Anda di halaman 1dari 8

TUGAS IMUNOGENETIKA

“Multiple Sclerosis”

Disusun Oleh: Sukarno Wahyu Dianidya K. S Dimas Rizky E. P Fitrotul Khoiri Putri Astikasanti S. Ida Trisna S. 105130100111025 105130100111028 105130100111038 105130 10513 105130104111003

PENDIDIKAN DOKTER HEWAN PROGRAM KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA’ MALANG 2012

4 1.6 Bagaimana prevalensi kejadian multiple sclerosis di Indonesia? Apa yang menjadi marker spesifik pada multiple sclerosis? Bagaimana patomekanisme multiple sclerosis? Bagaimana metode deteksi dan terapi pada penderita multiple sclerosis? 1.2. prevalensi kejadian di Indonesia.1 Latar Belakang Autoimunitas adalah respons imun terhadap antigen jaringan sendiri yang disebabkan oleh mekanisme normal yang gagal berperan untuk mempertahankan selftolerance sel B. Multiple Sclerosis (MS) merupakan penyakit yang berpotensi melemahkan di mana sistem ketahanan tubuh menggerogoti selubung proteksi yang melindungi saraf. Perbedaan tersebut penting karena respon imun dapat terjadi tanpa disertai penyakit atau penyakit yang menimbulkan mekanisme lain seperti infeksi. sel T atau keduanya.3 Tujuan Pembuatan makalah ini bertujuan untuk membahas mengenai rheumatoid arthritis mulai dari definisi. patomekanisme. marker spesifik.1 1. Hal ini menimbulkan gangguan komunikasi antara otak dan seluruh bagian tubuh. faktor penyebab baik gen maupun lingkungan.2. . 1. Pada akhirnya kondisi tersebut memperburuk saraf-saraf itu sendiri.BAB I PENDAHULUAN 1.2.2.2 Rumusan Masalah 1.2. Multiple sclerosis (MS) adalah suatu penyakit dimana syaraf-syaraf dari sistem syaraf pusat memburuk atau degenerasi. dan metode deteksi dan terapi multiple sclerosis sesuai dengan perkembangan dunia kedokteran terkini.2.2 Apakah definisi multiple sclerosis secara medis? Apa saja yang menyebabkan multiple sclerosis jika dilihat dari faktor genetik dan lingkungan? 1.5 1.3 1. Penyakit autoimun adalah kerusakan jaringan atau gangguan fungsi fisiologis yang ditimbulkan oleh respon autoimun.

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa penyebab MS yang paling nyata adalah faktor genetik. Iklim dimana seseorang tinggal pada 10 tahun . Kontribusi genetik pada penyakit autoimun hampir selalu melibatkan gen mutlipel. MS hampir tidak pernah menyerang orangorang yang tinggal di dekat katulistiwa. dan cedera. pasien cenderung untuk tidak sembuh sepenuhnya. Biasanya timbul dengan defisit neurologis.1 Definisi Multiple sclerosis atau merupakan suatu kelainan peradangan yang terjadi pada otak dan sumsum tulang belakang yang disebabkan oleh banyak faktor. stress emosional. 2010). terjadi interaksi antara faktor genetik dan lingkungan yang kritis dan penting dalam terjadinya penyakit autoimun. Ada juga yang mengaitkan dengan faktor genetik. dan meninggalkan sisa defisit neurologis yang semakin parah dan dapat menyebabkan cacat. yang didalam perjalanan penyakit selanjutnya. Penyebab MS belum diketahui secara pasti namun ada dugaan berkaitan dengan virus dan mekanisme autoimun (Clark. 1991). MS merupakan penyakit kronis dimana terjadi demielinisasi ireguler pada susunan saraf pusat / perifer yang mengakibatkan berbagai derajat penurunan motorik. Sekitar 5% penderita memiliki saudara laki-laki atau saudara perempuan yang juga menderita penyakit ini dan sekitar 15% penderita memiliki keluarga dekat yang menderita penyakit ini.2 Penyebab Seperti halnya dengan penyakit kronis yang kompleks. Ada beberapa faktor pencetus. MS secara umum dianggap sebagai penyakit autoimun. terutama focal lymphocytic infiltration yaitu sel T secara terus-menerus bermigrasi menuju lokasi dan melakukan penyerangan seperti yang layak terjadi pada setiap infeksi dan berakibat pada kerusakan mielin dan akson. Faktor lingkungan juga berperan dalam terjadinya penyakit ini. antara lain kehamilan. Multiple sclerosis (MS) atau bisa juga disebut diseminata encephalomyelitis adalah penyakit kronis pada sistem saraf pusat.BAB II ISI 2. Namun demikian defek sejumlah gen tunggal juga dapat menimbulkan autoimunitas (Baratawidjaja et al. MS merupakan penyakit kronis dari sistem saraf pusat degeratif dikarakteristikan oleh adanya bercak kecil demielinasi pada otak dan medula spinalis. infeksi yang disertai demam. sensorik dan juga kognitif. dimana pada kasus ini menyerang sel yang membentuk mielin. 2.

