Anda di halaman 1dari 16

Glikolisis bearti adalah rangkaian reaksi yang mengubah glukosa menjadi dua molekul piruvat.

Dilihat dari keseluruhan, glikolisis terbagi menjadi dua bagian atau fase : Fase 1 : meliputi tahap reaksi enzim yang memerlukan ATP, yaitu tahap reaksi dari glukosa sampai dengan pembentukan fruktosa 6-fosfat (dari tahap 1 tahap 5) Fase 2 : meliputi tahap reaksi yang menghasilkan energi (ATP dan NADH) yaitu dari gliseraldehide 3-fosfat sampai dengan piruvat (dari tahap 6 tahap 10) Tahap-Tahap Glikolisis Tahap 1 :Fosforilasi Glukosa Reaksi : Glucose + ATP4- -> Glucose-6-phosphate2- + ADP3- + H+ Reaksi yang irreversibel (tidak dapat balik) Dikatalis oleh Heksokinase : Tranfer gugus fosfat pada molekul heksosa. Tahap ke 2 : Pengubahan glukosa 6-posfat menjadi Fruktosa 6-Fosfat Reaksi : glucose-6-phosphate2- -> fructose-6-phosphate2Reaksi yang reversibel (berjalan 2 arah/dapat balik) Dikatalisis fosfoglukoisomerase : Perubahan isomer dari aldosa (glukosa 6-fosfat) ke ketosa (fruktosa 6-fosfat) Tahap ke 3 : Fosforilasi Fruktosa 6-Fosfat menjadi Fruktosa 1,6-DiFosfat Reaksi : Fructose-6-phosphate2- + ATP4- -> fructose-1,6-diphosphate4-+ ADP3- + H+ Dikatalisis oleh fosfofruktokinase (enzim pengatur utama pada glikolisis). Reaksi berlangsung irreversibel Tahap ke 4 : Penguraian Fruktosa 1,6-Difosfat Reaksi : Fructose-1,6-bisphosphate4- -> dihydroxyacetone phosphate2- + glyceraldehyde-3phosphate2Reaksi yang reversibel (berjalan 2 arah/dapat balik) Dikatalisis oleh Fructose-1,6-Bisphosphate Aldolase.(Aldolase fruktosa difosfat) Tahap ke 5 : Interkonversi Triosa Fosfat Reaksi : Dihydroxyacetone phosphate2- -> glyceraldehyde-3-phosphate2Dikatalisis oleh Triose Phosphate Isomerase Reaksi yang reversibel (dapat balik)

Tahap ke 6 : Pembentukkan senyawa berenergi tinggi ke I Reaksi : glyceraldehyde-3-phosphate2- + Pi2- + NAD+ > 1,3-bisphosphoglycerate4- + NADH + H+ Dikatalisis oleh hidroginase gliseraldehida fosfat Reaksi yang reversibel (dapat balik) Tahap ke 7 : Fosforilasi tingkat substrat ke I Reaksi : 1,3-bisphosphoglycerate4- + ADP3- > 3-phosphoglycerate3- + ATP4 Dikatalis oleh Enzim Kinase fosfogliserat untuk ADP menjadi ATP dan 3-fosfogliserat Reaksi yang reversibel (dapat balik) Tahap ke 8 : Pengubahan 3 fosfogliserat menjadi 2-fosfogliserat Reaksi : 3-phosphoglycerate3- > 2-phosphoglycerate3Reaksi yang reversibel (dapat balik) Dikatalisis oleh enzim fosfogliserat mutase Tahap ke 9 : Pembentukkan senyawa berenergi tinggi ke II Reaksi : 2-phosphoglycerate3- > phosphoenolpyruvate3- + H2O Dikatalis oleh enolasi menghasilkan fosfoenolpiruvat Tahap ke 10 : Fosforilasi tingkat substrat ke II Reaksi : phosphoenolpyruvate3- + ADP3- + H+ -> pyruvate- + ATP4 Reaksi ini penting, karena Tahap terakhir pada glikolisis pemindahan gugus posfat beenergi tinggi dari fosfoenolfirufat ke ADP dengan katalis kinase piruvat -Menghasilkan ATP dari reaksi fosforilasi tingkat subtrat ADP -Reaksi ini secara energetik sangat bagus, sehingga berfungsi untuk menarik dua reaksi sebelumnya.

