Anda di halaman 1dari 52

Keharusan Pengungkapan Pelaporan Keuangan dan Pertanggungjawaban Etis

Oleh:
Irfan Yulianto (15) Moh. Rifan Maulana (20)

Kriteria Pengakuan dan Pengukuran

SFAC no.5 membahas mengenai berbagai cara pengungkapan yang seharusnya digunakan perusahaan pada laporan keuangan yang diterbitkannya SFAC No.5 merangkum bahwa pengungkapan terdiri atas:
1. 2. 3. 4. 5.

Batasan atas pengakuan dan pengukuran Laporan keuangan utama Area yang dipengaruhi langsung oleh Standar FASB yang telah ada Pelaporan Keuangan Semua informasi yang bermanfaat bagi keputusan investasi, kredit dan lainnya

Hubungan SFAC No.5 dengan Metode Pelaporan Keuangan Lainnya


Semua informasi yang bermanfaat bagi keputusan investasi, kredit, dan lainnya Pelaporan Keuangan Area yang dipengaruhi langsung oleh Standar FASB Laporan Keuangan Utama Pernyataan Batasan Konsep Pengakuan dan Pengukuran Laporan Keuangan Laporan Posisi keuangan Catatan atas Laporan Keuangan Contoh: Kebijakan Akuntansi Informasi Tambahan Contoh: informasi segmen Cara Lain Pelaporan Keuangan Informasi Lainnya Contoh: Contoh: Analisis dan pembahasan manajemen Pembahasan kompetisi dan perintah jaminan simpanan dalam formulr SEC 10-K Surat kepada pemegang saham analisis laporan Statistik ekonomi Artikel baru mengenai perusahaan

Laporan Laba Rugi Laporan Arus Kas Laporan Investasi dan Distribusi oleh dan dari pemilik

Tampilan dan Jadwal

Pengungkapan perubahan harga(SFAS No.33 yg diamandemen) Penjelasan atas item Laporan Keuangan Informasi Cadangan Minyak dan Gas Informasi umum atas perusahaaan Laporan Auditor Laporan Keuangan Interim

Laporan Keuangan Utama

Sebagai tambahan atas empat laporan keuangan utama (neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, dan laporan perubahan modal), laporan keuangan yang lengkap juga termasuk:
catatan jadwal

kaki, sisipan.

tambahan, dan

pengungkapan

Laporan Keuangan Utama


catatan

kaki

Catatan kaki untuk laporan keuangan suatu perusahaan menyediakan jumlah yang penting atas informasi tambahan mengenai item laporan keuangan perusahaan.

Secara umum, catatan kaki mengungkapkan informasi yang menjelaskan, mengklarifikasi, atau mengembangkan item yang muncul pada laporan keuangan, yang tidak mudah dihubungkan dalam laporan keuangan itu sendiri. Contoh yang paling umum atas catatan kaki adalah:
1) 2) 3)

Kebijakan akuntansi (dijelaskan kemudian) Jadwal dan tampilan Penjelasan atas item laporan keuangan

4)

Informasi umum atas perusahaan

Laporan Keuangan Utama


Jadwal

Tambahan

untuk meningkatkan dapat dipahaminya suatu laporan keuangan untuk menekankan atas tren, seperti ringkasan lima tahunan, atau jadwal tambahan memang disyaratkan oleh FASB, seperti informasi atas biaya saat ini (current costs)

Laporan Keuangan Utama

Pengungkapan sisipan (Parenthetical Disclosures)

Menjelaskan dasar penilaian atas elemen laporan keuangan tertentu

Menyediakan informasi lainnya seperti nilai par dan jumlah saham resmi yang diterbitkan untuk berbagai kelas atas saham perusahaan

Kebijakan Akuntansi

Opini APB No.22, Pengungkapan atas Kebijakan Akuntansi. mengharuskan seluruh perusahaan mengungkapkan baik kebijakan akuntansi yang digunakan perusahaan dan metode yang digunakan dalam menerapkan kebijakan tersebut.
Opini APB no.22 mengharuskan metode dan prosedur akuntansi yang tersebut dibawah ini untuk diungkapkan:
1) 2)

Pilihan atas alternatif yang tersedia dan dapat diterapkan Prinsip dan metode yang khas terhadap industri dimana entitas yang melaporkan beroperasi.

