Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA

PENENTUAN BILANGAN KOORDINASI ION Cu2+

Disusun oleh :
Latifah Suryaningrum (24 / XII IPA 1)

SMA Negeri 1 Klaten


Jl. Merbabu No. 13 Klaten

2012 / 2013

A. Tujuan Untuk mengetahui bilangan koordinasi ion tembaga (II).

B. Tempat dan Waktu Praktikum 1. Tempat : Laboratorium Kimia SMA Negeri 1 Klaten 2. Waktu : Rabu 10 Oktober 2012 pukul 08.15 WIB

C. Dasar Teori Pada percobaan ini akan ditentukan banyaknya ligan NH3 yang mengelilingi ion Cu2+ dalam ion kompleks amin tembaga (II). Ion Cu2+ dalam air tidak terdapat sebagai ion Cu2+ yang berdiri sendiri, tetapi dikelilingi oleh molekul-molekul air sebagai ligan yang membentuk ion kompleks aquotembaga (II). Bila kedalamannya ditambahkan NH3, molekul air ini akan didesak dan diganti oleh molekul NH3. Pembentukan kompleks antara Cu2+ dengan NH3 menghasilkan warna biru tua. Reaksi ini merupakan reaksi pendesakan ligan yang persamaan reaksinya dinyatakan sebagai berikut : [Cu(H2O)n]2+(aq) + NH3(aq) [Cu(H2O)n-1(NH3)]2+(aq) + H2O(l) [Cu(H2O)n-1(NH3)]2+(aq) + NH3(aq) [Cu(H2O)n-2(NH3)]2+(aq) + H2O(l) Reaksi tersebut teruus berlangsung sampai pada akhirnya menjadi: [Cu(H2O)n]2+(aq) + nNH3(aq) [Cu(NH3)n]2+(aq) + nH2O(l) Dari persamaan reaksi ini jumlah ligan NH3 dapat ditentukan berdasarkan ekuivalensi antara NH3 dengan [Cu(H2O)n]2+ dan ekuivalensi dapat dilihat dari intensitas warna larutan. Bilangan koordinasi menyatakan jumlah ruangan yang tersedia di sekitar atom atau ion pusat dalam apa yang disebut bulatan koordinasi, yang masingmasingnya dapat dihuni satu ligan. Bilangan koordinasi untuk ion tembaga dalam [Cu(NH3)4]2+ adalah 4.

D. Alat dan Bahan No. 1 2 3 4 5 6 7 Alat / Bahan Tabung reaksi Rak tabung reaksi Pipet tetes Larutan CuSO4 Larutan NH3 Larutan NH3 Larutan (NH4)2SO4 0,5 M 0,5 M Pekat 1M Ukuran 14 1 1 4 cm3 8 cm3 0,5 cm3 4 cm3 Jumlah

E. Langkah Kerja Percobaan 1 a. Memasukkan sebanyak 2 tetes CuSO4 0,5 M dan 10 tetes larutan (NH4)2SO4 1 M ke dalam salah satu tabung. Perubahan warna diamati. b. Pada salah satu tabung yang lain, dimasukkan 10 tetes NH3 pekat dan 1 ml CuSO4 0,5 M. Perubahan warna diamati. Percobaan 2 a. Tabung reaksi sebanyak 12 tabung disiapkan. Masing masing dimasukkan 2 tetes (NH4)2SO4 1 M dan CuSO4 0,5 M. b. Setiap tabung berturut turut ditambahkan NH3(aq) 1 tetes, 2 tetes, 3 tetes .... hingga 12 tetes pada tabung yang ke duabelas. Perubahan warna diamati.

F. Hasil Percobaan Percobaan Percobaan Ke 1 Tabung Ke 1a 1b Percobaan Ke - 2 1 2 3 4 5 6 Hasil Pengamatan Warna larutan jernih kebiruan Warna larutan biru tua keruh, jika didiamkan membentuk endapan. Warna larutan biru, jernih Warna larutan biru, jernih Warna larutan biru, jernih Warna larutan biru, agak jernih Warna larutan biru, agak jernih, paling pudar Warna larutan biru, agak jernih, mulai terdapat endapan 7 8 9 10 11 12 Warna larutan biru, keruh. Warna larutan biru, keruh. Warna larutan biru, keruh. Warna larutan biru, keruh. Warna larutan biru, keruh. Warna larutan biru, keruh.

G. Pembahasan Pada percobaan ini memiliki banyak keterbatasan, yakni ketidaksesuaian nomor tabung yang mengalami perubahan warna konstan antara teori dengan kenyataan (hasil percobaan). Pada percobaan yang dilakukan, hasil pengamatan menunjukan bahwa tabung mulai konstan perubahan warnanya ketika berada pada tabung nomor 7. Sedangkan dalam teori menunjukan tabung ke-8. Hal tersebut dapat terjadi karena beberapa kemungkinan, yaitu : a. Alat alat percobaan ada yang masih kotor atau terdapat sisa dari percobaan praktikan sebelumnya.

b. Kesalahan praktikan dalam mendeskripsikan perubahan warna karena warna dari tabung satu ke berikutnya sering hampir sama. c. Kesalahan praktikan saat meneteskan NH3 kurang dari yang seharusnya.

H. Pertanyaan 1. Apa guna (NH4)2SO4 pada percobaan ini ? Jawab : Kegunaan dari (NH4)2SO4 pada percobaan ini untuk memberi suasana asam agar tidak terbentuk endapan CuO atau Cu(OH)2 serta memudarkan warna dari biru menjadi biru kehijauan. 2. Mulai tabung ke berapa pada percobaan 2 warna larutan mulai tidak mengalami perubahan ? Berapa perbandingan mol CuSO4 0,5 M dengan mol NH3(aq) 0,5 M ? Pada percobaan nomor dua warna larutan mulai konstan pada tabung ke ? Jawab : Mulai tabung ke 7, perubahan warna larutan mulai konstan, yakni menjadi keruh. mol CuSO4 0,5 M : mol NH3(aq) 0,5 M = 2 tetes : 7 tetes = 1 : 3,5. 3. Berapa bilangan koordinasi ion Cu2+ dalam percobaan ini ? Bagaimana rumus ion kompleksnya ? Jawab : Bilangan koordinasi Cu2+ adalah 4. Rumus ion kompleksnya adalah [Cu(NH3)4]2+. I. Kesimpulan Bilangan Bilangan koordinasi Cu2+ adalah 4 dengan rumus ion kompleksnya adalah [Cu(NH3)4]2+.