Anda di halaman 1dari 1

PEMBAHASAN

Korosi merupakan suatu proses elektrokimia yang melibatkan adanya transfer elektron anodik ke katodik yang berlangsung secara spontan. T u j u a n d a r i p r a k t i k u m i n i antara lain menghitung potensial logam dalam berbagai larutan dengan menggunakanelektroda CSE yang diubah ke dalam standar SHE, menjelaskan pengaruh pH larutanterhadap laju korosi logam, menunjukan kondisi logam setelah direndam beberapa w a k t u d i b e r b a g a i l a r u t a n p a d a d i a g r a m E p H , d a n menghitung laju korosi baja dalam berb agai larutan berdasarkan metode kehilangan berat (W). Berdasarkan hasil percobaan, logam Fe yang direndam dalam larutan HCl mempunyai nilai laju korosi sebesar 5,5383 mpy. Dimana nilai ini lebih besar dari nilai laju korosi NaOH dan K 2Cr2O7, sehingga dapat disimpulkan bahwa logam Fe yang tercelup pada HCl mempunyai laju korosi yang cepat. Hal ini dapat dibuktikan dengan melihat bentuk fisik logamnya yang berubah menjadi coklat kehitaman. Hal ini juga dapat dibuktikan berdasarkan diagram E-pH pada awal reaksi logam Fe bersifat aktif (terkorosi) dengan nilai pH sebesar 0,94 dan potensialnya sebesar - 0,139 Volt/SHE, dan pada akhir reaksi logam tersebut tetap bersifat aktif dengan nilai pH sebesar 1,07 dan potensialnya sebesar 1,367 Volt/SHE. Logam Fe yang direndam pada larutan NaOH mempunyai nilai laju korosi 0,6152 mpy. Logam Fe yang tercelup pada NaOH mempunyai laju korosi yang lambat. Hal ini dapat dibuktikan dengan diagram E-pH pada awal reaksi logam Fe bersifat pasif dengan nilai potensial awal sebesar - 0,245 Volt/SHE dan pH sebesar 11,83 dan pada akhir reaksi logam tersebut bersifat dengan potensial sebesar 1,533 dan pH sebesar 11,72. Laju Korosi yang lambat pada larutan NaOH disebabkan oleh larutan NaOH yang bersifat basa sehingga laju k o r o s i berjalan lambat. Selain itu,

p e r m u k a a n l o g a m b e s i d a l a m N a O H m e n j a d i terpasifkan. Logam Fe yang direndam pada larutan K2Cr2O7 mempunyai nilai laju korosi sebesar 0,1538 mpy. Pada diagram E-pH saat awal reaksi logam Fe bersifat K2Cr2O7 merupakan zat oksidasi yang cukup kuat, sehingga reaksi antara Fe dan K2Cr2O7 mempunyai laju korosi yang berjalan lambat.