Anda di halaman 1dari 14

GASTRITIS

A. Pengertian
Gastritis adalah peradangan lokal atau menyebar pada mukosa lambung,yang berkembang bila mekanisme protektif mukosa dipenuhi dengan bakteri atau bahan iritan lain. (Charlene J, Reeves, 2001).

B. Etiologi
1) Gastritis Bakterialis Infeksi bakteri Helicobacter Pylori yang hidup di dalam lapisan mukosa yang melapisi dinding lambung. Diperkirakan ditularkan melalui jalur oral atau akibat makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh bakteri ini. Infeksi ini sering terjadi pada masa kanak-kanak dan dapat bertahan seumur hidup jika tidak dilakukan perawatan. 2) Gastritis karena stress akut a) Penyakit berat atau trauma ( cedera ) yang terjadi tiba-tiba. b) Pembedahan c) Infeksi berat d) Cederanya sendiri mungkin tidak mengenai lambung seperti terjadinya pada luka bakar yang luas atau cedera yang menyebabkan pendarahan yang hebat. 3) Gastritis Erosif Kronis a) Pemakaian obat penghilang rasa nyeri secara terus-menerus. Obat analgesik anti inflamasi non steroid (AINS) seperti aspirin,ibuprofen dan naproxen dapat menyebabkan pendarahan pada lambung. Dengan cara menurunkan prostaglandin yang bertugas untuk melindungi dinding lambung. b) Penyakit kronis, gejalanya sakit perut dan diare dalam bentuk cairan. Bisa menyebabkan peradangan kronis pada dinding saluran cerna, namun kadangkadang dapat menyebabkan peradangan pada dinding lambung.
1

Walaupun tidak sepenuhnya dimengerti bagaimana bakteri tersebut dapat ditularkan. sebagian besar populasi didunia terinfeksi oleh bakteri H. alkohol dapat mengiritasi dan mengikis mukosa pada dinding lambung lebih rentan terhadap asam lambung walaupun dalam kondisi normal.c) Infeksi bakteri atau virus. Peneliti akan menyimpulkan bahwa tingkat asam lambung rendah mengakibatkan racun-racun yang dihasilkan oleh kanker tidak dapat dihancurkan atau tidak dapat dikeluarkan secara sempurna dari lambung. namun diperkirakan penularan tersebut terjadi melalui jalur oral atau akibat memakan makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh bakteri ini. Infeksi H. 5) Gastritis Hipotropi dan Atropi 2 . sebuah keadaaan dimana kelenjarkelenjar penghasil asam lambung secara perlahan yang rusak. Infeksi H. hal ini mengindikasikan ada penyebab lain yang membuat sebagian orang rentan terhadap bakteri ini sedangkan yang lain tidak.Pylori sekarang diketahui sebagai penyebab utama terjadinya peptikulser dan penyebab tersering gastritis. sehingga meningkatkan resiko (tingkat bahaya) dari kanker lambung. Tapi sebagian orang yang terinfeksi H.Pylori kronis tidak mempunyai kanker dan tidak mempunyai gejala gastritis.Pylori sering terjadi pada masa kanak-kanak dan dapat bertahan seumur hidup jika tidak dilakukan perawatan.Pylori yang hidup dibagian dalam lapisan mukosa yang melapisi dinding lambung. Salah satu perubahan itu adalah atropik gastritis. 4) Gastritis Eosinofilik Terjadi sebagai akibat dari reaksi alergi terhadap cacing gelang eosinofil (sel darah putih) terkumpul pada dinding lambung. d) Penggunaan alkohol secara berlebihan. Infeksi dalam jangka waktu yang lama akan menyebabkan peradangan menyebar yang mengakibatkan perubahan pada lapisan pelindung dinding lambung.