Glikolisis
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi, cari Glikolisis berasal dari kata glukosa dan lisis (pemecahan), adalah serangkaian reaksi biokimia di mana glukosa dioksidasi menjadi molekul asam piruvat. Glikolisis adalah salah satu proses metabolisme yang paling universal yang kita kenal, dan terjadi (dengan berbagai variasi) di banyak jenis sel dalam hampir seluruh bentuk organisme. Proses glikolisis sendiri menghasilkan lebih sedikit energi per molekul glukosa dibandingkan dengan oksidasi aerobik yang sempurna. Energi yang dihasilkan disimpan dalam senyawa organik berupa adenosine triphosphate atau yang lebih umum dikenal dengan istilah ATP dan NADH. Lintasan glikolisis yang paling umum adalah lintasan Embden-Meyerhof-Parnas (bahasa Inggris: EMP pathway), yang pertama kali ditemukan oleh Gustav Embden, Otto Meyerhof dan Jakub Karol Parnas. Selain itu juga terdapat lintasan EntnerDoudoroff yang ditemukan oleh Michael Doudoroff dan Nathan Entner terjadi hanya pada sel prokariota, dan berbagai lintasan heterofermentatif dan homofermentatif. Ringkasan reaksi glikolisis pada lintasan EMP adalah sebagai berikut:[1][2]

Sedangkan ringkasan reaksi dari glikolisis, siklus asam sitrat dan fosforilasi oksidatif adalah:[3]

Pencernaan Karbohidrat
Karbohidrat (sakarida atau gula) yang kita makan sebagai sumber energi masuk ke dalam tubuh dalam bentuk senyawa kompleks, seperti disakarida (maltosa dan laktosa) dan polimer pati (amilosa dan amilopektin). Agar dapat digunakan oleh tubuh untuk menghasilkan energi, senyawa karbohidrat yang diserap dari dinding saluran pencernaan harus dipotong menjadi senyawa gula sederhana yang disebut monosakarida, seperti glukosa. Pencernaan polimer karbohidrat dimulai di mulut. Di dalam mulut, terdapat enzim amilase yang dapat membantu memotong polimer karbohidrat menjadi struktur yang lebih sederhana.[4] Selain itu, air liur di dalam mulut memiliki pH yang cukup asam untuk membantu pemotongan senyawa karbohidrat kompleks. Pada tahap selanjutnya, pencernaan karbohidrat kompleks berlanjut di daerah lambung. Enzim amilase yang masih ada akan segera berhenti bekerja karena pH

lambung yang sangat asam. Selain karbohidrat, beberapa senyawa lain, seperti protein dan lemak, akan dicerna tubuh dengan bantuan enzim protease dan lipase.[5] Setelah menjadi senyawa yang lebih sederhana, polimer karbohidrat kemudian masuk ke dalam usus pencernaan. Di dalam usus, pemotongan karbohidrat dilakukan dengan bantuan enzim -amilase. Enzim ini dihasilkan di pankreas dan memiliki aktivitas yang sama dengan enzim amilase yang ada di mulut. Secara garis besar, enzim ini akan memecah disakarida dan oligosakarida menjadi monosakarida. Enzim lain yang turut membantu pemecahan molekul kompleks karbohidrat di usus adalah maltase, sukrase, laktase, dan trehelase.[6] Hasil dari pemotongan enzim-enzim ini adalah molekul karbohidrat sederhana (monosakarida), seperti glukosa. Senyawa ini kemudian diedarkan ke seluruh tubuh dan akan dikonversi menjadi asam lemak, asam amino, glikogen, dan lain-lain. Di dalam tubuh, glukosa akan dioksidasi untuk menjadi senyawa lain sesuai dengan keperluan masing-masing sel, seperti asam laktat dan asam piruvat.[7] Peristiwa oksidasi inilah yang umum dikenal dengan istilah glikolisis. Glikolisis terjadi di sitosol dan merupakan langkah awal dari proses produksi energi utama di dalam tubuh manusia dimana asam piruvat menjadi salah satu senyawa prekursor terpenting.

