Anda di halaman 1dari 15

PERKEMBANGAN MORAL DAN AGAMA ANAK

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Perkembangan Peserta Didik Pendidikan Dasar Dosen: Prof.Dr. H. A. Juntika Nurihsan, M.Pd. Dr. Mubiar Agustin, M.Pd.

Iis Aprinawati Ronald Fransyaigu

1200892 1200951

Putri Hana Pebriana 1200896

PRODI PENDIDIKAN DASAR SEKOLAH PASCA SARJANA UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2012

Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak sekali kekurangan dan kelemahan yang terdapat didalamnya.Dr. Rekan-rekan kelompok IV yang telah menyumbangkan tenaga dan pikirannya. selaku pembimbing dan dosen mata kuliah Perkembangan Peserta Didik Pendidikan Dasar . Mubiar Agustin.KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah Tuhan Yang Maha Esa. A. Prof. yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan makalah Perkembangan Peserta Didik Pendidikan Dasar Dengan tema Pengaruh Didikan Orang Tua Terhadap Perkembangan Moral Dan Agama Anak. M. Dalam pembuatan makalah ini kami mengucapkan banyak terima kasih kepada: 1. Bandung. Semoga makalah ini bermanfaat bagi yang menulisnya maupun pembacanya. M. H. sehingga makalah ini jauh dari sempurna. Oleh karena itu kami mengharapkan adanya kritik dan saran yang bersifat membangun. 3. 2. Semua pihak yang tidak bisa disebutkan satu persatu. sehingga dapat digunakan sebagai tolok ukur dan acuan untuk memotivasi kearah yang lebih baik dan lebih tanggap terhadap permasalahan yang ada. Makalah ini dibuat untuk lebih mengetahui sejauh mana pemahaman yang harus dimiliki mahasiswa terhadap tema yang diangkat.Pd dan Dr. 4 November 2012 Penulis . Juntika Nurihsan. hingga terselesaikannya makalah ini.Pd.

....................DAFTAR ISI KATA PENGANTAR............................ E........ B.............................. BAB II PEMBAHASAN A............................. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Agama Anak....... F................................................................................. BAB III PENUTUP A... Rumusan Masalah.................................................. Tingkat dan Tahapan Perkembangan Moral Ana....... Latar Belakang Masalah........................... C................... Kesimpulan............................. G.... DAFTAR ISI........................ B......... C.............................................................................................................................. E.................... Tujuan Penulisan................ Pengaruh didikan orang tua terhadap perkembangan moral dan agama anak......... Tahapan Perkembangan Penghayatan Keagamaan Anak.................................... Proses Pertumbuhan Penghayatan Keagamaan pada Anak............................... B...... D.............................. Saran ......................................................................................................................... Metode Penulisan.. Sistematika Penulisan................................................................................................................ 16 17 14 4 6 7 9 11 11 1 2 3 3 3 i ii ......... BAB I PENDAHULUAN A.............................................................. Hubungan Antara Perkembangan Moral dan Intelektual pada Anak............................................ D............... Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan moral Anak.................................................................................................

moral. Apabila hati nurani ingin membisikan sesuatu yang benar. dengan adanya globalisasi dan slogan Global Village menjadikan para remaja mudah terbujuk oleh gemerlapnya dunia hedonis.1990). adat dan agama. memeras teman sekelas. Seyogyanyalah pelanggaran moral oleh anak dikoreksi dan tidak dibiarkan begitu saja. konsumeris dan dugem yang makin menjauhkan anak dari nilai. Latar Belakang Berbagai persoalan mengenai konsep dan aplikasi tentang nilai. Adapun moral sama dengan etika. Moral dapat diukur secara subyektif dan obyektif. 1995). nyontek. Tidak henti-hentinya kita mendengar berita tentang tindakan kriminalitas yang dilakukan oleh anak-anak. adapun norma memberikan ukuran yang obyektif. merupakan masalah yang sekarang ini sangat banyak meminta perhatian. belajar merokok. Kita barang kali sangat terkejut ketika untuk pertama kali mendapati anak kita yang masih belia berani melontarkan kata-kata kotor kepada guru atau orang tuanya sendiri. pemuka masyarakat dan para orang tua.BAB I PENDAHULUAN A. sikap dan perilaku keagamaan. Kata hati atau hati nurani memberikan ukuran yang subyektif. memfitnah teman. kita tidak boleh beranggapan bahwa hal ini wajar. atau kesusilaan yang diciptakan oleh akal. Apakah hal demikian normal ? Meskipun saat ini semakin banyak anak terlibat kasus yang menyangkut moral. Terlebih tantangan zaman yang semakin kuat. yang memberikan norma tentang bagaimana kita harus hidup. maka norma akan membantu mencari kebaikan moral. moral. atau membaca buku porno. Mungkin pula anak yang tadinya manis dan baik tiba-tiba mencuri uang dalam jumlah besar. sikap dan keagamaan anak. . terutama bagi para pendidik. Anak yang berusaha hidup baik secara tekun dalam waktu lama dapat mencapai keunggulan moral yaitu bersikap batin dan berbuat lahir secara benar. Pelanggaran moral bukanlah hal yang dapat dianggap remeh. ulama. (Panuju. (Hardiwardoyo.

