Anda di halaman 1dari 9

MODUL 5 ALAT UKUR DAN ALAT BANTU

OLEH ARIEF SUWANDI

Pengenalan Bahan Berdasarkan Sifat Bahan

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Arief Suwandi

ALAT UKUR DAN ALAT BANTU

Pengenalan Bahan Berdasarkan Sifat Bahan


Semua aktifitas dan kegiatan industri teknologi selalu berhubungan dengan bahan. Sebagai contoh, keanekaragaman bahan yang digunakan pada kendaraan bermotor : besi, baja, gelas, plastik, karet dan lain sebagainya. Sebagai gambaran, baja mempunyai lebih dari 200 modifikasinya, demikian pula dengan polimer, komposit dan sebagainya. Dasar-dasar apakah yang digunakan dalam pemilihan bahan untuk membuat barang atau bagian tertentu ? Seorang perancang memilih bahan berdasarkan kemudahan pembuatannya, sifat-sifat, perilaku selama penggunaan, biaya dan pengadaan. Peningkatan bahan sangat diperlukan dimasa mendatang yaitu apabila factor berat menjadi masalah penting dalam rangka penghematan energi dan bila bahan baku mulai langka. Dalam menentukan pilihan, perancang harus memperhatikan sifat-sifat seperti : kekuatan, konduktivitas (listrik), daya hantar panas, berat jenis, dan sebagainya. Selanjutnya harus memperhatikan sifat bahan selama proses pembentukannya dan perilaku selama penggunaannya (mampu bentuk, mampu mesin, stabilitas listrik, ketahanan kimia, dan sifat radiasi merupakan factor yang tidak kalah pentingnya. Setiap sifat bahan berkaitan erat dengan struktur intern bahan itu sendiri, dimana struktur intern mencakup atom-atom dan susunannya di dalam suatu kristal, molekul atau struktur mikro.

Pembentukan dan Sifat-sifat Bahan perlu diproses untuk memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan dalam desain produk. Proses pembentukan yang paling sederhana adalah merubah bentuk melalui pemotongan dengan mesin atau penempaan. Dengan sendirinya sifat-sifat sangat menentukan proses pembentukannya. Bahan yang sangat keras akan merusak mata pahat pemotong dan bahan yang lunak seperti timbal akan sulit digergaji. Bahan yang kuat, yang

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Arief Suwandi

ALAT UKUR DAN ALAT BANTU

tidak memiliki keuletan dan getas kurang mampu terhadap deformasi plastik. Pada umumnya proses meliputi beberapa proses lainnya disamping pengubahan bentuk melalui pemotongan dengan mesin atau deformasi plastik. Jelas terlihat bahwa proses pembentukan merubah sifat bahan. Contoh akibat proses pembentukan kawat melalui penarikan, kawat akan bertambah kuat dan keras. Pengerasan ini kurang bermanfaat bagi kawat tembaga yang akan digunakan sebagai penghantar listrik. Proses termal juga berpengaruh atas struktur dalam bahan. Proses termal ini meliputi proses pelunakan (anneal), pencelupan dari suhu tinggi (quench), dan sejumlah laku panas lainnya.

Perilaku Selama Penggunaan Bahan yang telah berbentuk akan memiliki seperangkat sifat-sifat : kekuatan, kekerasan, daya hantar listrik, berat jenis, warna dan sebagainya yang memang dipilih sehingga memenuhi persyaratan desain. Apabila tidak perubahan struktur dalam bahan, maka bahan akan tetap memiliki sifat-sifat tersebut. Dan sebaliknya, bila produk atau bahan mengalami perubahan struktur akibat penggunaannya, maka sifat dan perilakunya akan berubah pula. Mengapa karet lama kelamaan akan bertambah keras akibat penyinaran cahaya dan pengaruh cuaca; mengapa alumunium tidak dapat digunakan dalam pesawat ruang angkasa; mengapa suatu logam mengalami kelelahan selama pembebanan; mengapa magnet akan kehilangan polaritasnya dalam medan frekuensi radio dan mengapa suatu semi konduktor dapat rusak karena pengaruh radiasi nuklir.

Sifat-sifat Mekanik Bahan Deformasi terjadi bila bahan mengalami gaya. Regangan (strain), e, adalah besar deformasi persatuan panjang, dan Tegangan (stress), s, adalah gaya persatuan luas.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Arief Suwandi

ALAT UKUR DAN ALAT BANTU

Selama deformasi, bahan menyerap energi sebagai akibat adanya gaya yang bekerja sepanjang jarak deformasi. Kekuatan (strength) adalah ukuran besar gaya yang diperlukan untuk mematahkan atau merusak suatu bahan. Keuletan (ductility) adalah besar regangan permanen sebelum perpatahan. Ketangguhan (toughness) adalah banyaknya jumlah energi yang diserap bahan sampai terjadi perpatahan.