Lintasan EMP
Substrat Produk Enzim Keterangan Sebuah molekul ATP dibutuhkan untuk mengkonversi glukosa menjadi G6P. Reaksi ini menjaga kadar gula dalam sitoplasma tetap rendah Fosforilasi sebagai stimulasi agar substrat asupan ke dalam sitosol tetap mengalir melalui GLUT dan mencegah glukosa untuk keluar kembali ke dalam periplasma. Enzim fosfoglukosa isomerase akan memindahkan gugus karbonil oksigen dan mengkonversi G6P Isomerasi menjadi bentuk isomernya berupa fruktosa-6 fosfat (F6P). Reaksi ini bersifat umpan balik, namun seringkali terdorong ke Reaksi

Glukosa + ATP

Glukosa-6 fosfat Heksokinase + ADP + Kofaktors: Mg2+ + +H

2 Glukosa-6 fosfat Fruktosa-6 fosfat

Fosfoglukosa isomerase

reaksi berikutnya karena kadar F6P yang rendah. Saat kadar F6P menjadi tinggi, reaksi umpan balik akan terjadi dengan sendirinya mengkonversi F6P menjadi G6P. Fenomena ini dijelaskan dengan prinsip Le Chatelier. Fruktosa-1,6 Fruktosa-6 fosfat bifosfat 3 + ATP + ADP + H+ Dihidroksi Fruktosa-1,6 aseton fosfat 4 bifosfat + Gliseraldehid3 fosfat Dihidroksi Gliseraldehid-3 5 aseton fosfat fosfat Gliseraldehid-3 1,36 fosfat bifosfogliserat + NAD+ + Pi + NADH + H+ 1,33-fosfogliserat 7 bifosfogliserat + ATP + ADP 8 3-fosfogliserat 9 2-fosfogliserat 2-fosfogliserat Fosfofruktokinase + Kofaktors: Mg2+

Aldolase Trios fosfat Isomerasi isokinase Gliseraldehid-3 fosfat Oksidasi dehidrogenase Fosfogliserat kinase + Kofaktor: Mg2+ Fosfogliserat mutase

Fosfoenolpiruvat Enolase + H2 O Piruvat kinase + Kofaktor: Mg2+

10

Fosfoenolpiruvat Pyr + ATP + ADP + H+

SIKLUS KREBS

Siklus asam sitrat[1] (bahasa Inggris: citric acid cycle, tricarboxylic acid cycle, TCA cycle, Krebs cycle, Szent-Gyrgyi-Krebs cycle) adalah sederetan jenjang reaksi metabolisme pernapasan selular yang terpacu enzim yang terjadi setelah proses glikolisis, dan bersama-sama

merupakan pusat dari sekitar 500 reaksi metabolisme yang terjadi di dalam sel.[2] Lintasan katabolisme akan menuju pada lintasan ini dengan membawa molekul kecil untuk diiris guna menghasilkan energi, sedangkan lintasan anabolisme merupakan lintasan yang bercabang keluar dari lintasan ini dengan penyediaan substrat senyawa karbon untuk keperluan biosintesis. Metabolom dan jenjang reaksi pada siklus ini merupakan hasil karya Albert Szent-Gyrgyi and Hans Krebs. Pada sel eukariota, siklus asam sitrat terjadi pada mitokondria, sedangkan pada organisme aerob, siklus ini merupakan bagian dari lintasan metabolisme yang berperan dalam konversi kimiawi terhadap karbohidrat, lemak dan protein - menjadi karbon dioksida, air, dalam rangka menghasilkan suatu bentuk energi yang dapat digunakan. Reaksi lain pada lintasan katabolisme yang sama, antara lain glikolisis, oksidasi asam piruvat dan fosforilasi oksidatif. Produk dari siklus asam sitrat adalah prekursor bagi berbagai jenis senyawa organik. Asam sitrat merupakan prekursor dari kolesterol dan asam lemak, asam ketoglutarat-alfa merupakan prekursor dari asam glutamat, purina dan beberapa asam amino, suksinil-KoA merupakan prekursor dari heme dan klorofil, asam oksaloasetat merupakan prekursor dari asam aspartat, purina, pirimidina dan beberapa asam amino.[3]