apabila norma-norma yang biasanya dipakai sebagai landasan pertimbangan menjadi serba tidak pasti. Bagaimana proses pertumbuhan pengahayatan keagamaan anak? 7. Apa saja factor-faktor yang mempengaruhi perkembangan penghayatan keagamaan anak? 8. tapi hati nurani pun tidak berdaya menemukan kebenaran. Bagaimana perkembangan moral anak? 2. tutur kata. Pola kehidupan masyarakat pun semakin cenderung individualis. kita perlu memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk membentuk perilaku moral anak-anak kita. Jumlah waktu yang dipakai orang tua untuk mengajar anak-anaknya hidup secara benar juga semakin berkurang. Bagaimana upaya orang tua dan guru dalam pengembangan moral dan keagamaan anak? . B. dengan kontrol sosial yang relatif longgar. Factor apa saja yang mempengaruhi perkembangan moral anak? 4. anak tidak dapat lari dari hati nuraninya. teman sekolah. Rumusan Masalah 1. Anak berhadapan dengan berbagai tipe manusia.Semakin seriusnya perilaku tak bermoral yang dilakukan anak yang masih muda memberi petunjuk akan semakin beratnya tantangan bagi orang tua dalam mendidik anak. perilaku itu sudah semakin sulit dibelokkan lagi. Akibatnya pengenalan anak terhadap kehidupan orang tuanya sendiri juga semakin sedikit. Bagaimana tahapan perkembangan penghayatan keagamaan anak? 6. Mengapa anak berperilaku buruk? Salah satu kemungkinannya adalah karena semakin jarangnya kehdirang orang tua di rumah. Ketika perilaku butuk anak terbentuk menjadi pola kebiasaan. dan tingkah laku moral. atau tokoh-tokoh serial televisi. Padahal anak perlu menyaksikan orang tuanya secara langsung untuk memperoleh contoh nyata hidup yang bermoral.yang bervariasi. Bagaimana hubungan antara perkembangan moral dengan intelektual? 5. Bagaimana tingkat dan tahapan perkembangan moral anak? 3. Karena itu. Kenyatannya. Munculah fenomena baru sebagai model bagi anak yaitu teman sepermainannya. maupun dari orang dewasa di sekitarnya. Kesulitan bertambah ketika anak justru memperoleh pengajaran yang kurang patut. baik melalui televisi. gaya hidup. Norma-norma lama sudah tidak meyakinkan lagi untuk menjadi pegangan.

factor-faktor apa saja yang mempengaruhi perkembangan penghayatan keagamaan anak. factor-faktor yang mempengaruhi perkembangan moral anak. Tujuan Penulisan Berdasarkan rumusan masalah diatas maka tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mendeskripsikan: 1. bab II materi yang dibahas (Perkembangan Moral dan Pengahayatan Keagamaan Anal). 5. 2. E.C. serta upaya orang tua dan guru dalam pengembangan moral dan keagamaan anak. kata pengantar. daftar isi. Manfaat penulisan Tujuan dalam penulisan makalah ini adalah untuk mengkaji lebih dalam. tingkat dan tahapan perkembangan moral anak. Bab III penutup (Kesimpulan dan implikasi terhadap pendidikan). 6. proses pertumbuhan pengahayatan anak. hubungan antara perkembangan moral anak dengan intelektual. 8. 3. Sitematika Uraian Adapun sistematika penulisan dalan penyusunan makalah ini adalah terdiri dari. 7. . D. bab I pendahuluan. 4. tentang bagaimana pertumbuhan fisik anak adan implikasinya terhadap pendidikan. Perkembangan moral anak. tahapan perkembangan pengahayatan keagamaan anak.

Perkembangan Moral Anak 1. bersangkutan. hanya karena sesuatu itu akan menyakitimenyenangkan secara fisik atas kekuatan kehebatan yang memberikan nilai atau aturanaturan yang bersangkutan. kebiasaan peraturan/nilai-nilai atau tata cara kehidupan. . dan (b) larangan mencuri. memelihara kebersihan dan memelihara hak orang lain. Pengertian moral Istilah moral berasal dari bahasa Latin “mos” (Moris). juga orang memberi aturan lain. Preconventional level: Anak menyambut adanya nilai-nilai buruk. membunuh. yang Pragmatic morality. Hubungan insani seperti jual beli. memelihara ketertiban dan keamanan. berzina. The instrumental obedience relativist orientation: anak orientation: berusaha Sesuatu itu menghindari dipandang benar hukuman menaruh kalau dapat respect karena memuaskan melihat sifat yang dirinya. seperti (a) seruan untuk berbuat baik kepada orang lain. apabila tingkah laku orang tersebut sesuai dengan nilai-nilai moral yang dijunjung tinggi oleh kelompok sosialnya.BAB II PEMBAHASAN A. nilai-nilai atau prinsip-prinsip moral. The phunisment 2. 2. Seseorang dapat dikatakan bermoral. Sedangkan moralitas merupakan kemauan untuk menerima dan melakukan peraturan. tahapan. meminum minuman keras dan berjudi. Nilai-nilai moral itu. Tingkat dan Tahapan Perkembangan Moralitas Menurut Lawrence Kohlberg dalam Nurihsan (2011:41) perkembangan moralitas pada anak-anak itu pada dasarnya dapat dilukiskan tingkatan. dan cirri-ciri perkembangan sebagai berikut: Level of Moral Thougt (Tingkat Kesadaran Moral) I. kucubit kau. Stages Of Moral Development (Tahapan Perkembangan Moral) 1. yang berarti adat istiadat. kau cubit aku.

Pengakuan hak asasi dan atas nilai III. Authority and social concordance ordermaintaining orientation: orientation: Suatu perilaku Perilaku yang dipandang baik apabila benar ialah menyenangkan dan membantu orang lain. The social contract legalistic orientation: Pelaksanaan undangundang dan hak-hak individu diuji secara kritis.II. 3. Setia dan mendukung aturan social bukan sekedar konformitas. menunaikan Kau dan aku tugas-kewajiban. rasional. or principled level: Usaha dilakukan mendefenisikan prinsipprinsip moralitas yang tidak terikat oleh orang pendukung/pemegang/penga nutnya. manusia dan individu. Prosedur penyusunan aturan ditekankan. Postconventional Autonomous. Anak memperoleh nilai-nilai moral dari lingkungannya. The interpersonal 4. Factor-Faktor yang Memengaruhi Perkembangan Moral Menurut Yusuf (2011:133) perkembangan seorang anak banyak dipengaruhi oleh lingkungannya. 6. Aturan yang diterima masyarakat penting. prinsip-prinsip etika yang logis dan komprehensif. terutama dari orang tuanya. unversal 5. Dia belajar untuk mengenali nilai nilai dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai tersebut. The universal ethical principle orientation Kebenaran didefinisikan atas kesesuaiannya dengan kata hati. kelompok atau bangsa. melainkan berharga. Conventional level: Individu memandang apa yang diharapkan family. menghargai kewibawaan dan mempertahankan peraturan yang berlaku. 3. Sedangkan menurut Kohlberg (1963) faktor kebudayaan mempengaruhi . disetujui/diterima kalau berbuat baik.

