Anda di halaman 1dari 51

REFERENSI

PROGRAM COMPETENCY BASED TRAINING (CBT) Bidang Keahlian Instalasi Listrik

PAKET KURIKULUM 1.2

MENGGUNAKAN PERSYARATAN UMUM INSTALASI LISTRIK (PUIL) BAGIAN 1


TIM PENYUSUN:
1. Ian Moore 2. Mark Robinson 3. Wisman Syah, ST 4. Drs. Suhartono 5. Suratmin 6. Sem Aldo W Tulung Allo

INDONESIA AUSTRALIA PARTNERSHIP FOR SKILLS DEVELOPMENT West Java Institutional Development Project

IAPSD-West Java Iinstitutional Development Project

REFERENSI 1.2.1.1

REFERENSI 1.2.1.1:

INFORMASI
DICARI MELALUI DAFTAR ISI

Penunjukkan bagian-bagian PUIL Penunjukkan bagian-bagian PUIL dilakukan dengan penomeran. Contohnya bagian keempat tentang Perencanaan Instalasi Listrik diberi nomor 4. Kemudian nomornomor berikutnya memuat ketentuan di bawahnya (pasal / ayat tersebut) untuk aspek-aspek tertentu. Sebagai contoh ketentuan 4.5 ialah Sirkit Utama Pelanggan. Untuk ketentuan lebih rinci lagi maka disusun ke dalam 4.5.1 dan 4.5.2.dan seterusnya. Tujuan Menggunakan PUIL Penggunaan PUIL bertujuan untuk: mendapatkan informasi yang diperlukan dan tepat, dan menerapkan informasi tersebut ke dalam praktik.

Cara Mendapatkan Informasi dalam PUIL Dua cara untuk mendapatkan informasi dalam PUIL yaitu: melalui Daftar Isi (terdapat pada bagian awal) PUIL, melalui Indeks (terdapat pada bagian akhir) PUIL.

Contoh Cara Mendapatkan Informasi dengan Cepat pada PUIL melalui Daftar Isi Cara cepat untuk dapat membaca informasi yang dibutuhkan adalah sbb: temukan kata kunci dari persoalan yang Saudara hadapi, contoh kasus: Berapa IP rating kotak kontak yang dipasang di dalam kamar mandi? Kata kuncinya adalah kamar mandi. carilah Bagian berapa dalam Daftar Isi yang berhubungan erat dengan kata kunci,

Bagian pada Daftar Isi yang mendekati kamar mandi adalah Bagian 8 Ketentuan untuk berbagai ruang dan instalasi khusus carilah pasal di bawahnya yang kira-kira menjelaskan kata kunci itu,

Paket Kurikulum 1.2. MENGGUNAKAN PUIL BAGIAN 1

1 dari 50

IAPSD-West Java Iinstitutional Development Project

REFERENSI 1.2.1.1

pasal yang berkenaan dengan kamar mandi adalah 8.23 yaitu Instalasi listrik di dalam kamar mandi, bukalah pada halaman berapa pasal itu terdapat. Mulai halaman 397. jawabnya yaitu IP X5 (pasal 8.23.6), kotak kontak hanya boleh ditempatkan pada zone 3 pasal 8.23.8 b). Sembilan Bagian PUIL Untuk mempercepat mendapatkan informasi dalam PUIL maka kesembilan Bagian PUIL ini haruslah dihafalkan. Bagian 1: Pendahuluan Menjelaskan Maksud dan Tujuan ditulisnya PUIL serta definisi kata-kata yang berlaku pada instalasi listrik di Indonesia. Bagian 3: Proteksi untuk Keselamatan Menjelaskan persyaratan tentang proteksi instalasi lebih rinci diantaranya terhadap kejut listrik dan bahaya kebakaran karena listrik serta jenis-jenis proteksi, dan sistem pembumian. Bagian 5: Perlengkapan Listrik Menjelaskan berbagai perlengkapan dan manfaat listrik, penggunaan dan tehnik pemasangan perlengkapan listrik, perlengkapan listrik yang terpasang di rumah seperti armatur, fitting dll; di gardu seperti trafo, dan generator dan bengkel seperti mesin las dll. Bagian 7: Penghantar dan Pemasangannya Menjelaskan identifikasi berbagai jenis penghantar (kabel udara, kabel tanah, dsb), cara memilih penghantar sesuai KHA (Kemampuan Hantar Arus), lingkungan pemasangannya, dan persyaratan pemasangannya. Bagian 9: Pengusahaan Instalasi Listrik Menjelaskan prosedur perizinan, pelaporan pemasangan instalasi listrik, pemeliharaan, pemeriksaan, pengujian instalasi listrik, dan keselamatan dalam pekerjaan. Bagian 2: Persyaratan Dasar Menjelaskan proteksi untuk keselamatan kerja secara umum, kondisi lingkungan, dan pemasangan perlengkapan listrik. Bagian 4: Perancangan Instalasi Listrik Menjelaskan bagaimana cara menghitung beban maksimum, menentukan perkiraan kebutuhan beban tiap sirkit akhir, dan pengendalian proteksi sirkit. Bagian 6: PHB serta Komponennya Menjelaskan jenis-jenis PHB, pemasangan, persyaratan dan komponen-komponen yang terpasang di dalamnya.

Bagian 8: Ketentuan untuk Berbagai Ruang dan Instalasi Khusus Menjelaskan persyaratan pemasangan instalasi untuk ruang khusus (contoh: ruang lembab, berdebu, dengan bahaya kebakaran) dan berbagai instalasi khusus termasuk kamar mandi.

KERJAKAN AKTIVITAS

Paket Kurikulum 1.2. MENGGUNAKAN PUIL BAGIAN 1

2 dari 50

IAPSD-West Java Iinstitutional Development Project

REFERENSI 1.2.1.2

REFERENSI 1.2.1.2

INFORMASI
DICARI MELALUI INDEKS

Penunjukkan bagian-bagian PUIL Penunjukkan bagian-bagian PUIL dilakukan dengan penomeran. Contohnya bagian keempat tentang Perencanaan Instalasi Listrik diberi nomor 4. Kemudian nomornomor berikutnya memuat ketentuan di bawahnya (pasal / ayat tersebut) untuk aspek-aspek tertentu. Sebagai contoh ketentuan 4.5 ialah Sirkit Utama Pelanggan. Untuk ketentuan lebih rinci lagi maka disusun ke dalam 4.5.1 dan 4.5.2.dan seterusnya. Tujuan Menggunakan PUIL Penggunaan PUIL bertujuan untuk: mendapatkan informasi yang diperlukan dan tepat, dan menerapkan informasi tersebut ke dalam praktik.

Cara Mendapatkan Informasi dalam PUIL Dua cara untuk mendapatkan informasi dalam PUIL yaitu: melalui Daftar Isi (terdapat pada bagian awal) PUIL, melalui Indeks (terdapat pada bagian akhir) PUIL.

Contoh Cara Mendapatkan Informasi dengan Cepat pada PUIL melalui Daftar Isi Cara cepat untuk dapat membaca informasi yang dibutuhkan adalah sbb: temukan kata kunci dari persoalan yang Saudara hadapi, contoh kasus: Apakah kegunaan ELCB? Kata kuncinya adalah ELCB. carilah kata tersebut dalam Indeks, apabila tidak ada cari kata kunci yang lain. carilah keterangan di bawahnya yang berhubungan dengan masalah Saudara. perhatikan pada Bagian mana terdapat keterangan tersebut. Tidak ada kata ELCB dalam Indeks tetapi ada kata GPAS.

Keterangan yang berhubungan dengan masalah Saudara yaitu Definisi GPAS.

Paket Kurikulum 1.2. MENGGUNAKAN PUIL BAGIAN 1

3 dari 50

IAPSD-West Java Iinstitutional Development Project

REFERENSI 1.2.1.2

Keterangan tersebut ada pada Bagian 3.15.1.1 Carilah pada halaman berapa keteranga tersebut dan temukan jawabannya. Ada pada halaman 75, dari penjelasan tersebut maka didapat jawaban sebagai alat proteksi terhadap arus sisa. KERJAKAN AKTIVITAS

Paket Kurikulum 1.2. MENGGUNAKAN PUIL BAGIAN 1

4 dari 50

IAPSD-West Java Iinstitutional Development Project

REFERENSI 1.2.2.1

REFERENSI 1.2.2.1:

KOMPONEN LISTRIK
DIDEFINISIKAN DI DALAM PUIL

Istilah-istilah penting dalam kelistrikan dapat dilihat dalam Bagian 1.9. Istilah tersebut sudah dibakukan walaupun ada yang diadopsi dari sumber-sumber lain. Istilah tersebut berdasarkan alpabet.
A

aparat (listrik), lihat definisi radas. armatur luminair tanpa lampu, lihat definisi luminair. arus beban lebih (suatu sirkit) arus lebih yang terjadi dalam sirkit pada waktu tidak ada gangguan listrik. (overload current (of a circuit)) 1EV 826-05-07. arus bocoran a) (pada suatu instalasi) arus yang dalam keadaan tidak ada gangguan mengalir ke bumi atau ke bagian konduktif ekstra dalam sirkit; CATATAN Anus ini dapat mempunyai komponen kapasitif termasuk yang dihasilkan dan penggunaan kapasitor yang disengaja. (leakage current (in an installation)) 1EV 82603-08. b) arus dalam lintas lain selain yang diinginkan karena isolasi tidak sempurna. (leakage current (syn. earth current)) 1EV 151 -03-35. arus bocoran bumi semua arus bocoran dan arus kapasitif antara suatu penghantar dan bumi. (earth current) 1EV 151. arus gangguan arus yang mengalir di titik tertentu pada jaringan listrik karena gangguan di titik lain pada jarigan tersebut. (fault current) 1EV 603-02-25.