Sekilas proses
Siklus asam sitrat dimulai dengan satu molekul asetil-KoA bereaksi dengan satu molekul H2O, melepaskan gugus koenzim-A, dan mendonorkan dua atom karbon yang tersisa dalam bentuk gugus asetil kepada asam oksaloasetat yang memiliki molekul dengan empat atom karbon, hingga menghasilkan asam sitrat dengan enam atom karbon.[4][5] Substrat Produk Enzim Reaksi Keterangan Setelah enzim sitrat sintase melepaskan satu ion H+ dari molekul CH3 gugus asetil dari asetil-KoA, molekul CH2- pada gugus asetil tersebut akan bereaksi dengan asam oksaloasetat membentuk metabolit S-sitril-KoA. Reaksi hidrolisis yang terjadi selanjutnya pada gugus koenzim-A akan mendorong reaksi hingga menghasilkan tiga jenis produk. Reaksi isomerisasi terjadi dengan dua tahap, enzim asonitase akan melepaskan gugus air dari asam sitrat

Asam sitrat Oksaloasetat 1 + CoA-SH + Asetil-KoA + H+

Sitrat sintase

Hidrolisis

2 Asam sitrat cis-Asonitat 3 + H2O

cis-Asonitat + H2O Isositrat

Dehidrasi Asonitase Hidrasi

Isositrat 4 + NAD+

Oksalosuksinat + NADH + H
+

5 Oksalosuksinat

Ketoglutarat- + CO2

Isositrat dehidrogenase

Ketoglutarat- Suksinil-KoA Ketoglutarat- 6 + NAD+ + NADH + H+ dehidrogenase + CoA-SH + CO2

Suksinil-KoA Suksinat 7 + GDP + Pi + CoA-SH + H2O + GTP

Suksinil-KoA sintetase

membentuk metabolit cisAsonitat, kemudian terjadi penambahan kembali molekul air dengan pergeseran lokasi gugus hidroksil dan menghasilkan isomer asam sitrat. Enzim isositrat dehidrogenase Oksidasi bersama dengan koenzim NAD+ akan mengubah gugus karboksil menjadi gugus karbonil, membentuk senyawa intermediat yang disebut oksalosuksinat. Eksitasi oleh Dekarboksilasi ion H+ akan menyebabkan oksalosuksinat melepaskan gugus COO- yang tidak stabil dan membentuk senyawa CO2. Kompleks dehidrogenase ketoglutarat-alfa mirip kompleks piruvat dehidrogenase yang menjadi enzim pada transformasi asam piruvat menjadi asetil-KoA. Dekarboksilasi Bersama dengan koenzim NAD+ akan mempercepat oksidasi yang membentuk koenzim baru, disebut suksinilKoA, yang memiliki ikatan tioester antara koenzim-A dengan gugus suksinil. Senyawa Pi akan menggantikan gugus CoA pada suksinat, kemudian fosforilasi didonorkan ke GDP untuk substrat membentuk GTP. Pada bakteri dan tumbuhan, gugus Pi akan didonorkan ke ADP guna menghasilkan ATP.

Suksinat + FAD

Fumarat + FADH2

Suksinat Oksidasi dehidrogenase

Fumarat + H2O

Malat

Fumarase

Hidrasi

10

Malat + NAD+

Oksaloasetat Malat Oksidasi + NADH + H+ dehidrogenase

Koenzim FAD akan menarik dua atom hidrogen dari suksinat. Reaksi ini tidak terjadi di dalam matriks mitokondria, tetapi terjadi pada antarmuka antara matriks mitokondria dan rantai transpor elektron yang disebut suksinat dehidrogenase yang melintang pada membran mitokondria bagian dalam, enzim ini sering juga disebut "kompleks II". Reaksi penambahan molekul air pada fumarat akan menjadi gugus hidroksil pada senyawa baru. Reaksi oksidasi yang terakhir akan mengubah gugus hidroksil menjadi karbonil dan menghasilkan senyawa pertama siklus sitrat, yaitu asam oksaloasetat.