Seorang perancang atau desainer menetapkan persyaratan yang harus dipenuhi oleh sifat-sifat mekanik bahan. Sebagai contoh, untuk pipa baja umumnya dipersyaratkan kekuatan yang tinggi. Selain itu dapat juga dipersyaratkan keuletan yang tinggi untuk meningkatkan ketangguhan. Karena kekuatan dan keuletan umumnya tidak sejalan, maka seorang ahli teknik atau perancang kadang kala haruslah memadu keduanya untuk mencapai optimasi persyaratan. Apakah sebatang baja gagal bila melengkung ataukah kegagalan diartikan perpatahan ? hal ini dengan sendirinya tergantung pada kriteria persyaratan desain. Kita dapat mengidentifisir dua pengertian, kekuatan pertama yaitu kekuatan luluh (yaitu kekuatan pada saat terjadi deformasi plastik) dan satu lagi kekuatan yang dikaitkan dengan beban maksimum yang dapat dipikul. Deformasi, regangan awal berbanding lurus dengan besarnya tegangan; disamping itu mampu balik (reversible).Setelah tegangan ditiadakan, regangan lenyap. Regangan linier yang mampu balik ini disebut regangan elastik. Modulus Elastik (modulus young) adalah perbandingan antara tegangan s dan regangan mampu balik e : E = s/e

Satuan metrik untuk modulus young adalah pascal (biasanya dalam megapascal, MPa), dimana 1 Pa = 1 newton/m2 = 0,145 x 10-3 psi; 1000 psi = 6,894 MPa) Pada tegangan yang lebih tinggi terjadi pergeseran tetap dari atom-atom dalam suatu bahan disamping regangan elastik. Regangan tetap ini tidak mampu balik pada saat regangan

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Arief Suwandi

ALAT UKUR DAN ALAT BANTU

ditiadakan; regangan ini disebut regangan plastik (plastic strain), Regangan semacam ini diperlukan pada proses pengerjaan bahan antara lain pada waktu mengerol pelat alumunium menjadi tipis atau lembaran. Pada pemakaian produk, kita selalu menghindarkan terjadinya deformasi plastik sehingga perhitungan desain dilandaskan pada tegangan-regangan di daerah elastik (proporsional) Regangan elastik, merupakan satu-satunya gejala deformasi dibawah kekuaatan luluh, akan terus naik dengan naiknya tegangan sampai terjadi deformasi plastik. Regangan elastik ini mampu balik, sedangkan regangan plastik tidak mampu balik.

Tegangan (Stress)

Pokok pembicaraan kita ialah mengenai gerak suatu benda tegar, yang adalah suatu abstraksi matematis guna memudahkan perhitungan, karena semua benda nyata, sampai suatu batas tertentu, berubah dibawah pengaruh gaya yang dikerjakan terhadapnya. Perubahan bentuk atau volume suatu benda akibat gaya luar yang bekerja terhadapnya ditentukan oleh gaya antara molekulnya. Bab ini kita membicarakan

besaran-besaran yang langsung dapat diukur, dan tidak akan menjelaskan segala sifat yang dapat diamati dari segi kemolekulan itu.

F A F (b) A

(a)

Masing-masing potongan batang dalam keadaan setimbang, maka potongan di sebelah kanan irisan tentu mengerjakan tarikan terhadap potongan disebelah kiri dengan

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Arief Suwandi

ALAT UKUR DAN ALAT BANTU

gaya F, dan sebaliknya. Tegangan (atau ketegangan) di tempat irisan itu didefinisikan sebagai perbandingan besar gaya F terhadap luas bidang penampang A.

Tegangan = F A

Tegangan semacam ini disebut tegangan akibat tarikan, karena kedua potongan batang itu saling melakukan tarikan satu sama lain. Satuan tegangan ialah 1 newton per meter kuadrat ( 1 N m ), 1 dyne per sentimeter kuadrat ( 1 dyne cm ), dan 1 pound per square foot ( 1 lb ft ). Sering pula dipakai 1 lb in. Gaya resultan yang dikerjakan terhadap potongan yang satu oleh potongan yang satu lagi dan sebaliknya sama besarnya dan berlawanan arah dengan gaya F diujung irisan. Bila resultan seluruh gaya yang terdistribusi itu dinyatakan dengan satu vector yang besarnya F, vector ini dapat diuraikan menjadi komponen Fn yang normal terhadap bidang A dan komponen F1 yang tangen terhadapnya. Tegangan normalnya didefinisikan sebagai perbandingan komponen Fn terhadap A. Perbandingan komponen F1 terhadap bidang A disebut tegangan tangensial pada irisan : Tegangan normal = Fn A Tegangan tangensial (luncur) = F1 A Gaya yang bekerja terhadap potongan benda itu disisi tertentu suatu irisan ada mempunyai arah tertentu. Tegangan termasuk salah satu besaran fisika yang disebut tensor.