Paket Kurikulum 1.2. MENGGUNAKAN PUIL BAGIAN 1

5 dari 50

IAPSD-West Java Iinstitutional Development Project

REFERENSI 1.2.2.1

arus hubung pendek a) arus lebih yang diakibatkan oleh gangguan impedans yang sangat kecil mendekati nol antara dua penghantar aktif yang dalam kondisi operasi normal berbeda potensialnya. (short-circuit current) 1EV 441. b) arus lebih karena hubung pendek yang disebabkan oleh gangguan atau hubungan yang salah pada sirkit listrik. (short-circuit current) 1EV 441. C) arus yang mengalir di titik tertentu pada jaringan listrik akibat hubungan pendek di titik lain pada jaringan tersebut. (short-circuit current) 1EV 603-02-27. arus lebih a) arus dengan nilai melebihi nilai pengenal tertinggi; (overcurrent) 1EV 151, 441. b) setiap arus yang melebihi nilai pengenalnya; untuk penghantar, nilai pengenalnya adalah Kemampuan Hantar Arus (KHA) penghantar yang bersangkutan. (overcurrent) 1EV 826-05-06. arus operasi (arus kerja) nilai arus yang pada atau di atas nilai tersebut pelepas (release) dapat bekerja. (operating current (of an overcurrent release)) 1EV 441-16-45. arus pengenal a) arus operasi yang mendasari pembuatan perlengkapan listrik. b) (belitan suatu transformator) arus yang mengalir lewat terininal saluran suatu belitan transformator, yang diperoleh dengan membagi daya pengenal oleh tegangan pengenal belitan tersebut dan faktor fase yang tepat. (rated current (of a winding of a transformei)) 1EV 421-04-05. arus sisa juiniah aijabar nhlai arus sesaat, yang mengalir melalui semua penghantar aktif suatu sirkit pada suatu titik instalasi listrik. (residual current) 1EV 826-03-09. arus sisa operasi arus terkecil yang dapat mengetripkan gawai prqteksi arus sisa dalam waktu yang ditentukan. arus trip (arus bidas) arus yang menyebabkan gawai proteksi bekerja. B bagian aktif penghantar atau bagian konduktif yang dimaksudkan untuk dilistriki pada pemakaian normal; termasuk di dalamnya penghantar netral, tetapi berdasarkan perjanjian (konvensi)

Paket Kurikulum 1.2. MENGGUNAKAN PUIL BAGIAN 1

6 dari 50

IAPSD-West Java Iinstitutional Development Project

REFERENSI 1.2.2.1

tidak termasuk penghantar PEN. CATATAN Bagian aktif ini tidak berarti dapat menyebabkan risiko kejut listrik. (live part) 1EV 826-03-01. bagian konduktif bagian yang mampu menghantarkan arus walaupun tidak harus digunakan untuk mengalirkan arus pelayanan. (conductive part) 1EV 441-11-09. Bagian Konduktlf Ekstra (BKE) bagian konduktif yang tidak mrupakanbagian dan instalasi listrik dan dapat menimbulkan potensial, biasanya potensial bumi. (extraneous conductive part) 1EV 826-03-03. Bagian Konduktif Luar (BKL) lihat definisi Bagian Konduktif Ekstra. Bagian Konduktif Terbuka (BKT) ~. a) bagian konduktif yang gampang tersentuh dan biasanya tak bertegangan, tetapi dapat bertegangan jika terjadi gangguan. CATATAN 1 Bagian Konduktif Terbuka yang khas adalah dinding selungkup, gagang operasi, dan lain-lain. (exposed conductive part) 1EV 826-03-02. b) bagian konduktif penlengkapan listrik yang dapat tersentuh dan biasanya tidak bertegangan, tetapi dapat bertegangan jika terjadi gangguan. CATATAN 2 Bagian konduktif perlengkapan listrik yang hanya dapat bertegangan dalam kondisi gangguan melalui BKT tidak dianggap sebagai BKT. (exposed conductive part) 1EV 441-11-10. bahan kebal bakar bahan yang tidak akan - terbakar~ selama pemakaiannya sesuai dengan tugas yang diperuntukkan baginya; atau tidak akan terus menyala setelah dibakar. baterai kotak perlengkapan hubung bagi (PHB) yang terdiri atas beberapa kotak yang umumnya sejenis seperti kotak rel, kotak cabang, kotak pengaman lebur, dan kotak sakelar yang dirakit menjadi satu. beban Iebih a) Kelebihan beban aktual melebihi beban penuh.
Paket Kurikulum 1.2. MENGGUNAKAN PUIL BAGIAN 1 7 dari 50

IAPSD-West Java Iinstitutional Development Project

REFERENSI 1.2.2.1

CATATAN Istilah beban lebih tidak digunakan sebagal sinOnim arus Iebih. (overload) 1EV 151,441-11-08. b) Keadaan operasi dalam sirkit yang menimbulkan arus lebih, meskipun sirkit itu secara listrik tidak rusak. beban penuh nilai beban tertinggi yang ditetapkan untuk kondisi pengenal operasi. (full load) 1EV 15103-16. bumi massa konduktif bumi, yang potensial Iistriknya di setiap titik mana pun menurut konvensi sama dengan nol. (earth) 1EV 151-01-07. C celah proteksi celah dengan jarak tertentu sehingga, jika terjadi gangguan dalam sirkit, akan bekerja sebagai proteksi dengan cara mengalirkan arus melalui celah tersebut, sesuai dengan tingkat proteksi yang dikehendaki. celah tegangan Iebih celah proteksi yang bekerja sebagai proteksi berdasarkan tegangan lebih tertentu yang terjadi karena gangguan dalam sirkit yang bersangkutan. E elektrode batang elektrode dan pipa logam, baja profil, atau batang logam Iainnya yang dip~ancangkan ke bumi.

elektrode bumi bagian konduktif atau kelompok bagian konduktif yang membuat kontak Iangsung dan memberikan hubungan listrik dengan bumi. (earth electrode) 1EV 826-04-02, 461-06-18, 195-02-01, 604-04-03.. elektrode gradien potensial elektrode sistem pembumian, yang dipasang khusus untuk menurunkan tegangan Iangkah. elektrode pelat elektrode dan bahan logam pejal atau berlubang, pada umumnya ditanam dalam-dalam.

Paket Kurikulum 1.2. MENGGUNAKAN PUIL BAGIAN 1

8 dari 50

IAPSD-West Java Iinstitutional Development Project

REFERENSI 1.2.2.1

elektrode pita elektrode yang dibuat dan penghantar berbentuk pipih, bundar, atau pilin yang pada umumnya ditanam secara dangkal. elemen lebur bagian dan pengaman lebur yang dirancang agar lebur bila pengaman lebur bekerja. (fuseelement~ 1EV 441 G gangguan a) segala perubahan yang tidak dikehendaki, yang melemahkan kerja normal; b) kejadian yang tidak direncanakan atau kerusakan pada barang, yang dapat mengakibatkan satu kegagalan atau lebih, baik pada barang itu sendiri, ataupun pada perlengkapan yang berhubungan dengan barang itu. (fault) 1EV 151-03-39, 604-02-01. gangguan bumi a) kegagalan isolasi antara penghantar dan bumi atau kerangka. b) gangguan yang disebabkan oleh penghantar yang terhubung ke bumi atau karena resistans isolasi ke bumi menjadi lebih kecil daripada nilai tertentu. (earth fault) 1EV 195-04-14. gangguan isolasi cacat pada isolasi perlengkapan, yang dapat mengakibatkan dielektrik tertembus atau arus abnormal mengalir lewat isolasi. (insulation fault) 1EV 604-02-02. gangguan permanen gangguan yang mempengaruhi gawai dan menghalangi kepulihan pelayanannya setama belum ada tindak perbaikan atas titik gangguan. (permanent fault) 1EV 604-02-10. gawai (listrik) perlengkapan listrik yang digunakan dalam kaitan dengan, atau sebagai pembantu pada, perlengkapan listrik lain; inisalnya termostat, sakelar, atau transformator instrumen. (device) IEEE, dictionary. Gawai Proteksi Arus Sisa (GPAS) gawai yang digunakan sebagai pemutus, yang peka terhadap arus sisa, yang dapat secara otomatis memutuskan sirkit termasuk penghantar netralnya, dalam waktu tertentu bila arus sisa yang timbul karena terjadinya kegagalan isolasi melebihi nilal tertentu sehingga bertahannya tegangan sentuh yang terlalu tinggi dapat dicegah.
Paket Kurikulum 1.2. MENGGUNAKAN PUIL BAGIAN 1 9 dari 50

IAPSD-West Java Iinstitutional Development Project

REFERENSI 1.2.2.1

Gawai Proteksi Arus Lebih (GPAL) gawai penyakelaran mekanis atau sekumpulan gawai yang dirancang untuk menyebabkan terbukanya kontak jika arus lebih mencapai nilai yang diberikan dalam kondisi yang ditentukan. H hubung pendek hubungan antara dua titik atau lebih dalam suatu sirkit melalui impedans yang sangat kecil mendekati nol. (short-circuit) 1EV 441. instansi yang berwenang instansi yang bertanggung jawab atas pelaksanaan perundang-undangan yang berkaitar dengan penginspeksian, verifikasi dan perizinan pemasangan instalasi. instalasi darurat instalasi yang digunakan untuk penerangan dan tenaga listrik pada waktu terjadi gangguar pada sistem penyuplai tenaga listrik dan penerangan yang normal. instalasi domestik instalasi dalam bangunan yang digunakan sebagai tempat tinggal. instalasi pelanggan instalasi listrik yang terpasang sesudah meter di rumah atau pada bangunan. instalasi lampu Iuah tabung gas instalasi penerangan yang menggunakan lampu tabung gas dan bekerja pada tegangan d atas 1000 V (TM atau TI); inisalnya penerangan tanda dan peflerangan bentuk.
Instalasi listrik bangunan

rakitan perlengkapan listrik pada bangunan yang berkaitan satusama lain, untuk memenuh tujuan atau maksud tertentu dan meiniliki karakteristik terkoordinasi. (electrical installation (of building)) 1EV 826-01-01. instalasi listrik desa instalasi untuk pembangkitan, pendistribusian, pelayanan, dan pemakaian tenaga listrik d desa.