Ia hanya belajar bagaimana bertindak tanpa mengetahui mengapa. Ia juga tidak mempunyai dorongan untuk mengikuti peraturan-peraturan karena tidak mengerti manfaatnya sebagai anggota kelompok social. perkembangan penghayatan keagamaan. Anak-anak dilarang melakukan sesuatu pada suatu hari. Para ahli sependapat bahwa pada garis besarnya perkembangan penghayatan keagamaan dapat dibagi dalam tiga tahapan yang secara kualitatif menunjukkan karakteristik yang berbeda. tetapi pada keesokan harinya atau dua hari sesudahnya mungkin ia lupa. Dan karena ingatan anak-anak. Hubungan Perkembangan Moralitas dengan Intelektual Perkembangan moral pada awal masa kanak-kanak masih dalam tingkat yang rendah. 4. Tahapan Perkembangan Penghayatan Keagamaan Sejalan dengan perkembangan kesadaran moralitas. cenderung kurang baik.perkmbangan moral. Karena tidak mampu mengerti masalah standar moral. Jadi anggapan orang dewasa sebagai tindakan tidak patuh seringkali hanyalah merupakan masalah lupa. Perkembangan Penghayatan Keagamaan 1. Ia menunjukkan bahwa tiga level perkembangan kesadaran moral itu sejalan dengan periode perkembangan kognitif dari Piaget. Terdapat rangsangan yang diterima oleh anak-anak dan ini mempengaruhi tahap perkembangan moral. dan anak perempuan cenderung membentuk penilaian moral yang lebih matang daripada anak laki-laki. sekalipun anakanak sangat cerdas. B. Tahapannya . Selanjutnya Hurlock menjelaskan bahwa anak yang mempunyai IQ tinggi cenderung lebih matang dalam penilaian moral daripada anak yang tingkat kecerdasannya lebih rendah. mengalami perkembangan. maka belajar bagaimana berperilaku social yang baik merupakan proses yang panjang dan sulit. Menurut Conger dalam Nurihsan (2011:42) menjelaskan terdapat hubungan yang sangat erat antara perkembangan kesadaran moralitas dengan perkembangan intelektual. Hal ini disebabkan karena perkembangan intelektual anak-anak belum mencapai titik dimana ia dapat mempelajari atau menerapkan prinsip-prinsip abstrak tentang yang benar dan salah. anak-anak harus belajar berperilaku moral dalam berbagai situasi yang khusus. yang erat hubungannya dengan perkembangan intelektual di samping emosional dan volisional (konatif).

Tanda-tandanya sebagai berikut : 1) Sikap keagaman reseptif meskipun banyak bertanya. c) Penghayatan rohaniahnya cenderung skeptik (diliputi kewas-wasan) sehingga banyak yang enggan melakukan berbagai kegiatan ritual yang selama ini dilakukannya dengan penuh kepatuhan. 3) Penghayatan secara rohaniah masih superficial (belum mendalam) meskipun mereka telah melakukan atau partisipasi dalam berbagai kegiatan ritual. . Kedua. Masa Anak Sekolah (1) Sikap keagamaan bersifat reseptif tetapi disertai pengertian.adalah sebagai berikut : a. c. b. melaksanakan kegiatan ritual diterima sebagai keharusan moral. 2) Pandangan ke-Tuhanan yang anthromorph (dipersonifikasikan). b) Pandangan dalam hal ke-Tuhanannya menjadi kacau karena ia banyak membaca atau mendengar berbagai konsep dan pemikiran atau aliran paham banyak yang tidak cocok atau bertentangan satu sama lain. Ketiga. Masa Kanak-kanak (sampai tujuh tahun). Pertama. (2) Pandangan dan faham ke-Tuhanan diterangkan secara rasional berdasarkan kaidah-kaidah logika yang bersumber pada indikator alam semesta sebagai manifestasi dari eksistensi dan keagungan-Nya. adalah sebagai berikut : 1) Masa remaja awal dengan tanda antara lain sebagai berikut : a) Sikap negatif disebabkan alam pikirannya yang kritis melihat kenyataan orangorang beragama secara hypocrit yang pengakuan dan ucapannya tidak selalu sama dengan perbuatannya. 4) Hal ke-Tuhanan secara ideosyncritic (menurut khayalan pribadinya) sesuai dengan taraf kemampuan kognitifnya yang masih bersifat egosentric (memandang segala sesuatu dari sudut dirinya). Masa remaja (12-18 tahun) yang dapat dibagi ke dalam dua sub tahapan. (3) Penghayatan secara rohaniah makin mendalam.

