Anda di halaman 1dari 7

PENGGUNAAN SOLAR CELL UNTUK SUMBER ENERGI PENGISIAN BATERAI SECARA OTOMATIS

Tanggal Pembuatan : 8 Januari 2010 Dalam penggunaan alat elektonika sering kali disebut-sebut membutuhkan sebuah baterai sebagai tenaganya, tetapi ba terai yang telah habis dipakai diisi dengan menggunakan listrik dari PLN, tapi penggunaan listrik yang berlebi han akan menghasilkan gas emisi sulfur dioksida, oksida nitrogen, dan karbond ioksida yang banyak berpengaruh terhadap lingkungan, karena suhu lingkungan akan meningkat, sehingga dapat menyebabkan [1] pemanasan global (global warming). Maka dari itu pengisi baterai otomatis dengan tenaga fosil (minyak bumi) diganti dengan menggunakan tenaga surya atau m atahari. Keunggulan dari tenaga surya bila dibanding dengan tenaga fosil (minyak bumi) adalah tidak menimbulkan polusi atau mencemarkan lingkungan. Sehingga disebut juga sebagai energi ramah lingkungan. Komponenutama dari alat ini adalah solar cell (sebagai masukan dengan mengubah energi su rya menjadi energi listrik), rangk aian pengisi baterai (sebagai pengontrol), led indikator (sebagai indikator pengisian baterai), dan baterai charge (tegangan 12 V dengan arus 1,2 Ah). Penggunaan alat ini sangat sederhana, rangkaian ini akan berfungsi apabila ada suplai dari e nergi cahaya matahari yang kem udian energi ini diubah menjadi energi listrik melalui solar cell. Rangkaian ini m enggunakan kontrol tegangan pada saat pengisian baterai, dan indikator dari alat ini menggunakan sebuah alat a vometer dan pat ampermeter yang da menunjukkan baterai sedang diisi atau sudah penuh. Dari hasi l pengujian didapatkan bahwa alat tersebut berfungsi dengan baik, dimana setiap pengisian baterai d apat diselesaikan dalam waktu 20 jam. Dan menyimpulkan bahwa alat ini sang aman dan at mudah digunakan dalam setiap pengisian baterai. 1. PENDAHULUAN Listrik adalah daya atau kekuatan yang ditimbulkan oleh adanya pergesekan atau melalui proses kimia. Dapa digunakan untuk menghasilkan t panas atau cahaya a bisa juga, untuk menyalakan tau mesin. Dari pengertian listrik di atas, dapat diketahui bahwa listrik sangat bermanfaat bagi hidup manusia. Misalnya, untuk menyalakan lampu, pendingin ruangan, TV, komputer, dan sebagainya. Dapat dikatakan manusia sudah tidak dapat lagi hidup tanpa adanya listrik. Listrik memang sangat berguna, tapi penggunaan listrik yang berlebihan akan menghasilkan gas emisi sulfur dioksida, oksida nitrogen, dan karbondioksida yang banyak berpengaruh terhadap lingkungan, karena suhu lingkungan akan meningkat, sehingga dapat menyebabkan pemanasan global (global warming). Seperti yang diketahui oleh banyak khalayak umum, akibat dari pemanasan global, cairan gletser banyak yang mencair di daerah pegunungan yang tinggi, di kutub utara maupun di kutub selatan. Hal ini tentu saja menyebabkan debit air di bumi ini meningkat, buktinya semakin banyaknya banjir dan pulau-pulau kecil yang menghilang karena tenggelam. Selain itu pemanasan global juga menyebabkan pergantian musim yang te mponya tidak menentu. Bisa dipastikan pemanasan global memang tidak bisa dihindari, tapi para manusia bisa meminimalisir dampak yang sudah terjadi, dan mencegah, atau setidaknya memperlambat terjadinya dampak yang lebih berbahaya. Oleh karena itu, sudah seharusnya para penduduk bumi menyadari terjadinya pemanasan global dan melakukan suat u perubahan dan suatu perubahan itu tidak harus besar, semisalnya hal-hal kecil seperti alat pengisi baterai otomatis. Dapat dibayangkan berapa besar gas emisi yang dihasilkan negara Indonesia hanya untuk mengisi ulang baterai. Belum juga ditambah pemakaian alat-alat yang membutuhkan listrik lainnya. Itu hanya negara Indonesia, belum ditambah China, Amerika, bahkan seluruh negara di dunia. Oleh karena itu, ada salah satu cara yang dapat menanggulangi atau meminimalisir dampak pemanasan global yaitu pemanfaatan energi surya yang dapat dijadikan alternatif pengganti sumber tenaga listrik. Energi surya tersebut dapat digunakan untuk mengisi ulang baterai, sehingga diharapkan dapat mengurangi emisi gas yang dapat menyebabkan pemanasan global.