yang kemungkinan menunjukkan hasil yang berbeda bergantung musimpadasaat itu. Awal serangan pertama MS biasanya tidak diketahui. Terdapat hubungan erat antara prevalensi dengan variasi geografik. Studi lain menunjukkan bahwa vitamin D dari paparan sinar matahari kemungkinan memiliki efek proteksi terhadap MS. Negara-negara yang berada di garis ekuator menunjukkan insiden yang rendah.pertama kehidupannya tampaknya lebih penting daripada iklim dimana seseorang tinggal setelah 10 tahun pertama kehidupannya. Biasanya. demikian ditandaskan para peneliti Amerika Serikat. sebuah kondisi peradangan jangka panjang pada sistem saraf pusat. Italia dan Irlandia Utara. seorang pasien didiagnosis dengan multiple sclerosis berumur antara 20 dan 50 tahun. 2. Para peneliti menyatakan temuan tersebut berimplikasi untuk pengujian obat baru.3 Prevalensi Kejadian Sekitar 350. sembuh dari relaps. Pemindaian otak dari pasien dibandingkan dengan pola musim pada saat itu menunjukkan aktivitas penyakit dalam level yang lebih tinggi pada musim semi dan panas. T sel melewati sel endotel untuk bermigrasi ke parenkim periventrikuler akibat adanya proses inflamasi maka terjadi kerusakan lapisan myelin dalam dan oligodenroglia. relaps.000 orang-orang di Amerika Serikat mempunyai multiple sclerosis walau dalam beberapa penelitian menunjukkan kecenderungan meningkat khususnya pada daerah Skotlandia. 2. Wanita dua kali lebih beresiko terkena multiple sclerosis daripada pria. kronik progresif. Multiple sclerosis adalah dua kali lebih mungkin terjadi pada Caucasians (orang kulit putih) daripada dalam kelompok lain.4 Patomekanisme Perjalanan MS dibagi dalam 4 fase yaitu fase awal. Proses inflamasi akan mereda dalam waktu 2-6 minggu. Finlandia. namun multiple sclerosis telah didiagnosis pada anak-anak dan pada kaum usia lanjut. prevalensi meningkat pada daerah yang jauh dari garis ekuator misalnya Eropa Utara. faktor genetik dan lingkungan memegang peranan penting. Norwegia. Tingkat keparahan multiple sclerosis (MS) kemungkinan berubah dengan pergantian musim. Plak MS terbentuk akibat proses aktivasi T-sel perifer yang melekat pada post kapiler venule susunan saraf pusat. . Relaps pada MS biasanya dipicu oleh infeksi virus. Namun tidak jelas mengapa musim panas memiliki efek negatif terhadap MS.

inhibitory cytokin. 2. teknik magnetic resonance imaging (MRI). a.pada 1/3 kasus infeksi saluran nafas atas akan menyebabkan eksaserbasi akut. 2. Deteksi protein akson dan astroglial sitoskeletal. sehingga pemeriksaan laboratorium yang spesifik dapat digunakan untuk membantu diagnosa. Proses relaps ini akibat adanya aktivasi sistem imun. Pada lession experimental alergic encephalomyelitis. Pemeriksaan CSF  Pada keadaan normal jumlah sel <5/mm3. Pengobatan untuk mengubah perjalanan penyakit (diseasemodifying treatments. profile cytokin selama eksaserbasi dan sembuh pada MS adalah identik. DMT) pada MS sejauh ini telah dirancang untuk memodulasi sistem imun dan hampir efektif di berbagai fase penyakit di mana komponen infl amasi menonmenonjol. . evoked potensial. pada 50% clinically MS dengan jumlah sel >5/mm3. Natalizumab. karena itu dapat mencegah perkembangan disabilitas neurologis yang permanen. seperti yang diperlihatkan oleh penelitian neuropatologi.5 Marker Spesifik Kerusakan aksonal terjadi baik di dalam lesi MS maupun di lapisan putih yang terlihat normal pada stadium dini penyakit. seperti neurofi lamen light (NFL) dan glial fi brillary acidic protein (GFAP) di dalam cairan serebrospinal menggambarkan proses-proses ini secara in vivo. Trauma dan stress diduga dapat menyebabkan MS atau menyebabkan eksaserbasi walau hubungan stress dan trauma belum pasti. merupakan sebuah zat yang sangat efisien untuk meredam MS. Pengobatan dengan anti-infl amasi yang sangat efektif dapat menurunkan kerusakan aksonal. immunoglobulin. suatu monoclonal antibody yang bekerja mencegah migrasi limfosit melintasi sawar darah otak.6 Metode Deteksi dan Terapi Untuk mendiagnosa MS sulit jika dilakukan pada fase awal. Sembuh dan relaps berhubungan dengan immun-mediated.Saat ini DMT digunakan untuk menurunkan kekambuhan dan timbulnya lesi MRI pada pasien MS yang kambuh-sembuh. pemeriksaan MRI. pemeriksaan CSF dapat membantu diagnosa. dan dengan penggunaan biomarker.

