Anda di halaman 1dari 3

Everybody changing keane

Elektron Bebas Electron mempunyai muatan listrik negative yang mengelilingi inti atom. Hal ini tidak jauh berbeda bila anda mengamati benda-benda langit, seperti planet-planet yang mengelilingi matahari apabila kita amati gambar tersebut, maka electron bergerak pada lintasannya dan terikat dengan inti atom itu sendiri. Akan tetapi electron yang bergerak pada garis paling luar mudah dilepas dan bila dilepas berarti keluar dari inti atom itu sendiri. Jika electron-elektron tersebut terlepas dari lintasannya atau orbitnya. Maka electron tersebut dinamakan electron bebas. Electron yang keluar atau terlepas ari orbitnya tersebut karena pengaruh dari luar. Electron yang terlepas inilah yang menghasilkan energy yang disebut dengan energy atau arus listrik.

Desain Piranti OLED
Prinsip dari piranti electroluminescent secara garis besar adalah piranti yang dapat mengeluarkan / memancarkan cahaya dengan warna (panjang gelombang) tertentu jika diberikan kepadanya medan listrik. Bagian penting dari piranti OLED adalah lapisan tipis (thin film) yang tersusun dari molekul-molekul organik / polimer yang berfungsi sebagai emitter (pemancar) cahaya dan lapisan elektrode yang disusun secara sandwich seperti yang ditunjukkan dalam Gambar 1. Thin film bahan organik tersebut dapat dimendapkan dengan teknik yang relatif sederhana seperti spin-coating, sementara itu untuk memendapkan lapisan elektrode digunakan teknik evaporation / sputtering. Lapisan elektrode dibuat dari bahan logam yang transparan (atau semi-transparan) seperti Indium Tin Oxide (ITO) atau aluminium (Al). Dengan sifat transparan ini memungkinkan cahaya yang dihasilkannya memancar keluar dari struktur piranti secara optimal.

Gambar 1. Struktur piranti OLED satu warna. Mekanisme dari piranti OLED adalah jika pada elektrode diberikan medan listrik, fungsi kerja dari elektrode negatif (katode) tersebut akan turun yang menjadikan elektron - elektron dari katode bergerak menuju pita konduksi di bahan organik. Keadaan ini mengakibatkan munculnya hole di pita valensi. Sementara itu elektrode bermuatan positif (anode) akan meng-injeksi hole untuk bergerak menuju pita valensi bahan organik. Dengan keadaan ini mengakibatkan terjadinya proses rekombinasi elektron dan hole di dalam bahan organik. Pada waktu proses rekombinasi terjadi, elektron akan turun dan bersatu dengan hole sambil memberikan kelebihan

Sedangkan untuk lapisan yang lainnya ketebalan berkisar antara 10 nm . Skema dari proses rekombinasi elektron-hole dapat digambarkan sebagaimana pada Gambar 2. Ketebalan lapisan emitter cahaya Merah. Sedangkan intensitas cahaya yang dipancarkan dapat diubah dengan mengatur besarnya medan listrik tersebut [5]. Dengan struktur tersebut dimungkinkan untuk mendapatkan pancaran cahaya dari masing masing warna dan juga dapat diperoleh cahaya sebagai hasil dari kombinasi ketiga warna yang ada.55% (warna hijau). Sedangkan intensitas cahaya yang dihasilkan oleh tiap-tiap warna tidak bergantung kepada arus listrik yang diberikannya [4].6% (warna biru).energi sebesar h dalam bentuk foton cahaya dengan panjang gelombang tertentu.65 nm. Warna yang dihasilkan dari piranti tersebut dapat dirubah secara kontinyu dari warna Biru ke Merah. Biru dan Merah dalam satu piranti yang di-desainnya [6]. demikian juga sebagai lapisan untuk meng-injeksi hole bagi pancaran warna Merah. Dalam perkembangannya. dan 0. . Dari struktur piranti OLED yang sederhana seperti di atas akan diperoleh satu jenis pancaran cahaya dengan panjang gelombang tertentu tergantung jenius bahan emitter yang dipergunakannya [3]. Struktur dari piranti ini lebih komplek dibandingkan dengan piranti OLED satu atau dua warna seperti yang di-skemakan pada Gambar 3. Desain piranti ini menggunakan lapisan bahan emitter pyridine-phenylene atau thiopene-phenylene yang diapit oleh lapisan bahan emeraldine base dan bahan sulfonate dari polyaniline. Dari desain piranti OLED tersebut diperoleh efisiensi kuantum untuk masing-masing warna sebesar: 1. Proses pancaran warna yang dihasilkan tersebut pada prinsipnya sama seperti dalam struktur piranti OLED dengan satu bahan emitter. sebagai contohnya adalah piranti yang di-desain dengan menggunakan lapisan elektrode semi-transparan Mg-Al-ITO yang berfungsi sebagai lapisan untuk meng-injeksi elektron bagi pancaran warna Biru. Namun dengan kombinasi berbagai bahan akan memungkinkan terjadinya proses rekombinasi yang komplek di dalam variasi bahan yang dipergunakan tersebut. sekarang ini telah dimungkinkan untuk membuat piranti OLED yang dapat menghasilkan tiga pancaran cahaya dengan warna Hijau. Gambar 2. 0.3% (warna merah). Sedangkan piranti OLED yang dapat menghasilan dua jenis pancaran warna bisa diperoleh dengan menggunakan satu lapisan bahan emitter yang mana warna Merah dan warna Hijau diperoleh dengan mengatur polaritas medan listrik yang diberikannya. Hijau dan Biru masing-masing adalah 65 nm. Proses rekombinasi elektron-hole yang menghasilkan pancaran cahaya sebagai konsep dasar dari piranti OLED Untuk piranti OLED yang dapat menghasilkan dua jenis pancaran warna cahaya.

4.20-tetraphenyl-21H.Gambar 3.4'-bis[N-(1-napthyl)-N-phenyl-amino] biphenyl ) Emitter Hijau : Alq3 ( tris (8-hydroxyquinoline aluminum) ) Emitter Merah : TPP:Alq3 ( 5.23H-porphine didop ke bahan Alq3) PTCDA : 3.9.10-perylenetetracarboxylic dianhydride Mg:Ag : Magnesium (Mg) yang didop ke bahan perak (Ag) . Skema daripada struktur piranti OLED Multi-Warna.10. Keterangan : Emitter Biru :  -NPD ( 4.15.