya Ciu Ci Jiak "sudah puluhan tahun ilmu pukulan Ceng Hwce Ctang lenyap dari rimba persilatan," jawab Kong Bun Hong Tio memberitahukan, "ilmu pukulan itu berasal dari Persia, sangat ganas dan beracun, siapa yang terkena pukulan itu takkan dapat tertoiong lagi. Ceng Hwee Ciang yang dimiliki orang itu sudah mencapai tingkat tertinggi, sebab bisa mengatur Goan Hian mati di sini." "oh?" Ciu Ct Jiak mengerutkan kening. Kong Bun Hong Tio menatapnya seraya bertanya. "Dimana engkau bertemu Goan Hian?" "Di dalam sebuah lembah " tutur Ciu Ci Jiak "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio "sungguh cerdik orang itu, bisa mengatur seekor kuda untukmu"

"Kong Bun Hong Tio tahu siapa orang itu?" "sama sekali tidak tahu, yang jelas siauw Lim sie akan mengalami bencana, Omitohud." "Heran?" ciu Ci Jiak sambil menggeleng-gelengkan kepala"siapa orang itu dan kenapa memusuhi siauw Lim?" "Itu memang sungguh membingungkan" Kong Bun Hong Tio menghela nafas panjang. "Padahal sesungguhnya, kami tidak punya musuh." "Hong Tio Hong Tio-.." seorang Hweeshio berlari ke dalam dengan wajah pucat pias. "Ada apa?" tanya Kong Bun Hong Tio terkejut. "Hong Tio-..." Hweeshio itu memberitahukan. "Goan Tek, Goan Hui dan Goan Beng...." "Kenapa mereka?" Air muka Kong Bun Hong Tio mulai berubah. "Mereka... mereka bertiga sudah menjadi mayat." "Apa?" Betapa terkejutnya Kong Bun Hong Tio"Di mana mayat-mayat itu?" "Di... di luar." Kong Bun Hong Tio segera berlarian keluar- Tampak tiga sosok mayat tergeletak di depan kuil, yakni mayat-mayat Goan Tek Goan Hui dan Goan Beng. Kong Bun Hong Tio segera memeriksa mereka, ternyata di dada mereka juga terdapat tanda telapak tangan. "Hah? Ceng Hwee Ciang" seru Kong Bun Hong Tio tak tertahan. "Ceng Hwee Ciang...." Ketika itu muncullah Ciu Ci Jiak dan Kong Ti seng Ceng. Mereka memandang mayat-mayat itu dengan kening berkerutkerut. "suheng...." Kong Ti seng Ceng menatap Kong Bun Hong Tio. "Mereka bertiga...." "sudah lama mati" Kong Bun Hong Tio menggelengtelengkan kepala. "Kepandaian orang itu sungguh tinggi sekali- bisa membawa ketiga mayat itu ke mari, bahkan perginya tanpa kita ketahui-" "Aaaah "" keluh Kong Ti seng Ceng. "siapa orang itu, kenapa memusuhi kita?" "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio sambil memandang Ciu Ci Jiak"Berhubungan dengan adanya kejadian ini, maka ." "Kong Bun Hong Tio" Ciu Ci Jiak memberi hormat kepada mereka berdua. "Aku mohon diri" "Maaf Kami- " "sampai jumpa" ucap Ciu Ci Jiak lalu meninggalkan kuil siauw Lim sie. sepanjang jalan ia tidak habis pikir, siapa yang membunuh para Hweeshio siauw Lim Pay itu? Kelihatannya siauw Lim Pay akan mengalami bencana besar. Malam harinya, Ciu Ci Jiak bermalam di sebuah penginapan. Ketika ia baru mau tidur mendadak terdengar suara langkah yang nyaring sekali"Kami membutuhkan beberapa buah kamar"

Terdengar suara seruan. seruan itu membuat Ciu Ci Jiak tersentak, karena ia mengenali suara itu. la segera membuka pintu, sekaligus melongok ke luar. yang berseru tadi ternyata In Lie Heng. Bukan main herannya Ciu Ci Jiak dan segera merapatkan pintu itu kembali. In Lie Heng adalah salah seorang Bu Tong Cit Hiap (Tujuh Pendekar Bu TOng), murid Thio sam Hong. Kemunculannya bersama beberapa murid Bu TOng, membuat Ciu Ci Jiak tidak habis pikirla ingin pergi menyapa In Lie Heng, tapi merasa segan karena pernah bertarung dengannya. Ciu Ci Jiak berjalan mondar-mandir di dalam kamarnya, akhirnya ia mengambil keputusan untuk menemui In Lie Heng. la membuka pintu kamarnya, lalu menuju ke kamarIn Lie Heng, sekaligus mengetuk pintunya, "siapa?" tanya In Lie Heng dari dalam. "Maaf, aku... Ci Jiak datang mengganggu" sahut Ciu Ci Jiak. Pintu kamar itu terbuka, In Lie Heng berdiri di situ sambil memandang Ciu Ci Jiak dengan penuh keheranan, sebab tidak menyangka akan keberadaannya di penginapan itu "Ci Jiak.." "Aku...." Ciu Ci Jiak menundukkan kepala"silakan masuk" ucap In Lie Heng. "Terima kasih-" Ciu Ci Jiak melangkah ke dalam. In Lie Heng segera mempersilakannya duduki setelah Ciu Ci Jiak duduki barulah In Lie Heng bertanya. "Kok engkau berada di penginapan ini?" "Aku dari siauw Lim ste,"jawab ciu Ci Jiak dan menambahkan, "Telah terjadi sesuatu di sana." "oh?" In Lie Heng terkejut. "Apa yang telah terjadi di siauw Lim ste?" "Beberapa Hweeshio telah mati-.." ujar Ciu Ci Jiak dan kemudian menutur tentang kejadian itu "Ceng Hwee Ciang?" In Lie Heng tertegun. "Jadi murid-murid Kong Bun Hong Tio dan Kong Ti seng Ceng mati terkena pukulan itu?" "Ya." Ciu Ci Jiak mengangguk"Menurut Kong Bun Hong Tio, ilmu pukulan itu berasal dari Persia- Tapi... sudah puluhan tahun ilmu tersebut lenyap dari rimba persilatan." "oh?" In Lie Heng mengerutkan kening. "Apakah Kong Bun Hong Tio tahu siapa pembunuh itu?" tanyanya. "sama sekali tidak tahu." Ciu Ci Jiak menggelengkan kepala. "Itu betul-betul merupakan kejadian yang luar biasa siapa sangka, setelah Hun Goan Pek Lek Chiu-seng Kun buta dan punah kepandaiannya di siauw Lim sie, kini...." "Mungkinkah pembunuh itu punya hubungan dengan seng Kun?" gumam In Lie Heng. "sebab setahun yang lalu, seng Kun mati di siauw Lim sie-" "Tidak mungkin pembunuh itu punya hubungan dengan seng Kun," ujar ciu Ci Jiak "Karena sudah lama seng Kun berguru kepada Kong Kian

seng Ceng, dan tinggal di siauw Lim sie dengan gelar Goan Tin Taysu, maka tidak mungkin seng Kun punya hubungan dengan orang luar." "Kalau begitu...." In Lie Heng menggeleng-gelengkan kepala, "siapa pembunuh itu, dia punya dendam apa dengan pihak Siauw Lim Pay?" "Kita tidak dapat menduganya." Ciu Ci Jiak menghela nafas, "oh ya In Tay Hiap mau ke mana?" "Aaaah " In Lie Heng menghela nafas panjang. "Kami sedang mencari Thio Bu Ki. Dia terus diburu oleh pasukan pilihan Cu Goan ciang." "oooh" Ciu Ci Jiak manggut-manggut. "Tapi apakah In Tayhiap tahu Thio Bu Ki berada di mana?" "Tidak tahu." sahut In Lie Heng dan menambahkan. "Kuduga dia berada di gunung Go Bi-kami mau ke sana." "Dia tidak ada di sana," Ciu Ci Jiak memberitahukan. "Aku sudah ke sana. Dia memang pernah ke gunung Go Bimenyerahkan jabatan ketua kepada Ceng Hi suci" "oh?" In Lie Heng memandangnya. "Maksudmu dia sudah pergi?" "Ya." Ciu Ci Jiak mengangguk. "Dia bersama Tio Beng. Ceng Hi suci memberitahukan bahwa mereka berdua ingin hidup mengasingkan diri di suatu tempat yang sepi-" "Hidup mengasingkan diri di suatu tempat uang sepi?" In Lie Heng mengerutkan kening. "Di mana?" "Entahlah." Ciu Ci Jiak menggelengkan kepala. "Aaah " In Lie Heng menggeleng-gelengkan kepala. "Guru dan kami sangat memikirkannya. Padahal dia yang berjasa meruntuhkan Dinasti Mongol- namun...." "Cu Goan ciang memang jahat dan licik" ujar Ciu Ci Jiak sengit. "Dengan siasat busuk dia menjadi kaisar" "Tidak seharusnya Cu Goan ciang menurunkan perintah membunuh Thio Bu Ki, sebab Thio Bu Ki sama sekali tidak berniat mengadakan pemberontakan." "Kalau aku adalah Thio Bu Ki, aku pasti menghimpun kekuatan Beng Kauw untuk memberontak-" "Itu justru akan membuat rakyat menderita. Bu Ki tidak menghendaki itu-" "Bu Ki terlampau lemah-" "Dia bukan lemah, melainkan memikirkan rakyat dan anggota Beng Kauw, maka tidak mau mengadakan pemberontakan-" "Namanya harum selama-lamanya, sebaliknya nama Cu Goan ciang akan busuk sepanjang masa-" "Betul-" In Lie Heng manggut-manggut"oh ya, engkau mau ke mana?" tanyanya"Berkelana,"jawab Ciu Ci Jiak tidak berani berterus terang, "In Tayhiap?" "Kami mau pulang ke gunung Bu Tong saja." In Lie Heng menghela nafas. "Tidak mungkin kami bisa mencari Bu Ki, maka harus

melapor kepada guru." Keesokan harinya, Ciu Ci Jiak berpisah dengan rombongan Bu Tong Pay. la menuju pesisir utara, sedangkan rombongan Bu Tong Pay pulang ke gunung Bu Tong. Bab 3 Hidup Bahagia di Pulau Hong Hoang to Ketika Ciu Ci Jiak tiba di pesisir utara, rombongan Bu Tong Pay pun telah tiba di gunung Bu Tong. In Lie Heng menemui Jie Lian ciu, ketua partai Bu Tong, kemudian ke ruang meditasi untuk menemui Thio Sam Hong. "Guru" panggil In Lie Heng. "Duduklah" sahut Thio sam Hong sambil tersenyum lembut. Jie Lian ciu, In Lie Heng dan lainnya lalu duduk di hadapan guru besar itu, kemudian In Lie Heng melapor. "Guru, kami tidak berhasil mencari Thio Bu Ki." "Aaaah...." Thio sam Hong menghela nafas panjang. "Entah bagaimana nasib Bu Ki. Tak disangka pasukan pilihan Cu Goan Ciang terus memburunya." "Guru," ujar In Lie Heng memberitahukan. "Aku bertemu Ci Jiak di penginapan. Dia bilang. Bu Ki pernah ke gunung Go Bi menyerahkan jabatan ketua kepada Ceng Hi suthay." Wajah Thio sam Hong agak berseri. "Kalau begitu, dia tidak apa-apa, syukurlah" "Bu Ki bersama Tio Beng", In Lie Heng memberitahukan lagi"Ceng Hi suthay memberitahukan kepada Ci Jiak bahwa Bu Ki dan Tio Beng akan hidup mengasingkan diri di tempat yang sepi-" "oooh" Thio sam Hong manggut-manggut. "Memang lebih baik begitu. Engkau tahu di mana tempat itu?" "Tidak tahu." In Lie Heng menggelengkan kepala. "Ci Jiak bertemu Bu Ki?" tanya Thio sam Hong mendadak"Tidak-" In Lie Heng menggelengkan kepala lagi- kemudian wajahnya berubah serius. "Guru...." "Ada apa?" "siauw Lim Pay mengalami suatu bencana." "oh?" Thio sam Hong tersentak. "Bencana apa?" "Beberapa Hweeshio tingkatan Goan mati dibunuh.." In Lie Heng memberitahukan berdasarkan apa yang didengarnya dari Ciu Ci Jiak. "Apa?" Bukan main terkejutnya Thio sam Hong mendengar berita itu"Ceng Hwee Ciang?" "ya-" In Lie Heng mengangguki "Guru tahu tentang ilmu pukulan itu?" "Ng" Thio sam Hong manggut-manggut"Kira-kira lima enam puluh tahun yang lampau. rimba persilatan dikejutkan oleh semacam ilmu pukulan yang amat ganas, lihay dan beracun, siapa yang terkena pukulan itu, bagian dadanya pasti bertanda sebuah telapak tangan yang kehijau-hijauan, itu adalah ilmu pukulan Api Hijau. Banyak kaum rimba persilatan golongan putih yang berkepandaian tinggi mati terkena pukulan itu sudah barang tentu hal itu membangkitkan kemarahan kaum golongan putih, maka

mereka bersatu mengeroyok pembunuh itu" "lalu bagaimana?" tanyajie Lian ciu. "Pembunuh itu berhasil meloloskan diri,"jawab Thio sam Hong. "sejak itu tiada kabar beritanya lagi-" "Guru," tanya jie Lian Ciu. "siapa pembunuh itu?" "Dia adalah orang Persia, namun tiada seorang pun yang tahu namanya." Thio sam Hong menggeleng-gelengkan kepala. "Justru sungguh mengherankan, kini muncul lagi Ceng Hwee Ciang itu Malah yang menjadi adalah Hweeshio siauw Lim ste tingkatan Goan, itu sungguh di luar dugaan." "Guru," tanya jie Lian Ciu. "Apakah siauw Lim Pay bermusuhan dengan orang Persta itu?" "Entahlah-" Thio sam Hong menggelengkan kepala. "Namun memang mengherankan, kenapa cuma Hweeshio siauw Lim ste yang menjadi korban, sedangkan pesilat golongan putih tidak?" "Kita harus bersiap-siap menghadapi pembunuh itu," ujar jie Lian Ciu sungguh-sungguh"siapa tahu dia iuoa akan ke mari-" "Ngmmm" Thio sam Hong manggut-manggut. Bu Tong Pay memang bersiap siaga menghadapi pembunuh itu, namun pembunuh itu justru tidak pernah muncul di gunung Bu Tong. -ooo00000oooThio Bu Ki dan Tio Beng hidup tenang dan bahagia di pulau Hong Hoang to, bahkan kini Tio Beng pun telah hamil tujuh bulan. Betapa gembiranya suami isteri itu. Pagi ini, mereka berdua berjalan-jalan di dekat pantai sambil bergandeng tangan. Angin laut menerpa wajah mereka yang cerah ceria. "Bu Ki Koko," ujar Tio Beng. "Dua bulan lagi aku akan melahirkan. Engkau berharap anak laki-laki atau perempuan?" "Anak laki-laki atau perempuan sama saja,"sahut Thio Bu Ki sambil tersenyum. "Kita tidak boleh membedakan anak laki-laki atau anak perempuan." "Kalau anak laki-laki- " Tio Beng menatapnya dengan mesra. "Harus gagah dan jujur seperti engkau." "Apabila anak perempuan, harus secantik engkau," sambung Thio Bu Ki dan menambahkan, "Tapi tidak boleh berhati kejam." "Eh?" Tio Beng melotot. "Memangnya hatiku kejam?" "Aku tidak bilang hatimu kejam, kan?" "Tapi engkau barusan bilang...." "Tidak salah kan aku bilang begitu? Engkau langan tersinggung lho" Thio Bu Ki tertawa. "Ha ha ha..." "Bu Ki Koko jahat" ujar Tio Beng dengan manja.

"Hah? Ciu Ci Jiak" "Apa?" Bukan main terkejutnya Thio Bu Ki "Ci Jiak?" "Ya. sosok yang berpakaian biarawati tengkurap di situ"siapa biarawati itu?" Thio Bu Ki mengerutkan kening."Aku. cepatlah engkau periksa dia.... tapi dalam keadaan pingsan." "Ci Jiak" Tio Beng tersenyum. cepat papah dia ke rumah" ujar Tio Beng yang merasa iba terhadap Ciu Ci Jiak"Tapi?" Thio Bu Ki justru merasa tidak enak. tentunya dapat menyelami perasaanmu. "Aku. akhirnya aku bertemu engkau juga" ujar Ciu Ci Jiak dengan air mata bercucuran saking girangnya. dan seketika juga ia menjerit kaget. kemudian memandang Tio Beng. "Terima kasih" ucap Ciu Ci Jiak lalu meneguk air minum itu setelah itu ia bangun duduk di pinggir tempat tidur.. "Beng moay. lalu menelentangkan biarawati itu. maka Thio Bu Ki segera memapah Ciu Ci Jiak ke tempat tinggal mereka yang merupakan sebuah gubuk. mulai siuman.. cepat selamatkan dia" Thio Bu Ki mengangguk sekaligus mendekati Ciu Ci Jiak lalu menempelkan telapak tangannya pada punggung ciu Ci Jiak dan mengerahkan Kiu Yang sin Kang ke tubuhnya.. sedangkan Tio Beng cepat-cepat mengambil air minum. Bu Ki Koko. mungkin dia masih hidup" Tio Beng segera membungkukkan badannya. "Jangan khawatir" Tio Beng tersenyum"Aku tidak akan cemburu dan marah kepadamu-" Karena Tio Beng berkata begitu. barulah aku pikirkan nama yang paling cocok"" Mendadak Thio Bu Ki terbelalak sambil memandang jauh ke depan. Ciu Ci Jiak membuka matanya perlahan-lahan." "Tio Beng. berselang beberapa saat kemudian." sahut Thio Bu Ki "setelah engkau melahirkan. "Dia masih hidup. "yang telah berlalu jangan diungkit lagi.. "Ada apa Bu Ki Koko?" tanyanya cepat "Ada sosok dipantai" sahut Thio Bu Ki "Mari kita ke sana" Thio Bu Ki menarik Tio Beng ke pantai. "Bu Ki Koko. " Ciu Ci Jiak terisak-isak"Bu Ki Koko. ." sahut Tio Beng sambil memeriksanya." "Beng moay.Aku adalah wanita.. "Ci Jiak " panggil Thio Bu Ki sambil berhenti mengerahkan Iweekangnya." Thio Bu Ki menatapnya dengan penuh cinta kasih"Kapan aku pernah jahat terhadapmu?" "Bu Ki Koko" Tio Beng tersenyum"Kalau anak laki-laki harus diberi nama apa?" "Belum kupikirkan.. Begitu sampai di gubuk itu. Thio Bu Ki membaringkan ciu Ci Jiak ke tempat tidur. tentunya membuat Tio Beng tersentak. "Ci Jiak minumlah" Tio Beng menyodorkan air minum ke mulut Ciu Ci Jiak.

"rasanya aku ingin sekali pergi membunuh Cu Goan Ciang" "Betul. "Akupun berniat membunuhnya-" "Kalian berdua -" Thio Bu Ki menggeleng-telengkan kepala. "Gara-gara Cu Goan ciang. tapi engkau kok tahu kami berada di pulau ini?" "Sesungguhnya aku tidak tahu. akhirnya kami harus meninggalkan Tionggoan" "Padahal Cu Goan ciang adalah bawahan Bu Ki Koko." "Heran?" gumam Tio Beng"Kenapa Hweeshio-hweeshio siauw Lim Sie yang menjadi sasaran pukulan itu?" "Mungkinkah si pembunuh itu punya dendam dengan siauw LtmPay?" ujar Thio Bu Ki"Aku sudah bertanya kepada Kong Bun Hong Tio. namun dia bilang tidakpunya musuh. kemudian menghela nafas panjang seraya bergumam. kan?" "Aku. aku langsung menuiu ke pesisir utara." tutur ciu Ci Jiak tentang semua itu "setelah berpisah dengan In Tayhiap di penginapan itu. karena sudah bertemu denganmu." sambung Tio Beng. aku... Aku." Thio Bu Ki tidak menyahut. aku harus menerimamu di pulau ini-" ujar Tio Beng sungguh-sungguh. "Kini entah bagaimana keadaan Thay suhu Thio sam Hong?" "Aku yakin beliau baik-baik saja." Tio Beng menghela nafas panjang..." "Tak disangka siauw Lim Pay akan mengalami bencana itu" Thio Bu Ki menggeleng-gelengkan kepala... "oleh karena itu. Tio Beng menggenggam tangannya seraya berkata." ujar ciu Ci Jiak dan menambahkan. sedangkan rombongan Bu Tong kembali ke gunung Bu Tong-" "Ceng Hwee Ciang?" Kening Thio Bu Ki berkerut"Aku tidak pernah mendengar tentang ilmu pukulan itu."Tio Beng.. "Engkau rindu sekali kepada Bu Ki Koko. tentunya engkau tidak berkeberatan kan?" ujar Tio Beng . "itu memang membingungkan. "Aku tahu apa sebabnya engkau mencari Bu Ki Koko. "Maksudmu?" Ciu Ci Jiak kurang mengerti"Kita bertiga hidup tenang dan bahagia dipulau ini." Ciu Ci Jiak memberitahukan.." ujar ciu Ci Jiak"sebab beliau yang mengutus In Tayhiap mentarimu-" "Aaaah-. namun hari itu aku ke gunung Go Bi-. aku penasaran sekali... tapi malah dia yang menjadi kaisar. ya. "Kini aku sudah merasa puas. tidak lain disebabkan engkau sangat mencintainya. "Ci Jiak"." "Aku tahu-" Tio Beng tersenyum. maka aku harus meninggalkan pulau ini secepatnya. tak disangka beberapa Hweeshio siauw Lim sie tingkat Goan menjadi korban.. "sudahlah Jangan terus membicarakan itu Aku sendiri tidak mau menjadi kaisar. Lebih baik hidup tenang dan bahagia di pulau ini-" "Bu Ki Koko" Ciu Ci Jiak menatapnya dengan sorot mata penuh mengandung cinta kasih.." Ciu Ci Jiak menundukkan kepala.

. "Kenapa engkau menangis?" "Aku. engkau rela. "sebab kini kita bertiga tinggal di pulau ini-" "Tidak lama lagi akan menjadi empat. sedangkan Thio Bu Ki berjalan mondar-mandir dengan wajah cemas." Ciu Ci Jiak menatapnya seakan tidak percaya. "Dari dulu Ci Jiak sudah mencintaimu. "Ha ha ha. "Ci Jiak" tanya Tio Beng.. "Bu Ki Koko..itu semua disebabkan Tio Beng dan Ciu Ci Jiak saling mengerti. "Engkau sudah hamil?" Tio Beng mengangguki "sudah tujuh bulan. aku.Tio Beng dan ciu Ci Jiak memang hidup dengan penuh kebahagiaan di pulau Hong Hoang TO.... " Ciu Ci Jiak terbelalak." ujar Tio Beng kepada suaminya. tapi malah terdampar di sini. Ciu Ci Jiak berada di dalam menemani Tio Beng.Ia tampak tidak percaya akan apa yang di dengarnya. dan wajahnya pun tampak berseri-seri... "Aku tidak main-main atau bergurau. Dia ingin berlayar ke Peng Hwee TO. terdengarlah suara tangisan bayi yang sangat nyaring. "Baiklah. aku terima dia sebagai isteriku juga. kita bertiga hidup tenang dan bahagia di sini?" "ya. "Aku menerimanya di sini dengan setulus hati." saking Gembira Ciu Ci Jiak malah menangis terisak-isak.. "Aku. "Tio Beng.. . aku gembira sekali-" sahut Ciu Ci Jiak sambil memeluk Tio Beng erat-erat. maka engkau pun harus menerimanya sebagai isteri pula." ujar Thio Bu Ki sambil tertawa.. Thio Bu Ki langsung menarik nafas lega. "Maksudmu dia harus menjadi isteriku juga?" "Ya. Ciu Ci Jiaklah yang paling kalut. melainkan bersungguh-sungguh " "Beng Moay." Tio Beng mengangguk.." "Apa?" Thio Bu Ki terbelalak." Thio Bu Ki tampak serba salah. "Bu Ki Koko" Tio Beng tersenyum..." "Ci Jiak engkau sudah dengar kan?" Tio Beng memandangnya sambil tersenyum-senyum.. "Terima kasih" "sama-sama-" Tio Beng membelainya"Eeeh?" Mendadak Ciu Ci Jiak terbelalak sambil memandang perut Tio Beng. Berselang beberapa saat kemudian. la segera memasak air panas dan lain sebagainya." "Aku memberi selamat kepada kalian berdua" ucap Ciu Ci Jiak "seharusnya bertiga" sahut Tio Beng sambil tertawa.sambil tersenyum lembut." Thio Bu Ki.. "Kita." Tio Beng mengangguk. "Engkau. sungguh besar jiwamu" Thio Bu Ki menghela nafas panjang.itu pertanda dia pun berjodoh denganmu-" "Tapi-. Di saat Tio Beng mau melahirkan...

" Tio Beng dan Thio Bu Ki mengangguk." Tio Beng menggeleng-gelengkan kepala. "Kenapa mendadak engkau menghela nafas?" "Aku.Tak lama muncullah Ciu Ci Jiak. "Terimakasih.. "Aku sangat kasihan kepada Ci Jiak karena dia tidak bisa punya anak-" "Yaah" Thio Bu Ki menghela nafas. "syukurlah" ucap Thio Bu Ki"Engkau terus beristirahat di tempat tidur. Bu Ki Koko-" Tio Beng tersenyum.. anak kita?" Wajah Ciu Ci Jiak tampak bahagia sekali"Bayi itu adalah anak kita?" "Ya. "Kami sedang membicarakanmu.. la segera menyodorkan air hangat itu ke hadapan Tio Beng. sehingga selamanya tidak bisa punya anak. "Memangnya kenapa aku?" "Tidak sih. "oh. ya?" Ciu Ci Jiak tersenyum." "Beng Moay" Thio Bu Ki tersenyum. sebab anak kami juga anakmu. maka peranakannya menjadi rusak. "Karena melakukan kekeliruan ketika belajar Kiu Im sin Kang. "itu pasti sangat menggembirakannya. "Lho?" Thio Bu Ki heran." "Hatinya pasti terpukul sekali melihat aku melahirkan." "Baik!" Thio Bu Ki manggut-manggut.. terimakasih" Mata Ciu Ci Jiak berkaca-kaca saking gembira dan melanjutkan." sahut Tio Beng. aku boleh masuk?" tanya Thio Bu Ki"Boleh-" Ciu Ci Jiak mengangguki Thio Bu Ki berlari ke dalam. namun kemudian menghela nafas panjang. "Minumlah" "Terima kasih" Tio Beng meneguk air hangat itu " Ci Jiak tentunya engkau sudi memberikan nama kepada anak kita kan?" "A. Dilihatnya Tio Beng sedang menyusui bayi laki-laki yang baru lahir itu. "sungguh montok bayi laki-laki itu" "Aku. "Maka biar dia yang memberikan nama kepada anak kita." Tio Beng menatapnya lembut"Hanya berharap engkau sudi memberikan nama kepada anak kami... "Engkau baik-baik saja?" Tio Beng mengangguki wajahnya masih tampak agak pucat. ." "Kalian sedang berbisik-bisik apa?" muncullah Ciu Ci Jiak dengan membawa secangkir air hangat. "Ci Jiak anak laki-laki atau perempuan?" "Anak laki-laki-" Ciu Ci Jiak memberitahukan dengan wajah berseri. biar aku yang melayanimu." "oh?" Ciu Ci Jiak girang bukan main.Thio Bu Ki segera menghampirinya seraya bertanya." "Terima kasih. "Anakmu juga adalah anaknya ya. "Beng Moay" panggil Thio Bu Ki sambil membelainya." Tio Beng tertawa gembira. kan?" "Betul..

tak terasa beberapa tahun telah lewat. "Betul Harus seperti ayahnya Ha ha ha " -ooo00000ooo Bab 4 Penyerbuan yang Tak Terduga sang waKiu terus berlalu." "Han Liong. "Ci Jiak memanjakannya karena menyayanginya. ftu membuat Thio Bu Ki dan Tio Beng menggeleng-gelengkan kepala. Bayi itu bertubuh kuat dan sehat. nama yang tepat dan cocok baginya." "Dia cerdik dan banyak akalnya. tak pernah sakit dan dengan cepat ia sudah menjadi anak yang mungil. Mari kita ke pekarangan melihat bulan purnama" "Terima kasih. Ciu Ci Jiak yang paling memanjakannya. aku khawatir Han Liong akan menjadi nakal sekali-" ujar Tio Beng sambil menghela nafas panjang." Thio Han Liong menghempas-hempaskan kakinya. Han Liong tidak boleh ke luar" sahut Ciu Ci Jiak lembut.. "Bibi" panggil Thio Han Liong sambiL menarik tangan Ciu Ci Jiak "Temani Han Liong ke depan melihat bulan purnama" "sudah malam. "Bagus. "Kalau Bibi tidak mau menemani Han Liong melihat bulan purnama.. Thio Han Liong" Thio Bu Ki mengulanginya dengan wajah berseri-seri. "Bibi baik sekali" Ciu Ci Jiak menggandeng anak itu ke pekarangan. "Baiklah. Di antara ke tiga orang utu." ucap Thio Han Liong girang.." "seperti ayahnya. Apabila Thio Bu Ki atau Tio Beng mau menghukumnya karena ia terlalu nakal. Nama yang bagus" "Kalau begitu " sela Tio Beng." sambung Tio Beng sambil tersenyum. "Jangan mengkhawatirkan itu" Thio Bu Ki tersenyum." "Han Liong memang nakal tapi cerdik" ujar Tio Beng sambil tersenyum geli"Kalau kita mau menghukumnya. .. "Mudah-mudahan dia tidak licik" sementara itu.. "Ha ha ha" Thio Bu Ki tertawa gembira." "Han Liong Han Liong" gumam Ciu Ci Jiak "Kelak dia harus menjadi pendekar gagah yang berhati jujur.."Alangkah baiknya bayi itu diberi nama Han Liong. "Bibi-.. maka Ciu Ci Jiaklah yang selalu membelanya. maka mereka berdua tahu tentang itu "Ci Jiak terlalu memanjakan Han Liong." "Han Liong. "Bayi kita ini diberi nama Han Liong. Namun mereka berdua bersyukur dalam hati karena Ciu Ci Jiak sangat menyayangi Han Liong." Thio Bu Ki menggelenggelengkan kepala. malam ini Han Liong tidak mau tidur. Ciu Ci Jiak dan Thio Han Liong sudah duduk di pekarangan sambil menikmati keindahan bulan purnama.. dia langsung menangis sekeras-kerasnya agar Ci Jiak datang membelanya. otomatis juga akan mendidiknya pula." Ciu Ci Jiak menggeleng-gelengkan kepala sambil tersenyum lembut. "Bibi" Thio Han Liong memandang bulan purnama seraya bertanya. Ternyata Thio Bu Ki dan Tio Beng yang berada di kamar sebelah masih belum tidur.

jadi anak baik harus berbaKti kepada orangtua." Thio Han Liong mengangguk. Sekarang sudah larut malam. "Tentu." "ya. maka dia diangkat menjadi Bu Lim Beng Cu (Ketua Rimba Persilatan) di Tionggoan. Tio Beng sudah mulai mengajar Thio Han Liong ilmu surat. maka Thio Han Liong pun harus tidur bersama Tio Beng. maka engkau harus seperti ayahmu" ujarnya." "Bibi. kalau Han Liong sudah dewasa kelak. "Kepandaian ayahmu memang tinggi sekali. ibu dan bibi tinggal di pulau ini?" "Karena ayahmu sudah tidak mau mencampuri urusan rimba persilatan lagi. "Tapi engkau harus ingat. mari kita tidur!!" "Ya. Bibi-" Thio Han Liong mengangguk"Han Liong mau menjadi anak yang berbaKti-" "Anak baik Anak baik. sedangkan Thio Bu Ki mengajarnya cara-cara melatih Kiu Yang Sin Kang." "Apabila cuma nakal sedikit. apakah harus terus tinggal di pulau ini?" "Itu urusan kelak." "Oh?" Thio Han Liong tampak bangga sekali. "Dewi itu disebut Dewi Bulan. ia pun mulai mengajarkan teori-teori Kiu Im Pek Kut Jiauw kepada Thio Han Liong yang dilakukannya secara diam-diam. Dewi Bulan sayang kepada anak kecil?" "Kalau begitu. Bibi. "Tempat lain juga seperti di pulau ini?" "Han Liong" Ciu Ci Jiak tersenyum lembut. Itu dikarenakan Thio Bu Ki tidur bersama Tio Beng." "Apakah Dewi Bulan akan menghukum Han Liong kalau Han Liong nakal?" tanya anak kectL itu." "Bibi. Dia cantik dan lemah lembut. sebab engkau harus tahu dan kenal dunia luar. maka tinggal di sini. Ciu Ci Jiak memeluknya dengan penuh cinta kasih"Ayahmu adalah seorang pendekar yang gagah." Ciu Ci Jiak membelainya." tanya Thio Han Liong. "Ayah itu dan bibi berkepandaian tinggi?" tanya Thio Han Liong mendadak Jilid 2 Ciu Ci Jiak mengangguk. . sebab Dewi Bulan pasti menghukummu. "Kelak engkau akan mengetahuinya. Thio Han Liong tidur bersama Ciu Ci Jiak. "Dewi Bulan pasti tidak akan menghukum Han Liong." Ciu Ci Jiak manggut-manggut"Maka Han Liong tidak boleh terlalu nakal. "Tapi kenapa ayah."Betulkah ada dewi di dalam bulan?" "Betul." ujar Ciu Ci Jiak sambil tersenyum. "Tentunya kami tidak akan membiarkanmu terus tinggal di sini. tidak boleh kurang ajar. kalau Thio Bu Ki tidur bersama Ciu Ci Jiak." Ciu Ci Jiak mengangguk. Mereka berdua masuk ke dalam gubuk." Thio Han Liong menyengir. tapi paling tidak suka kepada anak nakal. ciu Ci Jiak juga tidak tinggal diam. Dewi Bulan pasti tidak akan menghukummu.

" sahut Tio Beng setelah berpikir sejenak "setelah dia dewasa. "Kenapa Bibi mengajar Han Liong teori-teori ilmu itu?" ." kata Ciu Ci Jiak sambil memandangnya"Kenapa begitu?" Thio Han Liong tampak tercengang. Entah bagaimana keadaan mereka?" sahut Thio Bu Ki sambil menggeleng-gelengkan kepala. "Engkau sudah lupa kepada Cia sun ayah angkatku?" "oooh" Tio Beng manggut-manggut." Thio Han Liong menatapnya seraya bertanya. lihay dan hebat. "Sebab.. tapi tidak mengajarmu Kiu Im sin Kang. Thio Bu Ki dan Tio Beng bercakap-cakap dengan serius sekali"Kini Han Liong sudah berumur tujuh tahun. "Bagaimana menurutmu?" Thio Bu Ki balik bertanya... tentunya dia harus ke gunung Bu Tong dan ke siauw Lim sie-" "Ke siauw Lim sie?" Tio Beng heran." sahut Thio Han Liong dan bertanya"Kenapa Han Liong tidak boleh memberitahukan kepada ayah?" "Sebab ilmu Kiu Im Pek Kut Jiauw sangat ganas." Ciu Ci Jiak menjelaskan. Ciu Ci Jiak dan Thio Han Liong juga sedang bercakap-cakap dengan asyik sekali. "Percayalah" Tio Beng tersenyum"Mereka pasti baik-baik saja-" "Mudah-mudahan begitu" ucap Thio Bu Ki "Entah kapan klta akan bertemu mereka lagi?" sementara itu. "Betul Han Liong memang harus ke siauw Lim sie menemui ayah angkatmu. Mereka berdua duduk di atas sebuah batu. maka ayahmu pasti marah kepada kita-" "ya.." "Kalau begitu. "Bibi cuma memberitahukanmu semua gerakan Kiu Im Pek Kut Jiauw.Kini Thio Han Liong sudah berumur tujuh tahun. Bibi-" Thio Han Liong mengangguk. Anak itu tampan tapi agak nakal. "Kenapa Han Liong harus ke siauw Lim sie?" "Beng Moay" Thio Bu Ki tersenyum. "Menurut aku. "Bu Ki Koko" Tio Beng memandangnya dengan heran. "Ilmu Kiu Im Pek Put Jiauw sangat ganas. la telah memiliki dasar Kiu yang sin Kang." "Aaah " Mendadak Thio Bu Ki menghela nafas panjang. "Han Liong" ujar ciu Ci Jiak"Engkau sudah ingat semua teori-teori Kiu Im Pek Kut Jiauw yang kuberitahukan kepadamu?" "Han Liong sudah ingat semua." "Ngmm" Thio Bu Ki manggut-manggut. para paman dan ayah angkatku.. oleh karena itu Thio Bu Ki mulai mengajarnya Thay Kek Kun (Ilmu Pukulan Taichi) ciptaan guru besar Thio sam Hong atau Thio Kun Po (Chang KwunBo).. Maka ayahmu pasti melarangmu belajar ilmu tersebut. "itu urusan kelak.. Di saat Thio Han Liong dan ciu Ci Jiak pergi ke pantai. apakah dia harus terus tinggal dipulau ini?" tanya Tio Beng. kita harus membiarkannya pergi ke Tionggoan. "Kenapa engkau menghela nafas?" "Aku teringat akan Thay suhu.

maka beliau adalah kakek angkatmu." ujarnya seusai Ciu Ci Jiak menutur."Agar kelak engkau dapat mempergunakannya. karena saking asyiknya bercakap-cakap. kakekmu. sebuah kapal perang berlabuh di pantai pulau itu. beliau berada di siauw Lim sie-" " Kakek angkat?" Thio Han Liong tercengang. "Sungguh kasihan nasib kakek angkat itu" Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. Mereka berdua sama sekali tidak mengetahuinya. "Bibi. " Engkau masih punya seorang kakek angkat. Hwa san.-. "oh ya." "Apa?" Thio Han Liong tertegun. Ayahmu adalah ketua Beng Kauw yang berhasil meruntuhkan Dinasti Goan." Ciu Ci Jiak mengangguk.Tapi. " Kalau kelak aku ke Tionggoan. kenapa Cu Goan ciang bisa menjadi kaisar. yaitu partai siauw Lim. "sebab ayahmu mengangkatnya sebagai ayah." Ciu Ci Jiak menjelaskan. dan Thio Han Liong mendengarkan dengan penuh perhatian. Bibi." "Partai mana yang paling kuat?" "Siauw Lim Pay. Thio Cui san. "Kim Mo say ong-cia sun adalah kakek angkatmu. sedangkan ayah malah hidup di pulau ini?" "Cu Goan ciang bisa menjadi kaisar karena kelicikannya. Go Bi dan Kay Pang (Partai Pengemis)." Ciu Ci Jiak tersenyum. yang usianya sudah seratus lebih-" "Pendiri Bu Tong Pay itu masih hidup?" tanya Thio Han Liong dengan mata terbelalak.." Ciu Ci Jiak memberitahukan." Ciu Ci Jiak menjelaskan." "Bibi. apakah kakek angkatku itu masih hidup?" "Mungkin masih hidup-. pasti ke siauw Lim sie menjenguk kakek-" "Ngmm" Ciu Ci Jiak manggut-manggut. "Di Tionggoan terdapat beberapa partai besar. "Beliau adalah guru kakekmu. "ya." "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut mengerti"oh ya" ciu Ci Jiak memberitahukan lagi.." ujar ciu Ci Jiak dan menutur riwayat Kim Mo say ong-cia sun. "Beliau adalah Thay Sucouwmu." Thio Han Liong mengangguk. "Pendiri Bu Tong Pay itu adalah Thay sucouw?" "ya. Bu Tong." Ciu Ci Jiak menutur tentang semua itu."jawab Ciu Ci Jiak"Namun engkau pun harus melatihnya dengan cara mempraktekkannya. Kun Lun. Khong Tong. Di saat mereka berdua sedang asyik bercakap-cakap. apakah di Tionggoan banyak orang berkepandaian tinggi?" "Banyak sekali. "Kelak Han Liong harus seperti ayah. "Ayahmu hidup di pulau ini lantaran tidak mau mencampuri urusan rimba persilatan lagi. Namun Bu Tong Pay sudah menyamai siauw Lim Pay." Ciu Ci Jiak memberitahukan." "ya. Tampak puluhan pasukan kerajaan meloncat turun dari . "Pendiri Bu Tong Pay bernama Thio sam Hong.

lalu menolehkan kepalanya. Belasan hari kemudian. sementara itu. yang ternyata adalah para Dhalai Lhama itu. "Kalian berdua mau ke mana?" "siapa kalian?" bentak Ciu Ci Jiak. Tiba-tiba kening ciu Ci Jiak berkerut. "Thio Bu Ki sudah tinggal di pulau ini mengasingkan diri. Lie WiEkiong menyatakan tidak sanggup menangkap Thio Bu Ki yang berkepandaian sangat tinggi itu.Maka. menyusul adalah sembilan orang Hweeshio yang memakaijubah beraneka warna Ternyata mereka adalah para pengawal istana yang berkepandaian tinggi dan sembilan Dhalai Lhama dari Tibet Dalam beberapa tahun ini. tentunya sangat menggembirakan cu Goan ciang. pemimpin pengawal istana bersama puluhan pengawal istana ke pulau tersebut untuk menangkap Thio Bu Ki." sahut Dhalai Lhama jubah merah memberitahukan. namun kalian masih memburunya" "Maaf" ujar Lie WiEkiong. Akan tetapi. Cu cioan ciang setuju. mari kita pulang" Mereka berdua segera beranjak meninggalkan tempat itu. "Kami ke mari atas perintah kaisar untuk mengundang Thio Tayhiap ke istana. Ciu Ci Jiak masih asyik bercakap-cakap dengan Thio Han Liong. "Mau apa kalian datang ke pulau ini?" "Kami adalah Dhalai Lhama dari Tibet." "Hm" dengus Ciu Ci Jiak dingin"Cepatlah kalian tinggalkan pulau ini Kalau tidak. Lie WiEkiong segera berangkat ke Tibet. alangkah baiknya minta bantuan mereka untuk menangkap Thio Bu Ki. kemudian ia pun memberitahukan bahwa ia kenal beberapa Dhalai Lhama di Tibet yang berkepandaian tinggi.kapal perang itu." "Ciu Lie Hiap (Pendekar wanita Ciu)" Lie WiEkiong memberi hormat. "Han Liong. "Kami ke mari untuk menangkap Thio Bu Ki. "ini adalah perintah kaisar-" "Hm" dengus Ciu Ci Jiak dingin"Lebih baik kalian cepat meninggalkan pulau ini Kalau tidak. lebih-lebih setelah Thio Bu Ki dan Tio Beng tiada kabar beritanya. ia mengutus beberapa orang kepercayaannya untuk menyelidiki jejak Thio Bu KiAkhirnya Cu Goan ciang memperoleh informasi bahwa Thio Bu Ki dan Tio Beng berada di sebuah pulau di Pak Hai (Laut utara). setelah para Dhalai Lhama itu berbicara serius dengan cu Goan Ciang. pemimpin pengawal istana. maka ia mengutus Lie WiEkiong. barulah berangkat ke pulau tersebut dengan sebuah kapal perang. aku tidak akan berlaku sungkan kepada kalian" "Ha ha ha" Dhalai Lhama tertawa gelak. kemudian bertanya . "Ha ha ha" Dhalai Lhama jubah merah tertawa gelak. namun sekonyong-konyong berkelebat beberapa bayangan ke hadapan mereka. Betapa terkejutnya hati Ciu Ci Jiak ketika melihat para pengawal istana dan Dhalai Lhama yang sedang menghampiri mereka." "sungguh keterlaluan cu Goan ciang masih ingin menangkap Thio Bu Ki?" Wajah Ciu Ci Jiak tampak gusar sekali. Lie WiEkiong sudah kembali ke istana bersama sembilan Dhalai Lhama. cu Goan ciang masih tetap merasa cemas.

"Ha ha Aku ingin mencoba kepandaiannya" sementara Ciu Ci Jiak memang sudah bersiap menghadapi pertarungan.. ia cepat-cepat berbisik kepada Thio Han Liong. "Hei. bocah" Tangan Dhalai Lhama jubah kuning bergerak mencengkeram lengan Thio Han Liong." "Bagus. yang ternyata Dhalai Lhama jubah kuning.Ternyata Ciu Ci Jiak mulai mengeluarkan ilmu Kiu Im Pek Kut Jiauw. "Bagus. Mendadak Ciu Ci Jiak bersiul panjang sambil menyerang Dhalai Lhama jubah merah.kepada Lie WiEkiong. " Cepat pulang. "Aduh" jerit Dhalai Lhama jubah kuning kesakitan. "Aduuuh. Dhalai Lhama keparat" caci Ciu Ci Jiak." jerit Thio Han Liong. sungguh di luar dugaan karena anak kecil itu berhasil berkelit."Bagus. la kena ditampar sehingga matanya berkunang-kunang. sehingga membuat anak kecil itu menjadi lumpuh. "Hm" dengus Dhalai Lhama jubah kuning.. aku ingin tahu berapa tinggi kepandaianmu" "Baik" Ciu Ci Jiak mengangguk sekaligus menyerangnya. sebelum Dhalai Lhama jubah merah mendekatinya." "Ayahmu bernama Thio Bu Ki?" tanya Dhalai Lhama jubah kuning. "Dasar tak tahu malu" caci Thio Han Liong. bagus" Dhalai Lhama jubah merah tertawa lagi.. mantan ketua GoBi Pay.. di saat bersamaan berkelebat sosok bayangan ke hadapannya. "ya-" Thio Han Liong mengangguk.. Tapi kemudian mendadak ia menggigit tangan Dhalai Lhama jubah kuning.. sementara Dhalai Lhama jubah kuning telah menotokjalan darah Thio Han Liong. Mendadak badan Thio Han Liong berputar.. memberitahukan kepada ayahmu" Thio Han Liong mengangguki kemudian mendadak berlari pergi. Perlu diketahui. Pertarungan itu semakin menegangkan. bagus" Dhalai Lhama jubah merah tertawa gelak sambil mengelaki kemudian balas menyerang. "Tak disangka engkau dapat berkelit.. "siapa wanita itu?" "Dia bernama Ciu Ci Jiak. Akan tetapi. Anak kecil itu masih ingin berkelit. Bukan . "cuma berani terhadap anak kecil.Jangan menyiksa anak kecil. dan lengannya telah dicengkeram oleh Dhalai Lhama jubah kuning. Terjadilah pertarungan yang amat sengit dan seru. hadapilah aku" "Ha ha" Dhalai Lhama berjubah merah mendekatinya"Mari kita bertarung. "Kepandaiannya tinggi sekali.Jarirjari tangannya yang menyerupai cakar mengarah ke ubun-ubun Dhalai Lhama jubah merah. bagus Ha ha ha" Dhalai Lhama jubah kuning tertawa gelak"Kami ke mari justru ingin menangkap ayahmu-" Thio Han Liong tidak menyahut. kalau ayahku datang. Thio Han Liong sering berlatih dengan ciu Ci Jiak. "Bocah Engkau tidak akan bisa kabur" ujar Dhalai Lhama jubah kuning itu sambil menjulurkan tangannya untuk menangkap Thio Han Liong. kemudian dengan tiba-tiba ia mengayunkan tangan kirinya. namun kali ini ia tidak berhasil."jawab Lie WiEkiong memberitahukan.

la menghimpun Kiu Im Sin Kang sampai pada puncaknya. pipimu akan kutampar sampai bengkak" Thio Han Liong terpaksa diam. Dapat dibayangkan betapa dahsyatnya Lweekang gabungan mereka berlima.. la terpental belasan depa ke belakang dengan mulut menyemburkan darah segar. yang di depannya menyalurkan depan dan seterusnya.. Ke lima Dhalai Lhama menangkis serangan itu serentak dengan Lweekang sepenuhnya. la menatap Dhalai Lhama itu dengan mata berapi-api.main terkejutnya Dhalai Lhama jubah merah itu la segera membentak keras sambil mengelak ke samping untuk menghindarinya.Ternyata ke lima Dhalai Lhama itu menyerang Ciu Ci Jiak dengan Hgo Heng Mle Hun Tin (Formasi Lima Elemen yang Menyesatkan sukma).. begitu pula yang lain. Mendadak Dhalai Lhama jubah kuning menamparnya"Aduuuh " jerit Thio Han Liong kesakitan. Begitu sampai pada Dhalai Lhama berjubah merahi langsung saja ia menyerang ciu Ci Jiak. Dhalai Lhama jubah merah mulai bergerak mendekati Ciu Ci Jiak. Terdengar suara benturan yang amat dahsyat. Blaaam." seru Thio Han Liong dengan wajah pucat pias"Bibi -" "Ha ha ha" Dhalai Lhama jubah merah tertawa gelak"Hebat juga engkau Coba sambut pukulan kami" Tiba-tiba ke lima Dhalai Lhama itu berbaris. Ke lima Dhalai Lhama itu terhuyung-huyung ke belakang beberapa langkahi sedangkan ciu Ci Jiak terpental beberapa depa dengan mulut mengeluarkan darah segar"Bibi. siap menangkis serangan para Dhalai Lhama itu. yang walau badannya tertotok lumpuh. mari kita berkelahi" "Diam" bentak Dhalai Lhama jubah kuning.yang paling depan adalah Dhalai Lhama jubah merahi yang dibelakangnya memegang bahunya.Bibi-. namun mulutnya masih bisa bersuara"Kalian semua adalah Hweeshio-hweeshio yang tak tahu malu" Plaaak. membuat Ciu Ci Jiak terdesak dan tak mampu balas menyerang. lebih-lebih ketika Ciu Ci Jiak mengeluarkan ilmu Kiu Im Pek Kut Jiauw. sekonyong konyong Ciu Ci Jiak memekik keras. Lweekang mereka beradu dengan Kiu Im sin Kang. "Hweeshio sialan cepat bebaskan aku. Mendadak maju empat Dhalai Lhama jubah hijau. sebab Ciu Ci Jiak mulai terdesak. Mendadak Dhalai Lhama jubah merah membentak keras.. Thio Han Liong menyaksikan pertarungan itu dengan penuh perhatian. tapi ciu Ci Jiak menangkis serangan itu dengan Kiu Im sin Kang. dan menyerang mereka dengan Kui Im sin Kang.. biru danputih. Anak kecil itu terkejut bukan main. .. Kening ciu Ci Jiak berkerut-kerut. hitam. dan seketika juga yang paling belakang langsung menyalurkan Lweekangnya ke depan. lalu menyaksikan pertarungan itu. Blaaam. "Aaaakh " jerit ciu Ci Jiak. otomatis yang lain pun ikut bergerak dan tetap memegang bahu yang di depannya. Ke empat Dhalai Lhama itu pun ikut menyerang Ciu Ci Jiak"Tak tahu malu Tak tahu malu" seru Thio Han Liong. " Kalau tidak. Formasi tersebut memang lihay sekali.

Ci Jiak?" tanya Thio Bu Ki dengan mata berkaca-kaca.. "Engkau pasti Thio Bu Ki yang sangat tersohor itu.. "Ayah." Dhalai Lhama jubah merah mengangguk"Kalian punya dendam kesumat dengan kami?" tanya Thio Bu Ki sepatah demi sepatah"Tidak-" Dhalai Lhama jubah merah menggelengkan kepala"Kalau begitu." Thio Bu Ki dan Tio Beng memandang para Dhalai Lhama itu. berkelebat dua sosok bayangan ke tempat ciu Ci Jiak. "Han Liong." sahut Dhalai Lhama jubah merah"Dia terkena pukulan kami... terkulai dan nafasnya pun putus seketika." Wajah Thio Bu Ki berubah dingin sekali.." "Apakah kalian Dhalai Lhama dari Tibet?" Thio Bu Ki menatap mereka dengan tajam sekali.. "Kalian yang membunuhnya?" "Kami bertarung. "Cu Goan ciang bukan?" . "Bu Ki Koko.Bibi.la tahu bahwa tak lama lagi nyawa Ciu Ci Jiak akan melayang. Kalau di dalam pertarungan ada yang mati.. sedangkan ciu Ci Jiak terus memandangnya dengan mata redup." Mendadak kepala Ciu Ci Jiak. "ya... bagaimana keadaan bibi?" tanya Thio Han Liong." Thio Bu Ki terisak-isak. yang tidak lain adalah Thio Bu Ki dan Tio Beng." Thio Han Liong langsung menangis meraungraung.." "Bibi. kami diutus ke mari untuk menangkapmuMaka lebih baik engkau ikut kami daripada melawan.. Thio Bu Ki menggeleng-gelengkan kepala. kemudian Thio Bu Ki bertanya.. yang matanya sudah mulai basah Thio Bu Ki menggeleng-gelengkan kepala lagi." Di saat bersamaan." teriak Thio Han Liong memanggil mereka. wajar kan?" sahui Dhalai Lhama berjubah merah sambil tersenyum. "Bibi." "Aku tahu siapa yang mengutus kalian ke mari." sahut Thio Bu Ki dengan air mata meleleh"Bibimu sudah tiada.. Thio Bu Ki memandang putranya sejenak.. "Han."Bibi. Han Liong..." Thio Bu Ki menatap Lie WiEkiong. "Ayah Ibu.." panggilnya dengan suara lemah sekali"Aku -" "Engkau mau pesan apa. Ciu Ci Jiak jatuh terkapar.. lalu membungkukkan badannya untuk memeriksa Ciu Ci Jiak.. la berusaha bangun. "Kalian telah membunuh Ciu Ci Jiak... bagaimana keadaannya?" tanya Tio Beng dengan cemas." ciu Ci Jiak memandang anak kecil itu......Bibi... " Ci Jiak-. kini bagaimana tanggung-jawab kalian?" "Ha ha ha" Dhalai Lhama jubah merah tertawa gelak"Terus terang. aku cinta kepadamu. "Aku.Begitu pula Tio Beng. bukan?" "Tidak salah-" Thio Bu Ki manggut-manggut. "Kenapa kalian membunuh Ciu Ci Jiak?" "Kami bertarung. "Bu Ki Koko. namun tidak berhasil." teriak Thio Han Liong dengan wajah pucat pias. "Bibi. "Tidak bisa ditolong?" tanya Tio Beng.

cepat serahkan kitab-kitab itu kepada kami" "Sayang sekali" sahut Thio Bu Ki sambil menggelengkan kepala. "Betul.. "Buktinya bibiku telah binasa ditangan para Dhalai Lhama itu." ujar Dhalai Lhama jubah merah. mendadak Tio Beng melesat ke arah Thio Han Liong.. Di saat itu pula Tio Beng melesat kembali ke sisi Thio Bu Ki. maka dia terluka parah dan akhirnya binasa. Akan tetapi. Dhalai Lhama jubah kuning bergerak cepat.. lalu memandang para Dhalai Lhama"Wanita itu tidak kuat menahan pukulan kami." Lie WiEkiong mengangguk"Kami diutus ke mari untuk menangkapmu. la langsung menyerang Dhalai Lhama jubah kuning dengan sengit sekali." Lie WiEkiong tergagap-gagap."Betul. "Kenapa kaisar mengutus kalian ke mari membunuh bibiku?" "Sesungguhnya kaisar tidak menyuruh para Dhalai Lhama itu membunuh bibimu. maka engkau harus menyerahkan Kiu yang dan Kiu Im Cin Keng kepada kamiKalau tidak -" "Kalau tidak. Baiklah-" Bersamaan deng«n itu. "Nah. "Ha ha" Dhalai Lhama jubah kuning tertawa sambil berkelit." "Tenang" sahut Thio Bu Ki. "Kitab-kitab itu tidak berada di tanganku.." Dhalai Lhama jubah merah manggut-manggut. "Jaga anak itu" Betapa gusarnya Tio Beng. " Aku tidak pernah bermusuhan dengan pihak kalian. kalian akan membunuh kami?" tanya Thio Bu Ki dan merasa heran. Dipandangnya Thio Han Liong. sementara para Dhalai Lhama sudah mengepung mereka berdua. "Hmm" dengus Thio BuKi dingin. engkau lebih sayang kitab-kitab itu daripada nyawamu sendiri. "Ha ha ha" Dalai Lhama jubah merah tertawa terbahakbahak"Kalau begitu. sebab Thio Bu Ki dan Tio Beng sudah .. tapi kenapa kalian. "Kalian kejam" bentak anak kecil itu." "Ha ha ha" Dhalai Lhama jubah merah tertawa gelak"Tentunya engkau ingin hidup." sementara Tio Beng tidak menyahut.. kemudian menghela nafas panjang." Lie WiEkiong menggeleng-gelengkan kepala. "Bagaimana?" tanya Tio Beng dengan cemas.. "Han Liong berada di tangan mereka. Ternyata ia sedang mencari akal untuk menolong putranya. maka -" "Tapi kenapa para Dhalai Lhama itu membunuh Ciu Ci Jiak?" tanya Thio Bu Ki dingin"Dan kenapa Dhalai Lhama jubah kuning itu menawan putraku?" "Itu.. sedangkan Lie WiEkiong menjaga Thio Han Liong. bagaimana para Dhalai Lhama itu tahu tentang Kiu yang dan Kiu Im Cin Keng? la sungguh tak habis pikir. langsung menendang anak kecil itu ke arah para pengawal istana seraya berseru. aku dendam kepada kalian" Lie WiEkiong mengerutkan kening. sementara suasana semakin mencekam. aku.

la menggunakan pendengarannya yang amat tajam. "Kitab itu tak ada di tanganku. sedangkan Thio Bu Ki tetap memejamkan matanya melayani para Dhalai Lhama itu. Blaaam Terdengar suara benturan. "Pejamkan mata" ujar Thio Bu Ki kepada Tio Beng. seketika tiga Dhalai Lhama langsung menyerang Tio Beng. namun Thio Bu Ki menangkis dengan ilmu pukulan Kiu yang sin Kang. namun tidak terluka sama sekali. dan makin lama makin cepat. sehingga membuat Thio Bu Ki dan Tio Beng merasa pusing sekali. Thio Bu Ki menyerang mereka dengan ilmu Kian Kun Tay lo Ie." Dhalai Lhama jubah merah manggut-manggut dengan wajah gusar"Kalau begitu. engkau memang hebat" ujar Dhalai Lhama jubah merah dan kemudian berseru. sedangkan Thio Bu Ki tetap berdiri di tempat.Mula-mula para Dhalai Lhama itu tampak kebingungan menghadapi serangan-serangan Thio Bu Ki. "Kiu Kiong ApTe (Sembilan istana Menekan Bumi)" Para Dhalai Lhama itu berputar-putar.Di saat itulah Dhalai Lhama jubah merah berseru. "Serang mereka" Mulailah para Dhalai Lhama itu menyerang Thio Bu Ki dan Tio Beng dengan cara mengepung. "Thio Bu Ki. hijau. ia pun mulai mengerahkan Kiu Yang sin Kang. lalu mendadak berbaris menyerupai seekor naga-yang paling depan adalah Dhalai Lhama jubah merah dengan sepasang tangannya ." sahut Thio Bu Ki. Tio Beng menurutjustru ia nyaris terkena pukulan yang dilancarkan salah satu Dhalai Lhama.siap bertarung dengan para Dhalai Lhama itu. namun mendadak Thio Bu Ki maju sekaligus menangkis serangan-serangan itu dengan ilmu pukulan Kiu yang sin Kang. Dhalai Lhama berjubah merah terkejut juga menyaksikannya. "Kalaupun ada. dan segeralah ia berseru. "Kiu Kiong Gan Thian (sembilan istana Memutar Langit)" seketika sembilan Dhalai Lhama itu berputar-putar. Thio Bu Ki dan Tio Beng terhuyung-huyung ke belakang beberapa langkahi sedangkan ke lima Dhalai Lhama terpental beberapa depa. namun ia cepat-cepat berkelit dan membuka matanya lagi. "Ha ha ha" Dhalai Lhama jubah merah tertawa g elaki kemudian berseru. Blaaam Terdengar lagi suara benturan dahsyat. Ternyata Kiu Kiong Gan Thian adalah semacam formasi yang membingungkan pihak lawan. "Ngo Heng GanTe (Lima Elemen Memutar Bumi)" Dhalai Lhama jubah merahi kuning. Ke tiga Dhalai Lhama itu terhuyung-huyung ke belakang beberapa langkah. kalian berdua cari mati" "Kalian yang akan mampus" sahut Tio Beng sengit. Thio Bu Ki dan Tio Beng berkelit. otomatis membuat Ilmu Kiam Kun Taylo Ie tak berfungsi sama sekali. "serang wanita itu" seru Dhalai Lhama jubah merah. dan di samping itu. "Engkau tidak mau menyerahkan kitab-kitab itu?" tanya Dhalai Lhama jubah merah dengan suara nyaring. hitam dan putih langsung bergerak cepat menyerang Thio Bu Ki dan Tio Beng. tidak akan kuserahkan kepada kalian" "Baik. kemudian ke dua-duanya balas menyerang dengan serentak.

mendadak Thio Bu Ki menyambar Tio Beng. sedangkan Thio Bu Ki maju dua langkah sambil menangkis serangan itu. janganlah engkau menangkis serangannya" "Ya. " Engkau terluka?" "Aku. Tio Beng meloncat ke belakang.... "Apabila Dhalai Lhama jubah merah itu menyerang. Menyaksikan itu. Pakaian Thio Bu Ki dan Tio Beng sudah terbakar. begitu pula badan mereka. ke dua orangtuanya sudah tidak kelihatan...Di saat itu. lagi pula Thio Bu Ki dan Tio Beng telah terbakar. kelihatan ia siap menangkis kalau diserang. sementara para Dhalai Lhama itu terus melempar Liak Hwee Tan ke arah mereka berdua.Daaar. Dar.. engkau memang tidak bernama kosong..Maka Dhalai Lhama jubah merah yakin bahwa Thio Bu Ki dan Tio Beng akan kembali ke situ- . Benda itu adalah Liak HweeTan. DaaarBlaaam Terdengar seperti suara ledakan dahsyatSerangan yang menyerupai naga itu terdorong mundur tujuh delapan depa..bergerak-gerak. "Thio Bu Ki.. "Bu Ki Koko" seru Tio Beng dan langsung mendekatinya. membuat para Dhalai Lhama itu terjatuh saling menindih. sekaligus melesat pergi"Ayah. kami terpaksa membunuh kalian berdua" ujar Dhalai Lhama jubah merah dan berseru"serang mereka dengan Liak Hwee Tan (Bom Api)" seketika juga para Dhalai Lhama melempar suatu benda ke arah Thio Bu Ki dan Tio Beng.." teriak Thio Han Liong memanggil ayah dan ibunyaAkan tetapi. kemudian menggelenggelengkan kepala"Ayah Ayah " teriak Thio Han Liong.. dan juga Thio Han Liong masih berada di tangan mereka.yang di belakangnya memegang bahunya. begitu pula yang lainnya. Ibu . sekaligus menyerang Thio Bu Ki. " Celaka" keluh Thio Bu Ki. Di saat itulah mendadak Dhalai Lhama jubah merah membentak keras. "Betulkah engkau tidak mau menyerahkan kitab Kiu Im dan Kiu yang cin Keng?" tanya Dhalai Lhama jubah merah"Tidak. air muka Thio Bu Ki langsung berubah hebat dan ia cepat-cepat berbisik kepada Tio Beng yang berdiri di sisinya.." sahut Thio Bu Ki sambil menarik nafas dalam-dalam.Ayah." sahut Thio Bu Ki tegas"Kalau begitu. dan mulut mereka pun mengeluarkan darahBagaimana dengan Thio Bu Ki? la pun terpental hampir sepuluh depa dan mulutnya menyembur darah segar.. sementara para Dhalai Lhama itu sudah bangkit berdiri dan secepat kilat kembali mengepung Thio Bu Ki dan Tio Beng.sedangkan Thio Bu Ki mulai mengerahkan Kui yang sin Kang hingga puncaknya. "Ha ha" Dhalai Lhama jubah merah tertawa. maka anak kecil itu mulai menangisKenapa para Dhalai Lhama itu tidak mengejar mereka? Ternyata mereka telah terluka.Daar." Tio Beng mengangguk." Wajah Thio Bu Ki pucat pias. yang begitu meledak langsung pula menyala." "Terimakasih atas pujianmu.

mari kita kembali kEkapal" ujar Dhalai Lhama jubah merah."WiEkiong. "Engkau jangan berdusta" "Untuk apa aku berdusta?" sahut Thio Han Liong. lalu memberi perintah kepada para anak buahnya pergi mencari Thio Bu Ki dan Tio Beng." Lie WiEkiong mengangguk. Mendadak Dhalai Lhama jubah kuning menotok Giok Tiong Hiat. tidak mungkin bisa kabur jauh. ke dua orangtuamu sering ke mana?" tanya Dhalai Lhama jubah kuning. "Entahlah-" Thio Han Liong menggelengkan kepala. namun wajahnya sudah berubah kebiru-biruan. lalu memberitahukan kepada ciu Ci Jiak dan ke dua orang-tuanya. namun tetap berterima kasih kepadanya dalam hati. jangan menyiksanya" Lie WiEkiong merasa tidak sampai hati menyaksikan penderitaan anak kecii itu. barulah para anak buah Lie WiEkiong kembali. terpaksalah Lie WiEkiong membopongnya. "Ha ha ha" Dhalai Lhama jubah kuning tertawa gelaki "Bocah Aku ingin lihat engkau bisa bertahan berapa lama Ha ha ha. "Setahuku. Dhalai Lhama jubah kuning tertawa lagi lalu membebaskan totokannyaRasa sakit di dada Thio Han Liong hilang seketika. sebetulnya Thio Bu Ki dan Tio Beng bersembunyi di mana? Ternyata mereka berdua bersembunyi di sebuah gua. Padahal sesungguhnya ia tahu ke dua orangtuanya bersembunyi di mana. jalan darah di bagian dada Thio Han Liong." Thio Han Liong sama sekali tidak mengeluarkan suara. sehingga dada anak kecil itu terasa sakit sekali. cepatlah bebaskan totokan itu." "Hm" dengus Dhalai Lhama jubah kuning. "Hari sudah mulai senja. Karena Thio Han Liong tidak bisa bergerak. "Kelihatannya dia tidak tahu ke dua orangtuanya bersembunyi di mana. "Hmm" dengus Dhalai Lhama jubah merahi lalu mendekati Thio Han Liong yang ditotok lumpuh itu seraya bertanya. "Selain ke gubuk itu.. namun tidak mau bersikap lemah di hadapan para Dhalai Lhama itu. namun ia tidak mau memberitahukan. "Dhalai Lhama jubah kuning" ujar Lie WiEkiong.. . Walau Thio Han Liong sangat membenci Lie WiEkiong. Thio Han Liong sama sekali tidak menjerit. Ketika hari mulai sore. " Kedua orangtuamu bersembunyi dimana?" "Aku berada di sini. Thio Han Liong yang menemukan gua itu. namun mereka tidak berhasil menemukan Thio Bu Ki dan Tio Beng. "Kalian jahat dan curang" Plaaak Dhalai Lhama jubah merah langsung menamparnya. "Suruh anak buahmu pergi mencari Thio Bu Ki dan Tio Beng Mereka telah terbakar. hanya keringatnya terus mengucur dari keningnya. Namun ia sama sekali tidak mengeluarkan suara jeritan." ujar Dhalai Lhama jubah merah kepada pemimpin pengawal istana. mana tahu ke dua orangtuaku bersembunyi di mana?" sahut Thio Han Liong ketus dan dengan mata berapi-api menatapnya. Mereka segera menuju kapal perang itu. ayah dan ibuku selalu berada di rumah.

"Aku. "Kita bisa mencarinya kelak.. barulah kita meninggalkan gua ini. "Bagaimana kita? Haruskah kita terus bersembunyi di dalam gua ini?" "Setelah kapal perang itu pergi.. "Sebab anak kita banyak akalnya." sahut Thio Bu Ki "Lalu bagaimana. setelah mereka pergi.. la duduk bersandar pada dinding gua.. Karena itu. "Aku sudah terluka dalam. "Han Liong pasti celaka di tanganpara Dhalai Lhama itu" "Beng Moay. Han Liong?" Air mata Tio Beng berderai-derai. mereka tidak akan mencelakai Han Liong. aku harus membunuhnya kelak" "Beng moay.Gua tersebut berada di balik rumput merambat yang amat lebat. "Kalau begitu." "Tapi belum tentu Han Liong akan selamat." Mendadak Tio Beng mendekap di ." "Aaaah." Tio Beng mulai menangis lagi." ujar Thio Bu Ki sungguh-sungguh. "Selama kita tidak bisa berbuat apa-apa... kemudian menambahkan.." "Tenanglah." Thio Bu Ki menggeleng-gelengkan kepala. Beng Moay" "Bu Ki Koko." ujar Thio BuKi sambil menghela nafas panjang." Thio Bu Ki menggeleng-gelengkan kepala. maka para anak buah Lie WiEkiong tidak tahu bahwa di tempat yang mereka lewati terdapat sebuah gua.. "Ng" Thio Bu Ki mengangguk.." "Parah sekali?" tanya Tio Beng cemas. tapi dia masih ingin membunuh kita. kita harus berupaya menyelamatkannya." keluh Thio Bu Ki.... aku yakin tidak akan terjadi suatu apa pun atas diri Han Liong. sebab Han Liong berada di tangan para Dhalai Lhama itu" "Aku yakin Han Liong bisa meloloskan diri.. tubuh dan wajahmu terbakar-" "Itu tidak jadi masalah" sahut Tio Beng dengan air mata meleleh... la memandang Tio Beng sambil menggeleng-gelengkan kepala. aku telah terluka.. "yang kupikirkan adalah Han Liong. aku. Kita. sebab aku terluka parah. sebab dia sangat cerdik dan banyak akalnya." "Aaaah-.. entah bagaimana nasib anak kita? Aku. yang masih berada di tangan mereka.... "Kita membiarkannya dibawa pergi oleh para Dhalai Lhama itu?" "Apa boleh buat. Han Liong Han Liong. "Bu Ki Koko?" tanya Tio Beng sambil menangis. Tubuhnya terbakar. begitu pula wajahnya." Tio Beng mulai menangis... "sungguh jahat Cu Goan ciang sudah sekian tahun kita hidup mengasingkan diri di sini.. tak mungkin bisa menyelamatkan Han Liong. ia malah menangis sedih... barulah Thio Bu Ki menarik nafas lega. bagaimana mungkin aku bisa tenang. "Beng Moay. "Bu Ki Koko." "Aaaah Bu Ki Koko. Aku. Begitu cula Tio Beng. sedangkan engkau tak mampu melawan mereka. " Thio Bu Ki menggelengkan kepala. lagi pula para Dhalai Lhama itu masih mengharapkan kitab Kiu Im dan Kiu yang cin Keng." "Aaaah " keluh Tio Beng.

"sakit perut Aduuuh Perutku sakit sekali" Thio Han Liong terus menjerit dengan wajah meringis-ringis. "Mungkin membutuhkan waktu yang lama sekali. Lie WiEkiong beserta anak buahnya. jadi tidak bisa meloloskan diri. mendadak Thio Han Liong menjerit-jerit.." Bukan main terkejutnya Tio Beng. dan seandainya aku sembuh.... bawa dia pergi berak" ujar Dhalai Lhama jubah merah"Jangan khawatir Jalan darahnya telah kutotok. kepandaiankupun akan. "Auuuh" jerit Thio Bu Ki dengan wajah meringis-ringis." Bab 5 Meloloskan Diri sebuah kapal perang berlabuh di pesisir utara. "Aku." Wajah Thio Han Liong meringis-ringis. sebab Dhalai Lhama jubah merah tetap menotokjalan darah anak kecil itu agar tidak bisa bergerak." "Beritahukan Kenapa engkau?" Lie WiEkiong mengerutkan kening... "WiEkiong. "Ha ha ha" Dhalai Lhama jubah merah tertawa gelak"Bocah itu sudah beberapa hari tidak berak. setelah menaruh Thio Han Liong. "Aduuuh Aduuuuh. dia mau berak-" Dhalai Lhama jubah merah segera menghentikan kudanya. "uaaakh " "Bu Ki Koko.. yang turun dari kapal perang itu adalah para Dhalai Lhama. kemudian menghela nafas panjang. Pemimpin pengawal istana itu masih membopong Thio Han Liong. Lie WiEkiong kembali ke tempat semula.. Kemudian ia membopong Thio Han Liong ke tempat yang agak jauh. "Berhenti dulu Han Liong sakit perut...." Thio Bu Ki diam saja. tak lama mulutnya menyemburkan darah segar." "Musnah?" tanya Tio Beng cemas"Ya-" Thio Bu Ki manggut-manggut"Aaaahhhh.. Dari pesisir utara mereka menuju kota raja dengan menunggang kuda. "Engkau. begitu pula yang lainnya." ujar Tio Beng sambil memandangnya dengan cemas "Engkau akan sembuh?" "Ng" Thio Bu Ki mengangguk. Ketika rombongan itu memasuki sebuah lembah. aku aku tidak sengaja. aku mau berak" "Dhalai Lhama jubah merah" seru Lie WiEkiong.. "Aku. "Dadaku terluka-" "Maaf. "Aku.. sejenak kemudian baru menyahut..." "Kenapa engkau?" tanya Lie WiEkiong terkejut. maka tidak .dadanya.. Dalam perjalanan tak henti-hentinya Thio Han Liong mengerahkan Kiu yang sin Kang untuk membebaskan totokan itu la tahu tentang cara tersebut dari ayahnya." Lie WiEkiong mengangguk sambil meloncat turun. Bu Ki Koko " Tio Beng menangis terisak-isak dan bergumam"Entah bagaimana nasib Han Liong. maka dia tidak akan bisa meloloskan diri" "ya. aku..

. Sesampainya di sana. "sebelum dia kau bopong kemari. Teriakan itu sangat mengejutkan para Dhalai Lhama." "Ayoh kita cari bocah itu" seru Dhalai Lhama jubah merah sambil menelusuri jejak itu." ujarnya. Sungguh mengherankan "Bekas itu kok begitu?" gumam Dhalai Lhama jubah kuning. Dhalai Lhama jubah kuning. Tahinya pasti bau sekali. engkau boleh ke sana sekarang." "Mari kita berpencar mencarinya" seru Dhalai Lhama jubah merah dan menambahkan. yang lainnya pun mengikutinya dari belakang. "Han Liong Han Liong." Ternyata di sebelah kiri terdapat bekas injakan kaki. jejak itu tidak ada lagi. "WiEkiong. tentunya dia tidak dapat meloloskan diri" "Betul-" Dhalai Lhama jubah merah tertawa terbahak-bahak"Ha ha ha siapa pun tidak akan mampu membebaskan totokanku." teriaknya memanggil anak kecil itu. karena tidak bisa bergerak-" "Kalau begitu " Dhalai Lhama jubah kuning mengerutkan kening.. setelah itu barulah Dhalai Lhama jubah merah membuka mulut. "Bagaimana mungkin dia bisa menghilang begitu saja?" "Mungkinkah dia digondol binatang buas?" tf. "Nanti kita kembali ke sini lagi. "Entahlah" sahut Lie WiEkiong sambil menggelengkan kepala. "Itu jejaknya. tentunya sangat mengherankan para Dhalai Lhama dan Lie WiEkiong.heran kalau perutnya sakit. pantatnya harus kau bersihkan dulu" Lie WiEkiong mengangguki lalu berjalan ke tempat itu. "Heran?" gumam Dhalai Lhama jubah merah" Jejak itu hilang sampai di sini." sahut Dhalai Lhama jubah merah sambil menengok ke sana ke mari. Cukup lama mereka menunggu di situ. pantas engkau tidak mau tunggu di sana" " untuk apa aku menunggu di sana? Bukankah engkau telah menotok jalan darahnya sehingga dia tidak bisa bergerak? Nah. "Bocah itu dibawa pergi oleh burung elang perkasa?" "Tidak mungkin-" Dhalai Lhama jubah merah menggelengkan kepala"Bocah itu pun tak mampu kabur. "sepertinya. "Bocah itu.V"W... Belasan depa kemudian.. maka segeralah mereka melesat ke sana. diacak-acak binatang buas." "Heran?" kata Dhalai Lama jubah merah.." "Ooooh" Lie WiEkiong manggut-manggut. tapi agak acak-acakan. ia terbelalak dengan mulut ternganga lebar. "Dia dia tidak ada di sini.. Kenapa bisa begitu?" "Mungkinkah " Dhalai Lhama jubah kuning memandang ke angkasa seraya melanjutkan." . "Di mana bocah itu?" tanya Dhalai Lhama jubah merah begitu melayang turun di sisi Lie WiEkiong. kecuali aku dan adik-adik seperguruanku. "Tidak mungkin. karena Thio Han Liong tidak ada lagi di tempat itu.

Kelihatan ia setuju akan apa yang dibisikkan oleh Dhalai Lhama jubah kuning itu"sekarang mari kita melanjutkan perjalanan kembali kEkotaraja" sebetulnya Thio Han Liong pergi ke mana? Apakah ada seseorang yang menolongnya? Ternyata tidak. lagipula tidak punya uang untuk menyewa kapal. Karena tidak tahu jalan. la yakin bahwa para Dhalai Lhama akan mengejarnya. dan kecepatan bergerakKetika Thio Han Liong berusia sekitar enam tahun. dan setelah itu barulah ia mengerahkan ginkang melesat pergi. "Heran?" gumam Lie WiEkiong. Thio Bu Ki sudah menyuruhnya membaca kitab Tok Keng (Kitab Mengenai Berbagai Macam Racun). ia mengacak-acak tempat itu. "Ada seseorang menolongnya? " "Itu memang mungkin. ia berpura-pura sakit perut lalu pergi membuang air besarKebetulan Lie WiEkiong meninggalkannya. Kenapa ia tidak mau kembali ke Pulau Hong Hoang to? Itu dikarenakan ia tidak tahu jalan.. ia pun tak lupa melatih Kiu yang sin Kang. melainkan ia membebaskan totokan itu dengan Kiu yang sin Kang." Dhalai Lhama jubah kuning mengerutkan kening." "Mungkinkah. la pun ingin menuntut ilmu. kalau tidak ia pasti tertangkap kembali oleh para Dhalai Lhama itu. menukar putranya dengan kitab Kiu Im dan Kiu yang cin Keng." Dhalai Lhama jubah kuning berbisik-bisik di telinga Dhalai Lhama jubah merah." Dhalai Lhama jubah merah mengangguk"Tapi entah siapa orangnya. ketika mereka kembali ke tempat itu. Tapi kini -" "Aku yakin Thio Bu Ki tetap akan kEkotaraja. agar kelak bisa membalas dendam terhadap para Dhalai Lhama itu. setelah dipertimbangkan lama sekali. Maka.Mereka lalu berpencar mencari Thio Han Liong. Thay Kek Kun (Ilmu Pukulan Taichi) menggunakan tenaga lunak. Dugaannya memang tidak salah. maka ia melakukan perjalanan tanpa arah. setelah itu. barulah Thio Han Liong meloncat turun dari pohon. tiada seorang pun yang membawa serta Thio Han Liong.. akhirnya ia mengambil keputusan tersebut. tidak lain hanya ingin memancing Thio Bu Ki ke sana. Akan tetapi. "Bocah itu bisa hilang begitu saja. "Ngmmm" Dhalai Lhama jubah merah manggut-manggut sambil tersenyum. Thay Kek Kun dan mulai mempraktekkan teori-teori Kiu Im Pek Kut Jiauw dengan gerakan. karena itu ia meloncat ke atas pohon dan bersembunyi di situ. bahkan juga mengajarnya teori-teori ilmu pengobatan dan cara-cara memeriksa penyakit serta nadi- . untung ia bersembunyi di atas pohon. setelah mendengar suara derap kaki kuda meninggalkan tempat itu. Maksudku membawa bocah itu kEkota raja. dan gerakannya pun amat lemas sekali-Sedangkan Kiu Im Pek Kut Jiauw mengandalkan pada kegesitan. para Dhalai Lhama langsung mengejarnya. anak kecil itu telah mengambil keputusan untuk berangkat ke gunung Bu Tong atau ke siauw Lim sie. Dalam perjalanan. Ketika bersembunyi di atas pohon.

Harimau itu menerkam lagi sambil mengaum. tapi ia sangat berani. "Hi hi hi" la tertawa geli"Nafasmu ngos-ngosan. "sialan" caci Thio Han Liong. melainkan malah merasa girang akan kemunculan harimau itu. bibinya yang mati secara mengenaskan. "Monyet-monyet itu yang menyambit kepalaku Awas. la segera meloncat bangun lalu memeriksa benda itu. kemudian disambitkannya ke arah monyet-monyet itu.setelah itu mereka memetik buah pohon. kalian akan kubalas" Anak kecil itu memungut sebuah batu kecil. segeralah ia mendongakkan kepalanya memandang ke atas.Nafas harimau itu memburu karena lelahnyasedangkan anak kecil itu berdiri di depannya sambil bertolak pinggang. barulah ia meloncat turun dari punggungnya. cepat pergijangan ganggu aku" Entah mengerti atau tidak. otomatis ia ingat semua gerakan ilmu pedang tersebut. la cepat-cepat berkelit. tampak beberapa ekor monyet bergantungan di pohon. sudah kucungkil sepasang matamu Ayoh. la pun teringat akan ke dua orang tuanya. "Bagus. mendadak muncul seekor harimau yang besar sekali. Betapa terkejutnya Thio Han Liong. Suatu benda jatuh menimpa kepalanya. Walau usianya baru tujuh tahun. Ketika ia melewati sebuah hutan. engkau sangat menuruti perkataanku. bagus Hihihi" Thio Han Liong tertawa gembira. Taaak. ia mengisi perutnya hanya dengan buah-buahan hutan. sudah tua ya?" Harimau itu diam saja"Aku masih berbelas kasihan kepadamu. lalu balas menyambit Thio Han Liong. yang terbakar oleh Liak Hwee Tan." seusai berkata begitu. namun harimau itu melangkah pergi dengan kepala tertunduk"Hihihi" Thio Han Liong tertawa"Harimau tua. kemudian sambil tersenyum ia .Setiap pagi Thio Bu Ki berlatih ilmu pedang. ternyata adalah sebiji buah hutan. Anak kecil itu sama sekali tidak tahu bagaimana nasib ke dua orangtuanya. Monyet-monyet itu langsung berloncat-loncatan di dahan sambil bercutt-cuit. Dalam perjalanan ini. kemudian mendadak meloncat ke atas punggung harimau itu. langsung menerkamnya.setelah merasa puas mempermainkan harimau itu. sebab anak kecil itu sangat cerdas dan ingatannya pun kuat sekali. Thio Han Liong pasti menyaksikannya dengan penuh perhatian. ternyata ia teringat akan ciu Ci Jiak. Thio Han Liong lalu duduk di bawah pohon. Thio Han Liong bukannya takut. sebab memperoleh buah itu "Terima kasih. Tapi anak kecil itu justru malah tertawa sambil berkelit. sehingga membuat harimau itu berlari ke sana ke mari Anak kecil itu tertawa gembira. monyet-monyet tolol" Dipungutnya buah itu. anak kecil itu malah merangkul leher harimau ituu erat-erat..Akan tetapi.Kalau tidak. sudah barang tentu harimau itu gusar sekali dan terus berloncat-loncatan agar Thio Han Liong jatuh. Tiba-tiba air matanya meleleh. Itu tidak usah heran.

tapi sekarang dia adalah kawanku. "Maaf. "Apakah engkau anak nakal?" "Namaku Thio Liong. "Apa?" Han Liong tertawa geli"Kenapa engkau memanggilku kakak tampan?" "Sebab engkau sangat tampan. kotor dan sobek.sekarang aku boleh turut main kan?" "Boleh-" Tan Giok Cu mengangguki lalu berkata pada yang lain." Thio Han Liong mengangguk. "biar Pakaiannya kumal. Bolehkah aku tahu namamu?" "Namaku Tan Giok Cu. Apalagi ketika ia melihat beberapa anak laki-laki dan anak perempuan sedang bermain. maka aku ingin ikut main. segeralah ia menghampiri mereka Anak laki-laki dan anak perempuan yang sedang bermain itu langsung memandangny dengan mata terbelalaki sebab pakaiannya telah kumal dan tersobek sana sini. kelihatan gembira sekali." sahut Tan Giok Cu bersikap malu-malu." "Terima kasih. Kedua anak itu segera mengayunkan tali." Gadis kecil itu tersenyum. Monyet-monyet bergantungan di atas bercuitcuit lagi. Selama berada di pulau Hong Hoang To." "Ya" sahut anak-anak itu "Ayoh. "Nah. dapat dibayangkan betapa gembiranya. "Engkau dari mana. " Kakak tampan. kok kami tidak pernah melihatmu?" tanya seorang gadis kecil berusia enam tahunan. terima kasih" ucap Thio Han Liong." sahut Thio Han Liong. maka aku memanggilmu adik manis. setelah merasa kenyang. Kini bertemu anakanak itu. Ternyata anak-anak itu sedang bermain loncat tali. "Aku dari tempat yang sangat jauh. "Aku tidak kenal denganmu.memakannya." ujarnya perlahan. Thio Han Liong berseru. begini cara main loncat tali" seru gadis kecil itu. Thio Han Liong tidak pernah bermain dengan anak-anak seusianya. Betapa girangnya hati Thio Han Liong." Thio Han Liong tidak berani berterus terang memberitahukan namanya. sampai jumpa" Thio Han Liong melanjutkan perjalanan sambil bersiul-siul." sahut Thio Han Liong. Beberapa hari kemudian sampailah ia di sebuah desa yang cukup besar. adik manis. "Nah. "Kalau begitu." gadis kecil itu menatapnya seraya bertanya. aku akan mengajari dia main loncat tali ini. . aku harus memanggilmu kakak tampan. "Oh?" Tan ciiok Cu menatapnya. dan Tan Giok Cu mulai berloncat-loncatan. engkau bisa?" "Bisa.Aku melihat kalian sedang bermain loncat tali. "Aku bukan anak nakal. "Maka aku memanggilmu kakak tampan. "Kenapa engkau memanggilku adik manis?" "Karena engkau cantik manis." ujar Tan Giok Cu. bolehkah aku ikut main?" tanya Thio Han Liong sambil tersenyum. kalian berdua mengayunkan tali. kalian tidak boleh menghinanya. "Monyet-monyet.

bahkan kemudian berjungkir balik pula. lalu menarik tangan Liong untuk diajak ke dalam. "Kakak tampan" puji Tan Glok Cu. Anak-anak itu langsung pergi. Tampak sepasang suami isteri berusia . "Dia kawanku. Tan Giok Cu manggut-manggut. tidak merasa malu berjalan bersamaku yang sangat bau ini?" "Sekarang engkau bau.Tan Giok Cu meloncat ke samping.. begitu pula yang lain." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. "Aku tidak tahu mau ke mana. Tak seberapa lama kemudian. Ketika melihat Thio Han Liong yang pakaiannya tidak karuan itu. mereka pasti tidak akan marah-" "Tapi. ayahku masih tidak mampu meloncat begitu tinggi" "oh?" Thio Han Liong tersenyum. di mana ayah dan ibuku?" "Tuan dan nyonya besar berada di ruang tengah. terbelalaklah pembantu wanita itu. "Aku. Berselang beberapa saat. sedangkan Thio Han Liong meloncat ke arah tali itu. saking gembiranya." Thio Han Liong tertawa. bagaimana kalau engkau ikut ke rumahku?" "Ke rumahmu?" "ya. "Ayah dan ibu sangat menyayangi ku.. engkau pasti tidak akan bau lagi. namanya Thio Liong. "Giok Cu.. lalu berloncat-loncatan di situ. "Aku jadi pusing mencium bau badanmu. engkau harus mandi lho" "Aku." sahut Tan Giok Cu. tapi setelah mandi nanti." "Ayohlah" Tan Giok Cu menarik Thio Han Liong." "Kasihan" Gadis kecil itu menatapnya lagi. "Engkau hebat sekali. engkau mau ke mana?" tanya gadis kecil itu sambil menatapnya. barulah Thio Han Liong berhenti." sahut Tan Giok Cu." "Oh. kami mau pulang" ujar salah seorang anak"Sudah siang. "oh ya. lalu meloncat ke hadapan gadis kecil itu. seorang pembantu wanita berlari-lari mendekati mereka." "Ayah dan ibumu tidak akan marah?" Jangan khawatir" Tan Giok Cu tersenyum. siapa dia?" tanya pembantu wanita itu dengan kening berkerut-kerut. Tan Giok Cu bertepuk-tepuk tangan sambil bersorak-sorai dengan riang gembira. karena Thio Han Liong berloncat begitu tinggi. mendadak ia menggunakan ilmu ginkangnya." "Baiklah. "Nona.... sebab aku tidak punya famili. mereka berdua sudah sampai di sebuah rumah yang cukup besar. ya?" Thio Han Liong meliriknya. " Kakak tampan. "Sudah belasan hari aku tidak mandi.. "Mari ikut aku sampai di rumah.." "Pantas badanmu bau" ujar Tan Giok Cu sambil menutup hidungnya dengan tangannya.. "Bibi Hiang. kini hanya tinggal Tan Giok Cu dan Thio Han Liong. seketika Tan Giok Cu dan anak-anak lain terbelalak. cepatlah engkau ke dalam" ujar pembantu wanita itu. "Engkau adalah gadis cantik." Tan Giok Cu manggut-manggut.

asyiiik. maka aku memanggilnya kakak tampan. bolehkah aku bekerja di sini?" "Thio Liong" Tan Ek seng menatapnya tajam. "Ngmmm" Tan Ek Seng manggut-manggut." ucap Thio Han Liong gembira. jadi putri kita punya kawan. "Giok Cu. dia memang tampan. karena ingin merantau. Giok Cu mengajaknya ke mari menemui Ayah dan Ibu. "Ayah belum menerimanya bekerja di sini lho" "Kalau Ayah tidak menerima kakak tampan bekerja di sini. maka Giok Cu kasihan kepadanya. "Ayahi Ibu" panggil gadis kecil itu dan memperkenalkan Thio Han Liong. namun berdusta sedikit. terima kasih Bibi. "Aku tidak punya famili dan tempat tinggal." "Kakak tampan?" Nyonya Tan terbelalak"Giok Cu. "Dia bernama Thio Liong." Tan Ek seng mengangguki "Terima kasih Paman"." ujar Nyonya Tan." "Hussh" Nyonya Tan melotot. "Kakak tampan" Tan Giok Cu menatapnya. "Tahu." Thio Han Liong memberitahukan." Tan Ek seng ayah Tan Giok Cu terbelalak. "TUh Sudah lupa kan?" Tan Giok Cu cemberut." " Kedua orang tuamu tahu?" tanya Nyonya Tan. dasar" "Paman." "Lho?" Tan Ek Seng mengerutkan kening.." ujar gadis kecil itu. pasti menangis tiga hari tiga malam.empat puluhan duduk di situ. "Wuah" Tan Ek seng tertawa. Bibi" panggil Thio Han Liong sambil memberi hormat. Mereka pun tertegun ketika melihat Tan Giok Cu pulang bersama seorang anak laki-laki dekil. " Kecil-kecil sudah bisa mengancam." Thio Han Liong mengangguk" Aku tidak punya uang.. aku bilang apa kepadamu? Lupa ya?" . " Kecil-kecil sudah kenal tampan segala. "Engkau berasal dari mana? Bagaimana bisa datang di desa Hok An ini?" "Aku berasal dari Pak Hai (Laut utara). dasar" "Suamiku." Tan Giok Cu tersenyum.. Jangan lupa lho" "Apa sih?" Thio Han Liong bingung. Karena. "Kenapa Giok Cu mengajaknya ke mari menemui ayah dan ibu?" "Sebab... "Aku ikut perahu nelayan keTionggoan.. maka ingin bekerja di sini Aku mohon Paman sudi menerimaku" "Bagus" seru Tan Giok Cu girang. kenapa engkau memanggilnya kakak tampan?" "Ibu..... "Biarlah anak itu bekerja di sini.. "Kakak tampan ini tidak punya famili dan tempat tinggal. Giok Cu." "Baiklah.." "Giok Cu" Tan Ek seng menggeleng-gelengkan kepala. "Dia memanggilku adik manis. "Tadi sebelum ke mari." Tan Giok Cu memberitahukan. "Aku punya kawan main.

Ah Hiang dan Thio Han Liong kembali ke ruang tengahi seketika juga Tan Giok Cu terbelalak. sekarang aku sudah ingat. "Adik manis." sahut Thio Han Liong." "Huh Tak usah ya" sahut Tan Giok Cu sambil cemberut.. sementara Tan Ek seng dan isterinya juga kagum akan ketampanan anak kecil itu. selanjutnya apa yang kubilang. "Tadi sebelum ke mari engkau bilang kepadaku. engkau boleh coba cium.. Kemudian ia pun menyediakan pakaian baru untuk anak kecil itu. " Engkau memang tampan. Bibi Hiang" seru Tan Giok cu. sebab perubahan wajah gadis kecil itu tidak terlepas dari mata mereka." Wajah Tan Giok Cu langsung memerah." Nyonya Tan menggeleng-gelengkan kepala. Berselang beberapa saat. kalau omongan penting. sampai di rumahmu aku harus segera mandi. "Suamiku. setelah itu barulah bertanya kepada gadis kecil itu." "oh?" Wajah Tan Giok Cu langsung berseri. pantas Giok Cu mau mengajakmu ke mari" "Ayah-. sedangkan Tan Giok Cu terus cemberut."Apa ya?" Thio Han Liong coba mengingatnya..Nan. "Mereka berdua masih kecil lho" . "Katakanlah" "Mandi. bahkan mereka pun merasa suka kepadanya.. kemudian bersungut-sungut. "Antar Thio Liong ke kamar mandi.. Tan Ek Seng dan isterinya saling memandang." "Betul." Tan Giok Cu tertawa"Nah." Mendadak wajah gadis kecil itu berubah kemerah-merahan. "Wuah" serunya"Engkau semakin tampan lho" Thio Han Liong tersenyum"sekarang aku tidak bau lagi. bukankah bagus sekali?" sahut Tan Ek Seng dan tertawa lagi. "Engkau kok begitu cepat lupa sih? Itu cuma omongan yang tak penting. "Ada apa Nona memanggilku?" "Ah Hiang. bagus" "Suamiku" tanya Nyonya Tan berbisik"Apa yang bagus?" "Mereka berdua memang cocok. "Ha ha ha" Tan Ek seng tertawa gelak "Bagus. maka ia menggeleng-gelengkan kepala. namun sudah tidak ingat lagi." sahut Nyonya Tan. "Thio Liong. Nyonya. engkau harus ingat lho" "Ya-" Thio Han Liong mengangguk"Bibi Hiang." Ah Hiang segera mengantar Thio Han Liong kEkamar mandi." ujar Tan Ek seng.. "oooh" Mendadak Thio Han Liong manggut-manggut.. "Hah?" Tan Ek seng dan isterinya terbelalak. "Cepat ke mari" Pembantu wanita itu berlari-lari menghampirinya. lalu memberi hormat kepada ke dua orangtua Tan Giok Cu. dan pakaiannya harus diganti" "ya.

"Thio Liong. "Thio Liong." Nyonya Tan manggut-manggut. "Ayahmu kok begitu kejam?" "Ayahku tidak kejam. "Thio Liong. "Memikul air merupakan latihan fisik. maka aku harap engkau bekerja dengan rajin. duduklah" "Terima kasih. aku kerja apa di sini?" tanya Thio Han Liong. memperkuat daya tahan tubuh. aku pasti marah. la terpaksa merahasiakan nama "Ayahmu seorang nelayan?" tanya Nyonya Tan. sebab ayahku akan .." Thio Han Liong mengangguk. pintar sekali menyulam. "Engkau adalah anak gadis." jawab Thio Han Liong. "Aku memang sering memikul air di rumahi pagi dan sore. pokoknya kami tidak akan menyia-nyiakan tenagamu. paman adalah kepala desa Hok An ini. Pagi ini ketika Thio Han Liong sedang menyapu halaman. Paman" Thio Han Liong mengangguk. Paman" Thio Han Liong duduk. "Engkau masih punya ibu?" tanya Nyonya Tan lagi. begitu pula Ah Hiang." "Ya." sahut Tan Ek Seng. "selamat pagi." "Apa?" Tan Giok Cu terbelalaki. "Terima-kasih. "Ya. tiba-tiba muncul Tan Ek Seng dan putrinya." "Ya." "Adik manis" Thio Han Liong tersenyum lagi." "Kalau begitu. "Kakak tampan" Tan Giok Cu menghampirinya." Sejak itu Thio Han Liong bekerja di rumah Tan Ek Seng. "selamat pagi. "Engkau pun tidak boleh memikul air di sini. kasihan dia" "Giok Cur Nyonya Tan tersenyum lembut.. "Punya." ujar Thio Han Liong. pembantu wanita itu. Bibi." "Aku tidak mau memikul air. adik manis" "Pagi" sahut Tan Ek seng sambil tersenyum. tapi kelak akan dewasa nanti" seng sambil tersenyum. Paman" ucap Thio Han Liong. "Engkau cukup menyapu di halaman dan membersihkan rumah. "Thio Liong" Tan Ek seng menatapnya. "Bagaimana mungkin ibu menyuruh dia bekerja berat?" "Tidak apa-apa." ujar Tan Giok Cu sambil menggelengkan kepala. "Bolehkah aku tahu nama ayahmu?" "Ayahku bernama Thio Ah Ki. Aku adalah anak laki-laki " "Pokoknya engkau tidak boleh memikul air di sini" tandas Tan Giok Cu dan menambahkan. tentunya tidak boleh memikul air. "Kalau engkau memikul air."Sekarang masih kecil. "Engkau berhenti menyapu. engkau harus tahu. tidak usah memikul air. Suami isterl itu dan Tan Giok Cu sangat baik terhadapnya." Thio Han Liong mengangguki "Ibu mau menyuruh kakak tampan kerja apa?" tanya Tan Giok Cu mendadak"Jangan disuruh memikul air lho. "ibuku bernama Tio Beng." Thio Han Liong tersenyum. aku." Thio Han Liong memberitahukan.

Tan Giok Cu mengajak Thio Han Liong ke ruang belajar." "Thio Liong" Nyonya Tan tersenyum. biar dia menonton saja" Thio Han Liong menyaksikan Tan Giok Cu belajar silat dengan penuh perhatian." Tan Giok Cu mengangguk. bagaimana gerakanku?" "Kaku sekali." "oh?" Nyonya Tan tertegun. "Engkau harus terus berlatih siang dan malam. Thio Han Liong menyaksikan itu dengan penuh perhatian. selelah hari mulai siang. Bibi. Tapi -" Tan Giok Cu menatapnya. Ayoh kita makan dulu" Thio Han Liong mengangguk. " Aku pasti menurut perkataanmu. . "siapa yang mengajarmu?" "Ibuku. lalu duduk di sisinya. kemudian berkata. sedangkan Tan Giok Cu segera mendekati Thio Han Liong." "Ibumu?" "ya." Tan Giok Cu manggut-manggut." "ya.mengajarku ilmu silat. bibi bersedia mengajarmu. Ternyata Nyonya Tan yang mengajar Tan Giok Cu menulis dan membaca. Seusai makan. Kemudian mereka berdua benalan ke rumah dengan wajah cerah ceria. ayah mau ke dalam" Tan Ek seng melangkah ke rumah. "Aku sudah bisa menulis dan membaca." Thio Han Liong menggelengkan kepala. "Belajar sendiri. "Terimakasih. Engkau gembira kan?" "gembira sekali. Tan Ek seng mulai mengajar putrinya pasang kuda-kuda dan lain sebagainya. Tan Ek seng berhenti mengajar putrinya." "Oh?" Thio Han Liong berhenti menyapu." ucap Thio Han Liong dan memberitahukan." Thio Han Liong menundukkan kepala"Giok cu" Tan Ek seng tersenyum"Jangan dipaksa. Nyonya Tan tersenyum sambil memandang Thio Han Liong.. Tapi. "Kenapa engkau tidak mau belajar ilmu silat?" "Aku ." "Terima kasih. "Engkau boleh ikut belajar menulis dan membaca. "Engkau mau belajar ilmu silat?" "Ya. sebab engkau masih kurang gesit." "Kakak tampan" Tan Giok Cu heran. "Kakak Tampan. lalu duduk di bawah pohon. "Tapi--" "Adik manis" Thio Han Liong tersenyum"Aku akan melihatmu belajar ilmu silat di sini. "Engkau tidak boleh menyapu ya" "Ya-" Thio Han Liong mengangguk." sahut Thio Han Liong." ujar Nyonya Tan. "Aku tidak mau belajar ilmu silat.. Paman. "Engkau pun boleh ikut belajar bersama Giok Cu. "Untuk menjaga diri" "Thio Liong" ujar Tan Ek seng.

tapi tidak boleh lama. "Aku tidak menyangka." "Tapi " Tan Ek seng mengerutkan kaning. "Isteriku. Berselang beberapa saat kemudian. maka percuma kita bertanya kepadanya." Nyonya Tan memberitahukan.." Thio Han Liong segera membaca buku yang disodorkan Nyonya Tan. Nyonya Tan terbelalak. " Kalau dia berasal dari keluarga terpelajar. bahkan juga bisa menulis sebuah syair Li Pek." Nyonya Tan menggeleng-gelengkan kepala. Nyonya Tan memandang punggung Thio Han Liong." "Dia mengaku berasal dari keluarga Nelayan." Nyonya Tan menggelengkan kepala. betul" sahut Nyonya Tan dengan wajah agak kemerah-merahan. Engkau menulis sebuah syair ya?" "Ya. "Aku yakin anak kecil itu berasal dari keluarga terpelajar. Ibu. "kanapa engkau memikirkan anak kecil itu?" "Dia begitu lancar membaca. la memang pernah membaca syair-syair LiPek namun tidak pernah menghafalnya. "Bibi pasti pernah membaca syair Li Pek-" "Betul. Nyonya Tan berhenti mengajar putrinya menulis." ujar Nyonya Tan.." "Memikirkan dia?" Tan Ek Seng bingung.." "Ngmm" Tan Ek Seng manggut-manggut. "Tulisanmu indah sekali. lalu bertanya perlahan. "Sekarang kalian boleh main. kanapa . hanya saja dia merahasiakan sesuatu dan identitas dirinya. "Ya. Nyonya Tan masih berdiri termangu-mang u di tempat. Jilid 3 Bab 6 Menyalamatkan Kepala Desa Sementara itu. perlukah kita bertanya kepadanya?" "Tidak perlu."Coba engkau baca buku ini" "ya. Begitu cepat dan lancar.." ujarnya dengan kagum.." Thio Han Liong memberitahukan. "oh?" Tan Ek Seng memandang ke atas meja dan terbelalak." sahut Tan Giok Cu sambil menarik Thio Han Liong meninggalkan ruang itu. Dia pasti tidak akan berterus terang. kanapa engkau berdiri mematung di sini?" "Suamiku. itu tidak mungkin. "Thio Liong. "isteriku. sebab tulisan anak itu indah sekali. "Itu. "Tempo hari dia tidak mau memberitahukan." "Bukan main indahnya" ujar Tan Ek Seng dengan kagum." jawab Nyonya Tan.Syair Li Pek yang amat terkenal itu. "Aku sedang memikirkan Thio Liong. kemudian keningnya berkerut seakan memikirkan sesuatu Di saat bersamaan tampak T an Ek seng memasuki ruang itu. tulisan Thio Liong?" "ya. Tan Ek Seng mandakatinya dengan penuh keheranan. sehingga membuat nyonya Tan melongo"Sekarang engkau menulis" ujar nyonya ituThio Han Liong mengangguki lalu mulai menulis.

" Tan Ek seng juga menggeleng-gelengkan kepala." "suamiku" Nyonya Tan tertawa kecil.." Nyonya Tan menggeleng-gelengkan kepala. "Padahal dia dan klta adalah kawan baik. "Aaaahhhh Belasan tahun lalu..... aku khawatir. tidak usah memikirkan anak kecil itu" "Suamiku.. bahkan sangat cocok denganputri kita... dia bukan tandinganku. "Padahal kita bertiga adalah teman baik..." Nyonya Tan menggeleng-gelengkan kepala lagi. "Kita berdua saling mencinta. Aku-." ujar Tan Ek seng. dan aku berhasil mengalahkannya." "sudahlah jangan membicarakan itu lagi" Tan Ek seng membelainya. "Aku masih sanggup mengalahkannya. "Dia bermarga Thio." "Aku menganggapnya sebagai kakaki tapi dia.." Tan Ek seng mengangguk"Karena itu. Belasan tahun lalu.." Nyonya Tan menghela nafas panjang..." "Isteriku" Tan Ek seng memeluknya. "oh ya.pakaiannya hari itu begitu tidak karuan?" "Memang membingungkan." Tan Ek seng tersenyum. maka bersumpah sepuluh tahun kemudian akan ke mari mencari kita. "Aaaah " "Akhirnya kami berdua bertanding.... tapi akhirnya. percayalah" "Aaaah. sudahlah. " Kalau dia ke mari mencari kita." "Biarlah" Tan Ek seng menghela nafas panjang. namun gara-gara cinta..." " Engkau menyukai anak itu?" "ya. tidak mungkin anak. "Dia penasaran sekali. Itu sungguh mencemaskan" "Tidak usah cemas." "Maksudmu anak Yap song Kang?" "ya. aku akan menghadapinya. "Tidak mungkin anak kecil itu putra yap song Kang. isteriku." "Jangan khawatir isteriku" Tan Ek seng menggenggam tangannya erat-erat"Aku tidak akan membiarkannya merebutmu dari sisiku. "sudah belasan tahun kita menikahi aku yakin tidak lama lagi yap song Kang akan muncul mencari kita.." Nyonya Tan menghela nafas panjang. aku berniat menjodohkan mereka berdua... Engkau memang baik terhadap yap song Kang.. "kanapa engkau begitu terburu-buru ingin punya calon . Thio Liong memang anak baik..." "Suamiku.." "Isteriku." Wajah Nyonya Tan berubah murung. tapi bukan dikarenakan cinta." Nyonya Tan mengangguk sambil menghela nafas panjang.." "Belasan tahun kemudian. kepandaiannya pasti sudah tinggi.

kan?" Gadis itu tersenyum.Lagi pula. Gadis kecil itu telah menguasai semua gerakan silat yang diajarkan ayahnya. kemudian terus berlatih. sedangkan Thio Han Liong terus memperhatikan latihan gadis itu dengan penuh perhatian.. tiba-tiba tampak seseorang memasuki pekarangan itu. "siapa orang itu? Engkau kanal dia?" . "Hmm" dengus lelaki itu mendadak"Ilmu pedang Hui Liong Kiam Hoat. ia memandang lelaki itu dengan penuh keheranan. begitu pula Nyonya Tan dan putrinya. Gadis itu bertambah cantik manis. yakni Hui Liong Kiam Hoat (Ilmu Pedang naga Terbang).menantu?" "Tentu." Tan Ek seng manggut-manggut. Memang cukup dahsyat ilmu pedang itu. sang waktu terus berlalu. Ayah" Tan Giok Cu mengangguk. bahkan sangat gesit. sementara ayahnya. "Mudah-mudahan mereka berdua berjodoh kelak" "Itu yang kita harapkan. Thay Kek Kun dan Kiu Im Pek Kut Jiauw secara diam-diam. Dalam tiga tahun ini. Namun ia diam karena mengira lelaki itu adalah famili Tan Giok Cu. Dia berhenti sambil memperhatikan Tan Giok Cu yang sedang berlatih. "Adik manis" Thio Han Liong mandakatinya. Ek seng. "Ayah mau ke dalam.Kini Tan Ek Seng mulai mengajarnya ilmu pedang. Di saat Tan Giok Cu sedang asyik berlatih. itu bukan merupakan ilmu pedang tingkat tinggi. tentunya engkau sudah ingat semua jurus ilmu pedang Hui Liong Kiam Hoat." "Kita biarkan saja. "Engkau harus baik-baik berlatih ilmu pedang ini." "Ingat Giok Cu masih kecil. "Berlatihlah" Tan Ek seng tersenyum. Thio Han Liong terus melatih Kiu yang sin Kang. dan Tan Giok Cu berusia sembilan tahun. Kini Thio Han Liong sudah berusia sepuluh tahun. sudah barang tentu mengalami kemajuan pesat sekali. Namun dalam pandangan Thio Han Liong. Kehadiran lelaki yang tak diundang itu sudah diketahui Thio Han Liong. belum tentu Thio Liong akan terus tinggal di sini. berwajah tampan tapi agak dingin. lagipula tidak baik kita menjodohkan mereka lho" "kanapa?" "Bagaimana kalau mereka berdua tidak saling mencinta setelah dewasa nanti. "Giok Cu" Tan Ek Seng memberitahukan. tak terasa sudah tiga tahun Thio Han Liong bekerja di rumah Tan Ek Seng. masuk ke dalam rumah." "Iya." sahut Nyonya Tan sambil tersenyum. sebab ini ilmu pedang Rahasia ayah" "ya.. Kepala desa itu memang baik sekali terhadapnya. Begitu pula Tan Giok Cu. Lelaki berusia empat puluhan.. bukankah perjodohan ini akan membuat mereka mandarita?" "Kalau begitu. kini sudah tak berarti bagiku" Tan Giok Cu langsung berhenti berlatih.

Gadis itu berlari ke dalam rumahi tak lama kemudian ia sudah kembali lagi bersama ayah dan ibunya. tentu saja harus membelanya" sahut Tan Giok Cu. kini aku ke mari mencarimu" "Saudara yap" Tan Ek Seng menghela nafas panjang.. "Kalian berdua sungguh bahagia sekali. Lelaki separuh baya itu menganggukkan kepala"Tapi aku sangat dendam padanya" "kanapa?" tanya Tan Giok Cu. heran.... "Mereka telah dikaruniai seorang putri.. "sudah belasan tahun klta tidak berjumpa. " Wajah dan sifatmu memang mirip Lim soat Hong ibumu." "Paman kanal ayahku?" tanya Tan Giok Cu... namanya Giok Cu.Bagus Bagus " "Aku putrinya. "Kalian berdua anak Tan Ek seng?" "Aku bukan" sahut Thio Han Liong memberitahukan." sahut lelaki itu memberitahukan. Thio Han Liong segera manggut-manggut. Lelaki itu menghampiri mereka dengan tatapan dingin.. aku menganggapmu sebagai kakakku. "Ha ha ha" Lelaki itu tertawa. sebaliknya aku. bagaimana engkau selama ini?" "Hm" sahut yap song Kang dengan dengusan dingin"Aku menuntut ilmu di suatu tempat." "Bagiku belum berlalu. "Hm" dengus lelaki itu dingin" Cepat katakan pada ayahmu... "Ha ha ha" yap song Kang tertawa gelak ketika melihat mereka. aku sama sekali tidak pernah mencintaimu .." Tan Ek seng menggeleng-gelengkan kepala. kemudian bertanya dengan suara dingin pula. "Belasan tahun lalu. "sebab ayahmu telah merebut kekasihku belasan tahun lalu.. "Kakak yap. sekarang aku harus merebutnya kembali dengan cara yang sama pula" ujar yap song Kang sambil menatap mereka. bahwa aku yap song Kang ingin membuat perhitungan dengan dia" Tan Giok Cu melirik Thio Han Liong seakan minta pendapat." selak Nyonya Tan atau Lim soat Hong." "Engkau merebut kekasihku dengan cara mengalahkanku. "Semua itu telah berlalu. Aku. bahkan Tan Ek seng pun sudah jadi kepala desa ini. belasan tahun lalu dia membela Tan Ek seng. kini engkau membelanya pula. maka aku ke mari untuk membuat perhitungan Ha ha ha." "saudara yap-." "saudara yap" Tan Ek seng memberi hormat. "Maka hari ini aku datang untuk membuat perhitungan dengan bangsat itu" "Paman jangan mencaci ayahku" Tan Giok Cu tampak tidak senang. "Dia putri Paman Tan... ia memandang lelaki itu dengan wajah gusar. "sejak kita berkanalan." "sudan belasan tahun.Tan Giok Cu menggelengkan kepala. kanapa engkau..." gumam lelaki itu.

" Engkau harus tahu. " Kakak tampan" bisik gadis kecil itu.. segera menggeser ke sisi Thio Han Liong. maka aku tidak akan cari kalian. "Aku. " Kakak yap" tegas Lim Soat Hong. apabila aku dapat mengalahkanmu." ucap Tan Giok Cu sambil tersenyum manis. "Itu karena kehadiran Tan Ek seng di tengah-tengah kita. "Baik Kalau begitu. "seandainya engkau menang. "Mari kita bicara baik-baik di dalam rumah saja" "Bicara baik-baik?" yap song Kang tertawa dingin"Tidak Aku datang justru ingin membuat perhitungan denganmu.. "Kalau begitu. engkau harus berjanji" ujar Tan Giok Cu sungguh-sungguh." "Karena kemunculannya. "Baik" Thio Han Liong tersenyum sekaligus mencetuskan . " Ketika kita dikeroyok para penjahat. aku tidak pernah mencintaimu. engkau sudah tidak mencintaiku?" gumam yap song Kang dengan mata terbelalak.. baik belasan tahun lalu maupun sekarang" "Engkau. Tan Giok Cu menatapnya seraya bertanya dengan suara rendah sekali." "Engkau baik sekali padaku. muncul Tan Ek seng menolong kita. engkau. sebaliknya.." "Bukan karena itu" bantah Lim soat Hong. "Engkau akan baik padaku selamanya?" "Tentu" Thio Han Liong manggut-manggut." "Jangan takut" Thio Han Liong tersenyum sambil memegang bahunya. mari kita bertarung" Tan Giok Cu yang berdiri di sisi ibunya." Mata Lim soat Hong mulai basah"kanapa engkau begitu? selama itu aku menganggapmu sebagai kakak-" "Hehehe Hehehe " yap song Kang tertawa terkekehkekeh"Tan Ek seng. aku takut.." bisik Thio Han Liong. aku pasti membawa pergi soat Hong" "Tidak" teriak wanita itu cepat." Tan Ek seng tidak senang. "Engkau pun sangat baik padaku. "Jangan sembarangan mencaci isteriku" "Engkau tidak senang?" yap song Kang menatapnya dingin"saudara yap.sebagai kekasihku.. aku akan membunuh suamimu agar engkau jadi janda" "Kakak yap. "Aku akan melindungimu. kila bertanding di sini saja Kalau engkau dapat mengalahkan aku lagi. hanya sebagai kakak saja" "oh?" yap song Kang tersenyum dingin." yap song Kang menudingnya dengan tangan bergemetar.. aku tidak akan ikut engkau pergi" "soat Hong. Kakak tampan." Tan Ek seng menggeleng-gelengkan kepala. maka cintamu beralih padanya Dasar wanita tak tahu malu" yap song Kang mencaci maki"Apakah karena dia lebih ganteng dari aku?" "saudara yap.

disertai bunga api berpijar. "Tenang" Thio Han Liong memegang bahunya. "Kita. semua percakapan mereka berdua itu tidak lewat dari telinga Lim soet Hong. lihat seranganku" yap song Kang mulai menyarang lagi. karena merasakan telapak tangannya sakit sekali.. "Kita bertanding seperti belasan tahun lalu" Tan Ek seng mengangguk." "Phui" Yap song Kang meludah"Engkau telah merebut kekasihku.Tan Ek seng menangkis dan balas menyarang dengan mati-matian.. Diam-diam ia melirik sejenak ke arah mereka. "Tan Ek seng" bentak Yap song Kang. lalu mandakati yap Song Kang seraya berkata. sangat gusar karena Yap song Kang meludahi suaminya. "Jangan diam saja. mendadak yap song Kang membentak sambil menyarangnya "Suamiku. Trang.. Tan Ek seng cepat-cepat berkelit. Wajah Lim soat Hong pucat pias menyaksikan pertarungan itu. cepat kau hunus pedangmu" "saudara Yap. "Ng" Tan Ek Seng mengangguk." ucap Tan Giok Cu dengan wajah kemera h-merahan. ganas. Kakak tampan. Begitu dahsyat.Bersamaan dengan itu... "Engkau harus tahu. tidak perlu saling melukai" "Engkau takut soat Hong jadi janda?" sindir yap song Kang sinis." "Terimakasih atas janjimu. hati-hati" teriak Lim soat Hong. Tan Ek seng terpaksa mengeluarkan Hui Liong Kiam Hoat untuk menangkis. dan cepat sekali datangnya. kemudian menghela nafas panjang. aku bukan kekasihmu. Mendadak ia mencabut pedangnya yang bergantung di punggungnya. Perlahan-lahan ia menghunus pedangnya. masih berani mengaku sebagai kawan?" "Orang she Yap" bentak Lim soat Hong.. Jangan sembarangan bicara" "Bagus Bagus" Wajah Yap Eng Kang kehijau-hijauan.Gadis kecil itu menyaksikan pertarungan dengan tubuh menggigil. "He he he" yap song Kang tertawa terkekeh"Hui Liong Kiam Hoat yang engkau banggakan itu sudah tak berarti bagiku. "saudara yap. "Kita cukup bertanding." Wajah Tan Ek seng merah padam saking gusarnya.janjinya"Aku berjanji. tampak cemas sekali. sehingga pedangnya nyaris terlepas. " Hati-hati" pesan Lim soat Hong kepada suaminya. "Tan Ek Seng. kita adalah kawan. Bukan main terkejutnya Tan Ek seng. namun serangan susulan sudah mengarah padanya lagi." Wajah Tan Ek seng tampak murung sekali. selama-lamanya akan baik pada Tan Giok cu.. Terdengar suara benturan pedang. ia sangat mengkhawatirkan keselamatan sua minya-Begitu pula Tan Giok Cu. mari kita bertarung" "Baiklah" sahut Tan Ek seng tampak terpaksa dan serba salah. "Baik" yap song Kang manggut-manggut. .

Paman tidak berhak membawa Giok Cu pergi" ujar Thio Han Liong tenang. "Tan Ek seng. aku tidak mencintaimu Aku cuma mencintai Ek Seng suamiku. "Aku tidak akan ikut engkau. " Tan Giok Cu mulai terisak-isak"Adik manis" bisik Thio Han Liong. "Engkau harus tenang. yap song Kang tertawa terbahakbahak "Bocah.. Tan Ek seng terkejut sekali. sungguh luar biasa" .. itu akan memecahkan perhatian ayahmu" Tan Giok Cu langsung menghentikan tangisnya.bagaimana caranya engkau melindungi g«dis kecil itu?" "Pandakar yang gagah harus adil dan bijaksana." "Hmm." Mendadak lelaki itu menatap Tan Giok Cu"Akan kubawa pergi putri kalian itu" "Tidak Tidak " teriak Lim soat Hong. Sudan kubilang dari tadi. " Engkau berani kurang ajar terhadapku.. hari ini aku telah mengalahkanmu Ha ha ha. "Hiyaaat" teriak Yap song Kang keras sambil menyarang Tan Ek seng dengan jurus yang mematikan. tolong aku" Tan Giok Cu langsung menggeserkan dirinya ke belakang Thio Han Liong. "Kalau ayahku kalah. aku akan bunuh diri" "Ha ha ha" Yap song Kang tertawa gelak sambil menurunkan pedangnya.. menatap yap song Kang. "Kalau begitu.. " Kakak tampan. Adik manis" Thio Han Liong tersenyum.. kalau engkau menangis. "Jangan bunuh dia" jerit Lim soat Hong sambil berlari ke arah suaminya. Pedang Tan Ek seng terpental ke udara. tenang saja" mandangar ucapan itu. ayahku. lalu menghampiri Tan Giok Cu yang berdiri di sisi Thio Han Liong. " Kalau engkau berani bawa Giok Cu pergi." Kakak tampan." "Tidak" potong Lim soat Hong cepat." sepasang mata yap song Kang berapi-api. "Aku akan melindungi. sekali tangan ini kuayunkan.. sedangkan ujung pedang Yap song Kang mengarah pada teng gorokan Tan Ek seng. "Bocah" yap song Kang menatapnya dengan kaning berkerut. "soat Hong harus ikut aku pergi. Karena itu." suara Tan Giok Cu bergemetar "Akan kalah melawan orang jahat itu?" "Ayahmu memang akan kalah" ujar Thio Han Liong sambil terus memperhatikan ilmu pedang yap song Kang." "Lalu apa maumu?" tanya Tan Ek seng. kepalamu pasti pecah" "Akan kugigit tanganmu" sahut Tan Giok Cu mendadak"Ha ha ha" yap song Kang tertawa gelak"Kalian berdua masih kanak-kanak tapi sudah saling melindungi. tidak boleh berbuat sewenang-wenang.. cepat-cepat ia mengeluarkan jurus sin Liong Phun sui (Naga sakli Menyam-bur Air) guna menangkis serangan itu. aku aku akan mengadu nyawa denganmu" "oh ya?" yap song Kang tertawa dingin. sementara pertarungan itu bertambah seru dan menegangkan. "Kalau engkau bunuh dia. "Jangan khawatir.

"Kini Paman mengalahkannya. "kanapa Paman begitu cepat putus asa? Padahal masih punya waktu untuk berpikir-" "Eh?" Wajah Tan Ek seng langsung memerah dan panas. "Tiga hari kemudian dia akan ke mari lagi. Ayah-" ujar Tan Giok Cu. "Tiga hari lagi aku akan ke mari lagi. putus asa. apakah namanya adil?" "Ngmmm" YaP song Kang manggut-manggut. melainkan seorang penjahat" "oh?" Yap song Kang melotot. Nah."Ternyata Paman seorang pandakar yang gagah-" "Tan Ek Seng. "Paman" Thio Han Liong menatapnya... itu berarti seri. "Itu tidak adil" tukas Thio Han Liong." "Bukankah Ayah bisa berlatih?" lukas Tan Giok Cu. Ayah dan ibumu saling mencinta." sambil tertawa gelak yap song Kang melesat pergi. "Masih ada tiga hari. Paman Tan mengalahkanmu" ujar Thio Han Liong." ucapnya kepada Thio Liong.. aku menang berarti aku akan bawa Giok Cu pergi-" "Nah" Thio Hen Liong tertawa. Ayah bisa memikirkan jalan keluarnya. tentu mereka tidak akan berpisah" "Engkau memang gadis kecil yang manis. Tan Ek seng dan Lim soat Hong saling memandang. "Namun aku akan memberi wektu tige heri." ujar Tan Ek seng. "Kepandaian song Kang amat tinggi.. kalau sekarang Paman membawa Giok Cu. mulai sekarang engkau harus terus berlatih Ha ha ha. Tiga hari kemudian aku akan ke Mari legi "untuk bertending dengen Tan Ek seng. Paman harus bersiap-siap menghadapinya." yap song Kang menatapnya. ayah tidak bisa mengalahkannya. "Aku tidak bise menunggu belesen tehun legi" ujer Yap song Kang. "Menurutmu harus bagaimana?" "Tentunya harus bertanding sekali lagi. "Terima kasih atas bantuanmu yang membuat orang itu pergi. Biar bagaimanapun aku harus bawa engkau pergi.. Jika dia menang berarti aku tidak akan muncul di sini lagi selamanya." "Aku tidak dapat melawannya." "Kakak tampan benar. sehingga membuat yap song Kang langsung mundur. mereka sama sekali tidak menyangka Thio Han Liong bermulut begitu tajam. "Kami saling menyayang. "Paman bukan seorang pandakar." ujar yap Song Kang. tapi bukan sekarang" jeweb Thio Hen Liong.. "Engkau. Lim soat Hong tersenyum lembut. ." Tan Ek seng menghela nafas panjang.. "Harus bagaimana untuk disebut adil?" "Belasan tahun lalu. "Bibi" Wajah Thio Han Liong tampak serius."Tentu. maka harus saling melindungi." ujar Tan Giok Cu.

setelah itu ia pergi memungut pedang Tan Ek seng yang terpental tadi- . itupun cuma dalam puluhan jurus saja. ayah sangat bingung.hanya saja Paman tidak tahu caranya. "Ilmu pedang orang itu memang cukup hebat dan dahsyat. "Ayah" sela Tan Giok Cu.. meyakinkan." Thio Han Liong memandangnya sejenak. itu sungguh membuat Tan Ek seng dan Lim soat Hong terkejut bukan main.." "Diam" bentak Tan Ek seng. "Paman. "Hanya mampu bertahan. " Engkau masih kecil." tegas Thio Han Liong. tanya saja pada Kakak tampan" sahut Tan Giok Cu. "Hui Liong Kiam Hoat tidak dapat mengalahkannya.. "Kakak tampan. "Engkau punya suatu cara mengalahkannya?" Thio Han Liong tampak ragu. belum tentu bisa mengalahkannya. Tapi paman tidak boleh bertanya apa-apa padaku. dia belum tahu apa-apa." tambah Thio Han Liong." Tan Ek Seng menggeleng-gefengkan kepala." "Paman." "Lalu bagaimana?" tanya Tan Ek Seng sambil menatapnya dengan penuh keheranan.orang tua ini sebenarnya merasa lucu juga." "Paman" sela Thio Han Liong mendadak"Sebetulnya tidak sulit mengalahkan orang itu. "Aku tidak akan melupakan budimu selama. aku akan menjelaskan. sebab tiga hari kemudian orang itu akan ke mari lagi?" "Tentu paman harus mengalahkannya" jawab Thio Han Liong. kemudian memandang Thio Han Liong seraya bertanya"Aku harus bagaimana. "Suamiku" Lim soat Hong memandangi suaminya. maka kewalahan menghadapi ilmu pedangnya." "Eh?" Tan Ek seng menatapnya dengan kaning berkerutkerut. sementara Lim soat Hong cuma menggelenggelengkan kepala. "Harus bagaimana mengalahkannya?" tanya Tan Ek seng lagi. "Walaupun ayah berlatih lima tahun. tidak baik bicara begitu. bantulah ayahku" desak Tan Giok Cu.lamanya" "Adik manis. aku bicara sesungguhnya. "Tidak baik engkau membentak Giok Cu. "Maafkan ayah Karena."Itu tidak mungkin. Hal itu hampir membuatnya tak percaya.Bagaimana mungkin dirinya bertanya kepada anak kecil yang baru berusia sepuluh tahun.." Ternyata Thio Han Liong menjelaskan tentang ilmu pedang Yap song Kang. Giok Cu yakin dia punya suatu cara untuk mengalahkan orang jahat itu.." "Ayah tidak usah bingung. " Kakak tampan tidak pernah bohong.." "Giok Cu. "Dia pasti bisa menemukan jalan keluarnya-" Tan Ek seng tersenyum getir. lalu membelainya seraya berkata. sebab aku tidak akan menjawab" ujar Thio Han Liong dan mulai menjelaskan sesuatu." Tan Ek Seng mandakati putrinya.

melainkan mulai memperlihatkan tiga jurus ilmu pedangnya. Nyonya itu tidak habis pikir. Tan Ek seng cun langsung bertanya. Ketika Thio Han Liong berkata begitu. "kanapa engkau mengambil pedang itu?" "Adik manis" ujar Thio Han Liong sambil tersenyum."Kakak tampan" Tan Giok Cu terheran-heran.. Sejak kecil ia sering melihat Thio Bu Ki ayahnya berlatih ilmu pedang. Kalau Tan Ek Seng melakukan gerakan yang salah. karena amat terkejut ketika menyaksikan ke tiga jurus ilmu pedang itu. la ingat semua jurus-jurus ilmu pedang itu. anak kecil itu langsung memberitahukan. ia memperhatikan dengan seksama. kemudian mulai ia berlatih. Thio Han Liong menyaksikannya dengan penuh perhatian. perhatikan baik-baik tiga jurus ilmu pedang ini" Sementara Tan Ek seng dan Lim soat Hong terus saling memandang dengan penuh keheranan. kanapa engkau bilang aku jahat sekali?" "Engkau mengerti ilmu pedang. Engkau memang jahat" Wajah Tan Giok Cu cemberut. Yang paling girang adalah Tan Giok Cu. "Paman harus berlatih" ujar Thio Han Liong sungguhsungguh"Sebab ke tiga jurus iimu pedang itu pasti dapat mengalahkan Paman yap-" Tan Ek seng mengangguk. Begitu pula Lim soat Hong. Di samping itu. sebab ilmu pedang itu sungguh dahsyat dan luar biasa.. "sedikit" Thio Han Liong tersenyum lagi. Namun hatinya merasa heran terhadap Thio Han Liong. "Thio Liong. Thio Han Liong tersenyum. "Paman. "Engkau jahat sekali" " Aku jahat?" gumam Thio Han Liong heran. "Engkau mengerti ilmu pedang?" gumamnya.. ia pun membayangkan ilmu pedang ayahnya. "Kakak tampan" bisik Tan Giok Cu. tapi tidak pernah memberitahukan padaku. tapi girang sekali dalam hati. "Adik manis. "Paman perhatikan baik-baik" ujar Thio Han Liong dan mulai memperlihatkan ke tiga jurus ilmu pedang itu lagi sampai beberapa kali"Bagaimana? Paman sudah ingat?" "Ng" Tan Ek seng manggut-manggut. Ketika Tan Ek seng bertarung dengan yap song Kang. hanya saja. Tan Ek seng semakin berlatih dengan semangat. "Paman" seru Thio Han Liong seusai memperlihatkan ke tiga jurus ilmu pedang itu. siapa yang mengajar engkau ilmu pedang?" Thio Han Liong tidak menyahut. sehingga ia tahu dengan jurus apa kira-kira mengalahkan yap song Kang. Diambilnya pedang di tangan Thio Han Liong. " Aku tidak jahat. kemudian memandang Tan Ek seng seraya berkala. "Aku ingin mempertunjukkan tiga jurus ilmu pedang pada ayahmu" "oh?" Tan Giok Cu tertegun. gadis kecil itu terus memandang Thio Han Liong dengan mata berbinarbinar. "sudah ingat ke tiga jurus ilmu pedang yang kuperlihatkan barusan?" Wajah Tan Ek seng kemerah-merahan." "Tidak mau orang lain tahu engkau mengerti ilmu pedang .

"Ayah. maafkan aku Aku punya kesulitan. "Bagaimana kau begitu yakin?" "Sebab aku sudah menyaksikan ilmu pedang paman yapMaka aku yakin dapat mengalahkannya dengan ke tiga jurus ilmu pedang itu. sebetulnya itu ilmu pedang apa?" tanya Tan Ek seng..Lim soat Hong pun terus mendampinginya. Tan Ek seng tak henti-hentinya berlatih ke tiga jurus ilmu pedang tersebut.. Kakak tampan." jawab Thio Han Liong sungguh-sungguh." jawab Thio Han Liong. "Terima kasih. aku harus melindungimu. "Beritahukanlah" desak Tan Ek seng. kanapa anak itu meninggalkan rumah?" Tan Ek Seng menggeleng-gelengkan kepala." "Aku akan coba membujuknya. sebetulnya siapa Thio Liong itu." tanya Lim soat Hong seusai Tan Ek Seng berhenti berlatih. jurus ke dua adalah Kiam In Ap San . Bersamaan itu muncullah Tan Giok Cu dan Thio Han Liong. "Suamiku. maka tidak memberitahukanmu bahwa aku mengerti ilmu pedang. aku tidak tahu. menghampiri Tan Ek seng." "Aku tahu-" Tan Giok Cu tersenyum." Lim soat Hong menatapnya seraya bertanya. Ibu. maka engkau membuka rahasia sendiri dengan tiga jurus ilmu pedang itu." "Isteriku." ucap Tan Giok Cu dengan wajah berseri"Terima kasihi" Dalam tiga hari ini. Pasti. Tapi aku tahu nama jurusjurus itu. kemudian kaningnya berkerut seraya berkata. jawabnya. Giok Cu sudah bertanya pada Kakak tampan." ujar Lim soat Hong." ujar Lim soat Hong sambil tersenyum. Jurus pertama adalah Hong soh yap Lok (Angin Berhembus Daun-Daun pun Rontok). "Aku tidak habis pikir." "Setelah urusan ini beres. kan?" "Ya" Thio Han Liong mengangguk. "Ke dua orang-tuanya pasti Bun Bu Gan cay (Mahir sastra Dan silat)" "Tidak salah Tapi. apakah ilmu pedang itu dapat mengalahkan yap song Kang?" "Mudah-mudahan" sahut Tan Ek seng. "Itu sungguh mengherankan. "Demi melindungi diriku. belum tentu dia akan berterus terang. Thio Han Liong mengangguk dan berkata. Aku. "Maaf. Paman." "Aku yakin. aku akan bertanya padanya. "Thio Liong. "Engkau sudah menguasai ilmu pedang itu?" Tan Ek seng mengangguk. ya.kan?" Tan Giok Cu menatapnya. "Ayah sudah usai berlatih?" tanya gadis kecil itu. "Adik manis. ilmu pedang itu dapat mengalahkan paman yap. "oh ya. "Aku akan membujuknya." Tan Giok Cu memberitahukan dengan wajah berseri-seri"Thio Liong" Lim Soat Hong menatapnya lembut. "Ng" Tan Ek Seng mengangguk.

lho" "Ya. untuk mengelakkannya. yap song Kang terusmenerus melakukan serangan cepat. Tan Ek seng cepat-cepat berkelit. Tak seberapa lama kemudian. "Siapa yang mengajarkan ilmu pedang itu?" tanya Lim soat Hong menatap Thio Liong. "Maaf. jadi anak baik tidak boleh berbohong. apabila suaminya kalah." Lim Soat Hong tersenyum. membuat yap song Kang terkejut bukan main. wajahnya tampak cemas sekali. Trang Terdengar suara benturan pedang yang amat nyaring. Engkau kalah. Tan Ek seng juga memburunya dengan jurus Kiam In Ap San (Bayangan Pedang Menakan gunung). "Bocah Cepat panggil Tan Ek seng untuk bertanding dengan aku. Bibi" Thio Han Liong menganggukPagi ini ketika Thio Han Liong sedang menyapu di pekarangan. "Aku tidak bisa memberitahukan. tentunya ia akan kehilangan Giok Cu putrinyaPertarungan itu semakin seru.yap song Kang membentak keras. Thio Han Liong sudah kembali bersama Tan Ek seng.sementara Lim soat Hong menyaksikan pertarungan itu dengan kaning berkerut-kerut. lalu mulai menyarang Tan Ek seng. Pedang di tangan Tan Ek seng berkelebat-kelebat secepat kilat. "Kami tidak akan bertanya lagi padamu. "Ha ha ha" yap song Kang tertawa gelak"Hari ini pertandingan penentuan. ketika pedang itu mengeluarkan suara mandaru-deruYap Song Kang bergerak cepat meloncat ke samping. mendadak muncul yap song Kang. hari ini adalah pertandingan penghabisan" seru Yap Song Kang dengan suara membentak.sebab. Mati-matian yap song Kang berkelit. sebab aku punya kesulitan.." jawab Thio Han Liong. dan jurus ke tiga adalah yun Tiong cay Hong (Pelangi Dalam Awan)" Thio Han Liong memberitahukan. Tampak sebuah pedang terpental ke udara. "He he he" yap song Kang tertawa terkekeh"Masih menggunakan Hui Liong Kiam Hoat? Tidak ada ilmu pedang lain?" Tan Ek Seng diam saja. Bibi. sekaligus menangkis serangan itu dengan Hui Liong Kiam Hoat. Lim soat Hong. harus mengerahkan Giok Cu padaku Aku kalah. Thio Han Liong segera berlari ke dalam. tapi. Namun dengan tak kalah cepat.{Bayangan Pedang Menekan gunung). namun Tan Ek seng terus melanjutkan serangan dengan jurus yun Tiong cay Hong (Pelangi Dalam Awan). sehingga membuat Tan Ek seng terdesak hebatDi saat itulah mendadak Tan Ek Seng bersiul panjang sambil balas menyarang Yap Song Kang dengan jurus Hong soh yap Lok (Angin Berhembus Daun-Daun pun Rontok) " Hah?" Bukan main terkejutnya Yap Song Kang ketika melihat perubahan ilmu pedang Tan Ek Seng. yang . pergi dan selanjutnya tidak akan datang mencarimu lagi" "Baik-" Tan Ek seng mengangguk"Nah Bersiap-siaplah" ujar yap song Kang sambil menghunus pedangnya.. dan Tan Giok cu.

"sanggupkah paman memecahkan ilmu pedang itu?" tanya . Tan Ek Seng segera menyarahkan pedangnya. setelah menerima pedang itu. "Cepatlah. kanapa tiga hari yang lalu engkau tidak mengeluarkan ilmu pedang ini mengalahkan aku?" Tan Ek Seng tersenyum. tapi. Tetapi. memang dia yang mengajar ayahku ilmu pedang itu. bagaimana mungkin-. itulah jurus-jurus ilmu pedang yang dimainkan Thio Bu Ki ayahnya. "Belasan tahun aku menuntut ilmu pedang. mulailah Thio Han Liong memperlihatkan beberapa jurus ilmu pedang. "Engkau masih begitu kecil. tapi." timpal Tan Giok cu mendadak"Penasaran Aku sungguh penasaran sekali" gerundal Yap song Kang. menatap Thio Han Liong dengan mata terbeliak. tiga hari yang lalu aku belum belajar ilmu pedang itu. terpaksa aku mengajar paman Tan ilmu pedang itu.... "Apa?" Terperangah Yap song Kang. "Itu bukan ilmu pedang Hui Liong Kiam Hoat. "siapa yang mengajarkanmu ilmu pedang itu?" "Anak kecil itu" Tan Ek seng menunjuk Thio Han Liong. "Terima kasih atas kemurahan hatimu mau mengalah padaku." ujarnya.. baik" Yap Song Kang tertawa. " Engkau bukan dikalahkan oleh ilmu pedangku." "Aaah " yap song Kang menghela nafas panjang." yap song Kang berdiri dengan tubuh menggigil gemetaran. tidak disangka. "Aku memang masih kecil. lalu berpikir memecahkan ilmu pedang itu" "Baik." "Paman" Thio Han Liong tersenyum. engkau masih kecil." " Kakak tampan tidak bohong. paman harus perhatikan baik-baik." kaning yap song Kang langsung berkerut..." gumam Yap Song Kang tergeragap.. "Bocah Engkau. " Karena paman ingin membawa Giok Cu pergi. Tan Ek Seng memberitahukan. "Bagaimana caranya engkau mengalahkan aku?" "Aku akan memperlihatkan beberapa jurus ilmu pedang. "Aku ingin menantangmu. Ternyata pedang Tan Ek seng telah menempel di lehernya. memang tidak pantas bertanding dengan Paman..." "Hah?" Yap Song Kang tertegun. perlihatkan ilmu pedang itu" Thio Han Liong mengangguk. Terimakasih " Mulut yap song Kang ternganga lebar dengan mata terbelalaki sepertinya tidak percaya akan apa yang dialaminya. "Ayah menang Ayah menang Ayah menang. " Ilmu pedang itu." seru Tan Giok Cu kegirangan. aku punya cara mengalahkan paman.ternyata milik yap song Kang. "Maaf" ucap Tan Ek Seng sambil menurunkan pedangnya. " Ha a a h." "Engkau?" Kelihatannya Yap Song Kang tidak percaya. "Terus terang.. engkau yang mengajar Ek Seng ilmu pedang itu?" Thio Han Liong mengangguk sambil tersenyum.

