Anda di halaman 1dari 11

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG Di samping kemiskinan absolut, terdapat persoalan kemiskinan relatif yang timbul sebagai akibat kurangnya pemerataan dalam menikmati hasil pembangunan, pembangunan yang pesat hanya terjadi di daerah tertentu saja seperti daerah-daerah industri di Pulau Jawayang menjadi incaran pendatang migran yang membludak tanpa diimbangi jumlah lapangan kerja yang justru menyempit. Hal ini bisa dilihat pada tingkat pengangguranya yang relatif lebih besar jumlahnya di perkotaan. Rata- rata penduduk di pedesaan banyak yang melakukan urbanisai ke kota. Untuk wilayah – wilayah kota besar tingkat pengangguran jumlahnya semakin hari semakin meningkat. Penduduk desa umumnyamelakukan urbanisasi ke kota karena diiming – imingi oleh mewahnya kehidupan di kota besar, padahal di perkotaan banyak usaha – usaha yang mengalami penurunan produksi,yang berdampak pada banyaknya kasus PHK. Terjadinya krisis ekonomi mengakibatkan banyak usaha yang mengalami

kebangkrutan. Hal ini menggambarkan semakin banyak jumlah penduduk miskin baik di kotakota besar maupun di pedesaan. Jumlah penduduk miskin pada Maret 2006 sebanyak 39,05 juta orang atau 17,75% dari total 222 juta penduduk. Penduduk miskin bertambah empat juta orang dibandingkan yang tercatat pada Februari 2005. Tanpa Program Kompensasi Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak, jumlahnya mencapai 50,8 juta orang. Turunnya nilai rupiah mengakibatkanharga dollar meningkat sehingga para importir banyak yang mengalami kerugian, berdampak pada macetnya angka kredit, karena para kreditor tidak sanggup membayar pinjaman. Permasalahan di sektor perbankan ini menjadi persoalan bagi para pengusaha besar yang sebagian besar modalnya tergantung pada pinjaman.Dalam makalah ini akan diuraikan mengenai peranan ekonomi kerakyatansebagai kebijakan pemerintah yang dimaksudjan sebagai penampung tenaga kerja dansumber pendapatan masyarakat golongan menengah ke bawah. Selain itu akandijelaskan pula mengenai hal“ hal berikut ini : a.pengertian ekonomi kerakyatan; b.peran ekonomi kerakyatan dalam perekonomian Indonesia; c.potensi dan kendala ekonomi kerakyatan;

1

TUJUAN MAKALAH Adapun tujuan dari makalah ini adalah a) Untuk menyelesaikan tugas dari mata kuliah teori ekonomi koperasi b) Untuk mengetahui hal apa sajakah yg termasuk dalam unsur unsur ekonomi kerakyatan c) Untuk mengetahui bagaimanakah pengaruh ekonomi kerakyatan terhadap koperasi 2 .B. RUMUSAN MASALAH Adapun rumusan masalah dalam makalah ini adalah Sistem ekonomi kerakyatan dapat menumbuh kembangkan koperasi C.

