Anda di halaman 1dari 2

DIABETES MELITUS Diabetes mellitus (DM) didefinisikan sebagai suatu penyakit atau gangguan metabo lisme kronis dengan multi

etiologi yang ditandai dengan tingginya kadar gula dar ah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid dan protein sebagai a kibat insufisiensi fungsi insulin. Insufisiensi fungsi insulin dapat disebabkan oleh gangguan atau defisiensi produksi insulin oleh sel-sel beta Langerhans kele njar pankreas, atau disebabkan oleh kurang responsifnya sel-sel tubuh terhadap i nsulin (WHO, 1999). Gambaran patologik DM sebagian besar dapat dihubungkan dengan salah satu efek ut ama akibat kurangnya insulin yaitu berkurangnya pemakaian glukosa oleh sel-sel t ubuh, peningkatan metabolisme lemak yang menyebabkan terjadinya metabolism lemak abnormal disertai endapan kolesterol pada dinding pembuluh darah sehingga timbu l gejala aterosklerosis serta berkurangnya protein dalam jaringan tubuh (Guyton CA. 1996). A. Diabetes Mellitus Tipe 1 Diabetes tipe ini merupakan diabetes yang jarang atau sedikit populasinya, diper kirakan kurang dari 5-10% dari keseluruhan populasi penderita diabetes. Gangguan produksi insulin pada DM Tipe 1 umumnya terjadi karena kerusakan sel-sel β pulau L angerhans yang disebabkan oleh reaksi otoimun. Namun ada pula yang disebabkan ol eh bermacam-macam virus, diantaranya virus Cocksakie, Rubella, CMVirus, Herpes, dan lain sebagainya. B. Diabetes Mellitus Tipe 2 Diabetes Tipe 2 merupakan tipe diabetes yang lebih umum, lebih banyak penderitan ya dibandingkan dengan DM Tipe 1. Penderita DM Tipe 2 mencapai 90-95% dari kesel uruhan populasi penderita diabetes, umumnya berusia di atas 45 tahun, tetapi akh ir-akhir ini penderita DM Tipe 2 di kalangan remaja dan anak-anak populasinya me ningkat. Etiologi DM Tipe 2 merupakan multifaktor yang belum sepenuhnya terungka p dengan jelas. Faktor genetik dan pengaruh lingkungan cukup besar dalam menyeba bkan terjadinya DM tipe 2, antara lain obesitas, diet tinggi lemak dan rendah se rat, serta kurang gerak badan. Obesitas atau kegemukan merupakan salah satu fakt or pradisposisi utama. Penelitian terhadap mencit dan tikus menunjukkan bahwa ad a hubungan antara gen-gen yang bertanggung jawab terhadap obesitas dengan gen-ge n yang merupakan faktor pradisposisi untuk DM Tipe 2. FAKTOR RISIKO Setiap orang yang memiliki satu atau lebih faktor risiko diabetes selayaknya was pada akan kemungkinan dirinya mengidap diabetes. Para petugas kesehatan, dokter, apoteker dan petugas kesehatan lainnya pun sepatutnya memberi perhatian kepada orang-orang seperti ini, dan menyarankan untuk melakukan beberapa pemeriksaan un tuk mengetahui kadar glukosa darahnya agar tidak terlambat memberikan bantuan pe nanganan. Karena makin cepat kondisi diabetes melitus diketahui dan ditangani, m akin mudah untuk mengendalikan kadar glukosa darah dan mencegah komplikasi-kompl ikasi yang mungkin terjadi. Faktor resiko diabetes melitus adalahg faktor riwaya t keluarga, obesitas, umur, etnik atau ras, hiperlipidemia, hipertensi, dan fakt or resiko yaitu kurang olahraga dan pola makan yang rendah serat (Anonim,2005). GEJALA KLINIK Diabetes seringkali muncul tanpa gejala. Namun demikian ada beberapa gejala yang harus diwaspadai sebagai isyarat kemungkinan diabetes. Gejala tipikal yang seri ng dirasakan penderita diabetes antara lain poliuria (sering buang air kecil), p olidipsia (sering haus), dan polifagia (banyak makan/mudah lapar). Selain itu se ring pula muncul keluhan penglihatan kabur, koordinasi gerak anggota tubuh terga nggu, kesemutan pada tangan atau kaki, timbul gatal-gatal yang seringkali sangat mengganggu (pruritus), dan berat badan menuru n tanpa sebab yang jelas. Pada DM Tipe I gejala klasik yang umum dikeluhkan adalah poliuria, polidipsia, ⠢ polifagia, penurunan berat badan, cepat merasa lelah (fatigue), iritabilitas, da n pruritus (gatal-gatal pada kulit). ⠢ Pada DM Tipe 2 gejala yang dikeluhkan umumnya hampir tidak ada. DM Tipe 2 serin gkali muncul tanpa diketahui, dan penanganan baru dimulai beberapa tahun kemudia n ketika penyakit sudah berkembang dan komplikasi sudah terjadi. Penderita DM Ti pe 2 umumnya lebih mudah terkena infeksi, sukar sembuh dari luka, daya penglihat