1. 2. Rangkaian ini berfungsi untuk pembangkitkan waktu pada rangkaian pengisi baterai yang menghasilkan tegangan output terus . dengan meng-clear D Flip-flop ). Medan elektrik yan terjadi antara keduanya mendorong elektron kembali ke daerah-n dan hole ke daerah-p. Semikonduktor tipe-n didapat dengan mendoping silikon dengan unsur dari golongan V sehingga terdapat kelebihan elektron valensi dibanding atom sekitar. Gambar 3. Skema cara kerja sel surya silikon ditunjukkan pada Gambar 2. maka pengisian akan berlangsung ( yaitu dengan men-set D Flip-Flop). Gambar 2. PERANCANGAN ALAT Pada prinsipnya pengisian muatan baterai adalah dengan cara mengaliri baterai dengan arus listrik secara terus menerus. 3. Ketika dua tipe material tersebut mengalami kontak maka kelebihan elektron dari tipen berdifusi pada tipe-p.3 berikut adalah contoh sederhana dari rangkaian pengisisi baterai otomatis. Struktur Sel Surya Silikon pn-junction.2. Ketika junction disinari.n (elektron) dan tipe-p (hole). Ketika hasil pembandingan menyatakan tegangan baterai adalah penuh. Pengisian dihentikan ketika tegangan baterai telah sampai pada tegangan maksimumnya (muatan penuh). Pada proses ini terlah terbentuk p-n junction. lapisan antirefleksi. Dengan menambahkan kontak logam pada area p dan n maka telah terbentuk dioda. Cara kerja Sel Surya Silikon. Prinsip kerja dari rangkaian ini adalah pembandingan tegangan baterai dengan tegangan penuh dan kosong.Namun alat ini banyak sekali kekurangannya yaitu apabila berada di musim penghujan sehingga alat ini tidak berfungsi secara mestinya serta tidak adanya supply dari energi surya. • Rangkaian Pewaktu Gambar 2. maka elektron dari area-n akan kembali ke area-p sehingga menyebabkan perbedaan potensial dan arus akan mengalir.menerus . [2] Elektron dan hole ini dapat bergerak dalam material sehingga menghasilkan pasangan elektron-hole. Pada sisi lain semikonduktor tipe-p didapat dengan doping oleh golongan III sehingga electron valensinya defisit satu dibanding atom sekitar. dan substrat logam sebagai tempat mengalirnya arus dari lapisan tipe. Apabila ditempatkan hambatan pada terminal sel surya.3 Rangkaian Pengisi Baterai Otomatis Gambar 3. Besarnya tegangan penuh adalah dengan mengatur VR1 dan VR2. photon yang mempunyai energi sama atau lebih besar dari lebar pita energi materia tersebut akan menyebabkan eksitasi elektron dari pita valensi ke pita konduksi dan akan meninggalkan hole pada pita valensi. LANDASAN TEORI Prinsip kerja sel surya silikon adalah berdasarkan konsep semikonduktir p-n junction. maka akan lebih baik jika charger dapat bekerja secara otomatis untuk mengisi baterai jika baterai itu kosong muatannya (tegangan dibawah nilai nominalnya) serta berhenti mengisi jika baterai telah penuh.Jika hasil pembandingan menyatakan tegangan baterai kosong. maka pengisian dihentikan ( yaitu. Sehingga area doping-n akan bermuatan positif sedangkan area doping-p akan bermuatan negatif. Untuk menghindari kerugian tersebut.2. Jika baterai telah mencapai tegangan maksimumnya tetapi tetap dilakukan pengisian maka akan menimbulkan kerugian yaitu pemborosan energi listrik serta akan terjadi pemanasan berlebihan pada baterai yang akan memperpendek umurnya. Pembandingan dilakukan oleh OpAmp1dan OpAmp2. Sel terdiri dari lapisan semikonduktor doping-n dan doping-p yang membentuk p-n junction.