" Thio Han Liong tersenyum. "Terima kasih atas kemurahan hatimu. adil. oh ya. Paman" sahut Thio Han Liong. karena tadi telah mengatakan Paman jahat" "Ha ha ha" yap song Kang tertawa gelak"Sesungguhnya paman tidak jahat. "siauwhiap (Pandakar Kecil).. " Aku pun tidak mampu memecahkan ilmu pedang itu" ujar Tan Ek seng memandang Yap song Kang. aku. akhirnya malah terjungkal di tangan seorang anak kecil. saudara Yap" ucap Tan Ek seng sambil memberi hormat. Kini aku telah sadar. " Aku pun minta maaf.. "Mari.. Tan Ek seng dan Lim soat Hong saling memandang. "Terima kasih. percuma aku menuntut ilmu pedang belasan tahun. Lain halnya dengan Tan Giok Cu." "Terima kasih. "siapa ke dua orangtuamu?" "Maaf. aku justru merasa sayang padamu-" Tan Giok Cu tersenyum.. " Lim soat Hong mandakatinya. ke dalam rumah. Kakak tampan menang" "Aaaah " YaP song Kang menghela nafas panjang.Thio Han Liong seusai memperlihatkan jurus-jurus ilmu pedang itu. coba beritahukan" . dan bijaksana. Kelihatannya mereka pun tidak sanggup memecahkan ilmu pedang itu. cinta tidak bisa dipaksa. aku tidak sanggup." ujar Lim soat Hong. "Aku.?" gumam yap song Kang dengan kaning berkernyit. kami pun belum begitu jelas mengenai dirinya. "Aku tahu maksud Paman. " Ya ai" Yap song Kang menggeleng-gelengkan kepala. aku kagum sekali pada mu. "Aku tidak bisa memberitahukan. gadis kecil itu terus bersorak-sorak dalam hati kegirangan. Paman" "Kakak Yap. "Sudahlah Kita berdua memang seperti katak dalam sumur." "Baiklah" yap song Kang manggut-manggut. Saudara Tan.sini. karena punya kesulitan. seorang pandakar harus gagah. "oh ya. sebetulnya siapa bocah itu?" "Kami.. " Kakak tampan menang. aku minta maaf padamu.." "Apa maksudku." gerutunya tampak kesal." ucap yap song Kang sambil menggelengkan kepala "Aku tidak mau mengganggu kalian.. " Kakak Yap." sahut Tan Ek Seng sambil menggelengkan kepala "Sudah tiga tahun dia bekerja di." "Terimakasih. "Hah?" kaning yap song Kang berkerut-kerut. tapi tetap merahasiakan identitasnya" "oh?" Yap song Kang menatap Thio Han Liong. Bolehkah aku tahu namamu?" "Namaku Thio Liong" "Thio Liong. engkau pernah bilang. sudah belasan tahun kita tidak berkumpul. Terima kasih " "Paman" Tan Giok Cu segera mandakatinya.. Wanita itupun memberi hormat seraya berkata. paman yang jahat itu tidak sanggup memecahkan ilmu pedangmu.

"Paman" seru Tan Giok Cu.. aku akan mengajar Paman beberapa jurus ilmu pedang yang kuperlihatkan tadi-" "oh?" Wajah yap song Kang berseri-seri. lalu mulai berlatih. He he he. ajaran ayahnya. bukan tarian" ujar Tan Ek seng .Aku akan mengajar engkau ilmu silat yang lemas gerakannya. "Giok Cu" Lim Soat Hong tersenyum. "Ayo. "Engkau ingin belajar silat pada Thio Liong?" Tan Giok Cu mengangguk"Thio Liong" Lim Soat Hong menatapnya lembut kepada anak itu. sekaligus menjelaskan. aku turut gembira.. aku.. "He he he" yap song Kang tertawa gembira. "Kakak tampan. minum teh dulu. mau apa?" tanya Thio Han Liong heran. Lim soat Hong." "Itu ilmu silat tingkat tinggi.Tan Giok Cu bertepuk-tepuk tangan sambil bersorak"Kakak tampan Engkau mahir sekali menari." Yap song Kang memandang mereka." "Paman" pesan Thio Hen Liong." ucap Tan Giok Cu. "Tak disangka aku akan memperoleh beberapa jurus ilmu pedang yang begitu hebat."Karena aku mengajar Paman Tan tiga jurus ilmu pedang. "Bersediakah engkau mengajar Giok Cu ilmu silat?" "Ya. "Engkau sungguh cerdas sekali. yap song Kang manggut-manggut. setelah Thio Han Liong berhenti. "Terima kasih" Thio Hen Liong mulai mengajar yap song Kang beberapa jurus ilmu pedang itu. setiap jurus pasti mematikan pihak lawan" "ya" yap song Kang mengangguk"Terima kasih Thio siauwhiap." ujar Tan Giok Cu terputusputus sambil menatapnya. " Kakak tampan. " Kalian berdua memang suami isteri yang behagia. sampai jumpa" Mendadak yap song Kang melesat pergi. maka Paman menghendaki begitu Ya. dan Tan Giok Cu memperhatikan dengan terkagum-kagum. namun yap song Kang sudah tidak kelihatan. Bibi" Thio Han Liong mengangguk"Terima kasih. engkau ini kan seorang gadis yang harus lemah lembut. Tan Ek seng dan Lim soet Hong menggeleng-gelengkan kepala. janganlah mengeluarkan ilmu pedang ini. ajarkan aku sekarang" "Adik manis. "Kelau tidak dalam keadaan behaya. kemudian manggut-manggut seraya berkata.. kan?" "Bukan main" yap song Kang menatapnya dalam-dalam. "Mari ke dalam." Thio Han Liong tampak mulai memperlihatkan Thay Kek Kun (Ilmu Pukulan Taichi)." "Terima kasih. terima kasih" Thio Han Liong tersenyum. aku. Tan Ek seng. Kakak tampan. Gedis itu lalu mandakati Thio Hun Liong. "Adik manis. sebab..Itu sangat berguna bagimu-" Tan Giok Cu tampak gembira sekali"Ilmu silat apa itu?" tanyanya"Lihatlah baik-baik.Terima kasih" "seudara yap" ujar Tan Ek seng." "Paman..

rakyat jelata amat mencintai sang kaisar. Tan Ek seng dan Lim soat Hong saling memandang." " Aku justru masih bingung" ujar Lim soat Hong. adil dan bijaksana." Tan Ek Seng terbelalak"Engkau punya hubungan dengan partai Bu Tong?" Thio Han Liong mengangguk perlahan." Tan Ek seng tersenyum." "Ngmm" Lim soat Hong manggut-manggut. rakyat bisa hidup makmur. ilmu silat apa itu? Kok begitu lemas?" "They Kek Kun" Thio Han Liong memberitahukan." Bab 7 Rimba Persilatan Mulai Dilanda Badai Dalam tiga tahun ini sudah banyak perubahan di daratan Tionggoan. sebab Cu Goan Ciang sangat memperhatikan nasib rakyat jelata. sejak Cu Goan ciang jadi kaisar." Wajah Tan Ek seng tampak serius sekali. "Mulai sekarang kita harus baik-baik memperlakukan Thio Liong itu. belasan Hweeshio itupun jadi korban. Akan tetapi. pergi menyalidikinya. ketua siauw Lim Pay. kemudian bertanya pada Thio Han Liong. sebaliknya. membuat pengairan dan lain sebagainya. "Kakak tampan. dalam rimba persilatan justru mulai timbul suatu badai. "Isteriku . si Mo (iblis Dari Barat) Buyung Hok. Mereka adalah Tong Koay (siluman Dari Timur) oey suBin. Belum lama ini. "Apa?" Bukan main terkejutnya Tan Ek seng dan Lim soat Hong. jangan mengecewakan Kakak tampan itu" "ya. maka diberi julukan si Pembunuh Misterius. Lam Khie (orang Aneh Dari selatan) Toan Thian Hie dan . "Kelihatannya Giok Cu sangat baik padanya. siapa pembunuh itu? Tiada seorang pun yang tahu oleh karena itu. "Engkau" Lim soat Hong berkata. Berhubung tiada seorang pun kaum rimba persilatan yang tahu siapa pembunuh itu. "Tidak lama lagi dia akan berterus terang pada kita. Ayah" Tan Giok Cu mengangguk. sudah banyak Hweeshio-hweeshio siauw Lim Pay jadi korban keganasan ilmu pukulan cing Hwee ciang. sebab dia punya asal-usul yang agak luar biasa. Kong Bun Hong Tin mengutus belasan Hweeshio tingkatan Goan.sungguh-sungguh"Maka engkau harus belajar dengan giat." Mereka berdua masuk ke rumahi bahkan langsung ke kamar. sejarah pun mencatat bahwa Cu cioan ciang merupakan kaisar yang baik. dalam rimba persilatan muncul empat jago yang berkepandaian tinggi sekali. "sebetulnya dia anak siapa?" "Aku yakin . "Benarkah itu Thay Kek Kun ciptaan guru besar Thio sam Hong?" "Ya" Thio Han Liong mengangguk"Engkau. Bayangkan. Dalam tiga tahun ini. mudahmudahan mereka berdua akan saling mencinta kelak-" "ya" Tan Ek seng mengangguk "Mudah-mudahan. oleh karena itu. "Kalian berdua main di sini saja Kami mau ke dalam. betapa gusarnya Kong Bun Hong TioAkhirnya ketua siauw Lim Pay mengutus Kong Ti seng Ceng adik seperguruannya pergi menyalidiki pembunuhan itu.

jie Lian ciu dan saudara-saudara seperguruannya berkumpul di ruang meditasi." "Tong Koay She Oey." jawab jie Lian cui. "Aaah Kelihatannya darah akan membanjiri rimba persilatan. "sebab Tong sip-Oey yok su cuma punya seorang anak perempuan bernama oey yong yang menikah dengan Kwee Ceng." "oh?" Thio sam Hong tampak terkejut. Mereka berempat adalah Tong sia (si sesat Dari Timur) oey yok su. kemudian menghela nafas panjang. Konon mereka sama kuatnya. Kalau tidak. si Tok (si Racun Dari Barat) ouw yang Hong. "Tidak mungkin. Namun. guru pernah dengar ada empat jago yang berkepandaian luar biasa. "Jadi belum ada yang tahu siapa pembunuh misterius itu?" tanya Thio sam Hong sambil mengerutkan kaning." "siapa mereka itu?" tanya Thio sam Hong. "Bahkan belum lama ini. Tong Koay Oey Su-Bin dapat mengalahkan ketua Kun Lun Pay dan ketua Hwa san Pay." sahut Thio sam Hong. "Urusan ini sudah gawat sekali. Lam Ti (Raja Dari selatan) Toan Hong ya dan Pak Kay (si Pengemis sakti Dari utara) Ang cit Kong. kemudian menggeleng-gelengkan kepala." timpal Jie Lian ciu. bagaimana mungkin Kong Ti seng Ceng sendiri pergi menyalidiki pembunuh misterius itu?" "Kelihatannya memang sudah gawat sekali. Kini telah berdiri tujuh partai besar dalam rimba . bahkan Tong Koay Oey su Bin telah mengalahkan ketua Kun Lun pay dan ketua Hwa san Pay. ketua Bu Tong Pay.. si Mo-Buyung Hok.Ini merupakan kejadian yang sangat mengejutkan rimba persilatan.Pak Hong (si Gila Dari utara) Lim Bun Kim. "sudah banyak Hweeshio-hweeshio siauw Lim Pay tingkatan Goan yang jadi korban. "Memang belum ada yang tahu. dia sering membunuh para pesilat golongan putih" ujar jie Lian ciu. Kemunculan ke empat jago itu sangat menggemparkan rimba persilatan. kelihatannya mereka berempat ingin menyamai keempat jago masa lalu itu. mungkinkah dia punya hubungan dengan Tong si -oey yok su?" tanya Jie Thay Giam. Dan kini Kong Ti seng Ceng telah meninggalkan siauw Lim Sie untuk menyalidiki pembunuh misterius itu. "oh?" Thio sam Hong tampak tertegun. dalam rimba persilatan telah muncul empat jago yang berkepandaian tinggi sekali. Ke empatnya telah bertanding di puncak gunung Hwa san. maka guru yakin Tong Koay-oey su Bin tidak punya hubungan dengan oey yok su. Lam Khie-Toan Thian Ngie.. "oh?" Thio sam Hong terkejut. "Tiada seorang pun kaum rimba persilatan yang tahu asalusul mereka." jawab jie Lian Ciu memberitahukan. "Ketika guru masih kecil.. Mereka berempat adalah Tong Koay-Oey su Bin." "yang paling jahat dan kejam adalah si Mo-Buyung Hok. Kini justru muncul empat jago. Mereka menyampaikan sesuatu yang amat penting pada Thio sam Hong guru besar itu. dan pak Hong-Lim Bun Kim. Tiada seorang pun mengetahui asal-usul mereka. Hari ini. Kepandaian mereka seimbang dan pernah bertanding di puncak gunung Hwa San.

. " Kami pun rindu sekali padanya" "Guru" In Lie Heng memberitahukan.. "sudah sepuluh tahun lebih tiada kabar beritanya mengenai Thio Bu Ki.. "Aaaah " Thio Bu Ki menghela nafas panjang.. berundinglah dengan saudara-saudara seperguruanmu" "ya." Thio sam Hong menggeleng-gelengkan kepala dan bergumam. "Wajahmu. "Bagaimana menurut guru?" "Baik" Thio sam Hong manggut-manggut dan berpesan. tergempur oleh Iweakang gabungan dari sembilan Dhalai Lhama. ingin melihatnya sebelum ajal datang menjemput guru. Guru. "Lebih baik aku saja yang pergi cari Bu Ki.. "Namun engkau harus berhati-hati." "Guru berharap sebelum ajal bisa bertemu Bu Ki. berangkatlah song wan Kiauw pergi mencari Thio Bu Ki." sela song wan Kiauw... melainkan memikirkan Han Liong anak kita itu-" . "Aku tidak sangka nasib kita akanjadi begini. ia mengambil arah utara."Jie Lian ciu mengangguk"Aeeahi." Wajah Jie Lian ciu berubah murung." Mendadak Thio sam Hong menghela nafas panjang. Ketua Go Bi Pay itu tidak tahu mengenai Ciu Ci Jiak. Tentunya partai Kun Lun dan Hwa San tidak akan tinggal diam. lantaran terluka parah. "Guru sudah berada di ruang meditasi ini.. "ciu Ci Jiak pun tiada kabar beritanya." ujar Jie Lian ciu. "Sebetulnya Bu Ki berada di mana?" "Guru" ujar Jie Lian ciu. "Apakah dia sudah menikah dengan Tio Beng dan sudah punya anak pula?" "Besok murid akan pergi cari Bu Ki.Guru tenang saja." tanya jie Lian ciu mendadak"Kita harus bagaimana apabila pihak Kun Lun pay dan Hwa San Pay ke mari minta bantuan?" "Lian cu". Thio sam Hong menatapnya tajam. Bahkan Iwekang Thio Bu Kipun lenyap sebagian besar." "Aaah " Thio sam Hong menghela nafas panjang lagi.. Guru" Song Wan Kiauw mengangguk. jangan terulang lagi kejadian masa lampau itu" "ya." "Bu Ki Koko" Tio Beng memandang bulan purnama yang bergantung di langit. "sudah tiga tahun. aku tidak mau memusingkan urusan apa pun. guru rindu sekali padanya. Guru sudah tua sekali." "Beng Moay" Thio Bu Ki menatapnya. Bagaimana keadaan Thio Bu Ki dan Tio Beng yang tinggal diculau Hong Hoang to? Ternyata muka mereka agak rusak seperti bekas terbakar. dia entah berada di mana dan bagaimana keadaannya. murid pernah ke Go Bi San menemui Ceng Hi suthay." "Bu Ki Koko" ujar Tio Beng dengan air mata meleleh"Aku tidak memikirkan wajahku. Engkau adalah ketua Bu Tong Pay. "Kami akan berusaha mencarinya.persilatan..Keesokan harinya." "Guru.

.. "Beng Moay." Tio Beng menggeleng-gelengkan kepala gelisah"Kalau mau ke Tionggoan." "Tapi . kanapa mereka tidak datang ke mari lagi?" "Maksudmu Han Liong ditukar dengan kitab-kitab itu?" "ya" "Benar" Thio Bu Ki manggut-manggut.. "Engkau boleh pergi ke Tionggoan mencari Han Liong. "Beng Moay.." "kanapa?" "yang kucemaskan adalah para Dhalai Lhama itu akan membawanya ke Tibet. Aku seorang diri di pulau ini tidak apa-apa-" Tio Beng terisak-isak "Bagaimana mungkin aku me-ninggalkanmu seorang diri di pulauini? Kepandaianmu telah musnah sebagian besar.. "sebab kepandaianku " Tio Beng terisak-isak. "Masih lama sekali.. sebab mereka menghendaki kitabkitab Kiu fm dan Kiu Yang cin kang." "Tapi " Thio Bu Ki menghela nafas panjang. sebetulnya aku rindu sekali pada Thay suhu dan paman-paman yang di gunung Bu Tong. "Sebetulnya aku memang ingin ke Tionggoan mencari Han Liong. "Aku tunggu sampai keadaanmu pulih baru kita pergi bersama. tapi berat rasanya meninggalkan engkau seorang diri di sini. jangan memikirkan aku" "Tidak" Tio Beng menggelengkan kepala. lebih baik engkau ke Tionggoan mencari Han Liong. namun keadaanku. tidak mungkin cu Goan ciang akan membunuhnya-" "Kupikir memang begitu. " Aku justru masih bingung." ujar Thio Beng dengan kaning berkerut." ujar Thio Bu Ki sungguh-sungguh"Lebih baik engkau ke Tionggoan mencarinya. "Aku harus membunuhnya kelak" Thio Bu Ki menggeleng-gelengkan kepala. Maka aku tidak terlalu mencemaskannya. "Engkau tidak usah memikirkan diriku. engkau tidak mau ke Tionggoan mencari Han Liong?" Tio Beng menatapnya dengan air mata berlinang-linang..-" Thio Bu Ki membelainya." "Bu Ki Koko. "Semua ini adalah perbuatan cu Goan ciang keparat itu." "Tidak apa-apa." "Beng Moay." "Beng Moay." "Beng Moay. entah bagaimana keadaannya?" "Mungkinkah dia masih hidup?" gumam Tio Beng sambil menundukkan kepala." Thio Bu Ki menggeleng-gelengkan kepala.." Thio Beng tersenyum menghiburnya. "Lagipula aku yakin tidak akan terjadi suatu apa pun atas diri anak kita." ujar Tio Beng dengan mata berapi-api.... "Tapi."Aaathh" Thio Bu Ki menghela nafas lagi "Sudah tiga tahun. . air matanya berderai-derai. "Han Liong..." ujar Thio Bu Ki. kalau para Dhalai Lhama itu menghendaki kitab-kitab tersebut. Dia dia anak kita satusatunya. mari kita pergi bersama" "Tidak bisa" Thio Bu Ki menghela nafas panjang." Thio Bu Ki tersenyum.

" Thio Bu Ki menggeleng-gelengkan kepala." Thio Bu Ki tersenyum getir. aku pasti sudah mati. itu pasti bukan perintah dari Cu Goan ciang. aku belum bisa melupakan kematian ciu Ci Jiak." "Engkau tidak mau balas dendam?" "Kita berdua tidak mampu melawan mereka. barat. secara tidak langsung kaum golongan hitam mengangkatnya sebagai Hek To Beng Cu (Ketua golongan Hitam). Aku. "Han Liong telah dibunuh mereka?" "Itu tidak mungkin" Thio Bu Ki menggelengkan kepala. " Aku pikir kemungkinan besar telah terjadi sesuatu di tengah jalan. aku harus menuntut balas pada para Dhalai Lhama itu" "Beng Moay. selatan. Tapi.. tujuan mereka menangkap Han Liong cuma dijadikan sandera.. sedangkan golongan sesat mengangkat Tong Keay (siluman Dari Timur) sebagai ketua golongan sesat." Thio Beng menghela nafas panjang. oleh karena itu.. kanapa dia tidak pulang?" "Beng Moay. Bu Ki Koko.. "Tentunya dia tidak tahu jalan pulang. "oh ya. lagipula dia pasti merahasiakan identitas dirinya." "Maksudmu Han Liong ditolong orang?" "Kira-kira begitulah" "Kalau Han Liong ditolong orang..yang mengejutkannya ialah si Mo (iblis Dari Barat). itu merupakan ilmu yang sangat istimewa." "ya" Thio Beng mengangguk."Memang mengherankan. Barulah kita cari para Dhalai Lhama itu. "Setelah aku pulih kelak kita pergi menemui Thay Suhu untuk mohon petunjuk. "Kalau aku tidak memiliki Kiu yang Sin Kang. Sementara itu. kira-kira kapan keadaanmu bisa pulih seperti sedia kala?" "Mungkin masih membutuhkan waktu beberapa tahun. "Menuntut balas pakai apa? Kepandaianmu. ." suara Thio Beng agak bergemetar." "Ngmmm" Thio Beng manggut-manggut.. mungkin Thay Suhu sudah mampu memecahkannya." Thio Bu Ki menggeleng-gelengkan kepala.. Harus ditanyakan pada Thay Suhu Thio Sam Hong. Kong Ti seng Ceng juga mandengar tentang kemunculan keempat jago dari timur.. "Hingga saat ini.. Kong Ti Seng Ceng masih terus melakukan perjalanan untuk menyalidiki pembunuh misterius "Paderi sakti itu telah menjelajahi beberapa daerah dan berbagai kota.... Selama perjalanan ini. "Apakah tiada cara menghancurkan formasi para Dhalai Lhama itu?" "Menghancurkan formasi itu memang bisa. kanapa para Dhalai Lhama itu tidak mengutus orang ke mari?" "Mungkinkah. namun tetap tidak menemukan jejak pembunuh misterius tersebut. dan utara itu." Thio Bu Ki tersenyum.. namun tidak gampang menghadapi tenaga dalam gabungan mereka." "Bu Ki Koko" tanya Thio Beng mendadak. sebab si Mo masih terus membantai kaum golongan putih..

"Ha ha ha Ha ha ha. siauw Lim Pay" "Omitohud" ucap Kong Ti seng ceng. yaitu Touw Lan. terimalah hormatku" "Omitohud" sahut Kong Ti seng Ceng sambil menatapnya tajam. cepatlah engkau bertobat" "Aku akan bertobat setelah membunuh musuh-musuhku" sahut lelaki itu sambil tersenyum." "Engkau ingin bunuh aku?" tanya Kong Ti seng ceng dengan kaning berkerut. Ketika memasuki sebuah lembah. bersiap-siaplah menerima pukulanku Kalau engkau mampu bertahan sampai sepuluh jurus.. "Bolehkah aku tahu siapa engkau. engkaukah pembunuh misterius itu?" "Betul" Lelaki itu mengangguk"Aku yang akan membunuh para Hweeshio siauw Lim Pay tingkatan Goan. engkau harus memberitahukan pada ku tentang . "Omitohud" ucap Kong Ti seng Ceng dalam hati. Namun sekarang. bahkan dilanda banjir darah pula" Kong Ti seng Ceng terus melanjutkan perjalanan. "Baiklah. aku akan melepaskan engkau kembali ke siauw Lim sie. orang gagah?" Lelaki itu tertawa. Tapi.. touw ki dan touw Ciat berikut Kim Mo say ong-cia sun" "Omitohud" Kong Ti seng Ceng semakin terkejut. "Aku bukan orang gagah. "Omitohud Bolehkah aku tahu siapa engkau dan kanapa engkau mandandam pada siauw Lim Pay?" "Padri tua Engkau tidak perlu tahu. melainkan adalah orang yang berhati kejam.Lam Khie (orang Aneh Dari selatan) dan Pak Hong (si Gila Dari utara) tetap bergerak seorang diri. "kanapa engkau membunuh mereka?" "Ha ha ha" Lelaki itu tertawa gelak"Tentunya aku punya dendam dengan siauw Lim Pay." "Omitohud" Kong Ti seng Ceng terbelalak kaget. "Banyak sekali" jawab lelaki itu. "Jadi.." "Omitohud" ucap Kong Ti Seng Ceng. "Termasuk.. "kanapa engkau ingin membunuh Tiga Tetua kami?" "Ha ha ha" Lelaki itu tertawa lagi. bahkan aku pun ingin membunuh Tiga Tetua siauw Lim Pay pula. Berdasarkan suara tawanya yang sangat dahsyat dapat diketahui betapa tingginya Lweakang pemilik suara itu. rimba persilatan kini jadi kacau balau." "Omitohud" kang Ti seng Ceng tersenyum. "Karena mereka bertiga telah melindungi cia sun. maka aku harus membunuh mereka.. lautan kesengsaraan tiada batas. "ya" Lelaki itu mengangguk pasti. "siapa musuh-musuhmu itu?" tanya Kong Ti seng Ceng. mendadak terdengar suara tawa yang sangat memekakkan telinga membuat tersentak kang Ti Seng Ceng. "Sungguh di luar dugaan. kalau aku mampu bertahan sampai sepuluh jurus.. "Tahun harus berubah." Tak lama muncullah seorang lelaki berusia sekitar tiga puluh lima tahun berwajah tampan dan gagah"Selamat bertemu Kong Ti seng Ceng.

. jurus pertama sepasang telapak tangan lelaki itu berkelebat-kelebat mengerah pada kong Ti seng Ceng. Kong Ti seng Ceng terlontar deras lima enam langkah. "Ini adalah jurus ke delapan" Kong Ti seng Ceng menangkis dengan salah satu jurus ilmucukulan Kim Kong Hok Mo Ciang. sebab ilmu pukulan itu adalah ilmu pukulan keras. jurus yang paling ampuhGlaar. Namun mandadak padri tua itu tersentak. Dapat dibayangkan. sedangkan lelaki itu menggunakan cing Hwee Cieng yang bersifat lemas dan mengandung api. bahkan hampir sepuluh langkah. "Omitohud" ucap Kong Tiseng ceng kemudian. kong Ti seng Ceng dan lelaki ilu sama-sama terdorong beberapa langkah"He he he kong Ti seng Ceng.. kang Ti seng Ceng juga mulai mengerahkan Iweakangnya.Wajahnya tampak pucat pias." "Baik. Blaar. sementara lawannya hanya terhuyung-huyung ke belakang beberapa langkahsetelah itu dia pun tertawa terbahak-bahak "kang Tiseng Ceng.Yang mengejutkan adalah lengan jubah Kong Ti seng Ceng.." "Ha ha ha" Lelaki itu tertawa terbahak-bahak. sebab . "Kong Ti seng Ceng" seru lelaki itu sambil menyerang." seru lelaki itu sambil menyerang. "Coba sambut seranganku lagi" Ketika lelaki itu kembali menyerang. ilmu pukulanmu hebat juga" kong Ti seng Ceng diam saja. lalu menarik nafas dalamdalam sekaligus mengerahkan Lweakangnya. malah menangkis dengan Kim kang Hok Mo cieng (Ilmu pukulan Arhat Penakluk iblis). kemudian menyarang lagi. sehingga membuat dadanya jadi panas seperti terbakar. aku tidak perlu menyerang lagi. hangus terbakar.Ternyata ketika ke dua pukulan itu beradu. "Ilmu pukulan ceng Hwee Ciang sungguh dahsyat dan hebat. ternyata ia melihat sepasang telapak tangan lelaki itu mengeluarkan cehaya agak kehijau-hijauan. Kong Ti seng ceng merasa ada tenaga yang amat dahsyat menghantam dadanya. Kemudian terduduk bersila. suara benturan seketika terdengar dari beradunya ke dua pukulan itu. Kong Ti seng Ceng kembali terdorong ke belakang. sedangkan lelaki itu cuma terdorong dua langkah. Pantas para muridku tak sanggup melawanmu. pada jurus ke tujuh kelihatannya padri tua itu mulai tak sanggup menerima pukulan yang dilancarkan lawannya. Karena itu. Ini adalah ilmu pukulan andalan siauw Lim Pay.. Tapi padri tua itu tidak berkelit. betapa hebatnya ilmu pukulan tersebut. Kong Ti seng ceng cepat mengibaskan lengan jubahnya untuk menangkis." Lelaki itu mengangguk.dirimu. sang padri tua pun segera menghimpun Kim kang sin kang (Tenaga sakti Arhat) untuk melindungi diri "kong Ti seng Ceng. Terdengar suara seperti ledakan menggelegar keras. "Ha ha ha" Lelaki itu terus tertawa. Kong Ti seng Ceng terus menangkis.

" ." Lelaki itu melesat pergi. sampai jumpa Ha ha ha. bahwa dia akan ke siauw Lim sie membunuh ke tiga paman guruku dan Cia sun..engkau sudah terluka dalam. "Omitohud Ini merupakan bencana bagi siauw Lim Pay. "uaaakh " Mendadak kang Ti seng Ceng muntah darah segar." Kong Ti seng Ceng mengangguk sambil menghela nafas panjang." song Wan Kiauw bertambah terkejut melihat Hwee-shio tua itu ternyata kang Ti seng Ceng dari siauw Lim Pay...." "Hah?" song wan Kiauw terbelalak mandangar penuturan itu. sadarlah kang Tiseng Ceng dari pingsannya dan sekaligus duduk bersila. seaereleh ia mandakatinya. "Hah?" Bukan main terkejutnya song Wan Kiauw." ujar Kong Ti seng Ceng dengan wajah murung.. "Cing Hwee Ciang. namun pada jurus ke delapan aku sudah terluka. "Pembunuh itu memberitahukan padaku. kong Ti seng Ceng terkulai pingsan. "Seng Ceng tahu siapa pembunuh misterius itu?" "Dia masih muda.." "Omitohud" kong Ti seng Ceng manggut-manggut. Namun yang sungguh mengejutkan." Kong Ti seng Ceng memberitahukan. yang terdapat bekas agak kehijau-hijauan." "Maksud seng Ceng. ke tiga Tetua siauw Lim Pay?" "Betul. "Namun aku sama sekali tidak tahu siapa dia dan kanapa begitu dendam pada siauw Lim Pay. "Omitohud" ucap kang Ti seng Ceng. "Terima kasih. "Aku justru tidak habis pikir tentang itu.. sesaat kemudian muncul seseorang setengah tua yang tidak lain song wan Kiauw yang sedang mencari Thio Bu Ki. aku pasti binasa. agar dadanya tidak terlampau sakit. "kong Ti seng ceng. " Aku telah bertarung dengan pembunuh misterius itu." "oh?" song wan Kiauw terbelalak." "Kong Ti seng Ceng. Tak seberapa lama kemudian. la cepatcepat menyadarkannya dengan cara menyalurkan Lweakangnya ke dalam tubuh kang Ti seng ceng.. "Begitu hebat ilmu pukulan ceng Hwee Ciang itu?" "ya" Kong Ti seng Ceng mengangguk"Kalau dia menyerang lagi. sementara kang Ti seng ceng masih tetap duduk bersila-Ternyata padri tua itu menghimpun hawa murninya." song wan Kiauw agak heran. sekitar tiga puluh lima tahun. "Omitohud" Usai mengucap itu. mungkin dia menghendakiku menyampaikan kejadian ini pada ke tiga paman guruku. "keenapa pembunuh misterius itu tidak menyerang lagi?" "Omitohud" Kong Ti seng ceng menggelengkan kepala. Betapa terkejutnya dia ketika melihat seorang Hweeshio tua terkapar di situ." "siapa yang melukai seng Ceng?" "Aaah-" kang Ti seng Ceng memperlihatkan dadanya. darah itu agak kehijau-hijauan.

"Omitohud" sahut kong Ti seng Ceng lalu melangkah pergi. Sudah sekian lama ia mencari Thio Bu Ki."Kong Ti seng Ceng. aku malah tertarik terhadap rimba persilatan. setelah menghela nafas panjang. sebab akan mempermalukan Bu Tang Pay potong orang tua itu cepat. "Ha ha ha" Orang tua itu tertawa gelak. sampaikan salamku pada gurumu Thio sam Hong" "ya" "Omitohud Baiklah. song Wan Kiauw melesat pergi meninggalkan lembah itu." "oh?" song wan Kiauw tersentak"Cianpwee" . aku ingin menjajal kepandaianmu. Song Wan Kiauw memandang punggung padri tua itu sambil menghela nafas panjang. Kini Song Wan Kiauw telah memasuki daerah ouw Lam. itu membuat diriku terjun ke dalam rimba persilatan." "Jangan mengatakan tidak mau bertanding dengan aku. mendadak melayang turun sosok bayangan di hadapannya. tujuannya kembali ke gunung Bu Tong.." "Cianpvee.. aku adalah Tang Koay (Siluman DariTimur) oey su Bin. kita berpisah di sini. Akhirnya ia mengambil keputusan pulang ke gunung Bu Tong. "Aku masih kuat untuk pulang ke sana oh." "Thio Bu Ki?" kang Ti seng Ceng menggeleng-gelengkan kepala. "Aku memang tidak pernah berkecimpung dalam rimba persilatan.. Jilid 4 Song Wan Kiauw terus melanjutkan perjalanan menuju ke gunung Bu Tong. "Selamat bertemu Song Tayhiap" "Maaf" Song Wan Kiauw tercengang karena ia tidak kenal orang tua itu. "sudah sepuluh tahun lebih tiada kabar beritanya. "Siapa Cianpwee?" "Song Tayhiap" orang tua itu menatapnya.. tapi. Apa rencanamu sekarang?" "Mau pulang ke Bu Tong san. tiada hasilnya. "Bagaimana luka di dada seng Ceng? Perlukah aku mengantar seng ceng culang ke siauw Lim sie?" "Tidak usah-" Kong Tiseng ceng tersenyum getir. "Engkau harus tahu. namun tidak juga menemukan jejaknya. Engkau adalah murid guru besar Thio Sam Hong yang di dewa-dewakan.. sungguh tak disangka padri itu terluka di tangan pembunuh misterius tersebut. keadaan terluka. oleh karena itu. aku harus segera pulang ke Siauw Lim sie-" "selamat jalan. Namun di lembah itu la bertemu Kong Ti Seng Ceng dalam. ya kanapa song Tayhiap berada di lembah ini?" "Kebetulan lewat. seng Ceng" ucap song wan Kiauw." "Kalau begitu. Ketika sedang melewati jalan gunung yang agak sempit. Namun setelah usiaku berkepala tujuh. Sosok bayangan itu ternyata seorang tua berusia tujuh puluhan." song wan Kiauw menatapnya. "Aku sedang mencari Bu Ki." ujar Song Wan Kiauw memberitahukan.

Tong Koay Oey Su Bin pun tak ingin kalah. karena merasa malu sekali. Dia berdiri di hadapan song Wan Kiauw sambil tertawa gelak. lalu cepat mengeluarkan jurusr jurus yang ampuh dari ilmu Thay Kek Kun. Pada jurus ketujuh. aku pasti akan ke gunung Bu Tong menantang gurumu itu. segera melakukan hal yang sama. engkau boleh menyerang duluan" "Maaf. -ooo00000oooThio sam Hong duduk bersila di ruang meditasi. Kita cuma bertanding bukan saling membunuh" "Baiklah" song Wan Kiauw mengangguk"Kita bertanding dengan tangan kosong atau bersenjata?" "Ha ha ha" Tong Koay Oey Su Bin tertawa. Plaaak Punggung song Wan Kiauw kena pukul. sehingga membuatnya terhuyung-huyung." Tong Koay memberitahukan. la mengempos semangat untuk melawan. sampai jumpa" Tong Koay langsung melesat pergi. tentunya aku tidak mampu mengalahkanmu. "song Tayhiap. Beberapa jurus kemudian.." ujar Tong Koay-oey Su Bin bernada memaksa. Hanya tujuh jurus sudah mengalahkannya. mendadak Tong Koay bersiul panjang sambil bergerak cepat mendadak saja muncul belasan bayangannya menyerang song wan Kiauw. karena tidak menyangka orang tua itu berkepandaian begitu tinggi. "Ha ha ha Kalau ada waktu dan kesempatan. " Lemas tapi cukup mengandung tenaga" Tong Koay berkelit." song Wan Kiauw mengangguk. Lama sekali dia berdiri di situ. " Cukup dengan tangan kosong saja. "Bagus Bagus" puji Tong Koay-Oey su Bin. Jadi--. Aku mengaku kalah" ujar song Wan Kiauw dengan kepala tertunduk. Dia benar-benar tidak menyangka Tong Koay berkepandaian begitu tinggi. " Kalau aku tidak mengeluarkan ilmu simpananku. Tong Koay-oey Su Bin pun menghentikan serangan. "Jangan merasa malu" ujar Tong Koay Oey Su Bin.. Aku dengar Thay Kek Kun ciptaan guru besar Thio sam Hong sangat dahsyat maka aku ingin menjajalnya. sedangkan song wan Kiauw masih berdiri termangu-mangu. guru" song Wan Kiauw mengangguk- ." Thio Sam Hong mulai bersuara. lalu segera mengerahkan Lweekangnya. Benar-benar memalukan. Cianpwee" ucap song wan Kiauw sambil melesat menyerangnya dengan ilmu pukulan Thay Kek Kun.. Kemudian ia pun mulai balas menyerang dengan gerakan yang amat aneh." "Cianpwee menggunakan ilmu apa?" "Itu adalah ilmu Buseng Uh In (Ilmu Tiada Suara Ada Bayangan). song wan Kiauw dan saudara seperguruannya duduk di hadapan sang guru besar dengan mulut membungkam. sebelum akhirnya melesat pergi menuju ke gunung Bu Tong dengan membawa rasa malu." "Kepandaian cianpwee tinggi sekali."Kita bertanding sepuluh jurus saja. sehingga dirinya terkejut bukan main. song wan Kiauw tampak terdesak. "Ha ha ha ilmuku dapat mengalahkan Thay Kek Kun yang kesohor itu Ha ha ha. "Engkau tidak berhasil menyelidiki jejak Bu Ki?" "ya.

. murid memang telah mempermalukan Bu Tong Pay. "Sungguh tak masuk akal.. "Pembunuh misterius itu dapat mengalahkan Kong Ti seng Ceng hanya dalam sepuluh jurus?" tanya Thio sam Hong kurang percaya. Bahkan paderi tua itu tampak terluka berat di dadanya. itu . "Apa?" sentak Thio sam Hong terkejut bukan main.. "Katanya pembunuh misterius itu masih muda. bahwa pembunuh misterius itu akan membunuh tiga Tetua siauw Lim Pay dan Kim Mo say ong-cia sun" lanjut song Wan Kiauw memberitahukan. "Apa?" Thio sam Hong tersentak"Engkau bertemu Kong Ti seng Ceng?" "ya" song Wan Kiauw mengangguk." Thio sam Hong tersenyum. karena terkena pukulan cing Hwee Ciang" ujar song wan Kiauw. Kenapa masih berkata begitu?" "guru." song wan Kiauw menghela nafas panjang. "Katakanlah" "Aku bertemu Kong Ti seng Ceng. bukan anak kecil lagi. "Jelaskanlah" Thio sam Hong tetap tersenyum."Bu Ki. "Kalau begitu." Thio sam Hong menatapnya seraya bertanya. "Kong Ti seng Ceng juga memberitahukan. "Ketika murid sampai di daerah ouw Lam.. kemudian bergumam." ujar song wan Kiauw. lalu menceritakan tentang kejadian itu. Dia dapat mengalahkanmu pada jurus ketujuh. namun sulit dikeluarkannya "Engkau ingin menyampaikan sesuatu?" Thio sam Hong menatapnya. Thio sam Hong menggeleng-gelengkan kepala. Thio Sam Hong mendengar dengan mata terbelalak. "Pembunuh misterius itu punya dendam kesumat apa dengan pihak siauw Lim Pay dan cia sun?" "Kong Ti seng Ceng pun tidak mengetahuinya. "Dia menantangmu bertanding?" "Ya" song Wan Kiauw mengangguk dan menceritakan tentang pertandingan itu. sebetulnya engkau berada di mana?" "guru -" song Wan Kiauw memandang Thio sam Hong. "Murid telah mempermalukan Bu Tong Pay.Thio sam Hong menghela nafas panjang. begitu pula saudara seperguruan song Wan Kiauw." "Heran?" Thio sam Hong menggeleng-gelengkan kepala.." gumamnya dengan kening berkerut.oey su Bin. harap guru menghukumku" "Wan Kiauw" Thio sam Hong tersenyum. "Murid telah mempermalukan Bu Tong Pay. lalu manggut-manggut sambil berkata. berusia sekitar tiga puluh lima tahun. "Sebetulnya siapa dia?" "guru. "Kong Tiseng Ceng yang memberitahukan. mendadak muncul seorang tua. kepandaian Tong Koay memang hebat sekali." ujar song wan Kiauw. Ternyata Tong Koay. kelihatannya ia ingin menyampaikan sesuatu. "Engkau sudah tua." Mendadak song wan Kiauw menundukkan kepala.

" "Omitohud" Kong Bun Hong Tio terkejut bukan main. Dia masih muda berusia sekitar tiga puluh lima tahun. "Dada-ku terkena pukulan cing Hwee Ciang. kenapa dia memusuhi kita?" "Suheng" Kong Ti seng Ceng memberitahukan.." ujar Kong Ti seng Ceng." "Omitohud" Kong Bun Hong Tio menggeleng-gelengkan kepala." ujar song wan Kiauw memberitahukan.... aku terkena pukulannya. Mulai sekarang. "Bagus. " orang itu pun ingin membunuh paman-paman guru kita dan cia sun.Paderi tua itu langsung menemui Kong Bun Hong Tio." "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio"Syukurlah engkau terhindar dari kematian" "Suheng. kau tak perlu merasa malu-" "Dia juga bilang. "song Tayhiap yang menyadarkanku dengan Lweekangnya." ." "Terima kasih." Thio sam Hong tertawa gembira. kalian semua harus memperdalam ilmu silat masingmasing." song wan Kiauw merasa heran. "sebetulnya siapa orang itu. itu sungguh menggembirakan. Guru" sahut para murid itu serentak. "Dia memberitahukanmu alasannya membunuh para murid kita?" "Tidak-" Kong Ti seng Ceng menggelengkan kepala. kepandaian orang itu sungguh tinggi sekali. apabila sempat akan kemari bertanding dengan guru.." Kong Ti seng ceng memberitahukan. lalu duduk menghadap. sementara itu.. terutama ilmu pukulan cing Hwee ciangnya. sebab sepasang tangannya memancarkan cahaya kehijau-hijauan. Kelihatan-nya sudah mencapai tingkat kesempurnaan. Ha ha ha. "Engkau terluka parah?" "Untung aku mengerahkan Kim Kong sin Kang guna melindungi diri Kalau tidak. "Kalau dia kemari. guru akan memberi petunjuk pada kalian memecahkan ilmu Bu Seng uh In (Ilmu Tiada Suara Ada Bayangan) itu. "Karena guru akan menghadapi seorang tokoh yang berkepandaian tinggi. Kong Ti seng Ceng pun sudah tiba di siauw Lim sie." "oh?" Kong Bun Hong Tio tercengang. "sebab kami bertanding sepuluh jurus dan pada jurus ke delapan. "Bagaimana sutee? Engkau berhasil menyelidiki pembunuh misterius itu?" "suheng. "Kenapa guru begitu gembira?" "Tentu" Thio sam Hong tertawa lagi. mungkin aku sudah mati di lembah itu. " Aku sudah bertemu pembunuh misterius itu. Kong Ti seng Ceng memperlihatkan luka di dadanya yang masih kelihatan kehijau-hijauan. bagus Ha ha ha. guru akan menyambutnya dengan baik. "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio. Ketika siuman aku melihat song Wan Kiauw duduk di sisiku." "Coba kulihat lukamu itu" Kong Bun Hong Tio tampak cemas sekali..pertanda kepandaiannya telah mencapai tingkat kesempurnaan." Kong Tiseng Ceng menghela nafas panjang. " Aku pingsan.. oleh karena itu.

suheng" Kong Ti seng Ceng menganggukBab 8 Pek Ho Bu Koan (Perguruan Bangau Pulih) sang waktu berlalu dengan cepat sekali. "Kok duduk melamun di situ. Tan Ek seng dan Lim soat Hong pun tidak pernah bertanya tentang itu padanya. Tentu saja semakin meningkat Iwee-kang gadis cilik itu. "Omitohud"jawab Kong Bun Hong Tio. "sudah sekian lama ke tiga paman guru kita mengasingkan diri di dalam gua di belakang kuil bersama Cia sun jadi rasanya tidak mungkin punya musuh di luar. Hubungan ke dua anak kecil berlainan jenis itu bertambah akrab." "Bagaimana kalau orang itu kemari?" tanya Kong Ti seng Ceng bernada cemas. "Kita akan menghadapinya. aku. Dia cukup tanggap melihat keadaan kawan barunya yang baik budi itu"sudah empat tahun aku tinggal di sini. aku pikir kini." "Tapi kenapa orang itu begitu dendam pada kita?" "Omitohud" Kong Bun Hong Tio mengerutkan kening seraya berkata. itu sungguh merupakan bencana bagi kitaOmitohud" "Suheng. Kelihatannya ia sedang memikirkan sesuatu.Kong Bun Hong Tio mengerutkan kening. " Kakak tampan" Tan Giok Cu mendekatinya sambil tersenyum-senyum. perlukah kita melapor pada ke tiga paman guru kita?" tanya Kong Ti seng Ceng. "Hun Goan Pek Lek Chiu-seng Kun mati di tangan cia sun. "Beritahukaniah padaku agar aku bisa bantu memikul beban pikiranmu." "Ya. Thio Han Liong duduk termenung di bawah pohon di pekarangan. tidak mungkin punya musuh di luar.. selama setahun ini Thio Han Liong sama sekali tidak pernah menceritakan tentang identitas dirinya. oleh karena itu." "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio"Kalau benar. sedangkan Thio Han Liong sendiri tak pernah berhenti melatih. orang itu memang agak mirip seng Kun. sedangkan Tan Giok Cu berumur sepuluh tahun. "Jangan" Kong Bun Hong Tio menggelengkan kepala. "Tidak baik kita mengganggu ke tiga paman guru. Pagi ini. " Rupanya Tan Giok Cu memang anak yang cerdas. . "Kenapa?" Tan Giok Cu duduk di sisinya. Bertambah satu tahun Thio Han Liong bekerja di rumah Tan Ek seng.Tak terasa kini Thio Han Liong sudah berumur sebelas tahun. ada apa?" "Adik manis.sedangkan urusan cia sun sudah beres belasan tahun lalu." Thio Han Liong menundukkan kepala." Thio Han Liong tidak melanjutkan.. mulai sekarang kita harus berlatih memperdalam kepandaian kita.. Thio Han Liong tetap memanggil Tan Giok Cu "Adik Manis" gadis kecil itu pun tetap memanggilnya " Kakak Tampan". seperti bimbang untuk mengatakannya. jangan jangan dia anak dari seng Kun. kita semua menyaksikan itu Mungkinkah orang itu punya hubungan dengan seng Kun?" "Seng Kun?" Kong Ti seng ceng tersentak"orang itu. Dalam setahun ini Tan Giok Cu terus berlatih Thay Kek Kun dan beberapa jurus ilmu pedang yang diajarkan Thio Han Liong.

sudah empat tahun aku tinggal di sini." "Adik manis. "Nak" Lim soat Hong membelainya.. aku memang harus pergi ke gunung Bu Tong. "Aku aku harus berangkat ke gunung Bu Tong. "Adik manis.." " Kakak tampan.... "Maka aku harus ke sana." jawab Thio Han Liong sungguhsungguh. kenapa engkau ingin meninggalkan Giok Cu?" "Paman." Tan Giok Cu mulai menangis terisakisak"Jangan tinggalkan aku" "Jangan menangis. boleh dikatakan tidak kecil lagi" "Mau apa engkau ke gunung Bu Tong itu?" tanya Tan Giok Cu tiba-tiba. "Engkau begitu tega meninggalkan aku?" Ucapan itu membuat Tan Ek Seng dan isterinya terperangah. aku harus menemui beberapa orang di sana. Ketika melihat gadis kecil itu menangis begitu sedih.. Tidak baik melakukan perjalanan begitu jauh. "Kenapa dia?" tanya Lim soat Hong lembut." Tan Giok Cu menatapnya dengan wajah murung." Thio Han Liong tersenyum. "TUh Kakak tampan ingin meninggalkan Giok Cu kan?" gadis kecil itu menangis lagi. mereka berdua terheran-heran.." Kakak tampan. " Kini usiaku sudah sebelas tahun." Thio Han Liong ." Tan Giok Cu terus menangis dengan air mata berderai-derai... ini penting sekali." Air mata Tan Giok Cu mulai berderai lagi. kita akan berjumpa lagi kelak" ujar Thio Han Liong... "Adik manis.. aku pasti kembali. kemudian Tan Ek seng bertanya pada Thio Han Liong.. "Kenapa engkau menangis?" "Kakak tampan jahat Kakak tampan jahat.. sungguh.. muncullah Tan Ek seng dan Lim soat Hong.. "Engkau mau ke mana?" tanya Tan Ek seng.. Adik manis" "Kakak tampan. "Ke." "Paman" ujar Thio Han Liong. "Engkau masih kecil.. aku bukan tega. gunung Bu Tong" jawab Thio Han Liong.." sahut Thio Han Liong. "Dia dia ingin meninggalkan Giok Cu-" Gadis kecil itu memberitahukan sambil terisak-isak"Giok Cu jadi sedih sekali-" "Eh?" Lim soat Hong dan suaminya saling memandang. "Thio Liong.." Tan Ek seng menggeleng-gelengkan kepala. sebab seharusnya diucapkan gadis dewasa. Di saat bersamaan. heran. Kini." "Adik manis... "Aku tidak bisa tinggal terus di sini. sebab." "Mau berpamit kan? Karena engkau sudah tidak betah tinggal di sini." "Kakak tampan jahat.. engkau ingin meninggalkan aku-" Mata gadis kecil itu mulai basah"Kakak tampan.. "Aku.. sudah waktunya aku pergi. "Thio Liong. "Aku tahu engkau mau bilang apa.." sahut Tan Giok Cu.." Thio Han Liong terus menghiburnya.

besok saja berangkat." tambah gadis itu. "Apakah aku tidak boleh suka gadis lain?" "Kalau engkau suka gadis lain... aku bagaimana?" Tan Giok Cu mulai menangis.sambil menatapnya dengan air mata bercucuran. Thio Han Liong tersenyum. "Kakak tampan.." "Adik manis. bagaimana engkau. saat itu wajahnya memerah. "Kapan engkau kembali?" tanya Tan Giok Cu." Thio Han Liong memandangnya. tak disangka kita akan berpisah.coba menjelaskan kepada Tan Giok Cu. "Kakak tampan. Thio Han Liong sudah mulai berkemas ditemani Tan Giok Cu. aku tidak akan suka gadis lain lagi. karena justru inilah kasih sayang mereka yang polos.Tapi." "Terima kasih." Tan Giok Cu menatapnya dengan penuh harap. "Engkau mau bilang apa?" "Engkau." jawab Thio Han Liong sepertinya sudah mengambil keputusan.." Tan Giok Cu langsung menangis lagi." Malam harinya.Begitu. aku pasti ke mari menengokmu..." "Kakak tampan." jawab Thio Han Liong sambil memegang tangannya. engkau tidak akan suka gadis lain lagi.. Kakak tampan" Terdengar langkah Tan Ek Seng dan isterinya ke kamar Thio Han Liong. "Baiklah." "ya." jawab Thio Han Liong cepat "Aku memang suka padamu. "Berpisah sedih berkumpul gembira. namun mereka berdua bergembira dalam hati. maka ia manggut.manggut.. kan?" gadis itu tertunduk malu. sikap mereka yang bagaikan sepasang kekasih membuat Tan Ek seng dan isterinya terheran. "Sekarang. "Kapan engkau akan berangkat ke gunung Bu Tong?" Tibatiba Lim soat Hong bertanya." "Dan. tetap tak rela kalau Thio Han Liong pergi. " Kalau urusanku disana sudah beres." "Adik manis. sebab aku pasti kemari berkumpul denganmu lagi. Mereka berdua tersenyum-senyum. "Adik manis" Thio Han Liong memegang tangannya seraya berkata seakan berjanji. suka padaku?" "Hm makanya aku tak rela berpisah dengan dirimu-" ujar Tan Giok Cu sambil menatapnya. "Kakak tampan. "Kita tidak akan berpisah lagi selama-lamanya. "Jangan begitu cepat pergi Besok saja..." Thio Han Liong tersenyum. "Kok begitu cepat?" Tertegun Lim soat Hong. Ketika melihat tatapan itu. "Jangan khawatir. aku. "Perpisahan kita cuma sementara. gadis kecil itu terus memandangnya. kan?" "Ng" Thio Han Liong menganggukTan tiiok Cu mendadak bertanya dengan suara rendah"Engkau suka aku?" "Tentu. kemudian . hati Thio Han Liong merasa tidak tega.." ujar Tan Giok Cu terisak-isak sedih.

"Kelak aku pasti memberitahukan... aku lapar.. gadis kecil itu memeluk erat ibunya sambil menangis. uang tersebut telah habis semua." ujar Thio Han Liong berjanji. akan kutendang kau" Di saat itulah seorang lelaki berusia lima puluhan menuju ke rumah makan itu." lelaki itu sambil tersenyum. maka. Tan Giok Cu mengantar kepergiannya dengan linangan air mata." "Thio Liong nama aslimu?" tanya Tan Ek Seng mendadak"sebetulnya aku bernama Thio Han Liong" Anak kecil itu berterus terang dan melanjutkan. Bukankah dia sudah berjanji padamu?" "ya. tidak usah memberitahukan pada kami. sebelum tiba di gunung Bu Tong. "Bungkusan ini berisi uang perak untuk bekalmu dalam perjalanan menuju ke gunung Bu Tong" "Terima kasih. "Ibu. seharusnya aku memberitahukan mengenai identitas diriku." Lim soat Hong menatapnya lembut seraya berkata. apakah dia akan ingkar janji?" "Tentu tidak-" Lim soat Hong membelainya lagi... dia akan kembali?" "Dia pasti kembali. Keesokan harinya. "Aku tidak bisa memberitahukan... Hari ini ia tiba di sebuah kota kecil." "Ibu. sebab aku punya kesulitan. Thio Han Liong memang baik hati. kok begitu banyak?" Thio Han Liong tampak ragu menerimanya.. "Besok pagi engkau akan berangkat. "Dia pasti datang lagi kelaki engkau tidak boleh menangis. "Terimalah saja. Kakak tampan pergi." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. "Baik" Lim soat Hong manggut-manggut.. Karena lapar ia terus berdiri di depan sebuah rumah makan. "Ayoh." ujarnya pelan. dia. sebab kau akan membutuhkannya dalam perjalanan" "Terima kasih" ucap Thio Han Liong sambil menerima bungkusan kecil itu. setelah Thio Han Liong lenyap dari pandangannya. berangkatlah Thio Han Liong ke gunung Bu Tong. lalu dimasukkan kebuntalan pakaiannya. "Hei" bentak salah seorang pelayan. bolehkah engkau memberitahukan mengenai siapa dirimu?" "Bibi.. "Thio Liong. Tapi.selama dalam perjalanan ia sering menolong orang miskin dengan uang pemberian Tan Ek seng.Tan Ek seng menyerahkan sebuah bungkusan kecil kepada Thio Han Liong.. Paman. Ibu" Tan Giok Cu mengangguk.. cepat pergi" "Paman. la memandang pelayan rumah makan dan Thio Han Liong." Lim soat Hong membelainya. "Maka engkau harus sabar menunggunya" "ya." Lim soat Hong tersenyum. tapi.. ." ujar Lim soat Hong. "Kalau tidak.. tapi. cepat pergi" Pelayan itu mengusirnya. Karena itu. aku... "Paman dan Bibi sangat baik padaku.... "Anak kecil. "Terimalah" desak Tan Ek seng." "Kalau engkau punya kesulitan. "jangan berdiri di situ. "Thio Liong.

" ujar Thio Han Liong.. " Apa tidak boleh aku mengajak anak kecil ini makan bersama?" Lelaki itu menatap tajam pelayan rumah makan. engkau mau jadi apa kelak? kini engkau masih kecil sudah bohong. "Anak kecil." ujar lelaki itu sungguh-sungguh. lelaki itu memesan beberapa macam hidangan dan minuman. kelihatannya ia tidak senang akan sikap pelayan rumah makan." "omong kosong" bentak pelayan rumah makan. "Namamu?" "Thio Liong.." Thio Han Liong terpaksa berdusta demi merahasiakan identitas dirinya. aku tidak bohong" "Tidak bohong?" Lelaki itu menatapnya dalam-dalam." jawab Thio Han Liong jujur. lalu memandang Thio Han Liong.. Paman" "Anak kecil." "Diam" bentak lelaki itu. " Kalau begitu.. mari ke dalam. "Tidak baik berbohong. tapi telah diberikan pada orang miskin. "Mari kita masuk" "ya. " Engkau tidak punya uang?" "Sebetulnya aku punya uang." Tercengang pelayan rumah makan begitu mengetahui orang itu." "Paman. "Buat apa aku bohong?" "Dasar. setelah duduk. "Bagaimana mungkin engkau kuat tidak makan dua hari?" "Aku mengisi perut dengan buah-buahan di hutan" ujar Thio Han Liong. tapi dalam perjalanan telah kuberikan pada orang miskin. dari mana kau memperoleh uang dan ." jawab Thio Han Liong memberitahukan.. betulkah itu?" "Betul. "Engkau merantau?" "ya. "Kecil-kecil sudah pandai berbohong Dasar.. kemudian berkata lembut pada Thio Han Liong. Lelaki itu menatapnya seraya bertanya. "Guru silat Lie." "Tadi engkau bilang punya uang dan pakaian. bahkan pakaianku pun telah kuberikan pada anak-anak seusiaku. maka buru-buru mempersilakan mereka masuk"Silakan masuk silakan masuk -" "Anak kecil-" Lelaki itu tersenyum... Paman" Thio Han Liong mengikuti lelaki itu ke dalam rumah makan. aku lapar sekali." "Aku tidak bohong." "Engkau dari mana?" "Aku dari sebuah pulau. Paman" ucap Thio Han Liong. "sudah dua hari aku tidak makan. makan bersamaku" "Terima kasih."Kenapa engkau berdiri di sini?" "Paman. "Ha ha" Pelayan rumah makan tertawa." "siapa ayahmu?" "Ayahku bernama Thio Ah Ki. Ditatap tajam begitu. aku berkata sesungguhnya.. ciutlah nyali pelayan rumah makan itu.

berapa usiamu sekarang?" "Sebelas tahun. Tampak puluhan anak tanggung sedang mengangkat besi dan lain sebagainya. Gadis itu berusia dua puluhan dan berparas cukup cantik. Lie Ceng Peng memandangnya seraya berkata. Paman" ucap Thio Han Liong." "Apa?" Lelaki itu tercengang." Thio Han Liong memberitahukan. juga harus membersihkan rumah-" "ya. "Adik Liong. tapi aku terpaksa meninggalkan rumahnya. "Masih kecil kok sudah mau kerja?" Lie Goat Hiang menggeleng-gelengkan kepala"Di mana kedua orang-tuamu?" "Ke dua orangtuaku tinggal dipulau. lalu memperkenalkan diri"Namaku Lie Ceng Peng guru silat di kota Keng tu ini. "Mulai besok tugasmu menyapu halaman ini. "Ayah " Gadis itu tertegun ketika melihat Thio Han Liong. dia akan bekerja di sini. "Hiangjie (Anak Hiang)" Lie Ceng Peng tersenyum-senyum. bernama Lie Goat Hiang. sungguh luas halamannya.Terima kasih. "Ternyata engkau ingin jadi murid Bu Tong Pay. la adalah putri Lie Ceng Peng. karena ingin cari uang untuk melanjutkan perjalanannya menuju ke gunung Bu Tong."Anak kecil" Lelaki itu tersenyum"Dari sini ke gunung Bu Tong masih jauh sekali. "siapa anak kecil itu?" "Namanya Thio Liong.- .Kalau engkau bekerja di rumahku." Lie Ceng Peng memberitahukan sambil melangkah ke dalam halaman. Lelaki itu tersenyum. aku merantau . "Mau apa engkau ke gunung Bu Tong?" "Mau menemui beberapa orang di sana." "Kecil-kecil sudah merantau. "Ayah" seorang gadis berlari-lari menghampiri Lie Ceng Peng. "Inilah rumahku. kakak-" jawab Thio Han Liong. ya kan?" Thio Han Liong mengangguk. Waktu itu aku berhenti kerja. Dia menerima tawaran kerja Lie Ceng Peng. Paman Tan memberikan aku uang perak dan pakaian." "oh?" Lie Goat Hiang memandang Thio Han Liong. seusai makan. "Nama Paman Tan itu?" "Tan Ek seng kepaia desa Hok An. Paman Tan itu sangat sayang padaku." Lie Goat Hiang menggelenggelengkan kepala lagi." Lelaki itu manggut-manggut. bagaimana engkau bekerja di rumahku?" Thio Han Liong tampak ragu." "Kenapa?" "sebab aku harus ke gunung Bu Tong. Di atas pintu rumah yang besar itu bergantung sebuah papan bertulisan: Pek Ho Bu Koan (Perguruan Bangau Putih). "Kasihan" Thio Han Liong diam saja. Lie Ceng Peng mengajak Thio Han Liong ke rumahnya.pakaian itu?" " Empat tahun aku bekerja di rumah Paman Tan di desa Hok An. aku akan mengajar engkau ilmu silat-" "Baiklah. Thio Han Liong mengikutinya dari belakang. Paman" Thio Han Liong mengangguk.

dia bekerja di sini. Ayah" Lie Goat Hiang mengajak Thio Han Liong ke dalam rumah"Akan kutunjukkan kamarmu-" "Terima kasih. cukup tampan lelaki itu. "oooh" siang Thiam Chun manggut-manggut. anak kecil ini bernama Thio Liong." "Engkau masih kecil. Pagi-pagi ia sudah membersihkan rumah dan ." Lie Cong Peng memberitahukan." Lie Goat Hiang meninggalkan kamar itu. lalu melangkah ke dalam seraya berkata dan tersenyum"Engkau boleh beristirahat dulu. ternyata mereka berdua adalah saudara seperguruan." "ya" Thio Han Liong mengangguk. engkau boleh beristirahat sekarang. "itu adalah kamarmu. "Adik Liong. "Thio Han Liong" suara Lie Ceng Peng. Kakak-" sahut Thio Han Liong mengikutinya ke dalam rumah. "Engkau bekerja di sini harus rajin. "Kenapa engkau melamun?" "Tidak. Lagipula ia tidak punya uang. aku mau pergi menemui ayahku. dia tidak tahu harus menjawab apa. " Antar dia kc kamar" "ya. sesungguhnya ia ingin sekali pulang ke pulau Hong Hoang to.saat itu muncul seorang lelaki berusia empat puluhan menghampiri mereka sambil tersenyum-senyum. tidak lain ingin minta tolong pada orang disana mengantarnya pulang ke pulau Hong Hoang to. kok sudah merantau?" Thio Han Liong menundukkan kepala. "Baiklah. "Mari. kemudian berkata pada Thio Han Liong. "Bagaimana sekarang aku mulai membersihkan rumah?" "Besok saja. kita makan sekarang.Lie Goat Hiang membuka pintu kamar itu. &ntah bagaimana keadaan ke dua orang tuanya sekarang. Lelaki itu bernama siang Thiam Chun adik seperguruan Lie Cong Peng. Dia pula yang mewakili suhengnya mengajar ilmu silat pada anak-anak tanggung itu. namun ia tidak tahu harus ke mana menyewa kapal. juga ingat ke dua orangtuanya terbakar oleh Liak Hwee Tan." "ya. Thio Han Liong duduk termenung di pinggir tempat tidur.la masih ingat akan kematian ciu CiJiak. mungkin engkau sudah lapar-" -ooo00000oooThio Han Liong bekerja di rumah Lie Ceng Peng dengan rajin sekali." Thio Han Liong sebera bangkit berdiri." ujar Lie goat Hiang sambil menunjuk sebuah kamar. Tujuannya ke gunung Bu Tong. "Hiangji" ujar Lie Cong Peng. ternyata ia mulai rindu kepada orangtuanya. "sutee." sahut Lie Ceng Peng sambil tersenyum. tidak boleh malas" "ya. ia berdiri di depan kamar itu sambil memandang Thio Han Liong. "suheng" Lelaki itu memberi hormat pada Lie Cong Peng. Paman" Thio Han Liong mengangguk. Kakak. Thio Han Liong semakin merasa rindu kepada orangtuanya.

"Iya. bahkan sering memperbudak dirinya. ia berlarilari ke dalam. Lie Cong Peng dan Lie Goat Hiang sangat menyayanginya. "Paman siang. "Tuan Besar? siapa Tuan Besar itu?" tanya Lie Goat Hiang heran.Cepat taruh kc dalam dan engkau harus cepat ke mari lagi" sahut siang Thiam Chun. " "Tuan Besar yang suruh-" sahut Thio Han Liong. bahkan tampak seperti menggoda. "ya. tidak tahu kemunculan Lie Goat Hiang. keningnya langsung berkerut. lalu menghirupnya. diberikan pada siang Thiam Chun. "Adik kecil. siang Thiam Chun tersenyum-senyum. "Dia yang suruh aku memanggilnya Tuan Besar" "Gila" Lie Goat Hiang menggeleng-gelengkan kepala. " Ambil kipas itu" Thio Han Liong segera mengambil kipas di atas meja.menyapu halaman tempat latihan para murid Lie Cong Peng. Tuan Besar" Thlo Han Liong mengangguk. "Thio Liong" panggil siang Thiam Chun yang duduk di halaman sambil menggoyang-goyangkan kakinya. begitu pula sore hari. Tuan Besar-" "Ngmm" siang Thiam Chun manggut-manggut sambil menerima minuman itu. "Goblok engkau" bentak siang Thiam Chun. "Tidak apa-apa bukan?" "Hm" dengus Lie Goat Hiang. "Mau tambah lagi tehnya?" tanya Thio Han Liong sambil menerima cangkir kosong itu. Tuan Besar" Thio Han Liong langsung mengipasinya. Namun. kenapa dia harus memanggilmu Tuan Besar?" "Goat Hiang" siang Thiam Chun tersenyum dibuat-buat. Thio Han Liong menunjuk siang Thiam Chun. "Thio Liong" siang Thiam Chun menatapnya. Tuan Besar." "Yang kutanyakan kenapa engkau suruh dia panggil Tuan Besar padamu?Jawablah" desak Lie Goat Hiang. "Adik Liong Kenapa engkau mengipasi Paman siang?" tanyanya. maka aku suruh dia mengipasi diriku. Karena itu. "Dia harus berlatih melemaskan tangannya. siang Thiam Chun adik seperguruan Lie Cong Peng malah memandang rendah." "sekarang cepat ambilkan aku teh hangat" "ya. engkau tidak usah panggil dia tuan muda maupun mengipasinya .setelah itu diserahkannya lagi cangkir itu pada Thio Han Liong." sahut Thio Han Liong dan segera menghampirinya. kemudian kembali ke tempat itu lagi. Ketika melihat Thio Han Liong mengipasi siang Thiam Chun. " cepat kipasi aku" "Ya. "Tidak usah. harus panggil aku tuan besar" ujar siang Thiam Chun. Dengan tergagap siang Thiam Chun menjawab. kemudian berkata pada Thio Han Liong. Paman. "ya.Tak lama ia sudah kembali ke situ dengan membawa secangkir teh hangat"Nih. Tuan Besar" Thio Han Liong seoera berlari ke dalam rumah. "Engkau tidak boleh panggil aku paman.

Paman" "Thio Liong.. Kakak" sahut Thio Han Liong sambil terus berjalan ke kamarnya. namun anak kecil itu masih dapat bersabar tidak mengeluarkan kepandaiannya. namun tahu kalau tatapan itu mengandung niat tidak baik." Lie Goat Hiang mengikutinya dari belakang. "Adik kecil. aku harus beritahukanpada ayah-" "Jangan" Thio Han Liong mencegahnya- . lebih baik engkau ke dalam saja." jawab Thio Han Liong sambil duduk di pinggir tempat tidur. semua itu tidak terlepas dari mata Thio Han Liong." ujar siang Thiam Chun dengan lembut sekali. "Kenapa wajahmu meringis?" "Telingaku masih sakit. "Adik kecil . "Kenapa telingamu sakit?" Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala." jawabnya kemudian. "Jangan takut" ujar Lie goat Hiang. engkau mau ke mana?" tanya gadis itu heran. "Mau ke kamar.. "Dijewer oleh Paman siang. Namun saat itulah muncul Lie Cong Peng... "oh? Kalau begitu. aduuuh" jerit Thio Han Liong." "Ya. bahkan juga berpesan dengan suara rendah"Kalau berani mengadu. "Engkau berani mengadu pada goat Hiang. akan kubunuh engkau" Thio Han Liong mengangguk dengan wajah meringis-ringis. Paman siang. "Aduuuh" jerit anak kecil itu kesakitan. Thio Han Liong segera mendekatinya. "Mungkin engkau masuk angin. sekarang akan kujewer telinga mu sampai putus" "Aku tidak mengadu. cepatlah engkau pergi makan obat sakit perut" ujar Lie Ceng Peng."Tapi-. siang Thiam Chun menjulurkan tangannya menjewer telinga Thio Han Liong. "Thio Liong" bentak siang Thiam Chun mendadak"ya" sahut Thio Han Liong cepat. ia masih merasa telinganya sakit sekali"Eh?" Lie Ceng Peng menatapnya heran. Lie Goat Hiang mendekatinya seraya bertanya. walau ia masih kecil.Lie Goat Hiang melangkah pergi." Thio Han Liong segera masuk rumah. siang Thiam Chun memandang punggung gadis itu dengan aneh sekali. tapi Kakak Hiang bertanya padaku. "Kenapa engkau meringis?" "Aku aku sakit perut. beritahukan padaku" "ya. sehingga membuatnya nyaris melawan." Thio Han Liong menarik nafas dalam-dalam.. Kakak" Thio Han Liong mengangguk. siang Thiam Chun cepat-cepat menurunkan tangannya.. "Sekarang sudah tidak sakit lagi. "Apakah aku harus mengambil teh hangat lagi?" "sini" siang Thiam Chun menatapnya bengis. "Dia memang keterlaluan.Namun dia berpapasan dengan Lie Goat Hiang di depan pintu. "Kalau Paman Siang berani macam-macam." Thio Han Liong tampak takut-takut sambil melirik siang Thiam Chun.

biar bagaimanapun aku harus kerja keras seperti biasa. "Ngmm" siang Thiam Chun manggut-manggut. "Aku tidak sangka. Aku tidak mau malas mEkipun Paman Lie tidak berada di rumah--. seperti biasa. sebab ia tidak tahu tujuan ucapan siang Thiam Chun itu. siang Thiam Chun lalu duduk beristirahat. sedangkan Thio Han Liong termangu-mangu di tempat. "Goat Hiang. sikapnya yang tidak seperti biasa.. siang Thiam Chun dan beberapa pelayan. "Tidak usah" siang Thiam Chun menggeleng-gelengkan kepala. Malam ini kita bertemu di sini saja. "Ada suatu masalah terganjal dalam hati Kakak?" "Tidak-. engkau tidak usah kerja begitu keras. "Goat Hiang. maka ia mengerahkan Iweekangnya untuk mencuri dengar pembicaraan mereka. dia pasti bertambah dendam padaku-" Mendadak Lie Goat Hiang menghela nafas panjang. saat itu yang diajarkannya adalah Pek Ho Kun (ilmu silat Bangau Putih)seusai mengajar. Thio Han Liong sebera menyuguhkan teh hangat. Paman" sahut Thio Han Liong. Karena merasa curiga."Kalau Kakak mengadu pada Paman." Thio Han Liong diam. "Kenapa Kakak menghela nafas?" tanya Thio Han Liong heran. maka di rumah hanya tinggal Lie Goat Hiang. "suhengku sudah ke kota lain. lalu meninggalkan kamar itu dengan kepala tertunduk"Heran?" gumam Thio Han Liong sambil menggaruk-garuk kepala. wajah siang Thiam Chun langsung ceria. kemudian memandangnya." "Jangan bicara sembarangan" tegur Lie Goat Hiang dengan suara rendah.. tidak leluasa kita bicara di sini. lalu kembali ke tempat duduknya dengan wajah berseri. itu adalah tugasku. "Aku justru harus kerja lebih keras. la tidak habis pikir tentang itu." Lie Goat Hiang berjalan perlahan menuju ke halaman. siang Thiam Chun mengajar para murid ilmu silat." "Maaf. "maka mulai hari ini." bisik siang Thiam Chun. . "Ada apa sih? Kenapa Kakak Hiang menghela nafas panjang? sungguh mengherankan." "Thio Liong" Siang Thiam Chun tersenyum. mendadak siang Thiam Chun mencegahnya. goat Hiang begitu sayang padamu. "Kini kita punya kesempatan." Panggil siang Thiam Chun lembut. "Mau tambah lagi tehnya?" tanya Thio Han Liong. sungguh mengherankan Thio Han Liong. "Paman." Pagi ini Lie Cong Peng ke kota lain karena ada urusan." lanjut siang Thiam Chun.. akan pulang beberapa hari kemudian. Begitu melihat gadis itu. "Adik kecil" panggil Lie Goat Hiang.-" Lie Goat Hiang menggelengkan kepala. "Biar aku yang menghampirinya" siang Thiam Chun segera menghampiri gadis itu. "Kakak" sahut Thio Han Liong. Ketika ia hendak menghampiri gadis itu..

engkau boleh beristirahat satu dua hari. "Aku betul-betul mencintaimu. ternyata Lie cioat Hiang. aku. Beberapa saat kemudian." sahut Thio Han Liong dan menambahkan."Adik kecil. "Paman siang. "Mau bicara apa. Kakak-" Thio Han Liong tersenyum"Tapi apakah baik aku ke kamar Kakak?" "Eeeh?" Lie Goat Hiang tertawa geli "Engkau masih kecil."Aku sudah bilang pada Goat Hiang. tidak lain siang Thiam Chun. "Engkau harus bantu membersihkan kamarku. belum lama ini.. " untung aku masih kecil." "Baik." panggil Lie Goat Hiang. kalau besar genit justru celaka.. "Tahukah engkau. "Mari kita membersihkan rumah-" -ooo00000oooThio Han Liong sudah bersembunyi di belakang pohon. " Kecil genit tapi bersih. Bukankah aku sering ke kamarmu?" "Kakak. sikapmu telah berubah banyak-" Ucapan itu bagaikan geledek menyambar telinga Thio Han Liong yang mencuri dengar pembicaraan. aku sungguh mencintaimu." siang Thiam Chun memegang tangannya. setelah itu. apalagi setelah besar nanti?" "Kecil genit tidak apa-apa. tentunya akan merepotkan Kakak. la ingin mengintip siang Thiam Chun dan Lie Goat Hiang. " Kecil-kecil sudah genit." ujar Thio Han Liong sambil tertawa. apa yang mereka tadi bicarakan sudah masuk ke telinganya. "ya. mari kita membersihkan rumah" ujar Lie Goat Hiang menggandeng bocah itu.. cepatlah" ujar gadis itu "Goat Hiang. engkau jangan terus merayu aku lagi" "Goat Hiang. Paman" sahut Thio Han Liong." ujar siang Thiam Chun. tentunya boleh ke kamarku. "Kini aku telah sadar. "Terima kasih." "Lepaskan tanganmu" bentak Lie Goat Hiang. dulu engkau baik sekali terhadapkuKenapa sekarang berubah jadi begini?" . kalau aku sebesar Kakak. Ketika hari mulai gelap. bahkan tampak tersenyum-senyum"Engkau sudah makan belum?" tanya Lie Goat Hiang penuh perhatian. Thio Han Liong sudah bersembunyi di belakang pohon yang ada dihalaman.." Lie Goat Hiang menggeleng-gelengkan kepala. Dia hampir keluar mencacinya. besar genit mengandung hawa nafsu. "sudah." "Memangnya kenapa?" " Kakak pasti terus memikirkan aku-" "Idih" Wajah Lie Goat Hiang kemerah-merahan. Namun." tegur Lie tfoat Hiang dingin. menyusul pula sosok bayangan langsing. Kakak-" Thio Han Liong segera mendekatinya dengan sikap wajar... Tampaknya ia ingin mengintip apa yang akan dilakukan siang Thiam Chun dan Lie goat Hiang. Kakak" Thio Han Liong mengangguk. tampak sosok bayangan berkelebat ke halaman." ujarnya kemudian kepada Thio Han Liong. Jangan kurang ajar" "Aku masih ingat. "Adik kecil..

ia sendiri nyaris tertawa geli"siapa yang menyambit aku?" gumam siang Thiam Chun dengan tubuh agak menggigil. namun sangat menusuk telinga dan menyeramkan.. Aku berlaku baik terhadapmu lantaran menghormatimu sebagai pamanku.. perlahan-lahan Thio Han Liong meninggalkan tempat itu kembali ke kamarnya.Tangannya dirasakan nyeri sekali." potong Lie Goat Hiang.Ternyata Thio Han Liong telah menyambit dengan batu kecil. Timbul dalam hatinya untuk menolong Lie Goat Hiang. Keesokan harinya. Taaak Kepalanya tersambit sesuatu. siang Thiam Chun berdiri mematung di tempat. siang Thiam Chun tidak mengajar para murid itu ilmu silat. tibatiba. betulkah engkau sudah tidak mencintai aku lagi?" "Paman siang" Lie Goat Hiang menghela nafas panjang." Gadis itu melesat pergi.. engkau pasti celaka" "Hmm" dengus Siang Thiam Chun. siang Thiam Chun mengintip ke dalam melalui jendela.. "Aduuuh" jeritnya kesakitan sambil mengusap kepalanya yang dirasakan benjol. ia segera menengok ke sana ke mari. dan tepat mengenai tangannya. namun tidak tampak siapapun. He he he " siang Thiam Chun tertawa terkekeh-kekeh. aku tidak mau celaka di tangan ayahku. Itu sudah tentu perbuatan Thio Han Liong. "Iiih Ada setan. Kalau ayah tahu. terlebih dahulu ia sempat memungut benda menyerupai suling milik siang Thiam Chun. Bukan main terkejutnya siang Thiam Chun. jangan mengganggu aku lagi." "omong kosong" siang Thiam Chun tampak gusar sekali. ia pun membungkukkan badannya dengan maksud memungut benda yang jatuh itu Akan tetapi. kemudian mengeluarkan suatu benda mirip sebuah suling kecil. anak kecil itu mengikutinya menggunakan ginkang. Ternyata siang Thiam Chun menuju ke samping rumah yang terdapat jendela di sana. Itu adalah jendela kamar Lie Goat Hiang. "Dulu engkau tidak begini-" " sudahlah.sebelum meninggalkan tempat itu. "Heran? Kenapa tanganku berkesemutan mendadak?" Usai bergumam. Thio Han Liong yang menguntitnya seaera memungut beberapa batu kecil. Jangan mengganggu aku lagi. "Sudahlah. sepertinya memikirkan sesuatu. "Akan kukerjai nanti malam. karena pernah dengar dari Ciu Ci Jiak Ketika siang Thiam Chun mengarahkan benda itu ke dalam jendela. Tersentak Thio Han Liong mendengar ucapan itu. aku tersadar dari kekeliruanku" sahut Lie goat Hiang. Di saat itulah ia mendengar suara tawa yang amat perlahan."Dulu aku belum bisa berpikir karena termakan rayuanmuKini pikiranku telah terbuka. Maka ketika siang Thiam chun berkelebat pergi." siang Thiam Chun langsung kabur. setelah menyambit kepala siang Thiam Chun dengan batu kecil. la duduk di kursi dengan wajah agak pucat- . dengan terus tersenyum geli. aku tidak pernah mencintaimu.. "selama ini. la tahu benda itu berisi semacam obat bius. mendadak ia terpekik kaget. "Ayahmu berani apa terhadap diriku? Goat Hiang.

"Biar bagaimanapun." Lie Goat Hiang memandangnya dan tersenyum. "Entah melihat atau bermimpi. .." "Ngmm" Lie Cong Peng manggut-manggut. la duduk beristirahat di ruang tengahi ketika Thio Han Liong menyuguhkan teh hangat. kemudian menatapnya seraya bertanya.. aku.. Paman" ujar Thio Han Liong. kemudian memandang Thio Han Liong.." "Ada apa?" "Iiih" Thio Han Liong memperlihatkan wajahnya yang diliputi ketakutan. "Be betulkah itu?" Thio Han Liong mengangguk dan nyaris tertawa geli. Tapi aku mohon Paman harus memaafkan Kakak Hiang. sebab ia yang tertawa seram semalam dengan mengerahkan Lweekang. yang akan malu adalah Paman dan Kakak Hiang." Thio Han Liong memberitahukan tentang itu. Paman" Thio Han Liong mengangguk. Wajahnya berubah merah padam. tapi. aku ingin memberitahukan sesuatu. maka Paman harus memaafkannya. "Oh ya." Lie Cong Peng bangkit berdiri dan berjalan mondar-mandir." "Eh?" Lie Cong Peng tertegun.. Lie Ceng Peng sudah pulang. "Bahkan aku mendengar suara tawa seram.. Thio Han Liong mengangguk"Kalau begitu. aku harus menghajarnya" "Kalau Paman menghajarnya. Paman pun tidak perlu menghajarnya. "Memangnya ada apa?" "Paman siang dan Kakak Hiang. sebab. "Engkau sudah membersihkan rumah belum?" tanya Lie Goat Hiang. suara yang mencurigakan" "oh?" Ketika siang Thiam Chun ingin mengatakan sesuatu. aku melihat sosok yang menyeramkan. "Tidak minum teh?" "Tidak" siang Thiam Chun menggelengkan kepala. sebab kini dia telah sadar dari kekeliruannya."Paman siang" tanya Thio Han Liong. "Engkau baik-baik saja selama aku ke kota lain?" "Aku baik-baik saja. semua orang akan mengetahui kejadian itu. Paman" Lie Ceng Peng tersenyum sambil menghirup minuman itu. "Silakan minum." "Tapi suteeku itu. muncul Lie Goat Hiang.. "Adik kecil" panggilnya. "Kini Hiang telah sadar. karena marah "Tenang. sedangkan siang Thiam chun duduk tak bergerak di kursi. "Mari kita makan" Mereka berdua masuk ke rumah. "Semalam engkau mendengar suara yang mencurigakan?" "tidak. Betapa gusarnya Lie Cong Peng mendengarnya. "ya" sahut Thio Han Liong sambil mendekatinya.." "Hah?" Wajah siang Thiam Chun bertambah pucat. "Lebih baik Paman suruh dia pergi saja..." bisik Thio Han Liong. Mengenai Paman siang.

"Hari ini aku akan berangkat ke kota lain. "Adik kecil.?" "Suheng sangat baik terhadapku-" siang Thiam Chun menundukkan kepala. "Cepatlah engkau enyah dari sini." tanya siang Thiam Chun. "Paman tampak gusar sekali. bukan dia yang mengadu padaku" sahut Lie Ceng Peng. "Kenapa ayah memanggil Paman siang?" "Entahlah" Thio Han Liong menggelengkan kepala. jangan sampai aku menghajarmu" "Baik" siang Thiam Chun mengangguk. sedangkan Siang Thiam Chun menghampiri anak-anak tanggung yang sedang berlatih." "Aku sudah tahu urusanmu dengan putriku... Lie Ceng Peng menghampiri mereka berdua. karena melihat ayahnya berjalan keluar bersama siang Thiam Chun yang membawa sebuah buntalan. Paman" Thio Han Liong segera pergi memanggil siang Thiam Chun. "Anak-anak" ujar siang Thiam Chun. Guru" "Thio Liong" Mendadak siang Thiam Chun memanggil anak kecil itu.sementara itu. "Ayahku. "Thio Liong yang mengadu padamu?" "Aku yang mengetahuinya. ia yakin Thio Han Liong yang mengadu pada Lie Ceng Peng. tak lama ia sudah datang ke ruang tengah bersama orang tersebut. karena wajah Lie Cong Peng tampak gusar sekaliThio Han Liong seflera meninggalkan ruang tengah itu. maka ia ingin menghajarnya sebelum meninggalkan rumah itu. tapi aku tidak tahu apa sebabnya-" sahut Thio Han Liong. maka selanjutnya suhengku akan mengajar kalian." "Guru mau ke mana?" tanya salah seorang anak"Ke tempat yang jauh sekali. cepatlah engkau enyah dari sini" "suheng. " Guru tidak akan pulang" sahut siang Thiam Chun. hari ini guru akan menurunkan kalian beberapa jurus Pek Ho Kun yang paling hebat. "Cepat ke mari" ." ucapan Lie Goat Hiang terputus." sahut siang Thiam Chun sambil melirik Thio Han Liong dengan mata membara. siang Thiam Chun meliriknya dengan mata berapi-api"sutee" Lie Cong Peng menatapnya dingin"Apakah aku kurang baik terhadapmu selama engkau tinggal di sini. "Memangnya ada apa?" "Sekarang juga engkau harus meninggalkan rumahku ini" bentak Lie Ceng Peng. "Tentu. "oleh karena itu..... Thio Han Liong berdiri di halaman sambil menonton anakanak tanggung berlatih Pek Ho Kun. cepatlah panggil dia" "Ya. engkau mengerti" "suheng. "Bagaimana sikap ayah ketika menyuruhmu memanggil Paman siang?" tanya Lie Goat Hiang lagi." "Terimakasih. "Suheng panggil aku?" tanya siang Thiam Chun dengan hati kebat-kebit."Kalau begitu. "Kapan guru pulang?" tanya salah seorang anak lagi." Lie Goat Hiang mendekatinya.

.." sahut siang Thiam Chun sambil tertawa dingin "Apakah aku tidak boleh memberi contoh beberapa j urus ilmu silat pada murid-muridmu?" "Tapi. lalu didorong ke atas." Usai berkata begitu.Thio Han Liong segera mendekatinya." "suheng. "Anak-anak" ujar siang Thiam Chun. membuat Lie Cong Peng dan putrinya terperangah menyaksikannya. "sutee" bentak Lie Cong Peng. kemudian membentak keras sambil menyerangnya dengan jurus-jurus Pek Ho Kun. kenapa engkau terus duduk di situ? Tidak mau menghajar aku lagi?" siang Thiam Chun diam saja.. anak kecil itu termundur-mundur dua tiga langkah. Thio Han Liong cepat-cepat berkelit ke sana ke mari. siang Thiam Chun terus menyerang dengan gesit. Duuuk Dada Thio Han Liong terpukul. ia memandang Thio Han . Buuuk. sedangkan Thio Han Liong berkelit dengan gerakan yang lemas.." siang Thiam Chun menatapnya dengan penuh kebencian." "Paman" ujar Thio Han Liong pada Lie Cong Peng "hari ini aku akan menghajar orang yang tak tahu diri itu" "Thio Liong. sehingga badannya terpental ke atas. " Engkau.. mendadak siang Thiam Chun langsung memukul Thio Han Liong dengan jurus tersebut.. Badan siang Thiam Chun mencelat ke atas. Di saat itulah Thio Han Liong menggerakkan sepasang tangannya dengan lemas sekali membentuk dua buah lingkaran. namun sama sekali tidak menjerit kesakitan. "Thio Liong. "Adik kecil" Wajah Lie cioat Hiang berubah pucat mencemaskan Thio Han Liong. kemudian menukik ke bawah dan dengan dua jari tangan menyerang mata Thio Han Liong." Lie Cong Peng kaget mendengar ucapan bocah kecil itu. Lie Ceng Peng dan putrinya terkejut bukan main Mereka berdua tidak menyangka siang Thiam Chun akan menurunkan tangan jahat terhadap Thio Han Liong itu. Tiba-tiba siang Thiam Chun memekik keras sambil menyerang Thio Han Liong. Lie Cong Peng dan putrinya sama sekali tidak menyangka Thio Han Liong mengerti ilmu silat.. "He h e h e" siang Thiam chun tertawa terkekeh-kekeh. dengan jurus Pek Ho Tok Hu (Bangau Putih Mematuk Ikan). bagaikan gadis kecil yang sedang menari. Tubuhnya terkapar tak mampu bangkit berdiri "Hihihi" Thio Han Liong tertawa geli "Paman siang. sehingga serangan-serangan siang Thiam Chun jatuh di tempat kosong. engkau ingin menghajar diriku?" "Betul" Thio Han Liong mengangguk"Baik. Kini Thio Han Liong mulai bergerak lemas. kemudian terbanting keras di tanah"Aduuuh" siang Thiam Chun menjerit kesakitan.. kalian harus perhatikan baik-baik. Dada siang Thiam Chun terpukul.. Bukan main indahnya gerakannya itu. "Jurus Pek Ho Kun yang paling dahsyat adalah jurus Pek Ho Ceng Thian (Bangau Putih Menerjang ke Langit). Betapa penasarannya siang Thiam Chun mendapati serangannya tak satupun mengenai sasaran. Aku akan memberi contoh.

" Thio Han Liong tersenyum. maka akupun harus melindungi Kakak" "Terima kasih. melainkan menyambut serangan itu sambil menggerakkan tangannya secepat kilat. Dengan langkah tertatih-tatih. mendadak ia menyerang Thio Han Liong. kalian tidak boleh meniru gerakannya itu" "Anak setan" bentak siang Thiam Chun gusar. Plaaak Tulang iga siang Thiam Chun terpukul dan patah seketika." Lie Goat Hiang menundukkan kepala. "jurus yang diperlihatkan Paman siang itu namanya jurus 'Menjatuhkan Diri'." ucap Lie Goat Hiang. " Kalau aku tidak memandang Thio Liong. "Maaf Paman. harus dihajar biar kapok" sahut Lie Cong Peng. sementara Lie Ceng Peng dan putrinya juga tampak tidak percaya akan apa yang disaksikan. Adik kecil.. "Maafkan aku" "sudahlah.Rupanya dia menggunakan jurus jurus dari Kiu Im Pek Kut Jiauw ajaran Ciu Ci Jiak.. Thio Liong yang memberitahukan padaku. "Kakak-. "Kakak sangat baik terhadapku. "Kawan-kawan" seru Thio Han Liong pada para murid Lie Ceng Peng. " Engkau harus berterima kasih pada Thio Liong." Lie Goat Hiang menatapnya dengan haruThio Han Liong mengeluarkan suatu benda dari dalam bajunya.. dia pun pergi. "Lihatlah benda ini" Lie Ceng Peng mengambil benda itu dan memperhatikannya.. Kejadian itu sangat mencengangkan mereka berdua. Dia memberi hormat. "Adik kecil " Lie goat Hiang menatapnya dengan kening berkerut-kerut.?" Kali ini Thio Han Liong tidak berkelit. Ternyata engkau murid Bu Tong pay. " Aduuuh " siang Thiam Chun menjerit kesakitan dengan wajah meringis dan pucat pias. "Hiang lie" Lie Cong Peng menggeleng-gelengkan kepala." Lie ceng Peng tersenyum. aku pasti sudah menghajarmu" "Ayah -" gadis itu tersentak"Aku sudah tahu urusanmu dengan Thiam chun." "Terima kasih. seketika itu juga air mukanya . Thio Han Liong mendekati Lie Cong Peng. lalu diserahkan pada Lie Ceng Peng." "Ayah. Bagaimana mungkin Thio Han Liong mampu merobohkan siang Thiam Chun? Namun nyatanya memang begitu.. seakan tidak percaya dirinya telah dirobohkan anak kecil berusia sebelas tahun... aku telah menghajar Paman siang itu" "Ha ha ha" Lie Cong Peng tertawa gelak"Thio Liong. itu telah berlalu. aku tidak sangka engkau berkepandaian begitu tinggi." "Dia memang jahat." Thio Han Liong menundukkan kepala "Aku aku terpaksa menghajarnya. sebab yang engkau perlihatkan itu pasti ilmu silat Thay Kek Kun yang sangat terkenal itu" "Paman. karena Paman siang jahat sekali. "Hiaa..Liong dengan mata terbelalak..

"Ke dua orangtuaku tinggal di pulau yang di Pak Hai. para penjahat menggunakan alat ini. "Thio Liong. aku memang nakal" sahut Thio Han Liong sambil tertawa." "Ayah" Wajah Lie Goat Hiang bertambah merah.." "Adik kecil. "Bukan mulai nakal. Kalau sudah dewasa. "Kalau tidak. "Thio Liong. "Namun alangkah baiknya paman tidak bergurau. Terima kasih.. Aku berharap pihak Bu Tong Pay bersedia mengantar aku pulang ke pulau itu" "oooh" Lie Cong Peng manggut-manggut. "Engkau engkau telah menyelamatkan diriku." Lie Goat Hiang memandangnya dengan penuh rasa terima kasih. bagaimana mungkin aku memperlsterlnya? Tadi itu cuma ingin menggoda Kakak Hiang. malam itu. "Aku harus segera berangkat ke gunung Bu Tong. Aku masih kecil sih. kalau engkau tidak berada di sini. "Engkau mulai genit. Thio Liong.. aku rindu sekali pada ke dua orangtuaku. "Paman" ujar Thio Han Liong sungguh-sungguh. karena Hiang Jie memang menyukaimu. aku pasti memperisterl Kakak. Hiangjie pasti sudah celaka. paman pasti merestuinya. ini adalah semacam alat yang berisi obat bius. "tidak. kalau engkau betul-betul ingin memperisterl Hiang jie." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala... "Usiaku lebih kecil dari Kakak Hiang. maka aku mau mohon pamit" "Apa?" Lie Cong Peng dan putrinya tertegun. bagaimana mungkin aku mencuri dengar pembicaraan paman Siang dengan Kakak?" Gadis itu merengut menatap Thio Han Liong. kelak pasti ketemu pemuda tampan." "Adik kecil. "Kalau begitu." "Kakak" Thio Han Liong tersenyum." "Eh?" Wajah Lie Goat Hiang kemerah-merahan." jawab Tiiio Han Liong memberitahukan." tutur Thio Han Liong tentang kejadian malam itu. ya? Masih kecil" "Ha ha ha" Mendadak Lie Cong Peng tertawa gelak sambil bergurau. tunggu sebentar" Lie Cong Peng masuk rumah. "Maka aku menghajarnya" "Haaahi-" Wajah Lie Ceng Peng berubah pucat. "Kakak begitu cantik. engkau mulai nakal" tegur Lie Goat Hiang. aku... ya?" "Tentu" Lie Cong Peng manggut-manggut." ujar Thio Han Liong. "Hi hi hi" Thio Han Liong tertawa geli. "Paman bisa bergurau juga. sedangkan Lie cioat Hiang terus menatap Thio Han Liong dengan mata tak berkedipAnak kecil itu tertawa geli. "Kini urusan yang tak menyenangkan itu telah beres. dari mana engkau memperoleh alat ini?" "Paman.. "Ke dua orangtuamu tinggal di gunung Bu Tong?" tanya Lie Cong Peng. "Ini."Kenapa Kakak menatapku dengan cara begitu? Naksir ya padaku?" ...berubah hebat..

. Paman" Thio Han Liong menerima pemberian Lie Ceng Peng.. engkau akan ke mari lagi menengok kami?" "Pasti. Mungkin harus beberapa tahun kemudian. ketika ia memasuki sebuah rimba."Ini untuk bekalmu dalam perjalanan. Cepat-cepat ia bersembunyi di belakang pohon.." "oooh" Lie Ceng Peng manggut-manggut." "Akupun tidak akan lupa budi baikmu menolongku dan telah menyelamatkan diriku." sahut Thio Han Liong lalu pamit. namun tidak begitu cepat.. "Aku tidak akan ingkar janji." gadis itu tertawa gembira. setelah Thio Han Liong tidak kelihatan. Han Liong" "sampai jumpa. "Tentu" Thio Han Liong mengangguk.." Bab 9 Si Mo (iblis Dari Barat) Kali ini dalam perjalanan menuju gunung Bu Tong... sebab ia memang membutuhkan uang. "Hiang jie" Lie Ceng Peng menghela nafas panjang. "ya" sahut Thio Han Liong. "entah kapan kita akan bertemu lagi?" "Aku pasti ke mari menengok Kakak kelak" sahut Thio Han Liong berjanji.. " Kalau Han Liong tidak berada di sini. mendadak terdengar suara tawa yang menyeramkan. aku rindu sekali pada ke dua orangtuaku. Dua hari kemudian." "Adik kecil." ujar Thio Han Liong setulus hati. Thio Han Liong tetap menolong fakir miskin dengan uang pemberian Lie Cong Peng.. aku berterima kasih sekali atas kebaikanmu. "sampai jumpa. Adik kecil" ucap Lie Goat Hiang. "Kakak sangat baik padaku. tapi tidak menyebalkan.Lie cioat Hiang menggeleng-gelengkan kepala sambil tersenyum"Engkau memang nakal. "Adik kecil. "Thio Liong" Lie Ceng Peng menyerahkan bungkusan kecil itu padanya. "Sungguh?" Lie Goat Hiang kelihatan kurang percaya. "sebetulnya aku bernama Thio Han Liong. Namun dia menyisakan untuk bekalnya sendiri." Lie goat Hiang tersenyum. . gadis itu kembali ke dalam.. "Han Liong. Paman" Thio Han Liong berjalan pergi. "Tapi." "Kakak." Lie Goat Hiang menghela nafas panjang.saat itu dia sudah dewasa. aku harus cepat-cepat pulang ke pulau itu. aku tidak akan lupa selamalamanya.." "Ayah Han Liong akan ke mari lagi?" "Itu sudah pasti." "Paman. Kakak" "selamat jalan." "Terimalah" "Terima kasih.. Lie Goat Hiang mengantarnya sampai di depan. Anak kecil itu mengira suara tawa setan atau hantu. jangan lupa datanglah lagi kelak" pesan gadis itu. tidak dihabiskan seperti tempo hari. engkau pasti sudah dinodai Thiam Chun. kenapa engkau begitu cepat ingin pergi?" "Kakak Aku.. "selamat jalan. Betapa terkejutnya Thio Han Liong. bersamaan itu muncullah Lie Cong Peng dengan membawa sebuah bungkusan kecil.

"Paman tua seorang Locianpwee. Dia berendap-endap mendekati suara tawa seram itu." Si Mo mengeluarkan sebuah belati mengkilap. si Mo mengangguk-anggukkan kepalanya. "Aku memang senang membantai kalian kaum golongan putih He he he " Bukan main terkejutnya Thio Han Liong mendengar itu. mendadak ia membuka baju salah seorang wanita." teriak wanita itu ketakutan. "Kenapa Paman tua begitu kejam? Sama sekali tidak punya rasa prikemanusiaan" "He he he" Si Mo tertawa terkekeh-kekeh. "Berhenti" Saat itu muncul seorang anak kecil. Namun ketika hendak menyayat payudara wanita itu. mendadak ia dikejutkan oleh suara bentakan yang amat nyaring. orang . He he he. aku akan menyiksa kalian dulur ujar Si Mo. ia pun yakin suara tawa seram itu bukan suara tawa setan iblis. aku akan membunuh mereka" gumam orangtua itu. terdapat kaum wanita pula. "Eeeh?" Si Mo kaget melihat ada bocah cilik di dalam.Ternyata ia ingat akan perbuatannya terhadap siang Thiam Chun. "Kita tidak punya dendam apapun. "He he he Sebelum membunuh.. kenapa engkau berkeliaran di sini? Kebetulan sekali..." "Hm" dengus Thio Han Liong. "Jangan. "He he he Hik hik hik. Melihat wajah seram menakutkan orangtua itu Thio Han Liong menggigil ketakutan. namun bajunya sudah terbuka dan tampak sepasang payudaranya yang montok. kemudian mendekati orang-orang yang terikat di pohon sambil tertawa terkekeh-kekeh. ia sedang menyantap paha ayam sambil mengeluarkan tawa seram. seusai bersantap. "Se. Jilid 5 Si Mo (iblis Dari Barat) itu perlahan-lahan ia bangkit berdiri. Ternyata dia melihat beberapa orang terikat di sebuah pohon. "Wuah" Si Mo tertawa sambil memegang payudara wanita itu. kenapa engkau ingin membunuh kami?" "He he he" Ternyata orangtua itu adalah se Mo ketua golongan hitam...Mo" bentak salah seorang lelaki yang terikat di pohon. Akan kusayat payudaramu. Timbul dalam hati keberaniannya." "Paman tua mau membunuh aku juga?" tanya Thio Han Liong. yang tidak lain Thio Han Liong. malam itu ia juga mengeluarkan suara tawa seram menakuti lelaki itu.Thio Han Liong mengerutkan kening dan tiba-tiba ia tersenyum geli. "Ha ha ha... oleh karena itu. "Paman tua" Thio Han Liong melotot. Dia memperhatikan orangtua itu. "Anak kecil. tanpa merasa takut. "Masih segar he he. kalau membunuh aku seorang anak kecil. aku belum membunuh anak kecil. rimba itu. seorang tua berusia tujuh puluhan duduk dekat pohon itu.

" ucap Thio Han Liong. Paman tua. silakan Paman tua menyerang aku" Thio Han Liong mulai mengerahkan Kiu yang sin Kang. baik" "Paman tua jangan ingkar janji" tegas Thio Han Liong. aku tidak sudi jadi muridmu. "Engkau maujadi muridku?" tanya si Mo bernada girang. Anak kecil." "Terima kasih. "Paman tua. "Ha ha ha. "Kelihatannya engkau memang lebih berharga daripada mereka.sementara si Mo terus menatap Thio Han Liong dengan penuh perhatian. "Dirimu ditukar dengan mereka?" "Ya" "Ngmm" si Mo manggut-manggut. "Engkau ingin bertanding dengan aku?" "Ya" Thio Han Liong mengangguk."Aku pernah belajar ilmu silat." sahut Thio Han Liong sambil menggelengkan kepala. Aku tidak membunuhmu."Tak sudi berguru kepada orang jahat" "Bocah" bentak si Mo sambil mengangkat tangannya siap memukul anak kecil itu. orang-orang itu pergi. "Jadi engkau lebih suka mati daripada mengangkatku sebagai guru?" Thio Han Liong mengangguk. Baik-lahi aku terima syaratmu." "Paman tua boleh membunuh aku. tapi aku punya syarat" ujar Thio Han Liong mendadak"oh?" si Mo tertegun. akan kubunuh kalian" bentak si Mo dengan mata melotot tajam. "Kalian memang harus cepat pergi Kalau tidak." ucap mereka serentak"Cepatlah kalian tinggalkan tempat ini" perintah Thio Han Liong. siapa engkau?" "Namaku Thio Liong" sahut anak kecil itu. "Jangan khawatir. iblis Dari Barat itu tidak menyangka Thio Han Liong begitu berani. bagaimana mengenai syaratku?" "Apa syaratmu?" "Lepaskan mereka" Thio Han Liong menunjuk orang-orang yang terikat di pohon. "Terima kasih. Aku mau membunuhmu juga urusanku" sahut si Mo sambil tertawa. Begitu bebas mereka cepatcepat memberi hormat pada Thio Han Liong. "Apa?" si Mo langsung melotot.." sahut Thio Han Liong. si Mo segera memutuskan tali yang mengikat kaum rimba persilatan golongan putih itu. "tidak.. "Tunggu" seru Thio Han Liong.orang kaum persilatan akan menertawakan hingga rontok gigi mereka" "Mereka mau tertawa hingga rontok gigi mereka itu urusan mereka. "Aku ingin bertanding denganmu. Kalau dalam tiga jurus engkau tidak mampu merobohkan diriku. tapi cukup tiga jurus saja" "Apa?" si Mo terbelalak. bocah" sahut si Mo."Aku tidak akan ingkar janji" "Kalau begitu. kalau engkau mau jadi muridku" "Paman tua begitujahat. "Anak kecil. "Engkau memang berbakat untuk belajar ilmu silat. maka harus membebaskan aku pergi dari sini" "Ha ha ha" si Mo tertawa gelak "Baik. si .

" Geledek takut padaku bagaimana mungkin geledek akan menyambar aku?" "Pokoknya aku tidak maujadi muridmu" tegas Thio Han Liong. "Kalau perlu. maka engkau harus jadi muridku" ujar si mo "Kapan aku roboh di tangan Paman tua? Buktinya aku berdiri di sini" Thio Han Liong tersenyum-senyum "Tadi engkau sudah terpental beberapa depa lalu roboh" si Mo melotot. Thio Han Liong terpental beberapa depa dan jatuh di tanah namun tidak luka sama sekali. sehingga sekujur badannya tak bisa bergerak"Paman tua curang" bentak Thio Han Liong. Itu semakin membuat si Mo penasaran sekali. aku akan menyiksamu" "Pokoknya aku tidak maujadi muridmu. "Aku iblis Dari Barat.. aku boleh meninggalkan tempat ini. sudah pasti selalu berlaku curang. "Buktinya aku berdiri di hadapanmu. "Jurus ke tiga" seru si Mo dan langsung menyerangnya. Hal itu membuat si Mo terbelalak.. "Engkau tidak terluka?" "Paman tua" sahut Thio Han Liong sambil bangkit berdiri "Aku tidak terluka. "Engkau akan disambar geledek kelak" "He he he" si Mo tertawa. " "Tidak bisa" "Kenapa tidak?" "Pokoknya engkau harus jadi muridku" Mendadak tangan si Mo bergeraki seketika juga jalan darah Thio Han Liong tertotok. tidak mau" "Kalau begitu. silakan menyerang lagi" seru Thio Han Liong. "jurus pertama" Thio Han Liong bergerak cepat menghindari serangan itu dan berhasil.. " Lebih baik bunuh aku saja" "He he he" si Mo tertawa terkekeh"Aku akan membunuh mu perlahan-lahan. setiap hari aku akan menyiksamu" ujar si Mo sungguh-sungguh. Terheran-heran si Mo memandangnya." ujar Thio Han Liong. maka ia terpaksa menangkis serangan itu. Thio Han Liong tidak keburu berkelit. maukah engkau jadi muridku?" "Tidak mau" "Kalau begitu " Mendadak si Mo menatapnya bengis. Kali ini ia menggunakan j urus yang lebih hebat.Mo langsung menyerangnya seraya berseru." si Mo tertawa terkekeh-kekeh "Bocah Kalau engkau tidak mau jadi muridku."sesuai dengan syarat. Akan tetapi. Thio Han Liong tetap mampu mengelak serangannya. He he he. "Eh?" si Mo menatapnya dengan mata tak berkedip. "Tak disangka engkau cukup berisi juga" "Paman tua. kini aku bebas" " Engkau telah roboh di tanganku. Blaaam Terdengar suara benturan yang dahsyat. Ci Kiong Hiat . Sekarang aku bertanya sekali lagi. "Engkau akan merasakan ilmu totokanku Ban Gin Coan sim (selaksa jarum Menembus Hati)" si Mo menotok jalan darah Hiok Tiong Hiat. akan kubunuh kau" "Dasar iblis" caci Thio Han Liong. "jurus ke dua" seru si Mo sambil menyerang.

karena dirasakan dadanya sakit luar biasa." Aku pasti menuruti nasihat Bibi.sayup terdengar suara kecapi dan suling yang amat halus-Begitu mendengar suara itu air muka si Mo mendadak berubah"Hah? Wanita sialan itu. "Bibi kenal ke dua orangtuaku?" " Kenal" Wanita itu manggut-manggut seraya berkata. juga tidak boleh genit. tapi berhati baik dan berbudi luhur. terdapat Kuburan Mayat Hidup. "Aaah " Thio Han Liong langsung menarik nafas lega. "Bolehkan aku tahu siapa Bibi yang cantik jelita?" "Thio Han Liong. seketika anak kecil itu menjerit jerit dengan wajah meringis-ringis. "Terima-kasih atas pertolongan Bibi" "Ngmm" Wanita itu manggut-manggut. dadanya sudah tidak sakit dan tubuhnya pun sudah bisa bergerak. "Engkau harus ingat baik-baik syair yang akan kubacakan.dan Tian Tong Hiat yang didada Thio Han Liong." ujar si Mo. "Bibi tahu namaku?" "Aku juga tahu nama ayah dan ibumu" ujar wanita itu.He he he-" Pada waktu bersamaan. Peluh merembes keluar dari keningnya. ibumu bernama Tio Beng. "Engkaupun agak genit. ternyata ia membebaskan totokannya. Bahkan. Bibi-" Thio Han Liong mengangguk"Han Liong" Wanita itu menatapnya tajam. "He he he" si Mo terus tertawa terkekeh-kekeh"Bagaimana? Engkau maujadi muridku?" "Ti." ucap Thio Han Liong menatap wanita itu.. berusia empat puluhan dan berparas cantik sekali. Tangannya bergerak laksana kilat ke tubuh anak kecil itu." "Maaf."Engkau akan terus merasakan kesakitan itu. seperti ditusuk-tusuk ribuan jarum. tidak muncul lagi di dunia Kang-ouw-" Wanita itu membacakan syair tersebut dan berpesan. amat keras hati pula...." "Bagus" Wanita itu manggut-manggut. Bibi-" Thio Han Liong mengangguk lagi. muncullah empat wanita berpakaian putih sambil memainkan alat-alat musik itu Kemudian datang juga wanita berbaju kuning." "Eh?" Makin membelalak mata Thio Han Liong. " Dan juga engkau . sayup." "ya.Cepat-cepat ia memberi hormat." Engkau tidak boleh terlampau nakal. "Bertemu ayahmu." Wanita itu menggeleng-gelengkan kepala sambil tersenyum. Ayahmu pasti ingat padaku apabila mendengar syairku ini." "oh?" Thio Han Liong langsung pasang kuping"Di belakang Ciong Lam san." si Mo segera melesat pergiTak seberapa lama kemudian. "Engkau agak nakal.tidak" "Kalau begitu.Namun wajahnya tampak putih sekali seperti tidak pernah terkena sinar matahariDengan langkah lemah gemulai wanita itu menghampiri Thio Han Liong yang masih merintih-rintih kesakitan.. bacakanlah syair ini Dia pasli ingat siapa aku. bagaimana kalau sudahi dewasa kelak?" "Hah?" Thio Han Liong terperanjat. Burung Rajawali dan Pasangan Pendekar. "Ayahmu bernama Thio Bu Ki.Itu akan mencelakai dirimu-" "ya.

Kalau engkau kurang ajar.." ujar wanita itu tanpa menjawab pertanyaan Thio Han Liong.Misalnya terhadap Tan Giok Cu. dia pasti mengantarmu pulang ke pulau itu" "Terima kasih atas petunjuk Bibi." Thio Han Liong manggut-manggut..Apa yang pernah engkau janjikan.. jangan mengingkari janjimu terhadap gadis kecil itu" "ya." ucap Thio Han Liong sambil menerima bungkusan kecil itu." "Engkau menuju pesisir utara." sahut wanita itu dan menambahkan." ujar wanita itu sambil tersenyum. "Bagaimana keadaan ayahku?" "Tidak apa-apa. tentu sudah kuhajar. "ingin menerima Giok Cu menjadi murid?" "Betul. Lagipula aku tidak punya uang untuk menyewa perahu." "Bibi kok tahu tempat tinggalku?" Thio Han Liong terheranheran. maka engkau harus segera pulang ke tempat tinggalmu di pulau itu. Beritahukaniah kepadanya siapa ayahmu.. "Engkau harus ingat. Bibi. kalian berdua memang cocok dan serasi." Thio Han Liong girang bukan main." Wanita itu menyerahkan sebuah bungkusan kecil kepada Thio Han Liong. engkau harus melaksanakannya kelak. yang penting engkau harus pulang untuk memperdalam kepandaianmu.. kenapa si Mo begitu kejam?" "Itu memang sifatnya. "Maka engkau harus cepat-cepat pulang. tapi aku tidak tahu harus bagaimana pulang ke pulau itu.. barulah engkau berkecimpung dalam rimba persilatan membela kebenaran dan membasmi kejahatan.tidak boleh ingkar janji. "Bahkan aku pun tahu ayahmu terluka oleh pukulan para Dhalai Lhama itu." Mulut Thio Han Liong ternganga lebar.. Engkau tidak usah cemas.." "Bibi... Kelak engkau dan Giok Cu harus bersatu padu membasmi kejahatan. sampai di sana carilah seorang lelaki bernama Kwa Kiat Lam. "Belum waktunya engkau berkelana dalam rimba persilatan. kemudian menghela nafas panjang. "Aku memang rindu sekali kepada ke dua orangtuaku. "oh ya." "Bibi. maka aku akan memberimu uang. setelah kepandaianmu tinggi. tapi dalam hatinya hanya terdapat engkau seorang diri" "Bibi. "oh ya. tapi tidak kurang ajar. gadis itu masih kecil. "Terima kasih. Bibi. engkau harus membasminya kelak" sahut wanita itu." Thio Han Liong teringat sesuatu.." "Uangmu tidak cukup untuk biaya ke pesisir utara. engkau panggil aku Bibi yo saja. "Kelak dia akan menjadi gadis yang cantik sekali."Kok Bibi tahu itu?" "Engkau cuma nakal dan suka menggoda. bolehkah aku tahu nama Bibi?" "Aku she yo. terima kasih." "Maksud Bibi.." Wanita itu manggut-manggut sambil tersenyum. ." Wajah Thio Han Liong agak cemas.

maka aku tidak membunuh si Mo."Ayah tidak sempat." ujar wanita itu lalu melesat pergi. "Bolehkah kami tahu siapa Nona?" "Aku she yo. melayang turun empat wanita berpakaian putih." tanya Tan Giok Cu dengan mata basah. Lebih baik engkau tunggu dia di rumah saja. "Tak disangka kini begitu banyak jago berhati kejam bermunculan dalam rimba persilatan Kelak engkau dan Giok Cu harus membasmi para jago berhati jahat itu" "Ya.Tak lama kemudian melayang turun lagi seorang wanita berpakaian kuning." "Ayah. tentunya akan ke mari menengokmu. dan dia pun sering menggunakan racun. " Kedatangan kami telah mengganggu kalian sekeluarga." tanya Tan Giok Cu mendadak. . lagipula belum tentu dia berada di gunung Bu Tong. Giok Cu sedang memikirkan Kakak tampan. "Nak" Tan Ek seng menggelengkan kepala. "Tidak boleh." sahut Lim soat Hong "sungguh-sungguh Ibu. dan suara musik tadi berhenti"Maaf" ucap wanita berpakaian kuning. -ooo00000ooo Tan Giok Cu."Aku telah bersumpah tidak akan membunuh.Agar lebih cepat sampai di sana." jawab wanita itu."Dia pasti ke mari menjumpaiku?" "Dia sudah berjanji." Air mata gadis kecil itu meleleh. yang makin lama makin jelas. lebih baik engkau membeli seekor kuda."Bolehkah aku menyusulnya ke gunung Bu Tong?" Lim soat Hong tersenyum sambil menggelengkan kepala. "Dan dia pun pasti baik-baik saja." sahut Lim soat Hong." Tan Ek seng dan Lim soat Hong terkejut." " Tidak apa-apa" sahut Lim soat Hong dengan ramah." tanya Lim soat Hong lembut. Tan Ek seng dan Lim soat Hong mendekatinya sambil menggeleng-gelengkan kepala.Kalau dia tidak ke mari. Ke empat pengiringnya juga melesat pergi sambil memainkan alat musik masing. "Baiklah. "Bagaimana kalau Ayah mengantarku ke gunung Bu Tong?" gadis itu memandang Tan Ek seng dengan penuh harap. langsung menuju arah utara. "Kok ada suara musik?" Pada saat bersamaan. &ngkau harus langsung menuju pesisir Utara. Thio Han Liong berdiri termangu-mangu. "Kenapa engkau duduk melamun di sini?" "Ibu. kemudian mereka berdua saling memandang. Hati-hatilah kalau kelak engkau berhadapan dengannya" "Ya. setelah itu barulah ia meninggalkan tempat itu. gadis kecil itu duduk melamun di pekarangan." Thio Han Liong mengangguk lagi." jawabnya. entah berada di mana dia dan bagaimana" "Dia pasti sudah sampai di gunung Bu Tong." "Ibu.Kepandaian si Mo sangat tinggi sekali. "Nak. kita berpisah di sini.masing. "Heran?" gumam Tan Ek seng. "Aku tiada gairah hidup. sebab engkau masih kecil. aku . Di saat itulah mendadak terdengar suara kecapi dan suling." Thio Han Liong mengangguk"Aaaah " Mendadak wanita itu menghela nafas panjang.

" Bibi adalah familinya?" "Kami bukan famili." sahut yo sian sian. "Bibi sian sian. lalu mengangguk. ada keperluan apa Nona berkunjung ke mari?" tanya Tan Ek seng sopan." "Bagus" Wanita itu manggut-manggut." "Tapi. "Di belakang Ciong Lam san" sahut wanita itu. "Haah?" Lim soat Hong terbelalak"Be begitu jauh. "Kini Kakak tampanmu itu sedang menuju pesisir utara. maka engkau pun harus belajar ilmu silat tingkat tinggi dariku.. "Nona bersedia mengajar Giok Cu di sini?" "Kalau sudah menjadi muridku." sahut wanita itu. Dia akan belajar ilmu silat tingkat tinggi dari ayahnya." sahut wanita itu sambil memandang Tan Giok Cu. "Giok Cu" yo sian sian tersenyum." sahut wanita bernama yo sian sian itu. kemudian bertanya kepada Tan Giok Cu.Apabila dia tidak mau berarti tiada jodoh dengan aku. "Karena. aku aku tidak mau ikut ke gunung ciong Lam san. itu akan menyia-nyiakan kesempatan ini. kami pun tidak berkeberatan. maka aku ke mari. aku yakin dia mau ikut aku ke gunung ciong Lam san. "Maksud Nona?" Lim soat Hong tidak mengerti "Aku berniat menerimanya menjadi murid-" Wanita itu memberitahukan." ujar wanita itu sambil tersenyum" Namun. "Tentunya kalian berdua tidak berkeberatan kan?" Tan Ek seng dan Lim soat Hong saling memandang.. la tahu sedang berhadapan dengan wanita yang berkepandaian tinggi. bagaimana mungkin engkau menjadi pasangannya kelak?" "Bibi-. kemudian Tan Ek seng bertanya. "Tidak mau ah" "Kenapa tidak mau?" tanya yo sian sian lembut." Tan Giok Cu berpikir sejeNak. pasti tidak akan maju. "Aku tertarik akan putri kalian. engkau boleh pulang. Engkau panggil aku Bibi sian sian saja. Kalau tidak."Nona Yo. Kalau kalian berkeberatan.-" Lim soat Hong tampak ragu. "Aku tahu. engkau sedang menunggu Kakak tampan bernama Thio Han Liong kan?" "Kok Bibi tahu?" Tan Giok Cu menatapnya heran." ujar Tan Giok Cu. " Tan Giok Cu menundukkan kepala. "Giok Cu" yo sian sian tersenyum. tapi aku kenal ayahnya. lima tahun kemudian. yang penting kalian berdua tidak berkeberatan. "Namaku yo sian sian.. "Bila Giok Cu bersedia ikut Nona ke gunung Ciong Lam San. . dia akan berlayar pulang ke rumahnya. "Begini saja Nona" ujar Tan Ek seng. tentunya harus ikut ke tempat tinggalku. bagaimana mungkin Giok Cu mau ikut Nona ke sana?" "Aku tidak akan memaksa. "Engkau mau belajar ilmu silat tingkat tinggi?" "Mau. "Di mana tempat tinggal Nona?" tanya Lim soat Hong. " Kalau engkau belajar di rumah. aku mau belajar di rumah saja. Tapi Bibi siapa?" gadis kecil itu menatapnya. Maka alangkah baiknya engkau ikut ke tempat tinggalku." "Lima tahun?" Tan Giok Cu terbelalak.

"Bolehkah kami tahu.. Bibi..."Ibu jangan bersedih" ujar Tan Giok Cu. oleh karena itu. juga boleh memanggilku bibi-" "ya. tidak apa-apa. "Nona."Aku mau ikut Bibi kegunung Ciong Lam san." "Terimakasih." Lim soat Hong terisak-isaki "Giok Cu telah dibawa pergi."Apakah mulai sekarang aku harus memanggil Bibi guru?" "Giok Cu" yo sian sian membelainya. cuma terdengar suara kecapi dan suling.. "Maaf" ucap Lim soat Hong."terserah engkauEngkau boleh memanggilku guru. sungguh beruntung Giok Cu karena aku bersedia menerimanya menjadi murid-" "ooooh" Tan Ek seng manggut-manggut. "Bagaimana kalau berangkat esok saja?" "Berangkat sekarang atau esok sama saja. "Silakan" "Sebetulnya siapa orangtua Thio Han Liong?" ternyata ini yang ditanyakan Tan Ek seng. "Lima tahun kemudian aku pasti pulang dengan membawa kepandaian yang luar biasa." "Maaf" ucap Lim soat Hong. "Giok Cu.. sungguh beruntung sekali" "Suamiku." "Dia.. tidak muncul lagi di dunia Kang-ouw." yo sian sian membaca syair tersebut. Giok Cu.. "Engkau tidak kenal dia. "Dialah yang paling berjasa meruntuhkan Dinasti Goan. " Terima kasih Nona. "Thio Bu Ki?" "Betul." "Tidak apa-apa. bagus" yo sian sian tersenyum." teriak Lim soat Hong memanggil putrinya. "Lima tahun kemudian. Giok Cu pasti pulang." yo sian sian mengangguk.Namun.. sebetulnya siapa Nona?" "Di belakang ciong Lam san. diikuti ke empat pengiringnya. "Aaaahi-" seru Tan Ek seng mendadak "Aku sudah tahu siapa Nona yo itu Aku sudah tahu" "suamiku. "saat inijuga" sahut yo sian sian." "Itu.. Bibi-" Tan Giok Cu mengangguk " Kapan kita berangkat ke gunung ciong Lam san?" tanyanya." sahut yo sian sian sambil tersenyum.." yo sian sian mengangguk. bolehkah aku bertanya sesuatu?" tanya Tan Ek seng." "Bagus. tapi pasti pernah mendengar nama besarnya" sahut yo sian sian." Lim soat Hong tampak berat sekali berpisah dengan putri tercintanya. "Kenapa engkau tidak sedih? Giok cu-." ucap Tan Giok Cu. "Tentu boleh. "Sungguh beruntung putri kita." . pasti kuwariskan semua ilmu silatku." Lim soat Hong menatapnya dengan kening berkerut-kerut." sahut Tan Ek seng dengan wajah berseri... terdapat Kuburan Mayat Hidup. Burung Rajawali dan Pasangan Pendekar." Lim soat Hong memeluknya erat-erat. " Tan Ek seng terbelalak." "Nak. kemudian mendadak menyambar Tan Giok Cu dan melesat pergi. "Engkau memang berjodoh menjadi muridku. tentunya kalian tahu.. "Bagaimana kepandaiannya.

Begitu melihat kuburan tua tersebut. "Giok Cu. "Giok Cu" yo sian sian menggeleng-gelengkan kepala"Engkau begitu penakut. Terdengarlah suara gemuruh. "Benarkah itu?" "Aku yakin benar. maka harus tinggal di dalam kuburan tua itu juga. pucatlah wajah Tan Giok Cu. mari kita masuk" Tan Giok Cu mengangguk. "Bagus. lalu mengikuti yo sian sian memasuki lubang itu melalui undakan tangga. "Kita ke dalam untuk mengusir setan?" "Bukan. aku."Isteriku... kemudian tangannya menekan sebuah tombol rahasia." "Bagus. "Kuburan tua itu adalah tempat tinggalku. setelah itu ia mendekati sebuah batu." "Aku.. ." sahut Tan Ek Seng. "Tahukah engkau siapaNona yo itu?" Lim soat Hong menggelengkan kepala "isteriku" Tan Ek seng memberitahukan." Tan Giok Cu membusungkan dadanya. Kuburan tua itu terletak di belakang gunung ciong Lam san. "Tapi di dalam kuburan tua itu tidak ada setan. Engkau takut?" "Aku aku tidak takut" Tan Giok Cu membusungkan dadanya lagi seraya bertanya. kita juga beruntung." yo sian sian tersenyum. "Bibi tidak takut. "Engkau takut?" yo sian sian menatapnya. kuburan tua itu sungguh menyeramkan" ujar gadis kecil itu ketakutan. "Nona yo adalah turunan sin Tiauw Tayhiap yo Ke dan siauw Liong Li" "Apa?" Lim soat Hong tertegun. Engkau adalah muridku. Ke empat pengiring itu pun mengikutinya... lalu memutar batu itu ke kiri dan ke kanan beberapa kali. bagus" yo Sian sian tersenyum... "Kalaupun ada setan keluar dari kuburan tua itu. kemudian terlihatlah sebuah lubang di situ. engkaupun harus bergembira.. yang amat terkenal itu. "Kita.Ternyata mendadak tempat yang mereka injak itu bergeser menimbulkan suara itu. kita akan masuk ke kuburan tua itu?" "Ya." "oooh" Tan Giok Cu manggut-manggut.. Mendadak terdengar suara gemuruh. Tan Giok Cu dan ke empat pengiringnya telah tiba di hadapan sebuah kuburan tua yang amat besar.. "Syair itu menyatakan bahwa dia adalah keturunan Pasangan Pendekar. "Bibi. aku pasti mengusirnya. sebab Thio Han Liong adalah anak Thio Bu Ki. ternyata lubang yang di atas tadi telah tertutup kembali... yo sian sian." Belasan hari kemudian. Kita. aku tidak takut." sahut Tan Ek seng. maka aku pun tidak takut. itu bagaimana mungkin?" "Giok Cu" yo sian sian memberitahukan." sahut Tan Giok Cu sambil tertawa kecil. bagaimana mungkin menjadi pendekar wanita kelak? Han Liong lebih besar setahun darimu. Ha ha ha. Ayohi kita ke dalam" "Ha a a h?" Tubuh Tan Giok Cu langsung menggigil. tapi dia begitu berani. bagus" yo sian sian membelainya. "Melainkan akan tinggal di dalam kuburan tua itu" "Itu.

Guru.Kalau Guru mencabut nyawanya. bagaimana diriku?" "Giok Cu" yo sian sian membelainya. siauw La n. Banyak sekali perahu ." "ya. "Mulai besok di saat engkau berlatih Giok Li sin Kang. "Mereka berempat adalah pelayanku bernama siauw Cui." "ya. "Giok Cu."Guru tidak boleh begitu. bahkan juga terang benderang. Ternyata dinding ruangan itu dibuat dari batu yang memancarkan cahaya." ujar yo sian sian sambil menatapnya tajam.sungguh luar biasa" yo sian sian menggelenggelengkan kepala. di dalam ruangan itu tetap terang benderang. guru"Tan Giok Cu mengangguk. terbelalaklah Tan Giok Cu karena dirinya berada di sebuah ruangan yang amat indah dan besar. kan?" tanyanya mendadak.. mulai sekarang engkau resmi menjadi muridku. engkau harus membunuhnya.. "Giok Cu" yo sian sian menatapnya sambil tersenyum. dan engkau harus rajin-rajin belajar. "Terimalah hormat kami" "sama-sama. Engkau boleh panggil nama mereka. yo sian sian menekan sebuah tombol rahasia." "Berapa usiamu sekarang?" "Sepuluh tahun. Kakak tampan tidak akan melupakan murid. "Terimalah hormat dari murid" "Banguniah muridku" yo sian sian tersenyum lembut dan memberitahukan."Engkau masih ingat kepada Kakak tampan itu?" " ingat." "Baru berusia sepuluh tahun." Tan Giok Cu mengangguk." sahut Tan Giok Cu dan segera balas memberi hormat kepada mereka itu.yo sian sian mengajak Tan Giok Cu masuk ke dalam." Tan Giok Cu mengangguk "Nona Giok Cu" ucap mereka berempat serentak sambil memberi hormat." ujar yo sian sian. jangan dibicarakan sekarang" "ya.Keesokan harinya.. tiba-tiba dinding itu bergeraki dan muncul sebuah pintu rahasia. siauw Ling dan siauw Cing. " Kalau dia berani melupakanmu." Tan Giok Cu memberitahukan sambil menundukkan kepala"Engkau menyukainya?" "ya. namun cintamu sudah mulai bersemi. Begitu memasuki pintu itu. " Kalau dia tidak setia kepadamu. guru pasti mencabut nyawanya" sahut yo sian sian sungguh-sungguh "Guru -" Bukan main terkejutnya gadis kecil itu.. "Giok Cu. barulah Thio Han Liong tiba di pesisir utara.. mulailah yo sian sian mengajar Tan Giok Cu Giok Li sin Kang.. tidak boleh membayangkan wajah Han Liong. kemudian berpesan. guru. " "ya. "Guru" panggil Tan Giok Cu sekaligus bersujud di hadapannya. Tapi itu adalah urusan kelak. Wajahnya selalu muncul di depan mata murid." Tan Giok Cu mengangguk. "Mulai besok guru akan mengajarmu Giok Li sin Kang (Tenaga sakti gadis Murni). Bab 10 Kembali Ke Pulau Hong Hoang to Setelah menempuh perjalanan hampir sepuluh hari. Guru.Namun sungguh mengherankan."Guru.

katakan dia berada di mana?" "Anak kecil. "oh ya Ayahku pernahmengajarku Thay Kek Kun. "Kenapa Paman memanggil ayahku Thio Kauwcu? Kauwcu apa ayahku?" "Bocah" Kwa Kiat Lam menatapnya tajam. " Tolong antar aku ke pulau Hong Hoang to di Pak Hai" "Apa?" Kwa Kiat Lam melotot.. usia-nya empat puluhan bermuka hitam.. Thio Han Liong menuntun kudanya menghampiri seorang nelayan tua." sahut Thio Han Liong.. melainkan Thio Bu Ki. lalu segera menuntun kudanya ke sana." Thio Han Liong terus berteriak-teriak memanggil orang tersebut." Betapa girangnya Thio Han Liong.. " Paman tua.Dia pasti berada di dalam kapalnya itu-" "Terima kasih. lalu berdiri di hadapannya. Paman tua. "Kenapa engkau berteriakteriak memanggil namaku? Mau cari mampus ya?" " Paman Kwa" Thio Han Liong seaera memberi hormat." "Engkau sendiri bernama apa?" "Thio Han Liong-" "Bocah... sebaliknya malah akan memukulmu.. betulkah engkau anak Thio Kauwcu?" "Paman Kwa. "Apa?" Air muka Kwa Kiat Lam langsung berubah.. "Anak kecil. "Engkau punya bukti bahwa engkau adalah anak Thio Bu Ki?" "Bukti?" Thio Han Liong mengerutkan kening sambil berpikir. tampak sosok bayangan melesat keluar dari kapal itu. "Paman Kwa. "Kenapa engkau berkeras ingin menemuinya?" "Paman tua." Nelayan tua itu menghela nafas panjang.nelayan di sana." Nelayan tua itu menggeleng-gelengkan kepala." ucap Thio Han Liong." "oh?" Thio Han Liong tertegun. Thio Han Liong segera ." sahut Thio Han Liong dan bertanya. "Di mana Paman Kwa Kiat Lam?" "Kwa Kiat Lam?" Nelayan tua itu tampak terkejut. mau apa engkau mencarinya?" "Mau minta tolong kepadanya mengantarku ke sebuah pulau..ibuku bernama Tio Beng.Berselang sesaat.. mengarah Thio Ha n Liong. "Anak kecil." "Ayahku bukan Thio Kauwcu." Thio Han Liong memberitahukan. apalagi engkau" "Paman Kwa." "Kenapa?" "Dia tidak akan mengantarmu ke pulau itu."Bocah sungguh berani engkau mengaku sebagai anak Thio Kauwcu.. ayahku bernama Thio Bu Ki.. "Bocah" bentak orang itu dengan wajah gusar.." "Baiklah" Nelayan tua itu menunjuk ke arah kiri. bukan anak Thio Kauwcu."Percuma engkau mencarinya. "Engkau berani menyuruhku mengantarmu ke pulau yang di Pak Hai? Hm Putra kaisar pun tidak akan kuantar ke sana."Itu adalah kapalnya. aku anak Thio Bu Ki. bagaimana kalau aku memperlihatkan Thay Kek Kun itu?" "Baik" Kwa Kiat Lam mengangguk. "Paman tua. sampai di tempat itu ia berteriak-teriak "Paman Kwa Kiat Lam." tanya anak kecil itu. aku Han Liong ingin bertemu Paman Kwa Kiat Lam..

dia tidak memukulmu?" "Tidak. "sebaliknya malah bersedia mengantarku ke pulau yang di Pak Hai itu. tolong antar aku pulang ke pulau Hong Hoang to" " Pulau Hong Hoang to? Di Pak Hai tidak ada pulau Hong Hoang to. "Sudah percayakah kalau aku anak Thio Bu Ki?" "Han Liong" sahut Kwa Kiat Lam sambil memberi hormat"Terimalah hormatku Tidak disangka aku akan bertemu anak Thio Bu Ki Ha ha ha " Kwa Kiat Lam memberi hormat kepada Thio Han liong. pasti tidak bisa mengantarmu ke pulau itu. " Engkau masih kecil. kemudian menepuk bahu Thio Han Liong seraya berkata. tentunya ayahmu tidak menceritakan tentang kejadian itu" " Paman Kwa. "sungguh jahat Cu Goan Ciang" ujar Kwa Kiat Lam sambil mengepal tinju dan menambahkan. anak Thio Bu Ki-" "Paman Kwa " Thio Han Liong cepat-cepat balas memberi hormat "Han Liong. akhirnya dia yang menjadi kaisar-" "Paman Kwa " Thio Han Liong terheran-heran. dan Kwa Kiat Lam menyaksikannya dengan mulut ternganga karena kagumnya." "oh? syukurlah" ucap nelayan tua itu..Kalau tidak. "Kebetulan aku memiliki kapal yang cukup besar. "Dia. uang itu kasihkan dia saja" "ya. aku sudah bertemu Paman Kwa. tapi dengan cara yang licik dia menggeser ayahmu." Thio Han Liong segera menuntun kudanya ke tempat nelayan tua.. "Tidak pernah-" "oooh" Kwa Kiat Lam manggut-manggut.mempertunjukkan ilmu silat tersebut. "Aku aku sama sekali tidak mengerti." "Terima kasih. kemudian menutur juga mengenai dirinya yang meloloskan diri dari tangan para Dhalai Lhama." "oh?" Nelayan tua itu memandang ke arah Kwa Kiat Lam. "oooh" Kwa Kiat Lam manggut-manggut. "Pulau itu adalah tempat tinggal kami-" Thio Han Liong memberitahukan. " "Suruh dia jual kudamu. . Paman" ucap Thio Han Liong. kudaku?" "Berikan saja kepada nelayan tua itu" sahut Kwa Kiat Lam. "oh ya. "Paman tua. "Bagaimana keadaan ayah dan ibumu?" "Ayah dan ibu " Thio Han Liong menutur tentang kejadian itu. "Kenapa Paman Kwa ingin membunuh kaisar?" "seharusnya ayahmu yang menjadi kaisar." ujar Kwa Kiat Lam. "Bagaimana Paman Kwa?" tanya Thio Han Liong seusai mempertunjukkan ilmu silat itu." Thio Han Liong tersenyum." "Ayahmu tidak pernah menceritakan tentang dirinya?" Kwa Kiat Lam menatapnya. "Aku akan membunuhnya kelak" "Cu Goan ciang? Bukankah beliau kaisar?" Thio Han Liong tercengang." tanya Kwa Kiat Lam penuh perhatian.

