Anda di halaman 1dari 13

Laporan Praktikum Kimia Fisik Viscositas Cairan Sebagai Fungsi Suhu

Nama : Hestin Permatasari NIM : 10510035 Tanggal Percobaan : 28 September 2012 Tanggal Pengumpulan: 5 Oktober 2012 Nama Asisten : Nungky Aprilia/20512060 Adri Nora/1050037

Laboratorium Kimia Fisika Program Studi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Bandung 2012

Viscositas Cairan Sebagai Fungsi Suhu

I.

Tujuan Percobaan 1.1 Menentukan viscositas kloroform dan toluene pada berbagai suhu 1.2 Menentukan nilai E dan A air, toluene, dan kloroform 1.3 Menentukan tetapan vanderwaals air, toluene, dan kloroform

II.

Teori Dasar Fluida atau zat alir adalah zat yang dapat mengalir dan bentuknya selalu berubah dengan perubahan volume. Yang termasuk dalam kategori fluida adalah zat cair dan gas. Fluida mempunyai kerapatan yang harganya tertentu pada temperatur dan tekanan tertentu. Harga kerapatannya tergantung pada temperatur dan tekanan, apabila temperatur dan tekanan suatu fluida berubah maka kerapatannya akan berubah. Bagi zat cair kerapatannya tidak akan terpengaruh oleh perubahan temperatur dan tekanan, hal ini juga dinamakan fluida tidak dapat mampat (incompresible) sedangkan gas sangat dipengaruh oleh perubahan temperatur dan tekanan dan dikenal juga sebagai fluida dapat mampat (compresible). Setiap fluida, gas atau cairan, memiliki suatu sifat yang dikenal dengan viskositas, yang dapat didefinisikan sebagai tahanan yang dilakukan suatu lapisan fluida terhadap suatu lapisan lainnya. Pada aliran laminar, fluida dalam pipa dianggap terdiri atas lapisan molekul-molekul yang bergerak di atas yang lainnya dengan kecepatan yang berbedabeda. Profil kecepatan pada berbagai lapisan ini berbentuk parabola dengan kecepatan paling tinggi terdapat pada lapisan bagian tengah pipa. Alat yang dipakai untuk menentukan Viscositas dinamakan Viscometer. Ada beberapa jenis Viscometer, diantaranya : a) Viscometer Ostwald b) Viscometer Lehman c) Viscometer bola jatuh dari Stokes.

III.

Data Pengamatan 3.1 Data Piknometer Truang=25C Wpiknokosong=19.37 gram Wpikno+air=45.03 gram Wpikno+kloroform=57.32 gram Wpikno+toluene=41.13 gram

3.2 Data Viskositas


Larutan Air T(C) 30 35 40 30 35 40 30 35 40 t1 39.75 34.8 28.62 25.51 29.72 34.87 18.49 18.54 17.1 tlarutan (s) t2 t3 37.08 38.92 31 30.43 28.55 28.34 25.06 25.06 30.75 29 36.82 31.92 17.73 18.31 18.33 18.35 17.41 17.46 trata-rata 38.58333 32.07667 28.50333 25.21 29.82333 34.53667 18.17667 18.40667 17.32333

Kloroform

Toluene

IV.

Pengolahan Data 4.1 Volume pikno

4.2 zat pada suhu 25C

4.3 Penentuan viskositas zat pada berbagai suhu

Larutan Air

T(C) 30 35 40 30 35 40 30 35 40 t1 39.75 34.8 28.62 25.51 29.72 34.87 18.49 18.54 17.1 t2 37.08 31 28.55 25.06 30.75 36.82 17.73 18.33 17.41

Kloroform

Toluene

tlarutan (s) t3 38.92 30.43 28.34 25.06 29 31.92 18.31 18.35 17.46

Viskositas trata-rata 38.58333 32.07667 28.50333 25.21 29.82333 34.53667 18.17667 18.40667 17.32333 0.798 0.72 0.653 0.771414 0.990401 1.170603 0.318916 0.350491 0.336673

Keterangan : karena tidak dilakukannya pengambilan data piknometer pada berbagai suhu, maka massa jenis zat dan massa jenis air yang digunakan untuk semua perhitungan menggunakan data pada suhu 25C. sedangkan data viskositas air pada berbagai suhu menggunakan data dari literature.