Di bawah ini adalah gambar baterai charge yang dipakai pada penulisan ini. Tujuan pengujian modul solar cell untuk mengetahui apakah alat ini bekerja atau tidak.01283 µ F maka dalam perancangan akan digunakan kapasitor yang nilainya mendekati yakni 0. indikator ini akan bekerja seiring apabila ada pengisian baterai dilihat pada gambar 3.1 dibawah ini. dengan menggunakan komponen Ra = 470 Ω dan nilai Rb 5K6 Ω maka nilai kapasitor yang dibutuhkan adalah sebagai berikut : 1 F = (frekuensi) 0.4 Watt selama satu jam atau alat berdaya 1. Gambar 3. Gambar 3. 4. Alat ini digunakan di dunia elektronika untuk menjalankan fungsi dari alat-alat elektronika itu sendiri.dan otomatis di-switch dari kondisi tinggi ke rendah kemudian dari rendah ke tinggi dan seterusnya. Baterai charge Baterai charge berfungsi sebagai media penyimpan dan penyedia energi listrik. Gambar 3. Pengujian modul solar cell dapat dilihat pada Gambar 4. Indikator level tegangan ini menggunakan voltmeter analog sebagai penunjuk tegangan. sehingga dapat diketahui suatu alat atau suatu sistem bekerja. Rangkaian Indikator level Tegangan C = 0. Untuk menghasilkan frekuensi osilasi sebesar 1 KHz. Rangkaian ini memanfaatkan osilasi tegangan pada kapasitor disekitar 1/3 Vcc sampai 2/3 Vcc.693 x ( RA+2xRB ) C 1 KHz = 1 0.1 Pengujian Modul Solar cell Pengujian ini dilakukan langsung dibawah sinar matahari dengan cuaca cerah pada saat pagi. Secara hitungan kasar dapat menyuplai alat berdaya 14.4 Indikator Indikator dipergunakan sebagai tampilan dari suatu masukan dan outputan.5. 3. Sumber listrik yang digunakan sebagai pembangkit power dalam bentuk arus searah (DC).2 A).3. pengujian ini tidak hanya mengambil 1 hari saja tetapi 3 hari dengan waktu dari jam 9 pagi hingga jam 4 sore.01 µ F. Baterai 12 Volt / 1.4.6. walaupun pada kenyataannya tidak seperti itu.693 x ( 470 + 2 x 56 K ) C 1 C = 0. Rangkaian Indikator Arus Sedangkan indikator arus menggunakan ampermeter analog berfungsi untuk mengetahui besarnya arus yang ditimbulkan pada saat pengisian baterai.2 Ampere dalam satu jam artinya memberikan daya rata-rata sebesar 14.01283 µ F Karena nilai kapasitor tidak ada yang bernilai 0.44 Watt selama 10 jam.4 Watt (Watt = V x I = Voltase x Ampere = 12 V x 1. Komponen eksternal yang diperlukan adalah sebuah kapasitor (C1) dan dua buah resistor (RA dan RB).5. Sehingga dapat dicari. Rangkaian pewaktu ini menggunakan rangkaian pewaktu jenis multivibrator astable yaitu menggunakan IC timer 555 yang dapat ditentukan durasi waktunya untuk masing masing state (kondisi 1 dan 0) sesuai dengan nilai resistor dan kapasitansi external.693 x ( 470 + 2 x 56 K ) 1KH z C = 1 77941710 Baterai ini bisa memberikan kuat arus sebesar 1.00000001283 = 0. UJI COBA 4.2 Ah . siang maupun sore dengan menggunakan multimeter digital. 3.

