Anda di halaman 1dari 23

MAKALAH

PRAKTEK TILAWAH
KAJIAN SURAT AN-NAAZIAAT






Dosen Pembimbing :
Drs. Hasan Muslihat, M.M.Pd

Disusun Oleh :
- Arsih
- Aripah
- Asep Sunardi

SekolahTinggi Agama Islam Haji Agus Salim (STAI HAS) Cikarang
2012

KATA PENGANTAR



AssalamualaikumWr. Wb
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas karunia dan rahmat-
Nya kami dapat menyusun makalah Praktek Tilawah.
Shalawat serta salam semoga tercurahkan kepada Nabi Besar kita, Nabi Muhammad
SAW yang telah membawa umatnya menuju jalan yang diridhoi Allah SWT.
Selanjutnya kami mengucapkan banyak terima kasih kepada dosen bidang studi
Praktek Tilawah yang telah membimbing kami dalam menyusun makalah ini. Juga kami
ucapkan banyak terima kasih pula kepada teman teman yang telah ikut membantu dalam
penulisan makalah ini.
Semoga makalah yang kami susun ini dapat bermanfaat khususnya bagi penyusun,
umumnya bagi pembaca. Kami menyadari dalam penyusunan makalah ini masih jauh dari
kesempurnaan, oleh karena itu kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat kami
butuhkan guna menyempurnakan makalah makalah kami selanjutnya.
Wassalamualaikum Wr. Wb

Cikarang, November 2012
Penyusun




i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR - i
DAFTAR ISI - ii

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang - 1
B. Rumusan Masalah - 1
C. Tujuan - 1

BAB II
PEMBAHASAN
A. Hubungan Surat An-Naziat dengan Surat Sebelum dan Sesudahnya - 2
B. Tulisan Surat An-Naziat - 3
C. Tafsir surat An-Naziat - 4
D. Intisari Kandungan Surat An-Naziat - 15

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan 18


DAFTAR PUSTAKA





ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Surat An Naaziaat terdiri atas 46 ayat, termasuk golongan surat-surat
Makkiyah, diturunkan sesudah surat An Naba. Dinamai An Naaziaat diambil dari
perkataan An Naaziaat yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Dinamai pula as
Saahirah yang diambil dari ayat 14, dinamai juga Ath Thaammah diambil dari ayat
34.

Pokok-pokok isinya :
1. Keimanan :
Penegasan Allah tentang adanya hari kiamat dan sikap orang- orang musyrik
terhadapnya; manusia dibagi 2 golongan di akhirat; manusia tidak dapat
mengetahui kapan terjadinya saat kiamat.

2. Kisah:
Kisah Musa a.s. dengan Firaun.


B. RUMUSAN MASALAH

Adapun masalah yang akan dibahas pada makalah ini adalah :
1. Bagaimana hubungan surat An-Naaziaat dengn surat sebelum dan sesudahnhya
dalam Al-Quran?
2. Bagaimana tulisan atau bunyi surat An-Naaziaat?
3. Apa terjemahan dari surat An-Naaziaat?
4. Bagaimana tafsir dari surat An-Naaziaat?
5. Apa intisari dari surat An-Naaziaat?

C. TUJUAN

Adapun tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui jawaban dari apa
yang dirumuskan di atas.




1
BAB II
PEMBAHASAN


A. HUBUNGAN SURAT AN-NAZIAAT DENGAN SURAT SEBELUM DAN
SESUDAHNYA

Surat An Naaziaat mengutarakan sumpah Allah dengan menyebut malaikat yang
bermacam-macam tugasnya, bahwa hari kiamat pasti terjadi, dan membangkitkan
manusia itu adalah mudah bagi Allah, serta mengancam orang- orang musyrik yang
mengingkari kebangkitan dengan siksaan yang telah dialami Firaun dan pengikut-
pengikutnya. Selanjutnya surat ini menerangkan keadaan orang-orang musyrik pada
hari kiamat dan bagaimana kedahsyatan hari kiamat itu.

HUBUNGAN SURAT AN NABA DENGAN SURAT AN NAAZIAAT

1. Surat An Naba menerangkan ancaman Allah terhadap sikap orang-orang
musyrik yang mengingkari adanya hari berbangkit, serta mengemukakan bukti-
bukti adanya hari berbangkit, sedang pada surat An Naaziaat Allah bersumpah
bahwa hari kiamat yang mendahului hari berbangkit itu pasti terjadi.
2. Sama-sama menerangkan huru-hara yang terjadi pada hari kiamat dan hari
berbangkit.

