Anda di halaman 1dari 15

Pendahuluan

1.1 Latar Belakang
Berdasarkan pengalaman sejarah kelabu perjuangan manusia melawan penyakit, para ahli kesehatan menyimpulkan bahwa upaya kuratif (pengobatan) ternyata tidak lebih baik dibandingkan upaya promotif-prefentiv. Perhatian para ahli kesehatan dan pembuat kebijakan secara bertahap beralih dari orientasi sakit ke orientasi sehat, dari paradigma sakit menjadi paradigma sehat.1,2 Paradigma sehat merupakan upaya untuk lebih meningkatkan kesehatan bangsa yang bersifat proaktif.2,3 Paradigma sehat tersebut merupakan model pembangunan kesehatan yang dalam jangka panjang mampu mendorong masyarakat untuk bersikap mandiri dalam menjaga kesehatan mereka sendiri melalui kesadaran yang lebih tinggi pada pentingnya pelayanan kesehatan yang bersifat promotif dan preventif. Untuk terwujudnya paradigma sehat sebagai paradigma pembangunan kesehatan yang baru, kajian yang saksama tentang dasar, visi, serta misi pembangunan kesehatan perlu segera dilakukan. Dasar-dasar visi dan misi pembangunan kesehatan seyogyanya tidak hanya mampu menghadapi kelima tantangan konvensional pembangunan kesehatan, yakni perubahan pada dinamika kependudukan, kemajuan ilmu dan teknologi, globalisasi; perubahan lingkungan dan demokratisasi, tetapi juga harus dapat mengantisipasi berbagai perubahan yang terjadi dalam milennium ketiga pada masa depan.3

1

bila dibiarkan saja maka gejala penyakit akan segera timbul dan perlu dilakukan Tindakan Preventif Primer berupa promosi kesehatan dan perlindungan spesifik agar orang tersebut tidak menjadi sakit. dilakukan Tindakan Preventif Sekunder berupa diagnosa dini dan pengobatan yang adekuat agar penyakit dapat segera sembuh. Promosi Kesehatan Promosi kesehatan dapat diartikan sebagai setiap proses yang memudahkan individu atau masyarakat untuk meningkatkan kontrol atas faktor-faktor yang menentukan kesehatan mereka (factor determinan).5 2. Pada keadaan usaha yang dilakukan tidak dapat mencegah terjadinya penyakit dan memasuki fase pathogenesis.Isi Preventif dan Promotif 1. Preventif Preventif adalah program pencegahan dari suatu penyakit. menyebabkan ketidakmampuan dan cacat sehingga agar dapat bertahan hidup dilakukan Tindakan Preventif Tersier. Jika tidak.5 Pada fase pra-patogenesis. penyakit akan berjalan kronis.4. keseimbangan antara agen penyakit. manusia dan lingkungan mulai terganggu.6 2 . Promosi kesehatan meliputi lima pendekatan :      Membangun kebijakan masyarakat yang sehat Menciptakan lingkungan yang mendukung Mengembangkan keterampilan personal pada masyarakat dan praktisi Mengorientasikan kembali pelayanan kesehatan Memperkuat tindakan yang dilakukan masyarakat.

yang dilakukan dengan menyebarkan pesan. yaitu dimulai kegiatan komunikasi. Komunikasi.  Penyuluhan Kesehatan Penyuluhan kesehatan merupakan kegiatan pendidikan kesehatan. Hal tersebut tidak terlepas dari sejarah praktik pendidikan kesehatan di dalam kesehatan masyarakat maupun praktik kesehatan masyarakat secara umum. Komunikasi. Penyuluhan kesehatan dalam promosi 3 kesehatan diperlukan sebagai upaya . Promosi kesehatan Pendidikan  meliputi dan merangkum Penyuluhan pengertian Kesehatan. 1983). yang selanjutnya diisi dengan penyampaian dan dimantapkan dengan edukasi. dan Edukasi. Promosi kesehatan mencakup kegiatan Komunikasi. tahu. Petugas penyuluh kesehatan harus menguasai ilmu komunikasi dan menguasai pemahaman yang lengkap tentang pesan yang akan disampaikan. Informasi. dilanjutkan dengan informasi. dan mengerti. dan Edukasi (KIE) Istilah ini sering kali digunakan pada kegiatan kependudukan dan keluarga berencana. tentu diperlukan upaya untuk membuka jalur komunikasi. dari istilah Kesehatan. Informasi. Informasi dan Edukasi (KIE). dan akhirnya edukasi.Pembahasan mengenai promosi kesehatan berkaitan erat dengan konsep-konsep atau istilah lain yang saling berhubungan dan cenderung disama-artikan. tetapi juga mau dan dapat melakukan anjuran yang berhubungan dengan kesehatan (Azwar. Pendidikan diberikan secara lebih sistematis. Hal itu dilakukan untuk melakukan pemberdayaan masyarakat. dan istilah lainnya. menanamkan keyakinan sehingga masyarakat tidak saja sadar.