3)

Penerapan GAAP yang tidak lazim atau bersifat inovatif.

Tujuan utama APB dalam menerbitkan Opini No.22 adalah untuk menyediakan informasi yang membantu investor membandingkan perusahaan antar perusahaan dan antar industri

membuat investor dapat mengambil keputusan ekonomis dengan lebih yakin karena mereka dapat membuat perbandingan yang logis.

Peristiwa Setelah Tanggal Neraca

Selama masa antara berakhirnya tahun pajak dan penerbitan laporan keuangan, dapat terjadi beberapa peristiwa yang belum terefleksikan dalam laporan keuangan.
Peristiwa-peristiwa ini disebut peristiwa tanggal neraca, dan dapat dibagi menjadi:
1) 2)

setelah

peristiwa yang memberikan bukti lebih lanjut atas keadaan yang ada di tanggal neraca, atau peristiwa yang memberikan bukti atas keadaan yang belum ada pada tanggal neraca.

Peristiwa Setelah Tanggal Neraca


1)

Peristiwa yang memberikan bukti lebih lanjut atas keadaan yang ada di tanggal neraca

GAAP mengharuskan peristiwa ini untuk dilaporkan pada laporan keuangan perusahaan ketika perusahaan mengalami peristiwa ini, tetapi sebelum menerbitkan laporan keuangannya, yang memberikan bukti lebih lanjut atas keadaan yang ada pada tanggal neraca, perusahaan diharuskan untuk menyesuaikan catatannya untuk merefleksikan dampak keuangan atas keadaan Apabila penyesuaian tidak dibuat, maka laporan keuangan tidak menggambarkan secara utuh kondisi keuangan yang sebenarnya pada saat tanggal neraca atau kinerja perusahaan selama tahun pajak berjalan

Peristiwa Setelah Tanggal Neraca


2)

peristiwa yang memberikan bukti atas keadaan yang belum ada pada tanggal neraca

GAAP tidak mengharuskan adanya penyesuaian data laporan keuangan pada golongan yang kedua ini Tetapi perusahaan biasanya mengungkapkan peristiwa ini dalam catatan kaki laporan keuangan mereka Pengungkapan catatan kaki ini memberi cara bagi perusahaan untuk membahas dampak dari informasi baru

Area Yang Dipengaruhi Langsung Oleh Standar FASB Yang Telah Ada - Informasi Tambahan

quality of understandability dari suatu akuntansi dalam SFAC No.2, mengharuskan data laporan keuangan untuk diringkas agar membuat laporan tersebut bermanfaat bagi pembacanya Akibatnya, informasi penting yang tidak memenuhi persyaratan pengukuran dan pelaporan laporan keuangan disajikan dalam informasi tambahan. Contoh dari informasi tambahan meliputi:
1) 2) 3) 4) 5)

informasi segmen, (bab 15) informasi yang menjelaskan efek atas perubahan tingkat harga, informasi atas cadangan minyak dan gas untuk perusahaan dalam industri pengilangan, (bab 10) laporan auditor, dan

laporan keuangan interim

Informasi Tingkat Harga

Tingkat inflasi yang tinggi yang dialami oleh Amerika Serikat selama tahun 1970an menyebabkan perhatian atas laporan keuangan mengalami penurunan

Akibatnya, baik SEC (ASR No.190) dan FASB (SFAS No.33) menerbitkan pernyataan yang mengharuskan pengungkapan informasi tambahan atas efek perubahan harga dalam laporan 10-K dan laporan tahunan kepada pemegang saham
setelah inflasi surut pada tahun 1980an, keharusan ini ditunda, sehingga pengungkapan tambahan atas informasi sudah tidak diperlukan lagi

