Anda di halaman 1dari 3

Sumber Daya Finansial Jangka Pendek Sumber daya financial jangka pendek sangat penting bagi pemerintahan untuk

melakukan transaksi rutin. Sumber keuangan jangka pendek tidak selalu dapat disediakan dengan segera. Oleh karena itu penggunaan dana tersebut sering dibstasi. Kas merupakan contoh sumber financial jangka pendek yang siap digunakan. Bagian keunagan perlu mengetahui jumlah uang yang ada ditangan (cash on hand) dan yang berada di bank. Jika sumber financial tidak mencukupi untuk membiayai transaksi jangka pendek, maka perlu dicari cara untuk menutup kebutuhan financial tersebut, mungkin dengan melakukan pinjaman,. Informasi mengenai ketersediaan dana financial untuk penggunaan transaksi jangka pendek sangat diperlukan. Pemakai laporan keuangan ingin mengetahui apakah pemerintah memiliki dana yang cukup untuk membiayai suatu transaksi dan mampu membayar utang-utangnya yang telah jatuh tempo. Pemerintah yang mengalami kesulitan likuiditas dapat memnimbulkan konsekuensi serius yang berakibat terganggunya pelayaanan public atau bahkan terhentinya pelayanan publik. Iformasi akuntansi juga diperlukan untuk memprediksi kemampuan pemerintah untuk melanjutkan member pelayanan.

Sumber Pendanaan Jangka Pendek Tiga sumber pendanaan jangka pendek terdiri atas : 1. Kredit perdagangan, 2. Pinjaman jangka pendek,dan 3. surat berharga komersial. Proses Perencanaan Keuangan Pengeluaran Pemasukan o Aktivitas sehari-hari o Persediaan o Dividen bagi pemegang saham o Pembeli tanah, fasilitas, dan peralatan Jika perusahan mengalami kesulitan dana: o Mengevaluasi sumber alternatif untuk dana tambahan o Penjualan produk o Pembayaran dari pembelian secara kredit o Penjualan persediaan o Dana tambahan dari kapitali Ventura Jika perusahaan mengalami kelebihan dana: o Mencari investasi yang menghasilkan bunga

KOndisi Ekonomi Kondisi ekonomi suatu entitas mengacu pada seberapa bagus nilai ekonomi suatu entitas pada waktu tertentu. Nilai ekonomi merupakan selisih antara sumber daya total yang dimiliki oleh sustu entitas dengan total uang yang menjadi kewajibannya. Nilai ekonomi merupakan nilai bersih entitas

(total asset total utang). Unit pemerintah dapat dipandang sebagai lembaga politik dan juga sebagai lembaga usaha. Sebagai lembaga politik , pemerintah merupakan alat untuk menyejahterakan konstituennya. Di sisi lain, pemerintah juga dapat dipandang sebagai lembaga usaha yang dapat dibenarkan secara hokum untuk memiliki kekayaan, melakukan kontrak, dan transaksi ekonomi sebagaimana perusahaan swasta. Konsap nilai bersih lebih relevan untuk memendang pemerintah sebagai entitas usaha yang memilik kekayaan dan utang. Intepretasi atas konsep kekayaan tersebut penting untuk mengukur kondisi ekonomi pemerintah. Informasi akuntansi dibutuhkan untuk memprediksi nilai bersih unit pemerintah dan mengukur kondisi ekonomi pemerintah. Informasi mengenai kondisi ekonomi pemerintah tersebut penting sebagai dasar untuk pengambilan keputusan ekonomi, social, da politik baik oleh pemerintah maupun konstitusi pemerintah.

Ketentuan Hukum, Kontraktual, dan Ketentuan Lainnya Unit pemerintah memiliki kendala khusus dalam melakukan aktivitasnya, yaitu dibatasi oleh peraturan hokum dan perundang-undangan serta ketentuan lain yang ditetapkan. Dalam melakukan eksploitasi sumber daya dan penggunaannya, pemerintah arus selalu mengacu pada peraturanperaturan hukum yang mengikat, misalnya undang-undang, peraturan pemerintah, Letter of Intent (LoI), Memorandum of Understanding (MoU), dan sebagainya. Masyarakat pemilih, legislative, lembaga pengawasan, dan pemberi bantuan sangat berkeentingan untuk memastikan bahwa sumber dana digunakan sesuai dengan ketentuan hokum dan perundang-undangan serta kontrak yang disepakati.