rakyatIndonesia sebagian besar masih berada di bawah garis kemiskinan. pembangunan yang pesat hanya terjadi di daerah tertentu saja seperti daerah-daerah industri di Pulau Jawayang menjadi incaran pendatang migran yang membludak tanpa diimbangi jumlahlapangan kerja yang justru menyempit. berdampak pada macetnya angka kredit. Rata.BAB II PEMBAHASAN Pada saat ini Indonesia tengah mengalami masa . Sejak tumbangnya rezim orde baru dan memasuki masa reformasi. Penduduk miskin bertambah empat juta orang dibandingkan yang tercatat pada Februari 2005.05 juta orang atau 17. Turunnya nilai rupiah mengakibatkan harga dollar meningkat sehingga para importir banyak yang mengalami kerugian. laju inflasi masih cukup tinggi yaitu rata“ rata sekitar 10%. Hal ini bisa dilihat pada tingkat pengangguranyang relatif lebih besar jumlahnya di perkotaan. terdapat persoalan kemiskinan relatif yang timbul sebagai akibatkurangnya pemerataan dalam menikmati hasil – hasil pembangunan. karena para kreditor tidak sanggup membayar pinjaman. padahal di perkotaan banyak usaha – usaha yang mengalami penurunan produksi. Hal ini menggambarkan semakin banyak jumlah penduduk miskin baik di kota. Jumlah penduduk miskin pada Maret 2006 sebanyak 39. Permasalahan di sektor perbankan ini menjadi persoalan bagi para pengusaha besar yang sebagian besar modalnya tergantung pada pinjaman.Dalam makalah ini akan diuraikan mengenai peranan ekonomi kerakyatansebagai kebijakan pemerintah yang dimaksudjan sebagai 3 . perekonomian Indonesia berjalan dalam ketidakpastian.rata penduduk di pedesaan banyak yang melakukan urbanisasi ke kota.75% dari total 222 juta penduduk. Terjadinya krisis ekonomi mengakibatkan banyak usaha yang mengalami kebangkrutan.kota besar maupun di pedesaan. Tanpa Program Kompensasi Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak.8 juta orang. masa reformasi ini ditandai dengan krisis moneter yang berlanjut menjadi krisis ekonomi yang sampai saat ini belum menunjukkan tanda“ tanda ke arah pemulihan. Penduduk desa umumnyamelakukan urbanisasi ke kota karena diiming – imingi oleh mewahnya kehidupan di kota besar.yang berdampak pada banyaknya kasus PHK. Di samping kemiskinan absolut. jumlahnya mencapai 50. Untuk wilayah – wilayah kota besar tingkat pengangguran jumlahnya semakin hari semakin meningkat.masa penuh gejolak perekonomian baik di sektor perbankan maupun sektor ekonomi lainnya.

kebijakan pemerintah yang dapat meningkatkan ekonomi kerakyatan melalui pembukaan usaha kecil. seperti halnya dalamsistem ekonomi komunis. Menurut Emil Salim ciri“ ciri sistem ekonomi kerakyatan adalah sebagai berikut : Pertama. d. tetapi langkah individu harus serasi dengan 4 . Dalamsistem ekonomi kerakyatan usaha negara dan swasta tumbuh berdampingan dengan perimbangan tanpa dominasi berlebihan satu terhadap yang lain. seperti halnya dalam sistemekonomi kapitalis. Produksi dikerjakan oleh semua untuk semua di bawah pimpinanatau kepemilikan anggotaanggota masyarakat. tidak berartimengabaikan individu. tetapitidak dominan agar dicegah tumbuhnya sistem etatisme (serba negara).bentuk kemitraan antara usaha kecil dengan usaha menengah dan besar. yang ditujukan untuk mewujudkan tercapainya masyarakat yang adil dan makmur.peran ekonomi kerakyatan dalam perekonomian Indonesia. 1. hubungan kerja antar lembaga “ lembaga ekonomi tidak didasarkan pada dominasi modal. Peranan swastaadalah penting.pengertian ekonomi kerakyatan. Pengertian Ekonomi Kerakyatan Pengertian ekonomi kerakyatan adalah suatu perekonomian di mana pelaksanaankegiatan. b. Tetapi asas kekeluargaan menurut keakraban hubungan antar manusia. Ketiga. e. Juga tidak didasarkan pada dominasi buruh. Selain itu akandijelaskan pula mengenai hal“ hal berikut ini : a. Masyarakat adalah unsur non negarayakni ekonomi swasta. tetapi juga tidak dominan agar dicegah tumbuhnya free fight. peranan negara beserta aparatur ekonomi negara adalah penting.penampung tenaga kerja dansumber pendapatan masyarakat golongan menengah ke bawah. dalam sistem ekonomi kerakyatan. c. pengawasan kegiatan. Masyarakat sebagai satu kesatuan memegang peranan sentral dalam sistemekonomi kerakyatan. Tekanan kepada masyarakat. Kedua. dan hasil “hasil dari kegiatan ekonomi dinikmati olehseluruh rakyat. Dalam ekonomi swasta ini yang menonjol bukan perorangan.potensi dan kendala ekonomi kerakyatan. Sistem ekonomi kerakyatan atau sistem ekonomi Pancasila ini secaraumum dapat diartikan sebagai sistem ekonomi yang memadukan ideologi konstitusional(Pancasila dan UUD 1945) bangsa Indonesia dengan sistem ekonomi campuran (SistemEkonomi Pasar Terkelola) yang diwujudkan melalui kerangka demokrasi ekonomi sertadijabarkan dalam langkah“ langkah ekonomi yang berpihak pada masyarakat dan pemberdayaan seluruh masyarakat.tetapi masyarakat sebagai satu kesatuan.