Paket Kurikulum 1.2. MENGGUNAKAN PUIL BAGIAN 1

10 dari 50

IAPSD-West Java Iinstitutional Development Project

REFERENSI 1.2.2.1

Instalasi listrik pasangan dalam

instalasi listrik yang ditempatkan dalam bangunan tertutup sehingga terlindung dan pengarub langsung cuaca. lnstalasi listrik pasangan luar instalasi li~trik yang tidak dit~mpatkan dalam bangunan sehingga terkenai pengaruh langsung cuaca. instaIasi pembangunan instalasi yang digunakan selama masa pernbangunan, pemugaran, pembongkaran atau perombakan gedung dengan perigawat~h ~iang khusus untuk penerangan dan tenaga listnk. instalasi sementara instalasi listrik yang pemakaiannya ditetapkan untuk suatu tempat tertentu untuk jangka waktu sementara sesuai dengan standarlketentuan yang berlaku paling lama tiga bulan, dan tidak boleh dipakai di tempat lain. instrumen gawai untuk mengukur nilai kuantitas sosuatu yang diamati. (instrument~ IEEE, dictionary
Intl kabel

rakitan yang mencakup penghantar beserta isolasinya (dan tabir tapisnya jika ada). (core (of a cable)) - 1EV 461-04-04 isolasi a) (sebagai bahan) - segala jenis bahan yang dipakai untuk menyekat sesuatu; b) (pada kabel) - bahan yang dipakai untuk menyekat penghantar dan penghantar lain, dan dan selubungnya, jika ada; C) (pada penlengkapan) - sifat dielektnik semua bahan isolasi perlengkapan; d) (sebagai sifat) - segala sifat yang terdapat pada penghantar karena pengisolasian penghantar. (Insulation) 1EV 195-06-06, 195-06-07, 195-06-08, 195-06-09, 195-02-41. isolasi dasar isolasi yang diterapkan pada bagian aktif untuk memberikan proteksi dasar terhadap kejut listrik. CATATAN ke dalam isolasi dasar tidak termasuk isolasi yang digunakan secara khusus untuk tujuan fungsional.

Paket Kurikulum 1.2. MENGGUNAKAN PUIL BAGIAN 1

11 dari 50

IAPSD-West Java Iinstitutional Development Project

REFERENSI 1.2.2.1

(bqsic insulation) - 1EV 826-03-17 isolasi diperkuat isolasi bagian aktif yang berbahaya yang memproteksi manusia dan kejut listrik setara dngan isolasi ganda. (reinforced insulation) - 1EV 826-03-20
Isolasi ganda

isolasi yang mencakup isolasi dasar dan isolasi suplemen. (double insulation) - 1EV 826-0319 Isolasi suplemen isolasi independen yang diterapkan sebagai tambahan pada isolasi dasar agar mmbenikan proteksi untuk manusia dan kejut listrik dalam kejadian kegagalan isolasi. (supplementary insulation) 1EV 826-03-18 J jangkauan tangan daerah yang dapat dicapai oleh uluran tangan dan tempat berdin, tanpa menggunakan sarana apapun. (arms reach) 1EV 195-06-12, 826-03-11. Jarak bebas jarak antara dua bagian konduktif yang sama dengan rentangan tall terpendek antara bagian konduktif tersebut. (clearance) 1EV 441-17-31, 604-03-60. Jarak udara jarak terpendek antara dua bagian aktif diukur melintasi udara. Jaringan listrik sistem Iistnk yang terdiri atas penghantar dan perlengkapan listrik yang terhubung satu dengan Iainnya, untuk mengalirkan tenaga listrik. K kabel berisolasi atau dislngkat kabel rakitan kabel yang terdiri atas: a) satu inti atau lebih b) selubung individual (jika ada) c) pelindung rakitan (jika ada) d) selubung kabel (jika ada). Penghantar yang tidak berisolasi tambahan dapat digolongkan sebagal kabel (insulated cable) 1EV 461-06-01

Paket Kurikulum 1.2. MENGGUNAKAN PUIL BAGIAN 1

12 dari 50

IAPSD-West Java Iinstitutional Development Project

REFERENSI 1.2.2.1

kabel fleksibel kabel yang disyaratkan untuk mampu melentur pada waktu digunakan, dan yang struktur dan bahannya memenuhi persyaratan. (flexible cable) - 1EV 461-06-14 kabel tanah jenis kabel yang dibuat khusus untuk dipasang di permukaan atau dalam tanah, atau dalam air. (underground cable) 1EV 601-03-05. keadaan darurat keadaan yang tidak biasa atau tidak dikehendaki yang membahayakan keselamatan manusia dan keamanan bangunan serta isinya, yang ditimbulkan oleh gangguan suplai utama listrik. kedap sifat tidak dapat dimasuki sesuatu; inisalnya kedap air atau kedap debu. Kemampuan HantarArus (KHA) arus maksimum yang dapat dialirkan dengan kontinu oleh penghantar pada keadaan tertentu tanpa menimbulkan kenaikan suhu yang melampaui nilai tertentu. (current carrying capacity) 1EV 826-05-05. kendall tindakan dengan maksud tertentu pada atau dalam sistem, untuk memperoleh sasaran tertentu. CATATAN Kendall (dapat) termasuk pemantauan (monitoring) dan pelindungan (safe guarding) di samping tindak kendall itu sendiri. (control) 1EV 351. kontak tusuk (kotak kontak dan tusuk kontak) susunan gawai pemberi dan penerima arus yang dapat dipindah-pindahkan, untuk menghubungkan dan memutuskan saluran ke dan dan bagian instalasi. Kontak tusuk meliputi: kotak kontak bagian kontak tusuk yang merupakan gawai pemberi arus; tusuk kontak bagian kontak tusuk yang merupakan gawai penerima arus. Kotak Kontak Biasa (KKB) kotak kontak yang dipasang untuk digunakan sewaktu-waktu (tidak secara tetap) bagi peranti listrik jenis apa pun yang memerlukannya, asalkan penggunaannya tidak melebihi batas kemampuannya.

Paket Kurikulum 1.2. MENGGUNAKAN PUIL BAGIAN 1

13 dari 50

IAPSD-West Java Iinstitutional Development Project

REFERENSI 1.2.2.1

Kotak Kontak Khusus (KKK) kotak kontak yang dipasang khusus untuk digunakan secara tetap bagi suatu jenis peranti listrik tertentu yang diketahui daya mau pun tegngannya. kotak sambung kotak pada sambungan kabel yang melindungi isolasi kabel terhadap udara dan air. L Lengkapan gawai yang melakukan tugas kecil atau sampingan sebagai tambahan, yang berhubungan dengan tetapi bukan bagian perlengkapan. (accessory) - IEC 581 luminair unit penerangan yang Iengkap, terdiri atas satu lampu atau lebih dengan bagian yang dirancang untuk mendistribusikan cahaya, dan menempatkan, melindungi, serta menghubungkan lampu ke suplai daya. P panel hubung bagi perlengkapan hubung bagi yang pada tempat pelayanannya berbentuk suatu panel atau kombinasi panel-panel, terbuat dan bahan konduktif atau tidak konduktif yang dipasang pada suatu rangka yang dilengkapi dengan perlengkapan listrik seperti sakelar, kabel dan rel. Perlengkapan hubung bagi yang dibatasi dan dibagi-bagi dengan baik menjadi petakpetak yang tersusun mendatar dan tegak dianggap sebagai satu panel hubung bagi. pemanfaat listrik perlengkapan yang dimaksudkan untuk mengubah energi listrik menjadi energi bentuk lain, inisalnya cahaya, bahang, tenaga gerak. (current-using equipment) 1EV 826-07-02. pembebanan interiniten pembebanan periodik dengan waktu kerja tidak melampaui 4 men it diselingi dengan waktu istirahat (beban fbI atau berhenti), yang cukup lama untuk mendinginkan penghantar sampai suhu kelilingnya. pembebanan singkat pembebanan dengan waktu kerja singkat, tidak melampaui 4 menit, disusul dengan waktu istirahat yang cukup lama, sehingga penghantar menjadi dingin kembali sampai suhu keliling.

Paket Kurikulum 1.2. MENGGUNAKAN PUIL BAGIAN 1

14 dari 50

IAPSD-West Java Iinstitutional Development Project

REFERENSI 1.2.2.1

pembumian penghubungan suatu titik sirkit listrik atau suatu penghantar yang bukan bagian dan sirkit listrik, dengan bumi menu rut cara tertentu. (earthing) pemisah gawai untuk memisahkan atau menghubungkan sirkit dalam keadaan tidak atau hampir tidak berbeban (Isolator) pemutus sirkit (pemutus tenaga) sakelar mekanis yang mampu menghubungkan, mengalirkan dan memutuskan arus pada pada kondisi sirkit normal, dan juga mampu menghubungkan, mengalirkan untuk jangka waktu tertentu dan memutuskan secara otomatis arus pada kondisi sirkit tidak normal tertentu, seperti pada kondisi hubung pendek (circuit-breaker) 1EV 441 pengaman lebur (sekering) gawai penyakelaran dengan peleburan satu komponen atau lebih yang dirancang khusus dan sebanding, yang membuka sirkit tempat pengaman lebur disisipkan dan memutus arus bila arus tersebut melebihi nilal yang ditentukan dalam waktu yang sesuai. CATATAN Pengaman lebur meliputi semua bagian yang membentuk gawai penyakelaran yang utuh. (fuse) IEC 60269-1 pengedapan (pemakalan) proses penutupan celah komponen agar mampu menahan masuknya kotoran. (sealing) 1EV 461-10-02. penghantar aktif setiap penghantar dan sistem suplai yang mempunyai beda potensial dengan netral atau dengan penghantar yang dibumikan. Dalam sistem yang tidak meiniliki titik netral, semua penghantar harus dianggap sebagai penghantar aktif (active conductor ) - SAA 0.5.4 penghantar bumi penghantar dengan impedans rendah, yang secara listrik menghubungkan titik yang tertentu pada suatu perlengkapan (instalasi atau sistem) dengan elektrode bumi. (earth conductor) lEG MDE, 1983, p.76 penghantar netral (N) penghantar (berwarna biru) yang dihubungkan ke titik netral sistem dan mampu membantu mengalirkan energi listrik. (neutral conductor) IEC MDE, 1983, p.76

Paket Kurikulum 1.2. MENGGUNAKAN PUIL BAGIAN 1

15 dari 50

IAPSD-West Java Iinstitutional Development Project

REFERENSI 1.2.2.1

penghantar PEN (nol) penghantar netral yang dibumikan dengan menggabungkan fungsi sebagai penghantar proteksi dan penghantar netral. CATATAN Singkatan PEN dihasilkan dan penggabungan lambang PE untuk penghantar proteksi dan N untuk penghantar netral. (PEN conductor) lEG MDE, 1983, p.76, 1EV 826-04-06. penghantar pembumian a) penghantar benimpedans rendah yang dihubungkan ke bumi; b) penghantar proteksi yang menghubungkan terininal pembumi utama atau batang ke elektrode bumi. (earthinci conductor) IEC MDE, 1983, Q.76 penghantar pilin penghantar yang terdiri atas satu pilinan, atau sejuiniah pitinan yang dipintat jadi satu tanpa isolasi di antaranya. penghantar proteksl (PE) penghantar untuk proteksi dan kejut listrik yang menghubungkan bagian benikut : bagian konduktif terbuka, bagian konduktif ekstra, terininal pembumian utama, elektrode bumi, titik sumber yang dibumikan atau netral buatan. (protective conductot) lEG MDE, 1983, p.77 penyakelaran (switching) proses penghubungan atau pemutusan aliran/arus dalam satu sirkit atau lebih. (switching) 1EV 441. penyambung berpengedap (berpakal) penyambung yang menggunakan pengedap yang mampu menghasilkan kedap terhadap zat tertentu. peranti listrik barang pemanfaat listrik, biasanya merupakan unit yang sudah tengkap, pada umumnya bukan perlengkapan industri, lazim dibuat dengan ukuran atau jenis yang baku, yang mengubah energi listrik menjadi bentuk lain, biasanya bahang atau gerak mekanis, di tempat pemanfaatannya. Inisalnya pemanggang roti, seterika listrik, mesin cuci, pengering rambut, bor genggam, dan penyaman udara. (electrical appliance) IEEE dictionary

