Anda di halaman 1dari 11

Kunjungi blog kami di : kutukuliah.blogspot.

com

BAB I PENDAHULUAN Teknik manajemen terdiri dari identifikasi ternak, implantasi, vaksinasi, kastrasi dan pemotongan tanduk. Untuk mengelola sapi dengan benar dan mengatur program kesehatan tak mungkin dilakukan kecuali jika peternak memiliki kemampuan dasar mengenai perilaku ternak tersebut. Ternak merespon secara langsung terhadap perlakuan yang diberikan kepada mereka. Sapi yang diperlakukan dengan lembut akan lebih tenang dan lebih muda beraktivitas di setiap pengembalaan. Dalam manajemen ternak potong dan kerja, perlu juga diperhatikan aspek manajemen atau penanganan pada anak sapi (pedet). Untuk mencapai suatu keberhasilan dalam usaha peternakan perlu dilakukan perlakuan yang baik pada sapi terutama dalam hal ini adalah anak sapi. Anak sapi perlu diberikan perlakuan khusus agar nantinya anaka sapi dapat memberikan produktivitas dan penambahan bobot berat badan yang tinggi. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam aspek manajerial anak sapi (pedet) ini adalah masalah kastrasi (pengebirian) dan pemotongan tanduk (dehorning). Kedua aspek manajerial perlu diketahui dengan baik terutama bagi peternak yang ingin usaha peternakannya dapat berhasil. Untuk itu, dalam makalah ini kami berusaha menjawab permasalahan tersebut dalam makalah kami yang berkaitan dengan Manajemen (Penanganan) Anak Sapi.

Kunjungi blog kami di : kutukuliah.blogspot.com

BAB II PEMBAHASAN A. Pengebirian (Kastrasi) Kastrasi atau pengebirian adalah tindakan untuk menghilangkan fungsi buah zakar (testes) pada ternak jantan. Tujuannnya adalah agar ternak menjadi tenang dan lebih jinak, nafsu makan lebih baik dan diharapkan pertumbuhan akan lebih cepat, daging yang dihasilkan berkualitas baik (Purnomoadi, 2003). Tujuan utama pengebirian adalah mencegah perkawinan sapi jantan yang tidak baik atau dengan kata lain untuk memandulkan sapi jantan yang tidak baik (Wello, 2011). Kerugian-kerugian yang ditimbulkan akibat pengebirian ini, antara lain dilaporkan oleh Brannang (1971) dan dari beberapa peneliti lainnya ialah : memperlambat pertumbuhan rata-rata 10 % dan sebaiknya dikebiri pada umur muda sebab : 1.Pertumbuhan akan lebih besar dan juga semakin besar waktu dikebiri semakin besar alat genitalnya sehingga resikonya makin besar pula. 2.Mengurangi efisiensi penggunaan makanan. 3.Karena mengurangi berat hidup, maka juga mengurangi berat karkas. 4.Presentase karkas lebih tinggi sehingga presentase edible meat (daging yangh dimakan) lebih rendah. Pada analisa kimia, ternyata produksi energi dalam daging dan jaringan steer kira-kira 23 % lebih tinggi dari sapi jantan sehingga efisiensi penggunaan energi lebih tinggi dibanding dengan sapi jantan tetapi jika dihitung berdasarkan konsumsi ransum / pertambahan berat badan, maka steer lebih rendah.

Kunjungi blog kami di : kutukuliah.blogspot.com

Biasanya kastrasi dilakukan pada pedet dengan umur kurang dari 3 bulan, bila dilakukan pada umur lebih tua, maka pedet akan kehilangan berat badan yang cukup besar selama pelaksanaan kastrasi dan penyembuhannya (Purnomoadi, 2003). Menurut Wello (2011), menyatakan bahwa terdapat 2 macam pengebirian, yaitu : a. Pengebirian secara tertutup yaitu : Dengan menggunakan tang burdizzo Dengan menggunakan elastrator (biasanya dalam satu minggu testes terlepas sendiri). b. Pengebirian secara terbuka yaitu dengan cara operasi. Yang perlu diperhatikan ialah alat-alat yang digunakan harus steril. Lebih lanjut, menurut Purnomoadi (2003), menyatakan bahwa pada prinsipnya kastrasi dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu secara tertutup dan secara terbuka. 1. Kastrasi tertutup

