Anda di halaman 1dari 10

BAB I PENTINGNYA PEMBELANJAAN AKTIF

Pembelanjaan adalah suatu usaha menyangkut bagaimana perusahaan harus mengorganisir untuk mendapatkan dana, bagaimana menggunakan dana. Dan bagaimana laba perusahaan akan didistribusikan. Fungsi pembelanjaan adalah untuk memperoleh dana yang diperlukan dengan sedikit mungkin pengorbanan atau biaya, menggunakan dana untuk memperoleh manfaat yang maksimal atau sebaik mungkin, dan menghasilkan laba. Maka secara umum pembelanjan perusahaan terbagi atas bagaimana cara perusahaan untuk mendapatkan dana (pembelanjaan pasif) dan bagaimana cara perusahan menggunakan dana tersebut(pembelanjaan aktif). Pada kesempatan ini yang akan dibahas dalam makalah ini adalah mengenai pembelanjaan aktif. Pembelanjaan aktif adalah penggunaan dana yang diperoleh, yaitu semua usaha untuk menanamkan dana yang ada dalam perusahaan dengan cara seefisien mungkin. Modal kerja sangat penting bagi perusahaan. Perusahaan yang tidak memiliki kecukupan modal kerja akan sulit untuk menjalankan kegiatannya, atau akan macet operasinya. Tanpa modal kerja yang cukup, suatu perusahaan akan kehilangan kesempatan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produk yang dihasilkan. Jika hal itu terjadi, ia akan ditinggalkan pelanggannya, dan menderita kerugian. Oleh sebab itu, sebagian besar pekerjaan manajer keuangan dicurahkan

pada kegiatan operasi perusahaan sehari-hari. Besarnya modal kerja tergantung pada jenis bisnis, tetapi pada umumnya nilai modal kerja suatu perusahaan kirakira lebih dari 50% dari jumlah harta, maka perlu pengelolaan yang serius. Dan yang menjadi objek penelitian dalam makalah ini adalah usaha produksi kue apam Hj. Ida di Barabai. Dalam hal ini, yang terpenting dalam pembelanjaan aktif adalah bagaimana caranya agar penggunaan modal kerja yang dimiliki bisa dipergunakan dengan efektif dan efisien. Pengukuran efisien atau tidaknya penggunaan modal kerja pada produksi kue apam Hj. Ida, menggunakan analisa dari konsep kuantitatif yaitu konsep yang didasarkan atas kuantitas dana yang ditanam dalam unsur-unsur aktiva yang dipakai sekali dan akan kembali menjadi bentuk semula atau aktiva dengan dana tertanam di dalamnya yang akan bebas lagi dalam waktu singkat.

BAB II POKOK-POKOK PEMBELANJAAN AKTIF

Adapun pokok-pokok dalam pembelanjaan aktif adalah : 1. Kebijaksanaan dalam penggunaan modal yang tepat guna Dalam penggunaan modal untuk sebuah usaha, produsen harus mengerti bagaimana agar modal yang dimiliki bisa digunakan secara bijak dan biaya yang digunakan bisa sesuai dengan keperluan yang akan digunakan. Hal tersebut dilakukan agar terhindar dari pembelian barang atau bahan yang tidak bermanfaat. Pada produksi kue apam ini, produsen bisa menjalankan modal yang ia miliki dengan bijak dan tepat. Hal itu diketahui ketika narasumber menjelaskan bahwa setiap pembelian bahan baku selalu memperhatikan kualitas bahan yang akan digunakan dalam pembuatan kue. Dan produsen juga dengan bijak mengatur penggunaan biaya agar modal yang dimiliki dapat tercukupi untuk melakukan proses produksi. 2. Kentungan dari balik modal produksi Seorang produsen pastinya dalam setiap satu kali proses produksi mengharapkan keuntungan dari hasil produksi. Menurut narasumber, pada produsi kue apam keuntungan dari setiap satu hari berproduksi lumayan besar. Karena kue yang setiap hari terjual bisa laku terjual semua. Sehingga proses balik modal bisa cepat didapat.

3. Kemampuan dalam pengelolaan modal kerja Kemampuan pengelolaan modal juga diperlukan dalam menjalankan sebuah usaha agar usaha yang dijalankan tidak mengalami kemunduran dalam sebuah usaha. Pada produksi kue apam, kemampuan produsen sangat terlihat dalam mengelola modal yang dimiliki, hal itu terlihat pada saat produsen memiliki modal dan akan menggunakan modal tersebut untuk membiayai produksi, produsen dengan apik merincikan semua bahan yang akan diperlukan dalam proses produksi, sehingga modal yang ada cukup untuk memenuhi semua keperluan yang diperlukan dalam proses produksi kue apam.