Laporan Auditor

SEC mengharuskan setiap perusahaan yang menjual sekuritas kepada masyarakat umum untuk mendapatkan opini auditor Opini auditor bukan merupakan metode pengungkapan, tetapi opini wajar tanpa pengecualian menyiratkan bahwa tingkat pengungkapan perusahaan telah mencukupi Berikut ini adalah beberapa panduan dalam menyusun laporan audit yang dikembangkan oleh AICPA:
1)

Laporan tersebut harus menyatakan apakah laporan keuangan telah disajikan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku umum. Laporan tersebut harus mengidentifikasi keadaan-keadaan dimana terdapat prinsipprinsip yang pada periode saat ini belum diperiksa secara konsisten yang berhubungan dengan periode yang lalu. Informasi yang diungkapkan di laporan keuangan dianggap cukup masuk akal kecuali jika laporan menyatakan sebaliknya. Laporan harus mengandung baik ekspresi opini terhadap laporan keuangan secara keseluruhan, atau sebuah asersi atas efek dalam opini yang tidak dapat diekspresikan.

2)

3)

4)

Laporan Auditor

Pada kebanyakan kasus, proses audit akan menghasilkan laporan audit yang standar atau wajar tanpa pengecualian yang terdiri atas tiga bagian:
1)

Paragraf pembuka yang menyatakan bahwa proses audit telah dijalankan dan termasuk pernyataan bahwa laporan keuangan merupakan tanggungjawab manajemen. Paragraf Scope yang menyatakan bahwa proses audit telah dijalankan sesuai dengan standar auditing yang berlaku umum. Paragraf Opini yang menyatakan bahwa laporan keuangan disajikan secara wajar sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku umum.

2)

3)

Pada keadaan dimana auditor tidak dapat merasa puas akan kriteria yang diperlukan untuk membuat tiga asersi diatas, auditor akan menerbitkan salah satu jenis opini di bawah ini:
1) 2)

Qualified Disclaimer

3)

Adverse

Laporan Keuangan Interim

Informasi atas laporan keuangan dan hasil operasi poduksi selama periode tertentu yang kurang dari satu tahun
Nilai penting atas laporan keuangan interim dan informasi tersebut adalah pada ketepatan waktu

Oleh karena itu, laporan keuangan interim harus dapat dipercaya


Pada tahun 1973, APB menerbitkan Opini APB No.28,Interim Financial Reporting. Dewan mencatat bahwa muncul 2 pandangan atas tujuan utama pelaporan keuangan interim:

Pihak pertama melihat bahwa setiap laporan keuangan interim adalah periode akuntansi yang terpisah sehingga pendapatan dapat dihitung dengan menggunakan cara yang sama seperti periode tahunan, oleh karena itu pendapatan dan beban harus dilaporkan ketika mereka terjadi (pandangan terpisah).
Pihak yang lain melihat bahwa laporan keuangan interim merupakan bagian dari keseluruhan periode tahunan, sehingga pendapatan dan beban dapat dialokasikan ke dalam periode laporan keuangan interim yang berbeda-beda walaupun mereka terjadi dalam satu periode (pandangan kesatuan).

Laporan Keuangan Interim

menyatakan bahwa informasi laporan keuangan interim sangat penting dalam memberikan data tepat waktu pada setiap kemajuan perusahaan dan manfaat data tersebut pada hubungannya dengan laporan tahunan
menentukan bahwa periode laporan keuangan interim harus dilihat sebagai bagian atas periode tahunan dan atas prinsip dan praktek yang dianut dalam periode tahunan juga dianut dalam periode interim beberapa modifikasi dibutuhkan untuk menjaga hubungan yang lebih baik dengan periode tahunan perusahaan dagang yang menyediakan ringkasan informasi atas analisis keuangan harus menyediakan pula setidaknya informasi tertentu atas periode interim yang ditanyakan serta periode interim yang sama pada tahun sebelumnya