meningkatkan pengetahuan dan kesadaran. tentu diperlukan upaya untuk mengubah. tentu diperlukan upaya penyediaan dan penyampaian informasi. atau mengembangkan perilaku positif. yang merupakan bidang garapan penyuluhan kesehatan. orientasi pendidikan kesehatan telah melebar dari pendidikan kesehatan yang tradisional. Oleh karena itu. 7 4 . Oleh karena itu.  Pendidikan Kesehatan Promosi kesehatan juga mencakup pendidikan kesehatan karena makna penting promosi kesehatan adalah pemberdayaaan masyarakat. disamping pengetahuan sikap dan perbuatan. Dalam usaha mempromosikan kesehatan. sedangkan pemberdayaan adalah upaya untuk membangkitkan daya sehingga mampu memelihara serta meningkatkan kesehatannya sendiri. ke arah perubahan perilaku dan sikap perorangan. menumbuhkan. Pendidikan kesehatan mengacu pada setiap gabungan pengalaman belajar yang dipolakan untuk memudahkan penyesuaian-penyesuaian perilaku secara sukarela yang memperbaiki kesehatan individu. Makna asli penyuluhan adalah pemberian penerangan dan informasi. yang berorientasi pada kegiatan pemberian informasi.

Imunisasi pasif (passive immunization) Imunisasi pasif ini adalah “immune globulin” jenis imunisasi ini dapat mencegah penyakit campak (measles pada anak-anak). polio dan tubercoluse. b. dan tetanus Polio. campak (measles). Imunisasi ini untuk mencegah terjadinya tetanus pada bayi yang dilahirkan. batuk rejan (pertusis).8.16  Jenis-jenis imunisasi Pada dasarnya ada dua jenis imunisasi : a. untuk mencegah penyakit campak (measles) Imunisasi pada ibu hamil dan calon pengantin adalah imunisasi tetanus toxoid. Imunisasi aktif (active immunization) Imunisasi yang diberikan pada anak adalah: BCG. untuk mencegah penyakit poliomilitis Campak.9 5 . untuk mencegah penyakit TBC DPT. untuk mencegah penyakit-penyakit dipteria.Imunisasi  Pengertian Imunisasi merupakan usaha memberikan kekebalan pada bayi dan anak dengan memasukkan vaksin ke dalam tubuh agar tubuh membuat zat anti untuk mencegah terhadap penyakit tertentu.  Tujuan Program Imunisasi Program imunisasi bertujuan untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. tetanus. Pada saat ini penyakit-penyakit tersebut adalah disentri. pertusis.

dan minuman. tetapi sebaliknya makanan dan minuman dapat menjadi penyebab menurunnya kesehatan seseorang. Oleh sebab itu. c. 1. perilaku kesehatan dapat diklasifikasikan menjadi tiga kelompok. Perilaku peningkatan kesehatan.Perilaku Kesehatan Perilaku kesehatan adalah suatu respons seseorang (organisme) terhadap stimulus atau objek yang berkaitan dengan sakit dan penyakit. makanan. serta lingkungan. Perilaku pencegahan penyakit dan penyembuhan penyakit bila sakit serta pemulihan kesehatan bilamana telah sembuh dari penyakit. perilaku pemeliharaan kesehatan ini terdiri dari tiga aspek yaitu: a. sistem pelayanan kesehatan. maka dari itu orang yang sehat pun perlu diupayakan supaya mencapai tingkat kesehatan yang seoptimal mungkin. 2. Hal ini sangat tergantung pada perilaku orang terhadap makanan dan minuman tersebut. bahkan dapat mendatangkan penyakit. b. Makanan dan minuman dapat memelihara serta meningkatkan kesehatan seseorang. Perlu dijelaskan disini. Perilaku pencarian dan penggunaan sistem atau fasilitas pelayanan kesehatan atau sering disebut perilaku pencarian pengobatan (health seeking behavior) Perilaku ini adalah menyangkut upaya atau tindakan seseorang pada saat menderita penyakit atau kecelakaan. Tindakan atau perilaku ini 6 . apabila seseorang dalam keadaan sehat. Perilaku gizi (makanan) dan minuman. bahwa kesehatan itu sangat dinamis dan relative. Perilaku pemeliharaan kesehatan (health maintenance) adalah perilaku atau usaha-usaha seseorang untuk memelihara atau menjaga kesehatan agar tidak sakit dan usaha untuk penyembuhan bilamana sakit. Dari batasan ini.