Arus pemikiran ekonomi kerakyatan ini muncul kembali sebagai reaksi positif dari berbagai gejala ekonomi dan sosial yang muncul setelah Indonesia melaksanakan pembangunan nasional selama lebih dari 25 tahun. Sistem yangdikembangkan bertolak dari ideologi yang dianut. Ekonomi kerakyatan bukan suatu pemikiran baru. Oleh karena itu hak menguasai oleh negara harus dilihat dalamkonteks pelaksanaan dan kewajiban negara sebagai. (1) pemilik. Artinya sistem ekonomi yang menumbuhkaneksploitasi atau pemerasan terhadap manusia dan bangsa lain.Sistem ekonomi kerakyatan/ Pancasila adalah suatu sistem ekonomi yangdidasarkan pada sila “ sila dalam Pancasila. Keempat . negara beserta aparatur ekonomi negara bersifat dominan. Selama ini hasil pembangunanekonomi di Indonesia telah berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi yang cukuptinggi. sebab konsep ini didasarkan pada Pancasila dan UUD 45 dan telah menjadi cita –cita para pendiri negara. Artinya . sistem ekonomi kerakyatan tidak bebas nilai. dalam hal ini adalah ideologiPancasila. namun kelima sila secara utuh harus dijadikan leitstar (bintang pengarahan). Dalam sistem ekonomi ini koperasi perluterus dikembangkan. negara menguasai bumi.Persaingan tidak sehat.Untuk menumbuh kembangkan sistem ekonomi ini maka harus dihindarkan hal “ halnegatif seperti : 1. Kelima. Bahkan sistem nilai (valuesystem) inilah yang mempengaruhi kelakuan pelaku ekonomi. sehingga Indonesia mulai memasuki kelompok negara industri baru padatahun 1995. dan mematikan potensi serta daya kreasi unit “ unitekonomi swasta. kearah mana sistem nilai dikembangkan. Dalam melaksanakan hak menguasai ini perlu dijaga supaya sistem yang berkembang tidak mengarah etatisme. air dan kekayaan alam lainnya yang terkandungdalam bumi dan yang merupakan pokok bagi kemakmuran masyarakat. 2. mendesak. (4)pelaksana. Ideologi Pancasila masih terus berkembang sesuai dengan dinamika pertumbuhan masyarakat.sistem ekonomi liberal yang bebas di Indonesia telah menimbulkan kelemahan posisi Indonesia dalam percaturan ekonomi dunia. 5 . sekaligus berfungsi sebagai soko guru perekonomian Indonesia.kepentinganmasyarakat.Sistem ekonomi komando.(3)perencana. 3. (5)pengawas. Dalam sejarahnya. (2) pengatur. serta pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok atau monopoli yang merugikan masyarakat.Sistem ekonomi liberal yang bebas.

