Anda di halaman 1dari 32

Hujan Kawasan (Daerah Tangkapan Air = DTA)

Data hujan yang diperoleh dari alat penakar hujan adalah hujan yang terjadi
pada satu tempat/satu titik (Point rainfall)
Untuk kawasan yang luas satu alat penakar hujan belum dapat
menggambarkan hujan di wilayah tsb.
Hujan kawasan diperoleh dari rata-rata curah hujan beberapa stasiun
penakar hujan yang ada didalam/disekitar wilayah kawasan tsb.
Alat Penakar hujan
Otomatis Jenis Hellman
Alat Penakar hujan
OtomatisTipping Bucket
Perhitungan Hujan Rata-rata kawasan
1. Rata-rata aljabar
Metode paling sederhana asumsi semua penakar hujan mempunyai
pengaruh yang sama dan untuk daerah yang mempunyai topografi
datar/rata.
Persamaannya :

P
1
,P
2
,P
i
= curah hujan yang tercatat di pos penakar hujan
n = jumlah pos penakar hujan

2. Metode Poligon Thiessen/Metode rata-rata timbang (weighted mean)
Asumsi variasi hujan antar pos linier
Hasil metode poligon thiessen lebih akurat dibanding rata-rata aljabar
Diterapkan pada daerah datar dengan luas 500 5000 km
2

Persamaan :


Contoh soal
Hitung hujan rata-rata DAS dengan metode rata-rataaljabar dan poligon Thiessen
untuk DAS gbr.2.4







Penyelesaian :
1. Dengan cara rata-rata aljabar



Contoh soal
Hitung hujan rata-rata DAS dengan metode rata-rataaljabar dan poligon Thiessen
untuk DAS gbr.2.4






Penyelesaian :
2. Dengan cara poligon Thiessen





3. Metode Isoyet
(Isoyet adalah kontur yang menghubungkan titik-titk dengan kedalamn hujan yang
sama. Dua garis isoyet tidak pernah saling berpotongan)
Metode ini paling akurat untuk menentukan hujan rat-rata, cara perhitungan metode
isoyet adalah :
a. Plot data tinggi hujan untuk tiap pos penakar hujan pada peta
b.Gambar kontur tinggi hujan dengan menghubungkan titik-titik yang mempunyai
tinggi hujan yang sama (Interval isoyet yang umu diapakai adalah 10 mm).
c. Hitung luas area antara dua garis isoyet dengan menggunakan planimetri.Kalikan
masing-masing luas areal dengan rata-rata hujan anatar dua isoyet yang
berdekatan.
Metode Isoyet untuk daerah berbukt dan tidak teratur dengan luas lebih dari
+/-5000 km
2
Analisa Frekuensi dan Probabilitas
Sistem hidrologi kadang dipengaruhi oleh peristiwa-peristiwa ekstrim (hujan hebat, banjir &
kekeringan)

Besaran peristiwa ekstrim berbanding terbalik dengan frekuensi kejadiannya (peristiwa ekstrim jarang
terjadi)

Tujuan analisa frekuensi data hidrologi adalah berkaitan dengan besaran-besaran peristiwa ekstrim
yang berkaitan dengan frekunsi kejadiannya melalui penerapan distribusi kemungkinan (data
hidrologi yang dianalisa diasumsikan tidak bergantung/independent dan terdistribusi secara acak dan
bersifat stokasti/peluang.

Frekuensi hujan adalah besaran kemungkinan suatu besaran hujan disamai atau dilampau.

Kala-ulang (return period) adalah waktu hipotetik/dugaan dimana hujan dengan suatu besaran tertentu
akan disamai /dilampau (Misal. Hujan dgn return period 10 tahunan akan terjadi setiap 10 tahun
tetapi ada kemungkinan dalam jangka waktu 1000 th akan terjadi 100 kali kejadian hujan 10
tahunan & ada kemungkinan selama kurun waktu 10 th terjadi hujan 10 tahunan lebuh dari satu
kali/sebaliknya tidak terjadi sama sekali).

Analis frekuensi didasarakan pada sifat statistik data kejadian yang telah lalu untuk memperoleh
probabilitas besaran hujan dimasa yang akan datang, dengan anggapan bahwa sifat statistik kejadian
hujan yang akan datang masih sama dengan sifat statistik kejadian hujan masa lalu.

