Anda di halaman 1dari 23

Disetujui oleh Rektor UIM STANDAR ISI UNIVERSITAS ISLAM MAKASSAR

LPMI-UIM 29 09 2012

I. PENDAHULUAN
Universitas Islam Makassar (UIM) sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi yang memiliki komitmen kuat untuk ikut mencerdaskan kehidupan bangsa telah menetapkan visinya menjadi universitas Islami terkemuka, berkualitas, berbudaya, diminati dan berorientasi pada kepentingan bangsa dan negara yang berdasarkan nilainilai ajaran Islam Ahlusunnah Wal Jamaah An Nahdiyah. Dalam kiprahnya tersebut, lembaga ini terus berbenah diri untuk menjamin kualitas lulusan dan harapan stakeholders dengan membentuk Lembaga Penjaminan Mutu. Salah satu upaya yang harus dilakukan untuk mencapai komitmen tersebut adalah menetapkan standar isi kurikulum di UIM. Standar ini dimaksudkan untuk menjadi acuan bagi setiap pelaksana pendidikan di UIM merencanakan, melaksanakan dan mengawasi isi kurikulum di setiap program studi (S1 dan Pascasarjana) sehingga kompetensi lulusan dapat dicapai sesuai visi dan misi yang telah ditetapkan. Isi kurikulum di UIM harus senantiasa disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni serta kebutuhan stakeholders yang selaras dengan visi, misi dan pola ilmiah pokok yang telah ditetapkan. Penyesuaian ini dilakukan secara terencana dan berkala dengan maksud untuk meningkatkan kompetensi lulusan dalam era kompetisi baik terhadap kepentingan lokal, kepentingan nasional, keadilan, dan kompetisi antar bangsa dalam peradaban dunia.

II. DEFINISI
A. PENDIDIKAN TINGGI DAN PERGURUAN TINGGI 1. Pengertian Pendidikan Tinggi dan Perguruan Tinggi a. Pendidikan tinggi merupakan jenjang pendidikan setelah pendidik-an menengah yang mencakup program pendidikan diploma, sarjana, magister, spesialis, dan doktor yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi.
STANDAR ISI UIM / LPMI-UIM 2012

b.

Perguruan tinggi adalah penyelenggara pendidikan tinggi untuk jenis pendidikan vokasi, akademik, dan atau profesi.

2. Bentuk dan Jenis Pendidikan Tinggi a. Bentuk Perguruan Tinggi 1) Akademi 2) Politeknik 3) Sekolah Tinggi 4) Institut 5) Universitas a) Akademi menyelenggarakan pendidikan vokasi dalam satu cabang atau sebagian cabang ilmu pengetahuan, teknologi, dan atau seni tertentu. b) Politeknik menyelenggarakan pendidikan vokasi dalam sejumlah bidang pengetahuan khusus. c) Sekolah Tinggi menyelenggarakan pendidikan akademik dan atau vokasi dalam lingkup satu disiplin ilmu tertentu dan jika memenuhi syarat dapat menyelenggarakan pendidikan profesi. d) Institut menyelenggarakan pendidikan akademik dan atau

pendidikan vokasi dalam sekelompok disiplin ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni dan jika memenuhi syarat dapat

menyelenggarakan pendidikan profesi. e) Universitas menyelenggarakan pendidikan akademik dan atau

pendidikan vokasi dalam sejumlah ilmu pengetahuan, teknologi, dan atau seni dan jika memenuhi syarat dapat menyelengga-rakan pendidikan profesi. b. Jenis pendidikan tinggi di UIM meliputi: 1) pendidikan vokasi 2) pendidikan akademik 3) pendidikan profesi a) Pendidikan Vokasi adalah merupakan pendidikan tinggi yang

memper-siapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan keahlian sarjana. terapan tertentu maksimal setara dengan program

STANDAR ISI UIM / LPMI-UIM 2012

b) Pendidikan Akademik merupakan pendidikan tinggi program sarjana dan pascasarjana yang diarahkan terutama pada

penguasaan disiplin ilmu pengetahuan tertentu. c) Pendidikan Profesi merupakan pendidikan tinggi setelah prog-ram sarjana yang mempersiapkan peserta didik untuk memiliki

pekerjaan dengan persyaratan keahlian khusus. 3. Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi Pendidikan tinggi yang diselenggarakan oleh UIM melalui program sebagai berikut: a. Pendidikan vokasi dapat terdiri dari : a) Program Diploma Satu b) Program Diploma Dua c) Program Diploma Tiga d) Program Diploma Empat. b. Pendidikan akademik dapat terdiri dari : 1) Program Sarjana 2) Program Magister 3) Program Doktor. c. Pendidikan profesi dapat terdiri dari : 1) Program Profesi Umum 2) Program Profesi Spesialis Satu (Spesialis) 3) Program Profesi Spesialis Dua (Subspesialis).