Paket Kurikulum 1.2. MENGGUNAKAN PUIL BAGIAN 1

16 dari 50

IAPSD-West Java Iinstitutional Development Project

REFERENSI 1.2.2.1

perlengkapan genggam perlengkapan randah (portabel) yang dimaksudkan untuk dipegang dengan tangan dalam kerja normal, dan motornya, jika ada, merupakan bagian yang menyatu dengan perlengkapan tersebut. (hand-held equipment) lEG MOE, 1983, p.148 Perlengkapan Hubung Bagi dengan atau tanpa kendali (PHB) suatu perlengkapan untuk membagi tenaga listrik dan/atau mengendalikan dan melindungi sirkit dan pemanfaat listrik mencakup sakelar pemutus sirkit, papan hubung bagi tegangan rendah dan sejenisnya. perlengkapan listrik a) b) istilah umum yang meliputi bahan, fiting, gawai, peranti, luminair, aparat, mesin, dan lain-lain yang digunakan sebagai bagian dan, atau dalam kaitan dengan, instalasi listrik. barang yang digunakan untuk maksud-maksud seperti pembangkitan, pengubahan, transiinisi distribusi atau pemanfaatan energi listrik, seperti, mesin, transformator, radas, instrumen, gawal proteksi, penlengkapan untuk pengawatan, peranti. (electrical equipment) IEC MDE, 1983, p.148 perlengkapan listrik pasangan dalam perlengkapan listrik yang ditempatkan dalam ruang bangunan tertutup sehingga terlindung dan pengaruh cuaca secara langsung. (indoor electrical equipment) perlengkapan listrik pasangan luar perlengkapan listrik yang tidak ditempatkan dalam bangunan sehingga terkena pengaruh cuaca secara langsung. (outdoor electrical equipment) perlengkapan magun (terpasang tetap) perlengkapan yang terpaku pada penyangga atau dalam keadaan kokoh aman di suatu tempat khusus. (fixed equipment) IEC MDE, 1983, p.148 perlengkapan pegun (stasioner) perlengkapan magun atau perlengkapan yang tidak mempunyai gagang untuk pegangan, dan yang mempunyai massa cukup besar sehingga tak mudah dipindah-pindah. CATATAN Nilai massa tersebut besarnya 18 kg atau Iebih menurut standar lEG jika menyangkut peranti rumah-tangga. (stationary equipment) IEC MDE, 1983, p.148

Paket Kurikulum 1.2. MENGGUNAKAN PUIL BAGIAN 1

17 dari 50

IAPSD-West Java Iinstitutional Development Project

REFERENSI 1.2.2.1

perlengkapan portabel (randah) perlengkapan yang dapat dipindah-pindah ketika bekerja, atau mudah dipindah-pindah dan satu tempat ke tempat lain dalam keadaan tetap terhubung pada sumber listrik. (portable equipment) lEO MDE, 1983, p.148
PHB cabang

semua PHB yang tertetak sesudah PHB utama atau sesudah suatu PHB utama subinstalasi.
PHB utama

PHB yang menerima tenaga listrik dri salura utama konsumen dan membagikannya ke seluruh instalasi konsumen. R radas(aparat) perlengkapan listrik yang biasanya terdapat dekat atau di tempat pemanfaatannya, tanpa patokan yang .tegas. tentang pengertian besar-kecilnya, inisalnya generator, motor, transformator, atau pernutus sirkit. rel pembumi batang penghantar tempat menghubungkan beberapa penghantar pembumi. rancangan instalasi listrik berkas gambar rancangan dan uraian teknik, yang digunakan sebagai pegangan untuk melaksanakan pemasangan suatu instalasi listrik. resistans isolasi lantai dan dinding resistans antara permukaan lantal atau dinding dan bumi. resistans elektrode bumi resistans antara elektrode bumi atau sistem pembumian dan bumi acuan/referensi. resistans pembumian juiniah resistans elektrode bumi dan resistans penghantar pembumi. resistans pembumian total resisitan dari seluruh sistem pembumian yang terukur di suatu titik, resistan antara terininal pembumian utama dan bumi (total ear hing resistance) 1EV 8260403

Paket Kurikulum 1.2. MENGGUNAKAN PUIL BAGIAN 1

18 dari 50

IAPSD-West Java Iinstitutional Development Project

REFERENSI 1.2.2.1

ruang kering ruang yang biasanya tidak lembab. Ruang yang kelembabannya hanya berlaku sewaktuwaktu, sehingga hampir tidak mempengaruhi mutu isolasi, meskipun kelembabannya itu berlangsung dalam jangka waktu lama, digolongkan dalam ruang kering. ruang kerja kasar ruang terbukaatau tertutup untuk bermacam-macam pekerjaan kasar. ruang kerja listrik ruang khusus yang digunakan untuk pemasangan dan pengusahaan perlengkapan listrik yang berbahaya dan karena itu ruang itu hanya boleh dimasuki oleh orang yang berpengetahuan tentang teknik listrik. ruang kerja listrik terkunci ruang kerja listrik yang hanya boleh dibuka dan dimasuki oleh orang yang berwenang. ruang lembabdan basah ruang terbuka atau tertutup yang deinikian lembab sehingga isolasi yang baik sukar untuk dipertahankan dan resistans isolasi antara badan manusia dan bumi berkurang. ruang sangat panas ruang yang ~uhunya sangat tinggi dengan akibat menurunnya (tidak dapat dipertahankannya) daya sekat bahan isolasi yang lazim digunakan di tempat lain, atau menurunnya resistans listrik tubuh manusia yang berada dalam ruang itu. ruang uji atau laboratorium listrik ruang terbuka atau tertutup tempat dilakukan pemeriksaan, pengujian atau percobaan listrik, yang selama berlangsungnya pekerjaan itu hanya boleh dimasuki oleh orang yang berwenang saja~ S sakelar gawal untuk merighubungkan dan memutuskan sirkit dan mengubahnya menjadi berbeban atau tidak. sakelar cabang sakelar untuk mnghubungkan dan memisahkan msing-masing cabang. sakelar keluar sakelar padaPHB di sisi tenaga listrik keluar dan PHB tersebut.

Paket Kurikulum 1.2. MENGGUNAKAN PUIL BAGIAN 1

19 dari 50

IAPSD-West Java Iinstitutional Development Project

REFERENSI 1.2.2.1

sakelar masuk sakelar pada PHB di sisi tenaga listrik masuk ke PHB tersebut. sakelar pemisah sakelar untuk memisahkan atau menghubungkan sirkit dalam keadaan tidak atau hampir tidak berbeban (lihat definisi pemutus sirkit). (disconnector) saklar pemisah pengaman sarana pengamanan untuk memisahkan sirkit perlengkapan listrik dan jaringan sumber dengan menggunakan transformator pemisah atau motor generator, pemisahan dimaksudkan untuk mencegah timbulnya tegangan sentuh yang terlalu tinggi pada BKT perlengkapan yang diamankan, bila terjadi kegagalan isolasi dalam perlengkapan tersebut. (protective disconnector) sakelar utama sakelar masuk dan keluar pada PHB utama instalasi atau PHB utama subinstalasi. saluran listrik seperangkat penghantar, isolator dan lengkapan untuk mengalirkan energi antara dua titik suatu jaringan. (electrical line) saluran luar saluran yang dipasang di atas tanah dan di luar bangunan. sambungan rumah saluran listrik yang menghubungkan instalasi pelanggan dan jaringan distribusi. saluran tegangan rendah bagian jaringan tegangan rendah tidak termasuk sambungan pelayanan. saluran transimisl saluran listrik yang merupakan bagian dan suatu instalasi, biasanya terbatas pada konstruksi udara. (transinission line) SAA Wiring rules saluran utama pelanggan saluran antara meter atau kotak pelayanan rumah dan PHB utama. (consumers mains) SAA Wiring rules

Paket Kurikulum 1.2. MENGGUNAKAN PUIL BAGIAN 1

20 dari 50

IAPSD-West Java Iinstitutional Development Project

REFERENSI 1.2.2.1

saluran utama subinstalasi saluran antara PHB utama dan PHB utama subinstatasi, atau saluran antar P148 utama subinstalasi. (subinstallation line) sentuh langsung persentuhan manusia atau ternak dengan bagian aktif. (direct contact) 1EV 826-03-05 sentuh tak langsung persentuhan manusia atau ternak dengan bagian konduktif terbuka yang bertegangan jika terjadi gangguan. (indirect contact) 1EV 826-03-06 sirkit akhir a) sirkit keluar dan PHB, yang dilindungi oleh pengaman lebur dan atau pemutus sirkit, dan yang menghubungkan titik beban atau pemanfaat listrik. b) sirkit yang terhubung langsurig ke penlengkapan pemanfaat anus hstnik atau ke kotak kontak. (final circuit) 1EV 826-05-03 sirkit cabang sirkit keluar dan PHB, yang dilindungi oleh pengaman lebur dan atau pemutus tenaga, dan yang menghubungkannya ke PHB lain. (branch circuit) sistem IT atau sistem Penghantar Pengaman (HP) sistem yang semua bagian aktifnya tidak dibumikan, atau titik netral dihubungkan ke bumi melalui impedans. BKT instalasi dibumikan secara independen atau kolektif, atau ke pemburnian sistem. sistem TN .atau sistem Pembumian Netral Pengaman (PNP) sistm yang mempunyai titik netral yang dibumikan Iangsung, dan BKT instalasi dihubngkan ke titik tersebut oleh penghantar proteksi. Sistem IT atau sistem Pembumi Pengaman (PP) sistem yang mempunyai titik netral yang dibumikan Iangsung dan BKT instalasi dihubungkan ke elektrode bumi yang secara listrik terpisah dan elektrode bumi sistem tenaga listrik.

