Anda di halaman 1dari 17

BAB IX

Statistik Inferensial

Zulganef-Business Research Methods

8- 1

I.

Pengertian
Statistik inferensial adalah teknik statistik yang digunakan oleh peneliti untuk menarik kesimpulan (inference) atau generalisasi mengenai kelompok data yang lebih besar (populasi) dari data yang mewakilinya (sampel) Beberapa teknik statistik yang umumnya digunakan untuk melakukan inferensial diantaranya adalah regresi, korelasi, uji chisquare, t-test, ANOVA, dan multiple regression Dalam penelitian, teknik-teknik statistik tersebut seringkali digunakan untuk membuktikan hipotesis

Zulganef-Business Research Methods

8- 2

Penggunaan teknik-teknik statistik tersebut dalam penelitian tergantung pada jenis data dan hipotesis yang akan dibuktikan Misalkan:

Data berbentuk interval atau ratio dan hipotesis berupa pengaruh dibuktikan menggunakan regresi

Data berbentuk interval atau ratio dan hipotesis berupa hubungan dibuktikan menggunakan teknik statistik korelasi pearson
Data berbentuk ordinal dan hipotesis berupa hubungan dibuktikan menggunakan teknik statistik korelasi rank spearman Hipotesis berupa perbedaan (H: terdapat perbedaan rata-rata konsumsi dewasa dan remaja) dibuktikan menggunakan teknik t-test atau ANOVA (Analysis of Variance)
8- 3

Zulganef-Business Research Methods

A.

Varian (Variance) dan Korelasi


Varian dan Kovarian adalah konsep utama dalam menganalisis menggunakan statistik inferensial, terutama regresi.

Varian adalah salah satu indeks yang penting untuk mendeskripsikan sejumlah data. Dan merupakan dasar beberapa penghitungan korelasi, misalkan korelasi Pearson

Korelasi digunakan untuk mengetahui sejauh mana satu variabel berhubungan dengan varibel lain
Varian merupakan dasar beberapa penghitungan korelasi, misalkan korelasi Pearson

Korelasi Pearson adalah teknik statistik yang sering digunakan untuk menguji hubungan antara dua variabel Korelasi Pearson melakukan pendugaan bahwa variasi dalam satu variabel berkaitan dengan variasi pada variabel yang lain
8- 4

Zulganef-Business Research Methods

Estimasi varian dari sejumlah angka (score) adalah:

(X X) 2 x 2 S2 .......... .(1) x N 1 N 1 S2 Varian sampel x x


N= ukuran sampel 2 = jumlah kuadrat deviasi X dari ratarata x (sum of squares =SS) Contoh penghitungan varian terlihat pada Tabel 8.1

Zulganef-Business Research Methods

8- 5

Tabel 8.1
Y 5 5 4 4 3 8 7 6 6 5 10 8 8 6 5 10 8 8 Y2 25 25 16 16 9 64 49 36 36 25 100 64 64 36 25 100 64 64 X 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 3 3 3 3 3 4 4 4 X2 1 1 1 1 1 4 4 4 4 4 9 9 9 9 9 16 16 16 XY 5 5 4 4 3 16 14 12 12 10 30 24 24 18 15 40 32 32

7
6 M 129 6.45

49
36 903

4
4 50 2.50

16
16 150

28
24 352

Zulganef-Business Research Methods

8- 6

Y2= 903 [(129)2/20) = 70.95

Menggunakan persamaan (1) varian y adalah: SY2 = 70.95 / 19 = 3.73

Kovarian:

Berguna untuk menjelaskan atau memprediksi status subjek atau objek berdasarkan variabel yang diteliti, diantaranya menganalisis bagaimana variabel tersebut berhubungan, bagaimana berkovari dengan variabel lain. Nilai kovarian sampel dihitung menggunakan persamaan:

