Anda di halaman 1dari 34

STRUMA NODUL NON TOKSIK

RENDY APRIANUS SANTOSO 10.2008.020

ANAMNESIS
Usia dan jenis kelamin riwayat penyakit Kebiasaan makan Penggunaan obat-obatan Keluhan pasien Struma non toksik eutiroid/hipotiroid Struma toksik/hipertirod

PEMERIKSAAN FISIK
Inspeksi
Inspeksi leher anterior Inspeksi leher lateral

Palpasi Palpasi leher anterior Palpasi leher posterior

Secara klinis sulit membedakan nodul tiroid yang jinak dengan nodul tiroid yang ganas. Nodul tiroid dicurigai ganas bila: Konsistensi keras permukaan tidak rata Batas tak tegas Sulit digerakkan dari jaringan di sekitarnya danya perubahan warna kulit/ ulkus Didapati pembesaran kelenjar getah bening Adanya benjolan pada tulang pipih atau ditemukan adanya metastase di paru. Kecenderungan keganasan pada nodul tungggal lebih besar daripada multi nodusa

Auskultasi terdengar bunyi bruit

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan lab
Mengukur fungsi tiroid Pemeriksaan menggunakan RIA (Radioimmuno-assay) dan ELISA (Enzyme-Linked Immunoassay) dalam serum atau plasma darah. Biasa normal.

Spesimen

Cara pemeriksaan

Nilai rujukan

TT4 (Tiroksin Total)

Serum

Chemilumetric immunoassay

6-12ml/dl

TT3 (Tri-iodotironin Total)

Serum

Chemilumetric

4-23 th 80-200ng/dl 24 tahun 80-120ng/dl

immunoassay

FT4 (Free Tiroksin)

Serum

Chemilumetric immunoassay

0.8-1.8 ng/dl

TSH (Thyroid Stimulating Hormone)

Serum

Chemilumetric immunoassay

0.3-5.0 mIU/L

RADIOLOGI
Menggunakan radio-isotop I131, I123, Tc99m pertechnrtate. Radiasi Gamma untuk diagnostik, sedangkan Beta untuk terapi Dari hasil sidik tiroid dapat dibedakan 3 bentuk, yaitu:

thyroid scan

Nodul dingin - bila penangkapan yodium nihil atau kurang dibandingkan sekitarnya Hal ini menunjukkan fungsi yang rendah. Nodul panas - bila penangkapan yodium lebih banyak dari pada sekitarnya. Keadaan ini memperlihatkan aktivitas yang berlebih Nodul hangat - bila penangkapan yodium sama dengan sekitarnya. Ini berarti fungsi nodul sama dengan bagian tiroid yang lain. Pemeriksaan ini tidak dapat membedakan apakah nodul itu ganas atau jinak.

USG
Kelainan-kelainan yang dapat didiagnosis dengan USG ialah: Kista: kurang lebih bulat, sonolusen, dindingnya tipis. Adenoma/nodul padat: kadang-kadang disertai halo yaitu suatu lingkaran hipoekoik di sekelilingnya. Kemungkinan karsinoma: nodul padat, biasanya tanpa halo. Tiroiditis: hipoekoik, difus, meliputi seluruh kelenjar.

CT SCAN dan MRI


tidak dianjurkan pada evaluasi awal nodul tiroid Biaya mahal perluasan struma substernal (di bawah tulang rusuk) atau terdapat kompresi trachea (penekanan pada tenggorokan) karena penilaiannya sangat baik

Biopsi aspirasi jarum halus (BAJAH/FNAB) nilai akurasi paling tinggi mempunyai sensitivitas sebesar 83% dan spesifitas 92%.

DIFFERENTIAL DIAGNOSIS
Ca tiroid: empat jenis utama :
Ca Papillary Ca folikuler Ca medullary Ca Anaplastik Beberapa tanda dan gejala yang paling umum pada Ca tiroid:

Sebuah benjolan atau bintil di bagian depan leher benjolan tunggal tanda yang paling umum dari kanker tiroid. Sakit di tenggorokan atau leher yang dapat memperpanjang ke telinga.

