Anda di halaman 1dari 18

1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Sat ini kualitas pendidikan di Indonesia masih tergolong

memprihatinkan. Dari data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau Human Development Index (HDI) Indonesia berdasarkan riset United Nations Development Programme (UNDP) meningkat dari 0,613 pada tahun 2010 menjadi 0,617 pada tahun 2011. Peningkatan IPM dipengaruhi tiga faktor, yaitu harapan hidup dan kesehatan, pengetahuan serta standar hidup atau pendapatan perkapita. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh menyatakan salah satu meningkatkan IPM adalah dengan meningkatkan akses dan daya saing pendidikan tinggi, mutu pendidik serta pembangunan perguruan tinggi negeri di daerah perbatasan

(http://www.dikti.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id= 2508:layanan-informasi&catid=143:berita-harian, diakses 20 Mei 2012. Sementara ditingkat Asia tenggara, kualitas pendidikan di Indonesia masih berada di bawah Singapura dan bahkan masih di bawah Negara tetangga kita, Malaysia. Pendididikan yang berkualitas bukan hanya hasil produk satu elemen pembelajaran saja tapi merupakan hasil produk dari beberapa elemen pembelajaran yang terintegrasi mencakup pendidik/guru, peserta didik, sekolah, orangtua peserta didik dan lingkungan. Kualitas pendidikan secara formal terbentuk pada sebuah institusi dalam hal ini Sekolah/Madrasah. Keberadaan sekolah yang bermutu menjamin kualitas lulusan yang berdaya saing baik dalam keberlanjutan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi maupun dalam duni pekerjaan. Peraturan Pemerintah bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah (PP. No. 74

Narsim, S.Pd (2012). Strategi Mengimplementasikan Pembelajaran Inovatif.

dengan tetap mempertimbangkan kondisi-kondisi dalam kelas guna memperoleh pendekatan pembelajaran yang tepat bagi seluruh peserta didik. Fakta yang ada memperlihatkan bhawa kegiatan pembelajaran di sekolah menerapkan metode konvensional yaitu ceramah.2 Th. Strategi Mengimplementasikan Pembelajaran Inovatif. 2008). Dengan kata lain peran guru dalam pembelajaran di sekolah belum maksimal. Peran guru dalam pembelajaran di sekolah belum maksimal 2.sekarang) pada beberapa guru SD. penulis penulis tertarik untuk membahas lebih lanjut tentang “Strategi mengimpelementasikan pembelajaran inovatif guna meningkatakan mutu pembelajaran di sekolah”. S. SMA dan SMK di Kabupaten Cilacap terlihat bahwa kegiatan pembelajaran terkesan kurang bergairah. Guru belum mengetahui langkah – langkah dalam mengimplemenatasikan pembelajaran inovatif Narsim. Salah satu tindakan yang bisa dilakukan yaitu dengan memilih strategi atau metode pembelajaran yang tepat pada setiap materi yang diajarkan di sekolah. . B. guru mendominasi kegiatan.Pd (2012). Identifikasi Masalah 1. Untuk itu perlu adanya perubahan implementasi pembelajaran dari konsep konvensional menuju inovatif dengan menerapkan strategi pembelajaran khusunyanya metode penyampaian materi yang tepat. Ketepatan pemilihan metode pembelajaran akan mempermudah peserta didik dalam memahami materi yang diajarkan oleh guru. Berdasarkan observasi secara empiris yang dilakukan selama menjadi tenaga pendidik (2006 . Oleh karena itu guru sebagai tenaga profesional dituntut untuk secara terus-menerus melakukan inovasi pembelajaran dalam rangka meningkatkan mutu dan hasil pembelajaran. Berdasarkan uraian di atas. partisipasi dan minat belajar rendah. lebih-lebih setelah memasuki era global seperti sekarang. Guru belum mampu mengimplementasikan pembelajaran inovatif 4. dan keaktifan peserta didik belum maksimal. Guru belum mampu memilih metode pembelajaran yang tepat 3.