HUBUNGAN SURAT AN NAAZIAAT DENGAN SURAT ABASA
Pada akhir surat An Naaziaat diterangkan bahwa Nabi Muhammad s.a.w.
hanyalah pemberi peringatan kepada orang-orang yang takut dengan hari kiamat,
sedang pada permulaan surat Abasa dibayangkan bahwa dalam memberikan
peringatan itu hendaklah memberikan penghargaan yang sama kepada orang-orang
yang diberi peringatan dengan tidak memandang kedudukan seseorang dalam
masyarakat.

B. TULISAN SURAT AN-NAAZIAAT

Sesuai dengan pembahasan pada makalah ini, maka dapat dilihat bahwa bunyi dari
surat An-Naaziaat adalah sebagai berikut :

2
Re4NQOE4-4 +~OEN ^
ReCR=EL-4 VC^=e ^=
ReETlOO-4 wlEc ^Q
ReTlOO LlEc ^
R4OTE^ -+O ^T
4Q4C -NO> OE-O- ^R
EN4lu> OR1-O- ^_
_QU~ lO4`Q4C NOE-4 ^l
E-NO= OER=E= ^_
4Q7Q4C ^^R7 411OE OT
E4ORO4^- ^ -OR7 EL7
VRN LE4ORC+ ^ W-Q7~
ElUR> -+OT NEOE E4O~ ^=
E-VT "OR- E4O^Ee EER4 ^Q
-OT - E4OR-OOT ^
E- El> +CREO -E<QN` ^T
^OT +O.E14^ +O4O R1-4Q^T
+EO+^- OQC ^R UE-^O-
OT 4Q4NOR +O^^T EC ^_
E- El- -OT O+.4O>
^l El4CRu-4 OT ElT4O
EuC4 ^_ +O.4O O4CE-
O4O7^- ^= =OO =4N4
^= 4O4u1 4ROEC ^==
4O=E OE1E4 ^=Q 4 4^
N74O O>^N- ^= +EO
+.- 4~4^ E4O=E- -O1-4
^=T ET OT ElRO LE4OR
TERm -E^C ^=R u7+^47
OE- UE= R +7.4OO-
EE44 ^=_ E74O E^Ec
E.Q=O ^=l =C^N4 EU^O
E4Ou=4 EO4+R ^=_
4O-4 Eu4 ElRO
.EEOE1 ^Q E4Ou= O&u+R`
E-47.4` E4NO4`4 ^Q
44l^-4 EEcO ^Q=
44-4` 7- 7REu^4 ^QQ
-OT R47.~ET OE`.-C-
O4O7^- ^Q 4Q4C NO-EO4-4C
T=O^e"- 4` 4REc ^QT
REeQO+4 O1O^- TER O4O4C
^QR E` T4` EC ^Q_ 4O-474
EQ41O4^- 4Ou^O- ^Ql ET
47O^- "OR- O4E^- ^Q_
E`4 ^T4` 4~ 44` ROT4O
OE4^4 "^EL- ^T4N O4QE-
^ ET OE4O^- "OR-
O4E^- ^ El4^QU4*OEC ^T4N
RO4NOO- 4+C EEcON` ^=
47R =e^ TR` .E.4O^RO ^Q
OT ElT4O .EO&44N` ^
.E^^T =e^ +OOLN` T4` E4=^C
^T &E+WE 4Q4C O&4+u4O4C
W-EQ14lU4C T OOR=4N u
EO4+R ^R
3
C. TERJEMAHAN SURAT AN-NAAZIAAT


PENEGASAN HARI BERBANGKIT KEPADA ORANG-ORANG YANG
MUSYRIK YANG MENGINGKARINYA

1. Demi (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras,
2. Dan (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah-lembut,
3. Dan (malaikat-malaikat) yang turun dari langit dengan cepat,
4. Dan (malaikat-malaikat) yang mendahului dengan kencang,
5. Dan (malaikat-malaikat) yang mengatur urusan (dunia)[1550].
[1550] Dalam ayat 1 s/d 5 Allah bersumpah dengan malaikat-malaikat yang
bermacam-macam sifat dan urusannya, bahwa manusia akan dibangkitkan pada
hari kiamat. sebahagian ahli tafsir berpendapat, bahwa dalam ayat-ayat itu
Allah bersumpah dengan bintang-bintang.
6. (Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama
menggoncang alam,
7. Tiupan pertama itu diiringi oleh tiupan kedua.
8. Hati manusia pada waktu itu sangat takut,
9. Pandangannya tunduk.
10. (orang-orang kafir) berkata: "Apakah Sesungguhnya Kami benar-benar
dikembalikan kepada kehidupan semula[1551]?