Siklus Krebs (Daur Asam Trikarboksilat)


Posted by chemy18 on February 5, 2012 Siklus Krebs adalah proses utama kedua dalam reaksi pernafasan sel. Siklus Krebs ini ditemukan oleh Hans Krebs (1900-1981). Reaksi pernafasan sel tersebut disebut juga sebagai daur asam sitrat atau daur asam trikarboksilat.

Tahapan Reaksi dalam Siklus Krebs


Siklus Krebs terjadi di mitokondria dengan menggunakan bahan utama berupa asetil-CoA, yang dihasilkan dari proses dekarboksilasi oksidatif. Ada delapan tahapan utama yang terjadi selama siklus Krebs. 1. Kondensasi Kondensasi merupakan reaksi penggabungan molekul asetil-CoA dengan oksaloasetat membentuk asam sitrat. Enzim yang bekerja dalam reaksi ini adalah enzim asam sitrat sintetase. 2. Isomerase sitrat Tahapan ini dibantu oleh enzim aconitase, yang menghasilkan isositrat. 3. Produksi CO2 Dengan bantuan NADH, enzim isositrat dehidrogenase akan mengubah isositra menjadi alfaketoglutarat. Satu molekul CO2 dibebaskan setiap satu reaksi. 4. Dekarboksilasi oksidatif kedua Tahapan reaksi ini mengubah alfa-ketoglutara menjadi suksinil-CoA. Reaksi dikatalisasi oleh enzim alfa-ketoglutarat dehidrogenase. 5. Fosforilasi tingkat substrat Respirasi seluler juga menghasilkan ATP dari tahapan ini. Reaksi pembentukan ATP inilah yang dinamakan dengan fosforilasi, karena satu gugus posfat akan ditambahkan ke ADP menjadi ATP. Pada awalnya, suksinil-CoA akan diubah menjadi suksinat, dengan mengubah GDP + Pi menjadi GTP. GTP tersebut akan digunakan untuk membentuk ATP.

6. Dehidrogenasi Suksinat yang dihasilkan dari proses sebelumnya akan didehidrogenasi menjadi fumarat dengan bantuan enzim suksinat dehidrogenase. 7. Hidrasi dan regenerasi oksaloasetat Dua tahapan ini merupakan akhir dari Siklus Krebs. Hidrasi merupakan penambahan atom hidrogen pada ikatan ganda karbon (C=C) yang ada pada fumarat sehingga menghasilkan malat. Malat dehidrogenase mengubah malat menjadi oksaloasetat. Oksaloasetat yang dihasilkan berfungsi untuk menangkap asetil-CoA, sehingga siklus Krebs akan terus berlangsung. Adapun hasil dari Siklus Krebs adalah ATP, FADH2, NADH dan CO2. Siklus akan menghasilkan 2 molekul CO2, yang dilepaskan. Jumlah molekul NADH yang dihasilkan adalah 6 molekul, sedangkan FADH adalah 2 molekul. ATP yang diproduksi secara langsung ada sebanyak 2 molekul, yang merupakan hasil dari reaksi fosforilasi tingkat substrat. FADH2 dan NADH adalah molekul yang digunakan dalam tahapan transpor elektron. Setiap molekul NADH akan dioksidasi lewat transpor elektron sehingga menghasilkan 3 ATP per molekul, sedangkan satu molekul FADH2 menghasilkan 2 molekul ATP. siklus krebs,siklus kreb,makalah siklus krebs,siklus asam sitrat,siklus krebs biokimia,daur krebs,siklus krebs adalah,proses dekarboksilasi oksidatif,proses siklus krebs,reaksi kimia siklus krebs
PROSES 1. Glikolisis: Glukosa > 2 asam piruvat 2. Siklus Krebs: 2 asetil piruvat > 2 asetil KoA + 2 C02 2 asetil KoA > 4 CO2 3. Rantai trsnspor elektron respirator: 10 NADH + 502 > 10 NAD+ + 10 H20 2 FADH2 + O2 > 2 PAD + 2 H20 Total AKSEPTOR 2 NADH 2 NADH 6 NADH ATP 2 ATP 2 ATP 2 PADH2 30 ATP 4 ATP 38 ATP