"Paman tua" Thio Han Liong memberitahukan." Tio Beng mengerutkan kening." "Tapi-.. "Itu bukan kapal perang. mendadak Tio Beng menghela nafas panjang.. maka terpaksa berlabuh di sini?" "Bu Ki Koko. kemudian bersama Kwa Kiat Lam memasuki sebuah kapal." Tio Beng memandang jauh ke depan. -ooo00000oooKetika sang surya mulai condong ke barat.. "Ada sebuah kapal datang" "oh?" Thio Bu Ki langsung memandang jauh ke depan. namun engkau bilang harus pergi bersamaku. "Kenapa kapal itu ke mari?" "Ya.. "Kita harus berhatihati.. lalu mengintip ke arah kapal yang sudah berlabuh itu.." sahut Tio Beng.." Tio Beng mulai terisak-isak"Beng Moay." "Tapi sudah empat tahun. percayalah" ujar Thio Bu Ki yakin. Berselang beberapa saat. "Aku yakin anak kita baik-baik saja." ujar Tio Beng berpesan." "Tapi-. Namun Thio Han Liong sudah berjalan pergi. kuda ini kuberikan kepada Paman tua saja.." "Beng Moay." gumam Tio Beng sambil menggeleng-gelengkan kepala. "Memang mengherankan. "Bagaimana mungkin aku meninggalkanmu dalam keadaan belum pulih?" "Beng Moay" Thio Bu Ki menggeleng-gelengkan kepala.. "sudah empat tahun. mari kita bersembunyi sambil mengintip kapal itu" "Baik. Thio Bu Ki danTio Beng duduk di dekat pantai sambil menikmati keindahan panorama. Apakah mungkin kapal itu kehabisan bahan bakar. Mereka berdua segera bersembunyi di balik sebuah batu besar. "Kita sama sekali tidak tahu Han Liong masih hidup atau sudah mati." Thio Han Liong tersenyum. "Tak disangka nasib kita jadi begini" "Bu Ki Koko. "Keadaanku belum pulih. siapa mereka? Ternyata Kwa Kiat Lam dan Thio Han ."Kalau begitu." "yaah" Thio Bu Ki menghela nafas panjang... mungkin kapal dagang." "Bu Ki Koko" Tio Beng memandangnya. melainkan kapal biasa. kita kehilangan Han Liong." "Ngmmm" Thio Bu Ki mengangguk. " Aku sudah mau berlayar." Thio Bu Ki manggut-manggut. la menarik nafas lega seraya berkata.Aku menyuruhmu ke Tionggoan mencari Han Liong."Kita tidak akan kehilangan Han Liong.. hanya saja. Kalau yang datang itu adalah utusan cu Goan ciang." sahut Thio Bu Ki sambil memandang jauh ke depan. aku sama sekali tidak menyesal bersamamu.. "Anak kecil" panggil nelayan tua itu. seorang lelaki dan seorang anak kecil meloncat turun dari kapal itu. pemandangan di pantai pulau Hong Hoang to sungguh indah menakjubkan." "Apa?" Nelayan tua itu terbelalak: "Kuda ini engkau berikan kepadaku?" "ya. lalu menyerahkan tali les kuda ilu kepada nelayan tua itu. Mendadak ia terbelalak.

" ujar Kwa Kiat Lam. "Nak-.. kemudian terlawa gembira.. ayah». "Aku ingat sekarang." Tio Beng membelainya." sahut Tio Beng dengan air mata berlinang-linang saking gembira. "Heran?" gumam Tio Beng." "Bu Ki Koko dan saudara Kwa" ujar Tio Beng. "Aku gembira sekali bisa berjumpa dengan Kauwcu. "saudara Kwa" Thio Bu Ki memegang bahunya. maka Thio Bu Ki dan Tio Beng tidak dapat melihat jelas anak kecil itu. "Ayah Ibu. Mereka berempat berjalan menuju gubuk tempat tinggal Thio Bu Ki dan Tio Beng. Mereka berempat duduk berhadapan di dalam gubuk ilu. terimalah hormatku" "Maaf" Thio Bu Ki menatapnya. Bukankah aku pernah-." Itu adalah suara seruan Thio Han Liong." Thio Bu Ki membelainya dengan penuh kasih sayang. lama sekali barulah ia memberi hormat. "wajah kami telah rusak terbakar oleh Liak Hwee Tan yang . "Anakku. "Thio Kauwcu. sementara Kwa Kiat Lam terus memperhatikan Thio Bu Ki." ucap Kwa Kiat Lam.. "Engkau bertambah besar. "Mari kita bercakap-cakap di rumah saja" "Terima kasih..Kauwcu memang pernah menyelamatkan nyawaku." "Kwa Kiat Lam. "siapa Anda?" "Thio Kauwcu. "Nak.." "saudara Kwa" Thio Bu Ki tersenyum getir. "Ayah" Thio Han Liong mendekatinya. Terdengarlah suara seruan yang sangat menggembirakan." "Tidak salah.. ayah girang sekali... Karena berada di tempat yang agak jauh. sehingga Thio Bu Ki dan Tio Beng tidak mengenali bentuk tubuhnya dari jauh."Jangan-jangan anak kecil itu Han Liong" "oh?" Tio Beng tampak tegang.. kemudian cepat-cepat menghampiri anak kecil itu.. "Ayah." "Nak." "Beng Moay" seru Thio Bu Ki mendadak. Nyonya. "Terima kasih atas kebaikanmu mengantar anakku pulang. "Mari kita sapa mereka Mudah-mudahan anak kecil itu Han Liong" Mereka berdua segera meloncat ke luar dari balik batu. lagipula kini Thio Han Liong bertambah agak besar. maka engkau jangan memanggilku Kauwcu lagi" " Kauwcu . " "Jangan berkata begitu Kauwcu" Kwa Kiat Lam tersenyum.. "Han Liong Han Liong.. Berselang beberapa saat kemudian.. aku adalah Kwa Kiat Lam. fsak tangis pun meledak di saat itu.. "siapa mereka? Kelihatannya anak kecil itu mengenali tempat ini.Liong. sampailah mereka di gubuk itu." Thio Bu Ki terus berpikir. mantan anak buah Kauwcu." "Ibu" Thio Han Liong mendekap di dada Tio Beng. Thio Han Liong terus memandang wajah ke dua orangtuanya." ujar Thio Bu Ki sambil menghela nafas panjang. "Beng Kauw sudah bubar." Kwa Kiat Lam menggeleng-gelengkan kepala. setelah itu aku masuk menjadi anggota Beng Kauw.

" "Bisa." "Tidak bisa diobati lagi?" tanya Thio Han Liong. "Nak. tapi sudah saling menyukai. lagipula sangat memperhatikanku. Kalau tidak." tutur Thio Han Liong tentang kejadian itu dan menambahkan. "Nak" Tio Beng tersenyum. "Tak disangka engkau begitu tabahi bahkan mampu pula hidup mandiri. sungguh" "Nak" Thio Bu Ki tersenyum. kelak engkau harus menjadi seorang pendekar yang gagahi berhati bajik dan berbudi luhur. "Engkau tahu tentang si Mo itu?" "Aku pernah dengar tentang si Mo dan lainnya. kakak Hiang pasti sudah celaka di tangan siang Thiam Chun itu" "Itu bukan usil." "oh ya" Mendadak Tio Beng tertawa geli." "Betul-betul luar biasa" ujar Kwa Kiat Lam. "Aku kagum dan salut kepadanya. "Aku ingat pada siang Thiam Chun. "Kalau gadis kecil itu begitu baik dan menaruh perhatian kepadamu. kelak ia pasti ke gunung soat san mencari soat Lian. Bukan main itu" "Ayah. "Melainkan perbuatan seorang pendekar. . engkau pun tidak boleh mengecewakannya. dan setiap lima ratus tahun berbunga sekali." "ya. "sulit sekali mencari obatnya." Thio Bu Ki menggeleng-gelengkan kepala." "Betul. engkau sungguh-sungguh menyukai gadis kecil bernama Tan Giok Cu itu?" "Ya-" Thio Han Liong mengangguk. lalu menutur tentang ia meloloskan diri dari para Dhalai Lhama." "Ya." jawab Kwa Kiat Lam memberitahukan. jadi engkau tahu dalam rimba persilatan terdapat orang baik dan orang jahat.." "Kenapa?" tanya Tio Beng. "Kalian berdua masih begitu kecil." Dia adalah gadis kecil yang baik hati."Nak. Ayah-" Thio Han Liong mengangguki kemudian tertawa." "ohi ya?" Thio Bu Ki tertawa. cara bagaimana engkau meloloskan diri dari para Dhalai lama dan tinggal di mana?" " Ya-" Thio Han Liong mengangguk." "obat apa?" "soat Lian (Teratai salju)." "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut dan berjanji dalam hati. kemudian bekerja di rumah Tan Ek seng dan di rumah Lie Cong Peng." Wajah Thio Han Liong langsung memerahi "Nak.beracun. kemudian memandang Kwa Kiat Lam seraya bertanya." pesan Thio Bu Ki." Tio Beng tersenyum. dia menyiksaku karena aku tidak mau menjadi muridnya. aku bertemu si Mo (iblis Dari Barat)." Thio Bu Ki memberitahukan. "Nak" Tio Beng manggut-manggut bangga. Tapi--. "Itu merupakan pengalaman yang amat berharga bagimu. "Untung aku usil. Ayah-" Thio Han Liong mengangguki "Oh ya. sungguh jahat si Mo itu." Thio Bu Ki manggut-manggut. "Tuturkaniah pengalamanmu selama empat tahun ini." "Si Mo?" Thio Bu Ki tertegun. "Dia pernah kukerjai. padahal engkau baru berusia tujuh tahun. " Hanya tumbuh di gunung soat sat yang amat dingin.

" "oh?" Thio Bu Ki mengerutkan kening."Kini dalam rimba persilatan telah timbul berbagai badai-" "Itu " Thio Bu Ki menggeleng-gelengkan kepala"Sungguh di luar dugaan. Wanita berpakaian kuning itu sangat cantik sekali. Begitu mendengar suara musik itu." " Apa?" Thio Bu Ki terbelalak." Thio Bu Ki manggut-manggut."Seratus tahun lalu juga terdapat empat jago dalam dunia persilatan." Thio Bu Ki memberitahukan." ujar Kwa Kiat Lam dan menambahkan. "Lalu bagaimana setelah si Mo menyiksamu?" "Mendadak terdengar suara kecapi dan suling. katanya ayah pasti ingat. "Ha a h?" Bukan main terkejutnya Thio Bu Ki dan Tio Beng. Mereka adalah Tong sla-Oey yok su. Ayah sudah ingat siapa wanita itu. "Di belakang Ciong Lam san. sedangkan Tong Koay. Lam Ti-Toan Hong ya dan Pak Kay-Ang cit Kong. "saksi mata adalah. terdapat Kuburan Mayat Hidup. Burung Rajawali dan Pasangan Pendekar. "Tentang si pembunuh misterius itu?" "Dia telah membantai Hweeshio-hweeshio siauw Lim sie tingkatan Goan.Oey su Bin adalah ketua golongan sesat." jawab Thio Han Liong memberitahukan.Oey su Bin. yakni pembunuh misterius itu berhasil melukai Keng Ti seng Geng. "Dia yang menyelamatkan Kay Pang dan pernah pula menyelamatkan cia sun. si Mo langsung kabur. pembunuh misterius itu dapat melukai Keng Ti seng Ceng. si mo-Bu yung Hok. berusia empat puluhan. mungkinkah dia berasal dari Tayli?" "Bu Ki Koko" tanya Tio Beng. "Wanita itu kenal ayah" jawab Thio Han Liong lalu membaca sebuah syair. "setelah itu muncul empat wanita berpakaian putih dan seorang wanita berpakaian kuning. . Bahkan belum lama ini tersiar suatu berita yang amat mengejutkan. wajahnya putih bagaikan salju. si Tok Ouw yang Hong. "siapa pembunuh misterius itu?" "Tiada seorang kaum rimba persilatan mengetahuinya. tidak muncul lagi di dunia Kang-ouw. membuktikan kepandaiannya sangat tinggi sekali-" " Kepandaian ke empat jago itu pun sangat tinggi sekali. "Engkau kok tahu tentang itu?" "Aku mendengar dari Thay suhu. Ke empat jago itu adalah Tong Koay. si mo-Buyung Hok adalah ketua golongan hitam. Wanita itu membaca syair ini. wanita itu memang she Yo" ujar Thio Han Liong."jawab Kwa Kiat Lam. apakah dia punya hubungan deng Tong sia-Oey yok su? Lam Khie-Toan Thian Ngie." "siapa wanita itu?" tanya Thio Bu Ki." "oh?" Thio Bu Ki terbelalak. kemudian memandang Thio Han Liong seraya bertanya. Tong Koay-Oey suBin.song wan Kiauw. lalu bertanya lagi kepada Kwa Kiat Lam. Lam KhieToan Thian Ngie dan Pak Hong-Lim Bun Kim."Belum lama ini dalam rimba persilatan telah muncul empat jago dan seorang pembunuh misterius."Benarkah itu?" "Aku yakin benar" sahut Kwa Kiat Lam. Wanita itu she Yo-" "Betul." "Betul. Bahkan Tong Keay telah mengalahkan ketua Hwa san Pay dan Kun Lun Pay.

" jawab Thio Bu Ki. kemudian berkata pada putranya. tapi sebetulnya siapa wanita she Yo itu?" "Kemungkinan besar. kemudian terbakar lagi oleh Liak Hwee Tan yang mereka sambitkan itu.." sahut Thio Bu Ki. -ooo00000ooosementara di kuil siauw Lim sie justru terjadi sesuatu. mendadak terdengar suara tawa yang memekakkan telinga.." "Aku tidak pernah mendengar tentang para Dhalai Lhama itu. Malam hari ketika para Hweeshio sedang Liam Keng (Membaca Doa).. ayah juga akan mengajar engkau Kian Kun Taylo Ie" "ya.. siauw Liong Li berasal dari partai KouwBok Pay (Partai Kuburan Tua) yang terletak di belakang Ciong Lam san." ujar Tio Beng."Mereka berjumlah sembilan. Aku terserang oleh pukulan itu." ujar Thio Bu Ki menjelaskan. ." "saudara Kwa. "Sudahlah" Thio Bu Ki tersenyum getir.. mulai besok engkau harus giat berlatih Kiu yang sin Kang dan Thay Kek Kun. "Dia adalah turunan sin Tiauw Tayhiap Yo Ko dan siauw Liong Li. " Ya" Thio Bu Ki mengangguk. Bersamaan itu." "Haaah-. itulah kehebatan mereka. karena mereka memiliki semacam ilmu istimewa. "Han Liong..." "Begitu tinggi kepandaian para Dhalai Lhama itu?" gumam Kwa Kiat Lam. "Aku yakin tiada seorang jagopun di Tionggoan yang mampu menandingi mereka. "Bagaimana jika engkau tinggal di pulau ini? sebab kelak Han Liong masih membutuhkan bantuanmu."Dia juga yang memberi petunjuk ke pesisir mencari Paman Kwa." "oooh" Kwa Kiat Lam manggut-manggut. sekarang aku harus kembali ke Tionggoan. yang ternyata si Pembunuh Misterius." "Memang tinggi sekali kepandaian mereka." Kwa Kiat Lam terbelalak." "Baik" Kwa Kiat Lam mengangguk"Aku pun akan mengajar engkau ilmu silat tingkat tinggi. dia pasti akan ke Tionggoan. "Pantas engkau tahu namaku. kepandaian para Dhalai Lhama itu." Kwa Kiat Lam menghela nafas panjang. yakni mampu menggabungkan Lweekang mereka untuk memukul pihak lawan. bisa membentuk suatu formasi. mungkinkah mereka sudah pulang ke Tibet?" tanya Kwa Kiat Lam. "Menurutku. sehingga suara seruannya bergema ke dalam kuil. "oh ya. "itu sudah takdirYang penting dia harus jadi kaisar yang baiki adil dan bijaksana. Tak lama kemudian. Ayah" Thio Han Liong mengangguk. Thio Kauwcu Terima kasih " Thio Bu Ki tersenyum." ujar Thio Bu Ki sungguh-sungguh "oh?" Kwa Kiat Lam langsung memberi hormat. "Terima kasih. sebab. melayang turun sosok bayangan di depan kuil siauw Lim sie itu. "Aku sudah mengantar Han Liong ke mari. "Cu Goan ciang sudah mengangkat mereka jadi pengawal pribadi-" "si keparat Cu Goan ciang itu. "Keng Ti seng Ceng Keng Bun Hong Tio" seru si Pembunuh Misterius itu sambil mengerahkan Lweekang-nya. memang tidak tahu diri" caci Kwa Kiat Lam.

melainkan berusaha menangkis serangan itu dengan ilmu Kim Keng Hok Mo Ciang. lalu mengajak belasan Hweeshio itu menyingkir. Paderi tua itu tetap berdiri di tempat. " Engkau sudah ke mari" "Ha ha ha" si Pembunuh Misterius tertawa gelak "Malam ini aku ke mari untuk minta petunjuk pada Kong Bun Hong Tio" "Omitohud" sahut Kong Bun Hong Tio"Kenapa engkau membunuh para Hweeshio di sini?" "Karena aku sangat dendam pada siauw Lim Pay" ujar si Pembunuh Misterius. "Oleh karena itu. mereka berdua saling menatap. sedangkan si Pembunuh Misterius berkelebat ke sana ke mari menyerang padri tua. apabila engkau kalah atau terluka. setelah menangkis.muncullah dua Hweeshio tua dan belasan Hweeshio lain berusia lima puluhan. sepasang telapak tangannya mengeluarkan cahaya kehijau-hijauan mengarah pada Keng Bun Hong Tio." . si Pembunuh Misterius penasaran sekali. namun. Jangan cuma omong kosong. "Jurus pertama" Si Pembunuh Misterius langsung menyerangnya dengan ilmu Cing Hwee ciang. lalu menyerang Keng Bun Hong Tio dengan jurus Cing HweeBu Ceng (Api Hijau Tiada Perasaan). Kedua Hweeshio tua itu adalah Keng Ti seng Ceng dan Keng Bun Hong Tio (Ketua siauw Lim).sementara si Pembunuh Misterius sudah mulai mengerahkan Iwekangnya. Tiba-tiba ia bersiul panjang. Begitu pula Kong Bun Hong Tio. Mendadak si Pembunuh Misterius membentak sambil menyerang. " Kalau begitu. Mereka adalah siauw Lim Cap Pwee Lo Han. Kalau engkau sama sekali tidak terluka dalam sepuluh jurus. ilmunya itu memang telah mencapai tingkat kesempurnaan. malam ini aku akan mencabut nyawa kalian" "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio"Lebih baik engkau bertobat daripada terus berbuat dosa" "Sudahlah. Terjadilah pertarungan yang amat menegangkan. kemudian menukik turun sambil menggerakkan sepasang telapak tangannya menyerang ubun-ubun Keng Bun Hong Tio. Tabuhnya berputar-putar ke atas. maka harus mengantarku menemui tiga Tetua itu" "Baik" Kong Bun Hong Tio manggut-manggut. "Omitohud" ucap Kong Ti seng Ceng. aku akan memberitahukan siapa diriku dan akan segera angkat kaki dari sini. Keng Bun Hong Tio tidak berkelit. Keng Bun Hong Tio berdiri diam sambil menggerakkan sepasang tangannya. malam ini juga aku akan menantang tiga Tetua siauw lim pay" "Omitohud" Kong Bun Hong Tio menggeleng-gelengkan kepala. aku saksa harus menghadapimu" "Ha ha ha" si Pembunuh Misterius tertawa gelak "Memang harus Kita bertanding sepuluh jurus saja. Keng Bun Hong Tio balas menyerang. "Suheng" bisik Kong Ti seng Ceng. karena belum dapat merobohkan Keng Bun Hong Tio. hanya tersisa dua jurus lagi. Tak terasa sudah lewat delapan jurus. namun mendadak ia mengangkat sepasang telapak tangan ke atas menangkis serangan itu. masing-masing membawa sebatang toya.

Goan Pek LekChiu-seng Kun adalah ayahku" "Omitohud. aku kagum padamu. "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio"Kita telah bertanding sepuluh jurus." Keng Ti seng Ceng menghampirinya.. ternyata engkau anaknya seng Hwi." Keng Ti seng Ceng segera memapahnya ke dalam kuil. maka engkau harus memberitahukan tentang dirimu" ujar Kong Bun Hong Tio sambil memandangnya. Kong Bun Hong Tio yang tidak bergerak menyambut serangan itu dengan jurus Kim Kong Hok Mo (Arhat Menaklukkan iblis). sedangkan sepasang kaki Kong Bun Hong Tio semakin amblas ke dalam tanah. "Baik" si Pembunuh Misterius mengangguk "Kalian dengar. sudah sepuluh jurus mereka berdua bertanding. "Sungguh hebat ilmu pukulan cing Hwee Ciang itu. aku harus balas dendam Kalian dengar baik-baik. Prakk Terdengar huura benturan dahsyat.. si Pembunuh Misterius terpental ke atas. aku harus terus bertahan agar tidak muntah darah di hadapannya. mendadak saja cepat berjungkir balik dan langsung menyerang Kong Bun Hong Tio dengan jurus Cing Hwee sao Te (Api Hijau Membakar Bumi)." "suheng. "uaaaakh " Mendadak Keng Bun Hong Tio muntah darah segar. belasan Hweeshio itu pun ikut ke dalam. ketika benturan terjadi. sementara Keng Bun Hong Tio masih tetap berdiri di tempat... engkau harus tahu. si Pembunuh Misterius berjungkir balik ke bawahi lalu mendekati Kong Bun Hong Tio. tak lama kemudian ayahku binasa. Karena itu." "Sesuai dengan janji. "untung Kim Keng sin Kang ku telah sempurna. "Kalian semua membiarkan cia sun membutakanmata ayahku.. sepasang tangan padri tua ini mengeluarkan cahaya kekuning-kuningan menangkis sepasang telapak tangan yang bersinar kehijau-hijauan itu. aku bernama seng Hwi Hun. si Pembunuh Misterius itu terpental ke atas lagi. "Aaaa]f\. "suheng... " Engkau terluka?" Keng Bun Hong Tio mengangguk. kalau tidak mungkin aku sudah mati di tangan seng Hwi itu" .. sedangkan badan Keng Bun Hong Tio berubah agak pendeki karena sepasang kakinya amblas ke dalam tanah.Ternyata Keng Bun Hong Tio mengeluarkan jurus Kim Keng Toh Ceng (Arhat Mengangkat Lonceng).. aku tidak terluka maupun roboh di tanganmu" "Hm" dengus si Pembunuh Misterius dingin"Engkau memang hebat. Daarrr suara ledakan dahsyat memekakkan telinga.Kong Bun Hong Tio tersenyum sambil meloncat ke atas." seng Hwi melesat pergi. "suheng" Bukan main terkejutnya Keng Ti seng Ceng." Keng Bun Hong Tio duduk sambil menghela nafas panjang.si Pembunuh Misterius yang terpental ke atas. lima tahun kemudian aku akan ke mari lagi membuat perhitungan.." "Aku memang sudah tahu" potong seng Hwi. Padri tua itu sama sekali tidak terluka.

"Kini kepandaianmu sudah cukup tinggi. Malam ini. Tio Beng. "Aku justru tidak habis pikir." Thio Han Liong mendengar dengan penuh perhatian kelika Thio Bu Ki mulai menceritakan riwayat hidupnya. menurut aku lebih baik kita mohon petunjuk pada ke tiga paman guru. "Itu tidak baik." ujar Kong Ti seng Ceng." ujar Keng Ti seng ceng sambil mengerutkan kening. kini Thio Han Liong sudah berusia enam belas tahun. "Lima tahun kemudian. "Hari ini ayah akan mengajar engkau semacam ilmu pedang." Thio Bu Ki mendekatinya. Thio Bu Ki mulai mengajarnya ilmu pedang. Thay Kek Kun dan Kian Kun Taylo Ie. kalau begitu kita tunggu saja" "Tapi " Kong Bun Hong Tio menatapnya seraya berkata. "setelah berhasil menguasai Kiu yang sin Kang. kapan seng Kun beristeri?" "Tentunya sebelum jadi murid Keng Kian suheng. Thio Bu Ki. "Baik. ayah . semakin mendengar Thio Han Liong semakin tertarik. "Kita pun harus terus berlatih mempersiapkan diri untuk melawan seng Hwi lima tahun yang akan datang" "Ya. kepandaiannya pasti bertambah tinggi.stapya tiba-tiba ia berlatih Kiu im Pek Kut Jiauw-Tak terasa sudah berlalu lima tahun. Hanya saja. cuma beberapa hari ia sudah dapat menguasai ilmu pedang itu. dia akan ke mari lagi."Bagaimana luka suheng?" Tanya Keng Ti seng Ceng cemas. Thio Han Liong memang berotak cerdas. bertambah besar dan tampan. "Aku yakin seng Hwi itu telah salah paham terhadap kita. lagipula usiamu sudah enam belas tahun." jawab Keng Bun Hong Tio sambil menggeleng-gelengkan kepala. sedangkan kita bertambah tua. -ooo00000ooo Bab 11 Berangkat Ke Tionggoan Waktu terus berlalu. "Han Liong." Kong Bun Hong Tio menggelengkan kepala. dari mana dia memperoleh ilmu Cing Hwee ciang itu?" "Memang mengherankan" Kong Bun Hong Tio menghela nafas panjang. Ayah harus menceritakan tentang diri ayah dan ibu kepadamu sekarang. Aku tahu. entah apa yang akan terjadi-" "suheng. sementara itu Thio Han Liong terus berlatih Kiu yang sin Kang. Ayah" ucap Thio Han Liong." ujar Thio Bu Ki. "Tapi. "Han Liong. Aku kuatir siauw Lim Pay akan dihancurkannya." "suheng. "Tidak apa-apa. sebab Seng Hwi kelihatan sudah berusia tiga puluhan." "Terima kasih. Kwa Kiat Lam dan Thio Han Liong duduk di dalam gubuki saat itu wajah Thio Bu Ki tampak agak serius. tentunya menceritakan yang bukan-bukan pada seng Hwi" "sutee" Keng Bun Hong Tio menggeleng-gelengkan kepala. suheng" Kong Ti seng ceng mengangguk. "Lima tahun kemudian. kecuali terpaksa" Kong Ti seng Ceng manggut-manggut. aku harus beristirahat beberapa bulan agar bisa pulih. seng Kun sangat licik.

" tambah Thio Bu Ki." "Tapi Cu Goan ciang begitu jahat" "Dia jahat karena khawatir ayah akan memberontak terhadapnya." Thio Bu Ki menatapnya. Mohon petunjuk pada sucouw bagaimana mengalahkan para Dhalai Lhama itu" "Ya.. "Engkaupun harus ke kuil siauw Lim Sie menemui Kakek Cia sun. "Han Liong. "Engkau tidak mampu melawan para Dhalai Lhama itu." "Beng Kauw berhasil meruntuhkan Dinasti Goan." Thio Bu Ki tersenyum. "Engkau harus membunuh cu Goan ciang. sesungguhnya dia seorang kaisar yang baik dan sangat memperhatikan nasib rakyat" "Tapi wajah ayah dan ibu?" "Ini semua perbuatan para Dhalai Lhama." "Jangan" potong Thio Bu Ki. "Han Liong. ayah diangkat sebagai Kauwcu.. maka jangan coba mencari mereka" "ya.. maka ibu ikut ayahmu. dia mengutus pasukan pilihan untuk membunuh ayah dan ibumu.. "Padahal Cu Goan ciang adalah anak buah ayahmu.meninggalkan lembah itu. "Ayah sama sekali tidak berniat jadi kaisar. "Cu Goan ciang itu memang jahat. pasti akan terjadi peperangan lagi. namun karena mencintai ayahmu. Ayah" "Setelah itu. "Oh ya." Thio Han Liong mengangguk. lalu menyatukan mo Kauw yang dalam pertikaian. kenapa ayahnya berpesan begitu padanya? Mungkinkah ayahnya akan menyuruhnya ke Tionggoan? Tanyanya dalam hati"Han Liong. setelah itu secara licik sekali Cu Goan ciang mengangkat dirinya sebagai kaisar" sela Kwa Kiat Lam. kalau engkau membunuh cu Goan ciang. sejak itu berdirilah Beng Kauw. "Han Liong. ayah berjuang hanya demi membebaskan penderitaan rakyat." Thio Bu Ki menggeleng-gelengkan kepala." "oh?" Thio Han Liong terbelalak mendengar hal itu. "Benar" Tio Beng tersenyum." "Tapi " sela Kwa Kiat Lam lagi. seharusnya ayahmu yang jadi kaisar" "oh?" Thio Han Liong memandang ayahnya. "Pantas Paman Kwa memanggil Ayah Kauwcu. engkau tidak boleh membunuh Cu Goan ciang." ujar Kwa Kiat Lam.Dia merasa heran."Engkau boleh ke Tionggoan esok bersama Paman Kwa-" ." sahut Thio Bu Ki. "Ibu adalah Putri Mongol. aku akan ke gunung soat san mencari soat Lian itu untuk menyembuhkan wajah ayah dan ibu-" "Itu tidak gampang.. engkau harus ke gunung Bu Tong menemui sucouw dan lainnya." "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut. Ayah" Thio Han Liong mengangguk"Tapi. Rakyatlah yang akan menderita." "Han Liong." Thio Bu Ki menggelengkan kepala." "Cu Goan ciang kok begitu jahat?" Thio Han Liong mengerutkan kening. "Sesungguhnya ibumu adalah orang Mongol...

" "Ayah." seru Thio Han Liong girang. "Paman Kwa." Thio Bu Kie menggeleng-gelengkan kepala. "Nak. "Ya. jangan terlampau gampang mempercayai orang Lebih-febih terhadap orang yang bermulut manis. "Wuah" Nelayan tua itu terus menatapnya d eng a n penuh perhatian. Namun tiba-tiba ia terbelalak karena melihat seorang nelayan tua duduk takjauh dari situ. "sampai di Tionggoan. cepatlah engkau pulang" "Beng Moay " Thio Bu Ki menggeleng-gelengkan kepala.Nak."Ayah -" Dugaan Thio Han Liong tidak meleset. sebuah kapal berlabuh di pesisir utara.aku pasti mengantar engkau" "Terima kasih Paman Kwa. kemudian tampak dua orang meloncat turun dari kapal itu. jangan lupa itu" pesan Thio Bu Ki.. Thio Han Liong berjalan pergi. "Paman tua sudah lupa?" "Engkau. "siapa engkau?" "Paman tua. "Han Liong.. . " Tapi alangkah baiknya wajah kita bisa sembuh. Mereka adalah Kwa Kiat Lam dan Thio Han Liong. " Mungkin engkau akan merasa sebal melihat wajahku yang telah rusak ini." pesan Tio Beng. "Engkau harus berhati-hati dalam pengembaraanmu." "Bu Ki Koko." " Terima kasih. ya. Han Liong" sahut Kwa Kiat Lam." ucap Thio Han Liong." Tio Beng tersenyum dan menambahkan." ujar Tio Beng dengan suara rendah"Lambat laun engkau akan merasa bosan terhadap wajahku-" "Tentu tidak-" Thio Bu Ki tertawa. "Biarkan saja wajah kita begini. Ibu" ujar Thio Han Liong berjanji. kita tetap tinggal di pulau ini. "selamat tinggal" "Han Liong" Kwa Kiat Lam tersenyum. engkaukah anak kecil itu?" Nelayan tua itu tertawa gembira." ucap Tio Beng. "Mudah-mudahan engkau berhasil mendapatkan Teratai salju itu" "Beng Moay . Ayah" "Nak. ternyata benar Thio Bu Ki menyuruhnya ke Tionggoan. "Paman tua Paman tua. "Betul" Thio Han Liong mengangguk. kan?" "Itu tidak mungkin. Ibu" Thio Han Liong mengangguk. Tiada orang lain yang akan menyaksikan wajah kita. "Aku pasti ke gunung soat san untuk mencari Teratai salju itu. Kapan engkau ingin pulang ke pulau Hong Hoang to..." "Ya. Nelayan tua itu menatapnya dengan mata terbeliak lebar. engkau pun harus mengunjungi Tan Ek seng dan Lie Ceng Peng yang telah berbudi padamu. Ayah" Thio Han Liong mengangguk." Tio Beng menatapnya seraya berkata. "Apabila engkau berhasil mendapatkan soat Lian itu. aku tetap berada di sini. "Selamat jalan. besok pagi engkau boleh berangkat ke Tionggoan bersama Paman Kwa" "ya. lima tahun lalu kita pernah bertemu di sini" sahut Thio Han Liong. sampai jumpa" "sampai jumpa.

.. aku adalah Thio Liong. Mari masuk" "Terimakasih. "untuk biaya Paman tua dan kuda itu. maka segeralah ia menuju ke rumah Tan Ek Seng. ternyata ia teringat akan Tan Giok Cu. "Engkau.. aku ingin menemui Paman Tan.. "Engkau mau mencari siapa?" "Bibi Hiang.. kepala desa itu. "Paman tua tidak menjual kuda itu?" "tidak." ucap Thio Han Liong. "Be begini banyak?" "Paman tua" Thio Han Liong tersenyum. aku sudah tidak ingat lagi. Beberapa hari kemudian." Nelayan tua itu tertawa gembira. "Engkau.. Wajahnya berseri-seri." sahut Thio Han Liong. "Kudamu itu bertambah gemuki aku mengurusinya dengan baik" "Apa?" Thio Han Liong tertegun. "Oh ya" Nelayan tua itu teringat sesuatu." "Oooh" Thio Han Liong manggut-manggut. dia adalah kawanku satu-satunya. "Bibi Hiang." Nelayan tua itu terbelalak melihat uang perak tersebut. "Tuan NYonya" teriak Ah Hiang.. Masa Bibi Hiang lupa?" Thio Han Liong tersenyum." sahut Ah Hiang." Wajah Thio Han Liong kemerah-merahan... "Eh?! Tercengang Ah Hiang." Nelayan tua itu menggelengkan kepala. tapi lupa."Kini engkau sudah besar dan tampan sekali. kemudian memberikannya puluhan tael perak"Eeeh? Anak muda. engkau adalah Thio Liong?" Ah Hiang tertegun. sehingga membuat mulut nelayan tua itu ternganga lebar.. "Tuh Tamu istimewa" "oh?" Lim soat Hong memperhatikan Thio Han Liong yang berdiri di situ. "Walau aku miskin. hati-hati terhadap anak gadis lho" "Paman tua. engkau sudah besar dan tampan sekali." Thio Han Liong tersenyum. "Ada tamu istimewa" sahut Ah Hiang sambil menunjuk Thio Han Liong. . (Bersambung keBagian 06) Jilid 6 "Sungguh hebat kepandaian anak muda itu Ha ha ha.. Mereka terkejut akan suc. tapi tidak sampai hati menjual kuda itu. "Kok engkau tahu namaku?" "Tentu tahu. "Anak muda" Ah Hiang pelayan di rumah itu menatap Thio Han Liong dengan penuh keheranan. "Ah Hiang. ada apa?" tanya Lim Soat Hong. Thio Han Liong sudah tiba di desa Hok An.ra teriakan Ah Hiang. sampai jumpa" Thio Han Liong melesat pergi. NYonya itu merasa kenal. "Bibi Hiang sudah lupa kepadaku ya?" "siapa engkau? Aku. "Ada tamu istimewa" Tan Ek Seng dan Lim soat Hong berhambur ke luar dari kamar menuju ruang depan.

engkau kenal anak muda itu?" "Kelihatannya memang kenal.. "Aku tak men angka dia sudah punya guru. "Dia ke mana?" Thio Han Liong heran.. melainkanpergi bersama gurunya. "Adik manis sudah jadi murid Bibi Yo-" "Betul. "Engkau sudah besar. "Mungkin Adik manis belum menguasai semua ilmu Bibi Yo. Kini sudah lewat lima tahun.. engkau adalah Thio Han Liong?" "Betul-" "Han Liong .. kami kami girang sekali-" "Bibi.. barulah kita bercakap." Wajah Thio Han Liong berseri-seri. dia belum pulang-" sahut Lim soat Hong. ." ujar Thio Han Liong. Ah Hiang segera menyuguhkan teh lalu mengundurkan diri. dia sudah berjanji. "Aku sudah lupa siapa dia?" "Paman.. "Apa?" Thio Han Liong terbelalak "Di belakang Ciong Lam San terdapat Kuburan Mayat Hidup. "Kalau begitu. tapi." "Itu tidak apa-apa. lima tahun kemudian Giok Cu pasti pulang.. Di mana tempat tinggal gurunya itu?" "Di belakang gunung Ciong Lam san" sahut Tan Ek seng. tapi Giok Cu masih belum pulang. di mana Adik manis?" tanya Thio Han Liong mendadak"Dia.Burung Rajawali dan Pasangan Pendekar tidak muncul lagi di dunia Kang-ouw." "Tidak salah-" Tan Ek seng manggut-manggut.. "Kenapa dia meninggalkan rumah? Apa yang terjadi atas dirinya?" "Han Liong" Lim Soat Hong tersenyum. "Aku adalah Thio Han Liong."suamiku. "Engkau rindu kepada Giok Gu?" "Ya." Lim soat Hong membelainya." "oooh" Thio Han Liong langsung menarik nafas lega.. "Dia tidak terjadi apa-apa." Thio Han Liong mengangguk.." Lim soat Hong mengangguk. Bibi" panggil Thio Han Liong sekaligus memberi hormat." "Hah?" Tan Ek seng dan Lim soat Hong terbelalak"Engkau. "sebelum Nona Yo membawa pergi Giok Cu.. "Mari kita duduk. dia pasti sudah besar juga-" "Entahlah-" Tan Ek Seng menggelengkan kepala. "Han Liong" Tan Ek seng menatapnya seraya bertanya.cakap" Mereka duduk. "Dia. "Han Liong" Tan Ek seng tersenyum seraya berkata." Tan Ek seng menggeleng-gelengkan kepala. "Sebab sudah lima tahun dia meninggalkan rumah." "Apa?" Wajah Thio Han Liong langsung berubah pucat..

." Ucapan tersebut membuat Lim soat Hong dan Tan Ek seng saling memandang. "Aku tidak akan berubah terhadap Adik manis. aku. kemudian menatapnya seraya bertanya. Paman?" tanya Thio Han Liong tidak mengerti. aku cuma suka kepada Giok Cu... "Paman" ujar Thio Han Liong sungguh-sungguh. begitu pula Tan Ek seng. "Engkau tinggal di sini menunggu Giok Cu pulang...Memang ada baiknya bertanya secara terang-terang begitu. sebab ke dua orangtua Tan Giok Cu bertanya kepada Thio Han Liong tentang itu.. siapa tahu engkau sudah berubah" "Berubah bagaimana." ujar Thio Han Liong sungguh-sungguh"Apa-bila dia tidak mencintaiku. ya?" Lim soat Hong tertawa gembira.Kemudian Tan Ek seng tertawa gelak tampak gembira sekali"Ha ha ha Bagus.Namun namanya juga orangtua.." "Bagaimana kalau engkau bertemu anak gadis yang lebih cantik daripada Giok Cu? Apakah engkau akan terpikat?" tanya Lim soat Hong mendadak." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. "Kini engkau sudah besar.. padahal itu adalah urusan Thio Han Liong dengan Tan Giok Cu. bagus Engkau memang anak yang berpengertian." sahut Thio Han Liong sambil menundukkan kepala. "Giok Cu sangat menyukaimu. Bibi. "Kami berani menjamin bahwa Giok Cu juga mencintaimu." Wajah Thio Han Liong berubah kemerahmerahan." sahut Lim soat Hong serius. aku. sebab cinta yang suci murni tidak bisa dipaksa. jadi orang pun bisa berlega hati"Lama sekali. aku tidak akan suka kepada gadis lain.. engkau mencintainya?" "Aku.. Ketika masih kecil. "Han Liong" Tan Ek seng menatapnya sambil tersenyum. "Han Liong. betulkah engkau menyukai Giok Cu?" "Betul." "Jangan khawatir. kami gembira sekali-" Cukup menggelikan pembicaraan mereka.. Itu tidak baik. Tentunya engkau tidak akan menolak kan?" ." "Itu memang mungkin." "syukurlah" ucap Lim soat Hong.. "Bibi. "Ya" Thio Han Liong mengangguk "Han Liong." "Ya. tentunya ingin tahu mengenai itu." Thio Han Liong mengangguk"Han Liong" Lim soat Hong memberitahukan. maka engkau tidak boleh mengecewakannya." usul Tan Ek seng." Thio Han Liong mengangguk lagi. Kini. "Maksudku engkau terhadap Giok Cu" sahut Tan Ek seng. janganlah dipaksa." "oh. "Giok Cu belum pulang-" "Begini saja. kini engkau sudah besar.maka Bibi Yo belum memperbolehkannya pulang. "Aku memang mencintainya." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala." "Bibi.. "Tapi. "Belum tentu Giok Cu mencintaiku.." Lim soat Hong manggut-manggut. "Aku.. engkau suka kepada Giok Cu.

"sebaliknya kami malah merasa gembira sekali. Bibi kenapa?" tanya Thio Han Liong. "Aaah " Lelaki itu menghela nafas panjang sambil duduk"Paman. bukankah aku akan merepotkan Paman dan Bibi?" "Tentu tidak. "Aku mengerti sedikit ilmu pengobatan. "Mari ikut aku ke dalam" Thio Han Liong mengangguk. bagaimana mungkin para tabib itu tak mampu mengobati Bibi?" "Aaahhhh" Tan Ek seng menghela nafas panjang lagi. Bolehkah aku memeriksa Bibi?" "oh?" Tan Ek seng menatapnya heran. "ISieriku" Tan Ek seng memberitahukan. Tan Ek seng segera memapahnya ke kamar. Yo telah memberitahukan kepada kami.Thio Han Liong mendekatinya sekaligus memeriksa nadi nYonya itu dengan intensif. Thio Han Liong tetap duduk di situ dengan kening berkerut kerut." "Tidak apa-apa?" tanya Tan Ek Seng. "Tidak apa-apa. sungguh" "Terimakasih. "sebetulnya iSieriku mengidap penyakit apa?" "Penyakit wanita" Thio Han Liong memberitahukan."Paman.aku yakin Paman ingin tahu tentang orangtuaku. "Apakah Bibi mengidap semacam penyakit aneh? Kalau tidak.. Lim soat Hong berbaring di tempat tidur." "ISieriku" Tan Ek seng cepat-cepat memegang tangannya. "Nona ." Tan Ek seng manggut-manggut dengan wajah agak berseri.. wajahnya tampak meringis seakan menahan sakit. "sudah setengah tahun dia begitu Entah sudah berapa banyak tabib yang ke mari mengobatinya. Paman" ucap Thio Han Liong. "Engkau mengerti ilmu pengobatan? siapa yang mengajarmu?" "Ayahku. "oh ya. la tercengang karena mendadak nYonya itu sakit perut. "sebab Bibi datang haidnya tidak cocok. tapi tiada seorang pun yang dapat menyembuhkannya. "Itu sungguh membingungkan" "Paman" Thio Han Liong tersenyum seraya memberitahukan. "Aduuuh" Mendadak Lim soat Hong menjerit dan wajahnya pun mulai memucat." sahut Tan Ek seng. maka menimbulkan penyakit itu" .." "Oooh" Thio Han Liong manggut-manggut. Berselang beberapa saat kemudian. kalau aku tinggal di sini. " Aduuuuuuh. dia ingin memeriksa penyakitmu." Lim soat Hong tersenyum." Lim soat Hong mengangguk. "sakit perut-" Tan Ek seng memberitahukan. "Perutmu mulai sakit lagi?" Lim soat Hong mengangguk sambil mendekap perutnya. "Han Liong juga mahir ilmu pengobatan. Thio Han Liong tersenyum seraya berkata. lalu mengikuti Tan Ek seng ke kamarnya." "Kami sudah tahu." Thio Han Liong heran. Berselang beberapa saat kemudian. Tan Ek seng kembali ke ruang depan dengan wajah murung.

" "Bibi" Thio Han Liong memberitahukan." Wajah Thio Han Liong kemerah-merahan."oooh" Tan Ek seng manggut-manggut. aku cuma mengerti sedikit ilmu pengobatan. namun Tan Giok Cu masih belum pulang. karena merasa malu terus dipuji oleh Lim soat Hong dan Tan Ek seng. "Engkau masih kecil. Walau sudah lewat belasan hari... berapa usiamu sekarang?" "Enam belas. engkau memang hebat sekali. "Aku akan menunggu sepuluh hari." Thio Han Liong menundukkan kepala. "Bibi. "Percayalah... kemudian menyuruh Ah Hiang pergi beli obat tersebut. "usiamu baru enam belas." ujar Lim soat Hong sambil mengacungkan jempolnya ke hadapan pemuda itu. "Aku. sebetulnya kami ingin menahanmu tetap tinggal di sini. Han Liong. itu sungguh luar biasa" "Terima kasih atas pujian Paman. kami sungguh kagum kepadamu" "Paman. lalu diserahkannya kepada Tan Ek seng." "Ha ha" Tan Ek seng tertawa. tapi engkau punya urusan di gunung Bu TOng. "Giok Cu masih belum pulang. "Beli obat ini.Engkau harus ke mari lho" . "Jangan terlampau merendahkan diri oh ya.. ia terpaksa berpamit. "Han Liong." "Han Liong" Tan Ek seng menatapnya dengan kagum. Thio Han Liong tinggul di rumah Tan Ek seng. aku pasti ke mari" jawab Thio Han Liong.. "suruh dia tunggu.. tapi aku. Beberapa hari kemudian setelah makan obat godokan itu.. kami akan menyuruhnya tunggu di rumah.." "Paman. aku terpaksa berangkat ke gunung Bu Tong. "Han Liong. "Ha ha" Tan Ek seng tertawa. Lim soat Hong sembuh dari penyakit yang dideritanya." "Bukan main" Tan Ek seng menggeleng-gelengkan kepala. "Baiklah kami tidak akan menahanmu." "Bagaimana kalau engkau pergi dia malah pulang?" tanya Lim soat Hong.." ucap Tan Ek seng sambil menerima resep obat ilu. Thio Han Liong segera membuka resep. Kalau Giok Cu pulang. penyakit Bibi pasti sembuh" "Terima kasih. "Tidak lama lagi Giok Cu pasti pulang. bahkan juga kagum sekali pada Thio Han Liong. "Baiklah-" Lim soat Hong manggut-manggut. namun memiliki berbadai ilmu.. cukup tiga bungkus saja" ujar Thio Han Liong dan menambahkan. sedangkan aku harus segera pergi ke gunung Bu TOng.." "Tunggu saja di sini" ujar Lim soat Hong. tapi sudah begitu hebat." Mendadak Thio Han Liong menggelengtelengkan kepala. oleh karena itu.. Betapa gembiranya nYonya itu. kalau Giok Cu belum pulang.." Tan Ek seng menggeleng-telengkan kepala. "Mau merendahkan diri merupakan sifat yang baik sekali.

" "Sudah pasti dia akan jadi menantu kita. sungguh beruntung kita kalau dia jadi menantu kita. "Sayang sekali Giok Cu belum pulang. begitu bertemu pasti saling mencinta. "Engkau Thio Han Liong? Cuma berpisah beberapa tahun. Wanita muda itu adalah Lie Goat Hiang.. "Aku tidak menyangka Han Liong sudah begitu besar. "Hati-hati dalam perjalanan" "Ya" Thio Han Liong mengangguk lagi. "Anak muda. berpapasan dengan seorang wanita muda menggandeng seorang gadis kecil berusia tiga tahunan. tampan.. syukurlah" . Apakah Paman sudah lupa?" Thio Han Liong memberitahukan sambil tertawa kecil. barulah Lie Cong Peng mendekati Thio Han Liong. "Eh? siapa gadis kecil ini?" "Ini adalah putriku" Lie Goat Hiang memberitahukan. "Kakak Hiang masih ingat kepadaku. baik hati dan amat hebat pula. "Karena dia dan Giok Cu sudah saling menyukai.. "Kakak Hiang" seru Thio Han Liong girang.. ayahnya bernama un Kong Liang... Lie Cong Peng terbelalak. "Tidak" Thio Han Liong tersenyum."Ya" Thio Han Liong mengangguk. Ha ha ha.. "Namanya Un Hui suan.." Lie Cong Peng memperhatikannya. usai mengajar. engkau mau belajar ilmu silat di sini?" tanyanya. Lie Goat Hiang terbelalak"Engkau adalah Adik Liong?" "Betul-" Thio Han Liong mengangguk. barulah Tan Ek seng dan Lim soat Hong masuk ke rumah. engkau sudah sedemikian besar?" "Paman. lalu melangkah pergi meninggalkan rumah Tan Ek seng. di mana Kakak Hiang?" "Ada di dalam. Bibi" "selamatjalan. setelah Thio Han Liong tidak kelihatan. Han Liong" sahut Tan Ek Seng." Lie Goat Hiang langsung menggenggam tangannya erat-erat. kemudian tersenyum seraya berkata." Lim soat Hong menghela nafas panjang. "Adik Liong." setelah tiba di kota Keng TU. Thio Han Liong berdiri di situ sambil menyaksikannya. "Memang sayang sekali. "Engkau siapa?" "Aku Han Liong. " Tan Ek Seng menggeleng-gelengkan kepala. Thio Han Liong mampir ke rumah Lie Cong Peng. Ternyata Lie Cong Peng sudah tidak mengenalinya lagi. "Apakah Paman sudah lupa kepadaku?" "Engkau."sampai jumpa Paman. Kebetulan guru silat Lie itu sedang mengajar para muridnya ilmu silat di pekarangan. Mari kita ke dalam" Lie Cong Peng mengaiak Thio Han Liong ke dalam rumah." sahut Tan Ek seng sambil tertawa gembira." "Ternyata Kakak Hiang sudah punya suami dan anak." "Adik Liong. kini engkau sudah besar dan bertambah tampan lho" "Kakak Hiang" Thio Han Liong tersenyum.

. sebab aku hobi sekali akan ilmu silat-" "Han Liong" Lie Cong Peng tersenyum. "Suamiku" Lie Goat Hiang memperkenalkan. dan pembantu segera menyuguhkan tehTak lama muncullah seorang lelaki berusia tiga puluhan yang ternyata un Kong Liang. mari kita duduk" ujar Lie Cong Peng. "Terus terang. Itu tidak apaapa-" "Baiklah-" Thio Han Liong mengangguk. Waiah un Kong Liang langsung berseri. "Kini engkau sudah besar." "Paman kecil sayang Hut suan?" tanya gadis kecil itu mendadak"sayang. "Adik Liong" Lie Goat Hiang menatapnya dengan wajah berseri-seri. terimalah hormatku" "Sama-sama" sahut un Kong Liang sekaligus balas memberi hormat. cepat panggil paman kecil" ujar Lie Goat Hiang kepada putrinya"Paman kecil" Gadis kecil itu langsung memanggilnya"Anak manis" Thio Han Liong membelainya"Engkau sungguh cantik manis." Thio Han Liong menggeleng-telengkan kepala.. kan?" "Biasa-biasa saja. "Dia adalah Thio Han Liong yang pernah kuceritakan kepadamu.. sayang sekali-" Thio Han Liong membelainya lagu "Han Liong."jawab Thio Han Liong merendah.la memang berkepandaian tinggi. Mereka duduk. aku mengaku kalah saja" ujar Thio Han Liong sungguh-sungguh "Jadi tidak usah main-main beberapa jurus-" "Han Liong" desak un Kong Liang.Thio Han Liong tersenyum. "Han Liong" un Kong Liang tersenyum. Thio Han Liong melayaninya dengan gesit.. Kebetulan Thio Han Liong dalang. maka ia ingin mencoba kepandaian anak muda itu Mereka berdiri berhadapan. "Han Liong. "Adik Liong" Lie Goat Hiang tersenyum. ya. Lantaran Lie Goat Hiang sering menceritakan tentang kepandaian Thio Han Liong. la berkelit ke sana ke . kelak pasti menjadi gadis rupawan. setelah ke duanya saling memberi hormat un Kong Liang mulai menyerangnya. "Temanilah dia main-main beberapa jurus. "Hui suan." "oooh" un Kong Liang manggut-manggut sambil tersenyum. aku pun pernah belajar ilmu silat.. lalu memberi hormat seraya berkata dengan sopan. "Engkau harus tahu. kepandaianmu pasti bertambah tinggi." desak un Kong Liang lagi.kemudian mereka duduk. Thio Han Liong segera bangkit berdiri. "Jangan mengecewakan aku. "Aku mohon petunjuk.. "Kakak ipar." Thio Han Liong tampak ragu. membuatnya penasaran. kepandaian suamiku cukup tinggi lho" "Kalau begitu." "Kakak ipar. Bagaimana kalau kita main-main beberapa jurus?" "Itu.

Betapa cemasnya Lie Goat Hiang ketika melihat suaminya terpental." un Kong Liang memberitahukan. sepasang tangannya berderak lemas menangkis serangan-serangan itu. kini engkau tidak penasaran lagi kan?" "Ya." Thio Han Liong memberitahukan. Mereka memandang Thio Han Liong dengan mata terbelalak dan mendadak un Kong Liang memberi hormat seraya berkata. Aku mengaku kalah" "Aku -" Thio Han Liong menundukkan kepala karena hatinya merasa tidak enak"Ha ha ha" Lie Cong Peng tertawa o elaki "Kong Liang. Buuuuk un Kong Liang terpental beberapa depaUntung Thio Han Liong hanya menggunakan lima bagian Iweekangnya. maka un Kong Liang tidak terluka. sungguh menggembirakan" "Kakak ipar kenal ayah?" "Aku pernah melihat ayahmu. lalu menangkis serangan itu dengan Kiu Yang stn Kang. Tampak badannya berputar-putar mengelilingi Thio Han Liong." tanya un Kong Liang penuh perhatian. itulah gerakan song Hong soh Te (Angin Puyuh Menyapu Bumi). "Engkau terluka?" "Tidak-" un Kong Liang menggelengkan kepala. Betapa terkejutnya un Kong Liang." un Kong Liang mengangguk."jawab Thio Han Liong. "Han Liong. namun gugur di medan perang.mari menghindari serangan uang bertubi-tubi itu Un Kong Liang bertambah penasaran. "Ayahku adalah anggota Beng Kauw. "suamiku. "Ternyata engkau adalah putra Thio Kauwcu. serangan-serangan yang makin dahsyat itu membuat Thio Han Liong harus mengeluarkan Thau Kek Kun. Ternyata ia mengeluarkan jurus simpanannya. "siapa Ayah dan ibumu?" "Ayahku bernama Thio Bu Ki. Thio Han Liong terperanjat juga menyaksikan serangan itu Maka cepat-cepat ia menggerakkan sepasang tangannya membentuk beberapa lingkaran. "Ayah dan ibumu baik-baik saja?" "Kedua orangtuaku baik-baik saja. karena ia mulai terdesak. bolehkah aku tahu siapa gurumu?" "Aku belajar dari Ayah dan ibu. "Han Liong." "Haaah?"Betapa terkejutnya un Kong Liang. "Hidup tenang di Pulau Hong Hoang to-" . "Kepandaian Han Liong memang tinggi sekali-" "Kakak ipar" Thio Han Liong mendekatinya"Maafkan aku" "Tidak apa-apa-" un Kong Liang tersenyum"Kepandatanmu memang tinggi sekali. dan ia langsung melesat ke arahnya. pada waKiu itu aku masih kecil. kemudian ia pun balas menyerang." tanyanya cepat." "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut.Mendadak ia bersiul panjang sambil menyerang. maka mulailah ia mengeluarkan jurus-jurus simpanannya. kemudian memandang Thio Han Liong seraya bertanya. begitu pula Lie Cong Peng danputrinya.

akhirnya dia yang menjadi kaisar-" "sebetulnya ayahku tidak berniat menjadi kaisar. maka ayahku sudah merasa puas. Begitu pula un Kong Liang dan Lie Goat Hiang." "Ayahmu memang berjiwa besar. Tiba-tiba muncul belasan orang. "Kok begitu buru-buru?" "Karena aku harus pergi ke gunung Bu Tong. "Han Liong" Lie Cong Peng tertawa gembira.. Kini rakyat sudah hidup makmur.. mereka bersantap dan bersulang sambil tertawa gembira. ayahmu yang harus menjadi kaisar. Padahal beliau masih bisa memberontak terhadap Cu Goan Ciang. "Biar bagaimana pun kami harus mengajakmu makanmakan malam ini.Keesokan harinya.Hari ini engkau ke mari.Besok pagi saja engkau berangkat. "Telah enam tahun lebih kita berpisah. namun justru tidak mau. berangkatlah Thio Han Liong ke gunung Bu TOng. «pada waKiu itu aku termasuk buronan kerajaan. Ayahku menghimpun kekuatan Beng Kauw hanya semata-mata berjuang demi rakyat. dan mereka menatap Thio Han Liong dengan tajam sekali"Anak muda" tanya salah seorang dari mereka. Pagi ini tampak seorang pemuda sedang mendaki gunung itu melalui jalan yang sempit." "Pikiranmu sungguh panjang waKiu itu" Lie Cong Peng manggut-manggut. "Padahal usiamu masih kecil sekali-" "Paman" ujar Thio Han Liong mendadak"Aku. "Mau apa engkau ke mari? Ini adalah tempat Bu TOng Pay" "Maaf" ucap Thio Han Liong"Apakah aku berhadapan dengan murid-murid Bu Tong Pay?" "Betul" sahut orang itu"Cepat katakan siapa engkau dan mau apa ke mari?" . Kenapa tidak dari dulu engkau memberitahukan kepadaku?" "Sebab aku tidak mau menyusahkan Paman" ujar Thio Han Liong. Bab 12 Meninggalkan Kuburan Tua Panorama di gunung Bu TOng sungguh indah meNak. hawa udara di situ pun sejuk menyegarkan." "Han Liong" bujuk Lie Goat Hiang. aku mau mohon diri-" "Apa?" Lie Cong Peng tertegun."Padahal sesungguhnya. "Tak disangka engkau adalah putra Thio Bu Ki yang amat terkenal." "Ayahku lebih senang hidup tenang dan damai di Pulau Hong Hoang TO.ubkan. maka kami harus menjamumu-" "Tidak usah-" "Han Liong" desak Lie Cong Peng. Pemuda itu adalahThioHan Liong." un Kong Liang menggeleng-Gelengkan kepala"secara licik Cu Goan Ciang merebut kekuasaan Beng Kauw.. Tapi-. la merasa tidak enak kalau menolakMalam harinya." "Baiklah-" Thio Han Liong mengangguk.. telah tiba di gunung tersebut. tidak mau pusing akan urusan rimba persilatan lagi-" "Yaah" un Kong Liang menggeleng-telengkan kepala. Terdengar kicauan burung dan suara aiHerjun.

AYoh cepat pergi" bentak salah seorang yang lain dengan sikap kasar pula." TOa suheng itu berpikir lama sekali. mari ikut aku ke dalam" "Terima kasih." "Bagaimana kalau dia bohong?" tanya orang yang dipanggil suheng itu. lalu ke dalam untuk melapor kepada gurunya. lalu mengikuti mereka ke atas.. "saudara-saudara sekalian. menuju sam Cing Koan. "Tentunya kalian tahu ilmu silat apa yang kuperlihatkan barusan. sebab akan bertemu sucouw Thio sam Hong dan lainnya.Aku kemari ingin menemui guruguru kalian.. Berselang beberapa saat." ucan Thio Han Liong. "Lebih baik kita antar dia menemui guru."Namaku Thio Han Liong. aku harap kalian sudi mengantarku ke sam Cing Koan (Kuil Bu Tong Pay) menemui beliau-beliau itu" "Engkau punya hubungan apa dengan guru-guru kami?" tanya orang itu dengan kening berkerut. "Engkau mau bertanggung-jawab?" "Aku." orang itu menundukkan kepala. percayalah kepadaku" ujar Thio Han Liong. siapa engkau dan dari mana engkau belajar Thay Kek Kun?" . Kakek In dan lainnya" ujar Thio Han Liong dengan sabar. dan kemudian mendadak bergerak memperlihatkan beberapa jurus Thay Kek Kun. lagi pula dia bisa Thay Kek Kun pertanda dia punya hubungan dengan partai kita. "saudara-saudara sekalian. "Guru sudah menunggu. bukan?" "Dari mana engkau mencuri belajar Thay Kek Kun?" bentak orang uang dipanggil suheng itu. kelihatannya dia tidak bohong. "sudah kukatakan tadi. percayalah" "suheng" ujar yang lainnya lagi. sampai di depan kuil tersebut. "Hubungan kami erat sekali" sahut Thio Han liong. la mengikuti orang itu ke dalam dengan wajah berseri. bahwa aku punya hubungan erat dengan Bu TOng Pay. Di ruang depan tampak duduk beberapa orangtua." sahut Thio Han Liong.." song Wan Kiauw menatap Thio Han Liong dengan tajam sekali"Anak muda. "Thio Han Liong? Kami tidak pernah mendengar namamu. "Aku ingin menemui Kakek song. "Pemuda ini yang ingin menemui Guru." ucap Thio Han Liong. Thio song Kee dan jie Lian Cu. "Guru" orang itu memberi hormat dan melapor. jie Thay Giam. yakni song Wan Kiauw. Aku harap kalian sudi mengantarku ke sam Ctng Koan menemui guru-guru kalian" "TOa suheng. si Toa suheng itu sudah kembali ke situ dan berkata kepada Thio Han Liong. Dia pun bisa Thay Kek Kun. setelah itu barulah mengangguk"Baiklah. Toa suheng menyuruh Thio Han Liong menunggu di situ. "Saudara.Mari ikut kami ke atas" "Terima kasih.

"Han Liong. mereka adalah jie Lian ciu. "oooh" song Wan Kiauw manggut-manggut. "Engkau. "Di Pak Hai terdapat pulau itu?" "Karena di pulau itu terdapat burung Hong Hoang. "Han Liong. "ibuku adalah Tio Beng. Tinggal di Pulau Hong Hoang To. "Ada urusan apa kalian ke mari?" tanya Thio sam Hong. di Pak Hai" "Pulau Hong Hoang to?" song Wan Kiauw mengerutkan kening. Guru. bangun dan duduklah Mari kita bercakap-cakap" "Ya. Mereka segera duduk. bukankah masih ada Kakek In?" tanya Thio Han Liong. "Tapi ada seorang tamu istimewa ke mari. Namaku Thio Han Liong" "Thio Han Liong?" song Wan Kiauw menatapnya dengan penuh perhatian." "Tamu istimewa yang masih muda?" tanya Thio sam Hong tanpa membuka matanya. "Ayah yang mengajarku Thay Kek Kun." song Wan Kiauw mengangguk"Kalian. "Ya. namun Thio Han Liong justru . Guru Besar Thio sam Hong sedang duduk bersila di dalam ruang itu dengan mata terpejam."Kakek" panggil Thio Han Liong sekaligus bersujud di hadapan mereka dan memberitahukan. "Nak. engkau adalah anak Thio Bu Ki?" "Betul. Thio song Kee dan Jie Thay Glam" "Kakek song. maka ayah menamai pulau itu Hong Hoang TO." sahut song wan Kiauw dan bertanya. "Mari ke ruang meditasi menemui beliau" Mereka semua menuju ruang meditasi.." ujar Thio Han Liong.. Kakek-" Thio Han Liong seaera bangun dan duduk." "Apa?" song Wan Kiauw terbelalak." "Tidak salah-" song Wan Kiauw tertawa gembira. "Kakek song. itu sungguh membuat Thio Han Liong kagum. bagaimana kabar ke dua orang tuamu dan tinggal di mana mereka sekarang?" "Ke dua orangtuaku baik-baik saja-" Thio Han Liong memberitahukan. duduklah" ujar Thio sam Hong. "Apakah sucouw baik-baik saja?" "sucouwmu baik-baik saja. bagaimana keadaan sucouw?" tanya Thio Han Liong. "Di mana beliau?" "Dia sedang pergi ke Siauw Lim Sie karena ada urusan. aku adalah song Wan Kiauw. sedangkan song Wan Kiauw segera memperkenalkan dirinya dan yang lain. begitu pula yang lain. "siapa ayahmu?" "Ayahku bernama Thio Bu Ki." sahut song wan Kiauw." Thio Han Liong mengangguk. "Apakah In Lie Heng sudah pulang dari Siauw Lim sie?" "In Lie Heng belum pulang."jawab song Wan Kiauw.

"Aku.. "Engkau adalah anak Thio Bu Ki? Betulkah itu?" "Betul.ujar Thio Sam Hong sambil menggelengGelengkan kepala." "Guru tahu perasaanmu.." ujar Thio sam Hong lalu memandang Thio Han Liong seraya berkata. Namun. "Kok masih gampang emosi?" "Maafkan aku.. "Kita harus ke Kota raja membunuh Cu Goan Ciang yang tak kenal budi itu" "song Wan Kiauw. namun semua itu telah berlalu." Thio Han Liong seaera duduk"Han Liong..bersujud di hadapan guru besar itu. maka menyuruh Han Liong mohon petunjuk sucouw... namaku Thio Han Liong. terimalah sujud Han Liong" ucap Thio Han Liong.. lalu menutur tentang kejadian penyerbuan para Dhalai Lhama dan pasukan pilihan Cu Goan Ciang. . wajah ke dua orangtua Han Liong rusak terbakar oleh Liak Hwee Tan... "Ayah tidak sanggup melawan mereka. "Jelaskan tentang luka ayahmu" "Tergempur oleh Iweekang gabungan para Dhalai Lhama. "Bagaimana keadaan ke dua orang tuamu?" "Ayah dan ibu baik-baik saja.." Thio Han Liong menjelaskan. di Laut Utara." "Luar biasa sekali. "Anak muda. Aku datang dari Pulau Hong Hoang to. "Ha ha ha" Thio sam Hong tertawa gembira. kenapa engkau bersujud di hadapanku?" tanya Thio sam Hong. duduklah" ujar Thio sam Hong dengan wajah berseri.." Thio Han Liong menggeleng-telengkan kepala. "sungguh keterlaluan Cu Goan Ciang" jie Lian ciu mengepal tinju.. song Wan Kiauw dan lainnya juga turut gembira." tanya Thio sam Hong penuh perhatian." jawab Thio Han Liong. "Engkau memanggilku sucouw?" Thio sam Hong heran dan perlahan-lahan membuka matanya. "Ya. "Thio Bu Ki sudah punya anak Thio Bu Ki sudah punya anak Ha ha ha.. "Han Liong. "Wajah ke dua orangtua Han Liong telah rusak" "Kenapa wajah ke dua orangtua mu bisa rusak?" tanya song Wan Kiauw terkejut"Apakah telah terjadi sesuatu atas diri ke dua orangtua mu?" Thio Han Liong mengangguk. kematian Ciu Ci Jiak dan ke dua orangtuanya terluka. "Anak muda." "Apa?" Thio sam Hong terbelalak." Menyaksikan Thio sam Hong gembira. ayah Han Liong adalah Thio Bu Ki. sucouw. siapa engkau dan dari mana asalmu?" "sucouw. Guru" ucap song Wan Kiauw.. "sucouw. lalu menatap Thio Han Liong dengan tajam. sucouw. engkau bukan anak kecil lagi-" tegur Thio sam Hong sambil menggeleng-gelengkan kepala. namun masih tetap ingin membunuh Bu Ki Padahal Bu Ki sudah menyingkir ke pulau itu" "Hm" dengus song Wan Kiauw dingin. "Dia sudah menjadi kaisar.

"Apakah engkau sudah menguasai semua ilmu ayahmu?" "sudah. mungkin tidak lama lagi engkau akan berkecimpung ke dalam rimba persilatan. kemudian bertanya kepada Thio Han Liong.. "perkumpulan apa itu?" tanyanya"Hek liong pang (Perkumpulan Naga Hitam). "Aku pernah berkelana. Hanya saja guru belum memikirkannya.lie Lian Ciu dan lainnya segera keluar. engkau masih harus berlatih di sini. siapa yang sanggup menyambut pukulannya?" "Guru.." Jie Lian ciu ."jawab Thio sam Hong dengan kening berkerut-kerut. "Han Liong.. cara bagaimana meloloskan diri dan lain sebadainya. Pat Kwa dan Ngo Heng. itu merupakan pengalaman yang amat berharga bagimu-" lalu ia menceritakan tentang situasi kondisi persilatan sekarang. "Pantas Bu Ki tidak sanggup melawan mereka. "apa Dhalai Lhama itu berjumlah sembilan orang?" "Ya." Thio Han Liong mengangguk"Hanya saia Iweekangku masih dangkal. "Coba kalian bayangkan. "Han Liong" Thio sam Hong menatapnya seraya bertanya. "Adakah cara memecahkan ilmu itu?" "Tidak ada-" Thio sam Hong menghela nafas panjang. sucouw." Thio Han Liong mengangguk. sucouw. "Han Liong." ucap Thio Han Liong girang.. tak disangka para Dhalai Lhama Tibet memiliki ilmu itu" "Guru. "Kakek Jie" Thio Han Liong memberitahukan." tanya Jie Lian ciu."Jie Lian Ciu ingin menanyakan sesuatu. Kalau begitu. tapi kemudian dibatalkannya dan dia hanya menggelenggelengkan kepala.belum lama ini justru muncul lagi sebuah perkumpulan misterius-" "oh?" Thio Han Liong tertegun. Maka aku harus menceritakan tentang situasi rimba persilatan sekarang" kata Jie Lian ciu." ujar Thio sam Hong sambil memejamkan matanya. sucouw akan memberi petunjuk kepadamu. tiada seorang jagoan pun di Tionggoan sanggup melawan para Dhalai Lhama itu" "Guru." "Terima kasih.. lalu kembali ke ruang depan. mereka pasti mengerti formasi Kiu Kiong.. juga mengenai kemunculan empat jago dan pembunuh misterius lalu menambahkan dengan wajah serius "-." Thio Han Liong menutur tentang dirinya ditangkap oleh para Dhalai Lhama. sucouw. betapa dahsyatnya Iweekang gabungan para Dhalai Lhama itu. "sekarang kalian boleh keluar dulu." Thio sam Hong menggeleng-telengkan kepala.." tanya jie Lian Ciu.ilmu tersebut sudah lama lenyap ini rimba persilatan. "Kalau begitu. Jie Lian Ciu manggut-manggut sambil tersenyum." "Hmmmm" Thio sam Hong manggut-mangguh " Kalau begitu."itu adalah Ie Kang Tai Tik (Memindahkan Lweekang Menggempur Musuh). "Apakah tiada cara sama sekali untuk memecahkan ilmu istimewa itu?" "Tentu ada.

memberitahukan. kemudian menundukkan kepala. "sebetulnya peraturan KouwBok Pay (Partai Kuburan Tua) sangat ketat sekali. "selama ini." sahut jie Lian Ciu." Yo Sian Sian manggut-manggut. maka guru mengutus In Lie Heng ke Siauw lim sie-" "KakekJie. "Wanita." song Wan Kiauw menghela nafas panjang. Kakek Jie. ketua Hek liong pang itu lelaki atau wanita?" tanya Thio Han Liong. sebab ketuanya berkepandaian sangat tinggi sekaliTiada seorang pun tahu siapa ketua Hek liong pang itu." "Giok Cu" Yo Sian Sian tersenyum lembut... "sudah lima tahun lebih engkau berada di sini dan kini engkau sudah berhasil menguasai ilmuku. engkau harus berhati hati" "Ya. "Giok Cu" Yo Sian Sian menatapnya dalam-dalam seraya berkata.." pesan jie Lian ciu. Guru sangat baik sekali padaku." Tan Giok Cu mengangguk. maka kalau bertemu dia. kemudian menceritakan tentang rimba persilatan dan lain sebagainya." "Guru. ". Hek liong pang itu sudah berkembang pesat dan sering membunuh kaum rimba persilatan goiongan putih.." "semua itu adalah atas gemblengan Guru..." Mendadak Yo sian sian menghela nafas panjang.." Thio Han Liong mengangguk." ujar Tan Giok Cu sambil tersenyum-senyum.." "Giok Cu. "Kemunculan Hek liong pang telah menggemparkan rimba persilatan. tentunya aku harus baik dan menyayangimu. harus ber-hati-hati-" "Ya. terutama mengenai ilmu Iweekang.. "Kalau engkau sudah berkecimpung dalam rimba persilatan. "hari ini aku boleh pulang?" "ya-" Yo sian Sian mengangguk. tampak Tan Giok Cu dan Yo Sian Sian duduk berhadapan." "Guru. berusia lima belasan. Anak maupun murid dilarang . "Tak disangka kini rimba persilatan berubah kacau tidak karuan" "Han Liong.. bahkan belum lama ini ketua Hek liong pang itu telah mengalahkan beberapa ketua partai besar. Di dalam sebuah kuburan tua yang amat besar.. Kini gadis itu telah remaja. Parasnya cantik luar biasa dan putih bagaikan salju. "Engkau adalah muridku. Thio sam Hong mulai memberi petunjuk kepada Thio Han Liong mengenai ilmu silat dan lain sebagainya. tapi masih tampak cantik. "Hari ini engkau boleh pulang ke rumahmu. Keesokan harinya. tapi sebelumnya aku harus menceritakan tentang rimba persilatan kepadamu.. "Aku tahu." Tan Giok Cu tertegun. "Giok Cu" Yo sian sian menatapnya sambil tersenyum lembut." Tan Giok Cu menatapnya. "Berusia lima puluhan. "Engkau rindu sekali kepada Thio Han Liong kan?" "Ya. si Mo (iblis DariBarat) amat jahat dan licik. sasaran berikutnya mungkin Partai Siauw Lim. itu agar engkau tahu.. Guru.

tentunya tidak akan menikah lagi-" sahut Yo Sian Sian sambil tersenyum getir. tanyakan dulu sejelas-jelasnya.. Namun dia sudah punya kekasih bernama Tio Beng. mungkin dia bersembunyi di suatu tempat untuk mempelajari Kiu Im Cin Keng itu" "Guru-. maka ayahku menghapus peraturan tersebut. Guru-" "oh ya" Yo Sian Sian tersenyum- .Itu adalah kitab salinan peninggalan kakek moyangku. "Kalau dia mencintaimu dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati.sebab hingga kini sudah dua puluh lima tahun tiada kabar beritanya. lagtpula sering meninggalkan kuburan tua ini secara diam-diam maka ayahku mengusirnya. "Guru." "Kalau begitu. apakah Han Liong akan setia terhadapku?" "Anak itu memang tampan dan baik hati.meninggalkan kuburan tua ini. seandainya dia berjalan bersama gadis lain.engkau harus ingat satu hal" "Hal apa?" "Engkau tidak boleh cemburu buta. janganlah engkau langsung cemburu atau curiga." "Dari muda hingga sekarang Guru tidak pernah mencintai kaum lelaki?" tanya Tan Giok Cu heran." "Guru." "oh?" "Tapi sejak murid ayahku diusir. karena itu aku harus menjauhinya... kecuali ada urusan penting. aku masih punya seorang bibi guru?" "Betul. Akan tetapi..Engkau harus ingat itu" "Ya. namun kelakuannya. kini sudah berusia lima puluhan." Tan Giok Cu manggut-manggut. setelah itu kami bertemu lagi di kuil Siauw Lim sie. aku pernah jatuh cinta." "Aku yakin kepandaiannya sudah tinggi sekali.." "siapa dia?" "Dia adalah Thio Bu Ki-" "Apa?" Tan Giok Cu terbelalak.. "Ayah Thio Han Liong?" Yo Sian Sian mengangguk. "Belasan tahun lalu. lagi pula aku tidak pernah mencintai lelaki yang mana pun.. sebetulnya ayahku sangat menyayanginya." Tan Giok Cu menatapnya seraya bertanya"Kenapa Guru tidak mau menikah?" "Kini usiaku sudah empat puluh lebih. Yo sian sian menghela nafas panjang. dia pun mencuri sebuah kitab salinan Kiu Im Cin Keng. "Pada waKiu itu aku menyelamatkan putri ketua Kay Pang bernama su Hong se ki kemudian bertemu Thio Bu Ki." Yo Sian sian menggeleng-gelengkan kepala. "sudah tua." Yo sian Sian mengangguk"Bibi gurumu bernama Kwee In Loan. "Ketika dia diusir. sin Tiauw Tayhiap Yo Ko-" "Kalau begitu kepandaian bibi guru.tentunya banyak anak gadis yang akan jatuh cinta kepadanya." "Kitab salinan Kiu Im Cin Keng?" "ya. kenapa bibi guru diusir?" "Karena dia sangat jahat..tentunya dia akan setia terhadapmu." sahut Yo Sian Sian. Tapi pemuda itu sudah punya pacar.

. dan meninggalkan kuburan tua ini-" "Guru. "Gadis cantik yang galak lebih baik engkau menemani aku bersenang-senang. "Bolehkah aku ke mari menengok Guru kelak?" Yo Sian sian menggelengkan kepala." "Cepatlah engkau berkemas" Mata Yo Sian Sian juga sudah basah"Sudah lima tahun lebih. ia sudah tahu bahwa mereka adalah para penjahat. "Kalian mau apa?" bentak Tan Giok Cu"He he he" Kepala perampok tertawa terkekeh"Gadis cantik. "Gadis cantiki lebih baik engkau menemani aku bersenangsenang.Apabila perlu. Gadis itu menangkis dengan pedang pusakanya."Aku akan menghadiahkan kepadamu sebilah pedang pusaka yakni Pek Kong Kiam (Pedang ca\f\ai^R Putih)-" "Terima kasih. "Tidak usah. engkau harus pulang. aku tidak akan memberi ampun kepada kalian. maka kaum lelaki tidak berani sembarang menggodanya. Namun Tan Giok Cu baru berusia belasan. Ketika melewati sebuah rimba." "Hm" dengus kepala perampok itu. "Jangan kurang ajar" bentak Tan Giok Cu lagi"Kalau kalian berani kurang ajar. Guru-" "Giok Cu" Yo Sian sian menatapnya lembut"Engkau boleh berkemas sekarang. "tangkap dia" Para anak buah kepala perampok itu langsung menyerang Tan Giok Cu dengan senjata masing-masing. karena tahu gadis remaja itu mengerti ilmu silat. engkau akan kami cincang" "Hm" dengus Tan Giok Cu sambil menghunus pedang pusakanya." "Guru. Kepala perampok itu terkejut ketika melihat pedang yang memancarkan cahaya putih.. Mereka itu ternyata para perampok"Ha ha ha" Kepala perampok itu tertawa gelak"Tak disangka sama sekali." Mata Tan Giok Cu mulai berkaca-kaca. Gagis itu mengerutkan kening." "He he he" Kepala perampok itu tertawa terkekeh-kekeh lagi.hari ini kedatangan seorang gaudis remaja uang cantik jelita Kita sungguh beruntung lho" Para perampok itu langsung mengepung Tan Giok Cu. kenapa engkau galak?" Kepala perampok itu menjulurkan tangannya untuk menowel pipi Tan Giok Cu. namun gadis itu cepat menghindar. kemudian balas menyerang dengan Giok Li Kiam Hoat (Ilmu Pedang Gadis . aku akan mencarimu dalam rimba persilatan. maka sangat menarik perhatian kaum lelakiNamun ada sebilah pedang bergantung di punggungnya. Kalau tidak..kalau tidak . mendadak muncul belasan orang yang bertampang seram dan bersenjata tajam. maka perampok itu meremehkannya. "Cepatlah kalian pergi." ujar kepala perampok itu sambil menatapnya dengan penuh nafsu btrahi-"Diam" bentak Tan Giok Cu. kemudian berseru kepada anak buahnya. la merupakan gadis remaja yang cantik jelita." Tan Giok Cu sudah meninggalkan kuburan tua itu dan langsung menuju desa Hok An.

"sudahlah jangan terus menerus menghela nafas panjang.."Jerit kepala perampok itu kesakitan.. Tapi. Tan Giok Cu menatapnya dingin sejeNak. "Berhenti.sehingga golok kepala perampok itu menyerang tempat kosong. telah kutung oleh pedang pusaka Tan Giok Cu. Tan Giok Cu tersenyum dingin. sudah ada empat di antara para penjahat itu terluka.Betapa terkejutnya Tan Ek seng dan Lim soat Hong. "Gadis cantik. Ketika hari mulai gelap. dia pasti pulang.perampok Aku harus membasmi" sahut Tan Giok Cu sengit. "He he he" Kepala perampok itu tertawa terkekeh-kekeh. Belasan jurus kemudian. Tan Ek seng dan Lim soat Hong duduk di ruang depan dengan wajah murung." "sudah lima tahun lebih. kemudian melesat pergi.bentaknya mendadak. Trang Terdengar suara benturan pedang dengan golok.. maka langsung berkelit dengan gesit sekali. kenapa Giok Cu masih belum pulang?" "Mungkin. "Haaah?" Wajah kepala perampok itu berubah pucat pias. Golok di tangan kepala perampok itu tinggal sepotong.. Menyaksikan kejadian itu. dan darah segarnya langsung mengucur deras. Kepala perampok itu terkejut sekali.. lebih baik menyerah sekarang saja" "Hai. mendadak berkelebat sesosok bayangan ke dalam..Murni). seharusnya dia sudah pulang. lalu mendekati gadis itu dengan golok di tangan. kemudian mendadak menyerang Tan Giok Cu.. kepala perampok tampak tersentak kaget akan kelihayan Tan Giok Cu. "Isteriku.tapi secepat kilat ta meioncat ke belakang kemudian menyabetkan goloknya. Lengan kanannya telah kutung sebatas bahu. itu tidak baik-" Lim soat Hong menghela nafas panjang lagi seraya berkata"Aku tidak habis pikir. dan mendadak badannya mencelat ke atas. sehingga mereka berdua serentak membentak- ." sahut Tan Ek Seng menghibur. Ternyata Tan Giok Cu mengeluarkan jurus Giok Li Kiam Hoa (Gadis Murni MenaburBunga). "Giok Cu sedang berada dalam perjalanan ke mari-" "suamiku." Tan Ek seng menggeleng-gelengkan kepala.. ampunilah aku" "Hm" Tan Giok Cu mendengus dingin dan mendadak menggerakkan pedangnya-Crasss "Aduuuh.. ternyata kepandatanmu cukup tinggisekarang aku yang turun tangan." Lim soat Hong menggeleng-gelengkan kepala "Aku mulai mencemaskannya-" "Tidak usah mencemaskannya. bahkan nYonya itu pun sering menghela nafas panjang. "Lihiap. Di saat itulah Tan Giok Cu mengayunkan pedangnya menyerang kepala perampok itu.sedangkan para anak buah kepala perampok itu masih berdiri di tempat dengan tubuh menggigil." Ketika itu.. Gadis itu memang sudah siap. Maka daripada engkau terluka. lalu menggerakkan pedangnya untuk menangkis golok itu..

"Engkau sudah besar. dia jawab." Tan Ek seng tersenyum." Tan Ek seng tersenyum"Kami sudah bertanya kepadanya-" "Ayah dan ibu bertanya apa kepadanya?" "Kami bertanya kepadanya cinta atau tidak terhadapmu.. "Engkau.... bahkan." .. "Nak-. kemudian membelainya dengan gembira sekali." Tan Ek Seng sengaja tidak melanjutkan ucapannya karena ingin membuat putrinya tegang.. di mana Bibi Ah Hiang?" "Ada." Tan Ek seng juga mendekati putrinya.. Ah Hiang pun terbelalak"Bibi Ah Hiang" panggil Tan Giok Cu. ada di dalam" sahut Lim soat Hong dan menambahkan. "Dia juga sudah besar?" "Dia pun sudah besar. Bibi Ah Hiang" sahut Tan Giok Cu." "Nak-..... "ibu. kemudian membelainya dengan penuh kasih sayang... "Nak. engkau sudah kembali." Lim soat Hong langsung bangkit berdiri. engkau adalah nona kecil?" tanya Ah Hiang seakan tidak percaya sebab kini Tan Giok Cu sudah besar. "Engkau. "Dia menjawab apa?" tanya Tan Giok Cu dengan hati berdebar-debar tegang. Begitu melihat Tan Giok Cu." setelah mencurahkan rasa rindunya." Ah Hiang menghampirinya. barulah Ah Hiang ke belakang untuk mengambil minuman." Lim soat Hong membelainya. ayah nyaris tidak mengenalimu lagu" "Ayah-.." "Nona. ibu" terdengar suara sahutan dari seorang gadis remaja yang berdiri di hadapan mereka dengan wajah berseriseri"Giok Cu" Lim soat Hong dan Tan Ek seng terbelalak"Nak.. "Engkau.. Namun dia." Tan Giok Cu tersenyum "oh ya.. dan Tan Giok Cu menghampirinya dengan mata bersimbah air.bertambah tampan lho" "oh ya?" Wajah Tan Giok Cu agak merah"Dia bilang apa saja?" "Nak."ujar Tan Ek Seng sambil menatap putrinya d eng a n penuh perhatian. tapi ketika itu engkau belum pulang" sahut Tan Ek seng. "sekarang aku sudah besar. mari kita duduk saja" Mereka bertiga lalu duduk.. "Maka dia berangkat ke gunung Bu TOng.. engkau sudah pulang" "ibu.karena kini engkau sudah kembali. "Betul... Dia berpesan agar engkau tunggu di rumah.." Wajah Tan Ek seng tampak berseri-seri. "Dia menjawab-.."siapa?" "Ayah." Lim soat Hong tersenyum... ". "Ayah Gembira sekali..... "Cinta kepadamu.." "Ayah-" tanya Tan Giok Cu mendadak"Apakah Han Liong sudah ke mari?" "Dia sudah ke mari. sebab dia akan ke mari lagi" "oh?" Wajah Tan Giok Cu ceria.. dandisaat itulah muncul Ah Hiang.. "AYoh...

Ternyata di situ terdapat sebuah kuburan tua yang amat besar. "Kenapa dia?" "Dia bilang engkau cinta atau tidak kepadanya. "Ketika dalam perjalanan kesini. aku."oh?" Tan Giok Cu girang bukan main. tentunya tidak seperti dulu lagi. "oh ya" Tan Giok Cu teringat sesuatu. engkau sudah menguasai seluruh ilmu gurumu?" "Ya." Tan Ek seng tersenyum dan menambahkan. dia kok tidak tahu?" Tan Giok Cu menggeleng-telengkan kepala. "Itu sungguh di luar dugaan" Tan Ek seng menggelengGelengkan kepala. itulah tempat tinggal guruku dan para pengiringnya." tanya Lim soat Hong mendadak"Guru tidak punya suami?" "Guru tidak mau menikah. "TUturkanlah keadaanmu sejak ikut gurumu itu" "Aku langsung dibawa ke belakang gunung Ciong Lam san. Tapi kini kalian sudah besar.ternyata guruku adalah keturunan sin Tiauw Tay hiap Yo Ko dan Siauw Liong Li-" Tan Giok Cu memberitahukan. "Itu adalah urusan ketika kalian masih kecil. tentunya dia tidak tahu engkau mencintainya. "syukurlah kalau engkau pun mencintainya" "Nak. guruku pernah jatuh cinta kepada seorang pemuda." "Ketika kami masih kecil." "siapa pemuda itu?" tanya Lim soat Hong. "Bagaimana mungkin dia tahu?" Lim soat Hong tertawa." ujar Tan Giok Cu dengan wajah agak kemerah-merahan. "Pantas wajahmu menjadi seputih salju" Lim soat Hong manggut-manggut"oh ya. "Giok Cu. "Kalian belum bertemu untuk mencurahkan perasaan masing-masing. Kami memberitahukan bahwa engkau mencintainya. ayah Thio Han Liong.. "Guru sangat baik dan amat menyayangiku. aku sangat cinta kepadanya. aku dihadang para perampok-" "oh?" Lim soat Hong tersentak"Lalu baguimana?" "Kepala perampok itu berniat tidak baik terhadap diriku. Dia." Lim soat Hong menatapnya seraya berkata." jawab Tan Giok Cu memberitahukan. "Belasan tahun lalu." ujar Tan Ek seng sambil tersenyum." jawab Tan Giok Cu. " "syukurlah" ucap Lim soat Hong." "Aku.. maka guruku terpaksa menjauhinya. "Ya-" Tan Giok Cu mengangguk." Tan Giok Cu mengangguk dan menambahkan. aku sudah menyukainya. Aku tidak menyangka sama sekali. "Ayah sudah menduga itu. Dia menyuruh pada anak buahnya menangkapku tapi aku berhasil melukai mereka dengan pedang pusaka Pek Kong Kiam. namun dia kelihatan kurang percaya. sebab tidak bertemu lelaki idaman hatinya. namun pemuda itu sudah punya kekasih." "Dalam kurun waktu lima tahun lebih." . "Kini gurumu tetap tinggal di dalam kuburan tua itu?" "ya. "Ternyata adalah Thio Bu Ki. engkau terus berdiam di dalam kuburan tua itu?" tanya Lim soat Hong.

"setelah bertemu Han Liong. "Aku akan menunggu Han Liong di rumah sebulan." "Karena makan kodok api itu. Pukulan itu membuat ayahmu kedinginan. engkau harus pulang bersamanya" "Ya. gagah serta baik hati. ibu. "Itu mana boleh?" "ibu." "Nak." "Hmmm" Tan Ek seng mangmit-manggut.. aku harus menjadi pendekar wanita yang membela kebenaran dalam rimba persilatan.hanya saja Iweekangmu belum mencapai tingkat kesempurnaan.." sahut Thio sam Hong memberitahukan. maka ayahku berhasil melatih Iweekangnya hingga mencapai tingkat yang begitu tinggi?" .Ayah-" Tan Giok Cu mengangguk"Nak. kalau begitu aku harus terus berlatih Iwee-kang?" tanya Thio Han Liong. "Itu tergantung dari keberuntunganmu. "Kepala perampok itu memang harus dihukum" "Ayah." Thio sam Hong menutur tentang kejadian tersebut. aku akan menyusulnya ke gunung Bu TOng. Kini kepandaian pemuda itu bertambah tinggikarena mendapat petunjuk dari Thio sam Hong. dan dia tampan. Kalau dia belum ke mari." "sucouw." "Nak. "Guruku telah berpesan. setelah itu ayahmu pun menemukan kitab Kiu yang Cin Keng. "Ketika kecil. "Kepandatanmu sudah tinggi.Engkau cantik jelita." Lim soat Hong menggelengkan kepala. kemudian aku pun mengutungkan sebuah lengannya. di dalam sebuah lembah. ibu. Namun engkau harus berhati-hati sebab dalam rimba persilatan penuh diliputi berbagai kejahatan dan kelicikan" "Ya.. lagi pula kepandaianku sudah tinggidan aku sudah bisa menjaga diri. "Baiklah.." pesan Lim soat Hong." sahut Tan Giok Cu. kemudian mena mbahkan." Bab 13 Berangkat Ke Kuil siauw Lim sie Thio Han Liong dan Thio sam Hong duduk di ruang meditasi." "Ngmmm" Tan Ek seng manggut-manggut. "Giok Cu" Tan Giok Cu menatap putrinya sambil tersenyum. "Kini engkau memang sudah besar dan berkepandaian tinggi. "Namun sungguh di luar dugaan. ayahmu terpukul oleh ilmu Hian Bong Sian ciang yang amat beracun." ujar Tan Giok Cu mendadak bernada dengan serius. jangan melarangku."setelah itu bagaimana kepala perampok itu?" tanya Tan Giok Cu tertarik"Kepala perampok itu langsung menyerangku dengan golok. namun aku berhasil mengutungkan goloknya." "Ayah" Tan Giok Cu memberitahukan.tapi tidak baik engkau berkecimpung dalam rimba persilatan. "Kini aku sudah besar. "Engkau dan Han Liong memang merupakan pasangan yang serasi.." Tan Giok Cu tersenyum. "Han Liong" Thio sam Hong tersenyum." Tan Ek seng menatapnya. ayahmu makan kodok api yang mengandung hawa panas.Ha ha ha.

tapi hingga kini belum juga pulang. sucouw. Aku khawatir telah terjadi sesuatu atas dirinya. "Aaaah "" Mendadak Thio sam Hong menghela nafas panjang." Thio sam Hong memberitahukan." "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut mengerti. "setelah ayahmu hidup mengasingkan diri di Pulau Hong Hoang to.. otomatis menimbulkan berbagai macam badai dalam rimba persilatan. "Han Liong.. "Engkau tidak tahu. Perlu engkau ketahui.ayahmu adalah Bu Lim Beng Cu (Ketua "Rimba Persilatan)." "Ayahmu pernah menceritakan tentang Kim Mo say ong-cia . Hadapi para Dhalai Lhama itu dengan menggunakan kegesitan untuk menghindari pukulan Dhalai Lhama yang paling depan. la tidak menyangka nasib In Lie Heng begitu malang. namun masih belum pulang. Kalau menghadapi mereka." "ya." "oh?" Thio Han Liong tersentak." Thio Han Liong ingin menghiburnya." Thio sam Hong memberitahukan. anaknya pun mati karena sakit." "sucouw." "Aaaah " Thio sam Hong menghela nafas lagi. engkau harus menghindari Liak Hwee Tan itu. "Masih tidak sanggup menahan ilmu pukulan para Dhalai Lhama itu."ya. "sudah lama dia pergi ke siauw Lim sie. "Jangan menyambut pukulannya. iSierinya yang bernama Yo Put Hwi mati karena melahirkan. "Para Dhalai Lhama itu memiliki Liak Hwee Tan." ujar Thio Han Liong menghiburnya." tanya Thio Han Liong. Apakah telah terjadi sesuatu atas dirinya?" "sucouw tidak usah cemas. Kini banyak jago yang berhati jahat ingin merebut kedudukan Bu Lim Beng Cu. "In Lie Heng sudah sekian lama pergi ke siauw Lim sie. "sebab Iweekang gabungan para Dhalai Lhama itu amat dahsyat. "Beberapa bulan kemudian. "Ternyata begitu cara memecahkan ilmu pukulan itu" "Tapi engkau masih harus ingat satu hal" ujar Thio sam Hong mengingatkannya. Tapi.." "Hanya ada satu jalan. In Lie Heng hidup menderita belasan tahun.. "Kakek In tidak akan menemui suatu apa pun. "Kenapa Kakek In hidup menderita belasan tahun?" "Belasan tahun lalu. "Apakah tiada cara untuk memecahkan ilmu pukulan itu?" "Memang tidak ada.. Di koiong langit ini tiada seorang jago pun yang sanggup menahan ilmu pukulan itu" "Kalau begitu." Thio sam Hong menghela nafas panjang. dan serang yang paling belakang." Thio sam Hong menggeleng-gelengkan kepala.." Thio sam Hong menggeleng-gelengkan kepala.?" Thio Han Liong terkejut. rimba persilatan mulai dilanda bencana. namun merasa tidak eNak." "sucouw..." "Terima kasih atas petunjuk sucouw" ucap Thio Han Liong." "Haaah...

"Untuk menjenguk Cia sun?" "Ya. Namun guru menolak karena sudah tua sekali maka mengutus In Lie Heng ke sana. ternyata si pembunuh misterius itu bernama seng Hwianak Hun Goan Pek Lek Chiu-seng Kun. Aku yakin In Lie Heng masih berada di kuil siauw Lim sie." Jie Lian ciu tersenyum." Thio Han Liong mengangguk lagi.." "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut. "Kepandaianmu semakin tinggi.." ujar song Wan Kiauw kemudian. "Kim Mo sau ong-cia sun adalah ayah angkat orangtua ku-" "Tidak salah" Thio sam Hong manggut-manggut"Cia sun tinggul bersama Tiga Tetua siauw Lim di belakang kuil Siauw Lim sie. sucouw-" Thio Han Liong mengangguk. sucouw. Kebetulan song wan Kiauw dan lainnya sedang berkumpul di situ Mereka menyuruh Thio Han Liong duduk"Han Liong. "Kong Bun Hong Tio siauw Lim Pay ingin berunding dengan sucouw?" . "Itu tidak mungkin. maka seng Hwi pergi." ujar Thio Han Liong." Thio Han Liong mengangguk. Maka sucouw khawatir telah terjadi sesuatu atas diri Kakek In. "Kenapa Kakek In pergi ke kuil siauw Lim sie?" "Kong Bun Hong Tio mengutus Goan Liang ke mari untuk mengundang guru ke sana guna merundingkan sesuatu." jawab Jie Lian ciu dan menutur tentang kejadian beberapa tahun lalu.. "Apakah di Kuil siauw Lim sie telah terjadi sesuatu?" "Itu memang merupakan kejadian yang sungguh di luar dugaan. "sucouw menyuruhku berangkat ke kuil siauw Lim sie esok pagi-" "oh?" song Wan Kiauw menatapnya. Kong Bun Hong Tio bertanding sepuluh jurus dengannya dapat bertahan. "sucouw sangat mencemaskan Kakek In.Tapi dia masih sempat mencetuskan janjibahwa lima tahun kemudian dia akan kembali lagi memusnahkan siauw lim pay. "ya. "Itu memang ada baiknya juga" ujar Jie Lian ciu.." kata Han Liong. "sebab Cia sun adalah ayah angkat orangtua mu. "Apakah disebabkan In Lie Heng belum pulang?" "Ya.kini kami sudah bukan tandinganmu lagi" "Kakek song" Thio Han Liong tersenyum dan memberitahukan." "Kakek Jie. "." "oh?" Jie Lian ciu mengerutkan kening." "Itu.lalu meninggalkan ruang meditasi menuju ruang depan. "Engkau boleh berangkat esok pagi-" ujar Thio sam Hong sambil memejamkan matanya." "Kakek Jie." "Kenapa Kong Bun Hong Tio siauw Lim Pay mengutus Goan Liang ke mari mengundang sucouw?" tanya Thio Han Liong heran.Engkau harus ke sana menemuinya-" "ya.sun?" "Pernah-" Thio Han Liong mengangguk. lagipula engkau akan bertemu In Lie Heng di sana.

pelayan langsung menghampirinya sambil tersenyum-senyum. engkau harus membantu mereka." ucap lelaki itu." "Paman tergoiong setan arak. sebab sucouwmu masih terhitung murid siauw Lim Pay lho" "oh?" Thio Han Liong tertegun"Guru sucouwmu adalah Kak Wan Taysu dari siauw Lim sie " song wan Kiauw menceritakan tentang itu"oleh karena itu. Engkau tidak berkeberatan kan?" "Tentu tidak. Thio Han Liong sudah memasuki propinsi Holam. "Maaf. kemudian pergi melayani tamu lain." lie Lian Ciu mengangguk"seng Kun begitu jahat dan licik. ia terus memikirkan Tan Giok Cu. kita bertemu di sini.-" Thio Han Liong tersenyum. masuk ke dalam seorang tamu lelaki berusia sekitar tiga puluh lima tahun. "Aku masih kecil."Betul." sahut Thio Han Liong. tidak pantas minum arak." "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut." "Ha ha ha" Letaki itu tertawa lagi"Berapa usiamu sekarang?" "Enam belas." pesan song Wan Kiauw"Engkau harus membantu siauw lim pay. apakah gadis itu sudah pulang ke rumah atau belum? Enam tujuh hari kemudian. tahukah engkau? Aku mulai minum arak sejak berusia sepuluh tahun." Lelaki itu manggut-manggut"saudara kecil. dan langsung duduk di sebelah Thio Han Liong. "Tuan Muda mau pesan arak apa? Kedai kami menyediakan berbagai macam arak wangi-" "Maaf. "saudara kecil" Lelaki itu tertawa aelaki "Engkau harus tahu. "Kakek song. "Terima kasih. "Karena tiada meja kosong. maka anaknya itu pasti sama-" "Han Liong. ia lalu mampir di sebuah kedai araki Begitu duduk. lelaki harus minum arak. "Engkau tidak minum arak?" "Aku tidak pernah minum arak." "saudara kecil." -ooo00000oooKeesokan harinya." sahut Thio Han Liong. saudara kecil" ucap lelaki itu sambil tersenyum. Thio Han Liong berpamit kepada Thio sam Hong dan lainnya.Karena merasa haus. aku pasti membantu pihak siauw Lim Pay. lalu memesan arak wangipelayan segera menyajikannya. Lelaki itu mulai meneguk minumannya lalu memandang Thio Han Liong seraya bertanya. "Kalau begitu. "Aku mau minum teh saja-" "Baik.Aku minum teh saja. setelah itu. Di saat itu. Kalau tidak.Dalam perjalanan." sahut Thio Han Liong. maka kita harus ." Pelayan segera menyuguh minuman tersebut. Paman pasti tidak akan mabuk" "Tentu. maka aku terpaksa duduk di sini. barulah ia meninggalkan Bu TOng san menuju kuil siauw Lim sie. seperti banci lho" Thio Han Liong tersenyum.

Ha ha ha" Lelaki itu bangkit berdiri seraya berkata.Tapi aku minum seteguk saja-" "Ha ha ha" Letaki itu tertawa. Thio Han Liong memasuki sebuah lembah. siapa kuat dan berkepandaian tinggi. Betapa terkejutnya Thio Han Liong. panggil saja saudara tua" "ya.. "Engkau berdasarkan kebenaran. "Cepatlah engkau melepaskan mereka" "Anak muda" Si Mo tertawa. yang tidak lain adalah Si Mo (iblis Dari Barat) Bu yung Hok yang pernah menyiksanya. Thio Han Liong menggeleng-Gelengkan kepala.Bagaimana kalau kita berteman? Engkau tidak akan menolak kan?" "Baik. lalu menuang arak wangi ke dalam cangkir Thio Han Liong"saudara kecil. ia langsung melesat ke tempat suara jeritan itu. siapa engkau?" "Si Mo" sahut Thio Han Liong dengan kening berkerut. saudara tua-" "Ha ha ha" Lelaki itu tertawa oembira "Hari ini aku gembira sekali. "Anak muda. Namun ia yakin bahwa lelaki itu bukan orang jahat. setelah membayar semua minuman itu. berdasarkan apa engkau menyuruhku melepaskan orang-orang ini?" "Berdasarkan kebenaran-" sahut Thio Han Liong. "Anak muda" Si Mo menatapnya tajam. dialah yang berkuasa" "Si Mo" sahut Thio Han Liong dingin. Thio Han Liong terbelalak. "Kelihatannya engkau berbakat dalam hal ilmu silat Walau .bersulang-" "Paman. aku berdasarkan hukum rimba persilatan. Dilihatnya.. karena orang tua itu berwajah seram." Si mo tertawa terkekeh-kekeh. kelihatannya gembira sekali"Aku tidak punya teman. seorang tua sedang menyiksa beberapa orang yang terikat di sebuah pohon. lalu bersulang dengan lelaki itu "Ha ha ha" Lelaki itu terus tertawa. toiong bayar minumanku sampai jumpa lagibiar aku yang traktir" "Terima kasih Lain kali saja" sahut lelaki itu sambil berjalan pergi dengan agak sempoyongan. Jilid 7 Sore harinya. "Berhenti" bentak Thio Han Liong sambil melesat ke hadapannya. Aku senang berteman dengan Paman" sahut Thio Han Liong"saudara kecil. "Cepatlah melepaskan mereka" "He he he He he he. Mendadak terdengar suara jeritan yang menyayat hati. "Eeeh?" Si Mo tersentak ketika melihat seorang pemuda muncul di hadapannya. mari kita bersulang" Thio Han Liong mengangkat cangkirnya. "saudara kecil. aku -" "Engkau maujadt banci?" "Baiklah. engkau jangan memanggilku Paman. ia meninggalkan kedai arak tersebut. namun hari ini aku bertemu denganmu. "Anak muda.

Di saat itu si Mo meloncat menyerang Thio Han Liong. maka begitu si Mo menverang. "Anak muda Tak disangka engkau berisi juga Nah.la mendadak memekik keras sambil menyerang Thio Han Liong. dan tak lama muncullah seorang tua berpakaian sastrawan. "Pantas engkau bertingkah di hadapanku. terdengarlah suara tawa yang amat keras. itu sungguh membuat aku kagum dan salut" terdengar pula ucapan yang menyindir. aku harus membunuhmu" seru si Mo sambil mempergencar serangannya. "Ternyata engkau murid Bu Tong Pay" ujar si Mo dingin"Bagus sudah lama aku ingin mencoba kepandaian Bu Tong Pay. Krok Krok Krok si Mo mengeluarkan suara kodokItu membuat Thio Han Liong tercengang. "Engkau ingin mencampuri urusanku?" . "He he he" si mo tertawa terkekeh-kekeh. sambutlah serangan berikutnya" si Mo mulai menyerangnya lagi. sedangkan Thio Han Liong mengeluarkan ilmu Thay Kek Kun bercampur dengan ilmu Kian Kun Taylo Ie. ternyata engkau memiliki kepandaian tinggi Bagus Bagus" si Mo mulai menyerangnya lagi. "Lam Khie (orang Aneh Dari selatan)" si Mo menatapnya tidak senang. Tiada pilihan lain bagi pemuda itu. ternyata ia ingin mengeluarkan ilmu simpanannya yang paling lihay dan hebat. Thio Han Liong berkelit dan kini mulai balas menyerang dengan ilmu Thay Kek Kun yang lemas itu. dan hari ini adalah kesempatanku" si Mo mulai mengeluarkan ilmu andalannya. ia berkelit menghindari serangan itu sekaligus mengerahkan Kiu yang sin Kang. tapi aku masih bersedia menerimamu sebagai murid" "Aku tidak sudi meniadi muridmu" "Kenapa?" "Karena hatimu jahat sekali siapa sudi menjadi muridmu?" "Anak muda" sepasang mata si Mo membara. si Mo berhenti menyerang Thio Han Liong. Thio Han Liong kurang berpengalaman dan Iweekangnya masih betum begitu tinggi. Thio Han Liong memang sudah siap dari tadi. sehingga terdesak sesudah puluhan jurus kemudian. maka terpaksa menangkis ilmu Kiu Im Pek Kut Jiauw.oleh karena itu. Itu membuat si Mo penasaran sekali.Akan tetapi. sama sekali tidak mampu balas menyerang. sedangkan si Mo termundur-mundur beberapa langkah.aku sudah punya seorang murid. "He he he" si mo tertawa terkekeh-kekeh. Kini Thio Han Liong cuma mampu menangkis dan mengelak. Maka pemuda itu langsung menarik nafas lega. Pada saat bersamaan.sekonyong-konyong ia memekik keras sambil menjongkokkan badannya. ia dapat bertahan dan menyerang pula. "Ha ha ha si Mo yang amat terkenal hanya berani menghina anak muda. Kian Kun Taylo Ie dan Kiu Im Pek Kut Jiaw. yaitu Ha Mo Kang (Ilmu Kodok). Ketika melihat kehadiran sastrawan itu. Blaaam Thio Han Liong terpental beberapa depa. "He he he Anak muda.Thio Han Liong melawannya dengan ilmu Thay Kek Kun. karena sudah tidak sempat berkelit.

"Anak muda.... cepatlah kalian tinggalkan tempat ini" ujar Thio Han Liong. lima tahun lagi kita akan bertanding" sahut si Mo sambil tertawa dingin. tapi kalau bertemu kelak. anak muda" sahut si mo "Eeeeh?" Lam Khie menggaruk-garuk kepala. Mereka mengangguk. "Tidak" si Mo menggelengkan kepala. "Terima kasih atas pertolongan Locianpwee-" "Ha ha" Lam Khie tertawa"Han Liong.. "Baik Kalau kalian tidak mau pergi." Lam Khie tertawa." jawab pemuda itu. "Engkau. "Ha ha ha" Lam Khie tertawa gelak. "Aku pun tidak bisa pergi" "Lam Khie" Mata si Mo berapi-api. tentunya aku pun tidak akan turut campur lagi" "Hm" dengus si Mo dingin. kemudian memandang Thio Han Liong seraya berkata dengan dingin sekali." "Matamu berapi-api. "Kita memang ada perjanjian. "Itu sama saja engkau ingin cari gara-gara denganku" "Baik. kemudian menatap Thio Han Liong dengan penuh perhatian seraya berkata. selama sepuluh tahun ini dilarang saling mengganggu Akan tetapi. "Sudahlah" ujar Lam Khie"Lebih baik melepaskan anak muda itu Kalau tidak. namaku Thio Han Liong. "Anak muda Aku melepaskanmu sekarang. aku yang pergi" si Mo langsung melesat pergi. segera memberi hormat kepada Lam Khie.. "Katakanlah aku memang ingin cari gara-gara dengan engkau. "Tanganku memang sudah gatal. "Aku tidak akan melepaskan orang-orang itu" "Kalau Locianpwee tidak melepaskan mereka."Hua ha ha ha" Ternyata sastrawan tua itu adalah Lam Khie." si Mo melotot. "Tapi aku harap Locianpwee sudi melepaskan mereka juga" "Anak muda" si Mo melotot.Bolehkah aku tahu siapa dirimu?" "Locianpwee. "Maksudmu mereka yang terikat di pohon itu?" "Ya" Thio Han Liong mengangguk.. "Terima kasih. mari kita duduk untuk mengobrol sebentar Engkau tidak berkeberatan kan?" . siauwhiap. kepandalanmu cukup tinggi. lalu pergi tanpa menoleh lagi. ingin sekali bertarung denganmu" "Kita sudah ada janji. "Paman-paman. mari kita bertarung saja" ujar Lam Khie sambil tertawa. "Itu adalah urusanmu. marah ya? Kalau begitu. kita terpaksa bertarung" si Mo berpikir sejeNak. saat ini tanganku gatal karena melihat engkau menghina anak muda itu Kalau engkau melepaskannya. aku pun tidak mau pergi" ujar Thio Han Liong. Thio Han Liong segera melepaskan tali yang mengikat beberapa orang di pohon itu." ucap mereka. lalu engkau mau apa?" "Engkau. engkau pasti kubunuh" "Terima kasih atas kemurahan hatimu" sahut Thio Han Liong sambil memberi hormat.

" "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut. ketua Hek Liong Pang itu mengundang kami bertemu di Pek Hoa Kek (Lembah Bunga Putib). dan itu sangat menguntungkan Hek Liong pang. rimba persilatan pasti akan dilanda banjir darah-" "Kalau begitu " ujar Thio Han Liong setelah berpikir sejenak"Locianpwee. sedangkan si Mo bilang akan pikirpikir dulu." "Siapa Kakekmu?" "Thio cui san. sebab ia tidak mau ambil risiko bertarung denganku. Aku dan Tong Koay serta Pak Hong langsung menolak." "Memangnya kenapa?" Thio Han Liong heran. Kepandaian kami terempat boleh dikatakan seimbang." tanya Thio Han Liong mendadak"Bagaimana sifat Tong Koay dan pak Hong?" "Mereka berdua tidak bersifat licik maupun jahat. Hek Liong Pang pasti tumbuh sayap. tidak akan saling mengalah satu sama lain. Tong Koay dan Pak Hong bergabung saja-" "Kami bertiga bergabung Ha ha ha " Lam Khie tertawa gelak"Itu merupakan hal yang tak mungkin. "sebab kakekku adalah murid Bu Tong Pay." "Ternyata kakekmu adalah salah seorang Bu Tong cit Hiap. julukanku adalah Lam Khie-Baru beberapa tahun aku berkecimpung di rimba persilatan Tionggoan. si Mo-Buyung Hok dan Pak Hong-wan Bun Kim. Lam Khie terus menatapnya. sebulan yang lalu." "Han Liong" Lam Khie tersenyum. "Kami bertiga sangat tinggi hati. "Melainkan enggan bertarung denganku. "Engkau mahir ilmu silat Thay Kek Kun. siapa berani menyinggung perasaannya pasti dibunuhnya. "oh ya.Dia berniat bergabung dengan . Dia sangat licik. "Aku tinggal di Tayli. Kelihatannya si Mo berniat bergabung dengan ketua Hek Liong Pang." sahut Lam Khie." Lam Khie manggut-manggut. dan disaat itu pula muncul Tong Koay-Oey su Bin. Lagipula si Mo amat licik. Ayahmu pasti Thio Bu Ki yang amat kesohor itu. kalau itu terjadi. Locianpwee" Thio Han Liong mengangguk." "Hek Liong Pang?" "Betul. Ternyata ketua Hek Liong Pang itu menghendaki kami bergabung. "Tapi si Mo kelihatan agak segan pada Locianpwee." "ya. apakah engkau adalah murid Bu Tong Pay?" "secara tidak langsung aku memang murid Bu Tong Pay-" Thio Han Liong menjelaskan. Dia adalah seorang wanita berusia lima puluhan. akal busuknya pun banyak-" "Locianpwee. " Ketua Hek Liong Pang berkepandaian sangat tinggi sekali. sebab si Mo adalah ketua golongan hitam." "Bukan segan. belum lama ini dalam rimba persilatan telah muncul sebuah perkumpulan misterius. lama sekali barulah membuka mulut. sedangkan Pak Hong agak kegilagilaan."Ya. Maka kami bertiga tidak mungkin bisa bergabung." LamKhie memberitahukan. namun Tong Koay agak sesat. Mereka berdua lalu duduk di bawah pohon. Wajahnya dingin dan hatinya jahat.

sudah pasti punya tujuan tertentu-" "si Mo punya tujuan apa?" "Dia ingin menjadi Bu Lim Beng Cu.. .Hek Liong Pang. aku pasti ke Tibet mencari mereka. "Itu cuma merupakan sebuah nama kosong." "Bukan main" Lam Khie terbelalak"Itu sungguh luar biasa. maka banyak jago dari berbagai aliran ingin merebut kedudukan itu." "Kalau kepandaianku sudah tinggi sekali." "Locianpwee pernah dengar tentang para Dhalai Lhama?" "Dhalai Lhama?" "Ya.. "Itu bagaimana mungkin?" Lam Khie tidak percaya Thio Bu Ki kalah bertarung dengan para Dhalai Lhama. "Kenapa engkau? Apakah telah terjadi sesuatu atas diri ayahmu?" "Locianpwee. Tak disangka para Dhalai Lhama itu memiliki kepandaian istimewa.. "Aku masih kalah setingkat di bandingkan dengan kepandaian ayahmu. Tapi aku tidak pernah mendengar tentang mereka. "Lho?" Lam Khie menatapnya tidak mengerti." ujar Thio Han Liong sungguh-sungguh"Engkau ingin membalas dendam?" "Hanya ingin membuat perhitungan dengan mereka. aku ingin bertanya bagaimana kepandaian Locianpwee dibandingkan dengan kepandaian ayahku?" "Mungkin ." Thio Han Liong memberitahukan. Dalam hal tersebut mereka pasti akan berunding lama. "Para Dhalai Lhama itu berjumlah sembilan orang." "Mereka tidak pernah berkecimpug dalam rimba persilatan." jawab Thio Han Liong dengan wajah murung. Namun sudah belasan tahun pula ayahmu menghilang entah ke mana. mungkin mereka sudah pulang ke Tibet." "Para Dijalai Lhama hanya terdapat di Tibet. bahkan terbakar oleh Liak Hwee Tan milik para Dhalai Lhama itu. "Belasan tahun lalu. "Maka ayahku tidak sanggup melawan mereka. mereka ratarata berkepandaian amat tinggi." sahut Lam Khie jujur. Begitu pula ketua Hek Liong Pang." tutur Thio Han Liong mengenai ilmu istimewa yang dimiliki para Dhalai Lhama itu." Thio Han Liong tersenyum getir." ujar Lam Khie"Tapi tidak pernah berkecimpung dalam rimba persilatan Tionggoan. sebab mereka membunuh Bibiku. namun pernah bertarung dengan ayahku. ayahmu telah diangkat sebagai Bu Lim Beng Cu.." "Bu Lim Beng Cu " gumam Thio Han Liong.." "Bu Lim Beng Cu?" "Aku sudah dengar. kenapa engkau malah mengatakan begitu?" "Locianpwee.. "Aku menyaksikan pertarungan itu" "oh?" Lam Khie tampak tertarik"Bagaimana hasil pertarungan itu?" "Ayahku terluka." "Eh?" Lam Khie terbelalak."Ayahmu adalah Bu Lim Beng Cu." ujar Lam Khie sambil memandang Thio Han Liohg." "oooh" Lam Khie manggut-manggut.

"Terima kasih. namun kita terpaksa berpisah sekarang. "Rasanya aku cocok sekali denganmu. "Dia ingin menemui Keng Bun Hong Tio. Tak seberapa lama kemudian. "Ayahmu adalah Thio Bu Ki?" "Ya.sayup. karena kepandaian mereka begitu tinggi." Thio Han Liong mengangguk." ucap Thio Han Liong." Pemuda itu memberitahukan. "Anak muda." "Apa?" Para Hweeshio itu tampak terkejut. "Silakan ke ruang depan" ucap Hweeshio yang mengantar Thio Han Liong." Hweeshio itu mengangguk. Taysu. siapakah anak muda itu?" tanya salah seorang Hweeshio yang menjaga di depan kuil. "Betul. .Kalian adalah Hweeshiohweeshlo siauw Lim sie?" tanya Thio Han Liong. lalu mengikuti para Hweeshio itu ke atas. sudah belasan hari In Tayhiap meninggalkan kuil kami-" Hweeshio itu memberitahukan.. "Dia bernama Thio Han Liong. "oh?" Thio Han Liong tercengang"Tapi Kakek In belum tiba di gunung Bu Tong."Tapi engkau harus berhati-hati. "Ayahku bernama Thio Bu Ki." Thio Han Liong mengangguk"Kalau begitu." sahut Hweeshio yang mengantar pemuda itu. "Han Liong Hati-hati terhadap si Mo."Anak muda." ujar Hweeshio itu. namun masih terdengar suara seruannya sayup. harap suheng melapor kepada Hong Tio (Ketua)" "Omitohud" sahut Hweeshio itu. "Mudah-mudahan kita berjumpa lagi kelak" -ooo00000oooThio Han Liong mulai mendaki siauw sit san." Thio Han Liong melangkah ke ruang depan. mau apa engkau ke kuil kami?" "Aku ingin menemui Kakek In. Kelak kita akan berjumpa lagi. Juga ingin menemui Keng Bun Hong Tio-" "Kakek In? Maksudmu In Lie Heng?" tanya Hweeshio itu "Anak muda. kemudian segera masuk ke dalam. engkau mau ke mana?" "Aku mau ke kuil siauw Lim sie. namaku Thio Han Liong. "Han Liong" Lam Khie memandangnya sambil tersenyum." Lam Khie melesat pergi. dia sangat licik dan jahat." "Terima kasih atas perhatian Locianpwee" sahut Thio Han Liong dan berseru pula menggunakan Iweekang. mendadak muncul beberapa Hweeshio"Omitohud" ucap salah seorang dari mereka. putra Thio Bu Ki."jawab Thio Han Liong dan menambahkan. sampailah di kuil siauw Lim sie." "Ya. Mari ikut kami ke kuil menemui Hong Tio kami" "Terima kasih Taysu. bolehkah aku bertemu Keng Bun Hong Tio?" "Ada urusan apa engkau ingin bertemu Hong Tio kami dan siapa engkau?" "Taysu... Ketika ia sedang mendaki melalui jalan gunung yang sempit.Betapa kagumnya Thio Han Liong menyaksikan kemegahan kuil tersebut "sutee.

Hong Tio-" Thio Han Liong mengangguk"Ayahmu berada di mana dan bagaimana keadaannya?" tanya Keng Bun Hong Tio dengan penuh perhatian. suheng. Keluar dari pintu belakang itu.Apakah ayahmu memberitahukan tentang itu?" "Ayahku sudah memberitahukan. "cia sun dan ke tiga paman guruku tinggal di dalam sebuah gua di gunung itu." "Omitohud Tentu boleh. Tapi. seng Ceng. "sutee. "Keng Ti suruh dia masuk." Keng Ti seng ceng mengangguk." ucap Thio Han Liong dan terus mengikuti padri tua itu menuju gua tersebut. "Ayahku baik-baik saja. Thio Han Liong melihat tiga padri yang sudah tua sekali dan seorang tua berambut panjang duduk di situ. Keng Ti seng Ceng tidak langsung masuki melainkan berseru di depan gua. oh ya. yang ternyata Keng Bun Hong Tio dan Keng Ti seng Ceng. Keng Bun Hong Tio dan Keng Ti seng Ceng mendengarkan dengan mata terbelalak-." jawab Thio Han Liong memberitahukan. seng Ceng.Tak seberapa lama kemudian. sampailah mereka di sana. syukurlah kini ayahmu sudah mulai pulih" "Keng Bun Hong Tio. Itu dikarenakan Thio Bu Ki. "Engkau boleh masuk. "Omitohud. Kakek In sudah kembali ke gunung Bu Tong?" "sudah. betulkah engkau putra Thio Bu Ki?" "Betul. lalu melangkah memasuki gua dengan hati agak berdebar-debar. "Bolehkah aku menemui Kakek angkatku?" "Maksudmu Cia sun?" "ya. lama sekali barulah terdengar suara sahutan parau. mereka sudah sampai di pintu belakang kuit. lalu mengajak Thio Han Liong ke belakang. Paman guru" sahut Keng Ti seng Ceng lalu berkata kepada Thio Han Liong. . "Paman guru Anak Thio Bu Ki bernama Thio Han Liong ingin menjenguk Cia sun Bolehkah teecu membawanya ke dalam?" suara Keng Ti seng Ceng bergema ke dalam gua.. "Ayah dan ibu tinggal dipulau Hong Hoang to." ucap Keng Bun Hong Tio"Itu sungguh di luar dugaan. antar Han Liong menemui Cia sun" "Ya. Be-berapa saat kemudian. muncullah dua Hweeshio tua. Berselang beberapa saat.. engkau boleh kembali ke kuil" "ya.... Tapi sepasang mata Cia sun tetah buta." Thio Han Liong menutur tentang ayahnya terluka oleh para Dhalai Lhama.Kemudian memandang Keng Tiseng Ceng seraya berkata." ucap Thio Han Liong. Thio Han Liong melihat sebuah gunung menjulang tinggi. silakan" "Terima kasih. Kenapa ke dua Hweeshio tua itu sudi menyambut Thio Han Liong. Kirakira dua tiga ratus langkah kemudian." Keng Ti seng Ceng memberitahukan. ayahnya pernah menyelamatkan siauw Lim Pny"Omitohud" ucap Keng Bun Hong Tio"Anak muda.." tanya Thio Han Liong. "Mari ikut aku ke sana" "Terima kasih. segeralah pemuda itu bersujud di hadapan mereka. semakin ke dalam gua itu semakin luas dan terang." Keng Bun Hong Tio mengangguk.

" Thio Han Liong mengangguk"Para Dhalai Lhama itu memiliki ilmu istimewa." ucap Thio Han Liong."Namaku Thio Han Liong.. "Begitu hebat kepandaian para Dhalai Lhama itu?" "Ya. ayah terluka oleh pukulan Dhalai Lhama. "Sudah mulai pulih. bahkan kemudian ayah dan ibu terbakar oleh Liak Hwee Tan. mereka berjumlah sembilan orang. justru membuat kami bertiga sutit menolak lagi." orang tua berambut panjang dan buta itu adalah Kim Mo Say ong-cia sun. Hanya saja jalan darah jin Tioknya belum terbuka. Kini anaknya ke mari. engkau sungguh pintar Dengan ucapan terima kasihmu itu. guru. apakah tidak dapat mengobati wajahnya dan wajah ibumu?" tanya Cia sun bernada heran. bagaimana keadaan ayah dan ibumu?" tanya Cia sun. "Ha ha ha" touw ok tertawa gelak"Siauw Lim Pay pernah berhutang budi kepada Bu Ki." ucap Thio Han Liong." "Apa?" Cia sun terkejut bukan main. "Luar biasa Engkau memiliki tulang yang luar biasa" "Omitohud" ucap salah seorang Tetua siauw Lim bernama Touw ok"Cia sun. "Omitohud" Touw ok tertawa. yaitu Ilmu Ie Kang Tai Tik (Memindahkan Iweekang Menggempur Musuh). "Kakek dan tiga Tetua siauw Lim. "Han Liong" touw ok menatapnya tajam. la meraba muka dan sekujur badan Thio Han Liong. ayahku adalah Thio Bu Ki. Kakek-" Thio Han Liong merangkak mendekati orang tua berambut panjang itu"Han Liong." ujar pemuda itu.» "Guru berniat menyempurnakannya?" tanya Cia sun mendadak"Omitohud" sahut Touw ok"Itu tergantung pada jodohnya dengan kami bertiga-" "Terima kasih Tetua siauw Lim. "Anak muda.. "Ayahmu ahli dalam hal ilmu pengobatan.Tentunya mereka juga paham akan berbagai macam formasi-" "Han Liong. maka sulit mencapai Iweekang yang tinggi." ucap Cia sun cepat. cucumu itu memang luar biasa. Tetua. bahkan sudah memiliki kepandaian yang cukup tinggi. namun wajah ayah dan ibu telah rusak" Thio Han Liong memberitahukan." "Ilmu Ie Kang Tai Tik?" Touw ok tampak terkejut sekali"Itu memang ilmu yang sangat luar biasa." "Terima kasih. . terimalah sujudku" "Ha ha ha" orang tua berambut panjang itu tertawa gelak"Tak disangka Thio Bu Ki sudah punya anak Kemarilah" "ya.. "Duduk-lah" Thio Han Liong sebera duduk"Han Liong. kini ayahmu sudah pulih?" tanya Cia sun. maka kami harus membalas budi itu Ha ha ha" "Terima kasih. "Ayah dan ibu baik-baiksaja. Tapi -" Thio Han Liong menutur tentang kejadianpara Dhalai Lhama dan pasukan pilihan Cu Goan ciang yang menyerbu ke Pulau Hong Hoang to"Bibi Cijiak meninggal.

apakah ayahmu menceritakan tentang urusan seng Kun dengan cia sun?" "Ayahku sudah menceritakannya. "Han Liong. "Bolehkah aku menanyakan sesuatu?" "Tanyalah" sahut Keng Bun Hong Tio sambil tersenyum. "Terima kasih." . sekaligus membuka jalan darah jin Tiokmu.. Cia sun tertawa gembira. "Hong Tio dan Kakek In berunding mengenai masalah apa? Lagipula kenapa suasana dalam kuil ini agak lain. karena mendadak terdengar suara tawa yang amat keras di luar kuil." "Kalau begitu--" Cia sun menghela nafas panjang. Lima tahun lalu." "Omitohud Punya tekad yang Baik. Thio Han Liong sudah ke luar dari gua itu." Keng Bun Hong Tio menutur tentang kejadian seng Kun bertarung dengan cia sun. bagus Engkau memang anak baik..Lagi-pula kini jalan darah jin Tioknya telah terbuka. Tapi. agar engkau gampang melatih Terima kasih. Tetua. aku dan suhengku pernah bertarung dengan seng Hwi. kami bertiga akan memberi petunjuk kepadamu. "sama juga tiada obatnya." ujar Thio Han Liong sungguh-sungguh"Bagus.. sebab seng Hwi berkepandaian begitu tinggi. putra seng Kun. sebab tidak gampang memperoleh Teratai salju." Thio Han Liong mengangguk"Namun ayahku tidak tahu kalau seng Kun punya seorang putra." Thio Han Liong terbelalak mendengar penuturan itu. maka Iweekangnya bertambah tinggi setingkat." ucapan Kong Ti Seng Ceng terputus. "Itu memang di luar dugaan. Thio Han Liong sudah berada di dalam kuil siauw Lim sie. namun aku akan ke gunung soat san mencari soat Lian." ucap Thio Han Liong. engkau boleh tinggal di dalam gua ini beberapa hari.. "Kini sudah waktunya dia ke mari." Thio Han Liong menggelengkan kepala"Harus dengan soat Lian (Teratai salju) yang terdapat di gunung soat San. Kini kepandaiannya bertambah tinggi." "oh?" Thio Han Liong tertegun. "Hong Tio" tanya Thio Han Liong.. itu dikarenakan ia memperoleh bantuan Iweekang dari ke tiga Tetua di saat membuka jalan darah jin Tioknya. sehingga mempertinggi Iweekangnya pula." Beberapa hari kemudian."Bisa. maka. la duduk di hadapan Keng Bun Hong Tio dan Keng Ti seng Ceng. "Kong Bun Hong Tio. kelihatannya seakan-akan menghadapi sesuatu?" "Omitohud" sahut Keng Bun Hong Tio "Mungkin tidak lama lagi akan muncul seseorang menimbulkan kekacauan di kuil kami. aku sudah ke mari." "Omitohud" ucap Kong Ti seng Ceng. sebab ke tiga Tetua siauw Lim sie mengajarkannya beberapa macam ilmu silat rahasia siauw Lim Puy. "Han Liong. "Kenapa dia akan menimbulkan kekacauan di sini?" "Sebab kemungkinan besar dia telah salah paham terhadap Cia sun dan kami . Bersiap-siaplah untuk menghadapiku Ha ha ha. Dia bernama seng Hwi.. "Ha ha ha.. pasti akan memperoleh hasil" ujar touw Giat." "Aku tahu itu.

akhirnya korban akan terus berjatuhan. kemudian engkau pun mau mentraktirku. karena ayahku mati gara-gara mereka." "saudara kecil" seng Hwi menatapnya dengan wajah muram "Itu berarti engkau akan mencampuri urusanku dengan siauw Lim Pay?" "Bukan mencampuri. "Eeeh?" Lelaki itu terperangah ketika melihat Thio Han Liong bersama ke dua padri tua itu. "Engkau. "Terima kasih.. Itu berarti aku telah berhutang kebaikan kepadamu. saudara kecil Kok berada di sini?" "saudara tua" Thio Han Liong menatapnya. tentunya aku harus mendengarnya-" "saudara tua" Betapa girangnya Thio Han Liong. "siapa tahu aku bisa membantu dalam hal ini. Hong Tio." "ltulah salah pahammu. "saudara tua" panggil Thio Han Liong.Kini engkau ingin menjelaskan masalah itu padaku. Jangan keluar. suheng" Kong Ti seng ceng mengangguk." Thio Han Liong meng-gelenggelengkan kepala. "Engkau di sini. engkau pun boleh membunuhku." sahut Thio Han Liong. aku ingin ikut keluar. yang tidak lain adalah lelaki yang ia temui di dalam kedai arak. lalu mengikuti Thio Han . Man kita keluar" "Baik." "Eh? saudara kecil." ucap Thio Han Liong. seng Hwi datang. maukah engkau mendengarkan penjelasanku dulu? Kalau memang pihak siauw Lim-pay dan cia sun bersalah. "Engkau bernama seng Hwi?" "Ya. " Seng Hwi mengerutkan kening." Lelaki itu mengangguk"Engkau adalah murid siauw Lim Pay?" "Bukan." Thio Han Liong menggelengkan kepala dan menambahkan "Tapi aku punya hubungan dengan siauw Lim Pay. lalu ikut mereka keluarBegitu sampai di luar.. "Apa maksudmu?" "Sebab engkau telah salah paham terhadap siauw Lim PayKalau salah paham itu masih berlanjut. terbelalaklah Thio Han Liong. aku sudah merasa cocok denganmu. lalu berkata kepada Thio Han Liong. aku memang harus membunuh para Hweeshio siauw Lim Pay dan cia sun." "seng Ceng. sebab akan membahayakan dirimu. karena melihat seorang lelaki berusia tiga puluh lebih berdiri di situ. melainkan ingin menjernihkan masalahmu dengan siauw Lim Pay. "saudara tua. "Man ikut aku ke dalam" "Baik-" seng Hwi mengangguk." "Omitohud" Kong Ti seng ceng memandang Kong Bun Hong Tio"Bagaimana suheng? Bolehkah Han Liong ikut keluar?" "Baik-" Kong Bun Hong Tio manggut-manggut." sahut Thio Han Liong sungguh-sungguh. " Ketika aku melihatmu di kedai arak." "saudara kecil."Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio"sutee.

Engkau sudi mendengar penjelasanku. Kong Bun Hong Tio dan Kong Ti seng Ceng saling memandang kemudian mereka manggut-manggut sambil menarik nafas lega. "Itu merupakan cerita bohong. Padahal ayahku tidak pernah melakukan perbuatan terkutuk itu." "saudara tua. karena mereka bersekongkol dengan seng Kun. Omitohud." Thio Han Liong berpikir sejeNak.. Akan tetapi. maka membunuh Keng Kian seng Cen. kemudian mengangguk seraya berkata." ujar Thio Han Liong. jelaskanlah" "saudara tua. maka ayahku menjadi Hweeshio di siauw Lim sie. katanya Cia sun muridnya itu sangat jahat sekali. kemudian menatap Han Liong seraya berkata. "orang tuaku adalah Thio Bu Ki. Bahkan masih ada beberapa murid kami yang dihukum. "Lainpula yang diceritakan ayahku. "Omitohud" sahut Kong Bun Hong Tio .. Thio Han Liong menutur tentang kejadian seng Kun yang memperkosa isteri Cia sun dan lain sebagainya berdasarkan apa yang didengarnya dari Thio Bu Ki. silakan ke gunung Bu Tong bertanya kepada sucouwku" "sucouwmu? Maksudmu adalah guru Besar Thio sam Hong?" tanya seng Hwi.Liong ke dalam kuil itu dan duduk di ruang depan.. "saudara kecil. ayahnya. Ke dua padri tua itu tampak beo itu tenang. dengan licik sekali Cia sun memutar balikkan fakta itu." sahut Kong Bun Hong Tio"Para ketua partai besar lain pun mengetahui tentang kejadian itu.. apa yang diceritakan ayahmu itu tidak benar. mari kita berangkat sekarang" ujar seng Hwi dan sekaligus berpamit kepada Kong Bun Hong Tio dan Kong Ti seng Ceng.. "Kalau engkau masih tidak percaya. apabila ayahku mati. sudikah engkau ikut ke tempat tinggalku?" "Memangnya kenapa?" Thio Han Liong heran. seng Hwi mendengarkan dengan wajah pucat pias dan seka li-kali ia pun melirik ke arah Kong Bun Hong Tio dan Kong Ti seng Ceng. "Baiklah.. oleh karena itu. "Menemui ibuku. namun cia sun yang memfitnahnya." Thio Han Liong mengangguk"Itu tidak perlu-" seng Hwi menggelengkan kepala. "Betulkah apa yang dituturkan saudara kecil ini?" "Omitohud Itu memang betul." "Omitohud" Keng Bun Hong Tio menggeleng-gelengkan kepala." "Tapi.. "Kong Bun Hong Tio" tanya seng Hwi dengan kening berkerut-kerut. suatu hari ayahku berpesan kepadaku. maka ia pun yakin bahwa apa yang dituturkan Thio Han Liong itu benar.Cia sun tahu tentang itu." Thio Han Liong menutur tentang kejadian masa lampau kepada seng Hwi. aku harus menuntut balas kepada pihak siauw Lim sie dan cia sun. Karena Cia sun terus-menerus memburunya." Thio Han Liong memberitahukan. maka aku pun harus ikut engkau pergi menemui ibumu-" "Kalau begitu. "Ya." seng Hwi menggeleng-gelengkan kepala.. "saudara kecil. sehingga ayahku malah menjadi tertuduh.. Cia sun adalah ayah angkat orang-tuaku.

"Heran..... aku." Lim soat Hong membelainya."jawab Tan Giok Cu. tentunya bisa menjaga diri." Tan Giok Cu mengangguk." Tan Giok Cu menggeleng-geleng-kan kepala. "Kelihatannya Han Liong yang akan menyelamatkan rimba persilatan. "Rindu kepada Han Liong kan?" sahut Tan Ek seng sambil menghela nafas panjang. maka aku harus pergi menyusulnya ke gunung Bu Tong. bagaimana mungkin ibu melarangmu? Hanya saja engkau harus berhatihati" "ya." kata Tan Ek seng dan melanjutkan." ujar soat Hong tampak berkeberatan. aku.. "Engkau." "ya. ayah tidak berkeberatan. Omitohud . Akan tetapi. "Tak disangka jadi beres urusan itu. sebab putrinya itu terus berjalan mondar-mandir." ucap Tan Giok Cu dengan girang." "Ibu. "Nak. "Giok cu" Tan Ek seng menatapnya ketika duduk di ruang depan. sehingga membuat gadis itu uring-uringan. aku." "Kalau begitu. "Engkau ingin pergi menemui jantung hatimu. aku berangkat sekarang ya?" kata Tan Giok Cu sambil menggenggam tangan Lim soat Hong. "Ibu... "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio setelah mereka pergi.... dia justru ke mari?" tanya Tan Ek seng. "Giok Cu.. "Sudah sebulan lebih dia belum ke mari. "Nak. "Itu... "sebab kini engkau sudah cukup besar dan berkepandaian tinggi. "Nak." "suheng" Kong Ti seng Ceng manggut-manggut.. engkau harus segera pulang." Tan Ek seng berpikir lama sekali. Terima kasih." "Itu. yang ditunggu justru tidak muncut.Thio Han Liong pun berpamit kepada ke dua padri tua itu. tapi ibumu. Kapan engkau akan berangkat?" "Sekarang." "Giok Cu" Tan Ek seng menatapnya seraya bertanya.. "Engkau ingin minta uang kan?" ..--" "Ibu ijinkan atau tidak. "Bertemu Han Liong atau tidak. "sungguhkah engkau ingin ke gunung Bu TOng?" "ya.... Omitohud." sahut gadis itu singkat.. "Dia masih berada di gunung Bu Tong. aku tetap harus pergi ke gunung Bu Tong." ujar Lim soat Hong. Ibu." sahut gadis itu yang telah mengambil keputusan." pesan Lim soat Hong. Kenapa dia belum ke mari?" "Mungkin.. "Suruh dia tunggu di rumah." "Jangan khawatir." Lim soat Hong tersenyum lembut. " Lim soat Hong menggeleng-gelengkan kepala... "Bagaimana seandainya engkau pergi..." Tan Giok Cu mengangguk. aku pasti kembali.. kemudian meninggalkan kuil siauw Lim sie bersama seng Hwi. "Baiklah.. "Kenapa engkau tidak bisa duduk diam dari tadi?" "Ayah.." "Ibu" Tan Giok Cu menatapnya." -ooo00000oooBab 14 Hek Liong Pang (Perkumpulan naga Hitam) sudah sebulan tebih Tan Giok Cu berdiam di rumah menunggu kedatangan Thio Han Liong. "Nak.

tapi. namun kuil itu ramai sekali. siapa yang bersalahi pasti dijatuhi hukuman yang setimpal. Tampak puluhan pengawal berseragam kerajaan berbaris rapi di halaman kuil. kota tersebut tampak lebih ramai daripada biasanya dan orang-orang yang berlalu lalang pun kelihatan berseri-seri." " Hanya ingin mencari buah hatimu itu." "Ayah kok omong begitu sih?" Tan Giok Cu cemberut. Agar cepat tiba di gunung Bu Tong. Ketika tiba di depan sebuah kuil. sedangkan di depan kuil ramai pula dikerumuni para penduduk kota. hakim tersebut sangat dicintai dan dihormati para penduduk kota Bun ciu. tidak pernah korupsi atau menerima suap dari hartawan. Menyaksikan itu. "Giok Cu.. gadis itu duduk di punggung kuda sambil menengok ke sana ke mari dengan penuh keheranan. gadis itu telah tiba di kota Bun ciu. bahkan juga adil dan bijaksana dalam mengadili urusan apapun. ia langsung menghentikan kudanya.Ada apa gerangan? Ternyata hakim di kota Bun ciu merayakan ulang tahunnyaHakim tersebut bernama souw yam Hiong yang sangat terkenal akan kejujurannya.. Ibu. . Maka. Ayah-" Tan Giok Cu mengangguk. "Nak." "Ayah pasti berikan.. "Kalau dia tidak berada di gunung Bu Tong engkau harus segera pulang" "ya. Beberapa hari kemudian. kini engkau sudah besar. Tan Giok Cu tertarik dan langsung meloncat turun dari kudanya. Di punggungnya bergantung sebilah pedang dan sebuah buntalan.. "Nak" Lim soat Hong menatapnya dengan penuh kasih sayang. lalu ajak dia ke mari" "Ya. aku pasti pulang bersamanya. bukan?" Tan Ek seng tertawa. "sebetulnya ibu merasa berat sekali membiarkan mu pergi." "Nak.. "Padahal aku pergi hanya. dengan wajah berseri-seri Tan Giok Cu mendekati kuil itu." Tan Giok Cu mengangguk" Aku pasti pulang " Tan Giok Cu sudah meninggalkan rumahnya."Untuk bekal dalam perjalanan. ia membeli seekor kuda jempolan." Tan Ek seng tersenyum. kemudian menuntun kudanya ke sebuah pohon sekaligus menambatkannya di situ. "Setelah bertemu Han Liong. suasana semarak di kota itu membuat Tan Giok Cu agak tercengang. setelah itu." "Ibu" Tan Giok Cu tersenyum. Kuil itu sungguh besar dan indahi itu adalah kuil Hok Tek Cin sin (Dewa Keberuntungan). Kota tersebut cukup makmur dan ramai dikunjungi para pedagang dari daerah-daerah lain dan tampak pula gedunggedung berdiri megah di kota itu. Padahal hari ini bukan ceh It Cap Go (Tanggal satu atau tanggal Lima belas Tionghoa). oleh karena itu.. Hari ini adalah hari ulang tahunnya. ayah sudah tidak bisa mengekangmu lagi. mudah-mudahan engkau bertemu dia." pesan lim soat Hong lagi. Hari ini. penduduk kota tersebut ikut merayakannya.