B. KURIKULUM DAN KOMPETENSI 1. Kurikulum a. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan pembelajaran untuk mencapai tujuan

program pendidikan tertentu. b. Dalam standar ini yang dimaksud dengan tujuan adalah kompetensi atau learning outcomes, isi dan bahan pelajaran adalah bahan kajian, cara adalah metoda pembelajaran dan cara penilaian, dan kegiatan pembelajaran adalah implemen-tasi dari semua komponen

STANDAR ISI UIM / LPMI-UIM 2012

di atas, yang realisasinya diwujud-kan dalam mata kuliah program studi. c. Kurikulum kompetensi. d. Kerangka dasar dan oleh struktur setiap kurikulum program tersebut senantiasa di UIM dikembangkan dan dilaksanakan berbasis

dikembangkan

studi seiring dengan

perkembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni serta tuntutan pasar kerja. Dalam mengembangkan kerangka dasar dan struktur kurikulum, program studi melibatkan asosiasi profesi, instansi

pemerintah terkait, serta kelompok ahli yang relevan, melalui forum program studi sejenis. 2. Kompetensi a. Kompetensi adalah kemampuan berpikir, bersikap, dan bertin-dak secara konsisten sebagai perwujudan dari pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang dimiliki oleh peserta didik. b. Semua program studi wajib merumuskan kompetensi atau learning outcomes lulusannya dengan mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan pada rumusan kompetensi hasil kesepakatan forum program studi sejenis yang melibatkan dunia profesi dan pemangku kepentingan. c. Kompetensi lulusan suatu program studi terdiri dari kompetensi umum, kompetensi utama dan kompetensi khusus. Kompetensi umum

dicapai melalui mata kuliah Umum, sedang kompetensi utama yang merupakan penciri suatu program studi, dan kompetensi khusus yang merupakan penciri perguruan tinggi sesuai visi dan misinya, dicapai melalui mata kuliah keahlian. d. Kompetensi lulusan tersebut paling sedikit mengandung lima elemen kompetensi yaitu (1) landasan kepribadian; (2) penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan atau olahraga; (3) kemampuan

dan keterampilan berkarya; (4) sikap dan perilaku dalam berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan ilmu dan keterampilan yang dikuasai; (5) penguasaan kaidah berkehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya.

STANDAR ISI UIM / LPMI-UIM 2012

C. MUATAN KURIKULUM 1. Muatan Kurikulum Program Studi Muatan kurikulum adalah sejumlah mata kuliah yang tersusun dalam kurikulum. Mata kuliah merupakan wadah atau bingkai sejumlah bahan kajian yang terkait dengan kompetensi lulusan yang akan dicapai. Kurikulum program studi memuat sejumlah mata kuliah umum dan sejumlah mata kuliah keahlian untuk mengembangkan kompetensi lulusan dalam program pendidikan vokasi, akademik, atau profesi. 2. Mata Kuliah Umum Mata kuliah umum adalah mata kuliah yang wajib ditempuh semua peserta didik untuk mencapai kompetensi umum lulusan. Mata kuliah umum untuk program Sarjana dan program Diploma, terdiri dari : a. Mata kuliah Pendidikan Agama Islam b. Mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan c. Mata kuliah Bahasa Indonesia d. Mata kuliah Bahasa Inggris / Bahasa asing. e. Mata kuliah Matematika, Statistika, dan atau Logika. f. Mata kuliah Aswaja Mata kuliah Pendidikan Agama dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia sesuai dengan ajaran Islam Ahlusunnah Wal Jamaah An Nahdiyah. Mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia berjiwa Pancasila yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air yang tinggi. Mata kuliah Bahasa Indonesia dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang cinta dan bangga dengan bahasa Indonesia dan berkemampuan berbahasa Indonesia yang baik, benar, dan santun dalam ragam lisan dan tulisan untuk keperluan akademis dan keahlian tertentu, serta kehidupan sehari-hari. Mata kuliah Bahasa Asing, terutama Bahasa Inggris dimaksudkan untuk membekali peserta didik dalam meningkatkan kemampuan

memahami teks berbahasa asing, terutama bahasa Inggris, untuk keperluan

STANDAR ISI UIM / LPMI-UIM 2012

akademis dan keahlian tertentu sesuai dengan jenis pendidikan akademik atau profesi atau vokasi yang dipelajari. Mata kuliah Matematika dan atau Statistika dimaksudkan untuk memberikan dasar-dasar berpikir kritis dan logis, pemahaman dan metode kuantitatif yang pelaksanaannya disesuaikan dengan kebutuh-an strata program studi yang bersangkutan. Untuk Program Studi bidang Ilmu Sosial, Humaniora dan Agama, mata kuliah Matematika dapat diganti dengan mata kuliah Logika. Mata kuliah Aswaja dimaksudkan untuk memperkenalkan dan sekaligus membentuk karakter peserta didik untuk menjadi insan yang berakhlakul karimah berdasarkan ajaran Ahlusunnah Wal Jamaah An Nahdiyah 3. Mata Kuliah Keahlian Mata kuliah keahlian adalah mata kuliah yang dikembangkan oleh setiap program studi untuk mencapai kompetensi yang menjadi ciri lulusan program studi dan kompetensi yang merupakan ciri suatu UIM sesuai dengan visi dan misinya. Mata kuliah keahlian ini ada yang bersifat wajib dan ada yang bersifat pilihan. Mata kuliah yang bersifat pilihan dimaksudkan untuk lebih

mempertajam kemampuan dan analisis mahasiswa dalam keahlian yang dipilihnya sesuai tugas akhirnya. Mata kuliah pilihan ini disajikan pada setiap semester dengan syarat jumlah mahasiswa yang memprogramkan mata kuliah tersebut minimal 4 orang. 4. Muatan Wajib dan Muatan di Luar Mata Kuliah Kurikulum setiap program studi di UIM wajib mengandung muatan kepribadian dan kebudayaan untuk membangun karakter bangsa dan

pembentukan softskills, serta muatan lain yang bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menemukan, mengekspresikan dan

mengembangkan jati diri dan kepribadian sesuai dengan potensi, bakat, minat, kebutuhan dan kondisi dirinya. Dalam bentuk mata kuliah yang berdiri sendiri, tidak terintegrasi dalam mata kuliah tertentu, ataupun melalui kegiatan ekstrakurikuler dan kokurikuler seperti pesantren bagi mahasiswa baru.

STANDAR ISI UIM / LPMI-UIM 2012

D. KOMPETENSI UTAMA PROGRAM PENDIDIKAN Kompetensi utama program pendidikan akademik, dan atau profesi di UIM secara umum dirumuskan sebagai berikut : 1. Kompetensi Program Pendidikan Akademik a. Program Sarjana 1) menguasai dasar-dasar ilmiah disiplin ilmu dalam bidang ilmu tertentu sehingga mampu mengidentifikasi, menganalisis masalah secara yang memahami, kritis ada dan dalam

menjelaskan, merumuskan

mengevaluasi/ cara

penyelesaian

cakupan disiplin ilmunya; 2) mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan di masyarakat sesuai dengan disiplin ilmunya; 3) bersikap dan berperilaku/ berkarya dalam karir tertentu sesuai dengan norma kehidupan masyarakat; 4) mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan atau seni. b. Program Magister 1) mampu menganalisis perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan/ atau seni dengan cara menguasai dan memahami

pendekatan, metode dan kaidah keilmuan disertai penerapannya sesuai dengan disiplin ilmunya dalam bidang ilmu tertentu; 2) mampu memecahkan permasalahan di bidang disiplin ilmunya melalui penelitian dan pengembangan berdasarkan kaidah ilmiah; 3) mampu mengembangkan kinerja dalam karir tertentu yang ditunjukkan dengan ketajaman analisis permasalahan secara komprehensif. 4) mampu menggunakan bahasa Inggris baik pasif maupun aktif c. Program Doktor 1) mampu mengembangkan konsep ilmu, teknologi dan/atau seni dalam bidang disiplin keilmuannya; 2) mampu melaksanakan, mengelola, memimpin, dan mengembangkan program penelitian; 3) mampu melakukan pendekatan interdisipliner dalam berkarya;

STANDAR ISI UIM / LPMI-UIM 2012

4) mampu berkarya.

menemukan

kebaruan

(novelty)

dalam

teori

dan

5) mampu menggunakan bahasa Inggris baik pasif maupun aktif

2. Kompetensi Utama Program Pendidikan Profesi a. Program Pendidikan Profesi Umum (seperti : dokter, pengacara, apoteker, konselor, guru) : 1) mampu mengembangkan perilaku yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi luhur, berkepribadian mantap, mandiri dan mempunyai rasa tanggung jawab dan motivasi altruistik dalam pelayanan profesi dan kehidupan

kemasyarakatan pada umumnya; 2) menguasai landasan keilmuan dan keterampilan keahlian profesional yang relevan dengan bidang ilmu yang diperoleh pada program sarjana sebagai landasan keterampilan keahlian khusus dalam profesi yang dibangun; 3) mampu mengembangkan pelayanan keahlian profesional berkenaan dengan praktik keahlian khusus profesional dengan penguasaan keterampilan keahlian yang tinggi; 4) mampu berkenaan mengembangkan dengan perilaku pelayanan kegiatan profesional pelayanan

berkehidupan

dan

profesional berlandaskan dasar keilmuan dan substansi profesi sesuai dengan karir profesi yang dipilih, terutama berkenaan dengan etika profesional, riset dalam bidang profesi, dan organisasi profesi; 5) mampu mengembangkan kehidupan bermasyarakat profesi,

berkenaan dengan kaidah-kaidah kerjasama profesional dalam berkehidupan masyarakat profesi sesuai dengan karir profesi yang dipilih, terutama dalam hubungan antar individu dan hubungan profesi kolaboratif lain, yaitu antar anggota profesi tim sendiri dan

dalam pembentukan

kerjasama,

pelaksanaan kerjasama dan tanggung jawab bersama profesional.

STANDAR ISI UIM / LPMI-UIM 2012

b. Program pendidikan Spesialis Satu dan Spesialis Dua : 1) menguasai lebih mendalam aspek-aspek keilmuan dan substansi keahlian profesional spesifik tertentu di atas penguasaan aspekaspek keahlian profesional umum yang telah diperoleh pada program pendidikan Profesi Umum; 2) menguasai dan mampu mempraktikkan keahlian profesio-nal yang lebih tinggi terhadap substansi keahlian spesifik di atas aspek-aspek keahlian profesional umum yang telah diperoleh pada program pendidikan Profesi Umum.

STANDAR ISI UIM / LPMI-UIM 2012

III. BEBAN BELAJAR

A. SISTEM KREDIT SEMESTER 1. Pengertian Sistem Kredit Semester Sistem Kredit Semester (SKS) adalah penyelenggaraan pendidikan dengan menggunakan satuan kredit semester (sks) untuk menyatakan beban belajar peserta didik, beban kerja dosen, penga-laman belajar, dan beban penyelenggaraan program pendidikan. 2. Takaran Satuan Kredit Semester Satuan kredit semester (sks) adalah takaran penghargaan terhadap beban belajar atau pengalaman belajar peserta didik yang diperoleh selama satu semester melalui kegiatan terjadwal per minggu. Pengertian satu sks menurut bentuk kegiatannya : a) Kuliah, adalah kegiatan belajar perminggu per semester yang terdiri dari : Tatap muka 50 menit Tugas terstruktur 60 menit Belajar mandiri 60 menit b) Responsi/tutorial/seminar, adalah kegiatan per minggu per semester yang terdiri dari : Tatap muka 100 menit Belajar mandiri 100 menit c) Praktikum adalah kegiatan belajar di laboratorium/ bengkel/studio, selama 4 jam (240 menit) perminggu, per semester. d) Praktek lapangan/kerja praktek/magang, adalah kegiatan praktek di

lapangan selama 160 jam per semester atau 10 jam (600 menit) per minggu. e) Skripsi/tugas akhir/karya seni/bentuk lain yang setara, adalah penelitian/pembuatan model/ pembuatan dan atau kegiatan

pergelaran karya

seni/ perencanaan/ perancangan, setara dengan 4 jam (240 menit) per minggu, per semester. f) Tesis dan disertasi adalah kegiatan penelitian yang setara dengan 4 jam (240 menit) per minggu, per semester.
STANDAR ISI UIM / LPMI-UIM 2012

10

Pengertian semester Semester adalah satuan waktu kegiatan kuliah dan atau kegiatan terjadwal lainnya selama minimal 16 minggu efektif. Untuk program magister dimungkinkan untuk menyelenggarakan pembelajaran terjadwal trimester, yaitu satu tahun terdiri dari tiga semester dengan beban minimal 16 minggu efektif.

B. BEBAN BELAJAR PROGRAM PENDIDIKAN Beban belajar program pendidikan pada jenis pendidikan akademik, profesi, dan vokasi adalah sebagai berikut. 1. Pendidikan Vokasi a. Program Diploma Satu 1) Jumlah sks beban belajar minimal 36 sks 2) Komposisi mata kuliah a) Mata kuliah umum : 12 sks

b) Mata kuliah keahlian minimal : 26 sks 3) Lama studi b. Program Diploma Dua 1) Jumlah sks beban belajar minimal 72 sks 2) Komposisi mata kuliah a) Mata kuliah umum : 12 sks : 1 2 tahun.

b) Mata kuliah keahlian minimal : 62 sks 3) Lama studi c. Program Diploma Tiga 1) Jumlah sks beban belajar minimal 108 sks Komposisi mata kuliah a) Mata kuliah umum b) Mata kuliah keahlian minimal 2) Lama studi d. Program Diploma Empat 1) Jumlah sks beban belajar minimal 144 sks 2) Komposisi mata kuliah a) Mata kuliah umum
STANDAR ISI UIM / LPMI-UIM 2012

: 2 3 tahun

: 12 sks : 98 sks

: 3 - 5 tahun

: 12 sks
11

b) Mata kuliah keahlian minimal : 134 sks 3) Lama studi : 4 7 tahun

2. Pendidikan Akademik a. Program Sarjana 1) Jumlah sks beban belajar minimal 144 sks dan maksimal 160 sks termasuk skripsi 2) Komposisi dan bobot sks mata kuliah: Mata kuliah umum sepuluh (12) sks yang terdiri dari: a) Mata kuliah Pendidikan Agama Islam (2 sks) b) Mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan (2 sks) c) Mata kuliah Bahasa Indonesia (2 sks) d) Mata kuliah Bahasa Asing/Bahasa Inggris (2 sks) e) Matematika atau Statistika atau Logika (2 sks) f) Aswaja (2 sks) Untuk program studi yang bidang kajian utamanya sama dengan bahan kajian salah satu mata kuliah wajib di atas, mata kuliah tersebut tidak diwajibkan dan hanya wajib mencantumkan 4 mata kuliah lainnya dengan jumlah sks minimal 8 sks. Mata kuliah keahlian minimal 134 sks termasuk mata kuliah pilihan minimal 12 SKS. 3) Skripsi/ tugas akhir/ karya seni/ bentuk lain yang setara, diberi bobot 4 sks dan merupakan bagian dari mata kuliah

keahlian. Pada batang tubuh skripsi/tugas akhir/karya seni/bentuk lain yang setara wajib memuat salah satu Firman Allah dan atau Hadist yang maknanya bersesuaian dengan tema skripsi/tugas akhir/karya seni/bentuk lain yang setara tersebut. 4) Menulis paling sedikit 1 (satu) artikel dan telah dimuat dalam jurnal ilmiah regional yang diolah dari hasil penelitian tesis/ karya seni/ bentuk lain yang setara dari peserta didik yang bersangkutan. 5) Telah memperoleh sertifikat bebas buta aksara huruf hijaiyah 6) Lama studi 4 7 tahun

STANDAR ISI UIM / LPMI-UIM 2012

12

7) Seorang peserta didik yang mempunyai kemampuan diatas rata-rata dapat menyelesaikan studi Program Sarjana dalam waktu sekurangkurangnya 3,5 tahun. b. Program Magister 1) Jumlah sks beban belajar 36 42 sks termasuk tesis. 2) Beban sks matrikulasi ditetapkan oleh Program studi maksimal 12 sks, sesuai dengan kebutuhan pencapaian kompetensi lulusan, atau diberikan untuk calon peserta didik yang belum memenuhi standar mutu input . Beban sks matrikulasi ini diluar 36 42 sks beban program Magister. 3) Komposisi mata kuliah : Mata kuliah umum (minimal 4 sks), yang terdiri dari : a. mata kuliah Filsafat ilmu b. mata kuliah Metode penelitan. Mata kuliah ini hanya wajib bagi program studi bukan bidang Filsafat, dan atau kedua mata kuliah tersebut belum merupakan bagian dari program Sarjananya. Mata kuliah keahlian minimal 32 sks 4) Tesis/karya seni/bentuk lain yang setara, diberi bobot 6 - 8 sks, dan merupakan bagian dari mata kuliah keahlian. Pada batang tubuh

tesis/tugas akhir/karya seni/bentuk lain yang setara wajib memuat salah satu Firman Allah yang maknanya bersesuaian dengan tema tesis/tugas akhir/karya seni/bentuk lain yang setara tersebut. 5) Menulis paling sedikit 1 (satu) artikel dan telah dimuat dalam jurnal ilmiah nasional yang diolah dari hasil penelitian tesis/ karya seni/ bentuk lain yang setara dari peserta didik yang bersangkutan. 6) Telah memperoleh sertifikat bebasa buta aksara huruf hijaiyah 7) Lama studi 2 - 4 tahun c. Program Doktor 1) Jumlah sks beban belajar a. Masukan peserta didik sebidang, minimal 42 sks termasuk disertasi b. Masukan peserta didik tidak sebidang minimal disertasi dan matrikulasi. 2) Komposisi mata kuliah dikembangkan oleh program studi sendiri.
STANDAR ISI UIM / LPMI-UIM 2012

54 sks termasuk

13

3) Program Doktor dapat ditempuh melalui: a. program perkuliahan dan penelitian, atau b. program penelitian (by research). 4) Disertasi/ karya seni/ bentuk lain yang setara, diberi bobot 8-10 sks. Pada batang tubuh disertasi/tugas akhir/karya seni/bentuk lain yang setara wajib memuat salah satu Firman Allah dan atau Hadist yang maknanya bersesuaian dengan tema disertasi/tugas akhir/karya seni/bentuk lain yang setara tersebut. 5) Menulis paling sedikit 1 (satu) artikel yang diolah dari hasil penelitian disertasi/karya seni/bentuk lain yang setara dari peserta didik yang bersangkutan : a) Program perkuliahan dan penelitian: artikel yang diterima untuk dimuat dalam jurnal nasional terakreditasi atau jurnal

internasional. b) Program penelitian (by research): artikel yang telah dimuat dalam jurnal internasional. 6) Lama studi : 3 5 tahun Matrikulasi dilakukan sebelum memasuki program pembelajaran secara formal (di luar 3 5 tahun) 7) Untuk mengikuti Program Doktor, mahasiswa harus sudah

menyelesaikan Program Magister. 8) Bagi yang memiliki prestasi luar biasa yang ditetapkan oleh Senat Perguruan Tinggi dapat mengikuti Program Doktor bersamaan dengan penyelesaian Program Magisternya. C. Pendidikan Profesi 1. Program Profesi Umum a) Jumlah sks beban belajar minimal 36 sks. b) Lama studi : 1 - 3 tahun. c) Semua mata kuliah program profesi Umum merupakan mata kuliah keahlian. 2. Program Profesi Spesialis (satu) a) Jumlah sks beban belajar minimal 36 sks. b) Lama studi : 1 3 tahun c) Semua mata kuliah program profesi Spesialis merupakan mata
STANDAR ISI UIM / LPMI-UIM 2012

14

kuliah keahlian. 3. Program Profesi Subspesialis (Spesialis Dua) a) Jumlah sks beban belajar minimal 40 sks. b) Lama studi : 2 6 tahun c) Semua mata kuliah program profesi Subspesialis merupakan mata kuliah keahlian. 4. Untuk mengikuti Program Profesi Subspesialis (Spesialis Dua), mahasiswa harus sudah menyelesaikan Program Profesi Spesialis (Spesialis Satu), dan untuk mengikuti Program Profesi Spesialis (Spesialis Satu), mahasiswa harus sudah menyelesaikan Program Profesi Umum.

STANDAR ISI UIM / LPMI-UIM 2012

15

IV. KALENDER PENDIDIKAN

A. ALOKASI WAKTU 1. Satuan Semester Semester adalah satuan waktu kegiatan kuliah dan atau kegiatan terjadwal lainnya di UIM selama minimal 16 minggu. 2. Masa Kegiatan Kalender pendidikan perguruan tinggi meliputi ketetapan tentang: a. Awal dan Akhir Tahun Akademik Awal dan akhir tahun akademik mempertimbangkan masa ujian akhir peserta didik pada jenjang pendidikan menengah dan seleksi masuk perguruan tinggi. b. Penerimaan Peserta didik Baru Penerimaan peserta didik baru dapat dilakukan pada awal Semester Gasal dan Semester Genap. c. Minggu Efektif Minggu efektif satu tahun akademik meliputi jumlah minggu untuk kegiatan pembelajaran dalam waktu : 1) Semester Gasal 2) Semester Genap Penjadwalan perkuliahan diatur oleh masing-masing Faklutas/PPs dan dikoordinasikan melalui Pembantu Rektor Bidang Akademik. Jadawal

harian diatur sedemikian rupa agar pada saat waktu Shalat telah tiba, semua aktifitas diistirahatkan untuk melaksanakan shalat berjamaah di masjid kampus UIM. d. Semester Antara 1) Semester Antara dapat diselenggarakan antara Semester Genap dan Semester Gasal, 2) Semester Antara dimaksudkan untuk remediasi, pengayaan, atau percepatan. e. Jeda antar semester Jeda antarsemester adalah waktu tanpa kegiatan pembelajaran secara resmi atau terjadwal di antara Semester Gasal dan Semester Genap.
STANDAR ISI UIM / LPMI-UIM 2012

16

f. Libur Hari-hari libur terdiri atas : 1) Libur nasional. 2) Libur keagamaan. 3) Libur khusus. Hari libur perguruan tinggi ditetapkan berdasarkan keputusan Menteri Pendidikan Nasional dan/atau Menteri Agama berkenaan dengan hari raya keagamaan. Sementara hari libur khusus ditetapkan oleh Rektor UIM g. Masa Penilaian Masa Penilaian diatur oleh masing-masing program studi yang diselenggarakan dalam rangka mencapai kompetensi (pencapaian hasil belajar) yang ditetapkan pada setiap mata kuliah. h. Wisuda Wisuda diatur secara terpadu oleh Pimpinan UIM dengan memperhatikan jumlah lulusan yang siap diwisuda dan penyelenggaraannya dilakukan minimal sekali dalam setahun. i. Kegiatan Khusus Untuk mencapai visi dan misi UIM melakukan kegiatan khusus seperti : 1) Pesantren Mahasiswa Baru dilaksanakan dan sekaligus menjadi agenda tetap yang merupakan bentuk penerimaan Mahasiswa Baru dan merupakan satu kesatuan dengan kegiatan ko-kurikuler. 2) Kajian Al Quran dan Hadist serta amaliah lainnya sehingga setiap peserta didik yang akan menyelesaikan studinya di UIM harus memperlihatkan sertifikat kemampuan dasar baca tulis Al Quran

