ANAK NAGA (Bu Lim Hong yun) Karya : Chin Yung ________________________________________ Jilid 1 PENDAHULUAN: Laskar-laskar Beng Kauw

di bawah pimpinan Cu Goan Ciang, Ci Tat, Siang Gie Cun d an CiuSiu Wi telah berhasil menggempur pasukan-pasukan Goan (Mongol). Setelah it u, laskar-laskar tersebut juga berhasil menduduki beberapa kota penting, kemudia n terus menuju Kota raja. Akan tetapi, di saat laskar-laskar B eng Kauw memperoleh kemenangan yang gilanggemilang itu, justru terjadi pula suatu pergolakan dalamBeng Kauw sendiri. Terny ata Cu Goan Ciang, Ci Tat, Siang Gie Cun dan Ciu Siu Wi bersekongkol mengkhianat i Thio Bu Ki ketua Beng Kauw, lantaran khawatir Thio Bu Ki akan menjadi kaisar. Betapa kecewanya Thio Bu Ki, padahal ia sama sekali tidak berkeinginan untuk men jadi Kaisar. Tujuan perjuangan Beng Kauw yang dipimpinnya hanya mengusir penjaja h, agar Dinasti Song bisa bangkit kembali. Namun dengan adanya pengkhianatan itu, akhirnya Thio Bu Kipun menyerahkan kedudu kannya kepada yoSiauw. Karena itu, maka terjadilah perpeaahan dalam Beng Kauw, b anyak yang bergabung dengan Cu Goan Ciang, otomatis membuat laskarnya semakin ku at, sehingga berhasil merebut Kota raja, dan akhirnya runtuhlah Dinasti Goan (Mo ngol). Pada tahun 1368, Cu Goan Ciang mengangkat dirinya sebagai Kaisar. Berhubung mera sa dirinya berasal dari Beng Kauw, maka dinasti yang didirikannya dinamai pula D inasti Beng (Ming). seluruh rakyat di Tionggoan diberi kesempatan untuk berpesta pora atas biaya dari Kotaraja. Bayangkan Betapa gembiranya rakyat jelata, sebab kini mereka telah bebas dari jajahan Mongol. Mulailah Cu Goan Ciang menganugerahkan pangkat dan kedudukan kepada para bawahan nya yang setia serta berjasa, tentunya termasuk Ci Tat, siang Gie Cun dan ciu si u Wi, Cu Goan Ciang memang cerdik. Ia pun membebaskan berbagai macam pajak yang menjadi beban rakyat. Karena itu, rakyat pun sangat memujanya, sejak Cu Goan Cia ng menjadi kaisar, rakyat pun mulai hidup makmur pula. Namun masih ada satu hal yang mengganjal dalam hati Cu Goan Ciang, yakni mengena i Thio Bu Ki. la khawatir suatu hari nanti, Thio Bu Ki akan bangkit memberontakn ya. oleh karena itu, Cu Goan Ciang mengutus pasukan pilihan untuk membasmi sisa-sisa anggota Beng Kauw yang tidak mau tunduk, bahkan ia pun menurunkan perintah memb unuh Thio Bu Ki. sejak itu, Thio Bu Ki dan sisa anggota Beng Kauw jadi buronan. Bab 1. Melepaskan Kedudukan sebagai Ketua Partai Go Bi Tampak seekor kuda berjalan santai di tempat sepi. Yang duduk di atas punggung k uda itu adalah Thio Bu Ki danTio Beng. Wajah mereka lesu tak bersemangat, bahkan sangat muram pula. "Aaaah..." Thio Bu Ki menghela nafas panjang sambil menggelenggelengkan kepala. "Tak disangka sama sekali sungguh tak disangka" "Cu Goan Ciang sangat licik" Caci Tio Beng dengan berkertak gigi. "Engkau yang menghimpun kekuatan Beng Kauw, tapi dia malah yang memetik hasilnya Kini dia sudah menjadi kaisar, menurunkan perintah pula membunuh kita Dia bukan manusia, dia adalah binatang" "Tapi...." Thio Bu Ki menghela nafas lagi. "setelah dia menjadi kaisar, rakyat p un mulai hidup makmur-" "Bu Ki Koko," ujar Tio Beng dengan suara rendah, "seandainya pada waKiu itu, eng kau perintahkan segenap Beng Kauw untuk menumpasnya, mungkin kini engkau sudah m enjadi kaisar." "Beng Moay..." Thio Bu Ki menggelengkan kepala. "Pada waKiu itu memang bisa kutu runkan perintah itu, namun itu akan merugikan Beng Kauw sendiri." "Hmm" dengus Tio Beng. "Justru itu, Gwakongmu in Thian Ceng, Wie It siauw, Po Ta y Hweeshio swee Put Tek, Pheng Hweeshio dan lainnya malah menjadi korban. Mereka

dibantai oleh pasukan pilihan Cu Goan Ciang, kini hanya tersisa yo siauw." "Itu... memang takdir." "Itu bukan takdir, melainkan kebodohanmu. Dia menggunakan siasat licik, agar eng kau menyerahkan kedudukan ketua kepada yo siauw." "Sudahlah, Jangan diungkit lagi kejadian itu" Thio Bu Ki menggeleng-gelengkan ke pala, "sesungguhnya aku pun tidak mau menjadi kaisar. Biarlah dia yang menjadi kaisar. Bukankah kini rakyat sudah mulai hidup makmur? Hanya saja...." Thio Bu Ki berhe nti sejenak, lalu melanjutkan. "Tidak seharusnya dia mengirim pasukan pilihan untuk memburu kita." "Hmmnn" dengus Tio Beng dengan mata berapi-api. "Kalau bertemu pasukan Beng sekarang, aku pasti tidak akan memberi ampun" "Beng Moay...." Thio Bu Ki menghela nafas panjang. "Dia mampu meruntuhkan. Dinasti Goan. maka pantas menjadi kaisar mendirikan Dina sti Beng" "Aku...." Mendadak Tio Beng menangis terisak-isak. "Sebaliknya aku malah menjadi pengkhianat bangsaku sendiri. Padahal seharusnya a ku memimpin laskar Mongol untuk menumpas Beng Kauw. Tapi...." "Beng Moay, aku yang bersalah dalam hal ini." kata Thio Bu Ki perlahan. "Karena...." "Engkau tidak bersalah,"potong Tio Beng cepat. "Kita berdua sama sekali tidak bersalah, sebab... saling mencinta." "Beng Moay Thio Bu Ki teringat sesuatu. "Kita harus berangkat ke gunung Go Bi." "Kenapa?" tanya Tio Beng. "Tentunya engkau ingat, Ciu Ci Jiak menyerahkan kedudukan ketua Go Bi Pay kepada ku, tapi kini keadaan sangat tidak mengijinkan, maka aku harus menyerahkan lagi kedudukan ketua kepada pihak Go Bi Pay." "Betul." Tio Beng manggut-manggut dan menambahkan, "setelah itu, kita mencari suatu tempat yang sepi-" "Ha ha" Thio Bu Ki tertawa gembira, "itulah tujuanku, lebih baik kita hidup tenang dan bahagia di suatu tempat, tida k usah mencampuri urusan rimba persilatan maupun urusan lain," "Aku setuju." Tio Beng mengangguk dengan wajah ceria. "Kalau begitu, mari kita segera berangkat ke gunung Go Bi" "Baik-" Thio Bu Ki manggut-manggut. lalu mulai memacu kudanya menuju gunung Go B i. Beberapa hari kemudian, Thio Bu Ki dan Tio Beng sudah sampai di kaki gunung Go B i. Pendiri Go Bi Pay adalah Kwee siang, putri bungsu Kwee Ceng dan oey yong- Hingga pada Biat Coat suthay, partai tersebut tidak pernah menerima murid lelaki, semu anya terdiri dari kaum wanita. sementara kuda tunggangan mereka terus berjalan santai mendaki, mendadak muncul beberapa biarawati menghadang. Namun ketika melihat Thio Bu Ki dan Tio Beng, terbelalaklah mereka dan sebera me mberi hormat. "Ciangbunjin (Ketua), terimalah hormat kami" ucap mereka serentak. Ternyata mereka adalah Ceng Hi, Ceng Kong, Ceng Hun dan Ceng Huisuthaw. "Tidak usah banyak peradaban" sahut Thio Bu Ki sambil tersenyum. "Ciangbunjin, mari ikut kami ke atas" ujar Ceng Hi suthay-Thio Bu Ki manggut-man ggut sambil memacu kudanya, sedangkan para biarawati itu mengerahkan ginkang men uju ke atas. Berselang beberapa saat kemudian, mereka semua sudah berada di dala m kuil- Kemudian muncullah Ceng Ciauw, Ceng Hun, Ceng Hi suthay dan lainnya, dan mereka segera memberi hormat pada Thio Bu Ki. "Ciangbunjin, terimalah hormat kami" ucap mereka serentak. "Tidak usah banyak peradaban" sahut Thio Bu Ki sambil menatap mereka, "oh ya, Ciu Ci Jiak pernah ke mari?" "Tidak pernah."

Ceng Hi suthay menggelengkan kepala dengan wajah muram. "Kami sama sekali tidak tahu sumoay berada di mana." "Aaah..." Thio Bu Ki menghela nafas panjang. "Ciangbunjin, Nona Tio," ucap Ceng Hi suthay. "silakan duduk" Thio Bu Ki dan Tio Beng duduk. "Aku ke mari... ingin menyerahkan kembali kedudukan ketua kepada salah seorang d i antara kalian." Ujarnya sungguh-sungguh. "Ciangbunjin...." Para biarawati itu tertegun. Mereka memandang Thio Bu Ki denga n tidak mengerti. "Tentunya kalian tahu, posisiku kini sangat terpojok." Kata Thio Bu Ki sambil me nghela nafas, "Sebab Cu Goan Ciang...." "Kami semua sudah tahu tentang itu." Ceng Hi suthay menggeleng-gelengkan kepala. "Cu Goan Ciang memang licik sekali. Dia menduduki tahta dengan suatu siasat busu k. Kenapa Ciangbunjin diam saja?" Thio Bu Ki tersenyum getir, sejenak kemudian barulah berkata. "Kini keadaan negeri telah aman dan rakyat pun sudah mulai hidup makmur," sahut Thio Bu Ki. "Apakah aku harus menyundut peperangan lagi? Bukankah akan membuat rakyat sengsa ra lagi?" "Ciangbunjin berjiwa besar, kami kagum dan salut sekali," ucap Ceng Hi Suthay dan melanjutkan, "Ciangbunjin, kepandaian kami semua masih r endah, bagaimana mungkin seorang di antara kami mampu menggantikan kedudukan Cia ngbunjin?" Thio Bu Ki tersenyum. "Aku telah menerima sebuah buku catatan mengenai semua ilmu andalan partai Go Bi dari Ciu Ci Jiak, maka aku akan menggembleng kalian berdasarkan buku catatan it u" ujarnya. "Terima kasih, Ciangbunjin," ucap para biarawati itu sambil memberi hormat denga n wajah berseri-seri. "Kami pasti belajar dengan tekun, agar tidak mengecewakan Ciangbunjin," "Bagus, bagus" Thio Bu Ki manggut-manggut sambil tersenyum. "Mulai besok aku akan menggembleng kalian." "Terima kas ih, Ciangbunjin," ucap mereka sekaligus memberi hormat lagi. Keesokan harinya, mulailah Thio Bu Ki menggembleng mereka dengan sesungguh hati, sedangkan para biarawati Go Bi Pay itu pun belajar dengan tekun dan tidak mengenal lelah, sehingga kepandaian mereka bertambah maju dengan pesat sekali, tentunya sangat menggembirakan Thio Bu Ki. -ooo00000oooHari ini Thio Bu Ki memanggil para biarawati untuk berkumpul di ruang tengah, setelah mereka berkumpul, Thio Bu Ki memandang mereka satu persatu dengan penuh perhatian. "Sudah sebulan lebih aku menggembleng kalian, maka kepandaian kalian maju pesat sekali," ujar Thio Bu Ki dan melanjutkan, "oleh kar ena itu, aku dan Tio Beng akan berpamit. Namun sebelumnya aku ingin menunjuk ses eorang menggantikan kedudukanku." Para biarawati itu saling memandang, kemudian Ceng Hi suthay bertanya "Ciangbunjin dan Nona Tio mau ke mana?" "Kami ingin pergi ke suatu tempat yang sepi, hidup tenang, damai dan bahagia di sana,"jawab Thio Bu Ki. "Ciangbunjin...." Mata Ceng Hi suthay mulai basah. "Kami...."

"Jadi aku menunjukmu menggantikan kedudukanku." Thio Bu Ki menunjuk Ceng Hi suthay. "Ceng Hi, mulai saat ini engkau adalah ketua partai Go Bi." "Ciangbunjin, aku...." Ceng Hi suthay menggelengkan kepala. "Aku sangat bodoh, bagaimana mungkin menjadi ketua? Ciangbunjin...." "Bagus" Thio Bu Ki tersenyum, "sesungguhnya engkau paling cerdik, bahkan kepandaianmu le bih tinggi dari yang lain, penuh kesabaran dan berhati bajik. oleh karena itu, a ku yakin engkau mampu memajukan partai Go Bi." "Ciangbunjin...." "Bagaimana kalian?" tanya Thio Bu Kipada yang lain. "Kalian setuju kutunjuk Ceng Hi sebagai ketua partai Go Bi?" "setuju" sahut mereka serentak"Pilihan Ciangbunjin memang tepat sekali." "sumoay sekalian, aku...." Ceng Hi suthay menggeleng-gelengkan kepala, "sesungguhnya aku tidak pantas menjadi ketua Go Bi Pay." "Hanya Suci (Kakak Seperguruan) yang pantas," ujar Ceng Hun Suthay. "Kami semua memberi selamat kepada suci." "Terimakasih," Ceng Hi suthay cepat-cepat membalas hormat mereka. "Aku bersumpah pasti akan memajukan Go Bi Pay" "Bagus" Thio Bu Ki tersenyum, lalu melepaskan sebuah cincin besi Tiat Ci Goan di jarinya dan dimasukkan ke dalam jari Ceng Hi suthay seraya berkata. "Ceng Hi, mulai sekarang engkau adalah ketua Go Bi Pay angkatan ke enam, aku Thio Bu Ki menyerahkan jabatan ketua kepadamu." "Terima kasih," ucap Ceng Hi suthay, lalu bersujud di depan tempat abu cikal bakal go Bi Pay Kwee siang Lie Hiap dan tempat abu ketua Go Bi Pay angkatan ke tiga Biat Coat suthay. setelah itu, ia pun bersujud di hadapan Thio Bu Ki, namun Thio Bu Ki segera membangunkannya. "Ceng Hi," ujar Thio Bu Ki sambil menyerahkan sebuah bungkusan. "Di dalam bungkusan ini terdapat sebuah kitab yang berisi inti sari ilmu silat Go Bi Pay. Engkau harus mempelajarinya." "Ya." Ceng Hi suthay menerima bungkusan itu dengan rasa terharu. "Terimakasih" ucapnya. "Di dalam bungkusan itu pun terdapat kutungan It THian Kiam, yang masih bisa disambung." Thio Bu Ki memberitahukan. "Ya." Ceng Hi suthay mengangguk Thio Bu Ki menarik nafas lega, kemudian berpamit kepada Ceng Hi suthay dan lainnya. "sampai jumpa" ucapnya sambil menarik Tio Beng meninggalkan kuil Go Bi Pay itu. Ceng Hi suthay dan lainnya mengantar mereka sampai di luar kuil. "selamat jalan" ujar Ceng Hi suthay. "sampai jumpa" sahut Tio Beng sambil tersenyum. Mereka berdua meloncat ke punggung kuda, dan tak lama kuda itu pun berjalan perlahan meninggalkan tempat tersebut. "Aaaah..." Thio Bu Ki menarik nafas lega. "Kini aku telah bebas dari beban itu" "Aku tahu engkau bermaksud baik" ujar Tio Beng sambil

tersenyum, "oh, ya?" Thio Bu Ki juga tersenyum. "Beritahukanlah apa maksudmu itu" "Kini kita adalah buronan, maka engkau menyerahkan jabatan ketua kepada Ceng Hi suthay itu agar tidak menyusahkan Go Bi Pay, bukan?" "Betul." Thio Bu Ki mengangguk "BuKi Koko, apa rencanamu sekarang?" tanya Tio Beng perlahan. "Mencari suatu tempat yang sepi, kita mengasingkan diri di tempat itu," sahut Thio Bu Ki. "Bagaimana menurutmu?" "setuju." Tio Beng mengangguk "oh ya, ada satu tempat yang sangat cocok untuk kita, bahkan tempat itu juga merupakan tempat kenangan kita." "Aku tahu-" Thio Bu Ki tampak gembira sekali"Yang engkau maksudkan itu pasti Peng Hwee To-" "Betul." Tio Beng mengangguk"sekarang mari kita berangkat ke pesisir utara, kita beli sebuah perahu di sana" "Baik-" Thio Bu Ki manggut- manggut. lalu memacu kudanya ke utara. Tujuh delapan hari kemudian, mereka sudah tiba di pesisir utara. Tio Beng membeli sebuah kapal, kemudian mereka berdua berlayar ke Peng Hwee ToAkan tetapi, ketika kapal tersebut berada di Pak Hat (laut utara), mendadak terjadi badai, sehingga kapal itu terdampar di sebuah pulau yang kosong. "Beng Moay..." ujar Thio Bu Ki sambil memandang pulau itu "Tak disangka kita malah terdampar di pulau kosong ini." "Untung kita tidak mati di Pak Hat." Tio Beng menggeleng-telengkan kepala. "Kapal kita telah rusak berat, maka kita tidak bisa berlayar ke pulau Peng Hwee To-" "Tidak apa-apa-" Thio Bu Ki tersenyum"Pulau ini indah sekali. Kita tinggal di pulau ini saja-" "Baik-" Tio Beng mengangguk sambil menatapnya dengan mesraMereka berdua meloncat ke pulau itu, lalu berjalan ke dalam. Berselang beberapa saat kemudian, mereka melihat belasan burung Hong Hoang (burung Phoenix) beterbangan tidak begitu tinggi. "Eh?" Thio Bu Ki terlieran-heran. "Dipulau ini kok terdapat burung Hong Hoang yang sudah langka?" "Wah" seru Tio Beng girang. "Bukan main indahnya burung itu" Tiba-tiba burung-burung Hong Hoang itu terbang merendah lalu hinggap di tanah, membuat Tio Beng gembira sekali, la berjalan perlahan-lahan mendekati burung-burung itu sungguh mengherankan, burung-burung itu sama sekali tidak takut kepadanya. "Burung Hong Hong " panggil Tio Beng sambil mendekati salah seekor burung tersebut , lalu membelai-belai kepalanya. Burung itu mengeluarkan suara nyaring dan merdu,kelihatannya mereka girang sekal i.

"Bu Ki Koko" seru Tio Beng. "Burung-burung ini sangat jinak kemarilah" Thio Bu Ki segera menghampirinya, dan burung-burung itu tetap berada di tempat, sambil tersenyum Thio Bu Ki membelai-belai burung-burung tersebut. "Beng Moay, kalau kita tinggal di sini akan ditemani burung-burung ini. Ha ha su ngguh menyenangkan" "Bu Ki Koko, bagaimana kalau pulau ini kita namai pulau Hong Hoang to?" "Tepat." Thio Bu Ki manggut-manggut. "Kita akan hidup tenang, damai dan bahagia di pulau ini." "Bu Ki Koko," ujar Tio Beng sambil menundukkan kepala. "Burung-burung itu menjadi saksi pernikahan kita di pulau ini." "Betul." Thio Bu Ki manggut-manggut dan menambahkan, "Juga merupakan tamu kita. Ha ha ha..." "Kita...." Wajah Tio Beng agak memerah. "Kita... harus sembahyang kepada Langit dan Bumi." "Tentu." Thio Bu Ki mengangguk. Mereka berdua lalu bersujud kepada Langit dan Bumi, setelah itu mereka pun bersu mpah setia sebadai suami isteri. sejak itu, mereka berdua hidup bahagia di pulau tersebut dan apa yang terjadi di tionggoan, mereka tidak tahu sama sekali. Pulau itu memang subur sekali. Buah apa pun terdapat di situ sebulan kemudian, T hio Bu Kipun mulai bercocok tanam. Bab 2 Cinta Tetap Menyala Dijalanan gunung yang agak sempit itu, tampak seorang biarawati muda menunggang seekor keledai. Biarawati itu berusia dua puluhan. Wajahnya cantik jelita tapi t ampak muram sekali. Keledai itu mendaki jalanan gunung yang sempit itu dengan perlahan. Biarawati mu da itu menghela napas panjang, kemudian menengadahkan kepala memandang angkasa s ambil bergumam. "Habis Gelap terbitlah terang. Namun...." la menggeleng-gelengkan kepala. "Hatiku tidak pernah terang, selalu diselimuti kegelapan. Kapan hatiku akan terang? Kapan...?" siapa biarawati muda itu? Dialah Ciu Ci Jiak. sebelum Biat Coat suthay menghembu skan nafas yang penghabisan, menyuruhnya bersumpah. Karena sumpah itu, Ciu Ci Jiak menggunakan suatu akal licik untuk mencuri golok TO Liong TO dari tangan Kim Mo say ong-Cia sun di pulau Leng Coa TO- setelah itu , ia memfitnah Tio Beng sebagai pelakunya. "Aaaah..." Ciu Ci Jiak menghela nafas panjang. "Gara-gara sumpah itu, kalau tidak, kini aku sudah menjadi isteri Thio Bu Ki. "Bu Ki Koko, kini engkau dan Tio Beng berada di mana? Aku... aku rindu sekali kepada kalian." sesungguhnya yang dirindukan Ciu Ci Jiak adalah Thio Bu Ki. Namun ia yakin bahwa kini Thio Bu Ki telah menikah dengan Ti o Beng. "Bu Ki Koko," gumam Ciu Ci Jiak lagi dengan mata bersimbah air. "Aku... aku tetap mencintaimu. Aku...." setelah bergumam, ia menangis terisak-ts aki kemudian air matanya meleleh membasahi pipinya. "Aku masih ingat, kita sudah berpakaian pengantin. Ketika kita baru mau bersujud kepada Langit dan Bumi, mendadak muncul Tio Beng. Kemudian engkau pergi dengann ya sehingga menggagalkan pernikahan kita. Aaaah..." Ciu Ci Jiak menggeleng- Gelengkan kepala sambil melanjutkan, "itu adalah kesalahanku, aku... aku yang bersalah." Ciu Ci Jiak terus bergumam sambil mengenang masa lalunya, kemudian menghela nafa s panjang dan bergumam lagi. "Aku telah menyerahkan jabatan ketua kepada Bu Ki Koko-Apakah sekarang dia berad

a di gunung Go Bi? Aku..." Tiba-tiba wajahnya berubah agak kemerah-merahan. "Aku... rindu kepadanya, aku... harus ke sana menemuinya." Karena itu, Ciu Ci Jiak mengambil keputusan untuk berangkat ke gunung Go Bi. Dal am perjalanan ia mendengar tentang Thio Bu Ki yang menjadi buronan. "Tak disangka sama sekali" gumamnya sambil menggelengtelengkan kepala. "Bu Ki Koko yang berjasa meruntuhkan Dinasti Goan (Mongol), tapi Cu Goan Ctang y ang memetik hasilnya dengan suatu siasat liciki sehingga dirinya menjadi kaisar, sungguh tak tahu malu Cu Goan ciang, kini bahkan menurunkan perintah membunuh B u Ki Koko" Ciu Ci Jiak terus melanjutkan perjalanannya menuju Go Bi. Beberapa hari kemudian, ia sudah tiba di kaki gunung tersebut. Keledai tungganga nnya berjalan mendaki perlahanlahan dan di saat itulah mendadak muncul beberapa biarawati di hadapannya. "Haaah...?" Para biarawati itu terbelalak, kemudian berseru serentak bernada girang, "sumoay (Adik Perempuan seperguruan)..." "suci (Kakak Perempuan seperguruan)" sahut Ciu Ci Jiak sambil memberi hormat. "sumoay Ceng Hun suthay mendekatinya sambil memandangnya dengan mata basah"Engkau... engkau pulang ke mari, kami girang sekali" "suci" tanya Ciu Ci Jiak dengan suara rendah"Bu Ki Koko berada di sini? Dia -" "sumoay, mari kita ke atas" ajak Ceng Hun suthay. "Lebih baik kita hercakap-cakap di dalam kuil saja." Ciu Ci Jiak mengangguk- Kemudian Ceng Hi mendekatinya sambil tertawa. "sumoay, engkau jangan menunggang keledai, lebih baik pergunakan ginkang agar ce pat sampai di atas" "Tapi " Ciu Ci Jiak memandang keledainya"sudah sekian lama keledai ini mengikuti aku -" "Kalau begitu, lepaskan di sini saja" ujar Ceng Hun suthay sambil tersenyum. "Biar dia hidup bebas di gunung Go Bi ini-" "Baik-" Ciu Ci Jiak mengangguki lalu melepaskan keledainya. "sumoay, mari kita ke atas" ujar Ceng Hun suthay sambil melesat ke atas mengguna kan ginkang. Ciu Ci Jiak langsung mengempos semangatnya, lalu melesat ke atas me ngikuti Ceng Hun sulhay dan lainnya. Ceng Hi, Ceng Kong, Ceng Hun, Ceng Hui, Ceng Ciau Suthay dan lainnya duduk di ru ang tengah. Ciu Ci Jiak memberi hormat lalu duduk. "sumoay panggil Ceng Hi suthay dengan mata berkacakaca "Kami gembira sekali, kar ena sumoay pulang." "suci" tanya Ciu Ci Jiak "Apakah Thio Bu Ki dan Tio Beng ke mari?" "Beberapa bulan lalu, mereka berdua memang kemari...."jawab Ceng Hi suthay,sekaligus menutur tentang itu "oooh" Ciu Ci Jiak manggut-manggut. "Pantas kepandaian para suci maju pesat sekali Aku memberi selamat kepada suci karena kini suci sudah menjadi ketua Go Bi Pay" "sumoay," ujar Ceng Hi suthay sungguh-sungguh"Engkau sudah pulang, maka jabatan ketua harus kuserahkan kepadamu." "suci" Ciu Ci Jiak tersenyum. "Aku kemari bukan karena menghendaki jabatan tersebut, melainkan karena sangat rindu kepada kalian" "sumoay...." Ceng Hi suthay menghela nafas panjang. "Kami harap sumoay tetap tinggal di sini, jangan berkelana lagi" "suci" Ciu Ci Jiak tersenyum getir. «Aku akan tinggal di sini

beberapa hari, setelah itu mau pergi berkelana." "sumoay...." Ceng Hi suthay menatapnya sambil menghela nafas. "Kami sangat berharap sumoay..." "suci jangan menahanku di sini" potong Ciu Ci Jiak"Beberapa hari kemudian, aku pasti pergi berkelana." "Sumoaw...." Ceng Hi-suthaw menggeleng-telengkan kepala. Malam harinya, Ciu Ci Jiak sama sekali tidak bisa pulas, sebab bayangan Thio Bu Ki selalu muncul di pelupuk matanya, ia bangun lalu duduk di pinggir tempat tidur- Di saat bersamaan, terdengarlah suara ketukan pintu, "siapa?" tanya Ciu Ci Jiak"sumoay" suara sahutan. "Aku Ceng Hi-" Ciu Ci Jiak segera membuka pintu. Ceng Hi suthay berjalan ke dalam kemudian duduk di pinggir tempat tidur. "Suci...." Ciu Ci Jiak mendekatinya seraya bertanya dengan heran, "suci ke mari ada suatu penting?" "iya" Ceng Hi suthay mengangguk. "suci...." Ciu Ci Jiak memandangnya sambil duduk di sisinya. "sumoay", Ceng Hi suthay menghela nafas panjang. "Engkau sudah menjadi biarawati, namun kelihatannya hatimu masih terganjel sesuatu, ya, kan?" "Aku...." Ciu Ci Jiak menundukkan kepala. "sumoay", Ceng Hi suthay memegang bahunya seraya berkata, "Aku tahu apa yang terganjel dalam hatimu, tidak lain dari cinta." "suci...." Wajah Ciu Ci Jiak tampak kemerah-merahan. "Aaaah..." Ceng Hi Suthay menghela nafas panjang. "Kini engkau sudah menjadi biarawati, tidak seharusnya masih memikirkan Bu Ki." "Aku... aku telah berusaha melupakannya, namun...." ciu Ci Jiak mulai menangis terisak-isak dengan air mata berderaiderai"Cinta kepadanya tetap menyala, dan aku... aku tidak dapat memadamkannya." "Aaaah-.." Ceng Hi suthay menghela nafas panjang lagi. "Kalau begitu, engkau tidak bisa menjadi biarawati." "suci, aku...." "Aku tahu...." Ceng Hi suthay tersenyum getir. "Tujuanmu ke mari, tidak lain hanya ingin menemui Bu Ki. ya, kan?" "ya." Ciu Ci Jiak mengangguk perlahan. "Kupikir dia berada di sini, ternyata dia dan Tio Beng telah pergi- Tahukah suci mereka berdua pergi ke mana?" "Tidak tahu." Ceng Hi suthay menggelengkan kepala. "Tapi Bu Ki mengatakan...." "Dia mengatakan apa?" "Dia mengatakan bahwa mereka berdua akan hidup mengasingkan diri di suatu tempat yang sepi, namun dia lidak memberitahukan di mana tempat itu" "Aaaah..-" Ciu Ci Jiak menghela nafas,

"sebetulnya mereka berdua pergi ke mana?" "sumoay...." Ceng Hi suthay tersenyum. "Engkau berniat menyusul mereka?" tanyanya. "Aku...." Ciu Ci Jiak menundukkan kepala. "Aku yakin..." ujar Ceng Hi Suthay perlahan. "Kalian bertiga bisa hidup bersama dengan penuh kebahagiaan." "suci, aku...." wajah Ciu Ci Jiak langsung memerah"Aku tidak tahu mereka pergi ke mana-" "sumoay", Ceng Hi suthay menatapnya lembut"Aku yakin mereka berangkat ke Peng Hwee To-" "Peng Hwee To?" Ciu Ci Jiak tersentak"Betul- Mereka pasti berangkat ke pulau itu-" "Itu dikarenakan Bu Ki tidak bisa hidup tenang di Tionggoan, sebab pasukan pilihan Cu Goan ciang terus memburunya," ujar Ceng Hi suthay melanjutkan. "Dia mengangkatku sebagai ketua, tidak lain demi menjaga partai kita." "Bu Ki Koko memang berhati mulia dan luhur, selalu membela orang lain mengorbankan diri sendiri." Ciu Ci Jiak menggeleng-gelengkan kepala, "seharusnya dia yang berhak menjadi kaisar." "sumoay Ceng Hi suthay tersenyum. "Bu Ki sama sekali tidak berniat menjadi kaisar. Buktinya dia tidak mau menghimpun kekuatan Beng Kauw melawan Cu Goan ciang." "Dia memikirkan rakyat, tidak mau membuat rakyat sengsara lagi karena peperangan," ujar Ciu Ci Jiak"Akhirnya dia mengambil keputusan untuk hidup mengasingkan diri bersama Tio Beng di suatu tempat yang sepi, yakni di Peng Hwee TO di kutub utara." "Sumoay" Ceng Hi suthay menatapnya seraya bertanya, "Engkau akan berlayar ke pulau itu?" "ya." Ciu Ci Jiak mengangguk pasti- "Aku harus berlayar ke sana. "Kapan engkau akan berangkat?" "Mungkin besok-" "Besok?" Ceng Hi Suthay tertegun. "Kok begitu cepat? Bukankah engkau sudah bilang, akan tinggal di sini beberapa h ari?" "suci- aku...." "Baiklah." Ceng Hi suthay manggut-manggut. "Engkau boleh berangkat besok." "Terima kasih, suci," ucap Ciu Ci Jiak girang. "Terima-kasih." Ciu Ci Jiak meninggalkan gunung Go Bi- langsung berangkat menuju arah utara. Dal am perjalanan ia sering menggunakan ginkang. Ketika ia memasuki sebuah lembah, m endadak terdengar suara jeritan yang menyayal hati, kemudian tampak sosok tubuh berkelebat laksana kilat meninggalkan lembah itu ciu Ci Jiak tersentak lalu mele sat ke arah suara jeritan itu Dilihatnya seorang Hweeshio tengah menggeliat-neli at di tanah, seakan sedang menahan rasa sakit uang luar biasa. "Taysu" panggil ciu Ci Jiak"Aku... aku adalah Hweeshio siauw Lim Pay," sahut Hweeshio itu terputus-putus"Toiong... toiong antar aku ke siauw Lim sie (Kuil siauw Lim)" "Taysu," tanya Ciu Ci Jiak-

"siapa orang itu?" "Aku... aku tidak tahu-" Hweeshio itu menggelengkan kepala. "Kepandaiannya sangat tinggi sekali- Aku aku terkena pukulannya-" Ciu Ci jiak segera memeriksa Hweeshio itu. Mendadak ia terbelalak karena melihat di dada Hweeshio itu terdapat bekas sebuah telapak tangan yang kehijau-hijauan. "Ilmu pukulan apa ini?" gumam Ciu Ci Jiak dengan kening berkerut. Kemudian ia memasukkan sebutir pil ke mulut Hweeshio itu "Terima kasih," ucap Hweeshio itu sambil memandangnya. "Engkau... engkau Ciu Ci Jiak murid Biat Coat suthay, bukan?" "Betul." Ciu Ci Jiak mengangguk"Taysu, kenal aku?" "Aku aku pernah melihatmu," sahut Hweeshio itu dengan wajah meringis"Tolong tolong antar aku ke siauw Lim sie" Ciu Ci Jiak mengerutkan kening. "Bagaimana mungkin aku membawa Tawsu ke siauw Li m sie? Tidak mungkin aku membopong Taysu, kan?" "Aku.." Hweeshio itu meringis lagi. "Aku... aku...." Di saat bersamaan, mendadak terdengar suara ringkikan kuda. Ciu Ci Jiak tertegun , dan segera ia melesat ke arah suara kuda itu. Dilihatnya seekor kuda sedang berjalan perlahan. Kemunculan kuda itu sungguh membingungkan ciu Ci JiakTiada waKiu baginya untuk memikirkan kejadian itu la langsung menuntun kuda itu ke tempat Hweeshio siauw Lim yang terluka parah, kemudian mengangkatnya ke atas punggung kuda. setelah itu, barulah ia meloncat ke atas, dan tak lama kuda itu p un berlari meninggalkan lembah itu. Beberapa hari kemudian, sampailah di siauw sit san di propinsi Holam. Keesokan h arinya, mulai melewati jalanan gunung yang agak sempit. Berselang beberapa saat, iamelihat beberapa air terjun di seberang, setelah kuda tunggangannya menikung, terlihatlah sebuah kuil yang amat besar, yang tidak lain adalah kuil siauw Lim sie. Di saat itulah tiba-tiba muncul beberapa Hweeshio menghadang di depannya. Namun ketika melihat Ciu Ci Jiak para Hweeshio itu terbelalak"Hah? Ketua Go Bi Pay?" seru salah seorang Hweeshio itu, kemudian tampak terkeju t. "Eh? Hweeshio itu... bukankah suheng?" "Dia memang Hweeshio dari siauw Lim Pay", sahut Ciu Ci Jiak "Aku telah membawany a sampai di sini, maka aku harus mohon diri-" "Maaf" ucap salah seorang Hweeshio"Kami harap ketua Go Bi ikut kami ke dalam kuil, kami harus lapor kepada Hong Ti o (Ketua)" Ciu Ci Jiak berpikir sejenaki lalu mengangguk dan meioncat turun dari punggung k udanya, salah seorang Hweeshio segera menuntun kuda itu menuju kuil siauw Lim, d an ciu Ci Jiak berjalan perlahan mengikutinya. Tak seberapa lama, sampailah mereka di kuil siauw Lim. salah seorang Hweeshio mempersilakannya masuk. Ciu Ci Jiak mengangguk sekaligus berjalan ke dalam, "silakan duduk" ucap Hweeshi o itu Hweeshio uang satu lagi langsung ke belakang. Tak lama muncullah dua Hweeshio tu a, yaitu Kong Bun Hong Tio (Ketua siauw Lim Pay) dan Kong Ti seng Ceng, adik sep erguruannya. "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio sambil tersenyum. "Ternyata ketua Go Bi yang berkunjung" "Kong Bun Hong Tio," sahut Ciu Ci Jiak"Cepat toiong Hweeshio itu" Ciu Ci Jiak menunjuk Hweeshio yang terluka parah itu, yang kini telah dibaringka n di sudut kiri. "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio dan segera mendekati Hweeshio yang terluka itu

"Goan Hian....» "suhu...." sahut Hweeshio itu dengan suara yang lemah sekali. "Omitohud" Kong Bun Hong Tio cepat-cepat memeriksa dada Goan Hian. Begitu meliha t bekas tanda telapak tangan di dada Goan Hian, seketika juga wajah Kong Bun Hon g Tio berubah dan berseru terkejut. "Ceng Hwee Ciang (ilmu Pukulan Api Hijau)" "Apa?" Kong Ti seng Ceng juga tampak terkejut. "Cwng Hwee Ciang?" "Ya." Kong Bun Hong Tio mengangguk, kemudian menghela nafas panjang seraya berkata, "sudah lama ilmu pukulan ini lenyap dari rimba persilatan, tak dinyana kini munc ul lagi-bahkan mencelakai murid kita." "suheng, bagaimana keadaan Goan Hian? Apakah masih bisa ditolong?" tanya Kong Ti seng Ceng. Kong Bun Hong Tio menggelengkan kepala, kemudian menjawab dengan wajah murung. "Tidak bisa ditolong lagi. sebab ilmu pukulan ceng Hwee Ciang sangat ganas dan b eracun." Mendadak Kong Bun Hong Tio bertanya kepada Goan Hian. "siapa yang memukulmu?" "Ti... tidak tahu," sahut Goan Hian dengan suara semakin lemah, bahkan wajahnya mulai kehijau-hijauan. "orang itu masih muda, dia bilang... dia bilang akan membunuh para Hweeshio siau w Lim Pay." "oh?" Kong Bun Hong Tio mengerutkan kening. "Guru..." Goan Hian memberitahukan. "Kepandaian orang itu... tinggi sekali- Murid-. cuma dapat bertahan... dua puluh jurus." "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio"Guru harus berhati-hati, sebab orang itu... orang itu...." Tiba-tiba kepala Goan Hian terkulai, dan nafasnya pun putus seketika. "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio, lalu berkata kepada Kong Ti seng Ceng. "sutee, bawa mayat Goan Hian ke dalam" "Ya, suheng." Kong Ti seng Ceng segera membawa mayat Goan Hian ke dalam, sedangk an Kong Bun Hong Tio duduk di hadapan Ciu Ci Jiak "Omitohud...." "Maaf, Kong Bun Hong Tio" ucap Ciu Ci Jiak dengan wajah muram. "Aku turut berduka cita." "Aaaah " Kong Bun Hong Tio menghela nafas panjang. "Tak disangka siauw Lim Pay akan dilanda bencana lagi." "Kong Bun Hong Tio tahu mengenai ilmu pukulan itu?" tanya Ciu Ci Jiak "sudah puluhan tahun ilmu pukulan Ceng Hwce Ctang lenyap dari rimba persilatan," jawab Kong Bun Hong Tio memberitahukan, "ilmu pukulan itu berasal dari Persia, sangat ganas dan beracun, siapa yang terkena pukulan itu takkan dapat tertoiong lagi. Ceng Hwee Ciang yang dimiliki orang itu sudah mencapai tingkat tertinggi, sebab bisa mengatur Goan Hian mati di sini." "oh?" Ciu Ct Jiak mengerutkan kening. Kong Bun Hong Tio menatapnya seraya bertanya. "Dimana engkau bertemu Goan Hian?" "Di dalam sebuah lembah " tutur Ciu Ci Jiak "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio "sungguh cerdik orang itu, bisa mengatur seekor kuda untukmu"

"Kong Bun Hong Tio tahu siapa orang itu?" "sama sekali tidak tahu, yang jelas siauw Lim sie akan mengalami bencana, Omitohud." "Heran?" ciu Ci Jiak sambil menggeleng-gelengkan kepala"siapa orang itu dan kenapa memusuhi siauw Lim?" "Itu memang sungguh membingungkan" Kong Bun Hong Tio menghela nafas panjang. "Padahal sesungguhnya, kami tidak punya musuh." "Hong Tio Hong Tio-.." seorang Hweeshio berlari ke dalam dengan wajah pucat pias. "Ada apa?" tanya Kong Bun Hong Tio terkejut. "Hong Tio-..." Hweeshio itu memberitahukan. "Goan Tek, Goan Hui dan Goan Beng...." "Kenapa mereka?" Air muka Kong Bun Hong Tio mulai berubah. "Mereka... mereka bertiga sudah menjadi mayat." "Apa?" Betapa terkejutnya Kong Bun Hong Tio"Di mana mayat-mayat itu?" "Di... di luar." Kong Bun Hong Tio segera berlarian keluar- Tampak tiga sosok mayat tergeletak di depan kuil, yakni mayat-mayat Goan Tek Goan Hui dan Goan Beng. Kong Bun Hong Tio segera memeriksa mereka, ternyata di dada mereka juga terdapat tanda telapak tangan. "Hah? Ceng Hwee Ciang" seru Kong Bun Hong Tio tak tertahan. "Ceng Hwee Ciang...." Ketika itu muncullah Ciu Ci Jiak dan Kong Ti seng Ceng. Mereka memandang mayat-mayat itu dengan kening berkerutkerut. "suheng...." Kong Ti seng Ceng menatap Kong Bun Hong Tio. "Mereka bertiga...." "sudah lama mati" Kong Bun Hong Tio menggelengtelengkan kepala. "Kepandaian orang itu sungguh tinggi sekali- bisa membawa ketiga mayat itu ke mari, bahkan perginya tanpa kita ketahui-" "Aaaah "" keluh Kong Ti seng Ceng. "siapa orang itu, kenapa memusuhi kita?" "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio sambil memandang Ciu Ci Jiak"Berhubungan dengan adanya kejadian ini, maka ." "Kong Bun Hong Tio" Ciu Ci Jiak memberi hormat kepada mereka berdua. "Aku mohon diri" "Maaf Kami- " "sampai jumpa" ucap Ciu Ci Jiak lalu meninggalkan kuil siauw Lim sie. sepanjang jalan ia tidak habis pikir, siapa yang membunuh para Hweeshio siauw Lim Pay itu? Kelihatannya siauw Lim Pay akan mengalami bencana besar. Malam harinya, Ciu Ci Jiak bermalam di sebuah penginapan. Ketika ia baru mau tidur mendadak terdengar suara langkah yang nyaring sekali"Kami membutuhkan beberapa buah kamar"

Terdengar suara seruan. seruan itu membuat Ciu Ci Jiak tersentak, karena ia mengenali suara itu. la segera membuka pintu, sekaligus melongok ke luar. yang berseru tadi ternyata In Lie Heng. Bukan main herannya Ciu Ci Jiak dan segera merapatkan pintu itu kembali. In Lie Heng adalah salah seorang Bu Tong Cit Hiap (Tujuh Pendekar Bu TOng), murid Thio sam Hong. Kemunculannya bersama beberapa murid Bu TOng, membuat Ciu Ci Jiak tidak habis pikirla ingin pergi menyapa In Lie Heng, tapi merasa segan karena pernah bertarung dengannya. Ciu Ci Jiak berjalan mondar-mandir di dalam kamarnya, akhirnya ia mengambil keputusan untuk menemui In Lie Heng. la membuka pintu kamarnya, lalu menuju ke kamarIn Lie Heng, sekaligus mengetuk pintunya, "siapa?" tanya In Lie Heng dari dalam. "Maaf, aku... Ci Jiak datang mengganggu" sahut Ciu Ci Jiak. Pintu kamar itu terbuka, In Lie Heng berdiri di situ sambil memandang Ciu Ci Jiak dengan penuh keheranan, sebab tidak menyangka akan keberadaannya di penginapan itu "Ci Jiak.." "Aku...." Ciu Ci Jiak menundukkan kepala"silakan masuk" ucap In Lie Heng. "Terima kasih-" Ciu Ci Jiak melangkah ke dalam. In Lie Heng segera mempersilakannya duduki setelah Ciu Ci Jiak duduki barulah In Lie Heng bertanya. "Kok engkau berada di penginapan ini?" "Aku dari siauw Lim ste,"jawab ciu Ci Jiak dan menambahkan, "Telah terjadi sesuatu di sana." "oh?" In Lie Heng terkejut. "Apa yang telah terjadi di siauw Lim ste?" "Beberapa Hweeshio telah mati-.." ujar Ciu Ci Jiak dan kemudian menutur tentang kejadian itu "Ceng Hwee Ciang?" In Lie Heng tertegun. "Jadi murid-murid Kong Bun Hong Tio dan Kong Ti seng Ceng mati terkena pukulan itu?" "Ya." Ciu Ci Jiak mengangguk"Menurut Kong Bun Hong Tio, ilmu pukulan itu berasal dari Persia- Tapi... sudah puluhan tahun ilmu tersebut lenyap dari rimba persilatan." "oh?" In Lie Heng mengerutkan kening. "Apakah Kong Bun Hong Tio tahu siapa pembunuh itu?" tanyanya. "sama sekali tidak tahu." Ciu Ci Jiak menggelengkan kepala. "Itu betul-betul merupakan kejadian yang luar biasa siapa sangka, setelah Hun Goan Pek Lek Chiu-seng Kun buta dan punah kepandaiannya di siauw Lim sie, kini...." "Mungkinkah pembunuh itu punya hubungan dengan seng Kun?" gumam In Lie Heng. "sebab setahun yang lalu, seng Kun mati di siauw Lim sie-" "Tidak mungkin pembunuh itu punya hubungan dengan seng Kun," ujar ciu Ci Jiak "Karena sudah lama seng Kun berguru kepada Kong Kian

seng Ceng, dan tinggal di siauw Lim sie dengan gelar Goan Tin Taysu, maka tidak mungkin seng Kun punya hubungan dengan orang luar." "Kalau begitu...." In Lie Heng menggeleng-gelengkan kepala, "siapa pembunuh itu, dia punya dendam apa dengan pihak Siauw Lim Pay?" "Kita tidak dapat menduganya." Ciu Ci Jiak menghela nafas, "oh ya In Tay Hiap mau ke mana?" "Aaaah " In Lie Heng menghela nafas panjang. "Kami sedang mencari Thio Bu Ki. Dia terus diburu oleh pasukan pilihan Cu Goan ciang." "oooh" Ciu Ci Jiak manggut-manggut. "Tapi apakah In Tayhiap tahu Thio Bu Ki berada di mana?" "Tidak tahu." sahut In Lie Heng dan menambahkan. "Kuduga dia berada di gunung Go Bi-kami mau ke sana." "Dia tidak ada di sana," Ciu Ci Jiak memberitahukan. "Aku sudah ke sana. Dia memang pernah ke gunung Go Bimenyerahkan jabatan ketua kepada Ceng Hi suci" "oh?" In Lie Heng memandangnya. "Maksudmu dia sudah pergi?" "Ya." Ciu Ci Jiak mengangguk. "Dia bersama Tio Beng. Ceng Hi suci memberitahukan bahwa mereka berdua ingin hidup mengasingkan diri di suatu tempat yang sepi-" "Hidup mengasingkan diri di suatu tempat uang sepi?" In Lie Heng mengerutkan kening. "Di mana?" "Entahlah." Ciu Ci Jiak menggelengkan kepala. "Aaah " In Lie Heng menggeleng-gelengkan kepala. "Guru dan kami sangat memikirkannya. Padahal dia yang berjasa meruntuhkan Dinasti Mongol- namun...." "Cu Goan ciang memang jahat dan licik" ujar Ciu Ci Jiak sengit. "Dengan siasat busuk dia menjadi kaisar" "Tidak seharusnya Cu Goan ciang menurunkan perintah membunuh Thio Bu Ki, sebab Thio Bu Ki sama sekali tidak berniat mengadakan pemberontakan." "Kalau aku adalah Thio Bu Ki, aku pasti menghimpun kekuatan Beng Kauw untuk memberontak-" "Itu justru akan membuat rakyat menderita. Bu Ki tidak menghendaki itu-" "Bu Ki terlampau lemah-" "Dia bukan lemah, melainkan memikirkan rakyat dan anggota Beng Kauw, maka tidak mau mengadakan pemberontakan-" "Namanya harum selama-lamanya, sebaliknya nama Cu Goan ciang akan busuk sepanjang masa-" "Betul-" In Lie Heng manggut-manggut"oh ya, engkau mau ke mana?" tanyanya"Berkelana,"jawab Ciu Ci Jiak tidak berani berterus terang, "In Tayhiap?" "Kami mau pulang ke gunung Bu Tong saja." In Lie Heng menghela nafas. "Tidak mungkin kami bisa mencari Bu Ki, maka harus

melapor kepada guru." Keesokan harinya, Ciu Ci Jiak berpisah dengan rombongan Bu Tong Pay. la menuju pesisir utara, sedangkan rombongan Bu Tong Pay pulang ke gunung Bu Tong. Bab 3 Hidup Bahagia di Pulau Hong Hoang to Ketika Ciu Ci Jiak tiba di pesisir utara, rombongan Bu Tong Pay pun telah tiba di gunung Bu Tong. In Lie Heng menemui Jie Lian ciu, ketua partai Bu Tong, kemudian ke ruang meditasi untuk menemui Thio Sam Hong. "Guru" panggil In Lie Heng. "Duduklah" sahut Thio sam Hong sambil tersenyum lembut. Jie Lian ciu, In Lie Heng dan lainnya lalu duduk di hadapan guru besar itu, kemudian In Lie Heng melapor. "Guru, kami tidak berhasil mencari Thio Bu Ki." "Aaaah...." Thio sam Hong menghela nafas panjang. "Entah bagaimana nasib Bu Ki. Tak disangka pasukan pilihan Cu Goan Ciang terus memburunya." "Guru," ujar In Lie Heng memberitahukan. "Aku bertemu Ci Jiak di penginapan. Dia bilang. Bu Ki pernah ke gunung Go Bi menyerahkan jabatan ketua kepada Ceng Hi suthay." Wajah Thio sam Hong agak berseri. "Kalau begitu, dia tidak apa-apa, syukurlah" "Bu Ki bersama Tio Beng", In Lie Heng memberitahukan lagi"Ceng Hi suthay memberitahukan kepada Ci Jiak bahwa Bu Ki dan Tio Beng akan hidup mengasingkan diri di tempat yang sepi-" "oooh" Thio sam Hong manggut-manggut. "Memang lebih baik begitu. Engkau tahu di mana tempat itu?" "Tidak tahu." In Lie Heng menggelengkan kepala. "Ci Jiak bertemu Bu Ki?" tanya Thio sam Hong mendadak"Tidak-" In Lie Heng menggelengkan kepala lagi- kemudian wajahnya berubah serius. "Guru...." "Ada apa?" "siauw Lim Pay mengalami suatu bencana." "oh?" Thio sam Hong tersentak. "Bencana apa?" "Beberapa Hweeshio tingkatan Goan mati dibunuh.." In Lie Heng memberitahukan berdasarkan apa yang didengarnya dari Ciu Ci Jiak. "Apa?" Bukan main terkejutnya Thio sam Hong mendengar berita itu"Ceng Hwee Ciang?" "ya-" In Lie Heng mengangguki "Guru tahu tentang ilmu pukulan itu?" "Ng" Thio sam Hong manggut-manggut"Kira-kira lima enam puluh tahun yang lampau. rimba persilatan dikejutkan oleh semacam ilmu pukulan yang amat ganas, lihay dan beracun, siapa yang terkena pukulan itu, bagian dadanya pasti bertanda sebuah telapak tangan yang kehijau-hijauan, itu adalah ilmu pukulan Api Hijau. Banyak kaum rimba persilatan golongan putih yang berkepandaian tinggi mati terkena pukulan itu sudah barang tentu hal itu membangkitkan kemarahan kaum golongan putih, maka

mereka bersatu mengeroyok pembunuh itu" "lalu bagaimana?" tanyajie Lian ciu. "Pembunuh itu berhasil meloloskan diri,"jawab Thio sam Hong. "sejak itu tiada kabar beritanya lagi-" "Guru," tanya jie Lian Ciu. "siapa pembunuh itu?" "Dia adalah orang Persia, namun tiada seorang pun yang tahu namanya." Thio sam Hong menggeleng-gelengkan kepala. "Justru sungguh mengherankan, kini muncul lagi Ceng Hwee Ciang itu Malah yang menjadi adalah Hweeshio siauw Lim ste tingkatan Goan, itu sungguh di luar dugaan." "Guru," tanya jie Lian Ciu. "Apakah siauw Lim Pay bermusuhan dengan orang Persta itu?" "Entahlah-" Thio sam Hong menggelengkan kepala. "Namun memang mengherankan, kenapa cuma Hweeshio siauw Lim ste yang menjadi korban, sedangkan pesilat golongan putih tidak?" "Kita harus bersiap-siap menghadapi pembunuh itu," ujar jie Lian Ciu sungguh-sungguh"siapa tahu dia iuoa akan ke mari-" "Ngmmm" Thio sam Hong manggut-manggut. Bu Tong Pay memang bersiap siaga menghadapi pembunuh itu, namun pembunuh itu justru tidak pernah muncul di gunung Bu Tong. -ooo00000oooThio Bu Ki dan Tio Beng hidup tenang dan bahagia di pulau Hong Hoang to, bahkan kini Tio Beng pun telah hamil tujuh bulan. Betapa gembiranya suami isteri itu. Pagi ini, mereka berdua berjalan-jalan di dekat pantai sambil bergandeng tangan. Angin laut menerpa wajah mereka yang cerah ceria. "Bu Ki Koko," ujar Tio Beng. "Dua bulan lagi aku akan melahirkan. Engkau berharap anak laki-laki atau perempuan?" "Anak laki-laki atau perempuan sama saja,"sahut Thio Bu Ki sambil tersenyum. "Kita tidak boleh membedakan anak laki-laki atau anak perempuan." "Kalau anak laki-laki- " Tio Beng menatapnya dengan mesra. "Harus gagah dan jujur seperti engkau." "Apabila anak perempuan, harus secantik engkau," sambung Thio Bu Ki dan menambahkan, "Tapi tidak boleh berhati kejam." "Eh?" Tio Beng melotot. "Memangnya hatiku kejam?" "Aku tidak bilang hatimu kejam, kan?" "Tapi engkau barusan bilang...." "Tidak salah kan aku bilang begitu? Engkau langan tersinggung lho" Thio Bu Ki tertawa. "Ha ha ha..." "Bu Ki Koko jahat" ujar Tio Beng dengan manja.

"Jangan khawatir" Tio Beng tersenyum"Aku tidak akan cemburu dan marah kepadamu-" Karena Tio Beng berkata begitu. kemudian memandang Tio Beng. "Aku.." "Tio Beng.Aku adalah wanita. mungkin dia masih hidup" Tio Beng segera membungkukkan badannya.. "Terima kasih" ucap Ciu Ci Jiak lalu meneguk air minum itu setelah itu ia bangun duduk di pinggir tempat tidur... akhirnya aku bertemu engkau juga" ujar Ciu Ci Jiak dengan air mata bercucuran saking girangnya. " Ciu Ci Jiak terisak-isak"Bu Ki Koko. "Ci Jiak " panggil Thio Bu Ki sambil berhenti mengerahkan Iweekangnya. sedangkan Tio Beng cepat-cepat mengambil air minum.. "Dia masih hidup. "Ada apa Bu Ki Koko?" tanyanya cepat "Ada sosok dipantai" sahut Thio Bu Ki "Mari kita ke sana" Thio Bu Ki menarik Tio Beng ke pantai. cepatlah engkau periksa dia. cepat papah dia ke rumah" ujar Tio Beng yang merasa iba terhadap Ciu Ci Jiak"Tapi?" Thio Bu Ki justru merasa tidak enak. mulai siuman. sosok yang berpakaian biarawati tengkurap di situ"siapa biarawati itu?" Thio Bu Ki mengerutkan kening. lalu menelentangkan biarawati itu. "Beng moay. . "Ci Jiak minumlah" Tio Beng menyodorkan air minum ke mulut Ciu Ci Jiak. "Hah? Ciu Ci Jiak" "Apa?" Bukan main terkejutnya Thio Bu Ki "Ci Jiak?" "Ya."Aku." sahut Thio Bu Ki "setelah engkau melahirkan. maka Thio Bu Ki segera memapah Ciu Ci Jiak ke tempat tinggal mereka yang merupakan sebuah gubuk. cepat selamatkan dia" Thio Bu Ki mengangguk sekaligus mendekati Ciu Ci Jiak lalu menempelkan telapak tangannya pada punggung ciu Ci Jiak dan mengerahkan Kiu Yang sin Kang ke tubuhnya. tentunya dapat menyelami perasaanmu." Thio Bu Ki menatapnya dengan penuh cinta kasih"Kapan aku pernah jahat terhadapmu?" "Bu Ki Koko" Tio Beng tersenyum"Kalau anak laki-laki harus diberi nama apa?" "Belum kupikirkan. Bu Ki Koko." "Beng moay." sahut Tio Beng sambil memeriksanya. Begitu sampai di gubuk itu.. tapi dalam keadaan pingsan. barulah aku pikirkan nama yang paling cocok"" Mendadak Thio Bu Ki terbelalak sambil memandang jauh ke depan. dan seketika juga ia menjerit kaget.. "Bu Ki Koko." "Ci Jiak" Tio Beng tersenyum. berselang beberapa saat kemudian. Thio Bu Ki membaringkan ciu Ci Jiak ke tempat tidur. Ciu Ci Jiak membuka matanya perlahan-lahan. tentunya membuat Tio Beng tersentak... "yang telah berlalu jangan diungkit lagi.

maka aku harus meninggalkan pulau ini secepatnya. "oleh karena itu.. "Aku tahu apa sebabnya engkau mencari Bu Ki Koko. "Engkau rindu sekali kepada Bu Ki Koko." Tio Beng menghela nafas panjang." Ciu Ci Jiak menundukkan kepala. kemudian menghela nafas panjang seraya bergumam." tutur ciu Ci Jiak tentang semua itu "setelah berpisah dengan In Tayhiap di penginapan itu. Lebih baik hidup tenang dan bahagia di pulau ini-" "Bu Ki Koko" Ciu Ci Jiak menatapnya dengan sorot mata penuh mengandung cinta kasih.. karena sudah bertemu denganmu. "Akupun berniat membunuhnya-" "Kalian berdua -" Thio Bu Ki menggeleng-telengkan kepala. ya. "rasanya aku ingin sekali pergi membunuh Cu Goan Ciang" "Betul. "Kini aku sudah merasa puas. "sudahlah Jangan terus membicarakan itu Aku sendiri tidak mau menjadi kaisar. namun dia bilang tidakpunya musuh. kan?" "Aku.."Tio Beng." sambung Tio Beng.. aku harus menerimamu di pulau ini-" ujar Tio Beng sungguh-sungguh. "Kini entah bagaimana keadaan Thay suhu Thio sam Hong?" "Aku yakin beliau baik-baik saja. aku langsung menuiu ke pesisir utara." Ciu Ci Jiak memberitahukan.." "Heran?" gumam Tio Beng"Kenapa Hweeshio-hweeshio siauw Lim Sie yang menjadi sasaran pukulan itu?" "Mungkinkah si pembunuh itu punya dendam dengan siauw LtmPay?" ujar Thio Bu Ki"Aku sudah bertanya kepada Kong Bun Hong Tio." "Aku tahu-" Tio Beng tersenyum." ujar ciu Ci Jiak dan menambahkan.. aku. tapi engkau kok tahu kami berada di pulau ini?" "Sesungguhnya aku tidak tahu." "Tak disangka siauw Lim Pay akan mengalami bencana itu" Thio Bu Ki menggeleng-gelengkan kepala. aku penasaran sekali. "Gara-gara Cu Goan ciang. tidak lain disebabkan engkau sangat mencintainya." ujar ciu Ci Jiak"sebab beliau yang mengutus In Tayhiap mentarimu-" "Aaaah-.. Aku. "itu memang membingungkan. akhirnya kami harus meninggalkan Tionggoan" "Padahal Cu Goan ciang adalah bawahan Bu Ki Koko.. Tio Beng menggenggam tangannya seraya berkata. sedangkan rombongan Bu Tong kembali ke gunung Bu Tong-" "Ceng Hwee Ciang?" Kening Thio Bu Ki berkerut"Aku tidak pernah mendengar tentang ilmu pukulan itu. "Ci Jiak". namun hari itu aku ke gunung Go Bi-. tentunya engkau tidak berkeberatan kan?" ujar Tio Beng ... tapi malah dia yang menjadi kaisar.. tak disangka beberapa Hweeshio siauw Lim sie tingkat Goan menjadi korban.. "Maksudmu?" Ciu Ci Jiak kurang mengerti"Kita bertiga hidup tenang dan bahagia dipulau ini." Thio Bu Ki tidak menyahut.

" ujar Thio Bu Ki sambil tertawa.. aku. sedangkan Thio Bu Ki berjalan mondar-mandir dengan wajah cemas.Ia tampak tidak percaya akan apa yang di dengarnya.." Thio Bu Ki. "Dari dulu Ci Jiak sudah mencintaimu. "Engkau. " Ciu Ci Jiak terbelalak. "Bu Ki Koko" Tio Beng tersenyum." ujar Tio Beng kepada suaminya. aku gembira sekali-" sahut Ciu Ci Jiak sambil memeluk Tio Beng erat-erat. Thio Bu Ki langsung menarik nafas lega.. "Engkau sudah hamil?" Tio Beng mengangguki "sudah tujuh bulan.. "Tio Beng. Di saat Tio Beng mau melahirkan. melainkan bersungguh-sungguh " "Beng Moay." "Apa?" Thio Bu Ki terbelalak." saking Gembira Ciu Ci Jiak malah menangis terisak-isak." Ciu Ci Jiak menatapnya seakan tidak percaya..Tio Beng dan ciu Ci Jiak memang hidup dengan penuh kebahagiaan di pulau Hong Hoang TO." "Ci Jiak engkau sudah dengar kan?" Tio Beng memandangnya sambil tersenyum-senyum. "Terima kasih" "sama-sama-" Tio Beng membelainya"Eeeh?" Mendadak Ciu Ci Jiak terbelalak sambil memandang perut Tio Beng.itu pertanda dia pun berjodoh denganmu-" "Tapi-. "Aku. "Bu Ki Koko. la segera memasak air panas dan lain sebagainya.... "Ha ha ha.sambil tersenyum lembut. "Kita." "Aku memberi selamat kepada kalian berdua" ucap Ciu Ci Jiak "seharusnya bertiga" sahut Tio Beng sambil tertawa.itu semua disebabkan Tio Beng dan Ciu Ci Jiak saling mengerti. "Maksudmu dia harus menjadi isteriku juga?" "Ya.. terdengarlah suara tangisan bayi yang sangat nyaring. sungguh besar jiwamu" Thio Bu Ki menghela nafas panjang." Tio Beng mengangguk. "Baiklah. engkau rela.... "Aku tidak main-main atau bergurau. aku terima dia sebagai isteriku juga. "sebab kini kita bertiga tinggal di pulau ini-" "Tidak lama lagi akan menjadi empat. maka engkau pun harus menerimanya sebagai isteri pula. Berselang beberapa saat kemudian. tapi malah terdampar di sini. "Aku menerimanya di sini dengan setulus hati. ... dan wajahnya pun tampak berseri-seri. kita bertiga hidup tenang dan bahagia di sini?" "ya.. Dia ingin berlayar ke Peng Hwee TO. Ciu Ci Jiak berada di dalam menemani Tio Beng. Ciu Ci Jiaklah yang paling kalut.. "Ci Jiak" tanya Tio Beng..." Thio Bu Ki tampak serba salah. "Kenapa engkau menangis?" "Aku." Tio Beng mengangguk.

sehingga selamanya tidak bisa punya anak. "Lho?" Thio Bu Ki heran..Thio Bu Ki segera menghampirinya seraya bertanya. "Beng Moay" panggil Thio Bu Ki sambil membelainya. "Anakmu juga adalah anaknya ya. anak kita?" Wajah Ciu Ci Jiak tampak bahagia sekali"Bayi itu adalah anak kita?" "Ya.. "Aku sangat kasihan kepada Ci Jiak karena dia tidak bisa punya anak-" "Yaah" Thio Bu Ki menghela nafas. "Kami sedang membicarakanmu." Tio Beng tertawa gembira. "Minumlah" "Terima kasih" Tio Beng meneguk air hangat itu " Ci Jiak tentunya engkau sudi memberikan nama kepada anak kita kan?" "A. terimakasih" Mata Ciu Ci Jiak berkaca-kaca saking gembira dan melanjutkan. "Ci Jiak anak laki-laki atau perempuan?" "Anak laki-laki-" Ciu Ci Jiak memberitahukan dengan wajah berseri." sahut Tio Beng." Tio Beng menatapnya lembut"Hanya berharap engkau sudi memberikan nama kepada anak kami." "oh?" Ciu Ci Jiak girang bukan main." "Beng Moay" Thio Bu Ki tersenyum. "oh. aku boleh masuk?" tanya Thio Bu Ki"Boleh-" Ciu Ci Jiak mengangguki Thio Bu Ki berlari ke dalam. "syukurlah" ucap Thio Bu Ki"Engkau terus beristirahat di tempat tidur. "itu pasti sangat menggembirakannya. Dilihatnya Tio Beng sedang menyusui bayi laki-laki yang baru lahir itu. namun kemudian menghela nafas panjang." "Baik!" Thio Bu Ki manggut-manggut." "Hatinya pasti terpukul sekali melihat aku melahirkan.. biar aku yang melayanimu. "sungguh montok bayi laki-laki itu" "Aku." Tio Beng menggeleng-gelengkan kepala." Tio Beng dan Thio Bu Ki mengangguk. Bu Ki Koko-" Tio Beng tersenyum." "Terima kasih. "Maka biar dia yang memberikan nama kepada anak kita... "Engkau baik-baik saja?" Tio Beng mengangguki wajahnya masih tampak agak pucat. "Kenapa mendadak engkau menghela nafas?" "Aku. ya?" Ciu Ci Jiak tersenyum. la segera menyodorkan air hangat itu ke hadapan Tio Beng. . sebab anak kami juga anakmu. "Memangnya kenapa aku?" "Tidak sih. "Karena melakukan kekeliruan ketika belajar Kiu Im sin Kang. maka peranakannya menjadi rusak. kan?" "Betul. "Terimakasih.Tak lama muncullah Ciu Ci Jiak.." "Kalian sedang berbisik-bisik apa?" muncullah Ciu Ci Jiak dengan membawa secangkir air hangat..

.." "Han Liong Han Liong" gumam Ciu Ci Jiak "Kelak dia harus menjadi pendekar gagah yang berhati jujur. Apabila Thio Bu Ki atau Tio Beng mau menghukumnya karena ia terlalu nakal. "Bagus. Ternyata Thio Bu Ki dan Tio Beng yang berada di kamar sebelah masih belum tidur. malam ini Han Liong tidak mau tidur." "Dia cerdik dan banyak akalnya." "Han Liong memang nakal tapi cerdik" ujar Tio Beng sambil tersenyum geli"Kalau kita mau menghukumnya. maka mereka berdua tahu tentang itu "Ci Jiak terlalu memanjakan Han Liong." Thio Bu Ki menggelenggelengkan kepala... "Betul Harus seperti ayahnya Ha ha ha " -ooo00000ooo Bab 4 Penyerbuan yang Tak Terduga sang waKiu terus berlalu.. "Ci Jiak memanjakannya karena menyayanginya. dia langsung menangis sekeras-kerasnya agar Ci Jiak datang membelanya. "Bayi kita ini diberi nama Han Liong. Namun mereka berdua bersyukur dalam hati karena Ciu Ci Jiak sangat menyayangi Han Liong. Di antara ke tiga orang utu." Ciu Ci Jiak menggeleng-gelengkan kepala sambil tersenyum lembut. ftu membuat Thio Bu Ki dan Tio Beng menggeleng-gelengkan kepala.." sambung Tio Beng sambil tersenyum. "Bibi" panggil Thio Han Liong sambiL menarik tangan Ciu Ci Jiak "Temani Han Liong ke depan melihat bulan purnama" "sudah malam." ucap Thio Han Liong girang. Thio Han Liong" Thio Bu Ki mengulanginya dengan wajah berseri-seri.. "Mudah-mudahan dia tidak licik" sementara itu. aku khawatir Han Liong akan menjadi nakal sekali-" ujar Tio Beng sambil menghela nafas panjang. Mari kita ke pekarangan melihat bulan purnama" "Terima kasih. Han Liong tidak boleh ke luar" sahut Ciu Ci Jiak lembut." Thio Han Liong menghempas-hempaskan kakinya. otomatis juga akan mendidiknya pula. "Bibi baik sekali" Ciu Ci Jiak menggandeng anak itu ke pekarangan.. tak pernah sakit dan dengan cepat ia sudah menjadi anak yang mungil. "Bibi" Thio Han Liong memandang bulan purnama seraya bertanya. nama yang tepat dan cocok baginya.. "Jangan mengkhawatirkan itu" Thio Bu Ki tersenyum. "Kalau Bibi tidak mau menemani Han Liong melihat bulan purnama."Alangkah baiknya bayi itu diberi nama Han Liong." "seperti ayahnya. maka Ciu Ci Jiaklah yang selalu membelanya. Ciu Ci Jiak dan Thio Han Liong sudah duduk di pekarangan sambil menikmati keindahan bulan purnama. "Baiklah. Ciu Ci Jiak yang paling memanjakannya. tak terasa beberapa tahun telah lewat." "Han Liong. "Bibi-. "Ha ha ha" Thio Bu Ki tertawa gembira." "Han Liong. Nama yang bagus" "Kalau begitu " sela Tio Beng. Bayi itu bertubuh kuat dan sehat.

jadi anak baik harus berbaKti kepada orangtua. sebab Dewi Bulan pasti menghukummu. "Dewi itu disebut Dewi Bulan. "Kepandaian ayahmu memang tinggi sekali. ia pun mulai mengajarkan teori-teori Kiu Im Pek Kut Jiauw kepada Thio Han Liong yang dilakukannya secara diam-diam. "Kelak engkau akan mengetahuinya. Dewi Bulan sayang kepada anak kecil?" "Kalau begitu. Dewi Bulan pasti tidak akan menghukummu. tapi paling tidak suka kepada anak nakal. Itu dikarenakan Thio Bu Ki tidur bersama Tio Beng." "Oh?" Thio Han Liong tampak bangga sekali. "Tentunya kami tidak akan membiarkanmu terus tinggal di sini. ibu dan bibi tinggal di pulau ini?" "Karena ayahmu sudah tidak mau mencampuri urusan rimba persilatan lagi. Sekarang sudah larut malam. "Dewi Bulan pasti tidak akan menghukum Han Liong." "Apakah Dewi Bulan akan menghukum Han Liong kalau Han Liong nakal?" tanya anak kectL itu. "Ayah itu dan bibi berkepandaian tinggi?" tanya Thio Han Liong mendadak Jilid 2 Ciu Ci Jiak mengangguk." "Apabila cuma nakal sedikit. maka dia diangkat menjadi Bu Lim Beng Cu (Ketua Rimba Persilatan) di Tionggoan. ciu Ci Jiak juga tidak tinggal diam. "Tapi kenapa ayah. Bibi-" Thio Han Liong mengangguk"Han Liong mau menjadi anak yang berbaKti-" "Anak baik Anak baik. kalau Han Liong sudah dewasa kelak. Ciu Ci Jiak memeluknya dengan penuh cinta kasih"Ayahmu adalah seorang pendekar yang gagah." ujar Ciu Ci Jiak sambil tersenyum. mari kita tidur!!" "Ya. "Tapi engkau harus ingat. sedangkan Thio Bu Ki mengajarnya cara-cara melatih Kiu Yang Sin Kang. sebab engkau harus tahu dan kenal dunia luar. "Tempat lain juga seperti di pulau ini?" "Han Liong" Ciu Ci Jiak tersenyum lembut." Ciu Ci Jiak manggut-manggut"Maka Han Liong tidak boleh terlalu nakal." "Bibi." Thio Han Liong mengangguk. "Tentu. ." Ciu Ci Jiak mengangguk. Dia cantik dan lemah lembut." "Bibi." "ya." tanya Thio Han Liong. maka engkau harus seperti ayahmu" ujarnya. maka tinggal di sini. Thio Han Liong tidur bersama Ciu Ci Jiak. Tio Beng sudah mulai mengajar Thio Han Liong ilmu surat. Bibi." Thio Han Liong menyengir. kalau Thio Bu Ki tidur bersama Ciu Ci Jiak. Mereka berdua masuk ke dalam gubuk." Ciu Ci Jiak membelainya. tidak boleh kurang ajar. maka Thio Han Liong pun harus tidur bersama Tio Beng."Betulkah ada dewi di dalam bulan?" "Betul. apakah harus terus tinggal di pulau ini?" "Itu urusan kelak.

Anak itu tampan tapi agak nakal.. "Han Liong" ujar ciu Ci Jiak"Engkau sudah ingat semua teori-teori Kiu Im Pek Kut Jiauw yang kuberitahukan kepadamu?" "Han Liong sudah ingat semua." sahut Tio Beng setelah berpikir sejenak "setelah dia dewasa. "Percayalah" Tio Beng tersenyum"Mereka pasti baik-baik saja-" "Mudah-mudahan begitu" ucap Thio Bu Ki "Entah kapan klta akan bertemu mereka lagi?" sementara itu.Kini Thio Han Liong sudah berumur tujuh tahun. "Sebab. "Bu Ki Koko" Tio Beng memandangnya dengan heran.. "Kenapa engkau menghela nafas?" "Aku teringat akan Thay suhu." "Kalau begitu. "Kenapa Bibi mengajar Han Liong teori-teori ilmu itu?" . "Engkau sudah lupa kepada Cia sun ayah angkatku?" "oooh" Tio Beng manggut-manggut." "Aaah " Mendadak Thio Bu Ki menghela nafas panjang. Mereka berdua duduk di atas sebuah batu." Ciu Ci Jiak menjelaskan. "Bibi cuma memberitahukanmu semua gerakan Kiu Im Pek Kut Jiauw. maka ayahmu pasti marah kepada kita-" "ya. "Ilmu Kiu Im Pek Put Jiauw sangat ganas... "itu urusan kelak. Maka ayahmu pasti melarangmu belajar ilmu tersebut. Thio Bu Ki dan Tio Beng bercakap-cakap dengan serius sekali"Kini Han Liong sudah berumur tujuh tahun. oleh karena itu Thio Bu Ki mulai mengajarnya Thay Kek Kun (Ilmu Pukulan Taichi) ciptaan guru besar Thio sam Hong atau Thio Kun Po (Chang KwunBo). "Betul Han Liong memang harus ke siauw Lim sie menemui ayah angkatmu. "Kenapa Han Liong harus ke siauw Lim sie?" "Beng Moay" Thio Bu Ki tersenyum. lihay dan hebat." Thio Han Liong menatapnya seraya bertanya. "Bagaimana menurutmu?" Thio Bu Ki balik bertanya. "Menurut aku. Di saat Thio Han Liong dan ciu Ci Jiak pergi ke pantai. tentunya dia harus ke gunung Bu Tong dan ke siauw Lim sie-" "Ke siauw Lim sie?" Tio Beng heran.. Ciu Ci Jiak dan Thio Han Liong juga sedang bercakap-cakap dengan asyik sekali. tapi tidak mengajarmu Kiu Im sin Kang. apakah dia harus terus tinggal dipulau ini?" tanya Tio Beng.." kata Ciu Ci Jiak sambil memandangnya"Kenapa begitu?" Thio Han Liong tampak tercengang. la telah memiliki dasar Kiu yang sin Kang." "Ngmm" Thio Bu Ki manggut-manggut.. kita harus membiarkannya pergi ke Tionggoan. Bibi-" Thio Han Liong mengangguk." sahut Thio Han Liong dan bertanya"Kenapa Han Liong tidak boleh memberitahukan kepada ayah?" "Sebab ilmu Kiu Im Pek Kut Jiauw sangat ganas. para paman dan ayah angkatku. Entah bagaimana keadaan mereka?" sahut Thio Bu Ki sambil menggeleng-gelengkan kepala.

sedangkan ayah malah hidup di pulau ini?" "Cu Goan ciang bisa menjadi kaisar karena kelicikannya." Ciu Ci Jiak menutur tentang semua itu. "Ayahmu hidup di pulau ini lantaran tidak mau mencampuri urusan rimba persilatan lagi. Tampak puluhan pasukan kerajaan meloncat turun dari . karena saking asyiknya bercakap-cakap.. "Pendiri Bu Tong Pay itu adalah Thay sucouw?" "ya." Ciu Ci Jiak memberitahukan." Ciu Ci Jiak mengangguk. "Beliau adalah guru kakekmu. Bibi. Go Bi dan Kay Pang (Partai Pengemis). Di saat mereka berdua sedang asyik bercakap-cakap. beliau berada di siauw Lim sie-" " Kakek angkat?" Thio Han Liong tercengang." ujar ciu Ci Jiak dan menutur riwayat Kim Mo say ong-cia sun." "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut mengerti"oh ya" ciu Ci Jiak memberitahukan lagi. "sebab ayahmu mengangkatnya sebagai ayah." Ciu Ci Jiak memberitahukan. yang usianya sudah seratus lebih-" "Pendiri Bu Tong Pay itu masih hidup?" tanya Thio Han Liong dengan mata terbelalak. Khong Tong. "Kim Mo say ong-cia sun adalah kakek angkatmu." Thio Han Liong mengangguk. kenapa Cu Goan ciang bisa menjadi kaisar."Agar kelak engkau dapat mempergunakannya. "Pendiri Bu Tong Pay bernama Thio sam Hong." "Bibi." Ciu Ci Jiak menjelaskan." Ciu Ci Jiak tersenyum. "Sungguh kasihan nasib kakek angkat itu" Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. apakah di Tionggoan banyak orang berkepandaian tinggi?" "Banyak sekali. apakah kakek angkatku itu masih hidup?" "Mungkin masih hidup-." "Partai mana yang paling kuat?" "Siauw Lim Pay. Kun Lun. "Di Tionggoan terdapat beberapa partai besar.-. "Beliau adalah Thay Sucouwmu." "Apa?" Thio Han Liong tertegun." ujarnya seusai Ciu Ci Jiak menutur. "Bibi.. sebuah kapal perang berlabuh di pantai pulau itu. "oh ya. " Engkau masih punya seorang kakek angkat. Namun Bu Tong Pay sudah menyamai siauw Lim Pay. Ayahmu adalah ketua Beng Kauw yang berhasil meruntuhkan Dinasti Goan. dan Thio Han Liong mendengarkan dengan penuh perhatian." Ciu Ci Jiak menjelaskan. "Kelak Han Liong harus seperti ayah. yaitu partai siauw Lim." "ya. " Kalau kelak aku ke Tionggoan. maka beliau adalah kakek angkatmu. pasti ke siauw Lim sie menjenguk kakek-" "Ngmm" Ciu Ci Jiak manggut-manggut.Tapi. kakekmu. Bu Tong."jawab Ciu Ci Jiak"Namun engkau pun harus melatihnya dengan cara mempraktekkannya. Thio Cui san. Hwa san. Mereka berdua sama sekali tidak mengetahuinya. "ya.

namun sekonyong-konyong berkelebat beberapa bayangan ke hadapan mereka. pemimpin pengawal istana bersama puluhan pengawal istana ke pulau tersebut untuk menangkap Thio Bu Ki. Lie WiEkiong menyatakan tidak sanggup menangkap Thio Bu Ki yang berkepandaian sangat tinggi itu. tentunya sangat menggembirakan cu Goan ciang. kemudian ia pun memberitahukan bahwa ia kenal beberapa Dhalai Lhama di Tibet yang berkepandaian tinggi. ia mengutus beberapa orang kepercayaannya untuk menyelidiki jejak Thio Bu KiAkhirnya Cu Goan ciang memperoleh informasi bahwa Thio Bu Ki dan Tio Beng berada di sebuah pulau di Pak Hai (Laut utara). Cu cioan ciang setuju. Belasan hari kemudian. pemimpin pengawal istana." "Ciu Lie Hiap (Pendekar wanita Ciu)" Lie WiEkiong memberi hormat.kapal perang itu. sementara itu. "Ha ha ha" Dhalai Lhama jubah merah tertawa gelak. "Thio Bu Ki sudah tinggal di pulau ini mengasingkan diri. lalu menolehkan kepalanya. Akan tetapi. maka ia mengutus Lie WiEkiong." "Hm" dengus Ciu Ci Jiak dingin"Cepatlah kalian tinggalkan pulau ini Kalau tidak. cu Goan ciang masih tetap merasa cemas. "Kami ke mari atas perintah kaisar untuk mengundang Thio Tayhiap ke istana. "Kalian berdua mau ke mana?" "siapa kalian?" bentak Ciu Ci Jiak. "Kami ke mari untuk menangkap Thio Bu Ki. Lie WiEkiong segera berangkat ke Tibet. yang ternyata adalah para Dhalai Lhama itu. kemudian bertanya . alangkah baiknya minta bantuan mereka untuk menangkap Thio Bu Ki. menyusul adalah sembilan orang Hweeshio yang memakaijubah beraneka warna Ternyata mereka adalah para pengawal istana yang berkepandaian tinggi dan sembilan Dhalai Lhama dari Tibet Dalam beberapa tahun ini." "sungguh keterlaluan cu Goan ciang masih ingin menangkap Thio Bu Ki?" Wajah Ciu Ci Jiak tampak gusar sekali. Tiba-tiba kening ciu Ci Jiak berkerut. "ini adalah perintah kaisar-" "Hm" dengus Ciu Ci Jiak dingin"Lebih baik kalian cepat meninggalkan pulau ini Kalau tidak. lebih-lebih setelah Thio Bu Ki dan Tio Beng tiada kabar beritanya." sahut Dhalai Lhama jubah merah memberitahukan. barulah berangkat ke pulau tersebut dengan sebuah kapal perang. "Han Liong. mari kita pulang" Mereka berdua segera beranjak meninggalkan tempat itu.Maka. Betapa terkejutnya hati Ciu Ci Jiak ketika melihat para pengawal istana dan Dhalai Lhama yang sedang menghampiri mereka. Lie WiEkiong sudah kembali ke istana bersama sembilan Dhalai Lhama. Ciu Ci Jiak masih asyik bercakap-cakap dengan Thio Han Liong. "Mau apa kalian datang ke pulau ini?" "Kami adalah Dhalai Lhama dari Tibet. aku tidak akan berlaku sungkan kepada kalian" "Ha ha ha" Dhalai Lhama tertawa gelak. setelah para Dhalai Lhama itu berbicara serius dengan cu Goan Ciang. namun kalian masih memburunya" "Maaf" ujar Lie WiEkiong.

Pertarungan itu semakin menegangkan.. "ya-" Thio Han Liong mengangguk. "Bocah Engkau tidak akan bisa kabur" ujar Dhalai Lhama jubah kuning itu sambil menjulurkan tangannya untuk menangkap Thio Han Liong. hadapilah aku" "Ha ha" Dhalai Lhama berjubah merah mendekatinya"Mari kita bertarung. Thio Han Liong sering berlatih dengan ciu Ci Jiak. "Bagus. bocah" Tangan Dhalai Lhama jubah kuning bergerak mencengkeram lengan Thio Han Liong.Jangan menyiksa anak kecil.. "Hei. kemudian dengan tiba-tiba ia mengayunkan tangan kirinya. "cuma berani terhadap anak kecil.. "Aduh" jerit Dhalai Lhama jubah kuning kesakitan. bagus" Dhalai Lhama jubah merah tertawa lagi. Perlu diketahui. "Kepandaiannya tinggi sekali.kepada Lie WiEkiong. "Ha ha Aku ingin mencoba kepandaiannya" sementara Ciu Ci Jiak memang sudah bersiap menghadapi pertarungan. aku ingin tahu berapa tinggi kepandaianmu" "Baik" Ciu Ci Jiak mengangguk sekaligus menyerangnya." jerit Thio Han Liong. Tapi kemudian mendadak ia menggigit tangan Dhalai Lhama jubah kuning."jawab Lie WiEkiong memberitahukan.. yang ternyata Dhalai Lhama jubah kuning.. Bukan . "Tak disangka engkau dapat berkelit. memberitahukan kepada ayahmu" Thio Han Liong mengangguki kemudian mendadak berlari pergi. mantan ketua GoBi Pay.Jarirjari tangannya yang menyerupai cakar mengarah ke ubun-ubun Dhalai Lhama jubah merah.Ternyata Ciu Ci Jiak mulai mengeluarkan ilmu Kiu Im Pek Kut Jiauw." "Bagus. bagus Ha ha ha" Dhalai Lhama jubah kuning tertawa gelak"Kami ke mari justru ingin menangkap ayahmu-" Thio Han Liong tidak menyahut. Dhalai Lhama keparat" caci Ciu Ci Jiak."Bagus. di saat bersamaan berkelebat sosok bayangan ke hadapannya.. dan lengannya telah dicengkeram oleh Dhalai Lhama jubah kuning.. ia cepat-cepat berbisik kepada Thio Han Liong. kalau ayahku datang. Mendadak badan Thio Han Liong berputar. Mendadak Ciu Ci Jiak bersiul panjang sambil menyerang Dhalai Lhama jubah merah. sementara Dhalai Lhama jubah kuning telah menotokjalan darah Thio Han Liong. "Aduuuh. "Dasar tak tahu malu" caci Thio Han Liong. " Cepat pulang. la kena ditampar sehingga matanya berkunang-kunang. bagus" Dhalai Lhama jubah merah tertawa gelak sambil mengelaki kemudian balas menyerang. namun kali ini ia tidak berhasil. "Hm" dengus Dhalai Lhama jubah kuning." "Ayahmu bernama Thio Bu Ki?" tanya Dhalai Lhama jubah kuning. Akan tetapi. Anak kecil itu masih ingin berkelit. "siapa wanita itu?" "Dia bernama Ciu Ci Jiak. Terjadilah pertarungan yang amat sengit dan seru. sebelum Dhalai Lhama jubah merah mendekatinya.. sungguh di luar dugaan karena anak kecil itu berhasil berkelit. sehingga membuat anak kecil itu menjadi lumpuh.

" seru Thio Han Liong dengan wajah pucat pias"Bibi -" "Ha ha ha" Dhalai Lhama jubah merah tertawa gelak"Hebat juga engkau Coba sambut pukulan kami" Tiba-tiba ke lima Dhalai Lhama itu berbaris. namun mulutnya masih bisa bersuara"Kalian semua adalah Hweeshio-hweeshio yang tak tahu malu" Plaaak. begitu pula yang lain.. Blaaam.. la menatap Dhalai Lhama itu dengan mata berapi-api. tapi ciu Ci Jiak menangkis serangan itu dengan Kiu Im sin Kang. Mendadak maju empat Dhalai Lhama jubah hijau.Ternyata ke lima Dhalai Lhama itu menyerang Ciu Ci Jiak dengan Hgo Heng Mle Hun Tin (Formasi Lima Elemen yang Menyesatkan sukma).. lebih-lebih ketika Ciu Ci Jiak mengeluarkan ilmu Kiu Im Pek Kut Jiauw. mari kita berkelahi" "Diam" bentak Dhalai Lhama jubah kuning. Lweekang mereka beradu dengan Kiu Im sin Kang. Mendadak Dhalai Lhama jubah kuning menamparnya"Aduuuh " jerit Thio Han Liong kesakitan. dan menyerang mereka dengan Kui Im sin Kang. otomatis yang lain pun ikut bergerak dan tetap memegang bahu yang di depannya. "Hweeshio sialan cepat bebaskan aku. membuat Ciu Ci Jiak terdesak dan tak mampu balas menyerang. sekonyong konyong Ciu Ci Jiak memekik keras. siap menangkis serangan para Dhalai Lhama itu. Blaaam. la menghimpun Kiu Im Sin Kang sampai pada puncaknya. Dhalai Lhama jubah merah mulai bergerak mendekati Ciu Ci Jiak. Kening ciu Ci Jiak berkerut-kerut. Ke lima Dhalai Lhama itu terhuyung-huyung ke belakang beberapa langkahi sedangkan ciu Ci Jiak terpental beberapa depa dengan mulut mengeluarkan darah segar"Bibi. Mendadak Dhalai Lhama jubah merah membentak keras. biru danputih. Dapat dibayangkan betapa dahsyatnya Lweekang gabungan mereka berlima. . yang di depannya menyalurkan depan dan seterusnya.. yang walau badannya tertotok lumpuh. Ke lima Dhalai Lhama menangkis serangan itu serentak dengan Lweekang sepenuhnya. Begitu sampai pada Dhalai Lhama berjubah merahi langsung saja ia menyerang ciu Ci Jiak.. hitam. sebab Ciu Ci Jiak mulai terdesak. dan seketika juga yang paling belakang langsung menyalurkan Lweekangnya ke depan.main terkejutnya Dhalai Lhama jubah merah itu la segera membentak keras sambil mengelak ke samping untuk menghindarinya. la terpental belasan depa ke belakang dengan mulut menyemburkan darah segar. pipimu akan kutampar sampai bengkak" Thio Han Liong terpaksa diam.yang paling depan adalah Dhalai Lhama jubah merahi yang dibelakangnya memegang bahunya. Anak kecil itu terkejut bukan main. Thio Han Liong menyaksikan pertarungan itu dengan penuh perhatian. Formasi tersebut memang lihay sekali.. Ke empat Dhalai Lhama itu pun ikut menyerang Ciu Ci Jiak"Tak tahu malu Tak tahu malu" seru Thio Han Liong. "Aaaakh " jerit ciu Ci Jiak. lalu menyaksikan pertarungan itu.Bibi-. " Kalau tidak. Terdengar suara benturan yang amat dahsyat.

.Bibi.Begitu pula Tio Beng.. kemudian Thio Bu Ki bertanya. bagaimana keadaannya?" tanya Tio Beng dengan cemas." ciu Ci Jiak memandang anak kecil itu. Thio Bu Ki menggeleng-gelengkan kepala.. yang tidak lain adalah Thio Bu Ki dan Tio Beng.. "Han. Kalau di dalam pertarungan ada yang mati." Thio Bu Ki dan Tio Beng memandang para Dhalai Lhama itu..Bibi. aku cinta kepadamu..." panggilnya dengan suara lemah sekali"Aku -" "Engkau mau pesan apa..." Thio Bu Ki menatap Lie WiEkiong. "Bibi. "Han Liong. sedangkan ciu Ci Jiak terus memandangnya dengan mata redup. berkelebat dua sosok bayangan ke tempat ciu Ci Jiak. "Tidak bisa ditolong?" tanya Tio Beng.. "Kalian telah membunuh Ciu Ci Jiak. Ciu Ci Jiak jatuh terkapar..." Thio Han Liong langsung menangis meraungraung. " Ci Jiak-." sahut Dhalai Lhama jubah merah"Dia terkena pukulan kami... "Bu Ki Koko... terkulai dan nafasnya pun putus seketika.. kami diutus ke mari untuk menangkapmuMaka lebih baik engkau ikut kami daripada melawan." "Aku tahu siapa yang mengutus kalian ke mari. "Ayah Ibu.. "Kenapa kalian membunuh Ciu Ci Jiak?" "Kami bertarung. yang matanya sudah mulai basah Thio Bu Ki menggeleng-gelengkan kepala lagi. "Ayah. wajar kan?" sahui Dhalai Lhama berjubah merah sambil tersenyum." Dhalai Lhama jubah merah mengangguk"Kalian punya dendam kesumat dengan kami?" tanya Thio Bu Ki sepatah demi sepatah"Tidak-" Dhalai Lhama jubah merah menggelengkan kepala"Kalau begitu." "Bibi. bagaimana keadaan bibi?" tanya Thio Han Liong." teriak Thio Han Liong dengan wajah pucat pias.. la berusaha bangun." teriak Thio Han Liong memanggil mereka. lalu membungkukkan badannya untuk memeriksa Ciu Ci Jiak.." "Apakah kalian Dhalai Lhama dari Tibet?" Thio Bu Ki menatap mereka dengan tajam sekali. Ci Jiak?" tanya Thio Bu Ki dengan mata berkaca-kaca. "Cu Goan ciang bukan?" . "Bibi."Bibi." Di saat bersamaan. Han Liong... Thio Bu Ki memandang putranya sejenak.la tahu bahwa tak lama lagi nyawa Ciu Ci Jiak akan melayang.. "Engkau pasti Thio Bu Ki yang sangat tersohor itu. "Kalian yang membunuhnya?" "Kami bertarung. "ya. namun tidak berhasil." sahut Thio Bu Ki dengan air mata meleleh"Bibimu sudah tiada." Mendadak kepala Ciu Ci Jiak.." Wajah Thio Bu Ki berubah dingin sekali... bukan?" "Tidak salah-" Thio Bu Ki manggut-manggut. kini bagaimana tanggung-jawab kalian?" "Ha ha ha" Dhalai Lhama jubah merah tertawa gelak"Terus terang.." Thio Bu Ki terisak-isak. "Aku.. "Bu Ki Koko.

maka engkau harus menyerahkan Kiu yang dan Kiu Im Cin Keng kepada kamiKalau tidak -" "Kalau tidak. "Kalian kejam" bentak anak kecil itu. maka -" "Tapi kenapa para Dhalai Lhama itu membunuh Ciu Ci Jiak?" tanya Thio Bu Ki dingin"Dan kenapa Dhalai Lhama jubah kuning itu menawan putraku?" "Itu. sementara para Dhalai Lhama sudah mengepung mereka berdua."Betul.. mendadak Tio Beng melesat ke arah Thio Han Liong.... Ternyata ia sedang mencari akal untuk menolong putranya. Baiklah-" Bersamaan deng«n itu. langsung menendang anak kecil itu ke arah para pengawal istana seraya berseru. Dipandangnya Thio Han Liong. aku.. "Han Liong berada di tangan mereka. aku dendam kepada kalian" Lie WiEkiong mengerutkan kening. Dhalai Lhama jubah kuning bergerak cepat. "Bagaimana?" tanya Tio Beng dengan cemas." "Tenang" sahut Thio Bu Ki." "Ha ha ha" Dhalai Lhama jubah merah tertawa gelak"Tentunya engkau ingin hidup. "Kitab-kitab itu tidak berada di tanganku. "Ha ha" Dhalai Lhama jubah kuning tertawa sambil berkelit." Lie WiEkiong menggeleng-gelengkan kepala. "Jaga anak itu" Betapa gusarnya Tio Beng. "Hmm" dengus Thio BuKi dingin. engkau lebih sayang kitab-kitab itu daripada nyawamu sendiri.. sementara suasana semakin mencekam. cepat serahkan kitab-kitab itu kepada kami" "Sayang sekali" sahut Thio Bu Ki sambil menggelengkan kepala." ujar Dhalai Lhama jubah merah. maka dia terluka parah dan akhirnya binasa. Di saat itu pula Tio Beng melesat kembali ke sisi Thio Bu Ki. "Nah. kemudian menghela nafas panjang. sebab Thio Bu Ki dan Tio Beng sudah . lalu memandang para Dhalai Lhama"Wanita itu tidak kuat menahan pukulan kami. tapi kenapa kalian. "Kenapa kaisar mengutus kalian ke mari membunuh bibiku?" "Sesungguhnya kaisar tidak menyuruh para Dhalai Lhama itu membunuh bibimu. "Ha ha ha" Dalai Lhama jubah merah tertawa terbahakbahak"Kalau begitu. sedangkan Lie WiEkiong menjaga Thio Han Liong.." sementara Tio Beng tidak menyahut." Dhalai Lhama jubah merah manggut-manggut." Lie WiEkiong mengangguk"Kami diutus ke mari untuk menangkapmu. "Betul.. "Buktinya bibiku telah binasa ditangan para Dhalai Lhama itu. " Aku tidak pernah bermusuhan dengan pihak kalian. la langsung menyerang Dhalai Lhama jubah kuning dengan sengit sekali." Lie WiEkiong tergagap-gagap. kalian akan membunuh kami?" tanya Thio Bu Ki dan merasa heran. Akan tetapi. bagaimana para Dhalai Lhama itu tahu tentang Kiu yang dan Kiu Im Cin Keng? la sungguh tak habis pikir.

"serang wanita itu" seru Dhalai Lhama jubah merah. Ke tiga Dhalai Lhama itu terhuyung-huyung ke belakang beberapa langkah. "Kitab itu tak ada di tanganku. Blaaam Terdengar lagi suara benturan dahsyat. tidak akan kuserahkan kepada kalian" "Baik. engkau memang hebat" ujar Dhalai Lhama jubah merah dan kemudian berseru. la menggunakan pendengarannya yang amat tajam. namun mendadak Thio Bu Ki maju sekaligus menangkis serangan-serangan itu dengan ilmu pukulan Kiu yang sin Kang. lalu mendadak berbaris menyerupai seekor naga-yang paling depan adalah Dhalai Lhama jubah merah dengan sepasang tangannya . "Thio Bu Ki. namun ia cepat-cepat berkelit dan membuka matanya lagi. "Ha ha ha" Dhalai Lhama jubah merah tertawa g elaki kemudian berseru. "Kalaupun ada. "Kiu Kiong Gan Thian (sembilan istana Memutar Langit)" seketika sembilan Dhalai Lhama itu berputar-putar. Dhalai Lhama berjubah merah terkejut juga menyaksikannya. Thio Bu Ki menyerang mereka dengan ilmu Kian Kun Tay lo Ie. dan di samping itu. Tio Beng menurutjustru ia nyaris terkena pukulan yang dilancarkan salah satu Dhalai Lhama. hitam dan putih langsung bergerak cepat menyerang Thio Bu Ki dan Tio Beng. dan makin lama makin cepat. ia pun mulai mengerahkan Kiu Yang sin Kang.Mula-mula para Dhalai Lhama itu tampak kebingungan menghadapi serangan-serangan Thio Bu Ki. dan segeralah ia berseru." sahut Thio Bu Ki. kemudian ke dua-duanya balas menyerang dengan serentak. "Ngo Heng GanTe (Lima Elemen Memutar Bumi)" Dhalai Lhama jubah merahi kuning. Blaaam Terdengar suara benturan. namun Thio Bu Ki menangkis dengan ilmu pukulan Kiu yang sin Kang. seketika tiga Dhalai Lhama langsung menyerang Tio Beng. sehingga membuat Thio Bu Ki dan Tio Beng merasa pusing sekali. otomatis membuat Ilmu Kiam Kun Taylo Ie tak berfungsi sama sekali.Di saat itulah Dhalai Lhama jubah merah berseru. "Serang mereka" Mulailah para Dhalai Lhama itu menyerang Thio Bu Ki dan Tio Beng dengan cara mengepung. Thio Bu Ki dan Tio Beng terhuyung-huyung ke belakang beberapa langkahi sedangkan ke lima Dhalai Lhama terpental beberapa depa. "Pejamkan mata" ujar Thio Bu Ki kepada Tio Beng. Thio Bu Ki dan Tio Beng berkelit. sedangkan Thio Bu Ki tetap berdiri di tempat. "Engkau tidak mau menyerahkan kitab-kitab itu?" tanya Dhalai Lhama jubah merah dengan suara nyaring. hijau. "Kiu Kiong ApTe (Sembilan istana Menekan Bumi)" Para Dhalai Lhama itu berputar-putar. namun tidak terluka sama sekali." Dhalai Lhama jubah merah manggut-manggut dengan wajah gusar"Kalau begitu.siap bertarung dengan para Dhalai Lhama itu. sedangkan Thio Bu Ki tetap memejamkan matanya melayani para Dhalai Lhama itu. Ternyata Kiu Kiong Gan Thian adalah semacam formasi yang membingungkan pihak lawan. kalian berdua cari mati" "Kalian yang akan mampus" sahut Tio Beng sengit.

bergerak-gerak." teriak Thio Han Liong memanggil ayah dan ibunyaAkan tetapi. air muka Thio Bu Ki langsung berubah hebat dan ia cepat-cepat berbisik kepada Tio Beng yang berdiri di sisinya.Di saat itu. Dar.Maka Dhalai Lhama jubah merah yakin bahwa Thio Bu Ki dan Tio Beng akan kembali ke situ- ..Daar. Tio Beng meloncat ke belakang. membuat para Dhalai Lhama itu terjatuh saling menindih. yang begitu meledak langsung pula menyala.. mendadak Thio Bu Ki menyambar Tio Beng. Benda itu adalah Liak HweeTan.." sahut Thio Bu Ki sambil menarik nafas dalam-dalam... Di saat itulah mendadak Dhalai Lhama jubah merah membentak keras. sedangkan Thio Bu Ki maju dua langkah sambil menangkis serangan itu." sahut Thio Bu Ki tegas"Kalau begitu. "Apabila Dhalai Lhama jubah merah itu menyerang. dan mulut mereka pun mengeluarkan darahBagaimana dengan Thio Bu Ki? la pun terpental hampir sepuluh depa dan mulutnya menyembur darah segar.yang di belakangnya memegang bahunya.sedangkan Thio Bu Ki mulai mengerahkan Kui yang sin Kang hingga puncaknya. Ibu .. "Thio Bu Ki. Pakaian Thio Bu Ki dan Tio Beng sudah terbakar... " Celaka" keluh Thio Bu Ki." Tio Beng mengangguk. janganlah engkau menangkis serangannya" "Ya.. "Ha ha" Dhalai Lhama jubah merah tertawa. ke dua orangtuanya sudah tidak kelihatan." "Terimakasih atas pujianmu. lagi pula Thio Bu Ki dan Tio Beng telah terbakar. "Betulkah engkau tidak mau menyerahkan kitab Kiu Im dan Kiu yang cin Keng?" tanya Dhalai Lhama jubah merah"Tidak...Daaar. "Bu Ki Koko" seru Tio Beng dan langsung mendekatinya. sementara para Dhalai Lhama itu sudah bangkit berdiri dan secepat kilat kembali mengepung Thio Bu Ki dan Tio Beng.Ayah. Menyaksikan itu. begitu pula yang lainnya. engkau memang tidak bernama kosong. kelihatan ia siap menangkis kalau diserang. begitu pula badan mereka.. kemudian menggelenggelengkan kepala"Ayah Ayah " teriak Thio Han Liong. kami terpaksa membunuh kalian berdua" ujar Dhalai Lhama jubah merah dan berseru"serang mereka dengan Liak Hwee Tan (Bom Api)" seketika juga para Dhalai Lhama melempar suatu benda ke arah Thio Bu Ki dan Tio Beng. dan juga Thio Han Liong masih berada di tangan mereka. maka anak kecil itu mulai menangisKenapa para Dhalai Lhama itu tidak mengejar mereka? Ternyata mereka telah terluka." Wajah Thio Bu Ki pucat pias. sekaligus melesat pergi"Ayah.. DaaarBlaaam Terdengar seperti suara ledakan dahsyatSerangan yang menyerupai naga itu terdorong mundur tujuh delapan depa. sementara para Dhalai Lhama itu terus melempar Liak Hwee Tan ke arah mereka berdua. sekaligus menyerang Thio Bu Ki. " Engkau terluka?" "Aku.

"Suruh anak buahmu pergi mencari Thio Bu Ki dan Tio Beng Mereka telah terbakar." Thio Han Liong sama sekali tidak mengeluarkan suara."WiEkiong. sebetulnya Thio Bu Ki dan Tio Beng bersembunyi di mana? Ternyata mereka berdua bersembunyi di sebuah gua. Dhalai Lhama jubah kuning tertawa lagi lalu membebaskan totokannyaRasa sakit di dada Thio Han Liong hilang seketika. namun ia tidak mau memberitahukan. hanya keringatnya terus mengucur dari keningnya. ke dua orangtuamu sering ke mana?" tanya Dhalai Lhama jubah kuning. lalu memberi perintah kepada para anak buahnya pergi mencari Thio Bu Ki dan Tio Beng.. "Ha ha ha" Dhalai Lhama jubah kuning tertawa gelaki "Bocah Aku ingin lihat engkau bisa bertahan berapa lama Ha ha ha. Mereka segera menuju kapal perang itu. "Entahlah-" Thio Han Liong menggelengkan kepala. "Kalian jahat dan curang" Plaaak Dhalai Lhama jubah merah langsung menamparnya. "Selain ke gubuk itu.. Mendadak Dhalai Lhama jubah kuning menotok Giok Tiong Hiat. ayah dan ibuku selalu berada di rumah. lalu memberitahukan kepada ciu Ci Jiak dan ke dua orang-tuanya." "Hm" dengus Dhalai Lhama jubah kuning. "Setahuku. namun mereka tidak berhasil menemukan Thio Bu Ki dan Tio Beng. namun wajahnya sudah berubah kebiru-biruan. Thio Han Liong sama sekali tidak menjerit. "Engkau jangan berdusta" "Untuk apa aku berdusta?" sahut Thio Han Liong. "Hari sudah mulai senja. Namun ia sama sekali tidak mengeluarkan suara jeritan. namun tidak mau bersikap lemah di hadapan para Dhalai Lhama itu. sehingga dada anak kecil itu terasa sakit sekali. Thio Han Liong yang menemukan gua itu. jalan darah di bagian dada Thio Han Liong. Karena Thio Han Liong tidak bisa bergerak. tidak mungkin bisa kabur jauh. jangan menyiksanya" Lie WiEkiong merasa tidak sampai hati menyaksikan penderitaan anak kecii itu. "Kelihatannya dia tidak tahu ke dua orangtuanya bersembunyi di mana. . "Dhalai Lhama jubah kuning" ujar Lie WiEkiong. " Kedua orangtuamu bersembunyi dimana?" "Aku berada di sini." Lie WiEkiong mengangguk. mari kita kembali kEkapal" ujar Dhalai Lhama jubah merah. Ketika hari mulai sore. "Hmm" dengus Dhalai Lhama jubah merahi lalu mendekati Thio Han Liong yang ditotok lumpuh itu seraya bertanya. Walau Thio Han Liong sangat membenci Lie WiEkiong. barulah para anak buah Lie WiEkiong kembali. terpaksalah Lie WiEkiong membopongnya. namun tetap berterima kasih kepadanya dalam hati. mana tahu ke dua orangtuaku bersembunyi di mana?" sahut Thio Han Liong ketus dan dengan mata berapi-api menatapnya. Padahal sesungguhnya ia tahu ke dua orangtuanya bersembunyi di mana. cepatlah bebaskan totokan itu." ujar Dhalai Lhama jubah merah kepada pemimpin pengawal istana.

" Thio Bu Ki menggeleng-gelengkan kepala. Tubuhnya terbakar." "Aaaah-.." "Tenanglah." ujar Thio BuKi sambil menghela nafas panjang. kita harus berupaya menyelamatkannya.. "Bu Ki Koko?" tanya Tio Beng sambil menangis." "Parah sekali?" tanya Tio Beng cemas. begitu pula wajahnya... Beng Moay" "Bu Ki Koko.. sebab aku terluka parah.Gua tersebut berada di balik rumput merambat yang amat lebat.. barulah Thio Bu Ki menarik nafas lega. "Sebab anak kita banyak akalnya.." "Aaaah " keluh Tio Beng." Tio Beng mulai menangis lagi." ujar Thio Bu Ki sungguh-sungguh." "Tapi belum tentu Han Liong akan selamat. sebab Han Liong berada di tangan para Dhalai Lhama itu" "Aku yakin Han Liong bisa meloloskan diri. "Aku sudah terluka dalam." "Aaaah Bu Ki Koko. la duduk bersandar pada dinding gua. "Beng Moay. "yang kupikirkan adalah Han Liong. "sungguh jahat Cu Goan ciang sudah sekian tahun kita hidup mengasingkan diri di sini. "Bagaimana kita? Haruskah kita terus bersembunyi di dalam gua ini?" "Setelah kapal perang itu pergi. Kita. barulah kita meninggalkan gua ini. " Thio Bu Ki menggelengkan kepala. Aku." Tio Beng mulai menangis. ia malah menangis sedih. "Kita membiarkannya dibawa pergi oleh para Dhalai Lhama itu?" "Apa boleh buat." keluh Thio Bu Ki. "Han Liong pasti celaka di tanganpara Dhalai Lhama itu" "Beng Moay. lagi pula para Dhalai Lhama itu masih mengharapkan kitab Kiu Im dan Kiu yang cin Keng. "Ng" Thio Bu Ki mengangguk.. Karena itu.. "Bu Ki Koko. tubuh dan wajahmu terbakar-" "Itu tidak jadi masalah" sahut Tio Beng dengan air mata meleleh. maka para anak buah Lie WiEkiong tidak tahu bahwa di tempat yang mereka lewati terdapat sebuah gua. yang masih berada di tangan mereka.... aku yakin tidak akan terjadi suatu apa pun atas diri Han Liong.. setelah mereka pergi. kemudian menambahkan. Han Liong Han Liong.... bagaimana mungkin aku bisa tenang. tapi dia masih ingin membunuh kita. Han Liong?" Air mata Tio Beng berderai-derai. sedangkan engkau tak mampu melawan mereka. aku telah terluka. "Kalau begitu. "Kita bisa mencarinya kelak.." Thio Bu Ki menggeleng-gelengkan kepala.. "Selama kita tidak bisa berbuat apa-apa..." Mendadak Tio Beng mendekap di .. la memandang Tio Beng sambil menggeleng-gelengkan kepala. entah bagaimana nasib anak kita? Aku. mereka tidak akan mencelakai Han Liong... Begitu cula Tio Beng.. "Aku. aku harus membunuhnya kelak" "Beng moay. sebab dia sangat cerdik dan banyak akalnya." "Aaaah. aku.." sahut Thio Bu Ki "Lalu bagaimana. tak mungkin bisa menyelamatkan Han Liong.

. mendadak Thio Han Liong menjerit-jerit.. Lie WiEkiong beserta anak buahnya.. maka dia tidak akan bisa meloloskan diri" "ya. maka tidak . yang turun dari kapal perang itu adalah para Dhalai Lhama. kemudian menghela nafas panjang. sebab Dhalai Lhama jubah merah tetap menotokjalan darah anak kecil itu agar tidak bisa bergerak. Ketika rombongan itu memasuki sebuah lembah." Thio Bu Ki diam saja... "Aku." Lie WiEkiong mengangguk sambil meloncat turun. "Dadaku terluka-" "Maaf. aku. dan seandainya aku sembuh." "Musnah?" tanya Tio Beng cemas"Ya-" Thio Bu Ki manggut-manggut"Aaaahhhh. "Auuuh" jerit Thio Bu Ki dengan wajah meringis-ringis. sejenak kemudian baru menyahut." "Kenapa engkau?" tanya Lie WiEkiong terkejut. "Aku. "Aduuuh Aduuuuh. "Mungkin membutuhkan waktu yang lama sekali. Bu Ki Koko " Tio Beng menangis terisak-isak dan bergumam"Entah bagaimana nasib Han Liong. Kemudian ia membopong Thio Han Liong ke tempat yang agak jauh. aku aku tidak sengaja. dia mau berak-" Dhalai Lhama jubah merah segera menghentikan kudanya. "Engkau.dadanya. "uaaakh " "Bu Ki Koko. "Aku. Dalam perjalanan tak henti-hentinya Thio Han Liong mengerahkan Kiu yang sin Kang untuk membebaskan totokan itu la tahu tentang cara tersebut dari ayahnya." ujar Tio Beng sambil memandangnya dengan cemas "Engkau akan sembuh?" "Ng" Thio Bu Ki mengangguk. tak lama mulutnya menyemburkan darah segar." Wajah Thio Han Liong meringis-ringis.... "sakit perut Aduuuh Perutku sakit sekali" Thio Han Liong terus menjerit dengan wajah meringis-ringis... bawa dia pergi berak" ujar Dhalai Lhama jubah merah"Jangan khawatir Jalan darahnya telah kutotok.. "WiEkiong." Bukan main terkejutnya Tio Beng... Lie WiEkiong kembali ke tempat semula. Pemimpin pengawal istana itu masih membopong Thio Han Liong. Dari pesisir utara mereka menuju kota raja dengan menunggang kuda. "Berhenti dulu Han Liong sakit perut.." Bab 5 Meloloskan Diri sebuah kapal perang berlabuh di pesisir utara.. aku mau berak" "Dhalai Lhama jubah merah" seru Lie WiEkiong. kepandaiankupun akan." "Beritahukan Kenapa engkau?" Lie WiEkiong mengerutkan kening. "Ha ha ha" Dhalai Lhama jubah merah tertawa gelak"Bocah itu sudah beberapa hari tidak berak. begitu pula yang lainnya. setelah menaruh Thio Han Liong. jadi tidak bisa meloloskan diri....

jejak itu tidak ada lagi. Dhalai Lhama jubah kuning. ia terbelalak dengan mulut ternganga lebar. "Bocah itu dibawa pergi oleh burung elang perkasa?" "Tidak mungkin-" Dhalai Lhama jubah merah menggelengkan kepala"Bocah itu pun tak mampu kabur. karena Thio Han Liong tidak ada lagi di tempat itu. maka segeralah mereka melesat ke sana. Belasan depa kemudian. engkau boleh ke sana sekarang. "Bocah itu. "Di mana bocah itu?" tanya Dhalai Lhama jubah merah begitu melayang turun di sisi Lie WiEkiong. "WiEkiong. Cukup lama mereka menunggu di situ." . Tahinya pasti bau sekali. "Itu jejaknya. "Entahlah" sahut Lie WiEkiong sambil menggelengkan kepala. tapi agak acak-acakan. "sebelum dia kau bopong kemari. kecuali aku dan adik-adik seperguruanku. Teriakan itu sangat mengejutkan para Dhalai Lhama." teriaknya memanggil anak kecil itu.. "Bagaimana mungkin dia bisa menghilang begitu saja?" "Mungkinkah dia digondol binatang buas?" tf. "Heran?" gumam Dhalai Lhama jubah merah" Jejak itu hilang sampai di sini.. pantas engkau tidak mau tunggu di sana" " untuk apa aku menunggu di sana? Bukankah engkau telah menotok jalan darahnya sehingga dia tidak bisa bergerak? Nah." "Mari kita berpencar mencarinya" seru Dhalai Lhama jubah merah dan menambahkan. Sesampainya di sana. setelah itu barulah Dhalai Lhama jubah merah membuka mulut. tentunya dia tidak dapat meloloskan diri" "Betul-" Dhalai Lhama jubah merah tertawa terbahak-bahak"Ha ha ha siapa pun tidak akan mampu membebaskan totokanku." "Ayoh kita cari bocah itu" seru Dhalai Lhama jubah merah sambil menelusuri jejak itu.." ujarnya.heran kalau perutnya sakit. "Dia dia tidak ada di sini." "Ooooh" Lie WiEkiong manggut-manggut. "Han Liong Han Liong. "Nanti kita kembali ke sini lagi.V"W. "Tidak mungkin.. yang lainnya pun mengikutinya dari belakang. pantatnya harus kau bersihkan dulu" Lie WiEkiong mengangguki lalu berjalan ke tempat itu." sahut Dhalai Lhama jubah merah sambil menengok ke sana ke mari." Ternyata di sebelah kiri terdapat bekas injakan kaki. karena tidak bisa bergerak-" "Kalau begitu " Dhalai Lhama jubah kuning mengerutkan kening." "Heran?" kata Dhalai Lama jubah merah.. Kenapa bisa begitu?" "Mungkinkah " Dhalai Lhama jubah kuning memandang ke angkasa seraya melanjutkan.. tentunya sangat mengherankan para Dhalai Lhama dan Lie WiEkiong.. Sungguh mengherankan "Bekas itu kok begitu?" gumam Dhalai Lhama jubah kuning. diacak-acak binatang buas. "sepertinya.

setelah dipertimbangkan lama sekali. dan setelah itu barulah ia mengerahkan ginkang melesat pergi. Karena tidak tahu jalan. dan gerakannya pun amat lemas sekali-Sedangkan Kiu Im Pek Kut Jiauw mengandalkan pada kegesitan." "Mungkinkah. la yakin bahwa para Dhalai Lhama akan mengejarnya. bahkan juga mengajarnya teori-teori ilmu pengobatan dan cara-cara memeriksa penyakit serta nadi- . Thio Bu Ki sudah menyuruhnya membaca kitab Tok Keng (Kitab Mengenai Berbagai Macam Racun). ia pun tak lupa melatih Kiu yang sin Kang. agar kelak bisa membalas dendam terhadap para Dhalai Lhama itu. lagipula tidak punya uang untuk menyewa kapal.Mereka lalu berpencar mencari Thio Han Liong. akhirnya ia mengambil keputusan tersebut.." Dhalai Lhama jubah kuning berbisik-bisik di telinga Dhalai Lhama jubah merah. kalau tidak ia pasti tertangkap kembali oleh para Dhalai Lhama itu." Dhalai Lhama jubah merah mengangguk"Tapi entah siapa orangnya. dan kecepatan bergerakKetika Thio Han Liong berusia sekitar enam tahun. barulah Thio Han Liong meloncat turun dari pohon. tidak lain hanya ingin memancing Thio Bu Ki ke sana. "Bocah itu bisa hilang begitu saja. ia berpura-pura sakit perut lalu pergi membuang air besarKebetulan Lie WiEkiong meninggalkannya. anak kecil itu telah mengambil keputusan untuk berangkat ke gunung Bu Tong atau ke siauw Lim sie. melainkan ia membebaskan totokan itu dengan Kiu yang sin Kang. maka ia melakukan perjalanan tanpa arah. untung ia bersembunyi di atas pohon. tiada seorang pun yang membawa serta Thio Han Liong. Akan tetapi. Kenapa ia tidak mau kembali ke Pulau Hong Hoang to? Itu dikarenakan ia tidak tahu jalan. Ketika bersembunyi di atas pohon.. Thay Kek Kun (Ilmu Pukulan Taichi) menggunakan tenaga lunak. "Ngmmm" Dhalai Lhama jubah merah manggut-manggut sambil tersenyum. setelah mendengar suara derap kaki kuda meninggalkan tempat itu. Dalam perjalanan. setelah itu. karena itu ia meloncat ke atas pohon dan bersembunyi di situ. Thay Kek Kun dan mulai mempraktekkan teori-teori Kiu Im Pek Kut Jiauw dengan gerakan. "Heran?" gumam Lie WiEkiong. menukar putranya dengan kitab Kiu Im dan Kiu yang cin Keng. Dugaannya memang tidak salah. Tapi kini -" "Aku yakin Thio Bu Ki tetap akan kEkotaraja. Maka. ketika mereka kembali ke tempat itu. Maksudku membawa bocah itu kEkota raja.Kelihatan ia setuju akan apa yang dibisikkan oleh Dhalai Lhama jubah kuning itu"sekarang mari kita melanjutkan perjalanan kembali kEkotaraja" sebetulnya Thio Han Liong pergi ke mana? Apakah ada seseorang yang menolongnya? Ternyata tidak. para Dhalai Lhama langsung mengejarnya. la pun ingin menuntut ilmu." Dhalai Lhama jubah kuning mengerutkan kening. ia mengacak-acak tempat itu. "Ada seseorang menolongnya? " "Itu memang mungkin.

setelah itu mereka memetik buah pohon.Akan tetapi. Betapa terkejutnya Thio Han Liong. Harimau itu menerkam lagi sambil mengaum. sudah kucungkil sepasang matamu Ayoh. Monyet-monyet itu langsung berloncat-loncatan di dahan sambil bercutt-cuit. tapi ia sangat berani.setelah merasa puas mempermainkan harimau itu.Kalau tidak. melainkan malah merasa girang akan kemunculan harimau itu. ternyata ia teringat akan ciu Ci Jiak. Thio Han Liong bukannya takut. kemudian mendadak meloncat ke atas punggung harimau itu. Anak kecil itu sama sekali tidak tahu bagaimana nasib ke dua orangtuanya. Tiba-tiba air matanya meleleh. ternyata adalah sebiji buah hutan. sehingga membuat harimau itu berlari ke sana ke mari Anak kecil itu tertawa gembira. cepat pergijangan ganggu aku" Entah mengerti atau tidak. anak kecil itu malah merangkul leher harimau ituu erat-erat. "Hi hi hi" la tertawa geli"Nafasmu ngos-ngosan. tampak beberapa ekor monyet bergantungan di pohon.Setiap pagi Thio Bu Ki berlatih ilmu pedang. bagus Hihihi" Thio Han Liong tertawa gembira. bibinya yang mati secara mengenaskan. langsung menerkamnya. kemudian disambitkannya ke arah monyet-monyet itu. "Bagus. sebab anak kecil itu sangat cerdas dan ingatannya pun kuat sekali.. Taaak. Ketika ia melewati sebuah hutan. "Monyet-monyet itu yang menyambit kepalaku Awas. Suatu benda jatuh menimpa kepalanya. "sialan" caci Thio Han Liong. Thio Han Liong pasti menyaksikannya dengan penuh perhatian. sudah tua ya?" Harimau itu diam saja"Aku masih berbelas kasihan kepadamu. engkau sangat menuruti perkataanku." seusai berkata begitu. la pun teringat akan ke dua orang tuanya. Thio Han Liong lalu duduk di bawah pohon. mendadak muncul seekor harimau yang besar sekali. monyet-monyet tolol" Dipungutnya buah itu. lalu balas menyambit Thio Han Liong. ia mengisi perutnya hanya dengan buah-buahan hutan. Dalam perjalanan ini. la cepat-cepat berkelit. kemudian sambil tersenyum ia . sebab memperoleh buah itu "Terima kasih. barulah ia meloncat turun dari punggungnya. yang terbakar oleh Liak Hwee Tan. otomatis ia ingat semua gerakan ilmu pedang tersebut. kalian akan kubalas" Anak kecil itu memungut sebuah batu kecil. Walau usianya baru tujuh tahun. Itu tidak usah heran. sudah barang tentu harimau itu gusar sekali dan terus berloncat-loncatan agar Thio Han Liong jatuh. la segera meloncat bangun lalu memeriksa benda itu.Nafas harimau itu memburu karena lelahnyasedangkan anak kecil itu berdiri di depannya sambil bertolak pinggang. segeralah ia mendongakkan kepalanya memandang ke atas. namun harimau itu melangkah pergi dengan kepala tertunduk"Hihihi" Thio Han Liong tertawa"Harimau tua. Tapi anak kecil itu justru malah tertawa sambil berkelit.

adik manis. "Aku bukan anak nakal.Aku melihat kalian sedang bermain loncat tali. "biar Pakaiannya kumal." sahut Thio Han Liong. Monyet-monyet bergantungan di atas bercuitcuit lagi." sahut Thio Han Liong. bolehkah aku ikut main?" tanya Thio Han Liong sambil tersenyum. Kini bertemu anakanak itu. "Maka aku memanggilmu kakak tampan. kelihatan gembira sekali. Beberapa hari kemudian sampailah ia di sebuah desa yang cukup besar." gadis kecil itu menatapnya seraya bertanya. " Kakak tampan." "Ya" sahut anak-anak itu "Ayoh." "Terima kasih. sampai jumpa" Thio Han Liong melanjutkan perjalanan sambil bersiul-siul." sahut Tan Giok Cu bersikap malu-malu. "Nah. "Aku tidak kenal denganmu. kalian tidak boleh menghinanya. kotor dan sobek.sekarang aku boleh turut main kan?" "Boleh-" Tan Giok Cu mengangguki lalu berkata pada yang lain. engkau bisa?" "Bisa. Thio Han Liong berseru. "Oh?" Tan ciiok Cu menatapnya. Betapa girangnya hati Thio Han Liong. aku akan mengajari dia main loncat tali ini. .memakannya. "Monyet-monyet. tapi sekarang dia adalah kawanku. "Kalau begitu. segeralah ia menghampiri mereka Anak laki-laki dan anak perempuan yang sedang bermain itu langsung memandangny dengan mata terbelalaki sebab pakaiannya telah kumal dan tersobek sana sini. Thio Han Liong tidak pernah bermain dengan anak-anak seusianya." Thio Han Liong mengangguk. "Aku dari tempat yang sangat jauh. "Apa?" Han Liong tertawa geli"Kenapa engkau memanggilku kakak tampan?" "Sebab engkau sangat tampan. "Apakah engkau anak nakal?" "Namaku Thio Liong. maka aku ingin ikut main. terima kasih" ucap Thio Han Liong. Selama berada di pulau Hong Hoang To. begini cara main loncat tali" seru gadis kecil itu. Apalagi ketika ia melihat beberapa anak laki-laki dan anak perempuan sedang bermain." ujar Tan Giok Cu. "Engkau dari mana." Gadis kecil itu tersenyum. maka aku memanggilmu adik manis. aku harus memanggilmu kakak tampan. setelah merasa kenyang. Bolehkah aku tahu namamu?" "Namaku Tan Giok Cu." ujarnya perlahan. kok kami tidak pernah melihatmu?" tanya seorang gadis kecil berusia enam tahunan. "Kenapa engkau memanggilku adik manis?" "Karena engkau cantik manis." Thio Han Liong tidak berani berterus terang memberitahukan namanya. dan Tan Giok Cu mulai berloncat-loncatan. Kedua anak itu segera mengayunkan tali. "Maaf. kalian berdua mengayunkan tali. Ternyata anak-anak itu sedang bermain loncat tali. "Nah. dapat dibayangkan betapa gembiranya.

"Aku. mereka pasti tidak akan marah-" "Tapi. "Aku tidak tahu mau ke mana. terbelalaklah pembantu wanita itu." "Kasihan" Gadis kecil itu menatapnya lagi. "Mari ikut aku sampai di rumah. barulah Thio Han Liong berhenti. "Engkau hebat sekali. " Kakak tampan. "Aku jadi pusing mencium bau badanmu.. Tak seberapa lama kemudian. Tan Giok Cu bertepuk-tepuk tangan sambil bersorak-sorai dengan riang gembira." "Ayohlah" Tan Giok Cu menarik Thio Han Liong. engkau pasti tidak akan bau lagi.. kini hanya tinggal Tan Giok Cu dan Thio Han Liong... seorang pembantu wanita berlari-lari mendekati mereka. Tampak sepasang suami isteri berusia . begitu pula yang lain. bahkan kemudian berjungkir balik pula. sebab aku tidak punya famili." sahut Tan Giok Cu." "Baiklah. mereka berdua sudah sampai di sebuah rumah yang cukup besar. bagaimana kalau engkau ikut ke rumahku?" "Ke rumahmu?" "ya. saking gembiranya. ayahku masih tidak mampu meloncat begitu tinggi" "oh?" Thio Han Liong tersenyum. Ketika melihat Thio Han Liong yang pakaiannya tidak karuan itu.. ya?" Thio Han Liong meliriknya. "Engkau adalah gadis cantik.. sedangkan Thio Han Liong meloncat ke arah tali itu. tidak merasa malu berjalan bersamaku yang sangat bau ini?" "Sekarang engkau bau. "Giok Cu. "Dia kawanku. Berselang beberapa saat." "Ayah dan ibumu tidak akan marah?" Jangan khawatir" Tan Giok Cu tersenyum. lalu berloncat-loncatan di situ." sahut Tan Giok Cu. kami mau pulang" ujar salah seorang anak"Sudah siang." Tan Giok Cu manggut-manggut. karena Thio Han Liong berloncat begitu tinggi.. siapa dia?" tanya pembantu wanita itu dengan kening berkerut-kerut.." "Pantas badanmu bau" ujar Tan Giok Cu sambil menutup hidungnya dengan tangannya. Tan Giok Cu manggut-manggut." Thio Han Liong tertawa. tapi setelah mandi nanti.. "Ayah dan ibu sangat menyayangi ku. "Bibi Hiang. mendadak ia menggunakan ilmu ginkangnya. seketika Tan Giok Cu dan anak-anak lain terbelalak. namanya Thio Liong.Tan Giok Cu meloncat ke samping. lalu meloncat ke hadapan gadis kecil itu. Anak-anak itu langsung pergi. di mana ayah dan ibuku?" "Tuan dan nyonya besar berada di ruang tengah." "Oh. "Sudah belasan hari aku tidak mandi. "Nona. "Kakak tampan" puji Tan Glok Cu. engkau mau ke mana?" tanya gadis kecil itu sambil menatapnya." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. lalu menarik tangan Liong untuk diajak ke dalam. cepatlah engkau ke dalam" ujar pembantu wanita itu. "oh ya. engkau harus mandi lho" "Aku.

" Kecil-kecil sudah bisa mengancam. maka Giok Cu kasihan kepadanya..empat puluhan duduk di situ." "Lho?" Tan Ek Seng mengerutkan kening." " Kedua orang tuamu tahu?" tanya Nyonya Tan. Karena.. "Engkau berasal dari mana? Bagaimana bisa datang di desa Hok An ini?" "Aku berasal dari Pak Hai (Laut utara).." "Hussh" Nyonya Tan melotot. dasar" "Paman." Tan Giok Cu memberitahukan.. maka aku memanggilnya kakak tampan. "Kakak tampan ini tidak punya famili dan tempat tinggal.." "Giok Cu" Tan Ek seng menggeleng-gelengkan kepala. "Kenapa Giok Cu mengajaknya ke mari menemui ayah dan ibu?" "Sebab. "Aku ikut perahu nelayan keTionggoan. asyiiik. "Dia memanggilku adik manis. "Ngmmm" Tan Ek Seng manggut-manggut. "Ayahi Ibu" panggil gadis kecil itu dan memperkenalkan Thio Han Liong. kenapa engkau memanggilnya kakak tampan?" "Ibu. aku bilang apa kepadamu? Lupa ya?" . Bibi" panggil Thio Han Liong sambil memberi hormat... Mereka pun tertegun ketika melihat Tan Giok Cu pulang bersama seorang anak laki-laki dekil. jadi putri kita punya kawan. Giok Cu." Tan Ek seng ayah Tan Giok Cu terbelalak. "Aku punya kawan main. " Kecil-kecil sudah kenal tampan segala." "Baiklah. "Dia bernama Thio Liong.. "Wuah" Tan Ek seng tertawa." Tan Giok Cu tersenyum. Giok Cu mengajaknya ke mari menemui Ayah dan Ibu." ucap Thio Han Liong gembira. "Tadi sebelum ke mari." "Kakak tampan?" Nyonya Tan terbelalak"Giok Cu. dia memang tampan. bolehkah aku bekerja di sini?" "Thio Liong" Tan Ek seng menatapnya tajam." ujar gadis kecil itu. "Ayah belum menerimanya bekerja di sini lho" "Kalau Ayah tidak menerima kakak tampan bekerja di sini. "Giok Cu. terima kasih Bibi. "Kakak tampan" Tan Giok Cu menatapnya. "Tahu. "TUh Sudah lupa kan?" Tan Giok Cu cemberut. maka ingin bekerja di sini Aku mohon Paman sudi menerimaku" "Bagus" seru Tan Giok Cu girang. Jangan lupa lho" "Apa sih?" Thio Han Liong bingung." Tan Ek seng mengangguki "Terima kasih Paman". dasar" "Suamiku. namun berdusta sedikit." ujar Nyonya Tan. karena ingin merantau.... "Aku tidak punya famili dan tempat tinggal.. pasti menangis tiga hari tiga malam." Thio Han Liong mengangguk" Aku tidak punya uang. "Biarlah anak itu bekerja di sini." Thio Han Liong memberitahukan.

.Nan. Tan Ek Seng dan isterinya saling memandang. Berselang beberapa saat." Nyonya Tan menggeleng-gelengkan kepala.. sampai di rumahmu aku harus segera mandi.. sedangkan Tan Giok Cu terus cemberut. "Wuah" serunya"Engkau semakin tampan lho" Thio Han Liong tersenyum"sekarang aku tidak bau lagi.. bukankah bagus sekali?" sahut Tan Ek Seng dan tertawa lagi.." Ah Hiang segera mengantar Thio Han Liong kEkamar mandi. "Suamiku. "Tadi sebelum ke mari engkau bilang kepadaku. engkau harus ingat lho" "Ya-" Thio Han Liong mengangguk"Bibi Hiang.. " Engkau memang tampan. "Ada apa Nona memanggilku?" "Ah Hiang." ujar Tan Ek seng. kalau omongan penting. bahkan mereka pun merasa suka kepadanya. "Hah?" Tan Ek seng dan isterinya terbelalak." sahut Nyonya Tan. maka ia menggeleng-gelengkan kepala. bagus" "Suamiku" tanya Nyonya Tan berbisik"Apa yang bagus?" "Mereka berdua memang cocok. Nyonya. Kemudian ia pun menyediakan pakaian baru untuk anak kecil itu." "oh?" Wajah Tan Giok Cu langsung berseri." Wajah Tan Giok Cu langsung memerah.. "Antar Thio Liong ke kamar mandi. sementara Tan Ek seng dan isterinya juga kagum akan ketampanan anak kecil itu. dan pakaiannya harus diganti" "ya. sekarang aku sudah ingat. pantas Giok Cu mau mengajakmu ke mari" "Ayah-." "Betul." Mendadak wajah gadis kecil itu berubah kemerah-merahan. "Katakanlah" "Mandi. "Ha ha ha" Tan Ek seng tertawa gelak "Bagus." "Huh Tak usah ya" sahut Tan Giok Cu sambil cemberut. "oooh" Mendadak Thio Han Liong manggut-manggut. "Cepat ke mari" Pembantu wanita itu berlari-lari menghampirinya. selanjutnya apa yang kubilang." Tan Giok Cu tertawa"Nah. kemudian bersungut-sungut." sahut Thio Han Liong. setelah itu barulah bertanya kepada gadis kecil itu. "Thio Liong. namun sudah tidak ingat lagi. engkau boleh coba cium. Ah Hiang dan Thio Han Liong kembali ke ruang tengahi seketika juga Tan Giok Cu terbelalak."Apa ya?" Thio Han Liong coba mengingatnya. Bibi Hiang" seru Tan Giok cu. "Mereka berdua masih kecil lho" . "Adik manis. "Engkau kok begitu cepat lupa sih? Itu cuma omongan yang tak penting. sebab perubahan wajah gadis kecil itu tidak terlepas dari mata mereka. lalu memberi hormat kepada ke dua orangtua Tan Giok Cu.

." Nyonya Tan manggut-manggut. "selamat pagi. "Bolehkah aku tahu nama ayahmu?" "Ayahku bernama Thio Ah Ki. Bibi. "Engkau masih punya ibu?" tanya Nyonya Tan lagi. pokoknya kami tidak akan menyia-nyiakan tenagamu. engkau harus tahu." "Ya. aku kerja apa di sini?" tanya Thio Han Liong." "Aku tidak mau memikul air. "Ya. "Thio Liong" Tan Ek seng menatapnya. "Thio Liong. sebab ayahku akan ." Thio Han Liong tersenyum. aku pasti marah." Thio Han Liong mengangguki "Ibu mau menyuruh kakak tampan kerja apa?" tanya Tan Giok Cu mendadak"Jangan disuruh memikul air lho. adik manis" "Pagi" sahut Tan Ek seng sambil tersenyum. tapi kelak akan dewasa nanti" seng sambil tersenyum. "Punya. Paman" ucap Thio Han Liong." Thio Han Liong memberitahukan. "Engkau adalah anak gadis. aku. "ibuku bernama Tio Beng. "Memikul air merupakan latihan fisik. "Aku memang sering memikul air di rumahi pagi dan sore." Sejak itu Thio Han Liong bekerja di rumah Tan Ek Seng. maka aku harap engkau bekerja dengan rajin." "Ya. "Thio Liong. Pagi ini ketika Thio Han Liong sedang menyapu halaman. paman adalah kepala desa Hok An ini. "Kalau engkau memikul air. la terpaksa merahasiakan nama "Ayahmu seorang nelayan?" tanya Nyonya Tan. "Engkau berhenti menyapu." ujar Tan Giok Cu sambil menggelengkan kepala. pembantu wanita itu. tentunya tidak boleh memikul air." jawab Thio Han Liong. kasihan dia" "Giok Cur Nyonya Tan tersenyum lembut." ujar Thio Han Liong. "Kakak tampan" Tan Giok Cu menghampirinya." "Kalau begitu. "Thio Liong. pintar sekali menyulam. "selamat pagi." sahut Tan Ek Seng.. tidak usah memikul air. "Engkau cukup menyapu di halaman dan membersihkan rumah. Aku adalah anak laki-laki " "Pokoknya engkau tidak boleh memikul air di sini" tandas Tan Giok Cu dan menambahkan." "Adik manis" Thio Han Liong tersenyum lagi."Sekarang masih kecil. begitu pula Ah Hiang. duduklah" "Terima kasih. "Ayahmu kok begitu kejam?" "Ayahku tidak kejam. Suami isterl itu dan Tan Giok Cu sangat baik terhadapnya. "Bagaimana mungkin ibu menyuruh dia bekerja berat?" "Tidak apa-apa." Thio Han Liong mengangguk. "Terima-kasih. Paman" Thio Han Liong mengangguk. "Engkau pun tidak boleh memikul air di sini. Paman" Thio Han Liong duduk. memperkuat daya tahan tubuh." "Apa?" Tan Giok Cu terbelalaki. tiba-tiba muncul Tan Ek Seng dan putrinya.

Tapi -" Tan Giok Cu menatapnya. "Belajar sendiri. "Aku tidak mau belajar ilmu silat." "Kakak tampan" Tan Giok Cu heran." Thio Han Liong menundukkan kepala"Giok cu" Tan Ek seng tersenyum"Jangan dipaksa. Paman. selelah hari mulai siang. Tan Ek seng mulai mengajar putrinya pasang kuda-kuda dan lain sebagainya." Tan Giok Cu mengangguk." ucap Thio Han Liong dan memberitahukan. bibi bersedia mengajarmu. Tapi." "Thio Liong" Nyonya Tan tersenyum. lalu duduk di bawah pohon." "Oh?" Thio Han Liong berhenti menyapu. lalu duduk di sisinya." "ya. "Aku sudah bisa menulis dan membaca. Thio Han Liong menyaksikan itu dengan penuh perhatian." Thio Han Liong menggelengkan kepala. Tan Giok Cu mengajak Thio Han Liong ke ruang belajar. Kemudian mereka berdua benalan ke rumah dengan wajah cerah ceria. "Engkau harus terus berlatih siang dan malam. Engkau gembira kan?" "gembira sekali. "Engkau boleh ikut belajar menulis dan membaca. kemudian berkata.mengajarku ilmu silat. "Engkau mau belajar ilmu silat?" "Ya." "Terima kasih. "siapa yang mengajarmu?" "Ibuku. sedangkan Tan Giok Cu segera mendekati Thio Han Liong. "Kenapa engkau tidak mau belajar ilmu silat?" "Aku . sebab engkau masih kurang gesit." "oh?" Nyonya Tan tertegun. biar dia menonton saja" Thio Han Liong menyaksikan Tan Giok Cu belajar silat dengan penuh perhatian." "Ibumu?" "ya. Tan Ek seng berhenti mengajar putrinya. Ayoh kita makan dulu" Thio Han Liong mengangguk. Bibi. . ayah mau ke dalam" Tan Ek seng melangkah ke rumah. Seusai makan. "Terimakasih. Nyonya Tan tersenyum sambil memandang Thio Han Liong. "Untuk menjaga diri" "Thio Liong" ujar Tan Ek seng. "Kakak Tampan." sahut Thio Han Liong. " Aku pasti menurut perkataanmu.. bagaimana gerakanku?" "Kaku sekali. "Tapi--" "Adik manis" Thio Han Liong tersenyum"Aku akan melihatmu belajar ilmu silat di sini. "Engkau tidak boleh menyapu ya" "Ya-" Thio Han Liong mengangguk. Ternyata Nyonya Tan yang mengajar Tan Giok Cu menulis dan membaca." ujar Nyonya Tan. "Engkau pun boleh ikut belajar bersama Giok Cu." Tan Giok Cu manggut-manggut..

"Bibi pasti pernah membaca syair Li Pek-" "Betul." "Bukan main indahnya" ujar Tan Ek Seng dengan kagum." Nyonya Tan menggeleng-gelengkan kepala." sahut Tan Giok Cu sambil menarik Thio Han Liong meninggalkan ruang itu." Thio Han Liong segera membaca buku yang disodorkan Nyonya Tan. bahkan juga bisa menulis sebuah syair Li Pek. tapi tidak boleh lama.. la memang pernah membaca syair-syair LiPek namun tidak pernah menghafalnya. "kanapa engkau memikirkan anak kecil itu?" "Dia begitu lancar membaca.. "Tulisanmu indah sekali. betul" sahut Nyonya Tan dengan wajah agak kemerah-merahan. kanapa engkau berdiri mematung di sini?" "Suamiku. Dia pasti tidak akan berterus terang. Nyonya Tan masih berdiri termangu-mang u di tempat." Thio Han Liong memberitahukan. "Itu. sebab tulisan anak itu indah sekali. kanapa . Jilid 3 Bab 6 Menyalamatkan Kepala Desa Sementara itu." "Dia mengaku berasal dari keluarga Nelayan.. "Tempo hari dia tidak mau memberitahukan.." "Ngmm" Tan Ek Seng manggut-manggut. hanya saja dia merahasiakan sesuatu dan identitas dirinya. Begitu cepat dan lancar. "oh?" Tan Ek Seng memandang ke atas meja dan terbelalak." jawab Nyonya Tan. "Isteriku. "Sekarang kalian boleh main. "Thio Liong. "Aku sedang memikirkan Thio Liong. Berselang beberapa saat kemudian. perlukah kita bertanya kepadanya?" "Tidak perlu. "isteriku. Engkau menulis sebuah syair ya?" "Ya." ujar Nyonya Tan." "Tapi " Tan Ek seng mengerutkan kaning. itu tidak mungkin. "Ya. maka percuma kita bertanya kepadanya. " Kalau dia berasal dari keluarga terpelajar.. Nyonya Tan berhenti mengajar putrinya menulis. Ibu. Nyonya Tan memandang punggung Thio Han Liong. "Aku tidak menyangka." Nyonya Tan memberitahukan. "Aku yakin anak kecil itu berasal dari keluarga terpelajar." Nyonya Tan menggelengkan kepala." ujarnya dengan kagum. kemudian keningnya berkerut seakan memikirkan sesuatu Di saat bersamaan tampak T an Ek seng memasuki ruang itu. lalu bertanya perlahan. sehingga membuat nyonya Tan melongo"Sekarang engkau menulis" ujar nyonya ituThio Han Liong mengangguki lalu mulai menulis. Tan Ek Seng mandakatinya dengan penuh keheranan. tulisan Thio Liong?" "ya.Syair Li Pek yang amat terkenal itu. Nyonya Tan terbelalak." "Memikirkan dia?" Tan Ek Seng bingung."Coba engkau baca buku ini" "ya.