lipatannya melebar. autoimun atropik gastritis terjadi ketika kekebalan tubuh menyerang sel-sel yang sehat berada dalam dinding lambung. Hal ini dapat mengakibatkan peradangan dan secara bertahap menipiskan dinding lambung. 9) Radiasi dan Kemoterapi Perawatan terhadap kanker seperti kemoterapi dan radiasi dapat mengakibatkan peradangan pada dinding lambung dan selanjutnya dapat berkembang menjadi gastritis dan peptic ulcer. Cairan ini diproduksi oleh hati.menghancurkan kelenjar-kelenjar asam lambung dan mengganggu produksi factor intrinsik (yaitu sebuah zat yang membantu tubuh mengabsorbsi vitamin B 12) kekurangan vitamin B 12 akhirnya. Dalam kondisi normal. kelenjarnya membesar dan memiliki kista yang terisi cairan. Ketika dilepaskan empedu akan melewati serangkaian saluran kecil dan menuju usus kecil. sebuah otot sphincter yang terbentuk seperti cincin (pylori valve) akan mencegah empedu mengalir balik kedalam lambung. kerusakan yang terjadi biasanya sementara. tapi dalam dosis besar 3 . Sekitar 10 % penderita ini menderita kanker lambung. 7) Gastritis Sel Plasma Sel plasma (salah satu sel darah putih) terkumpul dalam dinding lambung dan organ lainnya. 8) Penyakit Bile Refluk Bile (empedu) adalah cairan yang membantu mencernakan lemak-lemak dalam tubuh. Ketika tubuh terkena sejumlah kecil radiasi. 6) Penyakit Meniere Dinding lambung menjadi tebal. dapat mengakibatkan pernicious anemia sebuah kondisi yang serius bila tidak segera dirawat dapat dipengaruhi seluruh system dalam tubuh. Tetapi jika katup ini bekerja dengan benar maka empedu akan masuk kedalam lambung dan akan mengakibatkan peradangan dan gastritis.Terjadi karena kelainan autoimun.

C. Gastritis Bakterialis Dapat ditandai dengan adanya demam. tetapi para penderita (misalnya pemakai aspirin jangka panjang) tidak merasakan nyeri. bergantung pada penyebab gastritisnya. Basanya penderita gastritis mengalami gangguan pencernaan (indigesti) dan merasa tidak nyaman diperut sebelah atas. Ulkus dan gastritis bisa menghilang bila penderita sembuh dengan cepat dari cederanya. Bila penderita tetap sakit ulkus bisa membesar dan mulai mengalami perdarahan. 1. Gastritis Erosive Kronik Gejalanya berupa mual ringan dan nyeri diperut sebelah atas. gejalanya berupa tinja berwarna kehitaman seperti aspal (melena). dan gagal hati atau ginjal. Perdarahan bisa meluas dan berakibat fatal. Gastritis Karena Stress Akut Penyebabnya (misalnya penyakit berat. muntah darah 4 . Manifestasi Klinik Gejalanya bermacam-macam. Perdarahan menyebabkan tinja berwarna kehitaman seperti aspal. luka bakar atau cedera) biasanya menutupi gejala-gejala lambung tetapi perut sebelah atas terasa tidak enak. sakit kepala dan kejang otot. cairan lambung menjadi kemerahan dan jika sangat berat tekanan darah bisa turun. 10) Faktor-faktor lain Gastritis sering juga dikaitkan dengan kondisi kesehatan lainnya seperti HIV (AIDS).akan mengakibatkan kerusakan tersebut menjadi permanen dan dapat mengikis dinding lambung serta merusak kelenjar-kelenjar penghasil asam lambung. infeksi oleh parasit. Penderita lainnya meraskan gejala yang mirip ulkus yaitu nyeri ketika perut kosong. dalam beberapa jam memar ini bisa berubah menjadi ulkus. biasanya dalam waktu 2 sampai 5 hari setelah terjadinya cedera. Jika gastritis menyebabkan perdarahan dari ulkus lambung. 3. 2. Segera setelah cidera timbul memar kecil dalam lapisan lambung.

