Anda di halaman 1dari 9

Analisis kinerja PT Unilever tahun 2007

Sebagai salah satu perusahaan publik di Indonesia, PT. Unilever memiliki komitmen untuk menjalankan praktik tata kelola perusahaan dengan standar tertinggi dalam aktivitas bisnisnya sehari-hari, antara lain dengan menjunjung tinggi prinsip-prinsip seperti Fairness (Kewajaran), Transparency (Transparansi), Accountability (Akuntabilitas) dan Responsibility (Tanggung Jawab) dalam setiap aspek bisnis untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi seluruh stakeholder. Perusahaan juga terus berupaya menumbuhkan penerapan kode etik dan prinsip Good Corporate Governance (GCG) sebagai nilai dan budaya yang melekat di kalangan karyawan PT.Unilever. Sepanjang tahun 2007, perusahaan telah melakukan berbagai upaya peningkatan praktik tata kelola perusahaan, di antaranya: 1. Kepatuhan terhadap Anggaran Dasar, Peraturan dan Ketentuan Pasar Modal dan Bursa Efek Sebagai perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, perusahaan senantiasa patuh terhadap Undang-Undang Perseroan Terbatas Indonesia serta berbagai peraturan dan ketentuan pasar modal dan bursa lainnya yang relevan. Melalui kepatuhan terhadap undang-undang dan peraturan yang berlaku, perusahaan akan lebih meningkatkan praktik GCG di seluruh aspek operasionalnya. Rapat Umum Pemegang Saham

Dalam rangka melindungi kepentingan para pemegang saham, Perseroan memastikan bahwa Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) diselenggarakan pada waktunya dan dipersiapkan sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan dan Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan . Penyerahan Laporan Berkala

Ketepatan waktu penyerahan dan akurasi laporan keuangan dan laporan tahunan selalu menjadi perhatian utama perusahaan. Di samping itu perusahaan juga menyampaikan informasi

penting lainnya kepada Bapepam-LK dan Bursa Efek Indonesia secara tepat waktu, seperti bila terjadi keterlambatan karena suatu sebab tertentu yang tidak dapat dihindari. Keterbukaan Informasi Perusahaan senantiasa memberikan laporan kepada Bapepam-LK dan Bursa

EfekIndonesia,serta mengumumkan kepada masyarakat setiap informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi dari para investor sesuai dengan peraturan yang berlaku. 2. Optimalisasi Situs Perusahaan Dalam rangka memberikan kemudahan bagi seluruh stakeholder, masyarakat, dan pihakpihak lain untuk memperoleh informasi yang berkaitan dengan perusahaan ,maka perusahaan tetap memperbaharui setiap informasi yang terjadi atas perusahaan di dalam situsnya yaitu www.unilver.co.id. Informasi yang disajikan di dalam situsnya tetap dijaga agar selalu up to date, informatif dan komunikatif. STRUKTUR TATA KELOLA PERUSAHAAN Menurut undang-undang perusahaan yang berlaku di Indonesia, organ perusahaan terdiri dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Komisaris dan Direksi. RUPS merupakan organ tertinggi di PT.Unilever yang memegang seluruh wewenang di luar yang telah didelegasikan kepada Komisaris ataupun Direksi. Komisaris beserta Komite yang dibawahinya, Direksi dan eksekutif kunci PT Unilever lainnya juga terus meningkatkan kapabilitas mereka dalam menjalankan fungsi pengawasan dan pengelolaan perusahaan, sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing. Mereka juga terus memperkuat hubungan kerjasama di antara mereka dan mempererat hubungan dengan Staf di bawahnya. Singkatnya, Unilever menyadari pentingnya menjaga hubungan kerjasama antara governance body, manajemen dan staf dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan praktik pelaksanaan GCG di perusahaannya. Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, Unilever memberikan penjelasan untuk setiap rekomendasi yang tidak dilakukan.