" Nyonya Tan menggeleng-gelengkan kepala. tapi bukan dikarenakan cinta.. isteriku. "Aaaahhhh Belasan tahun lalu." "Isteriku.. Thio Liong memang anak baik." Tan Ek seng juga menggeleng-gelengkan kepala. Itu sungguh mencemaskan" "Tidak usah cemas." "Jangan khawatir isteriku" Tan Ek seng menggenggam tangannya erat-erat"Aku tidak akan membiarkannya merebutmu dari sisiku. "Dia penasaran sekali.. "Aku masih sanggup mengalahkannya... tidak mungkin anak. namun gara-gara cinta." Nyonya Tan menggeleng-gelengkan kepala lagi. "Padahal kita bertiga adalah teman baik." " Engkau menyukai anak itu?" "ya. kepandaiannya pasti sudah tinggi." Nyonya Tan menghela nafas panjang.. "kanapa engkau begitu terburu-buru ingin punya calon . tapi akhirnya.. "Aaaah " "Akhirnya kami berdua bertanding. aku berniat menjodohkan mereka berdua. "Kita berdua saling mencinta." Tan Ek seng mengangguk"Karena itu. "oh ya.." "Aku menganggapnya sebagai kakaki tapi dia." "suamiku" Nyonya Tan tertawa kecil.." "Maksudmu anak Yap song Kang?" "ya... tidak usah memikirkan anak kecil itu" "Suamiku.." "Biarlah" Tan Ek seng menghela nafas panjang.." Nyonya Tan mengangguk sambil menghela nafas panjang. " Kalau dia ke mari mencari kita." Wajah Nyonya Tan berubah murung. aku khawatir." Nyonya Tan menghela nafas panjang. "Dia bermarga Thio." "Isteriku" Tan Ek seng memeluknya..... Belasan tahun lalu.. sudahlah." "Suamiku.pakaiannya hari itu begitu tidak karuan?" "Memang membingungkan.." "Belasan tahun kemudian.. aku akan menghadapinya. dia bukan tandinganku. "sudah belasan tahun kita menikahi aku yakin tidak lama lagi yap song Kang akan muncul mencari kita. bahkan sangat cocok denganputri kita.. dan aku berhasil mengalahkannya." ujar Tan Ek seng.." "sudahlah jangan membicarakan itu lagi" Tan Ek seng membelainya.." Tan Ek seng tersenyum.... percayalah" "Aaaah. maka bersumpah sepuluh tahun kemudian akan ke mari mencari kita. "Padahal dia dan klta adalah kawan baik. "Tidak mungkin anak kecil itu putra yap song Kang.. Engkau memang baik terhadap yap song Kang. Aku-.

belum tentu Thio Liong akan terus tinggal di sini. Ayah" Tan Giok Cu mengangguk. dan Tan Giok Cu berusia sembilan tahun. "Berlatihlah" Tan Ek seng tersenyum. tentunya engkau sudah ingat semua jurus ilmu pedang Hui Liong Kiam Hoat. masuk ke dalam rumah.. "Ayah mau ke dalam.. yakni Hui Liong Kiam Hoat (Ilmu Pedang naga Terbang). bahkan sangat gesit.Kini Tan Ek Seng mulai mengajarnya ilmu pedang. Dia berhenti sambil memperhatikan Tan Giok Cu yang sedang berlatih. Memang cukup dahsyat ilmu pedang itu. Kehadiran lelaki yang tak diundang itu sudah diketahui Thio Han Liong. "Mudah-mudahan mereka berdua berjodoh kelak" "Itu yang kita harapkan. sudah barang tentu mengalami kemajuan pesat sekali.menantu?" "Tentu. Namun dalam pandangan Thio Han Liong. Di saat Tan Giok Cu sedang asyik berlatih. Thay Kek Kun dan Kiu Im Pek Kut Jiauw secara diam-diam. Begitu pula Tan Giok Cu. Dalam tiga tahun ini. itu bukan merupakan ilmu pedang tingkat tinggi. Gadis kecil itu telah menguasai semua gerakan silat yang diajarkan ayahnya. sementara ayahnya. kemudian terus berlatih. Thio Han Liong terus melatih Kiu yang sin Kang. sebab ini ilmu pedang Rahasia ayah" "ya. begitu pula Nyonya Tan dan putrinya.." "Kita biarkan saja. ia memandang lelaki itu dengan penuh keheranan. "Adik manis" Thio Han Liong mandakatinya. bukankah perjodohan ini akan membuat mereka mandarita?" "Kalau begitu. Namun ia diam karena mengira lelaki itu adalah famili Tan Giok Cu. Kepala desa itu memang baik sekali terhadapnya. Lelaki berusia empat puluhan. "Hmm" dengus lelaki itu mendadak"Ilmu pedang Hui Liong Kiam Hoat. sang waktu terus berlalu." sahut Nyonya Tan sambil tersenyum." "Iya. kan?" Gadis itu tersenyum. berwajah tampan tapi agak dingin. "siapa orang itu? Engkau kanal dia?" . lagipula tidak baik kita menjodohkan mereka lho" "kanapa?" "Bagaimana kalau mereka berdua tidak saling mencinta setelah dewasa nanti." "Ingat Giok Cu masih kecil. sedangkan Thio Han Liong terus memperhatikan latihan gadis itu dengan penuh perhatian. tak terasa sudah tiga tahun Thio Han Liong bekerja di rumah Tan Ek Seng. Kini Thio Han Liong sudah berusia sepuluh tahun. "Engkau harus baik-baik berlatih ilmu pedang ini." Tan Ek seng manggut-manggut.Lagi pula. Ek seng. kini sudah tak berarti bagiku" Tan Giok Cu langsung berhenti berlatih. "Giok Cu" Tan Ek Seng memberitahukan. tiba-tiba tampak seseorang memasuki pekarangan itu. Gadis itu bertambah cantik manis.

..." Tan Ek seng menggeleng-gelengkan kepala.. sekarang aku harus merebutnya kembali dengan cara yang sama pula" ujar yap song Kang sambil menatap mereka. Gadis itu berlari ke dalam rumahi tak lama kemudian ia sudah kembali lagi bersama ayah dan ibunya." "Paman kanal ayahku?" tanya Tan Giok Cu. namanya Giok Cu. Thio Han Liong segera manggut-manggut. "Ha ha ha" yap song Kang tertawa gelak ketika melihat mereka.. tentu saja harus membelanya" sahut Tan Giok Cu. heran. maka aku ke mari untuk membuat perhitungan Ha ha ha.. "Belasan tahun lalu. "Dia putri Paman Tan. sebaliknya aku. Aku. belasan tahun lalu dia membela Tan Ek seng. kini aku ke mari mencarimu" "Saudara yap" Tan Ek Seng menghela nafas panjang. "sejak kita berkanalan. "sudah belasan tahun klta tidak berjumpa." "saudara yap-.. bahkan Tan Ek seng pun sudah jadi kepala desa ini.Bagus Bagus " "Aku putrinya.. "Ha ha ha" Lelaki itu tertawa. kini engkau membelanya pula.. "Kakak yap." "Bagiku belum berlalu." "saudara yap" Tan Ek seng memberi hormat." "sudan belasan tahun. " Wajah dan sifatmu memang mirip Lim soat Hong ibumu. "sebab ayahmu telah merebut kekasihku belasan tahun lalu.. kanapa engkau. Lelaki itu menghampiri mereka dengan tatapan dingin." sahut lelaki itu memberitahukan." selak Nyonya Tan atau Lim soat Hong. bagaimana engkau selama ini?" "Hm" sahut yap song Kang dengan dengusan dingin"Aku menuntut ilmu di suatu tempat." gumam lelaki itu. "Hm" dengus lelaki itu dingin" Cepat katakan pada ayahmu. ia memandang lelaki itu dengan wajah gusar. "Mereka telah dikaruniai seorang putri. kemudian bertanya dengan suara dingin pula. "Semua itu telah berlalu. Lelaki separuh baya itu menganggukkan kepala"Tapi aku sangat dendam padanya" "kanapa?" tanya Tan Giok Cu. aku sama sekali tidak pernah mencintaimu ." "Engkau merebut kekasihku dengan cara mengalahkanku.Tan Giok Cu menggelengkan kepala.... "Kalian berdua sungguh bahagia sekali. bahwa aku yap song Kang ingin membuat perhitungan dengan dia" Tan Giok Cu melirik Thio Han Liong seakan minta pendapat.. "Kalian berdua anak Tan Ek seng?" "Aku bukan" sahut Thio Han Liong memberitahukan. aku menganggapmu sebagai kakakku. "Maka hari ini aku datang untuk membuat perhitungan dengan bangsat itu" "Paman jangan mencaci ayahku" Tan Giok Cu tampak tidak senang...

. " Ketika kita dikeroyok para penjahat. "Aku akan melindungimu. mari kita bertarung" Tan Giok Cu yang berdiri di sisi ibunya." ucap Tan Giok Cu sambil tersenyum manis. Kakak tampan..sebagai kekasihku." Mata Lim soat Hong mulai basah"kanapa engkau begitu? selama itu aku menganggapmu sebagai kakak-" "Hehehe Hehehe " yap song Kang tertawa terkekehkekeh"Tan Ek seng. " Kakak yap" tegas Lim Soat Hong. apabila aku dapat mengalahkanmu. "Engkau akan baik padaku selamanya?" "Tentu" Thio Han Liong manggut-manggut. "Aku. aku tidak pernah mencintaimu.. "Baik Kalau begitu.." Tan Ek seng tidak senang." "Jangan takut" Thio Han Liong tersenyum sambil memegang bahunya." yap song Kang menudingnya dengan tangan bergemetar." "Bukan karena itu" bantah Lim soat Hong. "Itu karena kehadiran Tan Ek seng di tengah-tengah kita. "Baik" Thio Han Liong tersenyum sekaligus mencetuskan . segera menggeser ke sisi Thio Han Liong. " Kakak tampan" bisik gadis kecil itu. "Kalau begitu. Tan Giok Cu menatapnya seraya bertanya dengan suara rendah sekali. aku tidak akan ikut engkau pergi" "soat Hong. "Mari kita bicara baik-baik di dalam rumah saja" "Bicara baik-baik?" yap song Kang tertawa dingin"Tidak Aku datang justru ingin membuat perhitungan denganmu. engkau. "seandainya engkau menang. baik belasan tahun lalu maupun sekarang" "Engkau. " Engkau harus tahu. aku takut. engkau sudah tidak mencintaiku?" gumam yap song Kang dengan mata terbelalak. "Engkau pun sangat baik padaku. maka cintamu beralih padanya Dasar wanita tak tahu malu" yap song Kang mencaci maki"Apakah karena dia lebih ganteng dari aku?" "saudara yap." Tan Ek seng menggeleng-gelengkan kepala. hanya sebagai kakak saja" "oh?" yap song Kang tersenyum dingin.. maka aku tidak akan cari kalian.." bisik Thio Han Liong. aku akan membunuh suamimu agar engkau jadi janda" "Kakak yap. muncul Tan Ek seng menolong kita. sebaliknya. engkau harus berjanji" ujar Tan Giok Cu sungguh-sungguh.. "Jangan sembarangan mencaci isteriku" "Engkau tidak senang?" yap song Kang menatapnya dingin"saudara yap." "Karena kemunculannya. kila bertanding di sini saja Kalau engkau dapat mengalahkan aku lagi. aku pasti membawa pergi soat Hong" "Tidak" teriak wanita itu cepat." "Engkau baik sekali padaku.

Mendadak ia mencabut pedangnya yang bergantung di punggungnya.. "He he he" yap song Kang tertawa terkekeh"Hui Liong Kiam Hoat yang engkau banggakan itu sudah tak berarti bagiku. "Kita cukup bertanding. Bukan main terkejutnya Tan Ek seng.Tan Ek seng menangkis dan balas menyarang dengan mati-matian. masih berani mengaku sebagai kawan?" "Orang she Yap" bentak Lim soat Hong. aku bukan kekasihmu." Wajah Tan Ek seng tampak murung sekali. Perlahan-lahan ia menghunus pedangnya. disertai bunga api berpijar. selama-lamanya akan baik pada Tan Giok cu. sehingga pedangnya nyaris terlepas. "Jangan diam saja.Gadis kecil itu menyaksikan pertarungan dengan tubuh menggigil." "Terimakasih atas janjimu.. " Hati-hati" pesan Lim soat Hong kepada suaminya.. Diam-diam ia melirik sejenak ke arah mereka. kemudian menghela nafas panjang. Terdengar suara benturan pedang. Jangan sembarangan bicara" "Bagus Bagus" Wajah Yap Eng Kang kehijau-hijauan. sangat gusar karena Yap song Kang meludahi suaminya. "Engkau harus tahu. Kakak tampan. Wajah Lim soat Hong pucat pias menyaksikan pertarungan itu.Bersamaan dengan itu.. mari kita bertarung" "Baiklah" sahut Tan Ek seng tampak terpaksa dan serba salah. hati-hati" teriak Lim soat Hong. "Kita bertanding seperti belasan tahun lalu" Tan Ek seng mengangguk. dan cepat sekali datangnya. "Baik" yap song Kang manggut-manggut. "saudara yap. kita adalah kawan. ia sangat mengkhawatirkan keselamatan sua minya-Begitu pula Tan Giok Cu. Begitu dahsyat. mendadak yap song Kang membentak sambil menyarangnya "Suamiku. "Ng" Tan Ek Seng mengangguk. "Tenang" Thio Han Liong memegang bahunya. namun serangan susulan sudah mengarah padanya lagi." Wajah Tan Ek seng merah padam saking gusarnya." "Phui" Yap song Kang meludah"Engkau telah merebut kekasihku.." ucap Tan Giok Cu dengan wajah kemera h-merahan. tampak cemas sekali. lihat seranganku" yap song Kang mulai menyarang lagi. tidak perlu saling melukai" "Engkau takut soat Hong jadi janda?" sindir yap song Kang sinis. Tan Ek seng cepat-cepat berkelit.janjinya"Aku berjanji. "Tan Ek Seng. . Trang. semua percakapan mereka berdua itu tidak lewat dari telinga Lim soet Hong. "Tan Ek seng" bentak Yap song Kang. "Kita. Tan Ek seng terpaksa mengeluarkan Hui Liong Kiam Hoat untuk menangkis... ganas. lalu mandakati yap Song Kang seraya berkata. cepat kau hunus pedangmu" "saudara Yap. karena merasakan telapak tangannya sakit sekali.

. tidak boleh berbuat sewenang-wenang.. Adik manis" Thio Han Liong tersenyum.. "Bocah" yap song Kang menatapnya dengan kaning berkerut. "Engkau harus tenang." "Tidak" potong Lim soat Hong cepat. yap song Kang tertawa terbahakbahak "Bocah. itu akan memecahkan perhatian ayahmu" Tan Giok Cu langsung menghentikan tangisnya." suara Tan Giok Cu bergemetar "Akan kalah melawan orang jahat itu?" "Ayahmu memang akan kalah" ujar Thio Han Liong sambil terus memperhatikan ilmu pedang yap song Kang. aku akan bunuh diri" "Ha ha ha" Yap song Kang tertawa gelak sambil menurunkan pedangnya. aku tidak mencintaimu Aku cuma mencintai Ek Seng suamiku. "Aku akan melindungi.bagaimana caranya engkau melindungi g«dis kecil itu?" "Pandakar yang gagah harus adil dan bijaksana. sedangkan ujung pedang Yap song Kang mengarah pada teng gorokan Tan Ek seng. " Engkau berani kurang ajar terhadapku. "Hiyaaat" teriak Yap song Kang keras sambil menyarang Tan Ek seng dengan jurus yang mematikan. "Jangan khawatir. Pedang Tan Ek seng terpental ke udara. Sudan kubilang dari tadi. hari ini aku telah mengalahkanmu Ha ha ha. sementara pertarungan itu bertambah seru dan menegangkan." "Hmm. "Aku tidak akan ikut engkau.. " Tan Giok Cu mulai terisak-isak"Adik manis" bisik Thio Han Liong. " Kalau engkau berani bawa Giok Cu pergi. "Tan Ek seng." Kakak tampan. " Kakak tampan. cepat-cepat ia mengeluarkan jurus sin Liong Phun sui (Naga sakli Menyam-bur Air) guna menangkis serangan itu.. menatap yap song Kang.. kalau engkau menangis. lalu menghampiri Tan Giok Cu yang berdiri di sisi Thio Han Liong. "Kalau begitu. Paman tidak berhak membawa Giok Cu pergi" ujar Thio Han Liong tenang. "Kalau engkau bunuh dia. Karena itu." Mendadak lelaki itu menatap Tan Giok Cu"Akan kubawa pergi putri kalian itu" "Tidak Tidak " teriak Lim soat Hong. "Jangan bunuh dia" jerit Lim soat Hong sambil berlari ke arah suaminya. kepalamu pasti pecah" "Akan kugigit tanganmu" sahut Tan Giok Cu mendadak"Ha ha ha" yap song Kang tertawa gelak"Kalian berdua masih kanak-kanak tapi sudah saling melindungi. sungguh luar biasa" . Tan Ek seng terkejut sekali. tolong aku" Tan Giok Cu langsung menggeserkan dirinya ke belakang Thio Han Liong. "soat Hong harus ikut aku pergi.." sepasang mata yap song Kang berapi-api. tenang saja" mandangar ucapan itu. sekali tangan ini kuayunkan." "Lalu apa maumu?" tanya Tan Ek seng. "Kalau ayahku kalah.. aku aku akan mengadu nyawa denganmu" "oh ya?" yap song Kang tertawa dingin. ayahku.

" Tan Ek seng menghela nafas panjang. "Kami saling menyayang. putus asa. Ayah-" ujar Tan Giok Cu. "Menurutmu harus bagaimana?" "Tentunya harus bertanding sekali lagi. Paman harus bersiap-siap menghadapinya. kalau sekarang Paman membawa Giok Cu. "Terima kasih atas bantuanmu yang membuat orang itu pergi. itu berarti seri. Biar bagaimanapun aku harus bawa engkau pergi. Paman Tan mengalahkanmu" ujar Thio Han Liong." sambil tertawa gelak yap song Kang melesat pergi. "Aku tidak bise menunggu belesen tehun legi" ujer Yap song Kang. Lim soat Hong tersenyum lembut. maka harus saling melindungi. "Kini Paman mengalahkannya. "Itu tidak adil" tukas Thio Han Liong. ayah tidak bisa mengalahkannya." ujar yap Song Kang. "Kepandaian song Kang amat tinggi. Ayah bisa memikirkan jalan keluarnya. mereka sama sekali tidak menyangka Thio Han Liong bermulut begitu tajam." ujar Tan Ek seng. mulai sekarang engkau harus terus berlatih Ha ha ha. "Bibi" Wajah Thio Han Liong tampak serius. "Paman bukan seorang pandakar." "Bukankah Ayah bisa berlatih?" lukas Tan Giok Cu." "Kakak tampan benar." ucapnya kepada Thio Liong. "Namun aku akan memberi wektu tige heri." "Aku tidak dapat melawannya. . Nah." yap song Kang menatapnya."Tentu. Ayah dan ibumu saling mencinta." ujar Tan Giok Cu. aku menang berarti aku akan bawa Giok Cu pergi-" "Nah" Thio Hen Liong tertawa.. "Harus bagaimana untuk disebut adil?" "Belasan tahun lalu. tentu mereka tidak akan berpisah" "Engkau memang gadis kecil yang manis.. "Masih ada tiga hari. Tan Ek seng dan Lim soat Hong saling memandang."Ternyata Paman seorang pandakar yang gagah-" "Tan Ek Seng. sehingga membuat yap song Kang langsung mundur. "Engkau... "Tiga hari lagi aku akan ke mari lagi. Tiga hari kemudian aku akan ke Mari legi "untuk bertending dengen Tan Ek seng. apakah namanya adil?" "Ngmmm" YaP song Kang manggut-manggut.. "Tiga hari kemudian dia akan ke mari lagi. tapi bukan sekarang" jeweb Thio Hen Liong. melainkan seorang penjahat" "oh?" Yap song Kang melotot. Jika dia menang berarti aku tidak akan muncul di sini lagi selamanya.. "kanapa Paman begitu cepat putus asa? Padahal masih punya waktu untuk berpikir-" "Eh?" Wajah Tan Ek seng langsung memerah dan panas.. "Paman" Thio Han Liong menatapnya.

orang tua ini sebenarnya merasa lucu juga. belum tentu bisa mengalahkannya. "Hanya mampu bertahan." tegas Thio Han Liong. "Kakak tampan. aku bicara sesungguhnya. "Suamiku" Lim soat Hong memandangi suaminya.." "Paman.Bagaimana mungkin dirinya bertanya kepada anak kecil yang baru berusia sepuluh tahun. ayah sangat bingung."Itu tidak mungkin. setelah itu ia pergi memungut pedang Tan Ek seng yang terpental tadi- ." Tan Ek Seng mandakati putrinya. "Maafkan ayah Karena. " Kakak tampan tidak pernah bohong.. "Ayah" sela Tan Giok Cu. "Engkau punya suatu cara mengalahkannya?" Thio Han Liong tampak ragu.hanya saja Paman tidak tahu caranya." Tan Ek Seng menggeleng-gefengkan kepala." "Eh?" Tan Ek seng menatapnya dengan kaning berkerutkerut. "Dia pasti bisa menemukan jalan keluarnya-" Tan Ek seng tersenyum getir. sementara Lim soat Hong cuma menggelenggelengkan kepala." "Lalu bagaimana?" tanya Tan Ek Seng sambil menatapnya dengan penuh keheranan." "Giok Cu. "Hui Liong Kiam Hoat tidak dapat mengalahkannya." Ternyata Thio Han Liong menjelaskan tentang ilmu pedang Yap song Kang. "Tidak baik engkau membentak Giok Cu. "Aku tidak akan melupakan budimu selama. Tapi paman tidak boleh bertanya apa-apa padaku. "Paman. tidak baik bicara begitu. lalu membelainya seraya berkata. bantulah ayahku" desak Tan Giok Cu." "Diam" bentak Tan Ek seng. meyakinkan." "Paman" sela Thio Han Liong mendadak"Sebetulnya tidak sulit mengalahkan orang itu." Thio Han Liong memandangnya sejenak.. "Ilmu pedang orang itu memang cukup hebat dan dahsyat.. Hal itu hampir membuatnya tak percaya. maka kewalahan menghadapi ilmu pedangnya. sebab tiga hari kemudian orang itu akan ke mari lagi?" "Tentu paman harus mengalahkannya" jawab Thio Han Liong." "Ayah tidak usah bingung." tambah Thio Han Liong. sebab aku tidak akan menjawab" ujar Thio Han Liong dan mulai menjelaskan sesuatu.. " Engkau masih kecil. kemudian memandang Thio Han Liong seraya bertanya"Aku harus bagaimana. tanya saja pada Kakak tampan" sahut Tan Giok Cu. "Walaupun ayah berlatih lima tahun. Giok Cu yakin dia punya suatu cara untuk mengalahkan orang jahat itu. dia belum tahu apa-apa. "Harus bagaimana mengalahkannya?" tanya Tan Ek seng lagi. aku akan menjelaskan. itu sungguh membuat Tan Ek seng dan Lim soat Hong terkejut bukan main. itupun cuma dalam puluhan jurus saja.lamanya" "Adik manis..

kemudian mulai ia berlatih. " Aku tidak jahat. "Kakak tampan" bisik Tan Giok Cu. la ingat semua jurus-jurus ilmu pedang itu."Kakak tampan" Tan Giok Cu terheran-heran. "sedikit" Thio Han Liong tersenyum lagi. Ketika Tan Ek seng bertarung dengan yap song Kang. "Paman" seru Thio Han Liong seusai memperlihatkan ke tiga jurus ilmu pedang itu. anak kecil itu langsung memberitahukan. ia memperhatikan dengan seksama. melainkan mulai memperlihatkan tiga jurus ilmu pedangnya. Tan Ek seng cun langsung bertanya. "Paman perhatikan baik-baik" ujar Thio Han Liong dan mulai memperlihatkan ke tiga jurus ilmu pedang itu lagi sampai beberapa kali"Bagaimana? Paman sudah ingat?" "Ng" Tan Ek seng manggut-manggut.. hanya saja. "Paman harus berlatih" ujar Thio Han Liong sungguhsungguh"Sebab ke tiga jurus iimu pedang itu pasti dapat mengalahkan Paman yap-" Tan Ek seng mengangguk." "Tidak mau orang lain tahu engkau mengerti ilmu pedang . siapa yang mengajar engkau ilmu pedang?" Thio Han Liong tidak menyahut. Thio Han Liong menyaksikannya dengan penuh perhatian.. Thio Han Liong tersenyum. gadis kecil itu terus memandang Thio Han Liong dengan mata berbinarbinar. "Paman. "Aku ingin mempertunjukkan tiga jurus ilmu pedang pada ayahmu" "oh?" Tan Giok Cu tertegun. "kanapa engkau mengambil pedang itu?" "Adik manis" ujar Thio Han Liong sambil tersenyum. Begitu pula Lim soat Hong. tapi girang sekali dalam hati. Engkau memang jahat" Wajah Tan Giok Cu cemberut. Yang paling girang adalah Tan Giok Cu. "Thio Liong. sehingga ia tahu dengan jurus apa kira-kira mengalahkan yap song Kang. "sudah ingat ke tiga jurus ilmu pedang yang kuperlihatkan barusan?" Wajah Tan Ek seng kemerah-merahan. tapi tidak pernah memberitahukan padaku. perhatikan baik-baik tiga jurus ilmu pedang ini" Sementara Tan Ek seng dan Lim soat Hong terus saling memandang dengan penuh keheranan. Di samping itu. "Adik manis. "Engkau jahat sekali" " Aku jahat?" gumam Thio Han Liong heran. Kalau Tan Ek Seng melakukan gerakan yang salah. "Engkau mengerti ilmu pedang?" gumamnya. sebab ilmu pedang itu sungguh dahsyat dan luar biasa. karena amat terkejut ketika menyaksikan ke tiga jurus ilmu pedang itu. kemudian memandang Tan Ek seng seraya berkala.. ia pun membayangkan ilmu pedang ayahnya. Sejak kecil ia sering melihat Thio Bu Ki ayahnya berlatih ilmu pedang. kanapa engkau bilang aku jahat sekali?" "Engkau mengerti ilmu pedang. Tan Ek seng semakin berlatih dengan semangat. Namun hatinya merasa heran terhadap Thio Han Liong. Diambilnya pedang di tangan Thio Han Liong. Nyonya itu tidak habis pikir. Ketika Thio Han Liong berkata begitu.

jurus ke dua adalah Kiam In Ap San . Tapi aku tahu nama jurusjurus itu. jawabnya.Lim soat Hong pun terus mendampinginya. maka engkau membuka rahasia sendiri dengan tiga jurus ilmu pedang itu.. sebetulnya itu ilmu pedang apa?" tanya Tan Ek seng. Kakak tampan. Aku. ya." ujar Lim soat Hong sambil tersenyum. maafkan aku Aku punya kesulitan. aku tidak tahu." "Aku tahu-" Tan Giok Cu tersenyum. "Ayah. apakah ilmu pedang itu dapat mengalahkan yap song Kang?" "Mudah-mudahan" sahut Tan Ek seng. kemudian kaningnya berkerut seraya berkata." jawab Thio Han Liong sungguh-sungguh. "Ayah sudah usai berlatih?" tanya gadis kecil itu. "Thio Liong. Giok Cu sudah bertanya pada Kakak tampan. Pasti. sebetulnya siapa Thio Liong itu. ilmu pedang itu dapat mengalahkan paman yap. aku harus melindungimu." jawab Thio Han Liong." Lim soat Hong menatapnya seraya bertanya. Thio Han Liong mengangguk dan berkata. "Suamiku. "Ng" Tan Ek Seng mengangguk. "Adik manis. "Aku akan membujuknya." ucap Tan Giok Cu dengan wajah berseri"Terima kasihi" Dalam tiga hari ini." ujar Lim soat Hong. "Beritahukanlah" desak Tan Ek seng. aku akan bertanya padanya. "oh ya.. Bersamaan itu muncullah Tan Giok Cu dan Thio Han Liong. maka tidak memberitahukanmu bahwa aku mengerti ilmu pedang. Paman." Tan Giok Cu memberitahukan dengan wajah berseri-seri"Thio Liong" Lim Soat Hong menatapnya lembut. kanapa anak itu meninggalkan rumah?" Tan Ek Seng menggeleng-gelengkan kepala. Ibu. "Terima kasih. Tan Ek seng tak henti-hentinya berlatih ke tiga jurus ilmu pedang tersebut." "Isteriku." "Setelah urusan ini beres. "Aku tidak habis pikir. "Engkau sudah menguasai ilmu pedang itu?" Tan Ek seng mengangguk.kan?" Tan Giok Cu menatapnya. "Bagaimana kau begitu yakin?" "Sebab aku sudah menyaksikan ilmu pedang paman yapMaka aku yakin dapat mengalahkannya dengan ke tiga jurus ilmu pedang itu." "Aku yakin." tanya Lim soat Hong seusai Tan Ek Seng berhenti berlatih. "Maaf. "Ke dua orang-tuanya pasti Bun Bu Gan cay (Mahir sastra Dan silat)" "Tidak salah Tapi. belum tentu dia akan berterus terang. Jurus pertama adalah Hong soh yap Lok (Angin Berhembus Daun-Daun pun Rontok)." "Aku akan coba membujuknya. kan?" "Ya" Thio Han Liong mengangguk. "Demi melindungi diriku. menghampiri Tan Ek seng. "Itu sungguh mengherankan.

"Maaf. pergi dan selanjutnya tidak akan datang mencarimu lagi" "Baik-" Tan Ek seng mengangguk"Nah Bersiap-siaplah" ujar yap song Kang sambil menghunus pedangnya. "Siapa yang mengajarkan ilmu pedang itu?" tanya Lim soat Hong menatap Thio Liong. "Aku tidak bisa memberitahukan.. "He he he" yap song Kang tertawa terkekeh"Masih menggunakan Hui Liong Kiam Hoat? Tidak ada ilmu pedang lain?" Tan Ek Seng diam saja. yang . harus mengerahkan Giok Cu padaku Aku kalah. sebab aku punya kesulitan. Trang Terdengar suara benturan pedang yang amat nyaring..sebab. "Kami tidak akan bertanya lagi padamu. wajahnya tampak cemas sekali." Lim Soat Hong tersenyum. hari ini adalah pertandingan penghabisan" seru Yap Song Kang dengan suara membentak. mendadak muncul yap song Kang. Bibi. Tak seberapa lama kemudian. tentunya ia akan kehilangan Giok Cu putrinyaPertarungan itu semakin seru. namun Tan Ek seng terus melanjutkan serangan dengan jurus yun Tiong cay Hong (Pelangi Dalam Awan). Mati-matian yap song Kang berkelit. yap song Kang terusmenerus melakukan serangan cepat. Tampak sebuah pedang terpental ke udara. sehingga membuat Tan Ek seng terdesak hebatDi saat itulah mendadak Tan Ek Seng bersiul panjang sambil balas menyarang Yap Song Kang dengan jurus Hong soh yap Lok (Angin Berhembus Daun-Daun pun Rontok) " Hah?" Bukan main terkejutnya Yap Song Kang ketika melihat perubahan ilmu pedang Tan Ek Seng. Thio Han Liong sudah kembali bersama Tan Ek seng. sekaligus menangkis serangan itu dengan Hui Liong Kiam Hoat. Tan Ek seng cepat-cepat berkelit. untuk mengelakkannya. Lim soat Hong. "Bocah Cepat panggil Tan Ek seng untuk bertanding dengan aku. ketika pedang itu mengeluarkan suara mandaru-deruYap Song Kang bergerak cepat meloncat ke samping.sementara Lim soat Hong menyaksikan pertarungan itu dengan kaning berkerut-kerut. Engkau kalah. "Ha ha ha" yap song Kang tertawa gelak"Hari ini pertandingan penentuan. Pedang di tangan Tan Ek seng berkelebat-kelebat secepat kilat.yap song Kang membentak keras. Tan Ek seng juga memburunya dengan jurus Kiam In Ap San (Bayangan Pedang Menakan gunung). membuat yap song Kang terkejut bukan main. dan Tan Giok cu. lho" "Ya. dan jurus ke tiga adalah yun Tiong cay Hong (Pelangi Dalam Awan)" Thio Han Liong memberitahukan. jadi anak baik tidak boleh berbohong. Bibi" Thio Han Liong menganggukPagi ini ketika Thio Han Liong sedang menyapu di pekarangan.{Bayangan Pedang Menekan gunung). tapi. apabila suaminya kalah. lalu mulai menyarang Tan Ek seng. Namun dengan tak kalah cepat." jawab Thio Han Liong. Thio Han Liong segera berlari ke dalam.

"Apa?" Terperangah Yap song Kang.. kanapa tiga hari yang lalu engkau tidak mengeluarkan ilmu pedang ini mengalahkan aku?" Tan Ek Seng tersenyum. "Aku memang masih kecil. "Itu bukan ilmu pedang Hui Liong Kiam Hoat.. "Engkau masih begitu kecil.." "Aaah " yap song Kang menghela nafas panjang." seru Tan Giok Cu kegirangan. setelah menerima pedang itu. "Belasan tahun aku menuntut ilmu pedang. "Ayah menang Ayah menang Ayah menang." yap song Kang berdiri dengan tubuh menggigil gemetaran. " Engkau bukan dikalahkan oleh ilmu pedangku. "Terima kasih atas kemurahan hatimu mau mengalah padaku." gumam Yap Song Kang tergeragap. lalu berpikir memecahkan ilmu pedang itu" "Baik. engkau masih kecil." "Hah?" Yap Song Kang tertegun. Ternyata pedang Tan Ek seng telah menempel di lehernya. " Ha a a h... "Terus terang.. Terimakasih " Mulut yap song Kang ternganga lebar dengan mata terbelalaki sepertinya tidak percaya akan apa yang dialaminya. " Karena paman ingin membawa Giok Cu pergi. tidak disangka. " Ilmu pedang itu.. engkau yang mengajar Ek Seng ilmu pedang itu?" Thio Han Liong mengangguk sambil tersenyum. Tan Ek Seng segera menyarahkan pedangnya." "Paman" Thio Han Liong tersenyum." kaning yap song Kang langsung berkerut. Tan Ek Seng memberitahukan. tapi. aku punya cara mengalahkan paman.ternyata milik yap song Kang. mulailah Thio Han Liong memperlihatkan beberapa jurus ilmu pedang.. "sanggupkah paman memecahkan ilmu pedang itu?" tanya ." "Engkau?" Kelihatannya Yap Song Kang tidak percaya. terpaksa aku mengajar paman Tan ilmu pedang itu. paman harus perhatikan baik-baik. "Maaf" ucap Tan Ek Seng sambil menurunkan pedangnya. memang tidak pantas bertanding dengan Paman. "Bagaimana caranya engkau mengalahkan aku?" "Aku akan memperlihatkan beberapa jurus ilmu pedang. "Bocah Engkau. menatap Thio Han Liong dengan mata terbeliak. "siapa yang mengajarkanmu ilmu pedang itu?" "Anak kecil itu" Tan Ek seng menunjuk Thio Han Liong. "Aku ingin menantangmu.. tiga hari yang lalu aku belum belajar ilmu pedang itu. baik" Yap Song Kang tertawa. tapi. Tetapi." timpal Tan Giok cu mendadak"Penasaran Aku sungguh penasaran sekali" gerundal Yap song Kang.. itulah jurus-jurus ilmu pedang yang dimainkan Thio Bu Ki ayahnya. "Cepatlah. memang dia yang mengajar ayahku ilmu pedang itu." ujarnya." " Kakak tampan tidak bohong. bagaimana mungkin-. perlihatkan ilmu pedang itu" Thio Han Liong mengangguk.

cinta tidak bisa dipaksa. "Hah?" kaning yap song Kang berkerut-kerut. kami pun belum begitu jelas mengenai dirinya.. adil. "Terima kasih. Bolehkah aku tahu namamu?" "Namaku Thio Liong" "Thio Liong. " Ya ai" Yap song Kang menggeleng-gelengkan kepala. engkau pernah bilang. tapi tetap merahasiakan identitasnya" "oh?" Yap song Kang menatap Thio Han Liong. aku. "Aku." "Terimakasih. "Terima kasih atas kemurahan hatimu. " Kakak tampan menang. "Sudahlah Kita berdua memang seperti katak dalam sumur. dan bijaksana. saudara Yap" ucap Tan Ek seng sambil memberi hormat. Kelihatannya mereka pun tidak sanggup memecahkan ilmu pedang itu. "siapa ke dua orangtuamu?" "Maaf. "siauwhiap (Pandakar Kecil). aku justru merasa sayang padamu-" Tan Giok Cu tersenyum." "Terima kasih. oh ya. "oh ya." gerutunya tampak kesal.." Thio Han Liong tersenyum." "Apa maksudku. Kakak tampan menang" "Aaaah " YaP song Kang menghela nafas panjang." "Baiklah" yap song Kang manggut-manggut. "Aku tahu maksud Paman.sini.." ujar Lim soat Hong. ke dalam rumah. akhirnya malah terjungkal di tangan seorang anak kecil. Paman" sahut Thio Han Liong. " Lim soat Hong mandakatinya." sahut Tan Ek Seng sambil menggelengkan kepala "Sudah tiga tahun dia bekerja di. Kini aku telah sadar. Wanita itupun memberi hormat seraya berkata. seorang pandakar harus gagah. gadis kecil itu terus bersorak-sorak dalam hati kegirangan.. Paman" "Kakak Yap... "Mari. paman yang jahat itu tidak sanggup memecahkan ilmu pedangmu.Thio Han Liong seusai memperlihatkan jurus-jurus ilmu pedang itu. sudah belasan tahun kita tidak berkumpul." ucap yap song Kang sambil menggelengkan kepala "Aku tidak mau mengganggu kalian.. percuma aku menuntut ilmu pedang belasan tahun.. aku kagum sekali pada mu. sebetulnya siapa bocah itu?" "Kami.?" gumam yap song Kang dengan kaning berkernyit. " Kakak Yap. Lain halnya dengan Tan Giok Cu. Tan Ek seng dan Lim soat Hong saling memandang. " Aku pun minta maaf. coba beritahukan" . aku tidak sanggup. "Aku tidak bisa memberitahukan. Saudara Tan. " Aku pun tidak mampu memecahkan ilmu pedang itu" ujar Tan Ek seng memandang Yap song Kang. karena tadi telah mengatakan Paman jahat" "Ha ha ha" yap song Kang tertawa gelak"Sesungguhnya paman tidak jahat. aku minta maaf padamu. Terima kasih " "Paman" Tan Giok Cu segera mandakatinya. karena punya kesulitan.

Tan Ek seng dan Lim soet Hong menggeleng-gelengkan kepala. "Giok Cu" Lim Soat Hong tersenyum. namun yap song Kang sudah tidak kelihatan. dan Tan Giok Cu memperhatikan dengan terkagum-kagum." "Paman" pesan Thio Hen Liong. sampai jumpa" Mendadak yap song Kang melesat pergi." Thio Han Liong tampak mulai memperlihatkan Thay Kek Kun (Ilmu Pukulan Taichi). Lim soat Hong. "Bersediakah engkau mengajar Giok Cu ilmu silat?" "Ya.Itu sangat berguna bagimu-" Tan Giok Cu tampak gembira sekali"Ilmu silat apa itu?" tanyanya"Lihatlah baik-baik. aku turut gembira." "Terima kasih. yap song Kang manggut-manggut. Gedis itu lalu mandakati Thio Hun Liong. "Kakak tampan. " Kalian berdua memang suami isteri yang behagia. aku.Tan Giok Cu bertepuk-tepuk tangan sambil bersorak"Kakak tampan Engkau mahir sekali menari. Tan Ek seng. janganlah mengeluarkan ilmu pedang ini. "Paman" seru Tan Giok Cu." "Paman." ujar Tan Giok Cu terputusputus sambil menatapnya.. lalu mulai berlatih. minum teh dulu. "Ayo. ajarkan aku sekarang" "Adik manis. "Mari ke dalam. He he he..." Yap song Kang memandang mereka. aku. aku akan mengajar Paman beberapa jurus ilmu pedang yang kuperlihatkan tadi-" "oh?" Wajah yap song Kang berseri-seri. mau apa?" tanya Thio Han Liong heran. terima kasih" Thio Han Liong tersenyum. Kakak tampan. "Adik manis. "Tak disangka aku akan memperoleh beberapa jurus ilmu pedang yang begitu hebat. maka Paman menghendaki begitu Ya.Aku akan mengajar engkau ilmu silat yang lemas gerakannya. kemudian manggut-manggut seraya berkata. engkau ini kan seorang gadis yang harus lemah lembut."Karena aku mengajar Paman Tan tiga jurus ilmu pedang.Terima kasih" "seudara yap" ujar Tan Ek seng. " Kakak tampan.. "Kelau tidak dalam keadaan behaya." "Itu ilmu silat tingkat tinggi." ucap Tan Giok Cu.. "Terima kasih" Thio Hen Liong mulai mengajar yap song Kang beberapa jurus ilmu pedang itu. ajaran ayahnya. sebab. kan?" "Bukan main" yap song Kang menatapnya dalam-dalam. setiap jurus pasti mematikan pihak lawan" "ya" yap song Kang mengangguk"Terima kasih Thio siauwhiap.. setelah Thio Han Liong berhenti. bukan tarian" ujar Tan Ek seng . "Engkau ingin belajar silat pada Thio Liong?" Tan Giok Cu mengangguk"Thio Liong" Lim Soat Hong menatapnya lembut kepada anak itu. Bibi" Thio Han Liong mengangguk"Terima kasih. "He he he" yap song Kang tertawa gembira. "Engkau sungguh cerdas sekali. sekaligus menjelaskan.

ilmu silat apa itu? Kok begitu lemas?" "They Kek Kun" Thio Han Liong memberitahukan. "Kakak tampan. sebab Cu Goan Ciang sangat memperhatikan nasib rakyat jelata. sudah banyak Hweeshio-hweeshio siauw Lim Pay jadi korban keganasan ilmu pukulan cing Hwee ciang. Ayah" Tan Giok Cu mengangguk. sejak Cu Goan ciang jadi kaisar. "Kelihatannya Giok Cu sangat baik padanya. Bayangkan. ketua siauw Lim Pay. "Isteriku . dalam rimba persilatan muncul empat jago yang berkepandaian tinggi sekali. maka diberi julukan si Pembunuh Misterius. si Mo (iblis Dari Barat) Buyung Hok." Bab 7 Rimba Persilatan Mulai Dilanda Badai Dalam tiga tahun ini sudah banyak perubahan di daratan Tionggoan. Kong Bun Hong Tin mengutus belasan Hweeshio tingkatan Goan. jangan mengecewakan Kakak tampan itu" "ya. belasan Hweeshio itupun jadi korban." Tan Ek Seng terbelalak"Engkau punya hubungan dengan partai Bu Tong?" Thio Han Liong mengangguk perlahan." Tan Ek seng tersenyum. "Tidak lama lagi dia akan berterus terang pada kita. siapa pembunuh itu? Tiada seorang pun yang tahu oleh karena itu. sebaliknya. Belum lama ini. sebab dia punya asal-usul yang agak luar biasa.sungguh-sungguh"Maka engkau harus belajar dengan giat. "sebetulnya dia anak siapa?" "Aku yakin ." "Ngmm" Lim soat Hong manggut-manggut. oleh karena itu. "Kalian berdua main di sini saja Kami mau ke dalam." Wajah Tan Ek seng tampak serius sekali. kemudian bertanya pada Thio Han Liong. mudahmudahan mereka berdua akan saling mencinta kelak-" "ya" Tan Ek seng mengangguk "Mudah-mudahan. Tan Ek seng dan Lim soat Hong saling memandang." " Aku justru masih bingung" ujar Lim soat Hong. sejarah pun mencatat bahwa Cu cioan ciang merupakan kaisar yang baik. "Apa?" Bukan main terkejutnya Tan Ek seng dan Lim soat Hong. "Engkau" Lim soat Hong berkata. dalam rimba persilatan justru mulai timbul suatu badai. Akan tetapi. pergi menyalidikinya. rakyat jelata amat mencintai sang kaisar. Mereka adalah Tong Koay (siluman Dari Timur) oey suBin. Berhubung tiada seorang pun kaum rimba persilatan yang tahu siapa pembunuh itu. "Benarkah itu Thay Kek Kun ciptaan guru besar Thio sam Hong?" "Ya" Thio Han Liong mengangguk"Engkau. membuat pengairan dan lain sebagainya. Dalam tiga tahun ini. betapa gusarnya Kong Bun Hong TioAkhirnya ketua siauw Lim Pay mengutus Kong Ti seng Ceng adik seperguruannya pergi menyalidiki pembunuhan itu. rakyat bisa hidup makmur. Lam Khie (orang Aneh Dari selatan) Toan Thian Hie dan . adil dan bijaksana." Mereka berdua masuk ke rumahi bahkan langsung ke kamar. "Mulai sekarang kita harus baik-baik memperlakukan Thio Liong itu.

Lam Ti (Raja Dari selatan) Toan Hong ya dan Pak Kay (si Pengemis sakti Dari utara) Ang cit Kong.Pak Hong (si Gila Dari utara) Lim Bun Kim. ketua Bu Tong Pay. Mereka berempat adalah Tong Koay-Oey su Bin. "Ketika guru masih kecil. dia sering membunuh para pesilat golongan putih" ujar jie Lian ciu. kelihatannya mereka berempat ingin menyamai keempat jago masa lalu itu." "Tong Koay She Oey. Mereka berempat adalah Tong sia (si sesat Dari Timur) oey yok su. "Urusan ini sudah gawat sekali. "Memang belum ada yang tahu. "Tiada seorang pun kaum rimba persilatan yang tahu asalusul mereka." "oh?" Thio sam Hong tampak terkejut." timpal Jie Lian ciu..jie Lian ciu dan saudara-saudara seperguruannya berkumpul di ruang meditasi. mungkinkah dia punya hubungan dengan Tong si -oey yok su?" tanya Jie Thay Giam. Dan kini Kong Ti seng Ceng telah meninggalkan siauw Lim Sie untuk menyalidiki pembunuh misterius itu. Tiada seorang pun mengetahui asal-usul mereka. kemudian menggeleng-gelengkan kepala. si Tok (si Racun Dari Barat) ouw yang Hong. dan pak Hong-Lim Bun Kim. Kini justru muncul empat jago." "yang paling jahat dan kejam adalah si Mo-Buyung Hok. dalam rimba persilatan telah muncul empat jago yang berkepandaian tinggi sekali.Ini merupakan kejadian yang sangat mengejutkan rimba persilatan. Hari ini. "Jadi belum ada yang tahu siapa pembunuh misterius itu?" tanya Thio sam Hong sambil mengerutkan kaning.. bagaimana mungkin Kong Ti seng Ceng sendiri pergi menyalidiki pembunuh misterius itu?" "Kelihatannya memang sudah gawat sekali." jawab jie Lian Ciu memberitahukan. "oh?" Thio sam Hong terkejut. Kepandaian mereka seimbang dan pernah bertanding di puncak gunung Hwa San. "sudah banyak Hweeshio-hweeshio siauw Lim Pay tingkatan Goan yang jadi korban. "sebab Tong sip-Oey yok su cuma punya seorang anak perempuan bernama oey yong yang menikah dengan Kwee Ceng. kemudian menghela nafas panjang. Namun. Lam Khie-Toan Thian Ngie.. Kemunculan ke empat jago itu sangat menggemparkan rimba persilatan." sahut Thio sam Hong. si Mo-Buyung Hok. "oh?" Thio sam Hong tampak tertegun." jawab jie Lian cui. Mereka menyampaikan sesuatu yang amat penting pada Thio sam Hong guru besar itu. bahkan Tong Koay Oey su Bin telah mengalahkan ketua Kun Lun pay dan ketua Hwa san Pay. Konon mereka sama kuatnya. "Tidak mungkin. "Bahkan belum lama ini. guru pernah dengar ada empat jago yang berkepandaian luar biasa. Ke empatnya telah bertanding di puncak gunung Hwa san. maka guru yakin Tong Koay-oey su Bin tidak punya hubungan dengan oey yok su. "Aaah Kelihatannya darah akan membanjiri rimba persilatan. Kalau tidak. Tong Koay Oey Su-Bin dapat mengalahkan ketua Kun Lun Pay dan ketua Hwa san Pay. Kini telah berdiri tujuh partai besar dalam rimba ." "siapa mereka itu?" tanya Thio sam Hong.

"ciu Ci Jiak pun tiada kabar beritanya. Thio sam Hong menatapnya tajam. lantaran terluka parah. berangkatlah song wan Kiauw pergi mencari Thio Bu Ki. jangan terulang lagi kejadian masa lampau itu" "ya. "Guru sudah berada di ruang meditasi ini. murid pernah ke Go Bi San menemui Ceng Hi suthay.. tergempur oleh Iweakang gabungan dari sembilan Dhalai Lhama." Thio sam Hong menggeleng-gelengkan kepala dan bergumam." Mendadak Thio sam Hong menghela nafas panjang.." "Bu Ki Koko" ujar Tio Beng dengan air mata meleleh"Aku tidak memikirkan wajahku. Tentunya partai Kun Lun dan Hwa San tidak akan tinggal diam. "Bagaimana menurut guru?" "Baik" Thio sam Hong manggut-manggut dan berpesan.persilatan. Bagaimana keadaan Thio Bu Ki dan Tio Beng yang tinggal diculau Hong Hoang to? Ternyata muka mereka agak rusak seperti bekas terbakar. "Aku tidak sangka nasib kita akanjadi begini. "Kami akan berusaha mencarinya. berundinglah dengan saudara-saudara seperguruanmu" "ya.Guru tenang saja.." sela song wan Kiauw." tanya jie Lian ciu mendadak"Kita harus bagaimana apabila pihak Kun Lun pay dan Hwa San Pay ke mari minta bantuan?" "Lian cu". Ketua Go Bi Pay itu tidak tahu mengenai Ciu Ci Jiak. "Sebetulnya Bu Ki berada di mana?" "Guru" ujar Jie Lian ciu. " Kami pun rindu sekali padanya" "Guru" In Lie Heng memberitahukan. aku tidak mau memusingkan urusan apa pun. Bahkan Iwekang Thio Bu Kipun lenyap sebagian besar. "Apakah dia sudah menikah dengan Tio Beng dan sudah punya anak pula?" "Besok murid akan pergi cari Bu Ki. "Wajahmu. Guru." "Guru berharap sebelum ajal bisa bertemu Bu Ki.." Wajah Jie Lian ciu berubah murung."Jie Lian ciu mengangguk"Aeeahi.. "Lebih baik aku saja yang pergi cari Bu Ki. dia entah berada di mana dan bagaimana keadaannya. ia mengambil arah utara. "Namun engkau harus berhati-hati. "sudah tiga tahun. Guru sudah tua sekali. Guru" Song Wan Kiauw mengangguk. guru rindu sekali padanya." "Beng Moay" Thio Bu Ki menatapnya...." "Aaah " Thio sam Hong menghela nafas panjang lagi. "sudah sepuluh tahun lebih tiada kabar beritanya mengenai Thio Bu Ki." "Bu Ki Koko" Tio Beng memandang bulan purnama yang bergantung di langit." "Guru. melainkan memikirkan Han Liong anak kita itu-" ." ujar Jie Lian ciu.. Engkau adalah ketua Bu Tong Pay.Keesokan harinya.. "Aaaah " Thio Bu Ki menghela nafas panjang. ingin melihatnya sebelum ajal datang menjemput guru.

" Thio Bu Ki tersenyum. kanapa mereka tidak datang ke mari lagi?" "Maksudmu Han Liong ditukar dengan kitab-kitab itu?" "ya" "Benar" Thio Bu Ki manggut-manggut. Maka aku tidak terlalu mencemaskannya." "Tidak apa-apa.. "Semua ini adalah perbuatan cu Goan ciang keparat itu.." Tio Beng menggeleng-gelengkan kepala gelisah"Kalau mau ke Tionggoan." "kanapa?" "yang kucemaskan adalah para Dhalai Lhama itu akan membawanya ke Tibet." ujar Thio Bu Ki. "Engkau boleh pergi ke Tionggoan mencari Han Liong." "Bu Ki Koko. sebab mereka menghendaki kitabkitab Kiu fm dan Kiu Yang cin kang.-" Thio Bu Ki membelainya." "Tapi . "Sebetulnya aku memang ingin ke Tionggoan mencari Han Liong." ujar Thio Bu Ki sungguh-sungguh"Lebih baik engkau ke Tionggoan mencarinya. "Beng Moay. entah bagaimana keadaannya?" "Mungkinkah dia masih hidup?" gumam Tio Beng sambil menundukkan kepala." "Beng Moay. . "sebab kepandaianku " Tio Beng terisak-isak. jangan memikirkan aku" "Tidak" Tio Beng menggelengkan kepala... air matanya berderai-derai. mari kita pergi bersama" "Tidak bisa" Thio Bu Ki menghela nafas panjang. Aku seorang diri di pulau ini tidak apa-apa-" Tio Beng terisak-isak "Bagaimana mungkin aku me-ninggalkanmu seorang diri di pulauini? Kepandaianmu telah musnah sebagian besar. Dia dia anak kita satusatunya. namun keadaanku." ujar Tio Beng dengan mata berapi-api. engkau tidak mau ke Tionggoan mencari Han Liong?" Tio Beng menatapnya dengan air mata berlinang-linang. "Aku tunggu sampai keadaanmu pulih baru kita pergi bersama." "Tapi " Thio Bu Ki menghela nafas panjang." Thio Bu Ki menggeleng-gelengkan kepala... "Lagipula aku yakin tidak akan terjadi suatu apa pun atas diri anak kita. "Tapi. "Beng Moay."Aaathh" Thio Bu Ki menghela nafas lagi "Sudah tiga tahun.." ujar Thio Beng dengan kaning berkerut.. kalau para Dhalai Lhama itu menghendaki kitab-kitab tersebut." "Beng Moay. tapi berat rasanya meninggalkan engkau seorang diri di sini. tidak mungkin cu Goan ciang akan membunuhnya-" "Kupikir memang begitu." Thio Beng tersenyum menghiburnya. lebih baik engkau ke Tionggoan mencari Han Liong. "Masih lama sekali.. sebetulnya aku rindu sekali pada Thay suhu dan paman-paman yang di gunung Bu Tong.. "Engkau tidak usah memikirkan diriku." "Beng Moay.. " Aku justru masih bingung... "Han Liong. "Aku harus membunuhnya kelak" Thio Bu Ki menggeleng-gelengkan kepala.

" Thio Bu Ki menggeleng-gelengkan kepala.. "Hingga saat ini. sebab si Mo masih terus membantai kaum golongan putih. kira-kira kapan keadaanmu bisa pulih seperti sedia kala?" "Mungkin masih membutuhkan waktu beberapa tahun. . oleh karena itu.." "ya" Thio Beng mengangguk..yang mengejutkannya ialah si Mo (iblis Dari Barat). aku belum bisa melupakan kematian ciu Ci Jiak. aku pasti sudah mati.... Kong Ti seng Ceng juga mandengar tentang kemunculan keempat jago dari timur..."Memang mengherankan. "Han Liong telah dibunuh mereka?" "Itu tidak mungkin" Thio Bu Ki menggelengkan kepala. sedangkan golongan sesat mengangkat Tong Keay (siluman Dari Timur) sebagai ketua golongan sesat.." "Maksudmu Han Liong ditolong orang?" "Kira-kira begitulah" "Kalau Han Liong ditolong orang. secara tidak langsung kaum golongan hitam mengangkatnya sebagai Hek To Beng Cu (Ketua golongan Hitam).. Aku. aku harus menuntut balas pada para Dhalai Lhama itu" "Beng Moay. "Setelah aku pulih kelak kita pergi menemui Thay Suhu untuk mohon petunjuk. itu merupakan ilmu yang sangat istimewa. lagipula dia pasti merahasiakan identitas dirinya. barat. "oh ya.. namun tidak gampang menghadapi tenaga dalam gabungan mereka. "Menuntut balas pakai apa? Kepandaianmu. "Kalau aku tidak memiliki Kiu yang Sin Kang. namun tetap tidak menemukan jejak pembunuh misterius tersebut." "Ngmmm" Thio Beng manggut-manggut." suara Thio Beng agak bergemetar. Selama perjalanan ini. dan utara itu. Kong Ti Seng Ceng masih terus melakukan perjalanan untuk menyalidiki pembunuh misterius "Paderi sakti itu telah menjelajahi beberapa daerah dan berbagai kota." "Engkau tidak mau balas dendam?" "Kita berdua tidak mampu melawan mereka. " Aku pikir kemungkinan besar telah terjadi sesuatu di tengah jalan." Thio Bu Ki tersenyum getir." Thio Bu Ki tersenyum. "Apakah tiada cara menghancurkan formasi para Dhalai Lhama itu?" "Menghancurkan formasi itu memang bisa. Sementara itu. Bu Ki Koko. Tapi." Thio Bu Ki menggeleng-gelengkan kepala.. mungkin Thay Suhu sudah mampu memecahkannya. Barulah kita cari para Dhalai Lhama itu. kanapa para Dhalai Lhama itu tidak mengutus orang ke mari?" "Mungkinkah.." Thio Beng menghela nafas panjang." "Bu Ki Koko" tanya Thio Beng mendadak. selatan. "Tentunya dia tidak tahu jalan pulang. kanapa dia tidak pulang?" "Beng Moay. Harus ditanyakan pada Thay Suhu Thio Sam Hong.. tujuan mereka menangkap Han Liong cuma dijadikan sandera. itu pasti bukan perintah dari Cu Goan ciang.

"Aku bukan orang gagah. "Bolehkah aku tahu siapa engkau. "ya" Lelaki itu mengangguk pasti.. terimalah hormatku" "Omitohud" sahut Kong Ti seng Ceng sambil menatapnya tajam. siauw Lim Pay" "Omitohud" ucap Kong Ti seng ceng. "Baiklah. bahkan dilanda banjir darah pula" Kong Ti seng Ceng terus melanjutkan perjalanan." Tak lama muncullah seorang lelaki berusia sekitar tiga puluh lima tahun berwajah tampan dan gagah"Selamat bertemu Kong Ti seng Ceng...Lam Khie (orang Aneh Dari selatan) dan Pak Hong (si Gila Dari utara) tetap bergerak seorang diri. mendadak terdengar suara tawa yang sangat memekakkan telinga membuat tersentak kang Ti Seng Ceng. melainkan adalah orang yang berhati kejam. lautan kesengsaraan tiada batas. "Omitohud Bolehkah aku tahu siapa engkau dan kanapa engkau mandandam pada siauw Lim Pay?" "Padri tua Engkau tidak perlu tahu. bersiap-siaplah menerima pukulanku Kalau engkau mampu bertahan sampai sepuluh jurus. "kanapa engkau membunuh mereka?" "Ha ha ha" Lelaki itu tertawa gelak"Tentunya aku punya dendam dengan siauw Lim Pay. "Tahun harus berubah. Ketika memasuki sebuah lembah." "Omitohud" kang Ti seng Ceng tersenyum. touw ki dan touw Ciat berikut Kim Mo say ong-cia sun" "Omitohud" Kong Ti seng Ceng semakin terkejut. orang gagah?" Lelaki itu tertawa. engkau harus memberitahukan pada ku tentang . aku akan melepaskan engkau kembali ke siauw Lim sie. yaitu Touw Lan. rimba persilatan kini jadi kacau balau." "Omitohud" Kong Ti seng Ceng terbelalak kaget. Tapi..." "Omitohud" ucap Kong Ti Seng Ceng. "Banyak sekali" jawab lelaki itu. maka aku harus membunuh mereka. bahkan aku pun ingin membunuh Tiga Tetua siauw Lim Pay pula. "siapa musuh-musuhmu itu?" tanya Kong Ti seng Ceng. kalau aku mampu bertahan sampai sepuluh jurus. "Termasuk. "kanapa engkau ingin membunuh Tiga Tetua kami?" "Ha ha ha" Lelaki itu tertawa lagi. "Omitohud" ucap Kong Ti seng Ceng dalam hati.. Berdasarkan suara tawanya yang sangat dahsyat dapat diketahui betapa tingginya Lweakang pemilik suara itu. "Ha ha ha Ha ha ha." "Engkau ingin bunuh aku?" tanya Kong Ti seng ceng dengan kaning berkerut. cepatlah engkau bertobat" "Aku akan bertobat setelah membunuh musuh-musuhku" sahut lelaki itu sambil tersenyum. "Jadi. "Sungguh di luar dugaan. Namun sekarang. engkaukah pembunuh misterius itu?" "Betul" Lelaki itu mengangguk"Aku yang akan membunuh para Hweeshio siauw Lim Pay tingkatan Goan. "Karena mereka bertiga telah melindungi cia sun.

kong Ti seng Ceng dan lelaki ilu sama-sama terdorong beberapa langkah"He he he kong Ti seng Ceng. "Ilmu pukulan ceng Hwee Ciang sungguh dahsyat dan hebat. Kong Ti seng Ceng terus menangkis. ternyata ia melihat sepasang telapak tangan lelaki itu mengeluarkan cehaya agak kehijau-hijauan. "Kong Ti seng Ceng" seru lelaki itu sambil menyerang.. Blaar. sebab ilmu pukulan itu adalah ilmu pukulan keras. Tapi padri tua itu tidak berkelit. betapa hebatnya ilmu pukulan tersebut. ilmu pukulanmu hebat juga" kong Ti seng Ceng diam saja. kemudian menyarang lagi. Kong Ti seng Ceng terlontar deras lima enam langkah. hangus terbakar. sedangkan lelaki itu menggunakan cing Hwee Cieng yang bersifat lemas dan mengandung api. "Ini adalah jurus ke delapan" Kong Ti seng Ceng menangkis dengan salah satu jurus ilmucukulan Kim Kong Hok Mo Ciang." "Baik." "Ha ha ha" Lelaki itu tertawa terbahak-bahak." seru lelaki itu sambil menyerang.dirimu. sedangkan lelaki itu cuma terdorong dua langkah. jurus pertama sepasang telapak tangan lelaki itu berkelebat-kelebat mengerah pada kong Ti seng Ceng. Kong Ti seng ceng merasa ada tenaga yang amat dahsyat menghantam dadanya. Namun mandadak padri tua itu tersentak. bahkan hampir sepuluh langkah. jurus yang paling ampuhGlaar.Yang mengejutkan adalah lengan jubah Kong Ti seng Ceng. Pantas para muridku tak sanggup melawanmu.. Terdengar suara seperti ledakan menggelegar keras.. "Omitohud" ucap Kong Tiseng ceng kemudian." Lelaki itu mengangguk. sementara lawannya hanya terhuyung-huyung ke belakang beberapa langkahsetelah itu dia pun tertawa terbahak-bahak "kang Tiseng Ceng. "Ha ha ha" Lelaki itu terus tertawa.Ternyata ketika ke dua pukulan itu beradu. "Coba sambut seranganku lagi" Ketika lelaki itu kembali menyerang. Kemudian terduduk bersila. kang Ti seng Ceng juga mulai mengerahkan Iweakangnya. Ini adalah ilmu pukulan andalan siauw Lim Pay. suara benturan seketika terdengar dari beradunya ke dua pukulan itu. Karena itu. Kong Ti seng ceng cepat mengibaskan lengan jubahnya untuk menangkis.. sang padri tua pun segera menghimpun Kim kang sin kang (Tenaga sakti Arhat) untuk melindungi diri "kong Ti seng Ceng. sehingga membuat dadanya jadi panas seperti terbakar. Dapat dibayangkan. pada jurus ke tujuh kelihatannya padri tua itu mulai tak sanggup menerima pukulan yang dilancarkan lawannya. Kong Ti seng Ceng kembali terdorong ke belakang. lalu menarik nafas dalamdalam sekaligus mengerahkan Lweakangnya.Wajahnya tampak pucat pias. malah menangkis dengan Kim kang Hok Mo cieng (Ilmu pukulan Arhat Penakluk iblis). sebab . aku tidak perlu menyerang lagi.

"Cing Hwee Ciang. "Terima kasih. yang terdapat bekas agak kehijau-hijauan. "Omitohud" Usai mengucap itu.. Tak seberapa lama kemudian. Namun yang sungguh mengejutkan." . "uaaakh " Mendadak kang Ti seng Ceng muntah darah segar. "Omitohud" ucap kang Ti seng Ceng." song wan Kiauw agak heran. "Pembunuh itu memberitahukan padaku. Betapa terkejutnya dia ketika melihat seorang Hweeshio tua terkapar di situ. sekitar tiga puluh lima tahun." "siapa yang melukai seng Ceng?" "Aaah-" kang Ti seng Ceng memperlihatkan dadanya." "Maksud seng Ceng." "Omitohud" kong Ti seng Ceng manggut-manggut.. sesaat kemudian muncul seseorang setengah tua yang tidak lain song wan Kiauw yang sedang mencari Thio Bu Ki. darah itu agak kehijau-hijauan. "Omitohud Ini merupakan bencana bagi siauw Lim Pay.engkau sudah terluka dalam.." "Kong Ti seng Ceng." Kong Ti seng Ceng memberitahukan. bahwa dia akan ke siauw Lim sie membunuh ke tiga paman guruku dan Cia sun.. sadarlah kang Tiseng Ceng dari pingsannya dan sekaligus duduk bersila. "Aku justru tidak habis pikir tentang itu. "Hah?" Bukan main terkejutnya song Wan Kiauw. aku pasti binasa. sementara kang Ti seng ceng masih tetap duduk bersila-Ternyata padri tua itu menghimpun hawa murninya." "oh?" song wan Kiauw terbelalak. seaereleh ia mandakatinya.. agar dadanya tidak terlampau sakit. "keenapa pembunuh misterius itu tidak menyerang lagi?" "Omitohud" Kong Ti seng ceng menggelengkan kepala." song Wan Kiauw bertambah terkejut melihat Hwee-shio tua itu ternyata kang Ti seng Ceng dari siauw Lim Pay. namun pada jurus ke delapan aku sudah terluka. ke tiga Tetua siauw Lim Pay?" "Betul. "Namun aku sama sekali tidak tahu siapa dia dan kanapa begitu dendam pada siauw Lim Pay. "Begitu hebat ilmu pukulan ceng Hwee Ciang itu?" "ya" Kong Ti seng Ceng mengangguk"Kalau dia menyerang lagi. "kong Ti seng ceng." Kong Ti seng Ceng mengangguk sambil menghela nafas panjang. " Aku telah bertarung dengan pembunuh misterius itu.." "Hah?" song wan Kiauw terbelalak mandangar penuturan itu. sampai jumpa Ha ha ha.." Lelaki itu melesat pergi. kong Ti seng Ceng terkulai pingsan." ujar Kong Ti seng Ceng dengan wajah murung. la cepatcepat menyadarkannya dengan cara menyalurkan Lweakangnya ke dalam tubuh kang Ti seng ceng. mungkin dia menghendakiku menyampaikan kejadian ini pada ke tiga paman guruku. "Seng Ceng tahu siapa pembunuh misterius itu?" "Dia masih muda..

Namun di lembah itu la bertemu Kong Ti Seng Ceng dalam. "Aku memang tidak pernah berkecimpung dalam rimba persilatan. Ketika sedang melewati jalan gunung yang agak sempit. keadaan terluka."Kong Ti seng Ceng. mendadak melayang turun sosok bayangan di hadapannya." ujar Song Wan Kiauw memberitahukan. aku adalah Tang Koay (Siluman DariTimur) oey su Bin. Engkau adalah murid guru besar Thio Sam Hong yang di dewa-dewakan. ya kanapa song Tayhiap berada di lembah ini?" "Kebetulan lewat. aku harus segera pulang ke Siauw Lim sie-" "selamat jalan.. "Engkau harus tahu." "oh?" song wan Kiauw tersentak"Cianpwee" . "Siapa Cianpwee?" "Song Tayhiap" orang tua itu menatapnya. Sudah sekian lama ia mencari Thio Bu Ki. "Aku sedang mencari Bu Ki. Jilid 4 Song Wan Kiauw terus melanjutkan perjalanan menuju ke gunung Bu Tong. tujuannya kembali ke gunung Bu Tong. namun tidak juga menemukan jejaknya. Akhirnya ia mengambil keputusan pulang ke gunung Bu Tong. Kini Song Wan Kiauw telah memasuki daerah ouw Lam." "Cianpvee." "Thio Bu Ki?" kang Ti seng Ceng menggeleng-gelengkan kepala.. aku malah tertarik terhadap rimba persilatan. "Bagaimana luka di dada seng Ceng? Perlukah aku mengantar seng ceng culang ke siauw Lim sie?" "Tidak usah-" Kong Tiseng ceng tersenyum getir. sampaikan salamku pada gurumu Thio sam Hong" "ya" "Omitohud Baiklah.. aku ingin menjajal kepandaianmu. oleh karena itu." "Kalau begitu.. tapi.." song wan Kiauw menatapnya. seng Ceng" ucap song wan Kiauw. "Omitohud" sahut kong Ti seng Ceng lalu melangkah pergi. itu membuat diriku terjun ke dalam rimba persilatan. Song Wan Kiauw memandang punggung padri tua itu sambil menghela nafas panjang. kita berpisah di sini. tiada hasilnya. Apa rencanamu sekarang?" "Mau pulang ke Bu Tong san. "Ha ha ha" Orang tua itu tertawa gelak. "sudah sepuluh tahun lebih tiada kabar beritanya. setelah menghela nafas panjang. sebab akan mempermalukan Bu Tang Pay potong orang tua itu cepat." "Jangan mengatakan tidak mau bertanding dengan aku. "Aku masih kuat untuk pulang ke sana oh. sungguh tak disangka padri itu terluka di tangan pembunuh misterius tersebut. "Selamat bertemu Song Tayhiap" "Maaf" Song Wan Kiauw tercengang karena ia tidak kenal orang tua itu. Sosok bayangan itu ternyata seorang tua berusia tujuh puluhan. Namun setelah usiaku berkepala tujuh. song Wan Kiauw melesat pergi meninggalkan lembah itu.

Dia berdiri di hadapan song Wan Kiauw sambil tertawa gelak." Thio Sam Hong mulai bersuara. -ooo00000oooThio sam Hong duduk bersila di ruang meditasi. Kemudian ia pun mulai balas menyerang dengan gerakan yang amat aneh. aku pasti akan ke gunung Bu Tong menantang gurumu itu. sehingga membuatnya terhuyung-huyung. mendadak Tong Koay bersiul panjang sambil bergerak cepat mendadak saja muncul belasan bayangannya menyerang song wan Kiauw. sebelum akhirnya melesat pergi menuju ke gunung Bu Tong dengan membawa rasa malu. karena merasa malu sekali." song Wan Kiauw mengangguk. " Cukup dengan tangan kosong saja. "Engkau tidak berhasil menyelidiki jejak Bu Ki?" "ya.. "Ha ha ha ilmuku dapat mengalahkan Thay Kek Kun yang kesohor itu Ha ha ha. lalu cepat mengeluarkan jurusr jurus yang ampuh dari ilmu Thay Kek Kun. guru" song Wan Kiauw mengangguk- .. tentunya aku tidak mampu mengalahkanmu." "Kepandaian cianpwee tinggi sekali. Aku mengaku kalah" ujar song Wan Kiauw dengan kepala tertunduk. engkau boleh menyerang duluan" "Maaf. sedangkan song wan Kiauw masih berdiri termangu-mangu. sampai jumpa" Tong Koay langsung melesat pergi. "Bagus Bagus" puji Tong Koay-Oey su Bin. song wan Kiauw tampak terdesak." "Cianpwee menggunakan ilmu apa?" "Itu adalah ilmu Buseng Uh In (Ilmu Tiada Suara Ada Bayangan). "song Tayhiap. song wan Kiauw dan saudara seperguruannya duduk di hadapan sang guru besar dengan mulut membungkam. Tong Koay Oey Su Bin pun tak ingin kalah. Cianpwee" ucap song wan Kiauw sambil melesat menyerangnya dengan ilmu pukulan Thay Kek Kun. "Jangan merasa malu" ujar Tong Koay Oey Su Bin." Tong Koay memberitahukan.. lalu segera mengerahkan Lweekangnya. Dia benar-benar tidak menyangka Tong Koay berkepandaian begitu tinggi." ujar Tong Koay-oey Su Bin bernada memaksa. Kita cuma bertanding bukan saling membunuh" "Baiklah" song Wan Kiauw mengangguk"Kita bertanding dengan tangan kosong atau bersenjata?" "Ha ha ha" Tong Koay Oey Su Bin tertawa. Aku dengar Thay Kek Kun ciptaan guru besar Thio sam Hong sangat dahsyat maka aku ingin menjajalnya. Beberapa jurus kemudian. Tong Koay-oey Su Bin pun menghentikan serangan. " Lemas tapi cukup mengandung tenaga" Tong Koay berkelit. segera melakukan hal yang sama. Plaaak Punggung song Wan Kiauw kena pukul. Lama sekali dia berdiri di situ. karena tidak menyangka orang tua itu berkepandaian begitu tinggi. "Ha ha ha Kalau ada waktu dan kesempatan. Hanya tujuh jurus sudah mengalahkannya."Kita bertanding sepuluh jurus saja. sehingga dirinya terkejut bukan main. Benar-benar memalukan. Pada jurus ketujuh. Jadi--. " Kalau aku tidak mengeluarkan ilmu simpananku. la mengempos semangat untuk melawan.

lalu manggut-manggut sambil berkata. "Kong Tiseng Ceng yang memberitahukan. kelihatannya ia ingin menyampaikan sesuatu." ujar song wan Kiauw."Bu Ki." ujar song wan Kiauw. Thio sam Hong menggeleng-gelengkan kepala. itu . kemudian bergumam. Kenapa masih berkata begitu?" "guru. karena terkena pukulan cing Hwee Ciang" ujar song wan Kiauw." song wan Kiauw menghela nafas panjang... sebetulnya engkau berada di mana?" "guru -" song Wan Kiauw memandang Thio sam Hong. murid memang telah mempermalukan Bu Tong Pay. Thio Sam Hong mendengar dengan mata terbelalak. "Sebetulnya siapa dia?" "guru. "Engkau sudah tua. "Ketika murid sampai di daerah ouw Lam. lalu menceritakan tentang kejadian itu." Thio sam Hong menatapnya seraya bertanya. mendadak muncul seorang tua. "Sungguh tak masuk akal. "Pembunuh misterius itu dapat mengalahkan Kong Ti seng Ceng hanya dalam sepuluh jurus?" tanya Thio sam Hong kurang percaya. "Katanya pembunuh misterius itu masih muda.. "Katakanlah" "Aku bertemu Kong Ti seng Ceng. "Kalau begitu. bahwa pembunuh misterius itu akan membunuh tiga Tetua siauw Lim Pay dan Kim Mo say ong-cia sun" lanjut song Wan Kiauw memberitahukan.Thio sam Hong menghela nafas panjang. kepandaian Tong Koay memang hebat sekali. namun sulit dikeluarkannya "Engkau ingin menyampaikan sesuatu?" Thio sam Hong menatapnya." "Heran?" Thio sam Hong menggeleng-gelengkan kepala. "Pembunuh misterius itu punya dendam kesumat apa dengan pihak siauw Lim Pay dan cia sun?" "Kong Ti seng Ceng pun tidak mengetahuinya. "Murid telah mempermalukan Bu Tong Pay. bukan anak kecil lagi. Dia dapat mengalahkanmu pada jurus ketujuh." Mendadak song wan Kiauw menundukkan kepala. "Apa?" sentak Thio sam Hong terkejut bukan main. Ternyata Tong Koay." gumamnya dengan kening berkerut.. Bahkan paderi tua itu tampak terluka berat di dadanya. "Dia menantangmu bertanding?" "Ya" song Wan Kiauw mengangguk dan menceritakan tentang pertandingan itu. "Murid telah mempermalukan Bu Tong Pay.oey su Bin.. begitu pula saudara seperguruan song Wan Kiauw. "Jelaskanlah" Thio sam Hong tetap tersenyum. "Apa?" Thio sam Hong tersentak"Engkau bertemu Kong Ti seng Ceng?" "ya" song Wan Kiauw mengangguk. harap guru menghukumku" "Wan Kiauw" Thio sam Hong tersenyum. "Kong Ti seng Ceng juga memberitahukan. berusia sekitar tiga puluh lima tahun." Thio sam Hong tersenyum.

" "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio"Syukurlah engkau terhindar dari kematian" "Suheng. apabila sempat akan kemari bertanding dengan guru.. Kong Ti seng Ceng memperlihatkan luka di dadanya yang masih kelihatan kehijau-hijauan." "Omitohud" Kong Bun Hong Tio terkejut bukan main. sementara itu. Guru" sahut para murid itu serentak. "song Tayhiap yang menyadarkanku dengan Lweekangnya. itu sungguh menggembirakan.. "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio.Paderi tua itu langsung menemui Kong Bun Hong Tio." "Terima kasih. guru akan memberi petunjuk pada kalian memecahkan ilmu Bu Seng uh In (Ilmu Tiada Suara Ada Bayangan) itu.. "Kenapa guru begitu gembira?" "Tentu" Thio sam Hong tertawa lagi. Dia masih muda berusia sekitar tiga puluh lima tahun. "Bagaimana sutee? Engkau berhasil menyelidiki pembunuh misterius itu?" "suheng." "Coba kulihat lukamu itu" Kong Bun Hong Tio tampak cemas sekali. guru akan menyambutnya dengan baik. "Dia memberitahukanmu alasannya membunuh para murid kita?" "Tidak-" Kong Ti seng Ceng menggelengkan kepala. "Dada-ku terkena pukulan cing Hwee Ciang." ujar Kong Ti seng Ceng." Kong Tiseng Ceng menghela nafas panjang.pertanda kepandaiannya telah mencapai tingkat kesempurnaan." "Omitohud" Kong Bun Hong Tio menggeleng-gelengkan kepala. " orang itu pun ingin membunuh paman-paman guru kita dan cia sun. terutama ilmu pukulan cing Hwee ciangnya. kepandaian orang itu sungguh tinggi sekali. Kong Ti seng Ceng pun sudah tiba di siauw Lim sie. aku terkena pukulannya. "Engkau terluka parah?" "Untung aku mengerahkan Kim Kong sin Kang guna melindungi diri Kalau tidak. Ha ha ha. " Aku pingsan. Mulai sekarang. "sebab kami bertanding sepuluh jurus dan pada jurus ke delapan. "sebetulnya siapa orang itu." Thio sam Hong tertawa gembira. kenapa dia memusuhi kita?" "Suheng" Kong Ti seng Ceng memberitahukan." song wan Kiauw merasa heran... " Aku sudah bertemu pembunuh misterius itu. bagus Ha ha ha. mungkin aku sudah mati di lembah itu... "Bagus. Ketika siuman aku melihat song Wan Kiauw duduk di sisiku. lalu duduk menghadap." Kong Ti seng ceng memberitahukan. "Kalau dia kemari. "Karena guru akan menghadapi seorang tokoh yang berkepandaian tinggi." ujar song wan Kiauw memberitahukan." . oleh karena itu. Kelihatan-nya sudah mencapai tingkat kesempurnaan. kau tak perlu merasa malu-" "Dia juga bilang. kalian semua harus memperdalam ilmu silat masingmasing.. sebab sepasang tangannya memancarkan cahaya kehijau-hijauan." "oh?" Kong Bun Hong Tio tercengang.

"Beritahukaniah padaku agar aku bisa bantu memikul beban pikiranmu. Tan Ek seng dan Lim soat Hong pun tidak pernah bertanya tentang itu padanya. "Omitohud"jawab Kong Bun Hong Tio. seperti bimbang untuk mengatakannya." "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio"Kalau benar. Hubungan ke dua anak kecil berlainan jenis itu bertambah akrab. Dia cukup tanggap melihat keadaan kawan barunya yang baik budi itu"sudah empat tahun aku tinggal di sini.Tak terasa kini Thio Han Liong sudah berumur sebelas tahun. " Kakak tampan" Tan Giok Cu mendekatinya sambil tersenyum-senyum. " Rupanya Tan Giok Cu memang anak yang cerdas. Pagi ini. kita semua menyaksikan itu Mungkinkah orang itu punya hubungan dengan seng Kun?" "Seng Kun?" Kong Ti seng ceng tersentak"orang itu. Dalam setahun ini Tan Giok Cu terus berlatih Thay Kek Kun dan beberapa jurus ilmu pedang yang diajarkan Thio Han Liong. . "sudah sekian lama ke tiga paman guru kita mengasingkan diri di dalam gua di belakang kuil bersama Cia sun jadi rasanya tidak mungkin punya musuh di luar." "Ya. sedangkan Thio Han Liong sendiri tak pernah berhenti melatih. Thio Han Liong duduk termenung di bawah pohon di pekarangan. Kelihatannya ia sedang memikirkan sesuatu.." "Tapi kenapa orang itu begitu dendam pada kita?" "Omitohud" Kong Bun Hong Tio mengerutkan kening seraya berkata. itu sungguh merupakan bencana bagi kitaOmitohud" "Suheng. "Kenapa?" Tan Giok Cu duduk di sisinya. ada apa?" "Adik manis.Kong Bun Hong Tio mengerutkan kening. "Tidak baik kita mengganggu ke tiga paman guru." Thio Han Liong menundukkan kepala. orang itu memang agak mirip seng Kun. aku pikir kini. "Kita akan menghadapinya. Thio Han Liong tetap memanggil Tan Giok Cu "Adik Manis" gadis kecil itu pun tetap memanggilnya " Kakak Tampan"." Thio Han Liong tidak melanjutkan. oleh karena itu. "Kok duduk melamun di situ. sedangkan Tan Giok Cu berumur sepuluh tahun. "Jangan" Kong Bun Hong Tio menggelengkan kepala. "Hun Goan Pek Lek Chiu-seng Kun mati di tangan cia sun.. jangan jangan dia anak dari seng Kun. perlukah kita melapor pada ke tiga paman guru kita?" tanya Kong Ti seng Ceng.. Bertambah satu tahun Thio Han Liong bekerja di rumah Tan Ek seng. selama setahun ini Thio Han Liong sama sekali tidak pernah menceritakan tentang identitas dirinya." "Bagaimana kalau orang itu kemari?" tanya Kong Ti seng Ceng bernada cemas. mulai sekarang kita harus berlatih memperdalam kepandaian kita. suheng" Kong Ti seng Ceng menganggukBab 8 Pek Ho Bu Koan (Perguruan Bangau Pulih) sang waktu berlalu dengan cepat sekali. tidak mungkin punya musuh di luar. aku.sedangkan urusan cia sun sudah beres belasan tahun lalu. Tentu saja semakin meningkat Iwee-kang gadis cilik itu.

" " Kakak tampan.. Adik manis" "Kakak tampan." "Mau berpamit kan? Karena engkau sudah tidak betah tinggal di sini. "Aku tidak bisa tinggal terus di sini." Tan Giok Cu menatapnya dengan wajah murung." "Paman" ujar Thio Han Liong. "Aku." jawab Thio Han Liong sungguhsungguh. "Aku aku harus berangkat ke gunung Bu Tong." Thio Han Liong tersenyum. Tidak baik melakukan perjalanan begitu jauh. mereka berdua terheran-heran. aku bukan tega." sahut Thio Han Liong.. "Nak" Lim soat Hong membelainya.." Tan Giok Cu terus menangis dengan air mata berderai-derai..." Tan Giok Cu mulai menangis terisakisak"Jangan tinggalkan aku" "Jangan menangis.. engkau ingin meninggalkan aku-" Mata gadis kecil itu mulai basah"Kakak tampan." Thio Han Liong terus menghiburnya.. kemudian Tan Ek seng bertanya pada Thio Han Liong. sungguh.. muncullah Tan Ek seng dan Lim soat Hong." "Adik manis. gunung Bu Tong" jawab Thio Han Liong. sebab seharusnya diucapkan gadis dewasa." sahut Tan Giok Cu. "Kenapa engkau menangis?" "Kakak tampan jahat Kakak tampan jahat.. "Engkau mau ke mana?" tanya Tan Ek seng." "Kakak tampan jahat. "TUh Kakak tampan ingin meninggalkan Giok Cu kan?" gadis kecil itu menangis lagi.. boleh dikatakan tidak kecil lagi" "Mau apa engkau ke gunung Bu Tong itu?" tanya Tan Giok Cu tiba-tiba. Kini. " Kini usiaku sudah sebelas tahun.... "Aku tahu engkau mau bilang apa.." Air mata Tan Giok Cu mulai berderai lagi. aku pasti kembali. sebab. Ketika melihat gadis kecil itu menangis begitu sedih..... "Engkau masih kecil... "Adik manis.. "Thio Liong.. Di saat bersamaan. aku harus menemui beberapa orang di sana. ini penting sekali. "Engkau begitu tega meninggalkan aku?" Ucapan itu membuat Tan Ek Seng dan isterinya terperangah. "Maka aku harus ke sana... "Ke.." Kakak tampan." "Adik manis. sudah empat tahun aku tinggal di sini. kita akan berjumpa lagi kelak" ujar Thio Han Liong. "Thio Liong. "Dia dia ingin meninggalkan Giok Cu-" Gadis kecil itu memberitahukan sambil terisak-isak"Giok Cu jadi sedih sekali-" "Eh?" Lim soat Hong dan suaminya saling memandang. heran... kenapa engkau ingin meninggalkan Giok Cu?" "Paman." Thio Han Liong . "Adik manis. sudah waktunya aku pergi." Tan Ek seng menggeleng-gelengkan kepala. "Kenapa dia?" tanya Lim soat Hong lembut. aku memang harus pergi ke gunung Bu Tong.

. "Perpisahan kita cuma sementara.. Ketika melihat tatapan itu." tambah gadis itu.manggut. kemudian ." Tan Giok Cu langsung menangis lagi. "Apakah aku tidak boleh suka gadis lain?" "Kalau engkau suka gadis lain.." "Dan. gadis kecil itu terus memandangnya. besok saja berangkat. karena justru inilah kasih sayang mereka yang polos. Thio Han Liong sudah mulai berkemas ditemani Tan Giok Cu. "Kapan engkau kembali?" tanya Tan Giok Cu. "Kakak tampan..coba menjelaskan kepada Tan Giok Cu. "Baiklah.sambil menatapnya dengan air mata bercucuran." jawab Thio Han Liong sambil memegang tangannya. "Engkau mau bilang apa?" "Engkau.. "Adik manis" Thio Han Liong memegang tangannya seraya berkata seakan berjanji. aku pasti ke mari menengokmu. kan?" "Ng" Thio Han Liong menganggukTan tiiok Cu mendadak bertanya dengan suara rendah"Engkau suka aku?" "Tentu. "Kita tidak akan berpisah lagi selama-lamanya." Malam harinya." Tan Giok Cu menatapnya dengan penuh harap. " Kalau urusanku disana sudah beres." Thio Han Liong tersenyum." ujar Tan Giok Cu terisak-isak sedih. tak disangka kita akan berpisah. "Jangan khawatir." jawab Thio Han Liong sepertinya sudah mengambil keputusan... Mereka berdua tersenyum-senyum. "Berpisah sedih berkumpul gembira." "Terima kasih.Begitu." "Kakak tampan.." "Adik manis.Tapi. Kakak tampan" Terdengar langkah Tan Ek Seng dan isterinya ke kamar Thio Han Liong. "Jangan begitu cepat pergi Besok saja." "ya. aku. "Kakak tampan. Thio Han Liong tersenyum. sebab aku pasti kemari berkumpul denganmu lagi. aku tidak akan suka gadis lain lagi. saat itu wajahnya memerah. bagaimana engkau. aku bagaimana?" Tan Giok Cu mulai menangis.. namun mereka berdua bergembira dalam hati. "Kok begitu cepat?" Tertegun Lim soat Hong. engkau tidak akan suka gadis lain lagi.. "Kapan engkau akan berangkat ke gunung Bu Tong?" Tibatiba Lim soat Hong bertanya." "Adik manis." Thio Han Liong memandangnya. "Sekarang. sikap mereka yang bagaikan sepasang kekasih membuat Tan Ek seng dan isterinya terheran. hati Thio Han Liong merasa tidak tega." jawab Thio Han Liong cepat "Aku memang suka padamu. tetap tak rela kalau Thio Han Liong pergi. maka ia manggut. kan?" gadis itu tertunduk malu.. "Kakak tampan. suka padaku?" "Hm makanya aku tak rela berpisah dengan dirimu-" ujar Tan Giok Cu sambil menatapnya.

dia. "Paman dan Bibi sangat baik padaku.. Hari ini ia tiba di sebuah kota kecil.. Kakak tampan pergi. Karena lapar ia terus berdiri di depan sebuah rumah makan. tapi. "Thio Liong. tapi.Tan Ek seng menyerahkan sebuah bungkusan kecil kepada Thio Han Liong.. "Besok pagi engkau akan berangkat. Karena itu.. sebab aku punya kesulitan. "Thio Liong.. maka. kok begitu banyak?" Thio Han Liong tampak ragu menerimanya. uang tersebut telah habis semua. ." ujarnya pelan." ujar Thio Han Liong berjanji." "Ibu. "Hei" bentak salah seorang pelayan. apakah dia akan ingkar janji?" "Tentu tidak-" Lim soat Hong membelainya lagi. "Terimalah saja." ujar Lim soat Hong. akan kutendang kau" Di saat itulah seorang lelaki berusia lima puluhan menuju ke rumah makan itu. lalu dimasukkan kebuntalan pakaiannya. "jangan berdiri di situ. "Terimalah" desak Tan Ek seng.." "Thio Liong nama aslimu?" tanya Tan Ek Seng mendadak"sebetulnya aku bernama Thio Han Liong" Anak kecil itu berterus terang dan melanjutkan. "Kalau tidak. Keesokan harinya. Tan Giok Cu mengantar kepergiannya dengan linangan air mata. cepat pergi" "Paman. seharusnya aku memberitahukan mengenai identitas diriku. setelah Thio Han Liong lenyap dari pandangannya. aku." Lim soat Hong tersenyum.. Paman. "Maka engkau harus sabar menunggunya" "ya. la memandang pelayan rumah makan dan Thio Han Liong." Lim soat Hong menatapnya lembut seraya berkata.selama dalam perjalanan ia sering menolong orang miskin dengan uang pemberian Tan Ek seng.. aku lapar.. "Bungkusan ini berisi uang perak untuk bekalmu dalam perjalanan menuju ke gunung Bu Tong" "Terima kasih. cepat pergi" Pelayan itu mengusirnya. sebab kau akan membutuhkannya dalam perjalanan" "Terima kasih" ucap Thio Han Liong sambil menerima bungkusan kecil itu. "Kelak aku pasti memberitahukan. "Baik" Lim soat Hong manggut-manggut.. tidak usah memberitahukan pada kami. Bukankah dia sudah berjanji padamu?" "ya. "Anak kecil... bolehkah engkau memberitahukan mengenai siapa dirimu?" "Bibi. berangkatlah Thio Han Liong ke gunung Bu Tong. "Ayoh. "Aku tidak bisa memberitahukan. sebelum tiba di gunung Bu Tong." Lim soat Hong membelainya. "Dia pasti datang lagi kelaki engkau tidak boleh menangis. Tapi." lelaki itu sambil tersenyum." "Kalau engkau punya kesulitan..." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. Ibu" Tan Giok Cu mengangguk... Thio Han Liong memang baik hati. gadis kecil itu memeluk erat ibunya sambil menangis.. dia akan kembali?" "Dia pasti kembali. "Ibu...

" "Paman. kemudian berkata lembut pada Thio Han Liong..." "Diam" bentak lelaki itu. "Bagaimana mungkin engkau kuat tidak makan dua hari?" "Aku mengisi perut dengan buah-buahan di hutan" ujar Thio Han Liong." "Aku tidak bohong. tapi telah diberikan pada orang miskin. Lelaki itu menatapnya seraya bertanya. maka buru-buru mempersilakan mereka masuk"Silakan masuk silakan masuk -" "Anak kecil-" Lelaki itu tersenyum. "Anak kecil.. ciutlah nyali pelayan rumah makan itu. dari mana kau memperoleh uang dan . Paman" "Anak kecil. Paman" Thio Han Liong mengikuti lelaki itu ke dalam rumah makan." ujar Thio Han Liong." "siapa ayahmu?" "Ayahku bernama Thio Ah Ki." Thio Han Liong terpaksa berdusta demi merahasiakan identitas dirinya.. betulkah itu?" "Betul. kelihatannya ia tidak senang akan sikap pelayan rumah makan."Kenapa engkau berdiri di sini?" "Paman. "Guru silat Lie. "Kecil-kecil sudah pandai berbohong Dasar.. setelah duduk. " Engkau tidak punya uang?" "Sebetulnya aku punya uang.. tapi dalam perjalanan telah kuberikan pada orang miskin. "Mari kita masuk" "ya. "Namamu?" "Thio Liong. Paman" ucap Thio Han Liong. engkau mau jadi apa kelak? kini engkau masih kecil sudah bohong." jawab Thio Han Liong jujur. aku lapar sekali. " Kalau begitu..." "Tadi engkau bilang punya uang dan pakaian.. mari ke dalam." ujar lelaki itu sungguh-sungguh. "Engkau merantau?" "ya." "omong kosong" bentak pelayan rumah makan. lelaki itu memesan beberapa macam hidangan dan minuman. " Apa tidak boleh aku mengajak anak kecil ini makan bersama?" Lelaki itu menatap tajam pelayan rumah makan. aku berkata sesungguhnya. bahkan pakaianku pun telah kuberikan pada anak-anak seusiaku. "Ha ha" Pelayan rumah makan tertawa. "Buat apa aku bohong?" "Dasar." "Engkau dari mana?" "Aku dari sebuah pulau. "sudah dua hari aku tidak makan. "Tidak baik berbohong. aku tidak bohong" "Tidak bohong?" Lelaki itu menatapnya dalam-dalam. lalu memandang Thio Han Liong. makan bersamaku" "Terima kasih." Tercengang pelayan rumah makan begitu mengetahui orang itu. Ditatap tajam begitu." jawab Thio Han Liong memberitahukan.

dia akan bekerja di sini. "Ayah " Gadis itu tertegun ketika melihat Thio Han Liong. "siapa anak kecil itu?" "Namanya Thio Liong."Anak kecil" Lelaki itu tersenyum"Dari sini ke gunung Bu Tong masih jauh sekali." Lie Ceng Peng memberitahukan sambil melangkah ke dalam halaman. "Mulai besok tugasmu menyapu halaman ini. bernama Lie Goat Hiang. "Adik Liong. Lie Ceng Peng memandangnya seraya berkata. "Ternyata engkau ingin jadi murid Bu Tong Pay. Lie Ceng Peng mengajak Thio Han Liong ke rumahnya. Paman Tan itu sangat sayang padaku.- . "Inilah rumahku. "Ayah" seorang gadis berlari-lari menghampiri Lie Ceng Peng.Kalau engkau bekerja di rumahku. "Nama Paman Tan itu?" "Tan Ek seng kepaia desa Hok An. aku akan mengajar engkau ilmu silat-" "Baiklah. sungguh luas halamannya. Paman" ucap Thio Han Liong." Lie Goat Hiang menggelenggelengkan kepala lagi. ya kan?" Thio Han Liong mengangguk. Waktu itu aku berhenti kerja. "Mau apa engkau ke gunung Bu Tong?" "Mau menemui beberapa orang di sana. aku merantau .pakaian itu?" " Empat tahun aku bekerja di rumah Paman Tan di desa Hok An." "Apa?" Lelaki itu tercengang. juga harus membersihkan rumah-" "ya. "Hiangjie (Anak Hiang)" Lie Ceng Peng tersenyum-senyum. "Masih kecil kok sudah mau kerja?" Lie Goat Hiang menggeleng-gelengkan kepala"Di mana kedua orang-tuamu?" "Ke dua orangtuaku tinggal dipulau. Lelaki itu tersenyum. Dia menerima tawaran kerja Lie Ceng Peng. kakak-" jawab Thio Han Liong." Lelaki itu manggut-manggut.Terima kasih. Paman Tan memberikan aku uang perak dan pakaian. Di atas pintu rumah yang besar itu bergantung sebuah papan bertulisan: Pek Ho Bu Koan (Perguruan Bangau Putih)." "Kenapa?" "sebab aku harus ke gunung Bu Tong. tapi aku terpaksa meninggalkan rumahnya. lalu memperkenalkan diri"Namaku Lie Ceng Peng guru silat di kota Keng tu ini. Gadis itu berusia dua puluhan dan berparas cukup cantik. Tampak puluhan anak tanggung sedang mengangkat besi dan lain sebagainya. berapa usiamu sekarang?" "Sebelas tahun." "Kecil-kecil sudah merantau. seusai makan. Thio Han Liong mengikutinya dari belakang. karena ingin cari uang untuk melanjutkan perjalanannya menuju ke gunung Bu Tong. bagaimana engkau bekerja di rumahku?" Thio Han Liong tampak ragu. "Kasihan" Thio Han Liong diam saja. la adalah putri Lie Ceng Peng. Paman" Thio Han Liong mengangguk." "oh?" Lie Goat Hiang memandang Thio Han Liong." Thio Han Liong memberitahukan.

"Mari. "Adik Liong. Tujuannya ke gunung Bu Tong. lalu melangkah ke dalam seraya berkata dan tersenyum"Engkau boleh beristirahat dulu. Thio Han Liong duduk termenung di pinggir tempat tidur.saat itu muncul seorang lelaki berusia empat puluhan menghampiri mereka sambil tersenyum-senyum. "Thio Han Liong" suara Lie Ceng Peng." "Engkau masih kecil. Kakak. Kakak-" sahut Thio Han Liong mengikutinya ke dalam rumah. ia berdiri di depan kamar itu sambil memandang Thio Han Liong. Thio Han Liong semakin merasa rindu kepada orangtuanya. Ayah" Lie Goat Hiang mengajak Thio Han Liong ke dalam rumah"Akan kutunjukkan kamarmu-" "Terima kasih. dia tidak tahu harus menjawab apa. Lagipula ia tidak punya uang." "ya" Thio Han Liong mengangguk. dia bekerja di sini." Thio Han Liong sebera bangkit berdiri." Lie Cong Peng memberitahukan. Paman" Thio Han Liong mengangguk. Dia pula yang mewakili suhengnya mengajar ilmu silat pada anak-anak tanggung itu. kita makan sekarang. ternyata mereka berdua adalah saudara seperguruan. engkau boleh beristirahat sekarang. "suheng" Lelaki itu memberi hormat pada Lie Cong Peng. Lelaki itu bernama siang Thiam Chun adik seperguruan Lie Cong Peng. aku mau pergi menemui ayahku.la masih ingat akan kematian ciu CiJiak. &ntah bagaimana keadaan ke dua orang tuanya sekarang." ujar Lie goat Hiang sambil menunjuk sebuah kamar. anak kecil ini bernama Thio Liong." "ya. juga ingat ke dua orangtuanya terbakar oleh Liak Hwee Tan. "Hiangji" ujar Lie Cong Peng. "Kenapa engkau melamun?" "Tidak." sahut Lie Ceng Peng sambil tersenyum. ternyata ia mulai rindu kepada orangtuanya. tidak lain ingin minta tolong pada orang disana mengantarnya pulang ke pulau Hong Hoang to. "Bagaimana sekarang aku mulai membersihkan rumah?" "Besok saja. mungkin engkau sudah lapar-" -ooo00000oooThio Han Liong bekerja di rumah Lie Ceng Peng dengan rajin sekali. "Engkau bekerja di sini harus rajin. kok sudah merantau?" Thio Han Liong menundukkan kepala. " Antar dia kc kamar" "ya. Pagi-pagi ia sudah membersihkan rumah dan . "Baiklah.Lie Goat Hiang membuka pintu kamar itu." Lie Goat Hiang meninggalkan kamar itu. "itu adalah kamarmu. "oooh" siang Thiam Chun manggut-manggut. cukup tampan lelaki itu. sesungguhnya ia ingin sekali pulang ke pulau Hong Hoang to. "sutee. kemudian berkata pada Thio Han Liong. tidak boleh malas" "ya. namun ia tidak tahu harus ke mana menyewa kapal.

siang Thiam Chun adik seperguruan Lie Cong Peng malah memandang rendah." "sekarang cepat ambilkan aku teh hangat" "ya. lalu menghirupnya. "Tidak usah.setelah itu diserahkannya lagi cangkir itu pada Thio Han Liong. Namun. kemudian kembali ke tempat itu lagi. Ketika melihat Thio Han Liong mengipasi siang Thiam Chun. "Thio Liong" siang Thiam Chun menatapnya. "Goblok engkau" bentak siang Thiam Chun.menyapu halaman tempat latihan para murid Lie Cong Peng. kenapa dia harus memanggilmu Tuan Besar?" "Goat Hiang" siang Thiam Chun tersenyum dibuat-buat. diberikan pada siang Thiam Chun. bahkan sering memperbudak dirinya. tidak tahu kemunculan Lie Goat Hiang. Paman. Tuan Besar. Lie Cong Peng dan Lie Goat Hiang sangat menyayanginya.Cepat taruh kc dalam dan engkau harus cepat ke mari lagi" sahut siang Thiam Chun. "Dia harus berlatih melemaskan tangannya. Tuan Besar" Thio Han Liong langsung mengipasinya. " cepat kipasi aku" "Ya. "Dia yang suruh aku memanggilnya Tuan Besar" "Gila" Lie Goat Hiang menggeleng-gelengkan kepala. "Tuan Besar? siapa Tuan Besar itu?" tanya Lie Goat Hiang heran. Karena itu. "ya. "Thio Liong" panggil siang Thiam Chun yang duduk di halaman sambil menggoyang-goyangkan kakinya. maka aku suruh dia mengipasi diriku. begitu pula sore hari. "ya. "Adik kecil. Tuan Besar" Thlo Han Liong mengangguk.Tak lama ia sudah kembali ke situ dengan membawa secangkir teh hangat"Nih. " "Tuan Besar yang suruh-" sahut Thio Han Liong. "Engkau tidak boleh panggil aku paman. kemudian berkata pada Thio Han Liong. keningnya langsung berkerut. bahkan tampak seperti menggoda. " Ambil kipas itu" Thio Han Liong segera mengambil kipas di atas meja. "Tidak apa-apa bukan?" "Hm" dengus Lie Goat Hiang. "Iya." "Yang kutanyakan kenapa engkau suruh dia panggil Tuan Besar padamu?Jawablah" desak Lie Goat Hiang. "Mau tambah lagi tehnya?" tanya Thio Han Liong sambil menerima cangkir kosong itu. Tuan Besar-" "Ngmm" siang Thiam Chun manggut-manggut sambil menerima minuman itu. siang Thiam Chun tersenyum-senyum. "Paman siang. Tuan Besar" Thio Han Liong seoera berlari ke dalam rumah. Thio Han Liong menunjuk siang Thiam Chun. ia berlarilari ke dalam. harus panggil aku tuan besar" ujar siang Thiam Chun." sahut Thio Han Liong dan segera menghampirinya. "Adik Liong Kenapa engkau mengipasi Paman siang?" tanyanya. engkau tidak usah panggil dia tuan muda maupun mengipasinya . Dengan tergagap siang Thiam Chun menjawab.

"Aduuuh" jerit anak kecil itu kesakitan.. "Thio Liong" bentak siang Thiam Chun mendadak"ya" sahut Thio Han Liong cepat. "Kenapa wajahmu meringis?" "Telingaku masih sakit. ia masih merasa telinganya sakit sekali"Eh?" Lie Ceng Peng menatapnya heran. "Adik kecil .." jawab Thio Han Liong sambil duduk di pinggir tempat tidur. Kakak" Thio Han Liong mengangguk. lebih baik engkau ke dalam saja. aduuuh" jerit Thio Han Liong.Lie Goat Hiang melangkah pergi. "Dijewer oleh Paman siang. bahkan juga berpesan dengan suara rendah"Kalau berani mengadu. akan kubunuh engkau" Thio Han Liong mengangguk dengan wajah meringis-ringis. Namun saat itulah muncul Lie Cong Peng. Paman siang. aku harus beritahukanpada ayah-" "Jangan" Thio Han Liong mencegahnya- . siang Thiam Chun memandang punggung gadis itu dengan aneh sekali." Thio Han Liong segera masuk rumah. beritahukan padaku" "ya. Lie Goat Hiang mendekatinya seraya bertanya. siang Thiam Chun cepat-cepat menurunkan tangannya.. sehingga membuatnya nyaris melawan. "Jangan takut" ujar Lie goat Hiang. tapi Kakak Hiang bertanya padaku." jawabnya kemudian." "Ya. "Engkau berani mengadu pada goat Hiang. "Mau ke kamar. "oh? Kalau begitu. "Kenapa telingamu sakit?" Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. "Dia memang keterlaluan. "Kalau Paman Siang berani macam-macam.. namun tahu kalau tatapan itu mengandung niat tidak baik. "Adik kecil." Lie Goat Hiang mengikutinya dari belakang. sekarang akan kujewer telinga mu sampai putus" "Aku tidak mengadu.. "Apakah aku harus mengambil teh hangat lagi?" "sini" siang Thiam Chun menatapnya bengis. semua itu tidak terlepas dari mata Thio Han Liong. siang Thiam Chun menjulurkan tangannya menjewer telinga Thio Han Liong. Paman" "Thio Liong." Thio Han Liong tampak takut-takut sambil melirik siang Thiam Chun. engkau mau ke mana?" tanya gadis itu heran."Tapi-." ujar siang Thiam Chun dengan lembut sekali. "Mungkin engkau masuk angin. Kakak" sahut Thio Han Liong sambil terus berjalan ke kamarnya..Namun dia berpapasan dengan Lie Goat Hiang di depan pintu. "Kenapa engkau meringis?" "Aku aku sakit perut. walau ia masih kecil. "Sekarang sudah tidak sakit lagi." Thio Han Liong menarik nafas dalam-dalam. namun anak kecil itu masih dapat bersabar tidak mengeluarkan kepandaiannya. cepatlah engkau pergi makan obat sakit perut" ujar Lie Ceng Peng. Thio Han Liong segera mendekatinya.

Aku tidak mau malas mEkipun Paman Lie tidak berada di rumah--. "Aku tidak sangka." "Maaf. Paman" sahut Thio Han Liong. "Goat Hiang. "Goat Hiang.. sebab ia tidak tahu tujuan ucapan siang Thiam Chun itu. dia pasti bertambah dendam padaku-" Mendadak Lie Goat Hiang menghela nafas panjang. "Ada apa sih? Kenapa Kakak Hiang menghela nafas panjang? sungguh mengherankan. "Biar aku yang menghampirinya" siang Thiam Chun segera menghampiri gadis itu. Karena merasa curiga. "Paman. "Adik kecil" panggil Lie Goat Hiang. sedangkan Thio Han Liong termangu-mangu di tempat. kemudian memandangnya. akan pulang beberapa hari kemudian. "Ngmm" siang Thiam Chun manggut-manggut."Kalau Kakak mengadu pada Paman. mendadak siang Thiam Chun mencegahnya. la tidak habis pikir tentang itu. "Kini kita punya kesempatan. .. "maka mulai hari ini." "Jangan bicara sembarangan" tegur Lie Goat Hiang dengan suara rendah. Thio Han Liong sebera menyuguhkan teh hangat." bisik siang Thiam Chun. biar bagaimanapun aku harus kerja keras seperti biasa. Begitu melihat gadis itu. "Kakak" sahut Thio Han Liong. goat Hiang begitu sayang padamu. sikapnya yang tidak seperti biasa. sungguh mengherankan Thio Han Liong. saat itu yang diajarkannya adalah Pek Ho Kun (ilmu silat Bangau Putih)seusai mengajar. "Mau tambah lagi tehnya?" tanya Thio Han Liong." lanjut siang Thiam Chun." Lie Goat Hiang berjalan perlahan menuju ke halaman." Pagi ini Lie Cong Peng ke kota lain karena ada urusan. "Tidak usah" siang Thiam Chun menggeleng-gelengkan kepala." "Thio Liong" Siang Thiam Chun tersenyum. tidak leluasa kita bicara di sini. seperti biasa. "Aku justru harus kerja lebih keras.." Thio Han Liong diam. maka ia mengerahkan Iweekangnya untuk mencuri dengar pembicaraan mereka. siang Thiam Chun lalu duduk beristirahat. siang Thiam Chun dan beberapa pelayan. Ketika ia hendak menghampiri gadis itu.-" Lie Goat Hiang menggelengkan kepala. "Kenapa Kakak menghela nafas?" tanya Thio Han Liong heran. itu adalah tugasku. maka di rumah hanya tinggal Lie Goat Hiang. lalu meninggalkan kamar itu dengan kepala tertunduk"Heran?" gumam Thio Han Liong sambil menggaruk-garuk kepala. siang Thiam Chun mengajar para murid ilmu silat. "Ada suatu masalah terganjal dalam hati Kakak?" "Tidak-.. wajah siang Thiam Chun langsung ceria. engkau tidak usah kerja begitu keras. "suhengku sudah ke kota lain. Malam ini kita bertemu di sini saja." Panggil siang Thiam Chun lembut. lalu kembali ke tempat duduknya dengan wajah berseri.

. Ketika hari mulai gelap. setelah itu. apalagi setelah besar nanti?" "Kecil genit tidak apa-apa. "ya.. "Paman siang. ternyata Lie cioat Hiang.." sahut Thio Han Liong dan menambahkan. Beberapa saat kemudian. Paman" sahut Thio Han Liong. " Kecil-kecil sudah genit.. tentunya akan merepotkan Kakak. "Kini aku telah sadar." ujar siang Thiam Chun." ujarnya kemudian kepada Thio Han Liong. " untung aku masih kecil. engkau boleh beristirahat satu dua hari. dulu engkau baik sekali terhadapkuKenapa sekarang berubah jadi begini?" . kalau besar genit justru celaka. "Mau bicara apa.. tentunya boleh ke kamarku. "Engkau harus bantu membersihkan kamarku. apa yang mereka tadi bicarakan sudah masuk ke telinganya." ujar Thio Han Liong sambil tertawa. belum lama ini." "Memangnya kenapa?" " Kakak pasti terus memikirkan aku-" "Idih" Wajah Lie Goat Hiang kemerah-merahan."Adik kecil." panggil Lie Goat Hiang. "Mari kita membersihkan rumah-" -ooo00000oooThio Han Liong sudah bersembunyi di belakang pohon. tidak lain siang Thiam Chun. Kakak-" Thio Han Liong segera mendekatinya dengan sikap wajar. " Kecil genit tapi bersih. bahkan tampak tersenyum-senyum"Engkau sudah makan belum?" tanya Lie Goat Hiang penuh perhatian. Namun.. Thio Han Liong sudah bersembunyi di belakang pohon yang ada dihalaman. mari kita membersihkan rumah" ujar Lie Goat Hiang menggandeng bocah itu." Lie Goat Hiang menggeleng-gelengkan kepala. menyusul pula sosok bayangan langsing. Tampaknya ia ingin mengintip apa yang akan dilakukan siang Thiam Chun dan Lie goat Hiang. "Aku betul-betul mencintaimu. "Tahukah engkau. Bukankah aku sering ke kamarmu?" "Kakak. Kakak" Thio Han Liong mengangguk. besar genit mengandung hawa nafsu."Aku sudah bilang pada Goat Hiang." tegur Lie tfoat Hiang dingin. kalau aku sebesar Kakak. aku." "Lepaskan tanganmu" bentak Lie Goat Hiang. "Terima kasih. tampak sosok bayangan berkelebat ke halaman. aku sungguh mencintaimu. Dia hampir keluar mencacinya. Jangan kurang ajar" "Aku masih ingat." "Baik. sikapmu telah berubah banyak-" Ucapan itu bagaikan geledek menyambar telinga Thio Han Liong yang mencuri dengar pembicaraan. engkau jangan terus merayu aku lagi" "Goat Hiang. Kakak-" Thio Han Liong tersenyum"Tapi apakah baik aku ke kamar Kakak?" "Eeeh?" Lie Goat Hiang tertawa geli "Engkau masih kecil.. "Adik kecil." siang Thiam Chun memegang tangannya. la ingin mengintip siang Thiam Chun dan Lie Goat Hiang. cepatlah" ujar gadis itu "Goat Hiang. "sudah.

engkau pasti celaka" "Hmm" dengus Siang Thiam Chun.Ternyata Thio Han Liong telah menyambit dengan batu kecil." "omong kosong" siang Thiam Chun tampak gusar sekali.. "Heran? Kenapa tanganku berkesemutan mendadak?" Usai bergumam. Kalau ayah tahu. Itu sudah tentu perbuatan Thio Han Liong. mendadak ia terpekik kaget. ia segera menengok ke sana ke mari. terlebih dahulu ia sempat memungut benda menyerupai suling milik siang Thiam Chun. la duduk di kursi dengan wajah agak pucat- . Thio Han Liong yang menguntitnya seaera memungut beberapa batu kecil. dengan terus tersenyum geli. jangan mengganggu aku lagi. siang Thiam Chun berdiri mematung di tempat. anak kecil itu mengikutinya menggunakan ginkang. Maka ketika siang Thiam chun berkelebat pergi. dan tepat mengenai tangannya. Jangan mengganggu aku lagi." siang Thiam Chun langsung kabur. "Ayahmu berani apa terhadap diriku? Goat Hiang." Gadis itu melesat pergi. Itu adalah jendela kamar Lie Goat Hiang.sebelum meninggalkan tempat itu. Taaak Kepalanya tersambit sesuatu. setelah menyambit kepala siang Thiam Chun dengan batu kecil. sepertinya memikirkan sesuatu. Keesokan harinya. Aku berlaku baik terhadapmu lantaran menghormatimu sebagai pamanku. He he he " siang Thiam Chun tertawa terkekeh-kekeh. karena pernah dengar dari Ciu Ci Jiak Ketika siang Thiam Chun mengarahkan benda itu ke dalam jendela. ia sendiri nyaris tertawa geli"siapa yang menyambit aku?" gumam siang Thiam Chun dengan tubuh agak menggigil. la tahu benda itu berisi semacam obat bius. "selama ini. betulkah engkau sudah tidak mencintai aku lagi?" "Paman siang" Lie Goat Hiang menghela nafas panjang. aku tersadar dari kekeliruanku" sahut Lie goat Hiang. aku tidak pernah mencintaimu." potong Lie Goat Hiang. Bukan main terkejutnya siang Thiam Chun. "Dulu engkau tidak begini-" " sudahlah. namun sangat menusuk telinga dan menyeramkan.. Timbul dalam hatinya untuk menolong Lie Goat Hiang.. "Iiih Ada setan. tibatiba. Tersentak Thio Han Liong mendengar ucapan itu."Dulu aku belum bisa berpikir karena termakan rayuanmuKini pikiranku telah terbuka.Tangannya dirasakan nyeri sekali. siang Thiam Chun tidak mengajar para murid itu ilmu silat.. siang Thiam Chun mengintip ke dalam melalui jendela. "Akan kukerjai nanti malam. Ternyata siang Thiam Chun menuju ke samping rumah yang terdapat jendela di sana. perlahan-lahan Thio Han Liong meninggalkan tempat itu kembali ke kamarnya. Di saat itulah ia mendengar suara tawa yang amat perlahan.. namun tidak tampak siapapun. "Aduuuh" jeritnya kesakitan sambil mengusap kepalanya yang dirasakan benjol. "Sudahlah. ia pun membungkukkan badannya dengan maksud memungut benda yang jatuh itu Akan tetapi. kemudian mengeluarkan suatu benda mirip sebuah suling kecil. aku tidak mau celaka di tangan ayahku.

muncul Lie Goat Hiang.. sebab ia yang tertawa seram semalam dengan mengerahkan Lweekang. aku ingin memberitahukan sesuatu. Paman pun tidak perlu menghajarnya. "Engkau baik-baik saja selama aku ke kota lain?" "Aku baik-baik saja. aku harus menghajarnya" "Kalau Paman menghajarnya." Lie Cong Peng bangkit berdiri dan berjalan mondar-mandir." Lie Goat Hiang memandangnya dan tersenyum." "Hah?" Wajah siang Thiam Chun bertambah pucat." "Ada apa?" "Iiih" Thio Han Liong memperlihatkan wajahnya yang diliputi ketakutan." "Eh?" Lie Cong Peng tertegun. maka Paman harus memaafkannya.. "Engkau sudah membersihkan rumah belum?" tanya Lie Goat Hiang. kemudian memandang Thio Han Liong.. semua orang akan mengetahui kejadian itu. "Lebih baik Paman suruh dia pergi saja.. "Memangnya ada apa?" "Paman siang dan Kakak Hiang. "Bahkan aku mendengar suara tawa seram. la duduk beristirahat di ruang tengahi ketika Thio Han Liong menyuguhkan teh hangat.. suara yang mencurigakan" "oh?" Ketika siang Thiam Chun ingin mengatakan sesuatu. Betapa gusarnya Lie Cong Peng mendengarnya. "Tidak minum teh?" "Tidak" siang Thiam Chun menggelengkan kepala. kemudian menatapnya seraya bertanya. Tapi aku mohon Paman harus memaafkan Kakak Hiang. . Wajahnya berubah merah padam. sedangkan siang Thiam chun duduk tak bergerak di kursi." bisik Thio Han Liong. "Entah melihat atau bermimpi. "Biar bagaimanapun. sebab. Mengenai Paman siang." "Tapi suteeku itu. "ya" sahut Thio Han Liong sambil mendekatinya."Paman siang" tanya Thio Han Liong. "Be betulkah itu?" Thio Han Liong mengangguk dan nyaris tertawa geli. aku. "Mari kita makan" Mereka berdua masuk ke rumah. sebab kini dia telah sadar dari kekeliruannya. "Oh ya. "Silakan minum." "Ngmm" Lie Cong Peng manggut-manggut. "Adik kecil" panggilnya. Lie Ceng Peng sudah pulang. tapi. Paman" Lie Ceng Peng tersenyum sambil menghirup minuman itu.. aku melihat sosok yang menyeramkan.. "Semalam engkau mendengar suara yang mencurigakan?" "tidak." Thio Han Liong memberitahukan tentang itu. Paman" ujar Thio Han Liong.. "Kini Hiang telah sadar. karena marah "Tenang.. Paman" Thio Han Liong mengangguk.. Thio Han Liong mengangguk"Kalau begitu. yang akan malu adalah Paman dan Kakak Hiang.

"Adik kecil." "Terimakasih. cepatlah engkau enyah dari sini" "suheng. maka selanjutnya suhengku akan mengajar kalian. cepatlah panggil dia" "Ya. " Guru tidak akan pulang" sahut siang Thiam Chun. "Memangnya ada apa?" "Sekarang juga engkau harus meninggalkan rumahku ini" bentak Lie Ceng Peng.. "Paman tampak gusar sekali.. "Ayahku. Thio Han Liong berdiri di halaman sambil menonton anakanak tanggung berlatih Pek Ho Kun. "Cepatlah engkau enyah dari sini. engkau mengerti" "suheng. tapi aku tidak tahu apa sebabnya-" sahut Thio Han Liong." sahut siang Thiam Chun sambil melirik Thio Han Liong dengan mata membara. hari ini guru akan menurunkan kalian beberapa jurus Pek Ho Kun yang paling hebat. Paman" Thio Han Liong segera pergi memanggil siang Thiam Chun."Kalau begitu. "Thio Liong yang mengadu padamu?" "Aku yang mengetahuinya." Lie Goat Hiang mendekatinya." tanya siang Thiam Chun... ia yakin Thio Han Liong yang mengadu pada Lie Ceng Peng. "Suheng panggil aku?" tanya siang Thiam Chun dengan hati kebat-kebit. maka ia ingin menghajarnya sebelum meninggalkan rumah itu. "Kapan guru pulang?" tanya salah seorang anak lagi." "Guru mau ke mana?" tanya salah seorang anak"Ke tempat yang jauh sekali. Guru" "Thio Liong" Mendadak siang Thiam Chun memanggil anak kecil itu. "Cepat ke mari" . tak lama ia sudah datang ke ruang tengah bersama orang tersebut.." "Aku sudah tahu urusanmu dengan putriku.?" "Suheng sangat baik terhadapku-" siang Thiam Chun menundukkan kepala.. jangan sampai aku menghajarmu" "Baik" siang Thiam Chun mengangguk.sementara itu. "Anak-anak" ujar siang Thiam Chun. "Tentu. "Bagaimana sikap ayah ketika menyuruhmu memanggil Paman siang?" tanya Lie Goat Hiang lagi. "Kenapa ayah memanggil Paman siang?" "Entahlah" Thio Han Liong menggelengkan kepala. "oleh karena itu." ucapan Lie Goat Hiang terputus. bukan dia yang mengadu padaku" sahut Lie Ceng Peng. karena wajah Lie Cong Peng tampak gusar sekaliThio Han Liong seflera meninggalkan ruang tengah itu. "Hari ini aku akan berangkat ke kota lain. siang Thiam Chun meliriknya dengan mata berapi-api"sutee" Lie Cong Peng menatapnya dingin"Apakah aku kurang baik terhadapmu selama engkau tinggal di sini. karena melihat ayahnya berjalan keluar bersama siang Thiam Chun yang membawa sebuah buntalan. sedangkan Siang Thiam Chun menghampiri anak-anak tanggung yang sedang berlatih. Lie Ceng Peng menghampiri mereka berdua.

membuat Lie Cong Peng dan putrinya terperangah menyaksikannya." "suheng. "Adik kecil" Wajah Lie cioat Hiang berubah pucat mencemaskan Thio Han Liong. Di saat itulah Thio Han Liong menggerakkan sepasang tangannya dengan lemas sekali membentuk dua buah lingkaran. Aku akan memberi contoh. sehingga serangan-serangan siang Thiam Chun jatuh di tempat kosong.. ia memandang Thio Han . kenapa engkau terus duduk di situ? Tidak mau menghajar aku lagi?" siang Thiam Chun diam saja. dengan jurus Pek Ho Tok Hu (Bangau Putih Mematuk Ikan)..." Lie Cong Peng kaget mendengar ucapan bocah kecil itu. sehingga badannya terpental ke atas. Kini Thio Han Liong mulai bergerak lemas." Usai berkata begitu.. "sutee" bentak Lie Cong Peng. Duuuk Dada Thio Han Liong terpukul. Tiba-tiba siang Thiam Chun memekik keras sambil menyerang Thio Han Liong.. mendadak siang Thiam Chun langsung memukul Thio Han Liong dengan jurus tersebut. "Thio Liong. Bukan main indahnya gerakannya itu. lalu didorong ke atas. Tubuhnya terkapar tak mampu bangkit berdiri "Hihihi" Thio Han Liong tertawa geli "Paman siang. anak kecil itu termundur-mundur dua tiga langkah. kemudian terbanting keras di tanah"Aduuuh" siang Thiam Chun menjerit kesakitan. kalian harus perhatikan baik-baik. Lie Ceng Peng dan putrinya terkejut bukan main Mereka berdua tidak menyangka siang Thiam Chun akan menurunkan tangan jahat terhadap Thio Han Liong itu. Thio Han Liong cepat-cepat berkelit ke sana ke mari.. engkau ingin menghajar diriku?" "Betul" Thio Han Liong mengangguk"Baik.." "Paman" ujar Thio Han Liong pada Lie Cong Peng "hari ini aku akan menghajar orang yang tak tahu diri itu" "Thio Liong. Lie Cong Peng dan putrinya sama sekali tidak menyangka Thio Han Liong mengerti ilmu silat. Badan siang Thiam Chun mencelat ke atas. sedangkan Thio Han Liong berkelit dengan gerakan yang lemas. "Anak-anak" ujar siang Thiam Chun. siang Thiam Chun terus menyerang dengan gesit. " Engkau. namun sama sekali tidak menjerit kesakitan.Thio Han Liong segera mendekatinya.. Dada siang Thiam Chun terpukul. Buuuk.. kemudian menukik ke bawah dan dengan dua jari tangan menyerang mata Thio Han Liong. kemudian membentak keras sambil menyerangnya dengan jurus-jurus Pek Ho Kun. "He h e h e" siang Thiam chun tertawa terkekeh-kekeh." sahut siang Thiam Chun sambil tertawa dingin "Apakah aku tidak boleh memberi contoh beberapa j urus ilmu silat pada murid-muridmu?" "Tapi. "Jurus Pek Ho Kun yang paling dahsyat adalah jurus Pek Ho Ceng Thian (Bangau Putih Menerjang ke Langit). bagaikan gadis kecil yang sedang menari." siang Thiam Chun menatapnya dengan penuh kebencian. Betapa penasarannya siang Thiam Chun mendapati serangannya tak satupun mengenai sasaran.

"Hiaa. "Maaf Paman." "Dia memang jahat.. sementara Lie Ceng Peng dan putrinya juga tampak tidak percaya akan apa yang disaksikan." "Ayah. "Hiang lie" Lie Cong Peng menggeleng-gelengkan kepala.. melainkan menyambut serangan itu sambil menggerakkan tangannya secepat kilat.." Thio Han Liong menundukkan kepala "Aku aku terpaksa menghajarnya. Ternyata engkau murid Bu Tong pay. maka akupun harus melindungi Kakak" "Terima kasih. Kejadian itu sangat mencengangkan mereka berdua.. karena Paman siang jahat sekali. seakan tidak percaya dirinya telah dirobohkan anak kecil berusia sebelas tahun. "Lihatlah benda ini" Lie Ceng Peng mengambil benda itu dan memperhatikannya." Lie Goat Hiang menatapnya dengan haruThio Han Liong mengeluarkan suatu benda dari dalam bajunya. kalian tidak boleh meniru gerakannya itu" "Anak setan" bentak siang Thiam Chun gusar." ucap Lie Goat Hiang. Thio Liong yang memberitahukan padaku. dia pun pergi. "Maafkan aku" "sudahlah." Lie ceng Peng tersenyum. aku tidak sangka engkau berkepandaian begitu tinggi." Lie Goat Hiang menundukkan kepala.." "Terima kasih. "jurus yang diperlihatkan Paman siang itu namanya jurus 'Menjatuhkan Diri'. Bagaimana mungkin Thio Han Liong mampu merobohkan siang Thiam Chun? Namun nyatanya memang begitu.Rupanya dia menggunakan jurus jurus dari Kiu Im Pek Kut Jiauw ajaran Ciu Ci Jiak. " Engkau harus berterima kasih pada Thio Liong.." Thio Han Liong tersenyum. itu telah berlalu.. harus dihajar biar kapok" sahut Lie Cong Peng.. Adik kecil. aku pasti sudah menghajarmu" "Ayah -" gadis itu tersentak"Aku sudah tahu urusanmu dengan Thiam chun. " Aduuuh " siang Thiam Chun menjerit kesakitan dengan wajah meringis dan pucat pias.. Thio Han Liong mendekati Lie Cong Peng. " Kalau aku tidak memandang Thio Liong. "Kawan-kawan" seru Thio Han Liong pada para murid Lie Ceng Peng. "Kakak-. Dengan langkah tertatih-tatih. Plaaak Tulang iga siang Thiam Chun terpukul dan patah seketika. "Kakak sangat baik terhadapku. sebab yang engkau perlihatkan itu pasti ilmu silat Thay Kek Kun yang sangat terkenal itu" "Paman. aku telah menghajar Paman siang itu" "Ha ha ha" Lie Cong Peng tertawa gelak"Thio Liong. lalu diserahkan pada Lie Ceng Peng. Dia memberi hormat. "Adik kecil " Lie goat Hiang menatapnya dengan kening berkerut-kerut. seketika itu juga air mukanya .?" Kali ini Thio Han Liong tidak berkelit.Liong dengan mata terbelalak. mendadak ia menyerang Thio Han Liong.

Thio Liong. ya?" "Tentu" Lie Cong Peng manggut-manggut.." jawab Tiiio Han Liong memberitahukan. karena Hiang Jie memang menyukaimu. "Maka aku menghajarnya" "Haaahi-" Wajah Lie Ceng Peng berubah pucat.. ya? Masih kecil" "Ha ha ha" Mendadak Lie Cong Peng tertawa gelak sambil bergurau. malam itu."Kenapa Kakak menatapku dengan cara begitu? Naksir ya padaku?" . "Hi hi hi" Thio Han Liong tertawa geli. "tidak. "Ke dua orangtuamu tinggal di gunung Bu Tong?" tanya Lie Cong Peng. sedangkan Lie cioat Hiang terus menatap Thio Han Liong dengan mata tak berkedipAnak kecil itu tertawa geli. "Thio Liong.. Hiangjie pasti sudah celaka. Terima kasih. "Kalau begitu." Lie Goat Hiang memandangnya dengan penuh rasa terima kasih. tunggu sebentar" Lie Cong Peng masuk rumah. aku. "Kini urusan yang tak menyenangkan itu telah beres. "Namun alangkah baiknya paman tidak bergurau. "Thio Liong.. bagaimana mungkin aku mencuri dengar pembicaraan paman Siang dengan Kakak?" Gadis itu merengut menatap Thio Han Liong. ini adalah semacam alat yang berisi obat bius... "Kakak begitu cantik. para penjahat menggunakan alat ini. "Engkau engkau telah menyelamatkan diriku. "Bukan mulai nakal." "Adik kecil. Aku masih kecil sih. engkau mulai nakal" tegur Lie Goat Hiang. "Ini." "Kakak" Thio Han Liong tersenyum.. "Ke dua orangtuaku tinggal di pulau yang di Pak Hai." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. "Usiaku lebih kecil dari Kakak Hiang." ujar Thio Han Liong. kalau engkau tidak berada di sini.berubah hebat." "Eh?" Wajah Lie Goat Hiang kemerah-merahan. paman pasti merestuinya.." "Ayah" Wajah Lie Goat Hiang bertambah merah. bagaimana mungkin aku memperlsterlnya? Tadi itu cuma ingin menggoda Kakak Hiang." tutur Thio Han Liong tentang kejadian malam itu. aku pasti memperisterl Kakak.. "Paman bisa bergurau juga. kalau engkau betul-betul ingin memperisterl Hiang jie. "Engkau mulai genit. Kalau sudah dewasa. maka aku mau mohon pamit" "Apa?" Lie Cong Peng dan putrinya tertegun." "Adik kecil. dari mana engkau memperoleh alat ini?" "Paman. kelak pasti ketemu pemuda tampan. "Kalau tidak.. "Aku harus segera berangkat ke gunung Bu Tong. aku rindu sekali pada ke dua orangtuaku. Aku berharap pihak Bu Tong Pay bersedia mengantar aku pulang ke pulau itu" "oooh" Lie Cong Peng manggut-manggut. "Paman" ujar Thio Han Liong sungguh-sungguh.. aku memang nakal" sahut Thio Han Liong sambil tertawa.

..." Lie Goat Hiang menghela nafas panjang. Thio Han Liong tetap menolong fakir miskin dengan uang pemberian Lie Cong Peng.." "Akupun tidak akan lupa budi baikmu menolongku dan telah menyelamatkan diriku.."Ini untuk bekalmu dalam perjalanan. "entah kapan kita akan bertemu lagi?" "Aku pasti ke mari menengok Kakak kelak" sahut Thio Han Liong berjanji. mendadak terdengar suara tawa yang menyeramkan." "oooh" Lie Ceng Peng manggut-manggut. Betapa terkejutnya Thio Han Liong. aku tidak akan lupa selamalamanya. "Aku tidak akan ingkar janji. aku harus cepat-cepat pulang ke pulau itu." "Terimalah" "Terima kasih. Anak kecil itu mengira suara tawa setan atau hantu. "sampai jumpa. "Han Liong. sebab ia memang membutuhkan uang." "Paman. ." Bab 9 Si Mo (iblis Dari Barat) Kali ini dalam perjalanan menuju gunung Bu Tong... Han Liong" "sampai jumpa. namun tidak begitu cepat. Dua hari kemudian. "Tentu" Thio Han Liong mengangguk. Adik kecil" ucap Lie Goat Hiang. ketika ia memasuki sebuah rimba. "Tapi. " Kalau Han Liong tidak berada di sini." ujar Thio Han Liong setulus hati. bersamaan itu muncullah Lie Cong Peng dengan membawa sebuah bungkusan kecil. tapi tidak menyebalkan. Lie Goat Hiang mengantarnya sampai di depan. Paman" Thio Han Liong berjalan pergi. gadis itu kembali ke dalam. setelah Thio Han Liong tidak kelihatan. "Thio Liong" Lie Ceng Peng menyerahkan bungkusan kecil itu padanya.. aku rindu sekali pada ke dua orangtuaku. "selamat jalan. aku berterima kasih sekali atas kebaikanmu." "Kakak.. Kakak" "selamat jalan.. "ya" sahut Thio Han Liong. jangan lupa datanglah lagi kelak" pesan gadis itu.. kenapa engkau begitu cepat ingin pergi?" "Kakak Aku. "Kakak sangat baik padaku. Mungkin harus beberapa tahun kemudian.Lie cioat Hiang menggeleng-gelengkan kepala sambil tersenyum"Engkau memang nakal." "Adik kecil.. Cepat-cepat ia bersembunyi di belakang pohon. Paman" Thio Han Liong menerima pemberian Lie Ceng Peng." "Ayah Han Liong akan ke mari lagi?" "Itu sudah pasti. "Hiang jie" Lie Ceng Peng menghela nafas panjang. engkau akan ke mari lagi menengok kami?" "Pasti. "sebetulnya aku bernama Thio Han Liong." gadis itu tertawa gembira. "Sungguh?" Lie Goat Hiang kelihatan kurang percaya." sahut Thio Han Liong lalu pamit. "Adik kecil. Namun dia menyisakan untuk bekalnya sendiri.. engkau pasti sudah dinodai Thiam Chun." Lie goat Hiang tersenyum. tidak dihabiskan seperti tempo hari.saat itu dia sudah dewasa.

namun bajunya sudah terbuka dan tampak sepasang payudaranya yang montok. "Paman tua seorang Locianpwee.." Si Mo mengeluarkan sebuah belati mengkilap. ia pun yakin suara tawa seram itu bukan suara tawa setan iblis. kenapa engkau ingin membunuh kami?" "He he he" Ternyata orangtua itu adalah se Mo ketua golongan hitam. Dia berendap-endap mendekati suara tawa seram itu. "He he he Sebelum membunuh. Jilid 5 Si Mo (iblis Dari Barat) itu perlahan-lahan ia bangkit berdiri.. kalau membunuh aku seorang anak kecil.. "He he he Hik hik hik. Dia memperhatikan orangtua itu." "Paman tua mau membunuh aku juga?" tanya Thio Han Liong. aku belum membunuh anak kecil. "Jangan. si Mo mengangguk-anggukkan kepalanya.Mo" bentak salah seorang lelaki yang terikat di pohon. "Eeeh?" Si Mo kaget melihat ada bocah cilik di dalam.. yang tidak lain Thio Han Liong." teriak wanita itu ketakutan. "Kita tidak punya dendam apapun. seorang tua berusia tujuh puluhan duduk dekat pohon itu. "Berhenti" Saat itu muncul seorang anak kecil.. orang . aku akan menyiksa kalian dulur ujar Si Mo. "Wuah" Si Mo tertawa sambil memegang payudara wanita itu. oleh karena itu." "Hm" dengus Thio Han Liong. ia sedang menyantap paha ayam sambil mengeluarkan tawa seram. terdapat kaum wanita pula. seusai bersantap. Melihat wajah seram menakutkan orangtua itu Thio Han Liong menggigil ketakutan. rimba itu. malam itu ia juga mengeluarkan suara tawa seram menakuti lelaki itu. mendadak ia membuka baju salah seorang wanita. kemudian mendekati orang-orang yang terikat di pohon sambil tertawa terkekeh-kekeh. Akan kusayat payudaramu.. kenapa engkau berkeliaran di sini? Kebetulan sekali. "Se. "Aku memang senang membantai kalian kaum golongan putih He he he " Bukan main terkejutnya Thio Han Liong mendengar itu. "Anak kecil. "Masih segar he he.Thio Han Liong mengerutkan kening dan tiba-tiba ia tersenyum geli.. He he he.Ternyata ia ingat akan perbuatannya terhadap siang Thiam Chun. mendadak ia dikejutkan oleh suara bentakan yang amat nyaring. "Kenapa Paman tua begitu kejam? Sama sekali tidak punya rasa prikemanusiaan" "He he he" Si Mo tertawa terkekeh-kekeh. "Paman tua" Thio Han Liong melotot. Namun ketika hendak menyayat payudara wanita itu. "Ha ha ha. Timbul dalam hati keberaniannya. aku akan membunuh mereka" gumam orangtua itu. Ternyata dia melihat beberapa orang terikat di sebuah pohon. tanpa merasa takut.

"Aku ingin bertanding denganmu." ucap Thio Han Liong. Baik-lahi aku terima syaratmu. "Terima kasih. Begitu bebas mereka cepatcepat memberi hormat pada Thio Han Liong. akan kubunuh kalian" bentak si Mo dengan mata melotot tajam. tapi cukup tiga jurus saja" "Apa?" si Mo terbelalak. Kalau dalam tiga jurus engkau tidak mampu merobohkan diriku. "Engkau memang berbakat untuk belajar ilmu silat. "Kalian memang harus cepat pergi Kalau tidak. silakan Paman tua menyerang aku" Thio Han Liong mulai mengerahkan Kiu yang sin Kang. orang-orang itu pergi. kalau engkau mau jadi muridku" "Paman tua begitujahat.orang kaum persilatan akan menertawakan hingga rontok gigi mereka" "Mereka mau tertawa hingga rontok gigi mereka itu urusan mereka. "Apa?" si Mo langsung melotot. "Kelihatannya engkau memang lebih berharga daripada mereka. Aku mau membunuhmu juga urusanku" sahut si Mo sambil tertawa.." "Paman tua boleh membunuh aku. Anak kecil. maka harus membebaskan aku pergi dari sini" "Ha ha ha" si Mo tertawa gelak "Baik. "Engkau ingin bertanding dengan aku?" "Ya" Thio Han Liong mengangguk. Paman tua." sahut Thio Han Liong sambil menggelengkan kepala. "Ha ha ha."Aku tidak akan ingkar janji" "Kalau begitu. "Jangan khawatir. "tidak." "Terima kasih." sahut Thio Han Liong. si .. iblis Dari Barat itu tidak menyangka Thio Han Liong begitu berani. "Tunggu" seru Thio Han Liong. "Engkau maujadi muridku?" tanya si Mo bernada girang. tapi aku punya syarat" ujar Thio Han Liong mendadak"oh?" si Mo tertegun. siapa engkau?" "Namaku Thio Liong" sahut anak kecil itu. "Anak kecil." ucap mereka serentak"Cepatlah kalian tinggalkan tempat ini" perintah Thio Han Liong. "Jadi engkau lebih suka mati daripada mengangkatku sebagai guru?" Thio Han Liong mengangguk. baik" "Paman tua jangan ingkar janji" tegas Thio Han Liong. si Mo segera memutuskan tali yang mengikat kaum rimba persilatan golongan putih itu."Tak sudi berguru kepada orang jahat" "Bocah" bentak si Mo sambil mengangkat tangannya siap memukul anak kecil itu. "Dirimu ditukar dengan mereka?" "Ya" "Ngmm" si Mo manggut-manggut. "Paman tua. bagaimana mengenai syaratku?" "Apa syaratmu?" "Lepaskan mereka" Thio Han Liong menunjuk orang-orang yang terikat di pohon."Aku pernah belajar ilmu silat. aku tidak sudi jadi muridmu.sementara si Mo terus menatap Thio Han Liong dengan penuh perhatian. Aku tidak membunuhmu. bocah" sahut si Mo.

aku akan menyiksamu" "Pokoknya aku tidak maujadi muridmu. "Engkau akan disambar geledek kelak" "He he he" si Mo tertawa. maka ia terpaksa menangkis serangan itu." si Mo tertawa terkekeh-kekeh "Bocah Kalau engkau tidak mau jadi muridku. "Jurus ke tiga" seru si Mo dan langsung menyerangnya. "Engkau tidak terluka?" "Paman tua" sahut Thio Han Liong sambil bangkit berdiri "Aku tidak terluka. " Lebih baik bunuh aku saja" "He he he" si Mo tertawa terkekeh"Aku akan membunuh mu perlahan-lahan. Thio Han Liong terpental beberapa depa dan jatuh di tanah namun tidak luka sama sekali. "Aku iblis Dari Barat. "jurus ke dua" seru si Mo sambil menyerang." ujar Thio Han Liong. Itu semakin membuat si Mo penasaran sekali. maukah engkau jadi muridku?" "Tidak mau" "Kalau begitu " Mendadak si Mo menatapnya bengis.Mo langsung menyerangnya seraya berseru. "Engkau akan merasakan ilmu totokanku Ban Gin Coan sim (selaksa jarum Menembus Hati)" si Mo menotok jalan darah Hiok Tiong Hiat. " "Tidak bisa" "Kenapa tidak?" "Pokoknya engkau harus jadi muridku" Mendadak tangan si Mo bergeraki seketika juga jalan darah Thio Han Liong tertotok. "Buktinya aku berdiri di hadapanmu. silakan menyerang lagi" seru Thio Han Liong. Akan tetapi.. Thio Han Liong tetap mampu mengelak serangannya. Ci Kiong Hiat . sehingga sekujur badannya tak bisa bergerak"Paman tua curang" bentak Thio Han Liong. aku boleh meninggalkan tempat ini. setiap hari aku akan menyiksamu" ujar si Mo sungguh-sungguh. "Tak disangka engkau cukup berisi juga" "Paman tua. akan kubunuh kau" "Dasar iblis" caci Thio Han Liong. "Eh?" si Mo menatapnya dengan mata tak berkedip. " Geledek takut padaku bagaimana mungkin geledek akan menyambar aku?" "Pokoknya aku tidak maujadi muridmu" tegas Thio Han Liong."sesuai dengan syarat. "jurus pertama" Thio Han Liong bergerak cepat menghindari serangan itu dan berhasil.. Blaaam Terdengar suara benturan yang dahsyat. Sekarang aku bertanya sekali lagi. "Kalau perlu. Thio Han Liong tidak keburu berkelit. Kali ini ia menggunakan j urus yang lebih hebat. Hal itu membuat si Mo terbelalak. sudah pasti selalu berlaku curang. tidak mau" "Kalau begitu.. kini aku bebas" " Engkau telah roboh di tanganku. maka engkau harus jadi muridku" ujar si mo "Kapan aku roboh di tangan Paman tua? Buktinya aku berdiri di sini" Thio Han Liong tersenyum-senyum "Tadi engkau sudah terpental beberapa depa lalu roboh" si Mo melotot. He he he. Terheran-heran si Mo memandangnya.

