P. 1
Luka

Luka

|Views: 36|Likes:
Dipublikasikan oleh yusufTmuladi

More info:

Published by: yusufTmuladi on Nov 07, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/13/2014

pdf

text

original

Disampaikan pada TBM Azygos

Definisi

Hilang atau rusaknya sebagian jaringan tubuh, disebabkan oleh trauma tajam atau tumpul, perubahan suhu, zat kimia, ledakan, atau gigitan hewan

klasifikasi
Klasifikasi klinis laceratum, ictum/punctum, abratio/excoriatio, haematom, amputatum, tembak, combustio  Klasifikasi hukum  luka robek, iris, tusuk, babras/lecet, memar, bakar, tembak

Luka robek (vulnus laceratum)
Panjang luka lebih besar dari lebar dan dalam  robekan akibat benda tumpul tepi tidak rata  Robekan akibat benda tajam tepi rata

Luka tusuk (vulnus punctum/ictum)
Dalam luka lebih besar dari lebar luka  Bisa tusukan jarum, paku, atau senjata tajam  Perforasi- non perforasi

Luka babras ( vulnus abratio/ excoriatio)
Luka lecet  Nyeri >  Perdarahan minimal

Vulnus amputatum

Hilangnya jaringan distal

Vulnus contusium
Pecahnya pembuluh darah subcutan  Warna kebiruan

Luka tembak
Luka senjata api  Jarak dekat ada luka bakar akibat mesiu  Steril  Bisa berbelok bila menghantam tulang keras

Combustio /Luka bakar
Akibat trauma panas  Akibat trauma listrik  Akibat trauma kimia

Derajat luka bakar
Derajat 1:  Derajat 2:  Derajat 3:  Luas luka bakar  dalam persen

Luka bakar derajat 1
Karena panas matahari, air panas  Daerah yang hiperemis  Cuma mengenai epidermis  Nyeri

Luka bakar derajat 2
Mengenai sebagian epidermis  Disertai bulla  jangan buru2 memecahkan  nyeri

Luka Bakar derajat 3
Sampai jaringan subcutan dan otot  Tidak nyeri karena persyarafan yang rusak  Semua trauma listrik dianggap derajat 3

Rule of nine
-

-

-

persentase terhadap luas permukaan kulit seluruh tubuh Membagi tubuh menjadi bagian2 9% Gampangnya bandingkan dengan telapak pasien  1

Contoh penulisan status
Vulnus laceratum R/ ventral antebrachii D uk 5 x0,5 cm, perdarahan tidak aktif  Vulnus laceratum R/ frontal D 4 x 0,5 cm dengan perdarahan aktif arteri  VL R/ dorsal manus D dengan ruptur tendo extensor uk….  Combustio gr 2 10% R/ thoraco abdomen  Luka tusuk abdomen perforata

tatalaksana
Prinsip semua kasus trauma  ABC dulu  Wound toilet /irigasi : Normal Salin, H2O2  Anestesi (k/P): Lidocain +- adrenalin  Debridemant: pembuangan jar necrotic  Sterilisasi :Povidon Iodine,  Hemostasis penekanan di sekitar luka, ligasi arteri  Hecting: Dalam absorbable, Kulitnon absorbable  Drain: k/P  Dresssing

Perhatian!!
Golden period: 6 - 8 jam  Luka kotor vs luka bersih  Luka tusuk : cross incisi  Prophylaksis antitetanus  Penyembuhan primer, penyembuhan sekunder, penyembuhan primer tertunda

Penyembuhan luka
Penyembuhan primer  penjahitan dan debrideman yang baik  Penyembuhan sekunder meninggalkan parut yang jelek, lebih lama  Penyembuhan primer tertunda

HECTING

resume
Luka: diskontinuitas sebagian jaringan tubuh  Klasifikasi: laceratum, ictum/punctum, combustio, tembak, hematom, excoriatio  Tatalaksana: ABC, wound toilet, irigasi, sterilisasi, anestesi, hemostasis, debrideman, hecting, dressing  Penyembuhan: primer, sekunder,

Terima kasih

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->