Y Y X X yx S yx .....(2) N 1 N 1

Zulganef-Business Research Methods

8- 7

YX = sum of cross product deviations (sum of products) pasangan skor X dan Y Kovarian berbentuk simetrik (SYX = SXY) Jika menggunakan data mentah untuk menghitung sum of products melalui persamaan:

yx YX

(Y )(X ) .....(3) N

Berdasarkan Tabel 8.1., maka nilai kovarian x dan y adalah: xy = 352 [(129)(50)/20] = 29.5 Sxy = 352 [(129)(50)/20] = 29.5 SYX = 29.5/19 = 1.55 Pengubahan unit pengukuran (misalnya dari m ke cm) akan mengubah besarnya kovarian untuk mendapatkan nilai konstan distandarisasi Standarisasi menggunakan nilai z : ZY = (Y-Yrata-rata)/s = y/s

Z = standard score; Y = skor Y; Yrata-rata = nilai rata-rata Y; s = standar deviasi


Zulganef-Business Research Methods 8- 8

Menstandarisasi nilai kovarian di atas menggunakan nilai z adalah bentuk dari hubungan Pearson (Pearson correlation) (persamaan 4):
ryx S yx S y Sx .......... (4)

r = koefisien korelasi sampel antara x dan y; SYX = kovarian sampel; SY, Sx = standar deviasi sampel dari skor Y dan X r adalah kovarian terstandar Nilai r untuk data Tabel 8.1 diatas menjadi: rYX = 1.55 / [(1.93)(1.15) = 0.70

Persamaan r lainnya (persamaan 5):


ryx yx y x
2 2

.......... (5)

Zulganef-Business Research Methods

8- 9

Nilai korelasi data Tabel 8.1 menggunakan persamaan 5 : rYX = 29.50 / [(70.95)(25) = 0.70

Persamaan lain (persamaan 6):

ryx

NYX (Y )(X ) NY 2 (Y ) 2 NX 2 (X ) 2

Nilai korelasi data Tabel 8.1 menggunakan persamaan 6:


ryx (20)(352) (129)(50) (20)(903) (129) 2 (20)(150) (50) 2 0.70

Zulganef-Business Research Methods

8- 10

Koefisien korelasi yang menunjukkan kekuatan dan arah hubungan dapat dihitung melalui rumus Pearson correlation, yang mempunyai nilai antara -1.0 (hubungan negatif sempurna) s.d +1.0 (hubungan positif sempurna) Koefisien korelasi juga harus dilihat nilai signifikan-nya (biasanya dibawah 0.05) 95 dari 100 penelitian peneiti yakin bahwa hubungan tersebut muncul bukan karena kebetulan (by chance), dan hanya 5% kemungkinan hubungan tersebut tidak terjadi
Misalnya sebuah korelasi mempunyai nilai 0.56 pada taraf signifikans 0.01 peneliti yakin bahwa sebesar 99% hubungan tersebut memang ada Nilai 0.56 juga memperlihatkan bahwa antara satu variabel dengan varirabel lain dijelaskan oleh varians sebesar 31.4% (0.562) (koefisien determinasi) Korelasi Pearson digunakan untuk menghubungkan antara satu variabel dengan variabel lain yang mempunyai skala interval atau rasio
8- 11

Zulganef-Business Research Methods

B.

Hubungan antara variabel-variabel berskala nominal Contoh:


1. Apakah menonton iklan ditelevisi (menonton / tidak menonton) berhubungan dengan pembelian produk oleh individu Apakah jenis pekerjaan yang dilakukan (Buruh vs Manajer) merupakan fungsi dari warna kulit pekerjanya (melayu vs bule) (Tabel 8.1)

2.