b. S.Pd (2012). D. Tujuan dan Manfaat 1. 3) Bagi penulis Narsim. Langkah – langkah apa saja yang dapat dilakukan dalam mengimpelementasikan pembelajaran inovatif guna meningkatakan mutu pembelajaran di sekolah. 2) Bagi Sekolah Kajian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pada sekolah dalam peningkatan mutu pembelajaran.3 C. Manfaat c. Strategi apa saja yang dapat dilakukan dalam mengimpelementasikan pembelajaran inovatif guna meningkatakan mutu pembelajaran di sekolah. Untuk mengetahui langkah – langkah dalam mengimplementasikan pembelajaran inovatif guna meningkatakan mutu pembelajaran di sekolah. Manfaat Teoritis Diharapkan dapat memperkaya wacana keilmuan bidang pengajaran khususnya strategi dalam mengimplementasikan pembelajaran inovatif. Strategi Mengimplementasikan Pembelajaran Inovatif. Rumusan Masalah Dari uraian latar belakang di atas. . Manfaat Praktis 1) Bagi guru Kajian ini diharapkan dapat memperluas dan memperkaya pemahaman guru tentang strategi dalam mengimplementasikan pembelajaran inovatif. Tujuan a. penulis merumuskan sebuah permasalahan yaitu: 1. 2. Untuk mengetahui strategi dalam mengimplementasikan pembelajaran inovatif guna meningkatakan mutu pembelajaran di sekolah. 2. d.

Belajar a) Pengertian Belajar Menurut pendapat Nasution (2000: 34) dalam bukunya Didaktis Asasasas Mengajar dikemukakan bahwa: . S. Lebih jauh Gagne dalam Winataputra (2007) menyebutkan bahwa belajar adalah proses yang dilakukan oleh manusia untuk mendapatkan aneka ragam competencies (kemampuan). Belajar dan Pembelajaran 1. skills (ketrampilan ). BAB II TINJAUAN TEORETIK A. mengatakan bahwa belajar adalah usaha penguasaan materi ilmu pengetahuan yang merupakan sebagian kegiatan menuju tercapainya kepribadian seutuhnya. Pendapat ini sangat sempit cakupannya. karena hanya menekankan pada menambah dan mengumpulkan pengetahuan.Pd (2012). dan attitudes (sikap). Sedangkan menurut Sardiman (2004: 20-21) dalam bukunya Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar.. tidak memandang untuk apa pengetahuan tersebut.4 Kajian ini diharapkan bermanfaaat untuk menambah pengetahuan penulis tentang strategi dalam mengimplementasikan pembelajaran inovatif. dengan harapan kepribadian seseorang akan terbentuk setelah mempelajari dan menguasai ilmu pengetahuan. . Pendapat ini lebih luas dari pendapat pertama. dengan upaya yang dilakukannya untuk menguasai ilmu pengetahuan.Belajar adalah penambahan pengetahuan1. Strategi Mengimplementasikan Pembelajaran Inovatif. Dari uraian di atas dapat dikatakan bahwa belajar adalah Narsim.

sikap dan tata nilai agar proses itu dapat berlangsung dengan efektif dan efisien. . 2002: 17). perbuatan menjadikan orang atau makhluk hidup belajar (Poerwadarminta. kemampuan. 2. Pasaribu dalam Winataputra (2008) mendefinisikan pembelajaran sebagai proses perubahan kegiatan reaksi terhadap lingkungan. Strategi Mengimplementasikan Pembelajaran Inovatif. Teori Belajar a. Watson. 3. skills (ketrampilan). S. Teori Belajar Behavioristik Ada banyak pakar yang menganut paham behavioristik. guru sebagai pengajar dan peserta didik sebagai subyeknya dituntut adanya profil kualifikasi tertentu dalam hal pengetahuan.5 suatu perubahan yang dilakukan oleh manusia untuk mendapatkan aneka ragam competencies (kemampuan). Dalam proses belajar mengajar. Menurut teori behavioristik. dan Skinner. Dengan kata lain pembelajaran adalah kegiatan yang dilakukan oleh guru dalam rangka membimbing dan mendorong peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang berguna bagi perkembangan dari seluruh potensi (kemampuan) yang dimilikinya semaksimal mungkin. Guthrei. dan attitudes (sikap) dengan ditandai dengan adanya interaksi individu dengan lingkungan belajar yang sengaja diciptakan. seperti Thorndike.Pd (2012). Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran adalah sebuah upaya guru untuk menciptakan suatu sistem atau cara yang terencana sehingga memungkinkan terjadi suatu proses belajar peserta didik dalam rangka mengembangkan semua aspek dalam dirinya ditandai adanya interaksi seseorang dengan lingkungannya untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. belajar merupakan perubahan tingkah laku yang Narsim. Hull. Pembelajaran Poerwadarminta (2002: 17) mengemukakan bahwa pembelajaran adalah proses atau cara.

