Anda di halaman 1dari 2

Sharing IPD Demam Grup 10a dan 10b 10a Demam = peningkatan suhu tubuh di atas suhu normal

ormal yang mengikuti irama sirkadian (minimum rata2 37,2 pada jam 6 pagi dan 37,7 pada jam 4 sore) Hipertermi= peningkatan suhu tubuh tanpa perubahan settingan pada termostat (hipotalamus) Pada demam maka pasien merasa dingin akibat vasokonstriksi, sedangkan pada hipertermi pasien merasa kepanansan. Kasus--> demam 38,7 C, 1 minggu. Komponen anamnesis: identitas, pekerjaan, pola demam, apakah pasien merasa dingin atau panas, posisi tidur pasien meringkuk/tidak, apakah pasien memakai selimut atau baju tebal atau tidak, onset demam, kapan munculnya, gejala penyerta. Demam karena infeksi bakteri biasanya onsetnya perlahan, naik turun dengan puncak demam yang naik dari hari ke hari. Demam karena infeksi virus onsetnya cepat, turun perlahan tergantung jumlah virus. Etiologi demam noninfeksi: autoimun, neoplasma, trauma, obat-obatan, metabolik (misal, gout) FUO tidak sama dengan demam idiopatik. FUO adalah demam yang kausanya belum dapat ditegakkan dengan saranan dan prasarana di tempat pemeriksaan. Menggigil muncul pada demam dengan onset tiba-tiba. Pada malaria sering kali peningkatan suhu dibantu proses mengigil karena onsetnya yang tiba-tiba, yakni kketika eritrosit-eritrosit pecah. . Ciri khas demam karena malaria ialah pasien merasakan adanya jam-jam sehat/jam-jam bebas demam. Pneumonia biasanya didahului infeksi saluran pernapasan atas (ispa). Ispa biasanya disebabkan oleh virus. Infeksi virus menyebabkan menurunnya imunitas saluran napas dan virus menghasilkan protein yang menjadi substrat pertumbuhan bakteri/flora-flora normal. Akibatnya flora normal saluran pernapasan menjadi sumber infeksi sekunder. Bakteri yang teraspirasi dapat menyebabkan pneumonia. Pneumonia yang disebabkan oleh typoid menginfeksi paru via pembuluh darah sehingga biasanya infeksi merata pada lapang paru, baik paru kiri maupun kanan. Pada pemicu, pasien telah mengalami sepsis karena memenuhi 2 atau lebih dari kriteria sepsis: suhu> 38 C, RR > 24, HR > 90, Leukositosis > 12.000. Antibiotik pada kasus sepsis: levofloksasin. Pada pasien geriatri dapat diberi sefalosporin generasi IV. Monitoring pada pasien: keluhan-keulhan simtomatik, monitor kadar leukosit, suhu, bunyi ronki, rotgen (setiap 2 hari bila keadaan memburuk atau setiap 1 hari pada pasien geriatri atau pada hari V/saat akan keluar rumah sakit bila respon membaik) Bila keadaan klinis sudah baik, tetapi masih ditemukan ronki maka ada indikasi pasien menderita TB.

10b Karakter demam infeksi adalah demam yang akut (biasanya <2 minggu, suhu tubuh tunggi, pola demam naik turun, ada kontak dan faktor resiko (ini yang lebih penting), dan faktor demografi serta epidemioliginya. Demam yang lebih dari 3 minggu, biasanya bukan disebabkan karena infeksi. Penyebab demam: infeksi dan non-infeksi. Demam akibat virus biasanya kurang dari 1 minggu, sedangkan karena bakteri lebih dari 1 minggu. Demam dengue biasanya demam turun di hari ke-6, trombosit menurun di hari 4-6 dan hal ini sangat berbahaya. Demam tifoid biasanya lebih dari 1 minggu maka sering sudah terjadi komplikasi, di fase minggu ke 2-3. Banyak komplikasi, maka dari itu butuh perawatan di rumah sakit. Pneumonia bisa karena demam tifoid, jarang terjadi pneumonia saja pada usia muda. Namun, jika pneumonia terjadi pada usia muda, salah satu penyebabnya adalah demam tifoid. Pneumonia bisa disebabkan juga karena pasien imunokompromais, infeksi virus, SARS, intravena Drug user. Pneumonia ada dua : hospital acquired dan community. Perlu dibedakan klasifikasi infeksi ini karena penatalaksanaan bisa berbeda. Pneumonia bisa disebabkan oleh klebsiella pneumoniae, h. Influenzae, dan streptococcus pneumoniae. Penyakit infeksi harus diberikan terapi empiris karena dengan pemberian terapi maka akan berubah seiring dengan berjalannya waktu. Jadi, pemberian terapi empiris ini harus diberikan sesegera mungkin. Pengobatan untuk pneumonia dan tifoid: terapi empirisnya adalah Levofloxacin. Untuk demam tifoid 5-7 hari setelah pengobatan, biasanya diperiksa tes widal, apakah ada peningkatan titer sebanyak 4x, meskipun dalam prakteknya peningkatan titer 2x saja sudah menunjukkan adanya demam tifoid. Peningkatan ini disebabkan oleh respon imun.