Kastrasi tertutup adalah kastrasi yang dilakukan dengan cara mengikat saluran yang menuju testes, sehingga sel-sel jantan mati karena tidak memperoleh zat-zat makanan. Kastrasi tertutup dapat dilakuakn dengan menggunakan tang burdizzo, karet elastrator, dan obat-obatan atau preparat hormon tertentu. Kastrasi dengan menggunakan tang burdizzo Kastrasi dengan tang burdizzo tidak akan terjadi perdarahan dan hasilnya cukup baik. Tang burdizzo terdapat dalam beberapa ukuran

Kunjungi blog kami di : kutukuliah.blogspot.com

yaitu : kecil (digunakan untuk pedet atau domba), sedang (digunakan untuk sapi muda), dan besar (digunakan untuk sapi dewasa). Cara kastrasi dengan menggunakan tang burdizzo, yaitu : Tarik kedua testes sampai pangkalnya kelihatan agak panjang, beri alkohol atau iodium tinctur. Temukan kedua saluran testes dan jepit satu demi satu Penjepitan dilakukan kuat-kuat sampai tang berbunyi krek, diamkan penjepit itu beberapa menit, hingga saluran scrotum terasa agak dingin dan warnanya kebiru-biruan, setelah itu penjepit dilepas. Setelah kastrasi dilakukan dengan baik, maka testes makin lama akan mengecil dan hilang di dalam kantong testes sehinggan sifat kejantanan hilang pula. Kastrasi menggunakan karet elestrator dengan cincin karet Kastrasi menggunakan elastrator merupakan kastrasi yang

menggunakan cincin karet yang dapat menjepit kantong buah zakar dengan ketat dan erat. Maksudnya adalah agar pembuluh darah dan saluran sperma tertutup, dengan demikian testes menjadi tidak aktif dan lama-lama akan mati karena adanya penyumbatan pembuluh darah dan testes tidak memperoleh suplai darah lagi. Cara ini adalah cara yang paling mudah dilakukan oleh peternak. Kastrasi dengan menggunakan elastrator baik dilakukan pada pedet yang berumur kurang dari 7 hari dan domba yang berumur 2 hari. Caranya yaitu :

Kunjungi blog kami di : kutukuliah.blogspot.com

Bersihkan pangkal scrotum dengan alkohol atau dolesi dengan iodium tinctru.

Pasang elastrator pada tang penguak dan dikuakkan. Kemudian masukkan gelang karet yang telah dikuakkan sampai pada pangkal scrotum.

Cincin karet itu dilepaskan supaya menjepit pangkal scrotum secara pelan-pelan sampai putus sendiri.

Scrotum yang terjepit akan terikat erat oleh gelang karet dan akan mengering, setelah itu dilepas dalam waktu 2-3 minggu.

Kastrasi menggunakan obat-obatan dan preparat hormon tertentu Kastrasi dengan cara ini kurang disenangi karena membutuhkan biaya yang mahal, sehingga tidak ekonomis dipraktekkan. Kastrasi ini menggunakan obat-obatan atau preparat hormon tertentu dan biasabya berbentuk tablet kecil, seperti hormon sintesis Dienthyl stilbelstrol dengan implantasi (dimasukkan dalam kulit ternak yang dikastrasi) dengan menggunakan alat khusus.

2.

