Anda di halaman 1dari 7

Epitel

No 1 Jenis epitel Epitel selapis a. Epitel gepeng selapis Lokasi Arteri/vena kecil dan sedang Ginjal (glomelurus) Ciri-ciri Terdiri atas selapis sel gepeng Bentuk intinya juga gepeng dan tampak menonjol ke permukaan serta berwarna biru Sitoplasma berwarna merah ( hanya terlihat seperti garis yang menghubungkan inti sel yang satu dengan yang lain di sebelahnya ). Terdiri atas selapis sel kuboid Sel-selnya berderet melapisi sebuah ruangan, lumen. Inti sel bulat, berwarna biru, terletak di tengah sel Sitoplasma tampak merah Terdiri atas selapis sel-sel silindris Inti selnya lonjong, terletak tegak, berwarna hitam, tampak berderet beraturan Pada yeyunum terdapat sel goblet dan mikrovilus Terdiri dari berlapis-lapis gepeng Intinya biru hitam yang juga gepeng dan kadang-kadang keriput Makin ke bawah bentuk sel menjadi poligonal Lapisan paling permukaan tidak membentuk lapisan keratin dan selnya tetap berinti, sekalipun tidak piknotik Terdiri berlapis-lapis sel gepeng Lapisan permukaan berbentuk sangat gepeng seperti sisik dan membentuk lapisan ( zat ) tanduk ( stratum korneum ) yang tampak berwarna merah homogen Sel-sel dalam lapisan itu sangan gepeng, tidak lagi berinti dan sitoplasma tidak tampak lagi Makin ke arah basal selnya lebih tebal bentuk menjadi poligonal dengan inti lonjong berwarna biru Sitoplasma berwarna kemerahan

b. Epitel kuboid selapis

Kelenjar parotis Kelenjar liur Ginjal ( duktus koligens medula ginjal ) Gaster fundus Yeyunum

c. Epitel silindris selapis

Epitel berlapis a. Epitel gepeng berlapis tanpa lapisan tanduk

Esofagus Vagus

b. Epitel gepeng berlapis dengan lapisan tanduk

Kulit telapak kaki Kulit jari Kulit tipis

Sel lapis basal berbentuk kuboud atau silindris, berinti lonjong atau bulat dan berwarna biru dengan sitoplasma berwarna kebiruan Kulit telapak kaki c. Epitel kuboid berlapis Epitel kuboid ini mendidingi lumen saluran keluar keringat Terdiri dari dua lapisan sel dan lapisan sel yang paling atas membentuk kuboid. Sitoplasma tampak lebih gelap

Kelenjar liur besar d. Epitel silindris berlapis

Terdiri dari satu lapisan sel Sel permukaan berbentuk silindris atau torak Sel bagian pada baewahnya berbentuk kuboid atau silindris Epitel ini mirip epitel selapis seolah-olah terdiri atas beberapa lapisan sel Merupakan epitel selapis Dasar setiap sel selalu mencapai membran basal, tetapi tidak semua puncaknya mencapai epitel Inti selnya tidak beraturan, tidak sama tinggi Inti lonjong dan terletak tegak pada membran basal

e. Epital bertingkat atau berlapis semu

Testis epididimis Trakea Pulmo

f. Epitel transisional

Vesika urinaria

Mirip epitel gepeng berlapis Mempunyai inti dengan kromatin yang jelas Bentuk selnya poligonal Sel permukaan yang berbatasan dengan lumen tampak besar, bentuk khas kadamgnkadang berinti dua

Kelenjar
No 1 Nama kelejar Kelenjar esokrin a. Kelenjar merokrin Lokasi Kulit telapak kaki Kulit jari Ciri-ciri Turunan epitel kulit Adanya parsterminalis yang terdiri atas sel berbentuk piramid,dengan puncak menghadap ke lumen. Intiselnya bulat/kebanyakan lonjong dan cenderung terletak di tengah sel Saluran keluarnya terdiri dari dua lapisan kuboid Intisel bulat berwarna biru kromatain padat

b. Kelenjar apokrin

Kulit ketiak

Mempunyai par sterminalis dan saluran keluar Kelenjar ini berkelok-kelok umumnya terpotong melintang atau sorong Bermuara pada polokel rambut dan dindingnya di lapisi selapis epitel berbentuk silindris Sitoplasmanya berwarna merah,inti sel biru,bulat berkromatin padat.

c. Kelenjar holokrin

Kulit kepala Kelopak mata Puting susu Kelopak mata Glans penis

Pars terminalis berbentuk mirip buah alpukat,bentuknya kuboid, Intinya bulat,biru,dan terlihat utuh. Sel mitosis terdesak ketengah kelenjar,lembung. Sitoplasmanya di penuhi vakuol kosong kecil-kecil. Inti selnya makin ketengah makin keriput, selnya mulai ada yang pecah.

d. Kelenjar serosa

Kelenjar parotis

Terdiri dari beberapa lobu,setiap lobus terdiri dari beberapa lobulus Didalam lobulus terdapat pars terminalis dan duktus Pars terminalis mengandung getah yang banyak air. Sitoplasmanya merah gelap, inti bulat biru terletak di tengah sel agak ke basal.