Kesimpulan : Pembongkaran 1 mol glukosa (C6H1206) + O2 > 6 H20 + 6 CO2 menghasilkan energi sebanyak 38 ATP.

siklus krebs ( daur asam sitrat)


SIKLUS KREBS

Jalur metabolisme ini disebut juga daur asam trikarboksilat ( atau asam sitrat) yang pertama kali ditemukan oleh Krebs pada tahun 1937. Jalur daur ini merupakan jalur metabolisme utama dari berbagai senyawa hasil metabolisme, yaitu hasil katabolisme karbohidrat, protein,lemak. Asetil koenzim A ( sebagai hasil katabolisme karbohidrat, protein,lemak)masuk ke dalam daur krebs untuk selanjutnya dioksidasi menjadi energi dalam bentuk ATP

Selanjutnya asetil CoA dibawa ke siklus krebs

Secara singkat reaksinya seperti berikut

Reaksi 1: Kondensasi oksaloasetat dan Asetil CoA menjadi Sitrat oleh sitrat sintase Sitrat sintase mengikuti mekanisme reaksi berurut: mula-mula enzim mengikat oksaloasetat. Pengikatan ini menginduksi perubahan konformasi enzim yang diikuti pengikatan Asetil CoA. Pembentukan intermediet Sitril CoA segera diikuti hidrolisis menghasilkan CoA-SH dan sitrat. Reaksi 2: Isomerasi sitrat menjadi isositrat oleh aconitase Reaksi kedua ini melibatkan mekanisme 2 tahap di mana intermediet cis-aconitat dihasilkan dari reaksi dehidrasi yang memerlukan klaster besi-sulfur (4Fe-4S) pada sisi aktif enzim. Pada tahap berikutnya, satu molekul air ditambahkan pada ikatan rangkap cis-isositrat dengan gugus hidroksi pada atom C ujung. Reaksi 3: Dekarboksilasi oksidatif isositrat oleh isositrat dehidrogenase membentuk ketoglutarat, CO2 dan NADH Reaksi ketiga ini adalah reaksi dekarboksilasi pertama dari dua reaksi dekarboksilasi pada siklus sitrat. Reaksi pertama yang menghasilkan NADH yang digunakan pada reaksi konversi energi pada sistem transport elektron Reaksi 4: Dekarboksilasi oksidatif ketoglutarat menjadi suksinil CoA, CO2 dan NADH oleh ketoglutarat dehidrogenase Reaksi dekarboksilasi oksidatif kedua

Reaksi 5: Konversi Suksinil CoA menjadi Suksinat oleh suksinil CoA sintetase Reaksi 6: Oksidasi suksinat menjadi fumarat oleh suksinat dehidrogenase Reaksi 7: Hidrasi fumarat menjadi malat oleh fumarase

Fumarase adalah enzim stereo-spesifik yang menghidrasi ikatan rangkap C=C fumarat dan menghasilkan isomer L-malat Reaksi 8: Oksidasi malat menjadi oksaloasetat oleh malat dehidrogenase Reaksi terakhir dalam siklus Krebs Oksidasi gugus hidroksil pada malat menghasilkan oksaloasetat dalam reaksi yang membutuhkan NAD+ dan melepaskan NADH terakhir dalam siklus. Dua atom karbon dari Asetil CoA masih dipertahankan pada oksaloasetat dan tidak dilepaskan sebagai CO2 Reaksi total Glukosa + 2H2O + 10NAD++ 2FAD + 4ADP + 4Pi 6CO2 + 10NADH +2FADH2 +6H++4ATP

SISTEM TRANSPORT ELEKTRON

Rantai transpor elektron adalah tahapan terakhir dari reaksi respirasi aerob. Transpor elektron sering disebut juga sistem rantai respirasi atau sistem oksidasi terminal. Transpor elektron berlangsung pada krista (membran dalam) dalam mitokondria. Molekul yang berperan penting dalam reaksi ini adalah NADH dan FADH2, yang dihasilkan pada reaksi glikolisis, dekarboksilasi oksidatif, dan siklus Krebs. Selain itu, molekul lain yang juga berperan adalah molekul oksigen, koenzim Q (Ubiquinone), sitokrom b, sitokrom c, dan sitokrom a.