Pelaporan Keuangan Alat Lain Dalam Pelaporan Keuangan

semua informasi penting harus dimasukkan dalam pelaporan keuangan. Selain itu, informasi relevan lainnya, yang dapat membantu dalam memahami pelaporan keuangan, ditampilkan dalam bentuk naratif. Contoh atas bentuk ini adalah:
1) 2)

Managements Discussion and Analysis (MD&A) Letter to Stockholders

Rapat dan Analisis Manajemen (MD&A)

Alasan atas dimasukkannya informasi ini ke dalam laporan tahunan dibahas dalam SFAC No.1, yang berbunyi:
Manajemen mengetahui lebih banyak mengenai seluk beluk perusahaan dan kegiatannya dibandingkan dengan investor, kreditor, atau pihak lain dan manajemen dapat meningkatkan kegunaan informasi keuangan dengan mengidentifikasi transaksi tertentu, kejadian lainnya, dan keadaan yang dapat mempengaruhi perusahaan serta menjelaskan efek keuangannya terhadap perusahaan

MD&A mengevaluasi penyebab dan menjelaskan alasan atas kinerja perusahaan selama periode tahunan sebelumnya Pengungkapan yang diwajibkan ini meliputi informasi mengenai likuiditas, sumber pendanaan, dan hasil operasi produksi juga mewajibkan manajemen untuk menekankan tren yang menyenangkan dan tidak menyenangkan serta untuk mengidentifikasi kejadian penting atau ketidakpastian yang mempengaruhi ketiga faktor tersebut

Rapat dan Analisis Manajemen (MD&A)

agar mampu mengkaji dampak kinerja perusahaan yang lampau pada kinerja masa mendatang, manajemen harus menggunakan estimasi dan perkiraan SEC menyatakan bahwa kerelevanan informasi ini melebihi keandalan informasi tersebut Namun dalam usaha untuk mendorong penyajian ini, SEC telah menyediakan peraturan pelabuhan aman (safe harbor) yang melindungi perusahaan terhadap tuduhan kecurangan selama estimasi yang digunakan manajemen disusun dalam cara yang masuk akal dan diungkapkan dengan jujur Pada tahun 1997 SEC menerbitkan amandemen atas Peraturan S-X yang berjudul Disclosure of Accounting Policies for Derivative Financial Instruments and Derivative Commodity Instruments and Disclosure of Quantitative and Qualitative Information about Market Risk Inherent in Derivative Financial Instruments, Other Financial Instruments, and Derivative Commodity Instruments. mengharuskan pengungkapan informasi yang bersifat kuantitatif dan kualitatif mengenai resiko pasar oleh semua perusahaan yang terdaftar pada SEC.

Surat kepada Pemegang Saham

Surat manajemen kepada pemegang saham mempunyai 4 tujuan penting. Surat ini menandakan bahwa manajemen:
1) 2)

Bertanggungjawab dalam penyusunan dan kesatuan laporan Telah menyusun laporan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku secara umum Telah menggunakan estimasi dan pertimbangan terbaik mereka

3)

4)

Menjaga sistem pengendalian internal

Semua Informasi yang Bermanfaat untuk Keputusan Investasi, Kredit, dan Lainnya Informasi Lainnya

Informasi mengenai perusahaan juga tersedia diluar laporan tahunan dan 10K. Contoh atas jenis informasi ini ialah:
1) 2)

Laporan analisis dan Artikel berita mengenai perusahaan.

Laporan Analisis

Investor perseorangan membuat 3 keputusan penting atas investasi:


1. 2.

Membeli Memegang

3.

Menjual

Analisis mendasar mencoba untuk mengidentifikasi sekuritas yang salah harga dengan mengkaji semua informasi yang tersedia Terdapat 3 kategori analis keuangan:
1.
2. 3.

Pihak penjual
Pihak pembeli Independen

Beberapa analis bekerja pada dunia yang penuh konflik kepentingan dan tekanan kompetisi, pihak penjual menginginkan klien investor mereka menjadi sukses. Di lain pihak, beberapa faktor dapat menimbulkan tekanan pada objektivitas dan independensi analis.

