Anda di halaman 1dari 8

KEPEMIMPINAN TRANSAKSIONAL

Institut Manajemen Telkom

TRAIT THEORIES
Enam karakter yang membedakan pemimpin dan bukan pemimpin : Ambisi dan energi, keinginan memimpin, kejujuran dan integritas, percaya diri, cerdas dan memiliki pengetahuan yang relevan Ada 4 batasan :

1. 2.

3.
4.

Tidak ada karakter yang bersifat universal Sifat lebih terlihat pada situasi lemah Tidak jelas mana sebab mana akibat Lebih cocok untuk menilai penampilan seseorang

BEHAVIORAL THEORIES
Teori yang menyatakan perilakulah yang membedakan antara pemimpin dan bukan pemimpin. Ohio State Studies 2 dimensi : Initiating Structure & Consideration University of Michigan 2 dimensi : employee oriented & Production oriented The Managerial Grid Ada 81 gaya kepemimpinan The Scandinavian Studies Pemimpin harus berorientasi pengembangan

Perform best
1,9 9,9
9

Concern for people

5,5

2 1,1 1 2 3 4 5 6 7 8

9,1 9

Concern for production

CONTINGENCY THEORIES
Efektivitas pemimpin tergantung pada situasi dan kemampuan untuk menghadapi situasi itu.
Fielder Model Ada 3 dimensi : Hubungan pemimpin-anggota, Struktur tugas, Posisi kekuasaan Leader-Member Exchange Theory Ada 2 kategori bawahan : in-group dan out-group Situational Leadership 3 dimensi : Relationship, tugas, maturity of followers Ada 4 gaya : Telling, Selling, Participating, Delegating

SITUATIONAL LEADERSHIP
High Relationship and Low Task

BY PAUL HERSEY AND KEN BLANCHARD


High Task and High Relationship

Relationship Behavior

Low Relationship and Low Task


Task Behavior High M4 Moderate

High Task and Low Relationship

M3 M2 Maturity of Follower

Low M1

BEHAVIORAL THEORIES and CONTINGENCY THEORIES

TRANSACTIONAL LEADERSHIP

Alasan :
1. 2. 3. 4.

Contingent Reward Management by Exception Active Management by Exception Passive Leissez Faire

PERILAKU PEMIMPIN TRANSAKSIONAL


1.

2. 3.

4.

5.

Merumuskan visi, nilai, tujuan dan strategi organisasi Menyusun kebijakan dan struktur organisasi Melakukan pengawasan pekerjaan dengan menerapkan reward dan punishment Segera melakukan koreksi terhadap kesalahan bawahan Meningkatkan kompetensi bawahan jika perlu