Pertama-tama, NADH dan FADH2 mengalami oksidasi, dan elektron berenergi tinggi yang berasal dari reaksi oksidasi ini ditransfer ke koenzim Q. Energi yang dihasilkan ketika NADH dan FADH2 melepaskan elektronnya cukup besar untuk menyatukan ADP dan fosfat anorganik menjadi ATP. Kemudian koenzim Q dioksidasi oleh sitokrom b. Selain melepaskan elektron, koenzim Q juga melepaskan 2 ion H+. Setelah itu sitokrom b dioksidasi oleh sitokrom c. Energi yang dihasilkan dari proses oksidasi sitokrom b oleh sitokrom c juga menghasilkan cukup energi untuk menyatukan ADP dan fosfat anorganik menjadi ATP.

Kemudian sitokrom c mereduksi sitokrom a, dan ini merupakan akhir dari rantai transpor elektron. Sitokrom a ini kemudian akan dioksidasi oleh sebuah atom oksigen, yang merupakan zat yang paling elektronegatif dalam rantai tersebut, dan merupakan akseptor terakhir elektron. Setelah menerima elektron dari sitokrom a, oksigen ini kemudian bergabung dengan ion H+ yang dihasilkan dari oksidasi koenzim Q oleh sitokrom b membentuk air (H2O). Oksidasi yang terakhir ini lagi-lagi menghasilkan energi yang cukup besar untuk dapat menyatukan ADP dan gugus fosfat organik menjadi ATP. Jadi, secara keseluruhan ada tiga tempat pada transpor elektron yang menghasilkan ATP. Sejak reaksi glikolisis sampai siklus Krebs, telah dihasilkan NADH sebanyak 10 dan FADH2 2 molekul. Dalam transpor elektron ini, kesepuluh molekul NADH dan kedua molekul FADH2 tersebut mengalami oksidasi sesuai reaksi berikut.

Setiap oksidasi NADH menghasilkan kira-kira 3 ATP Dan kira-kira 2 ATP untuk setiap oksidasi FADH2. Jadi, dalam transpor elektron dihasilkan kira-kira 34 ATP. Ditambah dari hasil Glikolisis (2ATP) dan siklus Krebs (2 ATP), maka secara keseluruhan reaksi respirasi seluler menghasilkan total 38 ATP Jadi dari satu molekul glukosa menghasilkan total 38 ATP.

Akan tetapi, karena dibutuhkan 2 ATP untuk melakukan transpor aktif, maka hasil bersih dari setiap respirasi seluler adalah 36 ATP. (lihat gambar)