4.4 Penentuan E dan A(temperature dalam Kelvin)


#air

penentuan E dan A air


0 0.00315 0.0032 0.00325 0.0033 0.00335 -0.05 -0.1 -0.15 ln -0.2 -0.25 -0.3 -0.35 -0.4 -0.45 1/T y = 1901.9x - 6.5029 R = 1 penentuan E dan A air Linear (penentuan E dan A air)

y = 1901,x - 6,502

Maka, ln A= -6502, sehingga A=0, dan: E= 1901 #kloroform

penentuan E dan A kloroform


0.2 0.15 0.1 0.05 0 0.00315 -0.05 -0.1 -0.15 -0.2 -0.25 -0.3 y = -3959.1x + 12.819 R = 0.9891 0.0032 0.00325 0.0033 0.00335 penentuan E dan A kloroform Linear (penentuan E dan A kloroform)

y = -3959,x + 12,81

Maka, ln A= 12.81, sehingga A=365857, dan: E= -3937,1652

#toluene

penentuan E dan A toluen


-1.04 0.00315 -1.06 -1.08 -1.1 -1.12 -1.14 -1.16 y = -520.74x + 0.5977 R = 0.3358 0.0032 0.00325 0.0033 0.00335

penentuan E dan A toluen Linear (penentuan E dan A toluen)

y = -520,7x + 0,597

Maka, ln A= 0.597, sehingga A=1.8167, dan: E= -301.3769

4.5 Penentuan tetapan van der waals


Tidak dapat ditentukan karena tidak dilakukannya pengukuran massa jenis zat pada berbagai suhu, sehingga tidak ada variasi yang bisa dialurkan pada kurva.

V.

Pembahasan Pada fluida yang tidak diidealisir terdapat suatu aktivitas molekuler antara lapisannya. Salah satu akibat dari aktivitas ini adalah munculnya gesekan internal antara bagian-bagian tersebut, yang dapat pula digambarkan sebagai gaya luncur diantara lapisan-lapisan fluida tadi. Hal ini dapat dilihat dari perbedaan kecepatan bergerak lapisan-lapisan fluida tersebut. Bila pengamatan dilakukan terhadap aliran fluida makin mengecil ditempat-tempat yang jaraknya terhadap dinding pipa semakin kecil, dan praktis tidak bergerak pada tempat di dinding pipa. Sedangkan kecepatan terbesar terdapat ditengah-tengah pipa aliran.

Viscositas suatu fluida adalah sifat yang menunjukkan besar dan kecilnya tahanan dalam fluida terhadap gesekan. Fluida yang mempunyai viscositas rendah, misalnya air mempunyai tahanan dalam terhadap gesekan yang lebih kecil dibandingkan dengan fluida yang mempunyai viscositas yang lebih besar.

Gaya
A cm
2

Kecepatan V cm/detik

F dyne

L cm

A cm2

Gambar diatas merupakan 2 lapisan fluida sejajar dengan masing-masing mempunyai lua A cm2 dan jarak kedua lapisan L cm. Bila lapisan atas bergerak sejajar dengan lapisan bawah pada kecepatan V cm/detik relatif terhadap lapisan bawah, supaya fluida tetap mempunyai kecepatan V cm/detik maka harus bekerja suatu gaya sebesar F dyne. Gejala ini dapat dianalisis dengan suatu besaran yang disebut kekentalan atau viscositas (viscosity). Oleh karena itu, viscositas berkaitan dengan gerak relatif antar bagian-bagian fluida, maka besaran ini dapat dilihat sebagai ukuran kesulitan fluida untuk mengalir. Semakin besar viskositas suatu fluida makin sulit fluida itu mengalir. Viscositas suatu cairan murni atau larutan merupakan indeks hambatan alir cairan. Beberapa zat cair dan gas mempunyai sifat daya tahan terhadap aliran ini, dinyatakan dengan Koefisien Viscositas (). Viscositas ialah besarnya gaya tiap cm2 yang diperlukan supaya terdapat perbedaan kecepatan sebesar 1 cm tiap detik untuk 2 lapisan zat cair yang parallel dengan jarak 1 cm. Viscositas dapat dihitung dengan rumus Poiseville:


dengan:

R 4
8LV

R = Jari-jari pipa dialiri cair (cm) T = Waktu alir (detik)


dyne

P = Tekanan yang menyebabkan zat cair mengalir ( V = Volume zat cair (liter) L = Panjang pipa (cm)

cm 2

= Koefisien Viscositas (centipoise)


Makin besar kekentalannya, makin sukar zat cair itu mengalir dan begitu pula sebaliknya, bila makin encer makin mudah mengalir.

Dengan: Q = Fluiditas

Fluiditas yaitu kemudahan suatu zat cair untuk mengalir. Dari rumus diatas dapat dilihat bahwa Fluiditas berbanding terbalik dengan kekentalan (Koefisien Viscositas). Viskositas terutama terjadi karena interaksi antar molekul-molekul cairan. Viskositas adalah besaran yang harganya bergantung pada suhu. pada sebagian besar zat cair, dengan bertambahnya suhu, maka nilai koefesien fluiditas akan menurun, begitu juga sebaliknya, bila temperature diturunkan, maka besarnya fluiditas akan naik. Namun pada percobaan kali ini, yang mengalami penurunan fluiditas terhadap suhu hanya air. Viskositas kloroform pada percobaan kali ini mengalami kenaikan dengan bertambahnya suhu. Viskositas toluene saat pertama kali dinaikkan suhu kenaikan dan saat dinaikkan lagi, viskositasnya menurun, namun nilainya lebih tinggi dari viskositas awal. Penyimpangan pengaruh suhu pada viskositas ini bisa dikarenakan nilai viskositas diukur saat suhu larutan belum mencapai suhu yang diinginkan atau bisa juga karena pengukuran waktu saat penggunaan viscometer Oswald dilakukan oleh praktikan yang berbeda-beda sehingga dimungkinkan