Respon abnormal terdapat pada 77% definite MS dan 67% probable MS. c. Pemeriksaan isoelektrik oligoclonal IgG bands. cara pemberian injeksi subkutan. Pemeriksaan evoked potensial  Visual evoked respon sangat sensitif untuk menentukan adanya plak pada N optikus.   Brainstem auditory digunakan untuk menentukan lesi di pons. Relaps akut Metyl prednisolon per infus 1 gram/hari selama 7-10 hari. hal ini disebabkan oleh reaksi molekul air yang difasilitasi dengan berbagai protein pada selubung myelin. kiasma. Somatosensory digunakan untuk mengetahui gangguan sensoria pada pasien MS yang pada pemeriksaan klinik normal.  Deteksi gangguan Blood Brain Barrier (BBB). traktus. Respon abnormal didapati pada 64% definite MS dan 41% probable MS. Pada MS terjadi kerusakan myelin sehingga molekul air terbebas dari kompermen. MRI Pada pemeriksaan MRI terjadi peningkatan intensitas signal T2-weighted. kemudian po(per oral) prednison 80 mg selama 4 hari kemudian tapering off 40. Pemeriksaan ini sangat membantu diagnosa. akan tetapi pemeriksaan ini tidak spesifik untuk MS oleh karena kadarnya juga meningkat pada 1/3 kasus dengan penyakit inflamasi dan infeksi sususan saraf pusat. Tetapi pemeriksaan MRI tidak spesifik untuk MS karena ciri-ciri dari penyakit lain seperti edema dan inflamasi juga meningkatkan signal T2weighted. Deteksi ini berupa adanya peningkatan IgG abnormal antara CSF-SSP yang dapat menunjang diagnosa MS. Pencegahan relaps Inferon B: efektif untuk mencegah relaps pada MS.10 mg masing-masing 4 hari. Proses terapi dapat dilakukan dengan: 1.20. Sekarang . obat ini untuk penderita 2 atau lebih serangan pada 2 tahun pertama. dengan adanya air bebas maka waktu relaksasi lebih lama sehingga menyebabkan peningkatan signal T2-weighted. b. 2. dan respon abnormal pada clinically definite MS.

Kronik progresif Dapat diberikan imunosupresan misalnya azahioprin. Kelemahan umum dapat diberikan anti kolinergik misal ditropan. baclofen + amitriptilin. 3. . gabapentin.4 gr/koagulan/hari setiap 2 bulan dalam 2 tahun. cyclophosphamide tetapi efek yang dihasilkan tidak memuaskan. Gangguan emosi dan pseudobulber dapat diberikan amitriptilin 25 mg pada waktu malam. methotrexate.digunakan intarvenous IgG dengan dosis 0.4 gr/koagulan hari selama 5 hari. Therapi simtomatis Nyeri karena neuralgia trigeminal diberikan carbamazepin. 4. fenitoin. propantelin 2-3 x/hari. kemudian dibooster 0.

Baltimore: William & Wilkins.DAFTAR PUSTAKA Bates D. in Proceedings of MS Forum Modern Management Workshop. Medan. 2002. 1995. Miller JR. 1993. Japardi. 1994. Berlin. Arnason B. The Symptoms of Multiples Sclerosis and Their Management. Multiple Scleroris. Universitas Sumatra Utara. Demyelinating disease: Multiple sclerosis. Barhoff F. Diagnosis of MS. Merritt’s text book of neurology. 9th ed. . Sadiq SA. Paris.: 1-33 Clanet M. Iskandar. in Proceeding of the MS Forum Modern Management Workshop.