Laporan Analisis

Tekanan semacam itu tidak selalu berarti analisis bias, tetapi investor harus memahami bahwa:
1.

Perusahaan analis mungkin menjadi penanggung penawaran saham suatu perusahaan, dan perusahaan klien lebih menyukai laporan penelitian yang menyenangkan. Laporan positif dapat menciptakan tambahan klien dan penghasilan. Perencanaan biasanya menghubungkan kompensasi dengan klien yang berkelanjutan. Analis mungkin memiliki sekuritas secara individual, atau sekuritas mungkin dimiliki oleh perusahaan analis.

2. 3. 4.

Sehingga, investor harus mengkonfirmasi apakah perusahaan analis menulis saham sebuah perusahaan yang direkomendasikan dengan melihat daftar resmi tertulis untuk menjual sekuritas, yang merupakan bagian dari pernyataan pendaftaran untuk penawaran.
Apabila seorang analis keuangan atau sebuah perusahaan memperoleh kepemilikan melalui investasi venture, saham kepemilikan biasanya akan menjadi bahan perjanjian lock-up selama dan setelah IPO

Laporan Analisis

Setelah masa perjanjian lock-up berakhir, perusahaan ataupun analis dapat menjual sahamnya karena harga saham perusahaan akan dipengaruhi oleh kemungkinan terjualnya saham yang lock up setelah masa lock up itu berakhir hal ini juga merupakan data penting untuk dipertimbangkan ketika memperoleh laporan penelitian yang diterbitkan sesaat sebelum periode lock up berakhir, laporan ini biasa disebut booster shots Disamping hal tersebut diatas, harus diingat bahwa rekomendasi yang berasal dari analis yang paling terpercaya belum tentu merupakan pilihan terbaik. Inilah alasan bagi investor agar jangan sekali-kali hanya mengandalkan rekomendasi analis ketika hendak membeli atau menjual saham investor harus menentukan apakah keputusan mereka sesuai dengan tujuan mereka, waktu yang akan datang, dan batas toleransi terhadp resiko

Securities and Exchange Commission SEC

Sejak pertengahan 1930an, pemerintah USA telah dilibatkan dalam pembuatan standar dan memecahkan permasalahan. SEC adalah agen pemerintahan yang bertanggung jawab mengatur undang-undang federal tentang sekuritas. Undang-undang ini antara lain:

Security Act 1933, Security Exchange Act of 1934, Foreign Corrupt Practices Act of 1977, dan Sarbanes Oxley Act of 2002.

Undang-undang ini menekankan kebutuhan untuk menyediakan bagi investor prospektif pengungkapan penuh dan adil atas aktivitas penawaran dan penjualan sekuritas perusahaan kepada publik

The Securities Act of 1933

mengatur penjualan dan distribusi publik pertama sekuritas suatu perusahaan (go publik) Tujuan pembuatan undang-undang ini adalah perlindungan publik dari kecurangan ketika suatu perusahaan untuk pertama kalinya menerbitkan sekuritasnya untuk publik mensyaratkan suatu perusahaan yang akan melakukan penawaran pertama kalinya untuk memasukkan berkas pengumuman pendaftaran dan sebuah brosur dengan SEC Pendaftaran sekuritas dirancang untuk menyediakan pengungkapan yang cukup atas bahan fakta yang memungkinkan investor memiliki tingkat resiko yang potensial Walaupun begitu, pendaftaran tidak sepenuhnya melindungi investor dari kemungkinan kerugian, dan melanggar hukum jika ada perusahaan yang secara resmi menyarankan bahwa pendaftaran mencegah kemungkinan rugi