Gejala gastritis secara umum : 5 . 7. 5. Penyinaran dapat merusak lapisan pelindung lambung. Hilangnya nafsu makan. menyebabkan peritonitis (peradangan lapisan perut) dan nyeri yang luar biasa. Perut kaku dan keadaan ini memerlukan tindakan pembedahan darurat.(hematemesis) atau makanan yang sudah dicerna yang menyerupai endapan kopi. Protein yang hilang ini bercampur dengan isi lambung dan dibuang dari tubuh. Tukak bisa menembus dinding lambung sehingga isi lambung tumpah kedalam rongga perut. mual. yang terjadi karena adanya peradangan dan kadang karena adanya tukak di lambung. sehingga bakteri dapat masuk kedalam dinding lambung dan menyebabkan nyeri yang hebat yang muncul secara tiba-tiba. sehingga terjadi nyeri perut dan muntah. Gastritis Sel Plasma Gejalanya berupa nyeri perut dan muntah bisa terjadi bersamaan dengan timbulnya ruam di kulit dan diare. Tidak pernah terjadi perdarahan lambung. Penimbunan cairan dan pembengkakan jaringan (edema) bisa disebabkan karena hilangnya protein dari lapisan lambung yang meradang. Gastritis Akibat Terapi Penyinaran Menyebabkan nyeri. Penyakit Meniere Gejala yang sering ditemukan adalah nyeri lambung. 4. mual dan hearedburen (rasa hangat/rasa terbakar dibelakang tulang dada). terbentuk jaringan parut yang menyebabkan menyempitnya saluran lambung yang menuju ke usus 12 jari. 6. muntah dan penurunan berat badan lebih jarang terjadi. Gastritis Eosinofilik Gejalanya berupa nyeri perut dan muntah bisa disebabkan penyempitan atau penyumbatan ujung saluran lambung yang menuju ke usus 12 jari. Kadang setelah terapi penyinaran.

Lambung orang dewasa memiliki panjang berkisar antara 10 inci dan dapat mengembang untuk menampung makanan atau minuman sebanyak 1 galon. 2. Gastritis tipe A mampu menghasilkan imun sendiri. Hilangnya nafsu makan b. Sering disertai rasa pedih atau kembung di ulu hati. radiasi. Patofisiologi Lambung adalah sebuah kantong otot yang kosong. mirip sebuah akordion ketika lambung mulai terisi dan mengembang lipatan-lipatan tersebut secara bertahap terbuka. obat-obtan. Bila lambung dalam keadaan kosong maka ia akan melipat. terletak dibagian kiri atas perut tepat dibawah tulang iga. 2001) yaitu : 1. Gastritis akut Gastritis akut adalah proses peradangan jangka pendek dengan konsumsi agen kimia atau makanan yang mengganggu dan merusak mucosa gastrik.a. Kehilangan berat badan D. Reeves. Penurunan pada sekresi gastrik mempengaruhi produksi antibody. Agen semacam itu mencakup bumbu. Sedangkan gastritis tipe B lebih lazim. Gastritis Kronis Gastritis kronis dibagi dalam tipe A dan B. yang menimbulkan ulkus pada dinding lambung. dan mikroorganisme infektif. remaph-rempah. Perih atau sakit seperti rasa terbakar pada perut bagian atas yang dapat menjadi lebih baik atau buruk ketika makan d. Anemia pernisiosa berkembang dengan proses ini. 6 . mual dan muntah c. tipe ini dikaitkan dengan infeksi bakteri H. E. alcohol. Pylori. kemoterapi. Klasifikasi Gastritis dibagi menjadi 2 jenis (Charlene J. tipe ini dikaitkan dengan atropi dari kelenjar lambung dan penurunan mucosa.