" "Paman" Tan Giok Cu tersenyum geli ketika menyaksikan tingkah laku lelaki tua itu.. Mari kita berijalan kepadanya" Mereka segera minggir. "Paman tahu nama Nona souw itu?" "Dia bernama souw Lan Ling." lelaki itu tersenyum." sahut lelaki tua itu sambil tertawa.." "Lihat tuh" bisik salah seorang. "gadis itu melangkah maju. kelihatannya ingin masuk ke dalam. " Hakim souw sekeluarga sedang sembahyang di dalam kuit ini. seketika juga terbelalak"Wuah" terdengar seruan tak tertahan. yang duduk bersama ke dua orang tuanya di pekarangan kuil.. usianya sekitar tujuh belas tahun. maka dijaga ketat oleh para pengawalnya. kemudian memberitahukan.. . "Nona souw cantik sekali." "Pantas engkau tidak tahu" Lelaki tua itu manggutmanggut. "Beritahukanlah Jangan seperti orang linglung" "Aduuuh Nona. "Haaah? Nona. turun dari langit."Paman" tanyanya kepada seorang lelaki tua.. "Kenapa begitu ramai di dalam kuil?" Lelaki tua itu menoleh. aku kira engkau adalah bidadari yang baru turun dari kahyangan." "Eh? Apakah Dewa Hok Tek Cin sin punya cucu? Engkau jangan omong ngawur lho Mulutmu bisa bengkak karena usil. "Hei" bentak orang yang kena senggol. Percakapan mereka terdengar oleh beberapa orang yang berdiri tak jauh dari situ Mereka menoleh dan." "oh?" Tan Giok Cu tertarik"Tapi-." Lelaki tua itu memberitahukan. "Nona souw masih kalah cantik dibandingkan dengan NcJna. maka aku jadi linglung. Aku baru tiba di kota ini." Lanjut lelaki tua itu.. maka penduduk kota ini ingin menyaksikannya. "Bukan main cantiknya nona itu." "Mungkin gadis itu cucu Dewa Keberuntungan. seketika juga ia terbelalak dengan mulut ternganga lebar. "para penduduk kota ingin menyaksikan putri hakim souw dari dekat. "Kenapa para penduduk kota ingin menyaksikan putri hakim -Souw?" "Karena.. ingin memberi keberuntungan kepada Hakim souw sekeluarga.. sudah barang tentu menyenggol orang lain yang sedang menyaksikan kecantikan souw Lan Ling. "Tapi kenapa para penduduk berkumpul di luar kuil." "Ahi masa?" Tan Giok Cu tersenyum.." "Lho?" Tan Giok Cu heran.." "oooh" Tan Giok Cu manggut-manggut. mereka ingin menonton apa?" "Nona" Lelaki tua itu menatapnya dengan mata tak berkedip"Engkau bukan penduduk kota ini?" "Bukan. wajahnya putih mulus bagaikan salju" "jangan-jangan dia adalah bidadari yang baru turun dari kahyangan.

" ucap gadis itu sambil tersenyum sekaligus melangkah ke dalam dengan wajah berseri-seri.Akan tetapi.. "Adik kecil" seru souw Lan Ling memanggilnya. "gadis cantik. Kepala pengawal mendengar suara seruan itu. dan kagum sekali akan kecantikan gadis itu.. "Maaf nona" ucap pengawal itu"Junjungan kami. "Engkau cantik sekali. Souw Lan Ling yang menyaksikan itu.. Langkahnya lemah gemulai dan kelihatan begitu cantik. Tan Giok Cu menghampiri mereka. "Kemarilah" " Kakak memanggilku?" tanya Tan Giok Cu. Dilihatnya seorang gadis yang amat cantik sedang berjalan ke dalam." Pengawal itu terbelalak ketika menyaksikan kecantikan Tan Giok Cu.. "Ayah." sementara itu.. "Adik kecil" ujar souw Lan Ling sambil tersenyum. ijinkanlah aku masuk" ujar Tan Giok Cu. "Aku dari desa Hok An. Hakim souw sedang berada di dalam kuil."jawab gadis itu memberitahukan. "Ha ha ha" Hakim souw tertawa gembira.. maka ia pun memandang ke arah pintu kuil. "Biarkan gadis itu masuk" sambung pengawal yang berdiri di situ dengan suara keras.. Maka tidak heran kalau souw Lan Ling memandangnya dengan mata tak berkedip. souw Lan Ling merasa bangga sekali. perbolehkanlah dia masuk. bukankah lebih cantik dari Nona souw?" orang-orang yang tersenggol itu langsung memandang ke arah Tan Giok Cu." souw Lan Ling mengangguk. siapa engkau dan dari mana?" "Namaku Tan Giok Cu. namun ditahan oleh para pengawal yang menjaga di situ. Ayah. aku ingin ke dalam." "oooh" Hakim souw manggut-manggut "gadis cantik. silakan duduk" "Terima kasih-" Tan Giok Cu duduk di sebelah souw Lan Ling. gadis itu ingin masuk. "Nona. dan kemudian terbelalak sambil bergumam.. sebab cara jalannya bagaikan sang bidadari yang turun dari kahyangan. langsung mempersilakan Tan Giok Cu masuk. mendadak para penduduk itu telah berpaling ke belakang. "Terima kasih. lalu memberi hormat. "Nona. tapi kenapa ditahan sih?" tanya gadis itu dengan suara merdu. "Biarkan gadis itu masuk" ujarnya perlahan. kami tidak bisa maju lagi" "Bung Lihatlah gadis yang ingin masuk itu." "Paman. "ya."Jangan terus mendesak. karena dirinya menjadi pusat perhatian para penduduk. "Para penduduk kota ini ingin menyaksikan kecantikan . segera berkata kepada Hakim souw dengan suara rendah. "Bidadari baru turun dari kahyangan. maka kami menjaga di sini melarang siapa pun yang ingin masuk-" "Aku ingin melihat-lihat ke dalam. Paman. Pengawal tersebut menggelengkan kepala." "Kakak pun cantik sekali" sahut Tan Giok Cu.. Tentunya membuat gadis itu terheran-heran." Hakim souw memandang ke arah pintu kuil. tapi ditahan oleh kepala pengawal.

." Hakim souw tampak kecewa"suamiku. Paman Aku tidak mau. Artinya bisa membaca dan menulis. "Nama Kakak?" "Namaku Lan Ling." "ohi ya?" Tan Giok Cu tertawa kecil. "Malah tampak begitu halus dan gerak-geriknya bagaikan bidadari yang baru turun dari kahyangan." sela Tan Giok Cu." "Maaf. "Aku sungguh girang bertemu denganmu. berarti aku sok pamer kepandaianku." souw Lan Ling menatapnya." ujar Hakim souw.Kakak-" "Tapi kini pandangan mereka beralih kepadamu-" souw Lan Ling tersenyum. "Adik Giok Cu. " Kakak Lan Ling justru berbakat untuk belajar ilmu silat. ya. alangkah baiknya engkau bermain silat pedang sebentar untuk kami. tujuh belas tahun." sahut Tan Giok Cu dan bertanya. "Paman" Tan Giok Cu tersenyum.. apakah engkau gadis rimba persilatan?" "Sebetulnya aku bukan gadis rimba persilatan." "isteriku. "oh ya. tapi engkau melarangnya. kan?" "Kira-kira begitulah" sahut Tan Giok Cu sambil tersenyum." "isteriku" Hakim souw tersenyum. bahkan juga bisa memegang buku." sahut Tan Giok Cu." "Tuh ya. "Tapi Lan Ling tidak berbakat untuk belajar ilmu silat-" "Menurutku. Paman dan Bibi." "Itu tidak mungkin. "Maka aku tidak mau.-" hakim Souw tertegun.. sekarang malah menyuruh gadis itu bersilat pedang. "Tapi aku yakin engkau mahir ilmu pedang. "Adik Giok Cu" souw Lan Ling menatapnya seraya berkata"Maukah engkau bersilat pedang sebentar?" "Tidak-" Tan Giok Cu menggelengkan kepala"Aku tidak mau-" "Kenapa?" souw Lan Ling heran. "Ibu bisa memegang jarum dan memegang pedang. " Aku pun girang sekali bertemu Kakak." "gadis cantik. Tidak baik anak gadis belajar ilmu silat. "Hampir enam tahun aku belajar ilmu silat. kan?" ujar Nyonya souw sambil memandang Tan Giok Cu. anak gadis harus memegang jarum." "Ha ha ha" Hakim souw tertawa gelak"Bagus.." "oooh" souw Lan Ling manggut-manggut. sebab akan berubah kasar. di punggungmu bergantung sebilah pedang.Kakak Lan Ling jangan gusar lho" "Bagaimana mungkin aku gusar?" souw Lan Ling tersenyum. hanya sedang melakukan perjalanan menuju gunung Bu Tong. berapa usiamu sekarang?" "Lima belas tahun." ujar Nyonya souw bernada menegurnya"Lan Ling ingin belajar ilmu silat.. bagus Engkau memang merupakan gadis polosNah.. "Kalau aku bersilat pedang di sini. buktinya aku tidak berubah kasar." Tan Giok Cu menatap souw Lan Ling dengan penuh perhatian. dasar. . bukan memegang pedang. "gadis cantik-. Mohon jangan mendesakku" tolak Tan Giok Cu.

namun yang mereka hadapi adalah murid Yo sian sian dari Kuburan Tua. siapa engkau?" bentak salah seorang dari mereka. Dilihatnya mereka bersenjata pedang. Mereka bertiga langsung menyerang Tan Giok Cu. setelah itu barulah kami membunuh Hakim souw" "Oh?" Tan Giok Cu menatap mereka satu persatu. Betapa lihaynya ilmu pedang gadis itu. "Bagus Mari kita bertarung dengan pedang" "Mari kita serang dia" seru si Hidung Besar. Paman" Tan Giok Cu tersenyum sambit menghunus pedang pusaka Pek Kong Kiam (Pedang Gadis Putih) pemberian gurunya. Tiga orang itu memang mahir sekali bersilat pedang. "Kenapa engkau mencampuri urusan kami?" "Kalian siapa?" Tan Giok Cu balik bertanya. kalian mau apa?" tantang Tan Giok Cu sambil tersenyum. kalau aku marah. itu ada baiknya untuk kesehatan. Para pengawal langsung menyerang mereka. dan beberapa buah senjata rahasia itu dapat ditangkapnya. "Aku kira engkau punya guru. seandainya senjata-senjata rahasia itu beracun.la lalu melesat ke arah tiga orang itu yang berpakaian serba putih. salah seorang teman si . Maka belum sampai dua puluh jurus mereka bertarung. "Kenapa ingin membunuh Hakim souw?" "Nona" orang itu mengerutkan kening. gadis itu masih belum berpengalaman karena langsung menangkap senjata-senjata rahasia itu. "Lan Ling &ngkau belajar ilmu silat secara diam-diam?" "Ayah" souw Lan Ling tersenyum. yang ternyata adalah beberapa buah senjata rahasia. bukankah gadis itu akan celaka? Di saat itulah melayang turun tiga orang. "Aku cuma meng-gerak-gerakkan sepasang tanganku. akan tetapi belasan jurus kemudian.. begitu pula kepala pengawal. Tan Giok Cu menggerakkan tangannya. dan di bagian dada terdapat sulaman gambar seekor naga hitam. kami terpaksa harus menangkapmu. "Engkau memang cari penyakit" "Jadi " Tan Giok Cu menatap mereka dengan tajam. "Terus terang.. Di saat bersamaan. kami merasa tidak tegg melukaimu" "Hidung besar" sahut Tan Giok Cu." "oooh" Hakim souw menarik nafas lega. "Lebih baik kalian segera enyah. "Nona" orang yang berhidung agak besar meng-gelenggelengkan kepala.Aku yakin secara diam-diam dia belajar sendiri" "oh?" Hakim souw melotot. para pengawal itu sudah roboh terkapar. "Hah?" Wajah Hakim souw berubah pucat pias. celakalah kalian bertiga" "Nona" Wajah orang berhidung besar tampak gusar." Mendadak tampak beberapa buah benda bergemerlapan meluncur cepat ke arah Hakim souw. "Kami ke mari memang ingin membunuh hakim keparat itu Lebih baik Nona jangan turut campur" "Aku justru mau turut campur. " Celaka. "Nona." "Jangan khawatir. "Kalian bertiga tidak mau enyah?" "Hm" dengus si Hidung Besar"Nona.

" Tapi. ke dua orang itu sudah kabur terbirit-birit." "Adik Giok Cu" Souw Lan Ling tersenyum. aku." sahut souw Lan Ling sambil tersenyum.. Betapa terkejutnya si Hidung Besar dan seorang temannya itu. aku ingin sekali berguru kepadamu. gadis itu tidak mengejar ke dua lawannya melainkan dengan tenang sekali menyarungkan pedangnya.Kemudian mereka saling memberi isyarat dan mendadak tangan mereka bergerak-ser ser ser seeerrr Beberapa buah senjata rahasia meluncur ke arah Tan Giok Cugadis itu tersenyum dingin sambil mencelat ke atas. agar kita dapat bercakap-cakap lebih leluasa" "Maaf Paman" Tan Giok Cu menggelengkan kepala"Aku hendak melanjutkan perjalananku. "Akan kusuruh salah seorang pengawalku membawa kudamu ke rumahku. "engkau selain cantik juga berkepandaian tinggi. yang penting engkau sudi menjadi guruku. Tan Giok Cu duduk di hadapan mereka sambil mengagumi keindahan ruang itu. aku kagum sekali kepadamu. sebab aku harus cepat-cepat sampai di tempat tujuan. " Akhirnya Tan Giok Cu mengangguk. sehingga beberapa buah senjata itu lewat di bawah kakinya "Aaarrhhh"-" terdengar suara jeritan yang menyayat hatiTernyata senjata-senjata itu menembus dada orang yang terluka itu. "Giok Cu.orang itu roboh binasa dan luka di dadanya masih mengucurkan darah seaar.. sedangkan souw Lan Ling terus menatapnya dengan mata tak berkedip. sebelum sepasang kaki Tan Giok Cu hinggap di tanah. sebab kemungkinan besar para penjahat itu akan ke rumah kami mencoba membunuh suamiku-" "Aku." Hakim souw tersenyum. "Mari ikut ke rumah kami." "Aku telah menganggapmu sebagai adik.. "Kenapa Kakak menatapku dengan cara begitu? Apakah wajahku tumbuh bulu seperti monyet?" "Adik Giok Cu" sahut Souw Lan Ling. "Eh?" Tan Giok Cu tercengang." bujuk Nyonya souw. "Giok Cu" ujar Hakim souw ketika gadis itu kembali ke tempat duduk"Engkau telah menyelamatkan nyawaku. maka orang itulah menjadi korban senjata-senjata rahasia tersebut. setelah sepasang kakinya hinggap di tanah. maka engkau jangan mengecewakan aku.Hidung Besar telah roboh dengan bahu tertusuk pedang Tan Giok cu." desak souw Lan Ling." Hakim souw sekeluarga duduk di ruang depan. "Aku mohon engkau sudi ikut ke rumah kami. ." "Hi hi hi" Tan Giok Cu tertawa geli"Bagaimana mungkin aku menjadi gurumu? Aku lebih kecil lho Lagipula aku tidak punya waktu untuk mengajarmu.. kalau engkau bersedia menjadi guru Lan Ling." "Usia tidak menjadi masalah. "Ha ha ha" Hakim souw tertawa gelak: " Giok Cu....Kebetulan ia berada dibelakang Tan Giok Cu dan berusaha bangkit berdiri. Betapa terkejutnya ke dua orang itu." "jangan khawatir. "Baiklahi Tapi kudaku-. Mari ikut ke rumah kami.

engkau murid Bu Tong pay?" tanya souw Lan Ling. Mari kita makan dulu" "Terima kasih. "Terima kasih. "Aku tidak punya waktu untuk mengajarmu. "Mereka adalah para anggota Hek Liong Pang yang selalu berlaku sewenang-wenang. sudah hampir enam tahun kami tidak bertemu." "Siapa orang itu?" tanya souw Lan Ling lagi." Tan Giok Cu tersenyum. Maka aku memanggilnya Kakak tampan. Ayah?" souw Lan Ling tampak girang sekali. kemudian memandang Hakim souw seraya bertanya. aku pasti terusmenerus menggodamu-" "Kakak. suatu hari. "Aku memang sudah lapar sekali." Tan Giok Cu memberitahukan.Paman" Tan Giok Cu tersenyum. "Adik Giok Cu-" souw Lan Ling menatapnya dengan penuh harap. "Kakak Lan Ling. "Dia adalah pemuda tampan?" "Ketika masih kecil. "Dia memanggilku adik manis. dia tampan sekali. "Mulai malam ini aku minta petunjuk-" "Baik." "Bukan main" souw Lan Ling tertawa geli"Tak disangka engkau sudah punya kekasih" "Kakak jangan menggodaku" " Kalau engkau tidak mengajarku ilmu silat." Hakim souw manggut-manggut." "Kalau begitu Hek liong Pang merupakan perkumpulan para penjahat?" tanya Tan Giok Cu. "Kira-kira begitulah" sahut Hakim souw. perutku sudah berbunyi dari tadi. oh ya." ujar souw Lan Ling." "Adik Giok Cu." "Cukup beberapa hari saja. "Bukan. "Aku ke gunung Bu Tong untuk mencari seseorang. "Dia bernama Thio Han Liong. Aku pulang dia justru sudah berangkat ke gunung Bu Tong. "Dia adalah teman baikku.Aku menjatuhkan hukuman mati kepada penjahat itu. "Aku kurang jelas tentang perkumpulan itu. aku yakin engkau sudah lapar. Dia ke rumahku tapi aku belum pulang dari tempat guruku." sahutnya dan menambahkan." "oh?" souw Lan Ling tersenyum." . Akan tetapi Tan Giok Cu justru menggeleng-gelengkan kepala. tak disangka penjahat itu adalah anggota Hek Liong Pang. tapi aku panggil dia Kakak tampan.aku tidak akan melarang lagi Lan Ling belajar ilmu silat. "Betul." Tan Giok Cu menggeleng-gelengkan kepala. "Aku harus segera berangkat ke gunung Bu Tong. kepala pengawal-ku menangkap seorang penjahat yang memperkosa seorang gadis." ujar Tan Giok Cu dengan wajah agak kemerah-merahan. Adik Giok Cu" ucap souw Lan Ling dan menambahkan." jawab Tan Giok Cu jujur. aku tidak punya waktu. aku akan belajar sendiri" "Baiklahi" Tan Giok Cu mengangguk. "engkau memberi petunjuk kepadaku mengenai ilmu pedang. "Paman kenal para penjahat itu?" "Aaah " Hakim souw menghela nafas panjang." "Betulkah itu.

" "Terus terang. "Terima kasih.. "Aku akan mengajarmu beberapa jurus ilmu pedang lain. souw Lan Ling dan Tan Giok Cu duduk di pekarangan rumah. membuat souw Lan Ling terheranheran." souw Lan Ling menghela nafas panjang. namun sungguh hebat dan lihay.. "Ha ha ha. hanya saja pakaiannya compang-camping mirip seorang pengemis. kenapa engkau memandangku dengan cara begitu?" tanya souw Lan Ling sambil tersenyum. "Itu adalah ilmu pedang perguruanku. "oh ya" Tan Giok Cu teringat sesuatu." "oh?" Wajah souw Lan Ling langsung berseri." Tan Giok Cu mengerutkan kening. bolehkah aku tahu siapa gurumu?" "Aku akan memberitahukan. tapi engkau harus memberi petunjuk kepadaku-" "Baik.." "guruku adalah seorang pengemis tua-" "Seorang pengemis tua? Apakah beliau adalah anggota Kay Pang?" "Bukan. bukankah engkau sudah membohongi ayahmu?" "Aku terpaksa-" souw Lan Ling menghela nafas panjang. "Apa yang diajarkannya kepadamu?" "Ilmu pukulan dan ilmu pedang." Malam harinya. Adik Giok Cu.Tan Giok Cu terus memandangnya dengan mata tak berkedip. Adik Giok Cu. namun engkau bilang tidak punya guru ketika ayahmu bertanya.Nah." Tan Giok Cu mulai mengajar souw Lan Ling beberapa jurus ilmu pedang itu. "Adik Giok Cu." "Adik Giok Cu. ilmu pedang apa itu?" "Itu adalah ilmu Giok Li Kiam Hoat" "Adik Giok Cu" souw Lan Ling menatapnya dengan penuh harap. "Karena selama ini aku berlatih secara diam-diam. maka aku harus mengelabui nya. "sebab ayahku melarangku belajar ilmu silat." sahut Tan Giok Cu sungguh-sungguh"Engkau membohongi ayahmu kan?" "Maksudmu?" "Sudah lama engkau belajar ilmu silat secara diam-diam. "Apakah kepalaku tumbuh tanduk?" "Kakak Lan Ling. Maka aku tertarik sekali kepada ilmu pedangmu. maka tak usah aku memberimu petunjuk lagi." "oooh" Tan Giok Cu manggut-manggut. kepandaianku masih rendah-" souw Lan Ling menggeleng-gelengkan kepala." ujar souw Lan Ling. . jadi tidak mengalami kemajuan pesat-" "Kakak Lan Ling." souw Lan Ling tersenyum.. "guruku bukan anggota Kay Pang... "gerakan ilmu pedangmu begitu lemas. Ternyata ia belajar dari Thio Han Liong ketika masih kecil. "Bolehkah engkau mengajarku beberapa jurus ilmu pedang itu?" "Kakak Lan Ling. aku tidak boleh mengajarkannya kepada orang lain.." "Aku lihat kepandaianmu cukup tinggi. tapi juga sangat lihay sekali."Ha ha ha" Hakim souw tertawa gelak..

. sebab ia tidak mendengar suara apa pun. namun engkau tetap gadis kecil. tak disangka adalah anggota Hek Liong Pang dan kini menjadi masalah-" "Ayahku adalah seorang hakim yang sangat membenci kejahatan. Dapat dibayangkan." sahut pengemis tua itu"Lan Ling." Pengemis tua itu menatap Tan Giok Cu dengan mata tak berkedip"Engkau masih kecil. yang ternyata seorang pengemis tua"gadis kecil . "Dipanggil gadis kecil dia tidak mau." "Ayahmu perbolehkan atau tidak.. sungguh luar biasa sekali" "Paman tua" Tan Giok Cu cemberut"Aku bukan gadis kecil. "siapa yang bersembunyi di situ? Ayoh. "oh ya..." souw Lan Ling memberitahukan." Tampak sosok bayangan melayang turun di hadapan merekai. cepat keluar" souw Lan Ling terkejut." "Aaah " Pengemis tua itu menghela nafas panjang. tadi engkau berlatih ilmu pedang apa?" "Aku belajar dari Adik Giok Cu-" souw Lan Ling memberitahukan. Pengemis tua itu mendengarkan dengan mata terbelalak dan bertanya. lalu memandang ke arah pohon seraya berseru. betapa girangnya souw Lan Ling." Kemudian souw Lan Ling menutur mengenai kejadian di kuil Hok Tek Cin sin. tapi pendengaranmu begitu tajam.Beberapa malam kemudian. "Ayahmu menghukum mati penjahat itu. "Ha ha Aku belum pikun. maka aku mampir menengokmu." "oh?" souw Lan Ling bertambah girang mendengar ucapan . "siapa ke tiga penjahat itu?" "Mereka adalah anggota Hek Liong Pang.. "Dia bernama Tan Giok Cu. "Dia yang menyelamatkan nyawa ayahku . maka aku memanggilnya gadis besar saja. usiaku sudah lima belas tahun lho" "Walau engkau sudah berusia lima belas tahun." sahut souw Lan Ling dan menambahkan. pendengaranmu sungguh tajam" "Guru" panggil souw Lan Ling dengan wajah berseri "Guru. "Dasar sudah tua jadi pikun" Tan Giok Cu bersungutsungut. "Ha ha ha ha" Terdengar suara tawa gelak"gadis kecil. souw Lan Ling sudah berhasil menguasai ilmu pedang itu. oh ya. tentunya menjatuhkan hukuman mati pada penjahat itu.Tak disangka engkau sedang berlatih ilmu pedang di sini. yang jelas engkau sudah belajar ilmu silat dariku. dan segeralah ia memandang ke arah pohon itu. sangat hebat dan lihay sekali." ujar pengemis tua itu sambil menyengir ke arah Tan Giok Cu. "Itu adalah ilmu pedang tingkat tinggi. Ha ha ha. oh ya. ayahku sudah memperbolehkan aku belajar ilmu silat. siapa gadis besar itu?" "gadis besar?" souw Lan Ling tertegun." Pengemis tua itu tertawa. lalu mempertunjukkan ilmu pedang tersebut" Ha a a h ?" Mulut pengemis tua itu ternganga lebar. Di saat itulah mendadak kening Tan Giok Cu berkerut. kebetulan aku lewat di kota ini.

apa yang menggelikanmu?" "Thio Han Liong bukan seorang Locianpwee. Gadis itu mengira gurunya bergurau. tidak muncul lagi di dunia Kang-ouw-" Tan Giok Cu membaca syair tersebut. "guruku memang Bibi sian sian." souw Lan Ling menatapnya." "siapa Bibi sian sian itu?" "Bibi sian stan adalah guruku. terdapat Kuburan Mayat Hidup. mungkin bisa ingat" "Sudah lupa sama sekali.. Awas" "Perguruan Kuburan Tua-" "Apa?" Kening pengemis tua itu berkerut-kerut "gadis cantik. "Lan Ling" Pengemis tua itu melotot." "Locianpwee itu adalah gurumu?" "Hi hi hi" Mendadak Tan Giok cu tertawa geli"Eh?" Pengemis tua tertegun. kenapa engkau tertawa geli. "Sepertinya aku pernah melihat ilmu pedang itu. sungguh di luar dugaan" "Paman tua kenal guruku?" tanya Tan Giok Cu girang. engkau berani mempermainkan orang tua?" "Di belakang ciong Lam san. gurumu yang menyelamatkan Kay . Bibi sian sian adalah guruku" "Engkau berasal dari perguruan mana?" tanya pengemis tua sambil melotot"Jangan dijawab dengan putar balik lagi." Tingkah laku pengemis tua itu membuat Tan Giok Cu nyaris tertawa geli...Burung Rajawali dan Pasangan Pendekar. "Belasan tahun lalu. "Aku berkata sesungguhnya.. bukan sedang bergurau" "oh? Kalau begitu. tapi lupa di mana aku pernah menyaksikannya. "guru tidak berkeberatea aku belajar ilmu pedang ini?" "Tentu tidak" sahut pengemis tua sambil menatap Tan Giok Cu." "Bukankah barusan guru menyaksikan ilmu pedang itu?" Souw Lan Ling tersenyum. engkau murid siapa?" "guruku adalah Bibi sian sian.. kalau bukan pikun pasti pelupa. dia baru berusia sepuluh tahun. Ketika mengajarku ilmu pedang itu." gumam pengemis tua itu dengan. "Cobalah Guru ingat lagi. "gadis cantik. air muka berubah"Ternyata engkau adalah murid wanita baju kuning itu. "Kuburan Mayat Hidup. "Kepandaianmu sangat tinggi. siapa yang mengajarmu ilmu pedang itu?" "Thio Han Liong. Burung Rajawali dan Pasangan Pendekar. sedangkan souw Lan Ling meng-gelenggelengkan kepala. "Gadis cantik" Pengemis tua itu menatapnya." Tan Giok Cu memberitahukan." "oh?" Pengemis tua itu terbelalak. "Kini dia baru berusia enam belas tahun." Pengemis tua itu menggelenggelengkan kepala.itu. Paman Tua" sahut Tan Giok Cu. engkau sengaja mempermainkan aku ya?" "Aku tidak mempermainkan. "Dasar sudah tua." "Eeeh?" Pengemis tua itu mencak-mencak"gadis cantik. "Gadis cantik.

aku mau ke dalam membangunkan ke dua orang tuaku" "Tidak usah" Mendadak terdengar suara sahutan dari dalam. "Setiap malam kami mengintip engkau belajar ilmu pedang pada Giok Cu.Pang. "Paman Tua adalah anggota Kay Pang?" "Dulu aku adalah Tetua Kay Pang." souw Lan Ling menundukkan kepala. maka aku tahu tentang kejadian itu dan melihat gurumu. "Lan Ling Kini sudah waktunya engkau berterus terang kepada ayahmu." "Ayah sudah mendengar pembicaraan kami?" tanya Souw Lan Ling dengan air muka agak berubah. "Lan Ling.. namun kini sudah tidak" ujar pengemis tua itu." sahut pengemis tua itu singkat.. malam ini munaul Cianpwee ini yang adalah gurumu." Tan Giok Cu menatapnya." sahut Souw Lan Ling. "Engkau berani tidak menurut padaku? Mau jadi murid murtad?" "guru." Hakim Souw mengangguk. "sebab aku sudah tidak mau pusing akan urusan perkumpulan lagi. Engkau memiliki kepandaian tinggi. "Ha ha ha" Hakim Souw tertawa gelak. kami sudah bangun.." "Baiklah" souw Lan Ling mengangguk. "Aku yakin ke dua orang tua mu tidak akan gusar. "Engkau sungguh keterlaluan. sudah punya guru silat tapi tidak mau beritahukan. kemudian berjalan ke luar hakim souw dan isterinya dengan wajah berseri-seri." "Kenapa guru tidak mau mengaku kalau Guru anggota Kay Pang?" tanya souw Lan Ling bernada menegur. ibu?" Tertegun Souw Lan Ling. lalu mengajak pengemis tua itu masuk ke rumah"silakan duduk guru.. maka mengundurkan diri untuk hidup bebas. Ayah pasti marah-marah sih. antarlah guru ke dalam" ujar Tan Giok Cu.." souw Lan Ling serba salah"Eh?" Pengemis tua itu melotot. "Kapan guru mau bertemu ke dua orang tuaku?" "Sekarang. itu berarti aku bukan anggota Kay Pang lagi. Ayoh cepat antar aku masuk" "Guru.. sudah . "Sekarang sudah tidak. "oooh" souw Lan Ling manggut-manggut.. Kebetulan aku pun berada di tempat itu." Jilid 8 "Ayah. "Kakak Lan Ling.Aku pun ingin bertatap muka dengan ke dua orang tuamu." sahut pengemis tua "Kalau begitu. Mengerti?" sahut pengemis tua itu melotot." "Kalau aku beritahukan. "Sekarang?" souw Lan Ling terbelalak"Sudah larut malam begini?" "Lan Ling" Pengemis tua itu tertawa "Bagiku tidak ada larut malam. karena ayah sudah tahu akan kegunaan ilmu silat.." ujar pengemis tua itu sungguh-sungguh"ya-" souw Lan Ling mengangguk dan bertanya. "ya. "Aku sudah mengundurkan diri darijabatanku.

Cepat ambilkan arak wangi" Nyonya souw segera ke dalam. "Hakim Souw" Pengemis tua itu tertawa. setelah puas bersulang. tentunya engkau tahu itu-" "Tapi -" souw Lan Ling ingin menahannya.. tak lama sudah keluar lagi dengan membawa arak wangi dan dua buah cangkir.Aku tidak akan ingkar janji-" "Terima kasih.Di lembah itu terdapat sebuah gubuk.Maka aku harus berangkat esok. sedangkan aku bisa mendengar dari pekarangan." ucap Tan Giok Cu.." souw Lan Ling mengangguk.Tidak bisa ditunda lagi" "Adik Giok Cu. agar bisa sampai di gunung Bu Tong selekasnya. -ooo00000oooBab 15 Mengobati seorang Gadis Dengan Iweekang setelah meninggalkan Kuil siauw Lim sie.." Souw Lan Ling girang bukan main. "Cianpwee" Hakim souw tersenyum. maka tahu akan keberadaan kalian di dalam rumah. "Bagaimana kalau malam ini kita bersulang bersama?" "Ha ha ha" Pengemis tua itu tertawa seraya berkata..barang tentu bisa melindungi ayah. di saat berlatih atau berada di mana pun." "Ayah." souw Lan Ling menghela nafas panjang. namun gurunya itu sudah melangkah pergi sambil tertawa-tawa. Guru. Ha ha ha. "Itu yang kuharapkan. pengemis itu berpamit "Guru menginap di sini saja" ujar souw Lan Ling"Ha ha" Pengemis tua itu tertawa"Guru tidak biasa menginap di rumah mewah. "Engkau tidak bisa tinggal di sini beberapa hari lagi?" "Maaf.Pada waktu bersamaan. Adik Giok Cu" souw Lan Ling menggenggam tangannya erat-erat"Mudah-Mudahan kita berjumpa kembali secepatnya" Tan Giok Cu manggut-manggub Keesokan harinya berangkatlah gadis itu menuju gunung Bu Tong. Mulailah pengemis tua itu dan Hakim souw ber-sulang sambil tertawa gembira.. "Kalau aku sudah bertemu Han Liong. "Engkau harus ingat satu hal. aku akan melanjutkan perjalananku esok pagi-" "Esok pagi?" Hakim souw menatapnya. waktuku banyak tersita di situ. yang ternyata tempat tinggal seng Hwi dan ibunya. kapan kita akan berjumpa kembali?" tanya Souw Lan Ling dengan mata agak basah.. "Lan Ling" Pengemis tua itu menatapnya. "Kalian bisa mengintip dari dalam rumah.. seng Hwi mengajak Thio Han Liong ke sebuah lembah. engkau harus selalu pasang kuping Engkau harus ingat itu" "Ya." "Adik Giok Cu. "Kenapa begitu cepat?" "Paman. aku pasti mengajaknya ke mari. seng Hwi mengajak Thio Han Liong ke dalamTerlihat seorang wanita tua yang rambutnya sudah putih .. Tan Giok Cu berkata kepada Hakim souw"Paman." "Pantas Guru ingin ke dalam rumah" ujar Souw Lan Ling. "Aku harus berangkat esok pagi." sahut Tan Giok Cu berjanji"Kakak Lan Ling pasti senang bertemu dia-" "Engkau jangan ingkar janji lho" "Jangan khawatir Kakak Lan Ling. Kakak Lan Ling.

.. wanita tua itu menghela nafas panjang.." Wanita tua itu menatapnya"ibu" seng Hwi mendekatinya"Aku sudah pulang-" "seng Hwi" Wanita tua itu memandang Thio Han Liong.. "Bibi Tua" panggil Thio Han Liong. "seng Hwi . Cia sun adalah ayah angkat orangtuaku."siapa anak muda tampan itu?" "Dia kawan baikku. Aku." "ibu.." jawab seng Hwi memberitahukan. "sebetulnya ayahku orang baik atau orang jahat?" "Ayahmu. itu akan menghancurkan hidupmu." ujar Thio Han Liong.. oh ya." ujar Thio Han Liong membentahukan. oleh karena itu. syukurlah engkau sudah punya kawan baik ibu..... ibu turut gembira. jangan membohongiku" "Engkau mau bertanya apa? Tanyalah" "ibu" seng Hwi menatap ibunya seraya bertanya. aku telah banyak membunuh para Hweeshio siauw Lim Pay.semua terbaring di tempat tidur. bahkan telah melakukan perbuatan berdosa. maka alangkah baiknya engkau ke siauw Lim sie untuk memohon pengampunan kepada Kong Bun Hong Tio-" ujar Thio Han Liong sambil tersenyum . "Kong Bun Hong Tio dan Kong Ti seng Ceng telah memaafkanmu-" "Tapi-. "seng Hwi.. karena aku telah membunuh begitu banyak Hweeshio yang tak berdosa-" "saudara Tua.. ayahku bernama Thio Bu Ki. seusai Thio Han Liong menutur. tapi.. "Kenapa selama ini ibu membohong iku. tidakmau berterus terang?" "ibu tidak mau merusak kesan baikmu terhadap ayahmu. engkau tahu salah berarti mau bertobat seperti kakekku itu." seng Hwi terisak-isak"Aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri. harap ibu menjawab dengan jujur. kemudian bangun dan duduk di pinggir tempat tidur. lagipula ayahmu memang sangat menyayangi-mu. bagaimana urusanmu dengan pihak siauw Lim sie?" "Justru itu aku ingin bertanya kepada ibu. "Kini hidupku telah hancur. "Kenapa engkau menanyakan hal itu?" "sebab -" seng Hwi memandang Thio Han Liong. "seng Hwi.. "Aaah " Wanita tua itu menggeleng-gelengkan kepala." Kemudian Thio Han Liong menutur tentang urusan seng Kun dengan Cia sun dan lain sebagainya. sebab itu." Wanita itu menghela nafas panjang. ayahmu memang begitu" "Ha a a h ?" wajah Seng Hwi pucat pias.. "Namaku Thio Han Liong.. Wanita tua itu mendengarkan dengan wajah murung.-" Wanita tua itu tidak melanjutkan ucapannya melainkan menundukkan kepala.. Aaahhh" "saudara Tua. namanya Thio Han Liong. "Ngmm" Wanita tua itu manggut-manggut." Air mata seng Hwi meleleh. "ibu tidak tega menceritakan tentang semua kejahatan ayahmu. rupanya ia menghendaki pemuda itu yang memberitahukan kepada ibunya"Bibi tua.

aku jadi malu." "saudara kecil. "Aaaah" salah seorang tamu menghela nafas panjang. "Terima kasih atas petunjukmu.. Kalau tiada engkau.." Air mata wanita tua itu mulai meleleh." "Han Liong" Wanita tua itu memandangnya dengan mata basah"Kami sungguh telah berhutang budi kepadamu" "Bibi tua jangan berkata begitu Aku dan Saudara tua adalah kawan baiki tentunya harus tolong menolong." "jangan menolak" "Tapi-" "Tidak ada tapi-tapian. tempat tinggal Tan Giok Cu. "Han Liong. "saudara tua.. "Terima kasih. .. la mampir di sebuah rumah makan lalu memesan beberapa macam hidangan kepada pelayan. lama sekali barulah menganggukItu sangat menggirangkan Seng Hwi. "saudara kecil. setiap gadis pasti jatuh sakit." "Tidak bisa" seng Hwi menggelengkan kepala. Ketika ia mulai bersantap." "Mau berangkat sekarang?" "ya.. pokoknya engkau harus tinggal di sini beberapa hari" Thio Han Liong berpikir. "Biar bagaimanapun engkau harus tinggal di sini beberapa hari" "Itu. "Hampir tiga puluh tahun aku belajar ilmu pukulan itu dan beberapa bulan lalu kitab itu telah kubakar.Aku telah berhutang budi dan kebaikanmu. khususnya bagi keluarga yang punya anak gadis." ujar Thio Han Liong. aku mau pamit. terima kasih.." "Bibi tua jangan terus mengucapkan terima kasih padaku... dosaku pasti bertambah. "Di antara kita tiada hutang budi atau kebaikan." seng Hwi memberitahukan." Thio Han Liong manggut-manggut. mudah-mudahan aku dapat membalas kelak" "Jangan berkata begitu." seng Hwi menatapnya dengan haru. Tak disangka kota kita ini dilanda suatu bencana. -ooo00000oooDua hari kemudian." ucapnya dengan wajah berseri." "Memang mengherankan."Saudara kecil. kemudian memandang seng Hwi seraya bertanya. beberapa tamu yang duduk di sebelahnya mulai bercakap-cakap dengan wajah serius. "Saudara tua. Thio Han Liong tinggal di gubuk itu. Saudara tua" Thio Han Liong tersenyum. Beberapa hari kemudian barulah berpamitan kepada seng Hwi dan wanita tua itu Kini ia melakukan perjalanan ke arah timur menuju desa Hok An." ucap seng Hwi girang." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. dari mana engkau belajar ilmu pukulan cing Hwee Ciang yang amat ganas itu?" "Aku belajar dari sebuah kitab pemberian ayahku.. "Terima kasih-.. Thio Han Liong telah tiba di sebuah kota.

"Ya." Orang itu menunjuk ke arah kanan." tanya seorang tua berpakaian jongos"Apa-kah Nona kami tidak bisa diobati lagi?" "Sudah puluhan tahun aku menjadi tabib. Paman"ucap Thio Han Liong. Nah. dia akan menjadi gila dan bertenaga besar?" tanya Thio Han Liong. Anak muda?" "Putri hartawan Lim mengidap penyakit apa?" "Penyakit aneh.Kebetulan pintu pagar luar tidak ditutup. Pekarangan rumah itu luas sekali. dihiasi pula dengan berbagai macam tanaman dan gunung-gunungan serta air teriun buatan." sahut orang itu memberitahukan. dan meninggalkan rumah makan itu. hanya puluhan depa lagi sampai di rumah hartawan Lim. di mana rumah hartawan itu?" "Tak jauh dari sini. "Aku tidak mampu mengobatinya-" "Tabib. dan tak seberapa lama kemudian. sudah tiba di tempat tujuan. yang berdiri di situ. Tiba-tiba pintu rumah itu terbuka. "Putrinya yang berusia tujuh belasan itu mulai mengidap penyakit aneh seperti anak gadis lain." "setelah itu. kemudian terus berjalan pergi lagi dengan kepala tertunduk"Eeeh?" Jongos tua itu terbelalak ketika melihat Thio Han . Perlahan-lahan Thio Han Liong berjalan ke rumah itu. setelah itu menghilang entah ke mana." "oh?" Thio Han Liong mengerutkan kening. Tidak lama lagi putri hartawan Lim itu pasti gila dan akan hilang seperti anak gadis lain.kemudian berubah gila dan bertenaga amat besar. sampai di prapatan belok ke kiri." "Untung kita tidak punya anak gadis. la langsung menuju rumah hartawan urn. mukanya agak kehijau-hijauan dan terus-menerus mengigau." "Maaf" Thio Han Liong segera menghampiri mereka." "Terima kasih." sambung yang lain. "Hartawan urn yang berhati-bajik serta sering menolong orang justru tertimpa bencana itu" "Betul. tapi tidak pernah menyaksikan penyakit seaneh itu. "Bolehkah aku bertanya sesuatu kepada Paman?" "Mau bertanya apa. yang tadi telah mendengar pembicaraan mereka. Kemudian ia membayar makanannya. "Paman. maka Thio Han Liong mendorongnya dan sekaligus masuk ke dalam. "Keluar dari rumah makan ini harus ke kanan. "Badannya panas.Aaah " Tabib itu menggeleng-gelengkan kepala"Mungkin hanya dewa yang dapat mengobatinya-" Tabib itu melangkah pergi." "Orang itu mengangguk"Bahkan kemudian akan hilang begitu saja." "Aaah " Tamu itu menggeleng-gelengkan kepala. namun masih sempat melirik Thio Han Liong. Namun aku sangat prihatin menyaksikan para orangtua yang kehilangan anak gadisnya. dan tampak seorang tabib berjalan ke luar sambil menggeleng-geleng-kan kepala"Aaah " Tabib itu menghela nafas dan bergumam. sebuah rumah yang amat megah dan mewah berdiri di situ dan dikelilingi tembok tinggi.

sepertinya sedang berdoa. "Anak muda.. . Ah Liok bertanya. beliau tidak akan membantumu-" "Paman tua " Thio Han Liong ingin menjelaskan maksud tujuan kedatangannya." ucapan jongos tua itu terputus." kata wanita itu memberitahukan. lalu mengajak Thio Han Liong masuk"Anak muda. yang wajahnya tampak diliputi kecemasan dan kegelisahan. "Ah Liok Ada apa?" tanya lelaki itu "Tuan besar. karena mendadak muncul seorang lelaki berusia lima puluhan... lalu diberikan kepada Thio Han Liong. engkau. bingung dan berduka sekali." "Paman" ujar Thio Han Liong cepat." sahut Thio Han Liong sambil tersenyum. toiong antar aku menemui beliau" desak Thio Han Liong. Kata orang hartawan Lim berhati bajik dan suka menolong siapa pun. maka ia ingin mengujinya. "Ya." "Anak muda" Jongos tua itu menggeleng-gelengkan kepala. namun dibatalkannya karena tiba-tiba berkelebat suatu ingatan lain. Thio Han Liong ragu-ragu menerima bungkusan itu.. "Anak muda. "Bungkusan ini berisi dua puluh tael perak pemberian tuan besar untuk bekalmu dalam perjalanan.la terus makan dan dalam hatinya sudah mengambil keputusan untuk menoiong putri hartawan Lim.usai ia bersantap ketika bangkit dari duduknya. engkau ke mari tidak pada waktunya...Liong"Anak muda. tapi kehabisan bekal dan sekarang aku lapar sekali-" "Ah Liok. muncul seorang pelayan wanita membawa sebuah bungkusan. jongos tua itu menundukkan kepala. namun kini sedang tertimpa musibah. Thio Han Liong dibawa oleh Ah Liok ke ruang makan." Jongos tua itu mengangguk." ucap Thio Han Liong lalu mengikuti jongos tua itu ke dalamsedangkan hartawan Lim masih berdiri di situ sambil memandang ke langit. dan setelah itu ia menghela nafas panjang sambil bergumam.. kemudian mulutnya berkomat-kamit. "Hartawan Lim sedang cemas. "Tuan besar begitu baik hatinya. aku sedang dalam perjalanan. mari ikut aku ke dalam" "Terima kasih.jongos tua itu segera menyajikan berbagai macam hidangan. "Anak muda ini-. kenapa makanmu hanya sedikit?" "Paman tua.. yang ternyata hartawan Lim." "Paman tua. aku sudah kenyang.Lo Thian Ya (Tuhan) sungguh tidak adil" Thio Han Liong tidak menyahut. terimalah" katanya. sebab tidak tahu apa isinya.. "sungguh baik hati hartawan urn Walau dalam keadaan cemas dan bingung. cepat antar dia ke dalam dan berilah makan" pesan lelaki itu.saat ini hartawan Lim sedang dirundung duka. "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut. "Aku. Tuan besar. "Aku ingin menemui hartawan Lim. Pada saat bersamaan. sia-sialah engkau menemuinya untuk minta toiong. "Ini dari tuan besar..

"Ah Lioki cepatlah engkau pergi undang tabib lain" ujar hartawan Lim... "Tuan besar. anak muda ini ingin menemui Tuan besar. Aku. dia tidak mau pergi-"Jongos tua memberitahukan." "sudahlah" tandas jongos tua. kemudian menggeleng-gelengkan kepala seraya berkata.. "Bahkan mengaku dirinya dewa muda" "Ah Liok" Hartawan urn mengerutkan kening. "Anak muda. semua tabib yang terkenal di kota ini sudah diundang ke mari. ya. Tuan besar"jongos tua itu menundukkan kepala. Aku dengar putri Paman sakit." ujar pelayan wanita itu "oh?" Hartawan Lim menatap Thio Han Liong dalam-dalam. "Apa?"Jongos tua itu melotot "Anak muda. "Anak muda. katanya mengerti sedikit ilmu pengobatan.... "Anak muda. maka aku ke mari dengan alasan minta bantuan. "sejak kecil aku sudah belajar ilmu pengobatan. engkau terimalah pemberian tuan besar itu.kecuali dewa. Aku harus menemui beliau. jangan bergurau" "siapa dewa muda?" Mendadak muncul hartawan Lim. "Tabib yang berpengalaman puluhan tahun saja tidak sanggup mengobati nona kami-apalagi engkau." "Maaf. maka dia belum menerima uang pemberian Tuan besar untuk bekalnya dalam perjalanan. Paman" "Engkau belajar ilmu pengobatan dari siapa?" "Dari ayahku." Thio Han Liong memberitahukan. jangan mengganggu tuan besar lagi" "Paman tua. "Namaku Thio Han Liong. kami tiga turunan selalu berbuat kebaikan. engkau" Hartawan Lim agak terbelalak"Ternyata engkau menguji hatiku dulu. kurang yakin itu. maka. kenapa engkau belum pergi?" "Tuan besar. siapa engkau?" tanyanya. aku mengerti sedikit ilmu pengobatan. tapi sesungguhnya aku ingin memeriksa penyakit putri Paman itu" "Anak muda. " wajah Thio Han Liong kemerah-merahan.beliau masih mau menoiong orang lain. "Jangan membuat tuan besar marah" "seandainya aku dewa muda?" ujar Thio Han Liong mendadak sambil tertawa kecil. ." "Engkau berasal dari mana?" "Kami tinggal di sebuah pulau di Laut utara.." "Anak muda" jongos tua itu terbelalak. Bagaimana? Apakah aku lulus?" "Paman. tapi-. kan?" Hartawan Lim menggeleng-gelengkan kepala seraya berkata.. toiong antar aku menemui hartawan Lim" desak Thio Han Liong. Kata tabib tadi. "usiamu sudah enam puluh lebih. lalu lanjutkanlah perjalananmu. tidak ada tabib tain lagi-" sahut jongos tua itu "Tuan besar." "Maka engkau ke mari untuk menguji hatiku dulu. "Aku dengar Paman berhati bajik dan suka menoiong sesama. "sudahlah" Jongos tua itu menggeleng-Gelengkan kepala." "Paman tua. Aku ingin memeriksa putri hartawan Lim. "Eh? Anak muda...

manggut. "Eeeh?" Jongos tua menengok ke sana ke mari.karena usiaku sudah enam belas. kenapa Tuan besar tidak menyuruhnya memeriksa penyakit Nona?" "Dasar kalian berdua sudah tua" "Paman" Mendadak badan Thio Han Liong bergerak cepat dan dalam sekejap ia sudah menghilang.!. " "Tuan besar.namun kepandaianmu sudah begitu tinggi. Kini sudah ada tabib kecil berdiri di sini. mendadak terdengarlah jerit tangis di dalam. aku bukan dewa muda." Hartawan Lim menghela nafas panjang. aku sudah tidak keail lagi. "Engkau masih kecil. lalu bergegas-gegas ke kamar itu. "Engkau masih kecil. "Tuan besar. "Ngmmrn" Hartawan Lim manggut. mudah-mudahan engkau sanggup mengobati putriku" Di saat bersamaan. namun tidak kelihatan orangnya. "Dewa muda Toiong perlihatkan dirimu dan cepatlah toiong nona kami yang sudah sekarat" ucap jongos tua itu. "Ayoh-lah Mari ikut aku ke kamar putriku. "sudahlah Engkau boleh pergi" "Paman.. aku bukan siluman." ujar pelayan wanita yang masih memegang bungkusan itu "Anak muda ini telah menguji hati Tuan besar." "Paman. cemas dan duka" "Ht hi hi" Thio Han Liong tertawa geli. Lo Thian ya (Tahan) sungguh tidak adil" "Paman." Thio Han Liong memberitahukan." sela jongos tua itu "Tadi Tuan besar menyuruh aku pergi mengundang tabib lain. sekarang menyahut mengeluarkan Iweekang maka suaranya bergema dan terdengar begitu nyaring. "Hilang ke mana anak muda itu? Kok bisa hilang mendadak? Janganjangan dia siluman?" "Paman tua. bagaimana giliran Tuan besar menguji ilmu pengobatannya? siapa tahu justru dia yang mampu mengobati Nona. sebuah kamar sehingga membuat wajah hartawan Lim langsung berubah.. begitu pula jongos tua dan pelayan wanita itu.namun setiap turunan hanya punya seorang anak. melainkan dewa muda yang main ke mari" terdengar suara sahutan nyaring." "Itu " Hartawan Lim masih tampak ragu.sebab Tuan besar kami dalam keadaan bingung. "Dewa muda" sambung pelayan wanita"Jangan marah kepada Tuan besar kami." ujar Thio Han Liong sambil tertawa "Aku anak muda-" "Han Liong " Hartawan Lim menatapnya d eng a n penuh perhatian. . Thio Han Liong mengikutinya dari belakang. Ternyata tadi Thio Han Liong menggunakan ilmu ginkang melesat ke belakang gorden." Jongos tua itu terbelalak dan nyaris berlutut di hadapan Thio Han Liong"Paman tua.kemudian mendadak berkelebat bayangannya di hadapan mereka-" "Dewa muda . mudah-mudahan aku sanggup mengobati penyakit putri Paman itu" ucap Thio Han Liong.. Kini putriku malah mengidap penyakit aneh yang tiada obatnya.

"Nak .. lalu memeluknya erat-erat..... "Paman tua." sahut nyonya hartawan Lim sambil membelainya. aku. yang wajahnya tampak puaat kehijau-hijauan. Thio Han Liong terus menatap gadis yang berbaring di tempat tidur. Thio Han Liong meloncat turun. "Kenapa Mei suan?" tanya hartawan Lim aemas. Tak lama ia sudah kembali denganmembawa sebuah baskom tembagu. aepat ambilkan sebuah baskom" "ya... anakku" "ibu. putri kita. engkau. "oh. Berselang beberapa saat kemudian." "Jangan takut. ia bergerak mengangkat gadis dan mendudukkannya.. "Engkau. "Ibu Siapa dia?" "Dia.Di saat itulah jongos tua cepat-cepat menyodorkan baskom tembaga ke arah mulut gadis itu "Uaaakh uaaaakh uaaaaakh " Gadis itu memuntahkan darah kental yang kehijau-hijauan. Setelah menatap sejenak. aku sudah mengambil baskom-" "sebentar lagi nona pasti muntah.. ia maju menghampirinya. setelah itu." "oh?" Lim Mei Suan memandangnya. Kemudian di tempatkannya sepasang telapak tangannya di punggung gadis itu. . "Maaf" ucapnya dan segera memeriksa gadis itu. Wanita itu memeluk putrinya sambil menangis gerung-gerungan. "Putri kita.Hartawan Lim dan isterinya saling memandang. "Suamiku. itu sungguh mengejutkan gadis bernama Lim Mei suan itu." "Jangan takut. dia.yang menangis itu ternyata nyonya hartawan Lim. yang mengobatimu barusan." Berselang beberapa saat kemudian gadis itu berhenti memuntahkan darah. lalu meioncat ke atas tempat tidur.." Nyonya hartawan Lim memandang suaminya." Gadis itu menangis tersedu-sedu. Gadis itu menoleh kepalanya memandang ke dua orangtuanya." pesan Thio Han Liong. Tak seberapa lama. ibu dan ayah berada di sampingmu. "ibu. dia sudah meninggal" "Hah?" Wajah hartawan Lim puaat pias.» aku takut. "uaaaakh-. Nak. Paman tua harus cepat menyodorkan baskom itu ke mulutnya. begitu pula jongos tua dan pelayan wanita itu Perlahan-lahan Thio Han Liong menurunkan sepasang telapak tangannya.... "Dia bernama Thio Han Liong.. Kakak" ujar Thio Han Liong sambil tersenyum lembut.. "Dewa muda. sekaligus mengerahkan Ktu yang sin Kang ke dalam tubuhnya.." Nyonya hartawan Lim langsung mendekatinya. Thio Han Liong berkata kepada jongos tua." Jongos tua itu segera pergi mengambil baskom. "Nak" Hartawan Lim tersenyum. wajah gadis yang puaat kehijauhijauan itu mulai berubah merah dan bibirnya pun bergerakgerak lalu membuka mulutnya lebar-lebar.. "Ayah ibu" panggilnya dengan suara lemah." Air mata nyonya hartawan Lim berlinang-linang seraya berkata dengan terputus-putus.

aku akan menempati kamar ini" "Han Liong." sahut jongos tua sambil tertawa gembira.kemudian memandang ke atas meja. Tuan besar. "Han Liong. "Tak disangka sama sekali. malam itu aku mendengar suara suling yang bernada aneh. yang kebetulan di sana tersedia kertas. "Han Liong.aku yakin penjahat itu akan ke mari. aku tidak ingat apa-apa lagi." "Dewa muda. karena kondisi badanmu masih lemah sekali. "Adik Han Liong. siapa yang menyebarkan racun itu siapa yang terkena racun itu. "Ah Lioki cepatlah engkau pergi beli obat" artawan Lim menyerahkan resep obat itu." "Tentu. terima kasih. suruh orang beli obat tiga bungkus Setelah Kakak makan obat ini pasti pulih kesehatannya." ujar hartawan Lim dengan kening berkerut"Itu pasti perbuatan penjahat-" "Tidak salah." Jongos tua itu ingin mengatakan sesuatu.. "Paman. "Bagaimana mungkin aku Dewa muda? Aku cuma seorang anak muda biasa." Hartawan Lim menatapnya strata bertanya "Perlukah aku mengundang beberapa piauwsu (Pesilat ." ucap hartawan Lim sambil menerima resep obat tersebut. kemudian diberikan kepada hartawan Lim. Thio Han Liong tersenyum lagi." uaap Lim Mei Suan.. Thio Han Liong segera membuka resep. kira-kira beberapa hari lalu.." ucap Thio Han Liong sungguh-sungguh. "Sebab dia Dewa muda." jongos tua menerima resep obat tersebut.engkau mampu menyembuhkan penyakit putriku. pit dan tinta Tionghoa berwarna hitam. "Bukan penyakit" Thio Han Liong menjelaskan. begitu banyak anak gadis mengidap penyakit ini."Kini Kakak sudah sembuh. betulkah engkau Dewa muda?" "Kakakl" Thio Han Liong tertawa kecil. Aku justru masih tidak habis pikir. tapi masih harus makan obat. akan menjadi gila. kemudian segera pergi membeli obat. pasti ada yang menculik-" "Kalau begitu. "Kakak ingat apa yang terjadi ketika Kakak mau sakit?" tanya Thio Han Liong lagi sambil menatapnya dengan penuh perhatian. kemudian terdengar pula suara angin mendesir-destr. "sejak kapan engkau menderita penyakit ini?" tanyanya. tapi langsung dipotong oleh hartawan Lim. Adik Han Liong. itu memang perbuatan kaum penjahat" Thio Han Liong manggut-manggut. setelah itu." Lim Mei suan mengerutkan kening. "Dalam beberapa malam ini.. "Melainkan semacam racun." "Terima kasih." "Dewa muda?" Lim Mei Suan tertegun. "Belum lama. "Tapi engkau mampu menyembuhkan penyakitku. "Kalau tidak salah. "ya. "Tidak begitu ingat.. sebetulnya penyakit apa?" tanya hartawan Lim." jawab Lim Mei suan. Tapi tidak mungkin hilang begitu saja." "oh?"Lim Mei Suan kurang peraaya. oleh karena itu." "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut. Kakak harus pindah ke kamar lain. "Kakak" Thio Han Liong menatapnya.

lama sekali barulah membuka mulut. "Terima kasih atas pertolonganmu yang telah menyelamatkan nyawaku." "Sudah impas. lebih baik kita mengobrol di ruang tengah-" Mereka menuju ruang tengah." sahut Thio Han Liong sambil tertawa"Sudah impas?" Hartawan Lim tercengang"Apakah yang sudah impas?" "Tadi aku makan di sini. bukankah sudah impas?" "Han Liong.manggut. "Kami berhutang budi kepadamu. lalu mulai mengobrol lagi..PenjualJasa) untuk membantumu?" "Tidak perlu" Thio Han Liong menggelengkan kepala. Kakak" Thio Han Liong tersenyum." Jongos tua itu mengangguk.Maka tadi aku menggunakan Iweekang untuk mendesak raaun itu keluar dari mulut Kakak Mei Suan" "Adik Han Liong." jawab Thio Han Liong. "Dewa muda." ucap urn Mei Suan... Bibi/ Thio Han Liong memberitahukan.. "ya. tiada gunanya. aku." Jongos tua segera pergi untuk menggodok obat itu "Han Liong" Hartawan Lim memegung bahunya seraya berkata. namaku Thio Han Liong. panggil saja namaku" "Ya. kemudian aku menolong Kakak Mei suan. bagaimana cara menggodok obat ini?" tanyanya"Paman tua" Wajah Thio Han Liong kemerah-merahan. " "Apakah tiada obat penawar racun itu?" "Ada" Thio Han Liong mengangguk. Sementara nyonya hartawan Lim terus mendengarkan dan memandang Thio Han Liong dengan kagum. "Han Liong. "Tapi begitu terkena raaun itu. Nah.. Kakak Mei Suan pasti tidak tertolong lagi" Nyonya hartawan Lim manggut. ke dua orangtuaku melarangku menyebut nama mereka. "Jangan memanggilku dengan Dewa muda." Hartawan Lim menggeleng-geleng-kan kepala. tadi engkau menggunakan cara apa untuk membuat putriku memuntahkan racun itu?" "Aku menggunakan Iweekang. harus ditunggu" pesannya. . "oh ya. "Engkau berasal dari kota mana dan siapa ke dua orangtuamu?" "Aku berasal dari sebuah pulau di Laut utara. Nyonya hartawan Lim memandang Thio Han Liong seraya bertanya.tentunya kalian pasti dilindungi Thian yang Maha Kuasa" Di saat mereka sedang bercakap-cakap. muncullah jongos tua membawa tiga bungkus obat. Thio Han Liong memberitahukan cara-cara menggodok obat itu "dimasak sampai kering obat itu. Kalau sudah lewat beberapa hari. "Ayahmu orang yang baik hati. aku telah berhutang budi kepadamu" "Jangan berkata begitu. harus segera diberikan obat penawarnya. "Sebab kalau aku tidak menggunakana Iweekang.

" Hartawan Lim memandangnya. "Bibi. "Tidak gampang belajar ilmu silat. Thio Han Liong segera memeriksa nadi wanita itu Berselang beberapa saat kemudian ia manggut-manggut seraya berkata. padahal ibumu masih muda dan bisa punya anak lagi lho. "oh?" Thio Han Liong menatapnya. Kenapa ibumu tidak mau punya .. "usiaku sudah hampir empat puluh tahun lagipula..mudah-mudahan Babi bisa punya anak lelaki" "oh?" Wajah nyonya hartawan Lim langsung berseri. "Betul. "Tinggal di sini beberapa bulan. aku tidak punya adik. "Kakak Mei suan.. peranakan Bibi tidak kuat. anak lagi?" "Han Liong." "Kenapa?" Thio Han Liong heran. Engkau boleh tinggal di sini. maka alangkah menggembirakan kalau engkau tinggal di sini beberapa bulan sebagai adikku..." "Kakak Mei Suan-." "Han Liong."Engkau belajar ilmu pengobatan itu dari siapa?" tanya nyonya hartawan urn lagi. engkau boleh tinggal di sini mengajar Mei suan ilmu silat. peranakanku tidak kuat. "Apakah aku masih bisa punya anak?" "Mudah-mudahan"jawab Thio Han Liong. kalau isteriku bisa hamil lagi. "Itu." "oooh" Nyonya hartawan Lim manggut." "Itu tidak apa-apa." tanya nyonya hartawan Lim penuh harap. Hartawan Lim langsung menyuruh salah seorang pelayannya untuk pergi membeli obat "Han Liong. "Han Liong. maka akan menyebabkan keguguran apabila aku hamil lagi.manggut. "Kalau begitu engkau pasti mengerti ilmu silat. "Kata tabib memang tidak salah. . bahkan terganggu pula oleh datangnya haid yang tidak cocok... lalu diberikan kepada hartawan Lim.." Thio rtan Liong memberitahukan." ujar Lim Mei suan sungguh-sungguh. lagipula membutuhkan waktu." Nyonya hartawan Lim memberitahukan. "Han Liong. tidak akan mengganggu perjalananmu kan?" ujar Ltm Mei suan sambil tersenyum." sela hartawan um... "Bolehkah engkau mengajarku ilmu silat?" tanya Lim Mei suan mendadak. bolehkah aku periksa nadimu? " "silakan" sahut nyonya hartawan Lim. ya. kan?" Thio Han Liong mengangguk. "Aku akan coba mengobati Bibi.. Thio Han Liong segera membuka resep obat. "Aku tidak bisa punya anak lagi." sahut Thio Han Liong sambil menggelengkan kepala. "Pantas engkau begitu hebat" "Adik Han Liong" Lim Mei Suan menatapnya dengan tersenyum. Kata tabib. aku. aku masih harus melanjutkan perjalanan.aku." "Paman.." wajah nyonya hartawan Lim agak kemerahmerahan." Thio Han liong tampak ragu. Sejak kecil aku sudah mulai belajar ilmu pengobatan dan mengenai racun. "Aku belajar dari ayahku..

Pemuda itu tidak tidur. nada suling itu berubah. setelah daun jendela itu terbuka."Paman. "siapa kalian?" Thio Han Liong mencoba bertanya lagi. membuat kepalanya terasa pusing sekali. Ketika mulai larut malam. Begitu suara suling mengalun. Thio Han Liong pun melesat pergi untuk menyusul mereka. terdengar lagi suara suling yang bernada aneh itu." "Han Liong" Hartawan urn tampak terharu sekali"Engkau memang anak baik-" -ooo00000oooMalam harinya. wajah mereka pun merah menyeramkan. sayup-sayup didengarnya suara sultng yang bernada aneh.. "Aku mahir ilmu pengobatan. Cukup lama Thio Han uong berdiri. "Di mana gadis itu?" Thio Han Liong memperhatikan mereka. la terheran-heran. Berselang beberapa saat kemudian. lalu kembali ke dalam kamar melalui jendela itu Akan tetapi. Ke dua orang itu terkejut. Thio Han Liong menempati kamar Lim Mei suan. itu membuat sekujur badannya merinding. bahkan terdengar pula suara ioiongan anjing. namun begitu sampai di luar. kelihatannya sama sekali tidak menghiraukan nyawa sendiri. Thio Han Liong cepat-cepat membaringkan dirinya. tampak dua sosok bayangan berkelebat ke dalam dan langsung menuju tempat tidur. Thio Han Liong terpaksa mundur selangkah sambil mengerahkan Kiu yang sin Kang.jangan bilang berhutang budi lagi" ujar Thio Han Liong.Ke dua orang itu bertambah ganas menyerang Thio Han Liong. karena ke dua orang itu tampak tak berperasaan dan tatapan mata mereka kosong seakan terpengaruh semacam ilmu hitam. ke dua orang itu telah lenyap ditelan kegelapan malam. tiada seorang pun berada di kamar itu Padahal tadi ketika bertarung dengan ke dua orang itu. "Di mana gadis itu? Kami harus membawanya pergi Di mana gadis itu?" yang satunya mendekati Thio Han Liong. mendadak ke dua orang itu berubah beringas dan sekonyong-konyong mereka menyerang Thio Han Liong dengan pukulan yang mematikan. Thio Han Liong berdiri termangu-mang u di situ la tidak habis pikir. Thio Han Liong berkelit ke sana ke mari. Mereka mengenakan pakaian serba merah. Di saat bersamaan. kemudian balas menyerang dengan Kian Kun Taylo le. siapa ke dua orang itu dan siapa peniup suling. segeralah ia mengerahkan Kiu yang sin Kang dan setelah itu rasa pusing di kepalanya mulai hilang. telah menimbulkan suara hiruk pikuk. yang suaranya mempengaruhi ke dua orang tersebut. maka harus kugunakan untuk menolong sesama. melainkan duduk bersila di tempat tidur. namun matanya mengarah ke jendela-itu. Di saat itulah secara mendadak Thio Han Liong meioncat bangun. ke dua orang itu melesat pergi melalui jendela.lahan. "Di mana gadis itu?" tanya salah seorang dari mereka. Kemudian ia mendengar suara desiran angin. tapi kenapa tiada seorang pun yang bangun? Mendadak Thio Han liong . "siapa kalian?» bentak Thio Han Liong. Kreeeek Daun jendela di kamar itu terbuka perlahan.

.. Kemudian ia terbelalak karena melihat kamar itu berantakan tidak karuan. menyuruh Mei suan pindah ke kamar lain. kelihatannya mereka dikendalikan oleh suara suling. "siapa?" Kata Thio Han Liong." Thio Han Liong memberitahukan tentang kejadian itu "Haah?" Wajah LimMeisuan berubah pucat "Kalau aku yang berada di dalam kamar ini.. Mari kita ke sana" "Baik-" ujar Thio Han Liong kemudian mengikuti Lim Mei suan ke ruang tersebut... engkau yang menempati kamar itu" "Aku sudah menduga akan hal ini. "Aku" "oh. bagaimana tidurmu semalam? Bisa pulaskah?" tanya hartawan Urn.Adik Han Liong" sahut Lim Mei suan sambil tersenyum lembut. "Ah? Kenapa kamar ini berantakan?" "semalam aku bertarung dengan dua orang. "Karena semalam Adik Han Liong bertarung dengan dua orang. sehingga semuanya menjadi pulas sekali. sekaligus mengajar . "Kamar itu berantakan" sahut Lim Mei suan memberitahukan. siapa ke dua penjahat dan siapa peniup suling itu" "Heran?" gumam hartawan Lim. Paman" Thio Han Liong tersenyum. tentunya aku sudah diculik" Thio Han Liong tersenyum.. Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala.. "Kakak Mei suan.Begitu melihat Thio Han Liong. "Engkau tinggal di sini beberapa bulan. hari pun mulai terang.." "Han Liong. ke dua orangtuamu sudah bangun?" tanyanya.." Hartawan Lim menatapnya dengan penuh rasa terima kasih"Engkau sungguh pintar. yakni suara suling itu Mungkin seisi rumah itu telah terpengaruh oleh suara suling itu. "Mereka sedang duduk di ruang tengah. Kakak Mei suan" Thio Han Liong segera membuka pintu kamar itu "selamat pagi-Kakak Mei suan" "Pagi. Aku justru tidak habis pikir." ujar Thio Han Liong." "oh?" Air muka hartawan Lim berubah"Ke dua penjahat itu bermaksud menculik Mei suan?" "Ya-" Thio Han Liong mengangguk "Ke dua penjahat itu berpakaian serba merah dan wajah mereka tampak merah sekali. Tak lama kemudian.. maka tidak mendengar suara apa pun.tersentak karena teringat akan satu hal. Tok Tok Tok Terdengar suara ketukan pintu." Hartawan Lim menatapnya dengan penuh harap.. la duduk dipinggir tempat tidur dan terus berpikir mengenai ke dua orang itu serta suara suling tersebut. "sudah" Gadis itu mengangguk. sehingga lelap semua dalam tidur.. "Han Liong. "Han Liong. ke dua orangtua Lim Mei suan langsung tersenyum. "Kenapa kami sama sekali tidak mendengar suara apa pun?" "Karena terpengaruh oleh suara suling itu. "Maka menyuruh Kakak Mei sudah pindah ke kamar lain.

" "Tidak datang apa?" tanya hartawan Lim heran sambil memandangnya..." "Bibi-. maka. berseri"Bibi." Lim Mei suan mengangguk "Kini Bibi sudah hamil. "Kami sangat berterima kasih kepadamu. "Engkau boleh menjadi tabib khusus kandungan lho-" "Kakak Mei suan. Hari itu." Thio Han Liong manggut-manggut "Bibi sudah hamil dua bulan. engkau jangan menolak" ujar Lim Mei suan." Thio Han Liong tersenyum. urn Mei suan telah berhasil menguasai ilmu silat yang diajarkan Thio Han Liong. "Dasar goblok" Nyonya hartawan Lim melotot.-" Wajah hartawan Lim.." ujar Thio Han Liong.." ucap Lim Mei suan sambil tersenyum. Aku akan membuka resep obat. "Ilmu silat yang kuajarkan itu sangat lihay dan dahsyatsetiap jurusnya pasti mematikan pihak lawan... kalau engkau tidak terpaksa janganlah mengeluarkan ilmu silat itu" "Ya.. usai makan mereka duduk di ruang tengah sambil bercakap-cakap. "Mudah-mudahan anak lelaki Ha ha ha». terima kasih. Ternyata Thio Han Liong mengajarnya Kiu Im Pek Kut jiauw. jangan begitu cepat" "Kakak Mei suan.." Thio Han Liong mengangguk"Kapan engkau akan melanjutkan perjalananmu?" "sekarang. "Kuucapkan selamat kepada Paman dan Bibi" "Han Liong" tanya hartawan Lim kurang percaya." "Apa?" Lim Mei suan terbelalak"sekarang? Kenapa begitu cepat? Adik Han Liong.. untuk memperkuat kandungan Bibi.Mei suan ilmu silat" "Itu." "Baiklah-" Thio Han Liong mengangguk"Terima kasih.aku sudah dua bulan tidak datang. Dua bulan lamanya Thio Han Liong tinggal di rumah hartawan.. sudah dua bulan lebih aku tingoal di sini. lalu memandang Lim Mei suan seraya berkata."Tentunya tidak datang bulan-" "oh? Apakah». kami sekeluarga pasti kecewa sekali." . "Han Liong." Wajah Thio Han Liong agak kemerahmerahan.Tiba-tiba nyonya hartawan Lim berkata dengan suara rendah"Aku. oleh karena itu. selama itu." "Adik Han Liong" Lim Mei suan menatapnya dalam-dalam. lalu memeriksa nyonya hartawan Lim dengan teliti sekaliKemudian ia manggut-manggut seraya berkata sambil tersenyum." "Adik Han Liong" Lim Mei suan tertawa. "Kalau engkau menolak." "Adik Han Liong." "Ha ha ha" Hartawan Lim tertawa gembira.Mei Suanpun sudah menguasai ilmu silat yang kuajarkan. Adik Han Liong. "Engkau ingin berpamit kan?" "Ya..biar aku periksa sebentar. Kakak. "Apakah isteriku telah hamil?" "Betul." ucap nyonya hartawan urn.

" bisik si Hidung Besar itu "Ilmu pedangnya sangat hebat-" "Ngmm" Pemimpin itu manggut-manggut lalu berseru. "Kakak Mei suan" Thio Han Liong tersenyum. Thio Han Liong berpamit Hartawan Lim masih berusaha menahannya. "Aku pasti ke mari menengokmu kelak-" "Jangan bohong ya?" "Ya" Thio Han Liong mengangguk"Kakak Mei suan. lalu melangkah pergi. "Lusa saja engkau melanjutkan perjalananmu. "Tuh" Salah seorang dari mereka menunjuk Tan Giok Cu. Tan Giok Cu terus melanjutkan perjalanannya menuju ke gunung Bu Tong dengan menunggang kudanya. begitu pula lim Mei suan. ini permintaan kami. aku dengar kepandaianmu lihay sekali Karena itu." "Begini. selamat jalan" ucap urn Mei suan dengan air mata meleleh deras"Jangan lupa ke mari lagi menengokku" "ya-" Thio Han wong tersenyum." "Baiklah.ujar Thio Han Liong. . "Gadis itu mengalahkan kami bertioa-" "oh?" Pemimpin mereka terbelalak. Ternyata mereka para anggota He Liong Pang."Gadis cantik." Thio Han Liong menganggukDua hari kemudian. "Adik Han Liong. barulah oadis itu kembali masuk ke rumah"ibu."Gadis itu baru berusia belasan. dan gadis itu segera meloncat turun dari punggung kudanya"Hmm" dengusnya dingin. aku ingin mencobanya" "Lebih baik kalian pergi." ujar hartawan Lim mengusulkan. Dua orang di antara mereka pernah akan membunuh Hakim souw. Akan tetapi." Lim Mei suan memeluk ibunya sambil menangis"Dia dia sudah pergi-entah kapan dia akan ke mari menengokku?" -ooo00000ooo Bab 16 Tewas Terkena Pukulan Aneh setelah meninggalkan rumah Hakim souw. Ketika berada di tempat sepimendadak muncul belasan orang berpakaian serba putih. yang bagian dada terdapat sulaman gambar seekor naga hitam.Thio Han Liong terus menolak secara halus. "Kepung gadis itu" Para anak buahnya langsung mengepung Tan Giok Cu. sampai jumpa" "Adik Han Liong. bagaimana mungkin dapat mengalahkan kalian bertiga?" "Dia lihay sekali. "Mau apa kalian?" "Ha ha ha" Pemimpin itu tertawa gelak. tidak boleh dkunda-tunda lagi. "Kini sudah waktunya aku melanjutkan perjalananku. jangan menggangguku" ujaHan Giok Cu"Aku tidak mau melukai kalian" "Gadis cantik" Pemimpin itu menatapnya dengan penuh hawa nafsu. setelah Thio Han Liong tidak kelihatan. Hartawan Lim memberikannya beberapa ratus taelperaki sedangkan urn Mei suan mengantarnya sampai di luar rumah. kapan engkau akan ke mari menengokku lagi?" tanya Lim Mei suan dengan mata basah.

tubuhmu yang mulus itu pasti terluka" "Hmm" dengus Tan Giok Cu." "Bagus Kelak kita akan berjumpa lagi" ujar pemimpin itu. Begitu melihat pemimpinnya terluka. Terjadilah pertempuran yang amat seru dan tegang di antara mereka berdua. "Ha a a h ?" Betapa terkejutnya pemimpin itu Kemudian ia memekik keras sambil menyerang pemuda itu dengan pedangnya"Bagus" Pemuda itu tertawa sambil berkelit. mereka langsung berhenti menyerang Tan Giok Cu." Pemimpin itu menjerit kesakitan. Mulailah ia mengeluarkan ilmu pedang Giok Li Kiam Hoat.. "Cepatlah kalian enyah dari sini" bentak pemuda itu "sebutkan namamu. setelah itu. tapi aku berhasil .v""[ja pun mengucur deras. Para anggota Hek Liong pang itu berkepandaian cukup tinggi.. tapi gadis itu menangkis dengan pedang pusakanya. "Ha ha ha" Pemuda itu tertawa gelak lalu memandang Tan Giok Cu seraya bertanya.maka Tan Giok Cu agak kewalahan. kan?" "Diam" bentak Tan Giok Cu gusar sambil menghunus pedangnya. "Ha ha ha" Pemimpin itu tertawa terbahak-bahak."Dari pada engkau mati di ujung pedangku. lalu berjalan pergi dengan badan agak sempoyongan dan ditkutipara anak buahnya dari belakang. Teang Teang.Berselang beberapa saat. Mereka menghadangku di sini. kemudian terdengarlah suara jeritan di sana sini pula dan tampak beberapa anggota Hek Liong Pang terkapar bermandi darah. siapa engkau dan kenapa bertempur dengan para anggota Hek Liong Pang itu?" "Namaku Tan Giok Cu. bukankah lebih baik engkau bersenang-senang denganku? ya."Gadis cantik lebih baik engkau menyerah Kalau tidak. ia langsung menyerang para anggota Hek Liong Pang itu dengan sengitnya"Nona" seru pemuda itu-"Jangan khawatir. terjadilah pertempuran yang amat dahsyat. dan berdiri mematung di tempat. akhirnya terjadi pertarungan."serang dia" Para anak buahnya langsung menyerang Tan Giok Cu dengan berbagai macam senjata. sehingga terdengarlah suara benturan senjata yang amat nyarlng. "Aku bernama ouw yang Bun. kemudian balas menyerang dengan sengit. aku datang membantumu" "Terima kasih" sahut Tan Giok CuPedang di tangan pemuda itu berkelebat ke sana ke mari. kemudian terdengarlah suara jeritan yang menyayatkan hati"Aaakhi." Tan Giok Cu memberitahukan. mendadak berkelebat sosok bayangan ke arena pertempuran itu. ternyata sebelah lengannya telah kutung dan darah bCQar. "Nona. "Belum lama ini ada tiga anggota Hek Liong Pang ingin membunuh Hakim souw. sobat" sahut pemimpin itu dengan wajah pucat pias dan meringis-ringis menahan sakit. Di saat bersamaan. yang ternyata seorang pemudaTanpa berkata sepatah katapun. "Kalian sungguh jahat ini aku terpaksa membunuh kalian" "Ha ha ha" Pemimpin itu tertawa gelak.

Engkau takut?" "Mayat hidup yang cantik jelita. "Namaku ouw yang Bun. "Nona Giok Cu.. "Nona Giok Cu" Ouw yang Bun menatapnya sambil tersenyum." Tan Giok Cu mengangguk.."Hah?" ouw yang Bun tersentak"jangan-jangan engkau juga mayat hidup?" "Hi hi hi" Tan Giok Cu tertawa cekikikan saking geli"Aku memang mayat hidup.\fl" mana?" "Wauruav^ Kuburan Tua. "Lho?" Pemuda itu tertegun. sudah yatim piatu." "Engkau fAariyicrp..." "oooh" Pemuda itu manggut-manggut. usiaku delapan belas tahun. jadi kita pun sudah menjadi teman. engkau berani mencela gurumu?" Mendadak muncul seorang tua. siapa namamu?" "Kenapa seperti dipaksa sih?" Pemuda itu menggaruk-garuk kepala. tentunya aku tidak takut-" ouw yang Bun tertawa. Ternyata begitu. kenapa engkau tidak menanyakan namaku?" "Kenapa aku harus menanyakan namamu?" Tan Giok Cu balik bertanya dengan nada heran.. "Bagaimana kalau kita mengobrol sebentar di bawah pohon?" "Baiklah-" Tan Giok Cu mengangguk." sahut Tan Cu dan menambahkan. "Aku telah menolongmu. guruku adalah Tong Koay-Oey su Bin. secara tidak langsung kini pihak Hek Liong Pang telah memusuhimu. "Ha ha ha " "Ha ha ha Hu hu hu Htk hik hik" Terdengar suara tawa yang aneh "He he he " "siapa?" Bentak Tan Giok Cu sambil bangkit dari tempat duduknya lalu menengok ke sana ke mari sekaligus meraba gagang pedang pusakanya. Guruku memang mayat hidup.menyelamatkannya. kemudian memberitahukan. siapa gurumu?" "Guruku Bibi sian sian." "Hah?" ouw yang Bun terbelalak.\Ar\A." "Iiiih" ouw yang Bun tampak merinding.a. "sebab guruku tinggal di dalam kuburan tua. "Aku tidak pernah mendengar tentang perguruan itu Kuburan Tua. "Jangan takut." "Kalau begitu. engkau harus berhati-hati" "ya" Tan Giok Cu mengangguk "Eh?" Pemuda itu terbelalak. ouw yang Bun memandangnya seraya bertanya. Nona Dia adalah guruku yang suka menakuti anak kecil. Maka seharusnya engkau menanyakan namaku.Itu memang kebiasaan buruk guruku. "Engkau juga pernah tinggal di dalam kuburan tua?" "Ya. Nona. yang tidak lain . "Aku telah menolongmu." "oooh" Tan Giok Cu manggut-manggut." "siauw Koay (siluman Kecil). janganjangan auruvAU mayat hidup?" "Betul. la merasa tidak enak kalau menolaki karena pemuda itu telah membantunyaMereka berdua duduk di bawah pohon.

Mana ada oadis uang akan jatuh cinta kepadamu? Gadis itu begitu cantik dan lemah gemulai. "Engkau pemuda bloon. "setengah mati aku mencarimu. "Aku siluman Kecil." "oh?" Tong Koay mengerutkan kening.. gurumu berada di sekitar sini?" "Guruku tidak meninggalkan kuburan tua. "Betul." ouw yang Bun mcnyengir. "Kenapa engkau bertarung dengan mereka?" "sebab mereka mengeroyok nona ini. "Hm Cuma berani bersembunyi di belakang kaum wanita. sebab guru pasti turun tangan menolong nenek itu. Guru adalah siluman besar. Ayoh kita ke Kotaraja" "Tidak mau ah" ouw yang Bun menggelengkan kepala. katanya gurunya adalah Bibi Sian Sian yang tinggal di dalam kuburan tua. "Engkau. kalau aku melihat gurumu. . "Cengar-cengir" TOng Koaw melotot." sahut TOng Koay sambil tertawa gelak"Ha ha ha hidangan di sana lezat-lezat.. "Tadi aku bertarung dengan para anggota Hek Liong Pang. "Apa?" TOng Koay melotot.Ternyata kita satu keluarga Ha ha ha. "Guru" panggil ouw yang Bun sambil tertawa.. Ya.. engkau malah berduaan dengan gadis itu di sini" "Guru. "ya ampun" Tong Koay menepuk keningnya sendiri "Aku tidak takut menghadapi siapa pun.sedangkan nona ini adalah mayat hidup. lalu berlari ke belakang Tan Giok Cu. "Kalau para anggota Hek Liong Pang itu mengeroyok seorang neneki tentunya engkau akan berpeluk tangan." jawab ouw yang Bu." "Hei Murid kurang ajar" bentak TOng Koay." "Dia mengaku sendiri. maka aku turun tangan menoiongnya" sahut ouw Yang Bu sambil tertawa." ouw Yang Bun mengangguk"Gadis cantik" Tong Koay menatapnya dengan penuh perhatian. Cianpwee-" Tan Giok Cu mengangguk." sahut Tan Giok Cu"ooooh" Tong Koay menarik nafas lega"Terus terang....." TOng Koay melotot.. dan itu membuat Tan Giok Cu tertawa geli"Guru" ouw Yang Bu memberitahukan." "Apa?" Tong Koay terbelalak. engkau malah bilang dia adalah mayat hidup Dasar-. "Entahlah-" Tong Koay menggelengkan kepala. dasar tidak jantan" "Guru.adalah TOng Koay-Oey su Bin. namun justru paling takut menghadapi gurumu. "Kuburan tua?" "Ya." tanya ouw yang Bu"Ada urusan apa sehingga membuat guru rhati-matian mencariku?" "Mau mengajakmu pergi makan enak" sahut TOng Koay"Ke dapur istana menyantap hidangan-hidangan kaisar?" tanya ouw yang Bun. kepalaku langsung pusing tujuh keliling-" "Memangnya kenapa?" tanya Tan Giok Cu heran. "Gurumu berbaju kuning dan selalu didampingi para pengiringnya?" "ya. oh ya. kan?" "Aku pasti berpeluk tangan.

Mendadak ia tersentak lalu bergumam"sebetulnya aku tidak boleh berjanji kepadanya berjumpa kembali kelak. Guru." In Lie Heng mengangguk.. Tan Giok Cu melanjutkan perjalanannya menuju gunung Bu Tong. tolong. aku harus ikut guruku ke Kota raja?" "ya.." "Yah. Ternyata ia teringat akan tingkah laku guru dan murid itu. Aku." Ternyata lelaki tua itu In Lie Heng. akan kujelaskan kepada ouw Yang Bun kelaki bahwa aku sudah punya kekasih-" Usai bergumam begitu..tolong antar aku" "Paman mau ke mana?" Tan Giok Cu menatapnya. "Namaku In. aku adalah murid Thio sam Hong. Kini ia sudah memasuki sebuah lembah. toiong antar aku ke gunung.... Tidak apa-apa. betul-" ouw yang Bun manggut-manggut "Kalau begitu. Dilihatnya lelaki tua terkapar di situ sedang merintih-rintih.." "Ke gunung apa?" "Ke gunung Bu TOng. lalu menoleh ke kiri sambil pasang kuping-Ternyata barusan ia mendengar suara rintihan di balik sebuah batu. "Aku." sahut lelaki tua itu "Tolong-. "sungguh kebetulan sekali" ujaHan Giok Cu .Kudanya tidak berani berlari kencang.Itu tidak baik-" "Betul.. kita akan berjumpa kembali kelak." "Tapi kita akan berpisah kan?« " "Kelak kita akan berjumpa lagi-" "Baiklah-" ouw Yang Bun mengangguk"Nona Giok Cu. apalagi sudah lama" TOng Koay menggeleng-telengkan kepala.setelah pasang kuping mendengarkan dengan penuh perhatian. salah seorang murid guru besar Thio sam Hong. Dadaku. ia mendengar lagi suara rintihan ituSegeralah ia meloncat turun dari punggung kudanya dan cepat-cepat melesat ke tempat itu. ampun Baru berkenalan sudah begitu macam.... "Paman kenapa?" tanya Tan Giok Cu. "saudara ouw yang. In Lie Heng. karena banyak batu curam di lembah itu. Jangan melupakan aku lho" "Ha ha ha" Tong Koay tertawa terbahak-bahak"Itu pesan yang amat menyentuh hati Ha ha ha-" Tong Koay melesat pergi. barulah Tan Giok Cu meninggalkan tempat itu sambil tersenyum-senyum. sebab dalam hatiku hanya terdapat Thio Han Liong seorang.Tan Giok Cu berdiri termangu-ma-ngu di tempat." ouw yang Bun melirik Tan Giok Cu. "Nona kecil."Engkau berani tidak menuruti perkataanku? ingat.dan ouw YRng Bun langsung mengikutinya. "Paman adalah murid Guru Besar Thio sam Hong?" "Ya." ujar Tak Giok Cu sungguh-sungguh"Engkau harus menuruti perkataan gurumu. jadi murid tidak boleh melawan guru..... Mendadak kening gadis itu berkerut. aku merasa berat berpisah dengan dia.. "Nona kecil.." "Apa?" Tan Giok Cu terbelalak. dadaku terpukul. aku adalah gurumu" "Aku ingat. tapi.

" "oooh" In Lie Heng manggut-manggut. sebab kebetulan aku memang ingin ke mari. maka aku mendekati suara rintihan itu "jawab Tan Giok Cu memberitahukan dan menambahkan "siapa yang melukainya.. In Lie Heng langsung dibopong ke sebuah kamar.la berjalan mondar-mandir di depan kuil. "Aku ke mari ingin mencari Thio Han Liong. Tan Giok Cu segera memapahnya ke tempat kudanya. "Iya" Tan Giok Cu mengangguksalah seorang yang bertubuh kekar langsung membopong In Lie Heng.. sampai di depan siang Cing Koan (Kuil Bu Tong Pay). "Nona ke mari ada urusan penting?" tanyanya. aku. "Terima kasih." In Lie Heng menyahut "Cepat bopong dia ke dalam" seru Jie Lian Ciu. "Nona. "sutee" panggil mereka serentak"Kenapa engkau?" "suheng. aku mendengar suara rintihan. . barulah ia meloncat ke atas dan kuda itu pun berjalan perlahan meninggalkan tempat tersebut. "Guru Guru. Berselang beberapa saat. aku sama sekati tidak tahu." Ternyata mereka para murid In Lie Heng dan murid saudara seperguruannya. lalu melangkah ke dalam dan langsung duduk di ruang depan. "oh?" song Wan Kiauw menatapnya dalam-dalam. bagaimana sutee kami terluka? Di mana Nona bertemu dia dan siapa yang melukainya?" tanya song Wan Kiauw"Ketika aku melewati sebuah lembah.memberitahukan. Para murid Bu Tong sama sekali tidak bertanya apa pun kepada Tan Giok Cu. la tidak banyak bertanya karena kondisi badannya lemah sekali." ujar aadis itu. sampailah mereka di kaki gunung Bu TOng. sebab mereka sangat mencemaskan In Lie Heng. tampak beberapa orang tua berdiri di sana." ucap Tan Giok Cu. diikuti song wan Kiauw dan lainnya. Bu-kankah dia berada di sini?" sahut Tan Giok Cu sambil menengok ke sana ke mari. Beberapa murid Bu Tong itu langsung mengerahkan ginkang melesat ke atas.Kuda itu pun mengikuti mereka dari belakang. masuk saja ke dalam" ujar seorang murid Bu Tong. Dua hari kemudian. biar kami yang membopong guru ke atas. begitu pula Tan Giok Cu dan lainnya." "oooh" song Wan Kiauw manggut-manggut"Terima kasih atas kebaikan Nona mengantarnya pulang-" "Tidak usah berterima kasih. muncullah song Wan KiauwJie Lian ciu danjie Thay Giam.Keadaan In Lie Heng membuat mereka cemas sekali"Nona.." "Paman guru Paman guru-. Mendadak muncul belasan orang. lalu mengangkatnya ke punggung kuda itu setelah itu. langsung terbelalak." ujar beberapa orang itu. sedangkan Tan Giok Cu tidak ikut mereka masuk. yang begitu melihat In Lie Heng. sedangkan Thio song Kee masih berada di dalam kamar itu "Nona. "Aku memang ingin kegunung Bu TOng.

tidak muncul lagi di dunia Kang-ouw-" Tan Giok Cu membaca syair tersebut." Tan Giok Cu mengangguk. Jie Lian ciu dan lainnya segera masuk ke dalam. lalu membuka bajunyaseketika juga mereka terbelalak. "Apakah Guru pernah mendengar tentang ilmu pukulan itu?" . sebab kami harus berusaha menoiong In lie Heng" "Ya" Tan Giok Cu mengangguk"oh ya. engkau jangan mempermainkan kami Dalam rimba persilatan tiada perguruan tersebut-" "Di belakang Ciong Lam san. "Pukulan apa yang mengenai dada In Lie Heng?" "Bekas itu merah bagaikan darah. "Nona." "Gurumu berasal dari perguruan mana?" tanya Jie Lian ciu. "Harap engkau tunggu sebentar.fiyfi. "engkau kau murid siapa. bolehkah memberitahukan kepada kami?" "Guruku adalah Bibi sian sian. "Ya." ujar song wan Kiauw. "Kami adalah kawan baik" "Nona" Jie Thay Giam menatapnya tajam.V" Oj kami harus ke dalam lagi." Biar aku yang beritahukan kepada guru.engkau tunggu saja di sini" "Ya" Tan Giok Cu mengangguk lagi.karena melihat ada tanda merah di dada In Lie Heng."Apakah engkau temannya?" tanya Jie Lian ciu. "Paman Bu Ki kenal guruku.Thio song Kee masih duduk di pinggir tempat tidur menjaga In Lie Heng"Bagaimana?" tanya Jie Lian ciu"In Lie Heng sudah siuman?" "Belum." jawab Tan Giok Cu jujur"Perguruan Kuburan Tua?" Jie Lian ciu mengerutkan kening." sahut song wan Kiauw dan segera berjalan ke ruang meditasiBerselang beberapa saat kemudian." "siapa Bibi sian sian itu?" tanya Jie Thay Giam. "Perguruan Kuburan Tua. di mana Han Liong? Aku ingin menemuinya-" "Akan kami memberitahukan nanti-" sahut Jie Lian ciu"SdR. kelihatannya seperti bekas terpukul"Aaah " Thio sam Hong menghela nafas panjang. "Guruku yang memberitahukan kepadaku. song Wan Kiauw sudah kembali ke kamar itu bersama Thio sam Hong"Guru" Jie Lian Ciu dan lainnya langsung memberi hormat." Thio Song Kee menggelengkan kepala"Lebih baik kita beritahukan kepada guru. terdapat Kuburan Mayat Hidup. Burung Rajawali dan Pasangan Pendekar. "Apa?" song Wan Kiauw tampak terkejut"Kuburan Mayat Hidup." sela jie Lian ciu. Burung Kajawali dan Pasangan Pendekar " "Ya-" Tan Giok Cu mengangguk" Mereka adalah kakek dan nenek moyang guruku-" "ooooh" song Wan Kiauw manggut-manggut"Aku sudah tahu-" "Nona." jawab Tan Giok Cu. "Dari tadi ini Lie Heng belum sadar?" tanya Thio sam Hong sambil menatap In Lie Heng yang terbaring di tempat tidur dalam keadaan pingsan dan wajahnya tampak merah sekaliThio sam Hong mendekatinya.

."Aku terlambat ke mari Kalau tidak.Thio Sam Hong menatapnya tajam. Lama sekali Thio Sam Hong menyalurkan Iweekangnya ke dalam tubuh In Lie Heng. "Guru. aku pasti bertemu dia..." ucap Tan Giok Cu lalu duduk"Gadis kecil.oh ya. Guru.. engkau yang membawa In Lie Heng pulang?" tanya Thio sam Hong lembut"Ya-" Tan Giok Cu mengangguk"Di mana engkau melihat In Lie Heng?" tanya Thio sam Hong lagi "Di sebuah lembah " jawab Tan Giok Cu dan menutur tentang itu "Kebetulan aku memang ingin ke mari-" "oh? Apa ada sesuatu penting engkau ke mari?" "Aku ke mari ingin menemui Han Liong.. "Gadis kecil." "Hmmm" Thio sam Hong manggut-manggut. bangunlah" ujar Thio sam Hong sambil dudukTan Giok Cu segera bangkit berdiri.. ia langsung bersujud di hadapannya. Thio sam Hong berhenti menyalur Iweekangnya lagi "In Lie Heng. lalu berjalan ke luar menuju ruang depan. namun begitu melihat guru besar itu." tanya Thio sam Hong lembut. "Htat. kemudian mempersilakan nya duduk"Terima kasih.. bagaimana keadaan Sutee?" tanya song Wan Kiauw cemas. "siapa yang melukaimu?" "Guru.. "Dia masih berada di ruang depan. siapa yang mengantarkan Lie Heng pulang?" "seorang gadis remaja bernama Tan Giok Cu" sahut Jie Lian ciu memberitahukan. kemudian mulai memeriksa In Lie Heng dengan cermat sekali. "satee " "Aaaah " Thio sam Hong menghela nafas panjang.. terimalah hormatku" ucapnya. Htat.. Guru cuma mampu menyadarkannya dengan Iweekang. "Tapi dia sudah berangkat ke kuil siauw Lim sie-" Tan Giok Cu tampak kecewa sekali. Thio Cut san mati bunuh diri." Mendadak kepala In Lie Heng terkulai dan nafasnya pun putus seketika. Walau Tan Giok Cu tidak kenal Thio sam Hong. Ketika In Lie Heng mulai membuka matanya." . sama sekali tidak mampu mengobatinya. lalu sepasang telapak tangannya ditempelkan di dada In Lie Heng." sahut In Lie Heng terputus-putus dan suaranya pun lemah sekali.. "Thay suhu. Htat. "sulit ditolong.Thio sam Hong menggeleng-gelengkan kepala... Thio sam Hong menghela nafas panjang lagi. "Htat. dan kini In Lie Heng mati terkena pukulan aneh." "Htat (Darah) apa?" tanya Thio sam Hong cepat.. "sutee sutee" teriak song Wan Kiauw dengan air mata bercucuran. setelah itu. Guru mau menemuinya?" "Ng" Thio sam Hong mengangguk. "Bu Tong Cit Hiap kini cuma tertinggal empat orang.." sahut Thio sam Hong dengan wajah murung. Goh seng Kok mati di tangan song Ceng su.

apa rencanamu sekarang?" . maka In Lie Heng dibunuh untuk menutup mulutnya?" "Itu memang mungkin." ujar Thio sam Hong." sahut Tan Giok Cu dengan jujur dan menambahkan.. Aku masih hidup. kemudian membaca syair. itu sudah seratus tahun lebih.. kemudian memandang Tan Giok Cu seraya bertanya. Burung Rajawali dan pasangan Pendekar. "Engkau punya hubungan apa dengan Han Liong?" "Kami adalah kawan baik. hanya mengucapkan Hiat saja. sehingga. Ketika aku pulang." "oooh" Thio sam Hong manggut-manggut. namun sudah tidak keburu. Ini sungguh di luar dugaan" ujar Thio sam Hong dan menambahkan. "Bagaimana keadaan Paman tua itu?" "Dia sudah meninggal." Thio Sam Hong menghela nafas panjang. "Paman tua itu sudah meninggal?" "ya." Tan Giok Cu menundukkan kepala.. engkau murid siapa?" "Bibi sian sian adalah guruku. namun aku belum pulang.. "Tapi sudah lama kami tidak bertemu." "Paman tua itu mengucapkan apa?" tanya Tan Giok Cu. aku terlambat membawa Paman tua itu ke mari." Ternyata gurumu keturunan sin Tiauw Tayhiap dan siauw Liong Li. namun tiga muridku telah meninggal duluan. "gadis kecil. "Di belakang Ciong Lam san. "Dadanya terpukul oleh semacam ilmu pukulan anehi entah ilmu pukulan apa itu?" Thay Suhu. Aaahhhh." jawab Thio Sam Hong sambil menggeleng-gelengkan kepala. Aku justru tidak habis pikir." sahut Jie Lian ciu. "Gadis kecil" Thio Sam Hong menghela nafas. dia justru sudah berangkat ke mari.. "Hiat?" Tan Giok Cu bingung. "Gadis kecil." Thio Sam Hong mengangguk dengan wajah murung."Gadis kecil" Thio sam Hong menatapnya seraya bertanya." tanya Tan Giok Cu.. itu. bagaimana In Lie Heng bisa bentrok dengan orang itu. maka aku menyusulnya ke mari. Dia baik sekali kepadaku dan aku pun baik kepadanya. Mungkinkah In Lie Heng mengetahui rahasia orang itu." sahut Thio Sam Hong singkat.. Belum lama ini dia ke rumahku. sebab muridku itu masih sempat mengucapkan beberapa patah kata. "Thay Suhu tahu apa artinya?" Thio Sam Hong tersenyum getir. "Engkau tidak terlambat membawanya pulang. "Aku sama sekali tidak tahu apa artinya. terdapat Kuburan Mayat Hidup." (bersambung keBagian 09) Jilid 9 "Thay Suhu. dia pernah tinggal di rumahku. "Dia mau memberitahukan tentang orang yang melukainya. "Itu merupakan suatu teka-teki. perlukah kami pergi menyelidikinya?" "Akan dirundingkan nanti. tidak muncul lagi di dunia Kang-ouw. "sin Tiauw Tayhiap Yo Ko pernah mengajarku beberapa jurus ilmu pukulan. "Haaah?" Tan Giok Cu terbelalak. Ketika masih kecil. "guru." jawab Tan Giok Cu.

"Thay suhu. Bukan main cantiknya gadis remaja itu siapa dia? Tidak lain adalah Tan Giok Cu. Bab 17 Berjumpa Dan Mencurahkan isi Hati Dijalanan gunung siauw sit san. sedangkan kuda itu terus mendaki.. "Kalau begitu. setelah itu barulah mendekati pintu kuil itu. aku tidak tahu. aku mau berangkat ke kuil siauw Lim sie menyusul Kakak Han Liong." "Engkau berani menghadangku?" Tan Giok Cu melotot. lalu ia meloncat turun dari punggung kudanya." " ya. "Aku." Hweeshio itu memberitahukan. tampak sebuah kuil yang amat megahi itulah kuil siauw Lim sie. Berselang beberapa saat." "Taysu" Tan Giok Cu tersenyum. aku. "Baik-lah.setelah melewati beberapa tikungan. Tampak beberapa buah air terjun di gunung seberang. yang semuanya menatapnya dengan tajam.Apabila engkau berjumpa Han Liong. beritahukan kepadanya bahwa kami di sini sangat rindu kepadanya.. terdengarlah suara gemuruh air terjun. "Aku akan ke dalam untuk menemui Hong Tio (Ketua).Ia menambatkan kudanya di sebuah pohon. "Aku ingin bertanya.. kami terpaksa.." "Kuil siauw Lim sie sangat terkenal di kolong langit. "Kalau begitu . "Omitohud" ucap salah seorang Hweeshio yang sedang menyapu di situ. "Mudah-mudahan Kakak Han Liong masih berada di dalam kuil itu" ucap Tan Giok Cu dalam hati. "Omitohud" ucap salah seorang Hweeshio yang bergelar Goan Liang. apakah Thio Han Liong berada di dalam kuil?" "Maaf. turun-temurun sudah hampir seribu tahun..." "Ngmmm" Thio sam Hong manggut-manggut.. "Omitohud Aku. "Pokoknya aku harus masuk-" "Nona-." "Nona" Hweeshio itu segera menghadangnya. "Jika Nona tidak mau keluar.." "Apa?" Tan Giok Cu tertegun.. tapi para Hweeshionya justru tidak tahu aturan. "Nona.." Tan Giok Cu mengangguk sekaligus berpamit. silakan Nona menunggu di luar saja" ujar Goan Liang Hweeshio menegaskan.aku rindu sekali kepadanya.sayup didengarnya suara Liam Keng (Membaca doa) dan disaat itu pula muncul beberapa Hweeshio tingkatan Goan. "Aku tidak perduli peraturan itu.." jawab Tan Giok Cu sambil menundukkan kepala." Tan Giok Cu melangkah ke arah pintu kuil itu." sahut Tan Giok Cu..sayup." jawab Hweeshio itu.. "Omitohud Kaum wanita dilarang masuk di kuil kami. "Kenapa kaum wanita dilarang masuk?" "Ini adalah peraturan kuil siauw Lim sie.seorang gadis remaja duduk di punggungnya sambil menengok ke sana ke mari menikmati keindahan alam di gunung itu." ujar Tan Giok Cu. "Kenapa Nona begitu lancang memasuki kuil kami? Ayoh cepat keluar" "Aku ingin menemui Hong Tio. tampak seekor kuda berjalan santai." Hweeshio itu berdiri mematung di tempat Tan Giok Cu melangkah ke dalam pintu itu. Kalau kalian .

bahkan juga merupakan dosa bagi kalian. siapa engkau dan mau apa engkau ke mari?" "Namaku Tan Giok Cu. maka kaum wanita dilarang masuk-" "Betul. aku pun terpaksa melawan. Namun sayang sekali. kenapa engkau memasuki kuil kami?" "Tidak boleh ya?" sahut Tan Giok Cu." ujar Tan Giok Cu." sahut Tan Giok Cu dan bertanya. kaum wanita dilarang masuk" "Kalau begitu. "Ternyata engkau ingin menemui Han Liong." Ketika Kong Ti Seng Ceng mau . "Kenapa kaum wanita dilarang memasuki kuil ini?" "Itu . "Tadi Hweeshio itu bilang . apakah para Hweeshio siauw Lim Sie tidak pernah membayangkan kaum wanita? Kalau pernah. berarti godaan bagi kami-" "Hi hi hi" Tan Giok Cu tertawa geli"Lucu sekali. seandainya tiada kaum wanita ke mari. kenapa kaum wanita dilarang masuk di kuil siauw Lim sie?" tanya Tan Giok Cu mendadak"sebab kuil siauw Lim sie adalah tempat tinggal para Hweeshio. muncullah Kong Ti Seng Ceng. "Memang tidak boleh-" Kong Ti Seng Ceng tersenyum"Peraturan di sini. "Lho?" Kong Ti Seng Ceng menatapnya. namun Thay suhu bilang Kakak Han Liong pergi kemari. itu pun sudah merupakan suatu godaan. "Kenapa peraturan itu harus dihapus?" "Peraturan yang tak masuk akal. Para Hweeshio menyembahyangi apa di dalam kuil ini?" "Sang Buddha. betul-" Kong Ti Seng ceng mengangguk "Padri tua. Di saat bersamaan. aku ingin bertanya. "Paderi tua. "Nona kecil. padri tua itu terbelalak" Omitohud" ucapnya sambil mengerutkan kening. namun kalian membayangkan kaum wanita." "Omitohud" ucap Goan Liang Hweeshio" Harap Nona mentaati peraturan kuil kami" "Aku ingin bertanya. Begitu melihat Tan Giok Cu. sebetulnya godaan tersebut timbul dari dalam hati kalian. "Aku sudah ke gunung Bu Tong." "Omitohud" ucap Kong Ti Seng Ceng sambil menatapnya"gadis kecil." Tan Giok Cu menunjuk Goan Liang. dia sudah pergi bersama Seng Hwi." jawab Goan Liang Hweeshio"Kalau ada kaum wanita memasuki kuil siauw Lim sie." "Seng Hwi? siapa dia?" "Dia adalah. peraturan itu harus dihapus. "Kaum wanita memasuki kuil ini merupakan godaan bagi mereka." Kong Ti Seng Ceng terbungkam. itu merupakan suatu dosa lho Maka percuma melarang kaum wanita memasuki kuil ini.berani mengusirku." "Omitohud "" Goan Liang Hweeshio menundukkan kepala." "Omitohud" Kong Ti Seng Ceng tersenyum.Aku ke mari ingin menemui Kakak Han Liong-" gadis itu memberitahukan." "Apakah kaum wanita tidak boleh menyembahyangi sang Buddha?" "Tentu boleh-" "Kalau begitu " Tan Giok Cu tertawa kecil. maka harus dihapus.

kemudian melayang turun di hadapan kudanya. Tiba-tiba berkelebat belasan bayangan ke arah Tan Giok Cu. Burung Rajawali dan Pasangan Pendekar. "Namaku Lie Bun yauw. "Ketua kami mengutus kami mengundang Nona ke markas. "Nona" salah seorang berusia empat puluhan memberi hormat. "Nona kecil. "Kong Ti Seng Ceng Seng Hwi datang menghadap" Air muka Kong Ti Seng Ceng langsung berubah. lalu melangkah pergi. katanya mau ke desa . "Omitohud" ucap Kong Ti Seng Ceng sambil manggutmanggutItu sungguh di luar dugaan Omitohud" -ooo00000oooTan Giok Cu memacu kudanya sekencang-kencang-nya." Seng Hwi bangkit berdiri. "Kini engkau telah sadar akan kesalahanmu. mendadak terdengar suara seruan. Tampak belasan orang berpakaian serba putih. terdapat Kuburan Mayat Hidup." Tan Giok Cu membalikkan badannya. aku minta dihukum-" "Omitohud" ucap Kong Ti Seng Ceng.Di saat bersamaan berkelebat sosok bayangan ke hadapan Kong Ti Seng Ceng."Di mana Kakak Han Liong? Padri tua itu bilang Kakak Han Liong pergi bersamamu." gadis itu memberitahukan. "Hek Liong Pang lagi Hek Liong Pang lagi" Tan Giok Cu menggeleng-gelengkan kepala." "Ke desa mana?" "Kedesa Hok An." sahut Lie Bun yauw"Harap Nona sudi ikut kami" . bangunlah" Terima kasih. "Dia menuju ke rumahku." "oooh" Seng Hwi manggut-manggut "Dia lelah meninggalkan tempat tinggalku. maka aku harus mengampunimu. kemudian berlutut di situ. pemimpin regu Angin dari perkumpulan Hek Liong pang" "Jadi kenapa?" tanya Tan Giok Cu dingin. "Seng Hwi -" "Kong Ti Seng Ceng." "oh" Wajah Tan Giok Cu langsung berseri. "Paman" panggil Tan Giok Cu mendadak. "siapa engkau?" "Namaku Tan Giok Cu. "Di balik Ciong Lam san. gadis itu tersenyum-senyum sendiri " Kakak tampan. gadis itu tidak membuang waktu." ujar Seng Hwi sambil menangis terisak-isak"Aku telah salah membunuh para Hweeshio siauw Lim sie.Begitu terbayang Thio Han Liong. "Kakak Han Liong adalah kawan baikku. "Omitohud -" Kong Ti Seng Ceng tercengang. tidak muncul lagi di dunia Kang-ouw" sahut Tan Giok Cu membaca syair tersebut. aku harus segera pulang. siapa gurumu?" tanyanya. Tan Giok Cu terkejut dan cepat-cepat ia menghentikan kudanya. kuda itu mulai memasuki sebuah rimba. dibagian dada terdapat sulaman gambar seekor naga hitam. kita akan bertemu Kita akan bertemu" Berselang beberapa saat kemudian. aku ke mari mohon pengampunan. Seng Ceng. karena ingin cepat-cepat sampai di rumah. Omitohud Seng Hwi. sudah barang tentu larinya agak perlahan." Seng Hwi terbelalak.menjelaskan. Dia berada di mana sekarang?" "Nona kecil .

"Kalau aku tidak mau ikut?"" "Nona" Lie Bun yauw menatapnya " Kami terpaksa akan menggunakan kekerasan terhadap Nona" "oh?" Tan Giok Cu segera meloncat turun dari punggung kudanya kemudian menatap Lie Bun yauw seraya berkata." ucap Tan Giok Cu. "Anak muda" bentak Lie Bun yauw"siapa engkau? Kenapa engkau mencampuri urusan kami?" "Kalian mengeroyok seorang anak gadis. Itu dikarenakan ia kurang berpengalaman. la berdiri membelakangi Tan . "Tangkap dia" Para anak buah Lie Bun yauw langsung menyerang Tan Giok Cu dengan berbagai macam senjata. berusia tujuh belasan tahun. yang berkepandaian amat tinggi. "Berhenti" Tampak sosok bayangan melayang turun di hadapan Tan Giok Cu. "Engkau adalah pemimpin regu Angin. lebih baik engkau menyerah" " omong kosong" sahut Tan Giok Cu dan terus mengadakan perlawanan. Tan Giok Cu tampak mulai kewalahan. seharusnya engkau menghukum anggota yang bertindak sewenang-wenang. "Kenapa kalian mengeroyok seorang gadis?" tanya pemuda itu sambil menuding para anggota Hek Liong pang. lagipula mulai lelah. ketua ingin bertemu dengan nona" "Maaf. Tan Giok Cu adalah murid kesayangan yo sian sian.Perlu diketahui. Namun puluhan jurus kemudian. Akan tetapi." Kening Lie Bun yauw berkerut" Kami terpaksa menggunakan kekerasan untuk menangkapmu" "Apa boleh buat" sahut Tan Giok Cu sambil menghunus pedang pusakanya"Aku terpaksa melawan" "Baik" Lie Bun yauw manggut-manggut. sehingga mengejutkan semua orang yang ada d i situ. sebab mereka adalah regu Angin. "Aku tidak pernah bermusuhan dengan pihak Hek Liong Pang. "Aku tidak punya waktu karena aku harus segera pulangTidak bisa ikut kalian ke markas" " Kalau begitu. "Ha ha ha" Lie Bun yauw tertawa gelak"Nona. Lie Bun yauw menyaksikan pertarungan itu dengan mata tak berkedip. Ternyata seorang pemuda berwajah sangat tampan. Mendadak terdengar suara bentakan keras yang memekakkan telinga.gadis itu bersiul panjang sekaligus berkelit dan menangkis. maka aku harus turut campur" sahut pemuda itu. lalu berseru kepada para anak buahnya. ia masih dapat bergerak gesit dan balas menyerang. para anak buahnya rata-rata berkepandaian tinggi. sehingga terjadilah pertarungan yang amat seru dan tegang." "Justru itu. Maka walau dikeroyok belasan orang." ujar Tan Giok Cu dan menambahkan. tapi kenapa kalian selalu mencari gara-gara denganku?" "Bukankah Nona telah melukai beberapa anggota Hek Liong pang?" sahut Lie Bun yauw"Itu dikarenakan mereka ingin membunuh Hakim souw.

"Cukup dengan tangan kosong saja. "Adik manis. "Adik manis Adik manis-. sehingga Giok Li Kiam Hoat yang dikeluarkannya itu bertambah lihay dan dahsyat." "Hei" bentak Lie Bun yauw. hati Tan Giok Cu tersentaki karena merasa kenal akan suara itu." tanya Thio Han Liong. sekaligus menggunakan ilmu Kian Kun Taylo IeKini Tan Giok Cu tampak bersemangat sekali.. "Anak muda. "Maka hingga sekarang pihak Hek Liong Pang terus memusuhiku... "Engkaupun sudah besar dan bertambah tampan." "Kakak tampan Aku adalah adik manismu. "siapa mereka... "Engkau." jawab Tan c-iiok Cu dan menutur tentang kejadian di kuil Hok Tek Cin sin... "Kalau mau berpacaran. cepatlah kalian enyah dari sini" "Ha ha ha" Lie Bun yauw tertawa gelak." sahut Thio Han Liong sambit tersenyum." "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut. otomatis ia terus memperhatikan pemuda tersebut. ketika mendengar suara bentakan itu. engkau sudah lupa ya?" Tan Giok Cu tersenyum. Ternyata Tan Giok Cu yang berseru sambil mendekati Thio Han Liong.. dan seketika juga mereka menyerang. aku. engkau tidak pakai senjata?" tanya Tan Giok Cu sambil mengayunkan pedang pusakanya menangkis serangan-serangan itu. " Kakak tampan Kakak tampan" "Hah?" Thio Han Liong tertegun dan langsung membalikkan badannya. sebab ketua yang mengutus kami mengundang nona itu ke markas" "Pokoknya kalian tidak boleh mengganggunya" tegas Thio Han Liong. aku.jangan di sini Kalian. engkau jangan khawatir Aku akan membantumu mengusir mereka.Giok Cu. "Namaku Thio Han Liong" Di saat itulah terdengar suara seruan girang. " Lebih baik engkau jangan turut campur urusan ini. kenapa mereka mengganggumu?" "Mereka adalah para anggota Hek Liong Pang. maka engkau berani bertingkah di hadapan kami" "Tentunya kalian dari perkumpulan golongan hitam Kalau tidaki bagaimana mungkin mengeroyok seorang gadis?" sahut Thio Han Liong dingin. Kira-kira puluhan jurus kemudian. belasan anggota . "Ayoh. " Kakak tampan. "Anak muda siapa namamu?" Lie Bun yauw menatapnya tajam.... engkau memang ingin cari penyakit" Pemimpin regu Angin itu lalu memberi aba-aba kepada para anak buahnya.. Akan tetapi. jadi tidak begitu memperhatikan gadis itu. "HiA" dengus Lie Bun yauw"Anak muda Mungkin engkau belum tahu siapa kami..." Thio Han Liong tertawa gembira"Engkau sudah besar dan cantik sekali" "Kakak tampan" Tan Giok Cu tersenyum manis." "Adik manis." "Anak muda" ujar Lie Bun yauw sambil mengerutkan kening.. terus memperhatikan gadis yang di depannya. mereka terus memusuhiku.

Hek Liong Pang mulai terdesak "Berhenti" seru Lie Bun yauw mendadak. "Itu mungkin julukan orang yang melukai Kakek In." sahut Tan Giok Cu perlahan sambil menundukkan kepala. " Kakek In telah meninggal?" " ya. maka tiada waktu untuk menyebut lengkap julukan itu" "Ngmm" Thio Han Liong manggut-manggut- . " Kakak tampan.Aku kagum sekali-" "oh?" Tan Giok Cu tertawa dan memberitahukan. aku pun rindu sekali kepadamu.." " Kakak tampan.. sedangkan Thio Han Liong dan Tan Giok Cu masih berdiri di situ. "Adik manis" sahut Thio Han Liong sambil menatap lembut. ia menyuruh mereka berhenti." "Apa?" Bukan main terkejutnya Thio Han Liong. "sucouwmu bilang." Thio Han Liong mengangguk"Bagaimana engkau terhadapku?" tanyanya. sucouwmu tidak tahu sama sekali. kini kita sudah besar.Ke dua orang tuamu sudah tahu itu" "oh?" Tan Giok Cu tersenyum gembira" Kakak tampan." ujar Tan Giok Cu. Kakek In menyebut 'Hiat'. "Dulu aku menyukaimu. "Entahlah-" Tan Giok Cu menggelengkan kepala. Betutkah engkau tetap menyukaiku?" "Tentu. Tak disangka kita bertemu di sini. entah apa artinya?" "sucouwkujuga tidak tahu apa artinya?" "ya. maka akan kulaparkan kepada ketua. " Kakak tampan" panggil Tan Giok Cu dengan suara rendah dan mesra. Menurut aku. Sayang Kakek In keburu menghembuskan nafas penghabisan. maka . "Aku aku menyukaimu melebihi dulu. "Kepandaianmu sungguh mengagumkan.la tahu kalau pertempuran itu dilanjutkan. oleh karena itu. kemudian mendekati Thio Han Liong sambil memberi hormat. sampai jumpa" Lie Bun yauw dan para anak buahnya segera meninggalkan tempat itu." Tan Giok Cu mengangguk dan menutur tentang kejadian itu. aku menyusulmu ke gunung Bu Tong dan siauw Lim sie-" "Adik manis" Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala"Kenapa engkau tidak menunggu di rumah saja?" "Aku aku rindu sekali kepadamu. "Siapa yang melukai Kakek In?" Mata Thio Han Liong mulai basah. syukurlah kita berjumpa di sini" "oh ya" Tan Giok Cu memberitahukan. para anak buahnya pasti celaka. lalu saling memandang. kepandaianmu bertambah tinggi lho" "Adik manis" Thio Han Liong tersenyum"Ilmu pedangmu sungguh lihay dan hebat. Kami tidak sanggup melawan kalian berdua. kini justru mencintaimu-" "Adik manis" Thio Han Liong menggenggam tangannya " Aku pun mencintaimu. sebelum menghembuskan nafas penghabisan." "Adik manis. "Paman tua bernama In Lie Heng telah meninggal.

kemudian muncul seorang pemuda yang ternyata ouw yang Bun. "Beranikah engkau bertanding denganku?" "saudara ouw yang" Thio Han Liong tersenyum lembut.. selamat bertemu Namaku ouw yang Bun. lama sekali barulah ia memberi hormat." "Eh?" Tan Giok Cu mengerutkan kening."Dia memang lebih tampan dariku." "Ha ha ha" Mendadak terdengar suara tawa." Tan Giok Cu menggeleng-gelengkan kepala"Terima kasih atas perhatianmu.... "Selamat bertemu" "saudara ouw yang" tanya Tan Giok Cu. "Sebab aku." "Saudara ouw yang. engkau sudah punya kekasih?" Wajah ouw yang Bun berubah pucat. dia adalah Kakak Han Liong. sedangkan engkau baru kenal dia-" "Walau aku baru kenal dia. kalian berdua merupakan pasangan yang serasi-Tapi.." Tan Giok Cu mengangguk"Kita harus menyelidikinya kelak..." orang itu pasti berkepandaian tinggi sekali-Kalau tidak. "Karena." sementara Thio Han Liong diam saja." Wajah ouw yang Bun agak kemerah-merahan. "Aku.. aku ingin menguji kepandaiannya-" "saudara ouw yang. "Mari kuperkenalkan. "Nona kecil. aku.. "Karena dia bilang engkau adalah kekasihnya. tak disangka kita bertemu di sini.. "Engkau. aku ingin menemuimu." "saudara ouw yang" Tan Giok Cu tersenyum.sekarang kita harus pulang..." ujar ouw yang Bun berterus terang.. sejak kecil aku dan Giok Cu sudah merupakan kawan baik. aku rindu sekali kepadamu. namun aku sudah jatuh cinta kepadanya." "Oh?" ouw yang Bun menatap Thio Han Liong dengan penuh perhatian." ouw yang Bun menatap Thio Han Liong dalam-dalam"Belum tentu kepandaiannya lebih tinggi dariku.." Tan Giok Cu menghela nafas panjang. "Nona kecil... "Pemuda inikah kekasihmu?" "ya-" Tan Giok Cu mengangguk." ouw yang Bun tersenyum. bagaimana mungkin bisa melukai Kakek In? sebab Kakek In berkepandaian tinggi sekali-" "Benar.." sahut Thio Han Liong sekaligus balas memberi hormat. "Bukankah engkau pergi ke Kota raja bersama gurumu?" "Di tengah jalan aku kabur. "saudara Han Liong.. maka aku.. tapi aku sudah punya kekasih." "Kenapa engkau ingin menemuiku?" tanya Tan Giok Cu heran.. murid kesayangan Tong Koay-Oey sun-Bin. Wajahmu terus muncul di pelupuk mataku. aku sudah suka kepadamu.. maka aku . "sejak pertama kali bertemu denganmu." "saudara ouw yang." sahut ouw yang Bun." "Nona... "saudara Han Liong" tanya ouw yang Bun bernada menantang.. "Engkau harus tahu.

. "Itu membuat hatiku terasa sakit sekali.". Aku bukan pengecut." . "Kenapa Cianpwee bilang aku agak pengecut?" "sebab. "Kesal?" Tong Koay tampak bingung." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. jangan terus bergurau Aku lagi kesal nih. "Aku ... kenapa engkau tidak mau ikut guru ke Kota raja?" "Guru . Sayang kenapa agak pengecut?" "Cianpwee" Thio Han Liong mengerutkan kening." "Paman Tua" Tan Giok Cu mengerutkan kening." "Menguji kepandaian masing-masing." "Tapi " Tan Giok Cu menggeleng-gelengkan kepala. aku ingin bertanding dengan pemuda itu" "Bagus. Bagaimana sih?" "Itu cuma bertanding." sahut Tong Koay dan melanjutkan.ingin menguji mu-" "saudara ouw yang " Thio Han Liong menggelenggelengkan kepala. "Muridku. "Engkau tidak berani bertanding dengan muridku." "Pemuda itukah kekasihnya?" tanya Tong Koay sam-bil menatap Thio Han Liong dengan penuh perhatian.. Engkau memang harus bertanding dengan dia" "Ha ha ha. Aku akan jadi wasit pokoknya tidak akan berat sebelah-" "Cianpwee-. Itu sangat bermanfaat bagi kalian berdua. mendadak muncul seorang tua. tapi kenapa wajahmu masih masam begitu?" Tong Koay "Wng garuki Garuk kepala. "Anak muda" Tong Koay menatap Thio Han Liong dengan mata tak berkedip"Engkau memang tampan. "Aku." Tong Koay tertawa. "ya. sahut Tong Koay. "Lagipula belum tentu kekasihmu itu akan kalah. bukan bertarung mati-matian..." sahut ouw yang Bun." ouw yang Bun mengangguk"oleh karena itu." "Kini engkau sudah bertemu gadis cantik itu." "Ha ha ha ha" Terdengar suara tawa yang memekakkan telinga. "gadis cantik itu sudah berada di hadapanmu. "Juga menambah pengalaman kalian. sebab tiada gunanya kami bertanding.. tapi kenapa engkau masih kesal?" "Dia sudah punya kekasih-" ouw yang Bun memberitahukan. jadi engkau tidak perlu cemas. bagus" Tong Koay tertawa gembira.. "Tiada artinya kita bertanding. "Pemuda itu kelihatan berisi juga. "seharusnya Paman Tua mencegah. yang tidak lain Tong Koay-oey Su Bin." Wajah ouw yang Bun tak sedap dipandang. "Melainkan aku tidak mau bertanding dengan murid Cianpwee." ujar Thio Han Liong memberitahukan. "Guru. Nah. tapi sebaliknya malah setuju. bukankah engkau agak pengecut?" "Cianpwee jangan salah paham.

" potong Tong Koay cepat. tapi hanya menggunakan tangan kosong saja." "Bagus." "Cianpwee" Hati Thio Han Liong mulai panas. "Baiklah aku akan bertanding dengan muridmu. namun mereka berdua terus bertanding seimbang. "Anak muda." "cianpwee" Thio Han Liong tersenyum. Ayoh. engkau boleh menyerang duluan" seru Tong Koay. lalu mulai menyerangnya dengan ilmu Thay Kek Run. kalian cepat mulai" Thio Han Liong dan ouw Yang Bun berdiri berhadapan. "Muridku" serunya memberitahukan." Thio Han Liong menggelengkan kepala. "Kalau engkau tidak mau bertanding dengan muridku. itu adalah ilmu rahasia Nona Yo sian sian atau guru gadis cantik ini. "Ha ha Ternyata engkau murid Bu Tong Pay" sementara ouw yang Bun yang diserang itu berkelit dengan cepat sekali. kemudian mulai mengerahkan Lweekang masing-masing. barusan aku memang mengeluarkan ilmu .. "Kalian bertanding cukup dengan tangan kosong saja. namun kemudian justru terbelalak. gadis itu yakin Thio Han Liong akan menang. "Anak muda" Tong Koay tampak tidak senang. "gunakan ilmu Bu seng uh In (Tiada suara Ada Bayangan)" Kenapa Tong Koay menyuruh muridnya mengeluarkan ilmu tersebut? Ternyata dengan ilmu itu. "Anak muda" Tong Koay menatap Thio Han Liong dengan tajam sekali. Namun barusan engkau mengeluarkan ilmu Kiu Im Pek Kut Jiauw. "Engkau adalah kakak seperguruan gadis itu?" "Bukan. "Berhenti" Thio Han Liong dan ouw yang Bun langsung berhentiMereka tidak mengerti kenapa Tong Koay menyuruh mereka berhenti bertanding. Tak terasa pertandingan itu sudah lewat puluhan jurus. Ha ha ha." "Cianpwee. bagus" Tong Koay manggut-manggut. Tong Koay kelihatan penasaran sekali karena muridnya masih belum dapat mengalahkan Thio Han Liong. maka pertandingan itu menjadi seru menegangkan. Tong Koay telah mengalahkan song wan Kiauw. "Bukankah tadi Cianpwee juga mengatakan aku adalah murid Bu Tong Pay?" "Karena engkau menggunakan ilmu Thay Kek Kun."Anak muda. "sebab engkau lebih muda dari muridku" "Maafl" ucap Thio Han Liong pada ouw yang Bun. ouw yang Bun segera mengeluarkan ilmu tersebut menyerang Thio Han Liong. Tan Giok Cu menyaksikan pertandingan itu dengan penuh perhatian. "Anak muda" Tong Koay tertawa. itu membuat Thio Han Liong mulai terdesak"Ha ha ha" Tong Koay tertawa gembira. berarti engkau pengecut. sebab aku mengenali ilmu silatmu itu..Itu dikarenakan mendadak ouw Yang Bun balik terdesak oleh tangkisan dan serangan Thio Han Liong. kemudian mulai balas menyerang. wajah Tong seketika berubah agak pucat dan segera berseru. "Engkau jangan membohongi aku.

."Tan Giok Cu mengangguk.. "Anak muda." "oh?" Tong Koay terbelalaki kemudian menatap Thio Han Liong seraya bertanya. " Kakak Han Liong memang bukan kakak seperguruanku." "Adik manis" Thio Han Liong tertegun. "Tapi aku bukan kakak seperguruan Giok Cu." "Sudahlah" tandas Tong Koay lalu berkata kepada Thio Han Liong.. . silakan bertanya kepadanya" "Paman Tua" ujar untuk Tan Giok Cu.. Kemudian menceritakan juga tentang Kwee In Loan. bagaimana dia bisa ilmu rahasia perguruanku."" "Muridku" Tong Koay menarik ouw yang Bun. kemudian melesat pergi seraya tertawa gelaki "Ha ha ha Anak muda. siapa yang mengajarmu ilmu Kiu Im Pek Kut Jiauw itu?" "Bibi ci jiak" "Ci Jiak? siapa dia?" gumam Tong Koay lalu bertanya. Aku sendiri pun bingung. "Aku belum kalah-" "Muridku.. pertandingan barusan itu akan dilanjutkan kelak Ha ha ha" "Cianpwee».." ujar Tong Koay sungguh-sungguh"Kalau pertandingan itu dilanjutkan." "guruku sudah memberitahukan." "ooohi Thio Han Liong manggut-manggut. "Kakak tampan.tersebut. "Adik manis.." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. "Anak muda.. "Berapa usianya sekarang?" "Empat puluhan. engkau pasti kalah -" "Kenapa?" tanya ouw yang Bun penasaran. sedangkan Tan Giok Cu menatapnya dengan penuh rasa heran." Tan Giok Cu menggelengkan kepala." Tan Giok Cu tersenyum. "Sebab engkau tidak akan sanggup menghadapi ilmu Kiu Im Pek Kut Jiauw itu." sahut Thio Han Liong jujur. Kalau Cianpwee tidak percaya. gurumu kenal ayahku. "Dia bukan Kwee In Loan. sudahiah Muridku kalah-. "Bibi guruku berusia lima puluhan." "Kalau begitu. "Engkau masih punya bibi guru?" "Ya." "Guru" ouw yang Bun tampak tidak senang.. bibi guruku. "Anak muda. muridku akan bertanding denganmu lagi kelak Ha ha ha." "guru. siapa ayahmu?" "Ayahku adalah Thio Bu Ki" "Ha a a h ?" Mulut Tong Koay ternganga lebar.. "Pantas kepandaianmu begitu tinggi.. berdasarkan apa yang didengarnya dari gurunya." tanyanya dengan suara rendah"Siapa yang mengajarmu Kiu Im Pek Kut Jiauw?" "Bibi Ci Jiak" "Bibi Ci Jiak?" Tan Giok Cu kelihatan kurang percaya"Mungkin Ci Jiak bukan nama asli bibimu itu-" "Bibiku itu memang bernama Ciu Ci Jiak Dia juga tinggal di Pulau Hong Hoang to-" Thio Han Liong memberitahukan.

. "Ibu" Tan Giok Cu langsung mendekap di dada Lim soat Hong. bagaimana perasaan kalian berdua?" "Maksud Ibu?" Tan Giok Cu tidak mengerti.."Sesungguhnya guru mencintai ayahmu. lalu memandang Tiiio Han uong seraya berkata." ujar Tan Giok Cu dan menambahkan." Tan Giok Cu menggelengkan kepala. maka engkau tidak usah malu-malu. "Jawablah dengan jujur Aku adalah ibumu. "Perasaan apa?" "Apakah kalian." "Ternyata begitu" Thio Han Liong juga tersenyum. "karena ayahmu sudah punya kekasih. Bibi" panggil pemuda itu sambil memberi hormat. Thio Han Liong dan Tan Giok Cu sudah memasuki desa Hok An.. Ibu Ayah Ibu. "Syukurlah kalian telah datang" ujar Tan Ek seng. Kemudian mereka meloncat ke atas punggung kuda-ooo00000oooBeberapa hari kemudian." Tan Giok Cu . "Engkau bertemu Han Liong di gunung Bu Tong ya?" "Bukan. Betapa gembiranya gadis itu. "Giok Cu.. kalian berdua. "Kami bertemu di tengah jalan.. "Ayah. Begitu melihat Tan Giok Cu...." Tan Ek seng memandangnya denganpenuh kegembiraan. "Kakak tampan. tapi pada waktu itu ayahmu sudah punya kekasih. "Nak" panggil Lim soat Hong. Tan Giok Cu membelokkan kudanya memasuki pekarangan. "Han Liong.. silakan duduk" "Terima kasih. Adik manis" Thio Han Liong tersenyum sambil duduk. Tan Giok Cu mengangguk.. kami memang saling mencinta. Nak" bisik Lim soat Hong. "Ibu." "Paman.. "Nak" Lim soat Hong membelainya denganpenuh kasih sayang..-. Sedangkan Thio Han Liong mengikutinya dari belakang dengan wajah ceriaTan Ek seng dan Lim soat Hong menghambur keluar." serunya sambil berlari ke dalam rumah. "Tapi ayahku tidak menceritakan tentang itu" "Mungkin ayahmu tidak tahu.. "Kini kalian sudah berkumpul dan kalian pun sudah dewasa.. setelah itu barulah mereka meloncat turun dari punggung kuda itu." "Nak" Lim soat Hong tersenyum. karena sebentar lagi akan bertemu ke dua orang tuanya." "Duduklah. maka guruku menjauhinya-" "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut"Kakak tampan. mari kita berangkat" ajak Tan Giok cu"Baik"" Thio Han Liong mengangguk. Nah.. saling mencinta?" sahut Lim soat Hong sambil menatap mereka dengan penuh perhatian." Wajah Tan Giok Cu langsung memerah. berserilah wajah mereka.. sedang sama-sama menuju ke mari" "oooh" Lim soat Hong manggut-manggut. kami. "Ibu. ibumu terus memikirkan kalian. "Engkau sudah pulang bersama Han Liong. sebab guruku mencintainya secara diam-diam. kemudian tertawa gelak"Ha ha ha.." ujar Lim soat Hong.

tentunya kami tidak bisa mengekang kebebasannya. aku -" Tan Giok Cu memberitahukan. "yang penting. urusan besar kalian perkecil." Thio Han Liong memandang ke dua orang tua gadis itu seraya bertanya. "Untuk mengobati wajah ke dua orang tua ku"jawab Thio Han Liong dan menutur tentang kejadian yang menimpa orang tua nya. bahkan juga tentang ouw yang Bun. kalian berdua harus segera pulang. "Kenapa engkau bentrok dengan para anggota perkumpulan itu?" "Karena. "Bagaimana menurut Paman dan Bibi?" "Kini Giok Cu telah besar." "Ayah" Wajah Tan Giok Cu langsung berseri."jawab Thio Han Liong. " Aku telah bentrok dengan pihak Hek Liong Pang." "Giok Cu" Tan Ek seng menatapnya dengan penuh kasih sayang. kalian jangan berbuat yang bukan-bukan. "Ayah dan Ibu memperbolehkan aku ikut Kakak tampan ke gunung Soat san?" "yaah" Lim soat Hong tersenyum." "oh?" Tan Ek seng mengerutkan kening.. bagus" "Ha ha ha" Tan Ek seng tertawa gembira"Giok Cu. bagaimana engkau?" "Aku tetap ikut." sahut Tan Giok Cu jujur." . "Berkecimpung dalam rimba persilatan. "Kakak tampan." tutur Tan Giok Cu mengenai semua kejadian itu.menundukkan kepala dalam-dalam." tanya Tan Ek seng. aku harus ikut. "Bagaimana mungkin kami melarangmu? percuma kan?" "Ibu " Tan Giok Cu menundukkan kepala.. setelah berhasil memperoleh Teratai salju. "Bagus. dan urusan kecil kalian tiadakan saja" "ya" sahut Tan Giok Cu dan Thio Han Liong serentak..." Lim soat Hong tersenyum lembut. itu membuat kami tidak bisa melarangnya. akhirnya menetap di desa ini. Bagus. "Lagipula kalian sudah saling mencinta." "Untuk apa Teratai saiju itu?" tanya Lim soat Hong heran. "Nah" Lim soat Hong menghela nafas panjang.. tentunya tidak akan terluput dari berbagai kejadian. ceritakan pengalamanmu ketika pergi mencari Han Liong" "Ayah. apakah engkau akan kembali ke pulau Hong Hoang To?" "Mungkin belum. "ooooh" Tan Ek seng dan Lim soat Hong manggutmanggut. "Seandainya kami melarang. yang penting kalian berdua harus berhati-hati. "yaaah" Tan Ek seng menghela nafas panjang." ujar Tan Ek seng dan menambahkan. "Apa rencanamu selanjutnya." ujar Tan Giok Cu." "Adik manis. "Han Liong. bagus" Lim soat Hong gembira sekali"Itu yang kami harapkan. "Dulu ibu pun pernah ikut ayahmu berkelana. "sebab aku masih harus pergi ke gunung soat san untuk mencari Teratai saiju. "Nak. "Kalau engkau berangkat ke gunung soat san.

