Anda di halaman 1dari 18

OLEH KELOMPOK 3

Hosea Ryan Imam Ahmad Mayta Triana Wulandari Nurfaizah Divia Maharani Nurisnaeni Rauf Priantomo Darmawan Syarifa Nadhrah Mustamin Ummu Kalsum Salam Zulfahri Saleh

Latar Belakang
Perkembangan suatu kota tidak pernah bisa lepas dari sejarah dan kebudayaannya. Seperti di kota Makassar, perkembangan kota ini berawal dari aktivitas perdagangan dan pelayaran. Adanya perkembangan tersebut telah meninggalkan berbagai peninggalan sebagai warisan kepada kita, generasi muda untuk diketahui, dijaga, serta dilestarikan. Salah satu dari warisan itu adalah kebudayaan. Beragam aset peninggalan budaya, seperti alat perang, meriam, pakaian adat, upacara adat, dan beberapa lagi diantaranya bisa kita temui di Museum Benteng Fort Rotterdam. Melihat banyaknya aset budaya yang tersimpan di dalam Benteng Fort Rotterdam, maka di dalam laporan ini kami akan memperkenalkan dan menjelaskan apa-apa saja kebudayaan tersebut, agar sebagai generasi muda, kita dapat mengenal budaya dari daerah kita sendiri serta agar budaya tersebut tidak punah termakan zaman.

RUMUSAN MASALAH
Jenis kebudayaan apa saja yang terdapat di

dalam Benteng Fort Rotterdam? Bagaimanakah pemanfaatan Benteng Fort Rotterdam dalam bidang kebudayaan? Apakah upaya yang dilakukan pemerintah untuk melestarikan kebudayaan yang ada di Benteng Fort Rotterdam?

TUJUAN
Mengetahui jenis-jenis kebudayaan yang

ada di Benteng Fort Rotterdam Mengetahui pemanfaatan Benteng Fort Rotterdam dalam bidang kebudayaan Mengetahui upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam melestarikan budaya yang ada di Benteng Fort Rotterdam

LANDASAN TEORI
Pengertian kebudayaan

Unsur-unsur kebudayaan

Pengertian Kebudayaan
Herskovits

: Kebudayaan adalah sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain.
Edward Burnett T : Kebudayaan merupakan keseluruhan

yang kompleks yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Selo Soemardjan : Kebudayaan adalah sarana hasil karya,

rasa, dan cipta masyarakat.

UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN
Melville J Herskovits
Alat-alat teknologi
Sistem ekonomi Keluarga Kekuasaan politik

Bronislaw Malinowski
Sistem norma sosial
Organisasi ekonomi Alat-alat dan lembaga-

lembaga pendidikan Organisasi kekuatan (politik)

1. JENIS-JENIS KEBUDAYAAN

Senjata Pakaian Adat Bahasa Adat Rumah Adat Budaya Pesisir Upacara Adat Menenun Alat Musik Tradisional

SENJATA
BADIK
KERIS RENCONG

PANAH
CLURIT MANDAU

MERIAM

BADIK
Sejak ratusan tahun silam, badik dipergunakan bukan hanya sebagai senjata untuk membela diri dan berburu, tetapi juga sebagai identitas diri dari suatu kelompok etnis atau kebudayaan. Secara umum, badik terdiri atas tiga bagian, yakni hulu (gagang) dan bilah (besi), serta sebagai pelengkap adalah warangka atau sarung badik. Disamping itu, terdapat pula pamor atau guratan-guratan logam cerah pada helai bilah yang dipercaya dapat membuat hidup pemiliknya berubah

KERIS
Keris adalah senjata tikam golongan belati (berujung runcing dan tajam pada kedua sisinya) dengan banyak fungsi budaya. Bentuknya khas dan mudah dibedakan dari senjata tajam lainnya karena tidak simetris di bagian pangkal yang melebar, seringkali bilahnya berliku-liku, dan banyak di antaranya memiliki pamor. Pada masa lalu, keris berfungsi sebagai senjata dalam duel/peperangan, sekaligus sebagai pelengkap sesajian. Pada penggunaannya dimasa kini, keris lebih merupakan benda aksesori dalam berbusana, memiliki sejumlah simbol budaya, atau menjadi benda koleksi yang dinilai dari segi artistiknya.

Panah atau busur dikategorikan sebagai sebuah senjata yang digunakan untuk menembakkan anak panah, dibantu oleh kekuatan elastisitas dari panah itu sendiri. Biasanya senjata ini digunakan untuk berburu dan pada masa lalu digunakan dalam berperang. Desain dari panah dipengaruhi oleh kebudayaan dan masa dimana alat itu dibuat. Desain panah yang paling umum yang digunakan pada masa lalu yaitu kayu dan tulang. Pada masa sekarang bahan yang mendominasi adalah plastik, karbon, materiall sintetik dan sebagainya.

PANAH

CLURIT
Clurit menjadi senjata khas suku Madura yang biasa digunakan sebagai senjata carok. Senjata ini sudah melegenda sebagai senjata yang biasa digunakan oleh tokoh bernama Sakera. Masyarakat Madura biasa memasukkan khodam , sejenis makhluk gaib yang menempati suatu benda, ke dalam clurit dengan cara merapalkan doa-doa sebelum carok. Clurit ini juga digunakan oleh buruh yang bekerja di sektor pertanian.

MANDAU

Mandau adalah senjata tajam sejenis parang berasal dari suku Dayak di Kalimantan Timur. Mandau termasuk salah satu senjata tradisioonal Indonesia. Berbeda dengan parang, mandau memiliki ukiran-ukiran di bagian bilahnya yang tidak tajam. Sering juga dijumpai tambahan lubang-lubang di bilahnya yang ditutup dengan kuningan atau tembaga dengan maksud memperindah bilah mandau.

MERIAM
Meriam adalah senjata yang umumnya berukuran besar dan berbentuk tabung, yang menggunakan bubuk mesiu atau bahan peledak lainnya untuk menembakkan proyektil.
Meriam memiliki bermacammacam ukuran kaliber, jangkauan, sudut tembak, dan daya tembak. Lebih dari satu jenis meriam imimnya digunakan dallam medan perang atau pertempuran.

PAKAIAN ADAT

Baju bodo adalah pakaian tradisional khas Bugis Makassar. Baju bodo berbentukk segi empat, biasanya berlengan pendek, yaitu setengah atas bagian siku lengan. Baju bodo juga dikenal sebagai salah satu busana tertu di dunia. Baju adat Bugis, yang dipakai oleh perempuan Bugis menunjukkan usia ataupun martabat pemakainya. Pakaian ini kerap di pakai untuk acara adat seperti upacara pernikahan. Tetapi kini, baju bodo mulai direvitalisasi melalui acara lainnya sepeti lomba menari atau menyambut tamu agung.