infeksi bakteri atau virus. Dengan sel mukosa yang hancur ini mengakibatkan fungsi dari mucosa tidak berfungsi yang akhirnya asam tidak bisa dikontrol sehingga terjadi peningkatan asam hidroklorida di lambung dan ketika mengenai di dinding lambung yang inflamasi tersebut. obat-obatan anti nyeri yang berlebihan. Ketika terjadi proses gastritis perjalanannya dalah sebagai berikut ini lambung yang terkena paparan baik oleh bakteri. Ketika makanan masuk kedalam esofagus dan lampung (Eshopangeal Sphincter) akan membuka dan membiarkan makanan masuk lewat lambung. maka hal tersebut akan merusak epitel-epitel sawar pada lambung. kelenjar-kelenjar yang berada dimukosa pada dinding lambung mulai mengeluarkan cairan lambung 9termasuk enzim-enzim dan asam lambung) untuk menghancurkan makanan tersebut. dinding lambung akan memulai menghancurkan makanan tersebut. Suatu komponen cairan lambung adalah asam ini sangat korosif sehingga paku besipun dapat larut dalam cairan ini. Dinding lambung dilindungungi oleh mukosa-mukosa bikarbonat (sebuah lapisan penyangga yang mengeluarkan ion bikarbonat secara reguler sehingga menyeimbangakan keasamana dalam lambung) sehingga terhindar dari sifat korosif hidrokorida. 7 . Ketika makanan berada dilambung. fungsi dari lapisan pelindung lambung ini adalah agar cairaj asam lambung tidak merusak dinding lambung. dinding lambung terdiri dari lapisan otot yang kuat. masalah keperawatan yang muncul adalah nyeri akut. dengan keadaan epitel sawar yang hancur tadi maka akan terjadi penghancuran sel mucosa. Setelah masuk lambun g cincin itu menutup.Lambung memproses dan menyimpan makanan dan secara pertahap melepaskannya kedalam usus kecil. Pada saat yang sama. Dalam penghancuran sel mukosa tadi oleh asam maka mengakibatkan peningkatan histamine sehingga meningkatkan permeabilitas terhadaap protein meningkat kemudian plasma bocor ke intestinum terjadi edema dan akhirnya plasma bocor ke dalam lambung sehingga terjadi perdarahan (hematemesis dan melena). ketika asam berdifusi ke mukosa.

Pathway Asam dalam lumen+empedu.lain Penghancuran Epitel Sawar Asam Kembali berdifusi ke mukosa Penghancuran sel mukosa Pepsinogen-pepsin Asam Histamin Perangsangan kolinergik Masalah Keperawatan Nyeri Akut Fungsi Sawar menurun Gangguan potilitas Penghancuran kapiler dan vena kecil pepsinogen pola tidur Perdarahan vasodilatasi . F.BAKTERI lain.Plasma bocor ke intestinum. kemudian bila disertai output Cairan yang berlebihan akan muncul resiko kekurangan volume cairan ataupun bahkan bisa muncul masalah kekurangan volume cairan.Alkohol. plasma bocor kedalam 8 HEMATEMESIS lambung MELENA . yang kemudian akan diubah menjadi pepsin dan berakibat akan menurun fungsi sawar kemudian terjadi hancurnya vena-vena kecil dan kapiler kemudian terjadi perdarahan.ASA. Masalah keperawatan yang muncul seperti perfusi jaringan tidak efektif.Ketika terjadi peningkatan asam hidriklorida akan merangsang kolinergik sehingga politas (sekresi) pepsinogen meningkat. edema. permeabilitas terhadap protein. keseimbangan nutrisi terkait pasien merasa perih lambung sehingga merasa tidak nafsu makan.

Pemeriksaan Penunjang Bila pasien di diagnosa terkena gastritis. biasanya dilanjutkan dengan pemeriksaan penunjang untuk mengetahui secara jelas penyebabnya. 2.Pylori atau tidak. pemeriksaan pernafasan tes ini dapat menentukan apakah pasien terinfeksi oleh bakteri H. Gangguan pola tidur d. Nyeri akut c. pemeriksan ini meliputi : 1. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan e. Resiko kekurangan volume cairan G. Perfusi jaringan yang tidak efektif b. yang terjadi akibat perdarahan lambung akibat gastritis. Tes darah dapat juga dilakukan untuk memeriksa anemia.Pylori dalam darah.MUNCUL MASALAH KEPERAWATAN a. tapi itu tidak menunjukan bahwa pasien tersebut terkena infeksi. Pemeriksaan darah Tes ini di gunakan untuk memeriksa adanya antibodi H. Pemeriksaan fese 9 . hasil tes yang positif menunjukan bahwa pasien pernah kontak dengan bakteri pada suatu waktu dalam hidupnya. 3.