81 V 19.04 V 20.2.Hasil Pengujian Tegangan input Opamp dititik A dan dititik B Nilai Tahanan Variabel Tahanan minimum = 0 KΩ Tahanan Midle (tengah) = 5 KΩ Tahanan Maksimal = 10 KΩ Tegangan Input (Volt) Dititik A = 0.19 V 20.13 V 21.13 V terjadi pada jam 13.00 WIB sedangkan tegangan open circuit solar cell yaitu pada saat pengukuran hari pertama adalah sekitar 21.1.00 WIB 11. Pengujian Modul Solar Cell Sistem kerja keseluruhan dari alat pengisi baterai menggunakan solar cell dengan tegangan sebesar 21.00 WIB 16.00 WIB 14.08 V 20.41 V terjadi pada jam 09.1.Gambar 4.83 V 20.83 V 20.56 V 19. kedua dan ketiga dapat dilihat pada Gambar grafik dibawah ini.95 V Tegangan Solar Cell Hari Kedua (V) 19. Jika dilihat tabel dibawah ini tegangan nominal solar cell yaitu pada saat pengukuran hari ke-3 adalah sekitar 18.36 V 20.2.02 V 19.2 Pengujian Rangkaian Pengisi Baterai Pengujian yang pertama yaitu mengukur tegangan input (+) op-amp 1 (titik A) dan tegangan input (-) op-amp 2 (titik B) dengan masing-masing nilai tahanan yang berbeda. Tegangan pada solar cell mempunyai tegangan nominal dan tegangan open circuit.34 V 19.00 WIB Gambar 4.66 V Tegangan Solar Cell Hari Ketiga (V) 18.13 V dibutuhkan untuk tegangan masukkan rangkaian pengisi baterai.2 di bawah ini. Grafik Tegangan Solar Cell Gambar 4. indikator. JAM 09.00 WIB.13 volt. Tabel 4.56 V 19.2.1 Hasil Uji Coba Solar Cell Tegangan Solar Cell Hari Pertama (V) 19.31 V Dititik B = 4.79 V 19. Hasil uji coba solar cell terdapat pada tabel 4.02 V 21.76 V 19.23 V 19.81 V 20. Pengujian Rangkaian Pengisi Baterai Hasil pengujian 1: Tabel 4.89 V Dititik B = 7.00 WIB 12.13 V 20. Tujuan pengukuran ini untuk mengetahui keluaran dari masing–masing op-amp dibandingkan terhadap perubahan level teganga .41 V Dititik B = 0. dan baterai charge. Sedangkan pengujian yang kedua yaitu mengukur tegangan output op-amp 1 dititik C dan output op-amp 2 dititik D dengan masing-masing tegangan inverting tahanan variabel yang berbeda.58 V Sedangkan perbandingan tegangan antara hari pertama.41 V 19.07 V Dititik A = 7.00 WIB 10.32 V 20. Tegangan 21. sesuai pada gambar 4. Tegangan penuh berada pada op-amp 1 dengan mengatur VR1 sedangkan tegangan kosong berada pada op-amp 2 dengan mengatur VR2.00 WIB 15.89 V 4.73 V 19.21 V Dititik A = 4.00 WIB 13.

Hasil Tegangan Output Op-Amp 1 dan 2 (dititik C dan D) Tegangan Inverting (Volt) Tahanan Variabel (Ω) 0 KΩ 5 KΩ 10 KΩ 0 KΩ 5 KΩ 10 KΩ 0 KΩ 5 KΩ 10 KΩ Tegangan Output Op-Amp 1 dititik C (Volt) 0. Tujuan dari pengujian ini untuk mengetahui apakah indikator level tegangan berfungsi ketika pada saat pengisian baterai berlangsung. alat ukur yang digunakan dalam pengujian ini adalah Oscilloscope.63 V 0.14 V 0.1 5V OS ILOS COP 100 O R1 BC 549 470 O RA 7 56 K RB 6 2 C1 LM 555 1 3 8 4 Q2 BC 549 0. dengan cara mengamati setiap pergerakan arah jarum yang terdapat pada voltmeter. Pada pengujian ini didapatkan hasil pengukuran sebesar 1 KHz. Pengujian Rangkaian Pewaktu Astable Pengukuran ini dilakukan adalah untuk mengukur frekuensi gelombang keluaran dari IC 555.57 V Tegangan Output OpAmp 2 dititik D (Volt) 0.12 V 0. 5.Pengujian Indikator Level Tegangan Gambar 4.01 V 0.4 di bawah ini. Hasil Pengukuran Rangkaian Pewaktu Astable 4.4. didapat dari persamaan sebagai berikut : Time/Div = 0.31 V 0.12 V 1.5.3.2 mS Volt/Div= 5 Volt Perioda = 0.3 Pengujian indikator level tegangan dan arus Pengujian ini dilakukan pada saat pengisian baterai secara bertahap. 93 V 1. .34 V 0.5.25 Volt Gambar 4.Hasil pengujian 2 : Tabel 4.98 V 1.59 V 0.2 mS x 5 Volt = 1 mS Sehingga frekuensinya : Gambar hasil pengukuran pada oscilloscope dapat dilihat pada Gambar 4.26 V 0.97 V 0. Seperti terlihat pada gambar 4. Sehingga alat ini akan menunjukkan angka dimana pada saat pengisian baterai berlangsung.3.03 V 0. 21.21 V 0.5 Volt 6.45 V 5.01 µF Gambar 4.14 V 1.4 dibawah ini.88 V 0.24 Volt Rangkaian pengujian pewaktu astable dapat dilihat pada Gambar 4.

