Anda di halaman 1dari 11
MODUL III EKONOMI TEKNIK ( M-03.IE.PKK-PPBA ) MUHAMMAD KHOLIL ( m.kholil@mercubuana.ac.id / 0812-9691-242 ) //Tujuan Pembelajaran : 1. Memahami pengertian bunga majemuk dalam ekuivalensi. 2. Memahami formula atau rumus – rumus dalam mencari nilai F dan P yang berhubungan. 3. Memahami formula atau rumus – rumus dalam mencari nilai F dan A yang berhubungan. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Muhammad Kholil, Ir, MT. EKONOMI TEKNIK 1 Bunga majemuk dalam Ekuivalensi Diagram arus kas digunakan untuk membantu menjelaskan dan memberi gambaran mengenai aliran uang yang terjadi dalam berbagai waktu yang berbeda. Diagram arus kas digambarkan menggunakan perjanjian berikut : 1. Garis horizontal menggambarkan skala waktu dengan pergerakan waktu dari kiri ke kanan. 2. Anak panah menggambarkan arus kas masuk dan arus kas keluar, yang ditempatkan di akhir periode. Anak panah yang mengarah ke atas menggambarkan arus kas masuk, sedangkan anak panah yang mengarah ke bawah menggambarkan arus kas keluar. Single payment formulas Jika sejumlah uang, P, diinvestasikan pada suatu tingkat suku bunga, I, per periode, maka di akhir periode pertama nilainya akan menjadi : F1 = P + Pi = P ( 1+i ) Pada akhir periodeke-2, nilainya akan menjadi : F2 = P ( 1+i ) + P ( 1+i ) i = P ( 1+i )2 Pada akhir periodeke-3, nilainya akan menjadi : F3 = P ( 1+i )2 + P ( 1+i ) i = P ( 1+i )3 Dengan demikian, pada akhir period eke – n nilainya akan menjadi : Fn = P ( 1+i )n Mencari F jika diketahui P Dalam terminology meminjam – meminjamkan : Seseorang meminjam Rp 1.000,- selama 4 tahun. Berapa banyak yang harus dibayarkan kembali sengan sekali pembayaran di akhir tahun ke-4 pada tingkat suku bunga 10% per tahun ? Dalam terminology ekuivalensi : Berapakah nilai ekuivalensi masa depan pada akhir tahun ke-4 untuk Rp 1.000,- di awal tahun pertama pada tingkat suku bunga 10% per tahun ? Diagram arus kas : PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Muhammad Kholil, Ir, MT. EKONOMI TEKNIK 2 P = Rp 1.000 1 Rumus : Atau : Perhitungan : Hasil perhitungan : Nilai Rp 1.000,- saat ini ekuivalen dengan Rp 1.464,10 di akhir tahun ke-4 pada tingkat suku bunga 10% per tahun. Mencari P Jika F Diketahui Dalam terminology meminjam – meminjamkan : Seseorang ingin memiliki Rp 1.464,10 dalam 4 tahun. Berapa besar uang yang harus didepositokan untuk mendapatkan jumlah tersebut pada tingkat suku bunga 10% per tahun? Dalam terminology arus kas : F=Rp 1.464,10 1 P=? Rumus : P = F. 2 3 4 2 3 4 F=? F = P ( 1+i )n F = P ( F/P,i,n ) F = P ( 1+i )n = 1.000 ( 1+0,1 )4 = 1.464,10 Atau : F = P ( F/P,i,n ) = 1000 ( F/P,10%,4 ) = 1000 ( 1,4641 ) = 1.464,10 1 (1 + i) n P = F. (1+i)-n Atau : -n P = F. ( P/F,i,n ) Perhitungan : P = F. (1+i) = 1.464,10 (1+0,1)-4 = 1.000 Atau : P = F.(P/F,i,n) = 1.464,10 ( P/F,10%,4 ) = 1.464,10 ( 0,68301 ) = 1.000 Hasil perhitungan : PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Muhammad Kholil, Ir, MT. EKONOMI TEKNIK 3 Nilai Rp 1.464,10 di akhir tahun ke-4 ekuivalen dengan Rp 1.000,- saat ini pada tingkat suku bunga 10% per tahun. Uniform Series Formulas Seringkali arus kas yang dihadapi berupa sederetan arus kas masuk atau arus kas keluar yang besarnya sama, A, yang terjadi pada setiap akhir periode selama n periode dengan tingkat suku bunga, i, per tahun. Deret seragam seperti itu disebut annuitas. Rumus dan table yang disajikan dihitung berdasarkan kondisi : 1. P berada satu periode sebelum A pertama. 