Analisa Frekuensi dan Probabilitas
Dalam ilmu statistik dikenal beberapa distribusi frekunsi dan 4 jenis distribusi yang
banyak digunakan dalam bidang hidrologi, yaitu :
1. Distribusi Normal
2. Distribusi Log Normal
3. Distribusi Log Person III
4. Distribusi Gumbel



Distribusi Normal
Distribusi normal / kurva normal / distribusi Gauss


X
T
= perkiraan nilai yang diharapkan terjadi dengan periode T-tahunan
= nilai rata rata hitung variant
S = deviasi standart nilai variant
KT = faktor frekuansi, merupakan fungsi dari peluang/periode ulang dan tipe
model matematik distribusi peluang yang digunakan untuk analisa
peluang






Periode Ulang
Peluang K
T

T (tahun)
1,001 0,999 -3,05
1,005 0,995 -2,58
1,010 0,990 -2,33
1,050 0,950 -1,64
1,110 0,900 -1,28
1,250 0,800 -0,84
1,330 0,750 -0,67
1,430 0,700 -0,52
1,670 0,600 -0,25
2,000 0,500 0
2,500 0,400 0,25
3,330 0,300 0,52
4,000 0,250 0,67
5,000 0,200 0,84
10,000 0,100 1,28
20,000 0,050 1,64
50,000 0,200 2,05
100,000 0,010 2,33
200,000 0,005 2,58
500,000 0,002 2,88
1,000,000 0,001 3,09
Sumber : Bornier, 1980
Tabel Nilai Variabel Reduksi Gauss
Contoh Soal 1
Dari data debit puncak banjir tahunan kali Garang di bendung Simongan seperti
tabal dibawah ini, hitung Debit puncak banjir pada periode ulang 2,5,20 & 50
tahunan dengan menggunkan Distribusi Normal.

Parameter statistik debit banjir Kali Garang di bendung Simongan :

Jumlah Data (N) = 36 (tahun)
Rata-rata = 409,20 m
3
/dt
Deviasi Standart (S) = 195,56 m
3
/dt


Data debit puncak banjir Kali Garang di bendung Simongan


No. Tahun Debit, m
3
/dt No. Tahun Debit, m
3
/dt
1 1960 345,07 19 1981 482,25
2 1961 511,47 20 1982 371,27
3 1962 270,42 21 1983 294,62
4 1963 903,72 22 1984 270,42
5 1964 180,83 23 1985 511,47
6 1965 294,62 24 1986 294,62
7 1969 224,13 25 1987 371,27
8 1970 202,09 26 1988 398,1
9 1971 202,09 27 1989 345,07
10 1972 180,83 28 1990 903,72
11 1973 294,62 29 1991 541,26
12 1974 398,10 30 1992 482,25
13 1975 224,13 31 1993 798,84
14 1976 798,84 32 1994 319,51
15 1977 319,51 33 1995 371,27
16 1978 319,51 34 1996 425,55
17 1979 246,91 35 1997 541,26
18 1980 665,89 36 1998 425,55
Penyelesaian :


Dibit puncak dengan periode ulang :

Q2 = 409,20 + 0 x 195,56 = 409,20 m
3
/dt
Q5 = 409,20 + 0,84 x 195,56 = 573,47 m
3
/dt
Q20 = 409,20 + 1,64 x 195,56 = 729,92 m
3
/dt
Q50 = 409,20 + 2,05 x 195,56 = 810,10 m
3
/dt




Distribusi Log Normal
Jika variabel acak Y = log X terdisdribusikan secara normal, dimana
Y = peluang log normal
X = Nilai fariant pengamatan

Model matematik untuk Log Normal :


Y
T
= perkiraan nilai yang diharapkan terjadi dengan periode T-tahunan
= nilai rata rata hitung variant
S = deviasi standart nilai variant
K
T
= faktor frekuansi, merupakan fungsi dari peluang/periode ulang dan
tipe model matematik distribusi peluang yang digunakan untuk
analisa peluang












Contoh Soal 2
Dari data debit puncak banjir tahunan kali Garang di bendung Simongan seperti
tabal dibawah ini, hitung Debit puncak banjir pada periode ulang 2,5,20 & 50
tahunan dengan menggunkan Distribusi Log Normal.