" Hampir dua bulan Thio Han Liong tinggal di rumah Tan Giok Cu." Tan Giok Cu memberitahukan. sebab perut kalian terus berbunyi dari tadi" "Ibu. kalian harus segera pulang" "Ya-" Thio Han Liong dan Tan Giok Cu mengangguk. "Dari kemarin perut kami belum diisi dengan makanan apa pun. "Han Liong." ujar Thio Han Liong seusai berlatih"sudah hampir dua bulan aku tinggal di sini." ujar Tan Giok Cu sambil tertawa kecil. Paman" ucap Thio Han Liong. "Tapi kalian harus ingat" pesan Tan Ek seng sambil memandang mereka. "Jadi-." Tan Ek seng menatap putrinya." " Kalau begitu. "Kapan engkau akan berangkat?" "Besok-" "Besok?" Tan Ek seng dan isterinya sating memandang. selama itu mereka berdua terus berlatih. "Engkau juga mau ikut ke gunung soat san kan?" "Ya. lama sekali barulah Tan Ek seng manggut-manggut. " Kakak Han Liong memberitahukan kepadaku.. Tidak boleh terjadi cemburu buta." "Mau bilang apa. "sekarang..Kebetulan Tan Ek seng dan Lim soat Hong sedang duduk di ruang tengah"Kalian sudah usai berlatih?" tanya Lim soat Hong lembut"Ya-" Thio Han Liong dan Tan Giok Cu mengangguk. bahwa dia akan berangkat ke gunung soat san.Bibi. Tidak boleh . bagaimana kalau kita memberitahukan sekarang?" "Baik-" Tan Giok Cu mengangguk.. tentunya juga harus saling mengerti dan saling melindungi. kemudian gadis itu berkata.sekarang sudah waktunya kita berangkat ke gunung soat san. "sudah hampir dua bulan dia tinggal di sini. terutama ilmu Kiu Im Pek Kut Jiauw..." sahut Tan Giok Cu. "Dan juga " tambah Lim soat Hong. "Setelah memperoleh Teratai salju. kalau ilmu yang mereka miliki mengalami kemajuan pesat. Maka tidak heran." "Kalian sudah saling mencinta. "Mari kita makan dulu. kita harus memberitahukan kepada ke dua orang tuaku. "Ngmm" Thio Han Liong manggut-manggut "Adik manis.." "oh?" Tan Ek seng tertawa gelak"Ha ha ha.Mereka masuk ke rumah. Ayah-" Tan Giok Cu mengangguk"Han Liong" Tan Ek seng memandangnya seraya bertanya.. engkau harus baik-baik menjaga Giok Cu" "ya. Ibu." Tan Giok Cu dan Thio Han Liong mengangguk.." Lim soat Hong tersenyum. "Ayah. Nak?" tanya Lim soat Hong."ya.. "Baiklah-" "Terima kasih. kami sudah lapar sekali. dan ada apa-apa harus sating menjelaskan." "Ngmmm" Lim soat Hong manggut-manggut sambil memandang suaminya.. "Adik manis.

" jawab Lie Bun yauw"Dia akan datang secepatnya. Namun kira-kira dua puluh lima tahun lalu. la adalah Kwee In Loan atau kakak seperguruan yo sian sian. "Nama Hek Liong Pang harus sejajar dengan siauw Lim Pay." Thlo Han Liong dan Tan Giok Cu mengangguk." "Ketua" tanya Lie Bun yauw mendadak. "Ha ha ha Ketua Hek Liong Pang. Kemudian ia bangkit dari tempat duduknya dan terdengarlah suara tawa yang memekakkan telinga.. "Mengerti. "Lie Bun yauw. Bab 18 Perundingan Di Markas Hek Liong Pang sebetulnya siapa ketua Hek Liong? Ternyata seorang wanita berusia lima puluhan yang masih tampak cantik tapi dingin sekali. Ketua. "Si Mo dan muridnya sudah datang" "Si Mo dan muridnya sudah datang.. Dalam kurun waktu selama itu. bagus" Kwee In Loan tertawa gembira. sama sekali tiada kabar beritanya." "Betul.diam dan disimpan dalam hati. bagaimana dengan tugasmu mengundang Si MoBuyung Hok ke mari?" "Dia menyatakan pasti memenuhi undangan Ketua. Di saat bersamaan. "oh ya." "oh?" Kwee In Loan mengerutkan kening. engkau harus menyelidiki siapa Tan Giok Cu dan Thio Han Liong. Bu Tonng Pay atau Kay Pang. "Juga berarti secara resmi Hek Liong Pang berdiri dalam rimba persilatan" ujar Kwee In Loan. tapi mendadak muncul seorang pemuda membantunya. ia telah diusir oleh kedua orang tua yo sian sian. "siapa pemuda itu?" "Dia bernama Thio Han Liong. "Kalau Si Mo bersedia bergabung dengan kita. kenapa engkau tidak dapat membawa Tan Giok Cu ke mari?" tanya Kwee In Loan sambil menatapnya dingin "Maaf Ketua" jawab Lie Bun yauw. Pokoknya Hek Liong Pang harus menguasai seluruh golongan hitam." Lie Bun yauw mengangguk." Wajah Kwee In Loan langsung berseri. keesokan harinya berangkatlah mereka menuju gunung soat san dengan menunggang kuda. "Kami berusaha menangkap gadis itu. Ketua. Mengerti?" ujar Lim soat Hong." "Bagus. aku ke mari memenuhi undanganmu" Tampak Si Mo berjalan ke dalam bersama seorang pemuda . "Bagaimana seandainya Si Mo tidak mau bergabung dengan kita?" "Berarti dia musuh kita" sahut Kwee In Loan singkat. karena sering melakukan kejahatan." "ya. Tan Ek seng dan Lim soat Hong memberi nasehat dan pengertian kepada mereka berdua. maka kami tidak sanggup melawannya. Kepandaiannya tinggi sekali. terdengarlah suara seruan di luar yang saling menyusul bergema ke dalam markas Hek Liong Pang." Lie Bun yauw mengangguk. sebab itu akan menghancurkan cinta kasih kalian. berarti Hek Liong Pang bertambah kuat." Lie Bun yauw memberitahukan dengan kepala tertunduk"Hmm" dengus Kwee In Loan dingin"oh ya.

aku adatah ketua golongan hitam. Engkau setuju?" "Itu cara yang paling adil. "Duduklah" sahut Kwee In Loan." "oooh" Kwee In Loan manggut-manggut. "Aku mengerti maksudmu." sahut Si Mo"Baik"" Kwee In Loan manggut-manggut"Bagaimana kalau kita mulai bertanding sekarang?" "Tidak usah terburu-buru. "Terima kasih" ucap Kwan Pek Him lalu duduk." "oooh" Kwee In Loan manggut-manggut. "Bagaimana keputusanmu tentang usulku? Bukankah engkau bilang akan dipikirkan?" "Ha ha ha" Si Mo tertawa gelak. siapa yang lebih tinggi kepandaiannya. tidak baik bertanding sekarang. engkau atau aku?" "Begitu "" Si Mo mulai serius. mulailah mereka bersantap sambi bersulang. kemudian menyuruh Lie Bun yauw menyajikan makanan dan minuman untuk menjamu Si Mo dan muridnya itu." Kwee In Loan tersenyum. seandainya aku bersedia gabung dengan Hek Liong pang. mereka saling ." "Jadi bagaimana keputusanmu?" "Ketua Hek Liong Pang. kemudian mereka bersulang lagi. "Terus terang aku sangat menyukai Pek yun Kok (Lemhah Awan putih) ini. namanya Kwan Pek Him. ini adalah murid kesayanganku. pemuda itu cukup tampan.Markas Hek Liong sungguh aman berada di lembah ini" "Benar. terimalah hormatku" ucap Kwan Pek Him sambil memberi hormat. setelah semua makanan dan minuman disajikan. "Kita berdua ternaksa harus bertanding untuk menentukan kepandaian siapa yang lebih tinggi." Kwee In Loan mengangguk dan bertanya. "Memang sudah kupikirkan sekaligus kupertimbangkan. sebab tempat ini tenang dan amat rahasia pula. "Ha ha ha" Si Mo tertawa seraya berkata." sahut Si Mo serius. "Si Mo siapa yang akan menjadi ketua. setelah itu barunh kita mulai bertanding. tapi wajahnya pucat pias dan tak berperasaan. "selamat datang." sahut Kwee In Loan sambil tersenyum. "Tentunya engkau tahu.sejenak kemudian. bukan?" "ya." Si Mo mengangguk "yang lebih rendah kepandaiannya tentunya menjadi wakil ketua. dialah berhak jadi ketua. "Si Mo" Kwee In Loan menatapnya. Si Mo" ucap Kwee In Loan sambil tertawa gembira. " Ketua Hek Liong Pang." Kwee In Loanjuga tertawa." Si Mo tertawa"Perut kita masih kenyang.berusia delapan belasan. lalu siapa yang menjadi ketua?" "Akan kita rundingkan bersama. Kita harus duduk beristirahat sejeNak. " Ketua Hek Liong Pang. "Kita menggunakan senjata atau tangan kosong untuk bertanding?" "Cukup dengan tangan kosong saja. "Silakan duduk" "Terima kasihi terima kasih " ucap Si Mo sambil duduk lalu memperkenalkan.

" Kwee In Loan mengangguk.manggut. "saat ini aku adalah tuan rumahi maka engkau boleh menyerang duluan. Lewat dua puluh jurus. Kini mereka bertanding dengan sungguh-sungguh. "Mulai saat ini." "Si Mo" sahut Kwee In Loan. "Kepandaianmu lebih tinggi dariku. pertandingan itu mulai seru menegangkan. Ketua Hek Liong Pang itu tertawa panjang. Hek Liong Pang akan menguasai seluruh golongan hitam. kapan engkau akan bergabung di sini?" tanya Kwee In Loan sambil menatapnya. "Nah. kemudian mendadak meloncat ke arah Kwee In Loan. Di saat bersamaan." "Terima kasih. "Si Mo" ujar Kwee In Loan sambil tersenyum. Si Mo mulai mengeluarkan ilmu Ha Ho Kang." "Baik. karena Si Mo mengeluarkan ilmu andalannya. Kwee In Loan berkelit dengan santai. Mereka berjalan ke tengah-tengah ruangan itu." ujar Si Mo sambil bangkit berdiri"Sekarang kita boleh mulai bertanding. sementara Kwan Pek Him dan Lie Bun yauw menonton dengan penuh perhatian." Kwee In Loanjuga bangkit berdiri." Si Mo manggut-manggut. kemudian ke duanya mulai bersulang lagi sambil tertawa gembira"Si Mo." "Baik. Itu pertanda kepandaian Kwee In Loan lebih tinggi. "Terima kasih atas kemurahan hatimu.memandang dan manggut. Perkumpulan kita akan bersaing dengan siauw Lim dan Bu Tong Pay. engkau menjadi wakil ketua. namun jari tangan Kweein Loan berhasil menyentuh ubun-ubunnya." "setuju. lalu berdiri berhadapan dan saling memberi hormat. "Ha ha ha" Si Mo tertawa gelak"Tentunya sekarang. Si Mo berhasil menangkis serangan itu." ucap Si Mo"Mereka kembali ke tempat duduk masing-masing." "Betul. mendadak terdengar suara terikan di luar- . begitu pula Kwee In Loan. "Pokonya kita harus mengembangkan Hek Liong Pang. sedangkan Kwee In Loan mengeluarkan ilmu Kiu Im Pek Kut Jiauw. engkau berhak menjadi ketua. "Kalau begitu. ia pun menjulurkan jari tangannya ke arah ubun-ubun Si MoBetapa terkejutnya Si Mo. maka terpaksa mengangkat sepasang tangannya untuk menangkisPlaaak Terdengar suara benturan. dan seketika badannya mencelat ke atas. lalu mulai menyerang dengan jurus jurus biasa. Bukankah tadi engkau sudah bilang aku adalah wakil ketua?" "Bagus." -ooo00000ooo Di saat mereka berdua sedang bercakap-cakap sambil bersulang. bagus" Kwee In Loan tertawa gembira. "Puluhan jurus kemudian.la tidak sempat berkelit. Si Mo menjongkokkan badannya." Si Mo mengangguk. "Ketua Hek Liong Pang" ujar Si Mo sambil memberi hormat. Tampak badan mereka berkelebatan laksana kilat. kita harus meresmikan berdirinya Hek Liong Pang dalam rimba persilatan.

Ternyata ia sangat tertarik pada gadis itu. ada arak wangi" Kemudian muncul seorang gadis berusia lima belasan berpakaian merah. aku memang Si Mo yang amat jahat. ketua" Lie Bun yauw segera menyuguhkan arak wangi untuk gadis berpakaian merah itu.. "cepat suguhkan arak wangi untuk gadis itu" "ya. "Eeeeh?" Kwee In Loan terbelalak"gadis liar. usiaku enam belas tahun" sahut gadis berpakaian merah.. "Engkau adalah ketua Hek Liong Pang?" "Betul" Kwee In Loan mengangguk sambil menatapnya dengan penuh perhatian. mau apa engkau ke mari?" "Jalan-jalan. gadis remaja itu berkepandaian tinggi. engkau pasti Si Mo yang amat jahat itu" "He he he" Si Mo tertawa terkekeh-kekehi "Tidak salah." ucapnya dan langsung meneguk arak wangi itu." gadis berpakaian merah itu menunjuk Si Mo seraya berkata. murid kesayangan Si Mo-" "Aku tidak tanya" sahut ciu Lan Hio. "Nona.. namaku Kwan Pek Him. sementara itu. la yakin. namun kelihatan agak liar. kemudian duduk di kursi yang kosong. "Wuah sungguh wangi sekali arak ini" "gadis liar" Kwee In Loan menatapnya seraya bertanya." sahut gadis berpakaian merah itu sambil tersenyum. "Hi hi hi" Ciu Lan Nio tertawa cekikikan lagi."Ada musuh datang Ada musuh datang. bagaimana mugkin Pek yun Kek kedatangan musuh? sekonyong-konyong berkelebat sosok bayangan merah." Kwan Pek Him menundukkan kepala. kenapa engkau memandangku dengan cara begitu? Engkau harus tahu lho Aku ini bukan anak domba atau anak kelinci. "Tampangmu begitu seram.. "Engkau.. murid Si Mo itu terus memandang gadis tersebut dengan mata tak berkedip.gadis itu cantik jelita. "Eh? Kenapa aku tidak disuguhi arak wangi? Aku ini tamu lho" "Lie Bun yauw" seru Kwee In Loan. "Terima kasih.. "Dasar pemuda pingitan gurunya jahat muridnya pasti begitu" "Hei gadis liar" bentak Si Mo dengan wajah merah padam karena gusar"siapa gurumu? Kenapa engkau berani kurang ajar . aku.. "Hi hi hi Asyik. siapa engkau dan mau apa engkau ke mari?" "Hi hi hi" gadis berpakaian merah itu tertawa nyaring. Kwan Pek Him. disusul pula dengan suara tawa cekikikan. "Pemuda muka pucat.." suara seruan itu membuat Kwee In Loan dan Si Mo saling memandang dengan penuh keheranan. bahkan sepasang matanya menyorotkan sinar aneh. melainkan bunga yang berduri. gadis kecil." "Aku. "Sebetulnya siapa engkau?" "Aku bernama Ciu Lan Hio." Kwan Pek Him tergagap-gagap"Nona.. "Hi hi hi" Ciu Lan Hio tertawa cekikikan.

tidak perlu diladeni." "Eh?" Si Mo terbelalak- ." "Lan Nio. Ternyata diam-diam ketua Hek Liong Pang itu sangat menyukai Ciu Lan Nio. "Aku harus menghajarmu" "Tenang Si Mo" -ujar Kwee In Loan. guruku akan menundukkan ketua siauw Lim dan Bu Tong Pay. " jangan menimbulkan hal-hal yang tak diinginkan" "Tapi " "Tenanglah" Kwee In Loan memberi isyarat kepadanya. gurumu berada di Tionggoan?" "Tidak salah-" Ciu Lan Hio manggut-manggut. bukan?" "Haaah?" Wajah Kwee In Loan langsung berubah hebat"Engkau datang dari Kwan c\wr (Luar Perbatasan)?" "Ya" Ciu Lan Nio mengangguk. "gadis itu masih kecil. "Oh ya." Kwee In Loan mengangguk. engkau bernama Kwee In Loan kan?" tanya Ciu Lan Nio mendadak"Kok " Ketua Hek Liong Pang terbelalak"Engkau tahu namaku?" "Merah membara." ujar Kwan Pek Him.terhadapku?" "Si Mo" sahut Ciu Lan Hio." Si Mo menudingnya dengan tangan agak bergemetar karena emosi sekali. namun aku tidakTerus terang." ujar Kwee In Loan sungguh-sungguh"Kalau gurumu mau menjadi ketua Hek Liong Pang. kemudian memandang Si Mo seraya bertanya. "Dia adalah gadis kecil. tolong sampaikan salamku kepadanya" "Baik" Ciu Lan Hio mengangguk. guru tidak usah meladeninya. " orang lain memang takut kepadamu. aku bersedia menyerahkan jabatanku kepadanya-" "guruku sama sekali tidak berniat mau menjadi ketua Hek Liong Pang. "Kenapa engkau dari tadi terus melototi aku? Tidak senang aku duduk di sini? Mau bertarung dengan aku?" "Dasar gadis liar tak tahu diri Engkau berani kurang ajar terhadapku?" Kelihatannya kegusaran Si Mo sudah memuncak"Biar bagaimanapun aku harus menghajarmu" "Tenang Si Mo" ujar Kwee In Loan. " Ingat Engkau tidak boleh menyebut nama guruku" "Ya." ujar Ciu Lan Nio"Tentunya engkau tahu siapa guruku. sebab siauw Lim dan Bu Tong Pay sangat terkenal dalam rimba persilatan. muncul cari korban. aku disuruh ke mari untuk melihat-lihat." "Ketua Hek Liong Pang. namun berniat menjadi Bu Lim Beng Cu (Ketua Rimba Persilatan). "guru-ku memang berada di Tionggoan. "Lan Hio." Ciu Lan Hio memberitahukan sambil tersenyum"oleh karena itu. "Engkau adalah muridnya?" tanya Kwee In Loan lagi. kepandaianku tidak berada di bawah kepandaianmu-" "Engkau. agar tidak sembarangan bertindak"guru." "oooh" Kwee In Loan manggut-manggut. "Betul." Ciu Lan Hio tersenyum. kalau engkau bertemu gurumu.

". "guru. "Merah membara. "Nona Ciu.. kemudian bangkit dari tempat duduknya. "Kalau begitu. dengar. "Pemuda muka pucat." sahut Kwee In Loan memberitahukan. "Si Mo." Kwan Pek Him menatapnya dengan -mata berbinar-binar"Aku memang sudah jatuh hati kepadamu. percuma engkau berseru memanggilnya. lalu melesat pergi laksana kilat." Kwan Pek Him tampak kecewa sekali.?" Si Mo kelihatan terkejut sekali.. terima-kasih untuk arak wangi itu Aku mau pergi. "Itu bagaimana mungkin?" "Pernahkah engkau mendengar tentang Kwan Gwa (Luar Perbatasan)?" tanya Kwee In Loan mendadak"Luar Perbatasan?" Si Mo mengerutkan kening. Kalau engkau tahu. Apakah dia?" "Benar." ujar Kwee In Loan serius."Tumben engkau membelanya? Tentu ada apa-apa. "Jangan lupa sampaikan salamku kepada gurumu" "Cerewet amat sih" sahut Ciu Lan Hio. "Hatimu mau jatuh dimana terserah. " Engkau tidak tahu siapa guru gadis itu. bagaimana kalau kita berteman?" "Tak usah ya" sahut Ciu Lan Hio." "Hei" bentak Ciu Lan Hio.." Kwee In Loan menggeleng-gelengkan kepala.. guru tahu Ha ha ha--. "Jangan melupakan aku. "guru tahu." pesan Kwee In Loan." "Hi hi hi" Ciu Lan Hio tertawa cekikikan. "Jangan memikirkan yang bukan-bukan terhadap"gadis itu" "Kenapa?" Si Mo heran.. "gadis itu sudah jauh." "Murid gendeng" Si Mo menggeleng-gelengkan kepala. aku.. sampai jumpa kelak" "Lan Hio. ya kan?" "guru..." seru Kwan Pek Him memanggilnya." ujar Kwan Pek Him. "Haaah. aku sudah jatuh hati kepadanya" "Dasar murid gendeng" Si Mo menggeleng-gelengkan kepala lagi. engkau jangan bilang jatuh hati kepadaku lho" "Nona Ciu. " Aku punya cara. "MEkipun kita berdua bergabung." "siapa guru gadis itu?" "Aku tidak berani menjwbut nama maupun julukannya. "gadis itu tidak mau memungut hatimu. itu berarti dia tidak akan mencintaimu.. pasti akan melarang muridmu mendekatinya.." Kwan Pek Him menundukkan kepala. mungkin masih tidak sanggup melawannya. pokoknya aku tidak akan menerima hatimu itu" "Nona Ciu.. "Si Mo." "Aaaah?" Kwan Pek Him menghela nafas panjang.. muncul mencari korban... "Ketua Hek Liong Pang.. "oooh" Si Mo manggut-manggut." Kwee In Loan manggut-manggut. kemudian memandang muridnya seraya berkata." "Apa?" Si Mo terbelalak. . kemudian mendadak air mukanya tampak berubah hebat.. dia tidak akan.

"Kini Si Mo adalah wakil ketua" sahut Kwee In Loan memberitahukan. silakan mendekatinya" sahut Si Mo. "ya. "Kalian berdua mau bergabung dengan kami?" tanyanya. " Kalau kalian mau bergabung dengan kami. jangan malu-malu" Berkelebat tiga sosok bayangan ke dalam. Ketua. "Kami ke mari secara baik-Baik. maka kami bersama ke mari" "ooooh" Kwee In Loan manggut-manggut. "Kalau engkau sudah tidak menyayangi batok kepalamu. lalu apa jabatan kami?" Tong Koay balik bertanya sambil tersenyum. kemudian terdengar pula Stupyp seruan. bolehkah kami masuk?" "Ha ha ha" Si Mo tertawa gelak"Tong Koay." Lie Bun yauw segera menyuguhkan arak wangi untuk mereka. "Tentunya kalian ingin bergabung dengan kami." "Maka aku berani mempersilakan kalian masuk" sahut Si Mo "Ayoh masuk." Kwan Pek Him mengangguk." "Diam" Si Mo menatapnya tajam. " Ketua Hek Liong Pang. pokoknya engkau tidak boleh mendekati gadis berpakaian merah itu" "Kenapa?" tanya Kwan Pek Him. sekonyong-konyong terdengar suara tawa yang agak keras bergema ke dalam rumah itu." sahut Tong Koay setelah meneguk arak wangi yang disuguhkan Lie Bun yauw"Aku dan Lam Khie tidak berjanji ke mari. Lam Khie silakan masuk" "Wuah Bukan main" Terdengar suara seruan lagi"Kim Si Mo sudah menjadi setengah tuan rumah di sini Ha ha ha. tidak berniat mau bergabung.Kemudian mereka bertiga duduk... "Tapi kami ke sini hanya ingin melihat-lihat saja. " Lie Bun yauw. Terima kasih sungguh menggembirakan hari ini." Tong Koay manggut-manggut." ucap Tong Koay dan Lam Khie... "guru. "Ha ha ha" Lam Khie tertawa gelak"Terima kasih. harap kalian maklum" "Hmm" dengus Si Mo dingin" Jadi kalian ke mari ingin mengacau?" "Lho?" Lam Khie tertawa. "Jangan cari penyakit."Pek Him." " Cukup tinggi jabatan itu. guru.. bukan?" " Ketua Hek Liong Pang. ternyata adalah Tong Koay Oey Su Bin. lebih baik engkau jauhi gadis itu" "ya. otomatis kalian sebagai Pelindung Hukum dan Pelaksana Hukum. hanya kebetulan bertemu di mulut Lembah Awan putin. perutku akan diisi dengan arak wangi Ha ha ha " "Kalian berdua berjanji untuk ke mari?" tanya Kwee In Loan sambil tersenyum. cepat suguhkan arak wangi untuk mereka" ujar Kwee In Loan. "seandainya kami mau bergabung. Lam Khie-Toan Thian Hie dan ouw yang Bun murid Tong Koay"silakan duduk" ucap Kwee In Loan sambil menatap mereka"Terima kasih. kenapa engkau malah .

" Si Mo berkertak gigi. "Engkau jangan terus melotot. beranikah engkau bertarung dengan pemuda muka pucat itu?" "Kenapa tidak?" sahut ouw yang Bun sambil tertawa"Belum bertarung mukanya sudah begitu pucat. "siapa yang kentut barusan?" "gurau ouw yang Bun mengendus. barulah kita berempat bertanding di puncak gunung Heng san" "Hmm" dengus Si Mo dingin" Aku pasti akan merobohkan kalian semua. lihat saja nanti" "Eeeeh?" Mendadak Tong Koay menengok ke sana ke mari. "Ha ha ha" Lam Khie tertawa gelak. maka akan kulampiaskan padamu" "Bagus.bilang kami mau mengacau? Kalau bicara yang benar. maka lebih baik yang maju sekarang murid kita-" "setuju-" Tong Koay memandang muridnya"Murid-ku." "He he he" Tong Koay tertawa terkekeh-kekeh"Mau menantangku berkelahi ya?" "Baik" Si Mo manggut-manggut "Karena kita sudah ada perjanjian. "Bagaimana? Engkau mau bertarung sekarang atau tunggu beberapa tahun.lagi sesuai dengan perjanjian kita?" "Terserah" sahut Si Mo"Baik" Lam Khie manggut-manggut. " Walau engkau keturunan Lam Ti-Toan Hong ya. Buuuk Duuuk Plaaak Mereka berkelahi mirip anak kecil. "Engkau . "Aku memang lagi kesal. jangan asal bicara" "Lam Khie" Si Mo melotot." "Ha ha ha" Tong Koay tertawa gelak"Biasanya orang kentut melalui pantat. lalu berjalan ke tengahtengah ruangan tersebut dan berdiri berhadapan. setelah itu mendadak mereka saling menyerang dan memukul dengan tidak karuan. nanti sepasang biji matamu akan meloncat ke luar" "Engkau . apalagi sudah bertarung. maka lebih bau-" "Tong Koay" bentak Si Mo yang kena sindir." "Hmmm" dengus Kwan Pek Him dingin dan sekaligus bangkit berdiri"Jangan banyak bacot. maka engkau akan kuhajar" "oh?" Kwan Pek Him menatapnya dingin"Aku pun lagi kesal. bagus" ouw yang Bun tertawa lagi "Ayoh. "Kok bau sekali. "Kita tunggu beberapa tahun lagi. tapi kentut yang barusan itu melalui mulut. tapi aku tidak takut kepadamu lho" "Aku tidak suruh engkau harus takut kepadaku. namun kalau engkau ingin bertarung denganku tentu aku bersedia" ujar Lam Khie dan menambahkan. "Murid gendeng" tegur Tong Koay sambil meng-garuki . mari kita bertarung saja" "Ha ha" ouw yang Bun tertawa. mari kita berkelahi sampai oenjol-benjol" "Hmm" dengus Kwan Pek Him dinginMereka berdua saling memandang. itu adalah kentut yang luar biasa. tentunya membuat tercengang semua orang.

" sahut ouw yang Bun. "Kenapa engkau? Kek begitu caramu bertarung?" "guru. sementara Si Mo juga menegur dan mencaci muridnya." Kwan Pek Him menundukkan kepala"Ha ha ha" Mendadak Lam Khie tertawa gelaki "Pertandingan tadi telah berakhir dengan seri. "Belum lama ini aku jatuh cinta kepada seorang gadis. begitu pula Kwan Pek Him." Si Mo mengangguk sambil tertawa gelak"Ha ha ha. sehingga mukamu benjol-benjol begitu macam Huh sungguh memalukan" "guru." sambung Si Mo"oh ya. "Engkau adalah murid Si Mo.. kita tidak perlu bertarung lagi" ujar Kwan Pek Him.Ha ha ha " Tong Koay dan muridnya langsung melesat pergi." ucap Si Mo sambil memberi hormat.Tong Koay dan Si Mo menatap murid masing-masing dengan mata melotot.." sahut ouw yang Bun memberitahukan. sudahlah. Aku tertarik dan sekaligus jatuh hati. sebab kita sudah dalam satu perkumpulan. aku." "sama. "Muridmu juga boleh dikatakan muridku juga. "Tadi ada seorang gadis berpakaian merah ke mari. sudikah engkau mengajar muridku beberapa macam ilmu pukulan?" "Baik.." . namun dia sudah punya kekasih.. begitu pula muridku. "Kenapa engkau?" tanya Kwan Pek Bun. Mereka saling memandang.. Hek Liong Pang pasti jaya. Tapi dia tidak mau menerima hatiku.." ouw yang Bun menggeleng-gelengkan kepala.. "Kenapa kalian berkelahi dengan cara begitu?" "Pek Him" seru Si Mo dengan wajah padam. "sama. mereka berdua pun saling memandang." Kwee In Loan manggut-manggut.. "Baik" ouw yang Bun menganggukMereka berdua kembali ke tempat duduk." "Kita senasib. engkau tak bersemangat mengangkat nama gurumu Engkau berkelahi dengan cara tidak karuan." "Betul.Garuk kepala. "Mereka tidak mau bergabung dengan kita" " Kalau mereka bergabung dengan kita. "Sayang sekali" ujar Kwee In Loan menghela nafas panjang." ouw yang Bun menundukkan kepala. sedangkan murid Tong Koay pun benjolbenjolHa ha ha Pertandingan tadi akan dilanjutkan kelaksekarang kami mohon diri. "gara-gara gadis berpakaian merah itu. "Engkau telah mempermalukan guru Tahu?" "guru..Murid Si Mo bonyok-bonyok. "Sebab kelak dia harus mengalahkan murid Tong Koay itu. tapi justru tak berguna" Si Mo menudingnya..Lam Khie pun ikut melesat pergi sambil berseru"sampai jumpa" Kwee In Loan dan Si Mo tetap duduk di tempat setelah Lam Khie. Tong Koay dan muridnya melesat pergi. "Murid gendeng" Tong Koay menggeleng-geleng-kan kepala." "Terima kasih.. "Aku sedang kesal gara-gara seorang gadis. "sama-sama." Kwee In Loan tersenyum." ujar Kwan Pek Him.

Kalau benar begitu. (Bersambung keBagian 10) Jilid 10 Setelah meninggalkan markas Hek Liong Pang. "Masih begitu banyak gadis di kolong langit.. tapi engkau masih terus memikirkannya Dasar. lebih baik kita bergabung saja. "Murid gendeng Ken apa engkau terus melamun seperti kehilangan sukma?" "guru. Mau yang mana tinggal sabet.." ujar Teng Koay sambil menggeleng-gelengkan kepala. Kelihatannya hatinya memang telah tercuri oleh gadis berpakaian merah itu. Lam Khie dan Ouw Yang Bun duduk beristirahat juga di bawah sebuah pohon. "Apa syaratmu?" "Engkau harus mengaku kalah kepadaku." sahut Lam Khie.. kita tunggu tiga tahun lagi" ujar Teng Koay. "Kita berempat memang sudah ada janji."Terima kasih. Ketua." ujar Si Mo sungguh-sungguh. "Muridku" Si Mo menggeleng-gelengkan kepala. barulah aku mau bergabung denganmu.. kemudian memandang muridnya yang duduk melamun itu." "Guru-"" "Kalau kami memberitahumu sekarang." "Ha ha" Lam Khie tertawa. agar kita lebih kuat menghadapi Hek Liong Pang?" "Aku bersedia bergabung denganmu." "Ha ha ha" Lam Khie tertawa gelak- . lebih baik engkaujangan tahu." ucap Kwan Pek Him kepada Kwee In Loan." sahut Lam Khie.." "oh?" Teng Koay melotot. tapi dia dia justru jatuh cinta pada gadis yang sudah punya kekasih. "Aaah " Kwan Pek Him menghela nafas panjang. kelak akan mengetahuinya. "Engkau memang sudah gila" tegur Tong Koay dengan mata melotot"gadis itu sudah punya kekasih. "Pek Him" Kwee In Loan menatapnya dalam-dalam. entah apa yang akan terjadi?" "Kelihatannya Hek Liong Pang ingin menguasai rimba persilatan. tapi harus ada syaratnya.. "Kini Hek Liong Pang bertambah kuat." "Celaka" seru Lam Khie. tiga tahun lagi akan bertanding di puncak gunung Heng San. oleh karena itu. "Lam Khie" Teng Koay menatapnya." Ouw Yang Bun menundukkan wajahnya dalamdalam. sebab gurunya. Teng Koay. Siauw Lim dan Bu Teng Pay pasti dalam bahaya. "Engkau jangan bertanya sekarang. "Tak disangka Si Mo telah bergabung dengan Pek Liong Pang. "Kalau begitu. "Lebih baik engkau jangan memikirkan gadis berpakaian merah itu... "Bagaimana kalau engkau bergabung dengan aku. "Tak disangka murid mu jatuh cinta kepada gadis yang sudah punya kekasih Itu betul-betul celaka" "Muridku memang gendeng dan sialan. itu malah akan membahayakan dirimu." "Kalau begitu." "Kenapa gurunya?" tanya Kwan Pek Hun cepat." caci Tong Koay.

Bab 19 An Lok Kong Cu (Putri yang Tenang Dan gembira) Di halaman istana Cu Goan ciang yang amat indah dan luas tampak seorang gadis remaja duduk termenung dekat taman bunga.. dan beberapa dayang berdiri di belakangnya." "Jangan berkata begitu." "Aaaah "" An Lok Kong cu menghela nafas panjang lagi. "Aduuuh Punggungku."Untung aku belum punya murid.. "jangan bikin aku naik darah-" "Ha ha" Lam Khie menatapnya. "Engkau adalah Tuan Putri. "Kenapa Tuan Putri menghela nafas?" tanya salah seorang dayang yang bernama Lan Lan." An Lok Kong Cu-Cu Ay Ceng menghela nafas panjang.. "Aaaah. "Belum terpukul sudah menjerit kesakitan" "Pohon sialan" caci Lam Khie dan mendadak mengerahkan Iweekangnya sambil mendorongkan sepasang telapak tangannya ke arah pohon itu. tentunya tidak boleh main di luar. "Aku lagi kesal nih-" "oh?" Lam Khie tertawa lagi" Kalau begitu." Tong Koay langsung mengayunkan tangannya memukul Lam KhieLam Khie cepat-cepat meloncat ke belakang." ujar Tong Koay dan menambahkan." "Engkau."Begitu tampangmu sedang naik darah? Itu sih bukan naik darah. aku sama sekali tidak pernah bermain ke luar.. Aku bagaikan seekor burung di kurung di dalam sangkar emas. "Lan Lan" sahut An Lok Kong Cu-Cu Ay Ceng. "Cukup lumayan Iweekangmu." Lan Lan memandangnya sambil menggelenggelengkan ... Braaaak Pohon itu roboh seketika. "Jangan harap dapat merobohkan diriku Ha ha ha.. jadi lebih bebas.Kalau aku punya murid seperti muridmu. kelak aku pasti merobohkanmu" "Ha ha ha" Teng Koay tertawa terbahak-bahak "yang akan roboh kelak justru adalah engkau" katanya. Tuan Putri" ujar Lan Lan." "Ha ha ha" Tong Koay tertawa terpingkal-pingkal. membuatnya menjerit kesakitan. tapi dalam kurun waktu selama ini. aku pasti mati muntah darah-" "Jangan menyindir" Tong Koay melotot." "Tuan putri. "Alangkah bahagianya aku kalau dilahirkan di keluarga biasa.. lalu melesat pergi seraya berseru." ujar Tong Koay dingin. "Tong Koay.. tapi cuma dapat merobohkan pohon..... tapi justru punggungnya terbentur pohon. "Kini usiaku sudah lima belas tahun. melainkan masuk angin." "Hmm" dengus Lam Khie. perlukah kita berkelahi sampai benjol-benjol seperti muridmu dan murid si Mo itu?" "Sudahlah Lebih baik engkau diam. siapa gadis remaja yang cantik manis itu? Ternyata adalah putri kesayangan Kaisar Cu Goan ciang yang bernama Cu Ay Ceng dengan gelar An Lok Kong cu (Putri yang Tenang Dan gembira).

ternyata muncul beberapa Dhalai Lhama. bagaimana kehebatan Ilmu itu?" "sangat hebat sekali" ujar Dhalai Lhama jubah merah. "Ada sesuatu yang terganjel dalam hatimu?" "Tidaki guru.kepala. guru tidak tahu apaapa. "Kebebasanku terkekang sekali. .manggut dan wajahnya pun tampak cerah"Engkau benar." Ay Lok Kong cu menggelengkan kepala." "Tuan Putri" bisik Lan Lan." tanya An Lok Kong cu mendadak"Kenapa ayahku mengutus guru pergi melukai Thio Bu Ki? Apakah Thio Bu Ki adalah orang jahat?" Dhalai Lhama jubah merah menghela nafas panjang." "Guru. "Terus terang. "Guru tidak bisa mengajarkan ilmu itu kepadamu." An Lok Kong cu menghela nafas panjang." "Tuan putri" Lan Lan tersenyum. coba engkau bayangkan betapa dahsyatnya Iweekang kami kalau digabungkan. sebab Iweekangmu masih kurang. Kalau cuma seorang diri." An Lok Kong Cu tersenyum.. "Ayahku pasti tidak akan mengijinkannya. "Kami berjumlah sembilan orang. Buktinya Thio Bu Ki masih terluka parah terkena pukulan itu. kini kepandaianmu sudah lumayan.. Guru." An Lok Kong cu menggelengkan kepala. tentunya belum boleh ke mana-mana. terima-kasih-" "Tuan putri -" Mendadak dayang itu memberi isyarat..." An Lok Kong cu ingin menanyakan sesuatu.. Tuan putri sangat beruntung dilahirkan sebagai putri kaisar.. "Kapan Guru akan mengajarku ilmu Ie Kang tu Tik (Memindahkan Iweekang Menggempur Musuh)?" "Tuan putri." An Lok Kong cu mengangguk"Tuan putri" Dhalai Lhama jubah merah menatapnya. "Bukankah Tuan Putri boleh meninggalkan istana secara diam-diam?" "oooh" An Lok Kong cu manggut. tidak boleh menyesali apa pun.. Seharusnya Tuan Putri bersyukur." "Tapi-." "guru. "Guru" panggil An Lok Kong cu"Ngmm" Dhalai Lhama jubah merah manggut-mang-gut sambil tersenyum. Bila nanti Putri sudah dewasa kelak. Tapi engkau harus terus berlatih.." "guru. Di kolong langit ini tiada seorang jago pun yang mampu menangkis pukulan itu. "Kini Taan Putri baru berusia lima belas tahun.. tidak bisa ke mana-mana. sudah barang tentu tidak bisa. "Sudah hampir delapan tahun engkau belajar ilmu silat pada kami." Dhalai Lhama jubah merah memberitahukan." "Guru. tapi kemudian dibatalkan lalu ia menundukkan kepala. "Sudah usaikah engkau berlatih?" "ya." "Itu tidak mungkin." "Kenapa?" "Sebab ilmu itu harus bekerja sama satu dengan yang lain. sudah pasti boleh ke luar istana. "Itu adalah urusan pribadi ayahmu. "Tuan putri" Dhalai Lhama jubah merah tersenyum.. paling sedikit harus lima orang..

"Mulai besok guru akan mengajarmu Cai Hong Kiam Hoat (Ilmu Pedang Pelangi). karena engkau harus bertatap muka dengan ke dua orang tuaku" "Kita akan tetap tinggal di pulau itu?" tanya Tan Giok. bagaimana keadaan di luar-" "Tuan putri" Wajah Dhalai Lhama jubah merah berubah serius. "sungguh" Dhalai Lhama jubah merah mengangguk"Tapi engkau harus ingat. tentu tidak boleh sembarangan main di luar. Hari itu mereka beristirahat di bawah sebuah pohon." "ya." sahut An Lok Kong cu mengeluh"Aku sudah bosan terus begini. engkau boleh pergi berkelana." "oh? sungguhkah?" tanya An Lok Kong cu dengan wajah berseri. setelah engkau menguasai ilmu pedang itu. keadaan di luar sangat bahaya-" "Bahaya bagaimana?" "Banyak penjahat dan orang licik. "Engkau harus tahu. "Aku lagi kesal." ujar Dhalai Lhama dengan suara rendah.merahan. sementara itu." An Lok Kong cu menundukkan wajahnya dalam-dalam. Thio Han Liong dan Tan Giok Cu terus melanjutkan perjalanan menuju gunung soat san. "Jangan lupa akan pesan ke dua orang tuamu lho" "Aku tidak akan lupa. guru. Dalam perjalanan ini. bagaimana nanti saja" sahut Thio Han Liong dan menambahkan. Lalu setelah itu?" "Kita ke pulau Hong Hoang To. Cu dengan wajah agak kemerah." "Tapi aku bagaikan seekor burung yang terkurung di dalam sangkar.. sebab ilmu pedang tersebut sangat lihay dan hebat. aku. " Kakak tampan. "Aku ingin tahu. tiada kebebasan sama sekali. sedangkan kuda mereka dibiarkan bebas makan rumput di sekitarnya." sahut Thio Han Liong sambil tersenyum. "Tentunya harus cepat-cepat pulang ke rumahmu. "Itu. . setelah kami pulang ke Tibet. " Kesal kenapa?" "Aku sama sekali tidak boleh main di luar. kenapa wajahmu tampak agak murung?" Dhalai Lhama jubah merah memandangnya dengan penuh perhatian." "guru. maka lebih baik engkau tetap diam di dalam istana saja. bosan sekali-" "Tuan Putri" Dhalai Lhama jubah merah menggelenggelengkan kepala"Engkau adalah Tuan putri." An Lok Kong cu menghela nafas panjang. Engkau harus belajar dengan rajin dan sungguh-sungguh. "Terima kasih" ucapnya.". apa rencanamu setelah memperoleh Teratai salju?" tanya Tan Giok Cu. "Guru."Kalau tidak. barulah engkau boleh meninggalkan istana dengan cara menyamar sebagai pemuda sastrawan. hati mereka penuh diliputi kegembiraan dan kadang-kadang mereka juga bercanda ria. hanya hidup dalam istana saja..." "Begini..." An Lok Kong cu girang sekali. aku justru sudah merasa bosan.

di pulau Hong Hoang To cuma ada ke dua orang tuaku. tempat tinggal kami itu sangat indah sekali." " Kalau begitu. sebab kata orang tua. banyak anak banyak rejeki lho" ujar Thio Han Liong sambil tertawa. "Engkau. " Engkau anggap aku ini apa? Bisa melahirkan begitu banyak anak? Dasar.." "Hah?" Thio Han Liong terbelalak. Kita ajak ke dua orang tuamu tinggal di sana. kemudian melayang turun sosok bayangan merah"Hi hi hi" seorang gadis berpakaian serba merah berdiri di hadapan mereka sambil tertawa. engkau ingin punya anak berapa?" "Harus lebih dari sepuluh. "Apa?" Tan Giok Cu cemberut. kemudian bertanya perlahan. "Kalian terkejut ya?" Ciu Lan Nio memandang mereka. "Aku ingin bikin ramai pulau Hong Hoang Te-" "Adik manis. ." Thio Han Liong memberitahukan."Kita belum cukup dewasa. "Maaf. barulah kita menikah" "ya-" Tan Giok Cu mengangguk"Pulau Hong Hoang to. "oh ya." ujar Tan Giok Cu sambil tertawa kecil." "Engkau harus tahu. tentu belum bisa menikah." Di saat itulah mendadak terdengar suara tawa cekikikan. maaf Aku telah mengganggu keasyikkan kalian.Engkau tidak marah kan?" "Kakak tampan. Mereka tidak menyangka mendadak muncul seorang gadis berpakaian merah yang begitu cantik. kan?" "Memangnya aku ingin cepat-cepat menikah?" Tan Giok Cu cemberut"Huh Tak usah ya" "Adik manis" Thio Han Liong tersenyum"Maafkan aku karena tidak sengaja menyinggung perasaanmu. tentu sepi sekali."Tan Giok Cu manggut-manggut. kita harus punya anak sebanyak-banyaknya. Bagaimana menurutmu?" "Itu usul yang baik sekali. tentu belum boleh menikah-" "Adik manis" Thio Han Liong memegang tangannya"Setelah kita berusia dua puluh lebih.. "sedangkan pulau itu amat besar..gadis itu ternyata Ciu Lan Hio. engkau benar kok.ya. engkau sungguh baik sekali" Thio Han Liong memeluknya erat"Eeeh -" Wajah Tan Giok Cu kemerah-merahan. "setiap tahun aku akan melahirkan satu anak selama lima belas tahun aku akan terus menerus melahirkan.. setelah kita menikah nanti.." sahut Tan Giok Cu setengah berbisik"Bagaimana mungkin aku marah. Kalau cuma kita beberapa orang. " Asyik deh mesra-mesraan" "Eh?" Thio Han Liong dan Tan Giok cu terperanjat. Ke dua orang tuaku pasti mau. Kita masih belum cukup dewasa. oleh karena itu. percayalah" Tan Giok Cu tersenyum. "Yang benar?" "Tentu benar.

maka kita tidak berhak mengusirnya. aku jadi suka padamu.." Dada Tan Giok Cu turun naik saking marahnya.. "Ayoh lanjutkan" desak Ciu Lan Hio. engkau mau apa?" "Engkau-. "Dia dan aku adalah." ujar Tan Giok Cu setengah berteriak"Cepatlah engkau pergi. "Hi hi hi Marah ya" "Engkau mau pergi tidak?Jangan mengganggu kami" bentak Tan Giok Cu sambil melotot.." Tan Giok Cu tidak melanjutkan ucapannya. berani omong begitu" "gadis galaki ada hubungan apa engkau dengan pemuda ini?" tanya Cu Lan Hio mendadak.." "Siapa engkau?" tanya Tan Giok Cu sambil bangkit berdiri dengan wajah tidak senang. "Engkau sungguh galak. . Hi hi hi-" "Hmm" dengus Tan Giok Cu. aku harap engkau sudi memaafkannya" "Hi hi hi" Ciu Lan Hio tertawa nyaring.. kemudian memandang Ciu Lan Hio dan memberi hormat. "Jangan malu-malu" "Dia kekasihku.." "Engkau. " Kalau aku tidak mau pergi. "Namaku Thio Han Liong. "Tempat ini bukan milik kita. melainkan menundukkan kepala dengan wajah kemerah-merahan. "Kakak tampan.." Tan Giok Cu membanting-banting kaki saking gusarnya. kalau ucapannya tadi menyinggung perasaanmu.. "Nona." sahut gadis berpakaian merah itu sambil tersenyum.. "Mau apa engkau ke mari?" "Namaku Ciu Lan Nio. "Dasar tak tahu malu. Tidak mengganggu kita kan?" sahut Thio Han Liong. "Engkau kok tidak tahu diri?" "Hi hi hi" ciu Lan Hio tertawa cekikikan. Engkau sudah dengar? Kami adalah sepasang kekasih yang saling mencinta. tapi memang cantik sekali. "Engkau.Maaf." ujar Ciu Lan Nio dan menambahkan." "Tapi dia -" Tan Giok Cu membanting-banting kaki"Dia tidak menghinamu. "Engkau sopan sekali." "Ngmmm" Ciu Lan Nio manggut-manggut. dia dia menghinaku Cepatlah usir dia" "Adik manis. "Engkau sungguh tampan dan lemah lembut." ujar Thio Han Liong lembut. bolehkah aku tahu namanya?" "Dia bernama Tan Giok Cu." Thio Han Liong memberitahukan." Tan Giok Cu menatapnya dengan mulut cemberut.. Biar dia berdiri di situ. "Aku ke mari karena ingin menyaksikan kalian bermesramesraan. oh ya. jangan mengganggu kami" "Hi hi" ciu Lan Hio tertawa.. tapi kekasihmu itu galak sekali..." "Kenapa aku?" Ciu Lan Nio tersenyum. "Aku yang tidak tahu diri atau engkau yang tidak tahu malu?" "Engkau.

. namun masih di." Thio Han Liong mengangguk "Aku tidak percaya" sela Tan Giok Cu sambil mendengus dingin"Hmm Kita boleh bertarung sekarang juga" "Adik manis" Thio Han Liong meng geleng-geleng-kan kepala"Engkau jangan begitu-Dari pada kalian berdua bertarung. Kalaupun dia suamimu. "Aku mohon Nona jangan bergurau lagi. " "Sudahlah" Thio Han Liong tersenyum. "Dia gadis liar yang tak tahu malu" "Huh" Ciu Lan Nio mengeluarkan suara hidung. "Mari kita pergi" Ciu Lan Nio tersenyum." Tan tiiok Cu melotot. biarkan saja" "Tapi hatiku panas sekali." ujar Tan Giok Cu. "Dasar gadis liar" "Adik manis. Apalagi kini dia baru merupakan kekasihmu. lagipula tidak pantas bagi nona bergurau begitu" "oh?" ciu Lan Hio menatapnya dalam-dalam. itu adalah mulutnya. dan belum tentu pemuda ini akan menjadi milikmu. bukankah lebih baik berkawan?" "Aku tidak mau berkawan dengan dia" sahut Tan Giok Cu.. tapi engkau masih berani menyatakan suka kepadanya." " Aku percaya. tentunya aku boleh mendekatinya.. "Aku harap nona jangan bergurau Itu tidak baik." ujar Thio Han Liong sabar. tapi barusan aku berkata sesungguhnya. aku ikut" .bawah kepandaianku. "Engkau kok begitu tak tahu malu? Dia kekasihku. itu tidak baik."Kalian belum menjadi suami isteri." ujar Thio Han Liong lembut." "Kakak tampan.. Apakah engkau tidak merasa malu sama sekali?" Tan Giok Cu menatapnya dengan wajah gusar. "Aku pun tidak mau berkawan denganmu kebagusan" " Kakak tampan" Tan Giok Cu menarik tangannya.. Nona itu cuma ingin memanasi hatimu. "Kenapa aku harus merasa malu? Kalian bukan suami isteri. " Kakak tampan. "Dia mau omong apa.. sebab akan merendahkan diri nona sendiri. Engkau mau apa?" tanya Ciu Lan Nio sambil tersenyum. kemudian mendadak menarik tangan Thio Han Liong seraya berkata. "Engkau sungguh merupakan pemuda yang berpengertian." sahut gadis berpakaian merah"Engkau pun berkepandaian tinggi. "Hei gadis galak" Ciu Lan Nio tersenyum-senyum." Tan Giok Cu mclotot"Nona. "Engkau harus belajar sabar dan harus bisa menekan emosi." "Ih Dasar tak tahu malur ujar Tan Giok Cu dingin "Aku memang suka kepada Thio Han Liong. namun masih di bawah kepandaianku." "Tadi aku memang bergurau. ya. sehingga membuatku makin suka kepadamu. Aku masih boleh merebutnya lho" "Engkau. "Aku tahu engkau berkepandaian cukup tinggi. kan?" "Engkau. Maka engkau jangan cobacoba menantangku" "Nona" Thio Han Liong menjura kepada Ciu Lan Nio. dia. aku pun akan mendekatinya.

Kita akan berjumpa lagi kelak. apakah engkau akan menyukaiku?" "Karena sifatmu begitu macam.riv^o. "Aku pikir sudah cukup engkau bergurau. Jangankan cuma menarik aku berani" sekonyong-konyong Ciu Lan Nio mengecup pipi Thio Han Liong.bukan.. "Sekarang aku ingin bertanya.... "Hi hi hi" ciu Lan Hio tertawa cekikikan. aku pasti marah." "Hi hi hi" Ciu Lan Hio tertawa we. "Engkau jangan memikirkan yang bukan. sebab aku masih akan mendekatinyaHi hi hi " Gadis berpakaian merah itu melesat pergi. "Kenapa engkau begitu tak tangannya" "gadis galaki Ciu Lan Nio tangannya." sebuah kecupan yang berbunyi cukup nyaring itu mendarat ke pipi Thio Han Liong. tentunya aku tidak akan menyukaimu... Tadi gadis itu menciummu. Apakah engkau juga pernah menciumnya?" "Engkau. berani menarik tertawa." sahut Thio Han Liong sungguh-sungguh.Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala.. "Cuuup... "Dia sudah pergi. "Aku harap nona jangan keterlaluan nona adalah seorang gadis. "seandainya aku tidak bersifat begitu macam." Tan Giok CU melotot"Nona" Thio Han Liong menatap Ciu Lan Hio dengan tajam sekali. "Adik manis. aku harus pergi sekarang.. menciumnya pun mengerutkan kening.. kalau masih dilanjutkan." Tan Giok Cu cemberut. Begitu cepat gerakannya. sehingga pemuda itu tidak sempat berkelit.. Kalau engkau tidak bersama gadis galak ini. engkau. "Aku sudah mencium kekasihmu. tahu malu. " Karena masih ada urusan lain.. apakah engkau akan menyukaiku?" "Aku tidak akan menyukaimu. sudahlah" ujar Thio Han Liong sambil memegang bahunya. "Haaah ?" Pemuda itu terbelalak dengan wajah kemerahmerahan saking jengahnya. sedangkan Tan Giok Cu masih tampak gusar. maka harus tahu kesopanan." Thio Han Liong "Hei" bentak Tan Giok Cu." sahut Thio Han Liong sungguhsungguh." "Kenapa?" "Entahlah-" "Hi hi" Ciu Lan Nio tertawa.. "Engkau.. "Hi hi hi" Ciu Lan Hio tertawa cekikikan. bagaimana perasaanmu di saat itu?" Tiada perasaan apa pun." "oh?" Ciu Lan Nio menatapnya." Tan Giok Cu menuding Ciu Lan Nio dengan mulut ternganga lebar."Nona. engkau harus menjaganya baik-baik. "Engkau tidak berani menjawab sejujurnya karena gadis galak ini berada di sini?" "Nona" Thio Han Liong mengerutkan kening. engkau jangan gusar lagi" "Kakak tampan.gadis galak. "Engkau berani marah padaku?" "Kenapa tidak?" sahut Thio Han Liong. sebab .

"Adik manis" Thio Han Liong menggenggam tangannya. burunya pun pasti bukan orang baik-baiki" sahut Tan Giok Cu dan melanjutkan. "Di antaranya terdapat Hweeshio. "Kalau tidak salahi Paman Tua In Lie Heng juga terkena ilmu pukulan ini... Tiba-tiba kuda itu meringkik. kemudian menggelenggelengkan kepala. Begitu sampai di tempat itu. bahkan kepandaiannya pun tinggi sekali" ujar Thio Han Liong. Thio Han Liong segera membelainya dengan penuh kasih sayang. karena itu aku khawatir kelak dia akan berhasil merebutmu dari sisiku." Thio Han Liong mengangguk sambil memperhatikan mayat-mayat itu. seekor kuda berlari tidak begitu kencang di sebuah lembah.gadis itu memang sengaja memanasi hatimu oleh karena itu. lalu memeriksa dada salah seorang yang menjadi mayat itu." Tan Giok Cu menggeleng-gelengkan kepala. "Ada apa?" tanya Tan Giok Cu yang duduk di belakangnya"Banyak orang yang tergeletak di depan. "Mereka mati terkena semacam ilmu pukulan. "Mereka semuanya sudah mati. kemudian ke duanya segera melesat ke depan." "Kakak tampan.. entah ilmu pukulan apa itu?" "Haaah ?" seru Tan Giok Cu mendadak. "Bagaimana?" tanya Tan Giok Cu.. Yang duduk di punggung kuda itu adalah Thio Han Liong dan Tan Glik Cu.. " Heran? entah siapa gadis itu? Mendadak muncul dan pergi begitu saja" "Aku yakin dia adalah gadis rimba persilatan. "Entah murid siapa dia?" "Gadis itu begitu liar dan tak tahu aturan. setelah itu.Kelihatannya mereka semua adalah kaum rimba persilatan. Tan Giok Cujuga cepat-cepat meloncat turun.. aku. "Engkau tidak usah mengkhawatirkan itu.. Mari kita pergi lihat" sahut Thio Han Liong sambil meloncat turun." "Benar. " Kakak tampan." Tan Giok Cu mendekap di dadanya.." ujar Tan Giok Cu sambil menggeleng-gelengkan kepala. " Engkau tahu mereka terkena ilmu pukulan apa?" . Percayalah hanya engkau yang kucintai. Thio Han Liong terkejut dan cepat-cepat menghentikan kudanya. barulah mereka melanjutkan perjalanan dengan wajah cerah ceria. maka kejadian tadi jangan kau simpan dalam hati" " ya" Tan Giok Cu mengangguki kemudian bergumam. mereka terbelalak karena orang-orang yang tergeletak itu sudah tak bernyawa lagi dan di bagian dada mereka terdapat sebuah tanda merah darah." "oh?" Thio Han Liong tersentak. aku. "Gadis itu begitu berani." "Kenapa engkau?" Thio Han Liong menatapnya lembut. mulai sekarang engkau harus belajar sabar dan belajar menekan hawa emosi-" "Itu bagaimana mungkin?" Tan Giok Cu menggelenggelengkan kepala"Sebab aku punya rasa cemburu-" "Aku tahu-" Thio Han Liong manggut-manggut"Tapi gadis itu cuma bergurau denganmu.

" Tan Giok Cu ingin mengatakan sesuatu. tega membunuh orang sebanyak itu?" "He he he" orang tua itu tertawa terkekeh-kekeh." "Perlukah aku menjawab?" "Memang perlu. "Dia bernama Tan Giok Cu. "oh?" orang tua itu tertawa gelak.. tetapi mendadak terdengar suara tawa terkekeh-kekeh. "Anak muda. "Ha ha ha Kenapa engkau yakin aku bukan pembunuh mereka?" "Kalau Paman Tua pembunuh mereka.." Tan Giok Cu mengerutkan kening. "Engkau tidak menuduhku sebagai pembunuh mereka?" "Aku yakin Paman Tua bukan pembunuh mereka. kenapa Paman Tua turut campur?" "Ha ha ha" orang tua itu tertawa sambil menyahut. "Mereka sudah mati semua Hweeshio siauw Lim Pay.." " Kalau aku yang membunuh mereka... lalu engkau mau apa?" "Paman Tua... "Ha ha ha" orang tua itu tertawa terbahak-bahaki "Anak muda." Thio Han Liong mengangguk "Paman Tua kok usil?" Tan Giok Cu cemberut. engkau harus baik-baik membimbingnya." ujar Thio Han Liong sambil tersenyum. "He he he He he he. tidak mungkin akan kembali ke mari lagi untuk melihat mayat-mayat ini." Thio Han Liong menghela nafas panjang sambil menggeleng-gelengkan kepala." ujar orang tua itu dan menambahkan. maka sekaligus menasihatimu."Aaahi-." Tan Giok Cu menggeleng-gelengkan kepala"Paman Tua" Thio Han Liong memberi hormat seraya bertanya. entah ilmu pukulan apa itu?" " Kakak tampan. "Aku memang orang tua usil. ." "Kekasihmu?" "ya.." "Dia sangat galak dan cepat menuduh orang. ya kan?" sahut Thio Han Liong sambil memandangnya. " Aku tidak tahu sama sekali. la berdiri di hadapan mayat-mayat itu. murid Go Bi Pay dan beberapa anggota Kay Pang He he he Mereka sudah mati semua" "Paman Tua yang membunuh mereka?" tanya Tan Giok Cu mendadak"Hei gadis cantik" sahut orang tua itu mendadak"Engkau bertanya atau menuduh?" "Bertanya." setelah itu muncullah sosok bayangan yang ternyata seorang tua berpakaian kumal dengan muka kotor sekali. engkau memang pintar siapa engkau?" "Namaku Thio Han Liong.." Pemuda itu memperkenalkan. "Apakah Paman Tua tahu siapa pembunuh mereka?" "Anak muda" orang tua itu menatapnya tajam. "Ini adalah urusan kami berdua... "Engkau bisa memastikan bahwa akulah yang membunuh mereka?" "Paman Tua. "Kenapa engkau begitu kejam." "Ya.

Lam Khie dan aku Pak Hong.Engkau jangan galak-galak. Tapi engkau justru tidak" "Hmm" dengus Tan Giok Cu. yaitu Teng sia.. " ya. kenapa omong sembarangan?" "Ha ha ha" orang tua itu terus tertawa. si Tek ki Lam Ti. Mereka pernah mendengar nama orang tua tersebut. "Paman Tua tahu siapa pembunuh mereka?" tanya Thio Han Liong. nanti hati kekasihmu ini akan berubah terhadapmu. sudah banyak kaum rimba persilatan dengan dada berbekas sebuah tanda merah-" "Seperti yang terdapat di dada mayat-mayat itu?" tanya Tan Giok Cu. yaitu Teng Koay. Kemunculan kami dalam rimba persilatan." Pak Hong setelah berpikir sejenak"Pembunuh itu pasti lari ke arah utara-" "Paman Tua sama sekali tidak tahu siapa pembunuh itu?" tanya Thio Han Liong lagi. "Jangan-jangan Paman Tua sudah gila? Kalau tidak. Kun Lun dan Khong Tong Pay juga mati dengan tara yang sama. sedangkan Paman tur dari arah kanan. "Kalian terkejut?" "Kenapa harus terkejut?" "Wuahh" Pak Hong tertawa lagi." "oh?" Thio Han Liong tersentak dan kemudian bergumam." Pak Hong menggeleng-gelengkan kepala. "Heran? siapa pembunuh itu dan kenapa membunuh muridmurid partai besar itu?" "Beberapa tahun lalu telah muncul empat jago yang berkepandaian tinggi." sahut Pak Hong. karena ia pun pernah mendengar suara suling bernada aneh itu. . "Tidak tahu." Pak Hong mengangguki "Beberapa murid Hwa san. sebab aku adalah Pak Hong (si ciila Dari utara) Ha ha ha. setelah itu muncul pula dua orang berpakaian serba merah. "Belum lama ini. yang tidak lain adalah Hek Liong Pang. ketika berada di rumah hartawan Ltm. hanya ingin menyamai empat tokoh masa siiam. "Tadi sayup. "Engkau memang gadis galak dan pemberani." "Kalau begitu.Kini si Mo sudah . Kami berempat pernah bertanding dan kepandaian kami berempat seimbang. dan Pak Kay. "Aku sama sekali tidak tahu. "Kalian tidak mendengar suara suling itu?" tanya Thio Han Hong sambil memandang mereka.sayup aku mendengar utfYB suling yang bernada anehi maka aku segera ke mari." " omong kosong" Tan Giok Cu melotot.. pasti kabur terbirit-birit dan terkencing-kencing. Namun kemudian muncul pula satu perkumpulan baru. si Mo. maka mendengar suara suling itu. "Tidak" Tan Giok Cu menggelengkan kepala"Paman Tua" Thio Han Liong memberitahukan." "oh?" Thio Han Liong dan Tan Giok Cu terkejut. orang lain begitu mendengar namaku. Tapi mereka semua sudah menjadi mayat" "suara suling yang bernada aneh?" Kening Thio Han Liong berkerut. "Kami dari arah kiri. "Aku memang orang tua gila.

." "oh?" Thio Han Liong tersentak"Kok Paman Tua menduga begitu?" "Karena kelihatannya pembunuh itu ingin menguasai rimba persilatan." "Ha ha ha" Pak Hong tertawa gelak "Itu tidak mungkin.." "Paman Tua. "Kelihatannya hanya berikutnya adalah para ketua partai." ujar Thio Han Liong seakan-akan mengusulkan." "Tapi situasi rimba persilatan. "Tidak mungkin" sahut Pak Hong. Kalau ia bergabung dengan Hek Liong Pang.. "Situasi rimba persilatan tiada urusan dengan kami. itu adalah gengsi kami." Pak Hong mangguj-manggut." "Paman Tua" Tan Giok Cu memberitahukan. "sebetulnya siapa pembunuh itu?" gumamnya. "Kelihatannya ia ingin menyaingi perguruan siauw Lim sie. maka engkau tidak usah heran" "Paman Tua memang gila." Thio Han Liong mengerutkan kening." "Dasar gila" ujar Thio Han Liong. "Karena kami berempat ingin saling mengalahkan... karena si Mo sudah bertanding dengan dia" " Kalau begitu. rimba persilatan betul-betul dilanda banjir darah-" "Kalau begitu. "Kini Hek Liong Pang pasti kuat sekali." Pak Hong menghela nafas panjang. hebat dan ganas. bahkan juga amat lihay. "oleh karena itu. "Alangkah baiknya Tong Koay. sebab kini si Mo sudah menjadi wakil ketua Hek Liong Pang. sama sekali tidak mungkin" "Kenapa?" tanya Thio Han Liong. Bu Teng Pay dan Kay Pang. "Pembunuh itu memiliki ilmu pukulan aneh dan istimewa. "Gadis galaki engkau murid siapa? Kok begitu tidak ." "Gadis galak" Pak Hong tertawa lagi." ujar Pak Hong memberitahukan." "Betul. tentunya tidak akan membunuh kaum rimba persilatan dengan cara begitu" Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. tapi malah tinggal diam. mungkinkah pembunuh mereka ketua Hek Liong Pang itu?" tanya Thio Han Liong. Gila Gila Gila " " Eeh?" Pak Hong terbelalak. " Aku pernah bentrok dengan pihak Hek Liong Pang. "Kalian harus berhati-hati. Aku dengar kepandaiannya masih di atas kepandaian si Mo." ujar Pak Hong sungguh-sungguh. "Aku memang si Gila dari utara.bergabung dengan perkumpulan itu." "Paman Tua tahu siapa ketua Hek Liong Pang itu?" tanya Tan Giok Cu." "Kalau begitu. tidak mungkin kami bergabung. "sudah tahu rimba persilatan bakal dilanda banjir darah." "Ha ha ha" Pak Hong tertawa. "sebab kini Hek Liong pang sudah resmi berdiri di rimba persilatan. "Dia seorang wanita berusia lima puluhan. Lam Khie dan Paman Tua bergabung untuk menghadapi pembunuh itu dan Hek Liong Pang. namun aku tidak tahu namanya." sahut Tan Giok Cu.

" "Tidak apa-apa. "siapa Bibi sian sian itu?" tanya Pak Hong. karena serangan Thio Han Liong begitu hebat.." Pak Hong tersenyum. Maukah kalian menjadi muridku?" "Terima kasih atas maksud baik Paman. maka ia harus mencurahkan perhatiannya untuk menangkis. maka terpaksa menangkis serangan itu dengan ilmu Thay Kek Kun. gadis itu memang sengaja mempermainkan Pak Hong. sebab Pak Hong bertanya sambil menyerangnya. Kalau dalam sepuluh jurus aku tidak <sapat mengalahkanmu. sebetulnya engkau murid siapa?" Thio Han Liong tidak menyahut." ujar Tan Giok Cu mendadak"Adik manis.Mungkin kalian tidak percaya akan kehebatan kepandaianku. "Engkau bisa ilmu andalan siauw Lim Pay juga.karuan?" "Bibi sian sian adalah guruku." sahut Tan Giok Cu." Thio Han Liong ingin menegurnya." Thio Han Liong menggelengkan kepala. "Tak disangka engkau begitu hebat juga" Usai berkata begitu. "Kita hanya bertanding sepuluh jurus dengan tangan kosong. Bersiapsiaplah" "Paman tua. "Baik. (Ilmu Cakar Naga) yang didapatkannya dari Tiga Tetua siauw Lim Pay. "Ya. Thio Han Liong mengelak dan sekaligus balas menyerang dengan ilmu Liong Jiauw Kang." Tan Giok Cu tersenyum-senyum. tapi.. "Ha ha ha" Pak Hong tertawa terbahak-bahak. "Anak muda. Thio Han Liong terpaksa berkelit. si Gila dari utara itu berdiri termangu-raangu di tempat. "Eh?" Pak Hong tercengang. Pak Hong langsung menyerangnya bertubi-tubi." Thio Han Liong mengangguk" Kalau dalam sepuluh jurus Paman mampu mengalahkannya.. "Guruku. lama sekali barulah membuka mulut. "Thay Kek Kun" pak Hong tersenyum. menangkis sekaligus balas menyerang.. Thio Han Liong tidak keburu berkelit." " Hati-hati. Bagus Aku sangat tertarik kepada kalian. aku pasti langsung pergi.. sebetulnya engkau murid siapa?" "Aku belajar ilmu silat dari ayah" jawab Thio Han Liong . "Ternyata engkau adalah murid Bu Teng Pay sambutlah jurus ke tiga ini" Pak Hong mulai menyerang dengan dahsyat.. aku akan mulai menyerangmu" Pak Hong dan langsung menyerangnya." "Paman Tua . "Engkau menolak?" Pak Hong tertegun. "Bagus. maka kami berdua bersedia jadi muridmu. namun Pak Hong menyerangnya lagi. namun Pak Hong sudah tertawa sambil berkata kepada Thio Han Liong. "Berhenti Berhenti sudah sepuluh jurus" ujar Tan Giok Cu mendadakPak Hong segera berhenti menyerang. Kini ia mengeluarkan itmu Kiu Im Pek Kut Jiauw. "Haah?" Pak Hong tampak terkejut.

"Dalam rimba persilatan akan sering terjadi pertikaian. bagaimana kalau kita semua ke pulau Hong Hoang Te?" "Aku sependapat denganmu. sedangkan mereka sudah puluhan tahun berlatih. kapan kepandaian kita akan setinggi Pak Hong dan lainnya?" "Adik manis" Thio Han Liong tersenyum." ujar Thio Han Liong sambil menghela nafas. sebab cuma beberapa tahun kita berlatih Iweekang." "Betul." "Hah?" Pak Hong tampak terkejut." "ooooh" Pak Hong manggut-manggut. justru bermunculan jago jago berkepandaian tinggi dalam rimba persilatan. " Kong Ti seng ceng menggeleng-gelengkan kepala"Pembunuh itu juga membunuh para murid partai lain.Thio Han Liong dan Tan Giok Cu menggelenggelengkan kepala"Kepandaian Pak Hong sangat tinggi. Kalau pertandingan tadi tidak dibatasi sepuluh jurus. Thio Han Liong mengangguk. setelah Thio Bu Ki hidup mengasingkan din di pulau itu. situasi dalam rimba persilatan makin memburukTempo hari Seng Hwi membantai para murid kita lantaran salah paham. "Tapi juga pernah mendapat petunjuk dari sucouw Thio sam Hong dan Tiga Tetua siauw Lim Pay. pada dada setiap korban pasti terdapat tanda merah sebesar telapak tangan. -ooo00000ooo Bab 20 Kejadian yang Tak Terduga sunyi sepi di dalam kuil siauw Lim sie. kemudian mereka berdua meloncat ke atas punggung kuda tunggang mereka. " Kakak tampan. "sutee. "Kita masih kurang pengalaman dan Iweekang kita pun belum mencapai tingkat tinggi. namun sayup.sayup terdengar suara tawanya. "Aaaah " Kong Bun Hong Tio menghela nafas panjang. aku tidak begitu suka berkecimpung di rimba persilatan. "Pantas engkau begitu lihay. kini muncul lagi seorang pembunuh lain. Mereka berdua saling memandang dengan kening berkerut-kerut.jujur. Aku memang tidak mau berkecimpung dalam rimba persilatan." sahut Thio Han Liong. Tampak dua padri tua sedang duduk berhadapan di ruang meditasi. sungguh mengherankan." Tan Giok Cu manggut-manggut. Engkau adalah anak Thio Bu Ki." "Seng Hwi memiliki ilmu pukulan cing Hwee Ciang." "oooh" Tan Giok Cu mengangguk "Kakak tampan. entah apa tujuannya berbuat begitu?" "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio"Kita sama sekali tidak tahu siapa pembunuh itu." "Itu adalah semacam ilmu pukulan. sehingga menimbulkan pembunuhan. maka Iweekang mereka tinggi sekali." "Mari kita melanjutkan perjalanan" ajak Tan Giok Cu. "siapa ayahmu?" "Ayahku adalah Thio Bu Ki." Kong Bun Hong Tio . setelah kita memperoleh Teratai salju. bagaimana mungkin aku dapat mengalahkanmu dalam sepuluh jurus? Ha ha ha Anak muda sampai jumpa" Pak Hong melesat pergi." "Suheng. aku pasti kalah. Pembunuh yang baru muncul itu entah memiliki ilmu pukulan apa.

"sutee" Kong Bun Hong Tio bangkit berdiri "Mari kita pergi menemui mereka. tibatiba muncul Goan Liang. katanya ingin menemui Thio Han Liong. "Kita tidak tahu ilmu pukulan apa itu. "Ketika Thio Han Liong berada di sini. "seorang gadis remaja bernama Tan Giok Cu membawanya pulang ke gunung Bu Tong. In Lie Heng sutee kami pun mati terbunuh." Goan Liang segera pergi. Thio Han Liong memberitahukan kepadanya tentang urusan seng Kun dengan cia sun." "Omitohud" Kong Bun Hong Tio terkejut bukan maini "Kapan kejadian itu?" "Beberapa bulan yang lalu. Mereka sudah berada di ruang depan. Mungkin ada sesuatu yang penting." "Tan Giok cu?" Kong Bun Hong Tio tertegun. "Gadis itujuga ke sini. cepat suguhkan teh wangi untuk mereka" "ya. namun Thio Han Liong secara tidak langsung telah menyelamatkan siauw Lim sie-" "oh?" Jie Lian ciu tercengang. "Beberapa murid kami mati terbunuh. Kong Ti seng Ceng" Lie Lian ciu dan song wan Kiauw segera memberi hormat. kebetulan pembunuh misteri yang memiliki ilmu pukulan cing Hwee Ciang muncul pula." "Mereka bertemu?" tanya song wan Kiauw." song wan Kiauw menghela nafas panjang. "Maaf. "Beberapa murid partai lain juga sudah menjadi korban" "Aaahi.." "Baik suheng" Kong Ti seng Ceng mengangguk dan bangkit berdiri." Kong Bun Hong Tio mengangguk dan mem beritahukan. setelah itu seng Hwi mengajak Thio Han Liong pergi menemui ibunya. "Kong Bun Hong Tio. ketua Bu Teng Pay Jit Lian ciu dan song Tayhiap datang berkunjung. "Mereka tidak bertemu." ujarnya. "Apakah siauw Lim Pay tidak mengalami sesuatu?" "Omitohud" Kong Bun Hong Tio menghela nafas panjang. "Kong Bun Hong Tio. "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio"Hari itu In Tayhiap pulang. kemudian mereka berdua berjalan menuju ruang depan." Di saat mereka sedang bercakap-cakap denganserius. silakan duduk" Jie Lian ciu dan song wan Kiauw duduki setelah itu jie Lian ciu pun bertanya dengan serius. apakah di tengah jalan ia .menggeleng-gelengkan kepala. "Omitohud" sahut Kong Bun Hong Tio"Goan Liang. "Omitohud" sahut Kong Ti seng Ceng. "Hong Tio." "Dada mereka terdapat sebuah tanda merah?" tanya song Wan Kiauw. "ya. kedatangan kami telah mengganggu ketenangan Hong Tio dan seng ceng" "Omitohud" sahut Kong Bun Hong Tio"Tidak "apa-apa." "oooh" Jie Lian ciu manggut-manggut." jawabjie Lian ciu memberitahukan.

"mungkinkah ketua Hek Liong Pang adalah pembunuh itu?" "Entahlah. "Seingat-ku." Di saat bersamaan." Kong Bun Hong Tio menggelengkan kepala"Kelihatannya kaum setan iblis ingin menguasai rimba persilatan." "Hiat " gumam Kong Ti seng Ceng. " Cepat undang mereka masuki sahut Kong Bun Hong TioGoan Liang segera pergi.bertemu pembunuh itu?" "Aku pikir memang begitu.. muncul Goan Liang melapor." Jie Lian ciu segera membalas . "Guru tidak mampu mengobatinya.Wakil ketua Hek Liong Pang adalah si Mo. "Di dada setiap korban terdapat tanda merah. Ketika sadar In sutee menyebut kata 'Hiat' entah apa maksudnya?" "Hiat?" Kong Bun Hong Tio mengerutkan kening. maka membawanya pulang ke gunung Bu Tong." ujar song wan Kiauw sambil menggeleng-gelengkan kepala. "Aaaahi-" "oh ya" song Wan Kiauw memandang Kong Bun Hong Tio seraya bertanya. namun kami tidak tahu siapa ketua Hek Liong Pang ituKalau tidak salah Hek Liong Pang di ketuai oleh seorang wanita yang berkepandaian tinggi sekali-" "Kini rimba persilatan semakin kacau. "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio"Selamat datang Ketua dan Tetua Kay Pang" "Ha ha ha" Ci Hoat Tiang lo tertawa gelak"Kong Bun Hong Tio dan Kong Ti seng Ceng. tiada seorang kaum rimba persilatan punva julukan Hiat-. Berselang sesaat tampak seorang gadis berusia dua puluhan membawa sepasang tongkat bambu berwarna hijau. Gadis itu bernama su Hong seki ketua Kay pang. tapi. apa kabar?" Coan Kang Tianglo memberi hormat." sahut Kong Bun Hong Tio sambil menghela nafas panjang. "Mungkin julukan si pembunuh itu" " Kami pun menduga begitu. berjalan ke dalam bersama dua orang pengemis tua. mungkinkah Hiat Ciang (Pukulan Berdarah)?" "Hiat Ciang?" song Wan Kiauw dan lie Lian ciu mengerutkan kening. sudah sekian lama kita tidak bertemu. "Kami baik-baik saja. "Apakah dalam rimba persilatan terdapat ilmu tersebut?" "Tidak pernah dengar.. bahwa ketua Kay Pang dan Dua Tetua datang berkunjung." song wan Kiauw menggeleng-gelengkan kepala seraya berkata. "Apakah Hong Tio mendengar tentang Hek Liong Pang?" "Sudah. hanya dapat menyadarkannya saja. Kini siapa lagi yang akan menaklukan kaum setan iblis ilu? Omitohud. Dulu Thio Bu Ki berhasil menuntun mo Kauw kejatan yang benar.." ujar song wan Kiauw memberitahukan.Apa kabar selama ini?" "Omitohud Kami baik-baik saja." sahut Kong Bun Hong Tio"Ketua Bu Tong Pay dan song Tayhiap. sedangkan ke dua pengemis ilu adalah Ci Hoat dan Coan Kang Tianglo." Kong Bun Hong Tio mengangguk"Belum lama ini Hek Liong Pang berdiri dalam rimba persilatan secara resmi. Kebetulan gadis remaja itu melihatnya.

" Gan Kang Tianglo menggelengkan kepala "Tiada seorang pun yang tahu siapa dia. tentunya ada sesuatu yang penting kan?" "Betul.. Mungkinkah ketua Hek Liong Pang adalah pembunuh itu. dada mereka terdapat tanda merah.. "Dia menghendaki kita berkumpul semua." Jie Lian ciu menggeleng-gelengkan kepala." sahut Tianglo itu.. lalu membunuh kita semua pula." Kong Bun Hong Tio memandang jie Lian ciu." "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio"Kami sudah tahu itu. "sebelum menghembuskan nafas penghabisan. sanggupkah pembunuh itu membunuh kita?" "Kalau dia tidak yakin." "oh?" Ci Hoat Tianglo menatap song wan Kiauw seraya bertanya. "Kesimpulan kami memang begitu. "Apabila kita bergabung.." "Mungkinkah begitu?" tanya Gan Kang Tianglo dengan kening berkerut. Kun Lun.. sebab beberapa murid kami pun terbunuh dengan cara yang sama. "Bagaimana Gan Kang Tianglo?" "Kami pun baik-baik saja. tentunya dia tidak berani memancing kemarahan kita kan? sebab dia pun membunuh murid-murid GoBi... "In Lie Heng sutee kami itu pun terbunuh beberapa bulan lalu. bahkan juga pengecut. namun tetap tidak dapat menduga siapa pembunuh itu" "Hek Liong Pang secara resmi berdiri dalam rimba persilatan. hanya tahu dia adalah seorang wanita berusia lima puluhan. Tapi ketua Hek Liong Pang. "perbuatannya itu membuktikan bahwa ia amat licik. maka su Hong sek dan ke dua Tianglo itu langsung memandang ketua Bu Tong pay." "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio- ." "Kong Bun Hong Tio tahu siapa pembunuh itu?" tanya su Hong sek"Maaf" Kong Bun Hong Tio menggelengkan kepala." "Bukankah pembunuh itu bisa menantang langsung kepada kita?" ujar Gan Kang Tianglo.Belum lama ini banyak anggota kami yang terbunuh. entah apa maksudnya itu?" "Hiat?" ci Hoat Tiang lo mengerutkan kening."jawab lie Lian ciu dan melanjutkan. "Kami sama sekali tidak tahu. "Kenapa harus membunuh dengan cara sadis begitu?" "Dia ingin memperlihatkan kelihayan ilmu pukulannya. "Ketua Kay Pang" tanya Kong Bun Hong Tie "Kalian ke mari secara mendadak.memberi hormat. "Itu adalah julukan pembunuh atau nama ilmu pukulan?" "Kami justru sedang membicarakan ini.. tapi.." song Wan Kiauw menjelaskan. Hong Tio. Wakil ketua adalah si Mo-Buyung Hok.su Hong sek mengangguk. tapi. "Kenapa song Tayhiap menduga begitu?" "Menurutku. dia menyebut 'Hiat'.. dadanya juga terdapat sebuah tanda merah" ujar jie Lian ciu sambil menghela nafas panjang. Hwa san dan Khong Tong Pay...

" "Betul-" Ci Hoat Tianglo manggut-manggut."jawab Kong Bun Hong Tio"Baiklah" Jie Lian ciu manggut-manggut"Kong Bun Hong Tio.seorang lelaki tua dan seorang wanita berusia lima puluhan. siapa mereka berdua itu? Tidak lain adalah si Mo-Buyung Hok dan ketua Hek Liong Pang-Kwee In . "Jadi kita pastikan tanggal lima belas bulan depan berkumpul di sini semua. kemudian menambahkan. Thio Han Liong dan Tan Giok Cu terus melakukan perjalanan menuju gunung soat san." setelah ada kepastian itu." "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio. Kun Lun."Mungkinkah dia punya suatu rencana tertentu?" "Memang mungkin. itu sungguh membingungkan" Kong Bun Hong Tio menggeleng-gelengkan kepala"Apa boleh buat" ujar Jie Lian ciu. ketika mereka memasuki sebuah hutan. Dalam perjalanan ini cinta kasih mereka semakin bersemi. kami mohon pamit." ujar song Wan Kiauw"Karena kelihatannya Hek Liong pang ingin menguasai rimba persilatan. kita pun harus bersiapsiap menghadapi Hek Liong Pang. "Baiki" su Hong seki ketua Kay Pang mengangguk"Tapi di mana tempat pertemuan kita?" "Omitohud" sahut Kong Bun Hong Tio"Bagaimana kalau di kuil ini saja?" "Baiki" Coan Kang Tianglo mengangguki "Tapi harus ada arak lho" "Omitohud Itu apa boleh buat. kita bergabung saja untuk melenyapkan pembunuh itu. "Ketua GoBi. namun masih tampak cantik. maka tidak heran kalau Tan Giok Cu terus tersenyum bahagiaitu." sahut Coan Kang Tianglo dan menambahkan."Untuk itu kita harus mengadakan pertemuan resmi. Asal jangan minta daging saja." sementara itu. apa sebabnya orang itu memusuhi kita? Apakah dia punya dendam kesumat pada kita?" "Tempo hari yang membuat kami pusing adalah seng Hwi. siapa yang akan pergi mengundang para ketua? Kami atau pihak siauw Lim?" tanya jie Lian ciu"Karena pertemuan itu diadakan di kuil kami." jie Lian ciu manggut-manggut. "oh ya Kong Bun Hong Tio. maka harus kami yang mengundang. Omitohud. Hwa san dan ketua Khong Tong Pay juga harus bergabung dengan kita. otomatis kita akan bertambah kuat. Kong Ti seng Ceng. mendadak muncul dua orang menghadang di depan mereka. "Tapi kapan pertemuan itu diadakan?" "Bagaimana kalau tanggal lima belas bulan depan?" tanya jie Lian ciu. "Apabila perlu." "selain menghadapi pembunuh itu. maka pihak Kay pang berpamit. "Tapi aku masih tidak habis pikir. begitu pula pihak Bu Teng pay. dan harus mengundang para ketua partai lain." "Setuju. kini muncul lagi seorang pembunuh misteri lain memusingkan kita semua." ujar Kong Bun Hong Tio sambil tertawa.

"Ya. kenapa barusan membentak-bentak kakak Han Liong?" "oh?" Kwee In Loan tersenyum dingin. "Kalau begitu aku terpaksa harus menghadapimu" "Ha ha ha" si Mo tertawa gelak"Anak muda hari ini aku akan membunuhmu Ha ha ha. . urusan Giok Cu dengan pihakmu hanya dikarenakan salah paham. " Kalau tidak salahi engkau bernama Tan Giok Cu. tertawa dingin. " Engkau pasti tahu bagaimana sifatku. "Tak disangka sama sekali. "Selamat berjumpa. sehingga langsung berseru tak tertahan. "Aku akan menangkapmu. kemudian memberi hormat seraya berkata. kemudian seaera mengerahkan Kiu Yang sin Kang. "Kenapa engkau membunuh beberapa anggotaku?" "Aku hanya menyelamatkan Hakim souw.." Tan Giok Cu mengangguki "Engkau kenal guruku?" "He he he" Kwee In Loan tertawa terkekeh. setelah itu barulah aku akan pergi ke kuburan tua itu mencari gurumu. "Gurumu sudah menceritakan tentang diriku?" tanya Kwee In Loan dengan nada dingin. "Hmm" dengus si Mo memberitahukan. "wanita itu adalah ketua Hek Liong pang. berkomentar apa pun" sahut Tan Giok Cu." Tan Giok Cu mengerutkan kening dan tiba-tiba teringat sesuatu... "Giok Cu" ujar Kwee In Loan.-" "Engkau. "Ha ha ha Anak muda." Kwee In Loan mengangguk "Bibi guru" Tan Giok Cu sebera memberi hormat." Tan Giok Cu mengangguk " Kalau begitu. aku tidak berani. lalu menatap Tan Giok Cu dengan tajam sekali. ternyata engkau adalah muridnya " " He he he." Thio Han Liong mengerutkan kening." "oh?" Thio Han Liong menatap Kwee In Loan." "Bibi guru adalah tingkatan tua." "si Mo. Katakan siapa gurumu?" "Guruku adalah Bibi sian sian" "she apa gurumu?" "she Yo." "Diam" bentak Kwee In Loan. "Engkau begitu menyayanginya?" "ya. Hari ini dia akan membuat perhitungan dengan kekasihmu itu." "Apa?" Kwee In Loan tersentak" Yo sian sian adalah gurumu?" "Ya..." sahut Tan Giok Cu dingin"Engkau adalah ketua Hek Liong Pang. kita berjumpa lagi" ujar si Mo sambil menatap Thio Han Liong dengan dingin sekali. si Mo" ucap Thio Han Liong sekaligus memberi hormat." Kwee In Loan.. "Ketua Hek Liong Pang. "Engkau adalah Kwee In Loan Bibi guruku?" "Betul." "Ketua Hek Liong Pang" Thio Han Liong maju ke hadapan Kwee In Loan.Loan." Tan Giok Cu mengangguki "Hmm" dengus Kwee In Loan.

Kemudian ia roboh dan mulutnya menyemburkan darah segar. "si Mo" serunya cepat.. "Aaaakh. si Mo menyerang dadanya. muncullah sosok bayangan merahseorang tua berjubah merah berdiri di situ. maka ketika Kwee In Loan berseru." ujar orang tua berjubah merah "ya. ia pun langsung berdiam di tempat. itu membuat si Mo tertawa gelak. tapi mendadak dihadang oleh Kwee In Loan."Anak muda Bersiap-siaplah untuk mampus" bentak si Mo sambil menyerangnya. suara tawa itu membuat Tan Giok Cu menoleh. bahkan sekaligus diserangnya. Hiat Locianpwee"jawab Kwee In Loan. Walau badannya tidak bisa bergerak namun mulutnya masih bisa bersuara. Maka terjadilah pertarungan yang amat seru." Mendadak orang tua berjubah merah menuding si mo"Engkau adalah si mo-Buyung Hok?" "Betul. sementara Thio Han Liong berusaha bangkit berdiri. Tak lama kemudian. Thio Han Liong cepat berkelit.. kemudian balas menyerang dengan Thay Kek Kun. Duuuk "Aaaakh " jerit Thio Han Liong dan terpental beberapa depa. lalu selangkah demi selangkah mendekatinya dengan maksud menghabiskan nyawanya. Puluhan jurus kemudian.-" jerit Tan Giok Cu lalu roboh tak bergerak lagiSuara jeritannya membuat Thio Han Liong terkejut bukan main.. sehingga dadanya terpukul oleh pukulan itu. Thio Han Liong mulai berada di bawah angin. Thio Han Liong tidak sempat berkelit maupun menangkis. dan jenggotnya semuanya merah bahkan suling yang di tangannya berwarna merah"Hiat Locianpwee. "Jangah sembarangan bertindak" sebetulnya si Mo juga tersentak oleh suara suling itu. la segera menoleh dan di saat bersamaan. "uaaaakh " "Kakak tampan. wajah. "Hmm" dengus orang tua berjubah merah"Engkau berani tidak memberi hormat kepadaku?" si Mo diam saja- . Maka Kwee In Loan berhasil menotokjalan darah Leng Tay Hiat dupunggung gadis itu. terimalah hormatku" Kwee In Loan sambil memberi hormat mengangguk"Kwee In Loan. air muka Kwee In Loan langsung berubah hebat.Begitu mendengar suara suling itu. Namun mendadak terdengarlah suara suling yang bernada aneh. si Mo menatapnya sambil tertawa dingin.. Rambut. engkau sudah kembali di Tionggoan ini. Tan Giok Cu ingin membantu Thio Han Liong. sebab mereka samasama mengeluarkan ilmu Kiu Im Pek Kut liauw. tapi roboh lagi.. sementara pertarungan antara Thio Han Liong dengan si Mo pun semakin seru dan sengit." seru Tan Giok Cu.." sahut si Mo tanpa memberi hormat. "Engkau. Thio Han Liong mengeluarkan ilmu Liong jiauw Kang (flmu Cakar Naga) untuk menangkis serangan-serangan yang dilancarkan si Mo. kemudian menyerang dengan ilmu Kiu Im Pek KutJiauw.Begitu melihat Thio Han Liong terdesak. cemaslah hatinya otomatis jadi lengah pula.

kemudian memandang Tan ."si Mo" ujar Kwee In Loan sambil memberi isyarat" Cepat memberi hormat kepada Hiat Locianpwee" si Mo mengerutkan kening. kemudian memberi hormat kepada orang tua berjubah merah itu"Ha ha ha" orang tua berjubah merah itu tertawa gelak " Karena engkau sudah memberi hormat kepadaku. Hiat Locianpwee. kenapa bibi guruku kelihatan begitu takut kepadanya?" sahut Tan Giok Cu dengan suara rendah. Tan Giok Cu langsung berlari ke arah Thio Han Liong dengan air mata bercucuran. "Cepat bebaskan jalan darahnya" "ya-" Kwee In Loan segera membebaskan jalan darah gadis itu." ucap Kwee (n Loan." orang tua berjubah merah memberitahukan. "Aku adalah Hiat Mo dari Kwan Gwa (iblis darah Dari Luar Perbatasan). "Adik manis. "Apakah Hiat Locianpwee berniat menjadi ketua Hek Liong Pang?" tanyanya. kemudian memandang Tan Giok Cu yang menggeletak di samping Kwee In Loan." Thio Han Liong tersenyum dan berbisik. dan menatap Tan Giok Cu dengan tajam sekali. maka kuampuni. "Gadis cantik. "Namaku Tan Giok Cu. Bu Tong dan Kay Pang?" "ya." gumam Thio Han Liong." Thio Han Liong menatapnya dengan kening berkerut-kerut. "Kami bertanding.. "siapa yang terkena ilmu Hiat mo Ciang (Ilmu Pukulan iblis Darah) pasti mati. siapa namamu?" tanya orang tua berjubah merah itu. apakah dadamu masih terasa sakit?" "Sudah tidak begitu sakit lagi." "Terimakasih." Kwee In Loan manggut-manggut. "oooh" Hiat Mo manggut-manggut." ujar orang tua berjubah merah itu sambil menatap Kwee In Loan. siapa Locianpwee?" Tan Giok Cu balik bertanya sambil menatapnya. "Adik manis.. entah siapa orang tua berjubah merah itu?" "Aku justru masih merasa heran.." ujar Hiat Mo." sahut orang tua berjubah merah. "Aku sama sekali tidak berniat. dadanya terkena pukulanku sehingga terluka parah-" " Kakek In telah meninggal. Begitu bisa bergerak. Di saat mereka bercakap-cakap. engkau tidak usah khawatir.orang tua berjubah merah itu menghampiri mereka. "Engkau telah mendirikan Hek Liong Pang. "Ya-" Hiat Mo mengangguk. "Aku tidak apa-apa." "Tapi tadi engkau memuntahkan darah segar. "Engkau ingin menyaingi partai siauw Lim. "Hiat Mo?" Tan Giok Cu mengerutkan kening." sahut Thio Han Liong sambil tersenyum. bagaimana lukamu? Apakah parah sekali?" tanya Tan Giok Cu. "Locianpweekah yang membunuh Kakek In?" "siapa Kakek In?" tanya Hiat Mo"In Lie Heng dari Bu Tong Pay" sahut Thio Han Liong. "Hiat. " Kakak tampan. bahkan mengangkat si Mo sebagai wakil ketua.

. "Giok Cu." "oh?" Hiat Mo tertawa. tangan Hiat Mo bergerak cepat mencengkeram jalan darah Wan Kut Hiat yang di lengan gadis itu.. "Adik manis Adik manis. Itu membuatnya cemas sekali. kemudian mendadak menyerangnya dengan ilmu Kiu Im Pek Kut Jiauw." "Locianpwe " Wajah Thio Han Liong langsung memucat." panggil Thio Han Liong dengan suara rendah"Adik manis " Entah berapa lama kemudian.." ujar Hiat Mo dingin." Thlo Han Liong diam saja.Giok Cu. "Ha ha ha" Hiat Mo tertawa gelak"Aku akan membawamu pergi" "Lepaskan Lepaskan" teriak Tan Giok Cu.. "Anak muda. "si Mo. kelak apabila engkau mampu mengalahkanku. aku pasti mengembalikan Tan Giok Cu kepadamu. setelah itu si Mo mendekati Thio Han Liong "Hmm" dengus si Mo dingin. Tan Giok Cu merasa tangannya berkesemutan dan tak bisa bergerak lagi.. . kalau engkau tak tahu diri sekarang." Tan Giok Cu berkeras." "Ha ha ha" Hiat Mo tertawa terbahak-bahaki kemudian mendadak pergi laksana kilat. "Pokoknya engkau harus ikut aku. "Pokoknya aku tidak mau ikut engkau. biar Hiat Mo yang membunuhmu kelak Ha ha ha." "Aku tidak mau ikut.mari kita pergi" ajak Kwee In Loan kemudian mereka berdua melesat pergi. "Engkau jangan coba-coba membunuhnya. engkau pasti kubunuh." tegas Hiat Mo "Kalau tidak. karena kelak dia masih akan berurusan denganku" "Kakak tampan Telong aku" teriak Tan Giok Cu "Kakak tampan. sementara si Mo dan Kwee In Loan saling berpandangan.. "Locianpwee" Thio Han Liong menghampirinya sambil memberi hormat"Aku harap Locianpwee mau melepaskannya" "Anak muda" Hiat Mo menatapnya tajam"Sudah kukatakan biar bagaimana pun aku akan membawanya pergi-" "Locianpwee " Thio Han Liong mengerutkan kening." seru Thio Han Liong. selangkah demi selangkah ia berjalan dengan kepala tertunduk. "Adik manis Adik manis.. Namun Hiat Mo dan Tan Giok Cu sudah lenyap dari pandangannya. la tidak menunggang kuda lagi. "Anak muda" ujar Hiat Mo sungguh-sungguh"Kini engkau masih bukan lawanku. "Biar bagaimana pun engkau harus ikut.. kemudian memandang si Mo seraya berkata. barulah Thio Han Liong meninggalkan tempat itu.." teriak Tan Giok Cu. "Aku tidak akan membunuhmu sekarang.. Akan tetapi. aku pasti membunuhmu. Begitu jalan darahnya tercengkeram. engkau harus ikut aku." "Tidak mau Tidak mau Tidak mau." "Kenapa aku harus ikut?" tanya Tan Giok Cu heran.

dan aku. engkau tidak usah cemas.." "Engkau..." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala"Han Liong" Ciu Lan Nio menatapnya dengan kening berkerut-kerut.. la sering duduk melamun sambil memikirkan Tan Giok Cu.... di mana kekasihmu? Kenapa tidak berada di sisimu?" tanya Ciu Lan Nio mendadak"Dia dia. yang pernah mengecup pipi Thio Han Liong. "Namaku Ciu Lan Nio.." ujar ciu Lan Hio"Aku yakin tidak akan terjadi suatu apa pun atas diri kekasihmu itu-" "Tapi Hiat Mo itu kelihatannya kejam sekali.Namun kini ia malah tidak tahu harus ke mana. "Dia tidak mencintaimu lagi?" "Dia tidak meninggalkanku bahkan juga tetap mencintai aku... Rambut awut-awutan dan pakaiannya pun kotor sekali.-ooo00000oooBab 21 Gadis Berpakaian Merah sejak Tan Giok Cu dibawa pergi oleh Hiat Mo. bagaimana mungkin Giok Cu akan selamat?" Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala"Aku berani menjamin." Thio Han Liong menghela nafas panjang.." "Engkau menjadi sedih. Apakah aku mampu mengalahkannya kelak? Kepandaiannya begitu tinggi.. orang tua berjubah merah itu membawamu pergi." "Kalau begitu. "seorang tua telah membawanya pergi." Thio Han Liong kelihatan sudah lupa kepadanya. apabila aku mampu mengalahkannya kelaki barulah dia akan melepaskan Giok Cu. maka tidak heran kalau pemuda itu menjadi tidak karuan. "ya"Thio Han Liong mengangguk"Hiat Mo bilang. "Giok Cu." Wajah Thio Han Liong murung sekali.. la betulbetul dalam kebingungan. Hanya saja.." "ooohi engkau.... semula tujuannya ke gunung soat san untuk mencari Teratai salju. "Kenapa engkau menjadi begini?" "Aku. "Engkau siapa?" "Lupa ya?" Ciu Lan Hio tersenyum sambil duduk di sisinya." Thio Han Liong menundukkan kepala..." "Hi hi hi" Mendadak terdengar suara tawa cekikikan dan tak lama kemudian muncullah seorang gadis berpakaian merahgadis itu ternyata Ciu Lan Nio. "Han Liong.." "Engkau berani menjamin? Maksudmu menjamin keselamatan dirinya?" . Thio Han Liong tidak mengurusi diri. yang pernah mencium pipimu. "Dia telah meninggalkanmu?" tanya Ciu Lan Nio dengan wajah berseri. "oh ya. ya?" "siapa orang tua itu?" "orang tua itu mengaku dirinya Hiat Mo-" "Hiat Mo?" Ciu Lan Nio tampak terkejut sekali. "Aaaah " Thio Han Liong menghela nafas panjang ketika duduk di bawah sebuah pohon. itu membual badannya menjadi agak kurus. Adik manis Engkau berada di mana? Aku rindu sekali kepadamu.

.." "Lan Nio" Thio Han Liong menatapnya." Ciu Lan Nio mengangguk sambil tersenyum." Ciu Lan Nio tersenyum. aku tetap merindukunnya. "Aku tidak akan mencintai gadis lain lagi.".Oleh karena itu.?" "Walau engkau berada di sisiku.. sebab itu akan membuatmu menderita. "Aku mau mencium itu dikarenakan. engkau sudah menjadi begini macam.. Aku.. "Engkau. Aku berani menyukai harus pula berani menanggung penderitaan... "Hiat Mo pasti tertarik pada Giok Cu." sahut Thio Han Liong dengan jujur. "Tidak apa-apa." "Itu..." "Hi hi hi" Ciu Lan Nio tertawa. aku. "Aku mau menjadi Hweeshio saja-" "Engkau bodoh sekali-" Ciu Lan Nio tertawa nyaring." "Tidak apa-apa." Ciu Lan Nio menundukkan kepalanya sambil melanjutkan. kemudian menghela nafas panjang seraya berkata." (Bersambung ke Bagian 11) Jilid 11 "oooh" Thio Han Liong menarik nafas lega. "Tapi bagaimana mungkin kelak." sahut Thio Han Liong sungguh-sungguh."ya. Aku salut dan kagum padamu. "Aku pasti menolak-" tegas Thio Han Liong. "Rindu? Kalau aku selalu berada di sisimu. "Itu sudah resikoku. "Tapi engkau begitu setia terhadap Giok Cu. engkau akan mati barangkali... "Kepandaian Hiatiat Mo sangat tinggi sekali." Ciu Lan Nio cemberut. apakah engkau masih akan rindu kepadanya.. maka tidak boleh menyukaimu. melainkan. "Aku rindu sekali kepada Giok Cu... otomatis makin membuatku makin menyukaimu." "Han Liong" Ciu Lan Nio menatapnya dengan kening berkerut-kerut."" Ciu Lan Nio melotot. "Engkau kok begitu cepat putus asa? Hanya dikarenakan urusan kecil." "Seandainya Giok Cu mati?" "Akupun tidak akan mencintai gadis lain. Tapi kalau engkau tekun berlatih terus." "Memangnya kenapa?" "Sebab aku tidak akan menyukaimu. maka ia ingin mengambilnya sebagai murid.. mungkin kelak akan mencintaimu pula. "Aku sung-guh-sungguh menyukaimu. "sebaiknya engkau jangan menyukaiku. "Tapi aku sudah punya kekasih. yang penting aku menyukaimu.... aku yakin Hiat MO tidak akan mencelakatnya.. "oh ya Engkau jangan lupa lho Aku pernah menciummu." Wajah Thio Han Liong langsung memerah. Apalagi urusan besar..." "Terima kasih" ucap Thio Han Liong." "Engkau." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala.. kelak pasti mampu mengalahkannya" "Itu tidak mungkin." ." Thio Han Liong menghela nafas paniang sambil menggeleng-gelengkan kepala. kemudian tersenyum.." "Aku bukan putus asa." "Kepandaian Hiat Mo memang tinggi sekali.

.." Ciu Lan Nio menatapnya lembut.. Bukan main merdunya suara gadis itu. terima kasih atas maksud baikmu-" "Eh? Engkau. pakaianmu kotor dan.-. Thio Han Liong terpesona menyaksikannya. badanmu pun agak kurus. "setiap hari aku akan bernyanyi dan menari untukmu. "Kalau engkau begitu terhadapku."jawab Thio Han Liong dengan jujur.." Ciu Lan Nio melotot. Mulai sekarang engkau harus mengurus diri. kemudian mulai bernyanyi sambil menari." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. "Han Liong" ciu Lan Nio menatapnya..sungguh" "Tapi" Thio Han Liong memandang jauh ke depan. namun. biar aku yang menemanimu." Thio Han Liong tersenyum getir." Ciu Lan Nio tersenyum... "Han Liong" Ciu Lan Nio tersenyum manis. "Han Liong. namun setelah itu ia tersenyum lagi seraya berkata." ujar Ciu Lan Nio sungguhsungguh"Yang penting engkau gembira-" "Aaah" Thio Han Liong menghela nafas panjang. bagaimana suara dan tarianku?" "suaramu merdu sekali. "Aku pandai bernyanyi dan menari." "Terima kasih" ucap Thio Han Liong sekaligus menolak secara halus" Itu tidak perlu. barulah Ciu Lan Nio berhenti bernyanyi dan menari. " Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala"Han Liong" Ciu Lan Nio memberitahukan. terima kasih atas maksud baikmu. " Hatiku merasa tidak enak-" "Tidak apa-apa. sedangkan Ciu Lan Nio sering meliriknya dengan wajah ceria.. aku senang sekali kalau engkau tersenyumAyolah cepat tersenyum" "Aku." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala." "oh?" Ciu Lan Nio tersenyum gembira. bagaimana kalau aku bernyanyi dan menari untukmu?" Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala lagi. namun Ciu Lan Nio sudah bangkit berdiri gadis itu memandang Thio Han Liong sambil tersenyum-senyum.. "Tarianmu amat indah dan lemah gemulai." Ketika gadis itu baru mau mengatakan sesuatu. Berselang beberapa saat kemudian. "Han Liong. Aku ingin menggembirakan hatimu" "Lan Nio. "Engkau baik sekali terhadapku tapi aku tidak bisa membalas." "Itu tidakjadi masalah. tariannya pun sungguh indah gemulai. maka mulai sekarang. "Han Liong. lalu duduk di hadapan Thio Han Liong seraya bertanya.. "Karena Giok Cu tidak berada di sisimu. akhirnya engkau pula yang akan menderita." "Aku menderita tidak apa-apa... mendadak terdengar suara siulan yang amat halus. "Rambutmu awut-awutan."Engkau. jangan dibiarkan begini" "Aku.. Maka air mukanya langsung berubah- . "Engkau menyukai suara dan tarianku?" "Ng" Thio Han Liong mengangguk"Kalau begitu.

Dia tidak mengurusi diri." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. "Han Liong.. "Kok engkau begitu memperhatikan Thio Han Liong? Apakah engkau. kan?" "Kok tahu?" Hiat Mo heran. "Kenapa kakek harus menyiksanya? Bukankah dia akan menjadi kawanmu?" "Belum tentu... "Terima kasih atas kebaikanmu dan terima-kasih untuk nyanyian dan tarianmu itu" "Han Liong.. maka ingin mengambilnya sebagai murid. bagaimana ." "oh?" Hiat Mo tertawa gelak. "Mau apa Kakek tangkap gadis itu?" "Kakek tertarik kepadanya.. lalu melesat pergi seraya berseru. "Aku harus segera pergi... Berselang sesaat barulah ia meninggalkan tempat itu. "Hari itu aku menciumnya di hadapan Tan Giok Cu.." "Kakek" Ciu Lan Nio menatapnya." Ciu Lan Nio manggut-manggut. la adalah Hiat mo"Kakek-. "Engkau dari mana? setengah mati kakek mencarimu.kenal kekasihnya?" "Kekasihnya adalah Thio Han Liong." Ciu Lan Nio tersenyum. Rambutnya awut-awutan dan pakaiannya kotor sekali."Lan Nio.. "Lan Nio" Hiat Mo menggeleng-gelengkan kepala.. kita akan bertemu lagi kelak" "Selamat jalan" ucap Thio Han Liong dan menambahkan. maka aku terpaksa menghiburnya." panggil gadis berpakaian merah itu. ya." sahut Ciu Lan Nio." "Apa?" Hlat Mo tertegun." "oh?" Hiat Mo terbelalak. "sampai jumpa." "Eh?" Hiat Mo menatapnya dengan mata tak berkedip." Ciu Lan Nio memberitahukan.. "Aku memang tahu. "Ha ha ha Engkau memang nakal sekali oh ya.. bukan?" "Kakek tidak akan menyiksa gadis itu?" "Tentu tidak-" Hiat Mo tersenyum. Dilihatnya seorang tua berjubah merah dengan wajah dan jenggot merah pula berdiri di situ." Mendadak gadis itu menciumnya. Dia memberitahukan kepadaku bahwa Hiat Mo telah menangkap kekasihnya." sahut Hiat Mo"Tentunya engkau tidak berkeberatan. "Kok engkau tahu?" "Tadi aku bertemu dengannya. "Dia sedih dan cemas. "Engkau pun." "Aku memang menyukainya. "Sebab dia kenal aku." sahut Ciu Lan Nio dengan wajah murung. "Kalau tidak salahi kakek menangkap seorang gadis bernama Tan Giok Cu. "Engkau kenal gadis itu?" "Ya. "Bahkan aku pun kenal kekasihnya. "Sejak Kakek menangkap Tan Giok Cu." "oh?" Hiat Mo menatapnya tajam. Thio Han Liong berubah tidak karuan." Ciu Lan Nio menggelengkan kepala." Ciu Lan Nio mengangguk. kenapa engkau?" Thio Han Liong menatapnya heran. Ciu Lan Nio melesat ke arah suara siulan itu.

" Ciu Lan Nio membanting-banting kaki. seorang tua terhadap anak pun tidak boleh egois." "Kakek" tanya Ciu Lan Nio mendadak"Bagaimana ke dua orang tuaku meninggal?" "Mereka.. "sebab Kakek pasti akan kembali ke Kwan Gwa. bagaimana mungkin pemuda itu akan mencintaimu? " "Mencintai seseorang harus dengan setulus hati. "ya." Mendadak Hiat Mo menghela nafas panjang." sahut Ciu Lan Nio. kan?" . "Apabila gadis itu sudah mati. maka aku akan berpisah dengan dia. "Tadi aku pun mencuri menciumnya. "Aaaahi-. Kalau engkau tidak melenyapkan gadis itu.. "Engkau benar. engkau sudah jatuh cinta pada Thio Han Liong. bagaimana kalau kakek bunuh gadis itu?" "Jangan" Ciu Lan Nio menggelengkan kepala. "Kalau Kakek membunuh Tan Giok Cu. oleh karena itu. " Kakek justru tidak habis pikir. Namun dia telah mencintai Tan Giok Cu." "Kakek." tanya Ciu Lan Nio.reaksi Tan Giok Cu ketika engkau mencium kekasihnya itu?" "Dia marah-marah sedangkan aku terus tertawa... "Bolehkah aku pergi menemui Han Liong lagi? Aku. aku pasti membenci kakek selama-lamanya" "oh?" Hiat Mo mengerutkan kening. "Kakek berjanji itu" "Kakek." "Kalau begitu." Hiat Mo menatapnya seraya berkata. setelah itu barulah aku ke mari." sahut Ciu Lan Nio dan. aku tidak boleh egois.. sedangkan Thio Han Liong dan Tan Giok Cu saling mencinta. Kakek setuju apabila engkau mencintainya. "Thio Han Liong memang tampan dan kepandaiannya pun sudah cukup tinggi.menambahkan. Aku mencintainya harus pula melihatnya hidup bahagia. Thio Han Liong pasti akan membenciku. sudah barang tentu Thio Han Liong akan mencintaimu" "Pokoknya Kakek tidak boleh membunuh gadis itu" tegas Ciu Lan Nio. aku ingin mengucapkan selamat berpisah dengan dia-" "Kenapa engkau ingin mengucapkan selamat berpisah dengan dia?" Hiat Mo heran.." Hiat Mo menggeleng-gelengkan kepala"Mereka berdua menderita semacam penyakit yang tiada obatnya." "Kalau begitu.. " Kalau Kakek berani membunuhnya." "Dia tahu engkau adalah cucuku?" "Tidak tahu. "Kakek yakin engkau pasti sudah jatuh cinta kepada pemuda itu." ujar Ciu Lan Nio. akhirnya mereka mati-" "Benarkah begitu?" "Memang benar begitu" "Kakek" Ciu Lan Nio menatapnya dengan mata tak berkedip"Pokoknya Kakek tidak boleh membunuh Tan Giok Cu dan mengganggu Thio Han Liong" "Jangan khawatir" Hiat Mo tersenyum. biar kakek bunuh gadis itu" ujar Hiat Mo dan melanjutkan.

" "ya... aku telah bersalah kepadamu." "Eh?" Thio Han Liong langsung berhenti dan terperangah ketika melihat gadis itu.." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala."Hgmm" Hiat Mo manggut-manggut. "Apakah Kakek akan menggunakan ilmu hitam untuk mempengaruhi Giok Cu?" "ya." Hiat Mo mengangguk"Tapi jangan lama-lama. ciu Lan Nio sudah tiba di tempat tadi di mana ia bertemu Thio Han Liong. . namun pemuda itu sudah tidak ada di situ. karena kakek akan mewariskan kepandaian kakek kepadanya. aku pergi sebentar ya?" "Baik.. "Han Liong Han Liong. setelah dia menguasai ilmu kepandaian Kakek.. "Han Liong. "Kakek... Ciu Lan Nio menengok ke sana ke mari.. "Giok Cu tidak akan mengenalnya.." Hiat Mo mengangguk"Kakek -" Air muka Ciu Lan Nio berubah"Kenapa Kakek akan berbuat begitu?" "Apabila Han Liong mampu mengalahkan kakek. "Tidak senangkah aku ke mari?" "Lan Nio. kemudian ibumu membunuh diri setelah melahirkanmu." Ciu Lan Nio mengangguk. kakek menunggumu di dalam gua itu. Aku yang membunuh ayahmu. segeralah ia melesat ke sana. "Kenapa engkau menggeleng-gelengkan kepala?" Ciu Lan Nio cemberut. Tak seberapa lama. Aku. dia pasti akan bertemu Hai-Liong" ujar Ciu Lan Nio. "Mereka memang akan bertemu. aku sungguh berdosa" Usai bergumam..." Hiat Mo tertawa.." "Ya." "Lan Nio." "Giok Cu tidak akan mengenal Han Liong?" Ciu Lan Nio mengerutkan kening.. "Aku ke mari untuk menemanimu sebentar. "Engkau. "sedangkan engkau punya kesempatan untuk mendekati pemuda itu. namun. barulah kakek akan melepaskannya pulang ke Tionggoan. Ha ha ha-" "Kakek "" Wajah Ciu Lan Nio kemerah-merahan. aku. sedangkan Giok Cu akan memakai cadar. " Cucuku..Terima kasih" ucap Ciu Lan Nio lalu melesat pergi"Aaaah " Hiat Mo menghela nafas panjang." Thio Han Liong menghela nafas panjang. barulah kakek melepaskan Giok Cu" sahut Hiat Mo dan menambahkan. sekaligus melesat ke hadapannya.. dialah Thio Han Liong. Kakek. kemudian manggutmanggut ketika melihat rerumputan di sebelah kiri agak miring.. "Kakek harus membawa Giok Cu ke Kwan Gwa. Hiat Mo lalu melesat pergi menuju ke sebuah gua yang disebutnya tadi-Kalau tadi Ciu Lan Nio tidak menegaskan kepadanya jangan membunuh Tan Giok Cu. Hiat Mo pasti akan membunuh gadis itu demi cucunya.." seru Ciu Lan Nio memanggilnya.. sepertinya pernah diinjak orang. dilihatnya seorang pemuda sedang berjalan dengan kepala tertunduk." "Kalau begitu.

maka aku gembira sekali. aku. kemudian melirik Thio Han Liong seraya bertanya. "Haaa.." "Han Liong ."Jangan terlampau baik terhadapku. mari kita duduk sebentar" Thio Han Liong menatapnya." sahut Thio Han Liong sungguh-sungguh. aku tidak gampang jatuh cinta. bagaimana engkau?" "Aku pun tidak bisa hidup lagi." ujar gadis itu karena tiada pembicaraan.." pemuda itu tergagap. itu tidak jadi masalah bagiku." sahut Ciu Lan Nio sambil tersenyum. "Tan Giok Cu mati. "Aku sudah punya kekasih. "Pemandangan di sini indah sekali." Mendadak Ciu Lan Nio tersenyum getir.. "Ada apa?" Thio Han Liong heran karena gadis itu menatapnya dengan mata terbelalak"Engkau engkau sudah tersenyum. maka tidak bisa menerima cintamu. lama sekali barulah mengangguk. "Terus terang. sosok itu ternyata seorang pemuda berwajah pucat. "Aaah " Ciu Lan Nio menghela nafas panjang. "Engkau tidak salah? Di tempat ini hanya terdapat rerumputan kering dan tanah gersang. itu adalah urusanku.. sebab engkau akan menderita kelak" "Aku sudah bilang dari tadi. "Baiklah. tapi kenapa engkau bilang indah sekali?" "Karena. murid kesayangan si Mo"Eh?" Ciu Lan Nio langsung melotot. sungguh bahagia dia" "Lan Nio. namun.." sahut Ciu Lan Nio sambil tertawa gembira"Lan Nio.Engkau sudah tersenyum. aku yakin engkau akan bertemu pemuda yang baik pula kelak. "engkau begitu setia kepada Tan Giok Cu. "Tiada pembicaraan. kelak aku menderita atau bagaimana. pemuda ini kekasihmu?" . namun Ciu Lan Nio justru mengatakan indah sekali tempat itu.." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala.." "Engkau adalah gadis yang baik. tiba-tiba sosok bayangan berkelebat ke arah mereka." Ciu Lan Nio menundukkan kepala. "Han Liong.." "Pemandangan di sini indah sekali?" Thio Han Liong melongo karena di tempat itu hanya terdapat rerumputan dan tanah gersang. "Han Liong. "Nona ciu.. yang tidak lain Kwan Pek Him. engkau " Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala dan timbul rasa kasihan pula kepadanya"Aku " "Jangan berkata apa pun" Ciu Lan Nio tersenyum"yang penting engkau gembira. Tapi begitu bertemu denganmu ..." "Aku tahu bagaimana perasaanmu. Aku aku harap engkau maklum dan mau mengerti" "seandainya " tanya Ciu Lan Nio sambil menatapnya. "Mau apa engkau ke mari?" "Nona Ciu." Ketika Thio Han Liong ingin mengatakan sesuatu. maka aku bilang begitu" "oooh" Thio Han Liong tersenyum." Thio Han Liong duduk di bawah sebuah pohon dan Ciu Lan Nio segera duduk di sisinya..H?" Ciu Lan Nio terbelalak.

kenapa engkau mengusirnya?" "Eh?" Ciu Lan Nio terbelalak. Engkau?" "Kwan Pek Him.. "Lagipula.. aku sebal kepadanya Kalau dia tetap berada di sini. Betapa sakit hatinya ketika mendengar ucapan Ciu Lan Nio itu." "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut. Kenapa aku tidak boleh berada di sini?" Kwan Pek Him tampak kecewa sekali." sahut Thio Han Liong dan menambahkan. "Kenapa engkau membela pemuda muka pucat itu sih? Dia kan bukan temanmu. "Aku aku -" "Lan Nio" Thio Han Liong mengerutkan kening. bolehkah aku tahu siapa engkau?" "Namaku Thio Han Liong." "Han Liong" Ciu Lan Nio melotot." "Diam" bentak Ciu Lan Nio. aku bertemu dia di sana." ujar Thio Han Liong sungguhsungguh"saudara Kwan ke mari tanpa berniat jahat." sahut pemuda itu sambil bergumam. "Dia pernah datang di markas Hek Liong Pang. engkau tidak perlu tahu dan tidak usah turut campur" "Nona Ciu. guruku pernah menyebut namamu.. rasanya aku mau muntah" "Nona Ciu.. kenapa engkau membelanya?" "Kalau sudah kenal berarti teman..... "Sepertinya aku pernah mendengar namamu.. "Aku ingat sekarang... "Aku.. "Lho?"sela Ciu Lan Nio mendadak"Kalian kok jadi mengobrol? Kwan Pek Him Cepatlah engkau enyah dari sini" "Nona Ciu. "saudara" ujar Thio Han Liong sambil tersenyum. " guruku adalah si Mo-" Kwan Pek Him memberitahukan..." Wajah Kwan Pek Him yang pucat itu bertambah pucat." Kwan Pek Him menghela nafas panjang." "Siapa gurumu?" tanya Thio Han Liong. "Aku bukan kekasihnya. "saudara. kita adalah teman... maka tidak baik engkau bersikap begitu terhadapnya. dia kelihatan sangat baik terhadapmu. "Engkau menghinaku? Apakah aku bersalah padamu .. kami hanya teman biasa. engkau tidak perlu turut campur" "Aku bermaksud baik."Dia kekasih ku atau bukan adalah urusanku." "oooh" Kwan Pek Him menarik nafas lega." Kwan Pek Him mengangguk dan bertanya. "oooh" Kwan Pek Him manggut-manggut. Kini kita semua adatah teman." Kwan Pek Him menghela nafas panjang. engkau adalah muridnya?" "ya. "Ini adalah urusanku." "ohi ya?" Thio Han Liong tercengang.. "Memangnya ada apa?" "Ti.. sudah lama engkau kenal Lan Nio?" "Belum begitu lama-" sahut Kwan Pek Him dengan jujur. "Kalian sudah saling kenal. "Tempat ini bertambah gersang karena kehadiranmu di sini" "Nona Ciu. engkau harus. "Cepat pergi" bentak Ciu Lan Nio. engkau. tidak-" Thio Han Liong menggelengkan kepala"oh ya.. "Apa?" Thio Han Liong tersentak"gurumu adalah si Mo? Engkau.

. aku tidak akan menyukaimu. kemudian menatap gadis itu dengan iba." Ucapan ini membuat Kwan Pek Him terharu bukan main. "Kenapa engkau terus membelanya?" "Karena dia pemuda baik. cepatlah engkau pergi" "Lan Nio" Thio Han Liong tampak tidak senang. "Maka aku membelanya. Namun kini Thio Han Liong justru membelanya. " "oh?" Ciu Lan Nio menundukkan kepala. kenapa engkau tidak mau menjadi temannya?" "Aku." sahut Thio Han Liong dan menambahkan dengan suara rendah"Lagipula dia sangat tertarik kepadamu. "Kenapa engkau terus-menerus menghinanya? Kenapa sifatmu.." Ciu Lan Nio menundukkan kepala.. "Minta maaf kepada si Muka Pucat itu? Huh Tak usah ya" Ciu Lan Nio mencibir. begitu macam? Bagaimana ke dua orang tuamu mendidikmu?" "Aku tidakpunya orang tua." "Lan Nio... maka sifatmu jadi begitu. "Pokoknya aku tidak mau berteman dengan si Muka Pucat itu Tidak mau" "Lan Nio" Thio Han Liong mengerutkan kening. dan setelah aku dilahirkan. "Dia pemuda baik yang sabar." "Heran?" gumam Ciu Lan Nio sambil mengerutkan kening." ujar Thio Han Liong sungguh-sungguh. ibuku pun meninggal. aku kebetulan lewat di sini." sahut Thio Han Liong." Ciu Lan Nio menggeleng-gelengkan kepala. "Aaaah " Thio Han Liong menghela nafas panjang. "Aku. . "Jangan banyak alasan.. "Engkau tidak boleh begitu. sebelum aku lahir ayahku sudah meninggal. "Memangnya dia itu apa? Aku harus minta maaf kepadanya?" "Lan Nio" Thio Han Liong tampak gusar. Setahunya gurunya pernah melukainya." "Engkau tidak usah minta maaf kepadaku. karena engkau tidak punya orang tua. kenapa sekarang engkau ke mari menemuiku lagi?" sahut Ciu Lan Nio dingin. "Lalu kini engkau bersama siapa?" "Kakekku. jadi . aku minta maaf kepadamu. padahal. maka aku. "Lan Hio. sudah dua kali engkau membentakku.." "Sudahlah" potong Ciu Lan Nio..... aku harap engkau mau merubah sifat burukmu itu" "Han Liong.sehingga engkau merasa sakit hati begitu?" "Tempo hari aku sudah bilang. seharusnya engkau minta maaf kepada saudara Kwan. Karena melihatmu.." "Diam" bentak Ciu Lan Nio.. "Aku yakin dia pemuda baik.. bahkan ingin membunuhnya pula." "oooh" Diam-diam Thio Han Liong menghela nafas... maka ia memandangnya dengan penuh rasa haru dan terima kasih"Dia pemuda baik?" tanya Ciu Lari Nio dengan suara hidung. "Kalau begitu aku.

Tapi." tanya Kwan Pek Him. Thio Han Liong sudah tidak kelihatan. la sama sekali tidak mengerti. "Gara-gara engkau di sini.. aku rela berkorban demi dirimu. "Bagaimana Thio Han Liong bisa kenal gadis itu?" "Hmmm" dengus si Mo dengan mata berapi-api." "Apa?" si Mo tersentak"Thio Han Liong?" "ya." Kwan Pek Him berdiri termangu-mangu di tempat. sudah kubunuh dia" "Guru... Cu telah dibawa pergi oleh Hiat Locianpwee-" "oh?" Kwan Pek Him terbelalak"guru.. "Kenapa guru ingin membunuh Thio Han Liong?" . maka dia pergi" "Nona Ciu..Di saat itulah mendadak Thio Han Liong melesat pergi laksana kilat. siapa Hiat Locianpwee itu?" "Entahlah-" si Mo menggelengkan kepala"Yang jelas Ciu Lan Nio punya hubungan erat dengan Hiat Locianpwee itu. "Hah? Han Liong" teriak Ciu Lan Nio. kenapa Ciu Lan Nio begitu membencinya? Di saat pemuda itu sedang melamun." "Hmm" dengus si Mo dingin"Thio Han Liong bersama Ciu Lan Nio. kenapa tidak dari tadi engkau meninggalkanku? Akhirnya Han Liong yang pergi. maka aku ke mari menjumpainya. "Pek Him" seorang tua berwajah seram berdiri dihadapannya. ternyata si Mo"guru" Kwan Pek Him tersentak"Kenapa engkau berdiri melamun di sini?" Si Mo menatapnya tajam seraya bertanya." "Heran?" gumam Kwan Pek Him sambil menggelenggelengkan kepala..." sahut Kwan Pek Him. "Dia sudah pergi.. "Aku sangat tertarik kepadamu dan aku..." Ciu Lan Nio menuding nya. "Percuma engkau berteriak memanggilnya. "Engkau mengalami sesuatu di sini?" "guru.. Liong." "Kenapa? Apakah dia bersama orang lain?" "siapa orang itu?" "Thio Han Liong." Tiba-tiba Ciu Lan Nio melesat pergi mengikuti arah yang dituju Thio Han..." Wajah Kwan Pek Him yang pucat itu tampak murung sekali. padahal pemuda itu sudah punya kekasih bernama Tan Giok Cu.. aku." "Engkau. sekonyong-konyong berkelebat sosok bayangan arahnya. "Kalau bukan dikarenakan Hiat Locianpwee itu. sungguh" "Kalau engkau rela berkorban demi diriku. hanya saja Tan Giok." Kwan Pek Him menundukkan kepala. "Nona Ciu.. " Cepat katakan apa yang telah terjadi di sini" desak si Mo sambil mengerutkan kening. "Tadi aku melihat Ciu Lan Nio berada di sini. Begitu Ciu Lan Nio mendongakkan kepala. "Nona Ciu Nona Ciu" seru Kwan Pek Him memanggilnya..

"Ha ha ha" si Mo tertawa gelak"Pek Him. hari ini kita berkumpul di sini demi membahas beberapa hal. kelihatannya golongan hitam mulai menguasai rimba persilatan."Sebelum bertemu denganmu. "Karena kelihatannya gadis itu mencintai Thio Han Liong." ujar ketua Kun Lun Pay. sebab kalau tidaki rimba persilatan pasti akan dilanda banjir darah-" . engkau harus menurut. Yang diundang adalah ketua Bu Tong. dan itu membuatnya menghela nafas panjang. oleh karena itu. "Para ketua yang kuhormati." "Ya" guru. Para ketua itu berkumpul di ruang Tay Hiong Po Thian (Ruang Para orang Gagah)-Beberapa Hweeshio menyuguhkan teh wangi dan arak wangi. tapi dia menolak sehingga membuat guru gusar sekali. GoBi. maka engkau harus membunuh pemuda itu agar tidak ada saingan. Aku adalah gurumu. yaitu mengenai situasi rimba persilatan dan lain sebagainya." "Kong Bun Hong Tio. dan Kwan pek Him segera mengikutinya dari belakang dengan pcjiuh keheranan. "Karena itu. setelah itu Kong Bun Hong Tio berkata. namun pikirannya justru menerawang tidak karuan. -ooo00000oooBab 22 Pertemuan Para Ketua Di Kuil siauw Lim sie Hari itu tanggal lima belas. "Jangan banyak bertanya" sahut si Mo melotot "Pokoknya engkau ikut saja. "Kini situasi rimba persilatan sangat buruk. Kun Lun." "oooh" Kwan Pek Him manggut-manggut. Walau ia melakukan perjalanan bersama gurunya." Kwan Pek Him menganggukSi Mo langsung melesat pergi." Kwan Pek Him mengangguk. namun ia sama sekali tidak berniat membunuh Thio Han Liong. kita harus cepat bertindak. Khong Tong Pay dan ketua Kay Pang." si Mo memberitahukan. engkau harus membunuh Thio Han Liong." "Ya" guru." ujar si Mo sungguh-sungguh"Kenapa?" Kwan Pek Him heran dan terkejut"Kalau Thio Han Liong masih hidup. karena tidak tahu gurunya akan mengajaknya ke mana. Kuil siauw Lim sie tampak ramai sekali. engkau jangan harap bisa mendekati Ciu Lan Nio." Kwan Pek Him mengangguk. guru ingin membunuhnya?" "Ya. "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio"Silakan minum" Para ketua sebera meneguk minuman masing-masing. "Engkau mencintai Ciu Lan Nio?" "ya. mari ikut guru" "Ke mana?" Kwan Pek Him heran. guru sudah bertemu dia-" si Mo memberitahukan. Ternyata ia ingin meminjam tangan muridnya untuk membunuh Thio Han Liong. "guru ingin mengambilnya sebagai murid."Kalau begitu. Ternyata Kong Bun Hong Tio (Ketua siauw Lim Pay) menyelenggarakan suatu pertemuan. lantaran wajah Ciu Lan Nio terus muncul di pelupuk matanya. Hwa san." si Mo mengangguk kemudian menatapnya seraya bertanya.

" Hal Hilang. Kelihatannya Hek Liong Pang berambisi menguasai rimba persilatan. "Omitohud" Wajah Kong Bun Hong Tio kemerah-merahan. tapi kami tidak paham akan kata itu." sahut ketua Bu Tong Pay dengan wajah murung. "Terlebih dahulu kita bahas masalah pembunuh itu. "Para anggota Hek Liong Pang sering melakukan kejahatan." Ketua Hwa San Pay manggut-manggut. "Namun."Betul. Si Mo adalah wakil ketua." Ketua Bu Tong Pay manggut-manggut. "Omitohud" ucap KongBun Hong Tio. "Namun kini yang amat memusingkan kita adalah Si Pembunuh Misterius itu. tapi tidak berhasil sama sekali..." "Benar. Kami telah menyelidiki jejak pembunuh itu." "Hiat?" Ketua Kun Lan Pay mengerutkan kening. "Tapi tidak tahu pembunuh itu bersembunyi di mana. kita harus waspada terhadap Hek Liong Pang. Kita semua sama sekali tidak tahu siapa dia. "Mungkin itu adalah julukan atau nama pukulan pembunuh itu. sedangkan kekuatan" Hek Liong Pang boleh dikatakan telah menyamai Siauw Lim Pay maupun Bu Tong Pay.sedangkan ketua Hek Liong Pang adalah seorang wanita." sahut ketua Bu Tang Pay. "Itu memang semacam ilmu pukulan. "Kenapa pembunuh itu membantai para murid kita? Apakah pembunuh itu punya dendam kesumat terhadap kita?" "Sulit diterka.. "Silakan duduk" "Terima kasih" ucap Pak Hong sambil duduki begitu pula . "Kami merahasiakan hal itu agar tidak menggemparkan rimba persilatan." "Setiap dada korban pasti terdapat sebuah tanda merah." sahut ketua Khong Tong Pay. kemudian ketua Gobi Pay bertanya. apakah itu adalah semacam ilmu pukulan?" tanya ketua Khong Tang Pay." ujar ketua Gobi Pay sambil menggelenggelengkan kepala." "Haah?" Para ketua partai lain terkejut. "Sebelum In Sutee menghembuskan nafas penghabisan. Hek Liong Pang itu harus dibasmi. dia masih sempat menyebuat 'Hiat'. sebab In tayhiap dari Bu Tong Pay sudah mati di tangan pembunuh itu. oleh karena itu. namun aku tidak tahu ilmu pukulan apa itu. "Omitohud" sahut Kong Bun Hong Tio. "Kini telah muncul Hek Liong Pang dalam rimba persilatan." "Setuju" Ketua Kun Lun Pay manggut-manggut. tapi kita pun tidak tahu siapa dia.. dan bagaimana kita membasminya?" "Lagi pula." Ketua Bu Tang Pay menggeleng-gelengkan kepala.. "Kapan In tayhiap mati?" "Beberapa bulan lalu. Itu sungguh membahayakan Menurutku." "Kami pun menduga begitu. lalu memberitahukan. lalu kita harus bagaimana?" Justru kita harus bersatu untuk membasmi pembunuh itu." "Heran?" gumam ketua Hwa San Pay..

Ha ha ha. sebab kami menghancurkan semua obat peledak itu. "Kong Bun Hong Tio tidak usah mengucapkan terima kasih kepada kami." si Mo berkeretak gigi"Ha ha ha" Pak Hong tertawa terbahak-bahak"Para anggota Hek Liong Pang yang bersembunyi di bawah itu. "Arak wangi khusus untuk disuguhkan kepada para tamu. terima kasih.. Kasihan para Buddha akan ikut terbakar di dalam kuil ini." "Bagus" sahut si Mo dingin"Aku akan membuat perhitungan dengan kalian kelak" "Tidak usah kelak.. "Kalian mau minum teh atau arak wangi" "Ada arak wangi ya?" Lam Khie terbelalak." ujar pak Hong. aku harap kalian jangan mencaci kami dalam hati" "Kami sangat berterima kasih kepada kalian." "Maaf" Tong Koay tertawa strata berkata. Pak Hong dan Tong Koay meneguk minuman keras itu. Kalau tidak. semuanya telah kami lumpuhkan. Kemudian sambil tertawa Lam Khie.. sementara si Mo diam saja. "Secara tidak langsung kalian telah menyelamatkan kami dan kuil Siauw Lim Sie ini. "Kalau begitu.. "Maaf" tanya Kong Bun Hong Tio. tolong suguhkan arak wangi saja" Salah seorang Hweeshio segera menyuguhkan minuman keras itu.yang lain. sedangkan pak Hong terus tertawa terbahak-bahak"Kali ini si Mo betul-betul mendapat pukulan dahsyatsungguh menggembirakan Ha ha ha». "Apakah para Hweeshio boleh minum arak?" "Tentu tidak boleh.." sahut Kong Ti Seng Ceng sambil tersenyum." "Ha ha" Tong Koay tertawa. bahkan kita pun telah menggagalkan rencana jahatnya itu." ujar Lam Khie" Itu pasti membuatnya marah bukan main. Tunggu saja" sahut si Mo lalu berbisik kepada muridnya.. namun sepasang matanya menatap mereka dengan mata berapi-api." ucap ketua Hwa San Pay. "Ke-datangan kami telah mengganggu pertemuan kalian. kuil Siauw Lim Sie kami pasti akan berubah menjadi lautan api. tempat ibadah ini jangan sampai terbakar musnah. "Ha ha ha" Lam Khie tertawa gelak "si Mo Kenapa engkau menatap kami dengan mata membara seperti obat peledak?" "Kalian." ." "Omitohud" ucap Kong Bun HongTio"Kami sangat berterima kasih atas bantuan kalian." "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio-"Terima-kasih.sebab tanganku sudah gatal begitu melihatmu-" "Kita sudah ada janji.. Bahkan kami pun telah memusnahkan semua obat peledak itu." "Oooh" Lam Khie manggut-manggut.." "ya" "Dia tidak menyangka kita akan muncul di sini. "sekarang pun boleh. kelak akan bertanding dipuncak gunung Hong san. "Mari kita pergi" si Mo dan muridnya segera melesat pergi.

