Anda di halaman 1dari 22

Citra Digital

Komputer Grafis I Gede Harsemadi

Definisi Citra

S Citra merupakan Representasi (gambaran), kemiripan,

atau imitasi dari suatu objek


S Merupakan output dari sistem perekaman data yang

bersifat optik berupa foto


S Bersifat analog berupa sinyal-sinyal video pada TV S Bersifat digital yang langsung dapat disimpan pada

suatu media penyimpanan

Citra Analog

S Citra yang bersifat kontinu

S Gambar pada monitor TV, foto sinar X, foto yang tercetak

di kertas foto, lukisan, hasil CT scan, gambar-gambar yang terekam pada pita kaset, dll
S Diperlukan proses konversi analog ke digital untuk

menghasilkan citra yang bisa diproses di komputer

Citra Digital

S Citra yang dapat diolah oleh komputer

S Disimpan dalam memori komputer berupa angka-angka

yang menunjukkan besar intensitas pada masing-masing pixel tersebut

Sistem Pencitraan (Imaging)


S Pencitraan merupakan proses transformasi dari citra

analog menjadi citra digital


S Perangkat yang digunakan : kamera digital, kamera

konvensional dan konverter analog to digital, scanner, dll

Digitalisasi Citra

S Merupakan proses perubahan citra analog ke citra digital

S Digitalisasi citra ada 2 jenis :

1. Digitalisasi spasial : sampling 2. Digitalisasi intensitas : kuantisasi

1. Digitalisasi Spasial / Sampling

S Sampling : transformasi citra kontinu menjadi citra digital

dengan cara membagi citra analog (kontinu) menjadi M baris dan N kolom sehingga menjadi citra diskrit.
S Semakin besar nilai M dan N, maka semakin halus citra digital

yang dihasilkan
S Artinya, resolusi citra semakin tinggi S Sampling dihasilkan dari peralatan digital, misal : scanner, foto

digital, dan kamera digital

1. Digitalisasi Spasial / Sampling

2. Kuantisasi
S Warna sebuah citra digital ditentukan oleh besar intensitas

pixel-pixel penyusunnya
S Kuantisasi adalah : transformasi intensitas analog yang bersifat

kontinu ke daerah diskrit


S Proses ini dihasilkan oleh peralatan digital, misalnya : scanner,

kamera digital.

2. Kuantisasi
S Misalnya besar memori yang digunakan untuk

menyimpan warna adalah 3 bit maka gradasi warna citra analog (b) hanya diwakili oleh gradasi warna 3 bit.

3. Resolusi

S Resolusi spasial : ukuran halus atau kasarnya pembagian kisi-

kisi baris dan kolom pada saat dilakukan sampling


S Resolusi spasial digunakan untuk menentukan jumlah pixel per

satuan panjang
S Citra 50 dpi, artinya 1 inch mempunyai 50 pixel

S Bila luas citra 1 inch2 maka mempunyai 50x50 pixel


S Bila ukuran citra diperbesar menjadi 10x10 inch2 maka jumlah

pixel nya tetap 50x50, namun resolusinya berubah menjadi 50:10 = 5 dpi

3. Resolusi

3. Resolusi

S Kecemerlangan (intensitas/brightness) atau kedalaman

bit/kedalaman warna (Bit Dept) adalah ukuran halus atau kasarnya pembagian tingkat gradasi warna saaat dilakukan kuantisasi
S Semakin besar nilainya, semakin bagus hasilnya

S Misal : suatu citra memiliki bit depth = 1, artinya ada

kemungkinan warna 21 = 2 (hitam dan putih)


S Bit depth = 8 berarti 28 = 256 warna

3. Resolusi

S Contoh : Scanner 500 dpi dan scanner 100 dpi

digunakan untuk pencitraan sebuah foto berwarna 3x4 inch. Bandingkan ukuran citra digital yang dihasilkan dari kedua scanner tersebut