Paket Kurikulum 1.2. MENGGUNAKAN PUIL BAGIAN 1

21 dari 50

IAPSD-West Java Iinstitutional Development Project

REFERENSI 1.2.2.1

T tegangan klasifikasi sistem tegangan adalah sebagai berikut: a) tegangan ekstra rendah - tegangan dengan nilai setinggi-tingginya 50 V a.b. atau 120 V a.s. CATATAN Tegangan ekstra rendah ialah sistem tegangan yang aman bagi manusia. b) tegangan rendah (TR) - tegangan dengan nilai setinggi-tingginya 1000 V a.b. atau 1500 V as.. C) tegangan di atas 1000 V a.b., yang mencakup: 1) tegangan menengah (TM), tegangan lebih dan 1 kV sampai dengan 35 kV a.b. digunakan khususnya dalam sistem distnibusi; (medium voltage) IEC MOE, 1983, p.435 2) tegangan tinggi (IT), tegangan lebih dan 35 kV a.b. tegangan elektrode tegangan antara elektrode dan titik acuan yang ditetapkan, biasanya pada katode. CATATAN Kecuali jika dinyatakan lain, tegangan elektrode diukur pada terininal yang tersedia. tegangan gangguan tegangan yang timbul antara dua BKT, atau antara BKT dan bumi acuan/referensi. tegangan langkah bagian tegangan elektrode bumi antara dua titik di permukaan bumi, yang jaraknya sama dengan satu langkah biasa. (step voltage) tegangan nominal a) (pada sistem atau perlengkapan, atau bagian sistem) nilai tegangan yang .lebih kurang sesuai untuk mengidentifikasi sistem atau gawai. CATATAN 1: Nilai-nilai nominal dibakukan. (nominal voltage) 1EV 601 b) (pada instalasi) -~tegangan yang diperuntukkan bagi instalasi atau bagian instalasi. CATATAN 2: Tegungan aktual boleh berbeda dan tegangan nominal dengan kuantitas yang dibatasi oleh toleransi. (nominal voltage of an instalation) 1EV 826-02-01 tegangan pengenal (suatu perlengkapan atau gawai) tegangan yang disyaratkan oleh suatu instalasi atau oleh bagian daripadanya.

Paket Kurikulum 1.2. MENGGUNAKAN PUIL BAGIAN 1

22 dari 50

IAPSD-West Java Iinstitutional Development Project

REFERENSI 1.2.2.1

CATATAN Tegangan yang sebenarnya boleh.berbeda dan tegangan nominal sebesar toleransi yang diizinkan. tegangan sentuh tegangan yang timbul selama gangguan isolasi antara dua bagian yang dapat terjangkau dengan serempak. CATATAN: a) Berdasarkan perjanjian, istilah ini hanya dipakai dalam hubungan dengan proteksi dan sentuh tak langsung. b) Dalam hal tertentu, nilal tegangansentuh dapat dipengaruhi cukup besar oleh impedans orang. yang menyentuh bagian tersebut. (touch voltage) IEC MDE, 1983, p.437, 1EV 826-03-02 tegangan sentuh prospektif tegangan sentuh tertinggi yang besar kemungkinan dapat timbul pada kejadian gangguan dengan impedans sangat kecil mendekati nol diam instalasi listrik. (prospective touch voltage) 1EV 826-02-03. tegangan uji tegangan yang diberikan kepada suatu objek uji untuk menunjukkan sifat isolasi objek tersebut.
titik beban

titik pada sirkit akhir instalasi untuk dihubungkan dengan beban. titik lampu titik beban yang dimaksudkan untuk dihubungkan beban penerangan seperti lampu, luminair atau kabel lampu gantung. KERJAKAN AKTIVITAS

Paket Kurikulum 1.2. MENGGUNAKAN PUIL BAGIAN 1

23 dari 50

IAPSD-West Java Iinstitutional Development Project

REFERENSI 1.2.2.2

REFERENSI 1.2.2.2:

KOMPONEN LISTRIK
DILETAKKAN PADA SIRKIT
Tiang listrik

Sirkit akhir Sambungan Rumah APP Kwh


Bagian Konduktif Terbuka (BKT) rumah sekering

Terminal pembumian
terminal konsumen
12 12 12

PHB

sakelar utama
terminal netral penghantar pembumian

Saluran Utama Pelanggan

GAMBAR 1.2.2.2.a DIAGRAM PENGAWATAN KOMPONEN LISTRIK-PHB SEKERING

elektrode bumi

Perhatikan gambar di atas, gambar itu adalah gambar diagram pengawatan instalasi rumah sederhana yang biasanya tidak digunakan lagi di perkotaan. Biasanya PHB dengan sekering dan sakelar utama ada pada pedesaan, elektrode bumi juga jarang di pakai.

Paket Kurikulum 1.2. MENGGUNAKAN PUIL BAGIAN 1

24 dari 50

IAPSD-West Java Iinstitutional Development Project

REFERENSI 1.2.2.2

tiang listrik

sakelar tunggal

Sambungan Rumah

sirkit akhir

APP

sirkit akhir

KWh
MCB pembatas

MCB utama

12 12 12

terminal konsumen

PHB

Saluran Utama Pelanggan

GAMBAR 1.2.2.2.b DIAGRAM PENGAWATAN KOMPONEN LISTRIK-PHB MCB

Perhatikan gambar di atas, kenyataannya tidak ada satu lampu dan kotak-kontak diproteksi masing-masing oleh satu MCB semestinya lebih banyak beban lagi dan haruslah seimbang. Pengelompokkan beban disarankan seperti di atas, penerangan dan kotak-kontak dipisahkan supaya lebih mudah dalam perbaikkan instalasi penerangannya di waktu malam. karena kotak-kontak dapat mengalirkan arus untuk lampu sementara sebagai penerangan pada saat perbaikkan berlangsung.

Paket Kurikulum 1.2. MENGGUNAKAN PUIL BAGIAN 1

MCB lampu

terminal pembumian

MCB KK

25 dari 50

IAPSD-West Java Iinstitutional Development Project

REFERENSI 1.2.2.2

Sambungan Rumah tiang listrik

PHB APP Saluran Utama Pelanggan sirkit akhir sirkit akhir

Elektrode pembumian

GAMBAR 1.2.2.2.c DIAGRAM GARIS TUNGGAL KOMPONEN LISTRIK-1 PHB

Perhatikan gambar di atas dan di bawah dengan baik. Perbedaannya adalah yang di atas menggunakan hanya 1 buah PHB sedangkan yang di bawah menggunakan 2 buah. Pemakaian 2 PHB dikarenakan adanya beban yang sangat besar dan melayani area yang besar juga. Jadi untuk rumah sederhana tidak memerlukan pemakaian PHB utama dan PHB cabang hanya PHB saja.

Paket Kurikulum 1.2. MENGGUNAKAN PUIL BAGIAN 1

26 dari 50

IAPSD-West Java Iinstitutional Development Project

REFERENSI 1.2.2.2

Alat Pengkur dan Pembatas (APP) Saluran Utama Pelanggan

Sambungan Rumah tiang listrik

Perlengkapan Hubung Bagi (PHB) utama

sirkit akhir

sirkit cabang

sirkit akhir

Perlengkapan Hubung Bagi (PHB) cabang

sirkit akhir sirkit akhir

sirkit akhir

GAMBAR 1.2.2.2.d DIAGRAM GARIS TUNGGAL KOMPONEN LISTRIK-2 PHB

KERJAKAN AKTIVITAS

Paket Kurikulum 1.2. MENGGUNAKAN PUIL BAGIAN 1

27 dari 50

IAPSD-West Java Iinstitutional Development Project

REFERENSI 1.2.3.1

REFERENSI 1.2.3.1:

PROSEDUR PEMASANGAN INSTALASI


DIPERHATIKAN SESUAI KEBUTUHAN
1 3 PLN
mengajukan permohonan pemasangan instalasi baru meminta pemasangan listrik pada instalatir

konsumen listrik 2
memasang instalasi sesuai dengan keinginan konsumen

instalatir

4
mengadakan suvei ke lokasi konsumen listrik

6
konsumen sudah dapat menikmati listrik

sudak adakah jaringan listriknya?

5a
sudah ada jaringan listriknya

konsumen mengisi Kontrak Penyambungan

5b
belum ada jaringan listriknya

konsumen menunggu pemasangan jaringan listrik baru GAMBAR 1.2.3.1 FLOWCHART PROSEDUR PEMASANGAN INSTALASI

Keterangan: jaringan listrik yang dimaksud adalah tiang dan kabel listrik di jalan sampai gardu listrik. apabila konsumen harus menunggu, tenggang waktu pemasangan jaringan bervariasi dari 10, 30, sampai 100 hari tergantung dari kesulitan pemasangan di lapangan. KERJAKAN AKTIVITAS

Paket Kurikulum 1.2. MENGGUNAKAN PUIL BAGIAN 1

28 dari 50

IAPSD-West Java Iinstitutional Development Project

REFERENSI 1.2.3.2

REFERENSI 1.2.3.2:

SURAT-SURAT PLN
DIISI SESUAI KETENTUAN

Surat Pernyataan Kontrak Penyambungan Surat ini didapat bila Saudara melapor ke PLN untuk penyambungan listrik baru. Setelah dibaca setiap pasal dengan teliti dan menyetujuinya Saudara dapat mengisi dan mengembalikannya maka PLN akan mencatat bahwa Saudara adalah pelanggan baru.

Paket Kurikulum 1.2. MENGGUNAKAN PUIL BAGIAN 1

29 dari 50

IAPSD-West Java Iinstitutional Development Project

REFERENSI 1.2.3.2

Surat Permintaan Sambungan Baru / Perubahan Daya / Tarip Dengan mengisi blanko ini Saudara dapat memilih: Sambungan Baru, berarti Saudara meminta PLN untuk menyambungkan listrik ke bangunan Saudara yang belum dialiri listrik, Perubahan Daya, berarti Saudara ingin menurunkan atau menaikan daya listrik pada bangunan Saudara misalnya dari 1300 VA ke 900 VA atau sebaliknya, Tarip, berarti Saudara menginginkan pergantian Golongan Tarip misalnya dari R1 ke R2 atau dari R ke B.

