Anda di halaman 1dari 2

Contoh penggolongan elekrode baja karbon untuk pengelasan FCAW :

E70T-4
Cara membaca kode elektrode tersebut adalah sebagai berikut : 1. "E" menandai suatu elektrode terbungkus. 2. Digit yang kedua atau "7" menandai kekuatan tarik minimum dikalikan dengan 10.000 psi (69 MPA), berarti 70.000 psi (483 MPA). 3. Digit yang ketiga atau "0" menandai posisi pengelasan. Angka "0" berarti untuk posisi las horisontal dan datar, sedangkan angka "1" untuk semua posisi pengelasan. 4. "T" mewakili elektrode las yang berbentuk pipa atau untuk penggolongan kawat las berinti fluks. 5. Digit terakhir "4" menunjukkan jenis fluks yang digunakan seperti pada elektrode las SMAW. Penggolongan elektrode untuk baja paduan rendah (low alloy steel) adalah serupa dengan penggolongan elektrode untuk baja karbon. Contoh penggolongan elektrode baja paduan rendah adalah E81T1-Ni2 dimana : 1. "E" menandai elektrode terbungkus. 2. Digit yang kedua atau "8" menandai kekuatan tarik minimum dikalikan dengan 10.000 psi (69 MPA), dalam hal ini adalah 80.000 psi (552 MPA). 3. Digit yang ketiga atau "1" menandai kemampuan posisi pengelasan dari elektrode. Angka "1" menandai untuk semua posisi las dan angka "0" untuk posisi horisontal dan datar saja. 4. "T" menandai suatu elektrode yang berbentuk pipa dan berinti fluks, yang digunakan untuk pengelasan FCAW. 5. Digit yang ke lima atau "1" menjelaskan tentang penggunaan fluks dan karakteristik yang dapat dicapai oleh elektrode. Digit ini adalah sama yang digunakan dalam penggolongan elektrode baja karbon, akan tetapi hanya EXXT1-X, EXXT4-X, EXXT5-X dan EXXT8-X digunakan untuk penggolongan fluks pada elektrode FCAW baja paduan rendah (low alloy steel). 6. Digit terakhir atau "Ni2" menjelaskan tentang komposisi kimia yang terkandung di dalam elektrode. Sistem klasifikasi untuk elektrode FCAW baja tahan-karat didasarkan pada komposisi kimia logam las (filler metal) dan jenis pelindung yang digunakan untuk pengelasan. Contoh penggolongan elektrode baja tahan-karat adalah E308T-1 dimana : 1. "E" menandai elektrode terbungkus. 2. Digit diantara "E" dan "T" menunjukkan adanya komposisi kimia logam las (filler metal). 3. "T" menandai elektrode berbentuk pipa dengan inti fluks untuk las FCAW. 4. Akhiran "1" menandai adanya jenis fluks untuk pelindung yang digunakan. Salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas hasil las-lasan adalah dengan cara memperhatikan jenis elektroda yang digunakan. Sebagai contoh, banyak fabrikator yang melakukan pengelasan pelat dengan tebal 1/2-inch dengan

menggunakan elektrode 0.045-in. E71T-1, karena penggunaan elektrode jenis ini sudah direkomendasikan. Demikian juga pada pemakaian elektrode 1/16-in. atau 3/32-in. untuk posisi pegelasan datar dapat meningkatkan deposition rate dan travel speed tanpa meningkatkan masukan panas yang terjadi. Penggolongan Elektroda juga dapat mempengaruhi produktivitas hasil pengelasan. Misalnya elektrode E71T-1 terkenal oleh karena kemampuannya untuk allposition. Akan tetapi jenis elektrode ini kurang bagus jika sering digunakan untuk pengelasan dengan posisi datar. Dalam hal ini penggunaan elektrode harus dipilihkan yang benar-benar sesuai untuk pengelasan posisi datar seperti elektrode E70T-1, agar diperoleh kualitas pengelasan yang baik.

Gambar 1.8. Perbandingan Elektrode FCAW.