pada umumnya. kearah positif dengan tercapainya kedewasaan intelektual. Keluarga hendaknya menciptakan lingkungan psikologis yang mendukung pembentukan karakter anak dalam menjalankan ajaran agamanya. 2. baik yang lahir di negara komunis maupun kapitalis. Dalam ajaran agama dijelaskan bahwa pada dasarnya manusia itu baik dan memiliki potensi beragama. menurut fitrah kejadiannya mempunyai potensi beragama atau keimanan kepada Tuhan atau percaya adanya kekuatan di luar dirinya yang mengatur yang Mempengaruhi Perkembangan Kesadaran . bersahaja. namun terdapat variasi yang luas. pada tingkat individual maupun tingkat kelompok tertentu. sejak Nabi Adam sampai akhir zaman. baik yang masih primitif. bahkan agama dapat menjadi pegangan hidupnya menjelang dewasa.2) Masa remaja akhir yang ditandai antara lain . Proses Pertumbuhan Penghayatan Keagamaan Para ahli juga sependapat bahwa meskipun tahapan proses perkembangan seperti di atas juga merupakan gejala yang universal. (c) Penghayatan rohaniahnya kembali tenang setelah melalui proses identifikasi dan merindu puja ia dapat membedakan antara agama sebagai doktrin atau ajaran dan manusia penganutnya. Factor-Faktor Beragama Anak Menurut Yusuf (2011:136) perkembangan beragama seseorang dipengaruhi oleh factor-faktor pembawaan dan lingkungan. maupun yang sudah modern. yang baik dari yang tidak baik. maka keluarganyalah yang akan mewarnai perkembangan agamanya itu. a. 3. (b) Pandangan dalam hal ke-Tuhanannya dipahamkannya dalam konteks agama yang dianut dan dipilihnya. baik yang lahir dari orang tua yang yang shaleh maupun jahat. (a) sikap kembali. Ia juga memahami bahwa terdapat berbagai aliran paham dan jenis keagamaan yang penuh toleransi seyogyanya diterima sebagai kenyataan yang hidup di dunia ini. Factor Pembawaan Setiap manusia yang lahir ke dunia ini. Peranan lingkungan sangat penting dalam pembinaan penghayatan keagamaan ini.

Otoritas mendukung berbagai kegiatan pengembangan moral warga masyarakat sebagai bagian upaya membangun karekter manusia indonesia seutuhnya. Dalam perkembangannya. Memberikan pendidikan moral dan keagamaan melalui kurikulum tersembunyi. Memberikan pendekatan moral melalui pendekatan klarifikasi nilai. Factor Lingkungan (eksternal) Factor pembawaan atau fitrah beragama merupakan potensi yang mempunyai kecenderungan untuk berkembang. Namun. Upaya Orang Tua dan Guru dalam Pengembangan Moral dan Keagamaan Proses pendidikan dan pembelajaran moral diteladankan orang tua dan dilakukan secara terpadu (integrated) pada tiap peluang dalam semua kegiatan sekolah. yaitu pendekatan pendidikan moral tidak langsung yang berfokus pada upaya membantu siswa untuk . Strategi yang mungkin dilakukan guru di sekolah dalam membantu perkembangan moral dan spiritual peserta didik yaitu sebagai berikut. sehingga fitrahnya itu berkembang sesuai dengan kehendak Allah Swt. yakni menjadi sekolah sebagai atmosfer moral dan agama secara keseluruhan. Factor eksternal itu antara lain adalah lingkungan dimana individu itu hidup. C. Kenyataan di atas menunjukan bahwa manusia itu memiliki fitrah untuk mempercayai suatu zat yang mempunyai kekuatan baik memberikan sesuatu yang bermanfaat maupun yang madhorot (mencelakakan). Lingkungan itu adalah keluarga. yakni pendidikan moral dengan pendidikan pada nilai dan juga sifat selam jangka waktu tertentu atau menyatukan nilainilai dan sifat-sifat tersebut ke dalam kurikulum. dan masyarakat. fitrah agama ini ada yang berjalan secara alamiah. a. b. dan ada juga yang mendapat bimbingan dari para rasul Allah Swt. sekolah. perkembangan itu tidak akan terjadi manakala tidak ada factor luar yang memberikan rangsangan atau stimulus yang memungkinkan fitrah itu berkembang dengan sebaik-baiknya.hidup dan kehidupan alam semesta. disiplin serta melatih dan membiasakan peserta didik bermoral dalam perilaku dan kegiatannya. c. Memberikan pendidikan moral secara langsung. b.disana pendidik mengajarkan keteraturan hidup.