F A F (b) A

(a)

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Arief Suwandi

ALAT UKUR DAN ALAT BANTU

Sebuah batang mengalami dorongan pada ujung-ujungnya, seperti pada gambar, dikatakan berada pada kompresi. Tegangan pada irisan garis putus-putus, dilukiskan pada ( b), juga merupakan tegangan yang normal tetapi dalam hal ini disebut tegangan kompresi, karena potongan yang satu mendorong potongan yang lain. Kini kita tinjau pula perihal fluida yang mengalami tekanan. Fluida artinya zat yang dapat mengalir ; jadi istilah ini dipakai untuk zat cair dan gas. Jika disetiap titik didalam fluida ada tegangan singgung, fluida itu tidak akan menghindar ke samping selama tegangan itu ada. Jadi di dalam fluida yang diam, tegangan singgung dimana-mana nol. Seandainya berat fluida diabaikan, maka gaya bekerja terhadap bagian ini hanyalah gaya yang dikerjakan fluida di sekelilingnya, dan karena tidak punya komponen tangensial, gaya ini haruslah normal pada permukaan pesak itu. Andaikan Fx1 Fy1 dan F ialah gayagaya yang bekerja terhadap tiga permukaannya. Karena fluida dalam keadaan setimbang, maka F sin = Fx1 Begitu pula A sin = Ax1 A cos = Ay. F cos = Fy

Bagilah persamaan yang atas dengan yang bawah. Maka kita dapat : F = Fx = Fy A Ax Ay Sebab itu gaya per satuan luas adalah sama, bagaimanapun arah irisan, dan selamanya merupakan kompresi. Setiap perbandingan diatas mendefinisikan tekanan hidrostatik p didalam fluida, yaitu

p=F A

F = pA

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Arief Suwandi

ALAT UKUR DAN ALAT BANTU

Satuan tekanan adalah 1 N m, 1 dyne cm, atau 1 lb ft. Seperti halnya dengan jenis tegangan lainnya, tekanan bukanlah besaran vector dan tak dapat ditunjukan ke mana arahnya. Gaya terhadap sembarang bidang didalam (atau yang membatasi) fluida yang diam dan menderita tekanan, adalah normal terhadap bidang itu, bagaimanapun arah bidang itu. Inilah yang dimaksud dengan ungkapan umum, bahwa tekanan di dalam suatu fluida sama besar ke semua arah.

Regangan (strain) Yang dimaksud dengan Regangan adalah perubahan relatif dimensi atau bentuk benda yang mengalami tegangan. Sebuah batang yang panjang aslinya l o dan berubah menjadi panjang l apabila pada ujung-ujungnya dilakukan gaya tarik yang sama besar dan berlawanan arahnya. Renggangan akibat tarikan (tensile strain) pada batang itu didefinisikan sebagai perbandingan pertambahan panjang terhadap panjang awalnya : Regangan akibat tarikan = l l0 = l0 l l0

Regangan akibat kompresi (desakan) pada batang itu didefinisikan dengan cara yang sama, yaitu sebagai perbandingan berkurangnya panjang terhadap panjang awalnya. Sifat perubahan bentuk (deformasi) apabila teerhadap permukaan-permukaan sebuah balok bekerja tegangan tangensial. Regangan semacam ini disebut regangan luncur, dan didefinisikan sebagai perbandingan perubahan x sudut b terhadap dimensi melintang (transversal) h : Regangan Luncur = x/h.

Seperti halnya jenis regangan lain, regangan luncur dinyatakan dengan bilangan semata-mata. Regangan yang dihasilkan oleh tekanan hidrostatik, dimanakan regangan

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Arief Suwandi

ALAT UKUR DAN ALAT BANTU

volume, yang didefinisikan sebagai perbandingan perubahan volume V, terhadap volume awal V. Regangan volum juga merupakan bilangan semata-mata. Regangan volume = V V Contoh: Tentukan luas minimum suatu tiang penopang yang terbuat dari beton jika beton tersebut mendapat berat sebesar W = 1, 2105 N dengan faktor keselamatan 6. Beton mempunyai tekanan kompresi sebesar 2, 0 107 N/m2. Faktor keselamatan = 6 maka tekanan yang diinginkan (Pd) adalah Pd = 2, 0 107 N/m2 6 = 3, 3 106N/m2 Maka luas penampang minimum adalah A= W = Pd 1, 2 105 3, 3 106 N/m2 = 3, 6 102 m2

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Arief Suwandi

ALAT UKUR DAN ALAT BANTU