Tes hasil yang positif mengidinkasikan terjadi infeksi. Ronsen Saluran Cerna Test ini akan melihat adanya tanda-tanda Gastritis atau penyakit pencernaan lainnya.Pylori atau tidak. tetapi harus menunggu sampai efek dari anestesinya menghilang. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap adanya darah dalam fese. 5. karena kurang lebih satu atau dua jam. Hal ini emnunjukan adanya perdarahan pada lambung. Endoskopi Saluran Cerna Bagian Atas Dengan tes ini dapat terlihat adanya ketidaknormalan pada saluran cerna bagian atas yang mungkin tidak terlihat oleh sinar-X. konsistensinya lembek tetapi ada juga agak keras terdapat lendir. H. Dengan hasil pemeriksaan seperti berikut warna feses merah kehitam-hitaman. Cairan ini akan melapisi saluran cerna dan akan terlihat lebih jelas ketika di ronsen. 4. bau sedikit amis. Pasien biasanya tidak langsung disuruh pulang ketika selesai test ini. Jika ada jaringan dalam saluran cerna yang terlihat mencurugakan. Biasanya pasien akan diminta menelan cairan Barium terlebih dahulu sebelum dilakukan Ronsen.Tes ini memeriksa apakah terdapat H. Komplikasi yang sering terjadi adalah rasa tidak nyaman pada tenggorokan akibat menelan endoskop. Tenggorokan akan lebih dahulu diamatai-dirasakan (anastesi) sebelum endoskopi dimasukan untuk memastikan pasie merasa nyaman dalam melakukan tes ini. Hampir tidak ada resiko akibat test ini. Kemudian sampel tersebut akan dibawa ke Laboraturium untuk diperiksa. dokter akan mengambil sedikit sampel (biopsi) dari jaringan tersebut. Pencegahan 10 . Tes ini di lakukan dengan cara memasukan sebuah selang kecil yang fleksibel atau (endoskopi) melalui mulut dan masuk kedalam esofagus. Tes ini memakan waktu kurang lebih 20 sampai 30 Menit. lambung dan bagian atas usus kecil.

3. Kendalikan Stress Stress meningkatkan resiko serangan jantung dan stroke. 11 . Jangan Merokok Merokok mengganggu kerja lapisan lambung. Makanlah dengan jumlah yang cukup pada waktunya dan lakukan dengan santai. 5. Karena stress bagi sebagian orang tidak dapat dihindari. asam. membuat lambung lebih rentan terhadap gastritis dan borok. Hindari Alkohol Penggunaan alkohol dapat mengiritasi dan mengikis lapisan mukosa lambung dan dapat mengakibat peradangan dan perdarahan. menurunkan sistem kekebalan tubuh dan dapat memicu terjadinya permasalahan kulit. Merokok juga dapat meningkatkan asam lambung sehingga menunda penyembuhan lambung dan merupakan penyebab utama terjadinya kanker lambung.Pylori tidak dapat selalu dicegah. Yang sama pentingnya dengan pemilihan jenis makanan yang tepat bagi kesehatan adalah bagaimana cara memakannya. maka kuncinya adalah dengan mengendalikannya secara efektif dengan cara diit yang bernutrisi. 2. Stress juga dapat meningkatkan produksi asam lambung dan memperlambat kecepatan pencernaan. juga dapat menstimulasi aktifitas otot usus sehingga membantu mengeluarkan limbah makanan dari usus secara lebih cepat. berikut beberapa saran untuk dapat mengurangi resiko gastritis. 1. Makan secara benar Hindari makanan yang dapat mengiritasi terutama makanan yang pedas.gorengan atau berlemak. olahraga teratur dan relaksasi yang cukup. istirahat yang cukup. 4.Walaupun infeksi H. Lakukan Olahraga Secara Teratur Aerobik dapat meningkatkan kecepatan pernafasan dan jantung.