"Bibi kenal ke dua orangtuaku?" " Kenal" Wanita itu manggut-manggut seraya berkata. muncullah empat wanita berpakaian putih sambil memainkan alat-alat musik itu Kemudian datang juga wanita berbaju kuning. terdapat Kuburan Mayat Hidup. amat keras hati pula. "Ayahmu bernama Thio Bu Ki.. "He he he" si Mo terus tertawa terkekeh-kekeh"Bagaimana? Engkau maujadi muridku?" "Ti. "Bibi tahu namaku?" "Aku juga tahu nama ayah dan ibumu" ujar wanita itu...Namun wajahnya tampak putih sekali seperti tidak pernah terkena sinar matahariDengan langkah lemah gemulai wanita itu menghampiri Thio Han Liong yang masih merintih-rintih kesakitan. seperti ditusuk-tusuk ribuan jarum..sayup terdengar suara kecapi dan suling yang amat halus-Begitu mendengar suara itu air muka si Mo mendadak berubah"Hah? Wanita sialan itu." ujar si Mo. dadanya sudah tidak sakit dan tubuhnya pun sudah bisa bergerak." "Maaf. "Aaah " Thio Han Liong langsung menarik nafas lega. Bahkan. bacakanlah syair ini Dia pasli ingat siapa aku. ternyata ia membebaskan totokannya. "Engkaupun agak genit." si Mo segera melesat pergiTak seberapa lama kemudian." ucap Thio Han Liong menatap wanita itu. Bibi-" Thio Han Liong mengangguk"Han Liong" Wanita itu menatapnya tajam." Aku pasti menuruti nasihat Bibi. "Bertemu ayahmu. juga tidak boleh genit. Bibi-" Thio Han Liong mengangguk lagi.He he he-" Pada waktu bersamaan." "Eh?" Makin membelalak mata Thio Han Liong. "Bolehkan aku tahu siapa Bibi yang cantik jelita?" "Thio Han Liong." "oh?" Thio Han Liong langsung pasang kuping"Di belakang Ciong Lam san. Ayahmu pasti ingat padaku apabila mendengar syairku ini. "Engkau harus ingat baik-baik syair yang akan kubacakan. "Engkau agak nakal."Engkau akan terus merasakan kesakitan itu. seketika anak kecil itu menjerit jerit dengan wajah meringis-ringis. ibumu bernama Tio Beng." "ya.Itu akan mencelakai dirimu-" "ya. Peluh merembes keluar dari keningnya. tapi berhati baik dan berbudi luhur. sayup." "Bagus" Wanita itu manggut-manggut.." Wanita itu menggeleng-gelengkan kepala sambil tersenyum. bagaimana kalau sudahi dewasa kelak?" "Hah?" Thio Han Liong terperanjat. "Terima-kasih atas pertolongan Bibi" "Ngmm" Wanita itu manggut-manggut. tidak muncul lagi di dunia Kang-ouw-" Wanita itu membacakan syair tersebut dan berpesan. " Dan juga engkau . Tangannya bergerak laksana kilat ke tubuh anak kecil itu. Burung Rajawali dan Pasangan Pendekar." Engkau tidak boleh terlampau nakal.Cepat-cepat ia memberi hormat. berusia empat puluhan dan berparas cantik sekali.dan Tian Tong Hiat yang didada Thio Han Liong. karena dirasakan dadanya sakit luar biasa.tidak" "Kalau begitu.

bolehkah aku tahu nama Bibi?" "Aku she yo.. dia pasti mengantarmu pulang ke pulau itu" "Terima kasih atas petunjuk Bibi." Thio Han Liong manggut-manggut. "Terima kasih. "oh ya. gadis itu masih kecil. Beritahukaniah kepadanya siapa ayahmu. "Aku memang rindu sekali kepada ke dua orangtuaku.." ujar wanita itu sambil tersenyum. maka aku akan memberimu uang.. "Belum waktunya engkau berkelana dalam rimba persilatan." ujar wanita itu tanpa menjawab pertanyaan Thio Han Liong. jangan mengingkari janjimu terhadap gadis kecil itu" "ya. engkau harus melaksanakannya kelak. barulah engkau berkecimpung dalam rimba persilatan membela kebenaran dan membasmi kejahatan.Apa yang pernah engkau janjikan. sampai di sana carilah seorang lelaki bernama Kwa Kiat Lam." sahut wanita itu dan menambahkan.." Thio Han Liong teringat sesuatu." ucap Thio Han Liong sambil menerima bungkusan kecil itu.. engkau harus membasminya kelak" sahut wanita itu. tentu sudah kuhajar..." Mulut Thio Han Liong ternganga lebar.Misalnya terhadap Tan Giok Cu. "Bagaimana keadaan ayahku?" "Tidak apa-apa.." "Engkau menuju pesisir utara. kenapa si Mo begitu kejam?" "Itu memang sifatnya." Thio Han Liong girang bukan main. "Maka engkau harus cepat-cepat pulang. maka engkau harus segera pulang ke tempat tinggalmu di pulau itu. tapi aku tidak tahu harus bagaimana pulang ke pulau itu." "Bibi kok tahu tempat tinggalku?" Thio Han Liong terheranheran. engkau panggil aku Bibi yo saja." "Bibi. "Engkau harus ingat. Kelak engkau dan Giok Cu harus bersatu padu membasmi kejahatan. kalian berdua memang cocok dan serasi. Bibi." "Maksud Bibi.. terima kasih. yang penting engkau harus pulang untuk memperdalam kepandaianmu. "oh ya.." Wanita itu manggut-manggut sambil tersenyum." "Uangmu tidak cukup untuk biaya ke pesisir utara.. . tapi dalam hatinya hanya terdapat engkau seorang diri" "Bibi. Kalau engkau kurang ajar. Lagipula aku tidak punya uang untuk menyewa perahu." Wajah Thio Han Liong agak cemas. Engkau tidak usah cemas. "Kelak dia akan menjadi gadis yang cantik sekali.. kemudian menghela nafas panjang." "Bibi. "Bahkan aku pun tahu ayahmu terluka oleh pukulan para Dhalai Lhama itu."Kok Bibi tahu itu?" "Engkau cuma nakal dan suka menggoda. "ingin menerima Giok Cu menjadi murid?" "Betul." Wanita itu menyerahkan sebuah bungkusan kecil kepada Thio Han Liong.tidak boleh ingkar janji. tapi tidak kurang ajar. setelah kepandaianmu tinggi. Bibi.

yang makin lama makin jelas. entah berada di mana dia dan bagaimana" "Dia pasti sudah sampai di gunung Bu Tong. &ngkau harus langsung menuju pesisir Utara." jawab wanita itu. kita berpisah di sini. Giok Cu sedang memikirkan Kakak tampan.Kepandaian si Mo sangat tinggi sekali. "Dan dia pun pasti baik-baik saja. . "Tidak boleh. Ke empat pengiringnya juga melesat pergi sambil memainkan alat musik masing. kemudian mereka berdua saling memandang. Tan Ek seng dan Lim soat Hong mendekatinya sambil menggeleng-gelengkan kepala." ujar wanita itu lalu melesat pergi. gadis kecil itu duduk melamun di pekarangan." Thio Han Liong mengangguk lagi. melayang turun empat wanita berpakaian putih. langsung menuju arah utara." sahut Lim soat Hong "sungguh-sungguh Ibu." Thio Han Liong mengangguk"Aaaah " Mendadak wanita itu menghela nafas panjang.Agar lebih cepat sampai di sana."Bolehkah aku menyusulnya ke gunung Bu Tong?" Lim soat Hong tersenyum sambil menggelengkan kepala. Thio Han Liong berdiri termangu-mangu." tanya Lim soat Hong lembut.Tak lama kemudian melayang turun lagi seorang wanita berpakaian kuning. "Kok ada suara musik?" Pada saat bersamaan. Di saat itulah mendadak terdengar suara kecapi dan suling. sebab engkau masih kecil. "Heran?" gumam Tan Ek seng. lebih baik engkau membeli seekor kuda. "Bagaimana kalau Ayah mengantarku ke gunung Bu Tong?" gadis itu memandang Tan Ek seng dengan penuh harap."Ayah tidak sempat.Kalau dia tidak ke mari." "Ibu. "Baiklah. Hati-hatilah kalau kelak engkau berhadapan dengannya" "Ya."Dia pasti ke mari menjumpaiku?" "Dia sudah berjanji." "Ayah. "Aku tiada gairah hidup. -ooo00000ooo Tan Giok Cu." Air mata gadis kecil itu meleleh." jawabnya." sahut Lim soat Hong. "Nak. "Tak disangka kini begitu banyak jago berhati kejam bermunculan dalam rimba persilatan Kelak engkau dan Giok Cu harus membasmi para jago berhati jahat itu" "Ya. " Kedatangan kami telah mengganggu kalian sekeluarga."Aku telah bersumpah tidak akan membunuh. dan suara musik tadi berhenti"Maaf" ucap wanita berpakaian kuning. dan dia pun sering menggunakan racun. lagipula belum tentu dia berada di gunung Bu Tong. "Bolehkah kami tahu siapa Nona?" "Aku she yo." " Tidak apa-apa" sahut Lim soat Hong dengan ramah." Tan Ek seng dan Lim soat Hong terkejut. Lebih baik engkau tunggu dia di rumah saja. "Kenapa engkau duduk melamun di sini?" "Ibu." tanya Tan Giok Cu dengan mata basah. aku . maka aku tidak membunuh si Mo.masing. "Nak" Tan Ek seng menggelengkan kepala." tanya Tan Giok Cu mendadak. setelah itu barulah ia meninggalkan tempat itu. tentunya akan ke mari menengokmu.

" ujar Tan Giok Cu. la tahu sedang berhadapan dengan wanita yang berkepandaian tinggi. lalu mengangguk. "Bibi sian sian. Engkau panggil aku Bibi sian sian saja." sahut yo sian sian. dia akan berlayar pulang ke rumahnya. "Tentunya kalian berdua tidak berkeberatan kan?" Tan Ek seng dan Lim soat Hong saling memandang." "Bagus" Wanita itu manggut-manggut. aku yakin dia mau ikut aku ke gunung ciong Lam san." "Tapi. yang penting kalian berdua tidak berkeberatan.. "Engkau mau belajar ilmu silat tingkat tinggi?" "Mau. "Maksud Nona?" Lim soat Hong tidak mengerti "Aku berniat menerimanya menjadi murid-" Wanita itu memberitahukan. "Di belakang Ciong Lam san" sahut wanita itu.." sahut wanita itu sambil memandang Tan Giok Cu. " Tan Giok Cu menundukkan kepala. Dia akan belajar ilmu silat tingkat tinggi dari ayahnya. Kalau tidak.Apabila dia tidak mau berarti tiada jodoh dengan aku.-" Lim soat Hong tampak ragu. kemudian Tan Ek seng bertanya. aku mau belajar di rumah saja. ada keperluan apa Nona berkunjung ke mari?" tanya Tan Ek seng sopan. "Kini Kakak tampanmu itu sedang menuju pesisir utara." Tan Giok Cu berpikir sejeNak." sahut wanita bernama yo sian sian itu. Kalau kalian berkeberatan." ujar wanita itu sambil tersenyum" Namun. "Tidak mau ah" "Kenapa tidak mau?" tanya yo sian sian lembut. pasti tidak akan maju. " Kalau engkau belajar di rumah. "Nona bersedia mengajar Giok Cu di sini?" "Kalau sudah menjadi muridku. maka aku ke mari. "Giok Cu" yo sian sian tersenyum."Nona Yo. "Haah?" Lim soat Hong terbelalak"Be begitu jauh. bagaimana mungkin Giok Cu mau ikut Nona ke sana?" "Aku tidak akan memaksa. aku aku tidak mau ikut ke gunung ciong Lam san." "Lima tahun?" Tan Giok Cu terbelalak. "Karena. tapi aku kenal ayahnya. kami pun tidak berkeberatan. "Begini saja Nona" ujar Tan Ek seng. bagaimana mungkin engkau menjadi pasangannya kelak?" "Bibi-. "Aku tertarik akan putri kalian. "Giok Cu" yo sian sian tersenyum. engkau boleh pulang. maka engkau pun harus belajar ilmu silat tingkat tinggi dariku. "Bila Giok Cu bersedia ikut Nona ke gunung Ciong Lam San. Maka alangkah baiknya engkau ikut ke tempat tinggalku. "Di mana tempat tinggal Nona?" tanya Lim soat Hong. "Namaku yo sian sian. Tapi Bibi siapa?" gadis kecil itu menatapnya." sahut wanita itu.. engkau sedang menunggu Kakak tampan bernama Thio Han Liong kan?" "Kok Bibi tahu?" Tan Giok Cu menatapnya heran. . itu akan menyia-nyiakan kesempatan ini. " Bibi adalah familinya?" "Kami bukan famili. kemudian bertanya kepada Tan Giok Cu. tentunya harus ikut ke tempat tinggalku. lima tahun kemudian. "Aku tahu.

" "Nak." . "Dialah yang paling berjasa meruntuhkan Dinasti Goan. "Bagaimana kepandaiannya. tapi pasti pernah mendengar nama besarnya" sahut yo sian sian. "Aaaahi-" seru Tan Ek seng mendadak "Aku sudah tahu siapa Nona yo itu Aku sudah tahu" "suamiku. Giok Cu.. "Lima tahun kemudian." Lim soat Hong terisak-isaki "Giok Cu telah dibawa pergi. " Tan Ek seng terbelalak. Bibi. Giok Cu pasti pulang."Apakah mulai sekarang aku harus memanggil Bibi guru?" "Giok Cu" yo sian sian membelainya. "Kenapa engkau tidak sedih? Giok cu-." Lim soat Hong memeluknya erat-erat... "Lima tahun kemudian aku pasti pulang dengan membawa kepandaian yang luar biasa." yo sian sian mengangguk." sahut yo sian sian sambil tersenyum." "Bagus." sahut Tan Ek seng dengan wajah berseri. pasti kuwariskan semua ilmu silatku. juga boleh memanggilku bibi-" "ya." "Dia.. Bibi-" Tan Giok Cu mengangguk " Kapan kita berangkat ke gunung ciong Lam san?" tanyanya." "Terimakasih." ucap Tan Giok Cu. "Bolehkah kami tahu. oleh karena itu. " Terima kasih Nona." yo sian sian membaca syair tersebut. sungguh beruntung sekali" "Suamiku. "Sungguh beruntung putri kita... "Silakan" "Sebetulnya siapa orangtua Thio Han Liong?" ternyata ini yang ditanyakan Tan Ek seng. "Thio Bu Ki?" "Betul. cuma terdengar suara kecapi dan suling. Burung Rajawali dan Pasangan Pendekar.." Lim soat Hong tampak berat sekali berpisah dengan putri tercintanya. diikuti ke empat pengiringnya. "Tentu boleh." Lim soat Hong menatapnya dengan kening berkerut-kerut.. "saat inijuga" sahut yo sian sian. bagus" yo sian sian tersenyum. "Engkau memang berjodoh menjadi muridku."Ibu jangan bersedih" ujar Tan Giok Cu." "Tidak apa-apa.. terdapat Kuburan Mayat Hidup. tidak apa-apa. tentunya kalian tahu." teriak Lim soat Hong memanggil putrinya. kemudian mendadak menyambar Tan Giok Cu dan melesat pergi." yo sian sian mengangguk. tidak muncul lagi di dunia Kang-ouw. "Nona. "Engkau tidak kenal dia. "Maaf" ucap Lim soat Hong. sungguh beruntung Giok Cu karena aku bersedia menerimanya menjadi murid-" "ooooh" Tan Ek seng manggut-manggut."Aku mau ikut Bibi kegunung Ciong Lam san.. "Giok Cu.Namun."terserah engkauEngkau boleh memanggilku guru.. sebetulnya siapa Nona?" "Di belakang ciong Lam san.." "Itu. "Bagaimana kalau berangkat esok saja?" "Berangkat sekarang atau esok sama saja.. bolehkah aku bertanya sesuatu?" tanya Tan Ek seng." "Maaf" ucap Lim soat Hong.

." "oooh" Tan Giok Cu manggut-manggut. kita akan masuk ke kuburan tua itu?" "Ya.. kemudian tangannya menekan sebuah tombol rahasia. "Nona yo adalah turunan sin Tiauw Tayhiap yo Ke dan siauw Liong Li" "Apa?" Lim soat Hong tertegun." Tan Giok Cu membusungkan dadanya. itu bagaimana mungkin?" "Giok Cu" yo sian sian memberitahukan.. "Tapi di dalam kuburan tua itu tidak ada setan. maka harus tinggal di dalam kuburan tua itu juga. aku. "Giok Cu" yo sian sian menggeleng-gelengkan kepala"Engkau begitu penakut. tapi dia begitu berani. "Engkau takut?" yo sian sian menatapnya. Begitu melihat kuburan tua tersebut." sahut Tan Ek Seng." sahut Tan Giok Cu sambil tertawa kecil. pucatlah wajah Tan Giok Cu. ternyata lubang yang di atas tadi telah tertutup kembali... "Bagus. Terdengarlah suara gemuruh. "Kuburan tua itu adalah tempat tinggalku. yo sian sian.. bagaimana mungkin menjadi pendekar wanita kelak? Han Liong lebih besar setahun darimu." yo sian sian tersenyum. Tan Giok Cu dan ke empat pengiringnya telah tiba di hadapan sebuah kuburan tua yang amat besar. kita juga beruntung. "Bibi. Kuburan tua itu terletak di belakang gunung ciong Lam san. Kita. yang amat terkenal itu." Belasan hari kemudian.. Ke empat pengiring itu pun mengikutinya. sebab Thio Han Liong adalah anak Thio Bu Ki. kuburan tua itu sungguh menyeramkan" ujar gadis kecil itu ketakutan. aku pasti mengusirnya. "Tahukah engkau siapaNona yo itu?" Lim soat Hong menggelengkan kepala "isteriku" Tan Ek seng memberitahukan. maka aku pun tidak takut. engkaupun harus bergembira. bagus" yo Sian sian tersenyum.Ternyata mendadak tempat yang mereka injak itu bergeser menimbulkan suara itu.. "Kita. lalu memutar batu itu ke kiri dan ke kanan beberapa kali. lalu mengikuti yo sian sian memasuki lubang itu melalui undakan tangga. mari kita masuk" Tan Giok Cu mengangguk. "Melainkan akan tinggal di dalam kuburan tua itu" "Itu." "Bagus. "Giok Cu. Mendadak terdengar suara gemuruh. Engkau takut?" "Aku aku tidak takut" Tan Giok Cu membusungkan dadanya lagi seraya bertanya. setelah itu ia mendekati sebuah batu.. Ayohi kita ke dalam" "Ha a a h?" Tubuh Tan Giok Cu langsung menggigil. "Benarkah itu?" "Aku yakin benar. "Kita ke dalam untuk mengusir setan?" "Bukan. . "Kalaupun ada setan keluar dari kuburan tua itu. kemudian terlihatlah sebuah lubang di situ."Isteriku." sahut Tan Ek seng. Ha ha ha... Engkau adalah muridku. "Bibi tidak takut. bagus" yo sian sian membelainya.. "Syair itu menyatakan bahwa dia adalah keturunan Pasangan Pendekar. aku tidak takut." "Aku.

Wajahnya selalu muncul di depan mata murid." sahut Tan Giok Cu dan segera balas memberi hormat kepada mereka itu. "Terimalah hormat kami" "sama-sama. "Giok Cu." Tan Giok Cu mengangguk. siauw Ling dan siauw Cing. barulah Thio Han Liong tiba di pesisir utara." Tan Giok Cu mengangguk. bahkan juga terang benderang. "Terimalah hormat dari murid" "Banguniah muridku" yo sian sian tersenyum lembut dan memberitahukan. "Mereka berempat adalah pelayanku bernama siauw Cui. Kakak tampan tidak akan melupakan murid. guru.. bagaimana diriku?" "Giok Cu" yo sian sian membelainya. terbelalaklah Tan Giok Cu karena dirinya berada di sebuah ruangan yang amat indah dan besar. yo sian sian menekan sebuah tombol rahasia.sungguh luar biasa" yo sian sian menggelenggelengkan kepala.Namun sungguh mengherankan." ujar yo sian sian. jangan dibicarakan sekarang" "ya."Engkau masih ingat kepada Kakak tampan itu?" " ingat. engkau harus membunuhnya. " Kalau dia berani melupakanmu..Keesokan harinya.." "ya. " Kalau dia tidak setia kepadamu. "Giok Cu" yo sian sian menatapnya sambil tersenyum." "Baru berusia sepuluh tahun. kemudian berpesan.Kalau Guru mencabut nyawanya." Tan Giok Cu memberitahukan sambil menundukkan kepala"Engkau menyukainya?" "ya. mulailah yo sian sian mengajar Tan Giok Cu Giok Li sin Kang. kan?" tanyanya mendadak.yo sian sian mengajak Tan Giok Cu masuk ke dalam. tidak boleh membayangkan wajah Han Liong. namun cintamu sudah mulai bersemi. Tapi itu adalah urusan kelak. mulai sekarang engkau resmi menjadi muridku. Ternyata dinding ruangan itu dibuat dari batu yang memancarkan cahaya." "Berapa usiamu sekarang?" "Sepuluh tahun. "Giok Cu. "Mulai besok di saat engkau berlatih Giok Li sin Kang. "Mulai besok guru akan mengajarmu Giok Li sin Kang (Tenaga sakti gadis Murni).. siauw La n. " "ya. tiba-tiba dinding itu bergeraki dan muncul sebuah pintu rahasia. dan engkau harus rajin-rajin belajar. Bab 10 Kembali Ke Pulau Hong Hoang to Setelah menempuh perjalanan hampir sepuluh hari." Tan Giok Cu mengangguk "Nona Giok Cu" ucap mereka berempat serentak sambil memberi hormat. "Guru" panggil Tan Giok Cu sekaligus bersujud di hadapannya. Guru."Guru.. Banyak sekali perahu . guru"Tan Giok Cu mengangguk. di dalam ruangan itu tetap terang benderang."Guru tidak boleh begitu. Begitu memasuki pintu itu. Guru. Engkau boleh panggil nama mereka." ujar yo sian sian sambil menatapnya tajam.. guru pasti mencabut nyawanya" sahut yo sian sian sungguh-sungguh "Guru -" Bukan main terkejutnya gadis kecil itu." "ya.

Thio Han Liong segera . "oh ya Ayahku pernahmengajarku Thay Kek Kun. "Kenapa engkau berteriakteriak memanggil namaku? Mau cari mampus ya?" " Paman Kwa" Thio Han Liong seaera memberi hormat." Nelayan tua itu menggeleng-gelengkan kepala.. lalu segera menuntun kudanya ke sana. Paman tua. Thio Han Liong menuntun kudanya menghampiri seorang nelayan tua. bukan anak Thio Kauwcu. "Paman tua." "oh?" Thio Han Liong tertegun. melainkan Thio Bu Ki.ibuku bernama Tio Beng.nelayan di sana.." Nelayan tua itu menghela nafas panjang." ucap Thio Han Liong." "Kenapa?" "Dia tidak akan mengantarmu ke pulau itu. "Engkau berani menyuruhku mengantarmu ke pulau yang di Pak Hai? Hm Putra kaisar pun tidak akan kuantar ke sana." tanya anak kecil itu." Thio Han Liong terus berteriak-teriak memanggil orang tersebut. "Paman Kwa. katakan dia berada di mana?" "Anak kecil.." Betapa girangnya Thio Han Liong. "Kenapa Paman memanggil ayahku Thio Kauwcu? Kauwcu apa ayahku?" "Bocah" Kwa Kiat Lam menatapnya tajam. lalu berdiri di hadapannya. mau apa engkau mencarinya?" "Mau minta tolong kepadanya mengantarku ke sebuah pulau. mengarah Thio Ha n Liong." Thio Han Liong memberitahukan.." sahut Thio Han Liong dan bertanya. "Apa?" Air muka Kwa Kiat Lam langsung berubah.Berselang sesaat. aku Han Liong ingin bertemu Paman Kwa Kiat Lam. aku anak Thio Bu Ki. "Anak kecil.. sebaliknya malah akan memukulmu." sahut Thio Han Liong. sampai di tempat itu ia berteriak-teriak "Paman Kwa Kiat Lam." "Baiklah" Nelayan tua itu menunjuk ke arah kiri... "Kenapa engkau berkeras ingin menemuinya?" "Paman tua."Itu adalah kapalnya... bagaimana kalau aku memperlihatkan Thay Kek Kun itu?" "Baik" Kwa Kiat Lam mengangguk.Dia pasti berada di dalam kapalnya itu-" "Terima kasih.. " Paman tua. apalagi engkau" "Paman Kwa. tampak sosok bayangan melesat keluar dari kapal itu. "Anak kecil. betulkah engkau anak Thio Kauwcu?" "Paman Kwa. ayahku bernama Thio Bu Ki.. usia-nya empat puluhan bermuka hitam.. "Bocah" bentak orang itu dengan wajah gusar.." "Engkau sendiri bernama apa?" "Thio Han Liong-" "Bocah.. " Tolong antar aku ke pulau Hong Hoang to di Pak Hai" "Apa?" Kwa Kiat Lam melotot. "Di mana Paman Kwa Kiat Lam?" "Kwa Kiat Lam?" Nelayan tua itu tampak terkejut. "Engkau punya bukti bahwa engkau adalah anak Thio Bu Ki?" "Bukti?" Thio Han Liong mengerutkan kening sambil berpikir."Percuma engkau mencarinya."Bocah sungguh berani engkau mengaku sebagai anak Thio Kauwcu." "Ayahku bukan Thio Kauwcu.

kemudian menepuk bahu Thio Han Liong seraya berkata.mempertunjukkan ilmu silat tersebut.. "sebaliknya malah bersedia mengantarku ke pulau yang di Pak Hai itu. "Tidak pernah-" "oooh" Kwa Kiat Lam manggut-manggut. kudaku?" "Berikan saja kepada nelayan tua itu" sahut Kwa Kiat Lam. anak Thio Bu Ki-" "Paman Kwa " Thio Han Liong cepat-cepat balas memberi hormat "Han Liong. "oh ya." "oh? syukurlah" ucap nelayan tua itu. pasti tidak bisa mengantarmu ke pulau itu." tanya Kwa Kiat Lam penuh perhatian. "Bagaimana Paman Kwa?" tanya Thio Han Liong seusai mempertunjukkan ilmu silat itu. tapi dengan cara yang licik dia menggeser ayahmu." "Ayahmu tidak pernah menceritakan tentang dirinya?" Kwa Kiat Lam menatapnya. kemudian menutur juga mengenai dirinya yang meloloskan diri dari tangan para Dhalai Lhama. "Aku aku sama sekali tidak mengerti. " Engkau masih kecil. aku sudah bertemu Paman Kwa." ujar Kwa Kiat Lam. ." Thio Han Liong segera menuntun kudanya ke tempat nelayan tua. "Bagaimana keadaan ayah dan ibumu?" "Ayah dan ibu " Thio Han Liong menutur tentang kejadian itu. uang itu kasihkan dia saja" "ya. dan Kwa Kiat Lam menyaksikannya dengan mulut ternganga karena kagumnya.." "oh?" Nelayan tua itu memandang ke arah Kwa Kiat Lam. Paman" ucap Thio Han Liong.Kalau tidak. "sungguh jahat Cu Goan Ciang" ujar Kwa Kiat Lam sambil mengepal tinju dan menambahkan. dia tidak memukulmu?" "Tidak." "Terima kasih. "oooh" Kwa Kiat Lam manggut-manggut. "Aku akan membunuhnya kelak" "Cu Goan ciang? Bukankah beliau kaisar?" Thio Han Liong tercengang. "Paman tua. tolong antar aku pulang ke pulau Hong Hoang to" " Pulau Hong Hoang to? Di Pak Hai tidak ada pulau Hong Hoang to. " "Suruh dia jual kudamu. "Dia. "Sudah percayakah kalau aku anak Thio Bu Ki?" "Han Liong" sahut Kwa Kiat Lam sambil memberi hormat"Terimalah hormatku Tidak disangka aku akan bertemu anak Thio Bu Ki Ha ha ha " Kwa Kiat Lam memberi hormat kepada Thio Han liong. "Kebetulan aku memiliki kapal yang cukup besar. "Pulau itu adalah tempat tinggal kami-" Thio Han Liong memberitahukan. "Kenapa Paman Kwa ingin membunuh kaisar?" "seharusnya ayahmu yang menjadi kaisar. akhirnya dia yang menjadi kaisar-" "Paman Kwa " Thio Han Liong terheran-heran." Thio Han Liong tersenyum. tentunya ayahmu tidak menceritakan tentang kejadian itu" " Paman Kwa.

"Tak disangka nasib kita jadi begini" "Bu Ki Koko. mungkin kapal dagang.. lalu mengintip ke arah kapal yang sudah berlabuh itu."Kita tidak akan kehilangan Han Liong.." "Ngmmm" Thio Bu Ki mengangguk. maka terpaksa berlabuh di sini?" "Bu Ki Koko."Kalau begitu. lalu menyerahkan tali les kuda ilu kepada nelayan tua itu. seorang lelaki dan seorang anak kecil meloncat turun dari kapal itu. Thio Bu Ki danTio Beng duduk di dekat pantai sambil menikmati keindahan panorama. kita kehilangan Han Liong. "Aku yakin anak kita baik-baik saja. la menarik nafas lega seraya berkata. Apakah mungkin kapal itu kehabisan bahan bakar. mari kita bersembunyi sambil mengintip kapal itu" "Baik. Berselang beberapa saat. mendadak Tio Beng menghela nafas panjang. "Itu bukan kapal perang. -ooo00000oooKetika sang surya mulai condong ke barat." Thio Han Liong tersenyum. "Kita sama sekali tidak tahu Han Liong masih hidup atau sudah mati. aku sama sekali tidak menyesal bersamamu. namun engkau bilang harus pergi bersamaku." "Apa?" Nelayan tua itu terbelalak: "Kuda ini engkau berikan kepadaku?" "ya.. pemandangan di pantai pulau Hong Hoang to sungguh indah menakjubkan. melainkan kapal biasa. kuda ini kuberikan kepada Paman tua saja.." gumam Tio Beng sambil menggeleng-gelengkan kepala.Aku menyuruhmu ke Tionggoan mencari Han Liong." sahut Tio Beng. "Keadaanku belum pulih." Thio Bu Ki manggut-manggut. Kalau yang datang itu adalah utusan cu Goan ciang. kemudian bersama Kwa Kiat Lam memasuki sebuah kapal." Tio Beng mulai terisak-isak"Beng Moay." "Tapi sudah empat tahun." "Tapi-." Tio Beng memandang jauh ke depan.." ujar Tio Beng berpesan."Paman tua" Thio Han Liong memberitahukan... "sudah empat tahun.. "Anak kecil" panggil nelayan tua itu. Mereka berdua segera bersembunyi di balik sebuah batu besar. "Kenapa kapal itu ke mari?" "Ya." Tio Beng mengerutkan kening. "Kita harus berhatihati." "Tapi-. percayalah" ujar Thio Bu Ki yakin." "yaah" Thio Bu Ki menghela nafas panjang. " Aku sudah mau berlayar." "Beng Moay. Namun Thio Han Liong sudah berjalan pergi.... siapa mereka? Ternyata Kwa Kiat Lam dan Thio Han .. "Memang mengherankan.." "Bu Ki Koko" Tio Beng memandangnya. "Bagaimana mungkin aku meninggalkanmu dalam keadaan belum pulih?" "Beng Moay" Thio Bu Ki menggeleng-gelengkan kepala. "Ada sebuah kapal datang" "oh?" Thio Bu Ki langsung memandang jauh ke depan. Mendadak ia terbelalak." sahut Thio Bu Ki sambil memandang jauh ke depan. hanya saja.

Thio Han Liong terus memandang wajah ke dua orangtuanya. "Ayah.. "Beng Kauw sudah bubar..." Thio Bu Ki terus berpikir. mantan anak buah Kauwcu.. "Anakku. "Han Liong Han Liong." ujar Kwa Kiat Lam. " "Jangan berkata begitu Kauwcu" Kwa Kiat Lam tersenyum. sampailah mereka di gubuk itu. Karena berada di tempat yang agak jauh. "saudara Kwa" Thio Bu Ki memegang bahunya.." "Beng Moay" seru Thio Bu Ki mendadak.." sahut Tio Beng dengan air mata berlinang-linang saking gembira. fsak tangis pun meledak di saat itu." Tio Beng membelainya. "Nak. "Heran?" gumam Tio Beng. kemudian cepat-cepat menghampiri anak kecil itu." Itu adalah suara seruan Thio Han Liong." "Kwa Kiat Lam.Liong. "Ayah" Thio Han Liong mendekatinya. terimalah hormatku" "Maaf" Thio Bu Ki menatapnya. "Mari kita sapa mereka Mudah-mudahan anak kecil itu Han Liong" Mereka berdua segera meloncat ke luar dari balik batu.." ucap Kwa Kiat Lam. maka engkau jangan memanggilku Kauwcu lagi" " Kauwcu . "Ayah Ibu. sehingga Thio Bu Ki dan Tio Beng tidak mengenali bentuk tubuhnya dari jauh.. Nyonya. "Nak-. "siapa Anda?" "Thio Kauwcu. lagipula kini Thio Han Liong bertambah agak besar. maka Thio Bu Ki dan Tio Beng tidak dapat melihat jelas anak kecil itu." Thio Bu Ki membelainya dengan penuh kasih sayang. "Thio Kauwcu." "Bu Ki Koko dan saudara Kwa" ujar Tio Beng. Mereka berempat berjalan menuju gubuk tempat tinggal Thio Bu Ki dan Tio Beng." "Tidak salah. "wajah kami telah rusak terbakar oleh Liak Hwee Tan yang . "Aku gembira sekali bisa berjumpa dengan Kauwcu. "Mari kita bercakap-cakap di rumah saja" "Terima kasih.. Terdengarlah suara seruan yang sangat menggembirakan. ayah»." ujar Thio Bu Ki sambil menghela nafas panjang." "Nak. sementara Kwa Kiat Lam terus memperhatikan Thio Bu Ki. Bukankah aku pernah-.." Kwa Kiat Lam menggeleng-gelengkan kepala.Kauwcu memang pernah menyelamatkan nyawaku. "Engkau bertambah besar.. Mereka berempat duduk berhadapan di dalam gubuk ilu. ayah girang sekali. Berselang beberapa saat kemudian. "Aku ingat sekarang. lama sekali barulah ia memberi hormat."Jangan-jangan anak kecil itu Han Liong" "oh?" Tio Beng tampak tegang.... kemudian terlawa gembira." "Ibu" Thio Han Liong mendekap di dada Tio Beng. setelah itu aku masuk menjadi anggota Beng Kauw. aku adalah Kwa Kiat Lam." "saudara Kwa" Thio Bu Ki tersenyum getir. "siapa mereka? Kelihatannya anak kecil itu mengenali tempat ini. "Terima kasih atas kebaikanmu mengantar anakku pulang.

"Nak. "Aku ingat pada siang Thiam Chun. kemudian bekerja di rumah Tan Ek seng dan di rumah Lie Cong Peng." "Bisa. kelak ia pasti ke gunung soat san mencari soat Lian. ." "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut dan berjanji dalam hati." Thio Bu Ki menggeleng-gelengkan kepala." pesan Thio Bu Ki." Wajah Thio Han Liong langsung memerahi "Nak. "Untung aku usil. kelak engkau harus menjadi seorang pendekar yang gagahi berhati bajik dan berbudi luhur. "Melainkan perbuatan seorang pendekar." "ohi ya?" Thio Bu Ki tertawa. sungguh jahat si Mo itu." tutur Thio Han Liong tentang kejadian itu dan menambahkan." "Betul. "Nak" Tio Beng tersenyum. Ayah-" Thio Han Liong mengangguki "Oh ya. kakak Hiang pasti sudah celaka di tangan siang Thiam Chun itu" "Itu bukan usil. cara bagaimana engkau meloloskan diri dari para Dhalai lama dan tinggal di mana?" " Ya-" Thio Han Liong mengangguk." "Betul-betul luar biasa" ujar Kwa Kiat Lam." "ya. "Itu merupakan pengalaman yang amat berharga bagimu. sungguh" "Nak" Thio Bu Ki tersenyum. engkau sungguh-sungguh menyukai gadis kecil bernama Tan Giok Cu itu?" "Ya-" Thio Han Liong mengangguk." "Ya." "obat apa?" "soat Lian (Teratai salju). lalu menutur tentang ia meloloskan diri dari para Dhalai Lhama. "Aku kagum dan salut kepadanya. "sulit sekali mencari obatnya.." "Kenapa?" tanya Tio Beng. "Nak" Tio Beng manggut-manggut bangga. Tapi--. padahal engkau baru berusia tujuh tahun." Thio Bu Ki manggut-manggut. " Hanya tumbuh di gunung soat sat yang amat dingin. "Nak." Thio Bu Ki memberitahukan. lagipula sangat memperhatikanku. dan setiap lima ratus tahun berbunga sekali. tapi sudah saling menyukai." Dia adalah gadis kecil yang baik hati. jadi engkau tahu dalam rimba persilatan terdapat orang baik dan orang jahat. "Engkau tahu tentang si Mo itu?" "Aku pernah dengar tentang si Mo dan lainnya. kemudian memandang Kwa Kiat Lam seraya bertanya.beracun." jawab Kwa Kiat Lam memberitahukan. aku bertemu si Mo (iblis Dari Barat). Kalau tidak. "Dia pernah kukerjai. "Tak disangka engkau begitu tabahi bahkan mampu pula hidup mandiri. Ayah-" Thio Han Liong mengangguki kemudian tertawa. Bukan main itu" "Ayah." "Si Mo?" Thio Bu Ki tertegun." "oh ya" Mendadak Tio Beng tertawa geli. engkau pun tidak boleh mengecewakannya." "Tidak bisa diobati lagi?" tanya Thio Han Liong. "Tuturkaniah pengalamanmu selama empat tahun ini. dia menyiksaku karena aku tidak mau menjadi muridnya." Tio Beng tersenyum. "Kalau gadis kecil itu begitu baik dan menaruh perhatian kepadamu. "Kalian berdua masih begitu kecil.

Lam KhieToan Thian Ngie dan Pak Hong-Lim Bun Kim. kemudian memandang Thio Han Liong seraya bertanya."Kini dalam rimba persilatan telah timbul berbagai badai-" "Itu " Thio Bu Ki menggeleng-gelengkan kepala"Sungguh di luar dugaan. "Engkau kok tahu tentang itu?" "Aku mendengar dari Thay suhu." ujar Kwa Kiat Lam dan menambahkan. pembunuh misterius itu dapat melukai Keng Ti seng Ceng. "siapa pembunuh misterius itu?" "Tiada seorang kaum rimba persilatan mengetahuinya. Mereka adalah Tong sla-Oey yok su. tidak muncul lagi di dunia Kang-ouw. membuktikan kepandaiannya sangat tinggi sekali-" " Kepandaian ke empat jago itu pun sangat tinggi sekali."Belum lama ini dalam rimba persilatan telah muncul empat jago dan seorang pembunuh misterius. "Lalu bagaimana setelah si Mo menyiksamu?" "Mendadak terdengar suara kecapi dan suling. "Dia yang menyelamatkan Kay Pang dan pernah pula menyelamatkan cia sun." Thio Bu Ki manggut-manggut. yakni pembunuh misterius itu berhasil melukai Keng Ti seng Geng.Oey su Bin.Oey su Bin adalah ketua golongan sesat. wajahnya putih bagaikan salju. si mo-Bu yung Hok." "Betul. berusia empat puluhan. katanya ayah pasti ingat. Ayah sudah ingat siapa wanita itu. si Tok Ouw yang Hong. Begitu mendengar suara musik itu. "Ha a h?" Bukan main terkejutnya Thio Bu Ki dan Tio Beng. "saksi mata adalah. lalu bertanya lagi kepada Kwa Kiat Lam. sedangkan Tong Koay. apakah dia punya hubungan deng Tong sia-Oey yok su? Lam Khie-Toan Thian Ngie." "oh?" Thio Bu Ki mengerutkan kening. . "setelah itu muncul empat wanita berpakaian putih dan seorang wanita berpakaian kuning." " Apa?" Thio Bu Ki terbelalak."Seratus tahun lalu juga terdapat empat jago dalam dunia persilatan. "Tentang si pembunuh misterius itu?" "Dia telah membantai Hweeshio-hweeshio siauw Lim sie tingkatan Goan. "Di belakang Ciong Lam san. Wanita itu she Yo-" "Betul. terdapat Kuburan Mayat Hidup." jawab Thio Han Liong memberitahukan. Burung Rajawali dan Pasangan Pendekar. Wanita itu membaca syair ini."jawab Kwa Kiat Lam. mungkinkah dia berasal dari Tayli?" "Bu Ki Koko" tanya Tio Beng. Ke empat jago itu adalah Tong Koay." "oh?" Thio Bu Ki terbelalak. wanita itu memang she Yo" ujar Thio Han Liong. Wanita berpakaian kuning itu sangat cantik sekali. si Mo langsung kabur."Benarkah itu?" "Aku yakin benar" sahut Kwa Kiat Lam. si mo-Buyung Hok adalah ketua golongan hitam.song wan Kiauw. "Wanita itu kenal ayah" jawab Thio Han Liong lalu membaca sebuah syair. Lam Ti-Toan Hong ya dan Pak Kay-Ang cit Kong. Bahkan Tong Keay telah mengalahkan ketua Hwa san Pay dan Kun Lun Pay. Tong Koay-Oey suBin." Thio Bu Ki memberitahukan. Bahkan belum lama ini tersiar suatu berita yang amat mengejutkan." "siapa wanita itu?" tanya Thio Bu Ki.

."Mereka berjumlah sembilan. "Aku sudah mengantar Han Liong ke mari." "Begitu tinggi kepandaian para Dhalai Lhama itu?" gumam Kwa Kiat Lam." ujar Tio Beng." "saudara Kwa." Kwa Kiat Lam menghela nafas panjang." ujar Thio Bu Ki sungguh-sungguh "oh?" Kwa Kiat Lam langsung memberi hormat. "Aku yakin tiada seorang jagopun di Tionggoan yang mampu menandingi mereka. kemudian terbakar lagi oleh Liak Hwee Tan yang mereka sambitkan itu. siauw Liong Li berasal dari partai KouwBok Pay (Partai Kuburan Tua) yang terletak di belakang Ciong Lam san. ayah juga akan mengajar engkau Kian Kun Taylo Ie" "ya.. "Sudahlah" Thio Bu Ki tersenyum getir." "Haaah-. "Bagaimana jika engkau tinggal di pulau ini? sebab kelak Han Liong masih membutuhkan bantuanmu." ujar Thio Bu Ki menjelaskan. sebab." Kwa Kiat Lam terbelalak. sehingga suara seruannya bergema ke dalam kuil. " Ya" Thio Bu Ki mengangguk. sekarang aku harus kembali ke Tionggoan. melayang turun sosok bayangan di depan kuil siauw Lim sie itu. kepandaian para Dhalai Lhama itu. karena mereka memiliki semacam ilmu istimewa. itulah kehebatan mereka. "Terima kasih. Aku terserang oleh pukulan itu.. mungkinkah mereka sudah pulang ke Tibet?" tanya Kwa Kiat Lam. Thio Kauwcu Terima kasih " Thio Bu Ki tersenyum. "Pantas engkau tahu namaku. bisa membentuk suatu formasi. "Menurutku. "Han Liong." sahut Thio Bu Ki. Bersamaan itu. "Keng Ti seng Ceng Keng Bun Hong Tio" seru si Pembunuh Misterius itu sambil mengerahkan Lweekang-nya." "Baik" Kwa Kiat Lam mengangguk"Aku pun akan mengajar engkau ilmu silat tingkat tinggi."Dia juga yang memberi petunjuk ke pesisir mencari Paman Kwa. "itu sudah takdirYang penting dia harus jadi kaisar yang baiki adil dan bijaksana. memang tidak tahu diri" caci Kwa Kiat Lam.." "Memang tinggi sekali kepandaian mereka." "Aku tidak pernah mendengar tentang para Dhalai Lhama itu. "Dia adalah turunan sin Tiauw Tayhiap Yo Ko dan siauw Liong Li. yang ternyata si Pembunuh Misterius. -ooo00000ooosementara di kuil siauw Lim sie justru terjadi sesuatu. mulai besok engkau harus giat berlatih Kiu yang sin Kang dan Thay Kek Kun. mendadak terdengar suara tawa yang memekakkan telinga. Malam hari ketika para Hweeshio sedang Liam Keng (Membaca Doa)." jawab Thio Bu Ki. dia pasti akan ke Tionggoan.. .. yakni mampu menggabungkan Lweekang mereka untuk memukul pihak lawan." "oooh" Kwa Kiat Lam manggut-manggut.. "oh ya. Tak lama kemudian. tapi sebetulnya siapa wanita she Yo itu?" "Kemungkinan besar. Ayah" Thio Han Liong mengangguk. kemudian berkata pada putranya. "Cu Goan ciang sudah mengangkat mereka jadi pengawal pribadi-" "si keparat Cu Goan ciang itu.

lalu menyerang Keng Bun Hong Tio dengan jurus Cing HweeBu Ceng (Api Hijau Tiada Perasaan). Kalau engkau sama sekali tidak terluka dalam sepuluh jurus. hanya tersisa dua jurus lagi. sepasang telapak tangannya mengeluarkan cahaya kehijau-hijauan mengarah pada Keng Bun Hong Tio. Mereka adalah siauw Lim Cap Pwee Lo Han. si Pembunuh Misterius penasaran sekali. Tak terasa sudah lewat delapan jurus. kemudian menukik turun sambil menggerakkan sepasang telapak tangannya menyerang ubun-ubun Keng Bun Hong Tio.muncullah dua Hweeshio tua dan belasan Hweeshio lain berusia lima puluhan. " Kalau begitu. masing-masing membawa sebatang toya. aku saksa harus menghadapimu" "Ha ha ha" si Pembunuh Misterius tertawa gelak "Memang harus Kita bertanding sepuluh jurus saja. Paderi tua itu tetap berdiri di tempat. Keng Bun Hong Tio berdiri diam sambil menggerakkan sepasang tangannya. Tiba-tiba ia bersiul panjang. setelah menangkis. namun mendadak ia mengangkat sepasang telapak tangan ke atas menangkis serangan itu. "Suheng" bisik Kong Ti seng Ceng. mereka berdua saling menatap. Terjadilah pertarungan yang amat menegangkan. Keng Bun Hong Tio tidak berkelit. maka harus mengantarku menemui tiga Tetua itu" "Baik" Kong Bun Hong Tio manggut-manggut. malam ini juga aku akan menantang tiga Tetua siauw lim pay" "Omitohud" Kong Bun Hong Tio menggeleng-gelengkan kepala. lalu mengajak belasan Hweeshio itu menyingkir. aku akan memberitahukan siapa diriku dan akan segera angkat kaki dari sini. "Omitohud" ucap Kong Ti seng Ceng. " Engkau sudah ke mari" "Ha ha ha" si Pembunuh Misterius tertawa gelak "Malam ini aku ke mari untuk minta petunjuk pada Kong Bun Hong Tio" "Omitohud" sahut Kong Bun Hong Tio"Kenapa engkau membunuh para Hweeshio di sini?" "Karena aku sangat dendam pada siauw Lim Pay" ujar si Pembunuh Misterius.sementara si Pembunuh Misterius sudah mulai mengerahkan Iwekangnya. Keng Bun Hong Tio balas menyerang. "Oleh karena itu. Jangan cuma omong kosong. karena belum dapat merobohkan Keng Bun Hong Tio. malam ini aku akan mencabut nyawa kalian" "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio"Lebih baik engkau bertobat daripada terus berbuat dosa" "Sudahlah. apabila engkau kalah atau terluka. Begitu pula Kong Bun Hong Tio." . Mendadak si Pembunuh Misterius membentak sambil menyerang. "Jurus pertama" Si Pembunuh Misterius langsung menyerangnya dengan ilmu Cing Hwee ciang. melainkan berusaha menangkis serangan itu dengan ilmu Kim Keng Hok Mo Ciang. sedangkan si Pembunuh Misterius berkelebat ke sana ke mari menyerang padri tua. Kedua Hweeshio tua itu adalah Keng Ti seng Ceng dan Keng Bun Hong Tio (Ketua siauw Lim). Tabuhnya berputar-putar ke atas. namun. ilmunya itu memang telah mencapai tingkat kesempurnaan.

"Kalian semua membiarkan cia sun membutakanmata ayahku. "Aaaa]f\. sudah sepuluh jurus mereka berdua bertanding.. "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio"Kita telah bertanding sepuluh jurus. sepasang tangan padri tua ini mengeluarkan cahaya kekuning-kuningan menangkis sepasang telapak tangan yang bersinar kehijau-hijauan itu. si Pembunuh Misterius berjungkir balik ke bawahi lalu mendekati Kong Bun Hong Tio. tak lama kemudian ayahku binasa." seng Hwi melesat pergi. " Engkau terluka?" Keng Bun Hong Tio mengangguk. sedangkan badan Keng Bun Hong Tio berubah agak pendeki karena sepasang kakinya amblas ke dalam tanah. belasan Hweeshio itu pun ikut ke dalam. "uaaaakh " Mendadak Keng Bun Hong Tio muntah darah segar. "untung Kim Keng sin Kang ku telah sempurna. sementara Keng Bun Hong Tio masih tetap berdiri di tempat. si Pembunuh Misterius terpental ke atas. Kong Bun Hong Tio yang tidak bergerak menyambut serangan itu dengan jurus Kim Kong Hok Mo (Arhat Menaklukkan iblis).Ternyata Keng Bun Hong Tio mengeluarkan jurus Kim Keng Toh Ceng (Arhat Mengangkat Lonceng). ketika benturan terjadi. Padri tua itu sama sekali tidak terluka.si Pembunuh Misterius yang terpental ke atas. si Pembunuh Misterius itu terpental ke atas lagi." Keng Ti seng Ceng segera memapahnya ke dalam kuil.. aku tidak terluka maupun roboh di tanganmu" "Hm" dengus si Pembunuh Misterius dingin"Engkau memang hebat..." "suheng. Goan Pek LekChiu-seng Kun adalah ayahku" "Omitohud. mendadak saja cepat berjungkir balik dan langsung menyerang Kong Bun Hong Tio dengan jurus Cing Hwee sao Te (Api Hijau Membakar Bumi). Daarrr suara ledakan dahsyat memekakkan telinga.. aku kagum padamu." Keng Ti seng Ceng menghampirinya. sedangkan sepasang kaki Kong Bun Hong Tio semakin amblas ke dalam tanah. aku harus balas dendam Kalian dengar baik-baik. ternyata engkau anaknya seng Hwi." "Sesuai dengan janji. maka engkau harus memberitahukan tentang dirimu" ujar Kong Bun Hong Tio sambil memandangnya. "suheng. aku bernama seng Hwi Hun... aku harus terus bertahan agar tidak muntah darah di hadapannya. "Baik" si Pembunuh Misterius mengangguk "Kalian dengar." Keng Bun Hong Tio duduk sambil menghela nafas panjang.." "Aku memang sudah tahu" potong seng Hwi. kalau tidak mungkin aku sudah mati di tangan seng Hwi itu" . "Sungguh hebat ilmu pukulan cing Hwee Ciang itu.Kong Bun Hong Tio tersenyum sambil meloncat ke atas. Prakk Terdengar huura benturan dahsyat... Karena itu. engkau harus tahu. "suheng" Bukan main terkejutnya Keng Ti seng Ceng. lima tahun kemudian aku akan ke mari lagi membuat perhitungan.

kecuali terpaksa" Kong Ti seng Ceng manggut-manggut. kalau begitu kita tunggu saja" "Tapi " Kong Bun Hong Tio menatapnya seraya berkata. aku harus beristirahat beberapa bulan agar bisa pulih. "Han Liong. "Lima tahun kemudian. "Hari ini ayah akan mengajar engkau semacam ilmu pedang." "suheng. cuma beberapa hari ia sudah dapat menguasai ilmu pedang itu. semakin mendengar Thio Han Liong semakin tertarik." Kong Bun Hong Tio menggelengkan kepala. "Han Liong. kepandaiannya pasti bertambah tinggi. Malam ini. sedangkan kita bertambah tua.stapya tiba-tiba ia berlatih Kiu im Pek Kut Jiauw-Tak terasa sudah berlalu lima tahun. Aku kuatir siauw Lim Pay akan dihancurkannya. Thio Han Liong memang berotak cerdas. menurut aku lebih baik kita mohon petunjuk pada ke tiga paman guru. dia akan ke mari lagi."Bagaimana luka suheng?" Tanya Keng Ti seng Ceng cemas." ujar Keng Ti seng ceng sambil mengerutkan kening. Ayah" ucap Thio Han Liong. entah apa yang akan terjadi-" "suheng. "Tidak apa-apa." "Terima kasih. "Baik. "Kini kepandaianmu sudah cukup tinggi. kini Thio Han Liong sudah berusia enam belas tahun. "Tapi. "Itu tidak baik. "setelah berhasil menguasai Kiu yang sin Kang. Ayah harus menceritakan tentang diri ayah dan ibu kepadamu sekarang. sebab Seng Hwi kelihatan sudah berusia tiga puluhan. -ooo00000ooo Bab 11 Berangkat Ke Tionggoan Waktu terus berlalu." jawab Keng Bun Hong Tio sambil menggeleng-gelengkan kepala. Tio Beng. tentunya menceritakan yang bukan-bukan pada seng Hwi" "sutee" Keng Bun Hong Tio menggeleng-gelengkan kepala. kapan seng Kun beristeri?" "Tentunya sebelum jadi murid Keng Kian suheng. "Aku yakin seng Hwi itu telah salah paham terhadap kita. dari mana dia memperoleh ilmu Cing Hwee ciang itu?" "Memang mengherankan" Kong Bun Hong Tio menghela nafas panjang. "Kita pun harus terus berlatih mempersiapkan diri untuk melawan seng Hwi lima tahun yang akan datang" "Ya. lagipula usiamu sudah enam belas tahun. seng Kun sangat licik. Kwa Kiat Lam dan Thio Han Liong duduk di dalam gubuki saat itu wajah Thio Bu Ki tampak agak serius. "Aku justru tidak habis pikir. suheng" Kong Ti seng ceng mengangguk." ujar Thio Bu Ki. "Lima tahun kemudian. Thio Bu Ki. Thay Kek Kun dan Kian Kun Taylo Ie. ayah ." ujar Kong Ti seng Ceng. Aku tahu. Hanya saja. bertambah besar dan tampan. Thio Bu Ki mulai mengajarnya ilmu pedang." Thio Bu Ki mendekatinya." Thio Han Liong mendengar dengan penuh perhatian kelika Thio Bu Ki mulai menceritakan riwayat hidupnya. sementara itu Thio Han Liong terus berlatih Kiu yang sin Kang.

"Engkaupun harus ke kuil siauw Lim Sie menemui Kakek Cia sun. seharusnya ayahmu yang jadi kaisar" "oh?" Thio Han Liong memandang ayahnya. "Han Liong. "Benar" Tio Beng tersenyum. "Engkau harus membunuh cu Goan ciang. Ayah" "Setelah itu. "Han Liong. Ayah" Thio Han Liong mengangguk"Tapi." tambah Thio Bu Ki." "Tapi Cu Goan ciang begitu jahat" "Dia jahat karena khawatir ayah akan memberontak terhadapnya.Dia merasa heran. "Sesungguhnya ibumu adalah orang Mongol."Engkau boleh ke Tionggoan esok bersama Paman Kwa-" .." Thio Bu Ki menggeleng-gelengkan kepala. ayah diangkat sebagai Kauwcu. dia mengutus pasukan pilihan untuk membunuh ayah dan ibumu. "Ayah sama sekali tidak berniat jadi kaisar. engkau tidak boleh membunuh Cu Goan ciang. Rakyatlah yang akan menderita.. kenapa ayahnya berpesan begitu padanya? Mungkinkah ayahnya akan menyuruhnya ke Tionggoan? Tanyanya dalam hati"Han Liong." "Beng Kauw berhasil meruntuhkan Dinasti Goan." ujar Kwa Kiat Lam... sesungguhnya dia seorang kaisar yang baik dan sangat memperhatikan nasib rakyat" "Tapi wajah ayah dan ibu?" "Ini semua perbuatan para Dhalai Lhama." "Tapi " sela Kwa Kiat Lam lagi. maka ibu ikut ayahmu. "Ibu adalah Putri Mongol..meninggalkan lembah itu. ayah berjuang hanya demi membebaskan penderitaan rakyat. "Han Liong. "Engkau tidak mampu melawan para Dhalai Lhama itu. setelah itu secara licik sekali Cu Goan ciang mengangkat dirinya sebagai kaisar" sela Kwa Kiat Lam. kalau engkau membunuh cu Goan ciang.. "Cu Goan ciang itu memang jahat.. sejak itu berdirilah Beng Kauw." Thio Bu Ki menggelengkan kepala. maka jangan coba mencari mereka" "ya. "Padahal Cu Goan ciang adalah anak buah ayahmu." Thio Bu Ki tersenyum. lalu menyatukan mo Kauw yang dalam pertikaian. Mohon petunjuk pada sucouw bagaimana mengalahkan para Dhalai Lhama itu" "Ya. namun karena mencintai ayahmu." sahut Thio Bu Ki." "Cu Goan ciang kok begitu jahat?" Thio Han Liong mengerutkan kening. "Oh ya." "Jangan" potong Thio Bu Ki." "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut. pasti akan terjadi peperangan lagi." "Han Liong. aku akan ke gunung soat san mencari soat Lian itu untuk menyembuhkan wajah ayah dan ibu-" "Itu tidak gampang." "oh?" Thio Han Liong terbelalak mendengar hal itu." Thio Bu Ki menatapnya." Thio Han Liong mengangguk. "Pantas Paman Kwa memanggil Ayah Kauwcu. engkau harus ke gunung Bu Tong menemui sucouw dan lainnya.

"Mudah-mudahan engkau berhasil mendapatkan Teratai salju itu" "Beng Moay . "Engkau harus berhati-hati dalam pengembaraanmu. "siapa engkau?" "Paman tua. "Selamat jalan. "Wuah" Nelayan tua itu terus menatapnya d eng a n penuh perhatian.." "Ayah. engkaukah anak kecil itu?" Nelayan tua itu tertawa gembira. Nelayan tua itu menatapnya dengan mata terbeliak lebar. engkau pun harus mengunjungi Tan Ek seng dan Lie Ceng Peng yang telah berbudi padamu. kemudian tampak dua orang meloncat turun dari kapal itu. jangan terlampau gampang mempercayai orang Lebih-febih terhadap orang yang bermulut manis. " Tapi alangkah baiknya wajah kita bisa sembuh. sebuah kapal berlabuh di pesisir utara. "Paman tua sudah lupa?" "Engkau." ucap Thio Han Liong. "Apabila engkau berhasil mendapatkan soat Lian itu. Kapan engkau ingin pulang ke pulau Hong Hoang to.." "Ya. Namun tiba-tiba ia terbelalak karena melihat seorang nelayan tua duduk takjauh dari situ. lima tahun lalu kita pernah bertemu di sini" sahut Thio Han Liong. Han Liong" sahut Kwa Kiat Lam." seru Thio Han Liong girang. ternyata benar Thio Bu Ki menyuruhnya ke Tionggoan. "Biarkan saja wajah kita begini." ujar Tio Beng dengan suara rendah"Lambat laun engkau akan merasa bosan terhadap wajahku-" "Tentu tidak-" Thio Bu Ki tertawa. aku tetap berada di sini." "Bu Ki Koko. Ibu" ujar Thio Han Liong berjanji. Ayah" "Nak."Ayah -" Dugaan Thio Han Liong tidak meleset. kita tetap tinggal di pulau ini. "Han Liong." " Terima kasih. "Aku pasti ke gunung soat san untuk mencari Teratai salju itu. ya. . Ibu" Thio Han Liong mengangguk. "Nak. "Paman tua Paman tua." Tio Beng menatapnya seraya berkata. besok pagi engkau boleh berangkat ke Tionggoan bersama Paman Kwa" "ya. Tiada orang lain yang akan menyaksikan wajah kita.Nak." ucap Tio Beng." Tio Beng tersenyum dan menambahkan. Ayah" Thio Han Liong mengangguk. Thio Han Liong berjalan pergi. Mereka adalah Kwa Kiat Lam dan Thio Han Liong. "sampai di Tionggoan. "Betul" Thio Han Liong mengangguk. "Paman Kwa. " Mungkin engkau akan merasa sebal melihat wajahku yang telah rusak ini. "selamat tinggal" "Han Liong" Kwa Kiat Lam tersenyum.." pesan Tio Beng. kan?" "Itu tidak mungkin. cepatlah engkau pulang" "Beng Moay " Thio Bu Ki menggeleng-gelengkan kepala. sampai jumpa" "sampai jumpa." Thio Bu Kie menggeleng-gelengkan kepala. jangan lupa itu" pesan Thio Bu Ki.. "Ya.aku pasti mengantar engkau" "Terima kasih Paman Kwa.

aku ingin menemui Paman Tan. Beberapa hari kemudian. engkau adalah Thio Liong?" Ah Hiang tertegun." Wajah Thio Han Liong kemerah-merahan." Nelayan tua itu terbelalak melihat uang perak tersebut. "Engkau.. Mereka terkejut akan suc. maka segeralah ia menuju ke rumah Tan Ek Seng.. (Bersambung keBagian 06) Jilid 6 "Sungguh hebat kepandaian anak muda itu Ha ha ha. tapi lupa.. "Paman tua tidak menjual kuda itu?" "tidak. ada apa?" tanya Lim Soat Hong.. aku sudah tidak ingat lagi. "Kudamu itu bertambah gemuki aku mengurusinya dengan baik" "Apa?" Thio Han Liong tertegun."Kini engkau sudah besar dan tampan sekali. Masa Bibi Hiang lupa?" Thio Han Liong tersenyum. "Kok engkau tahu namaku?" "Tentu tahu. "Oh ya" Nelayan tua itu teringat sesuatu. Wajahnya berseri-seri. "Bibi Hiang sudah lupa kepadaku ya?" "siapa engkau? Aku." Nelayan tua itu tertawa gembira... . dia adalah kawanku satu-satunya." Nelayan tua itu menggelengkan kepala... tapi tidak sampai hati menjual kuda itu. "Ah Hiang. kepala desa itu. hati-hati terhadap anak gadis lho" "Paman tua. NYonya itu merasa kenal. sampai jumpa" Thio Han Liong melesat pergi. ternyata ia teringat akan Tan Giok Cu." Thio Han Liong tersenyum." sahut Ah Hiang.. "Bibi Hiang. "Ada tamu istimewa" Tan Ek Seng dan Lim soat Hong berhambur ke luar dari kamar menuju ruang depan. "Engkau mau mencari siapa?" "Bibi Hiang. aku adalah Thio Liong." "Oooh" Thio Han Liong manggut-manggut. Mari masuk" "Terimakasih.. "Walau aku miskin. sehingga membuat mulut nelayan tua itu ternganga lebar. "Engkau. engkau sudah besar dan tampan sekali. "Anak muda" Ah Hiang pelayan di rumah itu menatap Thio Han Liong dengan penuh keheranan. "Ada tamu istimewa" sahut Ah Hiang sambil menunjuk Thio Han Liong..ra teriakan Ah Hiang. "Be begini banyak?" "Paman tua" Thio Han Liong tersenyum." sahut Thio Han Liong. "Tuh Tamu istimewa" "oh?" Lim soat Hong memperhatikan Thio Han Liong yang berdiri di situ. "Eh?! Tercengang Ah Hiang. "untuk biaya Paman tua dan kuda itu. Thio Han Liong sudah tiba di desa Hok An. "Tuan NYonya" teriak Ah Hiang." ucap Thio Han Liong. kemudian memberikannya puluhan tael perak"Eeeh? Anak muda.

" Lim soat Hong membelainya." "Apa?" Wajah Thio Han Liong langsung berubah pucat.. Kini sudah lewat lima tahun. "Engkau rindu kepada Giok Gu?" "Ya." "Itu tidak apa-apa. tapi Giok Cu masih belum pulang. "Aku tak men angka dia sudah punya guru. "Sebab sudah lima tahun dia meninggalkan rumah. "Kalau begitu. melainkanpergi bersama gurunya." Tan Ek seng menggeleng-gelengkan kepala. di mana Adik manis?" tanya Thio Han Liong mendadak"Dia. "Dia ke mana?" Thio Han Liong heran. kami kami girang sekali-" "Bibi. "Kenapa dia meninggalkan rumah? Apa yang terjadi atas dirinya?" "Han Liong" Lim Soat Hong tersenyum. "Apa?" Thio Han Liong terbelalak "Di belakang Ciong Lam San terdapat Kuburan Mayat Hidup." Thio Han Liong mengangguk.. tapi. "sebelum Nona Yo membawa pergi Giok Cu.. barulah kita bercakap... "Mari kita duduk." "Tidak salah-" Tan Ek seng manggut-manggut... "Han Liong" Tan Ek seng tersenyum seraya berkata..." "oooh" Thio Han Liong langsung menarik nafas lega. engkau kenal anak muda itu?" "Kelihatannya memang kenal. "Dia tidak terjadi apa-apa.. "Aku sudah lupa siapa dia?" "Paman. engkau adalah Thio Han Liong?" "Betul-" "Han Liong . dia belum pulang-" sahut Lim soat Hong. "Aku adalah Thio Han Liong." ujar Thio Han Liong. Bibi" panggil Thio Han Liong sekaligus memberi hormat.Burung Rajawali dan Pasangan Pendekar tidak muncul lagi di dunia Kang-ouw. . lima tahun kemudian Giok Cu pasti pulang. dia sudah berjanji. "Adik manis sudah jadi murid Bibi Yo-" "Betul." Lim soat Hong mengangguk. "Han Liong" Tan Ek seng menatapnya seraya bertanya. "Mungkin Adik manis belum menguasai semua ilmu Bibi Yo.. Di mana tempat tinggal gurunya itu?" "Di belakang gunung Ciong Lam san" sahut Tan Ek seng.. Ah Hiang segera menyuguhkan teh lalu mengundurkan diri.cakap" Mereka duduk. "Dia. dia pasti sudah besar juga-" "Entahlah-" Tan Ek Seng menggelengkan kepala."suamiku." "Hah?" Tan Ek seng dan Lim soat Hong terbelalak"Engkau." Wajah Thio Han Liong berseri-seri. "Engkau sudah besar.

aku cuma suka kepada Giok Cu.. kami gembira sekali-" Cukup menggelikan pembicaraan mereka. "Paman" ujar Thio Han Liong sungguh-sungguh.Namun namanya juga orangtua. "Kini engkau sudah besar." "Bibi.. padahal itu adalah urusan Thio Han Liong dengan Tan Giok Cu. aku tidak akan suka kepada gadis lain. sebab ke dua orangtua Tan Giok Cu bertanya kepada Thio Han Liong tentang itu. Ketika masih kecil." Ucapan tersebut membuat Lim soat Hong dan Tan Ek seng saling memandang.. "Maksudku engkau terhadap Giok Cu" sahut Tan Ek seng." "Itu memang mungkin." Lim soat Hong manggut-manggut. maka engkau tidak boleh mengecewakannya." ujar Thio Han Liong sungguh-sungguh"Apa-bila dia tidak mencintaiku. Kini.. begitu pula Tan Ek seng. engkau mencintainya?" "Aku.." "Ya. janganlah dipaksa. Bibi.. "Belum tentu Giok Cu mencintaiku. "Aku tidak akan berubah terhadap Adik manis. "Aku memang mencintainya.. "Han Liong" Tan Ek seng menatapnya sambil tersenyum. jadi orang pun bisa berlega hati"Lama sekali.. "Kami berani menjamin bahwa Giok Cu juga mencintaimu. "Han Liong. "Giok Cu belum pulang-" "Begini saja." "Jangan khawatir. ya?" Lim soat Hong tertawa gembira. aku." "syukurlah" ucap Lim soat Hong. bagus Engkau memang anak yang berpengertian. "Aku. Itu tidak baik.. Paman?" tanya Thio Han Liong tidak mengerti. "Ya" Thio Han Liong mengangguk "Han Liong. "Giok Cu sangat menyukaimu. siapa tahu engkau sudah berubah" "Berubah bagaimana. kemudian menatapnya seraya bertanya." usul Tan Ek seng. tentunya ingin tahu mengenai itu." "Bagaimana kalau engkau bertemu anak gadis yang lebih cantik daripada Giok Cu? Apakah engkau akan terpikat?" tanya Lim soat Hong mendadak. "Bibi. engkau suka kepada Giok Cu.. "Tapi." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala..." Thio Han Liong mengangguk lagi. kini engkau sudah besar." Wajah Thio Han Liong berubah kemerahmerahan. betulkah engkau menyukai Giok Cu?" "Betul.maka Bibi Yo belum memperbolehkannya pulang." sahut Thio Han Liong sambil menundukkan kepala." "oh.Kemudian Tan Ek seng tertawa gelak tampak gembira sekali"Ha ha ha Bagus. sebab cinta yang suci murni tidak bisa dipaksa." Thio Han Liong mengangguk"Han Liong" Lim soat Hong memberitahukan. "Engkau tinggal di sini menunggu Giok Cu pulang...Memang ada baiknya bertanya secara terang-terang begitu.. Tentunya engkau tidak akan menolak kan?" ." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala." sahut Lim soat Hong serius. aku.

Bolehkah aku memeriksa Bibi?" "oh?" Tan Ek seng menatapnya heran. bagaimana mungkin para tabib itu tak mampu mengobati Bibi?" "Aaahhhh" Tan Ek seng menghela nafas panjang lagi.. "sebetulnya iSieriku mengidap penyakit apa?" "Penyakit wanita" Thio Han Liong memberitahukan." Tan Ek seng manggut-manggut dengan wajah agak berseri.. Thio Han Liong tersenyum seraya berkata." "ISieriku" Tan Ek seng cepat-cepat memegang tangannya. bukankah aku akan merepotkan Paman dan Bibi?" "Tentu tidak. Tan Ek seng segera memapahnya ke kamar. "oh ya. "sebaliknya kami malah merasa gembira sekali. "Perutmu mulai sakit lagi?" Lim soat Hong mengangguk sambil mendekap perutnya. Berselang beberapa saat kemudian. kalau aku tinggal di sini. Thio Han Liong tetap duduk di situ dengan kening berkerut kerut. la tercengang karena mendadak nYonya itu sakit perut.. "Tidak apa-apa. Lim soat Hong berbaring di tempat tidur. " Aduuuuuuh. tapi tiada seorang pun yang dapat menyembuhkannya.aku yakin Paman ingin tahu tentang orangtuaku. "Aduuuh" Mendadak Lim soat Hong menjerit dan wajahnya pun mulai memucat. "Aku mengerti sedikit ilmu pengobatan. "sebab Bibi datang haidnya tidak cocok. "sakit perut-" Tan Ek seng memberitahukan. "sudah setengah tahun dia begitu Entah sudah berapa banyak tabib yang ke mari mengobatinya." Lim soat Hong tersenyum. "Nona . Tan Ek seng kembali ke ruang depan dengan wajah murung. wajahnya tampak meringis seakan menahan sakit. Berselang beberapa saat kemudian." Thio Han Liong heran. lalu mengikuti Tan Ek seng ke kamarnya. "Han Liong juga mahir ilmu pengobatan. sungguh" "Terimakasih. "Itu sungguh membingungkan" "Paman" Thio Han Liong tersenyum seraya memberitahukan." "Kami sudah tahu." "Oooh" Thio Han Liong manggut-manggut. maka menimbulkan penyakit itu" . "Apakah Bibi mengidap semacam penyakit aneh? Kalau tidak. dia ingin memeriksa penyakitmu." "Tidak apa-apa?" tanya Tan Ek Seng."Paman. "Aaah " Lelaki itu menghela nafas panjang sambil duduk"Paman. "ISieriku" Tan Ek seng memberitahukan. Paman" ucap Thio Han Liong. Yo telah memberitahukan kepada kami." Lim soat Hong mengangguk." sahut Tan Ek seng. Bibi kenapa?" tanya Thio Han Liong. "Mari ikut aku ke dalam" Thio Han Liong mengangguk.Thio Han Liong mendekatinya sekaligus memeriksa nadi nYonya itu dengan intensif. "Engkau mengerti ilmu pengobatan? siapa yang mengajarmu?" "Ayahku.

. "suruh dia tunggu. Thio Han Liong tinggul di rumah Tan Ek seng. namun memiliki berbadai ilmu. ia terpaksa berpamit. namun Tan Giok Cu masih belum pulang." "Bibi" Thio Han Liong memberitahukan. "Han Liong. sedangkan aku harus segera pergi ke gunung Bu TOng." Wajah Thio Han Liong kemerah-merahan. Han Liong. engkau memang hebat sekali. kemudian menyuruh Ah Hiang pergi beli obat tersebut.Engkau harus ke mari lho" . tapi aku.. karena merasa malu terus dipuji oleh Lim soat Hong dan Tan Ek seng." Tan Ek seng menggeleng-telengkan kepala. "Mau merendahkan diri merupakan sifat yang baik sekali." ujar Lim soat Hong sambil mengacungkan jempolnya ke hadapan pemuda itu. "Bibi.. "Jangan terlampau merendahkan diri oh ya. "Ha ha" Tan Ek seng tertawa. Kalau Giok Cu pulang. "Baiklah kami tidak akan menahanmu." "Bagaimana kalau engkau pergi dia malah pulang?" tanya Lim soat Hong. tapi sudah begitu hebat. sebetulnya kami ingin menahanmu tetap tinggal di sini. lalu diserahkannya kepada Tan Ek seng.." "Ha ha" Tan Ek seng tertawa. "usiamu baru enam belas. kami sungguh kagum kepadamu" "Paman." Thio Han Liong menundukkan kepala." Mendadak Thio Han Liong menggelengtelengkan kepala. berapa usiamu sekarang?" "Enam belas. kalau Giok Cu belum pulang."oooh" Tan Ek seng manggut-manggut." "Han Liong" Tan Ek seng menatapnya dengan kagum. "Giok Cu masih belum pulang... "Baiklah-" Lim soat Hong manggut-manggut." "Bukan main" Tan Ek seng menggeleng-gelengkan kepala... aku terpaksa berangkat ke gunung Bu Tong. Betapa gembiranya nYonya itu. Lim soat Hong sembuh dari penyakit yang dideritanya." ucap Tan Ek seng sambil menerima resep obat ilu.." "Tunggu saja di sini" ujar Lim soat Hong. "Engkau masih kecil. Thio Han Liong segera membuka resep. "Tidak lama lagi Giok Cu pasti pulang. "Aku akan menunggu sepuluh hari... aku cuma mengerti sedikit ilmu pengobatan. "Han Liong. "Percayalah. "Aku. kami akan menyuruhnya tunggu di rumah. tapi engkau punya urusan di gunung Bu TOng. "Beli obat ini. itu sungguh luar biasa" "Terima kasih atas pujian Paman." "Paman. Walau sudah lewat belasan hari.. oleh karena itu. Beberapa hari kemudian setelah makan obat godokan itu... aku pasti ke mari" jawab Thio Han Liong. bahkan juga kagum sekali pada Thio Han Liong. penyakit Bibi pasti sembuh" "Terima kasih. cukup tiga bungkus saja" ujar Thio Han Liong dan menambahkan.

Wanita muda itu adalah Lie Goat Hiang."Ya" Thio Han Liong mengangguk." sahut Tan Ek seng sambil tertawa gembira. Ha ha ha. Ternyata Lie Cong Peng sudah tidak mengenalinya lagi. kemudian tersenyum seraya berkata. "Kakak Hiang" seru Thio Han Liong girang. "Anak muda. usai mengajar. Han Liong" sahut Tan Ek Seng. barulah Lie Cong Peng mendekati Thio Han Liong.. tampan. "Adik Liong." "Adik Liong. "Apakah Paman sudah lupa kepadaku?" "Engkau. Bibi" "selamatjalan." Lie Cong Peng memperhatikannya. berpapasan dengan seorang wanita muda menggandeng seorang gadis kecil berusia tiga tahunan.. "Kakak Hiang masih ingat kepadaku. Mari kita ke dalam" Lie Cong Peng mengaiak Thio Han Liong ke dalam rumah." setelah tiba di kota Keng TU. "Memang sayang sekali.. "Aku tidak menyangka Han Liong sudah begitu besar. "Karena dia dan Giok Cu sudah saling menyukai. Thio Han Liong mampir ke rumah Lie Cong Peng.. syukurlah" . "Hati-hati dalam perjalanan" "Ya" Thio Han Liong mengangguk lagi. setelah Thio Han Liong tidak kelihatan. Thio Han Liong berdiri di situ sambil menyaksikannya. lalu melangkah pergi meninggalkan rumah Tan Ek seng. Lie Goat Hiang terbelalak"Engkau adalah Adik Liong?" "Betul-" Thio Han Liong mengangguk. kini engkau sudah besar dan bertambah tampan lho" "Kakak Hiang" Thio Han Liong tersenyum. Lie Cong Peng terbelalak. Kebetulan guru silat Lie itu sedang mengajar para muridnya ilmu silat di pekarangan. "Sayang sekali Giok Cu belum pulang. engkau mau belajar ilmu silat di sini?" tanyanya. " Tan Ek Seng menggeleng-gelengkan kepala. Apakah Paman sudah lupa?" Thio Han Liong memberitahukan sambil tertawa kecil." Lim soat Hong menghela nafas panjang..."sampai jumpa Paman. "Namanya Un Hui suan.. ayahnya bernama un Kong Liang." "Ternyata Kakak Hiang sudah punya suami dan anak. begitu bertemu pasti saling mencinta." "Sudah pasti dia akan jadi menantu kita. sungguh beruntung kita kalau dia jadi menantu kita. "Tidak" Thio Han Liong tersenyum. di mana Kakak Hiang?" "Ada di dalam. "Engkau Thio Han Liong? Cuma berpisah beberapa tahun. baik hati dan amat hebat pula. "Engkau siapa?" "Aku Han Liong. barulah Tan Ek seng dan Lim soat Hong masuk ke rumah. engkau sudah sedemikian besar?" "Paman.." Lie Goat Hiang langsung menggenggam tangannya erat-erat. "Eh? siapa gadis kecil ini?" "Ini adalah putriku" Lie Goat Hiang memberitahukan.

"Jangan mengecewakan aku." Thio Han Liong menggeleng-telengkan kepala. "Adik Liong" Lie Goat Hiang menatapnya dengan wajah berseri-seri. Itu tidak apaapa-" "Baiklah-" Thio Han Liong mengangguk. Thio Han Liong melayaninya dengan gesit. "Suamiku" Lie Goat Hiang memperkenalkan. "Adik Liong" Lie Goat Hiang tersenyum." "oooh" un Kong Liang manggut-manggut sambil tersenyum.. "Temanilah dia main-main beberapa jurus. Mereka duduk.. aku pun pernah belajar ilmu silat. aku mengaku kalah saja" ujar Thio Han Liong sungguh-sungguh "Jadi tidak usah main-main beberapa jurus-" "Han Liong" desak un Kong Liang."jawab Thio Han Liong merendah. "Dia adalah Thio Han Liong yang pernah kuceritakan kepadamu.kemudian mereka duduk. kepandaianmu pasti bertambah tinggi. dan pembantu segera menyuguhkan tehTak lama muncullah seorang lelaki berusia tiga puluhan yang ternyata un Kong Liang.. lalu memberi hormat seraya berkata dengan sopan. "Kakak ipar. membuatnya penasaran. sayang sekali-" Thio Han Liong membelainya lagu "Han Liong. la berkelit ke sana ke .la memang berkepandaian tinggi. Thio Han Liong segera bangkit berdiri. ya.. Waiah un Kong Liang langsung berseri. Bagaimana kalau kita main-main beberapa jurus?" "Itu. kepandaian suamiku cukup tinggi lho" "Kalau begitu." "Paman kecil sayang Hut suan?" tanya gadis kecil itu mendadak"sayang." Thio Han Liong tampak ragu. "Han Liong" un Kong Liang tersenyum. "Terus terang." "Kakak ipar. setelah ke duanya saling memberi hormat un Kong Liang mulai menyerangnya." desak un Kong Liang lagi.Thio Han Liong tersenyum. Lantaran Lie Goat Hiang sering menceritakan tentang kepandaian Thio Han Liong. "Kini engkau sudah besar.. kan?" "Biasa-biasa saja. mari kita duduk" ujar Lie Cong Peng. "Aku mohon petunjuk. "Hui suan. cepat panggil paman kecil" ujar Lie Goat Hiang kepada putrinya"Paman kecil" Gadis kecil itu langsung memanggilnya"Anak manis" Thio Han Liong membelainya"Engkau sungguh cantik manis. sebab aku hobi sekali akan ilmu silat-" "Han Liong" Lie Cong Peng tersenyum. terimalah hormatku" "Sama-sama" sahut un Kong Liang sekaligus balas memberi hormat. maka ia ingin mencoba kepandaian anak muda itu Mereka berdiri berhadapan. "Han Liong. Kebetulan Thio Han Liong dalang. "Engkau harus tahu.. kelak pasti menjadi gadis rupawan.

" un Kong Liang memberitahukan. karena ia mulai terdesak. Mereka memandang Thio Han Liong dengan mata terbelalak dan mendadak un Kong Liang memberi hormat seraya berkata. Tampak badannya berputar-putar mengelilingi Thio Han Liong. "Engkau terluka?" "Tidak-" un Kong Liang menggelengkan kepala. kini engkau tidak penasaran lagi kan?" "Ya. kemudian ia pun balas menyerang." un Kong Liang mengangguk. dan ia langsung melesat ke arahnya. sungguh menggembirakan" "Kakak ipar kenal ayah?" "Aku pernah melihat ayahmu. begitu pula Lie Cong Peng danputrinya." tanyanya cepat. Betapa terkejutnya un Kong Liang. kemudian memandang Thio Han Liong seraya bertanya. Ternyata ia mengeluarkan jurus simpanannya. Thio Han Liong terperanjat juga menyaksikan serangan itu Maka cepat-cepat ia menggerakkan sepasang tangannya membentuk beberapa lingkaran.mari menghindari serangan uang bertubi-tubi itu Un Kong Liang bertambah penasaran. maka un Kong Liang tidak terluka. "Ternyata engkau adalah putra Thio Kauwcu.Betapa cemasnya Lie Goat Hiang ketika melihat suaminya terpental. "Han Liong." tanya un Kong Liang penuh perhatian." "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut. "Ayah dan ibumu baik-baik saja?" "Kedua orangtuaku baik-baik saja. "suamiku. namun gugur di medan perang."jawab Thio Han Liong.Mendadak ia bersiul panjang sambil menyerang. bolehkah aku tahu siapa gurumu?" "Aku belajar dari Ayah dan ibu. itulah gerakan song Hong soh Te (Angin Puyuh Menyapu Bumi). lalu menangkis serangan itu dengan Kiu Yang stn Kang. "Ayahku adalah anggota Beng Kauw. "Hidup tenang di Pulau Hong Hoang to-" . sepasang tangannya berderak lemas menangkis serangan-serangan itu." Thio Han Liong memberitahukan. Buuuuk un Kong Liang terpental beberapa depaUntung Thio Han Liong hanya menggunakan lima bagian Iweekangnya. pada waKiu itu aku masih kecil. maka mulailah ia mengeluarkan jurus-jurus simpanannya. "Han Liong. Aku mengaku kalah" "Aku -" Thio Han Liong menundukkan kepala karena hatinya merasa tidak enak"Ha ha ha" Lie Cong Peng tertawa o elaki "Kong Liang. serangan-serangan yang makin dahsyat itu membuat Thio Han Liong harus mengeluarkan Thau Kek Kun." "Haaah?"Betapa terkejutnya un Kong Liang. "Kepandaian Han Liong memang tinggi sekali-" "Kakak ipar" Thio Han Liong mendekatinya"Maafkan aku" "Tidak apa-apa-" un Kong Liang tersenyum"Kepandatanmu memang tinggi sekali. "siapa Ayah dan ibumu?" "Ayahku bernama Thio Bu Ki.

«pada waKiu itu aku termasuk buronan kerajaan. Kenapa tidak dari dulu engkau memberitahukan kepadaku?" "Sebab aku tidak mau menyusahkan Paman" ujar Thio Han Liong." "Han Liong" bujuk Lie Goat Hiang. maka kami harus menjamumu-" "Tidak usah-" "Han Liong" desak Lie Cong Peng..ubkan." "Ayahku lebih senang hidup tenang dan damai di Pulau Hong Hoang TO." "Pikiranmu sungguh panjang waKiu itu" Lie Cong Peng manggut-manggut. telah tiba di gunung tersebut." un Kong Liang menggeleng-Gelengkan kepala"secara licik Cu Goan Ciang merebut kekuasaan Beng Kauw. Tiba-tiba muncul belasan orang. Ayahku menghimpun kekuatan Beng Kauw hanya semata-mata berjuang demi rakyat. mereka bersantap dan bersulang sambil tertawa gembira. Tapi-. "Han Liong" Lie Cong Peng tertawa gembira..Besok pagi saja engkau berangkat." "Baiklah-" Thio Han Liong mengangguk. ayahmu yang harus menjadi kaisar. "Mau apa engkau ke mari? Ini adalah tempat Bu TOng Pay" "Maaf" ucap Thio Han Liong"Apakah aku berhadapan dengan murid-murid Bu Tong Pay?" "Betul" sahut orang itu"Cepat katakan siapa engkau dan mau apa ke mari?" ." "Ayahmu memang berjiwa besar. berangkatlah Thio Han Liong ke gunung Bu TOng. Pagi ini tampak seorang pemuda sedang mendaki gunung itu melalui jalan yang sempit. la merasa tidak enak kalau menolakMalam harinya. Bab 12 Meninggalkan Kuburan Tua Panorama di gunung Bu TOng sungguh indah meNak.Keesokan harinya. Kini rakyat sudah hidup makmur. "Biar bagaimana pun kami harus mengajakmu makanmakan malam ini.. tidak mau pusing akan urusan rimba persilatan lagi-" "Yaah" un Kong Liang menggeleng-telengkan kepala. Padahal beliau masih bisa memberontak terhadap Cu Goan Ciang. Begitu pula un Kong Liang dan Lie Goat Hiang. aku mau mohon diri-" "Apa?" Lie Cong Peng tertegun.. Terdengar kicauan burung dan suara aiHerjun. "Tak disangka engkau adalah putra Thio Bu Ki yang amat terkenal. maka ayahku sudah merasa puas. "Padahal usiamu masih kecil sekali-" "Paman" ujar Thio Han Liong mendadak"Aku.Hari ini engkau ke mari."Padahal sesungguhnya. dan mereka menatap Thio Han Liong dengan tajam sekali"Anak muda" tanya salah seorang dari mereka. akhirnya dia yang menjadi kaisar-" "sebetulnya ayahku tidak berniat menjadi kaisar. "Kok begitu buru-buru?" "Karena aku harus pergi ke gunung Bu Tong. Pemuda itu adalahThioHan Liong. "Telah enam tahun lebih kita berpisah. namun justru tidak mau. hawa udara di situ pun sejuk menyegarkan.

. dan kemudian mendadak bergerak memperlihatkan beberapa jurus Thay Kek Kun. "Engkau mau bertanggung-jawab?" "Aku. siapa engkau dan dari mana engkau belajar Thay Kek Kun?" . "Thio Han Liong? Kami tidak pernah mendengar namamu. "Pemuda ini yang ingin menemui Guru. Dia pun bisa Thay Kek Kun.. lagi pula dia bisa Thay Kek Kun pertanda dia punya hubungan dengan partai kita. menuju sam Cing Koan. bukan?" "Dari mana engkau mencuri belajar Thay Kek Kun?" bentak orang uang dipanggil suheng itu." sahut Thio Han Liong. Di ruang depan tampak duduk beberapa orangtua. "Hubungan kami erat sekali" sahut Thio Han liong. yakni song Wan Kiauw." TOa suheng itu berpikir lama sekali. si Toa suheng itu sudah kembali ke situ dan berkata kepada Thio Han Liong. Aku harap kalian sudi mengantarku ke sam Ctng Koan menemui guru-guru kalian" "TOa suheng. setelah itu barulah mengangguk"Baiklah. la mengikuti orang itu ke dalam dengan wajah berseri. "saudara-saudara sekalian."Namaku Thio Han Liong. "Guru" orang itu memberi hormat dan melapor. "Aku ingin menemui Kakek song." ucap Thio Han Liong. "Lebih baik kita antar dia menemui guru." orang itu menundukkan kepala. kelihatannya dia tidak bohong. "saudara-saudara sekalian. "Saudara." ucan Thio Han Liong. AYoh cepat pergi" bentak salah seorang yang lain dengan sikap kasar pula. Thio song Kee dan jie Lian Cu. Berselang beberapa saat. "sudah kukatakan tadi. mari ikut aku ke dalam" "Terima kasih." "Bagaimana kalau dia bohong?" tanya orang yang dipanggil suheng itu. Toa suheng menyuruh Thio Han Liong menunggu di situ. lalu mengikuti mereka ke atas. percayalah kepadaku" ujar Thio Han Liong. percayalah" "suheng" ujar yang lainnya lagi. bahwa aku punya hubungan erat dengan Bu TOng Pay.Mari ikut kami ke atas" "Terima kasih." song Wan Kiauw menatap Thio Han Liong dengan tajam sekali"Anak muda. jie Thay Giam. lalu ke dalam untuk melapor kepada gurunya. "Tentunya kalian tahu ilmu silat apa yang kuperlihatkan barusan. sebab akan bertemu sucouw Thio sam Hong dan lainnya. sampai di depan kuil tersebut.Aku kemari ingin menemui guruguru kalian.. Kakek In dan lainnya" ujar Thio Han Liong dengan sabar. aku harap kalian sudi mengantarku ke sam Cing Koan (Kuil Bu Tong Pay) menemui beliau-beliau itu" "Engkau punya hubungan apa dengan guru-guru kami?" tanya orang itu dengan kening berkerut. "Guru sudah menunggu.

"Nak. "Di mana beliau?" "Dia sedang pergi ke Siauw Lim Sie karena ada urusan. "Engkau. Namaku Thio Han Liong" "Thio Han Liong?" song Wan Kiauw menatapnya dengan penuh perhatian. duduklah" ujar Thio sam Hong. "Mari ke ruang meditasi menemui beliau" Mereka semua menuju ruang meditasi." sahut song wan Kiauw. Mereka segera duduk. bukankah masih ada Kakek In?" tanya Thio Han Liong.. "ibuku adalah Tio Beng. "siapa ayahmu?" "Ayahku bernama Thio Bu Ki."jawab song Wan Kiauw. bangun dan duduklah Mari kita bercakap-cakap" "Ya. engkau adalah anak Thio Bu Ki?" "Betul. "Ayah yang mengajarku Thay Kek Kun. "oooh" song Wan Kiauw manggut-manggut." "Apa?" song Wan Kiauw terbelalak. maka ayah menamai pulau itu Hong Hoang TO." "Tidak salah-" song Wan Kiauw tertawa gembira. "Han Liong. bagaimana keadaan sucouw?" tanya Thio Han Liong. "Apakah sucouw baik-baik saja?" "sucouwmu baik-baik saja." sahut song wan Kiauw dan bertanya. di Pak Hai" "Pulau Hong Hoang to?" song Wan Kiauw mengerutkan kening."Kakek" panggil Thio Han Liong sekaligus bersujud di hadapan mereka dan memberitahukan. "Di Pak Hai terdapat pulau itu?" "Karena di pulau itu terdapat burung Hong Hoang. "Han Liong.. Guru Besar Thio sam Hong sedang duduk bersila di dalam ruang itu dengan mata terpejam. Guru. Kakek-" Thio Han Liong seaera bangun dan duduk. bagaimana kabar ke dua orang tuamu dan tinggal di mana mereka sekarang?" "Ke dua orangtuaku baik-baik saja-" Thio Han Liong memberitahukan." "Tamu istimewa yang masih muda?" tanya Thio sam Hong tanpa membuka matanya." song Wan Kiauw mengangguk"Kalian. sedangkan song Wan Kiauw segera memperkenalkan dirinya dan yang lain. "Ya. mereka adalah jie Lian ciu. Tinggal di Pulau Hong Hoang To. begitu pula yang lain." Thio Han Liong mengangguk. "Ada urusan apa kalian ke mari?" tanya Thio sam Hong. "Tapi ada seorang tamu istimewa ke mari. namun Thio Han Liong justru . "Apakah In Lie Heng sudah pulang dari Siauw Lim sie?" "In Lie Heng belum pulang. aku adalah song Wan Kiauw. "Kakek song. Thio song Kee dan Jie Thay Glam" "Kakek song. itu sungguh membuat Thio Han Liong kagum." ujar Thio Han Liong.

"Jelaskan tentang luka ayahmu" "Tergempur oleh Iweekang gabungan para Dhalai Lhama. "Kok masih gampang emosi?" "Maafkan aku." "Apa?" Thio sam Hong terbelalak. siapa engkau dan dari mana asalmu?" "sucouw.. namaku Thio Han Liong. sucouw. terimalah sujud Han Liong" ucap Thio Han Liong... "Ya.." jawab Thio Han Liong. ayah Han Liong adalah Thio Bu Ki." Menyaksikan Thio sam Hong gembira. "Engkau adalah anak Thio Bu Ki? Betulkah itu?" "Betul. "Anak muda. kenapa engkau bersujud di hadapanku?" tanya Thio sam Hong. Aku datang dari Pulau Hong Hoang to. "Bagaimana keadaan ke dua orang tuamu?" "Ayah dan ibu baik-baik saja. namun semua itu telah berlalu. Guru" ucap song Wan Kiauw. "Ayah tidak sanggup melawan mereka..bersujud di hadapan guru besar itu. "Aku. sucouw. "Dia sudah menjadi kaisar. "Wajah ke dua orangtua Han Liong telah rusak" "Kenapa wajah ke dua orangtua mu bisa rusak?" tanya song Wan Kiauw terkejut"Apakah telah terjadi sesuatu atas diri ke dua orangtua mu?" Thio Han Liong mengangguk. song Wan Kiauw dan lainnya juga turut gembira. lalu menatap Thio Han Liong dengan tajam. maka menyuruh Han Liong mohon petunjuk sucouw." tanya Thio sam Hong penuh perhatian. "Ha ha ha" Thio sam Hong tertawa gembira. "sucouw. namun masih tetap ingin membunuh Bu Ki Padahal Bu Ki sudah menyingkir ke pulau itu" "Hm" dengus song Wan Kiauw dingin.. "Han Liong. Namun.. "Engkau memanggilku sucouw?" Thio sam Hong heran dan perlahan-lahan membuka matanya.ujar Thio Sam Hong sambil menggelengGelengkan kepala.. . "Thio Bu Ki sudah punya anak Thio Bu Ki sudah punya anak Ha ha ha. kematian Ciu Ci Jiak dan ke dua orangtuanya terluka. duduklah" ujar Thio sam Hong dengan wajah berseri." "Luar biasa sekali." Thio Han Liong seaera duduk"Han Liong.." Thio Han Liong menjelaskan.. "sungguh keterlaluan Cu Goan Ciang" jie Lian ciu mengepal tinju. "Anak muda." "Guru tahu perasaanmu.. lalu menutur tentang kejadian penyerbuan para Dhalai Lhama dan pasukan pilihan Cu Goan Ciang. "Kita harus ke Kota raja membunuh Cu Goan Ciang yang tak kenal budi itu" "song Wan Kiauw.. engkau bukan anak kecil lagi-" tegur Thio sam Hong sambil menggeleng-gelengkan kepala." ujar Thio sam Hong lalu memandang Thio Han Liong seraya berkata." Thio Han Liong menggeleng-telengkan kepala. wajah ke dua orangtua Han Liong rusak terbakar oleh Liak Hwee Tan... di Laut Utara.

sucouw." "Hmmmm" Thio sam Hong manggut-mangguh " Kalau begitu. "Pantas Bu Ki tidak sanggup melawan mereka. sucouw. tiada seorang jagoan pun di Tionggoan sanggup melawan para Dhalai Lhama itu" "Guru. "Kakek Jie" Thio Han Liong memberitahukan. Kalau begitu. "Adakah cara memecahkan ilmu itu?" "Tidak ada-" Thio sam Hong menghela nafas panjang.. "Apakah tiada cara sama sekali untuk memecahkan ilmu istimewa itu?" "Tentu ada. juga mengenai kemunculan empat jago dan pembunuh misterius lalu menambahkan dengan wajah serius "-." Thio Han Liong mengangguk"Hanya saia Iweekangku masih dangkal...ilmu tersebut sudah lama lenyap ini rimba persilatan. "Han Liong. siapa yang sanggup menyambut pukulannya?" "Guru. tapi kemudian dibatalkannya dan dia hanya menggelenggelengkan kepala.belum lama ini justru muncul lagi sebuah perkumpulan misterius-" "oh?" Thio Han Liong tertegun." Thio sam Hong menggeleng-telengkan kepala. "Han Liong" Thio sam Hong menatapnya seraya bertanya." Thio Han Liong menutur tentang dirinya ditangkap oleh para Dhalai Lhama. "sekarang kalian boleh keluar dulu. Jie Lian Ciu manggut-manggut sambil tersenyum." tanya jie Lian Ciu. "Kalau begitu."jawab Thio sam Hong dengan kening berkerut-kerut. Hanya saja guru belum memikirkannya." ujar Thio sam Hong sambil memejamkan matanya.. "apa Dhalai Lhama itu berjumlah sembilan orang?" "Ya. sucouw. "perkumpulan apa itu?" tanyanya"Hek liong pang (Perkumpulan Naga Hitam)." Thio Han Liong mengangguk."itu adalah Ie Kang Tai Tik (Memindahkan Lweekang Menggempur Musuh). betapa dahsyatnya Iweekang gabungan para Dhalai Lhama itu. engkau masih harus berlatih di sini. kemudian bertanya kepada Thio Han Liong. "Aku pernah berkelana." "Terima kasih. sucouw akan memberi petunjuk kepadamu. mungkin tidak lama lagi engkau akan berkecimpung ke dalam rimba persilatan.. tak disangka para Dhalai Lhama Tibet memiliki ilmu itu" "Guru."Jie Lian Ciu ingin menanyakan sesuatu.. "Apakah engkau sudah menguasai semua ilmu ayahmu?" "sudah. Pat Kwa dan Ngo Heng.. Maka aku harus menceritakan tentang situasi rimba persilatan sekarang" kata Jie Lian ciu." tanya Jie Lian ciu." Jie Lian ciu . itu merupakan pengalaman yang amat berharga bagimu-" lalu ia menceritakan tentang situasi kondisi persilatan sekarang. cara bagaimana meloloskan diri dan lain sebadainya." ucap Thio Han Liong girang. "Han Liong. lalu kembali ke ruang depan.lie Lian Ciu dan lainnya segera keluar. mereka pasti mengerti formasi Kiu Kiong. "Coba kalian bayangkan.

"Engkau adalah muridku." sahut jie Lian Ciu. "Giok Cu" Yo Sian Sian menatapnya dalam-dalam seraya berkata." "Guru. Hek liong pang itu sudah berkembang pesat dan sering membunuh kaum rimba persilatan goiongan putih.. "Hari ini engkau boleh pulang ke rumahmu. Di dalam sebuah kuburan tua yang amat besar." "Guru. tapi sebelumnya aku harus menceritakan tentang rimba persilatan kepadamu. Guru." Thio Han Liong mengangguk." ujar Tan Giok Cu sambil tersenyum-senyum." "semua itu adalah atas gemblengan Guru." Tan Giok Cu tertegun.. harus ber-hati-hati-" "Ya. Thio sam Hong mulai memberi petunjuk kepada Thio Han Liong mengenai ilmu silat dan lain sebagainya.. "Wanita. Keesokan harinya. maka guru mengutus In Lie Heng ke Siauw lim sie-" "KakekJie. sasaran berikutnya mungkin Partai Siauw Lim. engkau harus berhati hati" "Ya.. tentunya aku harus baik dan menyayangimu. Kini gadis itu telah remaja. Kakek Jie." Yo Sian Sian manggut-manggut. sebab ketuanya berkepandaian sangat tinggi sekaliTiada seorang pun tahu siapa ketua Hek liong pang itu. si Mo (iblis DariBarat) amat jahat dan licik. "selama ini. Guru sangat baik sekali padaku." Tan Giok Cu menatapnya. tampak Tan Giok Cu dan Yo Sian Sian duduk berhadapan. Anak maupun murid dilarang . bahkan belum lama ini ketua Hek liong pang itu telah mengalahkan beberapa ketua partai besar. terutama mengenai ilmu Iweekang. "Berusia lima puluhan.. kemudian menceritakan tentang rimba persilatan dan lain sebagainya.memberitahukan." "Giok Cu... "Tak disangka kini rimba persilatan berubah kacau tidak karuan" "Han Liong... tapi masih tampak cantik. "Kalau engkau sudah berkecimpung dalam rimba persilatan. "Kemunculan Hek liong pang telah menggemparkan rimba persilatan. "Giok Cu" Yo sian sian menatapnya sambil tersenyum lembut. "hari ini aku boleh pulang?" "ya-" Yo sian Sian mengangguk." Tan Giok Cu mengangguk. ketua Hek liong pang itu lelaki atau wanita?" tanya Thio Han Liong... "Aku tahu. ". "Engkau rindu sekali kepada Thio Han Liong kan?" "Ya. berusia lima belasan." Mendadak Yo sian sian menghela nafas panjang. "sudah lima tahun lebih engkau berada di sini dan kini engkau sudah berhasil menguasai ilmuku. Parasnya cantik luar biasa dan putih bagaikan salju. maka kalau bertemu dia.." song Wan Kiauw menghela nafas panjang. "sebetulnya peraturan KouwBok Pay (Partai Kuburan Tua) sangat ketat sekali. itu agar engkau tahu." pesan jie Lian ciu." "Giok Cu" Yo Sian Sian tersenyum lembut. kemudian menundukkan kepala..

" "Aku yakin kepandaiannya sudah tinggi sekali.Itu adalah kitab salinan peninggalan kakek moyangku." "Kitab salinan Kiu Im Cin Keng?" "ya. dia pun mencuri sebuah kitab salinan Kiu Im Cin Keng.Engkau harus ingat itu" "Ya." sahut Yo Sian Sian. "Kalau dia mencintaimu dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati. tentunya tidak akan menikah lagi-" sahut Yo Sian Sian sambil tersenyum getir.sebab hingga kini sudah dua puluh lima tahun tiada kabar beritanya.. "sudah tua. seandainya dia berjalan bersama gadis lain." "siapa dia?" "Dia adalah Thio Bu Ki-" "Apa?" Tan Giok Cu terbelalak. sin Tiauw Tayhiap Yo Ko-" "Kalau begitu kepandaian bibi guru.tentunya banyak anak gadis yang akan jatuh cinta kepadanya." Yo sian Sian mengangguk"Bibi gurumu bernama Kwee In Loan. maka ayahku menghapus peraturan tersebut. kini sudah berusia lima puluhan.. aku masih punya seorang bibi guru?" "Betul." "oh?" "Tapi sejak murid ayahku diusir.engkau harus ingat satu hal" "Hal apa?" "Engkau tidak boleh cemburu buta. lagi pula aku tidak pernah mencintai lelaki yang mana pun. kecuali ada urusan penting." Tan Giok Cu manggut-manggut. "Guru. "Ayah Thio Han Liong?" Yo Sian Sian mengangguk. "Ketika dia diusir.tentunya dia akan setia terhadapmu. setelah itu kami bertemu lagi di kuil Siauw Lim sie. kenapa bibi guru diusir?" "Karena dia sangat jahat. Tapi pemuda itu sudah punya pacar." Tan Giok Cu menatapnya seraya bertanya"Kenapa Guru tidak mau menikah?" "Kini usiaku sudah empat puluh lebih.meninggalkan kuburan tua ini. Namun dia sudah punya kekasih bernama Tio Beng. Akan tetapi. Guru-" "oh ya" Yo Sian Sian tersenyum- . apakah Han Liong akan setia terhadapku?" "Anak itu memang tampan dan baik hati. mungkin dia bersembunyi di suatu tempat untuk mempelajari Kiu Im Cin Keng itu" "Guru-. aku pernah jatuh cinta. lagtpula sering meninggalkan kuburan tua ini secara diam-diam maka ayahku mengusirnya. namun kelakuannya. Yo sian sian menghela nafas panjang.." Yo Sian sian menggeleng-gelengkan kepala.." "Dari muda hingga sekarang Guru tidak pernah mencintai kaum lelaki?" tanya Tan Giok Cu heran. "Belasan tahun lalu. tanyakan dulu sejelas-jelasnya." "Kalau begitu. janganlah engkau langsung cemburu atau curiga. sebetulnya ayahku sangat menyayanginya." "Guru... karena itu aku harus menjauhinya. "Pada waKiu itu aku menyelamatkan putri ketua Kay Pang bernama su Hong se ki kemudian bertemu Thio Bu Ki...

kenapa engkau galak?" Kepala perampok itu menjulurkan tangannya untuk menowel pipi Tan Giok Cu.hari ini kedatangan seorang gaudis remaja uang cantik jelita Kita sungguh beruntung lho" Para perampok itu langsung mengepung Tan Giok Cu." "Guru." Tan Giok Cu sudah meninggalkan kuburan tua itu dan langsung menuju desa Hok An. karena tahu gadis remaja itu mengerti ilmu silat." ujar kepala perampok itu sambil menatapnya dengan penuh nafsu btrahi-"Diam" bentak Tan Giok Cu. kemudian berseru kepada anak buahnya. Kepala perampok itu terkejut ketika melihat pedang yang memancarkan cahaya putih."Aku akan menghadiahkan kepadamu sebilah pedang pusaka yakni Pek Kong Kiam (Pedang ca\f\ai^R Putih)-" "Terima kasih. "Tidak usah. maka perampok itu meremehkannya. "Jangan kurang ajar" bentak Tan Giok Cu lagi"Kalau kalian berani kurang ajar." "Cepatlah engkau berkemas" Mata Yo Sian Sian juga sudah basah"Sudah lima tahun lebih. dan meninggalkan kuburan tua ini-" "Guru.." "Hm" dengus kepala perampok itu. aku tidak akan memberi ampun kepada kalian. kemudian balas menyerang dengan Giok Li Kiam Hoat (Ilmu Pedang Gadis . maka sangat menarik perhatian kaum lelakiNamun ada sebilah pedang bergantung di punggungnya. "Bolehkah aku ke mari menengok Guru kelak?" Yo Sian sian menggelengkan kepala." "He he he" Kepala perampok itu tertawa terkekeh-kekeh lagi. engkau akan kami cincang" "Hm" dengus Tan Giok Cu sambil menghunus pedang pusakanya..kalau tidak . "Kalian mau apa?" bentak Tan Giok Cu"He he he" Kepala perampok tertawa terkekeh"Gadis cantik. "Gadis cantiki lebih baik engkau menemani aku bersenangsenang. Guru-" "Giok Cu" Yo Sian sian menatapnya lembut"Engkau boleh berkemas sekarang. Gadis itu menangkis dengan pedang pusakanya. Mereka itu ternyata para perampok"Ha ha ha" Kepala perampok itu tertawa gelak"Tak disangka sama sekali. "Cepatlah kalian pergi. Namun Tan Giok Cu baru berusia belasan. mendadak muncul belasan orang yang bertampang seram dan bersenjata tajam. namun gadis itu cepat menghindar. "tangkap dia" Para anak buah kepala perampok itu langsung menyerang Tan Giok Cu dengan senjata masing-masing. la merupakan gadis remaja yang cantik jelita. ia sudah tahu bahwa mereka adalah para penjahat. Kalau tidak.Apabila perlu. Gagis itu mengerutkan kening. Ketika melewati sebuah rimba. maka kaum lelaki tidak berani sembarang menggodanya." Mata Tan Giok Cu mulai berkaca-kaca.. aku akan mencarimu dalam rimba persilatan. "Gadis cantik yang galak lebih baik engkau menemani aku bersenang-senang. engkau harus pulang.

itu tidak baik-" Lim soat Hong menghela nafas panjang lagi seraya berkata"Aku tidak habis pikir.perampok Aku harus membasmi" sahut Tan Giok Cu sengit.. dan darah segarnya langsung mengucur deras. Tan Giok Cu menatapnya dingin sejeNak. ternyata kepandatanmu cukup tinggisekarang aku yang turun tangan." Ketika itu." "sudah lima tahun lebih." Tan Ek seng menggeleng-gelengkan kepala.. Trang Terdengar suara benturan pedang dengan golok. Menyaksikan kejadian itu.Murni). seharusnya dia sudah pulang."Jerit kepala perampok itu kesakitan. "He he he" Kepala perampok itu tertawa terkekeh-kekeh. kenapa Giok Cu masih belum pulang?" "Mungkin. mendadak berkelebat sesosok bayangan ke dalam. "Berhenti. sudah ada empat di antara para penjahat itu terluka.." Lim soat Hong menggeleng-gelengkan kepala "Aku mulai mencemaskannya-" "Tidak usah mencemaskannya. lalu menggerakkan pedangnya untuk menangkis golok itu. kemudian melesat pergi. Maka daripada engkau terluka. Ketika hari mulai gelap. Tan Giok Cu tersenyum dingin.bentaknya mendadak. "Giok Cu sedang berada dalam perjalanan ke mari-" "suamiku. "Haaah?" Wajah kepala perampok itu berubah pucat pias. Tan Ek seng dan Lim soat Hong duduk di ruang depan dengan wajah murung. "Gadis cantik. bahkan nYonya itu pun sering menghela nafas panjang. telah kutung oleh pedang pusaka Tan Giok Cu.tapi secepat kilat ta meioncat ke belakang kemudian menyabetkan goloknya.. sehingga mereka berdua serentak membentak- .sehingga golok kepala perampok itu menyerang tempat kosong. dan mendadak badannya mencelat ke atas.. lebih baik menyerah sekarang saja" "Hai.. Lengan kanannya telah kutung sebatas bahu.Betapa terkejutnya Tan Ek seng dan Lim soat Hong.sedangkan para anak buah kepala perampok itu masih berdiri di tempat dengan tubuh menggigil. Tapi. Belasan jurus kemudian. Kepala perampok itu terkejut sekali. "Isteriku." sahut Tan Ek Seng menghibur. "Lihiap.. maka langsung berkelit dengan gesit sekali.. lalu mendekati gadis itu dengan golok di tangan... Di saat itulah Tan Giok Cu mengayunkan pedangnya menyerang kepala perampok itu. Ternyata Tan Giok Cu mengeluarkan jurus Giok Li Kiam Hoa (Gadis Murni MenaburBunga). "sudahlah jangan terus menerus menghela nafas panjang. Golok di tangan kepala perampok itu tinggal sepotong. Gadis itu memang sudah siap. ampunilah aku" "Hm" Tan Giok Cu mendengus dingin dan mendadak menggerakkan pedangnya-Crasss "Aduuuh. dia pasti pulang. kemudian mendadak menyerang Tan Giok Cu. kepala perampok tampak tersentak kaget akan kelihayan Tan Giok Cu..

.bertambah tampan lho" "oh ya?" Wajah Tan Giok Cu agak merah"Dia bilang apa saja?" "Nak. barulah Ah Hiang ke belakang untuk mengambil minuman. "Nak-." Tan Ek seng juga mendekati putrinya. Ah Hiang pun terbelalak"Bibi Ah Hiang" panggil Tan Giok Cu. "Engkau.. tapi ketika itu engkau belum pulang" sahut Tan Ek seng. "Dia menjawab-... "Engkau. engkau sudah pulang" "ibu. sebab dia akan ke mari lagi" "oh?" Wajah Tan Giok Cu ceria...... "Ayah Gembira sekali. di mana Bibi Ah Hiang?" "Ada."siapa?" "Ayah... "ibu." "Nona." Ah Hiang menghampirinya. Namun dia..."ujar Tan Ek Seng sambil menatap putrinya d eng a n penuh perhatian." "Ayah-" tanya Tan Giok Cu mendadak"Apakah Han Liong sudah ke mari?" "Dia sudah ke mari... "Dia juga sudah besar?" "Dia pun sudah besar.." setelah mencurahkan rasa rindunya." "Nak-. mari kita duduk saja" Mereka bertiga lalu duduk..." Tan Ek Seng sengaja tidak melanjutkan ucapannya karena ingin membuat putrinya tegang." Lim soat Hong membelainya. ada di dalam" sahut Lim soat Hong dan menambahkan. "Maka dia berangkat ke gunung Bu TOng.. dia jawab. "Engkau. "Dia menjawab apa?" tanya Tan Giok Cu dengan hati berdebar-debar tegang.. Begitu melihat Tan Giok Cu.... ".... ibu" terdengar suara sahutan dari seorang gadis remaja yang berdiri di hadapan mereka dengan wajah berseriseri"Giok Cu" Lim soat Hong dan Tan Ek seng terbelalak"Nak. kemudian membelainya dengan gembira sekali. ayah nyaris tidak mengenalimu lagu" "Ayah-." Tan Ek seng tersenyum"Kami sudah bertanya kepadanya-" "Ayah dan ibu bertanya apa kepadanya?" "Kami bertanya kepadanya cinta atau tidak terhadapmu. dandisaat itulah muncul Ah Hiang. "Nak." Lim soat Hong langsung bangkit berdiri." Tan Ek seng tersenyum. kemudian membelainya dengan penuh kasih sayang.." Wajah Tan Ek seng tampak berseri-seri. "AYoh." Lim soat Hong tersenyum. Dia berpesan agar engkau tunggu di rumah...." .. engkau adalah nona kecil?" tanya Ah Hiang seakan tidak percaya sebab kini Tan Giok Cu sudah besar. dan Tan Giok Cu menghampirinya dengan mata bersimbah air. "Betul...karena kini engkau sudah kembali. "Engkau sudah besar. Bibi Ah Hiang" sahut Tan Giok Cu.. bahkan. "Cinta kepadamu. "sekarang aku sudah besar." Tan Giok Cu tersenyum "oh ya. engkau sudah kembali.

" Lim soat Hong menatapnya seraya berkata. "Giok Cu." ujar Tan Giok Cu dengan wajah agak kemerah-merahan. "TUturkanlah keadaanmu sejak ikut gurumu itu" "Aku langsung dibawa ke belakang gunung Ciong Lam san. "Ya-" Tan Giok Cu mengangguk." jawab Tan Giok Cu. itulah tempat tinggal guruku dan para pengiringnya." jawab Tan Giok Cu memberitahukan. Kami memberitahukan bahwa engkau mencintainya. "Guru sangat baik dan amat menyayangiku. "Itu sungguh di luar dugaan" Tan Ek seng menggelengGelengkan kepala. guruku pernah jatuh cinta kepada seorang pemuda." tanya Lim soat Hong mendadak"Guru tidak punya suami?" "Guru tidak mau menikah. aku sudah menyukainya. ayah Thio Han Liong. "Pantas wajahmu menjadi seputih salju" Lim soat Hong manggut-manggut"oh ya. namun pemuda itu sudah punya kekasih. Aku tidak menyangka sama sekali. aku sangat cinta kepadanya." "Aku. Ternyata di situ terdapat sebuah kuburan tua yang amat besar. "Ketika dalam perjalanan kesini. aku. engkau sudah menguasai seluruh ilmu gurumu?" "Ya." "Ketika kami masih kecil." "Dalam kurun waktu lima tahun lebih. "oh ya" Tan Giok Cu teringat sesuatu. Tapi kini kalian sudah besar.ternyata guruku adalah keturunan sin Tiauw Tay hiap Yo Ko dan Siauw Liong Li-" Tan Giok Cu memberitahukan. Dia menyuruh pada anak buahnya menangkapku tapi aku berhasil melukai mereka dengan pedang pusaka Pek Kong Kiam. aku dihadang para perampok-" "oh?" Lim soat Hong tersentak"Lalu baguimana?" "Kepala perampok itu berniat tidak baik terhadap diriku.." . "Kini gurumu tetap tinggal di dalam kuburan tua itu?" "ya. "Ternyata adalah Thio Bu Ki. namun dia kelihatan kurang percaya. " "syukurlah" ucap Lim soat Hong. tentunya tidak seperti dulu lagi." Tan Giok Cu mengangguk dan menambahkan. maka guruku terpaksa menjauhinya. Dia. dia kok tidak tahu?" Tan Giok Cu menggeleng-telengkan kepala." ujar Tan Ek seng sambil tersenyum." Tan Ek seng tersenyum dan menambahkan. "Bagaimana mungkin dia tahu?" Lim soat Hong tertawa. engkau terus berdiam di dalam kuburan tua itu?" tanya Lim soat Hong. tentunya dia tidak tahu engkau mencintainya.. "Kalian belum bertemu untuk mencurahkan perasaan masing-masing. sebab tidak bertemu lelaki idaman hatinya."oh?" Tan Giok Cu girang bukan main. "Belasan tahun lalu. "Itu adalah urusan ketika kalian masih kecil. "Ayah sudah menduga itu." "siapa pemuda itu?" tanya Lim soat Hong. "Kenapa dia?" "Dia bilang engkau cinta atau tidak kepadanya. "syukurlah kalau engkau pun mencintainya" "Nak.

" sahut Thio sam Hong memberitahukan." "Nak. aku harus menjadi pendekar wanita yang membela kebenaran dalam rimba persilatan. Kalau dia belum ke mari.Ha ha ha. "Kini aku sudah besar.. ayahmu makan kodok api yang mengandung hawa panas. "Itu mana boleh?" "ibu. aku akan menyusulnya ke gunung Bu TOng. ibu. maka ayahku berhasil melatih Iweekangnya hingga mencapai tingkat yang begitu tinggi?" . jangan melarangku. "Engkau dan Han Liong memang merupakan pasangan yang serasi. di dalam sebuah lembah. "Giok Cu" Tan Giok Cu menatap putrinya sambil tersenyum.tapi tidak baik engkau berkecimpung dalam rimba persilatan." Bab 13 Berangkat Ke Kuil siauw Lim sie Thio Han Liong dan Thio sam Hong duduk di ruang meditasi." "Ngmmm" Tan Ek seng manggut-manggut. Pukulan itu membuat ayahmu kedinginan. "Kepandatanmu sudah tinggi. lagi pula kepandaianku sudah tinggidan aku sudah bisa menjaga diri. namun aku berhasil mengutungkan goloknya. "Ketika kecil." "Karena makan kodok api itu. ibu." Lim soat Hong menggelengkan kepala." "Ayah" Tan Giok Cu memberitahukan." pesan Lim soat Hong.. Namun engkau harus berhati-hati sebab dalam rimba persilatan penuh diliputi berbagai kejahatan dan kelicikan" "Ya. gagah serta baik hati." "sucouw. ayahmu terpukul oleh ilmu Hian Bong Sian ciang yang amat beracun. "Kini engkau memang sudah besar dan berkepandaian tinggi. "Itu tergantung dari keberuntunganmu. "Namun sungguh di luar dugaan. "Aku akan menunggu Han Liong di rumah sebulan. dan dia tampan." Tan Giok Cu tersenyum. "Baiklah. "Guruku telah berpesan.Engkau cantik jelita." ujar Tan Giok Cu mendadak bernada dengan serius. kemudian mena mbahkan." "Hmmm" Tan Ek seng mangmit-manggut. engkau harus pulang bersamanya" "Ya.Ayah-" Tan Giok Cu mengangguk"Nak." sahut Tan Giok Cu. kemudian aku pun mengutungkan sebuah lengannya.hanya saja Iweekangmu belum mencapai tingkat kesempurnaan. Kini kepandaian pemuda itu bertambah tinggikarena mendapat petunjuk dari Thio sam Hong. "Han Liong" Thio sam Hong tersenyum. setelah itu ayahmu pun menemukan kitab Kiu yang Cin Keng.." Thio sam Hong menutur tentang kejadian tersebut.. "setelah bertemu Han Liong. kalau begitu aku harus terus berlatih Iwee-kang?" tanya Thio Han Liong." Tan Ek seng menatapnya.."setelah itu bagaimana kepala perampok itu?" tanya Tan Giok Cu tertarik"Kepala perampok itu langsung menyerangku dengan golok." "Nak. "Kepala perampok itu memang harus dihukum" "Ayah.

" Thio Han Liong ingin menghiburnya." Thio sam Hong memberitahukan. namun masih belum pulang." Thio sam Hong menggeleng-gelengkan kepala." "Haaah." Thio sam Hong menghela nafas panjang.." Thio sam Hong memberitahukan. "Kenapa Kakek In hidup menderita belasan tahun?" "Belasan tahun lalu." "Hanya ada satu jalan. tapi hingga kini belum juga pulang.. "Masih tidak sanggup menahan ilmu pukulan para Dhalai Lhama itu. Tapi.." "Aaaah " Thio sam Hong menghela nafas lagi. Hadapi para Dhalai Lhama itu dengan menggunakan kegesitan untuk menghindari pukulan Dhalai Lhama yang paling depan. anaknya pun mati karena sakit. "Aaaah "" Mendadak Thio sam Hong menghela nafas panjang. iSierinya yang bernama Yo Put Hwi mati karena melahirkan. "Jangan menyambut pukulannya."ya." tanya Thio Han Liong. sucouw.. la tidak menyangka nasib In Lie Heng begitu malang. Kini banyak jago yang berhati jahat ingin merebut kedudukan Bu Lim Beng Cu. engkau harus menghindari Liak Hwee Tan itu... "Ternyata begitu cara memecahkan ilmu pukulan itu" "Tapi engkau masih harus ingat satu hal" ujar Thio sam Hong mengingatkannya. Apakah telah terjadi sesuatu atas dirinya?" "sucouw tidak usah cemas.ayahmu adalah Bu Lim Beng Cu (Ketua "Rimba Persilatan). "In Lie Heng sudah sekian lama pergi ke siauw Lim sie.. "Engkau tidak tahu. Di koiong langit ini tiada seorang jago pun yang sanggup menahan ilmu pukulan itu" "Kalau begitu. Perlu engkau ketahui. dan serang yang paling belakang.. namun merasa tidak eNak. rimba persilatan mulai dilanda bencana. "Han Liong." ujar Thio Han Liong menghiburnya. "Kakek In tidak akan menemui suatu apa pun.?" Thio Han Liong terkejut." "Ayahmu pernah menceritakan tentang Kim Mo say ong-cia . In Lie Heng hidup menderita belasan tahun." "Terima kasih atas petunjuk sucouw" ucap Thio Han Liong." "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut mengerti.." Thio sam Hong menggeleng-gelengkan kepala." "ya. "Beberapa bulan kemudian. "Apakah tiada cara untuk memecahkan ilmu pukulan itu?" "Memang tidak ada. "setelah ayahmu hidup mengasingkan diri di Pulau Hong Hoang to. otomatis menimbulkan berbagai macam badai dalam rimba persilatan." "oh?" Thio Han Liong tersentak. "sudah lama dia pergi ke siauw Lim sie. "Para Dhalai Lhama itu memiliki Liak Hwee Tan." "sucouw.." "sucouw. "sebab Iweekang gabungan para Dhalai Lhama itu amat dahsyat. Kalau menghadapi mereka. Aku khawatir telah terjadi sesuatu atas dirinya.

maka seng Hwi pergi. ". lagipula engkau akan bertemu In Lie Heng di sana." ujar Thio Han Liong.Engkau harus ke sana menemuinya-" "ya. "Kong Bun Hong Tio siauw Lim Pay ingin berunding dengan sucouw?" . "sucouw menyuruhku berangkat ke kuil siauw Lim sie esok pagi-" "oh?" song Wan Kiauw menatapnya. sucouw. Aku yakin In Lie Heng masih berada di kuil siauw Lim sie." Jie Lian ciu tersenyum.kini kami sudah bukan tandinganmu lagi" "Kakek song" Thio Han Liong tersenyum dan memberitahukan." "Itu." "oh?" Jie Lian ciu mengerutkan kening. "sucouw sangat mencemaskan Kakek In. "sebab Cia sun adalah ayah angkat orangtua mu." kata Han Liong. sucouw-" Thio Han Liong mengangguk." "Kenapa Kong Bun Hong Tio siauw Lim Pay mengutus Goan Liang ke mari mengundang sucouw?" tanya Thio Han Liong heran.Tapi dia masih sempat mencetuskan janjibahwa lima tahun kemudian dia akan kembali lagi memusnahkan siauw lim pay. "Untuk menjenguk Cia sun?" "Ya. "Kepandaianmu semakin tinggi. Kebetulan song wan Kiauw dan lainnya sedang berkumpul di situ Mereka menyuruh Thio Han Liong duduk"Han Liong. Kong Bun Hong Tio bertanding sepuluh jurus dengannya dapat bertahan." Thio Han Liong mengangguk. "Engkau boleh berangkat esok pagi-" ujar Thio sam Hong sambil memejamkan matanya.lalu meninggalkan ruang meditasi menuju ruang depan. "Kenapa Kakek In pergi ke kuil siauw Lim sie?" "Kong Bun Hong Tio mengutus Goan Liang ke mari untuk mengundang guru ke sana guna merundingkan sesuatu. "Apakah di Kuil siauw Lim sie telah terjadi sesuatu?" "Itu memang merupakan kejadian yang sungguh di luar dugaan. "ya." "Kakek Jie." "Kakek Jie." jawab Jie Lian ciu dan menutur tentang kejadian beberapa tahun lalu. ternyata si pembunuh misterius itu bernama seng Hwianak Hun Goan Pek Lek Chiu-seng Kun." Thio Han Liong mengangguk lagi. "Apakah disebabkan In Lie Heng belum pulang?" "Ya..." "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut.. "Kim Mo sau ong-cia sun adalah ayah angkat orangtua ku-" "Tidak salah" Thio sam Hong manggut-manggut"Cia sun tinggul bersama Tiga Tetua siauw Lim di belakang kuil Siauw Lim sie. "Itu tidak mungkin.. "Itu memang ada baiknya juga" ujar Jie Lian ciu. Maka sucouw khawatir telah terjadi sesuatu atas diri Kakek In." ujar song Wan Kiauw kemudian. Namun guru menolak karena sudah tua sekali maka mengutus In Lie Heng ke sana.sun?" "Pernah-" Thio Han Liong mengangguk.

barulah ia meninggalkan Bu TOng san menuju kuil siauw Lim sie. "Terima kasih. "Aku masih kecil." "saudara kecil. maka kita harus . lalu memesan arak wangipelayan segera menyajikannya. sebab sucouwmu masih terhitung murid siauw Lim Pay lho" "oh?" Thio Han Liong tertegun"Guru sucouwmu adalah Kak Wan Taysu dari siauw Lim sie " song wan Kiauw menceritakan tentang itu"oleh karena itu. "Karena tiada meja kosong." sahut Thio Han Liong. Di saat itu." -ooo00000oooKeesokan harinya. ia lalu mampir di sebuah kedai araki Begitu duduk.Aku minum teh saja. "Kakek song. ia terus memikirkan Tan Giok Cu." Pelayan segera menyuguh minuman tersebut." "Ha ha ha" Letaki itu tertawa lagi"Berapa usiamu sekarang?" "Enam belas. pelayan langsung menghampirinya sambil tersenyum-senyum. kita bertemu di sini. Kalau tidak. "Engkau tidak minum arak?" "Aku tidak pernah minum arak. "Aku mau minum teh saja-" "Baik. "saudara kecil" Lelaki itu tertawa aelaki "Engkau harus tahu.Karena merasa haus." ucap lelaki itu.Dalam perjalanan. aku pasti membantu pihak siauw Lim Pay."Betul. Paman pasti tidak akan mabuk" "Tentu. Engkau tidak berkeberatan kan?" "Tentu tidak." "Paman tergoiong setan arak. "Maaf." Lelaki itu manggut-manggut"saudara kecil. Thio Han Liong berpamit kepada Thio sam Hong dan lainnya. dan langsung duduk di sebelah Thio Han Liong. "Kalau begitu. Lelaki itu mulai meneguk minumannya lalu memandang Thio Han Liong seraya bertanya." lie Lian Ciu mengangguk"seng Kun begitu jahat dan licik." sahut Thio Han Liong. apakah gadis itu sudah pulang ke rumah atau belum? Enam tujuh hari kemudian.-" Thio Han Liong tersenyum. tidak pantas minum arak. "Tuan Muda mau pesan arak apa? Kedai kami menyediakan berbagai macam arak wangi-" "Maaf. maka anaknya itu pasti sama-" "Han Liong. Thio Han Liong sudah memasuki propinsi Holam." "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut." pesan song Wan Kiauw"Engkau harus membantu siauw lim pay. setelah itu. maka aku terpaksa duduk di sini. masuk ke dalam seorang tamu lelaki berusia sekitar tiga puluh lima tahun. seperti banci lho" Thio Han Liong tersenyum. kemudian pergi melayani tamu lain." sahut Thio Han Liong. saudara kecil" ucap lelaki itu sambil tersenyum. tahukah engkau? Aku mulai minum arak sejak berusia sepuluh tahun. engkau harus membantu mereka. lelaki harus minum arak.

saudara tua-" "Ha ha ha" Lelaki itu tertawa oembira "Hari ini aku gembira sekali. panggil saja saudara tua" "ya. lalu menuang arak wangi ke dalam cangkir Thio Han Liong"saudara kecil. siapa kuat dan berkepandaian tinggi. "Eeeh?" Si Mo tersentak ketika melihat seorang pemuda muncul di hadapannya. Betapa terkejutnya Thio Han Liong. "Cepatlah engkau melepaskan mereka" "Anak muda" Si Mo tertawa. kelihatannya gembira sekali"Aku tidak punya teman. karena orang tua itu berwajah seram." Si mo tertawa terkekeh-kekeh. "Anak muda. Aku senang berteman dengan Paman" sahut Thio Han Liong"saudara kecil. mari kita bersulang" Thio Han Liong mengangkat cangkirnya. "Kelihatannya engkau berbakat dalam hal ilmu silat Walau . ia langsung melesat ke tempat suara jeritan itu. aku berdasarkan hukum rimba persilatan. Thio Han Liong terbelalak. yang tidak lain adalah Si Mo (iblis Dari Barat) Bu yung Hok yang pernah menyiksanya. seorang tua sedang menyiksa beberapa orang yang terikat di sebuah pohon. Mendadak terdengar suara jeritan yang menyayat hati.. Jilid 7 Sore harinya. Thio Han Liong menggeleng-Gelengkan kepala. "Cepatlah melepaskan mereka" "He he he He he he. toiong bayar minumanku sampai jumpa lagibiar aku yang traktir" "Terima kasih Lain kali saja" sahut lelaki itu sambil berjalan pergi dengan agak sempoyongan. "Berhenti" bentak Thio Han Liong sambil melesat ke hadapannya. Ha ha ha" Lelaki itu bangkit berdiri seraya berkata. namun hari ini aku bertemu denganmu. berdasarkan apa engkau menyuruhku melepaskan orang-orang ini?" "Berdasarkan kebenaran-" sahut Thio Han Liong.bersulang-" "Paman.Tapi aku minum seteguk saja-" "Ha ha ha" Letaki itu tertawa. Dilihatnya. dialah yang berkuasa" "Si Mo" sahut Thio Han Liong dingin. ia meninggalkan kedai arak tersebut.Bagaimana kalau kita berteman? Engkau tidak akan menolak kan?" "Baik. siapa engkau?" "Si Mo" sahut Thio Han Liong dengan kening berkerut. aku -" "Engkau maujadt banci?" "Baiklah. Thio Han Liong memasuki sebuah lembah. setelah membayar semua minuman itu. engkau jangan memanggilku Paman. "saudara kecil.. Namun ia yakin bahwa lelaki itu bukan orang jahat. "Engkau berdasarkan kebenaran. lalu bersulang dengan lelaki itu "Ha ha ha" Lelaki itu terus tertawa. "Anak muda" Si Mo menatapnya tajam. "Anak muda.

Thio Han Liong melawannya dengan ilmu Thay Kek Kun. "He he he" si mo tertawa terkekeh-kekeh. Thio Han Liong memang sudah siap dari tadi. sedangkan si Mo termundur-mundur beberapa langkah. Maka pemuda itu langsung menarik nafas lega. "Engkau ingin mencampuri urusanku?" . dan tak lama muncullah seorang tua berpakaian sastrawan. sehingga terdesak sesudah puluhan jurus kemudian.aku sudah punya seorang murid. "He he he" si mo tertawa terkekeh-kekeh.la mendadak memekik keras sambil menyerang Thio Han Liong. Blaaam Thio Han Liong terpental beberapa depa. terdengarlah suara tawa yang amat keras.oleh karena itu. dan hari ini adalah kesempatanku" si Mo mulai mengeluarkan ilmu andalannya. Krok Krok Krok si Mo mengeluarkan suara kodokItu membuat Thio Han Liong tercengang. Itu membuat si Mo penasaran sekali. sedangkan Thio Han Liong mengeluarkan ilmu Thay Kek Kun bercampur dengan ilmu Kian Kun Taylo Ie. ternyata ia ingin mengeluarkan ilmu simpanannya yang paling lihay dan hebat. sama sekali tidak mampu balas menyerang. "He he he Anak muda. ia berkelit menghindari serangan itu sekaligus mengerahkan Kiu yang sin Kang. Kian Kun Taylo Ie dan Kiu Im Pek Kut Jiaw. ternyata engkau memiliki kepandaian tinggi Bagus Bagus" si Mo mulai menyerangnya lagi. Kini Thio Han Liong cuma mampu menangkis dan mengelak. sambutlah serangan berikutnya" si Mo mulai menyerangnya lagi. "Ha ha ha si Mo yang amat terkenal hanya berani menghina anak muda. "Pantas engkau bertingkah di hadapanku. Thio Han Liong berkelit dan kini mulai balas menyerang dengan ilmu Thay Kek Kun yang lemas itu. maka begitu si Mo menverang. tapi aku masih bersedia menerimamu sebagai murid" "Aku tidak sudi meniadi muridmu" "Kenapa?" "Karena hatimu jahat sekali siapa sudi menjadi muridmu?" "Anak muda" sepasang mata si Mo membara. aku harus membunuhmu" seru si Mo sambil mempergencar serangannya. "Ternyata engkau murid Bu Tong Pay" ujar si Mo dingin"Bagus sudah lama aku ingin mencoba kepandaian Bu Tong Pay. Pada saat bersamaan. Ketika melihat kehadiran sastrawan itu. yaitu Ha Mo Kang (Ilmu Kodok). "Anak muda Tak disangka engkau berisi juga Nah. Tiada pilihan lain bagi pemuda itu. maka terpaksa menangkis ilmu Kiu Im Pek Kut Jiauw. ia dapat bertahan dan menyerang pula. Thio Han Liong kurang berpengalaman dan Iweekangnya masih betum begitu tinggi.sekonyong-konyong ia memekik keras sambil menjongkokkan badannya.Akan tetapi. si Mo berhenti menyerang Thio Han Liong. Di saat itu si Mo meloncat menyerang Thio Han Liong. itu sungguh membuat aku kagum dan salut" terdengar pula ucapan yang menyindir. karena sudah tidak sempat berkelit. "Lam Khie (orang Aneh Dari selatan)" si Mo menatapnya tidak senang.

saat ini tanganku gatal karena melihat engkau menghina anak muda itu Kalau engkau melepaskannya. "Tidak" si Mo menggelengkan kepala. kemudian menatap Thio Han Liong dengan penuh perhatian seraya berkata. "Paman-paman. lalu engkau mau apa?" "Engkau. lalu pergi tanpa menoleh lagi. siauwhiap... mari kita duduk untuk mengobrol sebentar Engkau tidak berkeberatan kan?" . aku pun tidak mau pergi" ujar Thio Han Liong." Lam Khie tertawa. "Tapi aku harap Locianpwee sudi melepaskan mereka juga" "Anak muda" si Mo melotot. "Tanganku memang sudah gatal. "Ha ha ha" Lam Khie tertawa gelak." si Mo melotot. "Itu adalah urusanmu. "Kita memang ada perjanjian. "Terima kasih. marah ya? Kalau begitu. "Sudahlah" ujar Lam Khie"Lebih baik melepaskan anak muda itu Kalau tidak. "Anak muda. tapi kalau bertemu kelak. anak muda" sahut si mo "Eeeeh?" Lam Khie menggaruk-garuk kepala. "Aku pun tidak bisa pergi" "Lam Khie" Mata si Mo berapi-api. "Itu sama saja engkau ingin cari gara-gara denganku" "Baik. cepatlah kalian tinggalkan tempat ini" ujar Thio Han Liong.. namaku Thio Han Liong." "Matamu berapi-api.. "Anak muda Aku melepaskanmu sekarang. Mereka mengangguk.Bolehkah aku tahu siapa dirimu?" "Locianpwee. tentunya aku pun tidak akan turut campur lagi" "Hm" dengus si Mo dingin. "Engkau. kepandalanmu cukup tinggi."Hua ha ha ha" Ternyata sastrawan tua itu adalah Lam Khie. Thio Han Liong segera melepaskan tali yang mengikat beberapa orang di pohon itu. lima tahun lagi kita akan bertanding" sahut si Mo sambil tertawa dingin. kita terpaksa bertarung" si Mo berpikir sejeNak. "Baik Kalau kalian tidak mau pergi. selama sepuluh tahun ini dilarang saling mengganggu Akan tetapi. "Katakanlah aku memang ingin cari gara-gara dengan engkau. aku yang pergi" si Mo langsung melesat pergi. "Terima kasih atas pertolongan Locianpwee-" "Ha ha" Lam Khie tertawa"Han Liong. "Aku tidak akan melepaskan orang-orang itu" "Kalau Locianpwee tidak melepaskan mereka. "Maksudmu mereka yang terikat di pohon itu?" "Ya" Thio Han Liong mengangguk. ingin sekali bertarung denganmu" "Kita sudah ada janji. segera memberi hormat kepada Lam Khie.. kemudian memandang Thio Han Liong seraya berkata dengan dingin sekali. engkau pasti kubunuh" "Terima kasih atas kemurahan hatimu" sahut Thio Han Liong sambil memberi hormat." ucap mereka." jawab pemuda itu. mari kita bertarung saja" ujar Lam Khie sambil tertawa..

Lagipula si Mo amat licik. Maka kami bertiga tidak mungkin bisa bergabung.Dia berniat bergabung dengan . siapa berani menyinggung perasaannya pasti dibunuhnya. Locianpwee" Thio Han Liong mengangguk. "oh ya. apakah engkau adalah murid Bu Tong Pay?" "secara tidak langsung aku memang murid Bu Tong Pay-" Thio Han Liong menjelaskan. Dia sangat licik." "Bukan segan. Kepandaian kami terempat boleh dikatakan seimbang."Ya. sedangkan Pak Hong agak kegilagilaan." sahut Lam Khie. kalau itu terjadi." "Han Liong" Lam Khie tersenyum. Kelihatannya si Mo berniat bergabung dengan ketua Hek Liong Pang. dan itu sangat menguntungkan Hek Liong pang. rimba persilatan pasti akan dilanda banjir darah-" "Kalau begitu " ujar Thio Han Liong setelah berpikir sejenak"Locianpwee. "Engkau mahir ilmu silat Thay Kek Kun. Hek Liong Pang pasti tumbuh sayap." "ya. "Kami bertiga sangat tinggi hati." Lam Khie manggut-manggut. akal busuknya pun banyak-" "Locianpwee. ketua Hek Liong Pang itu mengundang kami bertemu di Pek Hoa Kek (Lembah Bunga Putib). namun Tong Koay agak sesat. Wajahnya dingin dan hatinya jahat. Tong Koay dan Pak Hong bergabung saja-" "Kami bertiga bergabung Ha ha ha " Lam Khie tertawa gelak"Itu merupakan hal yang tak mungkin." "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut. Ayahmu pasti Thio Bu Ki yang amat kesohor itu. "sebab kakekku adalah murid Bu Tong Pay. si Mo-Buyung Hok dan Pak Hong-wan Bun Kim. Aku dan Tong Koay serta Pak Hong langsung menolak." "Memangnya kenapa?" Thio Han Liong heran. sebab ia tidak mau ambil risiko bertarung denganku. "Aku tinggal di Tayli. sebab si Mo adalah ketua golongan hitam." tanya Thio Han Liong mendadak"Bagaimana sifat Tong Koay dan pak Hong?" "Mereka berdua tidak bersifat licik maupun jahat. lama sekali barulah membuka mulut. " Ketua Hek Liong Pang berkepandaian sangat tinggi sekali. sebulan yang lalu. "Tapi si Mo kelihatan agak segan pada Locianpwee. sedangkan si Mo bilang akan pikirpikir dulu." "Ternyata kakekmu adalah salah seorang Bu Tong cit Hiap. Lam Khie terus menatapnya. Dia adalah seorang wanita berusia lima puluhan. Mereka berdua lalu duduk di bawah pohon." "Siapa Kakekmu?" "Thio cui san." LamKhie memberitahukan. Ternyata ketua Hek Liong Pang itu menghendaki kami bergabung. dan disaat itu pula muncul Tong Koay-Oey su Bin. julukanku adalah Lam Khie-Baru beberapa tahun aku berkecimpung di rimba persilatan Tionggoan. tidak akan saling mengalah satu sama lain. belum lama ini dalam rimba persilatan telah muncul sebuah perkumpulan misterius." "Hek Liong Pang?" "Betul. "Melainkan enggan bertarung denganku.

" "Bu Lim Beng Cu " gumam Thio Han Liong. "Belasan tahun lalu.. Tapi aku tidak pernah mendengar tentang mereka." Thio Han Liong tersenyum getir. "Para Dhalai Lhama itu berjumlah sembilan orang." ujar Lam Khie sambil memandang Thio Han Liohg." ujar Lam Khie"Tapi tidak pernah berkecimpung dalam rimba persilatan Tionggoan. Tak disangka para Dhalai Lhama itu memiliki kepandaian istimewa. namun pernah bertarung dengan ayahku. sebab mereka membunuh Bibiku. "Aku menyaksikan pertarungan itu" "oh?" Lam Khie tampak tertarik"Bagaimana hasil pertarungan itu?" "Ayahku terluka. mereka ratarata berkepandaian amat tinggi.." tutur Thio Han Liong mengenai ilmu istimewa yang dimiliki para Dhalai Lhama itu.Hek Liong Pang. sudah pasti punya tujuan tertentu-" "si Mo punya tujuan apa?" "Dia ingin menjadi Bu Lim Beng Cu. Namun sudah belasan tahun pula ayahmu menghilang entah ke mana. aku ingin bertanya bagaimana kepandaian Locianpwee dibandingkan dengan kepandaian ayahku?" "Mungkin ." sahut Lam Khie jujur." "Para Dijalai Lhama hanya terdapat di Tibet. Dalam hal tersebut mereka pasti akan berunding lama.." "Kalau kepandaianku sudah tinggi sekali. "Kenapa engkau? Apakah telah terjadi sesuatu atas diri ayahmu?" "Locianpwee." jawab Thio Han Liong dengan wajah murung." "Eh?" Lam Khie terbelalak. "Itu bagaimana mungkin?" Lam Khie tidak percaya Thio Bu Ki kalah bertarung dengan para Dhalai Lhama.. kenapa engkau malah mengatakan begitu?" "Locianpwee.. ." "oooh" Lam Khie manggut-manggut." "Bu Lim Beng Cu?" "Aku sudah dengar. aku pasti ke Tibet mencari mereka. "Aku masih kalah setingkat di bandingkan dengan kepandaian ayahmu. "Itu cuma merupakan sebuah nama kosong." "Bukan main" Lam Khie terbelalak"Itu sungguh luar biasa. mungkin mereka sudah pulang ke Tibet." "Locianpwee pernah dengar tentang para Dhalai Lhama?" "Dhalai Lhama?" "Ya. Begitu pula ketua Hek Liong Pang. ayahmu telah diangkat sebagai Bu Lim Beng Cu. "Maka ayahku tidak sanggup melawan mereka. "Lho?" Lam Khie menatapnya tidak mengerti." Thio Han Liong memberitahukan." "Mereka tidak pernah berkecimpug dalam rimba persilatan. maka banyak jago dari berbagai aliran ingin merebut kedudukan itu. bahkan terbakar oleh Liak Hwee Tan milik para Dhalai Lhama itu.."Ayahmu adalah Bu Lim Beng Cu." ujar Thio Han Liong sungguh-sungguh"Engkau ingin membalas dendam?" "Hanya ingin membuat perhitungan dengan mereka.