[1551] Setelah orang-orang kafir mendengar adanya hari kebangkitan sesudah
mati mereka merasa heran dan mengejek sebab menurut keyakinan mereka tidak
ada hari kebangkitan itu. Itulah sebabnya mereka bertanya demikian itu.

Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa ketika turun firman Allah
S.79:10 sebagai keterangan kepada Rasulullah yang terdengar oleh kaum
kuffar Quraisy, mereka berkata: "Kalau kita dihidupkan kembali sesudah
mati, tentu kita akan rugi." Maka turun ayat berikut (S.79:12) sebagai
keterangan dari Allah kepada Rasul-Nya tentang ucapan kaum kuffar
Quraisy.
(Diriwayatkan oleh Sa'id bin Mansyur yang bersumber dari Muhammad
bin Ka'b)


4
11. Apakah (akan dibangkitkan juga) apabila Kami telah menjadi tulang belulang
yang hancur lumat?"
12. Mereka berkata: "Kalau demikian, itu adalah suatu pengembalian yang
merugikan".
13. Sesungguhnya pengembalian itu hanyalah satu kali tiupan saja,
14. Maka dengan serta merta mereka hidup kembali di permukaan bumi.

KISAH MUSA A.S. DAN FIRAUN SEBAGAI PENGHIBUR BAGI NABI
MUHAMMAD S.A.W.

15. Sudah sampaikah kepadamu (ya Muhammad) kisah Musa.
16. Tatkala Tuhannya memanggilnya di lembah suci ialah lembah Thuwa;
17. "Pergilah kamu kepada Fir'aun, Sesungguhnya Dia telah melampaui batas,
18. Dan Katakanlah (kepada Fir'aun): "Adakah keinginan bagimu untuk
membersihkan diri (dari kesesatan)".
19. Dan kamu akan kupimpin ke jalan Tuhanmu agar supaya kamu takut kepada-
Nya?"
20. Lalu Musa memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar.
21. Tetapi Firaun mendustakan dan mendurhakai.
22. Kemudian Dia berpaling seraya berusaha menantang (Musa).
23. Maka Dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru memanggil
kaumnya.
24. (seraya) berkata:"Akulah Tuhanmu yang paling tinggi".
25. Maka Allah mengazabnya dengan azab di akhirat dan azab di dunia.
26. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut
(kepada Tuhannya).
MEMBANGKITKAN MANUSIA ADALAH MUDAH BAGI ALLAH SEPERTI
MENCIPTAKAN ALAM SEMESTA
27. Apakah kamu lebih sulit penciptaanya ataukah langit? Allah telah membinanya,
28. Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya,
29. Dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang
benderang.
5
30. Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya.
31. Ia memancarkan daripadanya mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-
tumbuhannya.
32. Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh,
33. (semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu.
DI HARI KIAMAT ITU TERINGATLAH MANUSIA AKAN PERBUATANNYA DI
DUNIA
34. Maka apabila malapetaka yang sangat besar (hari kiamat) telah datang.
35. Pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya,
36. Dan diperlihatkan neraka dengan jelas kepada Setiap orang yang melihat.
37. Adapun orang yang melampaui batas,
38. Dan lebih mengutamakan kehidupan dunia,
39. Maka Sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya).
40. Dan Adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan
diri dari keinginan hawa nafsunya,
41. Maka Sesungguhnya syurgalah tempat tinggal(nya).
42. (orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari kebangkitan,
kapankah terjadinya?[1552]
[1552] Kata-kata ini mereka ucapkan adalah sebagai ejekan saja, bukan karena
mereka percaya akan hari berbangkit.
Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa ayat ini (S 79:42,43,44) turun
ketika Rasulullah saw. ditanya tentang permulaan qiamat. Ayat ini turun
sebagai penegasan bahwa hanya Allah yang mengetahui waktunya.
(Diriwayatkan oleh al-Hakim dan Ibnu Jarir yang bersumber dari Aisyah.)
Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa kaum musyrikin Makkah bertanya
dengan sinis kepada Rasulullah saw.: "kapan terjadinya qiamat?" Allah
menurunkan ayat ini (S.79:42-46) yang menegaskan bahwa hanya Allah
yang Maha Mengetahui akan waktunya. (Diriwayatkan oleh Ibnu abi Hatim
dari Juwaibir dari ad-Dlahhak yang bersumber dari Ibnu Abbas.)