"sekarang giliaran aku yang minta maaf kepada ketua Hwa San Pay. "Aku memang angin-anginan. lalu segeralah melapor kepadaku. "Bagaimana mungkin kami bergabung dengan partai yang lurus dan bersih? sebab kami kaum siluman yang tak tahu aturan. "Tapi selama ini kalian tidak pernah melakukan kejahatan dalam rimba persilatan. namun tidak jelas mengenai identitasnya. Karena kepandaian kalian sangat tinggi.. maka kami pun tidak usah terkurung oleh lautan api. tentunya kami tidak bisa bergabung." ujar Tong Koay dan menambahkan. "Setelah kalian musnahkan obat peledak itu." sahut ketua Hwa savn Pay sambil tertawa." "oooh" Kong Bun Hong Tio manggut-manggut. itu tidak benar lho." "Ha ha ha" Tong Koay tertawa lagi. ujar ketua Hwa San Pay dan menambahkan. Aku. aku harus mengakui itu." Kong Bun Hong Tio menggelenggelengkan kepala. kemudian berkata. tentunya tidak perlu kami yang menyelamatkan kalian. "Kami sedang memba beberapa masalah. Aku sungguh kagum dan salut kepadamu" "Kka bertanding secara jujur. aku cepat-cepat ke mari bersama muridku. mendadak muncul si Mo-" "Kong Bun Hong Tio tahu siapa ketua Hek Liong pang itu?" tanya Lam Khie mendadak. yaitu mengenai Hek Liong pang dan si Pem-bunuh Misterius itu. yang kepandaiannya masih di atas si Mo. " Aku tidak pernah mendengar nama itu. "Kami cuma tahu dia seorang wanita.. Namun di tengah jalan aku bertemu Lam Khie dan Pak Hong. Secara tidak langsung kalian telah menyelamatkan kami" "Ha ha ha" Tong Koay tertawa gelak."Menyelamatkan kuil ini memang benar. Sebab aku pernah mengalahkanmu.." jawab Kong Bun Hong Tio"Belum lama ini aku memperoleh informasi tentang ketua Hek Liong Pang. "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio"Bagaimana kalian tahu si Mo akan ke mari denga membawa para anak buahnya dan obat peledak?" "Beberapa anak buahku melihat mereka menuju ke mari." Tong Koay memberitahukan. "Ternyata ketua Hek Liong pang itu bernama Kwee In Loan." "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio"Apakah kalian bersedia bergabung dengan kami?" "Ha ha ha" Tong Koay tertawa. "Tapi menyelamatkan kalian. namun engkau sama sekali tidak membenciku. Maka.. Kepandaianku lebih rendah darimu.." "Tapi kami pasti terkurung dalam lautan api." "Kami pun tidak tahu dia berasal dari perguruan mana." sahut Tong Koay sambil tertawa. maka kalian merupakan siluman yang . "Kelihatan-nya dia memang ingin menguasai rimba persilatan. harap ketua Hwa San sudi memaafkan" "sama-sama."." "Omitohud" Kong Bun Hong Tio tersenyum." "Kwee In Loan.

barulah boleh dipilih sebagai Bu Lim Beng Cu.Memang sudah lama aku menyelidiki itu. Mereka berdua pun melesat pergi tanpa berpamit lagi. "guruku pernah bilang. kini aku mau mohon pamit-" Tong Koay menarik muridnya. Maka bagaimana mungkin kita sembarangan memilih seorang Bu Lim Beng Cu? ya. Julukan tokoh itu adalah Hiat Mo (iblis Berdarah). maka aku tidak yakin pembunuh misterius itu adalah Hiat Mo-" " Ketua Bu Tong Pay. perlukah dilanjutkan lagi?" "Omitohud" sahut Kong Bun Hong Tio"Kita masih belum memilih seorang Bu Lim Beng Cu" "Menurut aku. "Apakah engkau tahu siapa pembunuh misterius itu?" "Pembunuh misterius?" tanya Tong Koay. dia sempat menyebut kata '"Hiat'. "Kepandaian mereka sungguh tinggi" "Kong Bun Hong Tio." gumam Tong Koay sambil mengerutkan kening."Aku tidak tahu. "Ha ha ha" Tong Koay tertawa gelak"Aku sudah mencicipi arak wangi dari kuil siauw Lim sie. lalu melesat pergi sambil tertawa gelak. sebab kami lebih senang hidup bebas-" "Omitohud" Keng Bun Hong Tio menghela nafas panjang. "Bolehkah engkau memberitahukan kepada kami?" "Aku pun tidak begitu jelas" sahut Pak Hong dan melanjutkan. seperti halnya dengan Thio Bu Ki. "Omitohud" Kong Bun Hong Tio menggeleng-gelengkan kepala. ." Ketua Bu Tong Pay mengangguk "Maaf. seorang pendekar yang telah berjasa bagi rimba persilatan. "Mungkinkah Hiat Mo?" "Siapa Hiat Mo itu?" tanya ketua Bu Tong Pay dengan kening berkerut.baik-" "Maaf" Tong Koay menggelengkan kepala"Kami tidak mau terlihat di sini." ujar Lam Khie "Alangkah baiknya engkau bertanya kepada gurumu. Begitu pula Lam Khie dan Pak Hong. "sebelum menghembuskan nafas penghabisan. "Aku tidak tahu apa artinya. tapi sia-sia-" "In Lie Heng suteeku mati terbunuh.Namun Hiat Mo itu tidak pernah memasuki daerah Tionggoan. "Maksudmu orang yang membantai para murid kalian itu?" "ya.." Mendadak Pak Hong berseru kaget dan air mukanya berubah hebat." Ketua Bu Tong Pay mengangguk. kan?" ujar ketua Kun Lun Pay. Tong Koay tahu apa artinya itu?" "Hiat.. "Omitohud" Keng Bun Hong Tio manggut-manggut. di Kwan Gwa (Luar Perbatasan) terdapat seorang tokoh yang amat tinggi kepandaiannya. "Bagaimana pertemuan kita. Namun kini tiada seorang pendekar yang dapat menyamai Thio Bu Ki. "Tong Koay" Ketua Bu Tong Pay menatapnya seraya bertanya. ketua Bu Tong Pay" Tong Koay menggelengkan kepala. Mungkin gurumu tahu tentang Hiat Mo tersebut-" "ya." tanya ketua Kun Lun Pay. dadanya terdapat sebuah tanda merah-" Ketua Bu Tong Pay memberitahukan.

" Ciu Lan Nio mengangguk"Itu sungguh membuat hatiku kesal sekali." "Kalau begitu. tapi dia -" "sudah tak kelihatan?" tanya Hiat Mo- . "Padahal aku sebal sekali pada pemuda itu" "Bagaimana tampang pemuda itu?" "Seperti mayat hidup. pertemuan kita sampai di sini saja. Prinsip kita yakni bersatu." sahut Ciu Lan Nio. cara bagaimana kita bergerak untuk menumpas Hek Liong Pang dan pembunuh misterius itu?" Ketua Bu Tong Pay menggeleng-gelengkan kepala. "Kalau begitu. Begitu berada di hadapan kakeknya ia langsung membanting-banting kaki"Eeeh?" Hiat Mo menatapnya heran." Para ketua itu setuju. akan dirundingkan kelak. karena Kwan Pek Him memberitahukannya-" "Setelah tahu pemuda itu adalah murid si Mo. Han Liong malah membelanya. Aku pergi menyusulnya. aku sedang kesal. " Kesal kenapa?" tanya Hiat Mo lembut. Wajah gadis itu masam." jawab Ciu Lan Nio sambil cemberut. dia masih membelanya?" "ya. "Di saat aku sedang bercakap-cakap dengan Han Liong. "Yaaah--. Tapi kini pihak Hek Liong Pang masih belum mengusik kita. justru muncul Kwan Pek Him. "Begini. tak tahu malu sama sekali." "Omitohud" Keng Bun HongTio manggut-manggut." "Han Liong tidak tahu bahwa dia murid si Mo?" "Dia tahu. "Aku yakin untuk sementara ini.Mukanya pucat pias tak berdarah sama sekali dan menyeramkan. "Kenapa engkau? Kok pulang-pulang membanting kaki?" "Kakek. "Muka pemuda itu sungguh tebal. -ooo00000ooo Ciu Lan Nio tidak berhasil menyusul Thio Han Liong. akhirnya ia pergi menemui kakeknya yang berada di dalam sebuah gua." sahut Ciu Lan Nio. "Mengenai soal Bu Lim Beng Cu. Kalau sudah waktunya menumpas Hek Liong Pang. Hek Liong Pang tidak akan mengganggu kita."Memang benar apa yang dikatakan ketua Kun Lun Pay." "Omitohud" Keng Bun Hong Tio mengangguk dan menambahkan. akhirnya dia pergi." "Membelanya? Cara bagaimana dia membelanya?" tanya Hiat Mo "Dia bilang Kwan Pek Him adalah pemuda baik. namun dia tidak mau pergi. sebab Hek Liong Pang harus menghadapi Tong Koay. "oh? kenapa tidak kau usir?" "Sudah kuusir. Lam Khie dan pak Hong. murid si Mo-" Ciu Lan Nio memberitahukan." Ciu Lan Nio menghela nafas panjang. kita tidak bisa memilih seorang Bu Lim Beng Cu. Karena itu. maka kita tidak perlu menyerbu ke sana." "BetuL" Ketua Bu Tong Pay manggut-manggut. "Entah apa sebabnya. tentunya kita harus menyerbu ke markas Hek Liong Pang." sahut ketua Hwa san Pay. lalu mulailah mereka berpamit meninggalkan kuil siauw Lim sie." "Kenapa tidak kau tendang?" Hiat Mo tersenyum... aku tidak boleh menghinanya dan lain sebagainya.

" "Lan Nio." "Jangan" Hiat Mo menggelengkan kepala"sebab kita harus pulang ke Kwan Gwa. Apa artinya aku hidup bersama orang yang telah kehilangan sukmanya? Kakek." Ciu Lan Nio mengangguk. tapi dibatalkannya.." Ciu Lan Nio ingin mengatakan sesuatu. Hiat Mo berdiri mematung. Kakek terpaksa harus turun tangan" ujar Hiat Mo sungguh-sungguh. engkau mau bagaimana?" "Walau dia tidak menerimaku." ucap Ciu Lan Nio lalu melesat pergi." "Kakek. "Lan Nio cucuku." Hiat Mo menggeleng-gelengkan kepala. "ya." "Kalau begitu." "ya. "Kakek. kemudian malah menghela nafas panjang. "Tapi kalau dia tidak melupakan Tan Giok Cu?" "Apa boleh buat. "Engkau ingin pergi mencari Han Liong?" Hiat Mo mengerutkan kening. "Aku akan merasa puas. sebaliknya dia akan mencintaimu. "Aaah sudahlah" "Kalau begitu. Meskipun cuma sekejap. namun takut .." "Kakek akan menggunakan ilmu hitam?" "Tentu. itu tiada artinya sama sekali. "oh ya. aku ingin membantu. tapi aku akan merasa bahagia bersamanya. engkau harus ingat satu hal" "Hal apa?" "Apabila dia tidak mampu mengalahkan Kakek. mungkin Thio Han Liang sudah melupakan Tan Giok Cu. "Itu tidak baik. tetapi tidak akan merasa bahagia. hanya saja engkau harus bersikap lemah lembut kepadanya. "Dua tiga tahun kemudian. mari kita berangkat sekarang" ajak Hiat Mo....".Terima kasih. Nah. karena dia cuma menurut dan seperti tidak punya sukma.Kakek akan menunggumu beberapa hari. "Baik-lah."ya.." "Kakek-." ciu Lan Nlo menggeleng-gelengkan kepala. Tan Giok Cu tidak akan kembali ke sisinya. "Haaaaaahhh" Hiat Mo menghela nafas panjang. Tapi bertemu dia atau tidaki engkau harus kembali." "Yang penting engkau memilikinya." Ciu Lan Nio mengangguk"Kakek. aku.-" "Lan Nio.. lain kali saja engkau pergi mencarinya-" "Kakek. Kakek. aku aku ingin pergi mencari Han Liong." "Begitu lama. kemudian menghela nafas panjang sambil menggeleng-gelengkan kepala... "Dua tiga tahun kemudian. "Kakek. Itu percuma.. lagipula aku tidak akan memperoleh cinta sejati darinya. itu kesempatanmu lho" "oh?" Wajah Ciu Lan Nio agak berseri. "Lan Nio" Hiat Mo tersenyum.. "Kakek akan membuatnya melupakan gadis itu. Apakah engkau tidak merasa puas?" Hiat Mo menatapnya. Kakek.. Itu berarti engkau punya kesempatan mendekatinya. bolehkah aku minta waktu beberapa hari?" tanya Ciu Lan Nio sambil menundukkan kepala.. engkau jangan bandel" Hiat Mo menatapnya." Ciu Lan Nio menghela nafas panjang.. kita akan ke mari lagi.

melakukan kesalahan.." Tiba-tiba terdengar suara seruan. la terus memikirkan Tan Giok Cu.. "Kenapa engkau menyusulku lagi?" "Han Liong.Kalau tidak.-" Thio Han Liong memandang jauh ke depan.. "Han Liong. "Tapi kenapa orang tua berjubah merah itu bilang." -ooo00000oooThio Han Liong melakukan perjalanan tanpa arah tujuan. "Engkau semakin kurus.. "Menurutku. Aaahi" "Han Liong Han Liong.. "Kenapa engkau begitu cepat putus asa? Engkau harus ingat bahwa di atas gunung masih ada gunung...?" Pemuda itu duduk di tepi sungai.. aku pikir begitu. "Aku telah kehilangan anak dan menantu." "Lan Nio?" Thio Han Liong tercengang ketika melihat kemunculannya. lagipula ia masih memikul beban tanggung jawab terhadap ke dua orang tua Tan Giok Cu. aku harus bagaimana? "Lagipula aku tidak tahu orang tua berjubah merah itu berada di mana." . "Han Liong" Ciu Lan Nio memegang tangannya. sehingga badannya semakin kurus dan pakaiannya pun semakin kotor.." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala.. "Aaah-" keluh Thio Han Liong. "Tapi-.. Kalau engkau giat berlatih. kelak pasti dapat mengalahkan orang tua berjubah merah itu" "Aaaahi-" Thio Han Liong menghela nafas panjang. kelak engkau pasti bertemu Tan Giok cu" "Tapi.. maka tidak mau kehilangan cucu lagi." Ciu Lan Nio menatapnya iba. "Kepandaian orang tua berjubah merah itu sangat tinggi sekali. Kini ia betul-betul kehilangan gairah hidup. aku harus mengalahkannya kelak." sahut Ciu Lan Nio. Kemungkinan besar Tan Giok Cu akan diangkat menjadi muridnya." gumam Hiat Mo dengan wajah murung. "Kalau ke dua orang tua Giok cu tahu.." "oh?" Thio Han Liong mengerutkan kening. kemudian memungut batu kecil dan dilemparkannya ke sungai itu. "Aku tidak tahu di mana tempat tinggal orang tua berjubah merah itu. bagaimana mungkin aku dapat mengalahkannya?" "Han Liong" Ciu Lan Nio mengerutkan kening... dia tidak akan mengembalikan Giok Cu kepadaku?" "Itu agar engkau giat melatih ilmu silatmu. "Aku harus bagaimana? Aku harus bagaimana.. dan itu membuatnya tidak makan dan tidur.... lalu berkelebat sosok bayangan merah ke arahnya." "Aku. "Bagaimana mungkin aku dapat mengalahkan orang tua berjubah merah itu? Bagaimana mungkin?" gumam Thio Han Liong. "Han Liong" Ciu Lan Nio menatapnya dengan mata basah"Janganlah engkau menyiksa diri sendiri Percayalah. orang tua berjubah merah itu membawa pergi Tan Giok Cu dengan maksud baik. yang ternyata Ciu Lan Nio." Thio Han Liong menghela nafas seraya berkata.

" "Lan Nio.." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala... maka kita akan berpisah... "Han Liong. Aku pasti mencarimu. engkau merasa berduka karena akan berpisah denganku?" "Aku" " Thio Han Liong mengangguk perlahan. alangkah bahagianya aku kalau selamanya bisa begini. "Di mana tempat tinggalmu?" "Di Kwan Gwa.." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala.." Ciu Lan Nio mendongakkan kepala memandangnya." Ciu Lan Nio menatapnya seraya berbisik. tentunya aku berharap kita berjumpa kembali kelak. Tapi. aku gembira sekali." Mendadak wajah Ciu Lan Nio berubah murung. "Aku... maukah engkau membelaiku?" "Lan Nio. tentunya engkau harus pulang ke sana. gadis itu tidak berani memberitahukan bahwa orang tua berjubah merah itu adalah kakeknya."Kalau kepandaianmu sudah tinggi.. kemudian terisakisak. "Kenapa wajahmu tampak murung?" "Aku aku harus pulang ke tempat tinggalku." ujar Thio Han Liong.. Belaian itu membuat Ciu Lan Mio langsung mendekap didadanya.. "Han Liong. "Engkau berharap kelak kita berjumpa kembali?" tanya Ciu Lan Nio dengan suara rendah"Kita adalah teman." "Lan Nio.." jawab Ciu Lan Nio... Percayalah" ujar Ciu Lan Nio sambil tersenyum.. . aku.. "Han Liong..... maka ia membelainya perlahan-lahan. "Han Liong." Ciu Lan Nio memberitahukan." "oh?" Thio Han Liong tersenyum seraya bertanya. aku memang harus pulang ke Kwan Gwa. "Beberapa tahun kemudian. "Ada apa. "Han Liong. "Han Liong." "Kwan Gwa adalah tempat tinggalmu." "Aku yakin kelak engkau pasti bertemu pemuda baik dan tampan.Ciu Lan Nio bangkit berdiri." ujar Thio Han Liong. "Padahal aku tidak mau berpisah denganmu. "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut.... "Han Liong" Ciu Lan Nio menatapnya dengan penuh harap. Lan Nio?" tanya Thio Han Liong sambil memandangnya.. dan engkau merupakan segala-galanya bagiku." jawab Ciu Lan Nio dengan mata bersimbah air." "Di luar perbatasan? Begitu jauh?" "ya." sahut Thio Han Liong." ujar Ciu Lan Nio berbisik. dia pasti mencarimu." Thio Han Liong tampak ragu.. karena ia khawatir Thio Han Liong akan membencinya. "Sesung-guhnya berat sekali aku berpisah denganmu. karena kita akan berpisah. "Engkau akan ke Tionggoan lagi?" "Ya. "Aku aku sungguh menyukaimu. aku. Tatapan itu membuat Thio Han Liong merasa tidak tega. "Lan Nio. kenapa engkau menangis?" tanya Thio Han Liong heran.. "Engkau sudah punya kekasih.. "Aku tahu." Ciu Lan Nio mengangguk. kita akan berjumpa lagi.

"Aku harus pergi sekarang. "selamat tinggal" "Selamat jalan." Ciu Lan Nio memandangnya dengan air mata meleleh. lalu kembali duduk di tepi sungai itu sambil melamun. Sementara hari pun sudah mulai senja." Thio Han Liong menggeleng-geicngkan kepala. la juga merasa kasihan kepada Ciu Lan Nio. "Locianpwee. mungkin aku bisa membantumu. apakah engkau mau menerimanya?" "Lan Nio. kenapa engkau duduk melamun di situ?" Thio Han Liong menoleh..." "Eh?" Lam Khie terbelalak.. kemudian mendadak melesat pergi seraya berseru. "Han Liong.. aku sedang melakukan pejalanan ke gunung Soat San bersama seorang gadis bernama Tan Giok Cu. "Kalau aku bersedia menyerahkan kesucianku kepadamu.. itu tidak baik. "sebab kita bukan suami isteri.." Thio Han Liong memberitahukan tentang kejadian itu. "Kenapa engkau menjadi kurus dan tidak karuan? Apa yang telah terjadi atas dirimu?" " "Aku. "orang tua berjubah merah menculik gadis itu?" "Ya..." bisik Ciu Lan Nio. kemudian memanggil dengan suara lemah." Thio Han Liong mengangguk... itu."jawab Thio Han Liong.. Ciu Lan Nio menatapnya dalam-dalam." Thio Han Liong mengangguk. "Aku tidak mengerti maksudmu."Percayalah" "Aaah-" Ciu Lan Nio menghela nafas panjang. Tiba-tiba terdengar suara tawa gelak. baik-baik menjaga dirimu" "Ya." Air mata gadis itu bercucuran. seorang tua berpakaian sastrawan muncul di belakang Thio Han Liong. "Anak muda" Lam Khie dtidukdi sisinya. itu bagaimana mungkin? Kepandaian orang tua berjubah merah itu sangat tinggi sekali. barulah dia akan mengembalikan Giok Cu kepadaku. orang tua berpakaian sastrawan itu adalah Lam Khie (orang Aneh Dari Selatan): "Ha ha ha Anak muda.. "Beritahu-kanlah padaku apa masalahmu. Lan Nio" sahut Thio Han Liong.. . tapi. Bab 23 Menantang Para Ketua Thio Han Liong masih tetap duduk di tepi sungai sambil melamun. "Apa?" Lam Khie tampak terkejut sekali. kalau kelak aku mampu mengalahkannya. apakah engkau mau menerimanya?" "Tidak mungkin aku terima. Han Liong.... karena ia cuma mencintai Tan Giok Cu." "Maksudku. kelak aku pasti mencarimu" Thio Han Liong berdiri termangu-mangu.. "oh ya. "Han Liong." "Locianpwee....." Lam Khie manggut-manggut." "Ada apa?" "Seandainya seandainya aku bersedia menyerahkan diriku kepadamu. "orang tua berjubah merah itu pun bilang." "Tidak salah. namun tidak mungkin mencintainya." Thio Han Liong mengerutkan kening." "Han Liong..

engkau sudah kuhajar sampai babak belur. Hiat Mo pernah datang di Tionggoan." sahut Lam Khie"sebab tidak mungkin Hiat Mo itu hidup sampai sekarang. Mereka berempat bertarung dengan Hiat Mo."Sebab orang tua beri ubah merah itu adalah Hiat MoJustru sungguh mengherankan. Kali ini Thio Han Liong tidak berani menjerit la berdiri diam di tempat. Terima kasih Locianpwee.isak "Terima kasih atas kebaikan Locianpwee telah menamparku. Kira-kira dua ratus tahun lalu. terjadilah pertarungan tiga lawan dua." Lam Khie memberitahukan. namun kemudian Tokiouw yang Hong malah berbalik menyerang Pak Kay-Ang cit Kong. apalagi aku kelak?" Thio Han Liong menghela nafas panjang lagi. "Tempat tinggal Hiat Mo di Kwan Gwa. "Hiat Mo itu adalah Hiat Mo yang sekang juga?" "Tentunya bukan." Thio Han Liong menatapnya. mampu menghimpun kekuatan Beng Kauw untuk meruntuhkan Dinasti Goan. maka aku mewakili ayahmu menghajarmu" Plaaak Lam Khie menampar Thio Han Liong. namun pernah mendengar dari kakekku.""Locianpwee»»" Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. dan membantai kaum rimba persilatan golongan putih. Maka. Kejadian tersebut merupakan suatu rahasia bagi rimba persilatan masa itu. Plaak "Aduuh "jerit Thio Han Liong kesakitan." "Locianpwee saja tidak dapat melawannya. "Sebab ilmu Hiat Mo Kangnya sangat hebat sekali. ternyata ia menampar Thio Han Liong. "Sikapmu ini telah mempermalukan ayahmu. "Kini aku sudah sadar. lagi. " Kalau begitu. tapi menghadapi sedikit masalah sudah begini macam Dimana letak kegagahan dan . Lam Ti-Toan Hong ya dan Pak Kay Ang cit Kong. si Tok ouw yang Hong." "Engkau masih muda sekali. kemudian berkata dengan terisak. Mereka berempat adalah Tong sla-Oey yok su. Kalau aku adalah kakekmu." "Locianpwee..sudah barang tentu hal itu membuat gusar empat jago di Tionggoan.. Mendadak Lam Khie mengayunkan tangannya. Mungkin Hiat Mo sekarang adalah anak atau cucu Hiat Mo yang dulu itu-" "Aaaah " Thio Han Liong menghela nafas panjang. kenapa dia datang di Tionggoan dan membunuh para murid tujuh partai besar?" "Locianpwee kenal Hiat Mo im?" "Tidak kenal. bagaimana mungkin aku dapat mengalahkannya kelak?" "Anak muda" Lam Khie menatapnya tajam. "Kenapa Locianpwee menamparku? Kenapa?" "Ayahmu begitu gagah." tanya Thio Han Liong. akhirnya Hiat Mo pun jadi musuh tiga jago lain itu. "Kenapa engkau begitu cepat putus asa? Belum apa-apa sudah menjadi begini macam. "Bagaimana kepandaian Locianpwee dibandingkan dengan Hiat mo itu?" "Kepandaianku lebih rendah" jawab Lam Khie dengan jujur. namun sebaliknya engkau begitu tak berguna" bentak Lam Khie gusar.

"Sebab kepandaiannya tinggi sekali." si Mo mengangguk""Itu sungguh di luar dugaan." jawab Kwee In Loan." Lam Khie menatapnya. maka aku harus pergi." ujar si Mo serius. Hek Liong Pang yang berkuasa dalam rimba persilatan." " Ketua. Karena itu merupakan pertandingan yang adil." "Ha ha ha" Si Mo tertawa gelak. itu memang bukan kesalahanmu. Kita akan berjumpa lagi kelak-" Lam Khie melesat pergi. aku cuma takut kepada satu orang.ketabahanmu? Lagi pula bukankah engkau bole berlatih. "Kini engkau telah sadar. tentunya mereka tidak berani mengeroyokku. maka mereka pasti tidak akan mau turut campur. Locianpwee. Kalau nada suara suling itu meninggi." "Apa rencanamu itu?" " Ketua boleh menantang para ketua tujuh partai besar untuk bertanding." "Aku tahu. bukan kesalahanku. Lama sekali ia berpikir. "Jadi yang menggagalkan rencana kita itu adalah Tong Koay. maka dapat mempengaruhi pikiran orang lain." Si Mo tertawa. "Apabila Hiat Mo mengerahkan Iweekangnya meniup suling pusaka itu. Lam Khie dan Pak Hong?" tanya ketua Hek Liong Pang itu. "Siapa orang itu?" "Hiat Mo. siapa yang kalah. semua partai besar dalam rimba persilatan akan tunduk kepada kita. Lam Khie dan Pak Hong? Mungkinkah mereka akan membantu para ketua itu?" "Aku tidak yakin. akhirnya mengambil keputusan untuk melanjutkan perjalanannya ke gunung soat san. dapat menggempur Iweekang lawan." Thio Han Liong mengangguk. "Tapi perbuatan mereka bertiga sungguh menjengkelkan hatiku. sedangkan si Mo dan muridnya diam saja. harus tunduk kepada Hek Liong pang." "Ngmm" Kwee In Loan manggut-manggut gembira dan menambahkan." . tampak Kwee In Loan duduk dengan wajah dingin. "Ya. "Aku yakin berhasil." Kwee In Loan manggut-manggut." Terus terang." (Bersambung keBagian 12) Jilid 12 "Ngmmm" Kwee In Loan manggut-manggut." Kwee In Loan-memberitahukan secara jujur. agar kelak mampu mengalahkan Hiat mo itu?" "Ya." "Itu sudah pasti. "Bagaimana mungkin para ketua itu berani mengeroyokmu?" Tapi bagaimana dengan Tang Koay. " Aku punya suatu rencana lain. dan Thio Han Liong tetap berdiri di tempat." "Apa kegunaannya suling pusaka itu?" tanya Si Mo. bahkanjuga memiliki ilmu hitam dan sebuah suling pusaka. "Memang bagus rencanamu itu Aku akan bertanding dengan mereka satu persatu. -ooo00000oooDi ruang tengah di dalam markas Hek Liong Peng. Rasanya aku ingin menghabiskan mereka. Mulai saat itu. "Baiklah. "Aku pasti dapat mengalahkan para ketua itu Setelah itu.

"Itu merupakan kejutan bagipara ketua itu Ha ha ha." "Baik.." sahut Thio sam Hong." " Kira-kira begitulah. Hiat Mo itu berasal dari perguruan mana?" "Entahlah-" Thio sam Hong menggelengkan kepala"Kalau tidak salahi dia datang dari Kwan Gwa. "siap terima perintah-" "TUgasmu mengantar surat tantangan ke kuil siauw Lim sie dan ke gunung Bu Tong san. betapa tingginya kepandaiannya itu. "oh ya.." Thio Sam Hong manggutmanggut." Kwan pek Him mengangguk" Aku pasti melaksanakah tugas itu dengan baik.. sedang duduk bersila dengan wajah serius"Aaaah " Thio sam Hong menghela nafas panjangTernyata yang dimaksudkan In Lie Heng adalah Hiat Mo-" "guru tahu tentang Hiat Mo itu?" tanya song wan KiauwTidak begitu jelas-" Thio sam Hong menggeleng-gelengkan kepala"Namun ketika guru masih kecil. mungkinkah Hiat Mo yang dulu itu?" tanya jie Lian ciu. Jangan lalai" ya. setelah itu dia menghilang begitu saja." si Mo mengangguk." Mulut si Mo ternganga lebar. jie Thay Giam dan Thio song Kee." "Bagus." sahut Kwee In Loan."ohi ya?" si Mo terbelalak.Akan tetapi. bukan?" "ya." "Pek Him" panggil Kwee In Loan."Lalu kita suruh beberapa orang mengantar surat tantangan itu ke berbagai tempat. tampak Thio sam Hong.. namun aku cuma dapat bertahan sampai seratus jurus." si Mo tersenyum. "Tidak mungkin. "Mungkin anak cucu Hiat Mo yang dulu itu. guru pernah mendengar sedikit tentang Hiat Mo dari ketua siauw Lim Pay masa itu Kira-kira dua ratus tahun lalu. di rimba persilatan telah muncul seorang berjubah merah yang wajah dan jenggotnya pun merah semua. kita harus segera menulis surat tantangan untuk para ketua tujuh partai besar. "Dalam surat tantangan harus dicantumkan tanggal satu bulan depan." "Kalau begitu. Di ruang meditasi sam Cing Koan. bagus" Kwee In Loan tersenyum..-. baik golongan putih maupun golongan hitam." "Kini muncul Hiat Mo. Ketua." Kwan Pek Him langsung memberi hormat. "Guru tidak percaya Hiat Mo itu begitu panjang umur.Dia terus membantai para kaum rimba persilatan. Dapat dibayangkan. dan tiada kabar beritanya lagi" "oh?" song Wan Kiuw terkejut"guru." "Ng" Kwee In Loan manggut-manggut. "Kami bertanding. aku pernah bertemu Hiat Mo-. . "ya. "Kalau begitu. "Kok engkau tahu begitu jelas?" "sudah lama aku tinggal di Kwan Gwa. dia boleh dikatakan jago yang tanpa tanding di kolong langit. dan para ketua itu harus berkumpul di Pek yun Kok (Lembah Awan putih) untuk bertanding melawanku.. jie Lian ciu." "Itu memang mungkin." ujar song Wan Kiauw." "Haaah. song Wan Kiauw. Ketika baru tiba di Kwan Gwa." Kwee In Loan memberitahukan. sehingga memperoleh julukan Hiat Mo.

"Aku ke mari untuk menyampaikan surat tantangan. " Ketua Hek Liong Pang mengundang para ketua tujuh partai besar ke Pek yun Kok" "Ngmm" jie Lian ciu manggut-manggut. berarti kepandaiannya sudah tinggi -sekali.Dia ke mari menyampaikan sepucuk surat tantangan. segoralah ia memberi hormat. Begitu melihat song wan Kiauw dan jie Lian ciu. Terus terang. "Beritahukan kepada ketua Hek Liong Pang. Hiat Mo memiliki ilmu Hiat Mo Kang yang amat hebat." sahut Kwan Pek Him sambil menyerahkan sepucuk surat. "Tanggal satu bulan depan kami para ketua tujuh partai besar harus berkumpul di Pek yun Kok untuk bertanding dengan ketua Hek Liong Pang?" tanya jie Lian ciu dengan kening berkerut-kerut. "Tapi . Thio sam Hong memandang mereka seraya bertanya. "siapa dia?" "Kwan Pek Him. kening Thio sam Hong pun berkerut-kerut. " Ketua Hek Liong Pang berani menantang para ketua tujuh partai besar. song Wan Kiauw dan jie Lian ciu berjalan masuk menuju ruang meditasi."Begitu hebat ilmu Hiat Mo Kang itu? Lalu siapa yang mampu melawannya?" "Tiada seorang jago pun yang sanggup melawannya-" Thio sam Hong menghela nafas panjang. karena salah seorang murid song wan Kiauw memberi laporan dari pintu ruang itu. "Dari ketua Hek Liong Pang." "oh?" song wan Kiauw terbelalak. Tampak seorang pemuda bermuka pucat berdiri di situ. apabila Hiat Mo ingin menguasai rimba persilatan Tionggoan. sebab mereka memiliki semacam ilmu istimewa. Kalau tidaki bagaimana mungkin dia berani menyebarkan surat . "ya. "Guru. guru masih tidak sanggup melawannya. "surat tantangan apa itu?" "Ini surat tantangan dari ketua Hek Liong Pang. "Aaah " Thio sam Hong menghela nafas panjang." "Tidak salah-" Thio sam Hong manggut-manggut. "Tapi kemungkinan besar sembilan Dhalai Lhama Tibet masih sanggup melawannya." ujar Kwan Pek Him dan setelah itu ia berpamit." ucapan Thio sam Hong terputus." "Ha ha ha" jie Lian ciu tertawa gelak. Dibacanya surat tantangan itu." "Surat tantangan?" song waa Kiauw tersentaki lalu bersama jie Lian ciu berjalan ke ruang depan. bahwa Bu Tong Pay tidak akan mundur" "Pasti kusampaikan kepada ketua Hek Liong pang."Maka ketua Hek Liong Pang mengharap kehadiran ketua Bu Tong Pay. tentunya gampang sekali. "Maaf" ucapnya memberitahukan." "Guru. seusai membaca surat tantangan itu." Kwan Pek Him mengangguk." Kalau tidak salah. kemudian diberikan kepada song wan Kiauw. ada utusan Hek Liong Pang ke mari" "oh?" song Wan Kiauw mengerutkan kening." jawab song Wan Kiauw sambil menyerahkan surat tersebut kepada Thio sam Hong. murid si Mo." "surat tantangan dari siapa?" tanya jie Lian ciu.

. sepertinya mau muntahLam Khie melirik mereka.tantangan?" "Guru" jie Lian ciu memberitahukan. silakan engkau makan sendiri" "Ngmmm" Lam Khie manggut-manggut.. dan itu sungguh membuat perut Lam Khie menjadi mual." Lam Khie melotot. "Kenapa kalian muncul sekarang? Tahu saja kelinci bakarku telah matang" "Ha ha" Pak Hong tertawa g elaki "Sebetulnya kami sudah lama berada di tempat ini. Akhirnya ia punjkut-ikutan muntah. Apakah merupakan suatu rencana busuk?" tanya jie Lian ciu sambil memandang gurunya. la sedang membakar seekor kelinci sambil bersenandung. Dua orang itu ternyata Tong Koay dan pak Hong. "Jangan makan sendiri. "Entah bagaimana keadaan Bu Ki dan anaknya?" Di dalam sebuah rimba. "Ha ha ha" Tong Koay tertawa. justru muncul si Mo dengan suatu rencana busuk-" "Engkau sudah memberitahukan tentang kejadian itu-" Thio sam Hong manggut-manggut "Kali ini ketua Hek Liong mengundang para ketua tujuh partai besar ke Pek yun Kok untuk bertanding.." .. "Baik Hari ini aku akan menghadapi kalian berdua" ujar Lam Khie sungguh-sungguh. "Sudahlah Kami tidak akan minta kelinci bakar itu.. "Memang begitulah.. Nah. ketika ia baru mau makan.. guru. kelinci yang dibakarnya itu sudah matang sehingga menyiarkan aroma yang harum sekali. Uakhh. kemudian mulai menikmati daging kelinci bakar itu. " Ketika siauw Lim Pay menyelenggarakan pertemuan.. Tak seberapa lama kemudian. "Ha ha ha" Tong Koay tertawa. mumpung masih ada waktu." "ya. Di saat itulah mendadak Tong Koay dan Pak Hong Uakh. "Mungkin tidaki" sahut Thio sam Hong. "Uaaakh" "Uaaakh" Mereka berdua muntah-muntah di hadapan Lam Khie. alangkah baiknya engkau terus berlatih." "Jadi kalian berdua membiarkan aku membakar kelinci ini seorang diri. harus bagi kami" "Kalian.Tong Koay dan Pak Hong sating memandang dan setelah itu.. mendadak muncul dua orang sambil tertawa-tawa."Kalau begitu. lalu mengeluarkan seguci araki Akan tetapi. Lam Khie tampak santai sekali. sedangkan Tong Koay dan Pak Hong langsung tertawa terbahak"Ha ha ha Ha ha ha. setelah matang barulah muncul?" tanya Lam Khie dan melotot lagi."Jie Lian ciu mengangguk"Aaah " Thio Sam Hong menghela nafas panjang. "Wuah" Lam Khie mengendus wangi kelinci bakar itu.. jangan harap kalian mendapatkan bagian" "Engkau mampu menghadapi kami berdua?" tanya Pak Hong sambil tersenyum. "Hmm" dengus Lam Khie.." sahut Pak Hong... "Hanya saja dia akan bertanding satu lawan satu. namun.

Seketika juga Lam Khie terbelalak.." Lam Khie menggeleng-gelengkan kepala." ujar Pak Hong." sahut Lam Khie dengan wajah merah padam. lalu mengeluarkan sebuah bungkusan dari dalam bajunya dan diberikan kepada Lam Khie. "Jangan gusar. "Kali ini kalian btreiua mempermainkan aku.." Tong Koay manggut-manggut. kami cuma bergurau" "Tapi tahukah kalian?" Lam Khie melotot. "Buka saja" sahut Tang Koay. "Ayam bakar ini. "Pokoknya aku tidak akan bagi kalian daging kelinci bakar ini" Tiba-tiba ia mengayunkan tangannya yang memegang kelinci bakar itu. bagaimana mungkin kami berani bergurau denganmu? Ayohi makanlah" "Terima kasih" ucap Lam Khie dan mulai menikmati ayam bakar itu sambil minum pula. tapi kelihatannya ketua Hek Liong pang ingin menundukkan partai-partai itu" "Maksudmu kita harus turut campur?" tanya Lam Khie"Turut campur sih tidaki namun kita bisa membantu secara diam-diam" sahut Tong Koay. "Haaah. "oh ya Kenapa kalian ke mari? Tentunya ada sesuatu penting bukan?" "Kami ke mari ingin memberitahukan.. "Lam Khie.."Kalian berdua sungguh keterlaluan" bentak Lam Khie gusar. bahwa ketua Hek Liong Pang sudah menyebarkan surat tantangan kepada para ketua tujuh partai besar untuk bertanding di Pek Yun Kok-" "T0ng Koay.. lebih baik dibuang saja. "Kami bawakan makanan kesukaan-mu. "Betul.?" Mulut Pak Hong ternganga lebar. "Maka kita segera berangkat ke Ciong Lam san." "Apa ini?" tanya Lam Khie heran.. "Ke-napa kelinci bakar itu dibuang?" "Dari pada dibagikan kepada kalian. "Ha ha ha" Tang Koay tertawa. yang ternyata berisi dua ekor ayam bakar. itu adalah urusan mereka" sahut Lam Khie." ujar Tang Koay sambil tersenyum. dan seketika itu juga kelinci bakar itu terlempar jauh. tentunya engkau akan gembira. kelak aku pasti membalasnya" "Lam Khie." "Silakan menghabiskannya" sahut Tang Koay.. "Biar bagaimanapun kita harus menyelamatkan tujuh partai besar itu. "Dari semalam perutku belum diisi?" "Tenang" Tang Koay tertawa. "Kalau kami tidak membawa ayam bakar ini. tidak tahu. "oh?" Lam Khie heran. "Itu adalah urusan ketua Hek Liong Pang dengan para ketua itu. Lam Khie membuka bungkusan itu.. sebab kalau tujuh partai besar itu dikuasai Hek . "Caranya?" "Tentunya engkau tahu siapa ketua Hek Liong Pang itu. "Dua ekor ayam bakar itu memang untukmu." "Aku tidak tahu siapa ketua Hek Liong Pang itu." "oh?" Lam Khie Melongo." Tong Koay menatapnya.

. "cianpwee" yo sian sian memberi hormat kepada Lam Khie"Ada urusan apa Cianpwee datang berkunjung?" "Nona yo" Lam Khie tersenyum.. yakni tempat tinggal yo Sian Sian. mari kita berangkat sekarang juga" Lam Khie. "Tapi-." "oh?" yo sian sian tersentak"Dia sudah muncul dalam rimba persilatan?" "Betul-" Lam Khie mengangguk. kuburan tua itu "Nonaa yo Aku Lam Khie-Toan Thian Ngie datang berkunjung." sahut Tang Koay..". setelah itu barulah muncul yo sian sian. kemudian mulai berteriak menggunakan Iweekang." ucap yo sian sian dan bertanya"Cianpwee-cianpwee ke mari untuk menyampaikan apa?" "Nona yo" Lam Khie memberitahukan.. "Kami ke mari memang ingin menyampaikan sesuatu.. Lama sekali barulah pintu rahasia kuburan. "Maksud kalian untuk memberitahukan kepada yo Sian sian tentang kemunculan ketua Hek Liong Pang itu?" "Ya. tua itu terbuka dan muncul empat wanita." Lam Khie mengerutkan kening." Tang Koay mengangguk..Liong pang. "Aku yakin dia sedang memperalat ketua Hek Liong Pang itu" "Lalu. maka kalau engkau yang berteriak di depan kuburan tua itu. "Aku sudah menduga itu Dia adalah murid murtad partai Kuburan Tua.-" "Engkau kenal baik ke dua orang tua yo Sian Sian." "oooh" Lam Khie manggut-manggut." "selamat bertemu Cianpwee" ucap yo sian sian sambil memberi hormat kepada mereka. "Karena ketua Hek Liong Pang itu adalah Kwee In Loan. Lam Khie dan lainnya menunggu dengan sabar. Mereka berdua adalah Tong Koay dan Pak Hong.. harap keluar sebentar" Seusai berteriak." uiar Lam Khie. "Kalian memikirkan juga nasib rimba persilatan?" "Sebab si Mo berada di pihak Hek Liong pang. "Ha ha ha" Tong Koay tertawa gelak"Sungguh tak disangka." Lam Khie mengangguk." "Itu. yo Sian Sian pasti membukanya. apa jadinya rimba persilatan?" "Tumben" Lam Khie memandang mereka dengan heran. "Lam Khie. suaranya bergema ke dalam. Maka. "untuk apa kita ke Ciong Lam San?" "Di belakang Ciong Lam San. "Engkau boleh mulai berteriak memanggil yo Sian Sian.. Tang Koay dan Pak Hong berdiri di depan sebuah kuburan tua yang amat besar.." ujar Tang Koay. Nona yo masih sedemikian muda" "Terima kasih atas pujian cianpwee." Lam Khie berpikir sejenaki kemudian mengangguk. "Bahkan dia menjadi ketua Hek Liong Pang dan . kakak seperguruan Nona sudah muncul dalam rimba persilatan." ujar Tang Koay . "Tentunya engkau tahu maksudku.. "Kwee In Loan. "Baiklah.. sedangkan dia begitu licik dan jahat.

engkau jangan ingkar janji lho" ujar Tong Koay. Tentunya kalian tidak berkeberatan kan?" "Kami setuju engkau menjadi wasit.. " Kalau begitu." "Nona yo. maka kini adalah masa gencatan senjata. sebab kini kepandaiannya sudah tinggi sekali. "Nona yo." Lam Khie menatapnya. para ketua tujuh partai besar cun langsung berangkat ke kuil siauw Lim sie untuk berunding dengan Keng Bun Hong Tio." ucap Lam Khie"sampai jumpa kelak" "sampai jumpa. "Engkau harus berhati-hati menghadapi kakak seperguruanmu itu. aku ingin menyaksikannya" ujar yo sian sian. "Kami sudah terikat oleh suatu janji. kami tidak akan turut campur" ujar Lam Khie dan menambahkan. "Nona yo. Cianpwee" sahut yo sian sian." "Terima kasih untuk itu." yo sian sian menggeleng-gelengkan kepala. "seandainya kakak seperguruanmu tidak berambisi untuk menguasai rimba persilatan." "Bagus. "Baik" yo sian sian mengangguk. dan yo sian sian mendengarkan dengan penuh perhatian. aku harus dapat menaklukkannya. "Tak disangka itu. "Sekaligus menjadi wasit kalian. Kalau tidak.. "Biar bagaimanapun. setelah mereka bertiga melesat pergi.. Dia mampu mengalahkan si Mo-" "oooh" yo sian sian manggut-manggut. beberapa tahun lagi kami akan bertanding di puncak gunung Heng san. itu adalah urusan perguruanmu. barulah yo sian sian kembali masuk kuburan-tua itu." Yo sian sian manggut-manggut. kami mohon pamit. Kini dia -" Lam Khie menutur tentang ketua Hek Liong Pang menyebarkan surat tantangan kepada para ketua tujuh partai besar. begitu ketemu pasti ribut atau bertarung. bagus" Lam Khie tertawa gelak"Engkau memang harus menaklukkannya. "Kalau begitu. kemudian tersenyum seraya berkata. Kalau begitu. "Biasanya kalian bertiga seperti api dengan bensin.. dia pasti akan menimbulkan bencana dalam rimba persilatan.. dan mereka semua berkumpul diTay Hiong Po Tian (Ruang Para orang Gagah)"Omitohud" ucap Keng Bun Hong Tio- . -ooo00000oooBab 24 Hek Liong Pang Bubar setelah menerima surat tantangan dari ketua Hek Liong Pang. agar tidak mengganggu ketenanganmu-" "Baiklah." ucap yo sian sian. "Nona yo" Lam Khie tampak serius." " Kalau kalian bertanding kelak.mengangkat si Mo sebagai wakilnya.. tentunya kami pun tidak akan ke mari memberitahukan kepadamu. aku terpaksa harus menghadapinya. Kenapa kali ini kalian bertiga justru tampak begitu akur?" "Ha ha ha" Pak Hong tertawa." "ohya" yo sian sian memandang mereka sambil tersenyum.

"Apabila perlu. yaitu sudah sekian lama Hiat Mo tidak membantai kaum rimba persilatan lagi. kita harus ke sana. kita pun boleh mengeroyoknya." sahut ketua Bu Tong Pay menambahkan. sebab kita semua akan berkumpul di Pek yun Kek untuk bertanding dengan ketua Hek Liong Pang itu. sekarang pikiran kita harus dicurahkan pada tanggal satu itu."Hari itu kita mengadakan pertemuan di sini. kita pasti ditertawakan kaum rimba persilatan. sebab dia akan bertanding dengan kita satu persatu." "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio"Itu adalah urusan kelak. "Kini dia pulang ke tempat tinggalnya." "Tapi "" Ketua Bu Tong Pay menghela nafas panjang. mari kita tangani bersama" ujar ketua Hwa san Pay dan menambahkan. tapi apabila dia berani berbuat curang. apakah kita masih punya muka untuk berdiri dalam rimba persilatan?" "Benar." "Omitohud" ucap Keng Bun Hong Tio"Memang harus begitu.Aku khawatir dia sudah merencanakan sesuatu untuk menjebak kita semua-" "Kalau begitu. " Kalau begitu. kita semua pasti terkubur di Pek yun Keki" "Omitohud" ucap Keng Ti Seng Ceng." "Keng Bun Hong Tio" tanya Ci Hoat Tianglo dari Kay Pang. "Kita akan bertanding dengan ketua Hek Liong Pang secara adil. Apabila kita tidak memenuhi tantangan ketua Hek Liong Pang. kita terpaksa mengeroyoknya. lebih baik dibicarakan kelak pula.jadi nanti kita berangkat bersama dari sini-" "Baik. "Apakah ada suatu rencana busuk dibalik itu?" "Sulit diduga. "Daripada menanggung malu tidak ke sana. Mungkin dia sudah pulang ke tempat tinggalnya. namun pertemuan itu tidak membawakan hasil apa-apa. kita pun tidak tahu dia memiliki . "Ada satu hal yang cukup menggembirakan." "Kong Bun Hong Tio." "Kalau dia muncul lagi kelak. "Menurutku ketua Hek Liong tidak akan berbuat begitu." Ketua Hwa San Pay manggut-manggut." ujar ketua Kun Lun Pay dengan kening berkerut. "yang penting kita harus berhati-hati." "Tapi bagaimana kalau Pek yun Kek itu merupakan suatu jebakan bagi kita semua?" tanya ketua Khong Tong Pay." sahut para ketua sambil mengangguk. kita tidak usah ke Pek yun Kek itu."Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio lagi. "si Mo itu amat jahat dan licik. maka tidak akan merencanakan itu. " Kalau kita tidak ke Pek yun Kek bertanding dengan ketua Hek Liong Pang. oleh karena itu." Ketua Bu Tong Pay manggut-manggut. Kini ketua Hek Liong Pang justru menantang kita. tentunya akan muncul lagi kelak. Mungkinkah pihak Hek Liong Pang akan menanam obat peledak di situ?" "Haaahhh" Para ketua terkejut bukan main. Dia yakin menang. Itu sungguh diluar dugaan." "Betul." usul ketua Hwa San Pay sungguh-sungguh "Omitohud" sahut Keng Bun Hong Tio."Kita adalah partai besar dalam rimba persilatan. kita semua tidak kenal ketua Hek Liong Pang itu." "Tapi-.-.Maka. lebih baik berkorban di tempat itu.

Nah." sahut Lam Khie. "Namun yang jelas kalian semua bukan lawannya. Lam Khie dan Pak Hong. kemudian memberitahukan. "Kita semua tidak tahu siapa ketua Hek Liong Pang itu." ujar Lam Khie sambil menggelenggelengkan kepala"Terus terang. "Eh? Keng Bun Hong Tio. "Betulkah itu?" "Aku tidak bohong." Kening ketua Hwa san berkerut. . sebaliknya dia pasti tahu jelas ilmu rahasia kita. "Tadi cianpwee berseru bahwa kenal ketua Hek Liong Pang. lalu muncul tiga orang tua. dan begitu pula Lam Khie dan Pak Hong. " Kami pasti kalah bertanding dengan dia." "Ha ha ha Kami tahu. silakan duduk" "Terima kasih" sahut Tong Koay lalu duduk.sudah pasti dia punya suatu tujuan tertentu. Lam Khie dan Pak Hong. "siapa?" Kong Bun Hong Tio langsung bangkit dari tempat duduknya. yang tidayiain adalah Tong Koay. sudikah Cianpwee memberitahukan?" "Kalau aku memberitahukan namanya. dan itu sungguh menggembirakan Lam Khie "Ha ha ha Terima kasih Terima kasih" ucapnya sambil tertawa. kemudian tampak tiga sosok bayangan berkelebat memasuki ruang itu. sebab kepandaiannya sangat tinggi sekali. kalian tidak akan tahu siapa wanita itu. "sudah lama perguruannya tidak muncul dalam rimba persilatan. "Omitohud" ucap Keng Bun Hong Tio dengan wajah berseri." sahut Lam Khie"Nanti tanggal satu kalian akan mengetahuinya-" "Cianpwee?" tanya ketua Hwa San Pay mendadak"Apakah ketua Hek Liong pang akan menjebak kami di Pek yun Kok itu?" "Tidak" jawab Lam Khie sambil tertawa. kan?" ujar ketua Kay Pang. aku pun bukan tandingannya-" " Kalau begitu . itu berarti gampang sekali baginya merobohkan kita satu persatu.kepandaian apa." Terdengar suara sahutan dari luar. "Ketua Hek Liong Pang bernama Kwee In Loan.. kemudian mulai menikmati arak wangi itu"Maaf" ujar ketua Kun Lun Pay. kenapa tidak persilakan kami duduk? Tidak senang kami ke mari ya? Kalau begitu." "Omitohud" Kong Bun Hong Tio menatapnya. "Selamat datang selamat datang" "sedang berunding ya? Ha ha ha Tanggal satu akan bertanding dengan ketua Hek Liong Pang kan?" ujar Tong Koay sambil memandang mereka. "Ha ha ha Apa kabar Kong Bun Hong Tio dan para ketua?" Terdengar suara sahutan lagi.ya." Kong Bun Hong Tio manggut-manggut." "Omitohud" ucap Keng Bun Hong Tio"Dia dari perguruan mana?" tanyanya. lebih baik kami pergi saja. salah seorang Hweeshio segera menyuguhkan arak wangi." "Tenang saja" Pak Hong tertawa." "Omitohud" ucap Keng Bun Hong Tio"Tong Koay. "Betul.

. maaf . si Mo segera meloncat turun. para ketua tujuh partai besar sudah tiba di Pek yun Kok. Seketika juga tampak sosok bayangan melesat ke panggung itu. "yang penting urusan itu beres. yang menyambut para ketua itu adalah si Mo dan muridnya." ucap ketua Hwa san cepat. setelah-JCwee In Loan berada di atas panggung."sampai waktunya pasti ada kejutan.. sehingga membuat semua orang tercengang. itu adalah Pie Bu Thai (Panggung Adu silat)." "Omitohud?" tanya Kong Bun Hong Tio"Bolehkah kami tahu kejutan apa itu?" "Kalau sekarang kuberitahukan. "Ketua mana yang kalah bertanding dengan ketua Hek Liong Pang.Iweekang. kemudian si Mo meloncat ke atas canggung tersebut." "Maaf" ucap ketua Hwa san Pay"Apakah Cianpwee bertiga akan turun tangan menghadapi ketua Hek Liong Pang itu?" "Tentu tidak" sahut Lam Khie "Kalau kami bertiga mengeroyoknya. Di lembah tersebut telah dibikin sebuah panggung yang amat besar. dan begitu juga Lam Khie dan Tong Koay. dan kalian pun pasti selamat. "Para ketua yang terhormat. "selamat datang para ketua" ucap Kwee In Loan dan memperkenalkan diri "Aku adalah ketua Hek Liong Pang. yang tidak lain adalah Kwee In Loan. kami ke mari cuma ingin mencicipi arak wangi sekarang kami mau pergi. Berhubung kini situasi rimba persilatan semakin memburuk. "Ha ha ha" Pak Hong tertawa gelak"Nan. Mereka bertiga datang secara mendadaki dan perginya pun begitu. dan begitu pula ketua Bu Tong Pay. maka partainya harus dibawah perintah Hek Liong Pang Harap kalian semua mengerti" "Omitohud" tanya Kong Bun Hong Tio"Bagaimana seandainya ketua Hek Liong Pang yang kalah?" "Hek Liong Pang akan dibubarkan" sahut si Mo"Omitohud" Kong Bun Hong Tio manggut-manggut. ketua Hek Liong Pang mengundang kalian ke mari adalah untuk bertanding" seru si Mo dengan suara lantang. Namun mereka terus berpikir kejutan apa yang dimaksudkan pak Hong itu. berarti bukan merupakan kejutan lagi" sahut Pak Hong serius.. sementara ketua Go bi Pay diam saja." Pak Hong melesat pergi. muka kami mau ditaruh di mana?" "Maaf. " Ketua Hek Liong Pang dipersilakan naik ke panggung" seru si Mo dengan menggunakan. maka aku mengundang . ketua Hek Liong Pang. "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio"Mudah-mudahan akan seperti apa yang dikatakan Pak Hong itu Omitohud" " -ooo00000oooPada tanggal satu. Mereka mempersilakan para ketua berdiri dekat panggung itu." "oooh" Kong Bun Hong Tio menarik nafas lega"Omitohud Terima kasih.

"Omitohud" sahut Keng Bun Hong Tio"Biar aku yang duluan bertanding dengan ketua Hek Liong Pang itu" "Keng Bun Hong Tio?" tanya ketua Bu Tong pay "Bagaimana kalau aku duluan yang bertanding dengan dia?" "Omitohud" sahut Kong Bun Hong Tio" Lebih baik aku duluan. wajah mereka tampak pucat pias. tenang dan damai. " Aku adalah Kong Bun Hong Tio. Betapa cemasnya para penonton. siapa yang dapat mengalahkanku. Kong Bun Hong Tio langsung meloncat ke atas panggung. "Kalian boleh naik ke panggung satu persatu untuk bertanding denganku. bagaimana caranya pertandingan ini?" tanya ketua Hwa san Pay" Cukup dengan tangan kosong. Ketua Hek Liong Pang tertawa panjang dan segera mengeluarkan ilmu Kiu Im Cui sim Ciang (Ilmu Pukulan sakti Penghancur Hati). "Bagaimana kalau engkau yang kalah?" tanya ketua Hwa san Pay lagi.kalian ke mari untuk bertanding denganku. barulah giliran ketua Bu Tong Pay. Kong Bun Hong Tio mulai berada di bawah angin. silakan ketua Hek Liong Pang menyerang duluan" "Baik-" Kwee In Loan memberi hormat. Tapi kalau tiada seorang ketua pun yang dapat mengalahkan aku. "Tentunya aku akan membubarkan Hek Liong Pang. sedangkan si Mo terus tersenyum-senyum. sehingga pertandingan itu merupakan pertandingan adu nyawa. siapa yang kalah. "siapa yang akan bertanding duluan dengan ketua Hek Liong pang itu?" tanya ketua Kun Lun Pay. sedangkan ketua Hek Liong Pang mengeluarkan Kiu Im Pek Kut Jiauw untuk mengimbangi ilmu rahasia siauw Lim Pay itu. dan itu sungguh mencemaskan para penonton." sahut Kwee In Loan. Puluhan jurus kemudian. ini agar rimba persilatan bisa aman. partainya harus dibawah perintah Hek Liong Pang. secara tidak langsung aku adalah Bu Lim Beng cu (Ketua Rimba Persitatan). Apabila aku kalah. kemudian manggutmanggut. maka partai kalian harus di bawah perintah Hek Liong Pang. lalu mulai menyerang Kong Bun Hong Tiosemula mereka bertanding dengan jurus-jurus biasa. namun berselang beberapa saat kemudian. aku pasti membubarkan Hek Liong Pang. Kwee In Loan menyambutnya sambil tersenyum." sahut Kwee In Loan dan menambahkan. ." " Ketua Hek Liong Pang." Para ketua itu saling memandang. "Ternyata ketua siauw Lim Pay Bagus." Usai menyahut. setuju dan berunding. Ternyata Kong Bun Hong Tio mengeluarkan ilmu Liong Jiauw Kang (Ilmu Cakar Naga). pertandingan itu mulai tampak seru dan menegangkan. bagus" "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio sambil menatapnya. begitu pula Kong Bun Hong Tio sendiri Di saat itulah Kong Bun Hong Tio mengeluarkan Kim Kong Hok Mo Ciang (Ilmu Pukulan Arhat Penakluk iblis).

dia adalah Keng Tiseng ceng. kini giliran siapa yang akan bertanding denganku?" tanya ketua Hek Liong sambil memandang ketua Bu Tong dan Gobi Pay.siapa wanita itu? la tidak lain yo sian sian. muncullah empat wanita berpakaian putih. Di saat bersamaan. aku tidak apa-apa Hanya saja." sahut ketua Hek Liong Pang sambil tersenyum. "silakan menyerang duluan" Ketua Hwa San Pay langsung menyerang. "Mulai saat ini. "Ketua Gobi Pay" biar aku yang bertanding dengan dia-" "Lebih baik aku saja. sedangkan ketua Hek Liong tetap berdiri tegak di tempat.." "Terima kasih atas kemurahan hati Keng Bun Hong Tio untuk mengalah kepadaku.Ternyata merekalah yang meniup suling dan memainkan kecapi. air muka ketua Hek Liong Pang langsung berubah hebat." "suheng. tampak sosok bayangan meloncat ke atas panggung. "Sudahlah" Keng Bun Hong Tio menggeleng-ge-lengkan kepala. Di saat bersamaan. setelah itu. Bukan main malunya ketua Hwa san Pay. "suheng. Mendadak terdengar suara benturan. Keng Ti seng Ceng memapah Keng Bun Hong Tio ke bawah. "Aku adalah ketua Hwa san pay.. dan segeralah ia meloncat turun. setelah itu muncul lagi seorang wanita berpakaian kuning. apakah suci baik-baik saja selama ini?" "Hm" dengus Kwee In Loan. Pertandingan kali ini tidak begitu seru seperti tadi. "Mau apa engkau ke mari?" "suci" sahut Yo sian Sian. " Ketua Hek Liong Pang" ujarnya sambil memberi hormat. Keng Bun Hong Tio termundur-mundur beberapa langkah dengan mulut mengeluarkan darah.Blaaaam." "Tidak usah cemas.. Begitu mendengar iuafa musik itu. Ketua Bu Tong Pay dan ketua Gobi Pay saling memandang. Wanita itu lemah lembut dan wajahnya cantik sekali putih bagaikan Salju. . mendadak terdengar suara suling dan kecapi. lalu berkata kepada ketua Hek Liong Pang. dan disaat itulah ketua Hwa san Pay meloncat ke atas. barulah giliranmu.setelah puluhan jurus.. Apabila aku kalah. ingin mohon petunjuk" "Bagus" Ketua Hek Liong Pang manggut-manggut. kemudian mendadak balas menyerang." sahut ketua Gobi Pay "Aku duluan. " Ketua Siauw Lim dan Hwa San pay telah kukalahkan.." Keng Bun Hong Tio menghela nafas panjang. ketua Hwa san Pay roboh di tangan ketua Hek Liong Pang. "suci (Kakak seperguruan)" panggil Yo sian sian sambil memberi hormat"sudah hampir tiga puluh tahun kita tidak bertemu.Mereka berempat berdiri. di atas panggung.... mereka berbisik-bisik. "Kepandaianmu tinggi sekali. demikian pula air muka si MoTak seberapa lama kemudian." wajah Keng Ti seng ceng tampak murung sekali. aku mengaku kalah.. sambil tersenyum ketua Hek Liong Pang berkelit." ujar ketua Bu Tong Pay. siauw Lim Pay sudah berada di bawah perintah Hek Liong Pang..

Kemunculan wanita berpakaian kuning itu memang amat mengejutkan. cepatlah pergi" "Suci. "yo Sian Sian. Tak terasa pertandingan itu sudah melewati puluhan jurus. "Engkau jangan mencampuri urusanku." yo Sian Sian menggeleng-gelengkan kepala. Wanita berbaju kuning itu menatap kakak seperguruannya dengan senyum puas. kita sudah tiada hubungan apa-apa..." "Suci. kemudian rubuh dengan mulut menyemburkan darah segar.. Jangan cari penyakit di sini" "Maaf" sahut yo Sian Sian. "Kalau begitu. apalagi setelah mendengar pembicaraan mereka. "Yo sian sian Kali ini aku mengakui keunggulanmu Mulai saat ini Hek Liong Pang telah bubar" ujar Kwee In Loan sepatah demi sepatah- . "Apabila aku kalah. yo sian sian term undur-mundur beberapa langkah. engkau harus tahu Kini kepandaianku sudah lebih tinggi darimu. Kini gerakan mereka kelihatan agak lamban. Siapa pun tidak akan menyangka ketua Hek Liong Pang adalah kakak seperguruan wanita berpakaian kuning itu.. jangan bikin kacau rimba persilatan" "Engkau harus ingat. Itu sungguh mencemaskan para penonton. Setelah yo Sian Sian muncul. meskipun sebenarnya tubuhnya sendiri didera luka parah. barulah Kwee In Loan bangkit lalu menatap yo sian sian dengan penuh kebencian. Berselang beberapa saat. sehingga membuat para penonton tersentak semua." yo Sian Sian mengangguk. Namun kalau engkau yang kalah. tentunya akan di bawah perintahmu. sebab setiap gerakan disertai dengan Iweekang sepenuhnya. "Aku harus mencegah perbuatanmu ini" "oh?" Kwee In Loan menatapnya tajam.. Sementara Kwee In Loan dan yo Sian Sian sudah mulai bertanding. Blaaaam. ke dua orang tuamu telah mengusirku. seketika suasana di tempat itu berubah menjadi hening.. barulah para ketua itu tahu akan maksud Pak Hong yang memberitahukan bahwa akan ada suatu kejutan di Pek yun Koki ternyata ini yang dimaksudkannya. aku terpaksa melawanmu. Begitu pula yo sian sian." yo Sian Sian menghela nafas panjang. lebih baik engkau pergi saja."sudahlah mari ikut sumoy ke kuburan tua. sedangkan Kwee In Loan terpental kira-kira enam depa.. Kwee In Loan tampak penasaran sekali karena tidak dapat merobohkan yo sian sian." "He he he" Kwee In Loan tertawa terkekeh-kekeh.. "Diam" bentak Kwee In Loan. sehingga pertandingan itu tampak anehi tapi amat menegangkan. oleh karena itu ia mengerahkan Iweekangnya sampai pada puncaknya. Mendadak terdengar suara benturan yang amat dahsyat. karena siapa yang lengah dalam pertandingan itu. Maka aku bukan kakak seperguruanmu lagi. "Jadi engkau ingin bertanding denganku?" "ya. pasti akan terkena pukulan yang penuh mengandung Iweekang. Mereka mengeluarkan ilmu yang sama. maka harus membubarkan Hek Liong Pang" "Baik" Kwee In Loan manggut-manggut.

bahwa yo sian sian merendahkan diri. "Tolong berikan pil ini kepada majikanmu" "Terima kasih seng Ceng. lalu dimasukkan ke mulut yo sian sian." Keng Ti seng Ceng segera meloncat ke atas lalu memberikan sebutir pil kepada salah seorang pengiring itu seraya berkata. karena tergempur oleh Kwee In Loan." ucap Keng Bun Hong TioYo Sian Sian memberi hormat kepada para ketua itu. sedangkan yo sian sian masih tetap bersila. lagipula kita tiada urusan dengan dia-" "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio"Urusan di sini telah beres. yo sian sian pun segera duduk bersila dikelilingi ke empat pengiringnya. dan itu membuat mereka itu kagum bukan main. Ternyata tadi yo sian sian berusaha agar tidak muntah darah. Keng Ti seng Ceng meloncat turun. Terdengarlah suara suling dan suara kecapi makin lama makin jauh. karena kini Hek Liong Pang telah bubar. "Sudahlah" sahut ketua Kun Lun Pay. Kebetulan ketua Bu Tong Pay berjalan bersama Kong Bun Hong Tio dan . mari kita tinggalkan tempat ini" Para ketua itu mulai meninggalkan Pek yun Kok. Ketika melihat Kwee In Loan terpental oleh pukulan yang dilancarkan yo sian sian. Kwee In Loan mengira Iweekangnya jauh lebih tinggi." ucap yo sian sian. "uaaakh " yo sian sian memuntahkan darah segar yang ditahannya dari tadi"Uaaaakh " "Omitohud" ucap Keng Bun Hong Tio. Para ketua tahu. barulah wanita berpakaian kuning itu bangkit berdiri." ucap wanita berpakaian putih sambil menerima obat tersebut. setelah itu barulah ia melesat pergisesudah Kwee In Loan melesat pergi. sehingga membuatnya langsung kabur.. lalu melesat pergi dan diikuti ke empat pengiringnya." sahutnya sambil tersenyum. atas pemberian obat mujarab itu. oleh karena itu. "Omitohud Omitohud. lalu memberi hormat kepada Keng Bun Hong Tio"Terima kasih Keng Bun Hong Tio. Para ketua itu saling memandang. "sutee beri dia sebutir pil" "ya. Berselang beberapa saat kemudian. kemudian mereka menggeleng-gelengkan kepala sambil menarik nafas lega. "Biar dia pergi. sebab Kwee In Loan adalah murid murtad dari perguruanku." "Aku membersihkan perguruanku.. si Mo segera mengajak muridnya pergi. maka sama sekali tidak tahu kepergian si Mo bersama muridnya. Para ketua sedang mencurahkan perhatiannya ke atas panggung."Tapi kita akan berjumpa lagi kelak" yo sian sian tidak menyahut. "Aku pasti membuat perhitungan denganmu kelak" ujar Kwee In Loan dengan penuh dendam. suheng. maka aku sama sekali tidak menyelamatkan kalian. "Omitohud" sahut Keng Bun Hong Tio"Kamilah yang harus berterima kasih karena engkau telah menyelamatkan kami. "Eeeh?" seru ketua Hwa San Pay "Kemana si Mo pergi?" Ternyata si Mo dan muridnya sudah tidak ada di situ.

"Hei Pek Him" bentak si Mo"Kenapa engkau terus melamun? Apa yang engkau pikirkan?" "Guru -" Kwan Pek Him menundukkan kepala"oooh" si Mo manggut-manggut sambil tertawa- . "Apabila kepandaianmu sudah bertambah tinggi.. Apakah dia akan muncui lagi kelak?" tanya ketua Bu Tong Pay." "Jadi engkau mau ke mana? tanya Si Mo"Aku. "si Mo. maka aku harus memperdalam kepandaianku.. tentunya engkau akan kembali ke Tionggoan kan?" "ya. lihat saja kelak. muridnya terus melamun. "Omitohud. "Kini Hek Liong Pang telah bubar. ia membuka matanya dan justru terbelalak." "Terima kasih" ucap Kwee In Loan sambil menggelengkan kepala." ujar si Mo seakan mengusulkan. sementara Kwan Pek Him." "Kalau begitu aku akan menyerahkan jabatanku kepadamu" "Itu. karena Si Mo dan muridnya duduk di hadapannya. ketua Hek Liong pergi dengan penuh dendam. "Omitohud" Keng Bun Hong Tio menggeleng-gelengkan kepala. wajahnya tampak tidak ada semangat sama sekali.sekarang aku harus berangkat ke Kwan Gwa.. Aku harus membuat perhitungan dengan dia kelak." "Mudah-mudahan begitu. "Bagaimana keadaan lukamu?" tanya si Mo sambil memandangnya dengan penuh perhatian.. sebab kepandaiannya masih setingkat di bawah kepandaian wanita berpakaian kuning itu. Kemudian ia menelan tiga butir pil. Kong Bun Hong Tio" Ketua Bu Tong Pay menghela nafas panjang.. Berselang beberapa saat.. Aku akan memperdalam kepandaianku di tempat kediamannya" "ooohi Si Mo manggut-manggut. dan setelah itu mulailah duduk bersila dengan mata terpejam. "Kong Bun Hong Tio. "Apabila engkau setuju." Kwee In Loan beristirahat di bawah sebuah pohon. Namun menurutku." Kwee In Loan memberitahukan. "Aku akan pergi ke Kwan Gwa menemui Hiat Mo-" "Engkau ingin mohon bantuannya?" si Mo agak terbelalak"Apakah Hiat Mo mau membantumu?" "Aku hanya ingin mohon petunjuk kepadanya mengenai ilmu silat. "Aku telah dikalahkan oleh yo sian sian.. namun engkau tetap sebagai ketua golongan hitam" "Begini .Kong Tt seng Ceng." Kwee In Loan bangkit berdiri "si mo sampai jumpa" Kwee In Loan melesat pergi. "Omitohud" sahut Kong Bun Hong Tio"Itu sulit diduga. kedudukanku sebagai ketua golongan hitam akan kuserahkan kepadamu. sedangkan si Mo masih berdiri di tempat. "sudah membaik" sahut Kwee In Loan." Kwee In Loan menggeleng-gelengkan kepala. dia tidak akan muncul lagi.

" ujar Tong Koay sambil menghela nafas panjang. "Tapi kini dia tidak berada di rumah. tidak mungkin aku membunuhnya. "Dia akan membuat perhitungan dengan Nona yo kelak. Kedalangan yo sian sian dan ke empat pengiringnya itu sangat menggembirakan Tan Ek seng dan Lim Soat Hong. "Mumpung luka Kwee In Loan belum sembuh. Lam Khie dan pak Hong. dan langsung menuju rumah Tan Ek seng. "Itu urusan kelak. melainkan menuju desa Hok An." Engkau sedang memikirkan gadis berpakaian merah ya?" "Aku." tandas Lam Khie"Kelihatannya Kwee In Loan akan belajar ilmu silat lagi kepada Hiat Mo." Lam Khie menggelengkan kepala." "Tapi . "Itu adalah perbuatan pengecut. karena masih ada pemuda lain. murid kesayangannya itu." ujar si Mo dingin"Jangan harap gadis itu akan jatuh cinta padamusudahlah... kemudian mereka berdua melesat pergi Di saat mereka melesat pergi." "oh?" yo Sian Sian tercengang.. mari kita pergi" "Ya guru.. "Bagaimana keadaan muridku selama ini?" tanya yo Sian Sian.. dan mereka segera menyuguhkan teh wangi." Pak Hong mengerutkan kening. Ternyata yo sian sian ingin menengok Tan Giok Cu. "Dia baik-baik saja?" "Giok Cu baik-baik saja. Mereka berdua. . "-Dia pergi ke mana?" "Dia ikut Thio Han Liong ke gunung Soat San. tidak boleh kita lakukan." ujar Lam Khie sambil tertawa." sela Pak Hong serius. seharusnya engkau membunuh pemuda itu. "Ha ha ha Perutku sudah merengek-rengek minta diisi-" Bab 25 Gua Hangat Di Puncak Hoat San yo sian sian dan ke empat pengiringnya tidak langsung pulang ke gunung ciong Lam san." "guru." jawab Lim Soat Hong dan memberitahukan.... bagaimana kalau sekarang kita pergi membunuhnya?" "Tidak mungkin.." Kepala Kwan Pek Him semakin tertunduki sedangkan si Mo menatapnya dengan tajam. "Kenapa mereka berdua?" tanya yo Sian Sian dengan kening berkerut. Kini mereka sudah memasuki desa tersebut. "Kita sudah dengar. agar gadis tersebut mencintaimu." Kwan Pek Him menggeleng-gelengkan kepala. kita tidak perlu membicarakannya sekarang. "Pemuda itu sangat baik terhadapku. "Entah apa yang akan terjadi lagi kelak?" "Itu urusan kelak. justru mendadak muncul Tong Koay. jangan terus memikirkan gadis itu." Lim Soat Hong tidak melanjutkan ucapannya." Kwan Pek Him mengangguk. percuma kita pikirkan sekarang.Itu sungguh membahayakan Nona yo dan rimba persilatan" "Kalau begitu . "Gadis itu tidak akan mencintaimu." "Kalau begitu. Kwee In Loan berangkat ke Kwan Gwa menemui Hiat Mo." ujar Lam Khie dan menambahkan..

" Lim soat Hong menatapnya seraya berkata. sehingga membuatmu tidak tenang." jawab Lim Soat Hong.. suruh mereka ke tempat tinggalku" "ya. kemudian menghela nafas panjang. percayalah" "suamiku." Lam Khie memberitahukan tentang pembicaraan itu dan menambahkan. yo sian sian dan ke empat pengiringnya langsung pergi ke gunung ciong Lam san. "Dia mau mencari Teratai Salju di gunung itu untuk mengobati wajah ke dua orang tuanya" "Kenapa wajah ke dua orangtuanya?" yo Sian Sian terkejut. "Aku. Tan Ek seng dan Lim soat Hong saling memandang. "Kini Kwee In Loan sudah berangkat ke Kwan Gwa untuk menemui Hiat Mo-" . "Aku mohon pamit. akhir-akhir ini aku merasa tidak tenang. dan ke empat pengiringnya langsung mengikutinya. "Eniahlah. "Tidak lama lagi mereka pasti pulang. tapi kenapa mereka belum pulang?" gumam Lim soat Hong. "Mudah-mudahan Giok Cu dan Han Liong tidak terjadi apaapa" setelah meninggalkan rumah Tan Ek seng." Lim soat Hong menggeleng-gelengkan kepala." "Baiklah. "Kami tidak begitu jelas mengenai itu." Lim Soat Hong menggelengkan kepala. Di tengah jalan. maka dia ikut ke gunung Soat San. "isteriku. maka aku ingin menyampaikan sesuatu-" "sesuatu apa?" tanya yo sian sian." yo Sian Sian dan ke empat pengiringnya segera berhenti"Selamat bertemu" "Nona yo -" Wajah Lam Khie berubah serius"Kebetulan kita bertemu di sini. "Aku khawatir telah terjadi sesuatu atas diri mereka-" "Itu tidak mungkin." "Aaahi. "sudah sekian lama Giok Cu dan Thio Han Liong ke gunung soat san. Tong Koay dan Pak Hong melihat Kwee In Loan duduk di bawah sebuah pohon." "isteriku" Tan Ek seng tersenyum lembut dan menjelaskan. tak disangka kita bertemu di sini.. "Aku yakin mereka sudah dalam perjalanan pulang." yo Sian Sian bangkit berdiri dan berpesan. janganlah cemas" ujar Tan Ek seng menghiburnya. maka timbul rasa gelisah dalam hatimu.." "Mau apa Thio Han Liong pergi ke gunung Soat San?" tanya yo Sian sian." Lim Soat Hong mengangguk.. "Entah apa sebabnya. Padahal tidak ada apa-apa. "engkau terlampau memikirkan Giok Cu.." ucap yo Sian Sian lalu melesat pergi." ujar Lam Khie"cianpwee."Mereka berdua sudah saling mencinta.. percayalah" "Aaah " Lim soat Hong menghela nafas panjang. kemudian muncul si Mo dan muridnya .. mendadak muncul Lam Khie sambil tertawa-tawa." Tan Ek seng tersenyum berusaha menghibur isterinya. "Kalau Giok Cu dan Thio Han Liong pulang. "Nona yo. "Giok Cu tidak mau berpisah dengan dia.

"oh?" Air muka yo sian sian berubah"cianpwee tahu mengenai Hiat Mo itu?" "Cuma tahu sedikit. Cianpwee" sahut yo sian sian. "Aku mau pergi. yo sian sian dan ke empat pengiringnya berdiri mematung di tempat." yo sian sian mengangguk." Lam Khie menceritakan tentang Hiat Mo.. perhatian cianpwee. hanya saja Iweekang ku lebih unggul sedikit. "Dia pasti menuntut balas padamu. itu." "ya. "Apabila Kwee In Loan berhasil menguasai ilmu silat Hiat Mo. cianpwee-" yo sian sian manggut-manggut. "Baiklahi" Lam Khie menatapnya." "Aaaahi-" Yo Sian Sian menghela nafas panjang..Tapi sudah mendengarnya." Lam Khie manggut-manggut." yo sian sian mengangguk." "ya. Berselang beberapa saat kemudian barulah mereka melesat pergi ke gunung ciong Lam san. "Kalau begitu " ujar yo sian sian seusai mendengar itu." "oooh" Lam Khie manggut-manggut. sebab kepandaiannya pasti bertambah tinggi. "Hiat Mo berkepandaian amat tinggi." "Tidak apa-apa" sahut Lam Khie"yang penting engkau harus terus berlatih." "yaah" Lam Khie menggeleng-gelengkan kepala. agar ilmu silatmu bertambah tinggi." jawab Lam Khie dan memberitahukan. "Bukankah engkau bisa berlatih mulai dari sekarang? Kalau Kwee In Loan muncul lagi dalam rimba persilatan. maka engkau harus ber-hati-hati kelak" "Terima kasih atas. tentunya dia akan mengaduk lagi dalam rimba persilatan. "oh ya Kalau tidak salahi tiga tahun lagi Cianpwee dan lainnya akan bertanding dicuncak gunung Heng san. kan?" "ya. tidak tahu hal yang sebenarnya. yo sian sian mendengar dengan penuh perhatian. Thio Han Liong sudah sampai di gunung soat san. Cianpwee tidak menyaksikan pertandinganku dengan Kwee In Loan?" "Tidak." "Itu sudah jelas. ternyata engkau bertahan agar kelihatan kepandaianmujauh lebih tinggi dari Kwee In Loan ya. "Pantas kemudian engkau muntah darah." "sampai kelak." jawab Lam Khie"Kepandaianmu lebih tinggi dari Kwee In Loan. "oleh karena itu. sementara itu. "oh ya. tentunya kepandaianmupun sudah bertambah tinggi. Mungkin aku tidak bisa hadir di sana sebagai saksi. "Rasanya aku sudah tidak sanggup menghadapinya. engkau harus terus berlatih" pesan Lam Khie lalu melesat pergi. dia langsung kabur. la menjelajahi gunung itu hingga ke puncaki namun tidak menemukan Teratai Salju yang dicarinya itu. sampai jumpa kelak." sahut yo sian." ucap yo sian sian. sebaliknya ." " Kelak dia pasti menimbulkan bencana dalam rimba persilatan. "Nona yo. "Kalau Hiat Mo bersedia memberi petunjuk padanya mengenai ilmu silat." "Nona yo" Lam Khie tersenyum. "Sesungguhnya kepandaian kami seimbang..

oleh karena itu. Itu sungguh mencengangkan Thio Han Liong. Thio Bu Ki telah mengajarnya Keuw Keat (Teori) pelajaran Kian Kun Taylo Ie hingga ke tingkat tujuhThio Han Liong menghafal semua teori itu. bahkan dinding gua itu pun memancarkan cahaya. "Kenapa setiap kali aku mulai berlatih Kian Kun Taylo Ie sin Kang tingkat ke tiga. Padahal di luar gua hanya terdapat salju. Tampak pula sebuah telaga kecil di situ. la berharap dalam waktu beberapa tahun ilmu silatnya akan maju pesat. aku akan berlatih Kiu yang sin Kang saja. Thio Han Liong tidak habis pikir tentang itu. tidak begitu gampang mempelajari ke dua macam sin Kang tersebut." Thio Han Liong mulai berlatih Kiu yang sin Kang. yang buahnya kemerahan-merahan. Akan tetapi. Betapa dinginnya hawa udara di gunung soat san. sehingga menciptakan suasana yang tenang. Di tengah-tengah telaga kecil itu terdapat segundukan tanah yang mengeluarkan cahaya. talu duduk beristirahat sambit berpikir.sebab ia telah memiliki Kiu yan sin Kang. Di lembah itu terdapat sebuah gua yang cukup besar dan indah. Thio Bu Ki bisa begitu cepat menguasai Kiu yang sin Kang. karena secara kebetulan ia memakan kodok api. agar dapat mengalahkan Hiat MoDi Kwan Gwa (Luar Perbatasan) terdapat sebuah lembah yang amat indah. Memang harus diakui. tidak berani me-lanjutkannya. semakin ke dalam gua itu semakin luas. tidak heran dalam waktu relatif singkat ia berhasil mempelajari Kian Kun Taylo Ie sin Kang. maka mempercepat latihannya. Kiu Im Pek Kut Jiauw dan siauw Lim Liong Jiauw Kang. kepalaku pasti pusing dan darahku bergolak -golak?" Thio Han Liong tidak habis pikir. "Kalau begitu.Penghuninya adalah Hiat Mo dan ciu Lan Nio. Di atas gundukan tanah itu tumbuh sebatang pohon kecil. justru terasa hangat. sedangkan Kiu yang sin Kang yang dimiliki Thio Han Liong masih dangkal.Akhirnya ia mengambil keputusan untuk melatih ilmu silatnya di dalam gua itu. kemudian menggelenggelengkan kepala dan bergumam lagi. sehingga gua itu agak terang. Mulailah ia melatih Kiu yang sin Kang dan Kian Kun Taylo Ie sin Kang. maka sulit baginya untuk mempelajari Kian Kun Taylo Ie sin Kang. "Heran" gumamnya sambil mengerutkan kening. ia langsung berhenti. namun di dalam gua malah tumbuh beberapa pohon dan hangat pula hawa udaranya. Thio Han Liong hanya memandang sekilas ke arah pohon kecil itu. yang berdaun seperti telapak tangan dan pada pucuknya terdapat satu buah yang aneh bentuknya. begitu mulai ia sudah merasa pusing dan darahnya bergolak.Hawa udara di lembah itu sangat sejuk menyegarkan. selain berlatih Iweekang tersebut. cucunyaKini di dalam gua tersebut justru bertambah seorang gadis . Namun. dan kini ia mulai berlatih tingkat ke tiga.ia malah menemukan sebuah gua di dekat puncak gunung tersebut. cuma berhasil sampai di tingkat ke dua saja.setetah itu. namun ketika memasuki gua itu. ia pun berlatih ilmu pukulan Thay Kek Kun. aman dan terasa damai pula. ia pun berhasil mempelajari Kian Kun Taylo Ie sin Kang sampai tingkat ke tujuh. bahkan anehnya di dalam gua terdapat beberapa pohon.

.." Ciu Lan Hio menggeleng-gelengkan kepala. "Tentu. "Maka tidak bisa ditarik lagi ilmu sihir itu" " Kakek tidak bisa menyembuhkannya?" "Tentu bisa. kakek akan mengajaknya ke Tionggoan." Hiat Mo manggut-manggut." "Kakek.. aku pun tidak mau melihatnya menderita. " Kakek adalah Hiat Mo generasi ke tiga. "Dia cuma mencintai Giok Cu saja. aku boleh ikut kan?" tanya Ciu Lan Hio. itu adalah kesempatanmu untuk mendekatinya. justru akan membuatnya gila.. " Kalau kakek menarik kembali ilmu sihir yang telah kakek masukkan itu.. juga menuruti semua perintahku-" "Kenapa Kakek begitu tega?" ciu Lan Hio menggelenggelengkan kepala." Ciu Lan Hio menghela nafas panjang." ujar Hiat Mo"Kakek ingin menciptakan seorang gadis pembunuh yang berhati dingin.. maka alangkah baiknya Kakek menarik kembali ilmu sihir yang telah Kakek masukkan ke dalam dirinya jadi dia tidak di bawah perintah Kakek-" "Itu tidak bisa-" Hiat Mo menggelengkan kepala. Ya. tapi dikeroyok tiga jago Tionggoan sehingga mengalami luka parah-" . Tapi membutuhkan waktu." tandas Hiat Mo"yang penting kelak Thio Han uong akan mencintaimu. "Kenapa tidak bisa?" tanya Ciu Lan Hio dengan kening berkerut. yang sedang duduk bersila.Tiga tahun kemudian setelah dia berkepandaian tinggi. "Sebab engkau harus menemui Thio Han Liong. "Bukankah dia juga harus melupakan gadis itu? Nah. Tidak mungkin dia akan jatuh cinta padaku. "Terus terang.yang amat cantik." Hiat Mo mengangguk" Kakek" Ciu Lan Hio menghela nafas panjang. sedangkan Giok Cu akan kuperintah agar membunuh para pesilat rimba persilatan Tionggoan. kemudian menggeleng-gelengkan kepala seraya bertanya kepada Hiat Mo. kan?" "Tapi." Hiat Mo memandang jauh ke depan sambil memberitahukan.. lagipula untuk apa menarik kembali ilmu sihir itu?" "Kakek.Lagipula." "sudahlah. wajahnya putih bagaikan salju. Tan Giok Cu duduk diam." "Kakek. "Kenapa Kakek sering membunuh kaum rimba persilatan Tionggoan?" "Engkau tidak tahu.. namun aku tidak akan memaksanya untuk mencintaiku.. yang tidak lain adalah Tan Giok Cu. "Kenapa Kakek berbuat begitu terhadapnya?" "Ha ha ha" Hiat Mo tertawa gelak "Agar dia melupakan Thio Han Liong." "Kalau Tan Giok Cu sudah melupakannya. " Kakek sudah mempengaruhinya dengan ilmu sihir?" "Ya." Hiat Mo memberitahukan. Hiat Mo generasi pertama pernah ke Tionggoan. lalu dia akan bagaimana?" sahut Hiat Mo sambil tersenyum. Ha ha ha." "Kakek ." ujar ciu Lan Nio sungguh-sungguh"Aku memang amat mencintainya. Ciu Lan Hio menatapnya.

" "Lagipula apa?" tanya Ciu Lan Nio karena Hiat Mo tidak melanjutkan ucapannya. muka. sedangkan dia masih begitu muda. memang lebih baik hidup di daerah Kwan Gwa ini. kan?" "Betul." Hiat Mo manggut-manggut. tentunya kakek akan melepaskan Giok Cu. Hiat Mo generasi ke dua tidak pernah ke Tionggoan. "Itu telah berlalu.Karena kakek sudah berjanji . percuma kakek memiliki kepandaian tinggi. Hiat Mo generasi pertama ingin menguasai rimba persilatan Tionggoan. tidak usah diungkit lagi" Hiat Mo menggeleng-gelengkan kepala dan wajahnya tampak murung." "Hiat Mo generasi ke dua benar.. Lam Ti-Toan Hong ya dan Pak Kay-Ang cit Kong. sebab menurut-nya Hiat Mo tidak mungkin akan memberitahukan. juga tetap tidak akan sanggup mengalahkan kakek-" "Seandainya kelak dia mampu mengalahkan Kakek. hanya hidup di daerah Kwan Gwa ini. se-andainya dia berlatih sepuluh tahun lagi.Nah."oh?" Ciu Lan Nio tertarik"siapa ke tiga jago Tionggoan itu?» "Pada masa itu di Tionggoan terdapat empat jago yang berkepandaian amat tinggi Mereka adalah Tong sia Oey yok su." sahut Hiat Mo"Lagi pula. "oh ya Kenapa Kakek tidak mengajarku Hiat Mo Kang?" tanya Ciu Lan Hio mendadak. tidak usah berambisi menguasai rimba persilatan Tionggoan. Begitu tiba di Tionggoan ia langsung membunuh para rimba persilatan Tionggoan. "Rambut." tanya Ciu Lan Nio mendadak"Apakah Han Liong kelak mampu mengalahkan Kakek?" "Hal yang tak mungkin" sahut Hiat Mo sungguh-sungguh"sebab latihan kakek sudah hampir mencapai seratus tahun." ujar Ciu Lan Hio sambil tertawa. murid itu sama sekali tidak berambisi apa pun. akhirnya HiatMo generasi pertama mengalami luka parah. maka jadi begitu. bukankah jelek sekali?" "Itu karena Hiat Mo Kang Kakek telah mencapai kesempurnaan. sehingga ke empat jago itu mengeroyok Hiat Mo generasi pertama.. setelah Hiat Mo generasi pertama meninggal. "Kakek. apakah Kakek akan menepati janji?" "Tentu. sia Tok Ouwyang Hong. engkau akan berubah jadi jelek" "Kenapa begitu?" "Lihatlah diri kakek" Hiat mo tersenyum. Ciu Lan Nio tahu bahwa Hiat Mo menyimpan suatu rahasia.. Namun mendadak si Tokiouw yang Hong membantu Hiat Mo generasi pertama." "Kalau begitu. Hiat Mo generasi pertama menerima seorang murid yang berusia belasan. tapi masih bisa melarikan diri" "Ternyata begitu Lalu bagaimana?" "setelah pulang ke mari." Hiat Mo mengangguk"Kalau kelak dia mampu mengalahkan Kakek. jenggot dan sekujur badan berubah merah. tentunya tidak akan berubah jadi begitu ya. "Kalau belum mencapai tingkat kesempurnaan. "Kalau belajar ilmu Hiat Mo Kang. Akan tetapi. maka terjadi pertarungan tiga lawan dua. namun gadis itu tidak bertanya.

.. "Kalau Kakek berbuat begitu. aku mohon Loci anpwee sudi memberi petunjuk kepadaku" ujar Kwee In Loan." "Mudah-mudahan dia mampu mengalahkan Kakek" ucap Ciu Lan Hio. " "oooh" Hiat Mo manggut-manggut. aku cuma mencintai Han Liong." Di saat bersamaan." "Apa?" Hiat Mo terbelalak.." Kwee In Loan memberitahukan. aku akan bunuh diri" "Haaah ?" Mulut Hiat Mo ternganga lebar. "Kwee In Loan ingin bertemu Hiat Mo Apakah Hiat Mo bersedia menemuinya?" "suruh dia masuk" sahut Hiat MoTak seberapa lama kemudian. "Dia adalah adik seperguruanku. mendadak terdengar suara seruan penjaga gua." ." tandas Hiat Mo"Kakek akan berupaya dengan cara apa pun agar engkau menikah dengan Han Liong." Ciu Lan Hio mengangguk pasti. "Aku. kenapa masih mau mohon petunjukku?" "Kini Hek Liong Pang telah bubar. "Engkau. engkau mau menjadi biarawati?" "ya. Tidak mungkin akan mencintai pemuda lain. maka aku tidak akan menikah-" "Kalau begitu. Giok Cu akan bersamanya lho Lalu bagaimana engkau?" "Aku aku mau menjadi biarawati saja..begitu. "Kenapa Kakek begitu kalut?" Tentu kalut. "Lan Nio." ujar HiatMo"Engkau adalah cucu perempuanku satu-satunya. kakek tidak boleh ingkar janji. "Aku ingin mengalahkan yo sian sian. tampak Kwee In Loan berjalan ke dalam. "Kenapa engkau malah berharap dia mampu mengalahkan kakek? Kalau dia mampu mengalahkan Kakek. Tidak boleh Pokoknya engkau tidak boleh menjadi biarawati" bentak Hiat Mo sambil menatapnya." "Hah?" Hiat Mo nyaris meloncat bangun saking kagetnya." "Kakek tidak boleh berbuat begitu. kedatanganku telah mengganggu ketenangan Hiat Locianpwee" ucap Kwee In Loan. lalu memberi hormat kepada Hiat mo"Maaf. aku. "Aku ke mari ingin mohon petunjuk kepada Hiat Locianpwee mengenai ilmu silat" "oh?" Hiat Mo tercengang." jawab Kwee In Loan dengan jujur.. "siapa yang dapat mengalahkanmu?" "yo sian sian. "Hiat Locianpwee. "Hiat Locianpwee." teaas Ciu Lan Nio mengancam." jawab Kwee In Loan sambil menundukkan kepala.. "Mau apa engkau ke mari menemuiku?" Hiat Mo menatapnya tajam.. maka apabila engkau tidak menikahi putuslah keturunanku-" " Kakek. "Apa?" Hiat Mo terbelalak.. "Kepandaianmu sudah tinggi. aku kalah bertanding. "Engkau harus menikah dan punya anak sampai belasan" "Hi hi hi" Ciu Lan Hio tertawa geli.

Locianpwee?" "Ha ha" Hiat Mo tertawa. ia hanya makan buah pohon yang tumbuh di dalam gua itu.. "Paman. Tak terasa sudah tiga tahun ia tinggal di dalam gua hangat di puncak gunung Soat San. Kiu Im Pek Kut Jiauw dan Siauw Lim Liong Jiauw Kang. la menengok ke sana ke mari. Locianpwee-" Kwee In Loan mengangguk"Terima kasih-" Bab 26 Meninggalkan gunung soat san Thio Han Liong terus berlatih Kiu yang sin Kang." Pedagang bakpau itu tidak menyahut. aku." "ya. mulai besok aku akan mengajarmu Hiat Mo Kang. tujuannya ke desa Hok An menemui Tan Ek Seng. sebab aku tidak akan menerimamu sebagai murid. (Bersambung ke Bagian 13) Jilid 13 Beberapa hari kemudian. hanya menatap Thio Han Liong dengan penuh perhatian. begitu pula ilmu silatnya. "oooh" Pedagang bakpau merasa kasihan parianya. Setelah mengambil keputusan demikian. Thio Han Liong sudah tiba di kota Ki Ciu. aku lapar sekali. lalu .. oleh karena itu. la berjanji dalam hati. Di saat itu ia merasa lapar sekali. aku setuju-" Kwee In Loan girang bukan main. namun pakaiannya sudah kumal sekali. Namun ia tetap harus bertahan." "Terima kasih.. tapi. "Bagaimana kalau aku menjadi muridmu."Kecuali aku mengejarmu Hiat Mo Kang." Hiat Mo menggeleng-gelengkan kepala. "Dan ingat" tambah Hiat Mo sambil menatapnya tajam.Terima kasih. engkau dari mana?" tanyanya.. Badannya bertambah tinggi besar dan amat tampan. "Aku mohon Locianpwee sudi mengajarku Hiat Mo Kang" "Engkau bukan muridku. Pemuda tersebut sangat tampan dan kelihatan sopan. namun la sama sekali tidak begitu memperhatikan buah tersebut. keesokan harinya ia meninggalkan gunung Soat San. "Aku dari tempat yang jauh sekali." Thio Han Liong menundukkan kepala. tak mungkin aku mengajarmu Hiat Mo Kang. "Itu tidak mungkin. Thay Kek Kun. "Anak muda." Hiat Mo menggeleng-gelengkan kepala lagi. Kini usianya sudah hampir dua puluh. Kini Kiu yang sin Kang yang dimilikinya sudah bertambah tinggi.. dan segeralah didekatinya." tanyanya sopan. Dilihatnya seorang pedagang bakpau di pinggir jalan. "Engkau pun harus menuruti Lan Nio. bahwa kelak akan ke mari lagi untuk mencari Teratai Salju. "Bagaimana mungkin aku mengajarmu Hiat Mo Kang?" "Hiat Locianpwee" Kwee In Loan segera berlutut di hadapannya. cucuku dan Giok Cu. muridku. Locianpwee.. aku akan mengajarmu Hiat Mo Kang. karena tidak punya uang sama sekali.. la mengambil keputusan untuk meninggalkan gunung Soat San. tapi engkau harus mentaati semua perintahku kelakKalau engkau setuju. "Bolehkah aku minta bakpau. Aku tidak punya uang. sementara buah yang tumbuh di tengah-tengah telaga kecil itu pun semakin besar. Da lam kurun waktu tiga tahun.." "Bagaimana kalau begini.

Thio Han Liong mendekati mereka." "Di mana rumahnya?" "Dari sini terus ke depan. tapi sudah mengundurkan diri" Pedagang bakpau memberitahukan." Pedagang bakpau itu tersenyum.Dipandangnya Thio Han Liong seraya bertanya. namun tampak dua penjaga di situ. dan kemudian teringat sesuatu. "Makanlah lagi" Pedagang bakpau menyoriorkan sebuah bakpau lagi kepadanya. siapa pun yang mengalami kesulitan." Thio Han Liong mengangguk"Engkau tidak apa-apa?" Pedagang bakpau bingung. . Menyaksikan cara makannya." "siapa yap Khay Peng?" "Beliau adalah seorang tokoh rimba persilatan. "Cukup.memberikannya sebuah bakpau." ucap Thio Han Liong sambil menerima bakpau itu.. la melangkah pergi mengikuti petunjuk pedagang bakpau itu.Engkau boleh kelana minta sedikit uang kepadanya. sekaligus memakannya dengan cepat sekali. "Engkau kok begitu tahan tidak makan lima hari?" "Aku tidak punya uang untuk membeli makanan." Pedagang bakpau itu menunjuk ke arah kiri"sampai di ujung harus membelok ke kanan." sahut Thio Han Liong dengan jujur. "Anak muda. sudah berapa hari engkau tidak makan?" "Hampir lima hari. Paman. "oh ya. ia sudah melihat sebuah rumah yang amat besar. besok adalah hari ulang tahun yap Khay Peng yang ke enam puluh." Thio Han Liong menerima bakpau itu.". kemudian kira-kira dua ratus langkah. " Kalau begitu. Pintu Halaman terpentang lebar. sampai di ujung ia membelok ke kanan. beliau pasti berikan-" "oh?" Wajah Thio Han Liong berseri"Tapi aku tidak kenal beliau. beliau pasti membantu tanpa pamrih. "Kalau aku makan lagi Paman akan rugi lho" "Tidak apa-apa." sahut Thio Han Liong. engkau ke sana saja. "Tuan.. dan dalam waktu sekejap habislah bakpau itu. bagaimana engkau selanjutnya?" Pedagang bakpau menggeleng-gelengkan kepala. "Makanlah satu lagi" "Terima kasih. "Beliau sangat baik. "Apa?" Pedagang bakpau terbelalak"Hampir lima hari engkau tidak makan?" "Ya. kira-kira dua ratus langkah pasti sampai di rumah beliau" "Terima kasih. engkau boleh ke sana sekarang untuk makan besar. kemudian memberi hormat seraya bertanya." ujar Thio Han Liong.. pedagang bakpau itu tertawa. "Terima kasih. kemudian disantap nya dengan lahap sekali. apakah ini adalah rumah pendekar tua yap Khay Peng?" "Betul." salah seorang penjaga mengangguk"Siau-hiap (Pendekar muda) dari mana?" "Aku datang dari tempat yang amat jauh. bagaimana mungkin aku ke sana?" "Itu tidak menjadi masalah. Paman. Paman" ucap Thio Han Liong.

"Ha ha ha Dasar pengemis kehausan" ejek pemuda itu. engkau pasti dihukum" "sumoy. "Suhengku cuma bergurau-" "Tidak apa-apa. mungkin juga akan minta uang kepada yap Locianpwee-" "Suheng. bolehkah aku tahu namamu?" tanya kepala pengurus sambil memandangnya." Thio Han Liong berjalan ke tempat itu. "Aku tidak punya perguruan. aku. aku adalah kepala pengurus di sini." sahut Thio Han Liong dengan tersenyumsenyumannya membuat hati gadis itu tergetar-getar dan wajahnya pun langsung memerah"sumoy " sang suheng itu tampak tidak senang. Tempat itu khusus untuk para pemuda. langsung menegur sang suheng"suheng Kenapa engkau menghina orang? Kalau ayahku tahu. Begitu Thio Han Liong muncul dengan pakaian kumal. "Ada pengemis dekil bersama kita lho Tempat ini berubah jadi bau sekali. Paman." sang sutee itu menggeleng-gelengkan kepalaThio Han Liong diam saja..Di saat bersamaan muncul seorang gadis berusia sekitar delapan belas tahun. Engkau ke mari untuk memberi selamat kepada tuan besar?" "ya. Liong.. dan langsung duduk"Ha ha ha" salah seorang pemuda tertawa. apalagi dia tamu yap Locianpwee" "Engkau tahu apa?" Pemuda itu melotot. sumoy jangan marah-" "Hmm" dengus gadis itu. aku minta maaf" ucap gadis itu sambil menatapnya. dan langsung mengambil teh wangi yang telah tersedia di atas meja lalu diteguknya." Penjaga itu agak ragu mempersilahkannya masukPada saat bersamaan." "ya. "Engkau boleh duduk beristirahat di tempat yang di sebelah kanan itu." "oh?" Penjaga itu terbelalak"Engkau tidak mengerti ilmu silat?" "Mengerti sedikit-" "Kalau begitu. " sang suheng menundukkan kepala. "Aku cuma bergurau. "saudara. "Aku bukan murid dari partai mana pun." "Ngmm" Kepala pengurus manggut-manggut. yang ingin makan gratis di sini." Thio Han Liong melangkah ke dalam"Anak muda. "Dia pengemis biasa."siauhiap berasal dari perguruan mana?" tanya penjaga itu."jawab Thio Han Liong. "Tidak baik menghina orang." "Suheng" tegur seorang pemuda. gadis yang berwajah cukup cantik itu. mereka menyambut dengan dinginThio Han Liong sama sekali tidak mempedulikan sikap mereka." Thio Han Liong mengangguk" Kalau begitu.. lalu menghampiri Thio Han Liong sambil tersenyum"Anak muda. silakan masuk" ucap kepala pengurus dengan ramah-Terima kasih. kemudian mendekati Thio Han Liong sambil memberi hormat. Paman. "Namaku Thio Han. muncul seorang tua berusia lima puluhan. Tampak puluhan pemuda berpakaian mentereng sedang minum-minum di tempat itu. .

sebetulnya aku tidak kenal ayahmu. "Aku. aku cuma bergurau lho" "Itu bukan bergurau. ayahku adalah Yap Khay Peng. namun pernah belajar sedikit ilmu silat dari ayahku." sahut Thio Han Liong. "Dia adalah Toa suheng ku bernama Lie Teng Kim. aku akan menyuruh pelayan menyajikan hidangan-hidangan lezat untukmu. "Nona mau pesan apa?" tanya pelayan itu hormat. yap Ceng Ceng sudah melambaikan tangannya." yap Ceng Ceng tersenyum. hampirinya. tentunya engkau belum makan. engkau berasal dari perguruan mana?" tanya Gouw Hui Eng dengan suara rendah"Aku tidak punya perguruan. "Namaku Thio Han Liong. Ketika menyaksikan sikap yap Ceng Ceng begitu ramah ." "Tidak usah. oh ya." " ingin makan enak di sini" sela Lie Teng Kim mendadak"Mungkin mau minta ongkos juga-" "Toa suheng" bentak Gouw Hui Eng... dan seketika itu juga seorang pelayan meng-. "Toa suhengku sungguh keterlaluan" Gouw Hui Eng memberitahukan." "oh?" gadis itu langsung memandang Thio Han Liong." "oooh" gadis itu manggut-manggut. muncul seorang gadis berparas cantik jelita menghampiri mereka sambil tersenyum. Di saat itu. Lie Teng Kim langsung pasang aksi agar tampak lebih gagah. Nona" tolak Thio Han Liong." Lie Teng Kim tersenyum dibuat-buat. Nona" kata pelayan itu dan segera pergi.. "ya." "Nona Ceng Ceng." "Engkau dari perguruan mana?" "Aku tidak punya perguruan. "Kamu girang sekali alas kehadiranmu. "sajikan beberapa macam hidangan istimewa dan arak wangi. "Namaku yap Ceng Ceng. Begitu melihat gadis itu.. Aku dengar besok Yap Locianpwee akan merayakan ulang tahunnya.." "saudara Thio... "Kalau ayahku datang esok. maka aku ke mari. saudara siapa?" "Namaku Thio Han Liong. Di punggung gadis itu tampak bergantung sebatang pedang. dan cuma mengerti sedikit ilmu silat.. melainkan menghina" tandas Gouw Hui Eng sambil melotot. aku akan beritahukan tentang tingkahmu itu" "sumoy. "Dia menghina pemuda itu." Thio Han Liong manggut-manggut dan memperkenal-kan diri pula. "Engkau datang dari mana?" "Dari tempat yang jauh sekali. aku mau menjamu tamu ini" sahut yap Ceng ceng. jangan dekat dia" "oh ya" gadis itu segera memperkenalkan.Ji suheng ku bernama Tan Coh seng dan aku bernama Gouw Hui Eng. Akan tetapi. dan seketika juga hatinya berdebar-debar aneh"Maaf. "Hui Eng Engkau kok marah-marah? Ada apa sih?" tanya gadis itu." "Tidak apa-apa."Kita tidak kenal dia.

"Baik. "Kalau aku tidak memandang gurumu." ujar Thio Han Liong sungguh-sungguh"Aku. yap Locianpwee sangat ramah dan baik orangnya.." Gouw Hui Eng menganggukKe dua gadis itu duduk di hadapan Thio Han Liong." jawab Thio Han Liong dengan jujur.." "oooh" yap Ceng ceng tertawa. "Wuah" seru Thio Han Liong tak tertahan ketika menyaksikan hidangan-hidangan itu. hanya makan buah-buahan saja-" "Apa?" yap Ceng Ceng tertegun." "Jangan sungkan-sungkan. Nanti akan kuberitahukan kepada ayahku. "Pantas" "Pantas jadi setan kelaparan" sela Lie Teng Kim yang merasa iri karena yap Ceng Ceng sangat baik terhadap Thio Han Liong. lalu mulai makan bagaikan kelaparan.terhadap Thio Han Liong. silakan makan" ucap yap Ceng Ceng." "Terima kasih Nona. "Engkau berada di gunung Soat san?" yap ceng Ceng terbelalak"Tempat tinggalmu berada di gunung itu?" "Bukan" ujar Thio Han Liong. "Teng Kim" bentak yap Ceng Ceng. bagaimana mungkin menikmati hidangan-hidangan seperti ini?" sahut Thio Han Liong. Ketika itu muncullah dua pelayan membawa berbagai macam hidangan dan arak wangi kemudian ditaruh di atas meja. habislah semua hidangan itu. aku cuma ingin makan di sini saja. "Dasar setan kelaparan. tapi akhirnya malah tinggal di dalam sebuah gua di puncak gunung soat san itu hingga tiga tahun lebih.." Thio Han Liong mengangguk"Sudah tiga tahun lebih aku tidak makan. "saudara Thio. bahkan suka menotong orang pula.. "Aku ke gunung Soat san untuk mencari Teratai salju. kebetulan aku sudah lapar sekali. kemudian yap ceng ceng memandangnya seraya bertanya"Kok engkau tahu ayahku ulang tahun esok?" "Pedagang bakpau yang memberitahu padaku dan menyuruhku ke mari. "Katanya. wajah Lie Teng Kim langsung berubah tak sedap dipandang dan pemuda itu mencaci Thio Han Liong dalam hati. yap Ceng Ceng dan Gouw Hui Eng menyaksikannya dengan mata terbelalak. Dalam waktu sekejap. sedangkan Lie Teng Kim langsung menyindir. tapi aku tidak akan menerima pemberian ayahmu. sudah kuhajar ." "Hi hi hi" yap Ceng ceng dan Gouw Hui Eng tertawa geli"Engkau sungguh jujur Memang tidak salah ayahku sangat ramah dan baik hati. kemudian wajahnya tampak memerah. Tadi pedagang bakpau memberi ku dua buah bakpau. "Hui Eng Mari kita duduk di sini" ajak yap ceng ceng.. jangan-jangan sudah satu tahun tidak makan" "Betul. engkau pasti diberikan uang untuk bekal. Maka aku ke mari. anggaplah rumah sendiri" kata yap Ceng Ceng. "Kenapa engkau cuma makan buah-buahan?" "Aku berada di gunung soat San.

"Kalau engkau masih menghina saudara Thio.Ketika anak gadisku bersikap seperti anak gadismu. aku pasti beritahukan kepada ayah besok" "Sumoy." Thlo Han Liong tersenyum. aku harus bertanya kepadanya-" yap Khay Peng bangkit berdiri seraya berkata." Lie Teng Kim menundukkan kepala. Ketika melihat putrinya masuk sambil tersenyum-senyum. "Aku tidak akan tersinggung maupun gusar. ternyata anak gadisku mulai jatuh cinta-" "oh?" yap Khay Peng terbelalak"Benarkah?" "Hari ini banyak pemuda ke mari.. "Kenapa engkau tersenyum-senyum? Apa yang menggembirakan hatimu?" "Tidak.. "Toa suheng" ancam Gouw Hui Eng. silakan" ucap para tamu itu sambil tertawayap Khay Peng menuju kamar yap Ceng ceng.. la sudah mengambil keputusan dalam hati akan menghajar Thio Han Liong." sahut yap Ceng Ceng dengan wajah agak kemerah-merahan sambil terus berjalan ke dalam. "Ha ha ha" salah seorang tamu tertawa gelak"yap Loenghiong (orang Tua yang Gagah). orang tua itu tercengang.. "Tidak ada apa-apa kok tersenyum-senyum?" yap Khay Peng menatapnya dengan penuh perhatian." ucap Gouw Hui Eng... Dilihatnya gadis itu sedang duduk di pinggir tempat tidur sambil tersenyum-senyum.. lalu berjalan ke rumah sambil tersenyum-senyum. "Ceng Ceng" serunya. "Maafkanlah Toa suheng ku. "Tidak apa-apa. "Maaf." yap ceng Ceng bangkit dari tempat duduknya." . aku mau ke dalam dulu" "silakan. kenapa hari ini engkau kelihatan agak lain? Ada apa?" "Tidak ada apa-apa.. sin Kiam Tui Hun (Pedang sakti Pengejar Roh) yap Khay Peng berada di ruang depan dan sedang bercakap-cakap dengan beberapa tamu." "saudara Thio. Ayah-" Wajah yap Ceng Ceng langsung memerah"Aku aku tidak tertarik kepada pemuda yang mana pun. sebab sifatnya memang begitu" "Dia tidak menghinaku. Ayah. aku juga punya anak gadis." sahut yap Ceng Ceng sambil menundukkan kepala. jangan-jangan dia jatuh cinta pada salah seorang dari mereka-" "Kalau begitu." "Ngmm" yap Khay Peng manggut-manggut. "jangan-jangan engkau tertarik kepada salah seorang pemuda yang hadir di sini" "omong sembarangan." "saudara Thio.mulutmu" "Nona. "Ceng Ceng. "Ayah. kemudian duduk di sisinya. itu tidak apaapa. engkau duduk saja di sini Aku akan ke dalam sebentar." Lie Teng Kim melirik Thio Han Liong dengan mata berapi-api. "Aku memang setan kelaparan. karena sudah tiga tahun lebih tidak makan. melainkan sekedar bergurau saja" ujar Thio Han Liong. Perlahan-lahan yap Khay Peng menghampirinya.

dilihatnya Gouw Hui Eng sedang asyik ber-cakap-cakap dengan pemuda itu. siapa pemuda itu?" "Dia dia sama sekali tidak kenal Ayah. "siapa pemuda itu?" "Dia bernama Thio Han Liong. ayah tunggu di situ" "Ayah jangan menghina dia lho" pesan yap ceng Ceng. "Han Liong" seru yap Ceng Ceng sambil mendekati mereka"Ayahku ingin bertemu denganmu" "oh?" Thio Han Liong tertegun. "Ayah yakin pemuda itu pasti tampan sekali.." Yap Ceng Ceng mengangguk." "Mungkin dia cuma mengerti sedikit ilmu silat. "Kini engkau sudah dewasa. siapa pemuda yang telah mencuri hatimu?" desak yap Khay Peng." "oooh" yap Khay Peng manggut-manggut. Kalau tidak. Ketika sampai di halaman. "Ayah jangan mengada-ada saja" "Ceng Ceng. " Engkau tidak senang pemuda itu dihina oleW Lie Teng Kim?" "Tentu. "Lie Teng Kim sungguh keterlaluan. namun engkau tidak begitu menggubris mereka. Lie Teng Kim dan Tan con seng tergolong pemuda yang cukup tampan." yap Ceng Ceng memberitahukan secara jujur. Nah. . "Katakan kepada ayah." "Memang mungkin. sedangkan Lie Teng Kim dan Tan coh seng masih berdiri di situ dan wajah Lie Teng Kim tampak masam sekali. ibumu meninggal . hanya pernah belajar sedikit ilmu silat. tentunya ayah sangat memperhatikan perjodohanmu." ujar Yap Khay Peng sungguh-sungguh"Ayah ingin bertemu dia. tentunya tidak berani mengatakan begitu." yap Khay Peng menghela nafas panjang. "Dia ke mari." "siapa orangtuanya?" "Aku tidak bertanya."Ha ha ha" yap Khay Peng tertawa gelak"Tuh Wajahmu memerah. ajak dia ke ruang tengah. Kebetulan dia tiba di kota ini." "Ayah" Yap Ceng Ceng memberitahukan. "sebab pakaiannya sudah kumal sekali" "Pakaiannya kumal?" "Ya. "Karena dia sudah bilang tidak punya perguruan. lalu pergi memanggil Thio Han Liong.Dia tidak punya perguruan." Yap Ceng Ceng mengangguk"Pemuda itu ke mari berarti adalah tamu kita. dia terus menghina pemuda itu. pertanda benar lho" "Ayah " yap Ceng ceng cemberut." Yap Ceng ceng menggelengkan kepala. bagaimana mungkin engkau akan tertarik kepadanya. sebab dia tidak punya uang. ketika engkau berumur tujuh tahun. seandainya dia dari Kay Pang." "Ngmmm" Yap Khay Peng manggut-manggut.. katakanlah." "oh?" Yap Khay Peng tersenyum." "Begini. maka mampir di sini. dia ke mari ingin makan." "Mungkinkah dia dari Kay Pang?" "Tidak mungkin.

" ucap Thio Han Liong. kemudian berkata dengan sopan. apabila putrinya mencintai pemuda itu.. Thio Han Liong segera memberi hormat." sahut Thio Han Liong. "Aku tidak perlu dituntun." "Terima kasih. Maaf. beritahukanpadaku. "Nanti malam engkau boleh tidur di kamar belakang. pelayan di sini akan membawamu ke sana. "siapa ayahmu?" "Ayahku bernama. cianpwee. aku telah mengganggu Cianpwee" "Ha ha ha" yap Khay Peng tertawa gelak "Aku yang menyuruh Ceng ceng memanggilmu ke mari. "Han Liong Mari kita ke dalam" ajak yap Ceng Ceng. biar aku jalan sendiri" "Ayolah" yap Ceng ceng terus menariknya dan tak lama mereka sudah sampai di ruang tengahyap Khay Peng duduk di sana.. "Cianpwee." Wajah Thio Han Liong kemerah-merahan. "Baiklah-" Yap Khay Peng tersenyum.. aku seorang pengemis dekil. engkau sudah makan?" tanya yap Khay Peng kemudian dan melanjutkan. "Nona. ya?" "ya-" Thio Han Liong mengangguk." ucap Thio Han Liong. namun aku tidak membutuhkan uang. Begitu Thio Han Liong masuk. Padahal sesungguhnya orangtua itu menghendaki menantu yang berasal dari keluarga terkenal." "oooh" yap Khay Peng manggut-manggut. "Aku sudah makan tadi-" "oh ya" yap Khay Peng menatapnya seraya berkata. Thio Han Liong memang tampan." "Paman yap sangat ramah. terimalah hormatku" "Ngmmm" yap Khay Peng manggut-manggut. "Apabila engkau membutuhkan uang. Cianpwee. makanlah Jangan malu-malu" "Terima kasih. tidak pantas menemui ayahmu. " Kalau belum makan.. ia pun tidak bisa berbuat apa-apa." ujar Gouw Hui Eng dan menambahkan. kenapa pakaian pemuda itu begitu kumal? "Namamu Thio Han Liong.. aku pasti memberimu" "Terima kasih atas kebaikan cianpwee. tapi bukan berasal keluarga terkenal. Akan tetapi.Namun dia juga tidak habis pikir. "Anak muda.. " Apa julukan ayahmu dalam rimba persilatan?" "Ayahku tidak punya julukan."Aku. Tidak heran kalau putrinya tertarik kepadanya.." "Eeeh?" Wajah yap Ceng Ceng langsung memerah"Hui Eng." "Cepatlah kalian ke dalam mungkin Paman yap sudah menunggu" Gouw Hui Eng tersenyum serius. "Aku mohon diri ke depan. kemudian mendadak menariknya. Thio Ah Ki.." "Thio Ah Ki?" yap Khay Peng berpikir dengan kening berkerut-kerut. "Ceng Ceng pun ramah sekali. la langsung menatapnya dengan tajam.. la mengakui dalam hati bahwa pemuda itu memang tampan sekali. memang ada baiknya engkau menemuinya.. maka engkau tidak menggangguku-" . bahkan sangat sopan dan lemah lembut...

aku ingin bertanding dengan Han Liong." tanya Gouw Hui Eng sambil tersenyum. "Kenapa ayahmu memanggil saudara Thio?" "Tidak ada apa-apa.Thio Han Liong berjalan ke luar." "Engkau ingin pura-pura kalah kan? Itu tidak jadi masalah bagi ayah." "Itu terserah padamu.." "Ayah. yang duduk bersama Gouw Hui Eng." "Hui Eng" YaP Ceng Ceng cemberut"Jangan omong yang bukan-bukan" "Terus terang saja" desak Gouw Hui Eng." sahut Yap ceng ceng.. "ya. itu sungguh sayang sekali" "Ayah mempermasalahkan itu?" "Kalau engkau menyukainya.Tapi janganlah engkau melukainya" pesan yap Khay Peng. "Ayah ingin menyaksikan pertandingan kami?" tanya yap Ceng Ceng. gadis itu menatap ayahnya seraya bertanya. cara bagaimana engkau pura-pura kalah. "Ceng Ceng.." "Ayah " Yap Ceng Ceng cemberut. kalau kalian mau bertanding.." yap Ceng Ceng cemberut. Lie Teng Kim dan Tan coh seng . "oh ya. "Hanya ingin bertatap muka dengan Han Liong. maka Han Liong akan menjadi menantu ayahmu kan?" "omong sembarangan" wajah Yap Ceng Ceng memerahsementara Thio Han Liong..." sahut Yap Ceng Ceng dan teringat sesuatu." "Kalau begitu." "Ayah berharap kepandaiannya lebih tinggi daripadaku?" "ya. sedangkan yap ceng Ceng mengerutkan kening." "oh?" Gouw Hui Eng terbelalak"Engkau akan bertanding dengan Han Liong? Ayahmu yang menyuruh?" " Kira-kira begitulah.. Ayah-" yap Ceng Ceng tampak girang sekali.sebab ayah ingin tahu. "Ayah tidak usah menyaksikan pertandingan kami." sahut Yap Ceng Ceng. sebab ia ingin mengalah agar Thio Han Liong menang. "setelah bertatap muka. "Tentu. "Dia bukan berasal dari keluarga terkenal. "Ceng Ceng." ujar yap ceng ceng setelah berpikir sejenak"Aku akan bertanding dengannya." "oh?" Gouw Hui Eng tersenyum serius. alangkah baiknya dia dapat mengalahkanmu. "Ceng Ceng." sahut yap Khay Peng. tentunya ayah juga tidak akan mempermasalahkan itu. ayahmu bilang apa?" "Tidak bilang apa-apa. hanya saja. jangan lupa beritahukan kepada ayah" Yap Khay Peng mengingatkan." yap Khay Peng menggeleng-gelengkan kepala. "Hi hi" Gouw Hui Eng tertawa geli"Ayahmu menyuruhmu menguji kepandaian Han Liong Kalau dia dapat mengalahkanmu. "Jangan-jangan ayahmu.. "Ayah tidak senang kepadanya?" "Dia memang tampan sekali. kemudian berlari ke luar dan langsung menghampiri Thio Han Liong." yap Khay Peng mengangguk"Ayah memang harus menyaksikannya.

" ujar Gouw Hui Eng. kenapa engkau ke mari?" tanya Lie Teng Kim dengan sinis. karena ilmu silatku rendah sekali. "Engkau jangan takut. "Ceng Ceng ingin bertanding denganmu." Mendadak Thio Han Liong membalikkan badannya seraya berkata. "Agar tidak mengganggu kalian. aku aku tidak mau bertanding." "Han Liong" Yap Ceng ceng berdiri di hadapannya." sambung tiouw Hui Eng.." "Tapi ." sahut Thio Han Liong sambil menggeleng-gelengkan kepala"Aku pasti kalah. engkau pasti akan dipungut menjadi menantu Paman Yap-" "Maaf" ucap Thio Han Liong. maka menimbulkan rasa iri dan cemburu dalam hati Lie Teng Kim"Han Liong" Kini Gouw Hui Eng pun memanggil Han Liong." Thio Han Liong menghela nafas panjang. "seusai ayahnya merayakan ulang tahunnya.Namun gadis tersebut tidak mengacuhkannyaKetika melihat Thio Han Liong." "Nona Ceng Ceng" ujar Lie Teng Kim mendadak dengan wajah berseri"Aku bersedia bertanding denganmu-" "siapa sudi bertanding denganmu?" sahut Yap C-cng Ceng . Lie Teng Kim meliriknya dengan mata membara. barulah engkau boleh pergi" "Tapi . "Kalau begitu." "Han Liong. "Aku tidak mau bertanding. aku tidak akan melukaimu. sedangkan Tan coh seng bersikap biasa-biasa sajaKenapa Lie Teng Kim begitu membenci Thio Han Liong? Ternyata begitu bertemu Yap Ceng Ceng." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala"Ilmu silatku masih rendah sekali. "Aku tidak akan memaksamu bertanding dengan ceng Ceng. "Aku .Thio Han Liong menarik nafas. maka aku tidak mau bertanding." " Kalau tahu kepandaianmu masih rendah. "Kalau engkau menang. "Han Liong" Yap Ceng Ceng menatapnya. ia sudah jatuh hati kepadanya. engkau tidak usah khawatir.." "Han Liong" Yap Ceng Ceng tersenyum." sahut Thio Han Liong. "Aku pergi saja-" "Han Liong" seru Yap Ceng Ceng dan Gouw Hui Eng serentak" Engkau tidak boleh pergi.terus mendengarkan pembicaraan ke dua gadis itu." Thio Han Liong menggelenggelangkan kepala. tentunya engkau tidak berkeberatan kan?" "Kepandaianku rendah sekali. "Pokoknya engkau tidak boleh pergi. Lagi pula apa gunanya bertanding?" "Han Liong" Gouw Hui Eng tersenyum." "Nona Ceng Ceng.." "Betul. percayalah" "Terima kasih. sikap gadis itu sedemikian baik terhadapnya. tidak boleh pergi" "Lebih baik aku pergi saja. "Aku tidak akan mengajakmu lagi bertanding.

. itu merupakan suatu penghinaan bagi ayahku. aku berjanji tidak akan berbuat begitu" "Baiklah-" Gouw Hui Eng manggut-manggut. yang ternyata tersinggung oleh ucapan yap ceng Ceng "Toa suheng" bentak Gouw Hui Eng. maka engkau cari kesempatan untuk menghajarnya. "Engkau kok jadi. "Aku tahu. engkau jangan macam-macam lagi" "ya. cepat minta maaf kepadanya" "Aku. tapi seusai ayahmu merayakan ulang tahunnya.. tidak usah dibicarakan sekarang" sahut Yap Ceng Ceng. "oleh karena itu. memanggil seorang pelayan. "Se-karang engkau harus minta maaf kepada Han Liong" "Kenapa aku harus minta maaf kepadanya?" Heran Lie Teng Kim.. " Kalau Engkau pergi sekarang.-" "Sudahlah" ujar Thio Han Liong. lebih baik aku mohon diri" "Tidak bisa" tegas yap Ceng ceng.Bagaimana mungkin aku berani berbuat begitu?" sahut Lie Teng Kim dengan kepala tertunduk"Toa suheng" Gouw Hui Eng menatapnya tajam. sumoy. "Engkau sudah mendendam pada Han Liong. padahal tidak seharusnya aku ke mari" sahut Thio Han Liong sambil menghela nafas panjang dan menambahkan. aku. "Nona mau pesan apa?" tanya seorang pelayan. "Ayoh.." "Hmm" dengus Gouw Hui Eng." sahut Gouw Hui Eng. "Karena engkau telah menghinanya." "Diam" Gouw Hui Eng menatapnya tidak senang. Dia sama sekali tidak punya salah.ketus"Berapa tinggi sih kepandaianmu? " "Serendah-rendahnya kepandaianku.." Thio Han Liong mengangguk"Aku tidak akan pergi. engkau tahu sendiri resikonya" "Sumoy..." "Pokoknya engkau tidak boleh pergi" tandas yap Ceng ceng.bertingkah di sini? Ayahku datang pasti kuberitahukan tentang tingkah lakumu" "sumoy. aku aku harus pergi-" "Itu urusan nanti. " Kalau engkau berani berbuat begitu. mau cari gara-gara ya?" "Sumoy.. .. "jangan lancang menantang ceng Ceng bertanding." "Eeeh?" Gouw Hui Eng terbelalak"Engkau yang bersalah? Kenapa begitu?" "Karena aku hadir di sini.. "Mulai sekarang.." "Nona Ceng ceng. " Antar Han Liong ke kamar. bukan?" "Tidak.. "saudara Lie tidak perlu minta maaf kepadaku. aku. masih jauh di atas kepandaian Thio Han Liong" sahut Lie Teng Kim. kemudian melambaikan tangannya. "Baiklah.." Gouw Hui Eng manggut-manggut. biar dia beristirahat" sahut Yap Ceng Ceng... sebaliknya malah aku yang bersalah." Lie Teng Kim mengangguk dan semakin membenci Thio Han Liong.

" Engkau tertarik pada Han Liong?" "Aku. "Hanya saja. "Aku memang tertarik kepadanya. bahkan juga memiliki sifat sabar. maka aku ingin bertanding dengannya-" "Dia pasti kalah-" "Tapi aku justru akan pura-pura kalah-" "Itu -" Gouw Hui Eng menggeleng-gelengkan kepala"Itu tidak baik. "Ha ha ha" scorangtua berusia enam puluhan berdiri di tengah-tengah ruangan itu "sin Kiam Tin Hun dan kawan-kawan.Kenapa Toa Suhengku kelihatan sangat membencinya?" tanya Yap Ceng ceng mendadak"Karena Toa Suhengku sudah jatuh hati padamu-" Gouw Hui Eng memberitahukan." yap Ceng Ceng mengangguk.. sementara Yap Khay Peng masih bercakap-cakap dengan beberapa tamunya di ruang depan. tiba-tiba berkelebat sosok bayangan ke dalam.la duduk di pinggir tempat tidur sambil berpikirsesungguhnya malam ini juga ia ingin meninggalkan rumah YaP Khay Peng. "Ei Ceng Ceng" bisik Gouw Hui Eng. aku justru tidak habis pikir. agar tidak banyak urusan. namun belum berani jatuh hati kepadanya. dia jatuh hati duluan kepadaku."Mudah-mudahan" -ooo0000oooMalam semakin larut. "Kelihatannya engkau sangat tertarik kepadanya. lalu mengajak Thio Han Liong ke kamar belakang. "Ya-" Yap Ceng ceng mengangguk"Itu agak mengecewakan ayahku." Pelayan itu mengangguk. "Ceng Ceng. Dia memang tampan. akan tetapi.. kalian belum tidur .. setelah Thio Han Liong mengikuti pelayan itu ke dalam.. "Buktinya Toa Suheng-ku terus menghinanya. Lie Teng Kim dan Tan con seng pun meninggalkan tempat itu. mudah-mudahan dia akan jatuh hati kepadamu" "ya.. " Engkau sudah jatuh hati kepada Thio Han Liong. untung dia menolak lho" "Hui Eng." "Hui Eng" yap ceng Ceng tersenyum. Kecuali." yap Ceng Ceng manggut-manggut.." "Benar." "Kepandaiannya masih rendah?" tanya Gouw Hui Eng...." yap Ceng Ceng menundukkan kepalanya. "Maka dia merasa cemburu pada Han Liong. disusul puta dengan suara tawa. tapi dia tetap tidak emosi. haiulah Thio Han Liong membaringkan dirinya di tempat tidur. pasti akan menyinggung perasaan Yap Ceng Ceng dan ayahnya.. namun Thio Han Liong masih belum bisa tidur." "Gila" Yap Ceng Ceng menggeleng-gelengkan kepala"Padahal aku sama sekali tidak tertarik kepadanya kenapa dia malah jatuh hati kepadaku?" "oh ya" Kening Gouw Hui Eng berkerut. sedangkan yap ceng Ceng dan Gouw Hui Eng duduk berhadapan sambil mengobrol." ujar Gouw Hui Eng sambil tersenyum.. apabila ia pergi begitu saja. tapi apakah dia juga sudah jatuh hati kepadamu? Kalau cuma jatuh hati sepihak. itu. setelah mengambil keputusan tersehut."Ya" Nona. Akhirnya ia mengambil keputusan unntuk pergi lusa saja." "Ngmm" Gouw Hui Eng manggut-manggut.

kemungkinan besar dia akan muncul di sini." ucap orang tua yang baru datang itu. silakan duduk" "Terima kasih. "Muridku yang pertama itu cukup tampan... bagus" Gouw siang Kun tertawa gelak"oh ya. padahal kejadian itu dia yang bersalah" "Kami tahu. "sin Kun Bu Tek" yap Khay Peng menatapnya seraya bertanya." "Aaah " Yap Khay Peng menghela nafas panjang lagi. tapi kalau dia ke mari. murid-muridku sudah ke mari?" "sudah-" Yap Khay Peng mengangguk." "sin Kiam Tui Hun" Gouw siang Kun memandangnya seraya berkata. "Tak disangka dia masih mendendam padaku. "Kenapa engkau terlambat datang? Apa-kah ada halangan?" "sin KiamTui Hun. "Dia adalah Touw Liong Lo Koay (orang Taa Aneh Pembunuh Naga)" Gouw siang Kun memberitahukan. aku terpaksa harus melawannya" ujar Yap Khay Peng tanpa merasa gentar sedikit pun. "Belasan tahun lalu. touw Liong Lo Koay tidak senang. engkau harus berhati-hati"sahut sin Kun Bu Tek sungguh-sungguh. "Ha ha ha Bagus." Gouw siang Kun manggut-manggut."sin Kiam Tui Hun. aku pun tidak bisa berbuat apa-apa. yang ternyata Sin Kun Bu Tek (Kepalan sakti Tanpa Tanding) Gouw siang Kun. "Aku terlambat datang karena pergi menyelidiki sesuatu-" "oh?" Yap Khay Peng tertegun. " Kami justru sedang menunggumu. "Biar bagaimanapun. aku pun tidak berkeberatan. Tapi apabila putriku tidak suka. Pada waktu itu aku pun dalam emosi." "Ha ha ha Engkau memang orangtua teladan. dan kini kepandaiannya sudah tinggi sekali-" "Aku sudah mengundurkan diri dari rimba persilatan. engkau membunuh muridnya karena muridnya itu memperkosa seorang wanita." "Aaaah. "Aku bersalah karena menabas putus dua jari tangannya."Touw Liong Lo Koay?" "Ya-" Gouw siang Kun mengangguk" "Maka engkau harus berhati-hati. aku serahkan kepada putriku saja. maka mengajakmu bertarung.ya?" "Ha ha ha" sin Kiam Tui-Yap Khay Peng juga tertawa. engkau harus berhati-hati.Dia pasti ke mari. bahkan telah menguasai semua ilmu silatku. Bagaimana kalau kujodohkan dengan putriku?" "Begini-" Yap Khay Peng ersenyum "Dalam hal jodoh. Kalau dia suka kepada muridmu itu. Dia kalah bahkan kehilangan dua jari tangannya. "Musuh besarmu akan ke mari esok" "siapa dia?" tanya Yap Khay Peng dengan kening berkerut. "Kenapa aku harus berhati-hati? Apa kah akan kedatangan musuh esok?" "Tidak salah-" Gouw siang Kun manggut-manggut. tidak kolot ." Yap Khay Peng menghela nafas panjang. ayah Gouw Hui Eng juga guru Lie Teng Kim dan Tan coh seng." ujar tiouw siang Kun serius. "Apa?" Yap Khay Peng tersentak.

"Kalau putriku menyukainya.. kemudian bertanya dengan wajah serius. Baiklah. Thio Han Liong menoleh kepalanya. sebab dia sangat sopan dan lemah lembut. "Itu tidak jadi masalah kan? yang penting dia pemuda yang baik-" "yaah" yap Khay Peng menarik nafas dalam-dalam. "Kalau Thio Bu Ki.. Nona Ceng Ceng." Gouw siang Kun mengerutkan kening. aku tidak bisa melarangnya. jangan sungkan-sungkan memberitahukan padaku" "Baik. " "Cukup panggil namaku saja." "oh?" Gouw siang Kun terbelalak"Jadi dia seorang pengemis muda?" "Kelihatannya bukan. "Putriku justru tertarik kepadanya." Yap Khay Peng mengangguk"Terima kasih-" Bab 27 Pertandingan Yang Menegangkan Begitu hari mulai terang. Namun pakaiannya sudah kumal." "Betul. selamat pagil" Terdengar suara seruan. dia mengaku bernama Thio Han Liong." "Tapi. " urusan ini bisa dibicarakan nanti. selamat pagi" "Han Liong" Yap Ceng Ceng cemberut"Kenapa engkau masih memanggilku nona sih? Aku tak enak mendengarnya-" "Engkau memang Nona." ujar Yap Khay Peng." "Mungkinkah dia dari Kay Pang?" "Dia bilang tidak punya perguruan. aku tidak akan memaksa dalam hal ini." "Kalau begitu. terserah putrimu saja. Dia ke mari hanya ingin makan." "Kalau begitu." pesan Gouw siang Kun." yap Khay Peng memberitahukan." yap Khay Peng menghela nafas panjang. dia bukan berasal dari keluarga terkenal. ia belajar sedikit ilmu silat dari ayahnya." ." "sin Kiam tu Hun. kita semua pasti telah mendengarnya. "Apakah pemuda itu juga menyukai putrimu?" "Entahlah-" yap Khay Peng menggelengkan kepala"Aku tidak bertanya kepada putriku. Thio Han Liong sudah bangun. lalu menghirup udara segar di pekarangan dekat tamah bunga"Han Liong. pemuda itu pasti tampan sekali. "Apakah pemuda itu mencurigakan?" "Mencurigakan sih tidak Tapi.Dilihatnya Yap Ceng ceng sedang berdiri dan tersenyum-senyum"oh.pikiranmu. sedangkan aku sama sekali tidak jelas mengenai identitas pemuda itu. kalau engkau membutuhkan bantuanku. yang penting engkau harus berhati-hati esok Kita adalah kawan baik." ujar Gouw siang Kun sambil tersenyum. aku jadi bingung. ayahnya bernama Thio Ah Ki. Memang ada apa?" "Tadi siang muncul seorang pemuda. "Engkau pernah mendengar seorang pendekar bernama Thio Ah Ki?" "Thio Ah Ki?" Gouw siang Kun menggelengkan kepala.." "Aku akan bertanya kepada putriku.

" yap Khay Peng mengangguk. Nona Hui Eng" ucap Thio Han Liong." "Baiklah. "selamat pagi" "selamat pagi. Gouw siang Kun menatapnya tajam. Dia teman baik ayahku." "oh? Ilmu silatnya pasti tinggi sekali. ternyata muncul Gouw siang Kun dan yap Khay Peng. Maukah engkau menemui ayahku?" "Tidak usah-" Thio Han Liong menggelengkan kepala"sebab tidak pantas aku menemui ayahmu-" "Sebetulnya tidak apa-apa. Han Liong selamat pagi" Muncul Gouw Hui Eng. kenapa masih pagi engkau sudah bangun?" "Aku memang sudah biasa bangun pagi." "ya. pantas " "Paman Gouw" yap Ceng Ceng cemberut"Jangan mangada-ada" "Ha ha ha" Gouw siang Kun tertawa gelak"siapa yang mengada-ada? Bukankah memang ada?" "Paman Gouw -" yap Ceng Ceng membanting-banting ." "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut." ujar Thio Han Liong. "Pemuda inikah yang bernama Thio Han Liong?" "Betul. rasanya seperti kita bukan teman. ilmu silat ayahmu pun pasti tinggi sekali. kenapa engkau masih memanggilku nona? Panggil saja namaku" "Tapi-" "Tidak apa-apa-" Gouw Hui Eng tersenyum"Kita sudah kenal kok. "oh ya" Gouw Hui Eng memberitahukan. "Ceng Ceng." sahut YaP Ceng Ceng dengan tersenyum"Eng-kau tahu kan? Hari ini adalah hari ulang tahun ayahku. "Hui Eng" sahut yap Ceng Ceng. yang." Ya" Thio Han Liong mengangguk "Ceng Ceng." yap Ceng Ceng mengangguk"Julukan ayahku adalah sin Kiam Tui Hun. "Ayah" panggil Gouw Hui Eng.Mulai sekarang aku akan memanggil namamu saja. "Ayah Gouw Hui Eng sudah datang." ucapan Gouw Hui Eng terputus. terutama hari ini.Kalau engkau masih memanggilku nona. beliau adalah sin Kun Bu Tek-Gouw siang Kun. maka aku harus bangun pagi-" "oooh" "oh ya. Di saat bersamaan terdengarlah suara seruan yang merdu. kemudian bertanya kepada yap Khay Peng. "semalam ayahku ke mari. Han Liong" Yap Geng Ceng memberitahukan. "Ayah" panggil yap ceng ceng. "cianpwee" Thio Han Liong segera memberi hormat kepada mereka." "Kalau begitu. sedangkan Paman Gouw ahli bersilat tangan kosong." "Benar. "Hi hi hi" Mendadak Gouw Hui Eng tertawa geli"Han Liong."Ngmm" Gouw siang Kun manggut-manggut"Dia memang tampan dan lemah lembut. Ayahku ahli bersilat pedang. Ilmu silat Paman Gouw memang tinggi sekali. kemudian menghampiri mereka.

