Anda di halaman 1dari 5

Nama:Muhammad Iqbal Danu Saputra NIM:083112700150028 MK:Sistem Manufaktur Terpadu

Contoh dari kanban tarik adalah pt Philips yang terdiri dari beberapa tahap proses. Proses produksi perakitan lampu terdiri dari 13 unit mesi n, dan proses pengemasan lampu terdiri dari 13 unit mesin. Kedua proses dalam penelittian ini akan dibuat sistem kanban mulai dari kedatangan produk ke unit produksi sampai selesai. Produk yang dibuat berupa bola lampu berbagai jenis dan tipe mulai tipe A60, E50, E60, A80, T45, P45, T55, A55, NR63, NR80, E80, BW35 sampai B35. Kartu kanban yang akan digunakan adalah kanban pengambilan dan kanban perintah produksi. Kanban pengamblian digunakan pada pengambalian barang di gudang bahan baku. Pabrik pembuatan komponen lampu Lamp Component Factory (LCF) dalam penelitian ini dianggap sebagai pemasok bahan baku gelas ke pabri perakitan lampu. Kanban perintah produksi digunakanpada perakitan lampu dan pengemasan lampu ke 13 unit produksi. Aktivitas yang akan dibahas pada penelitian ini adalah mulai dari penginputan data komponen ke komputer, pengambilan barang di rak masing-masing kemudian dikumpulkan di area penampungan sementara sebelum di kbawa ke unit produksi masing-masing. Setelah komponen disiapkan kemudian dihitung ulang apakah sudah sesuai dengan permintaan, dan diangkut ke unit produksi dan juga ke penampungan sementara yang dilakukan dengan hand forklift electric dan hand forklift. PERMODELAN SISTEM NYATA Proses order material dilakukan oleh perusahaan PT. Philips dengan pihak supplier dimana barang yang dipesan sesuai dengan permintaan yang masuk. Kemudian baru membuat Master Production Schedule untuk work station mulai dari gudang bahan baku, perakitan bulb dan pengemasan. Persiapan material dilakukan di gudang bahan baku mulai dari pengecekan material apakah tersedia atau tidak, berapa jumlahnya dan berapa yang diambil. Setelah selesai operator bagian gudang bahan baku menyiapkan material dan komponen dikumpulkan di area sementara sebelum dibawa ke unit produksi. Informasi yang diperlukan untuk memodelkan sistem produksi nyata perusahaan adalah meliputi Master Production Schedule dan rencana produksi yang diberikan kepada tiap work station. Setiap proses pada sistem push secara langsung di kontrol dan dikendalikan oleh Master Production Schedule. Setiap work station diberikan daftar

urutan aliran peredaran kanban yang ada digudang setelah dihitung jumlahnya adalah : · Kanban pengambilan diletakkan pada produk jadi dan telah disimpan digudang setelah dihitung jumlahnya. Ada sedikit perubahan dimana penampungan sementara yang ada dihilangkan. Disini akan dijelaskan aliran peredaran kanban dalam proses produksi. karena mengingat tidak ada proses yang dilakukan di gudang produk jadi. maka produk yang dinginkan digudang produk jadi dicek kebenarannya.jadwal pekerjaan yang harus dilaksanakan dan transportasi yang dilakukan pada semua work station. Jadi produk dibawa langsung ke unit proses masing-masing. Sehingga diperkirakan jika menggunakan kanban perintah produksi malah akan memakan waktu lama. dan jika produk tersebut ada maka kanban pengambilan diletakkan pada pos kanban pengambilan beserta tanda terima order yang telah dikirimkan. . PERMODELAN SISTEM KANBAN Aliran material Aliran material usulan sistem produksi dengan menggunakan kanban merupakan sistem pull (tarik) yaitu proses produksi yang berjalan dari belakang (proses tarik) menuju ke proses sebelumnya. Sedangkan pada sistem usulan pull hanya menerima sejumlah produk yang dikirim oleh pengemas dengan jumlah yang sudah tertulis pada kanban. Pengambilan tidak perlu dilakukan perhitungan lagi. Kanban yang digunakan dalam usulan sistem ini ada dua yaitu Kanban perintah produksi Kanban pengambilan Kanban di Gudang Produk Jadi Pada gudang produk jadi lampu tidak menggunakan kanban perintah produksi. · Jika ada permintaan dari konsumen.