Perencanaan dan Penganggaran Informasi akuntansi diperlukan untuk melakukan perencanaan keuangan, menghitung biaya program, dan penganggaran. Anggaran merupakan alat perencanaan sekaligus alat pengendalian pemerintah. Anggaran sebagai alat perencanaan mengindikasikan target yang harus dicapai pemerintah, sedangkan anggaran sebagai alat pengendalian mengindikasikan alokasi sumber dana yang disetujui legislative untuk dibelanjakan. Proses penganggaran sector public melibatkan partisipasi banyak pihak, sehingga informasi financial sangat diperlukan agar public dapat mengevaluasi anggaran yang diajukan pemerintah. Membuat anggaran membutuuhkan pertimbangan-pertimbangan teknis akuntansi yang matang. Dalam membuat anggaran, akuntansi dibutuhkan terutama untuk mengestimasi biaya program dan memprediksi kondisi ekonomi pemerintah dan perubahan-perubahan yang akan terjadi. Informasi akuntansi sangat membantu dalam pemilihan program yang efektif sesuai dengan kemampuan ekonomi pemerintah.

Kinerja Manajerial dan Organisasional Kinerja pemerintah tidak dapat dinilai berdasarkan laba yang diperolehh, karena organisasi pemerintah bukan entitas bisnis yang mencari laba. Mungkin saja pemerintah memiliki program atau aktivitas yang dari program tersebut dihasilkan pendapatan yang lebih besar dari biayanya, sehingga pemerintah mengalami surplus atas program tersebut. Akan tetapi, surplus yang diperoleh tersebut tidak berarti menunjukan kinerja unit pemerintah yang bagus sebab harus dilihat juga apakah surplus tersebut karena tariff yang terlalu tunggi yang dibebankan kepada pyblik, termasuk tingkat kualtas pelayanan yang diberikan apakah sudah memadai. Laba bukan merupakan ukuran kinerja yang relevan bagi unit pemerintah. Oleh Karena itu, diperlukan alat ukur kinerja yang lain yang lebih tepat. Sampai saat inn, belum terdapat alat ukur kinerja yang standar di sector public. Akuntansi sector public berfungsi untuk memfasilitasi teciptanya alat ukur kinerja sector public yang memadai. Ukuran kinerja sector public dapat berupa biaya program, efisiensi, dan ekfetivitas program. Akuntansi sector public bertanggung jaawab untuk menetapkan biaya program dan menghitung tingkat efisiensi dan efektivitas program. Pengukuran efisiensi memerlukan informasi biaya, sehingga biaya pelayanan dapat dijadkan sebagai salah satu ukuran kinerja. Selain informasi biaya, pengukuran efisiensi memerlukan penghitungan output dan hasil. Akan tetapi, output pada sector public lebih berupa Intangible output, sehingga pengukuran efisiensi sering mengalami kesulitan. Ukuran kinerja yang kemudian dikembangkan adalah pengukuran efektivitas. Karena sulitnya mengukur secara tepat kinerja di sektor public, maka analisis terakhir adalah dengan mempertimbangkan seberapa jauh suatu program dan pelayanan memenuhi kebutuhan masyarakat relative terhadap biaya yang dikeluarkan. Pemerintah juga berkepentingan untuk mendistribusikan beban biaya kepada pembayar pajak dan pengguna jasa public secara adil. Berbeda dengan sector swsata, pemerintah bertanggunng jawab tidak sebatas pada produksi barang dan jasa akan tetapi juga bertanggung jawab terhadap distribusi secara adil ddan merata. Laporan keuangan pemerintah dapat digunakan oleh kelompok-kelompok yang bekepentingan untuk mengevaliasi pakah pemerintah telah melakukan distribusi beban secara adil.