The Securities Exchange Act of 1934


mengatur perdagangan sekuritas perusahaan yang dimiliki publik (go Publik) mengatur tanggung jawab personal karyawan perusahaan dan pemilik (orang dalam) dan persyaratan pelaporan perusahaan, dan khususnya informasi yang harus dimuat dalam laporan tahunan perusahaan dan laporan sementara yang diterbitkan bagi pemegang saham Setiap perusahaan yang menawarkan sekuritas untuk dijual ke publik harus memilih bentuk pelaporan yang tepat. Bentuk pelaporan yang paling umum, semua dapat diambil dari web sitenya SEC adalah :
1) 2) 3) 4)

Form 10 Pernyataan registrasi yang normal bagi sekurirtas yang dijual ke publik Form 10-K Laporan Tahunan Form 10-Q Laporan Operasional Kwartalan Proxy Statement Digunakan ketika suatu perusahaan membuat permohonan surat kuasa untuk mengadakan rapat pemegang saham.

The Securities Exchange Act of 1934

tujuan utama dari undang-undang 1934 adalah untuk memberi keyakinan bahwa insider tidak mengambil keuntungan dalam pembelian atau penjualan sekuritas karena hubungannya dengan perusahaan

diatur kewajiban perdata dan kriminal bagi orang dalam jika membuat kesalahan atau memperdaya laporan ketika memperdagangkan sekuritas perusahaan
persyaratan SEC yang mensyaratkan kebanyakan informasi yang dimuat dalam 10-K, 10-Q, laporan proxy (surat kuasa) harus disahkan oleh seorang akuntan publik bersertifikasi (CPA) telah menjadi faktor signifikan bagi pertumbuhan dan pentingan profesi akuntan publik di Amerika serikat

The Foreign Corrupt Practice Act 1977 (FCPA)

Memuat dua elemen utama:


1.

Menjadikan pelanggaran kriminal untuk menawarkan suap bagi pejabat politik atau pejabat pemerintahan diluar amerika serikat dan mengenakan denda bagi perusahaan yang melakukannya
Persyaratan semua perusahaan publik harus:
i.

2.

Tetap melakukan pencatatan secara rasional yang secara akurat dan wajar menggambarkan kegiatan keuangan perusahaan Memikirkan dan memelihara suatu sistem pengendalian internal yang memberikan jaminan bahwa transaksi diotorisasi sepatutnya, dicatat dan dibukukan

ii.

Tujuan utama dari perundangan ini adalah pencegahan penyuapan pejabat asing dan pemeliharaan pencatatan keuangan perusahaan yang memadai.

Sarbanes-Oxley Act 2002

Selama awal 2000an, banyak perusahaan besar di Amerika Serikat bangkrut atau menghadapi kesulitan keuangan (Enron, WorldCom, Xerox, Global Crossing dll) -> Skandal Laporan Keuangan CEO perusahan tersebut terkesan lepas tanggung jawab -> masyarakat resah Michael Oxley dan Paul Sarbanes mengajukan RUU -> menjadi UU pada 20 Juli 2002

Sarbanes-Oxley Act 2002


Terdiri atas 11 bagian (title) :
1.

Public Company Accounting Oversight Board. Dibentuknya Badan baru yaitu Public Company Accounting Oversight Board (PCAOB). PCAOB menetapkan standar audit bagi auditor untuk perusahaan publik dan juga melakukan audit terhadap para auditor tersebut.

2.

Indepedensi Auditor
Batasan untuk menghindari conflict of interest Tanggung-Jawab Perusahaan Isi L/K merupakan tanggung jawab Manajemen

3.

Sarbanes-Oxley Act 2002


4. 5. 6.

Pengungkapan Laporan Keuangan yang lebih baik Analisa Conflict of Interest Sumber Komisi dan Kewenangan SEC berwenang untuk merekrut 200 profesional untuk mengawasi auditor dan kantor audit Studi dan Laporan

7.

Sarbanes-Oxley Act 2002


8.

Corporate and Criminal Fraud Accountability

9.
10.