Parameter statistik debit banjir Kali Garang di bendung Simongan :

Jumlah Data (N) = 36 (tahun)
Rata-rata = (Log ) = 2,57
Deviasi Standart (S) = 0,19 m
3
/dt


Perhitungan debit banjir Kali Garang dengan Distribusi Log Normal
No. Tahun Debit, m
3
/dt Log (X) No. Tahun Debit, m
3
/dt Log (X)
1 1960 345,07 2,54 19 1981 482,25 2,68
2 1961 511,47 2,71 20 1982 371,27 2,57
3 1962 270,42 2,43 21 1983 294,62 2,47
4 1963 903,72 2,96 22 1984 270,42 2,43
5 1964 180,83 2,26 23 1985 511,47 2,71
6 1965 294,62 2,47 24 1986 294,62 2,47
7 1969 224,13 2,35 25 1987 371,27 2,57
8 1970 202,09 2,31 26 1988 398,1 2,60
9 1971 202,09 2,31 27 1989 345,07 2,54
10 1972 180,83 2,26 28 1990 903,72 2,96
11 1973 294,62 2,47 29 1991 541,26 2,73
12 1974 398,10 2,60 30 1992 482,25 2,68
13 1975 224,13 2,35 31 1993 798,84 2,90
14 1976 798,84 2,90 32 1994 319,51 2,50
15 1977 319,51 2,50 33 1995 371,27 2,57
16 1978 319,51 2,50 34 1996 425,55 2,63
17 1979 246,91 2,39 35 1997 541,26 2,73
18 1980 665,89 2,82 36 1998 425,55 2,63
Penyelesaian
Dari persamaan model matematik Log Normal serta harga variable reduksi Gauss,
dapat dihitung Debit banjir puncak dengan periode ulang :


Y2 = Log X2 = 2,57 + 0 x 0,19 = 2,57
X2 = 371,54 m
3
/dt

Y5 = Log X5 = 2,57 + 0,84 x 0,19 = 2,73
X5 = 536,54 m
3
/dt

Y20 = Log X20 = 2,57 + 1,64 x 0,19 = 2,88
X20 = 761,38 m
3
/dt

Y50 = Log X50 = 2,57 + 2,05 x 0,19 = 2,96
X50 = 910,96 m
3
/dt



Distribusi Log-Person Type III
Tiga parameter dalam Log person III adalah :
1. Harga rata-rata
2. Simpangan baku
3. Koefisian kemencengan = Kemencengan (skewness) adalah suatu nilai
yang menunjukkan derajat ketidaksimetrisan (assymetry) dari suatu bentuk
distribusi. Umumnya ukuran kemencengan dinyatakan dengan besarnya
koefisien kemencengan (coefficient of skewness) - Jika koefien kemencengan =
0, rumus kembali ke distribusi normal













Langkah-langkah penggunaan distribusi log person III
1. Ubah data ke dalam bentuk logaritmis, X = log X
2. Hitung harga rata-rata


3. Hitung harga simpangan baku


4. Hitung Koefisien kemencengan


5. Hitung logaritma hujan atau banjir dengan periode ulang T


Dimana K adalah variable standart untuk X yang besarannya tergantung G

Contoh Soal 3
Dari data debit puncak banjir tahunan kali Garang di bendung Simongan seperti
tabal dibawah ini, hitung Debit puncak banjir pada periode ulang 2,5,20 & 50
tahunan dengan menggunkan Distribusi Log Person III.

Penyelesaian
Data debit banjir tahunan dikonversikan ke bentuk logaritma (Y=log X), sehingga
diperoleh parameter statistik sbb :

Rata-rata = (Log ) = 2,5697
Deviasi Standart dari logaritmik X, = 0,1902
Koefisin kemencengan dari variant log X, G = 0,3885

Perhitungan debit banjir Kali Garang dengan Distribusi Log Person III
Dengan G= 0,3885 , maka harga K untuk periode ulang T. tahun dapat diperoleh dengan
interpolasi harga pada tabel Nilai k untuk distribusi Log person III, dari persamaan dapat
dihitung debit banjir dengan periode ulang T, sbb :