apa yang terjadi di antara stimulus dan respon dianggap tidak penting karena tidak dapat diamati.6 dihasilkan melalui interaksi antara stimulus dan respon.Pd (2012). Pengetahuan. Teori Belajar Kognitif Teori belajar kognitif dianut oleh pakar-pakar. S. demikian. seperti Piaget. dan Ausubel. dengan konstruksi maupun terhadap lingkungannya. . Proses belajar terjadi melalui pengaturan stimulus yang diterima dan menyesuaikannya dengan struktur kognitif yang telah dimiliki dan terbentuk dalam pikiran berdasarkan pemahaman dan pengalaman sebelumnya. Belajar merupakan perubahan persepsi dan pemahaman yang tidak selalu dapat terlihat sebagai tingkah laku yang tampak dan melibatkan proses berpikir yang sangat kompleks. 2007). kognitif seseorang pengetahuan objek. Menurut teori kontruktivistik. merupakan pengalaman. Teori Belajar Konstruktivistik Teori belajar konstruktivistik berasal dari filsafat konstruktivisme yang pada awalnya digagas oleh Mark Baldwin (Sanjaya. ada hal yang lebih penting dari sekadar hasil belajar yang berupa perubahan tingkah laku. Berdasarkan teroi ini. c. seseorang telah dianggap belajar kalau ia telah dapat menunjukkan perubahan tingkah laku. Sementara. b. seorang anak dapat dianggap telah belajar budi pekerti. Menurut teori ini. secara terus-menerus mengalami reorganisasi karena Narsim. Bruner. misalnya. kalau ia telah menjadi lebih menghargai orang lain. Yang terpenting menurut teori ini adalah masukan yang berupa stimulus dan keluaran yang berupa respon. Faktor lain yang dianggap penting adalah penguatan. Penguatan berfungsi meningkatkan kemungkinan timbulnya respon yang diharapkan. Tingkah laku seseorang ditentukan oleh persepsi serta pemahamannya tentang situasi yang berhubungan dengan tujuan belajarnya. Sebagai contoh. Strategi Mengimplementasikan Pembelajaran Inovatif.

d. menurut teori kontruktivisik tidak dapat dipindahkan dari pikiran seseorang yang telah memilikinya (guru) ke pikiran orang lain yang belum memilikinya (peserta didik).Pd (2012). satu kecerdasan lebih menonjol/kuat dibandingkan kecerdasan lainnya. 1. S. Strategi Mengimplementasikan Pembelajaran Inovatif. Teori Kecerdasan Ganda Teori kecerdasan ganda diperkenalkan oleh Howard Gardner sejak 1983. Pembelajaran Inovatif Terdapat banyak model – model pembelajaran inovatif yang ada saat ini tetapi penulis hanya membatasi pada tiga teori seperti diuraikan di bawah ini. Metode Pembelajaran Aktif Inovatif Kreatif Efektif dan Menyenangkan (PAIKEM) Narsim. pengetahuan. ada sepuluh macam kecerdasan pada setiap individu dengan proporsi yang bervariasi. Kesepuluh kecerdasan itu antara lain: 1) Kecerdasan verbal/bahasa 2) Kecerdasan logika/matematik 3) Kecerdasan visual/ruang 4) Kecerdasan gerak tubuh 5) Kecerdasan musikal/ritmik 6) Kecerdasan interpersonal 7) Kecerdasan intrapersonal 8) Kecerdasan naturalis 9) Kecerdasan spiritual 10) Kecerdasan eksistensial. . Biasanya.7 adanya-pemahaman-pemahaman baru. Menurut Gardner. B. Jadi.

(2) bertanya (questioning). E. 3. metode Talking Stick. Student Team Achievemant Division. Pembelajaran ini lebih menekankan bahwa peserta didik sebagai mahluk berkesadaran memahami arti penting interaksi dirinya dengan lingkungan yang menghasilkan pengalaman adalah kebutuhan. (3) menemukan (inquiry). Jenis – jenis model pembelajaran kooperatif antara lain: metode Teams Games Tournament. Lebih jauh Slavin (dalam http://ipotes. (5) permodelan (modeling).wordpress. S. dan lain sebagainya. 2. metode Sudent Facilitator and Explaining. Metode Pembelajaran Kooperatif Menurut pendapat Solihatin.Pd (2012). Narsim. peserta didik dalam satu kelas dijadikan kelompok – kelompok kecil yang etrdiri dari 4 sampai 5 orang untuk memhami konsep yang difasilitasi oleh guru. Terdapat banyak metod pembelajaran PAIKEM seperti metode bermain jawaban. dengan melibatkan tujuah komponen utama yaitu (1) kontruktivisme (contructivism). dan Raharjo (2007: 4) bahwa model pembelajaran kooepratif adalah suatu struktut tugas bersama dalam suasana kebersamaan diantara sesame anggota kelompok.com) mengatakan bahwa pembelajaran kooperatif adalah pembelajran yang dilakukan secara berkelompok.8 Suprijono (2009) menyatakan bahwa metode PAIKEM menitikberatkan pada konsep belajar yang berpusat pada siswa atau center stage performance. (4) masyarakat belajar (community). Metode Pembelajaran Kontekstual Pembelajaran Kontektual (Contextual Teaching and Learning) adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata peserta didik dan mendorong peserta didik membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari – hari. . Strategi Mengimplementasikan Pembelajaran Inovatif. dan (6) penilaian sebenarnya (authentic assesment) (Depdiknas. 2003). Kebutuhan baginya mengembangklan seluruh potensi kemausiaan yang dimilikinya. dan lain sebagainya.

1. Adapun strategi mengimplementasi pembelajaran inovatif tersaji dalam gambar 3. . Strategi Mengimplementasikan Pembelajaran Inovatif.9 BAB III PEMBAHASAN A. S.Pd (2012). dapat diuraikan tentang strategi implementasi pembelajaran inovatif sebagai berikut: Narsim. Langkah yang dapat dilakukan yakni perbaikan cara mengajar guru dengan menggunakan teknikteknik / metode baru yang inovatif. Kuasai Teori Belajar Pelajari Kembali Materi yang akan Diajarkan Perkaya Pemahaman pada Metode Pembelajaran Kenali Kondisi Kelas dan Peserta Didik Pembelajaran Inovatif Lakukan Observasi pada Pembelajaran Sebelumnya Adakan Perbaikan pada Pembelajaran Sebelumnya Evaluasi pada Pembelajaran sebelumnya Gambar 3. Strategi Mengimplementasikan Pembelajaran Inovatif Berdasarkan Gambar 3. Strategi Mengimpelementasikan Pembelajran Inovatif Salah satu faktor yang cukup berperan dalam peningkatan mutu pendidikan adalah peningkatan kualitas pembelajaran.1.1 berikut ini.

Kecerdasan logika/matematik. Sementara menurut teori belajar kognitif yang dianut oleh pakar-pakar. Kuasai teori belajar Guru sebagai tenaga pendidik profesional dituntut memiliki kemampuan dalam menguasai teori pembelajaran. dan Ausubel menjelaskan bahwa ada hal yang lebih penting dari sekadar hasil belajar yang berupa perubahan tingkah laku. . Watson. Sementara itu dalam teori kecerdasan ganda yang diperkenalkan oleh Howard Gardner sejak 1983 dan dikembangkan oleh Gardner menyebutkan sepuluh macam kecerdasan pada setiap individu dengan proporsi yang bervariasi antara lain: kecerdasan verbal/bahasa. Keberhasilan pembelajaran tidak lepas dari konsep teori belajar yang ada didalamnya. Untuk dapat mencapai tujuan tersebut hendaknya guru mempelajari beberapa teori pembelajaran yang dikemukakan oleh para ahli sebelumnya.10 1. Kecerdasan visual/ruang. belajar merupakan perubahan tingkah laku yang dihasilkan melalui interaksi antara stimulus dan respon. Strategi Mengimplementasikan Pembelajaran Inovatif. Selanjutnya perencanaan akan direalisasikan dalam kegiatan pembelajaran. Hull. 2. dan Skinner. kecerdasan interpersonal. kecerdasan naturalis. kecerdasan intrapersonal. Dengan kata lain pembelajaran inovatif dapat dibentuk melalui formulasi dari beberapa teori belajar. 2007) menyebtukan bahwa pengetahuan merupakan konstruksi kognitif seseorang terhadap objek. kecerdasan musikal/ritmik.Pd (2012). Kecerdasan gerak tubuh. maupun lingkungannya. pengalaman. Perkaya pemahaman pada metode pembelajaran Narsim. Sedangkan dalam teori belajar konstruktivistik yang pada awalnya digagas oleh Mark Baldwin (Sanjaya. Bruner. S. Guthrei. Penguasaan terhadap beberapa teori belajar seperti diuraikan di atas sangat berguna bagi guru dalam membuat perencanaan pembelajaran. Menurut teori behavioristik yang dikemukakan oleh Thorndike. seperti Piaget. kecerdasan spiritual dan kecerdasan eksistensial. Konsep belajar inovatif didasarkan pada teori belajar yang membentuknya dan tentunya sesuai dengan kontek pembelajaran itu sendiri.

S. . Strategi Mengimplementasikan Pembelajaran Inovatif. menarik. materi yang akan diajarkan harus jelas dan mudah Narsim. Kemampuan tersebut masuk dalam ranah kompetensi profesional yang harus dimiliki oleh guru. Penguasaan materi pelajaran merupakan modal berharga yang harus dimiliki oleh guru karena guru disini berperan sebagai sumber belajar. Hal ini dapat dianalogikan bahwa materi merupakan sebuah ilmu yang akan ditransfer kepada peserta didik. Hal ini senada dengan pendapat Arikunto Arikunto (2003: 239) menyebutkan bahwa kompetensi profesional mengharuskan guru memiliki pengetahuan yang luas tentang subject matter (bidang studi) yang akan diajarkan. Pelajari kembali materi yang akan diajarkan Sejalan dengan tugasnya sebagai tenaga pendidik professional. Kemampuan seamacam ini berkaitan dengan kompetensi professional yang harus dimiliki oleh guru.Pd (2012). maupun memilih metode yang tepat dan mampu menggunakannya dalam proses belajar mengajar.11 Penguasaan metode pembelajaran bukan hanya sebatas saran tetapi hal ini merupakan tugas yang harus diemban oleh seorang guru sebagai tenaga pendidik. Arikunto (2003: 239) menyebutkan bahwa kompetensi profesional mengharuskan guru memiliki pengetahuan yang luas tentang subject matter (bidang studi) yang akan diajarkan serta penguasaan metodologi yaitu menguasai konsep teoretik. Keberhasilan kegiatan pembelajaran disekolah salah satunya ditentukan oleh metode pembelajaran atau lebih tepatnya metode penyampaian materi yang digunakan. guru harus memiliki kemampuan dalam mengusasi materi pelajaran yang akan diajarkan kepada peserta didiknya. Untuk dapat mentransfer ilmu dengan baik. Metode penyampaian materi merupakan kemasan yang dibuat untuk membungkus materi agar lebih mudah dipahami. 3. tidak menjenuhkan sehingga tujuan dari pengajaran yang dilakukan dapat tercapai. Untuk itu guna mengimplementasikan pembelajaran inovatif. seorang guru harus selalu memperkaya pemahaman pada berbagai metode pembelajaran.

Untuk itulah pemahaman atas materi yang akan diajarkan menjadi harga mutlak yang harus dipahami dengan baik oleh setiap guru demi terciptanya pembelajaran inovatif. Kegiatan identifikasi tersebut selanjutnya dianalisa dan diinterpretasikan secara kualitatif dalam catatan pribadi guru. guru dapat mengetahui tingkat kecerdasan awal yang dimiliki oleh peserta didik. Ketidakjelasan atas materi yang akan diajarkan tentunya akan membuat peserta didik bingung dan sulit untuk memahami materi tersebut. kegiatan pengamatan dapat dilakukan dengan mengamati situasi dan kondisi pengajaran sehingga akan diperoleh deskripsi tentang kejadian yang Narsim. guru dapat mengetahui kehadiran atau tingkat keaktifan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran.12 dipahami. Dalam konteks ini. daftar peserta didik. Strategi Mengimplementasikan Pembelajaran Inovatif. S. 5. dan lain sebagainya. seorang guru harus mengidentifikasi dan mengorganisasikan kelas baik secara kualitatif maupun secara kuantitatif. Singkatnya ketiga contoh identifikasi di atas dapat dijadikan acuan dalam rangka mengimplementasikan pembelajaran inovatif. guru dapat mengetahui jumlah peserta didik dilihat dari jenis kelamin.Pd (2012). Untuk mengetahui kondisi kelas secara umum. Selanjutnya dari daftar peserta didik. daftar nilai. Sementara dalam daftar nilai. . 4. Lakukan observasi pada pembelajaran sebelumnya Arikunto (2006) mengemukakan bahwa observasi adalah suatu pengamatan yang meliputi pemusatan perhatian terhadap suatu objek yang diteliti dengan seluruh panca indra. Pada akhirnya tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sebelumnya tidak akan tercapai. Kenali kondisi kelas dan peserta didik-nya Sebelum mengimpelementasikan pembelajaran inovatif. Dari daftar hadir peserta didik. guru harus mengenal kondisi kelas dan peserta didiknya. Identifikasi dapat dilakukan dengan membuat daftar hadir kelas. Hal ini menjadi penting karena setiap peserta didik memiliki keunikan serta karakteristik yang berbeda antara satu dengan lainnya.