luas daerah. Pengertian Puskesmas adalah suatu kesatuan organisasi kesehatan fungsional yang merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat disamping memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok. tempat pembangunan sampah. pembuangan limbah. air minum. dan keadaan infrastruktur lainnya merupakan bahan pertimbangan dalam menentukan wilayah kerja puskesmas. Misalnya bagaimana mengelola pembuangan tinja. Faktor kepadatan penduduk. Perilaku kesehatan lingkungan Bagaimana seseorang merespons lingkungan.dimulai dari mengobati sendiri (self treatment) sampai mencari pengobatan ke luar negeri. Pelayanan kesehatan yang diberikan puskesmas merupakan pelayanan kesehatan yang menyeluruh 7 yang meliputi pelayanan kuratif . keadaan geografi. sehingga lingkungan tersebut tidak mempengaruhi kesehatannya. dan sebagainya.10 Puskesmas a. Wilayah kerja puskesmas meliputi suatu kecamatan atau sebagian dari kecamatan. 3. Untuk perluasan jangkauan pelayanan kesehatan maka puskesmas perlu ditunjang dengan unit pelayanan kesehatan yang lebih sederhana yang disebut puskesmas pembantu dan puskesmas keliling. dengan perkataan lain bagaimana seseorang mengelola lingkungannya sehingga tidak mengganggu kesehatannya sendiri. atau masyarakatnya. keluarga. baik lingkungan fisik maupun social budaya. dan sebagainya.

(pengobatan). Fungsi Puskesmas Berikut ini merupakan fungsi-fungsi puskesmas beserta proses dalam melaksanakan fungsi tersebut:   Sebagai pusat pembangunan kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya Membina peran serta masyarakat di wilayah kerjanya dalam rangka meningkatkan kemampuan untuk hidup sehat  Memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya Proses dalam melaksanakan fungsi dilaksanakan dengan cara sebagai berikut:  Merangsang masyarakat termasuk swasta untuk melaksanakan kegiatan dalam rangka menolong dirinya sendiri  Memberikan petunjuk kepada masyarakat tentang bagaimana menggali dan menggunakan sumber daya yang ada secara efektif dan efisien  Memberikan bantuan yang bersifat bimbingan teknis materi dan rujukan medis maupun rujukan kesehatan kepada masyarakat dengan ketentuan bantuan tersebut tidak menimbulkan ketergantungan   Memberikan pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat Bekerja sama dengan sector-sektor yang bersangkutan dalam melaksanakan program puskesmas 8 . preventif (upaya pencegahan). promotif (peningkatan kesehatan). b. dan rehabilitatif (pemulihan kesehatan).

000 jiwa per puskesmas  Pemerintah dapat bersedia menyediakan dana rutin yang memadai e. Ketenagaan Puskesmas Perawatan  Dokter yang telah mendapatkan latihan klinis di rumah sakit selama enam bulan dalam bidang bedah. obstetri-ginekologi. pediatri. Kriteria Puskesmas perawatan      Puskesmas terletak kurang lebih 20 km dari rumah sakit Puskesmas mudah dicapai dengan kendaraan bermotor Puskesmas dipimpin oleh dokter dan telah mempunyai tenaga yang memadai Jumlah kunjugan puskesmas minimal 100 orang perhari Penduduk wilayah kerja puskesmas dan penduduk tiga wilayah puskesmas disekitarnya berjumlah minimal 20.c.1 9 . pediatri. kebidanan. dan penyakit dalam Perawatan atau bidan (tiga orang) yang diberi tugas jaga bergilir Pekarya kesehatan (satu orang) minimal lulusan SMA. baik berupa tindakan operatif terbatas maupun rawat inap sementara. Puskesmas perawatan Puskesmas perawatan atau puskesmas rawat inap adalah puskesmas yang diberi tambahan ruangan dan fasilitas untuk menolong pasien gawat darurat. Fungsi puskesmas perawatan adalah sebagai pusat rujukan antara bagi pasien gawat darurat sebelum dibawa ke rumah sakit d. dan interna    Perawat (satu orang) yang telah dilatih selama enam bulan dalam bidang perawatan bedah.

