PETUNJUK CARA PENGHITUNGAN PPh PASAL 21 ATAS THR

I.4. PENGHITUNGAN PEMOTONGAN PPh PASAL 21 TERHADAP PENGHASILAN
BERUPA :
JASA PRODUKSI, TANTIEM GRATIFIKASI, TUNJANGAN HARI RAYA ATAU TAHUN
BARU, BONUS, PREMI, DAN PENGHASILAN SEJENIS LAINNYA YANG SIFATNYA
TIDAK TETAP DAN PADA UMUMNYA DIBERIKAN SEKALI SAJA ATAU SEKALI
SETAHUN
Contoh Penghitungan :
4.1. Agani Putra (tidak kawin) bekerja pada PT Artha Purna Sakti dengan memperoleh gaji
sebesar Rp 2.000.000,00 sebulan. Dalam tahun yang bersangkutan Agani menerima
bonus sebesar Rp 5.000.000,00. Setiap bulannya Agani membayar iuran pensiun ke dana
pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan sebesar Rp 60.000,00
Cara menghitung PPh Pasal 21 atas bonus adalah :
A. PPh Pasal 21 atas Gaji dan Bonus (penghasilan setahun) :
Gaji setahun (12 x Rp 2.000.000,00)
Bonus
Penghasilan bruto setahun

Rp 24.000.000,00
Rp 5.000.000,00
Rp 29.000.000,00

Pengurangan :
1. Biaya Jabatan
(5% x Rp. 29.000.000,00) = Rp 1.450.000,00
Maksimum diperkenankan Rp 1.296.000,00
2. Iuran pensiun setahun
Rp
12 x Rp 60.000,00
720.000,00
Penghasilan neto setahun

Rp 2.016.000,00
Rp 26.984.000,00

PTKP
- untuk WP sendiri
Penghasilan Kena Pajak

Rp 13.200.000,00
Rp 13.784.000,00

PPh Pasal 21 terutang
5% x Rp 13.784.000,00

=

689.200,00

B. PPh Pasal 21 atas Gaji setahun
Gaji setahun (12 x Rp 2.000.000,00)

Rp 24.000.000,00

Pengurangan :
1. Biaya jabatan
(5% x Rp. 24.000.000,00) Rp 1.200.000,00
2. Iuran pensiun setahun
12 x Rp 60.000,00
Rp
720.000,00
Penghasilan neto setahun

Rp 1.920.000,00
Rp 22.080.000,00

PTKP
- untuk WP sendiri
Penghasilan Kena Pajak

Rp 13.200.000,00
Rp 8.880.000,00

PPh Pasal 21 terutang
5% x Rp 8.880.000,00

http://syafrianto.blogspot.com

=

444.000,00

1

750.000.200. Cara menghitung PPh Pasal 21 atas bonus adalah sebagai berikut : A.200.00 Maksimum diperkenankan Rp 1.000.000.00 B.000.00 Rp 330. Iuran pensiun setahun 12 x Rp 50.00 2. PPh Pasal 21 atas Gaji dan Bonus (penghasilan setahun) Gaji setahun (12 x Rp 2.00 Rp 33.200.873.00 Rp 600.000. PPh Pasal 21 atas Bonus PPh Pasal 21 atas Bonus adalah : Rp 689. Biaya jabatan 5% x Rp.429.000.000.untuk WP sendiri Penghasilan Kena Pajak Rp 13.2.000.750.429.250.000.000.000.000.00.000.500.00 3.450.000.671.00 – Rp 444.00 = Rp 1.000.00 = Jumlah Rp 33.00 Rp 99.00 Premi Jaminan Kematian 12 x Rp 8.00 Rp 660.00%.000.00 PTKP .com 2 .00 Rp 21.650. Karyawati Artika Prasasti (tidak kawin) bekerja pada PT Upaya Khasanah dengan memperoleh gaji sebesar Rp 2.00 http://syafrianto.083.500. 37.00 PPh Pasal 21 terutang 5% x Rp 21.00 Maksimum diperkenankan Rp 1. Kerja 12 x Rp 27.00 Rp 99.250. Biaya jabatan 5% x Rp.00 Rp 34.00 Bonus Rp 4.00) = Premi Jaminan Kecelakaan Kerja 12 x Rp 27.00 = Rp 245. Dalam tahun berjalan dia juga menerima bonus sebesar Rp 4.00 = Rp 1.000. 0.00 sebulan.00% dari gaji untuk setiap bulan.000.00) Rp 33.00 Rp 330.70% dari gaji.000.429.000.30% dan 3.00 4.000.673.000.blogspot.00 Pengurangan : 1.296.556. Iuran Jaminan Hari Tua 12 x Rp 55.673.000.00 = Premi Jaminan Kematian 12 x Rp 8.000. PPh Pasal 21 atas Gaji setahun Gaji setahun (12 x Rp 2. Artika membayar iuran Pensiun Rp 50.750. 33.450. Premi Jaminan Kecelakaan Kerja dan premi Jaminan Kematian dan iuran Jaminan Hari Tua dibayar oleh pemberi kerja setiap bulan masing-masing sebesar 1.00 Penghasilan neto setahun Rp 2.00 Rp 1.C. Perusahaan ikut dalam program jamsostek.000.00 Rp 37.429.000.000.000.871.296.00 dan Iuran Jaminan Hari Tua sebesar 2.000.000.000.00 Premi Jaminan Kec.000.00 Penghasilan bruto setahun Pengurangan : 1.