Suara serak atau kesulitan berbicara dengan suara normal. Pembengkakan kelenjar getah bening, terutama di leher Kesulitan dalam menelan atau bernapas atau sakit di tenggorokan atau leher saat menelan Persistent batuk, tanpa penyakit dingin atau lainnya. Diagnosis kanker tiroid dibuat dengan pemeriksaan fisik, tes darah, dan biopsi aspirasi jarum halus.

Struma endemik Tiroid membesar perlahan-lahan difus permukaan licin, pembesaran mempunyai tedensi noduler atau lobuler. Gejala-gejala penekanan trakea, esofagus, yaitu kesukaran bernafas dan menelan. Penderita berasal dari daerah endemik. Lab masih dalam batas normal.

WORKING DIAGNOSIS
Struma nodul nontoksik suatu pembengkakan pada leher oleh karena pembesaran kelenjar tiroid, disebabkan kurangnya diet iodium yang dibutuhkan untuk produksi hormon tiroid. pembesaran kelenjar tiroid sebagai usaha meningkatkan hormon yang dihasilkan. Menurut American society for Study of Goiter membagi : Struma Non Toxic Diffusa Struma Non Toxic Nodusa Stuma Toxic Diffusa Struma Toxic Nodusa

STRUMA NODUSA (TOKSIK DAN NON-TOKSIK)


Struma nodusa ditandai dengan: membesarnya sebagian dari kelenjar tiroid. Pembesaran tersebut ditandai dengan benjolan di leher yang bergerak pada saat menelan

nodusa terbagi atas toksik dan non-toksik, dinamakan nodusa toksik bila kelenjar aktif menghasilkan hormon tiroid sehingga produksinya berlebihan. Sebaliknya bila kelenjar tiroid tidak aktif menghasilkan hormon tiroid disebut dengan nodusa non-toksik. Jenis nodusa-non toksik paling banyak ditemukan di Indonesia

STRUMA DIFUSA (TOKSIK DAN NON-TOKSIK)

pada struma difusa seluruh kelenjar gondok dapat mengalami pembesaran (seakan terjadi pembesaran leher). Struma difusa toksik merupakan kelainan nomor dua yang paling sering ditemukan di Indonesia. Gejala yang umunya terlihat pada struma difusa:
jantung berdebar-debar gemetaran keluar keringat dingin banyak sering buang air besar badan kurus meski banyak makan.

Perlu diberikan terapi secara bertahap Tahap pertama terapi bertujuan untuk secepat mungkin mengembalikan hormon tiroid menjadi normal. Selanjutnya setelah hormon normal, pengobatan ditujukan untuk mencegah dan mengembalikan siklus hormonnya. Kemudian dilanjutkan terapi mencegah kekambuhan

ETIOLOGI
Defisiensi yodium. Yodium dibutuhkan untuk membentuk hormon tyroid yang nantinya akan diserap di usus dan disirkulasikan menuju bermacam-macam kelenjar, antara lain: Kelenjar air ludah Mukosa lambung Intenstinum tenue Kelenjar gondok Choroid Ciliary body Kelenjar susu Plasenta

Kelebihan yodium Pembentukan goiter karena kelebihan yodium jarang terjadi dan selalu terjadi apabila pernah menderita penyakit autoimun tiroid. Kehamilan hormon yang disekresi selama kehamilan yaitu Gonadotropin akan menyebabkan pembesaran kelenjar tiroid

Kondisi yang menyebabkan kebutuhan terhadap tiroksin bertambah yaitu : Masa pertumbuhan Pubertas Mentruasi Kehamilan Laktasi Menopouse

PATOFISIOLOGI
Pemasukan iodium yang kurang, gangguan berbagai enzim dalam tubuh. Bila kadar kadar hormone tiroid kurang maka akan terjadi mekanisme umpan balik terhadap kelenjar tiroid sehingga aktifitas kelenjar meningkat dan terjadi pembesaran (hipertrofi). Dampak goiter terhadap pembesaran kelenjar tiroid yang dapat mempengaruhi kedudukan organ-organ lain di sekitarnya.