perbedaan ketelitian dalam melihat waktu di stopwatch. Hal lain yang menimbulkan kesalahan adalah kemungkinan tmbulnya gelembung saat pengukuran. Timbulnya gelembung ini akan mengganggu aliran laminar sehingga waktu yang diperoleh bukanlah waktu yang seharusnya diukur. Dan sebenarnya hasil perhitungan ini pun tidak dapat digunakan, karena tidak adanya data massa jenis zat pada berbagai suhu, sehingga perhitungan menggunakan data seadanya yang tentu saja menghasilkan hasil yang tidak valid. Selain temperature, hal lain yang mempengaruhi viskositas antara lain:tekanan. Kehadiran zat lain, massa jenis, ukuran dan berat molekul, serta kekuatan antar molekul. Variable yang diamati untuk penentuan viskositas pada percobaan ini selain temperature adalah massa jenis. Massa Jenis (specific weight) dari suatu benda adalah besarnya gaya grafitasi yang bekerja pada suatu massa dari suatu satuan volume, oleh karena itu berat jenis dapat didefinisikan sebagai: berat tiap satuan

volume. Nilai viskositas akan berbanding lurus dengan nilai massa jenis zat. Hasil percobaan ini dengan melihat data yang didapatkan menunjukkan gejala yang sama. Secara umum kloroform dengan massa jenis yang tinggi juga mempunyai viskositas yang tinggi dibandingkan dengan air maupun toluene. Begitu juga dengan toluene, dengan massa jenisnya yang kecil, nilai viskositasnya pun juga kecil dibandingkan dengan air dan kloroform. Bila dilakukan pengukuran massa jenis pada berbagai suhu, secara teoritis temperature akan berbanding terbalik dengan massa jenis. Dengan bertambahnya suhu, maka massa jenis larutan akan berkurang. Dan dengan demikian seharusnya dapat pula ditentukan tetapan vanderwaals dengan mengalurkan kurva antara 1/ dengan 1/, maka tidak dilakukan perhitungan untuk menentukan tetapan van der waals. Pada percobaan ini penentuan viskositas menggunakan metode Ostwald. metode Ostwald merupakan suatu variasi dari metode Poiseulle. Pada Ostwald yang diukur adalah waktu yang dibutuhkan oleh sejumlah cairan tertentu untuk mengalir melalui pipa kapiler dengan gaya yang disebabkan oleh berat cairan itu sendiri, jadi waktu yang dibutuhkan oleh cairan untuk melalui batas yang ditentukan dapat diukur menggunakan stop watch.

VI.

Kesimpulan 1. viskositas kloroform pada suhu 30C, 35C, dan 40C secara berturut-turut adalah 0.771, 0.99, 1.17 2. viskositas toluene pada suhu 30C, 35C, dan 40C secara berturut-turut adalah 0.318, 0.350, 0.336 3. Nilai E dan A pada air secara beruruttan adalah 1901 dan 0 4. Nilai E dan A pada kloroform secara beruruttan adalah -3937.1652 dan 365857 5. Nilai E dan A pada toluen secara beruruttan adalah -301.3769 dan 1.8167 6. Tetapan vanderwaals tidak dapat ditentukan

VII.

Daftar Pustaka S.Glasston. 1946.textbook of physical chemistry. Ed 2. Hal 496-500 J.A.kicthener. 1967.findlays practical physical chemistry. Ed 8. Hal 86-91 Rao, RR dan Fasad, KR. 2003. Effects of Velocity- Slip and Viscosity variation on Journal Bearings. Vol 46. Hal 143-152. India

LAMPIRAN

LAMPIRAN TETAPAN VAN DER WAALS

JAWABAN PERTANYAAN 1. Bilangan Reynolds adalah rasio dari gaya inersia terhadap gaya viskos yang mengkuantifikasi hubungan kedua gaya tersebut dengan suatu kondisi aliran tertentu. Bilangan ini dapat mengidentifikasi jenis aliran yang berbeda seperti laminar dan turbulen. Yang dikategorikan aliran laminar adalah yang mempunyai bilangan Reynolds kurang dari 2300. 2. Cara lain untuk menentukan viskositas adalah dengan metode lehman. Nilai viscositas Lehman didasarkan pada waktu kecepatan alir cairan yang akan diuji atau dihitung nilai viscositasnya berbanding terbalik dengan waktu kecepatan alir cairan pembanding, dimana cairan pembanding yang digunakan adalah air. Persamaannya adalah sebagai berikut :

Tcairan Tair