Kastrasi Terbuka

Kastrasi terbuka adalah kastrasi yang dilakukan dengan cara operasi (pembedahan), memotong dan mengeluarkan buah zakar. Cara ini dianggap paling efektif, karena kedua testes ternak langsung diambil, sehingga tidak kemungkinan lagi ternak bisa memproduksi sperma. Hanya dalam pelaksanaan operasi ini memerlukan keterampilan dan keahlian khusus, sebab jika tidak dilakukan secara hati-hati dapat menyebabkan

Kunjungi blog kami di : kutukuliah.blogspot.com

infeksi yang mengakibatkan kematian. Kastrasi dengan cara ini sebaiknya dilakukan pada pedet atau sapi muda yang berumur sekitar 4-10 minggu. Caranya yaitu : Sebelum melakukan kastrasi, tangan harus di cuci bersih, kantong buah zakar juga dicuci dengan air hangat dan antiseptik, demikian juga pisau atau scalpel yang digunakan harus dicuci hama. Kantong buah zakar dipegang dengan tangan kiri. Selanjutnya irisan pada kantong buah zakar dengan menggunakan pisau pada tangan kanan, kemudian buah zakar dikeluarkan melalui irisan tersebut dan tali penggantung buah zakar serta vas deferensnya diputus dengan hati-hati, dilakukan pada buah zakar sebelah kiri maupun sebelah kanan secara bergantian. Setelah itu dilakukan penjahitan pada bagian yang diiris tadi Kemudian bekas irisan dibubuhi dengan bubuk sulfanilamid.

Di samping itu terdapat pula cara yang lain yang disebut vasectomi, yaitu pengeluaran epididimis yang terletak pada bagian bawah dari testis (Wello, 2011). B. Pemotongan Tanduk (Dehorning)

Dehorning adalah penghilangan atau pemotongan tanduk. Bangsa sapi potong kebanyakan dipotong tanduknya Karena tanda tidak menguntungkan peternak sapi potong, meskipun peternak ingin mempertahankan pada anak sapi jantan yang dipelihara untuk kerja atau untuk sapi dara atau dua atau tiga kegunaan. Pemotongan tanduk paling baik dilaksanakan dengan membakar pucuk tanduk ketika anak sapi berumur satu atau dua minggu, bisa juga dengan menggosok

Kunjungi blog kami di : kutukuliah.blogspot.com

pucuk tanduk dengan tongkat soda api (cautik) sampai hampir berdarah dengan menggunakan collodion atau dengan menggunakan silinder yang panas ditekankan untuk satu atau dua menit disekitar cincin kuncup tanduk (Williamson,1993). Dalam penggunaan tongkat soda api, perawatan harus dilakukan sedemikian rupa supaya anak sapi tidak membawa soda api kepada induk sapi pada waktu menyusu sehingga soda api tersebut tidak menyebar dari tempat pelaksanaan terutama kedalam mata. Ini mungkin terjadi bila anak sapi terkena air hujan setelah penggunaan tongkat soda api (Williamson,1993). Pemotongan tanduk dengan arus listrik dapat juga digunakan pada sapi muda. Suatu cincin baja yang dipanaskan dengan listrik ditekankan pada dasar tanduk sehingga membakar jaringan disekitarnya dan menahan pertumbuhan tanduk. Mereka yang berpengalaman apabila melakukan cara ini hanya mematikan sebagian saja dari dasar tanduk itu dan kemudian tanduk masih tumbuh dalam wujud deformasi yang disebut scur (Blakely,1991). Sapi yang lebih tua pemotongan tanduknya harus dengan gergaji atau dengan alat pemotongan Barnes. Cara ini akan menyebabkan timbulnya pendarahan (Blakely,1991). Sebenarnya banyak cara yang dipraktekkan untuk pemotongan tanduk sapi. Suatu cara yang akan dipakai sangat tergantung pada umur sapi yang akan dihilangkan tanduknya serta pengalaman yang dipunyai oleh mereka yang akan melaksanakan pekerjaan itu. Sapi muda sering dihilangkan tanduknya dengan menggunakan pasta kimia yang keras (Kalium atau Hidrokside), pasta kimia tersebut dioleskan diseputar pangkal tanduk ketika anak sapi berumur