500.00 3.000. Penghitungan PPh Pasal 21 atas gaji adalah Gaji sebulan Pengurangan : Biaya jabatan 5% x Rp.000.blogspot.000.00 = Rp 300.00 dan pada bulan April 2006 menerima bonus sebesar Rp 10.00 Rp 13.600. Selama tahun 2006 menerima gaji perbulan sebesar Rp 6.2.00 PTKP (K/3) .000.00 = Rp 200.000.00 – Rp 883.00) 6.000.00 Penghasilan neto setahun = Rp 2.600.704.000.200.00 Maksimum diperkenankan Penghasilan Neto atas gaji sebulan Penghasilan Neto disetahunkan : 12 x Rp 5. Pegawai Tetap yang Kewajiban Subjektifnya Berakhir Dalam Tahun Berjalan atau Dimulai Setelah Permulaan Tahun dengan Mendapat Gaji Bulanan dan Bonus Selama Bekerja Thomasz Radzinski (K/3) mulai bekerja Mei 2004 dan berhenti bekerja sejak 1 Mei 2006.200.000.00 Rp 1.000.000.00 Rp Rp PPh Pasal 21 atas gaji sebulan Rp 4.000.tambahan WP Kawin .000.704.00 405.250. PPh Pasal 21 atas Bonus PPh Pasal 21 atas Bonus adalah : Rp 1.000.3.000.00 = Rp 600.200.000.com : Rp 1.000.200.000.00 Rp 15% x Rp 2.873.000.000.000.000.00 3 .650. Iuran Jaminan Hari Tua 12 x Rp 55.000.892.155.00 C.000.00 Rp 52.000.000.000.00 4.000.000.00 Rp 18.00 Rp 10% x Rp 25.892.000.673.00 Penghasilan Kena Pajak PPh Pasal 21 atas gaji setahun : 5% x Rp 25.704.000.00 : 12 Rp http://syafrianto.untuk Wajib Pajak .00 Rp Rp 108.00 PTKP .000.650.00 5.000.00 Rp 17.000.tambahan 3 orang anak (3 x Rp 1.00 Rp 70.00 2.600.650. 6.untuk WP sendiri Penghasilan Kena Pajak Rp 13.000.556. Iuran pensiun setahun 12 x Rp 50.300.00 PPh Pasal 21 terutang 5% x Rp 17.00 = Rp 660.600.00 = Rp 883.00 Rp 30.155.000.00 A.00 346.083.000.00 4.673.00 Rp 3.000.

000.000.000.000.00 12/5 x Rp 39.000 Maksimum diperkenankan 5 x Rp 108.000.00 = Rp 4.000.00 Rp 62.00 Rp 1.tambahan 3 orang anak (3 x Rp 1.250.B.00 Bonus Rp 10.000.600.00 = Rp 1.00) Rp 72.000.655.600.755.704.600.00 4 .00 PPh Pasal 21 atas gaji setahun dan bonus : 5% x Rp 25.460.00 = http://syafrianto.00 = Rp 540.00 = Rp 2.000.00 Rp 1.000.000.000.000.000.100.000.704.00 Pengurangan : Biaya Jabatan 5% x Rp.untuk Wajib Pajak Rp 13.000. Penghitungan PPh Pasal 21 atas Bonus : Rp 5.00 15% x Rp 26.00 Rp 82.00 .000.000.00 Penghasilan Neto atas gaji setahun dan bonus Rp 80.600.500.00 PPh Pasal 21 atas gaji setahun dan bonus : 5% x Rp 25.00 39.00) Rp 30.00 Maksimum diperkenankan 12 x Rp 108.500.500.000.000.000.500.00 Rp 4.00 Rp 1.untuk Wajib Pajak Rp 13.600.blogspot.00 Rp 7.005.000.000.000.00 – Rp 4.00 Penghasilan Kena Pajak Rp Rp 18.00 PTKP (K/3) .200.00 Bonus Rp 10.704.000.00 Rp 1.600.00 Rp PTKP (K/3) .000. 40.00 C.00 PPh Pasal 21 terutang atas penghasilan 5 bulan : 5/12 x Rp 7.00 Penghasilan Neto selama 5 bulan Rp Jumlah seluruh penghasilan neto disetahunkan 94.000.000.00 Penghasilan Kena Pajak Rp 18. Penghitungan kembali PPh Pasal 21 terutang pada saat pegawai yang bersangkutan berhenti dan meninggalkan Indonesia untuk selama-lamanya.000.000.000.600.000.155.000.000.000.000.231.905.000.00 40.tambahan 3 orang anak (3 x Rp 1.com Rp 3.00 Rp 5.00 76.200.200.000.000.tambahan WP Kawin Rp 1.704.000.00) Rp 3.000.600.000.000.00 10% x Rp 25.00 Jumlah seluruh penghasilan selama 5 bulan Rp Pengurangan : Biaya jabatan 5% x Rp.00 Rp 2.200.000.000.460.000.000.00 15% x Rp 12.000.296.704.000.755.00 Rp 2.00 10% x Rp 25.704.000.tambahan WP kawin Rp 1.600. 82.00 .000. yang dicantumkan dalam Form 1721 A1 : Gaji selama 5 bulan (5x Rp 6.00 .250.00 D.000.000.000.200.200.000.00 . Penghitungan PPh Pasal 21 atas gaji dan bonus : Gaji disetahunkan (12 x Rp 6.000.655.000.000.00) Rp 3.000.

yakni untuk menghitung PPh Pasal 21 yang terutang atas bagian tahun pajak.00 NIHIL Catatan : Cara penghitungan diatas berlaku juga bagi pegawai yang meninggal dunia dalam tahun berjalan dan pegawai yang kewajiban pajak subjektifnya dumulai setelah permulaan tahun.300.00) + Rp 1.com 5 .00 PPh Pasal 21 kurang (lebih) dipotong = Rp 3.500.PPh Pasal 21 telah dipotong : (5 x Rp 346.231.blogspot.500. http://syafrianto.000.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful