Anda di halaman 1dari 10

GRUP SIMETRI

Pengertian Permutasi Definisi 6.1 : Suatu permutasi adalah pemetaan satu lawan satu atau fungsi bijektif dari himpunan n simbol ke himpunan itu sendiri. Contoh : 1). A={1,2} f : 1 f(1) = 1 ditulis f = ( ) 2 f(2) = 2 g : 1 g(1) = 2 ditulis g = ( ) 2 g(2) = 1 Jadi terdapat dua permutasi pada A. 2). A={1,2,3} f : 1 f(1) = 3 2 f(2) = 1 ditulis f = ( ) 3 f(3) = 2 Urutan baris pertama dapat diubah, asal bayangan masing-masing anggota tetap, dan akan menghasilkan permutasi yang sama. ( ) ( ) ( )

Apabila bayangan ada yang berubah, maka akan menghasilkan permutasi lain. Banyaknya permutasi pada A ={1,2,3} ada 6 yaitu : ( ( ) ) ( ( ) ) ( ( ) )

Himpunan A disebut himpunan yang elemen-elemennya dipermutasikan apabila elemen-elemen yang dipermutasikan diketahui. Permutasi dengan notasi 2 baris dapat dinyatakan dalam notasi siklis atau dalam bentuk sikel. Permutasi dapat diuraikan menjadi bagian-bagian yang elemen terakhirnya mempunyai bayangan elemen yang pertama. Setiap bagian disebut sikel. Suatu sikel yang terdiri atas satu anggota boleh tidak ditulis asal tidak mengubah permutasi. Sikel yang terdiri atas 2 anggota disebut transposisi. Contoh : 1) ( Adalah 1 2 23 Ditulis 1 2 3 1 atau 1 3 Jadi ( ( Jadi ( 3) ( ) ) ) ) Adalah 1 1 232 )

3 2

2)

Perkalian Permutasi

Permutasi adalah pemetaan atau fungsi, maka permutasi dapat dikomposisikan (dikalikan) satu dengan yang lain. Pada komposisi fungsi f o g, g dikerjakan terlebih dahulu dan dilanjutkan dengan f. Dan f o g g o f . Contoh : Jika f = ( fog=( ) dan g = ( ) ( ) ) tentukanlah f o g dan g o f .

g dikerjakan terlebih dahulu ambil satu anggota di g misalnya 1, maka oleh g, 1 2 dan oleh f, 2 1 . Jadi oleh f o g , 1 1. g f 121 213 332 Sehingga f o g = ( f g 133 212 321 Sehingga g o f = ( ) ) fog gof Pada umumnya perkalian permutasi tidak komutatif.

Grup simetri dari himpunan permutasi Telah anda ketahui bahwa dari A = {1,2,3} terdapat 6 buah permutasi. Himpunan permutasi P = {a,b,c,d,e,f} dengan a=( ) b=( ) c=( ) d=( ) e=( ) f=( ) dengan operasi perkalian permutasi membentuk suatu grup. Teorema 6.1 : himpunan permutasi merupakan grup dengan operasi perkalian permutasi, dan disebut grup simetri. Bukti misalkan : P = {a,b,c, f}, dengan a,b,c permutasi dari n symbol. Misalkan : a=( b=( c=( 1) ba = ( =( b 2) cb = ( =( (cb) a = ( =( P, a P ba P )( ) )( ) ) ) ) ) ) )( ) )

dengan ji, ki, li, adalah salah satu dari 1,2,3, , n.

ba = ( c (ba) = ( =( (cb) a = c (ba)

) lihat butir 1) )( ) )

3) G mempunyai elemen identitas ( ai=( ( )( )=a )

4) Setiap anggota G mempunyai invers Invers dari a = ( = ( Karena a=( =( ) adalah ) )( ) =i )

Demikian pula invers dari p = ( adalah =(

) )

contoh 6 : G = { I,a,b,c,d,e } dengan operasi perkalian permutasi, i = (1)(2)(3) c = (2 3) a = (1 2 3) d = (1 3) b = (1 3 2) e = (1 2) perkalian permutasi mudah dikerjakan jika dinyatakan dengan notasi dua baris, yaitu i=( a=( b=( ab = ( )( ) ) ) )=( c=( d=( e=( )= i ) ) )

beberapa perkalian permutasi terdapat sebagai berikut.

ac = ( bb = ( bc = ( cd = ( cb = (

)( )( )( )( )(

)=( )=( )=( ) =( )=(

)=e )=a )=d ) =a )=d

kerjakan perkalian dengan anggota lain. Hasil kalinya disajikan dalam table berikut : . i a b c d e i i a b c d e a a b i e c d b b i a d e c c c d e i a b d d e c b i a e e c d a b i Table 1 Dalam modul 5 anda telah mempelajari cara menentukan suatu grup dengan menggunakan tabel Sifat yang dipenuhi oleh (G, ) adalah 1) Tertutup, sebab dalam kotak hanya terdiri dari anggota G 2) Perkalian permutasi memenuhi sifat asosiatif 3) G mempunyai elemen identitas i 4) =I =c =b =d =a =e Setiap anggota G mempunyai invers. Jadi (G,o) merupakan suatu grup, dan disebut grup simetri dari himpunan permutasi. Yang digunakan untuk menyatakan anggota G tidak harus seperti di atas. G tersebut dapat dinyatakan dengan G = {a,b,c,d,e,f}.

Grup Simetri Dari Bangun Geometri Suatu bangun geometri dapat dimasukkan dalam bingkainya dengan transformasi sehingga bangun itu invarian atau berimpit dengan dirinya sendiri. Bangun geometri tersebut antara lain segitiga sama sisi, bujur sangkar, persegi panjang, jajar genjang dan belah ketupat. Transformasi tersebut adalah notasi atau pemutaran dan refleksi atau pencerminan. Contoh : Suatu segitiga sama sisi ABC dapat dimasukkan dalam bingkainya dalam 6 cara, sehingga segitiga ABC berimpit dengan dirinya sendiri. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa ada 6 transformasi sehingga segitiga sama sisi ABC invarian.

Y X Z

Ketiga rotasi itu adalah rotasi pada bidang dengan pusat O dan arah perputaran berlawanan dengan arah perputaran jarum jam, yaitu : a. I rotasi dengan sudut 3600 b. R rotasi dengan sudut 1200 c. R2 rotasi dengan sudut 2400 Ketiga refleksi itu adalah : a. A refleksi terhadap sumbu Ax b. B refleksi terhadap sumbu By c. C refleksi terhadap sumbu Cz

PENYELESAIAN : Himpunan G = { I, R, R2, A, B, C} dengan operasi komposisi transformasi merupakan grup dan disebut Grup Simetri dari segitiga sama sisi. Transformasi tersebut dapat dikaitkan dengan permitasi dengan 3 simbol. Pada titik sudut A, B, C berturutturut diberi nomor 1, 2, 3 Diputar dengan I rotasi posisi menjadi : AA ; BB ; CC 11 22 33 Jadi I : ( )

Diputar dengan R rotasi posisi menjadi : A B ; BC ; CA

12 Jadi R : (

23 31 )

Diputar dengan R2 rotasi posisi menjadi : AC ; BA ; CB 13 21 32 Jadi R2 : ( )

Dengan cara yang sama diperoleh : I: ( ) ) ) = (1) (2) (3)

R : ( R2 : (

= (1 2 3)

= (1 3 2)

A direfleksikan terhadap sumbu Ax posisi menjadi : AA ; BC ; CB 11 23 32 Jadi A : ( )

B direfleksikan terhadap By posisi menjadi : AC ; BB ; CA 13 22 3 1 Jadi B : ( )

C direfleksikan terhadap Cz posisi menjadi : AB ; BA ; CC 12 21 33 Jadi C : ( )

Dengan cara yang sama diperoleh :

A : ( B : ( C : (

) ) )

= (2 3)

= (1 3)

= (1 2)

Komposisi transformasi dapat dilakukan sebagai berikut : RR2 = ( AC = ( AR = ( RA = ( RB = ( RC = ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) = ( ) = ( ) = ( ) = ( ) = ( ) = ( ) =I ) = R2 ) = B ) = C ) = A ) = B

Dengan cara yang sama dapat dibuat tabel komposisi transformasi sebagai berikut : o I R R2 A B C I I R R2 A B C R R R2 I B C A R2 R2 I R C A B A A C B I R2 R B B A C R I R2 C C B A R2 R I