BAB III DATA LAPANGAN PEMBELANJAAN AKTIF

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh penulis, data yang tertulis dalam makalah ini merupakan data mutlak yang didapat langsung dari narasumber. Pada usaha produksi kue Apam Hj. Ida, penggunaan modal kerja dilakukan secara maksimal. Hal itu terlihat pada saat wawancara, narasumber menjelaskan bahwa modal yang ada dipergunakan untuk membeli semua bahan dan perlengkapan untuk pembuatan kue. Narasumber juga menyebutkan bahwa modal awal yang ia gunakan untuk memproduksi kue setiap hari sebesar Rp 400.000,00. Berdasarkan dari data yang dijelaskan oleh narasumber, dapat dijelaskan secara sederhana penggunaan modal dalam setahun pada usaha tersebut sebagai berikut: Aktiva Lancar - Kas - Perlengkapan Aktiva Tetap - Peralatan - Kendaraan TOTAL

Rp 146.000.000,00 Rp 18. 250.000,00 Rp 500.000,00 Rp 325.000,00 Rp 165.875.000,00

Dari daftar aktiva diatas dapat dijelaskan bahwa setiap pos-pos dalam aktiva tersebut digunakan untuk proses produksi kue selama satu tahun. Pada pos

Kas, setiap harinya produsen menyisihkan uang sebesar Rp 10.000,00 dari setiap keuntungan yang didapat selama satu hari. Kas tersebut nantinya bisa dipergunakan untuk memenuhi kekurangan yang diperlukan dalam proses pembuatan kue. Kemudian pada pos perlengkapan digunakan untuk membeli daun untuk membungkus kue, kantong plastik, dan staples. Pada aktiva tetap, pos peralatan digunakan untuk semua perlengkapan seperti alat cetak kue, serta wajan besar untuk mengukus kue. Dan pos kendaraan, biaya tersebut digunakan untuk transportasi dalam pembelian bahan baku.

BAB IV POKOK PERSOALAN LAPANGAN

Pokok-pokok persoalan yang didapat dari data lapangan adalah sebagai berikut: 1. Penggunaan modal kerja 2. Kendala modal disaat harga barang di pasar naik Teknik pengumpulan data pada usaha kue apam menggunakan teknik wawancara langsung pada narasumber yaitu produsen itu sendiri yang bernam Hj. Ida Lupina. Adapun hasil wawancara yang dilakukan penulis dengan narasumber sebagai berikut: Penulis : Berapakah modal awal yang digunakan dalam setiap satu hari proses produksi..? Narasumber : Modal awal yang digunakan setiap satu hari produksi kue apam Rp 400.000,00.. Penulis : Dalam penggunaannya, modal tersebut digunakan untuk apa saja..? Narasumber : semua modal itu digunakan untuk membeli semua bahan dan perlengkapan untuk membuat kue..

Penulis Narasumber

: apakah modal ibu tersebut digunakan secara maksimal..? : iya.. semua modal itu digunakan secara maksimal, modal itu habis digunakan untuk membeli semua bahan baku pembuatan kue..

Penulis Narasumber

: Berapa keuntungan dari hasil produksi selama satu hari..? : sebenarnya saya tidak bisa menyebutkan berapa keuntungan dari produksi kue ini, karena hal itu sebuah rahasia. Tapi.. keuntungan yang dihasilkan dari usaha ini lumayan besar dan modal awal yang digunakan juga kembali lagi..

Penulis: ketika harga barang dipasar naik, dan harga bahan baku untuk membuat kue naik, apakah hal tersebut mempengaruhi modal yang anda gunakan..? Narasumber : yaa memang hal tersebut juga mempengaruhi terhadap modal untuk produksi kue, sedangkan harga kue tidak bisa dinaikkan karena hal itu mungkin saja membuat pelanggan akan berkurang. Akan tetapi untuk mengatasi modal yang kurang, saya bisa mengambil sebagian dari kas yang ada..

BAB V ANALISA PERSOALAN DI LAPANGAN

1. Penggunaan Modal Kerja Penggunaan modal kerja pada usaha produksi kue apam memang digunakan secara maksimal. Modal tersebut digunakan untuk membeli semua kebutuhan dalam produksi kue. Dan dalam satu hari produksi, juga terjadi balik modal dari keuntungan produksi kue, sehingga bisa digunakan kembali untuk membuat kue pada besok hari. 2. Kendala Modal pada Saat Harga Barang di Pasar Naik Pada saat harga barang di pasar naik, tentunya semua bahan baku yang digunakan untuk membuat kue juga menjadi naik, sehingga modal yang diperlukan juga menjadi naik. Pada usaha ini, produsen tidak menaikkan harga kue, karena takut jumlah pelanggan akan berkurang. Produsen hanya menambah modal yang ada dengan mengambil dari kas. Dengan terjadinya hal tersebut, keuntungan yang diperoleh produsen pun menjadi berkurang.

BAB VI KESIMPULAN

Dari data yang berhasil dikumpulkan penulis, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Setiap produsen harus menguasai berbagai pokok-pokok dalam

pembelanjaan aktif seperti memiliki sifat bijak dan kemampuan dalam pengelolaan modal kerja agar usaha yang dijalankan tidak mengalami kemunduran atau kegagalan dan bisa bertahan lama. 2. Modal kerja sangat penting bagi perusahaan. Perusahaan yang tidak memiliki kecukupan modal kerja akan sulit untuk menjalankan kegiatannya, atau akan macet operasinya. Tanpa modal kerja yang cukup, suatu perusahaan akan kehilangan kesempatan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produk yang dihasilkan. Jika hal itu terjadi, ia akan ditinggalkan pelanggannya, dan menderita kerugian.

10