Sistem Transpor Elektron Pertama-tama, NADH dan FADH2 mengalami oksidasi, dan elektron berenergi tinggi yang berasal dari reaksi oksidasi ini ditransfer ke koenzim Q. Energi yang dihasilkan ketika NADH dan FADH2 melepaskan elektronnya cukup besar untuk menyatukan ADP dan fosfat anorganik menjadi ATP. Kemudian koenzim Q dioksidasi oleh sitokrom b. Selain melepaskan elektron, koenzim Q juga melepaskan 2 ion H+. Setelah itu sitokrom b dioksidasi oleh sitokrom c. Energi yang dihasilkan dari proses oksidasi sitokrom b oleh sitokrom c juga menghasilkan cukup energi untuk menyatukan ADP dan fosfat anorganik menjadi ATP. Kemudian sitokrom c mereduksi sitokrom a, dan ini merupakan akhir dari rantai transpor elektron. Sitokrom a ini kemudian akan dioksidasi oleh sebuah atom oksigen, yang merupakan zat yang paling elektro negatif dalam rantai tersebut, dan merupakan akseptor terakhir elektron. Setelah menerima elektron dari sitokrom a, oksigen ini kemudian bergabung dengan ion H+ yang dihasilkan dari oksidasi koenzim Q oleh sitokrom b membentuk air (H2O). Oksidasi yang terakhir ini lagi-lagi menghasilkan energi yang cukup besar untuk dapat menyatukan ADP dan gugus fosfat organik menjadi ATP. Jadi, secara keseluruhan ada tiga tempat pada transpor elektron yang menghasilkan ATP. Sejak reaksi glikolisis sampai siklus Krebs, telah dihasilkan NADH dan FADH2 sebanyak 10 dan 2 molekul. Dalam transpor elektron ini, kesepuluh molekul NADH dan kedua molekul FADH2 tersebut mengalami oksidasi sesuai reaksi berikut. 10 NADH + 5 O2 10 NAD+ + 10 H2O 2 FADH2 + O2 2 FAD + 2H2O Setiap oksidasi NADH menghasilkan kira-kira 3 ATP, dan kira-kira 2 ATP untuk setiap oksidasi FADH2. Jadi, dalam transpor elektron dihasilkan kira-kira 34 ATP. Ditambah dari hasil glikolisis dan siklus Krebs, maka secara keseluruhan reaksi respirasi seluler menghasilkan total 38 ATP dari satu molekul glukosa. Akan tetapi, karena dibutuhkan 2 ATP untuk melakukan transpor aktif, maka hasil bersih dari setiap respirasi seluler adalah 36 ATP. 2. JALUR PENTOSA POSFAT Setelah tahun 1950, para ahli fisiologi tumbuhan secara bertahap mulai manyadari bahwa glikolisis dan daur Krebs bukanlah satu-satunya reaksi tumbuhan dalam memperoleh energi dari oksidasi gula menjadi karbon dioksida dan air. Karena senyawa antaranya adalah glukosa fosfat lima-karbon, maka rangkaian reaksi alternatif tersebut disebut lintasan pentose fosfat (LPF). Beberapa senyawa lintasan pentosa fosfat juga anggota daur Calvin, tempat gula fosfat disintesis di kloroplas. Perbedaan utama antara daur Calvin dan lintasan pentose fosfat adalah pada lintasan pentosa fosfat gula fosfat tidak disintesis melainkan dirombak. Dalam hal ini, reaksi pentosa fosfat serupa dengan reaksi pada glikolisis hanya perbadaannya lintasan pentosa fosfat penerima elektronnya selalu NADP+, sedangkan di glikolisis penerima elektronnya adalah NAD+. Reaksi LPF pertama melibatkan glukosa-6-fosfat, yang berasal dari perombakan pati fosforilase di glikolisis, dari penambahan fosfat akhir pada ATP ke glukosa atau langsung dari fotosintesis. Senyawa ini segera dioksidasi oleh glukosa-6-fosfat dehidrogenase menjadi 6-fosfoglukono-laktona (reaksi 1).

Laktona ini secara cepat dihidrolisis oleh laktonase menjadi 6-fosfoglukonat (reaksi 2), kemudian senyawa terakhir ini segera didekarboksilasi secara oksidatif menjadi ribulosa-5-fosfat oleh 6fosfoglukonat dehidrogenase (reaksi 3). Selanjutnya LPF menghasilkan pentosa fosfat dan dikatalisis oleh isomerase (reaksi 4) dan epimerase (reaksi 5), yang merupakan salah satu jenis isomerase. Reaksi ini dan reaksi berikutnya serupa dengan beberapa reaksi di daur Calvin. Enzim yang penting ialah transketolase (reaksi 6 dan 8) dan transaldolase (reaksi 7). Perhatikan bahwa ketiga reaksi terakhir membentuk 3-fosfogliseraldehid dan fruktosa-6-fosfat, yang merupakan senyawa-antara pada glikolisis. Jadi, LPF dapat dianggap jalur alternatif menuju senyawa yang akan dirombak oleh glikolisis. Reaksireaksi ini dipacu oleh enzimisomeras, epimerase, transketolase dan transaldolase. Fungsi Lintasan Pentosa Fosfat yaitu: 1. Produksi NADPH, dimana senyawa ini kemudian dapat dioksidasi untuk menghasilkan ATP 2. Terbentuknya senyawa erithrosa-4-P, dimana senyawa ini merupakan bahan baku esensial untuk pembentukan senyawa fenolik seperti sianin dan lignin 3. Menghasilkan ribulosa-5-P yang merupakan bahan baku unit ribosa dan deoksiribosa pada nukleotida pada RNA dan DNA.