 Fase prodormal.12  Cara penularan Penyakit campak berlangsung cepat melalui perantara udara atau semburan ludah (droplet) yang terisap lewat gidung atau mulut. Fase ini bisa berlangsung 3-5 hari dan ditandai dengan gejala: Demam ringan Batuk Pilek Konjungtivitis yang ditandai dengan mata merah dan berair serta photophobia 10 . Penularan terjadi pada masa fase kedua hingga 1-2 hari setelah bercak merah timbul.Campak  Pengertian Campak Campak adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus morbillivirus.11-3 Penyakit ini merupakan salah satu penyebab kesakitan dan kematian pada anak-anak di negara-negara berkembang termasuk Indonesia dan insiden tertinggi usia terkena campak adalah pada anak usia 1-2 tahun.11-3  Gejala Penyakit ini memiliki tiga fase klinis yaitu:  Fase inkubasi yaitu waktu yang diperlukan dari saat terpapar penyakit hingga muncul gejala pertama. Masa inkubasi virus campak bervariasi antara 6-12 hari dan yang penting adalah hari ke 9-10 setelah terinfeksi adalah saat penularan penyakit tertinggi.

13  Pengobatan Penyakit campak sebenarnya dapat sembuh dengan sendirinya. Pada fase ini mungkin penderita akan terlihat sangat menderita tetapi setelah bercak keluar dan demam turun. Biasanya anak anda akan dirawat dalam ruang isolasi untuk mencegah penyebaran penyakit hingga empat hari setelah bercak muncul. Bercak ini merupakan tanda khas terkena campak. Fase ini ditandai dengan demam tinggi mendadak bahkan dapat mencapai 40 derajat celcius dan munculnya bercakbercak kemerahan pada kulit. Bercak biasanya bermula dari belakang telinga dan leher di sepanjang garis rambut. 11 . leher. Bercak ini biasanya menghilang dalam 12-18 hari. Lalu bercak menjadi semakin jelas dan terus menyebar ke perut. Pengobatan hanya bersifat supportif: Istirahat.11. oleh karena itu kesembuhan sangat tergantung pada daya tahan tubuh penderitanya. maka dalam 24-36 jam kemudian pasien akan membaik dengan sendirinya. punggung.- Bercak koplik (koplik spots). berukuran sekecil butiran pasir dengan bagian tengah kemerahan yang kemudian dapat menyebar ke seluruh mukosa mulut dan bibir. setelah itu anak dapat beraktivitas biasa. Bercak sendiri akan menghilang sesuai dengan urutan muncul dalam waktu 7-10 hari setelahnya. kemudian menyebar ke muka. dan kaki dalam 2-3 hari. lengan.  Fase akhir. Bercak ini terdapat pada langitlangit mulut berupa titik-titik putih keabu-abuan. sebaiknya pasien ditempatkan pada ruangan hangat dan lembab serta hindari paparan sinar yang kuat. dan dada dalam 24 jam pertama.

2. kelastarian posyandu sudah baik tetapi masih rendah cakupannya. Pelatihan Toma dengan modul eskalasi posyandu yang sekarang sudah dilengkapi dengan metoda simulasi.- Obat penurun panas.000IU untuk usia > 1 tahun). Asupan air yang cukup Vitamin A (1000.11 Posyandu Jenis Posyandu Untuk meningkatkan kualitas dan kemandirian posyandu diperlukan intervensi sebagai berikut: 1. termasuk 12 . Posyandu madya ( warna Kuning ) Posyandu pada toingkat madya sudah dapat melakasanakan kegiatan lebih dari 8 kali per tahun dengan rata-rata jumlah kader tugas 5 orang atau lebih. Ini berarti. b. Posyandu Pratama ( warna merah ) Posyandu tingkat pratama adalah posyandu yang masih belum mantap.000IU untuk usia 6 bulan – 1 tahun dan 200. Akan tetapi cakupan program utamanya (KB. Penggarapan dengan pendekatan PKMD ( SMD dan MMD) untuk menentukan masalah dan mencari penyelesaiannya. Keadaan ini dinilai “gawat” sehingga intervensinya adalah pelatihan kader ulang.Gizi dan imunisasi) masih rendah yaitu kurang dari 50%. Intervensi untuk posyandu madya ada 2 yaitu: a.KIA. Artinya kader yang ada perlu ditambah dan dilakukan pelatihan dasar lagi. Vitamin A diberikan bila usia anak 6 bulan sampai 2 tahun saat terkena campak atau anak dengan daya tahan tubuh terendah atau memiliki penyakit yang menghalangi penyerapan vitamin A. kegiatannya belum bisa rutin tiap bulan dank ager aktifnya terbatas.