GRUP SIKLIK
Definisi 6.2 1. Dengan dimaksud hasilkali a.a . a dari m factor dengan m bilangan bulat positif 2. Dengan dimaksud hasil kali . , . dari m factor = , dengan dan m bilangan bulat positif 3. Dengan dimakud elemen identitas jadi = i

merupakan invers dari a ,

Teorema 6.2 =( dengan merupakan invers a Teorema 6.3 = dengan m dan n bilangan bulat Teorema 6.4 = dengan m dan n bilangan bulat Teorema 6.5 jika ab = ba sedangkan n adalah bilangan bulat maka

Definisi 6.3 Suatu grup s , atau subgroup s dari g disebut siklik , jika dan hanya jika ada a G sehingga s = { l k bilangan bulat} a disebut generator atau penghasil (pembentuk) s . grup siklik s dengan generator a ditulis S = [ ] Definisi 6.4 } adalah grup siklik dengan generator a . jika ada bilangan bulat positif terkecil n Misalkan G = { sehingga = i maka dikatakan a berorder (bertingkat) n . jika tidak ada n , sehingga = i kecuali n = 0 maka generator a berorder tak terhingga . suatu grup siklik mungkin berhingga atau tak berhingga . jika G suatu grup dengan n buah anggota, maka dikatakan G berorder n .

Definisi 6.5 1) Dengan ma dimaksud a+a+.+a dengan m suku , dengan m bilangan bulat positif 2) Dengan m (-a) dimaksud (-a) + (-a) +. + (-a) dengan m suku , - ma = m (-a) dan a adalah invers penjumlahan dari a . 3) 0.a = 0 adalaah elemen identitas grup aditif Teorema 6.6 1. ma + na = ( m+n ) a 2. (-ma) + (-na) = -( m +n )a Teorema 6.7 n ( a+b) = na + nb dengan a , b bilangan bulat dan n bilangan bulat positif Teorema 6.8 Setiap grup siklik adalah komutatif Teorema 6.9 : Jika G adalah grup siklik dengan generator a yang berorder n, maka adalah n buah anggita G yang berlainan satu sama lain. Bukti : perhatikan anggota G : Dalam hal ini a adalah generator G beroder n Berarti n bilangan bulat positif terkecil sehingga Andaikan teorema itu tidak benar,maka ada bilangan bulat s dan t dengan . Sehingga dan karena maka Karena Maka . Jadi : dengan Ini bertentangan dengan ketentuan bahwa n adalah bilangan bulat positif terkecil yang bersifat ternyata pengandaian tadi salah.

Jadi semuanya berlainan Sekarang jika ada bilangan bulat maka : dengan q dan r bilangan bulat dan (ingat teorema sisa). . . Jadi Perhatikan , , dengan Dengan demikian setiap dengan akan sama dengan salah satu dari Jadi hanya ada n buah anggota G yang berlainan. Teorema 6.10 : Setiap subgroup S dari siklik G adalah siklik. Jika a adalah generator dari G, maka generator dari S adalah dengan m bilangan bulat positif terkecil sehingga merupakan anggota dari S. Bukti : G grup siklik dengan generator a. jadi G = [a]. S subgrup dari G, berarti dan S merupakan grup. Misalkan m bilangan bulat positif terkecil sehingga merupakan anggota dari S. Ambil sembarang anggota dari S, misalnya dengan, Menurut Teorema Sisa, ada bilangan bulat positif q dan bilangan bulat r sehingga dengan p = mq + r ====> r = p mq. dengan q factor. dan Jadi dengan Hal ini bertentangan dengan ketentuan bahwa m bilangan bulat positif terkecil yang berarti Jadi r = 0 dan Anggota S berbentuk , dan S merupakan grup siklik dengan generator Teorema 6.11 : Jika G adalah grup siklik, dengan generator a berorder n > 0, sedangkan S adalah subgrup siklik dengan generator maka m merupakan factor dari n, S berorder . Teorema 6.12 : Misalkan G adalah grup siklik dengan order n, sedangkan dengan Maka merupakan generator dari G jika dan hanya jika (n,t) = 1. dan dengan

GRUP SIMETRI DAN GRUP SIKLIK

1. 2. 3. 4. 5.

OLEH KELOMPOK: TABITTA TIURMA DANIANTI OKTA MARLINA TIARA GINANTI ISMALEVA AULIA NUGRAHA ANJAR TRI WAHYUNI

A1C210053 A1C210047 A1C210021 A1C2100 A1C210010

PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JAMBI