T = 2 tahun
Log X2 = 2,5697 + (-0,02678 x 0,1902)
= 2,5246
X2 = 366,92 m
3
/dt

T = 5 tahun
Log X2 = 2,5697 + (0,8326 x 0,1902)
= 2,7281
X2 = 534,64 m
3
/dt

T = 20 tahun
Log X2 = 2,5697 + (1,4664 x 0,1902)
= 2,8486
X2 = 705,69 m
3
/dt

T = 50 tahun
Log X2 = 2,5697 + (2,1398 x 0,1902)
= 2,9767
X2 = 947,80 m
3
/dt




Distribusi Gumbel
sK X X + =
K = faktor probabilitas, untuk harga-harga ekstrim dapat dinyatakan dalam
persamaan :
n
n Tr
S
Y Y
K

=
Yn = reduced mean yang tergantung pada jumlah sampel atau data n
Sn = reduced standard deviation yang juga tergantung pada jumlah sampel
Y
Tr
= reduced variate yang dihitung dengan persamaan :


=
Tr
Tr
Y
Tr
1
ln ln
Tr = Periode Ulang untuk curah hujan
tahunan rata-rata
Dari persamaan diatas di subtitusikan :




Tabel Reduced Mean (Yn)
Tabel Reduced Standart Deviation (Sn)
Pengeplotan Probabilitas
Untuk keperluan penentuan posisi ini, data hidrologi (hujan/banjir) yang telah
ditabelkan diurutkan dari besar ke kecil berdasarkan peringkat m.
Periode Ulang (Tr) dapat dihitung dengan beberapa metode berikut ini :
1. Weibull

2. California

3. Hanzen

4. Gringorten

5. Cunnane

6. Blom

7. Turkey

Dari data debit puncak banjir tahunan kali Garang di bendung Simongan seperti tabal dibawah
ini, hitung Debit puncak banjir pada periode ulang 2,5,20 & 50 tahunan dengan menggunkan
Distribusi Gumbel dan plotting persamaan Weilbull.

Penyelesaian
= 409,20 m
3
/dt
S = 195,56 m
3
/dt
n = 36

T = 2 Tahun = 369,87 m
3
/dt
T = 5 Tahun = 622,89 m
3
/dt
T = 20 Tahun = 877,08 m
3
/dt
T = 50 Tahun = 1038,17 m
3
/dt





Contoh Soal 4
Tahun Debit Banjir Urutan Debit Peringkat

(m
3
/dt) m
1 2 3 4 5 6
1960 345,07 903,72 1 0,027 37,000
1961 511,47 903,72 2 0,054 18,500
1962 270,42 798,84 3 0,081 12,333
1963 903,72 798,84 4 0,108 9,250
1964 180,83 665,89 5 0,135 7,400
1965 294,62 541,26 6 0,162 6,167
1969 224,13 541,26 7 0,189 5,286
1970 202,09 511,47 8 0,216 4,625
1971 202,09 511,47 9 0,243 4,111
1972 180,83 482,25 10 0,270 3,700
1973 294,62 482,25 11 0,297 3,364
1974 398,1 425,55 12 0,324 3,083
1975 224,13 425,55 13 0,351 2,846
1976 798,84 398,1 14 0,378 2,643
1977 319,51 398,1 15 0,405 2,467
1978 319,51 371,27 16 0,432 2,313
1979 246,91 371,27 17 0,459 2,176
1980 665,89 371,27 18 0,486 2,056
1981 482,25 345,07 19 0,514 1,947
1982 371,27 345,07 20 0,541 1,850
1983 294,62 319,51 21 0,568 1,762
1984 270,42 319,51 22 0,595 1,682
1985 511,47 319,51 23 0,622 1,609
1986 294,62 294,62 24 0,649 1,542
1987 371,27 294,62 25 0,676 1,480
1988 398,1 294,62 26 0,703 1,423
1989 345,07 294,62 27 0,730 1,370
1990 903,72 270,42 28 0,757 1,321
1991 541,26 270,42 29 0,784 1,276
1992 482,25 246,91 30 0,811 1,233
1993 798,84 224,13 31 0,838 1,194
1994 319,51 224,13 32 0,865 1,156
1995 371,27 202,09 33 0,892 1,121
1996 425,55 202,09 34 0,919 1,088
1997 541,26 180,83 35 0,946 1,057
1998 425,55 180,83 36 0,973 1,028