b. tempat kerja dan lingkungan tetangga. Posyandu Purnama ( Warna Hijau ) Posyandu pada tingkat purnama adalah posyandu yang frekuensinya lebih dari 8 kali pertahun. 4. sekolah. 3. lingkungan bukan hanya mencakup alam saja.cakupan 5 program utama sudah bagus. Di dalam istilah kesehatan lingkungan.Gizi dan Imunisasi) lebih dari 50%. tetapi juga faktor social dan factor-faktor lainnya yang dapat mempengaruhi kesehatan kita. agar di desa tersebuh dapat tumbuh Dana Sehat yang kuat dengan cakupan anggota minimal 50% KK atau lebih. lingkungan dapat berarti suatu kondisi atau pengaruh pada beberapa orang atau sesuatu yang hidup atau berkembang (menurut kamus oxford English). Lingkungan adalah suatu konsep yang memiliki beragam arti pada tiap orang. Posyandu Mandiri ( Warna Biru ) Posyandu ini berarti sudah dapat melakukan kegiatan secara teratur. rata-rata jumlah kader tugas 5 orang atau lebih. namun juga dunia buatan manusia di rumah. dan cakupan 5 program utamanya (KB. yaitu diarahkan agar Dana Sehat tersebut menggunakan prinsip JPKM. Pelatihan Dana Sehat. Intervensinya adalah pembinaan Dana Sehat. Intervensi pada posyandu tingkat ini adalah : a. Sudah ada program tambahan. 15 13 .KIA. Kesehatan lingkungan bukan hanya pengaruh fisik dan kimia saja. Penggarapan dengan pendekatan PMKD untuk mengarahkan masyarakat menentukan sendiri pengembangan program di posyandu. bahkan mungkin sudah ada dana Sehat yang masih sederhana.menentukan program tambahan yang sesuai dengan situasi dan kondisi setempat.14 Kesehatan Lingkungan Lingkungan menjadi salah satu variabel yang kerap mendapat perhatian khusus dalam menilai kondisi kesehatan masyarakat. ada program tambahan dan Dana Sehat telah menjangkau lebih dari 50% KK. Secara sederhana.

Bab III Penutup Kesimpulan 14 .

2009. Cahyono JBSB. Yogyakarta: Kanisius. Gaya Hidup dan Penyakit Modern. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.go.web. Keperawatan Kesehatan Komunitas. Chandra B. Bukunya nanta 11.com/artikel/2010/04/rahasia-si-campak 12.resep.tanyadokteranda. Jakarta: Buku Kedokteran EGC. Supartini Y. http://www. Jakarta: Salemba Medika. http://www. Gizi Kesehatan Masyarakat. Apriningsih.DAFTAR PUSTAKA 1.2008 2. Gibney MJ. Jakarta: Salemba Medika. Ilmu Kedokteran Pencegahan dan Komunitas. http://www.id/index. Arab L. 2004 9. Kearney JM.dkp. Partodiharjo S. Kebidanan Komunitas. Hamidah. Hidayat AAA. Makhfudli.id/tips/kenali-obati-dan-cegah-penyakit-campak. Bukunya nanta 10. 2009 4. Jakarta: Buku Kedokteran EGC. Jakarta: Buku Kedokteran EGC. Promosi Kesehatan.stp. Maulana HDJ. Jakarta: Buku Kedokteran EGC. Margetts BM. 2008 15 .php?option=com_content&view=article&id=152:m engenal-campak&catid=73:kesehatan&Itemid=112 14. Effendi F.htm 13. 2009 7. Jakarta: Buku Kedokteran EGC. Pengantar Ilmu Kesehatan Anak untuk Pendidikan Kebidanan. 2009 8. 3. 2008 5. Jakarta: Esensi. Syafrudin. Kenali Narkoba dan Musuhi Penyalahgunaannya. Konsep Dasar Keperawatan Anak. Kesehatan Lingkungan Anak. Punya nanta (website) 15. 2003 16. 2009 6.