Anda di halaman 1dari 1

Contoh kasus : Pada zaman dahulu, perempuan di Indonesia lebih memilih menjadi ibu rumah tangga, dimana pekerjaan

seorang ibu rumah tangga adalah mengurus anak dan mengurus rumah. Namun seiring berjalannya waktu terdapat perubahan pola pikir bahwa perempuan perlu bekerja untuk membantu menopang keadaan perekonomian keluarga. Perempuan lebih memilih pekerjaan biasa seperti berjualan atau jaga warung, namun sebagian dari mereka lebih memilih untuk bekerja di pabrik dengan gaji yang lebih tinggi. Meskipun pekerjaan sebagai karyawan pabrik dapat menghasilkan upah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan, namun perempuan ingin melakukan hal yang lebih untuk meningkatkan perekonomian serta karena dilandasi kebutuhan yang semakin meningkat. Tidak sedikit perempuan lebih memilih bekerja di luar negeri sebagai TKI (Tenaga Kerja Indonesia) dengan iming-iming gaji yang lebih tinggi daripada bekerja sebagai karyawan pabrik dengan hasil pas pasan. Untuk bekerja di luar negeri bukanlah hal yang gampang. Perempuan Indonesia harus mengurus paspor, surat-surat, dan lain lain untuk dapat bekerja di luar negeri. Penghasilan yang cukup lumayan yang didapat ternyata sebagian masuk ke dalam devisa negara, padahal perempuan perlu membanting tulang untuk memperoleh gaji seperti yang mereka inginkan. Belum lagi kalau ada kekerasan yang terjadi antara majikan dengan TKI yang berasal dari Indonesia. Perempuan perlu berjuang agar dapat bertahan hidup dan menghasilkan uang ketika akan pulang ke tanah air. Untuk melindungi hal itupun, Indonesia juga mencanangkan Undang Undang perlindungan terhadap TkI yang bekerja d luar negeri, agar mereka dapat bekerja dengan aman dan nyaman. Analisis : Dari kasus diatas dapat kita lihat adanya perubahan sosial dalam bidang budaya, yaitu dari budaya perempuan yang hanya berprofesi sebagai ibu rumah tangga berubah menjadi karyawan pabrik, berubah lagi menjadi Tenaga Kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri. Hal ini terjadi karena adanya pengaruh dari pola pikir yang semakin maju seraya bertambahnya jumlah kebutuhan di masyarakat. Namun ternyata, perubahan sosial dalam bidang budaya ini bukanlah merupakan hal yang sepele. Jika kita lihat, perubahan ini berimbas pada perubahan di bidang ekonomi, politik, maupun budaya pula. Dengan adanya TKI, pemasukan terhadap devisa negara semakin meningkat. Bahkan TKI adalah penyumbang trebesar devisa negara dari tahun ke tahun. Ini sangat mempengaruhi kedudukan Indonesia di bidang ekonomi. Pemerintah pun bekerjasama dengan masyarakat untuk mendirikan berbagai jasa pelayanan dan penyaluran tenaga kerja Indonesia. Jika dilihat dari dua sisi, ini akan menguntungkan perempuan Indonesia yang akan mendapat upah dari hasil kerjanya sebagai TKI, dan Indonesia pun diuntungkan karena adanya pemasukan devisa negara. Ini merupakan perubahan sosial dalam bidang ekonomi. Namun karena seringkali terjadi adanya kekerasan oleh majikan kepada TKI, Indonesia pun mengeluarkan Undang Undang perlindungan terhadap TKI. Bahkan berdasarkan Keputusan Presiden beberapa waktu lalu, ada pengecualian pengiriman TKI ke negara negara tertentu karena sering terjadinya kekerasan di negara negara itu. Ini juga merupakan salah satu bentuk perubahan dalam bidang politik, dimana dengan adanya TKI, dapat menimbulkan konflik konflik baru yang pada akhirnya dikeluarkan Undang Undang untuk melindungi TKI dari Indonesia yang bekerja di negara tetangga. Adanya TKI ini menimbulkan pemikiran di masyarakat desa bahwa hidupnya akan lebih bahagia jika memiliki banyak penghasilan dari bekerja di luar negeri. Bahkan mereka menjadikan ini sebagai suatu tren. Pola pikir mereka dibentuk karena adanya perubahan yang ada, meskipun ada sebagian yang takut karena adanya kekerasan yang terjadi pada TKI di luar negeri. Dari kasus ini, dapat kita tarik kesimpulan bahwa kasus TKI ini merupakan perubahan yang dikehendaki, dimana perempuan desa percaya bahwa hidupnya akan lebih mapan jika berpenghasilan banyak hasil bekerja diluar negeri. Adanya ide ide baru serta keinginan masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup merupakan faktor pendorong terjadinya perubahan sosial. Perempuan perempuan ini juga berpikir lebih terbuka karena mau melakukan kontak dengan kebudayaan lain dengan keinginan agar lebih maju. Atau bisa saja karena perempuan perempuan itu kurang puas dengan gaji yang ia dapat di pabrik atau di tempat lainnya. Ini bisa menjadi faktor pendorong seseorang untuk melakukan perubahan dengan keinginan untuk lebih maju demi kehidupannya. http://sosbud.kompasiana.com/2011/10/22/perubahan-sosial/