2. F berada bersamaan dengan A terakhir. 3. A dimulai diakhir periode pertama sampai akhir periodeke-n. Jika investasi sebesar A dilakukan disetiap akhir tahun selama n tahun, nilai investasi diakhir tahun ke-n adalah jumlah dari pemajemukkan setiap investasi tunggal, seperti ditunjukkan pada Gambar 3.3 berikut : A A A A F A = A(1+i)3 A + A(1+i)2 (3.3) (3.4) A + A(1+i)1 + A Secara umum, untuk periode n tahun, F = A (1 + i)n-1 + … + A (1-i)3 + A(1 + i)2 +A(1 + i) + A Persamaan (3.3) dikalikan dengan (1 + ) sehingga diperoleh : (1 + i)F = A (1 + i)n-1 + … + A (1-i)4 + A(1 + i)3 +A(1 + i)2 + A(1 + i)1 Persam,aan (3.4) dikurangi persamaan (3.3) menghasilkan : iF = A[(1 + i)n – 1] sehiungga diperoleh persamaan untuk mencari F : F=A (1 + i )n − 1 i Mencari F jika A diketahui PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Muhammad Kholil, Ir, MT. EKONOMI TEKNIK 4 Dalam terminology meminjam – meminjamkan : Jika pada setiap akhir tahun selama 4 tahun disetorkan uang senilai Rp 315,47 ke dalam suatu rekenig, berapa banyak uang yang berakumulasi segera setelah penyetoran terakhir dilakukan pada tingkat suku bunga 10% per tahun? Dalam terminology ekuivalensi : Berapakah jumlah di akhir tahun ke-4 yang ekuivalen dengan pembayaran di setiap akhir tahun yang masing – masing Rp 315,47 pada tingkat suku bunga 10% per tahun ? Diagram arus kas : F=? A = Rp 315,47 1 A Rumus : Atau : 2 A F = A. 3 A 4 A (1 + i ) n − 1 i 4 F = A.( F/A,i,n ) (1 + 0,1) − 1 = 1.464,10 (1 + i ) n − 1 Perhitungan : F = A. = 315,47. 0,1 i Atau : F = A. ( F/A,i,n ) = 315,47 ( F/A,10%,4 ) = 315,47 ( 4,641 ) = 1.464,10 Hasil perhitungan : Nilai Rp 315,47 di setiap akhir tahun selama 4 tahun berturut – turut adalah ekuivalen dengan Rp 1.464,10 di akhir tahun ke-4 pada tingkat suku bunga 10% per tahun. Mencari A jika F diketahui Dalam terminology meminjam – meminjamkan : Berapa besar setoran yang sama selama 4 tahun berturut – turut di setiap akhir tahunnya agar terakumulasi menjadi Rp 1.464,10 segera setelah penyetoran terakhir pada tingkat suku bunga 10% per tahun ? Dalam terminology ekuivalensi : PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Muhammad Kholil, Ir, MT. EKONOMI TEKNIK 5 Berapa besar pembayaran yang harus disetorkan 4 kali berturut – turut di akhir tahun agar ekuivalen dengan Rp 1.464,10 pada akhir tahun ke-4 pada tingkat suku bunga 10% per tahun ? Diagram arus kas : F = Rp 1.464,10 A=? 1 A Rumus : A = F. 2 A 3 A 4 A i (1 + i ) n − 1 Atau : Perhitungan : A = F. Atau : A = F.(A/F,i,n) i 0,1 = 1.464,10. = 315,47 n (1 + i ) − 1 (1 + 0,1) 4 − 1 A = F.(A/F,i,n) = 1.464,10 (A/F,10%,4) = 1.464,10 ( 0,21547 ) = 315,47 Hasil perhitungan : Nilai Rp 1.464,10 pada akhir tahun ke-4 ekuivalen dengan pembayaran 4 kali berturut – turut setiap akhir tahun sebesar Rp 315,47 pada tingkat suku bunga 10% per tahun. Utang Pokok yang Belum Diselesaikan atas Suatu Pinjaman Utang pokok yang belum diselesaikan (sisa yang masih terutang) dari suatu pinjaman dihitung dengan cara berikut: Misalkan Bt = sisa pinjaman pada akhir periode t B0 = jumlah pinjaman awal i = tingkat bunga per periode sesuai kontrak Ct = pembayaran pada akhir periode t PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Muhammad Kholil, Ir, MT. EKONOMI TEKNIK 6 Maka, B1 = B0 + B0i – C1 (2.6a) B2 = B1 + B1i –C2 (2.6b) dan secara