" Thio Han Liong mengangguk. siapakah anak muda itu?" tanya salah seorang Hweeshio yang menjaga di depan kuil. "Han Liong" Lam Khie memandangnya sambil tersenyum. kemudian segera masuk ke dalam. "Ayahmu adalah Thio Bu Ki?" "Ya."Anak muda. Mari ikut kami ke kuil menemui Hong Tio kami" "Terima kasih Taysu." Thio Han Liong melangkah ke ruang depan. Kelak kita akan berjumpa lagi. sampailah di kuil siauw Lim sie. "Rasanya aku cocok sekali denganmu." "Apa?" Para Hweeshio itu tampak terkejut. Taysu. "Anak muda."Tapi engkau harus berhati-hati. "Terima kasih." sahut Hweeshio yang mengantar pemuda itu. "Silakan ke ruang depan" ucap Hweeshio yang mengantar Thio Han Liong." ucap Thio Han Liong." "Terima kasih atas perhatian Locianpwee" sahut Thio Han Liong dan berseru pula menggunakan Iweekang. Tak seberapa lama kemudian. "Dia bernama Thio Han Liong.. karena kepandaian mereka begitu tinggi.Betapa kagumnya Thio Han Liong menyaksikan kemegahan kuil tersebut "sutee. "Mudah-mudahan kita berjumpa lagi kelak" -ooo00000oooThio Han Liong mulai mendaki siauw sit san. namun kita terpaksa berpisah sekarang. engkau mau ke mana?" "Aku mau ke kuil siauw Lim sie. putra Thio Bu Ki. ." Thio Han Liong mengangguk"Kalau begitu. "Betul. Ketika ia sedang mendaki melalui jalan gunung yang sempit. mau apa engkau ke kuil kami?" "Aku ingin menemui Kakek In. dia sangat licik dan jahat. namun masih terdengar suara seruannya sayup. Juga ingin menemui Keng Bun Hong Tio-" "Kakek In? Maksudmu In Lie Heng?" tanya Hweeshio itu "Anak muda." Pemuda itu memberitahukan. "Dia ingin menemui Keng Bun Hong Tio. "Han Liong Hati-hati terhadap si Mo." ujar Hweeshio itu." "Ya.sayup. lalu mengikuti para Hweeshio itu ke atas. namaku Thio Han Liong."jawab Thio Han Liong dan menambahkan. bolehkah aku bertemu Keng Bun Hong Tio?" "Ada urusan apa engkau ingin bertemu Hong Tio kami dan siapa engkau?" "Taysu." Hweeshio itu mengangguk. "oh?" Thio Han Liong tercengang"Tapi Kakek In belum tiba di gunung Bu Tong. "Ayahku bernama Thio Bu Ki.Kalian adalah Hweeshiohweeshlo siauw Lim sie?" tanya Thio Han Liong." Lam Khie melesat pergi. sudah belasan hari In Tayhiap meninggalkan kuil kami-" Hweeshio itu memberitahukan.. harap suheng melapor kepada Hong Tio (Ketua)" "Omitohud" sahut Hweeshio itu. mendadak muncul beberapa Hweeshio"Omitohud" ucap salah seorang dari mereka..

Apakah ayahmu memberitahukan tentang itu?" "Ayahku sudah memberitahukan. Be-berapa saat kemudian. Kakek In sudah kembali ke gunung Bu Tong?" "sudah. "Ayahku baik-baik saja. ayahnya pernah menyelamatkan siauw Lim Pny"Omitohud" ucap Keng Bun Hong Tio"Anak muda. Thio Han Liong melihat tiga padri yang sudah tua sekali dan seorang tua berambut panjang duduk di situ." ucap Keng Bun Hong Tio"Itu sungguh di luar dugaan. oh ya." Thio Han Liong menutur tentang ayahnya terluka oleh para Dhalai Lhama. Tapi sepasang mata Cia sun tetah buta. Tapi. muncullah dua Hweeshio tua. mereka sudah sampai di pintu belakang kuit. lama sekali barulah terdengar suara sahutan parau. betulkah engkau putra Thio Bu Ki?" "Betul." Keng Ti seng ceng mengangguk.." ucap Thio Han Liong." jawab Thio Han Liong memberitahukan.." Keng Ti seng Ceng memberitahukan. lalu melangkah memasuki gua dengan hati agak berdebar-debar. "Omitohud. Kenapa ke dua Hweeshio tua itu sudi menyambut Thio Han Liong. suheng.Kemudian memandang Keng Tiseng Ceng seraya berkata. "Paman guru Anak Thio Bu Ki bernama Thio Han Liong ingin menjenguk Cia sun Bolehkah teecu membawanya ke dalam?" suara Keng Ti seng Ceng bergema ke dalam gua. Thio Han Liong melihat sebuah gunung menjulang tinggi. "sutee. "cia sun dan ke tiga paman guruku tinggal di dalam sebuah gua di gunung itu. Keng Ti seng Ceng tidak langsung masuki melainkan berseru di depan gua. semakin ke dalam gua itu semakin luas dan terang. silakan" "Terima kasih. engkau boleh kembali ke kuil" "ya. Berselang beberapa saat. Kirakira dua tiga ratus langkah kemudian.. lalu mengajak Thio Han Liong ke belakang. "Bolehkah aku menemui Kakek angkatku?" "Maksudmu Cia sun?" "ya. seng Ceng." tanya Thio Han Liong.Tak seberapa lama kemudian.. . syukurlah kini ayahmu sudah mulai pulih" "Keng Bun Hong Tio. Keluar dari pintu belakang itu. antar Han Liong menemui Cia sun" "Ya. Keng Bun Hong Tio dan Keng Ti seng Ceng mendengarkan dengan mata terbelalak-. "Ayah dan ibu tinggal dipulau Hong Hoang to." "Omitohud Tentu boleh.. "Engkau boleh masuk. Hong Tio-" Thio Han Liong mengangguk"Ayahmu berada di mana dan bagaimana keadaannya?" tanya Keng Bun Hong Tio dengan penuh perhatian. "Keng Ti suruh dia masuk." ucap Thio Han Liong dan terus mengikuti padri tua itu menuju gua tersebut. segeralah pemuda itu bersujud di hadapan mereka. sampailah mereka di sana.. "Mari ikut aku ke sana" "Terima kasih. seng Ceng." Keng Bun Hong Tio mengangguk. Paman guru" sahut Keng Ti seng Ceng lalu berkata kepada Thio Han Liong. yang ternyata Keng Bun Hong Tio dan Keng Ti seng Ceng. Itu dikarenakan Thio Bu Ki.

. ayahku adalah Thio Bu Ki. Hanya saja jalan darah jin Tioknya belum terbuka..Tentunya mereka juga paham akan berbagai macam formasi-" "Han Liong. bahkan sudah memiliki kepandaian yang cukup tinggi. kini ayahmu sudah pulih?" tanya Cia sun. "Luar biasa Engkau memiliki tulang yang luar biasa" "Omitohud" ucap salah seorang Tetua siauw Lim bernama Touw ok"Cia sun. Kini anaknya ke mari. cucumu itu memang luar biasa. "Han Liong" touw ok menatapnya tajam. Tetua. maka sulit mencapai Iweekang yang tinggi. "Omitohud" Touw ok tertawa." "Ilmu Ie Kang Tai Tik?" Touw ok tampak terkejut sekali"Itu memang ilmu yang sangat luar biasa. Tapi -" Thio Han Liong menutur tentang kejadianpara Dhalai Lhama dan pasukan pilihan Cu Goan ciang yang menyerbu ke Pulau Hong Hoang to"Bibi Cijiak meninggal. bahkan kemudian ayah dan ibu terbakar oleh Liak Hwee Tan. . mereka berjumlah sembilan orang. bagaimana keadaan ayah dan ibumu?" tanya Cia sun. engkau sungguh pintar Dengan ucapan terima kasihmu itu. "Sudah mulai pulih. maka kami harus membalas budi itu Ha ha ha" "Terima kasih. "Ha ha ha" touw ok tertawa gelak"Siauw Lim Pay pernah berhutang budi kepada Bu Ki. guru.» "Guru berniat menyempurnakannya?" tanya Cia sun mendadak"Omitohud" sahut Touw ok"Itu tergantung pada jodohnya dengan kami bertiga-" "Terima kasih Tetua siauw Lim."Namaku Thio Han Liong. "Anak muda. apakah tidak dapat mengobati wajahnya dan wajah ibumu?" tanya Cia sun bernada heran. la meraba muka dan sekujur badan Thio Han Liong." "Apa?" Cia sun terkejut bukan main. yaitu Ilmu Ie Kang Tai Tik (Memindahkan Iweekang Menggempur Musuh). justru membuat kami bertiga sutit menolak lagi. Kakek-" Thio Han Liong merangkak mendekati orang tua berambut panjang itu"Han Liong." ujar pemuda itu. "Duduk-lah" Thio Han Liong sebera duduk"Han Liong. namun wajah ayah dan ibu telah rusak" Thio Han Liong memberitahukan. "Begitu hebat kepandaian para Dhalai Lhama itu?" "Ya. "Ayah dan ibu baik-baiksaja. "Ayahmu ahli dalam hal ilmu pengobatan." Thio Han Liong mengangguk"Para Dhalai Lhama itu memiliki ilmu istimewa." ucap Thio Han Liong." orang tua berambut panjang dan buta itu adalah Kim Mo Say ong-cia sun. terimalah sujudku" "Ha ha ha" orang tua berambut panjang itu tertawa gelak"Tak disangka Thio Bu Ki sudah punya anak Kemarilah" "ya. ayah terluka oleh pukulan Dhalai Lhama.." ucap Cia sun cepat." "Terima kasih. "Kakek dan tiga Tetua siauw Lim." ucap Thio Han Liong.

" Keng Bun Hong Tio menutur tentang kejadian seng Kun bertarung dengan cia sun.."Bisa. "Bolehkah aku menanyakan sesuatu?" "Tanyalah" sahut Keng Bun Hong Tio sambil tersenyum." "Omitohud" ucap Kong Ti seng Ceng." ." Thio Han Liong menggelengkan kepala"Harus dengan soat Lian (Teratai salju) yang terdapat di gunung soat San." Beberapa hari kemudian. itu dikarenakan ia memperoleh bantuan Iweekang dari ke tiga Tetua di saat membuka jalan darah jin Tioknya. Bersiap-siaplah untuk menghadapiku Ha ha ha.." "Kalau begitu--" Cia sun menghela nafas panjang. "Hong Tio dan Kakek In berunding mengenai masalah apa? Lagipula kenapa suasana dalam kuil ini agak lain. Cia sun tertawa gembira." Thio Han Liong terbelalak mendengar penuturan itu. "Kini sudah waktunya dia ke mari. Tetua. karena mendadak terdengar suara tawa yang amat keras di luar kuil." "Aku tahu itu.. "Terima kasih. "sama juga tiada obatnya. sebab ke tiga Tetua siauw Lim sie mengajarkannya beberapa macam ilmu silat rahasia siauw Lim Puy. sehingga mempertinggi Iweekangnya pula. bagus Engkau memang anak baik. la duduk di hadapan Keng Bun Hong Tio dan Keng Ti seng Ceng." Thio Han Liong mengangguk"Namun ayahku tidak tahu kalau seng Kun punya seorang putra. "Itu memang di luar dugaan. Dia bernama seng Hwi." ucapan Kong Ti Seng Ceng terputus. aku sudah ke mari. "Hong Tio" tanya Thio Han Liong. Tapi.apakah ayahmu menceritakan tentang urusan seng Kun dengan cia sun?" "Ayahku sudah menceritakannya. maka Iweekangnya bertambah tinggi setingkat.... aku dan suhengku pernah bertarung dengan seng Hwi. "Ha ha ha. maka. putra seng Kun. pasti akan memperoleh hasil" ujar touw Giat. "Han Liong.. Lima tahun lalu. engkau boleh tinggal di dalam gua ini beberapa hari." "Omitohud Punya tekad yang Baik. namun aku akan ke gunung soat san mencari soat Lian." ujar Thio Han Liong sungguh-sungguh"Bagus. kami bertiga akan memberi petunjuk kepadamu. sebab seng Hwi berkepandaian begitu tinggi. Kini kepandaiannya bertambah tinggi. "Kong Bun Hong Tio." ucap Thio Han Liong. "Kenapa dia akan menimbulkan kekacauan di sini?" "Sebab kemungkinan besar dia telah salah paham terhadap Cia sun dan kami . sekaligus membuka jalan darah jin Tiokmu. agar engkau gampang melatih Terima kasih. Thio Han Liong sudah ke luar dari gua itu. "Han Liong. Thio Han Liong sudah berada di dalam kuil siauw Lim sie. sebab tidak gampang memperoleh Teratai salju.Lagi-pula kini jalan darah jin Tioknya telah terbuka." "oh?" Thio Han Liong tertegun. kelihatannya seakan-akan menghadapi sesuatu?" "Omitohud" sahut Keng Bun Hong Tio "Mungkin tidak lama lagi akan muncul seseorang menimbulkan kekacauan di kuil kami.

. " Seng Hwi mengerutkan kening. "Engkau di sini. Hong Tio. sebab akan membahayakan dirimu. "Man ikut aku ke dalam" "Baik-" seng Hwi mengangguk." Lelaki itu mengangguk"Engkau adalah murid siauw Lim Pay?" "Bukan. lalu ikut mereka keluarBegitu sampai di luar. terbelalaklah Thio Han Liong." "Omitohud" Kong Ti seng ceng memandang Kong Bun Hong Tio"Bagaimana suheng? Bolehkah Han Liong ikut keluar?" "Baik-" Kong Bun Hong Tio manggut-manggut. "saudara tua." Thio Han Liong meng-gelenggelengkan kepala. Itu berarti aku telah berhutang kebaikan kepadamu. aku sudah merasa cocok denganmu." Thio Han Liong menggelengkan kepala dan menambahkan "Tapi aku punya hubungan dengan siauw Lim Pay. "siapa tahu aku bisa membantu dalam hal ini." ucap Thio Han Liong.Kini engkau ingin menjelaskan masalah itu padaku." sahut Thio Han Liong. "Terima kasih." "ltulah salah pahammu."Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio"sutee. maukah engkau mendengarkan penjelasanku dulu? Kalau memang pihak siauw Lim-pay dan cia sun bersalah. seng Hwi datang." "saudara kecil" seng Hwi menatapnya dengan wajah muram "Itu berarti engkau akan mencampuri urusanku dengan siauw Lim Pay?" "Bukan mencampuri. yang tidak lain adalah lelaki yang ia temui di dalam kedai arak. lalu mengikuti Thio Han . akhirnya korban akan terus berjatuhan. "Eeeh?" Lelaki itu terperangah ketika melihat Thio Han Liong bersama ke dua padri tua itu. "Apa maksudmu?" "Sebab engkau telah salah paham terhadap siauw Lim PayKalau salah paham itu masih berlanjut. melainkan ingin menjernihkan masalahmu dengan siauw Lim Pay. aku memang harus membunuh para Hweeshio siauw Lim Pay dan cia sun. engkau pun boleh membunuhku." "Eh? saudara kecil. tentunya aku harus mendengarnya-" "saudara tua" Betapa girangnya Thio Han Liong. Man kita keluar" "Baik. " Ketika aku melihatmu di kedai arak. kemudian engkau pun mau mentraktirku. karena melihat seorang lelaki berusia tiga puluh lebih berdiri di situ. lalu berkata kepada Thio Han Liong.." sahut Thio Han Liong sungguh-sungguh. aku ingin ikut keluar." "saudara kecil. "saudara tua" panggil Thio Han Liong. "Engkau. karena ayahku mati gara-gara mereka. suheng" Kong Ti seng ceng mengangguk. saudara kecil Kok berada di sini?" "saudara tua" Thio Han Liong menatapnya." "seng Ceng. Jangan keluar. "Engkau bernama seng Hwi?" "Ya.

Akan tetapi. Karena Cia sun terus-menerus memburunya... Padahal ayahku tidak pernah melakukan perbuatan terkutuk itu." Thio Han Liong mengangguk"Itu tidak perlu-" seng Hwi menggelengkan kepala. apa yang diceritakan ayahmu itu tidak benar. aku harus menuntut balas kepada pihak siauw Lim sie dan cia sun. kemudian mengangguk seraya berkata. maka membunuh Keng Kian seng Cen. katanya Cia sun muridnya itu sangat jahat sekali. maka ayahku menjadi Hweeshio di siauw Lim sie. sudikah engkau ikut ke tempat tinggalku?" "Memangnya kenapa?" Thio Han Liong heran.Cia sun tahu tentang itu. "Ya." seng Hwi menggeleng-gelengkan kepala." ujar Thio Han Liong. "Kong Bun Hong Tio" tanya seng Hwi dengan kening berkerut-kerut. karena mereka bersekongkol dengan seng Kun." sahut Kong Bun Hong Tio"Para ketua partai besar lain pun mengetahui tentang kejadian itu. "Betulkah apa yang dituturkan saudara kecil ini?" "Omitohud Itu memang betul.Engkau sudi mendengar penjelasanku. kemudian menatap Han Liong seraya berkata. namun cia sun yang memfitnahnya. "orang tuaku adalah Thio Bu Ki.Liong ke dalam kuil itu dan duduk di ruang depan." "Tapi." Thio Han Liong menutur tentang kejadian masa lampau kepada seng Hwi. mari kita berangkat sekarang" ujar seng Hwi dan sekaligus berpamit kepada Kong Bun Hong Tio dan Kong Ti seng Ceng.. ayahnya. Thio Han Liong menutur tentang kejadian seng Kun yang memperkosa isteri Cia sun dan lain sebagainya berdasarkan apa yang didengarnya dari Thio Bu Ki. "Menemui ibuku." "Omitohud" Keng Bun Hong Tio menggeleng-gelengkan kepala. "saudara kecil. oleh karena itu. Ke dua padri tua itu tampak beo itu tenang.. "Itu merupakan cerita bohong. apabila ayahku mati. "Baiklah. "saudara kecil. jelaskanlah" "saudara tua.. Kong Bun Hong Tio dan Kong Ti seng Ceng saling memandang kemudian mereka manggut-manggut sambil menarik nafas lega.. "Lainpula yang diceritakan ayahku. maka ia pun yakin bahwa apa yang dituturkan Thio Han Liong itu benar. seng Hwi mendengarkan dengan wajah pucat pias dan seka li-kali ia pun melirik ke arah Kong Bun Hong Tio dan Kong Ti seng Ceng." Thio Han Liong memberitahukan.." "saudara tua. Omitohud. "Kalau engkau masih tidak percaya. "Omitohud" sahut Kong Bun Hong Tio . maka aku pun harus ikut engkau pergi menemui ibumu-" "Kalau begitu." Thio Han Liong berpikir sejeNak... dengan licik sekali Cia sun memutar balikkan fakta itu. silakan ke gunung Bu Tong bertanya kepada sucouwku" "sucouwmu? Maksudmu adalah guru Besar Thio sam Hong?" tanya seng Hwi. Bahkan masih ada beberapa murid kami yang dihukum. suatu hari ayahku berpesan kepadaku. sehingga ayahku malah menjadi tertuduh. Cia sun adalah ayah angkat orang-tuaku.

." Tan Giok Cu mengangguk.. yang ditunggu justru tidak muncut.. "Nak. "Heran. "Sudah sebulan lebih dia belum ke mari.. "Kelihatannya Han Liong yang akan menyelamatkan rimba persilatan.. "Nak. "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio setelah mereka pergi. tapi ibumu. Terima kasih." "Jangan khawatir.. aku tetap harus pergi ke gunung Bu Tong. maka aku harus pergi menyusulnya ke gunung Bu Tong.." Lim soat Hong membelainya. kemudian meninggalkan kuil siauw Lim sie bersama seng Hwi. "Baiklah." Lim soat Hong tersenyum lembut. bagaimana mungkin ibu melarangmu? Hanya saja engkau harus berhatihati" "ya.." ujar Lim soat Hong. "Engkau. " Lim soat Hong menggeleng-gelengkan kepala." sahut gadis itu yang telah mengambil keputusan."jawab Tan Giok Cu." sahut gadis itu singkat. Kapan engkau akan berangkat?" "Sekarang. Omitohud.. "Nak. "Tak disangka jadi beres urusan itu. dia justru ke mari?" tanya Tan Ek seng." pesan Lim soat Hong." "ya. "Bertemu Han Liong atau tidak.--" "Ibu ijinkan atau tidak." kata Tan Ek seng dan melanjutkan.." ujar soat Hong tampak berkeberatan." "suheng" Kong Ti seng Ceng manggut-manggut... "Dia masih berada di gunung Bu Tong." ucap Tan Giok Cu dengan girang.." Tan Giok Cu menggeleng-geleng-kan kepala." "Itu. sehingga membuat gadis itu uring-uringan.. "Rindu kepada Han Liong kan?" sahut Tan Ek seng sambil menghela nafas panjang.. "Bagaimana seandainya engkau pergi. "Engkau ingin pergi menemui jantung hatimu." "Giok Cu" Tan Ek seng menatapnya seraya bertanya... "Giok cu" Tan Ek seng menatapnya ketika duduk di ruang depan. "Suruh dia tunggu di rumah. "Engkau ingin minta uang kan?" . "sungguhkah engkau ingin ke gunung Bu TOng?" "ya. engkau harus segera pulang. sebab putrinya itu terus berjalan mondar-mandir." "Ibu.. aku berangkat sekarang ya?" kata Tan Giok Cu sambil menggenggam tangan Lim soat Hong." -ooo00000oooBab 14 Hek Liong Pang (Perkumpulan naga Hitam) sudah sebulan tebih Tan Giok Cu berdiam di rumah menunggu kedatangan Thio Han Liong..Thio Han Liong pun berpamit kepada ke dua padri tua itu.... "Nak." Tan Giok Cu mengangguk." "Ibu" Tan Giok Cu menatapnya.. "Kenapa engkau tidak bisa duduk diam dari tadi?" "Ayah.. Kenapa dia belum ke mari?" "Mungkin. aku." Tan Ek seng berpikir lama sekali.. "Itu." "Kalau begitu. aku. aku. ayah tidak berkeberatan. Omitohud .. "Giok Cu. tentunya bisa menjaga diri. "Ibu.. Ibu. "sebab kini engkau sudah cukup besar dan berkepandaian tinggi. aku pasti kembali.. Akan tetapi.

Menyaksikan itu. suasana semarak di kota itu membuat Tan Giok Cu agak tercengang. kini engkau sudah besar.Ada apa gerangan? Ternyata hakim di kota Bun ciu merayakan ulang tahunnyaHakim tersebut bernama souw yam Hiong yang sangat terkenal akan kejujurannya. Ayah-" Tan Giok Cu mengangguk. ia membeli seekor kuda jempolan. hakim tersebut sangat dicintai dan dihormati para penduduk kota Bun ciu." Tan Ek seng tersenyum. "Setelah bertemu Han Liong." "Nak. mudah-mudahan engkau bertemu dia. setelah itu. Di punggungnya bergantung sebilah pedang dan sebuah buntalan. Hari ini adalah hari ulang tahunnya. ia langsung menghentikan kudanya." " Hanya ingin mencari buah hatimu itu. tapi." Tan Giok Cu mengangguk" Aku pasti pulang " Tan Giok Cu sudah meninggalkan rumahnya." "Ayah kok omong begitu sih?" Tan Giok Cu cemberut. gadis itu telah tiba di kota Bun ciu.. penduduk kota tersebut ikut merayakannya. Padahal hari ini bukan ceh It Cap Go (Tanggal satu atau tanggal Lima belas Tionghoa).. gadis itu duduk di punggung kuda sambil menengok ke sana ke mari dengan penuh keheranan. Hari ini. Kota tersebut cukup makmur dan ramai dikunjungi para pedagang dari daerah-daerah lain dan tampak pula gedunggedung berdiri megah di kota itu. bahkan juga adil dan bijaksana dalam mengadili urusan apapun. "Kalau dia tidak berada di gunung Bu Tong engkau harus segera pulang" "ya. Tan Giok Cu tertarik dan langsung meloncat turun dari kudanya. sedangkan di depan kuil ramai pula dikerumuni para penduduk kota. "Padahal aku pergi hanya. aku pasti pulang bersamanya. ayah sudah tidak bisa mengekangmu lagi. tidak pernah korupsi atau menerima suap dari hartawan. Maka. dengan wajah berseri-seri Tan Giok Cu mendekati kuil itu. lalu ajak dia ke mari" "Ya. kemudian menuntun kudanya ke sebuah pohon sekaligus menambatkannya di situ." "Ayah pasti berikan. "sebetulnya ibu merasa berat sekali membiarkan mu pergi. Ibu." pesan lim soat Hong lagi.. "Giok Cu. namun kuil itu ramai sekali. Ketika tiba di depan sebuah kuil. Beberapa hari kemudian." "Ibu" Tan Giok Cu tersenyum. "Nak" Lim soat Hong menatapnya dengan penuh kasih sayang. . siapa yang bersalahi pasti dijatuhi hukuman yang setimpal. Tampak puluhan pengawal berseragam kerajaan berbaris rapi di halaman kuil. kota tersebut tampak lebih ramai daripada biasanya dan orang-orang yang berlalu lalang pun kelihatan berseri-seri.."Untuk bekal dalam perjalanan. bukan?" Tan Ek seng tertawa. "Nak.. Agar cepat tiba di gunung Bu Tong. Kuil itu sungguh besar dan indahi itu adalah kuil Hok Tek Cin sin (Dewa Keberuntungan). oleh karena itu..

Percakapan mereka terdengar oleh beberapa orang yang berdiri tak jauh dari situ Mereka menoleh dan. "Nona souw masih kalah cantik dibandingkan dengan NcJna. "Paman tahu nama Nona souw itu?" "Dia bernama souw Lan Ling.. usianya sekitar tujuh belas tahun. " Hakim souw sekeluarga sedang sembahyang di dalam kuit ini." "Paman" Tan Giok Cu tersenyum geli ketika menyaksikan tingkah laku lelaki tua itu. wajahnya putih mulus bagaikan salju" "jangan-jangan dia adalah bidadari yang baru turun dari kahyangan." sahut lelaki tua itu sambil tertawa." "oooh" Tan Giok Cu manggut-manggut. "Kenapa para penduduk kota ingin menyaksikan putri hakim -Souw?" "Karena. "Hei" bentak orang yang kena senggol.. "Bukan main cantiknya nona itu. "Kenapa begitu ramai di dalam kuil?" Lelaki tua itu menoleh. "Beritahukanlah Jangan seperti orang linglung" "Aduuuh Nona. "Nona souw cantik sekali. "Tapi kenapa para penduduk berkumpul di luar kuil. maka penduduk kota ini ingin menyaksikannya." "Mungkin gadis itu cucu Dewa Keberuntungan.. turun dari langit." lelaki itu tersenyum." "Pantas engkau tidak tahu" Lelaki tua itu manggutmanggut." "Eh? Apakah Dewa Hok Tek Cin sin punya cucu? Engkau jangan omong ngawur lho Mulutmu bisa bengkak karena usil." "Lho?" Tan Giok Cu heran. maka dijaga ketat oleh para pengawalnya." Lelaki tua itu memberitahukan. Mari kita berijalan kepadanya" Mereka segera minggir. seketika juga terbelalak"Wuah" terdengar seruan tak tertahan.. sudah barang tentu menyenggol orang lain yang sedang menyaksikan kecantikan souw Lan Ling." "Ahi masa?" Tan Giok Cu tersenyum. "Haaah? Nona. Aku baru tiba di kota ini. kemudian memberitahukan. mereka ingin menonton apa?" "Nona" Lelaki tua itu menatapnya dengan mata tak berkedip"Engkau bukan penduduk kota ini?" "Bukan. "para penduduk kota ingin menyaksikan putri hakim souw dari dekat. kelihatannya ingin masuk ke dalam. ingin memberi keberuntungan kepada Hakim souw sekeluarga. yang duduk bersama ke dua orang tuanya di pekarangan kuil... maka aku jadi linglung. aku kira engkau adalah bidadari yang baru turun dari kahyangan. "gadis itu melangkah maju." Lanjut lelaki tua itu.." "oh?" Tan Giok Cu tertarik"Tapi-.."Paman" tanyanya kepada seorang lelaki tua. . seketika juga ia terbelalak dengan mulut ternganga lebar." "Lihat tuh" bisik salah seorang...

souw Lan Ling merasa bangga sekali. "ya.. karena dirinya menjadi pusat perhatian para penduduk. "Ha ha ha" Hakim souw tertawa gembira. dan kemudian terbelalak sambil bergumam.. Paman. Tan Giok Cu menghampiri mereka.." "oooh" Hakim souw manggut-manggut "gadis cantik. maka kami menjaga di sini melarang siapa pun yang ingin masuk-" "Aku ingin melihat-lihat ke dalam.. tapi kenapa ditahan sih?" tanya gadis itu dengan suara merdu. ijinkanlah aku masuk" ujar Tan Giok Cu. "Terima kasih. Hakim souw sedang berada di dalam kuil. "Biarkan gadis itu masuk" sambung pengawal yang berdiri di situ dengan suara keras. "Adik kecil" seru souw Lan Ling memanggilnya.. Souw Lan Ling yang menyaksikan itu. perbolehkanlah dia masuk. silakan duduk" "Terima kasih-" Tan Giok Cu duduk di sebelah souw Lan Ling. "Nona. lalu memberi hormat."jawab gadis itu memberitahukan. gadis itu ingin masuk. kami tidak bisa maju lagi" "Bung Lihatlah gadis yang ingin masuk itu. "Ayah. aku ingin ke dalam. tapi ditahan oleh kepala pengawal. "Engkau cantik sekali." sementara itu.. Ayah.." Hakim souw memandang ke arah pintu kuil." Pengawal itu terbelalak ketika menyaksikan kecantikan Tan Giok Cu. mendadak para penduduk itu telah berpaling ke belakang.. namun ditahan oleh para pengawal yang menjaga di situ." "Paman. bukankah lebih cantik dari Nona souw?" orang-orang yang tersenggol itu langsung memandang ke arah Tan Giok Cu. sebab cara jalannya bagaikan sang bidadari yang turun dari kahyangan. Tentunya membuat gadis itu terheran-heran. maka ia pun memandang ke arah pintu kuil. Kepala pengawal mendengar suara seruan itu. "Nona.Akan tetapi." ucap gadis itu sambil tersenyum sekaligus melangkah ke dalam dengan wajah berseri-seri.. Langkahnya lemah gemulai dan kelihatan begitu cantik. dan kagum sekali akan kecantikan gadis itu. "Aku dari desa Hok An. "Para penduduk kota ini ingin menyaksikan kecantikan ."Jangan terus mendesak. "Bidadari baru turun dari kahyangan. segera berkata kepada Hakim souw dengan suara rendah. "Kemarilah" " Kakak memanggilku?" tanya Tan Giok Cu. Pengawal tersebut menggelengkan kepala. siapa engkau dan dari mana?" "Namaku Tan Giok Cu. "gadis cantik." souw Lan Ling mengangguk. "Biarkan gadis itu masuk" ujarnya perlahan. "Adik kecil" ujar souw Lan Ling sambil tersenyum. Maka tidak heran kalau souw Lan Ling memandangnya dengan mata tak berkedip. "Maaf nona" ucap pengawal itu"Junjungan kami. Dilihatnya seorang gadis yang amat cantik sedang berjalan ke dalam." "Kakak pun cantik sekali" sahut Tan Giok Cu. langsung mempersilakan Tan Giok Cu masuk.

" "Itu tidak mungkin. "Adik Giok Cu. Mohon jangan mendesakku" tolak Tan Giok Cu." "gadis cantik. " Aku pun girang sekali bertemu Kakak." Hakim souw tampak kecewa"suamiku." "Tuh ya. tapi engkau melarangnya. bahkan juga bisa memegang buku. "Kalau aku bersilat pedang di sini." sahut Tan Giok Cu. "Paman" Tan Giok Cu tersenyum. "Tapi aku yakin engkau mahir ilmu pedang. "Tapi Lan Ling tidak berbakat untuk belajar ilmu silat-" "Menurutku.Kakak-" "Tapi kini pandangan mereka beralih kepadamu-" souw Lan Ling tersenyum. "gadis cantik-." Tan Giok Cu menatap souw Lan Ling dengan penuh perhatian. " Kakak Lan Ling justru berbakat untuk belajar ilmu silat. kan?" "Kira-kira begitulah" sahut Tan Giok Cu sambil tersenyum. hanya sedang melakukan perjalanan menuju gunung Bu Tong. Artinya bisa membaca dan menulis." ujar Hakim souw." souw Lan Ling menatapnya. Tidak baik anak gadis belajar ilmu silat.-" hakim Souw tertegun. ." "isteriku.Kakak Lan Ling jangan gusar lho" "Bagaimana mungkin aku gusar?" souw Lan Ling tersenyum.. Paman dan Bibi. dasar. apakah engkau gadis rimba persilatan?" "Sebetulnya aku bukan gadis rimba persilatan. sekarang malah menyuruh gadis itu bersilat pedang. ya. di punggungmu bergantung sebilah pedang." "oooh" souw Lan Ling manggut-manggut. bukan memegang pedang. "Aku sungguh girang bertemu denganmu. berapa usiamu sekarang?" "Lima belas tahun. berarti aku sok pamer kepandaianku. tujuh belas tahun." sela Tan Giok Cu.." "isteriku" Hakim souw tersenyum. sebab akan berubah kasar." ujar Nyonya souw bernada menegurnya"Lan Ling ingin belajar ilmu silat. alangkah baiknya engkau bermain silat pedang sebentar untuk kami... anak gadis harus memegang jarum." sahut Tan Giok Cu dan bertanya. bagus Engkau memang merupakan gadis polosNah. buktinya aku tidak berubah kasar." "ohi ya?" Tan Giok Cu tertawa kecil. "oh ya. "Ibu bisa memegang jarum dan memegang pedang. "Nama Kakak?" "Namaku Lan Ling. kan?" ujar Nyonya souw sambil memandang Tan Giok Cu." "Ha ha ha" Hakim souw tertawa gelak"Bagus." "Maaf.. "Maka aku tidak mau. Paman Aku tidak mau. "Malah tampak begitu halus dan gerak-geriknya bagaikan bidadari yang baru turun dari kahyangan. "Adik Giok Cu" souw Lan Ling menatapnya seraya berkata"Maukah engkau bersilat pedang sebentar?" "Tidak-" Tan Giok Cu menggelengkan kepala"Aku tidak mau-" "Kenapa?" souw Lan Ling heran. "Hampir enam tahun aku belajar ilmu silat..

Tan Giok Cu menggerakkan tangannya. namun yang mereka hadapi adalah murid Yo sian sian dari Kuburan Tua.. gadis itu masih belum berpengalaman karena langsung menangkap senjata-senjata rahasia itu. itu ada baiknya untuk kesehatan. celakalah kalian bertiga" "Nona" Wajah orang berhidung besar tampak gusar. "Hah?" Wajah Hakim souw berubah pucat pias. "Nona. Paman" Tan Giok Cu tersenyum sambit menghunus pedang pusaka Pek Kong Kiam (Pedang Gadis Putih) pemberian gurunya. para pengawal itu sudah roboh terkapar.la lalu melesat ke arah tiga orang itu yang berpakaian serba putih. kami terpaksa harus menangkapmu. Di saat bersamaan. "Aku kira engkau punya guru. "Kenapa ingin membunuh Hakim souw?" "Nona" orang itu mengerutkan kening. "Kenapa engkau mencampuri urusan kami?" "Kalian siapa?" Tan Giok Cu balik bertanya. kami merasa tidak tegg melukaimu" "Hidung besar" sahut Tan Giok Cu.Aku yakin secara diam-diam dia belajar sendiri" "oh?" Hakim souw melotot. yang ternyata adalah beberapa buah senjata rahasia. " Celaka. Betapa lihaynya ilmu pedang gadis itu. setelah itu barulah kami membunuh Hakim souw" "Oh?" Tan Giok Cu menatap mereka satu persatu. kalian mau apa?" tantang Tan Giok Cu sambil tersenyum. Para pengawal langsung menyerang mereka. Dilihatnya mereka bersenjata pedang. "Engkau memang cari penyakit" "Jadi " Tan Giok Cu menatap mereka dengan tajam.. Mereka bertiga langsung menyerang Tan Giok Cu. "Kami ke mari memang ingin membunuh hakim keparat itu Lebih baik Nona jangan turut campur" "Aku justru mau turut campur." Mendadak tampak beberapa buah benda bergemerlapan meluncur cepat ke arah Hakim souw. Tiga orang itu memang mahir sekali bersilat pedang. "Lan Ling &ngkau belajar ilmu silat secara diam-diam?" "Ayah" souw Lan Ling tersenyum. seandainya senjata-senjata rahasia itu beracun. "Lebih baik kalian segera enyah. salah seorang teman si . dan beberapa buah senjata rahasia itu dapat ditangkapnya. bukankah gadis itu akan celaka? Di saat itulah melayang turun tiga orang." "Jangan khawatir. "Nona" orang yang berhidung agak besar meng-gelenggelengkan kepala. akan tetapi belasan jurus kemudian. dan di bagian dada terdapat sulaman gambar seekor naga hitam. Maka belum sampai dua puluh jurus mereka bertarung." "oooh" Hakim souw menarik nafas lega. "Bagus Mari kita bertarung dengan pedang" "Mari kita serang dia" seru si Hidung Besar. begitu pula kepala pengawal. kalau aku marah. siapa engkau?" bentak salah seorang dari mereka. "Kalian bertiga tidak mau enyah?" "Hm" dengus si Hidung Besar"Nona. "Aku cuma meng-gerak-gerakkan sepasang tanganku. "Terus terang.

" "Hi hi hi" Tan Giok Cu tertawa geli"Bagaimana mungkin aku menjadi gurumu? Aku lebih kecil lho Lagipula aku tidak punya waktu untuk mengajarmu." sahut souw Lan Ling sambil tersenyum. "Ha ha ha" Hakim souw tertawa gelak: " Giok Cu. sebelum sepasang kaki Tan Giok Cu hinggap di tanah. sebab aku harus cepat-cepat sampai di tempat tujuan." "jangan khawatir. " Akhirnya Tan Giok Cu mengangguk.. ." Hakim souw tersenyum.. yang penting engkau sudi menjadi guruku. aku kagum sekali kepadamu. aku. gadis itu tidak mengejar ke dua lawannya melainkan dengan tenang sekali menyarungkan pedangnya." "Usia tidak menjadi masalah. Mari ikut ke rumah kami. Tan Giok Cu duduk di hadapan mereka sambil mengagumi keindahan ruang itu. "Aku mohon engkau sudi ikut ke rumah kami. Betapa terkejutnya ke dua orang itu. Betapa terkejutnya si Hidung Besar dan seorang temannya itu. "Mari ikut ke rumah kami. "Giok Cu. maka orang itulah menjadi korban senjata-senjata rahasia tersebut. "Akan kusuruh salah seorang pengawalku membawa kudamu ke rumahku.. agar kita dapat bercakap-cakap lebih leluasa" "Maaf Paman" Tan Giok Cu menggelengkan kepala"Aku hendak melanjutkan perjalananku. "engkau selain cantik juga berkepandaian tinggi.. maka engkau jangan mengecewakan aku. sebab kemungkinan besar para penjahat itu akan ke rumah kami mencoba membunuh suamiku-" "Aku." Hakim souw sekeluarga duduk di ruang depan. setelah sepasang kakinya hinggap di tanah." Tapi." bujuk Nyonya souw. kalau engkau bersedia menjadi guru Lan Ling.Kebetulan ia berada dibelakang Tan Giok Cu dan berusaha bangkit berdiri. "Kenapa Kakak menatapku dengan cara begitu? Apakah wajahku tumbuh bulu seperti monyet?" "Adik Giok Cu" sahut Souw Lan Ling. aku ingin sekali berguru kepadamu.Hidung Besar telah roboh dengan bahu tertusuk pedang Tan Giok cu." desak souw Lan Ling.Kemudian mereka saling memberi isyarat dan mendadak tangan mereka bergerak-ser ser ser seeerrr Beberapa buah senjata rahasia meluncur ke arah Tan Giok Cugadis itu tersenyum dingin sambil mencelat ke atas." "Aku telah menganggapmu sebagai adik. sedangkan souw Lan Ling terus menatapnya dengan mata tak berkedip.orang itu roboh binasa dan luka di dadanya masih mengucurkan darah seaar. sehingga beberapa buah senjata itu lewat di bawah kakinya "Aaarrhhh"-" terdengar suara jeritan yang menyayat hatiTernyata senjata-senjata itu menembus dada orang yang terluka itu. "Giok Cu" ujar Hakim souw ketika gadis itu kembali ke tempat duduk"Engkau telah menyelamatkan nyawaku." "Adik Giok Cu" Souw Lan Ling tersenyum. "Baiklahi Tapi kudaku-. "Eh?" Tan Giok Cu tercengang.. ke dua orang itu sudah kabur terbirit-birit...

"Aku harus segera berangkat ke gunung Bu Tong." "Cukup beberapa hari saja. engkau murid Bu Tong pay?" tanya souw Lan Ling." Hakim souw manggut-manggut. kepala pengawal-ku menangkap seorang penjahat yang memperkosa seorang gadis. "Dia bernama Thio Han Liong. aku akan belajar sendiri" "Baiklahi" Tan Giok Cu mengangguk. tapi aku panggil dia Kakak tampan." Tan Giok Cu memberitahukan. "Mulai malam ini aku minta petunjuk-" "Baik." ujar Tan Giok Cu dengan wajah agak kemerah-merahan. "Dia adalah pemuda tampan?" "Ketika masih kecil. "Adik Giok Cu-" souw Lan Ling menatapnya dengan penuh harap. "Mereka adalah para anggota Hek Liong Pang yang selalu berlaku sewenang-wenang. "Dia adalah teman baikku." "Siapa orang itu?" tanya souw Lan Ling lagi." "Bukan main" souw Lan Ling tertawa geli"Tak disangka engkau sudah punya kekasih" "Kakak jangan menggodaku" " Kalau engkau tidak mengajarku ilmu silat. suatu hari." jawab Tan Giok Cu jujur. aku yakin engkau sudah lapar. Mari kita makan dulu" "Terima kasih. Maka aku memanggilnya Kakak tampan. "Aku tidak punya waktu untuk mengajarmu." sahutnya dan menambahkan. kemudian memandang Hakim souw seraya bertanya." Tan Giok Cu menggeleng-gelengkan kepala. Adik Giok Cu" ucap souw Lan Ling dan menambahkan. "Terima kasih. "Dia memanggilku adik manis. "Aku ke gunung Bu Tong untuk mencari seseorang. "engkau memberi petunjuk kepadaku mengenai ilmu pedang." "oh?" souw Lan Ling tersenyum. Akan tetapi Tan Giok Cu justru menggeleng-gelengkan kepala. oh ya. dia tampan sekali. "Aku kurang jelas tentang perkumpulan itu. aku pasti terusmenerus menggodamu-" "Kakak.aku tidak akan melarang lagi Lan Ling belajar ilmu silat. sudah hampir enam tahun kami tidak bertemu." "Betulkah itu. Aku pulang dia justru sudah berangkat ke gunung Bu Tong. Dia ke rumahku tapi aku belum pulang dari tempat guruku." "Adik Giok Cu." "Kalau begitu Hek liong Pang merupakan perkumpulan para penjahat?" tanya Tan Giok Cu. aku tidak punya waktu." Tan Giok Cu tersenyum. tak disangka penjahat itu adalah anggota Hek Liong Pang. "Betul.Paman" Tan Giok Cu tersenyum. "Kira-kira begitulah" sahut Hakim souw.Aku menjatuhkan hukuman mati kepada penjahat itu." ujar souw Lan Ling. "Kakak Lan Ling. "Bukan. "Aku memang sudah lapar sekali. perutku sudah berbunyi dari tadi. "Paman kenal para penjahat itu?" "Aaah " Hakim souw menghela nafas panjang. Ayah?" souw Lan Ling tampak girang sekali." .

namun sungguh hebat dan lihay. ." sahut Tan Giok Cu sungguh-sungguh"Engkau membohongi ayahmu kan?" "Maksudmu?" "Sudah lama engkau belajar ilmu silat secara diam-diam. hanya saja pakaiannya compang-camping mirip seorang pengemis." souw Lan Ling menghela nafas panjang." "guruku adalah seorang pengemis tua-" "Seorang pengemis tua? Apakah beliau adalah anggota Kay Pang?" "Bukan. Maka aku tertarik sekali kepada ilmu pedangmu. "oh ya" Tan Giok Cu teringat sesuatu. Ternyata ia belajar dari Thio Han Liong ketika masih kecil. tapi engkau harus memberi petunjuk kepadaku-" "Baik." souw Lan Ling tersenyum. "Apakah kepalaku tumbuh tanduk?" "Kakak Lan Ling.. "Bolehkah engkau mengajarku beberapa jurus ilmu pedang itu?" "Kakak Lan Ling. Adik Giok Cu. maka aku harus mengelabui nya." "Terus terang." ujar souw Lan Ling. tapi juga sangat lihay sekali." "Adik Giok Cu. "Apa yang diajarkannya kepadamu?" "Ilmu pukulan dan ilmu pedang." Tan Giok Cu mengerutkan kening. bukankah engkau sudah membohongi ayahmu?" "Aku terpaksa-" souw Lan Ling menghela nafas panjang." "oh?" Wajah souw Lan Ling langsung berseri. souw Lan Ling dan Tan Giok Cu duduk di pekarangan rumah.Tan Giok Cu terus memandangnya dengan mata tak berkedip. aku tidak boleh mengajarkannya kepada orang lain.. "Karena selama ini aku berlatih secara diam-diam. "Aku akan mengajarmu beberapa jurus ilmu pedang lain.." Tan Giok Cu mulai mengajar souw Lan Ling beberapa jurus ilmu pedang itu. "guruku bukan anggota Kay Pang. kepandaianku masih rendah-" souw Lan Ling menggeleng-gelengkan kepala. namun engkau bilang tidak punya guru ketika ayahmu bertanya. "Terima kasih. ilmu pedang apa itu?" "Itu adalah ilmu Giok Li Kiam Hoat" "Adik Giok Cu" souw Lan Ling menatapnya dengan penuh harap.. "Adik Giok Cu. "sebab ayahku melarangku belajar ilmu silat." Malam harinya. "Ha ha ha. bolehkah aku tahu siapa gurumu?" "Aku akan memberitahukan. kenapa engkau memandangku dengan cara begitu?" tanya souw Lan Ling sambil tersenyum..Nah. "Itu adalah ilmu pedang perguruanku." "Aku lihat kepandaianmu cukup tinggi.." "oooh" Tan Giok Cu manggut-manggut.."Ha ha ha" Hakim souw tertawa gelak.. "gerakan ilmu pedangmu begitu lemas. maka tak usah aku memberimu petunjuk lagi. Adik Giok Cu. jadi tidak mengalami kemajuan pesat-" "Kakak Lan Ling. membuat souw Lan Ling terheranheran.

" "Aaah " Pengemis tua itu menghela nafas panjang. sebab ia tidak mendengar suara apa pun. Ha ha ha. maka aku memanggilnya gadis besar saja.Tak disangka engkau sedang berlatih ilmu pedang di sini.. Dapat dibayangkan. oh ya. lalu mempertunjukkan ilmu pedang tersebut" Ha a a h ?" Mulut pengemis tua itu ternganga lebar." sahut souw Lan Ling dan menambahkan." Kemudian souw Lan Ling menutur mengenai kejadian di kuil Hok Tek Cin sin. oh ya. "oh ya." ujar pengemis tua itu sambil menyengir ke arah Tan Giok Cu. "Dasar sudah tua jadi pikun" Tan Giok Cu bersungutsungut. "Itu adalah ilmu pedang tingkat tinggi. maka aku mampir menengokmu." Tampak sosok bayangan melayang turun di hadapan merekai. "Ha ha Aku belum pikun. pendengaranmu sungguh tajam" "Guru" panggil souw Lan Ling dengan wajah berseri "Guru. "Dipanggil gadis kecil dia tidak mau. "Ayahmu menghukum mati penjahat itu.. sungguh luar biasa sekali" "Paman tua" Tan Giok Cu cemberut"Aku bukan gadis kecil. siapa gadis besar itu?" "gadis besar?" souw Lan Ling tertegun. tak disangka adalah anggota Hek Liong Pang dan kini menjadi masalah-" "Ayahku adalah seorang hakim yang sangat membenci kejahatan." "Ayahmu perbolehkan atau tidak. Pengemis tua itu mendengarkan dengan mata terbelalak dan bertanya. tadi engkau berlatih ilmu pedang apa?" "Aku belajar dari Adik Giok Cu-" souw Lan Ling memberitahukan." souw Lan Ling memberitahukan. namun engkau tetap gadis kecil. "siapa ke tiga penjahat itu?" "Mereka adalah anggota Hek Liong Pang." "oh?" souw Lan Ling bertambah girang mendengar ucapan . ayahku sudah memperbolehkan aku belajar ilmu silat. lalu memandang ke arah pohon seraya berseru. dan segeralah ia memandang ke arah pohon itu. sangat hebat dan lihay sekali." Pengemis tua itu tertawa. souw Lan Ling sudah berhasil menguasai ilmu pedang itu.Beberapa malam kemudian. yang ternyata seorang pengemis tua"gadis kecil . yang jelas engkau sudah belajar ilmu silat dariku. "Dia bernama Tan Giok Cu. tentunya menjatuhkan hukuman mati pada penjahat itu.. "siapa yang bersembunyi di situ? Ayoh. usiaku sudah lima belas tahun lho" "Walau engkau sudah berusia lima belas tahun. cepat keluar" souw Lan Ling terkejut. "Dia yang menyelamatkan nyawa ayahku . Di saat itulah mendadak kening Tan Giok Cu berkerut.." Pengemis tua itu menatap Tan Giok Cu dengan mata tak berkedip"Engkau masih kecil. kebetulan aku lewat di kota ini." sahut pengemis tua itu"Lan Ling.. betapa girangnya souw Lan Ling. tapi pendengaranmu begitu tajam. "Ha ha ha ha" Terdengar suara tawa gelak"gadis kecil.

bukan sedang bergurau" "oh? Kalau begitu. "gadis cantik." souw Lan Ling menatapnya. "Belasan tahun lalu. "Kepandaianmu sangat tinggi. Burung Rajawali dan Pasangan Pendekar. "Kuburan Mayat Hidup. mungkin bisa ingat" "Sudah lupa sama sekali. kalau bukan pikun pasti pelupa." gumam pengemis tua itu dengan.." "Locianpwee itu adalah gurumu?" "Hi hi hi" Mendadak Tan Giok cu tertawa geli"Eh?" Pengemis tua tertegun.." Pengemis tua itu menggelenggelengkan kepala. "Kini dia baru berusia enam belas tahun." Tingkah laku pengemis tua itu membuat Tan Giok Cu nyaris tertawa geli. engkau sengaja mempermainkan aku ya?" "Aku tidak mempermainkan. Gadis itu mengira gurunya bergurau. "Cobalah Guru ingat lagi.. "Gadis cantik. tapi lupa di mana aku pernah menyaksikannya. "Dasar sudah tua. air muka berubah"Ternyata engkau adalah murid wanita baju kuning itu. sungguh di luar dugaan" "Paman tua kenal guruku?" tanya Tan Giok Cu girang. gurumu yang menyelamatkan Kay . "Aku berkata sesungguhnya. siapa yang mengajarmu ilmu pedang itu?" "Thio Han Liong. sedangkan souw Lan Ling meng-gelenggelengkan kepala. tidak muncul lagi di dunia Kang-ouw-" Tan Giok Cu membaca syair tersebut. engkau berani mempermainkan orang tua?" "Di belakang ciong Lam san. engkau murid siapa?" "guruku adalah Bibi sian sian. kenapa engkau tertawa geli." "siapa Bibi sian sian itu?" "Bibi sian stan adalah guruku. Awas" "Perguruan Kuburan Tua-" "Apa?" Kening pengemis tua itu berkerut-kerut "gadis cantik.itu. "guru tidak berkeberatea aku belajar ilmu pedang ini?" "Tentu tidak" sahut pengemis tua sambil menatap Tan Giok Cu. terdapat Kuburan Mayat Hidup. dia baru berusia sepuluh tahun.." Tan Giok Cu memberitahukan. Ketika mengajarku ilmu pedang itu. "Lan Ling" Pengemis tua itu melotot. "Gadis cantik" Pengemis tua itu menatapnya. Bibi sian sian adalah guruku" "Engkau berasal dari perguruan mana?" tanya pengemis tua sambil melotot"Jangan dijawab dengan putar balik lagi. "Sepertinya aku pernah melihat ilmu pedang itu.Burung Rajawali dan Pasangan Pendekar. "guruku memang Bibi sian sian." "Eeeh?" Pengemis tua itu mencak-mencak"gadis cantik." "Bukankah barusan guru menyaksikan ilmu pedang itu?" Souw Lan Ling tersenyum." "oh?" Pengemis tua itu terbelalak. Paman Tua" sahut Tan Giok Cu.. apa yang menggelikanmu?" "Thio Han Liong bukan seorang Locianpwee.

"Sekarang?" souw Lan Ling terbelalak"Sudah larut malam begini?" "Lan Ling" Pengemis tua itu tertawa "Bagiku tidak ada larut malam. "Engkau berani tidak menurut padaku? Mau jadi murid murtad?" "guru." ujar pengemis tua itu sungguh-sungguh"ya-" souw Lan Ling mengangguk dan bertanya.. aku mau ke dalam membangunkan ke dua orang tuaku" "Tidak usah" Mendadak terdengar suara sahutan dari dalam. "Setiap malam kami mengintip engkau belajar ilmu pedang pada Giok Cu. sudah punya guru silat tapi tidak mau beritahukan." "Ayah sudah mendengar pembicaraan kami?" tanya Souw Lan Ling dengan air muka agak berubah. namun kini sudah tidak" ujar pengemis tua itu. karena ayah sudah tahu akan kegunaan ilmu silat.." "Baiklah" souw Lan Ling mengangguk. Ayoh cepat antar aku masuk" "Guru. "Ha ha ha" Hakim Souw tertawa gelak." "Kenapa guru tidak mau mengaku kalau Guru anggota Kay Pang?" tanya souw Lan Ling bernada menegur. Mengerti?" sahut pengemis tua itu melotot. itu berarti aku bukan anggota Kay Pang lagi.Aku pun ingin bertatap muka dengan ke dua orang tuamu. malam ini munaul Cianpwee ini yang adalah gurumu. "Lan Ling Kini sudah waktunya engkau berterus terang kepada ayahmu. ibu?" Tertegun Souw Lan Ling. antarlah guru ke dalam" ujar Tan Giok Cu." souw Lan Ling serba salah"Eh?" Pengemis tua itu melotot." sahut Souw Lan Ling. Ayah pasti marah-marah sih. "Aku yakin ke dua orang tua mu tidak akan gusar.. Kebetulan aku pun berada di tempat itu. maka aku tahu tentang kejadian itu dan melihat gurumu." "Kalau aku beritahukan." Tan Giok Cu menatapnya. kami sudah bangun." Hakim Souw mengangguk. maka mengundurkan diri untuk hidup bebas." souw Lan Ling menundukkan kepala. "Aku sudah mengundurkan diri darijabatanku. "Kakak Lan Ling." sahut pengemis tua "Kalau begitu. "Kapan guru mau bertemu ke dua orang tuaku?" "Sekarang. Engkau memiliki kepandaian tinggi.Pang. "Lan Ling. "Paman Tua adalah anggota Kay Pang?" "Dulu aku adalah Tetua Kay Pang." sahut pengemis tua itu singkat. "Engkau sungguh keterlaluan.. "sebab aku sudah tidak mau pusing akan urusan perkumpulan lagi.. kemudian berjalan ke luar hakim souw dan isterinya dengan wajah berseri-seri." Jilid 8 "Ayah.. lalu mengajak pengemis tua itu masuk ke rumah"silakan duduk guru. sudah .. "Sekarang sudah tidak. "oooh" souw Lan Ling manggut-manggut. "ya..

Tan Giok Cu berkata kepada Hakim souw"Paman. aku pasti mengajaknya ke mari." sahut Tan Giok Cu berjanji"Kakak Lan Ling pasti senang bertemu dia-" "Engkau jangan ingkar janji lho" "Jangan khawatir Kakak Lan Ling.. "Engkau tidak bisa tinggal di sini beberapa hari lagi?" "Maaf. di saat berlatih atau berada di mana pun." Souw Lan Ling girang bukan main. "Kalau aku sudah bertemu Han Liong. agar bisa sampai di gunung Bu Tong selekasnya.. aku akan melanjutkan perjalananku esok pagi-" "Esok pagi?" Hakim souw menatapnya.Maka aku harus berangkat esok. -ooo00000oooBab 15 Mengobati seorang Gadis Dengan Iweekang setelah meninggalkan Kuil siauw Lim sie.Di lembah itu terdapat sebuah gubuk. "Kenapa begitu cepat?" "Paman. maka tahu akan keberadaan kalian di dalam rumah. kapan kita akan berjumpa kembali?" tanya Souw Lan Ling dengan mata agak basah.Tidak bisa ditunda lagi" "Adik Giok Cu." souw Lan Ling mengangguk. Mulailah pengemis tua itu dan Hakim souw ber-sulang sambil tertawa gembira.barang tentu bisa melindungi ayah. "Itu yang kuharapkan. pengemis itu berpamit "Guru menginap di sini saja" ujar souw Lan Ling"Ha ha" Pengemis tua itu tertawa"Guru tidak biasa menginap di rumah mewah. sedangkan aku bisa mendengar dari pekarangan. "Engkau harus ingat satu hal." "Ayah." "Adik Giok Cu. setelah puas bersulang." "Pantas Guru ingin ke dalam rumah" ujar Souw Lan Ling..." ucap Tan Giok Cu. engkau harus selalu pasang kuping Engkau harus ingat itu" "Ya.. "Lan Ling" Pengemis tua itu menatapnya. Ha ha ha. Cepat ambilkan arak wangi" Nyonya souw segera ke dalam. seng Hwi mengajak Thio Han Liong ke dalamTerlihat seorang wanita tua yang rambutnya sudah putih . "Cianpwee" Hakim souw tersenyum.. "Bagaimana kalau malam ini kita bersulang bersama?" "Ha ha ha" Pengemis tua itu tertawa seraya berkata.. waktuku banyak tersita di situ. yang ternyata tempat tinggal seng Hwi dan ibunya. Adik Giok Cu" souw Lan Ling menggenggam tangannya erat-erat"Mudah-Mudahan kita berjumpa kembali secepatnya" Tan Giok Cu manggut-manggub Keesokan harinya berangkatlah gadis itu menuju gunung Bu Tong.Aku tidak akan ingkar janji-" "Terima kasih. Kakak Lan Ling. "Aku harus berangkat esok pagi. tak lama sudah keluar lagi dengan membawa arak wangi dan dua buah cangkir. namun gurunya itu sudah melangkah pergi sambil tertawa-tawa. Guru. seng Hwi mengajak Thio Han Liong ke sebuah lembah." souw Lan Ling menghela nafas panjang. "Kalian bisa mengintip dari dalam rumah. tentunya engkau tahu itu-" "Tapi -" souw Lan Ling ingin menahannya. "Hakim Souw" Pengemis tua itu tertawa.Pada waktu bersamaan..

bahkan telah melakukan perbuatan berdosa." Wanita itu menghela nafas panjang. "seng Hwi .." seng Hwi terisak-isak"Aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri. tidakmau berterus terang?" "ibu tidak mau merusak kesan baikmu terhadap ayahmu." jawab seng Hwi memberitahukan. "Bibi Tua" panggil Thio Han Liong. "Kenapa selama ini ibu membohong iku. ibu turut gembira." ujar Thio Han Liong membentahukan. "Kong Bun Hong Tio dan Kong Ti seng Ceng telah memaafkanmu-" "Tapi-. kemudian bangun dan duduk di pinggir tempat tidur. harap ibu menjawab dengan jujur. syukurlah engkau sudah punya kawan baik ibu..." "ibu. "Ngmm" Wanita tua itu manggut-manggut." Kemudian Thio Han Liong menutur tentang urusan seng Kun dengan Cia sun dan lain sebagainya... "seng Hwi.. Cia sun adalah ayah angkat orangtuaku. bagaimana urusanmu dengan pihak siauw Lim sie?" "Justru itu aku ingin bertanya kepada ibu. seusai Thio Han Liong menutur.. maka alangkah baiknya engkau ke siauw Lim sie untuk memohon pengampunan kepada Kong Bun Hong Tio-" ujar Thio Han Liong sambil tersenyum .semua terbaring di tempat tidur. lagipula ayahmu memang sangat menyayangi-mu.. tapi. engkau tahu salah berarti mau bertobat seperti kakekku itu." Wanita tua itu menatapnya"ibu" seng Hwi mendekatinya"Aku sudah pulang-" "seng Hwi" Wanita tua itu memandang Thio Han Liong. "sebetulnya ayahku orang baik atau orang jahat?" "Ayahmu." Air mata seng Hwi meleleh.. Aaahhh" "saudara Tua.-" Wanita tua itu tidak melanjutkan ucapannya melainkan menundukkan kepala. "ibu tidak tega menceritakan tentang semua kejahatan ayahmu.. Aku.. Wanita tua itu mendengarkan dengan wajah murung. ayahmu memang begitu" "Ha a a h ?" wajah Seng Hwi pucat pias... "Namaku Thio Han Liong.. oleh karena itu. karena aku telah membunuh begitu banyak Hweeshio yang tak berdosa-" "saudara Tua.. jangan membohongiku" "Engkau mau bertanya apa? Tanyalah" "ibu" seng Hwi menatap ibunya seraya bertanya.. oh ya. "Aaah " Wanita tua itu menggeleng-gelengkan kepala. aku telah banyak membunuh para Hweeshio siauw Lim Pay. sebab itu. rupanya ia menghendaki pemuda itu yang memberitahukan kepada ibunya"Bibi tua. "Kini hidupku telah hancur. itu akan menghancurkan hidupmu. "seng Hwi. wanita tua itu menghela nafas panjang. namanya Thio Han Liong. "Kenapa engkau menanyakan hal itu?" "sebab -" seng Hwi memandang Thio Han Liong." ujar Thio Han Liong."siapa anak muda tampan itu?" "Dia kawan baikku. ayahku bernama Thio Bu Ki..

" Thio Han Liong manggut-manggut." ujar Thio Han Liong." "Han Liong" Wanita tua itu memandangnya dengan mata basah"Kami sungguh telah berhutang budi kepadamu" "Bibi tua jangan berkata begitu Aku dan Saudara tua adalah kawan baiki tentunya harus tolong menolong. "Biar bagaimanapun engkau harus tinggal di sini beberapa hari" "Itu.Aku telah berhutang budi dan kebaikanmu. Thio Han Liong telah tiba di sebuah kota. Saudara tua" Thio Han Liong tersenyum. "Han Liong. "saudara tua." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala." ucap seng Hwi girang. mudah-mudahan aku dapat membalas kelak" "Jangan berkata begitu... "Hampir tiga puluh tahun aku belajar ilmu pukulan itu dan beberapa bulan lalu kitab itu telah kubakar.. aku mau pamit. aku jadi malu.... "Terima kasih-. beberapa tamu yang duduk di sebelahnya mulai bercakap-cakap dengan wajah serius. "saudara kecil." "Memang mengherankan. khususnya bagi keluarga yang punya anak gadis." "jangan menolak" "Tapi-" "Tidak ada tapi-tapian." Air mata wanita tua itu mulai meleleh. "Terima kasih."Saudara kecil. la mampir di sebuah rumah makan lalu memesan beberapa macam hidangan kepada pelayan.." "Mau berangkat sekarang?" "ya. tempat tinggal Tan Giok Cu. dosaku pasti bertambah. ." ucapnya dengan wajah berseri. "Saudara tua. Ketika ia mulai bersantap." seng Hwi menatapnya dengan haru. setiap gadis pasti jatuh sakit. -ooo00000oooDua hari kemudian. "Terima kasih atas petunjukmu. dari mana engkau belajar ilmu pukulan cing Hwee Ciang yang amat ganas itu?" "Aku belajar dari sebuah kitab pemberian ayahku. terima kasih. pokoknya engkau harus tinggal di sini beberapa hari" Thio Han Liong berpikir... Beberapa hari kemudian barulah berpamitan kepada seng Hwi dan wanita tua itu Kini ia melakukan perjalanan ke arah timur menuju desa Hok An." "saudara kecil. lama sekali barulah menganggukItu sangat menggirangkan Seng Hwi. Kalau tiada engkau." seng Hwi memberitahukan. "Aaaah" salah seorang tamu menghela nafas panjang.. "Di antara kita tiada hutang budi atau kebaikan. Tak disangka kota kita ini dilanda suatu bencana." "Tidak bisa" seng Hwi menggelengkan kepala. Thio Han Liong tinggal di gubuk itu. kemudian memandang seng Hwi seraya bertanya." "Bibi tua jangan terus mengucapkan terima kasih padaku.

tapi tidak pernah menyaksikan penyakit seaneh itu. di mana rumah hartawan itu?" "Tak jauh dari sini. "Bolehkah aku bertanya sesuatu kepada Paman?" "Mau bertanya apa." "setelah itu." "Maaf" Thio Han Liong segera menghampiri mereka. Anak muda?" "Putri hartawan Lim mengidap penyakit apa?" "Penyakit aneh." sambung yang lain. "Badannya panas. dihiasi pula dengan berbagai macam tanaman dan gunung-gunungan serta air teriun buatan. hanya puluhan depa lagi sampai di rumah hartawan Lim." "oh?" Thio Han Liong mengerutkan kening." "Terima kasih. "Paman.Aaah " Tabib itu menggeleng-gelengkan kepala"Mungkin hanya dewa yang dapat mengobatinya-" Tabib itu melangkah pergi. yang berdiri di situ. maka Thio Han Liong mendorongnya dan sekaligus masuk ke dalam. sebuah rumah yang amat megah dan mewah berdiri di situ dan dikelilingi tembok tinggi. namun masih sempat melirik Thio Han Liong. "Hartawan urn yang berhati-bajik serta sering menolong orang justru tertimpa bencana itu" "Betul. Paman"ucap Thio Han Liong. kemudian terus berjalan pergi lagi dengan kepala tertunduk"Eeeh?" Jongos tua itu terbelalak ketika melihat Thio Han . "Putrinya yang berusia tujuh belasan itu mulai mengidap penyakit aneh seperti anak gadis lain.Kebetulan pintu pagar luar tidak ditutup. la langsung menuju rumah hartawan urn. setelah itu menghilang entah ke mana. Kemudian ia membayar makanannya. sampai di prapatan belok ke kiri." tanya seorang tua berpakaian jongos"Apa-kah Nona kami tidak bisa diobati lagi?" "Sudah puluhan tahun aku menjadi tabib. sudah tiba di tempat tujuan. dan tak seberapa lama kemudian. Tiba-tiba pintu rumah itu terbuka." "Untung kita tidak punya anak gadis. Namun aku sangat prihatin menyaksikan para orangtua yang kehilangan anak gadisnya. mukanya agak kehijau-hijauan dan terus-menerus mengigau. "Ya. Tidak lama lagi putri hartawan Lim itu pasti gila dan akan hilang seperti anak gadis lain." "Aaah " Tamu itu menggeleng-gelengkan kepala. "Keluar dari rumah makan ini harus ke kanan. Perlahan-lahan Thio Han Liong berjalan ke rumah itu. Nah. yang tadi telah mendengar pembicaraan mereka." "Orang itu mengangguk"Bahkan kemudian akan hilang begitu saja. dan meninggalkan rumah makan itu. "Aku tidak mampu mengobatinya-" "Tabib. Pekarangan rumah itu luas sekali. dia akan menjadi gila dan bertenaga besar?" tanya Thio Han Liong." Orang itu menunjuk ke arah kanan.kemudian berubah gila dan bertenaga amat besar. dan tampak seorang tabib berjalan ke luar sambil menggeleng-geleng-kan kepala"Aaah " Tabib itu menghela nafas dan bergumam." sahut orang itu memberitahukan.

Tuan besar. namun kini sedang tertimpa musibah. "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut." kata wanita itu memberitahukan. jongos tua itu menundukkan kepala. beliau tidak akan membantumu-" "Paman tua " Thio Han Liong ingin menjelaskan maksud tujuan kedatangannya. Ah Liok bertanya. "Ya. bingung dan berduka sekali.. Pada saat bersamaan." "Paman" ujar Thio Han Liong cepat. kemudian mulutnya berkomat-kamit. engkau ke mari tidak pada waktunya. "Ini dari tuan besar. "Hartawan Lim sedang cemas. "Aku. "Ah Liok Ada apa?" tanya lelaki itu "Tuan besar." ucap Thio Han Liong lalu mengikuti jongos tua itu ke dalamsedangkan hartawan Lim masih berdiri di situ sambil memandang ke langit.usai ia bersantap ketika bangkit dari duduknya. Kata orang hartawan Lim berhati bajik dan suka menolong siapa pun. lalu mengajak Thio Han Liong masuk"Anak muda. sia-sialah engkau menemuinya untuk minta toiong.. aku sedang dalam perjalanan. lalu diberikan kepada Thio Han Liong. "Anak muda. "Anak muda ini-. maka ia ingin mengujinya. yang wajahnya tampak diliputi kecemasan dan kegelisahan." "Anak muda" Jongos tua itu menggeleng-gelengkan kepala." sahut Thio Han Liong sambil tersenyum.Lo Thian Ya (Tuhan) sungguh tidak adil" Thio Han Liong tidak menyahut. kenapa makanmu hanya sedikit?" "Paman tua.. sebab tidak tahu apa isinya. .." "Paman tua. Thio Han Liong dibawa oleh Ah Liok ke ruang makan. toiong antar aku menemui beliau" desak Thio Han Liong.. aku sudah kenyang.jongos tua itu segera menyajikan berbagai macam hidangan. sepertinya sedang berdoa. yang ternyata hartawan Lim... karena mendadak muncul seorang lelaki berusia lima puluhan. namun dibatalkannya karena tiba-tiba berkelebat suatu ingatan lain." Jongos tua itu mengangguk. terimalah" katanya... "Anak muda. cepat antar dia ke dalam dan berilah makan" pesan lelaki itu." ucapan jongos tua itu terputus. dan setelah itu ia menghela nafas panjang sambil bergumam. engkau. Thio Han Liong ragu-ragu menerima bungkusan itu. tapi kehabisan bekal dan sekarang aku lapar sekali-" "Ah Liok. "Aku ingin menemui hartawan Lim. "Bungkusan ini berisi dua puluh tael perak pemberian tuan besar untuk bekalmu dalam perjalanan..Liong"Anak muda. "Tuan besar begitu baik hatinya.la terus makan dan dalam hatinya sudah mengambil keputusan untuk menoiong putri hartawan Lim.saat ini hartawan Lim sedang dirundung duka. muncul seorang pelayan wanita membawa sebuah bungkusan. "sungguh baik hati hartawan urn Walau dalam keadaan cemas dan bingung. mari ikut aku ke dalam" "Terima kasih.

katanya mengerti sedikit ilmu pengobatan.. kami tiga turunan selalu berbuat kebaikan. Bagaimana? Apakah aku lulus?" "Paman. siapa engkau?" tanyanya." "Paman tua.. maka dia belum menerima uang pemberian Tuan besar untuk bekalnya dalam perjalanan. "Namaku Thio Han Liong. engkau" Hartawan Lim agak terbelalak"Ternyata engkau menguji hatiku dulu." ujar pelayan wanita itu "oh?" Hartawan Lim menatap Thio Han Liong dalam-dalam. "Ah Lioki cepatlah engkau pergi undang tabib lain" ujar hartawan Lim. . jangan bergurau" "siapa dewa muda?" Mendadak muncul hartawan Lim. semua tabib yang terkenal di kota ini sudah diundang ke mari.... "Jangan membuat tuan besar marah" "seandainya aku dewa muda?" ujar Thio Han Liong mendadak sambil tertawa kecil. kan?" Hartawan Lim menggeleng-gelengkan kepala seraya berkata. "Aku dengar Paman berhati bajik dan suka menoiong sesama." Thio Han Liong memberitahukan.beliau masih mau menoiong orang lain. kenapa engkau belum pergi?" "Tuan besar." "Maaf. "Bahkan mengaku dirinya dewa muda" "Ah Liok" Hartawan urn mengerutkan kening. dia tidak mau pergi-"Jongos tua memberitahukan. Aku ingin memeriksa putri hartawan Lim. kurang yakin itu. "Tuan besar. jangan mengganggu tuan besar lagi" "Paman tua. Aku dengar putri Paman sakit. Aku. tidak ada tabib tain lagi-" sahut jongos tua itu "Tuan besar. "Tabib yang berpengalaman puluhan tahun saja tidak sanggup mengobati nona kami-apalagi engkau. Paman" "Engkau belajar ilmu pengobatan dari siapa?" "Dari ayahku. "Apa?"Jongos tua itu melotot "Anak muda." "sudahlah" tandas jongos tua. tapi-.... toiong antar aku menemui hartawan Lim" desak Thio Han Liong. "sejak kecil aku sudah belajar ilmu pengobatan." "Maka engkau ke mari untuk menguji hatiku dulu. tapi sesungguhnya aku ingin memeriksa penyakit putri Paman itu" "Anak muda. "Eh? Anak muda. Aku harus menemui beliau. aku mengerti sedikit ilmu pengobatan. maka. ya. engkau terimalah pemberian tuan besar itu. "Anak muda. maka aku ke mari dengan alasan minta bantuan." "Engkau berasal dari mana?" "Kami tinggal di sebuah pulau di Laut utara. "Anak muda. "usiamu sudah enam puluh lebih. "Anak muda. anak muda ini ingin menemui Tuan besar. kemudian menggeleng-gelengkan kepala seraya berkata.. lalu lanjutkanlah perjalananmu. Kata tabib tadi.kecuali dewa." "Anak muda" jongos tua itu terbelalak. "sudahlah" Jongos tua itu menggeleng-Gelengkan kepala.. " wajah Thio Han Liong kemerah-merahan. Tuan besar"jongos tua itu menundukkan kepala.

Kini putriku malah mengidap penyakit aneh yang tiada obatnya. Lo Thian ya (Tahan) sungguh tidak adil" "Paman." ujar pelayan wanita yang masih memegang bungkusan itu "Anak muda ini telah menguji hati Tuan besar. "Eeeh?" Jongos tua menengok ke sana ke mari. mudah-mudahan engkau sanggup mengobati putriku" Di saat bersamaan. "Dewa muda" sambung pelayan wanita"Jangan marah kepada Tuan besar kami. cemas dan duka" "Ht hi hi" Thio Han Liong tertawa geli. sekarang menyahut mengeluarkan Iweekang maka suaranya bergema dan terdengar begitu nyaring. kenapa Tuan besar tidak menyuruhnya memeriksa penyakit Nona?" "Dasar kalian berdua sudah tua" "Paman" Mendadak badan Thio Han Liong bergerak cepat dan dalam sekejap ia sudah menghilang. aku bukan dewa muda." Jongos tua itu terbelalak dan nyaris berlutut di hadapan Thio Han Liong"Paman tua. aku sudah tidak keail lagi.kemudian mendadak berkelebat bayangannya di hadapan mereka-" "Dewa muda .manggut.namun setiap turunan hanya punya seorang anak. Thio Han Liong mengikutinya dari belakang.karena usiaku sudah enam belas. Kini sudah ada tabib kecil berdiri di sini.namun kepandaianmu sudah begitu tinggi. "Dewa muda Toiong perlihatkan dirimu dan cepatlah toiong nona kami yang sudah sekarat" ucap jongos tua itu. "Hilang ke mana anak muda itu? Kok bisa hilang mendadak? Janganjangan dia siluman?" "Paman tua." Hartawan Lim menghela nafas panjang." ujar Thio Han Liong sambil tertawa "Aku anak muda-" "Han Liong " Hartawan Lim menatapnya d eng a n penuh perhatian. "sudahlah Engkau boleh pergi" "Paman. "Ayoh-lah Mari ikut aku ke kamar putriku. namun tidak kelihatan orangnya. bagaimana giliran Tuan besar menguji ilmu pengobatannya? siapa tahu justru dia yang mampu mengobati Nona.." sela jongos tua itu "Tadi Tuan besar menyuruh aku pergi mengundang tabib lain. . mudah-mudahan aku sanggup mengobati penyakit putri Paman itu" ucap Thio Han Liong. lalu bergegas-gegas ke kamar itu. "Ngmmrn" Hartawan Lim manggut." "Itu " Hartawan Lim masih tampak ragu. begitu pula jongos tua dan pelayan wanita itu.sebab Tuan besar kami dalam keadaan bingung." Thio Han Liong memberitahukan. aku bukan siluman. mendadak terdengarlah jerit tangis di dalam. "Tuan besar." "Paman. melainkan dewa muda yang main ke mari" terdengar suara sahutan nyaring. Ternyata tadi Thio Han Liong menggunakan ilmu ginkang melesat ke belakang gorden.!.. " "Tuan besar.. sebuah kamar sehingga membuat wajah hartawan Lim langsung berubah. "Engkau masih kecil. "Engkau masih kecil.

dia. Tak seberapa lama. "Ayah ibu" panggilnya dengan suara lemah." sahut nyonya hartawan Lim sambil membelainya." "oh?" Lim Mei Suan memandangnya. ia maju menghampirinya. Wanita itu memeluk putrinya sambil menangis gerung-gerungan.Di saat itulah jongos tua cepat-cepat menyodorkan baskom tembaga ke arah mulut gadis itu "Uaaakh uaaaakh uaaaaakh " Gadis itu memuntahkan darah kental yang kehijau-hijauan. Gadis itu menoleh kepalanya memandang ke dua orangtuanya. "Nak ..." Gadis itu menangis tersedu-sedu. aku sudah mengambil baskom-" "sebentar lagi nona pasti muntah.. Berselang beberapa saat kemudian.» aku takut... Kakak" ujar Thio Han Liong sambil tersenyum lembut.. lalu memeluknya erat-erat. Nak. dia sudah meninggal" "Hah?" Wajah hartawan Lim puaat pias. Kemudian di tempatkannya sepasang telapak tangannya di punggung gadis itu. "Maaf" ucapnya dan segera memeriksa gadis itu.. "Dewa muda. begitu pula jongos tua dan pelayan wanita itu Perlahan-lahan Thio Han Liong menurunkan sepasang telapak tangannya. "oh... "Dia bernama Thio Han Liong. Tak lama ia sudah kembali denganmembawa sebuah baskom tembagu. "Suamiku." Nyonya hartawan Lim langsung mendekatinya." Berselang beberapa saat kemudian gadis itu berhenti memuntahkan darah. "Engkau... itu sungguh mengejutkan gadis bernama Lim Mei suan itu." Jongos tua itu segera pergi mengambil baskom. yang wajahnya tampak puaat kehijau-hijauan. "Nak" Hartawan Lim tersenyum. aepat ambilkan sebuah baskom" "ya. setelah itu. "Paman tua. "Ibu Siapa dia?" "Dia. Thio Han Liong meloncat turun.." "Jangan takut." Nyonya hartawan Lim memandang suaminya. yang mengobatimu barusan. Paman tua harus cepat menyodorkan baskom itu ke mulutnya.. putri kita.. sekaligus mengerahkan Ktu yang sin Kang ke dalam tubuhnya." Air mata nyonya hartawan Lim berlinang-linang seraya berkata dengan terputus-putus." pesan Thio Han Liong. "ibu. Thio Han Liong terus menatap gadis yang berbaring di tempat tidur. "uaaaakh-. lalu meioncat ke atas tempat tidur. aku.. ia bergerak mengangkat gadis dan mendudukkannya.yang menangis itu ternyata nyonya hartawan Lim." "Jangan takut. ibu dan ayah berada di sampingmu.. Setelah menatap sejenak. Thio Han Liong berkata kepada jongos tua. engkau. wajah gadis yang puaat kehijauhijauan itu mulai berubah merah dan bibirnya pun bergerakgerak lalu membuka mulutnya lebar-lebar. .. "Putri kita. "Kenapa Mei suan?" tanya hartawan Lim aemas. anakku" "ibu.Hartawan Lim dan isterinya saling memandang.

"Kakak ingat apa yang terjadi ketika Kakak mau sakit?" tanya Thio Han Liong lagi sambil menatapnya dengan penuh perhatian." "Tentu. kemudian diberikan kepada hartawan Lim. siapa yang menyebarkan racun itu siapa yang terkena racun itu. kemudian terdengar pula suara angin mendesir-destr.engkau mampu menyembuhkan penyakit putriku.. akan menjadi gila. kemudian segera pergi membeli obat.. Aku justru masih tidak habis pikir. pasti ada yang menculik-" "Kalau begitu. "Ah Lioki cepatlah engkau pergi beli obat" artawan Lim menyerahkan resep obat itu.kemudian memandang ke atas meja. aku tidak ingat apa-apa lagi. Tapi tidak mungkin hilang begitu saja.. "ya. sebetulnya penyakit apa?" tanya hartawan Lim." "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut. Tuan besar. "Han Liong." uaap Lim Mei Suan. "Tapi engkau mampu menyembuhkan penyakitku. Thio Han Liong tersenyum lagi. "Han Liong. begitu banyak anak gadis mengidap penyakit ini. "Melainkan semacam racun. betulkah engkau Dewa muda?" "Kakakl" Thio Han Liong tertawa kecil." sahut jongos tua sambil tertawa gembira.aku yakin penjahat itu akan ke mari. oleh karena itu." ucap hartawan Lim sambil menerima resep obat tersebut." "Dewa muda. "Kakak" Thio Han Liong menatapnya. "Bukan penyakit" Thio Han Liong menjelaskan." jawab Lim Mei suan." ujar hartawan Lim dengan kening berkerut"Itu pasti perbuatan penjahat-" "Tidak salah. itu memang perbuatan kaum penjahat" Thio Han Liong manggut-manggut.. "sejak kapan engkau menderita penyakit ini?" tanyanya. setelah itu. karena kondisi badanmu masih lemah sekali. "Dalam beberapa malam ini." "Dewa muda?" Lim Mei Suan tertegun." jongos tua menerima resep obat tersebut. tapi masih harus makan obat. tapi langsung dipotong oleh hartawan Lim." "oh?"Lim Mei Suan kurang peraaya. Adik Han Liong. "Kalau tidak salah." ucap Thio Han Liong sungguh-sungguh. "Sebab dia Dewa muda." Lim Mei suan mengerutkan kening. "Tak disangka sama sekali. "Adik Han Liong. suruh orang beli obat tiga bungkus Setelah Kakak makan obat ini pasti pulih kesehatannya. Thio Han Liong segera membuka resep. malam itu aku mendengar suara suling yang bernada aneh." "Terima kasih."Kini Kakak sudah sembuh. "Tidak begitu ingat. terima kasih." Hartawan Lim menatapnya strata bertanya "Perlukah aku mengundang beberapa piauwsu (Pesilat . "Paman." Jongos tua itu ingin mengatakan sesuatu. pit dan tinta Tionghoa berwarna hitam. "Bagaimana mungkin aku Dewa muda? Aku cuma seorang anak muda biasa.. "Belum lama. yang kebetulan di sana tersedia kertas. aku akan menempati kamar ini" "Han Liong. Kakak harus pindah ke kamar lain. kira-kira beberapa hari lalu.

" "Apakah tiada obat penawar racun itu?" "Ada" Thio Han Liong mengangguk.. Nyonya hartawan Lim memandang Thio Han Liong seraya bertanya. panggil saja namaku" "Ya. "Engkau berasal dari kota mana dan siapa ke dua orangtuamu?" "Aku berasal dari sebuah pulau di Laut utara. lalu mulai mengobrol lagi." "Sudah impas.. kemudian aku menolong Kakak Mei suan.. Thio Han Liong memberitahukan cara-cara menggodok obat itu "dimasak sampai kering obat itu. "Ayahmu orang yang baik hati. "oh ya. Nah. "Jangan memanggilku dengan Dewa muda. "Kami berhutang budi kepadamu. tadi engkau menggunakan cara apa untuk membuat putriku memuntahkan racun itu?" "Aku menggunakan Iweekang. Kalau sudah lewat beberapa hari. "Terima kasih atas pertolonganmu yang telah menyelamatkan nyawaku." Jongos tua segera pergi untuk menggodok obat itu "Han Liong" Hartawan Lim memegung bahunya seraya berkata.tentunya kalian pasti dilindungi Thian yang Maha Kuasa" Di saat mereka sedang bercakap-cakap.manggut. Kakak Mei Suan pasti tidak tertolong lagi" Nyonya hartawan Lim manggut.. aku telah berhutang budi kepadamu" "Jangan berkata begitu. Kakak" Thio Han Liong tersenyum. "Han Liong. lama sekali barulah membuka mulut. namaku Thio Han Liong." ucap urn Mei Suan.PenjualJasa) untuk membantumu?" "Tidak perlu" Thio Han Liong menggelengkan kepala." sahut Thio Han Liong sambil tertawa"Sudah impas?" Hartawan Lim tercengang"Apakah yang sudah impas?" "Tadi aku makan di sini. "Sebab kalau aku tidak menggunakana Iweekang. "Tapi begitu terkena raaun itu. Sementara nyonya hartawan Lim terus mendengarkan dan memandang Thio Han Liong dengan kagum. . harus segera diberikan obat penawarnya. aku. Bibi/ Thio Han Liong memberitahukan.Maka tadi aku menggunakan Iweekang untuk mendesak raaun itu keluar dari mulut Kakak Mei Suan" "Adik Han Liong. harus ditunggu" pesannya." jawab Thio Han Liong. muncullah jongos tua membawa tiga bungkus obat. "Dewa muda. "ya. lebih baik kita mengobrol di ruang tengah-" Mereka menuju ruang tengah. ke dua orangtuaku melarangku menyebut nama mereka.. bukankah sudah impas?" "Han Liong. tiada gunanya. bagaimana cara menggodok obat ini?" tanyanya"Paman tua" Wajah Thio Han Liong kemerah-merahan." Hartawan Lim menggeleng-geleng-kan kepala." Jongos tua itu mengangguk.

maka alangkah menggembirakan kalau engkau tinggal di sini beberapa bulan sebagai adikku. "Han Liong. bahkan terganggu pula oleh datangnya haid yang tidak cocok.. peranakan Bibi tidak kuat. Thio Han Liong segera membuka resep obat.mudah-mudahan Babi bisa punya anak lelaki" "oh?" Wajah nyonya hartawan Lim langsung berseri.. tidak akan mengganggu perjalananmu kan?" ujar Ltm Mei suan sambil tersenyum. Kenapa ibumu tidak mau punya .. "Han Liong." "Kenapa?" Thio Han Liong heran.." ujar Lim Mei suan sungguh-sungguh. "Aku belajar dari ayahku." Nyonya hartawan Lim memberitahukan. kalau isteriku bisa hamil lagi. Kata tabib. engkau boleh tinggal di sini mengajar Mei suan ilmu silat. "Betul. lagipula membutuhkan waktu. Sejak kecil aku sudah mulai belajar ilmu pengobatan dan mengenai racun." Thio Han liong tampak ragu. Hartawan Lim langsung menyuruh salah seorang pelayannya untuk pergi membeli obat "Han Liong." sahut Thio Han Liong sambil menggelengkan kepala. Engkau boleh tinggal di sini. "Tidak gampang belajar ilmu silat... "Kata tabib memang tidak salah. "Bibi. "Aku tidak bisa punya anak lagi. padahal ibumu masih muda dan bisa punya anak lagi lho." Hartawan Lim memandangnya. "Bolehkah engkau mengajarku ilmu silat?" tanya Lim Mei suan mendadak. peranakanku tidak kuat. "oh?" Thio Han Liong menatapnya. kan?" Thio Han Liong mengangguk. ." wajah nyonya hartawan Lim agak kemerahmerahan. "Aku akan coba mengobati Bibi.manggut." Thio rtan Liong memberitahukan... "Kakak Mei suan.. "Kalau begitu engkau pasti mengerti ilmu silat. "Tinggal di sini beberapa bulan.." sela hartawan um." "Han Liong. anak lagi?" "Han Liong. maka akan menyebabkan keguguran apabila aku hamil lagi. Thio Han Liong segera memeriksa nadi wanita itu Berselang beberapa saat kemudian ia manggut-manggut seraya berkata. ya." "oooh" Nyonya hartawan Lim manggut." tanya nyonya hartawan Lim penuh harap. "Itu. "usiaku sudah hampir empat puluh tahun lagipula. "Pantas engkau begitu hebat" "Adik Han Liong" Lim Mei Suan menatapnya dengan tersenyum. aku masih harus melanjutkan perjalanan.. bolehkah aku periksa nadimu? " "silakan" sahut nyonya hartawan Lim.. lalu diberikan kepada hartawan Lim. aku tidak punya adik. aku.aku.."Engkau belajar ilmu pengobatan itu dari siapa?" tanya nyonya hartawan urn lagi." "Kakak Mei Suan-." "Paman. "Apakah aku masih bisa punya anak?" "Mudah-mudahan"jawab Thio Han Liong." "Itu tidak apa-apa.

Thio Han Liong pun melesat pergi untuk menyusul mereka. karena ke dua orang itu tampak tak berperasaan dan tatapan mata mereka kosong seakan terpengaruh semacam ilmu hitam. Begitu suara suling mengalun. namun begitu sampai di luar. tampak dua sosok bayangan berkelebat ke dalam dan langsung menuju tempat tidur. Thio Han Liong cepat-cepat membaringkan dirinya. Ke dua orang itu terkejut. "Di mana gadis itu? Kami harus membawanya pergi Di mana gadis itu?" yang satunya mendekati Thio Han Liong. kemudian balas menyerang dengan Kian Kun Taylo le. ke dua orang itu melesat pergi melalui jendela. nada suling itu berubah. Mereka mengenakan pakaian serba merah."Paman. Pemuda itu tidak tidur. "Di mana gadis itu?" tanya salah seorang dari mereka. "siapa kalian?» bentak Thio Han Liong. Thio Han Liong menempati kamar Lim Mei suan. Berselang beberapa saat kemudian. Thio Han Liong berdiri termangu-mang u di situ la tidak habis pikir. itu membuat sekujur badannya merinding. Kemudian ia mendengar suara desiran angin. Kreeeek Daun jendela di kamar itu terbuka perlahan. wajah mereka pun merah menyeramkan. "siapa kalian?" Thio Han Liong mencoba bertanya lagi. melainkan duduk bersila di tempat tidur. terdengar lagi suara suling yang bernada aneh itu. Cukup lama Thio Han uong berdiri. telah menimbulkan suara hiruk pikuk.jangan bilang berhutang budi lagi" ujar Thio Han Liong. "Aku mahir ilmu pengobatan." "Han Liong" Hartawan urn tampak terharu sekali"Engkau memang anak baik-" -ooo00000oooMalam harinya.Ke dua orang itu bertambah ganas menyerang Thio Han Liong. Thio Han Liong terpaksa mundur selangkah sambil mengerahkan Kiu yang sin Kang. segeralah ia mengerahkan Kiu yang sin Kang dan setelah itu rasa pusing di kepalanya mulai hilang. membuat kepalanya terasa pusing sekali. maka harus kugunakan untuk menolong sesama. sayup-sayup didengarnya suara sultng yang bernada aneh. namun matanya mengarah ke jendela-itu. tiada seorang pun berada di kamar itu Padahal tadi ketika bertarung dengan ke dua orang itu. Di saat itulah secara mendadak Thio Han Liong meioncat bangun. ke dua orang itu telah lenyap ditelan kegelapan malam. kelihatannya sama sekali tidak menghiraukan nyawa sendiri. la terheran-heran. Ketika mulai larut malam. yang suaranya mempengaruhi ke dua orang tersebut. setelah daun jendela itu terbuka. tapi kenapa tiada seorang pun yang bangun? Mendadak Thio Han liong .lahan. "Di mana gadis itu?" Thio Han Liong memperhatikan mereka. Thio Han Liong berkelit ke sana ke mari. lalu kembali ke dalam kamar melalui jendela itu Akan tetapi. siapa ke dua orang itu dan siapa peniup suling.. Di saat bersamaan. bahkan terdengar pula suara ioiongan anjing. mendadak ke dua orang itu berubah beringas dan sekonyong-konyong mereka menyerang Thio Han Liong dengan pukulan yang mematikan.

" Hartawan Lim menatapnya dengan penuh rasa terima kasih"Engkau sungguh pintar. ke dua orangtuamu sudah bangun?" tanyanya." "Han Liong... "Engkau tinggal di sini beberapa bulan. Tok Tok Tok Terdengar suara ketukan pintu... Tak lama kemudian. yakni suara suling itu Mungkin seisi rumah itu telah terpengaruh oleh suara suling itu.. sekaligus mengajar ." "oh?" Air muka hartawan Lim berubah"Ke dua penjahat itu bermaksud menculik Mei suan?" "Ya-" Thio Han Liong mengangguk "Ke dua penjahat itu berpakaian serba merah dan wajah mereka tampak merah sekali. ke dua orangtua Lim Mei suan langsung tersenyum. sehingga semuanya menjadi pulas sekali. engkau yang menempati kamar itu" "Aku sudah menduga akan hal ini. "Aku" "oh. menyuruh Mei suan pindah ke kamar lain." ujar Thio Han Liong. Paman" Thio Han Liong tersenyum. Mari kita ke sana" "Baik-" ujar Thio Han Liong kemudian mengikuti Lim Mei suan ke ruang tersebut. "Kakak Mei suan. "Karena semalam Adik Han Liong bertarung dengan dua orang.tersentak karena teringat akan satu hal.Begitu melihat Thio Han Liong.... kelihatannya mereka dikendalikan oleh suara suling. la duduk dipinggir tempat tidur dan terus berpikir mengenai ke dua orang itu serta suara suling tersebut. tentunya aku sudah diculik" Thio Han Liong tersenyum.Adik Han Liong" sahut Lim Mei suan sambil tersenyum lembut. Kemudian ia terbelalak karena melihat kamar itu berantakan tidak karuan. "Kenapa kami sama sekali tidak mendengar suara apa pun?" "Karena terpengaruh oleh suara suling itu. siapa ke dua penjahat dan siapa peniup suling itu" "Heran?" gumam hartawan Lim. sehingga lelap semua dalam tidur. "siapa?" Kata Thio Han Liong. "Mereka sedang duduk di ruang tengah. hari pun mulai terang... Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala... bagaimana tidurmu semalam? Bisa pulaskah?" tanya hartawan Urn. Kakak Mei suan" Thio Han Liong segera membuka pintu kamar itu "selamat pagi-Kakak Mei suan" "Pagi." Hartawan Lim menatapnya dengan penuh harap." Thio Han Liong memberitahukan tentang kejadian itu "Haah?" Wajah LimMeisuan berubah pucat "Kalau aku yang berada di dalam kamar ini. maka tidak mendengar suara apa pun. "Ah? Kenapa kamar ini berantakan?" "semalam aku bertarung dengan dua orang. "Han Liong. "Maka menyuruh Kakak Mei sudah pindah ke kamar lain. "Kamar itu berantakan" sahut Lim Mei suan memberitahukan. "Han Liong. "sudah" Gadis itu mengangguk. Aku justru tidak habis pikir.

. oleh karena itu... berseri"Bibi. "Dasar goblok" Nyonya hartawan Lim melotot. Ternyata Thio Han Liong mengajarnya Kiu Im Pek Kut jiauw. Aku akan membuka resep obat. " "Tidak datang apa?" tanya hartawan Lim heran sambil memandangnya. urn Mei suan telah berhasil menguasai ilmu silat yang diajarkan Thio Han Liong."Tentunya tidak datang bulan-" "oh? Apakah». "Han Liong. kalau engkau tidak terpaksa janganlah mengeluarkan ilmu silat itu" "Ya." "Adik Han Liong." Thio Han Liong mengangguk"Kapan engkau akan melanjutkan perjalananmu?" "sekarang. selama itu. usai makan mereka duduk di ruang tengah sambil bercakap-cakap. Kakak. "Mudah-mudahan anak lelaki Ha ha ha». kami sekeluarga pasti kecewa sekali. jangan begitu cepat" "Kakak Mei suan. maka. sudah dua bulan lebih aku tingoal di sini.-" Wajah hartawan Lim..aku sudah dua bulan tidak datang.Mei suan ilmu silat" "Itu. lalu memandang Lim Mei suan seraya berkata." "Apa?" Lim Mei suan terbelalak"sekarang? Kenapa begitu cepat? Adik Han Liong. lalu memeriksa nyonya hartawan Lim dengan teliti sekaliKemudian ia manggut-manggut seraya berkata sambil tersenyum.. "Kalau engkau menolak." ujar Thio Han Liong." ucap Lim Mei suan sambil tersenyum.biar aku periksa sebentar. untuk memperkuat kandungan Bibi." "Ha ha ha" Hartawan Lim tertawa gembira. "Kami sangat berterima kasih kepadamu." ucap nyonya hartawan urn. "Engkau boleh menjadi tabib khusus kandungan lho-" "Kakak Mei suan." "Adik Han Liong" Lim Mei suan tertawa..." Thio Han Liong tersenyum.." Thio Han Liong manggut-manggut "Bibi sudah hamil dua bulan." Lim Mei suan mengangguk "Kini Bibi sudah hamil. terima kasih. "Engkau ingin berpamit kan?" "Ya. "Kuucapkan selamat kepada Paman dan Bibi" "Han Liong" tanya hartawan Lim kurang percaya. "Ilmu silat yang kuajarkan itu sangat lihay dan dahsyatsetiap jurusnya pasti mematikan pihak lawan. "Apakah isteriku telah hamil?" "Betul." "Adik Han Liong" Lim Mei suan menatapnya dalam-dalam." "Baiklah-" Thio Han Liong mengangguk"Terima kasih." "Bibi-. Adik Han Liong. Dua bulan lamanya Thio Han Liong tinggal di rumah hartawan." Wajah Thio Han Liong agak kemerahmerahan.. engkau jangan menolak" ujar Lim Mei suan.Tiba-tiba nyonya hartawan Lim berkata dengan suara rendah"Aku." .. Hari itu.Mei Suanpun sudah menguasai ilmu silat yang kuajarkan..

yang bagian dada terdapat sulaman gambar seekor naga hitam. Thio Han Liong berpamit Hartawan Lim masih berusaha menahannya." "Begini. "Kakak Mei suan" Thio Han Liong tersenyum. kapan engkau akan ke mari menengokku lagi?" tanya Lim Mei suan dengan mata basah. jangan menggangguku" ujaHan Giok Cu"Aku tidak mau melukai kalian" "Gadis cantik" Pemimpin itu menatapnya dengan penuh hawa nafsu. "Mau apa kalian?" "Ha ha ha" Pemimpin itu tertawa gelak."Gadis cantik. "Kepung gadis itu" Para anak buahnya langsung mengepung Tan Giok Cu. setelah Thio Han Liong tidak kelihatan. sampai jumpa" "Adik Han Liong. Dua orang di antara mereka pernah akan membunuh Hakim souw. selamat jalan" ucap urn Mei suan dengan air mata meleleh deras"Jangan lupa ke mari lagi menengokku" "ya-" Thio Han wong tersenyum. "Adik Han Liong. tidak boleh dkunda-tunda lagi. "Kini sudah waktunya aku melanjutkan perjalananku. Ternyata mereka para anggota He Liong Pang. "Tuh" Salah seorang dari mereka menunjuk Tan Giok Cu. dan gadis itu segera meloncat turun dari punggung kudanya"Hmm" dengusnya dingin. "Aku pasti ke mari menengokmu kelak-" "Jangan bohong ya?" "Ya" Thio Han Liong mengangguk"Kakak Mei suan.ujar Thio Han Liong. . begitu pula lim Mei suan. Tan Giok Cu terus melanjutkan perjalanannya menuju ke gunung Bu Tong dengan menunggang kudanya. "Lusa saja engkau melanjutkan perjalananmu." Thio Han Liong menganggukDua hari kemudian. Ketika berada di tempat sepimendadak muncul belasan orang berpakaian serba putih. aku dengar kepandaianmu lihay sekali Karena itu. ini permintaan kami. aku ingin mencobanya" "Lebih baik kalian pergi."Gadis itu baru berusia belasan. lalu melangkah pergi.Thio Han Liong terus menolak secara halus. bagaimana mungkin dapat mengalahkan kalian bertiga?" "Dia lihay sekali." ujar hartawan Lim mengusulkan. Hartawan Lim memberikannya beberapa ratus taelperaki sedangkan urn Mei suan mengantarnya sampai di luar rumah. Akan tetapi." "Baiklah. barulah oadis itu kembali masuk ke rumah"ibu." Lim Mei suan memeluk ibunya sambil menangis"Dia dia sudah pergi-entah kapan dia akan ke mari menengokku?" -ooo00000ooo Bab 16 Tewas Terkena Pukulan Aneh setelah meninggalkan rumah Hakim souw." bisik si Hidung Besar itu "Ilmu pedangnya sangat hebat-" "Ngmm" Pemimpin itu manggut-manggut lalu berseru. "Gadis itu mengalahkan kami bertioa-" "oh?" Pemimpin mereka terbelalak.

dan berdiri mematung di tempat. lalu berjalan pergi dengan badan agak sempoyongan dan ditkutipara anak buahnya dari belakang. Begitu melihat pemimpinnya terluka. kemudian terdengarlah suara jeritan yang menyayatkan hati"Aaakhi. tapi gadis itu menangkis dengan pedang pusakanya."serang dia" Para anak buahnya langsung menyerang Tan Giok Cu dengan berbagai macam senjata. akhirnya terjadi pertarungan. aku datang membantumu" "Terima kasih" sahut Tan Giok CuPedang di tangan pemuda itu berkelebat ke sana ke mari."Gadis cantik lebih baik engkau menyerah Kalau tidak. Mereka menghadangku di sini. mereka langsung berhenti menyerang Tan Giok Cu. ternyata sebelah lengannya telah kutung dan darah bCQar. bukankah lebih baik engkau bersenang-senang denganku? ya. Terjadilah pertempuran yang amat seru dan tegang di antara mereka berdua. yang ternyata seorang pemudaTanpa berkata sepatah katapun.. Mulailah ia mengeluarkan ilmu pedang Giok Li Kiam Hoat. terjadilah pertempuran yang amat dahsyat. setelah itu. ia langsung menyerang para anggota Hek Liong Pang itu dengan sengitnya"Nona" seru pemuda itu-"Jangan khawatir. "Cepatlah kalian enyah dari sini" bentak pemuda itu "sebutkan namamu. tapi aku berhasil . "Ha ha ha" Pemimpin itu tertawa terbahak-bahak." "Bagus Kelak kita akan berjumpa lagi" ujar pemimpin itu.v""[ja pun mengucur deras.Berselang beberapa saat. Teang Teang. Di saat bersamaan. "Nona. sobat" sahut pemimpin itu dengan wajah pucat pias dan meringis-ringis menahan sakit. tubuhmu yang mulus itu pasti terluka" "Hmm" dengus Tan Giok Cu. "Ha ha ha" Pemuda itu tertawa gelak lalu memandang Tan Giok Cu seraya bertanya. kemudian balas menyerang dengan sengit. sehingga terdengarlah suara benturan senjata yang amat nyarlng. kan?" "Diam" bentak Tan Giok Cu gusar sambil menghunus pedangnya."Dari pada engkau mati di ujung pedangku." Tan Giok Cu memberitahukan.maka Tan Giok Cu agak kewalahan.. siapa engkau dan kenapa bertempur dengan para anggota Hek Liong Pang itu?" "Namaku Tan Giok Cu. "Aku bernama ouw yang Bun. mendadak berkelebat sosok bayangan ke arena pertempuran itu. "Ha a a h ?" Betapa terkejutnya pemimpin itu Kemudian ia memekik keras sambil menyerang pemuda itu dengan pedangnya"Bagus" Pemuda itu tertawa sambil berkelit. Para anggota Hek Liong pang itu berkepandaian cukup tinggi. "Kalian sungguh jahat ini aku terpaksa membunuh kalian" "Ha ha ha" Pemimpin itu tertawa gelak." Pemimpin itu menjerit kesakitan. "Belum lama ini ada tiga anggota Hek Liong Pang ingin membunuh Hakim souw. kemudian terdengarlah suara jeritan di sana sini pula dan tampak beberapa anggota Hek Liong Pang terkapar bermandi darah.

. janganjangan auruvAU mayat hidup?" "Betul. "Nona Giok Cu. ouw yang Bun memandangnya seraya bertanya. "Jangan takut. kenapa engkau tidak menanyakan namaku?" "Kenapa aku harus menanyakan namamu?" Tan Giok Cu balik bertanya dengan nada heran.\Ar\A." "Engkau fAariyicrp. Guruku memang mayat hidup.\fl" mana?" "Wauruav^ Kuburan Tua. secara tidak langsung kini pihak Hek Liong Pang telah memusuhimu. Nona. guruku adalah Tong Koay-Oey su Bin. Engkau takut?" "Mayat hidup yang cantik jelita. Nona Dia adalah guruku yang suka menakuti anak kecil.menyelamatkannya." "oooh" Tan Giok Cu manggut-manggut." "Hah?" ouw yang Bun terbelalak. "Namaku ouw yang Bun." sahut Tan Cu dan menambahkan. "Lho?" Pemuda itu tertegun. siapa namamu?" "Kenapa seperti dipaksa sih?" Pemuda itu menggaruk-garuk kepala. tentunya aku tidak takut-" ouw yang Bun tertawa. usiaku delapan belas tahun. "sebab guruku tinggal di dalam kuburan tua. "Aku tidak pernah mendengar tentang perguruan itu Kuburan Tua. la merasa tidak enak kalau menolaki karena pemuda itu telah membantunyaMereka berdua duduk di bawah pohon.. "Bagaimana kalau kita mengobrol sebentar di bawah pohon?" "Baiklah-" Tan Giok Cu mengangguk. "Nona Giok Cu" Ouw yang Bun menatapnya sambil tersenyum." "siauw Koay (siluman Kecil).Itu memang kebiasaan buruk guruku... "Engkau juga pernah tinggal di dalam kuburan tua?" "Ya. Maka seharusnya engkau menanyakan namaku. "Aku telah menolongmu. siapa gurumu?" "Guruku Bibi sian sian. sudah yatim piatu. "Ha ha ha " "Ha ha ha Hu hu hu Htk hik hik" Terdengar suara tawa yang aneh "He he he " "siapa?" Bentak Tan Giok Cu sambil bangkit dari tempat duduknya lalu menengok ke sana ke mari sekaligus meraba gagang pedang pusakanya." "Iiiih" ouw yang Bun tampak merinding. Ternyata begitu. "Aku telah menolongmu.a. kemudian memberitahukan."Hah?" ouw yang Bun tersentak"jangan-jangan engkau juga mayat hidup?" "Hi hi hi" Tan Giok Cu tertawa cekikikan saking geli"Aku memang mayat hidup." Tan Giok Cu mengangguk. jadi kita pun sudah menjadi teman." "Kalau begitu. engkau harus berhati-hati" "ya" Tan Giok Cu mengangguk "Eh?" Pemuda itu terbelalak.. yang tidak lain . engkau berani mencela gurumu?" Mendadak muncul seorang tua." "oooh" Pemuda itu manggut-manggut.

" "Dia mengaku sendiri.Ternyata kita satu keluarga Ha ha ha. maka aku turun tangan menoiongnya" sahut ouw Yang Bu sambil tertawa." ouw yang Bun mcnyengir." ouw Yang Bun mengangguk"Gadis cantik" Tong Koay menatapnya dengan penuh perhatian. "Aku siluman Kecil. Ayoh kita ke Kotaraja" "Tidak mau ah" ouw yang Bun menggelengkan kepala. namun justru paling takut menghadapi gurumu." "oh?" Tong Koay mengerutkan kening. Mana ada oadis uang akan jatuh cinta kepadamu? Gadis itu begitu cantik dan lemah gemulai." tanya ouw yang Bu"Ada urusan apa sehingga membuat guru rhati-matian mencariku?" "Mau mengajakmu pergi makan enak" sahut TOng Koay"Ke dapur istana menyantap hidangan-hidangan kaisar?" tanya ouw yang Bun.. "Apa?" TOng Koay melotot. kepalaku langsung pusing tujuh keliling-" "Memangnya kenapa?" tanya Tan Giok Cu heran. Cianpwee-" Tan Giok Cu mengangguk.. "Cengar-cengir" TOng Koaw melotot.. "Betul. "Guru" panggil ouw yang Bun sambil tertawa.. Ya." jawab ouw yang Bu. "setengah mati aku mencarimu.sedangkan nona ini adalah mayat hidup. engkau malah berduaan dengan gadis itu di sini" "Guru. lalu berlari ke belakang Tan Giok Cu.adalah TOng Koay-Oey su Bin. kalau aku melihat gurumu. sebab guru pasti turun tangan menolong nenek itu. dan itu membuat Tan Giok Cu tertawa geli"Guru" ouw Yang Bu memberitahukan. .. kan?" "Aku pasti berpeluk tangan. "ya ampun" Tong Koay menepuk keningnya sendiri "Aku tidak takut menghadapi siapa pun." "Hei Murid kurang ajar" bentak TOng Koay. "Kalau para anggota Hek Liong Pang itu mengeroyok seorang neneki tentunya engkau akan berpeluk tangan. oh ya. "Entahlah-" Tong Koay menggelengkan kepala." sahut TOng Koay sambil tertawa gelak"Ha ha ha hidangan di sana lezat-lezat. "Engkau." sahut Tan Giok Cu"ooooh" Tong Koay menarik nafas lega"Terus terang.. engkau malah bilang dia adalah mayat hidup Dasar-." "Apa?" Tong Koay terbelalak." TOng Koay melotot. dasar tidak jantan" "Guru. "Kenapa engkau bertarung dengan mereka?" "sebab mereka mengeroyok nona ini... "Tadi aku bertarung dengan para anggota Hek Liong Pang. gurumu berada di sekitar sini?" "Guruku tidak meninggalkan kuburan tua.. "Engkau pemuda bloon. "Kuburan tua?" "Ya. Guru adalah siluman besar. "Gurumu berbaju kuning dan selalu didampingi para pengiringnya?" "ya. katanya gurunya adalah Bibi Sian Sian yang tinggal di dalam kuburan tua. "Hm Cuma berani bersembunyi di belakang kaum wanita.

" "Yah. Dadaku. toiong antar aku ke gunung.dan ouw YRng Bun langsung mengikutinya. Kini ia sudah memasuki sebuah lembah.. "saudara ouw yang."Engkau berani tidak menuruti perkataanku? ingat." "Apa?" Tan Giok Cu terbelalak. Guru. lalu menoleh ke kiri sambil pasang kuping-Ternyata barusan ia mendengar suara rintihan di balik sebuah batu.... "Namaku In. "Nona kecil. ia mendengar lagi suara rintihan ituSegeralah ia meloncat turun dari punggung kudanya dan cepat-cepat melesat ke tempat itu.. aku adalah murid Thio sam Hong. betul-" ouw yang Bun manggut-manggut "Kalau begitu. karena banyak batu curam di lembah itu. tapi. Jangan melupakan aku lho" "Ha ha ha" Tong Koay tertawa terbahak-bahak"Itu pesan yang amat menyentuh hati Ha ha ha-" Tong Koay melesat pergi.tolong antar aku" "Paman mau ke mana?" Tan Giok Cu menatapnya. "Aku. apalagi sudah lama" TOng Koay menggeleng-telengkan kepala.." ujar Tak Giok Cu sungguh-sungguh"Engkau harus menuruti perkataan gurumu. akan kujelaskan kepada ouw Yang Bun kelaki bahwa aku sudah punya kekasih-" Usai bergumam begitu.setelah pasang kuping mendengarkan dengan penuh perhatian. In Lie Heng." Ternyata lelaki tua itu In Lie Heng." sahut lelaki tua itu "Tolong-.." "Ke gunung apa?" "Ke gunung Bu TOng. dadaku terpukul.. Aku.. "Nona kecil.. tolong.Itu tidak baik-" "Betul. "Paman kenapa?" tanya Tan Giok Cu. barulah Tan Giok Cu meninggalkan tempat itu sambil tersenyum-senyum.. salah seorang murid guru besar Thio sam Hong. Tidak apa-apa. aku merasa berat berpisah dengan dia." "Tapi kita akan berpisah kan?« " "Kelak kita akan berjumpa lagi-" "Baiklah-" ouw Yang Bun mengangguk"Nona Giok Cu." In Lie Heng mengangguk.." ouw yang Bun melirik Tan Giok Cu. aku adalah gurumu" "Aku ingat. sebab dalam hatiku hanya terdapat Thio Han Liong seorang.Mendadak ia tersentak lalu bergumam"sebetulnya aku tidak boleh berjanji kepadanya berjumpa kembali kelak.Tan Giok Cu berdiri termangu-ma-ngu di tempat. ampun Baru berkenalan sudah begitu macam. Tan Giok Cu melanjutkan perjalanannya menuju gunung Bu Tong.Kudanya tidak berani berlari kencang. kita akan berjumpa kembali kelak.. jadi murid tidak boleh melawan guru. Dilihatnya lelaki tua terkapar di situ sedang merintih-rintih... aku harus ikut guruku ke Kota raja?" "ya.. "sungguh kebetulan sekali" ujaHan Giok Cu .. Mendadak kening gadis itu berkerut. "Paman adalah murid Guru Besar Thio sam Hong?" "Ya. Ternyata ia teringat akan tingkah laku guru dan murid itu.

Dua hari kemudian. langsung terbelalak.Keadaan In Lie Heng membuat mereka cemas sekali"Nona. "Nona.. "Nona ke mari ada urusan penting?" tanyanya." In Lie Heng menyahut "Cepat bopong dia ke dalam" seru Jie Lian Ciu. "sutee" panggil mereka serentak"Kenapa engkau?" "suheng. In Lie Heng langsung dibopong ke sebuah kamar. sampai di depan siang Cing Koan (Kuil Bu Tong Pay). bagaimana sutee kami terluka? Di mana Nona bertemu dia dan siapa yang melukainya?" tanya song Wan Kiauw"Ketika aku melewati sebuah lembah. barulah ia meloncat ke atas dan kuda itu pun berjalan perlahan meninggalkan tempat tersebut. la tidak banyak bertanya karena kondisi badannya lemah sekali. Bu-kankah dia berada di sini?" sahut Tan Giok Cu sambil menengok ke sana ke mari. lalu melangkah ke dalam dan langsung duduk di ruang depan." ujar aadis itu. biar kami yang membopong guru ke atas.Kuda itu pun mengikuti mereka dari belakang. sebab mereka sangat mencemaskan In Lie Heng.la berjalan mondar-mandir di depan kuil. yang begitu melihat In Lie Heng. aku sama sekati tidak tahu. "Terima kasih. "Guru Guru. sebab kebetulan aku memang ingin ke mari." "oooh" In Lie Heng manggut-manggut." ucap Tan Giok Cu. Mendadak muncul belasan orang. tampak beberapa orang tua berdiri di sana. lalu mengangkatnya ke punggung kuda itu setelah itu. Beberapa murid Bu Tong itu langsung mengerahkan ginkang melesat ke atas. "Aku ke mari ingin mencari Thio Han Liong." ujar beberapa orang itu." "Paman guru Paman guru-. Para murid Bu Tong sama sekali tidak bertanya apa pun kepada Tan Giok Cu. "Iya" Tan Giok Cu mengangguksalah seorang yang bertubuh kekar langsung membopong In Lie Heng. Berselang beberapa saat.." Ternyata mereka para murid In Lie Heng dan murid saudara seperguruannya. aku. sampailah mereka di kaki gunung Bu TOng. maka aku mendekati suara rintihan itu "jawab Tan Giok Cu memberitahukan dan menambahkan "siapa yang melukainya. sedangkan Tan Giok Cu tidak ikut mereka masuk.. "Aku memang ingin kegunung Bu TOng. aku mendengar suara rintihan. Tan Giok Cu segera memapahnya ke tempat kudanya. masuk saja ke dalam" ujar seorang murid Bu Tong." "oooh" song Wan Kiauw manggut-manggut"Terima kasih atas kebaikan Nona mengantarnya pulang-" "Tidak usah berterima kasih. begitu pula Tan Giok Cu dan lainnya. sedangkan Thio song Kee masih berada di dalam kamar itu "Nona.memberitahukan. "oh?" song Wan Kiauw menatapnya dalam-dalam. . diikuti song wan Kiauw dan lainnya. muncullah song Wan KiauwJie Lian ciu danjie Thay Giam.

"Harap engkau tunggu sebentar. "Apa?" song Wan Kiauw tampak terkejut"Kuburan Mayat Hidup.V" Oj kami harus ke dalam lagi." sela jie Lian ciu. Burung Rajawali dan Pasangan Pendekar. "Guruku yang memberitahukan kepadaku. tidak muncul lagi di dunia Kang-ouw-" Tan Giok Cu membaca syair tersebut. "Dari tadi ini Lie Heng belum sadar?" tanya Thio sam Hong sambil menatap In Lie Heng yang terbaring di tempat tidur dalam keadaan pingsan dan wajahnya tampak merah sekaliThio sam Hong mendekatinya. kelihatannya seperti bekas terpukul"Aaah " Thio sam Hong menghela nafas panjang." ujar song wan Kiauw. terdapat Kuburan Mayat Hidup.fiyfi. "Paman Bu Ki kenal guruku.engkau tunggu saja di sini" "Ya" Tan Giok Cu mengangguk lagi. lalu membuka bajunyaseketika juga mereka terbelalak." Biar aku yang beritahukan kepada guru. "Ya."Apakah engkau temannya?" tanya Jie Lian ciu. engkau jangan mempermainkan kami Dalam rimba persilatan tiada perguruan tersebut-" "Di belakang Ciong Lam san." Thio Song Kee menggelengkan kepala"Lebih baik kita beritahukan kepada guru. "Apakah Guru pernah mendengar tentang ilmu pukulan itu?" ." "siapa Bibi sian sian itu?" tanya Jie Thay Giam." sahut song wan Kiauw dan segera berjalan ke ruang meditasiBerselang beberapa saat kemudian. "Perguruan Kuburan Tua." jawab Tan Giok Cu jujur"Perguruan Kuburan Tua?" Jie Lian ciu mengerutkan kening. Burung Kajawali dan Pasangan Pendekar " "Ya-" Tan Giok Cu mengangguk" Mereka adalah kakek dan nenek moyang guruku-" "ooooh" song Wan Kiauw manggut-manggut"Aku sudah tahu-" "Nona. di mana Han Liong? Aku ingin menemuinya-" "Akan kami memberitahukan nanti-" sahut Jie Lian ciu"SdR. "Pukulan apa yang mengenai dada In Lie Heng?" "Bekas itu merah bagaikan darah. "Nona." Tan Giok Cu mengangguk.Thio song Kee masih duduk di pinggir tempat tidur menjaga In Lie Heng"Bagaimana?" tanya Jie Lian ciu"In Lie Heng sudah siuman?" "Belum." "Gurumu berasal dari perguruan mana?" tanya Jie Lian ciu. "Kami adalah kawan baik" "Nona" Jie Thay Giam menatapnya tajam. Jie Lian ciu dan lainnya segera masuk ke dalam. bolehkah memberitahukan kepada kami?" "Guruku adalah Bibi sian sian. "engkau kau murid siapa." jawab Tan Giok Cu. sebab kami harus berusaha menoiong In lie Heng" "Ya" Tan Giok Cu mengangguk"oh ya.karena melihat ada tanda merah di dada In Lie Heng. song Wan Kiauw sudah kembali ke kamar itu bersama Thio sam Hong"Guru" Jie Lian Ciu dan lainnya langsung memberi hormat.

. Goh seng Kok mati di tangan song Ceng su. lalu sepasang telapak tangannya ditempelkan di dada In Lie Heng. "Dia masih berada di ruang depan. terimalah hormatku" ucapnya. "Guru. "sutee sutee" teriak song Wan Kiauw dengan air mata bercucuran. "sulit ditolong. aku pasti bertemu dia. "Gadis kecil. "Htat. Htat.. kemudian mulai memeriksa In Lie Heng dengan cermat sekali." ucap Tan Giok Cu lalu duduk"Gadis kecil. kemudian mempersilakan nya duduk"Terima kasih. Guru mau menemuinya?" "Ng" Thio sam Hong mengangguk.. lalu berjalan ke luar menuju ruang depan.. Thio sam Hong menghela nafas panjang lagi. Guru cuma mampu menyadarkannya dengan Iweekang. sama sekali tidak mampu mengobatinya.." .oh ya." "Hmmm" Thio sam Hong manggut-manggut..Thio sam Hong menggeleng-gelengkan kepala. Ketika In Lie Heng mulai membuka matanya. setelah itu." tanya Thio sam Hong lembut. Guru. engkau yang membawa In Lie Heng pulang?" tanya Thio sam Hong lembut"Ya-" Tan Giok Cu mengangguk"Di mana engkau melihat In Lie Heng?" tanya Thio sam Hong lagi "Di sebuah lembah " jawab Tan Giok Cu dan menutur tentang itu "Kebetulan aku memang ingin ke mari-" "oh? Apa ada sesuatu penting engkau ke mari?" "Aku ke mari ingin menemui Han Liong. Htat.. namun begitu melihat guru besar itu..."Aku terlambat ke mari Kalau tidak. bagaimana keadaan Sutee?" tanya song Wan Kiauw cemas. dan kini In Lie Heng mati terkena pukulan aneh." sahut Thio sam Hong dengan wajah murung. siapa yang mengantarkan Lie Heng pulang?" "seorang gadis remaja bernama Tan Giok Cu" sahut Jie Lian ciu memberitahukan.. "Tapi dia sudah berangkat ke kuil siauw Lim sie-" Tan Giok Cu tampak kecewa sekali.. "satee " "Aaaah " Thio sam Hong menghela nafas panjang." sahut In Lie Heng terputus-putus dan suaranya pun lemah sekali. "siapa yang melukaimu?" "Guru. Thio sam Hong berhenti menyalur Iweekangnya lagi "In Lie Heng." Mendadak kepala In Lie Heng terkulai dan nafasnya pun putus seketika. Lama sekali Thio Sam Hong menyalurkan Iweekangnya ke dalam tubuh In Lie Heng. bangunlah" ujar Thio sam Hong sambil dudukTan Giok Cu segera bangkit berdiri." "Htat (Darah) apa?" tanya Thio sam Hong cepat. "Htat. "Bu Tong Cit Hiap kini cuma tertinggal empat orang.. ia langsung bersujud di hadapannya.Thio Sam Hong menatapnya tajam.. "Thay suhu. Thio Cut san mati bunuh diri.. Walau Tan Giok Cu tidak kenal Thio sam Hong..

" ujar Thio sam Hong." "Paman tua itu mengucapkan apa?" tanya Tan Giok Cu." sahut Jie Lian ciu. "Gadis kecil." sahut Tan Giok Cu dengan jujur dan menambahkan. itu sudah seratus tahun lebih. Burung Rajawali dan pasangan Pendekar. maka In Lie Heng dibunuh untuk menutup mulutnya?" "Itu memang mungkin. Mungkinkah In Lie Heng mengetahui rahasia orang itu. kemudian membaca syair. Ketika masih kecil. "Itu merupakan suatu teka-teki. "sin Tiauw Tayhiap Yo Ko pernah mengajarku beberapa jurus ilmu pukulan.. terdapat Kuburan Mayat Hidup. "Aku sama sekali tidak tahu apa artinya... itu. dia pernah tinggal di rumahku. Aaahhhh. sebab muridku itu masih sempat mengucapkan beberapa patah kata." Tan Giok Cu menundukkan kepala. namun tiga muridku telah meninggal duluan. maka aku menyusulnya ke mari. bagaimana In Lie Heng bisa bentrok dengan orang itu. sehingga." jawab Thio Sam Hong sambil menggeleng-gelengkan kepala. perlukah kami pergi menyelidikinya?" "Akan dirundingkan nanti. "Dadanya terpukul oleh semacam ilmu pukulan anehi entah ilmu pukulan apa itu?" Thay Suhu. "Dia mau memberitahukan tentang orang yang melukainya." sahut Thio Sam Hong singkat. "Tapi sudah lama kami tidak bertemu. "gadis kecil." jawab Tan Giok Cu. Ketika aku pulang. "Bagaimana keadaan Paman tua itu?" "Dia sudah meninggal. aku terlambat membawa Paman tua itu ke mari. Aku masih hidup.." (bersambung keBagian 09) Jilid 9 "Thay Suhu. apa rencanamu sekarang?" .. "Engkau tidak terlambat membawanya pulang. kemudian memandang Tan Giok Cu seraya bertanya." Thio Sam Hong mengangguk dengan wajah murung. "Gadis kecil" Thio Sam Hong menghela nafas. "Haaah?" Tan Giok Cu terbelalak." Thio Sam Hong menghela nafas panjang." tanya Tan Giok Cu. "guru. "Paman tua itu sudah meninggal?" "ya." "oooh" Thio sam Hong manggut-manggut. dia justru sudah berangkat ke mari. Belum lama ini dia ke rumahku." Ternyata gurumu keturunan sin Tiauw Tayhiap dan siauw Liong Li. hanya mengucapkan Hiat saja. namun aku belum pulang. namun sudah tidak keburu. "Thay Suhu tahu apa artinya?" Thio Sam Hong tersenyum getir. "Engkau punya hubungan apa dengan Han Liong?" "Kami adalah kawan baik. Aku justru tidak habis pikir.. Ini sungguh di luar dugaan" ujar Thio sam Hong dan menambahkan. "Di belakang Ciong Lam san. "Hiat?" Tan Giok Cu bingung.. tidak muncul lagi di dunia Kang-ouw."Gadis kecil" Thio sam Hong menatapnya seraya bertanya. engkau murid siapa?" "Bibi sian sian adalah guruku. Dia baik sekali kepadaku dan aku pun baik kepadanya.

" "Taysu" Tan Giok Cu tersenyum.. Kalau kalian . "Omitohud Aku." Hweeshio itu memberitahukan. "Aku tidak perduli peraturan itu. silakan Nona menunggu di luar saja" ujar Goan Liang Hweeshio menegaskan. Bukan main cantiknya gadis remaja itu siapa dia? Tidak lain adalah Tan Giok Cu." "Ngmmm" Thio sam Hong manggut-manggut. "Omitohud" ucap salah seorang Hweeshio yang sedang menyapu di situ. tampak sebuah kuil yang amat megahi itulah kuil siauw Lim sie.setelah melewati beberapa tikungan. "Pokoknya aku harus masuk-" "Nona-.seorang gadis remaja duduk di punggungnya sambil menengok ke sana ke mari menikmati keindahan alam di gunung itu. "Aku ingin bertanya.." Hweeshio itu berdiri mematung di tempat Tan Giok Cu melangkah ke dalam pintu itu... aku tidak tahu. Tampak beberapa buah air terjun di gunung seberang. tapi para Hweeshionya justru tidak tahu aturan. kami terpaksa. "Aku. Berselang beberapa saat..aku rindu sekali kepadanya." jawab Hweeshio itu. setelah itu barulah mendekati pintu kuil itu. "Jika Nona tidak mau keluar." ujar Tan Giok Cu. tampak seekor kuda berjalan santai.Apabila engkau berjumpa Han Liong. "Kenapa kaum wanita dilarang masuk?" "Ini adalah peraturan kuil siauw Lim sie. apakah Thio Han Liong berada di dalam kuil?" "Maaf. turun-temurun sudah hampir seribu tahun.." sahut Tan Giok Cu. "Mudah-mudahan Kakak Han Liong masih berada di dalam kuil itu" ucap Tan Giok Cu dalam hati." "Apa?" Tan Giok Cu tertegun. lalu ia meloncat turun dari punggung kudanya. "Aku akan ke dalam untuk menemui Hong Tio (Ketua)." " ya. Bab 17 Berjumpa Dan Mencurahkan isi Hati Dijalanan gunung siauw sit san." Tan Giok Cu melangkah ke arah pintu kuil itu." jawab Tan Giok Cu sambil menundukkan kepala.sayup.sayup didengarnya suara Liam Keng (Membaca doa) dan disaat itu pula muncul beberapa Hweeshio tingkatan Goan.." Tan Giok Cu mengangguk sekaligus berpamit.Ia menambatkan kudanya di sebuah pohon. "Nona. "Kalau begitu. "Baik-lah. "Kalau begitu . sedangkan kuda itu terus mendaki."Thay suhu.. "Kenapa Nona begitu lancang memasuki kuil kami? Ayoh cepat keluar" "Aku ingin menemui Hong Tio. "Omitohud" ucap salah seorang Hweeshio yang bergelar Goan Liang." "Kuil siauw Lim sie sangat terkenal di kolong langit. beritahukan kepadanya bahwa kami di sini sangat rindu kepadanya." "Nona" Hweeshio itu segera menghadangnya.. aku... aku mau berangkat ke kuil siauw Lim sie menyusul Kakak Han Liong. terdengarlah suara gemuruh air terjun.. yang semuanya menatapnya dengan tajam." "Engkau berani menghadangku?" Tan Giok Cu melotot. "Omitohud Kaum wanita dilarang masuk di kuil kami..

"Kenapa peraturan itu harus dihapus?" "Peraturan yang tak masuk akal. siapa engkau dan mau apa engkau ke mari?" "Namaku Tan Giok Cu. "Kenapa kaum wanita dilarang memasuki kuil ini?" "Itu . apakah para Hweeshio siauw Lim Sie tidak pernah membayangkan kaum wanita? Kalau pernah. "Tadi Hweeshio itu bilang . padri tua itu terbelalak" Omitohud" ucapnya sambil mengerutkan kening." "Omitohud "" Goan Liang Hweeshio menundukkan kepala. "Nona kecil." "Apakah kaum wanita tidak boleh menyembahyangi sang Buddha?" "Tentu boleh-" "Kalau begitu " Tan Giok Cu tertawa kecil. namun Thay suhu bilang Kakak Han Liong pergi kemari." "Omitohud" ucap Goan Liang Hweeshio" Harap Nona mentaati peraturan kuil kami" "Aku ingin bertanya. "Memang tidak boleh-" Kong Ti Seng Ceng tersenyum"Peraturan di sini. betul-" Kong Ti Seng ceng mengangguk "Padri tua. Para Hweeshio menyembahyangi apa di dalam kuil ini?" "Sang Buddha. seandainya tiada kaum wanita ke mari." Ketika Kong Ti Seng Ceng mau . maka kaum wanita dilarang masuk-" "Betul. kenapa kaum wanita dilarang masuk di kuil siauw Lim sie?" tanya Tan Giok Cu mendadak"sebab kuil siauw Lim sie adalah tempat tinggal para Hweeshio." sahut Tan Giok Cu dan bertanya. berarti godaan bagi kami-" "Hi hi hi" Tan Giok Cu tertawa geli"Lucu sekali. dia sudah pergi bersama Seng Hwi. peraturan itu harus dihapus." "Omitohud" Kong Ti Seng Ceng tersenyum. bahkan juga merupakan dosa bagi kalian." "Omitohud" ucap Kong Ti Seng Ceng sambil menatapnya"gadis kecil. itu merupakan suatu dosa lho Maka percuma melarang kaum wanita memasuki kuil ini. Di saat bersamaan.berani mengusirku.Aku ke mari ingin menemui Kakak Han Liong-" gadis itu memberitahukan. Namun sayang sekali. aku pun terpaksa melawan. muncullah Kong Ti Seng Ceng. itu pun sudah merupakan suatu godaan. sebetulnya godaan tersebut timbul dari dalam hati kalian. Begitu melihat Tan Giok Cu." jawab Goan Liang Hweeshio"Kalau ada kaum wanita memasuki kuil siauw Lim sie. aku ingin bertanya. "Lho?" Kong Ti Seng Ceng menatapnya." "Seng Hwi? siapa dia?" "Dia adalah. "Aku sudah ke gunung Bu Tong. kenapa engkau memasuki kuil kami?" "Tidak boleh ya?" sahut Tan Giok Cu. "Kaum wanita memasuki kuil ini merupakan godaan bagi mereka. "Ternyata engkau ingin menemui Han Liong." Kong Ti Seng Ceng terbungkam." ujar Tan Giok Cu." Tan Giok Cu menunjuk Goan Liang. maka harus dihapus. "Paderi tua. namun kalian membayangkan kaum wanita. kaum wanita dilarang masuk" "Kalau begitu.

sudah barang tentu larinya agak perlahan. Dia berada di mana sekarang?" "Nona kecil . Tan Giok Cu terkejut dan cepat-cepat ia menghentikan kudanya. "Kakak Han Liong adalah kawan baikku. aku ke mari mohon pengampunan. katanya mau ke desa . "Omitohud" ucap Kong Ti Seng Ceng sambil manggutmanggutItu sungguh di luar dugaan Omitohud" -ooo00000oooTan Giok Cu memacu kudanya sekencang-kencang-nya. "Hek Liong Pang lagi Hek Liong Pang lagi" Tan Giok Cu menggeleng-gelengkan kepala.menjelaskan." Seng Hwi bangkit berdiri. Tiba-tiba berkelebat belasan bayangan ke arah Tan Giok Cu. "Dia menuju ke rumahku. "Kini engkau telah sadar akan kesalahanmu. gadis itu tersenyum-senyum sendiri " Kakak tampan." ujar Seng Hwi sambil menangis terisak-isak"Aku telah salah membunuh para Hweeshio siauw Lim sie." sahut Lie Bun yauw"Harap Nona sudi ikut kami" . gadis itu tidak membuang waktu. Burung Rajawali dan Pasangan Pendekar. Tampak belasan orang berpakaian serba putih. maka aku harus mengampunimu. bangunlah" Terima kasih."Di mana Kakak Han Liong? Padri tua itu bilang Kakak Han Liong pergi bersamamu. "Seng Hwi -" "Kong Ti Seng Ceng. "siapa engkau?" "Namaku Tan Giok Cu.Begitu terbayang Thio Han Liong. "Ketua kami mengutus kami mengundang Nona ke markas. "Namaku Lie Bun yauw." gadis itu memberitahukan. lalu melangkah pergi. karena ingin cepat-cepat sampai di rumah." Seng Hwi terbelalak. kita akan bertemu Kita akan bertemu" Berselang beberapa saat kemudian. Omitohud Seng Hwi. aku harus segera pulang. pemimpin regu Angin dari perkumpulan Hek Liong pang" "Jadi kenapa?" tanya Tan Giok Cu dingin. "Nona kecil. kemudian berlutut di situ. mendadak terdengar suara seruan. aku minta dihukum-" "Omitohud" ucap Kong Ti Seng Ceng." Tan Giok Cu membalikkan badannya. dibagian dada terdapat sulaman gambar seekor naga hitam. terdapat Kuburan Mayat Hidup. "Omitohud -" Kong Ti Seng Ceng tercengang. tidak muncul lagi di dunia Kang-ouw" sahut Tan Giok Cu membaca syair tersebut." "Ke desa mana?" "Kedesa Hok An." "oh" Wajah Tan Giok Cu langsung berseri. Seng Ceng. siapa gurumu?" tanyanya. kemudian melayang turun di hadapan kudanya. "Kong Ti Seng Ceng Seng Hwi datang menghadap" Air muka Kong Ti Seng Ceng langsung berubah." "oooh" Seng Hwi manggut-manggut "Dia lelah meninggalkan tempat tinggalku. "Di balik Ciong Lam san. kuda itu mulai memasuki sebuah rimba. "Nona" salah seorang berusia empat puluhan memberi hormat. "Paman" panggil Tan Giok Cu mendadak.Di saat bersamaan berkelebat sosok bayangan ke hadapan Kong Ti Seng Ceng.

"Aku tidak pernah bermusuhan dengan pihak Hek Liong Pang. seharusnya engkau menghukum anggota yang bertindak sewenang-wenang." ujar Tan Giok Cu dan menambahkan."Kalau aku tidak mau ikut?"" "Nona" Lie Bun yauw menatapnya " Kami terpaksa akan menggunakan kekerasan terhadap Nona" "oh?" Tan Giok Cu segera meloncat turun dari punggung kudanya kemudian menatap Lie Bun yauw seraya berkata. "Berhenti" Tampak sosok bayangan melayang turun di hadapan Tan Giok Cu. sebab mereka adalah regu Angin. sehingga mengejutkan semua orang yang ada d i situ. "Anak muda" bentak Lie Bun yauw"siapa engkau? Kenapa engkau mencampuri urusan kami?" "Kalian mengeroyok seorang anak gadis. Lie Bun yauw menyaksikan pertarungan itu dengan mata tak berkedip. yang berkepandaian amat tinggi. maka aku harus turut campur" sahut pemuda itu. berusia tujuh belasan tahun. lalu berseru kepada para anak buahnya." ucap Tan Giok Cu. para anak buahnya rata-rata berkepandaian tinggi. lagipula mulai lelah. Maka walau dikeroyok belasan orang. Tan Giok Cu adalah murid kesayangan yo sian sian. tapi kenapa kalian selalu mencari gara-gara denganku?" "Bukankah Nona telah melukai beberapa anggota Hek Liong pang?" sahut Lie Bun yauw"Itu dikarenakan mereka ingin membunuh Hakim souw. "Kenapa kalian mengeroyok seorang gadis?" tanya pemuda itu sambil menuding para anggota Hek Liong pang. "Engkau adalah pemimpin regu Angin. Namun puluhan jurus kemudian. "Tangkap dia" Para anak buah Lie Bun yauw langsung menyerang Tan Giok Cu dengan berbagai macam senjata. Itu dikarenakan ia kurang berpengalaman. "Aku tidak punya waktu karena aku harus segera pulangTidak bisa ikut kalian ke markas" " Kalau begitu.Perlu diketahui. lebih baik engkau menyerah" " omong kosong" sahut Tan Giok Cu dan terus mengadakan perlawanan. Mendadak terdengar suara bentakan keras yang memekakkan telinga. ia masih dapat bergerak gesit dan balas menyerang. sehingga terjadilah pertarungan yang amat seru dan tegang.gadis itu bersiul panjang sekaligus berkelit dan menangkis. Ternyata seorang pemuda berwajah sangat tampan. la berdiri membelakangi Tan ." "Justru itu. "Ha ha ha" Lie Bun yauw tertawa gelak"Nona. Akan tetapi. Tan Giok Cu tampak mulai kewalahan. ketua ingin bertemu dengan nona" "Maaf." Kening Lie Bun yauw berkerut" Kami terpaksa menggunakan kekerasan untuk menangkapmu" "Apa boleh buat" sahut Tan Giok Cu sambil menghunus pedang pusakanya"Aku terpaksa melawan" "Baik" Lie Bun yauw manggut-manggut.