Peningkatan Hukuman Bagi Kejahatan KerahPutih


Restitusi Pajak perusahaan

11. Kecurangan Perusahaan dan Akuntabilitas Perusahaan

Tanggung Jawab Etika


Ilmu Pengetahuan vs Etika Etika dan Moral

Etika berasal dari bahasa Yunani elhike ilmu yang mempelajari karakter) adalah studi tentang masalah moral
Moral (berasal dari bahasa Yunani mores adat dan kebiasaan) adalah standar yang menjadi acuan bagi seseorang dalam tingkah laku sehari-hari mereka

Tanggung Jawab Etika

Filosofi etika peradaban barat sebagian besar didasarkan pada konsep asas manfaat (utilitarianism) Berdasarkan konsep utilitarianisme . Perilaku etis akuntan harus mempertimbangkan semua akibat yang mungkin ditimbulkan dari keputusan profesional untuk semua individu atau kelompok yang dipengaruhi oleh suatu keputusan

Tanggung Jawab Etika


Dilema Etika dalam Praktik Profesional Akuntansi :

Independensi Ruang lingkup jasa Kerahasiaan Pengembangan praktek

Perbedaan dalam masalah akuntansi

Aspek lainnya dari masalah etika adalah pertanyaan etika legal. Yaitu jika suatu tindakan tertentu adalah sah, apakah secara otomatis membuatnya menjadi etis

The Professional Code of ConductAccountant

1902 - Code of Conduct yang pertama dipublikasikan. Hanya memuat dua aturan. Pertama melarang anggotanya memberikan ijin kepada yang bukan anggota untuk praktek atas namanya. Aturan kedua melarang pembayaran atas referral fee, sekarang umumnya dikenal sebagai kickbacks
1917 terdapat amandemen dengan dengan memasukkan aturan pelarangan berbagai tindakan seperti biaya kontijensi, penawaran kompetitif, periklanan 1934 Aturan independensi diadopsi Merespons securities act 1933 dan 1934

Setelah 1941 - perhatian utama profesi adalah konsep kerahasiaan, kompetensi, dan independensi.

1963 Terjadi perubahan, pengelompokan menjadi lima pasal


1973 Terjadi perubahan lagi, salah satu pemicunya adanya kasus watergate, dimana diketahui bahwa banyak perusahaan terkemuka memberikan kontribusi yang ilegal pada Partai Republik, dan investigasi menemukan rekening bank rahasia yang digunakan untuk menyembunyikan hasil suap. Fokus utama perubahan adalah pada kewajiban mematuhi standar pelaksanaan audit

The Professional Code of Conduct

1998 Code of Conduct direview dan mengalami perubahan, bersamaan dengan diterbitkannya sembilan standar audit baru oleh AICPA

Code of Conduct hasil perubahan terdiri atas 4 kelompok : 1) Prinsip/Aturan Pokok ; 2) Aturan Perilaku ; 3) Interpretasi ; 4) Putusan Etika

The Professional Code of Conduct

dalam dua dekade terakhir terdapat banyak kritikan berhubungan dengan perilaku etis profesional akuntan. Kalangan profesional telah merespon kritik tersebut dengan meningkatkan tanggung jawab profesinya dan berusaha mempersempit gap ekspektasi -> hasil polling : image profesi akuntan naik/membaik

Standar Akuntansi Internasional

Standar IASB yang mengatur kewajiban pengungkapan dan tanggung jawab etis adalah IAS No. 1. IAS no 1 ini diadopsi di Indonesia melalui pemberlakukan PSAK 01 revisi 2009

Standar IASB lain yang berkaitan dengan pengungkapan dalam L/K adalah IAS 34 tentang Pelaporan Keuangan Sementara

Akuntansi Inflasi

Stable Monetary Unit merupakan salah satu prinsip dasar akuntansi yang menyatakan bahwa kesatuan moneter itu dianggap stabil bahwa prinsip Stable Monetary Unit hanya dalam asumsi tidak pernah ditemukan dalam kenyataan. Prinsip ini adalah untuk memudahkan perumusan teori dan asumsi akuntansi keuangan