Jawaban terhadap kedua masalah di atas dapat dianalisis melalui teknik statistik 2 salah satu teknik non-parametrik
Tabel 8.1. contoh Tabel untuk menghitung 2 Jenis pekerjaan Buruh Warna kulit Bule 30 Manajer 5 Total 35

Melayu
Total

2
32

18
23

20
55
8- 12

Zulganef-Business Research Methods

2 dioperasikan berdasarkan prinsip expected dan actual frequiencies melalui persamaan:

Oi E 2 2
2 adalah statistik chi-square, Oi adalah frekuensi obsevasi pada sel ke i, dan Ei adalah frekuensi yang diharapkan Analisis 2 juga dapat digunakan untuk menganalisis multiple levels pada kedua variabel, mis: peneliti ingin mengetahui apakah 4 kelompok pekerja (produksi, penjualan, pemasaran, dan R&D) bereaksi berbeda terhadap suatu kebijakan (berminat, kurang berminat, sedikit berminat, tidak berminat) Teknik lain untuk menganalisis dua variabel nominal adalah Fisher exact probability test (small expected frequencies)

Ei

Zulganef-Business Research Methods

8- 13

B. Uji t (t-test) : Menguji Perbedaan Ratarata Signifikan Dua Kelompok


Apakah lulusan MM menunjukkan kinerja yang lebih baik dibandingkan Sarjana ? Apakah orang yang tinggal di wilayah kota mempunyai pola investasi berbeda dibandingkan yang tinggal dipinggiran? Uji t digunakan untuk melihat apakah terdapat perbedaan yang signifikan pada kedua kelompok untuk variabel yang diteliti menunjukkan variabel nominal yang dipisahkan menjadi dua kelompok berdasarkan kategorinya (mis: kota dan pinggiran) yang diukur menggunakan skala interval atau rasio

Uji t juga dapat digunakan untuk menguji perbedaan dalam kelompok yang sama setelah dan sebelum diberikan perlakuan (treatment) (mis: setelah dan sebelum dilakukan pelatihan)

Zulganef-Business Research Methods

8- 14

C.

ANOVA: Menguji Perbedaan Rata-rata diantara Multiple Groups


Analysis of Variance (ANOVA) digunakan untuk menguji apakah terdapat perbedaan rata-rata signifikan diantara lebih dari dua kelompok Contoh:
1. Apakah terdapat perbedaan signifikan dalam penjualan yang dilakukan oleh tenaga penjual yang dikirim ke sekolah pelatihan, on the job training, ditutor oleh sales manager, tidak diberikan pelatihan sama sekali Apakah tingkat kenaikan pangkat (promosi) berbeda untuk karyawan yang dipilih mentornya, memilih mentornya sendiri, dan yang tidak mempunyai mentor pada organisasi

2.

Hasil penghitungan ANOVA akan menunjukkan apakah rata-rata setiap kelompok berbeda antara satu dengan yang lainnya ditunjukkan oleh nilai F-statistik ANOVA tidak dapat melihat letak perbedannya, misalnya apakah perbedaannya ada pada kelompok A dan B, B dan C, atau A dan C Menguji 3 kelompok menggunakan t-test akan menurunkan tingkat keyakinan dari 95% menjadi 86% (0.95)3
8- 15

Zulganef-Business Research Methods

D.

Regresi Berganda (Multiple Regression)


Regresi berganda digunakan untuk menguji hubungan beberapa variabel independen terhadap satu variabel dependen secara simultan Dalam regresi berganda dimungkinkan terjadinya interkorelasi antara dua variabel independen dan secara bersama-sama meregresi variabel dependen (multikolinearita) Nilai varians variabel dependen yang dijelaskan oleh prediktor (variabel independen) dikenal sebagai R2. Mis: R2 sebesar 0.63 menunjukkan 63% varians dependen dijelaskan oleh varians variabel-varibel independen Nilai F digunakan untuk menguji tingkat keberartian penjelasan variabel-variabel independen terhadap variabel dependen secara keseluruhan Stepwise multiple regression digunakan untuk mengetahui pengaruh masing-masing independen variabel secara terpisah
8- 16

Zulganef-Business Research Methods

IV. Analisis Multivariate


A. Analisis Faktor (Hair,et al., 1998; Zulganef, 2001) B. SEM (Hair, et al.,1998; Zulganef, 2002) C. Conjoint Anlaysis (Hair, et al., 1998; Zulganef, 2000) D. Analisis Diskriminan (Hair, et al., 1998; Zulganef, 2002)

Zulganef-Business Research Methods

8- 17