Kira-kira puluhan jurus kemudian. sebab ketua yang mengutus kami mengundang nona itu ke markas" "Pokoknya kalian tidak boleh mengganggunya" tegas Thio Han Liong. engkau jangan khawatir Aku akan membantumu mengusir mereka... "Engkau.." sahut Thio Han Liong sambit tersenyum. "Anak muda siapa namamu?" Lie Bun yauw menatapnya tajam." "Hei" bentak Lie Bun yauw." "Adik manis. "Kalau mau berpacaran. Akan tetapi. "Ayoh.Giok Cu. "Anak muda. ketika mendengar suara bentakan itu. belasan anggota . maka engkau berani bertingkah di hadapan kami" "Tentunya kalian dari perkumpulan golongan hitam Kalau tidaki bagaimana mungkin mengeroyok seorang gadis?" sahut Thio Han Liong dingin. "Namaku Thio Han Liong" Di saat itulah terdengar suara seruan girang... "Engkaupun sudah besar dan bertambah tampan. " Kakak tampan..." tanya Thio Han Liong. kenapa mereka mengganggumu?" "Mereka adalah para anggota Hek Liong Pang. sehingga Giok Li Kiam Hoat yang dikeluarkannya itu bertambah lihay dan dahsyat." "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut.. sekaligus menggunakan ilmu Kian Kun Taylo IeKini Tan Giok Cu tampak bersemangat sekali. otomatis ia terus memperhatikan pemuda tersebut. engkau memang ingin cari penyakit" Pemimpin regu Angin itu lalu memberi aba-aba kepada para anak buahnya. hati Tan Giok Cu tersentaki karena merasa kenal akan suara itu. engkau sudah lupa ya?" Tan Giok Cu tersenyum. "HiA" dengus Lie Bun yauw"Anak muda Mungkin engkau belum tahu siapa kami.." Thio Han Liong tertawa gembira"Engkau sudah besar dan cantik sekali" "Kakak tampan" Tan Giok Cu tersenyum manis. " Lebih baik engkau jangan turut campur urusan ini... Ternyata Tan Giok Cu yang berseru sambil mendekati Thio Han Liong. "Adik manis Adik manis-.." "Kakak tampan Aku adalah adik manismu.jangan di sini Kalian. " Kakak tampan Kakak tampan" "Hah?" Thio Han Liong tertegun dan langsung membalikkan badannya. mereka terus memusuhiku. aku. jadi tidak begitu memperhatikan gadis itu. terus memperhatikan gadis yang di depannya.." jawab Tan c-iiok Cu dan menutur tentang kejadian di kuil Hok Tek Cin sin. "Maka hingga sekarang pihak Hek Liong Pang terus memusuhiku. aku. cepatlah kalian enyah dari sini" "Ha ha ha" Lie Bun yauw tertawa gelak. "siapa mereka. "Cukup dengan tangan kosong saja." "Anak muda" ujar Lie Bun yauw sambil mengerutkan kening.. dan seketika juga mereka menyerang. engkau tidak pakai senjata?" tanya Tan Giok Cu sambil mengayunkan pedang pusakanya menangkis serangan-serangan itu.. "Adik manis.

kemudian mendekati Thio Han Liong sambil memberi hormat. sampai jumpa" Lie Bun yauw dan para anak buahnya segera meninggalkan tempat itu.." Thio Han Liong mengangguk"Bagaimana engkau terhadapku?" tanyanya. maka akan kulaparkan kepada ketua. " Kakak tampan" panggil Tan Giok Cu dengan suara rendah dan mesra. "Dulu aku menyukaimu. Kakek In menyebut 'Hiat'. kepandaianmu bertambah tinggi lho" "Adik manis" Thio Han Liong tersenyum"Ilmu pedangmu sungguh lihay dan hebat." "Adik manis. "Itu mungkin julukan orang yang melukai Kakek In. " Kakek In telah meninggal?" " ya. "Siapa yang melukai Kakek In?" Mata Thio Han Liong mulai basah." "Apa?" Bukan main terkejutnya Thio Han Liong. Menurut aku.Aku kagum sekali-" "oh?" Tan Giok Cu tertawa dan memberitahukan. kini justru mencintaimu-" "Adik manis" Thio Han Liong menggenggam tangannya " Aku pun mencintaimu. Tak disangka kita bertemu di sini. para anak buahnya pasti celaka. "sucouwmu bilang. sedangkan Thio Han Liong dan Tan Giok Cu masih berdiri di situ. "Aku aku menyukaimu melebihi dulu. aku menyusulmu ke gunung Bu Tong dan siauw Lim sie-" "Adik manis" Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala"Kenapa engkau tidak menunggu di rumah saja?" "Aku aku rindu sekali kepadamu. Kami tidak sanggup melawan kalian berdua. Sayang Kakek In keburu menghembuskan nafas penghabisan.Ke dua orang tuamu sudah tahu itu" "oh?" Tan Giok Cu tersenyum gembira" Kakak tampan.Hek Liong Pang mulai terdesak "Berhenti" seru Lie Bun yauw mendadak. maka tiada waktu untuk menyebut lengkap julukan itu" "Ngmm" Thio Han Liong manggut-manggut- ." ujar Tan Giok Cu..la tahu kalau pertempuran itu dilanjutkan. "Kepandaianmu sungguh mengagumkan. "Paman tua bernama In Lie Heng telah meninggal." sahut Tan Giok Cu perlahan sambil menundukkan kepala. "Adik manis" sahut Thio Han Liong sambil menatap lembut." Tan Giok Cu mengangguk dan menutur tentang kejadian itu. Betutkah engkau tetap menyukaiku?" "Tentu. kini kita sudah besar. maka . entah apa artinya?" "sucouwkujuga tidak tahu apa artinya?" "ya. sebelum menghembuskan nafas penghabisan. ia menyuruh mereka berhenti. " Kakak tampan. lalu saling memandang. syukurlah kita berjumpa di sini" "oh ya" Tan Giok Cu memberitahukan. "Entahlah-" Tan Giok Cu menggelengkan kepala. aku pun rindu sekali kepadamu." " Kakak tampan. oleh karena itu. sucouwmu tidak tahu sama sekali.

." "Oh?" ouw yang Bun menatap Thio Han Liong dengan penuh perhatian.. maka aku .. "Mari kuperkenalkan. bagaimana mungkin bisa melukai Kakek In? sebab Kakek In berkepandaian tinggi sekali-" "Benar. aku ingin menguji kepandaiannya-" "saudara ouw yang." ujar ouw yang Bun berterus terang. "Aku. "Karena dia bilang engkau adalah kekasihnya. sedangkan engkau baru kenal dia-" "Walau aku baru kenal dia. "Selamat bertemu" "saudara ouw yang" tanya Tan Giok Cu. "sejak pertama kali bertemu denganmu. sejak kecil aku dan Giok Cu sudah merupakan kawan baik." "saudara ouw yang. maka aku. dia adalah Kakak Han Liong.sekarang kita harus pulang."Dia memang lebih tampan dariku.." Tan Giok Cu menghela nafas panjang." "Eh?" Tan Giok Cu mengerutkan kening." orang itu pasti berkepandaian tinggi sekali-Kalau tidak." sahut ouw yang Bun. "Beranikah engkau bertanding denganku?" "saudara ouw yang" Thio Han Liong tersenyum lembut..." sahut Thio Han Liong sekaligus balas memberi hormat. "Pemuda inikah kekasihmu?" "ya-" Tan Giok Cu mengangguk. Wajahmu terus muncul di pelupuk mataku. "saudara Han Liong" tanya ouw yang Bun bernada menantang. "Nona kecil." Wajah ouw yang Bun agak kemerah-merahan. "Nona kecil. "Engkau." ouw yang Bun menatap Thio Han Liong dalam-dalam"Belum tentu kepandaiannya lebih tinggi dariku.... tak disangka kita bertemu di sini. "Karena. namun aku sudah jatuh cinta kepadanya.." Tan Giok Cu mengangguk"Kita harus menyelidikinya kelak. selamat bertemu Namaku ouw yang Bun..." "Kenapa engkau ingin menemuiku?" tanya Tan Giok Cu heran. "Sebab aku." "Nona. tapi aku sudah punya kekasih. "Bukankah engkau pergi ke Kota raja bersama gurumu?" "Di tengah jalan aku kabur." "saudara ouw yang" Tan Giok Cu tersenyum. aku ingin menemuimu. "Engkau harus tahu.. kemudian muncul seorang pemuda yang ternyata ouw yang Bun..." sementara Thio Han Liong diam saja... "saudara Han Liong." Tan Giok Cu menggeleng-gelengkan kepala"Terima kasih atas perhatianmu.. aku.. engkau sudah punya kekasih?" Wajah ouw yang Bun berubah pucat.. kalian berdua merupakan pasangan yang serasi-Tapi. aku sudah suka kepadamu. lama sekali barulah ia memberi hormat." "Saudara ouw yang.... murid kesayangan Tong Koay-Oey sun-Bin." "Ha ha ha" Mendadak terdengar suara tawa.." ouw yang Bun tersenyum. aku rindu sekali kepadamu.

" "Pemuda itukah kekasihnya?" tanya Tong Koay sam-bil menatap Thio Han Liong dengan penuh perhatian. jangan terus bergurau Aku lagi kesal nih. tapi kenapa engkau masih kesal?" "Dia sudah punya kekasih-" ouw yang Bun memberitahukan. "Anak muda" Tong Koay menatap Thio Han Liong dengan mata tak berkedip"Engkau memang tampan. tapi sebaliknya malah setuju. sahut Tong Koay. "Itu membuat hatiku terasa sakit sekali..". bukan bertarung mati-matian." "Menguji kepandaian masing-masing. kenapa engkau tidak mau ikut guru ke Kota raja?" "Guru . "ya..ingin menguji mu-" "saudara ouw yang " Thio Han Liong menggelenggelengkan kepala. "Juga menambah pengalaman kalian. Nah. tapi kenapa wajahmu masih masam begitu?" Tong Koay "Wng garuki Garuk kepala." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. "gadis cantik itu sudah berada di hadapanmu. Aku bukan pengecut." sahut ouw yang Bun. "Aku . "Pemuda itu kelihatan berisi juga." Wajah ouw yang Bun tak sedap dipandang. Sayang kenapa agak pengecut?" "Cianpwee" Thio Han Liong mengerutkan kening. "seharusnya Paman Tua mencegah." sahut Tong Koay dan melanjutkan. Aku akan jadi wasit pokoknya tidak akan berat sebelah-" "Cianpwee-." "Tapi " Tan Giok Cu menggeleng-gelengkan kepala. jadi engkau tidak perlu cemas." "Ha ha ha ha" Terdengar suara tawa yang memekakkan telinga. "Kesal?" Tong Koay tampak bingung.." ujar Thio Han Liong memberitahukan..." ouw yang Bun mengangguk"oleh karena itu.. "Kenapa Cianpwee bilang aku agak pengecut?" "sebab. bagus" Tong Koay tertawa gembira. yang tidak lain Tong Koay-oey Su Bin. "Muridku." "Kini engkau sudah bertemu gadis cantik itu. aku ingin bertanding dengan pemuda itu" "Bagus." Tong Koay tertawa. "Guru.. mendadak muncul seorang tua. Bagaimana sih?" "Itu cuma bertanding. "Aku. bukankah engkau agak pengecut?" "Cianpwee jangan salah paham. sebab tiada gunanya kami bertanding. "Lagipula belum tentu kekasihmu itu akan kalah. "Tiada artinya kita bertanding." "Paman Tua" Tan Giok Cu mengerutkan kening. Itu sangat bermanfaat bagi kalian berdua. "Engkau tidak berani bertanding dengan muridku.. Engkau memang harus bertanding dengan dia" "Ha ha ha." . "Melainkan aku tidak mau bertanding dengan murid Cianpwee.

" "Bagus. kalian cepat mulai" Thio Han Liong dan ouw Yang Bun berdiri berhadapan. Ha ha ha. lalu mulai menyerangnya dengan ilmu Thay Kek Run. "Anak muda. "gunakan ilmu Bu seng uh In (Tiada suara Ada Bayangan)" Kenapa Tong Koay menyuruh muridnya mengeluarkan ilmu tersebut? Ternyata dengan ilmu itu. engkau boleh menyerang duluan" seru Tong Koay. "sebab engkau lebih muda dari muridku" "Maafl" ucap Thio Han Liong pada ouw yang Bun.. Tak terasa pertandingan itu sudah lewat puluhan jurus. wajah Tong seketika berubah agak pucat dan segera berseru. "Ha ha Ternyata engkau murid Bu Tong Pay" sementara ouw yang Bun yang diserang itu berkelit dengan cepat sekali. "Anak muda" Tong Koay tertawa. "Anak muda" Tong Koay tampak tidak senang." "Cianpwee" Hati Thio Han Liong mulai panas. gadis itu yakin Thio Han Liong akan menang. kemudian mulai mengerahkan Lweekang masing-masing.Itu dikarenakan mendadak ouw Yang Bun balik terdesak oleh tangkisan dan serangan Thio Han Liong. barusan aku memang mengeluarkan ilmu . "Muridku" serunya memberitahukan. itu adalah ilmu rahasia Nona Yo sian sian atau guru gadis cantik ini. maka pertandingan itu menjadi seru menegangkan. "Bukankah tadi Cianpwee juga mengatakan aku adalah murid Bu Tong Pay?" "Karena engkau menggunakan ilmu Thay Kek Kun." "cianpwee" Thio Han Liong tersenyum. "Engkau jangan membohongi aku. "Engkau adalah kakak seperguruan gadis itu?" "Bukan. ouw yang Bun segera mengeluarkan ilmu tersebut menyerang Thio Han Liong."Anak muda. "Berhenti" Thio Han Liong dan ouw yang Bun langsung berhentiMereka tidak mengerti kenapa Tong Koay menyuruh mereka berhenti bertanding. namun kemudian justru terbelalak. Tan Giok Cu menyaksikan pertandingan itu dengan penuh perhatian. "Anak muda" Tong Koay menatap Thio Han Liong dengan tajam sekali. sebab aku mengenali ilmu silatmu itu. "Kalian bertanding cukup dengan tangan kosong saja. tapi hanya menggunakan tangan kosong saja. Tong Koay kelihatan penasaran sekali karena muridnya masih belum dapat mengalahkan Thio Han Liong. kemudian mulai balas menyerang. Ayoh." "Cianpwee. itu membuat Thio Han Liong mulai terdesak"Ha ha ha" Tong Koay tertawa gembira. Namun barusan engkau mengeluarkan ilmu Kiu Im Pek Kut Jiauw. "Kalau engkau tidak mau bertanding dengan muridku. berarti engkau pengecut. Tong Koay telah mengalahkan song wan Kiauw." potong Tong Koay cepat. namun mereka berdua terus bertanding seimbang. bagus" Tong Koay manggut-manggut. "Baiklah aku akan bertanding dengan muridmu." Thio Han Liong menggelengkan kepala..

. "Pantas kepandaianmu begitu tinggi. Kalau Cianpwee tidak percaya.. Kemudian menceritakan juga tentang Kwee In Loan."" "Muridku" Tong Koay menarik ouw yang Bun.. silakan bertanya kepadanya" "Paman Tua" ujar untuk Tan Giok Cu. .." "oh?" Tong Koay terbelalaki kemudian menatap Thio Han Liong seraya bertanya. siapa ayahmu?" "Ayahku adalah Thio Bu Ki" "Ha a a h ?" Mulut Tong Koay ternganga lebar." sahut Thio Han Liong jujur.tersebut." Tan Giok Cu tersenyum. "Berapa usianya sekarang?" "Empat puluhan.. "Adik manis.. engkau pasti kalah -" "Kenapa?" tanya ouw yang Bun penasaran. berdasarkan apa yang didengarnya dari gurunya. "Sebab engkau tidak akan sanggup menghadapi ilmu Kiu Im Pek Kut Jiauw itu." "Sudahlah" tandas Tong Koay lalu berkata kepada Thio Han Liong. "Aku belum kalah-" "Muridku. "Engkau masih punya bibi guru?" "Ya." Tan Giok Cu menggelengkan kepala. siapa yang mengajarmu ilmu Kiu Im Pek Kut Jiauw itu?" "Bibi ci jiak" "Ci Jiak? siapa dia?" gumam Tong Koay lalu bertanya.. "Anak muda." "guruku sudah memberitahukan.." "Kalau begitu. bibi guruku.." tanyanya dengan suara rendah"Siapa yang mengajarmu Kiu Im Pek Kut Jiauw?" "Bibi Ci Jiak" "Bibi Ci Jiak?" Tan Giok Cu kelihatan kurang percaya"Mungkin Ci Jiak bukan nama asli bibimu itu-" "Bibiku itu memang bernama Ciu Ci Jiak Dia juga tinggal di Pulau Hong Hoang to-" Thio Han Liong memberitahukan." "guru. "Kakak tampan.. "Bibi guruku berusia lima puluhan." ujar Tong Koay sungguh-sungguh"Kalau pertandingan itu dilanjutkan. "Tapi aku bukan kakak seperguruan Giok Cu. "Dia bukan Kwee In Loan." "ooohi Thio Han Liong manggut-manggut. " Kakak Han Liong memang bukan kakak seperguruanku. sudahiah Muridku kalah-. kemudian melesat pergi seraya tertawa gelaki "Ha ha ha Anak muda. Aku sendiri pun bingung. bagaimana dia bisa ilmu rahasia perguruanku. sedangkan Tan Giok Cu menatapnya dengan penuh rasa heran. "Anak muda. "Anak muda." "Adik manis" Thio Han Liong tertegun."Tan Giok Cu mengangguk. pertandingan barusan itu akan dilanjutkan kelak Ha ha ha" "Cianpwee».." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. gurumu kenal ayahku. muridku akan bertanding denganmu lagi kelak Ha ha ha." "Guru" ouw yang Bun tampak tidak senang.

Tan Giok Cu membelokkan kudanya memasuki pekarangan. "Giok Cu. "Ibu. setelah itu barulah mereka meloncat turun dari punggung kuda itu.." "Ternyata begitu" Thio Han Liong juga tersenyum..-."Sesungguhnya guru mencintai ayahmu.." "Duduklah. "Engkau bertemu Han Liong di gunung Bu Tong ya?" "Bukan. Tan Giok Cu mengangguk.. silakan duduk" "Terima kasih. ibumu terus memikirkan kalian.. "Kami bertemu di tengah jalan. "Kakak tampan.. "Han Liong. mari kita berangkat" ajak Tan Giok cu"Baik"" Thio Han Liong mengangguk. maka engkau tidak usah malu-malu. "Ayah. "Perasaan apa?" "Apakah kalian. "Syukurlah kalian telah datang" ujar Tan Ek seng. Nah." "Paman. bagaimana perasaan kalian berdua?" "Maksud Ibu?" Tan Giok Cu tidak mengerti. kemudian tertawa gelak"Ha ha ha. berserilah wajah mereka. "Kini kalian sudah berkumpul dan kalian pun sudah dewasa. "Nak" panggil Lim soat Hong." Tan Ek seng memandangnya denganpenuh kegembiraan. sebab guruku mencintainya secara diam-diam. Kemudian mereka meloncat ke atas punggung kuda-ooo00000oooBeberapa hari kemudian." serunya sambil berlari ke dalam rumah." Tan Giok Cu . "Jawablah dengan jujur Aku adalah ibumu. Adik manis" Thio Han Liong tersenyum sambil duduk. "Tapi ayahku tidak menceritakan tentang itu" "Mungkin ayahmu tidak tahu. sedang sama-sama menuju ke mari" "oooh" Lim soat Hong manggut-manggut.. "Engkau sudah pulang bersama Han Liong. saling mencinta?" sahut Lim soat Hong sambil menatap mereka dengan penuh perhatian. Thio Han Liong dan Tan Giok Cu sudah memasuki desa Hok An... Begitu melihat Tan Giok Cu. Nak" bisik Lim soat Hong. maka guruku menjauhinya-" "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut"Kakak tampan. karena sebentar lagi akan bertemu ke dua orang tuanya." "Nak" Lim soat Hong tersenyum... "karena ayahmu sudah punya kekasih. "Ibu. Sedangkan Thio Han Liong mengikutinya dari belakang dengan wajah ceriaTan Ek seng dan Lim soat Hong menghambur keluar.." ujar Tan Giok Cu dan menambahkan. "Ibu" Tan Giok Cu langsung mendekap di dada Lim soat Hong." Tan Giok Cu menggelengkan kepala. kami memang saling mencinta. "Nak" Lim soat Hong membelainya denganpenuh kasih sayang." ujar Lim soat Hong. lalu memandang Tiiio Han uong seraya berkata.. Ibu Ayah Ibu... Betapa gembiranya gadis itu.. Bibi" panggil pemuda itu sambil memberi hormat. tapi pada waktu itu ayahmu sudah punya kekasih. kalian berdua.." Wajah Tan Giok Cu langsung memerah. kami.

Bagus." "Ayah" Wajah Tan Giok Cu langsung berseri." ujar Tan Ek seng dan menambahkan. ceritakan pengalamanmu ketika pergi mencari Han Liong" "Ayah." tanya Tan Ek seng. aku harus ikut. yang penting kalian berdua harus berhati-hati." ujar Tan Giok Cu. "Kalau engkau berangkat ke gunung soat san. "Bagus. "Kenapa engkau bentrok dengan para anggota perkumpulan itu?" "Karena. "Apa rencanamu selanjutnya."jawab Thio Han Liong." "Adik manis.. dan urusan kecil kalian tiadakan saja" "ya" sahut Tan Giok Cu dan Thio Han Liong serentak. "Dulu ibu pun pernah ikut ayahmu berkelana." Thio Han Liong memandang ke dua orang tua gadis itu seraya bertanya. " Aku telah bentrok dengan pihak Hek Liong Pang. tentunya kami tidak bisa mengekang kebebasannya." Lim soat Hong tersenyum lembut. kalian jangan berbuat yang bukan-bukan. "Seandainya kami melarang. apakah engkau akan kembali ke pulau Hong Hoang To?" "Mungkin belum. akhirnya menetap di desa ini." sahut Tan Giok Cu jujur. "Lagipula kalian sudah saling mencinta. "Ayah dan Ibu memperbolehkan aku ikut Kakak tampan ke gunung Soat san?" "yaah" Lim soat Hong tersenyum. bagus" "Ha ha ha" Tan Ek seng tertawa gembira"Giok Cu. "ooooh" Tan Ek seng dan Lim soat Hong manggutmanggut. itu membuat kami tidak bisa melarangnya. "Nah" Lim soat Hong menghela nafas panjang. urusan besar kalian perkecil." "oh?" Tan Ek seng mengerutkan kening. "Han Liong. "sebab aku masih harus pergi ke gunung soat san untuk mencari Teratai saiju.. bagaimana engkau?" "Aku tetap ikut." "Untuk apa Teratai saiju itu?" tanya Lim soat Hong heran... "Nak. bahkan juga tentang ouw yang Bun. bagus" Lim soat Hong gembira sekali"Itu yang kami harapkan. "Berkecimpung dalam rimba persilatan." tutur Tan Giok Cu mengenai semua kejadian itu." "Giok Cu" Tan Ek seng menatapnya dengan penuh kasih sayang. "Untuk mengobati wajah ke dua orang tua ku"jawab Thio Han Liong dan menutur tentang kejadian yang menimpa orang tua nya. "Bagaimana menurut Paman dan Bibi?" "Kini Giok Cu telah besar. "yang penting." . setelah berhasil memperoleh Teratai salju.menundukkan kepala dalam-dalam. "Kakak tampan. kalian berdua harus segera pulang.. tentunya tidak akan terluput dari berbagai kejadian. "Bagaimana mungkin kami melarangmu? percuma kan?" "Ibu " Tan Giok Cu menundukkan kepala. aku -" Tan Giok Cu memberitahukan. "yaaah" Tan Ek seng menghela nafas panjang.

" Tan Giok Cu memberitahukan. "Jadi-." Tan Giok Cu dan Thio Han Liong mengangguk. bagaimana kalau kita memberitahukan sekarang?" "Baik-" Tan Giok Cu mengangguk. bahwa dia akan berangkat ke gunung soat san. Ibu. "Kapan engkau akan berangkat?" "Besok-" "Besok?" Tan Ek seng dan isterinya sating memandang." ujar Tan Giok Cu sambil tertawa kecil. "sudah hampir dua bulan dia tinggal di sini." "oh?" Tan Ek seng tertawa gelak"Ha ha ha. "Adik manis. "Ngmm" Thio Han Liong manggut-manggut "Adik manis. terutama ilmu Kiu Im Pek Kut Jiauw. kemudian gadis itu berkata.Bibi. "Tapi kalian harus ingat" pesan Tan Ek seng sambil memandang mereka."ya. tentunya juga harus saling mengerti dan saling melindungi. "Dan juga " tambah Lim soat Hong. Maka tidak heran. "Setelah memperoleh Teratai salju.Mereka masuk ke rumah. Tidak boleh . kita harus memberitahukan kepada ke dua orang tuaku.... selama itu mereka berdua terus berlatih. "Engkau juga mau ikut ke gunung soat san kan?" "Ya. engkau harus baik-baik menjaga Giok Cu" "ya.. kalian harus segera pulang" "Ya-" Thio Han Liong dan Tan Giok Cu mengangguk. Nak?" tanya Lim soat Hong. kami sudah lapar sekali.." Hampir dua bulan Thio Han Liong tinggal di rumah Tan Giok Cu. "Han Liong." Tan Ek seng menatap putrinya. kalau ilmu yang mereka miliki mengalami kemajuan pesat." Lim soat Hong tersenyum." "Ngmmm" Lim soat Hong manggut-manggut sambil memandang suaminya. "Dari kemarin perut kami belum diisi dengan makanan apa pun." "Kalian sudah saling mencinta. "sekarang..sekarang sudah waktunya kita berangkat ke gunung soat san." "Mau bilang apa.. Ayah-" Tan Giok Cu mengangguk"Han Liong" Tan Ek seng memandangnya seraya bertanya." " Kalau begitu. "Ayah. Paman" ucap Thio Han Liong. dan ada apa-apa harus sating menjelaskan." sahut Tan Giok Cu. lama sekali barulah Tan Ek seng manggut-manggut.. "Mari kita makan dulu.. sebab perut kalian terus berbunyi dari tadi" "Ibu. Tidak boleh terjadi cemburu buta.Kebetulan Tan Ek seng dan Lim soat Hong sedang duduk di ruang tengah"Kalian sudah usai berlatih?" tanya Lim soat Hong lembut"Ya-" Thio Han Liong dan Tan Giok Cu mengangguk. "Baiklah-" "Terima kasih. " Kakak Han Liong memberitahukan kepadaku." ujar Thio Han Liong seusai berlatih"sudah hampir dua bulan aku tinggal di sini..

"Nama Hek Liong Pang harus sejajar dengan siauw Lim Pay. "Lie Bun yauw.diam dan disimpan dalam hati. Di saat bersamaan. Namun kira-kira dua puluh lima tahun lalu. "Si Mo dan muridnya sudah datang" "Si Mo dan muridnya sudah datang. Ketua. terdengarlah suara seruan di luar yang saling menyusul bergema ke dalam markas Hek Liong Pang. Dalam kurun waktu selama itu. Bu Tonng Pay atau Kay Pang." jawab Lie Bun yauw"Dia akan datang secepatnya. Bab 18 Perundingan Di Markas Hek Liong Pang sebetulnya siapa ketua Hek Liong? Ternyata seorang wanita berusia lima puluhan yang masih tampak cantik tapi dingin sekali." "ya. "siapa pemuda itu?" "Dia bernama Thio Han Liong." Lie Bun yauw mengangguk.. "oh ya. bagus" Kwee In Loan tertawa gembira. "Juga berarti secara resmi Hek Liong Pang berdiri dalam rimba persilatan" ujar Kwee In Loan. berarti Hek Liong Pang bertambah kuat. "Kami berusaha menangkap gadis itu. maka kami tidak sanggup melawannya. engkau harus menyelidiki siapa Tan Giok Cu dan Thio Han Liong." Wajah Kwee In Loan langsung berseri." Lie Bun yauw memberitahukan dengan kepala tertunduk"Hmm" dengus Kwee In Loan dingin"oh ya. "Kalau Si Mo bersedia bergabung dengan kita." "Bagus. sama sekali tiada kabar beritanya. la adalah Kwee In Loan atau kakak seperguruan yo sian sian." "Ketua" tanya Lie Bun yauw mendadak." "oh?" Kwee In Loan mengerutkan kening. "Ha ha ha Ketua Hek Liong Pang. bagaimana dengan tugasmu mengundang Si MoBuyung Hok ke mari?" "Dia menyatakan pasti memenuhi undangan Ketua. aku ke mari memenuhi undanganmu" Tampak Si Mo berjalan ke dalam bersama seorang pemuda . kenapa engkau tidak dapat membawa Tan Giok Cu ke mari?" tanya Kwee In Loan sambil menatapnya dingin "Maaf Ketua" jawab Lie Bun yauw." "Betul. Tan Ek seng dan Lim soat Hong memberi nasehat dan pengertian kepada mereka berdua.. Mengerti?" ujar Lim soat Hong. tapi mendadak muncul seorang pemuda membantunya." Lie Bun yauw mengangguk. Kepandaiannya tinggi sekali. Pokoknya Hek Liong Pang harus menguasai seluruh golongan hitam. karena sering melakukan kejahatan. Kemudian ia bangkit dari tempat duduknya dan terdengarlah suara tawa yang memekakkan telinga. ia telah diusir oleh kedua orang tua yo sian sian. keesokan harinya berangkatlah mereka menuju gunung soat san dengan menunggang kuda. sebab itu akan menghancurkan cinta kasih kalian. "Bagaimana seandainya Si Mo tidak mau bergabung dengan kita?" "Berarti dia musuh kita" sahut Kwee In Loan singkat. Ketua." Thlo Han Liong dan Tan Giok Cu mengangguk. "Mengerti.

" "oooh" Kwee In Loan manggut-manggut. dialah berhak jadi ketua. Kita harus duduk beristirahat sejeNak.Markas Hek Liong sungguh aman berada di lembah ini" "Benar. siapa yang lebih tinggi kepandaiannya. " Ketua Hek Liong Pang." sahut Si Mo"Baik"" Kwee In Loan manggut-manggut"Bagaimana kalau kita mulai bertanding sekarang?" "Tidak usah terburu-buru." sahut Si Mo serius." "oooh" Kwee In Loan manggut-manggut. kemudian mereka bersulang lagi. ini adalah murid kesayanganku. "Ha ha ha" Si Mo tertawa seraya berkata." sahut Kwee In Loan sambil tersenyum." Si Mo mengangguk "yang lebih rendah kepandaiannya tentunya menjadi wakil ketua. engkau atau aku?" "Begitu "" Si Mo mulai serius.berusia delapan belasan. aku adatah ketua golongan hitam. sebab tempat ini tenang dan amat rahasia pula. pemuda itu cukup tampan. "selamat datang. "Si Mo siapa yang akan menjadi ketua. seandainya aku bersedia gabung dengan Hek Liong pang. terimalah hormatku" ucap Kwan Pek Him sambil memberi hormat. "Silakan duduk" "Terima kasihi terima kasih " ucap Si Mo sambil duduk lalu memperkenalkan. "Bagaimana keputusanmu tentang usulku? Bukankah engkau bilang akan dipikirkan?" "Ha ha ha" Si Mo tertawa gelak. "Aku mengerti maksudmu. "Memang sudah kupikirkan sekaligus kupertimbangkan. "Duduklah" sahut Kwee In Loan. namanya Kwan Pek Him. " Ketua Hek Liong Pang. setelah itu barunh kita mulai bertanding. "Kita berdua ternaksa harus bertanding untuk menentukan kepandaian siapa yang lebih tinggi." Si Mo tertawa"Perut kita masih kenyang. Engkau setuju?" "Itu cara yang paling adil. "Tentunya engkau tahu." Kwee In Loan mengangguk dan bertanya. lalu siapa yang menjadi ketua?" "Akan kita rundingkan bersama." "Jadi bagaimana keputusanmu?" "Ketua Hek Liong Pang." Kwee In Loanjuga tertawa. bukan?" "ya. "Si Mo" Kwee In Loan menatapnya. tidak baik bertanding sekarang." Kwee In Loan tersenyum. mulailah mereka bersantap sambi bersulang. mereka saling . setelah semua makanan dan minuman disajikan. "Terima kasih" ucap Kwan Pek Him lalu duduk. "Terus terang aku sangat menyukai Pek yun Kok (Lemhah Awan putih) ini. Si Mo" ucap Kwee In Loan sambil tertawa gembira. "Kita menggunakan senjata atau tangan kosong untuk bertanding?" "Cukup dengan tangan kosong saja. kemudian menyuruh Lie Bun yauw menyajikan makanan dan minuman untuk menjamu Si Mo dan muridnya itu. tapi wajahnya pucat pias dan tak berperasaan.sejenak kemudian.

kemudian ke duanya mulai bersulang lagi sambil tertawa gembira"Si Mo. lalu mulai menyerang dengan jurus jurus biasa. maka terpaksa mengangkat sepasang tangannya untuk menangkisPlaaak Terdengar suara benturan. "Ha ha ha" Si Mo tertawa gelak"Tentunya sekarang. sedangkan Kwee In Loan mengeluarkan ilmu Kiu Im Pek Kut Jiauw.memandang dan manggut. "Ketua Hek Liong Pang" ujar Si Mo sambil memberi hormat." ucap Si Mo"Mereka kembali ke tempat duduk masing-masing.manggut. "Si Mo" ujar Kwee In Loan sambil tersenyum. "Nah. Mereka berjalan ke tengah-tengah ruangan itu. "Terima kasih atas kemurahan hatimu. "saat ini aku adalah tuan rumahi maka engkau boleh menyerang duluan." ujar Si Mo sambil bangkit berdiri"Sekarang kita boleh mulai bertanding. ia pun menjulurkan jari tangannya ke arah ubun-ubun Si MoBetapa terkejutnya Si Mo. Di saat bersamaan. namun jari tangan Kweein Loan berhasil menyentuh ubun-ubunnya. "Puluhan jurus kemudian. Si Mo berhasil menangkis serangan itu." Si Mo manggut-manggut. Kini mereka bertanding dengan sungguh-sungguh." -ooo00000ooo Di saat mereka berdua sedang bercakap-cakap sambil bersulang. "Kepandaianmu lebih tinggi dariku." "setuju. kita harus meresmikan berdirinya Hek Liong Pang dalam rimba persilatan." Kwee In Loanjuga bangkit berdiri." "Baik. begitu pula Kwee In Loan." "Si Mo" sahut Kwee In Loan. dan seketika badannya mencelat ke atas." Kwee In Loan mengangguk. Perkumpulan kita akan bersaing dengan siauw Lim dan Bu Tong Pay. Si Mo menjongkokkan badannya. lalu berdiri berhadapan dan saling memberi hormat. pertandingan itu mulai seru menegangkan. Itu pertanda kepandaian Kwee In Loan lebih tinggi. Lewat dua puluh jurus. engkau berhak menjadi ketua.la tidak sempat berkelit. sementara Kwan Pek Him dan Lie Bun yauw menonton dengan penuh perhatian. Si Mo mulai mengeluarkan ilmu Ha Ho Kang. karena Si Mo mengeluarkan ilmu andalannya. "Mulai saat ini." "Terima kasih. Kwee In Loan berkelit dengan santai. "Kalau begitu. Ketua Hek Liong Pang itu tertawa panjang. bagus" Kwee In Loan tertawa gembira." Si Mo mengangguk. "Pokonya kita harus mengembangkan Hek Liong Pang. Tampak badan mereka berkelebatan laksana kilat." "Betul. mendadak terdengar suara terikan di luar- . kemudian mendadak meloncat ke arah Kwee In Loan. Bukankah tadi engkau sudah bilang aku adalah wakil ketua?" "Bagus. kapan engkau akan bergabung di sini?" tanya Kwee In Loan sambil menatapnya. Hek Liong Pang akan menguasai seluruh golongan hitam. engkau menjadi wakil ketua." "Baik.

Ternyata ia sangat tertarik pada gadis itu. gadis remaja itu berkepandaian tinggi. bagaimana mugkin Pek yun Kek kedatangan musuh? sekonyong-konyong berkelebat sosok bayangan merah." Kwan Pek Him menundukkan kepala. "Engkau adalah ketua Hek Liong Pang?" "Betul" Kwee In Loan mengangguk sambil menatapnya dengan penuh perhatian.. namaku Kwan Pek Him."Ada musuh datang Ada musuh datang." suara seruan itu membuat Kwee In Loan dan Si Mo saling memandang dengan penuh keheranan." "Aku. "cepat suguhkan arak wangi untuk gadis itu" "ya. disusul pula dengan suara tawa cekikikan." Kwan Pek Him tergagap-gagap"Nona." sahut gadis berpakaian merah itu sambil tersenyum. la yakin.. "Dasar pemuda pingitan gurunya jahat muridnya pasti begitu" "Hei gadis liar" bentak Si Mo dengan wajah merah padam karena gusar"siapa gurumu? Kenapa engkau berani kurang ajar ." ucapnya dan langsung meneguk arak wangi itu. aku. siapa engkau dan mau apa engkau ke mari?" "Hi hi hi" gadis berpakaian merah itu tertawa nyaring. "Hi hi hi Asyik. "Nona... aku memang Si Mo yang amat jahat. "Tampangmu begitu seram.. "Pemuda muka pucat. "Eh? Kenapa aku tidak disuguhi arak wangi? Aku ini tamu lho" "Lie Bun yauw" seru Kwee In Loan. "Hi hi hi" Ciu Lan Hio tertawa cekikikan. "Eeeeh?" Kwee In Loan terbelalak"gadis liar. mau apa engkau ke mari?" "Jalan-jalan." gadis berpakaian merah itu menunjuk Si Mo seraya berkata. sementara itu... "Terima kasih. murid kesayangan Si Mo-" "Aku tidak tanya" sahut ciu Lan Hio. namun kelihatan agak liar. melainkan bunga yang berduri. bahkan sepasang matanya menyorotkan sinar aneh.gadis itu cantik jelita. kenapa engkau memandangku dengan cara begitu? Engkau harus tahu lho Aku ini bukan anak domba atau anak kelinci. "Sebetulnya siapa engkau?" "Aku bernama Ciu Lan Hio. gadis kecil.. kemudian duduk di kursi yang kosong. Kwan Pek Him.. "Wuah sungguh wangi sekali arak ini" "gadis liar" Kwee In Loan menatapnya seraya bertanya. ada arak wangi" Kemudian muncul seorang gadis berusia lima belasan berpakaian merah. "Hi hi hi" Ciu Lan Nio tertawa cekikikan lagi. engkau pasti Si Mo yang amat jahat itu" "He he he" Si Mo tertawa terkekeh-kekehi "Tidak salah. "Engkau. murid Si Mo itu terus memandang gadis tersebut dengan mata tak berkedip. usiaku enam belas tahun" sahut gadis berpakaian merah. ketua" Lie Bun yauw segera menyuguhkan arak wangi untuk gadis berpakaian merah itu.

kemudian memandang Si Mo seraya bertanya. bukan?" "Haaah?" Wajah Kwee In Loan langsung berubah hebat"Engkau datang dari Kwan c\wr (Luar Perbatasan)?" "Ya" Ciu Lan Nio mengangguk. guru tidak usah meladeninya. "Betul." "Eh?" Si Mo terbelalak- . kalau engkau bertemu gurumu. gurumu berada di Tionggoan?" "Tidak salah-" Ciu Lan Hio manggut-manggut. sebab siauw Lim dan Bu Tong Pay sangat terkenal dalam rimba persilatan.terhadapku?" "Si Mo" sahut Ciu Lan Hio." ujar Kwee In Loan sungguh-sungguh"Kalau gurumu mau menjadi ketua Hek Liong Pang." Ciu Lan Hio tersenyum. agar tidak sembarangan bertindak"guru." Si Mo menudingnya dengan tangan agak bergemetar karena emosi sekali." "oooh" Kwee In Loan manggut-manggut." Ciu Lan Hio memberitahukan sambil tersenyum"oleh karena itu. aku bersedia menyerahkan jabatanku kepadanya-" "guruku sama sekali tidak berniat mau menjadi ketua Hek Liong Pang." "Lan Nio. " Ingat Engkau tidak boleh menyebut nama guruku" "Ya. aku disuruh ke mari untuk melihat-lihat. kepandaianku tidak berada di bawah kepandaianmu-" "Engkau." ujar Kwan Pek Him." "Ketua Hek Liong Pang. "Dia adalah gadis kecil. Ternyata diam-diam ketua Hek Liong Pang itu sangat menyukai Ciu Lan Nio." ujar Ciu Lan Nio"Tentunya engkau tahu siapa guruku. namun berniat menjadi Bu Lim Beng Cu (Ketua Rimba Persilatan). "gadis itu masih kecil. namun aku tidakTerus terang. guruku akan menundukkan ketua siauw Lim dan Bu Tong Pay. " jangan menimbulkan hal-hal yang tak diinginkan" "Tapi " "Tenanglah" Kwee In Loan memberi isyarat kepadanya. tolong sampaikan salamku kepadanya" "Baik" Ciu Lan Hio mengangguk. " orang lain memang takut kepadamu. engkau bernama Kwee In Loan kan?" tanya Ciu Lan Nio mendadak"Kok " Ketua Hek Liong Pang terbelalak"Engkau tahu namaku?" "Merah membara. "guru-ku memang berada di Tionggoan. "Lan Hio. "Kenapa engkau dari tadi terus melototi aku? Tidak senang aku duduk di sini? Mau bertarung dengan aku?" "Dasar gadis liar tak tahu diri Engkau berani kurang ajar terhadapku?" Kelihatannya kegusaran Si Mo sudah memuncak"Biar bagaimanapun aku harus menghajarmu" "Tenang Si Mo" ujar Kwee In Loan. "Aku harus menghajarmu" "Tenang Si Mo" -ujar Kwee In Loan. "Oh ya. "Engkau adalah muridnya?" tanya Kwee In Loan lagi. muncul cari korban." Kwee In Loan mengangguk. tidak perlu diladeni.

Apakah dia?" "Benar.. percuma engkau berseru memanggilnya." pesan Kwee In Loan. kemudian mendadak air mukanya tampak berubah hebat.." Kwee In Loan manggut-manggut." "Murid gendeng" Si Mo menggeleng-gelengkan kepala. "oooh" Si Mo manggut-manggut. "Pemuda muka pucat. "MEkipun kita berdua bergabung." Kwan Pek Him tampak kecewa sekali. "Jangan melupakan aku. pasti akan melarang muridmu mendekatinya." "Apa?" Si Mo terbelalak. dengar. bagaimana kalau kita berteman?" "Tak usah ya" sahut Ciu Lan Hio. " Aku punya cara."Tumben engkau membelanya? Tentu ada apa-apa. "Si Mo. "gadis itu tidak mau memungut hatimu. "Haaah. ya kan?" "guru.. guru tahu Ha ha ha--.. mungkin masih tidak sanggup melawannya. engkau jangan bilang jatuh hati kepadaku lho" "Nona Ciu.?" Si Mo kelihatan terkejut sekali." sahut Kwee In Loan memberitahukan. pokoknya aku tidak akan menerima hatimu itu" "Nona Ciu.. itu berarti dia tidak akan mencintaimu." seru Kwan Pek Him memanggilnya. "Nona Ciu." "Hi hi hi" Ciu Lan Hio tertawa cekikikan.". kemudian memandang muridnya seraya berkata.. aku sudah jatuh hati kepadanya" "Dasar murid gendeng" Si Mo menggeleng-gelengkan kepala lagi. "Ketua Hek Liong Pang.." "Hei" bentak Ciu Lan Hio.." ujar Kwee In Loan serius." Kwee In Loan menggeleng-gelengkan kepala. "Jangan memikirkan yang bukan-bukan terhadap"gadis itu" "Kenapa?" Si Mo heran. terima-kasih untuk arak wangi itu Aku mau pergi. "gadis itu sudah jauh. Kalau engkau tahu... lalu melesat pergi laksana kilat." ujar Kwan Pek Him. "Merah membara. "guru.." "siapa guru gadis itu?" "Aku tidak berani menjwbut nama maupun julukannya." Kwan Pek Him menatapnya dengan -mata berbinar-binar"Aku memang sudah jatuh hati kepadamu. "Si Mo." Kwan Pek Him menundukkan kepala. aku.. . "guru tahu. "Itu bagaimana mungkin?" "Pernahkah engkau mendengar tentang Kwan Gwa (Luar Perbatasan)?" tanya Kwee In Loan mendadak"Luar Perbatasan?" Si Mo mengerutkan kening. "Jangan lupa sampaikan salamku kepada gurumu" "Cerewet amat sih" sahut Ciu Lan Hio.." "Aaaah?" Kwan Pek Him menghela nafas panjang. muncul mencari korban. " Engkau tidak tahu siapa guru gadis itu.. kemudian bangkit dari tempat duduknya. "Hatimu mau jatuh dimana terserah. "Kalau begitu... dia tidak akan. sampai jumpa kelak" "Lan Hio.

Ketua." " Cukup tinggi jabatan itu. maka kami bersama ke mari" "ooooh" Kwee In Loan manggut-manggut. silakan mendekatinya" sahut Si Mo. "Kalian berdua mau bergabung dengan kami?" tanyanya.. bukan?" " Ketua Hek Liong Pang. sekonyong-konyong terdengar suara tawa yang agak keras bergema ke dalam rumah itu. "seandainya kami mau bergabung. harap kalian maklum" "Hmm" dengus Si Mo dingin" Jadi kalian ke mari ingin mengacau?" "Lho?" Lam Khie tertawa. "Jangan cari penyakit. perutku akan diisi dengan arak wangi Ha ha ha " "Kalian berdua berjanji untuk ke mari?" tanya Kwee In Loan sambil tersenyum. kenapa engkau malah . kemudian terdengar pula Stupyp seruan. " Kalau kalian mau bergabung dengan kami. "ya."Pek Him." Tong Koay manggut-manggut. ternyata adalah Tong Koay Oey Su Bin." "Maka aku berani mempersilakan kalian masuk" sahut Si Mo "Ayoh masuk." "Diam" Si Mo menatapnya tajam. "Kalau engkau sudah tidak menyayangi batok kepalamu. hanya kebetulan bertemu di mulut Lembah Awan putin... "Kini Si Mo adalah wakil ketua" sahut Kwee In Loan memberitahukan." sahut Tong Koay setelah meneguk arak wangi yang disuguhkan Lie Bun yauw"Aku dan Lam Khie tidak berjanji ke mari. "Tapi kami ke sini hanya ingin melihat-lihat saja. lebih baik engkau jauhi gadis itu" "ya. "Ha ha ha" Lam Khie tertawa gelak"Terima kasih. otomatis kalian sebagai Pelindung Hukum dan Pelaksana Hukum. "guru. " Ketua Hek Liong Pang." Lie Bun yauw segera menyuguhkan arak wangi untuk mereka. tidak berniat mau bergabung. Lam Khie-Toan Thian Hie dan ouw yang Bun murid Tong Koay"silakan duduk" ucap Kwee In Loan sambil menatap mereka"Terima kasih." ucap Tong Koay dan Lam Khie." Kwan Pek Him mengangguk. Terima kasih sungguh menggembirakan hari ini.. jangan malu-malu" Berkelebat tiga sosok bayangan ke dalam. Lam Khie silakan masuk" "Wuah Bukan main" Terdengar suara seruan lagi"Kim Si Mo sudah menjadi setengah tuan rumah di sini Ha ha ha. " Lie Bun yauw. guru. cepat suguhkan arak wangi untuk mereka" ujar Kwee In Loan. bolehkah kami masuk?" "Ha ha ha" Si Mo tertawa gelak"Tong Koay.Kemudian mereka bertiga duduk.. pokoknya engkau tidak boleh mendekati gadis berpakaian merah itu" "Kenapa?" tanya Kwan Pek Him. "Tentunya kalian ingin bergabung dengan kami. lalu apa jabatan kami?" Tong Koay balik bertanya sambil tersenyum. "Kami ke mari secara baik-Baik.

lalu berjalan ke tengahtengah ruangan tersebut dan berdiri berhadapan. "Bagaimana? Engkau mau bertarung sekarang atau tunggu beberapa tahun. tapi aku tidak takut kepadamu lho" "Aku tidak suruh engkau harus takut kepadaku. "Kita tunggu beberapa tahun lagi." "He he he" Tong Koay tertawa terkekeh-kekeh"Mau menantangku berkelahi ya?" "Baik" Si Mo manggut-manggut "Karena kita sudah ada perjanjian. setelah itu mendadak mereka saling menyerang dan memukul dengan tidak karuan. maka akan kulampiaskan padamu" "Bagus. maka lebih baik yang maju sekarang murid kita-" "setuju-" Tong Koay memandang muridnya"Murid-ku. "Murid gendeng" tegur Tong Koay sambil meng-garuki .lagi sesuai dengan perjanjian kita?" "Terserah" sahut Si Mo"Baik" Lam Khie manggut-manggut. tentunya membuat tercengang semua orang. maka engkau akan kuhajar" "oh?" Kwan Pek Him menatapnya dingin"Aku pun lagi kesal. tapi kentut yang barusan itu melalui mulut. apalagi sudah bertarung. "Kok bau sekali. Buuuk Duuuk Plaaak Mereka berkelahi mirip anak kecil. "siapa yang kentut barusan?" "gurau ouw yang Bun mengendus. maka lebih bau-" "Tong Koay" bentak Si Mo yang kena sindir." "Hmmm" dengus Kwan Pek Him dingin dan sekaligus bangkit berdiri"Jangan banyak bacot. namun kalau engkau ingin bertarung denganku tentu aku bersedia" ujar Lam Khie dan menambahkan. "Engkau jangan terus melotot. bagus" ouw yang Bun tertawa lagi "Ayoh. beranikah engkau bertarung dengan pemuda muka pucat itu?" "Kenapa tidak?" sahut ouw yang Bun sambil tertawa"Belum bertarung mukanya sudah begitu pucat. "Engkau . nanti sepasang biji matamu akan meloncat ke luar" "Engkau . "Aku memang lagi kesal. lihat saja nanti" "Eeeeh?" Mendadak Tong Koay menengok ke sana ke mari." Si Mo berkertak gigi.bilang kami mau mengacau? Kalau bicara yang benar. mari kita berkelahi sampai oenjol-benjol" "Hmm" dengus Kwan Pek Him dinginMereka berdua saling memandang. jangan asal bicara" "Lam Khie" Si Mo melotot." "Ha ha ha" Tong Koay tertawa gelak"Biasanya orang kentut melalui pantat. barulah kita berempat bertanding di puncak gunung Heng san" "Hmm" dengus Si Mo dingin" Aku pasti akan merobohkan kalian semua. "Ha ha ha" Lam Khie tertawa gelak. mari kita bertarung saja" "Ha ha" ouw yang Bun tertawa. itu adalah kentut yang luar biasa. " Walau engkau keturunan Lam Ti-Toan Hong ya.

begitu pula muridku.." Si Mo mengangguk sambil tertawa gelak"Ha ha ha. "Mereka tidak mau bergabung dengan kita" " Kalau mereka bergabung dengan kita. Mereka saling memandang. "Baik" ouw yang Bun menganggukMereka berdua kembali ke tempat duduk. "sama-sama.. "gara-gara gadis berpakaian merah itu." Kwan Pek Him menundukkan kepala"Ha ha ha" Mendadak Lam Khie tertawa gelaki "Pertandingan tadi telah berakhir dengan seri. "Kenapa engkau?" tanya Kwan Pek Bun. "Engkau adalah murid Si Mo." Kwee In Loan manggut-manggut." ouw yang Bun menundukkan kepala." ucap Si Mo sambil memberi hormat. "Sayang sekali" ujar Kwee In Loan menghela nafas panjang.Lam Khie pun ikut melesat pergi sambil berseru"sampai jumpa" Kwee In Loan dan Si Mo tetap duduk di tempat setelah Lam Khie. "sama. namun dia sudah punya kekasih.." sambung Si Mo"oh ya." . "Muridmu juga boleh dikatakan muridku juga. "Sebab kelak dia harus mengalahkan murid Tong Koay itu." ujar Kwan Pek Him... "Tadi ada seorang gadis berpakaian merah ke mari.Murid Si Mo bonyok-bonyok.. mereka berdua pun saling memandang. aku.Tong Koay dan Si Mo menatap murid masing-masing dengan mata melotot. Tong Koay dan muridnya melesat pergi." "Betul.." sahut ouw yang Bun memberitahukan. "Kenapa engkau? Kek begitu caramu bertarung?" "guru. sehingga mukamu benjol-benjol begitu macam Huh sungguh memalukan" "guru." Kwee In Loan tersenyum." "Kita senasib. engkau tak bersemangat mengangkat nama gurumu Engkau berkelahi dengan cara tidak karuan." ouw yang Bun menggeleng-gelengkan kepala. sudikah engkau mengajar muridku beberapa macam ilmu pukulan?" "Baik. "Aku sedang kesal gara-gara seorang gadis. Hek Liong Pang pasti jaya.. Aku tertarik dan sekaligus jatuh hati. sudahlah.. "Murid gendeng" Tong Koay menggeleng-geleng-kan kepala. "Kenapa kalian berkelahi dengan cara begitu?" "Pek Him" seru Si Mo dengan wajah padam.Garuk kepala. sedangkan murid Tong Koay pun benjolbenjolHa ha ha Pertandingan tadi akan dilanjutkan kelaksekarang kami mohon diri." "sama.Ha ha ha " Tong Koay dan muridnya langsung melesat pergi. kita tidak perlu bertarung lagi" ujar Kwan Pek Him.. begitu pula Kwan Pek Him." "Terima kasih. "Engkau telah mempermalukan guru Tahu?" "guru. Tapi dia tidak mau menerima hatiku. tapi justru tak berguna" Si Mo menudingnya. sementara Si Mo juga menegur dan mencaci muridnya. sebab kita sudah dalam satu perkumpulan." sahut ouw yang Bun. "Belum lama ini aku jatuh cinta kepada seorang gadis..

"Tak disangka murid mu jatuh cinta kepada gadis yang sudah punya kekasih Itu betul-betul celaka" "Muridku memang gendeng dan sialan. "Engkau memang sudah gila" tegur Tong Koay dengan mata melotot"gadis itu sudah punya kekasih." "Guru-"" "Kalau kami memberitahumu sekarang. Kelihatannya hatinya memang telah tercuri oleh gadis berpakaian merah itu. lebih baik kita bergabung saja. "Kita berempat memang sudah ada janji." "oh?" Teng Koay melotot. oleh karena itu.. "Pek Him" Kwee In Loan menatapnya dalam-dalam.." "Celaka" seru Lam Khie. barulah aku mau bergabung denganmu."Terima kasih. Kalau benar begitu." "Ha ha ha" Lam Khie tertawa gelak- ." sahut Lam Khie. "Tak disangka Si Mo telah bergabung dengan Pek Liong Pang. "Bagaimana kalau engkau bergabung dengan aku. sebab gurunya." ujar Si Mo sungguh-sungguh. tapi dia dia justru jatuh cinta pada gadis yang sudah punya kekasih. "Engkau jangan bertanya sekarang.." sahut Lam Khie. "Kini Hek Liong Pang bertambah kuat. Mau yang mana tinggal sabet. entah apa yang akan terjadi?" "Kelihatannya Hek Liong Pang ingin menguasai rimba persilatan." "Kalau begitu. "Kalau begitu. kita tunggu tiga tahun lagi" ujar Teng Koay. lebih baik engkaujangan tahu.." ucap Kwan Pek Him kepada Kwee In Loan.. "Masih begitu banyak gadis di kolong langit." ujar Teng Koay sambil menggeleng-gelengkan kepala." "Kenapa gurunya?" tanya Kwan Pek Hun cepat.. "Aaah " Kwan Pek Him menghela nafas panjang. itu malah akan membahayakan dirimu. tiga tahun lagi akan bertanding di puncak gunung Heng San. agar kita lebih kuat menghadapi Hek Liong Pang?" "Aku bersedia bergabung denganmu. (Bersambung keBagian 10) Jilid 10 Setelah meninggalkan markas Hek Liong Pang. kelak akan mengetahuinya." caci Tong Koay. "Murid gendeng Ken apa engkau terus melamun seperti kehilangan sukma?" "guru. kemudian memandang muridnya yang duduk melamun itu. "Muridku" Si Mo menggeleng-gelengkan kepala. "Apa syaratmu?" "Engkau harus mengaku kalah kepadaku. "Lebih baik engkau jangan memikirkan gadis berpakaian merah itu.. tapi harus ada syaratnya. Ketua. "Lam Khie" Teng Koay menatapnya." Ouw Yang Bun menundukkan wajahnya dalamdalam. tapi engkau masih terus memikirkannya Dasar.." "Ha ha" Lam Khie tertawa. Lam Khie dan Ouw Yang Bun duduk beristirahat juga di bawah sebuah pohon. Siauw Lim dan Bu Teng Pay pasti dalam bahaya. Teng Koay.

" "Jangan berkata begitu. "Engkau adalah Tuan Putri. Bab 19 An Lok Kong Cu (Putri yang Tenang Dan gembira) Di halaman istana Cu Goan ciang yang amat indah dan luas tampak seorang gadis remaja duduk termenung dekat taman bunga. "Alangkah bahagianya aku kalau dilahirkan di keluarga biasa." "Aaaah "" An Lok Kong cu menghela nafas panjang lagi.. Tuan Putri" ujar Lan Lan. "Aaaah.... perlukah kita berkelahi sampai benjol-benjol seperti muridmu dan murid si Mo itu?" "Sudahlah Lebih baik engkau diam. membuatnya menjerit kesakitan. tentunya tidak boleh main di luar.." Tong Koay langsung mengayunkan tangannya memukul Lam KhieLam Khie cepat-cepat meloncat ke belakang. Braaaak Pohon itu roboh seketika. "Belum terpukul sudah menjerit kesakitan" "Pohon sialan" caci Lam Khie dan mendadak mengerahkan Iweekangnya sambil mendorongkan sepasang telapak tangannya ke arah pohon itu." An Lok Kong Cu-Cu Ay Ceng menghela nafas panjang." Lan Lan memandangnya sambil menggelenggelengkan . kelak aku pasti merobohkanmu" "Ha ha ha" Teng Koay tertawa terbahak-bahak "yang akan roboh kelak justru adalah engkau" katanya.. "Cukup lumayan Iweekangmu. tapi dalam kurun waktu selama ini. melainkan masuk angin. "jangan bikin aku naik darah-" "Ha ha" Lam Khie menatapnya. jadi lebih bebas. Aku bagaikan seekor burung di kurung di dalam sangkar emas."Untung aku belum punya murid.. tapi justru punggungnya terbentur pohon..Kalau aku punya murid seperti muridmu. "Aduuuh Punggungku."Begitu tampangmu sedang naik darah? Itu sih bukan naik darah." "Hmm" dengus Lam Khie.. siapa gadis remaja yang cantik manis itu? Ternyata adalah putri kesayangan Kaisar Cu Goan ciang yang bernama Cu Ay Ceng dengan gelar An Lok Kong cu (Putri yang Tenang Dan gembira)." ujar Tong Koay dan menambahkan. "Kini usiaku sudah lima belas tahun.. "Kenapa Tuan Putri menghela nafas?" tanya salah seorang dayang yang bernama Lan Lan.. lalu melesat pergi seraya berseru. aku sama sekali tidak pernah bermain ke luar.. aku pasti mati muntah darah-" "Jangan menyindir" Tong Koay melotot." "Tuan putri. "Aku lagi kesal nih-" "oh?" Lam Khie tertawa lagi" Kalau begitu. dan beberapa dayang berdiri di belakangnya." "Ha ha ha" Tong Koay tertawa terpingkal-pingkal. "Tong Koay. "Lan Lan" sahut An Lok Kong Cu-Cu Ay Ceng." "Engkau. "Jangan harap dapat merobohkan diriku Ha ha ha.. tapi cuma dapat merobohkan pohon." ujar Tong Koay dingin.

Guru." An Lok Kong cu menggelengkan kepala." Dhalai Lhama jubah merah memberitahukan." An Lok Kong cu menghela nafas panjang. "Ada sesuatu yang terganjel dalam hatimu?" "Tidaki guru. "Kapan Guru akan mengajarku ilmu Ie Kang tu Tik (Memindahkan Iweekang Menggempur Musuh)?" "Tuan putri." "Guru..kepala..manggut dan wajahnya pun tampak cerah"Engkau benar.. terima-kasih-" "Tuan putri -" Mendadak dayang itu memberi isyarat. "Bukankah Tuan Putri boleh meninggalkan istana secara diam-diam?" "oooh" An Lok Kong cu manggut." "Tuan putri" Lan Lan tersenyum. "Sudah usaikah engkau berlatih?" "ya." tanya An Lok Kong cu mendadak"Kenapa ayahku mengutus guru pergi melukai Thio Bu Ki? Apakah Thio Bu Ki adalah orang jahat?" Dhalai Lhama jubah merah menghela nafas panjang.." "guru." "Tuan Putri" bisik Lan Lan.. tapi kemudian dibatalkan lalu ia menundukkan kepala. Di kolong langit ini tiada seorang jago pun yang mampu menangkis pukulan itu. "Sudah hampir delapan tahun engkau belajar ilmu silat pada kami. "Tuan putri" Dhalai Lhama jubah merah tersenyum.." An Lok Kong cu ingin menanyakan sesuatu. Bila nanti Putri sudah dewasa kelak. "Kebebasanku terkekang sekali." "guru. "Guru" panggil An Lok Kong cu"Ngmm" Dhalai Lhama jubah merah manggut-mang-gut sambil tersenyum. Seharusnya Tuan Putri bersyukur." "Tapi-. Tuan putri sangat beruntung dilahirkan sebagai putri kaisar." "Kenapa?" "Sebab ilmu itu harus bekerja sama satu dengan yang lain. tentunya belum boleh ke mana-mana. .. sudah pasti boleh ke luar istana. paling sedikit harus lima orang. coba engkau bayangkan betapa dahsyatnya Iweekang kami kalau digabungkan.. ternyata muncul beberapa Dhalai Lhama. "Kini Taan Putri baru berusia lima belas tahun. tidak boleh menyesali apa pun." An Lok Kong Cu tersenyum. "Kami berjumlah sembilan orang. guru tidak tahu apaapa." Ay Lok Kong cu menggelengkan kepala." "Guru. sebab Iweekangmu masih kurang.. "Terus terang. bagaimana kehebatan Ilmu itu?" "sangat hebat sekali" ujar Dhalai Lhama jubah merah. sudah barang tentu tidak bisa. "Itu adalah urusan pribadi ayahmu. kini kepandaianmu sudah lumayan. Buktinya Thio Bu Ki masih terluka parah terkena pukulan itu. "Ayahku pasti tidak akan mengijinkannya. Kalau cuma seorang diri." An Lok Kong cu mengangguk"Tuan putri" Dhalai Lhama jubah merah menatapnya." "Itu tidak mungkin. Tapi engkau harus terus berlatih... tidak bisa ke mana-mana. "Guru tidak bisa mengajarkan ilmu itu kepadamu.

merahan." "ya. "sungguh" Dhalai Lhama jubah merah mengangguk"Tapi engkau harus ingat. bosan sekali-" "Tuan Putri" Dhalai Lhama jubah merah menggelenggelengkan kepala"Engkau adalah Tuan putri. engkau boleh pergi berkelana. apa rencanamu setelah memperoleh Teratai salju?" tanya Tan Giok Cu. guru."." sahut Thio Han Liong sambil tersenyum. hati mereka penuh diliputi kegembiraan dan kadang-kadang mereka juga bercanda ria."Kalau tidak. "Guru. " Kakak tampan. Dalam perjalanan ini. tentu tidak boleh sembarangan main di luar. aku justru sudah merasa bosan. setelah kami pulang ke Tibet. aku.. bagaimana nanti saja" sahut Thio Han Liong dan menambahkan. barulah engkau boleh meninggalkan istana dengan cara menyamar sebagai pemuda sastrawan." sahut An Lok Kong cu mengeluh"Aku sudah bosan terus begini. "Tentunya harus cepat-cepat pulang ke rumahmu. "Jangan lupa akan pesan ke dua orang tuamu lho" "Aku tidak akan lupa.." An Lok Kong cu menghela nafas panjang.. karena engkau harus bertatap muka dengan ke dua orang tuaku" "Kita akan tetap tinggal di pulau itu?" tanya Tan Giok." "Tapi aku bagaikan seekor burung yang terkurung di dalam sangkar. keadaan di luar sangat bahaya-" "Bahaya bagaimana?" "Banyak penjahat dan orang licik.. Thio Han Liong dan Tan Giok Cu terus melanjutkan perjalanan menuju gunung soat san." "oh? sungguhkah?" tanya An Lok Kong cu dengan wajah berseri. hanya hidup dalam istana saja. sebab ilmu pedang tersebut sangat lihay dan hebat." An Lok Kong cu menundukkan wajahnya dalam-dalam. Lalu setelah itu?" "Kita ke pulau Hong Hoang To.. " Kesal kenapa?" "Aku sama sekali tidak boleh main di luar. bagaimana keadaan di luar-" "Tuan putri" Wajah Dhalai Lhama jubah merah berubah serius. "Aku lagi kesal. "Engkau harus tahu. Cu dengan wajah agak kemerah. Hari itu mereka beristirahat di bawah sebuah pohon. Engkau harus belajar dengan rajin dan sungguh-sungguh. kenapa wajahmu tampak agak murung?" Dhalai Lhama jubah merah memandangnya dengan penuh perhatian." "Begini. maka lebih baik engkau tetap diam di dalam istana saja. setelah engkau menguasai ilmu pedang itu." "guru." ujar Dhalai Lhama dengan suara rendah. "Itu. tiada kebebasan sama sekali. . "Aku ingin tahu. sedangkan kuda mereka dibiarkan bebas makan rumput di sekitarnya. sementara itu. "Mulai besok guru akan mengajarmu Cai Hong Kiam Hoat (Ilmu Pedang Pelangi). "Terima kasih" ucapnya." An Lok Kong cu girang sekali.

" Asyik deh mesra-mesraan" "Eh?" Thio Han Liong dan Tan Giok cu terperanjat. sebab kata orang tua. Ke dua orang tuaku pasti mau." "Hah?" Thio Han Liong terbelalak." " Kalau begitu. " Engkau anggap aku ini apa? Bisa melahirkan begitu banyak anak? Dasar.. kemudian bertanya perlahan. kan?" "Memangnya aku ingin cepat-cepat menikah?" Tan Giok Cu cemberut"Huh Tak usah ya" "Adik manis" Thio Han Liong tersenyum"Maafkan aku karena tidak sengaja menyinggung perasaanmu. kita harus punya anak sebanyak-banyaknya." Thio Han Liong memberitahukan. "Aku ingin bikin ramai pulau Hong Hoang Te-" "Adik manis.ya. tentu sepi sekali. engkau sungguh baik sekali" Thio Han Liong memeluknya erat"Eeeh -" Wajah Tan Giok Cu kemerah-merahan. oleh karena itu. "Maaf. engkau ingin punya anak berapa?" "Harus lebih dari sepuluh."Tan Giok Cu manggut-manggut. "oh ya.. maaf Aku telah mengganggu keasyikkan kalian.. tentu belum bisa menikah. "Apa?" Tan Giok Cu cemberut. "Yang benar?" "Tentu benar. Mereka tidak menyangka mendadak muncul seorang gadis berpakaian merah yang begitu cantik. "setiap tahun aku akan melahirkan satu anak selama lima belas tahun aku akan terus menerus melahirkan. banyak anak banyak rejeki lho" ujar Thio Han Liong sambil tertawa." "Engkau harus tahu." ujar Tan Giok Cu sambil tertawa kecil.. di pulau Hong Hoang To cuma ada ke dua orang tuaku.Engkau tidak marah kan?" "Kakak tampan.gadis itu ternyata Ciu Lan Hio." sahut Tan Giok Cu setengah berbisik"Bagaimana mungkin aku marah. engkau benar kok. "sedangkan pulau itu amat besar. Kita ajak ke dua orang tuamu tinggal di sana. kemudian melayang turun sosok bayangan merah"Hi hi hi" seorang gadis berpakaian serba merah berdiri di hadapan mereka sambil tertawa. Bagaimana menurutmu?" "Itu usul yang baik sekali. barulah kita menikah" "ya-" Tan Giok Cu mengangguk"Pulau Hong Hoang to. "Kalian terkejut ya?" Ciu Lan Nio memandang mereka. "Engkau."Kita belum cukup dewasa." Di saat itulah mendadak terdengar suara tawa cekikikan. percayalah" Tan Giok Cu tersenyum. Kalau cuma kita beberapa orang. tentu belum boleh menikah-" "Adik manis" Thio Han Liong memegang tangannya"Setelah kita berusia dua puluh lebih. tempat tinggal kami itu sangat indah sekali. Kita masih belum cukup dewasa. . setelah kita menikah nanti..

maka kita tidak berhak mengusirnya. tapi memang cantik sekali." Tan Giok Cu membanting-banting kaki saking gusarnya.. Engkau sudah dengar? Kami adalah sepasang kekasih yang saling mencinta. "Aku yang tidak tahu diri atau engkau yang tidak tahu malu?" "Engkau. "Ayoh lanjutkan" desak Ciu Lan Hio. Biar dia berdiri di situ.. melainkan menundukkan kepala dengan wajah kemerah-merahan. "Namaku Thio Han Liong. kemudian memandang Ciu Lan Hio dan memberi hormat.. bolehkah aku tahu namanya?" "Dia bernama Tan Giok Cu. "Engkau sopan sekali." ujar Ciu Lan Nio dan menambahkan." Tan Giok Cu menatapnya dengan mulut cemberut.. "Kakak tampan.. dia dia menghinaku Cepatlah usir dia" "Adik manis.Maaf.... Hi hi hi-" "Hmm" dengus Tan Giok Cu. "Jangan malu-malu" "Dia kekasihku." Dada Tan Giok Cu turun naik saking marahnya." "Siapa engkau?" tanya Tan Giok Cu sambil bangkit berdiri dengan wajah tidak senang. "Nona." ujar Thio Han Liong lembut. "Engkau sungguh galak." Thio Han Liong memberitahukan. kalau ucapannya tadi menyinggung perasaanmu. "Engkau. aku jadi suka padamu." ujar Tan Giok Cu setengah berteriak"Cepatlah engkau pergi. "Engkau sungguh tampan dan lemah lembut.. " Kalau aku tidak mau pergi." "Tapi dia -" Tan Giok Cu membanting-banting kaki"Dia tidak menghinamu. engkau mau apa?" "Engkau-. "Aku ke mari karena ingin menyaksikan kalian bermesramesraan. aku harap engkau sudi memaafkannya" "Hi hi hi" Ciu Lan Hio tertawa nyaring. berani omong begitu" "gadis galaki ada hubungan apa engkau dengan pemuda ini?" tanya Cu Lan Hio mendadak. "Hi hi hi Marah ya" "Engkau mau pergi tidak?Jangan mengganggu kami" bentak Tan Giok Cu sambil melotot.. Tidak mengganggu kita kan?" sahut Thio Han Liong." "Kenapa aku?" Ciu Lan Nio tersenyum. "Dia dan aku adalah." Tan Giok Cu tidak melanjutkan ucapannya. ." sahut gadis berpakaian merah itu sambil tersenyum. oh ya. "Mau apa engkau ke mari?" "Namaku Ciu Lan Nio. "Tempat ini bukan milik kita.." "Ngmmm" Ciu Lan Nio manggut-manggut. "Engkau kok tidak tahu diri?" "Hi hi hi" ciu Lan Hio tertawa cekikikan.. tapi kekasihmu itu galak sekali. jangan mengganggu kami" "Hi hi" ciu Lan Hio tertawa.. "Dasar tak tahu malu." "Engkau.

tentunya aku boleh mendekatinya.. "Dia gadis liar yang tak tahu malu" "Huh" Ciu Lan Nio mengeluarkan suara hidung. namun masih di. "Hei gadis galak" Ciu Lan Nio tersenyum-senyum." " Aku percaya. Apakah engkau tidak merasa malu sama sekali?" Tan Giok Cu menatapnya dengan wajah gusar.bawah kepandaianku. "Aku harap nona jangan bergurau Itu tidak baik. ya." ujar Tan Giok Cu." "Kakak tampan. "Aku tahu engkau berkepandaian cukup tinggi. "Engkau kok begitu tak tahu malu? Dia kekasihku. "Kenapa aku harus merasa malu? Kalian bukan suami isteri. lagipula tidak pantas bagi nona bergurau begitu" "oh?" ciu Lan Hio menatapnya dalam-dalam. itu tidak baik. Nona itu cuma ingin memanasi hatimu. Maka engkau jangan cobacoba menantangku" "Nona" Thio Han Liong menjura kepada Ciu Lan Nio. dan belum tentu pemuda ini akan menjadi milikmu." Tan tiiok Cu melotot. sehingga membuatku makin suka kepadamu... aku ikut" . "Engkau harus belajar sabar dan harus bisa menekan emosi." "Tadi aku memang bergurau. "Dia mau omong apa. bukankah lebih baik berkawan?" "Aku tidak mau berkawan dengan dia" sahut Tan Giok Cu." sahut gadis berpakaian merah"Engkau pun berkepandaian tinggi. " "Sudahlah" Thio Han Liong tersenyum. "Dasar gadis liar" "Adik manis. sebab akan merendahkan diri nona sendiri."Kalian belum menjadi suami isteri. Apalagi kini dia baru merupakan kekasihmu. tapi barusan aku berkata sesungguhnya." Tan Giok Cu mclotot"Nona. "Engkau sungguh merupakan pemuda yang berpengertian." "Ih Dasar tak tahu malur ujar Tan Giok Cu dingin "Aku memang suka kepada Thio Han Liong. "Aku mohon Nona jangan bergurau lagi. tapi engkau masih berani menyatakan suka kepadanya." Thio Han Liong mengangguk "Aku tidak percaya" sela Tan Giok Cu sambil mendengus dingin"Hmm Kita boleh bertarung sekarang juga" "Adik manis" Thio Han Liong meng geleng-geleng-kan kepala"Engkau jangan begitu-Dari pada kalian berdua bertarung." ujar Thio Han Liong sabar. aku pun akan mendekatinya. Kalaupun dia suamimu. "Aku pun tidak mau berkawan denganmu kebagusan" " Kakak tampan" Tan Giok Cu menarik tangannya. biarkan saja" "Tapi hatiku panas sekali.. Engkau mau apa?" tanya Ciu Lan Nio sambil tersenyum. Aku masih boleh merebutnya lho" "Engkau. " Kakak tampan. kemudian mendadak menarik tangan Thio Han Liong seraya berkata. "Mari kita pergi" Ciu Lan Nio tersenyum. itu adalah mulutnya. dia. namun masih di bawah kepandaianku." ujar Thio Han Liong lembut... kan?" "Engkau.

"Engkau berani marah padaku?" "Kenapa tidak?" sahut Thio Han Liong. sehingga pemuda itu tidak sempat berkelit. apakah engkau akan menyukaiku?" "Aku tidak akan menyukaimu. Begitu cepat gerakannya." "Kenapa?" "Entahlah-" "Hi hi" Ciu Lan Nio tertawa. sebab aku masih akan mendekatinyaHi hi hi " Gadis berpakaian merah itu melesat pergi." sebuah kecupan yang berbunyi cukup nyaring itu mendarat ke pipi Thio Han Liong.. "Cuuup. "Dia sudah pergi." "Hi hi hi" Ciu Lan Hio tertawa we. sudahlah" ujar Thio Han Liong sambil memegang bahunya. Apakah engkau juga pernah menciumnya?" "Engkau. "Aku harap nona jangan keterlaluan nona adalah seorang gadis."Nona. "Adik manis.. menciumnya pun mengerutkan kening...Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. Tadi gadis itu menciummu..." sahut Thio Han Liong sungguh-sungguh. "Engkau jangan memikirkan yang bukan. " Karena masih ada urusan lain." Tan Giok Cu menuding Ciu Lan Nio dengan mulut ternganga lebar." Thio Han Liong "Hei" bentak Tan Giok Cu... "Aku pikir sudah cukup engkau bergurau. "Aku sudah mencium kekasihmu. bagaimana perasaanmu di saat itu?" Tiada perasaan apa pun." "oh?" Ciu Lan Nio menatapnya. engkau.. engkau jangan gusar lagi" "Kakak tampan. apakah engkau akan menyukaiku?" "Karena sifatmu begitu macam. "Kenapa engkau begitu tak tangannya" "gadis galaki Ciu Lan Nio tangannya. aku harus pergi sekarang. "Hi hi hi" ciu Lan Hio tertawa cekikikan. tahu malu. "seandainya aku tidak bersifat begitu macam. "Sekarang aku ingin bertanya.bukan. sebab . Kalau engkau tidak bersama gadis galak ini. maka harus tahu kesopanan. kalau masih dilanjutkan.riv^o. engkau harus menjaganya baik-baik. "Engkau tidak berani menjawab sejujurnya karena gadis galak ini berada di sini?" "Nona" Thio Han Liong mengerutkan kening... sedangkan Tan Giok Cu masih tampak gusar. Jangankan cuma menarik aku berani" sekonyong-konyong Ciu Lan Nio mengecup pipi Thio Han Liong.. tentunya aku tidak akan menyukaimu. aku pasti marah. "Haaah ?" Pemuda itu terbelalak dengan wajah kemerahmerahan saking jengahnya. "Hi hi hi" Ciu Lan Hio tertawa cekikikan.. Kita akan berjumpa lagi kelak." sahut Thio Han Liong sungguhsungguh." Tan Giok Cu cemberut. berani menarik tertawa. "Engkau.." Tan Giok CU melotot"Nona" Thio Han Liong menatap Ciu Lan Hio dengan tajam sekali..gadis galak.

Tan Giok Cujuga cepat-cepat meloncat turun. seekor kuda berlari tidak begitu kencang di sebuah lembah. "Ada apa?" tanya Tan Giok Cu yang duduk di belakangnya"Banyak orang yang tergeletak di depan." "Kenapa engkau?" Thio Han Liong menatapnya lembut.. kemudian menggelenggelengkan kepala." Tan Giok Cu menggeleng-gelengkan kepala. aku. karena itu aku khawatir kelak dia akan berhasil merebutmu dari sisiku." "Kakak tampan. Tiba-tiba kuda itu meringkik. "Gadis itu begitu berani.. burunya pun pasti bukan orang baik-baiki" sahut Tan Giok Cu dan melanjutkan. bahkan kepandaiannya pun tinggi sekali" ujar Thio Han Liong. Percayalah hanya engkau yang kucintai." "Benar. "Mereka semuanya sudah mati." Thio Han Liong mengangguk sambil memperhatikan mayat-mayat itu. Thio Han Liong segera membelainya dengan penuh kasih sayang. "Bagaimana?" tanya Tan Giok Cu. maka kejadian tadi jangan kau simpan dalam hati" " ya" Tan Giok Cu mengangguki kemudian bergumam. Thio Han Liong terkejut dan cepat-cepat menghentikan kudanya. mulai sekarang engkau harus belajar sabar dan belajar menekan hawa emosi-" "Itu bagaimana mungkin?" Tan Giok Cu menggelenggelengkan kepala"Sebab aku punya rasa cemburu-" "Aku tahu-" Thio Han Liong manggut-manggut"Tapi gadis itu cuma bergurau denganmu. "Engkau tidak usah mengkhawatirkan itu. barulah mereka melanjutkan perjalanan dengan wajah cerah ceria. "Kalau tidak salahi Paman Tua In Lie Heng juga terkena ilmu pukulan ini." "oh?" Thio Han Liong tersentak.. "Mereka mati terkena semacam ilmu pukulan." Tan Giok Cu mendekap di dadanya. "Adik manis" Thio Han Liong menggenggam tangannya.. " Heran? entah siapa gadis itu? Mendadak muncul dan pergi begitu saja" "Aku yakin dia adalah gadis rimba persilatan. lalu memeriksa dada salah seorang yang menjadi mayat itu. setelah itu. entah ilmu pukulan apa itu?" "Haaah ?" seru Tan Giok Cu mendadak. " Kakak tampan.Kelihatannya mereka semua adalah kaum rimba persilatan... aku. Begitu sampai di tempat itu.. "Entah murid siapa dia?" "Gadis itu begitu liar dan tak tahu aturan." ujar Tan Giok Cu sambil menggeleng-gelengkan kepala. mereka terbelalak karena orang-orang yang tergeletak itu sudah tak bernyawa lagi dan di bagian dada mereka terdapat sebuah tanda merah darah.. Yang duduk di punggung kuda itu adalah Thio Han Liong dan Tan Glik Cu. Mari kita pergi lihat" sahut Thio Han Liong sambil meloncat turun. " Engkau tahu mereka terkena ilmu pukulan apa?" . kemudian ke duanya segera melesat ke depan. "Di antaranya terdapat Hweeshio.gadis itu memang sengaja memanasi hatimu oleh karena itu.

kenapa Paman Tua turut campur?" "Ha ha ha" orang tua itu tertawa sambil menyahut... "He he he He he he. "Apakah Paman Tua tahu siapa pembunuh mereka?" "Anak muda" orang tua itu menatapnya tajam. "oh?" orang tua itu tertawa gelak. . ya kan?" sahut Thio Han Liong sambil memandangnya.. tetapi mendadak terdengar suara tawa terkekeh-kekeh.. "Engkau tidak menuduhku sebagai pembunuh mereka?" "Aku yakin Paman Tua bukan pembunuh mereka.." ujar orang tua itu dan menambahkan. " Aku tidak tahu sama sekali. "Aku memang orang tua usil. tidak mungkin akan kembali ke mari lagi untuk melihat mayat-mayat ini." ujar Thio Han Liong sambil tersenyum. "Ini adalah urusan kami berdua. "Ha ha ha" orang tua itu tertawa terbahak-bahaki "Anak muda." "Dia sangat galak dan cepat menuduh orang. "Ha ha ha Kenapa engkau yakin aku bukan pembunuh mereka?" "Kalau Paman Tua pembunuh mereka." Tan Giok Cu menggeleng-gelengkan kepala"Paman Tua" Thio Han Liong memberi hormat seraya bertanya." " Kalau aku yang membunuh mereka. tega membunuh orang sebanyak itu?" "He he he" orang tua itu tertawa terkekeh-kekeh." Thio Han Liong mengangguk "Paman Tua kok usil?" Tan Giok Cu cemberut. engkau harus baik-baik membimbingnya.." Tan Giok Cu mengerutkan kening. "Dia bernama Tan Giok Cu." "Kekasihmu?" "ya." Thio Han Liong menghela nafas panjang sambil menggeleng-gelengkan kepala." Pemuda itu memperkenalkan. maka sekaligus menasihatimu. "Anak muda." "Ya. "Mereka sudah mati semua Hweeshio siauw Lim Pay.. "Engkau bisa memastikan bahwa akulah yang membunuh mereka?" "Paman Tua." setelah itu muncullah sosok bayangan yang ternyata seorang tua berpakaian kumal dengan muka kotor sekali.."Aaahi-.." Tan Giok Cu ingin mengatakan sesuatu. murid Go Bi Pay dan beberapa anggota Kay Pang He he he Mereka sudah mati semua" "Paman Tua yang membunuh mereka?" tanya Tan Giok Cu mendadak"Hei gadis cantik" sahut orang tua itu mendadak"Engkau bertanya atau menuduh?" "Bertanya." "Perlukah aku menjawab?" "Memang perlu. entah ilmu pukulan apa itu?" " Kakak tampan.. engkau memang pintar siapa engkau?" "Namaku Thio Han Liong. lalu engkau mau apa?" "Paman Tua. la berdiri di hadapan mayat-mayat itu. "Kenapa engkau begitu kejam..

"Paman Tua tahu siapa pembunuh mereka?" tanya Thio Han Liong. Kemunculan kami dalam rimba persilatan. setelah itu muncul pula dua orang berpakaian serba merah." sahut Pak Hong. "Tidak tahu. "Kami dari arah kiri. "Jangan-jangan Paman Tua sudah gila? Kalau tidak. "Heran? siapa pembunuh itu dan kenapa membunuh muridmurid partai besar itu?" "Beberapa tahun lalu telah muncul empat jago yang berkepandaian tinggi. Mereka pernah mendengar nama orang tua tersebut.. si Mo. Namun kemudian muncul pula satu perkumpulan baru. "Kalian terkejut?" "Kenapa harus terkejut?" "Wuahh" Pak Hong tertawa lagi. kenapa omong sembarangan?" "Ha ha ha" orang tua itu terus tertawa. "Kalian tidak mendengar suara suling itu?" tanya Thio Han Hong sambil memandang mereka. hanya ingin menyamai empat tokoh masa siiam.Engkau jangan galak-galak." Pak Hong setelah berpikir sejenak"Pembunuh itu pasti lari ke arah utara-" "Paman Tua sama sekali tidak tahu siapa pembunuh itu?" tanya Thio Han Liong lagi." "oh?" Thio Han Liong dan Tan Giok Cu terkejut.. yaitu Teng sia." Pak Hong mengangguki "Beberapa murid Hwa san. orang lain begitu mendengar namaku. Tapi engkau justru tidak" "Hmm" dengus Tan Giok Cu. sedangkan Paman tur dari arah kanan. yaitu Teng Koay." " omong kosong" Tan Giok Cu melotot. " ya. Kami berempat pernah bertanding dan kepandaian kami berempat seimbang. "Tidak" Tan Giok Cu menggelengkan kepala"Paman Tua" Thio Han Liong memberitahukan. karena ia pun pernah mendengar suara suling bernada aneh itu. dan Pak Kay. Tapi mereka semua sudah menjadi mayat" "suara suling yang bernada aneh?" Kening Thio Han Liong berkerut. "Tadi sayup.sayup aku mendengar utfYB suling yang bernada anehi maka aku segera ke mari. . sudah banyak kaum rimba persilatan dengan dada berbekas sebuah tanda merah-" "Seperti yang terdapat di dada mayat-mayat itu?" tanya Tan Giok Cu. maka mendengar suara suling itu. Lam Khie dan aku Pak Hong. "Aku memang orang tua gila. si Tek ki Lam Ti." "Kalau begitu. "Aku sama sekali tidak tahu. "Belum lama ini. ketika berada di rumah hartawan Ltm. nanti hati kekasihmu ini akan berubah terhadapmu.Kini si Mo sudah . sebab aku adalah Pak Hong (si ciila Dari utara) Ha ha ha." "oh?" Thio Han Liong tersentak dan kemudian bergumam. pasti kabur terbirit-birit dan terkencing-kencing. yang tidak lain adalah Hek Liong Pang. "Engkau memang gadis galak dan pemberani. Kun Lun dan Khong Tong Pay juga mati dengan tara yang sama." Pak Hong menggeleng-gelengkan kepala.

namun aku tidak tahu namanya. sebab kini si Mo sudah menjadi wakil ketua Hek Liong Pang. " Aku pernah bentrok dengan pihak Hek Liong Pang. sama sekali tidak mungkin" "Kenapa?" tanya Thio Han Liong. "Karena kami berempat ingin saling mengalahkan. "Tidak mungkin" sahut Pak Hong. "Situasi rimba persilatan tiada urusan dengan kami. "Alangkah baiknya Tong Koay. mungkinkah pembunuh mereka ketua Hek Liong Pang itu?" tanya Thio Han Liong." "Tapi situasi rimba persilatan. "Dia seorang wanita berusia lima puluhan.bergabung dengan perkumpulan itu." "oh?" Thio Han Liong tersentak"Kok Paman Tua menduga begitu?" "Karena kelihatannya pembunuh itu ingin menguasai rimba persilatan. "sebab kini Hek Liong pang sudah resmi berdiri di rimba persilatan. "sebetulnya siapa pembunuh itu?" gumamnya. "oleh karena itu. tapi malah tinggal diam. bahkan juga amat lihay. Lam Khie dan Paman Tua bergabung untuk menghadapi pembunuh itu dan Hek Liong Pang. rimba persilatan betul-betul dilanda banjir darah-" "Kalau begitu. Aku dengar kepandaiannya masih di atas kepandaian si Mo." ujar Pak Hong memberitahukan." "Dasar gila" ujar Thio Han Liong. "Pembunuh itu memiliki ilmu pukulan aneh dan istimewa... "Gadis galaki engkau murid siapa? Kok begitu tidak ." "Paman Tua" Tan Giok Cu memberitahukan." "Paman Tua. "Kini Hek Liong Pang pasti kuat sekali. Gila Gila Gila " " Eeh?" Pak Hong terbelalak." "Ha ha ha" Pak Hong tertawa." "Gadis galak" Pak Hong tertawa lagi." Pak Hong menghela nafas panjang. maka engkau tidak usah heran" "Paman Tua memang gila." "Ha ha ha" Pak Hong tertawa gelak "Itu tidak mungkin.." Pak Hong mangguj-manggut." ujar Pak Hong sungguh-sungguh. Bu Teng Pay dan Kay Pang." "Kalau begitu.." "Betul. tentunya tidak akan membunuh kaum rimba persilatan dengan cara begitu" Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala." sahut Tan Giok Cu. "Kelihatannya hanya berikutnya adalah para ketua partai. tidak mungkin kami bergabung. karena si Mo sudah bertanding dengan dia" " Kalau begitu. "Kalian harus berhati-hati. "Aku memang si Gila dari utara. hebat dan ganas. itu adalah gengsi kami.." "Paman Tua tahu siapa ketua Hek Liong Pang itu?" tanya Tan Giok Cu. "sudah tahu rimba persilatan bakal dilanda banjir darah." ujar Thio Han Liong seakan-akan mengusulkan. Kalau ia bergabung dengan Hek Liong Pang." Thio Han Liong mengerutkan kening. "Kelihatannya ia ingin menyaingi perguruan siauw Lim sie.

"Ya. "Anak muda." "Tidak apa-apa. Bagus Aku sangat tertarik kepada kalian. maka terpaksa menangkis serangan itu dengan ilmu Thay Kek Kun.. "Engkau bisa ilmu andalan siauw Lim Pay juga." Thio Han Liong mengangguk" Kalau dalam sepuluh jurus Paman mampu mengalahkannya. sebab Pak Hong bertanya sambil menyerangnya. gadis itu memang sengaja mempermainkan Pak Hong." " Hati-hati. Thio Han Liong mengelak dan sekaligus balas menyerang dengan ilmu Liong Jiauw Kang." ujar Tan Giok Cu mendadak"Adik manis. sebetulnya engkau murid siapa?" Thio Han Liong tidak menyahut." Thio Han Liong menggelengkan kepala. Kalau dalam sepuluh jurus aku tidak <sapat mengalahkanmu.. si Gila dari utara itu berdiri termangu-raangu di tempat. namun Pak Hong sudah tertawa sambil berkata kepada Thio Han Liong. "siapa Bibi sian sian itu?" tanya Pak Hong." sahut Tan Giok Cu. Maukah kalian menjadi muridku?" "Terima kasih atas maksud baik Paman. Thio Han Liong terpaksa berkelit." Pak Hong tersenyum.. "Thay Kek Kun" pak Hong tersenyum. "Ternyata engkau adalah murid Bu Teng Pay sambutlah jurus ke tiga ini" Pak Hong mulai menyerang dengan dahsyat. karena serangan Thio Han Liong begitu hebat. "Bagus. aku akan mulai menyerangmu" Pak Hong dan langsung menyerangnya... lama sekali barulah membuka mulut. "Eh?" Pak Hong tercengang. "Engkau menolak?" Pak Hong tertegun. "Guruku. (Ilmu Cakar Naga) yang didapatkannya dari Tiga Tetua siauw Lim Pay. sebetulnya engkau murid siapa?" "Aku belajar ilmu silat dari ayah" jawab Thio Han Liong . Kini ia mengeluarkan itmu Kiu Im Pek Kut Jiauw." Thio Han Liong ingin menegurnya. Pak Hong langsung menyerangnya bertubi-tubi. "Haah?" Pak Hong tampak terkejut. aku pasti langsung pergi. maka kami berdua bersedia jadi muridmu.karuan?" "Bibi sian sian adalah guruku. "Berhenti Berhenti sudah sepuluh jurus" ujar Tan Giok Cu mendadakPak Hong segera berhenti menyerang. "Tak disangka engkau begitu hebat juga" Usai berkata begitu. "Ha ha ha" Pak Hong tertawa terbahak-bahak. "Baik." Tan Giok Cu tersenyum-senyum. "Kita hanya bertanding sepuluh jurus dengan tangan kosong. maka ia harus mencurahkan perhatiannya untuk menangkis. Thio Han Liong tidak keburu berkelit." "Paman Tua .Mungkin kalian tidak percaya akan kehebatan kepandaianku. Bersiapsiaplah" "Paman tua. menangkis sekaligus balas menyerang. namun Pak Hong menyerangnya lagi.. tapi.

"sutee. aku pasti kalah. pada dada setiap korban pasti terdapat tanda merah sebesar telapak tangan. Thio Han Liong mengangguk. maka Iweekang mereka tinggi sekali. "Pantas engkau begitu lihay. kapan kepandaian kita akan setinggi Pak Hong dan lainnya?" "Adik manis" Thio Han Liong tersenyum. namun sayup. Aku memang tidak mau berkecimpung dalam rimba persilatan. " Kakak tampan. bagaimana kalau kita semua ke pulau Hong Hoang Te?" "Aku sependapat denganmu." "Betul." "Mari kita melanjutkan perjalanan" ajak Tan Giok Cu." Tan Giok Cu manggut-manggut. kini muncul lagi seorang pembunuh lain. setelah kita memperoleh Teratai salju." "Seng Hwi memiliki ilmu pukulan cing Hwee Ciang. entah apa tujuannya berbuat begitu?" "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio"Kita sama sekali tidak tahu siapa pembunuh itu. "Aaaah " Kong Bun Hong Tio menghela nafas panjang. Mereka berdua saling memandang dengan kening berkerut-kerut." "ooooh" Pak Hong manggut-manggut. sungguh mengherankan. "Kita masih kurang pengalaman dan Iweekang kita pun belum mencapai tingkat tinggi. bagaimana mungkin aku dapat mengalahkanmu dalam sepuluh jurus? Ha ha ha Anak muda sampai jumpa" Pak Hong melesat pergi." Kong Bun Hong Tio ." "Suheng. Pembunuh yang baru muncul itu entah memiliki ilmu pukulan apa. "Tapi juga pernah mendapat petunjuk dari sucouw Thio sam Hong dan Tiga Tetua siauw Lim Pay. -ooo00000ooo Bab 20 Kejadian yang Tak Terduga sunyi sepi di dalam kuil siauw Lim sie. setelah Thio Bu Ki hidup mengasingkan din di pulau itu. Engkau adalah anak Thio Bu Ki. sedangkan mereka sudah puluhan tahun berlatih. "Dalam rimba persilatan akan sering terjadi pertikaian.Thio Han Liong dan Tan Giok Cu menggelenggelengkan kepala"Kepandaian Pak Hong sangat tinggi. aku tidak begitu suka berkecimpung di rimba persilatan." ujar Thio Han Liong sambil menghela nafas. sehingga menimbulkan pembunuhan. situasi dalam rimba persilatan makin memburukTempo hari Seng Hwi membantai para murid kita lantaran salah paham. "siapa ayahmu?" "Ayahku adalah Thio Bu Ki. kemudian mereka berdua meloncat ke atas punggung kuda tunggang mereka." "Hah?" Pak Hong tampak terkejut.sayup terdengar suara tawanya. Tampak dua padri tua sedang duduk berhadapan di ruang meditasi." "oooh" Tan Giok Cu mengangguk "Kakak tampan. " Kong Ti seng ceng menggeleng-gelengkan kepala"Pembunuh itu juga membunuh para murid partai lain. justru bermunculan jago jago berkepandaian tinggi dalam rimba persilatan. Kalau pertandingan tadi tidak dibatasi sepuluh jurus." sahut Thio Han Liong." "Itu adalah semacam ilmu pukulan.jujur. sebab cuma beberapa tahun kita berlatih Iweekang.

"Kong Bun Hong Tio. Mungkin ada sesuatu yang penting." "oooh" Jie Lian ciu manggut-manggut." "Dada mereka terdapat sebuah tanda merah?" tanya song Wan Kiauw." "Omitohud" Kong Bun Hong Tio terkejut bukan maini "Kapan kejadian itu?" "Beberapa bulan yang lalu. kemudian mereka berdua berjalan menuju ruang depan. "Maaf." song wan Kiauw menghela nafas panjang. ketua Bu Teng Pay Jit Lian ciu dan song Tayhiap datang berkunjung. "Apakah siauw Lim Pay tidak mengalami sesuatu?" "Omitohud" Kong Bun Hong Tio menghela nafas panjang. In Lie Heng sutee kami pun mati terbunuh. setelah itu seng Hwi mengajak Thio Han Liong pergi menemui ibunya. Mereka sudah berada di ruang depan." ujarnya. silakan duduk" Jie Lian ciu dan song wan Kiauw duduki setelah itu jie Lian ciu pun bertanya dengan serius. Kong Ti seng Ceng" Lie Lian ciu dan song wan Kiauw segera memberi hormat." Goan Liang segera pergi.menggeleng-gelengkan kepala. "Beberapa murid partai lain juga sudah menjadi korban" "Aaahi. "seorang gadis remaja bernama Tan Giok Cu membawanya pulang ke gunung Bu Tong. katanya ingin menemui Thio Han Liong. "Hong Tio. "Omitohud" sahut Kong Bun Hong Tio"Goan Liang. "Kong Bun Hong Tio. kedatangan kami telah mengganggu ketenangan Hong Tio dan seng ceng" "Omitohud" sahut Kong Bun Hong Tio"Tidak "apa-apa." "Baik suheng" Kong Ti seng Ceng mengangguk dan bangkit berdiri." jawabjie Lian ciu memberitahukan. namun Thio Han Liong secara tidak langsung telah menyelamatkan siauw Lim sie-" "oh?" Jie Lian ciu tercengang. "Gadis itujuga ke sini. "Mereka tidak bertemu. "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio"Hari itu In Tayhiap pulang. apakah di tengah jalan ia . "Omitohud" sahut Kong Ti seng Ceng. cepat suguhkan teh wangi untuk mereka" "ya. "Kita tidak tahu ilmu pukulan apa itu. kebetulan pembunuh misteri yang memiliki ilmu pukulan cing Hwee Ciang muncul pula." Di saat mereka sedang bercakap-cakap denganserius. "ya." "Tan Giok cu?" Kong Bun Hong Tio tertegun.. Thio Han Liong memberitahukan kepadanya tentang urusan seng Kun dengan cia sun. "sutee" Kong Bun Hong Tio bangkit berdiri "Mari kita pergi menemui mereka. "Beberapa murid kami mati terbunuh." "Mereka bertemu?" tanya song wan Kiauw. "Ketika Thio Han Liong berada di sini." Kong Bun Hong Tio mengangguk dan mem beritahukan. tibatiba muncul Goan Liang.

sudah sekian lama kita tidak bertemu." sahut Kong Bun Hong Tio"Ketua Bu Tong Pay dan song Tayhiap." Jie Lian ciu segera membalas . "Kami baik-baik saja. Kebetulan gadis remaja itu melihatnya.. bahwa ketua Kay Pang dan Dua Tetua datang berkunjung. Dulu Thio Bu Ki berhasil menuntun mo Kauw kejatan yang benar. Ketika sadar In sutee menyebut kata 'Hiat' entah apa maksudnya?" "Hiat?" Kong Bun Hong Tio mengerutkan kening.Apa kabar selama ini?" "Omitohud Kami baik-baik saja." ujar song wan Kiauw memberitahukan. berjalan ke dalam bersama dua orang pengemis tua. "Apakah dalam rimba persilatan terdapat ilmu tersebut?" "Tidak pernah dengar." "Hiat " gumam Kong Ti seng Ceng. sedangkan ke dua pengemis ilu adalah Ci Hoat dan Coan Kang Tianglo. maka membawanya pulang ke gunung Bu Tong. muncul Goan Liang melapor. Kini siapa lagi yang akan menaklukan kaum setan iblis ilu? Omitohud. "Mungkin julukan si pembunuh itu" " Kami pun menduga begitu. mungkinkah Hiat Ciang (Pukulan Berdarah)?" "Hiat Ciang?" song Wan Kiauw dan lie Lian ciu mengerutkan kening. Gadis itu bernama su Hong seki ketua Kay pang. "Apakah Hong Tio mendengar tentang Hek Liong Pang?" "Sudah. apa kabar?" Coan Kang Tianglo memberi hormat." song wan Kiauw menggeleng-gelengkan kepala seraya berkata. "mungkinkah ketua Hek Liong Pang adalah pembunuh itu?" "Entahlah.Wakil ketua Hek Liong Pang adalah si Mo. "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio"Selamat datang Ketua dan Tetua Kay Pang" "Ha ha ha" Ci Hoat Tiang lo tertawa gelak"Kong Bun Hong Tio dan Kong Ti seng Ceng." Di saat bersamaan..bertemu pembunuh itu?" "Aku pikir memang begitu. namun kami tidak tahu siapa ketua Hek Liong Pang ituKalau tidak salah Hek Liong Pang di ketuai oleh seorang wanita yang berkepandaian tinggi sekali-" "Kini rimba persilatan semakin kacau. "Seingat-ku.." sahut Kong Bun Hong Tio sambil menghela nafas panjang. " Cepat undang mereka masuki sahut Kong Bun Hong TioGoan Liang segera pergi." Kong Bun Hong Tio menggelengkan kepala"Kelihatannya kaum setan iblis ingin menguasai rimba persilatan. Berselang sesaat tampak seorang gadis berusia dua puluhan membawa sepasang tongkat bambu berwarna hijau. "Di dada setiap korban terdapat tanda merah. "Guru tidak mampu mengobatinya. tapi." ujar song wan Kiauw sambil menggeleng-gelengkan kepala." Kong Bun Hong Tio mengangguk"Belum lama ini Hek Liong Pang berdiri dalam rimba persilatan secara resmi. tiada seorang kaum rimba persilatan punva julukan Hiat-. hanya dapat menyadarkannya saja. "Aaaahi-" "oh ya" song Wan Kiauw memandang Kong Bun Hong Tio seraya bertanya.

Wakil ketua adalah si Mo-Buyung Hok.. "Kami sama sekali tidak tahu. sebab beberapa murid kami pun terbunuh dengan cara yang sama.." Gan Kang Tianglo menggelengkan kepala "Tiada seorang pun yang tahu siapa dia." "Mungkinkah begitu?" tanya Gan Kang Tianglo dengan kening berkerut. "Kenapa harus membunuh dengan cara sadis begitu?" "Dia ingin memperlihatkan kelihayan ilmu pukulannya." "oh?" Ci Hoat Tianglo menatap song wan Kiauw seraya bertanya.memberi hormat. Hong Tio. "Itu adalah julukan pembunuh atau nama ilmu pukulan?" "Kami justru sedang membicarakan ini. "Dia menghendaki kita berkumpul semua." song Wan Kiauw menjelaskan. dada mereka terdapat tanda merah. tentunya ada sesuatu yang penting kan?" "Betul. Kun Lun. tapi... "In Lie Heng sutee kami itu pun terbunuh beberapa bulan lalu.su Hong sek mengangguk." Jie Lian ciu menggeleng-gelengkan kepala. "Kesimpulan kami memang begitu. "Kenapa song Tayhiap menduga begitu?" "Menurutku.." "Bukankah pembunuh itu bisa menantang langsung kepada kita?" ujar Gan Kang Tianglo." "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio"Kami sudah tahu itu." "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio- . dadanya juga terdapat sebuah tanda merah" ujar jie Lian ciu sambil menghela nafas panjang. namun tetap tidak dapat menduga siapa pembunuh itu" "Hek Liong Pang secara resmi berdiri dalam rimba persilatan.. Tapi ketua Hek Liong Pang.. "sebelum menghembuskan nafas penghabisan. entah apa maksudnya itu?" "Hiat?" ci Hoat Tiang lo mengerutkan kening. sanggupkah pembunuh itu membunuh kita?" "Kalau dia tidak yakin. "Ketua Kay Pang" tanya Kong Bun Hong Tie "Kalian ke mari secara mendadak."jawab lie Lian ciu dan melanjutkan.. bahkan juga pengecut." Kong Bun Hong Tio memandang jie Lian ciu.. dia menyebut 'Hiat'. Mungkinkah ketua Hek Liong Pang adalah pembunuh itu." "Kong Bun Hong Tio tahu siapa pembunuh itu?" tanya su Hong sek"Maaf" Kong Bun Hong Tio menggelengkan kepala." sahut Tianglo itu. Hwa san dan Khong Tong Pay.. tapi. tentunya dia tidak berani memancing kemarahan kita kan? sebab dia pun membunuh murid-murid GoBi. maka su Hong sek dan ke dua Tianglo itu langsung memandang ketua Bu Tong pay.Belum lama ini banyak anggota kami yang terbunuh. lalu membunuh kita semua pula. hanya tahu dia adalah seorang wanita berusia lima puluhan.. "perbuatannya itu membuktikan bahwa ia amat licik.. "Apabila kita bergabung. "Bagaimana Gan Kang Tianglo?" "Kami pun baik-baik saja.

" ujar song Wan Kiauw"Karena kelihatannya Hek Liong pang ingin menguasai rimba persilatan. kini muncul lagi seorang pembunuh misteri lain memusingkan kita semua. Hwa san dan ketua Khong Tong Pay juga harus bergabung dengan kita. ketika mereka memasuki sebuah hutan. Asal jangan minta daging saja. siapa yang akan pergi mengundang para ketua? Kami atau pihak siauw Lim?" tanya jie Lian ciu"Karena pertemuan itu diadakan di kuil kami. siapa mereka berdua itu? Tidak lain adalah si Mo-Buyung Hok dan ketua Hek Liong Pang-Kwee In ." "selain menghadapi pembunuh itu. Kun Lun." ujar Kong Bun Hong Tio sambil tertawa."Untuk itu kita harus mengadakan pertemuan resmi. kami mohon pamit. kita pun harus bersiapsiap menghadapi Hek Liong Pang. "Apabila perlu. itu sungguh membingungkan" Kong Bun Hong Tio menggeleng-gelengkan kepala"Apa boleh buat" ujar Jie Lian ciu. "Tapi kapan pertemuan itu diadakan?" "Bagaimana kalau tanggal lima belas bulan depan?" tanya jie Lian ciu. mendadak muncul dua orang menghadang di depan mereka. "Jadi kita pastikan tanggal lima belas bulan depan berkumpul di sini semua."jawab Kong Bun Hong Tio"Baiklah" Jie Lian ciu manggut-manggut"Kong Bun Hong Tio. dan harus mengundang para ketua partai lain. "oh ya Kong Bun Hong Tio." jie Lian ciu manggut-manggut. maka tidak heran kalau Tan Giok Cu terus tersenyum bahagiaitu. Dalam perjalanan ini cinta kasih mereka semakin bersemi."Mungkinkah dia punya suatu rencana tertentu?" "Memang mungkin. otomatis kita akan bertambah kuat. Kong Ti seng Ceng." sementara itu." "Betul-" Ci Hoat Tianglo manggut-manggut. kemudian menambahkan." setelah ada kepastian itu. maka pihak Kay pang berpamit. Omitohud. Thio Han Liong dan Tan Giok Cu terus melakukan perjalanan menuju gunung soat san. begitu pula pihak Bu Teng pay. apa sebabnya orang itu memusuhi kita? Apakah dia punya dendam kesumat pada kita?" "Tempo hari yang membuat kami pusing adalah seng Hwi." "Setuju. "Tapi aku masih tidak habis pikir. kita bergabung saja untuk melenyapkan pembunuh itu. "Ketua GoBi. namun masih tampak cantik." sahut Coan Kang Tianglo dan menambahkan. "Baiki" su Hong seki ketua Kay Pang mengangguk"Tapi di mana tempat pertemuan kita?" "Omitohud" sahut Kong Bun Hong Tio"Bagaimana kalau di kuil ini saja?" "Baiki" Coan Kang Tianglo mengangguki "Tapi harus ada arak lho" "Omitohud Itu apa boleh buat.seorang lelaki tua dan seorang wanita berusia lima puluhan." "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio. maka harus kami yang mengundang.

" Tan Giok Cu mengangguk " Kalau begitu." "oh?" Thio Han Liong menatap Kwee In Loan. kenapa barusan membentak-bentak kakak Han Liong?" "oh?" Kwee In Loan tersenyum dingin." sahut Tan Giok Cu dingin"Engkau adalah ketua Hek Liong Pang.. "Selamat berjumpa." Thio Han Liong mengerutkan kening. "Engkau adalah Kwee In Loan Bibi guruku?" "Betul. aku tidak berani.. Katakan siapa gurumu?" "Guruku adalah Bibi sian sian" "she apa gurumu?" "she Yo." Kwee In Loan. urusan Giok Cu dengan pihakmu hanya dikarenakan salah paham.. "Gurumu sudah menceritakan tentang diriku?" tanya Kwee In Loan dengan nada dingin." "Diam" bentak Kwee In Loan. kemudian seaera mengerahkan Kiu Yang sin Kang. "Ketua Hek Liong Pang. "Kenapa engkau membunuh beberapa anggotaku?" "Aku hanya menyelamatkan Hakim souw." Tan Giok Cu mengangguki "Engkau kenal guruku?" "He he he" Kwee In Loan tertawa terkekeh. sehingga langsung berseru tak tertahan. si Mo" ucap Thio Han Liong sekaligus memberi hormat. "Giok Cu" ujar Kwee In Loan. kita berjumpa lagi" ujar si Mo sambil menatap Thio Han Liong dengan dingin sekali. Hari ini dia akan membuat perhitungan dengan kekasihmu itu.. "wanita itu adalah ketua Hek Liong pang." Tan Giok Cu mengangguki "Hmm" dengus Kwee In Loan.-" "Engkau." Tan Giok Cu mengerutkan kening dan tiba-tiba teringat sesuatu. "Aku akan menangkapmu. "Hmm" dengus si Mo memberitahukan." "Bibi guru adalah tingkatan tua. "Ha ha ha Anak muda. berkomentar apa pun" sahut Tan Giok Cu." "si Mo. " Kalau tidak salahi engkau bernama Tan Giok Cu. " Engkau pasti tahu bagaimana sifatku. kemudian memberi hormat seraya berkata. setelah itu barulah aku akan pergi ke kuburan tua itu mencari gurumu. "Kalau begitu aku terpaksa harus menghadapimu" "Ha ha ha" si Mo tertawa gelak"Anak muda hari ini aku akan membunuhmu Ha ha ha." "Apa?" Kwee In Loan tersentak" Yo sian sian adalah gurumu?" "Ya. lalu menatap Tan Giok Cu dengan tajam sekali." "Ketua Hek Liong Pang" Thio Han Liong maju ke hadapan Kwee In Loan.Loan. . "Engkau begitu menyayanginya?" "ya." Kwee In Loan mengangguk "Bibi guru" Tan Giok Cu sebera memberi hormat. ternyata engkau adalah muridnya " " He he he. "Tak disangka sama sekali. "Ya. tertawa dingin...

engkau sudah kembali di Tionggoan ini. lalu selangkah demi selangkah mendekatinya dengan maksud menghabiskan nyawanya. maka ketika Kwee In Loan berseru. Namun mendadak terdengarlah suara suling yang bernada aneh.Begitu mendengar suara suling itu. "Engkau.. sehingga dadanya terpukul oleh pukulan itu. wajah. Maka Kwee In Loan berhasil menotokjalan darah Leng Tay Hiat dupunggung gadis itu." sahut si Mo tanpa memberi hormat.." ujar orang tua berjubah merah "ya." Mendadak orang tua berjubah merah menuding si mo"Engkau adalah si mo-Buyung Hok?" "Betul. "si Mo" serunya cepat." seru Tan Giok Cu.. "Jangah sembarangan bertindak" sebetulnya si Mo juga tersentak oleh suara suling itu. Kemudian ia roboh dan mulutnya menyemburkan darah segar.. dan jenggotnya semuanya merah bahkan suling yang di tangannya berwarna merah"Hiat Locianpwee.. tapi roboh lagi. muncullah sosok bayangan merahseorang tua berjubah merah berdiri di situ. sementara pertarungan antara Thio Han Liong dengan si Mo pun semakin seru dan sengit. "uaaaakh " "Kakak tampan. Thio Han Liong mulai berada di bawah angin.Begitu melihat Thio Han Liong terdesak. Thio Han Liong tidak sempat berkelit maupun menangkis. Hiat Locianpwee"jawab Kwee In Loan.-" jerit Tan Giok Cu lalu roboh tak bergerak lagiSuara jeritannya membuat Thio Han Liong terkejut bukan main. terimalah hormatku" Kwee In Loan sambil memberi hormat mengangguk"Kwee In Loan. Duuuk "Aaaakh " jerit Thio Han Liong dan terpental beberapa depa. Walau badannya tidak bisa bergerak namun mulutnya masih bisa bersuara. si Mo menyerang dadanya. bahkan sekaligus diserangnya. air muka Kwee In Loan langsung berubah hebat. cemaslah hatinya otomatis jadi lengah pula. Thio Han Liong mengeluarkan ilmu Liong jiauw Kang (flmu Cakar Naga) untuk menangkis serangan-serangan yang dilancarkan si Mo. si Mo menatapnya sambil tertawa dingin. Thio Han Liong cepat berkelit. Tan Giok Cu ingin membantu Thio Han Liong.. Rambut. Maka terjadilah pertarungan yang amat seru. sementara Thio Han Liong berusaha bangkit berdiri. la segera menoleh dan di saat bersamaan. kemudian menyerang dengan ilmu Kiu Im Pek KutJiauw. "Hmm" dengus orang tua berjubah merah"Engkau berani tidak memberi hormat kepadaku?" si Mo diam saja- . Puluhan jurus kemudian. Tak lama kemudian."Anak muda Bersiap-siaplah untuk mampus" bentak si Mo sambil menyerangnya. sebab mereka samasama mengeluarkan ilmu Kiu Im Pek Kut liauw. kemudian balas menyerang dengan Thay Kek Kun. suara tawa itu membuat Tan Giok Cu menoleh. itu membuat si Mo tertawa gelak. tapi mendadak dihadang oleh Kwee In Loan. ia pun langsung berdiam di tempat. "Aaaakh.

siapa namamu?" tanya orang tua berjubah merah itu." "Terimakasih.. bagaimana lukamu? Apakah parah sekali?" tanya Tan Giok Cu." gumam Thio Han Liong. kenapa bibi guruku kelihatan begitu takut kepadanya?" sahut Tan Giok Cu dengan suara rendah. "Aku adalah Hiat Mo dari Kwan Gwa (iblis darah Dari Luar Perbatasan)." Thio Han Liong menatapnya dengan kening berkerut-kerut. "Hiat. kemudian memandang Tan Giok Cu yang menggeletak di samping Kwee In Loan. Hiat Locianpwee. siapa Locianpwee?" Tan Giok Cu balik bertanya sambil menatapnya. engkau tidak usah khawatir. "siapa yang terkena ilmu Hiat mo Ciang (Ilmu Pukulan iblis Darah) pasti mati. " Kakak tampan."si Mo" ujar Kwee In Loan sambil memberi isyarat" Cepat memberi hormat kepada Hiat Locianpwee" si Mo mengerutkan kening. Di saat mereka bercakap-cakap." Kwee In Loan manggut-manggut.. maka kuampuni. "Aku tidak apa-apa." Thio Han Liong tersenyum dan berbisik. Begitu bisa bergerak." ujar Hiat Mo." ucap Kwee (n Loan. "Engkau telah mendirikan Hek Liong Pang. "Ya-" Hiat Mo mengangguk. "Engkau ingin menyaingi partai siauw Lim. entah siapa orang tua berjubah merah itu?" "Aku justru masih merasa heran. dadanya terkena pukulanku sehingga terluka parah-" " Kakek In telah meninggal. Tan Giok Cu langsung berlari ke arah Thio Han Liong dengan air mata bercucuran. kemudian memberi hormat kepada orang tua berjubah merah itu"Ha ha ha" orang tua berjubah merah itu tertawa gelak " Karena engkau sudah memberi hormat kepadaku. "Cepat bebaskan jalan darahnya" "ya-" Kwee In Loan segera membebaskan jalan darah gadis itu." orang tua berjubah merah memberitahukan. "Locianpweekah yang membunuh Kakek In?" "siapa Kakek In?" tanya Hiat Mo"In Lie Heng dari Bu Tong Pay" sahut Thio Han Liong. "Namaku Tan Giok Cu.orang tua berjubah merah itu menghampiri mereka. dan menatap Tan Giok Cu dengan tajam sekali." "Tapi tadi engkau memuntahkan darah segar." sahut orang tua berjubah merah. "Hiat Mo?" Tan Giok Cu mengerutkan kening. "oooh" Hiat Mo manggut-manggut. Bu Tong dan Kay Pang?" "ya. "Adik manis. "Kami bertanding. kemudian memandang Tan . "Aku sama sekali tidak berniat. "Apakah Hiat Locianpwee berniat menjadi ketua Hek Liong Pang?" tanyanya.. bahkan mengangkat si Mo sebagai wakil ketua." ujar orang tua berjubah merah itu sambil menatap Kwee In Loan. "Gadis cantik." sahut Thio Han Liong sambil tersenyum. "Adik manis. apakah dadamu masih terasa sakit?" "Sudah tidak begitu sakit lagi.

Tan Giok Cu merasa tangannya berkesemutan dan tak bisa bergerak lagi. karena kelak dia masih akan berurusan denganku" "Kakak tampan Telong aku" teriak Tan Giok Cu "Kakak tampan. "Pokoknya aku tidak mau ikut engkau. barulah Thio Han Liong meninggalkan tempat itu. aku pasti membunuhmu. "Giok Cu. . "Anak muda" ujar Hiat Mo sungguh-sungguh"Kini engkau masih bukan lawanku. sementara si Mo dan Kwee In Loan saling berpandangan.... "si Mo." "Locianpwe " Wajah Thio Han Liong langsung memucat. "Adik manis Adik manis. engkau pasti kubunuh. "Adik manis Adik manis. kelak apabila engkau mampu mengalahkanku.." "Kenapa aku harus ikut?" tanya Tan Giok Cu heran. Namun Hiat Mo dan Tan Giok Cu sudah lenyap dari pandangannya." ujar Hiat Mo dingin." "Aku tidak mau ikut. la tidak menunggang kuda lagi.. aku pasti mengembalikan Tan Giok Cu kepadamu. "Engkau jangan coba-coba membunuhnya." "Ha ha ha" Hiat Mo tertawa terbahak-bahaki kemudian mendadak pergi laksana kilat.mari kita pergi" ajak Kwee In Loan kemudian mereka berdua melesat pergi. "Anak muda." panggil Thio Han Liong dengan suara rendah"Adik manis " Entah berapa lama kemudian. "Pokoknya engkau harus ikut aku. Akan tetapi.. Itu membuatnya cemas sekali. "Locianpwee" Thio Han Liong menghampirinya sambil memberi hormat"Aku harap Locianpwee mau melepaskannya" "Anak muda" Hiat Mo menatapnya tajam"Sudah kukatakan biar bagaimana pun aku akan membawanya pergi-" "Locianpwee " Thio Han Liong mengerutkan kening. "Aku tidak akan membunuhmu sekarang.." tegas Hiat Mo "Kalau tidak.. setelah itu si Mo mendekati Thio Han Liong "Hmm" dengus si Mo dingin. tangan Hiat Mo bergerak cepat mencengkeram jalan darah Wan Kut Hiat yang di lengan gadis itu.." Thlo Han Liong diam saja. selangkah demi selangkah ia berjalan dengan kepala tertunduk." seru Thio Han Liong. "Biar bagaimana pun engkau harus ikut." "Tidak mau Tidak mau Tidak mau. Begitu jalan darahnya tercengkeram. kemudian memandang si Mo seraya berkata." "oh?" Hiat Mo tertawa." Tan Giok Cu berkeras.Giok Cu. kalau engkau tak tahu diri sekarang. biar Hiat Mo yang membunuhmu kelak Ha ha ha.. kemudian mendadak menyerangnya dengan ilmu Kiu Im Pek Kut Jiauw. "Ha ha ha" Hiat Mo tertawa gelak"Aku akan membawamu pergi" "Lepaskan Lepaskan" teriak Tan Giok Cu. engkau harus ikut aku." teriak Tan Giok Cu.

yang pernah mencium pipimu." "Kalau begitu. Rambut awut-awutan dan pakaiannya pun kotor sekali. la betulbetul dalam kebingungan. ya?" "siapa orang tua itu?" "orang tua itu mengaku dirinya Hiat Mo-" "Hiat Mo?" Ciu Lan Nio tampak terkejut sekali." "Hi hi hi" Mendadak terdengar suara tawa cekikikan dan tak lama kemudian muncullah seorang gadis berpakaian merahgadis itu ternyata Ciu Lan Nio." Thio Han Liong menundukkan kepala. engkau tidak usah cemas.. "Giok Cu. orang tua berjubah merah itu membawamu pergi. la sering duduk melamun sambil memikirkan Tan Giok Cu..-ooo00000oooBab 21 Gadis Berpakaian Merah sejak Tan Giok Cu dibawa pergi oleh Hiat Mo.. "Kenapa engkau menjadi begini?" "Aku.. apabila aku mampu mengalahkannya kelaki barulah dia akan melepaskan Giok Cu. "Engkau siapa?" "Lupa ya?" Ciu Lan Hio tersenyum sambil duduk di sisinya.. semula tujuannya ke gunung soat san untuk mencari Teratai salju.Namun kini ia malah tidak tahu harus ke mana." Wajah Thio Han Liong murung sekali.. di mana kekasihmu? Kenapa tidak berada di sisimu?" tanya Ciu Lan Nio mendadak"Dia dia. "ya"Thio Han Liong mengangguk"Hiat Mo bilang." Thio Han Liong kelihatan sudah lupa kepadanya... "oh ya. "seorang tua telah membawanya pergi. itu membual badannya menjadi agak kurus." "Engkau menjadi sedih.." Thio Han Liong menghela nafas panjang.. Hanya saja.. Adik manis Engkau berada di mana? Aku rindu sekali kepadamu. Thio Han Liong tidak mengurusi diri." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala"Han Liong" Ciu Lan Nio menatapnya dengan kening berkerut-kerut. maka tidak heran kalau pemuda itu menjadi tidak karuan. bagaimana mungkin Giok Cu akan selamat?" Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala"Aku berani menjamin.." "ooohi engkau." "Engkau." "Engkau berani menjamin? Maksudmu menjamin keselamatan dirinya?" . "Dia telah meninggalkanmu?" tanya Ciu Lan Nio dengan wajah berseri.... Apakah aku mampu mengalahkannya kelak? Kepandaiannya begitu tinggi.." ujar ciu Lan Hio"Aku yakin tidak akan terjadi suatu apa pun atas diri kekasihmu itu-" "Tapi Hiat Mo itu kelihatannya kejam sekali. "Aaaah " Thio Han Liong menghela nafas panjang ketika duduk di bawah sebuah pohon. dan aku.... "Han Liong. "Dia tidak mencintaimu lagi?" "Dia tidak meninggalkanku bahkan juga tetap mencintai aku. "Namaku Ciu Lan Nio. yang pernah mengecup pipi Thio Han Liong..

sebab itu akan membuatmu menderita.." "Kepandaian Hiat Mo memang tinggi sekali. kemudian tersenyum." "Memangnya kenapa?" "Sebab aku tidak akan menyukaimu. otomatis makin membuatku makin menyukaimu." "Engkau.. Aku. Apalagi urusan besar.." Thio Han Liong menghela nafas paniang sambil menggeleng-gelengkan kepala." Ciu Lan Nio cemberut. engkau sudah menjadi begini macam. engkau akan mati barangkali. "Rindu? Kalau aku selalu berada di sisimu." Wajah Thio Han Liong langsung memerah." "Terima kasih" ucap Thio Han Liong... kemudian menghela nafas panjang seraya berkata.." "Hi hi hi" Ciu Lan Nio tertawa. kelak pasti mampu mengalahkannya" "Itu tidak mungkin... "Hiat Mo pasti tertarik pada Giok Cu." "Lan Nio" Thio Han Liong menatapnya. "Tapi bagaimana mungkin kelak.." (Bersambung ke Bagian 11) Jilid 11 "oooh" Thio Han Liong menarik nafas lega.. aku tetap merindukunnya." "Aku bukan putus asa..." "Tidak apa-apa.Oleh karena itu." "Han Liong" Ciu Lan Nio menatapnya dengan kening berkerut-kerut. "Engkau kok begitu cepat putus asa? Hanya dikarenakan urusan kecil. "Tapi engkau begitu setia terhadap Giok Cu." Ciu Lan Nio menundukkan kepalanya sambil melanjutkan.. aku yakin Hiat MO tidak akan mencelakatnya. "Aku mau menjadi Hweeshio saja-" "Engkau bodoh sekali-" Ciu Lan Nio tertawa nyaring. mungkin kelak akan mencintaimu pula. yang penting aku menyukaimu.". "Aku rindu sekali kepada Giok Cu." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala." . "Aku tidak akan mencintai gadis lain lagi. "Aku sung-guh-sungguh menyukaimu. "sebaiknya engkau jangan menyukaiku. apakah engkau masih akan rindu kepadanya. aku." sahut Thio Han Liong dengan jujur.?" "Walau engkau berada di sisiku."" Ciu Lan Nio melotot. Aku berani menyukai harus pula berani menanggung penderitaan. "Aku pasti menolak-" tegas Thio Han Liong. "Itu sudah resikoku. "Tidak apa-apa.. Aku salut dan kagum padamu. maka ia ingin mengambilnya sebagai murid." "Itu... Tapi kalau engkau tekun berlatih terus."ya..... melainkan." Ciu Lan Nio tersenyum." sahut Thio Han Liong sungguh-sungguh." Ciu Lan Nio mengangguk sambil tersenyum. maka tidak boleh menyukaimu..." "Seandainya Giok Cu mati?" "Akupun tidak akan mencintai gadis lain. "Engkau. "oh ya Engkau jangan lupa lho Aku pernah menciummu. "Kepandaian Hiatiat Mo sangat tinggi sekali.. "Tapi aku sudah punya kekasih. "Aku mau mencium itu dikarenakan.

namun setelah itu ia tersenyum lagi seraya berkata. bagaimana kalau aku bernyanyi dan menari untukmu?" Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala lagi." "Terima kasih" ucap Thio Han Liong sekaligus menolak secara halus" Itu tidak perlu.. Maka air mukanya langsung berubah- . "Han Liong" Ciu Lan Nio tersenyum manis. "Rambutmu awut-awutan. jangan dibiarkan begini" "Aku." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala."Engkau. bagaimana suara dan tarianku?" "suaramu merdu sekali.-." "Itu tidakjadi masalah... barulah Ciu Lan Nio berhenti bernyanyi dan menari. "Han Liong.. maka mulai sekarang. Berselang beberapa saat kemudian." Ciu Lan Nio tersenyum..sungguh" "Tapi" Thio Han Liong memandang jauh ke depan. Aku ingin menggembirakan hatimu" "Lan Nio." Ciu Lan Nio menatapnya lembut." "Aku menderita tidak apa-apa. akhirnya engkau pula yang akan menderita. "Engkau baik sekali terhadapku tapi aku tidak bisa membalas. "setiap hari aku akan bernyanyi dan menari untukmu." Ciu Lan Nio melotot." ujar Ciu Lan Nio sungguhsungguh"Yang penting engkau gembira-" "Aaah" Thio Han Liong menghela nafas panjang. "Han Liong. namun Ciu Lan Nio sudah bangkit berdiri gadis itu memandang Thio Han Liong sambil tersenyum-senyum." "oh?" Ciu Lan Nio tersenyum gembira. terima kasih atas maksud baikmu.. badanmu pun agak kurus. sedangkan Ciu Lan Nio sering meliriknya dengan wajah ceria.. "Aku pandai bernyanyi dan menari. "Tarianmu amat indah dan lemah gemulai. "Han Liong" ciu Lan Nio menatapnya. Thio Han Liong terpesona menyaksikannya. Mulai sekarang engkau harus mengurus diri. aku senang sekali kalau engkau tersenyumAyolah cepat tersenyum" "Aku." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. "Engkau menyukai suara dan tarianku?" "Ng" Thio Han Liong mengangguk"Kalau begitu. tariannya pun sungguh indah gemulai. terima kasih atas maksud baikmu-" "Eh? Engkau. Bukan main merdunya suara gadis itu. "Kalau engkau begitu terhadapku. " Hatiku merasa tidak enak-" "Tidak apa-apa. pakaianmu kotor dan.. kemudian mulai bernyanyi sambil menari... mendadak terdengar suara siulan yang amat halus. "Han Liong.." Thio Han Liong tersenyum getir. lalu duduk di hadapan Thio Han Liong seraya bertanya." Ketika gadis itu baru mau mengatakan sesuatu. namun. biar aku yang menemanimu.. " Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala"Han Liong" Ciu Lan Nio memberitahukan. "Karena Giok Cu tidak berada di sisimu."jawab Thio Han Liong dengan jujur..

. "Kalau tidak salahi kakek menangkap seorang gadis bernama Tan Giok Cu. Berselang sesaat barulah ia meninggalkan tempat itu. Dilihatnya seorang tua berjubah merah dengan wajah dan jenggot merah pula berdiri di situ." Ciu Lan Nio mengangguk. lalu melesat pergi seraya berseru."Lan Nio. "Kenapa kakek harus menyiksanya? Bukankah dia akan menjadi kawanmu?" "Belum tentu. kenapa engkau?" Thio Han Liong menatapnya heran. "Dia sedih dan cemas. bagaimana . "Sejak Kakek menangkap Tan Giok Cu. "Terima kasih atas kebaikanmu dan terima-kasih untuk nyanyian dan tarianmu itu" "Han Liong.kenal kekasihnya?" "Kekasihnya adalah Thio Han Liong. "Aku harus segera pergi." Ciu Lan Nio manggut-manggut. bukan?" "Kakek tidak akan menyiksa gadis itu?" "Tentu tidak-" Hiat Mo tersenyum. "Kok engkau tahu?" "Tadi aku bertemu dengannya. "Engkau kenal gadis itu?" "Ya. "Kok engkau begitu memperhatikan Thio Han Liong? Apakah engkau. Dia memberitahukan kepadaku bahwa Hiat Mo telah menangkap kekasihnya.." "Kakek" Ciu Lan Nio menatapnya." "oh?" Hiat Mo terbelalak. maka aku terpaksa menghiburnya. la adalah Hiat mo"Kakek-.. Ciu Lan Nio melesat ke arah suara siulan itu." "Eh?" Hiat Mo menatapnya dengan mata tak berkedip." Mendadak gadis itu menciumnya. Thio Han Liong berubah tidak karuan. maka ingin mengambilnya sebagai murid.. kita akan bertemu lagi kelak" "Selamat jalan" ucap Thio Han Liong dan menambahkan. "Mau apa Kakek tangkap gadis itu?" "Kakek tertarik kepadanya." "Apa?" Hlat Mo tertegun. "Engkau pun.. "Han Liong." panggil gadis berpakaian merah itu. kan?" "Kok tahu?" Hiat Mo heran." "oh?" Hiat Mo menatapnya tajam... "Ha ha ha Engkau memang nakal sekali oh ya." sahut Ciu Lan Nio.." sahut Hiat Mo"Tentunya engkau tidak berkeberatan. "Aku memang tahu. "Engkau dari mana? setengah mati kakek mencarimu. "Lan Nio" Hiat Mo menggeleng-gelengkan kepala.. "Hari itu aku menciumnya di hadapan Tan Giok Cu. Rambutnya awut-awutan dan pakaiannya kotor sekali. ya.. "sampai jumpa." Ciu Lan Nio tersenyum. Dia tidak mengurusi diri." "Aku memang menyukainya." Ciu Lan Nio memberitahukan." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. "Bahkan aku pun kenal kekasihnya. "Sebab dia kenal aku." sahut Ciu Lan Nio dengan wajah murung." "oh?" Hiat Mo tertawa gelak.." Ciu Lan Nio menggelengkan kepala..

sedangkan Thio Han Liong dan Tan Giok Cu saling mencinta. setelah itu barulah aku ke mari. oleh karena itu. bagaimana kalau kakek bunuh gadis itu?" "Jangan" Ciu Lan Nio menggelengkan kepala." "Kalau begitu. aku pasti membenci kakek selama-lamanya" "oh?" Hiat Mo mengerutkan kening. aku ingin mengucapkan selamat berpisah dengan dia-" "Kenapa engkau ingin mengucapkan selamat berpisah dengan dia?" Hiat Mo heran. biar kakek bunuh gadis itu" ujar Hiat Mo dan melanjutkan. "Apabila gadis itu sudah mati.reaksi Tan Giok Cu ketika engkau mencium kekasihnya itu?" "Dia marah-marah sedangkan aku terus tertawa. Aku mencintainya harus pula melihatnya hidup bahagia. Namun dia telah mencintai Tan Giok Cu. sudah barang tentu Thio Han Liong akan mencintaimu" "Pokoknya Kakek tidak boleh membunuh gadis itu" tegas Ciu Lan Nio. "Kakek berjanji itu" "Kakek." sahut Ciu Lan Nio. Kakek setuju apabila engkau mencintainya. "Engkau benar. kan?" . engkau sudah jatuh cinta pada Thio Han Liong. " Kalau Kakek berani membunuhnya.. Thio Han Liong pasti akan membenciku. bagaimana mungkin pemuda itu akan mencintaimu? " "Mencintai seseorang harus dengan setulus hati.." "Kalau begitu.menambahkan. "Aaaahi-." ujar Ciu Lan Nio.. "Kakek yakin engkau pasti sudah jatuh cinta kepada pemuda itu. "Thio Han Liong memang tampan dan kepandaiannya pun sudah cukup tinggi.. "Kalau Kakek membunuh Tan Giok Cu. "Bolehkah aku pergi menemui Han Liong lagi? Aku." sahut Ciu Lan Nio dan. maka aku akan berpisah dengan dia." "Dia tahu engkau adalah cucuku?" "Tidak tahu. "ya." "Kakek. "sebab Kakek pasti akan kembali ke Kwan Gwa.. Kalau engkau tidak melenyapkan gadis itu." Ciu Lan Nio membanting-banting kaki." Hiat Mo menggeleng-gelengkan kepala"Mereka berdua menderita semacam penyakit yang tiada obatnya." tanya Ciu Lan Nio. "Tadi aku pun mencuri menciumnya. " Kakek justru tidak habis pikir.. aku tidak boleh egois.." Mendadak Hiat Mo menghela nafas panjang." "Kakek" tanya Ciu Lan Nio mendadak"Bagaimana ke dua orang tuaku meninggal?" "Mereka. seorang tua terhadap anak pun tidak boleh egois." Hiat Mo menatapnya seraya berkata. akhirnya mereka mati-" "Benarkah begitu?" "Memang benar begitu" "Kakek" Ciu Lan Nio menatapnya dengan mata tak berkedip"Pokoknya Kakek tidak boleh membunuh Tan Giok Cu dan mengganggu Thio Han Liong" "Jangan khawatir" Hiat Mo tersenyum.

" "Ya." Hiat Mo mengangguk"Tapi jangan lama-lama. Tak seberapa lama. Hiat Mo lalu melesat pergi menuju ke sebuah gua yang disebutnya tadi-Kalau tadi Ciu Lan Nio tidak menegaskan kepadanya jangan membunuh Tan Giok Cu. barulah kakek melepaskan Giok Cu" sahut Hiat Mo dan menambahkan. "sedangkan engkau punya kesempatan untuk mendekati pemuda itu....." Hiat Mo mengangguk"Kakek -" Air muka Ciu Lan Nio berubah"Kenapa Kakek akan berbuat begitu?" "Apabila Han Liong mampu mengalahkan kakek. setelah dia menguasai ilmu kepandaian Kakek. dilihatnya seorang pemuda sedang berjalan dengan kepala tertunduk.. "Engkau. ciu Lan Nio sudah tiba di tempat tadi di mana ia bertemu Thio Han Liong.. "Giok Cu tidak akan mengenalnya. dia pasti akan bertemu Hai-Liong" ujar Ciu Lan Nio.." "Kalau begitu. kakek menunggumu di dalam gua itu. sepertinya pernah diinjak orang." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala.. Kakek. "Han Liong Han Liong. Aku yang membunuh ayahmu. aku. namun... Ha ha ha-" "Kakek "" Wajah Ciu Lan Nio kemerah-merahan.. segeralah ia melesat ke sana. barulah kakek akan melepaskannya pulang ke Tionggoan. sekaligus melesat ke hadapannya." "Eh?" Thio Han Liong langsung berhenti dan terperangah ketika melihat gadis itu. "Tidak senangkah aku ke mari?" "Lan Nio... Hiat Mo pasti akan membunuh gadis itu demi cucunya. "Apakah Kakek akan menggunakan ilmu hitam untuk mempengaruhi Giok Cu?" "ya." Hiat Mo tertawa..." "Giok Cu tidak akan mengenal Han Liong?" Ciu Lan Nio mengerutkan kening.. aku sungguh berdosa" Usai bergumam. . " Cucuku. "Kakek harus membawa Giok Cu ke Kwan Gwa. sedangkan Giok Cu akan memakai cadar. Ciu Lan Nio menengok ke sana ke mari. "Aku ke mari untuk menemanimu sebentar." Ciu Lan Nio mengangguk."Hgmm" Hiat Mo manggut-manggut. "Han Liong. dialah Thio Han Liong." seru Ciu Lan Nio memanggilnya.." Thio Han Liong menghela nafas panjang. namun pemuda itu sudah tidak ada di situ." "Lan Nio. kemudian manggutmanggut ketika melihat rerumputan di sebelah kiri agak miring. "Kakek." "ya. kemudian ibumu membunuh diri setelah melahirkanmu. "Kenapa engkau menggeleng-gelengkan kepala?" Ciu Lan Nio cemberut.Terima kasih" ucap Ciu Lan Nio lalu melesat pergi"Aaaah " Hiat Mo menghela nafas panjang. aku telah bersalah kepadamu. karena kakek akan mewariskan kepandaian kakek kepadanya. aku pergi sebentar ya?" "Baik. Aku.. "Mereka memang akan bertemu.

"Pemandangan di sini indah sekali. "Aaah " Ciu Lan Nio menghela nafas panjang. bagaimana engkau?" "Aku pun tidak bisa hidup lagi. "Mau apa engkau ke mari?" "Nona Ciu. "Haaa.. Tapi begitu bertemu denganmu .." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala.H?" Ciu Lan Nio terbelalak. itu adalah urusanku." pemuda itu tergagap. namun. "Nona ciu." sahut Ciu Lan Nio sambil tersenyum. yang tidak lain Kwan Pek Him. Aku aku harap engkau maklum dan mau mengerti" "seandainya " tanya Ciu Lan Nio sambil menatapnya. tiba-tiba sosok bayangan berkelebat ke arah mereka. sungguh bahagia dia" "Lan Nio. pemuda ini kekasihmu?" .. "Tan Giok Cu mati. kelak aku menderita atau bagaimana. tapi kenapa engkau bilang indah sekali?" "Karena. "Han Liong." Ciu Lan Nio menundukkan kepala. aku." sahut Ciu Lan Nio sambil tertawa gembira"Lan Nio. "Engkau tidak salah? Di tempat ini hanya terdapat rerumputan kering dan tanah gersang. mari kita duduk sebentar" Thio Han Liong menatapnya. namun Ciu Lan Nio justru mengatakan indah sekali tempat itu. "Baiklah. maka aku gembira sekali. "engkau begitu setia kepada Tan Giok Cu. "Aku sudah punya kekasih.." ujar gadis itu karena tiada pembicaraan.. "Han Liong." Thio Han Liong duduk di bawah sebuah pohon dan Ciu Lan Nio segera duduk di sisinya. aku yakin engkau akan bertemu pemuda yang baik pula kelak. aku tidak gampang jatuh cinta.. "Tiada pembicaraan. sebab engkau akan menderita kelak" "Aku sudah bilang dari tadi.. "Ada apa?" Thio Han Liong heran karena gadis itu menatapnya dengan mata terbelalak"Engkau engkau sudah tersenyum. kemudian melirik Thio Han Liong seraya bertanya." Mendadak Ciu Lan Nio tersenyum getir." "Pemandangan di sini indah sekali?" Thio Han Liong melongo karena di tempat itu hanya terdapat rerumputan dan tanah gersang.." "Engkau adalah gadis yang baik. sosok itu ternyata seorang pemuda berwajah pucat." "Aku tahu bagaimana perasaanmu..Engkau sudah tersenyum." sahut Thio Han Liong sungguh-sungguh. maka aku bilang begitu" "oooh" Thio Han Liong tersenyum. itu tidak jadi masalah bagiku.. "Terus terang. engkau " Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala dan timbul rasa kasihan pula kepadanya"Aku " "Jangan berkata apa pun" Ciu Lan Nio tersenyum"yang penting engkau gembira." Ketika Thio Han Liong ingin mengatakan sesuatu. murid kesayangan si Mo"Eh?" Ciu Lan Nio langsung melotot.. maka tidak bisa menerima cintamu." "Han Liong .."Jangan terlampau baik terhadapku. lama sekali barulah mengangguk.

" Kwan Pek Him menghela nafas panjang. "Aku aku -" "Lan Nio" Thio Han Liong mengerutkan kening.." "ohi ya?" Thio Han Liong tercengang. maka tidak baik engkau bersikap begitu terhadapnya. "saudara" ujar Thio Han Liong sambil tersenyum." Kwan Pek Him menghela nafas panjang. rasanya aku mau muntah" "Nona Ciu.." "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut." Kwan Pek Him mengangguk dan bertanya. engkau adalah muridnya?" "ya. Kenapa aku tidak boleh berada di sini?" Kwan Pek Him tampak kecewa sekali." "oooh" Kwan Pek Him menarik nafas lega.." "Siapa gurumu?" tanya Thio Han Liong.. "oooh" Kwan Pek Him manggut-manggut. "Memangnya ada apa?" "Ti.. "Ini adalah urusanku.. Engkau?" "Kwan Pek Him. bolehkah aku tahu siapa engkau?" "Namaku Thio Han Liong. kenapa engkau membelanya?" "Kalau sudah kenal berarti teman.. engkau tidak perlu turut campur" "Aku bermaksud baik. tidak-" Thio Han Liong menggelengkan kepala"oh ya." sahut pemuda itu sambil bergumam. "Lagipula. aku sebal kepadanya Kalau dia tetap berada di sini.. sudah lama engkau kenal Lan Nio?" "Belum begitu lama-" sahut Kwan Pek Him dengan jujur. " guruku adalah si Mo-" Kwan Pek Him memberitahukan.. "Kenapa engkau membela pemuda muka pucat itu sih? Dia kan bukan temanmu. "Aku bukan kekasihnya.." sahut Thio Han Liong dan menambahkan.." Wajah Kwan Pek Him yang pucat itu bertambah pucat. guruku pernah menyebut namamu.. "Engkau menghinaku? Apakah aku bersalah padamu . "Sepertinya aku pernah mendengar namamu. "Dia pernah datang di markas Hek Liong Pang. Kini kita semua adatah teman.. aku bertemu dia di sana.. "Kalian sudah saling kenal. "Tempat ini bertambah gersang karena kehadiranmu di sini" "Nona Ciu. kami hanya teman biasa.. dia kelihatan sangat baik terhadapmu. "Aku. "Cepat pergi" bentak Ciu Lan Nio. kita adalah teman. "saudara.. engkau tidak perlu tahu dan tidak usah turut campur" "Nona Ciu.. "Lho?"sela Ciu Lan Nio mendadak"Kalian kok jadi mengobrol? Kwan Pek Him Cepatlah engkau enyah dari sini" "Nona Ciu. kenapa engkau mengusirnya?" "Eh?" Ciu Lan Nio terbelalak. "Aku ingat sekarang.. engkau harus. engkau."Dia kekasih ku atau bukan adalah urusanku. Betapa sakit hatinya ketika mendengar ucapan Ciu Lan Nio itu. "Apa?" Thio Han Liong tersentak"gurumu adalah si Mo? Engkau." ujar Thio Han Liong sungguhsungguh"saudara Kwan ke mari tanpa berniat jahat.." "Diam" bentak Ciu Lan Nio.." "Han Liong" Ciu Lan Nio melotot.