Untuk lebih mengerti lihatlah Tarif Dasar Listrik 2002 pada LAMPIRAN. Setelah Saudara isi dengan teliti kembalikan blanko ini tapi jangan lupa ditandatangani terlebih dahulu. Contoh Pengisian Surat Permintaan-Sambungan Baru

keterangan: No. sebelah kanan atas dibiarkan kosong saja, No. Kontrol biarkan kosong juga. No. Kontrak adalah nomor pelanggan, untuk Pemasangan Baru dikosongkan saja.

Paket Kurikulum 1.2. MENGGUNAKAN PUIL BAGIAN 1

30 dari 50

IAPSD-West Java Iinstitutional Development Project

REFERENSI 1.2.3.2

Contoh Pengisian Surat Permintaan-Perubahan Daya

keterangan: No. sebelah kanan atas dibiarkan kosong saja, No. Kontrol biarkan kosong juga. No. Kontrak adalah nomor pelanggan harus diisi dengan mencocokan dengan lembar Rekening Listrik bulanan konsumen (tiap pelanggan berbeda). Perubahan daya dari 1300 VA menjadi 2200 VA.

Paket Kurikulum 1.2. MENGGUNAKAN PUIL BAGIAN 1

31 dari 50

IAPSD-West Java Iinstitutional Development Project

REFERENSI 1.2.3.2

Contoh Pengisian Surat Permintaan-Tarip

keterangan: No. sebelah kanan atas dibiarkan kosong saja, No. Kontrol biarkan kosong juga. No. Kontrak adalah nomor pelanggan harus diisi dengan mencocokan dengan lembar Rekening Listrik bulanan konsumen (tiap pelanggan berbeda). Perubahan Golongan Tarif dari R1 menjadi R2.

Paket Kurikulum 1.2. MENGGUNAKAN PUIL BAGIAN 1

32 dari 50

IAPSD-West Java Iinstitutional Development Project

REFERENSI 1.2.3.2

LAMPIRAN

TARIF DASAR LISTRIK 2002


Gol Daya tarip Blok Okt-Des 2002 Biaya Beban Biaya Pemakaian

(Rp/kVA) (Rp/kWh) R1 450 VA 0-30 kWh 31-60 kWh > 60 kWh 900 VA 0-20 kWh 21-60 kWh > 60 kWh 1300 VA 0-20 kWh 21-60 kWh > 60 kWh 2200 VA 0-20 kWh 21-60 kWh > 60 kWh R2 R3 22016600VA >6600 26.980 34.260 27.148 26.271 15.018 7.862 160 334 377 210 330 368 327 346 404 338 358 417 523 621

keterangan: 1. Lembar Tarif Dasar Listrik ini akan terus berganti sesuai ketentuan dari PLN (Pengusaha Kelistrikan).

2. Bila terjadi perubahan pada lembar ini maka tidak mempengaruhi cara mencari TOTAL Rekening Listrik bulanan hanya angka-angkanya saja yang berubah.

KERJAKAN AKTIVITAS

Paket Kurikulum 1.2. MENGGUNAKAN PUIL BAGIAN 1

33 dari 50

IAPSD-West Java Iinstitutional Development Project

REFERENSI 1.2.4.1

REFERENSI 1.2.4.1:

REKENING LISTRIK RUMAH TANGGA


DIANALISA DENGAN BAIK

Contoh-contoh Menganalisa Rekening Listrik Rumah Contoh-contoh di bawah ini berdasarkan Tarif Dasar Listrik 2002 jadi tidak dapat digunakan pada tahun-tahun berikutnya karena pasti terdapat perubahan tarif listrik yang diberlakukan oleh PLN. Tapi cara menganalisa rekening listrik tahun berikutnya pasti sama dengan contoh-contoh berikut ini.
Contoh 1

Perhatikan Rekening Listrik Bapak Aldo Wirawan di bawah baik-baik lalu lihatlah penjelasan kolom-kolom pentingnya dengan melihat uraian ini. Kolom Daya (VA) Kolom ini berisi berapa daya yang terpasang pada rumah Bapak Aldo yaitu 450 VA. Pengelompokkan daya lainnya dapat dilihat pada lembar Tarif Dasar Listrik yang diberikan PLN secara cuma-cuma kepada pelanggan (LAMPIRAN) Kolom Tarip Kolom ini menunjukkan daya 450 VA termasuk Gol Tarip R1M (Huruf M adalah huruf tambahan dari PLN). Pengelompokkan Gol. Tarip lainnya dapat dilihat pada lembar Tarif Dasar Listrik. (LAMPIRAN) Kolom Harga per kVA Biaya Beban Kolom ini menunjukkan berapa Harga per kVA Biaya Beban pada daya tersambung. Harga per kVA Biaya Beban = Rp 7.862 dapat dilihat pada lembar Tarif Dasar Listrik (LAMPIRAN) Kolom Harga per kWh, terdiri dari Blok 1, Blok 2, & Blok 3 Kolom ini menunjukkan berapa Harga per kWh pada blok masing-masing. Harga per kWh ( Blok 1 = 160, Blok 2 = 334, Blok 3 = 377) dapat dilihat pada lembar Tarif Dasar Listrik (LAMPIRAN) Kolom Angka Kedudukan, terdiri dari Akhir & Yang Lalu Kolom ini menunjukkan angka yang tertera pada kWh meter. Akhir (3000) untuk angka pada akhir bulan sedangkan Yang Lalu (2900) adalah angka pada awal bulan. Kolom Pemakaian Kolom ini menunjukkan besarnya daya yang dipakai tiap blok. Angka-angka ini didapat dari selisih Angka Kedudukan.

Paket Kurikulum 1.2. MENGGUNAKAN PUIL BAGIAN 1

34 dari 50

IAPSD-West Java Iinstitutional Development Project

REFERENSI 1.2.4.1

Selisih Angka Kedudukan: = Akhir - Yang Lalu = 3000 2900 = 100 (harus dibagi kedalam blok 1, blok 2, & blok 3) Blok 1 (0-30 kWh), dapat dilihat pada lembar Tarif Dasar Listrik Jadi Blok 1 = 30 Blok 2 (31-60 kWh), dapat dilihat pada lembar Tarif Dasar Listrik Jadi Blok 2 = 30 Blok 3 (>60 kWh), dapat dilihat pada lembar Tarif Dasar Listrik Jadi Blok 3 = 40 (Blok 1+ blok 2 + Blok 3 = 100) (30 + 30 + 40 = 100) Kolom Rincian Rekening Listrik Beban = Harga per kVA Biaya Beban x Daya (kVA) = Rp 7.862 x 0,45 = Rp 3.525 (dibulatkan ke bawah) Blok 1 = Harga per kWh Blok 1 x Pemakaian Blok 1 = Rp 160 x 30 = Rp 4.800 Blok 2 = Harga per kWh Blok 2 x Pemakaian Blok 2 = Rp 334 x 30 = Rp 10.000 (dibulatkan ke bawah) Blok 3 = Harga per kWh Blok 3 x Pemakaian Blok 3 = Rp 377 x 40 = Rp 15.050 (dibulatkan ke bawah) PTL= Blok 1 + Blok 2 + Blok 3 = Rp 4.800 + Rp 10.000 + Rp 15.050 = Rp 33.375 MET= Rp 0 (untuk R1M Rp 0 sedangkan untuk R2M&R3M MET = Rp 3.000) TOTAL= PTL + MET = Rp 33.375

Paket Kurikulum 1.2. MENGGUNAKAN PUIL BAGIAN 1

35 dari 50

IAPSD-West Java Iinstitutional Development Project

REFERENSI 1.2.4.1

PT. PLN (PERSERO) UNIT DISTRIBUSI JAKARTA RAYA & TANGERANG UNIT PELAYANAN: SERPONG JL. RAYA SERPONG BSD SEKTOR 8

REKENING LISTRIK
NO.PELANGGAN BULAN/TAHUN DES / 2002 NOMOR INKASO

SUDAH TERIMA DARI NAMA: ALDO WIRAWAN ALAMAT: UANG SEJUMLAH: TIGA PULUH TIGA RIBU TIGA RATUS TUJUH PULUH LIMA RUPIAH TEMPAT PEMBAYARAN: NO. KONTRAK:

GUNA PEMBAYARAN REKENING LISTRIK KODE KEDUDUKAN KODE GOL DAYA (VA) TARIP HARGA PER KVA BIAYA BEBAN 450 ANGKA KEDUDUKAN METER AKHIR 3000 YANG LALU 2900 30 30 40 INFORMASI BEBAN: BLOK 1: BLOK 2: BLOK 3: PTL: RINCIAN REKENING LISTRIK 3.525 4.800 10.000 15.050 33.375 TOTAL: 33.375 GENERAL MANAGER MET: 0 FAKTOR KALI R1M PEMAKAIAN 7.862 DATA TEKNIK L.W.B / BLOK 1 160 HARGA PER KWH W.B.P / BLOK 2 KVARH / BLOK 3 334 ANGSURAN 377

Ket: Kolom-kolom yang diisi adalah kolom-kolom penting yang harus diperhatikan untuk mencari TOTAL tarif yang harus dibayar.