6
Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa Rasulullah saw. sering menyebut-
nyebut qiamat. Maka turunlah ayat ini (S.79:43,44) sebagai perintah untuk
menyerahkan persoalannya kpqada Allah saw.
(Diriwayatkan oleh at-Thabarani dan Ibnu Jarir yang bersumber dari
Thariq bin Syihab. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber
dari 'Urwah.)
43. Siapakah kamu (maka) dapat menyebutkan (waktunya)?
44. Kepada Tuhanmulah dikembalikan kesudahannya (ketentuan waktunya).
45. Kamu hanyalah pemberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya (hari
berbangkit)
46. Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak
tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari[1553].
[1553] Karena hebatnya suasana hari berbangkit itu mereka merasa bahwa
hidup di dunia adalah sebentar saja.

D. TAFSIR SURAT AN-NAAZIAAT














7
8

9

























9
10



























11
12
13
14
E. INTISARI SURAT AN-NAAZIAAT

Inti Sari Kandungan Ayat (Ayat 1-5)

Awal surah an-Nazi'at menguraikan sumpah Allah dengan menyebut pencabut-
pencabut dengan keras, pengurai-pengurai dengan lemah lembut, mereka yang
berpindah-pindah dengan cepat, pelomba-pelomba yang saling mendahului dengan
kencang, lalu pengatur-pengatur urusan. Mereka itu menurut banyak ulama adalah
kelompok malaikat yang mencabut nyawa orang kafir dengan keras dan yang mencabut
nyawa orang Mukmin dengan lemah lembut.

Para malaikat itu, menurut ayat ke-3, berpindah-pindah dengan cepat guna
melaksanakan tugasnya atau untuk mengantar nyawa sang Mukmin. Mereka juga
berlomba mendahului yang lainnya dalam amal kebajikan atau dalam mengantar nyawa
sang kafir dengan kencang. Para malaikat juga adalah pengatur-pengatur urusan. Allah
bersumpah dengan menyebut lima kelompok malaikat bahwa sungguh Hari
Kebangkitan/ Kiamat pasti datang.

Ada juga ulama yang memahami pelaku-pelaku kelima hal yang disebutkan tadi
adalah bintang-bintang yang berpindah dari satu ufuk ke ufuk yang lain, dalam arti
perpindahan menuju ke arah tenggelamnya (ayat 1) dan terbitnya (ayat 2) serta
peredaran matahari, bulan, dan bintang-bintang masing-masing pada orbitnya (ayat 3),
yang peredarannya itu dilukiskan bagaikan berlomba saling mendahului (ayat 4).
Mereka semua melakukan tugas yang dibebankan Allah kepada mereka secara
sempurna (ayat 5).

Ada lagi yang berpendapat bahwa ayat-ayat tersebut berbicara tentang kuda-kuda
perang, atau ayat pertama berarti para pejuang yang mencabut anak panahnya untuk
dilepas ke arah lawan. Ayat kedua adalah panah itu ketika mengenai sasaran dan ayat
ketiga serta keempat adalah kuda dan unta-unta saat dipacu dalam peperangan. Semua
itu tidak keluar dari apa yang digariskan Allah dalam ketentuan-Nya. Apa pun makna
ayat-ayat tersebut, yang jelas Allah bersumpah bahwa Kiamat pasti datang, cepat
dalam pandangan manusiamaupun lambat.

Pelajaran yang Dapat Dipetik dari Ayat 1-5

1. Para pendurhaka dicabut nyawanya dengan paksa karena saat itu dia telah
sadar akan kesudahan buruk yang menantinya. Berbeda dengan yang Mukmin
yang diperlakukan dengan lemah lembut oleh malaikat.
2. Malaikat pencabut nyawa bukan hanya satu, tetapi mereka adalah kelompok
yang dipimpin oleh satu malaikat, yang dalam satu riwayat dinamai 'Izra'il.
15
3. Malaikat-malaikat adalah makhluk yang ditugaskan Allah menangani aneka
kegiatan dan mereka melakukannya dengan sangat sempurna. Makna ini
dipahami dari penyebutan kelompok-kelompok mereka secara berdiri sendiri.
4. Para malaikat adalah pengatur segala urusan. Ini tidak bertentangan dengan
kuasa Allah yang mutlak. Ia dapat diumpamakan dengan tulisan yang ditulis
seseorang. Anda dapat berkata bahwa yang menulisnya adalah pena.
Sebenarnya sebab yang berada di balik pena adalah ibu jari dan jari telunjuk
yangmemegang pena.

Selanjutnya, kedua jari itu bergerak karena bergeraknya pergelangan.
Pergelangan bergerak sesuai dengan perintah otak untuk menulis. Tetapi
pergerakan manusia dan perintah otak diarahkan oleh malaikat, sedang malaikat
tidak dapat melakukan tugasnya tanpa perintah Allah SWT.