"Aaaah " Thio Han Liong menghela nafas panjang. Karena melihatmu.." "Sudahlah" potong Ciu Lan Nio. sebelum aku lahir ayahku sudah meninggal." Ciu Lan Nio menundukkan kepala. kenapa sekarang engkau ke mari menemuiku lagi?" sahut Ciu Lan Nio dingin." "Engkau tidak usah minta maaf kepadaku. aku minta maaf kepadamu.. "Kalau begitu aku. maka aku. "Aku yakin dia pemuda baik. aku tidak akan menyukaimu... jadi . karena engkau tidak punya orang tua. "Lan Hio.sehingga engkau merasa sakit hati begitu?" "Tempo hari aku sudah bilang. aku kebetulan lewat di sini.." ujar Thio Han Liong sungguh-sungguh.. ibuku pun meninggal. maka ia memandangnya dengan penuh rasa haru dan terima kasih"Dia pemuda baik?" tanya Ciu Lari Nio dengan suara hidung.. bahkan ingin membunuhnya pula. kenapa engkau tidak mau menjadi temannya?" "Aku. sudah dua kali engkau membentakku. "Memangnya dia itu apa? Aku harus minta maaf kepadanya?" "Lan Nio" Thio Han Liong tampak gusar. . begitu macam? Bagaimana ke dua orang tuamu mendidikmu?" "Aku tidakpunya orang tua.. "Lalu kini engkau bersama siapa?" "Kakekku. "Kenapa engkau terus-menerus menghinanya? Kenapa sifatmu.. cepatlah engkau pergi" "Lan Nio" Thio Han Liong tampak tidak senang.. Namun kini Thio Han Liong justru membelanya.." sahut Thio Han Liong dan menambahkan dengan suara rendah"Lagipula dia sangat tertarik kepadamu. "Aku. seharusnya engkau minta maaf kepada saudara Kwan. padahal. "Jangan banyak alasan." Ucapan ini membuat Kwan Pek Him terharu bukan main." "Heran?" gumam Ciu Lan Nio sambil mengerutkan kening. "Maka aku membelanya. "Pokoknya aku tidak mau berteman dengan si Muka Pucat itu Tidak mau" "Lan Nio" Thio Han Liong mengerutkan kening." "Lan Nio. " "oh?" Ciu Lan Nio menundukkan kepala." "Diam" bentak Ciu Lan Nio. "Dia pemuda baik yang sabar. kemudian menatap gadis itu dengan iba. aku harap engkau mau merubah sifat burukmu itu" "Han Liong. Setahunya gurunya pernah melukainya. maka sifatmu jadi begitu." sahut Thio Han Liong." Ciu Lan Nio menggeleng-gelengkan kepala. "Kenapa engkau terus membelanya?" "Karena dia pemuda baik. dan setelah aku dilahirkan.. "Engkau tidak boleh begitu." "oooh" Diam-diam Thio Han Liong menghela nafas.. "Minta maaf kepada si Muka Pucat itu? Huh Tak usah ya" Ciu Lan Nio mencibir....

"Engkau mengalami sesuatu di sini?" "guru. siapa Hiat Locianpwee itu?" "Entahlah-" si Mo menggelengkan kepala"Yang jelas Ciu Lan Nio punya hubungan erat dengan Hiat Locianpwee itu.. "Kalau bukan dikarenakan Hiat Locianpwee itu. "Nona Ciu. sudah kubunuh dia" "Guru. "Nona Ciu Nona Ciu" seru Kwan Pek Him memanggilnya. Begitu Ciu Lan Nio mendongakkan kepala... aku. sekonyong-konyong berkelebat sosok bayangan arahnya. maka aku ke mari menjumpainya. Tapi.." sahut Kwan Pek Him." "Hmm" dengus si Mo dingin"Thio Han Liong bersama Ciu Lan Nio.Di saat itulah mendadak Thio Han Liong melesat pergi laksana kilat... padahal pemuda itu sudah punya kekasih bernama Tan Giok Cu. "Bagaimana Thio Han Liong bisa kenal gadis itu?" "Hmmm" dengus si Mo dengan mata berapi-api.." "Heran?" gumam Kwan Pek Him sambil menggelenggelengkan kepala." Wajah Kwan Pek Him yang pucat itu tampak murung sekali. sungguh" "Kalau engkau rela berkorban demi diriku. ternyata si Mo"guru" Kwan Pek Him tersentak"Kenapa engkau berdiri melamun di sini?" Si Mo menatapnya tajam seraya bertanya. Cu telah dibawa pergi oleh Hiat Locianpwee-" "oh?" Kwan Pek Him terbelalak"guru..." "Apa?" si Mo tersentak"Thio Han Liong?" "ya." tanya Kwan Pek Him. "Kenapa guru ingin membunuh Thio Han Liong?" . aku rela berkorban demi dirimu. maka dia pergi" "Nona Ciu. hanya saja Tan Giok. kenapa tidak dari tadi engkau meninggalkanku? Akhirnya Han Liong yang pergi. Thio Han Liong sudah tidak kelihatan. " Cepat katakan apa yang telah terjadi di sini" desak si Mo sambil mengerutkan kening. "Aku sangat tertarik kepadamu dan aku..." Kwan Pek Him menundukkan kepala. kenapa Ciu Lan Nio begitu membencinya? Di saat pemuda itu sedang melamun.. "Hah? Han Liong" teriak Ciu Lan Nio." Tiba-tiba Ciu Lan Nio melesat pergi mengikuti arah yang dituju Thio Han." Ciu Lan Nio menuding nya... "Tadi aku melihat Ciu Lan Nio berada di sini. "Gara-gara engkau di sini.. la sama sekali tidak mengerti.. "Pek Him" seorang tua berwajah seram berdiri dihadapannya." "Engkau. "Percuma engkau berteriak memanggilnya. Liong." Kwan Pek Him berdiri termangu-mangu di tempat. "Dia sudah pergi." "Kenapa? Apakah dia bersama orang lain?" "siapa orang itu?" "Thio Han Liong.

tapi dia menolak sehingga membuat guru gusar sekali. Kun Lun." si Mo memberitahukan." Kwan Pek Him mengangguk." ujar ketua Kun Lun Pay. "Karena kelihatannya gadis itu mencintai Thio Han Liong. GoBi. "Engkau mencintai Ciu Lan Nio?" "ya. mari ikut guru" "Ke mana?" Kwan Pek Him heran." Kwan Pek Him menganggukSi Mo langsung melesat pergi. "Karena itu. guru ingin membunuhnya?" "Ya. kita harus cepat bertindak. Khong Tong Pay dan ketua Kay Pang." "Kong Bun Hong Tio. "Kini situasi rimba persilatan sangat buruk." si Mo mengangguk kemudian menatapnya seraya bertanya. "Jangan banyak bertanya" sahut si Mo melotot "Pokoknya engkau ikut saja. dan itu membuatnya menghela nafas panjang. Ternyata ia ingin meminjam tangan muridnya untuk membunuh Thio Han Liong. Hwa san." "oooh" Kwan Pek Him manggut-manggut. "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio"Silakan minum" Para ketua sebera meneguk minuman masing-masing. namun pikirannya justru menerawang tidak karuan."Kalau begitu." ujar si Mo sungguh-sungguh"Kenapa?" Kwan Pek Him heran dan terkejut"Kalau Thio Han Liong masih hidup. -ooo00000oooBab 22 Pertemuan Para Ketua Di Kuil siauw Lim sie Hari itu tanggal lima belas. guru sudah bertemu dia-" si Mo memberitahukan. "Para ketua yang kuhormati. Ternyata Kong Bun Hong Tio (Ketua siauw Lim Pay) menyelenggarakan suatu pertemuan. Walau ia melakukan perjalanan bersama gurunya. maka engkau harus membunuh pemuda itu agar tidak ada saingan. namun ia sama sekali tidak berniat membunuh Thio Han Liong." "Ya" guru. kelihatannya golongan hitam mulai menguasai rimba persilatan. Yang diundang adalah ketua Bu Tong. "Ha ha ha" si Mo tertawa gelak"Pek Him."Sebelum bertemu denganmu. engkau jangan harap bisa mendekati Ciu Lan Nio. yaitu mengenai situasi rimba persilatan dan lain sebagainya. setelah itu Kong Bun Hong Tio berkata. engkau harus menurut. hari ini kita berkumpul di sini demi membahas beberapa hal. engkau harus membunuh Thio Han Liong. Aku adalah gurumu. "guru ingin mengambilnya sebagai murid. Kuil siauw Lim sie tampak ramai sekali. karena tidak tahu gurunya akan mengajaknya ke mana. dan Kwan pek Him segera mengikutinya dari belakang dengan pcjiuh keheranan. lantaran wajah Ciu Lan Nio terus muncul di pelupuk matanya." Kwan Pek Him mengangguk. sebab kalau tidaki rimba persilatan pasti akan dilanda banjir darah-" . Para ketua itu berkumpul di ruang Tay Hiong Po Thian (Ruang Para orang Gagah)-Beberapa Hweeshio menyuguhkan teh wangi dan arak wangi. oleh karena itu." "Ya" guru.

dan bagaimana kita membasminya?" "Lagi pula." Ketua Hwa San Pay manggut-manggut. Kami telah menyelidiki jejak pembunuh itu.sedangkan ketua Hek Liong Pang adalah seorang wanita."Betul... Hek Liong Pang itu harus dibasmi. dia masih sempat menyebuat 'Hiat'. "Kapan In tayhiap mati?" "Beberapa bulan lalu. tapi tidak berhasil sama sekali. tapi kami tidak paham akan kata itu." "Haah?" Para ketua partai lain terkejut. "Namun kini yang amat memusingkan kita adalah Si Pembunuh Misterius itu. sedangkan kekuatan" Hek Liong Pang boleh dikatakan telah menyamai Siauw Lim Pay maupun Bu Tong Pay." "Setuju" Ketua Kun Lun Pay manggut-manggut. "Kini telah muncul Hek Liong Pang dalam rimba persilatan. tapi kita pun tidak tahu siapa dia. "Mungkin itu adalah julukan atau nama pukulan pembunuh itu." "Kami pun menduga begitu. "Omitohud" ucap KongBun Hong Tio. "Omitohud" sahut Kong Bun Hong Tio." ujar ketua Gobi Pay sambil menggelenggelengkan kepala. "Sebelum In Sutee menghembuskan nafas penghabisan." Ketua Bu Tang Pay menggeleng-gelengkan kepala." sahut ketua Bu Tang Pay.. "Silakan duduk" "Terima kasih" ucap Pak Hong sambil duduki begitu pula . "Namun. kemudian ketua Gobi Pay bertanya." Hal Hilang.." "Setiap dada korban pasti terdapat sebuah tanda merah. lalu memberitahukan. sebab In tayhiap dari Bu Tong Pay sudah mati di tangan pembunuh itu. Si Mo adalah wakil ketua. "Kenapa pembunuh itu membantai para murid kita? Apakah pembunuh itu punya dendam kesumat terhadap kita?" "Sulit diterka. "Kami merahasiakan hal itu agar tidak menggemparkan rimba persilatan. kita harus waspada terhadap Hek Liong Pang." "Benar. Kelihatannya Hek Liong Pang berambisi menguasai rimba persilatan. "Terlebih dahulu kita bahas masalah pembunuh itu. "Omitohud" Wajah Kong Bun Hong Tio kemerah-merahan. Itu sungguh membahayakan Menurutku." Ketua Bu Tong Pay manggut-manggut." sahut ketua Khong Tong Pay... namun aku tidak tahu ilmu pukulan apa itu." "Heran?" gumam ketua Hwa San Pay. "Itu memang semacam ilmu pukulan. Kita semua sama sekali tidak tahu siapa dia." sahut ketua Bu Tong Pay dengan wajah murung. "Para anggota Hek Liong Pang sering melakukan kejahatan. apakah itu adalah semacam ilmu pukulan?" tanya ketua Khong Tang Pay." "Hiat?" Ketua Kun Lan Pay mengerutkan kening. lalu kita harus bagaimana?" Justru kita harus bersatu untuk membasmi pembunuh itu. oleh karena itu. "Tapi tidak tahu pembunuh itu bersembunyi di mana.

Ha ha ha. Kalau tidak.. "Kalau begitu. terima kasih. Kasihan para Buddha akan ikut terbakar di dalam kuil ini. "Ke-datangan kami telah mengganggu pertemuan kalian. "Mari kita pergi" si Mo dan muridnya segera melesat pergi." "Ha ha" Tong Koay tertawa." "Bagus" sahut si Mo dingin"Aku akan membuat perhitungan dengan kalian kelak" "Tidak usah kelak." . namun sepasang matanya menatap mereka dengan mata berapi-api." "Oooh" Lam Khie manggut-manggut." ujar Lam Khie" Itu pasti membuatnya marah bukan main. "Apakah para Hweeshio boleh minum arak?" "Tentu tidak boleh. "Ha ha ha" Lam Khie tertawa gelak "si Mo Kenapa engkau menatap kami dengan mata membara seperti obat peledak?" "Kalian. tolong suguhkan arak wangi saja" Salah seorang Hweeshio segera menyuguhkan minuman keras itu.." "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio-"Terima-kasih. "Kong Bun Hong Tio tidak usah mengucapkan terima kasih kepada kami. sementara si Mo diam saja. kelak akan bertanding dipuncak gunung Hong san... tempat ibadah ini jangan sampai terbakar musnah. bahkan kita pun telah menggagalkan rencana jahatnya itu. sebab kami menghancurkan semua obat peledak itu." "ya" "Dia tidak menyangka kita akan muncul di sini.yang lain...." "Maaf" Tong Koay tertawa strata berkata. Pak Hong dan Tong Koay meneguk minuman keras itu. "Kalian mau minum teh atau arak wangi" "Ada arak wangi ya?" Lam Khie terbelalak. "Arak wangi khusus untuk disuguhkan kepada para tamu." "Omitohud" ucap Kong Bun HongTio"Kami sangat berterima kasih atas bantuan kalian.sebab tanganku sudah gatal begitu melihatmu-" "Kita sudah ada janji. kuil Siauw Lim Sie kami pasti akan berubah menjadi lautan api.. "Secara tidak langsung kalian telah menyelamatkan kami dan kuil Siauw Lim Sie ini. "Maaf" tanya Kong Bun Hong Tio. semuanya telah kami lumpuhkan." ujar pak Hong. "sekarang pun boleh. sedangkan pak Hong terus tertawa terbahak-bahak"Kali ini si Mo betul-betul mendapat pukulan dahsyatsungguh menggembirakan Ha ha ha»." si Mo berkeretak gigi"Ha ha ha" Pak Hong tertawa terbahak-bahak"Para anggota Hek Liong Pang yang bersembunyi di bawah itu. Kemudian sambil tertawa Lam Khie. Tunggu saja" sahut si Mo lalu berbisik kepada muridnya. Bahkan kami pun telah memusnahkan semua obat peledak itu." sahut Kong Ti Seng Ceng sambil tersenyum." ucap ketua Hwa San Pay. aku harap kalian jangan mencaci kami dalam hati" "Kami sangat berterima kasih kepada kalian.

" "Kami pun tidak tahu dia berasal dari perguruan mana. namun engkau sama sekali tidak membenciku. namun tidak jelas mengenai identitasnya. Namun di tengah jalan aku bertemu Lam Khie dan Pak Hong. kemudian berkata. maka kami pun tidak usah terkurung oleh lautan api. "Kelihatan-nya dia memang ingin menguasai rimba persilatan. maka kalian merupakan siluman yang ." "Ha ha ha" Tong Koay tertawa lagi. aku harus mengakui itu. yaitu mengenai Hek Liong pang dan si Pem-bunuh Misterius itu. itu tidak benar lho. "Bagaimana mungkin kami bergabung dengan partai yang lurus dan bersih? sebab kami kaum siluman yang tak tahu aturan." "Tapi kami pasti terkurung dalam lautan api.". "Tapi selama ini kalian tidak pernah melakukan kejahatan dalam rimba persilatan. Sebab aku pernah mengalahkanmu." Kong Bun Hong Tio menggelenggelengkan kepala. tentunya tidak perlu kami yang menyelamatkan kalian. "Setelah kalian musnahkan obat peledak itu.." jawab Kong Bun Hong Tio"Belum lama ini aku memperoleh informasi tentang ketua Hek Liong Pang." "oooh" Kong Bun Hong Tio manggut-manggut. harap ketua Hwa San sudi memaafkan" "sama-sama." sahut Tong Koay sambil tertawa. yang kepandaiannya masih di atas si Mo. Aku sungguh kagum dan salut kepadamu" "Kka bertanding secara jujur. ujar ketua Hwa San Pay dan menambahkan. lalu segeralah melapor kepadaku... "Ternyata ketua Hek Liong pang itu bernama Kwee In Loan. "Kami sedang memba beberapa masalah.." sahut ketua Hwa savn Pay sambil tertawa." ujar Tong Koay dan menambahkan."Menyelamatkan kuil ini memang benar." "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio"Apakah kalian bersedia bergabung dengan kami?" "Ha ha ha" Tong Koay tertawa. aku cepat-cepat ke mari bersama muridku. Secara tidak langsung kalian telah menyelamatkan kami" "Ha ha ha" Tong Koay tertawa gelak. "sekarang giliaran aku yang minta maaf kepada ketua Hwa San Pay. " Aku tidak pernah mendengar nama itu. "Kami cuma tahu dia seorang wanita. Karena kepandaian kalian sangat tinggi." "Kwee In Loan. tentunya kami tidak bisa bergabung." Tong Koay memberitahukan." "Omitohud" Kong Bun Hong Tio tersenyum. "Tapi menyelamatkan kalian. Maka. "Aku memang angin-anginan. mendadak muncul si Mo-" "Kong Bun Hong Tio tahu siapa ketua Hek Liong pang itu?" tanya Lam Khie mendadak. Kepandaianku lebih rendah darimu. Aku.. "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio"Bagaimana kalian tahu si Mo akan ke mari denga membawa para anak buahnya dan obat peledak?" "Beberapa anak buahku melihat mereka menuju ke mari.

"sebelum menghembuskan nafas penghabisan." ujar Lam Khie "Alangkah baiknya engkau bertanya kepada gurumu. barulah boleh dipilih sebagai Bu Lim Beng Cu. Mungkin gurumu tahu tentang Hiat Mo tersebut-" "ya. Tong Koay tahu apa artinya itu?" "Hiat." Ketua Bu Tong Pay mengangguk.Memang sudah lama aku menyelidiki itu. seorang pendekar yang telah berjasa bagi rimba persilatan. "Mungkinkah Hiat Mo?" "Siapa Hiat Mo itu?" tanya ketua Bu Tong Pay dengan kening berkerut. "Aku tidak tahu apa artinya. di Kwan Gwa (Luar Perbatasan) terdapat seorang tokoh yang amat tinggi kepandaiannya. tapi sia-sia-" "In Lie Heng suteeku mati terbunuh. . maka aku tidak yakin pembunuh misterius itu adalah Hiat Mo-" " Ketua Bu Tong Pay." Mendadak Pak Hong berseru kaget dan air mukanya berubah hebat. perlukah dilanjutkan lagi?" "Omitohud" sahut Kong Bun Hong Tio"Kita masih belum memilih seorang Bu Lim Beng Cu" "Menurut aku. "Tong Koay" Ketua Bu Tong Pay menatapnya seraya bertanya. Begitu pula Lam Khie dan Pak Hong. seperti halnya dengan Thio Bu Ki. kan?" ujar ketua Kun Lun Pay. "Bagaimana pertemuan kita. Maka bagaimana mungkin kita sembarangan memilih seorang Bu Lim Beng Cu? ya. dia sempat menyebut kata '"Hiat'. kini aku mau mohon pamit-" Tong Koay menarik muridnya. Julukan tokoh itu adalah Hiat Mo (iblis Berdarah). dadanya terdapat sebuah tanda merah-" Ketua Bu Tong Pay memberitahukan. "Kepandaian mereka sungguh tinggi" "Kong Bun Hong Tio. "Ha ha ha" Tong Koay tertawa gelak"Aku sudah mencicipi arak wangi dari kuil siauw Lim sie. "Maksudmu orang yang membantai para murid kalian itu?" "ya. ketua Bu Tong Pay" Tong Koay menggelengkan kepala. Namun kini tiada seorang pendekar yang dapat menyamai Thio Bu Ki. "Omitohud" Kong Bun Hong Tio menggeleng-gelengkan kepala."Aku tidak tahu. "Apakah engkau tahu siapa pembunuh misterius itu?" "Pembunuh misterius?" tanya Tong Koay.baik-" "Maaf" Tong Koay menggelengkan kepala"Kami tidak mau terlihat di sini." Ketua Bu Tong Pay mengangguk "Maaf.. "Omitohud" Keng Bun Hong Tio manggut-manggut. "Bolehkah engkau memberitahukan kepada kami?" "Aku pun tidak begitu jelas" sahut Pak Hong dan melanjutkan.Namun Hiat Mo itu tidak pernah memasuki daerah Tionggoan. "guruku pernah bilang." tanya ketua Kun Lun Pay." gumam Tong Koay sambil mengerutkan kening. lalu melesat pergi sambil tertawa gelak. sebab kami lebih senang hidup bebas-" "Omitohud" Keng Bun Hong Tio menghela nafas panjang.. Mereka berdua pun melesat pergi tanpa berpamit lagi.

karena Kwan Pek Him memberitahukannya-" "Setelah tahu pemuda itu adalah murid si Mo. lalu mulailah mereka berpamit meninggalkan kuil siauw Lim sie. tentunya kita harus menyerbu ke markas Hek Liong Pang. "Begini. "Aku yakin untuk sementara ini. pertemuan kita sampai di sini saja." Ciu Lan Nio mengangguk"Itu sungguh membuat hatiku kesal sekali." "Omitohud" Keng Bun HongTio manggut-manggut. murid si Mo-" Ciu Lan Nio memberitahukan." "Membelanya? Cara bagaimana dia membelanya?" tanya Hiat Mo "Dia bilang Kwan Pek Him adalah pemuda baik." "BetuL" Ketua Bu Tong Pay manggut-manggut. "Yaaah--." "Omitohud" Keng Bun Hong Tio mengangguk dan menambahkan. Kalau sudah waktunya menumpas Hek Liong Pang. Hek Liong Pang tidak akan mengganggu kita. Prinsip kita yakni bersatu. cara bagaimana kita bergerak untuk menumpas Hek Liong Pang dan pembunuh misterius itu?" Ketua Bu Tong Pay menggeleng-gelengkan kepala." sahut ketua Hwa san Pay. Begitu berada di hadapan kakeknya ia langsung membanting-banting kaki"Eeeh?" Hiat Mo menatapnya heran." jawab Ciu Lan Nio sambil cemberut." "Han Liong tidak tahu bahwa dia murid si Mo?" "Dia tahu. sebab Hek Liong Pang harus menghadapi Tong Koay. akhirnya ia pergi menemui kakeknya yang berada di dalam sebuah gua. Wajah gadis itu masam." "Kalau begitu. tak tahu malu sama sekali. Aku pergi menyusulnya. kita tidak bisa memilih seorang Bu Lim Beng Cu. " Kesal kenapa?" tanya Hiat Mo lembut. tapi dia -" "sudah tak kelihatan?" tanya Hiat Mo- .Mukanya pucat pias tak berdarah sama sekali dan menyeramkan. Lam Khie dan pak Hong. "Entah apa sebabnya. akan dirundingkan kelak. "Padahal aku sebal sekali pada pemuda itu" "Bagaimana tampang pemuda itu?" "Seperti mayat hidup. "Kalau begitu. namun dia tidak mau pergi. dia masih membelanya?" "ya." "Kenapa tidak kau tendang?" Hiat Mo tersenyum. aku tidak boleh menghinanya dan lain sebagainya. Karena itu." Para ketua itu setuju." Ciu Lan Nio menghela nafas panjang. justru muncul Kwan Pek Him.. Han Liong malah membelanya. "Mengenai soal Bu Lim Beng Cu." sahut Ciu Lan Nio. "Di saat aku sedang bercakap-cakap dengan Han Liong. -ooo00000ooo Ciu Lan Nio tidak berhasil menyusul Thio Han Liong. maka kita tidak perlu menyerbu ke sana. "Kenapa engkau? Kok pulang-pulang membanting kaki?" "Kakek. "Muka pemuda itu sungguh tebal."Memang benar apa yang dikatakan ketua Kun Lun Pay." sahut Ciu Lan Nio. aku sedang kesal. "oh? kenapa tidak kau usir?" "Sudah kuusir. akhirnya dia pergi.. Tapi kini pihak Hek Liong Pang masih belum mengusik kita.

Terima kasih. aku ingin membantu. "Kakek akan membuatnya melupakan gadis itu." Ciu Lan Nio mengangguk.. engkau mau bagaimana?" "Walau dia tidak menerimaku. Tapi bertemu dia atau tidaki engkau harus kembali. kemudian malah menghela nafas panjang...." Ciu Lan Nio mengangguk"Kakek.Kakek akan menunggumu beberapa hari. mari kita berangkat sekarang" ajak Hiat Mo. karena dia cuma menurut dan seperti tidak punya sukma.. engkau jangan bandel" Hiat Mo menatapnya.." "Kakek akan menggunakan ilmu hitam?" "Tentu. lain kali saja engkau pergi mencarinya-" "Kakek. tapi aku akan merasa bahagia bersamanya. itu tiada artinya sama sekali. "Haaaaaahhh" Hiat Mo menghela nafas panjang." "Kalau begitu. Itu percuma. Kakek. tapi dibatalkannya. "Kakek.. "Lan Nio" Hiat Mo tersenyum." Ciu Lan Nio menghela nafas panjang. mungkin Thio Han Liang sudah melupakan Tan Giok Cu. "ya." "Kakek. Meskipun cuma sekejap.. "Dua tiga tahun kemudian." ucap Ciu Lan Nio lalu melesat pergi. "Lan Nio cucuku. "Itu tidak baik.."." Hiat Mo menggeleng-gelengkan kepala.. "Dua tiga tahun kemudian." "Begitu lama. aku. itu kesempatanmu lho" "oh?" Wajah Ciu Lan Nio agak berseri." ciu Lan Nlo menggeleng-gelengkan kepala. "oh ya.. "Baik-lah. sebaliknya dia akan mencintaimu. kemudian menghela nafas panjang sambil menggeleng-gelengkan kepala. Itu berarti engkau punya kesempatan mendekatinya. kita akan ke mari lagi.. tetapi tidak akan merasa bahagia." "Kakek-.." "Yang penting engkau memilikinya. bolehkah aku minta waktu beberapa hari?" tanya Ciu Lan Nio sambil menundukkan kepala. Kakek. Tan Giok Cu tidak akan kembali ke sisinya." "Jangan" Hiat Mo menggelengkan kepala"sebab kita harus pulang ke Kwan Gwa." "ya. "Kakek.-" "Lan Nio. "Aaah sudahlah" "Kalau begitu. lagipula aku tidak akan memperoleh cinta sejati darinya. hanya saja engkau harus bersikap lemah lembut kepadanya. Apakah engkau tidak merasa puas?" Hiat Mo menatapnya. namun takut ." "Lan Nio. "Aku akan merasa puas. aku aku ingin pergi mencari Han Liong. Hiat Mo berdiri mematung. "Tapi kalau dia tidak melupakan Tan Giok Cu?" "Apa boleh buat." Ciu Lan Nio ingin mengatakan sesuatu.."ya. Nah. Kakek terpaksa harus turun tangan" ujar Hiat Mo sungguh-sungguh. "Engkau ingin pergi mencari Han Liong?" Hiat Mo mengerutkan kening. engkau harus ingat satu hal" "Hal apa?" "Apabila dia tidak mampu mengalahkan Kakek. Apa artinya aku hidup bersama orang yang telah kehilangan sukmanya? Kakek.

" sahut Ciu Lan Nio.. lalu berkelebat sosok bayangan merah ke arahnya. la terus memikirkan Tan Giok Cu. "Menurutku. Kalau engkau giat berlatih.. Aaahi" "Han Liong Han Liong." gumam Hiat Mo dengan wajah murung. aku harus bagaimana? "Lagipula aku tidak tahu orang tua berjubah merah itu berada di mana. sehingga badannya semakin kurus dan pakaiannya pun semakin kotor. "Aku tidak tahu di mana tempat tinggal orang tua berjubah merah itu. lagipula ia masih memikul beban tanggung jawab terhadap ke dua orang tua Tan Giok Cu.. kemudian memungut batu kecil dan dilemparkannya ke sungai itu. kelak pasti dapat mengalahkan orang tua berjubah merah itu" "Aaaahi-" Thio Han Liong menghela nafas panjang." Ciu Lan Nio menatapnya iba. aku harus mengalahkannya kelak..... dia tidak akan mengembalikan Giok Cu kepadaku?" "Itu agar engkau giat melatih ilmu silatmu. "Tapi-. kelak engkau pasti bertemu Tan Giok cu" "Tapi. "Kalau ke dua orang tua Giok cu tahu.?" Pemuda itu duduk di tepi sungai.-" Thio Han Liong memandang jauh ke depan." Thio Han Liong menghela nafas seraya berkata." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala.. "Bagaimana mungkin aku dapat mengalahkan orang tua berjubah merah itu? Bagaimana mungkin?" gumam Thio Han Liong. "Han Liong" Ciu Lan Nio menatapnya dengan mata basah"Janganlah engkau menyiksa diri sendiri Percayalah. "Aku harus bagaimana? Aku harus bagaimana. maka tidak mau kehilangan cucu lagi. "Kenapa engkau begitu cepat putus asa? Engkau harus ingat bahwa di atas gunung masih ada gunung.. "Engkau semakin kurus." "oh?" Thio Han Liong mengerutkan kening...melakukan kesalahan..." "Aku. Kemungkinan besar Tan Giok Cu akan diangkat menjadi muridnya.. orang tua berjubah merah itu membawa pergi Tan Giok Cu dengan maksud baik. "Kenapa engkau menyusulku lagi?" "Han Liong." -ooo00000oooThio Han Liong melakukan perjalanan tanpa arah tujuan.. "Han Liong. "Aku telah kehilangan anak dan menantu. aku pikir begitu. bagaimana mungkin aku dapat mengalahkannya?" "Han Liong" Ciu Lan Nio mengerutkan kening." . dan itu membuatnya tidak makan dan tidur.. "Tapi kenapa orang tua berjubah merah itu bilang. Kini ia betul-betul kehilangan gairah hidup... "Kepandaian orang tua berjubah merah itu sangat tinggi sekali.Kalau tidak. yang ternyata Ciu Lan Nio.." "Lan Nio?" Thio Han Liong tercengang ketika melihat kemunculannya. "Han Liong" Ciu Lan Nio memegang tangannya." Tiba-tiba terdengar suara seruan. "Aaah-" keluh Thio Han Liong.

" jawab Ciu Lan Nio dengan mata bersimbah air. "Aku tahu." ujar Ciu Lan Nio berbisik.... kemudian terisakisak." Ciu Lan Nio memberitahukan. "Engkau sudah punya kekasih. engkau merasa berduka karena akan berpisah denganku?" "Aku" " Thio Han Liong mengangguk perlahan."Kalau kepandaianmu sudah tinggi. "Sesung-guhnya berat sekali aku berpisah denganmu. Tapi. "Beberapa tahun kemudian.Ciu Lan Nio bangkit berdiri. maka kita akan berpisah. maukah engkau membelaiku?" "Lan Nio... tentunya aku berharap kita berjumpa kembali kelak.." "oh?" Thio Han Liong tersenyum seraya bertanya. aku gembira sekali. aku. kita akan berjumpa lagi. "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut. aku memang harus pulang ke Kwan Gwa." sahut Thio Han Liong. "Kenapa wajahmu tampak murung?" "Aku aku harus pulang ke tempat tinggalku. tentunya engkau harus pulang ke sana. Percayalah" ujar Ciu Lan Nio sambil tersenyum.. "Ada apa." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala.." jawab Ciu Lan Nio." Ciu Lan Nio mengangguk. "Padahal aku tidak mau berpisah denganmu. alangkah bahagianya aku kalau selamanya bisa begini." "Di luar perbatasan? Begitu jauh?" "ya. "Engkau berharap kelak kita berjumpa kembali?" tanya Ciu Lan Nio dengan suara rendah"Kita adalah teman.. aku." "Aku yakin kelak engkau pasti bertemu pemuda baik dan tampan." Ciu Lan Nio mendongakkan kepala memandangnya.. "Han Liong. Belaian itu membuat Ciu Lan Mio langsung mendekap didadanya." "Lan Nio. kenapa engkau menangis?" tanya Thio Han Liong heran. "Aku. . "Engkau akan ke Tionggoan lagi?" "Ya..." Ciu Lan Nio menatapnya seraya berbisik." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. Aku pasti mencarimu. "Di mana tempat tinggalmu?" "Di Kwan Gwa." ujar Thio Han Liong. maka ia membelainya perlahan-lahan. "Han Liong" Ciu Lan Nio menatapnya dengan penuh harap.. karena kita akan berpisah. "Han Liong......" ujar Thio Han Liong. Lan Nio?" tanya Thio Han Liong sambil memandangnya.." Thio Han Liong tampak ragu. dia pasti mencarimu." Mendadak wajah Ciu Lan Nio berubah murung. karena ia khawatir Thio Han Liong akan membencinya... "Aku aku sungguh menyukaimu. "Han Liong. "Lan Nio. "Han Liong. Tatapan itu membuat Thio Han Liong merasa tidak tega..... "Han Liong.. gadis itu tidak berani memberitahukan bahwa orang tua berjubah merah itu adalah kakeknya. dan engkau merupakan segala-galanya bagiku." "Kwan Gwa adalah tempat tinggalmu... "Han Liong." "Lan Nio.

mungkin aku bisa membantumu. namun tidak mungkin mencintainya. "selamat tinggal" "Selamat jalan. itu bagaimana mungkin? Kepandaian orang tua berjubah merah itu sangat tinggi sekali. baik-baik menjaga dirimu" "Ya. Han Liong.. "oh ya. barulah dia akan mengembalikan Giok Cu kepadaku.. "Aku harus pergi sekarang." Thio Han Liong menggeleng-geicngkan kepala." "Ada apa?" "Seandainya seandainya aku bersedia menyerahkan diriku kepadamu.. apakah engkau mau menerimanya?" "Tidak mungkin aku terima." Thio Han Liong mengangguk.." Thio Han Liong memberitahukan tentang kejadian itu." Lam Khie manggut-manggut. karena ia cuma mencintai Tan Giok Cu. tapi.." Air mata gadis itu bercucuran. Sementara hari pun sudah mulai senja... "Beritahu-kanlah padaku apa masalahmu... kalau kelak aku mampu mengalahkannya. kemudian mendadak melesat pergi seraya berseru.. aku sedang melakukan pejalanan ke gunung Soat San bersama seorang gadis bernama Tan Giok Cu. "orang tua berjubah merah menculik gadis itu?" "Ya. kenapa engkau duduk melamun di situ?" Thio Han Liong menoleh. "Han Liong. Ciu Lan Nio menatapnya dalam-dalam. "Locianpwee.. . apakah engkau mau menerimanya?" "Lan Nio." Ciu Lan Nio memandangnya dengan air mata meleleh.... itu.." bisik Ciu Lan Nio." Thio Han Liong mengerutkan kening.. lalu kembali duduk di tepi sungai itu sambil melamun. "sebab kita bukan suami isteri. Bab 23 Menantang Para Ketua Thio Han Liong masih tetap duduk di tepi sungai sambil melamun." "Han Liong. la juga merasa kasihan kepada Ciu Lan Nio." "Locianpwee.." Thio Han Liong mengangguk." "Eh?" Lam Khie terbelalak. "Han Liong.. "Anak muda" Lam Khie dtidukdi sisinya. itu tidak baik."Percayalah" "Aaah-" Ciu Lan Nio menghela nafas panjang. "Kenapa engkau menjadi kurus dan tidak karuan? Apa yang telah terjadi atas dirimu?" " "Aku.. "orang tua berjubah merah itu pun bilang. "Apa?" Lam Khie tampak terkejut sekali. kemudian memanggil dengan suara lemah. Lan Nio" sahut Thio Han Liong. "Aku tidak mengerti maksudmu. seorang tua berpakaian sastrawan muncul di belakang Thio Han Liong. "Kalau aku bersedia menyerahkan kesucianku kepadamu." "Maksudku. Tiba-tiba terdengar suara tawa gelak.." "Tidak salah."jawab Thio Han Liong.. kelak aku pasti mencarimu" Thio Han Liong berdiri termangu-mangu.. orang tua berpakaian sastrawan itu adalah Lam Khie (orang Aneh Dari Selatan): "Ha ha ha Anak muda.

Kali ini Thio Han Liong tidak berani menjerit la berdiri diam di tempat." Lam Khie memberitahukan. tapi menghadapi sedikit masalah sudah begini macam Dimana letak kegagahan dan . "Sebab ilmu Hiat Mo Kangnya sangat hebat sekali. Plaak "Aduuh "jerit Thio Han Liong kesakitan. Mereka berempat adalah Tong sla-Oey yok su. "Kini aku sudah sadar.. " Kalau begitu. si Tok ouw yang Hong. akhirnya Hiat Mo pun jadi musuh tiga jago lain itu. Kira-kira dua ratus tahun lalu."Sebab orang tua beri ubah merah itu adalah Hiat MoJustru sungguh mengherankan. terjadilah pertarungan tiga lawan dua. namun pernah mendengar dari kakekku. Hiat Mo pernah datang di Tionggoan. "Kenapa engkau begitu cepat putus asa? Belum apa-apa sudah menjadi begini macam." Thio Han Liong menatapnya. Lam Ti-Toan Hong ya dan Pak Kay Ang cit Kong." "Locianpwee saja tidak dapat melawannya. namun kemudian Tokiouw yang Hong malah berbalik menyerang Pak Kay-Ang cit Kong. "Bagaimana kepandaian Locianpwee dibandingkan dengan Hiat mo itu?" "Kepandaianku lebih rendah" jawab Lam Khie dengan jujur. maka aku mewakili ayahmu menghajarmu" Plaaak Lam Khie menampar Thio Han Liong. Kejadian tersebut merupakan suatu rahasia bagi rimba persilatan masa itu.""Locianpwee»»" Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. ternyata ia menampar Thio Han Liong. bagaimana mungkin aku dapat mengalahkannya kelak?" "Anak muda" Lam Khie menatapnya tajam. Maka. Mungkin Hiat Mo sekarang adalah anak atau cucu Hiat Mo yang dulu itu-" "Aaaah " Thio Han Liong menghela nafas panjang. Terima kasih Locianpwee. Kalau aku adalah kakekmu. namun sebaliknya engkau begitu tak berguna" bentak Lam Khie gusar." sahut Lam Khie"sebab tidak mungkin Hiat Mo itu hidup sampai sekarang.isak "Terima kasih atas kebaikan Locianpwee telah menamparku." "Locianpwee.." tanya Thio Han Liong. kemudian berkata dengan terisak. "Hiat Mo itu adalah Hiat Mo yang sekang juga?" "Tentunya bukan. Mendadak Lam Khie mengayunkan tangannya. kenapa dia datang di Tionggoan dan membunuh para murid tujuh partai besar?" "Locianpwee kenal Hiat Mo im?" "Tidak kenal. Mereka berempat bertarung dengan Hiat Mo. engkau sudah kuhajar sampai babak belur. lagi. mampu menghimpun kekuatan Beng Kauw untuk meruntuhkan Dinasti Goan. apalagi aku kelak?" Thio Han Liong menghela nafas panjang lagi.sudah barang tentu hal itu membuat gusar empat jago di Tionggoan. "Tempat tinggal Hiat Mo di Kwan Gwa. dan membantai kaum rimba persilatan golongan putih. "Kenapa Locianpwee menamparku? Kenapa?" "Ayahmu begitu gagah. "Sikapmu ini telah mempermalukan ayahmu." "Engkau masih muda sekali.

"Baiklah. "Kini engkau telah sadar. -ooo00000oooDi ruang tengah di dalam markas Hek Liong Peng. "Aku pasti dapat mengalahkan para ketua itu Setelah itu. "Tapi perbuatan mereka bertiga sungguh menjengkelkan hatiku. Hek Liong Pang yang berkuasa dalam rimba persilatan. agar kelak mampu mengalahkan Hiat mo itu?" "Ya. itu memang bukan kesalahanmu. tentunya mereka tidak berani mengeroyokku." "Ngmm" Kwee In Loan manggut-manggut gembira dan menambahkan. bukan kesalahanku. "Aku yakin berhasil. Kita akan berjumpa lagi kelak-" Lam Khie melesat pergi.ketabahanmu? Lagi pula bukankah engkau bole berlatih. Lama sekali ia berpikir. maka dapat mempengaruhi pikiran orang lain." Thio Han Liong mengangguk." si Mo mengangguk""Itu sungguh di luar dugaan. Lam Khie dan Pak Hong? Mungkinkah mereka akan membantu para ketua itu?" "Aku tidak yakin." "Apa kegunaannya suling pusaka itu?" tanya Si Mo. aku cuma takut kepada satu orang. sedangkan si Mo dan muridnya diam saja." ." Lam Khie menatapnya." "Aku tahu." Kwee In Loan-memberitahukan secara jujur. dan Thio Han Liong tetap berdiri di tempat. akhirnya mengambil keputusan untuk melanjutkan perjalanannya ke gunung soat san. maka aku harus pergi. Rasanya aku ingin menghabiskan mereka." Si Mo tertawa. siapa yang kalah." ujar si Mo serius. Kalau nada suara suling itu meninggi. harus tunduk kepada Hek Liong pang. tampak Kwee In Loan duduk dengan wajah dingin. "Apabila Hiat Mo mengerahkan Iweekangnya meniup suling pusaka itu. "Jadi yang menggagalkan rencana kita itu adalah Tong Koay. bahkanjuga memiliki ilmu hitam dan sebuah suling pusaka. "Ya." Terus terang. dapat menggempur Iweekang lawan. "Sebab kepandaiannya tinggi sekali." "Ha ha ha" Si Mo tertawa gelak." (Bersambung keBagian 12) Jilid 12 "Ngmmm" Kwee In Loan manggut-manggut." Kwee In Loan manggut-manggut." jawab Kwee In Loan. " Aku punya suatu rencana lain." "Itu sudah pasti. Karena itu merupakan pertandingan yang adil." "Apa rencanamu itu?" " Ketua boleh menantang para ketua tujuh partai besar untuk bertanding. "Siapa orang itu?" "Hiat Mo. "Memang bagus rencanamu itu Aku akan bertanding dengan mereka satu persatu." " Ketua. semua partai besar dalam rimba persilatan akan tunduk kepada kita. maka mereka pasti tidak akan mau turut campur. Lam Khie dan Pak Hong?" tanya ketua Hek Liong Pang itu. Locianpwee. "Bagaimana mungkin para ketua itu berani mengeroyokmu?" Tapi bagaimana dengan Tang Koay. Mulai saat itu.

"Kami bertanding. "ya.. di rimba persilatan telah muncul seorang berjubah merah yang wajah dan jenggotnya pun merah semua." "Haaah." "Ng" Kwee In Loan manggut-manggut." "Kalau begitu.Akan tetapi. "Guru tidak percaya Hiat Mo itu begitu panjang umur." Kwan Pek Him langsung memberi hormat. sedang duduk bersila dengan wajah serius"Aaaah " Thio sam Hong menghela nafas panjangTernyata yang dimaksudkan In Lie Heng adalah Hiat Mo-" "guru tahu tentang Hiat Mo itu?" tanya song wan KiauwTidak begitu jelas-" Thio sam Hong menggeleng-gelengkan kepala"Namun ketika guru masih kecil." Thio Sam Hong manggutmanggut. "siap terima perintah-" "TUgasmu mengantar surat tantangan ke kuil siauw Lim sie dan ke gunung Bu Tong san."Lalu kita suruh beberapa orang mengantar surat tantangan itu ke berbagai tempat. "Tidak mungkin. Di ruang meditasi sam Cing Koan." "Bagus.." "Kini muncul Hiat Mo. mungkinkah Hiat Mo yang dulu itu?" tanya jie Lian ciu. dia boleh dikatakan jago yang tanpa tanding di kolong langit."ohi ya?" si Mo terbelalak." "Baik. dan tiada kabar beritanya lagi" "oh?" song Wan Kiuw terkejut"guru. betapa tingginya kepandaiannya itu. "Kok engkau tahu begitu jelas?" "sudah lama aku tinggal di Kwan Gwa. "Dalam surat tantangan harus dicantumkan tanggal satu bulan depan. "Kalau begitu. bagus" Kwee In Loan tersenyum. guru pernah mendengar sedikit tentang Hiat Mo dari ketua siauw Lim Pay masa itu Kira-kira dua ratus tahun lalu." sahut Thio sam Hong." " Kira-kira begitulah. baik golongan putih maupun golongan hitam.-. sehingga memperoleh julukan Hiat Mo. namun aku cuma dapat bertahan sampai seratus jurus. Jangan lalai" ya." si Mo mengangguk." Mulut si Mo ternganga lebar.Dia terus membantai para kaum rimba persilatan... song Wan Kiauw." Kwee In Loan memberitahukan. dan para ketua itu harus berkumpul di Pek yun Kok (Lembah Awan putih) untuk bertanding melawanku. kita harus segera menulis surat tantangan untuk para ketua tujuh partai besar. aku pernah bertemu Hiat Mo-. Ketua." "Itu memang mungkin. Hiat Mo itu berasal dari perguruan mana?" "Entahlah-" Thio sam Hong menggelengkan kepala"Kalau tidak salahi dia datang dari Kwan Gwa. "oh ya.. "Mungkin anak cucu Hiat Mo yang dulu itu. tampak Thio sam Hong. ." Kwan pek Him mengangguk" Aku pasti melaksanakah tugas itu dengan baik." sahut Kwee In Loan." si Mo tersenyum." ujar song Wan Kiauw. jie Thay Giam dan Thio song Kee. Ketika baru tiba di Kwan Gwa. Dapat dibayangkan.. "Itu merupakan kejutan bagipara ketua itu Ha ha ha. setelah itu dia menghilang begitu saja. jie Lian ciu. bukan?" "ya." "Pek Him" panggil Kwee In Loan.

"surat tantangan apa itu?" "Ini surat tantangan dari ketua Hek Liong Pang. "Tapi kemungkinan besar sembilan Dhalai Lhama Tibet masih sanggup melawannya." Kalau tidak salah. "Dari ketua Hek Liong Pang. Thio sam Hong memandang mereka seraya bertanya." "oh?" song wan Kiauw terbelalak. berarti kepandaiannya sudah tinggi -sekali. "Beritahukan kepada ketua Hek Liong Pang. "ya." "Guru." "Surat tantangan?" song waa Kiauw tersentaki lalu bersama jie Lian ciu berjalan ke ruang depan." ujar Kwan Pek Him dan setelah itu ia berpamit. Dibacanya surat tantangan itu.Dia ke mari menyampaikan sepucuk surat tantangan. "Aaah " Thio sam Hong menghela nafas panjang. " Ketua Hek Liong Pang berani menantang para ketua tujuh partai besar. karena salah seorang murid song wan Kiauw memberi laporan dari pintu ruang itu. guru masih tidak sanggup melawannya. Tampak seorang pemuda bermuka pucat berdiri di situ. Hiat Mo memiliki ilmu Hiat Mo Kang yang amat hebat. sebab mereka memiliki semacam ilmu istimewa. murid si Mo." "surat tantangan dari siapa?" tanya jie Lian ciu." jawab song Wan Kiauw sambil menyerahkan surat tersebut kepada Thio sam Hong. kening Thio sam Hong pun berkerut-kerut." ucapan Thio sam Hong terputus. bahwa Bu Tong Pay tidak akan mundur" "Pasti kusampaikan kepada ketua Hek Liong pang." Kwan Pek Him mengangguk. Terus terang. "Aku ke mari untuk menyampaikan surat tantangan." "Tidak salah-" Thio sam Hong manggut-manggut. song Wan Kiauw dan jie Lian ciu berjalan masuk menuju ruang meditasi. apabila Hiat Mo ingin menguasai rimba persilatan Tionggoan. "Tapi . kemudian diberikan kepada song wan Kiauw."Begitu hebat ilmu Hiat Mo Kang itu? Lalu siapa yang mampu melawannya?" "Tiada seorang jago pun yang sanggup melawannya-" Thio sam Hong menghela nafas panjang. Kalau tidaki bagaimana mungkin dia berani menyebarkan surat . seusai membaca surat tantangan itu. "Guru."Maka ketua Hek Liong Pang mengharap kehadiran ketua Bu Tong Pay." "Ha ha ha" jie Lian ciu tertawa gelak. segoralah ia memberi hormat. ada utusan Hek Liong Pang ke mari" "oh?" song Wan Kiauw mengerutkan kening. tentunya gampang sekali." sahut Kwan Pek Him sambil menyerahkan sepucuk surat. "Maaf" ucapnya memberitahukan. "Tanggal satu bulan depan kami para ketua tujuh partai besar harus berkumpul di Pek yun Kok untuk bertanding dengan ketua Hek Liong Pang?" tanya jie Lian ciu dengan kening berkerut-kerut. " Ketua Hek Liong Pang mengundang para ketua tujuh partai besar ke Pek yun Kok" "Ngmm" jie Lian ciu manggut-manggut. "siapa dia?" "Kwan Pek Him. Begitu melihat song wan Kiauw dan jie Lian ciu.

"Ha ha ha" Tong Koay tertawa. mumpung masih ada waktu.." . justru muncul si Mo dengan suatu rencana busuk-" "Engkau sudah memberitahukan tentang kejadian itu-" Thio sam Hong manggut-manggut "Kali ini ketua Hek Liong mengundang para ketua tujuh partai besar ke Pek yun Kok untuk bertanding.. " Ketika siauw Lim Pay menyelenggarakan pertemuan.. sepertinya mau muntahLam Khie melirik mereka. "Jangan makan sendiri. kelinci yang dibakarnya itu sudah matang sehingga menyiarkan aroma yang harum sekali."Kalau begitu. Uakhh." "Jadi kalian berdua membiarkan aku membakar kelinci ini seorang diri. mendadak muncul dua orang sambil tertawa-tawa.. Akhirnya ia punjkut-ikutan muntah. guru. Nah. Lam Khie tampak santai sekali. sedangkan Tong Koay dan Pak Hong langsung tertawa terbahak"Ha ha ha Ha ha ha.." "ya. lalu mengeluarkan seguci araki Akan tetapi.. setelah matang barulah muncul?" tanya Lam Khie dan melotot lagi. Apakah merupakan suatu rencana busuk?" tanya jie Lian ciu sambil memandang gurunya. "Memang begitulah... jangan harap kalian mendapatkan bagian" "Engkau mampu menghadapi kami berdua?" tanya Pak Hong sambil tersenyum. "Ha ha ha" Tong Koay tertawa.Tong Koay dan Pak Hong sating memandang dan setelah itu. namun. "Wuah" Lam Khie mengendus wangi kelinci bakar itu. harus bagi kami" "Kalian." sahut Pak Hong.."Jie Lian ciu mengangguk"Aaah " Thio Sam Hong menghela nafas panjang.. "Uaaakh" "Uaaakh" Mereka berdua muntah-muntah di hadapan Lam Khie. "Mungkin tidaki" sahut Thio sam Hong.tantangan?" "Guru" jie Lian ciu memberitahukan. "Entah bagaimana keadaan Bu Ki dan anaknya?" Di dalam sebuah rimba. ketika ia baru mau makan. "Hmm" dengus Lam Khie. Dua orang itu ternyata Tong Koay dan pak Hong.. dan itu sungguh membuat perut Lam Khie menjadi mual. "Kenapa kalian muncul sekarang? Tahu saja kelinci bakarku telah matang" "Ha ha" Pak Hong tertawa g elaki "Sebetulnya kami sudah lama berada di tempat ini. Di saat itulah mendadak Tong Koay dan Pak Hong Uakh. alangkah baiknya engkau terus berlatih." Lam Khie melotot. silakan engkau makan sendiri" "Ngmmm" Lam Khie manggut-manggut.. "Sudahlah Kami tidak akan minta kelinci bakar itu. la sedang membakar seekor kelinci sambil bersenandung. Tak seberapa lama kemudian. kemudian mulai menikmati daging kelinci bakar itu.. "Hanya saja dia akan bertanding satu lawan satu. "Baik Hari ini aku akan menghadapi kalian berdua" ujar Lam Khie sungguh-sungguh.

yang ternyata berisi dua ekor ayam bakar. "Kami bawakan makanan kesukaan-mu. "Maka kita segera berangkat ke Ciong Lam san. "Lam Khie.. "Caranya?" "Tentunya engkau tahu siapa ketua Hek Liong Pang itu. "Betul. bagaimana mungkin kami berani bergurau denganmu? Ayohi makanlah" "Terima kasih" ucap Lam Khie dan mulai menikmati ayam bakar itu sambil minum pula." "Aku tidak tahu siapa ketua Hek Liong Pang itu. "Biar bagaimanapun kita harus menyelamatkan tujuh partai besar itu.." Tong Koay menatapnya. "Ayam bakar ini. "Pokoknya aku tidak akan bagi kalian daging kelinci bakar ini" Tiba-tiba ia mengayunkan tangannya yang memegang kelinci bakar itu.. Lam Khie membuka bungkusan itu. sebab kalau tujuh partai besar itu dikuasai Hek . "oh ya Kenapa kalian ke mari? Tentunya ada sesuatu penting bukan?" "Kami ke mari ingin memberitahukan. "Kali ini kalian btreiua mempermainkan aku." ujar Tang Koay sambil tersenyum. "Buka saja" sahut Tang Koay. kami cuma bergurau" "Tapi tahukah kalian?" Lam Khie melotot." sahut Lam Khie dengan wajah merah padam. tapi kelihatannya ketua Hek Liong pang ingin menundukkan partai-partai itu" "Maksudmu kita harus turut campur?" tanya Lam Khie"Turut campur sih tidaki namun kita bisa membantu secara diam-diam" sahut Tong Koay. "Itu adalah urusan ketua Hek Liong Pang dengan para ketua itu." Lam Khie menggeleng-gelengkan kepala. tidak tahu. "Haaah. "Jangan gusar."Kalian berdua sungguh keterlaluan" bentak Lam Khie gusar." "oh?" Lam Khie Melongo. kelak aku pasti membalasnya" "Lam Khie. "Kalau kami tidak membawa ayam bakar ini..?" Mulut Pak Hong ternganga lebar. lalu mengeluarkan sebuah bungkusan dari dalam bajunya dan diberikan kepada Lam Khie. "Ha ha ha" Tang Koay tertawa.. bahwa ketua Hek Liong Pang sudah menyebarkan surat tantangan kepada para ketua tujuh partai besar untuk bertanding di Pek Yun Kok-" "T0ng Koay. lebih baik dibuang saja." Tong Koay manggut-manggut." ujar Pak Hong... "Dari semalam perutku belum diisi?" "Tenang" Tang Koay tertawa.. "Dua ekor ayam bakar itu memang untukmu. "Ke-napa kelinci bakar itu dibuang?" "Dari pada dibagikan kepada kalian. dan seketika itu juga kelinci bakar itu terlempar jauh." "Apa ini?" tanya Lam Khie heran. tentunya engkau akan gembira. itu adalah urusan mereka" sahut Lam Khie. "oh?" Lam Khie heran." "Silakan menghabiskannya" sahut Tang Koay. Seketika juga Lam Khie terbelalak.

" ucap yo sian sian dan bertanya"Cianpwee-cianpwee ke mari untuk menyampaikan apa?" "Nona yo" Lam Khie memberitahukan. kakak seperguruan Nona sudah muncul dalam rimba persilatan. yakni tempat tinggal yo Sian Sian." ujar Tang Koay.. "Engkau boleh mulai berteriak memanggil yo Sian Sian. "Kwee In Loan. "Aku yakin dia sedang memperalat ketua Hek Liong Pang itu" "Lalu. "untuk apa kita ke Ciong Lam San?" "Di belakang Ciong Lam San." "Itu. "Baiklah. maka kalau engkau yang berteriak di depan kuburan tua itu. Maka.". "Bahkan dia menjadi ketua Hek Liong Pang dan .. Mereka berdua adalah Tong Koay dan Pak Hong.Liong pang.. kuburan tua itu "Nonaa yo Aku Lam Khie-Toan Thian Ngie datang berkunjung. Tang Koay dan Pak Hong berdiri di depan sebuah kuburan tua yang amat besar." "selamat bertemu Cianpwee" ucap yo sian sian sambil memberi hormat kepada mereka." Lam Khie berpikir sejenaki kemudian mengangguk. "Lam Khie. "Karena ketua Hek Liong Pang itu adalah Kwee In Loan.. sedangkan dia begitu licik dan jahat.." ujar Tang Koay ." uiar Lam Khie. harap keluar sebentar" Seusai berteriak. tua itu terbuka dan muncul empat wanita. "Kalian memikirkan juga nasib rimba persilatan?" "Sebab si Mo berada di pihak Hek Liong pang. kemudian mulai berteriak menggunakan Iweekang. "Ha ha ha" Tong Koay tertawa gelak"Sungguh tak disangka.. setelah itu barulah muncul yo sian sian." "oooh" Lam Khie manggut-manggut.." "oh?" yo sian sian tersentak"Dia sudah muncul dalam rimba persilatan?" "Betul-" Lam Khie mengangguk." Lam Khie mengerutkan kening. "Aku sudah menduga itu Dia adalah murid murtad partai Kuburan Tua. Lam Khie dan lainnya menunggu dengan sabar. "Maksud kalian untuk memberitahukan kepada yo Sian sian tentang kemunculan ketua Hek Liong Pang itu?" "Ya. apa jadinya rimba persilatan?" "Tumben" Lam Khie memandang mereka dengan heran.." Tang Koay mengangguk. Lama sekali barulah pintu rahasia kuburan. Nona yo masih sedemikian muda" "Terima kasih atas pujian cianpwee.. yo Sian Sian pasti membukanya.." Lam Khie mengangguk. "cianpwee" yo sian sian memberi hormat kepada Lam Khie"Ada urusan apa Cianpwee datang berkunjung?" "Nona yo" Lam Khie tersenyum." sahut Tang Koay. mari kita berangkat sekarang juga" Lam Khie. suaranya bergema ke dalam. "Kami ke mari memang ingin menyampaikan sesuatu. "Tapi-.-" "Engkau kenal baik ke dua orang tua yo Sian Sian. "Tentunya engkau tahu maksudku..

" ucap Lam Khie"sampai jumpa kelak" "sampai jumpa. beberapa tahun lagi kami akan bertanding di puncak gunung Heng san.." "Terima kasih untuk itu.. "Biasanya kalian bertiga seperti api dengan bensin. aku terpaksa harus menghadapinya." yo sian sian menggeleng-gelengkan kepala.mengangkat si Mo sebagai wakilnya. Kalau tidak. "Baik" yo sian sian mengangguk. Cianpwee" sahut yo sian sian." Lam Khie menatapnya.. agar tidak mengganggu ketenanganmu-" "Baiklah. para ketua tujuh partai besar cun langsung berangkat ke kuil siauw Lim sie untuk berunding dengan Keng Bun Hong Tio. -ooo00000oooBab 24 Hek Liong Pang Bubar setelah menerima surat tantangan dari ketua Hek Liong Pang. "Sekaligus menjadi wasit kalian. "Engkau harus berhati-hati menghadapi kakak seperguruanmu itu. aku harus dapat menaklukkannya.. engkau jangan ingkar janji lho" ujar Tong Koay. "Tak disangka itu. "Nona yo. aku ingin menyaksikannya" ujar yo sian sian. itu adalah urusan perguruanmu. Kalau begitu. "Biar bagaimanapun. kemudian tersenyum seraya berkata. maka kini adalah masa gencatan senjata.. tentunya kami pun tidak akan ke mari memberitahukan kepadamu. sebab kini kepandaiannya sudah tinggi sekali. dan mereka semua berkumpul diTay Hiong Po Tian (Ruang Para orang Gagah)"Omitohud" ucap Keng Bun Hong Tio- . begitu ketemu pasti ribut atau bertarung. "Nona yo. Dia mampu mengalahkan si Mo-" "oooh" yo sian sian manggut-manggut. barulah yo sian sian kembali masuk kuburan-tua itu. setelah mereka bertiga melesat pergi.." " Kalau kalian bertanding kelak. kami tidak akan turut campur" ujar Lam Khie dan menambahkan. "seandainya kakak seperguruanmu tidak berambisi untuk menguasai rimba persilatan. Kini dia -" Lam Khie menutur tentang ketua Hek Liong Pang menyebarkan surat tantangan kepada para ketua tujuh partai besar." Yo sian sian manggut-manggut. dia pasti akan menimbulkan bencana dalam rimba persilatan." ucap yo sian sian." "Nona yo. bagus" Lam Khie tertawa gelak"Engkau memang harus menaklukkannya. "Nona yo" Lam Khie tampak serius. "Kalau begitu. " Kalau begitu." "ohya" yo sian sian memandang mereka sambil tersenyum." "Bagus. Tentunya kalian tidak berkeberatan kan?" "Kami setuju engkau menjadi wasit. kami mohon pamit. Kenapa kali ini kalian bertiga justru tampak begitu akur?" "Ha ha ha" Pak Hong tertawa. dan yo sian sian mendengarkan dengan penuh perhatian. "Kami sudah terikat oleh suatu janji.

" Ketua Bu Tong Pay manggut-manggut. Dia yakin menang." "Tapi-. Mungkinkah pihak Hek Liong Pang akan menanam obat peledak di situ?" "Haaahhh" Para ketua terkejut bukan main. " Kalau begitu. kita tidak usah ke Pek yun Kek itu." sahut para ketua sambil mengangguk." "Kalau dia muncul lagi kelak. lebih baik berkorban di tempat itu." "Keng Bun Hong Tio" tanya Ci Hoat Tianglo dari Kay Pang. "Apakah ada suatu rencana busuk dibalik itu?" "Sulit diduga. kita harus ke sana.Aku khawatir dia sudah merencanakan sesuatu untuk menjebak kita semua-" "Kalau begitu." "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio"Itu adalah urusan kelak." "Omitohud" ucap Keng Bun Hong Tio"Memang harus begitu. Kini ketua Hek Liong Pang justru menantang kita. "Apabila perlu. "Menurutku ketua Hek Liong tidak akan berbuat begitu. "Ada satu hal yang cukup menggembirakan." Ketua Hwa San Pay manggut-manggut." "Betul. maka tidak akan merencanakan itu. kita pun tidak tahu dia memiliki ." ujar ketua Kun Lun Pay dengan kening berkerut. namun pertemuan itu tidak membawakan hasil apa-apa."Hari itu kita mengadakan pertemuan di sini. "yang penting kita harus berhati-hati." "Tapi bagaimana kalau Pek yun Kek itu merupakan suatu jebakan bagi kita semua?" tanya ketua Khong Tong Pay.Maka. sebab dia akan bertanding dengan kita satu persatu. kita semua tidak kenal ketua Hek Liong Pang itu. sebab kita semua akan berkumpul di Pek yun Kek untuk bertanding dengan ketua Hek Liong Pang itu. yaitu sudah sekian lama Hiat Mo tidak membantai kaum rimba persilatan lagi. "Kita akan bertanding dengan ketua Hek Liong Pang secara adil."Kita adalah partai besar dalam rimba persilatan. Mungkin dia sudah pulang ke tempat tinggalnya." sahut ketua Bu Tong Pay menambahkan.jadi nanti kita berangkat bersama dari sini-" "Baik. lebih baik dibicarakan kelak pula.-. kita pun boleh mengeroyoknya. kita pasti ditertawakan kaum rimba persilatan." usul ketua Hwa San Pay sungguh-sungguh "Omitohud" sahut Keng Bun Hong Tio. "Daripada menanggung malu tidak ke sana. tapi apabila dia berani berbuat curang. oleh karena itu." "Kong Bun Hong Tio. tentunya akan muncul lagi kelak. " Kalau kita tidak ke Pek yun Kek bertanding dengan ketua Hek Liong Pang. Itu sungguh diluar dugaan. sekarang pikiran kita harus dicurahkan pada tanggal satu itu. kita terpaksa mengeroyoknya. mari kita tangani bersama" ujar ketua Hwa san Pay dan menambahkan." "Tapi "" Ketua Bu Tong Pay menghela nafas panjang. Apabila kita tidak memenuhi tantangan ketua Hek Liong Pang."Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio lagi. "si Mo itu amat jahat dan licik. apakah kita masih punya muka untuk berdiri dalam rimba persilatan?" "Benar. "Kini dia pulang ke tempat tinggalnya. kita semua pasti terkubur di Pek yun Keki" "Omitohud" ucap Keng Ti Seng Ceng.

"siapa?" Kong Bun Hong Tio langsung bangkit dari tempat duduknya. "Ketua Hek Liong Pang bernama Kwee In Loan. "Namun yang jelas kalian semua bukan lawannya. sebab kepandaiannya sangat tinggi sekali. "Ha ha ha Apa kabar Kong Bun Hong Tio dan para ketua?" Terdengar suara sahutan lagi." Terdengar suara sahutan dari luar. kenapa tidak persilakan kami duduk? Tidak senang kami ke mari ya? Kalau begitu.kepandaian apa. kemudian tampak tiga sosok bayangan berkelebat memasuki ruang itu..ya. kalian tidak akan tahu siapa wanita itu. "Kita semua tidak tahu siapa ketua Hek Liong Pang itu. itu berarti gampang sekali baginya merobohkan kita satu persatu. " Kami pasti kalah bertanding dengan dia. "Betulkah itu?" "Aku tidak bohong. "Tadi cianpwee berseru bahwa kenal ketua Hek Liong Pang. lalu muncul tiga orang tua. sebaliknya dia pasti tahu jelas ilmu rahasia kita." "Omitohud" Kong Bun Hong Tio menatapnya." "Ha ha ha Kami tahu. salah seorang Hweeshio segera menyuguhkan arak wangi. dan itu sungguh menggembirakan Lam Khie "Ha ha ha Terima kasih Terima kasih" ucapnya sambil tertawa. kemudian mulai menikmati arak wangi itu"Maaf" ujar ketua Kun Lun Pay. Lam Khie dan Pak Hong. sudikah Cianpwee memberitahukan?" "Kalau aku memberitahukan namanya. Lam Khie dan Pak Hong. silakan duduk" "Terima kasih" sahut Tong Koay lalu duduk. lebih baik kami pergi saja. "Betul." Kening ketua Hwa san berkerut. "Omitohud" ucap Keng Bun Hong Tio dengan wajah berseri." "Tenang saja" Pak Hong tertawa." "Omitohud" ucap Keng Bun Hong Tio"Tong Koay. "Selamat datang selamat datang" "sedang berunding ya? Ha ha ha Tanggal satu akan bertanding dengan ketua Hek Liong Pang kan?" ujar Tong Koay sambil memandang mereka. . kemudian memberitahukan." Kong Bun Hong Tio manggut-manggut." sahut Lam Khie. kan?" ujar ketua Kay Pang." sahut Lam Khie"Nanti tanggal satu kalian akan mengetahuinya-" "Cianpwee?" tanya ketua Hwa San Pay mendadak"Apakah ketua Hek Liong pang akan menjebak kami di Pek yun Kok itu?" "Tidak" jawab Lam Khie sambil tertawa.sudah pasti dia punya suatu tujuan tertentu." "Omitohud" ucap Keng Bun Hong Tio"Dia dari perguruan mana?" tanyanya. "Eh? Keng Bun Hong Tio." ujar Lam Khie sambil menggelenggelengkan kepala"Terus terang. "sudah lama perguruannya tidak muncul dalam rimba persilatan.Nah. dan begitu pula Lam Khie dan Pak Hong. aku pun bukan tandingannya-" " Kalau begitu . yang tidayiain adalah Tong Koay.

Namun mereka terus berpikir kejutan apa yang dimaksudkan pak Hong itu. Mereka mempersilakan para ketua berdiri dekat panggung itu. "selamat datang para ketua" ucap Kwee In Loan dan memperkenalkan diri "Aku adalah ketua Hek Liong Pang. yang tidak lain adalah Kwee In Loan.. sementara ketua Go bi Pay diam saja. maka aku mengundang . "Ketua mana yang kalah bertanding dengan ketua Hek Liong Pang. sehingga membuat semua orang tercengang. ketua Hek Liong Pang. yang menyambut para ketua itu adalah si Mo dan muridnya. "Ha ha ha" Pak Hong tertawa gelak"Nan. Seketika juga tampak sosok bayangan melesat ke panggung itu.. dan kalian pun pasti selamat. kemudian si Mo meloncat ke atas canggung tersebut. maka partainya harus dibawah perintah Hek Liong Pang Harap kalian semua mengerti" "Omitohud" tanya Kong Bun Hong Tio"Bagaimana seandainya ketua Hek Liong Pang yang kalah?" "Hek Liong Pang akan dibubarkan" sahut si Mo"Omitohud" Kong Bun Hong Tio manggut-manggut." ucap ketua Hwa san cepat.Iweekang. maaf . berarti bukan merupakan kejutan lagi" sahut Pak Hong serius. "yang penting urusan itu beres.. "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio"Mudah-mudahan akan seperti apa yang dikatakan Pak Hong itu Omitohud" " -ooo00000oooPada tanggal satu. itu adalah Pie Bu Thai (Panggung Adu silat). Mereka bertiga datang secara mendadaki dan perginya pun begitu. muka kami mau ditaruh di mana?" "Maaf. Di lembah tersebut telah dibikin sebuah panggung yang amat besar." "Maaf" ucap ketua Hwa san Pay"Apakah Cianpwee bertiga akan turun tangan menghadapi ketua Hek Liong Pang itu?" "Tentu tidak" sahut Lam Khie "Kalau kami bertiga mengeroyoknya. ketua Hek Liong Pang mengundang kalian ke mari adalah untuk bertanding" seru si Mo dengan suara lantang. dan begitu pula ketua Bu Tong Pay." "Omitohud?" tanya Kong Bun Hong Tio"Bolehkah kami tahu kejutan apa itu?" "Kalau sekarang kuberitahukan." "oooh" Kong Bun Hong Tio menarik nafas lega"Omitohud Terima kasih. "Para ketua yang terhormat. " Ketua Hek Liong Pang dipersilakan naik ke panggung" seru si Mo dengan menggunakan." Pak Hong melesat pergi. si Mo segera meloncat turun. para ketua tujuh partai besar sudah tiba di Pek yun Kok. dan begitu juga Lam Khie dan Tong Koay."sampai waktunya pasti ada kejutan. kami ke mari cuma ingin mencicipi arak wangi sekarang kami mau pergi. Berhubung kini situasi rimba persilatan semakin memburuk. setelah-JCwee In Loan berada di atas panggung.

" Usai menyahut. maka partai kalian harus di bawah perintah Hek Liong Pang. namun berselang beberapa saat kemudian.kalian ke mari untuk bertanding denganku. tenang dan damai. Ketua Hek Liong Pang tertawa panjang dan segera mengeluarkan ilmu Kiu Im Cui sim Ciang (Ilmu Pukulan sakti Penghancur Hati). "Bagaimana kalau engkau yang kalah?" tanya ketua Hwa san Pay lagi. sehingga pertandingan itu merupakan pertandingan adu nyawa. Apabila aku kalah. sedangkan ketua Hek Liong Pang mengeluarkan Kiu Im Pek Kut Jiauw untuk mengimbangi ilmu rahasia siauw Lim Pay itu. setuju dan berunding. siapa yang kalah. begitu pula Kong Bun Hong Tio sendiri Di saat itulah Kong Bun Hong Tio mengeluarkan Kim Kong Hok Mo Ciang (Ilmu Pukulan Arhat Penakluk iblis). "Tentunya aku akan membubarkan Hek Liong Pang. Kong Bun Hong Tio mulai berada di bawah angin. ini agar rimba persilatan bisa aman. aku pasti membubarkan Hek Liong Pang. " Aku adalah Kong Bun Hong Tio. Tapi kalau tiada seorang ketua pun yang dapat mengalahkan aku. "Kalian boleh naik ke panggung satu persatu untuk bertanding denganku. kemudian manggutmanggut. lalu mulai menyerang Kong Bun Hong Tiosemula mereka bertanding dengan jurus-jurus biasa. Puluhan jurus kemudian. barulah giliran ketua Bu Tong Pay. Kong Bun Hong Tio langsung meloncat ke atas panggung. partainya harus dibawah perintah Hek Liong Pang." " Ketua Hek Liong Pang. bagus" "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio sambil menatapnya. pertandingan itu mulai tampak seru dan menegangkan." Para ketua itu saling memandang. Ternyata Kong Bun Hong Tio mengeluarkan ilmu Liong Jiauw Kang (Ilmu Cakar Naga). "Ternyata ketua siauw Lim Pay Bagus. "Omitohud" sahut Keng Bun Hong Tio"Biar aku yang duluan bertanding dengan ketua Hek Liong Pang itu" "Keng Bun Hong Tio?" tanya ketua Bu Tong pay "Bagaimana kalau aku duluan yang bertanding dengan dia?" "Omitohud" sahut Kong Bun Hong Tio" Lebih baik aku duluan. sedangkan si Mo terus tersenyum-senyum." sahut Kwee In Loan dan menambahkan." sahut Kwee In Loan. wajah mereka tampak pucat pias. Betapa cemasnya para penonton. "siapa yang akan bertanding duluan dengan ketua Hek Liong pang itu?" tanya ketua Kun Lun Pay. Kwee In Loan menyambutnya sambil tersenyum. silakan ketua Hek Liong Pang menyerang duluan" "Baik-" Kwee In Loan memberi hormat. secara tidak langsung aku adalah Bu Lim Beng cu (Ketua Rimba Persitatan). bagaimana caranya pertandingan ini?" tanya ketua Hwa san Pay" Cukup dengan tangan kosong. dan itu sungguh mencemaskan para penonton. . siapa yang dapat mengalahkanku.

kini giliran siapa yang akan bertanding denganku?" tanya ketua Hek Liong sambil memandang ketua Bu Tong dan Gobi Pay." wajah Keng Ti seng ceng tampak murung sekali. aku tidak apa-apa Hanya saja. Mendadak terdengar suara benturan. barulah giliranmu.. sedangkan ketua Hek Liong tetap berdiri tegak di tempat.. sambil tersenyum ketua Hek Liong Pang berkelit. Di saat bersamaan. " Ketua Siauw Lim dan Hwa San pay telah kukalahkan... apakah suci baik-baik saja selama ini?" "Hm" dengus Kwee In Loan. mereka berbisik-bisik. air muka ketua Hek Liong Pang langsung berubah hebat.siapa wanita itu? la tidak lain yo sian sian.." "Tidak usah cemas. Bukan main malunya ketua Hwa san Pay." "Terima kasih atas kemurahan hati Keng Bun Hong Tio untuk mengalah kepadaku. "Aku adalah ketua Hwa san pay.. tampak sosok bayangan meloncat ke atas panggung. dan disaat itulah ketua Hwa san Pay meloncat ke atas. di atas panggung. siauw Lim Pay sudah berada di bawah perintah Hek Liong Pang. "silakan menyerang duluan" Ketua Hwa San Pay langsung menyerang.Mereka berempat berdiri. dan segeralah ia meloncat turun. Begitu mendengar iuafa musik itu. ingin mohon petunjuk" "Bagus" Ketua Hek Liong Pang manggut-manggut..setelah puluhan jurus.Ternyata merekalah yang meniup suling dan memainkan kecapi. . " Ketua Hek Liong Pang" ujarnya sambil memberi hormat. "Mau apa engkau ke mari?" "suci" sahut Yo sian Sian. setelah itu muncul lagi seorang wanita berpakaian kuning. "Ketua Gobi Pay" biar aku yang bertanding dengan dia-" "Lebih baik aku saja.Blaaaam." Keng Bun Hong Tio menghela nafas panjang. ketua Hwa san Pay roboh di tangan ketua Hek Liong Pang. Di saat bersamaan. Apabila aku kalah. "Kepandaianmu tinggi sekali. Wanita itu lemah lembut dan wajahnya cantik sekali putih bagaikan Salju. muncullah empat wanita berpakaian putih." sahut ketua Hek Liong Pang sambil tersenyum." sahut ketua Gobi Pay "Aku duluan.. "Mulai saat ini. "suci (Kakak seperguruan)" panggil Yo sian sian sambil memberi hormat"sudah hampir tiga puluh tahun kita tidak bertemu. demikian pula air muka si MoTak seberapa lama kemudian. Keng Bun Hong Tio termundur-mundur beberapa langkah dengan mulut mengeluarkan darah. mendadak terdengar suara suling dan kecapi.. Ketua Bu Tong Pay dan ketua Gobi Pay saling memandang. setelah itu. Keng Ti seng Ceng memapah Keng Bun Hong Tio ke bawah.." "suheng. Pertandingan kali ini tidak begitu seru seperti tadi." ujar ketua Bu Tong Pay. aku mengaku kalah. kemudian mendadak balas menyerang. lalu berkata kepada ketua Hek Liong Pang. dia adalah Keng Tiseng ceng. "suheng. "Sudahlah" Keng Bun Hong Tio menggeleng-ge-lengkan kepala.

Itu sungguh mencemaskan para penonton. maka harus membubarkan Hek Liong Pang" "Baik" Kwee In Loan manggut-manggut." "Suci. Jangan cari penyakit di sini" "Maaf" sahut yo Sian Sian. pasti akan terkena pukulan yang penuh mengandung Iweekang.. sebab setiap gerakan disertai dengan Iweekang sepenuhnya. "Jadi engkau ingin bertanding denganku?" "ya. jangan bikin kacau rimba persilatan" "Engkau harus ingat. sehingga membuat para penonton tersentak semua. "Kalau begitu.. "Aku harus mencegah perbuatanmu ini" "oh?" Kwee In Loan menatapnya tajam. sedangkan Kwee In Loan terpental kira-kira enam depa. Sementara Kwee In Loan dan yo Sian Sian sudah mulai bertanding. Kemunculan wanita berpakaian kuning itu memang amat mengejutkan. "Engkau jangan mencampuri urusanku. Berselang beberapa saat. Siapa pun tidak akan menyangka ketua Hek Liong Pang adalah kakak seperguruan wanita berpakaian kuning itu. kita sudah tiada hubungan apa-apa. Blaaaam."sudahlah mari ikut sumoy ke kuburan tua. Wanita berbaju kuning itu menatap kakak seperguruannya dengan senyum puas. apalagi setelah mendengar pembicaraan mereka. barulah Kwee In Loan bangkit lalu menatap yo sian sian dengan penuh kebencian. sehingga pertandingan itu tampak anehi tapi amat menegangkan. Begitu pula yo sian sian. Kini gerakan mereka kelihatan agak lamban. "yo Sian Sian.. meskipun sebenarnya tubuhnya sendiri didera luka parah. lebih baik engkau pergi saja." yo Sian Sian mengangguk.. ke dua orang tuamu telah mengusirku. Tak terasa pertandingan itu sudah melewati puluhan jurus. Mereka mengeluarkan ilmu yang sama.. "Diam" bentak Kwee In Loan. barulah para ketua itu tahu akan maksud Pak Hong yang memberitahukan bahwa akan ada suatu kejutan di Pek yun Koki ternyata ini yang dimaksudkannya. cepatlah pergi" "Suci. aku terpaksa melawanmu. seketika suasana di tempat itu berubah menjadi hening.. yo sian sian term undur-mundur beberapa langkah. karena siapa yang lengah dalam pertandingan itu. "Apabila aku kalah.. Maka aku bukan kakak seperguruanmu lagi. tentunya akan di bawah perintahmu. kemudian rubuh dengan mulut menyemburkan darah segar. Namun kalau engkau yang kalah. "Yo sian sian Kali ini aku mengakui keunggulanmu Mulai saat ini Hek Liong Pang telah bubar" ujar Kwee In Loan sepatah demi sepatah- ." yo Sian Sian menggeleng-gelengkan kepala." "He he he" Kwee In Loan tertawa terkekeh-kekeh. Setelah yo Sian Sian muncul.. Kwee In Loan tampak penasaran sekali karena tidak dapat merobohkan yo sian sian. Mendadak terdengar suara benturan yang amat dahsyat. oleh karena itu ia mengerahkan Iweekangnya sampai pada puncaknya." yo Sian Sian menghela nafas panjang. engkau harus tahu Kini kepandaianku sudah lebih tinggi darimu.

lalu memberi hormat kepada Keng Bun Hong Tio"Terima kasih Keng Bun Hong Tio. "Sudahlah" sahut ketua Kun Lun Pay." ucap Keng Bun Hong TioYo Sian Sian memberi hormat kepada para ketua itu. "Omitohud" sahut Keng Bun Hong Tio"Kamilah yang harus berterima kasih karena engkau telah menyelamatkan kami. "Aku pasti membuat perhitungan denganmu kelak" ujar Kwee In Loan dengan penuh dendam. maka sama sekali tidak tahu kepergian si Mo bersama muridnya. maka aku sama sekali tidak menyelamatkan kalian. Para ketua tahu. lagipula kita tiada urusan dengan dia-" "Omitohud" ucap Kong Bun Hong Tio"Urusan di sini telah beres. Para ketua sedang mencurahkan perhatiannya ke atas panggung. karena kini Hek Liong Pang telah bubar. barulah wanita berpakaian kuning itu bangkit berdiri. atas pemberian obat mujarab itu. sedangkan yo sian sian masih tetap bersila. Para ketua itu saling memandang." Keng Ti seng Ceng segera meloncat ke atas lalu memberikan sebutir pil kepada salah seorang pengiring itu seraya berkata. "Eeeh?" seru ketua Hwa San Pay "Kemana si Mo pergi?" Ternyata si Mo dan muridnya sudah tidak ada di situ. lalu dimasukkan ke mulut yo sian sian. Ternyata tadi yo sian sian berusaha agar tidak muntah darah. Terdengarlah suara suling dan suara kecapi makin lama makin jauh. yo sian sian pun segera duduk bersila dikelilingi ke empat pengiringnya. "Omitohud Omitohud. si Mo segera mengajak muridnya pergi." ucap yo sian sian. sebab Kwee In Loan adalah murid murtad dari perguruanku. Kebetulan ketua Bu Tong Pay berjalan bersama Kong Bun Hong Tio dan . "Biar dia pergi." ucap wanita berpakaian putih sambil menerima obat tersebut. Berselang beberapa saat kemudian. dan itu membuat mereka itu kagum bukan main." sahutnya sambil tersenyum.." "Aku membersihkan perguruanku. Ketika melihat Kwee In Loan terpental oleh pukulan yang dilancarkan yo sian sian. Kwee In Loan mengira Iweekangnya jauh lebih tinggi. "uaaakh " yo sian sian memuntahkan darah segar yang ditahannya dari tadi"Uaaaakh " "Omitohud" ucap Keng Bun Hong Tio.. suheng. oleh karena itu. setelah itu barulah ia melesat pergisesudah Kwee In Loan melesat pergi. sehingga membuatnya langsung kabur. bahwa yo sian sian merendahkan diri. "sutee beri dia sebutir pil" "ya."Tapi kita akan berjumpa lagi kelak" yo sian sian tidak menyahut. "Tolong berikan pil ini kepada majikanmu" "Terima kasih seng Ceng. lalu melesat pergi dan diikuti ke empat pengiringnya. mari kita tinggalkan tempat ini" Para ketua itu mulai meninggalkan Pek yun Kok. Keng Ti seng Ceng meloncat turun. kemudian mereka menggeleng-gelengkan kepala sambil menarik nafas lega. karena tergempur oleh Kwee In Loan.

ketua Hek Liong pergi dengan penuh dendam. "Hei Pek Him" bentak si Mo"Kenapa engkau terus melamun? Apa yang engkau pikirkan?" "Guru -" Kwan Pek Him menundukkan kepala"oooh" si Mo manggut-manggut sambil tertawa- ." "Terima kasih" ucap Kwee In Loan sambil menggelengkan kepala." Kwee In Loan menggeleng-gelengkan kepala. lihat saja kelak." Kwee In Loan bangkit berdiri "si mo sampai jumpa" Kwee In Loan melesat pergi. Namun menurutku. Aku harus membuat perhitungan dengan dia kelak. ia membuka matanya dan justru terbelalak. "Apabila kepandaianmu sudah bertambah tinggi. sedangkan si Mo masih berdiri di tempat. "si Mo. namun engkau tetap sebagai ketua golongan hitam" "Begini . dia tidak akan muncul lagi. "Aku akan pergi ke Kwan Gwa menemui Hiat Mo-" "Engkau ingin mohon bantuannya?" si Mo agak terbelalak"Apakah Hiat Mo mau membantumu?" "Aku hanya ingin mohon petunjuk kepadanya mengenai ilmu silat." "Kalau begitu aku akan menyerahkan jabatanku kepadamu" "Itu. Berselang beberapa saat. "Omitohud" Keng Bun Hong Tio menggeleng-gelengkan kepala. Aku akan memperdalam kepandaianku di tempat kediamannya" "ooohi Si Mo manggut-manggut. sementara Kwan Pek Him.. muridnya terus melamun. "Aku telah dikalahkan oleh yo sian sian. Apakah dia akan muncui lagi kelak?" tanya ketua Bu Tong Pay. sebab kepandaiannya masih setingkat di bawah kepandaian wanita berpakaian kuning itu.. "Omitohud" sahut Kong Bun Hong Tio"Itu sulit diduga. tentunya engkau akan kembali ke Tionggoan kan?" "ya. dan setelah itu mulailah duduk bersila dengan mata terpejam." Kwee In Loan memberitahukan." "Mudah-mudahan begitu.. kedudukanku sebagai ketua golongan hitam akan kuserahkan kepadamu. "Kini Hek Liong Pang telah bubar. "Omitohud..." ujar si Mo seakan mengusulkan. "Kong Bun Hong Tio. "Apabila engkau setuju. Kemudian ia menelan tiga butir pil.Kong Tt seng Ceng. wajahnya tampak tidak ada semangat sama sekali." Kwee In Loan beristirahat di bawah sebuah pohon. "Bagaimana keadaan lukamu?" tanya si Mo sambil memandangnya dengan penuh perhatian. Kong Bun Hong Tio" Ketua Bu Tong Pay menghela nafas panjang.sekarang aku harus berangkat ke Kwan Gwa." "Jadi engkau mau ke mana? tanya Si Mo"Aku. "sudah membaik" sahut Kwee In Loan. karena Si Mo dan muridnya duduk di hadapannya... maka aku harus memperdalam kepandaianku.

" ujar Lam Khie sambil tertawa." Kepala Kwan Pek Him semakin tertunduki sedangkan si Mo menatapnya dengan tajam. tidak boleh kita lakukan. Lam Khie dan pak Hong." "guru. "Mumpung luka Kwee In Loan belum sembuh.. tidak mungkin aku membunuhnya. bagaimana kalau sekarang kita pergi membunuhnya?" "Tidak mungkin." Engkau sedang memikirkan gadis berpakaian merah ya?" "Aku. "Entah apa yang akan terjadi lagi kelak?" "Itu urusan kelak." jawab Lim Soat Hong dan memberitahukan. "Ha ha ha Perutku sudah merengek-rengek minta diisi-" Bab 25 Gua Hangat Di Puncak Hoat San yo sian sian dan ke empat pengiringnya tidak langsung pulang ke gunung ciong Lam san. "Kita sudah dengar." "Kalau begitu. dan langsung menuju rumah Tan Ek seng. karena masih ada pemuda lain. melainkan menuju desa Hok An. "Gadis itu tidak akan mencintaimu. mari kita pergi" "Ya guru. murid kesayangannya itu. Kedalangan yo sian sian dan ke empat pengiringnya itu sangat menggembirakan Tan Ek seng dan Lim Soat Hong. "Itu urusan kelak..." Kwan Pek Him menggeleng-gelengkan kepala. "Tapi kini dia tidak berada di rumah. "Itu adalah perbuatan pengecut. "Dia baik-baik saja?" "Giok Cu baik-baik saja." ujar si Mo dingin"Jangan harap gadis itu akan jatuh cinta padamusudahlah." Lim Soat Hong tidak melanjutkan ucapannya." tandas Lam Khie"Kelihatannya Kwee In Loan akan belajar ilmu silat lagi kepada Hiat Mo." sela Pak Hong serius.." ujar Tong Koay sambil menghela nafas panjang. "Bagaimana keadaan muridku selama ini?" tanya yo Sian Sian. jangan terus memikirkan gadis itu." Pak Hong mengerutkan kening. dan mereka segera menyuguhkan teh wangi. kemudian mereka berdua melesat pergi Di saat mereka melesat pergi." Kwan Pek Him mengangguk.Itu sungguh membahayakan Nona yo dan rimba persilatan" "Kalau begitu . "-Dia pergi ke mana?" "Dia ikut Thio Han Liong ke gunung Soat San. kita tidak perlu membicarakannya sekarang. Ternyata yo sian sian ingin menengok Tan Giok Cu.. Kwee In Loan berangkat ke Kwan Gwa menemui Hiat Mo.. "Kenapa mereka berdua?" tanya yo Sian Sian dengan kening berkerut.. Mereka berdua.. ." Lam Khie menggelengkan kepala. percuma kita pikirkan sekarang. justru mendadak muncul Tong Koay.. "Dia akan membuat perhitungan dengan Nona yo kelak.. agar gadis tersebut mencintaimu. "Pemuda itu sangat baik terhadapku. Kini mereka sudah memasuki desa tersebut." "oh?" yo Sian Sian tercengang." ujar Lam Khie dan menambahkan. seharusnya engkau membunuh pemuda itu." "Tapi .

" Lam Khie memberitahukan tentang pembicaraan itu dan menambahkan. "Mudah-mudahan Giok Cu dan Han Liong tidak terjadi apaapa" setelah meninggalkan rumah Tan Ek seng. "Aku mohon pamit. janganlah cemas" ujar Tan Ek seng menghiburnya. percayalah" "suamiku." "isteriku" Tan Ek seng tersenyum lembut dan menjelaskan. Tong Koay dan Pak Hong melihat Kwee In Loan duduk di bawah sebuah pohon.. maka timbul rasa gelisah dalam hatimu.. "sudah sekian lama Giok Cu dan Thio Han Liong ke gunung soat san. "isteriku.." ujar Lam Khie"cianpwee. "Kami tidak begitu jelas mengenai itu. percayalah" "Aaah " Lim soat Hong menghela nafas panjang." Tan Ek seng tersenyum berusaha menghibur isterinya. "Nona yo." Lim soat Hong menatapnya seraya berkata. dan ke empat pengiringnya langsung mengikutinya."Mereka berdua sudah saling mencinta. "Aku.. "Eniahlah.. suruh mereka ke tempat tinggalku" "ya." "Mau apa Thio Han Liong pergi ke gunung Soat San?" tanya yo Sian sian. kemudian menghela nafas panjang. kemudian muncul si Mo dan muridnya ." yo Sian Sian dan ke empat pengiringnya segera berhenti"Selamat bertemu" "Nona yo -" Wajah Lam Khie berubah serius"Kebetulan kita bertemu di sini. Di tengah jalan." Lim Soat Hong mengangguk. "Entah apa sebabnya. "Dia mau mencari Teratai Salju di gunung itu untuk mengobati wajah ke dua orang tuanya" "Kenapa wajah ke dua orangtuanya?" yo Sian Sian terkejut. Padahal tidak ada apa-apa. "Kini Kwee In Loan sudah berangkat ke Kwan Gwa untuk menemui Hiat Mo-" . akhir-akhir ini aku merasa tidak tenang. "Aku yakin mereka sudah dalam perjalanan pulang. mendadak muncul Lam Khie sambil tertawa-tawa." Lim soat Hong menggeleng-gelengkan kepala. sehingga membuatmu tidak tenang." yo Sian Sian bangkit berdiri dan berpesan.. maka dia ikut ke gunung Soat San.. "Tidak lama lagi mereka pasti pulang. yo sian sian dan ke empat pengiringnya langsung pergi ke gunung ciong Lam san." jawab Lim Soat Hong." "Aaahi. "engkau terlampau memikirkan Giok Cu." "Baiklah. tapi kenapa mereka belum pulang?" gumam Lim soat Hong. maka aku ingin menyampaikan sesuatu-" "sesuatu apa?" tanya yo sian sian." Lim Soat Hong menggelengkan kepala. "Giok Cu tidak mau berpisah dengan dia. "Kalau Giok Cu dan Thio Han Liong pulang." ucap yo Sian Sian lalu melesat pergi. "Aku khawatir telah terjadi sesuatu atas diri mereka-" "Itu tidak mungkin. Tan Ek seng dan Lim soat Hong saling memandang. tak disangka kita bertemu di sini.

ternyata engkau bertahan agar kelihatan kepandaianmujauh lebih tinggi dari Kwee In Loan ya." "Aaaahi-" Yo Sian Sian menghela nafas panjang. "Bukankah engkau bisa berlatih mulai dari sekarang? Kalau Kwee In Loan muncul lagi dalam rimba persilatan. "Baiklahi" Lam Khie menatapnya. "Kalau Hiat Mo bersedia memberi petunjuk padanya mengenai ilmu silat." "Nona yo" Lam Khie tersenyum. "Nona yo." yo sian sian mengangguk." "oooh" Lam Khie manggut-manggut. engkau harus terus berlatih" pesan Lam Khie lalu melesat pergi. maka engkau harus ber-hati-hati kelak" "Terima kasih atas." "Tidak apa-apa" sahut Lam Khie"yang penting engkau harus terus berlatih. dia langsung kabur." " Kelak dia pasti menimbulkan bencana dalam rimba persilatan. yo sian sian dan ke empat pengiringnya berdiri mematung di tempat. "Apabila Kwee In Loan berhasil menguasai ilmu silat Hiat Mo." "ya.. tentunya kepandaianmupun sudah bertambah tinggi. yo sian sian mendengar dengan penuh perhatian. "Aku mau pergi. Berselang beberapa saat kemudian barulah mereka melesat pergi ke gunung ciong Lam san. "Dia pasti menuntut balas padamu. itu. agar ilmu silatmu bertambah tinggi. perhatian cianpwee." sahut yo sian. Cianpwee" sahut yo sian sian. tentunya dia akan mengaduk lagi dalam rimba persilatan. sebaliknya . sementara itu. cianpwee-" yo sian sian manggut-manggut.Tapi sudah mendengarnya." jawab Lam Khie"Kepandaianmu lebih tinggi dari Kwee In Loan. tidak tahu hal yang sebenarnya. kan?" "ya. "oh ya Kalau tidak salahi tiga tahun lagi Cianpwee dan lainnya akan bertanding dicuncak gunung Heng san." Lam Khie menceritakan tentang Hiat Mo." "yaah" Lam Khie menggeleng-gelengkan kepala. "Rasanya aku sudah tidak sanggup menghadapinya.. sebab kepandaiannya pasti bertambah tinggi.."oh?" Air muka yo sian sian berubah"cianpwee tahu mengenai Hiat Mo itu?" "Cuma tahu sedikit. "Kalau begitu " ujar yo sian sian seusai mendengar itu. sampai jumpa kelak. hanya saja Iweekang ku lebih unggul sedikit. Cianpwee tidak menyaksikan pertandinganku dengan Kwee In Loan?" "Tidak. la menjelajahi gunung itu hingga ke puncaki namun tidak menemukan Teratai Salju yang dicarinya itu." "ya. "Sesungguhnya kepandaian kami seimbang." "Itu sudah jelas. "oh ya. Thio Han Liong sudah sampai di gunung soat san." jawab Lam Khie dan memberitahukan. "oleh karena itu. Mungkin aku tidak bisa hadir di sana sebagai saksi." "sampai kelak." ucap yo sian sian. "Pantas kemudian engkau muntah darah." Lam Khie manggut-manggut. "Hiat Mo berkepandaian amat tinggi." yo sian sian mengangguk.

yang buahnya kemerahan-merahan. kemudian menggelenggelengkan kepala dan bergumam lagi.oleh karena itu. kepalaku pasti pusing dan darahku bergolak -golak?" Thio Han Liong tidak habis pikir.setetah itu. Memang harus diakui. ia pun berhasil mempelajari Kian Kun Taylo Ie sin Kang sampai tingkat ke tujuh. cuma berhasil sampai di tingkat ke dua saja. Akan tetapi. Namun. namun di dalam gua malah tumbuh beberapa pohon dan hangat pula hawa udaranya. Di atas gundukan tanah itu tumbuh sebatang pohon kecil.Hawa udara di lembah itu sangat sejuk menyegarkan. Di lembah itu terdapat sebuah gua yang cukup besar dan indah. justru terasa hangat." Thio Han Liong mulai berlatih Kiu yang sin Kang. yang berdaun seperti telapak tangan dan pada pucuknya terdapat satu buah yang aneh bentuknya. "Kalau begitu. sehingga menciptakan suasana yang tenang. tidak begitu gampang mempelajari ke dua macam sin Kang tersebut. ia langsung berhenti. sehingga gua itu agak terang. cucunyaKini di dalam gua tersebut justru bertambah seorang gadis . talu duduk beristirahat sambit berpikir.Penghuninya adalah Hiat Mo dan ciu Lan Nio. Di tengah-tengah telaga kecil itu terdapat segundukan tanah yang mengeluarkan cahaya. Thio Bu Ki bisa begitu cepat menguasai Kiu yang sin Kang. Thio Han Liong tidak habis pikir tentang itu. begitu mulai ia sudah merasa pusing dan darahnya bergolak. namun ketika memasuki gua itu. bahkan dinding gua itu pun memancarkan cahaya. bahkan anehnya di dalam gua terdapat beberapa pohon. maka sulit baginya untuk mempelajari Kian Kun Taylo Ie sin Kang. Itu sungguh mencengangkan Thio Han Liong. la berharap dalam waktu beberapa tahun ilmu silatnya akan maju pesat. agar dapat mengalahkan Hiat MoDi Kwan Gwa (Luar Perbatasan) terdapat sebuah lembah yang amat indah. ia pun berlatih ilmu pukulan Thay Kek Kun. Thio Bu Ki telah mengajarnya Keuw Keat (Teori) pelajaran Kian Kun Taylo Ie hingga ke tingkat tujuhThio Han Liong menghafal semua teori itu. Thio Han Liong hanya memandang sekilas ke arah pohon kecil itu.Akhirnya ia mengambil keputusan untuk melatih ilmu silatnya di dalam gua itu. semakin ke dalam gua itu semakin luas.ia malah menemukan sebuah gua di dekat puncak gunung tersebut. selain berlatih Iweekang tersebut. dan kini ia mulai berlatih tingkat ke tiga. Padahal di luar gua hanya terdapat salju. Mulailah ia melatih Kiu yang sin Kang dan Kian Kun Taylo Ie sin Kang. aku akan berlatih Kiu yang sin Kang saja. sedangkan Kiu yang sin Kang yang dimiliki Thio Han Liong masih dangkal. Betapa dinginnya hawa udara di gunung soat san. Tampak pula sebuah telaga kecil di situ. maka mempercepat latihannya. tidak heran dalam waktu relatif singkat ia berhasil mempelajari Kian Kun Taylo Ie sin Kang. Kiu Im Pek Kut Jiauw dan siauw Lim Liong Jiauw Kang. aman dan terasa damai pula. karena secara kebetulan ia memakan kodok api. "Kenapa setiap kali aku mulai berlatih Kian Kun Taylo Ie sin Kang tingkat ke tiga.sebab ia telah memiliki Kiu yan sin Kang. "Heran" gumamnya sambil mengerutkan kening. tidak berani me-lanjutkannya.

" "Kakek.." Hiat Mo memandang jauh ke depan sambil memberitahukan. juga menuruti semua perintahku-" "Kenapa Kakek begitu tega?" ciu Lan Hio menggelenggelengkan kepala.. " Kakek adalah Hiat Mo generasi ke tiga. aku boleh ikut kan?" tanya Ciu Lan Hio. Ha ha ha. "Dia cuma mencintai Giok Cu saja... kakek akan mengajaknya ke Tionggoan. itu adalah kesempatanmu untuk mendekatinya. Ciu Lan Hio menatapnya." tandas Hiat Mo"yang penting kelak Thio Han uong akan mencintaimu." Ciu Lan Hio menggeleng-gelengkan kepala." "Kakek. yang tidak lain adalah Tan Giok Cu. kemudian menggeleng-gelengkan kepala seraya bertanya kepada Hiat Mo. "Tentu. Hiat Mo generasi pertama pernah ke Tionggoan. "Kenapa Kakek sering membunuh kaum rimba persilatan Tionggoan?" "Engkau tidak tahu. namun aku tidak akan memaksanya untuk mencintaiku.. lagipula untuk apa menarik kembali ilmu sihir itu?" "Kakek. wajahnya putih bagaikan salju. Ya." Ciu Lan Hio menghela nafas panjang. " Kakek sudah mempengaruhinya dengan ilmu sihir?" "Ya. sedangkan Giok Cu akan kuperintah agar membunuh para pesilat rimba persilatan Tionggoan. kan?" "Tapi.Tiga tahun kemudian setelah dia berkepandaian tinggi." "Kalau Tan Giok Cu sudah melupakannya. Tan Giok Cu duduk diam.." Hiat Mo mengangguk" Kakek" Ciu Lan Hio menghela nafas panjang.Lagipula. justru akan membuatnya gila. aku pun tidak mau melihatnya menderita.yang amat cantik. "Kenapa Kakek berbuat begitu terhadapnya?" "Ha ha ha" Hiat Mo tertawa gelak "Agar dia melupakan Thio Han Liong.. yang sedang duduk bersila." ujar ciu Lan Nio sungguh-sungguh"Aku memang amat mencintainya.. maka alangkah baiknya Kakek menarik kembali ilmu sihir yang telah Kakek masukkan ke dalam dirinya jadi dia tidak di bawah perintah Kakek-" "Itu tidak bisa-" Hiat Mo menggelengkan kepala. "Sebab engkau harus menemui Thio Han Liong." Hiat Mo memberitahukan. "Terus terang. "Maka tidak bisa ditarik lagi ilmu sihir itu" " Kakek tidak bisa menyembuhkannya?" "Tentu bisa. "Kenapa tidak bisa?" tanya Ciu Lan Hio dengan kening berkerut. "Bukankah dia juga harus melupakan gadis itu? Nah." ujar Hiat Mo"Kakek ingin menciptakan seorang gadis pembunuh yang berhati dingin. lalu dia akan bagaimana?" sahut Hiat Mo sambil tersenyum. Tapi membutuhkan waktu. tapi dikeroyok tiga jago Tionggoan sehingga mengalami luka parah-" . Tidak mungkin dia akan jatuh cinta padaku.." "sudahlah." "Kakek ." Hiat Mo manggut-manggut. " Kalau kakek menarik kembali ilmu sihir yang telah kakek masukkan itu.

sehingga ke empat jago itu mengeroyok Hiat Mo generasi pertama.. tidak usah diungkit lagi" Hiat Mo menggeleng-gelengkan kepala dan wajahnya tampak murung. Hiat Mo generasi ke dua tidak pernah ke Tionggoan. Hiat Mo generasi pertama ingin menguasai rimba persilatan Tionggoan." "Lagipula apa?" tanya Ciu Lan Nio karena Hiat Mo tidak melanjutkan ucapannya. murid itu sama sekali tidak berambisi apa pun. Namun mendadak si Tokiouw yang Hong membantu Hiat Mo generasi pertama. muka. sia Tok Ouwyang Hong.Karena kakek sudah berjanji . "Itu telah berlalu.. maka jadi begitu." ujar Ciu Lan Hio sambil tertawa." tanya Ciu Lan Nio mendadak"Apakah Han Liong kelak mampu mengalahkan Kakek?" "Hal yang tak mungkin" sahut Hiat Mo sungguh-sungguh"sebab latihan kakek sudah hampir mencapai seratus tahun. "Kalau belajar ilmu Hiat Mo Kang. tidak usah berambisi menguasai rimba persilatan Tionggoan. setelah Hiat Mo generasi pertama meninggal. Lam Ti-Toan Hong ya dan Pak Kay-Ang cit Kong. "Kalau belum mencapai tingkat kesempurnaan. Akan tetapi. Begitu tiba di Tionggoan ia langsung membunuh para rimba persilatan Tionggoan.Nah. hanya hidup di daerah Kwan Gwa ini. sedangkan dia masih begitu muda. namun gadis itu tidak bertanya. "Rambut." "Kalau begitu. kan?" "Betul. Hiat Mo generasi pertama menerima seorang murid yang berusia belasan. tentunya tidak akan berubah jadi begitu ya. engkau akan berubah jadi jelek" "Kenapa begitu?" "Lihatlah diri kakek" Hiat mo tersenyum. memang lebih baik hidup di daerah Kwan Gwa ini. "oh ya Kenapa Kakek tidak mengajarku Hiat Mo Kang?" tanya Ciu Lan Hio mendadak. akhirnya HiatMo generasi pertama mengalami luka parah. juga tetap tidak akan sanggup mengalahkan kakek-" "Seandainya kelak dia mampu mengalahkan Kakek. Ciu Lan Nio tahu bahwa Hiat Mo menyimpan suatu rahasia.. maka terjadi pertarungan tiga lawan dua."oh?" Ciu Lan Nio tertarik"siapa ke tiga jago Tionggoan itu?» "Pada masa itu di Tionggoan terdapat empat jago yang berkepandaian amat tinggi Mereka adalah Tong sia Oey yok su." Hiat Mo manggut-manggut. apakah Kakek akan menepati janji?" "Tentu. tapi masih bisa melarikan diri" "Ternyata begitu Lalu bagaimana?" "setelah pulang ke mari. percuma kakek memiliki kepandaian tinggi. "Kakek." sahut Hiat Mo"Lagi pula. se-andainya dia berlatih sepuluh tahun lagi." Hiat Mo mengangguk"Kalau kelak dia mampu mengalahkan Kakek." "Hiat Mo generasi ke dua benar. tentunya kakek akan melepaskan Giok Cu. sebab menurut-nya Hiat Mo tidak mungkin akan memberitahukan. bukankah jelek sekali?" "Itu karena Hiat Mo Kang Kakek telah mencapai kesempurnaan. jenggot dan sekujur badan berubah merah.

Tidak boleh Pokoknya engkau tidak boleh menjadi biarawati" bentak Hiat Mo sambil menatapnya.. engkau mau menjadi biarawati?" "ya. aku mohon Loci anpwee sudi memberi petunjuk kepadaku" ujar Kwee In Loan.. tampak Kwee In Loan berjalan ke dalam. "Kenapa engkau malah berharap dia mampu mengalahkan kakek? Kalau dia mampu mengalahkan Kakek. lalu memberi hormat kepada Hiat mo"Maaf." ujar HiatMo"Engkau adalah cucu perempuanku satu-satunya. "Kenapa Kakek begitu kalut?" Tentu kalut. "Lan Nio. "Engkau harus menikah dan punya anak sampai belasan" "Hi hi hi" Ciu Lan Hio tertawa geli. kedatanganku telah mengganggu ketenangan Hiat Locianpwee" ucap Kwee In Loan.. maka apabila engkau tidak menikahi putuslah keturunanku-" " Kakek. maka aku tidak akan menikah-" "Kalau begitu. "Hiat Locianpwee. "Engkau. kakek tidak boleh ingkar janji. kenapa masih mau mohon petunjukku?" "Kini Hek Liong Pang telah bubar. "Kalau Kakek berbuat begitu. aku cuma mencintai Han Liong. Tidak mungkin akan mencintai pemuda lain." tandas Hiat Mo"Kakek akan berupaya dengan cara apa pun agar engkau menikah dengan Han Liong." Kwee In Loan memberitahukan. "Kepandaianmu sudah tinggi. "Aku. aku akan bunuh diri" "Haaah ?" Mulut Hiat Mo ternganga lebar.." Di saat bersamaan. "Dia adalah adik seperguruanku. aku. "Hiat Locianpwee.. "siapa yang dapat mengalahkanmu?" "yo sian sian. Giok Cu akan bersamanya lho Lalu bagaimana engkau?" "Aku aku mau menjadi biarawati saja." "Hah?" Hiat Mo nyaris meloncat bangun saking kagetnya." "Kakek tidak boleh berbuat begitu. "Mau apa engkau ke mari menemuiku?" Hiat Mo menatapnya tajam." teaas Ciu Lan Nio mengancam. " "oooh" Hiat Mo manggut-manggut.." "Mudah-mudahan dia mampu mengalahkan Kakek" ucap Ciu Lan Hio." Ciu Lan Hio mengangguk pasti.. "Aku ingin mengalahkan yo sian sian. aku kalah bertanding." "Apa?" Hiat Mo terbelalak.. "Kwee In Loan ingin bertemu Hiat Mo Apakah Hiat Mo bersedia menemuinya?" "suruh dia masuk" sahut Hiat MoTak seberapa lama kemudian." jawab Kwee In Loan sambil menundukkan kepala. "Aku ke mari ingin mohon petunjuk kepada Hiat Locianpwee mengenai ilmu silat" "oh?" Hiat Mo tercengang." jawab Kwee In Loan dengan jujur. mendadak terdengar suara seruan penjaga gua." . "Apa?" Hiat Mo terbelalak.begitu.

hanya menatap Thio Han Liong dengan penuh perhatian. tujuannya ke desa Hok An menemui Tan Ek Seng. Di saat itu ia merasa lapar sekali. Locianpwee. ia hanya makan buah pohon yang tumbuh di dalam gua itu."Kecuali aku mengejarmu Hiat Mo Kang. la menengok ke sana ke mari. Locianpwee-" Kwee In Loan mengangguk"Terima kasih-" Bab 26 Meninggalkan gunung soat san Thio Han Liong terus berlatih Kiu yang sin Kang. la berjanji dalam hati. "Bolehkah aku minta bakpau. karena tidak punya uang sama sekali. sementara buah yang tumbuh di tengah-tengah telaga kecil itu pun semakin besar. namun pakaiannya sudah kumal sekali. mulai besok aku akan mengajarmu Hiat Mo Kang... aku setuju-" Kwee In Loan girang bukan main. Pemuda tersebut sangat tampan dan kelihatan sopan. (Bersambung ke Bagian 13) Jilid 13 Beberapa hari kemudian." Hiat Mo menggeleng-gelengkan kepala. "Bagaimana kalau aku menjadi muridmu. "Bagaimana mungkin aku mengajarmu Hiat Mo Kang?" "Hiat Locianpwee" Kwee In Loan segera berlutut di hadapannya.. Kiu Im Pek Kut Jiauw dan Siauw Lim Liong Jiauw Kang. tapi engkau harus mentaati semua perintahku kelakKalau engkau setuju." "Terima kasih. Dilihatnya seorang pedagang bakpau di pinggir jalan. "Paman. bahwa kelak akan ke mari lagi untuk mencari Teratai Salju.. Namun ia tetap harus bertahan. "Anak muda. muridku. sebab aku tidak akan menerimamu sebagai murid. tapi." "ya... Thay Kek Kun. oleh karena itu. begitu pula ilmu silatnya. "Engkau pun harus menuruti Lan Nio. Aku tidak punya uang." "Bagaimana kalau begini." tanyanya sopan. Kini Kiu yang sin Kang yang dimilikinya sudah bertambah tinggi. "Aku dari tempat yang jauh sekali. keesokan harinya ia meninggalkan gunung Soat San. "oooh" Pedagang bakpau merasa kasihan parianya. "Aku mohon Locianpwee sudi mengajarku Hiat Mo Kang" "Engkau bukan muridku. dan segeralah didekatinya. engkau dari mana?" tanyanya. namun la sama sekali tidak begitu memperhatikan buah tersebut. Setelah mengambil keputusan demikian.Terima kasih. Kini usianya sudah hampir dua puluh. Thio Han Liong sudah tiba di kota Ki Ciu. lalu ." Hiat Mo menggeleng-gelengkan kepala lagi. "Itu tidak mungkin." Thio Han Liong menundukkan kepala. la mengambil keputusan untuk meninggalkan gunung Soat San. "Dan ingat" tambah Hiat Mo sambil menatapnya tajam. aku lapar sekali. Badannya bertambah tinggi besar dan amat tampan. tak mungkin aku mengajarmu Hiat Mo Kang. Locianpwee?" "Ha ha" Hiat Mo tertawa." Pedagang bakpau itu tidak menyahut. cucuku dan Giok Cu. Da lam kurun waktu tiga tahun. Tak terasa sudah tiga tahun ia tinggal di dalam gua hangat di puncak gunung Soat San.. aku. aku akan mengajarmu Hiat Mo Kang..

"Cukup. tapi sudah mengundurkan diri" Pedagang bakpau memberitahukan. "Makanlah lagi" Pedagang bakpau menyoriorkan sebuah bakpau lagi kepadanya. kemudian memberi hormat seraya bertanya." salah seorang penjaga mengangguk"Siau-hiap (Pendekar muda) dari mana?" "Aku datang dari tempat yang amat jauh. "Engkau kok begitu tahan tidak makan lima hari?" "Aku tidak punya uang untuk membeli makanan." Thio Han Liong menerima bakpau itu. sekaligus memakannya dengan cepat sekali.. kira-kira dua ratus langkah pasti sampai di rumah beliau" "Terima kasih. bagaimana engkau selanjutnya?" Pedagang bakpau menggeleng-gelengkan kepala." Pedagang bakpau itu tersenyum. " Kalau begitu. namun tampak dua penjaga di situ. . sampai di ujung ia membelok ke kanan." sahut Thio Han Liong dengan jujur.". "Kalau aku makan lagi Paman akan rugi lho" "Tidak apa-apa." ujar Thio Han Liong." "siapa yap Khay Peng?" "Beliau adalah seorang tokoh rimba persilatan. bagaimana mungkin aku ke sana?" "Itu tidak menjadi masalah.. "oh ya.. "Beliau sangat baik. sudah berapa hari engkau tidak makan?" "Hampir lima hari. beliau pasti membantu tanpa pamrih. "Apa?" Pedagang bakpau terbelalak"Hampir lima hari engkau tidak makan?" "Ya." "Di mana rumahnya?" "Dari sini terus ke depan. siapa pun yang mengalami kesulitan. dan kemudian teringat sesuatu. Paman. la melangkah pergi mengikuti petunjuk pedagang bakpau itu. Menyaksikan cara makannya.memberikannya sebuah bakpau.Engkau boleh kelana minta sedikit uang kepadanya. dan dalam waktu sekejap habislah bakpau itu. apakah ini adalah rumah pendekar tua yap Khay Peng?" "Betul. kemudian disantap nya dengan lahap sekali. "Terima kasih. "Anak muda. kemudian kira-kira dua ratus langkah. Pintu Halaman terpentang lebar. "Tuan. beliau pasti berikan-" "oh?" Wajah Thio Han Liong berseri"Tapi aku tidak kenal beliau.Dipandangnya Thio Han Liong seraya bertanya." Thio Han Liong mengangguk"Engkau tidak apa-apa?" Pedagang bakpau bingung. Thio Han Liong mendekati mereka. Paman" ucap Thio Han Liong. engkau boleh ke sana sekarang untuk makan besar. Paman." sahut Thio Han Liong. ia sudah melihat sebuah rumah yang amat besar. "Makanlah satu lagi" "Terima kasih." Pedagang bakpau itu menunjuk ke arah kiri"sampai di ujung harus membelok ke kanan." ucap Thio Han Liong sambil menerima bakpau itu. besok adalah hari ulang tahun yap Khay Peng yang ke enam puluh. pedagang bakpau itu tertawa. engkau ke sana saja.

Tempat itu khusus untuk para pemuda. engkau pasti dihukum" "sumoy. lalu menghampiri Thio Han Liong sambil tersenyum"Anak muda. aku adalah kepala pengurus di sini." "Suheng" tegur seorang pemuda. Engkau ke mari untuk memberi selamat kepada tuan besar?" "ya. aku minta maaf" ucap gadis itu sambil menatapnya. muncul seorang tua berusia lima puluhan." sang sutee itu menggeleng-gelengkan kepalaThio Han Liong diam saja. dan langsung mengambil teh wangi yang telah tersedia di atas meja lalu diteguknya. mereka menyambut dengan dinginThio Han Liong sama sekali tidak mempedulikan sikap mereka. "Dia pengemis biasa.." "oh?" Penjaga itu terbelalak"Engkau tidak mengerti ilmu silat?" "Mengerti sedikit-" "Kalau begitu. "saudara. "Aku cuma bergurau." Thio Han Liong berjalan ke tempat itu." Thio Han Liong mengangguk" Kalau begitu. bolehkah aku tahu namamu?" tanya kepala pengurus sambil memandangnya. Paman." Thio Han Liong melangkah ke dalam"Anak muda. aku. langsung menegur sang suheng"suheng Kenapa engkau menghina orang? Kalau ayahku tahu. yang ingin makan gratis di sini. "Ha ha ha Dasar pengemis kehausan" ejek pemuda itu. mungkin juga akan minta uang kepada yap Locianpwee-" "Suheng. "Aku tidak punya perguruan." sahut Thio Han Liong dengan tersenyumsenyumannya membuat hati gadis itu tergetar-getar dan wajahnya pun langsung memerah"sumoy " sang suheng itu tampak tidak senang. gadis yang berwajah cukup cantik itu. "Ada pengemis dekil bersama kita lho Tempat ini berubah jadi bau sekali. Paman. kemudian mendekati Thio Han Liong sambil memberi hormat. "Tidak baik menghina orang. Liong. "Aku bukan murid dari partai mana pun..." Penjaga itu agak ragu mempersilahkannya masukPada saat bersamaan.Di saat bersamaan muncul seorang gadis berusia sekitar delapan belas tahun."jawab Thio Han Liong. dan langsung duduk"Ha ha ha" salah seorang pemuda tertawa. silakan masuk" ucap kepala pengurus dengan ramah-Terima kasih. " sang suheng menundukkan kepala. "Namaku Thio Han. apalagi dia tamu yap Locianpwee" "Engkau tahu apa?" Pemuda itu melotot. "Engkau boleh duduk beristirahat di tempat yang di sebelah kanan itu."siauhiap berasal dari perguruan mana?" tanya penjaga itu. Begitu Thio Han Liong muncul dengan pakaian kumal. ." "Ngmm" Kepala pengurus manggut-manggut. "Suhengku cuma bergurau-" "Tidak apa-apa. sumoy jangan marah-" "Hmm" dengus gadis itu." "ya. Tampak puluhan pemuda berpakaian mentereng sedang minum-minum di tempat itu.

"sajikan beberapa macam hidangan istimewa dan arak wangi. Di punggung gadis itu tampak bergantung sebatang pedang... aku mau menjamu tamu ini" sahut yap Ceng ceng. "Nona mau pesan apa?" tanya pelayan itu hormat. Nona" tolak Thio Han Liong." Thio Han Liong manggut-manggut dan memperkenal-kan diri pula." "Tidak apa-apa. dan seketika itu juga seorang pelayan meng-. tentunya engkau belum makan." Lie Teng Kim tersenyum dibuat-buat. yap Ceng Ceng sudah melambaikan tangannya. aku akan menyuruh pelayan menyajikan hidangan-hidangan lezat untukmu. Nona" kata pelayan itu dan segera pergi. "Toa suhengku sungguh keterlaluan" Gouw Hui Eng memberitahukan. saudara siapa?" "Namaku Thio Han Liong. aku akan beritahukan tentang tingkahmu itu" "sumoy. dan seketika juga hatinya berdebar-debar aneh"Maaf." "saudara Thio." sahut Thio Han Liong. "Namaku Thio Han Liong." "oh?" gadis itu langsung memandang Thio Han Liong." yap Ceng Ceng tersenyum. "Hui Eng Engkau kok marah-marah? Ada apa sih?" tanya gadis itu. "Dia adalah Toa suheng ku bernama Lie Teng Kim. "Aku. "Kamu girang sekali alas kehadiranmu... Ketika menyaksikan sikap yap Ceng Ceng begitu ramah ." "Engkau dari perguruan mana?" "Aku tidak punya perguruan. hampirinya.. aku cuma bergurau lho" "Itu bukan bergurau. "Kalau ayahku datang esok. melainkan menghina" tandas Gouw Hui Eng sambil melotot." "Nona Ceng Ceng.. "Engkau datang dari mana?" "Dari tempat yang jauh sekali. "ya. Lie Teng Kim langsung pasang aksi agar tampak lebih gagah. sebetulnya aku tidak kenal ayahmu.. Akan tetapi. "Namaku yap Ceng Ceng. engkau berasal dari perguruan mana?" tanya Gouw Hui Eng dengan suara rendah"Aku tidak punya perguruan. "Dia menghina pemuda itu..Ji suheng ku bernama Tan Coh seng dan aku bernama Gouw Hui Eng." "oooh" gadis itu manggut-manggut. muncul seorang gadis berparas cantik jelita menghampiri mereka sambil tersenyum. namun pernah belajar sedikit ilmu silat dari ayahku. jangan dekat dia" "oh ya" gadis itu segera memperkenalkan. maka aku ke mari. dan cuma mengerti sedikit ilmu silat. oh ya. Aku dengar besok Yap Locianpwee akan merayakan ulang tahunnya. ayahku adalah Yap Khay Peng." "Tidak usah. Begitu melihat gadis itu." " ingin makan enak di sini" sela Lie Teng Kim mendadak"Mungkin mau minta ongkos juga-" "Toa suheng" bentak Gouw Hui Eng. Di saat itu."Kita tidak kenal dia.

habislah semua hidangan itu. Ketika itu muncullah dua pelayan membawa berbagai macam hidangan dan arak wangi kemudian ditaruh di atas meja. "Hui Eng Mari kita duduk di sini" ajak yap ceng ceng. anggaplah rumah sendiri" kata yap Ceng Ceng. lalu mulai makan bagaikan kelaparan." "Jangan sungkan-sungkan..." Gouw Hui Eng menganggukKe dua gadis itu duduk di hadapan Thio Han Liong. yap Locianpwee sangat ramah dan baik orangnya." Thio Han Liong mengangguk"Sudah tiga tahun lebih aku tidak makan." ujar Thio Han Liong sungguh-sungguh"Aku.. tapi akhirnya malah tinggal di dalam sebuah gua di puncak gunung soat san itu hingga tiga tahun lebih. Tadi pedagang bakpau memberi ku dua buah bakpau. silakan makan" ucap yap Ceng Ceng. "Baik. "Aku ke gunung Soat san untuk mencari Teratai salju. sudah kuhajar . "Engkau berada di gunung Soat san?" yap ceng Ceng terbelalak"Tempat tinggalmu berada di gunung itu?" "Bukan" ujar Thio Han Liong. hanya makan buah-buahan saja-" "Apa?" yap Ceng Ceng tertegun." "Terima kasih Nona." "Hi hi hi" yap Ceng ceng dan Gouw Hui Eng tertawa geli"Engkau sungguh jujur Memang tidak salah ayahku sangat ramah dan baik hati. bahkan suka menotong orang pula. kemudian wajahnya tampak memerah. jangan-jangan sudah satu tahun tidak makan" "Betul. "Kalau aku tidak memandang gurumu. "Teng Kim" bentak yap Ceng Ceng." jawab Thio Han Liong dengan jujur.terhadap Thio Han Liong. wajah Lie Teng Kim langsung berubah tak sedap dipandang dan pemuda itu mencaci Thio Han Liong dalam hati. "Pantas" "Pantas jadi setan kelaparan" sela Lie Teng Kim yang merasa iri karena yap Ceng Ceng sangat baik terhadap Thio Han Liong.. "Katanya. "saudara Thio. kebetulan aku sudah lapar sekali. yap Ceng Ceng dan Gouw Hui Eng menyaksikannya dengan mata terbelalak. "Wuah" seru Thio Han Liong tak tertahan ketika menyaksikan hidangan-hidangan itu. "Kenapa engkau cuma makan buah-buahan?" "Aku berada di gunung soat San. Nanti akan kuberitahukan kepada ayahku. "Dasar setan kelaparan. aku cuma ingin makan di sini saja. kemudian yap ceng ceng memandangnya seraya bertanya"Kok engkau tahu ayahku ulang tahun esok?" "Pedagang bakpau yang memberitahu padaku dan menyuruhku ke mari. Dalam waktu sekejap." "oooh" yap Ceng ceng tertawa. engkau pasti diberikan uang untuk bekal. tapi aku tidak akan menerima pemberian ayahmu. sedangkan Lie Teng Kim langsung menyindir. Maka aku ke mari. bagaimana mungkin menikmati hidangan-hidangan seperti ini?" sahut Thio Han Liong..

melainkan sekedar bergurau saja" ujar Thio Han Liong. ternyata anak gadisku mulai jatuh cinta-" "oh?" yap Khay Peng terbelalak"Benarkah?" "Hari ini banyak pemuda ke mari. sin Kiam Tui Hun (Pedang sakti Pengejar Roh) yap Khay Peng berada di ruang depan dan sedang bercakap-cakap dengan beberapa tamu." yap ceng Ceng bangkit dari tempat duduknya. jangan-jangan dia jatuh cinta pada salah seorang dari mereka-" "Kalau begitu. "Kenapa engkau tersenyum-senyum? Apa yang menggembirakan hatimu?" "Tidak.." sahut yap Ceng Ceng sambil menundukkan kepala." "saudara Thio.mulutmu" "Nona. "Maafkanlah Toa suheng ku." "saudara Thio. aku juga punya anak gadis. "jangan-jangan engkau tertarik kepada salah seorang pemuda yang hadir di sini" "omong sembarangan." Thlo Han Liong tersenyum. sebab sifatnya memang begitu" "Dia tidak menghinaku. "Aku memang setan kelaparan. itu tidak apaapa. kenapa hari ini engkau kelihatan agak lain? Ada apa?" "Tidak ada apa-apa." . Ketika melihat putrinya masuk sambil tersenyum-senyum. aku harus bertanya kepadanya-" yap Khay Peng bangkit berdiri seraya berkata. la sudah mengambil keputusan dalam hati akan menghajar Thio Han Liong." "Ngmm" yap Khay Peng manggut-manggut. Perlahan-lahan yap Khay Peng menghampirinya. "Toa suheng" ancam Gouw Hui Eng." Lie Teng Kim menundukkan kepala.. engkau duduk saja di sini Aku akan ke dalam sebentar.. "Aku tidak akan tersinggung maupun gusar. "Kalau engkau masih menghina saudara Thio. "Ceng Ceng.. orang tua itu tercengang. aku pasti beritahukan kepada ayah besok" "Sumoy.." ucap Gouw Hui Eng. Ayah." Lie Teng Kim melirik Thio Han Liong dengan mata berapi-api. Dilihatnya gadis itu sedang duduk di pinggir tempat tidur sambil tersenyum-senyum.. Ayah-" Wajah yap Ceng Ceng langsung memerah"Aku aku tidak tertarik kepada pemuda yang mana pun. "Tidak apa-apa. lalu berjalan ke rumah sambil tersenyum-senyum.Ketika anak gadisku bersikap seperti anak gadismu." sahut yap Ceng Ceng dengan wajah agak kemerah-merahan sambil terus berjalan ke dalam.. karena sudah tiga tahun lebih tidak makan. "Ha ha ha" salah seorang tamu tertawa gelak"yap Loenghiong (orang Tua yang Gagah). kemudian duduk di sisinya. aku mau ke dalam dulu" "silakan. "Tidak ada apa-apa kok tersenyum-senyum?" yap Khay Peng menatapnya dengan penuh perhatian. "Maaf. "Ayah. "Ceng Ceng" serunya. silakan" ucap para tamu itu sambil tertawayap Khay Peng menuju kamar yap Ceng ceng..

hanya pernah belajar sedikit ilmu silat.. ajak dia ke ruang tengah. Nah." "Memang mungkin. " Engkau tidak senang pemuda itu dihina oleW Lie Teng Kim?" "Tentu. "Lie Teng Kim sungguh keterlaluan. tentunya ayah sangat memperhatikan perjodohanmu. maka mampir di sini. "siapa pemuda itu?" "Dia bernama Thio Han Liong. "Han Liong" seru yap Ceng Ceng sambil mendekati mereka"Ayahku ingin bertemu denganmu" "oh?" Thio Han Liong tertegun." "Mungkinkah dia dari Kay Pang?" "Tidak mungkin. "Dia ke mari. "Ayah yakin pemuda itu pasti tampan sekali." yap Ceng Ceng memberitahukan secara jujur. namun engkau tidak begitu menggubris mereka. Kebetulan dia tiba di kota ini. Ketika sampai di halaman. bagaimana mungkin engkau akan tertarik kepadanya. siapa pemuda yang telah mencuri hatimu?" desak yap Khay Peng." "Mungkin dia cuma mengerti sedikit ilmu silat." "oooh" yap Khay Peng manggut-manggut. Lie Teng Kim dan Tan con seng tergolong pemuda yang cukup tampan. siapa pemuda itu?" "Dia dia sama sekali tidak kenal Ayah."Ha ha ha" yap Khay Peng tertawa gelak"Tuh Wajahmu memerah. "Ayah jangan mengada-ada saja" "Ceng Ceng. dilihatnya Gouw Hui Eng sedang asyik ber-cakap-cakap dengan pemuda itu." "Ayah" Yap Ceng Ceng memberitahukan. "Katakan kepada ayah. ayah tunggu di situ" "Ayah jangan menghina dia lho" pesan yap ceng Ceng. dia ke mari ingin makan." "siapa orangtuanya?" "Aku tidak bertanya. lalu pergi memanggil Thio Han Liong. "sebab pakaiannya sudah kumal sekali" "Pakaiannya kumal?" "Ya. katakanlah. pertanda benar lho" "Ayah " yap Ceng ceng cemberut. dia terus menghina pemuda itu." ujar Yap Khay Peng sungguh-sungguh"Ayah ingin bertemu dia. ibumu meninggal . "Kini engkau sudah dewasa." "Begini." yap Khay Peng menghela nafas panjang. "Karena dia sudah bilang tidak punya perguruan." Yap Ceng ceng menggelengkan kepala..Dia tidak punya perguruan." Yap Ceng Ceng mengangguk. tentunya tidak berani mengatakan begitu. ketika engkau berumur tujuh tahun. seandainya dia dari Kay Pang." Yap Ceng Ceng mengangguk"Pemuda itu ke mari berarti adalah tamu kita. . sebab dia tidak punya uang." "oh?" Yap Khay Peng tersenyum. sedangkan Lie Teng Kim dan Tan coh seng masih berdiri di situ dan wajah Lie Teng Kim tampak masam sekali. Kalau tidak." "Ngmmm" Yap Khay Peng manggut-manggut.

"Aku. biar aku jalan sendiri" "Ayolah" yap Ceng ceng terus menariknya dan tak lama mereka sudah sampai di ruang tengahyap Khay Peng duduk di sana. Thio Han Liong segera memberi hormat. cianpwee. terimalah hormatku" "Ngmmm" yap Khay Peng manggut-manggut. "Apabila engkau membutuhkan uang. tapi bukan berasal keluarga terkenal. la langsung menatapnya dengan tajam.. "Baiklah-" Yap Khay Peng tersenyum. Cianpwee." "Thio Ah Ki?" yap Khay Peng berpikir dengan kening berkerut-kerut. memang ada baiknya engkau menemuinya.. Maaf. kenapa pakaian pemuda itu begitu kumal? "Namamu Thio Han Liong." sahut Thio Han Liong.. "Anak muda. Thio Ah Ki. Thio Han Liong memang tampan. "Aku mohon diri ke depan. apabila putrinya mencintai pemuda itu...." ucap Thio Han Liong.. namun aku tidak membutuhkan uang. Akan tetapi. " Apa julukan ayahmu dalam rimba persilatan?" "Ayahku tidak punya julukan. aku seorang pengemis dekil." "Paman yap sangat ramah. aku telah mengganggu Cianpwee" "Ha ha ha" yap Khay Peng tertawa gelak "Aku yang menyuruh Ceng ceng memanggilmu ke mari. Padahal sesungguhnya orangtua itu menghendaki menantu yang berasal dari keluarga terkenal. la mengakui dalam hati bahwa pemuda itu memang tampan sekali." ucap Thio Han Liong." "Cepatlah kalian ke dalam mungkin Paman yap sudah menunggu" Gouw Hui Eng tersenyum serius. ia pun tidak bisa berbuat apa-apa. beritahukanpadaku. maka engkau tidak menggangguku-" . Tidak heran kalau putrinya tertarik kepadanya. makanlah Jangan malu-malu" "Terima kasih.. tidak pantas menemui ayahmu.." ujar Gouw Hui Eng dan menambahkan. kemudian mendadak menariknya. "Aku sudah makan tadi-" "oh ya" yap Khay Peng menatapnya seraya berkata. pelayan di sini akan membawamu ke sana. kemudian berkata dengan sopan.." Wajah Thio Han Liong kemerah-merahan. " Kalau belum makan." "Eeeh?" Wajah yap Ceng Ceng langsung memerah"Hui Eng. bahkan sangat sopan dan lemah lembut.. Begitu Thio Han Liong masuk. "Aku tidak perlu dituntun.Namun dia juga tidak habis pikir. "siapa ayahmu?" "Ayahku bernama. "Nanti malam engkau boleh tidur di kamar belakang. ya?" "ya-" Thio Han Liong mengangguk. "Han Liong Mari kita ke dalam" ajak yap Ceng Ceng. engkau sudah makan?" tanya yap Khay Peng kemudian dan melanjutkan." "oooh" yap Khay Peng manggut-manggut. aku pasti memberimu" "Terima kasih atas kebaikan cianpwee. "Cianpwee." "Terima kasih.. "Ceng Ceng pun ramah sekali. "Nona.

gadis itu menatap ayahnya seraya bertanya. "Ceng Ceng. "Hanya ingin bertatap muka dengan Han Liong. "Jangan-jangan ayahmu." "Kalau begitu.." "oh?" Gouw Hui Eng tersenyum serius..." ujar yap ceng ceng setelah berpikir sejenak"Aku akan bertanding dengannya." "Engkau ingin pura-pura kalah kan? Itu tidak jadi masalah bagi ayah.. "Tentu. "Dia bukan berasal dari keluarga terkenal. "setelah bertatap muka. "Ceng Ceng. sebab ia ingin mengalah agar Thio Han Liong menang." "Ayah berharap kepandaiannya lebih tinggi daripadaku?" "ya. "Ayah tidak usah menyaksikan pertandingan kami. "Kenapa ayahmu memanggil saudara Thio?" "Tidak ada apa-apa. ayahmu bilang apa?" "Tidak bilang apa-apa. aku ingin bertanding dengan Han Liong. cara bagaimana engkau pura-pura kalah.. "oh ya." sahut Yap Ceng Ceng. alangkah baiknya dia dapat mengalahkanmu." tanya Gouw Hui Eng sambil tersenyum. "Ayah tidak senang kepadanya?" "Dia memang tampan sekali. yang duduk bersama Gouw Hui Eng. sedangkan yap ceng Ceng mengerutkan kening. itu sungguh sayang sekali" "Ayah mempermasalahkan itu?" "Kalau engkau menyukainya." "Hui Eng" YaP Ceng Ceng cemberut"Jangan omong yang bukan-bukan" "Terus terang saja" desak Gouw Hui Eng." yap Ceng Ceng cemberut." "oh?" Gouw Hui Eng terbelalak"Engkau akan bertanding dengan Han Liong? Ayahmu yang menyuruh?" " Kira-kira begitulah.... kalau kalian mau bertanding. "Ayah ingin menyaksikan pertandingan kami?" tanya yap Ceng Ceng. Ayah-" yap Ceng Ceng tampak girang sekali. tentunya ayah juga tidak akan mempermasalahkan itu." yap Khay Peng menggeleng-gelengkan kepala.sebab ayah ingin tahu. maka Han Liong akan menjadi menantu ayahmu kan?" "omong sembarangan" wajah Yap Ceng Ceng memerahsementara Thio Han Liong.Tapi janganlah engkau melukainya" pesan yap Khay Peng." sahut Yap Ceng Ceng dan teringat sesuatu. "Ceng Ceng." "Ayah " Yap Ceng Ceng cemberut." yap Khay Peng mengangguk"Ayah memang harus menyaksikannya. Lie Teng Kim dan Tan coh seng . "Hi hi" Gouw Hui Eng tertawa geli"Ayahmu menyuruhmu menguji kepandaian Han Liong Kalau dia dapat mengalahkanmu." "Ayah." sahut yap Khay Peng. hanya saja. "ya. jangan lupa beritahukan kepada ayah" Yap Khay Peng mengingatkan." sahut Yap ceng ceng. kemudian berlari ke luar dan langsung menghampiri Thio Han Liong." "Itu terserah padamu.Thio Han Liong berjalan ke luar.

ia sudah jatuh hati kepadanya. "seusai ayahnya merayakan ulang tahunnya. "Kalau engkau menang.terus mendengarkan pembicaraan ke dua gadis itu." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala"Ilmu silatku masih rendah sekali." "Nona Ceng Ceng" ujar Lie Teng Kim mendadak dengan wajah berseri"Aku bersedia bertanding denganmu-" "siapa sudi bertanding denganmu?" sahut Yap C-cng Ceng .Namun gadis tersebut tidak mengacuhkannyaKetika melihat Thio Han Liong. "Aku . sikap gadis itu sedemikian baik terhadapnya.. kenapa engkau ke mari?" tanya Lie Teng Kim dengan sinis." ujar Gouw Hui Eng. "Aku tidak akan memaksamu bertanding dengan ceng Ceng. tentunya engkau tidak berkeberatan kan?" "Kepandaianku rendah sekali." "Han Liong" Yap Ceng Ceng tersenyum. engkau pasti akan dipungut menjadi menantu Paman Yap-" "Maaf" ucap Thio Han Liong. "Aku pergi saja-" "Han Liong" seru Yap Ceng Ceng dan Gouw Hui Eng serentak" Engkau tidak boleh pergi." " Kalau tahu kepandaianmu masih rendah. "Aku tidak mau bertanding. "Engkau jangan takut." "Han Liong. "Kalau begitu. aku tidak akan melukaimu. maka menimbulkan rasa iri dan cemburu dalam hati Lie Teng Kim"Han Liong" Kini Gouw Hui Eng pun memanggil Han Liong. aku aku tidak mau bertanding. engkau tidak usah khawatir.. "Pokoknya engkau tidak boleh pergi.. "Ceng Ceng ingin bertanding denganmu." Thio Han Liong menghela nafas panjang." "Han Liong" Yap Ceng ceng berdiri di hadapannya." "Betul. "Aku tidak akan mengajakmu lagi bertanding. "Agar tidak mengganggu kalian. karena ilmu silatku rendah sekali." sambung tiouw Hui Eng." Mendadak Thio Han Liong membalikkan badannya seraya berkata." sahut Thio Han Liong sambil menggeleng-gelengkan kepala"Aku pasti kalah. sedangkan Tan coh seng bersikap biasa-biasa sajaKenapa Lie Teng Kim begitu membenci Thio Han Liong? Ternyata begitu bertemu Yap Ceng Ceng." "Tapi . Lagi pula apa gunanya bertanding?" "Han Liong" Gouw Hui Eng tersenyum. Lie Teng Kim meliriknya dengan mata membara." sahut Thio Han Liong." "Nona Ceng Ceng. maka aku tidak mau bertanding. "Han Liong" Yap Ceng Ceng menatapnya. barulah engkau boleh pergi" "Tapi . percayalah" "Terima kasih." Thio Han Liong menggelenggelangkan kepala. tidak boleh pergi" "Lebih baik aku pergi saja.Thio Han Liong menarik nafas.

"Se-karang engkau harus minta maaf kepada Han Liong" "Kenapa aku harus minta maaf kepadanya?" Heran Lie Teng Kim. "saudara Lie tidak perlu minta maaf kepadaku.... " Kalau Engkau pergi sekarang.. sumoy.. "jangan lancang menantang ceng Ceng bertanding.. mau cari gara-gara ya?" "Sumoy. padahal tidak seharusnya aku ke mari" sahut Thio Han Liong sambil menghela nafas panjang dan menambahkan. "Engkau kok jadi." Lie Teng Kim mengangguk dan semakin membenci Thio Han Liong. "Baiklah.Bagaimana mungkin aku berani berbuat begitu?" sahut Lie Teng Kim dengan kepala tertunduk"Toa suheng" Gouw Hui Eng menatapnya tajam. "Nona mau pesan apa?" tanya seorang pelayan.. aku berjanji tidak akan berbuat begitu" "Baiklah-" Gouw Hui Eng manggut-manggut. "Karena engkau telah menghinanya." "Nona Ceng ceng." "Diam" Gouw Hui Eng menatapnya tidak senang. sebaliknya malah aku yang bersalah." "Hmm" dengus Gouw Hui Eng. bukan?" "Tidak. tidak usah dibicarakan sekarang" sahut Yap Ceng Ceng. "Aku tahu.." "Pokoknya engkau tidak boleh pergi" tandas yap Ceng ceng..-" "Sudahlah" ujar Thio Han Liong. engkau jangan macam-macam lagi" "ya. yang ternyata tersinggung oleh ucapan yap ceng Ceng "Toa suheng" bentak Gouw Hui Eng." Thio Han Liong mengangguk"Aku tidak akan pergi.. "oleh karena itu.. aku. masih jauh di atas kepandaian Thio Han Liong" sahut Lie Teng Kim. cepat minta maaf kepadanya" "Aku." Gouw Hui Eng manggut-manggut." "Eeeh?" Gouw Hui Eng terbelalak"Engkau yang bersalah? Kenapa begitu?" "Karena aku hadir di sini. biar dia beristirahat" sahut Yap Ceng Ceng. .ketus"Berapa tinggi sih kepandaianmu? " "Serendah-rendahnya kepandaianku. tapi seusai ayahmu merayakan ulang tahunnya. " Antar Han Liong ke kamar. memanggil seorang pelayan. " Kalau engkau berani berbuat begitu.bertingkah di sini? Ayahku datang pasti kuberitahukan tentang tingkah lakumu" "sumoy. kemudian melambaikan tangannya.. "Mulai sekarang.. Dia sama sekali tidak punya salah. "Engkau sudah mendendam pada Han Liong.. aku. engkau tahu sendiri resikonya" "Sumoy. itu merupakan suatu penghinaan bagi ayahku." sahut Gouw Hui Eng. aku aku harus pergi-" "Itu urusan nanti. lebih baik aku mohon diri" "Tidak bisa" tegas yap Ceng ceng. maka engkau cari kesempatan untuk menghajarnya. "Ayoh..

namun Thio Han Liong masih belum bisa tidur. itu. lalu mengajak Thio Han Liong ke kamar belakang. Kecuali."Mudah-mudahan" -ooo0000oooMalam semakin larut. setelah Thio Han Liong mengikuti pelayan itu ke dalam." Pelayan itu mengangguk.Kenapa Toa Suhengku kelihatan sangat membencinya?" tanya Yap Ceng ceng mendadak"Karena Toa Suhengku sudah jatuh hati padamu-" Gouw Hui Eng memberitahukan. dia jatuh hati duluan kepadaku. mudah-mudahan dia akan jatuh hati kepadamu" "ya." yap Ceng Ceng mengangguk." yap Ceng Ceng menundukkan kepalanya. disusul puta dengan suara tawa. akan tetapi."Ya" Nona. "Maka dia merasa cemburu pada Han Liong. setelah mengambil keputusan tersehut. "Ya-" Yap Ceng ceng mengangguk"Itu agak mengecewakan ayahku. bahkan juga memiliki sifat sabar.. "Buktinya Toa Suheng-ku terus menghinanya. Akhirnya ia mengambil keputusan unntuk pergi lusa saja. " Engkau tertarik pada Han Liong?" "Aku. sedangkan yap ceng Ceng dan Gouw Hui Eng duduk berhadapan sambil mengobrol. "Aku memang tertarik kepadanya. kalian belum tidur . "Hanya saja.la duduk di pinggir tempat tidur sambil berpikirsesungguhnya malam ini juga ia ingin meninggalkan rumah YaP Khay Peng. tapi dia tetap tidak emosi... aku justru tidak habis pikir. " Engkau sudah jatuh hati kepada Thio Han Liong. Dia memang tampan. "Ei Ceng Ceng" bisik Gouw Hui Eng.. "Kelihatannya engkau sangat tertarik kepadanya.. untung dia menolak lho" "Hui Eng.." yap Ceng Ceng manggut-manggut. tapi apakah dia juga sudah jatuh hati kepadamu? Kalau cuma jatuh hati sepihak." "Gila" Yap Ceng Ceng menggeleng-gelengkan kepala"Padahal aku sama sekali tidak tertarik kepadanya kenapa dia malah jatuh hati kepadaku?" "oh ya" Kening Gouw Hui Eng berkerut. apabila ia pergi begitu saja.. maka aku ingin bertanding dengannya-" "Dia pasti kalah-" "Tapi aku justru akan pura-pura kalah-" "Itu -" Gouw Hui Eng menggeleng-gelengkan kepala"Itu tidak baik. namun belum berani jatuh hati kepadanya. "Ceng Ceng." "Kepandaiannya masih rendah?" tanya Gouw Hui Eng. "Ha ha ha" scorangtua berusia enam puluhan berdiri di tengah-tengah ruangan itu "sin Kiam Tin Hun dan kawan-kawan. Lie Teng Kim dan Tan con seng pun meninggalkan tempat itu.. tiba-tiba berkelebat sosok bayangan ke dalam. haiulah Thio Han Liong membaringkan dirinya di tempat tidur." "Benar.. agar tidak banyak urusan." "Hui Eng" yap ceng Ceng tersenyum. pasti akan menyinggung perasaan Yap Ceng Ceng dan ayahnya." "Ngmm" Gouw Hui Eng manggut-manggut..." ujar Gouw Hui Eng sambil tersenyum. sementara Yap Khay Peng masih bercakap-cakap dengan beberapa tamunya di ruang depan.