B. PENETAPAN KALENDER PENDIDIKAN 1. Tahun Akademik Tahun akademik di UIM ditetapkan oleh Rektor sesuai peraturan yang berlaku dengan mempertimbangkan waktu untuk penerimaan peserta didik baru dalam kaitannya dengan penyelenggaraan ujian nasional siswa tingkat pendidikan menengah. 2. Penyusunan Kalender Pendidikan Kalender pendidikan di UIM untuk setiap tahun akademik disusun

berdasarkan alokasi waktu sebagaimana tersebut pada standar isi ini


STANDAR ISI UIM / LPMI-UIM 2012

17

dengan memperhatikan ketentuan dari pemerintah, kondisi daerah, hari besar Islam termasuk Milad UIM.

STANDAR ISI UIM / LPMI-UIM 2012

18

V. PRINSIP PENGEMBANGAN DAN PENYELENGGARAAN KURIKULUM


A. PRINSIP PENGEMBANGAN KURIKULUM 1. Pokok-Pokok tentang Pengembangan Kurikulum a) Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar

nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. b) Kurikulum dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan

spesifikasi UIM (seperti ajaran Islam Ahlusunnah Wal Jamaah An Nahdiyah), potensi daerah dan peserta didik. c) Kurikulum di UIM disusun sesuai dengan jenis pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia untuk mengembangkan karakter dan kemampuan bangsa dengan memperhatikan upaya peningkatan iman dan takwa, akhlak mulia, potensi, kecerdasan, dan minat peserta didik,

keragaman potensi daerah dan lingkungan, tuntutan pembangunan daerah dan nasional, tuntuntan dunia kerja, perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, agama, dinamika perkembangan global, dan persatuan nasional serta nilai-nilai kebangsaan sesuai ajaran Islam Ahlusunnah Wal Jamaah An nahdiyah. 2. Prinsip pengembangan kurikulum a) Prinsip pengembangan budaya dan karakter bangsa. Kurikulum

dikembangkan dengan berorientasi wawasan kebangsaan untuk memperkuat karakter jati diri bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan budaya dan daya saing tinggi yang seimbang dalam pengembangan potensi dan kondisi nasional dan daerah serta perkembangan global. b) Prinsip pemberdayaan dan pemandirian peserta didik. Kurikulum dikembangkan dengan berorientasi pada pemberdayaan dan pemandirian

peserta didik yang berkembang secara optimal sepanjang hayat, sehat jasmani dan rohani sesuai dengan potensi dirinya, nilai-nilai agama, nilai dan norma budaya, hukum dan keilmuan dalam kehidupan pribadi,

bermasyarakat,

berbangsa, bernegara, serta global sesuai ajaran Islam

Ahlusunnah Wal Jamaah An nahdiyah. c) Prinsip keilmuan dan pengembangan kompetensi dalam bidang ilmu, teknologi/ keahlian dan seni.
STANDAR ISI UIM / LPMI-UIM 2012

Kurikulum

dikembangkan

dengan
19

berorientasi pada kaidah-kaidah keilmuan dan pengembangan kompetensi dalam bidang ilmu, teknologi / keahlian dan seni untuk berkehidupan yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, cerdas, berbudaya, aktif, kreatif dan produktif dalam bekerja melalui kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. d) Prinsip beragam, menyeluruh, dan terpadu. Kurikulum dikembang-kan

dengan berorientasi pada keragaman bidang ilmu, teknologi dan seni, bidang keterampilan, serta bidang keahlian profesi yang secara menyeluruh dan terpadu membentuk pribadi utuh peserta didik. Kurikulum tersebut

meliputi muatan mata kuliah umum dan muatan mata kuliah keahlian program pendidikan vokasi, akademik, atau profesi; serta muatan pengembangan diri yang tersusun secara menyeluruh dan terpadu dalam kurikulum strata program studi, sehingga memungkinkan kurikulum disusun dengan sistem blok. e) Prinsip relevan, dinamis, dan terukur. Kurikulum dikembangkan dengan berorientasi pada kebutuhan kehidupan peserta didik dan masyarakat pada umumnya, serta tuntutan yang bersifat strategis termasuk di dalamnya pengembangan kemampuan bekerja peserta didik dan dunia kerja serta keseimbangan pembangunan nasional dan daerah. Kurikulum tersebut

disusun dan dikembangkan secara dinamis serta terukur sesuai dengan kaidah-kaidah penilaian dan pengendalian/ penjaminan mutu.