"Cobalah sebentar kepandaian Thio Han Liong" ujar Gouw siang Kun. namun apa boleh buat.. kemudian manggut-manggut. karena ia memang sedang menunggu kesempatan untuk menghajar pemuda itu." Lie Teng Kim segera menghampiri gurunya." Gouw siang Kun memandang Thio Han Liong sejenak. aku tidak sanggup bertanding dengan murid Cianpwee. "Kalian berdua hanya bertanding dengan tangan kosong." ujar Gouw Hui Eng." "Jangan merendahkan diri" Gouw siang Kun tersenyum. namun dia tetap sabar.. "Ter-nyata kalian cuma bergurau. Dia cuma bergurau dan aku pun senang bergurau dengannya." Wajah Lie Tang Kim mulai berubah pucat. "Cianpwee" Thio Han Liong mengerutkan kening.. "Han Liong sudah mengaku kalah.kakiGouw siang Kun tertawa. aku. "ya" sahut Thio Han Liong. "cianpwee" ujar Thio Han Liong. itu merupakan suatu penghinaan" "ya. Bukan main girangnya Lie Teng Kim. aku mengaku kalah saja. "Ayah. "Han Liong sudah mengaku ilmu silatnya masih rendah. betulkah begitu?" "Aku. Itu tidak apa-apa. dari kemarin Toa Suheng terus menghinanya. la merasa tidak enak karena membohongi orang-tua." Gouw Hui Eng memberitahukan. namun tidak mengangguk. "ya. Cianpwee-" Thio Han Liong mengangguk. guru. "Pemuda itu pengecut dan penakut." sahutnya sambil mendekati Thio Han Liong. betulkah engkau bernama Thio Han Liong?" "Betul.Tapi . kenapa Ayah masih memaksanya bertanding dengan Toa suheng?" "Betul. "Ilmu silatku rendah sekali.."Ayahmu bernama Thio Ah Ki?" tanya Gouw siang Kun lagi. maka orang tua itu segera memanggil salah seorang muridnya. Guru" Lie Teng Kim segera menundukkan kepala. lagipula tidak akan saling melukai. lalu memandang Thio Han Liong seraya bertanya.." "Belajar dari ayahmu?" "Ya-" "Ngmmm" Gouw siang Kun manggut-manggut.Aku. "Teng Kim. jadi tidak usah dipaksa bertanding dengan murid Paman" "Itu . "saudara Teng Kim tidak menghinaku.." "Ayah. "oh?" Gouw siang Kun mengerutkan kening. engkau tidak usah mencoba kepandaiannya-" "Guru" LieTeng Kim tertawa. ke mari" "ya. "Anak muda. Dia mana berani bertanding denganku?" "Teng Kim" Gouw siang Kun melotot. Ke-betulan muncul Lie Teng Kim dan Tan coh seng.. guru. "Sudahlah Teng Kim. "Engkau mengerti ilmu silat?" "Mengerti sedikit. "Teng Kim. malah kini gurunya menyuruhnya mencoba kepandaian pemuda yang amat dibencinya itu. Jangan berkata begitu. Paman" sambung yap ceng Ceng." "oooh" Gouw siang Kun manggut-manggut.

Toa Suheng. aku pasti menghukumnya." "Betul. pasti menyerocos tak henti-hentinya." "cianpwee" Thio Han Liong tersenyum. "Aku Touw Liong Lo Koay. Tapi kini dia malah telah berubah agak pendiam." "oooW" Gouw Siang Kun manggut-manggut. "saudara Teng Kim" Thio Han Liong tersenyum..." potong Thio Han Liong cepat. Di saat bersamaan. kemudian berkata. cepat beritahukan kepada ayahmu bahwa aku sudah datang" ." "Ha ha ha" Tan coh seng tertawa. "Betul. maka bagaimana mungkin aku mempersalahkanmu?" "saudara Han Liong.. kita adalah teman.. mendadak terdengar suara tawa yang amat keras." Gouw Hui Eng cemberut. Toa Suheng mu memang suka bergurau denganku tidak perlu diberitahukan kepada ayahmu. kemudian melayang turun dua orang." "saudara Conseng" Thio Han Liong tersenyum. aku minta maaf" ucapnya perlahan.kalau Teng Kim menghinamu. "Baiklah.Kalian ngobrollah di sini Kami mau ke dalam menemani para tamu" Gouw siang Kun dan yap Khay Peng kembali ke dalam. "Kalau Ji suheng ku sudah mulai berbicara. karena engkau adalah pemuda pendiam. biasanya sumoy ku ini cerewet dan bawel sekali. "Engkau tidak perlu minta maaf..bersalah.. engkau jangan berkata begitu. "saudara Han Liong. "Kelihatannya memang agak cerewet.. mulai sekarang sudah tidak ada salah paham lagi.. sebab engkau tidak . betul" Gouw Hui Eng tertawa girang. aku.." "saudara Teng Kim. "Han Liong.. Toa Suheng memang suka bergurau..." "Hui Eng. "Aku salut sekali kepadamu. seorang tua dan seorang pemuda"HahahaHahaha " orangtua itu menatap mereka semua"Di mana yap Khay Peng? Cepat suruh dia keluar" "Cianpwee siapa?" tanya yap Ceng ceng." "siapa bilang dia pendiam?" sela Gouw Hui Eng sambil tertawa kecil. kini terbukalah mataku bahwa engkau betul-betul pemuda teladan." "saudara Han Liong" Tan con seng memberi hormat kepadanya. Di saat itu Lie Teng Kim menghampiri Thio Han Liong dengan kepala tertunduk. Aku. aku merasa malu sekali terhadapmu.. " Aku pun kagum kepadamu." "Han Liong." Gouw Hui Eng terbelalak"Dia pun suka bergurau denganmu. "Kita semua adalah teman. "saudara Han Liong.Engkau cuma bergurau." "Ayah. "saudara Teng Kim memang suka bergurau. bukan?" Thio Han Liong tersenyum"Aaaah " Gouw Hui Eng menghela nafas panjang. itu sungguh mengherankan" "oh?" Thio Han Liong menatap Gouw Hui Eng.

" Kalau engkau turut campur. lalu muncul yap Khay Peng bersama Gouw siang Kun. "Bun Kiat. dan itu membuat Lie Teng . bersiapsiaplah untuk mampus" "Ha ha ha" Gouw siang Kun tertawa gelak"Touw Liong Lo Koay. berarti engkau cari mati" "Cari mati? Ha ha ha" sin Kun bu Tek-Gouw siang Kun tertawa. kejadian belasan tahun lalu. Puluhan jurus kemudian Lie Teng Kim sudah berada di bawah angin. coba engkau jajal kepandaian anak murid itu" "ya. "saudara adalah murid sin Kun Bu Tek. Mari kita bertanding dengan tangan kosong saja" "Hm" dengus Lie Teng Kim angkuh "Engkau boleh bersenjata. "Sudah belasan tahun kita tidak berjumpa. Akan tetapi.Lie Teng Kim bertarung dengan penuh semangat. "Hm" dengus touw Liong Lo Koay. tentunya mahir bersilat dengan tangan kosong. guru-" Ternyata pemuda itu adalah murid Touw Liong Lo Koay bernama yo Bun Kiat-Pemuda itu menghampiri Lie Teng Kim. itu adalah kesalahan muridmu-" "sin Kun Bu Teks Touw Liong Lo Koay mengerutkan kening. apa boleh buat" sahut Gouw siang Kun. sungguh tak disangka kepandaian murid Touw Liong Lo Koay Lebih tinggi. tentunya aku tidak bisa kemari membuat perhitungan denganmu" "Touw Liong Lo Koay. oleh karena itu. karena ingin memperlihatkan kegagahannya di hadapan yap ceng Ceng. sedangkan aku cukup dengan tangan kosong" "Itu tidak adil Mari kita bertanding dengan tangan kosong" sahut Yo Bun Kiat sambil tersenyum. kemudian memandang pemuda yang bersamanya seraya berkata. "Baik" Lie Teng Kim menganggukMereka berdua bersiap-siap." "Diam" bentak Touw Liong Lo Koay-» "Belasan tahun lalu. lalu memberi hormat seraya berkata. Lie Teng Kim bertekad merobohkan Yo Bun Kiat. terjadilah pertandingan yang cukup seru. kemudian mendadak Lie Teng Kim menyerang Yo Bun Kiat dengan tangan kosongYo Bun Kiat berkelit sekaligus balas menyerangnya."Touw Liong Lo Koay" Terdengar suara seruan. bagaimana kabarmu? Baik-baik saja selama ini?" "Ha ha ha" touw Liong Lo Koay tertawa gelak"Aku baik-baik saja Kalau tidak. hari ini engkau pasti mampus" "orangtua jelek" bentak Lie Teng Kim sambil maju selangkah"Aku adalah murid sin Kun Bu Tek. tapi justru mencari penyakit"Ha ha ha" touw Liong Lo Koay tertawa gelak. engkau membunuh muridku Kini aku datang untuk membuat perhitungan denganmu. biar aku yang melawanmu" Lie Teng Kim menantang touw Liong Lo Koay. sebab yap Ceng ceng menyaksikan pertandingan itu dengan penuh perhatian. "Engkau mau turut campur urusanku?" "Kalau terpaksa.Maka. "Kepalanku masih kuat menghadapimu" "oh ya?" Touw Liong Lo Koay tertawa dingin"Kalau begitu.

Yap Khay Peng menangkis dengan pedangnya. "Mari kita bertarung dengan senjata Hunus pedangmu" "Touw Liong Lo Koay" Yap Khay Peng menghela nafas panjang. Blaaam suara benturan kepalan dengan telapak tangan. " Hati-hati" Yap Khay Peng mengangguk. Yo Bun Kiat mengerutkan kening. sedangkan Yo Bun Kiat hanya terhuyung-huyung ke belakang tiga empat langkah"Ha ha ha" Touw Liong Lo Koay tertawa terbahak-bahak"sin Kun Bu Tek Muridmu sudah kaLah. maka aku terpaksa membunuh muridmu itu setelah itu kita pun bertanding dengan adil" "hari ini justru harus bertarung nyawa" sahut Touw Liong Lo Koay. yaitu ternyata jurus andalannya. "Mari kita bertarung dengan bertaruh nyawa" "He he he" Touw Liong Lo Koay tertawa terkekeh-kekeh.Kim menjadi nekad. Lie Teng Kim terpental dua tiga depa. "Ha ha ha" touw Liong Lo Koay tertawa gelak"sin Kiam Tui Hun Engkau pernah membunuh muridku dan menebas putus dua jari tanganku." sahut Lie Teng Kim dengan wajah pucat pias. la kelihatan terpaksa menghunuskan pedangnya. "Tunggu" cegah Yap Khay Peng. "Belasan tahun lalu. ini adalah urusanku Biar aku yang menghadapinya " sin Kun Bu Tek-Gouw siang Kun mengangguk. "sin Kun Bu Tek. "Ayoh.Di saat bersamaan touw Liong Lo Koay sudah mulai menyerangnya dengan golok. maka hari ini aku harus membunuhmu" "Touw Liong Lo Koay" Yap Khay Peng menggelenggelengkan kepala.geleng kan kepala.Ternyata pemuda itu merasa malu sekali karena roboh di tangan murid Touw Liong Lo Koay. bagus" "Ayah" seru Yap Ceng Ceng cemas. "Bagus. lalu roboh dengan mulut menyemburkan darah segar.la merasa dirinya diejek oleh Yap Ceng ceng lantaran kalah bertarung melawan Yo Bun Kiat itusementara Yap Khay Peng sudah berdiri di hadapan touw Liong Lo Koay dan mereka saling memandang. muridmu memperkosa seorang wanita. kini giliranmu maju" "Baiks ChOuw siang Kun mengangguk. Begitu dia menyerang. "Cuma terluka lecet saja. "Kejadian itu bukan kesalahanku" "Pokoknya engkau harus bertanggung-jawab" bentak Touw Liong Lo Koay sambil perlahan-lahan menghunus goloknya. cepat hunus pedangmu" Yap Khay Peng trieng geleng. lalu balas . terdengar suara menderu-deru yang ditimbulkan oLeh sepasang kepaLannya. melainkan menyambut serangan itu dengan jurus sin Liong cut Hai (Naga sakti Keluar Dari Laut). Pemuda itu tidak berkelit. "Baiklah" Yap Khay Peng manggut-manggut. Mendadak ia menyerang Yo Bun Kiat dengan jurus Hong soh Ngo Gak (Angin Menyapu Lima gunung). lalu segera mendekati muridnya yang sudah bangkit berdiri "Engkau terluka parah?" tanya Gouw siang Kun.

Kesempatan itu tidak disia-siakan touw Liong Lo Koay. tapi aku telah berhutang budi kepadanya" sahut Thio Han Liong. "Namaku Thio Han Liong" "Engkaupunya hubungan apa dengan sin Kiam Tui Hun?" "Tidak punya hubungan apa pun. Puluhan jurus kemudian. gerakannya tampak begitu lemas.menyerangnya Terjadilah pertarungan dengan mati-matian. lebih baik engkau jangan mencampuri urusan ini" touw Liong Lo Koay menatapnya tajam. sedangkan touw Liong Lo Koay terus menyerangnya bertubi-tubi. Benturan itu membuat pedang Yap Khay Peng terpental ke udara. tentunya aku tidak akan mencampuri urusan ini lagi Namun apabila Cianpwee kalah. siapa engkau?" tanya touw Liong Lo Koay. di dekat Thio Han Liong. "Ayah " teriak Yap Ceng Ceng. Di saat itulah mendadak Thio Han Liong menggerakkan-sepasang tangannya. sementara yap Ceng Ceng dan sin Kun Bu Tek telah mendekati yap Khay Peng. "Aaakh "Jerit Yap Khay Peng. kalau tidak. "Jadi engkau ingin bertarung denganku?" "Benar" Thio Han Liong mengangguk. ternyata kakinya telah tersabet golok Touw Liong Lo Koay sehingga darahnya bercucuran. lalu memandang Thio Han Liong yang berdiri di hadapan touw Liong Lo Koay. aku terpaksa turut campur" tegas Thio Han Liong.la ingin menolong tapi tidak mungkin keburu. Traangg Terdengar suara benturan senjata dan bunga api pun berpijar ke mana-mana. sedangkan touw Liong Lo Koay terus tertawa. Yap Khay Peng roboh. "Haah?" Bukan main terkejutnya Touw Liong Lo Koay. aku pasti kelaparan di luar" "Anak muda. "Ha ha ha Sin Kiam tui Hun. Cianpwee harus menghabiskan urusan ini sampai di sini saja Bagaimana?" "He he he" Touw Liong Lo Koay tertawa terkekeh-kekeh. "Cianpwee. namun berhasil membuat golok itu miring ke samping. "Anak muda. kenapa masih ingin menghabiskan nyawa orang?" "Anak muda. yap Ceng Ceng segera membalut luka di kaki ayahnya. la memandang Thio Han Liong dengan mata terbelalak"cianpwee" Thio Han Liong segera memberi hormat"cianpwee sudah menang tapi. sehingga leher yap Khay Peng selamat dari sabetan golok itu. "Kita bertanding secara adil Kalau aku kalah. Yap Khay Peng menggunakan Tui Hun Kiam Hoat (Ilmu Pedang Pengejar Roh). Betapa terkejutnya sin Kun Bu Tek. "Tidak mungkin aku membiarkan cianpwee membunuh sin Kiam Tui Hun" "oh?" Touw Liong Lo Koay melotot. "Ka-rena aku makan di sini. Yap Khay Peng mulai berada di bawah angin. sementara touw Liong Lo Koay menggunakan Toat Beng to Hoat (Ilmu Golok Pemutus Nyawa). siapa gurumu?Katakan siapa tahu aku kenal . Hari ini engkau pasti mampus" Touw Liong Lo Koay mengayunkan goloknya ke leher yap Khay Peng.

sebab serangannya tertahan seketika. begitu pula wajah Yap Khay Peng dan putrinya. hati-hatilah Aku akan mulai menyerangmu" "Silakan. maka selanjutnya aku tidak akan cari sin Kiam Tui Hun lagi Tapi sebaliknya apabila engkau kalah dalam sepuluh jurus -" "Cianpwee boleh membunuh sin Kiam Tui Hun" sambung Thio Han Liong cepatItu membuat wajah sin Kun Bu Tek langsung memucat. sebab ia tidak pernah mendengar nama tersebut dalam rimba persilatan. Lie Teng Kim dan Tan coh seng memandangnya dengan mulut ternganga lebar. "Anak muda. cianpwee" sahut Thio Han Liong sambil mengerahkan Kiu yang sin Kang. badannya bergerak lemas sekali seperti anak gadis yang sedang menari. "Anak muda. Maka. sementara yap Khay Peng." seru Yap Ceng Ceng tak tertahan. sebab ia tidak pernah mendengar tentang ilmu tersebut. hati-hati terhadap jurus ke dua Aku tidak akan main-main lagi" ujar touw Liong . betulkah engkau ingin bertanding denganku?" "ya" "Baiklah" Touw Liong Lo Koay mengangguk"Mari kita bertanding sepuluh jurus saja Kalau engkau tidak kalah dalam sepuluh jurus. Menyak-sikan itu. yap Ceng Ceng. sementara touw Liong Lo Koay sudah menyarungkan goloknya. "Kenapa engkau mahir ilmu Thay Kek Kun?" tanya touw Liong Lo Koay. "Aku cuma belajar sendiri ilmu silat dari ayahku" "siapa ayahmu?" "Ayahku bernama Thio Ah Ki" Touw Liong Lo Koay mengerutkan kening. "Engkau pasti murid Bu Tong Pay" "Bukan" Thio Han Liong menggelengkan kepala sambil tersenyum... Gouw Hui Eng. Thio Han Liong tersenyum. Gouw siang Kun. "Thay Kek Kun" seru touw Liong Lo Koay tak tertahan. namun secara langsung justru bukan. "Jurus pertama" seru touw Liong Lo Koay sambil menyerang. yap Ceng Ceng dan Gouw Hui Eng nyaris tertawa gelisebaliknya touw Liong Lo Koay. "Ya" Thio Han Liong mengangguk "Tak kusangka engkau berisi juga Baik. la mengguna kan jurus biasa karena meremehkan Thio Han Liong. "Melainkan ilmu Kian Kun Taylo Ie" "Kian Kun Taylo Ie?" Touw Liong Lo Koay mengerutkan kening. "Tenang" sahut Thio Han Liong sambil tersenyum. "Itu bukan Thay Kek Kun" jawab Thio Han Liong membuat bingung touw Liong Lo Koay. yap Khay Peng dan Gouw siang Kun malah terkejut bukan main. secara tidak langsung ia memang murid Bu Tong Pay. Ditatapnya Thio Han Liong dengan tajam sekali. langsung berkelit dengan ilmu Thay Kek Kun. Mereka sama sekali tidak menyangka Thio Han Liong berani bertanding dengan touw Liong Lo Koay. "Han Liong Nyawa ayahku. Terutama touw Liong Lo Koay.gurumu" "Aku tidak punya guru" sahut Thio Han Liong jujur.

" Gouw Siang Kun mengerutkan kening. engkau sungguh sopan sekali Ayoh.Mereka tidak menyangka Thio Han Liong berkepandaian begitu tinggi. Lagipula dia telah mengaku tidak punya perguruan.. engkau memang hebat sekali Kita bertanding cukup sampai di sini saja. sedangkan Lie Teng Kim justru merasa malu terhadap Thio Han Liong. Dia menyaksikan pertandingan itu dengan mata berbinar-binar.Lo Koay sambil menyerang. "Apakah itu adalah ilmu Thay Kek kun dari Bu Tong Pay. Kini ia mulai mengeluarkan jurusjurus andalannya. yang telah dicampur dengan ilmu Kian Kun Taulo Ie. "agaknya berbeda." bisik yap Khay Peng. "Tapi. lalu menyerangnya dengan dahsyat sekali. Cianpwee" ucap Thio Han Liong sambil menarik nafas lega.Maka. bahkan mulai balas menyerang dengan ilmu siauw Lim Liong liauw Kang. Akan tetapi. sepasang tangan Thio Han Liong membuat beberapa lingkaran. aku mohon kemurahan hati Cianpwee" "Ha ha ha" touw Liong Lo Koay tertawa gelak"Anak muda.. Yang paling gembira adalah YaP Geng Ceng. "Pokoknya kita harus bertarung Kalau tidak.. " Hati-hati" Touw Liong Lo Koay mengingatkannya.. Padahal kini tinggal satu jurus.. Thio Han Liong mengelak menggunakan Tay Kek Kun... "Tiada artinya kita bertarung. tapi. mulai sekarang aku tidak akan ke mari menuntut balas lagi kepada sin Kiam Tui Hun" "Terima kasih. "Anak muda. "Kita berdua harus bertarung. Bagaimana kalau aku mengaku kalah?" "Mengaku kalah?" "Tidak bisa" touw Liong Lo Koay menggeleng-gelengkan kepala. "Sin Kun Bu Tek." lanjut touw Liong Lo koay. Begitupula Gouw Hui Eng. "Cianpwee" Thio Han Liong memberitahukan." ujar Taouw Liong Lo Koay dan menambahkan. karena aku amat penasaran cuma bertanding sepuluh jurus" "cianpwee" Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. Betapa terkejutnya touw Liong Lo Koay." Thio Han Liong menghela nafas panjang. tapi tetap tidak bisa merobohkan Thio Han Liong. Yap Khay Peng dan Gouw siang Kun menyaksikan pertandingan itu dengan mata terbelalak. bagaimana mungkin merobohkannya? Pikirnya sambil mengerutkan kening. "Kini tinggal satu jurus" Wajah Touw Liong Lo Koay merah padam saking penasaran. maka tidak mungkin dia adalah murid Bu Tong .. "Aku menepati janji. sebab tidak mampu merobohkan Thio Han Liong. aku tidak akan menyudahi urusanku dengan sin Kiam Tui Hun" "Cianpwee. " Kalau begitu. Walau ia menyerang bertubi-tubi. mari kita mulai" "Baik" Thio Han Liong mengangguk dan sekaligus mengerahkan Kiu Yang sin Kang." "Memang mirip. Thio Han Liong tetap dapat berkelit.

Touw Liong Lo Koay berkepandaian tinggi sekali. namun touw Liong Lo Koay masih tidak mampu merobohkan Thio Han Liong. tentunya membuat touw Liong Lo Koay agak kewalahan. "Apakah Touw Liong Lo Koay akan melukainya" "Mudah-mudahan tidak" sahut yap Khay Peng.Pay. lalu menyerang dengan ilmu pukulan Kiu Im Pek Kut Jiauw." sela gouw Siang Kun mengemukakan pendapatnya. Sudah lewat puluhan jurus. Ternyata Thio Han Liong mengeluarkan ilmu siauw im liong jiauw Kang untuk mengimbangi serangan-serangan yang dilancarkan touw Liong Lo Koay. "Kepandaian touw Liong Lo Koay tinggi sekali. "Sebab aku yakin. maka terpaksa menangkis dengan jurus sin Liong cut Hai (Naga sakti Keluar Dari Laut). "siauw Lim sam Tiang lo yang mengajarmu Liong liauw Kang?" " ya" Thio Han Liong mengangguk." "Tapi. "Haah ?" Bukan main terkejutnya touw Liong Lo Koay.." yap Khay Peng menggelengkan kepala. " Engkau pasti murid siauw Lim Pay?" "Cianpwee" Thio Han Liong tersenyum. bagaimana mungkin aku murid siauw Lim Pay?" " Kalau begitu. "Anak muda" tanya touw Liong Lo Koay. sulit sekali bagi Han Liong memenangkan pertarungan itu. Itu sungguh membuatnya penasaran dan terkejut." "Sin Kiam Tui Hun" gouw Siang Kun tersenyum. kemudian mendadak balas menyerang dengan ilmu Kiu Im Pek Kut Jiauw. "Menurutku. "Mari kita saksikan pertarungan itu. Touw Liong Lo Koay tidak sempat mengelak."Jawab gouw Siang Kun dengan suara rendah. "Sebetulnya siapa ayahnya?" "Ayah" yap Ceng Ceng menghampiri yap Khay Peng. tapi touw Liong Lo Koay masih tidak dapat merobohkannya. Ilmu tersebut adalah ilmu andalan siauw um Pay." "Heran?" gumam yap Khay Peng.. "Han Liong masih belum mengeluarkan seluruh kepandaiannya. "Aku bukan Hweeshlo.." "Kalau begitu." yap Ceng Ceng sangat mencemaskan Thio Han Liong." "Kenapa engkau berpedapat begitu?" tanya yap Khay Peng. tidak akan kalah.. siapa yang mengajarmu ilmu itu?" tanya Touw Liong Lo Koay sambil menyerang." Memang sudah lewat puluhan jurus. "Apakah Han Liong akan menang?" "Entahlah. . "Apa?" Touw Liong Lo Koay terkejut. "Engkau menggunakan ilmu apa?" "siauw Lim Liong jiauw Kang" sahut Thio Han Liong dengan jujur. "siauw Lim sam Tiang lo" sahut Thio Han Liong sekaligus berkelit. Wajah gadis itu tampak agak pucat.. "Han Liong bisa bertahan." yap Khay Peng menggeleng-gelengkan kepala.

-. "Engkau membohongi kami semua." Thio Han Liong memberitahukan.. "Cuma belajar sedikit? Engkau mampu mengalahkan touw Liong Lo Koay.." Thio Han Liong mengangguk. siapa ayahmu?" (Bersambung keBagian 14) Jilid 14 "Cianpwee. engkau juga menggunakan ilmu Thay Kek Kun... engkau." yap Khay Peng menghela nafas panjang.. mungkin tiada seorang pun yang mampu menandingimu." "Haaah. Namun pemuda itu masih sempat berseru." "Paman." Thio Han Liong tercengang.Blaam." yap Khay Peng menggelenggelengkan kepala. bukan?" "Ya.?" Wajah Touw Liong Lo Koay langsung berubah pucat.. "-Ba.. gadis itu pun bertepuk sorak dengan penuh kegembiraan. aku. Kalau dia melanjutkan.. bagaimana aku keterlaluan?" "Engkau tidak boleh memanggilku cianpwee lagi." ujar pemuda itu sambil menundukkan kepala. harus memanggilku paman" sahut yap Khay Peng. aku cuma belajar sedikit ilmu silat dari ayahku." "oooh" Gouw siang Kun manggut-manggut. Paman.. "Han Liong.. sedangkan Thio Han Liong tetap berdiri tak bergeming dari tempat. "Kalau tidak salah. ternyata engkau berkepandaian tinggi sekali. "Ha ha ha Ha ha ha." "Paman. "Anak muda." sahut Thio Han Liong menggunakan ilmu menyampaikan suara.. " Hati pemuda itu baik... "Tapi sudah dicampur dengan ilmu Kian Kun Taylo le.. "Han Liong. "guru... Ditatapnya pemuda itu dengan penuh perhatian talu bertanya. "Ayahku adalah Thio Bu Ki." yap Khay Peng tertawa terbahakbahak. Touw Liong Lo Koay menghampiri Thio Han Liong.. "Han Liong. Apalagi belajar banyak.. maka berbeda dengan Thay Kek Kun asli. Itu agar yang lain tidak mendengarnya. Terjadilah benturan dahsyat. Touw Liong Lo Koay terpental ke belakang beberapa langkah. engkau pandai menyembunyikan kepandaianmu.. "Maaf. . dia tidak melanjutkan jurus andalannya.. aku kagum padamu Semoga kita berjumpa lagi kelak..." "ya" sahut Thio Han Liong sambil tersenyum." Yo Bun Liat segera menghampiri touw Liong Lo Koay"guru terluka?" "Tidak-" sahut touw Liong Lo Koay sambil tersenyum getir. mari kita pergi" Touw Liong Lo Koay langsung melesat pergi dan Yo Bun Kiat terpaksa mengikutinya. engkau sungguh keterlaluan-" "Cianpwee. guru pasti sudah terluka parah-" Yo Bun Kiat tidak menyahut.." "Han Liong" Gouw siang Kun mendekatinya. maaf Bun Kiat. aku. kemudian memberi hormat. terutama yap Ceng ceng.. "Han Liong.Itu membuat para penonton terbelalak kagum. "ya.

Paman. Mulailah mereka bersulang sambil tertawa gembira." jawab Thio Han Liong dengan jujur. hari ini aku menjamumu makan sebab engkau telah menyelamatkan nyawaku" "Paman jangan berkata begitu... "setelah itu engkau menggunakan ilmu apa sehingga membuat touw Liong Lo Koay terpental begitujauh?" tanya Gouw siang Kun lagi"Aku menggunakan ilmu Kiu Im Pek Kut Jiauw-" " Haaah ?" Mulut Gouw siang Kun terng angga lebar. tapi kenapa mahir ilmu itu?" "siauw Lim sam Tiang lo yahg mengajarku ilmu itu. Mereka segera masuk ke rumah.Engkau pasti memberitahukan kepadanya siapa ayahmu. aku cuma membalas budi kebaikan Paman saja. "oh?" Gouw siang Kun terbelalak"Ayahmu kenal baik dengan siauw Lim sam Tiang lo?" " ya. "Han Liong. mari kita bersulang" seru yap Khay Peng sambil mengangkat minumannya. Ciu Ci Jiak. jangan terus berdiri di sini" "Baik.:" "Tidak heran kalau tadi Touw Liong Lo Koay memberi hormat kepadamu. "Apa?" yap Khay Peng terbelalak. jadi engkau punya hubungan apa dengan ciu Ci Jiak?" Gouw siang Kun menatapnya tajam." Thio Han Liong mengangguk. Apalagi Yap Ceng Ceng dan Gouw Hui Eng terus . kan?" tanya Gouw siang Kun sambil tersenyum. bukan?" tanya Gouw siang Kun. "Ha ha ha" yap Khay Peng tertawa gembira.. aku. "Ha ha ha" Mendadak Gouw siang Kun tertawa gelak"Han Liong. "Putra Thio Bu Ki berada di rumahku. yap Khay Peng langsung menyuruh beberapa pelayan menyajikan berbagai macam hidangan dan arak wangi. "Tentunya engkau tidak tahu. "Ayahmu adalah Thio Bu Ki yang amat terkenal itu?" "Betul... "ya." Thio Han Liong mengangguk. mantan ketua GoBiPay memiliki ilmu tersebut Engkau pun mahir ilmu itu. Paman"jawab Thio Han Liong. ini sungguh diluar dugaan Ha ha ha." Thio Han liong mengangguk. "ya."Ke-mudian engkaujuga menggunakan siauw Lim Liong jiauw Kang. dan itu membuat Thio Han Liong merasa tidak enak dalam hati." sahut Thio Han Liong jujur." Thio Han Liong mengangguk. "Han Liong" Wajah yap Khay Peng cerah ceria"Mari kita ke dalam. lalu duduk di ruang tengah.ya. "Ha ha ha" yap Khay Peng tertawa gelak kemudian berkata setelah para pelayan menyajikan semua hidangan itu. " Aku pernah dengar." "oooh" Thio Han uong manggut-manggut. "Aku memanggilnya Bibi. ilmu rahasia bagi siauw Lim Pay. "Kiu Im Pek Kut Jiauw?" "ya." Thio Han Liong manggut-manggut." ujar Thio Han Liong. "Ayoh. sesungguhnya touw Liong Lo Koay adalah mantan anggota Beng Kauw. Engkau bukan Hweeshio siauw Lim Pay tingkatan tinggi. kini aku sudah tahu siapa ayahmu" "oh?" Thio Han Liong tersentak"Ayahmu pasti Thio Bu Ki.

" sela Gouw Hui Eng.. setelah itu barulah engkau melanjutkan perjalananmu. kemudian pergi menemui ke dua gadis itu." Thio Han Liong memberitahukan. Akan tetapi. "Paman. "Maaf" Thio Han Liong menggelengkan kepala"Memang tidak bisa di tunda lagi. putriku. "Selamat pagi" "selamat pagi" sahut Thio Han Liong sambil menghampiri mereka... lebih baik engkau tinggal di sini be-berapa hari. "Setelah itu... "Maafkan aku." "Han Liong.. sebab kalian adalah temanku-" ." "Kenapa engkau?" tanya Yap Ceng Ceng heran.." yap Khay Peng menghela nafas panjang. Paman" ucap Thio Han Liong... aku harus berangkat sekarang." yap Khay Peng berusaha menahannya. "jangan melupakan aku lho" "Tentu. aku masih harus pergi ke gunung Bu Tong. ia mengambil keputusan untuk pergi secara diam-diam malam itu. oleh karena itu." "Baiklah-" Yap Khay Peng mengangguk"Tapi engkau harus berpamit dulu kepada Ceng Ceng. "Aku mau mohon pamit kepada kain karena hari ini aku harus berangkat ke desa Hok An. pagi-pagi Thio Han Liong langsung mohon pamit kepada yap Khay Peng dan Gouw siang Kun dan itu amat mengejutkan ke dua orang tua tersebut. "Apa?" Wajah Yap Ceng Ceng langsung berubah pucat... "Ya" Paman." Thio Han Liong mengangguk" Aku pasti tidak akan melupakan kalian berdua.." Thio Han Liong memberitahukan.. akhirnya ia membatalkan keputusannya. aku. pasti ke mari menengokmu." "Tidak bisa besok lusa baru berangkat?" tanya Yap Ceng Ceng dengan penuh harap." "Juga harus berpamit kepada Hui Eng. "Kapan engkau akan ke mari menengokku?" " Kapan aku sempat. " Eng kau.memandangnya dengan mata berbinar-binar. yang kebetulan mereka berdua sedang berada di pekarangan. sebab ada urusan penting di sana. "Han Liong.. sebaliknya akan mohon pamit esok pagi-ooo00000oooKeesokkan harinya.. "Aku harus berangkat hari ini. "Ceng Ceng. Hui Eng..." "Han Liong. perbuatannya itu pasti akan menyinggung perasaan yap Khay Peng. "Han Liong." seia Gouw siang-Kun. aku harus segera berangkat ke desa Hok An." Thio Han Liong mengangguk.. engkau mau pergi hari ini?" "Ya-" Thio Han Liong mengangguk"Han Liong." Yap Ceng Ceng terisak-isak." sahut Thio Han Liong berjanji. aku." Yap Ceng Ceng memandangnya dengan mata basah"Kok begitu cepat?" "Ceng Ceng" ujar Thio Han Liong. "Han Liong" seru ke dua gadis itu girang. "Aku harus segera berangkat ke desa Hok An.

kupikir Giok Cu sudah pulang. kemudian menggeleng-gelengkan kepala sambil menghela nafas panjang. "Giok Cu sudah punya guru baru. "Kapan engkau akan ke mari lagi?" "Apabila aku sempat.... "Han Liong. "Ini untuk bekal dalam perjalananmu. "Kenapa baru sekarang engkau ke mari memberitahukan kepada kami?" "sebab aku langsung pergi ke gunung soat san. Thio Han Liong sudah sampai di desa Hok An. lalu berpamit. Aku tidak menemukan Teratai saiju. Di saat itulah muncul yap Khay Peng dengan sebuah bungkusan kecil di tangannya. "Engkau tidak boleh melupakan putriku lho" "ya.yap Ceng Ceng dan Gouw Hui Eng mengantarnya sampai di luar pintu pekarangan.." sahut Tan Ek seng dan Lim soat Hong serentak"Kenapa engkau datang seorang diri? Di mana Giok Cu?" "jadi Giok Cu belum pulang?" Thio Han Liong balik bertanya. Guru baru itu mengajaknya ke suatu tempat untuk menggembleng dirinya. "Paman. setelah Thio Han Liong lenyap dari pandangan mereka. dan aku berlatih ilmu silatku di dalam gua itu. Kedatangannya yang hanya seorang diri itu sangat mengejutkan Tan Ek seng dan Lim soat Hong." Thio Han Liong memberitahukan. "Lho?" Tan Ek seng mengerutkan kening." sahut Thio Han Liong. "Han Liong" yap Khay Peng menyodorkan bungkusan itu kepada Thio Han Liong seraya berkata. aku pasti gusar. bagaimana perasaan putri merekaBab 28 Pertarungan Di Kuburan Tua Beberapa hari kemudian."Terima kasih. jangan ditolak Kalau ditolak. barulah ke dua gadis itu kembali masuk ke rumah dengan wajah murung. Paman.."Han Liong. "Han Liong. Kini sudah tiga tahun lebih. "oooh" Lim soat Hong manggut-manggut . pasti ke mari. klta akan berjumpa dalam rimba persilatan kelak" "oh?" Thio Han Liong tertegun. ternyata belum." Karena yap Khay Peng telah menegaskan begitu.. dan langsung menuju rumah Tan Ek seng.namun menemukan sebuah gua." "Paman." Ait-mata Ceng Ceng berderai-derai. maka Thio Han Liong tidak berani menolak. "Han Liong" pesan Gouw siang Kun." Thio Han Liong menjelaskan. kemudian tersenyum. Bibi" panggil Thio Han Liong." ucap Gouw Hui Eng. Paman" "Ha ha ha" Mendadak muncul Gouw siang Kun sambil tertawa gelak." "Hang Liong" Lim soat Hong menggeleng-gelengkan kepala." Thio Han Liong mengangguk"Han Liong" yap Khay Peng memandangnya seraya berkata. pemberian itu "Terima kasih. "Apa yang telah terjadi? Cepatlah jelaskan" "Begini. Yap Khay Peng dan Gouw siang Kun saling memandang.Ke dua orang tua itu tahu.

"setelah berjumpa Giok Cu." "Han Liong. "Engkau tidak mau menunggu Giok Cu?" "Begini. ia langsung menuju ke gunung ciong Lak tujuannya membuat perhitungan dengan yo sian sian. " Kalau begitu. lalu berpamit kepada mereka. siapa wanita itu? Ternyata Kwee In Loan. jadi aku bisa tiba di gunung ciong Lam san selekasnya. kemudian mendadak berteriak menggunakan Lweekang.. lalu meninggalkan rumah itu dengan kepala tertunduk. pasti ada suatu yang penting.Aku. "Baiklah. "Tiga tahun lalu." Thio Han Liong mengangguk. "Lebih baik aku berangkat sekarang saja. siapa tahu Giok Cu sudah berada di tempat tinggal gurunya. "Kapan engkau akan berangkat?" "sekarang. Lama sekali ia berdiri di situ. Bibi" "Hati-hati dalam perjalanan" pesan Tan Ek seng." Thio Han Liong terpaksa berbohong agar ke dua orang tua Giok Cu tidak mencemaskannya. yang kini ia telah menguasai ilmu Hiat Mo Kang. dan melesat kejuar yo sian sian bersama ke empat pengiringnya. "yo sian sian cepatlah engkau keluar" Berselang beberapa saat kemudian kuburan tua itu terbuka." Thio Han Liong mengangguk"sampai jumpa Paman. "Hmm" dengus yo sian sian. "Han Liong. kalian harus segera pulang ke mari" " ya. aku harus segera berangkat ke sana. Ternyata pemuda itu merasa tidak enak telah membohongi ke dua orang tua Tan Giok Cu. "Aku akan berangkat duluan ke gunung ciong Lam san. -ooo00000ooo Di saat Thio Han Liong berangkat ke gunung ciong Lam san. lebih baik engkau bermalam di sini saja. "Terima kasih. kalau Giok Cu pulang.Engkau boleh berangkat sekarang. "sebab lebih cepat lebih baik." "Itu memang mungkin-" Tan Ek seng manggut-mang-gut. seorang wanita berusia lima puluhan berdiri di depan kuburan tua tempat tinggal yo sian sian. kalau kalian pulang harus segera ke gunung ciong Lam san ke tempat tinggalnya."jawab Thio Han Liong."Jadi Giok Cu akan pulang ke mari?" "ya. mau apa engkau ke mari?" ." ucap Thio Han Liong. Paman" "oh ya" tanya Lim soat Hong. Thlo Han Liong mengangguk." "oh?" Thio Han Liong mengerutkan kening." sahut Thio Han Liong. di gunung itu justru terjadi sesuatu. suruh dia menyusul ke sana" "Baiklah-" Tan Ek seng manggut-manggut dan bertanya. Dia berpesan. "Kwee In Loan." ujar Lim soat Hong. "Engkau masih punya bekal?" "Masih." "Han Liong" Tan Ek seng menatapnya. Bibi.." "Terima kasih. setelah meninggalkan Kwan Gwa. "oh ya" Tan Ek seng teringat sesuatu." pesan Lim soat Hong. guru Giok Cu ke mari.

"Mengingat engkau adalah mantan kakak seperguruanku. ajalmu sudah berada di depan mata" yo sian sian tertawa dingin" Kalau begitu." teriak ke empat pengiring sambil mendekati Yo sian sian. "Kalian berempat ingin cari mati?" "Engkau yang harus mampus" bentak ke empat pengiring itu sambil menyerangnya dengan serentak. Di saat itulah mendadak Kwee In Loan tertawa terkekeh-kekeh. harus segera ke dalam. maka terjadilah pertarungan yang amat seru dan sengit. lalu berdiri di hadapan Kwee In Loan. "Nona. "Cepat kalian hadang dia Aku. cepatlah engkau enyah dari sini" "He he he" Kwee In Loan tertawa terkekeh-kekeh"Jangan omong besar.. Yo sian sian terpental beberapa depa. begitu pula rambut dan sepasang tangannya.Ternyata ia mulai mengerahkan Hiat Mo Kang. tentunya engkau tidak berani ke mari" "Betul" Kwee In Loan manggut-manggut. engkau pasti sudah berhasil menguasai Hiat Mo Kang Kalau tidak. Yo sian sian tidak berkelit. Hati yo sian sian tersentak menyaksikannya. "Kini aku memang sudah menguasai ilmu Hiat Mo Kang Nah. Maka. tapi menangkis serangan itu dengan Kiu Im sin Kang. akUpun terus berlatih untuk menghadapimu" "Engkau tahu aku pergi menemui Hiat Mo?" tanya Kwee In Loan heran. Wajahnya berubah merah. Ke pandai an mereka memang seimbang. terdengarlah suara benturan keras yang memekakkan telinga. aku sudah terluka parah. mereka berdua masih bertarung seimbang.. sedangkan Kwee In Loan hanya termundur-mundur beberapa langkah saja. ." ujar Yo sian sian lemah"Ya-" Ke empat pengiringnya mengangguk."He he he" Kwee In Loan tertawa terkekeh-kekeh. maka puluhan jurus kemudian. hari ini aku pun terpaksa harus membunuh mu" "Engkau yang akan mampus" bentak Kwee In Loan dan langsung menyerangnya dengan ilmu Kui Im Pek Kut Jiauw dan cui sim Ciang Yo Sian Sian juga mengeluarkan ilmu tersebut untuk melawannya.. la pun segera mengerahkan Kiu Im sin Kang hingga ke puncaknya. bersiap-siaplah engkau untuk mampus" "Kwee In Loan" yo sian sian tertawa dingin"Engkau kira gampang membunuhku dengan Hiat Mo Kang? Tahukah engkau. "Aku ke mari ingin membuat perhitungan denganmu" "oh?" yo sian sian menatapnya dingin"Apakah kepandaianmu sudah bertambah tinggi.. "Aku memang tahu. maka aku pun terus melatih ilmu silatku untuk menghadapimu" sahut yo sian sian dan menambahkan. aku masih bersedia mengampunimu Ayoh. "Hm" dengus Kwee In Loan dingin. maka engkau berani ke mari mencariku?" "Tidak salah" "Aku tahu. dalam kurun waktu tiga tahun ini. "Hiyaaa" pekik Kwee In Loan sambil menyerang.

barulah ia melesat pergi mengambil arah yang berlawanan dengan Kwee In Loan.Cukup lama ia berdiri di sana sambil memandang kuburan tua itu dan ke empat mayat pengiringnya-setelah itu. Mereka semuanya binasa terkena ilmu pukulan Hiat Mo Ciang. barulah Kwee In Loan melesat pergi. sehingga membuatnya gusar bukan main. yo sian sian tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Menyaksikan . sekarang ia sedang duduk bersila mengatur pernafasannya"Engkau jangan diam saja" Terdengar suara Kwee In Loan. Ketika Kwee In Loan menoleh kuburan tua itu sudah tertutup kembali. maka tidak bisa keluar Aku akan pergi ambi) obat peledak. namun tidak menyahut. tapi aku bisa menghancurkannya dengan alat peledak" yo sian sian mendengar teriakan itu. baiklah"" Di saat ke empat pengiring itu menyerang Kwee In Loan. la sudah makan obat.Kemudian ia berteriak menggunakan Lwcckang. Berselang beberapa saat kemudian.Dipasangkannya di depan kuburan tua itu semua obat peledak yang dibawanya. yang ternyata Kwee In Loan. lalu mengintip ke luar." "Yo sian Sian engkau tidak akan bisa lolos dari tanganku engkau boleh bersembunyi di dalam kuburan tua ini. dan seketika terbukalah kuburan tua itu. sesudah itu segera la h ia melesat pergiTak seberapa lama kemudian. yo sian sian melesat ke luar. Walau ia melihat Kwee In Loan sudah melesat pergi. "Kalian berempat memang ingin cari mati. la segera mengerahkan Hiat Mo Kang menyerang mereka. "Mau kabur ke dalam?" bentak Kwee In Loan. ke empat pengiring itu menyerangnya dengan gencar sekali."He he he" Kwee In Loan tertawa terkekeh-kekeh. lalu disundutnya sumbunya. Dua hari kemudian. sebab khawatir Kwee In Loan akan kembali lagi. ke empat pengiring itu terkapar tak bernafas lagi. la langsung meloncat ke dalam kuburan tua tersebut.kuburan tua ini akan kuhancurkan" Kwee In Loan tertawa terkekeh-kekeh.Kali ini yo sian sian tidak ragu lagi. Dilihatnya Kwee In Loan masih berdiri di situ. tapi masih tidak berani meninggalkan Kuburan tua itu. Kemudian ia bangkit berdiri mendekati sebuah lubang rahasia.setelah itu barulah melesat pergi. karena ia melihat ke empat pengiringnya yang amat setia itu sudah tergeletak tak bernyawa lagi. "sialan" cacinya. Dugaannya memang tidak melesat. Tiba-tiba berkelebat sosok bayangan. "Aku pasti akan menghancurkan kuburan tua ini dengan obat peledak" yo sian sian tetap tidak menyahut. terdengarlah suara ledakan dahsyat dan kuburan tua itu hancur berantakan. yo sian sian tetap mengintip ke luar. lalu menutup kembali kuburan tua itu.Ternyata ia tidak tahu rahasia kuburan tua itu.la cepatcepat menekan sebuah tombol rahasia. Beberapa saat kemudian. Ketika ia ingin meloncat ke dalam. Kwee In Loan muncul lagi dikuburan tua itu dengan membawa obat peledak. "Hmm" dengusnya dingini "Dia pasti sudah terluka parah. Mendadak yo sian sian menangis sedih.

. "Nona yo" panggilnya. Aku menghadapinya.. apa rencanamu sekarang?" "Aku mau pergi ke Lam Hai (Laut selatan). "Dia ke gunung ciong Lam san.. la beristirahat di bawah sebuah pohon.. Ketika melihat orang itu." "Dia mendapat dukungan dari Hiat Mo. sebab si Mo berpihak padanya.." "Aaaai " Lam Khie menghela nafas panjang. bagaimana mungkin dia mampu melukaiku?" sahut yo sian sian sambil menghela nafas panjang. " Kalau cuma dia sendiri. Mungkin masih ada jalan lain untuk mengatasi itu. "Dia dia sudah berhasil menguasai ilmu Hiat Mo Kang?" " Kalau tidak." "Benar. "Tidak lama lagi kami berempat akan bertanding di puncak gunung Heng san." " Cianpwee harus berunding dengan Tong Koay dan pak Hong. tapi. Tong Koay dan Pak Hong masih dapat mengatasinya. dia menantang aku bertarung. "Cianpwee. Aku ke sana ." yo sian sian mengangguk "Lam Hai Lo Ni adalah nenek dari ibuku." "oh?" Air muka Lam Khie tampak berubah"Maksudmu Kwee In Loan sudah muncul dalam rimba persilatan?" "Ya"" Yo sian sian mengangguk." "Lam Hai Lo Ni?" Lam Khie tersentak"Engkau kenal Lam Hai lo Ni?" "Kenal. sungguh lihay dan hebat ilmu pukulannya itu" "oh?" Bukan main terkejutnya Lam Khie.." ujar yo sian sian." -ooo00000oooosudah beberapa hari yo sian sian melakukan perjalanan ke arah selatan. sekonyong-konyong berkelebat sosok bayangan ke hadapannya." Lam Khie mengangguk"Aku akan coba mencari Tong Koay dan Pak Hong. Ketika ia baru mau memejamkan matanya.kejadian itu. " Celaka" Lam Khie menggeleng-gelengkan kepala"Dia pasti menimbulkan bencana lagi dalam rimba persilatan." "Ke Lam Hai? Mau apa engkau ke sana?" "Menemui Lam Hai Lo Ni (Biarawati Tua Laut selatan). oh ya. Kwee In Loan tertawa terkekeh-kekeh." yo sian sian menggeleng-gelengkan kepala. tentunya akan berbuat sewenang-wenang terhadap kaum rimba persilatan. "He he he He he he he»." "Nona yo" Lam Khie duduk di hadapannya"Bagaimana engkau berada di sini? Apa yang telah terjadi?" "Aaaah " yo sian sian menghela nafas panjang. "Dia melukaiku dengan ilmu Hiat Mo Ciang. dan buru-buru ia membuka matanya. Aku yakin Kwee In Loan pasti muncul di sana membuat kekacauan. Begitu melihat yo sian sian. ia menarik nafas lega. yo sian sian tersentak. aku yakin Cianpwee. Tapi kini dia didukung oleh Hiat Mo-. "Apa yang Cianpwee katakan tiga tahun lalu. orang itu tampak terperanjat. tidak meleset sama sekali. karena orang itu ternyata Lam Khie." "Dia ke tempat tinggalmu itu?" "ya. Kini luka dalamnya sudah agak membaik.

lalu muncul dua orang yang ternyata Tong Koay dan Pak Hong. "Tapi itu masih membutuhkan waktu. Kini wanita itu telah muncul.dengan maksud memperdalam ilmu silatku. "Apa?" Tong Koay tersentak. kita bertiga pasti celaka. mudah-mudahan engkau berhasil memperdalam ilmu silatmu" "Cianpwee. maka kami berusaha mencarimu. maka jelas dia akan mencari si Mo." ujar yo sian sian memberitahukan." ujar Lam Khie mengusulkan. Maka sungguh kebetulan kalian muncul di sini" ujar Lam Khie"Mari kita berunding bersama" Tong Koay danpak Hong mengangguk. Lam Khie>" " Aku pun baru mau pergi mencari kalian. aku harus berangkat sekarang. Kebetulan aku berjumpa Pak Hong. sedangkan Pak Hong justru memandang yo sian sian." "Haaah?" Tong Koay dan Pak Hong tampak terperanjat. "Ada siapa di Lam Hai?" "Lam Hai Lo Ni. mendadak suara tawa yang amat keras. "si Mo pernah bekerja sama dengan Kwee In Loan. Kalau tidak. bahwa Kwee In Loan sudah muncul dalam-rimba persilatan. maka dia kabur dari kuburan tua itu. "Pertandingan kita di puncak gunung Heng san dibatalkan saja. lalu kita harus bagaimana?" "Begini saja. bukankah kita akan celaka?" "Masa kita bertiga tidak akan mampu melawan wanita itu?" Pak Hong kelihatan tidak percaya." "oooh" Tong Koay dan Pak Hong manggut-manggut." Tong Koay malah memandang Pak Hong. Kwee In Loan pasti akan muncul.Mereka berdua lalu duduk dan Lam Khie memandang mereka seraya bertanya"Kini Kwee In Loan telah muncul dengan kepandaiannya yang begitu tinggi." "oooh" Lam Khie manggut-manggut. "Aku mau ke Lam Hai untuk memperdalam ilmu silatku." "Baiklah-" Di saat yo sian sian baru mau melesat pergi. "Di saat kita sedang bertanding. "Ha ha ha." sahut Lam Khie memberitahukan. Nah.." yo sian sian menganggguk"Aaah " Tong Koay menghela nafas panjang." Tong Koay dan pak Hong terbelalak ketika melihat yo sian sian." sahut Lam Khie menjelaskan. " Ke Lam Hai memperdalam ilmu silatmu?" Tong Koay tercengang. "Biarawati tua itu adalah nenek dari ibuku.." yo sian sian mengangguk"Kepandaian nenekku itu amat tinggi sekali.. " Aku justru memperoleh informasi." "Celaka di tangan siapa?" tanya Pak Hong. "Syukurlah kalau begitu. namun sudah lama nenekku tidak mencampuri urusan rimba persilatan. lalu bagaimana menurut kalian?" "Kami-. "Kwee In Loan berhasil mengalahkan Nona yo?" "Kepandaiannya sudah begitu tinggi?" "ya." sahut yo sian sian dan menambahkan. "eh? Kenapa Nona yo berada di sini?" "Kwe In Loan berhasil mengalahkannya. .. "Lam Hai Lo Ni adalah nenekmu?" "ya.

kita berjumpa lagi." yo sian sian melesat pergi." "cian pwee. tempat tinggal. "oooh" Pak Hong manggut-manggut." sela yo sian sian. Kalau kita bertiga melawan mereka berdua. "Berjumpa di-»-" Lam Khie memandang yo sian sian. Tong Koay. Kita berjumpa kembali lima tahun kemudian di belakang gunung ciong Lam san. "Ini adalah keputusan kita bersama. "Lima tahun kemudian. "Usai membatalkan pertandingan di puncak gunung Heng San.Tidak begitu sulit mencari iblis Dari Barat itu." ujar Lam Khie. Bagaimana menurut kalian?" "Ngmm" Pak Hong manggut-manggut." "oooh" Lam Khie dan lainnya menarik nafas lega."Tapi jangan lupa." " Kalau begitu. "Jadi kita mengulur waktu?" "ya" Lam Khie mengangguk"Tiada jalan lain lagi. sebab kita harus menunggu Nona yo" "Ngmm" Pak Hong memandang yo sian sian seraya bertanya. rasanya kita tidak bisa bertahan lama. "Di tempat tinggalku saja." "Kita akan berjumpa di mana?" tanya Tong Koay. Lam Khie dan Pak Hong saling memandang. -ooo00000oooBab 29 suatu siasat setelah menghancurkan kuburan tua tempat tinggal yo sian sian. Lam Khie manggut-manggut." sahut Lam Khie"Si Mo pasti membantunya." Lam khie. namun kita memberitahukan kepada si Mo. kita semua pasti celaka. sebab dia termasuk tingkatan tua. "Memang harus begitu. kepandaianmu pasti sudah meningkat. kemudian Tong Koay mengemukakan pendapatnya. kan?" "Mudah-mudahan" sahut yo sian sian. ya. Nona yo-" "Ngmm" yo sian sian manggut-manggut. setelah itu. Kwee In Loan lalu pergi mencari si Mo. lima tahun kemudian kita semua bertemu di gunung ciong Lam san. mereka bertiga pun melesat pergi menuju ke arah gunung Heng san." pak Hong menggeleng-gelengkan kepala. "Tak terpikirkan tentang itu.. Lima tahun kemudian. bahwa pertandingan itu dibatalkan. karena kita akan menyatakan lima tahun kemudian baru diadakan pertandingan itu. Bagaimana?" sahut yo sian sian cepat. sebab si Mo adalah ketua . "oh ya" "Tong Koay teringat sesuatu dan seketika juga air mukanya tampak berubah"Kini Kwee In Loan telah muncul dalam rimba persilatan.. "Kalian tidak usah mencemaskan itu. kita pun harus bersembunyi di suatu tempat untuk memperdalam ilmu silat kita. sekarang aku harus berangkat ke Lam Hai. Mungkinkah Hiat Mo juga sudah ada di Tionggoan?" "Iya. Hiat Mo tidak akan bersama Kwee In Loan. Tong Koay dan Pak Hong mengangguk"Kalau begitu. Kalau Hiat Mo bersama Kwee In Loan. "Baik. "Kita bertiga harus bagaimana?" "Tetap ke puncak gunung Heng san. Tentunya dia tidak akan berani mendesak.

Bagaimana kabarmu selama ini? Kepandaianmu sudah bertambah tinggi?" " Kalau tidak. Kemungkinan besar yo sian sian terkubur di dalamnya. He he he. tentunya aku tidak akan muncul dalam rimba persilatan." "oh?" si Mo tertegun.. engkau muncul mendadak untuk menghabiskan yang dua itu. Lam Khie dan Pak Hong?" "Kalau tidak salah . engkau bertambah muda dan cantik saja" "si Mo" Kwee In Loan melotot." "ya. ." sambung si Mo cepat dan menambahkan. "Setelah menghabiskan mereka.Dua hari kemudian." si mo tertawa gembira. bagus Ha ha ha. "Aku saking girang bertemu denganmu." sahut Kwee In Loan. Ha ha ha" si Mo tertawa gembira"Kini sudah saatnya Hek Liong pang bangkit kembali ha Ha ha ha-" "oh ya.»" "Bagus. " Kapan engkau akan bertanding dengan Tong Koay. maka bercanda sebentar. "oh ya.." Kwee In Loan tersenyum. " Kalau begitu engkau pasti sudah berhasil menguasai ilmu Hiat Mo Kang. Kwee In Loan dan si Mo bertemu di lembah Pek yun Kek." "Ngmmi" Kwee In Loan manggut-manggut. "Kenapa sudah tidak perlu? " "Memangnya kenapa?" " Aku justru dari kuburan tua itu. bagus." Kwee In Loan memberitahukan sambil tersenyum dingin"Aku berhasil melukainya." sahut si Mo sambil berpikir." "Mereka harus dihabiskan" sambung Kwee In Loan cepat.. "empat lima hari lagi. maka kini" "golongan hitam yang harus menguasai rimba persilatan. si Mo" Kwee In Loan menatapnya seraya bertanya. "selama ratusan tahun. Ha ha ha Mereka bertiga pasti tidak akan menduga itu.. dan sudah barang tentu kekuatan kita bertambah-" "Betul. kita pun akan menguasai golongan sesat. "Di saat aku sedang bertanding dengan mereka. "Kenapa mulutmu begitu usil? Mau kutabok ya?" "Jangan gusar" si Mo tersenyum. " Engkau membutuhkan bantuanku?" "Mereka bertiga selalu menentangku oleh karena itu.." "Ngmm" Kwee In Loan manggut-manggut. betul." "Bagaimana ke empat pengiring yo sian sian?" "sudah mati duluan di tanganku. bahkan kuburan tua itu pun telah kuhancurkan. bekas markas Hek Liong Pang.golongan hitam. "Tidak berjumpa tiga tahun. "Ha ha ha" si Mo tertawa gelak-sambil menatap Kwee In Loan dengan penuh perhatian. kapan engkau akan pergi mencari yo sian sian untuk membuat perhitungan dengannya?" "sudah tak perlu. riwiba persilatan selalu dikuasai golongan putih. "Lho?" si Mo terbelalak." si Mo tertawa gelak lagi.. "Bagus.

Kalau engkau bertemu gadis itu. "Tentu. Tiga tahun lalu gadis itu pernah muncul di sini." Terima kasih atas penghargaanmu." "Ha ha ha" si Mo tertawa terbahak-bahak"oh ya" Kwee In Loan memberitahukan. murid kesayangan yo sian sian. ternyata Hiat Mo sedang menciptakan seorang gadis pembunuh-" "Apa?" si Mo terbelalak"Menciptakan seorang gadis pembunuh-?" "ya-" Kwee In Loan mengangguk "Gadis itu adalah Tan Giok Cu." "Kalau begitu.seandainya dia berniat menjadi ketua golongan hitam.. serahkan saja jabatan itu kepadanya" "Belum tentu dia berniat itu. kini engkau sudah muncul kembali dalam rimba persilatan." si Mo mengangguk- ." Kwee In Loan tersenyum." Kwee In Loan menggelengkan kepala." "Syarat apa itu?" "Aku harus mematuhi semua perintahnya. " Hiat Mo punya seorang cucu perempuan yang cantik jelita." ucap si Mo dan bertanya. bagus" si Mo tertawa gembira. tentunya engkau masih ingat. dia bernama Ciu Lan Hio." "Karena itu." bisik si Mo "Bagaimana kalau kita mengangkatnya sebagai pelindung?" "Bagus Idemu ini sungguh tepat. "Mungkin dua tiga bulan lagi dia baru ke mari. "Karena dia tidak mau terikat oleh suatu perkumpulan apa pun. Ha ha ha»." si Mo manggut-manggut. "oh ya."Kwee In Loan. "Jadi gadis itu adalah cucunya?" "Betul." "Terima kasih. " Kalau begitu engkau menjadi wakil ketua bagaimana?" "Aku setuju. jabatanku sebagai ketua golongan hitam akan kuserahkan kepadamu. He he he»»" "Bagus. Hiat Mojuga sudah berada di Tionggoan?" "Belum.. ucap Kwee In Loan. "Tapi hanya satu syarat saja. maka kita berdua harus menguasai rimba persilatan.." si Mo mengangguk"Kwee In Loan. bukan?" "Aku masih ingat. "Kalau dia bersedia menjadi pelindung golongan hitam. haruslah mengalah terhadapnya" pesan Kwee In Loan. "Kelak gadis itu pasti akan membunuh kaum rimba persilatan golongan putih... "Aku segera mencarimu untuk segera berunding tentang ini." Kwee In Loan memberitahukan." "Itu tidak jadi masalah." Kwee In Loan tersenyum. "Hiat Mo tidak berbuat demikian terhadap dirimu?" "Tidak-" Kwee In Loan memberitahukan. sudah pasti golongan hitam akan berkuasa dalam rimba persilatan. Ha ha ha. Dia berpakaian merah." "Betul" Kwee In Loan mengangguk"sebab Hiat Mo telah mempengaruhinya dengan semacam ilmu sihir-" "oh ya?" si mo menatapnya.

maaf" "Tidak apa-apa." Lam Khie mengangguk dan menambahkan. "selama ini kita selalu bertanding seri."si Mo. barulah aku muncul. melesat pergi menggunakan ginkang. mereka berdua lalu. "Bagaimana cara kita bertanding?" "si Mo" Lam Khie tersenyum. "Maka aku terlambat datang. aku akan langsung bersembunyi di suatu tempat Kwee In Loan memberitahukan. mereka sudah sampai di puncak gunung Heng san." sahut Lam Khie. "oleh karena itu alangkah baiknya kita tunda dulu pertandingan kita." "Bertemu seseorang?" Pak Hong tercengang. "Biasanya engkau paling bersemangat dalam hal pertandingan ilmu silat kenapa hari ini malah tiada gairah? Apakah hatimu terganjel sesuatu?" "Ya. si Mo terus melesat ke tempat itu. Bagaimana menurut kalian bertiga?" Tong Koay. lama sekali barulah si Mo membuka mulut. Begitu sampai di tempat tersebut." Lam Khie menggelengkan kepala. "siapa orang itu?" "Dia adalah Yo sian sian. "si Mo" tegur Tong Koay sambil mema"ndangnya. "Kenapa engkau terlambat datang?" "Ada sedikit halangan. "Engkau bertemu yo sian sian?" "ya.. Beberapa hari kemudian. "Hari ini aku tiada gairah untuk bertanding. "Aku yakin kita akan bertanding seri lagi hari ini" sahut Lam Khie sambil tersenyum." Lam Khie mengangguk"Apa yang terganjal dalam hatimu? Bolehkan kami tahu?" tanya Tong Koay. "setelah kalian mulai bertanding. sedangkan Kwee In Loan segera bersembunyi di suatu tempat. "Baik. mari kita berangkat ke gunung Heng san sekarang Kita menggunakan ginkang agar tidak terlambat sampai di sana" ujar Kwee In Loan." sahut Lam Khie "Apa?" si Mo terbelalak. Pak Hong dan si mo saling memandang. aku justru bertemu seseorang. Entah kalian setuju atau tidak?" "Usul apa?" tanya Pak Hong." "Kita habiskan mereka bertiga Ha ha ha. . Lam Khie dan Pak Hong sudah menunggu di sana. ." sahut sj Mo sambil tertawa. "Ketika aku dalam perjalanan pulang ke mari. karena itu aku punya usut. lima tahun kemudian barulah kita bertanding di sini. " Bahkan kami pun bercakap-cakap-" "Bercakap-cakap tentang apa?" si Mo kelihatan ingin mengetahuinya." "sampai di sana. "AaaW""" Lam Khie menghela nafas panjang. si Mo melihat Tong Koay. kemudian memandang mereka seraya bertanya. Maaf." si Mo tertawa gelak." "Lho? Kenapa?" tanya TongKoay."Silakan duduk" "Terima kasih." "Percuma. "Menurutku lebih baik kita bertanding sekarang saja." ucap si Mo sambil duduk..

" "oh ya?" si Mo terbelalak dan bertanya. itu sungguh di luar dugaan Lalu kenapa engkau liada gairah untuk bertanding?" "sebab.." Mendadak Pak Hong melesat pergi. pak Hong. dia pun segera meninggalkan kuburan tua itu. "Mau apa dia ke Lam Hai?"." "oh?" Wajah Si Mo tampak berubah"itu. "Kwee In Loan berhasil melukainya. engkau memang sialan Tunggu... Namun ia bergirang dalam hati. setelah Kwee In Loan pergi." Lam Khie memberitahukan. namun aku tidak tahu Kwee In Loan berada di mana" "oooh" si Mo manggut-manggut.Rencananya untuk menghabiskan mereka bertiga pun menjadi sirna begitu saja. Dia punya hubungan apa dengan Lam Hai Lo Ni itu?" "Dia juga bilang. sedangkan Tong Koay bersungut-sungut dan mencaci"sialan tuh Lam Khie seharusnya kita bertanding hari ini.seketika juga Pak Hong berseruseru"Tong Koay. Pertandingan ditunda hingga lima tahun lagi-" . bagaimana pertandingan kita?" tanya si Mo"Ditunda saja.. si Mo Marl kita pergi mencari Kwee In Loan" Tong Koay melesat pergi. Di saat bersamaan. "yo sian sian minta tolong kepadaku untuk disampaikan kepada Kwee In Loan... "Sekarang yo sian sian berada di mana?" "Dia sudah berangkat. aku harus pergi mencari Kwee In Loan untuk menyampaikan pesan dari yo sian sian. " "Di memberitahukan kepadaku ingin menemui Lam Hai Lo Ni. muncullah Kwee In Loan.. "oleh karena itu." "oh?" si Mo pura-pura bertanya"Betulkah itu?" "BetuL" Lam Khie melanjutkan.. malah harus menunggu lima tahun kemudian Betul-betul sialan Bahkan kita pun harus membantunya mencari Kwee In Loan Kita mana tahu wanita itu berada di mana?..." "Lam Khie." jawab Lam Khie." "Berangkat ke mana?" "Ke Lam Hai-" "Ke Lam Hai?" si Ma mengerutkan kening seraya bertanya."Dia memberitahukan kepadaku. "Lam Hai Lo Ni?" si Mo tersentak. yang kemudian memandang si Mo dengan tidak mengerti"Si Mo Kenapa mereka pergi?" "Mereka tidak jadi bertanding hari ini. "Lam Hai Lo Ni itu adalah nenek dari ibunya. bahwa Kwee In Loan sudah muncul dalam rimba persilatan. karena memperoleh informasi itu." sahut Lam Khie"Lima tahun kemudian kita bertemu di sini untuk bertanding-" Lam Khie langsung melesat pergi. Kini cuma tertinggal si Mo." Kalau begitu -" Lam Khie bangkit berdiri "Aku harus pergi sekarang untuk mencari Kwee In Loan." ujar Lam Khie"Kalian bertiga bersedia membantuku mencari Kwee In Loan untuk menyampaikan pesan ku?" "Baiklah-" Tong Koay mengangguk." Lam Khie menggeleng-gelengkan kepala.

" "Betul." "ya. tidak mungkin yo Sian sian bisa meloloskan diri" "Memang." si Mo manggut-manggut .terus berlatih. "Aku pun harus terus berlatih agar kelak dapat membunuh Tong Koay. "Engkau memang harus." si Mo mengangguk. "Kuburan tua itu telah hancur berantakan. aku harus terus berlatih Hiat Mo Kang." "Ngmm" Kwee In Loan manggut-manggut. ". di saat itulah dia meninggalkan kuburan tua ilu-" "Sialan" caci Kwee In Loan. "Nenek dari ayah atau ibunya?" "Nenek dari ibunya. karena dalam beberapa tahun ini.." sahut si Mo sambil memandangnya. ternyata yo sian sian belum mati. sulit bagimu membunuh mereka.Mereka bertiga pergi mencarimu pula. bagaimana kalau bekas markas Hek Liong Pang kita jadikan markas golongan hitam?" "setuju." "Pantas engkau tidak tahu" si Mo menghela nafas panjang lalu bertanya." si Mo mengangguk dan menambahkan. "Si Mo... "namun ketika engkau pergi mengambil obat peledak."Lho?" Kwee In Loan terperangah"Kenapa begitu?" "Karena Lam Khie mendapat titipan pesan dari seseorang. "saat itu dia pasti mati di tanganku. "Tak kusangka dia masih hidup." sahut Kwee In Loan. "oh ya" Kwee In Loan teringat sesuatu. yo sian sian pasti akan mencarimu. bahwa Lam hai Lo Ni adalah neneknya." "Itu bukan berarti dia tidak akan memberi petunjuk kepada yo sian sian mengenai ilmu silat.." "Neneknya?" Kwee In Loan tertegun. "Bagaimana kepandaian Lam Hai Lo Ni?" "Setingkat dengan Hiat Mo. "Tapi sudah lama ia tidak mencampuri urusan rimba persilatan. "Kok aku sama sekali tidak tahu kalau Lam Hai Lo Ni adalah nenek dari ibunya? Mereka tidak menceritakannya. Dan dia malah minta bantuanku untuk mencarimu. Kalau tidak." "oh?" Kwee In Loan mengerutkan kening. "Itu." "Hmm" dengus Kwee In Loan.. itu bagaimana mungkin?" Kwee In Loan tidak percaya." "Heran" gumam Kwee In Loan. Lam Khie dan Pak Hong. "Me-mangnya ada apa? Kenapa mereka mencariku?" "Tentunya engkau tidak tahu.Lalu dia titip pesan apa kepada Lam Khie?" "titipannya yaitu dia berangkat ke Lam Hai-" "Mau apa dia ke Lam Hai?" "Menemui Lam Hai Lo Ni." "Apa?" Air muka Kwee In Loan tampak berubah"Dia kenal Lam Hai Lo Ni itu? Ada hubungan apa dia dengan biarawati tua itu?" "Katanya kepada Lam Khie." si Mo memberitahukan." si Mo manggut-manggut." "Beberapa tahun kemudian.

begitu tiba di sana.?" Mulut Thio Han Liong ternganga lebar"Perbuatan siapa ini? Bagaimana nasib Bibi yo?" Thio Han Liong berdiri termangu-mang u di depan reruntuhan kuburan tua tersebut." Usai bergumam. "Haaah-.Lam Khie segera mengeluarkan dua potong ayam bakar. tempat tinggal yo sian sian. Mereka berdua duduk." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. dan langsung menuju ke kuburan tua. ia terus teringat kepada Tan Giok Cu." "oh?" Lam Khie tertegun. "Ha ha ha" Terdengar suara tawa. ya kan?" "Tetap berada di bawah kepandaian Locianpwee. ia pun terbelalak karena melihat kuburan tua itu telah hancur berantakan. sehingga membuatnya terus menghela nafas panjang. sepotong diberikan kepada Thio Han Liong. Begitu melihat orang tua itu." Thio Han Liong mulai menyantap ayam bakar itu. Thio Han Liong sudah sampai di puncak gunung Ciong Lam san." jawab Thio Han Liong memberitahukan. "Kenapa engkau berada di sini? &ngkau mau ke mana?" "Aku ingin ke gunung Bu Tong san." "Apa yang telah terjadi?" "Entahlah.. Tentunya kepandaianmujuga bertambah tinggi." "Apa?" Lam Khie terkejut bukan main. orang tua itu ternyata Lam Khie"Ha ha ha" Lam Khie tertawa gelak"Engkau bertambah besar dan tampan. "Engkau pergilah mengumpulkan kaum golongan hitam yang berkepandaian tinggi. "Han Liong." si Mo mengangguk Kwee In Loan melesat pergi menuju Lembah Pek yun Koksedangkan si Mo pergi mengumpulkan puluhan kaum golongan hitam yang berkepandaian tinggi dan diajaknya ke Lembah Pek yun Koksementara itu. "Aaaah-. "Han Liong" Lam Khie memandangnya.. "engkau menyaksikannya?" ..Tapi kuburan tua itu telah hancur tidak karuan. "Makanlah" "Terima kasih. "Adik manis. engkau berada di mana sekarang? Aku. Pada waktu bersamaan. Dalam perjalanan.. tampak sosok bayangan berkelebat ke arahnya."Kalau begitu." sahut Thio Han Liong sambil tersenyum. giranglah Thio Han Liong.. setelah itu ia pun mengeluarkan seguci arak. aku akan berangkat ke Lembah Pek yun Kok" ujar Kwee In Loan. aku rindu sekali kepadamu. "Locianpwee" panggilnya. "Maksudmu kuburan tua itu?" "ya. engkau sudah tidak mengenali aku lagi?" seorang tua berpakaian sastrawan muncul di hadapannya. Akan tetapi.la tak habis pikir siapa yang melakukan itu? Akhirnya dia mengambil keputusan untuk pergi ke gunung Bu Tong. dan bawa mereka ke Lembah Pek yun Kok" "Ya. "oh ya Di gunung ciong Lam san telah terjadi sesuatu. Thio Han Liong lalu duduk di bawah sebuah pohon. "siapa?" bentak Thio Han Liong sambil meloncat bangun.

sedangkan kami ke gunung Heng san. Tapi. Kami yakin. wanita itu akan menghabiskan kami. "Apakah kepandaianmu sudah tinggi sekali?" "Entahlah.." "Sungguh cerdik Locianpwee" "oh ya" Tidak lama lagi Hiat mo pasti muncul. Karena Kwee In Loan bersama Si Mo. Tong Koay. kemungkinan besar kami sudah mati di puncak gunung Heng San." Thio Han Liong mengangguk"Aku memang dari sana. maka muncul lagi dalam rimba persilatan."Ya. Ketika wanita itu pergi. " Ilmu silatmu sudah maju pesat." "Kok Locianpwee tahu wanita itu bersembunyi di suatu tempat" tanya Thio Han Liong. kemudian menyusul Tong Loay dan Pak Hong. Nah." Lam Khie menatapnya. "sungguh pintar Locianpwee. "Engkau boleh balas menyerang." Thio Han Liong menggelengkan kepala. Thio Han Liong cepat-cepat berkelit. jangan cuma berkelit. " "Pasti Kwee In Loan." sahut Lam Khie sambil menggelenggelengkan kepala. Wanita itu lalu ke Kwan Gwa (Luar Perbatasan) menemui Hiat Mo. Locianpwee" "Bersiap-siaplah Aku akan mulai menyerangmu.." "Kalau begitu Bibi yo -" "Kwee In Loan berhasil melukainya. Namun kami tidak pergi jauh... "Bagus. Tapi Lam Khie sudah menyerangnya lagi secara bertubi-tubi.. "Kalau kami tidak mengatur siasat itu. "Bagaimana kalau aku menguji kepandaianmu sebentar?" "Baik." ujar Lam Khie sambil menghentikan serangannya." Lam Khie menceritakan tentang itu. maka engkau harus bersiap-siap bertanding dengannya. yo sian sian mengalahkan Kwee In Loan." Lam Khie mengangguk. "Tiga tahun yang lalu." ujar Lam Khie dan mendadak menyerangnya. Dia yakin Kwee In Loan pasti kembali ke sana dan dugaannya itu tidak meleset. "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut. Dia sudah berangkat ke Lam Hai. dan Pak Hong sudah berjumpa yo sian sian.Kini dia telah berhasil menguasai ilmu Hiat Mo Kang. "Han Liong" Lam Khie memandangnya seraya ber-kata. Thio Han Liong terus berkelit ke sana ke mari. sekarang aku akan menggunakan ilmu andalanku" Mendadak Lam Khie menyerangnya dengan gerakan aneh- . tentunya mampu menghadapi Kwee In Loan. engkau harus berhati-hati. mengulur waktu sampai lima tahun kemudian Pada waktu itu. "Pada waktu itu aku pergi duluan. bagus" Lam Khie tertawa gelak karena kagum akan kemajuan Thio Han Liong. "Maaf" ucap Thio Han Liong dan mulai balas menyerang." "Kok Locianpwee tahu tentang itu?" "Aku. yo sian sian pun segera meninggalkan kuburan tua itu. melainkan bersembunyi di atas pohon sekaligus mengintip ke arah Si Mo." "Betul. Kalau dia tidak meninggalkan kuburan tua itu. Entah siapa yang menghancurkannya. pasti mati terkubur di dalamnya. kepandaian Bibi yo pasti sudah tinggi sekali. dan tak lama muncullah Kwee In Loan. wanita itu bersembunyi di suatu tempat.

bagaimana mungkin mampu mengalahkan Hiat Mo?" "Locianpwee. "Ha ha ha"salah seorang tamu tertawa gelak"sung-guh lucu dan menggelikan sekali. mendadak muncul beberapa tamu berpakaian indahMereka duduk di sebelah Thio Han Liong." "Locianpwee berkepandaian begitu tinggi. Thio Han Liong termundur-mundur tujuh delapan langkah. "Han Liong. maka engkau tidak perlu mengadu nyawa dengan Hiat Mo." Lam Khie menggeleng-gelengkan kepala. "Engkau masih muda. sebab belum mampu mengalahkanku.Lam Khie bangkit berdiri "Aku harus pergi ke suatu tempat untuk berlatih." sahut Thio Han Liong yang telah membulatkan tekad"Biar bagaimana pun aku harus -bertanding dengan Hiat Mo. sampai berjumpa lima tahun kemudian" "Locianpwee -" "Ha ha ha" Lam Khie tertawa gelak." "Baiklah.Thio Han Liong tidak dapat berkelit.. "Engkau masih bukan tandingan Hiat Mo. bagaimana mungkin aku dapat mengalahkan Kong Locianpwee?" ujar Thio Han Liong sambil menggeleng-gelengkan kepala"Engkau harus tahu. seharusnya Guru silat Lim dan Guru silat Tan jadi besan. "pelayan itu mengangguk. Pelayan segera menyajikan teh istimewa. sedangkan Lam Khie cuma termundur dua tiga langkah. tapi malah bertambah bermusuhan. Blaaam Terdengar suara benturan dahsyat. Karena itu. engkau masih punya banyak waktu untuk berlatih. Ketika pemuda itu mulai menghirup tehnya. kemudian menyajikan apa yang dipesankan Thio Han Liong.seorang pelayan langsung menghampirinya sambil tersenyum-senyum"Tuan Muda mau pesan apa?" "Teh wangi dan sedikit makanan ringan" sahut Thio Han Liong." ujar Lam Khie sungguh-sungguh"Engkau tidak mampu mengalahkanku. Rupanya mereka adalah langganan kedai teh itu. lama sekali barulah ia meninggalkan tempat ituBeberapa hari kemudian. kepandaian Hiat Mojauh di atas kepandaianku." "Han Liong" Lam Khie terwenyum." "Panggung apa?" "Panggung adu silat. tapi amat ramai. Guru silat Lim dan Guru silat Tan saling bermusuhan Namun putra Guru silat Lim dan putri Guru silat Tan justru saling mencinta. mungkin aku akan mengadu nyawa dengannya.oleh karena itu engkau jangan berlaku nekad-" "Terima kasih atas nasehat Locianpwee.la mampir di sebuah kedai teh. berarti masih banyak kesempatan. maka terpaksa menangkis dengan ilmu Kiu Im Pek Kut Jiauw..Apabila engkau kalah nanti. Pokoknya siapa yang dapat .. lalu melesat pergiThio Han Liong termangu-mangu di tempat sambil menghela nafas panjang. Thio Han Liong sudah tiba disebuah kota kecil. Guru silat Tan mendirikan sebuah panggung.

Percayalah Panggung adu silat itu pasti mengundang banyak masalah. Guru silat Lim melarang putranya berpacaran dengan putri Guru silat Tan. karena tidak seharusnya dia mendirikan panggung itu. tapi." "Kalau begitu.. namun orang tua mereka justru tidak mau menjadi besan. Tapi apabila muncul penjahat yang berkepandaian tinggi. Tadi aku mendengar tentang panggung adu ilmu silat itu. sehingga membuatku tertarik sekali. Apa jadinya kalau Guru silat Tan punya menantu seorang penjahat? Bukankah kota kita ini akan berubah kacau balau dan tidak aman?" "yaaah Kita mau bilang apa?" Mendengar itu." "Aku tidak akan ikut bertanding. "Engkau ingin ikut bertanding dengan Nona Tan itu?" "Tidak. sebaliknya malah senang bermusuhan. celakalah Lim Peng Hie. Lim Peng Hie ikut bertanding juga?" "Itu sudah pasti-" "Di dalam kota ini tidak terdapat pemuda yang berkepandaian tinggi." "oh ya. "Tan pit suan merupakan gadis yang cantik jelita." Thio Han Liong menggelengkan kepala "Aku hanya ingin menyaksikan keramaian saja-" "Engkau tidak mengerti ilmu silat?" "Mengerti sedikit. mereka berdua sangat cocok dan sepadan. "Aaaah " salah seorang tamu menghela nafas panjang. sedangkan Lim Peng Hie adalah pemuda tampan." "Aku bukan orang kota ini. "Maaf. bahkan Guru silat Tan agak keterlaluan Puterinya sudah mencintai putra Guru silat Lim..sebab ada aturannya. seharusnya sepasang sejoli itu dinikahkan saja. Mereka pasti muncul di kota ini untuk ikut bertanding dengan Tan pit suan. Dia pasti akan kehilangan jantung hatinya itu..mengalahkan putrinya.. Paman sekalian Aku mengganggu sebentar-" "Anak muda." "oh?" salah seorang tamu tertawa. lebih baik engkau ikut bertanding saja.-" Para tamu itu terbelalak. "Engkau. Tapi yang belum punya isteri-" "oooh" "yang kukhawatirkan apabila para penjahat mendengar berita itu. "Guru silat Tan telah melakukan kesalahan besar.." "Itu sungguh di luar dugaan. Thio Han Liong tertarik. kecuali Lim Peng Hie." "Betul.. karena Nona Tan itu sudah punya kekasih" sahut Thio Han Liong.. seharusnya dia menyelenggarakan pesta pernikahan putrinya dengan putra Guru silat Lim itu. maka ia segera menyapa mereka sambil memberi hormat." "Memang." . dialah yang berhak menikahi putrinya itu. yang boleh ikut." "Bagaimana seandaianya seorang penjahat berhasil mengalahkan Tan pit suan?" "Sudah barang tentu Tan pit suan harus menikah dengan penjahat itu" "oh ya Apakah lelaki yang sudah berumur boleh ikut?" "Tentu tidak boleh." "Bagaimana aturannya?" "Lelaki yang berusia di atas dua puluh sampai empat puluh tahun.

"Berada di sebuah pulau. engkau ke kiri.. Walau besok baru dimulai pertandingan itu. hanya saja para murid mereka sering saling mengejek. tentu akan hidup senang." "Tapi dia justru tidak punya pikiran." "Ke dua guru sifat itu masih bersifat seperti anak kecil." Mendengar percakapan itu. "Anak muda" seorang tua berusia enam puluhan mendekatinya.." "sebetulnya kedua guru silat itu punya dendam apa?" tanya Thio Han Liong. akhirnya ke dua guru silat itu pun bermusuhan. " Engkau ingin ikut bertanding esok?" "Tidak. tidak jauh dari sini.. kemudian membelok ke kanan. tapi sudah banyak penonton berdiri di tempat itu "Ha ha ha" Terdengar suara tawa. pasti ikut bertanding esok-" "Kasihan sekali putra guru silat Lim. Thio Han Liong mengikuti petunjuk tamu itu. sehingga putra-putri mereka pun terbawa dalam permusuhan itu. maka segeralah ia duduk sambil memandang panggung itu." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala." "oooh" Tamu itu manggut-manggut. Itu adalah risikonya. "Engkau berasal dari mana?" "Tempat tinggalku jauh sekali. sebab guru silat Tan cukup kaya. sehingga menimbulkan perkelahian. yang kita khawatirkan akan muncul para penjahat Karena siapa yang dapat mempersunting putri guru silat Tan. dari situ kira-kira puluhan depa. "Tidak punya dendam apa-apa. lalu pergi ke tempat itu." "Betul." Thio Han Liong mengangguk"oh ya di mana panggung itu?" "Di depan rumah Guru silat Tan." salah seorang tamu menatapnya dengan heran. dia harus bertanggung-jawab penuh.." "Anak muda. Engkau akan melihat sebuah panggung. "Tidak berpikir panjang dan jauh sama sekali dan gampang emosi.. "Tamu itu memberitahukan. Kebetulan di situ ada tempat duduk kosong. " Entah siapa yang akan mempersunting putri guru silat Tan yang cantik jelita itu?" " Kalau aku mengerti ilmu silat. Padahal dia dan putri guru silat Tan sudah saling mencinta." "Betul." sahut Thio Han Liong sambil ."Betul. tapi." jawab Thio Han Liong dengan jujur. Dia pun harus ikut bertanding. "Keluar dari kedai teh ini.. Thio Han Liong menggelenggelengkan kepala. Paman Tua. dan tak lama sudah sampai di depan panggung tersebut. "Terus terang. la segera membayar makanan dan minumannya." "Terima kasih. Paman" ucap Thio Han Liong. namun pikirannya sudah begitu matang. panggung adu silat itu pasti akan mengundang banyak masalah-" "Betul. sebab Thio Han Liong masih muda. Kalau kota kita ini kedatangan para penjahat.

"sejak kecil memang keras kepala.. "Guru silat Tan telah melakukan kesalahan.. Betul Ha ha ha." "oh?" Thio Han Liong menatapnya seraya bertanya"Paman Tua punya hubungan dengan Guru silat Tan?" "Dia adalah sutee ku. Paman Tua pasti seorang pendekar yang amat terkenal ya kan?" "Tidak juga. yang rupanya sangat menarik sekali-" "Memang menarik. tidak salah." sin Kiam Lojin menggeleng-gelengkan kepala"Paman Tua juga tinggal di sini?" "Tidak." orang tua itu memberitahukan. Ha ha ha " orang tua itu tertawa gelak"Anak muda." Orang tua itu tertawa gelak"Aku sudah menasehatinya. julukanku adalah sin Kiam Lojin (Orang Tua Pedang sakti). "Aku hanya ingin menyaksikan keramaian saja." "Anak muda" Orang tua itu tertawa.. "Kira-kira begitulah. bolehkah aku tahu namamu?" "Namaku Thio Han Liong. "Itu bukan keramaian.. seharus-nya dia menikahkan putrinya dengan putra Guru silat Lim itu." ujar Thio Han Liong sambil menarik nafas panjang"Tidak salah. "Bagaimana seandainya salah seorang penjahat yang ." "Paman Tua. "Jawab Thio Han Liong dengan jujur. aku tinggal di-sebuah desa.. maka ke mari ingin menyaksikan pertandingan.Cuma kebetulan ke mari.." Orang tua itu memberitahukan. Kini dia sudah berusia lima puluh lebih. "Aku bernama Kwee Beng Kian." "Betul. dialah yang akan menjadi suaminya. tapijuga akan menimbulkan kejadian lain." "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut sambil tersenyum." "Kalau begitu.menggelengkan kepala." orang tua itu menggeleng-gelengkan kepala. "Aku adalah suhengnya.. sebab mereka sudah saling mencinta. Paman Tua pasti mahir bersilat pedang. kami adalah saudara seperguruan. Tapi kenapa dia berani tidak mendengarnya?" "suteku itu.sin Kiam Loj ini Kwee Beng Kian Tersenyum"Anak muda engkau dari perguruan mana?" "Aku tidak punya perguruan. seharusnya dia mendengar nasehat Paman Tua." Thio Han Liong nyaris tertawa geli mendengar penjelasan yang panjang lebar itu. bahkan mengira orang tua tersebut telah pikun "Paman Tua adalah Suhengnya. namun tetap keras kepala. "siapa yang dapat mengalahkan Tan pit suan." "Guru silat Tan sama sekali tidak memikirkan kebahagiaan putrinya." ujar Thio Han Liong sambil tersenyum. "Aku Kebetulan sampai di kota ini. karena tidak seharusnya dia mendirikan panggung ini.. tapi dia sama sekali tidak mau dengar." tanya Thio Han Liong mendadak. Dia adalah erangtua yang egois." sahut orang tua itu memberitahukan. melainkan pertandingan ilmu silat. "yaah" Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala.

jangan-jangan engkau adalah teman Lim Peng Hie?" "Bukan.." "ooh" sin Kiam Lojin manggut-manggut. Ha ha ha. Ketika melihat Thio Han liong. engkau. "Tapi mungkin tidak akan muncul para penjahat." "Mudah-mudahan begitu" ucap Thio Han Liong. gadis itu pun tercengang. tapi kenapa sudah linglung?" "Cin Cu." "Guru.." "Engkau. "guru. perlahan-lahan menghampiri mereka... "Anak muda" sin Kiam Lojin menatapnya tajam. "Namaku Thio Han Llong.. "Aku sama sekali tidak kenal Lim Peng Hie. Aku pun tidak kenal dia" sahut Bun cin cu setengah berbisik." sahut Thio Han Liong sambil tersenyum. "eh? siapa pemuda itu?" "Dia bernama Thio Han Liong. "Adik Cin cu.. namanya Bun Gin cu.. "Engkau begitu memperhatikan masalah ini. Di saat itulah sin Kiam Lojin berdehem beberapa kali dan itu membuat Bun cin Cu tersentak sehingga wajahnya memerah"Engkau masih muda. "Ha ha ha.. engkau ingin ikut pertandingan esok?" tanya Bun cin cu mendadak sambil memandangnya. " Kakak Pit suan" Panggil Bun cin cu.." "Ngmmm" sin Kiam Lojin manggut-manggut "Aku percaya. sehingga memandangnya dengan mata terbelalak. hanya ingin menyaksikan saja. "guru." Bun cin cu cemberut." Muncul seorang gadis cantik jelita berusia sekitar tujuh belas tahun.. berdebar-debarlah hati gadis itu.. aku. ada apa? Kok gurumu tampak gembira sekali?" tanya Tan Pit suan. "Dia muridku.." "Kenapa aku?" "Engkau. Gadis itu segera berlari-lari menghampiri orang tua tersebut. "Guru sendiri yang linglung. sebab berita tentang panggung ini tidak tersebar luas.berhasil mengalahkan Nona Tan? Apakah Guru silat Tan harus menerimanya sebagai menantu?" "Apa boleh buat Itu sudah merupakan risiko bagi suteku itu. "Aku tidak ikut. "Guru sedang berbicara dengan siapa?" "Dengan seorang pemuda tampan. "Aku sudah bilang tadi.. "Dia ke mari ingin menyaksikan pertandingan esok" "oh?" Tan Pit suan mengerutkan kening "Dia juga ingin ikut bertanding?" ." Thio Han Liong menggelengkan kepala. "Han Liong" sin Kiam Lojin memberitahukan..." sin Kiam Lojin menambahkan... cepat kemari guru akan memperkenalkan kalian berdua" sahut sim Kian Lojin...." tanya sin Kiam Lojin sambil tertawa.. kebetulan aku tiba di kota ini. tahu guru tahu Ternyata engkau. senyumannya membuat Bun cin Cu terpukau... Ketika melihat Thio Han Liong.." Di saat itulah muncul seorang gadis dengan wajah murung." "Nona Bun" Thio Han Liong segera memberi hormat kepada gadis itu.." sim Kiam Lojin tertawa gelak..

. "Mungkin punggungnya masih sakit lho" "oh?" Bun cin cu segera memandang Thio Han Liong seraya bertanya.. "Adik Cin cu" Tan pit Suan tersenyum.. karena ilmu silatku amat rendah-" "saudara Thio" Tan Pit suan tersenyum "Jangan merendahkan diri." Di saat bersamaan. "guru yang jahat atau engkau yang macam.. maaf." Tan pit sun menggeleng-gelengkan kepala." jawab Bun cin cu." "Hanya berbasa-basi saja?" Bun cin cu melotot." ucap Bun cin cu. Pe-muda itu tahu akan serangan tersebut. maka aku ingin menguji kepandaianmu. "Kenapa guru jahat sekali?" "Guru jahat sekali?" sin Kam Lojin menatapnya." "Nona Bun. Duuuk..macam? " "Guru. " guru pernah menyuruhmu menguruti punggung guru." "kepandaianku tidak tinggi." (Bersambung keBagian 15) Jilid 15 . mendadak Bun cin cu mengayunkan kepalannya ke punggung Thio Han Liong." "Apa?" Bun on cu terbelalak. Tadi kakak Pit suan bilang engkau berkepandaian tinggi. namun ia tetap diam karena tahu gadis itu sengaja menguji kepandaiannya." Thio Han Liong menggeleng-geleng-kan kepala. "Gara-gara kakak Pit suan berbasa-basi... punggungmu masih sakit?" "Aduuuh" Thio Han Liong langsung menjerit Namun hanya untuk mempermainkan gadis itu. putri kesayangan Guru silat Tan. biar kuurut" ujar Bun cin Cu tanpa berpikir lagi. sekarang punggungku tidak sakit lagi. "Nona Bun" ujar Thio Han Liong sambil tersenyum.. Punggung Thio Han Liong terpukul. kenapa engkau memukul punggungku?" "Maaf." Bun cin cu membanting-banting kaki. " Nona Bun.. aku langsung memukul punggungnya... Aku yaktn engkau berkepandaian tinggi.."Katanya tidak." Bun cin Cu cemberut.. "Masih sakit." "Engkau. "Eeeeh?" sim Kiam Lojin melotot. "Tapi aku hanya. kemudian memandang Thio Han Liong seraya berkata." "Kalau begitu. tapi engkau tidak mau dengan mengemukakan berbagai macam alasan. kemudian memarahi sin Kiam Lojin.. "Han.. sekarang engkau ingin menguruti punggung pemuda itu? Pokoknya tidak boleh" "Guru. "gara-gara guru jadi punggungnya sudah tidak sakit lagi." "selamat bertemu Nona Tan" ucap Thio Han Liong sambil memberi hormat.. tidak akan ikut bertanding. "Aduh" jerit Thio Han Liong kesakitan.. Han Liong. "Aku ke mari hanya ingin menyaksikan.. "Terima kasih atas maksud baik Nona. "gadis ini adalah Tan Pit suan.

"Kenapa suara Paman.." sahut Thio Han Liong.. mungkin gadis itu sudah ditamparnya. dan seorang tua berusia lima puluhan menghampiri mereka. Ternyata ia merasa tidak kuat menghadapi tatapan itu." "Mau apa engkau ke mari?" tanya Guru Silat Tan dengan kening berkerut-kerut. "Guru mengada-ada saja" "Ha ha ha" sin Kiam Lojin tertawa gelak. tapi kenapa masih seperti anak kecil? sudahlah Batalkan saja pertandingan itu Aku bersedia ke rumah Guru silat urn untuk mendamaikan kalian. "sutee" sin Kiam Lojin tertawa"Usiamu sudah setengah abad lebih. "Ha ha ha" sin Kiam Lojin tertawa gelak..guru berubah parau?" "Hm.. aku boleh membelanya?" "Tentu boleh." sahut Thio Han Liong." "Tidak Pokoknya tidak" sahut Guru silat Tan." ujar Thio Han Liong sambil menatapnya. " Kalau dia kekasihku. tentunya tidak akan ada masalah ini. aku yakin kini kita semua sedang minum arak kebahagiaan Nona Tan.." Guru silat Tan mengangguk " Kalau begitu. kemudian menatap Thio Han Liong dengan tajam sekali." "Paman Tua adalah guru teladan. " Guru silat Tan. "Ayah" Panggil Tan Pit Suan. Thio Han Liong tersenyum sambil balas menatapnya. bukan?" "Paman Guru" Bun on cu tersenyum." Guru silat Tan melotot. kekasihnya itu?" tanya Bun cin cu mendadak"Engkau -" Wajah Guru silat langsung berubah menjadi tak sedap dipandang. dan itu membuat Guru Silat Tan tersentak. "Anak muda. muridku" "Suheng. "Aku yakin ibunya sudah tiada-" "Diam" bentak Guru silat Tan. "Kalau ibunya masih ada. maka menjadi tidak tahu aturan dan kesopanan. "pertanyaan yang amat bagus. "Memangnya dia punya salah apa?" "Eeeh?" Guru silat Tan terbelalak"Kenapa engkau membelanya? Dia bukan kekasihmu. "Paman guru" Panggil Bun cian Cu sambil melelerkan lidahnya. "Paman Guru kok bentak-bentak dia sih?" tegur Bun cin cu. "Anak muda." dengus Guru Silat Tan. muridku terlampau kumanjakan. kenapa Kakak Fit Suan tidak boleh membela urn Peng Hie. "Nona Bun masih punya ibu?" "Kenapa engkau menanyakan itu?" Guru silat Tan mengerutkan kening." Wajah Bun cin Cu langsung memerah. Kalau sin Kiam Lojin tidak berada di situ. "Bukankah engkau bisa mengurut?" "Guru.."Pukul saja lagi punggungnya biar sakit" sahut Sin Kiam Lojin menggoda muridnya." "Arak kebahagiaan apa?" Terdengar suara parau. siapa engkau?" "Guru Silat Tan" sahut Thio Han Liong memberi hormat "Namaku Thio Han Liong. Namun ia amat kagum akan ketampanan Thio Han Liong. "Seandainya Guru Silat Tan seperti Paman Tua. .

" Wajah Guru silat Tan merah padam saking gusarnya. "Huh" dengus Bun cin cu.Ti-dak boleh bermalam di penginapan." sahut Bun cin cu dengan suara rendah dan menambahkan."Kalau engkau tidak menurut.. Kakak Fit suan pasti tidak akan menjadi begini." "Baiklah-" Thio Han Liong mengangguk"Terima kasih. Ayohlah Mari kita pergi" desak Bun cin cu. itu sama juga mengusir kita."jawab sin Kiam Lojin sambil menggeleng-gelengkan kepala" Guru" Bun cin cu tersenyum." "Apakan?" tanya sin Kiam Lojin cepat "Aku aku minggat dari rumah. berarti engkau pemuda kurang ajar.. pokoknya tidak usah bayar-" "Paman Tua -" Thio Han Liong menggelengkan kepala"Anak muda. dan akhirnya ia meninggalkan mereka. " Guru penuh pengertian dan kasih sayang.. sampai jumpa esok pagi" "Eh? Anak muda. "Buat apa orangtua seperti itu. "Paman gurumu mengusir Han Liong." "Paman Tua -" "Pokoknya engkau harus bermalam di kamarku." tegas sin Kiam Lojin.. "cin Cu" Guru silat Tan menatapnya tajam..Lebih baik aku bermalam di penginapan.. "Aku mau mohon pamit.." sin Kiam Lojin terbelalak..."Anak muda.. ya?" sin Kiam Lojin tertawa. "Kenapa engkau begitu tak tahu kesopanan?" "Paman Guru yang tak punya kasih sayang. "Paman Tua" Mendadak Thio Han Liong memberi hormat." sahut Bun cin cu dengan berani."Engkau mau ke mana?" "Mau pergi mencari penginapan. Kalau bibi guru masih hidup.. "Engkau." sahut Thio Han Liong... Guru?" tanya Bun cin cu kaget"Engkau bakal menjadi murid durhaka. "saudara Thio" Tan Pit suan tersenyum"Rumah kami amat besar dan banyak kamarnya." "Celaka" seru sin Kiam Lojin mendadak"Apa yang celaka." Thio Han Liong menghela-nafas"Guru" seru Bun cin cu mendadak"Mari kita pergi" "Lho? Kenapa?" tanya sin Kiam Lojin.. tapi kenapa kita yang harus pergi?" "Paman guru mengusir Han Liong.. "Kenapa engkau mau mengucapkan terima kasih kepada . "Dasar orangtua tak tahu diri Kalau paman guru adalah ayahku pasti sudah ku. Guru" ucap Bun cin cu dengan wajah berseri-seri"Eeeeh?" sin Kiam Lojin tercengang. bagaimana mungkin aku akan menjadi murid durhaka?" "oh." "Ha ha ha" sin Kiam Lojin tertawa"Bagaimana kalau engkau tidur di kamarku. bagaimana kalau engkau bermalam di rumah kami saja?" "Maaf" ucap Thio Han Liong menolak "Aku tidak mau menyusahkan Nona. cepatlah engkau enyah dari tempat ini" "Guru silat Tan.

. Wajah Bun cin cu tampak cerah. "Kalau engkau berani kurang ajaHerhadap guru.. kenapa engkau tidak mau minggat bersamanya?" "Adik Cin Su. bahkan dengan segenap hati pula." Bab 30 Pertandingan di Atas Panggung Bun cin cu tidur di kamaHan pit Suan. "Kalau sifat ayahku seperti gurumu. guru akan menyuruh Han Liong bermalam di penginapan saja" "Guru" Bun cin cu cemberut. lagipula.. "Ha ha ha" sin Kiam Lojin tertawa gelak." "Tapi bagaimana kalau dia tidak mengetahuinya?" "Maksudmu?" "Dia sudah jatuh hati kepadamu atau tidak.guru?" "Karena. "Hanya saja ilmu silatnya masih rendah." Tan pit Suan menggeleng-gelengkan kepala. kita masih belum tahu-" Tan pit suan menatapnya." "Hmm" dengus Bun cin cu dingin"Kalau begitu. sudah Memangnya masih mau apa?" "Aku aku akan bersedih sekali" . dia. "Bagaimana aku.. "Karena guru berhasil membujuk Han Liong bermalam di sini... guru pasti menyuruh Han Liong menghajarmu Ha ha ha. sebab dia yakin suatu hari ayahnya pasti merestuinya.. mudah-mudahan" ucap Bun cin cu dan bertanya." "Kakak Pit suan" wajah Bun cin cu tampak murung." "Dia bersungguh-sungguh mencintaiku." Bun cin cu tampak tersipu. tentunya aku tidak akan menderita begini.." "Kalau begitu.. "Aaah.. Lim Peng He adalah anak yang berbakti terhadap orangtua.. "Guru menghendaki aku mau apa?" sahut Cin cu.. "Kakak Pit suan. dia tidak akan mau minggat bersamaku. "Engkau harus tahu. bagaimana menurutmu mengenai Thio Han Liong?" "Dia adalah pemuda tampan dan kelihatan amat baik pula. "Engkau dan Lim Peng Hit sudah saling mencinta. dia tidak bersungguh-sungguh mencinta imu..." Tan pit Suan menghela nafas panjang... "Maka engkau tidak boleh terlampau agresif." bisik Bun cin Cu sungguh-sungguh. "Dia tidak mau menjadi anak durhaka.. kalau dia tidak jatuh hati kepadaku?" "Ya. tapi sebaliknya wajah Tan pit Suan justru murung sekali." "Jadi engkau mau apa kalau dia bermalam di sini?" tanya Sin Kiam Lojin mendadak." "Kakak Pit Suan. Ke dua gadis itu duduk di pinggiHempat tidur sambil mengobrol. "Mulutmu tajam sekali Baik. "Eh? Engkau. Tapi" Tan pit suan menghela nafas panjang." Sin Kiam Lojin melotot."jawab Tan Pit suan memberitahukan.." "Kenapa?" "Engkau sudah jatuh hati kepadanya?" "ya.

Baik yang tua maupun yang muda. cinta itu perlu pengorbanan" ujar Pit Suan "Tidak bisa egois. aku." "Cintamu terlampau cepat bersemi. tidak sewajarnya engkau sudah jatuh cinta kepadanya. "Adik Cin cu. "Pada-hal engkau dan dia baru kenal hari ini." Tan pit Suan menghela nafas. lalu merebahkan dirinya. "Mari kita tidur. Rasanya aku tidak mau berpisah dengannya." "Kakak Pit suan.. gadis itu sama sekali tidak bisa pulas." "sudahlah" Tan Pit suan menepuk bahunya. Akan tetapi. sedangkan yang tua tertawa-tawa. membuatnya sulit pulas. " "Adik Cin cu. "Kalau dia tidak dapat mengalahkannya. kemudian sepasang matanya memandang jauh sekali seraya menjawab. aku aku sudah jatuh cinta kepada Thio Han Liong. bagaimana kalau ada pemuda lain yang berhasil mengalahkanmu?" tanya Bun cin cu mendadak"Tentunya urn Peng Hie harus mengalahkannya pula. kami pasti." "Kakak Pit suan" Bun cin cu menggelengkan kepala. "Engkau akan mengetahuinya nanti." ucap Bun cin cu. -ooo00000ooo Bukan main ramainya suasana di depan rumah Guru silat Tan pagi itu. "Sudah larut malam." "Kakak Pit suan. namun harus bersungguh-sungguh dan harus dengan segenap hati pula-" Tan pit suan menjelaskan. bahkan engkau pun belum tahu identitasnya."Adik Cin cu" Tan pit Suan tersenyum getir. yang muda terus berbisik-bisik. mari kita tidur" "Baik"" Bun cin cu mengangguk.." "Oooh" Bun cin Cu manggut-manggut. "Baru satu hari engkau kenal dia. "Itu baru bisa membuat cinta menjadi indah dan suci murni. "Aku tidak mengerti maksudmu-" "Adik Cin Gu" Tan pit suan tersenyum getir lagi." "terima kasih atas nasihat Kakak. "Terus terang. engkau harus ingat. itu akan membuatmu menderita. oleh karena itu. sebab esok pagi aku harus bertanding" "Kakak Pit suan. "Engkau akan mengerti nanti-" " Aku jadi bingung. "Adik Cin cu" Tan pit suan tersenyum. tapi tidak boleh jatuh cinta." "Kakak Pit suan" bisik Bun cin cu. semuanya sudah berkumpul di depan panggung. " "Pasti apa?" Tan pit suan tersenyum getir. engkau boleW tertarik kepadanya. "Heran?" bisik salah seorang pemuda- . sebab engkau belum tahu bagaimana hatinya." sahut Tan Pit suan. aku jadi takut lho" "Sesungguhnya cinta itu amat indah. cinta itu memang pahit ya?" Bun cin cu menggeleng-gelengkan kepala"Aku. bagaimana aku dengan Peng Hie? Aaaah.-. karena wajah Thio Han Liong terus muncul menggoda. engkau tidak boleh begitu cepat jatuh cinta kepadanya.

"Putriku bernama Tan Pit suan. Guru silat Tan sudah meloncat ke atas panggung itu. Kalau Guru silat Tan tahu." " Lihat tuh Putri Guru silat Tan sudah meloncat ke atas panggung" seru seorang dengan mata terbelalak"Wuah Bukan main cantiknya" Tan pit suan memang sudah meloncat ke atas panggung. tapi engkau malah berpikiran yang bukan-bukan. "Baik.dia pasti sudah berada di sini. lalu mulai menyerangnyaAkan tetapi. masih harus mengalahkan penantang lain. belasanjurus kemudian pemuda itu sudah tertendang ke bawah panggung." sahut Tan Pit suan. engkau pasti dihajarnya. Dengan wajah murung sekali. "Aku ingm mengadu keberuntungan. kini sudah dewasa maka harus menikah Karena itu. Kalau tidak. sebab orang yang mengatakan ingin ikut itu sudah tua. la mengenali pemuda itu yang sering menggodanya. Betapa kecewanya karena tidak melihat Lim Peng Hie. gadis itu memberi hormat ke empat penjuru. maka sudah barang tentu . buah jantung hatinya. sehingga menimbulkan tawa di sana sini." Tidak salah.la memandang para penonton seraya berkata dengan suara lantang. siapa yang tidak mau mempersuntingnya? "sayang sekali usiaku sudah empat puluh lebih. "Aku mohon petunjuk" "Silakan menyerang duluan" Tan pit suan menatapnya tajam. namun mengaku baru berusia empat puluh lebih. "Hei Engkau sudah punya cucu kok masih tidak tahu diri?" tegur seseorang sambil tertawa"Eeeh?" Wajah orang itu langsung memerah"Engkau kok usil membuka rahasiaku sih?" "Gadis itu boleh menjadi anakmu. dialah yang berhak menikahi putriku pula Tapi harus bujangan yang berusia dua puluh sampai empat puluh tahun setelah berhasil mengalahkan putriku.. "Nona Tan" Pemuda itu memberi hormat. sudah saling mencinta tapi tidak bisa menikah-" "TUh Guru silat Tan sudah naik ke atas panggung. melainkan mengadu silat." "Bukan mengadu keberuntungan. sungguh kasihan mereka berdua. Kemudian ia berkata dengan suara merdu"siapa yang ingin bertanding denganku silakan naik" "Nona Tan" Terdengar suara seruan."Kenapa Lim Peng Hie masih belum kelihatan? Mungkinkah Guru silat Lim melarangnya ke mari?" "Mungkin. percuma engkau ikut" "Kenapa?" "Ilmu silat gadis itu tinggi sekali. Engkau pasti roboh di tangannya-" Terdengar percakapan itu. kalau tidak. barulah resmi menjadi menantuku" seketika juga terdengaHepuk sorak yang riuh gemuruhPutri Guru silat Tan begitu cantik jelita. sekaligus menengok ke sana ke mari." Pemuda itu mengangguk. aku mendirikan panggung ini untuk mengadu ilmu silat siapa yang berhasil mengalahkan putriku. tampak seorang pemuda meloncat ke atas panggung itu." "Engkau ingin ikut bertanding dengan gadis itu?" "Ha ha Engkau mengerti ilmu silat?" "sedikit-" "Kalau begitu.

para penonton menertawakan nya. mereka berdua merupakan pasangan yang serasiAku bersedia jadi mak comblang. sedangkan sin Kiam Lojin duduk bersama Guru silat Tan. bukan di atas panggung. "Jangan main jotos-jotosan. aku mohon petunjuk" seorang pemuda tampan meloncat ke atas panggung." Bun cin cu menganggukDi saat mereka bercakap-cakap.. sepasang kekasih itu akan bertanding di atas panggung." sahut Thio Han Liong sambil tersenyum. Tapi hanya dalam belasan jurus. dan itu sungguh merupakan kejadian yang janggal. mereka terus bertanding. Bukan main malunya pemuda itu.Di saat bersamaan. "seharusnya mereka berdua bertanding di atas tempat tidur." " Guru adalah lelaki. mungkin dia akan naik ke panggung menghajar Lim Peng Hie" sementara Lim Peng Hie sudah memberi hormat kepada Tan Pit suan. "Dari pada kalian bertanding di atas panggung.. Bun cin cu duduk disebelahnya. Ternyata pemuda yang baru meloncat ke atas panggung itu adalah Lim Peng Hie. para penonton mulai berkasak-kusuk sambil tertawa-tawa." "Betul. " Hanya memiliki ilmu silat cakar ayam. terdengarlah suara seruan yang amat menggetarkan hati Tan pit suan.. Para penonton mulai bersorak-sorai sambit ber-tepuk-tepuk tangan dan di antara penonton ada pula yang berseru-seru. lebih baik kalian bertanding di atas tempat tidur Itu lebih asyiik lho" "Betul" sambung yang lain. . "Han Liong" tanya gadis itu "Bagaimana menurutmu mengenai ilmu silat Kakak Pit suan?" "Cukup tinggi. sudah berani naik ke atas panggung DasaHak tahu diri" ejek salah seorang penonton. " Kelihatannya tiada seorang pemuda pun yang mampu mengalahkannya. alangkah baiknya main ciuman saja" Lim Peng Hie dan Tan pit suan sama sekali tidak menghiraukan seruan-seruan konyol itu. tampak seorang pemuda meloncat ke atas panggung. bagaimana mungkin jadi mak comblang sih?" sahut Bun cin cu." "Aku yakin mereka berdua tidak akan bertanding dengan sungguh-sungguh alangkah baiknya mereka berdua saling mencium di atas panggung" "Jangan berisik Lihat tuh wajah Guru silat Tan sudah berubah tidak karuan sekali. pemuda itu sudah terpukul jatuh ke bawah. Tanpa menoleh lagi ia langsung meninggalkan tempat itu. setelah itu mereka mulai bertanding. "Ha ha ha" sin Kiam Lojin tertawa gelak "sutee. kecuali hanya kekasihnya itu. "Nona Tan. Karena itu. "Lim Peng Hie" "Lim Peng Hie. sementara Thio Han Liong menonton pertandingan itu sambil menggeleng-gelengkan kepala." Terdengar suara seruan para penonton. kekasih Tan pit suan.

"Bagaimana? Engkau tidak berani bertanding denganku?" "Kenapa tidak?" sahut Lim Peng Hie "Ayoh. Aku ingin bertanding. "Ngmm" Pemuda itu manggut-manggut. engkau memang cukup cantik. "Nona Tan. Puluhan jurus kemudian. "Aku mengaku kalah. " Hajar saja pemuda itu" "Baik. Lim Peng Hie berhasil menepuk punggung gadis itu." ujar sin Kiam Lojin." "Peng He" Terdengar suara seruan." "Ha ha ha" Pemuda itu tertawa gelak.. kemudian berkelebat sesosok bayangan ke atas panggung. tentu. apakah aku boleh mempersunting putrimu?" "Tentu. "Guruku adalah -" "Ha Ha ha" Terdengar suara tawa yang parau. "Aku sudah memenangkan pertandingan ini. "sobat" tegur pemuda itu." "Kawan. Guru silat Tan" Pemuda tersebut mengangguk. "Lim Peng Hie sudah menang. "Belum terlambat." Sin Kiam Lojin memandang Guru Silat Tan. Sementara pertandingan di atas panggung masih terus berlangsung. engkau terlambat. mari kita mulai sekarang?" "TUnggu" ujar pemuda itu." sahut Bun cin Cu. "Kalau Guru mau jadi mak comblang. namun sikapnya agak kurang ajar. siapa yang berani melarangnya?" "Paman guru pasti berani menolak. "terima kasih."Anak muda" tanya sin Kiam Lojin mendadak"siapa engkau dan siapa gurumu?""Aku bernama Losun An. seorang pemuda meloncat ke atas panggung lalu menatap Tan Pit Suan dengan penuh perhatian." sahut guru silat Tan. Tampak seorang lelaki berusia lima puluhan bergegas-gegas menuju ke panggung. kemudian memandang Guru silat Tan seraya berkata"Tan Kauwsu." ujaHan pit Suan dengan wajah kemerah-merahan. cepatlah engkau turun Ayah akan menjodohkanmu dengan gadis lain yang jauh lebih cantik dari gadis itu" "Ayah "" Lim Peng Hie menggeleng-gelengkan kepala. Di saat kesempatan. kalau aku berhasil mengalahkan pemuda ini. "Aku gurunya." sahut pemuda itu sambil membusungkan dadanya. maka berhak menikah dengan gadis itu" terdengar Seruan para penonton.."Mungkin saja. "Akan bertambah ramai nih" "Ayah " sahut Lim Peng Hie dengan wajah murung. sebab aku masih berhak bertanding denganmu. "Tidak bisa Pokoknya tidak bisa" Guru Silat Tan tampak gusar sekali.julukanku Bu Ceng Kui (setanTanpa Perasaan)" "Haah?" Bukan main terkejutnya sin Kiam Lojin dan Guru . "Peng Hie." sahut Lim Peng Hie sambil tersenyum. "Guru Silat Tan tidak boleh ingkar janji" "Sutee.." sahut Lim Peng He. "Guru Silat Lim" seru salah seoarang penonton.

akan tetapi dengan gampang sekali Lo sun An berkelit." sahut Bun cin cu sambil menghela nafas panjang. "Peng Hie. kemudian memperhatikan pertandingan itu. Guru. dan setelah itu ia pun membantu Tan pit suan menyerang Lo sun An.la terhuyung-huyung ke belakang dan mulutnya mengeluarkan darah segar. sedangkan .. cepatlah engkau main-main dengan gadis itu siapa berani turut campur. "Ha ha ha" Bu Ceng Kui tertawa gelak"Muridku." "Suheng. lalu mendadak menyerang Lim Peng Hie. dan mendadak badannya bergerak cepat sambil menggerakkan sepasang tangannya. "Ha ha ha" Lo sun An tertawa gelak. BuuukBuuuk Punggung Lim Peng Hie terpukul.. Betapa gusarnya Tan pit suan. kini Bu Ceng Kui justru muncul di sini." Mulut Lim Peng Hie masih mengeluarkan darah"Peng Hie.silat Tan." Wajah Guru silat Tan sudah mulai berubah"Sutee" sin Kiam Lojin menggeleng-gelengkan kepala. guru pasti membunuh mereka" "Terima kasih. "Cepat turun. "Nona Tan" Lo sun An mencegahnya." "Anak durhaka engkau" Guru silat Lim gusar bukan kepalang. Di saat itulah Guru sitat Lim meloncat ke atas panggung." "Ahhhh" Guru silat Tan menghela nafas panjang. "Ha ha ha" Lo Sun An tertawa gelak. kepandaiannya tinggi sekali. engkau terluka?" "Ayah. "Kepandaian Bu Ceng Kui itu amat tinggi. bahkan sekaligus memeluknya. " Celaka" gumam sin Kiam Lojin dengan wajah agak pucat. "Biar harus mati pun aku tidak akan meninggalkan pit Suan. Mereka berdua sama sekali tidak menyangka tokoh golongan hitam itu akan muncul di situ bersama muridnya"Peng Hie" teriak Guru silat Lim. Gadis itu langsung menyerangnya.sudah lewat puluhan jurus. "Engkau yang cari urusan. la tidak kenal Bu Ceng Kui itu "Nona Bun" tanyanya dengan suara rendah"siapa Bu Ceng Kui itu?" "Dia adalah tokoh golongan hitam.. lalu berseru." "gurumu tidak sanggup melawan Bu Ceng Kui?" "Tidak sanggup. "Peng Hie" Tan pit suan segera mendekatinya. "Aaah" jerit Lim Peng Hie. "guru Silat Tan." Thio Han Liong mengerutkan kening. aku akan menghajarnya " Duuuk Dada urn Peng Hie terpukul. sementara Thio Han Liong terus mengerutkan kening. Kita tidak sanggup melawannya. mari kita pulang" Guru silat Lim menarik putranyaTapi Lim Peng Hie meronta. Ayah" Lim Peng Hie berkeras. "Peng Hie pasti celaka. kini Lim Peng Hie mulai berada di bawah angin." ucap Lo sun An.. mari kita pergi" "Tidak. yang juga terkejut sekali ketika mengetahui tokoh golongan hitam itu.

" Bun cin cu terbelalak"Engkau mahir ilmu pengobatan?" "Sedikit. "engkau ingin turut campur urusan ini?" "Apa boleh buat" sahut sin Kiam Lojin. "Kakak Pit suan" tanya Bun cin cu. "Kita tidak bermusuhan. bagus" Bu Ceng Kui menatap mereka dengan dingin sekali. yang tidak lain adalah Bu Ceng Kui. maka aku harap " "Guru silat Tan" ujar Bu Ceng Kui. "Ayah ." sahut Thio Han Liong sambil memandang ke arah panggung. "Kalian bertiga ingin mengeroyok muridku? Baik. Begitu Tan pit suan memapah Lim Peng Hie. Thio Han Liong segera memeriksa Lim Peng Hie. begitu pula guru silat Lim. pokoknya tidak" "He he he" Bu Ceng Kui tertawa terkekeh-kekeh. "Aku tidak akan menikah dengan muridmu. "Engkau jangan emosi" "oh. Mereka bertiga mengeroyok Bu Ceng Kui. "Han Liong. Guru silat Tan dan sin Kiam Lojin juga meloncat ke atas panggung. "Celaka Celaka" seru Bun cin cu lagi. "Guruku mulai bertarung dengan Bu ceng Kui. "Bagus. engkau sin Kiam Lojin" Bu Ceng Kui mengerutkan kening. "uaaaakh" Mulut Lim Peng Hie menyemburkan darah segar.." Tidak salah.Tan pit suan terdorong ke belakang. bagaimana ini?" "Tenang" sahut Thio Han Liong sambil memperhatikan panggung itu.. "Bagaimana lukanya? Apakah parah sekali?" "Entahlah-" Tan Pit suan menggelengkan kepala. engkau berani menipu muridku? Hm Kalau begitu. kemudian tersenyum seraya berkata." "Han Liong. tidak apa-apa. maka putrimu harus menikah dengan muridku Engkau jangan ingkar janji" "Tidak" teriak Tan Pit suan. "Pit suan. "Muridku sudah berhasil mengalahkan pemuda itu. "Lukanya tidak begitu parah." "Ha ha ha" Tampak sosok bayangan berkelebat ke atas panggung. Bu Ceng Kui sama sekali tidak .. engkau tidak apa-apa?" tanya Guru silat Tan. "Guru silat Tan. engkau memang mau cari mati" "Bu Ceng Kui" sela sin Kiam Lojin. Di saat bersamaan. Sin Kiam Lojin sudah mulai bertarung dengan Bu ceng Kui. Pertarungan di atas panggung itu semakin menegangkan. Bun cin cu dan Thio Han Liong cepat-cepat mendekatinya. "uaaakh " "Peng Hie" Guru silat Lim segera mendekatinya. Walau dikeroyok tiga orang. kalian bertiga boleh melawanku" "Bu Ceng Kui" sahut Guru silat Tan. urusan jadi begini. "Hari ini aku akan membunuh lagi He he he " "Celaka" seru Bun cin cu. Guru Silat Tan segera turun tangan membantu sin Kiam Lojin." Tan Pit suan menangis terisak-isak"gara-gara Ayah.

begitupula Guru silat Lim dan Bu ceng Kui. Maaf" ucap Thio Han Liong setelah berada di atas panggung.Sebaliknya malah pengeroyoknya yang kelihatan terdesak"He h e h e" Bu Ceng Kui tertawa terkekeh-kekeh"Kalian bertiga harus mampus Harus mampus" Thio Han Liong mengerutkan kening. "Apa artinya kalian bertarung? Akhirnya pasti terluka parah" "He he he" Bu Ceng Kui tertawa terkekeh." "Siapa gurumu?" "Aku tidak punya guru. yang paling terkejut adalah Bun cin cu. melainkan aku yang akan bertanding dengan cianpwee-" "Apa?" Bu Ceng Kui terbelalak"Anak muda. "Pit suan. Ketika melihat Thio Han Liong. "Engkau berani mencampuri uruan kami?" "Bukan mencampuri. melainkan mendamaikannya. namun hatinya ber-kebat-kebit tidak karuan.Tahukah engkau siapa aku?" "Aku dengar cianpwee adalah Bu Ceng Kui." "oh?" Bu Ceng Kui menatapnya dalam-dalam"siapa ayahmu?" "Ayahku bernama Thio Ah Ki-" "Hm" dengus Bu Ceng Kui- . yang berjarak dua puluh depa lebih. "Tidak ada gunanya kalian bertarung. siapa pemuda itu?" "Dia ke mari ingin menyaksikan pertandingan. "Maaf. maka membuat mereka berhenti bertarung. tentunya tidak dapat melakukannya. aku tidak begitu mengenalnya.seberalah ia melesat ke atas panggung seraya berseru"Berhenti Berhenti" suara seruannya begitu keras menggetarkan jantung.oleh karena itu. "Anak muda. Guru silat urn. tertegunlah Guru silat Tan dan sin Kiam Lojin. Kalau pemuda itu tidak memiliki ginkang tinggi. bukan?" "Betul Maka aku harus membunuh mereka" sahut Bu Ceng Kui dan siap menyerang mereka. "cianpwee" ujar Thio Han Liong dengan sungguh-sungguh"Mereka bertiga bukan tandingan cianpwee. Tan pit suan dan Lim Peng Hie juga terkejut bukan main. Tan dan sin Kiam Lojin pasti celaka di tangan Bu ceng Kui. sebab kalau pertarungan itu diteruskan. ia harus menghentikan pertarungan itu. siapa engkau?" "Namaku Thio Han Liong." sahut Thio Han Liong. kemudian Lim Peng Hie bertanya. sebab Thio Han Liong sekali melesat sudah sampai ke atas panggung."" sementara Bun cin cu terus memandang ke arah panggung dengan penuh perhatian." "Anak muda" bentak Bu Ceng Kui." jawab Tan Pit suan. "cianpwee dari golongan hitam. nyalimu sungguh besar berani memberi nasihat padaku." jawab Thio Han Liong sambil tersenyum dan menambahkan. "Kapan dia datang?" "Kemarin.tampak terdesak. hanya belajar sedikit ilmu silat dari ayahku.

. Han Liong. setelah itu. Kong Ti seng Ceng dan siauw Lim sam Tiang lo.. tapi malah menangkis sehingga terdengar suara benturan keras." ujar Thio Han Liong sambil mengelak serangan yang dilancarkan Lo Sun An.." "o" "Tapi. engkau murid siauw Lim Pay?" tanya Bu Ceng Kui. Mereka bertiga seaera meloncat turun. muridnya. seha-rusnya ia berkelit. Paman Tua" Thio Han Liong tersenyum." sahut Thio Han Liong sambil tersenyum. ternyata engkau pembual" "Aku bukan pembual. sebab mengenali ilmu itu.. "jurus ke dua" teriaknya."Aku tidak kenal ayahmu Kalau engkau tidak mau enyah sekarang." Thio Han Liong tersenyum. Bu Ceng Kui terperanjat bukan main. Justru Lo sun An telah melakukan kesalahan." Lo sun An mengangguk"Guru Silat Tan. "Engkau bukan tandinganku." sela Lo sun An. " Lebih baik kalian menonton di bawah." sahut Thio Han Liong." Benar. "Jurus pertama" Ternyata Thio Han Liong menyerangnya dengan ilmu siauw Lim Liong Jiauw Kang. Dengan cepat sekali Thio Han Liong berkelit. lalu roboh dengan . "Tenanglah. aku pasti menyembah di hadapanmu" "Itu tidak perlu. Lo sun An sudah mulai menyerang Thio Han Liong dengan sengit sekali. "Cepat hajar dia siapa berani turut campur." "Tenang" sahut sin Kiam Lojin." "Percuma. "siauw Lim Liong jiauw Kang? Anak muda.. serangan itu membuat Lo sun An terpaksa meloncat ke belakang. Tapi aku kenal Kong Bun Hong Tio. Kelihatannya pemuda itu ingin membunuh Thio Han Liong. "Guru yakin dia tidak omong besar." "Diam Mereka sudah mulai bertarung. "Muridku. Blaaam Lo sun An terpental beberapa depa. "Guru. Guru Silat Lim dan Paman Tua" ujar Thio Han Liong kepada mereka. bagaimana mungkin aku murid siauw Lim Pay. "Hei Kalau engkau dapat merobohkanku dalam sepuluh jurus. "Aku bukan Hweeshio.." "Apa?" Bu Ceng Kui terbelalak"Ha ha ha Anak muda." ujar Bu Ceng Kui. aku tidak akan segan membunuhmu" "Guru. aku akan bertanding dengan pemuda itu" "Han Liong. Bun cin cu sebera mendekati sin Kiam Lojin.. guru pasti membunuhnya" "ya.. ia mulai balas menyerang dengan ilmu Kiu Im Pek Put Jiauw yang sangat ganas dan lihay itu. Guru. "Biar aku yang menghajarnya. tentunya tidak akan berani omong begitu.Kalau dia tidak berisi. Dalam sepuluh jurus engkau pasti roboh di tanganku" "Apa?" Betapa gusarnya Lo sun An mendengar ucapan itu. engkau." sin Kiam Lojin terbelalak. kemudian balas menyerang seraya berseru.

Kenapa hari ini dia begitu hebat? Cuma dua jurus sudah merobohkan pemuda sombong itu?" " Guru pun tidak habis pikir." Wajah Lo sun An pucat pias. sepasang tangannya bergerak lemas sekali menangkis serangan yang dilancarkan Bu Ceng Kui. aku. "Aku sendiri pun tidak tahu pemuda itu berkepandaian begitu tinggi. tentu tidak akan mengkhawatirkan putra ku." sahut sin Kiam Lojin sambil menggeleng-gelengkan kepala. "Hiyaaat"Betapa cepatnya serangan Bu Ceng Kui.." " Guru silat Lim.. karena ia tahu akan terjadi pertempuran dahsyat. bahkan badannya ikut miring ke samping. "Tapi aku mahir ilmu Thay Kek Kun. " Guru. "Muridku" seru Bu Ceng Kui sambil mengham-piri-nya. "si Mo sendiri masih tidak dapat membunuhku. sedangkan Thio Han Liong tetap berdiri di tempat. guru akan membunuh pemuda itu" ujar Bu Ceng Kui." sahut Thio Han Liong. Di saat bersamaan. kemudian mendekati Thio Han Liong selangkah demi selangkahThio Han Liong segera mengerahkan Kiu yang sin Kang.mulut mengeluarkan darah. sementara yang menyaksikan pertandingan tadi terbelalak. "Engkau. " Guru silat Tan. dia sama sekali tidak bisa berkelit." Jawaban yang amat membingungkan itu membuat Bu Ceng Kui." ujar Guru silat Lim sambil menghela nafas panjang. Dia tidak dapat membunuhku. "Kalau aku tahu. "Nanti saja kita mengobrol. "Aku tidak tahu engkau murid siapa. badan Thio Han Liong justru bergerak lemah gemulai bagaikan gadis menari." sahut Guru silat Tan jujur. Guru silat Tan.. "Thay Kek Kun?" "Betul. pokoknya aku harus membunuhmu " "Jangankan engkau." Thio Han Liong mengangguk." sela sin Kiam Lojin." "Apa?" Bu Ceng Kui tersentak"Engkau kenal si Mo?" "Kenal. "Ternyata engkau murid Bu Tong Pay" ujar Bu Ceng Kui. Itu adalah gerakan ilmu Thay Kek Kun yang telah dibaurkan dengan Kian Kun Taylo Ie. Memang." ." Thio Han Liong mengangguk"Bahkan kami pernah bertarung.. Bu Ceng Kui terus menatapnya dengan tajam. kemudian mendadak memekik keras sambil menyerang. "Aku bukan murid Bu Tong pay. bahkan mulut Bun cin cu ternganga lebar." "oh?" Guru silat Lim tercengang. engkau terluka?" " Guru. kemarin aku memukul punggungnya. "Tenang muridku. Lim dan Kiam Lojin terheran-heran. "Hmm" dengus Bu Ceng Kui. karena sekarang suasana di atas panggung itu sungguh menegangkan. aku tidak menyangka di tempatmu ini terdapat seorang pendekar muda yang begitu lihay. maka betapa lihaynya gerakan itu serangan Bu Ceng Kui tertangkis. Bu Ceng Kui dan Thio Han uong berdiri berhadapan." sahut Thio Han Liong.. Bukan main terkejutnya Bu Ceng Kui.

" Engkau kenal Lam Khie?" "Kenal." "Maaf. "&h? Kenapa engkau menjeweHelingaku?" "Engkau sungguh nakal sekali" sahut Bun cin cu sambil melotot. "Masih bilang tidak?" Bun cin cu cemberut.. dan kini bekerja sama lagi dengan Kwee In Loan. "Aduuuh" jerit Thio Han Liong kesakitan." Pemuda itu tersenyum. lalu meloncat turun.." sahut Thio Han Liong.la mulai tidak berani main-main dengan pemuda itu.ya.. "Sebetulnya aku tidak mau memamerkan kepandaianku.. Nah..... namun engkau purapura. aku tidak mempermainkanmu. tapi engkau malah diam saja. "Anak muda. "Bahkan aku pun kenal Tong Koay dan pak Hong. "Kapan aku mempermainkanmu?" "Kemarin." . segeralah Bun Cin cu menghampirinya. "Apa?" Bu Ceng Kui betul-betul terkejut." Bu Ceng Kui mulai bimbang. lalu menarik muridnya meninggalkan panggung itu.. kan?" "ya-" Bu Ceng Kui mengangguk"Bah kan dia pun pernah menjadi wakil ketua Hek Liong Pang. engkau memang pandai menyembunyikan kepandaianmu." "Kemarin?" "ya. kemudian mendadak menjeweHelinganya." "Ha ha ha" Sin Kiam Lojin tertawa gelak. "si Mo punya seorang murid bernama Kwan Pek Him. bagaimana mungkin beliau akan bertarung denganmu omong kosong" " Aku tidak omong kosong. pertarungan kita masih perlu dilanjutkan?" "Itu. tapi mendadak muncul Bu Ceng Kui itu. maaf" Thio Han Liong menghela nafas panjang.. bukan?" "Haaah?"Bu Ceng Kui terbelalak. dan Locianpwee itu yang memberitahukan kepadaku. juga pernah bertemu Kwee In Loan." Bun cin cu memberitahukan." sahut Thio Han Liong. "Anak muda. "Aku ingin menguji kepandaianmu. Thio Han uong tersenyum. "Aku memukul punggungmu. "Engkau berani mempermainkan aku" Thio Han Liong terperangah." "Anak muda" Bu Ceng Kui menatapnya dengan mata tak berkedip "Sebetulnya siapa engkau?" "Aku Thio Han Liong." Thio Han Liong menambahkan. "Bu Ceng Kui. bukankah engkau sudah mempermainkan aku" "Aku. kita lanjutkan kelak saja-" "Baik-" Thio Han Liong mengangguk. "Begini. "Engkau kok tahu?" "Aku bertemu Lam Khie. bahkan juga pandai membual sehingga Bu Ceng Kui kabur terbirit-birit."Engkau memang pembual si Mo adalah ketua golongan hitam. sampai jumpa" ucap Bu Ceng Kui." Thio Han Liong memberitahukan..

" Thio Han Liong menghela nafas panjang. aku memang kenal Siauw Lim Kong Bun Hong Tio. "Kalau engkau tidak berterus terang. "Thio Ah Ki. tapi kenal para tokoh tingkatan tua." "Siapa ayahmu?" tanya Guru silat Lim. Kong Ti Seng Ceng dan Siauw Lim Sam Tiang lo. aku tetap tidak percaya" "Han Liong. Nah. Se telah itu." ujar Thio Han Liong sungguh-sungguh. "Betulkah engkau tidak bohong?" "Aku memang tidak bohong. ya." "oh?" Sin Kiam Lojin terbelalak. Kong Ti Seng Ceng dan ke tiga tiang lo itu. "Anak muda. bukankah engkau membual?" "Paman Tua. "Anak muda" Guru silat Lim menatapnya dalam-dalam.." "Thio Ah Ki?" gumam Guru silat Lim. aku akan menjewer telingamu lagi." "Apa?" Guru silat Tan terbelalak"Kenapa engkau berani membual sampai begitu macam?" " Guru silat Tan. kan?" "Itu. "Aku sama sekali tidak membual."Paman Tua.. "Aku sama sekali tidak membual.." tanya Guru silat Tan mendadak"siapa yang mengajarmu Thay Kek Kun?" "Guru besar Thio sam Hong. Engkau pasti bohong. dan Lam Khie serta Pak Hong." Thio Han Liong menundukkan kepala. pemuda mana yang berani jatuh cinta kepadamu?" "Eeeh?" Wajah Bun cin cu langsung memerah"Engkau kok banyak mulut? Tidak pernah ditampar anak gadis ya?" "Memang tidak pernah-" "Kalau begitu.. aku yakin ayahmu bukan bernama Thio Ah Ki. siapa yang mengajarmu ilmu silat itu?" tanya Guru silat Lim dengan penuh perhatian." "Tadi engkau menggunakan siauw Lim Liong jiauw Kang." MendadakBun cin cu mengayunkan tangannya- .. begitu pula Guru Silat Lim dan Guru Silat Tan. "siauw Lim sam Tiang lo yang mengajarku ilmu itu." sahut Thio Han Liong heran. lalu sebetulnya siapa engkau?" "Aku adalah Thio Han Liong.. engkau pun mengaku pernah bertarung dengan Si Mo dan kenal Tong Koay." "Heran" gumam Guru silat Tan. engkau masih begini muda." "Galak amat sih?" Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. "Han Liong" desak Bun cin cu. "Tadi engkau bilang kenal Kong Bun Hong Tio. aku berkata sesungguhnya. "Aku sungguh tidak habis pikir." jawab Thio Han Liong dengan jujur. "Ha ha ha" sin Kiam Lojin tertawa gelak"Biar bagaimanapun.. "Kalau engkau galak. "Aku membual apa?" "Ha ha" Sin Kiam Lojin tertawa.