"Tak disangka dia masih mendendam padaku. "Kenapa engkau terlambat datang? Apa-kah ada halangan?" "sin KiamTui Hun. "Musuh besarmu akan ke mari esok" "siapa dia?" tanya Yap Khay Peng dengan kening berkerut. "Aku bersalah karena menabas putus dua jari tangannya. aku serahkan kepada putriku saja. engkau membunuh muridnya karena muridnya itu memperkosa seorang wanita. "Ha ha ha Bagus. "Dia adalah Touw Liong Lo Koay (orang Taa Aneh Pembunuh Naga)" Gouw siang Kun memberitahukan. aku terpaksa harus melawannya" ujar Yap Khay Peng tanpa merasa gentar sedikit pun. padahal kejadian itu dia yang bersalah" "Kami tahu.Dia pasti ke mari.ya?" "Ha ha ha" sin Kiam Tui-Yap Khay Peng juga tertawa."sin Kiam Tui Hun." ucap orang tua yang baru datang itu. "Belasan tahun lalu." Gouw siang Kun manggut-manggut. Bagaimana kalau kujodohkan dengan putriku?" "Begini-" Yap Khay Peng ersenyum "Dalam hal jodoh. "Apa?" Yap Khay Peng tersentak. Pada waktu itu aku pun dalam emosi. Tapi apabila putriku tidak suka. "Kenapa aku harus berhati-hati? Apa kah akan kedatangan musuh esok?" "Tidak salah-" Gouw siang Kun manggut-manggut. touw Liong Lo Koay tidak senang. tidak kolot .. "Aku terlambat datang karena pergi menyelidiki sesuatu-" "oh?" Yap Khay Peng tertegun. kemungkinan besar dia akan muncul di sini." "Aaah " Yap Khay Peng menghela nafas panjang lagi." ujar tiouw siang Kun serius. bahkan telah menguasai semua ilmu silatku. murid-muridku sudah ke mari?" "sudah-" Yap Khay Peng mengangguk." "sin Kiam Tui Hun" Gouw siang Kun memandangnya seraya berkata. engkau harus berhati-hati"sahut sin Kun Bu Tek sungguh-sungguh. "Muridku yang pertama itu cukup tampan. ayah Gouw Hui Eng juga guru Lie Teng Kim dan Tan coh seng. Dia kalah bahkan kehilangan dua jari tangannya. Kalau dia suka kepada muridmu itu. "sin Kun Bu Tek" yap Khay Peng menatapnya seraya bertanya. bagus" Gouw siang Kun tertawa gelak"oh ya.."Touw Liong Lo Koay?" "Ya-" Gouw siang Kun mengangguk" "Maka engkau harus berhati-hati. aku pun tidak berkeberatan. " Kami justru sedang menunggumu." Yap Khay Peng menghela nafas panjang. yang ternyata Sin Kun Bu Tek (Kepalan sakti Tanpa Tanding) Gouw siang Kun. engkau harus berhati-hati. "Biar bagaimanapun." "Aaaah. tapi kalau dia ke mari. maka mengajakmu bertarung. dan kini kepandaiannya sudah tinggi sekali-" "Aku sudah mengundurkan diri dari rimba persilatan." "Ha ha ha Engkau memang orangtua teladan. aku pun tidak bisa berbuat apa-apa. silakan duduk" "Terima kasih.

Memang ada apa?" "Tadi siang muncul seorang pemuda. "Apakah pemuda itu juga menyukai putrimu?" "Entahlah-" yap Khay Peng menggelengkan kepala"Aku tidak bertanya kepada putriku. Dia ke mari hanya ingin makan. Baiklah.pikiranmu. kalau engkau membutuhkan bantuanku." Gouw siang Kun mengerutkan kening." pesan Gouw siang Kun. Thio Han Liong menoleh kepalanya. "Apakah pemuda itu mencurigakan?" "Mencurigakan sih tidak Tapi. dia bukan berasal dari keluarga terkenal. lalu menghirup udara segar di pekarangan dekat tamah bunga"Han Liong." "oh?" Gouw siang Kun terbelalak"Jadi dia seorang pengemis muda?" "Kelihatannya bukan. "Putriku justru tertarik kepadanya." "Aku akan bertanya kepada putriku." "Mungkinkah dia dari Kay Pang?" "Dia bilang tidak punya perguruan. yang penting engkau harus berhati-hati esok Kita adalah kawan baik. ayahnya bernama Thio Ah Ki. pemuda itu pasti tampan sekali." "Tapi. selamat pagi" "Han Liong" Yap Ceng Ceng cemberut"Kenapa engkau masih memanggilku nona sih? Aku tak enak mendengarnya-" "Engkau memang Nona. aku tidak bisa melarangnya. aku tidak akan memaksa dalam hal ini.." "Kalau begitu. Thio Han Liong sudah bangun. "Itu tidak jadi masalah kan? yang penting dia pemuda yang baik-" "yaah" yap Khay Peng menarik nafas dalam-dalam. "Engkau pernah mendengar seorang pendekar bernama Thio Ah Ki?" "Thio Ah Ki?" Gouw siang Kun menggelengkan kepala." yap Khay Peng menghela nafas panjang. " urusan ini bisa dibicarakan nanti. " "Cukup panggil namaku saja." yap Khay Peng memberitahukan. jangan sungkan-sungkan memberitahukan padaku" "Baik. dia mengaku bernama Thio Han Liong. sebab dia sangat sopan dan lemah lembut. kita semua pasti telah mendengarnya. selamat pagil" Terdengar suara seruan." . Nona Ceng Ceng. terserah putrimu saja." "Betul." "sin Kiam tu Hun.Dilihatnya Yap Ceng ceng sedang berdiri dan tersenyum-senyum"oh.." ujar Gouw siang Kun sambil tersenyum." Yap Khay Peng mengangguk"Terima kasih-" Bab 27 Pertandingan Yang Menegangkan Begitu hari mulai terang. "Kalau Thio Bu Ki. ia belajar sedikit ilmu silat dari ayahnya." "Kalau begitu. sedangkan aku sama sekali tidak jelas mengenai identitas pemuda itu. aku jadi bingung. Namun pakaiannya sudah kumal.. "Kalau putriku menyukainya." ujar Yap Khay Peng. kemudian bertanya dengan wajah serius.

" ucapan Gouw Hui Eng terputus. "Hi hi hi" Mendadak Gouw Hui Eng tertawa geli"Han Liong. maka aku harus bangun pagi-" "oooh" "oh ya. terutama hari ini. Di saat bersamaan terdengarlah suara seruan yang merdu. "Ayah Gouw Hui Eng sudah datang." "Baiklah. "Ayah" panggil yap ceng ceng. Ilmu silat Paman Gouw memang tinggi sekali. Maukah engkau menemui ayahku?" "Tidak usah-" Thio Han Liong menggelengkan kepala"sebab tidak pantas aku menemui ayahmu-" "Sebetulnya tidak apa-apa. "cianpwee" Thio Han Liong segera memberi hormat kepada mereka. Han Liong" Yap Geng Ceng memberitahukan." Ya" Thio Han Liong mengangguk "Ceng Ceng. kenapa engkau masih memanggilku nona? Panggil saja namaku" "Tapi-" "Tidak apa-apa-" Gouw Hui Eng tersenyum"Kita sudah kenal kok." "Benar. sedangkan Paman Gouw ahli bersilat tangan kosong. "Ayah" panggil Gouw Hui Eng. beliau adalah sin Kun Bu Tek-Gouw siang Kun." "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut.Mulai sekarang aku akan memanggil namamu saja. Gouw siang Kun menatapnya tajam. Nona Hui Eng" ucap Thio Han Liong. ilmu silat ayahmu pun pasti tinggi sekali. "Ceng Ceng. Ayahku ahli bersilat pedang. kenapa masih pagi engkau sudah bangun?" "Aku memang sudah biasa bangun pagi. ternyata muncul Gouw siang Kun dan yap Khay Peng." ujar Thio Han Liong. "selamat pagi" "selamat pagi. kemudian bertanya kepada yap Khay Peng." yap Khay Peng mengangguk. "oh ya" Gouw Hui Eng memberitahukan. "Pemuda inikah yang bernama Thio Han Liong?" "Betul. pantas " "Paman Gouw" yap Ceng Ceng cemberut"Jangan mangada-ada" "Ha ha ha" Gouw siang Kun tertawa gelak"siapa yang mengada-ada? Bukankah memang ada?" "Paman Gouw -" yap Ceng Ceng membanting-banting . kemudian menghampiri mereka. "semalam ayahku ke mari. Han Liong selamat pagi" Muncul Gouw Hui Eng." "oh? Ilmu silatnya pasti tinggi sekali. "Hui Eng" sahut yap Ceng Ceng.Kalau engkau masih memanggilku nona. Dia teman baik ayahku." yap Ceng Ceng mengangguk"Julukan ayahku adalah sin Kiam Tui Hun. yang. rasanya seperti kita bukan teman." "ya." sahut YaP Ceng Ceng dengan tersenyum"Eng-kau tahu kan? Hari ini adalah hari ulang tahun ayahku."Ngmm" Gouw siang Kun manggut-manggut"Dia memang tampan dan lemah lembut." "Kalau begitu.

Itu tidak apa-apa.. "Han Liong sudah mengaku kalah. malah kini gurunya menyuruhnya mencoba kepandaian pemuda yang amat dibencinya itu. "ya. maka orang tua itu segera memanggil salah seorang muridnya. Bukan main girangnya Lie Teng Kim. guru. lagipula tidak akan saling melukai. Dia cuma bergurau dan aku pun senang bergurau dengannya. "Kalian berdua hanya bertanding dengan tangan kosong. "Ayah. betulkah begitu?" "Aku. aku tidak sanggup bertanding dengan murid Cianpwee. "Teng Kim. karena ia memang sedang menunggu kesempatan untuk menghajar pemuda itu. betulkah engkau bernama Thio Han Liong?" "Betul. "saudara Teng Kim tidak menghinaku. kemudian manggut-manggut. namun apa boleh buat. "Pemuda itu pengecut dan penakut. "Han Liong sudah mengaku ilmu silatnya masih rendah." Gouw siang Kun memandang Thio Han Liong sejenak.Aku. la merasa tidak enak karena membohongi orang-tua. Guru" Lie Teng Kim segera menundukkan kepala. namun dia tetap sabar.. "Cobalah sebentar kepandaian Thio Han Liong" ujar Gouw siang Kun. kenapa Ayah masih memaksanya bertanding dengan Toa suheng?" "Betul. itu merupakan suatu penghinaan" "ya. "Teng Kim...Tapi ." Lie Teng Kim segera menghampiri gurunya.. "Cianpwee" Thio Han Liong mengerutkan kening." sahutnya sambil mendekati Thio Han Liong. Paman" sambung yap ceng Ceng. "Ter-nyata kalian cuma bergurau. engkau tidak usah mencoba kepandaiannya-" "Guru" LieTeng Kim tertawa. "oh?" Gouw siang Kun mengerutkan kening. "Anak muda. guru. jadi tidak usah dipaksa bertanding dengan murid Paman" "Itu . "cianpwee" ujar Thio Han Liong. Jangan berkata begitu.kakiGouw siang Kun tertawa. dari kemarin Toa Suheng terus menghinanya.. "Engkau mengerti ilmu silat?" "Mengerti sedikit." "oooh" Gouw siang Kun manggut-manggut. aku mengaku kalah saja. "Sudahlah Teng Kim." "Jangan merendahkan diri" Gouw siang Kun tersenyum. aku. Ke-betulan muncul Lie Teng Kim dan Tan coh seng. ke mari" "ya."Ayahmu bernama Thio Ah Ki?" tanya Gouw siang Kun lagi." "Belajar dari ayahmu?" "Ya-" "Ngmmm" Gouw siang Kun manggut-manggut." Wajah Lie Tang Kim mulai berubah pucat. Dia mana berani bertanding denganku?" "Teng Kim" Gouw siang Kun melotot. "Ilmu silatku rendah sekali. lalu memandang Thio Han Liong seraya bertanya." ujar Gouw Hui Eng. namun tidak mengangguk. Cianpwee-" Thio Han Liong mengangguk." "Ayah." Gouw Hui Eng memberitahukan.. "ya" sahut Thio Han Liong.

aku. Tapi kini dia malah telah berubah agak pendiam." "Ayah." "Hui Eng. mendadak terdengar suara tawa yang amat keras. kita adalah teman.Engkau cuma bergurau.. "Han Liong. "saudara Teng Kim memang suka bergurau." "cianpwee" Thio Han Liong tersenyum. Toa Suheng mu memang suka bergurau denganku tidak perlu diberitahukan kepada ayahmu.Kalian ngobrollah di sini Kami mau ke dalam menemani para tamu" Gouw siang Kun dan yap Khay Peng kembali ke dalam." "saudara Conseng" Thio Han Liong tersenyum. "Engkau tidak perlu minta maaf. engkau jangan berkata begitu. "Kita semua adalah teman.. Aku.. aku merasa malu sekali terhadapmu. sebab engkau tidak ." "Han Liong. Toa Suheng memang suka bergurau. Di saat bersamaan. "Betul.." "saudara Han Liong" Tan con seng memberi hormat kepadanya. betul" Gouw Hui Eng tertawa girang. bukan?" Thio Han Liong tersenyum"Aaaah " Gouw Hui Eng menghela nafas panjang. "saudara Han Liong.. "Kalau Ji suheng ku sudah mulai berbicara. mulai sekarang sudah tidak ada salah paham lagi. Toa Suheng. pasti menyerocos tak henti-hentinya. "saudara Teng Kim" Thio Han Liong tersenyum. kemudian berkata.bersalah.kalau Teng Kim menghinamu. "Baiklah. "saudara Han Liong." "saudara Teng Kim. kini terbukalah mataku bahwa engkau betul-betul pemuda teladan. biasanya sumoy ku ini cerewet dan bawel sekali. karena engkau adalah pemuda pendiam. " Aku pun kagum kepadamu." "Ha ha ha" Tan coh seng tertawa. itu sungguh mengherankan" "oh?" Thio Han Liong menatap Gouw Hui Eng. maka bagaimana mungkin aku mempersalahkanmu?" "saudara Han Liong. seorang tua dan seorang pemuda"HahahaHahaha " orangtua itu menatap mereka semua"Di mana yap Khay Peng? Cepat suruh dia keluar" "Cianpwee siapa?" tanya yap Ceng ceng. "Aku salut sekali kepadamu.." potong Thio Han Liong cepat." Gouw Hui Eng terbelalak"Dia pun suka bergurau denganmu.." "oooW" Gouw Siang Kun manggut-manggut." "siapa bilang dia pendiam?" sela Gouw Hui Eng sambil tertawa kecil. Di saat itu Lie Teng Kim menghampiri Thio Han Liong dengan kepala tertunduk... kemudian melayang turun dua orang." Gouw Hui Eng cemberut.. "Aku Touw Liong Lo Koay. aku pasti menghukumnya.. "Kelihatannya memang agak cerewet." "Betul. aku minta maaf" ucapnya perlahan.. cepat beritahukan kepada ayahmu bahwa aku sudah datang" ..

hari ini engkau pasti mampus" "orangtua jelek" bentak Lie Teng Kim sambil maju selangkah"Aku adalah murid sin Kun Bu Tek. " Kalau engkau turut campur. kejadian belasan tahun lalu. tentunya mahir bersilat dengan tangan kosong. Akan tetapi. bersiapsiaplah untuk mampus" "Ha ha ha" Gouw siang Kun tertawa gelak"Touw Liong Lo Koay. guru-" Ternyata pemuda itu adalah murid Touw Liong Lo Koay bernama yo Bun Kiat-Pemuda itu menghampiri Lie Teng Kim. apa boleh buat" sahut Gouw siang Kun. "Baik" Lie Teng Kim menganggukMereka berdua bersiap-siap.Lie Teng Kim bertarung dengan penuh semangat. Mari kita bertanding dengan tangan kosong saja" "Hm" dengus Lie Teng Kim angkuh "Engkau boleh bersenjata. "Bun Kiat. tentunya aku tidak bisa kemari membuat perhitungan denganmu" "Touw Liong Lo Koay."Touw Liong Lo Koay" Terdengar suara seruan. "Hm" dengus touw Liong Lo Koay. "saudara adalah murid sin Kun Bu Tek. sebab yap Ceng ceng menyaksikan pertandingan itu dengan penuh perhatian. "Kepalanku masih kuat menghadapimu" "oh ya?" Touw Liong Lo Koay tertawa dingin"Kalau begitu. "Sudah belasan tahun kita tidak berjumpa. sedangkan aku cukup dengan tangan kosong" "Itu tidak adil Mari kita bertanding dengan tangan kosong" sahut Yo Bun Kiat sambil tersenyum. coba engkau jajal kepandaian anak murid itu" "ya. "Engkau mau turut campur urusanku?" "Kalau terpaksa. biar aku yang melawanmu" Lie Teng Kim menantang touw Liong Lo Koay. lalu muncul yap Khay Peng bersama Gouw siang Kun. Puluhan jurus kemudian Lie Teng Kim sudah berada di bawah angin. terjadilah pertandingan yang cukup seru. lalu memberi hormat seraya berkata. sungguh tak disangka kepandaian murid Touw Liong Lo Koay Lebih tinggi." "Diam" bentak Touw Liong Lo Koay-» "Belasan tahun lalu. kemudian mendadak Lie Teng Kim menyerang Yo Bun Kiat dengan tangan kosongYo Bun Kiat berkelit sekaligus balas menyerangnya. dan itu membuat Lie Teng . oleh karena itu. berarti engkau cari mati" "Cari mati? Ha ha ha" sin Kun bu Tek-Gouw siang Kun tertawa. itu adalah kesalahan muridmu-" "sin Kun Bu Teks Touw Liong Lo Koay mengerutkan kening. Lie Teng Kim bertekad merobohkan Yo Bun Kiat. bagaimana kabarmu? Baik-baik saja selama ini?" "Ha ha ha" touw Liong Lo Koay tertawa gelak"Aku baik-baik saja Kalau tidak. tapi justru mencari penyakit"Ha ha ha" touw Liong Lo Koay tertawa gelak. kemudian memandang pemuda yang bersamanya seraya berkata. karena ingin memperlihatkan kegagahannya di hadapan yap ceng Ceng. engkau membunuh muridku Kini aku datang untuk membuat perhitungan denganmu.Maka.

terdengar suara menderu-deru yang ditimbulkan oLeh sepasang kepaLannya. Mendadak ia menyerang Yo Bun Kiat dengan jurus Hong soh Ngo Gak (Angin Menyapu Lima gunung).Kim menjadi nekad. muridmu memperkosa seorang wanita. "sin Kun Bu Tek." sahut Lie Teng Kim dengan wajah pucat pias. sedangkan Yo Bun Kiat hanya terhuyung-huyung ke belakang tiga empat langkah"Ha ha ha" Touw Liong Lo Koay tertawa terbahak-bahak"sin Kun Bu Tek Muridmu sudah kaLah. "Cuma terluka lecet saja. "Mari kita bertarung dengan senjata Hunus pedangmu" "Touw Liong Lo Koay" Yap Khay Peng menghela nafas panjang. la kelihatan terpaksa menghunuskan pedangnya.Yap Khay Peng menangkis dengan pedangnya. ini adalah urusanku Biar aku yang menghadapinya " sin Kun Bu Tek-Gouw siang Kun mengangguk. Begitu dia menyerang.la merasa dirinya diejek oleh Yap Ceng ceng lantaran kalah bertarung melawan Yo Bun Kiat itusementara Yap Khay Peng sudah berdiri di hadapan touw Liong Lo Koay dan mereka saling memandang. "Baiklah" Yap Khay Peng manggut-manggut. yaitu ternyata jurus andalannya. "Belasan tahun lalu. "Ayoh. lalu segera mendekati muridnya yang sudah bangkit berdiri "Engkau terluka parah?" tanya Gouw siang Kun.Ternyata pemuda itu merasa malu sekali karena roboh di tangan murid Touw Liong Lo Koay. lalu roboh dengan mulut menyemburkan darah segar. bagus" "Ayah" seru Yap Ceng Ceng cemas.Di saat bersamaan touw Liong Lo Koay sudah mulai menyerangnya dengan golok. melainkan menyambut serangan itu dengan jurus sin Liong cut Hai (Naga sakti Keluar Dari Laut). cepat hunus pedangmu" Yap Khay Peng trieng geleng. "Tunggu" cegah Yap Khay Peng. "Kejadian itu bukan kesalahanku" "Pokoknya engkau harus bertanggung-jawab" bentak Touw Liong Lo Koay sambil perlahan-lahan menghunus goloknya. Pemuda itu tidak berkelit. Blaaam suara benturan kepalan dengan telapak tangan. " Hati-hati" Yap Khay Peng mengangguk. kini giliranmu maju" "Baiks ChOuw siang Kun mengangguk. lalu balas . "Mari kita bertarung dengan bertaruh nyawa" "He he he" Touw Liong Lo Koay tertawa terkekeh-kekeh. Yo Bun Kiat mengerutkan kening. maka aku terpaksa membunuh muridmu itu setelah itu kita pun bertanding dengan adil" "hari ini justru harus bertarung nyawa" sahut Touw Liong Lo Koay. "Bagus. maka hari ini aku harus membunuhmu" "Touw Liong Lo Koay" Yap Khay Peng menggelenggelengkan kepala.geleng kan kepala. Lie Teng Kim terpental dua tiga depa. "Ha ha ha" touw Liong Lo Koay tertawa gelak"sin Kiam Tui Hun Engkau pernah membunuh muridku dan menebas putus dua jari tanganku.

Cianpwee harus menghabiskan urusan ini sampai di sini saja Bagaimana?" "He he he" Touw Liong Lo Koay tertawa terkekeh-kekeh. Yap Khay Peng menggunakan Tui Hun Kiam Hoat (Ilmu Pedang Pengejar Roh). sedangkan touw Liong Lo Koay terus menyerangnya bertubi-tubi. namun berhasil membuat golok itu miring ke samping. "Aaakh "Jerit Yap Khay Peng. yap Ceng Ceng segera membalut luka di kaki ayahnya. "Kita bertanding secara adil Kalau aku kalah. Kesempatan itu tidak disia-siakan touw Liong Lo Koay. Betapa terkejutnya sin Kun Bu Tek. "Ka-rena aku makan di sini.la ingin menolong tapi tidak mungkin keburu. "Tidak mungkin aku membiarkan cianpwee membunuh sin Kiam Tui Hun" "oh?" Touw Liong Lo Koay melotot. Hari ini engkau pasti mampus" Touw Liong Lo Koay mengayunkan goloknya ke leher yap Khay Peng. Puluhan jurus kemudian. "Ha ha ha Sin Kiam tui Hun. sedangkan touw Liong Lo Koay terus tertawa. "Cianpwee. lalu memandang Thio Han Liong yang berdiri di hadapan touw Liong Lo Koay. tapi aku telah berhutang budi kepadanya" sahut Thio Han Liong. kalau tidak. la memandang Thio Han Liong dengan mata terbelalak"cianpwee" Thio Han Liong segera memberi hormat"cianpwee sudah menang tapi. "Namaku Thio Han Liong" "Engkaupunya hubungan apa dengan sin Kiam Tui Hun?" "Tidak punya hubungan apa pun. aku pasti kelaparan di luar" "Anak muda. "Anak muda. kenapa masih ingin menghabiskan nyawa orang?" "Anak muda. sementara yap Ceng Ceng dan sin Kun Bu Tek telah mendekati yap Khay Peng. aku terpaksa turut campur" tegas Thio Han Liong. "Haah?" Bukan main terkejutnya Touw Liong Lo Koay. siapa gurumu?Katakan siapa tahu aku kenal . tentunya aku tidak akan mencampuri urusan ini lagi Namun apabila Cianpwee kalah. lebih baik engkau jangan mencampuri urusan ini" touw Liong Lo Koay menatapnya tajam. ternyata kakinya telah tersabet golok Touw Liong Lo Koay sehingga darahnya bercucuran. Di saat itulah mendadak Thio Han Liong menggerakkan-sepasang tangannya.menyerangnya Terjadilah pertarungan dengan mati-matian. Traangg Terdengar suara benturan senjata dan bunga api pun berpijar ke mana-mana. "Ayah " teriak Yap Ceng Ceng. siapa engkau?" tanya touw Liong Lo Koay. Benturan itu membuat pedang Yap Khay Peng terpental ke udara. Yap Khay Peng roboh. sehingga leher yap Khay Peng selamat dari sabetan golok itu. sementara touw Liong Lo Koay menggunakan Toat Beng to Hoat (Ilmu Golok Pemutus Nyawa). di dekat Thio Han Liong. gerakannya tampak begitu lemas. Yap Khay Peng mulai berada di bawah angin. "Jadi engkau ingin bertarung denganku?" "Benar" Thio Han Liong mengangguk.

yap Khay Peng dan Gouw siang Kun malah terkejut bukan main. sebab ia tidak pernah mendengar nama tersebut dalam rimba persilatan. Gouw Hui Eng. "Ya" Thio Han Liong mengangguk "Tak kusangka engkau berisi juga Baik. "Aku cuma belajar sendiri ilmu silat dari ayahku" "siapa ayahmu?" "Ayahku bernama Thio Ah Ki" Touw Liong Lo Koay mengerutkan kening. sebab ia tidak pernah mendengar tentang ilmu tersebut. hati-hatilah Aku akan mulai menyerangmu" "Silakan.. "Thay Kek Kun" seru touw Liong Lo Koay tak tertahan. Terutama touw Liong Lo Koay. badannya bergerak lemas sekali seperti anak gadis yang sedang menari. "Tenang" sahut Thio Han Liong sambil tersenyum. "Kenapa engkau mahir ilmu Thay Kek Kun?" tanya touw Liong Lo Koay. cianpwee" sahut Thio Han Liong sambil mengerahkan Kiu yang sin Kang. maka selanjutnya aku tidak akan cari sin Kiam Tui Hun lagi Tapi sebaliknya apabila engkau kalah dalam sepuluh jurus -" "Cianpwee boleh membunuh sin Kiam Tui Hun" sambung Thio Han Liong cepatItu membuat wajah sin Kun Bu Tek langsung memucat. betulkah engkau ingin bertanding denganku?" "ya" "Baiklah" Touw Liong Lo Koay mengangguk"Mari kita bertanding sepuluh jurus saja Kalau engkau tidak kalah dalam sepuluh jurus. sebab serangannya tertahan seketika." seru Yap Ceng Ceng tak tertahan. yap Ceng Ceng dan Gouw Hui Eng nyaris tertawa gelisebaliknya touw Liong Lo Koay. Lie Teng Kim dan Tan coh seng memandangnya dengan mulut ternganga lebar. namun secara langsung justru bukan. secara tidak langsung ia memang murid Bu Tong Pay. "Anak muda. "Melainkan ilmu Kian Kun Taylo Ie" "Kian Kun Taylo Ie?" Touw Liong Lo Koay mengerutkan kening. "Jurus pertama" seru touw Liong Lo Koay sambil menyerang. Mereka sama sekali tidak menyangka Thio Han Liong berani bertanding dengan touw Liong Lo Koay. Ditatapnya Thio Han Liong dengan tajam sekali.gurumu" "Aku tidak punya guru" sahut Thio Han Liong jujur. Maka. sementara touw Liong Lo Koay sudah menyarungkan goloknya. sementara yap Khay Peng. "Engkau pasti murid Bu Tong Pay" "Bukan" Thio Han Liong menggelengkan kepala sambil tersenyum. "Anak muda. langsung berkelit dengan ilmu Thay Kek Kun. "Itu bukan Thay Kek Kun" jawab Thio Han Liong membuat bingung touw Liong Lo Koay. "Han Liong Nyawa ayahku. yap Ceng Ceng. la mengguna kan jurus biasa karena meremehkan Thio Han Liong.. Thio Han Liong tersenyum. Menyak-sikan itu. begitu pula wajah Yap Khay Peng dan putrinya. Gouw siang Kun. hati-hati terhadap jurus ke dua Aku tidak akan main-main lagi" ujar touw Liong .

. Akan tetapi. aku mohon kemurahan hati Cianpwee" "Ha ha ha" touw Liong Lo Koay tertawa gelak"Anak muda. Betapa terkejutnya touw Liong Lo Koay." "Memang mirip. " Hati-hati" Touw Liong Lo Koay mengingatkannya. "Aku menepati janji. mulai sekarang aku tidak akan ke mari menuntut balas lagi kepada sin Kiam Tui Hun" "Terima kasih.. Lagipula dia telah mengaku tidak punya perguruan.. sedangkan Lie Teng Kim justru merasa malu terhadap Thio Han Liong. Yang paling gembira adalah YaP Geng Ceng. maka tidak mungkin dia adalah murid Bu Tong . "Pokoknya kita harus bertarung Kalau tidak. Dia menyaksikan pertandingan itu dengan mata berbinar-binar.. Thio Han Liong tetap dapat berkelit. "Sin Kun Bu Tek. sepasang tangan Thio Han Liong membuat beberapa lingkaran. Walau ia menyerang bertubi-tubi." Thio Han Liong menghela nafas panjang. "Anak muda. karena aku amat penasaran cuma bertanding sepuluh jurus" "cianpwee" Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala.. Begitupula Gouw Hui Eng. " Kalau begitu. yang telah dicampur dengan ilmu Kian Kun Taulo Ie. tapi tetap tidak bisa merobohkan Thio Han Liong. "Kita berdua harus bertarung." Gouw Siang Kun mengerutkan kening. "Cianpwee" Thio Han Liong memberitahukan. Padahal kini tinggal satu jurus. engkau sungguh sopan sekali Ayoh. sebab tidak mampu merobohkan Thio Han Liong.Lo Koay sambil menyerang. Bagaimana kalau aku mengaku kalah?" "Mengaku kalah?" "Tidak bisa" touw Liong Lo Koay menggeleng-gelengkan kepala. "Apakah itu adalah ilmu Thay Kek kun dari Bu Tong Pay. lalu menyerangnya dengan dahsyat sekali." lanjut touw Liong Lo koay.. Kini ia mulai mengeluarkan jurusjurus andalannya. bagaimana mungkin merobohkannya? Pikirnya sambil mengerutkan kening. engkau memang hebat sekali Kita bertanding cukup sampai di sini saja..Mereka tidak menyangka Thio Han Liong berkepandaian begitu tinggi. Cianpwee" ucap Thio Han Liong sambil menarik nafas lega." bisik yap Khay Peng. "Kini tinggal satu jurus" Wajah Touw Liong Lo Koay merah padam saking penasaran. mari kita mulai" "Baik" Thio Han Liong mengangguk dan sekaligus mengerahkan Kiu Yang sin Kang. Thio Han Liong mengelak menggunakan Tay Kek Kun. "Tapi. "agaknya berbeda.." ujar Taouw Liong Lo Koay dan menambahkan. bahkan mulai balas menyerang dengan ilmu siauw Lim Liong liauw Kang. "Tiada artinya kita bertarung. Yap Khay Peng dan Gouw siang Kun menyaksikan pertandingan itu dengan mata terbelalak. tapi. aku tidak akan menyudahi urusanku dengan sin Kiam Tui Hun" "Cianpwee.Maka.

bagaimana mungkin aku murid siauw Lim Pay?" " Kalau begitu."Jawab gouw Siang Kun dengan suara rendah." "Heran?" gumam yap Khay Peng." "Kalau begitu. "Engkau menggunakan ilmu apa?" "siauw Lim Liong jiauw Kang" sahut Thio Han Liong dengan jujur. "siauw Lim sam Tiang lo" sahut Thio Han Liong sekaligus berkelit." "Kenapa engkau berpedapat begitu?" tanya yap Khay Peng. ." sela gouw Siang Kun mengemukakan pendapatnya." "Sin Kiam Tui Hun" gouw Siang Kun tersenyum. tidak akan kalah.." "Tapi." yap Khay Peng menggeleng-gelengkan kepala. siapa yang mengajarmu ilmu itu?" tanya Touw Liong Lo Koay sambil menyerang. Itu sungguh membuatnya penasaran dan terkejut. "Apakah Touw Liong Lo Koay akan melukainya" "Mudah-mudahan tidak" sahut yap Khay Peng. "Kepandaian touw Liong Lo Koay tinggi sekali. "siauw Lim sam Tiang lo yang mengajarmu Liong liauw Kang?" " ya" Thio Han Liong mengangguk. tentunya membuat touw Liong Lo Koay agak kewalahan.. Ilmu tersebut adalah ilmu andalan siauw um Pay. tapi touw Liong Lo Koay masih tidak dapat merobohkannya. kemudian mendadak balas menyerang dengan ilmu Kiu Im Pek Kut Jiauw. sulit sekali bagi Han Liong memenangkan pertarungan itu. Touw Liong Lo Koay tidak sempat mengelak. "Haah ?" Bukan main terkejutnya touw Liong Lo Koay. namun touw Liong Lo Koay masih tidak mampu merobohkan Thio Han Liong. Ternyata Thio Han Liong mengeluarkan ilmu siauw im liong jiauw Kang untuk mengimbangi serangan-serangan yang dilancarkan touw Liong Lo Koay. "Anak muda" tanya touw Liong Lo Koay." yap Ceng Ceng sangat mencemaskan Thio Han Liong.. Touw Liong Lo Koay berkepandaian tinggi sekali. "Menurutku. "Han Liong masih belum mengeluarkan seluruh kepandaiannya.. "Aku bukan Hweeshlo. "Mari kita saksikan pertarungan itu. lalu menyerang dengan ilmu pukulan Kiu Im Pek Kut Jiauw.Pay. "Apakah Han Liong akan menang?" "Entahlah. Wajah gadis itu tampak agak pucat." Memang sudah lewat puluhan jurus. Sudah lewat puluhan jurus. "Sebab aku yakin. "Apa?" Touw Liong Lo Koay terkejut. " Engkau pasti murid siauw Lim Pay?" "Cianpwee" Thio Han Liong tersenyum. "Sebetulnya siapa ayahnya?" "Ayah" yap Ceng Ceng menghampiri yap Khay Peng.. "Han Liong bisa bertahan." yap Khay Peng menggelengkan kepala. maka terpaksa menangkis dengan jurus sin Liong cut Hai (Naga sakti Keluar Dari Laut).

maaf Bun Kiat. engkau sungguh keterlaluan-" "Cianpwee. Itu agar yang lain tidak mendengarnya... "Han Liong. terutama yap Ceng ceng. guru pasti sudah terluka parah-" Yo Bun Kiat tidak menyahut. "Anak muda.. "Maaf." yap Khay Peng menghela nafas panjang." "Paman." "oooh" Gouw siang Kun manggut-manggut. "Cuma belajar sedikit? Engkau mampu mengalahkan touw Liong Lo Koay." Thio Han Liong tercengang. Kalau dia melanjutkan. . engkau pandai menyembunyikan kepandaianmu. Paman. engkau. "Ha ha ha Ha ha ha. mungkin tiada seorang pun yang mampu menandingimu. harus memanggilku paman" sahut yap Khay Peng. engkau juga menggunakan ilmu Thay Kek Kun." sahut Thio Han Liong menggunakan ilmu menyampaikan suara. "Han Liong. "-Ba. siapa ayahmu?" (Bersambung keBagian 14) Jilid 14 "Cianpwee.. aku kagum padamu Semoga kita berjumpa lagi kelak... "guru.. Touw Liong Lo Koay terpental ke belakang beberapa langkah. "Han Liong.Blaam." Thio Han Liong memberitahukan.. bagaimana aku keterlaluan?" "Engkau tidak boleh memanggilku cianpwee lagi.. kemudian memberi hormat. maka berbeda dengan Thay Kek Kun asli. "Ayahku adalah Thio Bu Ki.. "Kalau tidak salah. aku. Terjadilah benturan dahsyat. Ditatapnya pemuda itu dengan penuh perhatian talu bertanya. aku." "ya" sahut Thio Han Liong sambil tersenyum." Yo Bun Liat segera menghampiri touw Liong Lo Koay"guru terluka?" "Tidak-" sahut touw Liong Lo Koay sambil tersenyum getir.... gadis itu pun bertepuk sorak dengan penuh kegembiraan. ternyata engkau berkepandaian tinggi sekali.." yap Khay Peng menggelenggelengkan kepala." Thio Han Liong mengangguk. "Engkau membohongi kami semua. bukan?" "Ya. "ya." "Paman." "Han Liong" Gouw siang Kun mendekatinya.-. sedangkan Thio Han Liong tetap berdiri tak bergeming dari tempat. "Tapi sudah dicampur dengan ilmu Kian Kun Taylo le. dia tidak melanjutkan jurus andalannya...Itu membuat para penonton terbelalak kagum." "Haaah.. mari kita pergi" Touw Liong Lo Koay langsung melesat pergi dan Yo Bun Kiat terpaksa mengikutinya.?" Wajah Touw Liong Lo Koay langsung berubah pucat. Namun pemuda itu masih sempat berseru." yap Khay Peng tertawa terbahakbahak... aku cuma belajar sedikit ilmu silat dari ayahku. "Han Liong. " Hati pemuda itu baik.." ujar pemuda itu sambil menundukkan kepala.. Apalagi belajar banyak.. Touw Liong Lo Koay menghampiri Thio Han Liong...

aku cuma membalas budi kebaikan Paman saja. mantan ketua GoBiPay memiliki ilmu tersebut Engkau pun mahir ilmu itu." Thio Han Liong manggut-manggut. aku.." "oooh" Thio Han uong manggut-manggut. Apalagi Yap Ceng Ceng dan Gouw Hui Eng terus .ya. yap Khay Peng langsung menyuruh beberapa pelayan menyajikan berbagai macam hidangan dan arak wangi." Thio Han Liong mengangguk. Engkau bukan Hweeshio siauw Lim Pay tingkatan tinggi." Thio Han Liong mengangguk. tapi kenapa mahir ilmu itu?" "siauw Lim sam Tiang lo yahg mengajarku ilmu itu.:" "Tidak heran kalau tadi Touw Liong Lo Koay memberi hormat kepadamu. "Ayoh. " Aku pernah dengar. "setelah itu engkau menggunakan ilmu apa sehingga membuat touw Liong Lo Koay terpental begitujauh?" tanya Gouw siang Kun lagi"Aku menggunakan ilmu Kiu Im Pek Kut Jiauw-" " Haaah ?" Mulut Gouw siang Kun terng angga lebar. "Ayahmu adalah Thio Bu Ki yang amat terkenal itu?" "Betul."Ke-mudian engkaujuga menggunakan siauw Lim Liong jiauw Kang. Paman"jawab Thio Han Liong. "Kiu Im Pek Kut Jiauw?" "ya. "Tentunya engkau tidak tahu. jangan terus berdiri di sini" "Baik.Engkau pasti memberitahukan kepadanya siapa ayahmu." jawab Thio Han Liong dengan jujur." ujar Thio Han Liong. "ya. "Apa?" yap Khay Peng terbelalak. jadi engkau punya hubungan apa dengan ciu Ci Jiak?" Gouw siang Kun menatapnya tajam. Paman." Thio Han Liong mengangguk. Mulailah mereka bersulang sambil tertawa gembira. kini aku sudah tahu siapa ayahmu" "oh?" Thio Han Liong tersentak"Ayahmu pasti Thio Bu Ki. sesungguhnya touw Liong Lo Koay adalah mantan anggota Beng Kauw. "ya. Ciu Ci Jiak. "Ha ha ha" Mendadak Gouw siang Kun tertawa gelak"Han Liong.. "Han Liong" Wajah yap Khay Peng cerah ceria"Mari kita ke dalam. "Putra Thio Bu Ki berada di rumahku. "Han Liong. ini sungguh diluar dugaan Ha ha ha. kan?" tanya Gouw siang Kun sambil tersenyum." sahut Thio Han Liong jujur." Thio Han liong mengangguk. "oh?" Gouw siang Kun terbelalak"Ayahmu kenal baik dengan siauw Lim sam Tiang lo?" " ya. hari ini aku menjamumu makan sebab engkau telah menyelamatkan nyawaku" "Paman jangan berkata begitu. mari kita bersulang" seru yap Khay Peng sambil mengangkat minumannya.. bukan?" tanya Gouw siang Kun.. "Ha ha ha" yap Khay Peng tertawa gelak kemudian berkata setelah para pelayan menyajikan semua hidangan itu. dan itu membuat Thio Han Liong merasa tidak enak dalam hati. Mereka segera masuk ke rumah. lalu duduk di ruang tengah. "Aku memanggilnya Bibi. "Ha ha ha" yap Khay Peng tertawa gembira.. ilmu rahasia bagi siauw Lim Pay.

aku harus berangkat sekarang. "Setelah itu. "Aku harus segera berangkat ke desa Hok An." Yap Ceng Ceng terisak-isak. "jangan melupakan aku lho" "Tentu.." Thio Han Liong mengangguk" Aku pasti tidak akan melupakan kalian berdua.. lebih baik engkau tinggal di sini be-berapa hari. "Han Liong. "Han Liong" seru ke dua gadis itu girang.. "Maafkan aku. oleh karena itu." Thio Han Liong memberitahukan.. "Kapan engkau akan ke mari menengokku?" " Kapan aku sempat. sebaliknya akan mohon pamit esok pagi-ooo00000oooKeesokkan harinya. sebab kalian adalah temanku-" . " Eng kau." "Juga harus berpamit kepada Hui Eng." "Tidak bisa besok lusa baru berangkat?" tanya Yap Ceng Ceng dengan penuh harap. pagi-pagi Thio Han Liong langsung mohon pamit kepada yap Khay Peng dan Gouw siang Kun dan itu amat mengejutkan ke dua orang tua tersebut. perbuatannya itu pasti akan menyinggung perasaan yap Khay Peng.. "Ya" Paman.." "Han Liong. Paman" ucap Thio Han Liong. Akan tetapi.memandangnya dengan mata berbinar-binar. aku. sebab ada urusan penting di sana. aku masih harus pergi ke gunung Bu Tong. akhirnya ia membatalkan keputusannya.." sela Gouw Hui Eng. kemudian pergi menemui ke dua gadis itu.. "Ceng Ceng. pasti ke mari menengokmu." yap Khay Peng menghela nafas panjang. "Aku harus berangkat hari ini... setelah itu barulah engkau melanjutkan perjalananmu." seia Gouw siang-Kun. "Maaf" Thio Han Liong menggelengkan kepala"Memang tidak bisa di tunda lagi. "Aku mau mohon pamit kepada kain karena hari ini aku harus berangkat ke desa Hok An." Thio Han Liong memberitahukan.." "Han Liong." Thio Han Liong mengangguk.. engkau mau pergi hari ini?" "Ya-" Thio Han Liong mengangguk"Han Liong. "Apa?" Wajah Yap Ceng Ceng langsung berubah pucat... "Selamat pagi" "selamat pagi" sahut Thio Han Liong sambil menghampiri mereka. "Han Liong.." sahut Thio Han Liong berjanji. aku harus segera berangkat ke desa Hok An.. yang kebetulan mereka berdua sedang berada di pekarangan. Hui Eng. putriku.." "Kenapa engkau?" tanya Yap Ceng Ceng heran. ia mengambil keputusan untuk pergi secara diam-diam malam itu.. "Paman." yap Khay Peng berusaha menahannya." "Baiklah-" Yap Khay Peng mengangguk"Tapi engkau harus berpamit dulu kepada Ceng Ceng." Yap Ceng Ceng memandangnya dengan mata basah"Kok begitu cepat?" "Ceng Ceng" ujar Thio Han Liong. aku.

"Giok Cu sudah punya guru baru. "Kenapa baru sekarang engkau ke mari memberitahukan kepada kami?" "sebab aku langsung pergi ke gunung soat san." Thio Han Liong memberitahukan. Kedatangannya yang hanya seorang diri itu sangat mengejutkan Tan Ek seng dan Lim soat Hong. "Lho?" Tan Ek seng mengerutkan kening. Yap Khay Peng dan Gouw siang Kun saling memandang. bagaimana perasaan putri merekaBab 28 Pertarungan Di Kuburan Tua Beberapa hari kemudian.. "Han Liong. kemudian menggeleng-gelengkan kepala sambil menghela nafas panjang. pemberian itu "Terima kasih. lalu berpamit." Thio Han Liong mengangguk"Han Liong" yap Khay Peng memandangnya seraya berkata. klta akan berjumpa dalam rimba persilatan kelak" "oh?" Thio Han Liong tertegun. kupikir Giok Cu sudah pulang.. aku pasti gusar.namun menemukan sebuah gua.. Aku tidak menemukan Teratai saiju." sahut Thio Han Liong. Bibi" panggil Thio Han Liong. "Ini untuk bekal dalam perjalananmu." "Hang Liong" Lim soat Hong menggeleng-gelengkan kepala. jangan ditolak Kalau ditolak. "Paman." sahut Tan Ek seng dan Lim soat Hong serentak"Kenapa engkau datang seorang diri? Di mana Giok Cu?" "jadi Giok Cu belum pulang?" Thio Han Liong balik bertanya. ternyata belum. "Han Liong" yap Khay Peng menyodorkan bungkusan itu kepada Thio Han Liong seraya berkata. "Han Liong" pesan Gouw siang Kun. Paman" "Ha ha ha" Mendadak muncul Gouw siang Kun sambil tertawa gelak. "Engkau tidak boleh melupakan putriku lho" "ya. "Apa yang telah terjadi? Cepatlah jelaskan" "Begini. dan langsung menuju rumah Tan Ek seng." Ait-mata Ceng Ceng berderai-derai. kemudian tersenyum. dan aku berlatih ilmu silatku di dalam gua itu. pasti ke mari.Ke dua orang tua itu tahu.. barulah ke dua gadis itu kembali masuk ke rumah dengan wajah murung.. "Kapan engkau akan ke mari lagi?" "Apabila aku sempat."Han Liong."Terima kasih. "oooh" Lim soat Hong manggut-manggut . maka Thio Han Liong tidak berani menolak. "Han Liong. Di saat itulah muncul yap Khay Peng dengan sebuah bungkusan kecil di tangannya. setelah Thio Han Liong lenyap dari pandangan mereka. Guru baru itu mengajaknya ke suatu tempat untuk menggembleng dirinya. Kini sudah tiga tahun lebih. Thio Han Liong sudah sampai di desa Hok An.yap Ceng Ceng dan Gouw Hui Eng mengantarnya sampai di luar pintu pekarangan." "Paman." Thio Han Liong menjelaskan. Paman." ucap Gouw Hui Eng." Karena yap Khay Peng telah menegaskan begitu..

" Thio Han Liong mengangguk."jawab Thio Han Liong. ia langsung menuju ke gunung ciong Lak tujuannya membuat perhitungan dengan yo sian sian. siapa wanita itu? Ternyata Kwee In Loan." ucap Thio Han Liong. seorang wanita berusia lima puluhan berdiri di depan kuburan tua tempat tinggal yo sian sian. "Baiklah." "Han Liong" Tan Ek seng menatapnya. aku harus segera berangkat ke sana.Aku." "Itu memang mungkin-" Tan Ek seng manggut-mang-gut." Thio Han Liong mengangguk"sampai jumpa Paman. "Engkau tidak mau menunggu Giok Cu?" "Begini. Paman" "oh ya" tanya Lim soat Hong." pesan Lim soat Hong. kalian harus segera pulang ke mari" " ya. kalau Giok Cu pulang. "yo sian sian cepatlah engkau keluar" Berselang beberapa saat kemudian kuburan tua itu terbuka." "oh?" Thio Han Liong mengerutkan kening."Jadi Giok Cu akan pulang ke mari?" "ya." "Terima kasih. -ooo00000ooo Di saat Thio Han Liong berangkat ke gunung ciong Lam san." "Han Liong. "Tiga tahun lalu. "Kwee In Loan. "Aku akan berangkat duluan ke gunung ciong Lam san. lebih baik engkau bermalam di sini saja. yang kini ia telah menguasai ilmu Hiat Mo Kang.. "Engkau masih punya bekal?" "Masih. pasti ada suatu yang penting. lalu meninggalkan rumah itu dengan kepala tertunduk. "oh ya" Tan Ek seng teringat sesuatu. Ternyata pemuda itu merasa tidak enak telah membohongi ke dua orang tua Tan Giok Cu. " Kalau begitu. "Kapan engkau akan berangkat?" "sekarang.. Bibi" "Hati-hati dalam perjalanan" pesan Tan Ek seng. guru Giok Cu ke mari. "Hmm" dengus yo sian sian. Bibi. lalu berpamit kepada mereka. Dia berpesan." ujar Lim soat Hong." Thio Han Liong terpaksa berbohong agar ke dua orang tua Giok Cu tidak mencemaskannya. "setelah berjumpa Giok Cu. "Han Liong. kalau kalian pulang harus segera ke gunung ciong Lam san ke tempat tinggalnya. "Terima kasih. Lama sekali ia berdiri di situ. setelah meninggalkan Kwan Gwa. siapa tahu Giok Cu sudah berada di tempat tinggal gurunya." sahut Thio Han Liong. di gunung itu justru terjadi sesuatu. "sebab lebih cepat lebih baik.Engkau boleh berangkat sekarang. "Lebih baik aku berangkat sekarang saja. kemudian mendadak berteriak menggunakan Lweekang. Thlo Han Liong mengangguk. suruh dia menyusul ke sana" "Baiklah-" Tan Ek seng manggut-manggut dan bertanya. dan melesat kejuar yo sian sian bersama ke empat pengiringnya. jadi aku bisa tiba di gunung ciong Lam san selekasnya. mau apa engkau ke mari?" .

tapi menangkis serangan itu dengan Kiu Im sin Kang."He he he" Kwee In Loan tertawa terkekeh-kekeh. ajalmu sudah berada di depan mata" yo sian sian tertawa dingin" Kalau begitu. Yo sian sian tidak berkelit. maka aku pun terus melatih ilmu silatku untuk menghadapimu" sahut yo sian sian dan menambahkan. Yo sian sian terpental beberapa depa. engkau pasti sudah berhasil menguasai Hiat Mo Kang Kalau tidak.. lalu berdiri di hadapan Kwee In Loan. tentunya engkau tidak berani ke mari" "Betul" Kwee In Loan manggut-manggut.. dalam kurun waktu tiga tahun ini. maka terjadilah pertarungan yang amat seru dan sengit." teriak ke empat pengiring sambil mendekati Yo sian sian. Wajahnya berubah merah. Hati yo sian sian tersentak menyaksikannya. "Nona. "Kini aku memang sudah menguasai ilmu Hiat Mo Kang Nah. terdengarlah suara benturan keras yang memekakkan telinga. "Aku ke mari ingin membuat perhitungan denganmu" "oh?" yo sian sian menatapnya dingin"Apakah kepandaianmu sudah bertambah tinggi. "Hm" dengus Kwee In Loan dingin. Ke pandai an mereka memang seimbang. akUpun terus berlatih untuk menghadapimu" "Engkau tahu aku pergi menemui Hiat Mo?" tanya Kwee In Loan heran. aku masih bersedia mengampunimu Ayoh. hari ini aku pun terpaksa harus membunuh mu" "Engkau yang akan mampus" bentak Kwee In Loan dan langsung menyerangnya dengan ilmu Kui Im Pek Kut Jiauw dan cui sim Ciang Yo Sian Sian juga mengeluarkan ilmu tersebut untuk melawannya. "Kalian berempat ingin cari mati?" "Engkau yang harus mampus" bentak ke empat pengiring itu sambil menyerangnya dengan serentak. maka puluhan jurus kemudian. maka engkau berani ke mari mencariku?" "Tidak salah" "Aku tahu. begitu pula rambut dan sepasang tangannya. "Aku memang tahu. bersiap-siaplah engkau untuk mampus" "Kwee In Loan" yo sian sian tertawa dingin"Engkau kira gampang membunuhku dengan Hiat Mo Kang? Tahukah engkau.. . la pun segera mengerahkan Kiu Im sin Kang hingga ke puncaknya.. mereka berdua masih bertarung seimbang. aku sudah terluka parah. harus segera ke dalam. Di saat itulah mendadak Kwee In Loan tertawa terkekeh-kekeh. sedangkan Kwee In Loan hanya termundur-mundur beberapa langkah saja. "Mengingat engkau adalah mantan kakak seperguruanku. "Cepat kalian hadang dia Aku. "Hiyaaa" pekik Kwee In Loan sambil menyerang.Ternyata ia mulai mengerahkan Hiat Mo Kang." ujar Yo sian sian lemah"Ya-" Ke empat pengiringnya mengangguk. Maka. cepatlah engkau enyah dari sini" "He he he" Kwee In Loan tertawa terkekeh-kekeh"Jangan omong besar.

Beberapa saat kemudian. sesudah itu segera la h ia melesat pergiTak seberapa lama kemudian.Ternyata ia tidak tahu rahasia kuburan tua itu."He he he" Kwee In Loan tertawa terkekeh-kekeh. la sudah makan obat. barulah Kwee In Loan melesat pergi. Dugaannya memang tidak melesat. Menyaksikan . Ketika Kwee In Loan menoleh kuburan tua itu sudah tertutup kembali. sekarang ia sedang duduk bersila mengatur pernafasannya"Engkau jangan diam saja" Terdengar suara Kwee In Loan. yo sian sian tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. "Kalian berempat memang ingin cari mati. ke empat pengiring itu terkapar tak bernafas lagi. "Mau kabur ke dalam?" bentak Kwee In Loan. "Aku pasti akan menghancurkan kuburan tua ini dengan obat peledak" yo sian sian tetap tidak menyahut. lalu menutup kembali kuburan tua itu. la segera mengerahkan Hiat Mo Kang menyerang mereka. Mereka semuanya binasa terkena ilmu pukulan Hiat Mo Ciang.Kali ini yo sian sian tidak ragu lagi.Kemudian ia berteriak menggunakan Lwcckang. namun tidak menyahut. Dilihatnya Kwee In Loan masih berdiri di situ.kuburan tua ini akan kuhancurkan" Kwee In Loan tertawa terkekeh-kekeh. sehingga membuatnya gusar bukan main. Kwee In Loan muncul lagi dikuburan tua itu dengan membawa obat peledak. yo sian sian tetap mengintip ke luar.la cepatcepat menekan sebuah tombol rahasia. Mendadak yo sian sian menangis sedih. barulah ia melesat pergi mengambil arah yang berlawanan dengan Kwee In Loan. Ketika ia ingin meloncat ke dalam. karena ia melihat ke empat pengiringnya yang amat setia itu sudah tergeletak tak bernyawa lagi. tapi masih tidak berani meninggalkan Kuburan tua itu. yang ternyata Kwee In Loan.Dipasangkannya di depan kuburan tua itu semua obat peledak yang dibawanya. terdengarlah suara ledakan dahsyat dan kuburan tua itu hancur berantakan. lalu mengintip ke luar. lalu disundutnya sumbunya. tapi aku bisa menghancurkannya dengan alat peledak" yo sian sian mendengar teriakan itu.setelah itu barulah melesat pergi. la langsung meloncat ke dalam kuburan tua tersebut. Tiba-tiba berkelebat sosok bayangan. yo sian sian melesat ke luar. dan seketika terbukalah kuburan tua itu." "Yo sian Sian engkau tidak akan bisa lolos dari tanganku engkau boleh bersembunyi di dalam kuburan tua ini. "Hmm" dengusnya dingini "Dia pasti sudah terluka parah.Cukup lama ia berdiri di sana sambil memandang kuburan tua itu dan ke empat mayat pengiringnya-setelah itu. Dua hari kemudian. Berselang beberapa saat kemudian. baiklah"" Di saat ke empat pengiring itu menyerang Kwee In Loan. Walau ia melihat Kwee In Loan sudah melesat pergi. sebab khawatir Kwee In Loan akan kembali lagi. Kemudian ia bangkit berdiri mendekati sebuah lubang rahasia. ke empat pengiring itu menyerangnya dengan gencar sekali. "sialan" cacinya. maka tidak bisa keluar Aku akan pergi ambi) obat peledak.

" " Cianpwee harus berunding dengan Tong Koay dan pak Hong. orang itu tampak terperanjat.." ujar yo sian sian." yo sian sian menggeleng-gelengkan kepala. Aku yakin Kwee In Loan pasti muncul di sana membuat kekacauan." -ooo00000oooosudah beberapa hari yo sian sian melakukan perjalanan ke arah selatan." "Ke Lam Hai? Mau apa engkau ke sana?" "Menemui Lam Hai Lo Ni (Biarawati Tua Laut selatan). Kwee In Loan tertawa terkekeh-kekeh." "Dia ke tempat tinggalmu itu?" "ya." yo sian sian mengangguk "Lam Hai Lo Ni adalah nenek dari ibuku. aku yakin Cianpwee." "Nona yo" Lam Khie duduk di hadapannya"Bagaimana engkau berada di sini? Apa yang telah terjadi?" "Aaaah " yo sian sian menghela nafas panjang. Kini luka dalamnya sudah agak membaik. "Dia melukaiku dengan ilmu Hiat Mo Ciang.." Lam Khie mengangguk"Aku akan coba mencari Tong Koay dan Pak Hong. oh ya. tentunya akan berbuat sewenang-wenang terhadap kaum rimba persilatan. Ketika ia baru mau memejamkan matanya." "oh?" Air muka Lam Khie tampak berubah"Maksudmu Kwee In Loan sudah muncul dalam rimba persilatan?" "Ya"" Yo sian sian mengangguk... la beristirahat di bawah sebuah pohon.. Ketika melihat orang itu. karena orang itu ternyata Lam Khie. "Tidak lama lagi kami berempat akan bertanding di puncak gunung Heng san. Aku menghadapinya. yo sian sian tersentak. Mungkin masih ada jalan lain untuk mengatasi itu. "Dia dia sudah berhasil menguasai ilmu Hiat Mo Kang?" " Kalau tidak. dia menantang aku bertarung. sebab si Mo berpihak padanya. "Dia ke gunung ciong Lam san. "Cianpwee." "Aaaai " Lam Khie menghela nafas panjang. tidak meleset sama sekali. Aku ke sana . ia menarik nafas lega.. "He he he He he he he». bagaimana mungkin dia mampu melukaiku?" sahut yo sian sian sambil menghela nafas panjang. "Apa yang Cianpwee katakan tiga tahun lalu. Tapi kini dia didukung oleh Hiat Mo-. "Nona yo" panggilnya. sungguh lihay dan hebat ilmu pukulannya itu" "oh?" Bukan main terkejutnya Lam Khie." "Lam Hai Lo Ni?" Lam Khie tersentak"Engkau kenal Lam Hai lo Ni?" "Kenal." "Dia mendapat dukungan dari Hiat Mo. Begitu melihat yo sian sian. apa rencanamu sekarang?" "Aku mau pergi ke Lam Hai (Laut selatan). Tong Koay dan Pak Hong masih dapat mengatasinya." "Benar.kejadian itu. sekonyong-konyong berkelebat sosok bayangan ke hadapannya. tapi. dan buru-buru ia membuka matanya. " Kalau cuma dia sendiri. " Celaka" Lam Khie menggeleng-gelengkan kepala"Dia pasti menimbulkan bencana lagi dalam rimba persilatan.

"Ha ha ha. aku harus berangkat sekarang. "si Mo pernah bekerja sama dengan Kwee In Loan. mudah-mudahan engkau berhasil memperdalam ilmu silatmu" "Cianpwee. "Kwee In Loan berhasil mengalahkan Nona yo?" "Kepandaiannya sudah begitu tinggi?" "ya. Nah.Mereka berdua lalu duduk dan Lam Khie memandang mereka seraya bertanya"Kini Kwee In Loan telah muncul dengan kepandaiannya yang begitu tinggi. "eh? Kenapa Nona yo berada di sini?" "Kwe In Loan berhasil mengalahkannya. "Di saat kita sedang bertanding.. namun sudah lama nenekku tidak mencampuri urusan rimba persilatan." ujar Lam Khie mengusulkan. Kini wanita itu telah muncul. bahwa Kwee In Loan sudah muncul dalam-rimba persilatan.." sahut Lam Khie memberitahukan. lalu bagaimana menurut kalian?" "Kami-." Tong Koay dan pak Hong terbelalak ketika melihat yo sian sian. lalu kita harus bagaimana?" "Begini saja. Kwee In Loan pasti akan muncul." "Haaah?" Tong Koay dan Pak Hong tampak terperanjat. Lam Khie>" " Aku pun baru mau pergi mencari kalian. maka jelas dia akan mencari si Mo." yo sian sian menganggguk"Aaah " Tong Koay menghela nafas panjang.." "oooh" Lam Khie manggut-manggut." "Celaka di tangan siapa?" tanya Pak Hong. "Ada siapa di Lam Hai?" "Lam Hai Lo Ni." sahut yo sian sian dan menambahkan.dengan maksud memperdalam ilmu silatku. "Apa?" Tong Koay tersentak. "Biarawati tua itu adalah nenek dari ibuku." "Baiklah-" Di saat yo sian sian baru mau melesat pergi. "Tapi itu masih membutuhkan waktu." yo sian sian mengangguk"Kepandaian nenekku itu amat tinggi sekali. lalu muncul dua orang yang ternyata Tong Koay dan Pak Hong. " Ke Lam Hai memperdalam ilmu silatmu?" Tong Koay tercengang. "Aku mau ke Lam Hai untuk memperdalam ilmu silatku. Maka sungguh kebetulan kalian muncul di sini" ujar Lam Khie"Mari kita berunding bersama" Tong Koay danpak Hong mengangguk. kita bertiga pasti celaka. sedangkan Pak Hong justru memandang yo sian sian." Tong Koay malah memandang Pak Hong. Kebetulan aku berjumpa Pak Hong. maka dia kabur dari kuburan tua itu. mendadak suara tawa yang amat keras. "Lam Hai Lo Ni adalah nenekmu?" "ya." ujar yo sian sian memberitahukan. bukankah kita akan celaka?" "Masa kita bertiga tidak akan mampu melawan wanita itu?" Pak Hong kelihatan tidak percaya.. "Pertandingan kita di puncak gunung Heng san dibatalkan saja. "Syukurlah kalau begitu." "oooh" Tong Koay dan Pak Hong manggut-manggut. maka kami berusaha mencarimu. Kalau tidak. " Aku justru memperoleh informasi." sahut Lam Khie menjelaskan. .

Lima tahun kemudian. "Memang harus begitu. ya. "Lima tahun kemudian. Bagaimana?" sahut yo sian sian cepat. kemudian Tong Koay mengemukakan pendapatnya." " Kalau begitu. kan?" "Mudah-mudahan" sahut yo sian sian. bahwa pertandingan itu dibatalkan. Kalau Hiat Mo bersama Kwee In Loan.." pak Hong menggeleng-gelengkan kepala." yo sian sian melesat pergi. "Di tempat tinggalku saja." "Kita akan berjumpa di mana?" tanya Tong Koay.. Lam Khie manggut-manggut. rasanya kita tidak bisa bertahan lama. "oh ya" "Tong Koay teringat sesuatu dan seketika juga air mukanya tampak berubah"Kini Kwee In Loan telah muncul dalam rimba persilatan. sebab dia termasuk tingkatan tua." ujar Lam Khie. setelah itu. "Kita bertiga harus bagaimana?" "Tetap ke puncak gunung Heng san." "oooh" Lam Khie dan lainnya menarik nafas lega. "Ini adalah keputusan kita bersama." sahut Lam Khie"Si Mo pasti membantunya. "Baik. Kalau kita bertiga melawan mereka berdua. namun kita memberitahukan kepada si Mo. Kita berjumpa kembali lima tahun kemudian di belakang gunung ciong Lam san. Lam Khie dan Pak Hong saling memandang. Tong Koay. Nona yo-" "Ngmm" yo sian sian manggut-manggut. -ooo00000oooBab 29 suatu siasat setelah menghancurkan kuburan tua tempat tinggal yo sian sian. kepandaianmu pasti sudah meningkat. tempat tinggal. kita pun harus bersembunyi di suatu tempat untuk memperdalam ilmu silat kita. "Usai membatalkan pertandingan di puncak gunung Heng San. Kwee In Loan lalu pergi mencari si Mo. karena kita akan menyatakan lima tahun kemudian baru diadakan pertandingan itu. Tentunya dia tidak akan berani mendesak. kita berjumpa lagi. mereka bertiga pun melesat pergi menuju ke arah gunung Heng san. "Jadi kita mengulur waktu?" "ya" Lam Khie mengangguk"Tiada jalan lain lagi. Hiat Mo tidak akan bersama Kwee In Loan. kita semua pasti celaka. sebab kita harus menunggu Nona yo" "Ngmm" Pak Hong memandang yo sian sian seraya bertanya. Tong Koay dan Pak Hong mengangguk"Kalau begitu. Bagaimana menurut kalian?" "Ngmm" Pak Hong manggut-manggut. Mungkinkah Hiat Mo juga sudah ada di Tionggoan?" "Iya. sebab si Mo adalah ketua . "Tak terpikirkan tentang itu." sela yo sian sian. sekarang aku harus berangkat ke Lam Hai." "cian pwee."Tapi jangan lupa. "oooh" Pak Hong manggut-manggut. "Kalian tidak usah mencemaskan itu." Lam khie. lima tahun kemudian kita semua bertemu di gunung ciong Lam san. "Berjumpa di-»-" Lam Khie memandang yo sian sian.Tidak begitu sulit mencari iblis Dari Barat itu.

golongan hitam. Kemungkinan besar yo sian sian terkubur di dalamnya. riwiba persilatan selalu dikuasai golongan putih. si Mo" Kwee In Loan menatapnya seraya bertanya. " Kalau begitu engkau pasti sudah berhasil menguasai ilmu Hiat Mo Kang." "ya. engkau muncul mendadak untuk menghabiskan yang dua itu. "Kenapa sudah tidak perlu? " "Memangnya kenapa?" " Aku justru dari kuburan tua itu. " Kapan engkau akan bertanding dengan Tong Koay... "selama ratusan tahun. "Aku saking girang bertemu denganmu. kita pun akan menguasai golongan sesat. bagus. "Setelah menghabiskan mereka." "Ngmmi" Kwee In Loan manggut-manggut." sahut Kwee In Loan. "empat lima hari lagi. bekas markas Hek Liong Pang. "Di saat aku sedang bertanding dengan mereka. maka bercanda sebentar." sambung si Mo cepat dan menambahkan.." "Mereka harus dihabiskan" sambung Kwee In Loan cepat. "Ha ha ha" si Mo tertawa gelak-sambil menatap Kwee In Loan dengan penuh perhatian. bagus Ha ha ha. engkau bertambah muda dan cantik saja" "si Mo" Kwee In Loan melotot. tentunya aku tidak akan muncul dalam rimba persilatan." "Ngmm" Kwee In Loan manggut-manggut." sahut si Mo sambil berpikir. "Lho?" si Mo terbelalak. . " Engkau membutuhkan bantuanku?" "Mereka bertiga selalu menentangku oleh karena itu. betul. Lam Khie dan Pak Hong?" "Kalau tidak salah . kapan engkau akan pergi mencari yo sian sian untuk membuat perhitungan dengannya?" "sudah tak perlu.. Ha ha ha Mereka bertiga pasti tidak akan menduga itu. bahkan kuburan tua itu pun telah kuhancurkan. "Kenapa mulutmu begitu usil? Mau kutabok ya?" "Jangan gusar" si Mo tersenyum..Dua hari kemudian. "Tidak berjumpa tiga tahun.. dan sudah barang tentu kekuatan kita bertambah-" "Betul. "Bagus. He he he." Kwee In Loan tersenyum." Kwee In Loan memberitahukan sambil tersenyum dingin"Aku berhasil melukainya." si mo tertawa gembira. Kwee In Loan dan si Mo bertemu di lembah Pek yun Kek." "Bagaimana ke empat pengiring yo sian sian?" "sudah mati duluan di tanganku. maka kini" "golongan hitam yang harus menguasai rimba persilatan." "oh?" si Mo tertegun. "oh ya.»" "Bagus. Ha ha ha" si Mo tertawa gembira"Kini sudah saatnya Hek Liong pang bangkit kembali ha Ha ha ha-" "oh ya." si Mo tertawa gelak lagi. Bagaimana kabarmu selama ini? Kepandaianmu sudah bertambah tinggi?" " Kalau tidak.

haruslah mengalah terhadapnya" pesan Kwee In Loan. "Kalau dia bersedia menjadi pelindung golongan hitam. kini engkau sudah muncul kembali dalam rimba persilatan. "Hiat Mo tidak berbuat demikian terhadap dirimu?" "Tidak-" Kwee In Loan memberitahukan. jabatanku sebagai ketua golongan hitam akan kuserahkan kepadamu." "Kalau begitu. "Mungkin dua tiga bulan lagi dia baru ke mari." "Terima kasih. Ha ha ha." Terima kasih atas penghargaanmu. Kalau engkau bertemu gadis itu.." Kwee In Loan tersenyum. Hiat Mojuga sudah berada di Tionggoan?" "Belum. dia bernama Ciu Lan Hio." "Ha ha ha" si Mo tertawa terbahak-bahak"oh ya" Kwee In Loan memberitahukan. Tiga tahun lalu gadis itu pernah muncul di sini." Kwee In Loan memberitahukan. " Hiat Mo punya seorang cucu perempuan yang cantik jelita. "Karena dia tidak mau terikat oleh suatu perkumpulan apa pun.. "Aku segera mencarimu untuk segera berunding tentang ini. Dia berpakaian merah. serahkan saja jabatan itu kepadanya" "Belum tentu dia berniat itu.. bagus" si Mo tertawa gembira." "Syarat apa itu?" "Aku harus mematuhi semua perintahnya. Ha ha ha». "Tentu. "Kelak gadis itu pasti akan membunuh kaum rimba persilatan golongan putih.." ucap si Mo dan bertanya.seandainya dia berniat menjadi ketua golongan hitam." "Karena itu. maka kita berdua harus menguasai rimba persilatan. sudah pasti golongan hitam akan berkuasa dalam rimba persilatan. ucap Kwee In Loan." Kwee In Loan tersenyum. "oh ya. tentunya engkau masih ingat." si Mo mengangguk- ." Kwee In Loan menggelengkan kepala."Kwee In Loan.." bisik si Mo "Bagaimana kalau kita mengangkatnya sebagai pelindung?" "Bagus Idemu ini sungguh tepat." "Betul" Kwee In Loan mengangguk"sebab Hiat Mo telah mempengaruhinya dengan semacam ilmu sihir-" "oh ya?" si mo menatapnya. bukan?" "Aku masih ingat. ternyata Hiat Mo sedang menciptakan seorang gadis pembunuh-" "Apa?" si Mo terbelalak"Menciptakan seorang gadis pembunuh-?" "ya-" Kwee In Loan mengangguk "Gadis itu adalah Tan Giok Cu. He he he»»" "Bagus. murid kesayangan yo sian sian. "Jadi gadis itu adalah cucunya?" "Betul. " Kalau begitu engkau menjadi wakil ketua bagaimana?" "Aku setuju." "Itu tidak jadi masalah." si Mo mengangguk"Kwee In Loan. "Tapi hanya satu syarat saja." si Mo manggut-manggut.

Lam Khie dan Pak Hong sudah menunggu di sana." "Percuma." Lam Khie mengangguk"Apa yang terganjal dalam hatimu? Bolehkan kami tahu?" tanya Tong Koay. "Biasanya engkau paling bersemangat dalam hal pertandingan ilmu silat kenapa hari ini malah tiada gairah? Apakah hatimu terganjel sesuatu?" "Ya. "si Mo" tegur Tong Koay sambil mema"ndangnya. "Hari ini aku tiada gairah untuk bertanding. mereka sudah sampai di puncak gunung Heng san." sahut sj Mo sambil tertawa. "oleh karena itu alangkah baiknya kita tunda dulu pertandingan kita. . "siapa orang itu?" "Dia adalah Yo sian sian." ucap si Mo sambil duduk."si Mo. "setelah kalian mulai bertanding. lama sekali barulah si Mo membuka mulut." "sampai di sana. " Bahkan kami pun bercakap-cakap-" "Bercakap-cakap tentang apa?" si Mo kelihatan ingin mengetahuinya. Pak Hong dan si mo saling memandang. "Ketika aku dalam perjalanan pulang ke mari." "Bertemu seseorang?" Pak Hong tercengang. "Baik. barulah aku muncul. "Kenapa engkau terlambat datang?" "Ada sedikit halangan." sahut Lam Khie. mari kita berangkat ke gunung Heng san sekarang Kita menggunakan ginkang agar tidak terlambat sampai di sana" ujar Kwee In Loan. Beberapa hari kemudian. karena itu aku punya usut." "Lho? Kenapa?" tanya TongKoay." Lam Khie menggelengkan kepala. "Engkau bertemu yo sian sian?" "ya. "selama ini kita selalu bertanding seri. si Mo melihat Tong Koay. ."Silakan duduk" "Terima kasih. aku akan langsung bersembunyi di suatu tempat Kwee In Loan memberitahukan." sahut Lam Khie "Apa?" si Mo terbelalak. "Aku yakin kita akan bertanding seri lagi hari ini" sahut Lam Khie sambil tersenyum. "Menurutku lebih baik kita bertanding sekarang saja. melesat pergi menggunakan ginkang. Bagaimana menurut kalian bertiga?" Tong Koay. aku justru bertemu seseorang." si Mo tertawa gelak. mereka berdua lalu. lima tahun kemudian barulah kita bertanding di sini. "AaaW""" Lam Khie menghela nafas panjang." "Kita habiskan mereka bertiga Ha ha ha. Begitu sampai di tempat tersebut. "Bagaimana cara kita bertanding?" "si Mo" Lam Khie tersenyum. sedangkan Kwee In Loan segera bersembunyi di suatu tempat. Maaf. maaf" "Tidak apa-apa.. Entah kalian setuju atau tidak?" "Usul apa?" tanya Pak Hong. kemudian memandang mereka seraya bertanya.." Lam Khie mengangguk dan menambahkan. si Mo terus melesat ke tempat itu. "Maka aku terlambat datang.

" Kalau begitu -" Lam Khie bangkit berdiri "Aku harus pergi sekarang untuk mencari Kwee In Loan. yang kemudian memandang si Mo dengan tidak mengerti"Si Mo Kenapa mereka pergi?" "Mereka tidak jadi bertanding hari ini.." "oh?" si Mo pura-pura bertanya"Betulkah itu?" "BetuL" Lam Khie melanjutkan. Namun ia bergirang dalam hati." Lam Khie memberitahukan. Dia punya hubungan apa dengan Lam Hai Lo Ni itu?" "Dia juga bilang.." Lam Khie menggeleng-gelengkan kepala. Di saat bersamaan. "Lam Hai Lo Ni?" si Mo tersentak. karena memperoleh informasi itu. bahwa Kwee In Loan sudah muncul dalam rimba persilatan. sedangkan Tong Koay bersungut-sungut dan mencaci"sialan tuh Lam Khie seharusnya kita bertanding hari ini. pak Hong. bagaimana pertandingan kita?" tanya si Mo"Ditunda saja.. "yo sian sian minta tolong kepadaku untuk disampaikan kepada Kwee In Loan. "Kwee In Loan berhasil melukainya. itu sungguh di luar dugaan Lalu kenapa engkau liada gairah untuk bertanding?" "sebab. dia pun segera meninggalkan kuburan tua itu..." Mendadak Pak Hong melesat pergi.. namun aku tidak tahu Kwee In Loan berada di mana" "oooh" si Mo manggut-manggut." "Lam Khie. engkau memang sialan Tunggu." "oh ya?" si Mo terbelalak dan bertanya. Pertandingan ditunda hingga lima tahun lagi-" . "Lam Hai Lo Ni itu adalah nenek dari ibunya..Rencananya untuk menghabiskan mereka bertiga pun menjadi sirna begitu saja." ujar Lam Khie"Kalian bertiga bersedia membantuku mencari Kwee In Loan untuk menyampaikan pesan ku?" "Baiklah-" Tong Koay mengangguk." "oh?" Wajah Si Mo tampak berubah"itu."Dia memberitahukan kepadaku. "oleh karena itu." sahut Lam Khie"Lima tahun kemudian kita bertemu di sini untuk bertanding-" Lam Khie langsung melesat pergi.. muncullah Kwee In Loan." "Berangkat ke mana?" "Ke Lam Hai-" "Ke Lam Hai?" si Ma mengerutkan kening seraya bertanya. " "Di memberitahukan kepadaku ingin menemui Lam Hai Lo Ni.seketika juga Pak Hong berseruseru"Tong Koay. si Mo Marl kita pergi mencari Kwee In Loan" Tong Koay melesat pergi.. aku harus pergi mencari Kwee In Loan untuk menyampaikan pesan dari yo sian sian.. "Mau apa dia ke Lam Hai?"." jawab Lam Khie. setelah Kwee In Loan pergi. Kini cuma tertinggal si Mo. malah harus menunggu lima tahun kemudian Betul-betul sialan Bahkan kita pun harus membantunya mencari Kwee In Loan Kita mana tahu wanita itu berada di mana?. "Sekarang yo sian sian berada di mana?" "Dia sudah berangkat.

" "Betul." si Mo manggut-manggut ." si Mo manggut-manggut." "Neneknya?" Kwee In Loan tertegun." si Mo mengangguk dan menambahkan.Mereka bertiga pergi mencarimu pula." si Mo memberitahukan. karena dalam beberapa tahun ini. itu bagaimana mungkin?" Kwee In Loan tidak percaya. aku harus terus berlatih Hiat Mo Kang. sulit bagimu membunuh mereka. Kalau tidak." "Hmm" dengus Kwee In Loan. "Kok aku sama sekali tidak tahu kalau Lam Hai Lo Ni adalah nenek dari ibunya? Mereka tidak menceritakannya. yo sian sian pasti akan mencarimu. Lam Khie dan Pak Hong.terus berlatih." "Pantas engkau tidak tahu" si Mo menghela nafas panjang lalu bertanya. bagaimana kalau bekas markas Hek Liong Pang kita jadikan markas golongan hitam?" "setuju." si Mo mengangguk. "oh ya" Kwee In Loan teringat sesuatu." "Itu bukan berarti dia tidak akan memberi petunjuk kepada yo sian sian mengenai ilmu silat. "Tak kusangka dia masih hidup. "saat itu dia pasti mati di tanganku." "ya." "oh?" Kwee In Loan mengerutkan kening."Lho?" Kwee In Loan terperangah"Kenapa begitu?" "Karena Lam Khie mendapat titipan pesan dari seseorang. "namun ketika engkau pergi mengambil obat peledak. di saat itulah dia meninggalkan kuburan tua ilu-" "Sialan" caci Kwee In Loan. bahwa Lam hai Lo Ni adalah neneknya." sahut si Mo sambil memandangnya." "Ngmm" Kwee In Loan manggut-manggut." "Heran" gumam Kwee In Loan. "Nenek dari ayah atau ibunya?" "Nenek dari ibunya. Dan dia malah minta bantuanku untuk mencarimu." "Apa?" Air muka Kwee In Loan tampak berubah"Dia kenal Lam Hai Lo Ni itu? Ada hubungan apa dia dengan biarawati tua itu?" "Katanya kepada Lam Khie. "Si Mo..Lalu dia titip pesan apa kepada Lam Khie?" "titipannya yaitu dia berangkat ke Lam Hai-" "Mau apa dia ke Lam Hai?" "Menemui Lam Hai Lo Ni." sahut Kwee In Loan. "Kuburan tua itu telah hancur berantakan. "Aku pun harus terus berlatih agar kelak dapat membunuh Tong Koay.. "Engkau memang harus. ". tidak mungkin yo Sian sian bisa meloloskan diri" "Memang. "Bagaimana kepandaian Lam Hai Lo Ni?" "Setingkat dengan Hiat Mo. "Me-mangnya ada apa? Kenapa mereka mencariku?" "Tentunya engkau tidak tahu.." "Beberapa tahun kemudian... ternyata yo sian sian belum mati. "Tapi sudah lama ia tidak mencampuri urusan rimba persilatan. "Itu.

tempat tinggal yo sian sian." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. Akan tetapi. dan bawa mereka ke Lembah Pek yun Kok" "Ya. Mereka berdua duduk." si Mo mengangguk Kwee In Loan melesat pergi menuju Lembah Pek yun Koksedangkan si Mo pergi mengumpulkan puluhan kaum golongan hitam yang berkepandaian tinggi dan diajaknya ke Lembah Pek yun Koksementara itu. engkau sudah tidak mengenali aku lagi?" seorang tua berpakaian sastrawan muncul di hadapannya. Begitu melihat orang tua itu.Tapi kuburan tua itu telah hancur tidak karuan.. tampak sosok bayangan berkelebat ke arahnya. Thio Han Liong sudah sampai di puncak gunung Ciong Lam san. giranglah Thio Han Liong.. ya kan?" "Tetap berada di bawah kepandaian Locianpwee. Dalam perjalanan. engkau berada di mana sekarang? Aku. "Aaaah-. sehingga membuatnya terus menghela nafas panjang." Thio Han Liong mulai menyantap ayam bakar itu." Usai bergumam. aku rindu sekali kepadamu. "siapa?" bentak Thio Han Liong sambil meloncat bangun." "oh?" Lam Khie tertegun. "Ha ha ha" Terdengar suara tawa.Lam Khie segera mengeluarkan dua potong ayam bakar. orang tua itu ternyata Lam Khie"Ha ha ha" Lam Khie tertawa gelak"Engkau bertambah besar dan tampan." "Apa yang telah terjadi?" "Entahlah. ia terus teringat kepada Tan Giok Cu.. "Haaah-. setelah itu ia pun mengeluarkan seguci arak. "Han Liong. aku akan berangkat ke Lembah Pek yun Kok" ujar Kwee In Loan.?" Mulut Thio Han Liong ternganga lebar"Perbuatan siapa ini? Bagaimana nasib Bibi yo?" Thio Han Liong berdiri termangu-mang u di depan reruntuhan kuburan tua tersebut. ia pun terbelalak karena melihat kuburan tua itu telah hancur berantakan. "Maksudmu kuburan tua itu?" "ya." sahut Thio Han Liong sambil tersenyum. "Engkau pergilah mengumpulkan kaum golongan hitam yang berkepandaian tinggi.. "Kenapa engkau berada di sini? &ngkau mau ke mana?" "Aku ingin ke gunung Bu Tong san." "Apa?" Lam Khie terkejut bukan main. sepotong diberikan kepada Thio Han Liong. begitu tiba di sana.la tak habis pikir siapa yang melakukan itu? Akhirnya dia mengambil keputusan untuk pergi ke gunung Bu Tong."Kalau begitu. dan langsung menuju ke kuburan tua. Pada waktu bersamaan." jawab Thio Han Liong memberitahukan. "engkau menyaksikannya?" . Tentunya kepandaianmujuga bertambah tinggi. "Adik manis.. "oh ya Di gunung ciong Lam san telah terjadi sesuatu. Thio Han Liong lalu duduk di bawah sebuah pohon. "Han Liong" Lam Khie memandangnya. "Locianpwee" panggilnya. "Makanlah" "Terima kasih.

"Tiga tahun yang lalu." Lam Khie mengangguk. "Bagaimana kalau aku menguji kepandaianmu sebentar?" "Baik. tentunya mampu menghadapi Kwee In Loan. yo sian sian pun segera meninggalkan kuburan tua itu." "Kok Locianpwee tahu tentang itu?" "Aku."Ya. " Ilmu silatmu sudah maju pesat." "Kalau begitu Bibi yo -" "Kwee In Loan berhasil melukainya. maka muncul lagi dalam rimba persilatan. "sungguh pintar Locianpwee. Thio Han Liong cepat-cepat berkelit. sedangkan kami ke gunung Heng san." Lam Khie menatapnya. Kalau dia tidak meninggalkan kuburan tua itu. "Engkau boleh balas menyerang. Locianpwee" "Bersiap-siaplah Aku akan mulai menyerangmu." "Kok Locianpwee tahu wanita itu bersembunyi di suatu tempat" tanya Thio Han Liong. Dia sudah berangkat ke Lam Hai. sekarang aku akan menggunakan ilmu andalanku" Mendadak Lam Khie menyerangnya dengan gerakan aneh- ." "Sungguh cerdik Locianpwee" "oh ya" Tidak lama lagi Hiat mo pasti muncul. Tapi. pasti mati terkubur di dalamnya. Nah." Thio Han Liong menggelengkan kepala." ujar Lam Khie sambil menghentikan serangannya. Kami yakin. Tapi Lam Khie sudah menyerangnya lagi secara bertubi-tubi." ujar Lam Khie dan mendadak menyerangnya. Dia yakin Kwee In Loan pasti kembali ke sana dan dugaannya itu tidak meleset. dan tak lama muncullah Kwee In Loan. engkau harus berhati-hati. "Bagus. Ketika wanita itu pergi.. maka engkau harus bersiap-siap bertanding dengannya. wanita itu bersembunyi di suatu tempat. kemungkinan besar kami sudah mati di puncak gunung Heng San. mengulur waktu sampai lima tahun kemudian Pada waktu itu. Entah siapa yang menghancurkannya. kepandaian Bibi yo pasti sudah tinggi sekali." Lam Khie menceritakan tentang itu. Wanita itu lalu ke Kwan Gwa (Luar Perbatasan) menemui Hiat Mo. wanita itu akan menghabiskan kami." "Betul. Thio Han Liong terus berkelit ke sana ke mari. "Pada waktu itu aku pergi duluan. kemudian menyusul Tong Loay dan Pak Hong. dan Pak Hong sudah berjumpa yo sian sian. Karena Kwee In Loan bersama Si Mo.. melainkan bersembunyi di atas pohon sekaligus mengintip ke arah Si Mo. Tong Koay.Kini dia telah berhasil menguasai ilmu Hiat Mo Kang. "Han Liong" Lam Khie memandangnya seraya ber-kata." sahut Lam Khie sambil menggelenggelengkan kepala. "Kalau kami tidak mengatur siasat itu. " "Pasti Kwee In Loan. yo sian sian mengalahkan Kwee In Loan. "Apakah kepandaianmu sudah tinggi sekali?" "Entahlah. jangan cuma berkelit.. Namun kami tidak pergi jauh... bagus" Lam Khie tertawa gelak karena kagum akan kemajuan Thio Han Liong." Thio Han Liong mengangguk"Aku memang dari sana. "Maaf" ucap Thio Han Liong dan mulai balas menyerang. "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut.

Lam Khie bangkit berdiri "Aku harus pergi ke suatu tempat untuk berlatih. Guru silat Lim dan Guru silat Tan saling bermusuhan Namun putra Guru silat Lim dan putri Guru silat Tan justru saling mencinta. kemudian menyajikan apa yang dipesankan Thio Han Liong.Apabila engkau kalah nanti. lama sekali barulah ia meninggalkan tempat ituBeberapa hari kemudian.la mampir di sebuah kedai teh.seorang pelayan langsung menghampirinya sambil tersenyum-senyum"Tuan Muda mau pesan apa?" "Teh wangi dan sedikit makanan ringan" sahut Thio Han Liong.Thio Han Liong tidak dapat berkelit.. maka engkau tidak perlu mengadu nyawa dengan Hiat Mo. "Engkau masih muda. tapi amat ramai." "Panggung apa?" "Panggung adu silat." Lam Khie menggeleng-gelengkan kepala. Pelayan segera menyajikan teh istimewa. Thio Han Liong termundur-mundur tujuh delapan langkah. kepandaian Hiat Mojauh di atas kepandaianku. sampai berjumpa lima tahun kemudian" "Locianpwee -" "Ha ha ha" Lam Khie tertawa gelak. berarti masih banyak kesempatan." "Han Liong" Lam Khie terwenyum.. Karena itu. engkau masih punya banyak waktu untuk berlatih. "Engkau masih bukan tandingan Hiat Mo." ujar Lam Khie sungguh-sungguh"Engkau tidak mampu mengalahkanku." "Baiklah. Pokoknya siapa yang dapat . "Ha ha ha"salah seorang tamu tertawa gelak"sung-guh lucu dan menggelikan sekali. "Han Liong.. Thio Han Liong sudah tiba disebuah kota kecil. sebab belum mampu mengalahkanku. maka terpaksa menangkis dengan ilmu Kiu Im Pek Kut Jiauw. mendadak muncul beberapa tamu berpakaian indahMereka duduk di sebelah Thio Han Liong. seharusnya Guru silat Lim dan Guru silat Tan jadi besan. Ketika pemuda itu mulai menghirup tehnya." sahut Thio Han Liong yang telah membulatkan tekad"Biar bagaimana pun aku harus -bertanding dengan Hiat Mo. "pelayan itu mengangguk. mungkin aku akan mengadu nyawa dengannya. lalu melesat pergiThio Han Liong termangu-mangu di tempat sambil menghela nafas panjang.oleh karena itu engkau jangan berlaku nekad-" "Terima kasih atas nasehat Locianpwee. tapi malah bertambah bermusuhan. Blaaam Terdengar suara benturan dahsyat. Guru silat Tan mendirikan sebuah panggung. Rupanya mereka adalah langganan kedai teh itu. bagaimana mungkin mampu mengalahkan Hiat Mo?" "Locianpwee. sedangkan Lam Khie cuma termundur dua tiga langkah. bagaimana mungkin aku dapat mengalahkan Kong Locianpwee?" ujar Thio Han Liong sambil menggeleng-gelengkan kepala"Engkau harus tahu." "Locianpwee berkepandaian begitu tinggi.

"Engkau.. sehingga membuatku tertarik sekali." "Bagaimana seandaianya seorang penjahat berhasil mengalahkan Tan pit suan?" "Sudah barang tentu Tan pit suan harus menikah dengan penjahat itu" "oh ya Apakah lelaki yang sudah berumur boleh ikut?" "Tentu tidak boleh." "oh ya. yang boleh ikut. tapi. seharusnya dia menyelenggarakan pesta pernikahan putrinya dengan putra Guru silat Lim itu. mereka berdua sangat cocok dan sepadan. Paman sekalian Aku mengganggu sebentar-" "Anak muda. Percayalah Panggung adu silat itu pasti mengundang banyak masalah. Mereka pasti muncul di kota ini untuk ikut bertanding dengan Tan pit suan. lebih baik engkau ikut bertanding saja. Thio Han Liong tertarik." "Aku bukan orang kota ini. namun orang tua mereka justru tidak mau menjadi besan." "Bagaimana aturannya?" "Lelaki yang berusia di atas dua puluh sampai empat puluh tahun." . Lim Peng Hie ikut bertanding juga?" "Itu sudah pasti-" "Di dalam kota ini tidak terdapat pemuda yang berkepandaian tinggi. "Guru silat Tan telah melakukan kesalahan besar. karena Nona Tan itu sudah punya kekasih" sahut Thio Han Liong. seharusnya sepasang sejoli itu dinikahkan saja..sebab ada aturannya." "oh?" salah seorang tamu tertawa." Thio Han Liong menggelengkan kepala "Aku hanya ingin menyaksikan keramaian saja-" "Engkau tidak mengerti ilmu silat?" "Mengerti sedikit. sedangkan Lim Peng Hie adalah pemuda tampan." "Kalau begitu. karena tidak seharusnya dia mendirikan panggung itu. Apa jadinya kalau Guru silat Tan punya menantu seorang penjahat? Bukankah kota kita ini akan berubah kacau balau dan tidak aman?" "yaaah Kita mau bilang apa?" Mendengar itu. "Tan pit suan merupakan gadis yang cantik jelita. "Maaf." "Betul. Dia pasti akan kehilangan jantung hatinya itu. Tadi aku mendengar tentang panggung adu ilmu silat itu. bahkan Guru silat Tan agak keterlaluan Puterinya sudah mencintai putra Guru silat Lim. sebaliknya malah senang bermusuhan.... Tapi yang belum punya isteri-" "oooh" "yang kukhawatirkan apabila para penjahat mendengar berita itu.mengalahkan putrinya. maka ia segera menyapa mereka sambil memberi hormat. dialah yang berhak menikahi putrinya itu.." "Aku tidak akan ikut bertanding. "Engkau ingin ikut bertanding dengan Nona Tan itu?" "Tidak. Tapi apabila muncul penjahat yang berkepandaian tinggi.. celakalah Lim Peng Hie.-" Para tamu itu terbelalak. "Aaaah " salah seorang tamu menghela nafas panjang. Guru silat Lim melarang putranya berpacaran dengan putri Guru silat Tan." "Memang. kecuali Lim Peng Hie." "Itu sungguh di luar dugaan.

"Berada di sebuah pulau. Thio Han Liong mengikuti petunjuk tamu itu.." "Terima kasih. akhirnya ke dua guru silat itu pun bermusuhan.. " Engkau ingin ikut bertanding esok?" "Tidak. "Tidak berpikir panjang dan jauh sama sekali dan gampang emosi. dia harus bertanggung-jawab penuh." jawab Thio Han Liong dengan jujur. Paman" ucap Thio Han Liong. "Anak muda" seorang tua berusia enam puluhan mendekatinya. Kalau kota kita ini kedatangan para penjahat. Walau besok baru dimulai pertandingan itu. tidak jauh dari sini. Padahal dia dan putri guru silat Tan sudah saling mencinta. Engkau akan melihat sebuah panggung. sebab guru silat Tan cukup kaya. yang kita khawatirkan akan muncul para penjahat Karena siapa yang dapat mempersunting putri guru silat Tan. Dia pun harus ikut bertanding." Mendengar percakapan itu. "Tamu itu memberitahukan. dari situ kira-kira puluhan depa. "Keluar dari kedai teh ini. "Engkau berasal dari mana?" "Tempat tinggalku jauh sekali. sehingga menimbulkan perkelahian." "oooh" Tamu itu manggut-manggut. tapi. "Terus terang." "Anak muda.. kemudian membelok ke kanan. panggung adu silat itu pasti akan mengundang banyak masalah-" "Betul. sehingga putra-putri mereka pun terbawa dalam permusuhan itu. Itu adalah risikonya. tentu akan hidup senang. pasti ikut bertanding esok-" "Kasihan sekali putra guru silat Lim.. sebab Thio Han Liong masih muda. maka segeralah ia duduk sambil memandang panggung itu. la segera membayar makanan dan minumannya." "Betul." "Betul. "Tidak punya dendam apa-apa.." "sebetulnya kedua guru silat itu punya dendam apa?" tanya Thio Han Liong. namun pikirannya sudah begitu matang. lalu pergi ke tempat itu. Kebetulan di situ ada tempat duduk kosong. Thio Han Liong menggelenggelengkan kepala. dan tak lama sudah sampai di depan panggung tersebut." Thio Han Liong mengangguk"oh ya di mana panggung itu?" "Di depan rumah Guru silat Tan. hanya saja para murid mereka sering saling mengejek." "Ke dua guru sifat itu masih bersifat seperti anak kecil." salah seorang tamu menatapnya dengan heran.. engkau ke kiri. " Entah siapa yang akan mempersunting putri guru silat Tan yang cantik jelita itu?" " Kalau aku mengerti ilmu silat." sahut Thio Han Liong sambil ."Betul. Paman Tua. tapi sudah banyak penonton berdiri di tempat itu "Ha ha ha" Terdengar suara tawa." "Tapi dia justru tidak punya pikiran." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala.

Dia adalah erangtua yang egois. "yaah" Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala." sahut orang tua itu memberitahukan... "Bagaimana seandainya salah seorang penjahat yang . kami adalah saudara seperguruan.menggelengkan kepala. "Itu bukan keramaian. namun tetap keras kepala." "oh?" Thio Han Liong menatapnya seraya bertanya"Paman Tua punya hubungan dengan Guru silat Tan?" "Dia adalah sutee ku. Ha ha ha " orang tua itu tertawa gelak"Anak muda." Thio Han Liong nyaris tertawa geli mendengar penjelasan yang panjang lebar itu. Paman Tua pasti mahir bersilat pedang. julukanku adalah sin Kiam Lojin (Orang Tua Pedang sakti). seharus-nya dia menikahkan putrinya dengan putra Guru silat Lim itu.. Tapi kenapa dia berani tidak mendengarnya?" "suteku itu." sin Kiam Lojin menggeleng-gelengkan kepala"Paman Tua juga tinggal di sini?" "Tidak." Orang tua itu tertawa gelak"Aku sudah menasehatinya.Cuma kebetulan ke mari. "Jawab Thio Han Liong dengan jujur." "Betul." ujar Thio Han Liong sambil menarik nafas panjang"Tidak salah. aku tinggal di-sebuah desa.. "siapa yang dapat mengalahkan Tan pit suan. yang rupanya sangat menarik sekali-" "Memang menarik. tapijuga akan menimbulkan kejadian lain. "Aku Kebetulan sampai di kota ini... "sejak kecil memang keras kepala.." "Anak muda" Orang tua itu tertawa. Betul Ha ha ha. "Kira-kira begitulah. "Aku hanya ingin menyaksikan keramaian saja. sebab mereka sudah saling mencinta. "Aku bernama Kwee Beng Kian. bahkan mengira orang tua tersebut telah pikun "Paman Tua adalah Suhengnya. melainkan pertandingan ilmu silat." orang tua itu menggeleng-gelengkan kepala. seharusnya dia mendengar nasehat Paman Tua." Orang tua itu memberitahukan.." "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut sambil tersenyum." tanya Thio Han Liong mendadak. tapi dia sama sekali tidak mau dengar. "Aku adalah suhengnya. tidak salah." "Kalau begitu." "Guru silat Tan sama sekali tidak memikirkan kebahagiaan putrinya." orang tua itu memberitahukan. "Guru silat Tan telah melakukan kesalahan." ujar Thio Han Liong sambil tersenyum. maka ke mari ingin menyaksikan pertandingan." "Paman Tua. bolehkah aku tahu namamu?" "Namaku Thio Han Liong.sin Kiam Loj ini Kwee Beng Kian Tersenyum"Anak muda engkau dari perguruan mana?" "Aku tidak punya perguruan. karena tidak seharusnya dia mendirikan panggung ini. Paman Tua pasti seorang pendekar yang amat terkenal ya kan?" "Tidak juga. Kini dia sudah berusia lima puluh lebih. dialah yang akan menjadi suaminya.

. Ha ha ha.. hanya ingin menyaksikan saja.." "Ngmmm" sin Kiam Lojin manggut-manggut "Aku percaya." "Kenapa aku?" "Engkau. "Aku sama sekali tidak kenal Lim Peng Hie. "Namaku Thio Han Llong.. "Tapi mungkin tidak akan muncul para penjahat.. "Guru sedang berbicara dengan siapa?" "Dengan seorang pemuda tampan.." "Guru.." "Engkau. "Dia ke mari ingin menyaksikan pertandingan esok" "oh?" Tan Pit suan mengerutkan kening "Dia juga ingin ikut bertanding?" . "Aku tidak ikut. perlahan-lahan menghampiri mereka. Ketika melihat Thio Han liong. Di saat itulah sin Kiam Lojin berdehem beberapa kali dan itu membuat Bun cin Cu tersentak sehingga wajahnya memerah"Engkau masih muda. gadis itu pun tercengang.. cepat kemari guru akan memperkenalkan kalian berdua" sahut sim Kian Lojin.. "guru.." "ooh" sin Kiam Lojin manggut-manggut. senyumannya membuat Bun cin Cu terpukau." sim Kiam Lojin tertawa gelak.berhasil mengalahkan Nona Tan? Apakah Guru silat Tan harus menerimanya sebagai menantu?" "Apa boleh buat Itu sudah merupakan risiko bagi suteku itu. "guru. "Ha ha ha.." "Mudah-mudahan begitu" ucap Thio Han Liong. kebetulan aku tiba di kota ini. "Guru sendiri yang linglung.. "Han Liong" sin Kiam Lojin memberitahukan. Aku pun tidak kenal dia" sahut Bun cin cu setengah berbisik. "Aku sudah bilang tadi.. tapi kenapa sudah linglung?" "Cin Cu..... "Dia muridku." sahut Thio Han Liong sambil tersenyum." Bun cin cu cemberut." Thio Han Liong menggelengkan kepala... "Adik Cin cu. "Engkau begitu memperhatikan masalah ini. berdebar-debarlah hati gadis itu. sebab berita tentang panggung ini tidak tersebar luas... Ketika melihat Thio Han Liong. engkau.." Di saat itulah muncul seorang gadis dengan wajah murung. tahu guru tahu Ternyata engkau. "Anak muda" sin Kiam Lojin menatapnya tajam.. ada apa? Kok gurumu tampak gembira sekali?" tanya Tan Pit suan." Muncul seorang gadis cantik jelita berusia sekitar tujuh belas tahun.. engkau ingin ikut pertandingan esok?" tanya Bun cin cu mendadak sambil memandangnya.. " Kakak Pit suan" Panggil Bun cin cu. jangan-jangan engkau adalah teman Lim Peng Hie?" "Bukan.." tanya sin Kiam Lojin sambil tertawa. sehingga memandangnya dengan mata terbelalak." sin Kiam Lojin menambahkan. aku. namanya Bun Gin cu. "eh? siapa pemuda itu?" "Dia bernama Thio Han Liong." "Nona Bun" Thio Han Liong segera memberi hormat kepada gadis itu. Gadis itu segera berlari-lari menghampiri orang tua tersebut.

. kemudian memandang Thio Han Liong seraya berkata. mendadak Bun cin cu mengayunkan kepalannya ke punggung Thio Han Liong. aku langsung memukul punggungnya. Pe-muda itu tahu akan serangan tersebut. kemudian memarahi sin Kiam Lojin.." "Hanya berbasa-basi saja?" Bun cin cu melotot.... sekarang punggungku tidak sakit lagi. Han Liong." ucap Bun cin cu." "Engkau.. kenapa engkau memukul punggungku?" "Maaf. "Aduh" jerit Thio Han Liong kesakitan. sekarang engkau ingin menguruti punggung pemuda itu? Pokoknya tidak boleh" "Guru.. "Eeeeh?" sim Kiam Lojin melotot.. karena ilmu silatku amat rendah-" "saudara Thio" Tan Pit suan tersenyum "Jangan merendahkan diri. tidak akan ikut bertanding. "Mungkin punggungnya masih sakit lho" "oh?" Bun cin cu segera memandang Thio Han Liong seraya bertanya. "Gara-gara kakak Pit suan berbasa-basi." "Nona Bun.. "guru yang jahat atau engkau yang macam.." jawab Bun cin cu.. "Masih sakit. Duuuk. "gara-gara guru jadi punggungnya sudah tidak sakit lagi." "kepandaianku tidak tinggi." Bun cin Cu cemberut. maka aku ingin menguji kepandaianmu.. putri kesayangan Guru silat Tan. "gadis ini adalah Tan Pit suan.."Katanya tidak.. "Tapi aku hanya.. Tadi kakak Pit suan bilang engkau berkepandaian tinggi. " guru pernah menyuruhmu menguruti punggung guru. "Kenapa guru jahat sekali?" "Guru jahat sekali?" sin Kam Lojin menatapnya.. " Nona Bun.. "Aku ke mari hanya ingin menyaksikan. "Terima kasih atas maksud baik Nona." Tan pit sun menggeleng-gelengkan kepala. "Nona Bun" ujar Thio Han Liong sambil tersenyum. Punggung Thio Han Liong terpukul. namun ia tetap diam karena tahu gadis itu sengaja menguji kepandaiannya. "Adik Cin cu" Tan pit Suan tersenyum. maaf. Aku yaktn engkau berkepandaian tinggi." Thio Han Liong menggeleng-geleng-kan kepala." (Bersambung keBagian 15) Jilid 15 . biar kuurut" ujar Bun cin Cu tanpa berpikir lagi." Bun cin cu membanting-banting kaki." "selamat bertemu Nona Tan" ucap Thio Han Liong sambil memberi hormat.." "Kalau begitu." Di saat bersamaan. tapi engkau tidak mau dengan mengemukakan berbagai macam alasan." "Apa?" Bun on cu terbelalak. punggungmu masih sakit?" "Aduuuh" Thio Han Liong langsung menjerit Namun hanya untuk mempermainkan gadis itu.macam? " "Guru. "Han.

Ternyata ia merasa tidak kuat menghadapi tatapan itu." sahut Thio Han Liong. kemudian menatap Thio Han Liong dengan tajam sekali. "Nona Bun masih punya ibu?" "Kenapa engkau menanyakan itu?" Guru silat Tan mengerutkan kening. "Ha ha ha" sin Kiam Lojin tertawa gelak. mungkin gadis itu sudah ditamparnya. muridku" "Suheng. "Kalau ibunya masih ada.." ujar Thio Han Liong sambil menatapnya.. muridku terlampau kumanjakan. "Anak muda. Kalau sin Kiam Lojin tidak berada di situ.guru berubah parau?" "Hm. dan itu membuat Guru Silat Tan tersentak. tentunya tidak akan ada masalah ini. maka menjadi tidak tahu aturan dan kesopanan. "Memangnya dia punya salah apa?" "Eeeh?" Guru silat Tan terbelalak"Kenapa engkau membelanya? Dia bukan kekasihmu. Namun ia amat kagum akan ketampanan Thio Han Liong." Wajah Bun cin Cu langsung memerah. "Seandainya Guru Silat Tan seperti Paman Tua. "Anak muda." "Paman Tua adalah guru teladan. kenapa Kakak Fit Suan tidak boleh membela urn Peng Hie." sahut Thio Han Liong. dan seorang tua berusia lima puluhan menghampiri mereka." Guru silat Tan melotot. aku yakin kini kita semua sedang minum arak kebahagiaan Nona Tan. "Ayah" Panggil Tan Pit Suan. "Paman Guru kok bentak-bentak dia sih?" tegur Bun cin cu." "Arak kebahagiaan apa?" Terdengar suara parau." "Tidak Pokoknya tidak" sahut Guru silat Tan."Pukul saja lagi punggungnya biar sakit" sahut Sin Kiam Lojin menggoda muridnya.. kekasihnya itu?" tanya Bun cin cu mendadak"Engkau -" Wajah Guru silat langsung berubah menjadi tak sedap dipandang.." "Mau apa engkau ke mari?" tanya Guru Silat Tan dengan kening berkerut-kerut." dengus Guru Silat Tan. "Guru mengada-ada saja" "Ha ha ha" sin Kiam Lojin tertawa gelak. " Guru silat Tan. "Kenapa suara Paman. "Paman guru" Panggil Bun cian Cu sambil melelerkan lidahnya. "sutee" sin Kiam Lojin tertawa"Usiamu sudah setengah abad lebih. ." Guru silat Tan mengangguk " Kalau begitu. siapa engkau?" "Guru Silat Tan" sahut Thio Han Liong memberi hormat "Namaku Thio Han Liong.. "Bukankah engkau bisa mengurut?" "Guru. tapi kenapa masih seperti anak kecil? sudahlah Batalkan saja pertandingan itu Aku bersedia ke rumah Guru silat urn untuk mendamaikan kalian. Thio Han Liong tersenyum sambil balas menatapnya.. bukan?" "Paman Guru" Bun on cu tersenyum. "pertanyaan yang amat bagus. aku boleh membelanya?" "Tentu boleh. " Kalau dia kekasihku. "Aku yakin ibunya sudah tiada-" "Diam" bentak Guru silat Tan.

Guru?" tanya Bun cin cu kaget"Engkau bakal menjadi murid durhaka.Ti-dak boleh bermalam di penginapan. "Kenapa engkau begitu tak tahu kesopanan?" "Paman Guru yang tak punya kasih sayang.." sahut Thio Han Liong.. "Kenapa engkau mau mengucapkan terima kasih kepada . cepatlah engkau enyah dari tempat ini" "Guru silat Tan. "Engkau. "Buat apa orangtua seperti itu." sahut Bun cin cu dengan suara rendah dan menambahkan." Thio Han Liong menghela-nafas"Guru" seru Bun cin cu mendadak"Mari kita pergi" "Lho? Kenapa?" tanya sin Kiam Lojin... bagaimana kalau engkau bermalam di rumah kami saja?" "Maaf" ucap Thio Han Liong menolak "Aku tidak mau menyusahkan Nona. pokoknya tidak usah bayar-" "Paman Tua -" Thio Han Liong menggelengkan kepala"Anak muda.. itu sama juga mengusir kita." "Baiklah-" Thio Han Liong mengangguk"Terima kasih." "Paman Tua -" "Pokoknya engkau harus bermalam di kamarku. "Paman gurumu mengusir Han Liong."Engkau mau ke mana?" "Mau pergi mencari penginapan. Kakak Fit suan pasti tidak akan menjadi begini. "Dasar orangtua tak tahu diri Kalau paman guru adalah ayahku pasti sudah ku." sin Kiam Lojin terbelalak. " Guru penuh pengertian dan kasih sayang. "saudara Thio" Tan Pit suan tersenyum"Rumah kami amat besar dan banyak kamarnya.." Wajah Guru silat Tan merah padam saking gusarnya... "Aku mau mohon pamit... berarti engkau pemuda kurang ajar. bagaimana mungkin aku akan menjadi murid durhaka?" "oh..Lebih baik aku bermalam di penginapan. ya?" sin Kiam Lojin tertawa. Guru" ucap Bun cin cu dengan wajah berseri-seri"Eeeeh?" sin Kiam Lojin tercengang. dan akhirnya ia meninggalkan mereka. Kalau bibi guru masih hidup. "Paman Tua" Mendadak Thio Han Liong memberi hormat."jawab sin Kiam Lojin sambil menggeleng-gelengkan kepala" Guru" Bun cin cu tersenyum. sampai jumpa esok pagi" "Eh? Anak muda. tapi kenapa kita yang harus pergi?" "Paman guru mengusir Han Liong." sahut Bun cin cu dengan berani. Ayohlah Mari kita pergi" desak Bun cin cu.. "Huh" dengus Bun cin cu." "Celaka" seru sin Kiam Lojin mendadak"Apa yang celaka." "Ha ha ha" sin Kiam Lojin tertawa"Bagaimana kalau engkau tidur di kamarku." tegas sin Kiam Lojin.."Kalau engkau tidak menurut.. "cin Cu" Guru silat Tan menatapnya tajam.."Anak muda." "Apakan?" tanya sin Kiam Lojin cepat "Aku aku minggat dari rumah.

" Sin Kiam Lojin melotot.. "Kalau sifat ayahku seperti gurumu. Lim Peng He adalah anak yang berbakti terhadap orangtua... "Bagaimana aku. sebab dia yakin suatu hari ayahnya pasti merestuinya. Wajah Bun cin cu tampak cerah.. guru pasti menyuruh Han Liong menghajarmu Ha ha ha.. dia. "Engkau dan Lim Peng Hit sudah saling mencinta. "Dia tidak mau menjadi anak durhaka. "Eh? Engkau.. kalau dia tidak jatuh hati kepadaku?" "Ya.." "Kalau begitu. "Maka engkau tidak boleh terlampau agresif...." Bun cin cu tampak tersipu." "Kakak Pit Suan. "Kakak Pit suan.. Ke dua gadis itu duduk di pinggiHempat tidur sambil mengobrol. "Guru menghendaki aku mau apa?" sahut Cin cu... dia tidak akan mau minggat bersamaku." "Jadi engkau mau apa kalau dia bermalam di sini?" tanya Sin Kiam Lojin mendadak. guru akan menyuruh Han Liong bermalam di penginapan saja" "Guru" Bun cin cu cemberut. "Kalau engkau berani kurang ajaHerhadap guru.. "Ha ha ha" sin Kiam Lojin tertawa gelak." Tan pit Suan menghela nafas panjang. lagipula. bagaimana menurutmu mengenai Thio Han Liong?" "Dia adalah pemuda tampan dan kelihatan amat baik pula. "Aaah. "Karena guru berhasil membujuk Han Liong bermalam di sini. dia tidak bersungguh-sungguh mencinta imu." bisik Bun cin Cu sungguh-sungguh.." Tan pit Suan menggeleng-gelengkan kepala." Bab 30 Pertandingan di Atas Panggung Bun cin cu tidur di kamaHan pit Suan.." "Kakak Pit suan" wajah Bun cin cu tampak murung." "Kenapa?" "Engkau sudah jatuh hati kepadanya?" "ya. tentunya aku tidak akan menderita begini. "Hanya saja ilmu silatnya masih rendah. kenapa engkau tidak mau minggat bersamanya?" "Adik Cin Su. mudah-mudahan" ucap Bun cin cu dan bertanya.guru?" "Karena. kita masih belum tahu-" Tan pit suan menatapnya.." "Hmm" dengus Bun cin cu dingin"Kalau begitu. bahkan dengan segenap hati pula." "Tapi bagaimana kalau dia tidak mengetahuinya?" "Maksudmu?" "Dia sudah jatuh hati kepadamu atau tidak. "Engkau harus tahu."jawab Tan Pit suan memberitahukan.." "Dia bersungguh-sungguh mencintaiku. "Mulutmu tajam sekali Baik. Tapi" Tan pit suan menghela nafas panjang. sudah Memangnya masih mau apa?" "Aku aku akan bersedih sekali" . tapi sebaliknya wajah Tan pit Suan justru murung sekali.

membuatnya sulit pulas. aku. semuanya sudah berkumpul di depan panggung. "Itu baru bisa membuat cinta menjadi indah dan suci murni. sebab engkau belum tahu bagaimana hatinya. bahkan engkau pun belum tahu identitasnya." "Kakak Pit suan" Bun cin cu menggelengkan kepala. Rasanya aku tidak mau berpisah dengannya. tapi tidak boleh jatuh cinta."Adik Cin cu" Tan pit Suan tersenyum getir. "Terus terang.. "Pada-hal engkau dan dia baru kenal hari ini." Tan pit Suan menghela nafas. sebab esok pagi aku harus bertanding" "Kakak Pit suan. "Adik Cin cu. "Adik Cin cu" Tan pit suan tersenyum. "Engkau akan mengetahuinya nanti. engkau boleW tertarik kepadanya." "sudahlah" Tan Pit suan menepuk bahunya. itu akan membuatmu menderita. sedangkan yang tua tertawa-tawa. "Engkau akan mengerti nanti-" " Aku jadi bingung. aku aku sudah jatuh cinta kepada Thio Han Liong. yang muda terus berbisik-bisik. engkau harus ingat. "Sudah larut malam.-. engkau tidak boleh begitu cepat jatuh cinta kepadanya. lalu merebahkan dirinya. karena wajah Thio Han Liong terus muncul menggoda. "Mari kita tidur. cinta itu memang pahit ya?" Bun cin cu menggeleng-gelengkan kepala"Aku. aku jadi takut lho" "Sesungguhnya cinta itu amat indah. "Aku tidak mengerti maksudmu-" "Adik Cin Gu" Tan pit suan tersenyum getir lagi. kemudian sepasang matanya memandang jauh sekali seraya menjawab." "Kakak Pit suan" bisik Bun cin cu. kami pasti. -ooo00000ooo Bukan main ramainya suasana di depan rumah Guru silat Tan pagi itu. "Kalau dia tidak dapat mengalahkannya. cinta itu perlu pengorbanan" ujar Pit Suan "Tidak bisa egois. gadis itu sama sekali tidak bisa pulas." "terima kasih atas nasihat Kakak.. " "Pasti apa?" Tan pit suan tersenyum getir." "Kakak Pit suan." ucap Bun cin cu. Baik yang tua maupun yang muda. bagaimana aku dengan Peng Hie? Aaaah. namun harus bersungguh-sungguh dan harus dengan segenap hati pula-" Tan pit suan menjelaskan. tidak sewajarnya engkau sudah jatuh cinta kepadanya. " "Adik Cin cu. oleh karena itu. Akan tetapi. "Baru satu hari engkau kenal dia. "Heran?" bisik salah seorang pemuda- . bagaimana kalau ada pemuda lain yang berhasil mengalahkanmu?" tanya Bun cin cu mendadak"Tentunya urn Peng Hie harus mengalahkannya pula." "Cintamu terlampau cepat bersemi." "Oooh" Bun cin Cu manggut-manggut." "Kakak Pit suan." sahut Tan Pit suan. mari kita tidur" "Baik"" Bun cin cu mengangguk.

sehingga menimbulkan tawa di sana sini."Kenapa Lim Peng Hie masih belum kelihatan? Mungkinkah Guru silat Lim melarangnya ke mari?" "Mungkin. "Putriku bernama Tan Pit suan. tapi engkau malah berpikiran yang bukan-bukan. buah jantung hatinya. Dengan wajah murung sekali. "Aku mohon petunjuk" "Silakan menyerang duluan" Tan pit suan menatapnya tajam. "Baik. Kemudian ia berkata dengan suara merdu"siapa yang ingin bertanding denganku silakan naik" "Nona Tan" Terdengar suara seruan. Kalau tidak.dia pasti sudah berada di sini. tampak seorang pemuda meloncat ke atas panggung itu. Guru silat Tan sudah meloncat ke atas panggung itu. "Hei Engkau sudah punya cucu kok masih tidak tahu diri?" tegur seseorang sambil tertawa"Eeeh?" Wajah orang itu langsung memerah"Engkau kok usil membuka rahasiaku sih?" "Gadis itu boleh menjadi anakmu. la mengenali pemuda itu yang sering menggodanya. masih harus mengalahkan penantang lain. barulah resmi menjadi menantuku" seketika juga terdengaHepuk sorak yang riuh gemuruhPutri Guru silat Tan begitu cantik jelita." Pemuda itu mengangguk." " Lihat tuh Putri Guru silat Tan sudah meloncat ke atas panggung" seru seorang dengan mata terbelalak"Wuah Bukan main cantiknya" Tan pit suan memang sudah meloncat ke atas panggung. gadis itu memberi hormat ke empat penjuru." Tidak salah. percuma engkau ikut" "Kenapa?" "Ilmu silat gadis itu tinggi sekali. Engkau pasti roboh di tangannya-" Terdengar percakapan itu. sekaligus menengok ke sana ke mari. siapa yang tidak mau mempersuntingnya? "sayang sekali usiaku sudah empat puluh lebih." sahut Tan Pit suan. lalu mulai menyerangnyaAkan tetapi.la memandang para penonton seraya berkata dengan suara lantang. melainkan mengadu silat. sebab orang yang mengatakan ingin ikut itu sudah tua. engkau pasti dihajarnya. maka sudah barang tentu . sudah saling mencinta tapi tidak bisa menikah-" "TUh Guru silat Tan sudah naik ke atas panggung." "Bukan mengadu keberuntungan.. Betapa kecewanya karena tidak melihat Lim Peng Hie. "Nona Tan" Pemuda itu memberi hormat. kini sudah dewasa maka harus menikah Karena itu. belasanjurus kemudian pemuda itu sudah tertendang ke bawah panggung. Kalau Guru silat Tan tahu. aku mendirikan panggung ini untuk mengadu ilmu silat siapa yang berhasil mengalahkan putriku. sungguh kasihan mereka berdua. "Aku ingm mengadu keberuntungan. dialah yang berhak menikahi putriku pula Tapi harus bujangan yang berusia dua puluh sampai empat puluh tahun setelah berhasil mengalahkan putriku. kalau tidak." "Engkau ingin ikut bertanding dengan gadis itu?" "Ha ha Engkau mengerti ilmu silat?" "sedikit-" "Kalau begitu. namun mengaku baru berusia empat puluh lebih.

pemuda itu sudah terpukul jatuh ke bawah." "Aku yakin mereka berdua tidak akan bertanding dengan sungguh-sungguh alangkah baiknya mereka berdua saling mencium di atas panggung" "Jangan berisik Lihat tuh wajah Guru silat Tan sudah berubah tidak karuan sekali." Terdengar suara seruan para penonton. bagaimana mungkin jadi mak comblang sih?" sahut Bun cin cu. tampak seorang pemuda meloncat ke atas panggung. kecuali hanya kekasihnya itu. "seharusnya mereka berdua bertanding di atas tempat tidur. . "Ha ha ha" sin Kiam Lojin tertawa gelak "sutee. para penonton mulai berkasak-kusuk sambil tertawa-tawa.. dan itu sungguh merupakan kejadian yang janggal. sedangkan sin Kiam Lojin duduk bersama Guru silat Tan. Tanpa menoleh lagi ia langsung meninggalkan tempat itu. Para penonton mulai bersorak-sorai sambit ber-tepuk-tepuk tangan dan di antara penonton ada pula yang berseru-seru. mereka berdua merupakan pasangan yang serasiAku bersedia jadi mak comblang." Bun cin cu menganggukDi saat mereka bercakap-cakap. sementara Thio Han Liong menonton pertandingan itu sambil menggeleng-gelengkan kepala. " Kelihatannya tiada seorang pemuda pun yang mampu mengalahkannya. mungkin dia akan naik ke panggung menghajar Lim Peng Hie" sementara Lim Peng Hie sudah memberi hormat kepada Tan Pit suan.Di saat bersamaan. Ternyata pemuda yang baru meloncat ke atas panggung itu adalah Lim Peng Hie. "Han Liong" tanya gadis itu "Bagaimana menurutmu mengenai ilmu silat Kakak Pit suan?" "Cukup tinggi. kekasih Tan pit suan.para penonton menertawakan nya. sudah berani naik ke atas panggung DasaHak tahu diri" ejek salah seorang penonton. "Dari pada kalian bertanding di atas panggung. "Lim Peng Hie" "Lim Peng Hie. terdengarlah suara seruan yang amat menggetarkan hati Tan pit suan.. lebih baik kalian bertanding di atas tempat tidur Itu lebih asyiik lho" "Betul" sambung yang lain. "Jangan main jotos-jotosan. "Nona Tan. Karena itu. Bun cin cu duduk disebelahnya. sepasang kekasih itu akan bertanding di atas panggung. mereka terus bertanding." " Guru adalah lelaki. bukan di atas panggung." "Betul. Tapi hanya dalam belasan jurus.. alangkah baiknya main ciuman saja" Lim Peng Hie dan Tan pit suan sama sekali tidak menghiraukan seruan-seruan konyol itu. setelah itu mereka mulai bertanding. " Hanya memiliki ilmu silat cakar ayam. Bukan main malunya pemuda itu." sahut Thio Han Liong sambil tersenyum. aku mohon petunjuk" seorang pemuda tampan meloncat ke atas panggung.

apakah aku boleh mempersunting putrimu?" "Tentu." ujar sin Kiam Lojin." sahut Bun cin Cu. "Kalau Guru mau jadi mak comblang. engkau memang cukup cantik. Tampak seorang lelaki berusia lima puluhan bergegas-gegas menuju ke panggung. seorang pemuda meloncat ke atas panggung lalu menatap Tan Pit Suan dengan penuh perhatian."Mungkin saja. Aku ingin bertanding. siapa yang berani melarangnya?" "Paman guru pasti berani menolak. "Akan bertambah ramai nih" "Ayah " sahut Lim Peng Hie dengan wajah murung."Anak muda" tanya sin Kiam Lojin mendadak"siapa engkau dan siapa gurumu?""Aku bernama Losun An. "Aku gurunya.. "sobat" tegur pemuda itu. engkau terlambat. kemudian berkelebat sesosok bayangan ke atas panggung. "Guru Silat Tan tidak boleh ingkar janji" "Sutee. "Guru Silat Lim" seru salah seoarang penonton. "Ngmm" Pemuda itu manggut-manggut." "Kawan. "Lim Peng Hie sudah menang." "Peng He" Terdengar suara seruan." sahut Lim Peng He." sahut pemuda itu sambil membusungkan dadanya." sahut guru silat Tan. namun sikapnya agak kurang ajar." "Ha ha ha" Pemuda itu tertawa gelak. kalau aku berhasil mengalahkan pemuda ini. "Belum terlambat. Lim Peng Hie berhasil menepuk punggung gadis itu." sahut Lim Peng Hie sambil tersenyum. "Bagaimana? Engkau tidak berani bertanding denganku?" "Kenapa tidak?" sahut Lim Peng Hie "Ayoh. "Peng Hie. Guru silat Tan" Pemuda tersebut mengangguk.. sebab aku masih berhak bertanding denganmu. "Guruku adalah -" "Ha Ha ha" Terdengar suara tawa yang parau. cepatlah engkau turun Ayah akan menjodohkanmu dengan gadis lain yang jauh lebih cantik dari gadis itu" "Ayah "" Lim Peng Hie menggeleng-gelengkan kepala. tentu." ujaHan pit Suan dengan wajah kemerah-merahan. "Tidak bisa Pokoknya tidak bisa" Guru Silat Tan tampak gusar sekali. Sementara pertandingan di atas panggung masih terus berlangsung.julukanku Bu Ceng Kui (setanTanpa Perasaan)" "Haah?" Bukan main terkejutnya sin Kiam Lojin dan Guru . Di saat kesempatan. kemudian memandang Guru silat Tan seraya berkata"Tan Kauwsu. "Nona Tan.." Sin Kiam Lojin memandang Guru Silat Tan. "Aku mengaku kalah. maka berhak menikah dengan gadis itu" terdengar Seruan para penonton. " Hajar saja pemuda itu" "Baik. "terima kasih. "Aku sudah memenangkan pertandingan ini. Puluhan jurus kemudian. mari kita mulai sekarang?" "TUnggu" ujar pemuda itu.

cepatlah engkau main-main dengan gadis itu siapa berani turut campur." sahut Bun cin cu sambil menghela nafas panjang. yang juga terkejut sekali ketika mengetahui tokoh golongan hitam itu.. "Ha ha ha" Lo Sun An tertawa gelak. lalu mendadak menyerang Lim Peng Hie. akan tetapi dengan gampang sekali Lo sun An berkelit." "Ahhhh" Guru silat Tan menghela nafas panjang. mari kita pergi" "Tidak. Betapa gusarnya Tan pit suan. "Peng Hie pasti celaka. mari kita pulang" Guru silat Lim menarik putranyaTapi Lim Peng Hie meronta. sementara Thio Han Liong terus mengerutkan kening." Mulut Lim Peng Hie masih mengeluarkan darah"Peng Hie." "gurumu tidak sanggup melawan Bu Ceng Kui?" "Tidak sanggup. Gadis itu langsung menyerangnya. guru pasti membunuh mereka" "Terima kasih. kini Bu Ceng Kui justru muncul di sini." Wajah Guru silat Tan sudah mulai berubah"Sutee" sin Kiam Lojin menggeleng-gelengkan kepala." Thio Han Liong mengerutkan kening.sudah lewat puluhan jurus. engkau terluka?" "Ayah. lalu berseru. kepandaiannya tinggi sekali. Di saat itulah Guru sitat Lim meloncat ke atas panggung. "Engkau yang cari urusan. Kita tidak sanggup melawannya. aku akan menghajarnya " Duuuk Dada urn Peng Hie terpukul. dan setelah itu ia pun membantu Tan pit suan menyerang Lo sun An..la terhuyung-huyung ke belakang dan mulutnya mengeluarkan darah segar." "Anak durhaka engkau" Guru silat Lim gusar bukan kepalang. Guru. "Peng Hie" Tan pit suan segera mendekatinya. "Biar harus mati pun aku tidak akan meninggalkan pit Suan.. " Celaka" gumam sin Kiam Lojin dengan wajah agak pucat. "Ha ha ha" Bu Ceng Kui tertawa gelak"Muridku." "Suheng. Mereka berdua sama sekali tidak menyangka tokoh golongan hitam itu akan muncul di situ bersama muridnya"Peng Hie" teriak Guru silat Lim. "Ha ha ha" Lo sun An tertawa gelak.silat Tan. "Nona Tan" Lo sun An mencegahnya. kemudian memperhatikan pertandingan itu. sedangkan . BuuukBuuuk Punggung Lim Peng Hie terpukul. "Peng Hie. kini Lim Peng Hie mulai berada di bawah angin. bahkan sekaligus memeluknya. "guru Silat Tan. "Kepandaian Bu Ceng Kui itu amat tinggi. dan mendadak badannya bergerak cepat sambil menggerakkan sepasang tangannya. "Cepat turun. Ayah" Lim Peng Hie berkeras. la tidak kenal Bu Ceng Kui itu "Nona Bun" tanyanya dengan suara rendah"siapa Bu Ceng Kui itu?" "Dia adalah tokoh golongan hitam. "Aaah" jerit Lim Peng Hie.." ucap Lo sun An.

"Pit suan. engkau memang mau cari mati" "Bu Ceng Kui" sela sin Kiam Lojin. "uaaakh " "Peng Hie" Guru silat Lim segera mendekatinya. "Hari ini aku akan membunuh lagi He he he " "Celaka" seru Bun cin cu. Walau dikeroyok tiga orang. "Celaka Celaka" seru Bun cin cu lagi." Tidak salah. Guru Silat Tan segera turun tangan membantu sin Kiam Lojin. "engkau ingin turut campur urusan ini?" "Apa boleh buat" sahut sin Kiam Lojin. engkau berani menipu muridku? Hm Kalau begitu. kalian bertiga boleh melawanku" "Bu Ceng Kui" sahut Guru silat Tan.. "Kakak Pit suan" tanya Bun cin cu. "Bagaimana lukanya? Apakah parah sekali?" "Entahlah-" Tan Pit suan menggelengkan kepala." Bun cin cu terbelalak"Engkau mahir ilmu pengobatan?" "Sedikit. Bu Ceng Kui sama sekali tidak . maka aku harap " "Guru silat Tan" ujar Bu Ceng Kui." "Ha ha ha" Tampak sosok bayangan berkelebat ke atas panggung. engkau sin Kiam Lojin" Bu Ceng Kui mengerutkan kening. maka putrimu harus menikah dengan muridku Engkau jangan ingkar janji" "Tidak" teriak Tan Pit suan. "Ayah ." Tan Pit suan menangis terisak-isak"gara-gara Ayah. Sin Kiam Lojin sudah mulai bertarung dengan Bu ceng Kui. Di saat bersamaan. Begitu Tan pit suan memapah Lim Peng Hie. begitu pula guru silat Lim. bagaimana ini?" "Tenang" sahut Thio Han Liong sambil memperhatikan panggung itu.. "Han Liong. yang tidak lain adalah Bu Ceng Kui. bagus" Bu Ceng Kui menatap mereka dengan dingin sekali." sahut Thio Han Liong sambil memandang ke arah panggung. Pertarungan di atas panggung itu semakin menegangkan." "Han Liong. "Bagus. urusan jadi begini. pokoknya tidak" "He he he" Bu Ceng Kui tertawa terkekeh-kekeh. tidak apa-apa. "Kalian bertiga ingin mengeroyok muridku? Baik. "Guru silat Tan. Bun cin cu dan Thio Han Liong cepat-cepat mendekatinya. "Engkau jangan emosi" "oh. "Kita tidak bermusuhan.. "Guruku mulai bertarung dengan Bu ceng Kui. kemudian tersenyum seraya berkata. Thio Han Liong segera memeriksa Lim Peng Hie. "Aku tidak akan menikah dengan muridmu. Mereka bertiga mengeroyok Bu Ceng Kui. "Muridku sudah berhasil mengalahkan pemuda itu. "Lukanya tidak begitu parah. engkau tidak apa-apa?" tanya Guru silat Tan. "uaaaakh" Mulut Lim Peng Hie menyemburkan darah segar. Guru silat Tan dan sin Kiam Lojin juga meloncat ke atas panggung.Tan pit suan terdorong ke belakang.

ia harus menghentikan pertarungan itu. tentunya tidak dapat melakukannya.seberalah ia melesat ke atas panggung seraya berseru"Berhenti Berhenti" suara seruannya begitu keras menggetarkan jantung." "Siapa gurumu?" "Aku tidak punya guru. Tan dan sin Kiam Lojin pasti celaka di tangan Bu ceng Kui. sebab Thio Han Liong sekali melesat sudah sampai ke atas panggung. kemudian Lim Peng Hie bertanya. aku tidak begitu mengenalnya.oleh karena itu. Tan pit suan dan Lim Peng Hie juga terkejut bukan main. hanya belajar sedikit ilmu silat dari ayahku." sahut Thio Han Liong." jawab Tan Pit suan. Kalau pemuda itu tidak memiliki ginkang tinggi. sebab kalau pertarungan itu diteruskan. melainkan mendamaikannya. "Kapan dia datang?" "Kemarin. siapa engkau?" "Namaku Thio Han Liong. "cianpwee dari golongan hitam.Sebaliknya malah pengeroyoknya yang kelihatan terdesak"He h e h e" Bu Ceng Kui tertawa terkekeh-kekeh"Kalian bertiga harus mampus Harus mampus" Thio Han Liong mengerutkan kening. yang berjarak dua puluh depa lebih. "cianpwee" ujar Thio Han Liong dengan sungguh-sungguh"Mereka bertiga bukan tandingan cianpwee.Tahukah engkau siapa aku?" "Aku dengar cianpwee adalah Bu Ceng Kui." jawab Thio Han Liong sambil tersenyum dan menambahkan."" sementara Bun cin cu terus memandang ke arah panggung dengan penuh perhatian. yang paling terkejut adalah Bun cin cu. maka membuat mereka berhenti bertarung." "oh?" Bu Ceng Kui menatapnya dalam-dalam"siapa ayahmu?" "Ayahku bernama Thio Ah Ki-" "Hm" dengus Bu Ceng Kui- . "Tidak ada gunanya kalian bertarung. "Pit suan. "Apa artinya kalian bertarung? Akhirnya pasti terluka parah" "He he he" Bu Ceng Kui tertawa terkekeh. "Engkau berani mencampuri uruan kami?" "Bukan mencampuri. siapa pemuda itu?" "Dia ke mari ingin menyaksikan pertandingan. "Anak muda. tertegunlah Guru silat Tan dan sin Kiam Lojin. nyalimu sungguh besar berani memberi nasihat padaku. "Maaf." "Anak muda" bentak Bu Ceng Kui. Ketika melihat Thio Han Liong. Maaf" ucap Thio Han Liong setelah berada di atas panggung. begitupula Guru silat Lim dan Bu ceng Kui. Guru silat urn. namun hatinya ber-kebat-kebit tidak karuan. bukan?" "Betul Maka aku harus membunuh mereka" sahut Bu Ceng Kui dan siap menyerang mereka.tampak terdesak. melainkan aku yang akan bertanding dengan cianpwee-" "Apa?" Bu Ceng Kui terbelalak"Anak muda.

Dalam sepuluh jurus engkau pasti roboh di tanganku" "Apa?" Betapa gusarnya Lo sun An mendengar ucapan itu.. "Muridku.Kalau dia tidak berisi. Blaaam Lo sun An terpental beberapa depa. serangan itu membuat Lo sun An terpaksa meloncat ke belakang." sela Lo sun An. lalu roboh dengan . "Aku bukan Hweeshio. "Jurus pertama" Ternyata Thio Han Liong menyerangnya dengan ilmu siauw Lim Liong Jiauw Kang." sahut Thio Han Liong. Mereka bertiga seaera meloncat turun." ujar Bu Ceng Kui. aku tidak akan segan membunuhmu" "Guru. aku pasti menyembah di hadapanmu" "Itu tidak perlu. Guru Silat Lim dan Paman Tua" ujar Thio Han Liong kepada mereka. ternyata engkau pembual" "Aku bukan pembual. Kelihatannya pemuda itu ingin membunuh Thio Han Liong. Lo sun An sudah mulai menyerang Thio Han Liong dengan sengit sekali." ujar Thio Han Liong sambil mengelak serangan yang dilancarkan Lo Sun An. setelah itu." "o" "Tapi. "Tenanglah. Kong Ti seng Ceng dan siauw Lim sam Tiang lo. "Engkau bukan tandinganku. Dengan cepat sekali Thio Han Liong berkelit. sebab mengenali ilmu itu." "Tenang" sahut sin Kiam Lojin."Aku tidak kenal ayahmu Kalau engkau tidak mau enyah sekarang." Benar." "Apa?" Bu Ceng Kui terbelalak"Ha ha ha Anak muda. Tapi aku kenal Kong Bun Hong Tio. tapi malah menangkis sehingga terdengar suara benturan keras. "Guru yakin dia tidak omong besar. Bu Ceng Kui terperanjat bukan main. "siauw Lim Liong jiauw Kang? Anak muda. "Guru.." sin Kiam Lojin terbelalak.." "Diam Mereka sudah mulai bertarung. kemudian balas menyerang seraya berseru." sahut Thio Han Liong sambil tersenyum. Guru. seha-rusnya ia berkelit. guru pasti membunuhnya" "ya. Bun cin cu sebera mendekati sin Kiam Lojin. bagaimana mungkin aku murid siauw Lim Pay." "Percuma. "jurus ke dua" teriaknya... Paman Tua" Thio Han Liong tersenyum." Thio Han Liong tersenyum. Justru Lo sun An telah melakukan kesalahan.. engkau. " Lebih baik kalian menonton di bawah. muridnya.." Lo sun An mengangguk"Guru Silat Tan. Han Liong.. tentunya tidak akan berani omong begitu. "Cepat hajar dia siapa berani turut campur. "Biar aku yang menghajarnya. ia mulai balas menyerang dengan ilmu Kiu Im Pek Put Jiauw yang sangat ganas dan lihay itu. aku akan bertanding dengan pemuda itu" "Han Liong. engkau murid siauw Lim Pay?" tanya Bu Ceng Kui. "Hei Kalau engkau dapat merobohkanku dalam sepuluh jurus.

. "Thay Kek Kun?" "Betul. Bukan main terkejutnya Bu Ceng Kui. kemudian mendekati Thio Han Liong selangkah demi selangkahThio Han Liong segera mengerahkan Kiu yang sin Kang. Bu Ceng Kui terus menatapnya dengan tajam. karena ia tahu akan terjadi pertempuran dahsyat. "Tapi aku mahir ilmu Thay Kek Kun. "Engkau. "si Mo sendiri masih tidak dapat membunuhku.mulut mengeluarkan darah. " Guru silat Tan. Di saat bersamaan. "Aku sendiri pun tidak tahu pemuda itu berkepandaian begitu tinggi." Wajah Lo sun An pucat pias. aku tidak menyangka di tempatmu ini terdapat seorang pendekar muda yang begitu lihay." sahut sin Kiam Lojin sambil menggeleng-gelengkan kepala. badan Thio Han Liong justru bergerak lemah gemulai bagaikan gadis menari. "Hiyaaat"Betapa cepatnya serangan Bu Ceng Kui." sahut Guru silat Tan jujur." "Apa?" Bu Ceng Kui tersentak"Engkau kenal si Mo?" "Kenal. sepasang tangannya bergerak lemas sekali menangkis serangan yang dilancarkan Bu Ceng Kui." "oh?" Guru silat Lim tercengang. guru akan membunuh pemuda itu" ujar Bu Ceng Kui. engkau terluka?" " Guru. sedangkan Thio Han Liong tetap berdiri di tempat.. pokoknya aku harus membunuhmu " "Jangankan engkau. maka betapa lihaynya gerakan itu serangan Bu Ceng Kui tertangkis." sahut Thio Han Liong. Memang. aku. "Kalau aku tahu.. kemudian mendadak memekik keras sambil menyerang. "Aku bukan murid Bu Tong pay.." sahut Thio Han Liong. bahkan badannya ikut miring ke samping. sementara yang menyaksikan pertandingan tadi terbelalak. Guru silat Tan." Thio Han Liong mengangguk"Bahkan kami pernah bertarung. kemarin aku memukul punggungnya. "Tenang muridku. Kenapa hari ini dia begitu hebat? Cuma dua jurus sudah merobohkan pemuda sombong itu?" " Guru pun tidak habis pikir. tentu tidak akan mengkhawatirkan putra ku." Jawaban yang amat membingungkan itu membuat Bu Ceng Kui. "Ternyata engkau murid Bu Tong Pay" ujar Bu Ceng Kui. Itu adalah gerakan ilmu Thay Kek Kun yang telah dibaurkan dengan Kian Kun Taylo Ie." Thio Han Liong mengangguk. "Nanti saja kita mengobrol. "Muridku" seru Bu Ceng Kui sambil mengham-piri-nya." ." sela sin Kiam Lojin." ujar Guru silat Lim sambil menghela nafas panjang. Lim dan Kiam Lojin terheran-heran." " Guru silat Lim. "Aku tidak tahu engkau murid siapa. Dia tidak dapat membunuhku. bahkan mulut Bun cin cu ternganga lebar. Bu Ceng Kui dan Thio Han uong berdiri berhadapan. "Hmm" dengus Bu Ceng Kui. " Guru.. dia sama sekali tidak bisa berkelit. karena sekarang suasana di atas panggung itu sungguh menegangkan.

" "Ha ha ha" Sin Kiam Lojin tertawa gelak." "Maaf. "Engkau berani mempermainkan aku" Thio Han Liong terperangah. "Aku ingin menguji kepandaianmu. maaf" Thio Han Liong menghela nafas panjang. "Masih bilang tidak?" Bun cin cu cemberut. bukankah engkau sudah mempermainkan aku" "Aku. segeralah Bun Cin cu menghampirinya. "&h? Kenapa engkau menjeweHelingaku?" "Engkau sungguh nakal sekali" sahut Bun cin cu sambil melotot. tapi engkau malah diam saja." Bu Ceng Kui mulai bimbang. pertarungan kita masih perlu dilanjutkan?" "Itu.. juga pernah bertemu Kwee In Loan. "Aduuuh" jerit Thio Han Liong kesakitan." . bukan?" "Haaah?"Bu Ceng Kui terbelalak.la mulai tidak berani main-main dengan pemuda itu. bahkan juga pandai membual sehingga Bu Ceng Kui kabur terbirit-birit."Engkau memang pembual si Mo adalah ketua golongan hitam.ya.. tapi mendadak muncul Bu Ceng Kui itu. sampai jumpa" ucap Bu Ceng Kui.." "Kemarin?" "ya. " Engkau kenal Lam Khie?" "Kenal. bagaimana mungkin beliau akan bertarung denganmu omong kosong" " Aku tidak omong kosong." sahut Thio Han Liong." Thio Han Liong menambahkan. "Anak muda. "Bahkan aku pun kenal Tong Koay dan pak Hong. engkau memang pandai menyembunyikan kepandaianmu. "Anak muda.. lalu meloncat turun. kita lanjutkan kelak saja-" "Baik-" Thio Han Liong mengangguk." "Anak muda" Bu Ceng Kui menatapnya dengan mata tak berkedip "Sebetulnya siapa engkau?" "Aku Thio Han Liong. aku tidak mempermainkanmu. "si Mo punya seorang murid bernama Kwan Pek Him. "Aku memukul punggungmu.. kan?" "ya-" Bu Ceng Kui mengangguk"Bah kan dia pun pernah menjadi wakil ketua Hek Liong Pang.. dan Locianpwee itu yang memberitahukan kepadaku.. dan kini bekerja sama lagi dengan Kwee In Loan. namun engkau purapura. "Apa?" Bu Ceng Kui betul-betul terkejut." Bun cin cu memberitahukan.. kemudian mendadak menjeweHelinganya." Thio Han Liong memberitahukan. Nah. "Engkau kok tahu?" "Aku bertemu Lam Khie. Thio Han uong tersenyum." sahut Thio Han Liong." Pemuda itu tersenyum.. "Begini.. "Bu Ceng Kui. lalu menarik muridnya meninggalkan panggung itu. "Sebetulnya aku tidak mau memamerkan kepandaianku.. "Kapan aku mempermainkanmu?" "Kemarin.