e. Kelenjar campur

Kelenjar submandibularis Kelenjar sublingularis

Bagian serosa menghasilkan getah encer Bagian mukosa menghasilkan getah kental Serosa biasanya memeluk bagian mukosa membentuk bangunan seperti bulan sabit (bulan sabit gianuzzi)

Kelenjar endokrin a. Kelenjar suprarenalis

K.suprarenalis

Sel tersusun atas agak beraturan. terbagi menjadi dua bagian besar,kortek di pinggir,medula di tengah. Adanya kapsula pibrosa yang membungkus kelenjar ini yang terletak di tepian sajian Bagian kortek terbagi atas 3 zona yaitu z.glomeruralis.z.fasikulata,z.retikularis Kromatinnya berwarna coklat dengan inti besar dan anak inti yang jelas.

b. Kelenjar tiroid

K.tiroid

Mempunyai folikel atau kantung tempat menyimpan getahnya sementara Folikel berbentuk bulat/lonjong dengan garis tengah yang beragam Epitel folikel gepeng atau kuboid sampai silindris selapis

no

Nama tulang Jaringan tulang rawan a. Pembentukan tulang rawan

Letak Jaringan embrio

Ciri-ciri Adanya pulau-pulau tulang rawan Kondrisit bulat atau lomjong Adanya lakuna akibat kondrisit mengeriput Di tepi tulang rawan terdapat sel sel gepeng membentuk perikondrium Di liuar tulang rawan terdapat jaringan mesenkim

b. Tulang Rawan Hialin

Trakea

Ada perikondrium terdiri atas serat kolagen dengan sel gepeng. Sel gepengnya adalah fibroblas,fibrosit,sel kondrogenik,dan kondroblas Makin ketewngah kondrosit makin membulat atau lonjong Kondrosit membelah tidak bisa berjauhan satu sama lain dalam satu lakuna disebut isogen

c. Tulang Rawan elastis

Epiglotis

Susunan selnya sama dengan tulang rawan hialin,hanya matrik yang berbeda Dalam matriknya tampak banyak serat elastin berwarna tengguli Teritorium tidak jelas

d. Tulang Rawan Fibrosa (Fibrokartilago)

Diskus Intervertebratalis

Tidak terdapat perikondrium Kondrosit hampir semunya gepeng Letak kondosit berderet mirip dengan ikan berenang berbaris Di dalam massa tulang rawan hialin di bagian tengah dapat dilihat bahan berwarna merah kebiruan Yang disebut neuklueus

e. Tulang Rawan Turgesen(kondro id)

Tendo Achilles kodok

Tidak terdapat pada manusia Tidak ada perikondrium Jaringan ikat padatnya terdiri atas

f. Degenerasi Tulang Rawan Tulang Rawan Iga

serat serat kolagen kasar. Kondrositnya khas seperti gelembung Inti sel relatif kecil dan kondrosit tidak mengeriput Ada garis kasar pada metriks(mirip abses) Kondrosit berada atau di dalam daerah degenerasi juga mengeriput dan pecah

Jaringan Tulang Rawan a. Tulang Panjang Potong Melintang Sajian Gosok Tulang Terdapatnya sisa sisa periosteum yang berwarna hitam Pada lingkat luar terdapat deretan lakuna yang berisi ostreosit. Zat zat antar sel bersama sama dengan lakuna membentuk lamel

b. Penulangan (osifikasi) kondral

Pertumbuhan tulang

Terdapat : Zona rihat, terletak pada lempeng epifisis Zona proliferasi, terletak pada daerah metafisis. Deretan kondrosit tersusun searah. Selnya kecil-kecil, gepeng. Zona pematangan ( maturasi atau hipertropi ). Kondrosit telah berproliferasi membesar. Zona pengapuran. Di daerah ini terjadi peletakan zat kapur di dalam matriks sehingga matriks berwarna kebiruan. Kondrosit mulai ada yang mati dan pecah. Zona degenerasi. Kondrosit banyak yang sudah pecah, lakunanya bersambungan satu sama lain membentuk kolom lakuna yang sebagian telah di isi oleh jaringan ikat sumsum tulang. Zona penulangan. Sel-sel osteogenik menjadi osteoblas yang tersusun berderet-deret sepanjang tepian balok tulang rawan. Sumsum tulang. Terdapat di antara balok-balok tulang, berupa jaringan ikat longgar yang

mengandung pembuluh darah. Periosteum. Jaringan ini melapisi bagian luar proses penulangan kondral. Terdiri atas jaringan ikat yang berserat, di dalamnya terdapat fibroblas, sel osteogenik, osteoblas.

c. Penulangan desmal

Pertulangan desmal

Proses penulangan ini tidak didahului pembentukan tulang rawan Dikelilingi oleh sel osteogenik dan osteoblas Sum-sum tulang dan osteoklas tampak jelas Terdapat jaringan sum-sum tulang