06 jam. 2005). fluoksetin. rifampisin. antagonis H2. (Anonim. fenotiazin. Intera ksi obat ini yaitu Efek penurunan kadar gula darah bertambah jika diberikan dg i nsulin dan antidiabetik oral lain. klonidin.5 mg dgn interval 3-5 hari sesudah kontrol metabolik tercapai. left ventricular disfunction yang disertai myocardial infarction. obesitas. diuretik.Dosis awal 2. derivat kumarin. dan juga komplikasi pada pembuluh darah dan syaraf (Anonim. salisilat.9 jam. barbiturat. azapropazon. Captopril diekskresikan melalui urin (95%) dalam waktu 24 j am (Anonim. kulit lembab. Waktu paruh Captopril dipengaruhi oleh fungi ginjal dan jantung di mana waktu pa ruh Captopril pada volunteers sehat dewasa 1. feniramidol. berkeringat. sulfonamid. hormon ti roid. kecuali pada pasien dengan accelerated or malignant hypertension atau hipertensi yang sulit dikontrol. asam para amino salisilat. Dosis awal : 12. MAOI. 2000). Indikasi : antihipertensi. obat simpato mimetik lain. 2010) .ko ma diabetik. kortikosteroid. simpatolitik. glukagon. aritmia jantung. mikonazol. kehamilan dan menyusui. vasodilator. wanita hamil danmenyusui Dosis : sebagai antihipertensi pada orang dewasa (oral).5 mg/hr. diabetes nefropati. strogen dan priogesteron. fenitoin. trofosfamid. probenesid. Reaksi hipersensitivitas. angina pektoris. fenfluramin. diazoksid.an makin buruk. cemas. kloramfenikol. Captopril sebagai dosis tunggal mempunyai durasi selama 6-12 jam dengan onset 1 jam. pentoksifilin (pemberian dosis tinggi sec ara parenteral). hiperlipidemia. reserpin dapat menyebabkan penurunan atau peningka tan kadar gula darah ( Anonim. kuinolon. angiodema yang disebabkan oleh penggunaan ACE inhibitor sebelumnya. Captopril Salah satu golongan ACE inhibitor yang paling banyak digunakan sebagai antihiper tensi adalah Captopril. 2000). pasien CHF 2. steroid anabolik dan hormon se ks pria. ggn dya penglihatan sementara. Efek penurunan gula berkurang dgn asetazo lamida. ACE inhibitor. DAONIL Daonil berisi Glibenclamide 5 mg dan diindikasikan untuk DM tipe 2 (NIDDM). diabetes penguraian metabolik. Jarang: diskarsia darah. ditingka tkan s/d 2. hiperte nsi palpitasi. laksatif (penggunaan jangka panjang). fibrat.5-25 m g 2-3 kali/hariyang dapat ditingkatkan 12. siklofosfamid. fenilbutazon. takikardia. Efek sampingnya terh adap Hipoglikemia/ ggn GI. sulfinipirazin.5-25 mg dalam 1-2 minggu menjadi50 mg 3 kali/hari. dan umumnya menderita hipertensi. ifosfamid. Captopril digunakan setelah penggunaanantihipertensi lain dihentikan selama 1 minggu.Captopril diabsorpsi sebanyak 60-75% dan berkurang m enjadi 33-40% dengan adanya makanan serta25-30% Captopril akan terikat protein. Diberikan dalam keadaan perut kosong (1 jamsebelum makan atau 2 jam setelah mak an). epinefrin. gangguan ginjal parah. disopiramid . CHF Kontrindikasi : hipersensitivitas terhadap Captopril. oksi fenbutazon. Mem iliki kontra indikasi Diabetes melitus tipe I .dan pasi en anuria 20-40 jam. asam nikotinat dos is tinggi.