" "Apa?" Guru silat Tan terbelalak"Kenapa engkau berani membual sampai begitu macam?" " Guru silat Tan. "Kalau engkau galak. aku tetap tidak percaya" "Han Liong." sahut Thio Han Liong heran. siapa yang mengajarmu ilmu silat itu?" tanya Guru silat Lim dengan penuh perhatian.. kan?" "Itu. dan Lam Khie serta Pak Hong. Se telah itu. "siauw Lim sam Tiang lo yang mengajarku ilmu itu." ujar Thio Han Liong sungguh-sungguh. "Aku sungguh tidak habis pikir... "Tadi engkau bilang kenal Kong Bun Hong Tio." Thio Han Liong menundukkan kepala. "Betulkah engkau tidak bohong?" "Aku memang tidak bohong." "Siapa ayahmu?" tanya Guru silat Lim. bukankah engkau membual?" "Paman Tua.. pemuda mana yang berani jatuh cinta kepadamu?" "Eeeh?" Wajah Bun cin cu langsung memerah"Engkau kok banyak mulut? Tidak pernah ditampar anak gadis ya?" "Memang tidak pernah-" "Kalau begitu." "Tadi engkau menggunakan siauw Lim Liong jiauw Kang. "Han Liong" desak Bun cin cu. Kong Ti Seng Ceng dan Siauw Lim Sam Tiang lo. "Ha ha ha" sin Kiam Lojin tertawa gelak"Biar bagaimanapun. "Anak muda" Guru silat Lim menatapnya dalam-dalam.. "Thio Ah Ki." Thio Han Liong menghela nafas panjang." MendadakBun cin cu mengayunkan tangannya- . tapi kenal para tokoh tingkatan tua. engkau pun mengaku pernah bertarung dengan Si Mo dan kenal Tong Koay. aku berkata sesungguhnya." "Galak amat sih?" Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. aku yakin ayahmu bukan bernama Thio Ah Ki.. "Aku membual apa?" "Ha ha" Sin Kiam Lojin tertawa. ya. lalu sebetulnya siapa engkau?" "Aku adalah Thio Han Liong." tanya Guru silat Tan mendadak"siapa yang mengajarmu Thay Kek Kun?" "Guru besar Thio sam Hong."Paman Tua. Nah." "oh?" Sin Kiam Lojin terbelalak. begitu pula Guru Silat Lim dan Guru Silat Tan. "Aku sama sekali tidak membual." "Thio Ah Ki?" gumam Guru silat Lim. "Kalau engkau tidak berterus terang. aku memang kenal Siauw Lim Kong Bun Hong Tio." "Heran" gumam Guru silat Tan. Engkau pasti bohong. aku akan menjewer telingamu lagi. engkau masih begini muda. "Aku sama sekali tidak membual. "Anak muda. Kong Ti Seng Ceng dan ke tiga tiang lo itu." jawab Thio Han Liong dengan jujur..

" "Guru. Mereka berdua sudah saling mencinta. bagaimana mungkin kepandaiannya begitu ." sahut Guru silat Lim dan menambahkan. "Maka kita harus berterima kasih kepada Thio siauwhiap-" "Jangan berkata begitu.Betapa gembiranya mereka mendengar ucapan itu." "Kami tahu-" sin Kiam Lojin manggut-manggut. "Engkau adalah putra Thio Bu Ki-Bu Lim Beng Cu?" "Ya"" Thio Han Liong mengangguk"Pantas engkau kenal siauw Lim Kong Bun Hong Tio... itu baik sekali. Guru silat Tan dan Guru silat Lim saling memandang. "Hi hi hi" Bun cin cu tertawa geli.. "Engkau begitu galak. melainkan mengusap pipinya." Wajah Thio Han Liong kemerah-merahan. Han Liong mana mau meladenimu?" "Dia sering berbohong." "Cin cu" tegur sin Kiam Lojin. "Aku hanya mengerti sedikit ilmu silat. aku akan men-jewer telingamu. "Engkau suka merendahkan diri." "Haaah. tapi ternyata tidak.Mereka memandang Thio Han Liong dengan mata terbelalak. Kong Ti seng Ceng dan siauw Lim sam Tiang lo" ujar sin Kiam Lojin sambil manggut-manggut." Thio Han Liong terpaksa memberitahukan......" "Aku tidak berbohong." "Han Liong" Bun cin Cu menatapnya dengan mata tak berkedip." Guru silat Tan dan Guru silat Lim mengangguk. "Ayahku bernama Thio Bu Ki." "Aku.Thio Han Liong terkejut. aku. tapi Han Liong mengalahkan Bu Ceng Kui dan muridnya. Guru silat Tan dan Guru silat Lim tersentak. Guru silat Lim. "Engkau harus memberitahukan sekarang... "Han Liong" Bun cin cu menatapnya. Kalau tidak."Ayah " panggil Lim Peng Hie dan Tan pit suan serentak dengan wajah cerah. "Ha ha ha" sin Kiam Lojin tertawa terbahak-bahak "Kalau Han Liong tidak hadir du sini." Bun cin cu melongo"Betulkah dia putra Thio Bu Ki yang amat terkenal itu?" "Betul-" sin Kiam Lojin mengangguk"Kalau tidak. "Engkau memang tidak bohong. sedangkan sin Kiam Lojin. maka aku harus galak terhadapnya. " Guru silat Tan.. Guru silat Lim" ujar Thio Han Liong merendah.. jangan menimbulkan masalah lain lagi. "Eh? Engkau. Mereka tahu Bun cin cu sangat tertarik kepada pemuda itu.?" sin Kiam Lojin." Thio Han Liong menundukkan kepala. la mengira gadis itu ingin menamparnya. "Engkau harus mengajarku ilmu silat.. sebetulnya siapa ayahmu?" "Ayahku. entah apa yang akan terjadi?" "Kita bertiga pasti mati di tangan Bu ceng Kui.. kenapa harus dipisahkan?" "Baik." ujar Thio Han Liong dengan sungguh-sungguh"Kini Lim Peng Hie dan Tan pit suan harus segera dinikahkan." "Han Liong" Bun cin cu tertawa geli"Engkau sama sekali tidak mengerti ilmu silat.. kami percaya.

Itu adalah cai Hong Kiam Hoat (IImu Pedang Pelangi)." "Tapi. -ooo00000oooBab 31 Menyamar sebagai sastrawan Di pekarangan istana yang amat indah itu.. "Ha ha ha. dan itu membuat Bun cin cu menangis dengan air mata berderai-derai. akhirnya mengangguk"Baiklah." tegas Bun cin cu..." Guru silat Lim dan putranya meninggalkan rumah Guru silat Tan. " Aku tidak bisa lama-lama di sini sebab masih ada urusan lain yang harus kuselesaikan. kami pasti meminang putrimu" "Terima kasih. berpamitlah Thio Han Liong. "Setelah itu. barulah engkau pergi menyelesaikan urusanmu. "Jangan mengecewakan muridku ini. aku tidak main-main tho" "cin cu-" Thio Han Liong betul-betul serba salahDi saat itulah Tan Pit suan dan wrn Peng Hie mendekatinya"Han Liong.. aku pasti pasti bunuh diri. "Bukan kawan. engkau harus mengajarku ilmu silat tingkat tinggi." "Pokoknya engkau harus tinggal di sini dan mengajarku ilmu silat.. "Aku mohon diri Mulai sekarang kita sudah jadi kawan." ujar Bun cin cu sungguh-sungguh"Han Liong.. melainkan besan Dalam beberapa hari ini. Kalau engkau pergi sekarang.tinggi?" "Bagus. "Han Liong" sin Kiam Lojin menatapnya seraya berkata." Thio Han uong menggelengkan kepala. aku tidak punya waktu." ucap Guru silat Lim sambil memberi hormat." "Han Liong. kemudian memegang bahu gadis itu seraya berkata.. aku akan tinggal di sini beberapa hari. sin Kiam Lojin. aku pasti membencimu seumur hidup-" "Eh? Engkau -" Thio Han uong terbelalak." Thio Han Liong menghela nafas panjang.. sedangkan Thio Han Liong tinggal di situ beberapa hari untuk memberi petunjuk kepada Bun cin cu mengenai ilmu silat tangan kosong dan ilmu pedang. Wajah-nya langsung berseri-seri Namun sebaliknya sin Kiam Lojin malah menghela nafas panjang." "Ha ha ha" sin Kiam Lojin tevtawa gelak..." Betapa girangnya Bun cin cu. terima kasih" ucap Guru silat Lim sambil tertawa gembira. "Guru silat Tan.." "Tidak Pokoknya engkau tidak boleh pergi sekarang. aku masih ada urusan lain yang harus segera diselesaikan.." Thio Han Liong ragu. maka mau mohon pamit. .. Beberapa hari kemudian. tampak seorang gadis sedang berlatih ilmu pedang. "Kalau tidak. tinggallah di rumahku beberapa hari" ujar Tan Pit Suan lembut. Pedang di tangan gadis itu berkelebat ke sana ke mari beraneka warna bagaikan pelangi di langit. bagus" Bun cin cu tampak girang sekali "Han Liong. "cin cu." "Aku. dia bisa nekad lho" "Itu.

harus menikah dengan pemuda bangsawan. "Sebelum menjadi kaisar. putri kesayangan Kaisar cu Goan ciang. kan?" "Tentu tidak-" Lan Lan tersenyum. "Menurutku." "Tapi " Lan Lan mengerutkan kening.jatuh cinta terhadap pemuda yang mana pun." "Lho? Kenapa?" "sebab Kong cu putri kaisar. "Engkau harus pura-pura tidak tahu sama sekali.. aku lebih senang menikah dengan pemud a dari keluarga biasa-" "Lho? Kenapa?" tanya Lan Lan. "Aku sudah bosan terus berdiam dalam istana.. aku bisa menjaga diri" . bukankah yang Mulia juga rakyat biasa?" "Tapi-. "Kong cu tidak boleh ." "Kong cu ingin pergi berkelana?" tanya Lan Lan sambil menatapnya. "sebab dia tidak akan bertingkah. bukankah aku akan hidup bahagia sepanjang masa?" "Kong cu. "Dan. jadi tidak begitu menarik perhatian. "Kenapa Kong cu tampak murung sekali?" " Lan Lan" An Lok Kong cu menggeleng-gelengkan kepala." "Ngmml" An Lok Kong cu manggut-manggut. Kong cu." "Menyamar sebagai apa?" tanya An Lok Kong cu sambil tertawa kecil"Tentunya tidak akan menyamar sebagai pengemis." ujar An Lok Kong Cu sungguh-sungguh." "Dan juga " lanjut An Lok Kong cu"Bukankah permaisuri berasal dari keluarga biasa?" "Itu--" "oleh karena itu. maka Kong Cu harus menyamar. "An Lok Kong cu" seorang dayang yang bernama Lan Lan menghampirinya. gadis itu lalu duduk beristirahat sambil menghela nafas panjang." Lan Lan mengangguk"Kong cu." tambah Lan Lan serius." "ya. Gadis itu adalah An Lok Kong Cu-Cu Ay Ceng. Lagi pula tidak akan punya isteri lebih dari satu." sahut An Lok Kong cu memberitahukan. kita tidak boleh mempermasalah-kan tentang itu.." Lan Lan menggeleng-gelengkan kepala. "Kini kepandaianku sudah tinggi. "Terus terang.. agar engkau tidak dihukum. di luar banyak orang jahat." " Lan Lan" An Lok Kong cu menggeleng-gelengkan kepala.. pergi pesiar ke tempattempat yang indah-" "Tapi -" Lan Lan menggeleng-gelengkan kepala" Kalau Kong cu meninggalkan istana. "ya-" An Lok Kong cu mengangguk "Aku ingin meninggalkan istana. maka tidak boleh menikah dengan pemuda biasa. alangkah baiknya Kong cu menyamar sebagai seorang sastrawan muda." An Lok Kong cu tersenyum"Aku akan meninggalkan sepucuk surat. "ingat" pesan An Lok Kong cu. "Nah.seusai latihan. tahu susah dan lain sebagainya. tentunya akan membuat kaisar dan permaisuri jadi cemas sekali-" "Itu tidak apa-apa.

" "Kong cu." Lan Lan diam. aku pasti pulang. bukankah aku boleh ambil uang dari pembesar setempat?" "Itu memang benar. sebab kini kepandaianku sudah tinggi. "Maka engkau tidak usah mencemaskan aku.. "ya. Kong cu harus berhati-hati" " Lan Lan" An Lok Kong cu tersenyum.ujar An Lok Kong cu.. "Engkau tidak usah mencemaskan diriku." "Kalau begitu." "Hi hi hi" Lan Lan tertawa geli. pasti kuhukum. bagaimana mungkinpara guruku pulang ke Tibet?" "Kong Cu sudah menguasai semua ilmu para Dhalai Lhama itu?" "Tentu.." "Kalau begitu. "oh ya." "Betul. kepalamu pasti copot. "Kong cu harus membawa pengenal. " Lan Lan menggelenggelengkan kepala." ujar Lan Lan. para pengawal istana bisa berbuat apa terhadap diriku?" An Lok Kong cu tertawa kecil. Kalau aku kehabisan uang dalam perjalanan.. " Kira-kira kapan Kong cu akan pulang?" "satu dua tahun kemudian." "Kong cu" Lan Lan menatapnya seraya berkata." "Itu tidak apa-apa. itu tidak apa-apa. lama sekali barulah membuka mulut." Lan Lan mengangguk "oh ya." "Pembesar mana yang berani bertindak sewenang-wenang terhadap rakyat. "Di luar sana banyak orang berkepandaian tinggi.." "Tidak jadi masalah-" An Lok Kong cu tersenyum"yang tahu cuma pembesar setempat. "sebab yang Mulia pasti menghukummu. "identitas Kong cu akan ketahuan." sahut An Lok Kong cu memberitahukan." An Lok Kong cu tersenyum.." ujar An Lok Kong Cu sungguh-sungguh"Termasuk pembesar yang korupsi. Tapi.." "Be begitu lama?" pm Lan terbelalak"Aku yakin yang Mulia pasti akan mengutus beberapa pengawal istana untuk mencari Kong cu-" "Kalau aku sudah berada di luar istana. aku pun akan membawa sebilah pedang pusaka.." "Kong Cu." Lan Lan menatapnya seraya bertanya." "Mungkin aku akan membawa tanda pengenalku. Kong cu harus membawa uang secukupnya lho Jangan sampai kehabisan uang dalam perjalanan. "Rasanya aku ingin sekali ikut Kong cu. "Tak disangka Kong cu akan berkelana dalam rimba persilatan Aku yakin Kong cu akan menjadi seorang pendekar wanita Hi hi hi-." " Kalau engkau ikut aku.. aku akan pura-pura panik. Kalau tidak. " Kapan Kong cu akan meninggalkan istana?" "Besok pagi. "Aku ucapkan selamat jalan kepada Kong cu." Lan Lan tersenyum. kan?" "Betul." Lan Lan memandangnnya." "Ngmmm" Lan Lan manggut-manggut "Setelah Kong cu pergi. semoga Kong .

maka engkau harus mengutus beberapa pengawal istana yang berkepandaian tinggi pergi menyusulnya. maka bisa menjaga diri Lagipula siapa pun akan merasa bosan terus menerus berdiam di dalam istana." "Aaaah. "Kalau aku pulang. yang Mulia. "sebab Ay Ceng sudah berkepandaian tinggi. Cu Goan ciang segera membaca surat itu." "Oh?" Lan Lan tampak girang bukan main.Cu Goan ciang dan permaisuri sedang menikmati teh wangi di situ. "Aku khawatir akan terjadi sesuatu atas dirinya. yang Mulia.." sahut permaisuri. yang Mulia." ucap Lie Wie Kiong samb-fl bangkit berdiri "Ada perintah apa untuk hamba?" "An Lok Kong cu meninggalkan istana. kemudian diberikan kepada permaisuri seraya berkata. "yang Mulia yang Mulia-." "Dikawal? Itu justru akan membahayakan dirinya. dayang pribadi An Lok Kong cu berlari-lari ke ruang tengah. "Dia pergi justru menyusahkan kita. "Ten Bun Hiong. "Bagaimana kalau penjahat mengetahui identitas dirinya?" "Aku yakin Ay Ceng tidak begitu bodoh membocorkan identitas dirinya.. Ketika melihat Lan Lan. kemudian menghela nafas panjang sambil menggeleng-gelengkan kepala. Lan Lan sudah kembali bersama Lie Wie Kiong. "Ada apa?" Cu Goan ciang tersentak. "Hormat kepada yang Mulia.." "ya. hamba cuma menemukan sepucuk surat.. Lan Lan." "Itu tidak mungkin." "Sungguh keterlaluan" cu Goan ciang tampak gusar sekali." Lan Lan segera berlutut di hadapan cu Goan ciang. tercenganglah mereka. Berselang sesaat." Lan Lan menyerahkan surat tersebut." "Dia boleh pergi pesiar. "Beritahukanlah Kenapa Kong cu?" "Kong Cu Kong cu tidak ada didalam kamar." "Mana surat itu?" tanya Cu Goan ciang." Cu Goan ciang menggeleng-gelengkan kepala. katanya bosan terus berdiam di dalam istana. Hamba." Lie Wie . "Bacalah" permaisuri cepat-cepat membaca surat itu. "Kong cu Kong Cu " "Kenapa Kong Cu?" Wajah permaisuri langsung berubah pucat.cu aman selalu" "terima kasih. "Dia dia ingin pergi pesiar. Lie sie Beng dan Yo wie Heng. pasti membawa hadiah untukmu." "Engkau akan mengutus siapa?" tanya Cu Goan ciang." An Lok Kong cu memegang bahunya. Lan Lan." Lan Lan segera pergi memanggil kepala pengawal istana." "Aaaah " Cu cioan ciang menghela nafas panjang. tapi harus dikawal. "Terima kasih Kong cu" -ooo00000oooLan Lan berlari-lari ke ruang tengah. "Ini. cepat panggil Lie Wie Kiong ke mari" "ya.

mereka bertiga pasti dihukum. "oleh karena itu. "Ini adalah tugas rahasia kalian bertiga." tegas Cu Goan ciang.Kami pasti melaksanakan tugas ini dengan baik-" Tan Bun Hiong. "semoga kalian bertiga berhasil menemukan An Lok Kong cu" "Bagaimana seandainya An Lok Kong cu tidak mau ikut kami pulang?" tanya yo Wie Heng. "Dan ingat. lalu pergi dengan kening berkerut-kerut. "Mereka bertiga harus membawa pulang An Lok Kong cu. biar bagaimanapun kalian bertiga harus berhasil menemukan An Lok Kong cu. "An Lok Kong Cu meninggalkan istana pagi ini. "ya." tanya Lie Wie Kiong." "Ya. Pak?" tanya Tan Bun Hiong. "Mereka bertiga berkepandaian cukup tinggi. Pak." sahut Lie Wie Kiong dengan suara rendah." "Ngmm" Cu Goan ciang manggut-manggut."Kalian bertiga menyamar sebagai orang biasa dan harus merahasiakan identitas kalian pula. Pak-" Tan Bun Hiong mengangguk." "Ya. "Apabila terjadi sesuatu atas diri An Lok Kong cu. Yang Mulia. yang Mulia. Lie SieBeng dan yo Wie Heng. "Sekarang kalian bertiga boleh berangkat. . dan ke tiga pengawal istana itu langsung datang menghadap." "Ya." "Haah?" Betapa terkejutnya Tan Bun Hiong. "Bagaimana kalau mereka tidak berhasil menemukan An Lok Kong cu?" "Pokoknya mereka bertiga harus berhasil menemukan An Lok Kong cu." "Mereka bertiga pun harus menjaga rahasia identitas An Lok Kong cu" pesan cu Goan Ciang dan menambahkan. "An Lok Kong Cu meninggalkan istana?" "ya." Lie Wie Kiong mengangguk "Maka kutugas-kan kalian bertiga pergi mencarinya" "siap." Lie Wie Kiong memberitahukan. Lie sieBeng dan Yo Wle Heng. Pak-" Tan Bun Hiong mengangguk. "Ada perintah apa. Pak" Tan Bun Hiong mengangguk lagi." Lie Wie Kiong segera mengundurkan diri dari ruang itu. kemudian bertanya." sahut Lie Wie Kiong. Lie sie Beng dan yo wie Heng memberi hormat. lalu cepat-cepat memanggil Tan Bun Hiong. Apabila mereka bertiga tidak berhasil menemukan An Lok Kong cu. "Kalian bertiga harus melindunginya." pesan Lie Wie Kiong. sekaligus membujuknya pulang.Kiong memberitahukan. Kalau An Lok Kong cu belum mau pulang. mereka bertiga harus melindunginya." Lie Wie Kiong menatap mereka. Pak." "yang Mulia." sahut Tan Bun Hiong." "ya. kalian bertiga tidak boleh membocorkan rahasia ini. "Ini adalah perintahku. "ya. "Bagaimana seandainya kami bertiga tidak berhasil menemukan An Lok Kong cu?" "yang Mulia pasti menghukum kalian.

sambil tersenyum sastrawan tampan itu menyapa Thio Han Liong. tampak seorang sastrawan muda yang amat tampan berjalan memasuki kedai teh itu. ternyata kedai itu telah dipenuhi para tamu. ia langsung menggeleng-gelengkan kepala. "Ada bakpau dan. pasti terjerat oleh gadis itu."Tolong ambilkan beberapa buah bakpau" "ya. la pun tersenyum sehingga membuat Thio Han Liong terheran-heran. "Kalau aku terlambat meninggalkan rumah Guru silat Tan. Namun masih ada beberapa meja yang kosong. "Tapi sungguh kasihan.pasti mendapat hukuman berat dari kaisar. Tuan Muda" .pelayan buru-buru menyuguhkan teh wangi seraya bertanya. sastrawan tampan itu menengok ke sana ke mari. Thio Han Liong merasa cocok. "Silakan makan. Thio Han Liong duduk di situ dan pelayan segera menyuguhkan teh. Terik matahari agak menyengat. "Kalau begitu. "Tidak-" Thio Han Liong menggelengkan kepala"Aku minum teh saja-" "Silakan minum. lalu balas memberi hormat "saudara duduk di sini saja." Dengan tersipu sastrawan itu dudukThio Han Liong pun segera duduk." ujar Thio Han Liong sambil tersenyum. Kedai itu ramai sekali dikunjungi orang.." ucap sastrawan tampan. Pokok-nya aku harus bersikap dingin. Aaah Mulai sekarang aku tidak mau mendekati anak gadis yang mana pun.. sebab tempat lain penuh semua. -ooo00000ooooSetelah meninggalkan rumah Gutu Silat Tan. Tuan Muda" ucap pelayan itu"Terima kasih. sastrawan itu memang betul-betul tampan sekali.maka segeralah ia melambaikan tangannya ke arah sastrawan tampan itu. sehingga membuat pemuda itu kepanasan dan merasa haus pula." pesan sastrawan tampan. "Tuan Muda maupesan makanan lain?" "Ada makanan apa di sini?" tanya sastrawan tampan. kemudian memberi hormat. terutama senyumannya.." gumam Thio Han Liong sambil menghela nafas. Ketika teringat akan tingkah laku Bun cin cu. yang amat menawan hati dan mempesona." Thio Han Liong terus melanjutkan perjalanannya. Begitu melihat sastrawan tampan itu." Pelayan memberitahukan. "Tuan Muda masih mau pesan makanan lain?" tanya pelayan itu dengan sopan sekali. "saudara sungguh tampan" Thio Han Liong menatapnya.. Kebetulan ada sebuah kedai teh di pinggir jalan. dan itu membuat mereka bertiga tak henti-henti-nya menghela nafas panjang. "Silakan duduk" "Terima kasih. "terima kasih. dia menangis sampai begitu sedih." sahut Thio Han Liong dan mulai meneguk teh itu Di saat bersamaan. Thio Han Liong meneruskan perjalanannya menuju gunung Bu Tong." Pelayan itu segera pergi mengambil beberapa buah bakpau. Tuan Muda.. Thio Han Liong cepat-cepat bangkit berdiri. kemudian ditaruh di atas meja. sebuah buntalan dan sebilah pedang bergantung di punggungnya. agar tidak didekati anak gadis. maka cepat-cepatlah ia mampir untuk bcrteduh sekaligus minum teh.

. saudara Thio." "Begitu jauh?" An Lok Kong cu terbelalak. engkau mau ke mana?" "Aku mau ke gunung Bu Tong. "ya.Terus terang.. lalu memandang Thio Han Liong seraya berkata." ujar An Lok Kong cu"Oh?" Thio Han Liong memandangnya." An Lok Kong cu mengangguk"Apakah namaku tak sedap didengar?" "Namamu sungguh mengesankan" sahut Thio Han Liong sambil bergumam"An Lok tenang gembira-" "saudara Thio" tanya An Lok Kong cu mendadak." tegas sastrawan tampan itu sambil tersenyum. dan sastrawan tampan terus memandang Thio Han Liong." Thio Han Liong menatapnya dengan penuh perhatian." Thio Han Liong mengangguk"Oh ya. yang ternyata An Lok Kong Cu-Cu Ay Ceng yang meninggalkan istana." jawab Thio Han Liong jujur. aku aku anak pembesar di Kotaraja. "Pantas g-rak-gerikmu begitu halus.. oh ya."terima kasih. la pakai nama samaran Cu An Lok"Cu An Lok?" Thio Han Liong tersenyum.." ." tolak Thio Han Liong halus." Akhirnya Thio Han Liong mengangguk Mereka berdua lalu mulai menikmati bakpau itu. Nama saudara?" "Namaku.. "Yang penting tempat yang indah panoramanya. "Aku.. "saudara lebih tampan dariku. maka aku pun tidak mau duduk di sini. "saudara. "Tentu tidak-" Thio Han Liong tersenyum"Mulai sekarang kita sudah merupakan kawan baik. ternyata engkau anak pembesar Kenapa engkau meninggalkan rumah?" "Aku ingin pesiar. kemudian berkata." "Kira-kira engkau mau pesiar ke mana?" "Entahlah-" An Lok Kong cu menggelengkan kepala. "Eeeh? Kalau saudara tidak mau makan bakpau yang kupesan ini. mari kita makan bakpau" "Aku masih kenyang. aku bernama Thio Han Liong." An Lok Kong cu tersenyum. "Bosan sekali terus-menenis berdiam di dalam rumah" "Ke dua orangtuamu tahu kalau engkau pergi pesiar?" "Tahu. oh ya. Cu An Lok. "saudara sungguh tampan sekali Bolehkah aku tahu namamu?" "Menurut aku." ucap An Lok Kong cu dengan wajah berseri"Oh ya. "Ya." sahut sastrawan tampan itu.. engkau berasal dari mana?" "Tempat tinggalku jauh sekali.." ucap sastrawan tampan. "Di sebuah pulau yang terletak di Laut utara.. engkau berasal dari mana?" "Tempat tinggalku di Kotaraja. "Apakah namaku akan terukir dalam hatimu?" "Tentu"" Thio Han Liong mengangguk"Aku tidak akan melupakan namamu-" "Tapi akan melupakan diriku kan?" An Lok Kong cu menatapnya dengan mata berbinar-binar. bagaimana mungkin aku akan melupakan dirimu?" "Terima kasih.

Ya. Engkau tidak berkeberatan kan?" "Itu--" "saudara Thio" desak An Lok Kong cu"Ajaklah aku ke sana Aku ingin menikmati keindahan alam di sana.." "Siapa yang mengajar mu ilmu silat?" "Ayahku." Kalau begitu.manggut. "Aku yakin engkau pasti mendengar dari gurumu. saudara Thio" An Lok Kong cu memandangnya sambil tersenyum lembut. "Aku bisa berjalan sendiri. "Anak pembesar suka memanjakan diri. "Itu pertanda engkau amat manja. namun aku tidak akan memaniakanmu lho" "Huh Siapa yang mau dimanjakan?" An Lok Kong cu cemberut lagi. pemandangan di gunung Bu Tong amat indahMaka." "saudara Thio" An Lok Kong cu memandangnya seraya berkata. "ya. akhirnya ia manggut." Thio Han Liong tertawa. Aku ke sana ingin menemui sucouw dan para kakek lainnya sebab aku sudah rindu kepada mereka. kepandaianmu pasti tinggi sekali. dan itu membuat Thio Han Liong memandangnya dengan mata terbelalak. harus begitu" Thio Han Liong tersenyum. Bolehkah aku tahu nama ayahmu?" "Ayahku bernama Thio Ah Ki. kan?" "Ya-" An Lok Kong cu mengangguk. ayahmu pasti sangat terkenal dalam rimba persilatan." "Tapi--" "jangan tolak." Thio Han Liong menatapnya." Thio Han Liong memberitahukan.. "Baiklah." An Lok Kong Cu tersenyum." "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut. "Tapi kakekku murid Bu Tong Pay. "oh ya. kan?" "Tidak juga. (Bersambung keBagian 16) Jilid 16 Menyaksikan senyumannya." "Kalau begitu." "yang penting aku tidak minta digendong."Engkau murid Bu Tong Pay?" "Bukan." "Sucouwmu adalah Guru Besar Thio sam Hong?" "BetuL" Thio Han Liong mengangguk"Engkau kok tahu?" " Aku pernah mendengar. "Setahuku." ujar An Lok Kong cu. namun kemudian menghela nafas panjang. "Memangnya aku anak manja?" "Biasa. aku ingin ikut engkau ke gunung Bu Tong. Thio Han Liong merasa tidak tega menolaknya. Tapi dalam perjalanan engkau tidak boleh manja lho" "Eh?" An Lok Korlg Cu cemberut. . engkau pernah belajar ilmu silat?" "Pernah sedikit." "Nah. "Engkau anak laki-laki kok suka cemberut?" Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala.

"Tidak punya hubungan apa-apa. Kalau kita berhasil merampoknya.. beberapa tamu terus memandang ke oYt^n^t». aku pun amat membenci kaisar.." sahut An Lok Kong cu.." An Lok Kong co merasa heran. "Hanya kebetulan akupun marga Cu. namun Thio Han Liong tidak memperhatikannya. "Haaah?" Mulut pelayan itu ternganga lebar. "Kalau kemalaman sampai di kota itujuga tidak apa-apa. "Te. lalu menggantung buntalan itu di punggungnya. pasti tidak akan habis dimakan tiga tahun lho" Thio Han Liong dan An Lok Kong cu meninggalkan kedai teh itu Mereka berdua tidak tahu kalau diikuti -beberapa orang golongan hitam. lalu menurunkan buntalannya." sahut Thio Han liong. kemudian diberikan kepada pelayan." . margamu Cu. "Sebetulnya aku tidak menyukai kaum pembesar." Thio Han Liong menghela nafas panjang"semua itu telah berlalu. "oh ya." bisik salah seorang dari mereka"Aku tidak sangka." ujar Tluo Han Liong. "Itu memang tidak salah-. Begitu melihat isi buntalan itu." Kening Thio Han Liong berkerut-kerut "Cu Goan ciang berhati licik dan jahat." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala"Terus terang. begitu pula terhadap anak pembesar." An Lok Kong Cu tersenyum. "sekarang mari kita berangkat ke gunung Bu TOng" "Baik.." "Memangnya kenapa?" "Itu.. tidak perlu diungkit lagi-" "saudara Thio" An Lok Kong cu menatapnya"Maukah engkau menceritakannya kepadaku?" "Lain kali saja..." sahut An Lojt Kong cu. ternyata mereka kaum golongan hitam"Itu sasaran empuk.. karena buntalan itu berisi uang perak dan uang emas. dan dibukanya dengan perlahan-lahan. Tuan Muda." "oh?" Air muka An Lok Kong cu langsung berubah.. kita harus mengikutinya. "Kenapa engkau membenci kaisar? Bukankah kaisar sangat adil dan bijaksana.Tapi-. mungkin kelak aku akan membunuhnya." sahut Thio Han Liong. "Tuan Muda.. bahkan amat mementingkan rakyat?" tanyanya.Tanpa ia sadari. "Kenapa engkau mendadak menghela nafas sih? Apa yang terganjel dalam hatimu?" "Saudara Cu. Kenapa engkau begitu dendam terhadap kaisar?" "Aaaah."Eh?" An Lok Kong cu tercengang. An Lok Kong cu mengambil dua tael perak. terbelalaklah Thio Han Liong. apakah punya hubungan dengan kaisar?" tanya Thio Han Liong mendadak. "Hari sudah mulai sore. "Ini. dia membawa uang begitu banyak. kira-kira beberapa mil terdapat sebuah kota. "Kita santai saja." pelayan itu tertegun. terima kasih. kita harus bermalam di dalam kota itu.. ini masih lebih banyak-" "LebiKnya untukmu saja" sahut An Lok Kong cu... terima kasih." An Lok Kong cu mengangguk.

jangan cari penyakit" "Hm" dengus orang itu lalu mengeluarkan senjatanya yang berupa sepasang kampak dan mendadak menyerang Thio Han Liong dengan sengit sekali. sebab ingin pesiar . "Kali ini kalian kuampuni cepatlah kalian enyah" Para perampok itu segera pergi. "Kalian tidak takut kepada hukum?" "Kami hanya kenal hukum rimba" sahut orang itu sambil membentak"Engkau jangan banyak omong." "Terima kasih atas nasihatmu. " Kami perampok" sahut mereka serentak"Maka kalau kalian sayang nyawa. Pemuda itu tersenyum dingin dan sekonyong-konyong badannya bergerak cepat sambil menggerakkan sepasang tangannya." "Terima kasih. Tapi kemudian mereka menyerang Thio Han Liong serentak dengan senjata. "Lebih baik kalian cepat enyah dari sini. tinggalkan buntalan itu" "siapa kalian?" tanya Thio Han uong sambil mengerutkan kening." ucap An Lok Kong cu sambil tersenyum. Dada perampok itu terpukul. lalu membentak para perampok itu. "Aku tidak akan pulang sekarang. "Ilmu silatmu sungguh tinggi" "Tidak juga..." ujar Thio Ha h Liong sambil meng-gelenggelengkan kepala "Dalam rimba persilatan banyak terdapat orang licik dan jahat.Ternyata Thio Han Liong menyerang mereka dengan ilmu Kiu Im Pek Kut Jiauw"saudara Thio" An Lok Kong cu bertepuk tangan. Di antaranya ada yang terjatuh-jatuh. "Ha ha ha" salah seorang dari mereka tertawa gelak. maka lebih baik engkau kembali ke Kotaraja. engkau diamlah Biarlah aku yang membereskan mereka." sahut Thio Han Liong sambil tersenyum. Para perampok itu sudah terkapar dengan mulut mengeluarkan darah."Engkau pernah bermalam di dalam hutan?" "Tidak pernah-" "Kalau begitu " ucapan Thio Han Liong terputus. tinggalkan buntalan itu" "Hmm" dengus An Lok Kong cu. cepat tinggalkan buntalanmu itu?" "oh. karena mendadak muncul beberapa orang di hadapannya.Ketika ia baru mau menghunus pedangnya. " Aku peringatkan kalian" Thio Han Liong menatap beberapa perampok itu dengan tajam. dan itu membuat An Lok Kong cu tertawa geli"saudara Cu. saudara Thio. kemudian secepat kilat balas menyerang menggunakan siauw Lim Liong jiauw Kang. la terpental beberapa depa lalu roboh dan mulutnya mengeluarkan darah"Haah?" Yang lain terkejut bukan main. "Aaakh Aaaakh Aaaakh " terdengar suara jeritan. mendadak Thio Han Liong maju dua langkah seraya berkata kepadanya"saudara Cu. "Aaaakh " jeritnya kesakitan. Duuuk. namun." Kalau kalian ingin selamat. ya?" An Lok Kong cu tersenyum dingin." An Lok Kong cu tersenyum.. Thio Han Liong bergerak cepat menghindari serangan itu.

lebih baik kita bertanya kepada pelayan dimana ada tempat yang indah untuk pesiar?" "Baik-" Mereka berdua meninggalkan kamar itu.. "Kok sekarang malah dibebankan padaku?" "sebab engkau berkepandaian tinggi. maka aku merasa aman pesiar bersamamu. "Itu merupakan tempat hiburan. "Heran" An Lok Kong cu menatapnya. lagipula aku tidak merasa letih. aku senang sekali-" "Engkau tidak punya salah. aku." "Aku tidak akan mengganggumu." sahut An Lok Kong cu sambil menatapnya dengan mata berbinar-binar. dan juga ada gadis cantik bermain musik sambil bernyanyi dan menari." Pelayan itu memberitahukan. engkau tidak boleh ikut aku." sahut Thio Han Liong. Itu adalah tempat hiburan bagi kaum hartawan dan bangsawan. Mereka duduk berhadapan di dalam kamar sambil menikmati teh wangi. "saudara Cu. karena arak bisa merusak kesehatan" sahut Thio Han Liong. "Kenapa engkau jarang minum arak?" "Aku memang jarang minum arak. tapi tidak boleh nakal. "oooh" An Lok Kong cu manggut-manggut. "oh ya Malam begini ke mana paling menyenangkan? " "Kalau Tuan-tuan mau bersenang-senang. "Han Liong..^n Lok Kong cu. kebetulan mereka berpapasan dengan seorang pelayan. "Ya-" An Lok Kong cu mengangguk"Engkau tidak mau beristirahat?" tanya Thio Han Liong. Awas kalau nakal. "Kita kurang paham akan kota Hang Ciu ini.. "Mau pergi jalan-jalan. bagaimana kalau kita pergi jalan-jalan sebentar?" "Pergi jalan-jalan?" Thio Han Liong menatapnya. " Engkau boleh bersamaku. sebab aku masih harus menyelesaikan banyak urusan. "Aku belum ng antuk. "Bukan. "Tuan-tuan mau ke mana?" tanya pelayan itu. tempat buang uang. kenapa aku harus menjewermu?" Thio Han Liong tersenyum..". "Aku. paling tepat ke Pek Hoa Louw (Rumah seratus Bunga). " Celaka aku" Thio Han Liong menghela nafas panjang." "Pek Hoa Louw?" Thio Han Liong mengerutkan kening." "Dasar anak manja" Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala.bersamamu." . Di sana ada hidangan yang lezat-lezat." "Itu tempat bordil?" tanya Han Liong. mari kita berangkat Hari sudah mulai senja-" Thio Han Liong dan An Lok Kong cu bermalam di sebuah penginapan." "Eeeh" Thio Han Liong menggaruk kepala. "Maka alangkah baiknya kalau kita pergijalan-jalan. aku akan menjewer telingamu" "Jewerlah sekarang Aku. aku hanya ingin bersamamu.." sahut An Lok Kong cu.buntalan yang dibawa An Lok Kong cu tetap tergantung di punggungnyasampai di luar. "Tempat apa itu?" "Tempat untuk bersenang-senang. "Ayoh. percayalah" ujar ..

.. "Yang benar? Masa sih engkau tidak pernah main perempuan? Maksudku tidak pernah tidur bersama perempuan. maka aku tidak mau ke sana.. "sejak aku berkelana. maka tidak heran kalau begitu indah dan . Bab 32 Pek Hoa Louw (Rumah seratus Bunga) Pek Hoa Louw (Rumah seratus Bunga) memang merupakan tempat hiburan bagi golongan atas. bukan pemuda romantis. Tapi bagaimana seandainya engkau yang main perempuan di tempat itu?" "Adik An Lok-" Thio Han Liong memberitahukan. "Baik-" Thio Han Liong mengangguk. "Aku. lebih baik panggil aku... "saudara Cu." "Han Liong" potong An Lok Kong cu cepat... "Hidungmu memang tidak bCiang kok-" "Eeeeh?" Thio Han Liong terbelalak "suara tawa-mu." sahut Thio Han Liong sungguh-sungguh. Kalau engkau berani main perempuan.. "Tahunya cuma bersenang-senang" "Kok sewot sih?" An Lok Kong cu tersenyum geli. Lagipula uangku tidak cukup untuk bersenang-senang di tempat itu" "Han Liong. " "oh?" An Lok Kong cu tertawa kecil. pasti ku tinggal" "Jangan khawatir."Pelayan" Thio Han Liong tersenyum." "Aku memang tidak pernah tidur bersama perempuan. tapi ingat. Adik An Lok.. saudara Cu" sahut Thio Han Liong. mari kita berangkat ke tempat hiburan itu" ajak An Lok Kong Cu-. "Jangan memanggilku saudara Cu." An Lok Kong cu tertawa.. "Aku tidak akan main perempuan di tempat itu. "Temanilah aku ke sana" "Dasar anak pembesar" Thio Han Liong bersungut-sungut." "Baiklah." Thio Han Liong menatapnya tajam...." "sama-sama. kemudian mereka berdua berangkat ke tempat hiburan itu sambil tertawa-tawa. kok mirip sekali dengan suara tawa anak gadis?" "Aku. "Terima kasih atas penjelasanmu. Terima kasih-" Betapa girangnya An Lok Kong cu. " Kakak Han Liong.. "Aku bukan pemuda hidung bCiang. "Ayolah Temani aku ke Pek Hoat Louw" "Aku akan menemanimu ke tempat hiburan itu.." An Lok Kong cu tersentak"Aku aku sengaja tertawa begitu" "oooh" Thio Han Liong tersenyum." An Lok Kong cu tersenyum manis. Kakak Han Liong." Thio Han Liong mengangguk"Adik An Lok " "Terima kasih. "Engkau tidak boleh main perempuan di tempat itu." desak An Lok Kong cu." ucap pelayan lalu pergi"Han Liong" Wajah An Lok Kong cu berseri-seri"Mari kita pergi ke tempat hiburan itu" "Maaf. sama sekali tidak pernah main perempuan. Rumah tersebut dibangun dengan biaya besar.

"sajikan hidangan-hidangan yang paling lezat" jawab An Lok Kong cu. lalu berjalan pergi." Di saat ia baru mau memberitahukan. "Tuan-tuan mau pesan makanan dan minuman apa?" tanya gadis pelayan itu.Di dalamnya terdapat taman bunga. seandainya engkau mau menjadi pejabat. "Kakak Han Liong. siapa ayahmu?" tanya An Lok Kong cu cepat. terbelalaklah Thio Han Liong. tapi bukan main indahnya. "Ayahku. justru menambah keindahan tempat tersebut.terima kasih atas maksud baikmu.mereka di suatu tempat yang ditata indah sekaliDi sana tampak pula sebuah panggung yang tidak begitu tinggi." sahut An Lok Kong cu"Permisi" ucap gadis pelayan itu sopan. terdengar pula suara musik yang menggetarkan kalbu "silakan ke dalam" ucap seorang penjaga sambil memberi hormatsetelah melewati taman bunga dan telaga buatan.mewah." ucap Thio Han Liong sambil menghela nafas panjang. . juga terlihat beberapa anak gadis sedang menari sambii bernyanyi. "silakan duduk. Tuan-tuan" ucap salah seorang gadis pelayan rumah hiburan itu. namun tempat yang di sebelah kanannya agak sepi tapi indah sekali. engkau malah katakan kurang indah? Kalau begitu. Cukup ramai tempat itu." An Lok Kong cu mengangguk sambil tersenyum." sahut An Lok Kong cu sambil menggelengkan kepala"Masih kurang indah-" "Apa?" Thio Han Liong terbelalak " Tempat yang sedemikian indah.. tentunya aku pun tidak mau menjadi pejabat tinggi di dalam istana. "Juga sajikan arak wangi" "ya. tempat tinggalmu di Kotaraja pasti indah sekali" "Betul" An Lok Kong cu mengangguk"Jauh lebih indah dari tempat ini.. "Ayahku masih tidak mau menjadi kaisar.Di atas panggung itu duduk beberapa anak gadis sedang bermain musik." "oh?" Thio Han Liong menatapnya dengan mata tak berkedip"Kalau begitu ayahmu pasti pejabat tinggi dalam istana. sampailah." " Kakak Han Liong. karena ia tidak menyangka rumah hiburan itu sedemikian indah. hanya tampak belasan orang duduk di sana sambil bersulang." "Adik An Lok. ya kan?" "Ya." gadis pelayan itu mengangguk"Hanya untuk Tuan-tuan berdua?" "ya. "Terima kasih-" sahut Thio Han Liong sambil duduk. Begitu memasuki rumah hiburan itu. "Bukan main indahnya tempat ini" "Menurutku . aku mampu membantumu.. telaga buatan dan lain sebagainya-Lentera-lentera yang beraneka bentuk dan warna bersinar remang-remang. "Adik An Lok" Thio Han Liong menengok ke sana ke mari seraya berkata.tinggi dalam istana.

ke dua keamanan itu terbelalak dengan mulut ternganga lebar. bahwa kami yang mengundang gadis ini duduk bersama kami. "Kelihatannya mereka minta disogok-" "oooh" An Lok Kong cu tertawa kecil. tapi.. Tuan" ucapnya sambil memberi hormat.Memangnya tidak boleh?" sahut An Lok Kong cu tidak senang. kemudian diberikan kepada ke dua keamanan. dan itu membuat gadis pelayan tersebut menarik nafas lega. "Beri tahu kan kepada majikan kalian." "Apa sih?" An Lok Kong cu tetap tidak mengerti. "Terima kasih. "Dia selalu bertindak sewenang-wenang terhadap penduduk kbta. aku tidak boleh duduk. jadi Tuan harus mengerti." "oooh" Ke dua keamanan itu segera pergi. "Berdasarkan peraturan di sini memang tidak boleh. "oh ya. "Biasalah" "Maksudmu?" An Lok Kong cu tidak mengerti. Terima kasih Tuan" ucap ke dua keamanan itu serentak sambil membungkuk. "Nah" An Lok Kong cu mengibaskan tangannya. An Lok Kong cu mengambil dua puluh tael perak. sekaligus membukanya." Penjaga itu tersenyum menyengir.bungkukkan badannya. lalu menaruh buntalannya di atas meja.." ucap Thio Han Liong.. bahkan sering menaikkan pajak-" "oh" An Lok Kong cu manggut-manggut. "Aku yang menyuruhnya duduk di sini. dan kami tidak mau diganggu" "ya. "sama-sama. Hui siang memberitahukan." bisik Thio Han Liong. "Aku yang bertanggung jawab kalau majikanmu marah-" "Ya-" gadis pelayan itu dudukDi saat itulah muncul dua penjaga yang langsung mendekati gadis pelayan itu dengan mata melotot." "Tunggu" sahut An Lok Kong cu.. "Silakan duduk" "Apa?" gadis pelayan itu terperanjat. "Sekarang kalian boleh pergi memberitahukan kepada majikan kalian. itu seraya berkata." "Hui siang?" tanya An Lok Kong cu. bolehkah kami tahu siapa namamu?" "Namaku Hui siang. "Pantas suara tawanya begitu keras sekali Lalu siapa yang duduk bersamanya?" . Begitu buntalan itu dibuka. "Kami keamanan di sini. "Tuan" Penjaga itu memberitahukan. "Permisi." ucap An Lok Kong cu sambil tersenyum lembut. cepat bangun" bentak salah seorang penjaga itu.mendadak muncul beberapa gadis pelayan menyajikan beberapa macam hidangan dan arak wangi. "Engkau berani duduk di sini? Ayoh. "Tahukah engkau siapa lelaki gendut yang duduk di tempat sebelah kanan itu?" "Dia adalah pembesar kota ini." "Jangan khawatir" An Lok Kong cu tersenyum." "Ya Tuan oh ya Tuan-tuan dari mana?" "Kami dari Kotaraja.. "silakan menikmati" ucap gadis pelayan tadi"Terima kasih. "Adik An Lok.. "Maaf tuan.

" Hui siang segera meninggalkan mereka. hanya saja. Di saat itulah Thio Han Liong tersenyum-senyum." "ya Tuan.-" Hui siang memberitahukan." jawab Hui siang dengan mata basah"Maka aku terpaksa kerja di sini..Padahal aku harus mengurusi ayahku yang sudah tua itu. Betapa gusarnya ayahku.. sungguh kejampara hartawan itu" Hui siang memberitahukan lagi sambil menghela nafas panjang." Wajah Hui siang langsung berubah"Ja-ngan omong sembarangan. Mereka selalu memeras kaum petani di luar kota." "Hui siang."Mereka adalah para hartawan kota ini... Tentu ayahku tidak senang dan langsung melapor kepada Lie Tayjin (Pembesar Lie) Tapi malah ayahku yang dihukum. Alasan Lie Tayjin bahwa ayahku meminjam modal tidak membayar dan harus melunasi dengan hasil panen itu.Mereka harus memperoleh ganjarannya-" "Tuan. itujuga tidak apa-apa. "Nah. " Hui siang menggeleng-gelengkan kepala"Rumahku tidak-karuan. maka ayahku meminjam modal kepada salah seorang hartawan itu. "Ngmm" An Lok Kong cu manggut-manggut.." "Kalaupun engkau tertarik padanya." . "Ayahku punya beberapa bidang sawah di pinggir kota. Hui siang terisak-isak.. tapi.. Apa kah engkau berniat mengangkatnya menjadi pelayan pribadimu? " "Tentu tidak-" An Lok Kong cu tersenyum. besok kami akan ke rumahmu-" "Apa?" Hui siang terbelalak"Tuan-tuan mau ke rumahku?" "ya-" An Lok Kong cu manggut-manggut." Thio Han Liong tertawa kecil. hartawan itu menyita hasil panen dengan alasan bahwa itu adalah modalnya. "Kelihatannya engkau tertarik sekali pada gadis itu. "Aku hanya merasa kasihan kepadanya. sehingga tanpa sadar terus mencaci hartawan itu dan Lie Tayjin. "Eh?" An Lok Kong cu heran. Tuan-tuan bisa celaka" "oh ya" tanya Thio Han Liong. sekarang engkau boleh pergi melayani tamu lain. "Kenapa? Tidak boleh ya?" "Boleh sih boleh.." "Engkau senang kerja di sini?" tanya An Lok Kong cu mendadak"sebetulnya aku ingin berhenti. Akan tetapi." "Tidak jadi masalah-" An Lok Kong cu tersenyum. ketika panen.Karena itu Lie Tayjin menyita sawah ayahku-" "Hmm" dengus An Lok Kong cu"Begitu kejam hartawan dan Lie Tayjin. "Bagaimana keadaan ayahmu sekarang?" "sejak itu ayahkujatuh sakit. tapi ayahku membutuhkan biaya pengobatan. Karena kekurangan modal. di mana rumahmu?" "Rumahku di-. "Kenapa engkau tersenyum-senyum? Apa yang menggelikan?" "Menggelikan sih tidak. "Kapan engkau pulang?" "subuh-" "Kalau begitu..

. "Biasa anak pejabat tinggi dalam istana pasti banyak simpanannya. dan keamanan itu manggutmanggut. "Hmm" dengus An Lok Kong cu dingin"Baru jadi pembesar di kota ini sudah berlagak begitu macam" "Adik An Lok" Thio Han Liong tersenyum"Ayah-mu mungkin juga begitu.. "Kalau engkau mengejekku lagi. kemudian ia pun melambaikan tangannya. Mereka berdua lalu bersulang sambil tersenyum. dan seketika juga ke dua petugas keamanan itu menghampirinya sambil membung-kukbungkukkan badannya"Tuan Muda mau pesan apa?" tanya salah sedrang petugas keamanan itu. mari kita bersulang untuk perkenalan yang amat menggembirakan" "Baik. namun kemudian mereka menggeleng-gelengkan kepala. laiu mendekati para penari.." "simpanan apa?" "Itu. aku akan memberi kalian seorang seratus tael perak-" "Hah? seorang seratus tael perak?" Ke dua petugas keamanan itu terperangah. "Jangan menghina ayahku. ayahku tidak begitu macam lho" "OH." sahut An Lok Kong cu.ujar Thio Han Liong merendahkan suaranya. Ternyata Lie Tayjin menyuruh para petugas keamanan itu mengundang dua gadis penari untuk menemani mereka. aku" "Eeeh?" Thio Han Liong menatapnya dengan mata tak berkedip "Kenapa sikapmu seperti gadis pingitan sih?" "Aku aku " An Lok Kong cu menundukkan wajahnya dalam-dalam. Di saat bersamaan para penari itu berhenti. sebab ia yakin ia akan memperoleh hadiah berupa uang perak lagi"Aku ingin memborong para gadis penari itu.. "Kakak Han Liong. "Anak gadis yang mana?" tanya petugas keamanan itu dengan girang." "Eh?" An Lok Kong cu melotot.." jawab An Lok Kong cu"Mereka semua harus menemani kami makan dan minum-" "Apa?" Petugas keamanan itu terbelalak"Para gadis itu khusus hanya melayani Lie Tayjin dan para hartawan itu-" "oh?" An Lok Kong cu tersenyum"Kalian bawa para gadis penari itu ke mari." "omong kosong" An Lok Kong cu cemberut dan wajahnya kemerah-merahan. kemudian salah seorang keamanan segera menghampirinya dengan sikap hormat sekali. Lie Tayjin berbisik-bisik. "Aku mau pesan beberapa anak gadis untuk menemani kami makan dan minum. aku. ya?" "Memang iya." Thlo Han Liong mengangguk." sahut An Lok Kong cu. kaum gadis simpanan. Tiba-tiba Lie Tayjin melambaikan tangannya. namun musik tetap mengalun. lama sekali barulah mendongak seraya berkata.

Tuan Muda" ucap mereka serentak. suka main perempuan atau tidak? setelah para gadis penari itu berada di situ. tentu kami pun akan memperoleh hadiah kan?" "Tentu." An Lok Kong cu cemberut. aku diam.. jadi tidak ada urusan dengan kita. kemudian cepat-cepat pergi dengan wajah berseri-seri"Wuah" seru para gadis penari itu tak tertahan." "Kalian jangan takut. "Terima kasih. tentunya kami bisa celaka. sesungguhnya ia memanggil para penari itu. dan segera menyerahkan dua ratus tael perak kepada ke dua petugas keamanan itu. kalau kami tolak." ujar An Lok Kong cu. "Percayalah" An Lok Kong cu tersenyum lagi."Tapi ada LieTayjin di situ." An Lok Kong cu tersenyum-senyum." "Aku yang bertanggung jawab.. barulah mereka kembali ke tempat An Lok Kong cu bersama para gadis penari itu "Tuan Muda. "Maaf. kan?" "Benar-" Ke dua petugas itu segera berjalan ke panggung. "Maka lebih baik." gadis penari itu menghela nafas panjang. tidak lain hanya ingin mencoba bagaimana sifat Thio Han Liong.. setelah berbisik-bisik sejenak dengan para penari. kami tidak mau menyusahkan Tuan Muda. sedangkan tugas kita cuma membawa para gadis penari itu ke mariBagaimana menurutmu? Tuan Muda itu akan bertanggung jawab." sahut An Lok Kong cu. "Tolak saja. itu amat menggembirakan An Lok Kong cu.." " Kakak Han Liong. "Kita memperoleh seratus tael perak seorang." tegas An Lok Kong Gu. kami pasti celaka.. "Tuan Muda begitu royal." "Pokoknya aku yang bertanggung jawab. Thio Han Liong malah bersikap dingin. lalu memandang Thio Han Liong seraya bertanya.. . "Beliau adalah pembesar kota ini." ujar salah seorang petugas keamanan itu sambil tersenyum.." An Lok Kong cu tersenyum. "Tugas kalian hanya membawa para gadis penari itu ke mari-" "Itu. "Bagus. tidak boleh pergi melayani Lie Tayjini" "Bagaimana kalau Lie Tayjin memanggil kami?" tanya salah seorang gadis penari itu. tapi dia pasti tidak berani bertingkah di hadapanku. bagus" An Lok Kong cu manggut-manggut.. Kakak Han Liong?" "Aku tidak perlu turut campur kan?" sahut Thio Han Liong dengan bahu terangkat sedikit. tapi kemudian tersenyum. "yang penting kalian mau menemani kami makan dan minum." "oh?" Para gadis penari itu kurang percaya. tentu. "Walau dia pembesar kota ini. "Bagaimana mungkin kami berani menolaknya?" gadis penari itu menggeleng-gelengkan kepala.ya. kemudian berbisik-bisik. "Aku sudah membawa mereka ke mari." Ke dua petugas keamanan itu saling memandang. Tapi-. pertanda Thio Han Liong bukan lelaki hidung bCiang. "Kok diam saja.

sementara An Lok Kong cu terus bercakap-cakap dengan para gadis penari itu sambil tertawa-tawa."jawab petugas keamanan itu sambil tersenyum"Aku akan memberimu seratus tael perak. terjadilah pembicaraan serius antara para hartawan dengan pembesar Lie." sahut An Lok Kong cu. "Aku tidak berani melakukan itu. Lie Tayjin bertanya. sedangkan Thio Han Liong diam saja dengan sikap dingin"Maaf" Petugas keamanan itu memberi hormat kepada Thio Han Liong dan An Lok Kong cu"Lie Tayjin menyuruhku membawa para gadis penari ini ke tempatnya. setelah itu barulah mereka akan ke mari-" sahut petugas keamanan itu memberitahukan. harap Tuan-tuan jangan tersinggung" " Aku justru tersinggung. "Pokoknya mereka harus ke mari sekarang" "Tayjin." Petugas keamanan itu menggeleng-geleng-kan kepala. dan segeralah petugas keamanan itu menghampirinya. dan begitu sampai di sana. "Kedudukan dan derajat Tayjin amat tinggi. tapi ." bisik An Lok Kong cu. "siapa ke dua pemuda itu? Kok mereka berani memanggil para gadis penari untuk menemani mereka makan dan minum?" bisik salah seorang hartawan. tapi ke dua pemuda itu.." "Hmm" dengus pembesar Lie dengan wajah merah padam saking gusarnya." sambung yang lain. suruh para gadis penari itu ke mari" perintah pembesar Lie." ." Petugas keamanan itu cepat-cepat pergi ke tempat An Lok Kong cu. Tayjin." "Itu.. jangan mempermalukan diri sendiri karena urusan kecil. akhirnya mengangguk"Baiklah" Petugas keamanan itu segera ke tempat yang di sebelah kanan itu. "Kok mereka tidak ikut ke mari?" "Para gadis penari itu ingin berbicara sebentar dengan ke dua temannya yang berada di sini.." bisik petugas keamanan itu. maka tidak tahu siapa aku" Pembesar Lie melambaikan tangannya memanggil salah seorang petugas. "Ya. "Engkau ke tempat sebelah kiri itu." ujar An Lok Kong cu dan berbisik lagi." Petugas keamanan itu serba salah"Engkau mau uang?" tanya An Lok Kong cu mendadak"Tentu mau.. "Padahal sesungguhnya...." "Pokoknya aku yang bertanggung jawab.. "Para gadis penari itu khusus hanya untuk melayani kita. "Tidak bisa" Pembesar Lie mengerutkan kening... "Tayjin ada perintah apa?" tanyanya.sementara di tempat sebelah kanan." "Tuan. "Mungkin mereka berdua bukan penduduk kota ini. "Pokoknya aku melarang mereka ke sana... "Dua ratus tael perak?" "Dua ratus tael perak?" Petugas keamanan itu terbelalakLama sekali ia mempertimbangkannya. "Engkau harus berusaha agar ke dua gadis penari yang sedang menemani pembesar Lie itu ke mari menemani kami.

la langsung memberi rekannya lima puluh tael perak"Terima kasih." Petugas keamanan itu segera pergi dengan wajah ceria. "Ternyata begitu. setelah itu barulah mereka ke mari. "oooh" Rekannya-manggut-manggut. setelah berada di hadapan An Lok Kong cu dan Thio Han Liong. Tuan Muda." ucap rekannya itu "Tidak usah mengucapkan terima kasih-" Petugas keamanan itu tersenyum"Kita adalah kawan senasib. "Kok uangnya begitu banyak." Petugas keamanan itu menunjuk ke arah An Lok Kong cu. salah seorang rekannya cepat-cepat menghampirinya dan terbelalak begitu melihat uang itu. lalu berjalan ke tempat An Lok Kong cu." An Lok Kong cu memberikannya dua ratus tael perakDengan tangan agak bergemetar petugas keamanan itu menerima uang tersebut. yang ternyata pemilik Pek Hoa Louw itu.la berpapasan dengan seorang lelaki berusia lima puluhan berpakaian mentereng. "Engkau telah melaksanakan tugas dengan baik." Petugas keamanan itu memberitahukan tentang itu. "Terima kasih. bagi aku dikit lho" "Beres-" Petugas keamanan itu amat solider. lalu mengajak ke dua gadis itu ke tempat An Lok Kong cu"Bagus. Tayjin.Kita adalah kawan."Betul. maka rejekiku juga adalah rejekimu-" "Terima kasih. Tayjin. "Biar ke dua gadis penari ini ke sana dulu." "Ngmm" Lie Tayjin manggut-manggut. "Engkau jangan bohong" "Aku tidak bohong." Rekannya berjalan pergi. maka engkau layak memperoleh hadiah dariku." ucap petugas keamanan itu dengan wajah berseri. "Eh? Dari mana engkau memperoleh uang itu?" "Dari Tuan Muda itu. "Terima kasih-" "sekarang engkau boleh pergi" ujar An Lok Kong cu"ya. "Dia yang menghadiahkan uang ini kepadamu?" Re-kannya kurang percaya. Terima kasih atas kedatangan kalian-" . "Terima kasih. bagus" An Lok Kong cu tersenyum sambil memandang petugas keamanan. Tuan Muda.Engkau memperoleh dua ratus tael perak. siapa yang memberinya?" "salah seorang tamu yang di tempat bagian kiri" Ah sam menunjuk ke arah An Lok Kong Cu" Engkau kenal tamu itu?" "Tidak-" "Ngmmm" Pemilik Pek Hoa Louw itu manggut-manggut." sahut Ah sam"Ah seng?" Pemilik Pek Hoa Louw mengerutkan kening." ujar salah seorang hartawan. ia memberi hormat kepada mereka seraya memperkenalkan diri"Aku adalah pemilik Pek Hoa Louw ini. "Ah sam" Pemilik Pek Hoa Louw menatapnya"Eh? siapa yang memberimu uang itu?" "Ah seng. Terima kasih." ucapnya sambil membungkuk-bungkukkan badannya.

"Ha ha ha" Pemilik Pek Hoa Louw lalu tertawa gelak"Kalian berasal dari mana? Bolehkah aku tahu?" "Kotaraja-" "oh?" Pemilik Pek Hoa Louw tersentak"Kalian bukan penduduk kota ini. "Maaf. mereka membawa ribuan tael perak dan emas. kalian. dan sikapnya pun berubah hormat sekali. Aku akan memberi mereka hadiah. "Suruh dia jangan macam-macam terhadapku" "ya. tidak boleh melayani tamu lain" "Tapi-" Pemilik Pek Hoa Louw memberitahukan. aku akan segel Pek Hoa Louw ini" "Apa?" Wajah pemilik Pek Hoa Louw langsung berubah pucat pias. pantas tidak tahu-." "Hmm" dengus An Lok Kong cu dingin"Lie Tayjin" itu apa? Aku justru senang ditemani para gadis penari ini. seorang lima tael emas. kemudian berbisikbisik"Tuan Besar dipanggil LieTayjin-" Pemitik Pek Hoa Louw mengangguk. suatu jumlah yang amat besar. lalu berkata kepada An Lok Kong cu sambil tersenyum."sama-sama." "Tidak tahu apa?" tanya An Lok Kong cu. para gadis pemain musik. ia langsung me-nudingnya seraya membentak"Bagaimana engkau? Kenapa tidak kau suruh para gadis penari itu ke mari menemani kami?" "Mereka. mereka sedang menemani ke dua tamu itu. bahkan juga tidak pernah memberi hadiah kepada para gadis penari. Begitu pemilik Pek Hoa Louw mendekatinya. sesungguhnya ia amat membenci pembesar itu...buntalan itu berisi ribuan tael perak dan emas. karena setiap kati bersenang-senang di sana." sahut An Lok Kong cu tanpa balas memberi hormat. aku harus segera pergi menemui Lie Tayjin" "Tuan" ujar An Lok Kong cu." "Apa?" Pemilik Pek Hoa Louw terbelalak"Engkau akan memberi mereka lima tael emas seorang?" "Ya-" An Lok Kong cu membuka buntalannya"Ini uangku. Apabila perlu Pek Hoa Louw ini akan kubeli-" "Tuan Muda -" Pemilik Pek Hoa Louw ini langsung memanggilnya demikian." "Haaah ?" Pera hartawan itu semuanya jadi terbelalak"Apakah mereka hartawan dari Kota raja?" "Mungkin-" Pemilik Pek Hoa Louw mengangguk"Aku tidak peduli itu" ujar Lie Tayjin bernada gusar." sahut pemitik Pek Hoa Louw sambil memberi hormat." Pemilik Pek Hoa Louw segera pergi menemui Lie Tayjin sementara Lie Tayjin tampak gusar sekali.. " Ke dua tamu itu berasal dari Kota raja. Di saat bersamaan. . dan para petugas keamanan. "Pokoknya engkau harus menyuruh para gadis penari itu ke mari Kalau tidak. pembesar tersebut tidak pernah membayar. Tuan Muda.. "Hmm" dengus LieTayjin"Tentunya engkau tahu para gadis penari itu hanya boleh melayani kami. "Para gadis penari ini khusus hanya melayani Lie Tayjin dan para hartawan kota ini. tampak seorang petugas keamanan menghampiri pemilik Pek Hoa Louw itu...

"Tuan Muda." "oh?" An Lok Kong cu tertawa dingin"Engkau takut dia menyegel Pek Hoa Louw ini." "Bandot tua itu berani menangkapku? Apakah dia tidak menyayangi kepalanya lagi?" sahut An Lok Kong cu. maka beliau akan menyegel Pek Hoa Louw ini. cepat berlutut" "Apa? Engkau. sebetulnya siapa dia? Bolehkah Tuan Muda memberitahukan?" tanya pemilik Pek Hoa Louw. "Kurang ajar" bentak Lie Tayjin gusar"Engkau berani tidak memberi hormat kepadaku?" "Hmm" dengus An Lok Kong cu dingin"Engkau cuma pembesar di kota ini.." Pemilik Pek Hoa Louw tidak dapat metanjutkan ucapannya karena nafasnya masih tersengalsengal.. agar Tuan Muda tidak ditangkap. "Kenapa mereka?" tanya An Lok Kong cu.." ujar salah seorang gadis penari. kemudian pemilik Pek Hoa Louw itu bertanya kepada Thio Han Liong. Tuan Besar?" tanya salah seorang gadis penari itu sambil tertawa cekikikan.. "Tuan Muda punya hubungan apa dengan dia?" "Kami boleh dikatakan saudara. tapi berani bertingkah di hadapanku? Ayoh. Lie Tayjin menghendaki mereka ke sana.. kalian lihat saja" sahut Thio Han Liong serius dan menambahkan.. "Kenapa nafas Tuan Besar ngos-ngosan sih?" "Kalian. maka. tapi tidak takut aku akan menyita Pek Hoa Louw ini kalau engkau berani menyuruh para gadis penari ini ke sana?" "Hah? Apa?" Pemilik Pek Hoa Louw terbelalak." "Hmm" dengus An Lok Kong cu dingin"Biar aku yang menemui bandot tua itu" "Tuan Muda. "Biar kami ke sana menemaninya. lalu berjalan ke tempat itu... "Aduuuh Celaka." Lie Tayjin melotot..ri ke tempat Thio Han Liong dan An Lok Kong Cu sampai di tempat itu..." "Hah?" Menggigillah pemilik Pek Hoa Louw." "Ba baik-" Pemilik Pek Hoa Louw bvtarUla." sahut Thio Han Liong sambil tersenyum. "Tuan Muda. "saudaraku itu datang dari istana di Kota-raja. lalu berteriak memanggil para petugas keamanan. sementara An Lok Kong cu sudah berada di hadapan Lie Tayjin. . untung dia tidak bersikap kurang ajar terhadap pemuda itu." "Ayoh" bentak Lie Tayjin"Cepat panggil para gadis penari itu ke mari Kalau tidak»." "Tidak bisa" sahut An Lok Kong cu.. kalau mereka tidak ke sana menemui Lie Tayjin. setelah itu barulah menjawab dengan setengah memohon. Pemilik Pek Hoa Louw dan para gadis penari ilu terbelalak. Pemilik Pek Hoa Louw menarik nafas dalam-dalam.Namun ia tidak memberi hormat kepada pembesar itu. nafasnya terengah-engah... "Tuan Muda. "Pokoknya Lie Tayjin ketemu batunya malam ini. "TuanMuda.." keluh pemilik Pek Hoa Louw. sehingga membuat para gadis penari itu tertawa geli"Ada apa. kalian. Aku aku harap Tuan Muda jangan menyulitkan diriku.."Itu.

kalau kepalamu masih mau menempel di lehermu" "ya-" Lie Tayjin manggut-manggut. "Kalau mereka bertanya tentang diriku. "Cepat suruh para hartawan itu berlutut" ujar An Lok Kong cu. "Ha." " Kalian.." Lie Tayjin manggut-manggut lagi." "Rasakan" sahut yang lainnya sambil tertawa cekikikan. maaf" ucap pemilik Pek Hoa Louw sambil memberi hormat.a.. kalian tidak boleh bangun" tegas An Lok Kong cu. maka kita harus menuruti perintahnya. bukan pengawal Tayjin. maka kami tidak berhak menangkapnya.. "Bagaimana perlakuan pemilik Pek Hoa Louw ini terhadap kalian?" ." "Hah?" Para hartawan itu terkejut bukan main."cepat kalian tangkap dia" "Maaf" sahut satah seorang petugas keamanan yang telah menerima hadiah dari An Lok Kong cu. An Lok Kong cu tersenyum. "Hi hi hi" salah seorang gadis penari tertawa geli"Lie Tayjin dan Para hartawan itu masih berlutut di situ. "Ampunilah hamba Kong." Lie Tayjin menghela nafas panjang... sekaligus memperlihatkan sua tu benda kepadanya. bilang saja aku dari istana" "Ya. "Lie Tayjin sering menyiksa orang." Ketika Lie Tayjin baru mau mencaci mereka." sekujur badan Lie Tayjin langsung menggigil dan cepat-cepat ia menjatuhkan diri berlutut di hadapan An Lok Kong cu.. "Kami adalah petugas keamanan di sini. Agar leher kita tidak putus. sedang kan pemilik.. lalu kembali ke tempatnya. "Lie Tayjin. kemudian berbisik "Engkau tidak boleh membocorkan identitasku. sebetulnya siapa pemuda itu? Kenapa kami dan Tayjin harus menuruti perintahnya?" "Dia adalah.a. sedangkan An Lok Kong cu tersenyum-senyum." "Kalian jangan bicara sembarangan" tegur pemilik Pek Hoa Louw. kemudian menyuruh para hartawan itu berlutut. malam ini dia dapat ganjarannya. "Dia dia -" sementara sambil tersenyum-senyum An Lok Kong cu duduk disisi Thio Han Liong.. "Apa? Kami juga harus ikut berlutut?" Para hartawan itu tercengang. yaitu sebuah giok yang berukir sepasang naga. segeralah para hartawan itu berlutut. "Cepat kalian berlutut" bentak Lie Tayjin dengan wajah pucat pias"Cepaat" Menyaksikan air muka Lie Tayjin. " Kalau sampai terdengar oleh LieTauj-jin " "Mau apa dia?" sahut An Lok Kong cu.H Engkau adalah-. "sebelum kusuruh. "Maaf. Pek Hoa Louw dan para gadis penari memandangnya dengan mata terbelalak dan mulut ternganga lebar. kemudian memandang para gadis itu seraya bertanya. "Dia dari istana." "Diam" bentak An Lok Kong cu. mendadak Ah Lok Kong cu mendekatinya.

lalu memperhatikan Hui siang dan menggelengkan kepala. Tuan Muda. "Tapi sangat pelit terhadap kami. hamba tidak mengenalnya" "Engkau yang menyita sawah ayahnya." Hui siang mengangguk-~ "Dongakkan kepalamu" bentak An Lok Kong cu kepada Lie Tayjin"Engkau kenal gadis ini?" Lie Tayjin mendongakkan kepala. "Akan ku-cincang dia" "Ampun." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. maka. Di saat itu Lie Tayjin sudah datang menghadap dengan cara berlutut di hadapan An Lok Kong cu." "Aku harus menghukum mereka agar mereka kapok. cepatlah panggil dia ke mari" "Ya. "Sekarang panggillah Lie Tayjin ke mari" "Apa?" Air muka pemilik Pek Hoa Louw langsung berubah"Aku ." Lie Tayjin cepat-cepat membenturkan kepalanya di lantai beberapa kali." Lie Tayjin menundukkan kepala"Hamba akan segera mengembalikan sawah itu kepada .. "Panggilkan gadis penyanyi yang tadi menemani kami" sahut An Lok Kong cu." "Oooo" An Lok Kong cu manggut-manggut. "Ampunilah hamba " An Lok Kong cu diam saja.. Thio Han Liong tidak menyahut. "Tuan Muda ada perintah apa?" tanya Lie Tayjin dengan suara bergemetar-gemetar.... "Lie Tayjin ini amat jahat." Pemilik Pek Hoa Louw segera pergi memanggil Lie Tayjin. "Tuan Muda.."Cukup baik.." ujar An Lok Kong cu sambil tersenyum. "Kakak Han Liong" An Lok Kong cu memandangnya seraya bertanya." tanya An Lok Kong cu. "Engkau.. "Dia tidak berani menghukummu. kemudian memangil salah satu petugas keamanan. Tuan Muda." Pemilik Pek Hoa Louw mengangguk." Petugas keamanan itu segera pergi memanggil gadis tersebut." "Jangan khawatir" An Lok Kong cu tersenyum. "Pembesar inikah yang menyita sawah ayahmu?" "ya." "oh." sahut salah seorang gadis penari itu.. "Tuan Muda. "Kadang-kadang aku memang agak pelit. bagaimana kalau kau penggal kepalanya?" "Hmm" dengus Thio Han Liong dingin. kok sudah lupa sekarang?" "Hamba.. "ya. "Adik An Lok.. apa yang harus kukerjakan?" tanya petugas keamanan itu dengan sopan sekali." Gadis itu memberi hormat. ya?" An Lok Kong cu langsung menatap pemilik Pek Hoa Louw"Betul. "Maaf.. "Hui siang. sebab Lie Tayjin danpara hartawan itu sering tidak bayar... Tuan Muda Ampun..

. la menghitung kira-kira berjumlah seribu tael . Kalau tidak..." sahut para hartawan itu.. Bahkan ada yang langsung berlutut di hadapan Thio Han Liong. "Tuan Muda jangan penggal kepalaku" "Hmm" dengus Thio Han Liong. Tuan Muda-" Para hartawan itu segera kembali ke tempatnya. mereka pun berlutut. "Terima kasih." "Aku pasti penggal kepala kalian dengan pedang pusaka istana" sambung Thio Han Liong. lalu menyuruh para hartawan itu menghadap An Lok Kong Cu. "Esok pagi engkau harus mengantar lima ratus tael perak ke rumahnya Kalau tidak. kepala kalian pasti terpisah dengan leher" sahut Lie Tayjin dan memberitahukan." sahut seorang hartawan yang berperut gendut.Lalu duduk dan menarik nafas lega." ucap mereka serentak. sebab esok siang kami akan ke rumahnya" "ya-" Lie Tayjin mengangguk." Hartawan gendut itu manggut-manggut.. tapi suruh para hartawan itu ke mari" ujar An Lok Kong cu. "Nah sekarang. "Sebetulnya siapa pemuda itu?" "Aku akan beritahukan. "Sekarang kalian boleh pergi-" An Lok Kong cu mengibaskan tangannya. maka mulai sekarang. sementara An Lok Kong cu memandang uang perak yang di atas meja. "Hamba. "Dia An Lok Kong cu. ya. "Siapa diantara kalian yang pernah menyita hasil panen orangtua Hui Siang?" tanya An Lok Kong Cu. agar para hartawan itu segera pergi"ya. "Kalian selalu memeras kaum petani. Dengan hati kebat-kebit para hartawan itu menghadap An Lok Kong cu.ayahnya. "Bangunlah" ujar An Lok Kong cu sambil menatap mereka dengan dingin. kalian harus membantu kaum petani dengan modal secukupnya tanpa harus membayar bunga Kalau kalian tidak menuruti perkataanku ini. "Ya." Lie Tayjin mengangguk lagi.." "Haaah ?" Tara hartawan itu nyaris pingsan seketika. "uang yang kalian bawa itu harus ditaruh di sini semua" "ya. Sampai di hadapan An Lok Kong cu. "Engkau harus mengganti kerugian ayah Hui Siang" tegas An Lok Kong cu.. Tuan Muda Ampun. putri kesayangan kaisar. "Hmm" dengus An Lok Kong Cu."Mulai sekarang kalau engkau masih berani bertindak sewenang-wenang terhadap rakyat. hamba berjanji" "Baik-" An Lok Kong cu manggut-manggut"Harus dikembalikan esok pagi. tapi kalian harus menjaga rahasia. Tuan Muda.Kemudian salah seorang dari mereka bertanya kepada Lie Tayjin. "Sekarang engkau boleh kembali ke tempatmu. hamba mohon diri" Lie Tayjin kembali ke tempatnya.. Tuan Muda. engkau pasti dipecat dan dihukum" "Ya. "Ampun." "ya." ucap para hartawan itu memohon. lalu mengeluarkan uang masing-masing dan ditaruh di atas meja. " An Lok Kong cu menatap mereka satu persatu.

Thio Han Liong menutup pintu kamar sambil menggelenggeleng kan kepala. "Bagaimana kalau Tuan Muda bermalam di sini saja?" "itu. lalu mCiangkah ke dalam.. "Tuan Muda. "Perlukah kami ke kamar menemani kalian?" "Apabila perlu." ujar An Lok Kong cu sambil tersenyum lembut. pasti ada orang memanggil kalian. "Maaf" ujar pemilik Pek Hoa Louw." sahut Thio Han Liong. "Adik An Lok. Tuan Muda merasa cocok?" "Boleh juga. "Bagaimana kamar ini." tanya salah seorang gadis penari. "AyoW. "Engkau amat tampan.. kemudian memanggil pemilik Pek Hoa Louw"Tuan Muda ada perintah apa?" tanya pemilik Pek Hoa Louw cepat "Bagi-bagikanlah uang ini kepada para gadis penari. pemain musik dan para gadis pelayan" "ya. "Engkau terlampau romantis. sambil menengok ke sana kemari. entah berapa banyak gadis akan tergila-gila kepadamu" "Engkau pun amat tampan." sahut Thio Han Liong sambil mengerutkan kening." sahut An Lok Kong cu sambil tersenyum. Kakak Han Liong.. bahkan juga terlampau menghamburkan uang.. "sekarang engkau boleh pergi.perak. itu agar mereka tidak mendekatiku-" "oh?" An Lok Kong cu tertawa kecil"Bukankah enak sekali dikerumuni kaum gadis?" . "Baiklah-" An Lok Kong cu manggut-manggut." Thio Han Liong mengangguk. engkau." Pemilik Pek Hoa Louw segera meninggalkan mereka. Kakak Han Liong?" tanya An Lok Kong cu sambil duduk di hadapannya dan menatapnya dengan mata berbinar-binar. "Bagaimana?" Terserah engkau. tidak baik begitu" "ya. Tak lama mereka sudah sampai di depan sebuah kamarPemilik Pek Hoa Louw membuka pintu kamar itu seraya bertanya. lebih baik pergunakan uangmu itu untuk menolong fakir miskin. "Engkau harus berubah." " Kalau begitu.." "Kenapa aku.." An Lok Kong cu manggut-manggut. mari kita kembali ke penginapan" "Baik." "ya." An Lok Kong Cu memandang Thio Han Liong. tentunya banyak gadis yang jatuh cinta kepadamu-" "Aku -" Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala"Justru bersikap dingin terhadap kaum gadis. itu lebih tepat-" "Pokoknya Kakak Han Liong bilang apa. mari ikut aku ke dalam" ajak pemilik Pek Hoa Louw. "Aaaah " Thio Han Liong menghela nafas panjang." An Lok Kong cu mengangguk"Terus terang" kata Thio Han Liong sambil memandangnya"Daripada untuk berfoya-foya begitu. Tuan Muda" Pemilik Pek Hoa Louw mengangguk"baiklah-" An Lok Kong cu bangkit berdiri sambil memandang Thio Han Liong. "Kami akan bermalam di sini. aku pasti menurut. kemudian berkata kepada pemilik Pek Hoa Louw. Tuan Muda.

"Kami mengantar sarapan untuk Tuan Muda" Thio Han Liong membuka pintu. mendadak Thio Han Liong membuka matanya. kemudian kembali ke tempat duduknya. kemudian perlahan-lahan ia mendekati An Lok Kong cu. kemudian mohon diri "Hahaha" Thio Han Liong tertawa. karena tidak menyangka Thio Han Liong begitu baik terhadapnya. biar aku yang tidur di kursi." "Kok bandel " Thio Han Liong melotot.sifat burukmu itu harus dibuang jauh-jauh." Mendadak dari luar terdengar suara ketukan pintu.. Perlahan-lahan An Lok Kong cu turun dari tempat tidur. Betapa terharunya An Lok Kong cu. sekarang sudah mulai membantah-" "Lupa. gadis-gadis pelayan itu masuk. "Masuklah" ucap Thio Han Liong."Tapi aku bukan engkau yang senang dikerumuni kaum gadis. aku bangun kesiangan... Thio Han Liong tersenyum-senyum.. menaruh semua hidangan dan arak wangi ke atas meja.. ." "ya. ia tidak berani menimbulkan suara." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala." An Lok Kong cu tertawa kecil. Malta bersemilah cintanya terhadap pemuda itu. "Adik An Lok. selimut yang menutupi An Lok Kong cu itu agak merosot ke bawahThio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. lalu membaringkan dirinya ke tempat tidur. segeralah Thio Han Liong bangkit berdiri "Aku. "Dasar anak nakal" gumam Thio Han Liong sambil tersenyum "Dalam tidur pun tetap nakal membuat selimut merosot ke bawah-" Thio Han Liong menarik selimut itu menutupi badan An Lok Kong cu.. lalu berdiri di feadapan Thio Han Liong sambil memandangnya dengan penuh perhatian. Ah Lok Kong cu belum puas ia terus melirik ke arah Thio Han Liong dengan hati berdebar-debar anehEntah berapa lama kemudian. "Aku pun baru bangun. maka aku tidak berani membangunkanmu. Kakak Han Liong. kebetulan mengarah pada An Lok Kong cu. "siapa?" "Pelayan" Terdengar suara sahutan dari luar. aku mau tidur di kursi" "Kakak Han Liong" An Lok Kong cu tersenyum"Engkau tidur di ranjang . namun ia tidak berani bergerak karena tahu Thio Han Liong sedang mendekatinya. An Lok Kong Cu tersenyum.» An Lok Kong cu mengangguk "oh ya» Thio Han Liong memandangnya"Engkau tidurlah di tempat tidur. "Tadi engkau bilang mau menuruti semua perkataanku.Kebetulan An Lok Kong cu terjaga dari tidurnya." sahut Thio Han Liong. karena engkau masih pulas. tampak beberapa gadis pelayan berdiri dengan membawa berbagai macam hidangan dan arak wangi. saat itulah pemuda itu mendadak membuka matan Begitu melihat An Lok Kong cu berdiri di hadapannya. kemudian memejamkan matanya. sebab Thio Han Liong masih dalam keadaan tidur di kursiAn Lok Kong cu mendekatinya.

mari kita makan.Mereka hidup tenang. Tapi Cu Goan ciang masih khawatir ayahku akan merebut tahta kerajaan." ujar An Lok Kong cu seusai Thio Han Liong menutur... Tentunya tahu betapa jahat dan liciknya Cu goan Dang itu. oleh karena itu."Pemilik Pek Hoa Louw ini sungguh menghormati kita. hingga saat ." An Lok Kong cu terkejut bukan main. Cu Goan ciang mengutus sembilan Dhalai Lhama dan puluhan pengawal istana menyerbu kepulauan Hong Hoang to itu.. "Kenapa engkau begitu membenci kaisar?" "Sebab " Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. "Kaisar adalah mantan bawahan ayahmu? siapa ayahmu?" "Ayahku bernama Thio Bu Ki.. kalau aku membunuh Cu goan ciang. padahal. hidangan di sini masih kalah hebat dibandingkan dengan yang di dalam istana. aku benci sekali pada Cu goan ciang. bahkan wajah mereka rusak terbakar oleh api Liak Hwee Tan. untuk sementara ini aku belum bisa.-" Thio Han Liong menutur kejadian itu berdasarkan apa yang di dengar dari ayahnya. "Kenapa ayahmu melarangmu membunuh kaisar itu?" "Ayahku bilang." "oh?" Tercengang An Lok Kong cu. An Lok Kong cu mendengarkan dengan penuh perhatian." ujar Thio Han Liong dan menambahkan. "Bagaimana engkau ikut aku ke istana?" "Adik An Lok. Thio Han Liong terus memuji akan kelezatan semua hidangan tersebut "Kakak Han Liong... "Tapi Cu Goan Ciang khawatir ayahku akan jadi kaisar." "Tentu." ujar Thio Han Liong memberitahukan." "Apa?" Terbelalak An Lok Kong cu. engkau adalah putra Thio Bu Ki yang amat kesohor itu. damai dan bahagia dipulau itu." An Lok Kong cu memberitahukan." "Ayah dan ibumu tinggal di mana sekarang?" "Dipulau Hong Hoang to. Hidangan-hidangan itu tampaknya memang lezat sekali. "Akan tetapi ayahku melarangku membunuh cu goan ciang. "Aku tidak menyangka sama sekali. maka belasan tahun lalu. tapi kalau aku ke istana. tentu akan membuat rakyat menderita. maka." "Haaah-. "Maka ayah dan ibuku meninggalkan Tionggoan." An Lok Kong cu tersenyum. dia adalah bawahan ayahku. sesungguhnya ayahku tidak mau jadi kaisar. berarti aku akan membunuh cu goan Ciang-" Wajah An Lok Kong cu tampak muram.. "Kakak Han Liong." "Ayahmu kenal ayahku?" "Kenal" An Lok Kong cu mengangguk"Kalau ayahmu ingin menjadi pejabat tinggi di istana." "Ayahku tidak mau" Thio Han Liong menghela nafas panjang." "oh?" An Lok Kong cu tersentak"Lalu bagaimana?" "Ayah dan ibuku terluka." Mereka mulai makan.terima kasih atas ajakanmu. "Kakak Han Liong. "Ayahmu adalah pejabat tinggi dalam istana. "oleh karena itu.

mereka berpamit pada pemilik Pek Hoat Louw." sahut An Lok Kong cu sambil melangkah ke dalam. "Kami harus melanjutkan perjalanan. Tuan" "Selamat jalan" sahut pemilik Pek Hoat Louw. Kami. entah bagaimana nasib kami" "Hui siang. . lalu menghela nafas panjang." tanya An Lok Kong cu.. "silakan duduk" ucap Hui siang.." Hui siang menyambut kedatangan mereka dengan wajah berseri-seri"Silakan masuk" "Terima kasih. Terima kasih atas kebaikan Tuan terhadap kami" "Ha hal" Pemilik Pek Hoat Louw tertawa. "Ini adalah ayahku." An Lok Kong Cu tersenyum.. "Kalau tiada bantuan dari Tuan Muda. "Aku yang harus berterima kasih pada kalian. "Kalian sudah mau pergi?" Pemilik Pek Hoat Louw ingin menahan mereka..Mereka melihat seorangtua berbaring di tempat tidur." "Maaf" sahut Thio Han Liong." Hui siang mengangguk"Pagi-pagi sekali Lie Tayjin sudah mengutus seseorang ke mari..ini aku belum ke istana membunuh kaisar. kami sungguh berterima kasih kepada Tuan Muda.. namun dibatalkannya.. "Nginap saja beberapa malam. Berselang beberapa saat kemudian.la mengantar Thio Han Liong dan An Lok Kong cu sampai di luar. "Terima kasih " ujar orangtua itu dengan suara lemah"Terima kasih -" "Paman" Thio Han Liong tersenyum"Tidak usah berterima kasih kepada kami. yang merupakan sebuah gubuk. pokoknya gratis. Begitu pula hartawan yang menyita hasil panen sawah ayahku. Thio Han Liong mengikutinya dari belakang. aku pun harus membuat perhitungan dengan para Dhalai Lhama itu. An Lok Kong cu dan Thio Han Liong mengangguk lalu duduk. Thio Han Liong dan An Lok Kong cu langsung menuju rumah Hui siang. yang berada di ujung kota." Thio Han Liong menjelaskan. jangan lupa mampir" " ya... Kalau kalian ke mari lagi kelak. "Tuan Muda" Hui siang memberitahukan.. maka tidak bisa bangun untuk memberi hormat-" "Tidak apa-apa.Tak seberapa lama kemudian. "Apakah Lie Tayjin sudah mengembalikan sawah itu kepada ayahmu?" "sudah.. "selain itu. mereka sudah tiba di rumah tersebut." An Lok Kong cu ingin mengatakan sesuatu. senyumannya yang amat menawan hati itu membuat wajah Hui siang langsung kemerah-merahan dan tampak tersipu. Hui siang memang gadis yang berbakti" "Aaah." orangtua itu menghela nafas panjang. Dia ke mari untuk mengganti rugi.Karena masih sakit..." ujar Thio Han Liong sambil memberi hormat kepada orangtua itu." Thio Han Liong mengangguk"sampaijumpa. "Tuan Muda." "Kakak Han Liong.

."Lie Tayjin dan hartawan itu telah menepati janji." "Bukan karena itu.. Hui siang" An Lok Kong cu menatapnya sejenak. "sampai jumpa. otomatis membuat mereka patah hati. Bagaimana mungkin Tuan Muda akan ke mari menengok aku lagi? Itu tidak mungkin. "Hui siang" An Lok Kong cu memegang bahunya. "Kami harus memburu waktu melanjutkan perjalanan." An Lok Kong cu tersenyum." "Engkau adalah anak laki-laki seperti aku. maka aku harus menemanimu sekalian melindungimu" ujar Thio Han Liong. "Kakak Han Liong. Kakak Han Liong... jadi tidak bisa lama-lama di sini. Tuan Muda cuma menghibur. lain kali jangan begitu baik terhadap kaum gadis" "Harus bersikap dingin seperti engkau?" tanya An Lok Kong cu sambil tertawa kecil. " Kapan ada kesempatan. "Barang kali karena rumah ini gubuk maka Tuan Muda tidak betah di sini. secara tidak langsung engkau telah membuat gadis itu patah hati.. "Kenapa engkau menghela nafas panjang? Apakah merasa berat berpisah dengan gadis itu?" "Adik An Lok. maka aku harus menjauhi mereka.." "oh. "Lebih baik bersikap dingin daripada bersikap hangat." An Lok Kong cu tersenyum. "Sebelumnya aku pun bersikap sepertimu. Engkau jangan salah paham" "Tuan Muda. lagi pula engkau melancong seorang diri." "Engkau adalah putra pejabat tinggi dalam istana." sahut Thio Han Liong sungguh-sungguh "Lho? Memangnya kenapa?" "Adik An Lok" Thio Han Liong menatapnya seraya berkata." "Hui siang. "Aaaah--" Thio Han Liong menghela nafas panjang setelah meninggalkan rumah Hui siang. tak mungkin aku akan jatuh cinta kepadanya." ujar Thio Han Liong dan menambahkan. dan banyak gadis mendekatiku karena mengira aku jatuh hati pada mereka." sahut Thio Han Liong sambil menggelenggelengkan kepala. "Tapi engkau baik sekali terhadap diriku. "oleh karena itu." "Tuan Muda" Wajah Hui siang langsung berubah murung... "Aku tahu. maka kami berpamit sekarang. tentunya gadis itu tidak pantas menjadi pasanganmu." ucap Hui siang dengan air mata berderai-derai. selamat jalan. "Terima kasih.. .. mungkin juga mereka merasa sakit hati padamu. ya?" An Lok Kong cu tersenyum seraya berkata. "Tuan Muda." Wajah An Lok Kong CU berseri. "gadis itu yang merasa berat berpisah denganmu." "oooh" An Lok Kong cu manggut-manggut. " Kakak Han Liong" An Lok Kong cu tercengang. kami akan ke mari lagi menengokmu. kemudian berpamit kepada Hui siang dan ayahnya.. lalu mCiangkah pergi dan diikuti Thio Han Liong dari belakang." Mata Hui siang tampak mulai berkaca-kaca." "Aaaah " Hui siang menghela nafas panjang.

"Ketika nenek dikeroyok para penjahat. mendadak muncul seorang pemuda berpakaian serba merah membantu neneksungguh sadis pemuda berpakaian merah itu." "Kenapa aku?".." Lam Hai Lo Ni manggut-manggut. nenek sudah kenal Hiat Mo itu" "oh?" yo sian sian terperangah. kami berkenalan." -ooo00000ooooBab 33 Lam Hai Lo Ni (Biarawati Tua Laut selatan) Yo Sian Sian sudah tiba di tempat tinggal Lam Hai Lo Ni yang terletak di laut selatan. "Jadi Kwee In Loan berhasil melukaimu?" "ya. sedangkan biarawati tua itu terus memandangnya.." "Hiat Mo Hiat Mo-. "Dia-.. "Ternyata dia berasal dari Kwan Gwa. "Engkau.. Kelihatannya ia sedang mengenang masa lalunya.. "Hiat Mo yang mengajarkannya ilmu itu." ujar Lam Hai Lo Ni dengan mata memandang jauh ke depan. "sebelum kenal kakekmu.. "Engkau sungguh mirip anak gadis." tanya An Lok Kong cu mendadak"seandainya aku seorang gadis. suka cemberut dan sekarang malah membanting-banting kaki." gumam Lam Hai Lo Ni dengan kening berjeerut-kerut." "Aku. Nenek-" yo sian sian memberitahukan." An Lok Kong cu menundukkan kepala.. akhirnya saling mencinta. dan sejak itu kami menjadi kawan. "Engkau."Engkau sungguh baik hati terhadapku. tentunya aku akan menjauhimu. sebab Lam Hai Lo Ni tidak pernah menceritakannya. dia membantai habis para penjahat tersebut setelah itu." "Apa?" Lam Hai Lo Ni tampak terkejut." "Lalu bagaimana?" tanya yo sian sian tertarik. aku. "Kini kepandaiannya sudah tinggi sekali. karena dia telah berhasil menguasai ilmu Hiat Mo Ciang. "Pada waktu itu nenek masih muda. la duduk di hadapan biarawati tua itu. "" Tanpa sadar An Lok Kong cu mem-bantingbanting kaki. "Adik An Lok" Thio Han Liong tersenyum." . aku tidak akan melupakanmu selamanya.. baru berkelana di rimba persilatan." "Aku pun tidak akan melupakanmu selamanya. "Engkau jahat sekali" "Ha ha ha" Thio Han Liong tertawa gelak.." " nenek kenal Hiat mo itu?" "Kenal." "Kakak Han Liong. namanya siang Koan It Hang.... "Hubungan kami kian hari kian bertambah akrab. sebab kita sudah seperti saudara kandung." sahut Lam Hai Lo Ni dan melanjutkan. Nenek pun memberitahukan nama nenek. "Kini dia telah memiliki ilmu Hiat Mo Ciang?" "ya.." sahut Thio Han Liong sambil tersenyum. Nenek-" yo sian sian mengangguk. apakah engkau akan sedemikian baik terhadapku?" "Kalau engkau seorang gadis. "Mari kita melanjutkan perjalanan ke gunung Bu Tong pemandangan di sana amat indah menakjubkan.

" "Tusuk konde ini... nenek yakin ini merupakan syaratnya. sebab amat berguna bagimu kelak" "ya.." "Siapa yang menang..." (Bersambung ke Bagian 17) Jilid 17 "Nenek bisa menebak kira-kira apa syarat itu?" "Kwee In Loan pasti harus mematuhi perintahnya. perlihatkan tusuk rambut ini kepadanya Nenek yakin dia masih menghargai benda ini." Lam Hai Lo Ni manggutmanggut. Keesokan harinya. Hek?" "Tiada yang kalah dan yang menang. nenek yakin pasti dengan suatu syarat." yo Sian Sian mengangguk. kemudian mengeluarkan suatu benda dari dalam sebuah kotak kecil. mulailah Lam Hai Lo Ni mengajar yo sian sian ilmu Thian sin cisementara ." "Nenek. dan akan menuruti satu permintaanmu. malah menikah dengan kakek?" "Aaaah " Lam Hai Lo Ni menghela nafas panjang." ucap yo Sian Sian. Nenek. "sejak itu kami berpisah.. "Apabila kelak engkau bertemu Hiat Mo. "Nenek berikan benda ini kepadamu. sebab kepandaian kami seimbang."oh?" yo sian sian terbelalak.. "Dia mengajar Kwee In Loan ilmu Hiat Mo Kang.aku justru tidak mengerti kenapa Hiat Mo bersedia mengajar Kwee In Loan ilmu Hiat Mo Kang? Apakah ada sesuatu di balik itu?" "Hiat Mo amat licik dan banyak akal busuknya." "oh?" "Sian Sian" Lam Hai Lo Ni menatapnya. ke dua ilmu tersebut tidak dapat saling mengalahkan.." Lam Hai Lo Ni memberitahukan. "Kemungkinan besar dia akan menimbulkan bencana dalam rimba persilatan. "Simpan baik-baik tusuk konde itu."jawab Lam Hai Lo Ni dan menambahkan. la tahu ilmu itu simpanan neneknya. "Kenapa Nenek tidak menikah dengan dia." yo Sian Sian mengerutkan kening. boleh dikatakan seimbang. "Nenek akan mengajarmu Thian Sin ci (Ilmu jari Sakti Langit)" "Terima kasih.Dia pulang ke Kwan Gwa dan tiada kabar beritanya lagi." ujar Lam ftai Lo Ni melanjutkan. "Dia terlampau sadis dan berambisi menguasai rimba persilatan." "Kira-kira memang begitu." Dengan penuh keheranan yo Sian Sian menerima benda tersebut." ujar Lam Hai Lo Ni sambil menggeleng-gelengkan kepala.." "Kalau begitu. siapa tahu ada gunanya kelak. akhirnya nenek ribut dengan dia dan sampai bertarung... "oh ya. apakah ilmu Thian sin ci dapat mengalahkan ilmu Hiat Mo Ciang itu?" "Ke dua ilmu itu sama lihay dan ganas. "Hadlah dari Hiat mo. Tidak tahunya. Nenek. ternyata sebuah tusuk konde." jawab Lam Hai Lo Ni memberitahukan." "oooh" yo sian sian manggut-manggut. "Mulai besok. "oleh karena itu.

." si Mo menjelaskan. dia banyak akal busuk harus dilawan dengan akal busuk pula.Loan." "Betul. "T0ng Koay. Kalau pihak Kay Pang . "Kelak dia pasti merupakan suatu halangan bagi kita.." "Jangan khawatir" si Mo tersenyum. kemudian bertanya. "Kini aku adalah ketua golongan hitam. "Namun dia amat licik dan banyak akal busuk. "Kenapa tidak menaklukkan partai Bu Tong atau siauw Lim dulu?" "Ke dua partai itu amat kuat. kan?" "Ngmm" Kwee In Loan manggut-manggut." "Aku dan Pek Him akan berangkat ke markas Kay Pang menemui su Hong sek." "Mudah-mudahan Hiat Mo akan membantu kita" ucap Kwee In Loan. Lam Khie dan Pak Hong entah hilang ke mana?" "Hm" dengus Kwee In Loan dingin. tentu pihak kita juga akan berkorban banyak. kenapa harus takut kepada yo sian sian?" "Aku tidak merasa takut menghadapinya..ketua Kay Pang." Kwee In Loan menggeleng-gelengkan kepala. "Aku yakin mereka bertiga bersembunyi di suatu tempat untuk berlatih ilmu silat. Hiat Mo pasti akan membantu kita. Perlukah kita mengutus beberapa orang untuk menyelidiki jejak mereka?" "Itu tidak perlu." "Bukankah tidak lama lagi Hiat Mo akan ke mari? Nah. Mereka adalah Kwee In." Kwee In Loan mengangguk..." ujar si Mo sambil raeng-gelenggelengkan kepala.. lalu harus bagaimana menguasai rimba persilatan?" "Itu. sedang berlangsung suatu pembicaraan serius di ruang dalam." Kwee In Loan menggelengkan kepala. sebab setahuku.-.. " Kalau begitu. setelah itu barulah menaklukkan partai Bu Tong dan siauw Lim. hanya saja ... " untuk menghadapi kita?" "Kalau tidak " sahut Kwee In Loan. Kalau dia berhasil menguasai ilmu biarawati tua itu." "oh?" si Mo mengerutkan kening." si Mo berpikir. kita pasti meraih kemenangan. lama sekali barulah membuka mulut. aku tidak takut menghadapi mereka. "Menurut aku terlebih dahulu kita harus menaklukkan Kay Pang. "Kalau kita langsung menyerbu Bu Tong Pay atau siauw Lim Pay. Namun kalau kita menyerbu Kay Pang. otomatis kekuatan kita akan berkurang.di markas golongan hitam yang terletak di Pek yun Kok. Lam Hai Lo Ni berkepandaian amat tinggi." "Engkau telah memiliki ilmu Hiat Mo Ciang. Namun yang kupikirkan adalah yo sian sian. si Mo dan Kwan Pek Him.. murid si Mo"Aku tidak habis pikir. "Dia licik harus dilawan dengan kelicikan. aku justru khawatir. "Terus terang. "untuk apa mereka bertiga harus bersembunyi di suatu tempat untuk berlatih ilmu silat?" "Ngmm" si Mo manggut-manggut. ya.." "si Mo" Kwee In Loan menatapnya seraya bertanya. "Kita harus ber-hati-hati terhadap mereka.

. apa kabar?" "Ha ha ha" Ci Hoat Tianglojuga tertawa gelak"Kami baik-baik saja." si mo manggut-manggut dan memberitahukan. ia sudah kembali lalu memberi hormat dan berkata." "oh? Ada urusan apa ketua golongan hitam mengutus kalian ke mari?" tanya su Hong sek"Begini "" si Mo tersenyum"Kami bermaksud mengajak Kay Pang bergabung." su Hong sek menggeleng-gelengkan kepala. su Hong sek terus menatapnya kemudian berkata." ujar si Mo mengemukakan pendapatnya. Tentunya su Pangcu tidak berkeberatan kan?" "Ajakan si Mo memang merupakan suatu penghargaan bagi kami. Betapa terkejutnya para anggota Kay Pang ketika melihat kedatangan mereka." salah seorang anggota Kay Pang langsung berlari ke dalam markas. "Kami merasa keberatan sekali untuk bergabung dengan golongan hitam. si Mo dan muridnya sudah sampai di markas Kay Pang. "Kalau begitu. barulah kita serbu. Tak seberapa lama kemudian. betul. Ha ha ha. ketua Kay Pang. Ketua nya adalah Kwee In Loan. "si Mo" sambut su Hong sek.silakan duduk" si Mo dan muridnya duduk." Kwee In Loan manggut-manggut.salah seorang pengemis segera menyuguhkan teh. silakan masuk.tidak mau bergabung dengan kita. tapi."Kami berani menolak tentunya sudah memikirkan akibatnya-" "oh. la adalah seorang wanita muda berusia tiga puluhan. sebab di antara mereka ada yang mengenal si Mo-. Dia mengutus kami ke mari. " Ketua dan Tiang lo kami sudah menunggu. "Selamat datang" "Ha ha ha" si Mo tertawa terbahak-bahak"Ketua dan Tianglo Kay Pang. "Bagaimana menurutmu?" "Baik. sedangkan. " Kapan engkau dan Pek Him akan berangkat ke markas Kay Pang?" "Esok pagi. tanggunglah akibatnya" . yang hingga saat ini masih belum menikah. ya?" si Mo tersenyum dingin." "Ha ha" si Mo tertawa lagi sambil melangkah ke dalam.. dan Kwan Pek Him mengikutinya dari belakang. bahwa aku dan muridku datang berkunjung" "ya. "si Mo berkunjung ke mari tentunya ada suatu kepentingan.. bukan?" "Betul." -ooo00000oooBeberapa hari kemudian. "Kini aku sebagai wakil ketua golongan hitam." sahut si Mo dan menambahkan... "Tahukah su Pangcu apa akibat penolakan ini?" "Ha ha ha" Gan Kang Tianglo tertawa gelak. "Aku sudah memperhitungkan kekuatan Kay Pang. "Ha ha ha" si Mo tertawa gelak"Cepat katakan kepada ketua kalian." "oh?" Wajah si Mo yang seram itu bertambah menyeramkan.

Hek Bin Koay (siluman Muka Hitam). "Pokoknya kami pasti menanggung akibatnya. sedangkan pihak golongan hitam sudah begitu kuat Kita.." "TapL"." si Mo mengangguk dan memberitahukan.." "Gan Kang Tianglo." tegas su Hong sek"Biar bagaimana pun kita harus melawan mereka secara mati-matian." sambung su Hong sek dan Ci Hoat Tianglo." "Betul. sebab aku yakin pihak si Mo akan menyerbu ke mari. Mereka berdua duduk di ruang depan. "Demi nama baik Kay pang." si Mo mengangguk"Itu sudah kuduga sebelumnya. "Mungkinkah Kay Pang akan minta bantuan kepada partai lain?" "Memang mungkin." ujar ci Hoat Tianglo. Ketua. oleh karena itu. penjagaan harus diperketat Kita kibarkan bendera perang terhadap golongan hitam. Kwee In Loan terus menatap mereka dengan kening berkerut-kerut." "Ngmm" Kwee In Loan manggut-manggut. sedangkan su Hong sek. . namun." su Hong sek manggut-manggut. silakan" sahut su Hong sek dingin. engkau harus segera menyusun kekuatan untuk menyerbu ke sana." "Bagus" Kwee In Loan manggut-manggut... "yang berkepandaian tinggi di sana hanya su Hong sek. "Kelihatannya pertempuran besar-besaran tak terelakkan lagi." "ya. aku yakin dapat menundukkan Kay Pang. "Maka kita semua harus bersiap siaga menghadapi penyerbuan pihak si Mo-" "Aaaah--." sahut Ci Hoat Tianglo. "su Pangcu. si Mo dan muridnya meninggalkan markas Kay Pang.. Kwee In Loan mengerutkan kening.-. Ci Hoat dan Coan Kang Tianglo. karena kami akan berangkat ke sana esok pagi." si Mo tersenyum sambil melanjutkan. " Kalau begitu.Para anggota yang berada di luar pun ikut berteriak"Hidup Kay Pang Hidup Kay Pang " -ooo00000ooosi Mo dan muridnya sudah sampai di Pek yun Kok. Pek Bin Koay (siluman Muka Putin) dan Kwan Pek Him muridku serta puluhan anggota yang berkepandaian tinggi Dengan kekuatan ini. Ci Hoat dan Gan Kang Tianglo langsung berunding. "Kami mohon diri" "silakan." itu sudah pasti. "Tidak keburu bagi Kay Pang untuk: minta bantuan kepada partai lain. maka kita punya alasan untuk menyerbu Kay Pang." si Mo dan muridnya bangkit berdiri. Ha ha ha. aku akan mengajak Liong san sin Tang (si Tongkat sakti Dari gunung Liong san)." Coan Kang Tianglo menghela nafas panjang." "Kalau begitu " ujar Gan Kang Tianglo"Mulai sekarang.Hidup Kay Pang Hidup Kay Pang" "Hidup. tidak boleh menyerah begitu saja-" "Betul-" Ci Hoat Tianglo manggut-manggut. "Kita harus bersiap-siap.. kita harus berkorban. "Jadi ketua Kay Pang-menolak?" "ya. Ha ha ha" "Baik.

"jawab seng Hwi kemudian bertanya. sebab ia telah memperhitungkan kekuatan Kay pang. sebab akan menimbulkan niat jahat orang lain" "ya. Di saat mereka berdua mulai meneguk arak wangi itu. "oh ya." An Lok Kong cu tersenyum. Thio Han Liong dan An Lok Kong cu terus melanjutkan perjalanan menuju gunung Bu Tong." si Mo terus tertawa gelak. "selamat bertemu. "ibuku baik-baik saja. "Kakak seng Hwi Kakak seng Hwi"serunya girang. wajahnya tampak berseri. "Bagaimana kalau kita mampir sebentar?" "Baik-" Thio Han Liong menganggukMereka berdua segera menuju kedai arak itu... Tuan. " Cukup ramai kedai arak ini-" "ya" Thio Han Liong menatapnya. "Silakan duduk" "Terima kasih-" ucap seng Hwi lalu duduk"Kakak seng Hwi. Itu memang tidak salah. pelayan mulai menyuguhkan arak wangi dan beberapa macam makanan ke atas meja"silakan makan. karena lelaki itu ternyata seng Hwi. agar partai tain tidak sempat membantu mereka. "Sajikan beberapa macam makanan" "ya. seorang lelaki masuk ke kedai arak itu Ketika melihat lelaki itu." Thio Han Liong memperkenalkan mereka."Lebih cepat lebih baik. Kakak Han Liong. bagaimana keadaan ibumu?" tanya Thio Han Liong. kawan baikku. " ingat. pelayan kedai itu langsung menghampiri mereka"Tuan mau pesan arak apa?" "Arak wangi saja. Apakah Kay Pang akan ditaklukkan begitu saja? Apa pula yang akan terjadi? sementara itu. "Kakak Han Liong" ujar An Lok Kong cu sambil menengok ke sana ke mari. "Kakak Han Liong." sahut Thio Han Liong. tertegunlah Thia Han Liong. maka An Lok Kong cu dapat menikmati keindahan panorama. "saudara kecil" "Kakak seng Hwi.Begitu mereka duduk." pelayan itu mengangguk lalu pergi. "Tuan mau pesan makanan?" "Baik. saudara seng Hwi" sahut An Lok Kong cu sambil tersenyum dan berkata." "Ha ha ha" si Mo tertawa gelak"Pokoknya Kay Pang harus di bawah perintah kita Ha ha ha. selamat bertemu" ucap Seng Hwi. mari kuperkenalkan Pemuda ini bernama Cu An Lok. "saudara Cu. Tuan-tuan" katanya"Terima kasih" sahut Thio Han Liong. Mereka berdua melakukan perjalanan itu tidak begitu tergesa-gesa. kalian berdua mau ke mana?" ." An Lok Kong cu manggut-manggut. di depan ada sebuah kedai arak-" An Lok Kong cu menunjuk ke depan. jangan sembarangan memperlihatkan uang mu di tempat umum. "Ha ha ha saudara kecil" seng Hwi seoera menghampirinya. seng Hwi menoleh kan kepalanya dan begitu melihat Thio Han Liong.la yakin sekali dapat menundukkan Kay Pang.

aku mgin menemui su Hong Sek. maka aku ingin pergi mengunjunginya-" seng Hwi memberitahukan. maka dia ikut aku ke gunung Bu Tong. apakah akan terjadi sesuatu?" "Memang mengherankan. "Ayahmu kenal baik dengan ketua dan Para Tianglo Kay Pang." "oooh" seng Hwi manggut-manggut. saudara Cu ini berasal dari mana?" tanya seng Hwi mendadak sambil menatap An Lok Kong cu. engkau kenal dla di mana? Apakah engkau ke Kota raja?" "Aku tidak ke Kotaraja. mari kita berangkat sekarang" ajak seng Hwi.. "Kami pernah bertemu. -ooo00000oooDua hari kemudian." "Kakak seng Hwi kenal ketua Kay Pang itu?" tanya Thio Han Liong."Mau ke gunung Bu Tong. "Engkau mau ke mana?" "Aku mau ke markas Kay Pang." jawab Thio Han Liong. "siapa kalian bertiga?" tanya para anggota Kay Pang yang bertugas menjaga di sana." "Pemandangan di gunung Bu Tong memang indah sekali. "Dari Kota raja-" Thio Han Liong memberitahukan. ke dua kawanku ini adalah Thio Han Liong dan cu An Lok-" "Mau apa kalian ke mari?" "Aku aku ingin bertemu su Hong sek. "Bagus" An Lok Kong cu tampak gembira sekali. aku akan ke dalam melapar" "Terima kasih. "Para anggota Kay Pang kelihatan bersiap siaga seakanakan . "Aku."jawab seng Hwi dengan wajah agak kemerah-merahan. bagaimana kalau kalianjuga ikut aku ke markas Kay Pang?" "Aku -" Thio Han Liong memandang An Lok Kong cu. "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut "saudara kecil. " Heran?" Thio Han Liong mengerutkan kening. "saudara kecil. "Kakak seng Hwi" tanya Thio Han Liong. aku kenal dia di dalam sebuah kedai teh" sahut Thio Han Liong memberitahukan. "Kalian tunggu di sini." ujar seng Hwi.Mereka bertiga lalu meninggalkan kedai arak itu. ketua Kay Pang" "oh?" Anggota Kay Pang itu menatapnya tajam. "saudara kecil. Mereka tertegun karena penjagaan di sana ketat sekali. "Adik An Lok ingin pesiar. "Aku dengar ketua Kay Pang seorang wanita cantik yang gagah berani." seng Hwi menggelenggelengkan kepala. ketua Kay Pang." ujar seng Hwi. kemudian berkata. mereka bertiga sudah tiba di markas Kay Pang. "suasana di sini rasanya teoang mencekam. "Baiklah.. langsung berangkat ke markas Kay Pang. "Aku bernama seng Hwi. aku ingin berkenalan dengan dia-" " Kalau begitu. tidak salah saudara Cu pesiar ke sana." ucap seng Hwi. "Dia adalah putra seorang pejabat tinggi dalam istana." Thio Han Liong dan An Lok Kong cu mengangguk.

"Aku yakin " ujar seng Hwi. "sudah sekian lama kita tidak bertemu. Adik Han Liong yang menjernihkan kesalahpahaman itu..menghadapi suatu penyerbuan. penolong kami yang pernah menyelamatkan Kay Pang. "Ha ha ha " Mereka bersulang." "BetuL su Pangcu." sa hut su Hong sek sambil tersenyum." Thio Han Liong memandang seng Hwi. setelah itu seng Hwi memandang su Hong sek seraya berkata. "Dia memang putra Thio Bu Ki. " Engkau bagaimana? Baik-baik saja selama ini?" "Terima kasih atas perhatian su pangcu." "Apa?" su Hong sek. "Mari kita bersulang atas kedatangan saudara seng Hwi" sambung Gan Kang Tianglo sambil tertawa gelak.. ci Hoat dan Gan Kang Tianglo berdiri di ruang depan menyambut kedatangan mereka.. " Ketua Kay Pang pasti bersedia menemui kita. "Thio Han Liong ini adalah putranya?" "Betul." ujar seng Hwi serius.. "Kalau tidak salah.." Thio Han Liong manggut-manggut. sejak itu .. "su Pangcu. "Mirip-. Tadi salah seorang anggota memberitahukan." seng Hwi tersenyum." seng Hwi mengangguk dan memberitahukan. "Mirip seseorang. Thio Bu Ki. "Mari kita minum" ucap su Hong sek sambil mengangkat minumannya. talu berjalan ke dalam diikuti Thio Han Liong dan an Lok Kong cu dari belakang. "selamat datang." "Mirip siapa?" tanya seng Hwi. dan salah seorang anggota Kay Pang seaera menyuguhkan arak wangi." ucap seng Hwi dengan wajah cerah "Aku baik-baik saja selama ini" "oh ya" su Hong sek memandang Thio Han Liong. su Pangcu" sahut seng Hwi sambil tertawa gembira"silakan duduk silakan duduk" ucap Ci Hoat Tianglo. "Tidak salah."Su Hong sek menatap Thio Han Liong dengan penuh perhatian lalu berkata. " Aku pernah salah paham terhadap siauw Lim Pay.Dengan tersenyum-senyum ia menghampiri mereka lalu memberi hormat "su Pangcu mempersilakan kalian masuk-" "Terima kasih.. saudara seng Hwi" ucap su Hong sek dengan senyum ramah"Selamat bertemu." ucap seng Hwi dengan wajah ceria." "Kakak Han Liong.." jawab su Hong sek. "Bisakah engkau menerka siapa ayahnya?" "Ayahnya. engkau bernama Thio Han Liong. Mereka duduk. Ci Hoat dan Gan Kang Tianglo terperanjat. bagaimana kabarmu selama ini?" "Aku baik-baik saja. su Hong sek." tanya An Lok Kong cu mendadak"Bagaimana kalau ketua Kay Pang tidak mau menemui kita?" "itu." Di saat itulah muncul anggota Kay Pang tadi.

"kenapa penjagaan di sini kelihatan begitu ketat.?" sela Thio Han Liong. "Dia memang mirip anak gadis..kami pun menjadi sahabat" "oooh" su Hong sek tampak gembira sekali. "oh ya. namanya Cu An Lok dari Kotaraja. barulah su Hong sek berkata.. "saudara Cu memang mirip anak gadis. suka cemberut dan membanting-banting kaki. "Han Liong." Wajah An Lok Kong cu memerah"Engkau jahat sekali Awas ya" "Eeeh?" Ci Hoat dan Gan Kang Tianglo mengerutkan kening.. banting-banting kakijuga" "Kakak Han Liong. "Tuh Lihatlah Bukankah dia sedang cemberut?" Thio Han Liong tertawa dan menggodanya"Ayoh. siapa pemuda ini?" "Dia kawanku." su Hong sek memberitahukan." setelah suara tawa itu sirna. sedangkan si Mo sebagai wakilnya." Thio Han Liong memberitahukan: "saudara Cu" su Hong sek tersenyum. Mungkin terlampau dimanjakan oleh ke dua orang tuanya." tanya seng Hwi. "Bo-lekah aku turut membantu?" "sebaiknya engkau menjadi penonton saja.. "secara tidak langsung pada waktu itu ayahmu telah menyelamatkan Kay Pang. "Itu demi keselamatanmu. Ha ha ha. menyuruh kami bergabung dengan mereka. kau masih kecil-" Ketua Kay Pang memberitahukan. ketika aku bertemu ayahmu. "Engkau jahat sekali" "Apa?" Thio Han Liong tertegun. "Kalau begitu." "oh?" Thio Han Liong tersentak. " "Kakak Han Liong. "su Pangcu. " Kakak Han Liong." sahut Thio Han Liong sungguh-sungguh. bahkan para anggota bersiap-siap.." An Lok Kong cu langsung cemberut. "Mau apa si Mo dan muridnya ke mari?" "Kini yang menjabat ketua golongan hitam adalah Kwee In Loan." "oooh" seng Hwi manggut-manggut. terima kasih.Jadi aku tidak mencemaskanmu. kelihatan akan menghadapi suatu pertempuran?" "Aaai " su Hong sek menghela nafas panjang.." ucap su Hong sek- . aku siap membantu. "Kakak Han Liong." "Terima kasih. "si Mo dan muridnya ke mari diutus Kwee In Loan." tanya An Lok Kong cu. si Mo dan muridnya ke mari." sambung Thio Han Liong.." "oooh" Thio Han Liong manggut-manggut. Aku langsung menolak sehingga membuat si Mo gusar sekali. " Engkau sungguh tampan Bahkan saking tampan justru mirip anak gadis-" "Betul. kenapa engkau malah mengatakan aku jahat?" "Aku ingin membantu..." Wajah An Lok Kong cu berubah masam..Mungkin dalam waktu dekat ini mereka akan menyerbu ke mari. "Tujuh delapan hari yang lalu." "Aku juga.

. ayahku pasti marah" "Terima kasih. Karena itu.Bibi Ciu Cijiak mati di tangan sembilan Dhalai Lhama itu dan ke dua orang tuakupun terluka. kemudian memandang Thio Han Liong seraya bertanya. dan menyerahkan jabatannya kepada yo siauw. "Thio Kauwcu yang berjasa menumbangkan Dinasti Goan. tapi Cu Goan ciang yang berlaku curang merebut tahta kerajaan. Kini rakyat sudah hidup tenang dan makmur..." ujar Gan Kang Tianglo. "Tapi mungkin aku akan menemui Cu Goan ciang kelak-" " Kakak Han Liong.. "Cu Goan ciang adalah mantan anak buah ayahmu. Akhirnya Cu cioan ciang berhasil menjadi kaisar. sebab Cu Goan ciang yang mengutus sembilan Dhalai Lhama dan pasukan pilihan menyerbu pulau Hong Hoang to. " ibumu adalah Tio Beng yang cantik jelita itu?" "ya. "Kira-kira kapan pihak si Mo akan menyerbu ke mari?" "Mungkin dalam sehari dua hari ini" sahut su Hong sek- . "Kini cu cioan ciang amat dicintai rakyat Tiada seorang rakyat pun tahu kelicikannya sebelum jadi kaisar. aku akan pergi mencaci Cu cioan ciang. mau apa engkau menemui kaisar?" tanya An Lok Kong cu sambil menatapnya. kalian tidak usah bantu" "Ini adalah urusan rimba persilatan. kalau aku pergi membunuh Cu Goan ciang. "oleh karena itu." Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala." "Ke dua orang tuamu berada di mana sekarang?" "Berada di pulau Hong Hoang to-" Thio Han Liong memberitahukan. maka aku pun harus turun tangan membantu pula. Kini Kay Pang dalam bahaya." "Setelah menjadi kaisar." ucap su Hong sek terharu. tapi justru dia bersekongkol dengan beberapa orang mengkhianati ayahmu. "Betul. Kalau tidak. "Dulu ayahku pernah menyelamatkan Kay Pang. "Mau mencacinya."Ini adalah urusan Kay Pang. "Maka terpaksalah ke dua orang tuaku kabur ke pulau Hong Hoang to di Pak Hai. cu Goan ciang masih terus menyuruh pasukan pilihan untuk membunuh ayahku. "Belasan tahun lalu." sahut Thio Han Liong dan menambahkan." "Padahal." Thio Han Liong menutur tentang kejadian itu." Thio Han Liong mengangguk. maka kaum rimba persilatan harus membantu. su Hong sek dan lainnya mendengarkan dengan penuh perhatian.. lalu untuk apa aku harus membunuh Cu Goan ciang?" jawab Thio Han Liong memberitahukan." "yaah" seng Hwi menghela nafas panjang. bahkan wajah mereka hangus terbakar oleh Liak Hwee Tan." ujar seng Hwi. malah akan membuat rakyat menderita. Cu Goan ciang mengutus sembilan Dhalai Lhama dan pasukan pengawal istana menyerbu ke pulau Hong Hoang TO . "Aaai " Ci Hoat Tianglo menghela nafas panjang." "su Pangcu" Thio Han Liong mengalihkan pembicaraan." "Han Liong. Thio Kauwcu langsung mengundurkan diri." tanya su Hong sek mendadak"Kenapa engkau tidak pergi membunuh cu Goan Ciang?" "Kata ayah.

" ucap seng Hwi." bisik Thio Han Liong." "Kenapa su Pangcu tidak minta bantuan kepada partai lain?" tanya seng Hwi. Thio Han Liong dan saudara Cu satu kamar." An Lok Kong cu tampak kecewa. "Lalu bagaimana aku?" An Lok Kong cu cemberut." su Hong sek mengangguk"Mereka harus tinggal di sini. "Engkau menjadi penonton saja.. kalau tidak." "Itu adalah urusan mereka." ujar seng Hwi cepat." uiar Thio Han Liong sungguh-sungguh." "Terima kasih. wajah mereka kelihatan serius sekali. tentu cantik sekali." "Su Pangcu. "Engkau senang kalau aku anak gadis?" "Adik An Lok. sedangkan Thio Han Liong menggaruk-garuk kepala. Tianglo. saudara seng Hwi.. "Adik An Lok." ujar seng Hwi sungguh-sungguh"Aku bersedia berkorban demi su Pangcu. maksudku demi Kay Pang. Mereka memang merupakan pasangan yang serasi. "Heran" gumamnya.. . bagaimana dengan kita?" tanya An Lok Kong cu kelepasan berbicara sehingga membuat wajahnya memerah seketika. namun Thio Han Liong tidak memperhatikannya. "Kalian kebetulan ke nari. "Ha ha ha" Coan Kang Tianglo tertawa"saudara seng Hwi. kalau engkau anak gadis.. "Kelihatannya Kakak Seng Hwijatuh hati pada Su Pangcu." An Lok Kong cu cepat-cepat menundukkan kepalanya." "Aku tidur di mana pun tidak jadi masalah." "oh?" Wajah An Lok Kong cu berseri. "Ha ha ha" Ci Hoat Tianglo tertawa gelak. "Kalau begitu. kalian harus tinggal di sini" "Betul."Maka kami bersiap-siap menghadapi serbuan itu. "Baiklah-" su Hong sek bangkit berdiri "Mari ku-antar kalian ke kamar" -ooo00000oooBab 34 Pertarungan Di Markas Kay Pang Thio Han Liong dan An Lok Kong cu duduk berhadapan di dalam kamar." ucap su Hong sek dengan wajah agak kemerah-merahan. "Tidak keburu." sahut Thio Han Liong sambil menatapnya dengan penuh perhatian. sedangkan saudara seng Hwi... bahkan kadang-kadang Thio Han Liong mengerutkan kening. bagiku sama saja. "Tak disangka Kay Pang akan menghadapi serbuan daripihak golongan hitam yang dipimpin si Mo." "Kakak Han Liong.Mudahmudahan aku dan Kakak seng Hwi dapat membantu su Pangcu" "Cuma engkau dan saudara seng Hwi?" tanya Lok Kong cu." su Hong sek menggeleng-geleng kan kepala. "Engkau anak lelaki atau anak gadis. "Kita?" Thio Han Liong tertegun. "Adik An Lok. kamar di sini banyak sekali. " ya-" Thio Han Liong mengangguk sambil tersenyum. "Kenapa kita?" "Tidak ada apa-apa.. jangan khawatir" "Terima kasih... yang penting kita adalah teman....

bagaimana kalau kita keluar sebentar?" "Mau ke mana?" "Duduk-duduk di pekarangan." su Hong sek mengangguk"Ayahmu dan Kakak yo berdua menyelamatkan Kay Pang." ujar su Hong sek" Kepandaian Kwee In Loan jauh di atas si Mo-" Thio Han Liong memberitahukan. . sampai di sana mereka melihat dua orang sedang duduk sambil bercakap-cakap. sungguh mengasyikkan lho" Thio Han Liong berpikir sejenak. " Kelihatannya Su Pangcu juga tertarik kepada saudara Seng Hwi. "Ia kakak seperguruan Kakak yo?" "su Pangcu kenal Bibi yo?" Thio Han Liong heran. lalu keluar untuk mencari angin sebentar " sahut Thio Han Liong." "Hiat Mo?" su Hong sek mengerutkan kening." "Syukurlah kalau begitu" ucap Thio Han Liong. setelah itu barulah mengangguk. mungkin ke dua orang tuamu terlampau memanjakanmu. sering bersikap malu-malu pula. maka Kwee In Nio pergi ke Kwan Gwa menemui Hiat Mo. Aku sungguh tidak mengerti."Baiklah.Kini Kwee In Hio telah menguasai ilmu Hiat Mo Ciang." "ooo" Thio Han Liong manggut-manggut. "Kwee In Loan adalah mantan kakak seperguruan Bibi yo sian sian dari Ku-buran Tua. Suka cemberut. kadang-kadang membanting kaki dan. Itu. "Hi hi hi sudah saling jatuh hati." "Hah? Apa?" su Hong sek terbelalak.." "Kakak Han Liong. "Bibi Yo pernah mengalahkan Kwee In Nio. namun kami tidak tahu siapa Kwee In Loan dan bagaimana kepandaiannya. Mari kita ke pekarangan" Mereka berdua segera meninggalkan kamar itu menuju pekarangan depan." Wajah su Hong sek langsung memerah... "saudara kecil" seng Hwi salah tingkah. dan itu membuat An Lok Kong cu tertawa geli. kenapa harus malu-malu?" ujarnya sambil menatap mereka...." Thio Han Liong mengangguk. "ya. Cu. Kemungkinan besar mereka akan terang kap menjadi suami isterl... aku menjadi bingung sekali." sahut An Lok Kong cu lalu mengalihkan pembicaraan."Kenapa malam ini sikapmu agak aneh? Aku. "Sikapmu membuat aku menjadi bingung sekali. " ya. "Tidak tahunya Kakak seng Hwi dan su Pangcu berada di sini. "Jangan bingung" " "Sungguh mengherankan" gumam Thio Han Liong lagi." " Kami pun sedang membicarakan si Mo." "Kira-kira begitulah. "Kalian belum tidur?" "Kami sedang berbicara mengenai si Mo. ternyata seng Hwi dan su Hong sek"Kakak seng Hwi" panggil Thio Han Dong." "Tidak ada apa-apa. "Mereka berdua pasti akan hidup bahagia. "Eh? saudara.." An Lok Kong Cu tersenyum.

.. "saudara seng Hwi sudah jatuh cinta padamu. "Saudara An Lok" Seng Hwi menatapnya. rasanya sulit bagi kita untuk melawannya. "Kami sedang membicarakan ketua golongan hitam itu." sahut su Hong sek. Kalau Kwee In Loan juga ikut menyerbu ke mari. aku pasti menjewer telingamu. "Aku justru tidak mau pulang." "Itu. "su Pangcu. sa udara seng Hwi. "Mudah-mudahan ilmu Cing Hwee Ciang ku dapat menandingi ilmu Hiat Mo Ciang itu" Terima kasih. setelah itu. sedang bercakap-cakap di sini" ci Hoat Tianglo memandang mereka." ujar Thio Han Liong." su Hong sek tertawa geli. "Jangan khawatir su Pangcu" ujar seng Hwi. ... "Persis seperti anak kecil lho" Di saat itulah mendadak muncul Ci Hoat dan Gan Kang Tianglo. aku tidak mau pulang" ujar An Lok Kong cu. Namun... "Engkau bisa berbuat apa terhadap diriku? Mau mengusirku? Huh Pokoknya aku tidak mau pulang" "Tidak mau ya sudahlah Kenapa jadi sewot?" Thio Han Liong menggeleng-gelengkan kepala. "Apa?" An Lok Kong cu melotot." Air muka su Hong sek tampak berubah. aku akan pulang ke Kota raja. "Adik An Lok."Kepandaian Hiat Mo tinggi sekali. kapan engkau akan pulang ke Kotaraja?" tanya Thio Han Liong... ternyata dia mantan kakak seperguruan Kakak yo sian sian" "Hah?" Hoat dan Coan Kang Tianglo terperanjat "Dia mantan kakak seperguruan Yo sian sian." "Hmm" dengus An Lok Kong cu. "Ha ha Kalian belum tidur. aku cuma ingin pesiar saja." su Hong sek mengangguk. "Tak disangka sama sekali. sebaiknya engkau jangan berkecimpung dalam rimba persilatan" "Aku memang tidak berkecimpung dalam rimba persilatan. "Engkau berasal dari keluarga yang berpangkat tinggi dalam istana." su Hong sek meng-gelenggelengkan kepala "Tidak apa-apa-" seng Hwi tersenyum. tentunya dia harus bantu. Kwee In Loan?" "ya." "Pokoknya aku akan terus ikut engkau. "Engkau meng-hendakiku cepat-cepat pulang ke Kotaraja?" "Aku. aku merasa tidak enak menyeret dirimu." sela An Lok Kong cu sambil tertawa. yang kemudian menghampiri mereka sambil tertawa. "Kalau engkau kurang ajar dan nakal. bagaimana mungkin dia akan menghajar aku?" sahut An Lok Kong cu sambil tersenyum.." An Lok Kong cu memberitahukan. akan terus ikut engkau" "Eh? Adik An Lok»... "Kalian berdua. terutama ilmu Hiat Mo Ciangnya." "Eh?" Wajah su Hong sek memerah"Mulutmu kok usil sih? Nanti kusuruh Han Liong menghajarmu lho" "Kakak Han Liong amat sayang kepadaku..

. seandainya Kwee In Loanjuga ikut menyerbu ke mari. "Bagaimana kalau malam ini engkau tidur di ranjang?" . "Kenapa engkau menghela nafas panjang?" "Aku sedang berpikir. aku tidur di kursi.. dia menghilang entah ke mana?" "Kata Han Liong.." "Apa?" Air muka Ci Hoat dan Coan Kang Tianglo langsung berubah hebat "Hiat Mo Ciang?" "ya." Wajah su Hong sek langsung memerah. lebih baik kita tidur." su Hong sek memberitahukan." "Tianglo tahu tentang Hiat Mo?" tanya su Hong sek"Hanya pernah mendengar" jawab Ci Hoat Tianglo. Hiat Mo berasal dari Kwan Gwa.. "Kepandaiannya begitu tinggi. pasti akan menimbulkan bencana. bagaimana seandainya Kwee In Loan juga ikut menyerbu ke mari? siapa yang dapat melawannya?" sahut Thio Han Liong sambil menggeleng-gelengkan kepala. " Kalau begitu pasti benar. "Jangan terus memikirkan itu. bagus" Ci Hoat dan Gan Kang Tianglo tertawa gelak"Ha ha ha. "Tidak mungkin Lam Khie membohongimu. sebab kelihatannya ke dua Tianglo itu menyetujui hubungannya dengan su Hong sek"Sudah larut malam. dalam rimba persilatan muncul seorang pemuda berpakaian merah." jawab Thio Han Liong." "Sudahlah Kakak Han Liong" An Lok Kong cu tersenyum. kemudian menghela nafas panjang. namun Thio Han Liong dan An Lok Kong cu tidak langsung tidur.sedang-kan seng Hwi bergirang dalam hati." "Bagus. yang berkepandaian tinggi sekali. engkau tidur di ranjang. "Kalau Hiat Mo muncui di rimba persilatan Tionggoan." ujar ci Hoat Tianglo. kira-kira delapanpuluh tahun lampau.." "Baiklah-" Thio Han Liong mengangguk"seperti biasa. Tapi dia sering membunuh kaum pesilat.An Lok Kong cu tersenyum. " Kakak Han Liong" An Lok Kong cu memandangnya. Dia belajar dari Hiat Mo-" "Hiat Mo?" Ci Hoat dan Gan Kang Tianglo saling memandang. Tianglo". "Kalau tidak salah. dan cepat-cepat ia menundukkan wajahnya dalam-dalam." " Kakak Han Liong" . "Engkau tahu dari mana?" "Lam Khie Locianpwee yang menceritakan kepadaku. lebih baik engkau beristirahat saja." ujar su Hong sek dengan suara rendah"siapa tahu pihak si Mo akan menyerbu esok-" "Betul-" Ci Hoat Tianglo manggut-manggut.seng Hwi tersenyum." Mereka kembali ke markas. "Han Liong" ci Hoat Tianglo menatapnya. "Aaah-»" Mendadak Thio Han Liong menghela nafas panjang. dan mengaku dirinya Hiat Mosetelah itu. rasanya kita tidak dapat melawannya." "Jangan khawatir."Bahkan kini telah menguasai ilmu Hiat Mo Dang. "Aku sudah siap berkorban demi Kay Pang. mereka duduk berhadapan di dalam kamar. agar bersemangat esok. "Kita harus beristirahat sekarang.

cepatlah engkau tidur" An Lok Kong cu membaringkan dirinya ke tempat tidur. lalu membalikkan badannya. "Eeeh?" Thio Han Liong menggaruk-garuk kepala... "Itu adalah suara tawa si Mo-" Thio Han Liong memberitahukan. "Seandainya engkau seorang gadis. "Tegang juga ya" "ingat Begitu pertarungan mulai." bisik An Lok Kong cu setelah berada di pekarangan-. "Engkau memang harus menuruti perkataanku.." Pengemis itu manggut-manggut. aku pasti menurut perkataanmu." "Kalau aku seorang gadis... golongan hitam yang dipimpin Si Mo sudah menuju ke mari" "Ng" Su Hong Sek mengangguk... "Lapor pada Pangcu.. mendadak terdengar suara tawa yang amat menyeramkan... Thio Han Liong dan An Lok Kong cu duduk di ruang depan markas Kay Pang sambil bercakap-cakap. sebab Thio Han Liong begitu memperhatikannya." Ci Hoat dan Coan. "Kakak Han Liong" An Lok Kong Cu tersenyum. "Kepandaianku cukup tinggi." An Lok Kong cu cemberut.. lalu cepatcepat meninggalkan ruangan-itu. "Adik An Lok. "Cepatlah kalian bersiap untuk bertarung dengan Kay Pang" "ya. "Adik An Lok" Thio Han Liong tersenyum. mendadak seorang pengemis berlari-lari ke ruang itu..ke dua Tianglo.." "Engkau.. "Baik. Mereka semua lalu menuju "Kakak Han Liong." "ingat" pesan Thio Han Liong lagi. "Kalau engkau seorang gadis.Kang Tianglo mengangguk. aku pasti marah" "Ya. seng Hwi. apakah engkau mau tidur bersamaku?" tanya An Lok Kong cu mendadak.?" -ooo00000oooKetika su Hong sek." "Bagus"Thio Han Liong memegang bahunya." Ketika An Lok Kong cu ingin mengatakan sesuatu." "Kakak Han Liong. "Pokoknya engkau tidak boleh ikut bertarung." sahut Thio Han Liong sungguh-sungguh ¦ "Ayoh. Pangcu. engkau harus bersembunyi" pesan Thio Han Liong sungguh-sungguh. "Mari kita keluar menyambut kedatangan mereka" ujar Su Hong Sek sambil bangkit eiari tempat duduknya. "Kok sikapmu begitu aneh malam ini. "Lho? Kenapa?" Thio Han Liong heran."Aku lebih besar darimu. "Aku. "Kakak Han Liong. maka aku harus mengalah. justru menghadap ke arah Thio Han Liong." An Lok Kong Cu mengangguk dan bergirang dalam hati. cepatlah engkau bersembunyi di balik pohon" . sedangkan aku masih tetap tidur di dalam kamar ini.. sebab aku adalah saudaramu. aku justru akan tidur di luar. bukankah aku tak tahu diri dan tak tahu malu?" "Hmra" dengus An Lok Kong cu. aku tidak usah bersembunyi.

"Engkau. berhubung engkau berani menolak ajakan kami untuk bergabung. "Muridku akan melawanmu. Seketika juga Liong San Sin TUng. tentunya si Mo belum melupakanku. "Engkau orang kecil tak bernama. Kelihatannya ia tidak mau berpisah dengan Thio Han Liong. bukan?" "Ha ha ha" si Mo tertawa gelak"Engkau juga ingin membantu Kay Pang?" "Ya" Thio Han Liong mengangguk"Bagus. kemudian manggut-manggutseraya berkata. kenapa mencampuri urusan Kay Pang?" "Aku adalah teman baik su pangcu. Liong san sin TUng (si Tongkat sakti Dari Gunung Liong san). kemudian terbelalak seraya berseru tak tertahan.. bagus" si Mo tertawa terkekeh-kekeh." ucapan Thio Han Liong terputus. ya?" si Mo segera memberi isyarat... "Aku justru ingin tahu berapa tinggi kepandaianmu. "siapa engkau.Ci Hoat dan Gan Rang Tianglo juga melangkah maju. "Su Pangcu Engkau minta bantuan kepada ketiga orang itu?" "si Mo" sahut seng Hwi dingin"Jangan bertingkah di hadapanku. "Aku Thio Han Liong. namaku seng Hwi" "seng Hwi. bagus" si Mo manggut-manggut. yakni si Mo.. . aku mau di sini saja. sedangkan aku akan membunuh orang yang tak tahu diri itu" "Ha ha ha" seng Hwi tertawa."Aku." "Tidak salah" sahut pemuda itu. kelihatannya engkau yang akan mampus di tanganku" "oh. "Ha ha ha" si Mo tertawa gelak"su Pangcu." si Mo menatapnya tajam. "He he he Bagus.. "Anak muda. karena muncul beberapa orang. aku sama sekali tidak takut menghadapimu" "oh?" si Mo menatap tajam. pi saat bersamaan.. su Hong sek.. Hek Bin Koay (siluman Mata Hkam) dan Pek Bin Koay (siluman Mata Putin). Kwan Pek Him. maka hari ini kami ke mari untuk membasmi kalian semua" "Si Mo" bentak seng Hwi dingin"Engkau kira gampang membasmi kami?" "He he he" si mo menatap seng Hwi.. "si Mo. lebih baik engkau jangan turut campur" " Aku pasti akan melawanmu" sahut seng Hwi bernada menantang." gumam si Mo"Aku tidak pernah mendengar namamu.. "Aku pun berani menantangmu" ujar Thio Han Liong mendadak sambil menudingnya. HekBin Koay dan PekBin Koay maju ke depan. maka aku harus membantunya" seng Hwi juga menatapnya dengan dingin"si Mo. "Adik An Lok . Thio Han Liong dan An Lok Kong cu. begitu berani menyerbu ke mari" "oh?" Wajah si Mo bertambah seram. berani menantangku?" "Kenapa tidak?" tantang seng Hwi lagi.." sahut An Lok Kong cu.

"Baik. berapa tahun kita tidak bertemu. "Lho? Bukankah engkau harus membantu Kay Pang? Kenapa malah terus mengobrol dengan dia?" "Kalau aku turut bertarung.." "Oooh" An Lok Kong cu manggut-manggut. Ciu Lan Hio tidak bersamamu?" "Tidak-" Thio Han Liong menggelengkan kepala"Dia sudah pulang ke tempat tinggalnya beberapa tahun lalu." sahut Kwan Pek Him. bagaimana kabarmu?" tanya Kwan Pek Him.su Hong sek berhadapan dengan Liong san sin TUng. mereka segera menyerang su Hong sek. dan itu membuat An Lok Kong cu tidak habis pikir"Bagaimana kalian berdua?" tanyanya sambil mengerutkan kening. "sudah beberapa tahun aku tidak bertemu dia. mendadak si Mo berseru. sengit dan dahsyat sedangkan Thio Hail Liong dan Kwan Pek Himpun terus b