Dewan Komisaris Para Komisaris bertugas untuk mengawasi dan memberikan arahan kepada Direksi dalam menjalankan dan mengelola Perseroan. Presiden Komisaris 1: Jan Zijderveld Komisaris Independen : Theodore Permadi Rachmat Komisaris Independen : Kuntoro Mangkusubroto Komisaris Independen : Cyrillus Harinowo Komisaris Independen : Bambang Subianto Rapat Komisaris Sesuai Anggaran Dasar Perseroan, Komisaris menyelenggarakan rapat setidaknya 1 (satu) kali dalam setahun, atau sewaktu-waktu apabila dipandang perlu oleh Komisaris Utama atau jika diminta oleh anggotaKomisaris lainnya. Untuk membantu pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya, Dewan Komisaris telah membentuk Komite Audit. Komite ini telah memiliki Pedoman Kerja tertulis yang menetapkan tugas dan tanggung jawabnya sebagaimana tertuang dalam Pedoman Kerja Komite Audit (Audit Committee Charter) dan telah disetujui oleh Dewan Komisaris.

Komite Audit Sesuai dengan Peraturan, telah membentuk Komite Audit untuk membantu membantu Dewan Komisaris dalam memenuhi tanggung jawab kepengawasan sehubungan dengan integritas laporan-laporan keuangan, mana- jemen risiko dan pengendalian internal, kepatuhan kepada hukum dan peraturan, kinerja, kualifikasi dan independensi akuntan publik, serta kinerja fungsi audit internal. Komite Audit terdiri dari setidaknya tiga orang anggota, mengadakan rapat setidaknya empat kali setahun, dan melaporkan langsung kepada Dewan Komisaris. Anggota Komite ditunjuk oleh Dewan Komisaris. Komite Audit diketuai oleh Bapak Cyrillus Harinowo, yang juga menjadi komisaris independen, dan anggota lainnya adalah Bapak Benny Redjo

Setiyono dan Bapak Muhammad Saleh menggantikan Bapak Tjan Hong Tjhiang sebagai anggota komite audit sejak Juni 2007. Dewan Komisaris menyampaikan penghargaan kepada Bapak Tjan Hong Tjhiang atas kontribusinya. Rapat Komite juga dihadiri oleh Chief Financial Officer, Sekretaris Perusahaan, Group Audit Manager, Financial Controller dan setidaknya satu kali dalam setahun dengan akuntan publik. Group Audit Manager memastikan agar komite memperoleh informasi yang dibutuhkan. Komite Audit memberikan informasi terkini kepada Dewan Komisaris tentang semua permasalahan penting secara rutin sepanjang tahun. Komite menyelenggarakan enam kali rapat di tahun 2007 dengan persentase kehadiran 94%.

Direksi Direksi bertanggung jawab sepenuhnya atas pengurusan perusahaan sesuai kepentingan dan tujuan perusahaan. Direksi juga bertanggung jawab mewakili perusahaan di dalam maupun di luar sidang pengadilan sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar perusahaan. Pengangkatan dan pemberhentian anggota Direksi dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham. Saat ini, Direksi PT Unilever terdiri atas 8 orang yaitu: Presiden Direktur Direktur Direktur Direktur Direktur Direktur Direktur Direktur : Maurits DanielRudolf Lalisang : Graeme David Pitkethly : Mohammad Effendi Soeparsono : Andreas Moritz Egon Rompis : Joseph Bataona : Surya Dharma Mandala : Debora Herawati Sadrach : Okty Damayanti

Rapat Direksi Sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Anggaran Dasar Perseroan, bahwa Rapat Direksi mengadakan rapat setidaknya satu kali sebulan dan setiap waktu bilamana dipandang perlu. Panggilan rapat harus mencantumkan acara, tanggal, waktu dan tempat rapat Direksi dan rapat harus diadakan di tempat kedudukan Perseroan atau di tempat kegiatan usaha di wilayah Republik Indonesia. Risalah rapat Direksi dibuat oleh yang hadir pada rapat tersebut yang

ditunjuk oleh Ketua rapat, sesuai dengan ketentuan anggaran Dasar perseroan. Risalah rapat berfungsi sebagai bukti sah mengenai keputusan yang diambil dalam rapat tersebut

Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi Total paket remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi selama tahun 2007 adalah Rp26.518 juta (2006: Rp26.725 juta). Pengeluaran ini dicatat sebagai bagian dari beban usaha. Sistem Pengendalian Internal Manajemen Perseroan bertanggung jawab terhadap rancangan dan pemeliharaan sistem pengawasan internal yang memadai, dan memberikan kepastian yang wajar kepada Direksi bahwa semua risiko yang berkaitan dengan usaha perusahaan telah diidentifikasi dengan tepat, dievaluasi dan dijaga. Manajemen Perseroan memahami dan menaruh perhatian yang serius bahwa dalam melakukan kegiatan usaha, terdapat beberapa risiko di antaranya risiko bisnis atau risiko terhadap industri dan risiko operasional atau risiko yang terkait dengan proses internal yang disebabkan oleh kesalahan manusia (Man), kegagalan sistem (Method), kegagalan mesin (Machine) dan atau adanya problem eksternal yang mempengaruhi operasional perusahaan. Manajemen menyadari bahwa risiko-risiko tersebut merupakan risiko yang melekat pada setiap akitvitas perusahaan, oleh karena itu, sistem pemantauan terhadap keefektifan Standard Operating Procedure (SOP), sistem yang digunakan (Hardware dan Software) selalu dijalankan untuk mendukung kegiatan perusahaan, di antaranya: Mengembangkan program atau sistem yang terintregrasi yang mencakup seluruh aktivitas perusahaan. Memastikan bahwa sistem pemantauan terhadap keefektifan mesin selalu tingkatkan. Manajemen berketetapan, bahwa dengan adanya sistem pengendalian internal yang memadai maka setiap transaksi dilaksanakan dengan kebijakan manajemen dan semua laporan keuangan diterbitkan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Sekretaris Perusahaan Sebagai perusahaan publik, PT Unilever. Tbk diwajibkan membentuk fungsi Sekretaris Perusahaan. Sekretaris Perusahaan bertanggung jawab langsung kepada Direksi dan antara lain bertugas untuk: Memantau kepatuhan Perseroan terhadap Undang-Undang Perseroan Terbatas, Anggaran Dasar, ketentuan Pasar Modal dan peraturan lain yang terkait. Memelihara komunikasi yang transparan secara berkala dengan pemerintah dan para pemain di pasar modal yang berhubungan dengan permasalahan tata kelola perusahaan. Memberikan informasi terkini yang akurat mengenai perusahaan kepada para pemegang saham, media, investor, dan masyarakat umum secara rutin. Good corporate governance sudah menjadi tradisi perusahaan perusahaanlebih dipercaya pihak luar yang berkepentingan unilever. Integritas memacu

(stakeholders),

profesionalisme karyawan, kinerja keuangan yang cemerlang, serta stabilitas harga saham yang jempolan. Sebelum perusahaan unilever menuai manfaat penerapan GCG, mereka melalui proses panjang untuk menjadi terpercaya. Unilever terlihat berupaya menerapkan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG) dalam setiap kegiatan. Prinsip ini pun telah diintegrasikan ke dalam Tujuan Perusahaan dan Kode Etik Prinsip Bisnis Unilever. Dokumen-dokumen tersebut menjadi pedoman bagi manajemen, karyawan, mitra dan juga para pihak yang berkepentingan dalam aktivitas mereka. Unilever menerapkan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG) dalam setiap kegiatan. Terbukti dari fakta yang ditemukan di lapangan. Kontribusi yang diberikan terhadap lingkungan diantaranya:

Unilever bekerja sama dengan Safety and Environment Assurance Committee (SEAC) atau Komisi Jaminan Keselamatan dan Lingkungan yang berkedudukan di Inggris guna memastikan bahwa seluruh proses pengambilan keputusan yang berkaitan dengan keselamatan dan lingkungan dari produk dilakukan secara terpisah dari keputusan komersial.

Central Safety, Health and Environment Committee (CSHEC) atau Komisi Pusat Keselamatan, Kesehatan dan Lingkungan mengembangkan kebijakan, peraturan, prosedur dan standar tentang kesehatan, keselamatan dan lingkungan, serta

menyebarluaskan perilaku yang aman dan penanganan investigasi kecelakaan. Sejak 2005, pabrik Rungkut telah berhasil mengurangi kebutuhan air dan

mengurangipembuangan air limbah dari proses produksinya melalui pemasangan unit pengolah air limbah reverse osmosis. Unilever melaporkan penanganan Limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3) yang telah dilakukannya,. Pada 2003, Unilever telah mengganti bahan bakar boiler dari solar ke gas alam yang mengandung relative lebih sedikit sulfur. Penggantian ini mengurangi emisi SOx kami secara signifikan. Bekerja sama dengan Asosiasi Industri Daur Ulang Plastik Indonesia (AIDUPI), mereka memanfaatkan kemasan yang tidak terpakai atau bahan plastik lainnya untuk membuat produk plastik seperti ember atau keset. Selama tiga tahun terakhir, Unilever meraih peringkat Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup, melalui penghargaan PROPER(telah mencapai emisi nol). Mengubah rantai ABS yang bercabang menjadi Linier Alkyl Benzen Sulfonat (LABS) sehingga lebih mudah terurai ke lingkungan melalui produksi deterjen serbuk yang ramah lingkungan. 9 Dimensi GCG yang Jadi Acuan Penilaian 1. Komitmen terhadap tata kelola perusahaan Sistem manajemen PT.Unilever telah berhasil mendorong anggota perusahaan menyelenggarakan tata kelola perusahaan yang baik dalam rangka mewujudkan tujuan perusahaan.