B. PRINSIP PENYELENGGARAAN KURIKULUM Kurikulum prinsip berikut : 1. Prinsip Pembelajaran Kompetensi Secara Aktif. Kurikulum diselengga-rakan untuk membelajarkan secara aktif peserta didik, menguasai dan meningkatkan kompetensi dalam beragama, berwawasan, berpengetahuan, berketerampilan, nilai dan sikap dalam bidang ilmu/teknologi/seni, bidang keahlian khusus akademik atau profesi atau terapan yang diikuti melalui strata program studi tertentu. 2. Prinsip Pelaksanaan Lima Pilar Pendidikan di UIM. Kurikulum diselenggarakan dengan menegakkan lima pilar pendidikan, yaitu : a) Belajar untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada di UIM diselenggarakan dengan memperhatikan prinsip-

STANDAR ISI UIM / LPMI-UIM 2012

20

Tuhan Yang Maha Esa sesuai ajaran Islam Ahlu Sunnah Wal Jamaah Al Nahdiayah b) Belajar untuk memahami dan menghayati c) Belajar untuk mampu melaksanakan dan bertindak secara efektif d) Belajar untuk berkehidupan bersama dan berguna bagi orang lain dalam masyarakat yang berbudaya, maju dan modern e) Belajar untuk menemukan dan membangun jati diri yang utuh 3. Prinsip Belajar Sepanjang Hayat dan Belajar Tuntas. Kurikulum

diselenggarakan untuk mengembangkan potensi peserta didik secara optimal dengan prinsip belajar sepanjang disertai hayat dan belajar tuntas melalui

pembelajaran

yang

efektif

sistem penunjang yang memberikan dan percepatan, serta

kesempatan untuk pelayanan perbaikan, pengayaan pelayanan konseling dan kegiatan ekstra kurikuler.

4. Prinsip Demokratik, Dinamik dan Membangun. Kurikulum diselengga-rakan untuk memberdayakan dan memandirikan peserta didik dalam suasana

demokratik dalam hubungan yang dinamik dan membangun antara pendidik dan peserta didik berdasarkan prinsip ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani (di depan memberikan contoh/ teladan, di tengah memberikan semangat dan prakarsa, dan di belakang memberikan dorongan dan kekuatan). 5. Prinsip multistrategi dan multisumber. Kurikulum diselenggarakan melalui

prinsip multistrategi dan multisumber dengan memanfaatkan sebesar-besarnya kemajuan teknologi informasi dan kondisi serta kekayaan lingkungan (lingkungan fisik/kealaman, sosial kependudukan, budaya, teknologi) dalam kegiatan

pembelajaran dengan prinsip alam jadi guru (semua yang terjadi dan kondisi yang berkembang di masyarakat, alam lingkungan dan alam semesta dijadikan sumber, tantangan, dan arah kebajikan/kearifan dalam pembelajaran). 6. Prinsip Keilmuan dan Keragaman Bidang Kajian Kurikulum diselenggarakan dalam kegiatan pembelajaran dengan

memperhatikan kaidah-kaidah keilmuan pada umumnya dan keragaman bidang kajian (ilmu, teknologi dan seni), bidang keterampilan, dan bidang keahlian profesi yang dijabarkan ke dalam kompetensi yang tertuang di dalam silabus pembelajaran.

STANDAR ISI UIM / LPMI-UIM 2012

21

7. Prinsip Kesatu-Paduan Unit Pembelajaran. Kurikulum diselenggarakan dalam unit-unit pembelajaran mata kuliah dan unit semester dengan bobot satuan kredit semester (sks) tertentu dalam program pendidikan yang secara mandiri

mewadahi jenis pendidikan diploma (Diploma Satu, Diploma Dua, Diploma Tiga, atau Diploma Empat), atau pendidikan akademik (Sarjana, Magister, Doktor) atau pendidikan profesi (Profesi Umum, Spesialis Satu, Spesialis Dua) 8. Prinsip Penjaminan Mutu. Kurikulum diselenggarakan dengan memper-hatikan prosedur penilaian proses dan hasil pembelajaran dan pengendalian/penjaminan mutu pendidikan tinggi. 9. Prinsip Tridarma Perguruan Tinggi. Dalam rangka penyelenggaraan tridarma perguruaan tinggi, pelaksanaan kurikulum sebagai darma pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang ketiganya saling menunjang, melengkapi, dan mengisi.

STANDAR ISI UIM / LPMI-UIM 2012

22

VI.

PENUTUP

Untuk melengkapi Standar Isi di atas, unit terkait seperti LPMI-UIM, fakultas, PPs dan atau prodi dapat menyusun prosedur operasional baku tentang proses penyusunan, pelaksanaan, dan evaluasi serta peninjauan kurikulum yang isinya disesuaikan dengan kekhasan program studi masing-masing dengan tetap mengacu pada standar ini.

STANDAR ISI UIM / LPMI-UIM 2012

23