Kunjungi blog kami di : kutukuliah.blogspot.com

kurang dari satu minggu, sehingga mematikan pertumbuhan dan perkembangan tanduk tersebut (Blakely,1991). Walaupun tidak perlu untuk keindahan, tetapi dalam perdagangan tanduk harus dihilangkan sebab : 1. Sapi yang tidak bertanduk tidak memerlukan ruangan yang luas dalam feedlot (terutama pada feedlot fattening dan dalam pengangkutan). 2. Tidak membahayakan sapi lain, terutama dalam feed dan lain-lain 3. Cattle feeder lebih suka membeli sapi-sapi yang tidak bertanduk 4. Hanya menderita sedikit memar pada karkas 5. Memudahkan penangan. (Wello, 2011). Umur dan Musim Pemotongan Sedapat mungkin pemotongan tanduk dilakukan pada umur 3-10 hari, paling tua 2 minggu sebab mudah dipegang, perdarahan sedikit, bahaya infeksi sedikit dan juga penurunan berat badan sedikit. Tetapi banyak orang yang memotong tanduk anak sapi pada umur 5,5 bulan yang sebenarnya terlalu tua (Wello, 2011). Cara-cara Pemotongan / Penghilangan Tanduk : a. Dengan sistem perkawinan, yaitu pejantan yang tidak bertanduk dikawinkan dengan betina yang bertanduk sehingga banyak anak yang lahir tanpa tanduk sampai tua. b. Pemotongan tanduk dengan menggunakan gergaji.

Kunjungi blog kami di : kutukuliah.blogspot.com

c. Pemotongan tanduk dengan menggunakan elestrator. Karet kecil berbentuk cincin dipasang pada batas rambut dengan tanduk. Tanduk yang kecil terlepas dalam waktu 3-6 minggu, sedang yang besar terlepas setelah 6 bulan. d. Pemotongan dengan calf dehorner, cara ini adalah cara yang paling sederhana tetapi paling banyak menyebabkan pendarahan. e. Pemotongan dengan electric dehorner, yaitu dengan sistem pembakaran. f. Pemotongan dengan menggunakan zat kimia, KOH atau NaOh keras. Sebelum diolesi bahan kimia bagian-bagian yang ditumbuhi rambut di sekeliling tanduk diolesi dengan vaselin dan minyak. (Wello, 2011).

Kunjungi blog kami di : kutukuliah.blogspot.com

BAB III PENUTUP Kesimpulan Kastrasi atau pengebirian adalah tindakan untuk menghilangkan fungsi buah zakar (testes) pada ternak jantan. Tujuannnya adalah agar ternak menjadi tenang dan lebih jinak, nafsu makan lebih baik dan diharapkan pertumbuhan akan lebih cepat, daging yang dihasilkan berkualitas baik. Pada prinsipnya kastrasi dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu secara tertutup dan secara terbuka. Dehorning adalah penghilangan atau pemotongan tanduk. Sedapat mungkin pemotongan tanduk dilakukan pada umur 3-10 hari, paling tua 2 minggu sebab mudah dipegang, perdarahan sedikit, bahaya infeksi sedikit dan juga penurunan berat badan sedikit. Tetapi banyak orang yang memotong tanduk anak sapi pada umur 5,5 bulan yang sebenarnya terlalu tua.

Kunjungi blog kami di : kutukuliah.blogspot.com

DAFTAR PUSTAKA Blakely, J and D.H. Bade. 1991. Ilmu Peternakan, edisi ke- 4. Gadjah Mada University Press. Jogjakarta. Purnomoadi, Agung. 2003. Diktat Kuliah Ilmu Ternak Potong dan Kerja. Fakultas Peternakan. Universitas Diponegoro, Semarang. Wello, Basit. 2011. Manajemen Ternak Sapi Potong. Masagena Press. Makassar. Williamson and Payne. 1993. Pengantar Peternakan di Daerah Tropis. Gadjah Mada University Press. Jogjakarta.