seperti: 1.memperoleh kejelasan mengenai tujuan hidup mereka dan apa yang berharga untuk di cari. Menanyakan kepada anak bagaimana tuhan terlibat dalam aktivitasnya sehari-hari. the social contract legalistic orientation. dan yang kedua dari tahapan perkembangan moral meliputi tahap the punishment obedience orientation. Menyuruh anak merenungkan bahwa tuhan itu ada dalam jiwa mereka dengan cara menjelaskan bahwa mereka tidak dapat melihat diri mereka tumbuh atau mendengar darah mereka mengalir. 3. Memupuk hubungan sadar anak dengan tuhan melalui doa setiap hari. authority and social order maintaining orientation. Memberikan kesadaran kepada anak bahwa tuhan akan membimbing kita apabila kita meminta.. conventional level. Kesimpulan Pada pembahsan ini telah dijelaskan tentang perkembangan moral dan agama pada anak usia Sekolah Dasar. the instrumental relativis orientation. tetapi penghayatan yang benar-benar dikontruksi dari pengalaman keberagamaan. postconventional autonomus or principled level. BAB III PENUTUP A. the universal ethical principle orientation. 4. antara lain yang pertama dilihat dari tingkat kesadaran moral yang meliputi tahap preconventional level. Membantu peserta didik mengembangkan rasa ketuhanan melalui pendekatan spiritual paranting. tetapi tahu bahwa semua itu sungguh-sungguh terjadi sekalipun mereka tidak melihat apapun (Desmita. 2. e. Menjadikan wahana yang kondusif bagi peserta didik untuk menghayati agamanya. d. tidak hanya sekedar bersifat teoritis. Adapun perkembangan penghayatan keagamaan para ahli sependapat bahwa pada garis besarnya perkembangan penghayatan keagamaan dapat dibagi dalam tiga tahapan yang . Perkembangan moral anak dapat dilukiskan melalui beberapa aspek.2009:287). the interpersonal concordance orientation.

DAFTAR RUJUKAN Budiningsih. Perkembangan Moral dan Agama. 2004. Jakarta : Rineka Cipta. Saran Sebagai calon pendidik. Otoritas mendukung berbagai kegiatan pengembangan moral warga masyarakat sebagai bagian upaya membangun karekter manusia indonesia seutuhnya. Nurihsan. Elizabeth B. Tersedia dalam: http://anna-regina. Ulum. Hurlock. Refika Aditama. 2011. 2011. Jakarta: Erlangga.html. diakses 30 Oktober 2012 Sunarto & Hartono. Proses pendidikan dan pembelajaran moral diteladankan orang tua dan dilakukan secara terpadu (integrated) pada tiap peluang dalam semua kegiatan sekolah.secara kualitatif menunjukkan karakteristik yang berbeda. Faktoe-faktor yang Menpengaruhi Jiwa Beragama. 2008. Bandung: PT.blogspot. Perkembangan Anak Edisi Keenam. Dinamika Perkembangan Anak dan Remaja. Agung. 2012. Regina.disana pendidik mengajarkan keteraturan hidup. Perkembangan Peserta Bidik .com/2011/04/faktor-faktor-yang-mempengaruhijiwa. Jakarta : Rineka Cipta. Juntika dan Mubiar Agustin. Karena materi ini akan memberikan wawasan kepada mahasiswa tentang bagaimana sesungguhnya perkembangan moral dan agama anak sangat berpengaruh terhadap tindakan social anak di lingkungan nantinya. disiplin serta melatih dan membiasakan peserta didik bermoral dalam perilaku dan kegiatannya. 1978. Misbakhul. Ana. Tersedia dalam : http://misbakhul- . Pembelajaran Moral (Berpijak Pada Krakteristik Siswa dan Budayanya). B. mahasiswa diharapkan benar-benar memahami materi perkembangan moral dan penghayatan keagamaan anak. Asri C.

blogspot.ulum27. 30 Oktober 2012 diakses Yusuf. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung : Remaja Rosdakarya.com/2012/03/perkembangan-moral-dan-spiritual-agama. Syamsu.html. 2011. .