yaitu untuk saling menghargai martabat manusia dengan tidak melakukan pemaksaan kehendak dan pemerasan atau eksploitasi (sila ke-2).2. mewujudkankebersamaan dalam melakukan kegiatan ekonomi ( sila ke-3). Namun. dengan akibat pertumbuhan ekonomi yang memang meningkat tajam. 6 . Program IDTmempunyai 3 (tiga) misi besar. Mengembangkanekonomi rakyat. tetapi dibarengkan dengan ketimpangan ekonomi dan kesenjangan sosial yang memprihatinkan. adalah upaya konkrit untuk mewujudkan cita-cita keadilan sosial yangterkandung dalam ekonomi kerakyatan. berbagai ajaran ekonomi kerakyatanditerapkan. Sistem ekonomi kerakyatan sebenarnya sudah diperkenalkan pada awal Repelita III(1979). 3. yang terjadi setelah jatuhnya harga minyak ekspor (1982) adalah ditanggapi pemerintah dengan kebijakan deregulasi yang kemudian kebablasan.05 jutaorang atau 17. 2. memupuk semangat kegotong-royongan dan kerakyatan (sila ke-4). adalah upaya konkrit melaksanakan perintah GBHN 1993. Sejak bangsa Indonesia menetapkan GBHN 1993.Contoh : Pada Maret 2006 jumlah penduduk miskin di Indonesia sebanyak 39. yaitu (1) memacu dan memicu gerakan nasional penanggulangan kemiskinan. dan kemudian pelaksanan IDT berdasarkan Inpres Nomor 5/1993. 1. Melaksanakan kebijakan dan strategi pemerataan pembangunan. Pada Pelita VI ( Bab 9 ) yang berjudul Pemerataan pembangunan dan Penanggulangan Kemiskinan. Pemikiran beberapa orang pemikir mengatakan apabila pada waktu itu sistem inisudah diterapkan maka krisis ekonomi yang demikian parah ini dapat terhindarkan. Sejak mengalami krisis ekonomitahun 1997 rakyat miskin di Indonesia terus bertambah. dan pengurangan kesenjangan ekonomi sosial. Peran Ekonomi Kerakyatan Dalam Perekonomian Indonesia Ekonomi kerakyatan turut berperan dalam perekonomian Indonesia salah satu peran ekonomi kerakyatan yang nyata adalah penerapan sistem ini dalam masa perekonomian Indonesia saat ini serta dalam berbagai perencanaan pembangunanekonomi. walau memang masih belum menunjukkan perbaikan yang berarti.75% dari total 222 juta penduduk. dan ajaran untuk mewujudakankemerataan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia (sila ke-5) dengan tetap menjunjungtinggi etika dan nilai-nilai moral beragama ( sila pertama). jumlah penduduk miskin di Indonesia secara absolut masih cukup besar.

5% dibandingtahun 2005). 7 . mempromosikan potensi sandang dan pangannusantaraserta saat ini usaha kecil terus membantu pemerintah dalam memajukanperekonomian masyarakat melalui bertambahnya sektor industri kecil dan menengahdiIndonesia hal ini dapat dilihat dari meningkatnya permintaan kredit untukmenjalankanusaha kecil baru.4% dari total kredit ekspansi usahakecil.3. Tetapi dibandingkandengan pelaku ekonomi lainnya koperasi ternyata masih jauh tertinggal. posisi total kredit usaha kecil Rp381 triliun (meningkat 20. usahakecil memiliki beberapa potensi diantaranya adalah penyerapan tenaga kerja yang lebih besardibandingkan industri besar.koperasi sangat berpotensi untuk berkembang sebagai bangun perusahaan yang dapatdigunakan sebagai salah satu wadah utama untuk membina kemampuan usaha golongan ekonomi lemah serta membantu dan memudahkan masyarakat dalam memperoleh pinjaman. diukur darikredit bermasalah (Non Perfoming Loans) neto sebesar 2. Ekspansi neto kredit perbankan ke sektor usaha kecil mencapai Rp11. lebih rendah dariangka perbankan secara umum sebesar 4. sektor pertanian termasuk perikanan. Faktor internal yang menjadi penghambatperkembangan koperasimeliputi faktor profesionalitas pengelolaan kelembagaan.Selain koperasi usaha kecil juga merupakan bentuk dari ekonomi kerakyatan.86 persen.kualitas sumber daya manusiadan permodalan.446 triliun. Ketertinggalanini disebabkan oleh kendala “ kendala yang berasal dari dua faktor. 9%dari totalkredit perbankan yang sebesar Rp 719. Kredit usaha kecil juga menunjukkan kinerja yang cukup baik. sementara ituperlu diketahui bahwa pangsa kredit usaha kecil mencapai 52. Data tersebut menunjukankeadaan usaha kecil yang semakin membaik dan menumbuhkan potensi usaha kecilsebagai badan usaha yang membantu perekonomian masyarakat menengah ke bawah. Sedangkan faktor eksternal meliputi faktor iklim politik ekonominasional yang kurang kondusif serta tingkatpersaingan yang ketat dengan badan usahalainnya. yaitu faktorinternaldan faktor eksternal. Hal ini menunjukan bahwa koperasi memiliki potensi untuk meningkatkan pemerataan kesejahteraan rakyat Indonesia.41 persen. Potensi dan Kendala Ekonomi kerakyatan Koperasi adalah salah satu bentuk konkrit dari pelaksanaan ekonomi kerakyatan.mencatat ekspansi neto sebesar Rp 385 miliar atau 3.8 triliun. Seperti kita ketahui bersama bahwa padasatu sisi pengembangankoperasi telah banyak membuahkan hasil.