Inti Sari Kandungan Ayat (Ayat 6-9)

Ayat 6 menjelaskan keadaan Hari Kiamat saat kedatangannya. Yakni, Kiamat itu terjadi
pada hari ketika guncanganguncangan yang dahsyat membuat bumi atau alam raya
hancur dan semua yang bernyawa mati tersungkur.

Lalu, itu diikuti oleh tiupan yang mengiringinya yang mengakibatkan langit pun
hancur, atau diikuti oleh tiupan sangkakala yang kedua di mana semua yang telah mati
akan bangkit kembali menuju Padang Mahsyar. Ayat 8 menyatakan bahwa banyak hati
ketika itu sangat gentar, pandangannya, menurut ayat 9, tertunduk. Itu karena diliputi
oleh rasa takut, hina, dan duka.

Pelajaran yang Dapat Dipetik dari Ayat 6-9
1. Kiamat tidak hanya memunahkan planet bumi dan segala isinya, tetapi
memunahkan seluruh alam raya. Boleh jadi karena sistem yang mengatur
keseimbangan planet-planet dihancurkan Allah.
2. Para pendurhaka akan merasa sangat takut, tertunduk, dan hina. Sedang orang-
orang Mukmin terhindar dari rasa takut yang besar itu, sebagaimana
ditegaskan oleh firman-Nya: "Mereka tidak disusahkan oleh kedahsyatan yang
terbesar dan mereka disambut oleh para malaikat: 'Inilah hari kamu yang telah
dijanjikan kepada kamu.'" (QS al-Anbiya' (21):103).





16

Inti Sari Kandungan Ayat (Ayat 10-14)

Setelah ayat yang lalu menjelaskan bahwa banyak hati yang gentar dan pandangan yang
tertunduk, ayat 10-12 menjelaskan siapa yang keadaannya demikian, yaitu mereka
adalah yang dalam kehidupan dunia menolak keniscayaan kebangkitan dan terus-
menerus berkata sambil mengejek: "Apakah sesungguhnya kami benar-benar akan
dikembalikan kepada kehidupan yang semula?"

Mereka menolak dengan berdalih: "Apakah benar-benar kami akan dibangkitkan
kembali apabila kami telah menjadi tulang-belulang yang hancur lumat? Yakni, padahal
jasad kami telah bercampur dengan tanah dan tulang-belulang kami telah lapuk dan
hancur?"
Dengan nada menolak dan mengejek mereka berkata tegas: "Itu yang sungguh
sangat sulit diterima akalkalau benar-benar demikian yang akan terjadimaka ia
adalah suatu pengembalian yang merugikan padahal kami bukanlah orang-orang yang
merugi."

Jika demikian, ia tidak mungkin terjadi. Ayat 13 dan 14 mengingatkan mereka
bahwa pengembalian itu sangat mudah bagi Allah. Betapa tidak! Dia (dengan) hanya
sekali bentakan saja maka serta merta mereka berkumpul di as-Shirah, yakni Padang
Mahsyar di mana yang berada di sana gelisah bagaikan orang yang tidak dapat tidur.

Pelajaran yang Dapat Dipetik dari Ayat 10-14

1. Salah satu dalih mereka yang menolak adanya kebangkitan manusia setelah
kematian adalah mustahilmenurut merekajasad yang telah punah dapat
pulih kembali. Mereka lupa bahwa jasad itu suatu ketika pernah tidak wujud
sama sekali, namun sang penolakketika menolaknyamenyadari wujudnya.
Kalau dulu ia tidak wujud, lalu wujud, maka tentu akan lebih mudahdalam
logika manusiamewujudkan sesuatu yang pernah wujud dan sisa-sisanya
pun ada dibandingkan dengan sesuatu yang tidak wujud sama sekali.
2. Kehancuran alam raya, kematian semua makhluk hidup, dan kebangkitan
mereka semua adalah sangat mudah bagi Allah. Ia diibaratkan dengan sekali
bentakan saja. Di tempat lain dinyatakan-Nya hanya bagaikan sekejapan mata,
bahkan lebih cepat (QS Al Qamar (54): 50).



17
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN

Pokok-pokok isinya :

1. Keimanan :
Penegasan Allah tentang adanya hari kiamat dan sikap orang- orang musyrik
terhadapnya; manusia dibagi 2 golongan di akhirat; manusia tidak dapat
mengetahui kapan terjadinya saat kiamat.

2. Kisah:
Kisah Musa a.s. dengan Firaun.
















18
DAFTAR PUSTAKA

http://www.alquran-digital.com
http://ramadan.detik.com/read/2011/07/30/121330/1692823/970/surah-an-naziat--2-
http://www.shirotolmustaqim.wordpress.com