Sementara dalam laporan perkembangan kegiatan pembelajaran meliputi perkembangan hasil belajar peserta didik yang didukung dengan hasil ulangan harian secara secara periodik. Kedua aspek tersebut meliputi perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Langkah yang dapat dilakukan yakni membuat lembar / buku observasi kelas berisikan tentang situasi selama kegiatan berlangsung dan membuat laporan perkembangan kegiatan pembelajaran. Evaluasi pada pembelajaran sebelumnya Guna mendapatkan pembelajaran yang benar – benar inovatif. Data lembar lembar / buku observasi kelas mencakup partisipasi peserta didik dalam pembelajaran. . 7. selanjutnya guru harus mengadakan evaluasi secara komprehensif. memperbaikinya guna mendapatkan pembelajaran yang Perbaikan pembelajaran dapat dilakukan dengan mendopsi pembelajaran sebelumnya dan memunculkan ide – ide baru yang dianggap dapat memperbaiki pembelajran sebelumnya.Pd (2012). Dengan kata lain laporan perkembangan kegiatan pembelajaran memuat target pencapaian / penguasaan peserta didik pada materi yang diajarkan oleh guru. Strategi Mengimplementasikan Pembelajaran Inovatif. kelebihan seorang dan guru kekuarangan diharapkan pada dapat inovatif. kebisingan kelas dan perilaku siswa selama pembelajaran. Kedua aspek penilaian di atas secara adminitratif ditransformasikan dalam bentuk catatan pribadi guru. Adakan perbaikan pada pembelajaran sebelumnya Setelah pembelajaran mengetahui sebelumnya. 6. S. Narsim. Guna mengimplementasikan pembelajaran inovatif.13 muncul selama pembelajaran berlangsung. Kegiatan evaluasi membahas tentang kelebihan dan kekurangan pembelajaran sebelumnya. Apabila ditemukan kelebihan maka guru harus mempertahankannya dan apabila mendapatkan kekurangan maka guru harus merencanakan perbaikan pada pembelajaran selanjunya. guru harus melakukan kegiatan observasi harian tentang kondisi pembelajaran.

Mempelajari kembali materi yang akan diajarkan 4. Mempelajari teori belajar 2. Strategi Mengimplementasikan Pembelajaran Inovatif. Mengadakan perbaikan pada pembelajaran sebelumnya 8. Mengidentifikasi kondisi kelas dan peserta didiknya 5. . Melakukan observasi pada pembelajaran sebelumnya 6.langkah Mengimpelementasikan Pembelajran Inovatif Dari strategi mengimpelementasikan pembelajran inovaif dapat dirumuskan langkah – langkah sebagai berikut: 1. Langkah .14 B. Memilih metode pembelajaran yang tepat 9. Mengadakan evaluasi pada pembelajaran sebelumnya 7. Mempelajari metode pembelajaran 3. Mempelajari Teori Belajar Mempelajari Metode Pembelajaran Mempelajari Kembali Materi yang akan Diajarkan Mengidentifikasi Kondisi Kelas dan Peserta Didik Mulai Menerapakan Pembelajaran inovatif Memilih Metode Pembelajaran yang tepat Mengadakan Perbaikan pada Pembelajaran Sebelumnya Mengadakan Evaluasi pada Pembelajaran sebelumnya Melakukan Observasi pada Pembelajaran Sebelumnya \ Gambar 3. Mengulang langkah pada poin 5 s/d 9.2.langkah Mengimplementasikan Pembelajaran Inovatif Narsim.Pd (2012). S. Mulai menerapkan pembelajaran inovatif 10. Kesembilan langkah pengimplementasiaan pembelajran inovatif dideskripsikan dalam Gambar 3.2 di bawah ini. Langkah .