Paket Kurikulum 1.2. MENGGUNAKAN PUIL BAGIAN 1

36 dari 50

IAPSD-West Java Iinstitutional Development Project

REFERENSI 1.2.4.1

Contoh 2. Perhatikan Rekening Listrik Ibu Sonya di bawah baik-baik lalu lihatlah lagi penjelasan kolomkolom pentingnya dengan melihat uraian ini. Kolom Daya (VA) Daya yang terpasang pada rumah Ibu Sonya yaitu 1300 VA. Kolom Tarip Daya 1300 VA, termasuk Gol Tarip R1M (Huruf M adalah huruf tambahan dari PLN). Kolom Harga per kVA Biaya Beban Harga per kVA Biaya Beban pada daya 1300 VA = Rp 26.271 (dapat dilihat pada LAMPIRAN) Kolom Harga per kWh, terdiri dari Blok 1, Blok 2, & Blok 3 Harga per kWh (Blok 1 = 327, Blok 2 = 346, Blok 3 = 404) (dapat dilihat pada LAMPIRAN) Kolom Angka Kedudukan, terdiri dari Akhir & Yang Lalu Akhir (42172) untuk angka pada akhir bulan sedangkan Yang Lalu ( 42000) adalah angka pada awal bulan. Kolom Pemakaian Selisih Angka Kedudukan = Akhir - Yang Lalu = 42172 42000 = 172 (harus dibagi kedalam blok 1, blok 2, & blok 3) Blok 1 (0-20 kWh), dapat dilihat pada lembar Tarif Dasar Listrik Jadi Blok 1 = 20 Blok 2 (21-60 kWh), dapat dilihat pada lembar Tarif Dasar Listrik Jadi Blok 2 = 40 Blok 3 (>60 kWh), dapat dilihat pada lembar Tarif Dasar Listrik Jadi Blok 3 = 112 (Blok 1+ blok 2 + Blok 3 = 100) (20 + 40 + 112 = 172) Kolom Rincian Rekening Listrik Beban = Harga per kVA Biaya Beban x Daya (kVA) = Rp 26.271 x 1,3 = Rp 34.150 (dibulatkan ke bawah) Blok 1= Harga per kWh Blok 1 x Pemakaian Blok 1 = Rp 3427 x 20 = Rp 6.525 (dibulatkan ke bawah) Blok 2 = Harga per kWh Blok 2 x Pemakaian Blok 2 = Rp 346 x 40 = Rp 13.825 (dibulatkan ke bawah) Blok 3 = Harga per kWh Blok 3 x Pemakaian Blok 3 = Rp 404 x 112

Paket Kurikulum 1.2. MENGGUNAKAN PUIL BAGIAN 1

37 dari 50

IAPSD-West Java Iinstitutional Development Project

REFERENSI 1.2.4.1

= Rp 45.225 (dibulatkan ke bawah) PTL= Blok 1 + Blok 2 + Blok 3 = Rp 6.525 + Rp 13.825 + Rp 45.225 = Rp 99.725 MET= Rp 0 (untuk R1M Rp 0 sedangkan untuk R2M&R3M MET = Rp 3.000) TOTAL= PTL + MET = Rp 99.725

Paket Kurikulum 1.2. MENGGUNAKAN PUIL BAGIAN 1

38 dari 50

IAPSD-West Java Iinstitutional Development Project

REFERENSI 1.2.4.1

PT. PLN (PERSERO) UNIT DISTRIBUSI JAKARTA RAYA & TANGERANG UNIT PELAYANAN: SERPONG JL. RAYA SERPONG BSD SEKTOR 8

REKENING LISTRIK
NO.PELANGGAN BULAN/TAHUN DES / 2002 NOMOR INKASO

SUDAH TERIMA DARI NAMA: SONYA ALAMAT: UANG SEJUMLAH: SEMBILAN PULUH SEMBILAN RIBU TUJUH RATUS DUA PULUH LIMA RUPIAH TEMPAT PEMBAYARAN: NO. KONTRAK:

GUNA PEMBAYARAN REKENING LISTRIK KODE KEDUDUKAN KODE GOL DAYA (VA) TARIP HARGA PER KVA BIAYA BEBAN 1300 ANGKA KEDUDUKAN METER AKHIR 42172 YANG LALU 42000 20 40 112 INFORMASI BEBAN: BLOK 1: BLOK 2: BLOK 3: PTL: RINCIAN REKENING LISTRIK 34,150 6,525 13,825 45,225 99,725 TOTAL: 99,725 GENERAL MANAGER MET: 0 FAKTOR KALI R1M PEMAKAIAN 26,271 DATA TEKNIK HARGA PER KWH L.W.B / BLOK 1 W.B.P / BLOK 2 KVARH / BLOK 3 327 346 ANGSURAN 404

Ket: Kolom-kolom yang diisi adalah kolom-kolom penting yang harus diperhatikan untuk mencari TOTAL tarif yang harus dibayar.

Paket Kurikulum 1.2. MENGGUNAKAN PUIL BAGIAN 1

39 dari 50

IAPSD-West Java Iinstitutional Development Project

REFERENSI 1.2.4.1

Contoh 3. Perhatikan Rekening Listrik Ibu Agnes di bawah baik-baik lalu lihatlah lagi penjelasan kolomkolom pentingnya dengan melihat uraian di bawah ini. Kolom Daya (VA) Daya yang terpasang pada rumah Ibu Agnes Flourin yaitu 4400 VA. Kolom Tarip Kolom Harga per kVA Biaya Beban Harga per kVA Biaya Beban pada daya 4400 VA = Rp 26.980 (dapat dilihat pada lembar Tarif Dasar Listrik) Kolom Harga per kWh, terdiri dari Blok 1, Blok 2, & Blok 3 Harga per kWh ( Blok 1 = 523, Blok 2 = 0, Blok 3 = 0) dapat dilihat pada lembar Tarif Dasar Listrik Kolom Angka Kedudukan, terdiri dari Akhir & Yang Lalu Akhir (9019) untuk angka pada akhir bulan sedangkan Yang Lalu (5901) adalah angka pada awal bulan. Kolom Pemakaian Selisih Angka Kedudukan = Akhir - Yang Lalu = 6919 5901 = 1018 Karena tidak dibagi ke dalam Blok-blok atau hanya Blok 1 saja maka; Pemakaian Blok 1= 1018 Kolom Rincian Rekening Listrik Beban = Harga per kVA Biaya Beban x Daya (kVA) = Rp 26.980 x 4,4 = Rp 118.700 (dibulatkan ke bawah) Blok 1= Harga per kWh Blok 1 x Pemakaian Blok 1 = Rp 523 x 1018 = Rp 532.400 (dibulatkan ke bawah) PTL= Blok 1 = Rp 532.400 MET= Rp 3.000 TOTAL= PTL + MET = Rp 532.400 + Rp 3.000 = Rp 654.100 4400 VA termasuk Gol Tarip R2M (Huruf M adalah huruf tambahan dari PLN).

Paket Kurikulum 1.2. MENGGUNAKAN PUIL BAGIAN 1

40 dari 50

IAPSD-West Java Iinstitutional Development Project

REFERENSI 1.2.4.1

PT. PLN (PERSERO) UNIT DISTRIBUSI JAKARTA RAYA & TANGERANG UNIT PELAYANAN: SERPONG JL. RAYA SERPONG BSD SEKTOR 8

REKENING LISTRIK
NO.PELANGGAN BULAN/TAHUN DES / 2002 NOMOR INKASO

SUDAH TERIMA DARI NAMA: AGNES FLOURIN ALAMAT: UANG SEJUMLAH: EMAN RATUS LIMA PULUH EMPAT RIBU SERATUS RUPIAH TEMPAT PEMBAYARAN: NO. KONTRAK:

GUNA PEMBAYARAN REKENING LISTRIK KODE KEDUDUKAN KODE GOL DAYA (VA) TARIP HARGA PER KVA BIAYA BEBAN 4400 ANGKA KEDUDUKAN METER AKHIR 9019 YANG LALU 5901 20 40 112 INFORMASI BEBAN: BLOK 1: BLOK 2: BLOK 3: PTL: RINCIAN REKENING LISTRIK 118,700 532,400 0 0 532,400 TOTAL: 654,100 GENERAL MANAGER MET: 3,000 FAKTOR KALI R2M PEMAKAIAN 26,980 DATA TEKNIK HARGA PER KWH L.W.B / BLOK 1 W.B.P / BLOK 2 KVARH / BLOK 3 523 0 ANGSURAN 0

Ket: Kolom-kolom yang diisi adalah kolom-kolom penting yang harus diperhatikan untuk mencari TOTAL tarif yang harus dibayar

Paket Kurikulum 1.2. MENGGUNAKAN PUIL BAGIAN 1

41 dari 50

IAPSD-West Java Iinstitutional Development Project

REFERENSI 1.2.4.1

Besar Biaya Beban Biaya Beban adalah biaya minimal yang harus dikeluarkan pelanggan pada daya yang bersangkutan. Jadi misalnya ada sebuah keluarga pergi ke luar kota selama 1 bulan penuh maka ada biaya yang tetap harus dibayar olehnya sebesar harga per kVA Biaya Beban x Daya (kVA). Perhatikan contoh-contoh berikut ini. 1. Seorang pelanggan mengkonsumsi listrik sebesar 1100 VA setiap saat. Pada kelompok daya dan Gol. Tarip manakah konsumuen tersebut? Hitunglah Biaya Beban yang harus dibayar. Solusi: a. konsumen tersebut ada pada kelompok 1300 VA-R1M . b. Biaya Beban (Rp) = harga per kVA Biaya Beban x Daya (kVA) = 26.271 x 1,3 = Rp 34.150 2. Seorang pelanggan mengkonsumsi listrik sebesar 2670 VA setiap saat. Pada kelompok daya dan Gol. Tarip manakah konsumuen tersebut? Hitunglah Biaya Beban yang harus dibayar. Solusi: a. konsumen tersebut ada pada kelompok 2201-6600 VA-R2 b. Biaya Beban (Rp) = harga per kVA Biaya x Daya (kVA) = Rp 26.980 x 4,4 (pada daya 4400 VA) = Rp 118.700

Paket Kurikulum 1.2. MENGGUNAKAN PUIL BAGIAN 1

42 dari 50

IAPSD-West Java Iinstitutional Development Project

REFERENSI 1.2.4.1

LAMPIRAN

TARIF DASAR LISTRIK 2002


Gol Daya tarip Blok Okt-Des 2002 Biaya Beban Biaya Pemakaian

(Rp/kVA) (Rp/kWh) R1 450 VA 0-30 kWh 31-60 kWh > 60 kWh 900 VA 0-20 kWh 21-60 kWh > 60 kWh 1300 VA 0-20 kWh 21-60 kWh > 60 kWh 2200 VA 0-20 kWh 21-60 kWh > 60 kWh R2 R3 22016600VA >6600 26.980 34.260 27.148 26.271 15.018 7.862 160 334 377 210 330 368 327 346 404 338 358 417 523 621

keterangan: 1. Lembar Tarif Dasar Listrik ini akan terus berganti sesuai ketentuan dari PLN (Pengusaha Kelistrikan).

2. Bila terjadi perubahan pada lembar ini maka tidak mempengaruhi cara mencari TOTAL Rekening Listrik bulanan hanya angka-angkanya saja yang berubah.

