Anda di halaman 1dari 3

Review Barry Buzan, 1984.

Peace, Power, & Security:Contending Concepts in Study of International Relations,Department of International Studies, Universityof Warwick
Hijrah Saputra Har 1106116950 Dibuat untuk Ujian Akhir Semester Mata kuliah Teori Keamanan Internasional konsentrasi Keamanan Internasional Magister Ilmu Hubungan Internasional Fisip Univ. Indonesia Pendahuluan Dalam tulisannya, Buzan mencoba mengkritisi dari ketidakpuasaanya pada penggunaan konsep Peace, Power, dan Security didalam ilmu Hubungan Internasional dimana menurut Buzan bahwa ketiga konsep didalam penelitian-penelitian Hubungan Internasional terlalu sempit dan parsial dalam menelaah hubungannya dengan elemen dasar ilmu hubungan internasional mengenai : Anarki dan Perlombaan Senjata. Hadirnya kebutuhan baru dalam mencari kerangka alternatif mengenai bentuk perspektif keamanan yang seimbang antara kedua menjadi sebuah pencarian jalan keluar dari ortodoksi pandangan Realisme dan Idealisme mengenai power dan peace yang kaku. Argumentasi awal, Buzan mencoba membedah terlebih dahulu kerangka penghalang antara realisme dengan konsep power dengan munculnya nilai baru dari idealisme mengenai perdamaian yang memiliki konseptual dan orientasi sendiri.1 Kondisi penghalang ini sendiri menyebabkan dilema, pada saat power dan peace tidak dapat dipadukan dengan mudah dan konsekuensinya kedua konsep berjalan terpisah dalam kerangka analisa terhadap hubungan internasional.2 Untuk itu Buzan mencoba 1) mengidentifikasi karakter dasar dari masalah / penyebabnya, 2) mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan konsep alternatif untuk mengatasi jurang perbedaan kedua konsep. Sehingga paling tidak dengan kedua hal itu dapat dibandingkan kelebihan dan kekurangan dari power dan peace sebagai konsep inti dari Realisme dan Idealisme, sembari mencoba mencari gagasan keamanan baru sebagai sintesis dari paradigma yang ada.
1 2

Barry Buzan, 1984. Peace, Power, & Security:Contending Concepts in Study of International Relations,Pp.110 Ibid. Pp.110

Menurut Buzan jika dibebaskan dari batas-batas 'keamanan nasional' yang mengikatnya erat dengan pandangan kekuasaan, security menawarkan komprehensif perspektif tentang hubungan internasional. Sebagai sebuah konsep dalam dirinya sendiri, ia beroperasi pada ketiga tingkat analisa - individu, negara, dan sistem - dan mengidentifikasi baik universal motif untuk perilaku dan universal mungkin kondisi. Setelah berkembang menjadi lebih luas ini kerangka kerja, ambiguitas yang melanda penggunaannya pada tingkat nasional menjadi aset bukan dari kewajiban. Ide keamanan meliputi dinamika konflik dan harmoni, dan justru ini luasnya cakupan yang membuatnya sangat berguna bila diterapkan dengan sistem internasional secara keseluruhan. Dimana Buzan berpendapat bahwa konsep keamanan menyediakan sintesis yang tidak hanya mempertahankan dan menyatukan wawasan berharga dari kedua power dan peace, tetapi juga dapat menghindari pengertian yang sempit dari keduanya.

Uraian Inti Pada inti tulisannya, menurut Buzan, masalah mendasar dari semua konteks hubungan internasional adalah masalah insecurity.3 Seperti yang ia tuliskan :

The basic problem which underlies almost all interest in international relations is insecurity. The influence and status which power and peace have acquired as core concepts stem from the insight, and the guide to action, which they have offered on this problem.
Dengan menempatkan Individu sebagai obyek dari munculnya insecurity dimana banyaknya kondisi dan faktor yang mampu menyebabkan terjadinya hal itu, peace merupakan suatu kondisi yang dinginkan untuk lepas dari keadaan insecurity, berbeda dengan security yang lebih mencoba mengembangkan manajemen sistem internasional sebagai upaya menghindari keadaan insecurity. Meskipun insecurity memiliki banyak sisi, satu, takut perang, telah meningkat menjadi terkenal luar biasa dalam beberapa dekade terakhir. Bahwa transformasi dalam kondisi manusia keberadaan menjelaskan mengapa konsep perdamaian muncul sebagai tantangan bagi lebih tradisional konsep kekuasaan. Ini juga menjelaskan mengapa penekanan dari makalah ini adalah pada rasa tidak aman yang muncul dari ketakutan akan perang. Jika perang adalah jantung dari masalah, Buzan mengenalkan 3 konsep, Pertama, Perang adalah fenomena kelompok yang
3

Ibid, Pp.111

terorganisasi, dan karena itu terjadi di atas tingkat ketidakamanan individu. Yang paling bentuk dikhawatirkan adalah bahwa dilancarkan antara negara, ketakutan yang berasal dari skala yang menyatakan dapat memobilisasi instrumen kekerasan. Kedua, Di tingkat negara, faktor yang paling mendasar terkait dengan perang adalah sistem anarkis hubungan antara negara-negara, dan kompetitif mereka mengejar kemampuan militer. Ketiga, Arms Races atau Perlombaan senjata menyediakan kondisi militer untuk perang oleh negara-negara memperlengkapi untuk menggunakan kekuatan dalam hubungan mereka satu sama lain. Sehingga untuk itu, Buzan mencoba untuk melihat kondisi peace, power, dan security dalam keadaan anarchy dan arms race untuk mengidentifikasikan keadaan masing-masing konsep terhadap keadaan yang mempengaruhi individu dalam situasi insecurity. Dalam keadaan anarki dan perlombaan senjata, peace dan power tidak bisa dikonkritkan dalam sebuah gagasan bersama mengenai keadaan yang perlu selesaikan untuk menghilangkan insecurity dari individu yang dilakukan oleh negara, sehingga keadaan anarki dan perlombaan senjata menjadi sebuah kondisi yang dianggap tidak baik terjadi. Dalam upaya yang sama, justru ketercapaian untuk menghilangkan insecurity pada konsep security pada kondisi anarchy dan arms race justru didapatkan jalan keluar untuk melakukan pengaturan tertentu dalam sistem internasional sehingga kondisi anarchy dan arms race tidak harus dihindari tetapi dapat dikondisikan dengan melakukan strategi yang tepat dalam penanggulangannya. Hal ini kemudian dalam pendekatan Buzan dalam Security: A New Framework for Analysis memaparkan pendekatan baru dalam melihat keamanan. Dengan menempatkan manusia sebagai subjek analisa sehingga konteks pemahaman meluas mencakup delapan aspek: keamanan militer, keamanan ekonomi, keamanan pangan, keamanan kesehatan, keamanan lingkungan, keamanan individu, keamanan sosial dan keamaman politik. Sesuatu disebut sebagai isu keamanan karena isu tersebut dianggap sangat penting dan membutuhkan prioritas. Kesimpulan Yang pada akhirnya menurut Buzan, security merupakan konsep yang lebih komprehensif dibanding kedua lainnya dalam memahami masalah dasar dalam hubungan internasional, ketika power dan peace terpaku pada dua sisi dan hubungan keduanya mengalami distorsi. Security mampu menawarkan penjelasan yang lebih baik kepada paradigma realism daripada power dan mampu menawarkan rincian yang lebih baik kepada paradigma idealism daripada peace.

Anda mungkin juga menyukai