Anda di halaman 1dari 6

GAMBAR UMUM BENDUNGAN BATUTEGI Bendungan Batutegi dibangun pada sungai sekampung 65 Km sebelah hulu bendung Argoguruh atau

u 90 sebelah Barat Daya Kota Bandar Lampung. Sumber Dana untuk pelaksanaan pembangunan waduk Batutegi berasal dari dana APBN dan LOAN OECF. Pelaksanaan proyek terdiri dari : Study Kelayakan pada tahun 1978,Detail Desain diselesaikan pada tahun 1983. Pekerjaan Riview design dan supervisi Pelaksanaan dimulai bulan pebruari 1994 dan pelaksanaan pekerjaan terowongan dimulai Tahun 1995. Pelaksanaan pekerjaan Bendungan dimulai pada tahun 1996 dan selesai tahun 2000. Tujuan Dan Manfaat Bendungan Batutegi 1. Peningkatan areal persawahan. 2. PLTA. 3. Penyediaan air baku untuk air minum. 4. Pengendalian Banjir, Parawisata, Perikanan dan lain-lain DATA BENDUNGAN - Tipe Bendungan : Timbunan Batu Dgn Inti Tanah Kedap Air. - Panjang Puncak Bendungan : 690.00 m - Elevasi Puncak Bendungan : + 283.00 m - Lebar Puncak Bendungan : 12.00 m - Tinggi Max. diatas dasar sungai : 120.00 m - Volume timbunan : 9 x 106 m3 - Tipe Bangunan Pelimpah : Pelimpah Bebas ( Tanpa Pintu ) dengan Terowongan - Tipe Terowongan Pengelak : Penampang Lingkaran Berlapis beton bertulang - Tipe Intake : Pengambilan Miring - Jenis Katup irigasi : Kerucut Tetap (fixed cone) (read less)

BATU TEGI peninggalan belanda yang MANIS dan sedikit menyimpan MISTIS :)
oleh indonesia zamrud kathulistiwa cabang sumatra pada 23 April 2010 jam 5:06 Mendekati pusat kota-kecamatan Talang Padang, di sudut kanan persimpangan tampak mencolok papan penunjuk arah menuju Bendungan Batu Tegi (Tegi = tegak/berdiri-bahasa Lampung). Lokasi yang berjarak sekitar 85 km dari Bandar Lampung dan 20 km dari persimpangan ini memiliki areal yang sangat luas. Bila tidak menggunakan kendaraan pribadi, pengunjung dapat menggunakan jasa ojek dari pangkalan-pangkalan yang ada untuk sampai ke lokasi.

Bendungan Batu Tegi merupakan salah satu bendungan terbesar se-ASIA TENGGARA terletak di Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung dan telah diresmikan oleh mantan Presiden Megawati pada tahun 2004, bendungan ini merupakan salah satu bendungan terbesar di Asia Tenggara. Selain fungsinya sebagai PLTA/irigasi, juga dimanfaatkan sebagai objek wisata, mengingat pemandangannya yang begitu bagus dan indah. ,bendungan itu memang cukup besar yaitu menyatukan dua bukit yang cukup tinggi dan air yang menggenang menengelamkan bukitbukit kecil yang terletak di sebelah hulu bendungan. Diatas bendungan adalah jalan beraspal yang cukup lebar sekitar 10 m lengkap dengan trotoar, pot bunga, lampu jalan dan pagar pembatas.

Konon pada saat pengerjaanya menelan sebanyak 13 orang. Ketiga belas korban itu tewas saat mengerjakan sebuah terowongan pembuangan air yang sangat besar berdiameter puluhan meter dan panjangnya ratusan meter kebawah, mereka terimpa alat pengecor semen seberat puluhan ton.

Dibalik kisah seram proses pembangunannya, bendungan batu tegi merupakan salah satu tempat wisata yang menawarkan pemandangan yang indah, wilayah area bendungan sangat luas luar biasa. Sejak masuk di gerbang dekat jalan utama sampai ke area bendungan banyak pemandangan yang dapat dinikmati. Ketika kita berada dia atas bendungan dan melihat ke bagian hulu ( atas ) kita serasa melihat lautan yang luas, dan ketika kita melihat kebawah kita dapat melihat tangga, kantor dan mesin pembangkit listrik begitu kecilnya. Penduduk yang ramah di pekon-pekon Kecamatan Pulau Panggung wilayah sekitar lokasi bendungan akan dengan antusias menjawab pertanyaan pengunjung berbagai hal tentang mengenai daerahnya. Sebagian besar penduduk adalah etnis Semendo (Sumatera Selatan) yang telah menetap di wilayah ini sejak dahulu.

Disamping fungsi utama sebagai PLTA dan Irigasi/pengairan, sebagai objek wisata, bendungan/waduk ini memiliki pesona pemandangan yang menakjubkan. Danau yang terbentuk oleh genangan air bendungan ini amat luas. Dikelilingi perbukitan, obyek ini bak terlukis dikanvas yang bagaikan magnet menyedot perhatian pengunjung hingga betah berlama-lama memandangnya. Jika beruntung, berbagai jenis ikan tawar dapat dibeli antara lain: baung, gabus, patin, dan sebagainya yang merupakan tangkapan penduduk sekitar dengan perahu motor yang kerap sandar pada jetidermaga apungdua sampai empat kali sehari. Peminat juga dapat pula menyewa perahu mereka untuk sekedar berkeliling danau atau memancing dengan sewa Rp. 25.000,00 untuk satu rombongan kecil (3 s.d 5 orang) selama 1 jam. Walaupun objek ini belum memiliki fasilitas yang memadai bagi wisatawan, namun sejak tahun 2002 lalu ramai dikunjungi oleh masyarakat Tanggamus maupun luar daerah terutama saat liburan dan akhir pekan.