KERJAKAN AKTIVITAS

Paket Kurikulum 1.2. MENGGUNAKAN PUIL BAGIAN 1

43 dari 50

IAPSD-West Java Iinstitutional Development Project

REFERENSI 1.2.4.2

REFERENSI 1.2.4.2:

KONSUMSI LISTRIK
DIHEMAT SERENDAH MUNGKIN

Tips untuk Hemat Energi Beberapa tips untuk menghemat listrik yaitu: 1. ganti lampu pijar dengan lampu hemat energi, 2. matikan lampu bila tidak diperlukan, 3. matikan AC dan kipas angin bila meninggalkan ruangan, 4. matikan TV bila tidak ditonton, 5. matikan radiotape bila tidak didengarkan, 6. gunakan lemari es yang hemat energi, 7. gunakan bak penampungan air dan isi dengan pompa listrik pada siang hari, 8. kumpulkan pakaian kotor sesuai kapasitas mesin cuci dan cuci sekaligus pada siang hari. Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Mengganti Lampu Dalam perhitungan untuk menghemat energi maka harus memperhatikan hal-hal berikut: 1. Besarnya energi yang dihemat bila mengganti lampu pijar. 2. Penggunaan lampu untuk menghemat energi. 3. Harga lampu yang dipakai. 4. Usia lampu yang akan menggantikan lampu yang lama. Contoh Perhitungan Mengganti Lampu Contoh 1 Sebuah ruangan besar mempunyai 10 buah lampu pijar @ 25 W. Ingin diganti dengan 6 lampu Fluoresen TL kompak tubular standar @ 5 W (diperkirakan kuat cahaya yang dihasilkan 10 buah lampu pijar = 6 buah lampu Fluoresen TL kompak tubular standar). Sedangkan rumah tersebut digolongkan dalam R1-1300 VA dengan 60 kWh / bulan. Jadi apakah lebih baik menggantinya atau tidak perlu? Diketahui: 10 lampu tersebut dipakai rata-rata 8 jam sehari.

Paket Kurikulum 1.2. MENGGUNAKAN PUIL BAGIAN 1

44 dari 50

IAPSD-West Java Iinstitutional Development Project

REFERENSI 1.2.4.2

Solusi: Langkah 1:

Usia lampu Fluoresen TL kompak tubular standar (menurut buku Panduan Instalasi Listrik untuk Rumah) adalah 5.000 jam. Harga lampu Fluoresen TL kompak tubular standar 5 W @ Rp 25.000,Biaya ongkos kerja tukang sebesar Rp 35.000,-

W (daya lampu pijar seluruhnya) = 25 W x 10 buah = 250 W T (waktu 1 bulan) = (jam / hari) x (hari / bulan) = 8 x 30 = 240 jam / bulan. Jadi Daya yang terpakai untuk 10 lampu pijar tiap bulan = (WxT) / 1000 = (250 x 240) / 1000 = 60 kWh / bulan Langkah 2: W (daya lampu Fluoresen TL kompak tubular standar seluruhnya) = 5 W x 6 buah = 30 W T (waktu 1 bulan) = sama dengan lampu pijar = 240 jam / bulan. Jadi Daya yang terpakai untuk 6 lampu Fluoresen TL kompak tubular standar tiap bulan = (WxT) / 1000 = (30 x 240) / 1000 = 7,2 kWh / bulan Langkah 3: Penghematan daya yang terhitung = (60 7,2) kWh = 52,8 kWh / bulan Langkah 4: Ongkos / kWh = Rp 346 (dapat dilihat pada Tarif Dasar Listrik-2002, LAMPIRAN) Penghematan uangnya = Penghematan daya x ongkos/kWh = 52,8 x Rp 346 = Rp 18.268 Rp 18.250 / bulan Langkah 5: Kapan pelanggan dapat kembali modal? T = (harga lampu semua + ongksa ganti) / Rp tiap bulan = [(6 x Rp 25.000)+ Rp 35.000] / Rp 18.268

Paket Kurikulum 1.2. MENGGUNAKAN PUIL BAGIAN 1

45 dari 50

IAPSD-West Java Iinstitutional Development Project

REFERENSI 1.2.4.2

= 10,13 bulan 11 bulan Langkah 6: Usia normal lampu Fluoresen TL kompak tubular standar adalah 5.000 jam (menurut buku Panduan Instalasi Listrik untuk Rumah hal 195) Usia lampu TL = Lama usia normal / lama pemakaian per bulan = 5.000 / 240 = 20,83 bulan 21 bulan Langkah 7: Penghematan total = jumlah bulan hemat x Penghematan uangnya = (21 11) bulan x Rp 18.250 = 10 bulan x Rp 18.250 = Rp 182.500 Diagram waktu:
Saat lampu baru diganti

Saat balik modal

Saat lampu pengganti mati

Bulan ke- 0

10

11

15 10 bulan pelanggan mendapat untung

20

21

Jadi karena usia lampu TL mencapai 21 bulan ke depan sedangkan menurut perhitungan konsumen mendapat untung pada mulai bulan ke-11 dengan penghematan total Rp 182.500 maka sebaiknya diganti saja. Contoh 2 Sebuah ruangan besar mempunyai 10 buah lampu pijar @ 25 W. Ingin diganti dengan 6 lampu Fluoresen TL kompak tubular lengkap dengan balast @ 7 W (diperkirakan kuat cahaya yang dihasilkan 10 buah lampu pijar = 6 buah lampu Fluoresen TL kompak tubular lengkap dengan balast). Sedangkan rumah tersebut digolongkan dalam R1-900 VA dengan 15 kWh / bulan. Jadi apakah lebih baik menggantinya atau tidak perlu? Diketahui: 10 lampu tersebut dipakai rata-rata 8 jam sehari. Usia lampu fluorescent TL kompak tubular lengkap dengan balast (menurut buku Panduan Instalasi Listrik untuk Rumah) adalah 6.000 jam. Harga lampu Fluoresen TL kompak tubular lengkap dengan balast 7 W @ Rp 12.000,Biaya ongkos kerja tukang tidak ada sebab dipasang sendiri.

Paket Kurikulum 1.2. MENGGUNAKAN PUIL BAGIAN 1

46 dari 50

IAPSD-West Java Iinstitutional Development Project

REFERENSI 1.2.4.2

Solusi: Langkah 1: W (daya lampu pijar seluruhnya) = 25 W x 10 buah = 250 W T (waktu 1 bulan) = (jam / hari) x (hari/bulan) = 8 x 30 = 240 jam / bulan. Jadi Daya yang terpakai untuk 10 lampu pijar tiap bulan = (WxT) / 1000 = (250 x 240) / 1000 = 60 kWh / bulan Langkah 2: W (daya lampu Fluoresen TL kompak tubular standar seluruhnya) = 7 W x 6 buah = 42 W T (waktu 1 bulan) = sama dengan lampu pijar = 240 jam / bulan. Jadi Daya yang terpakai untuk 6 lampu Fluoresen TL kompak tubular lengkap dengan balast tiap bulan = (WxT) / 1000 = (42 x 240) / 1000 = 10,08 kWh / bulan Langkah 3: Penghematan daya yang terhitung = (60 10,08) kWh = 49,92 kWh / bulan Langkah 4: Ongkos / kWh = Rp 210 (dapat dilihat pada Tarif Dasar Listrik-2002, LAMPIRAN) Penghematan uangnya = Penghematan daya x ongkos/kWh = 49,92 x Rp 210 = Rp 10.483,2 Rp 10.475 / bulan Langkah 5: Kapan pelanggan dapat kembali modal? T = (harga lampu semua + ongksa ganti) / Rp tiap bulan = [(6 x Rp 12.000)+ Rp 0] / Rp 10.475 = 6,87 bulan. 7 bulan Langkah 6: Usia normal lampu Fluoresen TL kompak tubular lengkap dengan balast adalah 5.000 jam (menurut buku Panduan Instalasi Listrik untuk Rumah hal 195)

Paket Kurikulum 1.2. MENGGUNAKAN PUIL BAGIAN 1

47 dari 50

IAPSD-West Java Iinstitutional Development Project

REFERENSI 1.2.4.2

Usia lampu TL= Lama usia normal / lama pemakaian per bulan = 6.000 / 240 = 25 bulan Langkah 7: Penghematan total = Jumlah bulan hemat x Penghematan uangnya = (25 7) bulan x Rp 10.475 = 18 bulan x Rp 10.475 = Rp 188.225 Diagram waktu:
Saat lampu baru diganti

Saat balik modal

Saat lampu pengganti mati

0 Bulan ke-

10

15 18 bulan pelanggan mendapat untung

20

25

Jadi boleh diganti boleh tidak karena setelah 25 bulan keuntungannya hanya Rp 188.225 padahal diganti sendiri tanpa membayar instalastir.

Paket Kurikulum 1.2. MENGGUNAKAN PUIL BAGIAN 1

48 dari 50

IAPSD-West Java Iinstitutional Development Project

REFERENSI 1.2.4.2

LAMPIRAN 1

TARIF DASAR LISTRIK 2002


Gol Daya tarip Blok Okt-Des 2002 Biaya Beban Biaya Pemakaian

(Rp/kVA) (Rp/kWh) R1 450 VA 0-30 kWh 31-60 kWh > 60 kWh 900 VA 0-20 kWh 21-60 kWh > 60 kWh 1300 VA 0-20 kWh 21-60 kWh > 60 kWh 2200 VA 0-20 kWh 21-60 kWh > 60 kWh R2 R3 22016600VA >6600 26.980 34.260 27.148 26.271 15.018 7.862 160 334 377 210 330 368 327 346 404 338 358 417 523 621

keterangan: 1. Lembar Tarif Dasar Listrik ini akan terus berganti sesuai ketentuan dari PLN (Pengusaha Kelistrikan).

2. Bila terjadi perubahan pada lembar ini maka tidak mempengaruhi cara mencari TOTAL Rekening Listrik bulanan hanya angka-angkanya saja yang berubah.

Paket Kurikulum 1.2. MENGGUNAKAN PUIL BAGIAN 1

49 dari 50

IAPSD-West Java Iinstitutional Development Project

REFERENSI 1.2.4.2

LAMPIRAN 2

DATA BERBAGAI JENIS LAMPU


GAMBAR PENJELASAN Fluoresen (TL) Kompak Tubular Standart Fluoresen (TL) Kompak Tubular Ganda TEGANGAN (V) 220-230 UMUR (Jam) 5000

220-230

6000

Fluoresen (TL) Kompak Tubular Panjang Fluoresen (TL) Kompak Tubular Lengkap dengan Balast Fluoresen (TL) Kompak Tubular Lengkap dengan Balast dan Tabung Gelas Fluoresen (TL) Tubular

220-230

5000

220-230

6000

220-230

5000

220-230

5000

KERJAKAN AKTIVITAS

Paket Kurikulum 1.2. MENGGUNAKAN PUIL BAGIAN 1

50 dari 50