Goiter dapat mengarah ke dalam sehingga mendorong trakea, esophagus dan pita suara sehingga terjadi kesulitan bernapas dan disfagia yang akan berdampak terhadap gangguan pemenuhan oksigen, nutrisi serta cairan dan elektrolit. Penekanan pada pita suara akan menyebabkan suara menjadi serak atau parau.

MANIFESTASI KLINIS
Gejala utama
Pembengkakan, mulai dari ukuran sebuah nodul kecil menjadi sebuah benjolan besar, di bagian depan leher tepat di bawah Adams apple. Perasaan sesak di daerah tenggorokan. Kesulitan bernapas (sesak napas), batuk, mengi (karena kompresi batang tenggorokan). Kesulitan menelan (karena kompresi dari esofagus). Suara serak. Distensi vena leher. Pusing ketika lengan dibangkitkan di atas kepala Kelainan fisik (asimetris leher)

Dapat juga terdapat gejala lain, diantaranya :


Tingkat peningkatan denyut nadi Detak jantung cepat Diare, mual, muntah Berkeringat

PENATALAKSANAN
Biasanya hanya dipantau,tanpa terapi spesifik Jika goiter semakin membesar sehingga sukar bernafas,pengobatan harus dilakukan seperti:
Tyroid hormone suppression therapy Penggunaan T4 untuk mengecilkan goiter non toksik harus dipertimbangkan karena dapat meningkatkan resiko penurunan densitas tulang dan meningkatkan atrial fibrilasi Pertumbuhan tiroid akan kembali normal setelah penghentian terapi T4

Surgery Untuk goiter yang terus berkembang dan menyebabkan obstructive symptom Tindakan operasi yang dikerjakan tergantung jumlah lobus tiroid yang terkena. Bila hanya satu sisi saja dilakukan subtotal lobektomi, sedangkan kedua lobus terkena dilakukan subtotal tiroidektomi.

Radioactive yodium Terapi ini dilakukan apabila operasi tidak dapat dilakukan. Hormon tiroid (L-tiroksin) T4 digunakan untuk mengurangi ukuran atau menekan pertumbuhan goiter yang lebih lanjut. Contoh : Levothyroxine Dosis Dewasa : 50-75 mcg / d Dosis anak-anak : Tidak ditetapkan Kontraindikasi : hipersensitivitas,insufisiensi adrenal; hipertiroidisme subklinis,angina tidak stabil.

Antitiroid agen
Mengurangi ukuran goiter. Contoh : Natrium iodida, Dosis Dewasa: 100 Ci Dosis anak-anak : tidak direkomendasikan Kontraindikasi :hipersensitivitas, kehamilan, menyusui, hambatan kritis dari gondok

KOMPLIKASI
Jika dilakukan tiroidektomi, komplikasi yang seringkali muncul adalah:
Perdarahan masif Masalah terbukanya vena besar Trauma pada nervus laringeus rekurens Sepsis yang meluas ke mediastinum

PROGNOSIS
Umumnya baik Goiter yang ringan dapat hilang dengan sendirinya

PREVENTIF
Pencegahan primer
Memberikan edukasi kepada masyarakat Mengkonsumsi makanan yang merupakan sumber yodium seperti ikan laut Mengkonsumsi yodium Memberikan kapsul minyak beryodium Memberikan suntikan yodium dalam minyak (lipiodol 40%) diberikan 3 tahun sekali dosis untuk dewasa dan anak-anak di atas 6 tahun 1 cc dan untuk anak kurang dari 6 tahun 0,2-0,8 cc.

Pencegahan sekunder upaya mendeteksi secara dini suatu penyakit, mengupayakan orang yang telah sakit agar sembuh, menghambat progresifitas penyakit yang dilakukan melalui beberapa cara yaitu seperti dioperasi,yodium radioaktif,pemberian tiroksin dan anti tiroid.

Pencegahan tersier bertujuan untuk mengembalikan fungsi mental, fisik dan sosial penderita setelah proses penyakitnya dihentikan Upaya yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:
kontrol teratur/berkala setelah pengobatan Menekan munculnya komplikasi dan kecacatan Melakukan rehabilitasi dengan membuat penderita lebih percaya diri, fisik segar dan bugar