Pengujian Indikator Arus Berikut tabel 4. Hasil Pengujian : .6.Gambar 4.5 adalah hasil dari pengujian level tegangan beserta indikator arus sesuai penunjuk jarum pada Voltmeter dan Ampermeter.

Kesimpulan Bardasarkan pengujian alat dan hasil analisa terhadap data yang telah diperoleh maka pada Bab ini dapat ditarik kesimpulan : 1. Jakarta. Hasil dari Pengujian Indikator Level Tegangan dan Indikator Arus Tegangan Yang diperoleh (V) Arus Yang diperoleh (mA) 4. Hasil dari pengujian lama waktu pengisian baterai 12 V / 1. Penerbit Andi.5. Dasar Teknik Tenaga Listrik Dan Elektronika Daya.5 diatas bahwa pada setiap 2 jam sekali baterai pada saat pengisian menghasilkan tegangan sekitar 0.wordpress.1.cc/index. [9] www. [4] http://kimiaunsps2.untirtaroboticclub. Apabila dalam keadaan digunakan. Elex Media Komputindo.co.Tabel 4. [2] http://en.co.05 mA 12.kpsec.html.4. Gelora Aksara Pratama. Saran Daya yang di hasilkan solar cell selain disimpan ke baterai.Amp.86 Volt 10. DAFTAR PUSTAKA 2 jam 4 jam 6 jam 8 jam 10 jam 12 jam 10.5 V 10 mA 12 V 10.67 Volt 10.5 mA 11 V 0.2 Ah Waktu pengisian baterai Tegangan baterai per jam (V) 3.com. Grafik Pengisian Baterai [1] http://www. Solar cell memanfaatkan cahaya langsung dari matahari yang dirubah menjadi energi listrik.org/wiki/Solar_cell. [8] www. 1981.ph p/article-section/44-pengisi batereotomatis. . 10. Desember 1988. mei 2009.5 mA 11. ke depannya digunakan langsung menggerakkan beban misalnya sepeda motor bahkan mobil. Hasil pengujian : Tabel 4. 2. Jakarta. Edisi Kedua. [5] http://www.com/2008/12/ 15/terapan/. 2004.mei 2009. PT. Elektronika Digital-Teori Dan Soal Penyelesaian.freeuk. 5.7.07 Volt 11.5 V 10.htm. Pengujian lama waktu pengisian baterai Pengujian lamanya waktu pengisian baterai dilakukan pada saat pengisian berlangsung yaitu baterai pada saat mendapatkan tegangan nominal hingga pada saat tegangan baterai penuh. juni 2009 [10] Zuhal. salah satu cell ditutup maka daya akan turun.com555timer. Tegangan dan arus akan mulai meningkat pada pagi hari.36 Volt 11. dan turun pada saat matahari mulai terbenam.progrosir.95 Volt 11. [7] Muhammad Muhsin. Yogyakarta.54 V. Jakarta. 1990. Prinsip-Prinsip Elektronik.wikipedia. Fredrick W. mei 2009 [3] Hughes. kemudian akan mencapai level yang maksimum pada siang hari. Gramedia pustaka Utama.6 mA 5. juni 2009.alldatasheets. april 2009. [6] Malvino dan Hanapi Gunawan Diktat Kuliah.2. Semakin bertambahnya waktu pengisian baterai maka tegangan baterai pun akan meningkat.cc/2008/10/listriktenaga-surya-praktis-ramah.5 V 0. Panduan Op .4.58 Volt Jika di lihat dari tabel 4. Gambar 4.22 V s/d 1. Tujuan dari pengujian ini untuk mengetahui lama waktu yang dibutuhkan untuk mengisi baterai hingga penuh dengan besar arus tertentu.