Kanban beserta produk tersebut akan dibawa kegudang produk jadi. Petugas bagian gudang mengambil kanban beserta palet dibawa ke gudang untuk pengisian kembali. Kanban ini harus melekat pada produk selama berada dalam proses. kanban pengambilan dan kanban produksi. Kanban Di Lini Perakitan Lampu Kanban di area perakitan lampu yang digunakan adalah kanban antar proses. Jika produk yang diinginkan oleh pihak gudang produk jadi tidak dapat dipenuhi oleh pihak pengemas. Kanban produksi ini gunanya untuk mengetahui jumlah produk yang dibuat dan jumlah permintaan terhadap produk tersebut yang diambil oleh bagian gudang produk jadi. · Bila produk yang harus dikemas ternyata tidak ada dibagian pengemasan maka pihak pengemasan harus mengambil kanban pengambilan yang diletakkan pada pos kanban pengambilan untuk proses sebelumnya yaitu perakitan. Bagian pengemasan menerima kanban pengambilan dari bagian produk jadi jika produk yang diinginkan oleh gudang dapat dipenuhi oleh bagian pengemasan. Proses Pemesanan Kembali . maka kanban perintah produksi yang melekat pada produk tersebut diletakkan di pos penerimaan kanban. kemudian kanban yang melekat pada palet atau body dilepas ditempatkan pada pos kanban yang telah disediakan. maka pihak pengemasan akan memproduksi produk tersebut dan disertai oleh kanban perintah produksi yang diambil dari pos kanban pengambilan produksi. · Apabila komponen yang tidak tersedia untuk proses tersebut maka ia akan mengambil pada proses sebelumnya sesuai jumlah yang dibutuhkan. dan diganti oleh kanban pengambilan. Kanban produksi dilakukan oleh operator pergi ketempat buffer stock untuk proses produksi. Pada proses pengangkutan material ke unit penampungan sementara dihilangkan. jadi komponen yang diambil di gudang langsung dibawa ke unit masing-masing. Petugas bagian Quality control mengisi kembali komponen ke palet yang telah kosong sesuai kebutuhan serta kanban ditempelkan pada badan palet. Komponen yang diambil pada proses pengemasan dalam penelitian ini adalah bulb.· Jika produk yang diinginkan tidak ada maka maka pihak gudang produk jadi akan meminta produk tersebut kepada bagian pengemasan dengan menggunakan kanban pengambilan yang terletak dipos kanban pengambilan di gudang produk jadi dengan kanban pengambilan Kanban di Lini Pengemasan Pada daerah pengemasan digunakan kanban pengambilan antar proses dan kanban perintah produksi (pengepakan).

artinya barang ini harus disampaikan tujuh kali sehari dan suku cadang harus disampaikan tiga kali setelah Kanban dibawa ke pemasok. selanjutnya kanban ini diletakkan di pos pengambilan kanban dan diganti dengan kanban pengambilan yang digunakan untuk mengambil bahan baku tersebut.Di gudang bahan baku pengambilan bahan baku dirak dengan forklift proses yang dilakukan adalah : Jika ada permintaan dari ruang perakitan dengan menggunakan kanban pengambilan. setelah itu bahan baku dibawa dari gudang dengan menggunakan forklift ke tempat pengolahan General Ligthing Service lampu beserta kanban pengambilan. sehingga dapat diketahui pada titik berapa bahan baku harus dipesan kembali ke supplier bahan baku. Secara keseluruhan aliran material sistem Kanban dan usulan sistem Just In Time/ KESIMPULAN Melalui serangkaian tahapan penelitian dapat disimpulkan bahwa: Siklus kanban untuk bulb adalah 1:7:2. Kemudian kanban perintah produksi yang melekat pada produk dilepas dan diletakkan pada pos penerimaan kanban. Sistem pemesanan kembali sudah dibuat dalam sistem nyata. maka bahan yang diiginkan diambil dengan forklift. Setelah bahan yang diinginkan dikirim oleh supplier bahan baku ke gudang bahan baku akan diletakkan kanban perintah produksi pada bahan baku yang diperlukan. Bila permintaan dari pada perakitan lampu tidak dapat dipenuhi maka bagian gudang bahan baku membuat sistem pemesanan kembali dengan jumlah pesanan tetap dan membuat titik pesan ulang (reorder point). . Frekuensi kedatangan part yang lebih besar dengan kuantitas part terkirim lebih kecil dalam sistem informasi kanban menghasilkan tingkat persediaan Work In Process yang lebih rendah antara perguruan tinggi dengan kalangan industri. Siklus kanban untuk duplex 1:4:2 artinya barang ini harus disampaikan empat kali sehari dan suku cadang harus disampaikan dua kali setelah Kanban dibawa ke pemasok Sistem informasi kanban bekerja lebih baik dalam perencanaan kebutuhan bahan bakumaterial dan minimasi tingkat persediaan serta cycle time.

dan variabel keamanan adalah 0. Waktu set up 28 menit. . waktu tunggu 170 menit.1. waktu proses per unit 4 menit. dan waktu transport 2 menit per container. jika permintaan sebesar 100 unit per hari? Stasiun kerja beroperasi 8 jam per hari.Contoh: Berapa jumlah kanban (containers) yang harus dikirim pada stasiun kerja untuk membuat satu jenis produk pesanan. ukuran container sebesar 25 unit.