usaha besar dan usaha kecil diharapkanterjadi karena adanya keterkaitan usaha. Kemitraan Usaha Antar Pelaku Ekonomi Kemitraan usaha antara usaha menengah. Persoalan yang mungkin dihadapi para pemberi dana CSR itu adalahkelanjutan program dan jangkauan yang semakin luas. Sedangkan keterkaitan ke belakang merupakan kebalikannya.menerus pada bantuan pihak lain. ada juga yanglebih mengedepankan pemberdayaan usaha sehingga mereka bisa mandiri. Pola ini dilaksanakan dalam bentuk pemberian dana yang sifatnya harus dikembalikan untuk digulirkan pada yanglain. kedelai. Ada yang berupa dana tunai secara cuma “ cuma. Dalam program ini perusahaan “ perusahaan besar diharuskanmenyisihkan sebagian kecil keuntungannya untuk pemberdayaan masyarakat. lem. Ada berbagai pola pelaksanaanCSR oleh perusahaan. Sebab. kain sebagai input bagi kegiatan produksi. ada juga perusahaan yangmemiliki dana CSR. terjadi saling membutuhkan dansaling membantu. tidak tergantung secara terus . cabe dan sebagainya sebagai faktor input atau bahan baku dalam proses produksi. beras. Contoh: usahakecil kerajinan rakyat dapat memanfaatkan output usaha menengah dan besar seperti plastik. Salah satu program CSR yang telah berjalan ialah antara PT Indofood SuksesMakmur Tbk dengan perusahaan kecil yang selama ini menggunakan produknya. selainmemberikan bahan baku PT Indofood juga memberikan kredit tanpa agunan yang dapatdigunakan untuk pembelian mesin. Misalnya. Contoh: Usahamenengah atau besar di bidang makanan dan minuman dapat menggunakan output atau hasil hasil produksi usaha kecil seperti gula merah. Potensi keterkaitan ini sesungguhnya cukup besar baik yang bersifat kaitan ke depan ( forward linkage) atau bentuk kaitan ke belakang (backward linkage). tetapi tidak memiliki unit yang menyalurkan dan mengawasi danatersebut.4. koperasi atau LKM (Lembaga Keuangan 8 . Maka dari itu untuk mencapai sasaran perlu pula kehadiran lembaga- lembagaintermediasi yang dekat dengan sasaran proyek dan memahami betul karakter komunitasyang hendak diberdayakan. Kaitan ke depan mempunyai arti bahwa usaha kecil dapatmemanfaatkanoutput usaha menengah dan besar sebagai faktor input . yaknimemanfaatkan dana CSR untuk pengembangan UMKM. Dengan demikian. Contoh dari bentuk kemitraan usaha dengan kaitan usaha ini ialah berlakunya program CSR ( Corporate Social Responsibility) atau tanggung jawab sosial perusahaanyang merupakan bentuk kerjasama perusahaan besar swasta dengan usaha kecil danmenengah UMKM.

9 .Mikro) yang mampu menyalurkan dana itu ke sasaran yang tepat dengan pola yang pas sehingga benar“ benar dapat memberdayakan dan memandirikan masyarakat yang dibantu.

masa penuh gejolak perekonomian baik di sektor perbankan maupun sektor ekonomi lainnya b) Rata. KESIMPULAN a) Pada saat ini Indonesia tengah mengalami masa . 10 .maka dari itu makalah ini masih perlu kritik dan saran dari pembaca.BAB III PENUTUP A.rata penduduk di pedesaan banyak yang melakukan urbanisasi ke kota c) Turunnya nilai rupiah mengakibatkan harga dollar meningkat sehingga para importir banyak yang mengalami kerugian d) Pengertian ekonomi kerakyatan B. SARAN Makalah ini tidak jauh dari kesempurnaan. terima kasih.

ISIP ________________________.Kemitraan Usaha Antar PelakuEkonomi. Niam Sovie dan Suharyono.scribd. http://www. ISIPSubandi. Modul 8. 11 . 2005. .com/doc/38347271/MAKALAH-EKONOMI-Kerakyatan Modul 8.DAFTAR PUSTAKA “ artikel ekonomi harian KOMPAS .Kebijakan Pemerintah DalamMeningkatkan Ekonomi kerakyatan.