Akuntansi Inflasi

Hughes (2002) : efek inflasi telah menyebabkan terjadinya distorsi informasi dalam laporan keuangan. sehingga angka-anga dalam laporan keuangan, menghasilkan informasi yang tidak relevan Oleh karena itu, informasi keuangan perlu mempertimbangkan pengaruh inflasi dalam penilaian laporan keuangan

Model Akuntansi Pada Masa Inflasi


Untuk menyelesaikan masalah penyajian informasi keuangan berkaitan dengan adanya perubahan harga ini ada beberapa konsep yang dapat diterapkan yaitu:
1.

Konsep Constant Dollar Accounting (istilah ini sama dengan Stabilized Accounting ataupun General Price Level Accounting atau Current Purchasing Power Accounting. konsep Current Cost Accounting (istilah ini sama dengan Replacement Cost Accounting ataupun Current Reproduction Value Accounting)

2.

General Price Level Accounting

Masalah akuntansi yang berhubungan dengan perubahan harga pertama kali disajikan secara sistematis dalam artikel Effects of inflation on German Accounting (Sweeney 1927:180-191) Informasi akuntansi akan bermanfaat untuk mengambil keputusan bila data tersebut dapat diperbandingkan antar periode. Data akuntansi merupakan campuran antara data dari periode sebelumnya dengan data periode sekarang, sehingga data akuntansi periode sebelumnya perlu disesuaikan dengan perubahan daya beli.

General Price Level Accounting


Untuk menyajikan elemen-elemen laporan keuangan menurut perubahan tingkat daya beli, prosesnya sebagai berikut :

Mendapatkan laporan keuangan yang disusun berdasarkan Historical Cost Accounting Mendapatkan dan menentukan indeks harga umum yang akan digunakan untuk penyesuaian, terdiri dari indeks harga yang meliputi umur aktiva dan pasiva paling lama

Mengklasifikasikan elemen-elemen di laporan keuangan menurut pos-pos moneter dan non-moneter

General Price Level Accounting

Menyesuaikan pos-pos moneter dengan faktor konversi indeks harga, untuk menyatakan nilai aktiva dengan nilai uang menurut harga yang berlaku sekarang. Perhitungan Faktor Konversinya adalah sebagai berikut :

Indeks Sekarang Faktor Konversi = Indeks Tahun Dasar

General Price Level Accounting

Menghitung laba atau rugi yang timbul karena memiliki pos-pos moneter

Tujuan GPLA

menyajikan informasi tentang akibat perubahan harga terhadap usaha perusahaan meningkatkan daya banding (comparability) dari laporan keuangan antar periode dalam suatu perusahaan General Price Level Accounting yang dilaporkan sebagai informasi tambahan terhadap laporan keuangan Historical Cost Accounting dapat meniadakan pengaruh perubahan harga tanpa struktur akuntansi yang baru

Kontroversi GPLA
Pro :

laporan yang disajikan berdasarkan tingkat harga umum menyajikan data yang mencerminkan purchasing power dari aset dan klaim dalam mata uang tertentu pada akhir periode General price-level accounting menyediakan konsep matching pendapatan dan beban yang lebih baik karena menggunakan nilai uang konstan (common value). relatif mudah diterapkan menyediakan informasi yang relevan bagi manajemen dalam evaluasi dan penggunaannya

Kontroversi GPLA
Kontra :

Kebanyakan studi empiris mengindikasikan bahwa relevansi dari informasi tingkat harga umum juga lemah atau dengan kata lain tidak dapat diterima Tingkat harga umum merubah rekening hanya untuk perubahan dalam tingkat harga secara umum dan tidak merubah rekening ke dalam tingkat harga tertentu Pengaruh atau akibat adanya inflasi akan berbeda dalam berbagai perusahaan Beberapa peraturan yang dikeluarkan oleh Financial Accounting Standard Board (FASB) di USA juga masih tidak memberikan kepastian mengenai perlu tidaknya penggunaan general price-level accounting