4. Representasi Citra

S Sebuah citra diwakili oleh matriks M x N

S Perpotongan baris dan kolom ini disebut pixel


S Nilai yg terdapat pada kolom (x,y) adalah fungsi f(x,y) S Pada proses digitalisasi (sampling dan kuantisasi) diperoleh

besar baris M dan kolom N membentuk citra MxN dan jumlah tingkat keabuan pixel G
S jika b menyatakan jumlah bit yang diperlukan utnuk

menyimpan citra digital dalam memori, maka

b=MxNxk

5. Jenis-jenis Citra Digital

1. Citra Biner (Monokrom)

2. Citra Grayscale (Skala Keabuan)


3. Citra Warna

6. Elemen-Elemen Citra Digital


1. Kecerahan (brightness) S Kecerahan disebut juga sebagai intensitas cahaya. Kecerahan pada suatu titik (piksel) di dalam suatu citra sebenarnya adalah intensitas rata-rata dari suatu area yang melingkupinya. 2. Kontras (contrast) S Kontras menyatakan sebaran terang (lightness) dan gelap (darkness) dalam suatu citra. Citra dengan kontras rendah dicirikan oleh sebagian besar komposisi citranya adalah terang atau sebagian besar gelap. Citra dengan kontras yang baik, komposisi gelap dan terangnya tersebar secara merata. 3. Kontur (contour) S Kontur adalah keadaan yang ditimbulkan oleh perubahan intensitas pada pixel-pixel yang bertetangga. Karena adanya perubahan intensitas inilah, maka tepi-tepi (edge) objek pada citra dapat dideteksi.

6. Elemen-Elemen Citra Digital


4. Warna (color)
S

Warna adalah persepsi yang dirasakan oleh sistem visual manusia terhadap panjang gelombang cahaya yang dipantulkan oleh objek. Setiap warna mempunyai panjang gelombang ( ) yang berbeda-beda. Warna yang diterima oleh sistem visual manusia (mata) merupakan hasil kombinasi cahaya dengan panjang gelombang yang berbeda-beda. Kombinasi warna yang memberikan rentang warna yang paling lebar adalah red (R), green(G), dan blue(B).
Bentuk adalah properti intrinsik dari objek tiga dimensi. Bentuk merupakan properti intrinsik utama untuk sistem visual manusia karena manusia lebih sering menginterpretasikan suatu objek berdasarkan bentuknya daripada elemen lainnya.

5. Bentuk (shape)
S

6.
S

Tekstur (texture)
Tekstur dicirikan sebagai distribusi spasial dari derajat keabuan di dalam sekumpulan pixel-pixelyang bertetangga. Sehingga, tekstur tidak dapat didefinisikan untuk sebuah pixel. Tekstur merupakan karakteristik untuk menganalisa permukaan berbagai jenis citra objek.

Kegunaan anilisis tekstur

1.

Pemeriksaan permukaan, pengelompokan objek pemandangan, orientasi permukaan, dan penentuan bentuk objek Digunakan untuk segmentasi citra, mengidentifikasi pola-pola yang teratur dan berulang, pola-pola intensitas, halus atau kasarnya permukaan benda, koloni mikroba, jalan raya, bahkan sampai permukaan bumi. Menjadikan pola variasi lokal intensitas yang berulang sebagai pembeda, manakala pola variasi terlalu kecil bila dibandingkan dengan objek yang diamati dalam resolusi yang dipakai

2.

3.

7. Format File Citra


Nama Format
MS. Windows Bitmap Compuserve Graphics Interchange Format Aldus Tagged Image File Format WordPerfect Graphics Format Joint Photographics Expert Group CorelDraw

Ekstensi
.bmp .gif .tif

Kegunaan
Untuk menyimpan citra bitmap Untuk transmisi citra internet Format kompleks multiguna dikembangkan oleh Aldus dan Microsoft Format vektor yang mendukung citra bitmap Kompresi citra bitmap Citra vektor yang dihasilkan dari perhitungan matematis

.wpg .jpeg/.jpg .cdr