(3) mempelajari kembali materi yang akan diajarkan.15 BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. (7) adakan perbaikan pembelajaran sebelumnya. (3) pelajari kembali materi yang akan diajarkan. (9) mulai menerapkan pembelajaran inovatif dan (10) mengulang langkah pada poin 5 s/d 9. (4) mengidentifikasi kondisi kelas dan peserta didiknya. (2) perkaya pemahaman pada metode pembelajaran. (4) kenali kondisi kelas dan peserta didiknya.Pd (2012). S. Langkah – langkah dalam mengimplementasikan pembelajaran inovatif terdiri dari (1) mempelajari teori belajar. (5) melakukan observasi pada pembelajaran sebelumnya. (2) Mempelajari metode pembelajaran. (5) lakukan observasi pada pembelajaran sebelumnya. (8) memilih metode pembelajaran yang tepat. Strategi dalam mengimpelementasikan pembelajaran inovatif guna meningkatakan mutu pembelajaran di sekolah antara lain: (1) kuasai teori belajar. Strategi Mengimplementasikan Pembelajaran Inovatif. (6) mengadakan evaluasi pada pembelajaran sebelumnya. B. Saran Narsim. Simpulan Berdasarkan hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa: 1. (6) evaluasi pada pembelajaran sebelumnya. (7) mengadakan perbaikan pada pembelajaran sebelumnya. 2. .

Strategi Mengimplementasikan Pembelajaran Inovatif. Perencanaan tersebut merupakan tugas guru sebagai tenaga pengajar di sekolah atau disebut sebagai kompetensi professional.Pd (2012). Kepala sekolah bersama dengan guru melakukan langkah sinergi dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah dengan selalu mengadakan perbaikan dan tindak lanjut atas pelaksanaan pembelajaran guna memperoleh pembelajaran inovatif. Kajian ini hendaknya ditindaklanjuti dengan mengadakan penelitian guna mendapatkan pembahasan yang lebih aplikatif dan ilmiah dengan dukungan teknik analisis dan penjelasan yang lebih rinci dan terarah. Kajian ini berupaya mendapatkan solusi tentang bagamana mengimpelemetasikan pembelajaran inovatif guna meningkatkan mutu pembelajran di sekolah. . Berdasarkan temuan dalam kajian ini. S.16 Pelaksanaan pembelajaran inovatif perlu perencanaan yang matang. Narsim. penulis memberikan beberapa saran yaitu: 1. 2.

Depdiknas. Sanjaya. 2004. Dwiloka. R. Jakarta: Bumi Aksara. dan Rahardjo. Suprijono. Jakarta: Depatemen Pendidikan Nasional RI. . diterjemahkan oleh Nurulita tahun 2008. 2005. 2003. Jakarta: Bumi Aksara. Belajar dan Pembelajaran.. 2000.. Jakarta: Kencana. Sardiman A. S. 2008 tentang Guru. Bandung: Nusa Media. E. Jakarta: Slameto. Wina. Cooperative Learnin: Analisis Model Pembelajran IPS. 2006. Republik Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara. Didaktis Asas-Asas Mengajar. Tulisan karya Ilmiah. Cooperative Learning: Teori dan Aplikasi PAIKEM. 2003. Narsim. _________________.E. Strategi Mengimplementasikan Pembelajaran Inovatif. 2009. M. 2007. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. 1983. Rajawali Press. New York: Longman. Jakarta: Rineka Cipta. Slavin. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Suharsimi. Cooperative Learning: Theory.Pd (2012). 2003. Dasar – dasar Evaluasi Pendidikan. 2007. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 Th. Nasution. Solihatin. Jakarta: Ditjen Dikdasmen. 2005. Bambang. S. Jakarta: Rineka Cipta. Ristet and Practice. Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching and Learning). Prosedur Penilaian Suatu Pendekatan Praktek.17 DAFTAR PUSTAKA Arikunto. Jakarta: Rineka Cipta. Agus. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar.

Narsim. diakses 20 Mei 2012.php?option=com_content&view=article&id=2508:la yanan-informasi&catid=143:berita-harian.18 Winataputra. Strategi Mengimplementasikan Pembelajaran Inovatif. Teori Belajar dan Pembelajaran. S. . __________.id/index. diakses 20 Mei 2012. 2007. Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Universitas Terbuka. http://ipotes.wordpress. 2008. Udin S.dikti.Pd (2012).go. http://www. Jakarta: Universitas Terbuka.com.