berulang Bt = Bt-1 + Bt-1i –Ct (2.7) untuk t = 1, 2, 3, . . ., N Hubungan berulang ini digunakan untuk mengembangkan table spreadsheet. Tingkat Bunga Nominal dan Efektif Tingkat bunga nominal (atau tingkat persentase tahunan) adalah laju tahunan yang sering dikatakan sebagai berikut: pinjaman ini adalah pada tingkat bunga 12% per tahun, digandakan bulanan. ® perhatikan bahwa ini bukan tingkat bunga per periode Tingkat bunga efektif adalah laju tahunan yang dihitung menggunakan tingkat periode yang diturunkan dari laju nominal. Misalkan r = tingkat bunga nominal per tahun (selalu per tahun) M = jumlah periode pembungaan dalam setahun ief = tingkat bunga efektif per tahun (selalu per tahun) Kemudian tingkat bunga per periode bunga (i) adalah i = r / M (2.12) tingkat bunga efektif adalah (1+ief) = (1+r/M)M (2.13) atau i = (1+r/M)M – 1 (2.14) Contoh 1: Berapakah yang harus dibayarkan diakhir tahun ke-5 untuk pinjaman sebesar Rp 750.000,- setiap tahun selama empat tahun, mulai dari tahun pertama, dengan tingkat suku bunga yang disepakati sebesar 10 % per tahun ? PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Muhammad Kholil, Ir, MT. EKONOMI TEKNIK 7 750.000 750.000 750.000 750.000 1 2 3 4 5 i = 10% F=? Penyelesaian : F’ = 750.000 ( F/A,10%,4 ) F’ = 750.000 ( 4,641 ) F’ = 3.480.750 F = 3.480.750 ( F/P,10%,2 ) F = 3.480.750 ( 1,21 ) F = 4.211.707,50 Contoh 2 :Utang pokok yang belum diselesaikan – 1 Suatu pinjaman selama 5 tahun, sebesar $1,000, 10% per tahun, dengan pembayaran tahunan $200 terhadap utang pokok, ditambah bunga. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Muhammad Kholil, Ir, MT. EKONOMI TEKNIK 8 Contoh 3: utang pokok yang belum diselesaikan – 2 Suatu pinjaman selama 5 tahun, sebesar $1,000, 10% per tahun, dengan pembayaran tahunan yang sama sebesar $263.80. Contoh 4 : Seseorang meminjam Rp 1.200,di awal tahun pertama dengan rencana mengembalikannya pada akhir tahun ke-5. Tetapi di awal tahun ke-3, orang tersebut menambah pinjaman sebesar Rp 800,- yang akan dikembalikan bersamaan dengan pengembalian pinjaman pertama. Berapa besar uang yang harus dikembalikan di akhir tahun ke-5 jika pinjaman dilakukan dengan tingkat suku bunga 12% per tahun? 1.200 800 1 i = 12% 2 3 4 5 F=? PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Muhammad Kholil, Ir, MT. EKONOMI TEKNIK 9 Penyelesaian : 1.200 800 1 2 3 4 5 F=? F F F F = F1 + F2 = 1.200 ( F/P,12%,5 ) + 800 ( F/P,12%,3 ) = 1.200 ( 1,76234 ) + 800 ( 1,40493 ) = 3.238,75 = 1 2 3 4 5 F1 + 1 2 3 4 5 F2 Contoh 5 : Hitung tingkat suku bunga dari arus kas berikut agar biaya yang dikeluarkan ekuivalen dengan keuntungan yang diperoleh. Tahun 0 1 2 3 4 Arus Kas -115 +25 +45 +45 +30 Penyelesaian : PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Muhammad Kholil, Ir, MT. EKONOMI TEKNIK 10 45 25 1 115 2 45 30 3 4 P 115 = ∑ ( F ( P / F , i, n ) ) = 25 ( P/F,I,1 ) + 45 ( P/F,i,2 ) + 45 ( P/F,i,3 ) + 30 ( P/F,i,4 ) Jika i = 9% → 25 ( 0,91743 ) + 45 ( 0,84168 ) + 45 ( 0,77218 ) + 30 ( 0,70843 ) = 116,81 Jika i = 10% → 25 ( 0,90909 ) + 45 ( 0,82645 ) + 45 ( 0,75131 ) + 30 ( 0,68301 ) = 114,22 Dengan interpolasi linear, diperoleh tingkat suku bunga untuk nilai 115 adalah :  (115 − 116,81)  i = 9+ .(10 − 9 )  = 9,70%  114,22 − 116,81  Tingkat suku bunga yang berlaku sebesar 9,70% per tahun. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Muhammad Kholil, Ir, MT. EKONOMI TEKNIK 11