I.claritomycin) dan obat anti tukak (omeprazole) 2. Melakukan olahraga secara teratur. hindari penggunaan obat-obatan keras dalam jangka waktu yang panjang. antibiotik (amoxcilin. Perdarahan hebat karena gratistis akibat stress akut bisa diatsi dengan menutup sumber perdarahan masih berlanjut mungkin seluruh lambung harus diangkat. cedera atau perdarahan) berhasil diatasi. maka berikan Bismuth.6. Penderita gastritis karena stress akut banyak mengalami perubahan (penyakit berat. Hindari minuman yang mengandung alkohol. yang tidak merangsang asam lambung naik berproduksi lebih banyak dan dapat menyebabkan perforasi dinding lambung sehingga mengakibatkan terjadinya perdarahan. Tetapi sekitar 2 % penderita gastritis karena stress akut mengalami perdarahan yang sering berakibat fatal. Jika penyebabnya ialah infeksi oleh H. Ganti dengan penghilang nyeri yang mengandung Acthaminophen. 1. merokok. 7. Ikuti Rekomendasi Dokter Untuk mengkonsumsi makanan yang sehat. Penderita grastitis erosif kronis bisa diobati dengan antasid.Pylori. Ganti Obat Penghilang Nyeri Jika memungkinkan hindari penggunaan Obat Anti Inflamasi Non Steroid (AINS) obat-obat golongan ini akan menyebabkan terjadinya peradangan dan akan membuat peradangan yang ada menjadi lebih parah. 3. Karena itu dilakukan pencegahan dengan memberikan antasid. Penatalaksanaan Terapi gastritis sangat bergantung pada penyebab spesifiknya dan mungkin memerlukan perubahan dalam gaya hidup. pengobatan atau dalam kasus yang jarang pembedahan untuk mengobatinya. Penderita sebaiknya menghindarai obat tertentu (misalnya aspirin atau obat anti peradangan nonsteroid lainnya) dan makanan yang menyebabkan iritasi lambung. Misroprostol 12 . ( untuk menetralkan asam lambung) dan obat anti-ulkus yang kuat (untuk mengurangi atau menghentikan pembentukan asam lambung).

Beberapa bentuk gastritis kronis dapat mengakibatkan resiko kanker lambung.mungkin bisa mengurangi resiko terbentuknya ulkus karena obat anti peradangan non-steroid. Komplikasi Jika dibiarkan tidak terawat gastritis akan dapat mengakibatkan pepitc Ulcers dan perdarahan pada lambung. Makanan yang perlu dihindari adalah yang merangsang dan berlemak seperti sambal. Untuk meringankan penyumbatan disaluran keluar lambung pada gastritis eosinoflik. Kanker jenis lain yang terkait dengan infeksi akibat H. Kedisiplinan dalam pemenuhan jam-jam makan juga sangat membantu pasien dengan gastritis J.Pylori adalah MALT (mukosa asociated lympoihoid tissue). terutama jika terjadi penipisan secara terus menerus pada dinding lambung dan perubahab pada sel-sel dinding lambung. Kebanyakan kanker lambung adalah Adenocarcinomas. Gastritis sel plasma bisa diobati dengan obat anti-ulkus yang menghalangi pelepasan asam lambung. 13 . bisa diberikan kortikosteroid atau dilakukan pembedahan. 5. sebagian penderita harus mendapat suntikan tambahan vitamin B 12 6. 7. Penderita meyner bisa disembuhkan dengan mengangkat sebagian atau seluruh lambung. Lymphomas. Pengaturan diet yairtu pemberian makanan lunak dengan jumlah sedikit tapi sering 9. Kanker jenis ini dapat disembuhkan bila ditemukan pada tahan awal. Gastritis Atrifik tidak dapat disembuhkan. kanker ini berkembang secara perlahan pada jaringan sistem kekebalan pada dinding lambung. 8. yang bermula pada sel-sel kelenjar dalam mukosa. 4. bumbu dapur dan gorengan 10.

14 .