Anda di halaman 1dari 32

PENINGKATAN KUALITAS CITRA

KOMPUTER GRAFIS I GEDE HARSEMADI

1. Definisi Peningkatan Kualitas Citra


Proses untuk mengubah sebuah citra menjadi citra

baru sesuai dengan kebutuhan melalui beberapa cara


Fungsi transformasi, operasi matematis, filtering, dll Bertujuan untuk memproses citra sehingga citra

yang dihasilkan lebih baik daripada citra aslinya

2. Histogram

Merupakan grafik yang menunjukkan frekuensi kemunculan setiap nilai gradasi warna Sumbu X (absis) = tingkat warna Sumbu Y (ordinat) = frekuensi kemunculan

2.1 Menggambar Kurva Histogram


0 2 3 4 2 4 3 7 3 4

3
5 0 3 2 5 3 5 1

0
0 5 0 5 3 1 6 3 0

4
3 4 3 4 3 4 0 1

2
5 1 1 1 1 5 3 2

3
5 3 6 0 6 3 5 1 2 6

5
4 5 4 6 4 0 4 5 3 20

0
3 5 3 6 3 7 1 0 4 13

7
0 5 5 0 1 5 5 5 5 19

7
7 0 0 7 7 6 3 2 6 7

1
7 1 4 1 3 4 6 0 7 8

Warna (x) Jumlah (y)

15

12

2.1 Histogram Citra


25
20

15
10

5
0

2.2 Manfaat Histogram


1. 1. Indikasi visual untuk menentukan skala keabuan

yang tepat sehingga diperoleh kualitas citra yang diinginkan


2. Untuk pemilihan batas ambang (Threshold)

Contoh : untuk segmentasi citra (memisahkan objek dari latar belakangnya) adalah untuk menentukan batas-batas nilai keabuan dari objek dan batas-batas nilai keabuan latar belakangnya sehingga antara objek dengan latarbelakangnya bisa dipisahkan

3. Tranformasi Citra Warna menjadi Citra Grayscale


Citra warna bisa diubah menjadi citra grayscale

dengan cara menghitung rata-rata elemen warna Red, Green, Blue.


Secara matematis perhitungan adalah sebagai

berikut :

3. Tranformasi Citra Warna menjadi Citra Grayscale


Contoh Perhitungan Digital : Diketahui citra warna 24 bit akan diubah menjadi grayscale. Perhitungan fungsi dilakukan sebagai berikut.

Tranformasi Citra Warna menjadi Citra Grayscale


Contoh Citra dan Histogramnya

4. Operasi Negasi (Invers)


Pada Gambar terlihat bahwa piksel-piksel yang berwarna putih diubah menjadi hitam, sebaliknya piksel-piksel yang berwarna hitam diubah menjadi putih. Sedangkan histogram antara citra negasi merupakan pencerminan dari histogram citra asli.
Histogram dari Operasi Negasi

4. Operasi Negasi (Invers)

4. Operasi Negasi (Invers)

Histogram Operasi Negasi (Invers)

5. Kecerahan (Brightness)
Untuk mengkontrol nilai warna citra agar

diperoleh tingkat kecerahan sesuai dengan yang diinginkan


Rumus fungsi kecerahan :

5. Kecerahan (Brightness)

5. Kecerahan (Brightness)
Diketahui pada citra grayscale 128 warna dengan ukuran 5x5 piksel akan dilakukan operasi kecerahan dengan konstanta kecerahan k = 10

5. Kecerahan (Brightness)

6. Kontras
Kontras adalah tingkat penyebaran piksel -

piksel ke dalam intensitas warna. Ada tiga macam kontras. yaitu kontras rendah, kontras tinggi dan kontras normal.

6. Kontras
Citra kontras rendah : Citra yang memiliki kontras rendah

dapat terjadi karena kurangnya pencahayaan.

Citra kontras tinggi : Citra dikatakan memiliki kontras

tinggi bila merniliki kurva histogram yang terlalu lebar.

Citra kontras normal : Citra memiliki kontras normal bila

lebar kurva histogram tidak terlalu sempit dan tidak terlalu melebar

6. Kontras

6. Kontras

fo (x,y) = G. ( fi (x,y) P)+P


Di mana :

G
P

adalah koefisien penguatan kontras


yang dipakai sebagai pusat

adalah nilai grayscale pengkontrasan.

f0(x,y) adalah intensitas piksel citra hasil kontras fi(x,y) adalah intensitas piksel citra asal.

Diketahui pada citra grayscale 128 warna dengan ukuran 5x5 piksel akan dilakukan operasi kontras dengan koefisien penguatan kontras G = 2 dan pusat pengkontrasan P=50. Perhitungan fungsi kontras :

6. Kontras

7. Operasi Ambang Batas (Thresholding)


Pada operasi ini nilai piksel yang memenuhi

syarat ambang batas dipetakan ke suatu nilai yang dikehendaki.


Pengambangan Tunggal Pengambangan Ganda

7.1 Pengambangan Tunggal


Pengambangan Tunggal

Memiliki sebuah nilai batas ambang.

Operasi thresholding yang mempunyai ketentuan berikut:

7.1 Pengambangan Tunggal

7.1 Pengambangan Tunggal


Diketahui citra grayscale 256 warna dengan ukuran 5x5 piksel. Akan dilakukan operasi ambang tunggal dengan fungsi berikut. f0 (x ,y) = 0, fi (x, y) < 128 f0 (x ,y) = 128, fi (x, y) 128

7.1 Contoh Pengambangan Tunggal

7.2 Pengambangan Ganda


Pengambangan Ganda

Memiliki ambang bawah dan ambang atas. Dilakukan untuk menampilkan titik-titik yang mempunyai rentang nilai skala keabuan tersebut.

7.2 Pengambangan Ganda

7.2 Pengambangan Ganda

7.2 Contoh Pengambangan Ganda