" Guru silat Tan. Kong Ti seng Ceng dan siauw Lim sam Tiang lo" ujar sin Kiam Lojin sambil manggut-manggut. melainkan mengusap pipinya..." "Han Liong" Bun cin Cu menatapnya dengan mata tak berkedip. "Engkau adalah putra Thio Bu Ki-Bu Lim Beng Cu?" "Ya"" Thio Han Liong mengangguk"Pantas engkau kenal siauw Lim Kong Bun Hong Tio.." Bun cin cu melongo"Betulkah dia putra Thio Bu Ki yang amat terkenal itu?" "Betul-" sin Kiam Lojin mengangguk"Kalau tidak." "Haaah. Guru silat Tan dan Guru silat Lim saling memandang.." "Han Liong" Bun cin cu tertawa geli"Engkau sama sekali tidak mengerti ilmu silat.?" sin Kiam Lojin. "Engkau harus mengajarku ilmu silat." sahut Guru silat Lim dan menambahkan."Ayah " panggil Lim Peng Hie dan Tan pit suan serentak dengan wajah cerah. aku. jangan menimbulkan masalah lain lagi. "Engkau memang tidak bohong.. Guru silat Lim.." Thio Han Liong terpaksa memberitahukan. "Han Liong" Bun cin cu menatapnya. maka aku harus galak terhadapnya.Mereka memandang Thio Han Liong dengan mata terbelalak. "Engkau harus memberitahukan sekarang.. "Engkau begitu galak. tapi Han Liong mengalahkan Bu Ceng Kui dan muridnya. kami percaya.. kenapa harus dipisahkan?" "Baik. la mengira gadis itu ingin menamparnya. aku akan men-jewer telingamu. Guru silat Tan dan Guru silat Lim tersentak. "Aku hanya mengerti sedikit ilmu silat." "Aku. itu baik sekali. "Ha ha ha" sin Kiam Lojin tertawa terbahak-bahak "Kalau Han Liong tidak hadir du sini.. sedangkan sin Kiam Lojin. Han Liong mana mau meladenimu?" "Dia sering berbohong. entah apa yang akan terjadi?" "Kita bertiga pasti mati di tangan Bu ceng Kui.. "Eh? Engkau. Kalau tidak. sebetulnya siapa ayahmu?" "Ayahku." "Aku tidak berbohong. "Ayahku bernama Thio Bu Ki." "Guru." "Kami tahu-" sin Kiam Lojin manggut-manggut. bagaimana mungkin kepandaiannya begitu ." "Cin cu" tegur sin Kiam Lojin.." Guru silat Tan dan Guru silat Lim mengangguk. "Engkau suka merendahkan diri. "Hi hi hi" Bun cin cu tertawa geli." Wajah Thio Han Liong kemerah-merahan.." Thio Han Liong menundukkan kepala. tapi ternyata tidak. Mereka berdua sudah saling mencinta." ujar Thio Han Liong dengan sungguh-sungguh"Kini Lim Peng Hie dan Tan pit suan harus segera dinikahkan....Betapa gembiranya mereka mendengar ucapan itu. Mereka tahu Bun cin cu sangat tertarik kepada pemuda itu. "Maka kita harus berterima kasih kepada Thio siauwhiap-" "Jangan berkata begitu.Thio Han Liong terkejut. Guru silat Lim" ujar Thio Han Liong merendah.

" tegas Bun cin cu.." Thio Han Liong menghela nafas panjang." "Tapi. -ooo00000oooBab 31 Menyamar sebagai sastrawan Di pekarangan istana yang amat indah itu.. bagus" Bun cin cu tampak girang sekali "Han Liong. " Aku tidak bisa lama-lama di sini sebab masih ada urusan lain yang harus kuselesaikan. Beberapa hari kemudian.. ... Kalau engkau pergi sekarang." Thio Han Liong ragu.." "Ha ha ha" sin Kiam Lojin tevtawa gelak.. berpamitlah Thio Han Liong. melainkan besan Dalam beberapa hari ini." Thio Han uong menggelengkan kepala. barulah engkau pergi menyelesaikan urusanmu. kemudian memegang bahu gadis itu seraya berkata. dan itu membuat Bun cin cu menangis dengan air mata berderai-derai. sedangkan Thio Han Liong tinggal di situ beberapa hari untuk memberi petunjuk kepada Bun cin cu mengenai ilmu silat tangan kosong dan ilmu pedang." ucap Guru silat Lim sambil memberi hormat.. "Guru silat Tan.. aku pasti membencimu seumur hidup-" "Eh? Engkau -" Thio Han uong terbelalak." "Aku. dia bisa nekad lho" "Itu.. "Setelah itu. Wajah-nya langsung berseri-seri Namun sebaliknya sin Kiam Lojin malah menghela nafas panjang. Itu adalah cai Hong Kiam Hoat (IImu Pedang Pelangi). kami pasti meminang putrimu" "Terima kasih.. "Kalau tidak. aku tidak punya waktu." Guru silat Lim dan putranya meninggalkan rumah Guru silat Tan. tinggallah di rumahku beberapa hari" ujar Tan Pit Suan lembut. "Bukan kawan.. "cin cu. "Ha ha ha. sin Kiam Lojin. Pedang di tangan gadis itu berkelebat ke sana ke mari beraneka warna bagaikan pelangi di langit.. tampak seorang gadis sedang berlatih ilmu pedang. akhirnya mengangguk"Baiklah. aku masih ada urusan lain yang harus segera diselesaikan." Betapa girangnya Bun cin cu." ujar Bun cin cu sungguh-sungguh"Han Liong." "Tidak Pokoknya engkau tidak boleh pergi sekarang. aku tidak main-main tho" "cin cu-" Thio Han Liong betul-betul serba salahDi saat itulah Tan Pit suan dan wrn Peng Hie mendekatinya"Han Liong." "Pokoknya engkau harus tinggal di sini dan mengajarku ilmu silat." "Han Liong.tinggi?" "Bagus. aku pasti pasti bunuh diri. maka mau mohon pamit. "Aku mohon diri Mulai sekarang kita sudah jadi kawan. "Jangan mengecewakan muridku ini. engkau harus mengajarku ilmu silat tingkat tinggi. aku akan tinggal di sini beberapa hari. terima kasih" ucap Guru silat Lim sambil tertawa gembira. "Han Liong" sin Kiam Lojin menatapnya seraya berkata.

" An Lok Kong cu tersenyum"Aku akan meninggalkan sepucuk surat. "Kenapa Kong cu tampak murung sekali?" " Lan Lan" An Lok Kong cu menggeleng-gelengkan kepala. "Kong cu tidak boleh . "ya-" An Lok Kong cu mengangguk "Aku ingin meninggalkan istana." "Tapi " Lan Lan mengerutkan kening.." "Ngmml" An Lok Kong cu manggut-manggut. "Sebelum menjadi kaisar. "sebab dia tidak akan bertingkah. maka Kong Cu harus menyamar. "Kini kepandaianku sudah tinggi." "ya.seusai latihan.." "Kong cu ingin pergi berkelana?" tanya Lan Lan sambil menatapnya." " Lan Lan" An Lok Kong cu menggeleng-gelengkan kepala. jadi tidak begitu menarik perhatian. "Menurutku." sahut An Lok Kong cu memberitahukan. "Aku sudah bosan terus berdiam dalam istana.." "Lho? Kenapa?" "sebab Kong cu putri kaisar. di luar banyak orang jahat. bukankah yang Mulia juga rakyat biasa?" "Tapi-. Kong cu. "Dan. aku lebih senang menikah dengan pemud a dari keluarga biasa-" "Lho? Kenapa?" tanya Lan Lan. "ingat" pesan An Lok Kong cu. bukankah aku akan hidup bahagia sepanjang masa?" "Kong cu. putri kesayangan Kaisar cu Goan ciang. gadis itu lalu duduk beristirahat sambil menghela nafas panjang." "Dan juga " lanjut An Lok Kong cu"Bukankah permaisuri berasal dari keluarga biasa?" "Itu--" "oleh karena itu. Lagi pula tidak akan punya isteri lebih dari satu." "Menyamar sebagai apa?" tanya An Lok Kong cu sambil tertawa kecil"Tentunya tidak akan menyamar sebagai pengemis.." ujar An Lok Kong Cu sungguh-sungguh. pergi pesiar ke tempattempat yang indah-" "Tapi -" Lan Lan menggeleng-gelengkan kepala" Kalau Kong cu meninggalkan istana. harus menikah dengan pemuda bangsawan. "Engkau harus pura-pura tidak tahu sama sekali." Lan Lan menggeleng-gelengkan kepala. kita tidak boleh mempermasalah-kan tentang itu. "Terus terang. maka tidak boleh menikah dengan pemuda biasa. Gadis itu adalah An Lok Kong Cu-Cu Ay Ceng.jatuh cinta terhadap pemuda yang mana pun. agar engkau tidak dihukum." Lan Lan mengangguk"Kong cu. tentunya akan membuat kaisar dan permaisuri jadi cemas sekali-" "Itu tidak apa-apa. alangkah baiknya Kong cu menyamar sebagai seorang sastrawan muda." tambah Lan Lan serius. tahu susah dan lain sebagainya. "An Lok Kong cu" seorang dayang yang bernama Lan Lan menghampirinya.. kan?" "Tentu tidak-" Lan Lan tersenyum. aku bisa menjaga diri" . "Nah.

"Rasanya aku ingin sekali ikut Kong cu. "ya." An Lok Kong cu tersenyum." Lan Lan menatapnya seraya bertanya.. para pengawal istana bisa berbuat apa terhadap diriku?" An Lok Kong cu tertawa kecil. bagaimana mungkinpara guruku pulang ke Tibet?" "Kong Cu sudah menguasai semua ilmu para Dhalai Lhama itu?" "Tentu. "Aku ucapkan selamat jalan kepada Kong cu. aku akan pura-pura panik." "Itu tidak apa-apa. itu tidak apa-apa.ujar An Lok Kong cu. "Tak disangka Kong cu akan berkelana dalam rimba persilatan Aku yakin Kong cu akan menjadi seorang pendekar wanita Hi hi hi-. " Kapan Kong cu akan meninggalkan istana?" "Besok pagi. Kalau tidak." "Ngmmm" Lan Lan manggut-manggut "Setelah Kong cu pergi. " Lan Lan menggelenggelengkan kepala. Kalau aku kehabisan uang dalam perjalanan." "Mungkin aku akan membawa tanda pengenalku." Lan Lan mengangguk "oh ya. kepalamu pasti copot. "Kong cu harus membawa pengenal.. "oh ya. aku pun akan membawa sebilah pedang pusaka." "Pembesar mana yang berani bertindak sewenang-wenang terhadap rakyat." ujar An Lok Kong Cu sungguh-sungguh"Termasuk pembesar yang korupsi. kan?" "Betul.." ujar Lan Lan. "Engkau tidak usah mencemaskan diriku.. sebab kini kepandaianku sudah tinggi. Kong cu harus membawa uang secukupnya lho Jangan sampai kehabisan uang dalam perjalanan.. "Di luar sana banyak orang berkepandaian tinggi.." "Betul." "Kalau begitu." "Be begitu lama?" pm Lan terbelalak"Aku yakin yang Mulia pasti akan mengutus beberapa pengawal istana untuk mencari Kong cu-" "Kalau aku sudah berada di luar istana. lama sekali barulah membuka mulut." " Kalau engkau ikut aku.. "sebab yang Mulia pasti menghukummu." Lan Lan memandangnnya." Lan Lan tersenyum. semoga Kong . "Maka engkau tidak usah mencemaskan aku." "Kong cu" Lan Lan menatapnya seraya berkata." "Kong Cu. pasti kuhukum. "identitas Kong cu akan ketahuan." "Kalau begitu." "Tidak jadi masalah-" An Lok Kong cu tersenyum"yang tahu cuma pembesar setempat.. aku pasti pulang." sahut An Lok Kong cu memberitahukan.." Lan Lan diam." "Hi hi hi" Lan Lan tertawa geli. " Kira-kira kapan Kong cu akan pulang?" "satu dua tahun kemudian. Tapi." "Kong cu. bukankah aku boleh ambil uang dari pembesar setempat?" "Itu memang benar. Kong cu harus berhati-hati" " Lan Lan" An Lok Kong cu tersenyum.

kemudian diberikan kepada permaisuri seraya berkata. Lan Lan. yang Mulia. tercenganglah mereka. maka engkau harus mengutus beberapa pengawal istana yang berkepandaian tinggi pergi menyusulnya. yang Mulia. "Hormat kepada yang Mulia." Lan Lan segera pergi memanggil kepala pengawal istana. Lie sie Beng dan Yo wie Heng. "Kalau aku pulang. Ketika melihat Lan Lan..cu aman selalu" "terima kasih. cepat panggil Lie Wie Kiong ke mari" "ya." "Itu tidak mungkin." Cu Goan ciang menggeleng-gelengkan kepala. "yang Mulia yang Mulia-. "Beritahukanlah Kenapa Kong cu?" "Kong Cu Kong cu tidak ada didalam kamar." "Mana surat itu?" tanya Cu Goan ciang. "Terima kasih Kong cu" -ooo00000oooLan Lan berlari-lari ke ruang tengah." Lan Lan menyerahkan surat tersebut." "Aaaah " Cu cioan ciang menghela nafas panjang." sahut permaisuri. Lan Lan sudah kembali bersama Lie Wie Kiong." An Lok Kong cu memegang bahunya. "Ada apa?" Cu Goan ciang tersentak. Cu Goan ciang segera membaca surat itu. dayang pribadi An Lok Kong cu berlari-lari ke ruang tengah." "Engkau akan mengutus siapa?" tanya Cu Goan ciang. "Aku khawatir akan terjadi sesuatu atas dirinya." ucap Lie Wie Kiong samb-fl bangkit berdiri "Ada perintah apa untuk hamba?" "An Lok Kong cu meninggalkan istana. "Bagaimana kalau penjahat mengetahui identitas dirinya?" "Aku yakin Ay Ceng tidak begitu bodoh membocorkan identitas dirinya. hamba cuma menemukan sepucuk surat. "Kong cu Kong Cu " "Kenapa Kong Cu?" Wajah permaisuri langsung berubah pucat. yang Mulia." "Dikawal? Itu justru akan membahayakan dirinya.. maka bisa menjaga diri Lagipula siapa pun akan merasa bosan terus menerus berdiam di dalam istana. "sebab Ay Ceng sudah berkepandaian tinggi.Cu Goan ciang dan permaisuri sedang menikmati teh wangi di situ.. kemudian menghela nafas panjang sambil menggeleng-gelengkan kepala. "Ten Bun Hiong. pasti membawa hadiah untukmu." "ya. tapi harus dikawal. "Dia pergi justru menyusahkan kita. "Ini. Lan Lan.. katanya bosan terus berdiam di dalam istana." Lan Lan segera berlutut di hadapan cu Goan ciang." "Dia boleh pergi pesiar. Berselang sesaat. Hamba." "Aaaah." "Oh?" Lan Lan tampak girang bukan main." Lie Wie . "Bacalah" permaisuri cepat-cepat membaca surat itu." "Sungguh keterlaluan" cu Goan ciang tampak gusar sekali. "Dia dia ingin pergi pesiar.

Kami pasti melaksanakan tugas ini dengan baik-" Tan Bun Hiong." Lie Wie Kiong mengangguk "Maka kutugas-kan kalian bertiga pergi mencarinya" "siap." "yang Mulia." Lie Wie Kiong segera mengundurkan diri dari ruang itu." "Ngmm" Cu Goan ciang manggut-manggut. "Ini adalah tugas rahasia kalian bertiga. "semoga kalian bertiga berhasil menemukan An Lok Kong cu" "Bagaimana seandainya An Lok Kong cu tidak mau ikut kami pulang?" tanya yo Wie Heng. Pak." "Haah?" Betapa terkejutnya Tan Bun Hiong." sahut Lie Wie Kiong dengan suara rendah. mereka bertiga harus melindunginya. "An Lok Kong Cu meninggalkan istana?" "ya. "Ada perintah apa. sekaligus membujuknya pulang." "Mereka bertiga pun harus menjaga rahasia identitas An Lok Kong cu" pesan cu Goan Ciang dan menambahkan. "Dan ingat. "Apabila terjadi sesuatu atas diri An Lok Kong cu. lalu cepat-cepat memanggil Tan Bun Hiong. Apabila mereka bertiga tidak berhasil menemukan An Lok Kong cu. mereka bertiga pasti dihukum." sahut Lie Wie Kiong. "Bagaimana seandainya kami bertiga tidak berhasil menemukan An Lok Kong cu?" "yang Mulia pasti menghukum kalian. Pak-" Tan Bun Hiong mengangguk." sahut Tan Bun Hiong. "Mereka bertiga harus membawa pulang An Lok Kong cu. "oleh karena itu. Pak?" tanya Tan Bun Hiong." Lie Wie Kiong menatap mereka. Lie sieBeng dan Yo Wle Heng. "Sekarang kalian bertiga boleh berangkat. Pak-" Tan Bun Hiong mengangguk. Lie SieBeng dan yo Wie Heng." "ya." "Ya. dan ke tiga pengawal istana itu langsung datang menghadap. Kalau An Lok Kong cu belum mau pulang. yang Mulia. "An Lok Kong Cu meninggalkan istana pagi ini. Pak" Tan Bun Hiong mengangguk lagi. Yang Mulia." Lie Wie Kiong memberitahukan." "Ya. "Mereka bertiga berkepandaian cukup tinggi. kalian bertiga tidak boleh membocorkan rahasia ini. "Ini adalah perintahku. . "ya. "Bagaimana kalau mereka tidak berhasil menemukan An Lok Kong cu?" "Pokoknya mereka bertiga harus berhasil menemukan An Lok Kong cu.Kiong memberitahukan. "ya. Lie sie Beng dan yo wie Heng memberi hormat." "Ya. Pak." tegas Cu Goan ciang."Kalian bertiga menyamar sebagai orang biasa dan harus merahasiakan identitas kalian pula." pesan Lie Wie Kiong. "Kalian bertiga harus melindunginya." tanya Lie Wie Kiong. lalu pergi dengan kening berkerut-kerut. kemudian bertanya. biar bagaimanapun kalian bertiga harus berhasil menemukan An Lok Kong cu.

dan itu membuat mereka bertiga tak henti-henti-nya menghela nafas panjang.. "Tidak-" Thio Han Liong menggelengkan kepala"Aku minum teh saja-" "Silakan minum. Kebetulan ada sebuah kedai teh di pinggir jalan. sehingga membuat pemuda itu kepanasan dan merasa haus pula. pasti terjerat oleh gadis itu. Thio Han Liong meneruskan perjalanannya menuju gunung Bu Tong. "Ada bakpau dan. Tuan Muda" ucap pelayan itu"Terima kasih." gumam Thio Han Liong sambil menghela nafas." Thio Han Liong terus melanjutkan perjalanannya. Ketika teringat akan tingkah laku Bun cin cu. sastrawan tampan itu menengok ke sana ke mari. Thio Han Liong duduk di situ dan pelayan segera menyuguhkan teh. sastrawan itu memang betul-betul tampan sekali.. ternyata kedai itu telah dipenuhi para tamu.pelayan buru-buru menyuguhkan teh wangi seraya bertanya. Pokok-nya aku harus bersikap dingin. Thio Han Liong merasa cocok. Thio Han Liong cepat-cepat bangkit berdiri. Tuan Muda." Pelayan memberitahukan." Pelayan itu segera pergi mengambil beberapa buah bakpau.. "Silakan duduk" "Terima kasih." sahut Thio Han Liong dan mulai meneguk teh itu Di saat bersamaan. yang amat menawan hati dan mempesona. ia langsung menggeleng-gelengkan kepala. tampak seorang sastrawan muda yang amat tampan berjalan memasuki kedai teh itu. "Tuan Muda masih mau pesan makanan lain?" tanya pelayan itu dengan sopan sekali. Begitu melihat sastrawan tampan itu." ucap sastrawan tampan. Namun masih ada beberapa meja yang kosong. "saudara sungguh tampan" Thio Han Liong menatapnya. Terik matahari agak menyengat. kemudian memberi hormat. "terima kasih."Tolong ambilkan beberapa buah bakpau" "ya. terutama senyumannya. la pun tersenyum sehingga membuat Thio Han Liong terheran-heran.. Kedai itu ramai sekali dikunjungi orang. "Kalau aku terlambat meninggalkan rumah Guru silat Tan. Aaah Mulai sekarang aku tidak mau mendekati anak gadis yang mana pun. maka cepat-cepatlah ia mampir untuk bcrteduh sekaligus minum teh. "Silakan makan.pasti mendapat hukuman berat dari kaisar." pesan sastrawan tampan. lalu balas memberi hormat "saudara duduk di sini saja. "Tuan Muda maupesan makanan lain?" "Ada makanan apa di sini?" tanya sastrawan tampan. agar tidak didekati anak gadis.maka segeralah ia melambaikan tangannya ke arah sastrawan tampan itu. sambil tersenyum sastrawan tampan itu menyapa Thio Han Liong." ujar Thio Han Liong sambil tersenyum. kemudian ditaruh di atas meja. -ooo00000ooooSetelah meninggalkan rumah Gutu Silat Tan. "Kalau begitu. Tuan Muda" . sebab tempat lain penuh semua.." Dengan tersipu sastrawan itu dudukThio Han Liong pun segera duduk. sebuah buntalan dan sebilah pedang bergantung di punggungnya. dia menangis sampai begitu sedih. "Tapi sungguh kasihan.

.." An Lok Kong cu mengangguk"Apakah namaku tak sedap didengar?" "Namamu sungguh mengesankan" sahut Thio Han Liong sambil bergumam"An Lok tenang gembira-" "saudara Thio" tanya An Lok Kong cu mendadak. "Pantas g-rak-gerikmu begitu halus." ujar An Lok Kong cu"Oh?" Thio Han Liong memandangnya.. dan sastrawan tampan terus memandang Thio Han Liong. oh ya. "saudara lebih tampan dariku." sahut sastrawan tampan itu. "Eeeh? Kalau saudara tidak mau makan bakpau yang kupesan ini. ternyata engkau anak pembesar Kenapa engkau meninggalkan rumah?" "Aku ingin pesiar. "Tentu tidak-" Thio Han Liong tersenyum"Mulai sekarang kita sudah merupakan kawan baik." ucap sastrawan tampan." Thio Han Liong menatapnya dengan penuh perhatian." Akhirnya Thio Han Liong mengangguk Mereka berdua lalu mulai menikmati bakpau itu. oh ya. yang ternyata An Lok Kong Cu-Cu Ay Ceng yang meninggalkan istana. "saudara. Cu An Lok." An Lok Kong cu tersenyum. kemudian berkata.. "Ya. la pakai nama samaran Cu An Lok"Cu An Lok?" Thio Han Liong tersenyum.Terus terang. "Apakah namaku akan terukir dalam hatimu?" "Tentu"" Thio Han Liong mengangguk"Aku tidak akan melupakan namamu-" "Tapi akan melupakan diriku kan?" An Lok Kong cu menatapnya dengan mata berbinar-binar.. mari kita makan bakpau" "Aku masih kenyang." tolak Thio Han Liong halus." "Kira-kira engkau mau pesiar ke mana?" "Entahlah-" An Lok Kong cu menggelengkan kepala. "Yang penting tempat yang indah panoramanya.." "Begitu jauh?" An Lok Kong cu terbelalak. aku aku anak pembesar di Kotaraja.. "ya. "Di sebuah pulau yang terletak di Laut utara. engkau mau ke mana?" "Aku mau ke gunung Bu Tong. engkau berasal dari mana?" "Tempat tinggalku jauh sekali." jawab Thio Han Liong jujur. maka aku pun tidak mau duduk di sini." Thio Han Liong mengangguk"Oh ya."terima kasih. "Aku." ucap An Lok Kong cu dengan wajah berseri"Oh ya.. aku bernama Thio Han Liong. engkau berasal dari mana?" "Tempat tinggalku di Kotaraja. "saudara sungguh tampan sekali Bolehkah aku tahu namamu?" "Menurut aku.. saudara Thio. Nama saudara?" "Namaku. bagaimana mungkin aku akan melupakan dirimu?" "Terima kasih." tegas sastrawan tampan itu sambil tersenyum. "Bosan sekali terus-menenis berdiam di dalam rumah" "Ke dua orangtuamu tahu kalau engkau pergi pesiar?" "Tahu." . lalu memandang Thio Han Liong seraya berkata.

" "Siapa yang mengajar mu ilmu silat?" "Ayahku." Thio Han Liong memberitahukan. kepandaianmu pasti tinggi sekali. Bolehkah aku tahu nama ayahmu?" "Ayahku bernama Thio Ah Ki." Kalau begitu. dan itu membuat Thio Han Liong memandangnya dengan mata terbelalak."Engkau murid Bu Tong Pay?" "Bukan. kan?" "Tidak juga.. "ya." "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut. "Setahuku. kan?" "Ya-" An Lok Kong cu mengangguk." "Sucouwmu adalah Guru Besar Thio sam Hong?" "BetuL" Thio Han Liong mengangguk"Engkau kok tahu?" " Aku pernah mendengar.. Engkau tidak berkeberatan kan?" "Itu--" "saudara Thio" desak An Lok Kong cu"Ajaklah aku ke sana Aku ingin menikmati keindahan alam di sana. namun aku tidak akan memaniakanmu lho" "Huh Siapa yang mau dimanjakan?" An Lok Kong cu cemberut lagi. ayahmu pasti sangat terkenal dalam rimba persilatan. "oh ya. Ya. Tapi dalam perjalanan engkau tidak boleh manja lho" "Eh?" An Lok Korlg Cu cemberut." "Tapi--" "jangan tolak. "Anak pembesar suka memanjakan diri." "yang penting aku tidak minta digendong. (Bersambung keBagian 16) Jilid 16 Menyaksikan senyumannya. "Aku yakin engkau pasti mendengar dari gurumu." "Kalau begitu." "Nah. harus begitu" Thio Han Liong tersenyum. pemandangan di gunung Bu Tong amat indahMaka.manggut. akhirnya ia manggut. saudara Thio" An Lok Kong cu memandangnya sambil tersenyum lembut. "Baiklah. "Memangnya aku anak manja?" "Biasa. "Aku bisa berjalan sendiri. namun kemudian menghela nafas panjang." An Lok Kong Cu tersenyum." "saudara Thio" An Lok Kong cu memandangnya seraya berkata. Thio Han Liong merasa tidak tega menolaknya. aku ingin ikut engkau ke gunung Bu Tong." Thio Han Liong menatapnya. engkau pernah belajar ilmu silat?" "Pernah sedikit. "Itu pertanda engkau amat manja." Thio Han Liong tertawa. . "Engkau anak laki-laki kok suka cemberut?" Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. "Tapi kakekku murid Bu Tong Pay. Aku ke sana ingin menemui sucouw dan para kakek lainnya sebab aku sudah rindu kepada mereka." ujar An Lok Kong cu.

.. "Haaah?" Mulut pelayan itu ternganga lebar. begitu pula terhadap anak pembesar...... "Kenapa engkau mendadak menghela nafas sih? Apa yang terganjel dalam hatimu?" "Saudara Cu. apakah punya hubungan dengan kaisar?" tanya Thio Han Liong mendadak. terima kasih. "Itu memang tidak salah-. "Tidak punya hubungan apa-apa." An Lok Kong cu mengangguk.." ujar Tluo Han Liong." sahut Thio Han liong. pasti tidak akan habis dimakan tiga tahun lho" Thio Han Liong dan An Lok Kong cu meninggalkan kedai teh itu Mereka berdua tidak tahu kalau diikuti -beberapa orang golongan hitam."Eh?" An Lok Kong cu tercengang." Kening Thio Han Liong berkerut-kerut "Cu Goan ciang berhati licik dan jahat. margamu Cu." pelayan itu tertegun." . "Kita santai saja." An Lok Kong co merasa heran.Tapi-." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala"Terus terang." Thio Han Liong menghela nafas panjang"semua itu telah berlalu. kita harus mengikutinya. "Hanya kebetulan akupun marga Cu. Kenapa engkau begitu dendam terhadap kaisar?" "Aaaah.Tanpa ia sadari." sahut Thio Han Liong.. dan dibukanya dengan perlahan-lahan. An Lok Kong cu mengambil dua tael perak. kira-kira beberapa mil terdapat sebuah kota. Kalau kita berhasil merampoknya. bahkan amat mementingkan rakyat?" tanyanya. ternyata mereka kaum golongan hitam"Itu sasaran empuk." bisik salah seorang dari mereka"Aku tidak sangka.. beberapa tamu terus memandang ke oYt^n^t». Tuan Muda. terbelalaklah Thio Han Liong. "Hari sudah mulai sore. "sekarang mari kita berangkat ke gunung Bu TOng" "Baik. terima kasih. lalu menurunkan buntalannya. Begitu melihat isi buntalan itu. "oh ya. lalu menggantung buntalan itu di punggungnya. mungkin kelak aku akan membunuhnya. ini masih lebih banyak-" "LebiKnya untukmu saja" sahut An Lok Kong cu." sahut An Lojt Kong cu. "Kenapa engkau membenci kaisar? Bukankah kaisar sangat adil dan bijaksana. "Tuan Muda.. "Te. kita harus bermalam di dalam kota itu. "Kalau kemalaman sampai di kota itujuga tidak apa-apa.. kemudian diberikan kepada pelayan.. dia membawa uang begitu banyak." An Lok Kong Cu tersenyum. "Ini. tidak perlu diungkit lagi-" "saudara Thio" An Lok Kong cu menatapnya"Maukah engkau menceritakannya kepadaku?" "Lain kali saja." "oh?" Air muka An Lok Kong cu langsung berubah." sahut An Lok Kong cu. karena buntalan itu berisi uang perak dan uang emas." "Memangnya kenapa?" "Itu. aku pun amat membenci kaisar. "Sebetulnya aku tidak menyukai kaum pembesar. namun Thio Han Liong tidak memperhatikannya.

"Kali ini kalian kuampuni cepatlah kalian enyah" Para perampok itu segera pergi. "Aaaakh " jeritnya kesakitan. maka lebih baik engkau kembali ke Kotaraja..." "Terima kasih atas nasihatmu. Duuuk. "Kalian tidak takut kepada hukum?" "Kami hanya kenal hukum rimba" sahut orang itu sambil membentak"Engkau jangan banyak omong. tinggalkan buntalan itu" "Hmm" dengus An Lok Kong cu.. Thio Han Liong bergerak cepat menghindari serangan itu.Ketika ia baru mau menghunus pedangnya." ujar Thio Ha h Liong sambil meng-gelenggelengkan kepala "Dalam rimba persilatan banyak terdapat orang licik dan jahat. Para perampok itu sudah terkapar dengan mulut mengeluarkan darah. ya?" An Lok Kong cu tersenyum dingin. tinggalkan buntalan itu" "siapa kalian?" tanya Thio Han uong sambil mengerutkan kening. "Aku tidak akan pulang sekarang. " Kami perampok" sahut mereka serentak"Maka kalau kalian sayang nyawa. namun." ucap An Lok Kong cu sambil tersenyum. la terpental beberapa depa lalu roboh dan mulutnya mengeluarkan darah"Haah?" Yang lain terkejut bukan main.Ternyata Thio Han Liong menyerang mereka dengan ilmu Kiu Im Pek Kut Jiauw"saudara Thio" An Lok Kong cu bertepuk tangan." Kalau kalian ingin selamat. " Aku peringatkan kalian" Thio Han Liong menatap beberapa perampok itu dengan tajam. sebab ingin pesiar . cepat tinggalkan buntalanmu itu?" "oh." "Terima kasih." sahut Thio Han Liong sambil tersenyum." An Lok Kong cu tersenyum. "Aaakh Aaaakh Aaaakh " terdengar suara jeritan. Di antaranya ada yang terjatuh-jatuh. engkau diamlah Biarlah aku yang membereskan mereka. dan itu membuat An Lok Kong cu tertawa geli"saudara Cu. Pemuda itu tersenyum dingin dan sekonyong-konyong badannya bergerak cepat sambil menggerakkan sepasang tangannya. "Ha ha ha" salah seorang dari mereka tertawa gelak. saudara Thio. Tapi kemudian mereka menyerang Thio Han Liong serentak dengan senjata. jangan cari penyakit" "Hm" dengus orang itu lalu mengeluarkan senjatanya yang berupa sepasang kampak dan mendadak menyerang Thio Han Liong dengan sengit sekali. kemudian secepat kilat balas menyerang menggunakan siauw Lim Liong jiauw Kang. "Ilmu silatmu sungguh tinggi" "Tidak juga. lalu membentak para perampok itu. karena mendadak muncul beberapa orang di hadapannya. Dada perampok itu terpukul. "Lebih baik kalian cepat enyah dari sini. mendadak Thio Han Liong maju dua langkah seraya berkata kepadanya"saudara Cu."Engkau pernah bermalam di dalam hutan?" "Tidak pernah-" "Kalau begitu " ucapan Thio Han Liong terputus.

"saudara Cu. "Kok sekarang malah dibebankan padaku?" "sebab engkau berkepandaian tinggi. "Kenapa engkau jarang minum arak?" "Aku memang jarang minum arak.bersamamu." sahut Thio Han Liong.. "Aku belum ng antuk. "Maka alangkah baiknya kalau kita pergijalan-jalan. Itu adalah tempat hiburan bagi kaum hartawan dan bangsawan. kenapa aku harus menjewermu?" Thio Han Liong tersenyum. "Tuan-tuan mau ke mana?" tanya pelayan itu. engkau tidak boleh ikut aku. paling tepat ke Pek Hoa Louw (Rumah seratus Bunga). "Mau pergi jalan-jalan.. "Ayoh. aku. tapi tidak boleh nakal. lebih baik kita bertanya kepada pelayan dimana ada tempat yang indah untuk pesiar?" "Baik-" Mereka berdua meninggalkan kamar itu. Awas kalau nakal. "oooh" An Lok Kong cu manggut-manggut. maka aku merasa aman pesiar bersamamu. "Ya-" An Lok Kong cu mengangguk"Engkau tidak mau beristirahat?" tanya Thio Han Liong. Mereka duduk berhadapan di dalam kamar sambil menikmati teh wangi. "Tempat apa itu?" "Tempat untuk bersenang-senang. "Kita kurang paham akan kota Hang Ciu ini. aku hanya ingin bersamamu. "Itu merupakan tempat hiburan." "Dasar anak manja" Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. "oh ya Malam begini ke mana paling menyenangkan? " "Kalau Tuan-tuan mau bersenang-senang..^n Lok Kong cu.buntalan yang dibawa An Lok Kong cu tetap tergantung di punggungnyasampai di luar. aku senang sekali-" "Engkau tidak punya salah.. "Aku." "Pek Hoa Louw?" Thio Han Liong mengerutkan kening. mari kita berangkat Hari sudah mulai senja-" Thio Han Liong dan An Lok Kong cu bermalam di sebuah penginapan. dan juga ada gadis cantik bermain musik sambil bernyanyi dan menari." sahut An Lok Kong cu. aku akan menjewer telingamu" "Jewerlah sekarang Aku." "Eeeh" Thio Han Liong menggaruk kepala. "Heran" An Lok Kong cu menatapnya. "Han Liong. Di sana ada hidangan yang lezat-lezat. lagipula aku tidak merasa letih. bagaimana kalau kita pergi jalan-jalan sebentar?" "Pergi jalan-jalan?" Thio Han Liong menatapnya.." "Itu tempat bordil?" tanya Han Liong. sebab aku masih harus menyelesaikan banyak urusan. karena arak bisa merusak kesehatan" sahut Thio Han Liong. percayalah" ujar . "Bukan. kebetulan mereka berpapasan dengan seorang pelayan." sahut An Lok Kong cu sambil menatapnya dengan mata berbinar-binar.".. " Celaka aku" Thio Han Liong menghela nafas panjang." . " Engkau boleh bersamaku." "Aku tidak akan mengganggumu." Pelayan itu memberitahukan. tempat buang uang.

"Pelayan" Thio Han Liong tersenyum.." Thio Han Liong menatapnya tajam. bukan pemuda romantis. saudara Cu" sahut Thio Han Liong." "Baiklah. lebih baik panggil aku.. Adik An Lok.." Thio Han Liong mengangguk"Adik An Lok " "Terima kasih. mari kita berangkat ke tempat hiburan itu" ajak An Lok Kong Cu-. " "oh?" An Lok Kong cu tertawa kecil.." An Lok Kong cu tertawa." desak An Lok Kong cu. "Temanilah aku ke sana" "Dasar anak pembesar" Thio Han Liong bersungut-sungut." An Lok Kong cu tersenyum manis..." An Lok Kong cu tersentak"Aku aku sengaja tertawa begitu" "oooh" Thio Han Liong tersenyum.. "Jangan memanggilku saudara Cu. " Kakak Han Liong. maka tidak heran kalau begitu indah dan ." "Aku memang tidak pernah tidur bersama perempuan." ucap pelayan lalu pergi"Han Liong" Wajah An Lok Kong cu berseri-seri"Mari kita pergi ke tempat hiburan itu" "Maaf.. "Tahunya cuma bersenang-senang" "Kok sewot sih?" An Lok Kong cu tersenyum geli.. "Hidungmu memang tidak bCiang kok-" "Eeeeh?" Thio Han Liong terbelalak "suara tawa-mu. "Aku. "Engkau tidak boleh main perempuan di tempat itu. "Baik-" Thio Han Liong mengangguk. Lagipula uangku tidak cukup untuk bersenang-senang di tempat itu" "Han Liong." "Han Liong" potong An Lok Kong cu cepat. "Aku tidak akan main perempuan di tempat itu." sahut Thio Han Liong sungguh-sungguh.. sama sekali tidak pernah main perempuan. "Ayolah Temani aku ke Pek Hoat Louw" "Aku akan menemanimu ke tempat hiburan itu. Rumah tersebut dibangun dengan biaya besar.. "Aku bukan pemuda hidung bCiang. Bab 32 Pek Hoa Louw (Rumah seratus Bunga) Pek Hoa Louw (Rumah seratus Bunga) memang merupakan tempat hiburan bagi golongan atas. "sejak aku berkelana. pasti ku tinggal" "Jangan khawatir. kemudian mereka berdua berangkat ke tempat hiburan itu sambil tertawa-tawa. kok mirip sekali dengan suara tawa anak gadis?" "Aku. Kakak Han Liong. maka aku tidak mau ke sana. "Terima kasih atas penjelasanmu. tapi ingat. Terima kasih-" Betapa girangnya An Lok Kong cu.. "saudara Cu. "Yang benar? Masa sih engkau tidak pernah main perempuan? Maksudku tidak pernah tidur bersama perempuan.." "sama-sama... Tapi bagaimana seandainya engkau yang main perempuan di tempat itu?" "Adik An Lok-" Thio Han Liong memberitahukan. Kalau engkau berani main perempuan.

Di dalamnya terdapat taman bunga. "sajikan hidangan-hidangan yang paling lezat" jawab An Lok Kong cu. "Adik An Lok" Thio Han Liong menengok ke sana ke mari seraya berkata." sahut An Lok Kong cu sambil menggelengkan kepala"Masih kurang indah-" "Apa?" Thio Han Liong terbelalak " Tempat yang sedemikian indah. Begitu memasuki rumah hiburan itu. Tuan-tuan" ucap salah seorang gadis pelayan rumah hiburan itu.terima kasih atas maksud baikmu.. "Tuan-tuan mau pesan makanan dan minuman apa?" tanya gadis pelayan itu. karena ia tidak menyangka rumah hiburan itu sedemikian indah. siapa ayahmu?" tanya An Lok Kong cu cepat." gadis pelayan itu mengangguk"Hanya untuk Tuan-tuan berdua?" "ya. "Terima kasih-" sahut Thio Han Liong sambil duduk. "Bukan main indahnya tempat ini" "Menurutku . "Kakak Han Liong.." ucap Thio Han Liong sambil menghela nafas panjang." "Adik An Lok. sampailah. tempat tinggalmu di Kotaraja pasti indah sekali" "Betul" An Lok Kong cu mengangguk"Jauh lebih indah dari tempat ini. lalu berjalan pergi. ya kan?" "Ya. tentunya aku pun tidak mau menjadi pejabat tinggi di dalam istana. "Juga sajikan arak wangi" "ya. engkau malah katakan kurang indah? Kalau begitu.Di atas panggung itu duduk beberapa anak gadis sedang bermain musik." An Lok Kong cu mengangguk sambil tersenyum." "oh?" Thio Han Liong menatapnya dengan mata tak berkedip"Kalau begitu ayahmu pasti pejabat tinggi dalam istana. juga terlihat beberapa anak gadis sedang menari sambii bernyanyi. Cukup ramai tempat itu. seandainya engkau mau menjadi pejabat. tapi bukan main indahnya. . terbelalaklah Thio Han Liong. telaga buatan dan lain sebagainya-Lentera-lentera yang beraneka bentuk dan warna bersinar remang-remang. justru menambah keindahan tempat tersebut. "Ayahku. namun tempat yang di sebelah kanannya agak sepi tapi indah sekali.mereka di suatu tempat yang ditata indah sekaliDi sana tampak pula sebuah panggung yang tidak begitu tinggi. "Ayahku masih tidak mau menjadi kaisar.tinggi dalam istana..mewah. "silakan duduk. terdengar pula suara musik yang menggetarkan kalbu "silakan ke dalam" ucap seorang penjaga sambil memberi hormatsetelah melewati taman bunga dan telaga buatan." sahut An Lok Kong cu"Permisi" ucap gadis pelayan itu sopan." Di saat ia baru mau memberitahukan. aku mampu membantumu. hanya tampak belasan orang duduk di sana sambil bersulang." " Kakak Han Liong.

"Berdasarkan peraturan di sini memang tidak boleh.bungkukkan badannya. "Adik An Lok. Begitu buntalan itu dibuka." "Hui siang?" tanya An Lok Kong cu. "Beri tahu kan kepada majikan kalian. "Aku yang bertanggung jawab kalau majikanmu marah-" "Ya-" gadis pelayan itu dudukDi saat itulah muncul dua penjaga yang langsung mendekati gadis pelayan itu dengan mata melotot. "Kami keamanan di sini. An Lok Kong cu mengambil dua puluh tael perak." Penjaga itu tersenyum menyengir." bisik Thio Han Liong. "oh ya." "oooh" Ke dua keamanan itu segera pergi. "Silakan duduk" "Apa?" gadis pelayan itu terperanjat. dan kami tidak mau diganggu" "ya. Hui siang memberitahukan. ke dua keamanan itu terbelalak dengan mulut ternganga lebar. aku tidak boleh duduk. "Nah" An Lok Kong cu mengibaskan tangannya. "Sekarang kalian boleh pergi memberitahukan kepada majikan kalian. bolehkah kami tahu siapa namamu?" "Namaku Hui siang. "Tahukah engkau siapa lelaki gendut yang duduk di tempat sebelah kanan itu?" "Dia adalah pembesar kota ini. "sama-sama.. dan itu membuat gadis pelayan tersebut menarik nafas lega. "Tuan" Penjaga itu memberitahukan. Tuan" ucapnya sambil memberi hormat.." "Ya Tuan oh ya Tuan-tuan dari mana?" "Kami dari Kotaraja. "silakan menikmati" ucap gadis pelayan tadi"Terima kasih. bahwa kami yang mengundang gadis ini duduk bersama kami. Terima kasih Tuan" ucap ke dua keamanan itu serentak sambil membungkuk." "Tunggu" sahut An Lok Kong cu. itu seraya berkata.. jadi Tuan harus mengerti.mendadak muncul beberapa gadis pelayan menyajikan beberapa macam hidangan dan arak wangi. "Permisi." "Jangan khawatir" An Lok Kong cu tersenyum. "Kelihatannya mereka minta disogok-" "oooh" An Lok Kong cu tertawa kecil. "Terima kasih. kemudian diberikan kepada ke dua keamanan." "Apa sih?" An Lok Kong cu tetap tidak mengerti. sekaligus membukanya.. "Biasalah" "Maksudmu?" An Lok Kong cu tidak mengerti.. bahkan sering menaikkan pajak-" "oh" An Lok Kong cu manggut-manggut. cepat bangun" bentak salah seorang penjaga itu. lalu menaruh buntalannya di atas meja.." ucap An Lok Kong cu sambil tersenyum lembut. "Dia selalu bertindak sewenang-wenang terhadap penduduk kbta. "Aku yang menyuruhnya duduk di sini. "Maaf tuan. "Pantas suara tawanya begitu keras sekali Lalu siapa yang duduk bersamanya?" . tapi." ucap Thio Han Liong. "Engkau berani duduk di sini? Ayoh.Memangnya tidak boleh?" sahut An Lok Kong cu tidak senang.

"Mereka adalah para hartawan kota ini." Wajah Hui siang langsung berubah"Ja-ngan omong sembarangan. ketika panen. Di saat itulah Thio Han Liong tersenyum-senyum. "Aku hanya merasa kasihan kepadanya." "Engkau senang kerja di sini?" tanya An Lok Kong cu mendadak"sebetulnya aku ingin berhenti." "Kalaupun engkau tertarik padanya. sungguh kejampara hartawan itu" Hui siang memberitahukan lagi sambil menghela nafas panjang. "Kenapa engkau tersenyum-senyum? Apa yang menggelikan?" "Menggelikan sih tidak.Karena itu Lie Tayjin menyita sawah ayahku-" "Hmm" dengus An Lok Kong cu"Begitu kejam hartawan dan Lie Tayjin. di mana rumahmu?" "Rumahku di-. Akan tetapi. Hui siang terisak-isak. Betapa gusarnya ayahku.. maka ayahku meminjam modal kepada salah seorang hartawan itu. Tentu ayahku tidak senang dan langsung melapor kepada Lie Tayjin (Pembesar Lie) Tapi malah ayahku yang dihukum.Padahal aku harus mengurusi ayahku yang sudah tua itu. Karena kekurangan modal." "Tidak jadi masalah-" An Lok Kong cu tersenyum. sehingga tanpa sadar terus mencaci hartawan itu dan Lie Tayjin. "Ngmm" An Lok Kong cu manggut-manggut. "Kenapa? Tidak boleh ya?" "Boleh sih boleh. "Nah." Hui siang segera meninggalkan mereka." . sekarang engkau boleh pergi melayani tamu lain. "Ayahku punya beberapa bidang sawah di pinggir kota. "Kelihatannya engkau tertarik sekali pada gadis itu." "Hui siang.. besok kami akan ke rumahmu-" "Apa?" Hui siang terbelalak"Tuan-tuan mau ke rumahku?" "ya-" An Lok Kong cu manggut-manggut. tapi.. Tuan-tuan bisa celaka" "oh ya" tanya Thio Han Liong. "Eh?" An Lok Kong cu heran. hanya saja.Mereka harus memperoleh ganjarannya-" "Tuan. hartawan itu menyita hasil panen dengan alasan bahwa itu adalah modalnya. "Bagaimana keadaan ayahmu sekarang?" "sejak itu ayahkujatuh sakit." "ya Tuan." Thio Han Liong tertawa kecil..-" Hui siang memberitahukan. tapi ayahku membutuhkan biaya pengobatan... Mereka selalu memeras kaum petani di luar kota. "Kapan engkau pulang?" "subuh-" "Kalau begitu.. Alasan Lie Tayjin bahwa ayahku meminjam modal tidak membayar dan harus melunasi dengan hasil panen itu. " Hui siang menggeleng-gelengkan kepala"Rumahku tidak-karuan... itujuga tidak apa-apa. Apa kah engkau berniat mengangkatnya menjadi pelayan pribadimu? " "Tentu tidak-" An Lok Kong cu tersenyum." jawab Hui siang dengan mata basah"Maka aku terpaksa kerja di sini.

. aku. "Biasa anak pejabat tinggi dalam istana pasti banyak simpanannya. ya?" "Memang iya. kemudian ia pun melambaikan tangannya. Di saat bersamaan para penari itu berhenti." Thlo Han Liong mengangguk. "Kakak Han Liong. ayahku tidak begitu macam lho" "OH." sahut An Lok Kong cu. "Anak gadis yang mana?" tanya petugas keamanan itu dengan girang. kemudian salah seorang keamanan segera menghampirinya dengan sikap hormat sekali. aku akan memberi kalian seorang seratus tael perak-" "Hah? seorang seratus tael perak?" Ke dua petugas keamanan itu terperangah. "Kalau engkau mengejekku lagi. Mereka berdua lalu bersulang sambil tersenyum. lama sekali barulah mendongak seraya berkata. namun kemudian mereka menggeleng-gelengkan kepala. Lie Tayjin berbisik-bisik. mari kita bersulang untuk perkenalan yang amat menggembirakan" "Baik. laiu mendekati para penari." jawab An Lok Kong cu"Mereka semua harus menemani kami makan dan minum-" "Apa?" Petugas keamanan itu terbelalak"Para gadis itu khusus hanya melayani Lie Tayjin dan para hartawan itu-" "oh?" An Lok Kong cu tersenyum"Kalian bawa para gadis penari itu ke mari." "simpanan apa?" "Itu. aku" "Eeeh?" Thio Han Liong menatapnya dengan mata tak berkedip "Kenapa sikapmu seperti gadis pingitan sih?" "Aku aku " An Lok Kong cu menundukkan wajahnya dalam-dalam. "Jangan menghina ayahku.ujar Thio Han Liong merendahkan suaranya." "Eh?" An Lok Kong cu melotot... "Hmm" dengus An Lok Kong cu dingin"Baru jadi pembesar di kota ini sudah berlagak begitu macam" "Adik An Lok" Thio Han Liong tersenyum"Ayah-mu mungkin juga begitu. "Aku mau pesan beberapa anak gadis untuk menemani kami makan dan minum.. dan keamanan itu manggutmanggut. Tiba-tiba Lie Tayjin melambaikan tangannya." "omong kosong" An Lok Kong cu cemberut dan wajahnya kemerah-merahan. sebab ia yakin ia akan memperoleh hadiah berupa uang perak lagi"Aku ingin memborong para gadis penari itu. . Ternyata Lie Tayjin menyuruh para petugas keamanan itu mengundang dua gadis penari untuk menemani mereka. dan seketika juga ke dua petugas keamanan itu menghampirinya sambil membung-kukbungkukkan badannya"Tuan Muda mau pesan apa?" tanya salah sedrang petugas keamanan itu. namun musik tetap mengalun." sahut An Lok Kong cu. kaum gadis simpanan.

ya. "Percayalah" An Lok Kong cu tersenyum lagi. "Bagaimana mungkin kami berani menolaknya?" gadis penari itu menggeleng-gelengkan kepala. "Terima kasih. aku diam.." ujar salah seorang petugas keamanan itu sambil tersenyum. "Kok diam saja. "Kita memperoleh seratus tael perak seorang. jadi tidak ada urusan dengan kita.. kemudian berbisik-bisik. tentu. kemudian cepat-cepat pergi dengan wajah berseri-seri"Wuah" seru para gadis penari itu tak tertahan. dan segera menyerahkan dua ratus tael perak kepada ke dua petugas keamanan itu. tidak boleh pergi melayani Lie Tayjini" "Bagaimana kalau Lie Tayjin memanggil kami?" tanya salah seorang gadis penari itu. "Tuan Muda begitu royal. Thio Han Liong malah bersikap dingin. barulah mereka kembali ke tempat An Lok Kong cu bersama para gadis penari itu "Tuan Muda." Ke dua petugas keamanan itu saling memandang. kan?" "Benar-" Ke dua petugas itu segera berjalan ke panggung. "Beliau adalah pembesar kota ini. Tuan Muda" ucap mereka serentak." " Kakak Han Liong. tidak lain hanya ingin mencoba bagaimana sifat Thio Han Liong. . "Bagus. tapi kemudian tersenyum. tentunya kami bisa celaka.. "yang penting kalian mau menemani kami makan dan minum."Tapi ada LieTayjin di situ. tapi dia pasti tidak berani bertingkah di hadapanku. kami tidak mau menyusahkan Tuan Muda." gadis penari itu menghela nafas panjang. bagus" An Lok Kong cu manggut-manggut. "Maaf. Tapi-. "Walau dia pembesar kota ini. "Tolak saja. setelah berbisik-bisik sejenak dengan para penari." An Lok Kong cu tersenyum." sahut An Lok Kong cu." tegas An Lok Kong Gu." "oh?" Para gadis penari itu kurang percaya. pertanda Thio Han Liong bukan lelaki hidung bCiang. tentu kami pun akan memperoleh hadiah kan?" "Tentu." "Pokoknya aku yang bertanggung jawab.." "Aku yang bertanggung jawab.. "Tugas kalian hanya membawa para gadis penari itu ke mari-" "Itu. itu amat menggembirakan An Lok Kong cu. "Aku sudah membawa mereka ke mari. sedangkan tugas kita cuma membawa para gadis penari itu ke mariBagaimana menurutmu? Tuan Muda itu akan bertanggung jawab." An Lok Kong cu cemberut." An Lok Kong cu tersenyum-senyum. lalu memandang Thio Han Liong seraya bertanya.." ujar An Lok Kong cu. "Maka lebih baik. kami pasti celaka. kalau kami tolak. Kakak Han Liong?" "Aku tidak perlu turut campur kan?" sahut Thio Han Liong dengan bahu terangkat sedikit." "Kalian jangan takut. suka main perempuan atau tidak? setelah para gadis penari itu berada di situ. sesungguhnya ia memanggil para penari itu...

. tapi ke dua pemuda itu. "Kedudukan dan derajat Tayjin amat tinggi. "Pokoknya aku melarang mereka ke sana." ." "Itu. "Kok mereka tidak ikut ke mari?" "Para gadis penari itu ingin berbicara sebentar dengan ke dua temannya yang berada di sini. terjadilah pembicaraan serius antara para hartawan dengan pembesar Lie. "Mungkin mereka berdua bukan penduduk kota ini.sementara di tempat sebelah kanan. sementara An Lok Kong cu terus bercakap-cakap dengan para gadis penari itu sambil tertawa-tawa." sambung yang lain. "Engkau ke tempat sebelah kiri itu." "Pokoknya aku yang bertanggung jawab.... setelah itu barulah mereka akan ke mari-" sahut petugas keamanan itu memberitahukan.. "Tayjin ada perintah apa?" tanyanya.. jangan mempermalukan diri sendiri karena urusan kecil. harap Tuan-tuan jangan tersinggung" " Aku justru tersinggung. sedangkan Thio Han Liong diam saja dengan sikap dingin"Maaf" Petugas keamanan itu memberi hormat kepada Thio Han Liong dan An Lok Kong cu"Lie Tayjin menyuruhku membawa para gadis penari ini ke tempatnya. "Aku tidak berani melakukan itu. "siapa ke dua pemuda itu? Kok mereka berani memanggil para gadis penari untuk menemani mereka makan dan minum?" bisik salah seorang hartawan.." "Hmm" dengus pembesar Lie dengan wajah merah padam saking gusarnya. dan segeralah petugas keamanan itu menghampirinya. "Padahal sesungguhnya."jawab petugas keamanan itu sambil tersenyum"Aku akan memberimu seratus tael perak. Tayjin.." bisik An Lok Kong cu. "Tidak bisa" Pembesar Lie mengerutkan kening... tapi . Lie Tayjin bertanya." "Tuan." Petugas keamanan itu cepat-cepat pergi ke tempat An Lok Kong cu. "Ya. maka tidak tahu siapa aku" Pembesar Lie melambaikan tangannya memanggil salah seorang petugas." ujar An Lok Kong cu dan berbisik lagi." Petugas keamanan itu serba salah"Engkau mau uang?" tanya An Lok Kong cu mendadak"Tentu mau. dan begitu sampai di sana. "Pokoknya mereka harus ke mari sekarang" "Tayjin.. akhirnya mengangguk"Baiklah" Petugas keamanan itu segera ke tempat yang di sebelah kanan itu. suruh para gadis penari itu ke mari" perintah pembesar Lie. "Engkau harus berusaha agar ke dua gadis penari yang sedang menemani pembesar Lie itu ke mari menemani kami." Petugas keamanan itu menggeleng-geleng-kan kepala. "Para gadis penari itu khusus hanya untuk melayani kita. "Dua ratus tael perak?" "Dua ratus tael perak?" Petugas keamanan itu terbelalakLama sekali ia mempertimbangkannya." bisik petugas keamanan itu." sahut An Lok Kong cu..

siapa yang memberinya?" "salah seorang tamu yang di tempat bagian kiri" Ah sam menunjuk ke arah An Lok Kong Cu" Engkau kenal tamu itu?" "Tidak-" "Ngmmm" Pemilik Pek Hoa Louw itu manggut-manggut. "Dia yang menghadiahkan uang ini kepadamu?" Re-kannya kurang percaya. "Eh? Dari mana engkau memperoleh uang itu?" "Dari Tuan Muda itu." Petugas keamanan itu segera pergi dengan wajah ceria." ucap petugas keamanan itu dengan wajah berseri. "Ah sam" Pemilik Pek Hoa Louw menatapnya"Eh? siapa yang memberimu uang itu?" "Ah seng. "Engkau jangan bohong" "Aku tidak bohong. "Biar ke dua gadis penari ini ke sana dulu. "Engkau telah melaksanakan tugas dengan baik. Tayjin. Tuan Muda. salah seorang rekannya cepat-cepat menghampirinya dan terbelalak begitu melihat uang itu." sahut Ah sam"Ah seng?" Pemilik Pek Hoa Louw mengerutkan kening. Terima kasih atas kedatangan kalian-" . lalu berjalan ke tempat An Lok Kong cu." "Ngmm" Lie Tayjin manggut-manggut. lalu mengajak ke dua gadis itu ke tempat An Lok Kong cu"Bagus. Tayjin." Petugas keamanan itu memberitahukan tentang itu. yang ternyata pemilik Pek Hoa Louw itu." Petugas keamanan itu menunjuk ke arah An Lok Kong cu.Kita adalah kawan. la langsung memberi rekannya lima puluh tael perak"Terima kasih." Rekannya berjalan pergi. Tuan Muda. "Ternyata begitu."Betul. bagus" An Lok Kong cu tersenyum sambil memandang petugas keamanan. Terima kasih." ucap rekannya itu "Tidak usah mengucapkan terima kasih-" Petugas keamanan itu tersenyum"Kita adalah kawan senasib.Engkau memperoleh dua ratus tael perak. "Terima kasih." An Lok Kong cu memberikannya dua ratus tael perakDengan tangan agak bergemetar petugas keamanan itu menerima uang tersebut. setelah berada di hadapan An Lok Kong cu dan Thio Han Liong. "oooh" Rekannya-manggut-manggut. "Terima kasih-" "sekarang engkau boleh pergi" ujar An Lok Kong cu"ya. ia memberi hormat kepada mereka seraya memperkenalkan diri"Aku adalah pemilik Pek Hoa Louw ini. maka engkau layak memperoleh hadiah dariku.la berpapasan dengan seorang lelaki berusia lima puluhan berpakaian mentereng." ujar salah seorang hartawan. "Kok uangnya begitu banyak." ucapnya sambil membungkuk-bungkukkan badannya. maka rejekiku juga adalah rejekimu-" "Terima kasih. bagi aku dikit lho" "Beres-" Petugas keamanan itu amat solider. setelah itu barulah mereka ke mari. "Terima kasih.

Di saat bersamaan.. " Ke dua tamu itu berasal dari Kota raja. seorang lima tael emas.. suatu jumlah yang amat besar.buntalan itu berisi ribuan tael perak dan emas. kalian." "Hmm" dengus An Lok Kong cu dingin"Lie Tayjin" itu apa? Aku justru senang ditemani para gadis penari ini.. pembesar tersebut tidak pernah membayar. dan sikapnya pun berubah hormat sekali." Pemilik Pek Hoa Louw segera pergi menemui Lie Tayjin sementara Lie Tayjin tampak gusar sekali. ."sama-sama." "Tidak tahu apa?" tanya An Lok Kong cu. ia langsung me-nudingnya seraya membentak"Bagaimana engkau? Kenapa tidak kau suruh para gadis penari itu ke mari menemani kami?" "Mereka." sahut pemitik Pek Hoa Louw sambil memberi hormat. tampak seorang petugas keamanan menghampiri pemilik Pek Hoa Louw itu." "Apa?" Pemilik Pek Hoa Louw terbelalak"Engkau akan memberi mereka lima tael emas seorang?" "Ya-" An Lok Kong cu membuka buntalannya"Ini uangku. pantas tidak tahu-. Apabila perlu Pek Hoa Louw ini akan kubeli-" "Tuan Muda -" Pemilik Pek Hoa Louw ini langsung memanggilnya demikian." sahut An Lok Kong cu tanpa balas memberi hormat. "Pokoknya engkau harus menyuruh para gadis penari itu ke mari Kalau tidak. aku akan segel Pek Hoa Louw ini" "Apa?" Wajah pemilik Pek Hoa Louw langsung berubah pucat pias. kemudian berbisikbisik"Tuan Besar dipanggil LieTayjin-" Pemitik Pek Hoa Louw mengangguk. sesungguhnya ia amat membenci pembesar itu. "Para gadis penari ini khusus hanya melayani Lie Tayjin dan para hartawan kota ini. Tuan Muda. para gadis pemain musik. lalu berkata kepada An Lok Kong cu sambil tersenyum. Aku akan memberi mereka hadiah. mereka sedang menemani ke dua tamu itu." "Haaah ?" Pera hartawan itu semuanya jadi terbelalak"Apakah mereka hartawan dari Kota raja?" "Mungkin-" Pemilik Pek Hoa Louw mengangguk"Aku tidak peduli itu" ujar Lie Tayjin bernada gusar. dan para petugas keamanan. "Maaf.. tidak boleh melayani tamu lain" "Tapi-" Pemilik Pek Hoa Louw memberitahukan. bahkan juga tidak pernah memberi hadiah kepada para gadis penari. karena setiap kati bersenang-senang di sana. "Suruh dia jangan macam-macam terhadapku" "ya. "Hmm" dengus LieTayjin"Tentunya engkau tahu para gadis penari itu hanya boleh melayani kami. mereka membawa ribuan tael perak dan emas. "Ha ha ha" Pemilik Pek Hoa Louw lalu tertawa gelak"Kalian berasal dari mana? Bolehkah aku tahu?" "Kotaraja-" "oh?" Pemilik Pek Hoa Louw tersentak"Kalian bukan penduduk kota ini. aku harus segera pergi menemui Lie Tayjin" "Tuan" ujar An Lok Kong cu. Begitu pemilik Pek Hoa Louw mendekatinya...

.... Pemilik Pek Hoa Louw menarik nafas dalam-dalam. lalu berjalan ke tempat itu. "Tuan Muda. Aku aku harap Tuan Muda jangan menyulitkan diriku." "oh?" An Lok Kong cu tertawa dingin"Engkau takut dia menyegel Pek Hoa Louw ini."Itu. "Tuan Muda. lalu berteriak memanggil para petugas keamanan.. "Kenapa mereka?" tanya An Lok Kong cu. sebetulnya siapa dia? Bolehkah Tuan Muda memberitahukan?" tanya pemilik Pek Hoa Louw. tapi tidak takut aku akan menyita Pek Hoa Louw ini kalau engkau berani menyuruh para gadis penari ini ke sana?" "Hah? Apa?" Pemilik Pek Hoa Louw terbelalak. setelah itu barulah menjawab dengan setengah memohon.Namun ia tidak memberi hormat kepada pembesar itu. nafasnya terengah-engah. cepat berlutut" "Apa? Engkau." "Ba baik-" Pemilik Pek Hoa Louw bvtarUla. sehingga membuat para gadis penari itu tertawa geli"Ada apa. tapi berani bertingkah di hadapanku? Ayoh.." ujar salah seorang gadis penari. agar Tuan Muda tidak ditangkap. kalau mereka tidak ke sana menemui Lie Tayjin. "Tuan Muda. "Pokoknya Lie Tayjin ketemu batunya malam ini. Pemilik Pek Hoa Louw dan para gadis penari ilu terbelalak. kalian." Pemilik Pek Hoa Louw tidak dapat metanjutkan ucapannya karena nafasnya masih tersengalsengal." "Hah?" Menggigillah pemilik Pek Hoa Louw." keluh pemilik Pek Hoa Louw." "Hmm" dengus An Lok Kong cu dingin"Biar aku yang menemui bandot tua itu" "Tuan Muda.. "Kurang ajar" bentak Lie Tayjin gusar"Engkau berani tidak memberi hormat kepadaku?" "Hmm" dengus An Lok Kong cu dingin"Engkau cuma pembesar di kota ini." "Bandot tua itu berani menangkapku? Apakah dia tidak menyayangi kepalanya lagi?" sahut An Lok Kong cu." sahut Thio Han Liong sambil tersenyum. Tuan Besar?" tanya salah seorang gadis penari itu sambil tertawa cekikikan. untung dia tidak bersikap kurang ajar terhadap pemuda itu." "Tidak bisa" sahut An Lok Kong cu. kemudian pemilik Pek Hoa Louw itu bertanya kepada Thio Han Liong..." Lie Tayjin melotot.. "Biar kami ke sana menemaninya. sementara An Lok Kong cu sudah berada di hadapan Lie Tayjin. "Aduuuh Celaka. "Kenapa nafas Tuan Besar ngos-ngosan sih?" "Kalian." "Ayoh" bentak Lie Tayjin"Cepat panggil para gadis penari itu ke mari Kalau tidak».. kalian lihat saja" sahut Thio Han Liong serius dan menambahkan.ri ke tempat Thio Han Liong dan An Lok Kong Cu sampai di tempat itu... maka.. "Tuan Muda punya hubungan apa dengan dia?" "Kami boleh dikatakan saudara. . maka beliau akan menyegel Pek Hoa Louw ini.. "TuanMuda. "saudaraku itu datang dari istana di Kota-raja. Lie Tayjin menghendaki mereka ke sana..

" sekujur badan Lie Tayjin langsung menggigil dan cepat-cepat ia menjatuhkan diri berlutut di hadapan An Lok Kong cu. yaitu sebuah giok yang berukir sepasang naga. "Kami adalah petugas keamanan di sini. Agar leher kita tidak putus." "Diam" bentak An Lok Kong cu... sedang kan pemilik.a. "Lie Tayjin sering menyiksa orang. kemudian memandang para gadis itu seraya bertanya. "Ampunilah hamba Kong. "Cepat suruh para hartawan itu berlutut" ujar An Lok Kong cu.. bukan pengawal Tayjin. "Cepat kalian berlutut" bentak Lie Tayjin dengan wajah pucat pias"Cepaat" Menyaksikan air muka Lie Tayjin.a." Lie Tayjin menghela nafas panjang... " Kalau sampai terdengar oleh LieTauj-jin " "Mau apa dia?" sahut An Lok Kong cu.. "Dia dia -" sementara sambil tersenyum-senyum An Lok Kong cu duduk disisi Thio Han Liong. "Maaf.H Engkau adalah-." Lie Tayjin manggut-manggut lagi."cepat kalian tangkap dia" "Maaf" sahut satah seorang petugas keamanan yang telah menerima hadiah dari An Lok Kong cu. An Lok Kong cu tersenyum. "Hi hi hi" salah seorang gadis penari tertawa geli"Lie Tayjin dan Para hartawan itu masih berlutut di situ. "Lie Tayjin. kalau kepalamu masih mau menempel di lehermu" "ya-" Lie Tayjin manggut-manggut. "Bagaimana perlakuan pemilik Pek Hoa Louw ini terhadap kalian?" ." "Hah?" Para hartawan itu terkejut bukan main. sebetulnya siapa pemuda itu? Kenapa kami dan Tayjin harus menuruti perintahnya?" "Dia adalah." " Kalian. "Dia dari istana. kemudian menyuruh para hartawan itu berlutut. malam ini dia dapat ganjarannya. "Ha. kemudian berbisik "Engkau tidak boleh membocorkan identitasku. sekaligus memperlihatkan sua tu benda kepadanya. segeralah para hartawan itu berlutut. sedangkan An Lok Kong cu tersenyum-senyum. maka kami tidak berhak menangkapnya." Ketika Lie Tayjin baru mau mencaci mereka." "Rasakan" sahut yang lainnya sambil tertawa cekikikan. bilang saja aku dari istana" "Ya. "Apa? Kami juga harus ikut berlutut?" Para hartawan itu tercengang. kalian tidak boleh bangun" tegas An Lok Kong cu. maka kita harus menuruti perintahnya. Pek Hoa Louw dan para gadis penari memandangnya dengan mata terbelalak dan mulut ternganga lebar." "Kalian jangan bicara sembarangan" tegur pemilik Pek Hoa Louw. maaf" ucap pemilik Pek Hoa Louw sambil memberi hormat.. mendadak Ah Lok Kong cu mendekatinya.. "Kalau mereka bertanya tentang diriku. "sebelum kusuruh. lalu kembali ke tempatnya.

.. lalu memperhatikan Hui siang dan menggelengkan kepala. "ya. "Ampunilah hamba " An Lok Kong cu diam saja.." "Oooo" An Lok Kong cu manggut-manggut.. "Engkau.. "Panggilkan gadis penyanyi yang tadi menemani kami" sahut An Lok Kong cu. "Lie Tayjin ini amat jahat.. cepatlah panggil dia ke mari" "Ya. "Tuan Muda. "Tapi sangat pelit terhadap kami." "Aku harus menghukum mereka agar mereka kapok. "Kakak Han Liong" An Lok Kong cu memandangnya seraya bertanya. "Maaf. "Akan ku-cincang dia" "Ampun. hamba tidak mengenalnya" "Engkau yang menyita sawah ayahnya. apa yang harus kukerjakan?" tanya petugas keamanan itu dengan sopan sekali. Tuan Muda. "Pembesar inikah yang menyita sawah ayahmu?" "ya.. maka. Tuan Muda." Lie Tayjin cepat-cepat membenturkan kepalanya di lantai beberapa kali." tanya An Lok Kong cu." "oh." Hui siang mengangguk-~ "Dongakkan kepalamu" bentak An Lok Kong cu kepada Lie Tayjin"Engkau kenal gadis ini?" Lie Tayjin mendongakkan kepala. "Kadang-kadang aku memang agak pelit. Di saat itu Lie Tayjin sudah datang menghadap dengan cara berlutut di hadapan An Lok Kong cu." Lie Tayjin menundukkan kepala"Hamba akan segera mengembalikan sawah itu kepada .. "Tuan Muda ada perintah apa?" tanya Lie Tayjin dengan suara bergemetar-gemetar. "Adik An Lok. kok sudah lupa sekarang?" "Hamba.." sahut salah seorang gadis penari itu. "Dia tidak berani menghukummu.. kemudian memangil salah satu petugas keamanan." "Jangan khawatir" An Lok Kong cu tersenyum." Petugas keamanan itu segera pergi memanggil gadis tersebut." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala."Cukup baik.. Tuan Muda Ampun.... "Tuan Muda. ya?" An Lok Kong cu langsung menatap pemilik Pek Hoa Louw"Betul. sebab Lie Tayjin danpara hartawan itu sering tidak bayar.. "Hui siang. bagaimana kalau kau penggal kepalanya?" "Hmm" dengus Thio Han Liong dingin." ujar An Lok Kong cu sambil tersenyum." Pemilik Pek Hoa Louw segera pergi memanggil Lie Tayjin." Pemilik Pek Hoa Louw mengangguk. "Sekarang panggillah Lie Tayjin ke mari" "Apa?" Air muka pemilik Pek Hoa Louw langsung berubah"Aku . Thio Han Liong tidak menyahut." Gadis itu memberi hormat.

ya.." "Aku pasti penggal kepala kalian dengan pedang pusaka istana" sambung Thio Han Liong. Tuan Muda Ampun. hamba mohon diri" Lie Tayjin kembali ke tempatnya. "Dia An Lok Kong cu. tapi suruh para hartawan itu ke mari" ujar An Lok Kong cu." sahut seorang hartawan yang berperut gendut. lalu mengeluarkan uang masing-masing dan ditaruh di atas meja.ayahnya. agar para hartawan itu segera pergi"ya. Tuan Muda. " An Lok Kong cu menatap mereka satu persatu. Tuan Muda.. "Engkau harus mengganti kerugian ayah Hui Siang" tegas An Lok Kong cu.. "Tuan Muda jangan penggal kepalaku" "Hmm" dengus Thio Han Liong. sebab esok siang kami akan ke rumahnya" "ya-" Lie Tayjin mengangguk. "uang yang kalian bawa itu harus ditaruh di sini semua" "ya. "Kalian selalu memeras kaum petani." "ya. mereka pun berlutut. Dengan hati kebat-kebit para hartawan itu menghadap An Lok Kong cu." ucap mereka serentak. maka mulai sekarang. kepala kalian pasti terpisah dengan leher" sahut Lie Tayjin dan memberitahukan.Lalu duduk dan menarik nafas lega. "Sekarang kalian boleh pergi-" An Lok Kong cu mengibaskan tangannya.. "Hamba.Kemudian salah seorang dari mereka bertanya kepada Lie Tayjin. engkau pasti dipecat dan dihukum" "Ya. lalu menyuruh para hartawan itu menghadap An Lok Kong Cu. "Siapa diantara kalian yang pernah menyita hasil panen orangtua Hui Siang?" tanya An Lok Kong Cu." "Haaah ?" Tara hartawan itu nyaris pingsan seketika.. tapi kalian harus menjaga rahasia. "Terima kasih. Kalau tidak. "Ampun. Sampai di hadapan An Lok Kong cu. "Nah sekarang. Tuan Muda-" Para hartawan itu segera kembali ke tempatnya. sementara An Lok Kong cu memandang uang perak yang di atas meja. "Bangunlah" ujar An Lok Kong cu sambil menatap mereka dengan dingin." sahut para hartawan itu. "Sebetulnya siapa pemuda itu?" "Aku akan beritahukan. Bahkan ada yang langsung berlutut di hadapan Thio Han Liong. kalian harus membantu kaum petani dengan modal secukupnya tanpa harus membayar bunga Kalau kalian tidak menuruti perkataanku ini." Hartawan gendut itu manggut-manggut.. "Ya."Mulai sekarang kalau engkau masih berani bertindak sewenang-wenang terhadap rakyat. "Hmm" dengus An Lok Kong Cu." Lie Tayjin mengangguk lagi." ucap para hartawan itu memohon. hamba berjanji" "Baik-" An Lok Kong cu manggut-manggut"Harus dikembalikan esok pagi. "Esok pagi engkau harus mengantar lima ratus tael perak ke rumahnya Kalau tidak. la menghitung kira-kira berjumlah seribu tael .. "Sekarang engkau boleh kembali ke tempatmu.. putri kesayangan kaisar.

" " Kalau begitu. "Maaf" ujar pemilik Pek Hoa Louw.. "Engkau harus berubah. Kakak Han Liong." sahut Thio Han Liong sambil mengerutkan kening. Kakak Han Liong?" tanya An Lok Kong cu sambil duduk di hadapannya dan menatapnya dengan mata berbinar-binar. tidak baik begitu" "ya." ujar An Lok Kong cu sambil tersenyum lembut. Tak lama mereka sudah sampai di depan sebuah kamarPemilik Pek Hoa Louw membuka pintu kamar itu seraya bertanya. "sekarang engkau boleh pergi. "Adik An Lok." tanya salah seorang gadis penari." An Lok Kong cu mengangguk"Terus terang" kata Thio Han Liong sambil memandangnya"Daripada untuk berfoya-foya begitu." Pemilik Pek Hoa Louw segera meninggalkan mereka." An Lok Kong Cu memandang Thio Han Liong. "Engkau amat tampan.. mari ikut aku ke dalam" ajak pemilik Pek Hoa Louw. bahkan juga terlampau menghamburkan uang. "Aaaah " Thio Han Liong menghela nafas panjang. kemudian memanggil pemilik Pek Hoa Louw"Tuan Muda ada perintah apa?" tanya pemilik Pek Hoa Louw cepat "Bagi-bagikanlah uang ini kepada para gadis penari. "Bagaimana kamar ini. "Baiklah-" An Lok Kong cu manggut-manggut. lalu mCiangkah ke dalam. aku pasti menurut. Thio Han Liong menutup pintu kamar sambil menggelenggeleng kan kepala.." sahut An Lok Kong cu sambil tersenyum. itu agar mereka tidak mendekatiku-" "oh?" An Lok Kong cu tertawa kecil"Bukankah enak sekali dikerumuni kaum gadis?" . kemudian berkata kepada pemilik Pek Hoa Louw." "ya.. "Tuan Muda. itu lebih tepat-" "Pokoknya Kakak Han Liong bilang apa. "Bagaimana?" Terserah engkau." Thio Han Liong mengangguk. "Perlukah kami ke kamar menemani kalian?" "Apabila perlu. mari kita kembali ke penginapan" "Baik." sahut Thio Han Liong. engkau. pemain musik dan para gadis pelayan" "ya. sambil menengok ke sana kemari. "Bagaimana kalau Tuan Muda bermalam di sini saja?" "itu. Tuan Muda. pasti ada orang memanggil kalian. entah berapa banyak gadis akan tergila-gila kepadamu" "Engkau pun amat tampan. Tuan Muda" Pemilik Pek Hoa Louw mengangguk"baiklah-" An Lok Kong cu bangkit berdiri sambil memandang Thio Han Liong. tentunya banyak gadis yang jatuh cinta kepadamu-" "Aku -" Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala"Justru bersikap dingin terhadap kaum gadis." An Lok Kong cu manggut-manggut. "Kami akan bermalam di sini.. Tuan Muda merasa cocok?" "Boleh juga. lebih baik pergunakan uangmu itu untuk menolong fakir miskin.." "Kenapa aku. "Engkau terlampau romantis.perak. "AyoW.

saat itulah pemuda itu mendadak membuka matan Begitu melihat An Lok Kong cu berdiri di hadapannya. menaruh semua hidangan dan arak wangi ke atas meja. ia tidak berani menimbulkan suara. karena tidak menyangka Thio Han Liong begitu baik terhadapnya. namun ia tidak berani bergerak karena tahu Thio Han Liong sedang mendekatinya." An Lok Kong cu tertawa kecil. "Adik An Lok. sekarang sudah mulai membantah-" "Lupa. kemudian kembali ke tempat duduknya. karena engkau masih pulas. Thio Han Liong tersenyum-senyum. "Kami mengantar sarapan untuk Tuan Muda" Thio Han Liong membuka pintu. biar aku yang tidur di kursi." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. selimut yang menutupi An Lok Kong cu itu agak merosot ke bawahThio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. Perlahan-lahan An Lok Kong cu turun dari tempat tidur. Kakak Han Liong. lalu berdiri di feadapan Thio Han Liong sambil memandangnya dengan penuh perhatian. "Dasar anak nakal" gumam Thio Han Liong sambil tersenyum "Dalam tidur pun tetap nakal membuat selimut merosot ke bawah-" Thio Han Liong menarik selimut itu menutupi badan An Lok Kong cu. An Lok Kong Cu tersenyum.. Ah Lok Kong cu belum puas ia terus melirik ke arah Thio Han Liong dengan hati berdebar-debar anehEntah berapa lama kemudian. sebab Thio Han Liong masih dalam keadaan tidur di kursiAn Lok Kong cu mendekatinya.sifat burukmu itu harus dibuang jauh-jauh. tampak beberapa gadis pelayan berdiri dengan membawa berbagai macam hidangan dan arak wangi. gadis-gadis pelayan itu masuk."Tapi aku bukan engkau yang senang dikerumuni kaum gadis.. mendadak Thio Han Liong membuka matanya. kemudian memejamkan matanya." Mendadak dari luar terdengar suara ketukan pintu. aku bangun kesiangan." "Kok bandel " Thio Han Liong melotot. "Aku pun baru bangun." "ya.Kebetulan An Lok Kong cu terjaga dari tidurnya. kemudian mohon diri "Hahaha" Thio Han Liong tertawa. lalu membaringkan dirinya ke tempat tidur. kebetulan mengarah pada An Lok Kong cu. segeralah Thio Han Liong bangkit berdiri "Aku. maka aku tidak berani membangunkanmu.." sahut Thio Han Liong. "siapa?" "Pelayan" Terdengar suara sahutan dari luar. Malta bersemilah cintanya terhadap pemuda itu. Betapa terharunya An Lok Kong cu. "Masuklah" ucap Thio Han Liong.. . "Tadi engkau bilang mau menuruti semua perkataanku.» An Lok Kong cu mengangguk "oh ya» Thio Han Liong memandangnya"Engkau tidurlah di tempat tidur. aku mau tidur di kursi" "Kakak Han Liong" An Lok Kong cu tersenyum"Engkau tidur di ranjang . kemudian perlahan-lahan ia mendekati An Lok Kong cu...

"Ayahmu adalah pejabat tinggi dalam istana. bahkan wajah mereka rusak terbakar oleh api Liak Hwee Tan. berarti aku akan membunuh cu goan Ciang-" Wajah An Lok Kong cu tampak muram. dia adalah bawahan ayahku. "oleh karena itu."Pemilik Pek Hoa Louw ini sungguh menghormati kita. Hidangan-hidangan itu tampaknya memang lezat sekali." "oh?" An Lok Kong cu tersentak"Lalu bagaimana?" "Ayah dan ibuku terluka. "Kenapa engkau begitu membenci kaisar?" "Sebab " Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. mari kita makan. "Bagaimana engkau ikut aku ke istana?" "Adik An Lok.. "Kaisar adalah mantan bawahan ayahmu? siapa ayahmu?" "Ayahku bernama Thio Bu Ki.." "Haaah-.-" Thio Han Liong menutur kejadian itu berdasarkan apa yang di dengar dari ayahnya. Cu Goan ciang mengutus sembilan Dhalai Lhama dan puluhan pengawal istana menyerbu kepulauan Hong Hoang to itu. "Aku tidak menyangka sama sekali. An Lok Kong cu mendengarkan dengan penuh perhatian. "Tapi Cu Goan Ciang khawatir ayahku akan jadi kaisar.terima kasih atas ajakanmu. "Kenapa ayahmu melarangmu membunuh kaisar itu?" "Ayahku bilang." ujar Thio Han Liong dan menambahkan. maka belasan tahun lalu.. maka. Thio Han Liong terus memuji akan kelezatan semua hidangan tersebut "Kakak Han Liong." "Ayahmu kenal ayahku?" "Kenal" An Lok Kong cu mengangguk"Kalau ayahmu ingin menjadi pejabat tinggi di istana. "Maka ayah dan ibuku meninggalkan Tionggoan. damai dan bahagia dipulau itu.. "Kakak Han Liong..Mereka hidup tenang. engkau adalah putra Thio Bu Ki yang amat kesohor itu. Tentunya tahu betapa jahat dan liciknya Cu goan Dang itu." ujar An Lok Kong cu seusai Thio Han Liong menutur. sesungguhnya ayahku tidak mau jadi kaisar." An Lok Kong cu tersenyum." "oh?" Tercengang An Lok Kong cu. aku benci sekali pada Cu goan ciang. kalau aku membunuh Cu goan ciang. Tapi Cu Goan ciang masih khawatir ayahku akan merebut tahta kerajaan. "Akan tetapi ayahku melarangku membunuh cu goan ciang. hingga saat ." "Tentu. oleh karena itu.. untuk sementara ini aku belum bisa." Mereka mulai makan. padahal. "Kakak Han Liong." "Ayah dan ibumu tinggal di mana sekarang?" "Dipulau Hong Hoang to." "Ayahku tidak mau" Thio Han Liong menghela nafas panjang." "Apa?" Terbelalak An Lok Kong cu." An Lok Kong cu memberitahukan. tapi kalau aku ke istana." ujar Thio Han Liong memberitahukan.. tentu akan membuat rakyat menderita. hidangan di sini masih kalah hebat dibandingkan dengan yang di dalam istana." An Lok Kong cu terkejut bukan main.

" Hui siang menyambut kedatangan mereka dengan wajah berseri-seri"Silakan masuk" "Terima kasih. Hui siang memang gadis yang berbakti" "Aaah..ini aku belum ke istana membunuh kaisar. mereka berpamit pada pemilik Pek Hoat Louw.Karena masih sakit.... ." "Maaf" sahut Thio Han Liong.. Thio Han Liong mengikutinya dari belakang. mereka sudah tiba di rumah tersebut." An Lok Kong Cu tersenyum." ujar Thio Han Liong sambil memberi hormat kepada orangtua itu." orangtua itu menghela nafas panjang. kami sungguh berterima kasih kepada Tuan Muda.la mengantar Thio Han Liong dan An Lok Kong cu sampai di luar. "Kalau tiada bantuan dari Tuan Muda. "Terima kasih " ujar orangtua itu dengan suara lemah"Terima kasih -" "Paman" Thio Han Liong tersenyum"Tidak usah berterima kasih kepada kami. "Tuan Muda. yang berada di ujung kota.Tak seberapa lama kemudian." sahut An Lok Kong cu sambil melangkah ke dalam. "Apakah Lie Tayjin sudah mengembalikan sawah itu kepada ayahmu?" "sudah. yang merupakan sebuah gubuk. An Lok Kong cu dan Thio Han Liong mengangguk lalu duduk. "Kalian sudah mau pergi?" Pemilik Pek Hoat Louw ingin menahan mereka. Thio Han Liong dan An Lok Kong cu langsung menuju rumah Hui siang. "silakan duduk" ucap Hui siang. "selain itu. entah bagaimana nasib kami" "Hui siang.." Hui siang mengangguk"Pagi-pagi sekali Lie Tayjin sudah mengutus seseorang ke mari." tanya An Lok Kong cu. Dia ke mari untuk mengganti rugi. aku pun harus membuat perhitungan dengan para Dhalai Lhama itu. jangan lupa mampir" " ya. Terima kasih atas kebaikan Tuan terhadap kami" "Ha hal" Pemilik Pek Hoat Louw tertawa. Begitu pula hartawan yang menyita hasil panen sawah ayahku. lalu menghela nafas panjang.." An Lok Kong cu ingin mengatakan sesuatu. namun dibatalkannya.. Tuan" "Selamat jalan" sahut pemilik Pek Hoat Louw. "Aku yang harus berterima kasih pada kalian. Kami. Berselang beberapa saat kemudian.. pokoknya gratis..Mereka melihat seorangtua berbaring di tempat tidur.." Thio Han Liong mengangguk"sampaijumpa. "Nginap saja beberapa malam. "Ini adalah ayahku..." "Kakak Han Liong. senyumannya yang amat menawan hati itu membuat wajah Hui siang langsung kemerah-merahan dan tampak tersipu. "Tuan Muda" Hui siang memberitahukan. Kalau kalian ke mari lagi kelak. "Kami harus melanjutkan perjalanan." Thio Han Liong menjelaskan. maka tidak bisa bangun untuk memberi hormat-" "Tidak apa-apa.

.." ujar Thio Han Liong dan menambahkan. selamat jalan.. Kakak Han Liong. Bagaimana mungkin Tuan Muda akan ke mari menengok aku lagi? Itu tidak mungkin. "oleh karena itu.. otomatis membuat mereka patah hati." "Aaaah " Hui siang menghela nafas panjang. "sampai jumpa. ya?" An Lok Kong cu tersenyum seraya berkata. "Sebelumnya aku pun bersikap sepertimu.." An Lok Kong cu tersenyum. "gadis itu yang merasa berat berpisah denganmu. "Lebih baik bersikap dingin daripada bersikap hangat. lagi pula engkau melancong seorang diri. "Tuan Muda.. lalu mCiangkah pergi dan diikuti Thio Han Liong dari belakang." An Lok Kong cu tersenyum. dan banyak gadis mendekatiku karena mengira aku jatuh hati pada mereka." "oh. "Aaaah--" Thio Han Liong menghela nafas panjang setelah meninggalkan rumah Hui siang.." "Hui siang." Mata Hui siang tampak mulai berkaca-kaca. "Aku tahu.." sahut Thio Han Liong sungguh-sungguh "Lho? Memangnya kenapa?" "Adik An Lok" Thio Han Liong menatapnya seraya berkata. . "Hui siang" An Lok Kong cu memegang bahunya." sahut Thio Han Liong sambil menggelenggelengkan kepala. kemudian berpamit kepada Hui siang dan ayahnya." ucap Hui siang dengan air mata berderai-derai. kami akan ke mari lagi menengokmu. "Terima kasih. Engkau jangan salah paham" "Tuan Muda. mungkin juga mereka merasa sakit hati padamu."Lie Tayjin dan hartawan itu telah menepati janji. maka aku harus menjauhi mereka." Wajah An Lok Kong CU berseri. Tuan Muda cuma menghibur." "Bukan karena itu. tak mungkin aku akan jatuh cinta kepadanya. secara tidak langsung engkau telah membuat gadis itu patah hati. "Barang kali karena rumah ini gubuk maka Tuan Muda tidak betah di sini. "Kakak Han Liong. tentunya gadis itu tidak pantas menjadi pasanganmu. "Kami harus memburu waktu melanjutkan perjalanan." "Engkau adalah anak laki-laki seperti aku... " Kakak Han Liong" An Lok Kong cu tercengang. lain kali jangan begitu baik terhadap kaum gadis" "Harus bersikap dingin seperti engkau?" tanya An Lok Kong cu sambil tertawa kecil. "Kenapa engkau menghela nafas panjang? Apakah merasa berat berpisah dengan gadis itu?" "Adik An Lok." "oooh" An Lok Kong cu manggut-manggut. maka kami berpamit sekarang. "Tapi engkau baik sekali terhadap diriku. jadi tidak bisa lama-lama di sini. maka aku harus menemanimu sekalian melindungimu" ujar Thio Han Liong. " Kapan ada kesempatan." "Engkau adalah putra pejabat tinggi dalam istana." "Tuan Muda" Wajah Hui siang langsung berubah murung. Hui siang" An Lok Kong cu menatapnya sejenak..

" tanya An Lok Kong cu mendadak"seandainya aku seorang gadis. "Engkau sungguh mirip anak gadis. tentunya aku akan menjauhimu.. "Engkau jahat sekali" "Ha ha ha" Thio Han Liong tertawa gelak. dan sejak itu kami menjadi kawan." " nenek kenal Hiat mo itu?" "Kenal. "Hubungan kami kian hari kian bertambah akrab." sahut Lam Hai Lo Ni dan melanjutkan. suka cemberut dan sekarang malah membanting-banting kaki.. "Ketika nenek dikeroyok para penjahat."Engkau sungguh baik hati terhadapku. "Hiat Mo yang mengajarkannya ilmu itu. namanya siang Koan It Hang." -ooo00000ooooBab 33 Lam Hai Lo Ni (Biarawati Tua Laut selatan) Yo Sian Sian sudah tiba di tempat tinggal Lam Hai Lo Ni yang terletak di laut selatan.. "Kini kepandaiannya sudah tinggi sekali. "Adik An Lok" Thio Han Liong tersenyum. Nenek pun memberitahukan nama nenek. "Ternyata dia berasal dari Kwan Gwa. "Jadi Kwee In Loan berhasil melukaimu?" "ya.." "Kenapa aku?". sedangkan biarawati tua itu terus memandangnya. aku. Kelihatannya ia sedang mengenang masa lalunya. baru berkelana di rimba persilatan." "Aku pun tidak akan melupakanmu selamanya. "Kini dia telah memiliki ilmu Hiat Mo Ciang?" "ya.. aku tidak akan melupakanmu selamanya." "Apa?" Lam Hai Lo Ni tampak terkejut." "Aku.. karena dia telah berhasil menguasai ilmu Hiat Mo Ciang. akhirnya saling mencinta. "Engkau." "Kakak Han Liong. dia membantai habis para penjahat tersebut setelah itu." An Lok Kong cu menundukkan kepala. "Dia-. "" Tanpa sadar An Lok Kong cu mem-bantingbanting kaki. sebab kita sudah seperti saudara kandung. "Mari kita melanjutkan perjalanan ke gunung Bu Tong pemandangan di sana amat indah menakjubkan.." sahut Thio Han Liong sambil tersenyum... sebab Lam Hai Lo Ni tidak pernah menceritakannya. mendadak muncul seorang pemuda berpakaian serba merah membantu neneksungguh sadis pemuda berpakaian merah itu." ujar Lam Hai Lo Ni dengan mata memandang jauh ke depan. Nenek-" yo sian sian memberitahukan.." "Hiat Mo Hiat Mo-. "sebelum kenal kakekmu. nenek sudah kenal Hiat Mo itu" "oh?" yo sian sian terperangah. "Engkau. la duduk di hadapan biarawati tua itu." ." "Lalu bagaimana?" tanya yo sian sian tertarik. "Pada waktu itu nenek masih muda." Lam Hai Lo Ni manggut-manggut." gumam Lam Hai Lo Ni dengan kening berjeerut-kerut.. apakah engkau akan sedemikian baik terhadapku?" "Kalau engkau seorang gadis. kami berkenalan.. Nenek-" yo sian sian mengangguk..

boleh dikatakan seimbang." "oh?" "Sian Sian" Lam Hai Lo Ni menatapnya." (Bersambung ke Bagian 17) Jilid 17 "Nenek bisa menebak kira-kira apa syarat itu?" "Kwee In Loan pasti harus mematuhi perintahnya. Tidak tahunya. nenek yakin pasti dengan suatu syarat.." Lam Hai Lo Ni manggutmanggut. "Mulai besok." "Tusuk konde ini. ke dua ilmu tersebut tidak dapat saling mengalahkan. Nenek." Dengan penuh keheranan yo Sian Sian menerima benda tersebut. "Kemungkinan besar dia akan menimbulkan bencana dalam rimba persilatan. "sejak itu kami berpisah. apakah ilmu Thian sin ci dapat mengalahkan ilmu Hiat Mo Ciang itu?" "Ke dua ilmu itu sama lihay dan ganas. "oh ya. kemudian mengeluarkan suatu benda dari dalam sebuah kotak kecil. mulailah Lam Hai Lo Ni mengajar yo sian sian ilmu Thian sin cisementara .. ternyata sebuah tusuk konde. "Kenapa Nenek tidak menikah dengan dia." "Nenek. siapa tahu ada gunanya kelak. sebab kepandaian kami seimbang. perlihatkan tusuk rambut ini kepadanya Nenek yakin dia masih menghargai benda ini.."oh?" yo sian sian terbelalak. "Simpan baik-baik tusuk konde itu." jawab Lam Hai Lo Ni memberitahukan. "Apabila kelak engkau bertemu Hiat Mo." Lam Hai Lo Ni memberitahukan... Nenek. la tahu ilmu itu simpanan neneknya.. "Dia mengajar Kwee In Loan ilmu Hiat Mo Kang. Hek?" "Tiada yang kalah dan yang menang. "Nenek berikan benda ini kepadamu." yo Sian Sian mengerutkan kening.Dia pulang ke Kwan Gwa dan tiada kabar beritanya lagi. nenek yakin ini merupakan syaratnya.."jawab Lam Hai Lo Ni dan menambahkan..." "Kalau begitu.." yo Sian Sian mengangguk." ujar Lam Hai Lo Ni sambil menggeleng-gelengkan kepala.." ujar Lam ftai Lo Ni melanjutkan. "oleh karena itu.aku justru tidak mengerti kenapa Hiat Mo bersedia mengajar Kwee In Loan ilmu Hiat Mo Kang? Apakah ada sesuatu di balik itu?" "Hiat Mo amat licik dan banyak akal busuknya." ucap yo Sian Sian. sebab amat berguna bagimu kelak" "ya." "Kira-kira memang begitu. akhirnya nenek ribut dengan dia dan sampai bertarung. Keesokan harinya. malah menikah dengan kakek?" "Aaaah " Lam Hai Lo Ni menghela nafas panjang. "Hadlah dari Hiat mo. "Dia terlampau sadis dan berambisi menguasai rimba persilatan. "Nenek akan mengajarmu Thian Sin ci (Ilmu jari Sakti Langit)" "Terima kasih." "Siapa yang menang." "oooh" yo sian sian manggut-manggut. dan akan menuruti satu permintaanmu.

.." ujar si Mo sambil raeng-gelenggelengkan kepala. lama sekali barulah membuka mulut. "T0ng Koay. hanya saja . "Dia licik harus dilawan dengan kelicikan. Namun kalau kita menyerbu Kay Pang. murid si Mo"Aku tidak habis pikir." "Betul. "Menurut aku terlebih dahulu kita harus menaklukkan Kay Pang. otomatis kekuatan kita akan berkurang..." "Aku dan Pek Him akan berangkat ke markas Kay Pang menemui su Hong sek. Lam Khie dan Pak Hong entah hilang ke mana?" "Hm" dengus Kwee In Loan dingin." "si Mo" Kwee In Loan menatapnya seraya bertanya.. "Kelak dia pasti merupakan suatu halangan bagi kita.Loan." "Engkau telah memiliki ilmu Hiat Mo Ciang. aku justru khawatir." si Mo menjelaskan. sedang berlangsung suatu pembicaraan serius di ruang dalam. "Namun dia amat licik dan banyak akal busuk. "Aku yakin mereka bertiga bersembunyi di suatu tempat untuk berlatih ilmu silat. sebab setahuku. "Kenapa tidak menaklukkan partai Bu Tong atau siauw Lim dulu?" "Ke dua partai itu amat kuat. Namun yang kupikirkan adalah yo sian sian. " Kalau begitu. ya." Kwee In Loan mengangguk.. Kalau dia berhasil menguasai ilmu biarawati tua itu." "Bukankah tidak lama lagi Hiat Mo akan ke mari? Nah. Hiat Mo pasti akan membantu kita. si Mo dan Kwan Pek Him." Kwee In Loan menggeleng-gelengkan kepala." si Mo berpikir.. "Kalau kita langsung menyerbu Bu Tong Pay atau siauw Lim Pay." Kwee In Loan menggelengkan kepala.ketua Kay Pang.. kemudian bertanya.. Lam Hai Lo Ni berkepandaian amat tinggi. "untuk apa mereka bertiga harus bersembunyi di suatu tempat untuk berlatih ilmu silat?" "Ngmm" si Mo manggut-manggut. setelah itu barulah menaklukkan partai Bu Tong dan siauw Lim. aku tidak takut menghadapi mereka. lalu harus bagaimana menguasai rimba persilatan?" "Itu." "Mudah-mudahan Hiat Mo akan membantu kita" ucap Kwee In Loan." "Jangan khawatir" si Mo tersenyum... Mereka adalah Kwee In. Kalau pihak Kay Pang . Perlukah kita mengutus beberapa orang untuk menyelidiki jejak mereka?" "Itu tidak perlu. " untuk menghadapi kita?" "Kalau tidak " sahut Kwee In Loan. kita pasti meraih kemenangan. kenapa harus takut kepada yo sian sian?" "Aku tidak merasa takut menghadapinya. "Kini aku adalah ketua golongan hitam." "oh?" si Mo mengerutkan kening. kan?" "Ngmm" Kwee In Loan manggut-manggut.-. "Kita harus ber-hati-hati terhadap mereka. dia banyak akal busuk harus dilawan dengan akal busuk pula. "Terus terang. tentu pihak kita juga akan berkorban banyak.di markas golongan hitam yang terletak di Pek yun Kok.

"Kalau begitu." salah seorang anggota Kay Pang langsung berlari ke dalam markas. " Kapan engkau dan Pek Him akan berangkat ke markas Kay Pang?" "Esok pagi." sahut si Mo dan menambahkan." ujar si Mo mengemukakan pendapatnya. "Kami merasa keberatan sekali untuk bergabung dengan golongan hitam." si mo manggut-manggut dan memberitahukan. Ketua nya adalah Kwee In Loan. ketua Kay Pang." Kwee In Loan manggut-manggut. la adalah seorang wanita muda berusia tiga puluhan. "Bagaimana menurutmu?" "Baik. "Selamat datang" "Ha ha ha" si Mo tertawa terbahak-bahak"Ketua dan Tianglo Kay Pang."Kami berani menolak tentunya sudah memikirkan akibatnya-" "oh." "Ha ha" si Mo tertawa lagi sambil melangkah ke dalam. tapi. yang hingga saat ini masih belum menikah. "Ha ha ha" si Mo tertawa gelak"Cepat katakan kepada ketua kalian.. Betapa terkejutnya para anggota Kay Pang ketika melihat kedatangan mereka.tidak mau bergabung dengan kita. "Aku sudah memperhitungkan kekuatan Kay Pang. barulah kita serbu." "oh?" Wajah si Mo yang seram itu bertambah menyeramkan. su Hong sek terus menatapnya kemudian berkata. si Mo dan muridnya sudah sampai di markas Kay Pang. bukan?" "Betul. ya?" si Mo tersenyum dingin..silakan duduk" si Mo dan muridnya duduk.. bahwa aku dan muridku datang berkunjung" "ya. Tentunya su Pangcu tidak berkeberatan kan?" "Ajakan si Mo memang merupakan suatu penghargaan bagi kami. sebab di antara mereka ada yang mengenal si Mo-.. tanggunglah akibatnya" . apa kabar?" "Ha ha ha" Ci Hoat Tianglojuga tertawa gelak"Kami baik-baik saja. " Ketua dan Tiang lo kami sudah menunggu. dan Kwan Pek Him mengikutinya dari belakang. "si Mo" sambut su Hong sek. sedangkan. "Tahukah su Pangcu apa akibat penolakan ini?" "Ha ha ha" Gan Kang Tianglo tertawa gelak.. Dia mengutus kami ke mari. betul. "si Mo berkunjung ke mari tentunya ada suatu kepentingan. Ha ha ha. "Kini aku sebagai wakil ketua golongan hitam." "oh? Ada urusan apa ketua golongan hitam mengutus kalian ke mari?" tanya su Hong sek"Begini "" si Mo tersenyum"Kami bermaksud mengajak Kay Pang bergabung. ia sudah kembali lalu memberi hormat dan berkata. Tak seberapa lama kemudian. silakan masuk." su Hong sek menggeleng-gelengkan kepala.salah seorang pengemis segera menyuguhkan teh." -ooo00000oooBeberapa hari kemudian.

-. maka kita punya alasan untuk menyerbu Kay Pang. oleh karena itu." "ya." itu sudah pasti." tegas su Hong sek"Biar bagaimana pun kita harus melawan mereka secara mati-matian. "Kelihatannya pertempuran besar-besaran tak terelakkan lagi." "Bagus" Kwee In Loan manggut-manggut." "Kalau begitu " ujar Gan Kang Tianglo"Mulai sekarang. Ha ha ha" "Baik. "yang berkepandaian tinggi di sana hanya su Hong sek. "Jadi ketua Kay Pang-menolak?" "ya." "Gan Kang Tianglo. kita harus berkorban. Ketua." "Ngmm" Kwee In Loan manggut-manggut." "TapL". Kwee In Loan terus menatap mereka dengan kening berkerut-kerut. penjagaan harus diperketat Kita kibarkan bendera perang terhadap golongan hitam." si Mo mengangguk"Itu sudah kuduga sebelumnya." su Hong sek manggut-manggut." Coan Kang Tianglo menghela nafas panjang.. "Kita harus bersiap-siap. " Kalau begitu." ujar ci Hoat Tianglo. si Mo dan muridnya meninggalkan markas Kay Pang." sahut Ci Hoat Tianglo. sebab aku yakin pihak si Mo akan menyerbu ke mari. engkau harus segera menyusun kekuatan untuk menyerbu ke sana.. "Tidak keburu bagi Kay Pang untuk: minta bantuan kepada partai lain." si Mo mengangguk dan memberitahukan. Pek Bin Koay (siluman Muka Putin) dan Kwan Pek Him muridku serta puluhan anggota yang berkepandaian tinggi Dengan kekuatan ini.Hidup Kay Pang Hidup Kay Pang" "Hidup. aku akan mengajak Liong san sin Tang (si Tongkat sakti Dari gunung Liong san)." sambung su Hong sek dan Ci Hoat Tianglo. namun.Para anggota yang berada di luar pun ikut berteriak"Hidup Kay Pang Hidup Kay Pang " -ooo00000ooosi Mo dan muridnya sudah sampai di Pek yun Kok.. "Pokoknya kami pasti menanggung akibatnya.. "Maka kita semua harus bersiap siaga menghadapi penyerbuan pihak si Mo-" "Aaaah--. "Kami mohon diri" "silakan. Ci Hoat dan Gan Kang Tianglo langsung berunding. karena kami akan berangkat ke sana esok pagi. Ci Hoat dan Coan Kang Tianglo. sedangkan pihak golongan hitam sudah begitu kuat Kita. sedangkan su Hong sek.. silakan" sahut su Hong sek dingin. "Mungkinkah Kay Pang akan minta bantuan kepada partai lain?" "Memang mungkin.. Kwee In Loan mengerutkan kening." si Mo dan muridnya bangkit berdiri. Mereka berdua duduk di ruang depan. Ha ha ha." "Betul. "su Pangcu." si Mo tersenyum sambil melanjutkan. . Hek Bin Koay (siluman Muka Hitam). tidak boleh menyerah begitu saja-" "Betul-" Ci Hoat Tianglo manggut-manggut. aku yakin dapat menundukkan Kay Pang. "Demi nama baik Kay pang.

"Silakan duduk" "Terima kasih-" ucap seng Hwi lalu duduk"Kakak seng Hwi. karena lelaki itu ternyata seng Hwi. "Tuan mau pesan makanan?" "Baik." "Ha ha ha" si Mo tertawa gelak"Pokoknya Kay Pang harus di bawah perintah kita Ha ha ha. "Ha ha ha saudara kecil" seng Hwi seoera menghampirinya. sebab ia telah memperhitungkan kekuatan Kay pang. "Kakak Han Liong."Lebih cepat lebih baik.Begitu mereka duduk. Thio Han Liong dan An Lok Kong cu terus melanjutkan perjalanan menuju gunung Bu Tong. "Sajikan beberapa macam makanan" "ya. maka An Lok Kong cu dapat menikmati keindahan panorama. pelayan mulai menyuguhkan arak wangi dan beberapa macam makanan ke atas meja"silakan makan. Tuan." si Mo terus tertawa gelak. "Bagaimana kalau kita mampir sebentar?" "Baik-" Thio Han Liong menganggukMereka berdua segera menuju kedai arak itu. seorang lelaki masuk ke kedai arak itu Ketika melihat lelaki itu. selamat bertemu" ucap Seng Hwi. kalian berdua mau ke mana?" . "oh ya. "selamat bertemu. " ingat.. tertegunlah Thia Han Liong. wajahnya tampak berseri. "saudara Cu." sahut Thio Han Liong. "ibuku baik-baik saja. jangan sembarangan memperlihatkan uang mu di tempat umum. sebab akan menimbulkan niat jahat orang lain" "ya. kawan baikku. "saudara kecil" "Kakak seng Hwi. Di saat mereka berdua mulai meneguk arak wangi itu. saudara seng Hwi" sahut An Lok Kong cu sambil tersenyum dan berkata. di depan ada sebuah kedai arak-" An Lok Kong cu menunjuk ke depan." Thio Han Liong memperkenalkan mereka. Apakah Kay Pang akan ditaklukkan begitu saja? Apa pula yang akan terjadi? sementara itu. Tuan-tuan" katanya"Terima kasih" sahut Thio Han Liong." pelayan itu mengangguk lalu pergi. pelayan kedai itu langsung menghampiri mereka"Tuan mau pesan arak apa?" "Arak wangi saja. Mereka berdua melakukan perjalanan itu tidak begitu tergesa-gesa. " Cukup ramai kedai arak ini-" "ya" Thio Han Liong menatapnya. Kakak Han Liong. "Kakak Han Liong" ujar An Lok Kong cu sambil menengok ke sana ke mari. Itu memang tidak salah.la yakin sekali dapat menundukkan Kay Pang.. "Kakak seng Hwi Kakak seng Hwi"serunya girang." An Lok Kong cu tersenyum. agar partai tain tidak sempat membantu mereka."jawab seng Hwi kemudian bertanya. seng Hwi menoleh kan kepalanya dan begitu melihat Thio Han Liong." An Lok Kong cu manggut-manggut. mari kuperkenalkan Pemuda ini bernama Cu An Lok. bagaimana keadaan ibumu?" tanya Thio Han Liong.

"Dia adalah putra seorang pejabat tinggi dalam istana." "oooh" seng Hwi manggut-manggut. "Aku. mari kita berangkat sekarang" ajak seng Hwi. "Aku bernama seng Hwi. saudara Cu ini berasal dari mana?" tanya seng Hwi mendadak sambil menatap An Lok Kong cu.Mereka bertiga lalu meninggalkan kedai arak itu.. bagaimana kalau kalianjuga ikut aku ke markas Kay Pang?" "Aku -" Thio Han Liong memandang An Lok Kong cu." ucap seng Hwi. aku mgin menemui su Hong Sek. "Kakak seng Hwi" tanya Thio Han Liong. "Baiklah. kemudian berkata. " Heran?" Thio Han Liong mengerutkan kening. ketua Kay Pang" "oh?" Anggota Kay Pang itu menatapnya tajam.. ke dua kawanku ini adalah Thio Han Liong dan cu An Lok-" "Mau apa kalian ke mari?" "Aku aku ingin bertemu su Hong sek." seng Hwi menggelenggelengkan kepala. ketua Kay Pang. "siapa kalian bertiga?" tanya para anggota Kay Pang yang bertugas menjaga di sana. "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut "saudara kecil. aku ingin berkenalan dengan dia-" " Kalau begitu. aku akan ke dalam melapar" "Terima kasih. "Engkau mau ke mana?" "Aku mau ke markas Kay Pang. langsung berangkat ke markas Kay Pang." ujar seng Hwi. engkau kenal dla di mana? Apakah engkau ke Kota raja?" "Aku tidak ke Kotaraja." "Pemandangan di gunung Bu Tong memang indah sekali. maka aku ingin pergi mengunjunginya-" seng Hwi memberitahukan."Mau ke gunung Bu Tong. "saudara kecil. "Bagus" An Lok Kong cu tampak gembira sekali. maka dia ikut aku ke gunung Bu Tong. "saudara kecil. "Adik An Lok ingin pesiar." "Kakak seng Hwi kenal ketua Kay Pang itu?" tanya Thio Han Liong." Thio Han Liong dan An Lok Kong cu mengangguk. aku kenal dia di dalam sebuah kedai teh" sahut Thio Han Liong memberitahukan." jawab Thio Han Liong. "Para anggota Kay Pang kelihatan bersiap siaga seakanakan . "Aku dengar ketua Kay Pang seorang wanita cantik yang gagah berani. "Dari Kota raja-" Thio Han Liong memberitahukan. "Kalian tunggu di sini. "Ayahmu kenal baik dengan ketua dan Para Tianglo Kay Pang. tidak salah saudara Cu pesiar ke sana. apakah akan terjadi sesuatu?" "Memang mengherankan. Mereka tertegun karena penjagaan di sana ketat sekali. "Kami pernah bertemu. -ooo00000oooDua hari kemudian. "suasana di sini rasanya teoang mencekam."jawab seng Hwi dengan wajah agak kemerah-merahan. mereka bertiga sudah tiba di markas Kay Pang." ujar seng Hwi.

ci Hoat dan Gan Kang Tianglo berdiri di ruang depan menyambut kedatangan mereka. " Engkau bagaimana? Baik-baik saja selama ini?" "Terima kasih atas perhatian su pangcu. "Mari kita minum" ucap su Hong sek sambil mengangkat minumannya.menghadapi suatu penyerbuan.Dengan tersenyum-senyum ia menghampiri mereka lalu memberi hormat "su Pangcu mempersilakan kalian masuk-" "Terima kasih." jawab su Hong sek.." ucap seng Hwi dengan wajah ceria. "selamat datang. dan salah seorang anggota Kay Pang seaera menyuguhkan arak wangi. saudara seng Hwi" ucap su Hong sek dengan senyum ramah"Selamat bertemu. " Ketua Kay Pang pasti bersedia menemui kita. "Thio Han Liong ini adalah putranya?" "Betul. penolong kami yang pernah menyelamatkan Kay Pang." Thio Han Liong manggut-manggut. "sudah sekian lama kita tidak bertemu." seng Hwi mengangguk dan memberitahukan." Di saat itulah muncul anggota Kay Pang tadi. "Mirip seseorang.." ucap seng Hwi dengan wajah cerah "Aku baik-baik saja selama ini" "oh ya" su Hong sek memandang Thio Han Liong. "Bisakah engkau menerka siapa ayahnya?" "Ayahnya." "Apa?" su Hong sek. Tadi salah seorang anggota memberitahukan. sejak itu . "Aku yakin " ujar seng Hwi." "Kakak Han Liong." Thio Han Liong memandang seng Hwi.. "Kalau tidak salah. "Mari kita bersulang atas kedatangan saudara seng Hwi" sambung Gan Kang Tianglo sambil tertawa gelak. bagaimana kabarmu selama ini?" "Aku baik-baik saja. Adik Han Liong yang menjernihkan kesalahpahaman itu." sa hut su Hong sek sambil tersenyum." tanya An Lok Kong cu mendadak"Bagaimana kalau ketua Kay Pang tidak mau menemui kita?" "itu.. Ci Hoat dan Gan Kang Tianglo terperanjat.. su Hong sek."Su Hong sek menatap Thio Han Liong dengan penuh perhatian lalu berkata." seng Hwi tersenyum. "su Pangcu." "Mirip siapa?" tanya seng Hwi. "Ha ha ha " Mereka bersulang. "Tidak salah. su Pangcu" sahut seng Hwi sambil tertawa gembira"silakan duduk silakan duduk" ucap Ci Hoat Tianglo. "Dia memang putra Thio Bu Ki. setelah itu seng Hwi memandang su Hong sek seraya berkata.. Mereka duduk. talu berjalan ke dalam diikuti Thio Han Liong dan an Lok Kong cu dari belakang. Thio Bu Ki. engkau bernama Thio Han Liong. "Mirip-." "BetuL su Pangcu.." ujar seng Hwi serius.. " Aku pernah salah paham terhadap siauw Lim Pay.

. bahkan para anggota bersiap-siap." Wajah An Lok Kong cu memerah"Engkau jahat sekali Awas ya" "Eeeh?" Ci Hoat dan Gan Kang Tianglo mengerutkan kening." sambung Thio Han Liong. "Han Liong. "kenapa penjagaan di sini kelihatan begitu ketat. siapa pemuda ini?" "Dia kawanku. suka cemberut dan membanting-banting kaki. banting-banting kakijuga" "Kakak Han Liong." sahut Thio Han Liong sungguh-sungguh. "Tujuh delapan hari yang lalu." "Aku juga.Mungkin dalam waktu dekat ini mereka akan menyerbu ke mari. "Tuh Lihatlah Bukankah dia sedang cemberut?" Thio Han Liong tertawa dan menggodanya"Ayoh.. "Engkau jahat sekali" "Apa?" Thio Han Liong tertegun. aku siap membantu.. "si Mo dan muridnya ke mari diutus Kwee In Loan. barulah su Hong sek berkata. kau masih kecil-" Ketua Kay Pang memberitahukan." tanya seng Hwi. ketika aku bertemu ayahmu. Mungkin terlampau dimanjakan oleh ke dua orang tuanya.." An Lok Kong cu langsung cemberut.. " Kakak Han Liong. Aku langsung menolak sehingga membuat si Mo gusar sekali.. "Bo-lekah aku turut membantu?" "sebaiknya engkau menjadi penonton saja. "Kakak Han Liong. menyuruh kami bergabung dengan mereka..Jadi aku tidak mencemaskanmu... "su Pangcu. terima kasih." Thio Han Liong memberitahukan: "saudara Cu" su Hong sek tersenyum." "Terima kasih." "oooh" seng Hwi manggut-manggut. "saudara Cu memang mirip anak gadis. "oh ya. sedangkan si Mo sebagai wakilnya. Ha ha ha. "secara tidak langsung pada waktu itu ayahmu telah menyelamatkan Kay Pang.?" sela Thio Han Liong." Wajah An Lok Kong cu berubah masam." su Hong sek memberitahukan." tanya An Lok Kong cu. kenapa engkau malah mengatakan aku jahat?" "Aku ingin membantu. si Mo dan muridnya ke mari. " Engkau sungguh tampan Bahkan saking tampan justru mirip anak gadis-" "Betul. " "Kakak Han Liong." setelah suara tawa itu sirna.kami pun menjadi sahabat" "oooh" su Hong sek tampak gembira sekali. namanya Cu An Lok dari Kotaraja." ucap su Hong sek- ." "oh?" Thio Han Liong tersentak. "Kalau begitu. "Mau apa si Mo dan muridnya ke mari?" "Kini yang menjabat ketua golongan hitam adalah Kwee In Loan. kelihatan akan menghadapi suatu pertempuran?" "Aaai " su Hong sek menghela nafas panjang. "Itu demi keselamatanmu." "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut.. "Dia memang mirip anak gadis.

" "Han Liong." tanya su Hong sek mendadak"Kenapa engkau tidak pergi membunuh cu Goan Ciang?" "Kata ayah." sahut Thio Han Liong dan menambahkan. Kini Kay Pang dalam bahaya."Ini adalah urusan Kay Pang." "su Pangcu" Thio Han Liong mengalihkan pembicaraan. "oleh karena itu. "Aaai " Ci Hoat Tianglo menghela nafas panjang.. "Dulu ayahku pernah menyelamatkan Kay Pang.Bibi Ciu Cijiak mati di tangan sembilan Dhalai Lhama itu dan ke dua orang tuakupun terluka." "Ke dua orang tuamu berada di mana sekarang?" "Berada di pulau Hong Hoang to-" Thio Han Liong memberitahukan. "Kini cu cioan ciang amat dicintai rakyat Tiada seorang rakyat pun tahu kelicikannya sebelum jadi kaisar." Thio Han Liong mengangguk. ayahku pasti marah" "Terima kasih. Kini rakyat sudah hidup tenang dan makmur. tapi justru dia bersekongkol dengan beberapa orang mengkhianati ayahmu. Karena itu. "Tapi mungkin aku akan menemui Cu Goan ciang kelak-" " Kakak Han Liong. kemudian memandang Thio Han Liong seraya bertanya. Akhirnya Cu cioan ciang berhasil menjadi kaisar. lalu untuk apa aku harus membunuh Cu Goan ciang?" jawab Thio Han Liong memberitahukan." "yaah" seng Hwi menghela nafas panjang. dan menyerahkan jabatannya kepada yo siauw." "Padahal. su Hong sek dan lainnya mendengarkan dengan penuh perhatian. maka kaum rimba persilatan harus membantu. "Thio Kauwcu yang berjasa menumbangkan Dinasti Goan. kalian tidak usah bantu" "Ini adalah urusan rimba persilatan." "Setelah menjadi kaisar." ucap su Hong sek terharu. Kalau tidak. mau apa engkau menemui kaisar?" tanya An Lok Kong cu sambil menatapnya. "Mau mencacinya. maka aku pun harus turun tangan membantu pula." ujar Gan Kang Tianglo. cu Goan ciang masih terus menyuruh pasukan pilihan untuk membunuh ayahku. " ibumu adalah Tio Beng yang cantik jelita itu?" "ya." ujar seng Hwi. kalau aku pergi membunuh Cu Goan ciang." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. "Maka terpaksalah ke dua orang tuaku kabur ke pulau Hong Hoang to di Pak Hai. bahkan wajah mereka hangus terbakar oleh Liak Hwee Tan. aku akan pergi mencaci Cu cioan ciang. "Betul." Thio Han Liong menutur tentang kejadian itu... "Cu Goan ciang adalah mantan anak buah ayahmu. malah akan membuat rakyat menderita. Cu Goan ciang mengutus sembilan Dhalai Lhama dan pasukan pengawal istana menyerbu ke pulau Hong Hoang TO ... sebab Cu Goan ciang yang mengutus sembilan Dhalai Lhama dan pasukan pilihan menyerbu pulau Hong Hoang to. "Kira-kira kapan pihak si Mo akan menyerbu ke mari?" "Mungkin dalam sehari dua hari ini" sahut su Hong sek- . "Belasan tahun lalu. Thio Kauwcu langsung mengundurkan diri. tapi Cu Goan ciang yang berlaku curang merebut tahta kerajaan.

" ujar seng Hwi cepat. kalau engkau anak gadis. "Tak disangka Kay Pang akan menghadapi serbuan daripihak golongan hitam yang dipimpin si Mo. saudara seng Hwi. " ya-" Thio Han Liong mengangguk sambil tersenyum. . "Kelihatannya Kakak Seng Hwijatuh hati pada Su Pangcu. "Engkau menjadi penonton saja. bahkan kadang-kadang Thio Han Liong mengerutkan kening." uiar Thio Han Liong sungguh-sungguh. "Ha ha ha" Ci Hoat Tianglo tertawa gelak. "Heran" gumamnya. "Adik An Lok. Mereka memang merupakan pasangan yang serasi. "Baiklah-" su Hong sek bangkit berdiri "Mari ku-antar kalian ke kamar" -ooo00000oooBab 34 Pertarungan Di Markas Kay Pang Thio Han Liong dan An Lok Kong cu duduk berhadapan di dalam kamar. namun Thio Han Liong tidak memperhatikannya. wajah mereka kelihatan serius sekali. jangan khawatir" "Terima kasih.." bisik Thio Han Liong.. "Engkau anak lelaki atau anak gadis. sedangkan saudara seng Hwi.. "Engkau senang kalau aku anak gadis?" "Adik An Lok. bagaimana dengan kita?" tanya An Lok Kong cu kelepasan berbicara sehingga membuat wajahnya memerah seketika. Thio Han Liong dan saudara Cu satu kamar." ujar seng Hwi sungguh-sungguh"Aku bersedia berkorban demi su Pangcu... maksudku demi Kay Pang."Maka kami bersiap-siap menghadapi serbuan itu. kamar di sini banyak sekali. yang penting kita adalah teman. "Kenapa kita?" "Tidak ada apa-apa." An Lok Kong cu tampak kecewa." su Hong sek mengangguk"Mereka harus tinggal di sini. Tianglo." "Kakak Han Liong." "Su Pangcu.. bagiku sama saja. kalau tidak. "Ha ha ha" Coan Kang Tianglo tertawa"saudara seng Hwi." "Kenapa su Pangcu tidak minta bantuan kepada partai lain?" tanya seng Hwi.." An Lok Kong cu cepat-cepat menundukkan kepalanya. "Kalian kebetulan ke nari...." "Itu adalah urusan mereka. "Tidak keburu." sahut Thio Han Liong sambil menatapnya dengan penuh perhatian.. "Lalu bagaimana aku?" An Lok Kong cu cemberut. "Adik An Lok." ucap su Hong sek dengan wajah agak kemerah-merahan. "Kita?" Thio Han Liong tertegun." su Hong sek menggeleng-geleng kan kepala. sedangkan Thio Han Liong menggaruk-garuk kepala." "Aku tidur di mana pun tidak jadi masalah..Mudahmudahan aku dan Kakak seng Hwi dapat membantu su Pangcu" "Cuma engkau dan saudara seng Hwi?" tanya Lok Kong cu. "Kalau begitu. kalian harus tinggal di sini" "Betul." ucap seng Hwi." "Terima kasih." "oh?" Wajah An Lok Kong cu berseri. tentu cantik sekali.

namun kami tidak tahu siapa Kwee In Loan dan bagaimana kepandaiannya."Kenapa malam ini sikapmu agak aneh? Aku."Baiklah. kenapa harus malu-malu?" ujarnya sambil menatap mereka. dan itu membuat An Lok Kong cu tertawa geli. "Ia kakak seperguruan Kakak yo?" "su Pangcu kenal Bibi yo?" Thio Han Liong heran. "saudara kecil" seng Hwi salah tingkah. sungguh mengasyikkan lho" Thio Han Liong berpikir sejenak. "Tidak tahunya Kakak seng Hwi dan su Pangcu berada di sini. ternyata seng Hwi dan su Hong sek"Kakak seng Hwi" panggil Thio Han Dong. "Eh? saudara. " ya. ." ujar su Hong sek" Kepandaian Kwee In Loan jauh di atas si Mo-" Thio Han Liong memberitahukan. "Jangan bingung" " "Sungguh mengherankan" gumam Thio Han Liong lagi. sering bersikap malu-malu pula." " Kami pun sedang membicarakan si Mo." "Hah? Apa?" su Hong sek terbelalak." su Hong sek mengangguk"Ayahmu dan Kakak yo berdua menyelamatkan Kay Pang. "Hi hi hi sudah saling jatuh hati. " Kelihatannya Su Pangcu juga tertarik kepada saudara Seng Hwi." sahut An Lok Kong cu lalu mengalihkan pembicaraan.. "ya." "Tidak ada apa-apa. Cu.. "Kalian belum tidur?" "Kami sedang berbicara mengenai si Mo. maka Kwee In Nio pergi ke Kwan Gwa menemui Hiat Mo.. "Bibi Yo pernah mengalahkan Kwee In Nio.. "Kwee In Loan adalah mantan kakak seperguruan Bibi yo sian sian dari Ku-buran Tua." "Hiat Mo?" su Hong sek mengerutkan kening." "ooo" Thio Han Liong manggut-manggut.. aku menjadi bingung sekali. "Mereka berdua pasti akan hidup bahagia." "Syukurlah kalau begitu" ucap Thio Han Liong. setelah itu barulah mengangguk. "Sikapmu membuat aku menjadi bingung sekali." An Lok Kong Cu tersenyum. mungkin ke dua orang tuamu terlampau memanjakanmu.." Wajah su Hong sek langsung memerah. Mari kita ke pekarangan" Mereka berdua segera meninggalkan kamar itu menuju pekarangan depan. kadang-kadang membanting kaki dan." Thio Han Liong mengangguk.Kini Kwee In Hio telah menguasai ilmu Hiat Mo Ciang. bagaimana kalau kita keluar sebentar?" "Mau ke mana?" "Duduk-duduk di pekarangan." "Kira-kira begitulah. Aku sungguh tidak mengerti. Itu. lalu keluar untuk mencari angin sebentar " sahut Thio Han Liong.. Kemungkinan besar mereka akan terang kap menjadi suami isterl. Suka cemberut." "Kakak Han Liong... sampai di sana mereka melihat dua orang sedang duduk sambil bercakap-cakap.

. bagaimana mungkin dia akan menghajar aku?" sahut An Lok Kong cu sambil tersenyum. Kwee In Loan?" "ya.. "Jangan khawatir su Pangcu" ujar seng Hwi. "Engkau bisa berbuat apa terhadap diriku? Mau mengusirku? Huh Pokoknya aku tidak mau pulang" "Tidak mau ya sudahlah Kenapa jadi sewot?" Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. "Kami sedang membicarakan ketua golongan hitam itu.. "Persis seperti anak kecil lho" Di saat itulah mendadak muncul Ci Hoat dan Gan Kang Tianglo. aku pasti menjewer telingamu. "Mudah-mudahan ilmu Cing Hwee Ciang ku dapat menandingi ilmu Hiat Mo Ciang itu" Terima kasih. aku merasa tidak enak menyeret dirimu." sahut su Hong sek." ujar Thio Han Liong. "Saudara An Lok" Seng Hwi menatapnya. sebaiknya engkau jangan berkecimpung dalam rimba persilatan" "Aku memang tidak berkecimpung dalam rimba persilatan. "Adik An Lok. aku akan pulang ke Kota raja. aku tidak mau pulang" ujar An Lok Kong cu. rasanya sulit bagi kita untuk melawannya." An Lok Kong cu memberitahukan.. aku cuma ingin pesiar saja. setelah itu. "Ha ha Kalian belum tidur. . tentunya dia harus bantu. "Apa?" An Lok Kong cu melotot. "Engkau meng-hendakiku cepat-cepat pulang ke Kotaraja?" "Aku." "Pokoknya aku akan terus ikut engkau. kapan engkau akan pulang ke Kotaraja?" tanya Thio Han Liong.. terutama ilmu Hiat Mo Ciangnya. "su Pangcu." su Hong sek tertawa geli." su Hong sek mengangguk.." "Hmm" dengus An Lok Kong cu. yang kemudian menghampiri mereka sambil tertawa." Air muka su Hong sek tampak berubah.. "saudara seng Hwi sudah jatuh cinta padamu." sela An Lok Kong cu sambil tertawa." "Eh?" Wajah su Hong sek memerah"Mulutmu kok usil sih? Nanti kusuruh Han Liong menghajarmu lho" "Kakak Han Liong amat sayang kepadaku.. "Kalau engkau kurang ajar dan nakal. "Tak disangka sama sekali. ternyata dia mantan kakak seperguruan Kakak yo sian sian" "Hah?" Hoat dan Coan Kang Tianglo terperanjat "Dia mantan kakak seperguruan Yo sian sian."Kepandaian Hiat Mo tinggi sekali.." su Hong sek meng-gelenggelengkan kepala "Tidak apa-apa-" seng Hwi tersenyum. "Aku justru tidak mau pulang. Namun. "Engkau berasal dari keluarga yang berpangkat tinggi dalam istana. sa udara seng Hwi.." "Itu. akan terus ikut engkau" "Eh? Adik An Lok».. Kalau Kwee In Loan juga ikut menyerbu ke mari. sedang bercakap-cakap di sini" ci Hoat Tianglo memandang mereka. "Kalian berdua..

" "Jangan khawatir." "Tianglo tahu tentang Hiat Mo?" tanya su Hong sek"Hanya pernah mendengar" jawab Ci Hoat Tianglo.. dan mengaku dirinya Hiat Mosetelah itu. kira-kira delapanpuluh tahun lampau. "Kalau Hiat Mo muncui di rimba persilatan Tionggoan..seng Hwi tersenyum. aku tidur di kursi." Mereka kembali ke markas. Tapi dia sering membunuh kaum pesilat." su Hong sek memberitahukan." " Kakak Han Liong" . dia menghilang entah ke mana?" "Kata Han Liong. "Kita harus beristirahat sekarang."Bahkan kini telah menguasai ilmu Hiat Mo Dang. rasanya kita tidak dapat melawannya. "Kepandaiannya begitu tinggi." jawab Thio Han Liong. " Kalau begitu pasti benar. dan cepat-cepat ia menundukkan wajahnya dalam-dalam. agar bersemangat esok. lebih baik engkau beristirahat saja. sebab kelihatannya ke dua Tianglo itu menyetujui hubungannya dengan su Hong sek"Sudah larut malam. "Jangan terus memikirkan itu. namun Thio Han Liong dan An Lok Kong cu tidak langsung tidur.. dalam rimba persilatan muncul seorang pemuda berpakaian merah. engkau tidur di ranjang. "Aku sudah siap berkorban demi Kay Pang. seandainya Kwee In Loanjuga ikut menyerbu ke mari." "Bagus. Hiat Mo berasal dari Kwan Gwa. lebih baik kita tidur. "Kalau tidak salah. " Kakak Han Liong" An Lok Kong cu memandangnya.sedang-kan seng Hwi bergirang dalam hati." "Sudahlah Kakak Han Liong" An Lok Kong cu tersenyum. "Tidak mungkin Lam Khie membohongimu. "Han Liong" ci Hoat Tianglo menatapnya." "Baiklah-" Thio Han Liong mengangguk"seperti biasa. mereka duduk berhadapan di dalam kamar. "Kenapa engkau menghela nafas panjang?" "Aku sedang berpikir." ujar su Hong sek dengan suara rendah"siapa tahu pihak si Mo akan menyerbu esok-" "Betul-" Ci Hoat Tianglo manggut-manggut." Wajah su Hong sek langsung memerah... bagus" Ci Hoat dan Gan Kang Tianglo tertawa gelak"Ha ha ha. yang berkepandaian tinggi sekali. "Bagaimana kalau malam ini engkau tidur di ranjang?" . "Aaah-»" Mendadak Thio Han Liong menghela nafas panjang." ujar ci Hoat Tianglo. Dia belajar dari Hiat Mo-" "Hiat Mo?" Ci Hoat dan Gan Kang Tianglo saling memandang. bagaimana seandainya Kwee In Loan juga ikut menyerbu ke mari? siapa yang dapat melawannya?" sahut Thio Han Liong sambil menggeleng-gelengkan kepala." "Apa?" Air muka Ci Hoat dan Coan Kang Tianglo langsung berubah hebat "Hiat Mo Ciang?" "ya. kemudian menghela nafas panjang. pasti akan menimbulkan bencana. "Engkau tahu dari mana?" "Lam Khie Locianpwee yang menceritakan kepadaku. Tianglo".An Lok Kong cu tersenyum.

. "Itu adalah suara tawa si Mo-" Thio Han Liong memberitahukan... lalu membalikkan badannya. "Pokoknya engkau tidak boleh ikut bertarung. cepatlah engkau bersembunyi di balik pohon" .." "Kakak Han Liong. "Mari kita keluar menyambut kedatangan mereka" ujar Su Hong Sek sambil bangkit eiari tempat duduknya. Thio Han Liong dan An Lok Kong cu duduk di ruang depan markas Kay Pang sambil bercakap-cakap." "ingat" pesan Thio Han Liong lagi. "Lapor pada Pangcu." Pengemis itu manggut-manggut. "Baik. "Adik An Lok" Thio Han Liong tersenyum." An Lok Kong Cu mengangguk dan bergirang dalam hati.. "Adik An Lok. "Lho? Kenapa?" Thio Han Liong heran. "Kalau engkau seorang gadis. "Kok sikapmu begitu aneh malam ini. apakah engkau mau tidur bersamaku?" tanya An Lok Kong cu mendadak." bisik An Lok Kong cu setelah berada di pekarangan-." "Bagus"Thio Han Liong memegang bahunya. bukankah aku tak tahu diri dan tak tahu malu?" "Hmra" dengus An Lok Kong cu." Ketika An Lok Kong cu ingin mengatakan sesuatu. aku tidak usah bersembunyi.Kang Tianglo mengangguk. aku pasti menurut perkataanmu." "Engkau. mendadak seorang pengemis berlari-lari ke ruang itu. "Tegang juga ya" "ingat Begitu pertarungan mulai. Mereka semua lalu menuju "Kakak Han Liong. "Kakak Han Liong..ke dua Tianglo.. justru menghadap ke arah Thio Han Liong. lalu cepatcepat meninggalkan ruangan-itu.." An Lok Kong cu cemberut.. cepatlah engkau tidur" An Lok Kong cu membaringkan dirinya ke tempat tidur. aku justru akan tidur di luar. sebab Thio Han Liong begitu memperhatikannya.?" -ooo00000oooKetika su Hong sek."Aku lebih besar darimu. mendadak terdengar suara tawa yang amat menyeramkan. "Aku." sahut Thio Han Liong sungguh-sungguh ¦ "Ayoh." "Kalau aku seorang gadis. maka aku harus mengalah. "Eeeh?" Thio Han Liong menggaruk-garuk kepala. sedangkan aku masih tetap tidur di dalam kamar ini. Pangcu. engkau harus bersembunyi" pesan Thio Han Liong sungguh-sungguh. aku pasti marah" "Ya. sebab aku adalah saudaramu.. golongan hitam yang dipimpin Si Mo sudah menuju ke mari" "Ng" Su Hong Sek mengangguk. seng Hwi. "Seandainya engkau seorang gadis. "Cepatlah kalian bersiap untuk bertarung dengan Kay Pang" "ya." Ci Hoat dan Coan.. "Kepandaianku cukup tinggi... "Kakak Han Liong" An Lok Kong Cu tersenyum.. "Engkau memang harus menuruti perkataanku..

. lebih baik engkau jangan turut campur" " Aku pasti akan melawanmu" sahut seng Hwi bernada menantang. kemudian manggut-manggutseraya berkata. bagus" si Mo manggut-manggut. berhubung engkau berani menolak ajakan kami untuk bergabung. berani menantangku?" "Kenapa tidak?" tantang seng Hwi lagi. karena muncul beberapa orang. "Engkau. "Muridku akan melawanmu. maka aku harus membantunya" seng Hwi juga menatapnya dengan dingin"si Mo. Seketika juga Liong San Sin TUng. "Adik An Lok .. Hek Bin Koay (siluman Mata Hkam) dan Pek Bin Koay (siluman Mata Putin). "Su Pangcu Engkau minta bantuan kepada ketiga orang itu?" "si Mo" sahut seng Hwi dingin"Jangan bertingkah di hadapanku. maka hari ini kami ke mari untuk membasmi kalian semua" "Si Mo" bentak seng Hwi dingin"Engkau kira gampang membasmi kami?" "He he he" si mo menatap seng Hwi. "Engkau orang kecil tak bernama. bukan?" "Ha ha ha" si Mo tertawa gelak"Engkau juga ingin membantu Kay Pang?" "Ya" Thio Han Liong mengangguk"Bagus.. "Aku justru ingin tahu berapa tinggi kepandaianmu.. tentunya si Mo belum melupakanku. Kwan Pek Him.. begitu berani menyerbu ke mari" "oh?" Wajah si Mo bertambah seram. Kelihatannya ia tidak mau berpisah dengan Thio Han Liong.Ci Hoat dan Gan Rang Tianglo juga melangkah maju.. "siapa engkau. "Aku Thio Han Liong. "si Mo. "Aku pun berani menantangmu" ujar Thio Han Liong mendadak sambil menudingnya." gumam si Mo"Aku tidak pernah mendengar namamu. bagus" si Mo tertawa terkekeh-kekeh." ucapan Thio Han Liong terputus. HekBin Koay dan PekBin Koay maju ke depan. Thio Han Liong dan An Lok Kong cu. yakni si Mo." sahut An Lok Kong cu." si Mo menatapnya tajam. . Liong san sin TUng (si Tongkat sakti Dari Gunung Liong san). sedangkan aku akan membunuh orang yang tak tahu diri itu" "Ha ha ha" seng Hwi tertawa. aku mau di sini saja. ya?" si Mo segera memberi isyarat.. "He he he Bagus. kenapa mencampuri urusan Kay Pang?" "Aku adalah teman baik su pangcu. "Anak muda.. pi saat bersamaan. su Hong sek."Aku.. "Ha ha ha" si Mo tertawa gelak"su Pangcu.. namaku seng Hwi" "seng Hwi. kemudian terbelalak seraya berseru tak tertahan. aku sama sekali tidak takut menghadapimu" "oh?" si Mo menatap tajam. kelihatannya engkau yang akan mampus di tanganku" "oh." "Tidak salah" sahut pemuda itu.

"Aku cuma ingin bercakap-cakap dengan engkau saja. "Baik.su Hong sek berhadapan dengan Liong san sin TUng. "ya. dan itu membuat An Lok Kong cu tidak habis pikir"Bagaimana kalian berdua?" tanyanya sambil mengerutkan kening." Kwan Pek Him mengangguk." Kwan Pek Him memberitahukan. "Bercakap-cakap tentang apa?" "Kalau mereka sudah mulai bertarung. Kwan Pek Him mulai bercakap-cakap dengan Thio Han Liong. Ketika .. "Kini Pek yun Kok telah dijadikan markas golongan hitam. "Akupun baik-baik saja. kalian berdua malah asyik mengobrol" "Biarkan saja" sahut Thio Han Liong. "Aku baik-baik saja. sementara si Mo dan seng Hwi terus saling mema