2. Tata kelola dewan komisaris Penerapan sistem manajemen PT.Unilever memungkinkan optimalisasi peran anggota dewan komisaris dalam penyelenggaraan tata kelola perusahaan yang baik. 3. Komite-komite fungsional Penerapan sistem manajemen PT.Unilever memungkinkan optimalisasi peran anggota komite-komite fungsional dalam penyelenggaraan tata kelola perusahaan yang baik. 4. Dewan direksi Penerapan sistem manajemen PT.Unilever memungkinkan optimalisasi peran anggota dewan direksi dalam penyelenggaraan tata kelola perusahaan yang baik. 5. Transparansi Sistem manajemen PT Unilever telah mengungkapkan informasi yang relevan, akurat, dapat dipercaya, tepat waktu, jelas, konsisten, dan dapat di perbandingkan, tentang kegiatan perusahaan. 6. Perlakuan terhadap pemegang saham Sistem manajemen PT Unilever menjamin perlakuan yang setara terhadap pemegang saham dan calon pemegang saham 7. Peran pihak berkepentingan lainnya Sistem manajemen PT Unilever dapat meningkatkan peran pihak berkepentingan lainnya 8. Integritas Sistem manajemen PT Unilever mampu menumbuhkan semangat memegang teguh tata nilai yang disepakati oleh perusahaan 9. Independensi Sistem manajemen PT Unilever mampu memunculkan semangat kemandirian anggota perusahaan agar mampu memutuskan dan mendahulukan kepentingan perusahaan.

KESIMPULAN
Mengelola lingkungan hidup merupakan sebuah kewajiban bagi setiap

manusia,organisasi, maupun pemerintah.

Pencapaian Unilever membuktikan bahwa Sistem

Manajemen Lingkungan tidak hanya membawa perubahan terhadap lingkungan alam sekitar, tetapi juga terhadap perusahaan dan menjadi motivasi bagi perusahaan lainnya untuk melakukan hal yang serupa atau bahkan lebih baik lagi. Adapun prestasi yang diraih oleh PT.Unilever Indonesia Tbk adalah perusahaan ini terpilih kembali menjadi perusahaan Indonesia yang paling baik versi majalah financial di Asia,AsiaMoney, Predikat itu diberikan untuk kategori Overall Best Managed Company in Indonesia 2008-Large Cap dan Overall Best Managed Company in Indonesia 2009- Large Cap. Bukan hanya itu , Chief Financial Officer Unilever Indonesia Graeme David Pitkethly, pihaknya juga meraih The Best Executive in Indonesia 2008. Penghargaan tersebut membuktikan bahwa uniever mendapat pengakuan masyarakat dan pelaku bisnis di Indonesia selama lebih dari 76 tahun dan juga sebagai perusahaan yang berhasil mempertahankan GCG. Unilever tidak hanya dapat mempertahankan prestasi tetapi juga mampu meningkatkan kretivitas dan kesanggupan menjadi peran utama dalam pasar konsumen domestic serta kemampuannya menghadapi ekonomi global yang sedang menurun. Sistem Manajemen Lingkungan harus dimiliki oleh setiap perusahaan/organisasi, khususnya perusahaan/organisasi yang produksinya bersentuhan langsung dengan alam atau lingkungan hidup. Sebaiknya Sistem Manajemen Lingkungan semakin didorong oleh pemerintah dan didukung oleh masyarakat supaya lebih banyak lagi kontribusi yang dilakukan dalam melestarikan lingkungan hidup Secara keseluruhan, praktik Good Corporate Governance di PT Unilever telah meningkat secara positif dari tahun sebelumnya. Terlebih dengan semakin meningkatnya tantangan yang dihadapi perusahaan, individu Unilever lebih bersedia untuk melakukan perubahan yang diperlukan dan meningkatkan kompetensi mereka dalam menghadapi tantangan ke depan.